Lafzullah

Tafsir As-Saadi - Indonesian — Asy-Syu'ara' 26:140 – Asy-Syu'ara' 26:227

Penulis / sumber: Tafsir As-Saadi - Indonesian

Daftar isi
  1. Asy-Syu'ara' 26:140
  2. Asy-Syu'ara' 26:141
  3. Asy-Syu'ara' 26:142
  4. Asy-Syu'ara' 26:143
  5. Asy-Syu'ara' 26:144
  6. Asy-Syu'ara' 26:145
  7. Asy-Syu'ara' 26:146
  8. Asy-Syu'ara' 26:147
  9. Asy-Syu'ara' 26:148
  10. Asy-Syu'ara' 26:149
  11. Asy-Syu'ara' 26:150
  12. Asy-Syu'ara' 26:151
  13. Asy-Syu'ara' 26:152
  14. Asy-Syu'ara' 26:153
  15. Asy-Syu'ara' 26:154
  16. Asy-Syu'ara' 26:155
  17. Asy-Syu'ara' 26:156
  18. Asy-Syu'ara' 26:157
  19. Asy-Syu'ara' 26:158
  20. Asy-Syu'ara' 26:159
  21. Asy-Syu'ara' 26:160
  22. Asy-Syu'ara' 26:161
  23. Asy-Syu'ara' 26:162
  24. Asy-Syu'ara' 26:163
  25. Asy-Syu'ara' 26:164
  26. Asy-Syu'ara' 26:165
  27. Asy-Syu'ara' 26:166
  28. Asy-Syu'ara' 26:167
  29. Asy-Syu'ara' 26:168
  30. Asy-Syu'ara' 26:169
  31. Asy-Syu'ara' 26:170
  32. Asy-Syu'ara' 26:171
  33. Asy-Syu'ara' 26:172
  34. Asy-Syu'ara' 26:173
  35. Asy-Syu'ara' 26:174
  36. Asy-Syu'ara' 26:175
  37. Asy-Syu'ara' 26:176
  38. Asy-Syu'ara' 26:177
  39. Asy-Syu'ara' 26:178
  40. Asy-Syu'ara' 26:179
  41. Asy-Syu'ara' 26:180
  42. Asy-Syu'ara' 26:181
  43. Asy-Syu'ara' 26:182
  44. Asy-Syu'ara' 26:183
  45. Asy-Syu'ara' 26:184
  46. Asy-Syu'ara' 26:185
  47. Asy-Syu'ara' 26:186
  48. Asy-Syu'ara' 26:187
  49. Asy-Syu'ara' 26:188
  50. Asy-Syu'ara' 26:189
  51. Asy-Syu'ara' 26:190
  52. Asy-Syu'ara' 26:191
  53. Asy-Syu'ara' 26:192
  54. Asy-Syu'ara' 26:193
  55. Asy-Syu'ara' 26:194
  56. Asy-Syu'ara' 26:195
  57. Asy-Syu'ara' 26:196
  58. Asy-Syu'ara' 26:197
  59. Asy-Syu'ara' 26:198
  60. Asy-Syu'ara' 26:199
  61. Asy-Syu'ara' 26:200
  62. Asy-Syu'ara' 26:201
  63. Asy-Syu'ara' 26:202
  64. Asy-Syu'ara' 26:203
  65. Asy-Syu'ara' 26:204
  66. Asy-Syu'ara' 26:205
  67. Asy-Syu'ara' 26:206
  68. Asy-Syu'ara' 26:207
  69. Asy-Syu'ara' 26:208
  70. Asy-Syu'ara' 26:209
  71. Asy-Syu'ara' 26:210
  72. Asy-Syu'ara' 26:211
  73. Asy-Syu'ara' 26:212
  74. Asy-Syu'ara' 26:213
  75. Asy-Syu'ara' 26:214
  76. Asy-Syu'ara' 26:215
  77. Asy-Syu'ara' 26:216
  78. Asy-Syu'ara' 26:217
  79. Asy-Syu'ara' 26:218
  80. Asy-Syu'ara' 26:219
  81. Asy-Syu'ara' 26:220
  82. Asy-Syu'ara' 26:221
  83. Asy-Syu'ara' 26:222
  84. Asy-Syu'ara' 26:223
  85. Asy-Syu'ara' 26:224
  86. Asy-Syu'ara' 26:225
  87. Asy-Syu'ara' 26:226
  88. Asy-Syu'ara' 26:227

Asy-Syu'ara' 26:140

{كَذَّبَتْ عَادٌ الْمُرْسَلِينَ (123) إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ هُودٌ أَلَا تَتَّقُونَ (124) إِنِّي لَكُمْ رَسُولٌ أَمِينٌ (125) فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ (126) وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ (127) أَتَبْنُونَ بِكُلِّ رِيعٍ آيَةً تَعْبَثُونَ (128) وَتَتَّخِذُونَ مَصَانِعَ لَعَلَّكُمْ تَخْلُدُونَ (129) وَإِذَا بَطَشْتُمْ بَطَشْتُمْ جَبَّارِينَ (130) فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ (131) وَاتَّقُوا الَّذِي أَمَدَّكُمْ بِمَا تَعْلَمُونَ (132) أَمَدَّكُمْ بِأَنْعَامٍ وَبَنِينَ (133) وَجَنَّاتٍ وَعُيُونٍ (134) إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ (135) قَالُوا سَوَاءٌ عَلَيْنَا أَوَعَظْتَ أَمْ لَمْ تَكُنْ مِنَ الْوَاعِظِينَ (136) إِنْ هَذَا إِلَّا خُلُقُ الْأَوَّلِينَ (137) وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ (138) فَكَذَّبُوهُ فَأَهْلَكْنَاهُمْ إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً وَمَا كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُؤْمِنِينَ (139) وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ (140). "Kaum Ad telah mendustakan para rasul. Ketika saudara mereka Hud berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertak-wa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan sekali-kali aku tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Apakah kamu mendirikan pada tiap-tiap tanah tinggi bangunan untuk bermain-main, dan kamu membuat benteng-benteng dengan maksud supaya kamu kekal (di dunia)? Dan apabila kamu menyik-sa, maka kamu menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis. Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan ber-takwalah kepada Allah yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui. Dia telah menganugerahkan kepadamu binatang-binatang ternak, dan anak-anak, dan kebun-kebun dan mata air, sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar.' Mereka menjawab, 'Sama saja bagi kami, apakah kamu memberi nasihat atau tidak memberi nasihat, (agama kami) ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang dahulu, dan kami sekali-kali tidak akan diazab.' Maka mereka mendustakan Hud, lalu Kami membinasakan mereka. Sesungguhnya pada yang de-mikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Rabbmu, Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 123-140). (123-127) Qabilah yang disebut Ad telah mendustakan rasul mereka, yaitu Hud. Dan pendustaan mereka terhadapnya (juga) merupakan pendustaan terhadap para rasul lainnya karena kesamaan dakwah mereka, ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ ﴿ "Ketika berkata kepada mereka saudara mereka," senasab, yaitu ﴾ هُودٌ ﴿ "Hud" dengan lembut dan bahasa yang santun, ﴾ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Mengapa kamu tidak bertakwa" kepada Allah, (padahal) dulu kalian meninggalkan syirik dan peribadatan kepada selainNya. ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan kepadamu." Maksudnya, aku telah diutus oleh Allah kepada kalian sebagai rahmat dan perhatianNya terhadap kalian, sedangkan aku adalah orang kepercayaan, kalian mengetahui hal itu dariku. Setelah itu dilanjutkan dengan FirmanNya, ﴾ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ ﴿ "Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku." Maksudnya, tunaikanlah hak-hak Allah سبحانه وتعالى, yaitu takwa, dan tunaikanlah hakku, yaitu menaati apa saja yang aku perintahkan kepada kalian dan apa-apa yang aku larang. Hal ini adalah kewajiban agar kalian mengikutiku dan taat kepadaku, dan sudah tidak ada penghalang yang dapat mencegah kalian untuk beriman. Sebab aku tidak me-minta upah apa pun atas penyampaian dan nasihatku kepada kalian, sehingga kalian tidak merasa terbebani dengan tanggungan,﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semesta alam," yang telah melimpahkan nikmat-nikmatNya kepada mereka dan mencurahkan berbagai karunia dan kemurahanNya kepada mereka, terutama sesuatu yang dilimpahkanNya kepada para wali dan para nabiNya. (128-135) ﴾ أَتَبۡنُونَ بِكُلِّ رِيعٍ ﴿ "Apakah kamu mendirikan pada tiap-tiap tanah tinggi," maksudnya, tempat masuk di antara perbukitan, ﴾ ءَايَةٗ ﴿ "bangunan," yaitu sebagai tanda (kemegahan) ﴾ تَعۡبَثُونَ ﴿ "untuk bermain-main." Maksudnya, kalian melakukan itu semua dengan sia-sia bukan untuk suatu manfaat yang kembali kepada kemas-lahatan agama dan dunia kalian, ﴾ وَتَتَّخِذُونَ مَصَانِعَ ﴿ "dan kamu membuat bangunan-bangunan." Maksudnya, kolam-kolam air dan tempat-tempat mengalirkan air, ﴾ لَعَلَّكُمۡ تَخۡلُدُونَ ﴿ "dengan maksud supaya kamu kekal." Padahal tidak ada jalan bagi siapa pun untuk bisa kekal. ﴾ وَإِذَا بَطَشۡتُم ﴿ "Dan apabila kamu menyiksa," manusia, ﴾ بَطَشۡتُمۡ جَبَّارِينَ ﴿ "maka kamu menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis," dalam bentuk membunuh, mencambuk, dan merampas harta. Memang Allah سبحانه وتعالى telah memberikan kepada mereka suatu kekuatan yang hebat, dan semestinya yang wajib mereka lakukan adalah mempergunakan kekuatan ini untuk ketaatan kepada Allah سبحانه وتعالى, akan tetapi mereka berlaku congkak dan sombong, dan mengatakan, "Siapa yang lebih kuat dari kami?" Mereka telah meng-habiskan kekuatan mereka dalam berbagai kedurhakaan terhadap Allah سبحانه وتعالى dan dalam perbuatan sia-sia dan kebodohan. Maka dari itu mereka dilarang oleh Nabi mereka dari perbuatan tersebut. ﴾ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ﴿ "Maka bertakwalah kepada Allah," tinggalkanlah kemusyrik-an dan kecongkakan kalian, ﴾ وَأَطِيعُونِ ﴿ "dan taatlah kepadaku," karena kalian telah mengetahui bahwa aku adalah seorang utusan Allah kepada kalian, yang dipercaya lagi tulus. ﴾ وَٱتَّقُواْ ٱلَّذِيٓ أَمَدَّكُم ﴿ "Dan ber-takwalah kepada Allah yang telah menganugerahkan kepadamu," mak-sudnya, yang telah memberikan kepada kalian, ﴾ بِمَا تَعۡلَمُونَ ﴿ "apa yang kamu ketahui." Maksudnya, yang telah mengaruniakan kepada ka-lian hal-hal yang sudah diketahui dan tidak bisa dipungkiri, yaitu berupa binatang-binatang ternak. ﴾ أَمَدَّكُم بِأَنۡعَٰمٖ ﴿ "Dia telah menganu-gerahkan kepadamu binatang-binatang ternak," yaitu berupa unta, sapi dan domba, ﴾ وَبَنِينَ ﴿ "dan anak-anak." Maksudnya, banyak anak keturunan. Dia telah memperbanyak harta kekayaan kalian dan memperbanyak anak-anak kalian, terutama anak-anak laki-laki yang merupakan yang terbaik dari dua jenis manusia. Ini adalah suatu bentuk tadzkir (mengingatkan kepada) mere-ka dengan berbagai kenikmatan. Lalu Allah mengingatkan mereka dengan akan datangnya azab Allah, seraya berfirman, ﴾ إِنِّيٓ أَخَافُ عَلَيۡكُمۡ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ﴿ "Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab yang besar." Maksudnya, sesungguhnya aku sangat kasihan kepada kalian, aku sangat baik kepada kalian, aku khawatir kalau kalian ditimpa azab yang sangat besar. Apabila azab itu menimpa, maka tidak ada yang bisa menolaknya jika kalian terus tenggelam di dalam kekafiran dan kecongkakan kalian. (136-138) Maka mereka berkata dengan menentang kebe-naran lagi mendustakan Nabi mereka, ﴾ سَوَآءٌ عَلَيۡنَآ أَوَعَظۡتَ أَمۡ لَمۡ تَكُن مِّنَ ٱلۡوَٰعِظِينَ ﴿ "Sama saja bagi kami, apakah kamu memberi nasihat atau tidak memberi nasihat." Maksudnya, semuanya sama! Ini adalah puncak kecongkakan. Karena suatu kaum (umat manusia) yang sampai pada keadaan di mana nasihat-nasihat Allah yang dapat mencairkan gunung-gunung yang tuli lagi keras dan dapat meremukkan hati orang-orang yang berakal, adanya nasihat itu dan ketiadaannya sama saja bagi mereka, adalah benar-benar merupakan kaum yang kezhalimannya telah memuncak, kesengsaraannya sudah amat sangat dahsyat dan sudah terputus harapan untuk bisa memberi mereka hidayah. Oleh karena itu, mereka mengatakan, ﴾ إِنۡ هَٰذَآ إِلَّا خُلُقُ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang dahulu." Maksudnya, semua keadaan dan kenikmat-an dan lain-lainnya itu adalah kebiasaan orang-orang terdahulu, yang kadang-kadang mereka tidak membutuhkan dan kadang-kadang mereka membutuhkan. Inilah keadaan (rutinitas) tahunan. Padahal semua keadaan tersebut adalan ujian dan cobaan dari Allah سبحانه وتعالى terhadap hamba-hambaNya. ﴾ وَمَا نَحۡنُ بِمُعَذَّبِينَ ﴿ "Dan kami sekali-kali tidak akan diazab." Ini adalah suatu pengingkaran mereka terhadap kebangkitan (kiamat), atau merupakan cemoohan mereka terhadap nabi, (yang berarti): Kalaupun kami dibangkitkan lagi, maka sesungguhnya kami, sebagaimana berbagai nikmat dilimpah-kan kepada kami di dunia, maka demikian pula, kenikmatan itu akan terus dilimpahkan kepada kami bila kami dibangkitkan. (139-140) ﴾ فَكَذَّبُوهُ ﴿ "Maka mereka mendustakannya," mak-sudnya, sikap mendustakan itu telah menjadi karakter dan moral mereka yang tidak dapat dicegah oleh siapa pun. ﴾ فَأَهۡلَكۡنَٰهُمۡۚ ﴿ "Lalu Kami membinasakan mereka," ﴾ بِرِيحٖ صَرۡصَرٍ عَاتِيَةٖ 6 سَخَّرَهَا عَلَيۡهِمۡ سَبۡعَ لَيَالٖ وَثَمَٰنِيَةَ أَيَّامٍ حُسُومٗاۖ فَتَرَى ٱلۡقَوۡمَ فِيهَا صَرۡعَىٰ كَأَنَّهُمۡ أَعۡجَازُ نَخۡلٍ خَاوِيَةٖ 7 ﴿ "Dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang, yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus; maka kamu lihat kamu 'Ad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tanggul-tanggul pohon kurma yang telah kosong (lapuk)." (Al-Haqqah: 6-7). ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda" yang membuktikan kebenaran Nabi kami, Hud عليه السلام dan kebenaran ajaran yang dibawanya, serta kebatilan agama yang dianut kaumnya, berupa kesyirikan dan kecongkakan.﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ﴿ "Tetapi kebanyakan mereka tidak beriman," sekalipun sudah ada tanda-tanda yang bisa menunjukkan kepada iman. ﴾ وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Dan sesungguhnya Rabbmu, Dia-lah Yang Mahaperkasa," yang telah membinasakan kaum Hud dengan kekuatanNya di atas kekuatan dan kebringasan mereka, ﴾ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "lagi Maha Penyayang," terhadap NabiNya, Hud di mana Dia menyelamatkannya beserta para pengikutnya dari kalangan kaum Mukminin.

Asy-Syu'ara' 26:141

"Kaum Tsamud telah mendustakan rasul-rasul. Ketika sau-dara mereka, Shaleh, berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepada-mu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan ta-nam-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut. Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin; maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas, yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan.' Mereka berkata, 'Sesung-guhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir; tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang terma-suk orang-orang yang benar.' Shaleh menjawab, 'Ini seekor unta betina, ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang ter-tentu. Dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar.' Kemudian mereka membunuhnya, lalu me-reka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 141-159). (141-144) ﴾ كَذَّبَتۡ ثَمُودُ ﴿ "Kaum Tsamud telah mendustakan," mereka adalah suku terkenal di al-Mada`in al-Hijr, ﴾ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ﴿ "rasul-rasul." Mereka mendustakan Nabi Shaleh عليه السلام yang datang kepada mereka dengan membawa tauhid yang telah diserukan oleh para rasul. Maka dengan demikian, pendustaan mereka terhadap Shaleh adalah pendustaan terhadap semua rasul. ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ صَٰلِحٌ ﴿ "Ketika saudara mereka, Shaleh berkata kepada mereka." Maksudnya adalah saudara senasab, dan ia berkata kepada mereka dengan lembut dan lunak, ﴾ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Mengapa kamu tidak bertakwa," kepada Allah dan (tidak) meninggalkan syirik dan kemaksiatan? ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah seorang rasul untuk kalian," dari Allah, Rabb kalian. Aku diutus kepada kalian sebagai kasih sayang dan rahmatNya kepada kalian. Maka terimalah rahmatNya dengan baik dan sikapilah ia dengan tunduk. ﴾ أَمِينٞ ﴿ "Terpercaya," kalian mengetahui hal itu dariku, dan hal ini mengharuskan kalian beriman kepadaku dan kepada ajaran yang aku bawa (ajaranku), ﴾ وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu," sehingga kalian bisa mengatakan, "yang menghalangi kami untuk mengikutimu adalah karena kamu ingin mengambil harta kami." ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semesta alam," maksudnya, aku tidak meminta upah kecuali hanya dari Allah. (145-152) ﴾ أَتُتۡرَكُونَ فِي مَا هَٰهُنَآ ءَامِنِينَ 146 فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٖ 147 وَزُرُوعٖ وَنَخۡلٖ طَلۡعُهَا هَضِيمٞ 148 ﴿ "Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan tanam-ta-naman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut," matang lagi banyak. Maksudnya, apakah kalian mengira bahwa kalian dibiar-kan berada di dalam berbagai kebaikan dan kenikmatan begitu saja (sia-sia tanpa petunjuk), kalian berfoya-foya dan bersenang-senang sebagaimana halnya hewan ternak? Dan kalian dibiarkan begitu saja tanpa diperintah dan tanpa dilarang, dan kalian meng-gunakan kenikmatan-kenikmatan ini dalam kemaksiatan kepada Allah? ﴾ وَتَنۡحِتُونَ مِنَ ٱلۡجِبَالِ بُيُوتٗا فَٰرِهِينَ ﴿ "Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk di jadikan rumah-rumah dengan rajin." Maksudnya, kalian benar-benar telah mencapai kepada kerajinan dan kepin-taran hingga bisa membuat rumah-rumah dari gunung yang padat lagi sangat keras. ﴾ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ 150 وَلَا تُطِيعُوٓاْ أَمۡرَ ٱلۡمُسۡرِفِينَ 151 ﴿ "Maka bertak-walah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas," yaitu orang-orang yang melanggar batas, ﴾ ٱلَّذِينَ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ ﴿ "yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan." Maksudnya, orang-orang yang karakter dan kebiasaannya adalah membuat kerusakan di muka bumi dengan melakukan kemaksiatan, mengajak kepada-nya dengan serusak-rusaknya, bukan untuk memperbaikinya. Ini sangat berbahaya sekali, karena merupakan kejahatan murni. Bagi mereka, seakan-akan ada beberapa orang yang siap untuk menen-tang nabi mereka, diciptakan untuk mengajak kepada jalan kese-satan. Maka mereka dilarang oleh Nabi Shaleh agar tidak terpedaya dengan mereka. Mungkin mereka adalah orang-orang yang disebut-kan oleh Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَكَانَ فِي ٱلۡمَدِينَةِ تِسۡعَةُ رَهۡطٖ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ 48 ﴿ "Dan di kota itu ada sembilan orang laki-laki yang membuat keru-sakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan." (An-Naml: 48). (153-154) Namun larangan dan nasihat itu sama sekali tidak berguna bagi mereka sedikit pun, maka mereka berkata kepada Shaleh, ﴾ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ﴿ "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir." Maksudnya, kamu telah disihir, karena kamu berbicara mengingau tentang sesuatu yang tidak mempunyai arti, dan ﴾ مَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا ﴿ "tidaklah kamu melain-kan seorang manusia seperti kami." Kelebihan apa yang kamu gunakan untuk mengungguli kami sehingga kamu mengajak kami meng-ikutimu, ﴾ فَأۡتِ بِـَٔايَةٍ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "maka datangkanlah sesuatu muk-jizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar." Padahal hanya dengan mempelajari keadaannya dan kondisi ajaran yang diserukannya sudah merupakan bukti yang sangat jelas atas ke-benaran ajaran yang diajarkannya dan kejujurannya. Akan tetapi mereka, karena disebabkan kekerasan hati mereka, maka mereka meminta bukti-bukti yang mereka usulkan yang biasanya orang yang memintanya tidak akan selamat, sebab permintaannya ber-dasarkan sikap keras kepala, bukan karena mencari petunjuk. (155-156) Maka Shaleh menjawab, ﴾ هَٰذِهِۦ نَاقَةٞ ﴿ "Ini seekor unta betina," akan keluar dari batu besar yang keras lagi sangat mulus, –hal ini banyak kami telusuri dari para ahli tafsir, dan tidak ada faktor penghalang dari hal tersebut– yang akan kalian lihat dan kalian semua saksikan, ﴾ لَّهَا شِرۡبٞ وَلَكُمۡ شِرۡبُ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ ﴿ "ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang tertentu." Maksudnya, unta itu akan minum air sumur suatu hari sedangkan kalian dapat memi-num susunya, kemudian ia kembali (pergi) dari kalian pada hari yang lain sedangkan kalian minum dari air sumur, ﴾ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٖ ﴿ "dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan suatu kejahatan," maksudnya, menggoroknya atau lainnya, ﴾ فَيَأۡخُذَكُمۡ عَذَابُ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ﴿ "yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar." (157-159) Lalu unta itu pun keluar dan terus berada di sisi mereka dalam keadaan seperti itu, namun mereka tetap tidak beriman dan terus menerus dalam kesesatan mereka, ﴾ فَعَقَرُوهَا فَأَصۡبَحُواْ نَٰدِمِينَ 157 فَأَخَذَهُمُ ٱلۡعَذَابُۚ ﴿ "kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab," yaitu suara dentuman yang sangat keras menimpa mereka hingga membinasakan mereka semua. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti," yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawa (diajarkan) oleh para utusan kami dan kebatilan keyakinan orang-orang yang menentang mereka. ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ 158 وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ 159 ﴿ "Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Asy-Syu'ara' 26:142

"Kaum Tsamud telah mendustakan rasul-rasul. Ketika sau-dara mereka, Shaleh, berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepada-mu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan ta-nam-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut. Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin; maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas, yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan.' Mereka berkata, 'Sesung-guhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir; tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang terma-suk orang-orang yang benar.' Shaleh menjawab, 'Ini seekor unta betina, ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang ter-tentu. Dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar.' Kemudian mereka membunuhnya, lalu me-reka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 141-159). (141-144) ﴾ كَذَّبَتۡ ثَمُودُ ﴿ "Kaum Tsamud telah mendustakan," mereka adalah suku terkenal di al-Mada`in al-Hijr, ﴾ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ﴿ "rasul-rasul." Mereka mendustakan Nabi Shaleh عليه السلام yang datang kepada mereka dengan membawa tauhid yang telah diserukan oleh para rasul. Maka dengan demikian, pendustaan mereka terhadap Shaleh adalah pendustaan terhadap semua rasul. ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ صَٰلِحٌ ﴿ "Ketika saudara mereka, Shaleh berkata kepada mereka." Maksudnya adalah saudara senasab, dan ia berkata kepada mereka dengan lembut dan lunak, ﴾ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Mengapa kamu tidak bertakwa," kepada Allah dan (tidak) meninggalkan syirik dan kemaksiatan? ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah seorang rasul untuk kalian," dari Allah, Rabb kalian. Aku diutus kepada kalian sebagai kasih sayang dan rahmatNya kepada kalian. Maka terimalah rahmatNya dengan baik dan sikapilah ia dengan tunduk. ﴾ أَمِينٞ ﴿ "Terpercaya," kalian mengetahui hal itu dariku, dan hal ini mengharuskan kalian beriman kepadaku dan kepada ajaran yang aku bawa (ajaranku), ﴾ وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu," sehingga kalian bisa mengatakan, "yang menghalangi kami untuk mengikutimu adalah karena kamu ingin mengambil harta kami." ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semesta alam," maksudnya, aku tidak meminta upah kecuali hanya dari Allah. (145-152) ﴾ أَتُتۡرَكُونَ فِي مَا هَٰهُنَآ ءَامِنِينَ 146 فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٖ 147 وَزُرُوعٖ وَنَخۡلٖ طَلۡعُهَا هَضِيمٞ 148 ﴿ "Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan tanam-ta-naman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut," matang lagi banyak. Maksudnya, apakah kalian mengira bahwa kalian dibiar-kan berada di dalam berbagai kebaikan dan kenikmatan begitu saja (sia-sia tanpa petunjuk), kalian berfoya-foya dan bersenang-senang sebagaimana halnya hewan ternak? Dan kalian dibiarkan begitu saja tanpa diperintah dan tanpa dilarang, dan kalian meng-gunakan kenikmatan-kenikmatan ini dalam kemaksiatan kepada Allah? ﴾ وَتَنۡحِتُونَ مِنَ ٱلۡجِبَالِ بُيُوتٗا فَٰرِهِينَ ﴿ "Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk di jadikan rumah-rumah dengan rajin." Maksudnya, kalian benar-benar telah mencapai kepada kerajinan dan kepin-taran hingga bisa membuat rumah-rumah dari gunung yang padat lagi sangat keras. ﴾ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ 150 وَلَا تُطِيعُوٓاْ أَمۡرَ ٱلۡمُسۡرِفِينَ 151 ﴿ "Maka bertak-walah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas," yaitu orang-orang yang melanggar batas, ﴾ ٱلَّذِينَ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ ﴿ "yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan." Maksudnya, orang-orang yang karakter dan kebiasaannya adalah membuat kerusakan di muka bumi dengan melakukan kemaksiatan, mengajak kepada-nya dengan serusak-rusaknya, bukan untuk memperbaikinya. Ini sangat berbahaya sekali, karena merupakan kejahatan murni. Bagi mereka, seakan-akan ada beberapa orang yang siap untuk menen-tang nabi mereka, diciptakan untuk mengajak kepada jalan kese-satan. Maka mereka dilarang oleh Nabi Shaleh agar tidak terpedaya dengan mereka. Mungkin mereka adalah orang-orang yang disebut-kan oleh Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَكَانَ فِي ٱلۡمَدِينَةِ تِسۡعَةُ رَهۡطٖ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ 48 ﴿ "Dan di kota itu ada sembilan orang laki-laki yang membuat keru-sakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan." (An-Naml: 48). (153-154) Namun larangan dan nasihat itu sama sekali tidak berguna bagi mereka sedikit pun, maka mereka berkata kepada Shaleh, ﴾ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ﴿ "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir." Maksudnya, kamu telah disihir, karena kamu berbicara mengingau tentang sesuatu yang tidak mempunyai arti, dan ﴾ مَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا ﴿ "tidaklah kamu melain-kan seorang manusia seperti kami." Kelebihan apa yang kamu gunakan untuk mengungguli kami sehingga kamu mengajak kami meng-ikutimu, ﴾ فَأۡتِ بِـَٔايَةٍ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "maka datangkanlah sesuatu muk-jizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar." Padahal hanya dengan mempelajari keadaannya dan kondisi ajaran yang diserukannya sudah merupakan bukti yang sangat jelas atas ke-benaran ajaran yang diajarkannya dan kejujurannya. Akan tetapi mereka, karena disebabkan kekerasan hati mereka, maka mereka meminta bukti-bukti yang mereka usulkan yang biasanya orang yang memintanya tidak akan selamat, sebab permintaannya ber-dasarkan sikap keras kepala, bukan karena mencari petunjuk. (155-156) Maka Shaleh menjawab, ﴾ هَٰذِهِۦ نَاقَةٞ ﴿ "Ini seekor unta betina," akan keluar dari batu besar yang keras lagi sangat mulus, –hal ini banyak kami telusuri dari para ahli tafsir, dan tidak ada faktor penghalang dari hal tersebut– yang akan kalian lihat dan kalian semua saksikan, ﴾ لَّهَا شِرۡبٞ وَلَكُمۡ شِرۡبُ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ ﴿ "ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang tertentu." Maksudnya, unta itu akan minum air sumur suatu hari sedangkan kalian dapat memi-num susunya, kemudian ia kembali (pergi) dari kalian pada hari yang lain sedangkan kalian minum dari air sumur, ﴾ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٖ ﴿ "dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan suatu kejahatan," maksudnya, menggoroknya atau lainnya, ﴾ فَيَأۡخُذَكُمۡ عَذَابُ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ﴿ "yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar." (157-159) Lalu unta itu pun keluar dan terus berada di sisi mereka dalam keadaan seperti itu, namun mereka tetap tidak beriman dan terus menerus dalam kesesatan mereka, ﴾ فَعَقَرُوهَا فَأَصۡبَحُواْ نَٰدِمِينَ 157 فَأَخَذَهُمُ ٱلۡعَذَابُۚ ﴿ "kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab," yaitu suara dentuman yang sangat keras menimpa mereka hingga membinasakan mereka semua. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti," yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawa (diajarkan) oleh para utusan kami dan kebatilan keyakinan orang-orang yang menentang mereka. ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ 158 وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ 159 ﴿ "Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Asy-Syu'ara' 26:143

"Kaum Tsamud telah mendustakan rasul-rasul. Ketika sau-dara mereka, Shaleh, berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepada-mu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan ta-nam-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut. Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin; maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas, yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan.' Mereka berkata, 'Sesung-guhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir; tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang terma-suk orang-orang yang benar.' Shaleh menjawab, 'Ini seekor unta betina, ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang ter-tentu. Dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar.' Kemudian mereka membunuhnya, lalu me-reka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 141-159). (141-144) ﴾ كَذَّبَتۡ ثَمُودُ ﴿ "Kaum Tsamud telah mendustakan," mereka adalah suku terkenal di al-Mada`in al-Hijr, ﴾ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ﴿ "rasul-rasul." Mereka mendustakan Nabi Shaleh عليه السلام yang datang kepada mereka dengan membawa tauhid yang telah diserukan oleh para rasul. Maka dengan demikian, pendustaan mereka terhadap Shaleh adalah pendustaan terhadap semua rasul. ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ صَٰلِحٌ ﴿ "Ketika saudara mereka, Shaleh berkata kepada mereka." Maksudnya adalah saudara senasab, dan ia berkata kepada mereka dengan lembut dan lunak, ﴾ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Mengapa kamu tidak bertakwa," kepada Allah dan (tidak) meninggalkan syirik dan kemaksiatan? ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah seorang rasul untuk kalian," dari Allah, Rabb kalian. Aku diutus kepada kalian sebagai kasih sayang dan rahmatNya kepada kalian. Maka terimalah rahmatNya dengan baik dan sikapilah ia dengan tunduk. ﴾ أَمِينٞ ﴿ "Terpercaya," kalian mengetahui hal itu dariku, dan hal ini mengharuskan kalian beriman kepadaku dan kepada ajaran yang aku bawa (ajaranku), ﴾ وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu," sehingga kalian bisa mengatakan, "yang menghalangi kami untuk mengikutimu adalah karena kamu ingin mengambil harta kami." ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semesta alam," maksudnya, aku tidak meminta upah kecuali hanya dari Allah. (145-152) ﴾ أَتُتۡرَكُونَ فِي مَا هَٰهُنَآ ءَامِنِينَ 146 فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٖ 147 وَزُرُوعٖ وَنَخۡلٖ طَلۡعُهَا هَضِيمٞ 148 ﴿ "Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan tanam-ta-naman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut," matang lagi banyak. Maksudnya, apakah kalian mengira bahwa kalian dibiar-kan berada di dalam berbagai kebaikan dan kenikmatan begitu saja (sia-sia tanpa petunjuk), kalian berfoya-foya dan bersenang-senang sebagaimana halnya hewan ternak? Dan kalian dibiarkan begitu saja tanpa diperintah dan tanpa dilarang, dan kalian meng-gunakan kenikmatan-kenikmatan ini dalam kemaksiatan kepada Allah? ﴾ وَتَنۡحِتُونَ مِنَ ٱلۡجِبَالِ بُيُوتٗا فَٰرِهِينَ ﴿ "Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk di jadikan rumah-rumah dengan rajin." Maksudnya, kalian benar-benar telah mencapai kepada kerajinan dan kepin-taran hingga bisa membuat rumah-rumah dari gunung yang padat lagi sangat keras. ﴾ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ 150 وَلَا تُطِيعُوٓاْ أَمۡرَ ٱلۡمُسۡرِفِينَ 151 ﴿ "Maka bertak-walah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas," yaitu orang-orang yang melanggar batas, ﴾ ٱلَّذِينَ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ ﴿ "yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan." Maksudnya, orang-orang yang karakter dan kebiasaannya adalah membuat kerusakan di muka bumi dengan melakukan kemaksiatan, mengajak kepada-nya dengan serusak-rusaknya, bukan untuk memperbaikinya. Ini sangat berbahaya sekali, karena merupakan kejahatan murni. Bagi mereka, seakan-akan ada beberapa orang yang siap untuk menen-tang nabi mereka, diciptakan untuk mengajak kepada jalan kese-satan. Maka mereka dilarang oleh Nabi Shaleh agar tidak terpedaya dengan mereka. Mungkin mereka adalah orang-orang yang disebut-kan oleh Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَكَانَ فِي ٱلۡمَدِينَةِ تِسۡعَةُ رَهۡطٖ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ 48 ﴿ "Dan di kota itu ada sembilan orang laki-laki yang membuat keru-sakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan." (An-Naml: 48). (153-154) Namun larangan dan nasihat itu sama sekali tidak berguna bagi mereka sedikit pun, maka mereka berkata kepada Shaleh, ﴾ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ﴿ "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir." Maksudnya, kamu telah disihir, karena kamu berbicara mengingau tentang sesuatu yang tidak mempunyai arti, dan ﴾ مَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا ﴿ "tidaklah kamu melain-kan seorang manusia seperti kami." Kelebihan apa yang kamu gunakan untuk mengungguli kami sehingga kamu mengajak kami meng-ikutimu, ﴾ فَأۡتِ بِـَٔايَةٍ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "maka datangkanlah sesuatu muk-jizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar." Padahal hanya dengan mempelajari keadaannya dan kondisi ajaran yang diserukannya sudah merupakan bukti yang sangat jelas atas ke-benaran ajaran yang diajarkannya dan kejujurannya. Akan tetapi mereka, karena disebabkan kekerasan hati mereka, maka mereka meminta bukti-bukti yang mereka usulkan yang biasanya orang yang memintanya tidak akan selamat, sebab permintaannya ber-dasarkan sikap keras kepala, bukan karena mencari petunjuk. (155-156) Maka Shaleh menjawab, ﴾ هَٰذِهِۦ نَاقَةٞ ﴿ "Ini seekor unta betina," akan keluar dari batu besar yang keras lagi sangat mulus, –hal ini banyak kami telusuri dari para ahli tafsir, dan tidak ada faktor penghalang dari hal tersebut– yang akan kalian lihat dan kalian semua saksikan, ﴾ لَّهَا شِرۡبٞ وَلَكُمۡ شِرۡبُ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ ﴿ "ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang tertentu." Maksudnya, unta itu akan minum air sumur suatu hari sedangkan kalian dapat memi-num susunya, kemudian ia kembali (pergi) dari kalian pada hari yang lain sedangkan kalian minum dari air sumur, ﴾ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٖ ﴿ "dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan suatu kejahatan," maksudnya, menggoroknya atau lainnya, ﴾ فَيَأۡخُذَكُمۡ عَذَابُ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ﴿ "yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar." (157-159) Lalu unta itu pun keluar dan terus berada di sisi mereka dalam keadaan seperti itu, namun mereka tetap tidak beriman dan terus menerus dalam kesesatan mereka, ﴾ فَعَقَرُوهَا فَأَصۡبَحُواْ نَٰدِمِينَ 157 فَأَخَذَهُمُ ٱلۡعَذَابُۚ ﴿ "kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab," yaitu suara dentuman yang sangat keras menimpa mereka hingga membinasakan mereka semua. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti," yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawa (diajarkan) oleh para utusan kami dan kebatilan keyakinan orang-orang yang menentang mereka. ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ 158 وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ 159 ﴿ "Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Asy-Syu'ara' 26:144

"Kaum Tsamud telah mendustakan rasul-rasul. Ketika sau-dara mereka, Shaleh, berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepada-mu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan ta-nam-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut. Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin; maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas, yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan.' Mereka berkata, 'Sesung-guhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir; tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang terma-suk orang-orang yang benar.' Shaleh menjawab, 'Ini seekor unta betina, ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang ter-tentu. Dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar.' Kemudian mereka membunuhnya, lalu me-reka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 141-159). (141-144) ﴾ كَذَّبَتۡ ثَمُودُ ﴿ "Kaum Tsamud telah mendustakan," mereka adalah suku terkenal di al-Mada`in al-Hijr, ﴾ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ﴿ "rasul-rasul." Mereka mendustakan Nabi Shaleh عليه السلام yang datang kepada mereka dengan membawa tauhid yang telah diserukan oleh para rasul. Maka dengan demikian, pendustaan mereka terhadap Shaleh adalah pendustaan terhadap semua rasul. ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ صَٰلِحٌ ﴿ "Ketika saudara mereka, Shaleh berkata kepada mereka." Maksudnya adalah saudara senasab, dan ia berkata kepada mereka dengan lembut dan lunak, ﴾ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Mengapa kamu tidak bertakwa," kepada Allah dan (tidak) meninggalkan syirik dan kemaksiatan? ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah seorang rasul untuk kalian," dari Allah, Rabb kalian. Aku diutus kepada kalian sebagai kasih sayang dan rahmatNya kepada kalian. Maka terimalah rahmatNya dengan baik dan sikapilah ia dengan tunduk. ﴾ أَمِينٞ ﴿ "Terpercaya," kalian mengetahui hal itu dariku, dan hal ini mengharuskan kalian beriman kepadaku dan kepada ajaran yang aku bawa (ajaranku), ﴾ وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu," sehingga kalian bisa mengatakan, "yang menghalangi kami untuk mengikutimu adalah karena kamu ingin mengambil harta kami." ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semesta alam," maksudnya, aku tidak meminta upah kecuali hanya dari Allah. (145-152) ﴾ أَتُتۡرَكُونَ فِي مَا هَٰهُنَآ ءَامِنِينَ 146 فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٖ 147 وَزُرُوعٖ وَنَخۡلٖ طَلۡعُهَا هَضِيمٞ 148 ﴿ "Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan tanam-ta-naman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut," matang lagi banyak. Maksudnya, apakah kalian mengira bahwa kalian dibiar-kan berada di dalam berbagai kebaikan dan kenikmatan begitu saja (sia-sia tanpa petunjuk), kalian berfoya-foya dan bersenang-senang sebagaimana halnya hewan ternak? Dan kalian dibiarkan begitu saja tanpa diperintah dan tanpa dilarang, dan kalian meng-gunakan kenikmatan-kenikmatan ini dalam kemaksiatan kepada Allah? ﴾ وَتَنۡحِتُونَ مِنَ ٱلۡجِبَالِ بُيُوتٗا فَٰرِهِينَ ﴿ "Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk di jadikan rumah-rumah dengan rajin." Maksudnya, kalian benar-benar telah mencapai kepada kerajinan dan kepin-taran hingga bisa membuat rumah-rumah dari gunung yang padat lagi sangat keras. ﴾ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ 150 وَلَا تُطِيعُوٓاْ أَمۡرَ ٱلۡمُسۡرِفِينَ 151 ﴿ "Maka bertak-walah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas," yaitu orang-orang yang melanggar batas, ﴾ ٱلَّذِينَ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ ﴿ "yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan." Maksudnya, orang-orang yang karakter dan kebiasaannya adalah membuat kerusakan di muka bumi dengan melakukan kemaksiatan, mengajak kepada-nya dengan serusak-rusaknya, bukan untuk memperbaikinya. Ini sangat berbahaya sekali, karena merupakan kejahatan murni. Bagi mereka, seakan-akan ada beberapa orang yang siap untuk menen-tang nabi mereka, diciptakan untuk mengajak kepada jalan kese-satan. Maka mereka dilarang oleh Nabi Shaleh agar tidak terpedaya dengan mereka. Mungkin mereka adalah orang-orang yang disebut-kan oleh Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَكَانَ فِي ٱلۡمَدِينَةِ تِسۡعَةُ رَهۡطٖ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ 48 ﴿ "Dan di kota itu ada sembilan orang laki-laki yang membuat keru-sakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan." (An-Naml: 48). (153-154) Namun larangan dan nasihat itu sama sekali tidak berguna bagi mereka sedikit pun, maka mereka berkata kepada Shaleh, ﴾ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ﴿ "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir." Maksudnya, kamu telah disihir, karena kamu berbicara mengingau tentang sesuatu yang tidak mempunyai arti, dan ﴾ مَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا ﴿ "tidaklah kamu melain-kan seorang manusia seperti kami." Kelebihan apa yang kamu gunakan untuk mengungguli kami sehingga kamu mengajak kami meng-ikutimu, ﴾ فَأۡتِ بِـَٔايَةٍ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "maka datangkanlah sesuatu muk-jizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar." Padahal hanya dengan mempelajari keadaannya dan kondisi ajaran yang diserukannya sudah merupakan bukti yang sangat jelas atas ke-benaran ajaran yang diajarkannya dan kejujurannya. Akan tetapi mereka, karena disebabkan kekerasan hati mereka, maka mereka meminta bukti-bukti yang mereka usulkan yang biasanya orang yang memintanya tidak akan selamat, sebab permintaannya ber-dasarkan sikap keras kepala, bukan karena mencari petunjuk. (155-156) Maka Shaleh menjawab, ﴾ هَٰذِهِۦ نَاقَةٞ ﴿ "Ini seekor unta betina," akan keluar dari batu besar yang keras lagi sangat mulus, –hal ini banyak kami telusuri dari para ahli tafsir, dan tidak ada faktor penghalang dari hal tersebut– yang akan kalian lihat dan kalian semua saksikan, ﴾ لَّهَا شِرۡبٞ وَلَكُمۡ شِرۡبُ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ ﴿ "ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang tertentu." Maksudnya, unta itu akan minum air sumur suatu hari sedangkan kalian dapat memi-num susunya, kemudian ia kembali (pergi) dari kalian pada hari yang lain sedangkan kalian minum dari air sumur, ﴾ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٖ ﴿ "dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan suatu kejahatan," maksudnya, menggoroknya atau lainnya, ﴾ فَيَأۡخُذَكُمۡ عَذَابُ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ﴿ "yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar." (157-159) Lalu unta itu pun keluar dan terus berada di sisi mereka dalam keadaan seperti itu, namun mereka tetap tidak beriman dan terus menerus dalam kesesatan mereka, ﴾ فَعَقَرُوهَا فَأَصۡبَحُواْ نَٰدِمِينَ 157 فَأَخَذَهُمُ ٱلۡعَذَابُۚ ﴿ "kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab," yaitu suara dentuman yang sangat keras menimpa mereka hingga membinasakan mereka semua. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti," yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawa (diajarkan) oleh para utusan kami dan kebatilan keyakinan orang-orang yang menentang mereka. ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ 158 وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ 159 ﴿ "Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Asy-Syu'ara' 26:145

"Kaum Tsamud telah mendustakan rasul-rasul. Ketika sau-dara mereka, Shaleh, berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepada-mu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan ta-nam-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut. Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin; maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas, yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan.' Mereka berkata, 'Sesung-guhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir; tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang terma-suk orang-orang yang benar.' Shaleh menjawab, 'Ini seekor unta betina, ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang ter-tentu. Dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar.' Kemudian mereka membunuhnya, lalu me-reka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 141-159). (141-144) ﴾ كَذَّبَتۡ ثَمُودُ ﴿ "Kaum Tsamud telah mendustakan," mereka adalah suku terkenal di al-Mada`in al-Hijr, ﴾ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ﴿ "rasul-rasul." Mereka mendustakan Nabi Shaleh عليه السلام yang datang kepada mereka dengan membawa tauhid yang telah diserukan oleh para rasul. Maka dengan demikian, pendustaan mereka terhadap Shaleh adalah pendustaan terhadap semua rasul. ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ صَٰلِحٌ ﴿ "Ketika saudara mereka, Shaleh berkata kepada mereka." Maksudnya adalah saudara senasab, dan ia berkata kepada mereka dengan lembut dan lunak, ﴾ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Mengapa kamu tidak bertakwa," kepada Allah dan (tidak) meninggalkan syirik dan kemaksiatan? ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah seorang rasul untuk kalian," dari Allah, Rabb kalian. Aku diutus kepada kalian sebagai kasih sayang dan rahmatNya kepada kalian. Maka terimalah rahmatNya dengan baik dan sikapilah ia dengan tunduk. ﴾ أَمِينٞ ﴿ "Terpercaya," kalian mengetahui hal itu dariku, dan hal ini mengharuskan kalian beriman kepadaku dan kepada ajaran yang aku bawa (ajaranku), ﴾ وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu," sehingga kalian bisa mengatakan, "yang menghalangi kami untuk mengikutimu adalah karena kamu ingin mengambil harta kami." ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semesta alam," maksudnya, aku tidak meminta upah kecuali hanya dari Allah. (145-152) ﴾ أَتُتۡرَكُونَ فِي مَا هَٰهُنَآ ءَامِنِينَ 146 فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٖ 147 وَزُرُوعٖ وَنَخۡلٖ طَلۡعُهَا هَضِيمٞ 148 ﴿ "Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan tanam-ta-naman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut," matang lagi banyak. Maksudnya, apakah kalian mengira bahwa kalian dibiar-kan berada di dalam berbagai kebaikan dan kenikmatan begitu saja (sia-sia tanpa petunjuk), kalian berfoya-foya dan bersenang-senang sebagaimana halnya hewan ternak? Dan kalian dibiarkan begitu saja tanpa diperintah dan tanpa dilarang, dan kalian meng-gunakan kenikmatan-kenikmatan ini dalam kemaksiatan kepada Allah? ﴾ وَتَنۡحِتُونَ مِنَ ٱلۡجِبَالِ بُيُوتٗا فَٰرِهِينَ ﴿ "Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk di jadikan rumah-rumah dengan rajin." Maksudnya, kalian benar-benar telah mencapai kepada kerajinan dan kepin-taran hingga bisa membuat rumah-rumah dari gunung yang padat lagi sangat keras. ﴾ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ 150 وَلَا تُطِيعُوٓاْ أَمۡرَ ٱلۡمُسۡرِفِينَ 151 ﴿ "Maka bertak-walah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas," yaitu orang-orang yang melanggar batas, ﴾ ٱلَّذِينَ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ ﴿ "yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan." Maksudnya, orang-orang yang karakter dan kebiasaannya adalah membuat kerusakan di muka bumi dengan melakukan kemaksiatan, mengajak kepada-nya dengan serusak-rusaknya, bukan untuk memperbaikinya. Ini sangat berbahaya sekali, karena merupakan kejahatan murni. Bagi mereka, seakan-akan ada beberapa orang yang siap untuk menen-tang nabi mereka, diciptakan untuk mengajak kepada jalan kese-satan. Maka mereka dilarang oleh Nabi Shaleh agar tidak terpedaya dengan mereka. Mungkin mereka adalah orang-orang yang disebut-kan oleh Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَكَانَ فِي ٱلۡمَدِينَةِ تِسۡعَةُ رَهۡطٖ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ 48 ﴿ "Dan di kota itu ada sembilan orang laki-laki yang membuat keru-sakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan." (An-Naml: 48). (153-154) Namun larangan dan nasihat itu sama sekali tidak berguna bagi mereka sedikit pun, maka mereka berkata kepada Shaleh, ﴾ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ﴿ "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir." Maksudnya, kamu telah disihir, karena kamu berbicara mengingau tentang sesuatu yang tidak mempunyai arti, dan ﴾ مَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا ﴿ "tidaklah kamu melain-kan seorang manusia seperti kami." Kelebihan apa yang kamu gunakan untuk mengungguli kami sehingga kamu mengajak kami meng-ikutimu, ﴾ فَأۡتِ بِـَٔايَةٍ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "maka datangkanlah sesuatu muk-jizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar." Padahal hanya dengan mempelajari keadaannya dan kondisi ajaran yang diserukannya sudah merupakan bukti yang sangat jelas atas ke-benaran ajaran yang diajarkannya dan kejujurannya. Akan tetapi mereka, karena disebabkan kekerasan hati mereka, maka mereka meminta bukti-bukti yang mereka usulkan yang biasanya orang yang memintanya tidak akan selamat, sebab permintaannya ber-dasarkan sikap keras kepala, bukan karena mencari petunjuk. (155-156) Maka Shaleh menjawab, ﴾ هَٰذِهِۦ نَاقَةٞ ﴿ "Ini seekor unta betina," akan keluar dari batu besar yang keras lagi sangat mulus, –hal ini banyak kami telusuri dari para ahli tafsir, dan tidak ada faktor penghalang dari hal tersebut– yang akan kalian lihat dan kalian semua saksikan, ﴾ لَّهَا شِرۡبٞ وَلَكُمۡ شِرۡبُ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ ﴿ "ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang tertentu." Maksudnya, unta itu akan minum air sumur suatu hari sedangkan kalian dapat memi-num susunya, kemudian ia kembali (pergi) dari kalian pada hari yang lain sedangkan kalian minum dari air sumur, ﴾ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٖ ﴿ "dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan suatu kejahatan," maksudnya, menggoroknya atau lainnya, ﴾ فَيَأۡخُذَكُمۡ عَذَابُ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ﴿ "yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar." (157-159) Lalu unta itu pun keluar dan terus berada di sisi mereka dalam keadaan seperti itu, namun mereka tetap tidak beriman dan terus menerus dalam kesesatan mereka, ﴾ فَعَقَرُوهَا فَأَصۡبَحُواْ نَٰدِمِينَ 157 فَأَخَذَهُمُ ٱلۡعَذَابُۚ ﴿ "kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab," yaitu suara dentuman yang sangat keras menimpa mereka hingga membinasakan mereka semua. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti," yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawa (diajarkan) oleh para utusan kami dan kebatilan keyakinan orang-orang yang menentang mereka. ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ 158 وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ 159 ﴿ "Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Asy-Syu'ara' 26:146

"Kaum Tsamud telah mendustakan rasul-rasul. Ketika sau-dara mereka, Shaleh, berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepada-mu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan ta-nam-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut. Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin; maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas, yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan.' Mereka berkata, 'Sesung-guhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir; tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang terma-suk orang-orang yang benar.' Shaleh menjawab, 'Ini seekor unta betina, ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang ter-tentu. Dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar.' Kemudian mereka membunuhnya, lalu me-reka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 141-159). (141-144) ﴾ كَذَّبَتۡ ثَمُودُ ﴿ "Kaum Tsamud telah mendustakan," mereka adalah suku terkenal di al-Mada`in al-Hijr, ﴾ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ﴿ "rasul-rasul." Mereka mendustakan Nabi Shaleh عليه السلام yang datang kepada mereka dengan membawa tauhid yang telah diserukan oleh para rasul. Maka dengan demikian, pendustaan mereka terhadap Shaleh adalah pendustaan terhadap semua rasul. ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ صَٰلِحٌ ﴿ "Ketika saudara mereka, Shaleh berkata kepada mereka." Maksudnya adalah saudara senasab, dan ia berkata kepada mereka dengan lembut dan lunak, ﴾ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Mengapa kamu tidak bertakwa," kepada Allah dan (tidak) meninggalkan syirik dan kemaksiatan? ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah seorang rasul untuk kalian," dari Allah, Rabb kalian. Aku diutus kepada kalian sebagai kasih sayang dan rahmatNya kepada kalian. Maka terimalah rahmatNya dengan baik dan sikapilah ia dengan tunduk. ﴾ أَمِينٞ ﴿ "Terpercaya," kalian mengetahui hal itu dariku, dan hal ini mengharuskan kalian beriman kepadaku dan kepada ajaran yang aku bawa (ajaranku), ﴾ وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu," sehingga kalian bisa mengatakan, "yang menghalangi kami untuk mengikutimu adalah karena kamu ingin mengambil harta kami." ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semesta alam," maksudnya, aku tidak meminta upah kecuali hanya dari Allah. (145-152) ﴾ أَتُتۡرَكُونَ فِي مَا هَٰهُنَآ ءَامِنِينَ 146 فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٖ 147 وَزُرُوعٖ وَنَخۡلٖ طَلۡعُهَا هَضِيمٞ 148 ﴿ "Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan tanam-ta-naman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut," matang lagi banyak. Maksudnya, apakah kalian mengira bahwa kalian dibiar-kan berada di dalam berbagai kebaikan dan kenikmatan begitu saja (sia-sia tanpa petunjuk), kalian berfoya-foya dan bersenang-senang sebagaimana halnya hewan ternak? Dan kalian dibiarkan begitu saja tanpa diperintah dan tanpa dilarang, dan kalian meng-gunakan kenikmatan-kenikmatan ini dalam kemaksiatan kepada Allah? ﴾ وَتَنۡحِتُونَ مِنَ ٱلۡجِبَالِ بُيُوتٗا فَٰرِهِينَ ﴿ "Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk di jadikan rumah-rumah dengan rajin." Maksudnya, kalian benar-benar telah mencapai kepada kerajinan dan kepin-taran hingga bisa membuat rumah-rumah dari gunung yang padat lagi sangat keras. ﴾ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ 150 وَلَا تُطِيعُوٓاْ أَمۡرَ ٱلۡمُسۡرِفِينَ 151 ﴿ "Maka bertak-walah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas," yaitu orang-orang yang melanggar batas, ﴾ ٱلَّذِينَ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ ﴿ "yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan." Maksudnya, orang-orang yang karakter dan kebiasaannya adalah membuat kerusakan di muka bumi dengan melakukan kemaksiatan, mengajak kepada-nya dengan serusak-rusaknya, bukan untuk memperbaikinya. Ini sangat berbahaya sekali, karena merupakan kejahatan murni. Bagi mereka, seakan-akan ada beberapa orang yang siap untuk menen-tang nabi mereka, diciptakan untuk mengajak kepada jalan kese-satan. Maka mereka dilarang oleh Nabi Shaleh agar tidak terpedaya dengan mereka. Mungkin mereka adalah orang-orang yang disebut-kan oleh Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَكَانَ فِي ٱلۡمَدِينَةِ تِسۡعَةُ رَهۡطٖ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ 48 ﴿ "Dan di kota itu ada sembilan orang laki-laki yang membuat keru-sakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan." (An-Naml: 48). (153-154) Namun larangan dan nasihat itu sama sekali tidak berguna bagi mereka sedikit pun, maka mereka berkata kepada Shaleh, ﴾ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ﴿ "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir." Maksudnya, kamu telah disihir, karena kamu berbicara mengingau tentang sesuatu yang tidak mempunyai arti, dan ﴾ مَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا ﴿ "tidaklah kamu melain-kan seorang manusia seperti kami." Kelebihan apa yang kamu gunakan untuk mengungguli kami sehingga kamu mengajak kami meng-ikutimu, ﴾ فَأۡتِ بِـَٔايَةٍ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "maka datangkanlah sesuatu muk-jizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar." Padahal hanya dengan mempelajari keadaannya dan kondisi ajaran yang diserukannya sudah merupakan bukti yang sangat jelas atas ke-benaran ajaran yang diajarkannya dan kejujurannya. Akan tetapi mereka, karena disebabkan kekerasan hati mereka, maka mereka meminta bukti-bukti yang mereka usulkan yang biasanya orang yang memintanya tidak akan selamat, sebab permintaannya ber-dasarkan sikap keras kepala, bukan karena mencari petunjuk. (155-156) Maka Shaleh menjawab, ﴾ هَٰذِهِۦ نَاقَةٞ ﴿ "Ini seekor unta betina," akan keluar dari batu besar yang keras lagi sangat mulus, –hal ini banyak kami telusuri dari para ahli tafsir, dan tidak ada faktor penghalang dari hal tersebut– yang akan kalian lihat dan kalian semua saksikan, ﴾ لَّهَا شِرۡبٞ وَلَكُمۡ شِرۡبُ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ ﴿ "ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang tertentu." Maksudnya, unta itu akan minum air sumur suatu hari sedangkan kalian dapat memi-num susunya, kemudian ia kembali (pergi) dari kalian pada hari yang lain sedangkan kalian minum dari air sumur, ﴾ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٖ ﴿ "dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan suatu kejahatan," maksudnya, menggoroknya atau lainnya, ﴾ فَيَأۡخُذَكُمۡ عَذَابُ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ﴿ "yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar." (157-159) Lalu unta itu pun keluar dan terus berada di sisi mereka dalam keadaan seperti itu, namun mereka tetap tidak beriman dan terus menerus dalam kesesatan mereka, ﴾ فَعَقَرُوهَا فَأَصۡبَحُواْ نَٰدِمِينَ 157 فَأَخَذَهُمُ ٱلۡعَذَابُۚ ﴿ "kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab," yaitu suara dentuman yang sangat keras menimpa mereka hingga membinasakan mereka semua. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti," yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawa (diajarkan) oleh para utusan kami dan kebatilan keyakinan orang-orang yang menentang mereka. ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ 158 وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ 159 ﴿ "Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Asy-Syu'ara' 26:147

"Kaum Tsamud telah mendustakan rasul-rasul. Ketika sau-dara mereka, Shaleh, berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepada-mu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan ta-nam-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut. Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin; maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas, yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan.' Mereka berkata, 'Sesung-guhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir; tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang terma-suk orang-orang yang benar.' Shaleh menjawab, 'Ini seekor unta betina, ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang ter-tentu. Dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar.' Kemudian mereka membunuhnya, lalu me-reka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 141-159). (141-144) ﴾ كَذَّبَتۡ ثَمُودُ ﴿ "Kaum Tsamud telah mendustakan," mereka adalah suku terkenal di al-Mada`in al-Hijr, ﴾ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ﴿ "rasul-rasul." Mereka mendustakan Nabi Shaleh عليه السلام yang datang kepada mereka dengan membawa tauhid yang telah diserukan oleh para rasul. Maka dengan demikian, pendustaan mereka terhadap Shaleh adalah pendustaan terhadap semua rasul. ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ صَٰلِحٌ ﴿ "Ketika saudara mereka, Shaleh berkata kepada mereka." Maksudnya adalah saudara senasab, dan ia berkata kepada mereka dengan lembut dan lunak, ﴾ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Mengapa kamu tidak bertakwa," kepada Allah dan (tidak) meninggalkan syirik dan kemaksiatan? ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah seorang rasul untuk kalian," dari Allah, Rabb kalian. Aku diutus kepada kalian sebagai kasih sayang dan rahmatNya kepada kalian. Maka terimalah rahmatNya dengan baik dan sikapilah ia dengan tunduk. ﴾ أَمِينٞ ﴿ "Terpercaya," kalian mengetahui hal itu dariku, dan hal ini mengharuskan kalian beriman kepadaku dan kepada ajaran yang aku bawa (ajaranku), ﴾ وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu," sehingga kalian bisa mengatakan, "yang menghalangi kami untuk mengikutimu adalah karena kamu ingin mengambil harta kami." ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semesta alam," maksudnya, aku tidak meminta upah kecuali hanya dari Allah. (145-152) ﴾ أَتُتۡرَكُونَ فِي مَا هَٰهُنَآ ءَامِنِينَ 146 فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٖ 147 وَزُرُوعٖ وَنَخۡلٖ طَلۡعُهَا هَضِيمٞ 148 ﴿ "Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan tanam-ta-naman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut," matang lagi banyak. Maksudnya, apakah kalian mengira bahwa kalian dibiar-kan berada di dalam berbagai kebaikan dan kenikmatan begitu saja (sia-sia tanpa petunjuk), kalian berfoya-foya dan bersenang-senang sebagaimana halnya hewan ternak? Dan kalian dibiarkan begitu saja tanpa diperintah dan tanpa dilarang, dan kalian meng-gunakan kenikmatan-kenikmatan ini dalam kemaksiatan kepada Allah? ﴾ وَتَنۡحِتُونَ مِنَ ٱلۡجِبَالِ بُيُوتٗا فَٰرِهِينَ ﴿ "Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk di jadikan rumah-rumah dengan rajin." Maksudnya, kalian benar-benar telah mencapai kepada kerajinan dan kepin-taran hingga bisa membuat rumah-rumah dari gunung yang padat lagi sangat keras. ﴾ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ 150 وَلَا تُطِيعُوٓاْ أَمۡرَ ٱلۡمُسۡرِفِينَ 151 ﴿ "Maka bertak-walah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas," yaitu orang-orang yang melanggar batas, ﴾ ٱلَّذِينَ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ ﴿ "yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan." Maksudnya, orang-orang yang karakter dan kebiasaannya adalah membuat kerusakan di muka bumi dengan melakukan kemaksiatan, mengajak kepada-nya dengan serusak-rusaknya, bukan untuk memperbaikinya. Ini sangat berbahaya sekali, karena merupakan kejahatan murni. Bagi mereka, seakan-akan ada beberapa orang yang siap untuk menen-tang nabi mereka, diciptakan untuk mengajak kepada jalan kese-satan. Maka mereka dilarang oleh Nabi Shaleh agar tidak terpedaya dengan mereka. Mungkin mereka adalah orang-orang yang disebut-kan oleh Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَكَانَ فِي ٱلۡمَدِينَةِ تِسۡعَةُ رَهۡطٖ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ 48 ﴿ "Dan di kota itu ada sembilan orang laki-laki yang membuat keru-sakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan." (An-Naml: 48). (153-154) Namun larangan dan nasihat itu sama sekali tidak berguna bagi mereka sedikit pun, maka mereka berkata kepada Shaleh, ﴾ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ﴿ "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir." Maksudnya, kamu telah disihir, karena kamu berbicara mengingau tentang sesuatu yang tidak mempunyai arti, dan ﴾ مَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا ﴿ "tidaklah kamu melain-kan seorang manusia seperti kami." Kelebihan apa yang kamu gunakan untuk mengungguli kami sehingga kamu mengajak kami meng-ikutimu, ﴾ فَأۡتِ بِـَٔايَةٍ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "maka datangkanlah sesuatu muk-jizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar." Padahal hanya dengan mempelajari keadaannya dan kondisi ajaran yang diserukannya sudah merupakan bukti yang sangat jelas atas ke-benaran ajaran yang diajarkannya dan kejujurannya. Akan tetapi mereka, karena disebabkan kekerasan hati mereka, maka mereka meminta bukti-bukti yang mereka usulkan yang biasanya orang yang memintanya tidak akan selamat, sebab permintaannya ber-dasarkan sikap keras kepala, bukan karena mencari petunjuk. (155-156) Maka Shaleh menjawab, ﴾ هَٰذِهِۦ نَاقَةٞ ﴿ "Ini seekor unta betina," akan keluar dari batu besar yang keras lagi sangat mulus, –hal ini banyak kami telusuri dari para ahli tafsir, dan tidak ada faktor penghalang dari hal tersebut– yang akan kalian lihat dan kalian semua saksikan, ﴾ لَّهَا شِرۡبٞ وَلَكُمۡ شِرۡبُ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ ﴿ "ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang tertentu." Maksudnya, unta itu akan minum air sumur suatu hari sedangkan kalian dapat memi-num susunya, kemudian ia kembali (pergi) dari kalian pada hari yang lain sedangkan kalian minum dari air sumur, ﴾ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٖ ﴿ "dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan suatu kejahatan," maksudnya, menggoroknya atau lainnya, ﴾ فَيَأۡخُذَكُمۡ عَذَابُ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ﴿ "yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar." (157-159) Lalu unta itu pun keluar dan terus berada di sisi mereka dalam keadaan seperti itu, namun mereka tetap tidak beriman dan terus menerus dalam kesesatan mereka, ﴾ فَعَقَرُوهَا فَأَصۡبَحُواْ نَٰدِمِينَ 157 فَأَخَذَهُمُ ٱلۡعَذَابُۚ ﴿ "kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab," yaitu suara dentuman yang sangat keras menimpa mereka hingga membinasakan mereka semua. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti," yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawa (diajarkan) oleh para utusan kami dan kebatilan keyakinan orang-orang yang menentang mereka. ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ 158 وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ 159 ﴿ "Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Asy-Syu'ara' 26:148

"Kaum Tsamud telah mendustakan rasul-rasul. Ketika sau-dara mereka, Shaleh, berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepada-mu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan ta-nam-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut. Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin; maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas, yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan.' Mereka berkata, 'Sesung-guhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir; tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang terma-suk orang-orang yang benar.' Shaleh menjawab, 'Ini seekor unta betina, ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang ter-tentu. Dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar.' Kemudian mereka membunuhnya, lalu me-reka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 141-159). (141-144) ﴾ كَذَّبَتۡ ثَمُودُ ﴿ "Kaum Tsamud telah mendustakan," mereka adalah suku terkenal di al-Mada`in al-Hijr, ﴾ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ﴿ "rasul-rasul." Mereka mendustakan Nabi Shaleh عليه السلام yang datang kepada mereka dengan membawa tauhid yang telah diserukan oleh para rasul. Maka dengan demikian, pendustaan mereka terhadap Shaleh adalah pendustaan terhadap semua rasul. ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ صَٰلِحٌ ﴿ "Ketika saudara mereka, Shaleh berkata kepada mereka." Maksudnya adalah saudara senasab, dan ia berkata kepada mereka dengan lembut dan lunak, ﴾ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Mengapa kamu tidak bertakwa," kepada Allah dan (tidak) meninggalkan syirik dan kemaksiatan? ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah seorang rasul untuk kalian," dari Allah, Rabb kalian. Aku diutus kepada kalian sebagai kasih sayang dan rahmatNya kepada kalian. Maka terimalah rahmatNya dengan baik dan sikapilah ia dengan tunduk. ﴾ أَمِينٞ ﴿ "Terpercaya," kalian mengetahui hal itu dariku, dan hal ini mengharuskan kalian beriman kepadaku dan kepada ajaran yang aku bawa (ajaranku), ﴾ وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu," sehingga kalian bisa mengatakan, "yang menghalangi kami untuk mengikutimu adalah karena kamu ingin mengambil harta kami." ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semesta alam," maksudnya, aku tidak meminta upah kecuali hanya dari Allah. (145-152) ﴾ أَتُتۡرَكُونَ فِي مَا هَٰهُنَآ ءَامِنِينَ 146 فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٖ 147 وَزُرُوعٖ وَنَخۡلٖ طَلۡعُهَا هَضِيمٞ 148 ﴿ "Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan tanam-ta-naman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut," matang lagi banyak. Maksudnya, apakah kalian mengira bahwa kalian dibiar-kan berada di dalam berbagai kebaikan dan kenikmatan begitu saja (sia-sia tanpa petunjuk), kalian berfoya-foya dan bersenang-senang sebagaimana halnya hewan ternak? Dan kalian dibiarkan begitu saja tanpa diperintah dan tanpa dilarang, dan kalian meng-gunakan kenikmatan-kenikmatan ini dalam kemaksiatan kepada Allah? ﴾ وَتَنۡحِتُونَ مِنَ ٱلۡجِبَالِ بُيُوتٗا فَٰرِهِينَ ﴿ "Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk di jadikan rumah-rumah dengan rajin." Maksudnya, kalian benar-benar telah mencapai kepada kerajinan dan kepin-taran hingga bisa membuat rumah-rumah dari gunung yang padat lagi sangat keras. ﴾ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ 150 وَلَا تُطِيعُوٓاْ أَمۡرَ ٱلۡمُسۡرِفِينَ 151 ﴿ "Maka bertak-walah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas," yaitu orang-orang yang melanggar batas, ﴾ ٱلَّذِينَ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ ﴿ "yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan." Maksudnya, orang-orang yang karakter dan kebiasaannya adalah membuat kerusakan di muka bumi dengan melakukan kemaksiatan, mengajak kepada-nya dengan serusak-rusaknya, bukan untuk memperbaikinya. Ini sangat berbahaya sekali, karena merupakan kejahatan murni. Bagi mereka, seakan-akan ada beberapa orang yang siap untuk menen-tang nabi mereka, diciptakan untuk mengajak kepada jalan kese-satan. Maka mereka dilarang oleh Nabi Shaleh agar tidak terpedaya dengan mereka. Mungkin mereka adalah orang-orang yang disebut-kan oleh Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَكَانَ فِي ٱلۡمَدِينَةِ تِسۡعَةُ رَهۡطٖ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ 48 ﴿ "Dan di kota itu ada sembilan orang laki-laki yang membuat keru-sakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan." (An-Naml: 48). (153-154) Namun larangan dan nasihat itu sama sekali tidak berguna bagi mereka sedikit pun, maka mereka berkata kepada Shaleh, ﴾ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ﴿ "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir." Maksudnya, kamu telah disihir, karena kamu berbicara mengingau tentang sesuatu yang tidak mempunyai arti, dan ﴾ مَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا ﴿ "tidaklah kamu melain-kan seorang manusia seperti kami." Kelebihan apa yang kamu gunakan untuk mengungguli kami sehingga kamu mengajak kami meng-ikutimu, ﴾ فَأۡتِ بِـَٔايَةٍ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "maka datangkanlah sesuatu muk-jizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar." Padahal hanya dengan mempelajari keadaannya dan kondisi ajaran yang diserukannya sudah merupakan bukti yang sangat jelas atas ke-benaran ajaran yang diajarkannya dan kejujurannya. Akan tetapi mereka, karena disebabkan kekerasan hati mereka, maka mereka meminta bukti-bukti yang mereka usulkan yang biasanya orang yang memintanya tidak akan selamat, sebab permintaannya ber-dasarkan sikap keras kepala, bukan karena mencari petunjuk. (155-156) Maka Shaleh menjawab, ﴾ هَٰذِهِۦ نَاقَةٞ ﴿ "Ini seekor unta betina," akan keluar dari batu besar yang keras lagi sangat mulus, –hal ini banyak kami telusuri dari para ahli tafsir, dan tidak ada faktor penghalang dari hal tersebut– yang akan kalian lihat dan kalian semua saksikan, ﴾ لَّهَا شِرۡبٞ وَلَكُمۡ شِرۡبُ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ ﴿ "ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang tertentu." Maksudnya, unta itu akan minum air sumur suatu hari sedangkan kalian dapat memi-num susunya, kemudian ia kembali (pergi) dari kalian pada hari yang lain sedangkan kalian minum dari air sumur, ﴾ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٖ ﴿ "dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan suatu kejahatan," maksudnya, menggoroknya atau lainnya, ﴾ فَيَأۡخُذَكُمۡ عَذَابُ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ﴿ "yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar." (157-159) Lalu unta itu pun keluar dan terus berada di sisi mereka dalam keadaan seperti itu, namun mereka tetap tidak beriman dan terus menerus dalam kesesatan mereka, ﴾ فَعَقَرُوهَا فَأَصۡبَحُواْ نَٰدِمِينَ 157 فَأَخَذَهُمُ ٱلۡعَذَابُۚ ﴿ "kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab," yaitu suara dentuman yang sangat keras menimpa mereka hingga membinasakan mereka semua. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti," yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawa (diajarkan) oleh para utusan kami dan kebatilan keyakinan orang-orang yang menentang mereka. ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ 158 وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ 159 ﴿ "Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Asy-Syu'ara' 26:149

"Kaum Tsamud telah mendustakan rasul-rasul. Ketika sau-dara mereka, Shaleh, berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepada-mu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan ta-nam-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut. Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin; maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas, yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan.' Mereka berkata, 'Sesung-guhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir; tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang terma-suk orang-orang yang benar.' Shaleh menjawab, 'Ini seekor unta betina, ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang ter-tentu. Dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar.' Kemudian mereka membunuhnya, lalu me-reka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 141-159). (141-144) ﴾ كَذَّبَتۡ ثَمُودُ ﴿ "Kaum Tsamud telah mendustakan," mereka adalah suku terkenal di al-Mada`in al-Hijr, ﴾ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ﴿ "rasul-rasul." Mereka mendustakan Nabi Shaleh عليه السلام yang datang kepada mereka dengan membawa tauhid yang telah diserukan oleh para rasul. Maka dengan demikian, pendustaan mereka terhadap Shaleh adalah pendustaan terhadap semua rasul. ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ صَٰلِحٌ ﴿ "Ketika saudara mereka, Shaleh berkata kepada mereka." Maksudnya adalah saudara senasab, dan ia berkata kepada mereka dengan lembut dan lunak, ﴾ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Mengapa kamu tidak bertakwa," kepada Allah dan (tidak) meninggalkan syirik dan kemaksiatan? ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah seorang rasul untuk kalian," dari Allah, Rabb kalian. Aku diutus kepada kalian sebagai kasih sayang dan rahmatNya kepada kalian. Maka terimalah rahmatNya dengan baik dan sikapilah ia dengan tunduk. ﴾ أَمِينٞ ﴿ "Terpercaya," kalian mengetahui hal itu dariku, dan hal ini mengharuskan kalian beriman kepadaku dan kepada ajaran yang aku bawa (ajaranku), ﴾ وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu," sehingga kalian bisa mengatakan, "yang menghalangi kami untuk mengikutimu adalah karena kamu ingin mengambil harta kami." ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semesta alam," maksudnya, aku tidak meminta upah kecuali hanya dari Allah. (145-152) ﴾ أَتُتۡرَكُونَ فِي مَا هَٰهُنَآ ءَامِنِينَ 146 فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٖ 147 وَزُرُوعٖ وَنَخۡلٖ طَلۡعُهَا هَضِيمٞ 148 ﴿ "Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan tanam-ta-naman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut," matang lagi banyak. Maksudnya, apakah kalian mengira bahwa kalian dibiar-kan berada di dalam berbagai kebaikan dan kenikmatan begitu saja (sia-sia tanpa petunjuk), kalian berfoya-foya dan bersenang-senang sebagaimana halnya hewan ternak? Dan kalian dibiarkan begitu saja tanpa diperintah dan tanpa dilarang, dan kalian meng-gunakan kenikmatan-kenikmatan ini dalam kemaksiatan kepada Allah? ﴾ وَتَنۡحِتُونَ مِنَ ٱلۡجِبَالِ بُيُوتٗا فَٰرِهِينَ ﴿ "Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk di jadikan rumah-rumah dengan rajin." Maksudnya, kalian benar-benar telah mencapai kepada kerajinan dan kepin-taran hingga bisa membuat rumah-rumah dari gunung yang padat lagi sangat keras. ﴾ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ 150 وَلَا تُطِيعُوٓاْ أَمۡرَ ٱلۡمُسۡرِفِينَ 151 ﴿ "Maka bertak-walah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas," yaitu orang-orang yang melanggar batas, ﴾ ٱلَّذِينَ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ ﴿ "yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan." Maksudnya, orang-orang yang karakter dan kebiasaannya adalah membuat kerusakan di muka bumi dengan melakukan kemaksiatan, mengajak kepada-nya dengan serusak-rusaknya, bukan untuk memperbaikinya. Ini sangat berbahaya sekali, karena merupakan kejahatan murni. Bagi mereka, seakan-akan ada beberapa orang yang siap untuk menen-tang nabi mereka, diciptakan untuk mengajak kepada jalan kese-satan. Maka mereka dilarang oleh Nabi Shaleh agar tidak terpedaya dengan mereka. Mungkin mereka adalah orang-orang yang disebut-kan oleh Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَكَانَ فِي ٱلۡمَدِينَةِ تِسۡعَةُ رَهۡطٖ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ 48 ﴿ "Dan di kota itu ada sembilan orang laki-laki yang membuat keru-sakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan." (An-Naml: 48). (153-154) Namun larangan dan nasihat itu sama sekali tidak berguna bagi mereka sedikit pun, maka mereka berkata kepada Shaleh, ﴾ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ﴿ "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir." Maksudnya, kamu telah disihir, karena kamu berbicara mengingau tentang sesuatu yang tidak mempunyai arti, dan ﴾ مَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا ﴿ "tidaklah kamu melain-kan seorang manusia seperti kami." Kelebihan apa yang kamu gunakan untuk mengungguli kami sehingga kamu mengajak kami meng-ikutimu, ﴾ فَأۡتِ بِـَٔايَةٍ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "maka datangkanlah sesuatu muk-jizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar." Padahal hanya dengan mempelajari keadaannya dan kondisi ajaran yang diserukannya sudah merupakan bukti yang sangat jelas atas ke-benaran ajaran yang diajarkannya dan kejujurannya. Akan tetapi mereka, karena disebabkan kekerasan hati mereka, maka mereka meminta bukti-bukti yang mereka usulkan yang biasanya orang yang memintanya tidak akan selamat, sebab permintaannya ber-dasarkan sikap keras kepala, bukan karena mencari petunjuk. (155-156) Maka Shaleh menjawab, ﴾ هَٰذِهِۦ نَاقَةٞ ﴿ "Ini seekor unta betina," akan keluar dari batu besar yang keras lagi sangat mulus, –hal ini banyak kami telusuri dari para ahli tafsir, dan tidak ada faktor penghalang dari hal tersebut– yang akan kalian lihat dan kalian semua saksikan, ﴾ لَّهَا شِرۡبٞ وَلَكُمۡ شِرۡبُ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ ﴿ "ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang tertentu." Maksudnya, unta itu akan minum air sumur suatu hari sedangkan kalian dapat memi-num susunya, kemudian ia kembali (pergi) dari kalian pada hari yang lain sedangkan kalian minum dari air sumur, ﴾ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٖ ﴿ "dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan suatu kejahatan," maksudnya, menggoroknya atau lainnya, ﴾ فَيَأۡخُذَكُمۡ عَذَابُ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ﴿ "yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar." (157-159) Lalu unta itu pun keluar dan terus berada di sisi mereka dalam keadaan seperti itu, namun mereka tetap tidak beriman dan terus menerus dalam kesesatan mereka, ﴾ فَعَقَرُوهَا فَأَصۡبَحُواْ نَٰدِمِينَ 157 فَأَخَذَهُمُ ٱلۡعَذَابُۚ ﴿ "kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab," yaitu suara dentuman yang sangat keras menimpa mereka hingga membinasakan mereka semua. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti," yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawa (diajarkan) oleh para utusan kami dan kebatilan keyakinan orang-orang yang menentang mereka. ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ 158 وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ 159 ﴿ "Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Asy-Syu'ara' 26:150

"Kaum Tsamud telah mendustakan rasul-rasul. Ketika sau-dara mereka, Shaleh, berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepada-mu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan ta-nam-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut. Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin; maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas, yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan.' Mereka berkata, 'Sesung-guhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir; tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang terma-suk orang-orang yang benar.' Shaleh menjawab, 'Ini seekor unta betina, ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang ter-tentu. Dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar.' Kemudian mereka membunuhnya, lalu me-reka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 141-159). (141-144) ﴾ كَذَّبَتۡ ثَمُودُ ﴿ "Kaum Tsamud telah mendustakan," mereka adalah suku terkenal di al-Mada`in al-Hijr, ﴾ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ﴿ "rasul-rasul." Mereka mendustakan Nabi Shaleh عليه السلام yang datang kepada mereka dengan membawa tauhid yang telah diserukan oleh para rasul. Maka dengan demikian, pendustaan mereka terhadap Shaleh adalah pendustaan terhadap semua rasul. ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ صَٰلِحٌ ﴿ "Ketika saudara mereka, Shaleh berkata kepada mereka." Maksudnya adalah saudara senasab, dan ia berkata kepada mereka dengan lembut dan lunak, ﴾ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Mengapa kamu tidak bertakwa," kepada Allah dan (tidak) meninggalkan syirik dan kemaksiatan? ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah seorang rasul untuk kalian," dari Allah, Rabb kalian. Aku diutus kepada kalian sebagai kasih sayang dan rahmatNya kepada kalian. Maka terimalah rahmatNya dengan baik dan sikapilah ia dengan tunduk. ﴾ أَمِينٞ ﴿ "Terpercaya," kalian mengetahui hal itu dariku, dan hal ini mengharuskan kalian beriman kepadaku dan kepada ajaran yang aku bawa (ajaranku), ﴾ وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu," sehingga kalian bisa mengatakan, "yang menghalangi kami untuk mengikutimu adalah karena kamu ingin mengambil harta kami." ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semesta alam," maksudnya, aku tidak meminta upah kecuali hanya dari Allah. (145-152) ﴾ أَتُتۡرَكُونَ فِي مَا هَٰهُنَآ ءَامِنِينَ 146 فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٖ 147 وَزُرُوعٖ وَنَخۡلٖ طَلۡعُهَا هَضِيمٞ 148 ﴿ "Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan tanam-ta-naman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut," matang lagi banyak. Maksudnya, apakah kalian mengira bahwa kalian dibiar-kan berada di dalam berbagai kebaikan dan kenikmatan begitu saja (sia-sia tanpa petunjuk), kalian berfoya-foya dan bersenang-senang sebagaimana halnya hewan ternak? Dan kalian dibiarkan begitu saja tanpa diperintah dan tanpa dilarang, dan kalian meng-gunakan kenikmatan-kenikmatan ini dalam kemaksiatan kepada Allah? ﴾ وَتَنۡحِتُونَ مِنَ ٱلۡجِبَالِ بُيُوتٗا فَٰرِهِينَ ﴿ "Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk di jadikan rumah-rumah dengan rajin." Maksudnya, kalian benar-benar telah mencapai kepada kerajinan dan kepin-taran hingga bisa membuat rumah-rumah dari gunung yang padat lagi sangat keras. ﴾ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ 150 وَلَا تُطِيعُوٓاْ أَمۡرَ ٱلۡمُسۡرِفِينَ 151 ﴿ "Maka bertak-walah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas," yaitu orang-orang yang melanggar batas, ﴾ ٱلَّذِينَ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ ﴿ "yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan." Maksudnya, orang-orang yang karakter dan kebiasaannya adalah membuat kerusakan di muka bumi dengan melakukan kemaksiatan, mengajak kepada-nya dengan serusak-rusaknya, bukan untuk memperbaikinya. Ini sangat berbahaya sekali, karena merupakan kejahatan murni. Bagi mereka, seakan-akan ada beberapa orang yang siap untuk menen-tang nabi mereka, diciptakan untuk mengajak kepada jalan kese-satan. Maka mereka dilarang oleh Nabi Shaleh agar tidak terpedaya dengan mereka. Mungkin mereka adalah orang-orang yang disebut-kan oleh Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَكَانَ فِي ٱلۡمَدِينَةِ تِسۡعَةُ رَهۡطٖ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ 48 ﴿ "Dan di kota itu ada sembilan orang laki-laki yang membuat keru-sakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan." (An-Naml: 48). (153-154) Namun larangan dan nasihat itu sama sekali tidak berguna bagi mereka sedikit pun, maka mereka berkata kepada Shaleh, ﴾ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ﴿ "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir." Maksudnya, kamu telah disihir, karena kamu berbicara mengingau tentang sesuatu yang tidak mempunyai arti, dan ﴾ مَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا ﴿ "tidaklah kamu melain-kan seorang manusia seperti kami." Kelebihan apa yang kamu gunakan untuk mengungguli kami sehingga kamu mengajak kami meng-ikutimu, ﴾ فَأۡتِ بِـَٔايَةٍ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "maka datangkanlah sesuatu muk-jizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar." Padahal hanya dengan mempelajari keadaannya dan kondisi ajaran yang diserukannya sudah merupakan bukti yang sangat jelas atas ke-benaran ajaran yang diajarkannya dan kejujurannya. Akan tetapi mereka, karena disebabkan kekerasan hati mereka, maka mereka meminta bukti-bukti yang mereka usulkan yang biasanya orang yang memintanya tidak akan selamat, sebab permintaannya ber-dasarkan sikap keras kepala, bukan karena mencari petunjuk. (155-156) Maka Shaleh menjawab, ﴾ هَٰذِهِۦ نَاقَةٞ ﴿ "Ini seekor unta betina," akan keluar dari batu besar yang keras lagi sangat mulus, –hal ini banyak kami telusuri dari para ahli tafsir, dan tidak ada faktor penghalang dari hal tersebut– yang akan kalian lihat dan kalian semua saksikan, ﴾ لَّهَا شِرۡبٞ وَلَكُمۡ شِرۡبُ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ ﴿ "ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang tertentu." Maksudnya, unta itu akan minum air sumur suatu hari sedangkan kalian dapat memi-num susunya, kemudian ia kembali (pergi) dari kalian pada hari yang lain sedangkan kalian minum dari air sumur, ﴾ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٖ ﴿ "dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan suatu kejahatan," maksudnya, menggoroknya atau lainnya, ﴾ فَيَأۡخُذَكُمۡ عَذَابُ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ﴿ "yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar." (157-159) Lalu unta itu pun keluar dan terus berada di sisi mereka dalam keadaan seperti itu, namun mereka tetap tidak beriman dan terus menerus dalam kesesatan mereka, ﴾ فَعَقَرُوهَا فَأَصۡبَحُواْ نَٰدِمِينَ 157 فَأَخَذَهُمُ ٱلۡعَذَابُۚ ﴿ "kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab," yaitu suara dentuman yang sangat keras menimpa mereka hingga membinasakan mereka semua. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti," yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawa (diajarkan) oleh para utusan kami dan kebatilan keyakinan orang-orang yang menentang mereka. ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ 158 وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ 159 ﴿ "Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Asy-Syu'ara' 26:151

"Kaum Tsamud telah mendustakan rasul-rasul. Ketika sau-dara mereka, Shaleh, berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepada-mu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan ta-nam-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut. Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin; maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas, yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan.' Mereka berkata, 'Sesung-guhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir; tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang terma-suk orang-orang yang benar.' Shaleh menjawab, 'Ini seekor unta betina, ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang ter-tentu. Dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar.' Kemudian mereka membunuhnya, lalu me-reka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 141-159). (141-144) ﴾ كَذَّبَتۡ ثَمُودُ ﴿ "Kaum Tsamud telah mendustakan," mereka adalah suku terkenal di al-Mada`in al-Hijr, ﴾ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ﴿ "rasul-rasul." Mereka mendustakan Nabi Shaleh عليه السلام yang datang kepada mereka dengan membawa tauhid yang telah diserukan oleh para rasul. Maka dengan demikian, pendustaan mereka terhadap Shaleh adalah pendustaan terhadap semua rasul. ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ صَٰلِحٌ ﴿ "Ketika saudara mereka, Shaleh berkata kepada mereka." Maksudnya adalah saudara senasab, dan ia berkata kepada mereka dengan lembut dan lunak, ﴾ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Mengapa kamu tidak bertakwa," kepada Allah dan (tidak) meninggalkan syirik dan kemaksiatan? ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah seorang rasul untuk kalian," dari Allah, Rabb kalian. Aku diutus kepada kalian sebagai kasih sayang dan rahmatNya kepada kalian. Maka terimalah rahmatNya dengan baik dan sikapilah ia dengan tunduk. ﴾ أَمِينٞ ﴿ "Terpercaya," kalian mengetahui hal itu dariku, dan hal ini mengharuskan kalian beriman kepadaku dan kepada ajaran yang aku bawa (ajaranku), ﴾ وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu," sehingga kalian bisa mengatakan, "yang menghalangi kami untuk mengikutimu adalah karena kamu ingin mengambil harta kami." ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semesta alam," maksudnya, aku tidak meminta upah kecuali hanya dari Allah. (145-152) ﴾ أَتُتۡرَكُونَ فِي مَا هَٰهُنَآ ءَامِنِينَ 146 فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٖ 147 وَزُرُوعٖ وَنَخۡلٖ طَلۡعُهَا هَضِيمٞ 148 ﴿ "Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan tanam-ta-naman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut," matang lagi banyak. Maksudnya, apakah kalian mengira bahwa kalian dibiar-kan berada di dalam berbagai kebaikan dan kenikmatan begitu saja (sia-sia tanpa petunjuk), kalian berfoya-foya dan bersenang-senang sebagaimana halnya hewan ternak? Dan kalian dibiarkan begitu saja tanpa diperintah dan tanpa dilarang, dan kalian meng-gunakan kenikmatan-kenikmatan ini dalam kemaksiatan kepada Allah? ﴾ وَتَنۡحِتُونَ مِنَ ٱلۡجِبَالِ بُيُوتٗا فَٰرِهِينَ ﴿ "Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk di jadikan rumah-rumah dengan rajin." Maksudnya, kalian benar-benar telah mencapai kepada kerajinan dan kepin-taran hingga bisa membuat rumah-rumah dari gunung yang padat lagi sangat keras. ﴾ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ 150 وَلَا تُطِيعُوٓاْ أَمۡرَ ٱلۡمُسۡرِفِينَ 151 ﴿ "Maka bertak-walah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas," yaitu orang-orang yang melanggar batas, ﴾ ٱلَّذِينَ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ ﴿ "yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan." Maksudnya, orang-orang yang karakter dan kebiasaannya adalah membuat kerusakan di muka bumi dengan melakukan kemaksiatan, mengajak kepada-nya dengan serusak-rusaknya, bukan untuk memperbaikinya. Ini sangat berbahaya sekali, karena merupakan kejahatan murni. Bagi mereka, seakan-akan ada beberapa orang yang siap untuk menen-tang nabi mereka, diciptakan untuk mengajak kepada jalan kese-satan. Maka mereka dilarang oleh Nabi Shaleh agar tidak terpedaya dengan mereka. Mungkin mereka adalah orang-orang yang disebut-kan oleh Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَكَانَ فِي ٱلۡمَدِينَةِ تِسۡعَةُ رَهۡطٖ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ 48 ﴿ "Dan di kota itu ada sembilan orang laki-laki yang membuat keru-sakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan." (An-Naml: 48). (153-154) Namun larangan dan nasihat itu sama sekali tidak berguna bagi mereka sedikit pun, maka mereka berkata kepada Shaleh, ﴾ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ﴿ "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir." Maksudnya, kamu telah disihir, karena kamu berbicara mengingau tentang sesuatu yang tidak mempunyai arti, dan ﴾ مَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا ﴿ "tidaklah kamu melain-kan seorang manusia seperti kami." Kelebihan apa yang kamu gunakan untuk mengungguli kami sehingga kamu mengajak kami meng-ikutimu, ﴾ فَأۡتِ بِـَٔايَةٍ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "maka datangkanlah sesuatu muk-jizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar." Padahal hanya dengan mempelajari keadaannya dan kondisi ajaran yang diserukannya sudah merupakan bukti yang sangat jelas atas ke-benaran ajaran yang diajarkannya dan kejujurannya. Akan tetapi mereka, karena disebabkan kekerasan hati mereka, maka mereka meminta bukti-bukti yang mereka usulkan yang biasanya orang yang memintanya tidak akan selamat, sebab permintaannya ber-dasarkan sikap keras kepala, bukan karena mencari petunjuk. (155-156) Maka Shaleh menjawab, ﴾ هَٰذِهِۦ نَاقَةٞ ﴿ "Ini seekor unta betina," akan keluar dari batu besar yang keras lagi sangat mulus, –hal ini banyak kami telusuri dari para ahli tafsir, dan tidak ada faktor penghalang dari hal tersebut– yang akan kalian lihat dan kalian semua saksikan, ﴾ لَّهَا شِرۡبٞ وَلَكُمۡ شِرۡبُ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ ﴿ "ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang tertentu." Maksudnya, unta itu akan minum air sumur suatu hari sedangkan kalian dapat memi-num susunya, kemudian ia kembali (pergi) dari kalian pada hari yang lain sedangkan kalian minum dari air sumur, ﴾ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٖ ﴿ "dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan suatu kejahatan," maksudnya, menggoroknya atau lainnya, ﴾ فَيَأۡخُذَكُمۡ عَذَابُ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ﴿ "yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar." (157-159) Lalu unta itu pun keluar dan terus berada di sisi mereka dalam keadaan seperti itu, namun mereka tetap tidak beriman dan terus menerus dalam kesesatan mereka, ﴾ فَعَقَرُوهَا فَأَصۡبَحُواْ نَٰدِمِينَ 157 فَأَخَذَهُمُ ٱلۡعَذَابُۚ ﴿ "kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab," yaitu suara dentuman yang sangat keras menimpa mereka hingga membinasakan mereka semua. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti," yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawa (diajarkan) oleh para utusan kami dan kebatilan keyakinan orang-orang yang menentang mereka. ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ 158 وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ 159 ﴿ "Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Asy-Syu'ara' 26:152

"Kaum Tsamud telah mendustakan rasul-rasul. Ketika sau-dara mereka, Shaleh, berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepada-mu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan ta-nam-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut. Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin; maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas, yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan.' Mereka berkata, 'Sesung-guhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir; tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang terma-suk orang-orang yang benar.' Shaleh menjawab, 'Ini seekor unta betina, ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang ter-tentu. Dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar.' Kemudian mereka membunuhnya, lalu me-reka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 141-159). (141-144) ﴾ كَذَّبَتۡ ثَمُودُ ﴿ "Kaum Tsamud telah mendustakan," mereka adalah suku terkenal di al-Mada`in al-Hijr, ﴾ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ﴿ "rasul-rasul." Mereka mendustakan Nabi Shaleh عليه السلام yang datang kepada mereka dengan membawa tauhid yang telah diserukan oleh para rasul. Maka dengan demikian, pendustaan mereka terhadap Shaleh adalah pendustaan terhadap semua rasul. ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ صَٰلِحٌ ﴿ "Ketika saudara mereka, Shaleh berkata kepada mereka." Maksudnya adalah saudara senasab, dan ia berkata kepada mereka dengan lembut dan lunak, ﴾ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Mengapa kamu tidak bertakwa," kepada Allah dan (tidak) meninggalkan syirik dan kemaksiatan? ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah seorang rasul untuk kalian," dari Allah, Rabb kalian. Aku diutus kepada kalian sebagai kasih sayang dan rahmatNya kepada kalian. Maka terimalah rahmatNya dengan baik dan sikapilah ia dengan tunduk. ﴾ أَمِينٞ ﴿ "Terpercaya," kalian mengetahui hal itu dariku, dan hal ini mengharuskan kalian beriman kepadaku dan kepada ajaran yang aku bawa (ajaranku), ﴾ وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu," sehingga kalian bisa mengatakan, "yang menghalangi kami untuk mengikutimu adalah karena kamu ingin mengambil harta kami." ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semesta alam," maksudnya, aku tidak meminta upah kecuali hanya dari Allah. (145-152) ﴾ أَتُتۡرَكُونَ فِي مَا هَٰهُنَآ ءَامِنِينَ 146 فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٖ 147 وَزُرُوعٖ وَنَخۡلٖ طَلۡعُهَا هَضِيمٞ 148 ﴿ "Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan tanam-ta-naman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut," matang lagi banyak. Maksudnya, apakah kalian mengira bahwa kalian dibiar-kan berada di dalam berbagai kebaikan dan kenikmatan begitu saja (sia-sia tanpa petunjuk), kalian berfoya-foya dan bersenang-senang sebagaimana halnya hewan ternak? Dan kalian dibiarkan begitu saja tanpa diperintah dan tanpa dilarang, dan kalian meng-gunakan kenikmatan-kenikmatan ini dalam kemaksiatan kepada Allah? ﴾ وَتَنۡحِتُونَ مِنَ ٱلۡجِبَالِ بُيُوتٗا فَٰرِهِينَ ﴿ "Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk di jadikan rumah-rumah dengan rajin." Maksudnya, kalian benar-benar telah mencapai kepada kerajinan dan kepin-taran hingga bisa membuat rumah-rumah dari gunung yang padat lagi sangat keras. ﴾ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ 150 وَلَا تُطِيعُوٓاْ أَمۡرَ ٱلۡمُسۡرِفِينَ 151 ﴿ "Maka bertak-walah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas," yaitu orang-orang yang melanggar batas, ﴾ ٱلَّذِينَ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ ﴿ "yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan." Maksudnya, orang-orang yang karakter dan kebiasaannya adalah membuat kerusakan di muka bumi dengan melakukan kemaksiatan, mengajak kepada-nya dengan serusak-rusaknya, bukan untuk memperbaikinya. Ini sangat berbahaya sekali, karena merupakan kejahatan murni. Bagi mereka, seakan-akan ada beberapa orang yang siap untuk menen-tang nabi mereka, diciptakan untuk mengajak kepada jalan kese-satan. Maka mereka dilarang oleh Nabi Shaleh agar tidak terpedaya dengan mereka. Mungkin mereka adalah orang-orang yang disebut-kan oleh Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَكَانَ فِي ٱلۡمَدِينَةِ تِسۡعَةُ رَهۡطٖ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ 48 ﴿ "Dan di kota itu ada sembilan orang laki-laki yang membuat keru-sakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan." (An-Naml: 48). (153-154) Namun larangan dan nasihat itu sama sekali tidak berguna bagi mereka sedikit pun, maka mereka berkata kepada Shaleh, ﴾ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ﴿ "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir." Maksudnya, kamu telah disihir, karena kamu berbicara mengingau tentang sesuatu yang tidak mempunyai arti, dan ﴾ مَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا ﴿ "tidaklah kamu melain-kan seorang manusia seperti kami." Kelebihan apa yang kamu gunakan untuk mengungguli kami sehingga kamu mengajak kami meng-ikutimu, ﴾ فَأۡتِ بِـَٔايَةٍ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "maka datangkanlah sesuatu muk-jizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar." Padahal hanya dengan mempelajari keadaannya dan kondisi ajaran yang diserukannya sudah merupakan bukti yang sangat jelas atas ke-benaran ajaran yang diajarkannya dan kejujurannya. Akan tetapi mereka, karena disebabkan kekerasan hati mereka, maka mereka meminta bukti-bukti yang mereka usulkan yang biasanya orang yang memintanya tidak akan selamat, sebab permintaannya ber-dasarkan sikap keras kepala, bukan karena mencari petunjuk. (155-156) Maka Shaleh menjawab, ﴾ هَٰذِهِۦ نَاقَةٞ ﴿ "Ini seekor unta betina," akan keluar dari batu besar yang keras lagi sangat mulus, –hal ini banyak kami telusuri dari para ahli tafsir, dan tidak ada faktor penghalang dari hal tersebut– yang akan kalian lihat dan kalian semua saksikan, ﴾ لَّهَا شِرۡبٞ وَلَكُمۡ شِرۡبُ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ ﴿ "ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang tertentu." Maksudnya, unta itu akan minum air sumur suatu hari sedangkan kalian dapat memi-num susunya, kemudian ia kembali (pergi) dari kalian pada hari yang lain sedangkan kalian minum dari air sumur, ﴾ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٖ ﴿ "dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan suatu kejahatan," maksudnya, menggoroknya atau lainnya, ﴾ فَيَأۡخُذَكُمۡ عَذَابُ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ﴿ "yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar." (157-159) Lalu unta itu pun keluar dan terus berada di sisi mereka dalam keadaan seperti itu, namun mereka tetap tidak beriman dan terus menerus dalam kesesatan mereka, ﴾ فَعَقَرُوهَا فَأَصۡبَحُواْ نَٰدِمِينَ 157 فَأَخَذَهُمُ ٱلۡعَذَابُۚ ﴿ "kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab," yaitu suara dentuman yang sangat keras menimpa mereka hingga membinasakan mereka semua. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti," yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawa (diajarkan) oleh para utusan kami dan kebatilan keyakinan orang-orang yang menentang mereka. ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ 158 وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ 159 ﴿ "Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Asy-Syu'ara' 26:153

"Kaum Tsamud telah mendustakan rasul-rasul. Ketika sau-dara mereka, Shaleh, berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepada-mu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan ta-nam-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut. Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin; maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas, yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan.' Mereka berkata, 'Sesung-guhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir; tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang terma-suk orang-orang yang benar.' Shaleh menjawab, 'Ini seekor unta betina, ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang ter-tentu. Dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar.' Kemudian mereka membunuhnya, lalu me-reka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 141-159). (141-144) ﴾ كَذَّبَتۡ ثَمُودُ ﴿ "Kaum Tsamud telah mendustakan," mereka adalah suku terkenal di al-Mada`in al-Hijr, ﴾ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ﴿ "rasul-rasul." Mereka mendustakan Nabi Shaleh عليه السلام yang datang kepada mereka dengan membawa tauhid yang telah diserukan oleh para rasul. Maka dengan demikian, pendustaan mereka terhadap Shaleh adalah pendustaan terhadap semua rasul. ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ صَٰلِحٌ ﴿ "Ketika saudara mereka, Shaleh berkata kepada mereka." Maksudnya adalah saudara senasab, dan ia berkata kepada mereka dengan lembut dan lunak, ﴾ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Mengapa kamu tidak bertakwa," kepada Allah dan (tidak) meninggalkan syirik dan kemaksiatan? ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah seorang rasul untuk kalian," dari Allah, Rabb kalian. Aku diutus kepada kalian sebagai kasih sayang dan rahmatNya kepada kalian. Maka terimalah rahmatNya dengan baik dan sikapilah ia dengan tunduk. ﴾ أَمِينٞ ﴿ "Terpercaya," kalian mengetahui hal itu dariku, dan hal ini mengharuskan kalian beriman kepadaku dan kepada ajaran yang aku bawa (ajaranku), ﴾ وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu," sehingga kalian bisa mengatakan, "yang menghalangi kami untuk mengikutimu adalah karena kamu ingin mengambil harta kami." ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semesta alam," maksudnya, aku tidak meminta upah kecuali hanya dari Allah. (145-152) ﴾ أَتُتۡرَكُونَ فِي مَا هَٰهُنَآ ءَامِنِينَ 146 فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٖ 147 وَزُرُوعٖ وَنَخۡلٖ طَلۡعُهَا هَضِيمٞ 148 ﴿ "Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan tanam-ta-naman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut," matang lagi banyak. Maksudnya, apakah kalian mengira bahwa kalian dibiar-kan berada di dalam berbagai kebaikan dan kenikmatan begitu saja (sia-sia tanpa petunjuk), kalian berfoya-foya dan bersenang-senang sebagaimana halnya hewan ternak? Dan kalian dibiarkan begitu saja tanpa diperintah dan tanpa dilarang, dan kalian meng-gunakan kenikmatan-kenikmatan ini dalam kemaksiatan kepada Allah? ﴾ وَتَنۡحِتُونَ مِنَ ٱلۡجِبَالِ بُيُوتٗا فَٰرِهِينَ ﴿ "Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk di jadikan rumah-rumah dengan rajin." Maksudnya, kalian benar-benar telah mencapai kepada kerajinan dan kepin-taran hingga bisa membuat rumah-rumah dari gunung yang padat lagi sangat keras. ﴾ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ 150 وَلَا تُطِيعُوٓاْ أَمۡرَ ٱلۡمُسۡرِفِينَ 151 ﴿ "Maka bertak-walah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas," yaitu orang-orang yang melanggar batas, ﴾ ٱلَّذِينَ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ ﴿ "yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan." Maksudnya, orang-orang yang karakter dan kebiasaannya adalah membuat kerusakan di muka bumi dengan melakukan kemaksiatan, mengajak kepada-nya dengan serusak-rusaknya, bukan untuk memperbaikinya. Ini sangat berbahaya sekali, karena merupakan kejahatan murni. Bagi mereka, seakan-akan ada beberapa orang yang siap untuk menen-tang nabi mereka, diciptakan untuk mengajak kepada jalan kese-satan. Maka mereka dilarang oleh Nabi Shaleh agar tidak terpedaya dengan mereka. Mungkin mereka adalah orang-orang yang disebut-kan oleh Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَكَانَ فِي ٱلۡمَدِينَةِ تِسۡعَةُ رَهۡطٖ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ 48 ﴿ "Dan di kota itu ada sembilan orang laki-laki yang membuat keru-sakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan." (An-Naml: 48). (153-154) Namun larangan dan nasihat itu sama sekali tidak berguna bagi mereka sedikit pun, maka mereka berkata kepada Shaleh, ﴾ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ﴿ "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir." Maksudnya, kamu telah disihir, karena kamu berbicara mengingau tentang sesuatu yang tidak mempunyai arti, dan ﴾ مَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا ﴿ "tidaklah kamu melain-kan seorang manusia seperti kami." Kelebihan apa yang kamu gunakan untuk mengungguli kami sehingga kamu mengajak kami meng-ikutimu, ﴾ فَأۡتِ بِـَٔايَةٍ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "maka datangkanlah sesuatu muk-jizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar." Padahal hanya dengan mempelajari keadaannya dan kondisi ajaran yang diserukannya sudah merupakan bukti yang sangat jelas atas ke-benaran ajaran yang diajarkannya dan kejujurannya. Akan tetapi mereka, karena disebabkan kekerasan hati mereka, maka mereka meminta bukti-bukti yang mereka usulkan yang biasanya orang yang memintanya tidak akan selamat, sebab permintaannya ber-dasarkan sikap keras kepala, bukan karena mencari petunjuk. (155-156) Maka Shaleh menjawab, ﴾ هَٰذِهِۦ نَاقَةٞ ﴿ "Ini seekor unta betina," akan keluar dari batu besar yang keras lagi sangat mulus, –hal ini banyak kami telusuri dari para ahli tafsir, dan tidak ada faktor penghalang dari hal tersebut– yang akan kalian lihat dan kalian semua saksikan, ﴾ لَّهَا شِرۡبٞ وَلَكُمۡ شِرۡبُ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ ﴿ "ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang tertentu." Maksudnya, unta itu akan minum air sumur suatu hari sedangkan kalian dapat memi-num susunya, kemudian ia kembali (pergi) dari kalian pada hari yang lain sedangkan kalian minum dari air sumur, ﴾ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٖ ﴿ "dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan suatu kejahatan," maksudnya, menggoroknya atau lainnya, ﴾ فَيَأۡخُذَكُمۡ عَذَابُ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ﴿ "yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar." (157-159) Lalu unta itu pun keluar dan terus berada di sisi mereka dalam keadaan seperti itu, namun mereka tetap tidak beriman dan terus menerus dalam kesesatan mereka, ﴾ فَعَقَرُوهَا فَأَصۡبَحُواْ نَٰدِمِينَ 157 فَأَخَذَهُمُ ٱلۡعَذَابُۚ ﴿ "kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab," yaitu suara dentuman yang sangat keras menimpa mereka hingga membinasakan mereka semua. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti," yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawa (diajarkan) oleh para utusan kami dan kebatilan keyakinan orang-orang yang menentang mereka. ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ 158 وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ 159 ﴿ "Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Asy-Syu'ara' 26:154

"Kaum Tsamud telah mendustakan rasul-rasul. Ketika sau-dara mereka, Shaleh, berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepada-mu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan ta-nam-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut. Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin; maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas, yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan.' Mereka berkata, 'Sesung-guhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir; tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang terma-suk orang-orang yang benar.' Shaleh menjawab, 'Ini seekor unta betina, ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang ter-tentu. Dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar.' Kemudian mereka membunuhnya, lalu me-reka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 141-159). (141-144) ﴾ كَذَّبَتۡ ثَمُودُ ﴿ "Kaum Tsamud telah mendustakan," mereka adalah suku terkenal di al-Mada`in al-Hijr, ﴾ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ﴿ "rasul-rasul." Mereka mendustakan Nabi Shaleh عليه السلام yang datang kepada mereka dengan membawa tauhid yang telah diserukan oleh para rasul. Maka dengan demikian, pendustaan mereka terhadap Shaleh adalah pendustaan terhadap semua rasul. ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ صَٰلِحٌ ﴿ "Ketika saudara mereka, Shaleh berkata kepada mereka." Maksudnya adalah saudara senasab, dan ia berkata kepada mereka dengan lembut dan lunak, ﴾ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Mengapa kamu tidak bertakwa," kepada Allah dan (tidak) meninggalkan syirik dan kemaksiatan? ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah seorang rasul untuk kalian," dari Allah, Rabb kalian. Aku diutus kepada kalian sebagai kasih sayang dan rahmatNya kepada kalian. Maka terimalah rahmatNya dengan baik dan sikapilah ia dengan tunduk. ﴾ أَمِينٞ ﴿ "Terpercaya," kalian mengetahui hal itu dariku, dan hal ini mengharuskan kalian beriman kepadaku dan kepada ajaran yang aku bawa (ajaranku), ﴾ وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu," sehingga kalian bisa mengatakan, "yang menghalangi kami untuk mengikutimu adalah karena kamu ingin mengambil harta kami." ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semesta alam," maksudnya, aku tidak meminta upah kecuali hanya dari Allah. (145-152) ﴾ أَتُتۡرَكُونَ فِي مَا هَٰهُنَآ ءَامِنِينَ 146 فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٖ 147 وَزُرُوعٖ وَنَخۡلٖ طَلۡعُهَا هَضِيمٞ 148 ﴿ "Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan tanam-ta-naman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut," matang lagi banyak. Maksudnya, apakah kalian mengira bahwa kalian dibiar-kan berada di dalam berbagai kebaikan dan kenikmatan begitu saja (sia-sia tanpa petunjuk), kalian berfoya-foya dan bersenang-senang sebagaimana halnya hewan ternak? Dan kalian dibiarkan begitu saja tanpa diperintah dan tanpa dilarang, dan kalian meng-gunakan kenikmatan-kenikmatan ini dalam kemaksiatan kepada Allah? ﴾ وَتَنۡحِتُونَ مِنَ ٱلۡجِبَالِ بُيُوتٗا فَٰرِهِينَ ﴿ "Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk di jadikan rumah-rumah dengan rajin." Maksudnya, kalian benar-benar telah mencapai kepada kerajinan dan kepin-taran hingga bisa membuat rumah-rumah dari gunung yang padat lagi sangat keras. ﴾ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ 150 وَلَا تُطِيعُوٓاْ أَمۡرَ ٱلۡمُسۡرِفِينَ 151 ﴿ "Maka bertak-walah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas," yaitu orang-orang yang melanggar batas, ﴾ ٱلَّذِينَ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ ﴿ "yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan." Maksudnya, orang-orang yang karakter dan kebiasaannya adalah membuat kerusakan di muka bumi dengan melakukan kemaksiatan, mengajak kepada-nya dengan serusak-rusaknya, bukan untuk memperbaikinya. Ini sangat berbahaya sekali, karena merupakan kejahatan murni. Bagi mereka, seakan-akan ada beberapa orang yang siap untuk menen-tang nabi mereka, diciptakan untuk mengajak kepada jalan kese-satan. Maka mereka dilarang oleh Nabi Shaleh agar tidak terpedaya dengan mereka. Mungkin mereka adalah orang-orang yang disebut-kan oleh Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَكَانَ فِي ٱلۡمَدِينَةِ تِسۡعَةُ رَهۡطٖ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ 48 ﴿ "Dan di kota itu ada sembilan orang laki-laki yang membuat keru-sakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan." (An-Naml: 48). (153-154) Namun larangan dan nasihat itu sama sekali tidak berguna bagi mereka sedikit pun, maka mereka berkata kepada Shaleh, ﴾ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ﴿ "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir." Maksudnya, kamu telah disihir, karena kamu berbicara mengingau tentang sesuatu yang tidak mempunyai arti, dan ﴾ مَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا ﴿ "tidaklah kamu melain-kan seorang manusia seperti kami." Kelebihan apa yang kamu gunakan untuk mengungguli kami sehingga kamu mengajak kami meng-ikutimu, ﴾ فَأۡتِ بِـَٔايَةٍ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "maka datangkanlah sesuatu muk-jizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar." Padahal hanya dengan mempelajari keadaannya dan kondisi ajaran yang diserukannya sudah merupakan bukti yang sangat jelas atas ke-benaran ajaran yang diajarkannya dan kejujurannya. Akan tetapi mereka, karena disebabkan kekerasan hati mereka, maka mereka meminta bukti-bukti yang mereka usulkan yang biasanya orang yang memintanya tidak akan selamat, sebab permintaannya ber-dasarkan sikap keras kepala, bukan karena mencari petunjuk. (155-156) Maka Shaleh menjawab, ﴾ هَٰذِهِۦ نَاقَةٞ ﴿ "Ini seekor unta betina," akan keluar dari batu besar yang keras lagi sangat mulus, –hal ini banyak kami telusuri dari para ahli tafsir, dan tidak ada faktor penghalang dari hal tersebut– yang akan kalian lihat dan kalian semua saksikan, ﴾ لَّهَا شِرۡبٞ وَلَكُمۡ شِرۡبُ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ ﴿ "ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang tertentu." Maksudnya, unta itu akan minum air sumur suatu hari sedangkan kalian dapat memi-num susunya, kemudian ia kembali (pergi) dari kalian pada hari yang lain sedangkan kalian minum dari air sumur, ﴾ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٖ ﴿ "dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan suatu kejahatan," maksudnya, menggoroknya atau lainnya, ﴾ فَيَأۡخُذَكُمۡ عَذَابُ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ﴿ "yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar." (157-159) Lalu unta itu pun keluar dan terus berada di sisi mereka dalam keadaan seperti itu, namun mereka tetap tidak beriman dan terus menerus dalam kesesatan mereka, ﴾ فَعَقَرُوهَا فَأَصۡبَحُواْ نَٰدِمِينَ 157 فَأَخَذَهُمُ ٱلۡعَذَابُۚ ﴿ "kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab," yaitu suara dentuman yang sangat keras menimpa mereka hingga membinasakan mereka semua. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti," yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawa (diajarkan) oleh para utusan kami dan kebatilan keyakinan orang-orang yang menentang mereka. ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ 158 وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ 159 ﴿ "Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Asy-Syu'ara' 26:155

"Kaum Tsamud telah mendustakan rasul-rasul. Ketika sau-dara mereka, Shaleh, berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepada-mu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan ta-nam-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut. Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin; maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas, yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan.' Mereka berkata, 'Sesung-guhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir; tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang terma-suk orang-orang yang benar.' Shaleh menjawab, 'Ini seekor unta betina, ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang ter-tentu. Dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar.' Kemudian mereka membunuhnya, lalu me-reka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 141-159). (141-144) ﴾ كَذَّبَتۡ ثَمُودُ ﴿ "Kaum Tsamud telah mendustakan," mereka adalah suku terkenal di al-Mada`in al-Hijr, ﴾ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ﴿ "rasul-rasul." Mereka mendustakan Nabi Shaleh عليه السلام yang datang kepada mereka dengan membawa tauhid yang telah diserukan oleh para rasul. Maka dengan demikian, pendustaan mereka terhadap Shaleh adalah pendustaan terhadap semua rasul. ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ صَٰلِحٌ ﴿ "Ketika saudara mereka, Shaleh berkata kepada mereka." Maksudnya adalah saudara senasab, dan ia berkata kepada mereka dengan lembut dan lunak, ﴾ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Mengapa kamu tidak bertakwa," kepada Allah dan (tidak) meninggalkan syirik dan kemaksiatan? ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah seorang rasul untuk kalian," dari Allah, Rabb kalian. Aku diutus kepada kalian sebagai kasih sayang dan rahmatNya kepada kalian. Maka terimalah rahmatNya dengan baik dan sikapilah ia dengan tunduk. ﴾ أَمِينٞ ﴿ "Terpercaya," kalian mengetahui hal itu dariku, dan hal ini mengharuskan kalian beriman kepadaku dan kepada ajaran yang aku bawa (ajaranku), ﴾ وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu," sehingga kalian bisa mengatakan, "yang menghalangi kami untuk mengikutimu adalah karena kamu ingin mengambil harta kami." ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semesta alam," maksudnya, aku tidak meminta upah kecuali hanya dari Allah. (145-152) ﴾ أَتُتۡرَكُونَ فِي مَا هَٰهُنَآ ءَامِنِينَ 146 فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٖ 147 وَزُرُوعٖ وَنَخۡلٖ طَلۡعُهَا هَضِيمٞ 148 ﴿ "Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan tanam-ta-naman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut," matang lagi banyak. Maksudnya, apakah kalian mengira bahwa kalian dibiar-kan berada di dalam berbagai kebaikan dan kenikmatan begitu saja (sia-sia tanpa petunjuk), kalian berfoya-foya dan bersenang-senang sebagaimana halnya hewan ternak? Dan kalian dibiarkan begitu saja tanpa diperintah dan tanpa dilarang, dan kalian meng-gunakan kenikmatan-kenikmatan ini dalam kemaksiatan kepada Allah? ﴾ وَتَنۡحِتُونَ مِنَ ٱلۡجِبَالِ بُيُوتٗا فَٰرِهِينَ ﴿ "Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk di jadikan rumah-rumah dengan rajin." Maksudnya, kalian benar-benar telah mencapai kepada kerajinan dan kepin-taran hingga bisa membuat rumah-rumah dari gunung yang padat lagi sangat keras. ﴾ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ 150 وَلَا تُطِيعُوٓاْ أَمۡرَ ٱلۡمُسۡرِفِينَ 151 ﴿ "Maka bertak-walah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas," yaitu orang-orang yang melanggar batas, ﴾ ٱلَّذِينَ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ ﴿ "yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan." Maksudnya, orang-orang yang karakter dan kebiasaannya adalah membuat kerusakan di muka bumi dengan melakukan kemaksiatan, mengajak kepada-nya dengan serusak-rusaknya, bukan untuk memperbaikinya. Ini sangat berbahaya sekali, karena merupakan kejahatan murni. Bagi mereka, seakan-akan ada beberapa orang yang siap untuk menen-tang nabi mereka, diciptakan untuk mengajak kepada jalan kese-satan. Maka mereka dilarang oleh Nabi Shaleh agar tidak terpedaya dengan mereka. Mungkin mereka adalah orang-orang yang disebut-kan oleh Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَكَانَ فِي ٱلۡمَدِينَةِ تِسۡعَةُ رَهۡطٖ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ 48 ﴿ "Dan di kota itu ada sembilan orang laki-laki yang membuat keru-sakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan." (An-Naml: 48). (153-154) Namun larangan dan nasihat itu sama sekali tidak berguna bagi mereka sedikit pun, maka mereka berkata kepada Shaleh, ﴾ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ﴿ "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir." Maksudnya, kamu telah disihir, karena kamu berbicara mengingau tentang sesuatu yang tidak mempunyai arti, dan ﴾ مَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا ﴿ "tidaklah kamu melain-kan seorang manusia seperti kami." Kelebihan apa yang kamu gunakan untuk mengungguli kami sehingga kamu mengajak kami meng-ikutimu, ﴾ فَأۡتِ بِـَٔايَةٍ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "maka datangkanlah sesuatu muk-jizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar." Padahal hanya dengan mempelajari keadaannya dan kondisi ajaran yang diserukannya sudah merupakan bukti yang sangat jelas atas ke-benaran ajaran yang diajarkannya dan kejujurannya. Akan tetapi mereka, karena disebabkan kekerasan hati mereka, maka mereka meminta bukti-bukti yang mereka usulkan yang biasanya orang yang memintanya tidak akan selamat, sebab permintaannya ber-dasarkan sikap keras kepala, bukan karena mencari petunjuk. (155-156) Maka Shaleh menjawab, ﴾ هَٰذِهِۦ نَاقَةٞ ﴿ "Ini seekor unta betina," akan keluar dari batu besar yang keras lagi sangat mulus, –hal ini banyak kami telusuri dari para ahli tafsir, dan tidak ada faktor penghalang dari hal tersebut– yang akan kalian lihat dan kalian semua saksikan, ﴾ لَّهَا شِرۡبٞ وَلَكُمۡ شِرۡبُ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ ﴿ "ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang tertentu." Maksudnya, unta itu akan minum air sumur suatu hari sedangkan kalian dapat memi-num susunya, kemudian ia kembali (pergi) dari kalian pada hari yang lain sedangkan kalian minum dari air sumur, ﴾ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٖ ﴿ "dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan suatu kejahatan," maksudnya, menggoroknya atau lainnya, ﴾ فَيَأۡخُذَكُمۡ عَذَابُ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ﴿ "yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar." (157-159) Lalu unta itu pun keluar dan terus berada di sisi mereka dalam keadaan seperti itu, namun mereka tetap tidak beriman dan terus menerus dalam kesesatan mereka, ﴾ فَعَقَرُوهَا فَأَصۡبَحُواْ نَٰدِمِينَ 157 فَأَخَذَهُمُ ٱلۡعَذَابُۚ ﴿ "kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab," yaitu suara dentuman yang sangat keras menimpa mereka hingga membinasakan mereka semua. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti," yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawa (diajarkan) oleh para utusan kami dan kebatilan keyakinan orang-orang yang menentang mereka. ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ 158 وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ 159 ﴿ "Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Asy-Syu'ara' 26:156

"Kaum Tsamud telah mendustakan rasul-rasul. Ketika sau-dara mereka, Shaleh, berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepada-mu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan ta-nam-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut. Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin; maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas, yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan.' Mereka berkata, 'Sesung-guhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir; tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang terma-suk orang-orang yang benar.' Shaleh menjawab, 'Ini seekor unta betina, ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang ter-tentu. Dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar.' Kemudian mereka membunuhnya, lalu me-reka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 141-159). (141-144) ﴾ كَذَّبَتۡ ثَمُودُ ﴿ "Kaum Tsamud telah mendustakan," mereka adalah suku terkenal di al-Mada`in al-Hijr, ﴾ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ﴿ "rasul-rasul." Mereka mendustakan Nabi Shaleh عليه السلام yang datang kepada mereka dengan membawa tauhid yang telah diserukan oleh para rasul. Maka dengan demikian, pendustaan mereka terhadap Shaleh adalah pendustaan terhadap semua rasul. ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ صَٰلِحٌ ﴿ "Ketika saudara mereka, Shaleh berkata kepada mereka." Maksudnya adalah saudara senasab, dan ia berkata kepada mereka dengan lembut dan lunak, ﴾ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Mengapa kamu tidak bertakwa," kepada Allah dan (tidak) meninggalkan syirik dan kemaksiatan? ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah seorang rasul untuk kalian," dari Allah, Rabb kalian. Aku diutus kepada kalian sebagai kasih sayang dan rahmatNya kepada kalian. Maka terimalah rahmatNya dengan baik dan sikapilah ia dengan tunduk. ﴾ أَمِينٞ ﴿ "Terpercaya," kalian mengetahui hal itu dariku, dan hal ini mengharuskan kalian beriman kepadaku dan kepada ajaran yang aku bawa (ajaranku), ﴾ وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu," sehingga kalian bisa mengatakan, "yang menghalangi kami untuk mengikutimu adalah karena kamu ingin mengambil harta kami." ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semesta alam," maksudnya, aku tidak meminta upah kecuali hanya dari Allah. (145-152) ﴾ أَتُتۡرَكُونَ فِي مَا هَٰهُنَآ ءَامِنِينَ 146 فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٖ 147 وَزُرُوعٖ وَنَخۡلٖ طَلۡعُهَا هَضِيمٞ 148 ﴿ "Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan tanam-ta-naman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut," matang lagi banyak. Maksudnya, apakah kalian mengira bahwa kalian dibiar-kan berada di dalam berbagai kebaikan dan kenikmatan begitu saja (sia-sia tanpa petunjuk), kalian berfoya-foya dan bersenang-senang sebagaimana halnya hewan ternak? Dan kalian dibiarkan begitu saja tanpa diperintah dan tanpa dilarang, dan kalian meng-gunakan kenikmatan-kenikmatan ini dalam kemaksiatan kepada Allah? ﴾ وَتَنۡحِتُونَ مِنَ ٱلۡجِبَالِ بُيُوتٗا فَٰرِهِينَ ﴿ "Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk di jadikan rumah-rumah dengan rajin." Maksudnya, kalian benar-benar telah mencapai kepada kerajinan dan kepin-taran hingga bisa membuat rumah-rumah dari gunung yang padat lagi sangat keras. ﴾ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ 150 وَلَا تُطِيعُوٓاْ أَمۡرَ ٱلۡمُسۡرِفِينَ 151 ﴿ "Maka bertak-walah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas," yaitu orang-orang yang melanggar batas, ﴾ ٱلَّذِينَ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ ﴿ "yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan." Maksudnya, orang-orang yang karakter dan kebiasaannya adalah membuat kerusakan di muka bumi dengan melakukan kemaksiatan, mengajak kepada-nya dengan serusak-rusaknya, bukan untuk memperbaikinya. Ini sangat berbahaya sekali, karena merupakan kejahatan murni. Bagi mereka, seakan-akan ada beberapa orang yang siap untuk menen-tang nabi mereka, diciptakan untuk mengajak kepada jalan kese-satan. Maka mereka dilarang oleh Nabi Shaleh agar tidak terpedaya dengan mereka. Mungkin mereka adalah orang-orang yang disebut-kan oleh Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَكَانَ فِي ٱلۡمَدِينَةِ تِسۡعَةُ رَهۡطٖ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ 48 ﴿ "Dan di kota itu ada sembilan orang laki-laki yang membuat keru-sakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan." (An-Naml: 48). (153-154) Namun larangan dan nasihat itu sama sekali tidak berguna bagi mereka sedikit pun, maka mereka berkata kepada Shaleh, ﴾ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ﴿ "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir." Maksudnya, kamu telah disihir, karena kamu berbicara mengingau tentang sesuatu yang tidak mempunyai arti, dan ﴾ مَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا ﴿ "tidaklah kamu melain-kan seorang manusia seperti kami." Kelebihan apa yang kamu gunakan untuk mengungguli kami sehingga kamu mengajak kami meng-ikutimu, ﴾ فَأۡتِ بِـَٔايَةٍ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "maka datangkanlah sesuatu muk-jizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar." Padahal hanya dengan mempelajari keadaannya dan kondisi ajaran yang diserukannya sudah merupakan bukti yang sangat jelas atas ke-benaran ajaran yang diajarkannya dan kejujurannya. Akan tetapi mereka, karena disebabkan kekerasan hati mereka, maka mereka meminta bukti-bukti yang mereka usulkan yang biasanya orang yang memintanya tidak akan selamat, sebab permintaannya ber-dasarkan sikap keras kepala, bukan karena mencari petunjuk. (155-156) Maka Shaleh menjawab, ﴾ هَٰذِهِۦ نَاقَةٞ ﴿ "Ini seekor unta betina," akan keluar dari batu besar yang keras lagi sangat mulus, –hal ini banyak kami telusuri dari para ahli tafsir, dan tidak ada faktor penghalang dari hal tersebut– yang akan kalian lihat dan kalian semua saksikan, ﴾ لَّهَا شِرۡبٞ وَلَكُمۡ شِرۡبُ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ ﴿ "ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang tertentu." Maksudnya, unta itu akan minum air sumur suatu hari sedangkan kalian dapat memi-num susunya, kemudian ia kembali (pergi) dari kalian pada hari yang lain sedangkan kalian minum dari air sumur, ﴾ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٖ ﴿ "dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan suatu kejahatan," maksudnya, menggoroknya atau lainnya, ﴾ فَيَأۡخُذَكُمۡ عَذَابُ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ﴿ "yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar." (157-159) Lalu unta itu pun keluar dan terus berada di sisi mereka dalam keadaan seperti itu, namun mereka tetap tidak beriman dan terus menerus dalam kesesatan mereka, ﴾ فَعَقَرُوهَا فَأَصۡبَحُواْ نَٰدِمِينَ 157 فَأَخَذَهُمُ ٱلۡعَذَابُۚ ﴿ "kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab," yaitu suara dentuman yang sangat keras menimpa mereka hingga membinasakan mereka semua. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti," yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawa (diajarkan) oleh para utusan kami dan kebatilan keyakinan orang-orang yang menentang mereka. ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ 158 وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ 159 ﴿ "Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Asy-Syu'ara' 26:157

"Kaum Tsamud telah mendustakan rasul-rasul. Ketika sau-dara mereka, Shaleh, berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepada-mu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan ta-nam-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut. Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin; maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas, yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan.' Mereka berkata, 'Sesung-guhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir; tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang terma-suk orang-orang yang benar.' Shaleh menjawab, 'Ini seekor unta betina, ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang ter-tentu. Dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar.' Kemudian mereka membunuhnya, lalu me-reka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 141-159). (141-144) ﴾ كَذَّبَتۡ ثَمُودُ ﴿ "Kaum Tsamud telah mendustakan," mereka adalah suku terkenal di al-Mada`in al-Hijr, ﴾ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ﴿ "rasul-rasul." Mereka mendustakan Nabi Shaleh عليه السلام yang datang kepada mereka dengan membawa tauhid yang telah diserukan oleh para rasul. Maka dengan demikian, pendustaan mereka terhadap Shaleh adalah pendustaan terhadap semua rasul. ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ صَٰلِحٌ ﴿ "Ketika saudara mereka, Shaleh berkata kepada mereka." Maksudnya adalah saudara senasab, dan ia berkata kepada mereka dengan lembut dan lunak, ﴾ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Mengapa kamu tidak bertakwa," kepada Allah dan (tidak) meninggalkan syirik dan kemaksiatan? ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah seorang rasul untuk kalian," dari Allah, Rabb kalian. Aku diutus kepada kalian sebagai kasih sayang dan rahmatNya kepada kalian. Maka terimalah rahmatNya dengan baik dan sikapilah ia dengan tunduk. ﴾ أَمِينٞ ﴿ "Terpercaya," kalian mengetahui hal itu dariku, dan hal ini mengharuskan kalian beriman kepadaku dan kepada ajaran yang aku bawa (ajaranku), ﴾ وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu," sehingga kalian bisa mengatakan, "yang menghalangi kami untuk mengikutimu adalah karena kamu ingin mengambil harta kami." ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semesta alam," maksudnya, aku tidak meminta upah kecuali hanya dari Allah. (145-152) ﴾ أَتُتۡرَكُونَ فِي مَا هَٰهُنَآ ءَامِنِينَ 146 فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٖ 147 وَزُرُوعٖ وَنَخۡلٖ طَلۡعُهَا هَضِيمٞ 148 ﴿ "Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan tanam-ta-naman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut," matang lagi banyak. Maksudnya, apakah kalian mengira bahwa kalian dibiar-kan berada di dalam berbagai kebaikan dan kenikmatan begitu saja (sia-sia tanpa petunjuk), kalian berfoya-foya dan bersenang-senang sebagaimana halnya hewan ternak? Dan kalian dibiarkan begitu saja tanpa diperintah dan tanpa dilarang, dan kalian meng-gunakan kenikmatan-kenikmatan ini dalam kemaksiatan kepada Allah? ﴾ وَتَنۡحِتُونَ مِنَ ٱلۡجِبَالِ بُيُوتٗا فَٰرِهِينَ ﴿ "Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk di jadikan rumah-rumah dengan rajin." Maksudnya, kalian benar-benar telah mencapai kepada kerajinan dan kepin-taran hingga bisa membuat rumah-rumah dari gunung yang padat lagi sangat keras. ﴾ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ 150 وَلَا تُطِيعُوٓاْ أَمۡرَ ٱلۡمُسۡرِفِينَ 151 ﴿ "Maka bertak-walah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas," yaitu orang-orang yang melanggar batas, ﴾ ٱلَّذِينَ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ ﴿ "yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan." Maksudnya, orang-orang yang karakter dan kebiasaannya adalah membuat kerusakan di muka bumi dengan melakukan kemaksiatan, mengajak kepada-nya dengan serusak-rusaknya, bukan untuk memperbaikinya. Ini sangat berbahaya sekali, karena merupakan kejahatan murni. Bagi mereka, seakan-akan ada beberapa orang yang siap untuk menen-tang nabi mereka, diciptakan untuk mengajak kepada jalan kese-satan. Maka mereka dilarang oleh Nabi Shaleh agar tidak terpedaya dengan mereka. Mungkin mereka adalah orang-orang yang disebut-kan oleh Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَكَانَ فِي ٱلۡمَدِينَةِ تِسۡعَةُ رَهۡطٖ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ 48 ﴿ "Dan di kota itu ada sembilan orang laki-laki yang membuat keru-sakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan." (An-Naml: 48). (153-154) Namun larangan dan nasihat itu sama sekali tidak berguna bagi mereka sedikit pun, maka mereka berkata kepada Shaleh, ﴾ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ﴿ "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir." Maksudnya, kamu telah disihir, karena kamu berbicara mengingau tentang sesuatu yang tidak mempunyai arti, dan ﴾ مَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا ﴿ "tidaklah kamu melain-kan seorang manusia seperti kami." Kelebihan apa yang kamu gunakan untuk mengungguli kami sehingga kamu mengajak kami meng-ikutimu, ﴾ فَأۡتِ بِـَٔايَةٍ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "maka datangkanlah sesuatu muk-jizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar." Padahal hanya dengan mempelajari keadaannya dan kondisi ajaran yang diserukannya sudah merupakan bukti yang sangat jelas atas ke-benaran ajaran yang diajarkannya dan kejujurannya. Akan tetapi mereka, karena disebabkan kekerasan hati mereka, maka mereka meminta bukti-bukti yang mereka usulkan yang biasanya orang yang memintanya tidak akan selamat, sebab permintaannya ber-dasarkan sikap keras kepala, bukan karena mencari petunjuk. (155-156) Maka Shaleh menjawab, ﴾ هَٰذِهِۦ نَاقَةٞ ﴿ "Ini seekor unta betina," akan keluar dari batu besar yang keras lagi sangat mulus, –hal ini banyak kami telusuri dari para ahli tafsir, dan tidak ada faktor penghalang dari hal tersebut– yang akan kalian lihat dan kalian semua saksikan, ﴾ لَّهَا شِرۡبٞ وَلَكُمۡ شِرۡبُ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ ﴿ "ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang tertentu." Maksudnya, unta itu akan minum air sumur suatu hari sedangkan kalian dapat memi-num susunya, kemudian ia kembali (pergi) dari kalian pada hari yang lain sedangkan kalian minum dari air sumur, ﴾ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٖ ﴿ "dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan suatu kejahatan," maksudnya, menggoroknya atau lainnya, ﴾ فَيَأۡخُذَكُمۡ عَذَابُ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ﴿ "yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar." (157-159) Lalu unta itu pun keluar dan terus berada di sisi mereka dalam keadaan seperti itu, namun mereka tetap tidak beriman dan terus menerus dalam kesesatan mereka, ﴾ فَعَقَرُوهَا فَأَصۡبَحُواْ نَٰدِمِينَ 157 فَأَخَذَهُمُ ٱلۡعَذَابُۚ ﴿ "kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab," yaitu suara dentuman yang sangat keras menimpa mereka hingga membinasakan mereka semua. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti," yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawa (diajarkan) oleh para utusan kami dan kebatilan keyakinan orang-orang yang menentang mereka. ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ 158 وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ 159 ﴿ "Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Asy-Syu'ara' 26:158

"Kaum Tsamud telah mendustakan rasul-rasul. Ketika sau-dara mereka, Shaleh, berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepada-mu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan ta-nam-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut. Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin; maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas, yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan.' Mereka berkata, 'Sesung-guhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir; tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang terma-suk orang-orang yang benar.' Shaleh menjawab, 'Ini seekor unta betina, ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang ter-tentu. Dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar.' Kemudian mereka membunuhnya, lalu me-reka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 141-159). (141-144) ﴾ كَذَّبَتۡ ثَمُودُ ﴿ "Kaum Tsamud telah mendustakan," mereka adalah suku terkenal di al-Mada`in al-Hijr, ﴾ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ﴿ "rasul-rasul." Mereka mendustakan Nabi Shaleh عليه السلام yang datang kepada mereka dengan membawa tauhid yang telah diserukan oleh para rasul. Maka dengan demikian, pendustaan mereka terhadap Shaleh adalah pendustaan terhadap semua rasul. ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ صَٰلِحٌ ﴿ "Ketika saudara mereka, Shaleh berkata kepada mereka." Maksudnya adalah saudara senasab, dan ia berkata kepada mereka dengan lembut dan lunak, ﴾ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Mengapa kamu tidak bertakwa," kepada Allah dan (tidak) meninggalkan syirik dan kemaksiatan? ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah seorang rasul untuk kalian," dari Allah, Rabb kalian. Aku diutus kepada kalian sebagai kasih sayang dan rahmatNya kepada kalian. Maka terimalah rahmatNya dengan baik dan sikapilah ia dengan tunduk. ﴾ أَمِينٞ ﴿ "Terpercaya," kalian mengetahui hal itu dariku, dan hal ini mengharuskan kalian beriman kepadaku dan kepada ajaran yang aku bawa (ajaranku), ﴾ وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu," sehingga kalian bisa mengatakan, "yang menghalangi kami untuk mengikutimu adalah karena kamu ingin mengambil harta kami." ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semesta alam," maksudnya, aku tidak meminta upah kecuali hanya dari Allah. (145-152) ﴾ أَتُتۡرَكُونَ فِي مَا هَٰهُنَآ ءَامِنِينَ 146 فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٖ 147 وَزُرُوعٖ وَنَخۡلٖ طَلۡعُهَا هَضِيمٞ 148 ﴿ "Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan tanam-ta-naman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut," matang lagi banyak. Maksudnya, apakah kalian mengira bahwa kalian dibiar-kan berada di dalam berbagai kebaikan dan kenikmatan begitu saja (sia-sia tanpa petunjuk), kalian berfoya-foya dan bersenang-senang sebagaimana halnya hewan ternak? Dan kalian dibiarkan begitu saja tanpa diperintah dan tanpa dilarang, dan kalian meng-gunakan kenikmatan-kenikmatan ini dalam kemaksiatan kepada Allah? ﴾ وَتَنۡحِتُونَ مِنَ ٱلۡجِبَالِ بُيُوتٗا فَٰرِهِينَ ﴿ "Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk di jadikan rumah-rumah dengan rajin." Maksudnya, kalian benar-benar telah mencapai kepada kerajinan dan kepin-taran hingga bisa membuat rumah-rumah dari gunung yang padat lagi sangat keras. ﴾ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ 150 وَلَا تُطِيعُوٓاْ أَمۡرَ ٱلۡمُسۡرِفِينَ 151 ﴿ "Maka bertak-walah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas," yaitu orang-orang yang melanggar batas, ﴾ ٱلَّذِينَ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ ﴿ "yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan." Maksudnya, orang-orang yang karakter dan kebiasaannya adalah membuat kerusakan di muka bumi dengan melakukan kemaksiatan, mengajak kepada-nya dengan serusak-rusaknya, bukan untuk memperbaikinya. Ini sangat berbahaya sekali, karena merupakan kejahatan murni. Bagi mereka, seakan-akan ada beberapa orang yang siap untuk menen-tang nabi mereka, diciptakan untuk mengajak kepada jalan kese-satan. Maka mereka dilarang oleh Nabi Shaleh agar tidak terpedaya dengan mereka. Mungkin mereka adalah orang-orang yang disebut-kan oleh Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَكَانَ فِي ٱلۡمَدِينَةِ تِسۡعَةُ رَهۡطٖ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ 48 ﴿ "Dan di kota itu ada sembilan orang laki-laki yang membuat keru-sakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan." (An-Naml: 48). (153-154) Namun larangan dan nasihat itu sama sekali tidak berguna bagi mereka sedikit pun, maka mereka berkata kepada Shaleh, ﴾ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ﴿ "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir." Maksudnya, kamu telah disihir, karena kamu berbicara mengingau tentang sesuatu yang tidak mempunyai arti, dan ﴾ مَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا ﴿ "tidaklah kamu melain-kan seorang manusia seperti kami." Kelebihan apa yang kamu gunakan untuk mengungguli kami sehingga kamu mengajak kami meng-ikutimu, ﴾ فَأۡتِ بِـَٔايَةٍ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "maka datangkanlah sesuatu muk-jizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar." Padahal hanya dengan mempelajari keadaannya dan kondisi ajaran yang diserukannya sudah merupakan bukti yang sangat jelas atas ke-benaran ajaran yang diajarkannya dan kejujurannya. Akan tetapi mereka, karena disebabkan kekerasan hati mereka, maka mereka meminta bukti-bukti yang mereka usulkan yang biasanya orang yang memintanya tidak akan selamat, sebab permintaannya ber-dasarkan sikap keras kepala, bukan karena mencari petunjuk. (155-156) Maka Shaleh menjawab, ﴾ هَٰذِهِۦ نَاقَةٞ ﴿ "Ini seekor unta betina," akan keluar dari batu besar yang keras lagi sangat mulus, –hal ini banyak kami telusuri dari para ahli tafsir, dan tidak ada faktor penghalang dari hal tersebut– yang akan kalian lihat dan kalian semua saksikan, ﴾ لَّهَا شِرۡبٞ وَلَكُمۡ شِرۡبُ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ ﴿ "ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang tertentu." Maksudnya, unta itu akan minum air sumur suatu hari sedangkan kalian dapat memi-num susunya, kemudian ia kembali (pergi) dari kalian pada hari yang lain sedangkan kalian minum dari air sumur, ﴾ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٖ ﴿ "dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan suatu kejahatan," maksudnya, menggoroknya atau lainnya, ﴾ فَيَأۡخُذَكُمۡ عَذَابُ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ﴿ "yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar." (157-159) Lalu unta itu pun keluar dan terus berada di sisi mereka dalam keadaan seperti itu, namun mereka tetap tidak beriman dan terus menerus dalam kesesatan mereka, ﴾ فَعَقَرُوهَا فَأَصۡبَحُواْ نَٰدِمِينَ 157 فَأَخَذَهُمُ ٱلۡعَذَابُۚ ﴿ "kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab," yaitu suara dentuman yang sangat keras menimpa mereka hingga membinasakan mereka semua. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti," yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawa (diajarkan) oleh para utusan kami dan kebatilan keyakinan orang-orang yang menentang mereka. ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ 158 وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ 159 ﴿ "Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Asy-Syu'ara' 26:159

"Kaum Tsamud telah mendustakan rasul-rasul. Ketika sau-dara mereka, Shaleh, berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepada-mu atas ajakan itu, upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan ta-nam-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut. Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah dengan rajin; maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas, yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan.' Mereka berkata, 'Sesung-guhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir; tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat, jika kamu memang terma-suk orang-orang yang benar.' Shaleh menjawab, 'Ini seekor unta betina, ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang ter-tentu. Dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan sesuatu kejahatan, yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar.' Kemudian mereka membunuhnya, lalu me-reka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhan-mu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 141-159). (141-144) ﴾ كَذَّبَتۡ ثَمُودُ ﴿ "Kaum Tsamud telah mendustakan," mereka adalah suku terkenal di al-Mada`in al-Hijr, ﴾ ٱلۡمُرۡسَلِينَ ﴿ "rasul-rasul." Mereka mendustakan Nabi Shaleh عليه السلام yang datang kepada mereka dengan membawa tauhid yang telah diserukan oleh para rasul. Maka dengan demikian, pendustaan mereka terhadap Shaleh adalah pendustaan terhadap semua rasul. ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ أَخُوهُمۡ صَٰلِحٌ ﴿ "Ketika saudara mereka, Shaleh berkata kepada mereka." Maksudnya adalah saudara senasab, dan ia berkata kepada mereka dengan lembut dan lunak, ﴾ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Mengapa kamu tidak bertakwa," kepada Allah dan (tidak) meninggalkan syirik dan kemaksiatan? ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ ﴿ "Sesungguhnya aku adalah seorang rasul untuk kalian," dari Allah, Rabb kalian. Aku diutus kepada kalian sebagai kasih sayang dan rahmatNya kepada kalian. Maka terimalah rahmatNya dengan baik dan sikapilah ia dengan tunduk. ﴾ أَمِينٞ ﴿ "Terpercaya," kalian mengetahui hal itu dariku, dan hal ini mengharuskan kalian beriman kepadaku dan kepada ajaran yang aku bawa (ajaranku), ﴾ وَمَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ مِنۡ أَجۡرٍۖ ﴿ "Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu," sehingga kalian bisa mengatakan, "yang menghalangi kami untuk mengikutimu adalah karena kamu ingin mengambil harta kami." ﴾ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Upahku tidak lain hanyalah dari Rabb semesta alam," maksudnya, aku tidak meminta upah kecuali hanya dari Allah. (145-152) ﴾ أَتُتۡرَكُونَ فِي مَا هَٰهُنَآ ءَامِنِينَ 146 فِي جَنَّٰتٖ وَعُيُونٖ 147 وَزُرُوعٖ وَنَخۡلٖ طَلۡعُهَا هَضِيمٞ 148 ﴿ "Adakah kamu akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman, di dalam kebun-kebun serta mata air, dan tanam-ta-naman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut," matang lagi banyak. Maksudnya, apakah kalian mengira bahwa kalian dibiar-kan berada di dalam berbagai kebaikan dan kenikmatan begitu saja (sia-sia tanpa petunjuk), kalian berfoya-foya dan bersenang-senang sebagaimana halnya hewan ternak? Dan kalian dibiarkan begitu saja tanpa diperintah dan tanpa dilarang, dan kalian meng-gunakan kenikmatan-kenikmatan ini dalam kemaksiatan kepada Allah? ﴾ وَتَنۡحِتُونَ مِنَ ٱلۡجِبَالِ بُيُوتٗا فَٰرِهِينَ ﴿ "Dan kamu pahat sebagian dari gunung-gunung untuk di jadikan rumah-rumah dengan rajin." Maksudnya, kalian benar-benar telah mencapai kepada kerajinan dan kepin-taran hingga bisa membuat rumah-rumah dari gunung yang padat lagi sangat keras. ﴾ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَطِيعُونِ 150 وَلَا تُطِيعُوٓاْ أَمۡرَ ٱلۡمُسۡرِفِينَ 151 ﴿ "Maka bertak-walah kepada Allah dan taatlah kepadaku; dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melewati batas," yaitu orang-orang yang melanggar batas, ﴾ ٱلَّذِينَ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ ﴿ "yang membuat kerusakan di muka bumi dan tidak mengadakan perbaikan." Maksudnya, orang-orang yang karakter dan kebiasaannya adalah membuat kerusakan di muka bumi dengan melakukan kemaksiatan, mengajak kepada-nya dengan serusak-rusaknya, bukan untuk memperbaikinya. Ini sangat berbahaya sekali, karena merupakan kejahatan murni. Bagi mereka, seakan-akan ada beberapa orang yang siap untuk menen-tang nabi mereka, diciptakan untuk mengajak kepada jalan kese-satan. Maka mereka dilarang oleh Nabi Shaleh agar tidak terpedaya dengan mereka. Mungkin mereka adalah orang-orang yang disebut-kan oleh Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَكَانَ فِي ٱلۡمَدِينَةِ تِسۡعَةُ رَهۡطٖ يُفۡسِدُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا يُصۡلِحُونَ 48 ﴿ "Dan di kota itu ada sembilan orang laki-laki yang membuat keru-sakan di muka bumi, dan mereka tidak berbuat kebaikan." (An-Naml: 48). (153-154) Namun larangan dan nasihat itu sama sekali tidak berguna bagi mereka sedikit pun, maka mereka berkata kepada Shaleh, ﴾ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ﴿ "Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir." Maksudnya, kamu telah disihir, karena kamu berbicara mengingau tentang sesuatu yang tidak mempunyai arti, dan ﴾ مَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا ﴿ "tidaklah kamu melain-kan seorang manusia seperti kami." Kelebihan apa yang kamu gunakan untuk mengungguli kami sehingga kamu mengajak kami meng-ikutimu, ﴾ فَأۡتِ بِـَٔايَةٍ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "maka datangkanlah sesuatu muk-jizat, jika kamu memang termasuk orang-orang yang benar." Padahal hanya dengan mempelajari keadaannya dan kondisi ajaran yang diserukannya sudah merupakan bukti yang sangat jelas atas ke-benaran ajaran yang diajarkannya dan kejujurannya. Akan tetapi mereka, karena disebabkan kekerasan hati mereka, maka mereka meminta bukti-bukti yang mereka usulkan yang biasanya orang yang memintanya tidak akan selamat, sebab permintaannya ber-dasarkan sikap keras kepala, bukan karena mencari petunjuk. (155-156) Maka Shaleh menjawab, ﴾ هَٰذِهِۦ نَاقَةٞ ﴿ "Ini seekor unta betina," akan keluar dari batu besar yang keras lagi sangat mulus, –hal ini banyak kami telusuri dari para ahli tafsir, dan tidak ada faktor penghalang dari hal tersebut– yang akan kalian lihat dan kalian semua saksikan, ﴾ لَّهَا شِرۡبٞ وَلَكُمۡ شِرۡبُ يَوۡمٖ مَّعۡلُومٖ ﴿ "ia (mempunyai giliran untuk) mendapatkan air, dan kamu (mempunyai giliran pula untuk) mendapatkan air di hari yang tertentu." Maksudnya, unta itu akan minum air sumur suatu hari sedangkan kalian dapat memi-num susunya, kemudian ia kembali (pergi) dari kalian pada hari yang lain sedangkan kalian minum dari air sumur, ﴾ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٖ ﴿ "dan janganlah kamu menyentuhkan unta betina itu dengan suatu kejahatan," maksudnya, menggoroknya atau lainnya, ﴾ فَيَأۡخُذَكُمۡ عَذَابُ يَوۡمٍ عَظِيمٖ ﴿ "yang menyebabkan kamu akan ditimpa oleh azab hari yang besar." (157-159) Lalu unta itu pun keluar dan terus berada di sisi mereka dalam keadaan seperti itu, namun mereka tetap tidak beriman dan terus menerus dalam kesesatan mereka, ﴾ فَعَقَرُوهَا فَأَصۡبَحُواْ نَٰدِمِينَ 157 فَأَخَذَهُمُ ٱلۡعَذَابُۚ ﴿ "kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka menjadi menyesal, maka mereka ditimpa azab," yaitu suara dentuman yang sangat keras menimpa mereka hingga membinasakan mereka semua. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti," yang menunjukkan kebenaran apa yang dibawa (diajarkan) oleh para utusan kami dan kebatilan keyakinan orang-orang yang menentang mereka. ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ 158 وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ 159 ﴿ "Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Asy-Syu'ara' 26:160

"Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul, ketika saudara mereka, Luth berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertak-wa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untuk-mu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.' Mereka menjawab, 'Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak ber-henti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir.' Luth berkata, 'Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu.' (Luth berdoa), 'Ya Tuhanku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan.' Lalu Kami selamat-kan dia beserta keluarganya semua, kecuali seorang perempuan tua (istrinya), yang termasuk dalam golongan yang tinggal. Kemudian Kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 160-175). (160-167) Dia (Luth) berkata kepada mereka, dan mereka pun mengatakan seperti yang dikatakan oleh kaum-kaum sebelum mereka. Hati mereka serupa dalam kekafiran, maka serupa pula perkataan-perkataan mereka. Dan mereka, beserta perbuatan syirik yang mereka lakukan juga melakukan perbuatan keji yang tidak pernah dilakukan oleh seorang manusia pun sebelumnya. Mereka lebih suka memilih mencabuli para laki-laki, (pencabulan) yang sangat menjijikkan lagi sangat busuk, dan mereka tidak menyukai istri-istri mereka yang diciptakan untuk mereka, karena sikap melampaui batas dan kezhaliman mereka. Dan Luth pun terus melarang mereka hingga ﴾ قَالُواْ لَئِن لَّمۡ تَنتَهِ يَٰلُوطُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُخۡرَجِينَ ﴿ "mereka menjawab, 'Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir." Yaitu dari negeri ini. (168-175) Setelah Luth melihat mereka terus melakukan kekejian itu, ﴾ قَالَ إِنِّي لِعَمَلِكُم مِّنَ ٱلۡقَالِينَ ﴿ "dia berkata, 'Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu'." Maksudnya, sangat tidak suka [padanya], melarang dan memperingatkannya. ﴾ رَبِّ نَجِّنِي وَأَهۡلِي مِمَّا يَعۡمَلُونَ ﴿ "(Luth berdoa), 'Ya Rabbku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan'," yaitu perbuatannya dan dari siksaannya. Maka Allah mengabulkan doanya. ﴾ فَنَجَّيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥٓ أَجۡمَعِينَ 170 إِلَّا عَجُوزٗا فِي ٱلۡغَٰبِرِينَ 171 ﴿ "Lalu Kami menyelamatkannya beserta keluarganya semua, kecuali seorang perempuan tua yang termasuk dalam golongan yang tinggal." Maksudnya, yang tinggal di dalam siksaan. Dia ada-lah istrinya. ﴾ ثُمَّ دَمَّرۡنَا ٱلۡأٓخَرِينَ 172 وَأَمۡطَرۡنَا عَلَيۡهِم مَّطَرٗاۖ ﴿ "Kemudian Kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka dengan hujan." Yaitu hujan batu dari Sijjil, ﴾ فَسَآءَ مَطَرُ ٱلۡمُنذَرِينَ ﴿ "Maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu." Mereka dibinasakan oleh Allah hingga ke akar-akarnya. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ 174 وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ 175 ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan se-sungguhnya Rabbmu, benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Asy-Syu'ara' 26:161

"Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul, ketika saudara mereka, Luth berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertak-wa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untuk-mu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.' Mereka menjawab, 'Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak ber-henti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir.' Luth berkata, 'Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu.' (Luth berdoa), 'Ya Tuhanku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan.' Lalu Kami selamat-kan dia beserta keluarganya semua, kecuali seorang perempuan tua (istrinya), yang termasuk dalam golongan yang tinggal. Kemudian Kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 160-175). (160-167) Dia (Luth) berkata kepada mereka, dan mereka pun mengatakan seperti yang dikatakan oleh kaum-kaum sebelum mereka. Hati mereka serupa dalam kekafiran, maka serupa pula perkataan-perkataan mereka. Dan mereka, beserta perbuatan syirik yang mereka lakukan juga melakukan perbuatan keji yang tidak pernah dilakukan oleh seorang manusia pun sebelumnya. Mereka lebih suka memilih mencabuli para laki-laki, (pencabulan) yang sangat menjijikkan lagi sangat busuk, dan mereka tidak menyukai istri-istri mereka yang diciptakan untuk mereka, karena sikap melampaui batas dan kezhaliman mereka. Dan Luth pun terus melarang mereka hingga ﴾ قَالُواْ لَئِن لَّمۡ تَنتَهِ يَٰلُوطُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُخۡرَجِينَ ﴿ "mereka menjawab, 'Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir." Yaitu dari negeri ini. (168-175) Setelah Luth melihat mereka terus melakukan kekejian itu, ﴾ قَالَ إِنِّي لِعَمَلِكُم مِّنَ ٱلۡقَالِينَ ﴿ "dia berkata, 'Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu'." Maksudnya, sangat tidak suka [padanya], melarang dan memperingatkannya. ﴾ رَبِّ نَجِّنِي وَأَهۡلِي مِمَّا يَعۡمَلُونَ ﴿ "(Luth berdoa), 'Ya Rabbku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan'," yaitu perbuatannya dan dari siksaannya. Maka Allah mengabulkan doanya. ﴾ فَنَجَّيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥٓ أَجۡمَعِينَ 170 إِلَّا عَجُوزٗا فِي ٱلۡغَٰبِرِينَ 171 ﴿ "Lalu Kami menyelamatkannya beserta keluarganya semua, kecuali seorang perempuan tua yang termasuk dalam golongan yang tinggal." Maksudnya, yang tinggal di dalam siksaan. Dia ada-lah istrinya. ﴾ ثُمَّ دَمَّرۡنَا ٱلۡأٓخَرِينَ 172 وَأَمۡطَرۡنَا عَلَيۡهِم مَّطَرٗاۖ ﴿ "Kemudian Kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka dengan hujan." Yaitu hujan batu dari Sijjil, ﴾ فَسَآءَ مَطَرُ ٱلۡمُنذَرِينَ ﴿ "Maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu." Mereka dibinasakan oleh Allah hingga ke akar-akarnya. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ 174 وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ 175 ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan se-sungguhnya Rabbmu, benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Asy-Syu'ara' 26:162

"Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul, ketika saudara mereka, Luth berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertak-wa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untuk-mu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.' Mereka menjawab, 'Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak ber-henti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir.' Luth berkata, 'Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu.' (Luth berdoa), 'Ya Tuhanku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan.' Lalu Kami selamat-kan dia beserta keluarganya semua, kecuali seorang perempuan tua (istrinya), yang termasuk dalam golongan yang tinggal. Kemudian Kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 160-175). (160-167) Dia (Luth) berkata kepada mereka, dan mereka pun mengatakan seperti yang dikatakan oleh kaum-kaum sebelum mereka. Hati mereka serupa dalam kekafiran, maka serupa pula perkataan-perkataan mereka. Dan mereka, beserta perbuatan syirik yang mereka lakukan juga melakukan perbuatan keji yang tidak pernah dilakukan oleh seorang manusia pun sebelumnya. Mereka lebih suka memilih mencabuli para laki-laki, (pencabulan) yang sangat menjijikkan lagi sangat busuk, dan mereka tidak menyukai istri-istri mereka yang diciptakan untuk mereka, karena sikap melampaui batas dan kezhaliman mereka. Dan Luth pun terus melarang mereka hingga ﴾ قَالُواْ لَئِن لَّمۡ تَنتَهِ يَٰلُوطُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُخۡرَجِينَ ﴿ "mereka menjawab, 'Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir." Yaitu dari negeri ini. (168-175) Setelah Luth melihat mereka terus melakukan kekejian itu, ﴾ قَالَ إِنِّي لِعَمَلِكُم مِّنَ ٱلۡقَالِينَ ﴿ "dia berkata, 'Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu'." Maksudnya, sangat tidak suka [padanya], melarang dan memperingatkannya. ﴾ رَبِّ نَجِّنِي وَأَهۡلِي مِمَّا يَعۡمَلُونَ ﴿ "(Luth berdoa), 'Ya Rabbku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan'," yaitu perbuatannya dan dari siksaannya. Maka Allah mengabulkan doanya. ﴾ فَنَجَّيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥٓ أَجۡمَعِينَ 170 إِلَّا عَجُوزٗا فِي ٱلۡغَٰبِرِينَ 171 ﴿ "Lalu Kami menyelamatkannya beserta keluarganya semua, kecuali seorang perempuan tua yang termasuk dalam golongan yang tinggal." Maksudnya, yang tinggal di dalam siksaan. Dia ada-lah istrinya. ﴾ ثُمَّ دَمَّرۡنَا ٱلۡأٓخَرِينَ 172 وَأَمۡطَرۡنَا عَلَيۡهِم مَّطَرٗاۖ ﴿ "Kemudian Kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka dengan hujan." Yaitu hujan batu dari Sijjil, ﴾ فَسَآءَ مَطَرُ ٱلۡمُنذَرِينَ ﴿ "Maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu." Mereka dibinasakan oleh Allah hingga ke akar-akarnya. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ 174 وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ 175 ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan se-sungguhnya Rabbmu, benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Asy-Syu'ara' 26:163

"Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul, ketika saudara mereka, Luth berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertak-wa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untuk-mu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.' Mereka menjawab, 'Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak ber-henti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir.' Luth berkata, 'Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu.' (Luth berdoa), 'Ya Tuhanku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan.' Lalu Kami selamat-kan dia beserta keluarganya semua, kecuali seorang perempuan tua (istrinya), yang termasuk dalam golongan yang tinggal. Kemudian Kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 160-175). (160-167) Dia (Luth) berkata kepada mereka, dan mereka pun mengatakan seperti yang dikatakan oleh kaum-kaum sebelum mereka. Hati mereka serupa dalam kekafiran, maka serupa pula perkataan-perkataan mereka. Dan mereka, beserta perbuatan syirik yang mereka lakukan juga melakukan perbuatan keji yang tidak pernah dilakukan oleh seorang manusia pun sebelumnya. Mereka lebih suka memilih mencabuli para laki-laki, (pencabulan) yang sangat menjijikkan lagi sangat busuk, dan mereka tidak menyukai istri-istri mereka yang diciptakan untuk mereka, karena sikap melampaui batas dan kezhaliman mereka. Dan Luth pun terus melarang mereka hingga ﴾ قَالُواْ لَئِن لَّمۡ تَنتَهِ يَٰلُوطُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُخۡرَجِينَ ﴿ "mereka menjawab, 'Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir." Yaitu dari negeri ini. (168-175) Setelah Luth melihat mereka terus melakukan kekejian itu, ﴾ قَالَ إِنِّي لِعَمَلِكُم مِّنَ ٱلۡقَالِينَ ﴿ "dia berkata, 'Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu'." Maksudnya, sangat tidak suka [padanya], melarang dan memperingatkannya. ﴾ رَبِّ نَجِّنِي وَأَهۡلِي مِمَّا يَعۡمَلُونَ ﴿ "(Luth berdoa), 'Ya Rabbku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan'," yaitu perbuatannya dan dari siksaannya. Maka Allah mengabulkan doanya. ﴾ فَنَجَّيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥٓ أَجۡمَعِينَ 170 إِلَّا عَجُوزٗا فِي ٱلۡغَٰبِرِينَ 171 ﴿ "Lalu Kami menyelamatkannya beserta keluarganya semua, kecuali seorang perempuan tua yang termasuk dalam golongan yang tinggal." Maksudnya, yang tinggal di dalam siksaan. Dia ada-lah istrinya. ﴾ ثُمَّ دَمَّرۡنَا ٱلۡأٓخَرِينَ 172 وَأَمۡطَرۡنَا عَلَيۡهِم مَّطَرٗاۖ ﴿ "Kemudian Kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka dengan hujan." Yaitu hujan batu dari Sijjil, ﴾ فَسَآءَ مَطَرُ ٱلۡمُنذَرِينَ ﴿ "Maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu." Mereka dibinasakan oleh Allah hingga ke akar-akarnya. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ 174 وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ 175 ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan se-sungguhnya Rabbmu, benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Asy-Syu'ara' 26:164

"Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul, ketika saudara mereka, Luth berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertak-wa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untuk-mu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.' Mereka menjawab, 'Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak ber-henti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir.' Luth berkata, 'Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu.' (Luth berdoa), 'Ya Tuhanku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan.' Lalu Kami selamat-kan dia beserta keluarganya semua, kecuali seorang perempuan tua (istrinya), yang termasuk dalam golongan yang tinggal. Kemudian Kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 160-175). (160-167) Dia (Luth) berkata kepada mereka, dan mereka pun mengatakan seperti yang dikatakan oleh kaum-kaum sebelum mereka. Hati mereka serupa dalam kekafiran, maka serupa pula perkataan-perkataan mereka. Dan mereka, beserta perbuatan syirik yang mereka lakukan juga melakukan perbuatan keji yang tidak pernah dilakukan oleh seorang manusia pun sebelumnya. Mereka lebih suka memilih mencabuli para laki-laki, (pencabulan) yang sangat menjijikkan lagi sangat busuk, dan mereka tidak menyukai istri-istri mereka yang diciptakan untuk mereka, karena sikap melampaui batas dan kezhaliman mereka. Dan Luth pun terus melarang mereka hingga ﴾ قَالُواْ لَئِن لَّمۡ تَنتَهِ يَٰلُوطُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُخۡرَجِينَ ﴿ "mereka menjawab, 'Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir." Yaitu dari negeri ini. (168-175) Setelah Luth melihat mereka terus melakukan kekejian itu, ﴾ قَالَ إِنِّي لِعَمَلِكُم مِّنَ ٱلۡقَالِينَ ﴿ "dia berkata, 'Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu'." Maksudnya, sangat tidak suka [padanya], melarang dan memperingatkannya. ﴾ رَبِّ نَجِّنِي وَأَهۡلِي مِمَّا يَعۡمَلُونَ ﴿ "(Luth berdoa), 'Ya Rabbku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan'," yaitu perbuatannya dan dari siksaannya. Maka Allah mengabulkan doanya. ﴾ فَنَجَّيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥٓ أَجۡمَعِينَ 170 إِلَّا عَجُوزٗا فِي ٱلۡغَٰبِرِينَ 171 ﴿ "Lalu Kami menyelamatkannya beserta keluarganya semua, kecuali seorang perempuan tua yang termasuk dalam golongan yang tinggal." Maksudnya, yang tinggal di dalam siksaan. Dia ada-lah istrinya. ﴾ ثُمَّ دَمَّرۡنَا ٱلۡأٓخَرِينَ 172 وَأَمۡطَرۡنَا عَلَيۡهِم مَّطَرٗاۖ ﴿ "Kemudian Kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka dengan hujan." Yaitu hujan batu dari Sijjil, ﴾ فَسَآءَ مَطَرُ ٱلۡمُنذَرِينَ ﴿ "Maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu." Mereka dibinasakan oleh Allah hingga ke akar-akarnya. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ 174 وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ 175 ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan se-sungguhnya Rabbmu, benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Asy-Syu'ara' 26:165

"Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul, ketika saudara mereka, Luth berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertak-wa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untuk-mu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.' Mereka menjawab, 'Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak ber-henti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir.' Luth berkata, 'Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu.' (Luth berdoa), 'Ya Tuhanku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan.' Lalu Kami selamat-kan dia beserta keluarganya semua, kecuali seorang perempuan tua (istrinya), yang termasuk dalam golongan yang tinggal. Kemudian Kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 160-175). (160-167) Dia (Luth) berkata kepada mereka, dan mereka pun mengatakan seperti yang dikatakan oleh kaum-kaum sebelum mereka. Hati mereka serupa dalam kekafiran, maka serupa pula perkataan-perkataan mereka. Dan mereka, beserta perbuatan syirik yang mereka lakukan juga melakukan perbuatan keji yang tidak pernah dilakukan oleh seorang manusia pun sebelumnya. Mereka lebih suka memilih mencabuli para laki-laki, (pencabulan) yang sangat menjijikkan lagi sangat busuk, dan mereka tidak menyukai istri-istri mereka yang diciptakan untuk mereka, karena sikap melampaui batas dan kezhaliman mereka. Dan Luth pun terus melarang mereka hingga ﴾ قَالُواْ لَئِن لَّمۡ تَنتَهِ يَٰلُوطُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُخۡرَجِينَ ﴿ "mereka menjawab, 'Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir." Yaitu dari negeri ini. (168-175) Setelah Luth melihat mereka terus melakukan kekejian itu, ﴾ قَالَ إِنِّي لِعَمَلِكُم مِّنَ ٱلۡقَالِينَ ﴿ "dia berkata, 'Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu'." Maksudnya, sangat tidak suka [padanya], melarang dan memperingatkannya. ﴾ رَبِّ نَجِّنِي وَأَهۡلِي مِمَّا يَعۡمَلُونَ ﴿ "(Luth berdoa), 'Ya Rabbku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan'," yaitu perbuatannya dan dari siksaannya. Maka Allah mengabulkan doanya. ﴾ فَنَجَّيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥٓ أَجۡمَعِينَ 170 إِلَّا عَجُوزٗا فِي ٱلۡغَٰبِرِينَ 171 ﴿ "Lalu Kami menyelamatkannya beserta keluarganya semua, kecuali seorang perempuan tua yang termasuk dalam golongan yang tinggal." Maksudnya, yang tinggal di dalam siksaan. Dia ada-lah istrinya. ﴾ ثُمَّ دَمَّرۡنَا ٱلۡأٓخَرِينَ 172 وَأَمۡطَرۡنَا عَلَيۡهِم مَّطَرٗاۖ ﴿ "Kemudian Kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka dengan hujan." Yaitu hujan batu dari Sijjil, ﴾ فَسَآءَ مَطَرُ ٱلۡمُنذَرِينَ ﴿ "Maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu." Mereka dibinasakan oleh Allah hingga ke akar-akarnya. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ 174 وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ 175 ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan se-sungguhnya Rabbmu, benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Asy-Syu'ara' 26:166

"Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul, ketika saudara mereka, Luth berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertak-wa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untuk-mu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.' Mereka menjawab, 'Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak ber-henti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir.' Luth berkata, 'Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu.' (Luth berdoa), 'Ya Tuhanku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan.' Lalu Kami selamat-kan dia beserta keluarganya semua, kecuali seorang perempuan tua (istrinya), yang termasuk dalam golongan yang tinggal. Kemudian Kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 160-175). (160-167) Dia (Luth) berkata kepada mereka, dan mereka pun mengatakan seperti yang dikatakan oleh kaum-kaum sebelum mereka. Hati mereka serupa dalam kekafiran, maka serupa pula perkataan-perkataan mereka. Dan mereka, beserta perbuatan syirik yang mereka lakukan juga melakukan perbuatan keji yang tidak pernah dilakukan oleh seorang manusia pun sebelumnya. Mereka lebih suka memilih mencabuli para laki-laki, (pencabulan) yang sangat menjijikkan lagi sangat busuk, dan mereka tidak menyukai istri-istri mereka yang diciptakan untuk mereka, karena sikap melampaui batas dan kezhaliman mereka. Dan Luth pun terus melarang mereka hingga ﴾ قَالُواْ لَئِن لَّمۡ تَنتَهِ يَٰلُوطُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُخۡرَجِينَ ﴿ "mereka menjawab, 'Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir." Yaitu dari negeri ini. (168-175) Setelah Luth melihat mereka terus melakukan kekejian itu, ﴾ قَالَ إِنِّي لِعَمَلِكُم مِّنَ ٱلۡقَالِينَ ﴿ "dia berkata, 'Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu'." Maksudnya, sangat tidak suka [padanya], melarang dan memperingatkannya. ﴾ رَبِّ نَجِّنِي وَأَهۡلِي مِمَّا يَعۡمَلُونَ ﴿ "(Luth berdoa), 'Ya Rabbku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan'," yaitu perbuatannya dan dari siksaannya. Maka Allah mengabulkan doanya. ﴾ فَنَجَّيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥٓ أَجۡمَعِينَ 170 إِلَّا عَجُوزٗا فِي ٱلۡغَٰبِرِينَ 171 ﴿ "Lalu Kami menyelamatkannya beserta keluarganya semua, kecuali seorang perempuan tua yang termasuk dalam golongan yang tinggal." Maksudnya, yang tinggal di dalam siksaan. Dia ada-lah istrinya. ﴾ ثُمَّ دَمَّرۡنَا ٱلۡأٓخَرِينَ 172 وَأَمۡطَرۡنَا عَلَيۡهِم مَّطَرٗاۖ ﴿ "Kemudian Kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka dengan hujan." Yaitu hujan batu dari Sijjil, ﴾ فَسَآءَ مَطَرُ ٱلۡمُنذَرِينَ ﴿ "Maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu." Mereka dibinasakan oleh Allah hingga ke akar-akarnya. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ 174 وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ 175 ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan se-sungguhnya Rabbmu, benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Asy-Syu'ara' 26:167

"Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul, ketika saudara mereka, Luth berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertak-wa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untuk-mu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.' Mereka menjawab, 'Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak ber-henti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir.' Luth berkata, 'Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu.' (Luth berdoa), 'Ya Tuhanku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan.' Lalu Kami selamat-kan dia beserta keluarganya semua, kecuali seorang perempuan tua (istrinya), yang termasuk dalam golongan yang tinggal. Kemudian Kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 160-175). (160-167) Dia (Luth) berkata kepada mereka, dan mereka pun mengatakan seperti yang dikatakan oleh kaum-kaum sebelum mereka. Hati mereka serupa dalam kekafiran, maka serupa pula perkataan-perkataan mereka. Dan mereka, beserta perbuatan syirik yang mereka lakukan juga melakukan perbuatan keji yang tidak pernah dilakukan oleh seorang manusia pun sebelumnya. Mereka lebih suka memilih mencabuli para laki-laki, (pencabulan) yang sangat menjijikkan lagi sangat busuk, dan mereka tidak menyukai istri-istri mereka yang diciptakan untuk mereka, karena sikap melampaui batas dan kezhaliman mereka. Dan Luth pun terus melarang mereka hingga ﴾ قَالُواْ لَئِن لَّمۡ تَنتَهِ يَٰلُوطُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُخۡرَجِينَ ﴿ "mereka menjawab, 'Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir." Yaitu dari negeri ini. (168-175) Setelah Luth melihat mereka terus melakukan kekejian itu, ﴾ قَالَ إِنِّي لِعَمَلِكُم مِّنَ ٱلۡقَالِينَ ﴿ "dia berkata, 'Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu'." Maksudnya, sangat tidak suka [padanya], melarang dan memperingatkannya. ﴾ رَبِّ نَجِّنِي وَأَهۡلِي مِمَّا يَعۡمَلُونَ ﴿ "(Luth berdoa), 'Ya Rabbku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan'," yaitu perbuatannya dan dari siksaannya. Maka Allah mengabulkan doanya. ﴾ فَنَجَّيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥٓ أَجۡمَعِينَ 170 إِلَّا عَجُوزٗا فِي ٱلۡغَٰبِرِينَ 171 ﴿ "Lalu Kami menyelamatkannya beserta keluarganya semua, kecuali seorang perempuan tua yang termasuk dalam golongan yang tinggal." Maksudnya, yang tinggal di dalam siksaan. Dia ada-lah istrinya. ﴾ ثُمَّ دَمَّرۡنَا ٱلۡأٓخَرِينَ 172 وَأَمۡطَرۡنَا عَلَيۡهِم مَّطَرٗاۖ ﴿ "Kemudian Kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka dengan hujan." Yaitu hujan batu dari Sijjil, ﴾ فَسَآءَ مَطَرُ ٱلۡمُنذَرِينَ ﴿ "Maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu." Mereka dibinasakan oleh Allah hingga ke akar-akarnya. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ 174 وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ 175 ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan se-sungguhnya Rabbmu, benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Asy-Syu'ara' 26:168

"Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul, ketika saudara mereka, Luth berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertak-wa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untuk-mu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.' Mereka menjawab, 'Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak ber-henti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir.' Luth berkata, 'Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu.' (Luth berdoa), 'Ya Tuhanku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan.' Lalu Kami selamat-kan dia beserta keluarganya semua, kecuali seorang perempuan tua (istrinya), yang termasuk dalam golongan yang tinggal. Kemudian Kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 160-175). (160-167) Dia (Luth) berkata kepada mereka, dan mereka pun mengatakan seperti yang dikatakan oleh kaum-kaum sebelum mereka. Hati mereka serupa dalam kekafiran, maka serupa pula perkataan-perkataan mereka. Dan mereka, beserta perbuatan syirik yang mereka lakukan juga melakukan perbuatan keji yang tidak pernah dilakukan oleh seorang manusia pun sebelumnya. Mereka lebih suka memilih mencabuli para laki-laki, (pencabulan) yang sangat menjijikkan lagi sangat busuk, dan mereka tidak menyukai istri-istri mereka yang diciptakan untuk mereka, karena sikap melampaui batas dan kezhaliman mereka. Dan Luth pun terus melarang mereka hingga ﴾ قَالُواْ لَئِن لَّمۡ تَنتَهِ يَٰلُوطُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُخۡرَجِينَ ﴿ "mereka menjawab, 'Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir." Yaitu dari negeri ini. (168-175) Setelah Luth melihat mereka terus melakukan kekejian itu, ﴾ قَالَ إِنِّي لِعَمَلِكُم مِّنَ ٱلۡقَالِينَ ﴿ "dia berkata, 'Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu'." Maksudnya, sangat tidak suka [padanya], melarang dan memperingatkannya. ﴾ رَبِّ نَجِّنِي وَأَهۡلِي مِمَّا يَعۡمَلُونَ ﴿ "(Luth berdoa), 'Ya Rabbku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan'," yaitu perbuatannya dan dari siksaannya. Maka Allah mengabulkan doanya. ﴾ فَنَجَّيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥٓ أَجۡمَعِينَ 170 إِلَّا عَجُوزٗا فِي ٱلۡغَٰبِرِينَ 171 ﴿ "Lalu Kami menyelamatkannya beserta keluarganya semua, kecuali seorang perempuan tua yang termasuk dalam golongan yang tinggal." Maksudnya, yang tinggal di dalam siksaan. Dia ada-lah istrinya. ﴾ ثُمَّ دَمَّرۡنَا ٱلۡأٓخَرِينَ 172 وَأَمۡطَرۡنَا عَلَيۡهِم مَّطَرٗاۖ ﴿ "Kemudian Kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka dengan hujan." Yaitu hujan batu dari Sijjil, ﴾ فَسَآءَ مَطَرُ ٱلۡمُنذَرِينَ ﴿ "Maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu." Mereka dibinasakan oleh Allah hingga ke akar-akarnya. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ 174 وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ 175 ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan se-sungguhnya Rabbmu, benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Asy-Syu'ara' 26:169

"Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul, ketika saudara mereka, Luth berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertak-wa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untuk-mu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.' Mereka menjawab, 'Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak ber-henti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir.' Luth berkata, 'Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu.' (Luth berdoa), 'Ya Tuhanku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan.' Lalu Kami selamat-kan dia beserta keluarganya semua, kecuali seorang perempuan tua (istrinya), yang termasuk dalam golongan yang tinggal. Kemudian Kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 160-175). (160-167) Dia (Luth) berkata kepada mereka, dan mereka pun mengatakan seperti yang dikatakan oleh kaum-kaum sebelum mereka. Hati mereka serupa dalam kekafiran, maka serupa pula perkataan-perkataan mereka. Dan mereka, beserta perbuatan syirik yang mereka lakukan juga melakukan perbuatan keji yang tidak pernah dilakukan oleh seorang manusia pun sebelumnya. Mereka lebih suka memilih mencabuli para laki-laki, (pencabulan) yang sangat menjijikkan lagi sangat busuk, dan mereka tidak menyukai istri-istri mereka yang diciptakan untuk mereka, karena sikap melampaui batas dan kezhaliman mereka. Dan Luth pun terus melarang mereka hingga ﴾ قَالُواْ لَئِن لَّمۡ تَنتَهِ يَٰلُوطُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُخۡرَجِينَ ﴿ "mereka menjawab, 'Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir." Yaitu dari negeri ini. (168-175) Setelah Luth melihat mereka terus melakukan kekejian itu, ﴾ قَالَ إِنِّي لِعَمَلِكُم مِّنَ ٱلۡقَالِينَ ﴿ "dia berkata, 'Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu'." Maksudnya, sangat tidak suka [padanya], melarang dan memperingatkannya. ﴾ رَبِّ نَجِّنِي وَأَهۡلِي مِمَّا يَعۡمَلُونَ ﴿ "(Luth berdoa), 'Ya Rabbku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan'," yaitu perbuatannya dan dari siksaannya. Maka Allah mengabulkan doanya. ﴾ فَنَجَّيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥٓ أَجۡمَعِينَ 170 إِلَّا عَجُوزٗا فِي ٱلۡغَٰبِرِينَ 171 ﴿ "Lalu Kami menyelamatkannya beserta keluarganya semua, kecuali seorang perempuan tua yang termasuk dalam golongan yang tinggal." Maksudnya, yang tinggal di dalam siksaan. Dia ada-lah istrinya. ﴾ ثُمَّ دَمَّرۡنَا ٱلۡأٓخَرِينَ 172 وَأَمۡطَرۡنَا عَلَيۡهِم مَّطَرٗاۖ ﴿ "Kemudian Kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka dengan hujan." Yaitu hujan batu dari Sijjil, ﴾ فَسَآءَ مَطَرُ ٱلۡمُنذَرِينَ ﴿ "Maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu." Mereka dibinasakan oleh Allah hingga ke akar-akarnya. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ 174 وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ 175 ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan se-sungguhnya Rabbmu, benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Asy-Syu'ara' 26:170

"Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul, ketika saudara mereka, Luth berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertak-wa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untuk-mu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.' Mereka menjawab, 'Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak ber-henti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir.' Luth berkata, 'Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu.' (Luth berdoa), 'Ya Tuhanku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan.' Lalu Kami selamat-kan dia beserta keluarganya semua, kecuali seorang perempuan tua (istrinya), yang termasuk dalam golongan yang tinggal. Kemudian Kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 160-175). (160-167) Dia (Luth) berkata kepada mereka, dan mereka pun mengatakan seperti yang dikatakan oleh kaum-kaum sebelum mereka. Hati mereka serupa dalam kekafiran, maka serupa pula perkataan-perkataan mereka. Dan mereka, beserta perbuatan syirik yang mereka lakukan juga melakukan perbuatan keji yang tidak pernah dilakukan oleh seorang manusia pun sebelumnya. Mereka lebih suka memilih mencabuli para laki-laki, (pencabulan) yang sangat menjijikkan lagi sangat busuk, dan mereka tidak menyukai istri-istri mereka yang diciptakan untuk mereka, karena sikap melampaui batas dan kezhaliman mereka. Dan Luth pun terus melarang mereka hingga ﴾ قَالُواْ لَئِن لَّمۡ تَنتَهِ يَٰلُوطُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُخۡرَجِينَ ﴿ "mereka menjawab, 'Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir." Yaitu dari negeri ini. (168-175) Setelah Luth melihat mereka terus melakukan kekejian itu, ﴾ قَالَ إِنِّي لِعَمَلِكُم مِّنَ ٱلۡقَالِينَ ﴿ "dia berkata, 'Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu'." Maksudnya, sangat tidak suka [padanya], melarang dan memperingatkannya. ﴾ رَبِّ نَجِّنِي وَأَهۡلِي مِمَّا يَعۡمَلُونَ ﴿ "(Luth berdoa), 'Ya Rabbku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan'," yaitu perbuatannya dan dari siksaannya. Maka Allah mengabulkan doanya. ﴾ فَنَجَّيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥٓ أَجۡمَعِينَ 170 إِلَّا عَجُوزٗا فِي ٱلۡغَٰبِرِينَ 171 ﴿ "Lalu Kami menyelamatkannya beserta keluarganya semua, kecuali seorang perempuan tua yang termasuk dalam golongan yang tinggal." Maksudnya, yang tinggal di dalam siksaan. Dia ada-lah istrinya. ﴾ ثُمَّ دَمَّرۡنَا ٱلۡأٓخَرِينَ 172 وَأَمۡطَرۡنَا عَلَيۡهِم مَّطَرٗاۖ ﴿ "Kemudian Kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka dengan hujan." Yaitu hujan batu dari Sijjil, ﴾ فَسَآءَ مَطَرُ ٱلۡمُنذَرِينَ ﴿ "Maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu." Mereka dibinasakan oleh Allah hingga ke akar-akarnya. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ 174 وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ 175 ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan se-sungguhnya Rabbmu, benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Asy-Syu'ara' 26:171

"Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul, ketika saudara mereka, Luth berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertak-wa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untuk-mu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.' Mereka menjawab, 'Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak ber-henti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir.' Luth berkata, 'Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu.' (Luth berdoa), 'Ya Tuhanku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan.' Lalu Kami selamat-kan dia beserta keluarganya semua, kecuali seorang perempuan tua (istrinya), yang termasuk dalam golongan yang tinggal. Kemudian Kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 160-175). (160-167) Dia (Luth) berkata kepada mereka, dan mereka pun mengatakan seperti yang dikatakan oleh kaum-kaum sebelum mereka. Hati mereka serupa dalam kekafiran, maka serupa pula perkataan-perkataan mereka. Dan mereka, beserta perbuatan syirik yang mereka lakukan juga melakukan perbuatan keji yang tidak pernah dilakukan oleh seorang manusia pun sebelumnya. Mereka lebih suka memilih mencabuli para laki-laki, (pencabulan) yang sangat menjijikkan lagi sangat busuk, dan mereka tidak menyukai istri-istri mereka yang diciptakan untuk mereka, karena sikap melampaui batas dan kezhaliman mereka. Dan Luth pun terus melarang mereka hingga ﴾ قَالُواْ لَئِن لَّمۡ تَنتَهِ يَٰلُوطُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُخۡرَجِينَ ﴿ "mereka menjawab, 'Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir." Yaitu dari negeri ini. (168-175) Setelah Luth melihat mereka terus melakukan kekejian itu, ﴾ قَالَ إِنِّي لِعَمَلِكُم مِّنَ ٱلۡقَالِينَ ﴿ "dia berkata, 'Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu'." Maksudnya, sangat tidak suka [padanya], melarang dan memperingatkannya. ﴾ رَبِّ نَجِّنِي وَأَهۡلِي مِمَّا يَعۡمَلُونَ ﴿ "(Luth berdoa), 'Ya Rabbku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan'," yaitu perbuatannya dan dari siksaannya. Maka Allah mengabulkan doanya. ﴾ فَنَجَّيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥٓ أَجۡمَعِينَ 170 إِلَّا عَجُوزٗا فِي ٱلۡغَٰبِرِينَ 171 ﴿ "Lalu Kami menyelamatkannya beserta keluarganya semua, kecuali seorang perempuan tua yang termasuk dalam golongan yang tinggal." Maksudnya, yang tinggal di dalam siksaan. Dia ada-lah istrinya. ﴾ ثُمَّ دَمَّرۡنَا ٱلۡأٓخَرِينَ 172 وَأَمۡطَرۡنَا عَلَيۡهِم مَّطَرٗاۖ ﴿ "Kemudian Kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka dengan hujan." Yaitu hujan batu dari Sijjil, ﴾ فَسَآءَ مَطَرُ ٱلۡمُنذَرِينَ ﴿ "Maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu." Mereka dibinasakan oleh Allah hingga ke akar-akarnya. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ 174 وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ 175 ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan se-sungguhnya Rabbmu, benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Asy-Syu'ara' 26:172

"Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul, ketika saudara mereka, Luth berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertak-wa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untuk-mu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.' Mereka menjawab, 'Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak ber-henti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir.' Luth berkata, 'Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu.' (Luth berdoa), 'Ya Tuhanku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan.' Lalu Kami selamat-kan dia beserta keluarganya semua, kecuali seorang perempuan tua (istrinya), yang termasuk dalam golongan yang tinggal. Kemudian Kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 160-175). (160-167) Dia (Luth) berkata kepada mereka, dan mereka pun mengatakan seperti yang dikatakan oleh kaum-kaum sebelum mereka. Hati mereka serupa dalam kekafiran, maka serupa pula perkataan-perkataan mereka. Dan mereka, beserta perbuatan syirik yang mereka lakukan juga melakukan perbuatan keji yang tidak pernah dilakukan oleh seorang manusia pun sebelumnya. Mereka lebih suka memilih mencabuli para laki-laki, (pencabulan) yang sangat menjijikkan lagi sangat busuk, dan mereka tidak menyukai istri-istri mereka yang diciptakan untuk mereka, karena sikap melampaui batas dan kezhaliman mereka. Dan Luth pun terus melarang mereka hingga ﴾ قَالُواْ لَئِن لَّمۡ تَنتَهِ يَٰلُوطُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُخۡرَجِينَ ﴿ "mereka menjawab, 'Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir." Yaitu dari negeri ini. (168-175) Setelah Luth melihat mereka terus melakukan kekejian itu, ﴾ قَالَ إِنِّي لِعَمَلِكُم مِّنَ ٱلۡقَالِينَ ﴿ "dia berkata, 'Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu'." Maksudnya, sangat tidak suka [padanya], melarang dan memperingatkannya. ﴾ رَبِّ نَجِّنِي وَأَهۡلِي مِمَّا يَعۡمَلُونَ ﴿ "(Luth berdoa), 'Ya Rabbku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan'," yaitu perbuatannya dan dari siksaannya. Maka Allah mengabulkan doanya. ﴾ فَنَجَّيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥٓ أَجۡمَعِينَ 170 إِلَّا عَجُوزٗا فِي ٱلۡغَٰبِرِينَ 171 ﴿ "Lalu Kami menyelamatkannya beserta keluarganya semua, kecuali seorang perempuan tua yang termasuk dalam golongan yang tinggal." Maksudnya, yang tinggal di dalam siksaan. Dia ada-lah istrinya. ﴾ ثُمَّ دَمَّرۡنَا ٱلۡأٓخَرِينَ 172 وَأَمۡطَرۡنَا عَلَيۡهِم مَّطَرٗاۖ ﴿ "Kemudian Kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka dengan hujan." Yaitu hujan batu dari Sijjil, ﴾ فَسَآءَ مَطَرُ ٱلۡمُنذَرِينَ ﴿ "Maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu." Mereka dibinasakan oleh Allah hingga ke akar-akarnya. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ 174 وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ 175 ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan se-sungguhnya Rabbmu, benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Asy-Syu'ara' 26:173

"Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul, ketika saudara mereka, Luth berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertak-wa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untuk-mu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.' Mereka menjawab, 'Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak ber-henti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir.' Luth berkata, 'Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu.' (Luth berdoa), 'Ya Tuhanku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan.' Lalu Kami selamat-kan dia beserta keluarganya semua, kecuali seorang perempuan tua (istrinya), yang termasuk dalam golongan yang tinggal. Kemudian Kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 160-175). (160-167) Dia (Luth) berkata kepada mereka, dan mereka pun mengatakan seperti yang dikatakan oleh kaum-kaum sebelum mereka. Hati mereka serupa dalam kekafiran, maka serupa pula perkataan-perkataan mereka. Dan mereka, beserta perbuatan syirik yang mereka lakukan juga melakukan perbuatan keji yang tidak pernah dilakukan oleh seorang manusia pun sebelumnya. Mereka lebih suka memilih mencabuli para laki-laki, (pencabulan) yang sangat menjijikkan lagi sangat busuk, dan mereka tidak menyukai istri-istri mereka yang diciptakan untuk mereka, karena sikap melampaui batas dan kezhaliman mereka. Dan Luth pun terus melarang mereka hingga ﴾ قَالُواْ لَئِن لَّمۡ تَنتَهِ يَٰلُوطُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُخۡرَجِينَ ﴿ "mereka menjawab, 'Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir." Yaitu dari negeri ini. (168-175) Setelah Luth melihat mereka terus melakukan kekejian itu, ﴾ قَالَ إِنِّي لِعَمَلِكُم مِّنَ ٱلۡقَالِينَ ﴿ "dia berkata, 'Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu'." Maksudnya, sangat tidak suka [padanya], melarang dan memperingatkannya. ﴾ رَبِّ نَجِّنِي وَأَهۡلِي مِمَّا يَعۡمَلُونَ ﴿ "(Luth berdoa), 'Ya Rabbku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan'," yaitu perbuatannya dan dari siksaannya. Maka Allah mengabulkan doanya. ﴾ فَنَجَّيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥٓ أَجۡمَعِينَ 170 إِلَّا عَجُوزٗا فِي ٱلۡغَٰبِرِينَ 171 ﴿ "Lalu Kami menyelamatkannya beserta keluarganya semua, kecuali seorang perempuan tua yang termasuk dalam golongan yang tinggal." Maksudnya, yang tinggal di dalam siksaan. Dia ada-lah istrinya. ﴾ ثُمَّ دَمَّرۡنَا ٱلۡأٓخَرِينَ 172 وَأَمۡطَرۡنَا عَلَيۡهِم مَّطَرٗاۖ ﴿ "Kemudian Kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka dengan hujan." Yaitu hujan batu dari Sijjil, ﴾ فَسَآءَ مَطَرُ ٱلۡمُنذَرِينَ ﴿ "Maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu." Mereka dibinasakan oleh Allah hingga ke akar-akarnya. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ 174 وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ 175 ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan se-sungguhnya Rabbmu, benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Asy-Syu'ara' 26:174

"Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul, ketika saudara mereka, Luth berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertak-wa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untuk-mu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.' Mereka menjawab, 'Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak ber-henti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir.' Luth berkata, 'Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu.' (Luth berdoa), 'Ya Tuhanku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan.' Lalu Kami selamat-kan dia beserta keluarganya semua, kecuali seorang perempuan tua (istrinya), yang termasuk dalam golongan yang tinggal. Kemudian Kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 160-175). (160-167) Dia (Luth) berkata kepada mereka, dan mereka pun mengatakan seperti yang dikatakan oleh kaum-kaum sebelum mereka. Hati mereka serupa dalam kekafiran, maka serupa pula perkataan-perkataan mereka. Dan mereka, beserta perbuatan syirik yang mereka lakukan juga melakukan perbuatan keji yang tidak pernah dilakukan oleh seorang manusia pun sebelumnya. Mereka lebih suka memilih mencabuli para laki-laki, (pencabulan) yang sangat menjijikkan lagi sangat busuk, dan mereka tidak menyukai istri-istri mereka yang diciptakan untuk mereka, karena sikap melampaui batas dan kezhaliman mereka. Dan Luth pun terus melarang mereka hingga ﴾ قَالُواْ لَئِن لَّمۡ تَنتَهِ يَٰلُوطُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُخۡرَجِينَ ﴿ "mereka menjawab, 'Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir." Yaitu dari negeri ini. (168-175) Setelah Luth melihat mereka terus melakukan kekejian itu, ﴾ قَالَ إِنِّي لِعَمَلِكُم مِّنَ ٱلۡقَالِينَ ﴿ "dia berkata, 'Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu'." Maksudnya, sangat tidak suka [padanya], melarang dan memperingatkannya. ﴾ رَبِّ نَجِّنِي وَأَهۡلِي مِمَّا يَعۡمَلُونَ ﴿ "(Luth berdoa), 'Ya Rabbku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan'," yaitu perbuatannya dan dari siksaannya. Maka Allah mengabulkan doanya. ﴾ فَنَجَّيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥٓ أَجۡمَعِينَ 170 إِلَّا عَجُوزٗا فِي ٱلۡغَٰبِرِينَ 171 ﴿ "Lalu Kami menyelamatkannya beserta keluarganya semua, kecuali seorang perempuan tua yang termasuk dalam golongan yang tinggal." Maksudnya, yang tinggal di dalam siksaan. Dia ada-lah istrinya. ﴾ ثُمَّ دَمَّرۡنَا ٱلۡأٓخَرِينَ 172 وَأَمۡطَرۡنَا عَلَيۡهِم مَّطَرٗاۖ ﴿ "Kemudian Kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka dengan hujan." Yaitu hujan batu dari Sijjil, ﴾ فَسَآءَ مَطَرُ ٱلۡمُنذَرِينَ ﴿ "Maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu." Mereka dibinasakan oleh Allah hingga ke akar-akarnya. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ 174 وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ 175 ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan se-sungguhnya Rabbmu, benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Asy-Syu'ara' 26:175

"Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul, ketika saudara mereka, Luth berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertak-wa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Mengapa kamu mendatangi jenis lelaki di antara manusia, dan kamu tinggalkan istri-istri yang dijadikan oleh Tuhanmu untuk-mu, bahkan kamu adalah orang-orang yang melampaui batas.' Mereka menjawab, 'Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak ber-henti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir.' Luth berkata, 'Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu.' (Luth berdoa), 'Ya Tuhanku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan.' Lalu Kami selamat-kan dia beserta keluarganya semua, kecuali seorang perempuan tua (istrinya), yang termasuk dalam golongan yang tinggal. Kemudian Kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka dengan hujan (batu) maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu, benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 160-175). (160-167) Dia (Luth) berkata kepada mereka, dan mereka pun mengatakan seperti yang dikatakan oleh kaum-kaum sebelum mereka. Hati mereka serupa dalam kekafiran, maka serupa pula perkataan-perkataan mereka. Dan mereka, beserta perbuatan syirik yang mereka lakukan juga melakukan perbuatan keji yang tidak pernah dilakukan oleh seorang manusia pun sebelumnya. Mereka lebih suka memilih mencabuli para laki-laki, (pencabulan) yang sangat menjijikkan lagi sangat busuk, dan mereka tidak menyukai istri-istri mereka yang diciptakan untuk mereka, karena sikap melampaui batas dan kezhaliman mereka. Dan Luth pun terus melarang mereka hingga ﴾ قَالُواْ لَئِن لَّمۡ تَنتَهِ يَٰلُوطُ لَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡمُخۡرَجِينَ ﴿ "mereka menjawab, 'Hai Luth, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti, benar-benar kamu termasuk orang-orang yang diusir." Yaitu dari negeri ini. (168-175) Setelah Luth melihat mereka terus melakukan kekejian itu, ﴾ قَالَ إِنِّي لِعَمَلِكُم مِّنَ ٱلۡقَالِينَ ﴿ "dia berkata, 'Sesungguhnya aku sangat benci kepada perbuatanmu'." Maksudnya, sangat tidak suka [padanya], melarang dan memperingatkannya. ﴾ رَبِّ نَجِّنِي وَأَهۡلِي مِمَّا يَعۡمَلُونَ ﴿ "(Luth berdoa), 'Ya Rabbku, selamatkanlah aku beserta keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan'," yaitu perbuatannya dan dari siksaannya. Maka Allah mengabulkan doanya. ﴾ فَنَجَّيۡنَٰهُ وَأَهۡلَهُۥٓ أَجۡمَعِينَ 170 إِلَّا عَجُوزٗا فِي ٱلۡغَٰبِرِينَ 171 ﴿ "Lalu Kami menyelamatkannya beserta keluarganya semua, kecuali seorang perempuan tua yang termasuk dalam golongan yang tinggal." Maksudnya, yang tinggal di dalam siksaan. Dia ada-lah istrinya. ﴾ ثُمَّ دَمَّرۡنَا ٱلۡأٓخَرِينَ 172 وَأَمۡطَرۡنَا عَلَيۡهِم مَّطَرٗاۖ ﴿ "Kemudian Kami binasakan yang lain. Dan Kami hujani mereka dengan hujan." Yaitu hujan batu dari Sijjil, ﴾ فَسَآءَ مَطَرُ ٱلۡمُنذَرِينَ ﴿ "Maka amat jeleklah hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu." Mereka dibinasakan oleh Allah hingga ke akar-akarnya. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ 174 وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ٱلرَّحِيمُ 175 ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat bukti-bukti yang nyata. Dan kebanyakan mereka tidak beriman. Dan se-sungguhnya Rabbmu, benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang."

Asy-Syu'ara' 26:176

"Penduduk Aikah telah mendustakan rasul-rasul; ketika Syu'aib berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepada-ku; dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Sem-purnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan; dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat keru-sakan; dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu.' Mereka berkata, 'Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir, dan tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin bahwa kamu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta. Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.' Syu'aib berkata, 'Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan.' Kemudian mereka mendustakan Syu'aib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 176-191). (176-180) Para penduduk Aikah adalah (penduduk) negeri yang penuh dengan kebun-kebun yang lebat dengan pepohonan. Mereka adalah penduduk negeri Madyan. Mereka mendustakan nabi mereka, yaitu Syu'aib yang datang dengan membawa ajaran yang dibawa oleh para rasul, ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ شُعَيۡبٌ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Ketika Syu'aib berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa'," kepada Allah سبحانه وتعالى, lalu meninggalkan segala apa yang dapat membuatNya murka dan benci, seperti kekafiran dan kemaksiatan, ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ ﴿ "Se-sungguhnya aku adalah seorang rasul untuk kalian, yang terpercaya," yang semua itu berkonsekuensi agar kalian bertakwa kepada Allah dan taat kepadaku. (181-184) Beserta kesyirikan yang mereka lakukan, mereka juga mencurangi takaran dan timbangan. Oleh karena itu, Syu'aib berkata kepada mereka, ﴾ أَوۡفُواْ ٱلۡكَيۡلَ ﴿ "Tunaikanlah takaran," maksudnya, sempurnakan dan lengkapilah ia, ﴾ وَلَا تَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُخۡسِرِينَ ﴿ "dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan," yaitu orang-orang yang mengurangi harta orang lain dan merampasnya dengan mencu-rangi takaran dan timbangan. ﴾ وَزِنُواْ بِٱلۡقِسۡطَاسِ ٱلۡمُسۡتَقِيمِ ﴿ "Dan timbanglah dengan timbangan yang lurus." Maksudnya, dengan timbangan yang adil, tidak miring. ﴾ وَٱتَّقُواْ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلۡجِبِلَّةَ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu." Mak-sudnya, manusia-manusia terdahulu. Sebagaimana Dia bersen-dirian menciptakan kalian dan menciptakan orang-orang sebelum kalian, tanpa ada sekutu bagiNya dalam hal ini, maka dari itu esakanlah Dia dengan ibadah dan tauhid. Sebagaimana Dia telah memberi kalian karunia berupa menciptakan kalian dan membekali kalian dengan berbagai nikmat, maka balaslah nikmat itu dengan bersyukur kepadaNya. (185-187) Mereka berkata kepadanya dengan sikap men-dustakan dan menolak perkataannya, ﴾ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ﴿ "Sesung-guhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir." Sesungguhnya engkau berbicara dengan pembicaraan orang-orang yang terkena sihir yang intinya pembicaraanmu tidak perlu digubris, ﴾ وَمَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا ﴿ "dan tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami." Jadi, kamu sama sekali tidak punya kelebihan yang spesial (khusus) mengungguli kami, sehingga (mau-maunya) kamu meng-ajak kami untuk mengikutimu. Ini sama seperti perkataan kaum sebelum dan sesudah mereka yang menentang para rasul dengan syubhat tersebut, yang selalu mereka kemukakan, lakukan dan se-pakati, karena kesamaan mereka dalam kekafiran dan keserupaan hati mereka! Para rasul itu menjawab mereka dengan ungkapan, ﴾ إِن نَّحۡنُ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ ﴿ "Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberikan karunia kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya." (Ibrahim: 11). ﴾ وَإِن نَّظُنُّكَ لَمِنَ ٱلۡكَٰذِبِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya kami meyakinimu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta." Ini adalah sikap lancang, kezhaliman dan perkataan dusta mereka. Mereka sudah sepakat untuk melawan Nabi. Karena sesungguhnya tidak seorang rasul pun yang menghadapi kaumnya, mengajak mereka, berdialog dan berdebat dengan mereka melainkan pasti Allah سبحانه وتعالى telah memper-lihatkan bukti-bukti (mukjizat) melaluinya yang dapat mereka gunakan untuk meyakini kejujurannya, keamanahannya, terutama nabi Syu'aib عليه السلام yang dijuluki orator (singa podium) para nabi, karena sangat baiknya dia dalam menghadapi kaumnya dan men-debat mereka dengan cara yang terbaik. Kaumnya pun sudah me-yakini kejujurannya dan meyakini bahwa yang diajarkannya itu haq (benar), akan tetapi pemberitaan yang mereka lakukan tentang kedustaan Syu'aib adalah kedustaan dari mereka sendiri. ﴾ فَأَسۡقِطۡ عَلَيۡنَا كِسَفٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ﴿ "Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit," maksudnya, sepotong azab yang dapat menghabisi kami, ﴾ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "jika kamu termasuk orang-orang yang benar." Ini juga sama dengan perkataan orang-orang yang sejalan dengan mereka, ﴾ وَإِذۡ قَالُواْ ٱللَّهُمَّ إِن كَانَ هَٰذَا هُوَ ٱلۡحَقَّ مِنۡ عِندِكَ فَأَمۡطِرۡ عَلَيۡنَا حِجَارَةٗ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ أَوِ ٱئۡتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٖ 32 ﴿ "Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, 'Ya Allah, jika betul (al-Qur`an) ini benar dari sisiMu, maka hujanilah kami batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih'." (Al-Anfal: 32), atau mereka (memang) meminta sebagian bukti-bukti yang mereka usulkan yang mana apa yang mereka minta itu tidak harus dipenuhi. (188) ﴾ قَالَ رَبِّيٓ أَعۡلَمُ بِمَا تَعۡمَلُونَ ﴿ "Syu'aib عليه السلام berkata, 'Rabbku lebih mengetahui apa yang kalian kerjakan'." Maksudnya, turunnya azab dan terjadinya bukti-bukti yang diusulkan itu bukan aku yang mendatangkannya atau menimpakannya kepada kalian, kewa-jibanku tidak lain hanyalah menyampaikan kepada kalian dan menasihati kalian, dan sungguh aku pun telah melakukannya. Dan yang berwenang mendatangkannya adalah Rabbku Yang Maha Mengetahui perbuatan dan keadaan kalian, yang akan memberikan balasan dan akan menghisab (perhitungan amal) kalian. (189-191) ﴾ فَكَذَّبُوهُ ﴿ "Kemudian mereka mendustakannya." Mak-sudnya, pendustaan telah menjadi karakter mereka, dan kekafiran telah menjadi kebiasaan bagi mereka, hingga bukti-bukti apa pun sama sekali tidak bermanfaat bagi mereka dan tidak ada lagi jalan yang terbaik bagi mereka selain turunnya azab. ﴾ فَأَخَذَهُمۡ عَذَابُ يَوۡمِ ٱلظُّلَّةِۚ ﴿ "Lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan." Mereka dinaungi oleh segumpal awan, dan mereka berkumpul di bawah-nya sambil menikmati naungannya yang sesungguhnya bukan pemberi naungan. Lalu kilat itu membakar mereka dengan azab, maka mereka akhirnya mati dan meninggalkan kampung halaman-nya, dan mereka menempati negeri kesengsaran dan azab.﴾ إِنَّهُۥ كَانَ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٍ ﴿ "Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar." Tidak ada pengembalian lagi bagi mereka ke dunia sehingga mereka bisa memperbarui amal mereka, sedangkan azab tidak pernah dihenti-kan sesaat pun dari mereka, dan tidak pula mereka ditangguhkan. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda," yang membuktikan kejujuran Syu'aib dan kebenaran ajaran yang diserukannya, serta kebatilan penolakan kaumnya ter-hadapnya, ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ﴿ "tetapi kebanyakan mereka tidak beriman," sekalipun mereka sudah melihat bukti-bukti kebenaran, sebab me-reka sama sekali tidak memiliki kesucian dan tidak pula kebaikan. ﴾ وَمَآ أَكۡثَرُ ٱلنَّاسِ وَلَوۡ حَرَصۡتَ بِمُؤۡمِنِينَ 103 ﴿ "Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya." (Yusuf: 103). ﴾ وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa, yang dengan kekuatanNya, Dia dapat ter-hindar dari jangkauan siapa pun dan dari tindasan setiap makhluk. ﴾ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "Lagi Maha Penyayang," yang rahmat (kasih sayang) adalah sifatNya, yang di antara pengaruhnya adalah seluruh kebaikan yang ada di dunia dan akhirat semenjak Allah menciptakan alam ini hingga tidak ada batasnya; dan di antara keperkasaanNya ada-lah Dia telah membinasakan musuh-musuhNya saat mereka men-dustakan para rasulNya; sedangkan yang termasuk rahmatNya adalah Dia menyelamatkan para wali (kekasih)Nya dan orang-orang Mukmin yang mengikutinya.

Asy-Syu'ara' 26:177

"Penduduk Aikah telah mendustakan rasul-rasul; ketika Syu'aib berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepada-ku; dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Sem-purnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan; dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat keru-sakan; dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu.' Mereka berkata, 'Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir, dan tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin bahwa kamu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta. Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.' Syu'aib berkata, 'Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan.' Kemudian mereka mendustakan Syu'aib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 176-191). (176-180) Para penduduk Aikah adalah (penduduk) negeri yang penuh dengan kebun-kebun yang lebat dengan pepohonan. Mereka adalah penduduk negeri Madyan. Mereka mendustakan nabi mereka, yaitu Syu'aib yang datang dengan membawa ajaran yang dibawa oleh para rasul, ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ شُعَيۡبٌ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Ketika Syu'aib berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa'," kepada Allah سبحانه وتعالى, lalu meninggalkan segala apa yang dapat membuatNya murka dan benci, seperti kekafiran dan kemaksiatan, ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ ﴿ "Se-sungguhnya aku adalah seorang rasul untuk kalian, yang terpercaya," yang semua itu berkonsekuensi agar kalian bertakwa kepada Allah dan taat kepadaku. (181-184) Beserta kesyirikan yang mereka lakukan, mereka juga mencurangi takaran dan timbangan. Oleh karena itu, Syu'aib berkata kepada mereka, ﴾ أَوۡفُواْ ٱلۡكَيۡلَ ﴿ "Tunaikanlah takaran," maksudnya, sempurnakan dan lengkapilah ia, ﴾ وَلَا تَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُخۡسِرِينَ ﴿ "dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan," yaitu orang-orang yang mengurangi harta orang lain dan merampasnya dengan mencu-rangi takaran dan timbangan. ﴾ وَزِنُواْ بِٱلۡقِسۡطَاسِ ٱلۡمُسۡتَقِيمِ ﴿ "Dan timbanglah dengan timbangan yang lurus." Maksudnya, dengan timbangan yang adil, tidak miring. ﴾ وَٱتَّقُواْ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلۡجِبِلَّةَ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu." Mak-sudnya, manusia-manusia terdahulu. Sebagaimana Dia bersen-dirian menciptakan kalian dan menciptakan orang-orang sebelum kalian, tanpa ada sekutu bagiNya dalam hal ini, maka dari itu esakanlah Dia dengan ibadah dan tauhid. Sebagaimana Dia telah memberi kalian karunia berupa menciptakan kalian dan membekali kalian dengan berbagai nikmat, maka balaslah nikmat itu dengan bersyukur kepadaNya. (185-187) Mereka berkata kepadanya dengan sikap men-dustakan dan menolak perkataannya, ﴾ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ﴿ "Sesung-guhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir." Sesungguhnya engkau berbicara dengan pembicaraan orang-orang yang terkena sihir yang intinya pembicaraanmu tidak perlu digubris, ﴾ وَمَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا ﴿ "dan tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami." Jadi, kamu sama sekali tidak punya kelebihan yang spesial (khusus) mengungguli kami, sehingga (mau-maunya) kamu meng-ajak kami untuk mengikutimu. Ini sama seperti perkataan kaum sebelum dan sesudah mereka yang menentang para rasul dengan syubhat tersebut, yang selalu mereka kemukakan, lakukan dan se-pakati, karena kesamaan mereka dalam kekafiran dan keserupaan hati mereka! Para rasul itu menjawab mereka dengan ungkapan, ﴾ إِن نَّحۡنُ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ ﴿ "Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberikan karunia kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya." (Ibrahim: 11). ﴾ وَإِن نَّظُنُّكَ لَمِنَ ٱلۡكَٰذِبِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya kami meyakinimu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta." Ini adalah sikap lancang, kezhaliman dan perkataan dusta mereka. Mereka sudah sepakat untuk melawan Nabi. Karena sesungguhnya tidak seorang rasul pun yang menghadapi kaumnya, mengajak mereka, berdialog dan berdebat dengan mereka melainkan pasti Allah سبحانه وتعالى telah memper-lihatkan bukti-bukti (mukjizat) melaluinya yang dapat mereka gunakan untuk meyakini kejujurannya, keamanahannya, terutama nabi Syu'aib عليه السلام yang dijuluki orator (singa podium) para nabi, karena sangat baiknya dia dalam menghadapi kaumnya dan men-debat mereka dengan cara yang terbaik. Kaumnya pun sudah me-yakini kejujurannya dan meyakini bahwa yang diajarkannya itu haq (benar), akan tetapi pemberitaan yang mereka lakukan tentang kedustaan Syu'aib adalah kedustaan dari mereka sendiri. ﴾ فَأَسۡقِطۡ عَلَيۡنَا كِسَفٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ﴿ "Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit," maksudnya, sepotong azab yang dapat menghabisi kami, ﴾ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "jika kamu termasuk orang-orang yang benar." Ini juga sama dengan perkataan orang-orang yang sejalan dengan mereka, ﴾ وَإِذۡ قَالُواْ ٱللَّهُمَّ إِن كَانَ هَٰذَا هُوَ ٱلۡحَقَّ مِنۡ عِندِكَ فَأَمۡطِرۡ عَلَيۡنَا حِجَارَةٗ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ أَوِ ٱئۡتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٖ 32 ﴿ "Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, 'Ya Allah, jika betul (al-Qur`an) ini benar dari sisiMu, maka hujanilah kami batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih'." (Al-Anfal: 32), atau mereka (memang) meminta sebagian bukti-bukti yang mereka usulkan yang mana apa yang mereka minta itu tidak harus dipenuhi. (188) ﴾ قَالَ رَبِّيٓ أَعۡلَمُ بِمَا تَعۡمَلُونَ ﴿ "Syu'aib عليه السلام berkata, 'Rabbku lebih mengetahui apa yang kalian kerjakan'." Maksudnya, turunnya azab dan terjadinya bukti-bukti yang diusulkan itu bukan aku yang mendatangkannya atau menimpakannya kepada kalian, kewa-jibanku tidak lain hanyalah menyampaikan kepada kalian dan menasihati kalian, dan sungguh aku pun telah melakukannya. Dan yang berwenang mendatangkannya adalah Rabbku Yang Maha Mengetahui perbuatan dan keadaan kalian, yang akan memberikan balasan dan akan menghisab (perhitungan amal) kalian. (189-191) ﴾ فَكَذَّبُوهُ ﴿ "Kemudian mereka mendustakannya." Mak-sudnya, pendustaan telah menjadi karakter mereka, dan kekafiran telah menjadi kebiasaan bagi mereka, hingga bukti-bukti apa pun sama sekali tidak bermanfaat bagi mereka dan tidak ada lagi jalan yang terbaik bagi mereka selain turunnya azab. ﴾ فَأَخَذَهُمۡ عَذَابُ يَوۡمِ ٱلظُّلَّةِۚ ﴿ "Lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan." Mereka dinaungi oleh segumpal awan, dan mereka berkumpul di bawah-nya sambil menikmati naungannya yang sesungguhnya bukan pemberi naungan. Lalu kilat itu membakar mereka dengan azab, maka mereka akhirnya mati dan meninggalkan kampung halaman-nya, dan mereka menempati negeri kesengsaran dan azab.﴾ إِنَّهُۥ كَانَ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٍ ﴿ "Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar." Tidak ada pengembalian lagi bagi mereka ke dunia sehingga mereka bisa memperbarui amal mereka, sedangkan azab tidak pernah dihenti-kan sesaat pun dari mereka, dan tidak pula mereka ditangguhkan. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda," yang membuktikan kejujuran Syu'aib dan kebenaran ajaran yang diserukannya, serta kebatilan penolakan kaumnya ter-hadapnya, ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ﴿ "tetapi kebanyakan mereka tidak beriman," sekalipun mereka sudah melihat bukti-bukti kebenaran, sebab me-reka sama sekali tidak memiliki kesucian dan tidak pula kebaikan. ﴾ وَمَآ أَكۡثَرُ ٱلنَّاسِ وَلَوۡ حَرَصۡتَ بِمُؤۡمِنِينَ 103 ﴿ "Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya." (Yusuf: 103). ﴾ وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa, yang dengan kekuatanNya, Dia dapat ter-hindar dari jangkauan siapa pun dan dari tindasan setiap makhluk. ﴾ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "Lagi Maha Penyayang," yang rahmat (kasih sayang) adalah sifatNya, yang di antara pengaruhnya adalah seluruh kebaikan yang ada di dunia dan akhirat semenjak Allah menciptakan alam ini hingga tidak ada batasnya; dan di antara keperkasaanNya ada-lah Dia telah membinasakan musuh-musuhNya saat mereka men-dustakan para rasulNya; sedangkan yang termasuk rahmatNya adalah Dia menyelamatkan para wali (kekasih)Nya dan orang-orang Mukmin yang mengikutinya.

Asy-Syu'ara' 26:178

"Penduduk Aikah telah mendustakan rasul-rasul; ketika Syu'aib berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepada-ku; dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Sem-purnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan; dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat keru-sakan; dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu.' Mereka berkata, 'Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir, dan tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin bahwa kamu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta. Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.' Syu'aib berkata, 'Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan.' Kemudian mereka mendustakan Syu'aib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 176-191). (176-180) Para penduduk Aikah adalah (penduduk) negeri yang penuh dengan kebun-kebun yang lebat dengan pepohonan. Mereka adalah penduduk negeri Madyan. Mereka mendustakan nabi mereka, yaitu Syu'aib yang datang dengan membawa ajaran yang dibawa oleh para rasul, ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ شُعَيۡبٌ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Ketika Syu'aib berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa'," kepada Allah سبحانه وتعالى, lalu meninggalkan segala apa yang dapat membuatNya murka dan benci, seperti kekafiran dan kemaksiatan, ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ ﴿ "Se-sungguhnya aku adalah seorang rasul untuk kalian, yang terpercaya," yang semua itu berkonsekuensi agar kalian bertakwa kepada Allah dan taat kepadaku. (181-184) Beserta kesyirikan yang mereka lakukan, mereka juga mencurangi takaran dan timbangan. Oleh karena itu, Syu'aib berkata kepada mereka, ﴾ أَوۡفُواْ ٱلۡكَيۡلَ ﴿ "Tunaikanlah takaran," maksudnya, sempurnakan dan lengkapilah ia, ﴾ وَلَا تَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُخۡسِرِينَ ﴿ "dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan," yaitu orang-orang yang mengurangi harta orang lain dan merampasnya dengan mencu-rangi takaran dan timbangan. ﴾ وَزِنُواْ بِٱلۡقِسۡطَاسِ ٱلۡمُسۡتَقِيمِ ﴿ "Dan timbanglah dengan timbangan yang lurus." Maksudnya, dengan timbangan yang adil, tidak miring. ﴾ وَٱتَّقُواْ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلۡجِبِلَّةَ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu." Mak-sudnya, manusia-manusia terdahulu. Sebagaimana Dia bersen-dirian menciptakan kalian dan menciptakan orang-orang sebelum kalian, tanpa ada sekutu bagiNya dalam hal ini, maka dari itu esakanlah Dia dengan ibadah dan tauhid. Sebagaimana Dia telah memberi kalian karunia berupa menciptakan kalian dan membekali kalian dengan berbagai nikmat, maka balaslah nikmat itu dengan bersyukur kepadaNya. (185-187) Mereka berkata kepadanya dengan sikap men-dustakan dan menolak perkataannya, ﴾ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ﴿ "Sesung-guhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir." Sesungguhnya engkau berbicara dengan pembicaraan orang-orang yang terkena sihir yang intinya pembicaraanmu tidak perlu digubris, ﴾ وَمَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا ﴿ "dan tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami." Jadi, kamu sama sekali tidak punya kelebihan yang spesial (khusus) mengungguli kami, sehingga (mau-maunya) kamu meng-ajak kami untuk mengikutimu. Ini sama seperti perkataan kaum sebelum dan sesudah mereka yang menentang para rasul dengan syubhat tersebut, yang selalu mereka kemukakan, lakukan dan se-pakati, karena kesamaan mereka dalam kekafiran dan keserupaan hati mereka! Para rasul itu menjawab mereka dengan ungkapan, ﴾ إِن نَّحۡنُ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ ﴿ "Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberikan karunia kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya." (Ibrahim: 11). ﴾ وَإِن نَّظُنُّكَ لَمِنَ ٱلۡكَٰذِبِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya kami meyakinimu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta." Ini adalah sikap lancang, kezhaliman dan perkataan dusta mereka. Mereka sudah sepakat untuk melawan Nabi. Karena sesungguhnya tidak seorang rasul pun yang menghadapi kaumnya, mengajak mereka, berdialog dan berdebat dengan mereka melainkan pasti Allah سبحانه وتعالى telah memper-lihatkan bukti-bukti (mukjizat) melaluinya yang dapat mereka gunakan untuk meyakini kejujurannya, keamanahannya, terutama nabi Syu'aib عليه السلام yang dijuluki orator (singa podium) para nabi, karena sangat baiknya dia dalam menghadapi kaumnya dan men-debat mereka dengan cara yang terbaik. Kaumnya pun sudah me-yakini kejujurannya dan meyakini bahwa yang diajarkannya itu haq (benar), akan tetapi pemberitaan yang mereka lakukan tentang kedustaan Syu'aib adalah kedustaan dari mereka sendiri. ﴾ فَأَسۡقِطۡ عَلَيۡنَا كِسَفٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ﴿ "Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit," maksudnya, sepotong azab yang dapat menghabisi kami, ﴾ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "jika kamu termasuk orang-orang yang benar." Ini juga sama dengan perkataan orang-orang yang sejalan dengan mereka, ﴾ وَإِذۡ قَالُواْ ٱللَّهُمَّ إِن كَانَ هَٰذَا هُوَ ٱلۡحَقَّ مِنۡ عِندِكَ فَأَمۡطِرۡ عَلَيۡنَا حِجَارَةٗ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ أَوِ ٱئۡتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٖ 32 ﴿ "Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, 'Ya Allah, jika betul (al-Qur`an) ini benar dari sisiMu, maka hujanilah kami batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih'." (Al-Anfal: 32), atau mereka (memang) meminta sebagian bukti-bukti yang mereka usulkan yang mana apa yang mereka minta itu tidak harus dipenuhi. (188) ﴾ قَالَ رَبِّيٓ أَعۡلَمُ بِمَا تَعۡمَلُونَ ﴿ "Syu'aib عليه السلام berkata, 'Rabbku lebih mengetahui apa yang kalian kerjakan'." Maksudnya, turunnya azab dan terjadinya bukti-bukti yang diusulkan itu bukan aku yang mendatangkannya atau menimpakannya kepada kalian, kewa-jibanku tidak lain hanyalah menyampaikan kepada kalian dan menasihati kalian, dan sungguh aku pun telah melakukannya. Dan yang berwenang mendatangkannya adalah Rabbku Yang Maha Mengetahui perbuatan dan keadaan kalian, yang akan memberikan balasan dan akan menghisab (perhitungan amal) kalian. (189-191) ﴾ فَكَذَّبُوهُ ﴿ "Kemudian mereka mendustakannya." Mak-sudnya, pendustaan telah menjadi karakter mereka, dan kekafiran telah menjadi kebiasaan bagi mereka, hingga bukti-bukti apa pun sama sekali tidak bermanfaat bagi mereka dan tidak ada lagi jalan yang terbaik bagi mereka selain turunnya azab. ﴾ فَأَخَذَهُمۡ عَذَابُ يَوۡمِ ٱلظُّلَّةِۚ ﴿ "Lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan." Mereka dinaungi oleh segumpal awan, dan mereka berkumpul di bawah-nya sambil menikmati naungannya yang sesungguhnya bukan pemberi naungan. Lalu kilat itu membakar mereka dengan azab, maka mereka akhirnya mati dan meninggalkan kampung halaman-nya, dan mereka menempati negeri kesengsaran dan azab.﴾ إِنَّهُۥ كَانَ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٍ ﴿ "Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar." Tidak ada pengembalian lagi bagi mereka ke dunia sehingga mereka bisa memperbarui amal mereka, sedangkan azab tidak pernah dihenti-kan sesaat pun dari mereka, dan tidak pula mereka ditangguhkan. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda," yang membuktikan kejujuran Syu'aib dan kebenaran ajaran yang diserukannya, serta kebatilan penolakan kaumnya ter-hadapnya, ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ﴿ "tetapi kebanyakan mereka tidak beriman," sekalipun mereka sudah melihat bukti-bukti kebenaran, sebab me-reka sama sekali tidak memiliki kesucian dan tidak pula kebaikan. ﴾ وَمَآ أَكۡثَرُ ٱلنَّاسِ وَلَوۡ حَرَصۡتَ بِمُؤۡمِنِينَ 103 ﴿ "Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya." (Yusuf: 103). ﴾ وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa, yang dengan kekuatanNya, Dia dapat ter-hindar dari jangkauan siapa pun dan dari tindasan setiap makhluk. ﴾ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "Lagi Maha Penyayang," yang rahmat (kasih sayang) adalah sifatNya, yang di antara pengaruhnya adalah seluruh kebaikan yang ada di dunia dan akhirat semenjak Allah menciptakan alam ini hingga tidak ada batasnya; dan di antara keperkasaanNya ada-lah Dia telah membinasakan musuh-musuhNya saat mereka men-dustakan para rasulNya; sedangkan yang termasuk rahmatNya adalah Dia menyelamatkan para wali (kekasih)Nya dan orang-orang Mukmin yang mengikutinya.

Asy-Syu'ara' 26:179

"Penduduk Aikah telah mendustakan rasul-rasul; ketika Syu'aib berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepada-ku; dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Sem-purnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan; dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat keru-sakan; dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu.' Mereka berkata, 'Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir, dan tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin bahwa kamu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta. Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.' Syu'aib berkata, 'Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan.' Kemudian mereka mendustakan Syu'aib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 176-191). (176-180) Para penduduk Aikah adalah (penduduk) negeri yang penuh dengan kebun-kebun yang lebat dengan pepohonan. Mereka adalah penduduk negeri Madyan. Mereka mendustakan nabi mereka, yaitu Syu'aib yang datang dengan membawa ajaran yang dibawa oleh para rasul, ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ شُعَيۡبٌ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Ketika Syu'aib berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa'," kepada Allah سبحانه وتعالى, lalu meninggalkan segala apa yang dapat membuatNya murka dan benci, seperti kekafiran dan kemaksiatan, ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ ﴿ "Se-sungguhnya aku adalah seorang rasul untuk kalian, yang terpercaya," yang semua itu berkonsekuensi agar kalian bertakwa kepada Allah dan taat kepadaku. (181-184) Beserta kesyirikan yang mereka lakukan, mereka juga mencurangi takaran dan timbangan. Oleh karena itu, Syu'aib berkata kepada mereka, ﴾ أَوۡفُواْ ٱلۡكَيۡلَ ﴿ "Tunaikanlah takaran," maksudnya, sempurnakan dan lengkapilah ia, ﴾ وَلَا تَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُخۡسِرِينَ ﴿ "dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan," yaitu orang-orang yang mengurangi harta orang lain dan merampasnya dengan mencu-rangi takaran dan timbangan. ﴾ وَزِنُواْ بِٱلۡقِسۡطَاسِ ٱلۡمُسۡتَقِيمِ ﴿ "Dan timbanglah dengan timbangan yang lurus." Maksudnya, dengan timbangan yang adil, tidak miring. ﴾ وَٱتَّقُواْ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلۡجِبِلَّةَ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu." Mak-sudnya, manusia-manusia terdahulu. Sebagaimana Dia bersen-dirian menciptakan kalian dan menciptakan orang-orang sebelum kalian, tanpa ada sekutu bagiNya dalam hal ini, maka dari itu esakanlah Dia dengan ibadah dan tauhid. Sebagaimana Dia telah memberi kalian karunia berupa menciptakan kalian dan membekali kalian dengan berbagai nikmat, maka balaslah nikmat itu dengan bersyukur kepadaNya. (185-187) Mereka berkata kepadanya dengan sikap men-dustakan dan menolak perkataannya, ﴾ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ﴿ "Sesung-guhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir." Sesungguhnya engkau berbicara dengan pembicaraan orang-orang yang terkena sihir yang intinya pembicaraanmu tidak perlu digubris, ﴾ وَمَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا ﴿ "dan tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami." Jadi, kamu sama sekali tidak punya kelebihan yang spesial (khusus) mengungguli kami, sehingga (mau-maunya) kamu meng-ajak kami untuk mengikutimu. Ini sama seperti perkataan kaum sebelum dan sesudah mereka yang menentang para rasul dengan syubhat tersebut, yang selalu mereka kemukakan, lakukan dan se-pakati, karena kesamaan mereka dalam kekafiran dan keserupaan hati mereka! Para rasul itu menjawab mereka dengan ungkapan, ﴾ إِن نَّحۡنُ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ ﴿ "Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberikan karunia kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya." (Ibrahim: 11). ﴾ وَإِن نَّظُنُّكَ لَمِنَ ٱلۡكَٰذِبِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya kami meyakinimu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta." Ini adalah sikap lancang, kezhaliman dan perkataan dusta mereka. Mereka sudah sepakat untuk melawan Nabi. Karena sesungguhnya tidak seorang rasul pun yang menghadapi kaumnya, mengajak mereka, berdialog dan berdebat dengan mereka melainkan pasti Allah سبحانه وتعالى telah memper-lihatkan bukti-bukti (mukjizat) melaluinya yang dapat mereka gunakan untuk meyakini kejujurannya, keamanahannya, terutama nabi Syu'aib عليه السلام yang dijuluki orator (singa podium) para nabi, karena sangat baiknya dia dalam menghadapi kaumnya dan men-debat mereka dengan cara yang terbaik. Kaumnya pun sudah me-yakini kejujurannya dan meyakini bahwa yang diajarkannya itu haq (benar), akan tetapi pemberitaan yang mereka lakukan tentang kedustaan Syu'aib adalah kedustaan dari mereka sendiri. ﴾ فَأَسۡقِطۡ عَلَيۡنَا كِسَفٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ﴿ "Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit," maksudnya, sepotong azab yang dapat menghabisi kami, ﴾ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "jika kamu termasuk orang-orang yang benar." Ini juga sama dengan perkataan orang-orang yang sejalan dengan mereka, ﴾ وَإِذۡ قَالُواْ ٱللَّهُمَّ إِن كَانَ هَٰذَا هُوَ ٱلۡحَقَّ مِنۡ عِندِكَ فَأَمۡطِرۡ عَلَيۡنَا حِجَارَةٗ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ أَوِ ٱئۡتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٖ 32 ﴿ "Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, 'Ya Allah, jika betul (al-Qur`an) ini benar dari sisiMu, maka hujanilah kami batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih'." (Al-Anfal: 32), atau mereka (memang) meminta sebagian bukti-bukti yang mereka usulkan yang mana apa yang mereka minta itu tidak harus dipenuhi. (188) ﴾ قَالَ رَبِّيٓ أَعۡلَمُ بِمَا تَعۡمَلُونَ ﴿ "Syu'aib عليه السلام berkata, 'Rabbku lebih mengetahui apa yang kalian kerjakan'." Maksudnya, turunnya azab dan terjadinya bukti-bukti yang diusulkan itu bukan aku yang mendatangkannya atau menimpakannya kepada kalian, kewa-jibanku tidak lain hanyalah menyampaikan kepada kalian dan menasihati kalian, dan sungguh aku pun telah melakukannya. Dan yang berwenang mendatangkannya adalah Rabbku Yang Maha Mengetahui perbuatan dan keadaan kalian, yang akan memberikan balasan dan akan menghisab (perhitungan amal) kalian. (189-191) ﴾ فَكَذَّبُوهُ ﴿ "Kemudian mereka mendustakannya." Mak-sudnya, pendustaan telah menjadi karakter mereka, dan kekafiran telah menjadi kebiasaan bagi mereka, hingga bukti-bukti apa pun sama sekali tidak bermanfaat bagi mereka dan tidak ada lagi jalan yang terbaik bagi mereka selain turunnya azab. ﴾ فَأَخَذَهُمۡ عَذَابُ يَوۡمِ ٱلظُّلَّةِۚ ﴿ "Lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan." Mereka dinaungi oleh segumpal awan, dan mereka berkumpul di bawah-nya sambil menikmati naungannya yang sesungguhnya bukan pemberi naungan. Lalu kilat itu membakar mereka dengan azab, maka mereka akhirnya mati dan meninggalkan kampung halaman-nya, dan mereka menempati negeri kesengsaran dan azab.﴾ إِنَّهُۥ كَانَ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٍ ﴿ "Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar." Tidak ada pengembalian lagi bagi mereka ke dunia sehingga mereka bisa memperbarui amal mereka, sedangkan azab tidak pernah dihenti-kan sesaat pun dari mereka, dan tidak pula mereka ditangguhkan. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda," yang membuktikan kejujuran Syu'aib dan kebenaran ajaran yang diserukannya, serta kebatilan penolakan kaumnya ter-hadapnya, ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ﴿ "tetapi kebanyakan mereka tidak beriman," sekalipun mereka sudah melihat bukti-bukti kebenaran, sebab me-reka sama sekali tidak memiliki kesucian dan tidak pula kebaikan. ﴾ وَمَآ أَكۡثَرُ ٱلنَّاسِ وَلَوۡ حَرَصۡتَ بِمُؤۡمِنِينَ 103 ﴿ "Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya." (Yusuf: 103). ﴾ وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa, yang dengan kekuatanNya, Dia dapat ter-hindar dari jangkauan siapa pun dan dari tindasan setiap makhluk. ﴾ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "Lagi Maha Penyayang," yang rahmat (kasih sayang) adalah sifatNya, yang di antara pengaruhnya adalah seluruh kebaikan yang ada di dunia dan akhirat semenjak Allah menciptakan alam ini hingga tidak ada batasnya; dan di antara keperkasaanNya ada-lah Dia telah membinasakan musuh-musuhNya saat mereka men-dustakan para rasulNya; sedangkan yang termasuk rahmatNya adalah Dia menyelamatkan para wali (kekasih)Nya dan orang-orang Mukmin yang mengikutinya.

Asy-Syu'ara' 26:180

"Penduduk Aikah telah mendustakan rasul-rasul; ketika Syu'aib berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepada-ku; dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Sem-purnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan; dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat keru-sakan; dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu.' Mereka berkata, 'Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir, dan tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin bahwa kamu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta. Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.' Syu'aib berkata, 'Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan.' Kemudian mereka mendustakan Syu'aib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 176-191). (176-180) Para penduduk Aikah adalah (penduduk) negeri yang penuh dengan kebun-kebun yang lebat dengan pepohonan. Mereka adalah penduduk negeri Madyan. Mereka mendustakan nabi mereka, yaitu Syu'aib yang datang dengan membawa ajaran yang dibawa oleh para rasul, ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ شُعَيۡبٌ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Ketika Syu'aib berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa'," kepada Allah سبحانه وتعالى, lalu meninggalkan segala apa yang dapat membuatNya murka dan benci, seperti kekafiran dan kemaksiatan, ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ ﴿ "Se-sungguhnya aku adalah seorang rasul untuk kalian, yang terpercaya," yang semua itu berkonsekuensi agar kalian bertakwa kepada Allah dan taat kepadaku. (181-184) Beserta kesyirikan yang mereka lakukan, mereka juga mencurangi takaran dan timbangan. Oleh karena itu, Syu'aib berkata kepada mereka, ﴾ أَوۡفُواْ ٱلۡكَيۡلَ ﴿ "Tunaikanlah takaran," maksudnya, sempurnakan dan lengkapilah ia, ﴾ وَلَا تَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُخۡسِرِينَ ﴿ "dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan," yaitu orang-orang yang mengurangi harta orang lain dan merampasnya dengan mencu-rangi takaran dan timbangan. ﴾ وَزِنُواْ بِٱلۡقِسۡطَاسِ ٱلۡمُسۡتَقِيمِ ﴿ "Dan timbanglah dengan timbangan yang lurus." Maksudnya, dengan timbangan yang adil, tidak miring. ﴾ وَٱتَّقُواْ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلۡجِبِلَّةَ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu." Mak-sudnya, manusia-manusia terdahulu. Sebagaimana Dia bersen-dirian menciptakan kalian dan menciptakan orang-orang sebelum kalian, tanpa ada sekutu bagiNya dalam hal ini, maka dari itu esakanlah Dia dengan ibadah dan tauhid. Sebagaimana Dia telah memberi kalian karunia berupa menciptakan kalian dan membekali kalian dengan berbagai nikmat, maka balaslah nikmat itu dengan bersyukur kepadaNya. (185-187) Mereka berkata kepadanya dengan sikap men-dustakan dan menolak perkataannya, ﴾ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ﴿ "Sesung-guhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir." Sesungguhnya engkau berbicara dengan pembicaraan orang-orang yang terkena sihir yang intinya pembicaraanmu tidak perlu digubris, ﴾ وَمَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا ﴿ "dan tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami." Jadi, kamu sama sekali tidak punya kelebihan yang spesial (khusus) mengungguli kami, sehingga (mau-maunya) kamu meng-ajak kami untuk mengikutimu. Ini sama seperti perkataan kaum sebelum dan sesudah mereka yang menentang para rasul dengan syubhat tersebut, yang selalu mereka kemukakan, lakukan dan se-pakati, karena kesamaan mereka dalam kekafiran dan keserupaan hati mereka! Para rasul itu menjawab mereka dengan ungkapan, ﴾ إِن نَّحۡنُ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ ﴿ "Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberikan karunia kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya." (Ibrahim: 11). ﴾ وَإِن نَّظُنُّكَ لَمِنَ ٱلۡكَٰذِبِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya kami meyakinimu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta." Ini adalah sikap lancang, kezhaliman dan perkataan dusta mereka. Mereka sudah sepakat untuk melawan Nabi. Karena sesungguhnya tidak seorang rasul pun yang menghadapi kaumnya, mengajak mereka, berdialog dan berdebat dengan mereka melainkan pasti Allah سبحانه وتعالى telah memper-lihatkan bukti-bukti (mukjizat) melaluinya yang dapat mereka gunakan untuk meyakini kejujurannya, keamanahannya, terutama nabi Syu'aib عليه السلام yang dijuluki orator (singa podium) para nabi, karena sangat baiknya dia dalam menghadapi kaumnya dan men-debat mereka dengan cara yang terbaik. Kaumnya pun sudah me-yakini kejujurannya dan meyakini bahwa yang diajarkannya itu haq (benar), akan tetapi pemberitaan yang mereka lakukan tentang kedustaan Syu'aib adalah kedustaan dari mereka sendiri. ﴾ فَأَسۡقِطۡ عَلَيۡنَا كِسَفٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ﴿ "Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit," maksudnya, sepotong azab yang dapat menghabisi kami, ﴾ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "jika kamu termasuk orang-orang yang benar." Ini juga sama dengan perkataan orang-orang yang sejalan dengan mereka, ﴾ وَإِذۡ قَالُواْ ٱللَّهُمَّ إِن كَانَ هَٰذَا هُوَ ٱلۡحَقَّ مِنۡ عِندِكَ فَأَمۡطِرۡ عَلَيۡنَا حِجَارَةٗ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ أَوِ ٱئۡتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٖ 32 ﴿ "Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, 'Ya Allah, jika betul (al-Qur`an) ini benar dari sisiMu, maka hujanilah kami batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih'." (Al-Anfal: 32), atau mereka (memang) meminta sebagian bukti-bukti yang mereka usulkan yang mana apa yang mereka minta itu tidak harus dipenuhi. (188) ﴾ قَالَ رَبِّيٓ أَعۡلَمُ بِمَا تَعۡمَلُونَ ﴿ "Syu'aib عليه السلام berkata, 'Rabbku lebih mengetahui apa yang kalian kerjakan'." Maksudnya, turunnya azab dan terjadinya bukti-bukti yang diusulkan itu bukan aku yang mendatangkannya atau menimpakannya kepada kalian, kewa-jibanku tidak lain hanyalah menyampaikan kepada kalian dan menasihati kalian, dan sungguh aku pun telah melakukannya. Dan yang berwenang mendatangkannya adalah Rabbku Yang Maha Mengetahui perbuatan dan keadaan kalian, yang akan memberikan balasan dan akan menghisab (perhitungan amal) kalian. (189-191) ﴾ فَكَذَّبُوهُ ﴿ "Kemudian mereka mendustakannya." Mak-sudnya, pendustaan telah menjadi karakter mereka, dan kekafiran telah menjadi kebiasaan bagi mereka, hingga bukti-bukti apa pun sama sekali tidak bermanfaat bagi mereka dan tidak ada lagi jalan yang terbaik bagi mereka selain turunnya azab. ﴾ فَأَخَذَهُمۡ عَذَابُ يَوۡمِ ٱلظُّلَّةِۚ ﴿ "Lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan." Mereka dinaungi oleh segumpal awan, dan mereka berkumpul di bawah-nya sambil menikmati naungannya yang sesungguhnya bukan pemberi naungan. Lalu kilat itu membakar mereka dengan azab, maka mereka akhirnya mati dan meninggalkan kampung halaman-nya, dan mereka menempati negeri kesengsaran dan azab.﴾ إِنَّهُۥ كَانَ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٍ ﴿ "Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar." Tidak ada pengembalian lagi bagi mereka ke dunia sehingga mereka bisa memperbarui amal mereka, sedangkan azab tidak pernah dihenti-kan sesaat pun dari mereka, dan tidak pula mereka ditangguhkan. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda," yang membuktikan kejujuran Syu'aib dan kebenaran ajaran yang diserukannya, serta kebatilan penolakan kaumnya ter-hadapnya, ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ﴿ "tetapi kebanyakan mereka tidak beriman," sekalipun mereka sudah melihat bukti-bukti kebenaran, sebab me-reka sama sekali tidak memiliki kesucian dan tidak pula kebaikan. ﴾ وَمَآ أَكۡثَرُ ٱلنَّاسِ وَلَوۡ حَرَصۡتَ بِمُؤۡمِنِينَ 103 ﴿ "Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya." (Yusuf: 103). ﴾ وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa, yang dengan kekuatanNya, Dia dapat ter-hindar dari jangkauan siapa pun dan dari tindasan setiap makhluk. ﴾ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "Lagi Maha Penyayang," yang rahmat (kasih sayang) adalah sifatNya, yang di antara pengaruhnya adalah seluruh kebaikan yang ada di dunia dan akhirat semenjak Allah menciptakan alam ini hingga tidak ada batasnya; dan di antara keperkasaanNya ada-lah Dia telah membinasakan musuh-musuhNya saat mereka men-dustakan para rasulNya; sedangkan yang termasuk rahmatNya adalah Dia menyelamatkan para wali (kekasih)Nya dan orang-orang Mukmin yang mengikutinya.

Asy-Syu'ara' 26:181

"Penduduk Aikah telah mendustakan rasul-rasul; ketika Syu'aib berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepada-ku; dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Sem-purnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan; dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat keru-sakan; dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu.' Mereka berkata, 'Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir, dan tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin bahwa kamu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta. Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.' Syu'aib berkata, 'Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan.' Kemudian mereka mendustakan Syu'aib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 176-191). (176-180) Para penduduk Aikah adalah (penduduk) negeri yang penuh dengan kebun-kebun yang lebat dengan pepohonan. Mereka adalah penduduk negeri Madyan. Mereka mendustakan nabi mereka, yaitu Syu'aib yang datang dengan membawa ajaran yang dibawa oleh para rasul, ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ شُعَيۡبٌ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Ketika Syu'aib berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa'," kepada Allah سبحانه وتعالى, lalu meninggalkan segala apa yang dapat membuatNya murka dan benci, seperti kekafiran dan kemaksiatan, ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ ﴿ "Se-sungguhnya aku adalah seorang rasul untuk kalian, yang terpercaya," yang semua itu berkonsekuensi agar kalian bertakwa kepada Allah dan taat kepadaku. (181-184) Beserta kesyirikan yang mereka lakukan, mereka juga mencurangi takaran dan timbangan. Oleh karena itu, Syu'aib berkata kepada mereka, ﴾ أَوۡفُواْ ٱلۡكَيۡلَ ﴿ "Tunaikanlah takaran," maksudnya, sempurnakan dan lengkapilah ia, ﴾ وَلَا تَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُخۡسِرِينَ ﴿ "dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan," yaitu orang-orang yang mengurangi harta orang lain dan merampasnya dengan mencu-rangi takaran dan timbangan. ﴾ وَزِنُواْ بِٱلۡقِسۡطَاسِ ٱلۡمُسۡتَقِيمِ ﴿ "Dan timbanglah dengan timbangan yang lurus." Maksudnya, dengan timbangan yang adil, tidak miring. ﴾ وَٱتَّقُواْ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلۡجِبِلَّةَ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu." Mak-sudnya, manusia-manusia terdahulu. Sebagaimana Dia bersen-dirian menciptakan kalian dan menciptakan orang-orang sebelum kalian, tanpa ada sekutu bagiNya dalam hal ini, maka dari itu esakanlah Dia dengan ibadah dan tauhid. Sebagaimana Dia telah memberi kalian karunia berupa menciptakan kalian dan membekali kalian dengan berbagai nikmat, maka balaslah nikmat itu dengan bersyukur kepadaNya. (185-187) Mereka berkata kepadanya dengan sikap men-dustakan dan menolak perkataannya, ﴾ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ﴿ "Sesung-guhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir." Sesungguhnya engkau berbicara dengan pembicaraan orang-orang yang terkena sihir yang intinya pembicaraanmu tidak perlu digubris, ﴾ وَمَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا ﴿ "dan tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami." Jadi, kamu sama sekali tidak punya kelebihan yang spesial (khusus) mengungguli kami, sehingga (mau-maunya) kamu meng-ajak kami untuk mengikutimu. Ini sama seperti perkataan kaum sebelum dan sesudah mereka yang menentang para rasul dengan syubhat tersebut, yang selalu mereka kemukakan, lakukan dan se-pakati, karena kesamaan mereka dalam kekafiran dan keserupaan hati mereka! Para rasul itu menjawab mereka dengan ungkapan, ﴾ إِن نَّحۡنُ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ ﴿ "Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberikan karunia kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya." (Ibrahim: 11). ﴾ وَإِن نَّظُنُّكَ لَمِنَ ٱلۡكَٰذِبِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya kami meyakinimu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta." Ini adalah sikap lancang, kezhaliman dan perkataan dusta mereka. Mereka sudah sepakat untuk melawan Nabi. Karena sesungguhnya tidak seorang rasul pun yang menghadapi kaumnya, mengajak mereka, berdialog dan berdebat dengan mereka melainkan pasti Allah سبحانه وتعالى telah memper-lihatkan bukti-bukti (mukjizat) melaluinya yang dapat mereka gunakan untuk meyakini kejujurannya, keamanahannya, terutama nabi Syu'aib عليه السلام yang dijuluki orator (singa podium) para nabi, karena sangat baiknya dia dalam menghadapi kaumnya dan men-debat mereka dengan cara yang terbaik. Kaumnya pun sudah me-yakini kejujurannya dan meyakini bahwa yang diajarkannya itu haq (benar), akan tetapi pemberitaan yang mereka lakukan tentang kedustaan Syu'aib adalah kedustaan dari mereka sendiri. ﴾ فَأَسۡقِطۡ عَلَيۡنَا كِسَفٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ﴿ "Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit," maksudnya, sepotong azab yang dapat menghabisi kami, ﴾ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "jika kamu termasuk orang-orang yang benar." Ini juga sama dengan perkataan orang-orang yang sejalan dengan mereka, ﴾ وَإِذۡ قَالُواْ ٱللَّهُمَّ إِن كَانَ هَٰذَا هُوَ ٱلۡحَقَّ مِنۡ عِندِكَ فَأَمۡطِرۡ عَلَيۡنَا حِجَارَةٗ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ أَوِ ٱئۡتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٖ 32 ﴿ "Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, 'Ya Allah, jika betul (al-Qur`an) ini benar dari sisiMu, maka hujanilah kami batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih'." (Al-Anfal: 32), atau mereka (memang) meminta sebagian bukti-bukti yang mereka usulkan yang mana apa yang mereka minta itu tidak harus dipenuhi. (188) ﴾ قَالَ رَبِّيٓ أَعۡلَمُ بِمَا تَعۡمَلُونَ ﴿ "Syu'aib عليه السلام berkata, 'Rabbku lebih mengetahui apa yang kalian kerjakan'." Maksudnya, turunnya azab dan terjadinya bukti-bukti yang diusulkan itu bukan aku yang mendatangkannya atau menimpakannya kepada kalian, kewa-jibanku tidak lain hanyalah menyampaikan kepada kalian dan menasihati kalian, dan sungguh aku pun telah melakukannya. Dan yang berwenang mendatangkannya adalah Rabbku Yang Maha Mengetahui perbuatan dan keadaan kalian, yang akan memberikan balasan dan akan menghisab (perhitungan amal) kalian. (189-191) ﴾ فَكَذَّبُوهُ ﴿ "Kemudian mereka mendustakannya." Mak-sudnya, pendustaan telah menjadi karakter mereka, dan kekafiran telah menjadi kebiasaan bagi mereka, hingga bukti-bukti apa pun sama sekali tidak bermanfaat bagi mereka dan tidak ada lagi jalan yang terbaik bagi mereka selain turunnya azab. ﴾ فَأَخَذَهُمۡ عَذَابُ يَوۡمِ ٱلظُّلَّةِۚ ﴿ "Lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan." Mereka dinaungi oleh segumpal awan, dan mereka berkumpul di bawah-nya sambil menikmati naungannya yang sesungguhnya bukan pemberi naungan. Lalu kilat itu membakar mereka dengan azab, maka mereka akhirnya mati dan meninggalkan kampung halaman-nya, dan mereka menempati negeri kesengsaran dan azab.﴾ إِنَّهُۥ كَانَ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٍ ﴿ "Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar." Tidak ada pengembalian lagi bagi mereka ke dunia sehingga mereka bisa memperbarui amal mereka, sedangkan azab tidak pernah dihenti-kan sesaat pun dari mereka, dan tidak pula mereka ditangguhkan. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda," yang membuktikan kejujuran Syu'aib dan kebenaran ajaran yang diserukannya, serta kebatilan penolakan kaumnya ter-hadapnya, ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ﴿ "tetapi kebanyakan mereka tidak beriman," sekalipun mereka sudah melihat bukti-bukti kebenaran, sebab me-reka sama sekali tidak memiliki kesucian dan tidak pula kebaikan. ﴾ وَمَآ أَكۡثَرُ ٱلنَّاسِ وَلَوۡ حَرَصۡتَ بِمُؤۡمِنِينَ 103 ﴿ "Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya." (Yusuf: 103). ﴾ وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa, yang dengan kekuatanNya, Dia dapat ter-hindar dari jangkauan siapa pun dan dari tindasan setiap makhluk. ﴾ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "Lagi Maha Penyayang," yang rahmat (kasih sayang) adalah sifatNya, yang di antara pengaruhnya adalah seluruh kebaikan yang ada di dunia dan akhirat semenjak Allah menciptakan alam ini hingga tidak ada batasnya; dan di antara keperkasaanNya ada-lah Dia telah membinasakan musuh-musuhNya saat mereka men-dustakan para rasulNya; sedangkan yang termasuk rahmatNya adalah Dia menyelamatkan para wali (kekasih)Nya dan orang-orang Mukmin yang mengikutinya.

Asy-Syu'ara' 26:182

"Penduduk Aikah telah mendustakan rasul-rasul; ketika Syu'aib berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepada-ku; dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Sem-purnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan; dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat keru-sakan; dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu.' Mereka berkata, 'Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir, dan tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin bahwa kamu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta. Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.' Syu'aib berkata, 'Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan.' Kemudian mereka mendustakan Syu'aib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 176-191). (176-180) Para penduduk Aikah adalah (penduduk) negeri yang penuh dengan kebun-kebun yang lebat dengan pepohonan. Mereka adalah penduduk negeri Madyan. Mereka mendustakan nabi mereka, yaitu Syu'aib yang datang dengan membawa ajaran yang dibawa oleh para rasul, ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ شُعَيۡبٌ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Ketika Syu'aib berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa'," kepada Allah سبحانه وتعالى, lalu meninggalkan segala apa yang dapat membuatNya murka dan benci, seperti kekafiran dan kemaksiatan, ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ ﴿ "Se-sungguhnya aku adalah seorang rasul untuk kalian, yang terpercaya," yang semua itu berkonsekuensi agar kalian bertakwa kepada Allah dan taat kepadaku. (181-184) Beserta kesyirikan yang mereka lakukan, mereka juga mencurangi takaran dan timbangan. Oleh karena itu, Syu'aib berkata kepada mereka, ﴾ أَوۡفُواْ ٱلۡكَيۡلَ ﴿ "Tunaikanlah takaran," maksudnya, sempurnakan dan lengkapilah ia, ﴾ وَلَا تَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُخۡسِرِينَ ﴿ "dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan," yaitu orang-orang yang mengurangi harta orang lain dan merampasnya dengan mencu-rangi takaran dan timbangan. ﴾ وَزِنُواْ بِٱلۡقِسۡطَاسِ ٱلۡمُسۡتَقِيمِ ﴿ "Dan timbanglah dengan timbangan yang lurus." Maksudnya, dengan timbangan yang adil, tidak miring. ﴾ وَٱتَّقُواْ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلۡجِبِلَّةَ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu." Mak-sudnya, manusia-manusia terdahulu. Sebagaimana Dia bersen-dirian menciptakan kalian dan menciptakan orang-orang sebelum kalian, tanpa ada sekutu bagiNya dalam hal ini, maka dari itu esakanlah Dia dengan ibadah dan tauhid. Sebagaimana Dia telah memberi kalian karunia berupa menciptakan kalian dan membekali kalian dengan berbagai nikmat, maka balaslah nikmat itu dengan bersyukur kepadaNya. (185-187) Mereka berkata kepadanya dengan sikap men-dustakan dan menolak perkataannya, ﴾ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ﴿ "Sesung-guhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir." Sesungguhnya engkau berbicara dengan pembicaraan orang-orang yang terkena sihir yang intinya pembicaraanmu tidak perlu digubris, ﴾ وَمَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا ﴿ "dan tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami." Jadi, kamu sama sekali tidak punya kelebihan yang spesial (khusus) mengungguli kami, sehingga (mau-maunya) kamu meng-ajak kami untuk mengikutimu. Ini sama seperti perkataan kaum sebelum dan sesudah mereka yang menentang para rasul dengan syubhat tersebut, yang selalu mereka kemukakan, lakukan dan se-pakati, karena kesamaan mereka dalam kekafiran dan keserupaan hati mereka! Para rasul itu menjawab mereka dengan ungkapan, ﴾ إِن نَّحۡنُ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ ﴿ "Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberikan karunia kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya." (Ibrahim: 11). ﴾ وَإِن نَّظُنُّكَ لَمِنَ ٱلۡكَٰذِبِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya kami meyakinimu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta." Ini adalah sikap lancang, kezhaliman dan perkataan dusta mereka. Mereka sudah sepakat untuk melawan Nabi. Karena sesungguhnya tidak seorang rasul pun yang menghadapi kaumnya, mengajak mereka, berdialog dan berdebat dengan mereka melainkan pasti Allah سبحانه وتعالى telah memper-lihatkan bukti-bukti (mukjizat) melaluinya yang dapat mereka gunakan untuk meyakini kejujurannya, keamanahannya, terutama nabi Syu'aib عليه السلام yang dijuluki orator (singa podium) para nabi, karena sangat baiknya dia dalam menghadapi kaumnya dan men-debat mereka dengan cara yang terbaik. Kaumnya pun sudah me-yakini kejujurannya dan meyakini bahwa yang diajarkannya itu haq (benar), akan tetapi pemberitaan yang mereka lakukan tentang kedustaan Syu'aib adalah kedustaan dari mereka sendiri. ﴾ فَأَسۡقِطۡ عَلَيۡنَا كِسَفٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ﴿ "Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit," maksudnya, sepotong azab yang dapat menghabisi kami, ﴾ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "jika kamu termasuk orang-orang yang benar." Ini juga sama dengan perkataan orang-orang yang sejalan dengan mereka, ﴾ وَإِذۡ قَالُواْ ٱللَّهُمَّ إِن كَانَ هَٰذَا هُوَ ٱلۡحَقَّ مِنۡ عِندِكَ فَأَمۡطِرۡ عَلَيۡنَا حِجَارَةٗ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ أَوِ ٱئۡتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٖ 32 ﴿ "Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, 'Ya Allah, jika betul (al-Qur`an) ini benar dari sisiMu, maka hujanilah kami batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih'." (Al-Anfal: 32), atau mereka (memang) meminta sebagian bukti-bukti yang mereka usulkan yang mana apa yang mereka minta itu tidak harus dipenuhi. (188) ﴾ قَالَ رَبِّيٓ أَعۡلَمُ بِمَا تَعۡمَلُونَ ﴿ "Syu'aib عليه السلام berkata, 'Rabbku lebih mengetahui apa yang kalian kerjakan'." Maksudnya, turunnya azab dan terjadinya bukti-bukti yang diusulkan itu bukan aku yang mendatangkannya atau menimpakannya kepada kalian, kewa-jibanku tidak lain hanyalah menyampaikan kepada kalian dan menasihati kalian, dan sungguh aku pun telah melakukannya. Dan yang berwenang mendatangkannya adalah Rabbku Yang Maha Mengetahui perbuatan dan keadaan kalian, yang akan memberikan balasan dan akan menghisab (perhitungan amal) kalian. (189-191) ﴾ فَكَذَّبُوهُ ﴿ "Kemudian mereka mendustakannya." Mak-sudnya, pendustaan telah menjadi karakter mereka, dan kekafiran telah menjadi kebiasaan bagi mereka, hingga bukti-bukti apa pun sama sekali tidak bermanfaat bagi mereka dan tidak ada lagi jalan yang terbaik bagi mereka selain turunnya azab. ﴾ فَأَخَذَهُمۡ عَذَابُ يَوۡمِ ٱلظُّلَّةِۚ ﴿ "Lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan." Mereka dinaungi oleh segumpal awan, dan mereka berkumpul di bawah-nya sambil menikmati naungannya yang sesungguhnya bukan pemberi naungan. Lalu kilat itu membakar mereka dengan azab, maka mereka akhirnya mati dan meninggalkan kampung halaman-nya, dan mereka menempati negeri kesengsaran dan azab.﴾ إِنَّهُۥ كَانَ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٍ ﴿ "Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar." Tidak ada pengembalian lagi bagi mereka ke dunia sehingga mereka bisa memperbarui amal mereka, sedangkan azab tidak pernah dihenti-kan sesaat pun dari mereka, dan tidak pula mereka ditangguhkan. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda," yang membuktikan kejujuran Syu'aib dan kebenaran ajaran yang diserukannya, serta kebatilan penolakan kaumnya ter-hadapnya, ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ﴿ "tetapi kebanyakan mereka tidak beriman," sekalipun mereka sudah melihat bukti-bukti kebenaran, sebab me-reka sama sekali tidak memiliki kesucian dan tidak pula kebaikan. ﴾ وَمَآ أَكۡثَرُ ٱلنَّاسِ وَلَوۡ حَرَصۡتَ بِمُؤۡمِنِينَ 103 ﴿ "Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya." (Yusuf: 103). ﴾ وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa, yang dengan kekuatanNya, Dia dapat ter-hindar dari jangkauan siapa pun dan dari tindasan setiap makhluk. ﴾ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "Lagi Maha Penyayang," yang rahmat (kasih sayang) adalah sifatNya, yang di antara pengaruhnya adalah seluruh kebaikan yang ada di dunia dan akhirat semenjak Allah menciptakan alam ini hingga tidak ada batasnya; dan di antara keperkasaanNya ada-lah Dia telah membinasakan musuh-musuhNya saat mereka men-dustakan para rasulNya; sedangkan yang termasuk rahmatNya adalah Dia menyelamatkan para wali (kekasih)Nya dan orang-orang Mukmin yang mengikutinya.

Asy-Syu'ara' 26:183

"Penduduk Aikah telah mendustakan rasul-rasul; ketika Syu'aib berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepada-ku; dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Sem-purnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan; dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat keru-sakan; dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu.' Mereka berkata, 'Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir, dan tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin bahwa kamu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta. Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.' Syu'aib berkata, 'Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan.' Kemudian mereka mendustakan Syu'aib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 176-191). (176-180) Para penduduk Aikah adalah (penduduk) negeri yang penuh dengan kebun-kebun yang lebat dengan pepohonan. Mereka adalah penduduk negeri Madyan. Mereka mendustakan nabi mereka, yaitu Syu'aib yang datang dengan membawa ajaran yang dibawa oleh para rasul, ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ شُعَيۡبٌ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Ketika Syu'aib berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa'," kepada Allah سبحانه وتعالى, lalu meninggalkan segala apa yang dapat membuatNya murka dan benci, seperti kekafiran dan kemaksiatan, ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ ﴿ "Se-sungguhnya aku adalah seorang rasul untuk kalian, yang terpercaya," yang semua itu berkonsekuensi agar kalian bertakwa kepada Allah dan taat kepadaku. (181-184) Beserta kesyirikan yang mereka lakukan, mereka juga mencurangi takaran dan timbangan. Oleh karena itu, Syu'aib berkata kepada mereka, ﴾ أَوۡفُواْ ٱلۡكَيۡلَ ﴿ "Tunaikanlah takaran," maksudnya, sempurnakan dan lengkapilah ia, ﴾ وَلَا تَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُخۡسِرِينَ ﴿ "dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan," yaitu orang-orang yang mengurangi harta orang lain dan merampasnya dengan mencu-rangi takaran dan timbangan. ﴾ وَزِنُواْ بِٱلۡقِسۡطَاسِ ٱلۡمُسۡتَقِيمِ ﴿ "Dan timbanglah dengan timbangan yang lurus." Maksudnya, dengan timbangan yang adil, tidak miring. ﴾ وَٱتَّقُواْ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلۡجِبِلَّةَ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu." Mak-sudnya, manusia-manusia terdahulu. Sebagaimana Dia bersen-dirian menciptakan kalian dan menciptakan orang-orang sebelum kalian, tanpa ada sekutu bagiNya dalam hal ini, maka dari itu esakanlah Dia dengan ibadah dan tauhid. Sebagaimana Dia telah memberi kalian karunia berupa menciptakan kalian dan membekali kalian dengan berbagai nikmat, maka balaslah nikmat itu dengan bersyukur kepadaNya. (185-187) Mereka berkata kepadanya dengan sikap men-dustakan dan menolak perkataannya, ﴾ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ﴿ "Sesung-guhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir." Sesungguhnya engkau berbicara dengan pembicaraan orang-orang yang terkena sihir yang intinya pembicaraanmu tidak perlu digubris, ﴾ وَمَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا ﴿ "dan tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami." Jadi, kamu sama sekali tidak punya kelebihan yang spesial (khusus) mengungguli kami, sehingga (mau-maunya) kamu meng-ajak kami untuk mengikutimu. Ini sama seperti perkataan kaum sebelum dan sesudah mereka yang menentang para rasul dengan syubhat tersebut, yang selalu mereka kemukakan, lakukan dan se-pakati, karena kesamaan mereka dalam kekafiran dan keserupaan hati mereka! Para rasul itu menjawab mereka dengan ungkapan, ﴾ إِن نَّحۡنُ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ ﴿ "Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberikan karunia kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya." (Ibrahim: 11). ﴾ وَإِن نَّظُنُّكَ لَمِنَ ٱلۡكَٰذِبِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya kami meyakinimu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta." Ini adalah sikap lancang, kezhaliman dan perkataan dusta mereka. Mereka sudah sepakat untuk melawan Nabi. Karena sesungguhnya tidak seorang rasul pun yang menghadapi kaumnya, mengajak mereka, berdialog dan berdebat dengan mereka melainkan pasti Allah سبحانه وتعالى telah memper-lihatkan bukti-bukti (mukjizat) melaluinya yang dapat mereka gunakan untuk meyakini kejujurannya, keamanahannya, terutama nabi Syu'aib عليه السلام yang dijuluki orator (singa podium) para nabi, karena sangat baiknya dia dalam menghadapi kaumnya dan men-debat mereka dengan cara yang terbaik. Kaumnya pun sudah me-yakini kejujurannya dan meyakini bahwa yang diajarkannya itu haq (benar), akan tetapi pemberitaan yang mereka lakukan tentang kedustaan Syu'aib adalah kedustaan dari mereka sendiri. ﴾ فَأَسۡقِطۡ عَلَيۡنَا كِسَفٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ﴿ "Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit," maksudnya, sepotong azab yang dapat menghabisi kami, ﴾ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "jika kamu termasuk orang-orang yang benar." Ini juga sama dengan perkataan orang-orang yang sejalan dengan mereka, ﴾ وَإِذۡ قَالُواْ ٱللَّهُمَّ إِن كَانَ هَٰذَا هُوَ ٱلۡحَقَّ مِنۡ عِندِكَ فَأَمۡطِرۡ عَلَيۡنَا حِجَارَةٗ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ أَوِ ٱئۡتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٖ 32 ﴿ "Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, 'Ya Allah, jika betul (al-Qur`an) ini benar dari sisiMu, maka hujanilah kami batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih'." (Al-Anfal: 32), atau mereka (memang) meminta sebagian bukti-bukti yang mereka usulkan yang mana apa yang mereka minta itu tidak harus dipenuhi. (188) ﴾ قَالَ رَبِّيٓ أَعۡلَمُ بِمَا تَعۡمَلُونَ ﴿ "Syu'aib عليه السلام berkata, 'Rabbku lebih mengetahui apa yang kalian kerjakan'." Maksudnya, turunnya azab dan terjadinya bukti-bukti yang diusulkan itu bukan aku yang mendatangkannya atau menimpakannya kepada kalian, kewa-jibanku tidak lain hanyalah menyampaikan kepada kalian dan menasihati kalian, dan sungguh aku pun telah melakukannya. Dan yang berwenang mendatangkannya adalah Rabbku Yang Maha Mengetahui perbuatan dan keadaan kalian, yang akan memberikan balasan dan akan menghisab (perhitungan amal) kalian. (189-191) ﴾ فَكَذَّبُوهُ ﴿ "Kemudian mereka mendustakannya." Mak-sudnya, pendustaan telah menjadi karakter mereka, dan kekafiran telah menjadi kebiasaan bagi mereka, hingga bukti-bukti apa pun sama sekali tidak bermanfaat bagi mereka dan tidak ada lagi jalan yang terbaik bagi mereka selain turunnya azab. ﴾ فَأَخَذَهُمۡ عَذَابُ يَوۡمِ ٱلظُّلَّةِۚ ﴿ "Lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan." Mereka dinaungi oleh segumpal awan, dan mereka berkumpul di bawah-nya sambil menikmati naungannya yang sesungguhnya bukan pemberi naungan. Lalu kilat itu membakar mereka dengan azab, maka mereka akhirnya mati dan meninggalkan kampung halaman-nya, dan mereka menempati negeri kesengsaran dan azab.﴾ إِنَّهُۥ كَانَ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٍ ﴿ "Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar." Tidak ada pengembalian lagi bagi mereka ke dunia sehingga mereka bisa memperbarui amal mereka, sedangkan azab tidak pernah dihenti-kan sesaat pun dari mereka, dan tidak pula mereka ditangguhkan. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda," yang membuktikan kejujuran Syu'aib dan kebenaran ajaran yang diserukannya, serta kebatilan penolakan kaumnya ter-hadapnya, ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ﴿ "tetapi kebanyakan mereka tidak beriman," sekalipun mereka sudah melihat bukti-bukti kebenaran, sebab me-reka sama sekali tidak memiliki kesucian dan tidak pula kebaikan. ﴾ وَمَآ أَكۡثَرُ ٱلنَّاسِ وَلَوۡ حَرَصۡتَ بِمُؤۡمِنِينَ 103 ﴿ "Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya." (Yusuf: 103). ﴾ وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa, yang dengan kekuatanNya, Dia dapat ter-hindar dari jangkauan siapa pun dan dari tindasan setiap makhluk. ﴾ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "Lagi Maha Penyayang," yang rahmat (kasih sayang) adalah sifatNya, yang di antara pengaruhnya adalah seluruh kebaikan yang ada di dunia dan akhirat semenjak Allah menciptakan alam ini hingga tidak ada batasnya; dan di antara keperkasaanNya ada-lah Dia telah membinasakan musuh-musuhNya saat mereka men-dustakan para rasulNya; sedangkan yang termasuk rahmatNya adalah Dia menyelamatkan para wali (kekasih)Nya dan orang-orang Mukmin yang mengikutinya.

Asy-Syu'ara' 26:184

"Penduduk Aikah telah mendustakan rasul-rasul; ketika Syu'aib berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepada-ku; dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Sem-purnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan; dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat keru-sakan; dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu.' Mereka berkata, 'Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir, dan tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin bahwa kamu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta. Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.' Syu'aib berkata, 'Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan.' Kemudian mereka mendustakan Syu'aib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 176-191). (176-180) Para penduduk Aikah adalah (penduduk) negeri yang penuh dengan kebun-kebun yang lebat dengan pepohonan. Mereka adalah penduduk negeri Madyan. Mereka mendustakan nabi mereka, yaitu Syu'aib yang datang dengan membawa ajaran yang dibawa oleh para rasul, ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ شُعَيۡبٌ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Ketika Syu'aib berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa'," kepada Allah سبحانه وتعالى, lalu meninggalkan segala apa yang dapat membuatNya murka dan benci, seperti kekafiran dan kemaksiatan, ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ ﴿ "Se-sungguhnya aku adalah seorang rasul untuk kalian, yang terpercaya," yang semua itu berkonsekuensi agar kalian bertakwa kepada Allah dan taat kepadaku. (181-184) Beserta kesyirikan yang mereka lakukan, mereka juga mencurangi takaran dan timbangan. Oleh karena itu, Syu'aib berkata kepada mereka, ﴾ أَوۡفُواْ ٱلۡكَيۡلَ ﴿ "Tunaikanlah takaran," maksudnya, sempurnakan dan lengkapilah ia, ﴾ وَلَا تَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُخۡسِرِينَ ﴿ "dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan," yaitu orang-orang yang mengurangi harta orang lain dan merampasnya dengan mencu-rangi takaran dan timbangan. ﴾ وَزِنُواْ بِٱلۡقِسۡطَاسِ ٱلۡمُسۡتَقِيمِ ﴿ "Dan timbanglah dengan timbangan yang lurus." Maksudnya, dengan timbangan yang adil, tidak miring. ﴾ وَٱتَّقُواْ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلۡجِبِلَّةَ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu." Mak-sudnya, manusia-manusia terdahulu. Sebagaimana Dia bersen-dirian menciptakan kalian dan menciptakan orang-orang sebelum kalian, tanpa ada sekutu bagiNya dalam hal ini, maka dari itu esakanlah Dia dengan ibadah dan tauhid. Sebagaimana Dia telah memberi kalian karunia berupa menciptakan kalian dan membekali kalian dengan berbagai nikmat, maka balaslah nikmat itu dengan bersyukur kepadaNya. (185-187) Mereka berkata kepadanya dengan sikap men-dustakan dan menolak perkataannya, ﴾ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ﴿ "Sesung-guhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir." Sesungguhnya engkau berbicara dengan pembicaraan orang-orang yang terkena sihir yang intinya pembicaraanmu tidak perlu digubris, ﴾ وَمَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا ﴿ "dan tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami." Jadi, kamu sama sekali tidak punya kelebihan yang spesial (khusus) mengungguli kami, sehingga (mau-maunya) kamu meng-ajak kami untuk mengikutimu. Ini sama seperti perkataan kaum sebelum dan sesudah mereka yang menentang para rasul dengan syubhat tersebut, yang selalu mereka kemukakan, lakukan dan se-pakati, karena kesamaan mereka dalam kekafiran dan keserupaan hati mereka! Para rasul itu menjawab mereka dengan ungkapan, ﴾ إِن نَّحۡنُ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ ﴿ "Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberikan karunia kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya." (Ibrahim: 11). ﴾ وَإِن نَّظُنُّكَ لَمِنَ ٱلۡكَٰذِبِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya kami meyakinimu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta." Ini adalah sikap lancang, kezhaliman dan perkataan dusta mereka. Mereka sudah sepakat untuk melawan Nabi. Karena sesungguhnya tidak seorang rasul pun yang menghadapi kaumnya, mengajak mereka, berdialog dan berdebat dengan mereka melainkan pasti Allah سبحانه وتعالى telah memper-lihatkan bukti-bukti (mukjizat) melaluinya yang dapat mereka gunakan untuk meyakini kejujurannya, keamanahannya, terutama nabi Syu'aib عليه السلام yang dijuluki orator (singa podium) para nabi, karena sangat baiknya dia dalam menghadapi kaumnya dan men-debat mereka dengan cara yang terbaik. Kaumnya pun sudah me-yakini kejujurannya dan meyakini bahwa yang diajarkannya itu haq (benar), akan tetapi pemberitaan yang mereka lakukan tentang kedustaan Syu'aib adalah kedustaan dari mereka sendiri. ﴾ فَأَسۡقِطۡ عَلَيۡنَا كِسَفٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ﴿ "Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit," maksudnya, sepotong azab yang dapat menghabisi kami, ﴾ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "jika kamu termasuk orang-orang yang benar." Ini juga sama dengan perkataan orang-orang yang sejalan dengan mereka, ﴾ وَإِذۡ قَالُواْ ٱللَّهُمَّ إِن كَانَ هَٰذَا هُوَ ٱلۡحَقَّ مِنۡ عِندِكَ فَأَمۡطِرۡ عَلَيۡنَا حِجَارَةٗ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ أَوِ ٱئۡتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٖ 32 ﴿ "Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, 'Ya Allah, jika betul (al-Qur`an) ini benar dari sisiMu, maka hujanilah kami batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih'." (Al-Anfal: 32), atau mereka (memang) meminta sebagian bukti-bukti yang mereka usulkan yang mana apa yang mereka minta itu tidak harus dipenuhi. (188) ﴾ قَالَ رَبِّيٓ أَعۡلَمُ بِمَا تَعۡمَلُونَ ﴿ "Syu'aib عليه السلام berkata, 'Rabbku lebih mengetahui apa yang kalian kerjakan'." Maksudnya, turunnya azab dan terjadinya bukti-bukti yang diusulkan itu bukan aku yang mendatangkannya atau menimpakannya kepada kalian, kewa-jibanku tidak lain hanyalah menyampaikan kepada kalian dan menasihati kalian, dan sungguh aku pun telah melakukannya. Dan yang berwenang mendatangkannya adalah Rabbku Yang Maha Mengetahui perbuatan dan keadaan kalian, yang akan memberikan balasan dan akan menghisab (perhitungan amal) kalian. (189-191) ﴾ فَكَذَّبُوهُ ﴿ "Kemudian mereka mendustakannya." Mak-sudnya, pendustaan telah menjadi karakter mereka, dan kekafiran telah menjadi kebiasaan bagi mereka, hingga bukti-bukti apa pun sama sekali tidak bermanfaat bagi mereka dan tidak ada lagi jalan yang terbaik bagi mereka selain turunnya azab. ﴾ فَأَخَذَهُمۡ عَذَابُ يَوۡمِ ٱلظُّلَّةِۚ ﴿ "Lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan." Mereka dinaungi oleh segumpal awan, dan mereka berkumpul di bawah-nya sambil menikmati naungannya yang sesungguhnya bukan pemberi naungan. Lalu kilat itu membakar mereka dengan azab, maka mereka akhirnya mati dan meninggalkan kampung halaman-nya, dan mereka menempati negeri kesengsaran dan azab.﴾ إِنَّهُۥ كَانَ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٍ ﴿ "Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar." Tidak ada pengembalian lagi bagi mereka ke dunia sehingga mereka bisa memperbarui amal mereka, sedangkan azab tidak pernah dihenti-kan sesaat pun dari mereka, dan tidak pula mereka ditangguhkan. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda," yang membuktikan kejujuran Syu'aib dan kebenaran ajaran yang diserukannya, serta kebatilan penolakan kaumnya ter-hadapnya, ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ﴿ "tetapi kebanyakan mereka tidak beriman," sekalipun mereka sudah melihat bukti-bukti kebenaran, sebab me-reka sama sekali tidak memiliki kesucian dan tidak pula kebaikan. ﴾ وَمَآ أَكۡثَرُ ٱلنَّاسِ وَلَوۡ حَرَصۡتَ بِمُؤۡمِنِينَ 103 ﴿ "Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya." (Yusuf: 103). ﴾ وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa, yang dengan kekuatanNya, Dia dapat ter-hindar dari jangkauan siapa pun dan dari tindasan setiap makhluk. ﴾ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "Lagi Maha Penyayang," yang rahmat (kasih sayang) adalah sifatNya, yang di antara pengaruhnya adalah seluruh kebaikan yang ada di dunia dan akhirat semenjak Allah menciptakan alam ini hingga tidak ada batasnya; dan di antara keperkasaanNya ada-lah Dia telah membinasakan musuh-musuhNya saat mereka men-dustakan para rasulNya; sedangkan yang termasuk rahmatNya adalah Dia menyelamatkan para wali (kekasih)Nya dan orang-orang Mukmin yang mengikutinya.

Asy-Syu'ara' 26:185

"Penduduk Aikah telah mendustakan rasul-rasul; ketika Syu'aib berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepada-ku; dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Sem-purnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan; dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat keru-sakan; dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu.' Mereka berkata, 'Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir, dan tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin bahwa kamu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta. Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.' Syu'aib berkata, 'Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan.' Kemudian mereka mendustakan Syu'aib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 176-191). (176-180) Para penduduk Aikah adalah (penduduk) negeri yang penuh dengan kebun-kebun yang lebat dengan pepohonan. Mereka adalah penduduk negeri Madyan. Mereka mendustakan nabi mereka, yaitu Syu'aib yang datang dengan membawa ajaran yang dibawa oleh para rasul, ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ شُعَيۡبٌ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Ketika Syu'aib berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa'," kepada Allah سبحانه وتعالى, lalu meninggalkan segala apa yang dapat membuatNya murka dan benci, seperti kekafiran dan kemaksiatan, ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ ﴿ "Se-sungguhnya aku adalah seorang rasul untuk kalian, yang terpercaya," yang semua itu berkonsekuensi agar kalian bertakwa kepada Allah dan taat kepadaku. (181-184) Beserta kesyirikan yang mereka lakukan, mereka juga mencurangi takaran dan timbangan. Oleh karena itu, Syu'aib berkata kepada mereka, ﴾ أَوۡفُواْ ٱلۡكَيۡلَ ﴿ "Tunaikanlah takaran," maksudnya, sempurnakan dan lengkapilah ia, ﴾ وَلَا تَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُخۡسِرِينَ ﴿ "dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan," yaitu orang-orang yang mengurangi harta orang lain dan merampasnya dengan mencu-rangi takaran dan timbangan. ﴾ وَزِنُواْ بِٱلۡقِسۡطَاسِ ٱلۡمُسۡتَقِيمِ ﴿ "Dan timbanglah dengan timbangan yang lurus." Maksudnya, dengan timbangan yang adil, tidak miring. ﴾ وَٱتَّقُواْ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلۡجِبِلَّةَ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu." Mak-sudnya, manusia-manusia terdahulu. Sebagaimana Dia bersen-dirian menciptakan kalian dan menciptakan orang-orang sebelum kalian, tanpa ada sekutu bagiNya dalam hal ini, maka dari itu esakanlah Dia dengan ibadah dan tauhid. Sebagaimana Dia telah memberi kalian karunia berupa menciptakan kalian dan membekali kalian dengan berbagai nikmat, maka balaslah nikmat itu dengan bersyukur kepadaNya. (185-187) Mereka berkata kepadanya dengan sikap men-dustakan dan menolak perkataannya, ﴾ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ﴿ "Sesung-guhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir." Sesungguhnya engkau berbicara dengan pembicaraan orang-orang yang terkena sihir yang intinya pembicaraanmu tidak perlu digubris, ﴾ وَمَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا ﴿ "dan tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami." Jadi, kamu sama sekali tidak punya kelebihan yang spesial (khusus) mengungguli kami, sehingga (mau-maunya) kamu meng-ajak kami untuk mengikutimu. Ini sama seperti perkataan kaum sebelum dan sesudah mereka yang menentang para rasul dengan syubhat tersebut, yang selalu mereka kemukakan, lakukan dan se-pakati, karena kesamaan mereka dalam kekafiran dan keserupaan hati mereka! Para rasul itu menjawab mereka dengan ungkapan, ﴾ إِن نَّحۡنُ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ ﴿ "Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberikan karunia kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya." (Ibrahim: 11). ﴾ وَإِن نَّظُنُّكَ لَمِنَ ٱلۡكَٰذِبِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya kami meyakinimu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta." Ini adalah sikap lancang, kezhaliman dan perkataan dusta mereka. Mereka sudah sepakat untuk melawan Nabi. Karena sesungguhnya tidak seorang rasul pun yang menghadapi kaumnya, mengajak mereka, berdialog dan berdebat dengan mereka melainkan pasti Allah سبحانه وتعالى telah memper-lihatkan bukti-bukti (mukjizat) melaluinya yang dapat mereka gunakan untuk meyakini kejujurannya, keamanahannya, terutama nabi Syu'aib عليه السلام yang dijuluki orator (singa podium) para nabi, karena sangat baiknya dia dalam menghadapi kaumnya dan men-debat mereka dengan cara yang terbaik. Kaumnya pun sudah me-yakini kejujurannya dan meyakini bahwa yang diajarkannya itu haq (benar), akan tetapi pemberitaan yang mereka lakukan tentang kedustaan Syu'aib adalah kedustaan dari mereka sendiri. ﴾ فَأَسۡقِطۡ عَلَيۡنَا كِسَفٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ﴿ "Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit," maksudnya, sepotong azab yang dapat menghabisi kami, ﴾ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "jika kamu termasuk orang-orang yang benar." Ini juga sama dengan perkataan orang-orang yang sejalan dengan mereka, ﴾ وَإِذۡ قَالُواْ ٱللَّهُمَّ إِن كَانَ هَٰذَا هُوَ ٱلۡحَقَّ مِنۡ عِندِكَ فَأَمۡطِرۡ عَلَيۡنَا حِجَارَةٗ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ أَوِ ٱئۡتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٖ 32 ﴿ "Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, 'Ya Allah, jika betul (al-Qur`an) ini benar dari sisiMu, maka hujanilah kami batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih'." (Al-Anfal: 32), atau mereka (memang) meminta sebagian bukti-bukti yang mereka usulkan yang mana apa yang mereka minta itu tidak harus dipenuhi. (188) ﴾ قَالَ رَبِّيٓ أَعۡلَمُ بِمَا تَعۡمَلُونَ ﴿ "Syu'aib عليه السلام berkata, 'Rabbku lebih mengetahui apa yang kalian kerjakan'." Maksudnya, turunnya azab dan terjadinya bukti-bukti yang diusulkan itu bukan aku yang mendatangkannya atau menimpakannya kepada kalian, kewa-jibanku tidak lain hanyalah menyampaikan kepada kalian dan menasihati kalian, dan sungguh aku pun telah melakukannya. Dan yang berwenang mendatangkannya adalah Rabbku Yang Maha Mengetahui perbuatan dan keadaan kalian, yang akan memberikan balasan dan akan menghisab (perhitungan amal) kalian. (189-191) ﴾ فَكَذَّبُوهُ ﴿ "Kemudian mereka mendustakannya." Mak-sudnya, pendustaan telah menjadi karakter mereka, dan kekafiran telah menjadi kebiasaan bagi mereka, hingga bukti-bukti apa pun sama sekali tidak bermanfaat bagi mereka dan tidak ada lagi jalan yang terbaik bagi mereka selain turunnya azab. ﴾ فَأَخَذَهُمۡ عَذَابُ يَوۡمِ ٱلظُّلَّةِۚ ﴿ "Lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan." Mereka dinaungi oleh segumpal awan, dan mereka berkumpul di bawah-nya sambil menikmati naungannya yang sesungguhnya bukan pemberi naungan. Lalu kilat itu membakar mereka dengan azab, maka mereka akhirnya mati dan meninggalkan kampung halaman-nya, dan mereka menempati negeri kesengsaran dan azab.﴾ إِنَّهُۥ كَانَ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٍ ﴿ "Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar." Tidak ada pengembalian lagi bagi mereka ke dunia sehingga mereka bisa memperbarui amal mereka, sedangkan azab tidak pernah dihenti-kan sesaat pun dari mereka, dan tidak pula mereka ditangguhkan. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda," yang membuktikan kejujuran Syu'aib dan kebenaran ajaran yang diserukannya, serta kebatilan penolakan kaumnya ter-hadapnya, ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ﴿ "tetapi kebanyakan mereka tidak beriman," sekalipun mereka sudah melihat bukti-bukti kebenaran, sebab me-reka sama sekali tidak memiliki kesucian dan tidak pula kebaikan. ﴾ وَمَآ أَكۡثَرُ ٱلنَّاسِ وَلَوۡ حَرَصۡتَ بِمُؤۡمِنِينَ 103 ﴿ "Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya." (Yusuf: 103). ﴾ وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa, yang dengan kekuatanNya, Dia dapat ter-hindar dari jangkauan siapa pun dan dari tindasan setiap makhluk. ﴾ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "Lagi Maha Penyayang," yang rahmat (kasih sayang) adalah sifatNya, yang di antara pengaruhnya adalah seluruh kebaikan yang ada di dunia dan akhirat semenjak Allah menciptakan alam ini hingga tidak ada batasnya; dan di antara keperkasaanNya ada-lah Dia telah membinasakan musuh-musuhNya saat mereka men-dustakan para rasulNya; sedangkan yang termasuk rahmatNya adalah Dia menyelamatkan para wali (kekasih)Nya dan orang-orang Mukmin yang mengikutinya.

Asy-Syu'ara' 26:186

"Penduduk Aikah telah mendustakan rasul-rasul; ketika Syu'aib berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepada-ku; dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Sem-purnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan; dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat keru-sakan; dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu.' Mereka berkata, 'Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir, dan tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin bahwa kamu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta. Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.' Syu'aib berkata, 'Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan.' Kemudian mereka mendustakan Syu'aib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 176-191). (176-180) Para penduduk Aikah adalah (penduduk) negeri yang penuh dengan kebun-kebun yang lebat dengan pepohonan. Mereka adalah penduduk negeri Madyan. Mereka mendustakan nabi mereka, yaitu Syu'aib yang datang dengan membawa ajaran yang dibawa oleh para rasul, ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ شُعَيۡبٌ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Ketika Syu'aib berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa'," kepada Allah سبحانه وتعالى, lalu meninggalkan segala apa yang dapat membuatNya murka dan benci, seperti kekafiran dan kemaksiatan, ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ ﴿ "Se-sungguhnya aku adalah seorang rasul untuk kalian, yang terpercaya," yang semua itu berkonsekuensi agar kalian bertakwa kepada Allah dan taat kepadaku. (181-184) Beserta kesyirikan yang mereka lakukan, mereka juga mencurangi takaran dan timbangan. Oleh karena itu, Syu'aib berkata kepada mereka, ﴾ أَوۡفُواْ ٱلۡكَيۡلَ ﴿ "Tunaikanlah takaran," maksudnya, sempurnakan dan lengkapilah ia, ﴾ وَلَا تَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُخۡسِرِينَ ﴿ "dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan," yaitu orang-orang yang mengurangi harta orang lain dan merampasnya dengan mencu-rangi takaran dan timbangan. ﴾ وَزِنُواْ بِٱلۡقِسۡطَاسِ ٱلۡمُسۡتَقِيمِ ﴿ "Dan timbanglah dengan timbangan yang lurus." Maksudnya, dengan timbangan yang adil, tidak miring. ﴾ وَٱتَّقُواْ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلۡجِبِلَّةَ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu." Mak-sudnya, manusia-manusia terdahulu. Sebagaimana Dia bersen-dirian menciptakan kalian dan menciptakan orang-orang sebelum kalian, tanpa ada sekutu bagiNya dalam hal ini, maka dari itu esakanlah Dia dengan ibadah dan tauhid. Sebagaimana Dia telah memberi kalian karunia berupa menciptakan kalian dan membekali kalian dengan berbagai nikmat, maka balaslah nikmat itu dengan bersyukur kepadaNya. (185-187) Mereka berkata kepadanya dengan sikap men-dustakan dan menolak perkataannya, ﴾ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ﴿ "Sesung-guhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir." Sesungguhnya engkau berbicara dengan pembicaraan orang-orang yang terkena sihir yang intinya pembicaraanmu tidak perlu digubris, ﴾ وَمَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا ﴿ "dan tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami." Jadi, kamu sama sekali tidak punya kelebihan yang spesial (khusus) mengungguli kami, sehingga (mau-maunya) kamu meng-ajak kami untuk mengikutimu. Ini sama seperti perkataan kaum sebelum dan sesudah mereka yang menentang para rasul dengan syubhat tersebut, yang selalu mereka kemukakan, lakukan dan se-pakati, karena kesamaan mereka dalam kekafiran dan keserupaan hati mereka! Para rasul itu menjawab mereka dengan ungkapan, ﴾ إِن نَّحۡنُ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ ﴿ "Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberikan karunia kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya." (Ibrahim: 11). ﴾ وَإِن نَّظُنُّكَ لَمِنَ ٱلۡكَٰذِبِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya kami meyakinimu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta." Ini adalah sikap lancang, kezhaliman dan perkataan dusta mereka. Mereka sudah sepakat untuk melawan Nabi. Karena sesungguhnya tidak seorang rasul pun yang menghadapi kaumnya, mengajak mereka, berdialog dan berdebat dengan mereka melainkan pasti Allah سبحانه وتعالى telah memper-lihatkan bukti-bukti (mukjizat) melaluinya yang dapat mereka gunakan untuk meyakini kejujurannya, keamanahannya, terutama nabi Syu'aib عليه السلام yang dijuluki orator (singa podium) para nabi, karena sangat baiknya dia dalam menghadapi kaumnya dan men-debat mereka dengan cara yang terbaik. Kaumnya pun sudah me-yakini kejujurannya dan meyakini bahwa yang diajarkannya itu haq (benar), akan tetapi pemberitaan yang mereka lakukan tentang kedustaan Syu'aib adalah kedustaan dari mereka sendiri. ﴾ فَأَسۡقِطۡ عَلَيۡنَا كِسَفٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ﴿ "Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit," maksudnya, sepotong azab yang dapat menghabisi kami, ﴾ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "jika kamu termasuk orang-orang yang benar." Ini juga sama dengan perkataan orang-orang yang sejalan dengan mereka, ﴾ وَإِذۡ قَالُواْ ٱللَّهُمَّ إِن كَانَ هَٰذَا هُوَ ٱلۡحَقَّ مِنۡ عِندِكَ فَأَمۡطِرۡ عَلَيۡنَا حِجَارَةٗ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ أَوِ ٱئۡتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٖ 32 ﴿ "Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, 'Ya Allah, jika betul (al-Qur`an) ini benar dari sisiMu, maka hujanilah kami batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih'." (Al-Anfal: 32), atau mereka (memang) meminta sebagian bukti-bukti yang mereka usulkan yang mana apa yang mereka minta itu tidak harus dipenuhi. (188) ﴾ قَالَ رَبِّيٓ أَعۡلَمُ بِمَا تَعۡمَلُونَ ﴿ "Syu'aib عليه السلام berkata, 'Rabbku lebih mengetahui apa yang kalian kerjakan'." Maksudnya, turunnya azab dan terjadinya bukti-bukti yang diusulkan itu bukan aku yang mendatangkannya atau menimpakannya kepada kalian, kewa-jibanku tidak lain hanyalah menyampaikan kepada kalian dan menasihati kalian, dan sungguh aku pun telah melakukannya. Dan yang berwenang mendatangkannya adalah Rabbku Yang Maha Mengetahui perbuatan dan keadaan kalian, yang akan memberikan balasan dan akan menghisab (perhitungan amal) kalian. (189-191) ﴾ فَكَذَّبُوهُ ﴿ "Kemudian mereka mendustakannya." Mak-sudnya, pendustaan telah menjadi karakter mereka, dan kekafiran telah menjadi kebiasaan bagi mereka, hingga bukti-bukti apa pun sama sekali tidak bermanfaat bagi mereka dan tidak ada lagi jalan yang terbaik bagi mereka selain turunnya azab. ﴾ فَأَخَذَهُمۡ عَذَابُ يَوۡمِ ٱلظُّلَّةِۚ ﴿ "Lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan." Mereka dinaungi oleh segumpal awan, dan mereka berkumpul di bawah-nya sambil menikmati naungannya yang sesungguhnya bukan pemberi naungan. Lalu kilat itu membakar mereka dengan azab, maka mereka akhirnya mati dan meninggalkan kampung halaman-nya, dan mereka menempati negeri kesengsaran dan azab.﴾ إِنَّهُۥ كَانَ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٍ ﴿ "Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar." Tidak ada pengembalian lagi bagi mereka ke dunia sehingga mereka bisa memperbarui amal mereka, sedangkan azab tidak pernah dihenti-kan sesaat pun dari mereka, dan tidak pula mereka ditangguhkan. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda," yang membuktikan kejujuran Syu'aib dan kebenaran ajaran yang diserukannya, serta kebatilan penolakan kaumnya ter-hadapnya, ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ﴿ "tetapi kebanyakan mereka tidak beriman," sekalipun mereka sudah melihat bukti-bukti kebenaran, sebab me-reka sama sekali tidak memiliki kesucian dan tidak pula kebaikan. ﴾ وَمَآ أَكۡثَرُ ٱلنَّاسِ وَلَوۡ حَرَصۡتَ بِمُؤۡمِنِينَ 103 ﴿ "Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya." (Yusuf: 103). ﴾ وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa, yang dengan kekuatanNya, Dia dapat ter-hindar dari jangkauan siapa pun dan dari tindasan setiap makhluk. ﴾ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "Lagi Maha Penyayang," yang rahmat (kasih sayang) adalah sifatNya, yang di antara pengaruhnya adalah seluruh kebaikan yang ada di dunia dan akhirat semenjak Allah menciptakan alam ini hingga tidak ada batasnya; dan di antara keperkasaanNya ada-lah Dia telah membinasakan musuh-musuhNya saat mereka men-dustakan para rasulNya; sedangkan yang termasuk rahmatNya adalah Dia menyelamatkan para wali (kekasih)Nya dan orang-orang Mukmin yang mengikutinya.

Asy-Syu'ara' 26:187

"Penduduk Aikah telah mendustakan rasul-rasul; ketika Syu'aib berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepada-ku; dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Sem-purnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan; dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat keru-sakan; dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu.' Mereka berkata, 'Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir, dan tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin bahwa kamu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta. Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.' Syu'aib berkata, 'Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan.' Kemudian mereka mendustakan Syu'aib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 176-191). (176-180) Para penduduk Aikah adalah (penduduk) negeri yang penuh dengan kebun-kebun yang lebat dengan pepohonan. Mereka adalah penduduk negeri Madyan. Mereka mendustakan nabi mereka, yaitu Syu'aib yang datang dengan membawa ajaran yang dibawa oleh para rasul, ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ شُعَيۡبٌ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Ketika Syu'aib berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa'," kepada Allah سبحانه وتعالى, lalu meninggalkan segala apa yang dapat membuatNya murka dan benci, seperti kekafiran dan kemaksiatan, ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ ﴿ "Se-sungguhnya aku adalah seorang rasul untuk kalian, yang terpercaya," yang semua itu berkonsekuensi agar kalian bertakwa kepada Allah dan taat kepadaku. (181-184) Beserta kesyirikan yang mereka lakukan, mereka juga mencurangi takaran dan timbangan. Oleh karena itu, Syu'aib berkata kepada mereka, ﴾ أَوۡفُواْ ٱلۡكَيۡلَ ﴿ "Tunaikanlah takaran," maksudnya, sempurnakan dan lengkapilah ia, ﴾ وَلَا تَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُخۡسِرِينَ ﴿ "dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan," yaitu orang-orang yang mengurangi harta orang lain dan merampasnya dengan mencu-rangi takaran dan timbangan. ﴾ وَزِنُواْ بِٱلۡقِسۡطَاسِ ٱلۡمُسۡتَقِيمِ ﴿ "Dan timbanglah dengan timbangan yang lurus." Maksudnya, dengan timbangan yang adil, tidak miring. ﴾ وَٱتَّقُواْ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلۡجِبِلَّةَ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu." Mak-sudnya, manusia-manusia terdahulu. Sebagaimana Dia bersen-dirian menciptakan kalian dan menciptakan orang-orang sebelum kalian, tanpa ada sekutu bagiNya dalam hal ini, maka dari itu esakanlah Dia dengan ibadah dan tauhid. Sebagaimana Dia telah memberi kalian karunia berupa menciptakan kalian dan membekali kalian dengan berbagai nikmat, maka balaslah nikmat itu dengan bersyukur kepadaNya. (185-187) Mereka berkata kepadanya dengan sikap men-dustakan dan menolak perkataannya, ﴾ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ﴿ "Sesung-guhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir." Sesungguhnya engkau berbicara dengan pembicaraan orang-orang yang terkena sihir yang intinya pembicaraanmu tidak perlu digubris, ﴾ وَمَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا ﴿ "dan tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami." Jadi, kamu sama sekali tidak punya kelebihan yang spesial (khusus) mengungguli kami, sehingga (mau-maunya) kamu meng-ajak kami untuk mengikutimu. Ini sama seperti perkataan kaum sebelum dan sesudah mereka yang menentang para rasul dengan syubhat tersebut, yang selalu mereka kemukakan, lakukan dan se-pakati, karena kesamaan mereka dalam kekafiran dan keserupaan hati mereka! Para rasul itu menjawab mereka dengan ungkapan, ﴾ إِن نَّحۡنُ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ ﴿ "Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberikan karunia kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya." (Ibrahim: 11). ﴾ وَإِن نَّظُنُّكَ لَمِنَ ٱلۡكَٰذِبِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya kami meyakinimu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta." Ini adalah sikap lancang, kezhaliman dan perkataan dusta mereka. Mereka sudah sepakat untuk melawan Nabi. Karena sesungguhnya tidak seorang rasul pun yang menghadapi kaumnya, mengajak mereka, berdialog dan berdebat dengan mereka melainkan pasti Allah سبحانه وتعالى telah memper-lihatkan bukti-bukti (mukjizat) melaluinya yang dapat mereka gunakan untuk meyakini kejujurannya, keamanahannya, terutama nabi Syu'aib عليه السلام yang dijuluki orator (singa podium) para nabi, karena sangat baiknya dia dalam menghadapi kaumnya dan men-debat mereka dengan cara yang terbaik. Kaumnya pun sudah me-yakini kejujurannya dan meyakini bahwa yang diajarkannya itu haq (benar), akan tetapi pemberitaan yang mereka lakukan tentang kedustaan Syu'aib adalah kedustaan dari mereka sendiri. ﴾ فَأَسۡقِطۡ عَلَيۡنَا كِسَفٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ﴿ "Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit," maksudnya, sepotong azab yang dapat menghabisi kami, ﴾ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "jika kamu termasuk orang-orang yang benar." Ini juga sama dengan perkataan orang-orang yang sejalan dengan mereka, ﴾ وَإِذۡ قَالُواْ ٱللَّهُمَّ إِن كَانَ هَٰذَا هُوَ ٱلۡحَقَّ مِنۡ عِندِكَ فَأَمۡطِرۡ عَلَيۡنَا حِجَارَةٗ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ أَوِ ٱئۡتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٖ 32 ﴿ "Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, 'Ya Allah, jika betul (al-Qur`an) ini benar dari sisiMu, maka hujanilah kami batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih'." (Al-Anfal: 32), atau mereka (memang) meminta sebagian bukti-bukti yang mereka usulkan yang mana apa yang mereka minta itu tidak harus dipenuhi. (188) ﴾ قَالَ رَبِّيٓ أَعۡلَمُ بِمَا تَعۡمَلُونَ ﴿ "Syu'aib عليه السلام berkata, 'Rabbku lebih mengetahui apa yang kalian kerjakan'." Maksudnya, turunnya azab dan terjadinya bukti-bukti yang diusulkan itu bukan aku yang mendatangkannya atau menimpakannya kepada kalian, kewa-jibanku tidak lain hanyalah menyampaikan kepada kalian dan menasihati kalian, dan sungguh aku pun telah melakukannya. Dan yang berwenang mendatangkannya adalah Rabbku Yang Maha Mengetahui perbuatan dan keadaan kalian, yang akan memberikan balasan dan akan menghisab (perhitungan amal) kalian. (189-191) ﴾ فَكَذَّبُوهُ ﴿ "Kemudian mereka mendustakannya." Mak-sudnya, pendustaan telah menjadi karakter mereka, dan kekafiran telah menjadi kebiasaan bagi mereka, hingga bukti-bukti apa pun sama sekali tidak bermanfaat bagi mereka dan tidak ada lagi jalan yang terbaik bagi mereka selain turunnya azab. ﴾ فَأَخَذَهُمۡ عَذَابُ يَوۡمِ ٱلظُّلَّةِۚ ﴿ "Lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan." Mereka dinaungi oleh segumpal awan, dan mereka berkumpul di bawah-nya sambil menikmati naungannya yang sesungguhnya bukan pemberi naungan. Lalu kilat itu membakar mereka dengan azab, maka mereka akhirnya mati dan meninggalkan kampung halaman-nya, dan mereka menempati negeri kesengsaran dan azab.﴾ إِنَّهُۥ كَانَ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٍ ﴿ "Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar." Tidak ada pengembalian lagi bagi mereka ke dunia sehingga mereka bisa memperbarui amal mereka, sedangkan azab tidak pernah dihenti-kan sesaat pun dari mereka, dan tidak pula mereka ditangguhkan. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda," yang membuktikan kejujuran Syu'aib dan kebenaran ajaran yang diserukannya, serta kebatilan penolakan kaumnya ter-hadapnya, ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ﴿ "tetapi kebanyakan mereka tidak beriman," sekalipun mereka sudah melihat bukti-bukti kebenaran, sebab me-reka sama sekali tidak memiliki kesucian dan tidak pula kebaikan. ﴾ وَمَآ أَكۡثَرُ ٱلنَّاسِ وَلَوۡ حَرَصۡتَ بِمُؤۡمِنِينَ 103 ﴿ "Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya." (Yusuf: 103). ﴾ وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa, yang dengan kekuatanNya, Dia dapat ter-hindar dari jangkauan siapa pun dan dari tindasan setiap makhluk. ﴾ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "Lagi Maha Penyayang," yang rahmat (kasih sayang) adalah sifatNya, yang di antara pengaruhnya adalah seluruh kebaikan yang ada di dunia dan akhirat semenjak Allah menciptakan alam ini hingga tidak ada batasnya; dan di antara keperkasaanNya ada-lah Dia telah membinasakan musuh-musuhNya saat mereka men-dustakan para rasulNya; sedangkan yang termasuk rahmatNya adalah Dia menyelamatkan para wali (kekasih)Nya dan orang-orang Mukmin yang mengikutinya.

Asy-Syu'ara' 26:188

"Penduduk Aikah telah mendustakan rasul-rasul; ketika Syu'aib berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepada-ku; dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Sem-purnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan; dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat keru-sakan; dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu.' Mereka berkata, 'Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir, dan tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin bahwa kamu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta. Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.' Syu'aib berkata, 'Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan.' Kemudian mereka mendustakan Syu'aib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 176-191). (176-180) Para penduduk Aikah adalah (penduduk) negeri yang penuh dengan kebun-kebun yang lebat dengan pepohonan. Mereka adalah penduduk negeri Madyan. Mereka mendustakan nabi mereka, yaitu Syu'aib yang datang dengan membawa ajaran yang dibawa oleh para rasul, ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ شُعَيۡبٌ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Ketika Syu'aib berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa'," kepada Allah سبحانه وتعالى, lalu meninggalkan segala apa yang dapat membuatNya murka dan benci, seperti kekafiran dan kemaksiatan, ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ ﴿ "Se-sungguhnya aku adalah seorang rasul untuk kalian, yang terpercaya," yang semua itu berkonsekuensi agar kalian bertakwa kepada Allah dan taat kepadaku. (181-184) Beserta kesyirikan yang mereka lakukan, mereka juga mencurangi takaran dan timbangan. Oleh karena itu, Syu'aib berkata kepada mereka, ﴾ أَوۡفُواْ ٱلۡكَيۡلَ ﴿ "Tunaikanlah takaran," maksudnya, sempurnakan dan lengkapilah ia, ﴾ وَلَا تَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُخۡسِرِينَ ﴿ "dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan," yaitu orang-orang yang mengurangi harta orang lain dan merampasnya dengan mencu-rangi takaran dan timbangan. ﴾ وَزِنُواْ بِٱلۡقِسۡطَاسِ ٱلۡمُسۡتَقِيمِ ﴿ "Dan timbanglah dengan timbangan yang lurus." Maksudnya, dengan timbangan yang adil, tidak miring. ﴾ وَٱتَّقُواْ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلۡجِبِلَّةَ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu." Mak-sudnya, manusia-manusia terdahulu. Sebagaimana Dia bersen-dirian menciptakan kalian dan menciptakan orang-orang sebelum kalian, tanpa ada sekutu bagiNya dalam hal ini, maka dari itu esakanlah Dia dengan ibadah dan tauhid. Sebagaimana Dia telah memberi kalian karunia berupa menciptakan kalian dan membekali kalian dengan berbagai nikmat, maka balaslah nikmat itu dengan bersyukur kepadaNya. (185-187) Mereka berkata kepadanya dengan sikap men-dustakan dan menolak perkataannya, ﴾ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ﴿ "Sesung-guhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir." Sesungguhnya engkau berbicara dengan pembicaraan orang-orang yang terkena sihir yang intinya pembicaraanmu tidak perlu digubris, ﴾ وَمَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا ﴿ "dan tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami." Jadi, kamu sama sekali tidak punya kelebihan yang spesial (khusus) mengungguli kami, sehingga (mau-maunya) kamu meng-ajak kami untuk mengikutimu. Ini sama seperti perkataan kaum sebelum dan sesudah mereka yang menentang para rasul dengan syubhat tersebut, yang selalu mereka kemukakan, lakukan dan se-pakati, karena kesamaan mereka dalam kekafiran dan keserupaan hati mereka! Para rasul itu menjawab mereka dengan ungkapan, ﴾ إِن نَّحۡنُ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ ﴿ "Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberikan karunia kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya." (Ibrahim: 11). ﴾ وَإِن نَّظُنُّكَ لَمِنَ ٱلۡكَٰذِبِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya kami meyakinimu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta." Ini adalah sikap lancang, kezhaliman dan perkataan dusta mereka. Mereka sudah sepakat untuk melawan Nabi. Karena sesungguhnya tidak seorang rasul pun yang menghadapi kaumnya, mengajak mereka, berdialog dan berdebat dengan mereka melainkan pasti Allah سبحانه وتعالى telah memper-lihatkan bukti-bukti (mukjizat) melaluinya yang dapat mereka gunakan untuk meyakini kejujurannya, keamanahannya, terutama nabi Syu'aib عليه السلام yang dijuluki orator (singa podium) para nabi, karena sangat baiknya dia dalam menghadapi kaumnya dan men-debat mereka dengan cara yang terbaik. Kaumnya pun sudah me-yakini kejujurannya dan meyakini bahwa yang diajarkannya itu haq (benar), akan tetapi pemberitaan yang mereka lakukan tentang kedustaan Syu'aib adalah kedustaan dari mereka sendiri. ﴾ فَأَسۡقِطۡ عَلَيۡنَا كِسَفٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ﴿ "Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit," maksudnya, sepotong azab yang dapat menghabisi kami, ﴾ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "jika kamu termasuk orang-orang yang benar." Ini juga sama dengan perkataan orang-orang yang sejalan dengan mereka, ﴾ وَإِذۡ قَالُواْ ٱللَّهُمَّ إِن كَانَ هَٰذَا هُوَ ٱلۡحَقَّ مِنۡ عِندِكَ فَأَمۡطِرۡ عَلَيۡنَا حِجَارَةٗ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ أَوِ ٱئۡتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٖ 32 ﴿ "Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, 'Ya Allah, jika betul (al-Qur`an) ini benar dari sisiMu, maka hujanilah kami batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih'." (Al-Anfal: 32), atau mereka (memang) meminta sebagian bukti-bukti yang mereka usulkan yang mana apa yang mereka minta itu tidak harus dipenuhi. (188) ﴾ قَالَ رَبِّيٓ أَعۡلَمُ بِمَا تَعۡمَلُونَ ﴿ "Syu'aib عليه السلام berkata, 'Rabbku lebih mengetahui apa yang kalian kerjakan'." Maksudnya, turunnya azab dan terjadinya bukti-bukti yang diusulkan itu bukan aku yang mendatangkannya atau menimpakannya kepada kalian, kewa-jibanku tidak lain hanyalah menyampaikan kepada kalian dan menasihati kalian, dan sungguh aku pun telah melakukannya. Dan yang berwenang mendatangkannya adalah Rabbku Yang Maha Mengetahui perbuatan dan keadaan kalian, yang akan memberikan balasan dan akan menghisab (perhitungan amal) kalian. (189-191) ﴾ فَكَذَّبُوهُ ﴿ "Kemudian mereka mendustakannya." Mak-sudnya, pendustaan telah menjadi karakter mereka, dan kekafiran telah menjadi kebiasaan bagi mereka, hingga bukti-bukti apa pun sama sekali tidak bermanfaat bagi mereka dan tidak ada lagi jalan yang terbaik bagi mereka selain turunnya azab. ﴾ فَأَخَذَهُمۡ عَذَابُ يَوۡمِ ٱلظُّلَّةِۚ ﴿ "Lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan." Mereka dinaungi oleh segumpal awan, dan mereka berkumpul di bawah-nya sambil menikmati naungannya yang sesungguhnya bukan pemberi naungan. Lalu kilat itu membakar mereka dengan azab, maka mereka akhirnya mati dan meninggalkan kampung halaman-nya, dan mereka menempati negeri kesengsaran dan azab.﴾ إِنَّهُۥ كَانَ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٍ ﴿ "Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar." Tidak ada pengembalian lagi bagi mereka ke dunia sehingga mereka bisa memperbarui amal mereka, sedangkan azab tidak pernah dihenti-kan sesaat pun dari mereka, dan tidak pula mereka ditangguhkan. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda," yang membuktikan kejujuran Syu'aib dan kebenaran ajaran yang diserukannya, serta kebatilan penolakan kaumnya ter-hadapnya, ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ﴿ "tetapi kebanyakan mereka tidak beriman," sekalipun mereka sudah melihat bukti-bukti kebenaran, sebab me-reka sama sekali tidak memiliki kesucian dan tidak pula kebaikan. ﴾ وَمَآ أَكۡثَرُ ٱلنَّاسِ وَلَوۡ حَرَصۡتَ بِمُؤۡمِنِينَ 103 ﴿ "Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya." (Yusuf: 103). ﴾ وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa, yang dengan kekuatanNya, Dia dapat ter-hindar dari jangkauan siapa pun dan dari tindasan setiap makhluk. ﴾ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "Lagi Maha Penyayang," yang rahmat (kasih sayang) adalah sifatNya, yang di antara pengaruhnya adalah seluruh kebaikan yang ada di dunia dan akhirat semenjak Allah menciptakan alam ini hingga tidak ada batasnya; dan di antara keperkasaanNya ada-lah Dia telah membinasakan musuh-musuhNya saat mereka men-dustakan para rasulNya; sedangkan yang termasuk rahmatNya adalah Dia menyelamatkan para wali (kekasih)Nya dan orang-orang Mukmin yang mengikutinya.

Asy-Syu'ara' 26:189

"Penduduk Aikah telah mendustakan rasul-rasul; ketika Syu'aib berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepada-ku; dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Sem-purnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan; dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat keru-sakan; dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu.' Mereka berkata, 'Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir, dan tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin bahwa kamu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta. Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.' Syu'aib berkata, 'Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan.' Kemudian mereka mendustakan Syu'aib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 176-191). (176-180) Para penduduk Aikah adalah (penduduk) negeri yang penuh dengan kebun-kebun yang lebat dengan pepohonan. Mereka adalah penduduk negeri Madyan. Mereka mendustakan nabi mereka, yaitu Syu'aib yang datang dengan membawa ajaran yang dibawa oleh para rasul, ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ شُعَيۡبٌ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Ketika Syu'aib berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa'," kepada Allah سبحانه وتعالى, lalu meninggalkan segala apa yang dapat membuatNya murka dan benci, seperti kekafiran dan kemaksiatan, ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ ﴿ "Se-sungguhnya aku adalah seorang rasul untuk kalian, yang terpercaya," yang semua itu berkonsekuensi agar kalian bertakwa kepada Allah dan taat kepadaku. (181-184) Beserta kesyirikan yang mereka lakukan, mereka juga mencurangi takaran dan timbangan. Oleh karena itu, Syu'aib berkata kepada mereka, ﴾ أَوۡفُواْ ٱلۡكَيۡلَ ﴿ "Tunaikanlah takaran," maksudnya, sempurnakan dan lengkapilah ia, ﴾ وَلَا تَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُخۡسِرِينَ ﴿ "dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan," yaitu orang-orang yang mengurangi harta orang lain dan merampasnya dengan mencu-rangi takaran dan timbangan. ﴾ وَزِنُواْ بِٱلۡقِسۡطَاسِ ٱلۡمُسۡتَقِيمِ ﴿ "Dan timbanglah dengan timbangan yang lurus." Maksudnya, dengan timbangan yang adil, tidak miring. ﴾ وَٱتَّقُواْ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلۡجِبِلَّةَ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu." Mak-sudnya, manusia-manusia terdahulu. Sebagaimana Dia bersen-dirian menciptakan kalian dan menciptakan orang-orang sebelum kalian, tanpa ada sekutu bagiNya dalam hal ini, maka dari itu esakanlah Dia dengan ibadah dan tauhid. Sebagaimana Dia telah memberi kalian karunia berupa menciptakan kalian dan membekali kalian dengan berbagai nikmat, maka balaslah nikmat itu dengan bersyukur kepadaNya. (185-187) Mereka berkata kepadanya dengan sikap men-dustakan dan menolak perkataannya, ﴾ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ﴿ "Sesung-guhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir." Sesungguhnya engkau berbicara dengan pembicaraan orang-orang yang terkena sihir yang intinya pembicaraanmu tidak perlu digubris, ﴾ وَمَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا ﴿ "dan tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami." Jadi, kamu sama sekali tidak punya kelebihan yang spesial (khusus) mengungguli kami, sehingga (mau-maunya) kamu meng-ajak kami untuk mengikutimu. Ini sama seperti perkataan kaum sebelum dan sesudah mereka yang menentang para rasul dengan syubhat tersebut, yang selalu mereka kemukakan, lakukan dan se-pakati, karena kesamaan mereka dalam kekafiran dan keserupaan hati mereka! Para rasul itu menjawab mereka dengan ungkapan, ﴾ إِن نَّحۡنُ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ ﴿ "Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberikan karunia kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya." (Ibrahim: 11). ﴾ وَإِن نَّظُنُّكَ لَمِنَ ٱلۡكَٰذِبِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya kami meyakinimu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta." Ini adalah sikap lancang, kezhaliman dan perkataan dusta mereka. Mereka sudah sepakat untuk melawan Nabi. Karena sesungguhnya tidak seorang rasul pun yang menghadapi kaumnya, mengajak mereka, berdialog dan berdebat dengan mereka melainkan pasti Allah سبحانه وتعالى telah memper-lihatkan bukti-bukti (mukjizat) melaluinya yang dapat mereka gunakan untuk meyakini kejujurannya, keamanahannya, terutama nabi Syu'aib عليه السلام yang dijuluki orator (singa podium) para nabi, karena sangat baiknya dia dalam menghadapi kaumnya dan men-debat mereka dengan cara yang terbaik. Kaumnya pun sudah me-yakini kejujurannya dan meyakini bahwa yang diajarkannya itu haq (benar), akan tetapi pemberitaan yang mereka lakukan tentang kedustaan Syu'aib adalah kedustaan dari mereka sendiri. ﴾ فَأَسۡقِطۡ عَلَيۡنَا كِسَفٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ﴿ "Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit," maksudnya, sepotong azab yang dapat menghabisi kami, ﴾ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "jika kamu termasuk orang-orang yang benar." Ini juga sama dengan perkataan orang-orang yang sejalan dengan mereka, ﴾ وَإِذۡ قَالُواْ ٱللَّهُمَّ إِن كَانَ هَٰذَا هُوَ ٱلۡحَقَّ مِنۡ عِندِكَ فَأَمۡطِرۡ عَلَيۡنَا حِجَارَةٗ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ أَوِ ٱئۡتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٖ 32 ﴿ "Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, 'Ya Allah, jika betul (al-Qur`an) ini benar dari sisiMu, maka hujanilah kami batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih'." (Al-Anfal: 32), atau mereka (memang) meminta sebagian bukti-bukti yang mereka usulkan yang mana apa yang mereka minta itu tidak harus dipenuhi. (188) ﴾ قَالَ رَبِّيٓ أَعۡلَمُ بِمَا تَعۡمَلُونَ ﴿ "Syu'aib عليه السلام berkata, 'Rabbku lebih mengetahui apa yang kalian kerjakan'." Maksudnya, turunnya azab dan terjadinya bukti-bukti yang diusulkan itu bukan aku yang mendatangkannya atau menimpakannya kepada kalian, kewa-jibanku tidak lain hanyalah menyampaikan kepada kalian dan menasihati kalian, dan sungguh aku pun telah melakukannya. Dan yang berwenang mendatangkannya adalah Rabbku Yang Maha Mengetahui perbuatan dan keadaan kalian, yang akan memberikan balasan dan akan menghisab (perhitungan amal) kalian. (189-191) ﴾ فَكَذَّبُوهُ ﴿ "Kemudian mereka mendustakannya." Mak-sudnya, pendustaan telah menjadi karakter mereka, dan kekafiran telah menjadi kebiasaan bagi mereka, hingga bukti-bukti apa pun sama sekali tidak bermanfaat bagi mereka dan tidak ada lagi jalan yang terbaik bagi mereka selain turunnya azab. ﴾ فَأَخَذَهُمۡ عَذَابُ يَوۡمِ ٱلظُّلَّةِۚ ﴿ "Lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan." Mereka dinaungi oleh segumpal awan, dan mereka berkumpul di bawah-nya sambil menikmati naungannya yang sesungguhnya bukan pemberi naungan. Lalu kilat itu membakar mereka dengan azab, maka mereka akhirnya mati dan meninggalkan kampung halaman-nya, dan mereka menempati negeri kesengsaran dan azab.﴾ إِنَّهُۥ كَانَ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٍ ﴿ "Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar." Tidak ada pengembalian lagi bagi mereka ke dunia sehingga mereka bisa memperbarui amal mereka, sedangkan azab tidak pernah dihenti-kan sesaat pun dari mereka, dan tidak pula mereka ditangguhkan. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda," yang membuktikan kejujuran Syu'aib dan kebenaran ajaran yang diserukannya, serta kebatilan penolakan kaumnya ter-hadapnya, ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ﴿ "tetapi kebanyakan mereka tidak beriman," sekalipun mereka sudah melihat bukti-bukti kebenaran, sebab me-reka sama sekali tidak memiliki kesucian dan tidak pula kebaikan. ﴾ وَمَآ أَكۡثَرُ ٱلنَّاسِ وَلَوۡ حَرَصۡتَ بِمُؤۡمِنِينَ 103 ﴿ "Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya." (Yusuf: 103). ﴾ وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa, yang dengan kekuatanNya, Dia dapat ter-hindar dari jangkauan siapa pun dan dari tindasan setiap makhluk. ﴾ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "Lagi Maha Penyayang," yang rahmat (kasih sayang) adalah sifatNya, yang di antara pengaruhnya adalah seluruh kebaikan yang ada di dunia dan akhirat semenjak Allah menciptakan alam ini hingga tidak ada batasnya; dan di antara keperkasaanNya ada-lah Dia telah membinasakan musuh-musuhNya saat mereka men-dustakan para rasulNya; sedangkan yang termasuk rahmatNya adalah Dia menyelamatkan para wali (kekasih)Nya dan orang-orang Mukmin yang mengikutinya.

Asy-Syu'ara' 26:190

"Penduduk Aikah telah mendustakan rasul-rasul; ketika Syu'aib berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepada-ku; dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Sem-purnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan; dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat keru-sakan; dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu.' Mereka berkata, 'Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir, dan tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin bahwa kamu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta. Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.' Syu'aib berkata, 'Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan.' Kemudian mereka mendustakan Syu'aib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 176-191). (176-180) Para penduduk Aikah adalah (penduduk) negeri yang penuh dengan kebun-kebun yang lebat dengan pepohonan. Mereka adalah penduduk negeri Madyan. Mereka mendustakan nabi mereka, yaitu Syu'aib yang datang dengan membawa ajaran yang dibawa oleh para rasul, ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ شُعَيۡبٌ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Ketika Syu'aib berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa'," kepada Allah سبحانه وتعالى, lalu meninggalkan segala apa yang dapat membuatNya murka dan benci, seperti kekafiran dan kemaksiatan, ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ ﴿ "Se-sungguhnya aku adalah seorang rasul untuk kalian, yang terpercaya," yang semua itu berkonsekuensi agar kalian bertakwa kepada Allah dan taat kepadaku. (181-184) Beserta kesyirikan yang mereka lakukan, mereka juga mencurangi takaran dan timbangan. Oleh karena itu, Syu'aib berkata kepada mereka, ﴾ أَوۡفُواْ ٱلۡكَيۡلَ ﴿ "Tunaikanlah takaran," maksudnya, sempurnakan dan lengkapilah ia, ﴾ وَلَا تَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُخۡسِرِينَ ﴿ "dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan," yaitu orang-orang yang mengurangi harta orang lain dan merampasnya dengan mencu-rangi takaran dan timbangan. ﴾ وَزِنُواْ بِٱلۡقِسۡطَاسِ ٱلۡمُسۡتَقِيمِ ﴿ "Dan timbanglah dengan timbangan yang lurus." Maksudnya, dengan timbangan yang adil, tidak miring. ﴾ وَٱتَّقُواْ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلۡجِبِلَّةَ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu." Mak-sudnya, manusia-manusia terdahulu. Sebagaimana Dia bersen-dirian menciptakan kalian dan menciptakan orang-orang sebelum kalian, tanpa ada sekutu bagiNya dalam hal ini, maka dari itu esakanlah Dia dengan ibadah dan tauhid. Sebagaimana Dia telah memberi kalian karunia berupa menciptakan kalian dan membekali kalian dengan berbagai nikmat, maka balaslah nikmat itu dengan bersyukur kepadaNya. (185-187) Mereka berkata kepadanya dengan sikap men-dustakan dan menolak perkataannya, ﴾ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ﴿ "Sesung-guhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir." Sesungguhnya engkau berbicara dengan pembicaraan orang-orang yang terkena sihir yang intinya pembicaraanmu tidak perlu digubris, ﴾ وَمَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا ﴿ "dan tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami." Jadi, kamu sama sekali tidak punya kelebihan yang spesial (khusus) mengungguli kami, sehingga (mau-maunya) kamu meng-ajak kami untuk mengikutimu. Ini sama seperti perkataan kaum sebelum dan sesudah mereka yang menentang para rasul dengan syubhat tersebut, yang selalu mereka kemukakan, lakukan dan se-pakati, karena kesamaan mereka dalam kekafiran dan keserupaan hati mereka! Para rasul itu menjawab mereka dengan ungkapan, ﴾ إِن نَّحۡنُ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ ﴿ "Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberikan karunia kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya." (Ibrahim: 11). ﴾ وَإِن نَّظُنُّكَ لَمِنَ ٱلۡكَٰذِبِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya kami meyakinimu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta." Ini adalah sikap lancang, kezhaliman dan perkataan dusta mereka. Mereka sudah sepakat untuk melawan Nabi. Karena sesungguhnya tidak seorang rasul pun yang menghadapi kaumnya, mengajak mereka, berdialog dan berdebat dengan mereka melainkan pasti Allah سبحانه وتعالى telah memper-lihatkan bukti-bukti (mukjizat) melaluinya yang dapat mereka gunakan untuk meyakini kejujurannya, keamanahannya, terutama nabi Syu'aib عليه السلام yang dijuluki orator (singa podium) para nabi, karena sangat baiknya dia dalam menghadapi kaumnya dan men-debat mereka dengan cara yang terbaik. Kaumnya pun sudah me-yakini kejujurannya dan meyakini bahwa yang diajarkannya itu haq (benar), akan tetapi pemberitaan yang mereka lakukan tentang kedustaan Syu'aib adalah kedustaan dari mereka sendiri. ﴾ فَأَسۡقِطۡ عَلَيۡنَا كِسَفٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ﴿ "Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit," maksudnya, sepotong azab yang dapat menghabisi kami, ﴾ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "jika kamu termasuk orang-orang yang benar." Ini juga sama dengan perkataan orang-orang yang sejalan dengan mereka, ﴾ وَإِذۡ قَالُواْ ٱللَّهُمَّ إِن كَانَ هَٰذَا هُوَ ٱلۡحَقَّ مِنۡ عِندِكَ فَأَمۡطِرۡ عَلَيۡنَا حِجَارَةٗ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ أَوِ ٱئۡتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٖ 32 ﴿ "Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, 'Ya Allah, jika betul (al-Qur`an) ini benar dari sisiMu, maka hujanilah kami batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih'." (Al-Anfal: 32), atau mereka (memang) meminta sebagian bukti-bukti yang mereka usulkan yang mana apa yang mereka minta itu tidak harus dipenuhi. (188) ﴾ قَالَ رَبِّيٓ أَعۡلَمُ بِمَا تَعۡمَلُونَ ﴿ "Syu'aib عليه السلام berkata, 'Rabbku lebih mengetahui apa yang kalian kerjakan'." Maksudnya, turunnya azab dan terjadinya bukti-bukti yang diusulkan itu bukan aku yang mendatangkannya atau menimpakannya kepada kalian, kewa-jibanku tidak lain hanyalah menyampaikan kepada kalian dan menasihati kalian, dan sungguh aku pun telah melakukannya. Dan yang berwenang mendatangkannya adalah Rabbku Yang Maha Mengetahui perbuatan dan keadaan kalian, yang akan memberikan balasan dan akan menghisab (perhitungan amal) kalian. (189-191) ﴾ فَكَذَّبُوهُ ﴿ "Kemudian mereka mendustakannya." Mak-sudnya, pendustaan telah menjadi karakter mereka, dan kekafiran telah menjadi kebiasaan bagi mereka, hingga bukti-bukti apa pun sama sekali tidak bermanfaat bagi mereka dan tidak ada lagi jalan yang terbaik bagi mereka selain turunnya azab. ﴾ فَأَخَذَهُمۡ عَذَابُ يَوۡمِ ٱلظُّلَّةِۚ ﴿ "Lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan." Mereka dinaungi oleh segumpal awan, dan mereka berkumpul di bawah-nya sambil menikmati naungannya yang sesungguhnya bukan pemberi naungan. Lalu kilat itu membakar mereka dengan azab, maka mereka akhirnya mati dan meninggalkan kampung halaman-nya, dan mereka menempati negeri kesengsaran dan azab.﴾ إِنَّهُۥ كَانَ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٍ ﴿ "Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar." Tidak ada pengembalian lagi bagi mereka ke dunia sehingga mereka bisa memperbarui amal mereka, sedangkan azab tidak pernah dihenti-kan sesaat pun dari mereka, dan tidak pula mereka ditangguhkan. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda," yang membuktikan kejujuran Syu'aib dan kebenaran ajaran yang diserukannya, serta kebatilan penolakan kaumnya ter-hadapnya, ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ﴿ "tetapi kebanyakan mereka tidak beriman," sekalipun mereka sudah melihat bukti-bukti kebenaran, sebab me-reka sama sekali tidak memiliki kesucian dan tidak pula kebaikan. ﴾ وَمَآ أَكۡثَرُ ٱلنَّاسِ وَلَوۡ حَرَصۡتَ بِمُؤۡمِنِينَ 103 ﴿ "Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya." (Yusuf: 103). ﴾ وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa, yang dengan kekuatanNya, Dia dapat ter-hindar dari jangkauan siapa pun dan dari tindasan setiap makhluk. ﴾ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "Lagi Maha Penyayang," yang rahmat (kasih sayang) adalah sifatNya, yang di antara pengaruhnya adalah seluruh kebaikan yang ada di dunia dan akhirat semenjak Allah menciptakan alam ini hingga tidak ada batasnya; dan di antara keperkasaanNya ada-lah Dia telah membinasakan musuh-musuhNya saat mereka men-dustakan para rasulNya; sedangkan yang termasuk rahmatNya adalah Dia menyelamatkan para wali (kekasih)Nya dan orang-orang Mukmin yang mengikutinya.

Asy-Syu'ara' 26:191

"Penduduk Aikah telah mendustakan rasul-rasul; ketika Syu'aib berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa? Sesungguhnya aku adalah seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepada-ku; dan aku sekali-kali tidak minta upah kepadamu atas ajakan itu; upahku tidak lain hanyalah dari Tuhan semesta alam. Sem-purnakanlah takaran dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan; dan timbanglah dengan timbangan yang lurus. Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat keru-sakan; dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu.' Mereka berkata, 'Sesungguhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir, dan tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin bahwa kamu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta. Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit, jika kamu termasuk orang-orang yang benar.' Syu'aib berkata, 'Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan.' Kemudian mereka mendustakan Syu'aib, lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan. Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." (Asy-Syu'ara`: 176-191). (176-180) Para penduduk Aikah adalah (penduduk) negeri yang penuh dengan kebun-kebun yang lebat dengan pepohonan. Mereka adalah penduduk negeri Madyan. Mereka mendustakan nabi mereka, yaitu Syu'aib yang datang dengan membawa ajaran yang dibawa oleh para rasul, ﴾ إِذۡ قَالَ لَهُمۡ شُعَيۡبٌ أَلَا تَتَّقُونَ ﴿ "Ketika Syu'aib berkata kepada mereka, 'Mengapa kamu tidak bertakwa'," kepada Allah سبحانه وتعالى, lalu meninggalkan segala apa yang dapat membuatNya murka dan benci, seperti kekafiran dan kemaksiatan, ﴾ إِنِّي لَكُمۡ رَسُولٌ أَمِينٞ ﴿ "Se-sungguhnya aku adalah seorang rasul untuk kalian, yang terpercaya," yang semua itu berkonsekuensi agar kalian bertakwa kepada Allah dan taat kepadaku. (181-184) Beserta kesyirikan yang mereka lakukan, mereka juga mencurangi takaran dan timbangan. Oleh karena itu, Syu'aib berkata kepada mereka, ﴾ أَوۡفُواْ ٱلۡكَيۡلَ ﴿ "Tunaikanlah takaran," maksudnya, sempurnakan dan lengkapilah ia, ﴾ وَلَا تَكُونُواْ مِنَ ٱلۡمُخۡسِرِينَ ﴿ "dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang merugikan," yaitu orang-orang yang mengurangi harta orang lain dan merampasnya dengan mencu-rangi takaran dan timbangan. ﴾ وَزِنُواْ بِٱلۡقِسۡطَاسِ ٱلۡمُسۡتَقِيمِ ﴿ "Dan timbanglah dengan timbangan yang lurus." Maksudnya, dengan timbangan yang adil, tidak miring. ﴾ وَٱتَّقُواْ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلۡجِبِلَّةَ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang dahulu." Mak-sudnya, manusia-manusia terdahulu. Sebagaimana Dia bersen-dirian menciptakan kalian dan menciptakan orang-orang sebelum kalian, tanpa ada sekutu bagiNya dalam hal ini, maka dari itu esakanlah Dia dengan ibadah dan tauhid. Sebagaimana Dia telah memberi kalian karunia berupa menciptakan kalian dan membekali kalian dengan berbagai nikmat, maka balaslah nikmat itu dengan bersyukur kepadaNya. (185-187) Mereka berkata kepadanya dengan sikap men-dustakan dan menolak perkataannya, ﴾ إِنَّمَآ أَنتَ مِنَ ٱلۡمُسَحَّرِينَ ﴿ "Sesung-guhnya kamu adalah salah seorang dari orang-orang yang terkena sihir." Sesungguhnya engkau berbicara dengan pembicaraan orang-orang yang terkena sihir yang intinya pembicaraanmu tidak perlu digubris, ﴾ وَمَآ أَنتَ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُنَا ﴿ "dan tidaklah kamu melainkan seorang manusia seperti kami." Jadi, kamu sama sekali tidak punya kelebihan yang spesial (khusus) mengungguli kami, sehingga (mau-maunya) kamu meng-ajak kami untuk mengikutimu. Ini sama seperti perkataan kaum sebelum dan sesudah mereka yang menentang para rasul dengan syubhat tersebut, yang selalu mereka kemukakan, lakukan dan se-pakati, karena kesamaan mereka dalam kekafiran dan keserupaan hati mereka! Para rasul itu menjawab mereka dengan ungkapan, ﴾ إِن نَّحۡنُ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ ﴿ "Kami tidak lain hanyalah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberikan karunia kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hamba-Nya." (Ibrahim: 11). ﴾ وَإِن نَّظُنُّكَ لَمِنَ ٱلۡكَٰذِبِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya kami meyakinimu benar-benar termasuk orang-orang yang berdusta." Ini adalah sikap lancang, kezhaliman dan perkataan dusta mereka. Mereka sudah sepakat untuk melawan Nabi. Karena sesungguhnya tidak seorang rasul pun yang menghadapi kaumnya, mengajak mereka, berdialog dan berdebat dengan mereka melainkan pasti Allah سبحانه وتعالى telah memper-lihatkan bukti-bukti (mukjizat) melaluinya yang dapat mereka gunakan untuk meyakini kejujurannya, keamanahannya, terutama nabi Syu'aib عليه السلام yang dijuluki orator (singa podium) para nabi, karena sangat baiknya dia dalam menghadapi kaumnya dan men-debat mereka dengan cara yang terbaik. Kaumnya pun sudah me-yakini kejujurannya dan meyakini bahwa yang diajarkannya itu haq (benar), akan tetapi pemberitaan yang mereka lakukan tentang kedustaan Syu'aib adalah kedustaan dari mereka sendiri. ﴾ فَأَسۡقِطۡ عَلَيۡنَا كِسَفٗا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ ﴿ "Maka jatuhkanlah atas kami gumpalan dari langit," maksudnya, sepotong azab yang dapat menghabisi kami, ﴾ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ ﴿ "jika kamu termasuk orang-orang yang benar." Ini juga sama dengan perkataan orang-orang yang sejalan dengan mereka, ﴾ وَإِذۡ قَالُواْ ٱللَّهُمَّ إِن كَانَ هَٰذَا هُوَ ٱلۡحَقَّ مِنۡ عِندِكَ فَأَمۡطِرۡ عَلَيۡنَا حِجَارَةٗ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ أَوِ ٱئۡتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٖ 32 ﴿ "Dan (ingatlah), ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, 'Ya Allah, jika betul (al-Qur`an) ini benar dari sisiMu, maka hujanilah kami batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih'." (Al-Anfal: 32), atau mereka (memang) meminta sebagian bukti-bukti yang mereka usulkan yang mana apa yang mereka minta itu tidak harus dipenuhi. (188) ﴾ قَالَ رَبِّيٓ أَعۡلَمُ بِمَا تَعۡمَلُونَ ﴿ "Syu'aib عليه السلام berkata, 'Rabbku lebih mengetahui apa yang kalian kerjakan'." Maksudnya, turunnya azab dan terjadinya bukti-bukti yang diusulkan itu bukan aku yang mendatangkannya atau menimpakannya kepada kalian, kewa-jibanku tidak lain hanyalah menyampaikan kepada kalian dan menasihati kalian, dan sungguh aku pun telah melakukannya. Dan yang berwenang mendatangkannya adalah Rabbku Yang Maha Mengetahui perbuatan dan keadaan kalian, yang akan memberikan balasan dan akan menghisab (perhitungan amal) kalian. (189-191) ﴾ فَكَذَّبُوهُ ﴿ "Kemudian mereka mendustakannya." Mak-sudnya, pendustaan telah menjadi karakter mereka, dan kekafiran telah menjadi kebiasaan bagi mereka, hingga bukti-bukti apa pun sama sekali tidak bermanfaat bagi mereka dan tidak ada lagi jalan yang terbaik bagi mereka selain turunnya azab. ﴾ فَأَخَذَهُمۡ عَذَابُ يَوۡمِ ٱلظُّلَّةِۚ ﴿ "Lalu mereka ditimpa azab pada hari mereka dinaungi awan." Mereka dinaungi oleh segumpal awan, dan mereka berkumpul di bawah-nya sambil menikmati naungannya yang sesungguhnya bukan pemberi naungan. Lalu kilat itu membakar mereka dengan azab, maka mereka akhirnya mati dan meninggalkan kampung halaman-nya, dan mereka menempati negeri kesengsaran dan azab.﴾ إِنَّهُۥ كَانَ عَذَابَ يَوۡمٍ عَظِيمٍ ﴿ "Sesungguhnya azab itu adalah azab hari yang besar." Tidak ada pengembalian lagi bagi mereka ke dunia sehingga mereka bisa memperbarui amal mereka, sedangkan azab tidak pernah dihenti-kan sesaat pun dari mereka, dan tidak pula mereka ditangguhkan. ﴾ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَةٗۖ ﴿ "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda," yang membuktikan kejujuran Syu'aib dan kebenaran ajaran yang diserukannya, serta kebatilan penolakan kaumnya ter-hadapnya, ﴾ وَمَا كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّؤۡمِنِينَ ﴿ "tetapi kebanyakan mereka tidak beriman," sekalipun mereka sudah melihat bukti-bukti kebenaran, sebab me-reka sama sekali tidak memiliki kesucian dan tidak pula kebaikan. ﴾ وَمَآ أَكۡثَرُ ٱلنَّاسِ وَلَوۡ حَرَصۡتَ بِمُؤۡمِنِينَ 103 ﴿ "Dan sebagian besar manusia tidak akan beriman walaupun kamu sangat menginginkannya." (Yusuf: 103). ﴾ وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Dan sesungguhnya Rabbmu benar-benar Dia-lah Yang Mahaperkasa, yang dengan kekuatanNya, Dia dapat ter-hindar dari jangkauan siapa pun dan dari tindasan setiap makhluk. ﴾ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "Lagi Maha Penyayang," yang rahmat (kasih sayang) adalah sifatNya, yang di antara pengaruhnya adalah seluruh kebaikan yang ada di dunia dan akhirat semenjak Allah menciptakan alam ini hingga tidak ada batasnya; dan di antara keperkasaanNya ada-lah Dia telah membinasakan musuh-musuhNya saat mereka men-dustakan para rasulNya; sedangkan yang termasuk rahmatNya adalah Dia menyelamatkan para wali (kekasih)Nya dan orang-orang Mukmin yang mengikutinya.

Asy-Syu'ara' 26:192

"Dan sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam, dia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas. Dan sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar (tersebut) dalam kitab-kitab orang yang dahulu. Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Isra`il mengetahuinya? Dan kalau al-Qur`an itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab, lalu dia membaca-kannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya. Demikianlah Kami memasukkannya ke dalam hati orang-orang yang durhaka. Mereka tidak beriman ke-padanya, hingga mereka melihat azab yang pedih, maka datang-lah azab kepada mereka dengan mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya, lalu mereka berkata, 'Apakah kami dapat diberi tangguh?'" (Asy-Syu'ara`: 192-203). (192) Setelah Allah menjelaskan kisah-kisah para Nabi beserta kaumnya masing-masing, bagaimana para nabi itu meng-ajak mereka, dan bagaimana pula kaumnya menolak mereka, serta bagaimana Allah membinasakan musuh-musuh mereka dan ke-sudahan yang mereka miliki, maka Allah menjelaskan Rasul yang mulia ini, nabi pilihan yang agung (Muhammad a) dan ajaran yang dia bawa berupa al-Kitab yang di dalamnya terdapat hidayah bagi orang-orang yang berakal, seraya berfirman, ﴾ وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam." Jadi yang menurunkannya adalah Pencipta bumi dan langit, yang mengatur seluruh alam atas dan alam bawah. Sebagaimana Dia membimbing mereka dengan hidayah untuk kemaslahatan dunia dan jasad mereka, maka Dia juga mengurus mereka dengan memberi petunjuk kepada mereka untuk kemas-lahatan agama dan akhirat mereka. Dan di antara bentuk pengu-rusanNya yang paling agung adalah penurunan Kitab Suci ini (al-Qur`an) yang mengandung kebaikan yang banyak dan kebajikan yang berlimpah. Di dalamnya juga terdapat hidayah (pedoman) untuk kemaslahatan dunia dan akhirat dan akhlak mulia yang tidak dimiliki oleh kitab suci lainnya. Dan pada FirmanNya, ﴾ وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam," terda-pat penghormatan terhadapnya dan betapa ia sangat mendapat perhatian karena keberadaannya yang datang dari Allah, bukan dari selainNya, dengan maksud memberikan manfaat dan hidayah kepada kalian di dalamnya. (193-195) ﴾ نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلۡأَمِينُ ﴿ "Dia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin," yaitu Jibril عليه السلام yang merupakan malaikat yang termulia dan terkuat; yang terpercaya yang telah aman dari keteledoran untuk menambahi dan menguranginya, ﴾ عَلَىٰ قَلۡبِكَ ﴿ "ke dalam hatimu," hai Muhammad, ﴾ لِتَكُونَ مِنَ ٱلۡمُنذِرِينَ ﴿ "agar kamu menjadi salah seorang dari orang-orang yang memberi peringatan." Kamu menggunakannya untuk membimbing (manusia) ke jalan yang lurus dan dengannya pula kamu memperingatkan mereka dari jalan kesesatan; ﴾ بِلِسَانٍ عَرَبِيّٖ مُّبِينٖ ﴿ "dengan bahasa Arab yang jelas," yang merupakan bahasa yang paling mulia, yaitu dengan bahasa orang yang diutus kepada me-reka dan langsung mendakwahi mereka semenjak asal; suatu bahasa yang jelas lagi nyata. Cobalah Anda renungkan bagaimana keutamaan-keutamaan luar biasa tersebut terhimpun di dalam Kitab Suci ini. Sesungguh-nya ia adalah Kitab yang paling utama, dibawa turun oleh malaikat yang paling utama, kepada manusia yang paling utama dan di be-lahan bumi yang paling mulia yang merupakan jantungnya, kepada suatu umat yang paling utama yang dikeluarkan untuk manusia, dengan bahasa yang paling utama, paling fasih dan paling menca-kup, yaitu bahasa Arab yang sangat jelas. (196) ﴾ وَإِنَّهُۥ لَفِي زُبُرِ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-kitab orang yang dahulu." Maksudnya, telah diberitakan dan dibenarkan oleh kitab-kitab dari umat-umat terdahulu, dan ia pun saat diturunkan sama persis seperti yang diberitakannya, dan al-Qur`an pun membenarkannya, bahkan ia datang dengan kebenaran dan membenarkan para rasul. (197) ﴾ أَوَلَمۡ يَكُن لَّهُمۡ ءَايَةً ﴿ "Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka," atas kebenarannya, dan bahwa ia berasal dari Allah, ﴾ أَن يَعۡلَمَهُۥ عُلَمَٰٓؤُاْ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ﴿ "bahwa para ulama Bani Isra`il mengetahuinya?" Yaitu orang-orang yang sudah mencapai puncak ilmu sehingga mereka menjadi manusia yang paling mengetahui (ulama), dan mereka adalah orang-orang yang adil. Sebab setiap sesuatu yang meng-alami ketidakjelasan tentangnya maka dikembalikan kepada ahli ilmu dan pengetahuan, sehingga pendapat mereka menjadi hujjah (argumen) terhadap orang-orang selain mereka; sebagaimana hal-nya para ahli sihir (yang menguasai ilmu sihir) mengetahui kebe-naran Mukjizat nabi Musa, bahwasanya ia bukan sihir. Maka per-kataan orang-orang bodoh sesudah itu tidak perlu dihiraukan lagi. (198-199) ﴾ وَلَوۡ نَزَّلۡنَٰهُ عَلَىٰ بَعۡضِ ٱلۡأَعۡجَمِينَ ﴿ "Dan kalau al-Qur`an itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab," yaitu orang-orang yang tidak mengerti bahasa orang-orang Arab dan tidak bisa mengungkapkannya kepada orang-orang Arab sebagai-mana mestinya, ﴾ فَقَرَأَهُۥ عَلَيۡهِم مَّا كَانُواْ بِهِۦ مُؤۡمِنِينَ ﴿ "lalu dia membacakannya kepada mereka, niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya." Mereka akan mengatakan, "Kami tidak mengerti apa yang dia katakan dan kami tidak mengetahui apa yang ia serukan!" Maka hendaklah mereka memuji Rabb mereka karena membawakan al-Qur`an ke-pada mereka melalui bahasa dari makhluk yang paling fasih dan paling mampu mengungkapkan maksud-maksud(nya) dengan ungkapan-ungkapan yang sangat jelas, dan orang yang paling tulus. Maka hendaklah mereka segera membenarkannya dan menerima-nya dengan patuh dan berserah diri. (200-203) Akan tetapi pendustaan mereka terhadapnya adalah (pendustaan) tanpa syubhat. Tidaklah ia melainkan keka-firan dan sikap keras kepala belaka, dan merupakan perkara yang telah diwariskan oleh umat-umat yang mendustakan. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ كَذَٰلِكَ سَلَكۡنَٰهُ فِي قُلُوبِ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "Demikianlah Kami memasukkannya ke dalam hati orang-orang yang durhaka." Maksudnya, Kami masukkan pendustaan itu dan Kami menggabungkannya kepada hati orang-orang yang durhaka, sebagaimana benang di-masukkan ke dalam lubang jarum. Maka hati mereka menyerapnya sehingga pendustaan itu menjadi karakternya. Hal itu disebabkan kezhaliman dan kedurhakaan mereka. Maka dari itu ﴾ لَا يُؤۡمِنُونَ بِهِۦ حَتَّىٰ يَرَوُاْ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَلِيمَ ﴿ "mereka tidak beriman kepadanya, hingga mereka melihat azab yang pedih," atas pendustaan mereka. ﴾ فَيَأۡتِيَهُم بَغۡتَةٗ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ ﴿ "Maka datanglah azab kepada mereka dengan mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya." Maksudnya, azab itu menimpa mereka saat mereka lalai, tidak merasakan dan tidak menyadari kedatangannya, agar azab itu menjadi lebih telak dalam menyiksa dan menghajar mereka. ﴾ فَيَقُولُواْ ﴿ "Lalu mereka ber-kata," pada kala itu, ﴾ هَلۡ نَحۡنُ مُنظَرُونَ ﴿ "Apakah kami dapat diberi tangguh?" Maksudnya, mereka meminta agar diberi tangguh dan tempo waktu. Namun apa boleh buat, semuanya sudah berlalu, dan azab yang tidak akan diangkat dan tidak akan dihentikan dari mereka pun telah menimpa.

Asy-Syu'ara' 26:193

"Dan sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam, dia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas. Dan sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar (tersebut) dalam kitab-kitab orang yang dahulu. Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Isra`il mengetahuinya? Dan kalau al-Qur`an itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab, lalu dia membaca-kannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya. Demikianlah Kami memasukkannya ke dalam hati orang-orang yang durhaka. Mereka tidak beriman ke-padanya, hingga mereka melihat azab yang pedih, maka datang-lah azab kepada mereka dengan mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya, lalu mereka berkata, 'Apakah kami dapat diberi tangguh?'" (Asy-Syu'ara`: 192-203). (192) Setelah Allah menjelaskan kisah-kisah para Nabi beserta kaumnya masing-masing, bagaimana para nabi itu meng-ajak mereka, dan bagaimana pula kaumnya menolak mereka, serta bagaimana Allah membinasakan musuh-musuh mereka dan ke-sudahan yang mereka miliki, maka Allah menjelaskan Rasul yang mulia ini, nabi pilihan yang agung (Muhammad a) dan ajaran yang dia bawa berupa al-Kitab yang di dalamnya terdapat hidayah bagi orang-orang yang berakal, seraya berfirman, ﴾ وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam." Jadi yang menurunkannya adalah Pencipta bumi dan langit, yang mengatur seluruh alam atas dan alam bawah. Sebagaimana Dia membimbing mereka dengan hidayah untuk kemaslahatan dunia dan jasad mereka, maka Dia juga mengurus mereka dengan memberi petunjuk kepada mereka untuk kemas-lahatan agama dan akhirat mereka. Dan di antara bentuk pengu-rusanNya yang paling agung adalah penurunan Kitab Suci ini (al-Qur`an) yang mengandung kebaikan yang banyak dan kebajikan yang berlimpah. Di dalamnya juga terdapat hidayah (pedoman) untuk kemaslahatan dunia dan akhirat dan akhlak mulia yang tidak dimiliki oleh kitab suci lainnya. Dan pada FirmanNya, ﴾ وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam," terda-pat penghormatan terhadapnya dan betapa ia sangat mendapat perhatian karena keberadaannya yang datang dari Allah, bukan dari selainNya, dengan maksud memberikan manfaat dan hidayah kepada kalian di dalamnya. (193-195) ﴾ نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلۡأَمِينُ ﴿ "Dia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin," yaitu Jibril عليه السلام yang merupakan malaikat yang termulia dan terkuat; yang terpercaya yang telah aman dari keteledoran untuk menambahi dan menguranginya, ﴾ عَلَىٰ قَلۡبِكَ ﴿ "ke dalam hatimu," hai Muhammad, ﴾ لِتَكُونَ مِنَ ٱلۡمُنذِرِينَ ﴿ "agar kamu menjadi salah seorang dari orang-orang yang memberi peringatan." Kamu menggunakannya untuk membimbing (manusia) ke jalan yang lurus dan dengannya pula kamu memperingatkan mereka dari jalan kesesatan; ﴾ بِلِسَانٍ عَرَبِيّٖ مُّبِينٖ ﴿ "dengan bahasa Arab yang jelas," yang merupakan bahasa yang paling mulia, yaitu dengan bahasa orang yang diutus kepada me-reka dan langsung mendakwahi mereka semenjak asal; suatu bahasa yang jelas lagi nyata. Cobalah Anda renungkan bagaimana keutamaan-keutamaan luar biasa tersebut terhimpun di dalam Kitab Suci ini. Sesungguh-nya ia adalah Kitab yang paling utama, dibawa turun oleh malaikat yang paling utama, kepada manusia yang paling utama dan di be-lahan bumi yang paling mulia yang merupakan jantungnya, kepada suatu umat yang paling utama yang dikeluarkan untuk manusia, dengan bahasa yang paling utama, paling fasih dan paling menca-kup, yaitu bahasa Arab yang sangat jelas. (196) ﴾ وَإِنَّهُۥ لَفِي زُبُرِ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-kitab orang yang dahulu." Maksudnya, telah diberitakan dan dibenarkan oleh kitab-kitab dari umat-umat terdahulu, dan ia pun saat diturunkan sama persis seperti yang diberitakannya, dan al-Qur`an pun membenarkannya, bahkan ia datang dengan kebenaran dan membenarkan para rasul. (197) ﴾ أَوَلَمۡ يَكُن لَّهُمۡ ءَايَةً ﴿ "Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka," atas kebenarannya, dan bahwa ia berasal dari Allah, ﴾ أَن يَعۡلَمَهُۥ عُلَمَٰٓؤُاْ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ﴿ "bahwa para ulama Bani Isra`il mengetahuinya?" Yaitu orang-orang yang sudah mencapai puncak ilmu sehingga mereka menjadi manusia yang paling mengetahui (ulama), dan mereka adalah orang-orang yang adil. Sebab setiap sesuatu yang meng-alami ketidakjelasan tentangnya maka dikembalikan kepada ahli ilmu dan pengetahuan, sehingga pendapat mereka menjadi hujjah (argumen) terhadap orang-orang selain mereka; sebagaimana hal-nya para ahli sihir (yang menguasai ilmu sihir) mengetahui kebe-naran Mukjizat nabi Musa, bahwasanya ia bukan sihir. Maka per-kataan orang-orang bodoh sesudah itu tidak perlu dihiraukan lagi. (198-199) ﴾ وَلَوۡ نَزَّلۡنَٰهُ عَلَىٰ بَعۡضِ ٱلۡأَعۡجَمِينَ ﴿ "Dan kalau al-Qur`an itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab," yaitu orang-orang yang tidak mengerti bahasa orang-orang Arab dan tidak bisa mengungkapkannya kepada orang-orang Arab sebagai-mana mestinya, ﴾ فَقَرَأَهُۥ عَلَيۡهِم مَّا كَانُواْ بِهِۦ مُؤۡمِنِينَ ﴿ "lalu dia membacakannya kepada mereka, niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya." Mereka akan mengatakan, "Kami tidak mengerti apa yang dia katakan dan kami tidak mengetahui apa yang ia serukan!" Maka hendaklah mereka memuji Rabb mereka karena membawakan al-Qur`an ke-pada mereka melalui bahasa dari makhluk yang paling fasih dan paling mampu mengungkapkan maksud-maksud(nya) dengan ungkapan-ungkapan yang sangat jelas, dan orang yang paling tulus. Maka hendaklah mereka segera membenarkannya dan menerima-nya dengan patuh dan berserah diri. (200-203) Akan tetapi pendustaan mereka terhadapnya adalah (pendustaan) tanpa syubhat. Tidaklah ia melainkan keka-firan dan sikap keras kepala belaka, dan merupakan perkara yang telah diwariskan oleh umat-umat yang mendustakan. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ كَذَٰلِكَ سَلَكۡنَٰهُ فِي قُلُوبِ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "Demikianlah Kami memasukkannya ke dalam hati orang-orang yang durhaka." Maksudnya, Kami masukkan pendustaan itu dan Kami menggabungkannya kepada hati orang-orang yang durhaka, sebagaimana benang di-masukkan ke dalam lubang jarum. Maka hati mereka menyerapnya sehingga pendustaan itu menjadi karakternya. Hal itu disebabkan kezhaliman dan kedurhakaan mereka. Maka dari itu ﴾ لَا يُؤۡمِنُونَ بِهِۦ حَتَّىٰ يَرَوُاْ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَلِيمَ ﴿ "mereka tidak beriman kepadanya, hingga mereka melihat azab yang pedih," atas pendustaan mereka. ﴾ فَيَأۡتِيَهُم بَغۡتَةٗ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ ﴿ "Maka datanglah azab kepada mereka dengan mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya." Maksudnya, azab itu menimpa mereka saat mereka lalai, tidak merasakan dan tidak menyadari kedatangannya, agar azab itu menjadi lebih telak dalam menyiksa dan menghajar mereka. ﴾ فَيَقُولُواْ ﴿ "Lalu mereka ber-kata," pada kala itu, ﴾ هَلۡ نَحۡنُ مُنظَرُونَ ﴿ "Apakah kami dapat diberi tangguh?" Maksudnya, mereka meminta agar diberi tangguh dan tempo waktu. Namun apa boleh buat, semuanya sudah berlalu, dan azab yang tidak akan diangkat dan tidak akan dihentikan dari mereka pun telah menimpa.

Asy-Syu'ara' 26:194

"Dan sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam, dia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas. Dan sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar (tersebut) dalam kitab-kitab orang yang dahulu. Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Isra`il mengetahuinya? Dan kalau al-Qur`an itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab, lalu dia membaca-kannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya. Demikianlah Kami memasukkannya ke dalam hati orang-orang yang durhaka. Mereka tidak beriman ke-padanya, hingga mereka melihat azab yang pedih, maka datang-lah azab kepada mereka dengan mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya, lalu mereka berkata, 'Apakah kami dapat diberi tangguh?'" (Asy-Syu'ara`: 192-203). (192) Setelah Allah menjelaskan kisah-kisah para Nabi beserta kaumnya masing-masing, bagaimana para nabi itu meng-ajak mereka, dan bagaimana pula kaumnya menolak mereka, serta bagaimana Allah membinasakan musuh-musuh mereka dan ke-sudahan yang mereka miliki, maka Allah menjelaskan Rasul yang mulia ini, nabi pilihan yang agung (Muhammad a) dan ajaran yang dia bawa berupa al-Kitab yang di dalamnya terdapat hidayah bagi orang-orang yang berakal, seraya berfirman, ﴾ وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam." Jadi yang menurunkannya adalah Pencipta bumi dan langit, yang mengatur seluruh alam atas dan alam bawah. Sebagaimana Dia membimbing mereka dengan hidayah untuk kemaslahatan dunia dan jasad mereka, maka Dia juga mengurus mereka dengan memberi petunjuk kepada mereka untuk kemas-lahatan agama dan akhirat mereka. Dan di antara bentuk pengu-rusanNya yang paling agung adalah penurunan Kitab Suci ini (al-Qur`an) yang mengandung kebaikan yang banyak dan kebajikan yang berlimpah. Di dalamnya juga terdapat hidayah (pedoman) untuk kemaslahatan dunia dan akhirat dan akhlak mulia yang tidak dimiliki oleh kitab suci lainnya. Dan pada FirmanNya, ﴾ وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam," terda-pat penghormatan terhadapnya dan betapa ia sangat mendapat perhatian karena keberadaannya yang datang dari Allah, bukan dari selainNya, dengan maksud memberikan manfaat dan hidayah kepada kalian di dalamnya. (193-195) ﴾ نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلۡأَمِينُ ﴿ "Dia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin," yaitu Jibril عليه السلام yang merupakan malaikat yang termulia dan terkuat; yang terpercaya yang telah aman dari keteledoran untuk menambahi dan menguranginya, ﴾ عَلَىٰ قَلۡبِكَ ﴿ "ke dalam hatimu," hai Muhammad, ﴾ لِتَكُونَ مِنَ ٱلۡمُنذِرِينَ ﴿ "agar kamu menjadi salah seorang dari orang-orang yang memberi peringatan." Kamu menggunakannya untuk membimbing (manusia) ke jalan yang lurus dan dengannya pula kamu memperingatkan mereka dari jalan kesesatan; ﴾ بِلِسَانٍ عَرَبِيّٖ مُّبِينٖ ﴿ "dengan bahasa Arab yang jelas," yang merupakan bahasa yang paling mulia, yaitu dengan bahasa orang yang diutus kepada me-reka dan langsung mendakwahi mereka semenjak asal; suatu bahasa yang jelas lagi nyata. Cobalah Anda renungkan bagaimana keutamaan-keutamaan luar biasa tersebut terhimpun di dalam Kitab Suci ini. Sesungguh-nya ia adalah Kitab yang paling utama, dibawa turun oleh malaikat yang paling utama, kepada manusia yang paling utama dan di be-lahan bumi yang paling mulia yang merupakan jantungnya, kepada suatu umat yang paling utama yang dikeluarkan untuk manusia, dengan bahasa yang paling utama, paling fasih dan paling menca-kup, yaitu bahasa Arab yang sangat jelas. (196) ﴾ وَإِنَّهُۥ لَفِي زُبُرِ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-kitab orang yang dahulu." Maksudnya, telah diberitakan dan dibenarkan oleh kitab-kitab dari umat-umat terdahulu, dan ia pun saat diturunkan sama persis seperti yang diberitakannya, dan al-Qur`an pun membenarkannya, bahkan ia datang dengan kebenaran dan membenarkan para rasul. (197) ﴾ أَوَلَمۡ يَكُن لَّهُمۡ ءَايَةً ﴿ "Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka," atas kebenarannya, dan bahwa ia berasal dari Allah, ﴾ أَن يَعۡلَمَهُۥ عُلَمَٰٓؤُاْ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ﴿ "bahwa para ulama Bani Isra`il mengetahuinya?" Yaitu orang-orang yang sudah mencapai puncak ilmu sehingga mereka menjadi manusia yang paling mengetahui (ulama), dan mereka adalah orang-orang yang adil. Sebab setiap sesuatu yang meng-alami ketidakjelasan tentangnya maka dikembalikan kepada ahli ilmu dan pengetahuan, sehingga pendapat mereka menjadi hujjah (argumen) terhadap orang-orang selain mereka; sebagaimana hal-nya para ahli sihir (yang menguasai ilmu sihir) mengetahui kebe-naran Mukjizat nabi Musa, bahwasanya ia bukan sihir. Maka per-kataan orang-orang bodoh sesudah itu tidak perlu dihiraukan lagi. (198-199) ﴾ وَلَوۡ نَزَّلۡنَٰهُ عَلَىٰ بَعۡضِ ٱلۡأَعۡجَمِينَ ﴿ "Dan kalau al-Qur`an itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab," yaitu orang-orang yang tidak mengerti bahasa orang-orang Arab dan tidak bisa mengungkapkannya kepada orang-orang Arab sebagai-mana mestinya, ﴾ فَقَرَأَهُۥ عَلَيۡهِم مَّا كَانُواْ بِهِۦ مُؤۡمِنِينَ ﴿ "lalu dia membacakannya kepada mereka, niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya." Mereka akan mengatakan, "Kami tidak mengerti apa yang dia katakan dan kami tidak mengetahui apa yang ia serukan!" Maka hendaklah mereka memuji Rabb mereka karena membawakan al-Qur`an ke-pada mereka melalui bahasa dari makhluk yang paling fasih dan paling mampu mengungkapkan maksud-maksud(nya) dengan ungkapan-ungkapan yang sangat jelas, dan orang yang paling tulus. Maka hendaklah mereka segera membenarkannya dan menerima-nya dengan patuh dan berserah diri. (200-203) Akan tetapi pendustaan mereka terhadapnya adalah (pendustaan) tanpa syubhat. Tidaklah ia melainkan keka-firan dan sikap keras kepala belaka, dan merupakan perkara yang telah diwariskan oleh umat-umat yang mendustakan. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ كَذَٰلِكَ سَلَكۡنَٰهُ فِي قُلُوبِ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "Demikianlah Kami memasukkannya ke dalam hati orang-orang yang durhaka." Maksudnya, Kami masukkan pendustaan itu dan Kami menggabungkannya kepada hati orang-orang yang durhaka, sebagaimana benang di-masukkan ke dalam lubang jarum. Maka hati mereka menyerapnya sehingga pendustaan itu menjadi karakternya. Hal itu disebabkan kezhaliman dan kedurhakaan mereka. Maka dari itu ﴾ لَا يُؤۡمِنُونَ بِهِۦ حَتَّىٰ يَرَوُاْ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَلِيمَ ﴿ "mereka tidak beriman kepadanya, hingga mereka melihat azab yang pedih," atas pendustaan mereka. ﴾ فَيَأۡتِيَهُم بَغۡتَةٗ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ ﴿ "Maka datanglah azab kepada mereka dengan mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya." Maksudnya, azab itu menimpa mereka saat mereka lalai, tidak merasakan dan tidak menyadari kedatangannya, agar azab itu menjadi lebih telak dalam menyiksa dan menghajar mereka. ﴾ فَيَقُولُواْ ﴿ "Lalu mereka ber-kata," pada kala itu, ﴾ هَلۡ نَحۡنُ مُنظَرُونَ ﴿ "Apakah kami dapat diberi tangguh?" Maksudnya, mereka meminta agar diberi tangguh dan tempo waktu. Namun apa boleh buat, semuanya sudah berlalu, dan azab yang tidak akan diangkat dan tidak akan dihentikan dari mereka pun telah menimpa.

Asy-Syu'ara' 26:195

"Dan sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam, dia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas. Dan sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar (tersebut) dalam kitab-kitab orang yang dahulu. Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Isra`il mengetahuinya? Dan kalau al-Qur`an itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab, lalu dia membaca-kannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya. Demikianlah Kami memasukkannya ke dalam hati orang-orang yang durhaka. Mereka tidak beriman ke-padanya, hingga mereka melihat azab yang pedih, maka datang-lah azab kepada mereka dengan mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya, lalu mereka berkata, 'Apakah kami dapat diberi tangguh?'" (Asy-Syu'ara`: 192-203). (192) Setelah Allah menjelaskan kisah-kisah para Nabi beserta kaumnya masing-masing, bagaimana para nabi itu meng-ajak mereka, dan bagaimana pula kaumnya menolak mereka, serta bagaimana Allah membinasakan musuh-musuh mereka dan ke-sudahan yang mereka miliki, maka Allah menjelaskan Rasul yang mulia ini, nabi pilihan yang agung (Muhammad a) dan ajaran yang dia bawa berupa al-Kitab yang di dalamnya terdapat hidayah bagi orang-orang yang berakal, seraya berfirman, ﴾ وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam." Jadi yang menurunkannya adalah Pencipta bumi dan langit, yang mengatur seluruh alam atas dan alam bawah. Sebagaimana Dia membimbing mereka dengan hidayah untuk kemaslahatan dunia dan jasad mereka, maka Dia juga mengurus mereka dengan memberi petunjuk kepada mereka untuk kemas-lahatan agama dan akhirat mereka. Dan di antara bentuk pengu-rusanNya yang paling agung adalah penurunan Kitab Suci ini (al-Qur`an) yang mengandung kebaikan yang banyak dan kebajikan yang berlimpah. Di dalamnya juga terdapat hidayah (pedoman) untuk kemaslahatan dunia dan akhirat dan akhlak mulia yang tidak dimiliki oleh kitab suci lainnya. Dan pada FirmanNya, ﴾ وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam," terda-pat penghormatan terhadapnya dan betapa ia sangat mendapat perhatian karena keberadaannya yang datang dari Allah, bukan dari selainNya, dengan maksud memberikan manfaat dan hidayah kepada kalian di dalamnya. (193-195) ﴾ نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلۡأَمِينُ ﴿ "Dia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin," yaitu Jibril عليه السلام yang merupakan malaikat yang termulia dan terkuat; yang terpercaya yang telah aman dari keteledoran untuk menambahi dan menguranginya, ﴾ عَلَىٰ قَلۡبِكَ ﴿ "ke dalam hatimu," hai Muhammad, ﴾ لِتَكُونَ مِنَ ٱلۡمُنذِرِينَ ﴿ "agar kamu menjadi salah seorang dari orang-orang yang memberi peringatan." Kamu menggunakannya untuk membimbing (manusia) ke jalan yang lurus dan dengannya pula kamu memperingatkan mereka dari jalan kesesatan; ﴾ بِلِسَانٍ عَرَبِيّٖ مُّبِينٖ ﴿ "dengan bahasa Arab yang jelas," yang merupakan bahasa yang paling mulia, yaitu dengan bahasa orang yang diutus kepada me-reka dan langsung mendakwahi mereka semenjak asal; suatu bahasa yang jelas lagi nyata. Cobalah Anda renungkan bagaimana keutamaan-keutamaan luar biasa tersebut terhimpun di dalam Kitab Suci ini. Sesungguh-nya ia adalah Kitab yang paling utama, dibawa turun oleh malaikat yang paling utama, kepada manusia yang paling utama dan di be-lahan bumi yang paling mulia yang merupakan jantungnya, kepada suatu umat yang paling utama yang dikeluarkan untuk manusia, dengan bahasa yang paling utama, paling fasih dan paling menca-kup, yaitu bahasa Arab yang sangat jelas. (196) ﴾ وَإِنَّهُۥ لَفِي زُبُرِ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-kitab orang yang dahulu." Maksudnya, telah diberitakan dan dibenarkan oleh kitab-kitab dari umat-umat terdahulu, dan ia pun saat diturunkan sama persis seperti yang diberitakannya, dan al-Qur`an pun membenarkannya, bahkan ia datang dengan kebenaran dan membenarkan para rasul. (197) ﴾ أَوَلَمۡ يَكُن لَّهُمۡ ءَايَةً ﴿ "Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka," atas kebenarannya, dan bahwa ia berasal dari Allah, ﴾ أَن يَعۡلَمَهُۥ عُلَمَٰٓؤُاْ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ﴿ "bahwa para ulama Bani Isra`il mengetahuinya?" Yaitu orang-orang yang sudah mencapai puncak ilmu sehingga mereka menjadi manusia yang paling mengetahui (ulama), dan mereka adalah orang-orang yang adil. Sebab setiap sesuatu yang meng-alami ketidakjelasan tentangnya maka dikembalikan kepada ahli ilmu dan pengetahuan, sehingga pendapat mereka menjadi hujjah (argumen) terhadap orang-orang selain mereka; sebagaimana hal-nya para ahli sihir (yang menguasai ilmu sihir) mengetahui kebe-naran Mukjizat nabi Musa, bahwasanya ia bukan sihir. Maka per-kataan orang-orang bodoh sesudah itu tidak perlu dihiraukan lagi. (198-199) ﴾ وَلَوۡ نَزَّلۡنَٰهُ عَلَىٰ بَعۡضِ ٱلۡأَعۡجَمِينَ ﴿ "Dan kalau al-Qur`an itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab," yaitu orang-orang yang tidak mengerti bahasa orang-orang Arab dan tidak bisa mengungkapkannya kepada orang-orang Arab sebagai-mana mestinya, ﴾ فَقَرَأَهُۥ عَلَيۡهِم مَّا كَانُواْ بِهِۦ مُؤۡمِنِينَ ﴿ "lalu dia membacakannya kepada mereka, niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya." Mereka akan mengatakan, "Kami tidak mengerti apa yang dia katakan dan kami tidak mengetahui apa yang ia serukan!" Maka hendaklah mereka memuji Rabb mereka karena membawakan al-Qur`an ke-pada mereka melalui bahasa dari makhluk yang paling fasih dan paling mampu mengungkapkan maksud-maksud(nya) dengan ungkapan-ungkapan yang sangat jelas, dan orang yang paling tulus. Maka hendaklah mereka segera membenarkannya dan menerima-nya dengan patuh dan berserah diri. (200-203) Akan tetapi pendustaan mereka terhadapnya adalah (pendustaan) tanpa syubhat. Tidaklah ia melainkan keka-firan dan sikap keras kepala belaka, dan merupakan perkara yang telah diwariskan oleh umat-umat yang mendustakan. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ كَذَٰلِكَ سَلَكۡنَٰهُ فِي قُلُوبِ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "Demikianlah Kami memasukkannya ke dalam hati orang-orang yang durhaka." Maksudnya, Kami masukkan pendustaan itu dan Kami menggabungkannya kepada hati orang-orang yang durhaka, sebagaimana benang di-masukkan ke dalam lubang jarum. Maka hati mereka menyerapnya sehingga pendustaan itu menjadi karakternya. Hal itu disebabkan kezhaliman dan kedurhakaan mereka. Maka dari itu ﴾ لَا يُؤۡمِنُونَ بِهِۦ حَتَّىٰ يَرَوُاْ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَلِيمَ ﴿ "mereka tidak beriman kepadanya, hingga mereka melihat azab yang pedih," atas pendustaan mereka. ﴾ فَيَأۡتِيَهُم بَغۡتَةٗ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ ﴿ "Maka datanglah azab kepada mereka dengan mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya." Maksudnya, azab itu menimpa mereka saat mereka lalai, tidak merasakan dan tidak menyadari kedatangannya, agar azab itu menjadi lebih telak dalam menyiksa dan menghajar mereka. ﴾ فَيَقُولُواْ ﴿ "Lalu mereka ber-kata," pada kala itu, ﴾ هَلۡ نَحۡنُ مُنظَرُونَ ﴿ "Apakah kami dapat diberi tangguh?" Maksudnya, mereka meminta agar diberi tangguh dan tempo waktu. Namun apa boleh buat, semuanya sudah berlalu, dan azab yang tidak akan diangkat dan tidak akan dihentikan dari mereka pun telah menimpa.

Asy-Syu'ara' 26:196

"Dan sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam, dia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas. Dan sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar (tersebut) dalam kitab-kitab orang yang dahulu. Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Isra`il mengetahuinya? Dan kalau al-Qur`an itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab, lalu dia membaca-kannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya. Demikianlah Kami memasukkannya ke dalam hati orang-orang yang durhaka. Mereka tidak beriman ke-padanya, hingga mereka melihat azab yang pedih, maka datang-lah azab kepada mereka dengan mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya, lalu mereka berkata, 'Apakah kami dapat diberi tangguh?'" (Asy-Syu'ara`: 192-203). (192) Setelah Allah menjelaskan kisah-kisah para Nabi beserta kaumnya masing-masing, bagaimana para nabi itu meng-ajak mereka, dan bagaimana pula kaumnya menolak mereka, serta bagaimana Allah membinasakan musuh-musuh mereka dan ke-sudahan yang mereka miliki, maka Allah menjelaskan Rasul yang mulia ini, nabi pilihan yang agung (Muhammad a) dan ajaran yang dia bawa berupa al-Kitab yang di dalamnya terdapat hidayah bagi orang-orang yang berakal, seraya berfirman, ﴾ وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam." Jadi yang menurunkannya adalah Pencipta bumi dan langit, yang mengatur seluruh alam atas dan alam bawah. Sebagaimana Dia membimbing mereka dengan hidayah untuk kemaslahatan dunia dan jasad mereka, maka Dia juga mengurus mereka dengan memberi petunjuk kepada mereka untuk kemas-lahatan agama dan akhirat mereka. Dan di antara bentuk pengu-rusanNya yang paling agung adalah penurunan Kitab Suci ini (al-Qur`an) yang mengandung kebaikan yang banyak dan kebajikan yang berlimpah. Di dalamnya juga terdapat hidayah (pedoman) untuk kemaslahatan dunia dan akhirat dan akhlak mulia yang tidak dimiliki oleh kitab suci lainnya. Dan pada FirmanNya, ﴾ وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam," terda-pat penghormatan terhadapnya dan betapa ia sangat mendapat perhatian karena keberadaannya yang datang dari Allah, bukan dari selainNya, dengan maksud memberikan manfaat dan hidayah kepada kalian di dalamnya. (193-195) ﴾ نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلۡأَمِينُ ﴿ "Dia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin," yaitu Jibril عليه السلام yang merupakan malaikat yang termulia dan terkuat; yang terpercaya yang telah aman dari keteledoran untuk menambahi dan menguranginya, ﴾ عَلَىٰ قَلۡبِكَ ﴿ "ke dalam hatimu," hai Muhammad, ﴾ لِتَكُونَ مِنَ ٱلۡمُنذِرِينَ ﴿ "agar kamu menjadi salah seorang dari orang-orang yang memberi peringatan." Kamu menggunakannya untuk membimbing (manusia) ke jalan yang lurus dan dengannya pula kamu memperingatkan mereka dari jalan kesesatan; ﴾ بِلِسَانٍ عَرَبِيّٖ مُّبِينٖ ﴿ "dengan bahasa Arab yang jelas," yang merupakan bahasa yang paling mulia, yaitu dengan bahasa orang yang diutus kepada me-reka dan langsung mendakwahi mereka semenjak asal; suatu bahasa yang jelas lagi nyata. Cobalah Anda renungkan bagaimana keutamaan-keutamaan luar biasa tersebut terhimpun di dalam Kitab Suci ini. Sesungguh-nya ia adalah Kitab yang paling utama, dibawa turun oleh malaikat yang paling utama, kepada manusia yang paling utama dan di be-lahan bumi yang paling mulia yang merupakan jantungnya, kepada suatu umat yang paling utama yang dikeluarkan untuk manusia, dengan bahasa yang paling utama, paling fasih dan paling menca-kup, yaitu bahasa Arab yang sangat jelas. (196) ﴾ وَإِنَّهُۥ لَفِي زُبُرِ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-kitab orang yang dahulu." Maksudnya, telah diberitakan dan dibenarkan oleh kitab-kitab dari umat-umat terdahulu, dan ia pun saat diturunkan sama persis seperti yang diberitakannya, dan al-Qur`an pun membenarkannya, bahkan ia datang dengan kebenaran dan membenarkan para rasul. (197) ﴾ أَوَلَمۡ يَكُن لَّهُمۡ ءَايَةً ﴿ "Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka," atas kebenarannya, dan bahwa ia berasal dari Allah, ﴾ أَن يَعۡلَمَهُۥ عُلَمَٰٓؤُاْ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ﴿ "bahwa para ulama Bani Isra`il mengetahuinya?" Yaitu orang-orang yang sudah mencapai puncak ilmu sehingga mereka menjadi manusia yang paling mengetahui (ulama), dan mereka adalah orang-orang yang adil. Sebab setiap sesuatu yang meng-alami ketidakjelasan tentangnya maka dikembalikan kepada ahli ilmu dan pengetahuan, sehingga pendapat mereka menjadi hujjah (argumen) terhadap orang-orang selain mereka; sebagaimana hal-nya para ahli sihir (yang menguasai ilmu sihir) mengetahui kebe-naran Mukjizat nabi Musa, bahwasanya ia bukan sihir. Maka per-kataan orang-orang bodoh sesudah itu tidak perlu dihiraukan lagi. (198-199) ﴾ وَلَوۡ نَزَّلۡنَٰهُ عَلَىٰ بَعۡضِ ٱلۡأَعۡجَمِينَ ﴿ "Dan kalau al-Qur`an itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab," yaitu orang-orang yang tidak mengerti bahasa orang-orang Arab dan tidak bisa mengungkapkannya kepada orang-orang Arab sebagai-mana mestinya, ﴾ فَقَرَأَهُۥ عَلَيۡهِم مَّا كَانُواْ بِهِۦ مُؤۡمِنِينَ ﴿ "lalu dia membacakannya kepada mereka, niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya." Mereka akan mengatakan, "Kami tidak mengerti apa yang dia katakan dan kami tidak mengetahui apa yang ia serukan!" Maka hendaklah mereka memuji Rabb mereka karena membawakan al-Qur`an ke-pada mereka melalui bahasa dari makhluk yang paling fasih dan paling mampu mengungkapkan maksud-maksud(nya) dengan ungkapan-ungkapan yang sangat jelas, dan orang yang paling tulus. Maka hendaklah mereka segera membenarkannya dan menerima-nya dengan patuh dan berserah diri. (200-203) Akan tetapi pendustaan mereka terhadapnya adalah (pendustaan) tanpa syubhat. Tidaklah ia melainkan keka-firan dan sikap keras kepala belaka, dan merupakan perkara yang telah diwariskan oleh umat-umat yang mendustakan. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ كَذَٰلِكَ سَلَكۡنَٰهُ فِي قُلُوبِ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "Demikianlah Kami memasukkannya ke dalam hati orang-orang yang durhaka." Maksudnya, Kami masukkan pendustaan itu dan Kami menggabungkannya kepada hati orang-orang yang durhaka, sebagaimana benang di-masukkan ke dalam lubang jarum. Maka hati mereka menyerapnya sehingga pendustaan itu menjadi karakternya. Hal itu disebabkan kezhaliman dan kedurhakaan mereka. Maka dari itu ﴾ لَا يُؤۡمِنُونَ بِهِۦ حَتَّىٰ يَرَوُاْ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَلِيمَ ﴿ "mereka tidak beriman kepadanya, hingga mereka melihat azab yang pedih," atas pendustaan mereka. ﴾ فَيَأۡتِيَهُم بَغۡتَةٗ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ ﴿ "Maka datanglah azab kepada mereka dengan mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya." Maksudnya, azab itu menimpa mereka saat mereka lalai, tidak merasakan dan tidak menyadari kedatangannya, agar azab itu menjadi lebih telak dalam menyiksa dan menghajar mereka. ﴾ فَيَقُولُواْ ﴿ "Lalu mereka ber-kata," pada kala itu, ﴾ هَلۡ نَحۡنُ مُنظَرُونَ ﴿ "Apakah kami dapat diberi tangguh?" Maksudnya, mereka meminta agar diberi tangguh dan tempo waktu. Namun apa boleh buat, semuanya sudah berlalu, dan azab yang tidak akan diangkat dan tidak akan dihentikan dari mereka pun telah menimpa.

Asy-Syu'ara' 26:197

"Dan sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam, dia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas. Dan sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar (tersebut) dalam kitab-kitab orang yang dahulu. Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Isra`il mengetahuinya? Dan kalau al-Qur`an itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab, lalu dia membaca-kannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya. Demikianlah Kami memasukkannya ke dalam hati orang-orang yang durhaka. Mereka tidak beriman ke-padanya, hingga mereka melihat azab yang pedih, maka datang-lah azab kepada mereka dengan mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya, lalu mereka berkata, 'Apakah kami dapat diberi tangguh?'" (Asy-Syu'ara`: 192-203). (192) Setelah Allah menjelaskan kisah-kisah para Nabi beserta kaumnya masing-masing, bagaimana para nabi itu meng-ajak mereka, dan bagaimana pula kaumnya menolak mereka, serta bagaimana Allah membinasakan musuh-musuh mereka dan ke-sudahan yang mereka miliki, maka Allah menjelaskan Rasul yang mulia ini, nabi pilihan yang agung (Muhammad a) dan ajaran yang dia bawa berupa al-Kitab yang di dalamnya terdapat hidayah bagi orang-orang yang berakal, seraya berfirman, ﴾ وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam." Jadi yang menurunkannya adalah Pencipta bumi dan langit, yang mengatur seluruh alam atas dan alam bawah. Sebagaimana Dia membimbing mereka dengan hidayah untuk kemaslahatan dunia dan jasad mereka, maka Dia juga mengurus mereka dengan memberi petunjuk kepada mereka untuk kemas-lahatan agama dan akhirat mereka. Dan di antara bentuk pengu-rusanNya yang paling agung adalah penurunan Kitab Suci ini (al-Qur`an) yang mengandung kebaikan yang banyak dan kebajikan yang berlimpah. Di dalamnya juga terdapat hidayah (pedoman) untuk kemaslahatan dunia dan akhirat dan akhlak mulia yang tidak dimiliki oleh kitab suci lainnya. Dan pada FirmanNya, ﴾ وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam," terda-pat penghormatan terhadapnya dan betapa ia sangat mendapat perhatian karena keberadaannya yang datang dari Allah, bukan dari selainNya, dengan maksud memberikan manfaat dan hidayah kepada kalian di dalamnya. (193-195) ﴾ نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلۡأَمِينُ ﴿ "Dia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin," yaitu Jibril عليه السلام yang merupakan malaikat yang termulia dan terkuat; yang terpercaya yang telah aman dari keteledoran untuk menambahi dan menguranginya, ﴾ عَلَىٰ قَلۡبِكَ ﴿ "ke dalam hatimu," hai Muhammad, ﴾ لِتَكُونَ مِنَ ٱلۡمُنذِرِينَ ﴿ "agar kamu menjadi salah seorang dari orang-orang yang memberi peringatan." Kamu menggunakannya untuk membimbing (manusia) ke jalan yang lurus dan dengannya pula kamu memperingatkan mereka dari jalan kesesatan; ﴾ بِلِسَانٍ عَرَبِيّٖ مُّبِينٖ ﴿ "dengan bahasa Arab yang jelas," yang merupakan bahasa yang paling mulia, yaitu dengan bahasa orang yang diutus kepada me-reka dan langsung mendakwahi mereka semenjak asal; suatu bahasa yang jelas lagi nyata. Cobalah Anda renungkan bagaimana keutamaan-keutamaan luar biasa tersebut terhimpun di dalam Kitab Suci ini. Sesungguh-nya ia adalah Kitab yang paling utama, dibawa turun oleh malaikat yang paling utama, kepada manusia yang paling utama dan di be-lahan bumi yang paling mulia yang merupakan jantungnya, kepada suatu umat yang paling utama yang dikeluarkan untuk manusia, dengan bahasa yang paling utama, paling fasih dan paling menca-kup, yaitu bahasa Arab yang sangat jelas. (196) ﴾ وَإِنَّهُۥ لَفِي زُبُرِ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-kitab orang yang dahulu." Maksudnya, telah diberitakan dan dibenarkan oleh kitab-kitab dari umat-umat terdahulu, dan ia pun saat diturunkan sama persis seperti yang diberitakannya, dan al-Qur`an pun membenarkannya, bahkan ia datang dengan kebenaran dan membenarkan para rasul. (197) ﴾ أَوَلَمۡ يَكُن لَّهُمۡ ءَايَةً ﴿ "Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka," atas kebenarannya, dan bahwa ia berasal dari Allah, ﴾ أَن يَعۡلَمَهُۥ عُلَمَٰٓؤُاْ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ﴿ "bahwa para ulama Bani Isra`il mengetahuinya?" Yaitu orang-orang yang sudah mencapai puncak ilmu sehingga mereka menjadi manusia yang paling mengetahui (ulama), dan mereka adalah orang-orang yang adil. Sebab setiap sesuatu yang meng-alami ketidakjelasan tentangnya maka dikembalikan kepada ahli ilmu dan pengetahuan, sehingga pendapat mereka menjadi hujjah (argumen) terhadap orang-orang selain mereka; sebagaimana hal-nya para ahli sihir (yang menguasai ilmu sihir) mengetahui kebe-naran Mukjizat nabi Musa, bahwasanya ia bukan sihir. Maka per-kataan orang-orang bodoh sesudah itu tidak perlu dihiraukan lagi. (198-199) ﴾ وَلَوۡ نَزَّلۡنَٰهُ عَلَىٰ بَعۡضِ ٱلۡأَعۡجَمِينَ ﴿ "Dan kalau al-Qur`an itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab," yaitu orang-orang yang tidak mengerti bahasa orang-orang Arab dan tidak bisa mengungkapkannya kepada orang-orang Arab sebagai-mana mestinya, ﴾ فَقَرَأَهُۥ عَلَيۡهِم مَّا كَانُواْ بِهِۦ مُؤۡمِنِينَ ﴿ "lalu dia membacakannya kepada mereka, niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya." Mereka akan mengatakan, "Kami tidak mengerti apa yang dia katakan dan kami tidak mengetahui apa yang ia serukan!" Maka hendaklah mereka memuji Rabb mereka karena membawakan al-Qur`an ke-pada mereka melalui bahasa dari makhluk yang paling fasih dan paling mampu mengungkapkan maksud-maksud(nya) dengan ungkapan-ungkapan yang sangat jelas, dan orang yang paling tulus. Maka hendaklah mereka segera membenarkannya dan menerima-nya dengan patuh dan berserah diri. (200-203) Akan tetapi pendustaan mereka terhadapnya adalah (pendustaan) tanpa syubhat. Tidaklah ia melainkan keka-firan dan sikap keras kepala belaka, dan merupakan perkara yang telah diwariskan oleh umat-umat yang mendustakan. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ كَذَٰلِكَ سَلَكۡنَٰهُ فِي قُلُوبِ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "Demikianlah Kami memasukkannya ke dalam hati orang-orang yang durhaka." Maksudnya, Kami masukkan pendustaan itu dan Kami menggabungkannya kepada hati orang-orang yang durhaka, sebagaimana benang di-masukkan ke dalam lubang jarum. Maka hati mereka menyerapnya sehingga pendustaan itu menjadi karakternya. Hal itu disebabkan kezhaliman dan kedurhakaan mereka. Maka dari itu ﴾ لَا يُؤۡمِنُونَ بِهِۦ حَتَّىٰ يَرَوُاْ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَلِيمَ ﴿ "mereka tidak beriman kepadanya, hingga mereka melihat azab yang pedih," atas pendustaan mereka. ﴾ فَيَأۡتِيَهُم بَغۡتَةٗ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ ﴿ "Maka datanglah azab kepada mereka dengan mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya." Maksudnya, azab itu menimpa mereka saat mereka lalai, tidak merasakan dan tidak menyadari kedatangannya, agar azab itu menjadi lebih telak dalam menyiksa dan menghajar mereka. ﴾ فَيَقُولُواْ ﴿ "Lalu mereka ber-kata," pada kala itu, ﴾ هَلۡ نَحۡنُ مُنظَرُونَ ﴿ "Apakah kami dapat diberi tangguh?" Maksudnya, mereka meminta agar diberi tangguh dan tempo waktu. Namun apa boleh buat, semuanya sudah berlalu, dan azab yang tidak akan diangkat dan tidak akan dihentikan dari mereka pun telah menimpa.

Asy-Syu'ara' 26:198

"Dan sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam, dia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas. Dan sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar (tersebut) dalam kitab-kitab orang yang dahulu. Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Isra`il mengetahuinya? Dan kalau al-Qur`an itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab, lalu dia membaca-kannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya. Demikianlah Kami memasukkannya ke dalam hati orang-orang yang durhaka. Mereka tidak beriman ke-padanya, hingga mereka melihat azab yang pedih, maka datang-lah azab kepada mereka dengan mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya, lalu mereka berkata, 'Apakah kami dapat diberi tangguh?'" (Asy-Syu'ara`: 192-203). (192) Setelah Allah menjelaskan kisah-kisah para Nabi beserta kaumnya masing-masing, bagaimana para nabi itu meng-ajak mereka, dan bagaimana pula kaumnya menolak mereka, serta bagaimana Allah membinasakan musuh-musuh mereka dan ke-sudahan yang mereka miliki, maka Allah menjelaskan Rasul yang mulia ini, nabi pilihan yang agung (Muhammad a) dan ajaran yang dia bawa berupa al-Kitab yang di dalamnya terdapat hidayah bagi orang-orang yang berakal, seraya berfirman, ﴾ وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam." Jadi yang menurunkannya adalah Pencipta bumi dan langit, yang mengatur seluruh alam atas dan alam bawah. Sebagaimana Dia membimbing mereka dengan hidayah untuk kemaslahatan dunia dan jasad mereka, maka Dia juga mengurus mereka dengan memberi petunjuk kepada mereka untuk kemas-lahatan agama dan akhirat mereka. Dan di antara bentuk pengu-rusanNya yang paling agung adalah penurunan Kitab Suci ini (al-Qur`an) yang mengandung kebaikan yang banyak dan kebajikan yang berlimpah. Di dalamnya juga terdapat hidayah (pedoman) untuk kemaslahatan dunia dan akhirat dan akhlak mulia yang tidak dimiliki oleh kitab suci lainnya. Dan pada FirmanNya, ﴾ وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam," terda-pat penghormatan terhadapnya dan betapa ia sangat mendapat perhatian karena keberadaannya yang datang dari Allah, bukan dari selainNya, dengan maksud memberikan manfaat dan hidayah kepada kalian di dalamnya. (193-195) ﴾ نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلۡأَمِينُ ﴿ "Dia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin," yaitu Jibril عليه السلام yang merupakan malaikat yang termulia dan terkuat; yang terpercaya yang telah aman dari keteledoran untuk menambahi dan menguranginya, ﴾ عَلَىٰ قَلۡبِكَ ﴿ "ke dalam hatimu," hai Muhammad, ﴾ لِتَكُونَ مِنَ ٱلۡمُنذِرِينَ ﴿ "agar kamu menjadi salah seorang dari orang-orang yang memberi peringatan." Kamu menggunakannya untuk membimbing (manusia) ke jalan yang lurus dan dengannya pula kamu memperingatkan mereka dari jalan kesesatan; ﴾ بِلِسَانٍ عَرَبِيّٖ مُّبِينٖ ﴿ "dengan bahasa Arab yang jelas," yang merupakan bahasa yang paling mulia, yaitu dengan bahasa orang yang diutus kepada me-reka dan langsung mendakwahi mereka semenjak asal; suatu bahasa yang jelas lagi nyata. Cobalah Anda renungkan bagaimana keutamaan-keutamaan luar biasa tersebut terhimpun di dalam Kitab Suci ini. Sesungguh-nya ia adalah Kitab yang paling utama, dibawa turun oleh malaikat yang paling utama, kepada manusia yang paling utama dan di be-lahan bumi yang paling mulia yang merupakan jantungnya, kepada suatu umat yang paling utama yang dikeluarkan untuk manusia, dengan bahasa yang paling utama, paling fasih dan paling menca-kup, yaitu bahasa Arab yang sangat jelas. (196) ﴾ وَإِنَّهُۥ لَفِي زُبُرِ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-kitab orang yang dahulu." Maksudnya, telah diberitakan dan dibenarkan oleh kitab-kitab dari umat-umat terdahulu, dan ia pun saat diturunkan sama persis seperti yang diberitakannya, dan al-Qur`an pun membenarkannya, bahkan ia datang dengan kebenaran dan membenarkan para rasul. (197) ﴾ أَوَلَمۡ يَكُن لَّهُمۡ ءَايَةً ﴿ "Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka," atas kebenarannya, dan bahwa ia berasal dari Allah, ﴾ أَن يَعۡلَمَهُۥ عُلَمَٰٓؤُاْ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ﴿ "bahwa para ulama Bani Isra`il mengetahuinya?" Yaitu orang-orang yang sudah mencapai puncak ilmu sehingga mereka menjadi manusia yang paling mengetahui (ulama), dan mereka adalah orang-orang yang adil. Sebab setiap sesuatu yang meng-alami ketidakjelasan tentangnya maka dikembalikan kepada ahli ilmu dan pengetahuan, sehingga pendapat mereka menjadi hujjah (argumen) terhadap orang-orang selain mereka; sebagaimana hal-nya para ahli sihir (yang menguasai ilmu sihir) mengetahui kebe-naran Mukjizat nabi Musa, bahwasanya ia bukan sihir. Maka per-kataan orang-orang bodoh sesudah itu tidak perlu dihiraukan lagi. (198-199) ﴾ وَلَوۡ نَزَّلۡنَٰهُ عَلَىٰ بَعۡضِ ٱلۡأَعۡجَمِينَ ﴿ "Dan kalau al-Qur`an itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab," yaitu orang-orang yang tidak mengerti bahasa orang-orang Arab dan tidak bisa mengungkapkannya kepada orang-orang Arab sebagai-mana mestinya, ﴾ فَقَرَأَهُۥ عَلَيۡهِم مَّا كَانُواْ بِهِۦ مُؤۡمِنِينَ ﴿ "lalu dia membacakannya kepada mereka, niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya." Mereka akan mengatakan, "Kami tidak mengerti apa yang dia katakan dan kami tidak mengetahui apa yang ia serukan!" Maka hendaklah mereka memuji Rabb mereka karena membawakan al-Qur`an ke-pada mereka melalui bahasa dari makhluk yang paling fasih dan paling mampu mengungkapkan maksud-maksud(nya) dengan ungkapan-ungkapan yang sangat jelas, dan orang yang paling tulus. Maka hendaklah mereka segera membenarkannya dan menerima-nya dengan patuh dan berserah diri. (200-203) Akan tetapi pendustaan mereka terhadapnya adalah (pendustaan) tanpa syubhat. Tidaklah ia melainkan keka-firan dan sikap keras kepala belaka, dan merupakan perkara yang telah diwariskan oleh umat-umat yang mendustakan. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ كَذَٰلِكَ سَلَكۡنَٰهُ فِي قُلُوبِ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "Demikianlah Kami memasukkannya ke dalam hati orang-orang yang durhaka." Maksudnya, Kami masukkan pendustaan itu dan Kami menggabungkannya kepada hati orang-orang yang durhaka, sebagaimana benang di-masukkan ke dalam lubang jarum. Maka hati mereka menyerapnya sehingga pendustaan itu menjadi karakternya. Hal itu disebabkan kezhaliman dan kedurhakaan mereka. Maka dari itu ﴾ لَا يُؤۡمِنُونَ بِهِۦ حَتَّىٰ يَرَوُاْ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَلِيمَ ﴿ "mereka tidak beriman kepadanya, hingga mereka melihat azab yang pedih," atas pendustaan mereka. ﴾ فَيَأۡتِيَهُم بَغۡتَةٗ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ ﴿ "Maka datanglah azab kepada mereka dengan mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya." Maksudnya, azab itu menimpa mereka saat mereka lalai, tidak merasakan dan tidak menyadari kedatangannya, agar azab itu menjadi lebih telak dalam menyiksa dan menghajar mereka. ﴾ فَيَقُولُواْ ﴿ "Lalu mereka ber-kata," pada kala itu, ﴾ هَلۡ نَحۡنُ مُنظَرُونَ ﴿ "Apakah kami dapat diberi tangguh?" Maksudnya, mereka meminta agar diberi tangguh dan tempo waktu. Namun apa boleh buat, semuanya sudah berlalu, dan azab yang tidak akan diangkat dan tidak akan dihentikan dari mereka pun telah menimpa.

Asy-Syu'ara' 26:199

"Dan sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam, dia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas. Dan sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar (tersebut) dalam kitab-kitab orang yang dahulu. Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Isra`il mengetahuinya? Dan kalau al-Qur`an itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab, lalu dia membaca-kannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya. Demikianlah Kami memasukkannya ke dalam hati orang-orang yang durhaka. Mereka tidak beriman ke-padanya, hingga mereka melihat azab yang pedih, maka datang-lah azab kepada mereka dengan mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya, lalu mereka berkata, 'Apakah kami dapat diberi tangguh?'" (Asy-Syu'ara`: 192-203). (192) Setelah Allah menjelaskan kisah-kisah para Nabi beserta kaumnya masing-masing, bagaimana para nabi itu meng-ajak mereka, dan bagaimana pula kaumnya menolak mereka, serta bagaimana Allah membinasakan musuh-musuh mereka dan ke-sudahan yang mereka miliki, maka Allah menjelaskan Rasul yang mulia ini, nabi pilihan yang agung (Muhammad a) dan ajaran yang dia bawa berupa al-Kitab yang di dalamnya terdapat hidayah bagi orang-orang yang berakal, seraya berfirman, ﴾ وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam." Jadi yang menurunkannya adalah Pencipta bumi dan langit, yang mengatur seluruh alam atas dan alam bawah. Sebagaimana Dia membimbing mereka dengan hidayah untuk kemaslahatan dunia dan jasad mereka, maka Dia juga mengurus mereka dengan memberi petunjuk kepada mereka untuk kemas-lahatan agama dan akhirat mereka. Dan di antara bentuk pengu-rusanNya yang paling agung adalah penurunan Kitab Suci ini (al-Qur`an) yang mengandung kebaikan yang banyak dan kebajikan yang berlimpah. Di dalamnya juga terdapat hidayah (pedoman) untuk kemaslahatan dunia dan akhirat dan akhlak mulia yang tidak dimiliki oleh kitab suci lainnya. Dan pada FirmanNya, ﴾ وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam," terda-pat penghormatan terhadapnya dan betapa ia sangat mendapat perhatian karena keberadaannya yang datang dari Allah, bukan dari selainNya, dengan maksud memberikan manfaat dan hidayah kepada kalian di dalamnya. (193-195) ﴾ نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلۡأَمِينُ ﴿ "Dia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin," yaitu Jibril عليه السلام yang merupakan malaikat yang termulia dan terkuat; yang terpercaya yang telah aman dari keteledoran untuk menambahi dan menguranginya, ﴾ عَلَىٰ قَلۡبِكَ ﴿ "ke dalam hatimu," hai Muhammad, ﴾ لِتَكُونَ مِنَ ٱلۡمُنذِرِينَ ﴿ "agar kamu menjadi salah seorang dari orang-orang yang memberi peringatan." Kamu menggunakannya untuk membimbing (manusia) ke jalan yang lurus dan dengannya pula kamu memperingatkan mereka dari jalan kesesatan; ﴾ بِلِسَانٍ عَرَبِيّٖ مُّبِينٖ ﴿ "dengan bahasa Arab yang jelas," yang merupakan bahasa yang paling mulia, yaitu dengan bahasa orang yang diutus kepada me-reka dan langsung mendakwahi mereka semenjak asal; suatu bahasa yang jelas lagi nyata. Cobalah Anda renungkan bagaimana keutamaan-keutamaan luar biasa tersebut terhimpun di dalam Kitab Suci ini. Sesungguh-nya ia adalah Kitab yang paling utama, dibawa turun oleh malaikat yang paling utama, kepada manusia yang paling utama dan di be-lahan bumi yang paling mulia yang merupakan jantungnya, kepada suatu umat yang paling utama yang dikeluarkan untuk manusia, dengan bahasa yang paling utama, paling fasih dan paling menca-kup, yaitu bahasa Arab yang sangat jelas. (196) ﴾ وَإِنَّهُۥ لَفِي زُبُرِ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-kitab orang yang dahulu." Maksudnya, telah diberitakan dan dibenarkan oleh kitab-kitab dari umat-umat terdahulu, dan ia pun saat diturunkan sama persis seperti yang diberitakannya, dan al-Qur`an pun membenarkannya, bahkan ia datang dengan kebenaran dan membenarkan para rasul. (197) ﴾ أَوَلَمۡ يَكُن لَّهُمۡ ءَايَةً ﴿ "Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka," atas kebenarannya, dan bahwa ia berasal dari Allah, ﴾ أَن يَعۡلَمَهُۥ عُلَمَٰٓؤُاْ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ﴿ "bahwa para ulama Bani Isra`il mengetahuinya?" Yaitu orang-orang yang sudah mencapai puncak ilmu sehingga mereka menjadi manusia yang paling mengetahui (ulama), dan mereka adalah orang-orang yang adil. Sebab setiap sesuatu yang meng-alami ketidakjelasan tentangnya maka dikembalikan kepada ahli ilmu dan pengetahuan, sehingga pendapat mereka menjadi hujjah (argumen) terhadap orang-orang selain mereka; sebagaimana hal-nya para ahli sihir (yang menguasai ilmu sihir) mengetahui kebe-naran Mukjizat nabi Musa, bahwasanya ia bukan sihir. Maka per-kataan orang-orang bodoh sesudah itu tidak perlu dihiraukan lagi. (198-199) ﴾ وَلَوۡ نَزَّلۡنَٰهُ عَلَىٰ بَعۡضِ ٱلۡأَعۡجَمِينَ ﴿ "Dan kalau al-Qur`an itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab," yaitu orang-orang yang tidak mengerti bahasa orang-orang Arab dan tidak bisa mengungkapkannya kepada orang-orang Arab sebagai-mana mestinya, ﴾ فَقَرَأَهُۥ عَلَيۡهِم مَّا كَانُواْ بِهِۦ مُؤۡمِنِينَ ﴿ "lalu dia membacakannya kepada mereka, niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya." Mereka akan mengatakan, "Kami tidak mengerti apa yang dia katakan dan kami tidak mengetahui apa yang ia serukan!" Maka hendaklah mereka memuji Rabb mereka karena membawakan al-Qur`an ke-pada mereka melalui bahasa dari makhluk yang paling fasih dan paling mampu mengungkapkan maksud-maksud(nya) dengan ungkapan-ungkapan yang sangat jelas, dan orang yang paling tulus. Maka hendaklah mereka segera membenarkannya dan menerima-nya dengan patuh dan berserah diri. (200-203) Akan tetapi pendustaan mereka terhadapnya adalah (pendustaan) tanpa syubhat. Tidaklah ia melainkan keka-firan dan sikap keras kepala belaka, dan merupakan perkara yang telah diwariskan oleh umat-umat yang mendustakan. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ كَذَٰلِكَ سَلَكۡنَٰهُ فِي قُلُوبِ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "Demikianlah Kami memasukkannya ke dalam hati orang-orang yang durhaka." Maksudnya, Kami masukkan pendustaan itu dan Kami menggabungkannya kepada hati orang-orang yang durhaka, sebagaimana benang di-masukkan ke dalam lubang jarum. Maka hati mereka menyerapnya sehingga pendustaan itu menjadi karakternya. Hal itu disebabkan kezhaliman dan kedurhakaan mereka. Maka dari itu ﴾ لَا يُؤۡمِنُونَ بِهِۦ حَتَّىٰ يَرَوُاْ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَلِيمَ ﴿ "mereka tidak beriman kepadanya, hingga mereka melihat azab yang pedih," atas pendustaan mereka. ﴾ فَيَأۡتِيَهُم بَغۡتَةٗ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ ﴿ "Maka datanglah azab kepada mereka dengan mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya." Maksudnya, azab itu menimpa mereka saat mereka lalai, tidak merasakan dan tidak menyadari kedatangannya, agar azab itu menjadi lebih telak dalam menyiksa dan menghajar mereka. ﴾ فَيَقُولُواْ ﴿ "Lalu mereka ber-kata," pada kala itu, ﴾ هَلۡ نَحۡنُ مُنظَرُونَ ﴿ "Apakah kami dapat diberi tangguh?" Maksudnya, mereka meminta agar diberi tangguh dan tempo waktu. Namun apa boleh buat, semuanya sudah berlalu, dan azab yang tidak akan diangkat dan tidak akan dihentikan dari mereka pun telah menimpa.

Asy-Syu'ara' 26:200

"Dan sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam, dia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas. Dan sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar (tersebut) dalam kitab-kitab orang yang dahulu. Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Isra`il mengetahuinya? Dan kalau al-Qur`an itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab, lalu dia membaca-kannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya. Demikianlah Kami memasukkannya ke dalam hati orang-orang yang durhaka. Mereka tidak beriman ke-padanya, hingga mereka melihat azab yang pedih, maka datang-lah azab kepada mereka dengan mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya, lalu mereka berkata, 'Apakah kami dapat diberi tangguh?'" (Asy-Syu'ara`: 192-203). (192) Setelah Allah menjelaskan kisah-kisah para Nabi beserta kaumnya masing-masing, bagaimana para nabi itu meng-ajak mereka, dan bagaimana pula kaumnya menolak mereka, serta bagaimana Allah membinasakan musuh-musuh mereka dan ke-sudahan yang mereka miliki, maka Allah menjelaskan Rasul yang mulia ini, nabi pilihan yang agung (Muhammad a) dan ajaran yang dia bawa berupa al-Kitab yang di dalamnya terdapat hidayah bagi orang-orang yang berakal, seraya berfirman, ﴾ وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam." Jadi yang menurunkannya adalah Pencipta bumi dan langit, yang mengatur seluruh alam atas dan alam bawah. Sebagaimana Dia membimbing mereka dengan hidayah untuk kemaslahatan dunia dan jasad mereka, maka Dia juga mengurus mereka dengan memberi petunjuk kepada mereka untuk kemas-lahatan agama dan akhirat mereka. Dan di antara bentuk pengu-rusanNya yang paling agung adalah penurunan Kitab Suci ini (al-Qur`an) yang mengandung kebaikan yang banyak dan kebajikan yang berlimpah. Di dalamnya juga terdapat hidayah (pedoman) untuk kemaslahatan dunia dan akhirat dan akhlak mulia yang tidak dimiliki oleh kitab suci lainnya. Dan pada FirmanNya, ﴾ وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam," terda-pat penghormatan terhadapnya dan betapa ia sangat mendapat perhatian karena keberadaannya yang datang dari Allah, bukan dari selainNya, dengan maksud memberikan manfaat dan hidayah kepada kalian di dalamnya. (193-195) ﴾ نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلۡأَمِينُ ﴿ "Dia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin," yaitu Jibril عليه السلام yang merupakan malaikat yang termulia dan terkuat; yang terpercaya yang telah aman dari keteledoran untuk menambahi dan menguranginya, ﴾ عَلَىٰ قَلۡبِكَ ﴿ "ke dalam hatimu," hai Muhammad, ﴾ لِتَكُونَ مِنَ ٱلۡمُنذِرِينَ ﴿ "agar kamu menjadi salah seorang dari orang-orang yang memberi peringatan." Kamu menggunakannya untuk membimbing (manusia) ke jalan yang lurus dan dengannya pula kamu memperingatkan mereka dari jalan kesesatan; ﴾ بِلِسَانٍ عَرَبِيّٖ مُّبِينٖ ﴿ "dengan bahasa Arab yang jelas," yang merupakan bahasa yang paling mulia, yaitu dengan bahasa orang yang diutus kepada me-reka dan langsung mendakwahi mereka semenjak asal; suatu bahasa yang jelas lagi nyata. Cobalah Anda renungkan bagaimana keutamaan-keutamaan luar biasa tersebut terhimpun di dalam Kitab Suci ini. Sesungguh-nya ia adalah Kitab yang paling utama, dibawa turun oleh malaikat yang paling utama, kepada manusia yang paling utama dan di be-lahan bumi yang paling mulia yang merupakan jantungnya, kepada suatu umat yang paling utama yang dikeluarkan untuk manusia, dengan bahasa yang paling utama, paling fasih dan paling menca-kup, yaitu bahasa Arab yang sangat jelas. (196) ﴾ وَإِنَّهُۥ لَفِي زُبُرِ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-kitab orang yang dahulu." Maksudnya, telah diberitakan dan dibenarkan oleh kitab-kitab dari umat-umat terdahulu, dan ia pun saat diturunkan sama persis seperti yang diberitakannya, dan al-Qur`an pun membenarkannya, bahkan ia datang dengan kebenaran dan membenarkan para rasul. (197) ﴾ أَوَلَمۡ يَكُن لَّهُمۡ ءَايَةً ﴿ "Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka," atas kebenarannya, dan bahwa ia berasal dari Allah, ﴾ أَن يَعۡلَمَهُۥ عُلَمَٰٓؤُاْ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ﴿ "bahwa para ulama Bani Isra`il mengetahuinya?" Yaitu orang-orang yang sudah mencapai puncak ilmu sehingga mereka menjadi manusia yang paling mengetahui (ulama), dan mereka adalah orang-orang yang adil. Sebab setiap sesuatu yang meng-alami ketidakjelasan tentangnya maka dikembalikan kepada ahli ilmu dan pengetahuan, sehingga pendapat mereka menjadi hujjah (argumen) terhadap orang-orang selain mereka; sebagaimana hal-nya para ahli sihir (yang menguasai ilmu sihir) mengetahui kebe-naran Mukjizat nabi Musa, bahwasanya ia bukan sihir. Maka per-kataan orang-orang bodoh sesudah itu tidak perlu dihiraukan lagi. (198-199) ﴾ وَلَوۡ نَزَّلۡنَٰهُ عَلَىٰ بَعۡضِ ٱلۡأَعۡجَمِينَ ﴿ "Dan kalau al-Qur`an itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab," yaitu orang-orang yang tidak mengerti bahasa orang-orang Arab dan tidak bisa mengungkapkannya kepada orang-orang Arab sebagai-mana mestinya, ﴾ فَقَرَأَهُۥ عَلَيۡهِم مَّا كَانُواْ بِهِۦ مُؤۡمِنِينَ ﴿ "lalu dia membacakannya kepada mereka, niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya." Mereka akan mengatakan, "Kami tidak mengerti apa yang dia katakan dan kami tidak mengetahui apa yang ia serukan!" Maka hendaklah mereka memuji Rabb mereka karena membawakan al-Qur`an ke-pada mereka melalui bahasa dari makhluk yang paling fasih dan paling mampu mengungkapkan maksud-maksud(nya) dengan ungkapan-ungkapan yang sangat jelas, dan orang yang paling tulus. Maka hendaklah mereka segera membenarkannya dan menerima-nya dengan patuh dan berserah diri. (200-203) Akan tetapi pendustaan mereka terhadapnya adalah (pendustaan) tanpa syubhat. Tidaklah ia melainkan keka-firan dan sikap keras kepala belaka, dan merupakan perkara yang telah diwariskan oleh umat-umat yang mendustakan. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ كَذَٰلِكَ سَلَكۡنَٰهُ فِي قُلُوبِ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "Demikianlah Kami memasukkannya ke dalam hati orang-orang yang durhaka." Maksudnya, Kami masukkan pendustaan itu dan Kami menggabungkannya kepada hati orang-orang yang durhaka, sebagaimana benang di-masukkan ke dalam lubang jarum. Maka hati mereka menyerapnya sehingga pendustaan itu menjadi karakternya. Hal itu disebabkan kezhaliman dan kedurhakaan mereka. Maka dari itu ﴾ لَا يُؤۡمِنُونَ بِهِۦ حَتَّىٰ يَرَوُاْ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَلِيمَ ﴿ "mereka tidak beriman kepadanya, hingga mereka melihat azab yang pedih," atas pendustaan mereka. ﴾ فَيَأۡتِيَهُم بَغۡتَةٗ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ ﴿ "Maka datanglah azab kepada mereka dengan mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya." Maksudnya, azab itu menimpa mereka saat mereka lalai, tidak merasakan dan tidak menyadari kedatangannya, agar azab itu menjadi lebih telak dalam menyiksa dan menghajar mereka. ﴾ فَيَقُولُواْ ﴿ "Lalu mereka ber-kata," pada kala itu, ﴾ هَلۡ نَحۡنُ مُنظَرُونَ ﴿ "Apakah kami dapat diberi tangguh?" Maksudnya, mereka meminta agar diberi tangguh dan tempo waktu. Namun apa boleh buat, semuanya sudah berlalu, dan azab yang tidak akan diangkat dan tidak akan dihentikan dari mereka pun telah menimpa.

Asy-Syu'ara' 26:201

"Dan sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam, dia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas. Dan sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar (tersebut) dalam kitab-kitab orang yang dahulu. Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Isra`il mengetahuinya? Dan kalau al-Qur`an itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab, lalu dia membaca-kannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya. Demikianlah Kami memasukkannya ke dalam hati orang-orang yang durhaka. Mereka tidak beriman ke-padanya, hingga mereka melihat azab yang pedih, maka datang-lah azab kepada mereka dengan mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya, lalu mereka berkata, 'Apakah kami dapat diberi tangguh?'" (Asy-Syu'ara`: 192-203). (192) Setelah Allah menjelaskan kisah-kisah para Nabi beserta kaumnya masing-masing, bagaimana para nabi itu meng-ajak mereka, dan bagaimana pula kaumnya menolak mereka, serta bagaimana Allah membinasakan musuh-musuh mereka dan ke-sudahan yang mereka miliki, maka Allah menjelaskan Rasul yang mulia ini, nabi pilihan yang agung (Muhammad a) dan ajaran yang dia bawa berupa al-Kitab yang di dalamnya terdapat hidayah bagi orang-orang yang berakal, seraya berfirman, ﴾ وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam." Jadi yang menurunkannya adalah Pencipta bumi dan langit, yang mengatur seluruh alam atas dan alam bawah. Sebagaimana Dia membimbing mereka dengan hidayah untuk kemaslahatan dunia dan jasad mereka, maka Dia juga mengurus mereka dengan memberi petunjuk kepada mereka untuk kemas-lahatan agama dan akhirat mereka. Dan di antara bentuk pengu-rusanNya yang paling agung adalah penurunan Kitab Suci ini (al-Qur`an) yang mengandung kebaikan yang banyak dan kebajikan yang berlimpah. Di dalamnya juga terdapat hidayah (pedoman) untuk kemaslahatan dunia dan akhirat dan akhlak mulia yang tidak dimiliki oleh kitab suci lainnya. Dan pada FirmanNya, ﴾ وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam," terda-pat penghormatan terhadapnya dan betapa ia sangat mendapat perhatian karena keberadaannya yang datang dari Allah, bukan dari selainNya, dengan maksud memberikan manfaat dan hidayah kepada kalian di dalamnya. (193-195) ﴾ نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلۡأَمِينُ ﴿ "Dia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin," yaitu Jibril عليه السلام yang merupakan malaikat yang termulia dan terkuat; yang terpercaya yang telah aman dari keteledoran untuk menambahi dan menguranginya, ﴾ عَلَىٰ قَلۡبِكَ ﴿ "ke dalam hatimu," hai Muhammad, ﴾ لِتَكُونَ مِنَ ٱلۡمُنذِرِينَ ﴿ "agar kamu menjadi salah seorang dari orang-orang yang memberi peringatan." Kamu menggunakannya untuk membimbing (manusia) ke jalan yang lurus dan dengannya pula kamu memperingatkan mereka dari jalan kesesatan; ﴾ بِلِسَانٍ عَرَبِيّٖ مُّبِينٖ ﴿ "dengan bahasa Arab yang jelas," yang merupakan bahasa yang paling mulia, yaitu dengan bahasa orang yang diutus kepada me-reka dan langsung mendakwahi mereka semenjak asal; suatu bahasa yang jelas lagi nyata. Cobalah Anda renungkan bagaimana keutamaan-keutamaan luar biasa tersebut terhimpun di dalam Kitab Suci ini. Sesungguh-nya ia adalah Kitab yang paling utama, dibawa turun oleh malaikat yang paling utama, kepada manusia yang paling utama dan di be-lahan bumi yang paling mulia yang merupakan jantungnya, kepada suatu umat yang paling utama yang dikeluarkan untuk manusia, dengan bahasa yang paling utama, paling fasih dan paling menca-kup, yaitu bahasa Arab yang sangat jelas. (196) ﴾ وَإِنَّهُۥ لَفِي زُبُرِ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-kitab orang yang dahulu." Maksudnya, telah diberitakan dan dibenarkan oleh kitab-kitab dari umat-umat terdahulu, dan ia pun saat diturunkan sama persis seperti yang diberitakannya, dan al-Qur`an pun membenarkannya, bahkan ia datang dengan kebenaran dan membenarkan para rasul. (197) ﴾ أَوَلَمۡ يَكُن لَّهُمۡ ءَايَةً ﴿ "Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka," atas kebenarannya, dan bahwa ia berasal dari Allah, ﴾ أَن يَعۡلَمَهُۥ عُلَمَٰٓؤُاْ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ﴿ "bahwa para ulama Bani Isra`il mengetahuinya?" Yaitu orang-orang yang sudah mencapai puncak ilmu sehingga mereka menjadi manusia yang paling mengetahui (ulama), dan mereka adalah orang-orang yang adil. Sebab setiap sesuatu yang meng-alami ketidakjelasan tentangnya maka dikembalikan kepada ahli ilmu dan pengetahuan, sehingga pendapat mereka menjadi hujjah (argumen) terhadap orang-orang selain mereka; sebagaimana hal-nya para ahli sihir (yang menguasai ilmu sihir) mengetahui kebe-naran Mukjizat nabi Musa, bahwasanya ia bukan sihir. Maka per-kataan orang-orang bodoh sesudah itu tidak perlu dihiraukan lagi. (198-199) ﴾ وَلَوۡ نَزَّلۡنَٰهُ عَلَىٰ بَعۡضِ ٱلۡأَعۡجَمِينَ ﴿ "Dan kalau al-Qur`an itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab," yaitu orang-orang yang tidak mengerti bahasa orang-orang Arab dan tidak bisa mengungkapkannya kepada orang-orang Arab sebagai-mana mestinya, ﴾ فَقَرَأَهُۥ عَلَيۡهِم مَّا كَانُواْ بِهِۦ مُؤۡمِنِينَ ﴿ "lalu dia membacakannya kepada mereka, niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya." Mereka akan mengatakan, "Kami tidak mengerti apa yang dia katakan dan kami tidak mengetahui apa yang ia serukan!" Maka hendaklah mereka memuji Rabb mereka karena membawakan al-Qur`an ke-pada mereka melalui bahasa dari makhluk yang paling fasih dan paling mampu mengungkapkan maksud-maksud(nya) dengan ungkapan-ungkapan yang sangat jelas, dan orang yang paling tulus. Maka hendaklah mereka segera membenarkannya dan menerima-nya dengan patuh dan berserah diri. (200-203) Akan tetapi pendustaan mereka terhadapnya adalah (pendustaan) tanpa syubhat. Tidaklah ia melainkan keka-firan dan sikap keras kepala belaka, dan merupakan perkara yang telah diwariskan oleh umat-umat yang mendustakan. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ كَذَٰلِكَ سَلَكۡنَٰهُ فِي قُلُوبِ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "Demikianlah Kami memasukkannya ke dalam hati orang-orang yang durhaka." Maksudnya, Kami masukkan pendustaan itu dan Kami menggabungkannya kepada hati orang-orang yang durhaka, sebagaimana benang di-masukkan ke dalam lubang jarum. Maka hati mereka menyerapnya sehingga pendustaan itu menjadi karakternya. Hal itu disebabkan kezhaliman dan kedurhakaan mereka. Maka dari itu ﴾ لَا يُؤۡمِنُونَ بِهِۦ حَتَّىٰ يَرَوُاْ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَلِيمَ ﴿ "mereka tidak beriman kepadanya, hingga mereka melihat azab yang pedih," atas pendustaan mereka. ﴾ فَيَأۡتِيَهُم بَغۡتَةٗ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ ﴿ "Maka datanglah azab kepada mereka dengan mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya." Maksudnya, azab itu menimpa mereka saat mereka lalai, tidak merasakan dan tidak menyadari kedatangannya, agar azab itu menjadi lebih telak dalam menyiksa dan menghajar mereka. ﴾ فَيَقُولُواْ ﴿ "Lalu mereka ber-kata," pada kala itu, ﴾ هَلۡ نَحۡنُ مُنظَرُونَ ﴿ "Apakah kami dapat diberi tangguh?" Maksudnya, mereka meminta agar diberi tangguh dan tempo waktu. Namun apa boleh buat, semuanya sudah berlalu, dan azab yang tidak akan diangkat dan tidak akan dihentikan dari mereka pun telah menimpa.

Asy-Syu'ara' 26:202

"Dan sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam, dia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas. Dan sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar (tersebut) dalam kitab-kitab orang yang dahulu. Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Isra`il mengetahuinya? Dan kalau al-Qur`an itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab, lalu dia membaca-kannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya. Demikianlah Kami memasukkannya ke dalam hati orang-orang yang durhaka. Mereka tidak beriman ke-padanya, hingga mereka melihat azab yang pedih, maka datang-lah azab kepada mereka dengan mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya, lalu mereka berkata, 'Apakah kami dapat diberi tangguh?'" (Asy-Syu'ara`: 192-203). (192) Setelah Allah menjelaskan kisah-kisah para Nabi beserta kaumnya masing-masing, bagaimana para nabi itu meng-ajak mereka, dan bagaimana pula kaumnya menolak mereka, serta bagaimana Allah membinasakan musuh-musuh mereka dan ke-sudahan yang mereka miliki, maka Allah menjelaskan Rasul yang mulia ini, nabi pilihan yang agung (Muhammad a) dan ajaran yang dia bawa berupa al-Kitab yang di dalamnya terdapat hidayah bagi orang-orang yang berakal, seraya berfirman, ﴾ وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam." Jadi yang menurunkannya adalah Pencipta bumi dan langit, yang mengatur seluruh alam atas dan alam bawah. Sebagaimana Dia membimbing mereka dengan hidayah untuk kemaslahatan dunia dan jasad mereka, maka Dia juga mengurus mereka dengan memberi petunjuk kepada mereka untuk kemas-lahatan agama dan akhirat mereka. Dan di antara bentuk pengu-rusanNya yang paling agung adalah penurunan Kitab Suci ini (al-Qur`an) yang mengandung kebaikan yang banyak dan kebajikan yang berlimpah. Di dalamnya juga terdapat hidayah (pedoman) untuk kemaslahatan dunia dan akhirat dan akhlak mulia yang tidak dimiliki oleh kitab suci lainnya. Dan pada FirmanNya, ﴾ وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam," terda-pat penghormatan terhadapnya dan betapa ia sangat mendapat perhatian karena keberadaannya yang datang dari Allah, bukan dari selainNya, dengan maksud memberikan manfaat dan hidayah kepada kalian di dalamnya. (193-195) ﴾ نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلۡأَمِينُ ﴿ "Dia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin," yaitu Jibril عليه السلام yang merupakan malaikat yang termulia dan terkuat; yang terpercaya yang telah aman dari keteledoran untuk menambahi dan menguranginya, ﴾ عَلَىٰ قَلۡبِكَ ﴿ "ke dalam hatimu," hai Muhammad, ﴾ لِتَكُونَ مِنَ ٱلۡمُنذِرِينَ ﴿ "agar kamu menjadi salah seorang dari orang-orang yang memberi peringatan." Kamu menggunakannya untuk membimbing (manusia) ke jalan yang lurus dan dengannya pula kamu memperingatkan mereka dari jalan kesesatan; ﴾ بِلِسَانٍ عَرَبِيّٖ مُّبِينٖ ﴿ "dengan bahasa Arab yang jelas," yang merupakan bahasa yang paling mulia, yaitu dengan bahasa orang yang diutus kepada me-reka dan langsung mendakwahi mereka semenjak asal; suatu bahasa yang jelas lagi nyata. Cobalah Anda renungkan bagaimana keutamaan-keutamaan luar biasa tersebut terhimpun di dalam Kitab Suci ini. Sesungguh-nya ia adalah Kitab yang paling utama, dibawa turun oleh malaikat yang paling utama, kepada manusia yang paling utama dan di be-lahan bumi yang paling mulia yang merupakan jantungnya, kepada suatu umat yang paling utama yang dikeluarkan untuk manusia, dengan bahasa yang paling utama, paling fasih dan paling menca-kup, yaitu bahasa Arab yang sangat jelas. (196) ﴾ وَإِنَّهُۥ لَفِي زُبُرِ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-kitab orang yang dahulu." Maksudnya, telah diberitakan dan dibenarkan oleh kitab-kitab dari umat-umat terdahulu, dan ia pun saat diturunkan sama persis seperti yang diberitakannya, dan al-Qur`an pun membenarkannya, bahkan ia datang dengan kebenaran dan membenarkan para rasul. (197) ﴾ أَوَلَمۡ يَكُن لَّهُمۡ ءَايَةً ﴿ "Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka," atas kebenarannya, dan bahwa ia berasal dari Allah, ﴾ أَن يَعۡلَمَهُۥ عُلَمَٰٓؤُاْ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ﴿ "bahwa para ulama Bani Isra`il mengetahuinya?" Yaitu orang-orang yang sudah mencapai puncak ilmu sehingga mereka menjadi manusia yang paling mengetahui (ulama), dan mereka adalah orang-orang yang adil. Sebab setiap sesuatu yang meng-alami ketidakjelasan tentangnya maka dikembalikan kepada ahli ilmu dan pengetahuan, sehingga pendapat mereka menjadi hujjah (argumen) terhadap orang-orang selain mereka; sebagaimana hal-nya para ahli sihir (yang menguasai ilmu sihir) mengetahui kebe-naran Mukjizat nabi Musa, bahwasanya ia bukan sihir. Maka per-kataan orang-orang bodoh sesudah itu tidak perlu dihiraukan lagi. (198-199) ﴾ وَلَوۡ نَزَّلۡنَٰهُ عَلَىٰ بَعۡضِ ٱلۡأَعۡجَمِينَ ﴿ "Dan kalau al-Qur`an itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab," yaitu orang-orang yang tidak mengerti bahasa orang-orang Arab dan tidak bisa mengungkapkannya kepada orang-orang Arab sebagai-mana mestinya, ﴾ فَقَرَأَهُۥ عَلَيۡهِم مَّا كَانُواْ بِهِۦ مُؤۡمِنِينَ ﴿ "lalu dia membacakannya kepada mereka, niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya." Mereka akan mengatakan, "Kami tidak mengerti apa yang dia katakan dan kami tidak mengetahui apa yang ia serukan!" Maka hendaklah mereka memuji Rabb mereka karena membawakan al-Qur`an ke-pada mereka melalui bahasa dari makhluk yang paling fasih dan paling mampu mengungkapkan maksud-maksud(nya) dengan ungkapan-ungkapan yang sangat jelas, dan orang yang paling tulus. Maka hendaklah mereka segera membenarkannya dan menerima-nya dengan patuh dan berserah diri. (200-203) Akan tetapi pendustaan mereka terhadapnya adalah (pendustaan) tanpa syubhat. Tidaklah ia melainkan keka-firan dan sikap keras kepala belaka, dan merupakan perkara yang telah diwariskan oleh umat-umat yang mendustakan. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ كَذَٰلِكَ سَلَكۡنَٰهُ فِي قُلُوبِ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "Demikianlah Kami memasukkannya ke dalam hati orang-orang yang durhaka." Maksudnya, Kami masukkan pendustaan itu dan Kami menggabungkannya kepada hati orang-orang yang durhaka, sebagaimana benang di-masukkan ke dalam lubang jarum. Maka hati mereka menyerapnya sehingga pendustaan itu menjadi karakternya. Hal itu disebabkan kezhaliman dan kedurhakaan mereka. Maka dari itu ﴾ لَا يُؤۡمِنُونَ بِهِۦ حَتَّىٰ يَرَوُاْ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَلِيمَ ﴿ "mereka tidak beriman kepadanya, hingga mereka melihat azab yang pedih," atas pendustaan mereka. ﴾ فَيَأۡتِيَهُم بَغۡتَةٗ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ ﴿ "Maka datanglah azab kepada mereka dengan mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya." Maksudnya, azab itu menimpa mereka saat mereka lalai, tidak merasakan dan tidak menyadari kedatangannya, agar azab itu menjadi lebih telak dalam menyiksa dan menghajar mereka. ﴾ فَيَقُولُواْ ﴿ "Lalu mereka ber-kata," pada kala itu, ﴾ هَلۡ نَحۡنُ مُنظَرُونَ ﴿ "Apakah kami dapat diberi tangguh?" Maksudnya, mereka meminta agar diberi tangguh dan tempo waktu. Namun apa boleh buat, semuanya sudah berlalu, dan azab yang tidak akan diangkat dan tidak akan dihentikan dari mereka pun telah menimpa.

Asy-Syu'ara' 26:203

"Dan sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam, dia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril), ke dalam hatimu (Muhammad) agar kamu menjadi salah seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas. Dan sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar (tersebut) dalam kitab-kitab orang yang dahulu. Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Isra`il mengetahuinya? Dan kalau al-Qur`an itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab, lalu dia membaca-kannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya. Demikianlah Kami memasukkannya ke dalam hati orang-orang yang durhaka. Mereka tidak beriman ke-padanya, hingga mereka melihat azab yang pedih, maka datang-lah azab kepada mereka dengan mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya, lalu mereka berkata, 'Apakah kami dapat diberi tangguh?'" (Asy-Syu'ara`: 192-203). (192) Setelah Allah menjelaskan kisah-kisah para Nabi beserta kaumnya masing-masing, bagaimana para nabi itu meng-ajak mereka, dan bagaimana pula kaumnya menolak mereka, serta bagaimana Allah membinasakan musuh-musuh mereka dan ke-sudahan yang mereka miliki, maka Allah menjelaskan Rasul yang mulia ini, nabi pilihan yang agung (Muhammad a) dan ajaran yang dia bawa berupa al-Kitab yang di dalamnya terdapat hidayah bagi orang-orang yang berakal, seraya berfirman, ﴾ وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam." Jadi yang menurunkannya adalah Pencipta bumi dan langit, yang mengatur seluruh alam atas dan alam bawah. Sebagaimana Dia membimbing mereka dengan hidayah untuk kemaslahatan dunia dan jasad mereka, maka Dia juga mengurus mereka dengan memberi petunjuk kepada mereka untuk kemas-lahatan agama dan akhirat mereka. Dan di antara bentuk pengu-rusanNya yang paling agung adalah penurunan Kitab Suci ini (al-Qur`an) yang mengandung kebaikan yang banyak dan kebajikan yang berlimpah. Di dalamnya juga terdapat hidayah (pedoman) untuk kemaslahatan dunia dan akhirat dan akhlak mulia yang tidak dimiliki oleh kitab suci lainnya. Dan pada FirmanNya, ﴾ وَإِنَّهُۥ لَتَنزِيلُ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an ini benar-benar diturunkan oleh Rabb semesta alam," terda-pat penghormatan terhadapnya dan betapa ia sangat mendapat perhatian karena keberadaannya yang datang dari Allah, bukan dari selainNya, dengan maksud memberikan manfaat dan hidayah kepada kalian di dalamnya. (193-195) ﴾ نَزَلَ بِهِ ٱلرُّوحُ ٱلۡأَمِينُ ﴿ "Dia dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin," yaitu Jibril عليه السلام yang merupakan malaikat yang termulia dan terkuat; yang terpercaya yang telah aman dari keteledoran untuk menambahi dan menguranginya, ﴾ عَلَىٰ قَلۡبِكَ ﴿ "ke dalam hatimu," hai Muhammad, ﴾ لِتَكُونَ مِنَ ٱلۡمُنذِرِينَ ﴿ "agar kamu menjadi salah seorang dari orang-orang yang memberi peringatan." Kamu menggunakannya untuk membimbing (manusia) ke jalan yang lurus dan dengannya pula kamu memperingatkan mereka dari jalan kesesatan; ﴾ بِلِسَانٍ عَرَبِيّٖ مُّبِينٖ ﴿ "dengan bahasa Arab yang jelas," yang merupakan bahasa yang paling mulia, yaitu dengan bahasa orang yang diutus kepada me-reka dan langsung mendakwahi mereka semenjak asal; suatu bahasa yang jelas lagi nyata. Cobalah Anda renungkan bagaimana keutamaan-keutamaan luar biasa tersebut terhimpun di dalam Kitab Suci ini. Sesungguh-nya ia adalah Kitab yang paling utama, dibawa turun oleh malaikat yang paling utama, kepada manusia yang paling utama dan di be-lahan bumi yang paling mulia yang merupakan jantungnya, kepada suatu umat yang paling utama yang dikeluarkan untuk manusia, dengan bahasa yang paling utama, paling fasih dan paling menca-kup, yaitu bahasa Arab yang sangat jelas. (196) ﴾ وَإِنَّهُۥ لَفِي زُبُرِ ٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-kitab orang yang dahulu." Maksudnya, telah diberitakan dan dibenarkan oleh kitab-kitab dari umat-umat terdahulu, dan ia pun saat diturunkan sama persis seperti yang diberitakannya, dan al-Qur`an pun membenarkannya, bahkan ia datang dengan kebenaran dan membenarkan para rasul. (197) ﴾ أَوَلَمۡ يَكُن لَّهُمۡ ءَايَةً ﴿ "Dan apakah tidak cukup menjadi bukti bagi mereka," atas kebenarannya, dan bahwa ia berasal dari Allah, ﴾ أَن يَعۡلَمَهُۥ عُلَمَٰٓؤُاْ بَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ ﴿ "bahwa para ulama Bani Isra`il mengetahuinya?" Yaitu orang-orang yang sudah mencapai puncak ilmu sehingga mereka menjadi manusia yang paling mengetahui (ulama), dan mereka adalah orang-orang yang adil. Sebab setiap sesuatu yang meng-alami ketidakjelasan tentangnya maka dikembalikan kepada ahli ilmu dan pengetahuan, sehingga pendapat mereka menjadi hujjah (argumen) terhadap orang-orang selain mereka; sebagaimana hal-nya para ahli sihir (yang menguasai ilmu sihir) mengetahui kebe-naran Mukjizat nabi Musa, bahwasanya ia bukan sihir. Maka per-kataan orang-orang bodoh sesudah itu tidak perlu dihiraukan lagi. (198-199) ﴾ وَلَوۡ نَزَّلۡنَٰهُ عَلَىٰ بَعۡضِ ٱلۡأَعۡجَمِينَ ﴿ "Dan kalau al-Qur`an itu Kami turunkan kepada salah seorang dari golongan bukan Arab," yaitu orang-orang yang tidak mengerti bahasa orang-orang Arab dan tidak bisa mengungkapkannya kepada orang-orang Arab sebagai-mana mestinya, ﴾ فَقَرَأَهُۥ عَلَيۡهِم مَّا كَانُواْ بِهِۦ مُؤۡمِنِينَ ﴿ "lalu dia membacakannya kepada mereka, niscaya mereka tidak akan beriman kepadanya." Mereka akan mengatakan, "Kami tidak mengerti apa yang dia katakan dan kami tidak mengetahui apa yang ia serukan!" Maka hendaklah mereka memuji Rabb mereka karena membawakan al-Qur`an ke-pada mereka melalui bahasa dari makhluk yang paling fasih dan paling mampu mengungkapkan maksud-maksud(nya) dengan ungkapan-ungkapan yang sangat jelas, dan orang yang paling tulus. Maka hendaklah mereka segera membenarkannya dan menerima-nya dengan patuh dan berserah diri. (200-203) Akan tetapi pendustaan mereka terhadapnya adalah (pendustaan) tanpa syubhat. Tidaklah ia melainkan keka-firan dan sikap keras kepala belaka, dan merupakan perkara yang telah diwariskan oleh umat-umat yang mendustakan. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ كَذَٰلِكَ سَلَكۡنَٰهُ فِي قُلُوبِ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "Demikianlah Kami memasukkannya ke dalam hati orang-orang yang durhaka." Maksudnya, Kami masukkan pendustaan itu dan Kami menggabungkannya kepada hati orang-orang yang durhaka, sebagaimana benang di-masukkan ke dalam lubang jarum. Maka hati mereka menyerapnya sehingga pendustaan itu menjadi karakternya. Hal itu disebabkan kezhaliman dan kedurhakaan mereka. Maka dari itu ﴾ لَا يُؤۡمِنُونَ بِهِۦ حَتَّىٰ يَرَوُاْ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَلِيمَ ﴿ "mereka tidak beriman kepadanya, hingga mereka melihat azab yang pedih," atas pendustaan mereka. ﴾ فَيَأۡتِيَهُم بَغۡتَةٗ وَهُمۡ لَا يَشۡعُرُونَ ﴿ "Maka datanglah azab kepada mereka dengan mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya." Maksudnya, azab itu menimpa mereka saat mereka lalai, tidak merasakan dan tidak menyadari kedatangannya, agar azab itu menjadi lebih telak dalam menyiksa dan menghajar mereka. ﴾ فَيَقُولُواْ ﴿ "Lalu mereka ber-kata," pada kala itu, ﴾ هَلۡ نَحۡنُ مُنظَرُونَ ﴿ "Apakah kami dapat diberi tangguh?" Maksudnya, mereka meminta agar diberi tangguh dan tempo waktu. Namun apa boleh buat, semuanya sudah berlalu, dan azab yang tidak akan diangkat dan tidak akan dihentikan dari mereka pun telah menimpa.

Asy-Syu'ara' 26:204

"Maka apakah mereka meminta supaya disegerakan azab Kami? Maka bagaimana pendapatmu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun, kemudian datang ke-pada mereka azab yang telah diancamkan kepada mereka, niscaya tidak berguna bagi mereka sesuatu yang selalu mereka nikmati." (Asy-Syu'ara`: 204-207). (204) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَفَبِعَذَابِنَا ﴿ "Maka apakah dengan azab Kami," yang merupakan azab yang sangat pedih lagi besar yang tidak bisa diremehkan dan disepelekan itu, ﴾ يَسۡتَعۡجِلُونَ ﴿ "mereka minta disegerakan?" Apakah yang menipu daya mereka? Apakah mereka mempunyai kekuatan dan daya untuk bertahan mengha-dapinya? Ataukah mereka memiliki kekuatan untuk menolaknya atau menghilangkannya apabila ia menimpa? Ataukah mereka dapat melemahkan Kami dan mereka mengira bahwa sesungguh-nya Kami tidak kuasa melakukan hal itu? (205-207) ﴾ أَفَرَءَيۡتَ إِن مَّتَّعۡنَٰهُمۡ سِنِينَ ﴿ "Maka bagaimana pendapat-mu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun?" Maksudnya, bagaimana menurutmu kalau Kami tidak segera me-nimpakan azab terhadap mereka dan Kami beri tangguh mereka beberapa tahun lagi agar mereka bersenang-senang di dunia ini? ﴾ ثُمَّ جَآءَهُم مَّا كَانُواْ يُوعَدُونَ ﴿ "kemudian datang kepada mereka sesuatu yang telah diancamkan kepada mereka," yaitu azab. ﴾ مَآ أَغۡنَىٰ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يُمَتَّعُونَ ﴿ "Niscaya tidak berguna bagi mereka sesuatu yang selalu mereka nikmati," berupa berbagai kelezatan dan kesenangan. Maksudnya, apakah yang dapat bermanfaat dan berguna bagi mereka, sedangkan semua kelezatan dan segala kesenangan itu telah berlalu, sudah sirna dan diganti dengan balasannya, dan azab pun telah dilipatgandakan. Tujuannya di sini adalah berwaspada dari tertimpa azab dan mendapatkan jatah azab untuknya. Adapun masalah disegerakan atau ditundanya azab tersebut, sama sekali tidak penting dan tidak ada artinya baginya.

Asy-Syu'ara' 26:205

"Maka apakah mereka meminta supaya disegerakan azab Kami? Maka bagaimana pendapatmu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun, kemudian datang ke-pada mereka azab yang telah diancamkan kepada mereka, niscaya tidak berguna bagi mereka sesuatu yang selalu mereka nikmati." (Asy-Syu'ara`: 204-207). (204) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَفَبِعَذَابِنَا ﴿ "Maka apakah dengan azab Kami," yang merupakan azab yang sangat pedih lagi besar yang tidak bisa diremehkan dan disepelekan itu, ﴾ يَسۡتَعۡجِلُونَ ﴿ "mereka minta disegerakan?" Apakah yang menipu daya mereka? Apakah mereka mempunyai kekuatan dan daya untuk bertahan mengha-dapinya? Ataukah mereka memiliki kekuatan untuk menolaknya atau menghilangkannya apabila ia menimpa? Ataukah mereka dapat melemahkan Kami dan mereka mengira bahwa sesungguh-nya Kami tidak kuasa melakukan hal itu? (205-207) ﴾ أَفَرَءَيۡتَ إِن مَّتَّعۡنَٰهُمۡ سِنِينَ ﴿ "Maka bagaimana pendapat-mu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun?" Maksudnya, bagaimana menurutmu kalau Kami tidak segera me-nimpakan azab terhadap mereka dan Kami beri tangguh mereka beberapa tahun lagi agar mereka bersenang-senang di dunia ini? ﴾ ثُمَّ جَآءَهُم مَّا كَانُواْ يُوعَدُونَ ﴿ "kemudian datang kepada mereka sesuatu yang telah diancamkan kepada mereka," yaitu azab. ﴾ مَآ أَغۡنَىٰ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يُمَتَّعُونَ ﴿ "Niscaya tidak berguna bagi mereka sesuatu yang selalu mereka nikmati," berupa berbagai kelezatan dan kesenangan. Maksudnya, apakah yang dapat bermanfaat dan berguna bagi mereka, sedangkan semua kelezatan dan segala kesenangan itu telah berlalu, sudah sirna dan diganti dengan balasannya, dan azab pun telah dilipatgandakan. Tujuannya di sini adalah berwaspada dari tertimpa azab dan mendapatkan jatah azab untuknya. Adapun masalah disegerakan atau ditundanya azab tersebut, sama sekali tidak penting dan tidak ada artinya baginya.

Asy-Syu'ara' 26:206

"Maka apakah mereka meminta supaya disegerakan azab Kami? Maka bagaimana pendapatmu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun, kemudian datang ke-pada mereka azab yang telah diancamkan kepada mereka, niscaya tidak berguna bagi mereka sesuatu yang selalu mereka nikmati." (Asy-Syu'ara`: 204-207). (204) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَفَبِعَذَابِنَا ﴿ "Maka apakah dengan azab Kami," yang merupakan azab yang sangat pedih lagi besar yang tidak bisa diremehkan dan disepelekan itu, ﴾ يَسۡتَعۡجِلُونَ ﴿ "mereka minta disegerakan?" Apakah yang menipu daya mereka? Apakah mereka mempunyai kekuatan dan daya untuk bertahan mengha-dapinya? Ataukah mereka memiliki kekuatan untuk menolaknya atau menghilangkannya apabila ia menimpa? Ataukah mereka dapat melemahkan Kami dan mereka mengira bahwa sesungguh-nya Kami tidak kuasa melakukan hal itu? (205-207) ﴾ أَفَرَءَيۡتَ إِن مَّتَّعۡنَٰهُمۡ سِنِينَ ﴿ "Maka bagaimana pendapat-mu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun?" Maksudnya, bagaimana menurutmu kalau Kami tidak segera me-nimpakan azab terhadap mereka dan Kami beri tangguh mereka beberapa tahun lagi agar mereka bersenang-senang di dunia ini? ﴾ ثُمَّ جَآءَهُم مَّا كَانُواْ يُوعَدُونَ ﴿ "kemudian datang kepada mereka sesuatu yang telah diancamkan kepada mereka," yaitu azab. ﴾ مَآ أَغۡنَىٰ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يُمَتَّعُونَ ﴿ "Niscaya tidak berguna bagi mereka sesuatu yang selalu mereka nikmati," berupa berbagai kelezatan dan kesenangan. Maksudnya, apakah yang dapat bermanfaat dan berguna bagi mereka, sedangkan semua kelezatan dan segala kesenangan itu telah berlalu, sudah sirna dan diganti dengan balasannya, dan azab pun telah dilipatgandakan. Tujuannya di sini adalah berwaspada dari tertimpa azab dan mendapatkan jatah azab untuknya. Adapun masalah disegerakan atau ditundanya azab tersebut, sama sekali tidak penting dan tidak ada artinya baginya.

Asy-Syu'ara' 26:207

"Maka apakah mereka meminta supaya disegerakan azab Kami? Maka bagaimana pendapatmu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun, kemudian datang ke-pada mereka azab yang telah diancamkan kepada mereka, niscaya tidak berguna bagi mereka sesuatu yang selalu mereka nikmati." (Asy-Syu'ara`: 204-207). (204) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَفَبِعَذَابِنَا ﴿ "Maka apakah dengan azab Kami," yang merupakan azab yang sangat pedih lagi besar yang tidak bisa diremehkan dan disepelekan itu, ﴾ يَسۡتَعۡجِلُونَ ﴿ "mereka minta disegerakan?" Apakah yang menipu daya mereka? Apakah mereka mempunyai kekuatan dan daya untuk bertahan mengha-dapinya? Ataukah mereka memiliki kekuatan untuk menolaknya atau menghilangkannya apabila ia menimpa? Ataukah mereka dapat melemahkan Kami dan mereka mengira bahwa sesungguh-nya Kami tidak kuasa melakukan hal itu? (205-207) ﴾ أَفَرَءَيۡتَ إِن مَّتَّعۡنَٰهُمۡ سِنِينَ ﴿ "Maka bagaimana pendapat-mu jika Kami berikan kepada mereka kenikmatan hidup bertahun-tahun?" Maksudnya, bagaimana menurutmu kalau Kami tidak segera me-nimpakan azab terhadap mereka dan Kami beri tangguh mereka beberapa tahun lagi agar mereka bersenang-senang di dunia ini? ﴾ ثُمَّ جَآءَهُم مَّا كَانُواْ يُوعَدُونَ ﴿ "kemudian datang kepada mereka sesuatu yang telah diancamkan kepada mereka," yaitu azab. ﴾ مَآ أَغۡنَىٰ عَنۡهُم مَّا كَانُواْ يُمَتَّعُونَ ﴿ "Niscaya tidak berguna bagi mereka sesuatu yang selalu mereka nikmati," berupa berbagai kelezatan dan kesenangan. Maksudnya, apakah yang dapat bermanfaat dan berguna bagi mereka, sedangkan semua kelezatan dan segala kesenangan itu telah berlalu, sudah sirna dan diganti dengan balasannya, dan azab pun telah dilipatgandakan. Tujuannya di sini adalah berwaspada dari tertimpa azab dan mendapatkan jatah azab untuknya. Adapun masalah disegerakan atau ditundanya azab tersebut, sama sekali tidak penting dan tidak ada artinya baginya.

Asy-Syu'ara' 26:208

"Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeri pun, melain-kan sesudah ada baginya orang-orang yang memberi peringatan; untuk menjadi peringatan. Dan Kami sekali-kali tidak berlaku zhalim. Dan al-Qur`an itu bukanlah dibawa turun oleh setan-setan. Dan tidaklah patut mereka membawa turun al-Qur`an itu, dan mereka pun tidak akan kuasa. Sesungguhnya mereka benar-benar dijauhkan dari mendengar al-Qur`an itu." (Asy-Syu'ara`: 208-212) (208-209) Allah سبحانه وتعالى memberitakan tentang kesempurnaan keadilanNya dalam membinasakan orang-orang yang mendusta-kan itu, dan bahwa Dia sekali-kali tidak menimpakan suatu kebi-nasaan dan azab pun pada suatu negeri melainkan setelah mereka tidak punya alasan dan setelah diutusnya para pemberi peringatan (para rasul) kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang sangat jelas (mukjizat), lalu menyeru mereka kepada hidayah, me-larang mereka dari kesesatan dan mengingatkan mereka dengan ayat-ayat Allah, serta mengingatkan mereka terhadap pemberian hari-hariNya di dalam kenikmatan dan ancamanNya; ﴾ ذِكۡرَىٰ ﴿ "untuk menjadi peringatan," bagi mereka dan penegakan hujjah terhadap mereka, ﴾ وَمَا كُنَّا ظَٰلِمِينَ ﴿ "Dan Kami sekali-kali tidak berlaku zhalim." Maka Kami tidak membinasakan negeri-negeri sebelum Kami memberi mereka peringatan, dan Kami tidak menghukum mereka sedangkan mereka kosong dari para pemberi peringatan, sebagai-mana Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam ayat yang lain, ﴾ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبۡعَثَ رَسُولٗا 15 ﴿ "Dan tidaklah Kami menyiksa (suatu kaum) sehingga Kami meng-utus seorang Rasul." (Al-Isra`: 15). Dan FirmanNya, ﴾ رُّسُلٗا مُّبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى ٱللَّهِ حُجَّةُۢ بَعۡدَ ٱلرُّسُلِۚ ﴿ "(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu." (An-Nisa`: 165). (210-212) Setelah Allah سبحانه وتعالى menjelaskan kesempurnaan al-Qur`an dan keagungannya, maka Dia membersihkannya dari se-gala sifat kekurangan, dan Dia melindunginya saat diturunkannya dan sesudah diturunkannya (yaitu dilindungi) dari setan-setan bangsa jin dan bangsa manusia, seraya berfirman, ﴾ وَمَا تَنَزَّلَتۡ بِهِ ٱلشَّيَٰطِينُ 210 وَمَا يَنۢبَغِي لَهُمۡ ﴿ "Dan al-Qur`an itu bukanlah dibawa turun oleh setan-setan. Dan tidaklah patut mereka membawa turun al-Qur`an itu," maksudnya, tidak laik dengan kondisi mereka dan tidak sesuai dengan mereka. ﴾ وَمَا يَسۡتَطِيعُونَ ﴿ "Dan mereka pun tidak akan sanggup," melakukannya. ﴾ إِنَّهُمۡ عَنِ ٱلسَّمۡعِ لَمَعۡزُولُونَ ﴿ "Sesungguhnya mereka benar-benar dijauhkan dari mendengar al-Qur`an itu." Yakni: Mereka telah dijauhkan darinya, bahkan telah disediakan untuk mereka meteor-meteor untuk men-jaganya. Dan al-Qur`an itu dibawa turun oleh Jibril, malaikat yang terkuat, yang mana setan tidak kuasa untuk mendekatinya atau berkeliaran di sekitarnya. Ayat ini mirip dengan Firman Allah, ﴾ إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا ٱلذِّكۡرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ 9 ﴿ "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur`an, dan se-sungguhnya Kami benar-benar memeliharanya." (Al-Hijr: 9).

Asy-Syu'ara' 26:209

"Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeri pun, melain-kan sesudah ada baginya orang-orang yang memberi peringatan; untuk menjadi peringatan. Dan Kami sekali-kali tidak berlaku zhalim. Dan al-Qur`an itu bukanlah dibawa turun oleh setan-setan. Dan tidaklah patut mereka membawa turun al-Qur`an itu, dan mereka pun tidak akan kuasa. Sesungguhnya mereka benar-benar dijauhkan dari mendengar al-Qur`an itu." (Asy-Syu'ara`: 208-212) (208-209) Allah سبحانه وتعالى memberitakan tentang kesempurnaan keadilanNya dalam membinasakan orang-orang yang mendusta-kan itu, dan bahwa Dia sekali-kali tidak menimpakan suatu kebi-nasaan dan azab pun pada suatu negeri melainkan setelah mereka tidak punya alasan dan setelah diutusnya para pemberi peringatan (para rasul) kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang sangat jelas (mukjizat), lalu menyeru mereka kepada hidayah, me-larang mereka dari kesesatan dan mengingatkan mereka dengan ayat-ayat Allah, serta mengingatkan mereka terhadap pemberian hari-hariNya di dalam kenikmatan dan ancamanNya; ﴾ ذِكۡرَىٰ ﴿ "untuk menjadi peringatan," bagi mereka dan penegakan hujjah terhadap mereka, ﴾ وَمَا كُنَّا ظَٰلِمِينَ ﴿ "Dan Kami sekali-kali tidak berlaku zhalim." Maka Kami tidak membinasakan negeri-negeri sebelum Kami memberi mereka peringatan, dan Kami tidak menghukum mereka sedangkan mereka kosong dari para pemberi peringatan, sebagai-mana Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam ayat yang lain, ﴾ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبۡعَثَ رَسُولٗا 15 ﴿ "Dan tidaklah Kami menyiksa (suatu kaum) sehingga Kami meng-utus seorang Rasul." (Al-Isra`: 15). Dan FirmanNya, ﴾ رُّسُلٗا مُّبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى ٱللَّهِ حُجَّةُۢ بَعۡدَ ٱلرُّسُلِۚ ﴿ "(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu." (An-Nisa`: 165). (210-212) Setelah Allah سبحانه وتعالى menjelaskan kesempurnaan al-Qur`an dan keagungannya, maka Dia membersihkannya dari se-gala sifat kekurangan, dan Dia melindunginya saat diturunkannya dan sesudah diturunkannya (yaitu dilindungi) dari setan-setan bangsa jin dan bangsa manusia, seraya berfirman, ﴾ وَمَا تَنَزَّلَتۡ بِهِ ٱلشَّيَٰطِينُ 210 وَمَا يَنۢبَغِي لَهُمۡ ﴿ "Dan al-Qur`an itu bukanlah dibawa turun oleh setan-setan. Dan tidaklah patut mereka membawa turun al-Qur`an itu," maksudnya, tidak laik dengan kondisi mereka dan tidak sesuai dengan mereka. ﴾ وَمَا يَسۡتَطِيعُونَ ﴿ "Dan mereka pun tidak akan sanggup," melakukannya. ﴾ إِنَّهُمۡ عَنِ ٱلسَّمۡعِ لَمَعۡزُولُونَ ﴿ "Sesungguhnya mereka benar-benar dijauhkan dari mendengar al-Qur`an itu." Yakni: Mereka telah dijauhkan darinya, bahkan telah disediakan untuk mereka meteor-meteor untuk men-jaganya. Dan al-Qur`an itu dibawa turun oleh Jibril, malaikat yang terkuat, yang mana setan tidak kuasa untuk mendekatinya atau berkeliaran di sekitarnya. Ayat ini mirip dengan Firman Allah, ﴾ إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا ٱلذِّكۡرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ 9 ﴿ "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur`an, dan se-sungguhnya Kami benar-benar memeliharanya." (Al-Hijr: 9).

Asy-Syu'ara' 26:210

"Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeri pun, melain-kan sesudah ada baginya orang-orang yang memberi peringatan; untuk menjadi peringatan. Dan Kami sekali-kali tidak berlaku zhalim. Dan al-Qur`an itu bukanlah dibawa turun oleh setan-setan. Dan tidaklah patut mereka membawa turun al-Qur`an itu, dan mereka pun tidak akan kuasa. Sesungguhnya mereka benar-benar dijauhkan dari mendengar al-Qur`an itu." (Asy-Syu'ara`: 208-212) (208-209) Allah سبحانه وتعالى memberitakan tentang kesempurnaan keadilanNya dalam membinasakan orang-orang yang mendusta-kan itu, dan bahwa Dia sekali-kali tidak menimpakan suatu kebi-nasaan dan azab pun pada suatu negeri melainkan setelah mereka tidak punya alasan dan setelah diutusnya para pemberi peringatan (para rasul) kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang sangat jelas (mukjizat), lalu menyeru mereka kepada hidayah, me-larang mereka dari kesesatan dan mengingatkan mereka dengan ayat-ayat Allah, serta mengingatkan mereka terhadap pemberian hari-hariNya di dalam kenikmatan dan ancamanNya; ﴾ ذِكۡرَىٰ ﴿ "untuk menjadi peringatan," bagi mereka dan penegakan hujjah terhadap mereka, ﴾ وَمَا كُنَّا ظَٰلِمِينَ ﴿ "Dan Kami sekali-kali tidak berlaku zhalim." Maka Kami tidak membinasakan negeri-negeri sebelum Kami memberi mereka peringatan, dan Kami tidak menghukum mereka sedangkan mereka kosong dari para pemberi peringatan, sebagai-mana Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam ayat yang lain, ﴾ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبۡعَثَ رَسُولٗا 15 ﴿ "Dan tidaklah Kami menyiksa (suatu kaum) sehingga Kami meng-utus seorang Rasul." (Al-Isra`: 15). Dan FirmanNya, ﴾ رُّسُلٗا مُّبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى ٱللَّهِ حُجَّةُۢ بَعۡدَ ٱلرُّسُلِۚ ﴿ "(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu." (An-Nisa`: 165). (210-212) Setelah Allah سبحانه وتعالى menjelaskan kesempurnaan al-Qur`an dan keagungannya, maka Dia membersihkannya dari se-gala sifat kekurangan, dan Dia melindunginya saat diturunkannya dan sesudah diturunkannya (yaitu dilindungi) dari setan-setan bangsa jin dan bangsa manusia, seraya berfirman, ﴾ وَمَا تَنَزَّلَتۡ بِهِ ٱلشَّيَٰطِينُ 210 وَمَا يَنۢبَغِي لَهُمۡ ﴿ "Dan al-Qur`an itu bukanlah dibawa turun oleh setan-setan. Dan tidaklah patut mereka membawa turun al-Qur`an itu," maksudnya, tidak laik dengan kondisi mereka dan tidak sesuai dengan mereka. ﴾ وَمَا يَسۡتَطِيعُونَ ﴿ "Dan mereka pun tidak akan sanggup," melakukannya. ﴾ إِنَّهُمۡ عَنِ ٱلسَّمۡعِ لَمَعۡزُولُونَ ﴿ "Sesungguhnya mereka benar-benar dijauhkan dari mendengar al-Qur`an itu." Yakni: Mereka telah dijauhkan darinya, bahkan telah disediakan untuk mereka meteor-meteor untuk men-jaganya. Dan al-Qur`an itu dibawa turun oleh Jibril, malaikat yang terkuat, yang mana setan tidak kuasa untuk mendekatinya atau berkeliaran di sekitarnya. Ayat ini mirip dengan Firman Allah, ﴾ إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا ٱلذِّكۡرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ 9 ﴿ "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur`an, dan se-sungguhnya Kami benar-benar memeliharanya." (Al-Hijr: 9).

Asy-Syu'ara' 26:211

"Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeri pun, melain-kan sesudah ada baginya orang-orang yang memberi peringatan; untuk menjadi peringatan. Dan Kami sekali-kali tidak berlaku zhalim. Dan al-Qur`an itu bukanlah dibawa turun oleh setan-setan. Dan tidaklah patut mereka membawa turun al-Qur`an itu, dan mereka pun tidak akan kuasa. Sesungguhnya mereka benar-benar dijauhkan dari mendengar al-Qur`an itu." (Asy-Syu'ara`: 208-212) (208-209) Allah سبحانه وتعالى memberitakan tentang kesempurnaan keadilanNya dalam membinasakan orang-orang yang mendusta-kan itu, dan bahwa Dia sekali-kali tidak menimpakan suatu kebi-nasaan dan azab pun pada suatu negeri melainkan setelah mereka tidak punya alasan dan setelah diutusnya para pemberi peringatan (para rasul) kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang sangat jelas (mukjizat), lalu menyeru mereka kepada hidayah, me-larang mereka dari kesesatan dan mengingatkan mereka dengan ayat-ayat Allah, serta mengingatkan mereka terhadap pemberian hari-hariNya di dalam kenikmatan dan ancamanNya; ﴾ ذِكۡرَىٰ ﴿ "untuk menjadi peringatan," bagi mereka dan penegakan hujjah terhadap mereka, ﴾ وَمَا كُنَّا ظَٰلِمِينَ ﴿ "Dan Kami sekali-kali tidak berlaku zhalim." Maka Kami tidak membinasakan negeri-negeri sebelum Kami memberi mereka peringatan, dan Kami tidak menghukum mereka sedangkan mereka kosong dari para pemberi peringatan, sebagai-mana Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam ayat yang lain, ﴾ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبۡعَثَ رَسُولٗا 15 ﴿ "Dan tidaklah Kami menyiksa (suatu kaum) sehingga Kami meng-utus seorang Rasul." (Al-Isra`: 15). Dan FirmanNya, ﴾ رُّسُلٗا مُّبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى ٱللَّهِ حُجَّةُۢ بَعۡدَ ٱلرُّسُلِۚ ﴿ "(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu." (An-Nisa`: 165). (210-212) Setelah Allah سبحانه وتعالى menjelaskan kesempurnaan al-Qur`an dan keagungannya, maka Dia membersihkannya dari se-gala sifat kekurangan, dan Dia melindunginya saat diturunkannya dan sesudah diturunkannya (yaitu dilindungi) dari setan-setan bangsa jin dan bangsa manusia, seraya berfirman, ﴾ وَمَا تَنَزَّلَتۡ بِهِ ٱلشَّيَٰطِينُ 210 وَمَا يَنۢبَغِي لَهُمۡ ﴿ "Dan al-Qur`an itu bukanlah dibawa turun oleh setan-setan. Dan tidaklah patut mereka membawa turun al-Qur`an itu," maksudnya, tidak laik dengan kondisi mereka dan tidak sesuai dengan mereka. ﴾ وَمَا يَسۡتَطِيعُونَ ﴿ "Dan mereka pun tidak akan sanggup," melakukannya. ﴾ إِنَّهُمۡ عَنِ ٱلسَّمۡعِ لَمَعۡزُولُونَ ﴿ "Sesungguhnya mereka benar-benar dijauhkan dari mendengar al-Qur`an itu." Yakni: Mereka telah dijauhkan darinya, bahkan telah disediakan untuk mereka meteor-meteor untuk men-jaganya. Dan al-Qur`an itu dibawa turun oleh Jibril, malaikat yang terkuat, yang mana setan tidak kuasa untuk mendekatinya atau berkeliaran di sekitarnya. Ayat ini mirip dengan Firman Allah, ﴾ إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا ٱلذِّكۡرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ 9 ﴿ "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur`an, dan se-sungguhnya Kami benar-benar memeliharanya." (Al-Hijr: 9).

Asy-Syu'ara' 26:212

"Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeri pun, melain-kan sesudah ada baginya orang-orang yang memberi peringatan; untuk menjadi peringatan. Dan Kami sekali-kali tidak berlaku zhalim. Dan al-Qur`an itu bukanlah dibawa turun oleh setan-setan. Dan tidaklah patut mereka membawa turun al-Qur`an itu, dan mereka pun tidak akan kuasa. Sesungguhnya mereka benar-benar dijauhkan dari mendengar al-Qur`an itu." (Asy-Syu'ara`: 208-212) (208-209) Allah سبحانه وتعالى memberitakan tentang kesempurnaan keadilanNya dalam membinasakan orang-orang yang mendusta-kan itu, dan bahwa Dia sekali-kali tidak menimpakan suatu kebi-nasaan dan azab pun pada suatu negeri melainkan setelah mereka tidak punya alasan dan setelah diutusnya para pemberi peringatan (para rasul) kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang sangat jelas (mukjizat), lalu menyeru mereka kepada hidayah, me-larang mereka dari kesesatan dan mengingatkan mereka dengan ayat-ayat Allah, serta mengingatkan mereka terhadap pemberian hari-hariNya di dalam kenikmatan dan ancamanNya; ﴾ ذِكۡرَىٰ ﴿ "untuk menjadi peringatan," bagi mereka dan penegakan hujjah terhadap mereka, ﴾ وَمَا كُنَّا ظَٰلِمِينَ ﴿ "Dan Kami sekali-kali tidak berlaku zhalim." Maka Kami tidak membinasakan negeri-negeri sebelum Kami memberi mereka peringatan, dan Kami tidak menghukum mereka sedangkan mereka kosong dari para pemberi peringatan, sebagai-mana Allah سبحانه وتعالى berfirman dalam ayat yang lain, ﴾ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبۡعَثَ رَسُولٗا 15 ﴿ "Dan tidaklah Kami menyiksa (suatu kaum) sehingga Kami meng-utus seorang Rasul." (Al-Isra`: 15). Dan FirmanNya, ﴾ رُّسُلٗا مُّبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى ٱللَّهِ حُجَّةُۢ بَعۡدَ ٱلرُّسُلِۚ ﴿ "(Mereka Kami utus) selaku rasul-rasul pembawa berita gembira dan pemberi peringatan agar supaya tidak alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu." (An-Nisa`: 165). (210-212) Setelah Allah سبحانه وتعالى menjelaskan kesempurnaan al-Qur`an dan keagungannya, maka Dia membersihkannya dari se-gala sifat kekurangan, dan Dia melindunginya saat diturunkannya dan sesudah diturunkannya (yaitu dilindungi) dari setan-setan bangsa jin dan bangsa manusia, seraya berfirman, ﴾ وَمَا تَنَزَّلَتۡ بِهِ ٱلشَّيَٰطِينُ 210 وَمَا يَنۢبَغِي لَهُمۡ ﴿ "Dan al-Qur`an itu bukanlah dibawa turun oleh setan-setan. Dan tidaklah patut mereka membawa turun al-Qur`an itu," maksudnya, tidak laik dengan kondisi mereka dan tidak sesuai dengan mereka. ﴾ وَمَا يَسۡتَطِيعُونَ ﴿ "Dan mereka pun tidak akan sanggup," melakukannya. ﴾ إِنَّهُمۡ عَنِ ٱلسَّمۡعِ لَمَعۡزُولُونَ ﴿ "Sesungguhnya mereka benar-benar dijauhkan dari mendengar al-Qur`an itu." Yakni: Mereka telah dijauhkan darinya, bahkan telah disediakan untuk mereka meteor-meteor untuk men-jaganya. Dan al-Qur`an itu dibawa turun oleh Jibril, malaikat yang terkuat, yang mana setan tidak kuasa untuk mendekatinya atau berkeliaran di sekitarnya. Ayat ini mirip dengan Firman Allah, ﴾ إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا ٱلذِّكۡرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ 9 ﴿ "Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur`an, dan se-sungguhnya Kami benar-benar memeliharanya." (Al-Hijr: 9).

Asy-Syu'ara' 26:213

"Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang diazab. Dan berilah peringatan kepada kerabat-kera-batmu yang terdekat, dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, dari kalangan orang-orang yang beriman. Jika mereka mendurhakaimu, maka katakanlah, 'Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan'." (Asy-Syu'ara`: 213-216). (213) Allah سبحانه وتعالى melarang RasulNya sebagai sikap (tauladan) pertama, dan umatnya sebagai sikap meneladaninya dalam hal itu, dari perbuatan berdoa kepada selain Allah, dari kalangan makh-luk ini, (dan dijelaskan) bahwa hal itu mengakibatkan azab yang sangat pedih nan kekal dan hukuman abadi, karena perbuatan itu adalah syirik. Sedangkan siapa saja yang mempersekutukan Allah, maka Allah telah mengharamkan surga atasnya, dan tempatnya adalah neraka. Larangan terhadap sesuatu adalah perintah kepada lawannya. Maka larangan berbuat syirik adalah perintah kepada ketulusan ibadah hanya kepada Allah saja, tiada sekutu bagiNya, dalam bentuk cinta, rasa takut, berharap, rasa hina dan kembali kepadaNya dalam semua waktu. (214) Setelah Allah memerintahnya berkenaan dengan per-kara yang di dalamnya terkandung kesempurnaan dirinya, maka (di sini) Allah memerintahnya untuk menyempurnakan orang lain, seraya berfirman, ﴾ وَأَنذِرۡ عَشِيرَتَكَ ٱلۡأَقۡرَبِينَ ﴿ "Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat," yaitu manusia yang paling dekat kepadamu dan paling berhak untuk mendapatkan kebaikan agama dan dunia darimu. Perintah ini sama sekali tidak menafikan perintah untuk memberikan peringatan kepada seluruh manusia, sebagaimana halnya kalau seseorang diperintah untuk berbuat baik secara umum, lalu dikatakan kepadanya, "Berbuat baiklah kepada kerabat dekatmu." Maka kekhususan ini menjadi petunjuk atas penekanan dan tambahan anjuran. Maka Nabi a pun mema-tuhi perintah ilahi ini, lalu beliau menyeru seluruh tokoh-tokoh utama qabilah Quraisy. Maka beliau pun menjelaskan secara umum dan secara khusus, beliau memberikan pelajaran dan nasihat kepa-da mereka. Nabi a tidak menyisakan sedikit pun dari nasihat dan bimbingan yang mampu beliau berikan melainkan pasti beliau me-lakukannya. Maka ada di antara mereka yang menerima hidayah dan ada pula yang berpaling. (215) ﴾ وَٱخۡفِضۡ جَنَاحَكَ لِمَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, dari kalangan orang-orang yang beriman." Yaitu, dengan sikap lembutmu, tutur katamu yang halus kepada mereka, rasa sayang dan cintamu kepada mereka serta akhlak mulia dan seluruh kebaikanmu terhadap mereka. Dan sungguh Nabi a melakukan semua ini, sebagaimana Allah firmankan, ﴾ فَبِمَا رَحۡمَةٖ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمۡۖ وَلَوۡ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلۡقَلۡبِ لَٱنفَضُّواْ مِنۡ حَوۡلِكَۖ فَٱعۡفُ عَنۡهُمۡ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ وَشَاوِرۡهُمۡ فِي ٱلۡأَمۡرِۖ ﴿ "Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentu-lah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu." (Ali Imran: 160). Itulah akhlak Rasulullah a, yaitu akhlak yang paling sem-purna, yang dengannya banyak kemaslahatan besar yang diraih, berbagai mudarat tercegah, sebagaimana sudah dimaklumi. Kemu-dian, apakah pantas bagi seseorang yang beriman kepada Allah dan RasulNya yang mengklaim mengikuti dan mensuriteladani Rasulullah a, jika menjadi beban bagi kaum Muslimin, berakhlak buruk, bersikap keras [terhadap mereka], berkeras hati dan berkata-kata kasar; dan jika dia melihat mereka melakukan maksiat atau kurang sopan, maka dia langsung memutus hubungan dengan mereka, mencaci dan membenci mereka? Dia sama sekali tidak mempunyai sikap lembut, tidak memiliki etika dan tidak juga taufik. Perlakuan seperti ini telah menimbulkan berbagai kerusakan dan terabaikannya berbagai kemaslahatan yang cukup parah. Lain dari itu, Anda akan menjumpainya selalu merendahkan orang yang meniru sifat Rasulullah a. Dia menuduhnya dengan tuduhan kemunafikan dan cari muka, dan dia menyebut-nyebut dirinya sendiri dan menyanjungnya serta bangga dengan amal yang dilakukannya. Ini semua tidak lain karena kebodohannya, bujukan manis dan tipu daya setan kepadanya. (216) Oleh karenanya, Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada RasulNya, ﴾ فَإِنۡ عَصَوۡكَ ﴿ "Jika mereka mendurhakaimu," dalam salah satu perintah, maka janganlah kamu berlepas diri dari mereka, jangan mening-galkan sikap lembut dan rendah diri dalam berinteraksi dengan mereka, akan tetapi berlepas dirilah dari perbuatan mereka, lalu ingatkanlah mereka dan nasihatilah mereka serta curahkanlah kemampuanmu dalam mencegah mereka dari perbuatan itu dan mengajak mereka bertaubat darinya. Hal ini menolak anggapan orang yang berpraduga salah bahwa Firman Allah, ﴾ وَٱخۡفِضۡ جَنَاحَكَ لِلۡمُؤۡمِنِينَ 88 ﴿ "Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman." (Al-Hijr: 88), berkonsekuensi harus rela dengan semua yang mereka lakukan selagi mereka sebagai orang-orang Mukmin. Anggapan tersebut ditolak dengan uraian di atas. Wallahu a'lam.

Asy-Syu'ara' 26:214

"Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang diazab. Dan berilah peringatan kepada kerabat-kera-batmu yang terdekat, dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, dari kalangan orang-orang yang beriman. Jika mereka mendurhakaimu, maka katakanlah, 'Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan'." (Asy-Syu'ara`: 213-216). (213) Allah سبحانه وتعالى melarang RasulNya sebagai sikap (tauladan) pertama, dan umatnya sebagai sikap meneladaninya dalam hal itu, dari perbuatan berdoa kepada selain Allah, dari kalangan makh-luk ini, (dan dijelaskan) bahwa hal itu mengakibatkan azab yang sangat pedih nan kekal dan hukuman abadi, karena perbuatan itu adalah syirik. Sedangkan siapa saja yang mempersekutukan Allah, maka Allah telah mengharamkan surga atasnya, dan tempatnya adalah neraka. Larangan terhadap sesuatu adalah perintah kepada lawannya. Maka larangan berbuat syirik adalah perintah kepada ketulusan ibadah hanya kepada Allah saja, tiada sekutu bagiNya, dalam bentuk cinta, rasa takut, berharap, rasa hina dan kembali kepadaNya dalam semua waktu. (214) Setelah Allah memerintahnya berkenaan dengan per-kara yang di dalamnya terkandung kesempurnaan dirinya, maka (di sini) Allah memerintahnya untuk menyempurnakan orang lain, seraya berfirman, ﴾ وَأَنذِرۡ عَشِيرَتَكَ ٱلۡأَقۡرَبِينَ ﴿ "Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat," yaitu manusia yang paling dekat kepadamu dan paling berhak untuk mendapatkan kebaikan agama dan dunia darimu. Perintah ini sama sekali tidak menafikan perintah untuk memberikan peringatan kepada seluruh manusia, sebagaimana halnya kalau seseorang diperintah untuk berbuat baik secara umum, lalu dikatakan kepadanya, "Berbuat baiklah kepada kerabat dekatmu." Maka kekhususan ini menjadi petunjuk atas penekanan dan tambahan anjuran. Maka Nabi a pun mema-tuhi perintah ilahi ini, lalu beliau menyeru seluruh tokoh-tokoh utama qabilah Quraisy. Maka beliau pun menjelaskan secara umum dan secara khusus, beliau memberikan pelajaran dan nasihat kepa-da mereka. Nabi a tidak menyisakan sedikit pun dari nasihat dan bimbingan yang mampu beliau berikan melainkan pasti beliau me-lakukannya. Maka ada di antara mereka yang menerima hidayah dan ada pula yang berpaling. (215) ﴾ وَٱخۡفِضۡ جَنَاحَكَ لِمَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, dari kalangan orang-orang yang beriman." Yaitu, dengan sikap lembutmu, tutur katamu yang halus kepada mereka, rasa sayang dan cintamu kepada mereka serta akhlak mulia dan seluruh kebaikanmu terhadap mereka. Dan sungguh Nabi a melakukan semua ini, sebagaimana Allah firmankan, ﴾ فَبِمَا رَحۡمَةٖ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمۡۖ وَلَوۡ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلۡقَلۡبِ لَٱنفَضُّواْ مِنۡ حَوۡلِكَۖ فَٱعۡفُ عَنۡهُمۡ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ وَشَاوِرۡهُمۡ فِي ٱلۡأَمۡرِۖ ﴿ "Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentu-lah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu." (Ali Imran: 160). Itulah akhlak Rasulullah a, yaitu akhlak yang paling sem-purna, yang dengannya banyak kemaslahatan besar yang diraih, berbagai mudarat tercegah, sebagaimana sudah dimaklumi. Kemu-dian, apakah pantas bagi seseorang yang beriman kepada Allah dan RasulNya yang mengklaim mengikuti dan mensuriteladani Rasulullah a, jika menjadi beban bagi kaum Muslimin, berakhlak buruk, bersikap keras [terhadap mereka], berkeras hati dan berkata-kata kasar; dan jika dia melihat mereka melakukan maksiat atau kurang sopan, maka dia langsung memutus hubungan dengan mereka, mencaci dan membenci mereka? Dia sama sekali tidak mempunyai sikap lembut, tidak memiliki etika dan tidak juga taufik. Perlakuan seperti ini telah menimbulkan berbagai kerusakan dan terabaikannya berbagai kemaslahatan yang cukup parah. Lain dari itu, Anda akan menjumpainya selalu merendahkan orang yang meniru sifat Rasulullah a. Dia menuduhnya dengan tuduhan kemunafikan dan cari muka, dan dia menyebut-nyebut dirinya sendiri dan menyanjungnya serta bangga dengan amal yang dilakukannya. Ini semua tidak lain karena kebodohannya, bujukan manis dan tipu daya setan kepadanya. (216) Oleh karenanya, Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada RasulNya, ﴾ فَإِنۡ عَصَوۡكَ ﴿ "Jika mereka mendurhakaimu," dalam salah satu perintah, maka janganlah kamu berlepas diri dari mereka, jangan mening-galkan sikap lembut dan rendah diri dalam berinteraksi dengan mereka, akan tetapi berlepas dirilah dari perbuatan mereka, lalu ingatkanlah mereka dan nasihatilah mereka serta curahkanlah kemampuanmu dalam mencegah mereka dari perbuatan itu dan mengajak mereka bertaubat darinya. Hal ini menolak anggapan orang yang berpraduga salah bahwa Firman Allah, ﴾ وَٱخۡفِضۡ جَنَاحَكَ لِلۡمُؤۡمِنِينَ 88 ﴿ "Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman." (Al-Hijr: 88), berkonsekuensi harus rela dengan semua yang mereka lakukan selagi mereka sebagai orang-orang Mukmin. Anggapan tersebut ditolak dengan uraian di atas. Wallahu a'lam.

Asy-Syu'ara' 26:215

"Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang diazab. Dan berilah peringatan kepada kerabat-kera-batmu yang terdekat, dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, dari kalangan orang-orang yang beriman. Jika mereka mendurhakaimu, maka katakanlah, 'Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan'." (Asy-Syu'ara`: 213-216). (213) Allah سبحانه وتعالى melarang RasulNya sebagai sikap (tauladan) pertama, dan umatnya sebagai sikap meneladaninya dalam hal itu, dari perbuatan berdoa kepada selain Allah, dari kalangan makh-luk ini, (dan dijelaskan) bahwa hal itu mengakibatkan azab yang sangat pedih nan kekal dan hukuman abadi, karena perbuatan itu adalah syirik. Sedangkan siapa saja yang mempersekutukan Allah, maka Allah telah mengharamkan surga atasnya, dan tempatnya adalah neraka. Larangan terhadap sesuatu adalah perintah kepada lawannya. Maka larangan berbuat syirik adalah perintah kepada ketulusan ibadah hanya kepada Allah saja, tiada sekutu bagiNya, dalam bentuk cinta, rasa takut, berharap, rasa hina dan kembali kepadaNya dalam semua waktu. (214) Setelah Allah memerintahnya berkenaan dengan per-kara yang di dalamnya terkandung kesempurnaan dirinya, maka (di sini) Allah memerintahnya untuk menyempurnakan orang lain, seraya berfirman, ﴾ وَأَنذِرۡ عَشِيرَتَكَ ٱلۡأَقۡرَبِينَ ﴿ "Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat," yaitu manusia yang paling dekat kepadamu dan paling berhak untuk mendapatkan kebaikan agama dan dunia darimu. Perintah ini sama sekali tidak menafikan perintah untuk memberikan peringatan kepada seluruh manusia, sebagaimana halnya kalau seseorang diperintah untuk berbuat baik secara umum, lalu dikatakan kepadanya, "Berbuat baiklah kepada kerabat dekatmu." Maka kekhususan ini menjadi petunjuk atas penekanan dan tambahan anjuran. Maka Nabi a pun mema-tuhi perintah ilahi ini, lalu beliau menyeru seluruh tokoh-tokoh utama qabilah Quraisy. Maka beliau pun menjelaskan secara umum dan secara khusus, beliau memberikan pelajaran dan nasihat kepa-da mereka. Nabi a tidak menyisakan sedikit pun dari nasihat dan bimbingan yang mampu beliau berikan melainkan pasti beliau me-lakukannya. Maka ada di antara mereka yang menerima hidayah dan ada pula yang berpaling. (215) ﴾ وَٱخۡفِضۡ جَنَاحَكَ لِمَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, dari kalangan orang-orang yang beriman." Yaitu, dengan sikap lembutmu, tutur katamu yang halus kepada mereka, rasa sayang dan cintamu kepada mereka serta akhlak mulia dan seluruh kebaikanmu terhadap mereka. Dan sungguh Nabi a melakukan semua ini, sebagaimana Allah firmankan, ﴾ فَبِمَا رَحۡمَةٖ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمۡۖ وَلَوۡ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلۡقَلۡبِ لَٱنفَضُّواْ مِنۡ حَوۡلِكَۖ فَٱعۡفُ عَنۡهُمۡ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ وَشَاوِرۡهُمۡ فِي ٱلۡأَمۡرِۖ ﴿ "Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentu-lah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu." (Ali Imran: 160). Itulah akhlak Rasulullah a, yaitu akhlak yang paling sem-purna, yang dengannya banyak kemaslahatan besar yang diraih, berbagai mudarat tercegah, sebagaimana sudah dimaklumi. Kemu-dian, apakah pantas bagi seseorang yang beriman kepada Allah dan RasulNya yang mengklaim mengikuti dan mensuriteladani Rasulullah a, jika menjadi beban bagi kaum Muslimin, berakhlak buruk, bersikap keras [terhadap mereka], berkeras hati dan berkata-kata kasar; dan jika dia melihat mereka melakukan maksiat atau kurang sopan, maka dia langsung memutus hubungan dengan mereka, mencaci dan membenci mereka? Dia sama sekali tidak mempunyai sikap lembut, tidak memiliki etika dan tidak juga taufik. Perlakuan seperti ini telah menimbulkan berbagai kerusakan dan terabaikannya berbagai kemaslahatan yang cukup parah. Lain dari itu, Anda akan menjumpainya selalu merendahkan orang yang meniru sifat Rasulullah a. Dia menuduhnya dengan tuduhan kemunafikan dan cari muka, dan dia menyebut-nyebut dirinya sendiri dan menyanjungnya serta bangga dengan amal yang dilakukannya. Ini semua tidak lain karena kebodohannya, bujukan manis dan tipu daya setan kepadanya. (216) Oleh karenanya, Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada RasulNya, ﴾ فَإِنۡ عَصَوۡكَ ﴿ "Jika mereka mendurhakaimu," dalam salah satu perintah, maka janganlah kamu berlepas diri dari mereka, jangan mening-galkan sikap lembut dan rendah diri dalam berinteraksi dengan mereka, akan tetapi berlepas dirilah dari perbuatan mereka, lalu ingatkanlah mereka dan nasihatilah mereka serta curahkanlah kemampuanmu dalam mencegah mereka dari perbuatan itu dan mengajak mereka bertaubat darinya. Hal ini menolak anggapan orang yang berpraduga salah bahwa Firman Allah, ﴾ وَٱخۡفِضۡ جَنَاحَكَ لِلۡمُؤۡمِنِينَ 88 ﴿ "Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman." (Al-Hijr: 88), berkonsekuensi harus rela dengan semua yang mereka lakukan selagi mereka sebagai orang-orang Mukmin. Anggapan tersebut ditolak dengan uraian di atas. Wallahu a'lam.

Asy-Syu'ara' 26:216

"Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang diazab. Dan berilah peringatan kepada kerabat-kera-batmu yang terdekat, dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, dari kalangan orang-orang yang beriman. Jika mereka mendurhakaimu, maka katakanlah, 'Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan'." (Asy-Syu'ara`: 213-216). (213) Allah سبحانه وتعالى melarang RasulNya sebagai sikap (tauladan) pertama, dan umatnya sebagai sikap meneladaninya dalam hal itu, dari perbuatan berdoa kepada selain Allah, dari kalangan makh-luk ini, (dan dijelaskan) bahwa hal itu mengakibatkan azab yang sangat pedih nan kekal dan hukuman abadi, karena perbuatan itu adalah syirik. Sedangkan siapa saja yang mempersekutukan Allah, maka Allah telah mengharamkan surga atasnya, dan tempatnya adalah neraka. Larangan terhadap sesuatu adalah perintah kepada lawannya. Maka larangan berbuat syirik adalah perintah kepada ketulusan ibadah hanya kepada Allah saja, tiada sekutu bagiNya, dalam bentuk cinta, rasa takut, berharap, rasa hina dan kembali kepadaNya dalam semua waktu. (214) Setelah Allah memerintahnya berkenaan dengan per-kara yang di dalamnya terkandung kesempurnaan dirinya, maka (di sini) Allah memerintahnya untuk menyempurnakan orang lain, seraya berfirman, ﴾ وَأَنذِرۡ عَشِيرَتَكَ ٱلۡأَقۡرَبِينَ ﴿ "Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat," yaitu manusia yang paling dekat kepadamu dan paling berhak untuk mendapatkan kebaikan agama dan dunia darimu. Perintah ini sama sekali tidak menafikan perintah untuk memberikan peringatan kepada seluruh manusia, sebagaimana halnya kalau seseorang diperintah untuk berbuat baik secara umum, lalu dikatakan kepadanya, "Berbuat baiklah kepada kerabat dekatmu." Maka kekhususan ini menjadi petunjuk atas penekanan dan tambahan anjuran. Maka Nabi a pun mema-tuhi perintah ilahi ini, lalu beliau menyeru seluruh tokoh-tokoh utama qabilah Quraisy. Maka beliau pun menjelaskan secara umum dan secara khusus, beliau memberikan pelajaran dan nasihat kepa-da mereka. Nabi a tidak menyisakan sedikit pun dari nasihat dan bimbingan yang mampu beliau berikan melainkan pasti beliau me-lakukannya. Maka ada di antara mereka yang menerima hidayah dan ada pula yang berpaling. (215) ﴾ وَٱخۡفِضۡ جَنَاحَكَ لِمَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, dari kalangan orang-orang yang beriman." Yaitu, dengan sikap lembutmu, tutur katamu yang halus kepada mereka, rasa sayang dan cintamu kepada mereka serta akhlak mulia dan seluruh kebaikanmu terhadap mereka. Dan sungguh Nabi a melakukan semua ini, sebagaimana Allah firmankan, ﴾ فَبِمَا رَحۡمَةٖ مِّنَ ٱللَّهِ لِنتَ لَهُمۡۖ وَلَوۡ كُنتَ فَظًّا غَلِيظَ ٱلۡقَلۡبِ لَٱنفَضُّواْ مِنۡ حَوۡلِكَۖ فَٱعۡفُ عَنۡهُمۡ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لَهُمۡ وَشَاوِرۡهُمۡ فِي ٱلۡأَمۡرِۖ ﴿ "Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentu-lah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu." (Ali Imran: 160). Itulah akhlak Rasulullah a, yaitu akhlak yang paling sem-purna, yang dengannya banyak kemaslahatan besar yang diraih, berbagai mudarat tercegah, sebagaimana sudah dimaklumi. Kemu-dian, apakah pantas bagi seseorang yang beriman kepada Allah dan RasulNya yang mengklaim mengikuti dan mensuriteladani Rasulullah a, jika menjadi beban bagi kaum Muslimin, berakhlak buruk, bersikap keras [terhadap mereka], berkeras hati dan berkata-kata kasar; dan jika dia melihat mereka melakukan maksiat atau kurang sopan, maka dia langsung memutus hubungan dengan mereka, mencaci dan membenci mereka? Dia sama sekali tidak mempunyai sikap lembut, tidak memiliki etika dan tidak juga taufik. Perlakuan seperti ini telah menimbulkan berbagai kerusakan dan terabaikannya berbagai kemaslahatan yang cukup parah. Lain dari itu, Anda akan menjumpainya selalu merendahkan orang yang meniru sifat Rasulullah a. Dia menuduhnya dengan tuduhan kemunafikan dan cari muka, dan dia menyebut-nyebut dirinya sendiri dan menyanjungnya serta bangga dengan amal yang dilakukannya. Ini semua tidak lain karena kebodohannya, bujukan manis dan tipu daya setan kepadanya. (216) Oleh karenanya, Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada RasulNya, ﴾ فَإِنۡ عَصَوۡكَ ﴿ "Jika mereka mendurhakaimu," dalam salah satu perintah, maka janganlah kamu berlepas diri dari mereka, jangan mening-galkan sikap lembut dan rendah diri dalam berinteraksi dengan mereka, akan tetapi berlepas dirilah dari perbuatan mereka, lalu ingatkanlah mereka dan nasihatilah mereka serta curahkanlah kemampuanmu dalam mencegah mereka dari perbuatan itu dan mengajak mereka bertaubat darinya. Hal ini menolak anggapan orang yang berpraduga salah bahwa Firman Allah, ﴾ وَٱخۡفِضۡ جَنَاحَكَ لِلۡمُؤۡمِنِينَ 88 ﴿ "Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman." (Al-Hijr: 88), berkonsekuensi harus rela dengan semua yang mereka lakukan selagi mereka sebagai orang-orang Mukmin. Anggapan tersebut ditolak dengan uraian di atas. Wallahu a'lam.

Asy-Syu'ara' 26:217

"Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang. Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat), dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud. Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Asy-Syu'ara`: 217-220). (217) Pendukung terbesar bagi seorang hamba untuk me-lakukan apa yang diperintahkan kepadanya adalah bersandar ke-pada Rabbnya dan memohon pertolongan kepada Tuhannya agar diberi bimbingan dapat mengerjakan perintah. Maka dari itu, Allah سبحانه وتعالى memerintahkan tawakal kepadaNya, seraya berfirman, ﴾ وَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱلۡعَزِيزِ ٱلرَّحِيمِ ﴿ "Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." Tawakal adalah kepasrahan hati kepada Allah سبحانه وتعالى dalam mencari manfaat dan menolak berbagai marabahaya yang disertai keyakinannya kepada Allah dan berbaik sangka kepadaNya mengenai keberhasilannya meraih cita-cita. Karena sesungguhnya Dia Mahaperkasa lagi Maha Penyayang. Dengan keperkasaanNya, Dia kuasa melimpahkan kebaikan dan menolak segala keburukan dari hambaNya, dan dengan rahmatNya, Dia melakukan hal itu. (218-220) Kemudian Allah mengingatkannya pada permo-honan pertolongan dengan cara menghadirkan rasa dekat kepada Allah dan memposisikan diri pada tingkat ihsan, seraya berfirman, ﴾ ٱلَّذِي يَرَىٰكَ حِينَ تَقُومُ 218 وَتَقَلُّبَكَ فِي ٱلسَّٰجِدِينَ 219 ﴿ "Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat), dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud." Maksudnya, Dia melihatmu di dalam ibadah yang agung ini, yaitu shalat, waktu kamu berdiri dan waktu kamu berubah gerakan; rukuk dan sujud. Allah mengkhususkan penyebutan shalat karena keutamaan dan kemuliaannya, dan karena siapa saja yang mampu menghadirkan rasa dekat kepada Rabbnya, niscaya dia khusyu', merasa hina dan dapat menyempur-nakannya. Dan dengan menyempurnakan shalat itu maka seluruh amalnya menjadi sempurna pula, dan melalui shalat itu pula dia dapat memohon pertolongan atas seluruh urusannya. ﴾ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ﴿ "Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar, seluruh suara dengan berbagai macam, ragam dan variasinya, ﴾ ٱلۡعَلِيمُ ﴿ "lagi Maha Mengetahui," yang mencakup segala hal yang tersembunyi dan yang nampak, yang ghaib dan yang nyata. Tin-dakan seseorang menghadirkan perasaan selalu dilihat Allah dalam segala kondisinya, dan didengarNya apa saja yang diucapkannya, serta diketahuiNya apa saja yang ada di dalam hatinya, seperti rasa sedih, tekad dan berbagai niat, adalah termasuk hal yang dapat membantu untuk mencapai kedudukan ihsan. Ini adalah jawaban terhadap siapa saja dari ka-langan pendusta rasul, yang mengatakan, "Setan telah turun kepada Muhammad," dan juga perkataan orang yang mengatakan, "Dia adalah seorang penya'ir (sastrawan).

Asy-Syu'ara' 26:218

"Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang. Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat), dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud. Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Asy-Syu'ara`: 217-220). (217) Pendukung terbesar bagi seorang hamba untuk me-lakukan apa yang diperintahkan kepadanya adalah bersandar ke-pada Rabbnya dan memohon pertolongan kepada Tuhannya agar diberi bimbingan dapat mengerjakan perintah. Maka dari itu, Allah سبحانه وتعالى memerintahkan tawakal kepadaNya, seraya berfirman, ﴾ وَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱلۡعَزِيزِ ٱلرَّحِيمِ ﴿ "Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." Tawakal adalah kepasrahan hati kepada Allah سبحانه وتعالى dalam mencari manfaat dan menolak berbagai marabahaya yang disertai keyakinannya kepada Allah dan berbaik sangka kepadaNya mengenai keberhasilannya meraih cita-cita. Karena sesungguhnya Dia Mahaperkasa lagi Maha Penyayang. Dengan keperkasaanNya, Dia kuasa melimpahkan kebaikan dan menolak segala keburukan dari hambaNya, dan dengan rahmatNya, Dia melakukan hal itu. (218-220) Kemudian Allah mengingatkannya pada permo-honan pertolongan dengan cara menghadirkan rasa dekat kepada Allah dan memposisikan diri pada tingkat ihsan, seraya berfirman, ﴾ ٱلَّذِي يَرَىٰكَ حِينَ تَقُومُ 218 وَتَقَلُّبَكَ فِي ٱلسَّٰجِدِينَ 219 ﴿ "Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat), dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud." Maksudnya, Dia melihatmu di dalam ibadah yang agung ini, yaitu shalat, waktu kamu berdiri dan waktu kamu berubah gerakan; rukuk dan sujud. Allah mengkhususkan penyebutan shalat karena keutamaan dan kemuliaannya, dan karena siapa saja yang mampu menghadirkan rasa dekat kepada Rabbnya, niscaya dia khusyu', merasa hina dan dapat menyempur-nakannya. Dan dengan menyempurnakan shalat itu maka seluruh amalnya menjadi sempurna pula, dan melalui shalat itu pula dia dapat memohon pertolongan atas seluruh urusannya. ﴾ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ﴿ "Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar, seluruh suara dengan berbagai macam, ragam dan variasinya, ﴾ ٱلۡعَلِيمُ ﴿ "lagi Maha Mengetahui," yang mencakup segala hal yang tersembunyi dan yang nampak, yang ghaib dan yang nyata. Tin-dakan seseorang menghadirkan perasaan selalu dilihat Allah dalam segala kondisinya, dan didengarNya apa saja yang diucapkannya, serta diketahuiNya apa saja yang ada di dalam hatinya, seperti rasa sedih, tekad dan berbagai niat, adalah termasuk hal yang dapat membantu untuk mencapai kedudukan ihsan. Ini adalah jawaban terhadap siapa saja dari ka-langan pendusta rasul, yang mengatakan, "Setan telah turun kepada Muhammad," dan juga perkataan orang yang mengatakan, "Dia adalah seorang penya'ir (sastrawan).

Asy-Syu'ara' 26:219

"Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang. Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat), dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud. Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Asy-Syu'ara`: 217-220). (217) Pendukung terbesar bagi seorang hamba untuk me-lakukan apa yang diperintahkan kepadanya adalah bersandar ke-pada Rabbnya dan memohon pertolongan kepada Tuhannya agar diberi bimbingan dapat mengerjakan perintah. Maka dari itu, Allah سبحانه وتعالى memerintahkan tawakal kepadaNya, seraya berfirman, ﴾ وَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱلۡعَزِيزِ ٱلرَّحِيمِ ﴿ "Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." Tawakal adalah kepasrahan hati kepada Allah سبحانه وتعالى dalam mencari manfaat dan menolak berbagai marabahaya yang disertai keyakinannya kepada Allah dan berbaik sangka kepadaNya mengenai keberhasilannya meraih cita-cita. Karena sesungguhnya Dia Mahaperkasa lagi Maha Penyayang. Dengan keperkasaanNya, Dia kuasa melimpahkan kebaikan dan menolak segala keburukan dari hambaNya, dan dengan rahmatNya, Dia melakukan hal itu. (218-220) Kemudian Allah mengingatkannya pada permo-honan pertolongan dengan cara menghadirkan rasa dekat kepada Allah dan memposisikan diri pada tingkat ihsan, seraya berfirman, ﴾ ٱلَّذِي يَرَىٰكَ حِينَ تَقُومُ 218 وَتَقَلُّبَكَ فِي ٱلسَّٰجِدِينَ 219 ﴿ "Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat), dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud." Maksudnya, Dia melihatmu di dalam ibadah yang agung ini, yaitu shalat, waktu kamu berdiri dan waktu kamu berubah gerakan; rukuk dan sujud. Allah mengkhususkan penyebutan shalat karena keutamaan dan kemuliaannya, dan karena siapa saja yang mampu menghadirkan rasa dekat kepada Rabbnya, niscaya dia khusyu', merasa hina dan dapat menyempur-nakannya. Dan dengan menyempurnakan shalat itu maka seluruh amalnya menjadi sempurna pula, dan melalui shalat itu pula dia dapat memohon pertolongan atas seluruh urusannya. ﴾ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ﴿ "Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar, seluruh suara dengan berbagai macam, ragam dan variasinya, ﴾ ٱلۡعَلِيمُ ﴿ "lagi Maha Mengetahui," yang mencakup segala hal yang tersembunyi dan yang nampak, yang ghaib dan yang nyata. Tin-dakan seseorang menghadirkan perasaan selalu dilihat Allah dalam segala kondisinya, dan didengarNya apa saja yang diucapkannya, serta diketahuiNya apa saja yang ada di dalam hatinya, seperti rasa sedih, tekad dan berbagai niat, adalah termasuk hal yang dapat membantu untuk mencapai kedudukan ihsan. Ini adalah jawaban terhadap siapa saja dari ka-langan pendusta rasul, yang mengatakan, "Setan telah turun kepada Muhammad," dan juga perkataan orang yang mengatakan, "Dia adalah seorang penya'ir (sastrawan).

Asy-Syu'ara' 26:220

"Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang. Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat), dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud. Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Asy-Syu'ara`: 217-220). (217) Pendukung terbesar bagi seorang hamba untuk me-lakukan apa yang diperintahkan kepadanya adalah bersandar ke-pada Rabbnya dan memohon pertolongan kepada Tuhannya agar diberi bimbingan dapat mengerjakan perintah. Maka dari itu, Allah سبحانه وتعالى memerintahkan tawakal kepadaNya, seraya berfirman, ﴾ وَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱلۡعَزِيزِ ٱلرَّحِيمِ ﴿ "Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang." Tawakal adalah kepasrahan hati kepada Allah سبحانه وتعالى dalam mencari manfaat dan menolak berbagai marabahaya yang disertai keyakinannya kepada Allah dan berbaik sangka kepadaNya mengenai keberhasilannya meraih cita-cita. Karena sesungguhnya Dia Mahaperkasa lagi Maha Penyayang. Dengan keperkasaanNya, Dia kuasa melimpahkan kebaikan dan menolak segala keburukan dari hambaNya, dan dengan rahmatNya, Dia melakukan hal itu. (218-220) Kemudian Allah mengingatkannya pada permo-honan pertolongan dengan cara menghadirkan rasa dekat kepada Allah dan memposisikan diri pada tingkat ihsan, seraya berfirman, ﴾ ٱلَّذِي يَرَىٰكَ حِينَ تَقُومُ 218 وَتَقَلُّبَكَ فِي ٱلسَّٰجِدِينَ 219 ﴿ "Yang melihat kamu ketika kamu berdiri (untuk shalat), dan (melihat pula) perubahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud." Maksudnya, Dia melihatmu di dalam ibadah yang agung ini, yaitu shalat, waktu kamu berdiri dan waktu kamu berubah gerakan; rukuk dan sujud. Allah mengkhususkan penyebutan shalat karena keutamaan dan kemuliaannya, dan karena siapa saja yang mampu menghadirkan rasa dekat kepada Rabbnya, niscaya dia khusyu', merasa hina dan dapat menyempur-nakannya. Dan dengan menyempurnakan shalat itu maka seluruh amalnya menjadi sempurna pula, dan melalui shalat itu pula dia dapat memohon pertolongan atas seluruh urusannya. ﴾ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ﴿ "Sesungguhnya Dia adalah Yang Maha Mendengar, seluruh suara dengan berbagai macam, ragam dan variasinya, ﴾ ٱلۡعَلِيمُ ﴿ "lagi Maha Mengetahui," yang mencakup segala hal yang tersembunyi dan yang nampak, yang ghaib dan yang nyata. Tin-dakan seseorang menghadirkan perasaan selalu dilihat Allah dalam segala kondisinya, dan didengarNya apa saja yang diucapkannya, serta diketahuiNya apa saja yang ada di dalam hatinya, seperti rasa sedih, tekad dan berbagai niat, adalah termasuk hal yang dapat membantu untuk mencapai kedudukan ihsan. Ini adalah jawaban terhadap siapa saja dari ka-langan pendusta rasul, yang mengatakan, "Setan telah turun kepada Muhammad," dan juga perkataan orang yang mengatakan, "Dia adalah seorang penya'ir (sastrawan).

Asy-Syu'ara' 26:221

"Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa, mereka menghadapkan pendengaran (kepada setan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta. Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat. Tidak-kah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap-tiap lembah, dan bahwasanya mereka suka mengatakan sesuatu yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)? Kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal shalih dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezhaliman. Dan orang-orang yang zhalim itu kelak akan menge-tahui ke tempat mana mereka akan kembali." (Asy-Syu'ara`: 221-227). (221-223) " Allah berfirman, ﴾ هَلۡ أُنَبِّئُكُمۡ ﴿ "Apakah akan Aku beritakan kepadamu." Maksudnya, Aku kabarkan kepada kalian berita yang sesungguhnya yang tidak mengandung keraguan sedikit pun dan tidak ada syubhatnya, tentang orang yang mana setan telah turun kepadanya. Maksudnya, dalam gam-baran orang yang biasa dituruni setan-setan. ﴾ تَنَزَّلُ عَلَىٰ كُلِّ أَفَّاكٍ ﴿ "Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta." Maksudnya, pendusta yang banyak mengatakan perkataan palsu dan kebohongan dengan batil, ﴾ أَثِيمٖ ﴿ "lagi yang banyak dosa," dalam perbuatannya dan banyak maksiat. Itulah orang yang suka dituruni setan, dan kondisinya sama dengan kondisi setan. ﴾ يُلۡقُونَ ﴿ "Mereka menghadapkan," kepada setan itu, ﴾ ٱلسَّمۡعَ ﴿ "pendengaran," yang mereka curi dari langit. ﴾ وَأَكۡثَرُهُمۡ كَٰذِبُونَ ﴿ "Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta." Maksudnya, Kebanyakan berita yang mereka sampaikan itu adalah kedustaan. Dia jujur satu kali namun berdusta seratus kali, sehingga kebenaran tercampur aduk dengan kebatilan, dan kebenaran menjadi sirna karena minimnya dan karena tidak diketahui. Itulah ciri orang-orang yang biasa dituruni setan-setan, dan itulah bentuk bisikan mereka kepadanya. Sedangkan Muhammad a, keadaannya sungguh sangat ber-beda sekali dengan kondisi seperti itu, sebab dia adalah seorang yang jujur lagi terpercaya yang telah mengkombinasikan antara kesucian hati, kejujuran ucapan dan kebersihan perbuatan dari hal-hal yang diharamkan, dan wahyu yang diturunkan kepadanya dari sisi Allah adalah diturunkan secara terjaga, terpelihara lagi mengandung kebenaran yang agung yang tidak mengandung keraguan sedikit pun. Apakah sama, wahai orang yang berakal antara yang ini (nabi) dengan mereka (orang-orang yang dituruni setan)? Tidaklah keduanya itu mirip kecuali pada pandangan orang yang tidak waras yang tidak dapat membedakan antara berbagai hal? (224-226) Setelah Allah membebaskannya dari turunnya setan-setan kepada beliau, maka Allah juga membebaskannya dari sya'ir, seraya berfirman, ﴾ وَٱلشُّعَرَآءُ ﴿ "Dan penyair-penyair itu. Maksud-nya, Aku sampaikan pula berita tentang kondisi para ahli sya'ir dan sifat permanen mereka, yaitu bahwa sesungguhnya mereka, ﴾ يَتَّبِعُهُمُ ٱلۡغَاوُۥنَ ﴿ "diikuti oleh orang-orang yang sesat," dari jalan petunjuk, yang menelusuri jalan menuju kesesatan dan kebinasaan. Mereka sendiri adalah orang-orang sesat, dan Anda akan menemukan para pengikutnya adalah setiap orang sesat lagi celaka. ﴾ أَلَمۡ تَرَ ﴿ "Tidakkah kamu melihat," betapa sesatnya mereka, ﴾ أَنَّهُمۡ فِي كُلِّ وَادٖ ﴿ "bahwasanya mereka di tiap-tiap lembah," dari lembah-lem-bah syair, ﴾ يَهِيمُونَ ﴿ "mengembara," kadang-kadang memuji, kadang-kadang mencaci, kadang-kadang dalam kejujuran dan kadang-kadang dalam kedustaan, dan kadang-kadang merayu, dan kadang memperolok-olok, kadang bersenang-senang dan kadang bersedih. Mereka tidak mempunyai pendirian tetap, dan mereka selalu tidak dalam satu kondisi. ﴾ وَأَنَّهُمۡ يَقُولُونَ مَا لَا يَفۡعَلُونَ ﴿ "Dan bahwasanya mereka suka mengata-kan sesuatu yang mereka sendiri tidak mengerjakan." Maksudnya, ini adalah ciri para penya'ir. Perkataan mereka menyelisihi perbuatan mereka. Apabila engkau mendengar seorang penyair merayu de-ngan rayuan lembut, maka engkau akan mengatakan, "Orang ini adalah manusia yang paling mabuk cinta," padahal hatinya kosong dari semua itu. Dan apabila engkau mendengarnya memuji atau mencela, maka engkau akan mengatakan, "Ini kejujuran!" Padahal itu dusta! Dan kadang-kadang dia memuji-muji pekerjaan-peker-jaan yang tidak pernah dia lakukan, dan larangan-larangan yang dia sendiri tidak meninggalkannya, dan kedermawanan yang dia sendiri belum pernah terjun di ladangnya, serta keberanian yang mengalahkan pasukan berkuda, sementara Anda menjumpainya sebagai manusia yang paling pengecut! Itulah karakter mereka. Maka cobalah perhatikan, apakah sama dengan keadaan Rasulullah a yang sangat bijak lagi baik, yang diikuti oleh setiap orang yang berakal (bijak) lagi mendapat petunjuk, yang telah berkonsisten berjalan di atas hidayah dan menjauhi kebinasaan. Perbuatan-perbuatannya tidak pernah kontradiksi, [dan perkataan-perkataannya belum pernah menyelisihi perbuatannya],[35] yang tidak menyuruh kecuali kepada kebaikan, dan tidak mencegah kecuali terhadap keburukan, tidak pernah memberitakan sesuatu melainkan kebenaran, dan tidak pernah memerintahkan sesuatu melainkan beliau adalah orang pertama yang melakukannya, dan tidak pula pernah mencegah sesuatu melainkan beliau adalah orang pertama yang meninggalkannya. Lalu apakah sama kondisi beliau dengan kondisi para penyair, atau mendekati mereka? Atau-kah sangat berbeda dari segala sisi? Semoga shalawat dan salam tetap Allah limpahkan kepada Rasul yang sempurna ini, yang paling bersemangat lagi termulia ini sepanjang masa, yang mana beliau bukanlah seorang penyair, bukan seorang ahli sihir dan bukan seorang yang gila (tidak waras), dan tidak ada (gambaran) yang laik dengannya kecuali segala kesempurnaan. (227) Setelah Allah menjelaskan kondisi para penyair dengan penjelasan yang telah Dia jelaskan itu, Dia mengecualikan orang yang beriman (dari para penyair itu) kepada Allah, kepada RasulNya dan beramal shalih, suka memperbanyak dzikir kepada Allah dan melawan musuh-musuhnya dari kaum musyrikin sete-lah menganiaya mereka. Sehingga syair mereka menjadi bagian dari amal shalih dan buah dari iman mereka, karena (syair-syair mereka) mengandung pujian terhadap orang-orang beriman dan perlawanan terhadap ahli syirik dan kafir, serta pembelaan ter-hadap agama Allah dan penjelasan terhadap ilmu-ilmu yang ber-manfaat dan himbauan untuk berakhlak mulia, seraya berfirman, ﴾ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَذَكَرُواْ ٱللَّهَ كَثِيرٗا وَٱنتَصَرُواْ مِنۢ بَعۡدِ مَا ظُلِمُواْۗ وَسَيَعۡلَمُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ أَيَّ مُنقَلَبٖ يَنقَلِبُونَ ﴿ "Kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal shalih dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezhaliman. Dan orang-orang yang zhalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali." Yaitu ke tempat hisab yang mana tidaklah ia melewati suatu perbuatan (dosa) kecil dan besar melainkan pasti ia menghitungnya, dan tidaklah mele-wati suatu hak melainkan pasti memenuhinya. Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam.

Asy-Syu'ara' 26:222

"Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa, mereka menghadapkan pendengaran (kepada setan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta. Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat. Tidak-kah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap-tiap lembah, dan bahwasanya mereka suka mengatakan sesuatu yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)? Kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal shalih dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezhaliman. Dan orang-orang yang zhalim itu kelak akan menge-tahui ke tempat mana mereka akan kembali." (Asy-Syu'ara`: 221-227). (221-223) " Allah berfirman, ﴾ هَلۡ أُنَبِّئُكُمۡ ﴿ "Apakah akan Aku beritakan kepadamu." Maksudnya, Aku kabarkan kepada kalian berita yang sesungguhnya yang tidak mengandung keraguan sedikit pun dan tidak ada syubhatnya, tentang orang yang mana setan telah turun kepadanya. Maksudnya, dalam gam-baran orang yang biasa dituruni setan-setan. ﴾ تَنَزَّلُ عَلَىٰ كُلِّ أَفَّاكٍ ﴿ "Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta." Maksudnya, pendusta yang banyak mengatakan perkataan palsu dan kebohongan dengan batil, ﴾ أَثِيمٖ ﴿ "lagi yang banyak dosa," dalam perbuatannya dan banyak maksiat. Itulah orang yang suka dituruni setan, dan kondisinya sama dengan kondisi setan. ﴾ يُلۡقُونَ ﴿ "Mereka menghadapkan," kepada setan itu, ﴾ ٱلسَّمۡعَ ﴿ "pendengaran," yang mereka curi dari langit. ﴾ وَأَكۡثَرُهُمۡ كَٰذِبُونَ ﴿ "Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta." Maksudnya, Kebanyakan berita yang mereka sampaikan itu adalah kedustaan. Dia jujur satu kali namun berdusta seratus kali, sehingga kebenaran tercampur aduk dengan kebatilan, dan kebenaran menjadi sirna karena minimnya dan karena tidak diketahui. Itulah ciri orang-orang yang biasa dituruni setan-setan, dan itulah bentuk bisikan mereka kepadanya. Sedangkan Muhammad a, keadaannya sungguh sangat ber-beda sekali dengan kondisi seperti itu, sebab dia adalah seorang yang jujur lagi terpercaya yang telah mengkombinasikan antara kesucian hati, kejujuran ucapan dan kebersihan perbuatan dari hal-hal yang diharamkan, dan wahyu yang diturunkan kepadanya dari sisi Allah adalah diturunkan secara terjaga, terpelihara lagi mengandung kebenaran yang agung yang tidak mengandung keraguan sedikit pun. Apakah sama, wahai orang yang berakal antara yang ini (nabi) dengan mereka (orang-orang yang dituruni setan)? Tidaklah keduanya itu mirip kecuali pada pandangan orang yang tidak waras yang tidak dapat membedakan antara berbagai hal? (224-226) Setelah Allah membebaskannya dari turunnya setan-setan kepada beliau, maka Allah juga membebaskannya dari sya'ir, seraya berfirman, ﴾ وَٱلشُّعَرَآءُ ﴿ "Dan penyair-penyair itu. Maksud-nya, Aku sampaikan pula berita tentang kondisi para ahli sya'ir dan sifat permanen mereka, yaitu bahwa sesungguhnya mereka, ﴾ يَتَّبِعُهُمُ ٱلۡغَاوُۥنَ ﴿ "diikuti oleh orang-orang yang sesat," dari jalan petunjuk, yang menelusuri jalan menuju kesesatan dan kebinasaan. Mereka sendiri adalah orang-orang sesat, dan Anda akan menemukan para pengikutnya adalah setiap orang sesat lagi celaka. ﴾ أَلَمۡ تَرَ ﴿ "Tidakkah kamu melihat," betapa sesatnya mereka, ﴾ أَنَّهُمۡ فِي كُلِّ وَادٖ ﴿ "bahwasanya mereka di tiap-tiap lembah," dari lembah-lem-bah syair, ﴾ يَهِيمُونَ ﴿ "mengembara," kadang-kadang memuji, kadang-kadang mencaci, kadang-kadang dalam kejujuran dan kadang-kadang dalam kedustaan, dan kadang-kadang merayu, dan kadang memperolok-olok, kadang bersenang-senang dan kadang bersedih. Mereka tidak mempunyai pendirian tetap, dan mereka selalu tidak dalam satu kondisi. ﴾ وَأَنَّهُمۡ يَقُولُونَ مَا لَا يَفۡعَلُونَ ﴿ "Dan bahwasanya mereka suka mengata-kan sesuatu yang mereka sendiri tidak mengerjakan." Maksudnya, ini adalah ciri para penya'ir. Perkataan mereka menyelisihi perbuatan mereka. Apabila engkau mendengar seorang penyair merayu de-ngan rayuan lembut, maka engkau akan mengatakan, "Orang ini adalah manusia yang paling mabuk cinta," padahal hatinya kosong dari semua itu. Dan apabila engkau mendengarnya memuji atau mencela, maka engkau akan mengatakan, "Ini kejujuran!" Padahal itu dusta! Dan kadang-kadang dia memuji-muji pekerjaan-peker-jaan yang tidak pernah dia lakukan, dan larangan-larangan yang dia sendiri tidak meninggalkannya, dan kedermawanan yang dia sendiri belum pernah terjun di ladangnya, serta keberanian yang mengalahkan pasukan berkuda, sementara Anda menjumpainya sebagai manusia yang paling pengecut! Itulah karakter mereka. Maka cobalah perhatikan, apakah sama dengan keadaan Rasulullah a yang sangat bijak lagi baik, yang diikuti oleh setiap orang yang berakal (bijak) lagi mendapat petunjuk, yang telah berkonsisten berjalan di atas hidayah dan menjauhi kebinasaan. Perbuatan-perbuatannya tidak pernah kontradiksi, [dan perkataan-perkataannya belum pernah menyelisihi perbuatannya],[35] yang tidak menyuruh kecuali kepada kebaikan, dan tidak mencegah kecuali terhadap keburukan, tidak pernah memberitakan sesuatu melainkan kebenaran, dan tidak pernah memerintahkan sesuatu melainkan beliau adalah orang pertama yang melakukannya, dan tidak pula pernah mencegah sesuatu melainkan beliau adalah orang pertama yang meninggalkannya. Lalu apakah sama kondisi beliau dengan kondisi para penyair, atau mendekati mereka? Atau-kah sangat berbeda dari segala sisi? Semoga shalawat dan salam tetap Allah limpahkan kepada Rasul yang sempurna ini, yang paling bersemangat lagi termulia ini sepanjang masa, yang mana beliau bukanlah seorang penyair, bukan seorang ahli sihir dan bukan seorang yang gila (tidak waras), dan tidak ada (gambaran) yang laik dengannya kecuali segala kesempurnaan. (227) Setelah Allah menjelaskan kondisi para penyair dengan penjelasan yang telah Dia jelaskan itu, Dia mengecualikan orang yang beriman (dari para penyair itu) kepada Allah, kepada RasulNya dan beramal shalih, suka memperbanyak dzikir kepada Allah dan melawan musuh-musuhnya dari kaum musyrikin sete-lah menganiaya mereka. Sehingga syair mereka menjadi bagian dari amal shalih dan buah dari iman mereka, karena (syair-syair mereka) mengandung pujian terhadap orang-orang beriman dan perlawanan terhadap ahli syirik dan kafir, serta pembelaan ter-hadap agama Allah dan penjelasan terhadap ilmu-ilmu yang ber-manfaat dan himbauan untuk berakhlak mulia, seraya berfirman, ﴾ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَذَكَرُواْ ٱللَّهَ كَثِيرٗا وَٱنتَصَرُواْ مِنۢ بَعۡدِ مَا ظُلِمُواْۗ وَسَيَعۡلَمُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ أَيَّ مُنقَلَبٖ يَنقَلِبُونَ ﴿ "Kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal shalih dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezhaliman. Dan orang-orang yang zhalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali." Yaitu ke tempat hisab yang mana tidaklah ia melewati suatu perbuatan (dosa) kecil dan besar melainkan pasti ia menghitungnya, dan tidaklah mele-wati suatu hak melainkan pasti memenuhinya. Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam.

Asy-Syu'ara' 26:223

"Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa, mereka menghadapkan pendengaran (kepada setan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta. Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat. Tidak-kah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap-tiap lembah, dan bahwasanya mereka suka mengatakan sesuatu yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)? Kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal shalih dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezhaliman. Dan orang-orang yang zhalim itu kelak akan menge-tahui ke tempat mana mereka akan kembali." (Asy-Syu'ara`: 221-227). (221-223) " Allah berfirman, ﴾ هَلۡ أُنَبِّئُكُمۡ ﴿ "Apakah akan Aku beritakan kepadamu." Maksudnya, Aku kabarkan kepada kalian berita yang sesungguhnya yang tidak mengandung keraguan sedikit pun dan tidak ada syubhatnya, tentang orang yang mana setan telah turun kepadanya. Maksudnya, dalam gam-baran orang yang biasa dituruni setan-setan. ﴾ تَنَزَّلُ عَلَىٰ كُلِّ أَفَّاكٍ ﴿ "Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta." Maksudnya, pendusta yang banyak mengatakan perkataan palsu dan kebohongan dengan batil, ﴾ أَثِيمٖ ﴿ "lagi yang banyak dosa," dalam perbuatannya dan banyak maksiat. Itulah orang yang suka dituruni setan, dan kondisinya sama dengan kondisi setan. ﴾ يُلۡقُونَ ﴿ "Mereka menghadapkan," kepada setan itu, ﴾ ٱلسَّمۡعَ ﴿ "pendengaran," yang mereka curi dari langit. ﴾ وَأَكۡثَرُهُمۡ كَٰذِبُونَ ﴿ "Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta." Maksudnya, Kebanyakan berita yang mereka sampaikan itu adalah kedustaan. Dia jujur satu kali namun berdusta seratus kali, sehingga kebenaran tercampur aduk dengan kebatilan, dan kebenaran menjadi sirna karena minimnya dan karena tidak diketahui. Itulah ciri orang-orang yang biasa dituruni setan-setan, dan itulah bentuk bisikan mereka kepadanya. Sedangkan Muhammad a, keadaannya sungguh sangat ber-beda sekali dengan kondisi seperti itu, sebab dia adalah seorang yang jujur lagi terpercaya yang telah mengkombinasikan antara kesucian hati, kejujuran ucapan dan kebersihan perbuatan dari hal-hal yang diharamkan, dan wahyu yang diturunkan kepadanya dari sisi Allah adalah diturunkan secara terjaga, terpelihara lagi mengandung kebenaran yang agung yang tidak mengandung keraguan sedikit pun. Apakah sama, wahai orang yang berakal antara yang ini (nabi) dengan mereka (orang-orang yang dituruni setan)? Tidaklah keduanya itu mirip kecuali pada pandangan orang yang tidak waras yang tidak dapat membedakan antara berbagai hal? (224-226) Setelah Allah membebaskannya dari turunnya setan-setan kepada beliau, maka Allah juga membebaskannya dari sya'ir, seraya berfirman, ﴾ وَٱلشُّعَرَآءُ ﴿ "Dan penyair-penyair itu. Maksud-nya, Aku sampaikan pula berita tentang kondisi para ahli sya'ir dan sifat permanen mereka, yaitu bahwa sesungguhnya mereka, ﴾ يَتَّبِعُهُمُ ٱلۡغَاوُۥنَ ﴿ "diikuti oleh orang-orang yang sesat," dari jalan petunjuk, yang menelusuri jalan menuju kesesatan dan kebinasaan. Mereka sendiri adalah orang-orang sesat, dan Anda akan menemukan para pengikutnya adalah setiap orang sesat lagi celaka. ﴾ أَلَمۡ تَرَ ﴿ "Tidakkah kamu melihat," betapa sesatnya mereka, ﴾ أَنَّهُمۡ فِي كُلِّ وَادٖ ﴿ "bahwasanya mereka di tiap-tiap lembah," dari lembah-lem-bah syair, ﴾ يَهِيمُونَ ﴿ "mengembara," kadang-kadang memuji, kadang-kadang mencaci, kadang-kadang dalam kejujuran dan kadang-kadang dalam kedustaan, dan kadang-kadang merayu, dan kadang memperolok-olok, kadang bersenang-senang dan kadang bersedih. Mereka tidak mempunyai pendirian tetap, dan mereka selalu tidak dalam satu kondisi. ﴾ وَأَنَّهُمۡ يَقُولُونَ مَا لَا يَفۡعَلُونَ ﴿ "Dan bahwasanya mereka suka mengata-kan sesuatu yang mereka sendiri tidak mengerjakan." Maksudnya, ini adalah ciri para penya'ir. Perkataan mereka menyelisihi perbuatan mereka. Apabila engkau mendengar seorang penyair merayu de-ngan rayuan lembut, maka engkau akan mengatakan, "Orang ini adalah manusia yang paling mabuk cinta," padahal hatinya kosong dari semua itu. Dan apabila engkau mendengarnya memuji atau mencela, maka engkau akan mengatakan, "Ini kejujuran!" Padahal itu dusta! Dan kadang-kadang dia memuji-muji pekerjaan-peker-jaan yang tidak pernah dia lakukan, dan larangan-larangan yang dia sendiri tidak meninggalkannya, dan kedermawanan yang dia sendiri belum pernah terjun di ladangnya, serta keberanian yang mengalahkan pasukan berkuda, sementara Anda menjumpainya sebagai manusia yang paling pengecut! Itulah karakter mereka. Maka cobalah perhatikan, apakah sama dengan keadaan Rasulullah a yang sangat bijak lagi baik, yang diikuti oleh setiap orang yang berakal (bijak) lagi mendapat petunjuk, yang telah berkonsisten berjalan di atas hidayah dan menjauhi kebinasaan. Perbuatan-perbuatannya tidak pernah kontradiksi, [dan perkataan-perkataannya belum pernah menyelisihi perbuatannya],[35] yang tidak menyuruh kecuali kepada kebaikan, dan tidak mencegah kecuali terhadap keburukan, tidak pernah memberitakan sesuatu melainkan kebenaran, dan tidak pernah memerintahkan sesuatu melainkan beliau adalah orang pertama yang melakukannya, dan tidak pula pernah mencegah sesuatu melainkan beliau adalah orang pertama yang meninggalkannya. Lalu apakah sama kondisi beliau dengan kondisi para penyair, atau mendekati mereka? Atau-kah sangat berbeda dari segala sisi? Semoga shalawat dan salam tetap Allah limpahkan kepada Rasul yang sempurna ini, yang paling bersemangat lagi termulia ini sepanjang masa, yang mana beliau bukanlah seorang penyair, bukan seorang ahli sihir dan bukan seorang yang gila (tidak waras), dan tidak ada (gambaran) yang laik dengannya kecuali segala kesempurnaan. (227) Setelah Allah menjelaskan kondisi para penyair dengan penjelasan yang telah Dia jelaskan itu, Dia mengecualikan orang yang beriman (dari para penyair itu) kepada Allah, kepada RasulNya dan beramal shalih, suka memperbanyak dzikir kepada Allah dan melawan musuh-musuhnya dari kaum musyrikin sete-lah menganiaya mereka. Sehingga syair mereka menjadi bagian dari amal shalih dan buah dari iman mereka, karena (syair-syair mereka) mengandung pujian terhadap orang-orang beriman dan perlawanan terhadap ahli syirik dan kafir, serta pembelaan ter-hadap agama Allah dan penjelasan terhadap ilmu-ilmu yang ber-manfaat dan himbauan untuk berakhlak mulia, seraya berfirman, ﴾ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَذَكَرُواْ ٱللَّهَ كَثِيرٗا وَٱنتَصَرُواْ مِنۢ بَعۡدِ مَا ظُلِمُواْۗ وَسَيَعۡلَمُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ أَيَّ مُنقَلَبٖ يَنقَلِبُونَ ﴿ "Kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal shalih dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezhaliman. Dan orang-orang yang zhalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali." Yaitu ke tempat hisab yang mana tidaklah ia melewati suatu perbuatan (dosa) kecil dan besar melainkan pasti ia menghitungnya, dan tidaklah mele-wati suatu hak melainkan pasti memenuhinya. Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam.

Asy-Syu'ara' 26:224

"Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa, mereka menghadapkan pendengaran (kepada setan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta. Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat. Tidak-kah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap-tiap lembah, dan bahwasanya mereka suka mengatakan sesuatu yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)? Kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal shalih dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezhaliman. Dan orang-orang yang zhalim itu kelak akan menge-tahui ke tempat mana mereka akan kembali." (Asy-Syu'ara`: 221-227). (221-223) " Allah berfirman, ﴾ هَلۡ أُنَبِّئُكُمۡ ﴿ "Apakah akan Aku beritakan kepadamu." Maksudnya, Aku kabarkan kepada kalian berita yang sesungguhnya yang tidak mengandung keraguan sedikit pun dan tidak ada syubhatnya, tentang orang yang mana setan telah turun kepadanya. Maksudnya, dalam gam-baran orang yang biasa dituruni setan-setan. ﴾ تَنَزَّلُ عَلَىٰ كُلِّ أَفَّاكٍ ﴿ "Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta." Maksudnya, pendusta yang banyak mengatakan perkataan palsu dan kebohongan dengan batil, ﴾ أَثِيمٖ ﴿ "lagi yang banyak dosa," dalam perbuatannya dan banyak maksiat. Itulah orang yang suka dituruni setan, dan kondisinya sama dengan kondisi setan. ﴾ يُلۡقُونَ ﴿ "Mereka menghadapkan," kepada setan itu, ﴾ ٱلسَّمۡعَ ﴿ "pendengaran," yang mereka curi dari langit. ﴾ وَأَكۡثَرُهُمۡ كَٰذِبُونَ ﴿ "Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta." Maksudnya, Kebanyakan berita yang mereka sampaikan itu adalah kedustaan. Dia jujur satu kali namun berdusta seratus kali, sehingga kebenaran tercampur aduk dengan kebatilan, dan kebenaran menjadi sirna karena minimnya dan karena tidak diketahui. Itulah ciri orang-orang yang biasa dituruni setan-setan, dan itulah bentuk bisikan mereka kepadanya. Sedangkan Muhammad a, keadaannya sungguh sangat ber-beda sekali dengan kondisi seperti itu, sebab dia adalah seorang yang jujur lagi terpercaya yang telah mengkombinasikan antara kesucian hati, kejujuran ucapan dan kebersihan perbuatan dari hal-hal yang diharamkan, dan wahyu yang diturunkan kepadanya dari sisi Allah adalah diturunkan secara terjaga, terpelihara lagi mengandung kebenaran yang agung yang tidak mengandung keraguan sedikit pun. Apakah sama, wahai orang yang berakal antara yang ini (nabi) dengan mereka (orang-orang yang dituruni setan)? Tidaklah keduanya itu mirip kecuali pada pandangan orang yang tidak waras yang tidak dapat membedakan antara berbagai hal? (224-226) Setelah Allah membebaskannya dari turunnya setan-setan kepada beliau, maka Allah juga membebaskannya dari sya'ir, seraya berfirman, ﴾ وَٱلشُّعَرَآءُ ﴿ "Dan penyair-penyair itu. Maksud-nya, Aku sampaikan pula berita tentang kondisi para ahli sya'ir dan sifat permanen mereka, yaitu bahwa sesungguhnya mereka, ﴾ يَتَّبِعُهُمُ ٱلۡغَاوُۥنَ ﴿ "diikuti oleh orang-orang yang sesat," dari jalan petunjuk, yang menelusuri jalan menuju kesesatan dan kebinasaan. Mereka sendiri adalah orang-orang sesat, dan Anda akan menemukan para pengikutnya adalah setiap orang sesat lagi celaka. ﴾ أَلَمۡ تَرَ ﴿ "Tidakkah kamu melihat," betapa sesatnya mereka, ﴾ أَنَّهُمۡ فِي كُلِّ وَادٖ ﴿ "bahwasanya mereka di tiap-tiap lembah," dari lembah-lem-bah syair, ﴾ يَهِيمُونَ ﴿ "mengembara," kadang-kadang memuji, kadang-kadang mencaci, kadang-kadang dalam kejujuran dan kadang-kadang dalam kedustaan, dan kadang-kadang merayu, dan kadang memperolok-olok, kadang bersenang-senang dan kadang bersedih. Mereka tidak mempunyai pendirian tetap, dan mereka selalu tidak dalam satu kondisi. ﴾ وَأَنَّهُمۡ يَقُولُونَ مَا لَا يَفۡعَلُونَ ﴿ "Dan bahwasanya mereka suka mengata-kan sesuatu yang mereka sendiri tidak mengerjakan." Maksudnya, ini adalah ciri para penya'ir. Perkataan mereka menyelisihi perbuatan mereka. Apabila engkau mendengar seorang penyair merayu de-ngan rayuan lembut, maka engkau akan mengatakan, "Orang ini adalah manusia yang paling mabuk cinta," padahal hatinya kosong dari semua itu. Dan apabila engkau mendengarnya memuji atau mencela, maka engkau akan mengatakan, "Ini kejujuran!" Padahal itu dusta! Dan kadang-kadang dia memuji-muji pekerjaan-peker-jaan yang tidak pernah dia lakukan, dan larangan-larangan yang dia sendiri tidak meninggalkannya, dan kedermawanan yang dia sendiri belum pernah terjun di ladangnya, serta keberanian yang mengalahkan pasukan berkuda, sementara Anda menjumpainya sebagai manusia yang paling pengecut! Itulah karakter mereka. Maka cobalah perhatikan, apakah sama dengan keadaan Rasulullah a yang sangat bijak lagi baik, yang diikuti oleh setiap orang yang berakal (bijak) lagi mendapat petunjuk, yang telah berkonsisten berjalan di atas hidayah dan menjauhi kebinasaan. Perbuatan-perbuatannya tidak pernah kontradiksi, [dan perkataan-perkataannya belum pernah menyelisihi perbuatannya],[35] yang tidak menyuruh kecuali kepada kebaikan, dan tidak mencegah kecuali terhadap keburukan, tidak pernah memberitakan sesuatu melainkan kebenaran, dan tidak pernah memerintahkan sesuatu melainkan beliau adalah orang pertama yang melakukannya, dan tidak pula pernah mencegah sesuatu melainkan beliau adalah orang pertama yang meninggalkannya. Lalu apakah sama kondisi beliau dengan kondisi para penyair, atau mendekati mereka? Atau-kah sangat berbeda dari segala sisi? Semoga shalawat dan salam tetap Allah limpahkan kepada Rasul yang sempurna ini, yang paling bersemangat lagi termulia ini sepanjang masa, yang mana beliau bukanlah seorang penyair, bukan seorang ahli sihir dan bukan seorang yang gila (tidak waras), dan tidak ada (gambaran) yang laik dengannya kecuali segala kesempurnaan. (227) Setelah Allah menjelaskan kondisi para penyair dengan penjelasan yang telah Dia jelaskan itu, Dia mengecualikan orang yang beriman (dari para penyair itu) kepada Allah, kepada RasulNya dan beramal shalih, suka memperbanyak dzikir kepada Allah dan melawan musuh-musuhnya dari kaum musyrikin sete-lah menganiaya mereka. Sehingga syair mereka menjadi bagian dari amal shalih dan buah dari iman mereka, karena (syair-syair mereka) mengandung pujian terhadap orang-orang beriman dan perlawanan terhadap ahli syirik dan kafir, serta pembelaan ter-hadap agama Allah dan penjelasan terhadap ilmu-ilmu yang ber-manfaat dan himbauan untuk berakhlak mulia, seraya berfirman, ﴾ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَذَكَرُواْ ٱللَّهَ كَثِيرٗا وَٱنتَصَرُواْ مِنۢ بَعۡدِ مَا ظُلِمُواْۗ وَسَيَعۡلَمُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ أَيَّ مُنقَلَبٖ يَنقَلِبُونَ ﴿ "Kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal shalih dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezhaliman. Dan orang-orang yang zhalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali." Yaitu ke tempat hisab yang mana tidaklah ia melewati suatu perbuatan (dosa) kecil dan besar melainkan pasti ia menghitungnya, dan tidaklah mele-wati suatu hak melainkan pasti memenuhinya. Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam.

Asy-Syu'ara' 26:225

"Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa, mereka menghadapkan pendengaran (kepada setan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta. Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat. Tidak-kah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap-tiap lembah, dan bahwasanya mereka suka mengatakan sesuatu yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)? Kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal shalih dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezhaliman. Dan orang-orang yang zhalim itu kelak akan menge-tahui ke tempat mana mereka akan kembali." (Asy-Syu'ara`: 221-227). (221-223) " Allah berfirman, ﴾ هَلۡ أُنَبِّئُكُمۡ ﴿ "Apakah akan Aku beritakan kepadamu." Maksudnya, Aku kabarkan kepada kalian berita yang sesungguhnya yang tidak mengandung keraguan sedikit pun dan tidak ada syubhatnya, tentang orang yang mana setan telah turun kepadanya. Maksudnya, dalam gam-baran orang yang biasa dituruni setan-setan. ﴾ تَنَزَّلُ عَلَىٰ كُلِّ أَفَّاكٍ ﴿ "Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta." Maksudnya, pendusta yang banyak mengatakan perkataan palsu dan kebohongan dengan batil, ﴾ أَثِيمٖ ﴿ "lagi yang banyak dosa," dalam perbuatannya dan banyak maksiat. Itulah orang yang suka dituruni setan, dan kondisinya sama dengan kondisi setan. ﴾ يُلۡقُونَ ﴿ "Mereka menghadapkan," kepada setan itu, ﴾ ٱلسَّمۡعَ ﴿ "pendengaran," yang mereka curi dari langit. ﴾ وَأَكۡثَرُهُمۡ كَٰذِبُونَ ﴿ "Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta." Maksudnya, Kebanyakan berita yang mereka sampaikan itu adalah kedustaan. Dia jujur satu kali namun berdusta seratus kali, sehingga kebenaran tercampur aduk dengan kebatilan, dan kebenaran menjadi sirna karena minimnya dan karena tidak diketahui. Itulah ciri orang-orang yang biasa dituruni setan-setan, dan itulah bentuk bisikan mereka kepadanya. Sedangkan Muhammad a, keadaannya sungguh sangat ber-beda sekali dengan kondisi seperti itu, sebab dia adalah seorang yang jujur lagi terpercaya yang telah mengkombinasikan antara kesucian hati, kejujuran ucapan dan kebersihan perbuatan dari hal-hal yang diharamkan, dan wahyu yang diturunkan kepadanya dari sisi Allah adalah diturunkan secara terjaga, terpelihara lagi mengandung kebenaran yang agung yang tidak mengandung keraguan sedikit pun. Apakah sama, wahai orang yang berakal antara yang ini (nabi) dengan mereka (orang-orang yang dituruni setan)? Tidaklah keduanya itu mirip kecuali pada pandangan orang yang tidak waras yang tidak dapat membedakan antara berbagai hal? (224-226) Setelah Allah membebaskannya dari turunnya setan-setan kepada beliau, maka Allah juga membebaskannya dari sya'ir, seraya berfirman, ﴾ وَٱلشُّعَرَآءُ ﴿ "Dan penyair-penyair itu. Maksud-nya, Aku sampaikan pula berita tentang kondisi para ahli sya'ir dan sifat permanen mereka, yaitu bahwa sesungguhnya mereka, ﴾ يَتَّبِعُهُمُ ٱلۡغَاوُۥنَ ﴿ "diikuti oleh orang-orang yang sesat," dari jalan petunjuk, yang menelusuri jalan menuju kesesatan dan kebinasaan. Mereka sendiri adalah orang-orang sesat, dan Anda akan menemukan para pengikutnya adalah setiap orang sesat lagi celaka. ﴾ أَلَمۡ تَرَ ﴿ "Tidakkah kamu melihat," betapa sesatnya mereka, ﴾ أَنَّهُمۡ فِي كُلِّ وَادٖ ﴿ "bahwasanya mereka di tiap-tiap lembah," dari lembah-lem-bah syair, ﴾ يَهِيمُونَ ﴿ "mengembara," kadang-kadang memuji, kadang-kadang mencaci, kadang-kadang dalam kejujuran dan kadang-kadang dalam kedustaan, dan kadang-kadang merayu, dan kadang memperolok-olok, kadang bersenang-senang dan kadang bersedih. Mereka tidak mempunyai pendirian tetap, dan mereka selalu tidak dalam satu kondisi. ﴾ وَأَنَّهُمۡ يَقُولُونَ مَا لَا يَفۡعَلُونَ ﴿ "Dan bahwasanya mereka suka mengata-kan sesuatu yang mereka sendiri tidak mengerjakan." Maksudnya, ini adalah ciri para penya'ir. Perkataan mereka menyelisihi perbuatan mereka. Apabila engkau mendengar seorang penyair merayu de-ngan rayuan lembut, maka engkau akan mengatakan, "Orang ini adalah manusia yang paling mabuk cinta," padahal hatinya kosong dari semua itu. Dan apabila engkau mendengarnya memuji atau mencela, maka engkau akan mengatakan, "Ini kejujuran!" Padahal itu dusta! Dan kadang-kadang dia memuji-muji pekerjaan-peker-jaan yang tidak pernah dia lakukan, dan larangan-larangan yang dia sendiri tidak meninggalkannya, dan kedermawanan yang dia sendiri belum pernah terjun di ladangnya, serta keberanian yang mengalahkan pasukan berkuda, sementara Anda menjumpainya sebagai manusia yang paling pengecut! Itulah karakter mereka. Maka cobalah perhatikan, apakah sama dengan keadaan Rasulullah a yang sangat bijak lagi baik, yang diikuti oleh setiap orang yang berakal (bijak) lagi mendapat petunjuk, yang telah berkonsisten berjalan di atas hidayah dan menjauhi kebinasaan. Perbuatan-perbuatannya tidak pernah kontradiksi, [dan perkataan-perkataannya belum pernah menyelisihi perbuatannya],[35] yang tidak menyuruh kecuali kepada kebaikan, dan tidak mencegah kecuali terhadap keburukan, tidak pernah memberitakan sesuatu melainkan kebenaran, dan tidak pernah memerintahkan sesuatu melainkan beliau adalah orang pertama yang melakukannya, dan tidak pula pernah mencegah sesuatu melainkan beliau adalah orang pertama yang meninggalkannya. Lalu apakah sama kondisi beliau dengan kondisi para penyair, atau mendekati mereka? Atau-kah sangat berbeda dari segala sisi? Semoga shalawat dan salam tetap Allah limpahkan kepada Rasul yang sempurna ini, yang paling bersemangat lagi termulia ini sepanjang masa, yang mana beliau bukanlah seorang penyair, bukan seorang ahli sihir dan bukan seorang yang gila (tidak waras), dan tidak ada (gambaran) yang laik dengannya kecuali segala kesempurnaan. (227) Setelah Allah menjelaskan kondisi para penyair dengan penjelasan yang telah Dia jelaskan itu, Dia mengecualikan orang yang beriman (dari para penyair itu) kepada Allah, kepada RasulNya dan beramal shalih, suka memperbanyak dzikir kepada Allah dan melawan musuh-musuhnya dari kaum musyrikin sete-lah menganiaya mereka. Sehingga syair mereka menjadi bagian dari amal shalih dan buah dari iman mereka, karena (syair-syair mereka) mengandung pujian terhadap orang-orang beriman dan perlawanan terhadap ahli syirik dan kafir, serta pembelaan ter-hadap agama Allah dan penjelasan terhadap ilmu-ilmu yang ber-manfaat dan himbauan untuk berakhlak mulia, seraya berfirman, ﴾ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَذَكَرُواْ ٱللَّهَ كَثِيرٗا وَٱنتَصَرُواْ مِنۢ بَعۡدِ مَا ظُلِمُواْۗ وَسَيَعۡلَمُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ أَيَّ مُنقَلَبٖ يَنقَلِبُونَ ﴿ "Kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal shalih dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezhaliman. Dan orang-orang yang zhalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali." Yaitu ke tempat hisab yang mana tidaklah ia melewati suatu perbuatan (dosa) kecil dan besar melainkan pasti ia menghitungnya, dan tidaklah mele-wati suatu hak melainkan pasti memenuhinya. Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam.

Asy-Syu'ara' 26:226

"Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa, mereka menghadapkan pendengaran (kepada setan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta. Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat. Tidak-kah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap-tiap lembah, dan bahwasanya mereka suka mengatakan sesuatu yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)? Kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal shalih dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezhaliman. Dan orang-orang yang zhalim itu kelak akan menge-tahui ke tempat mana mereka akan kembali." (Asy-Syu'ara`: 221-227). (221-223) " Allah berfirman, ﴾ هَلۡ أُنَبِّئُكُمۡ ﴿ "Apakah akan Aku beritakan kepadamu." Maksudnya, Aku kabarkan kepada kalian berita yang sesungguhnya yang tidak mengandung keraguan sedikit pun dan tidak ada syubhatnya, tentang orang yang mana setan telah turun kepadanya. Maksudnya, dalam gam-baran orang yang biasa dituruni setan-setan. ﴾ تَنَزَّلُ عَلَىٰ كُلِّ أَفَّاكٍ ﴿ "Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta." Maksudnya, pendusta yang banyak mengatakan perkataan palsu dan kebohongan dengan batil, ﴾ أَثِيمٖ ﴿ "lagi yang banyak dosa," dalam perbuatannya dan banyak maksiat. Itulah orang yang suka dituruni setan, dan kondisinya sama dengan kondisi setan. ﴾ يُلۡقُونَ ﴿ "Mereka menghadapkan," kepada setan itu, ﴾ ٱلسَّمۡعَ ﴿ "pendengaran," yang mereka curi dari langit. ﴾ وَأَكۡثَرُهُمۡ كَٰذِبُونَ ﴿ "Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta." Maksudnya, Kebanyakan berita yang mereka sampaikan itu adalah kedustaan. Dia jujur satu kali namun berdusta seratus kali, sehingga kebenaran tercampur aduk dengan kebatilan, dan kebenaran menjadi sirna karena minimnya dan karena tidak diketahui. Itulah ciri orang-orang yang biasa dituruni setan-setan, dan itulah bentuk bisikan mereka kepadanya. Sedangkan Muhammad a, keadaannya sungguh sangat ber-beda sekali dengan kondisi seperti itu, sebab dia adalah seorang yang jujur lagi terpercaya yang telah mengkombinasikan antara kesucian hati, kejujuran ucapan dan kebersihan perbuatan dari hal-hal yang diharamkan, dan wahyu yang diturunkan kepadanya dari sisi Allah adalah diturunkan secara terjaga, terpelihara lagi mengandung kebenaran yang agung yang tidak mengandung keraguan sedikit pun. Apakah sama, wahai orang yang berakal antara yang ini (nabi) dengan mereka (orang-orang yang dituruni setan)? Tidaklah keduanya itu mirip kecuali pada pandangan orang yang tidak waras yang tidak dapat membedakan antara berbagai hal? (224-226) Setelah Allah membebaskannya dari turunnya setan-setan kepada beliau, maka Allah juga membebaskannya dari sya'ir, seraya berfirman, ﴾ وَٱلشُّعَرَآءُ ﴿ "Dan penyair-penyair itu. Maksud-nya, Aku sampaikan pula berita tentang kondisi para ahli sya'ir dan sifat permanen mereka, yaitu bahwa sesungguhnya mereka, ﴾ يَتَّبِعُهُمُ ٱلۡغَاوُۥنَ ﴿ "diikuti oleh orang-orang yang sesat," dari jalan petunjuk, yang menelusuri jalan menuju kesesatan dan kebinasaan. Mereka sendiri adalah orang-orang sesat, dan Anda akan menemukan para pengikutnya adalah setiap orang sesat lagi celaka. ﴾ أَلَمۡ تَرَ ﴿ "Tidakkah kamu melihat," betapa sesatnya mereka, ﴾ أَنَّهُمۡ فِي كُلِّ وَادٖ ﴿ "bahwasanya mereka di tiap-tiap lembah," dari lembah-lem-bah syair, ﴾ يَهِيمُونَ ﴿ "mengembara," kadang-kadang memuji, kadang-kadang mencaci, kadang-kadang dalam kejujuran dan kadang-kadang dalam kedustaan, dan kadang-kadang merayu, dan kadang memperolok-olok, kadang bersenang-senang dan kadang bersedih. Mereka tidak mempunyai pendirian tetap, dan mereka selalu tidak dalam satu kondisi. ﴾ وَأَنَّهُمۡ يَقُولُونَ مَا لَا يَفۡعَلُونَ ﴿ "Dan bahwasanya mereka suka mengata-kan sesuatu yang mereka sendiri tidak mengerjakan." Maksudnya, ini adalah ciri para penya'ir. Perkataan mereka menyelisihi perbuatan mereka. Apabila engkau mendengar seorang penyair merayu de-ngan rayuan lembut, maka engkau akan mengatakan, "Orang ini adalah manusia yang paling mabuk cinta," padahal hatinya kosong dari semua itu. Dan apabila engkau mendengarnya memuji atau mencela, maka engkau akan mengatakan, "Ini kejujuran!" Padahal itu dusta! Dan kadang-kadang dia memuji-muji pekerjaan-peker-jaan yang tidak pernah dia lakukan, dan larangan-larangan yang dia sendiri tidak meninggalkannya, dan kedermawanan yang dia sendiri belum pernah terjun di ladangnya, serta keberanian yang mengalahkan pasukan berkuda, sementara Anda menjumpainya sebagai manusia yang paling pengecut! Itulah karakter mereka. Maka cobalah perhatikan, apakah sama dengan keadaan Rasulullah a yang sangat bijak lagi baik, yang diikuti oleh setiap orang yang berakal (bijak) lagi mendapat petunjuk, yang telah berkonsisten berjalan di atas hidayah dan menjauhi kebinasaan. Perbuatan-perbuatannya tidak pernah kontradiksi, [dan perkataan-perkataannya belum pernah menyelisihi perbuatannya],[35] yang tidak menyuruh kecuali kepada kebaikan, dan tidak mencegah kecuali terhadap keburukan, tidak pernah memberitakan sesuatu melainkan kebenaran, dan tidak pernah memerintahkan sesuatu melainkan beliau adalah orang pertama yang melakukannya, dan tidak pula pernah mencegah sesuatu melainkan beliau adalah orang pertama yang meninggalkannya. Lalu apakah sama kondisi beliau dengan kondisi para penyair, atau mendekati mereka? Atau-kah sangat berbeda dari segala sisi? Semoga shalawat dan salam tetap Allah limpahkan kepada Rasul yang sempurna ini, yang paling bersemangat lagi termulia ini sepanjang masa, yang mana beliau bukanlah seorang penyair, bukan seorang ahli sihir dan bukan seorang yang gila (tidak waras), dan tidak ada (gambaran) yang laik dengannya kecuali segala kesempurnaan. (227) Setelah Allah menjelaskan kondisi para penyair dengan penjelasan yang telah Dia jelaskan itu, Dia mengecualikan orang yang beriman (dari para penyair itu) kepada Allah, kepada RasulNya dan beramal shalih, suka memperbanyak dzikir kepada Allah dan melawan musuh-musuhnya dari kaum musyrikin sete-lah menganiaya mereka. Sehingga syair mereka menjadi bagian dari amal shalih dan buah dari iman mereka, karena (syair-syair mereka) mengandung pujian terhadap orang-orang beriman dan perlawanan terhadap ahli syirik dan kafir, serta pembelaan ter-hadap agama Allah dan penjelasan terhadap ilmu-ilmu yang ber-manfaat dan himbauan untuk berakhlak mulia, seraya berfirman, ﴾ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَذَكَرُواْ ٱللَّهَ كَثِيرٗا وَٱنتَصَرُواْ مِنۢ بَعۡدِ مَا ظُلِمُواْۗ وَسَيَعۡلَمُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ أَيَّ مُنقَلَبٖ يَنقَلِبُونَ ﴿ "Kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal shalih dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezhaliman. Dan orang-orang yang zhalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali." Yaitu ke tempat hisab yang mana tidaklah ia melewati suatu perbuatan (dosa) kecil dan besar melainkan pasti ia menghitungnya, dan tidaklah mele-wati suatu hak melainkan pasti memenuhinya. Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam.

Asy-Syu'ara' 26:227

"Apakah akan Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa, mereka menghadapkan pendengaran (kepada setan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta. Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat. Tidak-kah kamu melihat bahwasanya mereka mengembara di tiap-tiap lembah, dan bahwasanya mereka suka mengatakan sesuatu yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)? Kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal shalih dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezhaliman. Dan orang-orang yang zhalim itu kelak akan menge-tahui ke tempat mana mereka akan kembali." (Asy-Syu'ara`: 221-227). (221-223) " Allah berfirman, ﴾ هَلۡ أُنَبِّئُكُمۡ ﴿ "Apakah akan Aku beritakan kepadamu." Maksudnya, Aku kabarkan kepada kalian berita yang sesungguhnya yang tidak mengandung keraguan sedikit pun dan tidak ada syubhatnya, tentang orang yang mana setan telah turun kepadanya. Maksudnya, dalam gam-baran orang yang biasa dituruni setan-setan. ﴾ تَنَزَّلُ عَلَىٰ كُلِّ أَفَّاكٍ ﴿ "Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta." Maksudnya, pendusta yang banyak mengatakan perkataan palsu dan kebohongan dengan batil, ﴾ أَثِيمٖ ﴿ "lagi yang banyak dosa," dalam perbuatannya dan banyak maksiat. Itulah orang yang suka dituruni setan, dan kondisinya sama dengan kondisi setan. ﴾ يُلۡقُونَ ﴿ "Mereka menghadapkan," kepada setan itu, ﴾ ٱلسَّمۡعَ ﴿ "pendengaran," yang mereka curi dari langit. ﴾ وَأَكۡثَرُهُمۡ كَٰذِبُونَ ﴿ "Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta." Maksudnya, Kebanyakan berita yang mereka sampaikan itu adalah kedustaan. Dia jujur satu kali namun berdusta seratus kali, sehingga kebenaran tercampur aduk dengan kebatilan, dan kebenaran menjadi sirna karena minimnya dan karena tidak diketahui. Itulah ciri orang-orang yang biasa dituruni setan-setan, dan itulah bentuk bisikan mereka kepadanya. Sedangkan Muhammad a, keadaannya sungguh sangat ber-beda sekali dengan kondisi seperti itu, sebab dia adalah seorang yang jujur lagi terpercaya yang telah mengkombinasikan antara kesucian hati, kejujuran ucapan dan kebersihan perbuatan dari hal-hal yang diharamkan, dan wahyu yang diturunkan kepadanya dari sisi Allah adalah diturunkan secara terjaga, terpelihara lagi mengandung kebenaran yang agung yang tidak mengandung keraguan sedikit pun. Apakah sama, wahai orang yang berakal antara yang ini (nabi) dengan mereka (orang-orang yang dituruni setan)? Tidaklah keduanya itu mirip kecuali pada pandangan orang yang tidak waras yang tidak dapat membedakan antara berbagai hal? (224-226) Setelah Allah membebaskannya dari turunnya setan-setan kepada beliau, maka Allah juga membebaskannya dari sya'ir, seraya berfirman, ﴾ وَٱلشُّعَرَآءُ ﴿ "Dan penyair-penyair itu. Maksud-nya, Aku sampaikan pula berita tentang kondisi para ahli sya'ir dan sifat permanen mereka, yaitu bahwa sesungguhnya mereka, ﴾ يَتَّبِعُهُمُ ٱلۡغَاوُۥنَ ﴿ "diikuti oleh orang-orang yang sesat," dari jalan petunjuk, yang menelusuri jalan menuju kesesatan dan kebinasaan. Mereka sendiri adalah orang-orang sesat, dan Anda akan menemukan para pengikutnya adalah setiap orang sesat lagi celaka. ﴾ أَلَمۡ تَرَ ﴿ "Tidakkah kamu melihat," betapa sesatnya mereka, ﴾ أَنَّهُمۡ فِي كُلِّ وَادٖ ﴿ "bahwasanya mereka di tiap-tiap lembah," dari lembah-lem-bah syair, ﴾ يَهِيمُونَ ﴿ "mengembara," kadang-kadang memuji, kadang-kadang mencaci, kadang-kadang dalam kejujuran dan kadang-kadang dalam kedustaan, dan kadang-kadang merayu, dan kadang memperolok-olok, kadang bersenang-senang dan kadang bersedih. Mereka tidak mempunyai pendirian tetap, dan mereka selalu tidak dalam satu kondisi. ﴾ وَأَنَّهُمۡ يَقُولُونَ مَا لَا يَفۡعَلُونَ ﴿ "Dan bahwasanya mereka suka mengata-kan sesuatu yang mereka sendiri tidak mengerjakan." Maksudnya, ini adalah ciri para penya'ir. Perkataan mereka menyelisihi perbuatan mereka. Apabila engkau mendengar seorang penyair merayu de-ngan rayuan lembut, maka engkau akan mengatakan, "Orang ini adalah manusia yang paling mabuk cinta," padahal hatinya kosong dari semua itu. Dan apabila engkau mendengarnya memuji atau mencela, maka engkau akan mengatakan, "Ini kejujuran!" Padahal itu dusta! Dan kadang-kadang dia memuji-muji pekerjaan-peker-jaan yang tidak pernah dia lakukan, dan larangan-larangan yang dia sendiri tidak meninggalkannya, dan kedermawanan yang dia sendiri belum pernah terjun di ladangnya, serta keberanian yang mengalahkan pasukan berkuda, sementara Anda menjumpainya sebagai manusia yang paling pengecut! Itulah karakter mereka. Maka cobalah perhatikan, apakah sama dengan keadaan Rasulullah a yang sangat bijak lagi baik, yang diikuti oleh setiap orang yang berakal (bijak) lagi mendapat petunjuk, yang telah berkonsisten berjalan di atas hidayah dan menjauhi kebinasaan. Perbuatan-perbuatannya tidak pernah kontradiksi, [dan perkataan-perkataannya belum pernah menyelisihi perbuatannya],[35] yang tidak menyuruh kecuali kepada kebaikan, dan tidak mencegah kecuali terhadap keburukan, tidak pernah memberitakan sesuatu melainkan kebenaran, dan tidak pernah memerintahkan sesuatu melainkan beliau adalah orang pertama yang melakukannya, dan tidak pula pernah mencegah sesuatu melainkan beliau adalah orang pertama yang meninggalkannya. Lalu apakah sama kondisi beliau dengan kondisi para penyair, atau mendekati mereka? Atau-kah sangat berbeda dari segala sisi? Semoga shalawat dan salam tetap Allah limpahkan kepada Rasul yang sempurna ini, yang paling bersemangat lagi termulia ini sepanjang masa, yang mana beliau bukanlah seorang penyair, bukan seorang ahli sihir dan bukan seorang yang gila (tidak waras), dan tidak ada (gambaran) yang laik dengannya kecuali segala kesempurnaan. (227) Setelah Allah menjelaskan kondisi para penyair dengan penjelasan yang telah Dia jelaskan itu, Dia mengecualikan orang yang beriman (dari para penyair itu) kepada Allah, kepada RasulNya dan beramal shalih, suka memperbanyak dzikir kepada Allah dan melawan musuh-musuhnya dari kaum musyrikin sete-lah menganiaya mereka. Sehingga syair mereka menjadi bagian dari amal shalih dan buah dari iman mereka, karena (syair-syair mereka) mengandung pujian terhadap orang-orang beriman dan perlawanan terhadap ahli syirik dan kafir, serta pembelaan ter-hadap agama Allah dan penjelasan terhadap ilmu-ilmu yang ber-manfaat dan himbauan untuk berakhlak mulia, seraya berfirman, ﴾ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَذَكَرُواْ ٱللَّهَ كَثِيرٗا وَٱنتَصَرُواْ مِنۢ بَعۡدِ مَا ظُلِمُواْۗ وَسَيَعۡلَمُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ أَيَّ مُنقَلَبٖ يَنقَلِبُونَ ﴿ "Kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan beramal shalih dan banyak menyebut Allah dan mendapat kemenangan sesudah menderita kezhaliman. Dan orang-orang yang zhalim itu kelak akan mengetahui ke tempat mana mereka akan kembali." Yaitu ke tempat hisab yang mana tidaklah ia melewati suatu perbuatan (dosa) kecil dan besar melainkan pasti ia menghitungnya, dan tidaklah mele-wati suatu hak melainkan pasti memenuhinya. Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam.