Lafzullah

Tafsir As-Saadi - Indonesian — Hud 11:34 – Hud 11:66

Penulis / sumber: Tafsir As-Saadi - Indonesian

Daftar isi
  1. Hud 11:34
  2. Hud 11:35
  3. Hud 11:36
  4. Hud 11:37
  5. Hud 11:38
  6. Hud 11:39
  7. Hud 11:40
  8. Hud 11:41
  9. Hud 11:42
  10. Hud 11:43
  11. Hud 11:44
  12. Hud 11:45
  13. Hud 11:46
  14. Hud 11:47
  15. Hud 11:48
  16. Hud 11:49
  17. Hud 11:50
  18. Hud 11:51
  19. Hud 11:52
  20. Hud 11:53
  21. Hud 11:54
  22. Hud 11:55
  23. Hud 11:56
  24. Hud 11:57
  25. Hud 11:58
  26. Hud 11:59
  27. Hud 11:60
  28. Hud 11:61
  29. Hud 11:62
  30. Hud 11:63
  31. Hud 11:64
  32. Hud 11:65
  33. Hud 11:66

Hud 11:34

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaum-nya, (dia berkata), 'Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagimu, agar kamu tidak menyembah kecuali Allah. Sesungguhnya aku mengkhawatirkanmu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan.' Maka berkatalah pemimpin-pemim-pin yang kafir dari kaumnya, 'Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina-dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta'." (Hud: 25-27) "Nuh berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu, jika aku sudah mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku, dan Dia membe-riku rahmat dari sisiNya, tetapi rahmat itu disamarkan bagimu. Apa akan kami paksakan kamu menerimanya, padahal kamu tiada menyukainya.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, aku tiada meminta harta benda kepadamu (sebagai upah) bagi seruanku. Tidaklah upahku melainkan dari Allah, dan aku sekali-kali tidak akan me-ngusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Rabbnya, akan tetapi aku memandangmu sebagai kaum yang tidak mengetahui.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku meng-usir mereka. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran.' Dan aku tidak mengatakan kepada kamu (bahwa), aku mempunyai gudang-gudang rizki dan kekayaan dari Allah, dan aku tidak juga menge-tahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan, sesungguhnya aku adalah malaikat, dan tidak juga aku mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu, 'Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka.' Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka; sesungguhnya aku, ka-lau begitu benar-benar termasuk orang-orang yang zhalim." (Hud: 28-31) "Mereka berkata, 'Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah ber-bantah-bantahan dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.' Nuh menjawab, 'Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki, dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri. Dan tidaklah nasihatku bermanfaat kepadamu jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkan kamu. Dia adalah Rabbmu, dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan.' Malahan kaum Nuh itu berkata, 'Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja.' Kata-kanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat'." (Hud: 32-35) "Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja), karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan. Dan buatlah bahtera itu dengan mata (pengawasan) dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bi-carakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu; sesung-guhnya mereka itu akan ditenggelamkan. Dan mulailah Nuh mem-buat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nuh, maka mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh, 'Jika kamu me-ngejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagai-mana kamu sekalian mengejek (kami). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan siapa yang akan ditimpa azab yang kekal.' Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur perapian telah memancarkan air, maka Kami berfirman, 'Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang ketetapan (takdir) terhadapnya telah terdahulu dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman.' Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit." (Hud: 36-40) "Dan Nuh berkata, 'Naiklah kamu sekalian ke dalamnya de-ngan menyebut Nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya.' Sesungguhnya Rabbku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam ge-lombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya -sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil-, 'Hai anakku, naik-lah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.' Anaknya menjawab, 'Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!' Nuh berkata, 'Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) yang Maha Penyayang.' Dan gelombang men-jadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." (Hud: 41-43) "Dan difirmankan, 'Hai bumi, telanlah airmu, dan hai langit (hujan), berhentilah,' dan air pun disurutkan, perintah pun disele-saikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi, dan dika-takan, 'Binasalah orang-orang yang zhalim.' Dan Nuh berseru kepada Rabbnya sambil berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMu itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.' Allah berfirman, 'Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya ada-lah perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepadaKu sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat)nya. Se-sungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan'." (Hud: 44-46). "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu untuk memohon sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepa-daku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi.' Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu. Dan akan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kese-nangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami.' Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa." (Hud: 47-49) (25) ﴾ وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا نُوحًا ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh", Rasul pertama ﴾ إِلَىٰ قَوۡمِهِۦٓ ﴿ "kepada kaumnya." Mengajak mereka kepada Allah dan melarang mereka berbuat syirik. Dia berkata,﴾ إِنِّي لَكُمۡ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagimu." Maksudnya, aku menjelaskan kepadamu sesuatu yang mana aku memperingatkanmu dengannya sebagai penjelasan yang menghilangkan kerancuan permasalahan. (26) ﴾ أَن لَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّا ٱللَّهَۖ ﴿ "Agar kamu tidak menyembah kecuali Allah." Maksudnya, ikhlaskanlah ibadah hanya kepada Allah semata, tinggalkan semua yang disembah selain Allah.﴾ إِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٍ أَلِيمٖ ﴿ "Sesungguhnya aku mengkhawatirkanmu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan." Jika kamu tidak mentauhidkan Allah dan menaatiku. (27) ﴾ فَقَالَ ٱلۡمَلَأُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَوۡمِهِۦ ﴿ "Maka berkatalah pemimpin-pe-mimpin yang kafir dari kaumnya", yakni orang-orang terhormat dan para pembesar kaumnya menolak dakwah Nuh عليه السلام sebagaimana kebiasaan yang berlaku pada orang seperti mereka bahwa mereka-lah yang pertama kali menolak dakwah para rasul, ﴾ مَا نَرَىٰكَ إِلَّا بَشَرٗا مِّثۡلَنَا ﴿ "Kami tidak melihatmu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami." Ini adalah penghalang –menurut mereka– untuk me-ngikutinya, padahal sebenarnya itulah yang benar yang tidak ada kebenaran selainnya, karena manusia hanya mungkin belajar dari manusia dan berdialog dengannya dalam segala urusan, lain halnya dengan malaikat. ﴾ وَمَا نَرَىٰكَ ٱتَّبَعَكَ إِلَّا ٱلَّذِينَ هُمۡ أَرَاذِلُنَا ﴿ "Dan kami tidak me-lihat orang-orang yang mengikutimu, melainkan orang-orang yang hina-dina di antara kami." Maksudnya, kami melihat yang mengikutimu hanyalah orang-orang hina lagi rendah di antara kami –menurut mereka– padahal sebenarnya mereka adalah orang-orang yang mulia dan manusia yang berakal yang tunduk kepada kebenaran. Mereka bukan orang-orang hina seperti yang dibilang oleh pembe-sar-pembesar kaum yang mengikuti semua setan yang bengal dan mengangkat tuhan-tuhan dari batu dan pohon lalu mereka mende-katkan diri kepadanya dan bersujud. Apakah kamu tahu ada yang lebih hina dan rendah daripada mereka? Ucapan mereka, ﴾ بَادِيَ ٱلرَّأۡيِ ﴿ "yang lekas percaya saja." Maksudnya, mereka hanya mengikutimu tanpa berpikir dan menimbang, tetapi hanya disebabkan kamu me-ngajak mereka, langsung mereka mengikutimu. Maksud mereka dengan itu adalah bahwa mereka bukanlah orang-orang yang menge-tahui urusan. Mereka tidak mengetahui bahwa akal yang spontan mengajak kepada kebenaran yang nyata. Begitu kebenaran sampai kepada ulul albab, mereka langsung mengenali dan mengetahuinya, tidak seperti perkara yang samar yang memerlukan pemikiran dan perenungan panjang. ﴾ وَمَا نَرَىٰ لَكُمۡ عَلَيۡنَا مِن فَضۡلِۭ ﴿ "Dan kami tidak melihatmu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami." Maksudnya, kamu tidak lebih baik dari-pada kami yang membuat kami tunduk kepadamu. ﴾ بَلۡ نَظُنُّكُمۡ كَٰذِبِينَ ﴿ "Bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta." Mereka berbohong dalam ucapan mereka. Ini karena mereka telah melihat ayat-ayat yang Allah jadikan sebagai duku-ngan bagi Nuh yang membuat mereka merasa yakin dengan pasti terhadap kebenarannya. (28) Oleh karena itu, ﴾ قَالَ ﴿ "Nuh berkata" kepada mereka menanggapi, ﴾ يَٰقَوۡمِ أَرَءَيۡتُمۡ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٖ مِّن رَّبِّي ﴿ "Hai kaumku, bagaimana pen-dapatmu, jika aku sudah mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Maksudnya berada di atas keyakinan dan kepastian, yakni dia adalah Rasul yang sempurna dan teladan yang ditaati oleh orang-orang yang berakal. Akal tokoh-tokoh besar dibanding akal Nuh adalah kecil. Dia adalah orang yang benar-benar jujur, maka jika dia berkata, "Sesungguhnya aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Cukuplah ucapan ini sebagai bukti dan saksi atas kebe-narannya. ﴾ وَءَاتَىٰنِي رَحۡمَةٗ مِّنۡ عِندِهِۦ ﴿ "Dan Dia memberiku rahmat dari sisiNya." Maksudnya, Dia memberiku wahyu, mengangkatku menjadi rasul dan memberiku nikmat hidayah. ﴾ فَعُمِّيَتۡ عَلَيۡكُمۡ ﴿ "Tetapi rahmat itu di-samarkan bagimu." Maksudnya, tidak jelas bagimu, dan dengannya kamu bermalas-malasan. ﴾ أَنُلۡزِمُكُمُوهَا ﴿ "Apa akan kami paksakan kamu menerimanya." Maksudnya, apakah kami akan memaksamu atas sesuatu yang telah jelas bagi kami sementara kamu masih ragu pada-nya dan kamu tidak menyukainya sehingga kamu berusaha menolak sesuatu yang aku bawa? Itu semua tidak merugikan kami dan tidak menodai keyakinan kami sedikit pun. Ucapan dan dustamu atas kami, tidak menghalangi kami dari sesuatu yang kami imani, paling-paling ia justru menjadi penghalang bagimu yang mengakibatkan kamu menolak tunduk kepada kebenaran yang menurutmu adalah kebatilan. Jika keadaannya telah sampai di sini maka kami tidak kuasa memaksamu kepada perintah Allah dan mewajibkanmu ke-pada sesuatu yang kamu lari darinya. Oleh karena itu, dia berkata, ﴾ أَنُلۡزِمُكُمُوهَا وَأَنتُمۡ لَهَا كَٰرِهُونَ ﴿ "Apa akan kami paksakan kamu menerimanya pa-dahal kamu tiada menyukainya?" (29) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ لَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, aku tiada meminta bagi seruanku," atas dakwahku kepada kalian ﴾ مَالًاۖ ﴿ "harta benda (sebagai upah)", karena kamu akan merasakan beratnya beban. ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِۚ ﴿ "Tidaklah upahku melainkan dari Allah." Dan sepertinya mereka menuntut pengusiran orang-orang Mukmin yang lemah, maka dia menjawab mereka, ﴾ وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْۚ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman", tidak layak dan tidak pantas bagiku untuk melakukan hal itu, justru aku menyambut mereka dengan gembira, penghormatan, penghargaan dan kegembiraan. ﴾ إِنَّهُم مُّلَٰقُواْ رَبِّهِمۡ ﴿ "Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Rabbnya." Maka Dia membalas iman dan takwa mereka dengan surga kenikmatan. ﴾ وَلَٰكِنِّيٓ أَرَىٰكُمۡ قَوۡمٗا تَجۡهَلُونَ ﴿ "Akan tetapi aku memandangmu suatu kaum yang tidak mengetahui." Di mana kamu menyuruhku mengusir wali-wali Allah dan menjauhkan mereka dariku, di mana kamu telah menolak kebenaran, karena mereka adalah para pengikutnya, di mana kamu berdalil atas batilnya kebe-naran dengan ucapan, "Sesungguhnya aku hanyalah manusia biasa sepertimu, dan bahwa kami tidak memiliki keutamaan atasmu." (30) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ مَن يَنصُرُنِي مِنَ ٱللَّهِ إِن طَرَدتُّهُمۡۚ ﴿ "Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir me-reka." Maksudnya, siapa yang melindungiku dari azabNya, karena mengusir mereka menyebabkan turunnya azab dan siksa yang mana tidak ada pelindung selain Allah. ﴾ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ﴿ "Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran?" Apa yang lebih berguna dan lebih baik bagi-mu, dan semestinya kamu merenungkan segala urusan. (31) ﴾ وَلَآ أَقُولُ لَكُمۡ عِندِي خَزَآئِنُ ٱللَّهِ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ وَلَآ أَقُولُ إِنِّي مَلَكٞ ﴿ "Dan aku ti-dak mengatakan kepada kamu (bahwa), 'aku mempunyai gudang-gudang rizki dan kekayaan dari Allah, dan aku tiada mengetahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan, 'Sesungguhnya aku adalah malaikat'." Aku hanyalah seorang Rasul Allah kepadamu, aku memberimu berita gembira dan peringatan, selain itu aku tidak sedikitpun mempunyai wewenang. Kekayaan Allah tidak ada padaku sehingga aku bisa mengaturnya dan memberikannya kepada orang yang aku kehen-daki, dan menghalanginya dari orang yang aku kehendaki. ﴾ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ ﴿ "Dan aku tiada mengetahui yang ghaib", sehingga aku bisa me-ngabarkan rahasiamu dan batinmu. ﴾ وَلَآ أَقُولُ إِنِّي مَلَكٞ ﴿ "Dan tidak (pula) aku mengatakan, 'Sesungguhnya aku adalah malaikat'." Maknanya adalah aku tidak mengklaim tingkatan di atas tingkatanku, tidak pula posisi melainkan posisi di mana Allah mendudukkanku pada-nya, tidak pula aku menghukum manusia berdasarkan dugaanku. Aku tidak ﴾ أَقُولُ لِلَّذِينَ تَزۡدَرِيٓ أَعۡيُنُكُمۡ ﴿ "mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu", yakni orang-orang Mukmin yang lemah yang diremehkan oleh para pembesar orang-orang kafir. ﴾ لَن يُؤۡتِيَهُمُ ٱللَّهُ خَيۡرًاۖ ٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِمَا فِيٓ أَنفُسِهِمۡ ﴿ "Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka, Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka." Jika mereka benar dalam urusan iman mereka, maka me-reka mendapatkan banyak kebaikan, jika tidak demikian, maka hisab mereka menjadi tanggung jawab Allah. ﴾ إِنِّيٓ إِذٗا ﴿ "Sesungguh-nya aku kalau begitu", jika aku mengatakan sesuatu dari yang di atas ﴾ لَّمِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "benar-benar termasuk orang-orang yang zhalim." Ini adalah pemutus asaan dari Nuh kepada kaumnya untuk mengusir orang-orang Mukmin yang miskin atau membenci mereka sekaligus meyakinkan kaumnya dengan cara-cara yang meyakinkan bagi orang yang berpikir obyektif. 9 (32) Tatkala mereka melihat Nuh tidak berhenti dari dak-wahnya dan mereka sendiri tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, maka ﴾ قَالُواْ يَٰنُوحُ قَدۡ جَٰدَلۡتَنَا فَأَكۡثَرۡتَ جِدَٰلَنَا فَأۡتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "mereka berkata, 'Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah berbantah-bantahan dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar?" Betapa bodohnya me-reka, betapa sesatnya mereka, di mana mereka mengucapkan kata-kata ini kepada Nabi mereka yang tulus. Jika mereka benar, mengapa mereka tidak mengatakan, 'Hai Nuh, kamu telah menasihati kami, mengasihi kami dan menyeru kami kepada perkara-perkara yang belum jelas bagi kami, maka kami ingin kamu menjelaskannya agar kami bisa mengikutimu, jika tidak maka terima kasih atas nasihat-mu." Sungguh ini adalah jawaban yang obyektif bagi orang yang di-seru kepada perkara yang samar baginya, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang dusta dalam kata-kata mereka, lancang terhadap Nabi mereka. Mereka tidak menolak kata-katanya dengan syubhat paling rendah, terlebih lagi menolak dengan hujjah. Oleh karena itu, mereka membelok karena kebodohan dan kesesatan mereka kepada permintaan disegerakannya azab, dan menantang Allah. (33) Oleh karena itu, Nuh menjawab mereka dengan ber-kata, ﴾ إِنَّمَا يَأۡتِيكُم بِهِ ٱللَّهُ إِن شَآءَ ﴿ "Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki." Maksudnya, jika hikmah dan kehendakNya menuntutNya menurunkan siksa kepadamu, maka Dia akan melakukan itu ﴾ وَمَآ أَنتُم بِمُعۡجِزِينَ ﴿ "Dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri", dari Allah, sedangkan aku sendiri tidak memiliki wewenang apa pun. (34) ﴾ وَلَا يَنفَعُكُمۡ نُصۡحِيٓ إِنۡ أَرَدتُّ أَنۡ أَنصَحَ لَكُمۡ إِن كَانَ ٱللَّهُ يُرِيدُ أَن يُغۡوِيَكُمۡۚ ﴿ "Dan tidaklah nasihatku bermanfaat kepadamu jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkanmu." Maksudnya, keinginan Allah-lah yang akan menang, jika Dia hendak menyesatkanmu karena kamu menolak kebenaran meskipun aku sudah berusaha sekuat tenaga memberimu nasihat dengan baik –Nuh telah mela-kukan itu– tetap saja hal itu tidak berguna bagimu sedikit pun.﴾ هُوَ رَبُّكُمۡ ﴿ "Dia adalah Rabbmu," melakukan apa yang dikehendakiNya dan menetapkan hukum yang diinginkanNya. ﴾ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ﴿ "Dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan." Lalu Dia membalas perbuatanmu. (35) ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Malahan kaum Nuh itu berkata, 'Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja." Kata ganti ini mengandung ke-mungkinan kembali kepada Nuh sebagaimana konteks ucapan yang membicarakan Nuh dengan kaumnya, maknanya adalah bahwa kaumnya berkata, "Nuh telah berdusta atas Nama Allah, berdusta tentang wahyu yang dia klaim bahwa ia dari Allah. Dan bahwa Allah memintanya untuk berkata, ﴾ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَعَلَيَّ إِجۡرَامِي وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُجۡرِمُونَ ﴿ "Katakanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat." Masing-masing memikul dosanya. ﴾ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰۗ ﴿ "Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain." (Al-Isra`: 15). Dan mengandung kemungkinan ia kembali kepada Nabi Muhammad ﷺ. Jadi ayat ini merupakan sisipan di tengah-tengah kisah Nuh dengan kaumnya karena ia termasuk perkara yang tidak diketahui oleh para Nabi. Tatkala Allah mulai menceritakannya kepada RasulNya, dan itu termasuk bukti-bukti yang menunjukkan kebenaran risalahnya, maka Dia pun menyebutkan pendustaan ka-umnya kepadanya dengan penjelasan yang sempurna, seraya Dia berfirman, ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Apakah mereka berkata, 'Dia telah membuat-buatnya?'" Yakni al-Qur`an ini dibuat-buat oleh Muhammad dari dirinya sendiri. Ini termasuk kata-kata yang paling aneh dan yang paling batil, karena mereka mengetahui bahwa dia (Muhammad) tidak mem-baca dan tidak menulis serta tidak pernah pergi dari mereka untuk mengkaji kitab-kitab, lalu dia hadir dengan kitab ini yang menantang mereka agar menghadirkan satu surat yang semisal dengannya. Jika mereka tetap mengklaim –dengan realita yang demikian– bahwa Muhammad membuat-buatnya, maka jelaslah bahwa mereka itu hanya sekedar menentang. Tak ada lagi guna berdebat dengan me-reka, bahkan yang cocok dalam kondisi ini adalah berpaling dari mereka. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَعَلَيَّ إِجۡرَامِي ﴿ "Kata-kanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku", dan kebohonganku. ﴾ وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُجۡرِمُونَ ﴿ "Dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat." Yakni mengapa kamu terus menuduhku berdusta. (36) FirmanNya, ﴾ وَأُوحِيَ إِلَىٰ نُوحٍ أَنَّهُۥ لَن يُؤۡمِنَ مِن قَوۡمِكَ إِلَّا مَن قَدۡ ءَامَنَ ﴿ "Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja)." Yakni mereka adalah orang-orang yang keras (hatinya). ﴾ فَلَا تَبۡتَئِسۡ بِمَا كَانُواْ يَفۡعَلُونَ ﴿ "Ka-rena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan." Jangan bersedih, jangan hiraukan mereka dan keadaan mereka, karena Allah telah murka kepada mereka dan menimpakan azabNya yang tak bisa ditolak. (37) ﴾ وَٱصۡنَعِ ٱلۡفُلۡكَ بِأَعۡيُنِنَا وَوَحۡيِنَا ﴿ "Dan buatlah bahtera itu dengan mata (pengawasan) dan petunjuk wahyu Kami." Maksudnya, di bawah penjagaan Kami, pengawasan Kami dan keridhaan dari Kami.﴾ وَلَا تُخَٰطِبۡنِي فِي ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ ﴿ "Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu." Maksudnya, jangan mendebatku dalam perkara pembinasaan mereka. ﴾ إِنَّهُم مُّغۡرَقُونَ ﴿ "Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan." Maksudnya, ketetapanKu telah berlaku atas mereka dan takdirKu telah berjalan pada mereka. (38) Nuh menaati perintah Allah تعالى, dia mulai membuat bahtera. ﴾ وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيۡهِ مَلَأٞ مِّن قَوۡمِهِۦ ﴿ "Dan setiap kali pemimpin kaumnya ber-jalan melewati Nuh", dan melihat perahu yang Nuh buat ﴾ سَخِرُواْ مِنۡهُۚ قَالَ إِن تَسۡخَرُواْ مِنَّا ﴿ "mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh, 'Jika kamu mengejek kami", sekarang ﴾ فَإِنَّا نَسۡخَرُ مِنكُمۡ كَمَا تَسۡخَرُونَ ﴿ "maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami)." (39) ﴾ فَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَ مَن يَأۡتِيهِ عَذَابٞ يُخۡزِيهِ وَيَحِلُّ عَلَيۡهِ عَذَابٞ مُّقِيمٌ ﴿ "Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakan-nya dan siapa yang akan ditimpa azab yang kekal". Kami atau kamu? Mereka mengetahuinya ketika azab turun menimpa mereka. (40) ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَمۡرُنَا ﴿ "Hingga apabila perintah Kami datang", yakni takdir kami tentang turunnya azab kepada mereka, ﴾ وَفَارَ ٱلتَّنُّورُ ﴿ "dan dapur perapian telah memancarkan air." Yakni Allah menurun-kan hujan deras dan memancarkan bumi dengan mata air sampai-sampai tungku di dapur yang biasanya menyala dengan api dan jauh dari air ikut serta memancarkan air, maka kedua air itu bertemu atas dasar perkara yang telah ditakdirkan. ﴾ قُلۡنَا ﴿ "Kami berfirman, kepada Nuh, ﴾ ٱحۡمِلۡ فِيهَا مِن كُلّٖ زَوۡجَيۡنِ ٱثۡنَيۡنِ ﴿ "Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina)." Maksud-nya, jantan dan betina dari setiap spesies makhluk agar cikal bakal makhluk tetap terjaga. Adapun sisa spesies yang lebih dari sepasang, maka ia tidak diangkut karena perahu tidak mampu membawanya. ﴾ وَأَهۡلَكَ إِلَّا مَن سَبَقَ عَلَيۡهِ ٱلۡقَوۡلُ ﴿ "Dan keluargamu kecuali orang yang ketetapan (takdira) terhadapnya telah terdahulu", dari golongan kaum kafir seperti anaknya yang tenggelam. ﴾ وَمَنۡ ءَامَنَۚ ﴿ "Dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman." Padahal ketika itu ﴾ م َ ا ءَامَنَ مَعَهُۥٓ إِلَّا قَلِيلٞ ﴿ "tidak beriman ber-sama dengan Nuh itu kecuali sedikit." (41) ﴾ وَقَالَ ﴿ "Dan Nuh berkata", kepada orang-orang yang Allah perintahkan agar mereka diangkut. ﴾ ٱرۡكَبُواْ فِيهَا بِسۡمِ ٱللَّهِ مَجۡر۪ىٰهَا وَمُرۡسَىٰهَآۚ ﴿ "Naik-lah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya." Bahtera itu berlayar dengan nama Allah, berlabuh dengan nama Allah dan berjalan dengan perintah dan instruksiNya. ﴾ إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٞ رَّحِيمٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Di mana Dia mengampuni kami, menyayangi kami dan menyelamatkan kami dari kaum yang zhalim. (42) Kemudian Allah menjelaskan bagaimana bahtera itu berlayar seolah-olah kita melihatnya, seraya Dia berfirman,﴾ وَهِيَ تَجۡرِي بِهِمۡ ﴿ "Dan bahtera itu berlayar membawa mereka", Nuh dan orang-orang yang bersamanya ﴾ فِي مَوۡجٖ كَٱلۡجِبَالِ ﴿ "dalam gelombang laksana gunung." Allah-lah Penjaganya dan Penjaga penumpangnya. ﴾ وَنَادَىٰ نُوحٌ ٱبۡنَهُۥ ﴿ "Dan Nuh memanggil anaknya", ketika dia naik supaya sang anak naik bersamanya, ﴾ وَكَانَ فِي مَعۡزِلٖ ﴿ "sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil", dari mereka ketika mereka naik. Maksudnya, dia menjauh sementara Nuh ingin agar dia mendekat untuk naik. Nuh berkata kepadanya, ﴾ يَٰبُنَيَّ ٱرۡكَب مَّعَنَا وَلَا تَكُن مَّعَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami, dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir." Akibatnya kamu akan tertimpa azab yang menimpa mereka. (43) Anaknya menyanggah untuk mendustakan ucapan ba-paknya bahwa tiada yang selamat kecuali orang yang naik perahu bersamanya. ﴾ سَـَٔاوِيٓ إِلَىٰ جَبَلٖ يَعۡصِمُنِي مِنَ ٱلۡمَآءِۚ ﴿ "Aku akan mencari perlindu-ngan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Maksudnya, aku akan naik ke gunung yang melindungiku dari banjir. Nuh ber-seru, ﴾ لَا عَاصِمَ ٱلۡيَوۡمَ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِ إِلَّا مَن رَّحِمَۚ ﴿ "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang." Tidak ada gunung dan lainnya yang menyelamatkan seseorang meskipun dia mengambil cara apa pun, dia tetap tidak akan selamat jika Allah tidak menyelamatkannya. ﴾ وَحَالَ بَيۡنَهُمَا ٱلۡمَوۡجُ فَكَانَ مِنَ ٱلۡمُغۡرَقِينَ ﴿ "Dan gelom-bang menjadi penghalang antara keduanya, maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." (44) Ketika Allah menenggelamkan mereka dan menyela-matkan Nuh dan orang-orangnya maka ﴾ وَقِيلَ يَٰٓأَرۡضُ ٱبۡلَعِي مَآءَكِ ﴿ "Difirman-kan, 'Hai bumi telanlah airmu'," yang keluar darimu dan yang turun kepadamu, telanlah air yang ada di permukaanmu, ﴾ وَيَٰسَمَآءُ أَقۡلِعِي ﴿ "dan hai langit (hujan) berhentilah," maka keduanya menaati perintah Allah. Bumi menelan airnya dan langit menghentikan hujannya, hingga air di bumi pun surut. ﴾ وَقُضِيَ ٱلۡأَمۡرُ ﴿ "Perintah pun diselesaikan", dengan dibinasakannya orang-orang yang mendustakan dan diselamatkan-nya orang-orang Mukmin. ﴾ وَٱسۡتَوَتۡ عَلَى ٱلۡجُودِيِّۖ ﴿ "Dan bahtera itu pun ber-labuh di atas bukit Judi", yaitu perahu itu berhenti di gunung itu yang terkenal dari negeri Maushil. ﴾ وَقِيلَ بُعۡدٗا لِّلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Dan dikatakan, 'Binasalah orang-orang yang zhalim'." Maksudnya, kebinasaan me-reka diikuti dengan laknat, kemurkaan dan kemarahan yang selalu bersama mereka. (45) ﴾ وَنَادَىٰ نُوحٞ رَّبَّهُۥ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ٱبۡنِي مِنۡ أَهۡلِي وَإِنَّ وَعۡدَكَ ٱلۡحَقُّ ﴿ "Dan Nuh ber-seru kepada Rabbnya sambil berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMu itulah yang benar'." Maksudnya, Engkau telah berkata kepadaku, "Angkutlah dari ma-sing-masing hewan (jantan dan betina) dan keluargamu," dan Engkau tidak akan menyelisihi janjiMu kepadaku. Boleh jadi Nuh terbawa oleh rasa kasih sayangnya, dan bahwa Allah menjanjikan kesela-matan keluarganya, sehingga dia mengira bahwa janjiNya berlaku umum kepada keluarganya yang beriman dan yang tidak beriman. Oleh karena itu, dia berdoa kepada Allah dengan doa itu, meski begitu dia menyerahkan urusannya kepada hikmah Allah yang mendalam. (46) Allah berfirman kepadanya, ﴾ إِنَّهُۥ لَيۡسَ مِنۡ أَهۡلِكَۖ ﴿ "Sesungguh-nya dia bukanlah termasuk keluargamu", yang Aku janjikan kepadamu selamat. ﴾ إِنَّهُۥ عَمَلٌ غَيۡرُ صَٰلِحٖۖ ﴿ "Sesungguhnya (perbuatannya) adalah perbuatan yang tidak baik." Maksudnya, doa yang kamu ucapkan untuk kese-lamatan orang kafir yang tidak beriman kepada Allah dan RasulNya. ﴾ فَلَا تَسۡـَٔلۡنِ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌۖ ﴿ "Sebab itu janganlah kamu memohon kepadaKu se-suatu yang kamu tidak mengetahui hakikat(nya)." Yang kamu tidak mengetahui akhirnya dan akibatnya, apakah ia baik atau tidak baik. ﴾ إِنِّيٓ أَعِظُكَ أَن تَكُونَ مِنَ ٱلۡجَٰهِلِينَ ﴿ "Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan." Sesungguhnya Aku menasihatimu dengan nasihat yang dengan-nya kamu termasuk orang-orang yang sempurna, dan dengannya kamu selamat dari sifat orang-orang yang bodoh. (47) Pada saat itu Nuh sangat menyesal atas apa yang dila-kukannya, dan ﴾ قَالَ رَبِّ إِنِّيٓ أَعُوذُ بِكَ أَنۡ أَسۡـَٔلَكَ مَا لَيۡسَ لِي بِهِۦ عِلۡمٞۖ وَإِلَّا تَغۡفِرۡ لِي وَتَرۡحَمۡنِيٓ أَكُن مِّنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ﴿ "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku berlindung kepada- Mu untuk memohon sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang me-rugi." Dengan ampunan dan rahmat, seorang hamba selamat dari kerugian. Ini menunjukkan bahwa Nuh عليه السلام tidak memiliki ilmu bahwa pertanyaannya kepada Allah tentang anaknya adalah haram dan termasuk ke dalam Firman Allah, ﴾ وَلَا تُخَٰطِبۡنِي فِي ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ إِنَّهُم مُّغۡرَقُونَ ﴿ "Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu, sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan." Akan tetapi ada dua perkara yang bertentangan padanya, dia mengira ia masuk ke dalam FirmanNya, ﴾ وَأَهۡلَكَ ﴿ "Dan keluargamu." Dan setelah itu, jelaslah baginya bahwa ia termasuk ke dalam larangan terhadap mendoakan mereka dan mengulang-ulangnya untuk mereka. (48) ﴾ قِيلَ يَٰنُوحُ ٱهۡبِطۡ بِسَلَٰمٖ مِّنَّا وَبَرَكَٰتٍ عَلَيۡكَ وَعَلَىٰٓ أُمَمٖ مِّمَّن مَّعَكَۚ ﴿ "Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang Mukmin) dari orang-orang yang bersamamu", dari kalangan manusia dan pasangan binatang yang dia bawa bersamanya. Allah memberkahi semuanya sehingga me-reka memenuhi seluruh penjuru bumi. ﴾ وَأُمَمٞ سَنُمَتِّعُهُمۡ ﴿ "Dan akan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka", dalam kehi-dupan dunia, ﴾ ثُمَّ يَمَسُّهُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٞ ﴿ "kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami." Penyelamatan ini tidak menghalangi Kami untuk menghukum orang yang kafir setelah itu meskipun dia diberi kenikmatan sesaat, dia tetap akan dihukum setelah itu. (49) Allah berfirman kepada NabiNya, Muhammad setelah menyampaikan kisah yang gamblang ini yang tidak diketahui ke-cuali oleh orang yang Allah beri nikmat kerasulan. ﴾ تِلۡكَ مِنۡ أَنۢبَآءِ ٱلۡغَيۡبِ نُوحِيهَآ إِلَيۡكَۖ مَا كُنتَ تَعۡلَمُهَآ أَنتَ وَلَا قَوۡمُكَ مِن قَبۡلِ هَٰذَاۖ ﴿ "Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini." Me-reka berkata, "Dia mengetahuinya, maka bersyukurlah kepada Allah dan bersabarlah kamu, berpegang teguhlah pada agamamu yang benar, jalan yang lurus dan dakwah kepada Allah. ﴾ إِنَّ ٱلۡعَٰقِبَةَ لِلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang ber-takwa." Orang-orang yang menjauhi syirik dan dosa-dosa yang lain, maka kesudahan yang baik akan menjadi milikmu dan milik kaum-mu sebagaimana terjadi pada Nuh dan kaumnya.

Hud 11:35

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaum-nya, (dia berkata), 'Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagimu, agar kamu tidak menyembah kecuali Allah. Sesungguhnya aku mengkhawatirkanmu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan.' Maka berkatalah pemimpin-pemim-pin yang kafir dari kaumnya, 'Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina-dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta'." (Hud: 25-27) "Nuh berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu, jika aku sudah mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku, dan Dia membe-riku rahmat dari sisiNya, tetapi rahmat itu disamarkan bagimu. Apa akan kami paksakan kamu menerimanya, padahal kamu tiada menyukainya.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, aku tiada meminta harta benda kepadamu (sebagai upah) bagi seruanku. Tidaklah upahku melainkan dari Allah, dan aku sekali-kali tidak akan me-ngusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Rabbnya, akan tetapi aku memandangmu sebagai kaum yang tidak mengetahui.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku meng-usir mereka. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran.' Dan aku tidak mengatakan kepada kamu (bahwa), aku mempunyai gudang-gudang rizki dan kekayaan dari Allah, dan aku tidak juga menge-tahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan, sesungguhnya aku adalah malaikat, dan tidak juga aku mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu, 'Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka.' Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka; sesungguhnya aku, ka-lau begitu benar-benar termasuk orang-orang yang zhalim." (Hud: 28-31) "Mereka berkata, 'Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah ber-bantah-bantahan dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.' Nuh menjawab, 'Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki, dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri. Dan tidaklah nasihatku bermanfaat kepadamu jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkan kamu. Dia adalah Rabbmu, dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan.' Malahan kaum Nuh itu berkata, 'Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja.' Kata-kanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat'." (Hud: 32-35) "Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja), karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan. Dan buatlah bahtera itu dengan mata (pengawasan) dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bi-carakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu; sesung-guhnya mereka itu akan ditenggelamkan. Dan mulailah Nuh mem-buat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nuh, maka mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh, 'Jika kamu me-ngejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagai-mana kamu sekalian mengejek (kami). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan siapa yang akan ditimpa azab yang kekal.' Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur perapian telah memancarkan air, maka Kami berfirman, 'Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang ketetapan (takdir) terhadapnya telah terdahulu dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman.' Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit." (Hud: 36-40) "Dan Nuh berkata, 'Naiklah kamu sekalian ke dalamnya de-ngan menyebut Nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya.' Sesungguhnya Rabbku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam ge-lombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya -sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil-, 'Hai anakku, naik-lah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.' Anaknya menjawab, 'Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!' Nuh berkata, 'Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) yang Maha Penyayang.' Dan gelombang men-jadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." (Hud: 41-43) "Dan difirmankan, 'Hai bumi, telanlah airmu, dan hai langit (hujan), berhentilah,' dan air pun disurutkan, perintah pun disele-saikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi, dan dika-takan, 'Binasalah orang-orang yang zhalim.' Dan Nuh berseru kepada Rabbnya sambil berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMu itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.' Allah berfirman, 'Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya ada-lah perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepadaKu sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat)nya. Se-sungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan'." (Hud: 44-46). "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu untuk memohon sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepa-daku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi.' Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu. Dan akan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kese-nangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami.' Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa." (Hud: 47-49) (25) ﴾ وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا نُوحًا ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh", Rasul pertama ﴾ إِلَىٰ قَوۡمِهِۦٓ ﴿ "kepada kaumnya." Mengajak mereka kepada Allah dan melarang mereka berbuat syirik. Dia berkata,﴾ إِنِّي لَكُمۡ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagimu." Maksudnya, aku menjelaskan kepadamu sesuatu yang mana aku memperingatkanmu dengannya sebagai penjelasan yang menghilangkan kerancuan permasalahan. (26) ﴾ أَن لَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّا ٱللَّهَۖ ﴿ "Agar kamu tidak menyembah kecuali Allah." Maksudnya, ikhlaskanlah ibadah hanya kepada Allah semata, tinggalkan semua yang disembah selain Allah.﴾ إِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٍ أَلِيمٖ ﴿ "Sesungguhnya aku mengkhawatirkanmu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan." Jika kamu tidak mentauhidkan Allah dan menaatiku. (27) ﴾ فَقَالَ ٱلۡمَلَأُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَوۡمِهِۦ ﴿ "Maka berkatalah pemimpin-pe-mimpin yang kafir dari kaumnya", yakni orang-orang terhormat dan para pembesar kaumnya menolak dakwah Nuh عليه السلام sebagaimana kebiasaan yang berlaku pada orang seperti mereka bahwa mereka-lah yang pertama kali menolak dakwah para rasul, ﴾ مَا نَرَىٰكَ إِلَّا بَشَرٗا مِّثۡلَنَا ﴿ "Kami tidak melihatmu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami." Ini adalah penghalang –menurut mereka– untuk me-ngikutinya, padahal sebenarnya itulah yang benar yang tidak ada kebenaran selainnya, karena manusia hanya mungkin belajar dari manusia dan berdialog dengannya dalam segala urusan, lain halnya dengan malaikat. ﴾ وَمَا نَرَىٰكَ ٱتَّبَعَكَ إِلَّا ٱلَّذِينَ هُمۡ أَرَاذِلُنَا ﴿ "Dan kami tidak me-lihat orang-orang yang mengikutimu, melainkan orang-orang yang hina-dina di antara kami." Maksudnya, kami melihat yang mengikutimu hanyalah orang-orang hina lagi rendah di antara kami –menurut mereka– padahal sebenarnya mereka adalah orang-orang yang mulia dan manusia yang berakal yang tunduk kepada kebenaran. Mereka bukan orang-orang hina seperti yang dibilang oleh pembe-sar-pembesar kaum yang mengikuti semua setan yang bengal dan mengangkat tuhan-tuhan dari batu dan pohon lalu mereka mende-katkan diri kepadanya dan bersujud. Apakah kamu tahu ada yang lebih hina dan rendah daripada mereka? Ucapan mereka, ﴾ بَادِيَ ٱلرَّأۡيِ ﴿ "yang lekas percaya saja." Maksudnya, mereka hanya mengikutimu tanpa berpikir dan menimbang, tetapi hanya disebabkan kamu me-ngajak mereka, langsung mereka mengikutimu. Maksud mereka dengan itu adalah bahwa mereka bukanlah orang-orang yang menge-tahui urusan. Mereka tidak mengetahui bahwa akal yang spontan mengajak kepada kebenaran yang nyata. Begitu kebenaran sampai kepada ulul albab, mereka langsung mengenali dan mengetahuinya, tidak seperti perkara yang samar yang memerlukan pemikiran dan perenungan panjang. ﴾ وَمَا نَرَىٰ لَكُمۡ عَلَيۡنَا مِن فَضۡلِۭ ﴿ "Dan kami tidak melihatmu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami." Maksudnya, kamu tidak lebih baik dari-pada kami yang membuat kami tunduk kepadamu. ﴾ بَلۡ نَظُنُّكُمۡ كَٰذِبِينَ ﴿ "Bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta." Mereka berbohong dalam ucapan mereka. Ini karena mereka telah melihat ayat-ayat yang Allah jadikan sebagai duku-ngan bagi Nuh yang membuat mereka merasa yakin dengan pasti terhadap kebenarannya. (28) Oleh karena itu, ﴾ قَالَ ﴿ "Nuh berkata" kepada mereka menanggapi, ﴾ يَٰقَوۡمِ أَرَءَيۡتُمۡ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٖ مِّن رَّبِّي ﴿ "Hai kaumku, bagaimana pen-dapatmu, jika aku sudah mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Maksudnya berada di atas keyakinan dan kepastian, yakni dia adalah Rasul yang sempurna dan teladan yang ditaati oleh orang-orang yang berakal. Akal tokoh-tokoh besar dibanding akal Nuh adalah kecil. Dia adalah orang yang benar-benar jujur, maka jika dia berkata, "Sesungguhnya aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Cukuplah ucapan ini sebagai bukti dan saksi atas kebe-narannya. ﴾ وَءَاتَىٰنِي رَحۡمَةٗ مِّنۡ عِندِهِۦ ﴿ "Dan Dia memberiku rahmat dari sisiNya." Maksudnya, Dia memberiku wahyu, mengangkatku menjadi rasul dan memberiku nikmat hidayah. ﴾ فَعُمِّيَتۡ عَلَيۡكُمۡ ﴿ "Tetapi rahmat itu di-samarkan bagimu." Maksudnya, tidak jelas bagimu, dan dengannya kamu bermalas-malasan. ﴾ أَنُلۡزِمُكُمُوهَا ﴿ "Apa akan kami paksakan kamu menerimanya." Maksudnya, apakah kami akan memaksamu atas sesuatu yang telah jelas bagi kami sementara kamu masih ragu pada-nya dan kamu tidak menyukainya sehingga kamu berusaha menolak sesuatu yang aku bawa? Itu semua tidak merugikan kami dan tidak menodai keyakinan kami sedikit pun. Ucapan dan dustamu atas kami, tidak menghalangi kami dari sesuatu yang kami imani, paling-paling ia justru menjadi penghalang bagimu yang mengakibatkan kamu menolak tunduk kepada kebenaran yang menurutmu adalah kebatilan. Jika keadaannya telah sampai di sini maka kami tidak kuasa memaksamu kepada perintah Allah dan mewajibkanmu ke-pada sesuatu yang kamu lari darinya. Oleh karena itu, dia berkata, ﴾ أَنُلۡزِمُكُمُوهَا وَأَنتُمۡ لَهَا كَٰرِهُونَ ﴿ "Apa akan kami paksakan kamu menerimanya pa-dahal kamu tiada menyukainya?" (29) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ لَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, aku tiada meminta bagi seruanku," atas dakwahku kepada kalian ﴾ مَالًاۖ ﴿ "harta benda (sebagai upah)", karena kamu akan merasakan beratnya beban. ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِۚ ﴿ "Tidaklah upahku melainkan dari Allah." Dan sepertinya mereka menuntut pengusiran orang-orang Mukmin yang lemah, maka dia menjawab mereka, ﴾ وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْۚ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman", tidak layak dan tidak pantas bagiku untuk melakukan hal itu, justru aku menyambut mereka dengan gembira, penghormatan, penghargaan dan kegembiraan. ﴾ إِنَّهُم مُّلَٰقُواْ رَبِّهِمۡ ﴿ "Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Rabbnya." Maka Dia membalas iman dan takwa mereka dengan surga kenikmatan. ﴾ وَلَٰكِنِّيٓ أَرَىٰكُمۡ قَوۡمٗا تَجۡهَلُونَ ﴿ "Akan tetapi aku memandangmu suatu kaum yang tidak mengetahui." Di mana kamu menyuruhku mengusir wali-wali Allah dan menjauhkan mereka dariku, di mana kamu telah menolak kebenaran, karena mereka adalah para pengikutnya, di mana kamu berdalil atas batilnya kebe-naran dengan ucapan, "Sesungguhnya aku hanyalah manusia biasa sepertimu, dan bahwa kami tidak memiliki keutamaan atasmu." (30) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ مَن يَنصُرُنِي مِنَ ٱللَّهِ إِن طَرَدتُّهُمۡۚ ﴿ "Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir me-reka." Maksudnya, siapa yang melindungiku dari azabNya, karena mengusir mereka menyebabkan turunnya azab dan siksa yang mana tidak ada pelindung selain Allah. ﴾ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ﴿ "Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran?" Apa yang lebih berguna dan lebih baik bagi-mu, dan semestinya kamu merenungkan segala urusan. (31) ﴾ وَلَآ أَقُولُ لَكُمۡ عِندِي خَزَآئِنُ ٱللَّهِ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ وَلَآ أَقُولُ إِنِّي مَلَكٞ ﴿ "Dan aku ti-dak mengatakan kepada kamu (bahwa), 'aku mempunyai gudang-gudang rizki dan kekayaan dari Allah, dan aku tiada mengetahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan, 'Sesungguhnya aku adalah malaikat'." Aku hanyalah seorang Rasul Allah kepadamu, aku memberimu berita gembira dan peringatan, selain itu aku tidak sedikitpun mempunyai wewenang. Kekayaan Allah tidak ada padaku sehingga aku bisa mengaturnya dan memberikannya kepada orang yang aku kehen-daki, dan menghalanginya dari orang yang aku kehendaki. ﴾ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ ﴿ "Dan aku tiada mengetahui yang ghaib", sehingga aku bisa me-ngabarkan rahasiamu dan batinmu. ﴾ وَلَآ أَقُولُ إِنِّي مَلَكٞ ﴿ "Dan tidak (pula) aku mengatakan, 'Sesungguhnya aku adalah malaikat'." Maknanya adalah aku tidak mengklaim tingkatan di atas tingkatanku, tidak pula posisi melainkan posisi di mana Allah mendudukkanku pada-nya, tidak pula aku menghukum manusia berdasarkan dugaanku. Aku tidak ﴾ أَقُولُ لِلَّذِينَ تَزۡدَرِيٓ أَعۡيُنُكُمۡ ﴿ "mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu", yakni orang-orang Mukmin yang lemah yang diremehkan oleh para pembesar orang-orang kafir. ﴾ لَن يُؤۡتِيَهُمُ ٱللَّهُ خَيۡرًاۖ ٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِمَا فِيٓ أَنفُسِهِمۡ ﴿ "Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka, Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka." Jika mereka benar dalam urusan iman mereka, maka me-reka mendapatkan banyak kebaikan, jika tidak demikian, maka hisab mereka menjadi tanggung jawab Allah. ﴾ إِنِّيٓ إِذٗا ﴿ "Sesungguh-nya aku kalau begitu", jika aku mengatakan sesuatu dari yang di atas ﴾ لَّمِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "benar-benar termasuk orang-orang yang zhalim." Ini adalah pemutus asaan dari Nuh kepada kaumnya untuk mengusir orang-orang Mukmin yang miskin atau membenci mereka sekaligus meyakinkan kaumnya dengan cara-cara yang meyakinkan bagi orang yang berpikir obyektif. 9 (32) Tatkala mereka melihat Nuh tidak berhenti dari dak-wahnya dan mereka sendiri tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, maka ﴾ قَالُواْ يَٰنُوحُ قَدۡ جَٰدَلۡتَنَا فَأَكۡثَرۡتَ جِدَٰلَنَا فَأۡتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "mereka berkata, 'Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah berbantah-bantahan dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar?" Betapa bodohnya me-reka, betapa sesatnya mereka, di mana mereka mengucapkan kata-kata ini kepada Nabi mereka yang tulus. Jika mereka benar, mengapa mereka tidak mengatakan, 'Hai Nuh, kamu telah menasihati kami, mengasihi kami dan menyeru kami kepada perkara-perkara yang belum jelas bagi kami, maka kami ingin kamu menjelaskannya agar kami bisa mengikutimu, jika tidak maka terima kasih atas nasihat-mu." Sungguh ini adalah jawaban yang obyektif bagi orang yang di-seru kepada perkara yang samar baginya, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang dusta dalam kata-kata mereka, lancang terhadap Nabi mereka. Mereka tidak menolak kata-katanya dengan syubhat paling rendah, terlebih lagi menolak dengan hujjah. Oleh karena itu, mereka membelok karena kebodohan dan kesesatan mereka kepada permintaan disegerakannya azab, dan menantang Allah. (33) Oleh karena itu, Nuh menjawab mereka dengan ber-kata, ﴾ إِنَّمَا يَأۡتِيكُم بِهِ ٱللَّهُ إِن شَآءَ ﴿ "Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki." Maksudnya, jika hikmah dan kehendakNya menuntutNya menurunkan siksa kepadamu, maka Dia akan melakukan itu ﴾ وَمَآ أَنتُم بِمُعۡجِزِينَ ﴿ "Dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri", dari Allah, sedangkan aku sendiri tidak memiliki wewenang apa pun. (34) ﴾ وَلَا يَنفَعُكُمۡ نُصۡحِيٓ إِنۡ أَرَدتُّ أَنۡ أَنصَحَ لَكُمۡ إِن كَانَ ٱللَّهُ يُرِيدُ أَن يُغۡوِيَكُمۡۚ ﴿ "Dan tidaklah nasihatku bermanfaat kepadamu jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkanmu." Maksudnya, keinginan Allah-lah yang akan menang, jika Dia hendak menyesatkanmu karena kamu menolak kebenaran meskipun aku sudah berusaha sekuat tenaga memberimu nasihat dengan baik –Nuh telah mela-kukan itu– tetap saja hal itu tidak berguna bagimu sedikit pun.﴾ هُوَ رَبُّكُمۡ ﴿ "Dia adalah Rabbmu," melakukan apa yang dikehendakiNya dan menetapkan hukum yang diinginkanNya. ﴾ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ﴿ "Dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan." Lalu Dia membalas perbuatanmu. (35) ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Malahan kaum Nuh itu berkata, 'Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja." Kata ganti ini mengandung ke-mungkinan kembali kepada Nuh sebagaimana konteks ucapan yang membicarakan Nuh dengan kaumnya, maknanya adalah bahwa kaumnya berkata, "Nuh telah berdusta atas Nama Allah, berdusta tentang wahyu yang dia klaim bahwa ia dari Allah. Dan bahwa Allah memintanya untuk berkata, ﴾ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَعَلَيَّ إِجۡرَامِي وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُجۡرِمُونَ ﴿ "Katakanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat." Masing-masing memikul dosanya. ﴾ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰۗ ﴿ "Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain." (Al-Isra`: 15). Dan mengandung kemungkinan ia kembali kepada Nabi Muhammad ﷺ. Jadi ayat ini merupakan sisipan di tengah-tengah kisah Nuh dengan kaumnya karena ia termasuk perkara yang tidak diketahui oleh para Nabi. Tatkala Allah mulai menceritakannya kepada RasulNya, dan itu termasuk bukti-bukti yang menunjukkan kebenaran risalahnya, maka Dia pun menyebutkan pendustaan ka-umnya kepadanya dengan penjelasan yang sempurna, seraya Dia berfirman, ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Apakah mereka berkata, 'Dia telah membuat-buatnya?'" Yakni al-Qur`an ini dibuat-buat oleh Muhammad dari dirinya sendiri. Ini termasuk kata-kata yang paling aneh dan yang paling batil, karena mereka mengetahui bahwa dia (Muhammad) tidak mem-baca dan tidak menulis serta tidak pernah pergi dari mereka untuk mengkaji kitab-kitab, lalu dia hadir dengan kitab ini yang menantang mereka agar menghadirkan satu surat yang semisal dengannya. Jika mereka tetap mengklaim –dengan realita yang demikian– bahwa Muhammad membuat-buatnya, maka jelaslah bahwa mereka itu hanya sekedar menentang. Tak ada lagi guna berdebat dengan me-reka, bahkan yang cocok dalam kondisi ini adalah berpaling dari mereka. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَعَلَيَّ إِجۡرَامِي ﴿ "Kata-kanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku", dan kebohonganku. ﴾ وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُجۡرِمُونَ ﴿ "Dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat." Yakni mengapa kamu terus menuduhku berdusta. (36) FirmanNya, ﴾ وَأُوحِيَ إِلَىٰ نُوحٍ أَنَّهُۥ لَن يُؤۡمِنَ مِن قَوۡمِكَ إِلَّا مَن قَدۡ ءَامَنَ ﴿ "Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja)." Yakni mereka adalah orang-orang yang keras (hatinya). ﴾ فَلَا تَبۡتَئِسۡ بِمَا كَانُواْ يَفۡعَلُونَ ﴿ "Ka-rena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan." Jangan bersedih, jangan hiraukan mereka dan keadaan mereka, karena Allah telah murka kepada mereka dan menimpakan azabNya yang tak bisa ditolak. (37) ﴾ وَٱصۡنَعِ ٱلۡفُلۡكَ بِأَعۡيُنِنَا وَوَحۡيِنَا ﴿ "Dan buatlah bahtera itu dengan mata (pengawasan) dan petunjuk wahyu Kami." Maksudnya, di bawah penjagaan Kami, pengawasan Kami dan keridhaan dari Kami.﴾ وَلَا تُخَٰطِبۡنِي فِي ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ ﴿ "Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu." Maksudnya, jangan mendebatku dalam perkara pembinasaan mereka. ﴾ إِنَّهُم مُّغۡرَقُونَ ﴿ "Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan." Maksudnya, ketetapanKu telah berlaku atas mereka dan takdirKu telah berjalan pada mereka. (38) Nuh menaati perintah Allah تعالى, dia mulai membuat bahtera. ﴾ وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيۡهِ مَلَأٞ مِّن قَوۡمِهِۦ ﴿ "Dan setiap kali pemimpin kaumnya ber-jalan melewati Nuh", dan melihat perahu yang Nuh buat ﴾ سَخِرُواْ مِنۡهُۚ قَالَ إِن تَسۡخَرُواْ مِنَّا ﴿ "mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh, 'Jika kamu mengejek kami", sekarang ﴾ فَإِنَّا نَسۡخَرُ مِنكُمۡ كَمَا تَسۡخَرُونَ ﴿ "maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami)." (39) ﴾ فَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَ مَن يَأۡتِيهِ عَذَابٞ يُخۡزِيهِ وَيَحِلُّ عَلَيۡهِ عَذَابٞ مُّقِيمٌ ﴿ "Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakan-nya dan siapa yang akan ditimpa azab yang kekal". Kami atau kamu? Mereka mengetahuinya ketika azab turun menimpa mereka. (40) ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَمۡرُنَا ﴿ "Hingga apabila perintah Kami datang", yakni takdir kami tentang turunnya azab kepada mereka, ﴾ وَفَارَ ٱلتَّنُّورُ ﴿ "dan dapur perapian telah memancarkan air." Yakni Allah menurun-kan hujan deras dan memancarkan bumi dengan mata air sampai-sampai tungku di dapur yang biasanya menyala dengan api dan jauh dari air ikut serta memancarkan air, maka kedua air itu bertemu atas dasar perkara yang telah ditakdirkan. ﴾ قُلۡنَا ﴿ "Kami berfirman, kepada Nuh, ﴾ ٱحۡمِلۡ فِيهَا مِن كُلّٖ زَوۡجَيۡنِ ٱثۡنَيۡنِ ﴿ "Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina)." Maksud-nya, jantan dan betina dari setiap spesies makhluk agar cikal bakal makhluk tetap terjaga. Adapun sisa spesies yang lebih dari sepasang, maka ia tidak diangkut karena perahu tidak mampu membawanya. ﴾ وَأَهۡلَكَ إِلَّا مَن سَبَقَ عَلَيۡهِ ٱلۡقَوۡلُ ﴿ "Dan keluargamu kecuali orang yang ketetapan (takdira) terhadapnya telah terdahulu", dari golongan kaum kafir seperti anaknya yang tenggelam. ﴾ وَمَنۡ ءَامَنَۚ ﴿ "Dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman." Padahal ketika itu ﴾ م َ ا ءَامَنَ مَعَهُۥٓ إِلَّا قَلِيلٞ ﴿ "tidak beriman ber-sama dengan Nuh itu kecuali sedikit." (41) ﴾ وَقَالَ ﴿ "Dan Nuh berkata", kepada orang-orang yang Allah perintahkan agar mereka diangkut. ﴾ ٱرۡكَبُواْ فِيهَا بِسۡمِ ٱللَّهِ مَجۡر۪ىٰهَا وَمُرۡسَىٰهَآۚ ﴿ "Naik-lah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya." Bahtera itu berlayar dengan nama Allah, berlabuh dengan nama Allah dan berjalan dengan perintah dan instruksiNya. ﴾ إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٞ رَّحِيمٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Di mana Dia mengampuni kami, menyayangi kami dan menyelamatkan kami dari kaum yang zhalim. (42) Kemudian Allah menjelaskan bagaimana bahtera itu berlayar seolah-olah kita melihatnya, seraya Dia berfirman,﴾ وَهِيَ تَجۡرِي بِهِمۡ ﴿ "Dan bahtera itu berlayar membawa mereka", Nuh dan orang-orang yang bersamanya ﴾ فِي مَوۡجٖ كَٱلۡجِبَالِ ﴿ "dalam gelombang laksana gunung." Allah-lah Penjaganya dan Penjaga penumpangnya. ﴾ وَنَادَىٰ نُوحٌ ٱبۡنَهُۥ ﴿ "Dan Nuh memanggil anaknya", ketika dia naik supaya sang anak naik bersamanya, ﴾ وَكَانَ فِي مَعۡزِلٖ ﴿ "sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil", dari mereka ketika mereka naik. Maksudnya, dia menjauh sementara Nuh ingin agar dia mendekat untuk naik. Nuh berkata kepadanya, ﴾ يَٰبُنَيَّ ٱرۡكَب مَّعَنَا وَلَا تَكُن مَّعَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami, dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir." Akibatnya kamu akan tertimpa azab yang menimpa mereka. (43) Anaknya menyanggah untuk mendustakan ucapan ba-paknya bahwa tiada yang selamat kecuali orang yang naik perahu bersamanya. ﴾ سَـَٔاوِيٓ إِلَىٰ جَبَلٖ يَعۡصِمُنِي مِنَ ٱلۡمَآءِۚ ﴿ "Aku akan mencari perlindu-ngan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Maksudnya, aku akan naik ke gunung yang melindungiku dari banjir. Nuh ber-seru, ﴾ لَا عَاصِمَ ٱلۡيَوۡمَ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِ إِلَّا مَن رَّحِمَۚ ﴿ "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang." Tidak ada gunung dan lainnya yang menyelamatkan seseorang meskipun dia mengambil cara apa pun, dia tetap tidak akan selamat jika Allah tidak menyelamatkannya. ﴾ وَحَالَ بَيۡنَهُمَا ٱلۡمَوۡجُ فَكَانَ مِنَ ٱلۡمُغۡرَقِينَ ﴿ "Dan gelom-bang menjadi penghalang antara keduanya, maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." (44) Ketika Allah menenggelamkan mereka dan menyela-matkan Nuh dan orang-orangnya maka ﴾ وَقِيلَ يَٰٓأَرۡضُ ٱبۡلَعِي مَآءَكِ ﴿ "Difirman-kan, 'Hai bumi telanlah airmu'," yang keluar darimu dan yang turun kepadamu, telanlah air yang ada di permukaanmu, ﴾ وَيَٰسَمَآءُ أَقۡلِعِي ﴿ "dan hai langit (hujan) berhentilah," maka keduanya menaati perintah Allah. Bumi menelan airnya dan langit menghentikan hujannya, hingga air di bumi pun surut. ﴾ وَقُضِيَ ٱلۡأَمۡرُ ﴿ "Perintah pun diselesaikan", dengan dibinasakannya orang-orang yang mendustakan dan diselamatkan-nya orang-orang Mukmin. ﴾ وَٱسۡتَوَتۡ عَلَى ٱلۡجُودِيِّۖ ﴿ "Dan bahtera itu pun ber-labuh di atas bukit Judi", yaitu perahu itu berhenti di gunung itu yang terkenal dari negeri Maushil. ﴾ وَقِيلَ بُعۡدٗا لِّلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Dan dikatakan, 'Binasalah orang-orang yang zhalim'." Maksudnya, kebinasaan me-reka diikuti dengan laknat, kemurkaan dan kemarahan yang selalu bersama mereka. (45) ﴾ وَنَادَىٰ نُوحٞ رَّبَّهُۥ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ٱبۡنِي مِنۡ أَهۡلِي وَإِنَّ وَعۡدَكَ ٱلۡحَقُّ ﴿ "Dan Nuh ber-seru kepada Rabbnya sambil berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMu itulah yang benar'." Maksudnya, Engkau telah berkata kepadaku, "Angkutlah dari ma-sing-masing hewan (jantan dan betina) dan keluargamu," dan Engkau tidak akan menyelisihi janjiMu kepadaku. Boleh jadi Nuh terbawa oleh rasa kasih sayangnya, dan bahwa Allah menjanjikan kesela-matan keluarganya, sehingga dia mengira bahwa janjiNya berlaku umum kepada keluarganya yang beriman dan yang tidak beriman. Oleh karena itu, dia berdoa kepada Allah dengan doa itu, meski begitu dia menyerahkan urusannya kepada hikmah Allah yang mendalam. (46) Allah berfirman kepadanya, ﴾ إِنَّهُۥ لَيۡسَ مِنۡ أَهۡلِكَۖ ﴿ "Sesungguh-nya dia bukanlah termasuk keluargamu", yang Aku janjikan kepadamu selamat. ﴾ إِنَّهُۥ عَمَلٌ غَيۡرُ صَٰلِحٖۖ ﴿ "Sesungguhnya (perbuatannya) adalah perbuatan yang tidak baik." Maksudnya, doa yang kamu ucapkan untuk kese-lamatan orang kafir yang tidak beriman kepada Allah dan RasulNya. ﴾ فَلَا تَسۡـَٔلۡنِ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌۖ ﴿ "Sebab itu janganlah kamu memohon kepadaKu se-suatu yang kamu tidak mengetahui hakikat(nya)." Yang kamu tidak mengetahui akhirnya dan akibatnya, apakah ia baik atau tidak baik. ﴾ إِنِّيٓ أَعِظُكَ أَن تَكُونَ مِنَ ٱلۡجَٰهِلِينَ ﴿ "Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan." Sesungguhnya Aku menasihatimu dengan nasihat yang dengan-nya kamu termasuk orang-orang yang sempurna, dan dengannya kamu selamat dari sifat orang-orang yang bodoh. (47) Pada saat itu Nuh sangat menyesal atas apa yang dila-kukannya, dan ﴾ قَالَ رَبِّ إِنِّيٓ أَعُوذُ بِكَ أَنۡ أَسۡـَٔلَكَ مَا لَيۡسَ لِي بِهِۦ عِلۡمٞۖ وَإِلَّا تَغۡفِرۡ لِي وَتَرۡحَمۡنِيٓ أَكُن مِّنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ﴿ "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku berlindung kepada- Mu untuk memohon sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang me-rugi." Dengan ampunan dan rahmat, seorang hamba selamat dari kerugian. Ini menunjukkan bahwa Nuh عليه السلام tidak memiliki ilmu bahwa pertanyaannya kepada Allah tentang anaknya adalah haram dan termasuk ke dalam Firman Allah, ﴾ وَلَا تُخَٰطِبۡنِي فِي ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ إِنَّهُم مُّغۡرَقُونَ ﴿ "Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu, sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan." Akan tetapi ada dua perkara yang bertentangan padanya, dia mengira ia masuk ke dalam FirmanNya, ﴾ وَأَهۡلَكَ ﴿ "Dan keluargamu." Dan setelah itu, jelaslah baginya bahwa ia termasuk ke dalam larangan terhadap mendoakan mereka dan mengulang-ulangnya untuk mereka. (48) ﴾ قِيلَ يَٰنُوحُ ٱهۡبِطۡ بِسَلَٰمٖ مِّنَّا وَبَرَكَٰتٍ عَلَيۡكَ وَعَلَىٰٓ أُمَمٖ مِّمَّن مَّعَكَۚ ﴿ "Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang Mukmin) dari orang-orang yang bersamamu", dari kalangan manusia dan pasangan binatang yang dia bawa bersamanya. Allah memberkahi semuanya sehingga me-reka memenuhi seluruh penjuru bumi. ﴾ وَأُمَمٞ سَنُمَتِّعُهُمۡ ﴿ "Dan akan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka", dalam kehi-dupan dunia, ﴾ ثُمَّ يَمَسُّهُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٞ ﴿ "kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami." Penyelamatan ini tidak menghalangi Kami untuk menghukum orang yang kafir setelah itu meskipun dia diberi kenikmatan sesaat, dia tetap akan dihukum setelah itu. (49) Allah berfirman kepada NabiNya, Muhammad setelah menyampaikan kisah yang gamblang ini yang tidak diketahui ke-cuali oleh orang yang Allah beri nikmat kerasulan. ﴾ تِلۡكَ مِنۡ أَنۢبَآءِ ٱلۡغَيۡبِ نُوحِيهَآ إِلَيۡكَۖ مَا كُنتَ تَعۡلَمُهَآ أَنتَ وَلَا قَوۡمُكَ مِن قَبۡلِ هَٰذَاۖ ﴿ "Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini." Me-reka berkata, "Dia mengetahuinya, maka bersyukurlah kepada Allah dan bersabarlah kamu, berpegang teguhlah pada agamamu yang benar, jalan yang lurus dan dakwah kepada Allah. ﴾ إِنَّ ٱلۡعَٰقِبَةَ لِلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang ber-takwa." Orang-orang yang menjauhi syirik dan dosa-dosa yang lain, maka kesudahan yang baik akan menjadi milikmu dan milik kaum-mu sebagaimana terjadi pada Nuh dan kaumnya.

Hud 11:36

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaum-nya, (dia berkata), 'Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagimu, agar kamu tidak menyembah kecuali Allah. Sesungguhnya aku mengkhawatirkanmu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan.' Maka berkatalah pemimpin-pemim-pin yang kafir dari kaumnya, 'Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina-dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta'." (Hud: 25-27) "Nuh berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu, jika aku sudah mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku, dan Dia membe-riku rahmat dari sisiNya, tetapi rahmat itu disamarkan bagimu. Apa akan kami paksakan kamu menerimanya, padahal kamu tiada menyukainya.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, aku tiada meminta harta benda kepadamu (sebagai upah) bagi seruanku. Tidaklah upahku melainkan dari Allah, dan aku sekali-kali tidak akan me-ngusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Rabbnya, akan tetapi aku memandangmu sebagai kaum yang tidak mengetahui.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku meng-usir mereka. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran.' Dan aku tidak mengatakan kepada kamu (bahwa), aku mempunyai gudang-gudang rizki dan kekayaan dari Allah, dan aku tidak juga menge-tahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan, sesungguhnya aku adalah malaikat, dan tidak juga aku mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu, 'Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka.' Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka; sesungguhnya aku, ka-lau begitu benar-benar termasuk orang-orang yang zhalim." (Hud: 28-31) "Mereka berkata, 'Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah ber-bantah-bantahan dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.' Nuh menjawab, 'Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki, dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri. Dan tidaklah nasihatku bermanfaat kepadamu jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkan kamu. Dia adalah Rabbmu, dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan.' Malahan kaum Nuh itu berkata, 'Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja.' Kata-kanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat'." (Hud: 32-35) "Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja), karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan. Dan buatlah bahtera itu dengan mata (pengawasan) dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bi-carakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu; sesung-guhnya mereka itu akan ditenggelamkan. Dan mulailah Nuh mem-buat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nuh, maka mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh, 'Jika kamu me-ngejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagai-mana kamu sekalian mengejek (kami). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan siapa yang akan ditimpa azab yang kekal.' Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur perapian telah memancarkan air, maka Kami berfirman, 'Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang ketetapan (takdir) terhadapnya telah terdahulu dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman.' Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit." (Hud: 36-40) "Dan Nuh berkata, 'Naiklah kamu sekalian ke dalamnya de-ngan menyebut Nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya.' Sesungguhnya Rabbku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam ge-lombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya -sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil-, 'Hai anakku, naik-lah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.' Anaknya menjawab, 'Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!' Nuh berkata, 'Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) yang Maha Penyayang.' Dan gelombang men-jadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." (Hud: 41-43) "Dan difirmankan, 'Hai bumi, telanlah airmu, dan hai langit (hujan), berhentilah,' dan air pun disurutkan, perintah pun disele-saikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi, dan dika-takan, 'Binasalah orang-orang yang zhalim.' Dan Nuh berseru kepada Rabbnya sambil berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMu itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.' Allah berfirman, 'Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya ada-lah perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepadaKu sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat)nya. Se-sungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan'." (Hud: 44-46). "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu untuk memohon sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepa-daku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi.' Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu. Dan akan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kese-nangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami.' Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa." (Hud: 47-49) (25) ﴾ وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا نُوحًا ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh", Rasul pertama ﴾ إِلَىٰ قَوۡمِهِۦٓ ﴿ "kepada kaumnya." Mengajak mereka kepada Allah dan melarang mereka berbuat syirik. Dia berkata,﴾ إِنِّي لَكُمۡ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagimu." Maksudnya, aku menjelaskan kepadamu sesuatu yang mana aku memperingatkanmu dengannya sebagai penjelasan yang menghilangkan kerancuan permasalahan. (26) ﴾ أَن لَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّا ٱللَّهَۖ ﴿ "Agar kamu tidak menyembah kecuali Allah." Maksudnya, ikhlaskanlah ibadah hanya kepada Allah semata, tinggalkan semua yang disembah selain Allah.﴾ إِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٍ أَلِيمٖ ﴿ "Sesungguhnya aku mengkhawatirkanmu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan." Jika kamu tidak mentauhidkan Allah dan menaatiku. (27) ﴾ فَقَالَ ٱلۡمَلَأُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَوۡمِهِۦ ﴿ "Maka berkatalah pemimpin-pe-mimpin yang kafir dari kaumnya", yakni orang-orang terhormat dan para pembesar kaumnya menolak dakwah Nuh عليه السلام sebagaimana kebiasaan yang berlaku pada orang seperti mereka bahwa mereka-lah yang pertama kali menolak dakwah para rasul, ﴾ مَا نَرَىٰكَ إِلَّا بَشَرٗا مِّثۡلَنَا ﴿ "Kami tidak melihatmu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami." Ini adalah penghalang –menurut mereka– untuk me-ngikutinya, padahal sebenarnya itulah yang benar yang tidak ada kebenaran selainnya, karena manusia hanya mungkin belajar dari manusia dan berdialog dengannya dalam segala urusan, lain halnya dengan malaikat. ﴾ وَمَا نَرَىٰكَ ٱتَّبَعَكَ إِلَّا ٱلَّذِينَ هُمۡ أَرَاذِلُنَا ﴿ "Dan kami tidak me-lihat orang-orang yang mengikutimu, melainkan orang-orang yang hina-dina di antara kami." Maksudnya, kami melihat yang mengikutimu hanyalah orang-orang hina lagi rendah di antara kami –menurut mereka– padahal sebenarnya mereka adalah orang-orang yang mulia dan manusia yang berakal yang tunduk kepada kebenaran. Mereka bukan orang-orang hina seperti yang dibilang oleh pembe-sar-pembesar kaum yang mengikuti semua setan yang bengal dan mengangkat tuhan-tuhan dari batu dan pohon lalu mereka mende-katkan diri kepadanya dan bersujud. Apakah kamu tahu ada yang lebih hina dan rendah daripada mereka? Ucapan mereka, ﴾ بَادِيَ ٱلرَّأۡيِ ﴿ "yang lekas percaya saja." Maksudnya, mereka hanya mengikutimu tanpa berpikir dan menimbang, tetapi hanya disebabkan kamu me-ngajak mereka, langsung mereka mengikutimu. Maksud mereka dengan itu adalah bahwa mereka bukanlah orang-orang yang menge-tahui urusan. Mereka tidak mengetahui bahwa akal yang spontan mengajak kepada kebenaran yang nyata. Begitu kebenaran sampai kepada ulul albab, mereka langsung mengenali dan mengetahuinya, tidak seperti perkara yang samar yang memerlukan pemikiran dan perenungan panjang. ﴾ وَمَا نَرَىٰ لَكُمۡ عَلَيۡنَا مِن فَضۡلِۭ ﴿ "Dan kami tidak melihatmu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami." Maksudnya, kamu tidak lebih baik dari-pada kami yang membuat kami tunduk kepadamu. ﴾ بَلۡ نَظُنُّكُمۡ كَٰذِبِينَ ﴿ "Bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta." Mereka berbohong dalam ucapan mereka. Ini karena mereka telah melihat ayat-ayat yang Allah jadikan sebagai duku-ngan bagi Nuh yang membuat mereka merasa yakin dengan pasti terhadap kebenarannya. (28) Oleh karena itu, ﴾ قَالَ ﴿ "Nuh berkata" kepada mereka menanggapi, ﴾ يَٰقَوۡمِ أَرَءَيۡتُمۡ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٖ مِّن رَّبِّي ﴿ "Hai kaumku, bagaimana pen-dapatmu, jika aku sudah mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Maksudnya berada di atas keyakinan dan kepastian, yakni dia adalah Rasul yang sempurna dan teladan yang ditaati oleh orang-orang yang berakal. Akal tokoh-tokoh besar dibanding akal Nuh adalah kecil. Dia adalah orang yang benar-benar jujur, maka jika dia berkata, "Sesungguhnya aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Cukuplah ucapan ini sebagai bukti dan saksi atas kebe-narannya. ﴾ وَءَاتَىٰنِي رَحۡمَةٗ مِّنۡ عِندِهِۦ ﴿ "Dan Dia memberiku rahmat dari sisiNya." Maksudnya, Dia memberiku wahyu, mengangkatku menjadi rasul dan memberiku nikmat hidayah. ﴾ فَعُمِّيَتۡ عَلَيۡكُمۡ ﴿ "Tetapi rahmat itu di-samarkan bagimu." Maksudnya, tidak jelas bagimu, dan dengannya kamu bermalas-malasan. ﴾ أَنُلۡزِمُكُمُوهَا ﴿ "Apa akan kami paksakan kamu menerimanya." Maksudnya, apakah kami akan memaksamu atas sesuatu yang telah jelas bagi kami sementara kamu masih ragu pada-nya dan kamu tidak menyukainya sehingga kamu berusaha menolak sesuatu yang aku bawa? Itu semua tidak merugikan kami dan tidak menodai keyakinan kami sedikit pun. Ucapan dan dustamu atas kami, tidak menghalangi kami dari sesuatu yang kami imani, paling-paling ia justru menjadi penghalang bagimu yang mengakibatkan kamu menolak tunduk kepada kebenaran yang menurutmu adalah kebatilan. Jika keadaannya telah sampai di sini maka kami tidak kuasa memaksamu kepada perintah Allah dan mewajibkanmu ke-pada sesuatu yang kamu lari darinya. Oleh karena itu, dia berkata, ﴾ أَنُلۡزِمُكُمُوهَا وَأَنتُمۡ لَهَا كَٰرِهُونَ ﴿ "Apa akan kami paksakan kamu menerimanya pa-dahal kamu tiada menyukainya?" (29) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ لَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, aku tiada meminta bagi seruanku," atas dakwahku kepada kalian ﴾ مَالًاۖ ﴿ "harta benda (sebagai upah)", karena kamu akan merasakan beratnya beban. ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِۚ ﴿ "Tidaklah upahku melainkan dari Allah." Dan sepertinya mereka menuntut pengusiran orang-orang Mukmin yang lemah, maka dia menjawab mereka, ﴾ وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْۚ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman", tidak layak dan tidak pantas bagiku untuk melakukan hal itu, justru aku menyambut mereka dengan gembira, penghormatan, penghargaan dan kegembiraan. ﴾ إِنَّهُم مُّلَٰقُواْ رَبِّهِمۡ ﴿ "Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Rabbnya." Maka Dia membalas iman dan takwa mereka dengan surga kenikmatan. ﴾ وَلَٰكِنِّيٓ أَرَىٰكُمۡ قَوۡمٗا تَجۡهَلُونَ ﴿ "Akan tetapi aku memandangmu suatu kaum yang tidak mengetahui." Di mana kamu menyuruhku mengusir wali-wali Allah dan menjauhkan mereka dariku, di mana kamu telah menolak kebenaran, karena mereka adalah para pengikutnya, di mana kamu berdalil atas batilnya kebe-naran dengan ucapan, "Sesungguhnya aku hanyalah manusia biasa sepertimu, dan bahwa kami tidak memiliki keutamaan atasmu." (30) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ مَن يَنصُرُنِي مِنَ ٱللَّهِ إِن طَرَدتُّهُمۡۚ ﴿ "Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir me-reka." Maksudnya, siapa yang melindungiku dari azabNya, karena mengusir mereka menyebabkan turunnya azab dan siksa yang mana tidak ada pelindung selain Allah. ﴾ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ﴿ "Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran?" Apa yang lebih berguna dan lebih baik bagi-mu, dan semestinya kamu merenungkan segala urusan. (31) ﴾ وَلَآ أَقُولُ لَكُمۡ عِندِي خَزَآئِنُ ٱللَّهِ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ وَلَآ أَقُولُ إِنِّي مَلَكٞ ﴿ "Dan aku ti-dak mengatakan kepada kamu (bahwa), 'aku mempunyai gudang-gudang rizki dan kekayaan dari Allah, dan aku tiada mengetahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan, 'Sesungguhnya aku adalah malaikat'." Aku hanyalah seorang Rasul Allah kepadamu, aku memberimu berita gembira dan peringatan, selain itu aku tidak sedikitpun mempunyai wewenang. Kekayaan Allah tidak ada padaku sehingga aku bisa mengaturnya dan memberikannya kepada orang yang aku kehen-daki, dan menghalanginya dari orang yang aku kehendaki. ﴾ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ ﴿ "Dan aku tiada mengetahui yang ghaib", sehingga aku bisa me-ngabarkan rahasiamu dan batinmu. ﴾ وَلَآ أَقُولُ إِنِّي مَلَكٞ ﴿ "Dan tidak (pula) aku mengatakan, 'Sesungguhnya aku adalah malaikat'." Maknanya adalah aku tidak mengklaim tingkatan di atas tingkatanku, tidak pula posisi melainkan posisi di mana Allah mendudukkanku pada-nya, tidak pula aku menghukum manusia berdasarkan dugaanku. Aku tidak ﴾ أَقُولُ لِلَّذِينَ تَزۡدَرِيٓ أَعۡيُنُكُمۡ ﴿ "mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu", yakni orang-orang Mukmin yang lemah yang diremehkan oleh para pembesar orang-orang kafir. ﴾ لَن يُؤۡتِيَهُمُ ٱللَّهُ خَيۡرًاۖ ٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِمَا فِيٓ أَنفُسِهِمۡ ﴿ "Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka, Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka." Jika mereka benar dalam urusan iman mereka, maka me-reka mendapatkan banyak kebaikan, jika tidak demikian, maka hisab mereka menjadi tanggung jawab Allah. ﴾ إِنِّيٓ إِذٗا ﴿ "Sesungguh-nya aku kalau begitu", jika aku mengatakan sesuatu dari yang di atas ﴾ لَّمِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "benar-benar termasuk orang-orang yang zhalim." Ini adalah pemutus asaan dari Nuh kepada kaumnya untuk mengusir orang-orang Mukmin yang miskin atau membenci mereka sekaligus meyakinkan kaumnya dengan cara-cara yang meyakinkan bagi orang yang berpikir obyektif. 9 (32) Tatkala mereka melihat Nuh tidak berhenti dari dak-wahnya dan mereka sendiri tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, maka ﴾ قَالُواْ يَٰنُوحُ قَدۡ جَٰدَلۡتَنَا فَأَكۡثَرۡتَ جِدَٰلَنَا فَأۡتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "mereka berkata, 'Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah berbantah-bantahan dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar?" Betapa bodohnya me-reka, betapa sesatnya mereka, di mana mereka mengucapkan kata-kata ini kepada Nabi mereka yang tulus. Jika mereka benar, mengapa mereka tidak mengatakan, 'Hai Nuh, kamu telah menasihati kami, mengasihi kami dan menyeru kami kepada perkara-perkara yang belum jelas bagi kami, maka kami ingin kamu menjelaskannya agar kami bisa mengikutimu, jika tidak maka terima kasih atas nasihat-mu." Sungguh ini adalah jawaban yang obyektif bagi orang yang di-seru kepada perkara yang samar baginya, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang dusta dalam kata-kata mereka, lancang terhadap Nabi mereka. Mereka tidak menolak kata-katanya dengan syubhat paling rendah, terlebih lagi menolak dengan hujjah. Oleh karena itu, mereka membelok karena kebodohan dan kesesatan mereka kepada permintaan disegerakannya azab, dan menantang Allah. (33) Oleh karena itu, Nuh menjawab mereka dengan ber-kata, ﴾ إِنَّمَا يَأۡتِيكُم بِهِ ٱللَّهُ إِن شَآءَ ﴿ "Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki." Maksudnya, jika hikmah dan kehendakNya menuntutNya menurunkan siksa kepadamu, maka Dia akan melakukan itu ﴾ وَمَآ أَنتُم بِمُعۡجِزِينَ ﴿ "Dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri", dari Allah, sedangkan aku sendiri tidak memiliki wewenang apa pun. (34) ﴾ وَلَا يَنفَعُكُمۡ نُصۡحِيٓ إِنۡ أَرَدتُّ أَنۡ أَنصَحَ لَكُمۡ إِن كَانَ ٱللَّهُ يُرِيدُ أَن يُغۡوِيَكُمۡۚ ﴿ "Dan tidaklah nasihatku bermanfaat kepadamu jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkanmu." Maksudnya, keinginan Allah-lah yang akan menang, jika Dia hendak menyesatkanmu karena kamu menolak kebenaran meskipun aku sudah berusaha sekuat tenaga memberimu nasihat dengan baik –Nuh telah mela-kukan itu– tetap saja hal itu tidak berguna bagimu sedikit pun.﴾ هُوَ رَبُّكُمۡ ﴿ "Dia adalah Rabbmu," melakukan apa yang dikehendakiNya dan menetapkan hukum yang diinginkanNya. ﴾ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ﴿ "Dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan." Lalu Dia membalas perbuatanmu. (35) ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Malahan kaum Nuh itu berkata, 'Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja." Kata ganti ini mengandung ke-mungkinan kembali kepada Nuh sebagaimana konteks ucapan yang membicarakan Nuh dengan kaumnya, maknanya adalah bahwa kaumnya berkata, "Nuh telah berdusta atas Nama Allah, berdusta tentang wahyu yang dia klaim bahwa ia dari Allah. Dan bahwa Allah memintanya untuk berkata, ﴾ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَعَلَيَّ إِجۡرَامِي وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُجۡرِمُونَ ﴿ "Katakanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat." Masing-masing memikul dosanya. ﴾ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰۗ ﴿ "Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain." (Al-Isra`: 15). Dan mengandung kemungkinan ia kembali kepada Nabi Muhammad ﷺ. Jadi ayat ini merupakan sisipan di tengah-tengah kisah Nuh dengan kaumnya karena ia termasuk perkara yang tidak diketahui oleh para Nabi. Tatkala Allah mulai menceritakannya kepada RasulNya, dan itu termasuk bukti-bukti yang menunjukkan kebenaran risalahnya, maka Dia pun menyebutkan pendustaan ka-umnya kepadanya dengan penjelasan yang sempurna, seraya Dia berfirman, ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Apakah mereka berkata, 'Dia telah membuat-buatnya?'" Yakni al-Qur`an ini dibuat-buat oleh Muhammad dari dirinya sendiri. Ini termasuk kata-kata yang paling aneh dan yang paling batil, karena mereka mengetahui bahwa dia (Muhammad) tidak mem-baca dan tidak menulis serta tidak pernah pergi dari mereka untuk mengkaji kitab-kitab, lalu dia hadir dengan kitab ini yang menantang mereka agar menghadirkan satu surat yang semisal dengannya. Jika mereka tetap mengklaim –dengan realita yang demikian– bahwa Muhammad membuat-buatnya, maka jelaslah bahwa mereka itu hanya sekedar menentang. Tak ada lagi guna berdebat dengan me-reka, bahkan yang cocok dalam kondisi ini adalah berpaling dari mereka. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَعَلَيَّ إِجۡرَامِي ﴿ "Kata-kanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku", dan kebohonganku. ﴾ وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُجۡرِمُونَ ﴿ "Dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat." Yakni mengapa kamu terus menuduhku berdusta. (36) FirmanNya, ﴾ وَأُوحِيَ إِلَىٰ نُوحٍ أَنَّهُۥ لَن يُؤۡمِنَ مِن قَوۡمِكَ إِلَّا مَن قَدۡ ءَامَنَ ﴿ "Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja)." Yakni mereka adalah orang-orang yang keras (hatinya). ﴾ فَلَا تَبۡتَئِسۡ بِمَا كَانُواْ يَفۡعَلُونَ ﴿ "Ka-rena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan." Jangan bersedih, jangan hiraukan mereka dan keadaan mereka, karena Allah telah murka kepada mereka dan menimpakan azabNya yang tak bisa ditolak. (37) ﴾ وَٱصۡنَعِ ٱلۡفُلۡكَ بِأَعۡيُنِنَا وَوَحۡيِنَا ﴿ "Dan buatlah bahtera itu dengan mata (pengawasan) dan petunjuk wahyu Kami." Maksudnya, di bawah penjagaan Kami, pengawasan Kami dan keridhaan dari Kami.﴾ وَلَا تُخَٰطِبۡنِي فِي ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ ﴿ "Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu." Maksudnya, jangan mendebatku dalam perkara pembinasaan mereka. ﴾ إِنَّهُم مُّغۡرَقُونَ ﴿ "Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan." Maksudnya, ketetapanKu telah berlaku atas mereka dan takdirKu telah berjalan pada mereka. (38) Nuh menaati perintah Allah تعالى, dia mulai membuat bahtera. ﴾ وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيۡهِ مَلَأٞ مِّن قَوۡمِهِۦ ﴿ "Dan setiap kali pemimpin kaumnya ber-jalan melewati Nuh", dan melihat perahu yang Nuh buat ﴾ سَخِرُواْ مِنۡهُۚ قَالَ إِن تَسۡخَرُواْ مِنَّا ﴿ "mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh, 'Jika kamu mengejek kami", sekarang ﴾ فَإِنَّا نَسۡخَرُ مِنكُمۡ كَمَا تَسۡخَرُونَ ﴿ "maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami)." (39) ﴾ فَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَ مَن يَأۡتِيهِ عَذَابٞ يُخۡزِيهِ وَيَحِلُّ عَلَيۡهِ عَذَابٞ مُّقِيمٌ ﴿ "Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakan-nya dan siapa yang akan ditimpa azab yang kekal". Kami atau kamu? Mereka mengetahuinya ketika azab turun menimpa mereka. (40) ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَمۡرُنَا ﴿ "Hingga apabila perintah Kami datang", yakni takdir kami tentang turunnya azab kepada mereka, ﴾ وَفَارَ ٱلتَّنُّورُ ﴿ "dan dapur perapian telah memancarkan air." Yakni Allah menurun-kan hujan deras dan memancarkan bumi dengan mata air sampai-sampai tungku di dapur yang biasanya menyala dengan api dan jauh dari air ikut serta memancarkan air, maka kedua air itu bertemu atas dasar perkara yang telah ditakdirkan. ﴾ قُلۡنَا ﴿ "Kami berfirman, kepada Nuh, ﴾ ٱحۡمِلۡ فِيهَا مِن كُلّٖ زَوۡجَيۡنِ ٱثۡنَيۡنِ ﴿ "Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina)." Maksud-nya, jantan dan betina dari setiap spesies makhluk agar cikal bakal makhluk tetap terjaga. Adapun sisa spesies yang lebih dari sepasang, maka ia tidak diangkut karena perahu tidak mampu membawanya. ﴾ وَأَهۡلَكَ إِلَّا مَن سَبَقَ عَلَيۡهِ ٱلۡقَوۡلُ ﴿ "Dan keluargamu kecuali orang yang ketetapan (takdira) terhadapnya telah terdahulu", dari golongan kaum kafir seperti anaknya yang tenggelam. ﴾ وَمَنۡ ءَامَنَۚ ﴿ "Dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman." Padahal ketika itu ﴾ م َ ا ءَامَنَ مَعَهُۥٓ إِلَّا قَلِيلٞ ﴿ "tidak beriman ber-sama dengan Nuh itu kecuali sedikit." (41) ﴾ وَقَالَ ﴿ "Dan Nuh berkata", kepada orang-orang yang Allah perintahkan agar mereka diangkut. ﴾ ٱرۡكَبُواْ فِيهَا بِسۡمِ ٱللَّهِ مَجۡر۪ىٰهَا وَمُرۡسَىٰهَآۚ ﴿ "Naik-lah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya." Bahtera itu berlayar dengan nama Allah, berlabuh dengan nama Allah dan berjalan dengan perintah dan instruksiNya. ﴾ إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٞ رَّحِيمٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Di mana Dia mengampuni kami, menyayangi kami dan menyelamatkan kami dari kaum yang zhalim. (42) Kemudian Allah menjelaskan bagaimana bahtera itu berlayar seolah-olah kita melihatnya, seraya Dia berfirman,﴾ وَهِيَ تَجۡرِي بِهِمۡ ﴿ "Dan bahtera itu berlayar membawa mereka", Nuh dan orang-orang yang bersamanya ﴾ فِي مَوۡجٖ كَٱلۡجِبَالِ ﴿ "dalam gelombang laksana gunung." Allah-lah Penjaganya dan Penjaga penumpangnya. ﴾ وَنَادَىٰ نُوحٌ ٱبۡنَهُۥ ﴿ "Dan Nuh memanggil anaknya", ketika dia naik supaya sang anak naik bersamanya, ﴾ وَكَانَ فِي مَعۡزِلٖ ﴿ "sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil", dari mereka ketika mereka naik. Maksudnya, dia menjauh sementara Nuh ingin agar dia mendekat untuk naik. Nuh berkata kepadanya, ﴾ يَٰبُنَيَّ ٱرۡكَب مَّعَنَا وَلَا تَكُن مَّعَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami, dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir." Akibatnya kamu akan tertimpa azab yang menimpa mereka. (43) Anaknya menyanggah untuk mendustakan ucapan ba-paknya bahwa tiada yang selamat kecuali orang yang naik perahu bersamanya. ﴾ سَـَٔاوِيٓ إِلَىٰ جَبَلٖ يَعۡصِمُنِي مِنَ ٱلۡمَآءِۚ ﴿ "Aku akan mencari perlindu-ngan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Maksudnya, aku akan naik ke gunung yang melindungiku dari banjir. Nuh ber-seru, ﴾ لَا عَاصِمَ ٱلۡيَوۡمَ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِ إِلَّا مَن رَّحِمَۚ ﴿ "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang." Tidak ada gunung dan lainnya yang menyelamatkan seseorang meskipun dia mengambil cara apa pun, dia tetap tidak akan selamat jika Allah tidak menyelamatkannya. ﴾ وَحَالَ بَيۡنَهُمَا ٱلۡمَوۡجُ فَكَانَ مِنَ ٱلۡمُغۡرَقِينَ ﴿ "Dan gelom-bang menjadi penghalang antara keduanya, maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." (44) Ketika Allah menenggelamkan mereka dan menyela-matkan Nuh dan orang-orangnya maka ﴾ وَقِيلَ يَٰٓأَرۡضُ ٱبۡلَعِي مَآءَكِ ﴿ "Difirman-kan, 'Hai bumi telanlah airmu'," yang keluar darimu dan yang turun kepadamu, telanlah air yang ada di permukaanmu, ﴾ وَيَٰسَمَآءُ أَقۡلِعِي ﴿ "dan hai langit (hujan) berhentilah," maka keduanya menaati perintah Allah. Bumi menelan airnya dan langit menghentikan hujannya, hingga air di bumi pun surut. ﴾ وَقُضِيَ ٱلۡأَمۡرُ ﴿ "Perintah pun diselesaikan", dengan dibinasakannya orang-orang yang mendustakan dan diselamatkan-nya orang-orang Mukmin. ﴾ وَٱسۡتَوَتۡ عَلَى ٱلۡجُودِيِّۖ ﴿ "Dan bahtera itu pun ber-labuh di atas bukit Judi", yaitu perahu itu berhenti di gunung itu yang terkenal dari negeri Maushil. ﴾ وَقِيلَ بُعۡدٗا لِّلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Dan dikatakan, 'Binasalah orang-orang yang zhalim'." Maksudnya, kebinasaan me-reka diikuti dengan laknat, kemurkaan dan kemarahan yang selalu bersama mereka. (45) ﴾ وَنَادَىٰ نُوحٞ رَّبَّهُۥ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ٱبۡنِي مِنۡ أَهۡلِي وَإِنَّ وَعۡدَكَ ٱلۡحَقُّ ﴿ "Dan Nuh ber-seru kepada Rabbnya sambil berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMu itulah yang benar'." Maksudnya, Engkau telah berkata kepadaku, "Angkutlah dari ma-sing-masing hewan (jantan dan betina) dan keluargamu," dan Engkau tidak akan menyelisihi janjiMu kepadaku. Boleh jadi Nuh terbawa oleh rasa kasih sayangnya, dan bahwa Allah menjanjikan kesela-matan keluarganya, sehingga dia mengira bahwa janjiNya berlaku umum kepada keluarganya yang beriman dan yang tidak beriman. Oleh karena itu, dia berdoa kepada Allah dengan doa itu, meski begitu dia menyerahkan urusannya kepada hikmah Allah yang mendalam. (46) Allah berfirman kepadanya, ﴾ إِنَّهُۥ لَيۡسَ مِنۡ أَهۡلِكَۖ ﴿ "Sesungguh-nya dia bukanlah termasuk keluargamu", yang Aku janjikan kepadamu selamat. ﴾ إِنَّهُۥ عَمَلٌ غَيۡرُ صَٰلِحٖۖ ﴿ "Sesungguhnya (perbuatannya) adalah perbuatan yang tidak baik." Maksudnya, doa yang kamu ucapkan untuk kese-lamatan orang kafir yang tidak beriman kepada Allah dan RasulNya. ﴾ فَلَا تَسۡـَٔلۡنِ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌۖ ﴿ "Sebab itu janganlah kamu memohon kepadaKu se-suatu yang kamu tidak mengetahui hakikat(nya)." Yang kamu tidak mengetahui akhirnya dan akibatnya, apakah ia baik atau tidak baik. ﴾ إِنِّيٓ أَعِظُكَ أَن تَكُونَ مِنَ ٱلۡجَٰهِلِينَ ﴿ "Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan." Sesungguhnya Aku menasihatimu dengan nasihat yang dengan-nya kamu termasuk orang-orang yang sempurna, dan dengannya kamu selamat dari sifat orang-orang yang bodoh. (47) Pada saat itu Nuh sangat menyesal atas apa yang dila-kukannya, dan ﴾ قَالَ رَبِّ إِنِّيٓ أَعُوذُ بِكَ أَنۡ أَسۡـَٔلَكَ مَا لَيۡسَ لِي بِهِۦ عِلۡمٞۖ وَإِلَّا تَغۡفِرۡ لِي وَتَرۡحَمۡنِيٓ أَكُن مِّنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ﴿ "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku berlindung kepada- Mu untuk memohon sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang me-rugi." Dengan ampunan dan rahmat, seorang hamba selamat dari kerugian. Ini menunjukkan bahwa Nuh عليه السلام tidak memiliki ilmu bahwa pertanyaannya kepada Allah tentang anaknya adalah haram dan termasuk ke dalam Firman Allah, ﴾ وَلَا تُخَٰطِبۡنِي فِي ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ إِنَّهُم مُّغۡرَقُونَ ﴿ "Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu, sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan." Akan tetapi ada dua perkara yang bertentangan padanya, dia mengira ia masuk ke dalam FirmanNya, ﴾ وَأَهۡلَكَ ﴿ "Dan keluargamu." Dan setelah itu, jelaslah baginya bahwa ia termasuk ke dalam larangan terhadap mendoakan mereka dan mengulang-ulangnya untuk mereka. (48) ﴾ قِيلَ يَٰنُوحُ ٱهۡبِطۡ بِسَلَٰمٖ مِّنَّا وَبَرَكَٰتٍ عَلَيۡكَ وَعَلَىٰٓ أُمَمٖ مِّمَّن مَّعَكَۚ ﴿ "Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang Mukmin) dari orang-orang yang bersamamu", dari kalangan manusia dan pasangan binatang yang dia bawa bersamanya. Allah memberkahi semuanya sehingga me-reka memenuhi seluruh penjuru bumi. ﴾ وَأُمَمٞ سَنُمَتِّعُهُمۡ ﴿ "Dan akan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka", dalam kehi-dupan dunia, ﴾ ثُمَّ يَمَسُّهُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٞ ﴿ "kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami." Penyelamatan ini tidak menghalangi Kami untuk menghukum orang yang kafir setelah itu meskipun dia diberi kenikmatan sesaat, dia tetap akan dihukum setelah itu. (49) Allah berfirman kepada NabiNya, Muhammad setelah menyampaikan kisah yang gamblang ini yang tidak diketahui ke-cuali oleh orang yang Allah beri nikmat kerasulan. ﴾ تِلۡكَ مِنۡ أَنۢبَآءِ ٱلۡغَيۡبِ نُوحِيهَآ إِلَيۡكَۖ مَا كُنتَ تَعۡلَمُهَآ أَنتَ وَلَا قَوۡمُكَ مِن قَبۡلِ هَٰذَاۖ ﴿ "Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini." Me-reka berkata, "Dia mengetahuinya, maka bersyukurlah kepada Allah dan bersabarlah kamu, berpegang teguhlah pada agamamu yang benar, jalan yang lurus dan dakwah kepada Allah. ﴾ إِنَّ ٱلۡعَٰقِبَةَ لِلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang ber-takwa." Orang-orang yang menjauhi syirik dan dosa-dosa yang lain, maka kesudahan yang baik akan menjadi milikmu dan milik kaum-mu sebagaimana terjadi pada Nuh dan kaumnya.

Hud 11:37

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaum-nya, (dia berkata), 'Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagimu, agar kamu tidak menyembah kecuali Allah. Sesungguhnya aku mengkhawatirkanmu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan.' Maka berkatalah pemimpin-pemim-pin yang kafir dari kaumnya, 'Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina-dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta'." (Hud: 25-27) "Nuh berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu, jika aku sudah mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku, dan Dia membe-riku rahmat dari sisiNya, tetapi rahmat itu disamarkan bagimu. Apa akan kami paksakan kamu menerimanya, padahal kamu tiada menyukainya.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, aku tiada meminta harta benda kepadamu (sebagai upah) bagi seruanku. Tidaklah upahku melainkan dari Allah, dan aku sekali-kali tidak akan me-ngusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Rabbnya, akan tetapi aku memandangmu sebagai kaum yang tidak mengetahui.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku meng-usir mereka. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran.' Dan aku tidak mengatakan kepada kamu (bahwa), aku mempunyai gudang-gudang rizki dan kekayaan dari Allah, dan aku tidak juga menge-tahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan, sesungguhnya aku adalah malaikat, dan tidak juga aku mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu, 'Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka.' Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka; sesungguhnya aku, ka-lau begitu benar-benar termasuk orang-orang yang zhalim." (Hud: 28-31) "Mereka berkata, 'Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah ber-bantah-bantahan dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.' Nuh menjawab, 'Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki, dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri. Dan tidaklah nasihatku bermanfaat kepadamu jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkan kamu. Dia adalah Rabbmu, dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan.' Malahan kaum Nuh itu berkata, 'Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja.' Kata-kanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat'." (Hud: 32-35) "Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja), karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan. Dan buatlah bahtera itu dengan mata (pengawasan) dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bi-carakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu; sesung-guhnya mereka itu akan ditenggelamkan. Dan mulailah Nuh mem-buat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nuh, maka mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh, 'Jika kamu me-ngejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagai-mana kamu sekalian mengejek (kami). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan siapa yang akan ditimpa azab yang kekal.' Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur perapian telah memancarkan air, maka Kami berfirman, 'Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang ketetapan (takdir) terhadapnya telah terdahulu dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman.' Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit." (Hud: 36-40) "Dan Nuh berkata, 'Naiklah kamu sekalian ke dalamnya de-ngan menyebut Nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya.' Sesungguhnya Rabbku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam ge-lombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya -sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil-, 'Hai anakku, naik-lah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.' Anaknya menjawab, 'Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!' Nuh berkata, 'Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) yang Maha Penyayang.' Dan gelombang men-jadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." (Hud: 41-43) "Dan difirmankan, 'Hai bumi, telanlah airmu, dan hai langit (hujan), berhentilah,' dan air pun disurutkan, perintah pun disele-saikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi, dan dika-takan, 'Binasalah orang-orang yang zhalim.' Dan Nuh berseru kepada Rabbnya sambil berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMu itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.' Allah berfirman, 'Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya ada-lah perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepadaKu sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat)nya. Se-sungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan'." (Hud: 44-46). "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu untuk memohon sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepa-daku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi.' Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu. Dan akan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kese-nangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami.' Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa." (Hud: 47-49) (25) ﴾ وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا نُوحًا ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh", Rasul pertama ﴾ إِلَىٰ قَوۡمِهِۦٓ ﴿ "kepada kaumnya." Mengajak mereka kepada Allah dan melarang mereka berbuat syirik. Dia berkata,﴾ إِنِّي لَكُمۡ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagimu." Maksudnya, aku menjelaskan kepadamu sesuatu yang mana aku memperingatkanmu dengannya sebagai penjelasan yang menghilangkan kerancuan permasalahan. (26) ﴾ أَن لَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّا ٱللَّهَۖ ﴿ "Agar kamu tidak menyembah kecuali Allah." Maksudnya, ikhlaskanlah ibadah hanya kepada Allah semata, tinggalkan semua yang disembah selain Allah.﴾ إِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٍ أَلِيمٖ ﴿ "Sesungguhnya aku mengkhawatirkanmu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan." Jika kamu tidak mentauhidkan Allah dan menaatiku. (27) ﴾ فَقَالَ ٱلۡمَلَأُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَوۡمِهِۦ ﴿ "Maka berkatalah pemimpin-pe-mimpin yang kafir dari kaumnya", yakni orang-orang terhormat dan para pembesar kaumnya menolak dakwah Nuh عليه السلام sebagaimana kebiasaan yang berlaku pada orang seperti mereka bahwa mereka-lah yang pertama kali menolak dakwah para rasul, ﴾ مَا نَرَىٰكَ إِلَّا بَشَرٗا مِّثۡلَنَا ﴿ "Kami tidak melihatmu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami." Ini adalah penghalang –menurut mereka– untuk me-ngikutinya, padahal sebenarnya itulah yang benar yang tidak ada kebenaran selainnya, karena manusia hanya mungkin belajar dari manusia dan berdialog dengannya dalam segala urusan, lain halnya dengan malaikat. ﴾ وَمَا نَرَىٰكَ ٱتَّبَعَكَ إِلَّا ٱلَّذِينَ هُمۡ أَرَاذِلُنَا ﴿ "Dan kami tidak me-lihat orang-orang yang mengikutimu, melainkan orang-orang yang hina-dina di antara kami." Maksudnya, kami melihat yang mengikutimu hanyalah orang-orang hina lagi rendah di antara kami –menurut mereka– padahal sebenarnya mereka adalah orang-orang yang mulia dan manusia yang berakal yang tunduk kepada kebenaran. Mereka bukan orang-orang hina seperti yang dibilang oleh pembe-sar-pembesar kaum yang mengikuti semua setan yang bengal dan mengangkat tuhan-tuhan dari batu dan pohon lalu mereka mende-katkan diri kepadanya dan bersujud. Apakah kamu tahu ada yang lebih hina dan rendah daripada mereka? Ucapan mereka, ﴾ بَادِيَ ٱلرَّأۡيِ ﴿ "yang lekas percaya saja." Maksudnya, mereka hanya mengikutimu tanpa berpikir dan menimbang, tetapi hanya disebabkan kamu me-ngajak mereka, langsung mereka mengikutimu. Maksud mereka dengan itu adalah bahwa mereka bukanlah orang-orang yang menge-tahui urusan. Mereka tidak mengetahui bahwa akal yang spontan mengajak kepada kebenaran yang nyata. Begitu kebenaran sampai kepada ulul albab, mereka langsung mengenali dan mengetahuinya, tidak seperti perkara yang samar yang memerlukan pemikiran dan perenungan panjang. ﴾ وَمَا نَرَىٰ لَكُمۡ عَلَيۡنَا مِن فَضۡلِۭ ﴿ "Dan kami tidak melihatmu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami." Maksudnya, kamu tidak lebih baik dari-pada kami yang membuat kami tunduk kepadamu. ﴾ بَلۡ نَظُنُّكُمۡ كَٰذِبِينَ ﴿ "Bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta." Mereka berbohong dalam ucapan mereka. Ini karena mereka telah melihat ayat-ayat yang Allah jadikan sebagai duku-ngan bagi Nuh yang membuat mereka merasa yakin dengan pasti terhadap kebenarannya. (28) Oleh karena itu, ﴾ قَالَ ﴿ "Nuh berkata" kepada mereka menanggapi, ﴾ يَٰقَوۡمِ أَرَءَيۡتُمۡ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٖ مِّن رَّبِّي ﴿ "Hai kaumku, bagaimana pen-dapatmu, jika aku sudah mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Maksudnya berada di atas keyakinan dan kepastian, yakni dia adalah Rasul yang sempurna dan teladan yang ditaati oleh orang-orang yang berakal. Akal tokoh-tokoh besar dibanding akal Nuh adalah kecil. Dia adalah orang yang benar-benar jujur, maka jika dia berkata, "Sesungguhnya aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Cukuplah ucapan ini sebagai bukti dan saksi atas kebe-narannya. ﴾ وَءَاتَىٰنِي رَحۡمَةٗ مِّنۡ عِندِهِۦ ﴿ "Dan Dia memberiku rahmat dari sisiNya." Maksudnya, Dia memberiku wahyu, mengangkatku menjadi rasul dan memberiku nikmat hidayah. ﴾ فَعُمِّيَتۡ عَلَيۡكُمۡ ﴿ "Tetapi rahmat itu di-samarkan bagimu." Maksudnya, tidak jelas bagimu, dan dengannya kamu bermalas-malasan. ﴾ أَنُلۡزِمُكُمُوهَا ﴿ "Apa akan kami paksakan kamu menerimanya." Maksudnya, apakah kami akan memaksamu atas sesuatu yang telah jelas bagi kami sementara kamu masih ragu pada-nya dan kamu tidak menyukainya sehingga kamu berusaha menolak sesuatu yang aku bawa? Itu semua tidak merugikan kami dan tidak menodai keyakinan kami sedikit pun. Ucapan dan dustamu atas kami, tidak menghalangi kami dari sesuatu yang kami imani, paling-paling ia justru menjadi penghalang bagimu yang mengakibatkan kamu menolak tunduk kepada kebenaran yang menurutmu adalah kebatilan. Jika keadaannya telah sampai di sini maka kami tidak kuasa memaksamu kepada perintah Allah dan mewajibkanmu ke-pada sesuatu yang kamu lari darinya. Oleh karena itu, dia berkata, ﴾ أَنُلۡزِمُكُمُوهَا وَأَنتُمۡ لَهَا كَٰرِهُونَ ﴿ "Apa akan kami paksakan kamu menerimanya pa-dahal kamu tiada menyukainya?" (29) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ لَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, aku tiada meminta bagi seruanku," atas dakwahku kepada kalian ﴾ مَالًاۖ ﴿ "harta benda (sebagai upah)", karena kamu akan merasakan beratnya beban. ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِۚ ﴿ "Tidaklah upahku melainkan dari Allah." Dan sepertinya mereka menuntut pengusiran orang-orang Mukmin yang lemah, maka dia menjawab mereka, ﴾ وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْۚ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman", tidak layak dan tidak pantas bagiku untuk melakukan hal itu, justru aku menyambut mereka dengan gembira, penghormatan, penghargaan dan kegembiraan. ﴾ إِنَّهُم مُّلَٰقُواْ رَبِّهِمۡ ﴿ "Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Rabbnya." Maka Dia membalas iman dan takwa mereka dengan surga kenikmatan. ﴾ وَلَٰكِنِّيٓ أَرَىٰكُمۡ قَوۡمٗا تَجۡهَلُونَ ﴿ "Akan tetapi aku memandangmu suatu kaum yang tidak mengetahui." Di mana kamu menyuruhku mengusir wali-wali Allah dan menjauhkan mereka dariku, di mana kamu telah menolak kebenaran, karena mereka adalah para pengikutnya, di mana kamu berdalil atas batilnya kebe-naran dengan ucapan, "Sesungguhnya aku hanyalah manusia biasa sepertimu, dan bahwa kami tidak memiliki keutamaan atasmu." (30) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ مَن يَنصُرُنِي مِنَ ٱللَّهِ إِن طَرَدتُّهُمۡۚ ﴿ "Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir me-reka." Maksudnya, siapa yang melindungiku dari azabNya, karena mengusir mereka menyebabkan turunnya azab dan siksa yang mana tidak ada pelindung selain Allah. ﴾ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ﴿ "Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran?" Apa yang lebih berguna dan lebih baik bagi-mu, dan semestinya kamu merenungkan segala urusan. (31) ﴾ وَلَآ أَقُولُ لَكُمۡ عِندِي خَزَآئِنُ ٱللَّهِ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ وَلَآ أَقُولُ إِنِّي مَلَكٞ ﴿ "Dan aku ti-dak mengatakan kepada kamu (bahwa), 'aku mempunyai gudang-gudang rizki dan kekayaan dari Allah, dan aku tiada mengetahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan, 'Sesungguhnya aku adalah malaikat'." Aku hanyalah seorang Rasul Allah kepadamu, aku memberimu berita gembira dan peringatan, selain itu aku tidak sedikitpun mempunyai wewenang. Kekayaan Allah tidak ada padaku sehingga aku bisa mengaturnya dan memberikannya kepada orang yang aku kehen-daki, dan menghalanginya dari orang yang aku kehendaki. ﴾ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ ﴿ "Dan aku tiada mengetahui yang ghaib", sehingga aku bisa me-ngabarkan rahasiamu dan batinmu. ﴾ وَلَآ أَقُولُ إِنِّي مَلَكٞ ﴿ "Dan tidak (pula) aku mengatakan, 'Sesungguhnya aku adalah malaikat'." Maknanya adalah aku tidak mengklaim tingkatan di atas tingkatanku, tidak pula posisi melainkan posisi di mana Allah mendudukkanku pada-nya, tidak pula aku menghukum manusia berdasarkan dugaanku. Aku tidak ﴾ أَقُولُ لِلَّذِينَ تَزۡدَرِيٓ أَعۡيُنُكُمۡ ﴿ "mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu", yakni orang-orang Mukmin yang lemah yang diremehkan oleh para pembesar orang-orang kafir. ﴾ لَن يُؤۡتِيَهُمُ ٱللَّهُ خَيۡرًاۖ ٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِمَا فِيٓ أَنفُسِهِمۡ ﴿ "Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka, Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka." Jika mereka benar dalam urusan iman mereka, maka me-reka mendapatkan banyak kebaikan, jika tidak demikian, maka hisab mereka menjadi tanggung jawab Allah. ﴾ إِنِّيٓ إِذٗا ﴿ "Sesungguh-nya aku kalau begitu", jika aku mengatakan sesuatu dari yang di atas ﴾ لَّمِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "benar-benar termasuk orang-orang yang zhalim." Ini adalah pemutus asaan dari Nuh kepada kaumnya untuk mengusir orang-orang Mukmin yang miskin atau membenci mereka sekaligus meyakinkan kaumnya dengan cara-cara yang meyakinkan bagi orang yang berpikir obyektif. 9 (32) Tatkala mereka melihat Nuh tidak berhenti dari dak-wahnya dan mereka sendiri tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, maka ﴾ قَالُواْ يَٰنُوحُ قَدۡ جَٰدَلۡتَنَا فَأَكۡثَرۡتَ جِدَٰلَنَا فَأۡتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "mereka berkata, 'Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah berbantah-bantahan dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar?" Betapa bodohnya me-reka, betapa sesatnya mereka, di mana mereka mengucapkan kata-kata ini kepada Nabi mereka yang tulus. Jika mereka benar, mengapa mereka tidak mengatakan, 'Hai Nuh, kamu telah menasihati kami, mengasihi kami dan menyeru kami kepada perkara-perkara yang belum jelas bagi kami, maka kami ingin kamu menjelaskannya agar kami bisa mengikutimu, jika tidak maka terima kasih atas nasihat-mu." Sungguh ini adalah jawaban yang obyektif bagi orang yang di-seru kepada perkara yang samar baginya, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang dusta dalam kata-kata mereka, lancang terhadap Nabi mereka. Mereka tidak menolak kata-katanya dengan syubhat paling rendah, terlebih lagi menolak dengan hujjah. Oleh karena itu, mereka membelok karena kebodohan dan kesesatan mereka kepada permintaan disegerakannya azab, dan menantang Allah. (33) Oleh karena itu, Nuh menjawab mereka dengan ber-kata, ﴾ إِنَّمَا يَأۡتِيكُم بِهِ ٱللَّهُ إِن شَآءَ ﴿ "Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki." Maksudnya, jika hikmah dan kehendakNya menuntutNya menurunkan siksa kepadamu, maka Dia akan melakukan itu ﴾ وَمَآ أَنتُم بِمُعۡجِزِينَ ﴿ "Dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri", dari Allah, sedangkan aku sendiri tidak memiliki wewenang apa pun. (34) ﴾ وَلَا يَنفَعُكُمۡ نُصۡحِيٓ إِنۡ أَرَدتُّ أَنۡ أَنصَحَ لَكُمۡ إِن كَانَ ٱللَّهُ يُرِيدُ أَن يُغۡوِيَكُمۡۚ ﴿ "Dan tidaklah nasihatku bermanfaat kepadamu jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkanmu." Maksudnya, keinginan Allah-lah yang akan menang, jika Dia hendak menyesatkanmu karena kamu menolak kebenaran meskipun aku sudah berusaha sekuat tenaga memberimu nasihat dengan baik –Nuh telah mela-kukan itu– tetap saja hal itu tidak berguna bagimu sedikit pun.﴾ هُوَ رَبُّكُمۡ ﴿ "Dia adalah Rabbmu," melakukan apa yang dikehendakiNya dan menetapkan hukum yang diinginkanNya. ﴾ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ﴿ "Dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan." Lalu Dia membalas perbuatanmu. (35) ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Malahan kaum Nuh itu berkata, 'Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja." Kata ganti ini mengandung ke-mungkinan kembali kepada Nuh sebagaimana konteks ucapan yang membicarakan Nuh dengan kaumnya, maknanya adalah bahwa kaumnya berkata, "Nuh telah berdusta atas Nama Allah, berdusta tentang wahyu yang dia klaim bahwa ia dari Allah. Dan bahwa Allah memintanya untuk berkata, ﴾ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَعَلَيَّ إِجۡرَامِي وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُجۡرِمُونَ ﴿ "Katakanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat." Masing-masing memikul dosanya. ﴾ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰۗ ﴿ "Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain." (Al-Isra`: 15). Dan mengandung kemungkinan ia kembali kepada Nabi Muhammad ﷺ. Jadi ayat ini merupakan sisipan di tengah-tengah kisah Nuh dengan kaumnya karena ia termasuk perkara yang tidak diketahui oleh para Nabi. Tatkala Allah mulai menceritakannya kepada RasulNya, dan itu termasuk bukti-bukti yang menunjukkan kebenaran risalahnya, maka Dia pun menyebutkan pendustaan ka-umnya kepadanya dengan penjelasan yang sempurna, seraya Dia berfirman, ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Apakah mereka berkata, 'Dia telah membuat-buatnya?'" Yakni al-Qur`an ini dibuat-buat oleh Muhammad dari dirinya sendiri. Ini termasuk kata-kata yang paling aneh dan yang paling batil, karena mereka mengetahui bahwa dia (Muhammad) tidak mem-baca dan tidak menulis serta tidak pernah pergi dari mereka untuk mengkaji kitab-kitab, lalu dia hadir dengan kitab ini yang menantang mereka agar menghadirkan satu surat yang semisal dengannya. Jika mereka tetap mengklaim –dengan realita yang demikian– bahwa Muhammad membuat-buatnya, maka jelaslah bahwa mereka itu hanya sekedar menentang. Tak ada lagi guna berdebat dengan me-reka, bahkan yang cocok dalam kondisi ini adalah berpaling dari mereka. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَعَلَيَّ إِجۡرَامِي ﴿ "Kata-kanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku", dan kebohonganku. ﴾ وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُجۡرِمُونَ ﴿ "Dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat." Yakni mengapa kamu terus menuduhku berdusta. (36) FirmanNya, ﴾ وَأُوحِيَ إِلَىٰ نُوحٍ أَنَّهُۥ لَن يُؤۡمِنَ مِن قَوۡمِكَ إِلَّا مَن قَدۡ ءَامَنَ ﴿ "Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja)." Yakni mereka adalah orang-orang yang keras (hatinya). ﴾ فَلَا تَبۡتَئِسۡ بِمَا كَانُواْ يَفۡعَلُونَ ﴿ "Ka-rena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan." Jangan bersedih, jangan hiraukan mereka dan keadaan mereka, karena Allah telah murka kepada mereka dan menimpakan azabNya yang tak bisa ditolak. (37) ﴾ وَٱصۡنَعِ ٱلۡفُلۡكَ بِأَعۡيُنِنَا وَوَحۡيِنَا ﴿ "Dan buatlah bahtera itu dengan mata (pengawasan) dan petunjuk wahyu Kami." Maksudnya, di bawah penjagaan Kami, pengawasan Kami dan keridhaan dari Kami.﴾ وَلَا تُخَٰطِبۡنِي فِي ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ ﴿ "Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu." Maksudnya, jangan mendebatku dalam perkara pembinasaan mereka. ﴾ إِنَّهُم مُّغۡرَقُونَ ﴿ "Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan." Maksudnya, ketetapanKu telah berlaku atas mereka dan takdirKu telah berjalan pada mereka. (38) Nuh menaati perintah Allah تعالى, dia mulai membuat bahtera. ﴾ وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيۡهِ مَلَأٞ مِّن قَوۡمِهِۦ ﴿ "Dan setiap kali pemimpin kaumnya ber-jalan melewati Nuh", dan melihat perahu yang Nuh buat ﴾ سَخِرُواْ مِنۡهُۚ قَالَ إِن تَسۡخَرُواْ مِنَّا ﴿ "mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh, 'Jika kamu mengejek kami", sekarang ﴾ فَإِنَّا نَسۡخَرُ مِنكُمۡ كَمَا تَسۡخَرُونَ ﴿ "maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami)." (39) ﴾ فَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَ مَن يَأۡتِيهِ عَذَابٞ يُخۡزِيهِ وَيَحِلُّ عَلَيۡهِ عَذَابٞ مُّقِيمٌ ﴿ "Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakan-nya dan siapa yang akan ditimpa azab yang kekal". Kami atau kamu? Mereka mengetahuinya ketika azab turun menimpa mereka. (40) ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَمۡرُنَا ﴿ "Hingga apabila perintah Kami datang", yakni takdir kami tentang turunnya azab kepada mereka, ﴾ وَفَارَ ٱلتَّنُّورُ ﴿ "dan dapur perapian telah memancarkan air." Yakni Allah menurun-kan hujan deras dan memancarkan bumi dengan mata air sampai-sampai tungku di dapur yang biasanya menyala dengan api dan jauh dari air ikut serta memancarkan air, maka kedua air itu bertemu atas dasar perkara yang telah ditakdirkan. ﴾ قُلۡنَا ﴿ "Kami berfirman, kepada Nuh, ﴾ ٱحۡمِلۡ فِيهَا مِن كُلّٖ زَوۡجَيۡنِ ٱثۡنَيۡنِ ﴿ "Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina)." Maksud-nya, jantan dan betina dari setiap spesies makhluk agar cikal bakal makhluk tetap terjaga. Adapun sisa spesies yang lebih dari sepasang, maka ia tidak diangkut karena perahu tidak mampu membawanya. ﴾ وَأَهۡلَكَ إِلَّا مَن سَبَقَ عَلَيۡهِ ٱلۡقَوۡلُ ﴿ "Dan keluargamu kecuali orang yang ketetapan (takdira) terhadapnya telah terdahulu", dari golongan kaum kafir seperti anaknya yang tenggelam. ﴾ وَمَنۡ ءَامَنَۚ ﴿ "Dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman." Padahal ketika itu ﴾ م َ ا ءَامَنَ مَعَهُۥٓ إِلَّا قَلِيلٞ ﴿ "tidak beriman ber-sama dengan Nuh itu kecuali sedikit." (41) ﴾ وَقَالَ ﴿ "Dan Nuh berkata", kepada orang-orang yang Allah perintahkan agar mereka diangkut. ﴾ ٱرۡكَبُواْ فِيهَا بِسۡمِ ٱللَّهِ مَجۡر۪ىٰهَا وَمُرۡسَىٰهَآۚ ﴿ "Naik-lah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya." Bahtera itu berlayar dengan nama Allah, berlabuh dengan nama Allah dan berjalan dengan perintah dan instruksiNya. ﴾ إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٞ رَّحِيمٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Di mana Dia mengampuni kami, menyayangi kami dan menyelamatkan kami dari kaum yang zhalim. (42) Kemudian Allah menjelaskan bagaimana bahtera itu berlayar seolah-olah kita melihatnya, seraya Dia berfirman,﴾ وَهِيَ تَجۡرِي بِهِمۡ ﴿ "Dan bahtera itu berlayar membawa mereka", Nuh dan orang-orang yang bersamanya ﴾ فِي مَوۡجٖ كَٱلۡجِبَالِ ﴿ "dalam gelombang laksana gunung." Allah-lah Penjaganya dan Penjaga penumpangnya. ﴾ وَنَادَىٰ نُوحٌ ٱبۡنَهُۥ ﴿ "Dan Nuh memanggil anaknya", ketika dia naik supaya sang anak naik bersamanya, ﴾ وَكَانَ فِي مَعۡزِلٖ ﴿ "sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil", dari mereka ketika mereka naik. Maksudnya, dia menjauh sementara Nuh ingin agar dia mendekat untuk naik. Nuh berkata kepadanya, ﴾ يَٰبُنَيَّ ٱرۡكَب مَّعَنَا وَلَا تَكُن مَّعَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami, dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir." Akibatnya kamu akan tertimpa azab yang menimpa mereka. (43) Anaknya menyanggah untuk mendustakan ucapan ba-paknya bahwa tiada yang selamat kecuali orang yang naik perahu bersamanya. ﴾ سَـَٔاوِيٓ إِلَىٰ جَبَلٖ يَعۡصِمُنِي مِنَ ٱلۡمَآءِۚ ﴿ "Aku akan mencari perlindu-ngan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Maksudnya, aku akan naik ke gunung yang melindungiku dari banjir. Nuh ber-seru, ﴾ لَا عَاصِمَ ٱلۡيَوۡمَ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِ إِلَّا مَن رَّحِمَۚ ﴿ "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang." Tidak ada gunung dan lainnya yang menyelamatkan seseorang meskipun dia mengambil cara apa pun, dia tetap tidak akan selamat jika Allah tidak menyelamatkannya. ﴾ وَحَالَ بَيۡنَهُمَا ٱلۡمَوۡجُ فَكَانَ مِنَ ٱلۡمُغۡرَقِينَ ﴿ "Dan gelom-bang menjadi penghalang antara keduanya, maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." (44) Ketika Allah menenggelamkan mereka dan menyela-matkan Nuh dan orang-orangnya maka ﴾ وَقِيلَ يَٰٓأَرۡضُ ٱبۡلَعِي مَآءَكِ ﴿ "Difirman-kan, 'Hai bumi telanlah airmu'," yang keluar darimu dan yang turun kepadamu, telanlah air yang ada di permukaanmu, ﴾ وَيَٰسَمَآءُ أَقۡلِعِي ﴿ "dan hai langit (hujan) berhentilah," maka keduanya menaati perintah Allah. Bumi menelan airnya dan langit menghentikan hujannya, hingga air di bumi pun surut. ﴾ وَقُضِيَ ٱلۡأَمۡرُ ﴿ "Perintah pun diselesaikan", dengan dibinasakannya orang-orang yang mendustakan dan diselamatkan-nya orang-orang Mukmin. ﴾ وَٱسۡتَوَتۡ عَلَى ٱلۡجُودِيِّۖ ﴿ "Dan bahtera itu pun ber-labuh di atas bukit Judi", yaitu perahu itu berhenti di gunung itu yang terkenal dari negeri Maushil. ﴾ وَقِيلَ بُعۡدٗا لِّلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Dan dikatakan, 'Binasalah orang-orang yang zhalim'." Maksudnya, kebinasaan me-reka diikuti dengan laknat, kemurkaan dan kemarahan yang selalu bersama mereka. (45) ﴾ وَنَادَىٰ نُوحٞ رَّبَّهُۥ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ٱبۡنِي مِنۡ أَهۡلِي وَإِنَّ وَعۡدَكَ ٱلۡحَقُّ ﴿ "Dan Nuh ber-seru kepada Rabbnya sambil berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMu itulah yang benar'." Maksudnya, Engkau telah berkata kepadaku, "Angkutlah dari ma-sing-masing hewan (jantan dan betina) dan keluargamu," dan Engkau tidak akan menyelisihi janjiMu kepadaku. Boleh jadi Nuh terbawa oleh rasa kasih sayangnya, dan bahwa Allah menjanjikan kesela-matan keluarganya, sehingga dia mengira bahwa janjiNya berlaku umum kepada keluarganya yang beriman dan yang tidak beriman. Oleh karena itu, dia berdoa kepada Allah dengan doa itu, meski begitu dia menyerahkan urusannya kepada hikmah Allah yang mendalam. (46) Allah berfirman kepadanya, ﴾ إِنَّهُۥ لَيۡسَ مِنۡ أَهۡلِكَۖ ﴿ "Sesungguh-nya dia bukanlah termasuk keluargamu", yang Aku janjikan kepadamu selamat. ﴾ إِنَّهُۥ عَمَلٌ غَيۡرُ صَٰلِحٖۖ ﴿ "Sesungguhnya (perbuatannya) adalah perbuatan yang tidak baik." Maksudnya, doa yang kamu ucapkan untuk kese-lamatan orang kafir yang tidak beriman kepada Allah dan RasulNya. ﴾ فَلَا تَسۡـَٔلۡنِ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌۖ ﴿ "Sebab itu janganlah kamu memohon kepadaKu se-suatu yang kamu tidak mengetahui hakikat(nya)." Yang kamu tidak mengetahui akhirnya dan akibatnya, apakah ia baik atau tidak baik. ﴾ إِنِّيٓ أَعِظُكَ أَن تَكُونَ مِنَ ٱلۡجَٰهِلِينَ ﴿ "Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan." Sesungguhnya Aku menasihatimu dengan nasihat yang dengan-nya kamu termasuk orang-orang yang sempurna, dan dengannya kamu selamat dari sifat orang-orang yang bodoh. (47) Pada saat itu Nuh sangat menyesal atas apa yang dila-kukannya, dan ﴾ قَالَ رَبِّ إِنِّيٓ أَعُوذُ بِكَ أَنۡ أَسۡـَٔلَكَ مَا لَيۡسَ لِي بِهِۦ عِلۡمٞۖ وَإِلَّا تَغۡفِرۡ لِي وَتَرۡحَمۡنِيٓ أَكُن مِّنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ﴿ "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku berlindung kepada- Mu untuk memohon sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang me-rugi." Dengan ampunan dan rahmat, seorang hamba selamat dari kerugian. Ini menunjukkan bahwa Nuh عليه السلام tidak memiliki ilmu bahwa pertanyaannya kepada Allah tentang anaknya adalah haram dan termasuk ke dalam Firman Allah, ﴾ وَلَا تُخَٰطِبۡنِي فِي ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ إِنَّهُم مُّغۡرَقُونَ ﴿ "Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu, sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan." Akan tetapi ada dua perkara yang bertentangan padanya, dia mengira ia masuk ke dalam FirmanNya, ﴾ وَأَهۡلَكَ ﴿ "Dan keluargamu." Dan setelah itu, jelaslah baginya bahwa ia termasuk ke dalam larangan terhadap mendoakan mereka dan mengulang-ulangnya untuk mereka. (48) ﴾ قِيلَ يَٰنُوحُ ٱهۡبِطۡ بِسَلَٰمٖ مِّنَّا وَبَرَكَٰتٍ عَلَيۡكَ وَعَلَىٰٓ أُمَمٖ مِّمَّن مَّعَكَۚ ﴿ "Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang Mukmin) dari orang-orang yang bersamamu", dari kalangan manusia dan pasangan binatang yang dia bawa bersamanya. Allah memberkahi semuanya sehingga me-reka memenuhi seluruh penjuru bumi. ﴾ وَأُمَمٞ سَنُمَتِّعُهُمۡ ﴿ "Dan akan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka", dalam kehi-dupan dunia, ﴾ ثُمَّ يَمَسُّهُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٞ ﴿ "kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami." Penyelamatan ini tidak menghalangi Kami untuk menghukum orang yang kafir setelah itu meskipun dia diberi kenikmatan sesaat, dia tetap akan dihukum setelah itu. (49) Allah berfirman kepada NabiNya, Muhammad setelah menyampaikan kisah yang gamblang ini yang tidak diketahui ke-cuali oleh orang yang Allah beri nikmat kerasulan. ﴾ تِلۡكَ مِنۡ أَنۢبَآءِ ٱلۡغَيۡبِ نُوحِيهَآ إِلَيۡكَۖ مَا كُنتَ تَعۡلَمُهَآ أَنتَ وَلَا قَوۡمُكَ مِن قَبۡلِ هَٰذَاۖ ﴿ "Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini." Me-reka berkata, "Dia mengetahuinya, maka bersyukurlah kepada Allah dan bersabarlah kamu, berpegang teguhlah pada agamamu yang benar, jalan yang lurus dan dakwah kepada Allah. ﴾ إِنَّ ٱلۡعَٰقِبَةَ لِلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang ber-takwa." Orang-orang yang menjauhi syirik dan dosa-dosa yang lain, maka kesudahan yang baik akan menjadi milikmu dan milik kaum-mu sebagaimana terjadi pada Nuh dan kaumnya.

Hud 11:38

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaum-nya, (dia berkata), 'Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagimu, agar kamu tidak menyembah kecuali Allah. Sesungguhnya aku mengkhawatirkanmu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan.' Maka berkatalah pemimpin-pemim-pin yang kafir dari kaumnya, 'Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina-dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta'." (Hud: 25-27) "Nuh berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu, jika aku sudah mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku, dan Dia membe-riku rahmat dari sisiNya, tetapi rahmat itu disamarkan bagimu. Apa akan kami paksakan kamu menerimanya, padahal kamu tiada menyukainya.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, aku tiada meminta harta benda kepadamu (sebagai upah) bagi seruanku. Tidaklah upahku melainkan dari Allah, dan aku sekali-kali tidak akan me-ngusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Rabbnya, akan tetapi aku memandangmu sebagai kaum yang tidak mengetahui.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku meng-usir mereka. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran.' Dan aku tidak mengatakan kepada kamu (bahwa), aku mempunyai gudang-gudang rizki dan kekayaan dari Allah, dan aku tidak juga menge-tahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan, sesungguhnya aku adalah malaikat, dan tidak juga aku mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu, 'Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka.' Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka; sesungguhnya aku, ka-lau begitu benar-benar termasuk orang-orang yang zhalim." (Hud: 28-31) "Mereka berkata, 'Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah ber-bantah-bantahan dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.' Nuh menjawab, 'Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki, dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri. Dan tidaklah nasihatku bermanfaat kepadamu jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkan kamu. Dia adalah Rabbmu, dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan.' Malahan kaum Nuh itu berkata, 'Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja.' Kata-kanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat'." (Hud: 32-35) "Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja), karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan. Dan buatlah bahtera itu dengan mata (pengawasan) dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bi-carakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu; sesung-guhnya mereka itu akan ditenggelamkan. Dan mulailah Nuh mem-buat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nuh, maka mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh, 'Jika kamu me-ngejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagai-mana kamu sekalian mengejek (kami). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan siapa yang akan ditimpa azab yang kekal.' Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur perapian telah memancarkan air, maka Kami berfirman, 'Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang ketetapan (takdir) terhadapnya telah terdahulu dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman.' Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit." (Hud: 36-40) "Dan Nuh berkata, 'Naiklah kamu sekalian ke dalamnya de-ngan menyebut Nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya.' Sesungguhnya Rabbku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam ge-lombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya -sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil-, 'Hai anakku, naik-lah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.' Anaknya menjawab, 'Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!' Nuh berkata, 'Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) yang Maha Penyayang.' Dan gelombang men-jadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." (Hud: 41-43) "Dan difirmankan, 'Hai bumi, telanlah airmu, dan hai langit (hujan), berhentilah,' dan air pun disurutkan, perintah pun disele-saikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi, dan dika-takan, 'Binasalah orang-orang yang zhalim.' Dan Nuh berseru kepada Rabbnya sambil berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMu itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.' Allah berfirman, 'Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya ada-lah perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepadaKu sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat)nya. Se-sungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan'." (Hud: 44-46). "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu untuk memohon sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepa-daku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi.' Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu. Dan akan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kese-nangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami.' Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa." (Hud: 47-49) (25) ﴾ وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا نُوحًا ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh", Rasul pertama ﴾ إِلَىٰ قَوۡمِهِۦٓ ﴿ "kepada kaumnya." Mengajak mereka kepada Allah dan melarang mereka berbuat syirik. Dia berkata,﴾ إِنِّي لَكُمۡ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagimu." Maksudnya, aku menjelaskan kepadamu sesuatu yang mana aku memperingatkanmu dengannya sebagai penjelasan yang menghilangkan kerancuan permasalahan. (26) ﴾ أَن لَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّا ٱللَّهَۖ ﴿ "Agar kamu tidak menyembah kecuali Allah." Maksudnya, ikhlaskanlah ibadah hanya kepada Allah semata, tinggalkan semua yang disembah selain Allah.﴾ إِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٍ أَلِيمٖ ﴿ "Sesungguhnya aku mengkhawatirkanmu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan." Jika kamu tidak mentauhidkan Allah dan menaatiku. (27) ﴾ فَقَالَ ٱلۡمَلَأُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَوۡمِهِۦ ﴿ "Maka berkatalah pemimpin-pe-mimpin yang kafir dari kaumnya", yakni orang-orang terhormat dan para pembesar kaumnya menolak dakwah Nuh عليه السلام sebagaimana kebiasaan yang berlaku pada orang seperti mereka bahwa mereka-lah yang pertama kali menolak dakwah para rasul, ﴾ مَا نَرَىٰكَ إِلَّا بَشَرٗا مِّثۡلَنَا ﴿ "Kami tidak melihatmu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami." Ini adalah penghalang –menurut mereka– untuk me-ngikutinya, padahal sebenarnya itulah yang benar yang tidak ada kebenaran selainnya, karena manusia hanya mungkin belajar dari manusia dan berdialog dengannya dalam segala urusan, lain halnya dengan malaikat. ﴾ وَمَا نَرَىٰكَ ٱتَّبَعَكَ إِلَّا ٱلَّذِينَ هُمۡ أَرَاذِلُنَا ﴿ "Dan kami tidak me-lihat orang-orang yang mengikutimu, melainkan orang-orang yang hina-dina di antara kami." Maksudnya, kami melihat yang mengikutimu hanyalah orang-orang hina lagi rendah di antara kami –menurut mereka– padahal sebenarnya mereka adalah orang-orang yang mulia dan manusia yang berakal yang tunduk kepada kebenaran. Mereka bukan orang-orang hina seperti yang dibilang oleh pembe-sar-pembesar kaum yang mengikuti semua setan yang bengal dan mengangkat tuhan-tuhan dari batu dan pohon lalu mereka mende-katkan diri kepadanya dan bersujud. Apakah kamu tahu ada yang lebih hina dan rendah daripada mereka? Ucapan mereka, ﴾ بَادِيَ ٱلرَّأۡيِ ﴿ "yang lekas percaya saja." Maksudnya, mereka hanya mengikutimu tanpa berpikir dan menimbang, tetapi hanya disebabkan kamu me-ngajak mereka, langsung mereka mengikutimu. Maksud mereka dengan itu adalah bahwa mereka bukanlah orang-orang yang menge-tahui urusan. Mereka tidak mengetahui bahwa akal yang spontan mengajak kepada kebenaran yang nyata. Begitu kebenaran sampai kepada ulul albab, mereka langsung mengenali dan mengetahuinya, tidak seperti perkara yang samar yang memerlukan pemikiran dan perenungan panjang. ﴾ وَمَا نَرَىٰ لَكُمۡ عَلَيۡنَا مِن فَضۡلِۭ ﴿ "Dan kami tidak melihatmu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami." Maksudnya, kamu tidak lebih baik dari-pada kami yang membuat kami tunduk kepadamu. ﴾ بَلۡ نَظُنُّكُمۡ كَٰذِبِينَ ﴿ "Bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta." Mereka berbohong dalam ucapan mereka. Ini karena mereka telah melihat ayat-ayat yang Allah jadikan sebagai duku-ngan bagi Nuh yang membuat mereka merasa yakin dengan pasti terhadap kebenarannya. (28) Oleh karena itu, ﴾ قَالَ ﴿ "Nuh berkata" kepada mereka menanggapi, ﴾ يَٰقَوۡمِ أَرَءَيۡتُمۡ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٖ مِّن رَّبِّي ﴿ "Hai kaumku, bagaimana pen-dapatmu, jika aku sudah mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Maksudnya berada di atas keyakinan dan kepastian, yakni dia adalah Rasul yang sempurna dan teladan yang ditaati oleh orang-orang yang berakal. Akal tokoh-tokoh besar dibanding akal Nuh adalah kecil. Dia adalah orang yang benar-benar jujur, maka jika dia berkata, "Sesungguhnya aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Cukuplah ucapan ini sebagai bukti dan saksi atas kebe-narannya. ﴾ وَءَاتَىٰنِي رَحۡمَةٗ مِّنۡ عِندِهِۦ ﴿ "Dan Dia memberiku rahmat dari sisiNya." Maksudnya, Dia memberiku wahyu, mengangkatku menjadi rasul dan memberiku nikmat hidayah. ﴾ فَعُمِّيَتۡ عَلَيۡكُمۡ ﴿ "Tetapi rahmat itu di-samarkan bagimu." Maksudnya, tidak jelas bagimu, dan dengannya kamu bermalas-malasan. ﴾ أَنُلۡزِمُكُمُوهَا ﴿ "Apa akan kami paksakan kamu menerimanya." Maksudnya, apakah kami akan memaksamu atas sesuatu yang telah jelas bagi kami sementara kamu masih ragu pada-nya dan kamu tidak menyukainya sehingga kamu berusaha menolak sesuatu yang aku bawa? Itu semua tidak merugikan kami dan tidak menodai keyakinan kami sedikit pun. Ucapan dan dustamu atas kami, tidak menghalangi kami dari sesuatu yang kami imani, paling-paling ia justru menjadi penghalang bagimu yang mengakibatkan kamu menolak tunduk kepada kebenaran yang menurutmu adalah kebatilan. Jika keadaannya telah sampai di sini maka kami tidak kuasa memaksamu kepada perintah Allah dan mewajibkanmu ke-pada sesuatu yang kamu lari darinya. Oleh karena itu, dia berkata, ﴾ أَنُلۡزِمُكُمُوهَا وَأَنتُمۡ لَهَا كَٰرِهُونَ ﴿ "Apa akan kami paksakan kamu menerimanya pa-dahal kamu tiada menyukainya?" (29) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ لَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, aku tiada meminta bagi seruanku," atas dakwahku kepada kalian ﴾ مَالًاۖ ﴿ "harta benda (sebagai upah)", karena kamu akan merasakan beratnya beban. ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِۚ ﴿ "Tidaklah upahku melainkan dari Allah." Dan sepertinya mereka menuntut pengusiran orang-orang Mukmin yang lemah, maka dia menjawab mereka, ﴾ وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْۚ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman", tidak layak dan tidak pantas bagiku untuk melakukan hal itu, justru aku menyambut mereka dengan gembira, penghormatan, penghargaan dan kegembiraan. ﴾ إِنَّهُم مُّلَٰقُواْ رَبِّهِمۡ ﴿ "Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Rabbnya." Maka Dia membalas iman dan takwa mereka dengan surga kenikmatan. ﴾ وَلَٰكِنِّيٓ أَرَىٰكُمۡ قَوۡمٗا تَجۡهَلُونَ ﴿ "Akan tetapi aku memandangmu suatu kaum yang tidak mengetahui." Di mana kamu menyuruhku mengusir wali-wali Allah dan menjauhkan mereka dariku, di mana kamu telah menolak kebenaran, karena mereka adalah para pengikutnya, di mana kamu berdalil atas batilnya kebe-naran dengan ucapan, "Sesungguhnya aku hanyalah manusia biasa sepertimu, dan bahwa kami tidak memiliki keutamaan atasmu." (30) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ مَن يَنصُرُنِي مِنَ ٱللَّهِ إِن طَرَدتُّهُمۡۚ ﴿ "Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir me-reka." Maksudnya, siapa yang melindungiku dari azabNya, karena mengusir mereka menyebabkan turunnya azab dan siksa yang mana tidak ada pelindung selain Allah. ﴾ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ﴿ "Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran?" Apa yang lebih berguna dan lebih baik bagi-mu, dan semestinya kamu merenungkan segala urusan. (31) ﴾ وَلَآ أَقُولُ لَكُمۡ عِندِي خَزَآئِنُ ٱللَّهِ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ وَلَآ أَقُولُ إِنِّي مَلَكٞ ﴿ "Dan aku ti-dak mengatakan kepada kamu (bahwa), 'aku mempunyai gudang-gudang rizki dan kekayaan dari Allah, dan aku tiada mengetahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan, 'Sesungguhnya aku adalah malaikat'." Aku hanyalah seorang Rasul Allah kepadamu, aku memberimu berita gembira dan peringatan, selain itu aku tidak sedikitpun mempunyai wewenang. Kekayaan Allah tidak ada padaku sehingga aku bisa mengaturnya dan memberikannya kepada orang yang aku kehen-daki, dan menghalanginya dari orang yang aku kehendaki. ﴾ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ ﴿ "Dan aku tiada mengetahui yang ghaib", sehingga aku bisa me-ngabarkan rahasiamu dan batinmu. ﴾ وَلَآ أَقُولُ إِنِّي مَلَكٞ ﴿ "Dan tidak (pula) aku mengatakan, 'Sesungguhnya aku adalah malaikat'." Maknanya adalah aku tidak mengklaim tingkatan di atas tingkatanku, tidak pula posisi melainkan posisi di mana Allah mendudukkanku pada-nya, tidak pula aku menghukum manusia berdasarkan dugaanku. Aku tidak ﴾ أَقُولُ لِلَّذِينَ تَزۡدَرِيٓ أَعۡيُنُكُمۡ ﴿ "mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu", yakni orang-orang Mukmin yang lemah yang diremehkan oleh para pembesar orang-orang kafir. ﴾ لَن يُؤۡتِيَهُمُ ٱللَّهُ خَيۡرًاۖ ٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِمَا فِيٓ أَنفُسِهِمۡ ﴿ "Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka, Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka." Jika mereka benar dalam urusan iman mereka, maka me-reka mendapatkan banyak kebaikan, jika tidak demikian, maka hisab mereka menjadi tanggung jawab Allah. ﴾ إِنِّيٓ إِذٗا ﴿ "Sesungguh-nya aku kalau begitu", jika aku mengatakan sesuatu dari yang di atas ﴾ لَّمِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "benar-benar termasuk orang-orang yang zhalim." Ini adalah pemutus asaan dari Nuh kepada kaumnya untuk mengusir orang-orang Mukmin yang miskin atau membenci mereka sekaligus meyakinkan kaumnya dengan cara-cara yang meyakinkan bagi orang yang berpikir obyektif. 9 (32) Tatkala mereka melihat Nuh tidak berhenti dari dak-wahnya dan mereka sendiri tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, maka ﴾ قَالُواْ يَٰنُوحُ قَدۡ جَٰدَلۡتَنَا فَأَكۡثَرۡتَ جِدَٰلَنَا فَأۡتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "mereka berkata, 'Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah berbantah-bantahan dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar?" Betapa bodohnya me-reka, betapa sesatnya mereka, di mana mereka mengucapkan kata-kata ini kepada Nabi mereka yang tulus. Jika mereka benar, mengapa mereka tidak mengatakan, 'Hai Nuh, kamu telah menasihati kami, mengasihi kami dan menyeru kami kepada perkara-perkara yang belum jelas bagi kami, maka kami ingin kamu menjelaskannya agar kami bisa mengikutimu, jika tidak maka terima kasih atas nasihat-mu." Sungguh ini adalah jawaban yang obyektif bagi orang yang di-seru kepada perkara yang samar baginya, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang dusta dalam kata-kata mereka, lancang terhadap Nabi mereka. Mereka tidak menolak kata-katanya dengan syubhat paling rendah, terlebih lagi menolak dengan hujjah. Oleh karena itu, mereka membelok karena kebodohan dan kesesatan mereka kepada permintaan disegerakannya azab, dan menantang Allah. (33) Oleh karena itu, Nuh menjawab mereka dengan ber-kata, ﴾ إِنَّمَا يَأۡتِيكُم بِهِ ٱللَّهُ إِن شَآءَ ﴿ "Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki." Maksudnya, jika hikmah dan kehendakNya menuntutNya menurunkan siksa kepadamu, maka Dia akan melakukan itu ﴾ وَمَآ أَنتُم بِمُعۡجِزِينَ ﴿ "Dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri", dari Allah, sedangkan aku sendiri tidak memiliki wewenang apa pun. (34) ﴾ وَلَا يَنفَعُكُمۡ نُصۡحِيٓ إِنۡ أَرَدتُّ أَنۡ أَنصَحَ لَكُمۡ إِن كَانَ ٱللَّهُ يُرِيدُ أَن يُغۡوِيَكُمۡۚ ﴿ "Dan tidaklah nasihatku bermanfaat kepadamu jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkanmu." Maksudnya, keinginan Allah-lah yang akan menang, jika Dia hendak menyesatkanmu karena kamu menolak kebenaran meskipun aku sudah berusaha sekuat tenaga memberimu nasihat dengan baik –Nuh telah mela-kukan itu– tetap saja hal itu tidak berguna bagimu sedikit pun.﴾ هُوَ رَبُّكُمۡ ﴿ "Dia adalah Rabbmu," melakukan apa yang dikehendakiNya dan menetapkan hukum yang diinginkanNya. ﴾ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ﴿ "Dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan." Lalu Dia membalas perbuatanmu. (35) ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Malahan kaum Nuh itu berkata, 'Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja." Kata ganti ini mengandung ke-mungkinan kembali kepada Nuh sebagaimana konteks ucapan yang membicarakan Nuh dengan kaumnya, maknanya adalah bahwa kaumnya berkata, "Nuh telah berdusta atas Nama Allah, berdusta tentang wahyu yang dia klaim bahwa ia dari Allah. Dan bahwa Allah memintanya untuk berkata, ﴾ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَعَلَيَّ إِجۡرَامِي وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُجۡرِمُونَ ﴿ "Katakanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat." Masing-masing memikul dosanya. ﴾ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰۗ ﴿ "Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain." (Al-Isra`: 15). Dan mengandung kemungkinan ia kembali kepada Nabi Muhammad ﷺ. Jadi ayat ini merupakan sisipan di tengah-tengah kisah Nuh dengan kaumnya karena ia termasuk perkara yang tidak diketahui oleh para Nabi. Tatkala Allah mulai menceritakannya kepada RasulNya, dan itu termasuk bukti-bukti yang menunjukkan kebenaran risalahnya, maka Dia pun menyebutkan pendustaan ka-umnya kepadanya dengan penjelasan yang sempurna, seraya Dia berfirman, ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Apakah mereka berkata, 'Dia telah membuat-buatnya?'" Yakni al-Qur`an ini dibuat-buat oleh Muhammad dari dirinya sendiri. Ini termasuk kata-kata yang paling aneh dan yang paling batil, karena mereka mengetahui bahwa dia (Muhammad) tidak mem-baca dan tidak menulis serta tidak pernah pergi dari mereka untuk mengkaji kitab-kitab, lalu dia hadir dengan kitab ini yang menantang mereka agar menghadirkan satu surat yang semisal dengannya. Jika mereka tetap mengklaim –dengan realita yang demikian– bahwa Muhammad membuat-buatnya, maka jelaslah bahwa mereka itu hanya sekedar menentang. Tak ada lagi guna berdebat dengan me-reka, bahkan yang cocok dalam kondisi ini adalah berpaling dari mereka. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَعَلَيَّ إِجۡرَامِي ﴿ "Kata-kanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku", dan kebohonganku. ﴾ وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُجۡرِمُونَ ﴿ "Dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat." Yakni mengapa kamu terus menuduhku berdusta. (36) FirmanNya, ﴾ وَأُوحِيَ إِلَىٰ نُوحٍ أَنَّهُۥ لَن يُؤۡمِنَ مِن قَوۡمِكَ إِلَّا مَن قَدۡ ءَامَنَ ﴿ "Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja)." Yakni mereka adalah orang-orang yang keras (hatinya). ﴾ فَلَا تَبۡتَئِسۡ بِمَا كَانُواْ يَفۡعَلُونَ ﴿ "Ka-rena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan." Jangan bersedih, jangan hiraukan mereka dan keadaan mereka, karena Allah telah murka kepada mereka dan menimpakan azabNya yang tak bisa ditolak. (37) ﴾ وَٱصۡنَعِ ٱلۡفُلۡكَ بِأَعۡيُنِنَا وَوَحۡيِنَا ﴿ "Dan buatlah bahtera itu dengan mata (pengawasan) dan petunjuk wahyu Kami." Maksudnya, di bawah penjagaan Kami, pengawasan Kami dan keridhaan dari Kami.﴾ وَلَا تُخَٰطِبۡنِي فِي ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ ﴿ "Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu." Maksudnya, jangan mendebatku dalam perkara pembinasaan mereka. ﴾ إِنَّهُم مُّغۡرَقُونَ ﴿ "Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan." Maksudnya, ketetapanKu telah berlaku atas mereka dan takdirKu telah berjalan pada mereka. (38) Nuh menaati perintah Allah تعالى, dia mulai membuat bahtera. ﴾ وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيۡهِ مَلَأٞ مِّن قَوۡمِهِۦ ﴿ "Dan setiap kali pemimpin kaumnya ber-jalan melewati Nuh", dan melihat perahu yang Nuh buat ﴾ سَخِرُواْ مِنۡهُۚ قَالَ إِن تَسۡخَرُواْ مِنَّا ﴿ "mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh, 'Jika kamu mengejek kami", sekarang ﴾ فَإِنَّا نَسۡخَرُ مِنكُمۡ كَمَا تَسۡخَرُونَ ﴿ "maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami)." (39) ﴾ فَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَ مَن يَأۡتِيهِ عَذَابٞ يُخۡزِيهِ وَيَحِلُّ عَلَيۡهِ عَذَابٞ مُّقِيمٌ ﴿ "Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakan-nya dan siapa yang akan ditimpa azab yang kekal". Kami atau kamu? Mereka mengetahuinya ketika azab turun menimpa mereka. (40) ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَمۡرُنَا ﴿ "Hingga apabila perintah Kami datang", yakni takdir kami tentang turunnya azab kepada mereka, ﴾ وَفَارَ ٱلتَّنُّورُ ﴿ "dan dapur perapian telah memancarkan air." Yakni Allah menurun-kan hujan deras dan memancarkan bumi dengan mata air sampai-sampai tungku di dapur yang biasanya menyala dengan api dan jauh dari air ikut serta memancarkan air, maka kedua air itu bertemu atas dasar perkara yang telah ditakdirkan. ﴾ قُلۡنَا ﴿ "Kami berfirman, kepada Nuh, ﴾ ٱحۡمِلۡ فِيهَا مِن كُلّٖ زَوۡجَيۡنِ ٱثۡنَيۡنِ ﴿ "Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina)." Maksud-nya, jantan dan betina dari setiap spesies makhluk agar cikal bakal makhluk tetap terjaga. Adapun sisa spesies yang lebih dari sepasang, maka ia tidak diangkut karena perahu tidak mampu membawanya. ﴾ وَأَهۡلَكَ إِلَّا مَن سَبَقَ عَلَيۡهِ ٱلۡقَوۡلُ ﴿ "Dan keluargamu kecuali orang yang ketetapan (takdira) terhadapnya telah terdahulu", dari golongan kaum kafir seperti anaknya yang tenggelam. ﴾ وَمَنۡ ءَامَنَۚ ﴿ "Dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman." Padahal ketika itu ﴾ م َ ا ءَامَنَ مَعَهُۥٓ إِلَّا قَلِيلٞ ﴿ "tidak beriman ber-sama dengan Nuh itu kecuali sedikit." (41) ﴾ وَقَالَ ﴿ "Dan Nuh berkata", kepada orang-orang yang Allah perintahkan agar mereka diangkut. ﴾ ٱرۡكَبُواْ فِيهَا بِسۡمِ ٱللَّهِ مَجۡر۪ىٰهَا وَمُرۡسَىٰهَآۚ ﴿ "Naik-lah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya." Bahtera itu berlayar dengan nama Allah, berlabuh dengan nama Allah dan berjalan dengan perintah dan instruksiNya. ﴾ إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٞ رَّحِيمٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Di mana Dia mengampuni kami, menyayangi kami dan menyelamatkan kami dari kaum yang zhalim. (42) Kemudian Allah menjelaskan bagaimana bahtera itu berlayar seolah-olah kita melihatnya, seraya Dia berfirman,﴾ وَهِيَ تَجۡرِي بِهِمۡ ﴿ "Dan bahtera itu berlayar membawa mereka", Nuh dan orang-orang yang bersamanya ﴾ فِي مَوۡجٖ كَٱلۡجِبَالِ ﴿ "dalam gelombang laksana gunung." Allah-lah Penjaganya dan Penjaga penumpangnya. ﴾ وَنَادَىٰ نُوحٌ ٱبۡنَهُۥ ﴿ "Dan Nuh memanggil anaknya", ketika dia naik supaya sang anak naik bersamanya, ﴾ وَكَانَ فِي مَعۡزِلٖ ﴿ "sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil", dari mereka ketika mereka naik. Maksudnya, dia menjauh sementara Nuh ingin agar dia mendekat untuk naik. Nuh berkata kepadanya, ﴾ يَٰبُنَيَّ ٱرۡكَب مَّعَنَا وَلَا تَكُن مَّعَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami, dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir." Akibatnya kamu akan tertimpa azab yang menimpa mereka. (43) Anaknya menyanggah untuk mendustakan ucapan ba-paknya bahwa tiada yang selamat kecuali orang yang naik perahu bersamanya. ﴾ سَـَٔاوِيٓ إِلَىٰ جَبَلٖ يَعۡصِمُنِي مِنَ ٱلۡمَآءِۚ ﴿ "Aku akan mencari perlindu-ngan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Maksudnya, aku akan naik ke gunung yang melindungiku dari banjir. Nuh ber-seru, ﴾ لَا عَاصِمَ ٱلۡيَوۡمَ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِ إِلَّا مَن رَّحِمَۚ ﴿ "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang." Tidak ada gunung dan lainnya yang menyelamatkan seseorang meskipun dia mengambil cara apa pun, dia tetap tidak akan selamat jika Allah tidak menyelamatkannya. ﴾ وَحَالَ بَيۡنَهُمَا ٱلۡمَوۡجُ فَكَانَ مِنَ ٱلۡمُغۡرَقِينَ ﴿ "Dan gelom-bang menjadi penghalang antara keduanya, maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." (44) Ketika Allah menenggelamkan mereka dan menyela-matkan Nuh dan orang-orangnya maka ﴾ وَقِيلَ يَٰٓأَرۡضُ ٱبۡلَعِي مَآءَكِ ﴿ "Difirman-kan, 'Hai bumi telanlah airmu'," yang keluar darimu dan yang turun kepadamu, telanlah air yang ada di permukaanmu, ﴾ وَيَٰسَمَآءُ أَقۡلِعِي ﴿ "dan hai langit (hujan) berhentilah," maka keduanya menaati perintah Allah. Bumi menelan airnya dan langit menghentikan hujannya, hingga air di bumi pun surut. ﴾ وَقُضِيَ ٱلۡأَمۡرُ ﴿ "Perintah pun diselesaikan", dengan dibinasakannya orang-orang yang mendustakan dan diselamatkan-nya orang-orang Mukmin. ﴾ وَٱسۡتَوَتۡ عَلَى ٱلۡجُودِيِّۖ ﴿ "Dan bahtera itu pun ber-labuh di atas bukit Judi", yaitu perahu itu berhenti di gunung itu yang terkenal dari negeri Maushil. ﴾ وَقِيلَ بُعۡدٗا لِّلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Dan dikatakan, 'Binasalah orang-orang yang zhalim'." Maksudnya, kebinasaan me-reka diikuti dengan laknat, kemurkaan dan kemarahan yang selalu bersama mereka. (45) ﴾ وَنَادَىٰ نُوحٞ رَّبَّهُۥ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ٱبۡنِي مِنۡ أَهۡلِي وَإِنَّ وَعۡدَكَ ٱلۡحَقُّ ﴿ "Dan Nuh ber-seru kepada Rabbnya sambil berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMu itulah yang benar'." Maksudnya, Engkau telah berkata kepadaku, "Angkutlah dari ma-sing-masing hewan (jantan dan betina) dan keluargamu," dan Engkau tidak akan menyelisihi janjiMu kepadaku. Boleh jadi Nuh terbawa oleh rasa kasih sayangnya, dan bahwa Allah menjanjikan kesela-matan keluarganya, sehingga dia mengira bahwa janjiNya berlaku umum kepada keluarganya yang beriman dan yang tidak beriman. Oleh karena itu, dia berdoa kepada Allah dengan doa itu, meski begitu dia menyerahkan urusannya kepada hikmah Allah yang mendalam. (46) Allah berfirman kepadanya, ﴾ إِنَّهُۥ لَيۡسَ مِنۡ أَهۡلِكَۖ ﴿ "Sesungguh-nya dia bukanlah termasuk keluargamu", yang Aku janjikan kepadamu selamat. ﴾ إِنَّهُۥ عَمَلٌ غَيۡرُ صَٰلِحٖۖ ﴿ "Sesungguhnya (perbuatannya) adalah perbuatan yang tidak baik." Maksudnya, doa yang kamu ucapkan untuk kese-lamatan orang kafir yang tidak beriman kepada Allah dan RasulNya. ﴾ فَلَا تَسۡـَٔلۡنِ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌۖ ﴿ "Sebab itu janganlah kamu memohon kepadaKu se-suatu yang kamu tidak mengetahui hakikat(nya)." Yang kamu tidak mengetahui akhirnya dan akibatnya, apakah ia baik atau tidak baik. ﴾ إِنِّيٓ أَعِظُكَ أَن تَكُونَ مِنَ ٱلۡجَٰهِلِينَ ﴿ "Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan." Sesungguhnya Aku menasihatimu dengan nasihat yang dengan-nya kamu termasuk orang-orang yang sempurna, dan dengannya kamu selamat dari sifat orang-orang yang bodoh. (47) Pada saat itu Nuh sangat menyesal atas apa yang dila-kukannya, dan ﴾ قَالَ رَبِّ إِنِّيٓ أَعُوذُ بِكَ أَنۡ أَسۡـَٔلَكَ مَا لَيۡسَ لِي بِهِۦ عِلۡمٞۖ وَإِلَّا تَغۡفِرۡ لِي وَتَرۡحَمۡنِيٓ أَكُن مِّنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ﴿ "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku berlindung kepada- Mu untuk memohon sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang me-rugi." Dengan ampunan dan rahmat, seorang hamba selamat dari kerugian. Ini menunjukkan bahwa Nuh عليه السلام tidak memiliki ilmu bahwa pertanyaannya kepada Allah tentang anaknya adalah haram dan termasuk ke dalam Firman Allah, ﴾ وَلَا تُخَٰطِبۡنِي فِي ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ إِنَّهُم مُّغۡرَقُونَ ﴿ "Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu, sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan." Akan tetapi ada dua perkara yang bertentangan padanya, dia mengira ia masuk ke dalam FirmanNya, ﴾ وَأَهۡلَكَ ﴿ "Dan keluargamu." Dan setelah itu, jelaslah baginya bahwa ia termasuk ke dalam larangan terhadap mendoakan mereka dan mengulang-ulangnya untuk mereka. (48) ﴾ قِيلَ يَٰنُوحُ ٱهۡبِطۡ بِسَلَٰمٖ مِّنَّا وَبَرَكَٰتٍ عَلَيۡكَ وَعَلَىٰٓ أُمَمٖ مِّمَّن مَّعَكَۚ ﴿ "Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang Mukmin) dari orang-orang yang bersamamu", dari kalangan manusia dan pasangan binatang yang dia bawa bersamanya. Allah memberkahi semuanya sehingga me-reka memenuhi seluruh penjuru bumi. ﴾ وَأُمَمٞ سَنُمَتِّعُهُمۡ ﴿ "Dan akan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka", dalam kehi-dupan dunia, ﴾ ثُمَّ يَمَسُّهُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٞ ﴿ "kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami." Penyelamatan ini tidak menghalangi Kami untuk menghukum orang yang kafir setelah itu meskipun dia diberi kenikmatan sesaat, dia tetap akan dihukum setelah itu. (49) Allah berfirman kepada NabiNya, Muhammad setelah menyampaikan kisah yang gamblang ini yang tidak diketahui ke-cuali oleh orang yang Allah beri nikmat kerasulan. ﴾ تِلۡكَ مِنۡ أَنۢبَآءِ ٱلۡغَيۡبِ نُوحِيهَآ إِلَيۡكَۖ مَا كُنتَ تَعۡلَمُهَآ أَنتَ وَلَا قَوۡمُكَ مِن قَبۡلِ هَٰذَاۖ ﴿ "Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini." Me-reka berkata, "Dia mengetahuinya, maka bersyukurlah kepada Allah dan bersabarlah kamu, berpegang teguhlah pada agamamu yang benar, jalan yang lurus dan dakwah kepada Allah. ﴾ إِنَّ ٱلۡعَٰقِبَةَ لِلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang ber-takwa." Orang-orang yang menjauhi syirik dan dosa-dosa yang lain, maka kesudahan yang baik akan menjadi milikmu dan milik kaum-mu sebagaimana terjadi pada Nuh dan kaumnya.

Hud 11:39

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaum-nya, (dia berkata), 'Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagimu, agar kamu tidak menyembah kecuali Allah. Sesungguhnya aku mengkhawatirkanmu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan.' Maka berkatalah pemimpin-pemim-pin yang kafir dari kaumnya, 'Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina-dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta'." (Hud: 25-27) "Nuh berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu, jika aku sudah mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku, dan Dia membe-riku rahmat dari sisiNya, tetapi rahmat itu disamarkan bagimu. Apa akan kami paksakan kamu menerimanya, padahal kamu tiada menyukainya.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, aku tiada meminta harta benda kepadamu (sebagai upah) bagi seruanku. Tidaklah upahku melainkan dari Allah, dan aku sekali-kali tidak akan me-ngusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Rabbnya, akan tetapi aku memandangmu sebagai kaum yang tidak mengetahui.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku meng-usir mereka. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran.' Dan aku tidak mengatakan kepada kamu (bahwa), aku mempunyai gudang-gudang rizki dan kekayaan dari Allah, dan aku tidak juga menge-tahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan, sesungguhnya aku adalah malaikat, dan tidak juga aku mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu, 'Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka.' Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka; sesungguhnya aku, ka-lau begitu benar-benar termasuk orang-orang yang zhalim." (Hud: 28-31) "Mereka berkata, 'Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah ber-bantah-bantahan dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.' Nuh menjawab, 'Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki, dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri. Dan tidaklah nasihatku bermanfaat kepadamu jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkan kamu. Dia adalah Rabbmu, dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan.' Malahan kaum Nuh itu berkata, 'Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja.' Kata-kanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat'." (Hud: 32-35) "Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja), karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan. Dan buatlah bahtera itu dengan mata (pengawasan) dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bi-carakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu; sesung-guhnya mereka itu akan ditenggelamkan. Dan mulailah Nuh mem-buat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nuh, maka mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh, 'Jika kamu me-ngejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagai-mana kamu sekalian mengejek (kami). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan siapa yang akan ditimpa azab yang kekal.' Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur perapian telah memancarkan air, maka Kami berfirman, 'Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang ketetapan (takdir) terhadapnya telah terdahulu dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman.' Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit." (Hud: 36-40) "Dan Nuh berkata, 'Naiklah kamu sekalian ke dalamnya de-ngan menyebut Nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya.' Sesungguhnya Rabbku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam ge-lombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya -sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil-, 'Hai anakku, naik-lah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.' Anaknya menjawab, 'Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!' Nuh berkata, 'Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) yang Maha Penyayang.' Dan gelombang men-jadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." (Hud: 41-43) "Dan difirmankan, 'Hai bumi, telanlah airmu, dan hai langit (hujan), berhentilah,' dan air pun disurutkan, perintah pun disele-saikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi, dan dika-takan, 'Binasalah orang-orang yang zhalim.' Dan Nuh berseru kepada Rabbnya sambil berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMu itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.' Allah berfirman, 'Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya ada-lah perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepadaKu sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat)nya. Se-sungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan'." (Hud: 44-46). "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu untuk memohon sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepa-daku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi.' Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu. Dan akan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kese-nangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami.' Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa." (Hud: 47-49) (25) ﴾ وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا نُوحًا ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh", Rasul pertama ﴾ إِلَىٰ قَوۡمِهِۦٓ ﴿ "kepada kaumnya." Mengajak mereka kepada Allah dan melarang mereka berbuat syirik. Dia berkata,﴾ إِنِّي لَكُمۡ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagimu." Maksudnya, aku menjelaskan kepadamu sesuatu yang mana aku memperingatkanmu dengannya sebagai penjelasan yang menghilangkan kerancuan permasalahan. (26) ﴾ أَن لَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّا ٱللَّهَۖ ﴿ "Agar kamu tidak menyembah kecuali Allah." Maksudnya, ikhlaskanlah ibadah hanya kepada Allah semata, tinggalkan semua yang disembah selain Allah.﴾ إِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٍ أَلِيمٖ ﴿ "Sesungguhnya aku mengkhawatirkanmu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan." Jika kamu tidak mentauhidkan Allah dan menaatiku. (27) ﴾ فَقَالَ ٱلۡمَلَأُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَوۡمِهِۦ ﴿ "Maka berkatalah pemimpin-pe-mimpin yang kafir dari kaumnya", yakni orang-orang terhormat dan para pembesar kaumnya menolak dakwah Nuh عليه السلام sebagaimana kebiasaan yang berlaku pada orang seperti mereka bahwa mereka-lah yang pertama kali menolak dakwah para rasul, ﴾ مَا نَرَىٰكَ إِلَّا بَشَرٗا مِّثۡلَنَا ﴿ "Kami tidak melihatmu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami." Ini adalah penghalang –menurut mereka– untuk me-ngikutinya, padahal sebenarnya itulah yang benar yang tidak ada kebenaran selainnya, karena manusia hanya mungkin belajar dari manusia dan berdialog dengannya dalam segala urusan, lain halnya dengan malaikat. ﴾ وَمَا نَرَىٰكَ ٱتَّبَعَكَ إِلَّا ٱلَّذِينَ هُمۡ أَرَاذِلُنَا ﴿ "Dan kami tidak me-lihat orang-orang yang mengikutimu, melainkan orang-orang yang hina-dina di antara kami." Maksudnya, kami melihat yang mengikutimu hanyalah orang-orang hina lagi rendah di antara kami –menurut mereka– padahal sebenarnya mereka adalah orang-orang yang mulia dan manusia yang berakal yang tunduk kepada kebenaran. Mereka bukan orang-orang hina seperti yang dibilang oleh pembe-sar-pembesar kaum yang mengikuti semua setan yang bengal dan mengangkat tuhan-tuhan dari batu dan pohon lalu mereka mende-katkan diri kepadanya dan bersujud. Apakah kamu tahu ada yang lebih hina dan rendah daripada mereka? Ucapan mereka, ﴾ بَادِيَ ٱلرَّأۡيِ ﴿ "yang lekas percaya saja." Maksudnya, mereka hanya mengikutimu tanpa berpikir dan menimbang, tetapi hanya disebabkan kamu me-ngajak mereka, langsung mereka mengikutimu. Maksud mereka dengan itu adalah bahwa mereka bukanlah orang-orang yang menge-tahui urusan. Mereka tidak mengetahui bahwa akal yang spontan mengajak kepada kebenaran yang nyata. Begitu kebenaran sampai kepada ulul albab, mereka langsung mengenali dan mengetahuinya, tidak seperti perkara yang samar yang memerlukan pemikiran dan perenungan panjang. ﴾ وَمَا نَرَىٰ لَكُمۡ عَلَيۡنَا مِن فَضۡلِۭ ﴿ "Dan kami tidak melihatmu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami." Maksudnya, kamu tidak lebih baik dari-pada kami yang membuat kami tunduk kepadamu. ﴾ بَلۡ نَظُنُّكُمۡ كَٰذِبِينَ ﴿ "Bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta." Mereka berbohong dalam ucapan mereka. Ini karena mereka telah melihat ayat-ayat yang Allah jadikan sebagai duku-ngan bagi Nuh yang membuat mereka merasa yakin dengan pasti terhadap kebenarannya. (28) Oleh karena itu, ﴾ قَالَ ﴿ "Nuh berkata" kepada mereka menanggapi, ﴾ يَٰقَوۡمِ أَرَءَيۡتُمۡ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٖ مِّن رَّبِّي ﴿ "Hai kaumku, bagaimana pen-dapatmu, jika aku sudah mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Maksudnya berada di atas keyakinan dan kepastian, yakni dia adalah Rasul yang sempurna dan teladan yang ditaati oleh orang-orang yang berakal. Akal tokoh-tokoh besar dibanding akal Nuh adalah kecil. Dia adalah orang yang benar-benar jujur, maka jika dia berkata, "Sesungguhnya aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Cukuplah ucapan ini sebagai bukti dan saksi atas kebe-narannya. ﴾ وَءَاتَىٰنِي رَحۡمَةٗ مِّنۡ عِندِهِۦ ﴿ "Dan Dia memberiku rahmat dari sisiNya." Maksudnya, Dia memberiku wahyu, mengangkatku menjadi rasul dan memberiku nikmat hidayah. ﴾ فَعُمِّيَتۡ عَلَيۡكُمۡ ﴿ "Tetapi rahmat itu di-samarkan bagimu." Maksudnya, tidak jelas bagimu, dan dengannya kamu bermalas-malasan. ﴾ أَنُلۡزِمُكُمُوهَا ﴿ "Apa akan kami paksakan kamu menerimanya." Maksudnya, apakah kami akan memaksamu atas sesuatu yang telah jelas bagi kami sementara kamu masih ragu pada-nya dan kamu tidak menyukainya sehingga kamu berusaha menolak sesuatu yang aku bawa? Itu semua tidak merugikan kami dan tidak menodai keyakinan kami sedikit pun. Ucapan dan dustamu atas kami, tidak menghalangi kami dari sesuatu yang kami imani, paling-paling ia justru menjadi penghalang bagimu yang mengakibatkan kamu menolak tunduk kepada kebenaran yang menurutmu adalah kebatilan. Jika keadaannya telah sampai di sini maka kami tidak kuasa memaksamu kepada perintah Allah dan mewajibkanmu ke-pada sesuatu yang kamu lari darinya. Oleh karena itu, dia berkata, ﴾ أَنُلۡزِمُكُمُوهَا وَأَنتُمۡ لَهَا كَٰرِهُونَ ﴿ "Apa akan kami paksakan kamu menerimanya pa-dahal kamu tiada menyukainya?" (29) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ لَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, aku tiada meminta bagi seruanku," atas dakwahku kepada kalian ﴾ مَالًاۖ ﴿ "harta benda (sebagai upah)", karena kamu akan merasakan beratnya beban. ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِۚ ﴿ "Tidaklah upahku melainkan dari Allah." Dan sepertinya mereka menuntut pengusiran orang-orang Mukmin yang lemah, maka dia menjawab mereka, ﴾ وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْۚ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman", tidak layak dan tidak pantas bagiku untuk melakukan hal itu, justru aku menyambut mereka dengan gembira, penghormatan, penghargaan dan kegembiraan. ﴾ إِنَّهُم مُّلَٰقُواْ رَبِّهِمۡ ﴿ "Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Rabbnya." Maka Dia membalas iman dan takwa mereka dengan surga kenikmatan. ﴾ وَلَٰكِنِّيٓ أَرَىٰكُمۡ قَوۡمٗا تَجۡهَلُونَ ﴿ "Akan tetapi aku memandangmu suatu kaum yang tidak mengetahui." Di mana kamu menyuruhku mengusir wali-wali Allah dan menjauhkan mereka dariku, di mana kamu telah menolak kebenaran, karena mereka adalah para pengikutnya, di mana kamu berdalil atas batilnya kebe-naran dengan ucapan, "Sesungguhnya aku hanyalah manusia biasa sepertimu, dan bahwa kami tidak memiliki keutamaan atasmu." (30) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ مَن يَنصُرُنِي مِنَ ٱللَّهِ إِن طَرَدتُّهُمۡۚ ﴿ "Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir me-reka." Maksudnya, siapa yang melindungiku dari azabNya, karena mengusir mereka menyebabkan turunnya azab dan siksa yang mana tidak ada pelindung selain Allah. ﴾ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ﴿ "Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran?" Apa yang lebih berguna dan lebih baik bagi-mu, dan semestinya kamu merenungkan segala urusan. (31) ﴾ وَلَآ أَقُولُ لَكُمۡ عِندِي خَزَآئِنُ ٱللَّهِ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ وَلَآ أَقُولُ إِنِّي مَلَكٞ ﴿ "Dan aku ti-dak mengatakan kepada kamu (bahwa), 'aku mempunyai gudang-gudang rizki dan kekayaan dari Allah, dan aku tiada mengetahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan, 'Sesungguhnya aku adalah malaikat'." Aku hanyalah seorang Rasul Allah kepadamu, aku memberimu berita gembira dan peringatan, selain itu aku tidak sedikitpun mempunyai wewenang. Kekayaan Allah tidak ada padaku sehingga aku bisa mengaturnya dan memberikannya kepada orang yang aku kehen-daki, dan menghalanginya dari orang yang aku kehendaki. ﴾ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ ﴿ "Dan aku tiada mengetahui yang ghaib", sehingga aku bisa me-ngabarkan rahasiamu dan batinmu. ﴾ وَلَآ أَقُولُ إِنِّي مَلَكٞ ﴿ "Dan tidak (pula) aku mengatakan, 'Sesungguhnya aku adalah malaikat'." Maknanya adalah aku tidak mengklaim tingkatan di atas tingkatanku, tidak pula posisi melainkan posisi di mana Allah mendudukkanku pada-nya, tidak pula aku menghukum manusia berdasarkan dugaanku. Aku tidak ﴾ أَقُولُ لِلَّذِينَ تَزۡدَرِيٓ أَعۡيُنُكُمۡ ﴿ "mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu", yakni orang-orang Mukmin yang lemah yang diremehkan oleh para pembesar orang-orang kafir. ﴾ لَن يُؤۡتِيَهُمُ ٱللَّهُ خَيۡرًاۖ ٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِمَا فِيٓ أَنفُسِهِمۡ ﴿ "Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka, Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka." Jika mereka benar dalam urusan iman mereka, maka me-reka mendapatkan banyak kebaikan, jika tidak demikian, maka hisab mereka menjadi tanggung jawab Allah. ﴾ إِنِّيٓ إِذٗا ﴿ "Sesungguh-nya aku kalau begitu", jika aku mengatakan sesuatu dari yang di atas ﴾ لَّمِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "benar-benar termasuk orang-orang yang zhalim." Ini adalah pemutus asaan dari Nuh kepada kaumnya untuk mengusir orang-orang Mukmin yang miskin atau membenci mereka sekaligus meyakinkan kaumnya dengan cara-cara yang meyakinkan bagi orang yang berpikir obyektif. 9 (32) Tatkala mereka melihat Nuh tidak berhenti dari dak-wahnya dan mereka sendiri tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, maka ﴾ قَالُواْ يَٰنُوحُ قَدۡ جَٰدَلۡتَنَا فَأَكۡثَرۡتَ جِدَٰلَنَا فَأۡتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "mereka berkata, 'Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah berbantah-bantahan dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar?" Betapa bodohnya me-reka, betapa sesatnya mereka, di mana mereka mengucapkan kata-kata ini kepada Nabi mereka yang tulus. Jika mereka benar, mengapa mereka tidak mengatakan, 'Hai Nuh, kamu telah menasihati kami, mengasihi kami dan menyeru kami kepada perkara-perkara yang belum jelas bagi kami, maka kami ingin kamu menjelaskannya agar kami bisa mengikutimu, jika tidak maka terima kasih atas nasihat-mu." Sungguh ini adalah jawaban yang obyektif bagi orang yang di-seru kepada perkara yang samar baginya, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang dusta dalam kata-kata mereka, lancang terhadap Nabi mereka. Mereka tidak menolak kata-katanya dengan syubhat paling rendah, terlebih lagi menolak dengan hujjah. Oleh karena itu, mereka membelok karena kebodohan dan kesesatan mereka kepada permintaan disegerakannya azab, dan menantang Allah. (33) Oleh karena itu, Nuh menjawab mereka dengan ber-kata, ﴾ إِنَّمَا يَأۡتِيكُم بِهِ ٱللَّهُ إِن شَآءَ ﴿ "Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki." Maksudnya, jika hikmah dan kehendakNya menuntutNya menurunkan siksa kepadamu, maka Dia akan melakukan itu ﴾ وَمَآ أَنتُم بِمُعۡجِزِينَ ﴿ "Dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri", dari Allah, sedangkan aku sendiri tidak memiliki wewenang apa pun. (34) ﴾ وَلَا يَنفَعُكُمۡ نُصۡحِيٓ إِنۡ أَرَدتُّ أَنۡ أَنصَحَ لَكُمۡ إِن كَانَ ٱللَّهُ يُرِيدُ أَن يُغۡوِيَكُمۡۚ ﴿ "Dan tidaklah nasihatku bermanfaat kepadamu jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkanmu." Maksudnya, keinginan Allah-lah yang akan menang, jika Dia hendak menyesatkanmu karena kamu menolak kebenaran meskipun aku sudah berusaha sekuat tenaga memberimu nasihat dengan baik –Nuh telah mela-kukan itu– tetap saja hal itu tidak berguna bagimu sedikit pun.﴾ هُوَ رَبُّكُمۡ ﴿ "Dia adalah Rabbmu," melakukan apa yang dikehendakiNya dan menetapkan hukum yang diinginkanNya. ﴾ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ﴿ "Dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan." Lalu Dia membalas perbuatanmu. (35) ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Malahan kaum Nuh itu berkata, 'Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja." Kata ganti ini mengandung ke-mungkinan kembali kepada Nuh sebagaimana konteks ucapan yang membicarakan Nuh dengan kaumnya, maknanya adalah bahwa kaumnya berkata, "Nuh telah berdusta atas Nama Allah, berdusta tentang wahyu yang dia klaim bahwa ia dari Allah. Dan bahwa Allah memintanya untuk berkata, ﴾ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَعَلَيَّ إِجۡرَامِي وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُجۡرِمُونَ ﴿ "Katakanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat." Masing-masing memikul dosanya. ﴾ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰۗ ﴿ "Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain." (Al-Isra`: 15). Dan mengandung kemungkinan ia kembali kepada Nabi Muhammad ﷺ. Jadi ayat ini merupakan sisipan di tengah-tengah kisah Nuh dengan kaumnya karena ia termasuk perkara yang tidak diketahui oleh para Nabi. Tatkala Allah mulai menceritakannya kepada RasulNya, dan itu termasuk bukti-bukti yang menunjukkan kebenaran risalahnya, maka Dia pun menyebutkan pendustaan ka-umnya kepadanya dengan penjelasan yang sempurna, seraya Dia berfirman, ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Apakah mereka berkata, 'Dia telah membuat-buatnya?'" Yakni al-Qur`an ini dibuat-buat oleh Muhammad dari dirinya sendiri. Ini termasuk kata-kata yang paling aneh dan yang paling batil, karena mereka mengetahui bahwa dia (Muhammad) tidak mem-baca dan tidak menulis serta tidak pernah pergi dari mereka untuk mengkaji kitab-kitab, lalu dia hadir dengan kitab ini yang menantang mereka agar menghadirkan satu surat yang semisal dengannya. Jika mereka tetap mengklaim –dengan realita yang demikian– bahwa Muhammad membuat-buatnya, maka jelaslah bahwa mereka itu hanya sekedar menentang. Tak ada lagi guna berdebat dengan me-reka, bahkan yang cocok dalam kondisi ini adalah berpaling dari mereka. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَعَلَيَّ إِجۡرَامِي ﴿ "Kata-kanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku", dan kebohonganku. ﴾ وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُجۡرِمُونَ ﴿ "Dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat." Yakni mengapa kamu terus menuduhku berdusta. (36) FirmanNya, ﴾ وَأُوحِيَ إِلَىٰ نُوحٍ أَنَّهُۥ لَن يُؤۡمِنَ مِن قَوۡمِكَ إِلَّا مَن قَدۡ ءَامَنَ ﴿ "Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja)." Yakni mereka adalah orang-orang yang keras (hatinya). ﴾ فَلَا تَبۡتَئِسۡ بِمَا كَانُواْ يَفۡعَلُونَ ﴿ "Ka-rena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan." Jangan bersedih, jangan hiraukan mereka dan keadaan mereka, karena Allah telah murka kepada mereka dan menimpakan azabNya yang tak bisa ditolak. (37) ﴾ وَٱصۡنَعِ ٱلۡفُلۡكَ بِأَعۡيُنِنَا وَوَحۡيِنَا ﴿ "Dan buatlah bahtera itu dengan mata (pengawasan) dan petunjuk wahyu Kami." Maksudnya, di bawah penjagaan Kami, pengawasan Kami dan keridhaan dari Kami.﴾ وَلَا تُخَٰطِبۡنِي فِي ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ ﴿ "Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu." Maksudnya, jangan mendebatku dalam perkara pembinasaan mereka. ﴾ إِنَّهُم مُّغۡرَقُونَ ﴿ "Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan." Maksudnya, ketetapanKu telah berlaku atas mereka dan takdirKu telah berjalan pada mereka. (38) Nuh menaati perintah Allah تعالى, dia mulai membuat bahtera. ﴾ وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيۡهِ مَلَأٞ مِّن قَوۡمِهِۦ ﴿ "Dan setiap kali pemimpin kaumnya ber-jalan melewati Nuh", dan melihat perahu yang Nuh buat ﴾ سَخِرُواْ مِنۡهُۚ قَالَ إِن تَسۡخَرُواْ مِنَّا ﴿ "mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh, 'Jika kamu mengejek kami", sekarang ﴾ فَإِنَّا نَسۡخَرُ مِنكُمۡ كَمَا تَسۡخَرُونَ ﴿ "maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami)." (39) ﴾ فَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَ مَن يَأۡتِيهِ عَذَابٞ يُخۡزِيهِ وَيَحِلُّ عَلَيۡهِ عَذَابٞ مُّقِيمٌ ﴿ "Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakan-nya dan siapa yang akan ditimpa azab yang kekal". Kami atau kamu? Mereka mengetahuinya ketika azab turun menimpa mereka. (40) ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَمۡرُنَا ﴿ "Hingga apabila perintah Kami datang", yakni takdir kami tentang turunnya azab kepada mereka, ﴾ وَفَارَ ٱلتَّنُّورُ ﴿ "dan dapur perapian telah memancarkan air." Yakni Allah menurun-kan hujan deras dan memancarkan bumi dengan mata air sampai-sampai tungku di dapur yang biasanya menyala dengan api dan jauh dari air ikut serta memancarkan air, maka kedua air itu bertemu atas dasar perkara yang telah ditakdirkan. ﴾ قُلۡنَا ﴿ "Kami berfirman, kepada Nuh, ﴾ ٱحۡمِلۡ فِيهَا مِن كُلّٖ زَوۡجَيۡنِ ٱثۡنَيۡنِ ﴿ "Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina)." Maksud-nya, jantan dan betina dari setiap spesies makhluk agar cikal bakal makhluk tetap terjaga. Adapun sisa spesies yang lebih dari sepasang, maka ia tidak diangkut karena perahu tidak mampu membawanya. ﴾ وَأَهۡلَكَ إِلَّا مَن سَبَقَ عَلَيۡهِ ٱلۡقَوۡلُ ﴿ "Dan keluargamu kecuali orang yang ketetapan (takdira) terhadapnya telah terdahulu", dari golongan kaum kafir seperti anaknya yang tenggelam. ﴾ وَمَنۡ ءَامَنَۚ ﴿ "Dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman." Padahal ketika itu ﴾ م َ ا ءَامَنَ مَعَهُۥٓ إِلَّا قَلِيلٞ ﴿ "tidak beriman ber-sama dengan Nuh itu kecuali sedikit." (41) ﴾ وَقَالَ ﴿ "Dan Nuh berkata", kepada orang-orang yang Allah perintahkan agar mereka diangkut. ﴾ ٱرۡكَبُواْ فِيهَا بِسۡمِ ٱللَّهِ مَجۡر۪ىٰهَا وَمُرۡسَىٰهَآۚ ﴿ "Naik-lah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya." Bahtera itu berlayar dengan nama Allah, berlabuh dengan nama Allah dan berjalan dengan perintah dan instruksiNya. ﴾ إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٞ رَّحِيمٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Di mana Dia mengampuni kami, menyayangi kami dan menyelamatkan kami dari kaum yang zhalim. (42) Kemudian Allah menjelaskan bagaimana bahtera itu berlayar seolah-olah kita melihatnya, seraya Dia berfirman,﴾ وَهِيَ تَجۡرِي بِهِمۡ ﴿ "Dan bahtera itu berlayar membawa mereka", Nuh dan orang-orang yang bersamanya ﴾ فِي مَوۡجٖ كَٱلۡجِبَالِ ﴿ "dalam gelombang laksana gunung." Allah-lah Penjaganya dan Penjaga penumpangnya. ﴾ وَنَادَىٰ نُوحٌ ٱبۡنَهُۥ ﴿ "Dan Nuh memanggil anaknya", ketika dia naik supaya sang anak naik bersamanya, ﴾ وَكَانَ فِي مَعۡزِلٖ ﴿ "sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil", dari mereka ketika mereka naik. Maksudnya, dia menjauh sementara Nuh ingin agar dia mendekat untuk naik. Nuh berkata kepadanya, ﴾ يَٰبُنَيَّ ٱرۡكَب مَّعَنَا وَلَا تَكُن مَّعَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami, dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir." Akibatnya kamu akan tertimpa azab yang menimpa mereka. (43) Anaknya menyanggah untuk mendustakan ucapan ba-paknya bahwa tiada yang selamat kecuali orang yang naik perahu bersamanya. ﴾ سَـَٔاوِيٓ إِلَىٰ جَبَلٖ يَعۡصِمُنِي مِنَ ٱلۡمَآءِۚ ﴿ "Aku akan mencari perlindu-ngan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Maksudnya, aku akan naik ke gunung yang melindungiku dari banjir. Nuh ber-seru, ﴾ لَا عَاصِمَ ٱلۡيَوۡمَ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِ إِلَّا مَن رَّحِمَۚ ﴿ "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang." Tidak ada gunung dan lainnya yang menyelamatkan seseorang meskipun dia mengambil cara apa pun, dia tetap tidak akan selamat jika Allah tidak menyelamatkannya. ﴾ وَحَالَ بَيۡنَهُمَا ٱلۡمَوۡجُ فَكَانَ مِنَ ٱلۡمُغۡرَقِينَ ﴿ "Dan gelom-bang menjadi penghalang antara keduanya, maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." (44) Ketika Allah menenggelamkan mereka dan menyela-matkan Nuh dan orang-orangnya maka ﴾ وَقِيلَ يَٰٓأَرۡضُ ٱبۡلَعِي مَآءَكِ ﴿ "Difirman-kan, 'Hai bumi telanlah airmu'," yang keluar darimu dan yang turun kepadamu, telanlah air yang ada di permukaanmu, ﴾ وَيَٰسَمَآءُ أَقۡلِعِي ﴿ "dan hai langit (hujan) berhentilah," maka keduanya menaati perintah Allah. Bumi menelan airnya dan langit menghentikan hujannya, hingga air di bumi pun surut. ﴾ وَقُضِيَ ٱلۡأَمۡرُ ﴿ "Perintah pun diselesaikan", dengan dibinasakannya orang-orang yang mendustakan dan diselamatkan-nya orang-orang Mukmin. ﴾ وَٱسۡتَوَتۡ عَلَى ٱلۡجُودِيِّۖ ﴿ "Dan bahtera itu pun ber-labuh di atas bukit Judi", yaitu perahu itu berhenti di gunung itu yang terkenal dari negeri Maushil. ﴾ وَقِيلَ بُعۡدٗا لِّلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Dan dikatakan, 'Binasalah orang-orang yang zhalim'." Maksudnya, kebinasaan me-reka diikuti dengan laknat, kemurkaan dan kemarahan yang selalu bersama mereka. (45) ﴾ وَنَادَىٰ نُوحٞ رَّبَّهُۥ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ٱبۡنِي مِنۡ أَهۡلِي وَإِنَّ وَعۡدَكَ ٱلۡحَقُّ ﴿ "Dan Nuh ber-seru kepada Rabbnya sambil berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMu itulah yang benar'." Maksudnya, Engkau telah berkata kepadaku, "Angkutlah dari ma-sing-masing hewan (jantan dan betina) dan keluargamu," dan Engkau tidak akan menyelisihi janjiMu kepadaku. Boleh jadi Nuh terbawa oleh rasa kasih sayangnya, dan bahwa Allah menjanjikan kesela-matan keluarganya, sehingga dia mengira bahwa janjiNya berlaku umum kepada keluarganya yang beriman dan yang tidak beriman. Oleh karena itu, dia berdoa kepada Allah dengan doa itu, meski begitu dia menyerahkan urusannya kepada hikmah Allah yang mendalam. (46) Allah berfirman kepadanya, ﴾ إِنَّهُۥ لَيۡسَ مِنۡ أَهۡلِكَۖ ﴿ "Sesungguh-nya dia bukanlah termasuk keluargamu", yang Aku janjikan kepadamu selamat. ﴾ إِنَّهُۥ عَمَلٌ غَيۡرُ صَٰلِحٖۖ ﴿ "Sesungguhnya (perbuatannya) adalah perbuatan yang tidak baik." Maksudnya, doa yang kamu ucapkan untuk kese-lamatan orang kafir yang tidak beriman kepada Allah dan RasulNya. ﴾ فَلَا تَسۡـَٔلۡنِ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌۖ ﴿ "Sebab itu janganlah kamu memohon kepadaKu se-suatu yang kamu tidak mengetahui hakikat(nya)." Yang kamu tidak mengetahui akhirnya dan akibatnya, apakah ia baik atau tidak baik. ﴾ إِنِّيٓ أَعِظُكَ أَن تَكُونَ مِنَ ٱلۡجَٰهِلِينَ ﴿ "Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan." Sesungguhnya Aku menasihatimu dengan nasihat yang dengan-nya kamu termasuk orang-orang yang sempurna, dan dengannya kamu selamat dari sifat orang-orang yang bodoh. (47) Pada saat itu Nuh sangat menyesal atas apa yang dila-kukannya, dan ﴾ قَالَ رَبِّ إِنِّيٓ أَعُوذُ بِكَ أَنۡ أَسۡـَٔلَكَ مَا لَيۡسَ لِي بِهِۦ عِلۡمٞۖ وَإِلَّا تَغۡفِرۡ لِي وَتَرۡحَمۡنِيٓ أَكُن مِّنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ﴿ "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku berlindung kepada- Mu untuk memohon sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang me-rugi." Dengan ampunan dan rahmat, seorang hamba selamat dari kerugian. Ini menunjukkan bahwa Nuh عليه السلام tidak memiliki ilmu bahwa pertanyaannya kepada Allah tentang anaknya adalah haram dan termasuk ke dalam Firman Allah, ﴾ وَلَا تُخَٰطِبۡنِي فِي ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ إِنَّهُم مُّغۡرَقُونَ ﴿ "Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu, sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan." Akan tetapi ada dua perkara yang bertentangan padanya, dia mengira ia masuk ke dalam FirmanNya, ﴾ وَأَهۡلَكَ ﴿ "Dan keluargamu." Dan setelah itu, jelaslah baginya bahwa ia termasuk ke dalam larangan terhadap mendoakan mereka dan mengulang-ulangnya untuk mereka. (48) ﴾ قِيلَ يَٰنُوحُ ٱهۡبِطۡ بِسَلَٰمٖ مِّنَّا وَبَرَكَٰتٍ عَلَيۡكَ وَعَلَىٰٓ أُمَمٖ مِّمَّن مَّعَكَۚ ﴿ "Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang Mukmin) dari orang-orang yang bersamamu", dari kalangan manusia dan pasangan binatang yang dia bawa bersamanya. Allah memberkahi semuanya sehingga me-reka memenuhi seluruh penjuru bumi. ﴾ وَأُمَمٞ سَنُمَتِّعُهُمۡ ﴿ "Dan akan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka", dalam kehi-dupan dunia, ﴾ ثُمَّ يَمَسُّهُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٞ ﴿ "kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami." Penyelamatan ini tidak menghalangi Kami untuk menghukum orang yang kafir setelah itu meskipun dia diberi kenikmatan sesaat, dia tetap akan dihukum setelah itu. (49) Allah berfirman kepada NabiNya, Muhammad setelah menyampaikan kisah yang gamblang ini yang tidak diketahui ke-cuali oleh orang yang Allah beri nikmat kerasulan. ﴾ تِلۡكَ مِنۡ أَنۢبَآءِ ٱلۡغَيۡبِ نُوحِيهَآ إِلَيۡكَۖ مَا كُنتَ تَعۡلَمُهَآ أَنتَ وَلَا قَوۡمُكَ مِن قَبۡلِ هَٰذَاۖ ﴿ "Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini." Me-reka berkata, "Dia mengetahuinya, maka bersyukurlah kepada Allah dan bersabarlah kamu, berpegang teguhlah pada agamamu yang benar, jalan yang lurus dan dakwah kepada Allah. ﴾ إِنَّ ٱلۡعَٰقِبَةَ لِلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang ber-takwa." Orang-orang yang menjauhi syirik dan dosa-dosa yang lain, maka kesudahan yang baik akan menjadi milikmu dan milik kaum-mu sebagaimana terjadi pada Nuh dan kaumnya.

Hud 11:40

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaum-nya, (dia berkata), 'Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagimu, agar kamu tidak menyembah kecuali Allah. Sesungguhnya aku mengkhawatirkanmu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan.' Maka berkatalah pemimpin-pemim-pin yang kafir dari kaumnya, 'Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina-dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta'." (Hud: 25-27) "Nuh berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu, jika aku sudah mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku, dan Dia membe-riku rahmat dari sisiNya, tetapi rahmat itu disamarkan bagimu. Apa akan kami paksakan kamu menerimanya, padahal kamu tiada menyukainya.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, aku tiada meminta harta benda kepadamu (sebagai upah) bagi seruanku. Tidaklah upahku melainkan dari Allah, dan aku sekali-kali tidak akan me-ngusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Rabbnya, akan tetapi aku memandangmu sebagai kaum yang tidak mengetahui.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku meng-usir mereka. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran.' Dan aku tidak mengatakan kepada kamu (bahwa), aku mempunyai gudang-gudang rizki dan kekayaan dari Allah, dan aku tidak juga menge-tahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan, sesungguhnya aku adalah malaikat, dan tidak juga aku mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu, 'Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka.' Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka; sesungguhnya aku, ka-lau begitu benar-benar termasuk orang-orang yang zhalim." (Hud: 28-31) "Mereka berkata, 'Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah ber-bantah-bantahan dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.' Nuh menjawab, 'Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki, dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri. Dan tidaklah nasihatku bermanfaat kepadamu jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkan kamu. Dia adalah Rabbmu, dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan.' Malahan kaum Nuh itu berkata, 'Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja.' Kata-kanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat'." (Hud: 32-35) "Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja), karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan. Dan buatlah bahtera itu dengan mata (pengawasan) dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bi-carakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu; sesung-guhnya mereka itu akan ditenggelamkan. Dan mulailah Nuh mem-buat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nuh, maka mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh, 'Jika kamu me-ngejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagai-mana kamu sekalian mengejek (kami). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan siapa yang akan ditimpa azab yang kekal.' Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur perapian telah memancarkan air, maka Kami berfirman, 'Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang ketetapan (takdir) terhadapnya telah terdahulu dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman.' Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit." (Hud: 36-40) "Dan Nuh berkata, 'Naiklah kamu sekalian ke dalamnya de-ngan menyebut Nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya.' Sesungguhnya Rabbku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam ge-lombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya -sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil-, 'Hai anakku, naik-lah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.' Anaknya menjawab, 'Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!' Nuh berkata, 'Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) yang Maha Penyayang.' Dan gelombang men-jadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." (Hud: 41-43) "Dan difirmankan, 'Hai bumi, telanlah airmu, dan hai langit (hujan), berhentilah,' dan air pun disurutkan, perintah pun disele-saikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi, dan dika-takan, 'Binasalah orang-orang yang zhalim.' Dan Nuh berseru kepada Rabbnya sambil berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMu itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.' Allah berfirman, 'Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya ada-lah perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepadaKu sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat)nya. Se-sungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan'." (Hud: 44-46). "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu untuk memohon sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepa-daku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi.' Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu. Dan akan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kese-nangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami.' Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa." (Hud: 47-49) (25) ﴾ وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا نُوحًا ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh", Rasul pertama ﴾ إِلَىٰ قَوۡمِهِۦٓ ﴿ "kepada kaumnya." Mengajak mereka kepada Allah dan melarang mereka berbuat syirik. Dia berkata,﴾ إِنِّي لَكُمۡ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagimu." Maksudnya, aku menjelaskan kepadamu sesuatu yang mana aku memperingatkanmu dengannya sebagai penjelasan yang menghilangkan kerancuan permasalahan. (26) ﴾ أَن لَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّا ٱللَّهَۖ ﴿ "Agar kamu tidak menyembah kecuali Allah." Maksudnya, ikhlaskanlah ibadah hanya kepada Allah semata, tinggalkan semua yang disembah selain Allah.﴾ إِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٍ أَلِيمٖ ﴿ "Sesungguhnya aku mengkhawatirkanmu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan." Jika kamu tidak mentauhidkan Allah dan menaatiku. (27) ﴾ فَقَالَ ٱلۡمَلَأُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَوۡمِهِۦ ﴿ "Maka berkatalah pemimpin-pe-mimpin yang kafir dari kaumnya", yakni orang-orang terhormat dan para pembesar kaumnya menolak dakwah Nuh عليه السلام sebagaimana kebiasaan yang berlaku pada orang seperti mereka bahwa mereka-lah yang pertama kali menolak dakwah para rasul, ﴾ مَا نَرَىٰكَ إِلَّا بَشَرٗا مِّثۡلَنَا ﴿ "Kami tidak melihatmu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami." Ini adalah penghalang –menurut mereka– untuk me-ngikutinya, padahal sebenarnya itulah yang benar yang tidak ada kebenaran selainnya, karena manusia hanya mungkin belajar dari manusia dan berdialog dengannya dalam segala urusan, lain halnya dengan malaikat. ﴾ وَمَا نَرَىٰكَ ٱتَّبَعَكَ إِلَّا ٱلَّذِينَ هُمۡ أَرَاذِلُنَا ﴿ "Dan kami tidak me-lihat orang-orang yang mengikutimu, melainkan orang-orang yang hina-dina di antara kami." Maksudnya, kami melihat yang mengikutimu hanyalah orang-orang hina lagi rendah di antara kami –menurut mereka– padahal sebenarnya mereka adalah orang-orang yang mulia dan manusia yang berakal yang tunduk kepada kebenaran. Mereka bukan orang-orang hina seperti yang dibilang oleh pembe-sar-pembesar kaum yang mengikuti semua setan yang bengal dan mengangkat tuhan-tuhan dari batu dan pohon lalu mereka mende-katkan diri kepadanya dan bersujud. Apakah kamu tahu ada yang lebih hina dan rendah daripada mereka? Ucapan mereka, ﴾ بَادِيَ ٱلرَّأۡيِ ﴿ "yang lekas percaya saja." Maksudnya, mereka hanya mengikutimu tanpa berpikir dan menimbang, tetapi hanya disebabkan kamu me-ngajak mereka, langsung mereka mengikutimu. Maksud mereka dengan itu adalah bahwa mereka bukanlah orang-orang yang menge-tahui urusan. Mereka tidak mengetahui bahwa akal yang spontan mengajak kepada kebenaran yang nyata. Begitu kebenaran sampai kepada ulul albab, mereka langsung mengenali dan mengetahuinya, tidak seperti perkara yang samar yang memerlukan pemikiran dan perenungan panjang. ﴾ وَمَا نَرَىٰ لَكُمۡ عَلَيۡنَا مِن فَضۡلِۭ ﴿ "Dan kami tidak melihatmu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami." Maksudnya, kamu tidak lebih baik dari-pada kami yang membuat kami tunduk kepadamu. ﴾ بَلۡ نَظُنُّكُمۡ كَٰذِبِينَ ﴿ "Bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta." Mereka berbohong dalam ucapan mereka. Ini karena mereka telah melihat ayat-ayat yang Allah jadikan sebagai duku-ngan bagi Nuh yang membuat mereka merasa yakin dengan pasti terhadap kebenarannya. (28) Oleh karena itu, ﴾ قَالَ ﴿ "Nuh berkata" kepada mereka menanggapi, ﴾ يَٰقَوۡمِ أَرَءَيۡتُمۡ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٖ مِّن رَّبِّي ﴿ "Hai kaumku, bagaimana pen-dapatmu, jika aku sudah mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Maksudnya berada di atas keyakinan dan kepastian, yakni dia adalah Rasul yang sempurna dan teladan yang ditaati oleh orang-orang yang berakal. Akal tokoh-tokoh besar dibanding akal Nuh adalah kecil. Dia adalah orang yang benar-benar jujur, maka jika dia berkata, "Sesungguhnya aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Cukuplah ucapan ini sebagai bukti dan saksi atas kebe-narannya. ﴾ وَءَاتَىٰنِي رَحۡمَةٗ مِّنۡ عِندِهِۦ ﴿ "Dan Dia memberiku rahmat dari sisiNya." Maksudnya, Dia memberiku wahyu, mengangkatku menjadi rasul dan memberiku nikmat hidayah. ﴾ فَعُمِّيَتۡ عَلَيۡكُمۡ ﴿ "Tetapi rahmat itu di-samarkan bagimu." Maksudnya, tidak jelas bagimu, dan dengannya kamu bermalas-malasan. ﴾ أَنُلۡزِمُكُمُوهَا ﴿ "Apa akan kami paksakan kamu menerimanya." Maksudnya, apakah kami akan memaksamu atas sesuatu yang telah jelas bagi kami sementara kamu masih ragu pada-nya dan kamu tidak menyukainya sehingga kamu berusaha menolak sesuatu yang aku bawa? Itu semua tidak merugikan kami dan tidak menodai keyakinan kami sedikit pun. Ucapan dan dustamu atas kami, tidak menghalangi kami dari sesuatu yang kami imani, paling-paling ia justru menjadi penghalang bagimu yang mengakibatkan kamu menolak tunduk kepada kebenaran yang menurutmu adalah kebatilan. Jika keadaannya telah sampai di sini maka kami tidak kuasa memaksamu kepada perintah Allah dan mewajibkanmu ke-pada sesuatu yang kamu lari darinya. Oleh karena itu, dia berkata, ﴾ أَنُلۡزِمُكُمُوهَا وَأَنتُمۡ لَهَا كَٰرِهُونَ ﴿ "Apa akan kami paksakan kamu menerimanya pa-dahal kamu tiada menyukainya?" (29) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ لَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, aku tiada meminta bagi seruanku," atas dakwahku kepada kalian ﴾ مَالًاۖ ﴿ "harta benda (sebagai upah)", karena kamu akan merasakan beratnya beban. ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِۚ ﴿ "Tidaklah upahku melainkan dari Allah." Dan sepertinya mereka menuntut pengusiran orang-orang Mukmin yang lemah, maka dia menjawab mereka, ﴾ وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْۚ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman", tidak layak dan tidak pantas bagiku untuk melakukan hal itu, justru aku menyambut mereka dengan gembira, penghormatan, penghargaan dan kegembiraan. ﴾ إِنَّهُم مُّلَٰقُواْ رَبِّهِمۡ ﴿ "Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Rabbnya." Maka Dia membalas iman dan takwa mereka dengan surga kenikmatan. ﴾ وَلَٰكِنِّيٓ أَرَىٰكُمۡ قَوۡمٗا تَجۡهَلُونَ ﴿ "Akan tetapi aku memandangmu suatu kaum yang tidak mengetahui." Di mana kamu menyuruhku mengusir wali-wali Allah dan menjauhkan mereka dariku, di mana kamu telah menolak kebenaran, karena mereka adalah para pengikutnya, di mana kamu berdalil atas batilnya kebe-naran dengan ucapan, "Sesungguhnya aku hanyalah manusia biasa sepertimu, dan bahwa kami tidak memiliki keutamaan atasmu." (30) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ مَن يَنصُرُنِي مِنَ ٱللَّهِ إِن طَرَدتُّهُمۡۚ ﴿ "Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir me-reka." Maksudnya, siapa yang melindungiku dari azabNya, karena mengusir mereka menyebabkan turunnya azab dan siksa yang mana tidak ada pelindung selain Allah. ﴾ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ﴿ "Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran?" Apa yang lebih berguna dan lebih baik bagi-mu, dan semestinya kamu merenungkan segala urusan. (31) ﴾ وَلَآ أَقُولُ لَكُمۡ عِندِي خَزَآئِنُ ٱللَّهِ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ وَلَآ أَقُولُ إِنِّي مَلَكٞ ﴿ "Dan aku ti-dak mengatakan kepada kamu (bahwa), 'aku mempunyai gudang-gudang rizki dan kekayaan dari Allah, dan aku tiada mengetahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan, 'Sesungguhnya aku adalah malaikat'." Aku hanyalah seorang Rasul Allah kepadamu, aku memberimu berita gembira dan peringatan, selain itu aku tidak sedikitpun mempunyai wewenang. Kekayaan Allah tidak ada padaku sehingga aku bisa mengaturnya dan memberikannya kepada orang yang aku kehen-daki, dan menghalanginya dari orang yang aku kehendaki. ﴾ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ ﴿ "Dan aku tiada mengetahui yang ghaib", sehingga aku bisa me-ngabarkan rahasiamu dan batinmu. ﴾ وَلَآ أَقُولُ إِنِّي مَلَكٞ ﴿ "Dan tidak (pula) aku mengatakan, 'Sesungguhnya aku adalah malaikat'." Maknanya adalah aku tidak mengklaim tingkatan di atas tingkatanku, tidak pula posisi melainkan posisi di mana Allah mendudukkanku pada-nya, tidak pula aku menghukum manusia berdasarkan dugaanku. Aku tidak ﴾ أَقُولُ لِلَّذِينَ تَزۡدَرِيٓ أَعۡيُنُكُمۡ ﴿ "mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu", yakni orang-orang Mukmin yang lemah yang diremehkan oleh para pembesar orang-orang kafir. ﴾ لَن يُؤۡتِيَهُمُ ٱللَّهُ خَيۡرًاۖ ٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِمَا فِيٓ أَنفُسِهِمۡ ﴿ "Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka, Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka." Jika mereka benar dalam urusan iman mereka, maka me-reka mendapatkan banyak kebaikan, jika tidak demikian, maka hisab mereka menjadi tanggung jawab Allah. ﴾ إِنِّيٓ إِذٗا ﴿ "Sesungguh-nya aku kalau begitu", jika aku mengatakan sesuatu dari yang di atas ﴾ لَّمِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "benar-benar termasuk orang-orang yang zhalim." Ini adalah pemutus asaan dari Nuh kepada kaumnya untuk mengusir orang-orang Mukmin yang miskin atau membenci mereka sekaligus meyakinkan kaumnya dengan cara-cara yang meyakinkan bagi orang yang berpikir obyektif. 9 (32) Tatkala mereka melihat Nuh tidak berhenti dari dak-wahnya dan mereka sendiri tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, maka ﴾ قَالُواْ يَٰنُوحُ قَدۡ جَٰدَلۡتَنَا فَأَكۡثَرۡتَ جِدَٰلَنَا فَأۡتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "mereka berkata, 'Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah berbantah-bantahan dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar?" Betapa bodohnya me-reka, betapa sesatnya mereka, di mana mereka mengucapkan kata-kata ini kepada Nabi mereka yang tulus. Jika mereka benar, mengapa mereka tidak mengatakan, 'Hai Nuh, kamu telah menasihati kami, mengasihi kami dan menyeru kami kepada perkara-perkara yang belum jelas bagi kami, maka kami ingin kamu menjelaskannya agar kami bisa mengikutimu, jika tidak maka terima kasih atas nasihat-mu." Sungguh ini adalah jawaban yang obyektif bagi orang yang di-seru kepada perkara yang samar baginya, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang dusta dalam kata-kata mereka, lancang terhadap Nabi mereka. Mereka tidak menolak kata-katanya dengan syubhat paling rendah, terlebih lagi menolak dengan hujjah. Oleh karena itu, mereka membelok karena kebodohan dan kesesatan mereka kepada permintaan disegerakannya azab, dan menantang Allah. (33) Oleh karena itu, Nuh menjawab mereka dengan ber-kata, ﴾ إِنَّمَا يَأۡتِيكُم بِهِ ٱللَّهُ إِن شَآءَ ﴿ "Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki." Maksudnya, jika hikmah dan kehendakNya menuntutNya menurunkan siksa kepadamu, maka Dia akan melakukan itu ﴾ وَمَآ أَنتُم بِمُعۡجِزِينَ ﴿ "Dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri", dari Allah, sedangkan aku sendiri tidak memiliki wewenang apa pun. (34) ﴾ وَلَا يَنفَعُكُمۡ نُصۡحِيٓ إِنۡ أَرَدتُّ أَنۡ أَنصَحَ لَكُمۡ إِن كَانَ ٱللَّهُ يُرِيدُ أَن يُغۡوِيَكُمۡۚ ﴿ "Dan tidaklah nasihatku bermanfaat kepadamu jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkanmu." Maksudnya, keinginan Allah-lah yang akan menang, jika Dia hendak menyesatkanmu karena kamu menolak kebenaran meskipun aku sudah berusaha sekuat tenaga memberimu nasihat dengan baik –Nuh telah mela-kukan itu– tetap saja hal itu tidak berguna bagimu sedikit pun.﴾ هُوَ رَبُّكُمۡ ﴿ "Dia adalah Rabbmu," melakukan apa yang dikehendakiNya dan menetapkan hukum yang diinginkanNya. ﴾ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ﴿ "Dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan." Lalu Dia membalas perbuatanmu. (35) ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Malahan kaum Nuh itu berkata, 'Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja." Kata ganti ini mengandung ke-mungkinan kembali kepada Nuh sebagaimana konteks ucapan yang membicarakan Nuh dengan kaumnya, maknanya adalah bahwa kaumnya berkata, "Nuh telah berdusta atas Nama Allah, berdusta tentang wahyu yang dia klaim bahwa ia dari Allah. Dan bahwa Allah memintanya untuk berkata, ﴾ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَعَلَيَّ إِجۡرَامِي وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُجۡرِمُونَ ﴿ "Katakanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat." Masing-masing memikul dosanya. ﴾ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰۗ ﴿ "Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain." (Al-Isra`: 15). Dan mengandung kemungkinan ia kembali kepada Nabi Muhammad ﷺ. Jadi ayat ini merupakan sisipan di tengah-tengah kisah Nuh dengan kaumnya karena ia termasuk perkara yang tidak diketahui oleh para Nabi. Tatkala Allah mulai menceritakannya kepada RasulNya, dan itu termasuk bukti-bukti yang menunjukkan kebenaran risalahnya, maka Dia pun menyebutkan pendustaan ka-umnya kepadanya dengan penjelasan yang sempurna, seraya Dia berfirman, ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Apakah mereka berkata, 'Dia telah membuat-buatnya?'" Yakni al-Qur`an ini dibuat-buat oleh Muhammad dari dirinya sendiri. Ini termasuk kata-kata yang paling aneh dan yang paling batil, karena mereka mengetahui bahwa dia (Muhammad) tidak mem-baca dan tidak menulis serta tidak pernah pergi dari mereka untuk mengkaji kitab-kitab, lalu dia hadir dengan kitab ini yang menantang mereka agar menghadirkan satu surat yang semisal dengannya. Jika mereka tetap mengklaim –dengan realita yang demikian– bahwa Muhammad membuat-buatnya, maka jelaslah bahwa mereka itu hanya sekedar menentang. Tak ada lagi guna berdebat dengan me-reka, bahkan yang cocok dalam kondisi ini adalah berpaling dari mereka. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَعَلَيَّ إِجۡرَامِي ﴿ "Kata-kanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku", dan kebohonganku. ﴾ وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُجۡرِمُونَ ﴿ "Dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat." Yakni mengapa kamu terus menuduhku berdusta. (36) FirmanNya, ﴾ وَأُوحِيَ إِلَىٰ نُوحٍ أَنَّهُۥ لَن يُؤۡمِنَ مِن قَوۡمِكَ إِلَّا مَن قَدۡ ءَامَنَ ﴿ "Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja)." Yakni mereka adalah orang-orang yang keras (hatinya). ﴾ فَلَا تَبۡتَئِسۡ بِمَا كَانُواْ يَفۡعَلُونَ ﴿ "Ka-rena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan." Jangan bersedih, jangan hiraukan mereka dan keadaan mereka, karena Allah telah murka kepada mereka dan menimpakan azabNya yang tak bisa ditolak. (37) ﴾ وَٱصۡنَعِ ٱلۡفُلۡكَ بِأَعۡيُنِنَا وَوَحۡيِنَا ﴿ "Dan buatlah bahtera itu dengan mata (pengawasan) dan petunjuk wahyu Kami." Maksudnya, di bawah penjagaan Kami, pengawasan Kami dan keridhaan dari Kami.﴾ وَلَا تُخَٰطِبۡنِي فِي ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ ﴿ "Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu." Maksudnya, jangan mendebatku dalam perkara pembinasaan mereka. ﴾ إِنَّهُم مُّغۡرَقُونَ ﴿ "Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan." Maksudnya, ketetapanKu telah berlaku atas mereka dan takdirKu telah berjalan pada mereka. (38) Nuh menaati perintah Allah تعالى, dia mulai membuat bahtera. ﴾ وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيۡهِ مَلَأٞ مِّن قَوۡمِهِۦ ﴿ "Dan setiap kali pemimpin kaumnya ber-jalan melewati Nuh", dan melihat perahu yang Nuh buat ﴾ سَخِرُواْ مِنۡهُۚ قَالَ إِن تَسۡخَرُواْ مِنَّا ﴿ "mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh, 'Jika kamu mengejek kami", sekarang ﴾ فَإِنَّا نَسۡخَرُ مِنكُمۡ كَمَا تَسۡخَرُونَ ﴿ "maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami)." (39) ﴾ فَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَ مَن يَأۡتِيهِ عَذَابٞ يُخۡزِيهِ وَيَحِلُّ عَلَيۡهِ عَذَابٞ مُّقِيمٌ ﴿ "Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakan-nya dan siapa yang akan ditimpa azab yang kekal". Kami atau kamu? Mereka mengetahuinya ketika azab turun menimpa mereka. (40) ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَمۡرُنَا ﴿ "Hingga apabila perintah Kami datang", yakni takdir kami tentang turunnya azab kepada mereka, ﴾ وَفَارَ ٱلتَّنُّورُ ﴿ "dan dapur perapian telah memancarkan air." Yakni Allah menurun-kan hujan deras dan memancarkan bumi dengan mata air sampai-sampai tungku di dapur yang biasanya menyala dengan api dan jauh dari air ikut serta memancarkan air, maka kedua air itu bertemu atas dasar perkara yang telah ditakdirkan. ﴾ قُلۡنَا ﴿ "Kami berfirman, kepada Nuh, ﴾ ٱحۡمِلۡ فِيهَا مِن كُلّٖ زَوۡجَيۡنِ ٱثۡنَيۡنِ ﴿ "Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina)." Maksud-nya, jantan dan betina dari setiap spesies makhluk agar cikal bakal makhluk tetap terjaga. Adapun sisa spesies yang lebih dari sepasang, maka ia tidak diangkut karena perahu tidak mampu membawanya. ﴾ وَأَهۡلَكَ إِلَّا مَن سَبَقَ عَلَيۡهِ ٱلۡقَوۡلُ ﴿ "Dan keluargamu kecuali orang yang ketetapan (takdira) terhadapnya telah terdahulu", dari golongan kaum kafir seperti anaknya yang tenggelam. ﴾ وَمَنۡ ءَامَنَۚ ﴿ "Dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman." Padahal ketika itu ﴾ م َ ا ءَامَنَ مَعَهُۥٓ إِلَّا قَلِيلٞ ﴿ "tidak beriman ber-sama dengan Nuh itu kecuali sedikit." (41) ﴾ وَقَالَ ﴿ "Dan Nuh berkata", kepada orang-orang yang Allah perintahkan agar mereka diangkut. ﴾ ٱرۡكَبُواْ فِيهَا بِسۡمِ ٱللَّهِ مَجۡر۪ىٰهَا وَمُرۡسَىٰهَآۚ ﴿ "Naik-lah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya." Bahtera itu berlayar dengan nama Allah, berlabuh dengan nama Allah dan berjalan dengan perintah dan instruksiNya. ﴾ إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٞ رَّحِيمٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Di mana Dia mengampuni kami, menyayangi kami dan menyelamatkan kami dari kaum yang zhalim. (42) Kemudian Allah menjelaskan bagaimana bahtera itu berlayar seolah-olah kita melihatnya, seraya Dia berfirman,﴾ وَهِيَ تَجۡرِي بِهِمۡ ﴿ "Dan bahtera itu berlayar membawa mereka", Nuh dan orang-orang yang bersamanya ﴾ فِي مَوۡجٖ كَٱلۡجِبَالِ ﴿ "dalam gelombang laksana gunung." Allah-lah Penjaganya dan Penjaga penumpangnya. ﴾ وَنَادَىٰ نُوحٌ ٱبۡنَهُۥ ﴿ "Dan Nuh memanggil anaknya", ketika dia naik supaya sang anak naik bersamanya, ﴾ وَكَانَ فِي مَعۡزِلٖ ﴿ "sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil", dari mereka ketika mereka naik. Maksudnya, dia menjauh sementara Nuh ingin agar dia mendekat untuk naik. Nuh berkata kepadanya, ﴾ يَٰبُنَيَّ ٱرۡكَب مَّعَنَا وَلَا تَكُن مَّعَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami, dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir." Akibatnya kamu akan tertimpa azab yang menimpa mereka. (43) Anaknya menyanggah untuk mendustakan ucapan ba-paknya bahwa tiada yang selamat kecuali orang yang naik perahu bersamanya. ﴾ سَـَٔاوِيٓ إِلَىٰ جَبَلٖ يَعۡصِمُنِي مِنَ ٱلۡمَآءِۚ ﴿ "Aku akan mencari perlindu-ngan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Maksudnya, aku akan naik ke gunung yang melindungiku dari banjir. Nuh ber-seru, ﴾ لَا عَاصِمَ ٱلۡيَوۡمَ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِ إِلَّا مَن رَّحِمَۚ ﴿ "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang." Tidak ada gunung dan lainnya yang menyelamatkan seseorang meskipun dia mengambil cara apa pun, dia tetap tidak akan selamat jika Allah tidak menyelamatkannya. ﴾ وَحَالَ بَيۡنَهُمَا ٱلۡمَوۡجُ فَكَانَ مِنَ ٱلۡمُغۡرَقِينَ ﴿ "Dan gelom-bang menjadi penghalang antara keduanya, maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." (44) Ketika Allah menenggelamkan mereka dan menyela-matkan Nuh dan orang-orangnya maka ﴾ وَقِيلَ يَٰٓأَرۡضُ ٱبۡلَعِي مَآءَكِ ﴿ "Difirman-kan, 'Hai bumi telanlah airmu'," yang keluar darimu dan yang turun kepadamu, telanlah air yang ada di permukaanmu, ﴾ وَيَٰسَمَآءُ أَقۡلِعِي ﴿ "dan hai langit (hujan) berhentilah," maka keduanya menaati perintah Allah. Bumi menelan airnya dan langit menghentikan hujannya, hingga air di bumi pun surut. ﴾ وَقُضِيَ ٱلۡأَمۡرُ ﴿ "Perintah pun diselesaikan", dengan dibinasakannya orang-orang yang mendustakan dan diselamatkan-nya orang-orang Mukmin. ﴾ وَٱسۡتَوَتۡ عَلَى ٱلۡجُودِيِّۖ ﴿ "Dan bahtera itu pun ber-labuh di atas bukit Judi", yaitu perahu itu berhenti di gunung itu yang terkenal dari negeri Maushil. ﴾ وَقِيلَ بُعۡدٗا لِّلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Dan dikatakan, 'Binasalah orang-orang yang zhalim'." Maksudnya, kebinasaan me-reka diikuti dengan laknat, kemurkaan dan kemarahan yang selalu bersama mereka. (45) ﴾ وَنَادَىٰ نُوحٞ رَّبَّهُۥ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ٱبۡنِي مِنۡ أَهۡلِي وَإِنَّ وَعۡدَكَ ٱلۡحَقُّ ﴿ "Dan Nuh ber-seru kepada Rabbnya sambil berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMu itulah yang benar'." Maksudnya, Engkau telah berkata kepadaku, "Angkutlah dari ma-sing-masing hewan (jantan dan betina) dan keluargamu," dan Engkau tidak akan menyelisihi janjiMu kepadaku. Boleh jadi Nuh terbawa oleh rasa kasih sayangnya, dan bahwa Allah menjanjikan kesela-matan keluarganya, sehingga dia mengira bahwa janjiNya berlaku umum kepada keluarganya yang beriman dan yang tidak beriman. Oleh karena itu, dia berdoa kepada Allah dengan doa itu, meski begitu dia menyerahkan urusannya kepada hikmah Allah yang mendalam. (46) Allah berfirman kepadanya, ﴾ إِنَّهُۥ لَيۡسَ مِنۡ أَهۡلِكَۖ ﴿ "Sesungguh-nya dia bukanlah termasuk keluargamu", yang Aku janjikan kepadamu selamat. ﴾ إِنَّهُۥ عَمَلٌ غَيۡرُ صَٰلِحٖۖ ﴿ "Sesungguhnya (perbuatannya) adalah perbuatan yang tidak baik." Maksudnya, doa yang kamu ucapkan untuk kese-lamatan orang kafir yang tidak beriman kepada Allah dan RasulNya. ﴾ فَلَا تَسۡـَٔلۡنِ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌۖ ﴿ "Sebab itu janganlah kamu memohon kepadaKu se-suatu yang kamu tidak mengetahui hakikat(nya)." Yang kamu tidak mengetahui akhirnya dan akibatnya, apakah ia baik atau tidak baik. ﴾ إِنِّيٓ أَعِظُكَ أَن تَكُونَ مِنَ ٱلۡجَٰهِلِينَ ﴿ "Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan." Sesungguhnya Aku menasihatimu dengan nasihat yang dengan-nya kamu termasuk orang-orang yang sempurna, dan dengannya kamu selamat dari sifat orang-orang yang bodoh. (47) Pada saat itu Nuh sangat menyesal atas apa yang dila-kukannya, dan ﴾ قَالَ رَبِّ إِنِّيٓ أَعُوذُ بِكَ أَنۡ أَسۡـَٔلَكَ مَا لَيۡسَ لِي بِهِۦ عِلۡمٞۖ وَإِلَّا تَغۡفِرۡ لِي وَتَرۡحَمۡنِيٓ أَكُن مِّنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ﴿ "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku berlindung kepada- Mu untuk memohon sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang me-rugi." Dengan ampunan dan rahmat, seorang hamba selamat dari kerugian. Ini menunjukkan bahwa Nuh عليه السلام tidak memiliki ilmu bahwa pertanyaannya kepada Allah tentang anaknya adalah haram dan termasuk ke dalam Firman Allah, ﴾ وَلَا تُخَٰطِبۡنِي فِي ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ إِنَّهُم مُّغۡرَقُونَ ﴿ "Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu, sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan." Akan tetapi ada dua perkara yang bertentangan padanya, dia mengira ia masuk ke dalam FirmanNya, ﴾ وَأَهۡلَكَ ﴿ "Dan keluargamu." Dan setelah itu, jelaslah baginya bahwa ia termasuk ke dalam larangan terhadap mendoakan mereka dan mengulang-ulangnya untuk mereka. (48) ﴾ قِيلَ يَٰنُوحُ ٱهۡبِطۡ بِسَلَٰمٖ مِّنَّا وَبَرَكَٰتٍ عَلَيۡكَ وَعَلَىٰٓ أُمَمٖ مِّمَّن مَّعَكَۚ ﴿ "Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang Mukmin) dari orang-orang yang bersamamu", dari kalangan manusia dan pasangan binatang yang dia bawa bersamanya. Allah memberkahi semuanya sehingga me-reka memenuhi seluruh penjuru bumi. ﴾ وَأُمَمٞ سَنُمَتِّعُهُمۡ ﴿ "Dan akan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka", dalam kehi-dupan dunia, ﴾ ثُمَّ يَمَسُّهُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٞ ﴿ "kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami." Penyelamatan ini tidak menghalangi Kami untuk menghukum orang yang kafir setelah itu meskipun dia diberi kenikmatan sesaat, dia tetap akan dihukum setelah itu. (49) Allah berfirman kepada NabiNya, Muhammad setelah menyampaikan kisah yang gamblang ini yang tidak diketahui ke-cuali oleh orang yang Allah beri nikmat kerasulan. ﴾ تِلۡكَ مِنۡ أَنۢبَآءِ ٱلۡغَيۡبِ نُوحِيهَآ إِلَيۡكَۖ مَا كُنتَ تَعۡلَمُهَآ أَنتَ وَلَا قَوۡمُكَ مِن قَبۡلِ هَٰذَاۖ ﴿ "Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini." Me-reka berkata, "Dia mengetahuinya, maka bersyukurlah kepada Allah dan bersabarlah kamu, berpegang teguhlah pada agamamu yang benar, jalan yang lurus dan dakwah kepada Allah. ﴾ إِنَّ ٱلۡعَٰقِبَةَ لِلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang ber-takwa." Orang-orang yang menjauhi syirik dan dosa-dosa yang lain, maka kesudahan yang baik akan menjadi milikmu dan milik kaum-mu sebagaimana terjadi pada Nuh dan kaumnya.

Hud 11:41

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaum-nya, (dia berkata), 'Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagimu, agar kamu tidak menyembah kecuali Allah. Sesungguhnya aku mengkhawatirkanmu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan.' Maka berkatalah pemimpin-pemim-pin yang kafir dari kaumnya, 'Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina-dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta'." (Hud: 25-27) "Nuh berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu, jika aku sudah mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku, dan Dia membe-riku rahmat dari sisiNya, tetapi rahmat itu disamarkan bagimu. Apa akan kami paksakan kamu menerimanya, padahal kamu tiada menyukainya.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, aku tiada meminta harta benda kepadamu (sebagai upah) bagi seruanku. Tidaklah upahku melainkan dari Allah, dan aku sekali-kali tidak akan me-ngusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Rabbnya, akan tetapi aku memandangmu sebagai kaum yang tidak mengetahui.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku meng-usir mereka. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran.' Dan aku tidak mengatakan kepada kamu (bahwa), aku mempunyai gudang-gudang rizki dan kekayaan dari Allah, dan aku tidak juga menge-tahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan, sesungguhnya aku adalah malaikat, dan tidak juga aku mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu, 'Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka.' Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka; sesungguhnya aku, ka-lau begitu benar-benar termasuk orang-orang yang zhalim." (Hud: 28-31) "Mereka berkata, 'Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah ber-bantah-bantahan dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.' Nuh menjawab, 'Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki, dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri. Dan tidaklah nasihatku bermanfaat kepadamu jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkan kamu. Dia adalah Rabbmu, dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan.' Malahan kaum Nuh itu berkata, 'Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja.' Kata-kanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat'." (Hud: 32-35) "Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja), karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan. Dan buatlah bahtera itu dengan mata (pengawasan) dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bi-carakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu; sesung-guhnya mereka itu akan ditenggelamkan. Dan mulailah Nuh mem-buat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nuh, maka mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh, 'Jika kamu me-ngejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagai-mana kamu sekalian mengejek (kami). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan siapa yang akan ditimpa azab yang kekal.' Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur perapian telah memancarkan air, maka Kami berfirman, 'Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang ketetapan (takdir) terhadapnya telah terdahulu dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman.' Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit." (Hud: 36-40) "Dan Nuh berkata, 'Naiklah kamu sekalian ke dalamnya de-ngan menyebut Nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya.' Sesungguhnya Rabbku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam ge-lombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya -sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil-, 'Hai anakku, naik-lah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.' Anaknya menjawab, 'Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!' Nuh berkata, 'Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) yang Maha Penyayang.' Dan gelombang men-jadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." (Hud: 41-43) "Dan difirmankan, 'Hai bumi, telanlah airmu, dan hai langit (hujan), berhentilah,' dan air pun disurutkan, perintah pun disele-saikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi, dan dika-takan, 'Binasalah orang-orang yang zhalim.' Dan Nuh berseru kepada Rabbnya sambil berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMu itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.' Allah berfirman, 'Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya ada-lah perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepadaKu sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat)nya. Se-sungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan'." (Hud: 44-46). "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu untuk memohon sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepa-daku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi.' Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu. Dan akan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kese-nangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami.' Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa." (Hud: 47-49) (25) ﴾ وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا نُوحًا ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh", Rasul pertama ﴾ إِلَىٰ قَوۡمِهِۦٓ ﴿ "kepada kaumnya." Mengajak mereka kepada Allah dan melarang mereka berbuat syirik. Dia berkata,﴾ إِنِّي لَكُمۡ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagimu." Maksudnya, aku menjelaskan kepadamu sesuatu yang mana aku memperingatkanmu dengannya sebagai penjelasan yang menghilangkan kerancuan permasalahan. (26) ﴾ أَن لَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّا ٱللَّهَۖ ﴿ "Agar kamu tidak menyembah kecuali Allah." Maksudnya, ikhlaskanlah ibadah hanya kepada Allah semata, tinggalkan semua yang disembah selain Allah.﴾ إِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٍ أَلِيمٖ ﴿ "Sesungguhnya aku mengkhawatirkanmu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan." Jika kamu tidak mentauhidkan Allah dan menaatiku. (27) ﴾ فَقَالَ ٱلۡمَلَأُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَوۡمِهِۦ ﴿ "Maka berkatalah pemimpin-pe-mimpin yang kafir dari kaumnya", yakni orang-orang terhormat dan para pembesar kaumnya menolak dakwah Nuh عليه السلام sebagaimana kebiasaan yang berlaku pada orang seperti mereka bahwa mereka-lah yang pertama kali menolak dakwah para rasul, ﴾ مَا نَرَىٰكَ إِلَّا بَشَرٗا مِّثۡلَنَا ﴿ "Kami tidak melihatmu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami." Ini adalah penghalang –menurut mereka– untuk me-ngikutinya, padahal sebenarnya itulah yang benar yang tidak ada kebenaran selainnya, karena manusia hanya mungkin belajar dari manusia dan berdialog dengannya dalam segala urusan, lain halnya dengan malaikat. ﴾ وَمَا نَرَىٰكَ ٱتَّبَعَكَ إِلَّا ٱلَّذِينَ هُمۡ أَرَاذِلُنَا ﴿ "Dan kami tidak me-lihat orang-orang yang mengikutimu, melainkan orang-orang yang hina-dina di antara kami." Maksudnya, kami melihat yang mengikutimu hanyalah orang-orang hina lagi rendah di antara kami –menurut mereka– padahal sebenarnya mereka adalah orang-orang yang mulia dan manusia yang berakal yang tunduk kepada kebenaran. Mereka bukan orang-orang hina seperti yang dibilang oleh pembe-sar-pembesar kaum yang mengikuti semua setan yang bengal dan mengangkat tuhan-tuhan dari batu dan pohon lalu mereka mende-katkan diri kepadanya dan bersujud. Apakah kamu tahu ada yang lebih hina dan rendah daripada mereka? Ucapan mereka, ﴾ بَادِيَ ٱلرَّأۡيِ ﴿ "yang lekas percaya saja." Maksudnya, mereka hanya mengikutimu tanpa berpikir dan menimbang, tetapi hanya disebabkan kamu me-ngajak mereka, langsung mereka mengikutimu. Maksud mereka dengan itu adalah bahwa mereka bukanlah orang-orang yang menge-tahui urusan. Mereka tidak mengetahui bahwa akal yang spontan mengajak kepada kebenaran yang nyata. Begitu kebenaran sampai kepada ulul albab, mereka langsung mengenali dan mengetahuinya, tidak seperti perkara yang samar yang memerlukan pemikiran dan perenungan panjang. ﴾ وَمَا نَرَىٰ لَكُمۡ عَلَيۡنَا مِن فَضۡلِۭ ﴿ "Dan kami tidak melihatmu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami." Maksudnya, kamu tidak lebih baik dari-pada kami yang membuat kami tunduk kepadamu. ﴾ بَلۡ نَظُنُّكُمۡ كَٰذِبِينَ ﴿ "Bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta." Mereka berbohong dalam ucapan mereka. Ini karena mereka telah melihat ayat-ayat yang Allah jadikan sebagai duku-ngan bagi Nuh yang membuat mereka merasa yakin dengan pasti terhadap kebenarannya. (28) Oleh karena itu, ﴾ قَالَ ﴿ "Nuh berkata" kepada mereka menanggapi, ﴾ يَٰقَوۡمِ أَرَءَيۡتُمۡ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٖ مِّن رَّبِّي ﴿ "Hai kaumku, bagaimana pen-dapatmu, jika aku sudah mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Maksudnya berada di atas keyakinan dan kepastian, yakni dia adalah Rasul yang sempurna dan teladan yang ditaati oleh orang-orang yang berakal. Akal tokoh-tokoh besar dibanding akal Nuh adalah kecil. Dia adalah orang yang benar-benar jujur, maka jika dia berkata, "Sesungguhnya aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Cukuplah ucapan ini sebagai bukti dan saksi atas kebe-narannya. ﴾ وَءَاتَىٰنِي رَحۡمَةٗ مِّنۡ عِندِهِۦ ﴿ "Dan Dia memberiku rahmat dari sisiNya." Maksudnya, Dia memberiku wahyu, mengangkatku menjadi rasul dan memberiku nikmat hidayah. ﴾ فَعُمِّيَتۡ عَلَيۡكُمۡ ﴿ "Tetapi rahmat itu di-samarkan bagimu." Maksudnya, tidak jelas bagimu, dan dengannya kamu bermalas-malasan. ﴾ أَنُلۡزِمُكُمُوهَا ﴿ "Apa akan kami paksakan kamu menerimanya." Maksudnya, apakah kami akan memaksamu atas sesuatu yang telah jelas bagi kami sementara kamu masih ragu pada-nya dan kamu tidak menyukainya sehingga kamu berusaha menolak sesuatu yang aku bawa? Itu semua tidak merugikan kami dan tidak menodai keyakinan kami sedikit pun. Ucapan dan dustamu atas kami, tidak menghalangi kami dari sesuatu yang kami imani, paling-paling ia justru menjadi penghalang bagimu yang mengakibatkan kamu menolak tunduk kepada kebenaran yang menurutmu adalah kebatilan. Jika keadaannya telah sampai di sini maka kami tidak kuasa memaksamu kepada perintah Allah dan mewajibkanmu ke-pada sesuatu yang kamu lari darinya. Oleh karena itu, dia berkata, ﴾ أَنُلۡزِمُكُمُوهَا وَأَنتُمۡ لَهَا كَٰرِهُونَ ﴿ "Apa akan kami paksakan kamu menerimanya pa-dahal kamu tiada menyukainya?" (29) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ لَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, aku tiada meminta bagi seruanku," atas dakwahku kepada kalian ﴾ مَالًاۖ ﴿ "harta benda (sebagai upah)", karena kamu akan merasakan beratnya beban. ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِۚ ﴿ "Tidaklah upahku melainkan dari Allah." Dan sepertinya mereka menuntut pengusiran orang-orang Mukmin yang lemah, maka dia menjawab mereka, ﴾ وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْۚ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman", tidak layak dan tidak pantas bagiku untuk melakukan hal itu, justru aku menyambut mereka dengan gembira, penghormatan, penghargaan dan kegembiraan. ﴾ إِنَّهُم مُّلَٰقُواْ رَبِّهِمۡ ﴿ "Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Rabbnya." Maka Dia membalas iman dan takwa mereka dengan surga kenikmatan. ﴾ وَلَٰكِنِّيٓ أَرَىٰكُمۡ قَوۡمٗا تَجۡهَلُونَ ﴿ "Akan tetapi aku memandangmu suatu kaum yang tidak mengetahui." Di mana kamu menyuruhku mengusir wali-wali Allah dan menjauhkan mereka dariku, di mana kamu telah menolak kebenaran, karena mereka adalah para pengikutnya, di mana kamu berdalil atas batilnya kebe-naran dengan ucapan, "Sesungguhnya aku hanyalah manusia biasa sepertimu, dan bahwa kami tidak memiliki keutamaan atasmu." (30) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ مَن يَنصُرُنِي مِنَ ٱللَّهِ إِن طَرَدتُّهُمۡۚ ﴿ "Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir me-reka." Maksudnya, siapa yang melindungiku dari azabNya, karena mengusir mereka menyebabkan turunnya azab dan siksa yang mana tidak ada pelindung selain Allah. ﴾ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ﴿ "Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran?" Apa yang lebih berguna dan lebih baik bagi-mu, dan semestinya kamu merenungkan segala urusan. (31) ﴾ وَلَآ أَقُولُ لَكُمۡ عِندِي خَزَآئِنُ ٱللَّهِ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ وَلَآ أَقُولُ إِنِّي مَلَكٞ ﴿ "Dan aku ti-dak mengatakan kepada kamu (bahwa), 'aku mempunyai gudang-gudang rizki dan kekayaan dari Allah, dan aku tiada mengetahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan, 'Sesungguhnya aku adalah malaikat'." Aku hanyalah seorang Rasul Allah kepadamu, aku memberimu berita gembira dan peringatan, selain itu aku tidak sedikitpun mempunyai wewenang. Kekayaan Allah tidak ada padaku sehingga aku bisa mengaturnya dan memberikannya kepada orang yang aku kehen-daki, dan menghalanginya dari orang yang aku kehendaki. ﴾ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ ﴿ "Dan aku tiada mengetahui yang ghaib", sehingga aku bisa me-ngabarkan rahasiamu dan batinmu. ﴾ وَلَآ أَقُولُ إِنِّي مَلَكٞ ﴿ "Dan tidak (pula) aku mengatakan, 'Sesungguhnya aku adalah malaikat'." Maknanya adalah aku tidak mengklaim tingkatan di atas tingkatanku, tidak pula posisi melainkan posisi di mana Allah mendudukkanku pada-nya, tidak pula aku menghukum manusia berdasarkan dugaanku. Aku tidak ﴾ أَقُولُ لِلَّذِينَ تَزۡدَرِيٓ أَعۡيُنُكُمۡ ﴿ "mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu", yakni orang-orang Mukmin yang lemah yang diremehkan oleh para pembesar orang-orang kafir. ﴾ لَن يُؤۡتِيَهُمُ ٱللَّهُ خَيۡرًاۖ ٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِمَا فِيٓ أَنفُسِهِمۡ ﴿ "Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka, Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka." Jika mereka benar dalam urusan iman mereka, maka me-reka mendapatkan banyak kebaikan, jika tidak demikian, maka hisab mereka menjadi tanggung jawab Allah. ﴾ إِنِّيٓ إِذٗا ﴿ "Sesungguh-nya aku kalau begitu", jika aku mengatakan sesuatu dari yang di atas ﴾ لَّمِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "benar-benar termasuk orang-orang yang zhalim." Ini adalah pemutus asaan dari Nuh kepada kaumnya untuk mengusir orang-orang Mukmin yang miskin atau membenci mereka sekaligus meyakinkan kaumnya dengan cara-cara yang meyakinkan bagi orang yang berpikir obyektif. 9 (32) Tatkala mereka melihat Nuh tidak berhenti dari dak-wahnya dan mereka sendiri tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, maka ﴾ قَالُواْ يَٰنُوحُ قَدۡ جَٰدَلۡتَنَا فَأَكۡثَرۡتَ جِدَٰلَنَا فَأۡتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "mereka berkata, 'Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah berbantah-bantahan dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar?" Betapa bodohnya me-reka, betapa sesatnya mereka, di mana mereka mengucapkan kata-kata ini kepada Nabi mereka yang tulus. Jika mereka benar, mengapa mereka tidak mengatakan, 'Hai Nuh, kamu telah menasihati kami, mengasihi kami dan menyeru kami kepada perkara-perkara yang belum jelas bagi kami, maka kami ingin kamu menjelaskannya agar kami bisa mengikutimu, jika tidak maka terima kasih atas nasihat-mu." Sungguh ini adalah jawaban yang obyektif bagi orang yang di-seru kepada perkara yang samar baginya, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang dusta dalam kata-kata mereka, lancang terhadap Nabi mereka. Mereka tidak menolak kata-katanya dengan syubhat paling rendah, terlebih lagi menolak dengan hujjah. Oleh karena itu, mereka membelok karena kebodohan dan kesesatan mereka kepada permintaan disegerakannya azab, dan menantang Allah. (33) Oleh karena itu, Nuh menjawab mereka dengan ber-kata, ﴾ إِنَّمَا يَأۡتِيكُم بِهِ ٱللَّهُ إِن شَآءَ ﴿ "Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki." Maksudnya, jika hikmah dan kehendakNya menuntutNya menurunkan siksa kepadamu, maka Dia akan melakukan itu ﴾ وَمَآ أَنتُم بِمُعۡجِزِينَ ﴿ "Dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri", dari Allah, sedangkan aku sendiri tidak memiliki wewenang apa pun. (34) ﴾ وَلَا يَنفَعُكُمۡ نُصۡحِيٓ إِنۡ أَرَدتُّ أَنۡ أَنصَحَ لَكُمۡ إِن كَانَ ٱللَّهُ يُرِيدُ أَن يُغۡوِيَكُمۡۚ ﴿ "Dan tidaklah nasihatku bermanfaat kepadamu jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkanmu." Maksudnya, keinginan Allah-lah yang akan menang, jika Dia hendak menyesatkanmu karena kamu menolak kebenaran meskipun aku sudah berusaha sekuat tenaga memberimu nasihat dengan baik –Nuh telah mela-kukan itu– tetap saja hal itu tidak berguna bagimu sedikit pun.﴾ هُوَ رَبُّكُمۡ ﴿ "Dia adalah Rabbmu," melakukan apa yang dikehendakiNya dan menetapkan hukum yang diinginkanNya. ﴾ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ﴿ "Dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan." Lalu Dia membalas perbuatanmu. (35) ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Malahan kaum Nuh itu berkata, 'Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja." Kata ganti ini mengandung ke-mungkinan kembali kepada Nuh sebagaimana konteks ucapan yang membicarakan Nuh dengan kaumnya, maknanya adalah bahwa kaumnya berkata, "Nuh telah berdusta atas Nama Allah, berdusta tentang wahyu yang dia klaim bahwa ia dari Allah. Dan bahwa Allah memintanya untuk berkata, ﴾ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَعَلَيَّ إِجۡرَامِي وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُجۡرِمُونَ ﴿ "Katakanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat." Masing-masing memikul dosanya. ﴾ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰۗ ﴿ "Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain." (Al-Isra`: 15). Dan mengandung kemungkinan ia kembali kepada Nabi Muhammad ﷺ. Jadi ayat ini merupakan sisipan di tengah-tengah kisah Nuh dengan kaumnya karena ia termasuk perkara yang tidak diketahui oleh para Nabi. Tatkala Allah mulai menceritakannya kepada RasulNya, dan itu termasuk bukti-bukti yang menunjukkan kebenaran risalahnya, maka Dia pun menyebutkan pendustaan ka-umnya kepadanya dengan penjelasan yang sempurna, seraya Dia berfirman, ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Apakah mereka berkata, 'Dia telah membuat-buatnya?'" Yakni al-Qur`an ini dibuat-buat oleh Muhammad dari dirinya sendiri. Ini termasuk kata-kata yang paling aneh dan yang paling batil, karena mereka mengetahui bahwa dia (Muhammad) tidak mem-baca dan tidak menulis serta tidak pernah pergi dari mereka untuk mengkaji kitab-kitab, lalu dia hadir dengan kitab ini yang menantang mereka agar menghadirkan satu surat yang semisal dengannya. Jika mereka tetap mengklaim –dengan realita yang demikian– bahwa Muhammad membuat-buatnya, maka jelaslah bahwa mereka itu hanya sekedar menentang. Tak ada lagi guna berdebat dengan me-reka, bahkan yang cocok dalam kondisi ini adalah berpaling dari mereka. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَعَلَيَّ إِجۡرَامِي ﴿ "Kata-kanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku", dan kebohonganku. ﴾ وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُجۡرِمُونَ ﴿ "Dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat." Yakni mengapa kamu terus menuduhku berdusta. (36) FirmanNya, ﴾ وَأُوحِيَ إِلَىٰ نُوحٍ أَنَّهُۥ لَن يُؤۡمِنَ مِن قَوۡمِكَ إِلَّا مَن قَدۡ ءَامَنَ ﴿ "Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja)." Yakni mereka adalah orang-orang yang keras (hatinya). ﴾ فَلَا تَبۡتَئِسۡ بِمَا كَانُواْ يَفۡعَلُونَ ﴿ "Ka-rena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan." Jangan bersedih, jangan hiraukan mereka dan keadaan mereka, karena Allah telah murka kepada mereka dan menimpakan azabNya yang tak bisa ditolak. (37) ﴾ وَٱصۡنَعِ ٱلۡفُلۡكَ بِأَعۡيُنِنَا وَوَحۡيِنَا ﴿ "Dan buatlah bahtera itu dengan mata (pengawasan) dan petunjuk wahyu Kami." Maksudnya, di bawah penjagaan Kami, pengawasan Kami dan keridhaan dari Kami.﴾ وَلَا تُخَٰطِبۡنِي فِي ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ ﴿ "Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu." Maksudnya, jangan mendebatku dalam perkara pembinasaan mereka. ﴾ إِنَّهُم مُّغۡرَقُونَ ﴿ "Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan." Maksudnya, ketetapanKu telah berlaku atas mereka dan takdirKu telah berjalan pada mereka. (38) Nuh menaati perintah Allah تعالى, dia mulai membuat bahtera. ﴾ وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيۡهِ مَلَأٞ مِّن قَوۡمِهِۦ ﴿ "Dan setiap kali pemimpin kaumnya ber-jalan melewati Nuh", dan melihat perahu yang Nuh buat ﴾ سَخِرُواْ مِنۡهُۚ قَالَ إِن تَسۡخَرُواْ مِنَّا ﴿ "mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh, 'Jika kamu mengejek kami", sekarang ﴾ فَإِنَّا نَسۡخَرُ مِنكُمۡ كَمَا تَسۡخَرُونَ ﴿ "maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami)." (39) ﴾ فَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَ مَن يَأۡتِيهِ عَذَابٞ يُخۡزِيهِ وَيَحِلُّ عَلَيۡهِ عَذَابٞ مُّقِيمٌ ﴿ "Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakan-nya dan siapa yang akan ditimpa azab yang kekal". Kami atau kamu? Mereka mengetahuinya ketika azab turun menimpa mereka. (40) ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَمۡرُنَا ﴿ "Hingga apabila perintah Kami datang", yakni takdir kami tentang turunnya azab kepada mereka, ﴾ وَفَارَ ٱلتَّنُّورُ ﴿ "dan dapur perapian telah memancarkan air." Yakni Allah menurun-kan hujan deras dan memancarkan bumi dengan mata air sampai-sampai tungku di dapur yang biasanya menyala dengan api dan jauh dari air ikut serta memancarkan air, maka kedua air itu bertemu atas dasar perkara yang telah ditakdirkan. ﴾ قُلۡنَا ﴿ "Kami berfirman, kepada Nuh, ﴾ ٱحۡمِلۡ فِيهَا مِن كُلّٖ زَوۡجَيۡنِ ٱثۡنَيۡنِ ﴿ "Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina)." Maksud-nya, jantan dan betina dari setiap spesies makhluk agar cikal bakal makhluk tetap terjaga. Adapun sisa spesies yang lebih dari sepasang, maka ia tidak diangkut karena perahu tidak mampu membawanya. ﴾ وَأَهۡلَكَ إِلَّا مَن سَبَقَ عَلَيۡهِ ٱلۡقَوۡلُ ﴿ "Dan keluargamu kecuali orang yang ketetapan (takdira) terhadapnya telah terdahulu", dari golongan kaum kafir seperti anaknya yang tenggelam. ﴾ وَمَنۡ ءَامَنَۚ ﴿ "Dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman." Padahal ketika itu ﴾ م َ ا ءَامَنَ مَعَهُۥٓ إِلَّا قَلِيلٞ ﴿ "tidak beriman ber-sama dengan Nuh itu kecuali sedikit." (41) ﴾ وَقَالَ ﴿ "Dan Nuh berkata", kepada orang-orang yang Allah perintahkan agar mereka diangkut. ﴾ ٱرۡكَبُواْ فِيهَا بِسۡمِ ٱللَّهِ مَجۡر۪ىٰهَا وَمُرۡسَىٰهَآۚ ﴿ "Naik-lah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya." Bahtera itu berlayar dengan nama Allah, berlabuh dengan nama Allah dan berjalan dengan perintah dan instruksiNya. ﴾ إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٞ رَّحِيمٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Di mana Dia mengampuni kami, menyayangi kami dan menyelamatkan kami dari kaum yang zhalim. (42) Kemudian Allah menjelaskan bagaimana bahtera itu berlayar seolah-olah kita melihatnya, seraya Dia berfirman,﴾ وَهِيَ تَجۡرِي بِهِمۡ ﴿ "Dan bahtera itu berlayar membawa mereka", Nuh dan orang-orang yang bersamanya ﴾ فِي مَوۡجٖ كَٱلۡجِبَالِ ﴿ "dalam gelombang laksana gunung." Allah-lah Penjaganya dan Penjaga penumpangnya. ﴾ وَنَادَىٰ نُوحٌ ٱبۡنَهُۥ ﴿ "Dan Nuh memanggil anaknya", ketika dia naik supaya sang anak naik bersamanya, ﴾ وَكَانَ فِي مَعۡزِلٖ ﴿ "sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil", dari mereka ketika mereka naik. Maksudnya, dia menjauh sementara Nuh ingin agar dia mendekat untuk naik. Nuh berkata kepadanya, ﴾ يَٰبُنَيَّ ٱرۡكَب مَّعَنَا وَلَا تَكُن مَّعَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami, dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir." Akibatnya kamu akan tertimpa azab yang menimpa mereka. (43) Anaknya menyanggah untuk mendustakan ucapan ba-paknya bahwa tiada yang selamat kecuali orang yang naik perahu bersamanya. ﴾ سَـَٔاوِيٓ إِلَىٰ جَبَلٖ يَعۡصِمُنِي مِنَ ٱلۡمَآءِۚ ﴿ "Aku akan mencari perlindu-ngan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Maksudnya, aku akan naik ke gunung yang melindungiku dari banjir. Nuh ber-seru, ﴾ لَا عَاصِمَ ٱلۡيَوۡمَ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِ إِلَّا مَن رَّحِمَۚ ﴿ "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang." Tidak ada gunung dan lainnya yang menyelamatkan seseorang meskipun dia mengambil cara apa pun, dia tetap tidak akan selamat jika Allah tidak menyelamatkannya. ﴾ وَحَالَ بَيۡنَهُمَا ٱلۡمَوۡجُ فَكَانَ مِنَ ٱلۡمُغۡرَقِينَ ﴿ "Dan gelom-bang menjadi penghalang antara keduanya, maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." (44) Ketika Allah menenggelamkan mereka dan menyela-matkan Nuh dan orang-orangnya maka ﴾ وَقِيلَ يَٰٓأَرۡضُ ٱبۡلَعِي مَآءَكِ ﴿ "Difirman-kan, 'Hai bumi telanlah airmu'," yang keluar darimu dan yang turun kepadamu, telanlah air yang ada di permukaanmu, ﴾ وَيَٰسَمَآءُ أَقۡلِعِي ﴿ "dan hai langit (hujan) berhentilah," maka keduanya menaati perintah Allah. Bumi menelan airnya dan langit menghentikan hujannya, hingga air di bumi pun surut. ﴾ وَقُضِيَ ٱلۡأَمۡرُ ﴿ "Perintah pun diselesaikan", dengan dibinasakannya orang-orang yang mendustakan dan diselamatkan-nya orang-orang Mukmin. ﴾ وَٱسۡتَوَتۡ عَلَى ٱلۡجُودِيِّۖ ﴿ "Dan bahtera itu pun ber-labuh di atas bukit Judi", yaitu perahu itu berhenti di gunung itu yang terkenal dari negeri Maushil. ﴾ وَقِيلَ بُعۡدٗا لِّلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Dan dikatakan, 'Binasalah orang-orang yang zhalim'." Maksudnya, kebinasaan me-reka diikuti dengan laknat, kemurkaan dan kemarahan yang selalu bersama mereka. (45) ﴾ وَنَادَىٰ نُوحٞ رَّبَّهُۥ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ٱبۡنِي مِنۡ أَهۡلِي وَإِنَّ وَعۡدَكَ ٱلۡحَقُّ ﴿ "Dan Nuh ber-seru kepada Rabbnya sambil berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMu itulah yang benar'." Maksudnya, Engkau telah berkata kepadaku, "Angkutlah dari ma-sing-masing hewan (jantan dan betina) dan keluargamu," dan Engkau tidak akan menyelisihi janjiMu kepadaku. Boleh jadi Nuh terbawa oleh rasa kasih sayangnya, dan bahwa Allah menjanjikan kesela-matan keluarganya, sehingga dia mengira bahwa janjiNya berlaku umum kepada keluarganya yang beriman dan yang tidak beriman. Oleh karena itu, dia berdoa kepada Allah dengan doa itu, meski begitu dia menyerahkan urusannya kepada hikmah Allah yang mendalam. (46) Allah berfirman kepadanya, ﴾ إِنَّهُۥ لَيۡسَ مِنۡ أَهۡلِكَۖ ﴿ "Sesungguh-nya dia bukanlah termasuk keluargamu", yang Aku janjikan kepadamu selamat. ﴾ إِنَّهُۥ عَمَلٌ غَيۡرُ صَٰلِحٖۖ ﴿ "Sesungguhnya (perbuatannya) adalah perbuatan yang tidak baik." Maksudnya, doa yang kamu ucapkan untuk kese-lamatan orang kafir yang tidak beriman kepada Allah dan RasulNya. ﴾ فَلَا تَسۡـَٔلۡنِ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌۖ ﴿ "Sebab itu janganlah kamu memohon kepadaKu se-suatu yang kamu tidak mengetahui hakikat(nya)." Yang kamu tidak mengetahui akhirnya dan akibatnya, apakah ia baik atau tidak baik. ﴾ إِنِّيٓ أَعِظُكَ أَن تَكُونَ مِنَ ٱلۡجَٰهِلِينَ ﴿ "Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan." Sesungguhnya Aku menasihatimu dengan nasihat yang dengan-nya kamu termasuk orang-orang yang sempurna, dan dengannya kamu selamat dari sifat orang-orang yang bodoh. (47) Pada saat itu Nuh sangat menyesal atas apa yang dila-kukannya, dan ﴾ قَالَ رَبِّ إِنِّيٓ أَعُوذُ بِكَ أَنۡ أَسۡـَٔلَكَ مَا لَيۡسَ لِي بِهِۦ عِلۡمٞۖ وَإِلَّا تَغۡفِرۡ لِي وَتَرۡحَمۡنِيٓ أَكُن مِّنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ﴿ "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku berlindung kepada- Mu untuk memohon sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang me-rugi." Dengan ampunan dan rahmat, seorang hamba selamat dari kerugian. Ini menunjukkan bahwa Nuh عليه السلام tidak memiliki ilmu bahwa pertanyaannya kepada Allah tentang anaknya adalah haram dan termasuk ke dalam Firman Allah, ﴾ وَلَا تُخَٰطِبۡنِي فِي ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ إِنَّهُم مُّغۡرَقُونَ ﴿ "Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu, sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan." Akan tetapi ada dua perkara yang bertentangan padanya, dia mengira ia masuk ke dalam FirmanNya, ﴾ وَأَهۡلَكَ ﴿ "Dan keluargamu." Dan setelah itu, jelaslah baginya bahwa ia termasuk ke dalam larangan terhadap mendoakan mereka dan mengulang-ulangnya untuk mereka. (48) ﴾ قِيلَ يَٰنُوحُ ٱهۡبِطۡ بِسَلَٰمٖ مِّنَّا وَبَرَكَٰتٍ عَلَيۡكَ وَعَلَىٰٓ أُمَمٖ مِّمَّن مَّعَكَۚ ﴿ "Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang Mukmin) dari orang-orang yang bersamamu", dari kalangan manusia dan pasangan binatang yang dia bawa bersamanya. Allah memberkahi semuanya sehingga me-reka memenuhi seluruh penjuru bumi. ﴾ وَأُمَمٞ سَنُمَتِّعُهُمۡ ﴿ "Dan akan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka", dalam kehi-dupan dunia, ﴾ ثُمَّ يَمَسُّهُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٞ ﴿ "kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami." Penyelamatan ini tidak menghalangi Kami untuk menghukum orang yang kafir setelah itu meskipun dia diberi kenikmatan sesaat, dia tetap akan dihukum setelah itu. (49) Allah berfirman kepada NabiNya, Muhammad setelah menyampaikan kisah yang gamblang ini yang tidak diketahui ke-cuali oleh orang yang Allah beri nikmat kerasulan. ﴾ تِلۡكَ مِنۡ أَنۢبَآءِ ٱلۡغَيۡبِ نُوحِيهَآ إِلَيۡكَۖ مَا كُنتَ تَعۡلَمُهَآ أَنتَ وَلَا قَوۡمُكَ مِن قَبۡلِ هَٰذَاۖ ﴿ "Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini." Me-reka berkata, "Dia mengetahuinya, maka bersyukurlah kepada Allah dan bersabarlah kamu, berpegang teguhlah pada agamamu yang benar, jalan yang lurus dan dakwah kepada Allah. ﴾ إِنَّ ٱلۡعَٰقِبَةَ لِلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang ber-takwa." Orang-orang yang menjauhi syirik dan dosa-dosa yang lain, maka kesudahan yang baik akan menjadi milikmu dan milik kaum-mu sebagaimana terjadi pada Nuh dan kaumnya.

Hud 11:42

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaum-nya, (dia berkata), 'Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagimu, agar kamu tidak menyembah kecuali Allah. Sesungguhnya aku mengkhawatirkanmu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan.' Maka berkatalah pemimpin-pemim-pin yang kafir dari kaumnya, 'Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina-dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta'." (Hud: 25-27) "Nuh berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu, jika aku sudah mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku, dan Dia membe-riku rahmat dari sisiNya, tetapi rahmat itu disamarkan bagimu. Apa akan kami paksakan kamu menerimanya, padahal kamu tiada menyukainya.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, aku tiada meminta harta benda kepadamu (sebagai upah) bagi seruanku. Tidaklah upahku melainkan dari Allah, dan aku sekali-kali tidak akan me-ngusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Rabbnya, akan tetapi aku memandangmu sebagai kaum yang tidak mengetahui.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku meng-usir mereka. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran.' Dan aku tidak mengatakan kepada kamu (bahwa), aku mempunyai gudang-gudang rizki dan kekayaan dari Allah, dan aku tidak juga menge-tahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan, sesungguhnya aku adalah malaikat, dan tidak juga aku mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu, 'Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka.' Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka; sesungguhnya aku, ka-lau begitu benar-benar termasuk orang-orang yang zhalim." (Hud: 28-31) "Mereka berkata, 'Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah ber-bantah-bantahan dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.' Nuh menjawab, 'Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki, dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri. Dan tidaklah nasihatku bermanfaat kepadamu jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkan kamu. Dia adalah Rabbmu, dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan.' Malahan kaum Nuh itu berkata, 'Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja.' Kata-kanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat'." (Hud: 32-35) "Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja), karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan. Dan buatlah bahtera itu dengan mata (pengawasan) dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bi-carakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu; sesung-guhnya mereka itu akan ditenggelamkan. Dan mulailah Nuh mem-buat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nuh, maka mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh, 'Jika kamu me-ngejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagai-mana kamu sekalian mengejek (kami). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan siapa yang akan ditimpa azab yang kekal.' Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur perapian telah memancarkan air, maka Kami berfirman, 'Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang ketetapan (takdir) terhadapnya telah terdahulu dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman.' Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit." (Hud: 36-40) "Dan Nuh berkata, 'Naiklah kamu sekalian ke dalamnya de-ngan menyebut Nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya.' Sesungguhnya Rabbku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam ge-lombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya -sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil-, 'Hai anakku, naik-lah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.' Anaknya menjawab, 'Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!' Nuh berkata, 'Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) yang Maha Penyayang.' Dan gelombang men-jadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." (Hud: 41-43) "Dan difirmankan, 'Hai bumi, telanlah airmu, dan hai langit (hujan), berhentilah,' dan air pun disurutkan, perintah pun disele-saikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi, dan dika-takan, 'Binasalah orang-orang yang zhalim.' Dan Nuh berseru kepada Rabbnya sambil berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMu itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.' Allah berfirman, 'Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya ada-lah perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepadaKu sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat)nya. Se-sungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan'." (Hud: 44-46). "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu untuk memohon sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepa-daku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi.' Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu. Dan akan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kese-nangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami.' Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa." (Hud: 47-49) (25) ﴾ وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا نُوحًا ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh", Rasul pertama ﴾ إِلَىٰ قَوۡمِهِۦٓ ﴿ "kepada kaumnya." Mengajak mereka kepada Allah dan melarang mereka berbuat syirik. Dia berkata,﴾ إِنِّي لَكُمۡ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagimu." Maksudnya, aku menjelaskan kepadamu sesuatu yang mana aku memperingatkanmu dengannya sebagai penjelasan yang menghilangkan kerancuan permasalahan. (26) ﴾ أَن لَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّا ٱللَّهَۖ ﴿ "Agar kamu tidak menyembah kecuali Allah." Maksudnya, ikhlaskanlah ibadah hanya kepada Allah semata, tinggalkan semua yang disembah selain Allah.﴾ إِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٍ أَلِيمٖ ﴿ "Sesungguhnya aku mengkhawatirkanmu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan." Jika kamu tidak mentauhidkan Allah dan menaatiku. (27) ﴾ فَقَالَ ٱلۡمَلَأُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَوۡمِهِۦ ﴿ "Maka berkatalah pemimpin-pe-mimpin yang kafir dari kaumnya", yakni orang-orang terhormat dan para pembesar kaumnya menolak dakwah Nuh عليه السلام sebagaimana kebiasaan yang berlaku pada orang seperti mereka bahwa mereka-lah yang pertama kali menolak dakwah para rasul, ﴾ مَا نَرَىٰكَ إِلَّا بَشَرٗا مِّثۡلَنَا ﴿ "Kami tidak melihatmu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami." Ini adalah penghalang –menurut mereka– untuk me-ngikutinya, padahal sebenarnya itulah yang benar yang tidak ada kebenaran selainnya, karena manusia hanya mungkin belajar dari manusia dan berdialog dengannya dalam segala urusan, lain halnya dengan malaikat. ﴾ وَمَا نَرَىٰكَ ٱتَّبَعَكَ إِلَّا ٱلَّذِينَ هُمۡ أَرَاذِلُنَا ﴿ "Dan kami tidak me-lihat orang-orang yang mengikutimu, melainkan orang-orang yang hina-dina di antara kami." Maksudnya, kami melihat yang mengikutimu hanyalah orang-orang hina lagi rendah di antara kami –menurut mereka– padahal sebenarnya mereka adalah orang-orang yang mulia dan manusia yang berakal yang tunduk kepada kebenaran. Mereka bukan orang-orang hina seperti yang dibilang oleh pembe-sar-pembesar kaum yang mengikuti semua setan yang bengal dan mengangkat tuhan-tuhan dari batu dan pohon lalu mereka mende-katkan diri kepadanya dan bersujud. Apakah kamu tahu ada yang lebih hina dan rendah daripada mereka? Ucapan mereka, ﴾ بَادِيَ ٱلرَّأۡيِ ﴿ "yang lekas percaya saja." Maksudnya, mereka hanya mengikutimu tanpa berpikir dan menimbang, tetapi hanya disebabkan kamu me-ngajak mereka, langsung mereka mengikutimu. Maksud mereka dengan itu adalah bahwa mereka bukanlah orang-orang yang menge-tahui urusan. Mereka tidak mengetahui bahwa akal yang spontan mengajak kepada kebenaran yang nyata. Begitu kebenaran sampai kepada ulul albab, mereka langsung mengenali dan mengetahuinya, tidak seperti perkara yang samar yang memerlukan pemikiran dan perenungan panjang. ﴾ وَمَا نَرَىٰ لَكُمۡ عَلَيۡنَا مِن فَضۡلِۭ ﴿ "Dan kami tidak melihatmu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami." Maksudnya, kamu tidak lebih baik dari-pada kami yang membuat kami tunduk kepadamu. ﴾ بَلۡ نَظُنُّكُمۡ كَٰذِبِينَ ﴿ "Bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta." Mereka berbohong dalam ucapan mereka. Ini karena mereka telah melihat ayat-ayat yang Allah jadikan sebagai duku-ngan bagi Nuh yang membuat mereka merasa yakin dengan pasti terhadap kebenarannya. (28) Oleh karena itu, ﴾ قَالَ ﴿ "Nuh berkata" kepada mereka menanggapi, ﴾ يَٰقَوۡمِ أَرَءَيۡتُمۡ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٖ مِّن رَّبِّي ﴿ "Hai kaumku, bagaimana pen-dapatmu, jika aku sudah mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Maksudnya berada di atas keyakinan dan kepastian, yakni dia adalah Rasul yang sempurna dan teladan yang ditaati oleh orang-orang yang berakal. Akal tokoh-tokoh besar dibanding akal Nuh adalah kecil. Dia adalah orang yang benar-benar jujur, maka jika dia berkata, "Sesungguhnya aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Cukuplah ucapan ini sebagai bukti dan saksi atas kebe-narannya. ﴾ وَءَاتَىٰنِي رَحۡمَةٗ مِّنۡ عِندِهِۦ ﴿ "Dan Dia memberiku rahmat dari sisiNya." Maksudnya, Dia memberiku wahyu, mengangkatku menjadi rasul dan memberiku nikmat hidayah. ﴾ فَعُمِّيَتۡ عَلَيۡكُمۡ ﴿ "Tetapi rahmat itu di-samarkan bagimu." Maksudnya, tidak jelas bagimu, dan dengannya kamu bermalas-malasan. ﴾ أَنُلۡزِمُكُمُوهَا ﴿ "Apa akan kami paksakan kamu menerimanya." Maksudnya, apakah kami akan memaksamu atas sesuatu yang telah jelas bagi kami sementara kamu masih ragu pada-nya dan kamu tidak menyukainya sehingga kamu berusaha menolak sesuatu yang aku bawa? Itu semua tidak merugikan kami dan tidak menodai keyakinan kami sedikit pun. Ucapan dan dustamu atas kami, tidak menghalangi kami dari sesuatu yang kami imani, paling-paling ia justru menjadi penghalang bagimu yang mengakibatkan kamu menolak tunduk kepada kebenaran yang menurutmu adalah kebatilan. Jika keadaannya telah sampai di sini maka kami tidak kuasa memaksamu kepada perintah Allah dan mewajibkanmu ke-pada sesuatu yang kamu lari darinya. Oleh karena itu, dia berkata, ﴾ أَنُلۡزِمُكُمُوهَا وَأَنتُمۡ لَهَا كَٰرِهُونَ ﴿ "Apa akan kami paksakan kamu menerimanya pa-dahal kamu tiada menyukainya?" (29) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ لَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, aku tiada meminta bagi seruanku," atas dakwahku kepada kalian ﴾ مَالًاۖ ﴿ "harta benda (sebagai upah)", karena kamu akan merasakan beratnya beban. ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِۚ ﴿ "Tidaklah upahku melainkan dari Allah." Dan sepertinya mereka menuntut pengusiran orang-orang Mukmin yang lemah, maka dia menjawab mereka, ﴾ وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْۚ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman", tidak layak dan tidak pantas bagiku untuk melakukan hal itu, justru aku menyambut mereka dengan gembira, penghormatan, penghargaan dan kegembiraan. ﴾ إِنَّهُم مُّلَٰقُواْ رَبِّهِمۡ ﴿ "Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Rabbnya." Maka Dia membalas iman dan takwa mereka dengan surga kenikmatan. ﴾ وَلَٰكِنِّيٓ أَرَىٰكُمۡ قَوۡمٗا تَجۡهَلُونَ ﴿ "Akan tetapi aku memandangmu suatu kaum yang tidak mengetahui." Di mana kamu menyuruhku mengusir wali-wali Allah dan menjauhkan mereka dariku, di mana kamu telah menolak kebenaran, karena mereka adalah para pengikutnya, di mana kamu berdalil atas batilnya kebe-naran dengan ucapan, "Sesungguhnya aku hanyalah manusia biasa sepertimu, dan bahwa kami tidak memiliki keutamaan atasmu." (30) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ مَن يَنصُرُنِي مِنَ ٱللَّهِ إِن طَرَدتُّهُمۡۚ ﴿ "Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir me-reka." Maksudnya, siapa yang melindungiku dari azabNya, karena mengusir mereka menyebabkan turunnya azab dan siksa yang mana tidak ada pelindung selain Allah. ﴾ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ﴿ "Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran?" Apa yang lebih berguna dan lebih baik bagi-mu, dan semestinya kamu merenungkan segala urusan. (31) ﴾ وَلَآ أَقُولُ لَكُمۡ عِندِي خَزَآئِنُ ٱللَّهِ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ وَلَآ أَقُولُ إِنِّي مَلَكٞ ﴿ "Dan aku ti-dak mengatakan kepada kamu (bahwa), 'aku mempunyai gudang-gudang rizki dan kekayaan dari Allah, dan aku tiada mengetahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan, 'Sesungguhnya aku adalah malaikat'." Aku hanyalah seorang Rasul Allah kepadamu, aku memberimu berita gembira dan peringatan, selain itu aku tidak sedikitpun mempunyai wewenang. Kekayaan Allah tidak ada padaku sehingga aku bisa mengaturnya dan memberikannya kepada orang yang aku kehen-daki, dan menghalanginya dari orang yang aku kehendaki. ﴾ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ ﴿ "Dan aku tiada mengetahui yang ghaib", sehingga aku bisa me-ngabarkan rahasiamu dan batinmu. ﴾ وَلَآ أَقُولُ إِنِّي مَلَكٞ ﴿ "Dan tidak (pula) aku mengatakan, 'Sesungguhnya aku adalah malaikat'." Maknanya adalah aku tidak mengklaim tingkatan di atas tingkatanku, tidak pula posisi melainkan posisi di mana Allah mendudukkanku pada-nya, tidak pula aku menghukum manusia berdasarkan dugaanku. Aku tidak ﴾ أَقُولُ لِلَّذِينَ تَزۡدَرِيٓ أَعۡيُنُكُمۡ ﴿ "mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu", yakni orang-orang Mukmin yang lemah yang diremehkan oleh para pembesar orang-orang kafir. ﴾ لَن يُؤۡتِيَهُمُ ٱللَّهُ خَيۡرًاۖ ٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِمَا فِيٓ أَنفُسِهِمۡ ﴿ "Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka, Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka." Jika mereka benar dalam urusan iman mereka, maka me-reka mendapatkan banyak kebaikan, jika tidak demikian, maka hisab mereka menjadi tanggung jawab Allah. ﴾ إِنِّيٓ إِذٗا ﴿ "Sesungguh-nya aku kalau begitu", jika aku mengatakan sesuatu dari yang di atas ﴾ لَّمِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "benar-benar termasuk orang-orang yang zhalim." Ini adalah pemutus asaan dari Nuh kepada kaumnya untuk mengusir orang-orang Mukmin yang miskin atau membenci mereka sekaligus meyakinkan kaumnya dengan cara-cara yang meyakinkan bagi orang yang berpikir obyektif. 9 (32) Tatkala mereka melihat Nuh tidak berhenti dari dak-wahnya dan mereka sendiri tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, maka ﴾ قَالُواْ يَٰنُوحُ قَدۡ جَٰدَلۡتَنَا فَأَكۡثَرۡتَ جِدَٰلَنَا فَأۡتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "mereka berkata, 'Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah berbantah-bantahan dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar?" Betapa bodohnya me-reka, betapa sesatnya mereka, di mana mereka mengucapkan kata-kata ini kepada Nabi mereka yang tulus. Jika mereka benar, mengapa mereka tidak mengatakan, 'Hai Nuh, kamu telah menasihati kami, mengasihi kami dan menyeru kami kepada perkara-perkara yang belum jelas bagi kami, maka kami ingin kamu menjelaskannya agar kami bisa mengikutimu, jika tidak maka terima kasih atas nasihat-mu." Sungguh ini adalah jawaban yang obyektif bagi orang yang di-seru kepada perkara yang samar baginya, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang dusta dalam kata-kata mereka, lancang terhadap Nabi mereka. Mereka tidak menolak kata-katanya dengan syubhat paling rendah, terlebih lagi menolak dengan hujjah. Oleh karena itu, mereka membelok karena kebodohan dan kesesatan mereka kepada permintaan disegerakannya azab, dan menantang Allah. (33) Oleh karena itu, Nuh menjawab mereka dengan ber-kata, ﴾ إِنَّمَا يَأۡتِيكُم بِهِ ٱللَّهُ إِن شَآءَ ﴿ "Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki." Maksudnya, jika hikmah dan kehendakNya menuntutNya menurunkan siksa kepadamu, maka Dia akan melakukan itu ﴾ وَمَآ أَنتُم بِمُعۡجِزِينَ ﴿ "Dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri", dari Allah, sedangkan aku sendiri tidak memiliki wewenang apa pun. (34) ﴾ وَلَا يَنفَعُكُمۡ نُصۡحِيٓ إِنۡ أَرَدتُّ أَنۡ أَنصَحَ لَكُمۡ إِن كَانَ ٱللَّهُ يُرِيدُ أَن يُغۡوِيَكُمۡۚ ﴿ "Dan tidaklah nasihatku bermanfaat kepadamu jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkanmu." Maksudnya, keinginan Allah-lah yang akan menang, jika Dia hendak menyesatkanmu karena kamu menolak kebenaran meskipun aku sudah berusaha sekuat tenaga memberimu nasihat dengan baik –Nuh telah mela-kukan itu– tetap saja hal itu tidak berguna bagimu sedikit pun.﴾ هُوَ رَبُّكُمۡ ﴿ "Dia adalah Rabbmu," melakukan apa yang dikehendakiNya dan menetapkan hukum yang diinginkanNya. ﴾ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ﴿ "Dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan." Lalu Dia membalas perbuatanmu. (35) ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Malahan kaum Nuh itu berkata, 'Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja." Kata ganti ini mengandung ke-mungkinan kembali kepada Nuh sebagaimana konteks ucapan yang membicarakan Nuh dengan kaumnya, maknanya adalah bahwa kaumnya berkata, "Nuh telah berdusta atas Nama Allah, berdusta tentang wahyu yang dia klaim bahwa ia dari Allah. Dan bahwa Allah memintanya untuk berkata, ﴾ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَعَلَيَّ إِجۡرَامِي وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُجۡرِمُونَ ﴿ "Katakanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat." Masing-masing memikul dosanya. ﴾ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰۗ ﴿ "Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain." (Al-Isra`: 15). Dan mengandung kemungkinan ia kembali kepada Nabi Muhammad ﷺ. Jadi ayat ini merupakan sisipan di tengah-tengah kisah Nuh dengan kaumnya karena ia termasuk perkara yang tidak diketahui oleh para Nabi. Tatkala Allah mulai menceritakannya kepada RasulNya, dan itu termasuk bukti-bukti yang menunjukkan kebenaran risalahnya, maka Dia pun menyebutkan pendustaan ka-umnya kepadanya dengan penjelasan yang sempurna, seraya Dia berfirman, ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Apakah mereka berkata, 'Dia telah membuat-buatnya?'" Yakni al-Qur`an ini dibuat-buat oleh Muhammad dari dirinya sendiri. Ini termasuk kata-kata yang paling aneh dan yang paling batil, karena mereka mengetahui bahwa dia (Muhammad) tidak mem-baca dan tidak menulis serta tidak pernah pergi dari mereka untuk mengkaji kitab-kitab, lalu dia hadir dengan kitab ini yang menantang mereka agar menghadirkan satu surat yang semisal dengannya. Jika mereka tetap mengklaim –dengan realita yang demikian– bahwa Muhammad membuat-buatnya, maka jelaslah bahwa mereka itu hanya sekedar menentang. Tak ada lagi guna berdebat dengan me-reka, bahkan yang cocok dalam kondisi ini adalah berpaling dari mereka. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَعَلَيَّ إِجۡرَامِي ﴿ "Kata-kanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku", dan kebohonganku. ﴾ وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُجۡرِمُونَ ﴿ "Dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat." Yakni mengapa kamu terus menuduhku berdusta. (36) FirmanNya, ﴾ وَأُوحِيَ إِلَىٰ نُوحٍ أَنَّهُۥ لَن يُؤۡمِنَ مِن قَوۡمِكَ إِلَّا مَن قَدۡ ءَامَنَ ﴿ "Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja)." Yakni mereka adalah orang-orang yang keras (hatinya). ﴾ فَلَا تَبۡتَئِسۡ بِمَا كَانُواْ يَفۡعَلُونَ ﴿ "Ka-rena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan." Jangan bersedih, jangan hiraukan mereka dan keadaan mereka, karena Allah telah murka kepada mereka dan menimpakan azabNya yang tak bisa ditolak. (37) ﴾ وَٱصۡنَعِ ٱلۡفُلۡكَ بِأَعۡيُنِنَا وَوَحۡيِنَا ﴿ "Dan buatlah bahtera itu dengan mata (pengawasan) dan petunjuk wahyu Kami." Maksudnya, di bawah penjagaan Kami, pengawasan Kami dan keridhaan dari Kami.﴾ وَلَا تُخَٰطِبۡنِي فِي ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ ﴿ "Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu." Maksudnya, jangan mendebatku dalam perkara pembinasaan mereka. ﴾ إِنَّهُم مُّغۡرَقُونَ ﴿ "Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan." Maksudnya, ketetapanKu telah berlaku atas mereka dan takdirKu telah berjalan pada mereka. (38) Nuh menaati perintah Allah تعالى, dia mulai membuat bahtera. ﴾ وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيۡهِ مَلَأٞ مِّن قَوۡمِهِۦ ﴿ "Dan setiap kali pemimpin kaumnya ber-jalan melewati Nuh", dan melihat perahu yang Nuh buat ﴾ سَخِرُواْ مِنۡهُۚ قَالَ إِن تَسۡخَرُواْ مِنَّا ﴿ "mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh, 'Jika kamu mengejek kami", sekarang ﴾ فَإِنَّا نَسۡخَرُ مِنكُمۡ كَمَا تَسۡخَرُونَ ﴿ "maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami)." (39) ﴾ فَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَ مَن يَأۡتِيهِ عَذَابٞ يُخۡزِيهِ وَيَحِلُّ عَلَيۡهِ عَذَابٞ مُّقِيمٌ ﴿ "Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakan-nya dan siapa yang akan ditimpa azab yang kekal". Kami atau kamu? Mereka mengetahuinya ketika azab turun menimpa mereka. (40) ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَمۡرُنَا ﴿ "Hingga apabila perintah Kami datang", yakni takdir kami tentang turunnya azab kepada mereka, ﴾ وَفَارَ ٱلتَّنُّورُ ﴿ "dan dapur perapian telah memancarkan air." Yakni Allah menurun-kan hujan deras dan memancarkan bumi dengan mata air sampai-sampai tungku di dapur yang biasanya menyala dengan api dan jauh dari air ikut serta memancarkan air, maka kedua air itu bertemu atas dasar perkara yang telah ditakdirkan. ﴾ قُلۡنَا ﴿ "Kami berfirman, kepada Nuh, ﴾ ٱحۡمِلۡ فِيهَا مِن كُلّٖ زَوۡجَيۡنِ ٱثۡنَيۡنِ ﴿ "Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina)." Maksud-nya, jantan dan betina dari setiap spesies makhluk agar cikal bakal makhluk tetap terjaga. Adapun sisa spesies yang lebih dari sepasang, maka ia tidak diangkut karena perahu tidak mampu membawanya. ﴾ وَأَهۡلَكَ إِلَّا مَن سَبَقَ عَلَيۡهِ ٱلۡقَوۡلُ ﴿ "Dan keluargamu kecuali orang yang ketetapan (takdira) terhadapnya telah terdahulu", dari golongan kaum kafir seperti anaknya yang tenggelam. ﴾ وَمَنۡ ءَامَنَۚ ﴿ "Dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman." Padahal ketika itu ﴾ م َ ا ءَامَنَ مَعَهُۥٓ إِلَّا قَلِيلٞ ﴿ "tidak beriman ber-sama dengan Nuh itu kecuali sedikit." (41) ﴾ وَقَالَ ﴿ "Dan Nuh berkata", kepada orang-orang yang Allah perintahkan agar mereka diangkut. ﴾ ٱرۡكَبُواْ فِيهَا بِسۡمِ ٱللَّهِ مَجۡر۪ىٰهَا وَمُرۡسَىٰهَآۚ ﴿ "Naik-lah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya." Bahtera itu berlayar dengan nama Allah, berlabuh dengan nama Allah dan berjalan dengan perintah dan instruksiNya. ﴾ إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٞ رَّحِيمٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Di mana Dia mengampuni kami, menyayangi kami dan menyelamatkan kami dari kaum yang zhalim. (42) Kemudian Allah menjelaskan bagaimana bahtera itu berlayar seolah-olah kita melihatnya, seraya Dia berfirman,﴾ وَهِيَ تَجۡرِي بِهِمۡ ﴿ "Dan bahtera itu berlayar membawa mereka", Nuh dan orang-orang yang bersamanya ﴾ فِي مَوۡجٖ كَٱلۡجِبَالِ ﴿ "dalam gelombang laksana gunung." Allah-lah Penjaganya dan Penjaga penumpangnya. ﴾ وَنَادَىٰ نُوحٌ ٱبۡنَهُۥ ﴿ "Dan Nuh memanggil anaknya", ketika dia naik supaya sang anak naik bersamanya, ﴾ وَكَانَ فِي مَعۡزِلٖ ﴿ "sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil", dari mereka ketika mereka naik. Maksudnya, dia menjauh sementara Nuh ingin agar dia mendekat untuk naik. Nuh berkata kepadanya, ﴾ يَٰبُنَيَّ ٱرۡكَب مَّعَنَا وَلَا تَكُن مَّعَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami, dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir." Akibatnya kamu akan tertimpa azab yang menimpa mereka. (43) Anaknya menyanggah untuk mendustakan ucapan ba-paknya bahwa tiada yang selamat kecuali orang yang naik perahu bersamanya. ﴾ سَـَٔاوِيٓ إِلَىٰ جَبَلٖ يَعۡصِمُنِي مِنَ ٱلۡمَآءِۚ ﴿ "Aku akan mencari perlindu-ngan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Maksudnya, aku akan naik ke gunung yang melindungiku dari banjir. Nuh ber-seru, ﴾ لَا عَاصِمَ ٱلۡيَوۡمَ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِ إِلَّا مَن رَّحِمَۚ ﴿ "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang." Tidak ada gunung dan lainnya yang menyelamatkan seseorang meskipun dia mengambil cara apa pun, dia tetap tidak akan selamat jika Allah tidak menyelamatkannya. ﴾ وَحَالَ بَيۡنَهُمَا ٱلۡمَوۡجُ فَكَانَ مِنَ ٱلۡمُغۡرَقِينَ ﴿ "Dan gelom-bang menjadi penghalang antara keduanya, maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." (44) Ketika Allah menenggelamkan mereka dan menyela-matkan Nuh dan orang-orangnya maka ﴾ وَقِيلَ يَٰٓأَرۡضُ ٱبۡلَعِي مَآءَكِ ﴿ "Difirman-kan, 'Hai bumi telanlah airmu'," yang keluar darimu dan yang turun kepadamu, telanlah air yang ada di permukaanmu, ﴾ وَيَٰسَمَآءُ أَقۡلِعِي ﴿ "dan hai langit (hujan) berhentilah," maka keduanya menaati perintah Allah. Bumi menelan airnya dan langit menghentikan hujannya, hingga air di bumi pun surut. ﴾ وَقُضِيَ ٱلۡأَمۡرُ ﴿ "Perintah pun diselesaikan", dengan dibinasakannya orang-orang yang mendustakan dan diselamatkan-nya orang-orang Mukmin. ﴾ وَٱسۡتَوَتۡ عَلَى ٱلۡجُودِيِّۖ ﴿ "Dan bahtera itu pun ber-labuh di atas bukit Judi", yaitu perahu itu berhenti di gunung itu yang terkenal dari negeri Maushil. ﴾ وَقِيلَ بُعۡدٗا لِّلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Dan dikatakan, 'Binasalah orang-orang yang zhalim'." Maksudnya, kebinasaan me-reka diikuti dengan laknat, kemurkaan dan kemarahan yang selalu bersama mereka. (45) ﴾ وَنَادَىٰ نُوحٞ رَّبَّهُۥ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ٱبۡنِي مِنۡ أَهۡلِي وَإِنَّ وَعۡدَكَ ٱلۡحَقُّ ﴿ "Dan Nuh ber-seru kepada Rabbnya sambil berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMu itulah yang benar'." Maksudnya, Engkau telah berkata kepadaku, "Angkutlah dari ma-sing-masing hewan (jantan dan betina) dan keluargamu," dan Engkau tidak akan menyelisihi janjiMu kepadaku. Boleh jadi Nuh terbawa oleh rasa kasih sayangnya, dan bahwa Allah menjanjikan kesela-matan keluarganya, sehingga dia mengira bahwa janjiNya berlaku umum kepada keluarganya yang beriman dan yang tidak beriman. Oleh karena itu, dia berdoa kepada Allah dengan doa itu, meski begitu dia menyerahkan urusannya kepada hikmah Allah yang mendalam. (46) Allah berfirman kepadanya, ﴾ إِنَّهُۥ لَيۡسَ مِنۡ أَهۡلِكَۖ ﴿ "Sesungguh-nya dia bukanlah termasuk keluargamu", yang Aku janjikan kepadamu selamat. ﴾ إِنَّهُۥ عَمَلٌ غَيۡرُ صَٰلِحٖۖ ﴿ "Sesungguhnya (perbuatannya) adalah perbuatan yang tidak baik." Maksudnya, doa yang kamu ucapkan untuk kese-lamatan orang kafir yang tidak beriman kepada Allah dan RasulNya. ﴾ فَلَا تَسۡـَٔلۡنِ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌۖ ﴿ "Sebab itu janganlah kamu memohon kepadaKu se-suatu yang kamu tidak mengetahui hakikat(nya)." Yang kamu tidak mengetahui akhirnya dan akibatnya, apakah ia baik atau tidak baik. ﴾ إِنِّيٓ أَعِظُكَ أَن تَكُونَ مِنَ ٱلۡجَٰهِلِينَ ﴿ "Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan." Sesungguhnya Aku menasihatimu dengan nasihat yang dengan-nya kamu termasuk orang-orang yang sempurna, dan dengannya kamu selamat dari sifat orang-orang yang bodoh. (47) Pada saat itu Nuh sangat menyesal atas apa yang dila-kukannya, dan ﴾ قَالَ رَبِّ إِنِّيٓ أَعُوذُ بِكَ أَنۡ أَسۡـَٔلَكَ مَا لَيۡسَ لِي بِهِۦ عِلۡمٞۖ وَإِلَّا تَغۡفِرۡ لِي وَتَرۡحَمۡنِيٓ أَكُن مِّنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ﴿ "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku berlindung kepada- Mu untuk memohon sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang me-rugi." Dengan ampunan dan rahmat, seorang hamba selamat dari kerugian. Ini menunjukkan bahwa Nuh عليه السلام tidak memiliki ilmu bahwa pertanyaannya kepada Allah tentang anaknya adalah haram dan termasuk ke dalam Firman Allah, ﴾ وَلَا تُخَٰطِبۡنِي فِي ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ إِنَّهُم مُّغۡرَقُونَ ﴿ "Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu, sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan." Akan tetapi ada dua perkara yang bertentangan padanya, dia mengira ia masuk ke dalam FirmanNya, ﴾ وَأَهۡلَكَ ﴿ "Dan keluargamu." Dan setelah itu, jelaslah baginya bahwa ia termasuk ke dalam larangan terhadap mendoakan mereka dan mengulang-ulangnya untuk mereka. (48) ﴾ قِيلَ يَٰنُوحُ ٱهۡبِطۡ بِسَلَٰمٖ مِّنَّا وَبَرَكَٰتٍ عَلَيۡكَ وَعَلَىٰٓ أُمَمٖ مِّمَّن مَّعَكَۚ ﴿ "Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang Mukmin) dari orang-orang yang bersamamu", dari kalangan manusia dan pasangan binatang yang dia bawa bersamanya. Allah memberkahi semuanya sehingga me-reka memenuhi seluruh penjuru bumi. ﴾ وَأُمَمٞ سَنُمَتِّعُهُمۡ ﴿ "Dan akan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka", dalam kehi-dupan dunia, ﴾ ثُمَّ يَمَسُّهُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٞ ﴿ "kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami." Penyelamatan ini tidak menghalangi Kami untuk menghukum orang yang kafir setelah itu meskipun dia diberi kenikmatan sesaat, dia tetap akan dihukum setelah itu. (49) Allah berfirman kepada NabiNya, Muhammad setelah menyampaikan kisah yang gamblang ini yang tidak diketahui ke-cuali oleh orang yang Allah beri nikmat kerasulan. ﴾ تِلۡكَ مِنۡ أَنۢبَآءِ ٱلۡغَيۡبِ نُوحِيهَآ إِلَيۡكَۖ مَا كُنتَ تَعۡلَمُهَآ أَنتَ وَلَا قَوۡمُكَ مِن قَبۡلِ هَٰذَاۖ ﴿ "Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini." Me-reka berkata, "Dia mengetahuinya, maka bersyukurlah kepada Allah dan bersabarlah kamu, berpegang teguhlah pada agamamu yang benar, jalan yang lurus dan dakwah kepada Allah. ﴾ إِنَّ ٱلۡعَٰقِبَةَ لِلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang ber-takwa." Orang-orang yang menjauhi syirik dan dosa-dosa yang lain, maka kesudahan yang baik akan menjadi milikmu dan milik kaum-mu sebagaimana terjadi pada Nuh dan kaumnya.

Hud 11:43

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaum-nya, (dia berkata), 'Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagimu, agar kamu tidak menyembah kecuali Allah. Sesungguhnya aku mengkhawatirkanmu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan.' Maka berkatalah pemimpin-pemim-pin yang kafir dari kaumnya, 'Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina-dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta'." (Hud: 25-27) "Nuh berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu, jika aku sudah mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku, dan Dia membe-riku rahmat dari sisiNya, tetapi rahmat itu disamarkan bagimu. Apa akan kami paksakan kamu menerimanya, padahal kamu tiada menyukainya.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, aku tiada meminta harta benda kepadamu (sebagai upah) bagi seruanku. Tidaklah upahku melainkan dari Allah, dan aku sekali-kali tidak akan me-ngusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Rabbnya, akan tetapi aku memandangmu sebagai kaum yang tidak mengetahui.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku meng-usir mereka. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran.' Dan aku tidak mengatakan kepada kamu (bahwa), aku mempunyai gudang-gudang rizki dan kekayaan dari Allah, dan aku tidak juga menge-tahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan, sesungguhnya aku adalah malaikat, dan tidak juga aku mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu, 'Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka.' Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka; sesungguhnya aku, ka-lau begitu benar-benar termasuk orang-orang yang zhalim." (Hud: 28-31) "Mereka berkata, 'Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah ber-bantah-bantahan dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.' Nuh menjawab, 'Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki, dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri. Dan tidaklah nasihatku bermanfaat kepadamu jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkan kamu. Dia adalah Rabbmu, dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan.' Malahan kaum Nuh itu berkata, 'Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja.' Kata-kanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat'." (Hud: 32-35) "Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja), karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan. Dan buatlah bahtera itu dengan mata (pengawasan) dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bi-carakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu; sesung-guhnya mereka itu akan ditenggelamkan. Dan mulailah Nuh mem-buat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nuh, maka mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh, 'Jika kamu me-ngejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagai-mana kamu sekalian mengejek (kami). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan siapa yang akan ditimpa azab yang kekal.' Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur perapian telah memancarkan air, maka Kami berfirman, 'Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang ketetapan (takdir) terhadapnya telah terdahulu dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman.' Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit." (Hud: 36-40) "Dan Nuh berkata, 'Naiklah kamu sekalian ke dalamnya de-ngan menyebut Nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya.' Sesungguhnya Rabbku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam ge-lombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya -sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil-, 'Hai anakku, naik-lah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.' Anaknya menjawab, 'Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!' Nuh berkata, 'Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) yang Maha Penyayang.' Dan gelombang men-jadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." (Hud: 41-43) "Dan difirmankan, 'Hai bumi, telanlah airmu, dan hai langit (hujan), berhentilah,' dan air pun disurutkan, perintah pun disele-saikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi, dan dika-takan, 'Binasalah orang-orang yang zhalim.' Dan Nuh berseru kepada Rabbnya sambil berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMu itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.' Allah berfirman, 'Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya ada-lah perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepadaKu sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat)nya. Se-sungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan'." (Hud: 44-46). "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu untuk memohon sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepa-daku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi.' Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu. Dan akan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kese-nangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami.' Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa." (Hud: 47-49) (25) ﴾ وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا نُوحًا ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh", Rasul pertama ﴾ إِلَىٰ قَوۡمِهِۦٓ ﴿ "kepada kaumnya." Mengajak mereka kepada Allah dan melarang mereka berbuat syirik. Dia berkata,﴾ إِنِّي لَكُمۡ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagimu." Maksudnya, aku menjelaskan kepadamu sesuatu yang mana aku memperingatkanmu dengannya sebagai penjelasan yang menghilangkan kerancuan permasalahan. (26) ﴾ أَن لَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّا ٱللَّهَۖ ﴿ "Agar kamu tidak menyembah kecuali Allah." Maksudnya, ikhlaskanlah ibadah hanya kepada Allah semata, tinggalkan semua yang disembah selain Allah.﴾ إِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٍ أَلِيمٖ ﴿ "Sesungguhnya aku mengkhawatirkanmu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan." Jika kamu tidak mentauhidkan Allah dan menaatiku. (27) ﴾ فَقَالَ ٱلۡمَلَأُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَوۡمِهِۦ ﴿ "Maka berkatalah pemimpin-pe-mimpin yang kafir dari kaumnya", yakni orang-orang terhormat dan para pembesar kaumnya menolak dakwah Nuh عليه السلام sebagaimana kebiasaan yang berlaku pada orang seperti mereka bahwa mereka-lah yang pertama kali menolak dakwah para rasul, ﴾ مَا نَرَىٰكَ إِلَّا بَشَرٗا مِّثۡلَنَا ﴿ "Kami tidak melihatmu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami." Ini adalah penghalang –menurut mereka– untuk me-ngikutinya, padahal sebenarnya itulah yang benar yang tidak ada kebenaran selainnya, karena manusia hanya mungkin belajar dari manusia dan berdialog dengannya dalam segala urusan, lain halnya dengan malaikat. ﴾ وَمَا نَرَىٰكَ ٱتَّبَعَكَ إِلَّا ٱلَّذِينَ هُمۡ أَرَاذِلُنَا ﴿ "Dan kami tidak me-lihat orang-orang yang mengikutimu, melainkan orang-orang yang hina-dina di antara kami." Maksudnya, kami melihat yang mengikutimu hanyalah orang-orang hina lagi rendah di antara kami –menurut mereka– padahal sebenarnya mereka adalah orang-orang yang mulia dan manusia yang berakal yang tunduk kepada kebenaran. Mereka bukan orang-orang hina seperti yang dibilang oleh pembe-sar-pembesar kaum yang mengikuti semua setan yang bengal dan mengangkat tuhan-tuhan dari batu dan pohon lalu mereka mende-katkan diri kepadanya dan bersujud. Apakah kamu tahu ada yang lebih hina dan rendah daripada mereka? Ucapan mereka, ﴾ بَادِيَ ٱلرَّأۡيِ ﴿ "yang lekas percaya saja." Maksudnya, mereka hanya mengikutimu tanpa berpikir dan menimbang, tetapi hanya disebabkan kamu me-ngajak mereka, langsung mereka mengikutimu. Maksud mereka dengan itu adalah bahwa mereka bukanlah orang-orang yang menge-tahui urusan. Mereka tidak mengetahui bahwa akal yang spontan mengajak kepada kebenaran yang nyata. Begitu kebenaran sampai kepada ulul albab, mereka langsung mengenali dan mengetahuinya, tidak seperti perkara yang samar yang memerlukan pemikiran dan perenungan panjang. ﴾ وَمَا نَرَىٰ لَكُمۡ عَلَيۡنَا مِن فَضۡلِۭ ﴿ "Dan kami tidak melihatmu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami." Maksudnya, kamu tidak lebih baik dari-pada kami yang membuat kami tunduk kepadamu. ﴾ بَلۡ نَظُنُّكُمۡ كَٰذِبِينَ ﴿ "Bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta." Mereka berbohong dalam ucapan mereka. Ini karena mereka telah melihat ayat-ayat yang Allah jadikan sebagai duku-ngan bagi Nuh yang membuat mereka merasa yakin dengan pasti terhadap kebenarannya. (28) Oleh karena itu, ﴾ قَالَ ﴿ "Nuh berkata" kepada mereka menanggapi, ﴾ يَٰقَوۡمِ أَرَءَيۡتُمۡ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٖ مِّن رَّبِّي ﴿ "Hai kaumku, bagaimana pen-dapatmu, jika aku sudah mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Maksudnya berada di atas keyakinan dan kepastian, yakni dia adalah Rasul yang sempurna dan teladan yang ditaati oleh orang-orang yang berakal. Akal tokoh-tokoh besar dibanding akal Nuh adalah kecil. Dia adalah orang yang benar-benar jujur, maka jika dia berkata, "Sesungguhnya aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Cukuplah ucapan ini sebagai bukti dan saksi atas kebe-narannya. ﴾ وَءَاتَىٰنِي رَحۡمَةٗ مِّنۡ عِندِهِۦ ﴿ "Dan Dia memberiku rahmat dari sisiNya." Maksudnya, Dia memberiku wahyu, mengangkatku menjadi rasul dan memberiku nikmat hidayah. ﴾ فَعُمِّيَتۡ عَلَيۡكُمۡ ﴿ "Tetapi rahmat itu di-samarkan bagimu." Maksudnya, tidak jelas bagimu, dan dengannya kamu bermalas-malasan. ﴾ أَنُلۡزِمُكُمُوهَا ﴿ "Apa akan kami paksakan kamu menerimanya." Maksudnya, apakah kami akan memaksamu atas sesuatu yang telah jelas bagi kami sementara kamu masih ragu pada-nya dan kamu tidak menyukainya sehingga kamu berusaha menolak sesuatu yang aku bawa? Itu semua tidak merugikan kami dan tidak menodai keyakinan kami sedikit pun. Ucapan dan dustamu atas kami, tidak menghalangi kami dari sesuatu yang kami imani, paling-paling ia justru menjadi penghalang bagimu yang mengakibatkan kamu menolak tunduk kepada kebenaran yang menurutmu adalah kebatilan. Jika keadaannya telah sampai di sini maka kami tidak kuasa memaksamu kepada perintah Allah dan mewajibkanmu ke-pada sesuatu yang kamu lari darinya. Oleh karena itu, dia berkata, ﴾ أَنُلۡزِمُكُمُوهَا وَأَنتُمۡ لَهَا كَٰرِهُونَ ﴿ "Apa akan kami paksakan kamu menerimanya pa-dahal kamu tiada menyukainya?" (29) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ لَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, aku tiada meminta bagi seruanku," atas dakwahku kepada kalian ﴾ مَالًاۖ ﴿ "harta benda (sebagai upah)", karena kamu akan merasakan beratnya beban. ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِۚ ﴿ "Tidaklah upahku melainkan dari Allah." Dan sepertinya mereka menuntut pengusiran orang-orang Mukmin yang lemah, maka dia menjawab mereka, ﴾ وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْۚ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman", tidak layak dan tidak pantas bagiku untuk melakukan hal itu, justru aku menyambut mereka dengan gembira, penghormatan, penghargaan dan kegembiraan. ﴾ إِنَّهُم مُّلَٰقُواْ رَبِّهِمۡ ﴿ "Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Rabbnya." Maka Dia membalas iman dan takwa mereka dengan surga kenikmatan. ﴾ وَلَٰكِنِّيٓ أَرَىٰكُمۡ قَوۡمٗا تَجۡهَلُونَ ﴿ "Akan tetapi aku memandangmu suatu kaum yang tidak mengetahui." Di mana kamu menyuruhku mengusir wali-wali Allah dan menjauhkan mereka dariku, di mana kamu telah menolak kebenaran, karena mereka adalah para pengikutnya, di mana kamu berdalil atas batilnya kebe-naran dengan ucapan, "Sesungguhnya aku hanyalah manusia biasa sepertimu, dan bahwa kami tidak memiliki keutamaan atasmu." (30) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ مَن يَنصُرُنِي مِنَ ٱللَّهِ إِن طَرَدتُّهُمۡۚ ﴿ "Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir me-reka." Maksudnya, siapa yang melindungiku dari azabNya, karena mengusir mereka menyebabkan turunnya azab dan siksa yang mana tidak ada pelindung selain Allah. ﴾ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ﴿ "Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran?" Apa yang lebih berguna dan lebih baik bagi-mu, dan semestinya kamu merenungkan segala urusan. (31) ﴾ وَلَآ أَقُولُ لَكُمۡ عِندِي خَزَآئِنُ ٱللَّهِ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ وَلَآ أَقُولُ إِنِّي مَلَكٞ ﴿ "Dan aku ti-dak mengatakan kepada kamu (bahwa), 'aku mempunyai gudang-gudang rizki dan kekayaan dari Allah, dan aku tiada mengetahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan, 'Sesungguhnya aku adalah malaikat'." Aku hanyalah seorang Rasul Allah kepadamu, aku memberimu berita gembira dan peringatan, selain itu aku tidak sedikitpun mempunyai wewenang. Kekayaan Allah tidak ada padaku sehingga aku bisa mengaturnya dan memberikannya kepada orang yang aku kehen-daki, dan menghalanginya dari orang yang aku kehendaki. ﴾ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ ﴿ "Dan aku tiada mengetahui yang ghaib", sehingga aku bisa me-ngabarkan rahasiamu dan batinmu. ﴾ وَلَآ أَقُولُ إِنِّي مَلَكٞ ﴿ "Dan tidak (pula) aku mengatakan, 'Sesungguhnya aku adalah malaikat'." Maknanya adalah aku tidak mengklaim tingkatan di atas tingkatanku, tidak pula posisi melainkan posisi di mana Allah mendudukkanku pada-nya, tidak pula aku menghukum manusia berdasarkan dugaanku. Aku tidak ﴾ أَقُولُ لِلَّذِينَ تَزۡدَرِيٓ أَعۡيُنُكُمۡ ﴿ "mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu", yakni orang-orang Mukmin yang lemah yang diremehkan oleh para pembesar orang-orang kafir. ﴾ لَن يُؤۡتِيَهُمُ ٱللَّهُ خَيۡرًاۖ ٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِمَا فِيٓ أَنفُسِهِمۡ ﴿ "Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka, Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka." Jika mereka benar dalam urusan iman mereka, maka me-reka mendapatkan banyak kebaikan, jika tidak demikian, maka hisab mereka menjadi tanggung jawab Allah. ﴾ إِنِّيٓ إِذٗا ﴿ "Sesungguh-nya aku kalau begitu", jika aku mengatakan sesuatu dari yang di atas ﴾ لَّمِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "benar-benar termasuk orang-orang yang zhalim." Ini adalah pemutus asaan dari Nuh kepada kaumnya untuk mengusir orang-orang Mukmin yang miskin atau membenci mereka sekaligus meyakinkan kaumnya dengan cara-cara yang meyakinkan bagi orang yang berpikir obyektif. 9 (32) Tatkala mereka melihat Nuh tidak berhenti dari dak-wahnya dan mereka sendiri tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, maka ﴾ قَالُواْ يَٰنُوحُ قَدۡ جَٰدَلۡتَنَا فَأَكۡثَرۡتَ جِدَٰلَنَا فَأۡتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "mereka berkata, 'Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah berbantah-bantahan dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar?" Betapa bodohnya me-reka, betapa sesatnya mereka, di mana mereka mengucapkan kata-kata ini kepada Nabi mereka yang tulus. Jika mereka benar, mengapa mereka tidak mengatakan, 'Hai Nuh, kamu telah menasihati kami, mengasihi kami dan menyeru kami kepada perkara-perkara yang belum jelas bagi kami, maka kami ingin kamu menjelaskannya agar kami bisa mengikutimu, jika tidak maka terima kasih atas nasihat-mu." Sungguh ini adalah jawaban yang obyektif bagi orang yang di-seru kepada perkara yang samar baginya, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang dusta dalam kata-kata mereka, lancang terhadap Nabi mereka. Mereka tidak menolak kata-katanya dengan syubhat paling rendah, terlebih lagi menolak dengan hujjah. Oleh karena itu, mereka membelok karena kebodohan dan kesesatan mereka kepada permintaan disegerakannya azab, dan menantang Allah. (33) Oleh karena itu, Nuh menjawab mereka dengan ber-kata, ﴾ إِنَّمَا يَأۡتِيكُم بِهِ ٱللَّهُ إِن شَآءَ ﴿ "Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki." Maksudnya, jika hikmah dan kehendakNya menuntutNya menurunkan siksa kepadamu, maka Dia akan melakukan itu ﴾ وَمَآ أَنتُم بِمُعۡجِزِينَ ﴿ "Dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri", dari Allah, sedangkan aku sendiri tidak memiliki wewenang apa pun. (34) ﴾ وَلَا يَنفَعُكُمۡ نُصۡحِيٓ إِنۡ أَرَدتُّ أَنۡ أَنصَحَ لَكُمۡ إِن كَانَ ٱللَّهُ يُرِيدُ أَن يُغۡوِيَكُمۡۚ ﴿ "Dan tidaklah nasihatku bermanfaat kepadamu jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkanmu." Maksudnya, keinginan Allah-lah yang akan menang, jika Dia hendak menyesatkanmu karena kamu menolak kebenaran meskipun aku sudah berusaha sekuat tenaga memberimu nasihat dengan baik –Nuh telah mela-kukan itu– tetap saja hal itu tidak berguna bagimu sedikit pun.﴾ هُوَ رَبُّكُمۡ ﴿ "Dia adalah Rabbmu," melakukan apa yang dikehendakiNya dan menetapkan hukum yang diinginkanNya. ﴾ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ﴿ "Dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan." Lalu Dia membalas perbuatanmu. (35) ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Malahan kaum Nuh itu berkata, 'Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja." Kata ganti ini mengandung ke-mungkinan kembali kepada Nuh sebagaimana konteks ucapan yang membicarakan Nuh dengan kaumnya, maknanya adalah bahwa kaumnya berkata, "Nuh telah berdusta atas Nama Allah, berdusta tentang wahyu yang dia klaim bahwa ia dari Allah. Dan bahwa Allah memintanya untuk berkata, ﴾ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَعَلَيَّ إِجۡرَامِي وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُجۡرِمُونَ ﴿ "Katakanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat." Masing-masing memikul dosanya. ﴾ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰۗ ﴿ "Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain." (Al-Isra`: 15). Dan mengandung kemungkinan ia kembali kepada Nabi Muhammad ﷺ. Jadi ayat ini merupakan sisipan di tengah-tengah kisah Nuh dengan kaumnya karena ia termasuk perkara yang tidak diketahui oleh para Nabi. Tatkala Allah mulai menceritakannya kepada RasulNya, dan itu termasuk bukti-bukti yang menunjukkan kebenaran risalahnya, maka Dia pun menyebutkan pendustaan ka-umnya kepadanya dengan penjelasan yang sempurna, seraya Dia berfirman, ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Apakah mereka berkata, 'Dia telah membuat-buatnya?'" Yakni al-Qur`an ini dibuat-buat oleh Muhammad dari dirinya sendiri. Ini termasuk kata-kata yang paling aneh dan yang paling batil, karena mereka mengetahui bahwa dia (Muhammad) tidak mem-baca dan tidak menulis serta tidak pernah pergi dari mereka untuk mengkaji kitab-kitab, lalu dia hadir dengan kitab ini yang menantang mereka agar menghadirkan satu surat yang semisal dengannya. Jika mereka tetap mengklaim –dengan realita yang demikian– bahwa Muhammad membuat-buatnya, maka jelaslah bahwa mereka itu hanya sekedar menentang. Tak ada lagi guna berdebat dengan me-reka, bahkan yang cocok dalam kondisi ini adalah berpaling dari mereka. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَعَلَيَّ إِجۡرَامِي ﴿ "Kata-kanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku", dan kebohonganku. ﴾ وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُجۡرِمُونَ ﴿ "Dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat." Yakni mengapa kamu terus menuduhku berdusta. (36) FirmanNya, ﴾ وَأُوحِيَ إِلَىٰ نُوحٍ أَنَّهُۥ لَن يُؤۡمِنَ مِن قَوۡمِكَ إِلَّا مَن قَدۡ ءَامَنَ ﴿ "Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja)." Yakni mereka adalah orang-orang yang keras (hatinya). ﴾ فَلَا تَبۡتَئِسۡ بِمَا كَانُواْ يَفۡعَلُونَ ﴿ "Ka-rena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan." Jangan bersedih, jangan hiraukan mereka dan keadaan mereka, karena Allah telah murka kepada mereka dan menimpakan azabNya yang tak bisa ditolak. (37) ﴾ وَٱصۡنَعِ ٱلۡفُلۡكَ بِأَعۡيُنِنَا وَوَحۡيِنَا ﴿ "Dan buatlah bahtera itu dengan mata (pengawasan) dan petunjuk wahyu Kami." Maksudnya, di bawah penjagaan Kami, pengawasan Kami dan keridhaan dari Kami.﴾ وَلَا تُخَٰطِبۡنِي فِي ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ ﴿ "Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu." Maksudnya, jangan mendebatku dalam perkara pembinasaan mereka. ﴾ إِنَّهُم مُّغۡرَقُونَ ﴿ "Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan." Maksudnya, ketetapanKu telah berlaku atas mereka dan takdirKu telah berjalan pada mereka. (38) Nuh menaati perintah Allah تعالى, dia mulai membuat bahtera. ﴾ وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيۡهِ مَلَأٞ مِّن قَوۡمِهِۦ ﴿ "Dan setiap kali pemimpin kaumnya ber-jalan melewati Nuh", dan melihat perahu yang Nuh buat ﴾ سَخِرُواْ مِنۡهُۚ قَالَ إِن تَسۡخَرُواْ مِنَّا ﴿ "mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh, 'Jika kamu mengejek kami", sekarang ﴾ فَإِنَّا نَسۡخَرُ مِنكُمۡ كَمَا تَسۡخَرُونَ ﴿ "maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami)." (39) ﴾ فَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَ مَن يَأۡتِيهِ عَذَابٞ يُخۡزِيهِ وَيَحِلُّ عَلَيۡهِ عَذَابٞ مُّقِيمٌ ﴿ "Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakan-nya dan siapa yang akan ditimpa azab yang kekal". Kami atau kamu? Mereka mengetahuinya ketika azab turun menimpa mereka. (40) ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَمۡرُنَا ﴿ "Hingga apabila perintah Kami datang", yakni takdir kami tentang turunnya azab kepada mereka, ﴾ وَفَارَ ٱلتَّنُّورُ ﴿ "dan dapur perapian telah memancarkan air." Yakni Allah menurun-kan hujan deras dan memancarkan bumi dengan mata air sampai-sampai tungku di dapur yang biasanya menyala dengan api dan jauh dari air ikut serta memancarkan air, maka kedua air itu bertemu atas dasar perkara yang telah ditakdirkan. ﴾ قُلۡنَا ﴿ "Kami berfirman, kepada Nuh, ﴾ ٱحۡمِلۡ فِيهَا مِن كُلّٖ زَوۡجَيۡنِ ٱثۡنَيۡنِ ﴿ "Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina)." Maksud-nya, jantan dan betina dari setiap spesies makhluk agar cikal bakal makhluk tetap terjaga. Adapun sisa spesies yang lebih dari sepasang, maka ia tidak diangkut karena perahu tidak mampu membawanya. ﴾ وَأَهۡلَكَ إِلَّا مَن سَبَقَ عَلَيۡهِ ٱلۡقَوۡلُ ﴿ "Dan keluargamu kecuali orang yang ketetapan (takdira) terhadapnya telah terdahulu", dari golongan kaum kafir seperti anaknya yang tenggelam. ﴾ وَمَنۡ ءَامَنَۚ ﴿ "Dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman." Padahal ketika itu ﴾ م َ ا ءَامَنَ مَعَهُۥٓ إِلَّا قَلِيلٞ ﴿ "tidak beriman ber-sama dengan Nuh itu kecuali sedikit." (41) ﴾ وَقَالَ ﴿ "Dan Nuh berkata", kepada orang-orang yang Allah perintahkan agar mereka diangkut. ﴾ ٱرۡكَبُواْ فِيهَا بِسۡمِ ٱللَّهِ مَجۡر۪ىٰهَا وَمُرۡسَىٰهَآۚ ﴿ "Naik-lah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya." Bahtera itu berlayar dengan nama Allah, berlabuh dengan nama Allah dan berjalan dengan perintah dan instruksiNya. ﴾ إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٞ رَّحِيمٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Di mana Dia mengampuni kami, menyayangi kami dan menyelamatkan kami dari kaum yang zhalim. (42) Kemudian Allah menjelaskan bagaimana bahtera itu berlayar seolah-olah kita melihatnya, seraya Dia berfirman,﴾ وَهِيَ تَجۡرِي بِهِمۡ ﴿ "Dan bahtera itu berlayar membawa mereka", Nuh dan orang-orang yang bersamanya ﴾ فِي مَوۡجٖ كَٱلۡجِبَالِ ﴿ "dalam gelombang laksana gunung." Allah-lah Penjaganya dan Penjaga penumpangnya. ﴾ وَنَادَىٰ نُوحٌ ٱبۡنَهُۥ ﴿ "Dan Nuh memanggil anaknya", ketika dia naik supaya sang anak naik bersamanya, ﴾ وَكَانَ فِي مَعۡزِلٖ ﴿ "sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil", dari mereka ketika mereka naik. Maksudnya, dia menjauh sementara Nuh ingin agar dia mendekat untuk naik. Nuh berkata kepadanya, ﴾ يَٰبُنَيَّ ٱرۡكَب مَّعَنَا وَلَا تَكُن مَّعَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami, dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir." Akibatnya kamu akan tertimpa azab yang menimpa mereka. (43) Anaknya menyanggah untuk mendustakan ucapan ba-paknya bahwa tiada yang selamat kecuali orang yang naik perahu bersamanya. ﴾ سَـَٔاوِيٓ إِلَىٰ جَبَلٖ يَعۡصِمُنِي مِنَ ٱلۡمَآءِۚ ﴿ "Aku akan mencari perlindu-ngan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Maksudnya, aku akan naik ke gunung yang melindungiku dari banjir. Nuh ber-seru, ﴾ لَا عَاصِمَ ٱلۡيَوۡمَ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِ إِلَّا مَن رَّحِمَۚ ﴿ "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang." Tidak ada gunung dan lainnya yang menyelamatkan seseorang meskipun dia mengambil cara apa pun, dia tetap tidak akan selamat jika Allah tidak menyelamatkannya. ﴾ وَحَالَ بَيۡنَهُمَا ٱلۡمَوۡجُ فَكَانَ مِنَ ٱلۡمُغۡرَقِينَ ﴿ "Dan gelom-bang menjadi penghalang antara keduanya, maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." (44) Ketika Allah menenggelamkan mereka dan menyela-matkan Nuh dan orang-orangnya maka ﴾ وَقِيلَ يَٰٓأَرۡضُ ٱبۡلَعِي مَآءَكِ ﴿ "Difirman-kan, 'Hai bumi telanlah airmu'," yang keluar darimu dan yang turun kepadamu, telanlah air yang ada di permukaanmu, ﴾ وَيَٰسَمَآءُ أَقۡلِعِي ﴿ "dan hai langit (hujan) berhentilah," maka keduanya menaati perintah Allah. Bumi menelan airnya dan langit menghentikan hujannya, hingga air di bumi pun surut. ﴾ وَقُضِيَ ٱلۡأَمۡرُ ﴿ "Perintah pun diselesaikan", dengan dibinasakannya orang-orang yang mendustakan dan diselamatkan-nya orang-orang Mukmin. ﴾ وَٱسۡتَوَتۡ عَلَى ٱلۡجُودِيِّۖ ﴿ "Dan bahtera itu pun ber-labuh di atas bukit Judi", yaitu perahu itu berhenti di gunung itu yang terkenal dari negeri Maushil. ﴾ وَقِيلَ بُعۡدٗا لِّلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Dan dikatakan, 'Binasalah orang-orang yang zhalim'." Maksudnya, kebinasaan me-reka diikuti dengan laknat, kemurkaan dan kemarahan yang selalu bersama mereka. (45) ﴾ وَنَادَىٰ نُوحٞ رَّبَّهُۥ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ٱبۡنِي مِنۡ أَهۡلِي وَإِنَّ وَعۡدَكَ ٱلۡحَقُّ ﴿ "Dan Nuh ber-seru kepada Rabbnya sambil berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMu itulah yang benar'." Maksudnya, Engkau telah berkata kepadaku, "Angkutlah dari ma-sing-masing hewan (jantan dan betina) dan keluargamu," dan Engkau tidak akan menyelisihi janjiMu kepadaku. Boleh jadi Nuh terbawa oleh rasa kasih sayangnya, dan bahwa Allah menjanjikan kesela-matan keluarganya, sehingga dia mengira bahwa janjiNya berlaku umum kepada keluarganya yang beriman dan yang tidak beriman. Oleh karena itu, dia berdoa kepada Allah dengan doa itu, meski begitu dia menyerahkan urusannya kepada hikmah Allah yang mendalam. (46) Allah berfirman kepadanya, ﴾ إِنَّهُۥ لَيۡسَ مِنۡ أَهۡلِكَۖ ﴿ "Sesungguh-nya dia bukanlah termasuk keluargamu", yang Aku janjikan kepadamu selamat. ﴾ إِنَّهُۥ عَمَلٌ غَيۡرُ صَٰلِحٖۖ ﴿ "Sesungguhnya (perbuatannya) adalah perbuatan yang tidak baik." Maksudnya, doa yang kamu ucapkan untuk kese-lamatan orang kafir yang tidak beriman kepada Allah dan RasulNya. ﴾ فَلَا تَسۡـَٔلۡنِ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌۖ ﴿ "Sebab itu janganlah kamu memohon kepadaKu se-suatu yang kamu tidak mengetahui hakikat(nya)." Yang kamu tidak mengetahui akhirnya dan akibatnya, apakah ia baik atau tidak baik. ﴾ إِنِّيٓ أَعِظُكَ أَن تَكُونَ مِنَ ٱلۡجَٰهِلِينَ ﴿ "Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan." Sesungguhnya Aku menasihatimu dengan nasihat yang dengan-nya kamu termasuk orang-orang yang sempurna, dan dengannya kamu selamat dari sifat orang-orang yang bodoh. (47) Pada saat itu Nuh sangat menyesal atas apa yang dila-kukannya, dan ﴾ قَالَ رَبِّ إِنِّيٓ أَعُوذُ بِكَ أَنۡ أَسۡـَٔلَكَ مَا لَيۡسَ لِي بِهِۦ عِلۡمٞۖ وَإِلَّا تَغۡفِرۡ لِي وَتَرۡحَمۡنِيٓ أَكُن مِّنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ﴿ "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku berlindung kepada- Mu untuk memohon sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang me-rugi." Dengan ampunan dan rahmat, seorang hamba selamat dari kerugian. Ini menunjukkan bahwa Nuh عليه السلام tidak memiliki ilmu bahwa pertanyaannya kepada Allah tentang anaknya adalah haram dan termasuk ke dalam Firman Allah, ﴾ وَلَا تُخَٰطِبۡنِي فِي ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ إِنَّهُم مُّغۡرَقُونَ ﴿ "Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu, sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan." Akan tetapi ada dua perkara yang bertentangan padanya, dia mengira ia masuk ke dalam FirmanNya, ﴾ وَأَهۡلَكَ ﴿ "Dan keluargamu." Dan setelah itu, jelaslah baginya bahwa ia termasuk ke dalam larangan terhadap mendoakan mereka dan mengulang-ulangnya untuk mereka. (48) ﴾ قِيلَ يَٰنُوحُ ٱهۡبِطۡ بِسَلَٰمٖ مِّنَّا وَبَرَكَٰتٍ عَلَيۡكَ وَعَلَىٰٓ أُمَمٖ مِّمَّن مَّعَكَۚ ﴿ "Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang Mukmin) dari orang-orang yang bersamamu", dari kalangan manusia dan pasangan binatang yang dia bawa bersamanya. Allah memberkahi semuanya sehingga me-reka memenuhi seluruh penjuru bumi. ﴾ وَأُمَمٞ سَنُمَتِّعُهُمۡ ﴿ "Dan akan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka", dalam kehi-dupan dunia, ﴾ ثُمَّ يَمَسُّهُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٞ ﴿ "kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami." Penyelamatan ini tidak menghalangi Kami untuk menghukum orang yang kafir setelah itu meskipun dia diberi kenikmatan sesaat, dia tetap akan dihukum setelah itu. (49) Allah berfirman kepada NabiNya, Muhammad setelah menyampaikan kisah yang gamblang ini yang tidak diketahui ke-cuali oleh orang yang Allah beri nikmat kerasulan. ﴾ تِلۡكَ مِنۡ أَنۢبَآءِ ٱلۡغَيۡبِ نُوحِيهَآ إِلَيۡكَۖ مَا كُنتَ تَعۡلَمُهَآ أَنتَ وَلَا قَوۡمُكَ مِن قَبۡلِ هَٰذَاۖ ﴿ "Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini." Me-reka berkata, "Dia mengetahuinya, maka bersyukurlah kepada Allah dan bersabarlah kamu, berpegang teguhlah pada agamamu yang benar, jalan yang lurus dan dakwah kepada Allah. ﴾ إِنَّ ٱلۡعَٰقِبَةَ لِلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang ber-takwa." Orang-orang yang menjauhi syirik dan dosa-dosa yang lain, maka kesudahan yang baik akan menjadi milikmu dan milik kaum-mu sebagaimana terjadi pada Nuh dan kaumnya.

Hud 11:44

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaum-nya, (dia berkata), 'Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagimu, agar kamu tidak menyembah kecuali Allah. Sesungguhnya aku mengkhawatirkanmu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan.' Maka berkatalah pemimpin-pemim-pin yang kafir dari kaumnya, 'Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina-dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta'." (Hud: 25-27) "Nuh berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu, jika aku sudah mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku, dan Dia membe-riku rahmat dari sisiNya, tetapi rahmat itu disamarkan bagimu. Apa akan kami paksakan kamu menerimanya, padahal kamu tiada menyukainya.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, aku tiada meminta harta benda kepadamu (sebagai upah) bagi seruanku. Tidaklah upahku melainkan dari Allah, dan aku sekali-kali tidak akan me-ngusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Rabbnya, akan tetapi aku memandangmu sebagai kaum yang tidak mengetahui.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku meng-usir mereka. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran.' Dan aku tidak mengatakan kepada kamu (bahwa), aku mempunyai gudang-gudang rizki dan kekayaan dari Allah, dan aku tidak juga menge-tahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan, sesungguhnya aku adalah malaikat, dan tidak juga aku mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu, 'Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka.' Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka; sesungguhnya aku, ka-lau begitu benar-benar termasuk orang-orang yang zhalim." (Hud: 28-31) "Mereka berkata, 'Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah ber-bantah-bantahan dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.' Nuh menjawab, 'Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki, dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri. Dan tidaklah nasihatku bermanfaat kepadamu jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkan kamu. Dia adalah Rabbmu, dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan.' Malahan kaum Nuh itu berkata, 'Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja.' Kata-kanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat'." (Hud: 32-35) "Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja), karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan. Dan buatlah bahtera itu dengan mata (pengawasan) dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bi-carakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu; sesung-guhnya mereka itu akan ditenggelamkan. Dan mulailah Nuh mem-buat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nuh, maka mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh, 'Jika kamu me-ngejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagai-mana kamu sekalian mengejek (kami). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan siapa yang akan ditimpa azab yang kekal.' Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur perapian telah memancarkan air, maka Kami berfirman, 'Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang ketetapan (takdir) terhadapnya telah terdahulu dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman.' Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit." (Hud: 36-40) "Dan Nuh berkata, 'Naiklah kamu sekalian ke dalamnya de-ngan menyebut Nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya.' Sesungguhnya Rabbku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam ge-lombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya -sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil-, 'Hai anakku, naik-lah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.' Anaknya menjawab, 'Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!' Nuh berkata, 'Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) yang Maha Penyayang.' Dan gelombang men-jadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." (Hud: 41-43) "Dan difirmankan, 'Hai bumi, telanlah airmu, dan hai langit (hujan), berhentilah,' dan air pun disurutkan, perintah pun disele-saikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi, dan dika-takan, 'Binasalah orang-orang yang zhalim.' Dan Nuh berseru kepada Rabbnya sambil berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMu itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.' Allah berfirman, 'Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya ada-lah perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepadaKu sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat)nya. Se-sungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan'." (Hud: 44-46). "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu untuk memohon sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepa-daku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi.' Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu. Dan akan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kese-nangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami.' Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa." (Hud: 47-49) (25) ﴾ وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا نُوحًا ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh", Rasul pertama ﴾ إِلَىٰ قَوۡمِهِۦٓ ﴿ "kepada kaumnya." Mengajak mereka kepada Allah dan melarang mereka berbuat syirik. Dia berkata,﴾ إِنِّي لَكُمۡ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagimu." Maksudnya, aku menjelaskan kepadamu sesuatu yang mana aku memperingatkanmu dengannya sebagai penjelasan yang menghilangkan kerancuan permasalahan. (26) ﴾ أَن لَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّا ٱللَّهَۖ ﴿ "Agar kamu tidak menyembah kecuali Allah." Maksudnya, ikhlaskanlah ibadah hanya kepada Allah semata, tinggalkan semua yang disembah selain Allah.﴾ إِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٍ أَلِيمٖ ﴿ "Sesungguhnya aku mengkhawatirkanmu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan." Jika kamu tidak mentauhidkan Allah dan menaatiku. (27) ﴾ فَقَالَ ٱلۡمَلَأُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَوۡمِهِۦ ﴿ "Maka berkatalah pemimpin-pe-mimpin yang kafir dari kaumnya", yakni orang-orang terhormat dan para pembesar kaumnya menolak dakwah Nuh عليه السلام sebagaimana kebiasaan yang berlaku pada orang seperti mereka bahwa mereka-lah yang pertama kali menolak dakwah para rasul, ﴾ مَا نَرَىٰكَ إِلَّا بَشَرٗا مِّثۡلَنَا ﴿ "Kami tidak melihatmu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami." Ini adalah penghalang –menurut mereka– untuk me-ngikutinya, padahal sebenarnya itulah yang benar yang tidak ada kebenaran selainnya, karena manusia hanya mungkin belajar dari manusia dan berdialog dengannya dalam segala urusan, lain halnya dengan malaikat. ﴾ وَمَا نَرَىٰكَ ٱتَّبَعَكَ إِلَّا ٱلَّذِينَ هُمۡ أَرَاذِلُنَا ﴿ "Dan kami tidak me-lihat orang-orang yang mengikutimu, melainkan orang-orang yang hina-dina di antara kami." Maksudnya, kami melihat yang mengikutimu hanyalah orang-orang hina lagi rendah di antara kami –menurut mereka– padahal sebenarnya mereka adalah orang-orang yang mulia dan manusia yang berakal yang tunduk kepada kebenaran. Mereka bukan orang-orang hina seperti yang dibilang oleh pembe-sar-pembesar kaum yang mengikuti semua setan yang bengal dan mengangkat tuhan-tuhan dari batu dan pohon lalu mereka mende-katkan diri kepadanya dan bersujud. Apakah kamu tahu ada yang lebih hina dan rendah daripada mereka? Ucapan mereka, ﴾ بَادِيَ ٱلرَّأۡيِ ﴿ "yang lekas percaya saja." Maksudnya, mereka hanya mengikutimu tanpa berpikir dan menimbang, tetapi hanya disebabkan kamu me-ngajak mereka, langsung mereka mengikutimu. Maksud mereka dengan itu adalah bahwa mereka bukanlah orang-orang yang menge-tahui urusan. Mereka tidak mengetahui bahwa akal yang spontan mengajak kepada kebenaran yang nyata. Begitu kebenaran sampai kepada ulul albab, mereka langsung mengenali dan mengetahuinya, tidak seperti perkara yang samar yang memerlukan pemikiran dan perenungan panjang. ﴾ وَمَا نَرَىٰ لَكُمۡ عَلَيۡنَا مِن فَضۡلِۭ ﴿ "Dan kami tidak melihatmu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami." Maksudnya, kamu tidak lebih baik dari-pada kami yang membuat kami tunduk kepadamu. ﴾ بَلۡ نَظُنُّكُمۡ كَٰذِبِينَ ﴿ "Bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta." Mereka berbohong dalam ucapan mereka. Ini karena mereka telah melihat ayat-ayat yang Allah jadikan sebagai duku-ngan bagi Nuh yang membuat mereka merasa yakin dengan pasti terhadap kebenarannya. (28) Oleh karena itu, ﴾ قَالَ ﴿ "Nuh berkata" kepada mereka menanggapi, ﴾ يَٰقَوۡمِ أَرَءَيۡتُمۡ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٖ مِّن رَّبِّي ﴿ "Hai kaumku, bagaimana pen-dapatmu, jika aku sudah mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Maksudnya berada di atas keyakinan dan kepastian, yakni dia adalah Rasul yang sempurna dan teladan yang ditaati oleh orang-orang yang berakal. Akal tokoh-tokoh besar dibanding akal Nuh adalah kecil. Dia adalah orang yang benar-benar jujur, maka jika dia berkata, "Sesungguhnya aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Cukuplah ucapan ini sebagai bukti dan saksi atas kebe-narannya. ﴾ وَءَاتَىٰنِي رَحۡمَةٗ مِّنۡ عِندِهِۦ ﴿ "Dan Dia memberiku rahmat dari sisiNya." Maksudnya, Dia memberiku wahyu, mengangkatku menjadi rasul dan memberiku nikmat hidayah. ﴾ فَعُمِّيَتۡ عَلَيۡكُمۡ ﴿ "Tetapi rahmat itu di-samarkan bagimu." Maksudnya, tidak jelas bagimu, dan dengannya kamu bermalas-malasan. ﴾ أَنُلۡزِمُكُمُوهَا ﴿ "Apa akan kami paksakan kamu menerimanya." Maksudnya, apakah kami akan memaksamu atas sesuatu yang telah jelas bagi kami sementara kamu masih ragu pada-nya dan kamu tidak menyukainya sehingga kamu berusaha menolak sesuatu yang aku bawa? Itu semua tidak merugikan kami dan tidak menodai keyakinan kami sedikit pun. Ucapan dan dustamu atas kami, tidak menghalangi kami dari sesuatu yang kami imani, paling-paling ia justru menjadi penghalang bagimu yang mengakibatkan kamu menolak tunduk kepada kebenaran yang menurutmu adalah kebatilan. Jika keadaannya telah sampai di sini maka kami tidak kuasa memaksamu kepada perintah Allah dan mewajibkanmu ke-pada sesuatu yang kamu lari darinya. Oleh karena itu, dia berkata, ﴾ أَنُلۡزِمُكُمُوهَا وَأَنتُمۡ لَهَا كَٰرِهُونَ ﴿ "Apa akan kami paksakan kamu menerimanya pa-dahal kamu tiada menyukainya?" (29) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ لَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, aku tiada meminta bagi seruanku," atas dakwahku kepada kalian ﴾ مَالًاۖ ﴿ "harta benda (sebagai upah)", karena kamu akan merasakan beratnya beban. ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِۚ ﴿ "Tidaklah upahku melainkan dari Allah." Dan sepertinya mereka menuntut pengusiran orang-orang Mukmin yang lemah, maka dia menjawab mereka, ﴾ وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْۚ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman", tidak layak dan tidak pantas bagiku untuk melakukan hal itu, justru aku menyambut mereka dengan gembira, penghormatan, penghargaan dan kegembiraan. ﴾ إِنَّهُم مُّلَٰقُواْ رَبِّهِمۡ ﴿ "Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Rabbnya." Maka Dia membalas iman dan takwa mereka dengan surga kenikmatan. ﴾ وَلَٰكِنِّيٓ أَرَىٰكُمۡ قَوۡمٗا تَجۡهَلُونَ ﴿ "Akan tetapi aku memandangmu suatu kaum yang tidak mengetahui." Di mana kamu menyuruhku mengusir wali-wali Allah dan menjauhkan mereka dariku, di mana kamu telah menolak kebenaran, karena mereka adalah para pengikutnya, di mana kamu berdalil atas batilnya kebe-naran dengan ucapan, "Sesungguhnya aku hanyalah manusia biasa sepertimu, dan bahwa kami tidak memiliki keutamaan atasmu." (30) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ مَن يَنصُرُنِي مِنَ ٱللَّهِ إِن طَرَدتُّهُمۡۚ ﴿ "Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir me-reka." Maksudnya, siapa yang melindungiku dari azabNya, karena mengusir mereka menyebabkan turunnya azab dan siksa yang mana tidak ada pelindung selain Allah. ﴾ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ﴿ "Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran?" Apa yang lebih berguna dan lebih baik bagi-mu, dan semestinya kamu merenungkan segala urusan. (31) ﴾ وَلَآ أَقُولُ لَكُمۡ عِندِي خَزَآئِنُ ٱللَّهِ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ وَلَآ أَقُولُ إِنِّي مَلَكٞ ﴿ "Dan aku ti-dak mengatakan kepada kamu (bahwa), 'aku mempunyai gudang-gudang rizki dan kekayaan dari Allah, dan aku tiada mengetahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan, 'Sesungguhnya aku adalah malaikat'." Aku hanyalah seorang Rasul Allah kepadamu, aku memberimu berita gembira dan peringatan, selain itu aku tidak sedikitpun mempunyai wewenang. Kekayaan Allah tidak ada padaku sehingga aku bisa mengaturnya dan memberikannya kepada orang yang aku kehen-daki, dan menghalanginya dari orang yang aku kehendaki. ﴾ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ ﴿ "Dan aku tiada mengetahui yang ghaib", sehingga aku bisa me-ngabarkan rahasiamu dan batinmu. ﴾ وَلَآ أَقُولُ إِنِّي مَلَكٞ ﴿ "Dan tidak (pula) aku mengatakan, 'Sesungguhnya aku adalah malaikat'." Maknanya adalah aku tidak mengklaim tingkatan di atas tingkatanku, tidak pula posisi melainkan posisi di mana Allah mendudukkanku pada-nya, tidak pula aku menghukum manusia berdasarkan dugaanku. Aku tidak ﴾ أَقُولُ لِلَّذِينَ تَزۡدَرِيٓ أَعۡيُنُكُمۡ ﴿ "mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu", yakni orang-orang Mukmin yang lemah yang diremehkan oleh para pembesar orang-orang kafir. ﴾ لَن يُؤۡتِيَهُمُ ٱللَّهُ خَيۡرًاۖ ٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِمَا فِيٓ أَنفُسِهِمۡ ﴿ "Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka, Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka." Jika mereka benar dalam urusan iman mereka, maka me-reka mendapatkan banyak kebaikan, jika tidak demikian, maka hisab mereka menjadi tanggung jawab Allah. ﴾ إِنِّيٓ إِذٗا ﴿ "Sesungguh-nya aku kalau begitu", jika aku mengatakan sesuatu dari yang di atas ﴾ لَّمِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "benar-benar termasuk orang-orang yang zhalim." Ini adalah pemutus asaan dari Nuh kepada kaumnya untuk mengusir orang-orang Mukmin yang miskin atau membenci mereka sekaligus meyakinkan kaumnya dengan cara-cara yang meyakinkan bagi orang yang berpikir obyektif. 9 (32) Tatkala mereka melihat Nuh tidak berhenti dari dak-wahnya dan mereka sendiri tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, maka ﴾ قَالُواْ يَٰنُوحُ قَدۡ جَٰدَلۡتَنَا فَأَكۡثَرۡتَ جِدَٰلَنَا فَأۡتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "mereka berkata, 'Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah berbantah-bantahan dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar?" Betapa bodohnya me-reka, betapa sesatnya mereka, di mana mereka mengucapkan kata-kata ini kepada Nabi mereka yang tulus. Jika mereka benar, mengapa mereka tidak mengatakan, 'Hai Nuh, kamu telah menasihati kami, mengasihi kami dan menyeru kami kepada perkara-perkara yang belum jelas bagi kami, maka kami ingin kamu menjelaskannya agar kami bisa mengikutimu, jika tidak maka terima kasih atas nasihat-mu." Sungguh ini adalah jawaban yang obyektif bagi orang yang di-seru kepada perkara yang samar baginya, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang dusta dalam kata-kata mereka, lancang terhadap Nabi mereka. Mereka tidak menolak kata-katanya dengan syubhat paling rendah, terlebih lagi menolak dengan hujjah. Oleh karena itu, mereka membelok karena kebodohan dan kesesatan mereka kepada permintaan disegerakannya azab, dan menantang Allah. (33) Oleh karena itu, Nuh menjawab mereka dengan ber-kata, ﴾ إِنَّمَا يَأۡتِيكُم بِهِ ٱللَّهُ إِن شَآءَ ﴿ "Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki." Maksudnya, jika hikmah dan kehendakNya menuntutNya menurunkan siksa kepadamu, maka Dia akan melakukan itu ﴾ وَمَآ أَنتُم بِمُعۡجِزِينَ ﴿ "Dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri", dari Allah, sedangkan aku sendiri tidak memiliki wewenang apa pun. (34) ﴾ وَلَا يَنفَعُكُمۡ نُصۡحِيٓ إِنۡ أَرَدتُّ أَنۡ أَنصَحَ لَكُمۡ إِن كَانَ ٱللَّهُ يُرِيدُ أَن يُغۡوِيَكُمۡۚ ﴿ "Dan tidaklah nasihatku bermanfaat kepadamu jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkanmu." Maksudnya, keinginan Allah-lah yang akan menang, jika Dia hendak menyesatkanmu karena kamu menolak kebenaran meskipun aku sudah berusaha sekuat tenaga memberimu nasihat dengan baik –Nuh telah mela-kukan itu– tetap saja hal itu tidak berguna bagimu sedikit pun.﴾ هُوَ رَبُّكُمۡ ﴿ "Dia adalah Rabbmu," melakukan apa yang dikehendakiNya dan menetapkan hukum yang diinginkanNya. ﴾ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ﴿ "Dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan." Lalu Dia membalas perbuatanmu. (35) ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Malahan kaum Nuh itu berkata, 'Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja." Kata ganti ini mengandung ke-mungkinan kembali kepada Nuh sebagaimana konteks ucapan yang membicarakan Nuh dengan kaumnya, maknanya adalah bahwa kaumnya berkata, "Nuh telah berdusta atas Nama Allah, berdusta tentang wahyu yang dia klaim bahwa ia dari Allah. Dan bahwa Allah memintanya untuk berkata, ﴾ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَعَلَيَّ إِجۡرَامِي وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُجۡرِمُونَ ﴿ "Katakanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat." Masing-masing memikul dosanya. ﴾ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰۗ ﴿ "Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain." (Al-Isra`: 15). Dan mengandung kemungkinan ia kembali kepada Nabi Muhammad ﷺ. Jadi ayat ini merupakan sisipan di tengah-tengah kisah Nuh dengan kaumnya karena ia termasuk perkara yang tidak diketahui oleh para Nabi. Tatkala Allah mulai menceritakannya kepada RasulNya, dan itu termasuk bukti-bukti yang menunjukkan kebenaran risalahnya, maka Dia pun menyebutkan pendustaan ka-umnya kepadanya dengan penjelasan yang sempurna, seraya Dia berfirman, ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Apakah mereka berkata, 'Dia telah membuat-buatnya?'" Yakni al-Qur`an ini dibuat-buat oleh Muhammad dari dirinya sendiri. Ini termasuk kata-kata yang paling aneh dan yang paling batil, karena mereka mengetahui bahwa dia (Muhammad) tidak mem-baca dan tidak menulis serta tidak pernah pergi dari mereka untuk mengkaji kitab-kitab, lalu dia hadir dengan kitab ini yang menantang mereka agar menghadirkan satu surat yang semisal dengannya. Jika mereka tetap mengklaim –dengan realita yang demikian– bahwa Muhammad membuat-buatnya, maka jelaslah bahwa mereka itu hanya sekedar menentang. Tak ada lagi guna berdebat dengan me-reka, bahkan yang cocok dalam kondisi ini adalah berpaling dari mereka. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَعَلَيَّ إِجۡرَامِي ﴿ "Kata-kanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku", dan kebohonganku. ﴾ وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُجۡرِمُونَ ﴿ "Dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat." Yakni mengapa kamu terus menuduhku berdusta. (36) FirmanNya, ﴾ وَأُوحِيَ إِلَىٰ نُوحٍ أَنَّهُۥ لَن يُؤۡمِنَ مِن قَوۡمِكَ إِلَّا مَن قَدۡ ءَامَنَ ﴿ "Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja)." Yakni mereka adalah orang-orang yang keras (hatinya). ﴾ فَلَا تَبۡتَئِسۡ بِمَا كَانُواْ يَفۡعَلُونَ ﴿ "Ka-rena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan." Jangan bersedih, jangan hiraukan mereka dan keadaan mereka, karena Allah telah murka kepada mereka dan menimpakan azabNya yang tak bisa ditolak. (37) ﴾ وَٱصۡنَعِ ٱلۡفُلۡكَ بِأَعۡيُنِنَا وَوَحۡيِنَا ﴿ "Dan buatlah bahtera itu dengan mata (pengawasan) dan petunjuk wahyu Kami." Maksudnya, di bawah penjagaan Kami, pengawasan Kami dan keridhaan dari Kami.﴾ وَلَا تُخَٰطِبۡنِي فِي ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ ﴿ "Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu." Maksudnya, jangan mendebatku dalam perkara pembinasaan mereka. ﴾ إِنَّهُم مُّغۡرَقُونَ ﴿ "Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan." Maksudnya, ketetapanKu telah berlaku atas mereka dan takdirKu telah berjalan pada mereka. (38) Nuh menaati perintah Allah تعالى, dia mulai membuat bahtera. ﴾ وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيۡهِ مَلَأٞ مِّن قَوۡمِهِۦ ﴿ "Dan setiap kali pemimpin kaumnya ber-jalan melewati Nuh", dan melihat perahu yang Nuh buat ﴾ سَخِرُواْ مِنۡهُۚ قَالَ إِن تَسۡخَرُواْ مِنَّا ﴿ "mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh, 'Jika kamu mengejek kami", sekarang ﴾ فَإِنَّا نَسۡخَرُ مِنكُمۡ كَمَا تَسۡخَرُونَ ﴿ "maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami)." (39) ﴾ فَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَ مَن يَأۡتِيهِ عَذَابٞ يُخۡزِيهِ وَيَحِلُّ عَلَيۡهِ عَذَابٞ مُّقِيمٌ ﴿ "Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakan-nya dan siapa yang akan ditimpa azab yang kekal". Kami atau kamu? Mereka mengetahuinya ketika azab turun menimpa mereka. (40) ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَمۡرُنَا ﴿ "Hingga apabila perintah Kami datang", yakni takdir kami tentang turunnya azab kepada mereka, ﴾ وَفَارَ ٱلتَّنُّورُ ﴿ "dan dapur perapian telah memancarkan air." Yakni Allah menurun-kan hujan deras dan memancarkan bumi dengan mata air sampai-sampai tungku di dapur yang biasanya menyala dengan api dan jauh dari air ikut serta memancarkan air, maka kedua air itu bertemu atas dasar perkara yang telah ditakdirkan. ﴾ قُلۡنَا ﴿ "Kami berfirman, kepada Nuh, ﴾ ٱحۡمِلۡ فِيهَا مِن كُلّٖ زَوۡجَيۡنِ ٱثۡنَيۡنِ ﴿ "Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina)." Maksud-nya, jantan dan betina dari setiap spesies makhluk agar cikal bakal makhluk tetap terjaga. Adapun sisa spesies yang lebih dari sepasang, maka ia tidak diangkut karena perahu tidak mampu membawanya. ﴾ وَأَهۡلَكَ إِلَّا مَن سَبَقَ عَلَيۡهِ ٱلۡقَوۡلُ ﴿ "Dan keluargamu kecuali orang yang ketetapan (takdira) terhadapnya telah terdahulu", dari golongan kaum kafir seperti anaknya yang tenggelam. ﴾ وَمَنۡ ءَامَنَۚ ﴿ "Dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman." Padahal ketika itu ﴾ م َ ا ءَامَنَ مَعَهُۥٓ إِلَّا قَلِيلٞ ﴿ "tidak beriman ber-sama dengan Nuh itu kecuali sedikit." (41) ﴾ وَقَالَ ﴿ "Dan Nuh berkata", kepada orang-orang yang Allah perintahkan agar mereka diangkut. ﴾ ٱرۡكَبُواْ فِيهَا بِسۡمِ ٱللَّهِ مَجۡر۪ىٰهَا وَمُرۡسَىٰهَآۚ ﴿ "Naik-lah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya." Bahtera itu berlayar dengan nama Allah, berlabuh dengan nama Allah dan berjalan dengan perintah dan instruksiNya. ﴾ إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٞ رَّحِيمٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Di mana Dia mengampuni kami, menyayangi kami dan menyelamatkan kami dari kaum yang zhalim. (42) Kemudian Allah menjelaskan bagaimana bahtera itu berlayar seolah-olah kita melihatnya, seraya Dia berfirman,﴾ وَهِيَ تَجۡرِي بِهِمۡ ﴿ "Dan bahtera itu berlayar membawa mereka", Nuh dan orang-orang yang bersamanya ﴾ فِي مَوۡجٖ كَٱلۡجِبَالِ ﴿ "dalam gelombang laksana gunung." Allah-lah Penjaganya dan Penjaga penumpangnya. ﴾ وَنَادَىٰ نُوحٌ ٱبۡنَهُۥ ﴿ "Dan Nuh memanggil anaknya", ketika dia naik supaya sang anak naik bersamanya, ﴾ وَكَانَ فِي مَعۡزِلٖ ﴿ "sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil", dari mereka ketika mereka naik. Maksudnya, dia menjauh sementara Nuh ingin agar dia mendekat untuk naik. Nuh berkata kepadanya, ﴾ يَٰبُنَيَّ ٱرۡكَب مَّعَنَا وَلَا تَكُن مَّعَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami, dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir." Akibatnya kamu akan tertimpa azab yang menimpa mereka. (43) Anaknya menyanggah untuk mendustakan ucapan ba-paknya bahwa tiada yang selamat kecuali orang yang naik perahu bersamanya. ﴾ سَـَٔاوِيٓ إِلَىٰ جَبَلٖ يَعۡصِمُنِي مِنَ ٱلۡمَآءِۚ ﴿ "Aku akan mencari perlindu-ngan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Maksudnya, aku akan naik ke gunung yang melindungiku dari banjir. Nuh ber-seru, ﴾ لَا عَاصِمَ ٱلۡيَوۡمَ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِ إِلَّا مَن رَّحِمَۚ ﴿ "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang." Tidak ada gunung dan lainnya yang menyelamatkan seseorang meskipun dia mengambil cara apa pun, dia tetap tidak akan selamat jika Allah tidak menyelamatkannya. ﴾ وَحَالَ بَيۡنَهُمَا ٱلۡمَوۡجُ فَكَانَ مِنَ ٱلۡمُغۡرَقِينَ ﴿ "Dan gelom-bang menjadi penghalang antara keduanya, maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." (44) Ketika Allah menenggelamkan mereka dan menyela-matkan Nuh dan orang-orangnya maka ﴾ وَقِيلَ يَٰٓأَرۡضُ ٱبۡلَعِي مَآءَكِ ﴿ "Difirman-kan, 'Hai bumi telanlah airmu'," yang keluar darimu dan yang turun kepadamu, telanlah air yang ada di permukaanmu, ﴾ وَيَٰسَمَآءُ أَقۡلِعِي ﴿ "dan hai langit (hujan) berhentilah," maka keduanya menaati perintah Allah. Bumi menelan airnya dan langit menghentikan hujannya, hingga air di bumi pun surut. ﴾ وَقُضِيَ ٱلۡأَمۡرُ ﴿ "Perintah pun diselesaikan", dengan dibinasakannya orang-orang yang mendustakan dan diselamatkan-nya orang-orang Mukmin. ﴾ وَٱسۡتَوَتۡ عَلَى ٱلۡجُودِيِّۖ ﴿ "Dan bahtera itu pun ber-labuh di atas bukit Judi", yaitu perahu itu berhenti di gunung itu yang terkenal dari negeri Maushil. ﴾ وَقِيلَ بُعۡدٗا لِّلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Dan dikatakan, 'Binasalah orang-orang yang zhalim'." Maksudnya, kebinasaan me-reka diikuti dengan laknat, kemurkaan dan kemarahan yang selalu bersama mereka. (45) ﴾ وَنَادَىٰ نُوحٞ رَّبَّهُۥ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ٱبۡنِي مِنۡ أَهۡلِي وَإِنَّ وَعۡدَكَ ٱلۡحَقُّ ﴿ "Dan Nuh ber-seru kepada Rabbnya sambil berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMu itulah yang benar'." Maksudnya, Engkau telah berkata kepadaku, "Angkutlah dari ma-sing-masing hewan (jantan dan betina) dan keluargamu," dan Engkau tidak akan menyelisihi janjiMu kepadaku. Boleh jadi Nuh terbawa oleh rasa kasih sayangnya, dan bahwa Allah menjanjikan kesela-matan keluarganya, sehingga dia mengira bahwa janjiNya berlaku umum kepada keluarganya yang beriman dan yang tidak beriman. Oleh karena itu, dia berdoa kepada Allah dengan doa itu, meski begitu dia menyerahkan urusannya kepada hikmah Allah yang mendalam. (46) Allah berfirman kepadanya, ﴾ إِنَّهُۥ لَيۡسَ مِنۡ أَهۡلِكَۖ ﴿ "Sesungguh-nya dia bukanlah termasuk keluargamu", yang Aku janjikan kepadamu selamat. ﴾ إِنَّهُۥ عَمَلٌ غَيۡرُ صَٰلِحٖۖ ﴿ "Sesungguhnya (perbuatannya) adalah perbuatan yang tidak baik." Maksudnya, doa yang kamu ucapkan untuk kese-lamatan orang kafir yang tidak beriman kepada Allah dan RasulNya. ﴾ فَلَا تَسۡـَٔلۡنِ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌۖ ﴿ "Sebab itu janganlah kamu memohon kepadaKu se-suatu yang kamu tidak mengetahui hakikat(nya)." Yang kamu tidak mengetahui akhirnya dan akibatnya, apakah ia baik atau tidak baik. ﴾ إِنِّيٓ أَعِظُكَ أَن تَكُونَ مِنَ ٱلۡجَٰهِلِينَ ﴿ "Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan." Sesungguhnya Aku menasihatimu dengan nasihat yang dengan-nya kamu termasuk orang-orang yang sempurna, dan dengannya kamu selamat dari sifat orang-orang yang bodoh. (47) Pada saat itu Nuh sangat menyesal atas apa yang dila-kukannya, dan ﴾ قَالَ رَبِّ إِنِّيٓ أَعُوذُ بِكَ أَنۡ أَسۡـَٔلَكَ مَا لَيۡسَ لِي بِهِۦ عِلۡمٞۖ وَإِلَّا تَغۡفِرۡ لِي وَتَرۡحَمۡنِيٓ أَكُن مِّنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ﴿ "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku berlindung kepada- Mu untuk memohon sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang me-rugi." Dengan ampunan dan rahmat, seorang hamba selamat dari kerugian. Ini menunjukkan bahwa Nuh عليه السلام tidak memiliki ilmu bahwa pertanyaannya kepada Allah tentang anaknya adalah haram dan termasuk ke dalam Firman Allah, ﴾ وَلَا تُخَٰطِبۡنِي فِي ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ إِنَّهُم مُّغۡرَقُونَ ﴿ "Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu, sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan." Akan tetapi ada dua perkara yang bertentangan padanya, dia mengira ia masuk ke dalam FirmanNya, ﴾ وَأَهۡلَكَ ﴿ "Dan keluargamu." Dan setelah itu, jelaslah baginya bahwa ia termasuk ke dalam larangan terhadap mendoakan mereka dan mengulang-ulangnya untuk mereka. (48) ﴾ قِيلَ يَٰنُوحُ ٱهۡبِطۡ بِسَلَٰمٖ مِّنَّا وَبَرَكَٰتٍ عَلَيۡكَ وَعَلَىٰٓ أُمَمٖ مِّمَّن مَّعَكَۚ ﴿ "Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang Mukmin) dari orang-orang yang bersamamu", dari kalangan manusia dan pasangan binatang yang dia bawa bersamanya. Allah memberkahi semuanya sehingga me-reka memenuhi seluruh penjuru bumi. ﴾ وَأُمَمٞ سَنُمَتِّعُهُمۡ ﴿ "Dan akan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka", dalam kehi-dupan dunia, ﴾ ثُمَّ يَمَسُّهُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٞ ﴿ "kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami." Penyelamatan ini tidak menghalangi Kami untuk menghukum orang yang kafir setelah itu meskipun dia diberi kenikmatan sesaat, dia tetap akan dihukum setelah itu. (49) Allah berfirman kepada NabiNya, Muhammad setelah menyampaikan kisah yang gamblang ini yang tidak diketahui ke-cuali oleh orang yang Allah beri nikmat kerasulan. ﴾ تِلۡكَ مِنۡ أَنۢبَآءِ ٱلۡغَيۡبِ نُوحِيهَآ إِلَيۡكَۖ مَا كُنتَ تَعۡلَمُهَآ أَنتَ وَلَا قَوۡمُكَ مِن قَبۡلِ هَٰذَاۖ ﴿ "Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini." Me-reka berkata, "Dia mengetahuinya, maka bersyukurlah kepada Allah dan bersabarlah kamu, berpegang teguhlah pada agamamu yang benar, jalan yang lurus dan dakwah kepada Allah. ﴾ إِنَّ ٱلۡعَٰقِبَةَ لِلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang ber-takwa." Orang-orang yang menjauhi syirik dan dosa-dosa yang lain, maka kesudahan yang baik akan menjadi milikmu dan milik kaum-mu sebagaimana terjadi pada Nuh dan kaumnya.

Hud 11:45

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaum-nya, (dia berkata), 'Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagimu, agar kamu tidak menyembah kecuali Allah. Sesungguhnya aku mengkhawatirkanmu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan.' Maka berkatalah pemimpin-pemim-pin yang kafir dari kaumnya, 'Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina-dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta'." (Hud: 25-27) "Nuh berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu, jika aku sudah mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku, dan Dia membe-riku rahmat dari sisiNya, tetapi rahmat itu disamarkan bagimu. Apa akan kami paksakan kamu menerimanya, padahal kamu tiada menyukainya.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, aku tiada meminta harta benda kepadamu (sebagai upah) bagi seruanku. Tidaklah upahku melainkan dari Allah, dan aku sekali-kali tidak akan me-ngusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Rabbnya, akan tetapi aku memandangmu sebagai kaum yang tidak mengetahui.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku meng-usir mereka. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran.' Dan aku tidak mengatakan kepada kamu (bahwa), aku mempunyai gudang-gudang rizki dan kekayaan dari Allah, dan aku tidak juga menge-tahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan, sesungguhnya aku adalah malaikat, dan tidak juga aku mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu, 'Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka.' Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka; sesungguhnya aku, ka-lau begitu benar-benar termasuk orang-orang yang zhalim." (Hud: 28-31) "Mereka berkata, 'Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah ber-bantah-bantahan dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.' Nuh menjawab, 'Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki, dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri. Dan tidaklah nasihatku bermanfaat kepadamu jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkan kamu. Dia adalah Rabbmu, dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan.' Malahan kaum Nuh itu berkata, 'Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja.' Kata-kanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat'." (Hud: 32-35) "Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja), karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan. Dan buatlah bahtera itu dengan mata (pengawasan) dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bi-carakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu; sesung-guhnya mereka itu akan ditenggelamkan. Dan mulailah Nuh mem-buat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nuh, maka mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh, 'Jika kamu me-ngejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagai-mana kamu sekalian mengejek (kami). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan siapa yang akan ditimpa azab yang kekal.' Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur perapian telah memancarkan air, maka Kami berfirman, 'Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang ketetapan (takdir) terhadapnya telah terdahulu dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman.' Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit." (Hud: 36-40) "Dan Nuh berkata, 'Naiklah kamu sekalian ke dalamnya de-ngan menyebut Nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya.' Sesungguhnya Rabbku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam ge-lombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya -sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil-, 'Hai anakku, naik-lah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.' Anaknya menjawab, 'Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!' Nuh berkata, 'Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) yang Maha Penyayang.' Dan gelombang men-jadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." (Hud: 41-43) "Dan difirmankan, 'Hai bumi, telanlah airmu, dan hai langit (hujan), berhentilah,' dan air pun disurutkan, perintah pun disele-saikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi, dan dika-takan, 'Binasalah orang-orang yang zhalim.' Dan Nuh berseru kepada Rabbnya sambil berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMu itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.' Allah berfirman, 'Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya ada-lah perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepadaKu sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat)nya. Se-sungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan'." (Hud: 44-46). "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu untuk memohon sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepa-daku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi.' Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu. Dan akan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kese-nangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami.' Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa." (Hud: 47-49) (25) ﴾ وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا نُوحًا ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh", Rasul pertama ﴾ إِلَىٰ قَوۡمِهِۦٓ ﴿ "kepada kaumnya." Mengajak mereka kepada Allah dan melarang mereka berbuat syirik. Dia berkata,﴾ إِنِّي لَكُمۡ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagimu." Maksudnya, aku menjelaskan kepadamu sesuatu yang mana aku memperingatkanmu dengannya sebagai penjelasan yang menghilangkan kerancuan permasalahan. (26) ﴾ أَن لَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّا ٱللَّهَۖ ﴿ "Agar kamu tidak menyembah kecuali Allah." Maksudnya, ikhlaskanlah ibadah hanya kepada Allah semata, tinggalkan semua yang disembah selain Allah.﴾ إِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٍ أَلِيمٖ ﴿ "Sesungguhnya aku mengkhawatirkanmu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan." Jika kamu tidak mentauhidkan Allah dan menaatiku. (27) ﴾ فَقَالَ ٱلۡمَلَأُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَوۡمِهِۦ ﴿ "Maka berkatalah pemimpin-pe-mimpin yang kafir dari kaumnya", yakni orang-orang terhormat dan para pembesar kaumnya menolak dakwah Nuh عليه السلام sebagaimana kebiasaan yang berlaku pada orang seperti mereka bahwa mereka-lah yang pertama kali menolak dakwah para rasul, ﴾ مَا نَرَىٰكَ إِلَّا بَشَرٗا مِّثۡلَنَا ﴿ "Kami tidak melihatmu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami." Ini adalah penghalang –menurut mereka– untuk me-ngikutinya, padahal sebenarnya itulah yang benar yang tidak ada kebenaran selainnya, karena manusia hanya mungkin belajar dari manusia dan berdialog dengannya dalam segala urusan, lain halnya dengan malaikat. ﴾ وَمَا نَرَىٰكَ ٱتَّبَعَكَ إِلَّا ٱلَّذِينَ هُمۡ أَرَاذِلُنَا ﴿ "Dan kami tidak me-lihat orang-orang yang mengikutimu, melainkan orang-orang yang hina-dina di antara kami." Maksudnya, kami melihat yang mengikutimu hanyalah orang-orang hina lagi rendah di antara kami –menurut mereka– padahal sebenarnya mereka adalah orang-orang yang mulia dan manusia yang berakal yang tunduk kepada kebenaran. Mereka bukan orang-orang hina seperti yang dibilang oleh pembe-sar-pembesar kaum yang mengikuti semua setan yang bengal dan mengangkat tuhan-tuhan dari batu dan pohon lalu mereka mende-katkan diri kepadanya dan bersujud. Apakah kamu tahu ada yang lebih hina dan rendah daripada mereka? Ucapan mereka, ﴾ بَادِيَ ٱلرَّأۡيِ ﴿ "yang lekas percaya saja." Maksudnya, mereka hanya mengikutimu tanpa berpikir dan menimbang, tetapi hanya disebabkan kamu me-ngajak mereka, langsung mereka mengikutimu. Maksud mereka dengan itu adalah bahwa mereka bukanlah orang-orang yang menge-tahui urusan. Mereka tidak mengetahui bahwa akal yang spontan mengajak kepada kebenaran yang nyata. Begitu kebenaran sampai kepada ulul albab, mereka langsung mengenali dan mengetahuinya, tidak seperti perkara yang samar yang memerlukan pemikiran dan perenungan panjang. ﴾ وَمَا نَرَىٰ لَكُمۡ عَلَيۡنَا مِن فَضۡلِۭ ﴿ "Dan kami tidak melihatmu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami." Maksudnya, kamu tidak lebih baik dari-pada kami yang membuat kami tunduk kepadamu. ﴾ بَلۡ نَظُنُّكُمۡ كَٰذِبِينَ ﴿ "Bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta." Mereka berbohong dalam ucapan mereka. Ini karena mereka telah melihat ayat-ayat yang Allah jadikan sebagai duku-ngan bagi Nuh yang membuat mereka merasa yakin dengan pasti terhadap kebenarannya. (28) Oleh karena itu, ﴾ قَالَ ﴿ "Nuh berkata" kepada mereka menanggapi, ﴾ يَٰقَوۡمِ أَرَءَيۡتُمۡ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٖ مِّن رَّبِّي ﴿ "Hai kaumku, bagaimana pen-dapatmu, jika aku sudah mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Maksudnya berada di atas keyakinan dan kepastian, yakni dia adalah Rasul yang sempurna dan teladan yang ditaati oleh orang-orang yang berakal. Akal tokoh-tokoh besar dibanding akal Nuh adalah kecil. Dia adalah orang yang benar-benar jujur, maka jika dia berkata, "Sesungguhnya aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Cukuplah ucapan ini sebagai bukti dan saksi atas kebe-narannya. ﴾ وَءَاتَىٰنِي رَحۡمَةٗ مِّنۡ عِندِهِۦ ﴿ "Dan Dia memberiku rahmat dari sisiNya." Maksudnya, Dia memberiku wahyu, mengangkatku menjadi rasul dan memberiku nikmat hidayah. ﴾ فَعُمِّيَتۡ عَلَيۡكُمۡ ﴿ "Tetapi rahmat itu di-samarkan bagimu." Maksudnya, tidak jelas bagimu, dan dengannya kamu bermalas-malasan. ﴾ أَنُلۡزِمُكُمُوهَا ﴿ "Apa akan kami paksakan kamu menerimanya." Maksudnya, apakah kami akan memaksamu atas sesuatu yang telah jelas bagi kami sementara kamu masih ragu pada-nya dan kamu tidak menyukainya sehingga kamu berusaha menolak sesuatu yang aku bawa? Itu semua tidak merugikan kami dan tidak menodai keyakinan kami sedikit pun. Ucapan dan dustamu atas kami, tidak menghalangi kami dari sesuatu yang kami imani, paling-paling ia justru menjadi penghalang bagimu yang mengakibatkan kamu menolak tunduk kepada kebenaran yang menurutmu adalah kebatilan. Jika keadaannya telah sampai di sini maka kami tidak kuasa memaksamu kepada perintah Allah dan mewajibkanmu ke-pada sesuatu yang kamu lari darinya. Oleh karena itu, dia berkata, ﴾ أَنُلۡزِمُكُمُوهَا وَأَنتُمۡ لَهَا كَٰرِهُونَ ﴿ "Apa akan kami paksakan kamu menerimanya pa-dahal kamu tiada menyukainya?" (29) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ لَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, aku tiada meminta bagi seruanku," atas dakwahku kepada kalian ﴾ مَالًاۖ ﴿ "harta benda (sebagai upah)", karena kamu akan merasakan beratnya beban. ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِۚ ﴿ "Tidaklah upahku melainkan dari Allah." Dan sepertinya mereka menuntut pengusiran orang-orang Mukmin yang lemah, maka dia menjawab mereka, ﴾ وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْۚ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman", tidak layak dan tidak pantas bagiku untuk melakukan hal itu, justru aku menyambut mereka dengan gembira, penghormatan, penghargaan dan kegembiraan. ﴾ إِنَّهُم مُّلَٰقُواْ رَبِّهِمۡ ﴿ "Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Rabbnya." Maka Dia membalas iman dan takwa mereka dengan surga kenikmatan. ﴾ وَلَٰكِنِّيٓ أَرَىٰكُمۡ قَوۡمٗا تَجۡهَلُونَ ﴿ "Akan tetapi aku memandangmu suatu kaum yang tidak mengetahui." Di mana kamu menyuruhku mengusir wali-wali Allah dan menjauhkan mereka dariku, di mana kamu telah menolak kebenaran, karena mereka adalah para pengikutnya, di mana kamu berdalil atas batilnya kebe-naran dengan ucapan, "Sesungguhnya aku hanyalah manusia biasa sepertimu, dan bahwa kami tidak memiliki keutamaan atasmu." (30) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ مَن يَنصُرُنِي مِنَ ٱللَّهِ إِن طَرَدتُّهُمۡۚ ﴿ "Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir me-reka." Maksudnya, siapa yang melindungiku dari azabNya, karena mengusir mereka menyebabkan turunnya azab dan siksa yang mana tidak ada pelindung selain Allah. ﴾ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ﴿ "Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran?" Apa yang lebih berguna dan lebih baik bagi-mu, dan semestinya kamu merenungkan segala urusan. (31) ﴾ وَلَآ أَقُولُ لَكُمۡ عِندِي خَزَآئِنُ ٱللَّهِ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ وَلَآ أَقُولُ إِنِّي مَلَكٞ ﴿ "Dan aku ti-dak mengatakan kepada kamu (bahwa), 'aku mempunyai gudang-gudang rizki dan kekayaan dari Allah, dan aku tiada mengetahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan, 'Sesungguhnya aku adalah malaikat'." Aku hanyalah seorang Rasul Allah kepadamu, aku memberimu berita gembira dan peringatan, selain itu aku tidak sedikitpun mempunyai wewenang. Kekayaan Allah tidak ada padaku sehingga aku bisa mengaturnya dan memberikannya kepada orang yang aku kehen-daki, dan menghalanginya dari orang yang aku kehendaki. ﴾ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ ﴿ "Dan aku tiada mengetahui yang ghaib", sehingga aku bisa me-ngabarkan rahasiamu dan batinmu. ﴾ وَلَآ أَقُولُ إِنِّي مَلَكٞ ﴿ "Dan tidak (pula) aku mengatakan, 'Sesungguhnya aku adalah malaikat'." Maknanya adalah aku tidak mengklaim tingkatan di atas tingkatanku, tidak pula posisi melainkan posisi di mana Allah mendudukkanku pada-nya, tidak pula aku menghukum manusia berdasarkan dugaanku. Aku tidak ﴾ أَقُولُ لِلَّذِينَ تَزۡدَرِيٓ أَعۡيُنُكُمۡ ﴿ "mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu", yakni orang-orang Mukmin yang lemah yang diremehkan oleh para pembesar orang-orang kafir. ﴾ لَن يُؤۡتِيَهُمُ ٱللَّهُ خَيۡرًاۖ ٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِمَا فِيٓ أَنفُسِهِمۡ ﴿ "Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka, Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka." Jika mereka benar dalam urusan iman mereka, maka me-reka mendapatkan banyak kebaikan, jika tidak demikian, maka hisab mereka menjadi tanggung jawab Allah. ﴾ إِنِّيٓ إِذٗا ﴿ "Sesungguh-nya aku kalau begitu", jika aku mengatakan sesuatu dari yang di atas ﴾ لَّمِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "benar-benar termasuk orang-orang yang zhalim." Ini adalah pemutus asaan dari Nuh kepada kaumnya untuk mengusir orang-orang Mukmin yang miskin atau membenci mereka sekaligus meyakinkan kaumnya dengan cara-cara yang meyakinkan bagi orang yang berpikir obyektif. 9 (32) Tatkala mereka melihat Nuh tidak berhenti dari dak-wahnya dan mereka sendiri tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, maka ﴾ قَالُواْ يَٰنُوحُ قَدۡ جَٰدَلۡتَنَا فَأَكۡثَرۡتَ جِدَٰلَنَا فَأۡتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "mereka berkata, 'Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah berbantah-bantahan dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar?" Betapa bodohnya me-reka, betapa sesatnya mereka, di mana mereka mengucapkan kata-kata ini kepada Nabi mereka yang tulus. Jika mereka benar, mengapa mereka tidak mengatakan, 'Hai Nuh, kamu telah menasihati kami, mengasihi kami dan menyeru kami kepada perkara-perkara yang belum jelas bagi kami, maka kami ingin kamu menjelaskannya agar kami bisa mengikutimu, jika tidak maka terima kasih atas nasihat-mu." Sungguh ini adalah jawaban yang obyektif bagi orang yang di-seru kepada perkara yang samar baginya, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang dusta dalam kata-kata mereka, lancang terhadap Nabi mereka. Mereka tidak menolak kata-katanya dengan syubhat paling rendah, terlebih lagi menolak dengan hujjah. Oleh karena itu, mereka membelok karena kebodohan dan kesesatan mereka kepada permintaan disegerakannya azab, dan menantang Allah. (33) Oleh karena itu, Nuh menjawab mereka dengan ber-kata, ﴾ إِنَّمَا يَأۡتِيكُم بِهِ ٱللَّهُ إِن شَآءَ ﴿ "Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki." Maksudnya, jika hikmah dan kehendakNya menuntutNya menurunkan siksa kepadamu, maka Dia akan melakukan itu ﴾ وَمَآ أَنتُم بِمُعۡجِزِينَ ﴿ "Dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri", dari Allah, sedangkan aku sendiri tidak memiliki wewenang apa pun. (34) ﴾ وَلَا يَنفَعُكُمۡ نُصۡحِيٓ إِنۡ أَرَدتُّ أَنۡ أَنصَحَ لَكُمۡ إِن كَانَ ٱللَّهُ يُرِيدُ أَن يُغۡوِيَكُمۡۚ ﴿ "Dan tidaklah nasihatku bermanfaat kepadamu jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkanmu." Maksudnya, keinginan Allah-lah yang akan menang, jika Dia hendak menyesatkanmu karena kamu menolak kebenaran meskipun aku sudah berusaha sekuat tenaga memberimu nasihat dengan baik –Nuh telah mela-kukan itu– tetap saja hal itu tidak berguna bagimu sedikit pun.﴾ هُوَ رَبُّكُمۡ ﴿ "Dia adalah Rabbmu," melakukan apa yang dikehendakiNya dan menetapkan hukum yang diinginkanNya. ﴾ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ﴿ "Dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan." Lalu Dia membalas perbuatanmu. (35) ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Malahan kaum Nuh itu berkata, 'Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja." Kata ganti ini mengandung ke-mungkinan kembali kepada Nuh sebagaimana konteks ucapan yang membicarakan Nuh dengan kaumnya, maknanya adalah bahwa kaumnya berkata, "Nuh telah berdusta atas Nama Allah, berdusta tentang wahyu yang dia klaim bahwa ia dari Allah. Dan bahwa Allah memintanya untuk berkata, ﴾ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَعَلَيَّ إِجۡرَامِي وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُجۡرِمُونَ ﴿ "Katakanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat." Masing-masing memikul dosanya. ﴾ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰۗ ﴿ "Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain." (Al-Isra`: 15). Dan mengandung kemungkinan ia kembali kepada Nabi Muhammad ﷺ. Jadi ayat ini merupakan sisipan di tengah-tengah kisah Nuh dengan kaumnya karena ia termasuk perkara yang tidak diketahui oleh para Nabi. Tatkala Allah mulai menceritakannya kepada RasulNya, dan itu termasuk bukti-bukti yang menunjukkan kebenaran risalahnya, maka Dia pun menyebutkan pendustaan ka-umnya kepadanya dengan penjelasan yang sempurna, seraya Dia berfirman, ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Apakah mereka berkata, 'Dia telah membuat-buatnya?'" Yakni al-Qur`an ini dibuat-buat oleh Muhammad dari dirinya sendiri. Ini termasuk kata-kata yang paling aneh dan yang paling batil, karena mereka mengetahui bahwa dia (Muhammad) tidak mem-baca dan tidak menulis serta tidak pernah pergi dari mereka untuk mengkaji kitab-kitab, lalu dia hadir dengan kitab ini yang menantang mereka agar menghadirkan satu surat yang semisal dengannya. Jika mereka tetap mengklaim –dengan realita yang demikian– bahwa Muhammad membuat-buatnya, maka jelaslah bahwa mereka itu hanya sekedar menentang. Tak ada lagi guna berdebat dengan me-reka, bahkan yang cocok dalam kondisi ini adalah berpaling dari mereka. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَعَلَيَّ إِجۡرَامِي ﴿ "Kata-kanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku", dan kebohonganku. ﴾ وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُجۡرِمُونَ ﴿ "Dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat." Yakni mengapa kamu terus menuduhku berdusta. (36) FirmanNya, ﴾ وَأُوحِيَ إِلَىٰ نُوحٍ أَنَّهُۥ لَن يُؤۡمِنَ مِن قَوۡمِكَ إِلَّا مَن قَدۡ ءَامَنَ ﴿ "Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja)." Yakni mereka adalah orang-orang yang keras (hatinya). ﴾ فَلَا تَبۡتَئِسۡ بِمَا كَانُواْ يَفۡعَلُونَ ﴿ "Ka-rena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan." Jangan bersedih, jangan hiraukan mereka dan keadaan mereka, karena Allah telah murka kepada mereka dan menimpakan azabNya yang tak bisa ditolak. (37) ﴾ وَٱصۡنَعِ ٱلۡفُلۡكَ بِأَعۡيُنِنَا وَوَحۡيِنَا ﴿ "Dan buatlah bahtera itu dengan mata (pengawasan) dan petunjuk wahyu Kami." Maksudnya, di bawah penjagaan Kami, pengawasan Kami dan keridhaan dari Kami.﴾ وَلَا تُخَٰطِبۡنِي فِي ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ ﴿ "Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu." Maksudnya, jangan mendebatku dalam perkara pembinasaan mereka. ﴾ إِنَّهُم مُّغۡرَقُونَ ﴿ "Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan." Maksudnya, ketetapanKu telah berlaku atas mereka dan takdirKu telah berjalan pada mereka. (38) Nuh menaati perintah Allah تعالى, dia mulai membuat bahtera. ﴾ وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيۡهِ مَلَأٞ مِّن قَوۡمِهِۦ ﴿ "Dan setiap kali pemimpin kaumnya ber-jalan melewati Nuh", dan melihat perahu yang Nuh buat ﴾ سَخِرُواْ مِنۡهُۚ قَالَ إِن تَسۡخَرُواْ مِنَّا ﴿ "mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh, 'Jika kamu mengejek kami", sekarang ﴾ فَإِنَّا نَسۡخَرُ مِنكُمۡ كَمَا تَسۡخَرُونَ ﴿ "maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami)." (39) ﴾ فَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَ مَن يَأۡتِيهِ عَذَابٞ يُخۡزِيهِ وَيَحِلُّ عَلَيۡهِ عَذَابٞ مُّقِيمٌ ﴿ "Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakan-nya dan siapa yang akan ditimpa azab yang kekal". Kami atau kamu? Mereka mengetahuinya ketika azab turun menimpa mereka. (40) ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَمۡرُنَا ﴿ "Hingga apabila perintah Kami datang", yakni takdir kami tentang turunnya azab kepada mereka, ﴾ وَفَارَ ٱلتَّنُّورُ ﴿ "dan dapur perapian telah memancarkan air." Yakni Allah menurun-kan hujan deras dan memancarkan bumi dengan mata air sampai-sampai tungku di dapur yang biasanya menyala dengan api dan jauh dari air ikut serta memancarkan air, maka kedua air itu bertemu atas dasar perkara yang telah ditakdirkan. ﴾ قُلۡنَا ﴿ "Kami berfirman, kepada Nuh, ﴾ ٱحۡمِلۡ فِيهَا مِن كُلّٖ زَوۡجَيۡنِ ٱثۡنَيۡنِ ﴿ "Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina)." Maksud-nya, jantan dan betina dari setiap spesies makhluk agar cikal bakal makhluk tetap terjaga. Adapun sisa spesies yang lebih dari sepasang, maka ia tidak diangkut karena perahu tidak mampu membawanya. ﴾ وَأَهۡلَكَ إِلَّا مَن سَبَقَ عَلَيۡهِ ٱلۡقَوۡلُ ﴿ "Dan keluargamu kecuali orang yang ketetapan (takdira) terhadapnya telah terdahulu", dari golongan kaum kafir seperti anaknya yang tenggelam. ﴾ وَمَنۡ ءَامَنَۚ ﴿ "Dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman." Padahal ketika itu ﴾ م َ ا ءَامَنَ مَعَهُۥٓ إِلَّا قَلِيلٞ ﴿ "tidak beriman ber-sama dengan Nuh itu kecuali sedikit." (41) ﴾ وَقَالَ ﴿ "Dan Nuh berkata", kepada orang-orang yang Allah perintahkan agar mereka diangkut. ﴾ ٱرۡكَبُواْ فِيهَا بِسۡمِ ٱللَّهِ مَجۡر۪ىٰهَا وَمُرۡسَىٰهَآۚ ﴿ "Naik-lah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya." Bahtera itu berlayar dengan nama Allah, berlabuh dengan nama Allah dan berjalan dengan perintah dan instruksiNya. ﴾ إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٞ رَّحِيمٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Di mana Dia mengampuni kami, menyayangi kami dan menyelamatkan kami dari kaum yang zhalim. (42) Kemudian Allah menjelaskan bagaimana bahtera itu berlayar seolah-olah kita melihatnya, seraya Dia berfirman,﴾ وَهِيَ تَجۡرِي بِهِمۡ ﴿ "Dan bahtera itu berlayar membawa mereka", Nuh dan orang-orang yang bersamanya ﴾ فِي مَوۡجٖ كَٱلۡجِبَالِ ﴿ "dalam gelombang laksana gunung." Allah-lah Penjaganya dan Penjaga penumpangnya. ﴾ وَنَادَىٰ نُوحٌ ٱبۡنَهُۥ ﴿ "Dan Nuh memanggil anaknya", ketika dia naik supaya sang anak naik bersamanya, ﴾ وَكَانَ فِي مَعۡزِلٖ ﴿ "sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil", dari mereka ketika mereka naik. Maksudnya, dia menjauh sementara Nuh ingin agar dia mendekat untuk naik. Nuh berkata kepadanya, ﴾ يَٰبُنَيَّ ٱرۡكَب مَّعَنَا وَلَا تَكُن مَّعَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami, dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir." Akibatnya kamu akan tertimpa azab yang menimpa mereka. (43) Anaknya menyanggah untuk mendustakan ucapan ba-paknya bahwa tiada yang selamat kecuali orang yang naik perahu bersamanya. ﴾ سَـَٔاوِيٓ إِلَىٰ جَبَلٖ يَعۡصِمُنِي مِنَ ٱلۡمَآءِۚ ﴿ "Aku akan mencari perlindu-ngan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Maksudnya, aku akan naik ke gunung yang melindungiku dari banjir. Nuh ber-seru, ﴾ لَا عَاصِمَ ٱلۡيَوۡمَ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِ إِلَّا مَن رَّحِمَۚ ﴿ "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang." Tidak ada gunung dan lainnya yang menyelamatkan seseorang meskipun dia mengambil cara apa pun, dia tetap tidak akan selamat jika Allah tidak menyelamatkannya. ﴾ وَحَالَ بَيۡنَهُمَا ٱلۡمَوۡجُ فَكَانَ مِنَ ٱلۡمُغۡرَقِينَ ﴿ "Dan gelom-bang menjadi penghalang antara keduanya, maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." (44) Ketika Allah menenggelamkan mereka dan menyela-matkan Nuh dan orang-orangnya maka ﴾ وَقِيلَ يَٰٓأَرۡضُ ٱبۡلَعِي مَآءَكِ ﴿ "Difirman-kan, 'Hai bumi telanlah airmu'," yang keluar darimu dan yang turun kepadamu, telanlah air yang ada di permukaanmu, ﴾ وَيَٰسَمَآءُ أَقۡلِعِي ﴿ "dan hai langit (hujan) berhentilah," maka keduanya menaati perintah Allah. Bumi menelan airnya dan langit menghentikan hujannya, hingga air di bumi pun surut. ﴾ وَقُضِيَ ٱلۡأَمۡرُ ﴿ "Perintah pun diselesaikan", dengan dibinasakannya orang-orang yang mendustakan dan diselamatkan-nya orang-orang Mukmin. ﴾ وَٱسۡتَوَتۡ عَلَى ٱلۡجُودِيِّۖ ﴿ "Dan bahtera itu pun ber-labuh di atas bukit Judi", yaitu perahu itu berhenti di gunung itu yang terkenal dari negeri Maushil. ﴾ وَقِيلَ بُعۡدٗا لِّلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Dan dikatakan, 'Binasalah orang-orang yang zhalim'." Maksudnya, kebinasaan me-reka diikuti dengan laknat, kemurkaan dan kemarahan yang selalu bersama mereka. (45) ﴾ وَنَادَىٰ نُوحٞ رَّبَّهُۥ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ٱبۡنِي مِنۡ أَهۡلِي وَإِنَّ وَعۡدَكَ ٱلۡحَقُّ ﴿ "Dan Nuh ber-seru kepada Rabbnya sambil berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMu itulah yang benar'." Maksudnya, Engkau telah berkata kepadaku, "Angkutlah dari ma-sing-masing hewan (jantan dan betina) dan keluargamu," dan Engkau tidak akan menyelisihi janjiMu kepadaku. Boleh jadi Nuh terbawa oleh rasa kasih sayangnya, dan bahwa Allah menjanjikan kesela-matan keluarganya, sehingga dia mengira bahwa janjiNya berlaku umum kepada keluarganya yang beriman dan yang tidak beriman. Oleh karena itu, dia berdoa kepada Allah dengan doa itu, meski begitu dia menyerahkan urusannya kepada hikmah Allah yang mendalam. (46) Allah berfirman kepadanya, ﴾ إِنَّهُۥ لَيۡسَ مِنۡ أَهۡلِكَۖ ﴿ "Sesungguh-nya dia bukanlah termasuk keluargamu", yang Aku janjikan kepadamu selamat. ﴾ إِنَّهُۥ عَمَلٌ غَيۡرُ صَٰلِحٖۖ ﴿ "Sesungguhnya (perbuatannya) adalah perbuatan yang tidak baik." Maksudnya, doa yang kamu ucapkan untuk kese-lamatan orang kafir yang tidak beriman kepada Allah dan RasulNya. ﴾ فَلَا تَسۡـَٔلۡنِ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌۖ ﴿ "Sebab itu janganlah kamu memohon kepadaKu se-suatu yang kamu tidak mengetahui hakikat(nya)." Yang kamu tidak mengetahui akhirnya dan akibatnya, apakah ia baik atau tidak baik. ﴾ إِنِّيٓ أَعِظُكَ أَن تَكُونَ مِنَ ٱلۡجَٰهِلِينَ ﴿ "Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan." Sesungguhnya Aku menasihatimu dengan nasihat yang dengan-nya kamu termasuk orang-orang yang sempurna, dan dengannya kamu selamat dari sifat orang-orang yang bodoh. (47) Pada saat itu Nuh sangat menyesal atas apa yang dila-kukannya, dan ﴾ قَالَ رَبِّ إِنِّيٓ أَعُوذُ بِكَ أَنۡ أَسۡـَٔلَكَ مَا لَيۡسَ لِي بِهِۦ عِلۡمٞۖ وَإِلَّا تَغۡفِرۡ لِي وَتَرۡحَمۡنِيٓ أَكُن مِّنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ﴿ "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku berlindung kepada- Mu untuk memohon sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang me-rugi." Dengan ampunan dan rahmat, seorang hamba selamat dari kerugian. Ini menunjukkan bahwa Nuh عليه السلام tidak memiliki ilmu bahwa pertanyaannya kepada Allah tentang anaknya adalah haram dan termasuk ke dalam Firman Allah, ﴾ وَلَا تُخَٰطِبۡنِي فِي ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ إِنَّهُم مُّغۡرَقُونَ ﴿ "Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu, sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan." Akan tetapi ada dua perkara yang bertentangan padanya, dia mengira ia masuk ke dalam FirmanNya, ﴾ وَأَهۡلَكَ ﴿ "Dan keluargamu." Dan setelah itu, jelaslah baginya bahwa ia termasuk ke dalam larangan terhadap mendoakan mereka dan mengulang-ulangnya untuk mereka. (48) ﴾ قِيلَ يَٰنُوحُ ٱهۡبِطۡ بِسَلَٰمٖ مِّنَّا وَبَرَكَٰتٍ عَلَيۡكَ وَعَلَىٰٓ أُمَمٖ مِّمَّن مَّعَكَۚ ﴿ "Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang Mukmin) dari orang-orang yang bersamamu", dari kalangan manusia dan pasangan binatang yang dia bawa bersamanya. Allah memberkahi semuanya sehingga me-reka memenuhi seluruh penjuru bumi. ﴾ وَأُمَمٞ سَنُمَتِّعُهُمۡ ﴿ "Dan akan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka", dalam kehi-dupan dunia, ﴾ ثُمَّ يَمَسُّهُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٞ ﴿ "kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami." Penyelamatan ini tidak menghalangi Kami untuk menghukum orang yang kafir setelah itu meskipun dia diberi kenikmatan sesaat, dia tetap akan dihukum setelah itu. (49) Allah berfirman kepada NabiNya, Muhammad setelah menyampaikan kisah yang gamblang ini yang tidak diketahui ke-cuali oleh orang yang Allah beri nikmat kerasulan. ﴾ تِلۡكَ مِنۡ أَنۢبَآءِ ٱلۡغَيۡبِ نُوحِيهَآ إِلَيۡكَۖ مَا كُنتَ تَعۡلَمُهَآ أَنتَ وَلَا قَوۡمُكَ مِن قَبۡلِ هَٰذَاۖ ﴿ "Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini." Me-reka berkata, "Dia mengetahuinya, maka bersyukurlah kepada Allah dan bersabarlah kamu, berpegang teguhlah pada agamamu yang benar, jalan yang lurus dan dakwah kepada Allah. ﴾ إِنَّ ٱلۡعَٰقِبَةَ لِلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang ber-takwa." Orang-orang yang menjauhi syirik dan dosa-dosa yang lain, maka kesudahan yang baik akan menjadi milikmu dan milik kaum-mu sebagaimana terjadi pada Nuh dan kaumnya.

Hud 11:46

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaum-nya, (dia berkata), 'Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagimu, agar kamu tidak menyembah kecuali Allah. Sesungguhnya aku mengkhawatirkanmu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan.' Maka berkatalah pemimpin-pemim-pin yang kafir dari kaumnya, 'Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina-dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta'." (Hud: 25-27) "Nuh berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu, jika aku sudah mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku, dan Dia membe-riku rahmat dari sisiNya, tetapi rahmat itu disamarkan bagimu. Apa akan kami paksakan kamu menerimanya, padahal kamu tiada menyukainya.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, aku tiada meminta harta benda kepadamu (sebagai upah) bagi seruanku. Tidaklah upahku melainkan dari Allah, dan aku sekali-kali tidak akan me-ngusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Rabbnya, akan tetapi aku memandangmu sebagai kaum yang tidak mengetahui.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku meng-usir mereka. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran.' Dan aku tidak mengatakan kepada kamu (bahwa), aku mempunyai gudang-gudang rizki dan kekayaan dari Allah, dan aku tidak juga menge-tahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan, sesungguhnya aku adalah malaikat, dan tidak juga aku mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu, 'Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka.' Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka; sesungguhnya aku, ka-lau begitu benar-benar termasuk orang-orang yang zhalim." (Hud: 28-31) "Mereka berkata, 'Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah ber-bantah-bantahan dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.' Nuh menjawab, 'Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki, dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri. Dan tidaklah nasihatku bermanfaat kepadamu jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkan kamu. Dia adalah Rabbmu, dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan.' Malahan kaum Nuh itu berkata, 'Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja.' Kata-kanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat'." (Hud: 32-35) "Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja), karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan. Dan buatlah bahtera itu dengan mata (pengawasan) dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bi-carakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu; sesung-guhnya mereka itu akan ditenggelamkan. Dan mulailah Nuh mem-buat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nuh, maka mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh, 'Jika kamu me-ngejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagai-mana kamu sekalian mengejek (kami). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan siapa yang akan ditimpa azab yang kekal.' Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur perapian telah memancarkan air, maka Kami berfirman, 'Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang ketetapan (takdir) terhadapnya telah terdahulu dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman.' Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit." (Hud: 36-40) "Dan Nuh berkata, 'Naiklah kamu sekalian ke dalamnya de-ngan menyebut Nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya.' Sesungguhnya Rabbku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam ge-lombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya -sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil-, 'Hai anakku, naik-lah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.' Anaknya menjawab, 'Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!' Nuh berkata, 'Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) yang Maha Penyayang.' Dan gelombang men-jadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." (Hud: 41-43) "Dan difirmankan, 'Hai bumi, telanlah airmu, dan hai langit (hujan), berhentilah,' dan air pun disurutkan, perintah pun disele-saikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi, dan dika-takan, 'Binasalah orang-orang yang zhalim.' Dan Nuh berseru kepada Rabbnya sambil berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMu itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.' Allah berfirman, 'Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya ada-lah perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepadaKu sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat)nya. Se-sungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan'." (Hud: 44-46). "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu untuk memohon sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepa-daku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi.' Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu. Dan akan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kese-nangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami.' Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa." (Hud: 47-49) (25) ﴾ وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا نُوحًا ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh", Rasul pertama ﴾ إِلَىٰ قَوۡمِهِۦٓ ﴿ "kepada kaumnya." Mengajak mereka kepada Allah dan melarang mereka berbuat syirik. Dia berkata,﴾ إِنِّي لَكُمۡ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagimu." Maksudnya, aku menjelaskan kepadamu sesuatu yang mana aku memperingatkanmu dengannya sebagai penjelasan yang menghilangkan kerancuan permasalahan. (26) ﴾ أَن لَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّا ٱللَّهَۖ ﴿ "Agar kamu tidak menyembah kecuali Allah." Maksudnya, ikhlaskanlah ibadah hanya kepada Allah semata, tinggalkan semua yang disembah selain Allah.﴾ إِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٍ أَلِيمٖ ﴿ "Sesungguhnya aku mengkhawatirkanmu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan." Jika kamu tidak mentauhidkan Allah dan menaatiku. (27) ﴾ فَقَالَ ٱلۡمَلَأُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَوۡمِهِۦ ﴿ "Maka berkatalah pemimpin-pe-mimpin yang kafir dari kaumnya", yakni orang-orang terhormat dan para pembesar kaumnya menolak dakwah Nuh عليه السلام sebagaimana kebiasaan yang berlaku pada orang seperti mereka bahwa mereka-lah yang pertama kali menolak dakwah para rasul, ﴾ مَا نَرَىٰكَ إِلَّا بَشَرٗا مِّثۡلَنَا ﴿ "Kami tidak melihatmu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami." Ini adalah penghalang –menurut mereka– untuk me-ngikutinya, padahal sebenarnya itulah yang benar yang tidak ada kebenaran selainnya, karena manusia hanya mungkin belajar dari manusia dan berdialog dengannya dalam segala urusan, lain halnya dengan malaikat. ﴾ وَمَا نَرَىٰكَ ٱتَّبَعَكَ إِلَّا ٱلَّذِينَ هُمۡ أَرَاذِلُنَا ﴿ "Dan kami tidak me-lihat orang-orang yang mengikutimu, melainkan orang-orang yang hina-dina di antara kami." Maksudnya, kami melihat yang mengikutimu hanyalah orang-orang hina lagi rendah di antara kami –menurut mereka– padahal sebenarnya mereka adalah orang-orang yang mulia dan manusia yang berakal yang tunduk kepada kebenaran. Mereka bukan orang-orang hina seperti yang dibilang oleh pembe-sar-pembesar kaum yang mengikuti semua setan yang bengal dan mengangkat tuhan-tuhan dari batu dan pohon lalu mereka mende-katkan diri kepadanya dan bersujud. Apakah kamu tahu ada yang lebih hina dan rendah daripada mereka? Ucapan mereka, ﴾ بَادِيَ ٱلرَّأۡيِ ﴿ "yang lekas percaya saja." Maksudnya, mereka hanya mengikutimu tanpa berpikir dan menimbang, tetapi hanya disebabkan kamu me-ngajak mereka, langsung mereka mengikutimu. Maksud mereka dengan itu adalah bahwa mereka bukanlah orang-orang yang menge-tahui urusan. Mereka tidak mengetahui bahwa akal yang spontan mengajak kepada kebenaran yang nyata. Begitu kebenaran sampai kepada ulul albab, mereka langsung mengenali dan mengetahuinya, tidak seperti perkara yang samar yang memerlukan pemikiran dan perenungan panjang. ﴾ وَمَا نَرَىٰ لَكُمۡ عَلَيۡنَا مِن فَضۡلِۭ ﴿ "Dan kami tidak melihatmu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami." Maksudnya, kamu tidak lebih baik dari-pada kami yang membuat kami tunduk kepadamu. ﴾ بَلۡ نَظُنُّكُمۡ كَٰذِبِينَ ﴿ "Bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta." Mereka berbohong dalam ucapan mereka. Ini karena mereka telah melihat ayat-ayat yang Allah jadikan sebagai duku-ngan bagi Nuh yang membuat mereka merasa yakin dengan pasti terhadap kebenarannya. (28) Oleh karena itu, ﴾ قَالَ ﴿ "Nuh berkata" kepada mereka menanggapi, ﴾ يَٰقَوۡمِ أَرَءَيۡتُمۡ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٖ مِّن رَّبِّي ﴿ "Hai kaumku, bagaimana pen-dapatmu, jika aku sudah mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Maksudnya berada di atas keyakinan dan kepastian, yakni dia adalah Rasul yang sempurna dan teladan yang ditaati oleh orang-orang yang berakal. Akal tokoh-tokoh besar dibanding akal Nuh adalah kecil. Dia adalah orang yang benar-benar jujur, maka jika dia berkata, "Sesungguhnya aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Cukuplah ucapan ini sebagai bukti dan saksi atas kebe-narannya. ﴾ وَءَاتَىٰنِي رَحۡمَةٗ مِّنۡ عِندِهِۦ ﴿ "Dan Dia memberiku rahmat dari sisiNya." Maksudnya, Dia memberiku wahyu, mengangkatku menjadi rasul dan memberiku nikmat hidayah. ﴾ فَعُمِّيَتۡ عَلَيۡكُمۡ ﴿ "Tetapi rahmat itu di-samarkan bagimu." Maksudnya, tidak jelas bagimu, dan dengannya kamu bermalas-malasan. ﴾ أَنُلۡزِمُكُمُوهَا ﴿ "Apa akan kami paksakan kamu menerimanya." Maksudnya, apakah kami akan memaksamu atas sesuatu yang telah jelas bagi kami sementara kamu masih ragu pada-nya dan kamu tidak menyukainya sehingga kamu berusaha menolak sesuatu yang aku bawa? Itu semua tidak merugikan kami dan tidak menodai keyakinan kami sedikit pun. Ucapan dan dustamu atas kami, tidak menghalangi kami dari sesuatu yang kami imani, paling-paling ia justru menjadi penghalang bagimu yang mengakibatkan kamu menolak tunduk kepada kebenaran yang menurutmu adalah kebatilan. Jika keadaannya telah sampai di sini maka kami tidak kuasa memaksamu kepada perintah Allah dan mewajibkanmu ke-pada sesuatu yang kamu lari darinya. Oleh karena itu, dia berkata, ﴾ أَنُلۡزِمُكُمُوهَا وَأَنتُمۡ لَهَا كَٰرِهُونَ ﴿ "Apa akan kami paksakan kamu menerimanya pa-dahal kamu tiada menyukainya?" (29) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ لَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, aku tiada meminta bagi seruanku," atas dakwahku kepada kalian ﴾ مَالًاۖ ﴿ "harta benda (sebagai upah)", karena kamu akan merasakan beratnya beban. ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِۚ ﴿ "Tidaklah upahku melainkan dari Allah." Dan sepertinya mereka menuntut pengusiran orang-orang Mukmin yang lemah, maka dia menjawab mereka, ﴾ وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْۚ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman", tidak layak dan tidak pantas bagiku untuk melakukan hal itu, justru aku menyambut mereka dengan gembira, penghormatan, penghargaan dan kegembiraan. ﴾ إِنَّهُم مُّلَٰقُواْ رَبِّهِمۡ ﴿ "Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Rabbnya." Maka Dia membalas iman dan takwa mereka dengan surga kenikmatan. ﴾ وَلَٰكِنِّيٓ أَرَىٰكُمۡ قَوۡمٗا تَجۡهَلُونَ ﴿ "Akan tetapi aku memandangmu suatu kaum yang tidak mengetahui." Di mana kamu menyuruhku mengusir wali-wali Allah dan menjauhkan mereka dariku, di mana kamu telah menolak kebenaran, karena mereka adalah para pengikutnya, di mana kamu berdalil atas batilnya kebe-naran dengan ucapan, "Sesungguhnya aku hanyalah manusia biasa sepertimu, dan bahwa kami tidak memiliki keutamaan atasmu." (30) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ مَن يَنصُرُنِي مِنَ ٱللَّهِ إِن طَرَدتُّهُمۡۚ ﴿ "Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir me-reka." Maksudnya, siapa yang melindungiku dari azabNya, karena mengusir mereka menyebabkan turunnya azab dan siksa yang mana tidak ada pelindung selain Allah. ﴾ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ﴿ "Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran?" Apa yang lebih berguna dan lebih baik bagi-mu, dan semestinya kamu merenungkan segala urusan. (31) ﴾ وَلَآ أَقُولُ لَكُمۡ عِندِي خَزَآئِنُ ٱللَّهِ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ وَلَآ أَقُولُ إِنِّي مَلَكٞ ﴿ "Dan aku ti-dak mengatakan kepada kamu (bahwa), 'aku mempunyai gudang-gudang rizki dan kekayaan dari Allah, dan aku tiada mengetahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan, 'Sesungguhnya aku adalah malaikat'." Aku hanyalah seorang Rasul Allah kepadamu, aku memberimu berita gembira dan peringatan, selain itu aku tidak sedikitpun mempunyai wewenang. Kekayaan Allah tidak ada padaku sehingga aku bisa mengaturnya dan memberikannya kepada orang yang aku kehen-daki, dan menghalanginya dari orang yang aku kehendaki. ﴾ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ ﴿ "Dan aku tiada mengetahui yang ghaib", sehingga aku bisa me-ngabarkan rahasiamu dan batinmu. ﴾ وَلَآ أَقُولُ إِنِّي مَلَكٞ ﴿ "Dan tidak (pula) aku mengatakan, 'Sesungguhnya aku adalah malaikat'." Maknanya adalah aku tidak mengklaim tingkatan di atas tingkatanku, tidak pula posisi melainkan posisi di mana Allah mendudukkanku pada-nya, tidak pula aku menghukum manusia berdasarkan dugaanku. Aku tidak ﴾ أَقُولُ لِلَّذِينَ تَزۡدَرِيٓ أَعۡيُنُكُمۡ ﴿ "mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu", yakni orang-orang Mukmin yang lemah yang diremehkan oleh para pembesar orang-orang kafir. ﴾ لَن يُؤۡتِيَهُمُ ٱللَّهُ خَيۡرًاۖ ٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِمَا فِيٓ أَنفُسِهِمۡ ﴿ "Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka, Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka." Jika mereka benar dalam urusan iman mereka, maka me-reka mendapatkan banyak kebaikan, jika tidak demikian, maka hisab mereka menjadi tanggung jawab Allah. ﴾ إِنِّيٓ إِذٗا ﴿ "Sesungguh-nya aku kalau begitu", jika aku mengatakan sesuatu dari yang di atas ﴾ لَّمِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "benar-benar termasuk orang-orang yang zhalim." Ini adalah pemutus asaan dari Nuh kepada kaumnya untuk mengusir orang-orang Mukmin yang miskin atau membenci mereka sekaligus meyakinkan kaumnya dengan cara-cara yang meyakinkan bagi orang yang berpikir obyektif. 9 (32) Tatkala mereka melihat Nuh tidak berhenti dari dak-wahnya dan mereka sendiri tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, maka ﴾ قَالُواْ يَٰنُوحُ قَدۡ جَٰدَلۡتَنَا فَأَكۡثَرۡتَ جِدَٰلَنَا فَأۡتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "mereka berkata, 'Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah berbantah-bantahan dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar?" Betapa bodohnya me-reka, betapa sesatnya mereka, di mana mereka mengucapkan kata-kata ini kepada Nabi mereka yang tulus. Jika mereka benar, mengapa mereka tidak mengatakan, 'Hai Nuh, kamu telah menasihati kami, mengasihi kami dan menyeru kami kepada perkara-perkara yang belum jelas bagi kami, maka kami ingin kamu menjelaskannya agar kami bisa mengikutimu, jika tidak maka terima kasih atas nasihat-mu." Sungguh ini adalah jawaban yang obyektif bagi orang yang di-seru kepada perkara yang samar baginya, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang dusta dalam kata-kata mereka, lancang terhadap Nabi mereka. Mereka tidak menolak kata-katanya dengan syubhat paling rendah, terlebih lagi menolak dengan hujjah. Oleh karena itu, mereka membelok karena kebodohan dan kesesatan mereka kepada permintaan disegerakannya azab, dan menantang Allah. (33) Oleh karena itu, Nuh menjawab mereka dengan ber-kata, ﴾ إِنَّمَا يَأۡتِيكُم بِهِ ٱللَّهُ إِن شَآءَ ﴿ "Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki." Maksudnya, jika hikmah dan kehendakNya menuntutNya menurunkan siksa kepadamu, maka Dia akan melakukan itu ﴾ وَمَآ أَنتُم بِمُعۡجِزِينَ ﴿ "Dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri", dari Allah, sedangkan aku sendiri tidak memiliki wewenang apa pun. (34) ﴾ وَلَا يَنفَعُكُمۡ نُصۡحِيٓ إِنۡ أَرَدتُّ أَنۡ أَنصَحَ لَكُمۡ إِن كَانَ ٱللَّهُ يُرِيدُ أَن يُغۡوِيَكُمۡۚ ﴿ "Dan tidaklah nasihatku bermanfaat kepadamu jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkanmu." Maksudnya, keinginan Allah-lah yang akan menang, jika Dia hendak menyesatkanmu karena kamu menolak kebenaran meskipun aku sudah berusaha sekuat tenaga memberimu nasihat dengan baik –Nuh telah mela-kukan itu– tetap saja hal itu tidak berguna bagimu sedikit pun.﴾ هُوَ رَبُّكُمۡ ﴿ "Dia adalah Rabbmu," melakukan apa yang dikehendakiNya dan menetapkan hukum yang diinginkanNya. ﴾ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ﴿ "Dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan." Lalu Dia membalas perbuatanmu. (35) ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Malahan kaum Nuh itu berkata, 'Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja." Kata ganti ini mengandung ke-mungkinan kembali kepada Nuh sebagaimana konteks ucapan yang membicarakan Nuh dengan kaumnya, maknanya adalah bahwa kaumnya berkata, "Nuh telah berdusta atas Nama Allah, berdusta tentang wahyu yang dia klaim bahwa ia dari Allah. Dan bahwa Allah memintanya untuk berkata, ﴾ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَعَلَيَّ إِجۡرَامِي وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُجۡرِمُونَ ﴿ "Katakanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat." Masing-masing memikul dosanya. ﴾ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰۗ ﴿ "Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain." (Al-Isra`: 15). Dan mengandung kemungkinan ia kembali kepada Nabi Muhammad ﷺ. Jadi ayat ini merupakan sisipan di tengah-tengah kisah Nuh dengan kaumnya karena ia termasuk perkara yang tidak diketahui oleh para Nabi. Tatkala Allah mulai menceritakannya kepada RasulNya, dan itu termasuk bukti-bukti yang menunjukkan kebenaran risalahnya, maka Dia pun menyebutkan pendustaan ka-umnya kepadanya dengan penjelasan yang sempurna, seraya Dia berfirman, ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Apakah mereka berkata, 'Dia telah membuat-buatnya?'" Yakni al-Qur`an ini dibuat-buat oleh Muhammad dari dirinya sendiri. Ini termasuk kata-kata yang paling aneh dan yang paling batil, karena mereka mengetahui bahwa dia (Muhammad) tidak mem-baca dan tidak menulis serta tidak pernah pergi dari mereka untuk mengkaji kitab-kitab, lalu dia hadir dengan kitab ini yang menantang mereka agar menghadirkan satu surat yang semisal dengannya. Jika mereka tetap mengklaim –dengan realita yang demikian– bahwa Muhammad membuat-buatnya, maka jelaslah bahwa mereka itu hanya sekedar menentang. Tak ada lagi guna berdebat dengan me-reka, bahkan yang cocok dalam kondisi ini adalah berpaling dari mereka. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَعَلَيَّ إِجۡرَامِي ﴿ "Kata-kanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku", dan kebohonganku. ﴾ وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُجۡرِمُونَ ﴿ "Dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat." Yakni mengapa kamu terus menuduhku berdusta. (36) FirmanNya, ﴾ وَأُوحِيَ إِلَىٰ نُوحٍ أَنَّهُۥ لَن يُؤۡمِنَ مِن قَوۡمِكَ إِلَّا مَن قَدۡ ءَامَنَ ﴿ "Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja)." Yakni mereka adalah orang-orang yang keras (hatinya). ﴾ فَلَا تَبۡتَئِسۡ بِمَا كَانُواْ يَفۡعَلُونَ ﴿ "Ka-rena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan." Jangan bersedih, jangan hiraukan mereka dan keadaan mereka, karena Allah telah murka kepada mereka dan menimpakan azabNya yang tak bisa ditolak. (37) ﴾ وَٱصۡنَعِ ٱلۡفُلۡكَ بِأَعۡيُنِنَا وَوَحۡيِنَا ﴿ "Dan buatlah bahtera itu dengan mata (pengawasan) dan petunjuk wahyu Kami." Maksudnya, di bawah penjagaan Kami, pengawasan Kami dan keridhaan dari Kami.﴾ وَلَا تُخَٰطِبۡنِي فِي ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ ﴿ "Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu." Maksudnya, jangan mendebatku dalam perkara pembinasaan mereka. ﴾ إِنَّهُم مُّغۡرَقُونَ ﴿ "Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan." Maksudnya, ketetapanKu telah berlaku atas mereka dan takdirKu telah berjalan pada mereka. (38) Nuh menaati perintah Allah تعالى, dia mulai membuat bahtera. ﴾ وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيۡهِ مَلَأٞ مِّن قَوۡمِهِۦ ﴿ "Dan setiap kali pemimpin kaumnya ber-jalan melewati Nuh", dan melihat perahu yang Nuh buat ﴾ سَخِرُواْ مِنۡهُۚ قَالَ إِن تَسۡخَرُواْ مِنَّا ﴿ "mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh, 'Jika kamu mengejek kami", sekarang ﴾ فَإِنَّا نَسۡخَرُ مِنكُمۡ كَمَا تَسۡخَرُونَ ﴿ "maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami)." (39) ﴾ فَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَ مَن يَأۡتِيهِ عَذَابٞ يُخۡزِيهِ وَيَحِلُّ عَلَيۡهِ عَذَابٞ مُّقِيمٌ ﴿ "Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakan-nya dan siapa yang akan ditimpa azab yang kekal". Kami atau kamu? Mereka mengetahuinya ketika azab turun menimpa mereka. (40) ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَمۡرُنَا ﴿ "Hingga apabila perintah Kami datang", yakni takdir kami tentang turunnya azab kepada mereka, ﴾ وَفَارَ ٱلتَّنُّورُ ﴿ "dan dapur perapian telah memancarkan air." Yakni Allah menurun-kan hujan deras dan memancarkan bumi dengan mata air sampai-sampai tungku di dapur yang biasanya menyala dengan api dan jauh dari air ikut serta memancarkan air, maka kedua air itu bertemu atas dasar perkara yang telah ditakdirkan. ﴾ قُلۡنَا ﴿ "Kami berfirman, kepada Nuh, ﴾ ٱحۡمِلۡ فِيهَا مِن كُلّٖ زَوۡجَيۡنِ ٱثۡنَيۡنِ ﴿ "Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina)." Maksud-nya, jantan dan betina dari setiap spesies makhluk agar cikal bakal makhluk tetap terjaga. Adapun sisa spesies yang lebih dari sepasang, maka ia tidak diangkut karena perahu tidak mampu membawanya. ﴾ وَأَهۡلَكَ إِلَّا مَن سَبَقَ عَلَيۡهِ ٱلۡقَوۡلُ ﴿ "Dan keluargamu kecuali orang yang ketetapan (takdira) terhadapnya telah terdahulu", dari golongan kaum kafir seperti anaknya yang tenggelam. ﴾ وَمَنۡ ءَامَنَۚ ﴿ "Dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman." Padahal ketika itu ﴾ م َ ا ءَامَنَ مَعَهُۥٓ إِلَّا قَلِيلٞ ﴿ "tidak beriman ber-sama dengan Nuh itu kecuali sedikit." (41) ﴾ وَقَالَ ﴿ "Dan Nuh berkata", kepada orang-orang yang Allah perintahkan agar mereka diangkut. ﴾ ٱرۡكَبُواْ فِيهَا بِسۡمِ ٱللَّهِ مَجۡر۪ىٰهَا وَمُرۡسَىٰهَآۚ ﴿ "Naik-lah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya." Bahtera itu berlayar dengan nama Allah, berlabuh dengan nama Allah dan berjalan dengan perintah dan instruksiNya. ﴾ إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٞ رَّحِيمٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Di mana Dia mengampuni kami, menyayangi kami dan menyelamatkan kami dari kaum yang zhalim. (42) Kemudian Allah menjelaskan bagaimana bahtera itu berlayar seolah-olah kita melihatnya, seraya Dia berfirman,﴾ وَهِيَ تَجۡرِي بِهِمۡ ﴿ "Dan bahtera itu berlayar membawa mereka", Nuh dan orang-orang yang bersamanya ﴾ فِي مَوۡجٖ كَٱلۡجِبَالِ ﴿ "dalam gelombang laksana gunung." Allah-lah Penjaganya dan Penjaga penumpangnya. ﴾ وَنَادَىٰ نُوحٌ ٱبۡنَهُۥ ﴿ "Dan Nuh memanggil anaknya", ketika dia naik supaya sang anak naik bersamanya, ﴾ وَكَانَ فِي مَعۡزِلٖ ﴿ "sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil", dari mereka ketika mereka naik. Maksudnya, dia menjauh sementara Nuh ingin agar dia mendekat untuk naik. Nuh berkata kepadanya, ﴾ يَٰبُنَيَّ ٱرۡكَب مَّعَنَا وَلَا تَكُن مَّعَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami, dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir." Akibatnya kamu akan tertimpa azab yang menimpa mereka. (43) Anaknya menyanggah untuk mendustakan ucapan ba-paknya bahwa tiada yang selamat kecuali orang yang naik perahu bersamanya. ﴾ سَـَٔاوِيٓ إِلَىٰ جَبَلٖ يَعۡصِمُنِي مِنَ ٱلۡمَآءِۚ ﴿ "Aku akan mencari perlindu-ngan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Maksudnya, aku akan naik ke gunung yang melindungiku dari banjir. Nuh ber-seru, ﴾ لَا عَاصِمَ ٱلۡيَوۡمَ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِ إِلَّا مَن رَّحِمَۚ ﴿ "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang." Tidak ada gunung dan lainnya yang menyelamatkan seseorang meskipun dia mengambil cara apa pun, dia tetap tidak akan selamat jika Allah tidak menyelamatkannya. ﴾ وَحَالَ بَيۡنَهُمَا ٱلۡمَوۡجُ فَكَانَ مِنَ ٱلۡمُغۡرَقِينَ ﴿ "Dan gelom-bang menjadi penghalang antara keduanya, maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." (44) Ketika Allah menenggelamkan mereka dan menyela-matkan Nuh dan orang-orangnya maka ﴾ وَقِيلَ يَٰٓأَرۡضُ ٱبۡلَعِي مَآءَكِ ﴿ "Difirman-kan, 'Hai bumi telanlah airmu'," yang keluar darimu dan yang turun kepadamu, telanlah air yang ada di permukaanmu, ﴾ وَيَٰسَمَآءُ أَقۡلِعِي ﴿ "dan hai langit (hujan) berhentilah," maka keduanya menaati perintah Allah. Bumi menelan airnya dan langit menghentikan hujannya, hingga air di bumi pun surut. ﴾ وَقُضِيَ ٱلۡأَمۡرُ ﴿ "Perintah pun diselesaikan", dengan dibinasakannya orang-orang yang mendustakan dan diselamatkan-nya orang-orang Mukmin. ﴾ وَٱسۡتَوَتۡ عَلَى ٱلۡجُودِيِّۖ ﴿ "Dan bahtera itu pun ber-labuh di atas bukit Judi", yaitu perahu itu berhenti di gunung itu yang terkenal dari negeri Maushil. ﴾ وَقِيلَ بُعۡدٗا لِّلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Dan dikatakan, 'Binasalah orang-orang yang zhalim'." Maksudnya, kebinasaan me-reka diikuti dengan laknat, kemurkaan dan kemarahan yang selalu bersama mereka. (45) ﴾ وَنَادَىٰ نُوحٞ رَّبَّهُۥ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ٱبۡنِي مِنۡ أَهۡلِي وَإِنَّ وَعۡدَكَ ٱلۡحَقُّ ﴿ "Dan Nuh ber-seru kepada Rabbnya sambil berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMu itulah yang benar'." Maksudnya, Engkau telah berkata kepadaku, "Angkutlah dari ma-sing-masing hewan (jantan dan betina) dan keluargamu," dan Engkau tidak akan menyelisihi janjiMu kepadaku. Boleh jadi Nuh terbawa oleh rasa kasih sayangnya, dan bahwa Allah menjanjikan kesela-matan keluarganya, sehingga dia mengira bahwa janjiNya berlaku umum kepada keluarganya yang beriman dan yang tidak beriman. Oleh karena itu, dia berdoa kepada Allah dengan doa itu, meski begitu dia menyerahkan urusannya kepada hikmah Allah yang mendalam. (46) Allah berfirman kepadanya, ﴾ إِنَّهُۥ لَيۡسَ مِنۡ أَهۡلِكَۖ ﴿ "Sesungguh-nya dia bukanlah termasuk keluargamu", yang Aku janjikan kepadamu selamat. ﴾ إِنَّهُۥ عَمَلٌ غَيۡرُ صَٰلِحٖۖ ﴿ "Sesungguhnya (perbuatannya) adalah perbuatan yang tidak baik." Maksudnya, doa yang kamu ucapkan untuk kese-lamatan orang kafir yang tidak beriman kepada Allah dan RasulNya. ﴾ فَلَا تَسۡـَٔلۡنِ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌۖ ﴿ "Sebab itu janganlah kamu memohon kepadaKu se-suatu yang kamu tidak mengetahui hakikat(nya)." Yang kamu tidak mengetahui akhirnya dan akibatnya, apakah ia baik atau tidak baik. ﴾ إِنِّيٓ أَعِظُكَ أَن تَكُونَ مِنَ ٱلۡجَٰهِلِينَ ﴿ "Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan." Sesungguhnya Aku menasihatimu dengan nasihat yang dengan-nya kamu termasuk orang-orang yang sempurna, dan dengannya kamu selamat dari sifat orang-orang yang bodoh. (47) Pada saat itu Nuh sangat menyesal atas apa yang dila-kukannya, dan ﴾ قَالَ رَبِّ إِنِّيٓ أَعُوذُ بِكَ أَنۡ أَسۡـَٔلَكَ مَا لَيۡسَ لِي بِهِۦ عِلۡمٞۖ وَإِلَّا تَغۡفِرۡ لِي وَتَرۡحَمۡنِيٓ أَكُن مِّنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ﴿ "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku berlindung kepada- Mu untuk memohon sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang me-rugi." Dengan ampunan dan rahmat, seorang hamba selamat dari kerugian. Ini menunjukkan bahwa Nuh عليه السلام tidak memiliki ilmu bahwa pertanyaannya kepada Allah tentang anaknya adalah haram dan termasuk ke dalam Firman Allah, ﴾ وَلَا تُخَٰطِبۡنِي فِي ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ إِنَّهُم مُّغۡرَقُونَ ﴿ "Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu, sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan." Akan tetapi ada dua perkara yang bertentangan padanya, dia mengira ia masuk ke dalam FirmanNya, ﴾ وَأَهۡلَكَ ﴿ "Dan keluargamu." Dan setelah itu, jelaslah baginya bahwa ia termasuk ke dalam larangan terhadap mendoakan mereka dan mengulang-ulangnya untuk mereka. (48) ﴾ قِيلَ يَٰنُوحُ ٱهۡبِطۡ بِسَلَٰمٖ مِّنَّا وَبَرَكَٰتٍ عَلَيۡكَ وَعَلَىٰٓ أُمَمٖ مِّمَّن مَّعَكَۚ ﴿ "Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang Mukmin) dari orang-orang yang bersamamu", dari kalangan manusia dan pasangan binatang yang dia bawa bersamanya. Allah memberkahi semuanya sehingga me-reka memenuhi seluruh penjuru bumi. ﴾ وَأُمَمٞ سَنُمَتِّعُهُمۡ ﴿ "Dan akan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka", dalam kehi-dupan dunia, ﴾ ثُمَّ يَمَسُّهُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٞ ﴿ "kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami." Penyelamatan ini tidak menghalangi Kami untuk menghukum orang yang kafir setelah itu meskipun dia diberi kenikmatan sesaat, dia tetap akan dihukum setelah itu. (49) Allah berfirman kepada NabiNya, Muhammad setelah menyampaikan kisah yang gamblang ini yang tidak diketahui ke-cuali oleh orang yang Allah beri nikmat kerasulan. ﴾ تِلۡكَ مِنۡ أَنۢبَآءِ ٱلۡغَيۡبِ نُوحِيهَآ إِلَيۡكَۖ مَا كُنتَ تَعۡلَمُهَآ أَنتَ وَلَا قَوۡمُكَ مِن قَبۡلِ هَٰذَاۖ ﴿ "Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini." Me-reka berkata, "Dia mengetahuinya, maka bersyukurlah kepada Allah dan bersabarlah kamu, berpegang teguhlah pada agamamu yang benar, jalan yang lurus dan dakwah kepada Allah. ﴾ إِنَّ ٱلۡعَٰقِبَةَ لِلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang ber-takwa." Orang-orang yang menjauhi syirik dan dosa-dosa yang lain, maka kesudahan yang baik akan menjadi milikmu dan milik kaum-mu sebagaimana terjadi pada Nuh dan kaumnya.

Hud 11:47

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaum-nya, (dia berkata), 'Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagimu, agar kamu tidak menyembah kecuali Allah. Sesungguhnya aku mengkhawatirkanmu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan.' Maka berkatalah pemimpin-pemim-pin yang kafir dari kaumnya, 'Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina-dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta'." (Hud: 25-27) "Nuh berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu, jika aku sudah mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku, dan Dia membe-riku rahmat dari sisiNya, tetapi rahmat itu disamarkan bagimu. Apa akan kami paksakan kamu menerimanya, padahal kamu tiada menyukainya.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, aku tiada meminta harta benda kepadamu (sebagai upah) bagi seruanku. Tidaklah upahku melainkan dari Allah, dan aku sekali-kali tidak akan me-ngusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Rabbnya, akan tetapi aku memandangmu sebagai kaum yang tidak mengetahui.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku meng-usir mereka. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran.' Dan aku tidak mengatakan kepada kamu (bahwa), aku mempunyai gudang-gudang rizki dan kekayaan dari Allah, dan aku tidak juga menge-tahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan, sesungguhnya aku adalah malaikat, dan tidak juga aku mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu, 'Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka.' Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka; sesungguhnya aku, ka-lau begitu benar-benar termasuk orang-orang yang zhalim." (Hud: 28-31) "Mereka berkata, 'Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah ber-bantah-bantahan dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.' Nuh menjawab, 'Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki, dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri. Dan tidaklah nasihatku bermanfaat kepadamu jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkan kamu. Dia adalah Rabbmu, dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan.' Malahan kaum Nuh itu berkata, 'Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja.' Kata-kanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat'." (Hud: 32-35) "Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja), karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan. Dan buatlah bahtera itu dengan mata (pengawasan) dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bi-carakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu; sesung-guhnya mereka itu akan ditenggelamkan. Dan mulailah Nuh mem-buat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nuh, maka mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh, 'Jika kamu me-ngejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagai-mana kamu sekalian mengejek (kami). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan siapa yang akan ditimpa azab yang kekal.' Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur perapian telah memancarkan air, maka Kami berfirman, 'Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang ketetapan (takdir) terhadapnya telah terdahulu dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman.' Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit." (Hud: 36-40) "Dan Nuh berkata, 'Naiklah kamu sekalian ke dalamnya de-ngan menyebut Nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya.' Sesungguhnya Rabbku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam ge-lombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya -sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil-, 'Hai anakku, naik-lah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.' Anaknya menjawab, 'Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!' Nuh berkata, 'Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) yang Maha Penyayang.' Dan gelombang men-jadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." (Hud: 41-43) "Dan difirmankan, 'Hai bumi, telanlah airmu, dan hai langit (hujan), berhentilah,' dan air pun disurutkan, perintah pun disele-saikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi, dan dika-takan, 'Binasalah orang-orang yang zhalim.' Dan Nuh berseru kepada Rabbnya sambil berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMu itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.' Allah berfirman, 'Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya ada-lah perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepadaKu sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat)nya. Se-sungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan'." (Hud: 44-46). "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu untuk memohon sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepa-daku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi.' Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu. Dan akan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kese-nangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami.' Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa." (Hud: 47-49) (25) ﴾ وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا نُوحًا ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh", Rasul pertama ﴾ إِلَىٰ قَوۡمِهِۦٓ ﴿ "kepada kaumnya." Mengajak mereka kepada Allah dan melarang mereka berbuat syirik. Dia berkata,﴾ إِنِّي لَكُمۡ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagimu." Maksudnya, aku menjelaskan kepadamu sesuatu yang mana aku memperingatkanmu dengannya sebagai penjelasan yang menghilangkan kerancuan permasalahan. (26) ﴾ أَن لَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّا ٱللَّهَۖ ﴿ "Agar kamu tidak menyembah kecuali Allah." Maksudnya, ikhlaskanlah ibadah hanya kepada Allah semata, tinggalkan semua yang disembah selain Allah.﴾ إِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٍ أَلِيمٖ ﴿ "Sesungguhnya aku mengkhawatirkanmu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan." Jika kamu tidak mentauhidkan Allah dan menaatiku. (27) ﴾ فَقَالَ ٱلۡمَلَأُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَوۡمِهِۦ ﴿ "Maka berkatalah pemimpin-pe-mimpin yang kafir dari kaumnya", yakni orang-orang terhormat dan para pembesar kaumnya menolak dakwah Nuh عليه السلام sebagaimana kebiasaan yang berlaku pada orang seperti mereka bahwa mereka-lah yang pertama kali menolak dakwah para rasul, ﴾ مَا نَرَىٰكَ إِلَّا بَشَرٗا مِّثۡلَنَا ﴿ "Kami tidak melihatmu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami." Ini adalah penghalang –menurut mereka– untuk me-ngikutinya, padahal sebenarnya itulah yang benar yang tidak ada kebenaran selainnya, karena manusia hanya mungkin belajar dari manusia dan berdialog dengannya dalam segala urusan, lain halnya dengan malaikat. ﴾ وَمَا نَرَىٰكَ ٱتَّبَعَكَ إِلَّا ٱلَّذِينَ هُمۡ أَرَاذِلُنَا ﴿ "Dan kami tidak me-lihat orang-orang yang mengikutimu, melainkan orang-orang yang hina-dina di antara kami." Maksudnya, kami melihat yang mengikutimu hanyalah orang-orang hina lagi rendah di antara kami –menurut mereka– padahal sebenarnya mereka adalah orang-orang yang mulia dan manusia yang berakal yang tunduk kepada kebenaran. Mereka bukan orang-orang hina seperti yang dibilang oleh pembe-sar-pembesar kaum yang mengikuti semua setan yang bengal dan mengangkat tuhan-tuhan dari batu dan pohon lalu mereka mende-katkan diri kepadanya dan bersujud. Apakah kamu tahu ada yang lebih hina dan rendah daripada mereka? Ucapan mereka, ﴾ بَادِيَ ٱلرَّأۡيِ ﴿ "yang lekas percaya saja." Maksudnya, mereka hanya mengikutimu tanpa berpikir dan menimbang, tetapi hanya disebabkan kamu me-ngajak mereka, langsung mereka mengikutimu. Maksud mereka dengan itu adalah bahwa mereka bukanlah orang-orang yang menge-tahui urusan. Mereka tidak mengetahui bahwa akal yang spontan mengajak kepada kebenaran yang nyata. Begitu kebenaran sampai kepada ulul albab, mereka langsung mengenali dan mengetahuinya, tidak seperti perkara yang samar yang memerlukan pemikiran dan perenungan panjang. ﴾ وَمَا نَرَىٰ لَكُمۡ عَلَيۡنَا مِن فَضۡلِۭ ﴿ "Dan kami tidak melihatmu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami." Maksudnya, kamu tidak lebih baik dari-pada kami yang membuat kami tunduk kepadamu. ﴾ بَلۡ نَظُنُّكُمۡ كَٰذِبِينَ ﴿ "Bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta." Mereka berbohong dalam ucapan mereka. Ini karena mereka telah melihat ayat-ayat yang Allah jadikan sebagai duku-ngan bagi Nuh yang membuat mereka merasa yakin dengan pasti terhadap kebenarannya. (28) Oleh karena itu, ﴾ قَالَ ﴿ "Nuh berkata" kepada mereka menanggapi, ﴾ يَٰقَوۡمِ أَرَءَيۡتُمۡ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٖ مِّن رَّبِّي ﴿ "Hai kaumku, bagaimana pen-dapatmu, jika aku sudah mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Maksudnya berada di atas keyakinan dan kepastian, yakni dia adalah Rasul yang sempurna dan teladan yang ditaati oleh orang-orang yang berakal. Akal tokoh-tokoh besar dibanding akal Nuh adalah kecil. Dia adalah orang yang benar-benar jujur, maka jika dia berkata, "Sesungguhnya aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Cukuplah ucapan ini sebagai bukti dan saksi atas kebe-narannya. ﴾ وَءَاتَىٰنِي رَحۡمَةٗ مِّنۡ عِندِهِۦ ﴿ "Dan Dia memberiku rahmat dari sisiNya." Maksudnya, Dia memberiku wahyu, mengangkatku menjadi rasul dan memberiku nikmat hidayah. ﴾ فَعُمِّيَتۡ عَلَيۡكُمۡ ﴿ "Tetapi rahmat itu di-samarkan bagimu." Maksudnya, tidak jelas bagimu, dan dengannya kamu bermalas-malasan. ﴾ أَنُلۡزِمُكُمُوهَا ﴿ "Apa akan kami paksakan kamu menerimanya." Maksudnya, apakah kami akan memaksamu atas sesuatu yang telah jelas bagi kami sementara kamu masih ragu pada-nya dan kamu tidak menyukainya sehingga kamu berusaha menolak sesuatu yang aku bawa? Itu semua tidak merugikan kami dan tidak menodai keyakinan kami sedikit pun. Ucapan dan dustamu atas kami, tidak menghalangi kami dari sesuatu yang kami imani, paling-paling ia justru menjadi penghalang bagimu yang mengakibatkan kamu menolak tunduk kepada kebenaran yang menurutmu adalah kebatilan. Jika keadaannya telah sampai di sini maka kami tidak kuasa memaksamu kepada perintah Allah dan mewajibkanmu ke-pada sesuatu yang kamu lari darinya. Oleh karena itu, dia berkata, ﴾ أَنُلۡزِمُكُمُوهَا وَأَنتُمۡ لَهَا كَٰرِهُونَ ﴿ "Apa akan kami paksakan kamu menerimanya pa-dahal kamu tiada menyukainya?" (29) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ لَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, aku tiada meminta bagi seruanku," atas dakwahku kepada kalian ﴾ مَالًاۖ ﴿ "harta benda (sebagai upah)", karena kamu akan merasakan beratnya beban. ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِۚ ﴿ "Tidaklah upahku melainkan dari Allah." Dan sepertinya mereka menuntut pengusiran orang-orang Mukmin yang lemah, maka dia menjawab mereka, ﴾ وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْۚ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman", tidak layak dan tidak pantas bagiku untuk melakukan hal itu, justru aku menyambut mereka dengan gembira, penghormatan, penghargaan dan kegembiraan. ﴾ إِنَّهُم مُّلَٰقُواْ رَبِّهِمۡ ﴿ "Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Rabbnya." Maka Dia membalas iman dan takwa mereka dengan surga kenikmatan. ﴾ وَلَٰكِنِّيٓ أَرَىٰكُمۡ قَوۡمٗا تَجۡهَلُونَ ﴿ "Akan tetapi aku memandangmu suatu kaum yang tidak mengetahui." Di mana kamu menyuruhku mengusir wali-wali Allah dan menjauhkan mereka dariku, di mana kamu telah menolak kebenaran, karena mereka adalah para pengikutnya, di mana kamu berdalil atas batilnya kebe-naran dengan ucapan, "Sesungguhnya aku hanyalah manusia biasa sepertimu, dan bahwa kami tidak memiliki keutamaan atasmu." (30) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ مَن يَنصُرُنِي مِنَ ٱللَّهِ إِن طَرَدتُّهُمۡۚ ﴿ "Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir me-reka." Maksudnya, siapa yang melindungiku dari azabNya, karena mengusir mereka menyebabkan turunnya azab dan siksa yang mana tidak ada pelindung selain Allah. ﴾ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ﴿ "Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran?" Apa yang lebih berguna dan lebih baik bagi-mu, dan semestinya kamu merenungkan segala urusan. (31) ﴾ وَلَآ أَقُولُ لَكُمۡ عِندِي خَزَآئِنُ ٱللَّهِ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ وَلَآ أَقُولُ إِنِّي مَلَكٞ ﴿ "Dan aku ti-dak mengatakan kepada kamu (bahwa), 'aku mempunyai gudang-gudang rizki dan kekayaan dari Allah, dan aku tiada mengetahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan, 'Sesungguhnya aku adalah malaikat'." Aku hanyalah seorang Rasul Allah kepadamu, aku memberimu berita gembira dan peringatan, selain itu aku tidak sedikitpun mempunyai wewenang. Kekayaan Allah tidak ada padaku sehingga aku bisa mengaturnya dan memberikannya kepada orang yang aku kehen-daki, dan menghalanginya dari orang yang aku kehendaki. ﴾ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ ﴿ "Dan aku tiada mengetahui yang ghaib", sehingga aku bisa me-ngabarkan rahasiamu dan batinmu. ﴾ وَلَآ أَقُولُ إِنِّي مَلَكٞ ﴿ "Dan tidak (pula) aku mengatakan, 'Sesungguhnya aku adalah malaikat'." Maknanya adalah aku tidak mengklaim tingkatan di atas tingkatanku, tidak pula posisi melainkan posisi di mana Allah mendudukkanku pada-nya, tidak pula aku menghukum manusia berdasarkan dugaanku. Aku tidak ﴾ أَقُولُ لِلَّذِينَ تَزۡدَرِيٓ أَعۡيُنُكُمۡ ﴿ "mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu", yakni orang-orang Mukmin yang lemah yang diremehkan oleh para pembesar orang-orang kafir. ﴾ لَن يُؤۡتِيَهُمُ ٱللَّهُ خَيۡرًاۖ ٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِمَا فِيٓ أَنفُسِهِمۡ ﴿ "Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka, Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka." Jika mereka benar dalam urusan iman mereka, maka me-reka mendapatkan banyak kebaikan, jika tidak demikian, maka hisab mereka menjadi tanggung jawab Allah. ﴾ إِنِّيٓ إِذٗا ﴿ "Sesungguh-nya aku kalau begitu", jika aku mengatakan sesuatu dari yang di atas ﴾ لَّمِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "benar-benar termasuk orang-orang yang zhalim." Ini adalah pemutus asaan dari Nuh kepada kaumnya untuk mengusir orang-orang Mukmin yang miskin atau membenci mereka sekaligus meyakinkan kaumnya dengan cara-cara yang meyakinkan bagi orang yang berpikir obyektif. 9 (32) Tatkala mereka melihat Nuh tidak berhenti dari dak-wahnya dan mereka sendiri tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, maka ﴾ قَالُواْ يَٰنُوحُ قَدۡ جَٰدَلۡتَنَا فَأَكۡثَرۡتَ جِدَٰلَنَا فَأۡتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "mereka berkata, 'Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah berbantah-bantahan dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar?" Betapa bodohnya me-reka, betapa sesatnya mereka, di mana mereka mengucapkan kata-kata ini kepada Nabi mereka yang tulus. Jika mereka benar, mengapa mereka tidak mengatakan, 'Hai Nuh, kamu telah menasihati kami, mengasihi kami dan menyeru kami kepada perkara-perkara yang belum jelas bagi kami, maka kami ingin kamu menjelaskannya agar kami bisa mengikutimu, jika tidak maka terima kasih atas nasihat-mu." Sungguh ini adalah jawaban yang obyektif bagi orang yang di-seru kepada perkara yang samar baginya, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang dusta dalam kata-kata mereka, lancang terhadap Nabi mereka. Mereka tidak menolak kata-katanya dengan syubhat paling rendah, terlebih lagi menolak dengan hujjah. Oleh karena itu, mereka membelok karena kebodohan dan kesesatan mereka kepada permintaan disegerakannya azab, dan menantang Allah. (33) Oleh karena itu, Nuh menjawab mereka dengan ber-kata, ﴾ إِنَّمَا يَأۡتِيكُم بِهِ ٱللَّهُ إِن شَآءَ ﴿ "Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki." Maksudnya, jika hikmah dan kehendakNya menuntutNya menurunkan siksa kepadamu, maka Dia akan melakukan itu ﴾ وَمَآ أَنتُم بِمُعۡجِزِينَ ﴿ "Dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri", dari Allah, sedangkan aku sendiri tidak memiliki wewenang apa pun. (34) ﴾ وَلَا يَنفَعُكُمۡ نُصۡحِيٓ إِنۡ أَرَدتُّ أَنۡ أَنصَحَ لَكُمۡ إِن كَانَ ٱللَّهُ يُرِيدُ أَن يُغۡوِيَكُمۡۚ ﴿ "Dan tidaklah nasihatku bermanfaat kepadamu jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkanmu." Maksudnya, keinginan Allah-lah yang akan menang, jika Dia hendak menyesatkanmu karena kamu menolak kebenaran meskipun aku sudah berusaha sekuat tenaga memberimu nasihat dengan baik –Nuh telah mela-kukan itu– tetap saja hal itu tidak berguna bagimu sedikit pun.﴾ هُوَ رَبُّكُمۡ ﴿ "Dia adalah Rabbmu," melakukan apa yang dikehendakiNya dan menetapkan hukum yang diinginkanNya. ﴾ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ﴿ "Dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan." Lalu Dia membalas perbuatanmu. (35) ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Malahan kaum Nuh itu berkata, 'Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja." Kata ganti ini mengandung ke-mungkinan kembali kepada Nuh sebagaimana konteks ucapan yang membicarakan Nuh dengan kaumnya, maknanya adalah bahwa kaumnya berkata, "Nuh telah berdusta atas Nama Allah, berdusta tentang wahyu yang dia klaim bahwa ia dari Allah. Dan bahwa Allah memintanya untuk berkata, ﴾ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَعَلَيَّ إِجۡرَامِي وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُجۡرِمُونَ ﴿ "Katakanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat." Masing-masing memikul dosanya. ﴾ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰۗ ﴿ "Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain." (Al-Isra`: 15). Dan mengandung kemungkinan ia kembali kepada Nabi Muhammad ﷺ. Jadi ayat ini merupakan sisipan di tengah-tengah kisah Nuh dengan kaumnya karena ia termasuk perkara yang tidak diketahui oleh para Nabi. Tatkala Allah mulai menceritakannya kepada RasulNya, dan itu termasuk bukti-bukti yang menunjukkan kebenaran risalahnya, maka Dia pun menyebutkan pendustaan ka-umnya kepadanya dengan penjelasan yang sempurna, seraya Dia berfirman, ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Apakah mereka berkata, 'Dia telah membuat-buatnya?'" Yakni al-Qur`an ini dibuat-buat oleh Muhammad dari dirinya sendiri. Ini termasuk kata-kata yang paling aneh dan yang paling batil, karena mereka mengetahui bahwa dia (Muhammad) tidak mem-baca dan tidak menulis serta tidak pernah pergi dari mereka untuk mengkaji kitab-kitab, lalu dia hadir dengan kitab ini yang menantang mereka agar menghadirkan satu surat yang semisal dengannya. Jika mereka tetap mengklaim –dengan realita yang demikian– bahwa Muhammad membuat-buatnya, maka jelaslah bahwa mereka itu hanya sekedar menentang. Tak ada lagi guna berdebat dengan me-reka, bahkan yang cocok dalam kondisi ini adalah berpaling dari mereka. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَعَلَيَّ إِجۡرَامِي ﴿ "Kata-kanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku", dan kebohonganku. ﴾ وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُجۡرِمُونَ ﴿ "Dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat." Yakni mengapa kamu terus menuduhku berdusta. (36) FirmanNya, ﴾ وَأُوحِيَ إِلَىٰ نُوحٍ أَنَّهُۥ لَن يُؤۡمِنَ مِن قَوۡمِكَ إِلَّا مَن قَدۡ ءَامَنَ ﴿ "Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja)." Yakni mereka adalah orang-orang yang keras (hatinya). ﴾ فَلَا تَبۡتَئِسۡ بِمَا كَانُواْ يَفۡعَلُونَ ﴿ "Ka-rena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan." Jangan bersedih, jangan hiraukan mereka dan keadaan mereka, karena Allah telah murka kepada mereka dan menimpakan azabNya yang tak bisa ditolak. (37) ﴾ وَٱصۡنَعِ ٱلۡفُلۡكَ بِأَعۡيُنِنَا وَوَحۡيِنَا ﴿ "Dan buatlah bahtera itu dengan mata (pengawasan) dan petunjuk wahyu Kami." Maksudnya, di bawah penjagaan Kami, pengawasan Kami dan keridhaan dari Kami.﴾ وَلَا تُخَٰطِبۡنِي فِي ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ ﴿ "Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu." Maksudnya, jangan mendebatku dalam perkara pembinasaan mereka. ﴾ إِنَّهُم مُّغۡرَقُونَ ﴿ "Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan." Maksudnya, ketetapanKu telah berlaku atas mereka dan takdirKu telah berjalan pada mereka. (38) Nuh menaati perintah Allah تعالى, dia mulai membuat bahtera. ﴾ وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيۡهِ مَلَأٞ مِّن قَوۡمِهِۦ ﴿ "Dan setiap kali pemimpin kaumnya ber-jalan melewati Nuh", dan melihat perahu yang Nuh buat ﴾ سَخِرُواْ مِنۡهُۚ قَالَ إِن تَسۡخَرُواْ مِنَّا ﴿ "mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh, 'Jika kamu mengejek kami", sekarang ﴾ فَإِنَّا نَسۡخَرُ مِنكُمۡ كَمَا تَسۡخَرُونَ ﴿ "maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami)." (39) ﴾ فَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَ مَن يَأۡتِيهِ عَذَابٞ يُخۡزِيهِ وَيَحِلُّ عَلَيۡهِ عَذَابٞ مُّقِيمٌ ﴿ "Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakan-nya dan siapa yang akan ditimpa azab yang kekal". Kami atau kamu? Mereka mengetahuinya ketika azab turun menimpa mereka. (40) ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَمۡرُنَا ﴿ "Hingga apabila perintah Kami datang", yakni takdir kami tentang turunnya azab kepada mereka, ﴾ وَفَارَ ٱلتَّنُّورُ ﴿ "dan dapur perapian telah memancarkan air." Yakni Allah menurun-kan hujan deras dan memancarkan bumi dengan mata air sampai-sampai tungku di dapur yang biasanya menyala dengan api dan jauh dari air ikut serta memancarkan air, maka kedua air itu bertemu atas dasar perkara yang telah ditakdirkan. ﴾ قُلۡنَا ﴿ "Kami berfirman, kepada Nuh, ﴾ ٱحۡمِلۡ فِيهَا مِن كُلّٖ زَوۡجَيۡنِ ٱثۡنَيۡنِ ﴿ "Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina)." Maksud-nya, jantan dan betina dari setiap spesies makhluk agar cikal bakal makhluk tetap terjaga. Adapun sisa spesies yang lebih dari sepasang, maka ia tidak diangkut karena perahu tidak mampu membawanya. ﴾ وَأَهۡلَكَ إِلَّا مَن سَبَقَ عَلَيۡهِ ٱلۡقَوۡلُ ﴿ "Dan keluargamu kecuali orang yang ketetapan (takdira) terhadapnya telah terdahulu", dari golongan kaum kafir seperti anaknya yang tenggelam. ﴾ وَمَنۡ ءَامَنَۚ ﴿ "Dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman." Padahal ketika itu ﴾ م َ ا ءَامَنَ مَعَهُۥٓ إِلَّا قَلِيلٞ ﴿ "tidak beriman ber-sama dengan Nuh itu kecuali sedikit." (41) ﴾ وَقَالَ ﴿ "Dan Nuh berkata", kepada orang-orang yang Allah perintahkan agar mereka diangkut. ﴾ ٱرۡكَبُواْ فِيهَا بِسۡمِ ٱللَّهِ مَجۡر۪ىٰهَا وَمُرۡسَىٰهَآۚ ﴿ "Naik-lah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya." Bahtera itu berlayar dengan nama Allah, berlabuh dengan nama Allah dan berjalan dengan perintah dan instruksiNya. ﴾ إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٞ رَّحِيمٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Di mana Dia mengampuni kami, menyayangi kami dan menyelamatkan kami dari kaum yang zhalim. (42) Kemudian Allah menjelaskan bagaimana bahtera itu berlayar seolah-olah kita melihatnya, seraya Dia berfirman,﴾ وَهِيَ تَجۡرِي بِهِمۡ ﴿ "Dan bahtera itu berlayar membawa mereka", Nuh dan orang-orang yang bersamanya ﴾ فِي مَوۡجٖ كَٱلۡجِبَالِ ﴿ "dalam gelombang laksana gunung." Allah-lah Penjaganya dan Penjaga penumpangnya. ﴾ وَنَادَىٰ نُوحٌ ٱبۡنَهُۥ ﴿ "Dan Nuh memanggil anaknya", ketika dia naik supaya sang anak naik bersamanya, ﴾ وَكَانَ فِي مَعۡزِلٖ ﴿ "sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil", dari mereka ketika mereka naik. Maksudnya, dia menjauh sementara Nuh ingin agar dia mendekat untuk naik. Nuh berkata kepadanya, ﴾ يَٰبُنَيَّ ٱرۡكَب مَّعَنَا وَلَا تَكُن مَّعَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami, dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir." Akibatnya kamu akan tertimpa azab yang menimpa mereka. (43) Anaknya menyanggah untuk mendustakan ucapan ba-paknya bahwa tiada yang selamat kecuali orang yang naik perahu bersamanya. ﴾ سَـَٔاوِيٓ إِلَىٰ جَبَلٖ يَعۡصِمُنِي مِنَ ٱلۡمَآءِۚ ﴿ "Aku akan mencari perlindu-ngan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Maksudnya, aku akan naik ke gunung yang melindungiku dari banjir. Nuh ber-seru, ﴾ لَا عَاصِمَ ٱلۡيَوۡمَ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِ إِلَّا مَن رَّحِمَۚ ﴿ "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang." Tidak ada gunung dan lainnya yang menyelamatkan seseorang meskipun dia mengambil cara apa pun, dia tetap tidak akan selamat jika Allah tidak menyelamatkannya. ﴾ وَحَالَ بَيۡنَهُمَا ٱلۡمَوۡجُ فَكَانَ مِنَ ٱلۡمُغۡرَقِينَ ﴿ "Dan gelom-bang menjadi penghalang antara keduanya, maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." (44) Ketika Allah menenggelamkan mereka dan menyela-matkan Nuh dan orang-orangnya maka ﴾ وَقِيلَ يَٰٓأَرۡضُ ٱبۡلَعِي مَآءَكِ ﴿ "Difirman-kan, 'Hai bumi telanlah airmu'," yang keluar darimu dan yang turun kepadamu, telanlah air yang ada di permukaanmu, ﴾ وَيَٰسَمَآءُ أَقۡلِعِي ﴿ "dan hai langit (hujan) berhentilah," maka keduanya menaati perintah Allah. Bumi menelan airnya dan langit menghentikan hujannya, hingga air di bumi pun surut. ﴾ وَقُضِيَ ٱلۡأَمۡرُ ﴿ "Perintah pun diselesaikan", dengan dibinasakannya orang-orang yang mendustakan dan diselamatkan-nya orang-orang Mukmin. ﴾ وَٱسۡتَوَتۡ عَلَى ٱلۡجُودِيِّۖ ﴿ "Dan bahtera itu pun ber-labuh di atas bukit Judi", yaitu perahu itu berhenti di gunung itu yang terkenal dari negeri Maushil. ﴾ وَقِيلَ بُعۡدٗا لِّلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Dan dikatakan, 'Binasalah orang-orang yang zhalim'." Maksudnya, kebinasaan me-reka diikuti dengan laknat, kemurkaan dan kemarahan yang selalu bersama mereka. (45) ﴾ وَنَادَىٰ نُوحٞ رَّبَّهُۥ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ٱبۡنِي مِنۡ أَهۡلِي وَإِنَّ وَعۡدَكَ ٱلۡحَقُّ ﴿ "Dan Nuh ber-seru kepada Rabbnya sambil berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMu itulah yang benar'." Maksudnya, Engkau telah berkata kepadaku, "Angkutlah dari ma-sing-masing hewan (jantan dan betina) dan keluargamu," dan Engkau tidak akan menyelisihi janjiMu kepadaku. Boleh jadi Nuh terbawa oleh rasa kasih sayangnya, dan bahwa Allah menjanjikan kesela-matan keluarganya, sehingga dia mengira bahwa janjiNya berlaku umum kepada keluarganya yang beriman dan yang tidak beriman. Oleh karena itu, dia berdoa kepada Allah dengan doa itu, meski begitu dia menyerahkan urusannya kepada hikmah Allah yang mendalam. (46) Allah berfirman kepadanya, ﴾ إِنَّهُۥ لَيۡسَ مِنۡ أَهۡلِكَۖ ﴿ "Sesungguh-nya dia bukanlah termasuk keluargamu", yang Aku janjikan kepadamu selamat. ﴾ إِنَّهُۥ عَمَلٌ غَيۡرُ صَٰلِحٖۖ ﴿ "Sesungguhnya (perbuatannya) adalah perbuatan yang tidak baik." Maksudnya, doa yang kamu ucapkan untuk kese-lamatan orang kafir yang tidak beriman kepada Allah dan RasulNya. ﴾ فَلَا تَسۡـَٔلۡنِ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌۖ ﴿ "Sebab itu janganlah kamu memohon kepadaKu se-suatu yang kamu tidak mengetahui hakikat(nya)." Yang kamu tidak mengetahui akhirnya dan akibatnya, apakah ia baik atau tidak baik. ﴾ إِنِّيٓ أَعِظُكَ أَن تَكُونَ مِنَ ٱلۡجَٰهِلِينَ ﴿ "Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan." Sesungguhnya Aku menasihatimu dengan nasihat yang dengan-nya kamu termasuk orang-orang yang sempurna, dan dengannya kamu selamat dari sifat orang-orang yang bodoh. (47) Pada saat itu Nuh sangat menyesal atas apa yang dila-kukannya, dan ﴾ قَالَ رَبِّ إِنِّيٓ أَعُوذُ بِكَ أَنۡ أَسۡـَٔلَكَ مَا لَيۡسَ لِي بِهِۦ عِلۡمٞۖ وَإِلَّا تَغۡفِرۡ لِي وَتَرۡحَمۡنِيٓ أَكُن مِّنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ﴿ "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku berlindung kepada- Mu untuk memohon sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang me-rugi." Dengan ampunan dan rahmat, seorang hamba selamat dari kerugian. Ini menunjukkan bahwa Nuh عليه السلام tidak memiliki ilmu bahwa pertanyaannya kepada Allah tentang anaknya adalah haram dan termasuk ke dalam Firman Allah, ﴾ وَلَا تُخَٰطِبۡنِي فِي ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ إِنَّهُم مُّغۡرَقُونَ ﴿ "Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu, sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan." Akan tetapi ada dua perkara yang bertentangan padanya, dia mengira ia masuk ke dalam FirmanNya, ﴾ وَأَهۡلَكَ ﴿ "Dan keluargamu." Dan setelah itu, jelaslah baginya bahwa ia termasuk ke dalam larangan terhadap mendoakan mereka dan mengulang-ulangnya untuk mereka. (48) ﴾ قِيلَ يَٰنُوحُ ٱهۡبِطۡ بِسَلَٰمٖ مِّنَّا وَبَرَكَٰتٍ عَلَيۡكَ وَعَلَىٰٓ أُمَمٖ مِّمَّن مَّعَكَۚ ﴿ "Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang Mukmin) dari orang-orang yang bersamamu", dari kalangan manusia dan pasangan binatang yang dia bawa bersamanya. Allah memberkahi semuanya sehingga me-reka memenuhi seluruh penjuru bumi. ﴾ وَأُمَمٞ سَنُمَتِّعُهُمۡ ﴿ "Dan akan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka", dalam kehi-dupan dunia, ﴾ ثُمَّ يَمَسُّهُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٞ ﴿ "kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami." Penyelamatan ini tidak menghalangi Kami untuk menghukum orang yang kafir setelah itu meskipun dia diberi kenikmatan sesaat, dia tetap akan dihukum setelah itu. (49) Allah berfirman kepada NabiNya, Muhammad setelah menyampaikan kisah yang gamblang ini yang tidak diketahui ke-cuali oleh orang yang Allah beri nikmat kerasulan. ﴾ تِلۡكَ مِنۡ أَنۢبَآءِ ٱلۡغَيۡبِ نُوحِيهَآ إِلَيۡكَۖ مَا كُنتَ تَعۡلَمُهَآ أَنتَ وَلَا قَوۡمُكَ مِن قَبۡلِ هَٰذَاۖ ﴿ "Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini." Me-reka berkata, "Dia mengetahuinya, maka bersyukurlah kepada Allah dan bersabarlah kamu, berpegang teguhlah pada agamamu yang benar, jalan yang lurus dan dakwah kepada Allah. ﴾ إِنَّ ٱلۡعَٰقِبَةَ لِلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang ber-takwa." Orang-orang yang menjauhi syirik dan dosa-dosa yang lain, maka kesudahan yang baik akan menjadi milikmu dan milik kaum-mu sebagaimana terjadi pada Nuh dan kaumnya.

Hud 11:48

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaum-nya, (dia berkata), 'Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagimu, agar kamu tidak menyembah kecuali Allah. Sesungguhnya aku mengkhawatirkanmu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan.' Maka berkatalah pemimpin-pemim-pin yang kafir dari kaumnya, 'Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina-dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta'." (Hud: 25-27) "Nuh berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu, jika aku sudah mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku, dan Dia membe-riku rahmat dari sisiNya, tetapi rahmat itu disamarkan bagimu. Apa akan kami paksakan kamu menerimanya, padahal kamu tiada menyukainya.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, aku tiada meminta harta benda kepadamu (sebagai upah) bagi seruanku. Tidaklah upahku melainkan dari Allah, dan aku sekali-kali tidak akan me-ngusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Rabbnya, akan tetapi aku memandangmu sebagai kaum yang tidak mengetahui.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku meng-usir mereka. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran.' Dan aku tidak mengatakan kepada kamu (bahwa), aku mempunyai gudang-gudang rizki dan kekayaan dari Allah, dan aku tidak juga menge-tahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan, sesungguhnya aku adalah malaikat, dan tidak juga aku mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu, 'Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka.' Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka; sesungguhnya aku, ka-lau begitu benar-benar termasuk orang-orang yang zhalim." (Hud: 28-31) "Mereka berkata, 'Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah ber-bantah-bantahan dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.' Nuh menjawab, 'Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki, dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri. Dan tidaklah nasihatku bermanfaat kepadamu jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkan kamu. Dia adalah Rabbmu, dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan.' Malahan kaum Nuh itu berkata, 'Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja.' Kata-kanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat'." (Hud: 32-35) "Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja), karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan. Dan buatlah bahtera itu dengan mata (pengawasan) dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bi-carakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu; sesung-guhnya mereka itu akan ditenggelamkan. Dan mulailah Nuh mem-buat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nuh, maka mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh, 'Jika kamu me-ngejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagai-mana kamu sekalian mengejek (kami). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan siapa yang akan ditimpa azab yang kekal.' Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur perapian telah memancarkan air, maka Kami berfirman, 'Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang ketetapan (takdir) terhadapnya telah terdahulu dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman.' Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit." (Hud: 36-40) "Dan Nuh berkata, 'Naiklah kamu sekalian ke dalamnya de-ngan menyebut Nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya.' Sesungguhnya Rabbku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam ge-lombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya -sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil-, 'Hai anakku, naik-lah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.' Anaknya menjawab, 'Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!' Nuh berkata, 'Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) yang Maha Penyayang.' Dan gelombang men-jadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." (Hud: 41-43) "Dan difirmankan, 'Hai bumi, telanlah airmu, dan hai langit (hujan), berhentilah,' dan air pun disurutkan, perintah pun disele-saikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi, dan dika-takan, 'Binasalah orang-orang yang zhalim.' Dan Nuh berseru kepada Rabbnya sambil berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMu itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.' Allah berfirman, 'Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya ada-lah perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepadaKu sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat)nya. Se-sungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan'." (Hud: 44-46). "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu untuk memohon sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepa-daku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi.' Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu. Dan akan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kese-nangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami.' Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa." (Hud: 47-49) (25) ﴾ وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا نُوحًا ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh", Rasul pertama ﴾ إِلَىٰ قَوۡمِهِۦٓ ﴿ "kepada kaumnya." Mengajak mereka kepada Allah dan melarang mereka berbuat syirik. Dia berkata,﴾ إِنِّي لَكُمۡ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagimu." Maksudnya, aku menjelaskan kepadamu sesuatu yang mana aku memperingatkanmu dengannya sebagai penjelasan yang menghilangkan kerancuan permasalahan. (26) ﴾ أَن لَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّا ٱللَّهَۖ ﴿ "Agar kamu tidak menyembah kecuali Allah." Maksudnya, ikhlaskanlah ibadah hanya kepada Allah semata, tinggalkan semua yang disembah selain Allah.﴾ إِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٍ أَلِيمٖ ﴿ "Sesungguhnya aku mengkhawatirkanmu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan." Jika kamu tidak mentauhidkan Allah dan menaatiku. (27) ﴾ فَقَالَ ٱلۡمَلَأُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَوۡمِهِۦ ﴿ "Maka berkatalah pemimpin-pe-mimpin yang kafir dari kaumnya", yakni orang-orang terhormat dan para pembesar kaumnya menolak dakwah Nuh عليه السلام sebagaimana kebiasaan yang berlaku pada orang seperti mereka bahwa mereka-lah yang pertama kali menolak dakwah para rasul, ﴾ مَا نَرَىٰكَ إِلَّا بَشَرٗا مِّثۡلَنَا ﴿ "Kami tidak melihatmu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami." Ini adalah penghalang –menurut mereka– untuk me-ngikutinya, padahal sebenarnya itulah yang benar yang tidak ada kebenaran selainnya, karena manusia hanya mungkin belajar dari manusia dan berdialog dengannya dalam segala urusan, lain halnya dengan malaikat. ﴾ وَمَا نَرَىٰكَ ٱتَّبَعَكَ إِلَّا ٱلَّذِينَ هُمۡ أَرَاذِلُنَا ﴿ "Dan kami tidak me-lihat orang-orang yang mengikutimu, melainkan orang-orang yang hina-dina di antara kami." Maksudnya, kami melihat yang mengikutimu hanyalah orang-orang hina lagi rendah di antara kami –menurut mereka– padahal sebenarnya mereka adalah orang-orang yang mulia dan manusia yang berakal yang tunduk kepada kebenaran. Mereka bukan orang-orang hina seperti yang dibilang oleh pembe-sar-pembesar kaum yang mengikuti semua setan yang bengal dan mengangkat tuhan-tuhan dari batu dan pohon lalu mereka mende-katkan diri kepadanya dan bersujud. Apakah kamu tahu ada yang lebih hina dan rendah daripada mereka? Ucapan mereka, ﴾ بَادِيَ ٱلرَّأۡيِ ﴿ "yang lekas percaya saja." Maksudnya, mereka hanya mengikutimu tanpa berpikir dan menimbang, tetapi hanya disebabkan kamu me-ngajak mereka, langsung mereka mengikutimu. Maksud mereka dengan itu adalah bahwa mereka bukanlah orang-orang yang menge-tahui urusan. Mereka tidak mengetahui bahwa akal yang spontan mengajak kepada kebenaran yang nyata. Begitu kebenaran sampai kepada ulul albab, mereka langsung mengenali dan mengetahuinya, tidak seperti perkara yang samar yang memerlukan pemikiran dan perenungan panjang. ﴾ وَمَا نَرَىٰ لَكُمۡ عَلَيۡنَا مِن فَضۡلِۭ ﴿ "Dan kami tidak melihatmu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami." Maksudnya, kamu tidak lebih baik dari-pada kami yang membuat kami tunduk kepadamu. ﴾ بَلۡ نَظُنُّكُمۡ كَٰذِبِينَ ﴿ "Bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta." Mereka berbohong dalam ucapan mereka. Ini karena mereka telah melihat ayat-ayat yang Allah jadikan sebagai duku-ngan bagi Nuh yang membuat mereka merasa yakin dengan pasti terhadap kebenarannya. (28) Oleh karena itu, ﴾ قَالَ ﴿ "Nuh berkata" kepada mereka menanggapi, ﴾ يَٰقَوۡمِ أَرَءَيۡتُمۡ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٖ مِّن رَّبِّي ﴿ "Hai kaumku, bagaimana pen-dapatmu, jika aku sudah mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Maksudnya berada di atas keyakinan dan kepastian, yakni dia adalah Rasul yang sempurna dan teladan yang ditaati oleh orang-orang yang berakal. Akal tokoh-tokoh besar dibanding akal Nuh adalah kecil. Dia adalah orang yang benar-benar jujur, maka jika dia berkata, "Sesungguhnya aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Cukuplah ucapan ini sebagai bukti dan saksi atas kebe-narannya. ﴾ وَءَاتَىٰنِي رَحۡمَةٗ مِّنۡ عِندِهِۦ ﴿ "Dan Dia memberiku rahmat dari sisiNya." Maksudnya, Dia memberiku wahyu, mengangkatku menjadi rasul dan memberiku nikmat hidayah. ﴾ فَعُمِّيَتۡ عَلَيۡكُمۡ ﴿ "Tetapi rahmat itu di-samarkan bagimu." Maksudnya, tidak jelas bagimu, dan dengannya kamu bermalas-malasan. ﴾ أَنُلۡزِمُكُمُوهَا ﴿ "Apa akan kami paksakan kamu menerimanya." Maksudnya, apakah kami akan memaksamu atas sesuatu yang telah jelas bagi kami sementara kamu masih ragu pada-nya dan kamu tidak menyukainya sehingga kamu berusaha menolak sesuatu yang aku bawa? Itu semua tidak merugikan kami dan tidak menodai keyakinan kami sedikit pun. Ucapan dan dustamu atas kami, tidak menghalangi kami dari sesuatu yang kami imani, paling-paling ia justru menjadi penghalang bagimu yang mengakibatkan kamu menolak tunduk kepada kebenaran yang menurutmu adalah kebatilan. Jika keadaannya telah sampai di sini maka kami tidak kuasa memaksamu kepada perintah Allah dan mewajibkanmu ke-pada sesuatu yang kamu lari darinya. Oleh karena itu, dia berkata, ﴾ أَنُلۡزِمُكُمُوهَا وَأَنتُمۡ لَهَا كَٰرِهُونَ ﴿ "Apa akan kami paksakan kamu menerimanya pa-dahal kamu tiada menyukainya?" (29) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ لَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, aku tiada meminta bagi seruanku," atas dakwahku kepada kalian ﴾ مَالًاۖ ﴿ "harta benda (sebagai upah)", karena kamu akan merasakan beratnya beban. ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِۚ ﴿ "Tidaklah upahku melainkan dari Allah." Dan sepertinya mereka menuntut pengusiran orang-orang Mukmin yang lemah, maka dia menjawab mereka, ﴾ وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْۚ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman", tidak layak dan tidak pantas bagiku untuk melakukan hal itu, justru aku menyambut mereka dengan gembira, penghormatan, penghargaan dan kegembiraan. ﴾ إِنَّهُم مُّلَٰقُواْ رَبِّهِمۡ ﴿ "Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Rabbnya." Maka Dia membalas iman dan takwa mereka dengan surga kenikmatan. ﴾ وَلَٰكِنِّيٓ أَرَىٰكُمۡ قَوۡمٗا تَجۡهَلُونَ ﴿ "Akan tetapi aku memandangmu suatu kaum yang tidak mengetahui." Di mana kamu menyuruhku mengusir wali-wali Allah dan menjauhkan mereka dariku, di mana kamu telah menolak kebenaran, karena mereka adalah para pengikutnya, di mana kamu berdalil atas batilnya kebe-naran dengan ucapan, "Sesungguhnya aku hanyalah manusia biasa sepertimu, dan bahwa kami tidak memiliki keutamaan atasmu." (30) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ مَن يَنصُرُنِي مِنَ ٱللَّهِ إِن طَرَدتُّهُمۡۚ ﴿ "Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir me-reka." Maksudnya, siapa yang melindungiku dari azabNya, karena mengusir mereka menyebabkan turunnya azab dan siksa yang mana tidak ada pelindung selain Allah. ﴾ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ﴿ "Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran?" Apa yang lebih berguna dan lebih baik bagi-mu, dan semestinya kamu merenungkan segala urusan. (31) ﴾ وَلَآ أَقُولُ لَكُمۡ عِندِي خَزَآئِنُ ٱللَّهِ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ وَلَآ أَقُولُ إِنِّي مَلَكٞ ﴿ "Dan aku ti-dak mengatakan kepada kamu (bahwa), 'aku mempunyai gudang-gudang rizki dan kekayaan dari Allah, dan aku tiada mengetahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan, 'Sesungguhnya aku adalah malaikat'." Aku hanyalah seorang Rasul Allah kepadamu, aku memberimu berita gembira dan peringatan, selain itu aku tidak sedikitpun mempunyai wewenang. Kekayaan Allah tidak ada padaku sehingga aku bisa mengaturnya dan memberikannya kepada orang yang aku kehen-daki, dan menghalanginya dari orang yang aku kehendaki. ﴾ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ ﴿ "Dan aku tiada mengetahui yang ghaib", sehingga aku bisa me-ngabarkan rahasiamu dan batinmu. ﴾ وَلَآ أَقُولُ إِنِّي مَلَكٞ ﴿ "Dan tidak (pula) aku mengatakan, 'Sesungguhnya aku adalah malaikat'." Maknanya adalah aku tidak mengklaim tingkatan di atas tingkatanku, tidak pula posisi melainkan posisi di mana Allah mendudukkanku pada-nya, tidak pula aku menghukum manusia berdasarkan dugaanku. Aku tidak ﴾ أَقُولُ لِلَّذِينَ تَزۡدَرِيٓ أَعۡيُنُكُمۡ ﴿ "mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu", yakni orang-orang Mukmin yang lemah yang diremehkan oleh para pembesar orang-orang kafir. ﴾ لَن يُؤۡتِيَهُمُ ٱللَّهُ خَيۡرًاۖ ٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِمَا فِيٓ أَنفُسِهِمۡ ﴿ "Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka, Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka." Jika mereka benar dalam urusan iman mereka, maka me-reka mendapatkan banyak kebaikan, jika tidak demikian, maka hisab mereka menjadi tanggung jawab Allah. ﴾ إِنِّيٓ إِذٗا ﴿ "Sesungguh-nya aku kalau begitu", jika aku mengatakan sesuatu dari yang di atas ﴾ لَّمِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "benar-benar termasuk orang-orang yang zhalim." Ini adalah pemutus asaan dari Nuh kepada kaumnya untuk mengusir orang-orang Mukmin yang miskin atau membenci mereka sekaligus meyakinkan kaumnya dengan cara-cara yang meyakinkan bagi orang yang berpikir obyektif. 9 (32) Tatkala mereka melihat Nuh tidak berhenti dari dak-wahnya dan mereka sendiri tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, maka ﴾ قَالُواْ يَٰنُوحُ قَدۡ جَٰدَلۡتَنَا فَأَكۡثَرۡتَ جِدَٰلَنَا فَأۡتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "mereka berkata, 'Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah berbantah-bantahan dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar?" Betapa bodohnya me-reka, betapa sesatnya mereka, di mana mereka mengucapkan kata-kata ini kepada Nabi mereka yang tulus. Jika mereka benar, mengapa mereka tidak mengatakan, 'Hai Nuh, kamu telah menasihati kami, mengasihi kami dan menyeru kami kepada perkara-perkara yang belum jelas bagi kami, maka kami ingin kamu menjelaskannya agar kami bisa mengikutimu, jika tidak maka terima kasih atas nasihat-mu." Sungguh ini adalah jawaban yang obyektif bagi orang yang di-seru kepada perkara yang samar baginya, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang dusta dalam kata-kata mereka, lancang terhadap Nabi mereka. Mereka tidak menolak kata-katanya dengan syubhat paling rendah, terlebih lagi menolak dengan hujjah. Oleh karena itu, mereka membelok karena kebodohan dan kesesatan mereka kepada permintaan disegerakannya azab, dan menantang Allah. (33) Oleh karena itu, Nuh menjawab mereka dengan ber-kata, ﴾ إِنَّمَا يَأۡتِيكُم بِهِ ٱللَّهُ إِن شَآءَ ﴿ "Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki." Maksudnya, jika hikmah dan kehendakNya menuntutNya menurunkan siksa kepadamu, maka Dia akan melakukan itu ﴾ وَمَآ أَنتُم بِمُعۡجِزِينَ ﴿ "Dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri", dari Allah, sedangkan aku sendiri tidak memiliki wewenang apa pun. (34) ﴾ وَلَا يَنفَعُكُمۡ نُصۡحِيٓ إِنۡ أَرَدتُّ أَنۡ أَنصَحَ لَكُمۡ إِن كَانَ ٱللَّهُ يُرِيدُ أَن يُغۡوِيَكُمۡۚ ﴿ "Dan tidaklah nasihatku bermanfaat kepadamu jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkanmu." Maksudnya, keinginan Allah-lah yang akan menang, jika Dia hendak menyesatkanmu karena kamu menolak kebenaran meskipun aku sudah berusaha sekuat tenaga memberimu nasihat dengan baik –Nuh telah mela-kukan itu– tetap saja hal itu tidak berguna bagimu sedikit pun.﴾ هُوَ رَبُّكُمۡ ﴿ "Dia adalah Rabbmu," melakukan apa yang dikehendakiNya dan menetapkan hukum yang diinginkanNya. ﴾ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ﴿ "Dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan." Lalu Dia membalas perbuatanmu. (35) ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Malahan kaum Nuh itu berkata, 'Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja." Kata ganti ini mengandung ke-mungkinan kembali kepada Nuh sebagaimana konteks ucapan yang membicarakan Nuh dengan kaumnya, maknanya adalah bahwa kaumnya berkata, "Nuh telah berdusta atas Nama Allah, berdusta tentang wahyu yang dia klaim bahwa ia dari Allah. Dan bahwa Allah memintanya untuk berkata, ﴾ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَعَلَيَّ إِجۡرَامِي وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُجۡرِمُونَ ﴿ "Katakanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat." Masing-masing memikul dosanya. ﴾ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰۗ ﴿ "Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain." (Al-Isra`: 15). Dan mengandung kemungkinan ia kembali kepada Nabi Muhammad ﷺ. Jadi ayat ini merupakan sisipan di tengah-tengah kisah Nuh dengan kaumnya karena ia termasuk perkara yang tidak diketahui oleh para Nabi. Tatkala Allah mulai menceritakannya kepada RasulNya, dan itu termasuk bukti-bukti yang menunjukkan kebenaran risalahnya, maka Dia pun menyebutkan pendustaan ka-umnya kepadanya dengan penjelasan yang sempurna, seraya Dia berfirman, ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Apakah mereka berkata, 'Dia telah membuat-buatnya?'" Yakni al-Qur`an ini dibuat-buat oleh Muhammad dari dirinya sendiri. Ini termasuk kata-kata yang paling aneh dan yang paling batil, karena mereka mengetahui bahwa dia (Muhammad) tidak mem-baca dan tidak menulis serta tidak pernah pergi dari mereka untuk mengkaji kitab-kitab, lalu dia hadir dengan kitab ini yang menantang mereka agar menghadirkan satu surat yang semisal dengannya. Jika mereka tetap mengklaim –dengan realita yang demikian– bahwa Muhammad membuat-buatnya, maka jelaslah bahwa mereka itu hanya sekedar menentang. Tak ada lagi guna berdebat dengan me-reka, bahkan yang cocok dalam kondisi ini adalah berpaling dari mereka. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَعَلَيَّ إِجۡرَامِي ﴿ "Kata-kanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku", dan kebohonganku. ﴾ وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُجۡرِمُونَ ﴿ "Dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat." Yakni mengapa kamu terus menuduhku berdusta. (36) FirmanNya, ﴾ وَأُوحِيَ إِلَىٰ نُوحٍ أَنَّهُۥ لَن يُؤۡمِنَ مِن قَوۡمِكَ إِلَّا مَن قَدۡ ءَامَنَ ﴿ "Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja)." Yakni mereka adalah orang-orang yang keras (hatinya). ﴾ فَلَا تَبۡتَئِسۡ بِمَا كَانُواْ يَفۡعَلُونَ ﴿ "Ka-rena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan." Jangan bersedih, jangan hiraukan mereka dan keadaan mereka, karena Allah telah murka kepada mereka dan menimpakan azabNya yang tak bisa ditolak. (37) ﴾ وَٱصۡنَعِ ٱلۡفُلۡكَ بِأَعۡيُنِنَا وَوَحۡيِنَا ﴿ "Dan buatlah bahtera itu dengan mata (pengawasan) dan petunjuk wahyu Kami." Maksudnya, di bawah penjagaan Kami, pengawasan Kami dan keridhaan dari Kami.﴾ وَلَا تُخَٰطِبۡنِي فِي ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ ﴿ "Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu." Maksudnya, jangan mendebatku dalam perkara pembinasaan mereka. ﴾ إِنَّهُم مُّغۡرَقُونَ ﴿ "Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan." Maksudnya, ketetapanKu telah berlaku atas mereka dan takdirKu telah berjalan pada mereka. (38) Nuh menaati perintah Allah تعالى, dia mulai membuat bahtera. ﴾ وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيۡهِ مَلَأٞ مِّن قَوۡمِهِۦ ﴿ "Dan setiap kali pemimpin kaumnya ber-jalan melewati Nuh", dan melihat perahu yang Nuh buat ﴾ سَخِرُواْ مِنۡهُۚ قَالَ إِن تَسۡخَرُواْ مِنَّا ﴿ "mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh, 'Jika kamu mengejek kami", sekarang ﴾ فَإِنَّا نَسۡخَرُ مِنكُمۡ كَمَا تَسۡخَرُونَ ﴿ "maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami)." (39) ﴾ فَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَ مَن يَأۡتِيهِ عَذَابٞ يُخۡزِيهِ وَيَحِلُّ عَلَيۡهِ عَذَابٞ مُّقِيمٌ ﴿ "Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakan-nya dan siapa yang akan ditimpa azab yang kekal". Kami atau kamu? Mereka mengetahuinya ketika azab turun menimpa mereka. (40) ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَمۡرُنَا ﴿ "Hingga apabila perintah Kami datang", yakni takdir kami tentang turunnya azab kepada mereka, ﴾ وَفَارَ ٱلتَّنُّورُ ﴿ "dan dapur perapian telah memancarkan air." Yakni Allah menurun-kan hujan deras dan memancarkan bumi dengan mata air sampai-sampai tungku di dapur yang biasanya menyala dengan api dan jauh dari air ikut serta memancarkan air, maka kedua air itu bertemu atas dasar perkara yang telah ditakdirkan. ﴾ قُلۡنَا ﴿ "Kami berfirman, kepada Nuh, ﴾ ٱحۡمِلۡ فِيهَا مِن كُلّٖ زَوۡجَيۡنِ ٱثۡنَيۡنِ ﴿ "Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina)." Maksud-nya, jantan dan betina dari setiap spesies makhluk agar cikal bakal makhluk tetap terjaga. Adapun sisa spesies yang lebih dari sepasang, maka ia tidak diangkut karena perahu tidak mampu membawanya. ﴾ وَأَهۡلَكَ إِلَّا مَن سَبَقَ عَلَيۡهِ ٱلۡقَوۡلُ ﴿ "Dan keluargamu kecuali orang yang ketetapan (takdira) terhadapnya telah terdahulu", dari golongan kaum kafir seperti anaknya yang tenggelam. ﴾ وَمَنۡ ءَامَنَۚ ﴿ "Dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman." Padahal ketika itu ﴾ م َ ا ءَامَنَ مَعَهُۥٓ إِلَّا قَلِيلٞ ﴿ "tidak beriman ber-sama dengan Nuh itu kecuali sedikit." (41) ﴾ وَقَالَ ﴿ "Dan Nuh berkata", kepada orang-orang yang Allah perintahkan agar mereka diangkut. ﴾ ٱرۡكَبُواْ فِيهَا بِسۡمِ ٱللَّهِ مَجۡر۪ىٰهَا وَمُرۡسَىٰهَآۚ ﴿ "Naik-lah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya." Bahtera itu berlayar dengan nama Allah, berlabuh dengan nama Allah dan berjalan dengan perintah dan instruksiNya. ﴾ إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٞ رَّحِيمٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Di mana Dia mengampuni kami, menyayangi kami dan menyelamatkan kami dari kaum yang zhalim. (42) Kemudian Allah menjelaskan bagaimana bahtera itu berlayar seolah-olah kita melihatnya, seraya Dia berfirman,﴾ وَهِيَ تَجۡرِي بِهِمۡ ﴿ "Dan bahtera itu berlayar membawa mereka", Nuh dan orang-orang yang bersamanya ﴾ فِي مَوۡجٖ كَٱلۡجِبَالِ ﴿ "dalam gelombang laksana gunung." Allah-lah Penjaganya dan Penjaga penumpangnya. ﴾ وَنَادَىٰ نُوحٌ ٱبۡنَهُۥ ﴿ "Dan Nuh memanggil anaknya", ketika dia naik supaya sang anak naik bersamanya, ﴾ وَكَانَ فِي مَعۡزِلٖ ﴿ "sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil", dari mereka ketika mereka naik. Maksudnya, dia menjauh sementara Nuh ingin agar dia mendekat untuk naik. Nuh berkata kepadanya, ﴾ يَٰبُنَيَّ ٱرۡكَب مَّعَنَا وَلَا تَكُن مَّعَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami, dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir." Akibatnya kamu akan tertimpa azab yang menimpa mereka. (43) Anaknya menyanggah untuk mendustakan ucapan ba-paknya bahwa tiada yang selamat kecuali orang yang naik perahu bersamanya. ﴾ سَـَٔاوِيٓ إِلَىٰ جَبَلٖ يَعۡصِمُنِي مِنَ ٱلۡمَآءِۚ ﴿ "Aku akan mencari perlindu-ngan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Maksudnya, aku akan naik ke gunung yang melindungiku dari banjir. Nuh ber-seru, ﴾ لَا عَاصِمَ ٱلۡيَوۡمَ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِ إِلَّا مَن رَّحِمَۚ ﴿ "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang." Tidak ada gunung dan lainnya yang menyelamatkan seseorang meskipun dia mengambil cara apa pun, dia tetap tidak akan selamat jika Allah tidak menyelamatkannya. ﴾ وَحَالَ بَيۡنَهُمَا ٱلۡمَوۡجُ فَكَانَ مِنَ ٱلۡمُغۡرَقِينَ ﴿ "Dan gelom-bang menjadi penghalang antara keduanya, maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." (44) Ketika Allah menenggelamkan mereka dan menyela-matkan Nuh dan orang-orangnya maka ﴾ وَقِيلَ يَٰٓأَرۡضُ ٱبۡلَعِي مَآءَكِ ﴿ "Difirman-kan, 'Hai bumi telanlah airmu'," yang keluar darimu dan yang turun kepadamu, telanlah air yang ada di permukaanmu, ﴾ وَيَٰسَمَآءُ أَقۡلِعِي ﴿ "dan hai langit (hujan) berhentilah," maka keduanya menaati perintah Allah. Bumi menelan airnya dan langit menghentikan hujannya, hingga air di bumi pun surut. ﴾ وَقُضِيَ ٱلۡأَمۡرُ ﴿ "Perintah pun diselesaikan", dengan dibinasakannya orang-orang yang mendustakan dan diselamatkan-nya orang-orang Mukmin. ﴾ وَٱسۡتَوَتۡ عَلَى ٱلۡجُودِيِّۖ ﴿ "Dan bahtera itu pun ber-labuh di atas bukit Judi", yaitu perahu itu berhenti di gunung itu yang terkenal dari negeri Maushil. ﴾ وَقِيلَ بُعۡدٗا لِّلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Dan dikatakan, 'Binasalah orang-orang yang zhalim'." Maksudnya, kebinasaan me-reka diikuti dengan laknat, kemurkaan dan kemarahan yang selalu bersama mereka. (45) ﴾ وَنَادَىٰ نُوحٞ رَّبَّهُۥ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ٱبۡنِي مِنۡ أَهۡلِي وَإِنَّ وَعۡدَكَ ٱلۡحَقُّ ﴿ "Dan Nuh ber-seru kepada Rabbnya sambil berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMu itulah yang benar'." Maksudnya, Engkau telah berkata kepadaku, "Angkutlah dari ma-sing-masing hewan (jantan dan betina) dan keluargamu," dan Engkau tidak akan menyelisihi janjiMu kepadaku. Boleh jadi Nuh terbawa oleh rasa kasih sayangnya, dan bahwa Allah menjanjikan kesela-matan keluarganya, sehingga dia mengira bahwa janjiNya berlaku umum kepada keluarganya yang beriman dan yang tidak beriman. Oleh karena itu, dia berdoa kepada Allah dengan doa itu, meski begitu dia menyerahkan urusannya kepada hikmah Allah yang mendalam. (46) Allah berfirman kepadanya, ﴾ إِنَّهُۥ لَيۡسَ مِنۡ أَهۡلِكَۖ ﴿ "Sesungguh-nya dia bukanlah termasuk keluargamu", yang Aku janjikan kepadamu selamat. ﴾ إِنَّهُۥ عَمَلٌ غَيۡرُ صَٰلِحٖۖ ﴿ "Sesungguhnya (perbuatannya) adalah perbuatan yang tidak baik." Maksudnya, doa yang kamu ucapkan untuk kese-lamatan orang kafir yang tidak beriman kepada Allah dan RasulNya. ﴾ فَلَا تَسۡـَٔلۡنِ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌۖ ﴿ "Sebab itu janganlah kamu memohon kepadaKu se-suatu yang kamu tidak mengetahui hakikat(nya)." Yang kamu tidak mengetahui akhirnya dan akibatnya, apakah ia baik atau tidak baik. ﴾ إِنِّيٓ أَعِظُكَ أَن تَكُونَ مِنَ ٱلۡجَٰهِلِينَ ﴿ "Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan." Sesungguhnya Aku menasihatimu dengan nasihat yang dengan-nya kamu termasuk orang-orang yang sempurna, dan dengannya kamu selamat dari sifat orang-orang yang bodoh. (47) Pada saat itu Nuh sangat menyesal atas apa yang dila-kukannya, dan ﴾ قَالَ رَبِّ إِنِّيٓ أَعُوذُ بِكَ أَنۡ أَسۡـَٔلَكَ مَا لَيۡسَ لِي بِهِۦ عِلۡمٞۖ وَإِلَّا تَغۡفِرۡ لِي وَتَرۡحَمۡنِيٓ أَكُن مِّنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ﴿ "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku berlindung kepada- Mu untuk memohon sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang me-rugi." Dengan ampunan dan rahmat, seorang hamba selamat dari kerugian. Ini menunjukkan bahwa Nuh عليه السلام tidak memiliki ilmu bahwa pertanyaannya kepada Allah tentang anaknya adalah haram dan termasuk ke dalam Firman Allah, ﴾ وَلَا تُخَٰطِبۡنِي فِي ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ إِنَّهُم مُّغۡرَقُونَ ﴿ "Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu, sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan." Akan tetapi ada dua perkara yang bertentangan padanya, dia mengira ia masuk ke dalam FirmanNya, ﴾ وَأَهۡلَكَ ﴿ "Dan keluargamu." Dan setelah itu, jelaslah baginya bahwa ia termasuk ke dalam larangan terhadap mendoakan mereka dan mengulang-ulangnya untuk mereka. (48) ﴾ قِيلَ يَٰنُوحُ ٱهۡبِطۡ بِسَلَٰمٖ مِّنَّا وَبَرَكَٰتٍ عَلَيۡكَ وَعَلَىٰٓ أُمَمٖ مِّمَّن مَّعَكَۚ ﴿ "Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang Mukmin) dari orang-orang yang bersamamu", dari kalangan manusia dan pasangan binatang yang dia bawa bersamanya. Allah memberkahi semuanya sehingga me-reka memenuhi seluruh penjuru bumi. ﴾ وَأُمَمٞ سَنُمَتِّعُهُمۡ ﴿ "Dan akan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka", dalam kehi-dupan dunia, ﴾ ثُمَّ يَمَسُّهُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٞ ﴿ "kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami." Penyelamatan ini tidak menghalangi Kami untuk menghukum orang yang kafir setelah itu meskipun dia diberi kenikmatan sesaat, dia tetap akan dihukum setelah itu. (49) Allah berfirman kepada NabiNya, Muhammad setelah menyampaikan kisah yang gamblang ini yang tidak diketahui ke-cuali oleh orang yang Allah beri nikmat kerasulan. ﴾ تِلۡكَ مِنۡ أَنۢبَآءِ ٱلۡغَيۡبِ نُوحِيهَآ إِلَيۡكَۖ مَا كُنتَ تَعۡلَمُهَآ أَنتَ وَلَا قَوۡمُكَ مِن قَبۡلِ هَٰذَاۖ ﴿ "Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini." Me-reka berkata, "Dia mengetahuinya, maka bersyukurlah kepada Allah dan bersabarlah kamu, berpegang teguhlah pada agamamu yang benar, jalan yang lurus dan dakwah kepada Allah. ﴾ إِنَّ ٱلۡعَٰقِبَةَ لِلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang ber-takwa." Orang-orang yang menjauhi syirik dan dosa-dosa yang lain, maka kesudahan yang baik akan menjadi milikmu dan milik kaum-mu sebagaimana terjadi pada Nuh dan kaumnya.

Hud 11:49

"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaum-nya, (dia berkata), 'Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagimu, agar kamu tidak menyembah kecuali Allah. Sesungguhnya aku mengkhawatirkanmu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan.' Maka berkatalah pemimpin-pemim-pin yang kafir dari kaumnya, 'Kami tidak melihat kamu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikuti kamu, melainkan orang-orang yang hina-dina di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kamu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta'." (Hud: 25-27) "Nuh berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu, jika aku sudah mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku, dan Dia membe-riku rahmat dari sisiNya, tetapi rahmat itu disamarkan bagimu. Apa akan kami paksakan kamu menerimanya, padahal kamu tiada menyukainya.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, aku tiada meminta harta benda kepadamu (sebagai upah) bagi seruanku. Tidaklah upahku melainkan dari Allah, dan aku sekali-kali tidak akan me-ngusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Rabbnya, akan tetapi aku memandangmu sebagai kaum yang tidak mengetahui.' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku meng-usir mereka. Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran.' Dan aku tidak mengatakan kepada kamu (bahwa), aku mempunyai gudang-gudang rizki dan kekayaan dari Allah, dan aku tidak juga menge-tahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan, sesungguhnya aku adalah malaikat, dan tidak juga aku mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu, 'Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka.' Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka; sesungguhnya aku, ka-lau begitu benar-benar termasuk orang-orang yang zhalim." (Hud: 28-31) "Mereka berkata, 'Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah ber-bantah-bantahan dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.' Nuh menjawab, 'Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki, dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri. Dan tidaklah nasihatku bermanfaat kepadamu jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkan kamu. Dia adalah Rabbmu, dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan.' Malahan kaum Nuh itu berkata, 'Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja.' Kata-kanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat'." (Hud: 32-35) "Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja), karena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan. Dan buatlah bahtera itu dengan mata (pengawasan) dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bi-carakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu; sesung-guhnya mereka itu akan ditenggelamkan. Dan mulailah Nuh mem-buat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan melewati Nuh, maka mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh, 'Jika kamu me-ngejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagai-mana kamu sekalian mengejek (kami). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan siapa yang akan ditimpa azab yang kekal.' Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur perapian telah memancarkan air, maka Kami berfirman, 'Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang ketetapan (takdir) terhadapnya telah terdahulu dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman.' Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit." (Hud: 36-40) "Dan Nuh berkata, 'Naiklah kamu sekalian ke dalamnya de-ngan menyebut Nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya.' Sesungguhnya Rabbku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam ge-lombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya -sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil-, 'Hai anakku, naik-lah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir.' Anaknya menjawab, 'Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!' Nuh berkata, 'Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) yang Maha Penyayang.' Dan gelombang men-jadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." (Hud: 41-43) "Dan difirmankan, 'Hai bumi, telanlah airmu, dan hai langit (hujan), berhentilah,' dan air pun disurutkan, perintah pun disele-saikan dan bahtera itu pun berlabuh di atas bukit Judi, dan dika-takan, 'Binasalah orang-orang yang zhalim.' Dan Nuh berseru kepada Rabbnya sambil berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMu itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.' Allah berfirman, 'Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya ada-lah perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepadaKu sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat)nya. Se-sungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan'." (Hud: 44-46). "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu untuk memohon sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepa-daku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi.' Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang mukmin) dari orang-orang yang bersamamu. Dan akan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kese-nangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami.' Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad); tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa." (Hud: 47-49) (25) ﴾ وَلَقَدۡ أَرۡسَلۡنَا نُوحًا ﴿ "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh", Rasul pertama ﴾ إِلَىٰ قَوۡمِهِۦٓ ﴿ "kepada kaumnya." Mengajak mereka kepada Allah dan melarang mereka berbuat syirik. Dia berkata,﴾ إِنِّي لَكُمۡ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagimu." Maksudnya, aku menjelaskan kepadamu sesuatu yang mana aku memperingatkanmu dengannya sebagai penjelasan yang menghilangkan kerancuan permasalahan. (26) ﴾ أَن لَّا تَعۡبُدُوٓاْ إِلَّا ٱللَّهَۖ ﴿ "Agar kamu tidak menyembah kecuali Allah." Maksudnya, ikhlaskanlah ibadah hanya kepada Allah semata, tinggalkan semua yang disembah selain Allah.﴾ إِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٍ أَلِيمٖ ﴿ "Sesungguhnya aku mengkhawatirkanmu akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat menyedihkan." Jika kamu tidak mentauhidkan Allah dan menaatiku. (27) ﴾ فَقَالَ ٱلۡمَلَأُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَوۡمِهِۦ ﴿ "Maka berkatalah pemimpin-pe-mimpin yang kafir dari kaumnya", yakni orang-orang terhormat dan para pembesar kaumnya menolak dakwah Nuh عليه السلام sebagaimana kebiasaan yang berlaku pada orang seperti mereka bahwa mereka-lah yang pertama kali menolak dakwah para rasul, ﴾ مَا نَرَىٰكَ إِلَّا بَشَرٗا مِّثۡلَنَا ﴿ "Kami tidak melihatmu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami." Ini adalah penghalang –menurut mereka– untuk me-ngikutinya, padahal sebenarnya itulah yang benar yang tidak ada kebenaran selainnya, karena manusia hanya mungkin belajar dari manusia dan berdialog dengannya dalam segala urusan, lain halnya dengan malaikat. ﴾ وَمَا نَرَىٰكَ ٱتَّبَعَكَ إِلَّا ٱلَّذِينَ هُمۡ أَرَاذِلُنَا ﴿ "Dan kami tidak me-lihat orang-orang yang mengikutimu, melainkan orang-orang yang hina-dina di antara kami." Maksudnya, kami melihat yang mengikutimu hanyalah orang-orang hina lagi rendah di antara kami –menurut mereka– padahal sebenarnya mereka adalah orang-orang yang mulia dan manusia yang berakal yang tunduk kepada kebenaran. Mereka bukan orang-orang hina seperti yang dibilang oleh pembe-sar-pembesar kaum yang mengikuti semua setan yang bengal dan mengangkat tuhan-tuhan dari batu dan pohon lalu mereka mende-katkan diri kepadanya dan bersujud. Apakah kamu tahu ada yang lebih hina dan rendah daripada mereka? Ucapan mereka, ﴾ بَادِيَ ٱلرَّأۡيِ ﴿ "yang lekas percaya saja." Maksudnya, mereka hanya mengikutimu tanpa berpikir dan menimbang, tetapi hanya disebabkan kamu me-ngajak mereka, langsung mereka mengikutimu. Maksud mereka dengan itu adalah bahwa mereka bukanlah orang-orang yang menge-tahui urusan. Mereka tidak mengetahui bahwa akal yang spontan mengajak kepada kebenaran yang nyata. Begitu kebenaran sampai kepada ulul albab, mereka langsung mengenali dan mengetahuinya, tidak seperti perkara yang samar yang memerlukan pemikiran dan perenungan panjang. ﴾ وَمَا نَرَىٰ لَكُمۡ عَلَيۡنَا مِن فَضۡلِۭ ﴿ "Dan kami tidak melihatmu memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami." Maksudnya, kamu tidak lebih baik dari-pada kami yang membuat kami tunduk kepadamu. ﴾ بَلۡ نَظُنُّكُمۡ كَٰذِبِينَ ﴿ "Bahkan kami yakin bahwa kamu adalah orang-orang yang dusta." Mereka berbohong dalam ucapan mereka. Ini karena mereka telah melihat ayat-ayat yang Allah jadikan sebagai duku-ngan bagi Nuh yang membuat mereka merasa yakin dengan pasti terhadap kebenarannya. (28) Oleh karena itu, ﴾ قَالَ ﴿ "Nuh berkata" kepada mereka menanggapi, ﴾ يَٰقَوۡمِ أَرَءَيۡتُمۡ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٖ مِّن رَّبِّي ﴿ "Hai kaumku, bagaimana pen-dapatmu, jika aku sudah mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Maksudnya berada di atas keyakinan dan kepastian, yakni dia adalah Rasul yang sempurna dan teladan yang ditaati oleh orang-orang yang berakal. Akal tokoh-tokoh besar dibanding akal Nuh adalah kecil. Dia adalah orang yang benar-benar jujur, maka jika dia berkata, "Sesungguhnya aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Cukuplah ucapan ini sebagai bukti dan saksi atas kebe-narannya. ﴾ وَءَاتَىٰنِي رَحۡمَةٗ مِّنۡ عِندِهِۦ ﴿ "Dan Dia memberiku rahmat dari sisiNya." Maksudnya, Dia memberiku wahyu, mengangkatku menjadi rasul dan memberiku nikmat hidayah. ﴾ فَعُمِّيَتۡ عَلَيۡكُمۡ ﴿ "Tetapi rahmat itu di-samarkan bagimu." Maksudnya, tidak jelas bagimu, dan dengannya kamu bermalas-malasan. ﴾ أَنُلۡزِمُكُمُوهَا ﴿ "Apa akan kami paksakan kamu menerimanya." Maksudnya, apakah kami akan memaksamu atas sesuatu yang telah jelas bagi kami sementara kamu masih ragu pada-nya dan kamu tidak menyukainya sehingga kamu berusaha menolak sesuatu yang aku bawa? Itu semua tidak merugikan kami dan tidak menodai keyakinan kami sedikit pun. Ucapan dan dustamu atas kami, tidak menghalangi kami dari sesuatu yang kami imani, paling-paling ia justru menjadi penghalang bagimu yang mengakibatkan kamu menolak tunduk kepada kebenaran yang menurutmu adalah kebatilan. Jika keadaannya telah sampai di sini maka kami tidak kuasa memaksamu kepada perintah Allah dan mewajibkanmu ke-pada sesuatu yang kamu lari darinya. Oleh karena itu, dia berkata, ﴾ أَنُلۡزِمُكُمُوهَا وَأَنتُمۡ لَهَا كَٰرِهُونَ ﴿ "Apa akan kami paksakan kamu menerimanya pa-dahal kamu tiada menyukainya?" (29) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ لَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, aku tiada meminta bagi seruanku," atas dakwahku kepada kalian ﴾ مَالًاۖ ﴿ "harta benda (sebagai upah)", karena kamu akan merasakan beratnya beban. ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِۚ ﴿ "Tidaklah upahku melainkan dari Allah." Dan sepertinya mereka menuntut pengusiran orang-orang Mukmin yang lemah, maka dia menjawab mereka, ﴾ وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْۚ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman", tidak layak dan tidak pantas bagiku untuk melakukan hal itu, justru aku menyambut mereka dengan gembira, penghormatan, penghargaan dan kegembiraan. ﴾ إِنَّهُم مُّلَٰقُواْ رَبِّهِمۡ ﴿ "Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Rabbnya." Maka Dia membalas iman dan takwa mereka dengan surga kenikmatan. ﴾ وَلَٰكِنِّيٓ أَرَىٰكُمۡ قَوۡمٗا تَجۡهَلُونَ ﴿ "Akan tetapi aku memandangmu suatu kaum yang tidak mengetahui." Di mana kamu menyuruhku mengusir wali-wali Allah dan menjauhkan mereka dariku, di mana kamu telah menolak kebenaran, karena mereka adalah para pengikutnya, di mana kamu berdalil atas batilnya kebe-naran dengan ucapan, "Sesungguhnya aku hanyalah manusia biasa sepertimu, dan bahwa kami tidak memiliki keutamaan atasmu." (30) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ مَن يَنصُرُنِي مِنَ ٱللَّهِ إِن طَرَدتُّهُمۡۚ ﴿ "Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir me-reka." Maksudnya, siapa yang melindungiku dari azabNya, karena mengusir mereka menyebabkan turunnya azab dan siksa yang mana tidak ada pelindung selain Allah. ﴾ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ﴿ "Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran?" Apa yang lebih berguna dan lebih baik bagi-mu, dan semestinya kamu merenungkan segala urusan. (31) ﴾ وَلَآ أَقُولُ لَكُمۡ عِندِي خَزَآئِنُ ٱللَّهِ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ وَلَآ أَقُولُ إِنِّي مَلَكٞ ﴿ "Dan aku ti-dak mengatakan kepada kamu (bahwa), 'aku mempunyai gudang-gudang rizki dan kekayaan dari Allah, dan aku tiada mengetahui yang ghaib, dan tidak (pula) aku mengatakan, 'Sesungguhnya aku adalah malaikat'." Aku hanyalah seorang Rasul Allah kepadamu, aku memberimu berita gembira dan peringatan, selain itu aku tidak sedikitpun mempunyai wewenang. Kekayaan Allah tidak ada padaku sehingga aku bisa mengaturnya dan memberikannya kepada orang yang aku kehen-daki, dan menghalanginya dari orang yang aku kehendaki. ﴾ وَلَآ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ ﴿ "Dan aku tiada mengetahui yang ghaib", sehingga aku bisa me-ngabarkan rahasiamu dan batinmu. ﴾ وَلَآ أَقُولُ إِنِّي مَلَكٞ ﴿ "Dan tidak (pula) aku mengatakan, 'Sesungguhnya aku adalah malaikat'." Maknanya adalah aku tidak mengklaim tingkatan di atas tingkatanku, tidak pula posisi melainkan posisi di mana Allah mendudukkanku pada-nya, tidak pula aku menghukum manusia berdasarkan dugaanku. Aku tidak ﴾ أَقُولُ لِلَّذِينَ تَزۡدَرِيٓ أَعۡيُنُكُمۡ ﴿ "mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatanmu", yakni orang-orang Mukmin yang lemah yang diremehkan oleh para pembesar orang-orang kafir. ﴾ لَن يُؤۡتِيَهُمُ ٱللَّهُ خَيۡرًاۖ ٱللَّهُ أَعۡلَمُ بِمَا فِيٓ أَنفُسِهِمۡ ﴿ "Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka, Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka." Jika mereka benar dalam urusan iman mereka, maka me-reka mendapatkan banyak kebaikan, jika tidak demikian, maka hisab mereka menjadi tanggung jawab Allah. ﴾ إِنِّيٓ إِذٗا ﴿ "Sesungguh-nya aku kalau begitu", jika aku mengatakan sesuatu dari yang di atas ﴾ لَّمِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "benar-benar termasuk orang-orang yang zhalim." Ini adalah pemutus asaan dari Nuh kepada kaumnya untuk mengusir orang-orang Mukmin yang miskin atau membenci mereka sekaligus meyakinkan kaumnya dengan cara-cara yang meyakinkan bagi orang yang berpikir obyektif. 9 (32) Tatkala mereka melihat Nuh tidak berhenti dari dak-wahnya dan mereka sendiri tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, maka ﴾ قَالُواْ يَٰنُوحُ قَدۡ جَٰدَلۡتَنَا فَأَكۡثَرۡتَ جِدَٰلَنَا فَأۡتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "mereka berkata, 'Hai Nuh, sesungguhnya kamu telah berbantah-bantahan dengan kami, dan kamu telah memperpanjang bantahanmu terhadap kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar?" Betapa bodohnya me-reka, betapa sesatnya mereka, di mana mereka mengucapkan kata-kata ini kepada Nabi mereka yang tulus. Jika mereka benar, mengapa mereka tidak mengatakan, 'Hai Nuh, kamu telah menasihati kami, mengasihi kami dan menyeru kami kepada perkara-perkara yang belum jelas bagi kami, maka kami ingin kamu menjelaskannya agar kami bisa mengikutimu, jika tidak maka terima kasih atas nasihat-mu." Sungguh ini adalah jawaban yang obyektif bagi orang yang di-seru kepada perkara yang samar baginya, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang dusta dalam kata-kata mereka, lancang terhadap Nabi mereka. Mereka tidak menolak kata-katanya dengan syubhat paling rendah, terlebih lagi menolak dengan hujjah. Oleh karena itu, mereka membelok karena kebodohan dan kesesatan mereka kepada permintaan disegerakannya azab, dan menantang Allah. (33) Oleh karena itu, Nuh menjawab mereka dengan ber-kata, ﴾ إِنَّمَا يَأۡتِيكُم بِهِ ٱللَّهُ إِن شَآءَ ﴿ "Hanyalah Allah yang akan mendatangkan azab itu kepadamu jika Dia menghendaki." Maksudnya, jika hikmah dan kehendakNya menuntutNya menurunkan siksa kepadamu, maka Dia akan melakukan itu ﴾ وَمَآ أَنتُم بِمُعۡجِزِينَ ﴿ "Dan kamu sekali-kali tidak dapat melepaskan diri", dari Allah, sedangkan aku sendiri tidak memiliki wewenang apa pun. (34) ﴾ وَلَا يَنفَعُكُمۡ نُصۡحِيٓ إِنۡ أَرَدتُّ أَنۡ أَنصَحَ لَكُمۡ إِن كَانَ ٱللَّهُ يُرِيدُ أَن يُغۡوِيَكُمۡۚ ﴿ "Dan tidaklah nasihatku bermanfaat kepadamu jika aku hendak memberi nasihat kepada kamu, sekiranya Allah hendak menyesatkanmu." Maksudnya, keinginan Allah-lah yang akan menang, jika Dia hendak menyesatkanmu karena kamu menolak kebenaran meskipun aku sudah berusaha sekuat tenaga memberimu nasihat dengan baik –Nuh telah mela-kukan itu– tetap saja hal itu tidak berguna bagimu sedikit pun.﴾ هُوَ رَبُّكُمۡ ﴿ "Dia adalah Rabbmu," melakukan apa yang dikehendakiNya dan menetapkan hukum yang diinginkanNya. ﴾ وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ﴿ "Dan kepadaNya-lah kamu dikembalikan." Lalu Dia membalas perbuatanmu. (35) ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Malahan kaum Nuh itu berkata, 'Dia cuma membuat-buat nasihatnya saja." Kata ganti ini mengandung ke-mungkinan kembali kepada Nuh sebagaimana konteks ucapan yang membicarakan Nuh dengan kaumnya, maknanya adalah bahwa kaumnya berkata, "Nuh telah berdusta atas Nama Allah, berdusta tentang wahyu yang dia klaim bahwa ia dari Allah. Dan bahwa Allah memintanya untuk berkata, ﴾ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَعَلَيَّ إِجۡرَامِي وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُجۡرِمُونَ ﴿ "Katakanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat." Masing-masing memikul dosanya. ﴾ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰۗ ﴿ "Dan seorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain." (Al-Isra`: 15). Dan mengandung kemungkinan ia kembali kepada Nabi Muhammad ﷺ. Jadi ayat ini merupakan sisipan di tengah-tengah kisah Nuh dengan kaumnya karena ia termasuk perkara yang tidak diketahui oleh para Nabi. Tatkala Allah mulai menceritakannya kepada RasulNya, dan itu termasuk bukti-bukti yang menunjukkan kebenaran risalahnya, maka Dia pun menyebutkan pendustaan ka-umnya kepadanya dengan penjelasan yang sempurna, seraya Dia berfirman, ﴾ أَمۡ يَقُولُونَ ٱفۡتَرَىٰهُۖ ﴿ "Apakah mereka berkata, 'Dia telah membuat-buatnya?'" Yakni al-Qur`an ini dibuat-buat oleh Muhammad dari dirinya sendiri. Ini termasuk kata-kata yang paling aneh dan yang paling batil, karena mereka mengetahui bahwa dia (Muhammad) tidak mem-baca dan tidak menulis serta tidak pernah pergi dari mereka untuk mengkaji kitab-kitab, lalu dia hadir dengan kitab ini yang menantang mereka agar menghadirkan satu surat yang semisal dengannya. Jika mereka tetap mengklaim –dengan realita yang demikian– bahwa Muhammad membuat-buatnya, maka jelaslah bahwa mereka itu hanya sekedar menentang. Tak ada lagi guna berdebat dengan me-reka, bahkan yang cocok dalam kondisi ini adalah berpaling dari mereka. Oleh karena itu, Dia berfirman, ﴾ قُلۡ إِنِ ٱفۡتَرَيۡتُهُۥ فَعَلَيَّ إِجۡرَامِي ﴿ "Kata-kanlah, 'Jika aku membuat-buat nasihat itu, maka hanya akulah yang memikul dosaku", dan kebohonganku. ﴾ وَأَنَا۠ بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُجۡرِمُونَ ﴿ "Dan aku berlepas diri dari dosa yang kamu perbuat." Yakni mengapa kamu terus menuduhku berdusta. (36) FirmanNya, ﴾ وَأُوحِيَ إِلَىٰ نُوحٍ أَنَّهُۥ لَن يُؤۡمِنَ مِن قَوۡمِكَ إِلَّا مَن قَدۡ ءَامَنَ ﴿ "Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja)." Yakni mereka adalah orang-orang yang keras (hatinya). ﴾ فَلَا تَبۡتَئِسۡ بِمَا كَانُواْ يَفۡعَلُونَ ﴿ "Ka-rena itu janganlah kamu bersedih hati tentang apa yang selalu mereka kerjakan." Jangan bersedih, jangan hiraukan mereka dan keadaan mereka, karena Allah telah murka kepada mereka dan menimpakan azabNya yang tak bisa ditolak. (37) ﴾ وَٱصۡنَعِ ٱلۡفُلۡكَ بِأَعۡيُنِنَا وَوَحۡيِنَا ﴿ "Dan buatlah bahtera itu dengan mata (pengawasan) dan petunjuk wahyu Kami." Maksudnya, di bawah penjagaan Kami, pengawasan Kami dan keridhaan dari Kami.﴾ وَلَا تُخَٰطِبۡنِي فِي ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ ﴿ "Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu." Maksudnya, jangan mendebatku dalam perkara pembinasaan mereka. ﴾ إِنَّهُم مُّغۡرَقُونَ ﴿ "Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan." Maksudnya, ketetapanKu telah berlaku atas mereka dan takdirKu telah berjalan pada mereka. (38) Nuh menaati perintah Allah تعالى, dia mulai membuat bahtera. ﴾ وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيۡهِ مَلَأٞ مِّن قَوۡمِهِۦ ﴿ "Dan setiap kali pemimpin kaumnya ber-jalan melewati Nuh", dan melihat perahu yang Nuh buat ﴾ سَخِرُواْ مِنۡهُۚ قَالَ إِن تَسۡخَرُواْ مِنَّا ﴿ "mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh, 'Jika kamu mengejek kami", sekarang ﴾ فَإِنَّا نَسۡخَرُ مِنكُمۡ كَمَا تَسۡخَرُونَ ﴿ "maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami)." (39) ﴾ فَسَوۡفَ تَعۡلَمُونَ مَن يَأۡتِيهِ عَذَابٞ يُخۡزِيهِ وَيَحِلُّ عَلَيۡهِ عَذَابٞ مُّقِيمٌ ﴿ "Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakan-nya dan siapa yang akan ditimpa azab yang kekal". Kami atau kamu? Mereka mengetahuinya ketika azab turun menimpa mereka. (40) ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَمۡرُنَا ﴿ "Hingga apabila perintah Kami datang", yakni takdir kami tentang turunnya azab kepada mereka, ﴾ وَفَارَ ٱلتَّنُّورُ ﴿ "dan dapur perapian telah memancarkan air." Yakni Allah menurun-kan hujan deras dan memancarkan bumi dengan mata air sampai-sampai tungku di dapur yang biasanya menyala dengan api dan jauh dari air ikut serta memancarkan air, maka kedua air itu bertemu atas dasar perkara yang telah ditakdirkan. ﴾ قُلۡنَا ﴿ "Kami berfirman, kepada Nuh, ﴾ ٱحۡمِلۡ فِيهَا مِن كُلّٖ زَوۡجَيۡنِ ٱثۡنَيۡنِ ﴿ "Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina)." Maksud-nya, jantan dan betina dari setiap spesies makhluk agar cikal bakal makhluk tetap terjaga. Adapun sisa spesies yang lebih dari sepasang, maka ia tidak diangkut karena perahu tidak mampu membawanya. ﴾ وَأَهۡلَكَ إِلَّا مَن سَبَقَ عَلَيۡهِ ٱلۡقَوۡلُ ﴿ "Dan keluargamu kecuali orang yang ketetapan (takdira) terhadapnya telah terdahulu", dari golongan kaum kafir seperti anaknya yang tenggelam. ﴾ وَمَنۡ ءَامَنَۚ ﴿ "Dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman." Padahal ketika itu ﴾ م َ ا ءَامَنَ مَعَهُۥٓ إِلَّا قَلِيلٞ ﴿ "tidak beriman ber-sama dengan Nuh itu kecuali sedikit." (41) ﴾ وَقَالَ ﴿ "Dan Nuh berkata", kepada orang-orang yang Allah perintahkan agar mereka diangkut. ﴾ ٱرۡكَبُواْ فِيهَا بِسۡمِ ٱللَّهِ مَجۡر۪ىٰهَا وَمُرۡسَىٰهَآۚ ﴿ "Naik-lah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya." Bahtera itu berlayar dengan nama Allah, berlabuh dengan nama Allah dan berjalan dengan perintah dan instruksiNya. ﴾ إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٞ رَّحِيمٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." Di mana Dia mengampuni kami, menyayangi kami dan menyelamatkan kami dari kaum yang zhalim. (42) Kemudian Allah menjelaskan bagaimana bahtera itu berlayar seolah-olah kita melihatnya, seraya Dia berfirman,﴾ وَهِيَ تَجۡرِي بِهِمۡ ﴿ "Dan bahtera itu berlayar membawa mereka", Nuh dan orang-orang yang bersamanya ﴾ فِي مَوۡجٖ كَٱلۡجِبَالِ ﴿ "dalam gelombang laksana gunung." Allah-lah Penjaganya dan Penjaga penumpangnya. ﴾ وَنَادَىٰ نُوحٌ ٱبۡنَهُۥ ﴿ "Dan Nuh memanggil anaknya", ketika dia naik supaya sang anak naik bersamanya, ﴾ وَكَانَ فِي مَعۡزِلٖ ﴿ "sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil", dari mereka ketika mereka naik. Maksudnya, dia menjauh sementara Nuh ingin agar dia mendekat untuk naik. Nuh berkata kepadanya, ﴾ يَٰبُنَيَّ ٱرۡكَب مَّعَنَا وَلَا تَكُن مَّعَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami, dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir." Akibatnya kamu akan tertimpa azab yang menimpa mereka. (43) Anaknya menyanggah untuk mendustakan ucapan ba-paknya bahwa tiada yang selamat kecuali orang yang naik perahu bersamanya. ﴾ سَـَٔاوِيٓ إِلَىٰ جَبَلٖ يَعۡصِمُنِي مِنَ ٱلۡمَآءِۚ ﴿ "Aku akan mencari perlindu-ngan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Maksudnya, aku akan naik ke gunung yang melindungiku dari banjir. Nuh ber-seru, ﴾ لَا عَاصِمَ ٱلۡيَوۡمَ مِنۡ أَمۡرِ ٱللَّهِ إِلَّا مَن رَّحِمَۚ ﴿ "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang." Tidak ada gunung dan lainnya yang menyelamatkan seseorang meskipun dia mengambil cara apa pun, dia tetap tidak akan selamat jika Allah tidak menyelamatkannya. ﴾ وَحَالَ بَيۡنَهُمَا ٱلۡمَوۡجُ فَكَانَ مِنَ ٱلۡمُغۡرَقِينَ ﴿ "Dan gelom-bang menjadi penghalang antara keduanya, maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan." (44) Ketika Allah menenggelamkan mereka dan menyela-matkan Nuh dan orang-orangnya maka ﴾ وَقِيلَ يَٰٓأَرۡضُ ٱبۡلَعِي مَآءَكِ ﴿ "Difirman-kan, 'Hai bumi telanlah airmu'," yang keluar darimu dan yang turun kepadamu, telanlah air yang ada di permukaanmu, ﴾ وَيَٰسَمَآءُ أَقۡلِعِي ﴿ "dan hai langit (hujan) berhentilah," maka keduanya menaati perintah Allah. Bumi menelan airnya dan langit menghentikan hujannya, hingga air di bumi pun surut. ﴾ وَقُضِيَ ٱلۡأَمۡرُ ﴿ "Perintah pun diselesaikan", dengan dibinasakannya orang-orang yang mendustakan dan diselamatkan-nya orang-orang Mukmin. ﴾ وَٱسۡتَوَتۡ عَلَى ٱلۡجُودِيِّۖ ﴿ "Dan bahtera itu pun ber-labuh di atas bukit Judi", yaitu perahu itu berhenti di gunung itu yang terkenal dari negeri Maushil. ﴾ وَقِيلَ بُعۡدٗا لِّلۡقَوۡمِ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Dan dikatakan, 'Binasalah orang-orang yang zhalim'." Maksudnya, kebinasaan me-reka diikuti dengan laknat, kemurkaan dan kemarahan yang selalu bersama mereka. (45) ﴾ وَنَادَىٰ نُوحٞ رَّبَّهُۥ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ٱبۡنِي مِنۡ أَهۡلِي وَإِنَّ وَعۡدَكَ ٱلۡحَقُّ ﴿ "Dan Nuh ber-seru kepada Rabbnya sambil berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMu itulah yang benar'." Maksudnya, Engkau telah berkata kepadaku, "Angkutlah dari ma-sing-masing hewan (jantan dan betina) dan keluargamu," dan Engkau tidak akan menyelisihi janjiMu kepadaku. Boleh jadi Nuh terbawa oleh rasa kasih sayangnya, dan bahwa Allah menjanjikan kesela-matan keluarganya, sehingga dia mengira bahwa janjiNya berlaku umum kepada keluarganya yang beriman dan yang tidak beriman. Oleh karena itu, dia berdoa kepada Allah dengan doa itu, meski begitu dia menyerahkan urusannya kepada hikmah Allah yang mendalam. (46) Allah berfirman kepadanya, ﴾ إِنَّهُۥ لَيۡسَ مِنۡ أَهۡلِكَۖ ﴿ "Sesungguh-nya dia bukanlah termasuk keluargamu", yang Aku janjikan kepadamu selamat. ﴾ إِنَّهُۥ عَمَلٌ غَيۡرُ صَٰلِحٖۖ ﴿ "Sesungguhnya (perbuatannya) adalah perbuatan yang tidak baik." Maksudnya, doa yang kamu ucapkan untuk kese-lamatan orang kafir yang tidak beriman kepada Allah dan RasulNya. ﴾ فَلَا تَسۡـَٔلۡنِ مَا لَيۡسَ لَكَ بِهِۦ عِلۡمٌۖ ﴿ "Sebab itu janganlah kamu memohon kepadaKu se-suatu yang kamu tidak mengetahui hakikat(nya)." Yang kamu tidak mengetahui akhirnya dan akibatnya, apakah ia baik atau tidak baik. ﴾ إِنِّيٓ أَعِظُكَ أَن تَكُونَ مِنَ ٱلۡجَٰهِلِينَ ﴿ "Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan." Sesungguhnya Aku menasihatimu dengan nasihat yang dengan-nya kamu termasuk orang-orang yang sempurna, dan dengannya kamu selamat dari sifat orang-orang yang bodoh. (47) Pada saat itu Nuh sangat menyesal atas apa yang dila-kukannya, dan ﴾ قَالَ رَبِّ إِنِّيٓ أَعُوذُ بِكَ أَنۡ أَسۡـَٔلَكَ مَا لَيۡسَ لِي بِهِۦ عِلۡمٞۖ وَإِلَّا تَغۡفِرۡ لِي وَتَرۡحَمۡنِيٓ أَكُن مِّنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ﴿ "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku berlindung kepada- Mu untuk memohon sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakikat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang me-rugi." Dengan ampunan dan rahmat, seorang hamba selamat dari kerugian. Ini menunjukkan bahwa Nuh عليه السلام tidak memiliki ilmu bahwa pertanyaannya kepada Allah tentang anaknya adalah haram dan termasuk ke dalam Firman Allah, ﴾ وَلَا تُخَٰطِبۡنِي فِي ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ إِنَّهُم مُّغۡرَقُونَ ﴿ "Dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zhalim itu, sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan." Akan tetapi ada dua perkara yang bertentangan padanya, dia mengira ia masuk ke dalam FirmanNya, ﴾ وَأَهۡلَكَ ﴿ "Dan keluargamu." Dan setelah itu, jelaslah baginya bahwa ia termasuk ke dalam larangan terhadap mendoakan mereka dan mengulang-ulangnya untuk mereka. (48) ﴾ قِيلَ يَٰنُوحُ ٱهۡبِطۡ بِسَلَٰمٖ مِّنَّا وَبَرَكَٰتٍ عَلَيۡكَ وَعَلَىٰٓ أُمَمٖ مِّمَّن مَّعَكَۚ ﴿ "Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang Mukmin) dari orang-orang yang bersamamu", dari kalangan manusia dan pasangan binatang yang dia bawa bersamanya. Allah memberkahi semuanya sehingga me-reka memenuhi seluruh penjuru bumi. ﴾ وَأُمَمٞ سَنُمَتِّعُهُمۡ ﴿ "Dan akan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka", dalam kehi-dupan dunia, ﴾ ثُمَّ يَمَسُّهُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٞ ﴿ "kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami." Penyelamatan ini tidak menghalangi Kami untuk menghukum orang yang kafir setelah itu meskipun dia diberi kenikmatan sesaat, dia tetap akan dihukum setelah itu. (49) Allah berfirman kepada NabiNya, Muhammad setelah menyampaikan kisah yang gamblang ini yang tidak diketahui ke-cuali oleh orang yang Allah beri nikmat kerasulan. ﴾ تِلۡكَ مِنۡ أَنۢبَآءِ ٱلۡغَيۡبِ نُوحِيهَآ إِلَيۡكَۖ مَا كُنتَ تَعۡلَمُهَآ أَنتَ وَلَا قَوۡمُكَ مِن قَبۡلِ هَٰذَاۖ ﴿ "Itu adalah di antara berita-berita penting tentang yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (Muhammad), tidak pernah kamu mengetahuinya dan tidak (pula) kaummu sebelum ini." Me-reka berkata, "Dia mengetahuinya, maka bersyukurlah kepada Allah dan bersabarlah kamu, berpegang teguhlah pada agamamu yang benar, jalan yang lurus dan dakwah kepada Allah. ﴾ إِنَّ ٱلۡعَٰقِبَةَ لِلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang ber-takwa." Orang-orang yang menjauhi syirik dan dosa-dosa yang lain, maka kesudahan yang baik akan menjadi milikmu dan milik kaum-mu sebagaimana terjadi pada Nuh dan kaumnya.

Hud 11:50

"Dan kepada kaum 'Ad (Kami utus) saudara mereka Hud. Ia berkata, 'Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada ba-gimu Ilah selain Dia. Tidaklah kamu melainkan mengada-adakan saja. Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruan-ku ini. Tidaklah upahku melainkan dari Allah yang telah mencipta-kanku. Maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu lalu taubatlah kepadaNya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatan-mu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.' Kaum 'Ad berkata, 'Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu'." (Hud: 50-53) "Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sesem-bahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu." Hud menjawab, "Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku, dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, dari selainNya. Sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tang-guh kepadaku." (Hud: 54-55). "Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah, Rabbku dan Rabbmu. Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Rabbku di atas jalan yang lurus. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk menyampaikan)nya kepadamu. Dan Rabbku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu; dan kamu tidak dapat memu-daratNya sedikit pun. Sesungguhnya Rabbku Maha Pemelihara segala sesuatu." (Hud: 56-57). "Dan tatkala datang azab Kami, maka Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami; dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat. Dan itulah (kisah) kaum 'Ad yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Rabb mereka, dan mendurhakai rasul-rasul Allah dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menentang (kebenaran). Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan (begitu pula) di Hari Kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum 'Ad itu kafir kepada Rabb mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum 'Ad, (yaitu) kaum Hud itu." (Hud: 58-60). (50) Maksudnya, (وَ) "dan", Kami utus, ﴾ إِلَىٰ عَادٍ ﴿ "kepada kaum 'Ad." Mereka adalah suku yang terkenal yang tinggal di negeri Ahqaf di daerah Yaman ﴾ أَخَاهُمۡ ﴿ "saudara mereka", dalam nasab ﴾ هُودٗاۚ ﴿ "Hud", agar mereka bisa mengambil darinya dan mengetahui ke-benarannya. Dia berkata kepada kaumnya, ﴾ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥٓۖ إِنۡ أَنتُمۡ إِلَّا مُفۡتَرُونَ ﴿ "Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu tuhan selain Dia. Tidaklah kamu melainkan mengada-adakan saja." Maksudnya, dia memerintahkan kaumnya agar beribadah hanya kepada Allah dan melarang mereka dari ibadah kepada selain Allah yang mereka lakukan selama ini. Dia mengabarkan kepada mereka bahwa mereka telah berbuat dusta terhadap Allah dalam urusan beribadah kepada selainNya dan pembolehan mereka terhadap hal itu dan dia men-jelaskan kepada mereka kewajiban beribadah kepada Allah dan kebatilan beribadah kepada selainNya. (51) Kemudian Hud menyebutkan tidak adanya penghalang bagi mereka untuk patuh kepadanya, ﴾ يَٰقَوۡمِ لَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ أَجۡرًاۖ ﴿ "Hai kaum-ku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini." Yakni bayaran dari hartamu atas ajakanku yang akibatnya kamu akan berkata bahwa orang ini hendak mengambil harta kami. Aku berdakwah dan mengajar cuma-cuma. ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَى ٱلَّذِي فَطَرَنِيٓۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ ﴿ "Tidaklah upahku melainkan dari Allah yang telah menciptakanku, maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?" Sesuatu yang aku dakwahkan kepadamu, yang harus diterima. Berpikir adalah penghilang suatu penghalang dari penolakan terhadap dakwah. (52) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ ٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ ﴿ "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu", terhadap dosa-dosamu yang telah berlalu. ﴾ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِ ﴿ "Lalu bertaubatlah kepadaNya", terhadap dosa-dosamu yang akan datang dengan taubat yang nasuha dan inabah (kembali) kepada Allah, karena jika kamu melakukan itu, ﴾ يُرۡسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيۡكُم مِّدۡرَارٗا ﴿ "niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu", dengan banyaknya hujan yang membuat bumi subur dan menghasilkan banyak ke-baikan. ﴾ وَيَزِدۡكُمۡ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمۡ ﴿ "Dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu", karena mereka termasuk orang-orang yang kuat. Oleh karena itu, mereka berkata, "Siapakah yang lebih kuat dari kami." Hud menjanjikan kepada mereka bahwa jika mereka beriman, maka Allah akan menambahkan kekuatan di atas kekuatan mereka. ﴾ وَلَا تَتَوَلَّوۡاْ ﴿ "Dan janganlah kamu berpaling", dari Rabbmu ﴾ مُجۡرِمِينَ ﴿ "de-ngan berbuat dosa", dengan menolak beribadah kepadaNya, berani melanggar larangan-laranganNya. (53) Mereka menjawab ucapan Hud, ﴾ يَٰهُودُ مَا جِئۡتَنَا بِبَيِّنَةٖ ﴿ "Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata", jika yang mereka maksud adalah bukti yang nyata yang mereka usul-kan, maka ini tidaklah lazim bagi kebenaran. Yang lazim adalah seorang nabi menghadirkan bukti yang nyata yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawanya. Jika maksud mereka adalah bahwa dia tidak membawakan bukti nyata yang menjadi saksi atas perkataannya sebagai suatu kebenaran, maka mereka telah berdusta dalam hal ini karena tiada seorang Nabi pun yang datang kepada kaumnya melainkan Allah pasti memberinya ayat-ayat mukjizat yang membuat orang beriman. Kalaupun dia tidak menghadirkan ayat-ayat kecuali ajakannya kepa-da mereka agar mengikhlaskan agama hanya kepada Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya, perintahnya kepada semua perbuatan baik dan perilaku yang terpuji, larangannya terhadap sifat-sifat tercela berupa menyekutukan Allah, perbuatan-perbuatan keji, per-buatan aniaya dan macam-macam kemungkaran disertai sifat-sifat yang dimiliki sendiri oleh Hud عليه السلام yang tidak dimiliki kecuali oleh orang-orang yang jujur lagi terpilih, niscaya cukuplah itu sebagai tanda dan bukti atas kebenarannya, bahkan orang-orang yang ber-akal dan ulil albab melihat bahwa tanda ini lebih besar daripada sekedar mukjizat yang dilihat oleh sebagian orang saja. Di antara tanda-tanda dan bukti-bukti yang menunjukkan atas kebenarannya adalah bahwa dia adalah satu orang, tanpa kawan dan pendukung sedangkan dia menyeru kepada kaumnya, memang-gil mereka, menantang mereka dan berkata kepada mereka, "Sesung-guhnya aku bertawakal kepada Allah, Rabbku dan Rabbmu." Mereka adalah musuh, pemegang kendali kekuasaan, mereka hendak memadamkan cahaya yang dibawanya dengan cara apa pun. Namun Hud tidak menghiraukan dan mempedulikan mereka. Dan mereka tidak mampu dan tidak kuasa sedikit pun menimpa-kan keburukan kepadanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal. Ucapan mereka, ﴾ وَمَا نَحۡنُ بِتَارِكِيٓ ءَالِهَتِنَا عَن قَوۡلِكَ ﴿ "Dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu." Maksudnya, kami tidak akan meninggalkan penyembahan terha-dap tuhan-tuhan kami hanya disebabkan oleh perkataanmu yang mana kamu tidak mendukungnya –menurut mereka– dengan bukti apa pun. ﴾ وَمَا نَحۡنُ لَكَ بِمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu." Ini adalah pemutusasaan dari mereka kepada Nabi mereka Hud عليه السلام terhadap kemungkinan mereka beriman, dan bahwa me-reka akan tetap tersesat di dalam kekufuran mereka. (54) ﴾ إِن نَّقُولُ ﴿ "Kami tidak mengatakan", t e n t a n g m u ﴾ إِلَّا ٱعۡتَرَىٰكَ بَعۡضُ ءَالِهَتِنَا بِسُوٓءٖۗ ﴿ "melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menim-pakan penyakit gila atas dirimu." Yakni kamu ditimpa kegilaan dan kerusakan akal, akibatnya kamu mengatakan apa yang tidak dime-ngerti. Mahasuci Allah yang mengunci mati hati orang-orang zhalim, bagaimana bisa mereka menjadikan orang paling jujur (dengan kebenaran yang paling benar) pada kedudukan ini di mana orang yang berakal merasa malu untuk menceritakannya dari mereka, kalau seandainya Allah tidak menceritakannya dari mereka? (55) Oleh karena itu, Hud menjelaskan bahwa dia benar-benar percaya diri bahwa dia tidak akan tertimpa kesulitan dari mereka dan dari sesembahan-sesembahan mereka, dia berkata,﴾ إِنِّيٓ أُشۡهِدُ ٱللَّهَ وَٱشۡهَدُوٓاْ أَنِّي بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُشۡرِكُونَ 54 مِن دُونِهِۦۖ فَكِيدُونِي جَمِيعٗا ﴿ "Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku, dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, dari selainNya. Sebab itu jalankan-lah tipu dayamu semuanya terhadapku." Yakni carilah kemudaratan untukku semuanya dengan segala cara yang bisa kamu lakukan, ﴾ ثُمَّ لَا تُنظِرُونِ ﴿ "dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku." (56) ﴾ إِنِّي تَوَكَّلۡتُ عَلَى ٱللَّهِ ﴿ "Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah." Aku bersandar kepada Allah dalam segala urusanku. ﴾ رَبِّي وَرَبِّكُمۚ ﴿ "Rabb-ku dan Rabbmu." Dia Pencipta semuanya, Pengatur kami dan kamu. Dia-lah yang mendidik kami. ﴾ مَّا مِن دَآبَّةٍ إِلَّا هُوَ ءَاخِذُۢ بِنَاصِيَتِهَآۚ ﴿ "Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya." Dia tidak diam dan tidak bergerak kecuali dengan izinNya, jika kamu semua bersepakat mencelakaiku sementara Allah tidak menguasa-kanmu atasku, niscaya kamu tidak akan mampu melakukannya. Jika Dia menguasakanmu, maka itu karena suatu hikmah yang di-inginkanNya. ﴾ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku di atas jalan yang lurus." Yakni di atas keadilan, hikmah dan pujian dalam kete-tapan, takdir, syariat, perintah, balasan, pahala dan azabNya. Per-buatan-perbuatanNya tidak keluar dari jalan yang lurus yang terpuji karenanya. (57) ﴾ فَإِن تَوَلَّوۡاْ ﴿ "Jika kamu berpaling", dari apa yang aku dak-wahkan kepadamu, ﴾ فَقَدۡ أَبۡلَغۡتُكُم مَّآ أُرۡسِلۡتُ بِهِۦٓ إِلَيۡكُمۡۚ ﴿ "maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk me-nyampaikan)nya kepadamu." Tidak ada lagi tanggung jawab atasku dalam urusanmu. ﴾ وَيَسۡتَخۡلِفُ رَبِّي قَوۡمًا غَيۡرَكُمۡ ﴿ "Dan Rabbku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu", yang menjalankan ibadah kepadaNya dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu. ﴾ وَلَا تَضُرُّونَهُۥ شَيۡـًٔاۚ ﴿ "Dan kamu tidak dapat memudaratNya sedikit pun." Karena muda-ratmu akan kembali kepada dirimu. Kemaksiatan yang dilakukan oleh seseorang tidak merugikan Allah dan ketaatan yang dilakukan oleh seseorang tidak berguna bagi Allah. Siapa berbuat baik, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri.﴾ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٍ حَفِيظٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu." (58) ﴾ وَلَمَّا جَآءَ أَمۡرُنَا ﴿ "Dan tatkala datang azab Kami", dengan diki-rimnya angin yang kencang yang tidak berhembus kepada sesuatu melainkan ia menjadikannya seperti debu,﴾ نَجَّيۡنَا هُودٗا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥ بِرَحۡمَةٖ مِّنَّا وَنَجَّيۡنَٰهُم مِّنۡ عَذَابٍ غَلِيظٖ ﴿ "Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami, dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat." Yang keras lagi berat yang diturun-kan oleh Allah kepada 'Ad sehingga mereka pada waktu pagi tidak terlihat kecuali tempat tinggal mereka. (59) ﴾ وَتِلۡكَ عَادٞۖ ﴿ "Dan itulah (kisah) kaum 'Ad", yang mana Allah menimpakan azab kepada mereka karena kezhaliman mereka, ka-rena mereka ﴾ جَحَدُواْ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمۡ ﴿ "mengingkari tanda-tanda kekuasaan Rabb mereka." Oleh karena itu, mereka berkata kepada Hud, "Kamu tidak datang kepada kami dengan membawa bukti." Jelaslah dengan ini bahwa sebenarnya mereka itu meyakini dakwahnya, hanya saja mereka menentang dan mengingkarinya, ﴾ وَعَصَوۡاْ رُسُلَهُۥ ﴿ "dan mendur-hakai rasul-rasul Allah", karena barangsiapa yang mendurhakai rasul, maka dia mendurhakai semua rasul, hal itu karena dakwah mereka adalah sama. ﴾ وَٱتَّبَعُوٓاْ أَمۡرَ كُلِّ جَبَّارٍ ﴿ "Dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang," yang menguasai hamba Allah dengan kezhaliman ﴾ عَنِيدٖ ﴿ "yang menentang (kebenaran)" yakni ayat-ayat Allah, mereka mendurhakai semua orang yang memberi na-sihat dan menyayangi mereka, dan mereka menuruti penipu yang hendak mencelakakan mereka, maka tidak heran kalau Allah mem-binasakan mereka. (60) ﴾ وَأُتۡبِعُواْ فِي هَٰذِهِ ٱلدُّنۡيَا لَعۡنَةٗ ﴿ "Dan mereka selalu diikuti dengan kutu-kan di dunia ini", di setiap waktu dan pada semua generasi. Sungguh cerita mereka yang buruk dan berita mereka yang jelek selalu dise-but-sebut dengan celaan dan cibiran. ﴾ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۗ ﴿ "Dan (begitu pula) di Hari Kiamat." Mereka mendapatkan laknat pula. ﴾ أَلَآ إِنَّ عَادٗا كَفَرُواْ رَبَّهُمۡۗ ﴿ "Ingatlah, sesungguhnya kaum 'Ad itu kafir kepada Rabb mereka." Yakni mengingkari Penciptanya, Pemberi rizkinya dan Pemberi nikmat-nya. ﴾ أَلَا بُعۡدٗا لِّعَادٖ قَوۡمِ هُودٖ ﴿ "Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum 'Ad, (yaitu) kaum Hud itu." Maksudnya, semoga Allah menjauhkan mereka dari kebaikan dan mendekatkan kepada keburukan.

Hud 11:51

"Dan kepada kaum 'Ad (Kami utus) saudara mereka Hud. Ia berkata, 'Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada ba-gimu Ilah selain Dia. Tidaklah kamu melainkan mengada-adakan saja. Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruan-ku ini. Tidaklah upahku melainkan dari Allah yang telah mencipta-kanku. Maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu lalu taubatlah kepadaNya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatan-mu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.' Kaum 'Ad berkata, 'Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu'." (Hud: 50-53) "Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sesem-bahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu." Hud menjawab, "Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku, dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, dari selainNya. Sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tang-guh kepadaku." (Hud: 54-55). "Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah, Rabbku dan Rabbmu. Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Rabbku di atas jalan yang lurus. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk menyampaikan)nya kepadamu. Dan Rabbku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu; dan kamu tidak dapat memu-daratNya sedikit pun. Sesungguhnya Rabbku Maha Pemelihara segala sesuatu." (Hud: 56-57). "Dan tatkala datang azab Kami, maka Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami; dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat. Dan itulah (kisah) kaum 'Ad yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Rabb mereka, dan mendurhakai rasul-rasul Allah dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menentang (kebenaran). Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan (begitu pula) di Hari Kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum 'Ad itu kafir kepada Rabb mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum 'Ad, (yaitu) kaum Hud itu." (Hud: 58-60). (50) Maksudnya, (وَ) "dan", Kami utus, ﴾ إِلَىٰ عَادٍ ﴿ "kepada kaum 'Ad." Mereka adalah suku yang terkenal yang tinggal di negeri Ahqaf di daerah Yaman ﴾ أَخَاهُمۡ ﴿ "saudara mereka", dalam nasab ﴾ هُودٗاۚ ﴿ "Hud", agar mereka bisa mengambil darinya dan mengetahui ke-benarannya. Dia berkata kepada kaumnya, ﴾ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥٓۖ إِنۡ أَنتُمۡ إِلَّا مُفۡتَرُونَ ﴿ "Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu tuhan selain Dia. Tidaklah kamu melainkan mengada-adakan saja." Maksudnya, dia memerintahkan kaumnya agar beribadah hanya kepada Allah dan melarang mereka dari ibadah kepada selain Allah yang mereka lakukan selama ini. Dia mengabarkan kepada mereka bahwa mereka telah berbuat dusta terhadap Allah dalam urusan beribadah kepada selainNya dan pembolehan mereka terhadap hal itu dan dia men-jelaskan kepada mereka kewajiban beribadah kepada Allah dan kebatilan beribadah kepada selainNya. (51) Kemudian Hud menyebutkan tidak adanya penghalang bagi mereka untuk patuh kepadanya, ﴾ يَٰقَوۡمِ لَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ أَجۡرًاۖ ﴿ "Hai kaum-ku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini." Yakni bayaran dari hartamu atas ajakanku yang akibatnya kamu akan berkata bahwa orang ini hendak mengambil harta kami. Aku berdakwah dan mengajar cuma-cuma. ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَى ٱلَّذِي فَطَرَنِيٓۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ ﴿ "Tidaklah upahku melainkan dari Allah yang telah menciptakanku, maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?" Sesuatu yang aku dakwahkan kepadamu, yang harus diterima. Berpikir adalah penghilang suatu penghalang dari penolakan terhadap dakwah. (52) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ ٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ ﴿ "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu", terhadap dosa-dosamu yang telah berlalu. ﴾ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِ ﴿ "Lalu bertaubatlah kepadaNya", terhadap dosa-dosamu yang akan datang dengan taubat yang nasuha dan inabah (kembali) kepada Allah, karena jika kamu melakukan itu, ﴾ يُرۡسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيۡكُم مِّدۡرَارٗا ﴿ "niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu", dengan banyaknya hujan yang membuat bumi subur dan menghasilkan banyak ke-baikan. ﴾ وَيَزِدۡكُمۡ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمۡ ﴿ "Dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu", karena mereka termasuk orang-orang yang kuat. Oleh karena itu, mereka berkata, "Siapakah yang lebih kuat dari kami." Hud menjanjikan kepada mereka bahwa jika mereka beriman, maka Allah akan menambahkan kekuatan di atas kekuatan mereka. ﴾ وَلَا تَتَوَلَّوۡاْ ﴿ "Dan janganlah kamu berpaling", dari Rabbmu ﴾ مُجۡرِمِينَ ﴿ "de-ngan berbuat dosa", dengan menolak beribadah kepadaNya, berani melanggar larangan-laranganNya. (53) Mereka menjawab ucapan Hud, ﴾ يَٰهُودُ مَا جِئۡتَنَا بِبَيِّنَةٖ ﴿ "Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata", jika yang mereka maksud adalah bukti yang nyata yang mereka usul-kan, maka ini tidaklah lazim bagi kebenaran. Yang lazim adalah seorang nabi menghadirkan bukti yang nyata yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawanya. Jika maksud mereka adalah bahwa dia tidak membawakan bukti nyata yang menjadi saksi atas perkataannya sebagai suatu kebenaran, maka mereka telah berdusta dalam hal ini karena tiada seorang Nabi pun yang datang kepada kaumnya melainkan Allah pasti memberinya ayat-ayat mukjizat yang membuat orang beriman. Kalaupun dia tidak menghadirkan ayat-ayat kecuali ajakannya kepa-da mereka agar mengikhlaskan agama hanya kepada Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya, perintahnya kepada semua perbuatan baik dan perilaku yang terpuji, larangannya terhadap sifat-sifat tercela berupa menyekutukan Allah, perbuatan-perbuatan keji, per-buatan aniaya dan macam-macam kemungkaran disertai sifat-sifat yang dimiliki sendiri oleh Hud عليه السلام yang tidak dimiliki kecuali oleh orang-orang yang jujur lagi terpilih, niscaya cukuplah itu sebagai tanda dan bukti atas kebenarannya, bahkan orang-orang yang ber-akal dan ulil albab melihat bahwa tanda ini lebih besar daripada sekedar mukjizat yang dilihat oleh sebagian orang saja. Di antara tanda-tanda dan bukti-bukti yang menunjukkan atas kebenarannya adalah bahwa dia adalah satu orang, tanpa kawan dan pendukung sedangkan dia menyeru kepada kaumnya, memang-gil mereka, menantang mereka dan berkata kepada mereka, "Sesung-guhnya aku bertawakal kepada Allah, Rabbku dan Rabbmu." Mereka adalah musuh, pemegang kendali kekuasaan, mereka hendak memadamkan cahaya yang dibawanya dengan cara apa pun. Namun Hud tidak menghiraukan dan mempedulikan mereka. Dan mereka tidak mampu dan tidak kuasa sedikit pun menimpa-kan keburukan kepadanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal. Ucapan mereka, ﴾ وَمَا نَحۡنُ بِتَارِكِيٓ ءَالِهَتِنَا عَن قَوۡلِكَ ﴿ "Dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu." Maksudnya, kami tidak akan meninggalkan penyembahan terha-dap tuhan-tuhan kami hanya disebabkan oleh perkataanmu yang mana kamu tidak mendukungnya –menurut mereka– dengan bukti apa pun. ﴾ وَمَا نَحۡنُ لَكَ بِمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu." Ini adalah pemutusasaan dari mereka kepada Nabi mereka Hud عليه السلام terhadap kemungkinan mereka beriman, dan bahwa me-reka akan tetap tersesat di dalam kekufuran mereka. (54) ﴾ إِن نَّقُولُ ﴿ "Kami tidak mengatakan", t e n t a n g m u ﴾ إِلَّا ٱعۡتَرَىٰكَ بَعۡضُ ءَالِهَتِنَا بِسُوٓءٖۗ ﴿ "melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menim-pakan penyakit gila atas dirimu." Yakni kamu ditimpa kegilaan dan kerusakan akal, akibatnya kamu mengatakan apa yang tidak dime-ngerti. Mahasuci Allah yang mengunci mati hati orang-orang zhalim, bagaimana bisa mereka menjadikan orang paling jujur (dengan kebenaran yang paling benar) pada kedudukan ini di mana orang yang berakal merasa malu untuk menceritakannya dari mereka, kalau seandainya Allah tidak menceritakannya dari mereka? (55) Oleh karena itu, Hud menjelaskan bahwa dia benar-benar percaya diri bahwa dia tidak akan tertimpa kesulitan dari mereka dan dari sesembahan-sesembahan mereka, dia berkata,﴾ إِنِّيٓ أُشۡهِدُ ٱللَّهَ وَٱشۡهَدُوٓاْ أَنِّي بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُشۡرِكُونَ 54 مِن دُونِهِۦۖ فَكِيدُونِي جَمِيعٗا ﴿ "Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku, dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, dari selainNya. Sebab itu jalankan-lah tipu dayamu semuanya terhadapku." Yakni carilah kemudaratan untukku semuanya dengan segala cara yang bisa kamu lakukan, ﴾ ثُمَّ لَا تُنظِرُونِ ﴿ "dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku." (56) ﴾ إِنِّي تَوَكَّلۡتُ عَلَى ٱللَّهِ ﴿ "Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah." Aku bersandar kepada Allah dalam segala urusanku. ﴾ رَبِّي وَرَبِّكُمۚ ﴿ "Rabb-ku dan Rabbmu." Dia Pencipta semuanya, Pengatur kami dan kamu. Dia-lah yang mendidik kami. ﴾ مَّا مِن دَآبَّةٍ إِلَّا هُوَ ءَاخِذُۢ بِنَاصِيَتِهَآۚ ﴿ "Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya." Dia tidak diam dan tidak bergerak kecuali dengan izinNya, jika kamu semua bersepakat mencelakaiku sementara Allah tidak menguasa-kanmu atasku, niscaya kamu tidak akan mampu melakukannya. Jika Dia menguasakanmu, maka itu karena suatu hikmah yang di-inginkanNya. ﴾ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku di atas jalan yang lurus." Yakni di atas keadilan, hikmah dan pujian dalam kete-tapan, takdir, syariat, perintah, balasan, pahala dan azabNya. Per-buatan-perbuatanNya tidak keluar dari jalan yang lurus yang terpuji karenanya. (57) ﴾ فَإِن تَوَلَّوۡاْ ﴿ "Jika kamu berpaling", dari apa yang aku dak-wahkan kepadamu, ﴾ فَقَدۡ أَبۡلَغۡتُكُم مَّآ أُرۡسِلۡتُ بِهِۦٓ إِلَيۡكُمۡۚ ﴿ "maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk me-nyampaikan)nya kepadamu." Tidak ada lagi tanggung jawab atasku dalam urusanmu. ﴾ وَيَسۡتَخۡلِفُ رَبِّي قَوۡمًا غَيۡرَكُمۡ ﴿ "Dan Rabbku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu", yang menjalankan ibadah kepadaNya dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu. ﴾ وَلَا تَضُرُّونَهُۥ شَيۡـًٔاۚ ﴿ "Dan kamu tidak dapat memudaratNya sedikit pun." Karena muda-ratmu akan kembali kepada dirimu. Kemaksiatan yang dilakukan oleh seseorang tidak merugikan Allah dan ketaatan yang dilakukan oleh seseorang tidak berguna bagi Allah. Siapa berbuat baik, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri.﴾ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٍ حَفِيظٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu." (58) ﴾ وَلَمَّا جَآءَ أَمۡرُنَا ﴿ "Dan tatkala datang azab Kami", dengan diki-rimnya angin yang kencang yang tidak berhembus kepada sesuatu melainkan ia menjadikannya seperti debu,﴾ نَجَّيۡنَا هُودٗا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥ بِرَحۡمَةٖ مِّنَّا وَنَجَّيۡنَٰهُم مِّنۡ عَذَابٍ غَلِيظٖ ﴿ "Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami, dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat." Yang keras lagi berat yang diturun-kan oleh Allah kepada 'Ad sehingga mereka pada waktu pagi tidak terlihat kecuali tempat tinggal mereka. (59) ﴾ وَتِلۡكَ عَادٞۖ ﴿ "Dan itulah (kisah) kaum 'Ad", yang mana Allah menimpakan azab kepada mereka karena kezhaliman mereka, ka-rena mereka ﴾ جَحَدُواْ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمۡ ﴿ "mengingkari tanda-tanda kekuasaan Rabb mereka." Oleh karena itu, mereka berkata kepada Hud, "Kamu tidak datang kepada kami dengan membawa bukti." Jelaslah dengan ini bahwa sebenarnya mereka itu meyakini dakwahnya, hanya saja mereka menentang dan mengingkarinya, ﴾ وَعَصَوۡاْ رُسُلَهُۥ ﴿ "dan mendur-hakai rasul-rasul Allah", karena barangsiapa yang mendurhakai rasul, maka dia mendurhakai semua rasul, hal itu karena dakwah mereka adalah sama. ﴾ وَٱتَّبَعُوٓاْ أَمۡرَ كُلِّ جَبَّارٍ ﴿ "Dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang," yang menguasai hamba Allah dengan kezhaliman ﴾ عَنِيدٖ ﴿ "yang menentang (kebenaran)" yakni ayat-ayat Allah, mereka mendurhakai semua orang yang memberi na-sihat dan menyayangi mereka, dan mereka menuruti penipu yang hendak mencelakakan mereka, maka tidak heran kalau Allah mem-binasakan mereka. (60) ﴾ وَأُتۡبِعُواْ فِي هَٰذِهِ ٱلدُّنۡيَا لَعۡنَةٗ ﴿ "Dan mereka selalu diikuti dengan kutu-kan di dunia ini", di setiap waktu dan pada semua generasi. Sungguh cerita mereka yang buruk dan berita mereka yang jelek selalu dise-but-sebut dengan celaan dan cibiran. ﴾ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۗ ﴿ "Dan (begitu pula) di Hari Kiamat." Mereka mendapatkan laknat pula. ﴾ أَلَآ إِنَّ عَادٗا كَفَرُواْ رَبَّهُمۡۗ ﴿ "Ingatlah, sesungguhnya kaum 'Ad itu kafir kepada Rabb mereka." Yakni mengingkari Penciptanya, Pemberi rizkinya dan Pemberi nikmat-nya. ﴾ أَلَا بُعۡدٗا لِّعَادٖ قَوۡمِ هُودٖ ﴿ "Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum 'Ad, (yaitu) kaum Hud itu." Maksudnya, semoga Allah menjauhkan mereka dari kebaikan dan mendekatkan kepada keburukan.

Hud 11:52

"Dan kepada kaum 'Ad (Kami utus) saudara mereka Hud. Ia berkata, 'Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada ba-gimu Ilah selain Dia. Tidaklah kamu melainkan mengada-adakan saja. Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruan-ku ini. Tidaklah upahku melainkan dari Allah yang telah mencipta-kanku. Maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu lalu taubatlah kepadaNya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatan-mu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.' Kaum 'Ad berkata, 'Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu'." (Hud: 50-53) "Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sesem-bahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu." Hud menjawab, "Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku, dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, dari selainNya. Sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tang-guh kepadaku." (Hud: 54-55). "Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah, Rabbku dan Rabbmu. Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Rabbku di atas jalan yang lurus. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk menyampaikan)nya kepadamu. Dan Rabbku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu; dan kamu tidak dapat memu-daratNya sedikit pun. Sesungguhnya Rabbku Maha Pemelihara segala sesuatu." (Hud: 56-57). "Dan tatkala datang azab Kami, maka Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami; dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat. Dan itulah (kisah) kaum 'Ad yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Rabb mereka, dan mendurhakai rasul-rasul Allah dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menentang (kebenaran). Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan (begitu pula) di Hari Kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum 'Ad itu kafir kepada Rabb mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum 'Ad, (yaitu) kaum Hud itu." (Hud: 58-60). (50) Maksudnya, (وَ) "dan", Kami utus, ﴾ إِلَىٰ عَادٍ ﴿ "kepada kaum 'Ad." Mereka adalah suku yang terkenal yang tinggal di negeri Ahqaf di daerah Yaman ﴾ أَخَاهُمۡ ﴿ "saudara mereka", dalam nasab ﴾ هُودٗاۚ ﴿ "Hud", agar mereka bisa mengambil darinya dan mengetahui ke-benarannya. Dia berkata kepada kaumnya, ﴾ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥٓۖ إِنۡ أَنتُمۡ إِلَّا مُفۡتَرُونَ ﴿ "Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu tuhan selain Dia. Tidaklah kamu melainkan mengada-adakan saja." Maksudnya, dia memerintahkan kaumnya agar beribadah hanya kepada Allah dan melarang mereka dari ibadah kepada selain Allah yang mereka lakukan selama ini. Dia mengabarkan kepada mereka bahwa mereka telah berbuat dusta terhadap Allah dalam urusan beribadah kepada selainNya dan pembolehan mereka terhadap hal itu dan dia men-jelaskan kepada mereka kewajiban beribadah kepada Allah dan kebatilan beribadah kepada selainNya. (51) Kemudian Hud menyebutkan tidak adanya penghalang bagi mereka untuk patuh kepadanya, ﴾ يَٰقَوۡمِ لَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ أَجۡرًاۖ ﴿ "Hai kaum-ku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini." Yakni bayaran dari hartamu atas ajakanku yang akibatnya kamu akan berkata bahwa orang ini hendak mengambil harta kami. Aku berdakwah dan mengajar cuma-cuma. ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَى ٱلَّذِي فَطَرَنِيٓۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ ﴿ "Tidaklah upahku melainkan dari Allah yang telah menciptakanku, maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?" Sesuatu yang aku dakwahkan kepadamu, yang harus diterima. Berpikir adalah penghilang suatu penghalang dari penolakan terhadap dakwah. (52) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ ٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ ﴿ "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu", terhadap dosa-dosamu yang telah berlalu. ﴾ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِ ﴿ "Lalu bertaubatlah kepadaNya", terhadap dosa-dosamu yang akan datang dengan taubat yang nasuha dan inabah (kembali) kepada Allah, karena jika kamu melakukan itu, ﴾ يُرۡسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيۡكُم مِّدۡرَارٗا ﴿ "niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu", dengan banyaknya hujan yang membuat bumi subur dan menghasilkan banyak ke-baikan. ﴾ وَيَزِدۡكُمۡ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمۡ ﴿ "Dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu", karena mereka termasuk orang-orang yang kuat. Oleh karena itu, mereka berkata, "Siapakah yang lebih kuat dari kami." Hud menjanjikan kepada mereka bahwa jika mereka beriman, maka Allah akan menambahkan kekuatan di atas kekuatan mereka. ﴾ وَلَا تَتَوَلَّوۡاْ ﴿ "Dan janganlah kamu berpaling", dari Rabbmu ﴾ مُجۡرِمِينَ ﴿ "de-ngan berbuat dosa", dengan menolak beribadah kepadaNya, berani melanggar larangan-laranganNya. (53) Mereka menjawab ucapan Hud, ﴾ يَٰهُودُ مَا جِئۡتَنَا بِبَيِّنَةٖ ﴿ "Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata", jika yang mereka maksud adalah bukti yang nyata yang mereka usul-kan, maka ini tidaklah lazim bagi kebenaran. Yang lazim adalah seorang nabi menghadirkan bukti yang nyata yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawanya. Jika maksud mereka adalah bahwa dia tidak membawakan bukti nyata yang menjadi saksi atas perkataannya sebagai suatu kebenaran, maka mereka telah berdusta dalam hal ini karena tiada seorang Nabi pun yang datang kepada kaumnya melainkan Allah pasti memberinya ayat-ayat mukjizat yang membuat orang beriman. Kalaupun dia tidak menghadirkan ayat-ayat kecuali ajakannya kepa-da mereka agar mengikhlaskan agama hanya kepada Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya, perintahnya kepada semua perbuatan baik dan perilaku yang terpuji, larangannya terhadap sifat-sifat tercela berupa menyekutukan Allah, perbuatan-perbuatan keji, per-buatan aniaya dan macam-macam kemungkaran disertai sifat-sifat yang dimiliki sendiri oleh Hud عليه السلام yang tidak dimiliki kecuali oleh orang-orang yang jujur lagi terpilih, niscaya cukuplah itu sebagai tanda dan bukti atas kebenarannya, bahkan orang-orang yang ber-akal dan ulil albab melihat bahwa tanda ini lebih besar daripada sekedar mukjizat yang dilihat oleh sebagian orang saja. Di antara tanda-tanda dan bukti-bukti yang menunjukkan atas kebenarannya adalah bahwa dia adalah satu orang, tanpa kawan dan pendukung sedangkan dia menyeru kepada kaumnya, memang-gil mereka, menantang mereka dan berkata kepada mereka, "Sesung-guhnya aku bertawakal kepada Allah, Rabbku dan Rabbmu." Mereka adalah musuh, pemegang kendali kekuasaan, mereka hendak memadamkan cahaya yang dibawanya dengan cara apa pun. Namun Hud tidak menghiraukan dan mempedulikan mereka. Dan mereka tidak mampu dan tidak kuasa sedikit pun menimpa-kan keburukan kepadanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal. Ucapan mereka, ﴾ وَمَا نَحۡنُ بِتَارِكِيٓ ءَالِهَتِنَا عَن قَوۡلِكَ ﴿ "Dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu." Maksudnya, kami tidak akan meninggalkan penyembahan terha-dap tuhan-tuhan kami hanya disebabkan oleh perkataanmu yang mana kamu tidak mendukungnya –menurut mereka– dengan bukti apa pun. ﴾ وَمَا نَحۡنُ لَكَ بِمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu." Ini adalah pemutusasaan dari mereka kepada Nabi mereka Hud عليه السلام terhadap kemungkinan mereka beriman, dan bahwa me-reka akan tetap tersesat di dalam kekufuran mereka. (54) ﴾ إِن نَّقُولُ ﴿ "Kami tidak mengatakan", t e n t a n g m u ﴾ إِلَّا ٱعۡتَرَىٰكَ بَعۡضُ ءَالِهَتِنَا بِسُوٓءٖۗ ﴿ "melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menim-pakan penyakit gila atas dirimu." Yakni kamu ditimpa kegilaan dan kerusakan akal, akibatnya kamu mengatakan apa yang tidak dime-ngerti. Mahasuci Allah yang mengunci mati hati orang-orang zhalim, bagaimana bisa mereka menjadikan orang paling jujur (dengan kebenaran yang paling benar) pada kedudukan ini di mana orang yang berakal merasa malu untuk menceritakannya dari mereka, kalau seandainya Allah tidak menceritakannya dari mereka? (55) Oleh karena itu, Hud menjelaskan bahwa dia benar-benar percaya diri bahwa dia tidak akan tertimpa kesulitan dari mereka dan dari sesembahan-sesembahan mereka, dia berkata,﴾ إِنِّيٓ أُشۡهِدُ ٱللَّهَ وَٱشۡهَدُوٓاْ أَنِّي بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُشۡرِكُونَ 54 مِن دُونِهِۦۖ فَكِيدُونِي جَمِيعٗا ﴿ "Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku, dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, dari selainNya. Sebab itu jalankan-lah tipu dayamu semuanya terhadapku." Yakni carilah kemudaratan untukku semuanya dengan segala cara yang bisa kamu lakukan, ﴾ ثُمَّ لَا تُنظِرُونِ ﴿ "dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku." (56) ﴾ إِنِّي تَوَكَّلۡتُ عَلَى ٱللَّهِ ﴿ "Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah." Aku bersandar kepada Allah dalam segala urusanku. ﴾ رَبِّي وَرَبِّكُمۚ ﴿ "Rabb-ku dan Rabbmu." Dia Pencipta semuanya, Pengatur kami dan kamu. Dia-lah yang mendidik kami. ﴾ مَّا مِن دَآبَّةٍ إِلَّا هُوَ ءَاخِذُۢ بِنَاصِيَتِهَآۚ ﴿ "Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya." Dia tidak diam dan tidak bergerak kecuali dengan izinNya, jika kamu semua bersepakat mencelakaiku sementara Allah tidak menguasa-kanmu atasku, niscaya kamu tidak akan mampu melakukannya. Jika Dia menguasakanmu, maka itu karena suatu hikmah yang di-inginkanNya. ﴾ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku di atas jalan yang lurus." Yakni di atas keadilan, hikmah dan pujian dalam kete-tapan, takdir, syariat, perintah, balasan, pahala dan azabNya. Per-buatan-perbuatanNya tidak keluar dari jalan yang lurus yang terpuji karenanya. (57) ﴾ فَإِن تَوَلَّوۡاْ ﴿ "Jika kamu berpaling", dari apa yang aku dak-wahkan kepadamu, ﴾ فَقَدۡ أَبۡلَغۡتُكُم مَّآ أُرۡسِلۡتُ بِهِۦٓ إِلَيۡكُمۡۚ ﴿ "maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk me-nyampaikan)nya kepadamu." Tidak ada lagi tanggung jawab atasku dalam urusanmu. ﴾ وَيَسۡتَخۡلِفُ رَبِّي قَوۡمًا غَيۡرَكُمۡ ﴿ "Dan Rabbku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu", yang menjalankan ibadah kepadaNya dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu. ﴾ وَلَا تَضُرُّونَهُۥ شَيۡـًٔاۚ ﴿ "Dan kamu tidak dapat memudaratNya sedikit pun." Karena muda-ratmu akan kembali kepada dirimu. Kemaksiatan yang dilakukan oleh seseorang tidak merugikan Allah dan ketaatan yang dilakukan oleh seseorang tidak berguna bagi Allah. Siapa berbuat baik, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri.﴾ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٍ حَفِيظٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu." (58) ﴾ وَلَمَّا جَآءَ أَمۡرُنَا ﴿ "Dan tatkala datang azab Kami", dengan diki-rimnya angin yang kencang yang tidak berhembus kepada sesuatu melainkan ia menjadikannya seperti debu,﴾ نَجَّيۡنَا هُودٗا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥ بِرَحۡمَةٖ مِّنَّا وَنَجَّيۡنَٰهُم مِّنۡ عَذَابٍ غَلِيظٖ ﴿ "Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami, dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat." Yang keras lagi berat yang diturun-kan oleh Allah kepada 'Ad sehingga mereka pada waktu pagi tidak terlihat kecuali tempat tinggal mereka. (59) ﴾ وَتِلۡكَ عَادٞۖ ﴿ "Dan itulah (kisah) kaum 'Ad", yang mana Allah menimpakan azab kepada mereka karena kezhaliman mereka, ka-rena mereka ﴾ جَحَدُواْ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمۡ ﴿ "mengingkari tanda-tanda kekuasaan Rabb mereka." Oleh karena itu, mereka berkata kepada Hud, "Kamu tidak datang kepada kami dengan membawa bukti." Jelaslah dengan ini bahwa sebenarnya mereka itu meyakini dakwahnya, hanya saja mereka menentang dan mengingkarinya, ﴾ وَعَصَوۡاْ رُسُلَهُۥ ﴿ "dan mendur-hakai rasul-rasul Allah", karena barangsiapa yang mendurhakai rasul, maka dia mendurhakai semua rasul, hal itu karena dakwah mereka adalah sama. ﴾ وَٱتَّبَعُوٓاْ أَمۡرَ كُلِّ جَبَّارٍ ﴿ "Dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang," yang menguasai hamba Allah dengan kezhaliman ﴾ عَنِيدٖ ﴿ "yang menentang (kebenaran)" yakni ayat-ayat Allah, mereka mendurhakai semua orang yang memberi na-sihat dan menyayangi mereka, dan mereka menuruti penipu yang hendak mencelakakan mereka, maka tidak heran kalau Allah mem-binasakan mereka. (60) ﴾ وَأُتۡبِعُواْ فِي هَٰذِهِ ٱلدُّنۡيَا لَعۡنَةٗ ﴿ "Dan mereka selalu diikuti dengan kutu-kan di dunia ini", di setiap waktu dan pada semua generasi. Sungguh cerita mereka yang buruk dan berita mereka yang jelek selalu dise-but-sebut dengan celaan dan cibiran. ﴾ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۗ ﴿ "Dan (begitu pula) di Hari Kiamat." Mereka mendapatkan laknat pula. ﴾ أَلَآ إِنَّ عَادٗا كَفَرُواْ رَبَّهُمۡۗ ﴿ "Ingatlah, sesungguhnya kaum 'Ad itu kafir kepada Rabb mereka." Yakni mengingkari Penciptanya, Pemberi rizkinya dan Pemberi nikmat-nya. ﴾ أَلَا بُعۡدٗا لِّعَادٖ قَوۡمِ هُودٖ ﴿ "Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum 'Ad, (yaitu) kaum Hud itu." Maksudnya, semoga Allah menjauhkan mereka dari kebaikan dan mendekatkan kepada keburukan.

Hud 11:53

"Dan kepada kaum 'Ad (Kami utus) saudara mereka Hud. Ia berkata, 'Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada ba-gimu Ilah selain Dia. Tidaklah kamu melainkan mengada-adakan saja. Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruan-ku ini. Tidaklah upahku melainkan dari Allah yang telah mencipta-kanku. Maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu lalu taubatlah kepadaNya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatan-mu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.' Kaum 'Ad berkata, 'Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu'." (Hud: 50-53) "Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sesem-bahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu." Hud menjawab, "Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku, dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, dari selainNya. Sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tang-guh kepadaku." (Hud: 54-55). "Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah, Rabbku dan Rabbmu. Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Rabbku di atas jalan yang lurus. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk menyampaikan)nya kepadamu. Dan Rabbku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu; dan kamu tidak dapat memu-daratNya sedikit pun. Sesungguhnya Rabbku Maha Pemelihara segala sesuatu." (Hud: 56-57). "Dan tatkala datang azab Kami, maka Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami; dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat. Dan itulah (kisah) kaum 'Ad yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Rabb mereka, dan mendurhakai rasul-rasul Allah dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menentang (kebenaran). Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan (begitu pula) di Hari Kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum 'Ad itu kafir kepada Rabb mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum 'Ad, (yaitu) kaum Hud itu." (Hud: 58-60). (50) Maksudnya, (وَ) "dan", Kami utus, ﴾ إِلَىٰ عَادٍ ﴿ "kepada kaum 'Ad." Mereka adalah suku yang terkenal yang tinggal di negeri Ahqaf di daerah Yaman ﴾ أَخَاهُمۡ ﴿ "saudara mereka", dalam nasab ﴾ هُودٗاۚ ﴿ "Hud", agar mereka bisa mengambil darinya dan mengetahui ke-benarannya. Dia berkata kepada kaumnya, ﴾ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥٓۖ إِنۡ أَنتُمۡ إِلَّا مُفۡتَرُونَ ﴿ "Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu tuhan selain Dia. Tidaklah kamu melainkan mengada-adakan saja." Maksudnya, dia memerintahkan kaumnya agar beribadah hanya kepada Allah dan melarang mereka dari ibadah kepada selain Allah yang mereka lakukan selama ini. Dia mengabarkan kepada mereka bahwa mereka telah berbuat dusta terhadap Allah dalam urusan beribadah kepada selainNya dan pembolehan mereka terhadap hal itu dan dia men-jelaskan kepada mereka kewajiban beribadah kepada Allah dan kebatilan beribadah kepada selainNya. (51) Kemudian Hud menyebutkan tidak adanya penghalang bagi mereka untuk patuh kepadanya, ﴾ يَٰقَوۡمِ لَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ أَجۡرًاۖ ﴿ "Hai kaum-ku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini." Yakni bayaran dari hartamu atas ajakanku yang akibatnya kamu akan berkata bahwa orang ini hendak mengambil harta kami. Aku berdakwah dan mengajar cuma-cuma. ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَى ٱلَّذِي فَطَرَنِيٓۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ ﴿ "Tidaklah upahku melainkan dari Allah yang telah menciptakanku, maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?" Sesuatu yang aku dakwahkan kepadamu, yang harus diterima. Berpikir adalah penghilang suatu penghalang dari penolakan terhadap dakwah. (52) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ ٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ ﴿ "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu", terhadap dosa-dosamu yang telah berlalu. ﴾ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِ ﴿ "Lalu bertaubatlah kepadaNya", terhadap dosa-dosamu yang akan datang dengan taubat yang nasuha dan inabah (kembali) kepada Allah, karena jika kamu melakukan itu, ﴾ يُرۡسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيۡكُم مِّدۡرَارٗا ﴿ "niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu", dengan banyaknya hujan yang membuat bumi subur dan menghasilkan banyak ke-baikan. ﴾ وَيَزِدۡكُمۡ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمۡ ﴿ "Dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu", karena mereka termasuk orang-orang yang kuat. Oleh karena itu, mereka berkata, "Siapakah yang lebih kuat dari kami." Hud menjanjikan kepada mereka bahwa jika mereka beriman, maka Allah akan menambahkan kekuatan di atas kekuatan mereka. ﴾ وَلَا تَتَوَلَّوۡاْ ﴿ "Dan janganlah kamu berpaling", dari Rabbmu ﴾ مُجۡرِمِينَ ﴿ "de-ngan berbuat dosa", dengan menolak beribadah kepadaNya, berani melanggar larangan-laranganNya. (53) Mereka menjawab ucapan Hud, ﴾ يَٰهُودُ مَا جِئۡتَنَا بِبَيِّنَةٖ ﴿ "Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata", jika yang mereka maksud adalah bukti yang nyata yang mereka usul-kan, maka ini tidaklah lazim bagi kebenaran. Yang lazim adalah seorang nabi menghadirkan bukti yang nyata yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawanya. Jika maksud mereka adalah bahwa dia tidak membawakan bukti nyata yang menjadi saksi atas perkataannya sebagai suatu kebenaran, maka mereka telah berdusta dalam hal ini karena tiada seorang Nabi pun yang datang kepada kaumnya melainkan Allah pasti memberinya ayat-ayat mukjizat yang membuat orang beriman. Kalaupun dia tidak menghadirkan ayat-ayat kecuali ajakannya kepa-da mereka agar mengikhlaskan agama hanya kepada Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya, perintahnya kepada semua perbuatan baik dan perilaku yang terpuji, larangannya terhadap sifat-sifat tercela berupa menyekutukan Allah, perbuatan-perbuatan keji, per-buatan aniaya dan macam-macam kemungkaran disertai sifat-sifat yang dimiliki sendiri oleh Hud عليه السلام yang tidak dimiliki kecuali oleh orang-orang yang jujur lagi terpilih, niscaya cukuplah itu sebagai tanda dan bukti atas kebenarannya, bahkan orang-orang yang ber-akal dan ulil albab melihat bahwa tanda ini lebih besar daripada sekedar mukjizat yang dilihat oleh sebagian orang saja. Di antara tanda-tanda dan bukti-bukti yang menunjukkan atas kebenarannya adalah bahwa dia adalah satu orang, tanpa kawan dan pendukung sedangkan dia menyeru kepada kaumnya, memang-gil mereka, menantang mereka dan berkata kepada mereka, "Sesung-guhnya aku bertawakal kepada Allah, Rabbku dan Rabbmu." Mereka adalah musuh, pemegang kendali kekuasaan, mereka hendak memadamkan cahaya yang dibawanya dengan cara apa pun. Namun Hud tidak menghiraukan dan mempedulikan mereka. Dan mereka tidak mampu dan tidak kuasa sedikit pun menimpa-kan keburukan kepadanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal. Ucapan mereka, ﴾ وَمَا نَحۡنُ بِتَارِكِيٓ ءَالِهَتِنَا عَن قَوۡلِكَ ﴿ "Dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu." Maksudnya, kami tidak akan meninggalkan penyembahan terha-dap tuhan-tuhan kami hanya disebabkan oleh perkataanmu yang mana kamu tidak mendukungnya –menurut mereka– dengan bukti apa pun. ﴾ وَمَا نَحۡنُ لَكَ بِمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu." Ini adalah pemutusasaan dari mereka kepada Nabi mereka Hud عليه السلام terhadap kemungkinan mereka beriman, dan bahwa me-reka akan tetap tersesat di dalam kekufuran mereka. (54) ﴾ إِن نَّقُولُ ﴿ "Kami tidak mengatakan", t e n t a n g m u ﴾ إِلَّا ٱعۡتَرَىٰكَ بَعۡضُ ءَالِهَتِنَا بِسُوٓءٖۗ ﴿ "melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menim-pakan penyakit gila atas dirimu." Yakni kamu ditimpa kegilaan dan kerusakan akal, akibatnya kamu mengatakan apa yang tidak dime-ngerti. Mahasuci Allah yang mengunci mati hati orang-orang zhalim, bagaimana bisa mereka menjadikan orang paling jujur (dengan kebenaran yang paling benar) pada kedudukan ini di mana orang yang berakal merasa malu untuk menceritakannya dari mereka, kalau seandainya Allah tidak menceritakannya dari mereka? (55) Oleh karena itu, Hud menjelaskan bahwa dia benar-benar percaya diri bahwa dia tidak akan tertimpa kesulitan dari mereka dan dari sesembahan-sesembahan mereka, dia berkata,﴾ إِنِّيٓ أُشۡهِدُ ٱللَّهَ وَٱشۡهَدُوٓاْ أَنِّي بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُشۡرِكُونَ 54 مِن دُونِهِۦۖ فَكِيدُونِي جَمِيعٗا ﴿ "Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku, dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, dari selainNya. Sebab itu jalankan-lah tipu dayamu semuanya terhadapku." Yakni carilah kemudaratan untukku semuanya dengan segala cara yang bisa kamu lakukan, ﴾ ثُمَّ لَا تُنظِرُونِ ﴿ "dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku." (56) ﴾ إِنِّي تَوَكَّلۡتُ عَلَى ٱللَّهِ ﴿ "Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah." Aku bersandar kepada Allah dalam segala urusanku. ﴾ رَبِّي وَرَبِّكُمۚ ﴿ "Rabb-ku dan Rabbmu." Dia Pencipta semuanya, Pengatur kami dan kamu. Dia-lah yang mendidik kami. ﴾ مَّا مِن دَآبَّةٍ إِلَّا هُوَ ءَاخِذُۢ بِنَاصِيَتِهَآۚ ﴿ "Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya." Dia tidak diam dan tidak bergerak kecuali dengan izinNya, jika kamu semua bersepakat mencelakaiku sementara Allah tidak menguasa-kanmu atasku, niscaya kamu tidak akan mampu melakukannya. Jika Dia menguasakanmu, maka itu karena suatu hikmah yang di-inginkanNya. ﴾ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku di atas jalan yang lurus." Yakni di atas keadilan, hikmah dan pujian dalam kete-tapan, takdir, syariat, perintah, balasan, pahala dan azabNya. Per-buatan-perbuatanNya tidak keluar dari jalan yang lurus yang terpuji karenanya. (57) ﴾ فَإِن تَوَلَّوۡاْ ﴿ "Jika kamu berpaling", dari apa yang aku dak-wahkan kepadamu, ﴾ فَقَدۡ أَبۡلَغۡتُكُم مَّآ أُرۡسِلۡتُ بِهِۦٓ إِلَيۡكُمۡۚ ﴿ "maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk me-nyampaikan)nya kepadamu." Tidak ada lagi tanggung jawab atasku dalam urusanmu. ﴾ وَيَسۡتَخۡلِفُ رَبِّي قَوۡمًا غَيۡرَكُمۡ ﴿ "Dan Rabbku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu", yang menjalankan ibadah kepadaNya dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu. ﴾ وَلَا تَضُرُّونَهُۥ شَيۡـًٔاۚ ﴿ "Dan kamu tidak dapat memudaratNya sedikit pun." Karena muda-ratmu akan kembali kepada dirimu. Kemaksiatan yang dilakukan oleh seseorang tidak merugikan Allah dan ketaatan yang dilakukan oleh seseorang tidak berguna bagi Allah. Siapa berbuat baik, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri.﴾ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٍ حَفِيظٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu." (58) ﴾ وَلَمَّا جَآءَ أَمۡرُنَا ﴿ "Dan tatkala datang azab Kami", dengan diki-rimnya angin yang kencang yang tidak berhembus kepada sesuatu melainkan ia menjadikannya seperti debu,﴾ نَجَّيۡنَا هُودٗا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥ بِرَحۡمَةٖ مِّنَّا وَنَجَّيۡنَٰهُم مِّنۡ عَذَابٍ غَلِيظٖ ﴿ "Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami, dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat." Yang keras lagi berat yang diturun-kan oleh Allah kepada 'Ad sehingga mereka pada waktu pagi tidak terlihat kecuali tempat tinggal mereka. (59) ﴾ وَتِلۡكَ عَادٞۖ ﴿ "Dan itulah (kisah) kaum 'Ad", yang mana Allah menimpakan azab kepada mereka karena kezhaliman mereka, ka-rena mereka ﴾ جَحَدُواْ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمۡ ﴿ "mengingkari tanda-tanda kekuasaan Rabb mereka." Oleh karena itu, mereka berkata kepada Hud, "Kamu tidak datang kepada kami dengan membawa bukti." Jelaslah dengan ini bahwa sebenarnya mereka itu meyakini dakwahnya, hanya saja mereka menentang dan mengingkarinya, ﴾ وَعَصَوۡاْ رُسُلَهُۥ ﴿ "dan mendur-hakai rasul-rasul Allah", karena barangsiapa yang mendurhakai rasul, maka dia mendurhakai semua rasul, hal itu karena dakwah mereka adalah sama. ﴾ وَٱتَّبَعُوٓاْ أَمۡرَ كُلِّ جَبَّارٍ ﴿ "Dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang," yang menguasai hamba Allah dengan kezhaliman ﴾ عَنِيدٖ ﴿ "yang menentang (kebenaran)" yakni ayat-ayat Allah, mereka mendurhakai semua orang yang memberi na-sihat dan menyayangi mereka, dan mereka menuruti penipu yang hendak mencelakakan mereka, maka tidak heran kalau Allah mem-binasakan mereka. (60) ﴾ وَأُتۡبِعُواْ فِي هَٰذِهِ ٱلدُّنۡيَا لَعۡنَةٗ ﴿ "Dan mereka selalu diikuti dengan kutu-kan di dunia ini", di setiap waktu dan pada semua generasi. Sungguh cerita mereka yang buruk dan berita mereka yang jelek selalu dise-but-sebut dengan celaan dan cibiran. ﴾ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۗ ﴿ "Dan (begitu pula) di Hari Kiamat." Mereka mendapatkan laknat pula. ﴾ أَلَآ إِنَّ عَادٗا كَفَرُواْ رَبَّهُمۡۗ ﴿ "Ingatlah, sesungguhnya kaum 'Ad itu kafir kepada Rabb mereka." Yakni mengingkari Penciptanya, Pemberi rizkinya dan Pemberi nikmat-nya. ﴾ أَلَا بُعۡدٗا لِّعَادٖ قَوۡمِ هُودٖ ﴿ "Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum 'Ad, (yaitu) kaum Hud itu." Maksudnya, semoga Allah menjauhkan mereka dari kebaikan dan mendekatkan kepada keburukan.

Hud 11:54

"Dan kepada kaum 'Ad (Kami utus) saudara mereka Hud. Ia berkata, 'Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada ba-gimu Ilah selain Dia. Tidaklah kamu melainkan mengada-adakan saja. Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruan-ku ini. Tidaklah upahku melainkan dari Allah yang telah mencipta-kanku. Maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu lalu taubatlah kepadaNya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatan-mu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.' Kaum 'Ad berkata, 'Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu'." (Hud: 50-53) "Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sesem-bahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu." Hud menjawab, "Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku, dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, dari selainNya. Sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tang-guh kepadaku." (Hud: 54-55). "Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah, Rabbku dan Rabbmu. Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Rabbku di atas jalan yang lurus. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk menyampaikan)nya kepadamu. Dan Rabbku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu; dan kamu tidak dapat memu-daratNya sedikit pun. Sesungguhnya Rabbku Maha Pemelihara segala sesuatu." (Hud: 56-57). "Dan tatkala datang azab Kami, maka Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami; dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat. Dan itulah (kisah) kaum 'Ad yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Rabb mereka, dan mendurhakai rasul-rasul Allah dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menentang (kebenaran). Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan (begitu pula) di Hari Kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum 'Ad itu kafir kepada Rabb mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum 'Ad, (yaitu) kaum Hud itu." (Hud: 58-60). (50) Maksudnya, (وَ) "dan", Kami utus, ﴾ إِلَىٰ عَادٍ ﴿ "kepada kaum 'Ad." Mereka adalah suku yang terkenal yang tinggal di negeri Ahqaf di daerah Yaman ﴾ أَخَاهُمۡ ﴿ "saudara mereka", dalam nasab ﴾ هُودٗاۚ ﴿ "Hud", agar mereka bisa mengambil darinya dan mengetahui ke-benarannya. Dia berkata kepada kaumnya, ﴾ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥٓۖ إِنۡ أَنتُمۡ إِلَّا مُفۡتَرُونَ ﴿ "Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu tuhan selain Dia. Tidaklah kamu melainkan mengada-adakan saja." Maksudnya, dia memerintahkan kaumnya agar beribadah hanya kepada Allah dan melarang mereka dari ibadah kepada selain Allah yang mereka lakukan selama ini. Dia mengabarkan kepada mereka bahwa mereka telah berbuat dusta terhadap Allah dalam urusan beribadah kepada selainNya dan pembolehan mereka terhadap hal itu dan dia men-jelaskan kepada mereka kewajiban beribadah kepada Allah dan kebatilan beribadah kepada selainNya. (51) Kemudian Hud menyebutkan tidak adanya penghalang bagi mereka untuk patuh kepadanya, ﴾ يَٰقَوۡمِ لَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ أَجۡرًاۖ ﴿ "Hai kaum-ku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini." Yakni bayaran dari hartamu atas ajakanku yang akibatnya kamu akan berkata bahwa orang ini hendak mengambil harta kami. Aku berdakwah dan mengajar cuma-cuma. ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَى ٱلَّذِي فَطَرَنِيٓۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ ﴿ "Tidaklah upahku melainkan dari Allah yang telah menciptakanku, maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?" Sesuatu yang aku dakwahkan kepadamu, yang harus diterima. Berpikir adalah penghilang suatu penghalang dari penolakan terhadap dakwah. (52) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ ٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ ﴿ "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu", terhadap dosa-dosamu yang telah berlalu. ﴾ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِ ﴿ "Lalu bertaubatlah kepadaNya", terhadap dosa-dosamu yang akan datang dengan taubat yang nasuha dan inabah (kembali) kepada Allah, karena jika kamu melakukan itu, ﴾ يُرۡسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيۡكُم مِّدۡرَارٗا ﴿ "niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu", dengan banyaknya hujan yang membuat bumi subur dan menghasilkan banyak ke-baikan. ﴾ وَيَزِدۡكُمۡ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمۡ ﴿ "Dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu", karena mereka termasuk orang-orang yang kuat. Oleh karena itu, mereka berkata, "Siapakah yang lebih kuat dari kami." Hud menjanjikan kepada mereka bahwa jika mereka beriman, maka Allah akan menambahkan kekuatan di atas kekuatan mereka. ﴾ وَلَا تَتَوَلَّوۡاْ ﴿ "Dan janganlah kamu berpaling", dari Rabbmu ﴾ مُجۡرِمِينَ ﴿ "de-ngan berbuat dosa", dengan menolak beribadah kepadaNya, berani melanggar larangan-laranganNya. (53) Mereka menjawab ucapan Hud, ﴾ يَٰهُودُ مَا جِئۡتَنَا بِبَيِّنَةٖ ﴿ "Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata", jika yang mereka maksud adalah bukti yang nyata yang mereka usul-kan, maka ini tidaklah lazim bagi kebenaran. Yang lazim adalah seorang nabi menghadirkan bukti yang nyata yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawanya. Jika maksud mereka adalah bahwa dia tidak membawakan bukti nyata yang menjadi saksi atas perkataannya sebagai suatu kebenaran, maka mereka telah berdusta dalam hal ini karena tiada seorang Nabi pun yang datang kepada kaumnya melainkan Allah pasti memberinya ayat-ayat mukjizat yang membuat orang beriman. Kalaupun dia tidak menghadirkan ayat-ayat kecuali ajakannya kepa-da mereka agar mengikhlaskan agama hanya kepada Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya, perintahnya kepada semua perbuatan baik dan perilaku yang terpuji, larangannya terhadap sifat-sifat tercela berupa menyekutukan Allah, perbuatan-perbuatan keji, per-buatan aniaya dan macam-macam kemungkaran disertai sifat-sifat yang dimiliki sendiri oleh Hud عليه السلام yang tidak dimiliki kecuali oleh orang-orang yang jujur lagi terpilih, niscaya cukuplah itu sebagai tanda dan bukti atas kebenarannya, bahkan orang-orang yang ber-akal dan ulil albab melihat bahwa tanda ini lebih besar daripada sekedar mukjizat yang dilihat oleh sebagian orang saja. Di antara tanda-tanda dan bukti-bukti yang menunjukkan atas kebenarannya adalah bahwa dia adalah satu orang, tanpa kawan dan pendukung sedangkan dia menyeru kepada kaumnya, memang-gil mereka, menantang mereka dan berkata kepada mereka, "Sesung-guhnya aku bertawakal kepada Allah, Rabbku dan Rabbmu." Mereka adalah musuh, pemegang kendali kekuasaan, mereka hendak memadamkan cahaya yang dibawanya dengan cara apa pun. Namun Hud tidak menghiraukan dan mempedulikan mereka. Dan mereka tidak mampu dan tidak kuasa sedikit pun menimpa-kan keburukan kepadanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal. Ucapan mereka, ﴾ وَمَا نَحۡنُ بِتَارِكِيٓ ءَالِهَتِنَا عَن قَوۡلِكَ ﴿ "Dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu." Maksudnya, kami tidak akan meninggalkan penyembahan terha-dap tuhan-tuhan kami hanya disebabkan oleh perkataanmu yang mana kamu tidak mendukungnya –menurut mereka– dengan bukti apa pun. ﴾ وَمَا نَحۡنُ لَكَ بِمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu." Ini adalah pemutusasaan dari mereka kepada Nabi mereka Hud عليه السلام terhadap kemungkinan mereka beriman, dan bahwa me-reka akan tetap tersesat di dalam kekufuran mereka. (54) ﴾ إِن نَّقُولُ ﴿ "Kami tidak mengatakan", t e n t a n g m u ﴾ إِلَّا ٱعۡتَرَىٰكَ بَعۡضُ ءَالِهَتِنَا بِسُوٓءٖۗ ﴿ "melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menim-pakan penyakit gila atas dirimu." Yakni kamu ditimpa kegilaan dan kerusakan akal, akibatnya kamu mengatakan apa yang tidak dime-ngerti. Mahasuci Allah yang mengunci mati hati orang-orang zhalim, bagaimana bisa mereka menjadikan orang paling jujur (dengan kebenaran yang paling benar) pada kedudukan ini di mana orang yang berakal merasa malu untuk menceritakannya dari mereka, kalau seandainya Allah tidak menceritakannya dari mereka? (55) Oleh karena itu, Hud menjelaskan bahwa dia benar-benar percaya diri bahwa dia tidak akan tertimpa kesulitan dari mereka dan dari sesembahan-sesembahan mereka, dia berkata,﴾ إِنِّيٓ أُشۡهِدُ ٱللَّهَ وَٱشۡهَدُوٓاْ أَنِّي بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُشۡرِكُونَ 54 مِن دُونِهِۦۖ فَكِيدُونِي جَمِيعٗا ﴿ "Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku, dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, dari selainNya. Sebab itu jalankan-lah tipu dayamu semuanya terhadapku." Yakni carilah kemudaratan untukku semuanya dengan segala cara yang bisa kamu lakukan, ﴾ ثُمَّ لَا تُنظِرُونِ ﴿ "dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku." (56) ﴾ إِنِّي تَوَكَّلۡتُ عَلَى ٱللَّهِ ﴿ "Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah." Aku bersandar kepada Allah dalam segala urusanku. ﴾ رَبِّي وَرَبِّكُمۚ ﴿ "Rabb-ku dan Rabbmu." Dia Pencipta semuanya, Pengatur kami dan kamu. Dia-lah yang mendidik kami. ﴾ مَّا مِن دَآبَّةٍ إِلَّا هُوَ ءَاخِذُۢ بِنَاصِيَتِهَآۚ ﴿ "Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya." Dia tidak diam dan tidak bergerak kecuali dengan izinNya, jika kamu semua bersepakat mencelakaiku sementara Allah tidak menguasa-kanmu atasku, niscaya kamu tidak akan mampu melakukannya. Jika Dia menguasakanmu, maka itu karena suatu hikmah yang di-inginkanNya. ﴾ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku di atas jalan yang lurus." Yakni di atas keadilan, hikmah dan pujian dalam kete-tapan, takdir, syariat, perintah, balasan, pahala dan azabNya. Per-buatan-perbuatanNya tidak keluar dari jalan yang lurus yang terpuji karenanya. (57) ﴾ فَإِن تَوَلَّوۡاْ ﴿ "Jika kamu berpaling", dari apa yang aku dak-wahkan kepadamu, ﴾ فَقَدۡ أَبۡلَغۡتُكُم مَّآ أُرۡسِلۡتُ بِهِۦٓ إِلَيۡكُمۡۚ ﴿ "maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk me-nyampaikan)nya kepadamu." Tidak ada lagi tanggung jawab atasku dalam urusanmu. ﴾ وَيَسۡتَخۡلِفُ رَبِّي قَوۡمًا غَيۡرَكُمۡ ﴿ "Dan Rabbku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu", yang menjalankan ibadah kepadaNya dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu. ﴾ وَلَا تَضُرُّونَهُۥ شَيۡـًٔاۚ ﴿ "Dan kamu tidak dapat memudaratNya sedikit pun." Karena muda-ratmu akan kembali kepada dirimu. Kemaksiatan yang dilakukan oleh seseorang tidak merugikan Allah dan ketaatan yang dilakukan oleh seseorang tidak berguna bagi Allah. Siapa berbuat baik, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri.﴾ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٍ حَفِيظٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu." (58) ﴾ وَلَمَّا جَآءَ أَمۡرُنَا ﴿ "Dan tatkala datang azab Kami", dengan diki-rimnya angin yang kencang yang tidak berhembus kepada sesuatu melainkan ia menjadikannya seperti debu,﴾ نَجَّيۡنَا هُودٗا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥ بِرَحۡمَةٖ مِّنَّا وَنَجَّيۡنَٰهُم مِّنۡ عَذَابٍ غَلِيظٖ ﴿ "Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami, dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat." Yang keras lagi berat yang diturun-kan oleh Allah kepada 'Ad sehingga mereka pada waktu pagi tidak terlihat kecuali tempat tinggal mereka. (59) ﴾ وَتِلۡكَ عَادٞۖ ﴿ "Dan itulah (kisah) kaum 'Ad", yang mana Allah menimpakan azab kepada mereka karena kezhaliman mereka, ka-rena mereka ﴾ جَحَدُواْ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمۡ ﴿ "mengingkari tanda-tanda kekuasaan Rabb mereka." Oleh karena itu, mereka berkata kepada Hud, "Kamu tidak datang kepada kami dengan membawa bukti." Jelaslah dengan ini bahwa sebenarnya mereka itu meyakini dakwahnya, hanya saja mereka menentang dan mengingkarinya, ﴾ وَعَصَوۡاْ رُسُلَهُۥ ﴿ "dan mendur-hakai rasul-rasul Allah", karena barangsiapa yang mendurhakai rasul, maka dia mendurhakai semua rasul, hal itu karena dakwah mereka adalah sama. ﴾ وَٱتَّبَعُوٓاْ أَمۡرَ كُلِّ جَبَّارٍ ﴿ "Dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang," yang menguasai hamba Allah dengan kezhaliman ﴾ عَنِيدٖ ﴿ "yang menentang (kebenaran)" yakni ayat-ayat Allah, mereka mendurhakai semua orang yang memberi na-sihat dan menyayangi mereka, dan mereka menuruti penipu yang hendak mencelakakan mereka, maka tidak heran kalau Allah mem-binasakan mereka. (60) ﴾ وَأُتۡبِعُواْ فِي هَٰذِهِ ٱلدُّنۡيَا لَعۡنَةٗ ﴿ "Dan mereka selalu diikuti dengan kutu-kan di dunia ini", di setiap waktu dan pada semua generasi. Sungguh cerita mereka yang buruk dan berita mereka yang jelek selalu dise-but-sebut dengan celaan dan cibiran. ﴾ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۗ ﴿ "Dan (begitu pula) di Hari Kiamat." Mereka mendapatkan laknat pula. ﴾ أَلَآ إِنَّ عَادٗا كَفَرُواْ رَبَّهُمۡۗ ﴿ "Ingatlah, sesungguhnya kaum 'Ad itu kafir kepada Rabb mereka." Yakni mengingkari Penciptanya, Pemberi rizkinya dan Pemberi nikmat-nya. ﴾ أَلَا بُعۡدٗا لِّعَادٖ قَوۡمِ هُودٖ ﴿ "Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum 'Ad, (yaitu) kaum Hud itu." Maksudnya, semoga Allah menjauhkan mereka dari kebaikan dan mendekatkan kepada keburukan.

Hud 11:55

"Dan kepada kaum 'Ad (Kami utus) saudara mereka Hud. Ia berkata, 'Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada ba-gimu Ilah selain Dia. Tidaklah kamu melainkan mengada-adakan saja. Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruan-ku ini. Tidaklah upahku melainkan dari Allah yang telah mencipta-kanku. Maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu lalu taubatlah kepadaNya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatan-mu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.' Kaum 'Ad berkata, 'Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu'." (Hud: 50-53) "Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sesem-bahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu." Hud menjawab, "Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku, dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, dari selainNya. Sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tang-guh kepadaku." (Hud: 54-55). "Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah, Rabbku dan Rabbmu. Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Rabbku di atas jalan yang lurus. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk menyampaikan)nya kepadamu. Dan Rabbku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu; dan kamu tidak dapat memu-daratNya sedikit pun. Sesungguhnya Rabbku Maha Pemelihara segala sesuatu." (Hud: 56-57). "Dan tatkala datang azab Kami, maka Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami; dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat. Dan itulah (kisah) kaum 'Ad yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Rabb mereka, dan mendurhakai rasul-rasul Allah dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menentang (kebenaran). Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan (begitu pula) di Hari Kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum 'Ad itu kafir kepada Rabb mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum 'Ad, (yaitu) kaum Hud itu." (Hud: 58-60). (50) Maksudnya, (وَ) "dan", Kami utus, ﴾ إِلَىٰ عَادٍ ﴿ "kepada kaum 'Ad." Mereka adalah suku yang terkenal yang tinggal di negeri Ahqaf di daerah Yaman ﴾ أَخَاهُمۡ ﴿ "saudara mereka", dalam nasab ﴾ هُودٗاۚ ﴿ "Hud", agar mereka bisa mengambil darinya dan mengetahui ke-benarannya. Dia berkata kepada kaumnya, ﴾ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥٓۖ إِنۡ أَنتُمۡ إِلَّا مُفۡتَرُونَ ﴿ "Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu tuhan selain Dia. Tidaklah kamu melainkan mengada-adakan saja." Maksudnya, dia memerintahkan kaumnya agar beribadah hanya kepada Allah dan melarang mereka dari ibadah kepada selain Allah yang mereka lakukan selama ini. Dia mengabarkan kepada mereka bahwa mereka telah berbuat dusta terhadap Allah dalam urusan beribadah kepada selainNya dan pembolehan mereka terhadap hal itu dan dia men-jelaskan kepada mereka kewajiban beribadah kepada Allah dan kebatilan beribadah kepada selainNya. (51) Kemudian Hud menyebutkan tidak adanya penghalang bagi mereka untuk patuh kepadanya, ﴾ يَٰقَوۡمِ لَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ أَجۡرًاۖ ﴿ "Hai kaum-ku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini." Yakni bayaran dari hartamu atas ajakanku yang akibatnya kamu akan berkata bahwa orang ini hendak mengambil harta kami. Aku berdakwah dan mengajar cuma-cuma. ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَى ٱلَّذِي فَطَرَنِيٓۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ ﴿ "Tidaklah upahku melainkan dari Allah yang telah menciptakanku, maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?" Sesuatu yang aku dakwahkan kepadamu, yang harus diterima. Berpikir adalah penghilang suatu penghalang dari penolakan terhadap dakwah. (52) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ ٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ ﴿ "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu", terhadap dosa-dosamu yang telah berlalu. ﴾ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِ ﴿ "Lalu bertaubatlah kepadaNya", terhadap dosa-dosamu yang akan datang dengan taubat yang nasuha dan inabah (kembali) kepada Allah, karena jika kamu melakukan itu, ﴾ يُرۡسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيۡكُم مِّدۡرَارٗا ﴿ "niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu", dengan banyaknya hujan yang membuat bumi subur dan menghasilkan banyak ke-baikan. ﴾ وَيَزِدۡكُمۡ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمۡ ﴿ "Dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu", karena mereka termasuk orang-orang yang kuat. Oleh karena itu, mereka berkata, "Siapakah yang lebih kuat dari kami." Hud menjanjikan kepada mereka bahwa jika mereka beriman, maka Allah akan menambahkan kekuatan di atas kekuatan mereka. ﴾ وَلَا تَتَوَلَّوۡاْ ﴿ "Dan janganlah kamu berpaling", dari Rabbmu ﴾ مُجۡرِمِينَ ﴿ "de-ngan berbuat dosa", dengan menolak beribadah kepadaNya, berani melanggar larangan-laranganNya. (53) Mereka menjawab ucapan Hud, ﴾ يَٰهُودُ مَا جِئۡتَنَا بِبَيِّنَةٖ ﴿ "Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata", jika yang mereka maksud adalah bukti yang nyata yang mereka usul-kan, maka ini tidaklah lazim bagi kebenaran. Yang lazim adalah seorang nabi menghadirkan bukti yang nyata yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawanya. Jika maksud mereka adalah bahwa dia tidak membawakan bukti nyata yang menjadi saksi atas perkataannya sebagai suatu kebenaran, maka mereka telah berdusta dalam hal ini karena tiada seorang Nabi pun yang datang kepada kaumnya melainkan Allah pasti memberinya ayat-ayat mukjizat yang membuat orang beriman. Kalaupun dia tidak menghadirkan ayat-ayat kecuali ajakannya kepa-da mereka agar mengikhlaskan agama hanya kepada Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya, perintahnya kepada semua perbuatan baik dan perilaku yang terpuji, larangannya terhadap sifat-sifat tercela berupa menyekutukan Allah, perbuatan-perbuatan keji, per-buatan aniaya dan macam-macam kemungkaran disertai sifat-sifat yang dimiliki sendiri oleh Hud عليه السلام yang tidak dimiliki kecuali oleh orang-orang yang jujur lagi terpilih, niscaya cukuplah itu sebagai tanda dan bukti atas kebenarannya, bahkan orang-orang yang ber-akal dan ulil albab melihat bahwa tanda ini lebih besar daripada sekedar mukjizat yang dilihat oleh sebagian orang saja. Di antara tanda-tanda dan bukti-bukti yang menunjukkan atas kebenarannya adalah bahwa dia adalah satu orang, tanpa kawan dan pendukung sedangkan dia menyeru kepada kaumnya, memang-gil mereka, menantang mereka dan berkata kepada mereka, "Sesung-guhnya aku bertawakal kepada Allah, Rabbku dan Rabbmu." Mereka adalah musuh, pemegang kendali kekuasaan, mereka hendak memadamkan cahaya yang dibawanya dengan cara apa pun. Namun Hud tidak menghiraukan dan mempedulikan mereka. Dan mereka tidak mampu dan tidak kuasa sedikit pun menimpa-kan keburukan kepadanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal. Ucapan mereka, ﴾ وَمَا نَحۡنُ بِتَارِكِيٓ ءَالِهَتِنَا عَن قَوۡلِكَ ﴿ "Dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu." Maksudnya, kami tidak akan meninggalkan penyembahan terha-dap tuhan-tuhan kami hanya disebabkan oleh perkataanmu yang mana kamu tidak mendukungnya –menurut mereka– dengan bukti apa pun. ﴾ وَمَا نَحۡنُ لَكَ بِمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu." Ini adalah pemutusasaan dari mereka kepada Nabi mereka Hud عليه السلام terhadap kemungkinan mereka beriman, dan bahwa me-reka akan tetap tersesat di dalam kekufuran mereka. (54) ﴾ إِن نَّقُولُ ﴿ "Kami tidak mengatakan", t e n t a n g m u ﴾ إِلَّا ٱعۡتَرَىٰكَ بَعۡضُ ءَالِهَتِنَا بِسُوٓءٖۗ ﴿ "melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menim-pakan penyakit gila atas dirimu." Yakni kamu ditimpa kegilaan dan kerusakan akal, akibatnya kamu mengatakan apa yang tidak dime-ngerti. Mahasuci Allah yang mengunci mati hati orang-orang zhalim, bagaimana bisa mereka menjadikan orang paling jujur (dengan kebenaran yang paling benar) pada kedudukan ini di mana orang yang berakal merasa malu untuk menceritakannya dari mereka, kalau seandainya Allah tidak menceritakannya dari mereka? (55) Oleh karena itu, Hud menjelaskan bahwa dia benar-benar percaya diri bahwa dia tidak akan tertimpa kesulitan dari mereka dan dari sesembahan-sesembahan mereka, dia berkata,﴾ إِنِّيٓ أُشۡهِدُ ٱللَّهَ وَٱشۡهَدُوٓاْ أَنِّي بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُشۡرِكُونَ 54 مِن دُونِهِۦۖ فَكِيدُونِي جَمِيعٗا ﴿ "Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku, dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, dari selainNya. Sebab itu jalankan-lah tipu dayamu semuanya terhadapku." Yakni carilah kemudaratan untukku semuanya dengan segala cara yang bisa kamu lakukan, ﴾ ثُمَّ لَا تُنظِرُونِ ﴿ "dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku." (56) ﴾ إِنِّي تَوَكَّلۡتُ عَلَى ٱللَّهِ ﴿ "Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah." Aku bersandar kepada Allah dalam segala urusanku. ﴾ رَبِّي وَرَبِّكُمۚ ﴿ "Rabb-ku dan Rabbmu." Dia Pencipta semuanya, Pengatur kami dan kamu. Dia-lah yang mendidik kami. ﴾ مَّا مِن دَآبَّةٍ إِلَّا هُوَ ءَاخِذُۢ بِنَاصِيَتِهَآۚ ﴿ "Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya." Dia tidak diam dan tidak bergerak kecuali dengan izinNya, jika kamu semua bersepakat mencelakaiku sementara Allah tidak menguasa-kanmu atasku, niscaya kamu tidak akan mampu melakukannya. Jika Dia menguasakanmu, maka itu karena suatu hikmah yang di-inginkanNya. ﴾ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku di atas jalan yang lurus." Yakni di atas keadilan, hikmah dan pujian dalam kete-tapan, takdir, syariat, perintah, balasan, pahala dan azabNya. Per-buatan-perbuatanNya tidak keluar dari jalan yang lurus yang terpuji karenanya. (57) ﴾ فَإِن تَوَلَّوۡاْ ﴿ "Jika kamu berpaling", dari apa yang aku dak-wahkan kepadamu, ﴾ فَقَدۡ أَبۡلَغۡتُكُم مَّآ أُرۡسِلۡتُ بِهِۦٓ إِلَيۡكُمۡۚ ﴿ "maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk me-nyampaikan)nya kepadamu." Tidak ada lagi tanggung jawab atasku dalam urusanmu. ﴾ وَيَسۡتَخۡلِفُ رَبِّي قَوۡمًا غَيۡرَكُمۡ ﴿ "Dan Rabbku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu", yang menjalankan ibadah kepadaNya dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu. ﴾ وَلَا تَضُرُّونَهُۥ شَيۡـًٔاۚ ﴿ "Dan kamu tidak dapat memudaratNya sedikit pun." Karena muda-ratmu akan kembali kepada dirimu. Kemaksiatan yang dilakukan oleh seseorang tidak merugikan Allah dan ketaatan yang dilakukan oleh seseorang tidak berguna bagi Allah. Siapa berbuat baik, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri.﴾ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٍ حَفِيظٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu." (58) ﴾ وَلَمَّا جَآءَ أَمۡرُنَا ﴿ "Dan tatkala datang azab Kami", dengan diki-rimnya angin yang kencang yang tidak berhembus kepada sesuatu melainkan ia menjadikannya seperti debu,﴾ نَجَّيۡنَا هُودٗا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥ بِرَحۡمَةٖ مِّنَّا وَنَجَّيۡنَٰهُم مِّنۡ عَذَابٍ غَلِيظٖ ﴿ "Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami, dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat." Yang keras lagi berat yang diturun-kan oleh Allah kepada 'Ad sehingga mereka pada waktu pagi tidak terlihat kecuali tempat tinggal mereka. (59) ﴾ وَتِلۡكَ عَادٞۖ ﴿ "Dan itulah (kisah) kaum 'Ad", yang mana Allah menimpakan azab kepada mereka karena kezhaliman mereka, ka-rena mereka ﴾ جَحَدُواْ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمۡ ﴿ "mengingkari tanda-tanda kekuasaan Rabb mereka." Oleh karena itu, mereka berkata kepada Hud, "Kamu tidak datang kepada kami dengan membawa bukti." Jelaslah dengan ini bahwa sebenarnya mereka itu meyakini dakwahnya, hanya saja mereka menentang dan mengingkarinya, ﴾ وَعَصَوۡاْ رُسُلَهُۥ ﴿ "dan mendur-hakai rasul-rasul Allah", karena barangsiapa yang mendurhakai rasul, maka dia mendurhakai semua rasul, hal itu karena dakwah mereka adalah sama. ﴾ وَٱتَّبَعُوٓاْ أَمۡرَ كُلِّ جَبَّارٍ ﴿ "Dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang," yang menguasai hamba Allah dengan kezhaliman ﴾ عَنِيدٖ ﴿ "yang menentang (kebenaran)" yakni ayat-ayat Allah, mereka mendurhakai semua orang yang memberi na-sihat dan menyayangi mereka, dan mereka menuruti penipu yang hendak mencelakakan mereka, maka tidak heran kalau Allah mem-binasakan mereka. (60) ﴾ وَأُتۡبِعُواْ فِي هَٰذِهِ ٱلدُّنۡيَا لَعۡنَةٗ ﴿ "Dan mereka selalu diikuti dengan kutu-kan di dunia ini", di setiap waktu dan pada semua generasi. Sungguh cerita mereka yang buruk dan berita mereka yang jelek selalu dise-but-sebut dengan celaan dan cibiran. ﴾ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۗ ﴿ "Dan (begitu pula) di Hari Kiamat." Mereka mendapatkan laknat pula. ﴾ أَلَآ إِنَّ عَادٗا كَفَرُواْ رَبَّهُمۡۗ ﴿ "Ingatlah, sesungguhnya kaum 'Ad itu kafir kepada Rabb mereka." Yakni mengingkari Penciptanya, Pemberi rizkinya dan Pemberi nikmat-nya. ﴾ أَلَا بُعۡدٗا لِّعَادٖ قَوۡمِ هُودٖ ﴿ "Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum 'Ad, (yaitu) kaum Hud itu." Maksudnya, semoga Allah menjauhkan mereka dari kebaikan dan mendekatkan kepada keburukan.

Hud 11:56

"Dan kepada kaum 'Ad (Kami utus) saudara mereka Hud. Ia berkata, 'Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada ba-gimu Ilah selain Dia. Tidaklah kamu melainkan mengada-adakan saja. Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruan-ku ini. Tidaklah upahku melainkan dari Allah yang telah mencipta-kanku. Maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu lalu taubatlah kepadaNya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatan-mu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.' Kaum 'Ad berkata, 'Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu'." (Hud: 50-53) "Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sesem-bahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu." Hud menjawab, "Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku, dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, dari selainNya. Sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tang-guh kepadaku." (Hud: 54-55). "Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah, Rabbku dan Rabbmu. Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Rabbku di atas jalan yang lurus. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk menyampaikan)nya kepadamu. Dan Rabbku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu; dan kamu tidak dapat memu-daratNya sedikit pun. Sesungguhnya Rabbku Maha Pemelihara segala sesuatu." (Hud: 56-57). "Dan tatkala datang azab Kami, maka Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami; dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat. Dan itulah (kisah) kaum 'Ad yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Rabb mereka, dan mendurhakai rasul-rasul Allah dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menentang (kebenaran). Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan (begitu pula) di Hari Kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum 'Ad itu kafir kepada Rabb mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum 'Ad, (yaitu) kaum Hud itu." (Hud: 58-60). (50) Maksudnya, (وَ) "dan", Kami utus, ﴾ إِلَىٰ عَادٍ ﴿ "kepada kaum 'Ad." Mereka adalah suku yang terkenal yang tinggal di negeri Ahqaf di daerah Yaman ﴾ أَخَاهُمۡ ﴿ "saudara mereka", dalam nasab ﴾ هُودٗاۚ ﴿ "Hud", agar mereka bisa mengambil darinya dan mengetahui ke-benarannya. Dia berkata kepada kaumnya, ﴾ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥٓۖ إِنۡ أَنتُمۡ إِلَّا مُفۡتَرُونَ ﴿ "Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu tuhan selain Dia. Tidaklah kamu melainkan mengada-adakan saja." Maksudnya, dia memerintahkan kaumnya agar beribadah hanya kepada Allah dan melarang mereka dari ibadah kepada selain Allah yang mereka lakukan selama ini. Dia mengabarkan kepada mereka bahwa mereka telah berbuat dusta terhadap Allah dalam urusan beribadah kepada selainNya dan pembolehan mereka terhadap hal itu dan dia men-jelaskan kepada mereka kewajiban beribadah kepada Allah dan kebatilan beribadah kepada selainNya. (51) Kemudian Hud menyebutkan tidak adanya penghalang bagi mereka untuk patuh kepadanya, ﴾ يَٰقَوۡمِ لَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ أَجۡرًاۖ ﴿ "Hai kaum-ku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini." Yakni bayaran dari hartamu atas ajakanku yang akibatnya kamu akan berkata bahwa orang ini hendak mengambil harta kami. Aku berdakwah dan mengajar cuma-cuma. ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَى ٱلَّذِي فَطَرَنِيٓۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ ﴿ "Tidaklah upahku melainkan dari Allah yang telah menciptakanku, maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?" Sesuatu yang aku dakwahkan kepadamu, yang harus diterima. Berpikir adalah penghilang suatu penghalang dari penolakan terhadap dakwah. (52) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ ٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ ﴿ "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu", terhadap dosa-dosamu yang telah berlalu. ﴾ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِ ﴿ "Lalu bertaubatlah kepadaNya", terhadap dosa-dosamu yang akan datang dengan taubat yang nasuha dan inabah (kembali) kepada Allah, karena jika kamu melakukan itu, ﴾ يُرۡسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيۡكُم مِّدۡرَارٗا ﴿ "niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu", dengan banyaknya hujan yang membuat bumi subur dan menghasilkan banyak ke-baikan. ﴾ وَيَزِدۡكُمۡ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمۡ ﴿ "Dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu", karena mereka termasuk orang-orang yang kuat. Oleh karena itu, mereka berkata, "Siapakah yang lebih kuat dari kami." Hud menjanjikan kepada mereka bahwa jika mereka beriman, maka Allah akan menambahkan kekuatan di atas kekuatan mereka. ﴾ وَلَا تَتَوَلَّوۡاْ ﴿ "Dan janganlah kamu berpaling", dari Rabbmu ﴾ مُجۡرِمِينَ ﴿ "de-ngan berbuat dosa", dengan menolak beribadah kepadaNya, berani melanggar larangan-laranganNya. (53) Mereka menjawab ucapan Hud, ﴾ يَٰهُودُ مَا جِئۡتَنَا بِبَيِّنَةٖ ﴿ "Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata", jika yang mereka maksud adalah bukti yang nyata yang mereka usul-kan, maka ini tidaklah lazim bagi kebenaran. Yang lazim adalah seorang nabi menghadirkan bukti yang nyata yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawanya. Jika maksud mereka adalah bahwa dia tidak membawakan bukti nyata yang menjadi saksi atas perkataannya sebagai suatu kebenaran, maka mereka telah berdusta dalam hal ini karena tiada seorang Nabi pun yang datang kepada kaumnya melainkan Allah pasti memberinya ayat-ayat mukjizat yang membuat orang beriman. Kalaupun dia tidak menghadirkan ayat-ayat kecuali ajakannya kepa-da mereka agar mengikhlaskan agama hanya kepada Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya, perintahnya kepada semua perbuatan baik dan perilaku yang terpuji, larangannya terhadap sifat-sifat tercela berupa menyekutukan Allah, perbuatan-perbuatan keji, per-buatan aniaya dan macam-macam kemungkaran disertai sifat-sifat yang dimiliki sendiri oleh Hud عليه السلام yang tidak dimiliki kecuali oleh orang-orang yang jujur lagi terpilih, niscaya cukuplah itu sebagai tanda dan bukti atas kebenarannya, bahkan orang-orang yang ber-akal dan ulil albab melihat bahwa tanda ini lebih besar daripada sekedar mukjizat yang dilihat oleh sebagian orang saja. Di antara tanda-tanda dan bukti-bukti yang menunjukkan atas kebenarannya adalah bahwa dia adalah satu orang, tanpa kawan dan pendukung sedangkan dia menyeru kepada kaumnya, memang-gil mereka, menantang mereka dan berkata kepada mereka, "Sesung-guhnya aku bertawakal kepada Allah, Rabbku dan Rabbmu." Mereka adalah musuh, pemegang kendali kekuasaan, mereka hendak memadamkan cahaya yang dibawanya dengan cara apa pun. Namun Hud tidak menghiraukan dan mempedulikan mereka. Dan mereka tidak mampu dan tidak kuasa sedikit pun menimpa-kan keburukan kepadanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal. Ucapan mereka, ﴾ وَمَا نَحۡنُ بِتَارِكِيٓ ءَالِهَتِنَا عَن قَوۡلِكَ ﴿ "Dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu." Maksudnya, kami tidak akan meninggalkan penyembahan terha-dap tuhan-tuhan kami hanya disebabkan oleh perkataanmu yang mana kamu tidak mendukungnya –menurut mereka– dengan bukti apa pun. ﴾ وَمَا نَحۡنُ لَكَ بِمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu." Ini adalah pemutusasaan dari mereka kepada Nabi mereka Hud عليه السلام terhadap kemungkinan mereka beriman, dan bahwa me-reka akan tetap tersesat di dalam kekufuran mereka. (54) ﴾ إِن نَّقُولُ ﴿ "Kami tidak mengatakan", t e n t a n g m u ﴾ إِلَّا ٱعۡتَرَىٰكَ بَعۡضُ ءَالِهَتِنَا بِسُوٓءٖۗ ﴿ "melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menim-pakan penyakit gila atas dirimu." Yakni kamu ditimpa kegilaan dan kerusakan akal, akibatnya kamu mengatakan apa yang tidak dime-ngerti. Mahasuci Allah yang mengunci mati hati orang-orang zhalim, bagaimana bisa mereka menjadikan orang paling jujur (dengan kebenaran yang paling benar) pada kedudukan ini di mana orang yang berakal merasa malu untuk menceritakannya dari mereka, kalau seandainya Allah tidak menceritakannya dari mereka? (55) Oleh karena itu, Hud menjelaskan bahwa dia benar-benar percaya diri bahwa dia tidak akan tertimpa kesulitan dari mereka dan dari sesembahan-sesembahan mereka, dia berkata,﴾ إِنِّيٓ أُشۡهِدُ ٱللَّهَ وَٱشۡهَدُوٓاْ أَنِّي بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُشۡرِكُونَ 54 مِن دُونِهِۦۖ فَكِيدُونِي جَمِيعٗا ﴿ "Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku, dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, dari selainNya. Sebab itu jalankan-lah tipu dayamu semuanya terhadapku." Yakni carilah kemudaratan untukku semuanya dengan segala cara yang bisa kamu lakukan, ﴾ ثُمَّ لَا تُنظِرُونِ ﴿ "dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku." (56) ﴾ إِنِّي تَوَكَّلۡتُ عَلَى ٱللَّهِ ﴿ "Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah." Aku bersandar kepada Allah dalam segala urusanku. ﴾ رَبِّي وَرَبِّكُمۚ ﴿ "Rabb-ku dan Rabbmu." Dia Pencipta semuanya, Pengatur kami dan kamu. Dia-lah yang mendidik kami. ﴾ مَّا مِن دَآبَّةٍ إِلَّا هُوَ ءَاخِذُۢ بِنَاصِيَتِهَآۚ ﴿ "Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya." Dia tidak diam dan tidak bergerak kecuali dengan izinNya, jika kamu semua bersepakat mencelakaiku sementara Allah tidak menguasa-kanmu atasku, niscaya kamu tidak akan mampu melakukannya. Jika Dia menguasakanmu, maka itu karena suatu hikmah yang di-inginkanNya. ﴾ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku di atas jalan yang lurus." Yakni di atas keadilan, hikmah dan pujian dalam kete-tapan, takdir, syariat, perintah, balasan, pahala dan azabNya. Per-buatan-perbuatanNya tidak keluar dari jalan yang lurus yang terpuji karenanya. (57) ﴾ فَإِن تَوَلَّوۡاْ ﴿ "Jika kamu berpaling", dari apa yang aku dak-wahkan kepadamu, ﴾ فَقَدۡ أَبۡلَغۡتُكُم مَّآ أُرۡسِلۡتُ بِهِۦٓ إِلَيۡكُمۡۚ ﴿ "maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk me-nyampaikan)nya kepadamu." Tidak ada lagi tanggung jawab atasku dalam urusanmu. ﴾ وَيَسۡتَخۡلِفُ رَبِّي قَوۡمًا غَيۡرَكُمۡ ﴿ "Dan Rabbku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu", yang menjalankan ibadah kepadaNya dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu. ﴾ وَلَا تَضُرُّونَهُۥ شَيۡـًٔاۚ ﴿ "Dan kamu tidak dapat memudaratNya sedikit pun." Karena muda-ratmu akan kembali kepada dirimu. Kemaksiatan yang dilakukan oleh seseorang tidak merugikan Allah dan ketaatan yang dilakukan oleh seseorang tidak berguna bagi Allah. Siapa berbuat baik, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri.﴾ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٍ حَفِيظٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu." (58) ﴾ وَلَمَّا جَآءَ أَمۡرُنَا ﴿ "Dan tatkala datang azab Kami", dengan diki-rimnya angin yang kencang yang tidak berhembus kepada sesuatu melainkan ia menjadikannya seperti debu,﴾ نَجَّيۡنَا هُودٗا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥ بِرَحۡمَةٖ مِّنَّا وَنَجَّيۡنَٰهُم مِّنۡ عَذَابٍ غَلِيظٖ ﴿ "Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami, dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat." Yang keras lagi berat yang diturun-kan oleh Allah kepada 'Ad sehingga mereka pada waktu pagi tidak terlihat kecuali tempat tinggal mereka. (59) ﴾ وَتِلۡكَ عَادٞۖ ﴿ "Dan itulah (kisah) kaum 'Ad", yang mana Allah menimpakan azab kepada mereka karena kezhaliman mereka, ka-rena mereka ﴾ جَحَدُواْ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمۡ ﴿ "mengingkari tanda-tanda kekuasaan Rabb mereka." Oleh karena itu, mereka berkata kepada Hud, "Kamu tidak datang kepada kami dengan membawa bukti." Jelaslah dengan ini bahwa sebenarnya mereka itu meyakini dakwahnya, hanya saja mereka menentang dan mengingkarinya, ﴾ وَعَصَوۡاْ رُسُلَهُۥ ﴿ "dan mendur-hakai rasul-rasul Allah", karena barangsiapa yang mendurhakai rasul, maka dia mendurhakai semua rasul, hal itu karena dakwah mereka adalah sama. ﴾ وَٱتَّبَعُوٓاْ أَمۡرَ كُلِّ جَبَّارٍ ﴿ "Dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang," yang menguasai hamba Allah dengan kezhaliman ﴾ عَنِيدٖ ﴿ "yang menentang (kebenaran)" yakni ayat-ayat Allah, mereka mendurhakai semua orang yang memberi na-sihat dan menyayangi mereka, dan mereka menuruti penipu yang hendak mencelakakan mereka, maka tidak heran kalau Allah mem-binasakan mereka. (60) ﴾ وَأُتۡبِعُواْ فِي هَٰذِهِ ٱلدُّنۡيَا لَعۡنَةٗ ﴿ "Dan mereka selalu diikuti dengan kutu-kan di dunia ini", di setiap waktu dan pada semua generasi. Sungguh cerita mereka yang buruk dan berita mereka yang jelek selalu dise-but-sebut dengan celaan dan cibiran. ﴾ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۗ ﴿ "Dan (begitu pula) di Hari Kiamat." Mereka mendapatkan laknat pula. ﴾ أَلَآ إِنَّ عَادٗا كَفَرُواْ رَبَّهُمۡۗ ﴿ "Ingatlah, sesungguhnya kaum 'Ad itu kafir kepada Rabb mereka." Yakni mengingkari Penciptanya, Pemberi rizkinya dan Pemberi nikmat-nya. ﴾ أَلَا بُعۡدٗا لِّعَادٖ قَوۡمِ هُودٖ ﴿ "Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum 'Ad, (yaitu) kaum Hud itu." Maksudnya, semoga Allah menjauhkan mereka dari kebaikan dan mendekatkan kepada keburukan.

Hud 11:57

"Dan kepada kaum 'Ad (Kami utus) saudara mereka Hud. Ia berkata, 'Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada ba-gimu Ilah selain Dia. Tidaklah kamu melainkan mengada-adakan saja. Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruan-ku ini. Tidaklah upahku melainkan dari Allah yang telah mencipta-kanku. Maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu lalu taubatlah kepadaNya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatan-mu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.' Kaum 'Ad berkata, 'Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu'." (Hud: 50-53) "Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sesem-bahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu." Hud menjawab, "Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku, dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, dari selainNya. Sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tang-guh kepadaku." (Hud: 54-55). "Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah, Rabbku dan Rabbmu. Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Rabbku di atas jalan yang lurus. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk menyampaikan)nya kepadamu. Dan Rabbku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu; dan kamu tidak dapat memu-daratNya sedikit pun. Sesungguhnya Rabbku Maha Pemelihara segala sesuatu." (Hud: 56-57). "Dan tatkala datang azab Kami, maka Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami; dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat. Dan itulah (kisah) kaum 'Ad yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Rabb mereka, dan mendurhakai rasul-rasul Allah dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menentang (kebenaran). Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan (begitu pula) di Hari Kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum 'Ad itu kafir kepada Rabb mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum 'Ad, (yaitu) kaum Hud itu." (Hud: 58-60). (50) Maksudnya, (وَ) "dan", Kami utus, ﴾ إِلَىٰ عَادٍ ﴿ "kepada kaum 'Ad." Mereka adalah suku yang terkenal yang tinggal di negeri Ahqaf di daerah Yaman ﴾ أَخَاهُمۡ ﴿ "saudara mereka", dalam nasab ﴾ هُودٗاۚ ﴿ "Hud", agar mereka bisa mengambil darinya dan mengetahui ke-benarannya. Dia berkata kepada kaumnya, ﴾ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥٓۖ إِنۡ أَنتُمۡ إِلَّا مُفۡتَرُونَ ﴿ "Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu tuhan selain Dia. Tidaklah kamu melainkan mengada-adakan saja." Maksudnya, dia memerintahkan kaumnya agar beribadah hanya kepada Allah dan melarang mereka dari ibadah kepada selain Allah yang mereka lakukan selama ini. Dia mengabarkan kepada mereka bahwa mereka telah berbuat dusta terhadap Allah dalam urusan beribadah kepada selainNya dan pembolehan mereka terhadap hal itu dan dia men-jelaskan kepada mereka kewajiban beribadah kepada Allah dan kebatilan beribadah kepada selainNya. (51) Kemudian Hud menyebutkan tidak adanya penghalang bagi mereka untuk patuh kepadanya, ﴾ يَٰقَوۡمِ لَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ أَجۡرًاۖ ﴿ "Hai kaum-ku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini." Yakni bayaran dari hartamu atas ajakanku yang akibatnya kamu akan berkata bahwa orang ini hendak mengambil harta kami. Aku berdakwah dan mengajar cuma-cuma. ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَى ٱلَّذِي فَطَرَنِيٓۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ ﴿ "Tidaklah upahku melainkan dari Allah yang telah menciptakanku, maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?" Sesuatu yang aku dakwahkan kepadamu, yang harus diterima. Berpikir adalah penghilang suatu penghalang dari penolakan terhadap dakwah. (52) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ ٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ ﴿ "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu", terhadap dosa-dosamu yang telah berlalu. ﴾ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِ ﴿ "Lalu bertaubatlah kepadaNya", terhadap dosa-dosamu yang akan datang dengan taubat yang nasuha dan inabah (kembali) kepada Allah, karena jika kamu melakukan itu, ﴾ يُرۡسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيۡكُم مِّدۡرَارٗا ﴿ "niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu", dengan banyaknya hujan yang membuat bumi subur dan menghasilkan banyak ke-baikan. ﴾ وَيَزِدۡكُمۡ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمۡ ﴿ "Dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu", karena mereka termasuk orang-orang yang kuat. Oleh karena itu, mereka berkata, "Siapakah yang lebih kuat dari kami." Hud menjanjikan kepada mereka bahwa jika mereka beriman, maka Allah akan menambahkan kekuatan di atas kekuatan mereka. ﴾ وَلَا تَتَوَلَّوۡاْ ﴿ "Dan janganlah kamu berpaling", dari Rabbmu ﴾ مُجۡرِمِينَ ﴿ "de-ngan berbuat dosa", dengan menolak beribadah kepadaNya, berani melanggar larangan-laranganNya. (53) Mereka menjawab ucapan Hud, ﴾ يَٰهُودُ مَا جِئۡتَنَا بِبَيِّنَةٖ ﴿ "Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata", jika yang mereka maksud adalah bukti yang nyata yang mereka usul-kan, maka ini tidaklah lazim bagi kebenaran. Yang lazim adalah seorang nabi menghadirkan bukti yang nyata yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawanya. Jika maksud mereka adalah bahwa dia tidak membawakan bukti nyata yang menjadi saksi atas perkataannya sebagai suatu kebenaran, maka mereka telah berdusta dalam hal ini karena tiada seorang Nabi pun yang datang kepada kaumnya melainkan Allah pasti memberinya ayat-ayat mukjizat yang membuat orang beriman. Kalaupun dia tidak menghadirkan ayat-ayat kecuali ajakannya kepa-da mereka agar mengikhlaskan agama hanya kepada Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya, perintahnya kepada semua perbuatan baik dan perilaku yang terpuji, larangannya terhadap sifat-sifat tercela berupa menyekutukan Allah, perbuatan-perbuatan keji, per-buatan aniaya dan macam-macam kemungkaran disertai sifat-sifat yang dimiliki sendiri oleh Hud عليه السلام yang tidak dimiliki kecuali oleh orang-orang yang jujur lagi terpilih, niscaya cukuplah itu sebagai tanda dan bukti atas kebenarannya, bahkan orang-orang yang ber-akal dan ulil albab melihat bahwa tanda ini lebih besar daripada sekedar mukjizat yang dilihat oleh sebagian orang saja. Di antara tanda-tanda dan bukti-bukti yang menunjukkan atas kebenarannya adalah bahwa dia adalah satu orang, tanpa kawan dan pendukung sedangkan dia menyeru kepada kaumnya, memang-gil mereka, menantang mereka dan berkata kepada mereka, "Sesung-guhnya aku bertawakal kepada Allah, Rabbku dan Rabbmu." Mereka adalah musuh, pemegang kendali kekuasaan, mereka hendak memadamkan cahaya yang dibawanya dengan cara apa pun. Namun Hud tidak menghiraukan dan mempedulikan mereka. Dan mereka tidak mampu dan tidak kuasa sedikit pun menimpa-kan keburukan kepadanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal. Ucapan mereka, ﴾ وَمَا نَحۡنُ بِتَارِكِيٓ ءَالِهَتِنَا عَن قَوۡلِكَ ﴿ "Dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu." Maksudnya, kami tidak akan meninggalkan penyembahan terha-dap tuhan-tuhan kami hanya disebabkan oleh perkataanmu yang mana kamu tidak mendukungnya –menurut mereka– dengan bukti apa pun. ﴾ وَمَا نَحۡنُ لَكَ بِمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu." Ini adalah pemutusasaan dari mereka kepada Nabi mereka Hud عليه السلام terhadap kemungkinan mereka beriman, dan bahwa me-reka akan tetap tersesat di dalam kekufuran mereka. (54) ﴾ إِن نَّقُولُ ﴿ "Kami tidak mengatakan", t e n t a n g m u ﴾ إِلَّا ٱعۡتَرَىٰكَ بَعۡضُ ءَالِهَتِنَا بِسُوٓءٖۗ ﴿ "melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menim-pakan penyakit gila atas dirimu." Yakni kamu ditimpa kegilaan dan kerusakan akal, akibatnya kamu mengatakan apa yang tidak dime-ngerti. Mahasuci Allah yang mengunci mati hati orang-orang zhalim, bagaimana bisa mereka menjadikan orang paling jujur (dengan kebenaran yang paling benar) pada kedudukan ini di mana orang yang berakal merasa malu untuk menceritakannya dari mereka, kalau seandainya Allah tidak menceritakannya dari mereka? (55) Oleh karena itu, Hud menjelaskan bahwa dia benar-benar percaya diri bahwa dia tidak akan tertimpa kesulitan dari mereka dan dari sesembahan-sesembahan mereka, dia berkata,﴾ إِنِّيٓ أُشۡهِدُ ٱللَّهَ وَٱشۡهَدُوٓاْ أَنِّي بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُشۡرِكُونَ 54 مِن دُونِهِۦۖ فَكِيدُونِي جَمِيعٗا ﴿ "Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku, dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, dari selainNya. Sebab itu jalankan-lah tipu dayamu semuanya terhadapku." Yakni carilah kemudaratan untukku semuanya dengan segala cara yang bisa kamu lakukan, ﴾ ثُمَّ لَا تُنظِرُونِ ﴿ "dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku." (56) ﴾ إِنِّي تَوَكَّلۡتُ عَلَى ٱللَّهِ ﴿ "Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah." Aku bersandar kepada Allah dalam segala urusanku. ﴾ رَبِّي وَرَبِّكُمۚ ﴿ "Rabb-ku dan Rabbmu." Dia Pencipta semuanya, Pengatur kami dan kamu. Dia-lah yang mendidik kami. ﴾ مَّا مِن دَآبَّةٍ إِلَّا هُوَ ءَاخِذُۢ بِنَاصِيَتِهَآۚ ﴿ "Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya." Dia tidak diam dan tidak bergerak kecuali dengan izinNya, jika kamu semua bersepakat mencelakaiku sementara Allah tidak menguasa-kanmu atasku, niscaya kamu tidak akan mampu melakukannya. Jika Dia menguasakanmu, maka itu karena suatu hikmah yang di-inginkanNya. ﴾ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku di atas jalan yang lurus." Yakni di atas keadilan, hikmah dan pujian dalam kete-tapan, takdir, syariat, perintah, balasan, pahala dan azabNya. Per-buatan-perbuatanNya tidak keluar dari jalan yang lurus yang terpuji karenanya. (57) ﴾ فَإِن تَوَلَّوۡاْ ﴿ "Jika kamu berpaling", dari apa yang aku dak-wahkan kepadamu, ﴾ فَقَدۡ أَبۡلَغۡتُكُم مَّآ أُرۡسِلۡتُ بِهِۦٓ إِلَيۡكُمۡۚ ﴿ "maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk me-nyampaikan)nya kepadamu." Tidak ada lagi tanggung jawab atasku dalam urusanmu. ﴾ وَيَسۡتَخۡلِفُ رَبِّي قَوۡمًا غَيۡرَكُمۡ ﴿ "Dan Rabbku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu", yang menjalankan ibadah kepadaNya dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu. ﴾ وَلَا تَضُرُّونَهُۥ شَيۡـًٔاۚ ﴿ "Dan kamu tidak dapat memudaratNya sedikit pun." Karena muda-ratmu akan kembali kepada dirimu. Kemaksiatan yang dilakukan oleh seseorang tidak merugikan Allah dan ketaatan yang dilakukan oleh seseorang tidak berguna bagi Allah. Siapa berbuat baik, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri.﴾ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٍ حَفِيظٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu." (58) ﴾ وَلَمَّا جَآءَ أَمۡرُنَا ﴿ "Dan tatkala datang azab Kami", dengan diki-rimnya angin yang kencang yang tidak berhembus kepada sesuatu melainkan ia menjadikannya seperti debu,﴾ نَجَّيۡنَا هُودٗا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥ بِرَحۡمَةٖ مِّنَّا وَنَجَّيۡنَٰهُم مِّنۡ عَذَابٍ غَلِيظٖ ﴿ "Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami, dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat." Yang keras lagi berat yang diturun-kan oleh Allah kepada 'Ad sehingga mereka pada waktu pagi tidak terlihat kecuali tempat tinggal mereka. (59) ﴾ وَتِلۡكَ عَادٞۖ ﴿ "Dan itulah (kisah) kaum 'Ad", yang mana Allah menimpakan azab kepada mereka karena kezhaliman mereka, ka-rena mereka ﴾ جَحَدُواْ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمۡ ﴿ "mengingkari tanda-tanda kekuasaan Rabb mereka." Oleh karena itu, mereka berkata kepada Hud, "Kamu tidak datang kepada kami dengan membawa bukti." Jelaslah dengan ini bahwa sebenarnya mereka itu meyakini dakwahnya, hanya saja mereka menentang dan mengingkarinya, ﴾ وَعَصَوۡاْ رُسُلَهُۥ ﴿ "dan mendur-hakai rasul-rasul Allah", karena barangsiapa yang mendurhakai rasul, maka dia mendurhakai semua rasul, hal itu karena dakwah mereka adalah sama. ﴾ وَٱتَّبَعُوٓاْ أَمۡرَ كُلِّ جَبَّارٍ ﴿ "Dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang," yang menguasai hamba Allah dengan kezhaliman ﴾ عَنِيدٖ ﴿ "yang menentang (kebenaran)" yakni ayat-ayat Allah, mereka mendurhakai semua orang yang memberi na-sihat dan menyayangi mereka, dan mereka menuruti penipu yang hendak mencelakakan mereka, maka tidak heran kalau Allah mem-binasakan mereka. (60) ﴾ وَأُتۡبِعُواْ فِي هَٰذِهِ ٱلدُّنۡيَا لَعۡنَةٗ ﴿ "Dan mereka selalu diikuti dengan kutu-kan di dunia ini", di setiap waktu dan pada semua generasi. Sungguh cerita mereka yang buruk dan berita mereka yang jelek selalu dise-but-sebut dengan celaan dan cibiran. ﴾ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۗ ﴿ "Dan (begitu pula) di Hari Kiamat." Mereka mendapatkan laknat pula. ﴾ أَلَآ إِنَّ عَادٗا كَفَرُواْ رَبَّهُمۡۗ ﴿ "Ingatlah, sesungguhnya kaum 'Ad itu kafir kepada Rabb mereka." Yakni mengingkari Penciptanya, Pemberi rizkinya dan Pemberi nikmat-nya. ﴾ أَلَا بُعۡدٗا لِّعَادٖ قَوۡمِ هُودٖ ﴿ "Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum 'Ad, (yaitu) kaum Hud itu." Maksudnya, semoga Allah menjauhkan mereka dari kebaikan dan mendekatkan kepada keburukan.

Hud 11:58

"Dan kepada kaum 'Ad (Kami utus) saudara mereka Hud. Ia berkata, 'Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada ba-gimu Ilah selain Dia. Tidaklah kamu melainkan mengada-adakan saja. Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruan-ku ini. Tidaklah upahku melainkan dari Allah yang telah mencipta-kanku. Maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu lalu taubatlah kepadaNya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatan-mu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.' Kaum 'Ad berkata, 'Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu'." (Hud: 50-53) "Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sesem-bahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu." Hud menjawab, "Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku, dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, dari selainNya. Sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tang-guh kepadaku." (Hud: 54-55). "Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah, Rabbku dan Rabbmu. Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Rabbku di atas jalan yang lurus. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk menyampaikan)nya kepadamu. Dan Rabbku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu; dan kamu tidak dapat memu-daratNya sedikit pun. Sesungguhnya Rabbku Maha Pemelihara segala sesuatu." (Hud: 56-57). "Dan tatkala datang azab Kami, maka Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami; dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat. Dan itulah (kisah) kaum 'Ad yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Rabb mereka, dan mendurhakai rasul-rasul Allah dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menentang (kebenaran). Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan (begitu pula) di Hari Kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum 'Ad itu kafir kepada Rabb mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum 'Ad, (yaitu) kaum Hud itu." (Hud: 58-60). (50) Maksudnya, (وَ) "dan", Kami utus, ﴾ إِلَىٰ عَادٍ ﴿ "kepada kaum 'Ad." Mereka adalah suku yang terkenal yang tinggal di negeri Ahqaf di daerah Yaman ﴾ أَخَاهُمۡ ﴿ "saudara mereka", dalam nasab ﴾ هُودٗاۚ ﴿ "Hud", agar mereka bisa mengambil darinya dan mengetahui ke-benarannya. Dia berkata kepada kaumnya, ﴾ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥٓۖ إِنۡ أَنتُمۡ إِلَّا مُفۡتَرُونَ ﴿ "Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu tuhan selain Dia. Tidaklah kamu melainkan mengada-adakan saja." Maksudnya, dia memerintahkan kaumnya agar beribadah hanya kepada Allah dan melarang mereka dari ibadah kepada selain Allah yang mereka lakukan selama ini. Dia mengabarkan kepada mereka bahwa mereka telah berbuat dusta terhadap Allah dalam urusan beribadah kepada selainNya dan pembolehan mereka terhadap hal itu dan dia men-jelaskan kepada mereka kewajiban beribadah kepada Allah dan kebatilan beribadah kepada selainNya. (51) Kemudian Hud menyebutkan tidak adanya penghalang bagi mereka untuk patuh kepadanya, ﴾ يَٰقَوۡمِ لَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ أَجۡرًاۖ ﴿ "Hai kaum-ku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini." Yakni bayaran dari hartamu atas ajakanku yang akibatnya kamu akan berkata bahwa orang ini hendak mengambil harta kami. Aku berdakwah dan mengajar cuma-cuma. ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَى ٱلَّذِي فَطَرَنِيٓۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ ﴿ "Tidaklah upahku melainkan dari Allah yang telah menciptakanku, maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?" Sesuatu yang aku dakwahkan kepadamu, yang harus diterima. Berpikir adalah penghilang suatu penghalang dari penolakan terhadap dakwah. (52) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ ٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ ﴿ "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu", terhadap dosa-dosamu yang telah berlalu. ﴾ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِ ﴿ "Lalu bertaubatlah kepadaNya", terhadap dosa-dosamu yang akan datang dengan taubat yang nasuha dan inabah (kembali) kepada Allah, karena jika kamu melakukan itu, ﴾ يُرۡسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيۡكُم مِّدۡرَارٗا ﴿ "niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu", dengan banyaknya hujan yang membuat bumi subur dan menghasilkan banyak ke-baikan. ﴾ وَيَزِدۡكُمۡ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمۡ ﴿ "Dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu", karena mereka termasuk orang-orang yang kuat. Oleh karena itu, mereka berkata, "Siapakah yang lebih kuat dari kami." Hud menjanjikan kepada mereka bahwa jika mereka beriman, maka Allah akan menambahkan kekuatan di atas kekuatan mereka. ﴾ وَلَا تَتَوَلَّوۡاْ ﴿ "Dan janganlah kamu berpaling", dari Rabbmu ﴾ مُجۡرِمِينَ ﴿ "de-ngan berbuat dosa", dengan menolak beribadah kepadaNya, berani melanggar larangan-laranganNya. (53) Mereka menjawab ucapan Hud, ﴾ يَٰهُودُ مَا جِئۡتَنَا بِبَيِّنَةٖ ﴿ "Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata", jika yang mereka maksud adalah bukti yang nyata yang mereka usul-kan, maka ini tidaklah lazim bagi kebenaran. Yang lazim adalah seorang nabi menghadirkan bukti yang nyata yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawanya. Jika maksud mereka adalah bahwa dia tidak membawakan bukti nyata yang menjadi saksi atas perkataannya sebagai suatu kebenaran, maka mereka telah berdusta dalam hal ini karena tiada seorang Nabi pun yang datang kepada kaumnya melainkan Allah pasti memberinya ayat-ayat mukjizat yang membuat orang beriman. Kalaupun dia tidak menghadirkan ayat-ayat kecuali ajakannya kepa-da mereka agar mengikhlaskan agama hanya kepada Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya, perintahnya kepada semua perbuatan baik dan perilaku yang terpuji, larangannya terhadap sifat-sifat tercela berupa menyekutukan Allah, perbuatan-perbuatan keji, per-buatan aniaya dan macam-macam kemungkaran disertai sifat-sifat yang dimiliki sendiri oleh Hud عليه السلام yang tidak dimiliki kecuali oleh orang-orang yang jujur lagi terpilih, niscaya cukuplah itu sebagai tanda dan bukti atas kebenarannya, bahkan orang-orang yang ber-akal dan ulil albab melihat bahwa tanda ini lebih besar daripada sekedar mukjizat yang dilihat oleh sebagian orang saja. Di antara tanda-tanda dan bukti-bukti yang menunjukkan atas kebenarannya adalah bahwa dia adalah satu orang, tanpa kawan dan pendukung sedangkan dia menyeru kepada kaumnya, memang-gil mereka, menantang mereka dan berkata kepada mereka, "Sesung-guhnya aku bertawakal kepada Allah, Rabbku dan Rabbmu." Mereka adalah musuh, pemegang kendali kekuasaan, mereka hendak memadamkan cahaya yang dibawanya dengan cara apa pun. Namun Hud tidak menghiraukan dan mempedulikan mereka. Dan mereka tidak mampu dan tidak kuasa sedikit pun menimpa-kan keburukan kepadanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal. Ucapan mereka, ﴾ وَمَا نَحۡنُ بِتَارِكِيٓ ءَالِهَتِنَا عَن قَوۡلِكَ ﴿ "Dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu." Maksudnya, kami tidak akan meninggalkan penyembahan terha-dap tuhan-tuhan kami hanya disebabkan oleh perkataanmu yang mana kamu tidak mendukungnya –menurut mereka– dengan bukti apa pun. ﴾ وَمَا نَحۡنُ لَكَ بِمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu." Ini adalah pemutusasaan dari mereka kepada Nabi mereka Hud عليه السلام terhadap kemungkinan mereka beriman, dan bahwa me-reka akan tetap tersesat di dalam kekufuran mereka. (54) ﴾ إِن نَّقُولُ ﴿ "Kami tidak mengatakan", t e n t a n g m u ﴾ إِلَّا ٱعۡتَرَىٰكَ بَعۡضُ ءَالِهَتِنَا بِسُوٓءٖۗ ﴿ "melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menim-pakan penyakit gila atas dirimu." Yakni kamu ditimpa kegilaan dan kerusakan akal, akibatnya kamu mengatakan apa yang tidak dime-ngerti. Mahasuci Allah yang mengunci mati hati orang-orang zhalim, bagaimana bisa mereka menjadikan orang paling jujur (dengan kebenaran yang paling benar) pada kedudukan ini di mana orang yang berakal merasa malu untuk menceritakannya dari mereka, kalau seandainya Allah tidak menceritakannya dari mereka? (55) Oleh karena itu, Hud menjelaskan bahwa dia benar-benar percaya diri bahwa dia tidak akan tertimpa kesulitan dari mereka dan dari sesembahan-sesembahan mereka, dia berkata,﴾ إِنِّيٓ أُشۡهِدُ ٱللَّهَ وَٱشۡهَدُوٓاْ أَنِّي بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُشۡرِكُونَ 54 مِن دُونِهِۦۖ فَكِيدُونِي جَمِيعٗا ﴿ "Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku, dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, dari selainNya. Sebab itu jalankan-lah tipu dayamu semuanya terhadapku." Yakni carilah kemudaratan untukku semuanya dengan segala cara yang bisa kamu lakukan, ﴾ ثُمَّ لَا تُنظِرُونِ ﴿ "dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku." (56) ﴾ إِنِّي تَوَكَّلۡتُ عَلَى ٱللَّهِ ﴿ "Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah." Aku bersandar kepada Allah dalam segala urusanku. ﴾ رَبِّي وَرَبِّكُمۚ ﴿ "Rabb-ku dan Rabbmu." Dia Pencipta semuanya, Pengatur kami dan kamu. Dia-lah yang mendidik kami. ﴾ مَّا مِن دَآبَّةٍ إِلَّا هُوَ ءَاخِذُۢ بِنَاصِيَتِهَآۚ ﴿ "Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya." Dia tidak diam dan tidak bergerak kecuali dengan izinNya, jika kamu semua bersepakat mencelakaiku sementara Allah tidak menguasa-kanmu atasku, niscaya kamu tidak akan mampu melakukannya. Jika Dia menguasakanmu, maka itu karena suatu hikmah yang di-inginkanNya. ﴾ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku di atas jalan yang lurus." Yakni di atas keadilan, hikmah dan pujian dalam kete-tapan, takdir, syariat, perintah, balasan, pahala dan azabNya. Per-buatan-perbuatanNya tidak keluar dari jalan yang lurus yang terpuji karenanya. (57) ﴾ فَإِن تَوَلَّوۡاْ ﴿ "Jika kamu berpaling", dari apa yang aku dak-wahkan kepadamu, ﴾ فَقَدۡ أَبۡلَغۡتُكُم مَّآ أُرۡسِلۡتُ بِهِۦٓ إِلَيۡكُمۡۚ ﴿ "maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk me-nyampaikan)nya kepadamu." Tidak ada lagi tanggung jawab atasku dalam urusanmu. ﴾ وَيَسۡتَخۡلِفُ رَبِّي قَوۡمًا غَيۡرَكُمۡ ﴿ "Dan Rabbku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu", yang menjalankan ibadah kepadaNya dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu. ﴾ وَلَا تَضُرُّونَهُۥ شَيۡـًٔاۚ ﴿ "Dan kamu tidak dapat memudaratNya sedikit pun." Karena muda-ratmu akan kembali kepada dirimu. Kemaksiatan yang dilakukan oleh seseorang tidak merugikan Allah dan ketaatan yang dilakukan oleh seseorang tidak berguna bagi Allah. Siapa berbuat baik, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri.﴾ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٍ حَفِيظٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu." (58) ﴾ وَلَمَّا جَآءَ أَمۡرُنَا ﴿ "Dan tatkala datang azab Kami", dengan diki-rimnya angin yang kencang yang tidak berhembus kepada sesuatu melainkan ia menjadikannya seperti debu,﴾ نَجَّيۡنَا هُودٗا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥ بِرَحۡمَةٖ مِّنَّا وَنَجَّيۡنَٰهُم مِّنۡ عَذَابٍ غَلِيظٖ ﴿ "Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami, dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat." Yang keras lagi berat yang diturun-kan oleh Allah kepada 'Ad sehingga mereka pada waktu pagi tidak terlihat kecuali tempat tinggal mereka. (59) ﴾ وَتِلۡكَ عَادٞۖ ﴿ "Dan itulah (kisah) kaum 'Ad", yang mana Allah menimpakan azab kepada mereka karena kezhaliman mereka, ka-rena mereka ﴾ جَحَدُواْ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمۡ ﴿ "mengingkari tanda-tanda kekuasaan Rabb mereka." Oleh karena itu, mereka berkata kepada Hud, "Kamu tidak datang kepada kami dengan membawa bukti." Jelaslah dengan ini bahwa sebenarnya mereka itu meyakini dakwahnya, hanya saja mereka menentang dan mengingkarinya, ﴾ وَعَصَوۡاْ رُسُلَهُۥ ﴿ "dan mendur-hakai rasul-rasul Allah", karena barangsiapa yang mendurhakai rasul, maka dia mendurhakai semua rasul, hal itu karena dakwah mereka adalah sama. ﴾ وَٱتَّبَعُوٓاْ أَمۡرَ كُلِّ جَبَّارٍ ﴿ "Dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang," yang menguasai hamba Allah dengan kezhaliman ﴾ عَنِيدٖ ﴿ "yang menentang (kebenaran)" yakni ayat-ayat Allah, mereka mendurhakai semua orang yang memberi na-sihat dan menyayangi mereka, dan mereka menuruti penipu yang hendak mencelakakan mereka, maka tidak heran kalau Allah mem-binasakan mereka. (60) ﴾ وَأُتۡبِعُواْ فِي هَٰذِهِ ٱلدُّنۡيَا لَعۡنَةٗ ﴿ "Dan mereka selalu diikuti dengan kutu-kan di dunia ini", di setiap waktu dan pada semua generasi. Sungguh cerita mereka yang buruk dan berita mereka yang jelek selalu dise-but-sebut dengan celaan dan cibiran. ﴾ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۗ ﴿ "Dan (begitu pula) di Hari Kiamat." Mereka mendapatkan laknat pula. ﴾ أَلَآ إِنَّ عَادٗا كَفَرُواْ رَبَّهُمۡۗ ﴿ "Ingatlah, sesungguhnya kaum 'Ad itu kafir kepada Rabb mereka." Yakni mengingkari Penciptanya, Pemberi rizkinya dan Pemberi nikmat-nya. ﴾ أَلَا بُعۡدٗا لِّعَادٖ قَوۡمِ هُودٖ ﴿ "Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum 'Ad, (yaitu) kaum Hud itu." Maksudnya, semoga Allah menjauhkan mereka dari kebaikan dan mendekatkan kepada keburukan.

Hud 11:59

"Dan kepada kaum 'Ad (Kami utus) saudara mereka Hud. Ia berkata, 'Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada ba-gimu Ilah selain Dia. Tidaklah kamu melainkan mengada-adakan saja. Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruan-ku ini. Tidaklah upahku melainkan dari Allah yang telah mencipta-kanku. Maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu lalu taubatlah kepadaNya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatan-mu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.' Kaum 'Ad berkata, 'Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu'." (Hud: 50-53) "Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sesem-bahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu." Hud menjawab, "Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku, dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, dari selainNya. Sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tang-guh kepadaku." (Hud: 54-55). "Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah, Rabbku dan Rabbmu. Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Rabbku di atas jalan yang lurus. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk menyampaikan)nya kepadamu. Dan Rabbku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu; dan kamu tidak dapat memu-daratNya sedikit pun. Sesungguhnya Rabbku Maha Pemelihara segala sesuatu." (Hud: 56-57). "Dan tatkala datang azab Kami, maka Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami; dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat. Dan itulah (kisah) kaum 'Ad yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Rabb mereka, dan mendurhakai rasul-rasul Allah dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menentang (kebenaran). Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan (begitu pula) di Hari Kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum 'Ad itu kafir kepada Rabb mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum 'Ad, (yaitu) kaum Hud itu." (Hud: 58-60). (50) Maksudnya, (وَ) "dan", Kami utus, ﴾ إِلَىٰ عَادٍ ﴿ "kepada kaum 'Ad." Mereka adalah suku yang terkenal yang tinggal di negeri Ahqaf di daerah Yaman ﴾ أَخَاهُمۡ ﴿ "saudara mereka", dalam nasab ﴾ هُودٗاۚ ﴿ "Hud", agar mereka bisa mengambil darinya dan mengetahui ke-benarannya. Dia berkata kepada kaumnya, ﴾ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥٓۖ إِنۡ أَنتُمۡ إِلَّا مُفۡتَرُونَ ﴿ "Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu tuhan selain Dia. Tidaklah kamu melainkan mengada-adakan saja." Maksudnya, dia memerintahkan kaumnya agar beribadah hanya kepada Allah dan melarang mereka dari ibadah kepada selain Allah yang mereka lakukan selama ini. Dia mengabarkan kepada mereka bahwa mereka telah berbuat dusta terhadap Allah dalam urusan beribadah kepada selainNya dan pembolehan mereka terhadap hal itu dan dia men-jelaskan kepada mereka kewajiban beribadah kepada Allah dan kebatilan beribadah kepada selainNya. (51) Kemudian Hud menyebutkan tidak adanya penghalang bagi mereka untuk patuh kepadanya, ﴾ يَٰقَوۡمِ لَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ أَجۡرًاۖ ﴿ "Hai kaum-ku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini." Yakni bayaran dari hartamu atas ajakanku yang akibatnya kamu akan berkata bahwa orang ini hendak mengambil harta kami. Aku berdakwah dan mengajar cuma-cuma. ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَى ٱلَّذِي فَطَرَنِيٓۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ ﴿ "Tidaklah upahku melainkan dari Allah yang telah menciptakanku, maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?" Sesuatu yang aku dakwahkan kepadamu, yang harus diterima. Berpikir adalah penghilang suatu penghalang dari penolakan terhadap dakwah. (52) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ ٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ ﴿ "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu", terhadap dosa-dosamu yang telah berlalu. ﴾ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِ ﴿ "Lalu bertaubatlah kepadaNya", terhadap dosa-dosamu yang akan datang dengan taubat yang nasuha dan inabah (kembali) kepada Allah, karena jika kamu melakukan itu, ﴾ يُرۡسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيۡكُم مِّدۡرَارٗا ﴿ "niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu", dengan banyaknya hujan yang membuat bumi subur dan menghasilkan banyak ke-baikan. ﴾ وَيَزِدۡكُمۡ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمۡ ﴿ "Dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu", karena mereka termasuk orang-orang yang kuat. Oleh karena itu, mereka berkata, "Siapakah yang lebih kuat dari kami." Hud menjanjikan kepada mereka bahwa jika mereka beriman, maka Allah akan menambahkan kekuatan di atas kekuatan mereka. ﴾ وَلَا تَتَوَلَّوۡاْ ﴿ "Dan janganlah kamu berpaling", dari Rabbmu ﴾ مُجۡرِمِينَ ﴿ "de-ngan berbuat dosa", dengan menolak beribadah kepadaNya, berani melanggar larangan-laranganNya. (53) Mereka menjawab ucapan Hud, ﴾ يَٰهُودُ مَا جِئۡتَنَا بِبَيِّنَةٖ ﴿ "Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata", jika yang mereka maksud adalah bukti yang nyata yang mereka usul-kan, maka ini tidaklah lazim bagi kebenaran. Yang lazim adalah seorang nabi menghadirkan bukti yang nyata yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawanya. Jika maksud mereka adalah bahwa dia tidak membawakan bukti nyata yang menjadi saksi atas perkataannya sebagai suatu kebenaran, maka mereka telah berdusta dalam hal ini karena tiada seorang Nabi pun yang datang kepada kaumnya melainkan Allah pasti memberinya ayat-ayat mukjizat yang membuat orang beriman. Kalaupun dia tidak menghadirkan ayat-ayat kecuali ajakannya kepa-da mereka agar mengikhlaskan agama hanya kepada Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya, perintahnya kepada semua perbuatan baik dan perilaku yang terpuji, larangannya terhadap sifat-sifat tercela berupa menyekutukan Allah, perbuatan-perbuatan keji, per-buatan aniaya dan macam-macam kemungkaran disertai sifat-sifat yang dimiliki sendiri oleh Hud عليه السلام yang tidak dimiliki kecuali oleh orang-orang yang jujur lagi terpilih, niscaya cukuplah itu sebagai tanda dan bukti atas kebenarannya, bahkan orang-orang yang ber-akal dan ulil albab melihat bahwa tanda ini lebih besar daripada sekedar mukjizat yang dilihat oleh sebagian orang saja. Di antara tanda-tanda dan bukti-bukti yang menunjukkan atas kebenarannya adalah bahwa dia adalah satu orang, tanpa kawan dan pendukung sedangkan dia menyeru kepada kaumnya, memang-gil mereka, menantang mereka dan berkata kepada mereka, "Sesung-guhnya aku bertawakal kepada Allah, Rabbku dan Rabbmu." Mereka adalah musuh, pemegang kendali kekuasaan, mereka hendak memadamkan cahaya yang dibawanya dengan cara apa pun. Namun Hud tidak menghiraukan dan mempedulikan mereka. Dan mereka tidak mampu dan tidak kuasa sedikit pun menimpa-kan keburukan kepadanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal. Ucapan mereka, ﴾ وَمَا نَحۡنُ بِتَارِكِيٓ ءَالِهَتِنَا عَن قَوۡلِكَ ﴿ "Dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu." Maksudnya, kami tidak akan meninggalkan penyembahan terha-dap tuhan-tuhan kami hanya disebabkan oleh perkataanmu yang mana kamu tidak mendukungnya –menurut mereka– dengan bukti apa pun. ﴾ وَمَا نَحۡنُ لَكَ بِمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu." Ini adalah pemutusasaan dari mereka kepada Nabi mereka Hud عليه السلام terhadap kemungkinan mereka beriman, dan bahwa me-reka akan tetap tersesat di dalam kekufuran mereka. (54) ﴾ إِن نَّقُولُ ﴿ "Kami tidak mengatakan", t e n t a n g m u ﴾ إِلَّا ٱعۡتَرَىٰكَ بَعۡضُ ءَالِهَتِنَا بِسُوٓءٖۗ ﴿ "melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menim-pakan penyakit gila atas dirimu." Yakni kamu ditimpa kegilaan dan kerusakan akal, akibatnya kamu mengatakan apa yang tidak dime-ngerti. Mahasuci Allah yang mengunci mati hati orang-orang zhalim, bagaimana bisa mereka menjadikan orang paling jujur (dengan kebenaran yang paling benar) pada kedudukan ini di mana orang yang berakal merasa malu untuk menceritakannya dari mereka, kalau seandainya Allah tidak menceritakannya dari mereka? (55) Oleh karena itu, Hud menjelaskan bahwa dia benar-benar percaya diri bahwa dia tidak akan tertimpa kesulitan dari mereka dan dari sesembahan-sesembahan mereka, dia berkata,﴾ إِنِّيٓ أُشۡهِدُ ٱللَّهَ وَٱشۡهَدُوٓاْ أَنِّي بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُشۡرِكُونَ 54 مِن دُونِهِۦۖ فَكِيدُونِي جَمِيعٗا ﴿ "Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku, dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, dari selainNya. Sebab itu jalankan-lah tipu dayamu semuanya terhadapku." Yakni carilah kemudaratan untukku semuanya dengan segala cara yang bisa kamu lakukan, ﴾ ثُمَّ لَا تُنظِرُونِ ﴿ "dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku." (56) ﴾ إِنِّي تَوَكَّلۡتُ عَلَى ٱللَّهِ ﴿ "Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah." Aku bersandar kepada Allah dalam segala urusanku. ﴾ رَبِّي وَرَبِّكُمۚ ﴿ "Rabb-ku dan Rabbmu." Dia Pencipta semuanya, Pengatur kami dan kamu. Dia-lah yang mendidik kami. ﴾ مَّا مِن دَآبَّةٍ إِلَّا هُوَ ءَاخِذُۢ بِنَاصِيَتِهَآۚ ﴿ "Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya." Dia tidak diam dan tidak bergerak kecuali dengan izinNya, jika kamu semua bersepakat mencelakaiku sementara Allah tidak menguasa-kanmu atasku, niscaya kamu tidak akan mampu melakukannya. Jika Dia menguasakanmu, maka itu karena suatu hikmah yang di-inginkanNya. ﴾ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku di atas jalan yang lurus." Yakni di atas keadilan, hikmah dan pujian dalam kete-tapan, takdir, syariat, perintah, balasan, pahala dan azabNya. Per-buatan-perbuatanNya tidak keluar dari jalan yang lurus yang terpuji karenanya. (57) ﴾ فَإِن تَوَلَّوۡاْ ﴿ "Jika kamu berpaling", dari apa yang aku dak-wahkan kepadamu, ﴾ فَقَدۡ أَبۡلَغۡتُكُم مَّآ أُرۡسِلۡتُ بِهِۦٓ إِلَيۡكُمۡۚ ﴿ "maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk me-nyampaikan)nya kepadamu." Tidak ada lagi tanggung jawab atasku dalam urusanmu. ﴾ وَيَسۡتَخۡلِفُ رَبِّي قَوۡمًا غَيۡرَكُمۡ ﴿ "Dan Rabbku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu", yang menjalankan ibadah kepadaNya dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu. ﴾ وَلَا تَضُرُّونَهُۥ شَيۡـًٔاۚ ﴿ "Dan kamu tidak dapat memudaratNya sedikit pun." Karena muda-ratmu akan kembali kepada dirimu. Kemaksiatan yang dilakukan oleh seseorang tidak merugikan Allah dan ketaatan yang dilakukan oleh seseorang tidak berguna bagi Allah. Siapa berbuat baik, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri.﴾ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٍ حَفِيظٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu." (58) ﴾ وَلَمَّا جَآءَ أَمۡرُنَا ﴿ "Dan tatkala datang azab Kami", dengan diki-rimnya angin yang kencang yang tidak berhembus kepada sesuatu melainkan ia menjadikannya seperti debu,﴾ نَجَّيۡنَا هُودٗا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥ بِرَحۡمَةٖ مِّنَّا وَنَجَّيۡنَٰهُم مِّنۡ عَذَابٍ غَلِيظٖ ﴿ "Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami, dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat." Yang keras lagi berat yang diturun-kan oleh Allah kepada 'Ad sehingga mereka pada waktu pagi tidak terlihat kecuali tempat tinggal mereka. (59) ﴾ وَتِلۡكَ عَادٞۖ ﴿ "Dan itulah (kisah) kaum 'Ad", yang mana Allah menimpakan azab kepada mereka karena kezhaliman mereka, ka-rena mereka ﴾ جَحَدُواْ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمۡ ﴿ "mengingkari tanda-tanda kekuasaan Rabb mereka." Oleh karena itu, mereka berkata kepada Hud, "Kamu tidak datang kepada kami dengan membawa bukti." Jelaslah dengan ini bahwa sebenarnya mereka itu meyakini dakwahnya, hanya saja mereka menentang dan mengingkarinya, ﴾ وَعَصَوۡاْ رُسُلَهُۥ ﴿ "dan mendur-hakai rasul-rasul Allah", karena barangsiapa yang mendurhakai rasul, maka dia mendurhakai semua rasul, hal itu karena dakwah mereka adalah sama. ﴾ وَٱتَّبَعُوٓاْ أَمۡرَ كُلِّ جَبَّارٍ ﴿ "Dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang," yang menguasai hamba Allah dengan kezhaliman ﴾ عَنِيدٖ ﴿ "yang menentang (kebenaran)" yakni ayat-ayat Allah, mereka mendurhakai semua orang yang memberi na-sihat dan menyayangi mereka, dan mereka menuruti penipu yang hendak mencelakakan mereka, maka tidak heran kalau Allah mem-binasakan mereka. (60) ﴾ وَأُتۡبِعُواْ فِي هَٰذِهِ ٱلدُّنۡيَا لَعۡنَةٗ ﴿ "Dan mereka selalu diikuti dengan kutu-kan di dunia ini", di setiap waktu dan pada semua generasi. Sungguh cerita mereka yang buruk dan berita mereka yang jelek selalu dise-but-sebut dengan celaan dan cibiran. ﴾ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۗ ﴿ "Dan (begitu pula) di Hari Kiamat." Mereka mendapatkan laknat pula. ﴾ أَلَآ إِنَّ عَادٗا كَفَرُواْ رَبَّهُمۡۗ ﴿ "Ingatlah, sesungguhnya kaum 'Ad itu kafir kepada Rabb mereka." Yakni mengingkari Penciptanya, Pemberi rizkinya dan Pemberi nikmat-nya. ﴾ أَلَا بُعۡدٗا لِّعَادٖ قَوۡمِ هُودٖ ﴿ "Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum 'Ad, (yaitu) kaum Hud itu." Maksudnya, semoga Allah menjauhkan mereka dari kebaikan dan mendekatkan kepada keburukan.

Hud 11:60

"Dan kepada kaum 'Ad (Kami utus) saudara mereka Hud. Ia berkata, 'Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada ba-gimu Ilah selain Dia. Tidaklah kamu melainkan mengada-adakan saja. Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruan-ku ini. Tidaklah upahku melainkan dari Allah yang telah mencipta-kanku. Maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?' Dan (dia berkata), 'Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu lalu taubatlah kepadaNya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatan-mu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.' Kaum 'Ad berkata, 'Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu'." (Hud: 50-53) "Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sesem-bahan kami telah menimpakan penyakit gila atas dirimu." Hud menjawab, "Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku, dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, dari selainNya. Sebab itu jalankanlah tipu dayamu semuanya terhadapku dan janganlah kamu memberi tang-guh kepadaku." (Hud: 54-55). "Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah, Rabbku dan Rabbmu. Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya. Sesungguhnya Rabbku di atas jalan yang lurus. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk menyampaikan)nya kepadamu. Dan Rabbku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu; dan kamu tidak dapat memu-daratNya sedikit pun. Sesungguhnya Rabbku Maha Pemelihara segala sesuatu." (Hud: 56-57). "Dan tatkala datang azab Kami, maka Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami; dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat. Dan itulah (kisah) kaum 'Ad yang mengingkari tanda-tanda kekuasaan Rabb mereka, dan mendurhakai rasul-rasul Allah dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menentang (kebenaran). Dan mereka selalu diikuti dengan kutukan di dunia ini dan (begitu pula) di Hari Kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum 'Ad itu kafir kepada Rabb mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum 'Ad, (yaitu) kaum Hud itu." (Hud: 58-60). (50) Maksudnya, (وَ) "dan", Kami utus, ﴾ إِلَىٰ عَادٍ ﴿ "kepada kaum 'Ad." Mereka adalah suku yang terkenal yang tinggal di negeri Ahqaf di daerah Yaman ﴾ أَخَاهُمۡ ﴿ "saudara mereka", dalam nasab ﴾ هُودٗاۚ ﴿ "Hud", agar mereka bisa mengambil darinya dan mengetahui ke-benarannya. Dia berkata kepada kaumnya, ﴾ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥٓۖ إِنۡ أَنتُمۡ إِلَّا مُفۡتَرُونَ ﴿ "Sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu tuhan selain Dia. Tidaklah kamu melainkan mengada-adakan saja." Maksudnya, dia memerintahkan kaumnya agar beribadah hanya kepada Allah dan melarang mereka dari ibadah kepada selain Allah yang mereka lakukan selama ini. Dia mengabarkan kepada mereka bahwa mereka telah berbuat dusta terhadap Allah dalam urusan beribadah kepada selainNya dan pembolehan mereka terhadap hal itu dan dia men-jelaskan kepada mereka kewajiban beribadah kepada Allah dan kebatilan beribadah kepada selainNya. (51) Kemudian Hud menyebutkan tidak adanya penghalang bagi mereka untuk patuh kepadanya, ﴾ يَٰقَوۡمِ لَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ أَجۡرًاۖ ﴿ "Hai kaum-ku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku ini." Yakni bayaran dari hartamu atas ajakanku yang akibatnya kamu akan berkata bahwa orang ini hendak mengambil harta kami. Aku berdakwah dan mengajar cuma-cuma. ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَى ٱلَّذِي فَطَرَنِيٓۚ أَفَلَا تَعۡقِلُونَ ﴿ "Tidaklah upahku melainkan dari Allah yang telah menciptakanku, maka tidakkah kamu memikirkan(nya)?" Sesuatu yang aku dakwahkan kepadamu, yang harus diterima. Berpikir adalah penghilang suatu penghalang dari penolakan terhadap dakwah. (52) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ ٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ ﴿ "Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu", terhadap dosa-dosamu yang telah berlalu. ﴾ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِ ﴿ "Lalu bertaubatlah kepadaNya", terhadap dosa-dosamu yang akan datang dengan taubat yang nasuha dan inabah (kembali) kepada Allah, karena jika kamu melakukan itu, ﴾ يُرۡسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيۡكُم مِّدۡرَارٗا ﴿ "niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu", dengan banyaknya hujan yang membuat bumi subur dan menghasilkan banyak ke-baikan. ﴾ وَيَزِدۡكُمۡ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمۡ ﴿ "Dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu", karena mereka termasuk orang-orang yang kuat. Oleh karena itu, mereka berkata, "Siapakah yang lebih kuat dari kami." Hud menjanjikan kepada mereka bahwa jika mereka beriman, maka Allah akan menambahkan kekuatan di atas kekuatan mereka. ﴾ وَلَا تَتَوَلَّوۡاْ ﴿ "Dan janganlah kamu berpaling", dari Rabbmu ﴾ مُجۡرِمِينَ ﴿ "de-ngan berbuat dosa", dengan menolak beribadah kepadaNya, berani melanggar larangan-laranganNya. (53) Mereka menjawab ucapan Hud, ﴾ يَٰهُودُ مَا جِئۡتَنَا بِبَيِّنَةٖ ﴿ "Hai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata", jika yang mereka maksud adalah bukti yang nyata yang mereka usul-kan, maka ini tidaklah lazim bagi kebenaran. Yang lazim adalah seorang nabi menghadirkan bukti yang nyata yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawanya. Jika maksud mereka adalah bahwa dia tidak membawakan bukti nyata yang menjadi saksi atas perkataannya sebagai suatu kebenaran, maka mereka telah berdusta dalam hal ini karena tiada seorang Nabi pun yang datang kepada kaumnya melainkan Allah pasti memberinya ayat-ayat mukjizat yang membuat orang beriman. Kalaupun dia tidak menghadirkan ayat-ayat kecuali ajakannya kepa-da mereka agar mengikhlaskan agama hanya kepada Allah semata, tidak ada sekutu bagiNya, perintahnya kepada semua perbuatan baik dan perilaku yang terpuji, larangannya terhadap sifat-sifat tercela berupa menyekutukan Allah, perbuatan-perbuatan keji, per-buatan aniaya dan macam-macam kemungkaran disertai sifat-sifat yang dimiliki sendiri oleh Hud عليه السلام yang tidak dimiliki kecuali oleh orang-orang yang jujur lagi terpilih, niscaya cukuplah itu sebagai tanda dan bukti atas kebenarannya, bahkan orang-orang yang ber-akal dan ulil albab melihat bahwa tanda ini lebih besar daripada sekedar mukjizat yang dilihat oleh sebagian orang saja. Di antara tanda-tanda dan bukti-bukti yang menunjukkan atas kebenarannya adalah bahwa dia adalah satu orang, tanpa kawan dan pendukung sedangkan dia menyeru kepada kaumnya, memang-gil mereka, menantang mereka dan berkata kepada mereka, "Sesung-guhnya aku bertawakal kepada Allah, Rabbku dan Rabbmu." Mereka adalah musuh, pemegang kendali kekuasaan, mereka hendak memadamkan cahaya yang dibawanya dengan cara apa pun. Namun Hud tidak menghiraukan dan mempedulikan mereka. Dan mereka tidak mampu dan tidak kuasa sedikit pun menimpa-kan keburukan kepadanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal. Ucapan mereka, ﴾ وَمَا نَحۡنُ بِتَارِكِيٓ ءَالِهَتِنَا عَن قَوۡلِكَ ﴿ "Dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu." Maksudnya, kami tidak akan meninggalkan penyembahan terha-dap tuhan-tuhan kami hanya disebabkan oleh perkataanmu yang mana kamu tidak mendukungnya –menurut mereka– dengan bukti apa pun. ﴾ وَمَا نَحۡنُ لَكَ بِمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan kami sekali-kali tidak akan mempercayai kamu." Ini adalah pemutusasaan dari mereka kepada Nabi mereka Hud عليه السلام terhadap kemungkinan mereka beriman, dan bahwa me-reka akan tetap tersesat di dalam kekufuran mereka. (54) ﴾ إِن نَّقُولُ ﴿ "Kami tidak mengatakan", t e n t a n g m u ﴾ إِلَّا ٱعۡتَرَىٰكَ بَعۡضُ ءَالِهَتِنَا بِسُوٓءٖۗ ﴿ "melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menim-pakan penyakit gila atas dirimu." Yakni kamu ditimpa kegilaan dan kerusakan akal, akibatnya kamu mengatakan apa yang tidak dime-ngerti. Mahasuci Allah yang mengunci mati hati orang-orang zhalim, bagaimana bisa mereka menjadikan orang paling jujur (dengan kebenaran yang paling benar) pada kedudukan ini di mana orang yang berakal merasa malu untuk menceritakannya dari mereka, kalau seandainya Allah tidak menceritakannya dari mereka? (55) Oleh karena itu, Hud menjelaskan bahwa dia benar-benar percaya diri bahwa dia tidak akan tertimpa kesulitan dari mereka dan dari sesembahan-sesembahan mereka, dia berkata,﴾ إِنِّيٓ أُشۡهِدُ ٱللَّهَ وَٱشۡهَدُوٓاْ أَنِّي بَرِيٓءٞ مِّمَّا تُشۡرِكُونَ 54 مِن دُونِهِۦۖ فَكِيدُونِي جَمِيعٗا ﴿ "Sesungguhnya aku jadikan Allah sebagai saksiku, dan saksikanlah olehmu sekalian bahwa aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan, dari selainNya. Sebab itu jalankan-lah tipu dayamu semuanya terhadapku." Yakni carilah kemudaratan untukku semuanya dengan segala cara yang bisa kamu lakukan, ﴾ ثُمَّ لَا تُنظِرُونِ ﴿ "dan janganlah kamu memberi tangguh kepadaku." (56) ﴾ إِنِّي تَوَكَّلۡتُ عَلَى ٱللَّهِ ﴿ "Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah." Aku bersandar kepada Allah dalam segala urusanku. ﴾ رَبِّي وَرَبِّكُمۚ ﴿ "Rabb-ku dan Rabbmu." Dia Pencipta semuanya, Pengatur kami dan kamu. Dia-lah yang mendidik kami. ﴾ مَّا مِن دَآبَّةٍ إِلَّا هُوَ ءَاخِذُۢ بِنَاصِيَتِهَآۚ ﴿ "Tidak ada suatu binatang melata pun melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya." Dia tidak diam dan tidak bergerak kecuali dengan izinNya, jika kamu semua bersepakat mencelakaiku sementara Allah tidak menguasa-kanmu atasku, niscaya kamu tidak akan mampu melakukannya. Jika Dia menguasakanmu, maka itu karena suatu hikmah yang di-inginkanNya. ﴾ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ صِرَٰطٖ مُّسۡتَقِيمٖ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku di atas jalan yang lurus." Yakni di atas keadilan, hikmah dan pujian dalam kete-tapan, takdir, syariat, perintah, balasan, pahala dan azabNya. Per-buatan-perbuatanNya tidak keluar dari jalan yang lurus yang terpuji karenanya. (57) ﴾ فَإِن تَوَلَّوۡاْ ﴿ "Jika kamu berpaling", dari apa yang aku dak-wahkan kepadamu, ﴾ فَقَدۡ أَبۡلَغۡتُكُم مَّآ أُرۡسِلۡتُ بِهِۦٓ إِلَيۡكُمۡۚ ﴿ "maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk me-nyampaikan)nya kepadamu." Tidak ada lagi tanggung jawab atasku dalam urusanmu. ﴾ وَيَسۡتَخۡلِفُ رَبِّي قَوۡمًا غَيۡرَكُمۡ ﴿ "Dan Rabbku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu", yang menjalankan ibadah kepadaNya dan tidak menyekutukanNya dengan sesuatu. ﴾ وَلَا تَضُرُّونَهُۥ شَيۡـًٔاۚ ﴿ "Dan kamu tidak dapat memudaratNya sedikit pun." Karena muda-ratmu akan kembali kepada dirimu. Kemaksiatan yang dilakukan oleh seseorang tidak merugikan Allah dan ketaatan yang dilakukan oleh seseorang tidak berguna bagi Allah. Siapa berbuat baik, maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri, dan siapa yang berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri.﴾ إِنَّ رَبِّي عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٍ حَفِيظٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku adalah Maha Pemelihara segala sesuatu." (58) ﴾ وَلَمَّا جَآءَ أَمۡرُنَا ﴿ "Dan tatkala datang azab Kami", dengan diki-rimnya angin yang kencang yang tidak berhembus kepada sesuatu melainkan ia menjadikannya seperti debu,﴾ نَجَّيۡنَا هُودٗا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥ بِرَحۡمَةٖ مِّنَّا وَنَجَّيۡنَٰهُم مِّنۡ عَذَابٍ غَلِيظٖ ﴿ "Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami, dan Kami selamatkan (pula) mereka (di akhirat) dari azab yang berat." Yang keras lagi berat yang diturun-kan oleh Allah kepada 'Ad sehingga mereka pada waktu pagi tidak terlihat kecuali tempat tinggal mereka. (59) ﴾ وَتِلۡكَ عَادٞۖ ﴿ "Dan itulah (kisah) kaum 'Ad", yang mana Allah menimpakan azab kepada mereka karena kezhaliman mereka, ka-rena mereka ﴾ جَحَدُواْ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمۡ ﴿ "mengingkari tanda-tanda kekuasaan Rabb mereka." Oleh karena itu, mereka berkata kepada Hud, "Kamu tidak datang kepada kami dengan membawa bukti." Jelaslah dengan ini bahwa sebenarnya mereka itu meyakini dakwahnya, hanya saja mereka menentang dan mengingkarinya, ﴾ وَعَصَوۡاْ رُسُلَهُۥ ﴿ "dan mendur-hakai rasul-rasul Allah", karena barangsiapa yang mendurhakai rasul, maka dia mendurhakai semua rasul, hal itu karena dakwah mereka adalah sama. ﴾ وَٱتَّبَعُوٓاْ أَمۡرَ كُلِّ جَبَّارٍ ﴿ "Dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang," yang menguasai hamba Allah dengan kezhaliman ﴾ عَنِيدٖ ﴿ "yang menentang (kebenaran)" yakni ayat-ayat Allah, mereka mendurhakai semua orang yang memberi na-sihat dan menyayangi mereka, dan mereka menuruti penipu yang hendak mencelakakan mereka, maka tidak heran kalau Allah mem-binasakan mereka. (60) ﴾ وَأُتۡبِعُواْ فِي هَٰذِهِ ٱلدُّنۡيَا لَعۡنَةٗ ﴿ "Dan mereka selalu diikuti dengan kutu-kan di dunia ini", di setiap waktu dan pada semua generasi. Sungguh cerita mereka yang buruk dan berita mereka yang jelek selalu dise-but-sebut dengan celaan dan cibiran. ﴾ وَيَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِۗ ﴿ "Dan (begitu pula) di Hari Kiamat." Mereka mendapatkan laknat pula. ﴾ أَلَآ إِنَّ عَادٗا كَفَرُواْ رَبَّهُمۡۗ ﴿ "Ingatlah, sesungguhnya kaum 'Ad itu kafir kepada Rabb mereka." Yakni mengingkari Penciptanya, Pemberi rizkinya dan Pemberi nikmat-nya. ﴾ أَلَا بُعۡدٗا لِّعَادٖ قَوۡمِ هُودٖ ﴿ "Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum 'Ad, (yaitu) kaum Hud itu." Maksudnya, semoga Allah menjauhkan mereka dari kebaikan dan mendekatkan kepada keburukan.

Hud 11:61

"Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata, 'Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Ilah selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikan pemakmurnya, karena itu mohonlah am-punanNya kemudian bertaubatlah kepadaNya. Sesungguhnya Rabbku amat dekat (rahmatNya) lagi memperkenankan (doa ham-baNya).' Kaum Tsamud berkata, 'Hai Shaleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan, apakah kamu melarang kami untuk menyembah tuhan yang disem-bah oleh bapak-bapak kami, dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami'." (Hud: 61-62). "Shaleh berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku dan Dia memberi-ku rahmat dari padaNya, maka siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mendurhakaiNya. Sebab itu kamu tidak menambah apapun kepadaku selain dari pada kerugian. Hai kaum-ku, inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat (yang menunjuk-kan kebenaran) untukmu, sebab itu biarkanlah ia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa-pun yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat'. Mereka membunuh unta itu, maka Shaleh berkata, 'Bersu-karialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.' Maka tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Shaleh beserta orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami dan (kami selamatkan) dari kehinaan di hari itu. Sesungguhnya Rabbmu Dia-lah Yang Maha-kuat lagi Mahaperkasa. Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zhalim itu, lalu mereka mati bergelim-pangan di tempat tinggal mereka, seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud meng-ingkari Rabb mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud." (Hud: 63-68) (61)(وَ) "Dan" Kami utus, ﴾ إِلَىٰ ثَمُودَ ﴿ "kepada Tsamud", mereka adalah 'Ad yang kedua yang terkenal yang tinggal di Hijr dan Wadil Qura ﴾ أَخَاهُمۡ ﴿ "saudara mereka" dalam nasab ﴾ صَٰلِحٗاۚ ﴿ "Shaleh." Hamba Allah dan RasulNya yang menyeru mereka kepada beribadah hanya kepada Allah. Dia berkata, ﴾ قَالَ يَٰقَوۡمِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ ﴿ "Hai kaumku, sembahlah Allah." Tauhidkanlah Dia dan ikhlaskanlah agama untukNya. ﴾ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥۖ ﴿ "Sekali-kali tidak ada bagimu tuhan selain Dia." Tidak dari penduduk langit atau bumi. ﴾ هُوَ أَنشَأَكُم مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Dia telah menciptakan-mu dari bumi (tanah)," yakni menciptakan kamu di dalamnya, ﴾ وَٱسۡتَعۡمَرَكُمۡ فِيهَا ﴿ "dan menjadikan kamu pemakmurnya." Menjadikanmu sebagai khalifah di dalamnya dan memberimu nikmat lahir dan batin, dan menempatkanmu di bumi. Kamu membangun, menanam sesuka-mu, mengambil manfaatnya dan mengeruk keuntungannya. Karena Dia tidak memiliki sekutu dalam semua itu, maka janganlah kamu menyekutukanNya dengan sesuatu. ﴾ فَٱسۡتَغۡفِرُوهُ ﴿ "Karena itu mohonlah ampunanNya", dari kekufuran, kesyirikan, kemaksiatan yang telah kamu lakukan. Tinggalkanlah semua itu ﴾ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِۚ ﴿ "kemudian ber-taubatlah kepadaNya." Yakni kembalilah kepadaNya dengan bertaubat yang nasuhah. ﴾ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٞ مُّجِيبٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku amat dekat (rah-matNya) lagi memperkenankan (doa hambaNya)." Yakni dekat kepada orang yang berdoa kepadaNya dengan doa permintaan dan doa ibadah, menjawabNya dengan mengabulkan permintaannya, me-nerima ibadahnya dan memberinya pahala yang besar. Ketahuilah bahwa kedekatan Allah ada dua macam: umum dan khusus. Yang pertama adalah kedekatan umum, yaitu kede-katan dengan ilmuNya dari seluruh makhlukNya, kedekatan ini tersebut dalam Firman Allah, ﴾ وَنَحۡنُ أَقۡرَبُ إِلَيۡهِ مِنۡ حَبۡلِ ٱلۡوَرِيدِ 16 ﴿ "Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya." (Qaf: 16). Yang kedua adalah kedekatan khusus yaitu, kedekatanNya kepada orang-orang yang beribadah, memohon dan mencintaiNya. Ia tersebut dalam Firman Allah, ﴾ وَٱسۡجُدۡۤ وَٱقۡتَرِب۩ 19 ﴿ "Dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Rabb)." (Al-Alaq: 19), dan dalam Firman Allah تعالى, ﴾ وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌۖ أُجِيبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ ﴿ "Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan per-mohonan orang yang berdoa." (Al-Baqarah: 186). Kedekatan ini adalah kedekatan yang menuntut kasih sayang Allah (kepada hamba-hambaNya), jawabanNya terhadap doa-doa mereka, dan mewujudkan keinginan-keinginan mereka. Oleh karena itu, nama al-Qarib disandingkan dengan nama al-Mujib. (62) Tatkala Nabi mereka, Shaleh عليه السلام memerintahkan dan mendorong mereka kepada keikhlasan hanya kepada Allah semata maka mereka menolak dakwahnya dan menyambutnya dengan sambutan yang buruk. ﴾ قَالُواْ يَٰصَٰلِحُ قَدۡ كُنتَ فِينَا مَرۡجُوّٗا قَبۡلَ هَٰذَآۖ ﴿ "Kaum Tsamud berkata, 'Hai Shaleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan." Kami mengharapkan dan menung-gu-nunggu manfaat dan pendapat yang baik darimu. Ini adalah kesaksian dari mereka kepada Nabi mereka, Shaleh, bahwa dia masih terkenal dengan kemuliaan akhlak dan kebaikan sifat, bahwa dia termasuk orang terpilih dari kaumnya, akan tetapi ketika Shaleh hadir dengan perkara yang tidak sesuai hawa nafsu mereka yang rusak, maka mereka mengucapkan kata-kata ini yang isinya adalah bahwa kamu –hai Shaleh– adalah orang yang sempurna sebelum-nya, tetapi sekarang kamu menyelisihi dugaan kami padamu, kamu sekarang dalam keadaan tidak lagi diharapkan kebaikannya. Dosa-Shaleh adalah apa yang mereka katakan tentangnya [ini merupakan perkataan mereka] yaitu, ﴾ أَتَنۡهَىٰنَآ أَن نَّعۡبُدَ مَا يَعۡبُدُ ءَابَآؤُنَا ﴿ "Apakah kamu me-larang kami untuk menyembah tuhan yang disembah oleh bapak-bapak kami?" Menurut mereka, ini adalah perkara terbesar yang menco-reng Shaleh. Bagaimana dia mencela akal mereka dan akal nenek moyang mereka yang tersesat? Bagaimana dia melarang mereka menyembah yang tidak bermanfaat dan tidak bermudarat serta tidak berguna sedikit pun dari batu, pohon dan lain-lain, dan dia memerintahkan mereka mengikhlaskan agama hanya kepada Allah, Rabb mereka yang senantiasa melimpahkan nikmat-nikmat kepada mereka terus menerus, kebaikanNya kepada mereka selalu turun, yang mana tiada nikmat pada mereka kecuali dariNya dan tiada yang menangkal keburukan kecuali Dia? ﴾ وَإِنَّنَا لَفِي شَكّٖ مِّمَّا تَدۡعُونَآ إِلَيۡهِ مُرِيبٖ ﴿ "Dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisah-kan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami." Yakni kami masih ragu terhadap dakwahmu dengan keraguan yang berpengaruh pada hati kami. (63) Mereka mengklaim bahwa seandainya mereka menge-tahui kebenaran dakwahnya niscaya mereka akan mengikutinya, padahal sebenarnya mereka berdusta dalam hal ini. Oleh karena itu, Shaleh menjelaskan kedustaan mereka dengan ucapannya. ﴾ قَالَ يَٰقَوۡمِ أَرَءَيۡتُمۡ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٖ مِّن رَّبِّي ﴿ "Shaleh berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Yakni dalil dan keyakinan dariku. ﴾ وَءَاتَىٰنِي مِنۡهُ رَحۡمَةٗ ﴿ "Dan Dia memberiku rahmat (kenabian) dariNya." Maksudnya, Dia memberiku nikmat wahyu dan kerasulan lalu apakah aku mengikuti keyakinanmu dan dakwahmu? ﴾ فَمَن يَنصُرُنِي مِنَ ٱللَّهِ إِنۡ عَصَيۡتُهُۥۖ فَمَا تَزِيدُونَنِي غَيۡرَ تَخۡسِيرٖ ﴿ "Maka siapakah yang akan meno-longku dari (azab) Allah jika aku mendurhakaiNya. Sebab itu kamu tidak menambah apa pun kepadaku selain dari kerugian." Yakni selain keka-lahan, kesialan, dan kemudaratan. (64) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ هَٰذِهِۦ نَاقَةُ ٱللَّهِ لَكُمۡ ءَايَةٗۖ ﴿ "Hai kaumku, inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat (yang menunjukkan kebenaran) untukmu", ia memiliki hari untuk minum dari sumur kemudian mereka me-merah air susunya, dan mereka pun memiliki hari untuk minum pula. ﴾ فَذَرُوهَا تَأۡكُلۡ فِيٓ أَرۡضِ ٱللَّهِۖ ﴿ "Sebab itu biarkanlah ia makan di bumi Allah", perawatan dan makanannya bukan tanggung jawabmu se-dikit pun. ﴾ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٖ ﴿ "Dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun." Yakni menyembelihnya ﴾ فَيَأۡخُذَكُمۡ عَذَابٞ قَرِيبٞ ﴿ "yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat." (65) ﴾ فَعَقَرُوهَا فَقَالَ ﴿ "Mereka membunuh unta itu, maka Shaleh berkata", kepada mereka, ﴾ تَمَتَّعُواْ فِي دَارِكُمۡ ثَلَٰثَةَ أَيَّامٖۖ ذَٰلِكَ وَعۡدٌ غَيۡرُ مَكۡذُوبٖ ﴿ "Ber-sukarialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan." Ia pasti terjadi. (66) ﴾ فَلَمَّا جَآءَ أَمۡرُنَا ﴿ "Maka tatkala datang urusan kami, dengan terjadinya azab, ﴾ نَجَّيۡنَا صَٰلِحٗا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥ بِرَحۡمَةٖ مِّنَّا وَمِنۡ خِزۡيِ يَوۡمِئِذٍۚ ﴿ "Kami selamatkan Shaleh beserta orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami, dan (Kami selamatkan) dari kehinaan di hari itu." Yakni Kami menyelamatkan mereka dari azab, kehinaan dan kenistaan. ﴾ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ ٱلۡقَوِيُّ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Sesungguhnya Tuhanmu Dia-lah Yang Mahakuat lagi Mahaperkasa." Termasuk kekuatan dan keperkasaanNya adalah Dia membinasakan umat-umat yang melampaui batas dan menye-lamatkan para rasul dan pengikutnya. (67) ﴾ وَأَخَذَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ ٱلصَّيۡحَةُ ﴿ "Dan satu suara keras yang meng-guntur menimpa orang-orang yang zhalim itu", ia memutuskan jantung mereka, ﴾ فَأَصۡبَحُواْ فِي دِيَٰرِهِمۡ جَٰثِمِينَ ﴿ "lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya." Tergeletak bertumbangan tanpa bergerak. (68) ﴾ كَأَن لَّمۡ يَغۡنَوۡاْ فِيهَآۗ ﴿ "Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu." Maksudnya, ketika azab datang kepada mereka seolah-olah mereka tidak bernikmat ria di negeri mereka, tidak tenteram padanya dan tidak bersuka ria sesaat pun. Nikmat telah berpisah dari mereka, azab yang terus menerus tak terhenti telah mencaplok mereka, seolah-olah ia masih terasa. ﴾ أَلَآ إِنَّ ثَمُودَاْ كَفَرُواْ رَبَّهُمۡۗ ﴿ "Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari tuhan mereka." Maksudnya, mereka ingkar setelah ayat-ayat Allah yang terang datang kepada mereka. ﴾ أَلَا بُعۡدٗا لِّثَمُودَ ﴿ "Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud", be-tapa hina dan sengsaranya mereka. Kita berlindung kepada Allah dari azab dan kehinaan dunia.

Hud 11:62

"Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata, 'Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Ilah selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikan pemakmurnya, karena itu mohonlah am-punanNya kemudian bertaubatlah kepadaNya. Sesungguhnya Rabbku amat dekat (rahmatNya) lagi memperkenankan (doa ham-baNya).' Kaum Tsamud berkata, 'Hai Shaleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan, apakah kamu melarang kami untuk menyembah tuhan yang disem-bah oleh bapak-bapak kami, dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami'." (Hud: 61-62). "Shaleh berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku dan Dia memberi-ku rahmat dari padaNya, maka siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mendurhakaiNya. Sebab itu kamu tidak menambah apapun kepadaku selain dari pada kerugian. Hai kaum-ku, inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat (yang menunjuk-kan kebenaran) untukmu, sebab itu biarkanlah ia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa-pun yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat'. Mereka membunuh unta itu, maka Shaleh berkata, 'Bersu-karialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.' Maka tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Shaleh beserta orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami dan (kami selamatkan) dari kehinaan di hari itu. Sesungguhnya Rabbmu Dia-lah Yang Maha-kuat lagi Mahaperkasa. Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zhalim itu, lalu mereka mati bergelim-pangan di tempat tinggal mereka, seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud meng-ingkari Rabb mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud." (Hud: 63-68) (61)(وَ) "Dan" Kami utus, ﴾ إِلَىٰ ثَمُودَ ﴿ "kepada Tsamud", mereka adalah 'Ad yang kedua yang terkenal yang tinggal di Hijr dan Wadil Qura ﴾ أَخَاهُمۡ ﴿ "saudara mereka" dalam nasab ﴾ صَٰلِحٗاۚ ﴿ "Shaleh." Hamba Allah dan RasulNya yang menyeru mereka kepada beribadah hanya kepada Allah. Dia berkata, ﴾ قَالَ يَٰقَوۡمِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ ﴿ "Hai kaumku, sembahlah Allah." Tauhidkanlah Dia dan ikhlaskanlah agama untukNya. ﴾ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥۖ ﴿ "Sekali-kali tidak ada bagimu tuhan selain Dia." Tidak dari penduduk langit atau bumi. ﴾ هُوَ أَنشَأَكُم مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Dia telah menciptakan-mu dari bumi (tanah)," yakni menciptakan kamu di dalamnya, ﴾ وَٱسۡتَعۡمَرَكُمۡ فِيهَا ﴿ "dan menjadikan kamu pemakmurnya." Menjadikanmu sebagai khalifah di dalamnya dan memberimu nikmat lahir dan batin, dan menempatkanmu di bumi. Kamu membangun, menanam sesuka-mu, mengambil manfaatnya dan mengeruk keuntungannya. Karena Dia tidak memiliki sekutu dalam semua itu, maka janganlah kamu menyekutukanNya dengan sesuatu. ﴾ فَٱسۡتَغۡفِرُوهُ ﴿ "Karena itu mohonlah ampunanNya", dari kekufuran, kesyirikan, kemaksiatan yang telah kamu lakukan. Tinggalkanlah semua itu ﴾ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِۚ ﴿ "kemudian ber-taubatlah kepadaNya." Yakni kembalilah kepadaNya dengan bertaubat yang nasuhah. ﴾ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٞ مُّجِيبٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku amat dekat (rah-matNya) lagi memperkenankan (doa hambaNya)." Yakni dekat kepada orang yang berdoa kepadaNya dengan doa permintaan dan doa ibadah, menjawabNya dengan mengabulkan permintaannya, me-nerima ibadahnya dan memberinya pahala yang besar. Ketahuilah bahwa kedekatan Allah ada dua macam: umum dan khusus. Yang pertama adalah kedekatan umum, yaitu kede-katan dengan ilmuNya dari seluruh makhlukNya, kedekatan ini tersebut dalam Firman Allah, ﴾ وَنَحۡنُ أَقۡرَبُ إِلَيۡهِ مِنۡ حَبۡلِ ٱلۡوَرِيدِ 16 ﴿ "Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya." (Qaf: 16). Yang kedua adalah kedekatan khusus yaitu, kedekatanNya kepada orang-orang yang beribadah, memohon dan mencintaiNya. Ia tersebut dalam Firman Allah, ﴾ وَٱسۡجُدۡۤ وَٱقۡتَرِب۩ 19 ﴿ "Dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Rabb)." (Al-Alaq: 19), dan dalam Firman Allah تعالى, ﴾ وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌۖ أُجِيبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ ﴿ "Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan per-mohonan orang yang berdoa." (Al-Baqarah: 186). Kedekatan ini adalah kedekatan yang menuntut kasih sayang Allah (kepada hamba-hambaNya), jawabanNya terhadap doa-doa mereka, dan mewujudkan keinginan-keinginan mereka. Oleh karena itu, nama al-Qarib disandingkan dengan nama al-Mujib. (62) Tatkala Nabi mereka, Shaleh عليه السلام memerintahkan dan mendorong mereka kepada keikhlasan hanya kepada Allah semata maka mereka menolak dakwahnya dan menyambutnya dengan sambutan yang buruk. ﴾ قَالُواْ يَٰصَٰلِحُ قَدۡ كُنتَ فِينَا مَرۡجُوّٗا قَبۡلَ هَٰذَآۖ ﴿ "Kaum Tsamud berkata, 'Hai Shaleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan." Kami mengharapkan dan menung-gu-nunggu manfaat dan pendapat yang baik darimu. Ini adalah kesaksian dari mereka kepada Nabi mereka, Shaleh, bahwa dia masih terkenal dengan kemuliaan akhlak dan kebaikan sifat, bahwa dia termasuk orang terpilih dari kaumnya, akan tetapi ketika Shaleh hadir dengan perkara yang tidak sesuai hawa nafsu mereka yang rusak, maka mereka mengucapkan kata-kata ini yang isinya adalah bahwa kamu –hai Shaleh– adalah orang yang sempurna sebelum-nya, tetapi sekarang kamu menyelisihi dugaan kami padamu, kamu sekarang dalam keadaan tidak lagi diharapkan kebaikannya. Dosa-Shaleh adalah apa yang mereka katakan tentangnya [ini merupakan perkataan mereka] yaitu, ﴾ أَتَنۡهَىٰنَآ أَن نَّعۡبُدَ مَا يَعۡبُدُ ءَابَآؤُنَا ﴿ "Apakah kamu me-larang kami untuk menyembah tuhan yang disembah oleh bapak-bapak kami?" Menurut mereka, ini adalah perkara terbesar yang menco-reng Shaleh. Bagaimana dia mencela akal mereka dan akal nenek moyang mereka yang tersesat? Bagaimana dia melarang mereka menyembah yang tidak bermanfaat dan tidak bermudarat serta tidak berguna sedikit pun dari batu, pohon dan lain-lain, dan dia memerintahkan mereka mengikhlaskan agama hanya kepada Allah, Rabb mereka yang senantiasa melimpahkan nikmat-nikmat kepada mereka terus menerus, kebaikanNya kepada mereka selalu turun, yang mana tiada nikmat pada mereka kecuali dariNya dan tiada yang menangkal keburukan kecuali Dia? ﴾ وَإِنَّنَا لَفِي شَكّٖ مِّمَّا تَدۡعُونَآ إِلَيۡهِ مُرِيبٖ ﴿ "Dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisah-kan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami." Yakni kami masih ragu terhadap dakwahmu dengan keraguan yang berpengaruh pada hati kami. (63) Mereka mengklaim bahwa seandainya mereka menge-tahui kebenaran dakwahnya niscaya mereka akan mengikutinya, padahal sebenarnya mereka berdusta dalam hal ini. Oleh karena itu, Shaleh menjelaskan kedustaan mereka dengan ucapannya. ﴾ قَالَ يَٰقَوۡمِ أَرَءَيۡتُمۡ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٖ مِّن رَّبِّي ﴿ "Shaleh berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Yakni dalil dan keyakinan dariku. ﴾ وَءَاتَىٰنِي مِنۡهُ رَحۡمَةٗ ﴿ "Dan Dia memberiku rahmat (kenabian) dariNya." Maksudnya, Dia memberiku nikmat wahyu dan kerasulan lalu apakah aku mengikuti keyakinanmu dan dakwahmu? ﴾ فَمَن يَنصُرُنِي مِنَ ٱللَّهِ إِنۡ عَصَيۡتُهُۥۖ فَمَا تَزِيدُونَنِي غَيۡرَ تَخۡسِيرٖ ﴿ "Maka siapakah yang akan meno-longku dari (azab) Allah jika aku mendurhakaiNya. Sebab itu kamu tidak menambah apa pun kepadaku selain dari kerugian." Yakni selain keka-lahan, kesialan, dan kemudaratan. (64) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ هَٰذِهِۦ نَاقَةُ ٱللَّهِ لَكُمۡ ءَايَةٗۖ ﴿ "Hai kaumku, inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat (yang menunjukkan kebenaran) untukmu", ia memiliki hari untuk minum dari sumur kemudian mereka me-merah air susunya, dan mereka pun memiliki hari untuk minum pula. ﴾ فَذَرُوهَا تَأۡكُلۡ فِيٓ أَرۡضِ ٱللَّهِۖ ﴿ "Sebab itu biarkanlah ia makan di bumi Allah", perawatan dan makanannya bukan tanggung jawabmu se-dikit pun. ﴾ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٖ ﴿ "Dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun." Yakni menyembelihnya ﴾ فَيَأۡخُذَكُمۡ عَذَابٞ قَرِيبٞ ﴿ "yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat." (65) ﴾ فَعَقَرُوهَا فَقَالَ ﴿ "Mereka membunuh unta itu, maka Shaleh berkata", kepada mereka, ﴾ تَمَتَّعُواْ فِي دَارِكُمۡ ثَلَٰثَةَ أَيَّامٖۖ ذَٰلِكَ وَعۡدٌ غَيۡرُ مَكۡذُوبٖ ﴿ "Ber-sukarialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan." Ia pasti terjadi. (66) ﴾ فَلَمَّا جَآءَ أَمۡرُنَا ﴿ "Maka tatkala datang urusan kami, dengan terjadinya azab, ﴾ نَجَّيۡنَا صَٰلِحٗا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥ بِرَحۡمَةٖ مِّنَّا وَمِنۡ خِزۡيِ يَوۡمِئِذٍۚ ﴿ "Kami selamatkan Shaleh beserta orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami, dan (Kami selamatkan) dari kehinaan di hari itu." Yakni Kami menyelamatkan mereka dari azab, kehinaan dan kenistaan. ﴾ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ ٱلۡقَوِيُّ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Sesungguhnya Tuhanmu Dia-lah Yang Mahakuat lagi Mahaperkasa." Termasuk kekuatan dan keperkasaanNya adalah Dia membinasakan umat-umat yang melampaui batas dan menye-lamatkan para rasul dan pengikutnya. (67) ﴾ وَأَخَذَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ ٱلصَّيۡحَةُ ﴿ "Dan satu suara keras yang meng-guntur menimpa orang-orang yang zhalim itu", ia memutuskan jantung mereka, ﴾ فَأَصۡبَحُواْ فِي دِيَٰرِهِمۡ جَٰثِمِينَ ﴿ "lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya." Tergeletak bertumbangan tanpa bergerak. (68) ﴾ كَأَن لَّمۡ يَغۡنَوۡاْ فِيهَآۗ ﴿ "Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu." Maksudnya, ketika azab datang kepada mereka seolah-olah mereka tidak bernikmat ria di negeri mereka, tidak tenteram padanya dan tidak bersuka ria sesaat pun. Nikmat telah berpisah dari mereka, azab yang terus menerus tak terhenti telah mencaplok mereka, seolah-olah ia masih terasa. ﴾ أَلَآ إِنَّ ثَمُودَاْ كَفَرُواْ رَبَّهُمۡۗ ﴿ "Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari tuhan mereka." Maksudnya, mereka ingkar setelah ayat-ayat Allah yang terang datang kepada mereka. ﴾ أَلَا بُعۡدٗا لِّثَمُودَ ﴿ "Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud", be-tapa hina dan sengsaranya mereka. Kita berlindung kepada Allah dari azab dan kehinaan dunia.

Hud 11:63

"Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata, 'Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Ilah selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikan pemakmurnya, karena itu mohonlah am-punanNya kemudian bertaubatlah kepadaNya. Sesungguhnya Rabbku amat dekat (rahmatNya) lagi memperkenankan (doa ham-baNya).' Kaum Tsamud berkata, 'Hai Shaleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan, apakah kamu melarang kami untuk menyembah tuhan yang disem-bah oleh bapak-bapak kami, dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami'." (Hud: 61-62). "Shaleh berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku dan Dia memberi-ku rahmat dari padaNya, maka siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mendurhakaiNya. Sebab itu kamu tidak menambah apapun kepadaku selain dari pada kerugian. Hai kaum-ku, inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat (yang menunjuk-kan kebenaran) untukmu, sebab itu biarkanlah ia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa-pun yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat'. Mereka membunuh unta itu, maka Shaleh berkata, 'Bersu-karialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.' Maka tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Shaleh beserta orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami dan (kami selamatkan) dari kehinaan di hari itu. Sesungguhnya Rabbmu Dia-lah Yang Maha-kuat lagi Mahaperkasa. Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zhalim itu, lalu mereka mati bergelim-pangan di tempat tinggal mereka, seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud meng-ingkari Rabb mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud." (Hud: 63-68) (61)(وَ) "Dan" Kami utus, ﴾ إِلَىٰ ثَمُودَ ﴿ "kepada Tsamud", mereka adalah 'Ad yang kedua yang terkenal yang tinggal di Hijr dan Wadil Qura ﴾ أَخَاهُمۡ ﴿ "saudara mereka" dalam nasab ﴾ صَٰلِحٗاۚ ﴿ "Shaleh." Hamba Allah dan RasulNya yang menyeru mereka kepada beribadah hanya kepada Allah. Dia berkata, ﴾ قَالَ يَٰقَوۡمِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ ﴿ "Hai kaumku, sembahlah Allah." Tauhidkanlah Dia dan ikhlaskanlah agama untukNya. ﴾ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥۖ ﴿ "Sekali-kali tidak ada bagimu tuhan selain Dia." Tidak dari penduduk langit atau bumi. ﴾ هُوَ أَنشَأَكُم مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Dia telah menciptakan-mu dari bumi (tanah)," yakni menciptakan kamu di dalamnya, ﴾ وَٱسۡتَعۡمَرَكُمۡ فِيهَا ﴿ "dan menjadikan kamu pemakmurnya." Menjadikanmu sebagai khalifah di dalamnya dan memberimu nikmat lahir dan batin, dan menempatkanmu di bumi. Kamu membangun, menanam sesuka-mu, mengambil manfaatnya dan mengeruk keuntungannya. Karena Dia tidak memiliki sekutu dalam semua itu, maka janganlah kamu menyekutukanNya dengan sesuatu. ﴾ فَٱسۡتَغۡفِرُوهُ ﴿ "Karena itu mohonlah ampunanNya", dari kekufuran, kesyirikan, kemaksiatan yang telah kamu lakukan. Tinggalkanlah semua itu ﴾ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِۚ ﴿ "kemudian ber-taubatlah kepadaNya." Yakni kembalilah kepadaNya dengan bertaubat yang nasuhah. ﴾ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٞ مُّجِيبٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku amat dekat (rah-matNya) lagi memperkenankan (doa hambaNya)." Yakni dekat kepada orang yang berdoa kepadaNya dengan doa permintaan dan doa ibadah, menjawabNya dengan mengabulkan permintaannya, me-nerima ibadahnya dan memberinya pahala yang besar. Ketahuilah bahwa kedekatan Allah ada dua macam: umum dan khusus. Yang pertama adalah kedekatan umum, yaitu kede-katan dengan ilmuNya dari seluruh makhlukNya, kedekatan ini tersebut dalam Firman Allah, ﴾ وَنَحۡنُ أَقۡرَبُ إِلَيۡهِ مِنۡ حَبۡلِ ٱلۡوَرِيدِ 16 ﴿ "Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya." (Qaf: 16). Yang kedua adalah kedekatan khusus yaitu, kedekatanNya kepada orang-orang yang beribadah, memohon dan mencintaiNya. Ia tersebut dalam Firman Allah, ﴾ وَٱسۡجُدۡۤ وَٱقۡتَرِب۩ 19 ﴿ "Dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Rabb)." (Al-Alaq: 19), dan dalam Firman Allah تعالى, ﴾ وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌۖ أُجِيبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ ﴿ "Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan per-mohonan orang yang berdoa." (Al-Baqarah: 186). Kedekatan ini adalah kedekatan yang menuntut kasih sayang Allah (kepada hamba-hambaNya), jawabanNya terhadap doa-doa mereka, dan mewujudkan keinginan-keinginan mereka. Oleh karena itu, nama al-Qarib disandingkan dengan nama al-Mujib. (62) Tatkala Nabi mereka, Shaleh عليه السلام memerintahkan dan mendorong mereka kepada keikhlasan hanya kepada Allah semata maka mereka menolak dakwahnya dan menyambutnya dengan sambutan yang buruk. ﴾ قَالُواْ يَٰصَٰلِحُ قَدۡ كُنتَ فِينَا مَرۡجُوّٗا قَبۡلَ هَٰذَآۖ ﴿ "Kaum Tsamud berkata, 'Hai Shaleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan." Kami mengharapkan dan menung-gu-nunggu manfaat dan pendapat yang baik darimu. Ini adalah kesaksian dari mereka kepada Nabi mereka, Shaleh, bahwa dia masih terkenal dengan kemuliaan akhlak dan kebaikan sifat, bahwa dia termasuk orang terpilih dari kaumnya, akan tetapi ketika Shaleh hadir dengan perkara yang tidak sesuai hawa nafsu mereka yang rusak, maka mereka mengucapkan kata-kata ini yang isinya adalah bahwa kamu –hai Shaleh– adalah orang yang sempurna sebelum-nya, tetapi sekarang kamu menyelisihi dugaan kami padamu, kamu sekarang dalam keadaan tidak lagi diharapkan kebaikannya. Dosa-Shaleh adalah apa yang mereka katakan tentangnya [ini merupakan perkataan mereka] yaitu, ﴾ أَتَنۡهَىٰنَآ أَن نَّعۡبُدَ مَا يَعۡبُدُ ءَابَآؤُنَا ﴿ "Apakah kamu me-larang kami untuk menyembah tuhan yang disembah oleh bapak-bapak kami?" Menurut mereka, ini adalah perkara terbesar yang menco-reng Shaleh. Bagaimana dia mencela akal mereka dan akal nenek moyang mereka yang tersesat? Bagaimana dia melarang mereka menyembah yang tidak bermanfaat dan tidak bermudarat serta tidak berguna sedikit pun dari batu, pohon dan lain-lain, dan dia memerintahkan mereka mengikhlaskan agama hanya kepada Allah, Rabb mereka yang senantiasa melimpahkan nikmat-nikmat kepada mereka terus menerus, kebaikanNya kepada mereka selalu turun, yang mana tiada nikmat pada mereka kecuali dariNya dan tiada yang menangkal keburukan kecuali Dia? ﴾ وَإِنَّنَا لَفِي شَكّٖ مِّمَّا تَدۡعُونَآ إِلَيۡهِ مُرِيبٖ ﴿ "Dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisah-kan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami." Yakni kami masih ragu terhadap dakwahmu dengan keraguan yang berpengaruh pada hati kami. (63) Mereka mengklaim bahwa seandainya mereka menge-tahui kebenaran dakwahnya niscaya mereka akan mengikutinya, padahal sebenarnya mereka berdusta dalam hal ini. Oleh karena itu, Shaleh menjelaskan kedustaan mereka dengan ucapannya. ﴾ قَالَ يَٰقَوۡمِ أَرَءَيۡتُمۡ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٖ مِّن رَّبِّي ﴿ "Shaleh berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Yakni dalil dan keyakinan dariku. ﴾ وَءَاتَىٰنِي مِنۡهُ رَحۡمَةٗ ﴿ "Dan Dia memberiku rahmat (kenabian) dariNya." Maksudnya, Dia memberiku nikmat wahyu dan kerasulan lalu apakah aku mengikuti keyakinanmu dan dakwahmu? ﴾ فَمَن يَنصُرُنِي مِنَ ٱللَّهِ إِنۡ عَصَيۡتُهُۥۖ فَمَا تَزِيدُونَنِي غَيۡرَ تَخۡسِيرٖ ﴿ "Maka siapakah yang akan meno-longku dari (azab) Allah jika aku mendurhakaiNya. Sebab itu kamu tidak menambah apa pun kepadaku selain dari kerugian." Yakni selain keka-lahan, kesialan, dan kemudaratan. (64) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ هَٰذِهِۦ نَاقَةُ ٱللَّهِ لَكُمۡ ءَايَةٗۖ ﴿ "Hai kaumku, inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat (yang menunjukkan kebenaran) untukmu", ia memiliki hari untuk minum dari sumur kemudian mereka me-merah air susunya, dan mereka pun memiliki hari untuk minum pula. ﴾ فَذَرُوهَا تَأۡكُلۡ فِيٓ أَرۡضِ ٱللَّهِۖ ﴿ "Sebab itu biarkanlah ia makan di bumi Allah", perawatan dan makanannya bukan tanggung jawabmu se-dikit pun. ﴾ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٖ ﴿ "Dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun." Yakni menyembelihnya ﴾ فَيَأۡخُذَكُمۡ عَذَابٞ قَرِيبٞ ﴿ "yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat." (65) ﴾ فَعَقَرُوهَا فَقَالَ ﴿ "Mereka membunuh unta itu, maka Shaleh berkata", kepada mereka, ﴾ تَمَتَّعُواْ فِي دَارِكُمۡ ثَلَٰثَةَ أَيَّامٖۖ ذَٰلِكَ وَعۡدٌ غَيۡرُ مَكۡذُوبٖ ﴿ "Ber-sukarialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan." Ia pasti terjadi. (66) ﴾ فَلَمَّا جَآءَ أَمۡرُنَا ﴿ "Maka tatkala datang urusan kami, dengan terjadinya azab, ﴾ نَجَّيۡنَا صَٰلِحٗا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥ بِرَحۡمَةٖ مِّنَّا وَمِنۡ خِزۡيِ يَوۡمِئِذٍۚ ﴿ "Kami selamatkan Shaleh beserta orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami, dan (Kami selamatkan) dari kehinaan di hari itu." Yakni Kami menyelamatkan mereka dari azab, kehinaan dan kenistaan. ﴾ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ ٱلۡقَوِيُّ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Sesungguhnya Tuhanmu Dia-lah Yang Mahakuat lagi Mahaperkasa." Termasuk kekuatan dan keperkasaanNya adalah Dia membinasakan umat-umat yang melampaui batas dan menye-lamatkan para rasul dan pengikutnya. (67) ﴾ وَأَخَذَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ ٱلصَّيۡحَةُ ﴿ "Dan satu suara keras yang meng-guntur menimpa orang-orang yang zhalim itu", ia memutuskan jantung mereka, ﴾ فَأَصۡبَحُواْ فِي دِيَٰرِهِمۡ جَٰثِمِينَ ﴿ "lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya." Tergeletak bertumbangan tanpa bergerak. (68) ﴾ كَأَن لَّمۡ يَغۡنَوۡاْ فِيهَآۗ ﴿ "Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu." Maksudnya, ketika azab datang kepada mereka seolah-olah mereka tidak bernikmat ria di negeri mereka, tidak tenteram padanya dan tidak bersuka ria sesaat pun. Nikmat telah berpisah dari mereka, azab yang terus menerus tak terhenti telah mencaplok mereka, seolah-olah ia masih terasa. ﴾ أَلَآ إِنَّ ثَمُودَاْ كَفَرُواْ رَبَّهُمۡۗ ﴿ "Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari tuhan mereka." Maksudnya, mereka ingkar setelah ayat-ayat Allah yang terang datang kepada mereka. ﴾ أَلَا بُعۡدٗا لِّثَمُودَ ﴿ "Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud", be-tapa hina dan sengsaranya mereka. Kita berlindung kepada Allah dari azab dan kehinaan dunia.

Hud 11:64

"Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata, 'Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Ilah selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikan pemakmurnya, karena itu mohonlah am-punanNya kemudian bertaubatlah kepadaNya. Sesungguhnya Rabbku amat dekat (rahmatNya) lagi memperkenankan (doa ham-baNya).' Kaum Tsamud berkata, 'Hai Shaleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan, apakah kamu melarang kami untuk menyembah tuhan yang disem-bah oleh bapak-bapak kami, dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami'." (Hud: 61-62). "Shaleh berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku dan Dia memberi-ku rahmat dari padaNya, maka siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mendurhakaiNya. Sebab itu kamu tidak menambah apapun kepadaku selain dari pada kerugian. Hai kaum-ku, inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat (yang menunjuk-kan kebenaran) untukmu, sebab itu biarkanlah ia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa-pun yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat'. Mereka membunuh unta itu, maka Shaleh berkata, 'Bersu-karialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.' Maka tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Shaleh beserta orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami dan (kami selamatkan) dari kehinaan di hari itu. Sesungguhnya Rabbmu Dia-lah Yang Maha-kuat lagi Mahaperkasa. Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zhalim itu, lalu mereka mati bergelim-pangan di tempat tinggal mereka, seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud meng-ingkari Rabb mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud." (Hud: 63-68) (61)(وَ) "Dan" Kami utus, ﴾ إِلَىٰ ثَمُودَ ﴿ "kepada Tsamud", mereka adalah 'Ad yang kedua yang terkenal yang tinggal di Hijr dan Wadil Qura ﴾ أَخَاهُمۡ ﴿ "saudara mereka" dalam nasab ﴾ صَٰلِحٗاۚ ﴿ "Shaleh." Hamba Allah dan RasulNya yang menyeru mereka kepada beribadah hanya kepada Allah. Dia berkata, ﴾ قَالَ يَٰقَوۡمِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ ﴿ "Hai kaumku, sembahlah Allah." Tauhidkanlah Dia dan ikhlaskanlah agama untukNya. ﴾ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥۖ ﴿ "Sekali-kali tidak ada bagimu tuhan selain Dia." Tidak dari penduduk langit atau bumi. ﴾ هُوَ أَنشَأَكُم مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Dia telah menciptakan-mu dari bumi (tanah)," yakni menciptakan kamu di dalamnya, ﴾ وَٱسۡتَعۡمَرَكُمۡ فِيهَا ﴿ "dan menjadikan kamu pemakmurnya." Menjadikanmu sebagai khalifah di dalamnya dan memberimu nikmat lahir dan batin, dan menempatkanmu di bumi. Kamu membangun, menanam sesuka-mu, mengambil manfaatnya dan mengeruk keuntungannya. Karena Dia tidak memiliki sekutu dalam semua itu, maka janganlah kamu menyekutukanNya dengan sesuatu. ﴾ فَٱسۡتَغۡفِرُوهُ ﴿ "Karena itu mohonlah ampunanNya", dari kekufuran, kesyirikan, kemaksiatan yang telah kamu lakukan. Tinggalkanlah semua itu ﴾ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِۚ ﴿ "kemudian ber-taubatlah kepadaNya." Yakni kembalilah kepadaNya dengan bertaubat yang nasuhah. ﴾ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٞ مُّجِيبٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku amat dekat (rah-matNya) lagi memperkenankan (doa hambaNya)." Yakni dekat kepada orang yang berdoa kepadaNya dengan doa permintaan dan doa ibadah, menjawabNya dengan mengabulkan permintaannya, me-nerima ibadahnya dan memberinya pahala yang besar. Ketahuilah bahwa kedekatan Allah ada dua macam: umum dan khusus. Yang pertama adalah kedekatan umum, yaitu kede-katan dengan ilmuNya dari seluruh makhlukNya, kedekatan ini tersebut dalam Firman Allah, ﴾ وَنَحۡنُ أَقۡرَبُ إِلَيۡهِ مِنۡ حَبۡلِ ٱلۡوَرِيدِ 16 ﴿ "Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya." (Qaf: 16). Yang kedua adalah kedekatan khusus yaitu, kedekatanNya kepada orang-orang yang beribadah, memohon dan mencintaiNya. Ia tersebut dalam Firman Allah, ﴾ وَٱسۡجُدۡۤ وَٱقۡتَرِب۩ 19 ﴿ "Dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Rabb)." (Al-Alaq: 19), dan dalam Firman Allah تعالى, ﴾ وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌۖ أُجِيبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ ﴿ "Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan per-mohonan orang yang berdoa." (Al-Baqarah: 186). Kedekatan ini adalah kedekatan yang menuntut kasih sayang Allah (kepada hamba-hambaNya), jawabanNya terhadap doa-doa mereka, dan mewujudkan keinginan-keinginan mereka. Oleh karena itu, nama al-Qarib disandingkan dengan nama al-Mujib. (62) Tatkala Nabi mereka, Shaleh عليه السلام memerintahkan dan mendorong mereka kepada keikhlasan hanya kepada Allah semata maka mereka menolak dakwahnya dan menyambutnya dengan sambutan yang buruk. ﴾ قَالُواْ يَٰصَٰلِحُ قَدۡ كُنتَ فِينَا مَرۡجُوّٗا قَبۡلَ هَٰذَآۖ ﴿ "Kaum Tsamud berkata, 'Hai Shaleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan." Kami mengharapkan dan menung-gu-nunggu manfaat dan pendapat yang baik darimu. Ini adalah kesaksian dari mereka kepada Nabi mereka, Shaleh, bahwa dia masih terkenal dengan kemuliaan akhlak dan kebaikan sifat, bahwa dia termasuk orang terpilih dari kaumnya, akan tetapi ketika Shaleh hadir dengan perkara yang tidak sesuai hawa nafsu mereka yang rusak, maka mereka mengucapkan kata-kata ini yang isinya adalah bahwa kamu –hai Shaleh– adalah orang yang sempurna sebelum-nya, tetapi sekarang kamu menyelisihi dugaan kami padamu, kamu sekarang dalam keadaan tidak lagi diharapkan kebaikannya. Dosa-Shaleh adalah apa yang mereka katakan tentangnya [ini merupakan perkataan mereka] yaitu, ﴾ أَتَنۡهَىٰنَآ أَن نَّعۡبُدَ مَا يَعۡبُدُ ءَابَآؤُنَا ﴿ "Apakah kamu me-larang kami untuk menyembah tuhan yang disembah oleh bapak-bapak kami?" Menurut mereka, ini adalah perkara terbesar yang menco-reng Shaleh. Bagaimana dia mencela akal mereka dan akal nenek moyang mereka yang tersesat? Bagaimana dia melarang mereka menyembah yang tidak bermanfaat dan tidak bermudarat serta tidak berguna sedikit pun dari batu, pohon dan lain-lain, dan dia memerintahkan mereka mengikhlaskan agama hanya kepada Allah, Rabb mereka yang senantiasa melimpahkan nikmat-nikmat kepada mereka terus menerus, kebaikanNya kepada mereka selalu turun, yang mana tiada nikmat pada mereka kecuali dariNya dan tiada yang menangkal keburukan kecuali Dia? ﴾ وَإِنَّنَا لَفِي شَكّٖ مِّمَّا تَدۡعُونَآ إِلَيۡهِ مُرِيبٖ ﴿ "Dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisah-kan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami." Yakni kami masih ragu terhadap dakwahmu dengan keraguan yang berpengaruh pada hati kami. (63) Mereka mengklaim bahwa seandainya mereka menge-tahui kebenaran dakwahnya niscaya mereka akan mengikutinya, padahal sebenarnya mereka berdusta dalam hal ini. Oleh karena itu, Shaleh menjelaskan kedustaan mereka dengan ucapannya. ﴾ قَالَ يَٰقَوۡمِ أَرَءَيۡتُمۡ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٖ مِّن رَّبِّي ﴿ "Shaleh berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Yakni dalil dan keyakinan dariku. ﴾ وَءَاتَىٰنِي مِنۡهُ رَحۡمَةٗ ﴿ "Dan Dia memberiku rahmat (kenabian) dariNya." Maksudnya, Dia memberiku nikmat wahyu dan kerasulan lalu apakah aku mengikuti keyakinanmu dan dakwahmu? ﴾ فَمَن يَنصُرُنِي مِنَ ٱللَّهِ إِنۡ عَصَيۡتُهُۥۖ فَمَا تَزِيدُونَنِي غَيۡرَ تَخۡسِيرٖ ﴿ "Maka siapakah yang akan meno-longku dari (azab) Allah jika aku mendurhakaiNya. Sebab itu kamu tidak menambah apa pun kepadaku selain dari kerugian." Yakni selain keka-lahan, kesialan, dan kemudaratan. (64) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ هَٰذِهِۦ نَاقَةُ ٱللَّهِ لَكُمۡ ءَايَةٗۖ ﴿ "Hai kaumku, inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat (yang menunjukkan kebenaran) untukmu", ia memiliki hari untuk minum dari sumur kemudian mereka me-merah air susunya, dan mereka pun memiliki hari untuk minum pula. ﴾ فَذَرُوهَا تَأۡكُلۡ فِيٓ أَرۡضِ ٱللَّهِۖ ﴿ "Sebab itu biarkanlah ia makan di bumi Allah", perawatan dan makanannya bukan tanggung jawabmu se-dikit pun. ﴾ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٖ ﴿ "Dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun." Yakni menyembelihnya ﴾ فَيَأۡخُذَكُمۡ عَذَابٞ قَرِيبٞ ﴿ "yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat." (65) ﴾ فَعَقَرُوهَا فَقَالَ ﴿ "Mereka membunuh unta itu, maka Shaleh berkata", kepada mereka, ﴾ تَمَتَّعُواْ فِي دَارِكُمۡ ثَلَٰثَةَ أَيَّامٖۖ ذَٰلِكَ وَعۡدٌ غَيۡرُ مَكۡذُوبٖ ﴿ "Ber-sukarialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan." Ia pasti terjadi. (66) ﴾ فَلَمَّا جَآءَ أَمۡرُنَا ﴿ "Maka tatkala datang urusan kami, dengan terjadinya azab, ﴾ نَجَّيۡنَا صَٰلِحٗا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥ بِرَحۡمَةٖ مِّنَّا وَمِنۡ خِزۡيِ يَوۡمِئِذٍۚ ﴿ "Kami selamatkan Shaleh beserta orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami, dan (Kami selamatkan) dari kehinaan di hari itu." Yakni Kami menyelamatkan mereka dari azab, kehinaan dan kenistaan. ﴾ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ ٱلۡقَوِيُّ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Sesungguhnya Tuhanmu Dia-lah Yang Mahakuat lagi Mahaperkasa." Termasuk kekuatan dan keperkasaanNya adalah Dia membinasakan umat-umat yang melampaui batas dan menye-lamatkan para rasul dan pengikutnya. (67) ﴾ وَأَخَذَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ ٱلصَّيۡحَةُ ﴿ "Dan satu suara keras yang meng-guntur menimpa orang-orang yang zhalim itu", ia memutuskan jantung mereka, ﴾ فَأَصۡبَحُواْ فِي دِيَٰرِهِمۡ جَٰثِمِينَ ﴿ "lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya." Tergeletak bertumbangan tanpa bergerak. (68) ﴾ كَأَن لَّمۡ يَغۡنَوۡاْ فِيهَآۗ ﴿ "Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu." Maksudnya, ketika azab datang kepada mereka seolah-olah mereka tidak bernikmat ria di negeri mereka, tidak tenteram padanya dan tidak bersuka ria sesaat pun. Nikmat telah berpisah dari mereka, azab yang terus menerus tak terhenti telah mencaplok mereka, seolah-olah ia masih terasa. ﴾ أَلَآ إِنَّ ثَمُودَاْ كَفَرُواْ رَبَّهُمۡۗ ﴿ "Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari tuhan mereka." Maksudnya, mereka ingkar setelah ayat-ayat Allah yang terang datang kepada mereka. ﴾ أَلَا بُعۡدٗا لِّثَمُودَ ﴿ "Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud", be-tapa hina dan sengsaranya mereka. Kita berlindung kepada Allah dari azab dan kehinaan dunia.

Hud 11:65

"Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata, 'Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Ilah selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikan pemakmurnya, karena itu mohonlah am-punanNya kemudian bertaubatlah kepadaNya. Sesungguhnya Rabbku amat dekat (rahmatNya) lagi memperkenankan (doa ham-baNya).' Kaum Tsamud berkata, 'Hai Shaleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan, apakah kamu melarang kami untuk menyembah tuhan yang disem-bah oleh bapak-bapak kami, dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami'." (Hud: 61-62). "Shaleh berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku dan Dia memberi-ku rahmat dari padaNya, maka siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mendurhakaiNya. Sebab itu kamu tidak menambah apapun kepadaku selain dari pada kerugian. Hai kaum-ku, inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat (yang menunjuk-kan kebenaran) untukmu, sebab itu biarkanlah ia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa-pun yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat'. Mereka membunuh unta itu, maka Shaleh berkata, 'Bersu-karialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.' Maka tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Shaleh beserta orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami dan (kami selamatkan) dari kehinaan di hari itu. Sesungguhnya Rabbmu Dia-lah Yang Maha-kuat lagi Mahaperkasa. Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zhalim itu, lalu mereka mati bergelim-pangan di tempat tinggal mereka, seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud meng-ingkari Rabb mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud." (Hud: 63-68) (61)(وَ) "Dan" Kami utus, ﴾ إِلَىٰ ثَمُودَ ﴿ "kepada Tsamud", mereka adalah 'Ad yang kedua yang terkenal yang tinggal di Hijr dan Wadil Qura ﴾ أَخَاهُمۡ ﴿ "saudara mereka" dalam nasab ﴾ صَٰلِحٗاۚ ﴿ "Shaleh." Hamba Allah dan RasulNya yang menyeru mereka kepada beribadah hanya kepada Allah. Dia berkata, ﴾ قَالَ يَٰقَوۡمِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ ﴿ "Hai kaumku, sembahlah Allah." Tauhidkanlah Dia dan ikhlaskanlah agama untukNya. ﴾ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥۖ ﴿ "Sekali-kali tidak ada bagimu tuhan selain Dia." Tidak dari penduduk langit atau bumi. ﴾ هُوَ أَنشَأَكُم مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Dia telah menciptakan-mu dari bumi (tanah)," yakni menciptakan kamu di dalamnya, ﴾ وَٱسۡتَعۡمَرَكُمۡ فِيهَا ﴿ "dan menjadikan kamu pemakmurnya." Menjadikanmu sebagai khalifah di dalamnya dan memberimu nikmat lahir dan batin, dan menempatkanmu di bumi. Kamu membangun, menanam sesuka-mu, mengambil manfaatnya dan mengeruk keuntungannya. Karena Dia tidak memiliki sekutu dalam semua itu, maka janganlah kamu menyekutukanNya dengan sesuatu. ﴾ فَٱسۡتَغۡفِرُوهُ ﴿ "Karena itu mohonlah ampunanNya", dari kekufuran, kesyirikan, kemaksiatan yang telah kamu lakukan. Tinggalkanlah semua itu ﴾ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِۚ ﴿ "kemudian ber-taubatlah kepadaNya." Yakni kembalilah kepadaNya dengan bertaubat yang nasuhah. ﴾ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٞ مُّجِيبٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku amat dekat (rah-matNya) lagi memperkenankan (doa hambaNya)." Yakni dekat kepada orang yang berdoa kepadaNya dengan doa permintaan dan doa ibadah, menjawabNya dengan mengabulkan permintaannya, me-nerima ibadahnya dan memberinya pahala yang besar. Ketahuilah bahwa kedekatan Allah ada dua macam: umum dan khusus. Yang pertama adalah kedekatan umum, yaitu kede-katan dengan ilmuNya dari seluruh makhlukNya, kedekatan ini tersebut dalam Firman Allah, ﴾ وَنَحۡنُ أَقۡرَبُ إِلَيۡهِ مِنۡ حَبۡلِ ٱلۡوَرِيدِ 16 ﴿ "Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya." (Qaf: 16). Yang kedua adalah kedekatan khusus yaitu, kedekatanNya kepada orang-orang yang beribadah, memohon dan mencintaiNya. Ia tersebut dalam Firman Allah, ﴾ وَٱسۡجُدۡۤ وَٱقۡتَرِب۩ 19 ﴿ "Dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Rabb)." (Al-Alaq: 19), dan dalam Firman Allah تعالى, ﴾ وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌۖ أُجِيبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ ﴿ "Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan per-mohonan orang yang berdoa." (Al-Baqarah: 186). Kedekatan ini adalah kedekatan yang menuntut kasih sayang Allah (kepada hamba-hambaNya), jawabanNya terhadap doa-doa mereka, dan mewujudkan keinginan-keinginan mereka. Oleh karena itu, nama al-Qarib disandingkan dengan nama al-Mujib. (62) Tatkala Nabi mereka, Shaleh عليه السلام memerintahkan dan mendorong mereka kepada keikhlasan hanya kepada Allah semata maka mereka menolak dakwahnya dan menyambutnya dengan sambutan yang buruk. ﴾ قَالُواْ يَٰصَٰلِحُ قَدۡ كُنتَ فِينَا مَرۡجُوّٗا قَبۡلَ هَٰذَآۖ ﴿ "Kaum Tsamud berkata, 'Hai Shaleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan." Kami mengharapkan dan menung-gu-nunggu manfaat dan pendapat yang baik darimu. Ini adalah kesaksian dari mereka kepada Nabi mereka, Shaleh, bahwa dia masih terkenal dengan kemuliaan akhlak dan kebaikan sifat, bahwa dia termasuk orang terpilih dari kaumnya, akan tetapi ketika Shaleh hadir dengan perkara yang tidak sesuai hawa nafsu mereka yang rusak, maka mereka mengucapkan kata-kata ini yang isinya adalah bahwa kamu –hai Shaleh– adalah orang yang sempurna sebelum-nya, tetapi sekarang kamu menyelisihi dugaan kami padamu, kamu sekarang dalam keadaan tidak lagi diharapkan kebaikannya. Dosa-Shaleh adalah apa yang mereka katakan tentangnya [ini merupakan perkataan mereka] yaitu, ﴾ أَتَنۡهَىٰنَآ أَن نَّعۡبُدَ مَا يَعۡبُدُ ءَابَآؤُنَا ﴿ "Apakah kamu me-larang kami untuk menyembah tuhan yang disembah oleh bapak-bapak kami?" Menurut mereka, ini adalah perkara terbesar yang menco-reng Shaleh. Bagaimana dia mencela akal mereka dan akal nenek moyang mereka yang tersesat? Bagaimana dia melarang mereka menyembah yang tidak bermanfaat dan tidak bermudarat serta tidak berguna sedikit pun dari batu, pohon dan lain-lain, dan dia memerintahkan mereka mengikhlaskan agama hanya kepada Allah, Rabb mereka yang senantiasa melimpahkan nikmat-nikmat kepada mereka terus menerus, kebaikanNya kepada mereka selalu turun, yang mana tiada nikmat pada mereka kecuali dariNya dan tiada yang menangkal keburukan kecuali Dia? ﴾ وَإِنَّنَا لَفِي شَكّٖ مِّمَّا تَدۡعُونَآ إِلَيۡهِ مُرِيبٖ ﴿ "Dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisah-kan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami." Yakni kami masih ragu terhadap dakwahmu dengan keraguan yang berpengaruh pada hati kami. (63) Mereka mengklaim bahwa seandainya mereka menge-tahui kebenaran dakwahnya niscaya mereka akan mengikutinya, padahal sebenarnya mereka berdusta dalam hal ini. Oleh karena itu, Shaleh menjelaskan kedustaan mereka dengan ucapannya. ﴾ قَالَ يَٰقَوۡمِ أَرَءَيۡتُمۡ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٖ مِّن رَّبِّي ﴿ "Shaleh berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Yakni dalil dan keyakinan dariku. ﴾ وَءَاتَىٰنِي مِنۡهُ رَحۡمَةٗ ﴿ "Dan Dia memberiku rahmat (kenabian) dariNya." Maksudnya, Dia memberiku nikmat wahyu dan kerasulan lalu apakah aku mengikuti keyakinanmu dan dakwahmu? ﴾ فَمَن يَنصُرُنِي مِنَ ٱللَّهِ إِنۡ عَصَيۡتُهُۥۖ فَمَا تَزِيدُونَنِي غَيۡرَ تَخۡسِيرٖ ﴿ "Maka siapakah yang akan meno-longku dari (azab) Allah jika aku mendurhakaiNya. Sebab itu kamu tidak menambah apa pun kepadaku selain dari kerugian." Yakni selain keka-lahan, kesialan, dan kemudaratan. (64) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ هَٰذِهِۦ نَاقَةُ ٱللَّهِ لَكُمۡ ءَايَةٗۖ ﴿ "Hai kaumku, inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat (yang menunjukkan kebenaran) untukmu", ia memiliki hari untuk minum dari sumur kemudian mereka me-merah air susunya, dan mereka pun memiliki hari untuk minum pula. ﴾ فَذَرُوهَا تَأۡكُلۡ فِيٓ أَرۡضِ ٱللَّهِۖ ﴿ "Sebab itu biarkanlah ia makan di bumi Allah", perawatan dan makanannya bukan tanggung jawabmu se-dikit pun. ﴾ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٖ ﴿ "Dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun." Yakni menyembelihnya ﴾ فَيَأۡخُذَكُمۡ عَذَابٞ قَرِيبٞ ﴿ "yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat." (65) ﴾ فَعَقَرُوهَا فَقَالَ ﴿ "Mereka membunuh unta itu, maka Shaleh berkata", kepada mereka, ﴾ تَمَتَّعُواْ فِي دَارِكُمۡ ثَلَٰثَةَ أَيَّامٖۖ ذَٰلِكَ وَعۡدٌ غَيۡرُ مَكۡذُوبٖ ﴿ "Ber-sukarialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan." Ia pasti terjadi. (66) ﴾ فَلَمَّا جَآءَ أَمۡرُنَا ﴿ "Maka tatkala datang urusan kami, dengan terjadinya azab, ﴾ نَجَّيۡنَا صَٰلِحٗا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥ بِرَحۡمَةٖ مِّنَّا وَمِنۡ خِزۡيِ يَوۡمِئِذٍۚ ﴿ "Kami selamatkan Shaleh beserta orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami, dan (Kami selamatkan) dari kehinaan di hari itu." Yakni Kami menyelamatkan mereka dari azab, kehinaan dan kenistaan. ﴾ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ ٱلۡقَوِيُّ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Sesungguhnya Tuhanmu Dia-lah Yang Mahakuat lagi Mahaperkasa." Termasuk kekuatan dan keperkasaanNya adalah Dia membinasakan umat-umat yang melampaui batas dan menye-lamatkan para rasul dan pengikutnya. (67) ﴾ وَأَخَذَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ ٱلصَّيۡحَةُ ﴿ "Dan satu suara keras yang meng-guntur menimpa orang-orang yang zhalim itu", ia memutuskan jantung mereka, ﴾ فَأَصۡبَحُواْ فِي دِيَٰرِهِمۡ جَٰثِمِينَ ﴿ "lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya." Tergeletak bertumbangan tanpa bergerak. (68) ﴾ كَأَن لَّمۡ يَغۡنَوۡاْ فِيهَآۗ ﴿ "Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu." Maksudnya, ketika azab datang kepada mereka seolah-olah mereka tidak bernikmat ria di negeri mereka, tidak tenteram padanya dan tidak bersuka ria sesaat pun. Nikmat telah berpisah dari mereka, azab yang terus menerus tak terhenti telah mencaplok mereka, seolah-olah ia masih terasa. ﴾ أَلَآ إِنَّ ثَمُودَاْ كَفَرُواْ رَبَّهُمۡۗ ﴿ "Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari tuhan mereka." Maksudnya, mereka ingkar setelah ayat-ayat Allah yang terang datang kepada mereka. ﴾ أَلَا بُعۡدٗا لِّثَمُودَ ﴿ "Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud", be-tapa hina dan sengsaranya mereka. Kita berlindung kepada Allah dari azab dan kehinaan dunia.

Hud 11:66

"Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka Shaleh. Shaleh berkata, 'Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Ilah selain Dia. Dia telah menciptakanmu dari bumi (tanah) dan menjadikan pemakmurnya, karena itu mohonlah am-punanNya kemudian bertaubatlah kepadaNya. Sesungguhnya Rabbku amat dekat (rahmatNya) lagi memperkenankan (doa ham-baNya).' Kaum Tsamud berkata, 'Hai Shaleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan, apakah kamu melarang kami untuk menyembah tuhan yang disem-bah oleh bapak-bapak kami, dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami'." (Hud: 61-62). "Shaleh berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku dan Dia memberi-ku rahmat dari padaNya, maka siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mendurhakaiNya. Sebab itu kamu tidak menambah apapun kepadaku selain dari pada kerugian. Hai kaum-ku, inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat (yang menunjuk-kan kebenaran) untukmu, sebab itu biarkanlah ia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa-pun yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat'. Mereka membunuh unta itu, maka Shaleh berkata, 'Bersu-karialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan.' Maka tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Shaleh beserta orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami dan (kami selamatkan) dari kehinaan di hari itu. Sesungguhnya Rabbmu Dia-lah Yang Maha-kuat lagi Mahaperkasa. Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang zhalim itu, lalu mereka mati bergelim-pangan di tempat tinggal mereka, seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud meng-ingkari Rabb mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud." (Hud: 63-68) (61)(وَ) "Dan" Kami utus, ﴾ إِلَىٰ ثَمُودَ ﴿ "kepada Tsamud", mereka adalah 'Ad yang kedua yang terkenal yang tinggal di Hijr dan Wadil Qura ﴾ أَخَاهُمۡ ﴿ "saudara mereka" dalam nasab ﴾ صَٰلِحٗاۚ ﴿ "Shaleh." Hamba Allah dan RasulNya yang menyeru mereka kepada beribadah hanya kepada Allah. Dia berkata, ﴾ قَالَ يَٰقَوۡمِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ ﴿ "Hai kaumku, sembahlah Allah." Tauhidkanlah Dia dan ikhlaskanlah agama untukNya. ﴾ مَا لَكُم مِّنۡ إِلَٰهٍ غَيۡرُهُۥۖ ﴿ "Sekali-kali tidak ada bagimu tuhan selain Dia." Tidak dari penduduk langit atau bumi. ﴾ هُوَ أَنشَأَكُم مِّنَ ٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Dia telah menciptakan-mu dari bumi (tanah)," yakni menciptakan kamu di dalamnya, ﴾ وَٱسۡتَعۡمَرَكُمۡ فِيهَا ﴿ "dan menjadikan kamu pemakmurnya." Menjadikanmu sebagai khalifah di dalamnya dan memberimu nikmat lahir dan batin, dan menempatkanmu di bumi. Kamu membangun, menanam sesuka-mu, mengambil manfaatnya dan mengeruk keuntungannya. Karena Dia tidak memiliki sekutu dalam semua itu, maka janganlah kamu menyekutukanNya dengan sesuatu. ﴾ فَٱسۡتَغۡفِرُوهُ ﴿ "Karena itu mohonlah ampunanNya", dari kekufuran, kesyirikan, kemaksiatan yang telah kamu lakukan. Tinggalkanlah semua itu ﴾ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِۚ ﴿ "kemudian ber-taubatlah kepadaNya." Yakni kembalilah kepadaNya dengan bertaubat yang nasuhah. ﴾ إِنَّ رَبِّي قَرِيبٞ مُّجِيبٞ ﴿ "Sesungguhnya Rabbku amat dekat (rah-matNya) lagi memperkenankan (doa hambaNya)." Yakni dekat kepada orang yang berdoa kepadaNya dengan doa permintaan dan doa ibadah, menjawabNya dengan mengabulkan permintaannya, me-nerima ibadahnya dan memberinya pahala yang besar. Ketahuilah bahwa kedekatan Allah ada dua macam: umum dan khusus. Yang pertama adalah kedekatan umum, yaitu kede-katan dengan ilmuNya dari seluruh makhlukNya, kedekatan ini tersebut dalam Firman Allah, ﴾ وَنَحۡنُ أَقۡرَبُ إِلَيۡهِ مِنۡ حَبۡلِ ٱلۡوَرِيدِ 16 ﴿ "Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya." (Qaf: 16). Yang kedua adalah kedekatan khusus yaitu, kedekatanNya kepada orang-orang yang beribadah, memohon dan mencintaiNya. Ia tersebut dalam Firman Allah, ﴾ وَٱسۡجُدۡۤ وَٱقۡتَرِب۩ 19 ﴿ "Dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada Rabb)." (Al-Alaq: 19), dan dalam Firman Allah تعالى, ﴾ وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌۖ أُجِيبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ ﴿ "Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan per-mohonan orang yang berdoa." (Al-Baqarah: 186). Kedekatan ini adalah kedekatan yang menuntut kasih sayang Allah (kepada hamba-hambaNya), jawabanNya terhadap doa-doa mereka, dan mewujudkan keinginan-keinginan mereka. Oleh karena itu, nama al-Qarib disandingkan dengan nama al-Mujib. (62) Tatkala Nabi mereka, Shaleh عليه السلام memerintahkan dan mendorong mereka kepada keikhlasan hanya kepada Allah semata maka mereka menolak dakwahnya dan menyambutnya dengan sambutan yang buruk. ﴾ قَالُواْ يَٰصَٰلِحُ قَدۡ كُنتَ فِينَا مَرۡجُوّٗا قَبۡلَ هَٰذَآۖ ﴿ "Kaum Tsamud berkata, 'Hai Shaleh, sesungguhnya kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang kami harapkan." Kami mengharapkan dan menung-gu-nunggu manfaat dan pendapat yang baik darimu. Ini adalah kesaksian dari mereka kepada Nabi mereka, Shaleh, bahwa dia masih terkenal dengan kemuliaan akhlak dan kebaikan sifat, bahwa dia termasuk orang terpilih dari kaumnya, akan tetapi ketika Shaleh hadir dengan perkara yang tidak sesuai hawa nafsu mereka yang rusak, maka mereka mengucapkan kata-kata ini yang isinya adalah bahwa kamu –hai Shaleh– adalah orang yang sempurna sebelum-nya, tetapi sekarang kamu menyelisihi dugaan kami padamu, kamu sekarang dalam keadaan tidak lagi diharapkan kebaikannya. Dosa-Shaleh adalah apa yang mereka katakan tentangnya [ini merupakan perkataan mereka] yaitu, ﴾ أَتَنۡهَىٰنَآ أَن نَّعۡبُدَ مَا يَعۡبُدُ ءَابَآؤُنَا ﴿ "Apakah kamu me-larang kami untuk menyembah tuhan yang disembah oleh bapak-bapak kami?" Menurut mereka, ini adalah perkara terbesar yang menco-reng Shaleh. Bagaimana dia mencela akal mereka dan akal nenek moyang mereka yang tersesat? Bagaimana dia melarang mereka menyembah yang tidak bermanfaat dan tidak bermudarat serta tidak berguna sedikit pun dari batu, pohon dan lain-lain, dan dia memerintahkan mereka mengikhlaskan agama hanya kepada Allah, Rabb mereka yang senantiasa melimpahkan nikmat-nikmat kepada mereka terus menerus, kebaikanNya kepada mereka selalu turun, yang mana tiada nikmat pada mereka kecuali dariNya dan tiada yang menangkal keburukan kecuali Dia? ﴾ وَإِنَّنَا لَفِي شَكّٖ مِّمَّا تَدۡعُونَآ إِلَيۡهِ مُرِيبٖ ﴿ "Dan sesungguhnya kami betul-betul dalam keraguan yang menggelisah-kan terhadap agama yang kamu serukan kepada kami." Yakni kami masih ragu terhadap dakwahmu dengan keraguan yang berpengaruh pada hati kami. (63) Mereka mengklaim bahwa seandainya mereka menge-tahui kebenaran dakwahnya niscaya mereka akan mengikutinya, padahal sebenarnya mereka berdusta dalam hal ini. Oleh karena itu, Shaleh menjelaskan kedustaan mereka dengan ucapannya. ﴾ قَالَ يَٰقَوۡمِ أَرَءَيۡتُمۡ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٖ مِّن رَّبِّي ﴿ "Shaleh berkata, 'Hai kaumku, bagaimana pendapatmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku." Yakni dalil dan keyakinan dariku. ﴾ وَءَاتَىٰنِي مِنۡهُ رَحۡمَةٗ ﴿ "Dan Dia memberiku rahmat (kenabian) dariNya." Maksudnya, Dia memberiku nikmat wahyu dan kerasulan lalu apakah aku mengikuti keyakinanmu dan dakwahmu? ﴾ فَمَن يَنصُرُنِي مِنَ ٱللَّهِ إِنۡ عَصَيۡتُهُۥۖ فَمَا تَزِيدُونَنِي غَيۡرَ تَخۡسِيرٖ ﴿ "Maka siapakah yang akan meno-longku dari (azab) Allah jika aku mendurhakaiNya. Sebab itu kamu tidak menambah apa pun kepadaku selain dari kerugian." Yakni selain keka-lahan, kesialan, dan kemudaratan. (64) ﴾ وَيَٰقَوۡمِ هَٰذِهِۦ نَاقَةُ ٱللَّهِ لَكُمۡ ءَايَةٗۖ ﴿ "Hai kaumku, inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat (yang menunjukkan kebenaran) untukmu", ia memiliki hari untuk minum dari sumur kemudian mereka me-merah air susunya, dan mereka pun memiliki hari untuk minum pula. ﴾ فَذَرُوهَا تَأۡكُلۡ فِيٓ أَرۡضِ ٱللَّهِۖ ﴿ "Sebab itu biarkanlah ia makan di bumi Allah", perawatan dan makanannya bukan tanggung jawabmu se-dikit pun. ﴾ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٖ ﴿ "Dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apa pun." Yakni menyembelihnya ﴾ فَيَأۡخُذَكُمۡ عَذَابٞ قَرِيبٞ ﴿ "yang akan menyebabkan kamu ditimpa azab yang dekat." (65) ﴾ فَعَقَرُوهَا فَقَالَ ﴿ "Mereka membunuh unta itu, maka Shaleh berkata", kepada mereka, ﴾ تَمَتَّعُواْ فِي دَارِكُمۡ ثَلَٰثَةَ أَيَّامٖۖ ذَٰلِكَ وَعۡدٌ غَيۡرُ مَكۡذُوبٖ ﴿ "Ber-sukarialah kamu sekalian di rumahmu selama tiga hari, itu adalah janji yang tidak dapat didustakan." Ia pasti terjadi. (66) ﴾ فَلَمَّا جَآءَ أَمۡرُنَا ﴿ "Maka tatkala datang urusan kami, dengan terjadinya azab, ﴾ نَجَّيۡنَا صَٰلِحٗا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥ بِرَحۡمَةٖ مِّنَّا وَمِنۡ خِزۡيِ يَوۡمِئِذٍۚ ﴿ "Kami selamatkan Shaleh beserta orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami, dan (Kami selamatkan) dari kehinaan di hari itu." Yakni Kami menyelamatkan mereka dari azab, kehinaan dan kenistaan. ﴾ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ ٱلۡقَوِيُّ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Sesungguhnya Tuhanmu Dia-lah Yang Mahakuat lagi Mahaperkasa." Termasuk kekuatan dan keperkasaanNya adalah Dia membinasakan umat-umat yang melampaui batas dan menye-lamatkan para rasul dan pengikutnya. (67) ﴾ وَأَخَذَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ ٱلصَّيۡحَةُ ﴿ "Dan satu suara keras yang meng-guntur menimpa orang-orang yang zhalim itu", ia memutuskan jantung mereka, ﴾ فَأَصۡبَحُواْ فِي دِيَٰرِهِمۡ جَٰثِمِينَ ﴿ "lalu mereka mati bergelimpangan di rumahnya." Tergeletak bertumbangan tanpa bergerak. (68) ﴾ كَأَن لَّمۡ يَغۡنَوۡاْ فِيهَآۗ ﴿ "Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu." Maksudnya, ketika azab datang kepada mereka seolah-olah mereka tidak bernikmat ria di negeri mereka, tidak tenteram padanya dan tidak bersuka ria sesaat pun. Nikmat telah berpisah dari mereka, azab yang terus menerus tak terhenti telah mencaplok mereka, seolah-olah ia masih terasa. ﴾ أَلَآ إِنَّ ثَمُودَاْ كَفَرُواْ رَبَّهُمۡۗ ﴿ "Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud mengingkari tuhan mereka." Maksudnya, mereka ingkar setelah ayat-ayat Allah yang terang datang kepada mereka. ﴾ أَلَا بُعۡدٗا لِّثَمُودَ ﴿ "Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud", be-tapa hina dan sengsaranya mereka. Kita berlindung kepada Allah dari azab dan kehinaan dunia.