Tafsir As-Saadi - Indonesian — Sad 38:48 – Sad 38:88
Daftar isi
- Sad 38:48
- Sad 38:49
- Sad 38:50
- Sad 38:51
- Sad 38:52
- Sad 38:53
- Sad 38:54
- Sad 38:55
- Sad 38:56
- Sad 38:57
- Sad 38:58
- Sad 38:59
- Sad 38:60
- Sad 38:61
- Sad 38:62
- Sad 38:63
- Sad 38:64
- Sad 38:65
- Sad 38:66
- Sad 38:67
- Sad 38:68
- Sad 38:69
- Sad 38:70
- Sad 38:71
- Sad 38:72
- Sad 38:73
- Sad 38:74
- Sad 38:75
- Sad 38:76
- Sad 38:77
- Sad 38:78
- Sad 38:79
- Sad 38:80
- Sad 38:81
- Sad 38:82
- Sad 38:83
- Sad 38:84
- Sad 38:85
- Sad 38:86
- Sad 38:87
- Sad 38:88
Sad 38:48
"Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa', dan Dzulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik. Ini adalah pelajaran." (Shad: 48-49).
(48) Maksudnya, ingatlah para nabi itu dengan sebaik-baik mengingat, dan pujilah mereka dengan sebaik-baik pujian, karena masing-masing mereka termasuk manusia-manusia pilihan, yang dipilih oleh Allah di antara manusia, dan Allah memilihkan untuk mereka kondisi-kondisi terbaik berupa amal-amal perbuatan, akhlak, sifat-sifat terpuji dan sikap-sikap yang lurus.
(49) ﴾ هَٰذَا ﴿ "Ini," maksudnya, mengingat para nabi pilihan ini dan mengingat sifat-sifat mereka, ﴾ ذِكۡرٞۚ ﴿ "adalah pelajaran," di dalam al-Qur`an yang penuh dengan pelajaran ini, di mana kondisi dan perihal mereka dijadikan pelajaran oleh orang-orang yang mau mengambil pelajaran, dan meneladani sifat-sifat terpuji mereka dirindukan oleh orang-orang yang mau meneladaninya; dan dapat diketahui apa-apa yang Allah anugerahkan kepada mereka, seperti sihat-sifat yang mulia dan apa-apa yang tersebar luas di kalangan manusia, yaitu pujian. Ini semua adalah salah satu bentuk meng-ingat, yaitu mengingat ahlul khair (para pelaku kebaikan).
Artinya, ﴾ وَإِنَّ لِلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa" kepada Rabbnya dengan cara mematuhi perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya dari setiap orang laki-laki dan perempuan yang beriman ﴾ لَحُسۡنَ مَـَٔابٖ ﴿ "benar-benar di-sediakan sebaik-baik tempat kembali," yakni tempat kembali yang sangat baik dan tempat pulang yang terindah.
Sad 38:49
"Dan ingatlah akan Ismail, Ilyasa', dan Dzulkifli. Semuanya termasuk orang-orang yang paling baik. Ini adalah pelajaran." (Shad: 48-49).
(48) Maksudnya, ingatlah para nabi itu dengan sebaik-baik mengingat, dan pujilah mereka dengan sebaik-baik pujian, karena masing-masing mereka termasuk manusia-manusia pilihan, yang dipilih oleh Allah di antara manusia, dan Allah memilihkan untuk mereka kondisi-kondisi terbaik berupa amal-amal perbuatan, akhlak, sifat-sifat terpuji dan sikap-sikap yang lurus.
(49) ﴾ هَٰذَا ﴿ "Ini," maksudnya, mengingat para nabi pilihan ini dan mengingat sifat-sifat mereka, ﴾ ذِكۡرٞۚ ﴿ "adalah pelajaran," di dalam al-Qur`an yang penuh dengan pelajaran ini, di mana kondisi dan perihal mereka dijadikan pelajaran oleh orang-orang yang mau mengambil pelajaran, dan meneladani sifat-sifat terpuji mereka dirindukan oleh orang-orang yang mau meneladaninya; dan dapat diketahui apa-apa yang Allah anugerahkan kepada mereka, seperti sihat-sifat yang mulia dan apa-apa yang tersebar luas di kalangan manusia, yaitu pujian. Ini semua adalah salah satu bentuk meng-ingat, yaitu mengingat ahlul khair (para pelaku kebaikan).
Artinya, ﴾ وَإِنَّ لِلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa" kepada Rabbnya dengan cara mematuhi perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya dari setiap orang laki-laki dan perempuan yang beriman ﴾ لَحُسۡنَ مَـَٔابٖ ﴿ "benar-benar di-sediakan sebaik-baik tempat kembali," yakni tempat kembali yang sangat baik dan tempat pulang yang terindah.
Sad 38:50
"Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar disediakan sebaik-baik tempat kembali, yaitu Surga 'Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka, di dalamnya mereka bertelekan sambil meminta buah-buahan yang banyak dan mi-numan di surga itu. Dan pada sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya. Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari berhisab. Sesungguhnya ini adalah benar-benar rizki dari Kami yang tiada habis-habisnya." (Shad: 50-54).
(50) Kemudian Allah menjelaskan dan merincikannya, seraya berfirman, ﴾ جَنَّٰتِ عَدۡنٖ ﴿ "Yaitu Surga 'Adn," yakni surga-surga tempat tinggal yang penghuninya sama sekali tidak mau diganti dengan apa pun karena kesempurnaannya dan kelengkapan nik-mat-nikmatnya, dan mereka tidak akan pernah keluar darinya dan tidak pula dikeluarkan. ﴾ مُّفَتَّحَةٗ لَّهُمُ ٱلۡأَبۡوَٰبُ ﴿ "Yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka." Maksudnya, dibuka untuk mereka pintu-pintu setiap tingkatannya dan tempat-tempat tinggalnya, mereka sudah tidak perlu membukanya sendiri, melainkan mereka selalu dilayani. Ini juga adalah bukti atas keamanan mereka yang paripurna, dan bahwa di Surga 'Adn itu tidak ada sesuatu pun yang mengharus-kan pintu-pintunya ditutup.
(51) ﴾ مُتَّكِـِٔينَ فِيهَا ﴿ "Di dalamnya mereka bersandar" pada dipan-dipan yang terhias dan tempat-tempat duduk yang berukiran indah, ﴾ يَدۡعُونَ فِيهَا ﴿ "sambil meminta," maksudnya, mereka menyuruh para pembantu untuk menghidangkan ﴾ بِفَٰكِهَةٖ كَثِيرَةٖ وَشَرَابٖ ﴿ "buah-buahan yang banyak dan minuman di surga itu," dari segala yang di-inginkan oleh nafsu mereka dan yang lezat dipandang mata mereka. Ini menunjukkan pada kesempurnaan nikmat, kesempurnaan ke-senangan dan ketenangan, serta kesempurnaan kelezatan.
(52) ﴾ وَعِندَهُمۡ ﴿ "Dan pada sisi mereka" ada istri-istri mereka dari bidadari-bidadari ﴾ قَٰصِرَٰتُ ﴿ "yang tidak liar," pandangannya hanya tertuju kepada suami-suaminya saja, dan pandangan mata suami-suaminya pun tertuju kepada mereka karena kecantikan mereka semua dan karena kecintaan masing-masing kepada pasangannya dan tidak ada hasrat kepada yang lain, dan sang suami tidak meng-hendaki wanita lain sebagai ganti dari istrinya ﴾ أَتۡرَابٌ ﴿ "dan sebaya umurnya," maksudnya, usianya sama, yaitu usia remaja matang, usia terindah dan paling nikmat.
(53) ﴾ هَٰذَا مَا تُوعَدُونَ ﴿ "Inilah apa yang dijanjikan kepadamu" wahai orang-orang yang bertakwa, ﴾ لِيَوۡمِ ٱلۡحِسَابِ ﴿ "pada hari berhisab" sebagai balasan atas amal-amal shalih kalian.
(54) ﴾ إِنَّ هَٰذَا لَرِزۡقُنَا ﴿ "Sesungguhnya ini adalah benar-benar rizki dari Kami" yang Kami anugerahkan kepada para penghuni negeri kenikmatan, ﴾ مَا لَهُۥ مِن نَّفَادٍ ﴿ "yang tiada habis-habisnya," yakni, tidak pernah putus, melainkan ia selalu ada dan tersedia sepanjang waktu, dan selalu bertambah setiap saat. Dan hal seperti ini sama sekali tidak sulit bagi Rabb yang Mahamulia, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Mahabaik lagi Pemberi karunia, Mahaluas lagi Mahakaya, Maha Terpuji lagi Mahalembut, Maha Pengasih Maha-raja yang Merajai, Mahatinggi lagi Mahaindah lagi Maha Pemberi, Pemilik karunia yang luar biasa, kemurahan yang berlimpah ruah, yang nikmat-nikmatNya tidak terhitung dan tidak bisa diketahui sebagian kebaikanNya (apalagi keseluruhannya. Pent).
Sad 38:51
"Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar disediakan sebaik-baik tempat kembali, yaitu Surga 'Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka, di dalamnya mereka bertelekan sambil meminta buah-buahan yang banyak dan mi-numan di surga itu. Dan pada sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya. Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari berhisab. Sesungguhnya ini adalah benar-benar rizki dari Kami yang tiada habis-habisnya." (Shad: 50-54).
(50) Kemudian Allah menjelaskan dan merincikannya, seraya berfirman, ﴾ جَنَّٰتِ عَدۡنٖ ﴿ "Yaitu Surga 'Adn," yakni surga-surga tempat tinggal yang penghuninya sama sekali tidak mau diganti dengan apa pun karena kesempurnaannya dan kelengkapan nik-mat-nikmatnya, dan mereka tidak akan pernah keluar darinya dan tidak pula dikeluarkan. ﴾ مُّفَتَّحَةٗ لَّهُمُ ٱلۡأَبۡوَٰبُ ﴿ "Yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka." Maksudnya, dibuka untuk mereka pintu-pintu setiap tingkatannya dan tempat-tempat tinggalnya, mereka sudah tidak perlu membukanya sendiri, melainkan mereka selalu dilayani. Ini juga adalah bukti atas keamanan mereka yang paripurna, dan bahwa di Surga 'Adn itu tidak ada sesuatu pun yang mengharus-kan pintu-pintunya ditutup.
(51) ﴾ مُتَّكِـِٔينَ فِيهَا ﴿ "Di dalamnya mereka bersandar" pada dipan-dipan yang terhias dan tempat-tempat duduk yang berukiran indah, ﴾ يَدۡعُونَ فِيهَا ﴿ "sambil meminta," maksudnya, mereka menyuruh para pembantu untuk menghidangkan ﴾ بِفَٰكِهَةٖ كَثِيرَةٖ وَشَرَابٖ ﴿ "buah-buahan yang banyak dan minuman di surga itu," dari segala yang di-inginkan oleh nafsu mereka dan yang lezat dipandang mata mereka. Ini menunjukkan pada kesempurnaan nikmat, kesempurnaan ke-senangan dan ketenangan, serta kesempurnaan kelezatan.
(52) ﴾ وَعِندَهُمۡ ﴿ "Dan pada sisi mereka" ada istri-istri mereka dari bidadari-bidadari ﴾ قَٰصِرَٰتُ ﴿ "yang tidak liar," pandangannya hanya tertuju kepada suami-suaminya saja, dan pandangan mata suami-suaminya pun tertuju kepada mereka karena kecantikan mereka semua dan karena kecintaan masing-masing kepada pasangannya dan tidak ada hasrat kepada yang lain, dan sang suami tidak meng-hendaki wanita lain sebagai ganti dari istrinya ﴾ أَتۡرَابٌ ﴿ "dan sebaya umurnya," maksudnya, usianya sama, yaitu usia remaja matang, usia terindah dan paling nikmat.
(53) ﴾ هَٰذَا مَا تُوعَدُونَ ﴿ "Inilah apa yang dijanjikan kepadamu" wahai orang-orang yang bertakwa, ﴾ لِيَوۡمِ ٱلۡحِسَابِ ﴿ "pada hari berhisab" sebagai balasan atas amal-amal shalih kalian.
(54) ﴾ إِنَّ هَٰذَا لَرِزۡقُنَا ﴿ "Sesungguhnya ini adalah benar-benar rizki dari Kami" yang Kami anugerahkan kepada para penghuni negeri kenikmatan, ﴾ مَا لَهُۥ مِن نَّفَادٍ ﴿ "yang tiada habis-habisnya," yakni, tidak pernah putus, melainkan ia selalu ada dan tersedia sepanjang waktu, dan selalu bertambah setiap saat. Dan hal seperti ini sama sekali tidak sulit bagi Rabb yang Mahamulia, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Mahabaik lagi Pemberi karunia, Mahaluas lagi Mahakaya, Maha Terpuji lagi Mahalembut, Maha Pengasih Maha-raja yang Merajai, Mahatinggi lagi Mahaindah lagi Maha Pemberi, Pemilik karunia yang luar biasa, kemurahan yang berlimpah ruah, yang nikmat-nikmatNya tidak terhitung dan tidak bisa diketahui sebagian kebaikanNya (apalagi keseluruhannya. Pent).
Sad 38:52
"Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar disediakan sebaik-baik tempat kembali, yaitu Surga 'Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka, di dalamnya mereka bertelekan sambil meminta buah-buahan yang banyak dan mi-numan di surga itu. Dan pada sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya. Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari berhisab. Sesungguhnya ini adalah benar-benar rizki dari Kami yang tiada habis-habisnya." (Shad: 50-54).
(50) Kemudian Allah menjelaskan dan merincikannya, seraya berfirman, ﴾ جَنَّٰتِ عَدۡنٖ ﴿ "Yaitu Surga 'Adn," yakni surga-surga tempat tinggal yang penghuninya sama sekali tidak mau diganti dengan apa pun karena kesempurnaannya dan kelengkapan nik-mat-nikmatnya, dan mereka tidak akan pernah keluar darinya dan tidak pula dikeluarkan. ﴾ مُّفَتَّحَةٗ لَّهُمُ ٱلۡأَبۡوَٰبُ ﴿ "Yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka." Maksudnya, dibuka untuk mereka pintu-pintu setiap tingkatannya dan tempat-tempat tinggalnya, mereka sudah tidak perlu membukanya sendiri, melainkan mereka selalu dilayani. Ini juga adalah bukti atas keamanan mereka yang paripurna, dan bahwa di Surga 'Adn itu tidak ada sesuatu pun yang mengharus-kan pintu-pintunya ditutup.
(51) ﴾ مُتَّكِـِٔينَ فِيهَا ﴿ "Di dalamnya mereka bersandar" pada dipan-dipan yang terhias dan tempat-tempat duduk yang berukiran indah, ﴾ يَدۡعُونَ فِيهَا ﴿ "sambil meminta," maksudnya, mereka menyuruh para pembantu untuk menghidangkan ﴾ بِفَٰكِهَةٖ كَثِيرَةٖ وَشَرَابٖ ﴿ "buah-buahan yang banyak dan minuman di surga itu," dari segala yang di-inginkan oleh nafsu mereka dan yang lezat dipandang mata mereka. Ini menunjukkan pada kesempurnaan nikmat, kesempurnaan ke-senangan dan ketenangan, serta kesempurnaan kelezatan.
(52) ﴾ وَعِندَهُمۡ ﴿ "Dan pada sisi mereka" ada istri-istri mereka dari bidadari-bidadari ﴾ قَٰصِرَٰتُ ﴿ "yang tidak liar," pandangannya hanya tertuju kepada suami-suaminya saja, dan pandangan mata suami-suaminya pun tertuju kepada mereka karena kecantikan mereka semua dan karena kecintaan masing-masing kepada pasangannya dan tidak ada hasrat kepada yang lain, dan sang suami tidak meng-hendaki wanita lain sebagai ganti dari istrinya ﴾ أَتۡرَابٌ ﴿ "dan sebaya umurnya," maksudnya, usianya sama, yaitu usia remaja matang, usia terindah dan paling nikmat.
(53) ﴾ هَٰذَا مَا تُوعَدُونَ ﴿ "Inilah apa yang dijanjikan kepadamu" wahai orang-orang yang bertakwa, ﴾ لِيَوۡمِ ٱلۡحِسَابِ ﴿ "pada hari berhisab" sebagai balasan atas amal-amal shalih kalian.
(54) ﴾ إِنَّ هَٰذَا لَرِزۡقُنَا ﴿ "Sesungguhnya ini adalah benar-benar rizki dari Kami" yang Kami anugerahkan kepada para penghuni negeri kenikmatan, ﴾ مَا لَهُۥ مِن نَّفَادٍ ﴿ "yang tiada habis-habisnya," yakni, tidak pernah putus, melainkan ia selalu ada dan tersedia sepanjang waktu, dan selalu bertambah setiap saat. Dan hal seperti ini sama sekali tidak sulit bagi Rabb yang Mahamulia, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Mahabaik lagi Pemberi karunia, Mahaluas lagi Mahakaya, Maha Terpuji lagi Mahalembut, Maha Pengasih Maha-raja yang Merajai, Mahatinggi lagi Mahaindah lagi Maha Pemberi, Pemilik karunia yang luar biasa, kemurahan yang berlimpah ruah, yang nikmat-nikmatNya tidak terhitung dan tidak bisa diketahui sebagian kebaikanNya (apalagi keseluruhannya. Pent).
Sad 38:53
"Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar disediakan sebaik-baik tempat kembali, yaitu Surga 'Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka, di dalamnya mereka bertelekan sambil meminta buah-buahan yang banyak dan mi-numan di surga itu. Dan pada sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya. Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari berhisab. Sesungguhnya ini adalah benar-benar rizki dari Kami yang tiada habis-habisnya." (Shad: 50-54).
(50) Kemudian Allah menjelaskan dan merincikannya, seraya berfirman, ﴾ جَنَّٰتِ عَدۡنٖ ﴿ "Yaitu Surga 'Adn," yakni surga-surga tempat tinggal yang penghuninya sama sekali tidak mau diganti dengan apa pun karena kesempurnaannya dan kelengkapan nik-mat-nikmatnya, dan mereka tidak akan pernah keluar darinya dan tidak pula dikeluarkan. ﴾ مُّفَتَّحَةٗ لَّهُمُ ٱلۡأَبۡوَٰبُ ﴿ "Yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka." Maksudnya, dibuka untuk mereka pintu-pintu setiap tingkatannya dan tempat-tempat tinggalnya, mereka sudah tidak perlu membukanya sendiri, melainkan mereka selalu dilayani. Ini juga adalah bukti atas keamanan mereka yang paripurna, dan bahwa di Surga 'Adn itu tidak ada sesuatu pun yang mengharus-kan pintu-pintunya ditutup.
(51) ﴾ مُتَّكِـِٔينَ فِيهَا ﴿ "Di dalamnya mereka bersandar" pada dipan-dipan yang terhias dan tempat-tempat duduk yang berukiran indah, ﴾ يَدۡعُونَ فِيهَا ﴿ "sambil meminta," maksudnya, mereka menyuruh para pembantu untuk menghidangkan ﴾ بِفَٰكِهَةٖ كَثِيرَةٖ وَشَرَابٖ ﴿ "buah-buahan yang banyak dan minuman di surga itu," dari segala yang di-inginkan oleh nafsu mereka dan yang lezat dipandang mata mereka. Ini menunjukkan pada kesempurnaan nikmat, kesempurnaan ke-senangan dan ketenangan, serta kesempurnaan kelezatan.
(52) ﴾ وَعِندَهُمۡ ﴿ "Dan pada sisi mereka" ada istri-istri mereka dari bidadari-bidadari ﴾ قَٰصِرَٰتُ ﴿ "yang tidak liar," pandangannya hanya tertuju kepada suami-suaminya saja, dan pandangan mata suami-suaminya pun tertuju kepada mereka karena kecantikan mereka semua dan karena kecintaan masing-masing kepada pasangannya dan tidak ada hasrat kepada yang lain, dan sang suami tidak meng-hendaki wanita lain sebagai ganti dari istrinya ﴾ أَتۡرَابٌ ﴿ "dan sebaya umurnya," maksudnya, usianya sama, yaitu usia remaja matang, usia terindah dan paling nikmat.
(53) ﴾ هَٰذَا مَا تُوعَدُونَ ﴿ "Inilah apa yang dijanjikan kepadamu" wahai orang-orang yang bertakwa, ﴾ لِيَوۡمِ ٱلۡحِسَابِ ﴿ "pada hari berhisab" sebagai balasan atas amal-amal shalih kalian.
(54) ﴾ إِنَّ هَٰذَا لَرِزۡقُنَا ﴿ "Sesungguhnya ini adalah benar-benar rizki dari Kami" yang Kami anugerahkan kepada para penghuni negeri kenikmatan, ﴾ مَا لَهُۥ مِن نَّفَادٍ ﴿ "yang tiada habis-habisnya," yakni, tidak pernah putus, melainkan ia selalu ada dan tersedia sepanjang waktu, dan selalu bertambah setiap saat. Dan hal seperti ini sama sekali tidak sulit bagi Rabb yang Mahamulia, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Mahabaik lagi Pemberi karunia, Mahaluas lagi Mahakaya, Maha Terpuji lagi Mahalembut, Maha Pengasih Maha-raja yang Merajai, Mahatinggi lagi Mahaindah lagi Maha Pemberi, Pemilik karunia yang luar biasa, kemurahan yang berlimpah ruah, yang nikmat-nikmatNya tidak terhitung dan tidak bisa diketahui sebagian kebaikanNya (apalagi keseluruhannya. Pent).
Sad 38:54
"Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa benar-benar disediakan sebaik-baik tempat kembali, yaitu Surga 'Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka, di dalamnya mereka bertelekan sambil meminta buah-buahan yang banyak dan mi-numan di surga itu. Dan pada sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya dan sebaya umurnya. Inilah apa yang dijanjikan kepadamu pada hari berhisab. Sesungguhnya ini adalah benar-benar rizki dari Kami yang tiada habis-habisnya." (Shad: 50-54).
(50) Kemudian Allah menjelaskan dan merincikannya, seraya berfirman, ﴾ جَنَّٰتِ عَدۡنٖ ﴿ "Yaitu Surga 'Adn," yakni surga-surga tempat tinggal yang penghuninya sama sekali tidak mau diganti dengan apa pun karena kesempurnaannya dan kelengkapan nik-mat-nikmatnya, dan mereka tidak akan pernah keluar darinya dan tidak pula dikeluarkan. ﴾ مُّفَتَّحَةٗ لَّهُمُ ٱلۡأَبۡوَٰبُ ﴿ "Yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka." Maksudnya, dibuka untuk mereka pintu-pintu setiap tingkatannya dan tempat-tempat tinggalnya, mereka sudah tidak perlu membukanya sendiri, melainkan mereka selalu dilayani. Ini juga adalah bukti atas keamanan mereka yang paripurna, dan bahwa di Surga 'Adn itu tidak ada sesuatu pun yang mengharus-kan pintu-pintunya ditutup.
(51) ﴾ مُتَّكِـِٔينَ فِيهَا ﴿ "Di dalamnya mereka bersandar" pada dipan-dipan yang terhias dan tempat-tempat duduk yang berukiran indah, ﴾ يَدۡعُونَ فِيهَا ﴿ "sambil meminta," maksudnya, mereka menyuruh para pembantu untuk menghidangkan ﴾ بِفَٰكِهَةٖ كَثِيرَةٖ وَشَرَابٖ ﴿ "buah-buahan yang banyak dan minuman di surga itu," dari segala yang di-inginkan oleh nafsu mereka dan yang lezat dipandang mata mereka. Ini menunjukkan pada kesempurnaan nikmat, kesempurnaan ke-senangan dan ketenangan, serta kesempurnaan kelezatan.
(52) ﴾ وَعِندَهُمۡ ﴿ "Dan pada sisi mereka" ada istri-istri mereka dari bidadari-bidadari ﴾ قَٰصِرَٰتُ ﴿ "yang tidak liar," pandangannya hanya tertuju kepada suami-suaminya saja, dan pandangan mata suami-suaminya pun tertuju kepada mereka karena kecantikan mereka semua dan karena kecintaan masing-masing kepada pasangannya dan tidak ada hasrat kepada yang lain, dan sang suami tidak meng-hendaki wanita lain sebagai ganti dari istrinya ﴾ أَتۡرَابٌ ﴿ "dan sebaya umurnya," maksudnya, usianya sama, yaitu usia remaja matang, usia terindah dan paling nikmat.
(53) ﴾ هَٰذَا مَا تُوعَدُونَ ﴿ "Inilah apa yang dijanjikan kepadamu" wahai orang-orang yang bertakwa, ﴾ لِيَوۡمِ ٱلۡحِسَابِ ﴿ "pada hari berhisab" sebagai balasan atas amal-amal shalih kalian.
(54) ﴾ إِنَّ هَٰذَا لَرِزۡقُنَا ﴿ "Sesungguhnya ini adalah benar-benar rizki dari Kami" yang Kami anugerahkan kepada para penghuni negeri kenikmatan, ﴾ مَا لَهُۥ مِن نَّفَادٍ ﴿ "yang tiada habis-habisnya," yakni, tidak pernah putus, melainkan ia selalu ada dan tersedia sepanjang waktu, dan selalu bertambah setiap saat. Dan hal seperti ini sama sekali tidak sulit bagi Rabb yang Mahamulia, Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Mahabaik lagi Pemberi karunia, Mahaluas lagi Mahakaya, Maha Terpuji lagi Mahalembut, Maha Pengasih Maha-raja yang Merajai, Mahatinggi lagi Mahaindah lagi Maha Pemberi, Pemilik karunia yang luar biasa, kemurahan yang berlimpah ruah, yang nikmat-nikmatNya tidak terhitung dan tidak bisa diketahui sebagian kebaikanNya (apalagi keseluruhannya. Pent).
Sad 38:55
"Beginilah. Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang dur-haka benar-benar tempat kembali yang buruk, Neraka Jahanam, yang mereka masuk ke dalamnya; maka amat buruklah itu sebagai tempat tinggal. Inilah, biarlah mereka merasakannya, air yang sangat panas dan air yang sangat dingin. Dan azab yang lain yang serupa itu berbagai macam. Ini adalah suatu rombongan yang masuk berdesak-desakan bersama kamu. Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka. Mereka menjawab, 'Sebenarnya kamulah yang tiada ucapan selamat datang bagimu, karena kamulah yang mendatangkan azab ini bagi kami, maka amat buruklah ia sebagai tempat menetap.' Mereka berkata lagi, 'Ya Rabb kami, barangsiapa yang menjeru-muskan kami ke dalam azab ini, maka tambahkanlah azab kepa-danya dengan berlipat ganda di dalam neraka.' Dan mereka ber-kata, 'Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu kami angkat sebagai orang-orang yang jahat. Apakah kami dahulu menjadikan mereka olok-olokan, ataukah karena mata kami tidak melihat mereka?' Sesungguhnya yang demikian itu pasti terjadi, yaitu pertengkaran penghuni neraka." (Shad: 55-64).
(55) ﴾ هَٰذَاۚ ﴿ "Beginilah" balasan bagi orang-orang yang ber-takwa seperti yang telah Kami ungkapkan. ﴾ وَإِنَّ لِلطَّٰغِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang durhaka," yakni, bagi orang-orang yang melampaui batas dalam kekafiran dan berbagai kemaksiatan ﴾ لَشَرَّ مَـَٔابٖ ﴿ "benar-benar tempat kembali yang buruk," maksudnya, tempat kembali dan tempat tinggal yang paling buruk.
(56) Kemudian Allah merincikannya seraya berfirman, ﴾ جَهَنَّمَ ﴿ yaitu "Neraka Jahanam" yang di dalamnya sudah terhimpun berbagai azab, panasnya makin dahsyat dan memuncak, ﴾ يَصۡلَوۡنَهَا ﴿ "yang mereka masuk ke dalamnya," artinya, mereka disiksa di dalam-nya dengan siksa yang meliputi mereka dari segala arah; dari atas mereka diselimuti oleh gumpalan api dan dari bawah mereka pun gumpalan api pula, ﴾ فَبِئۡسَ ٱلۡمِهَادُ ﴿ "maka amat buruklah itu sebagai tempat tinggal," yang telah disediakan untuk mereka sebagai tempat tinggal dan tempat menetap.
(57) ﴾ هَٰذَا ﴿ "Inilah" tempat tinggal tersebut; inilah siksaan yang sangat dahsyat dan kehinaan, dipermalukan dan hukuman, ﴾ فَلۡيَذُوقُوهُ حَمِيمٞ ﴿ "biarlah mereka merasakannya, air yang sangat panas," air panas yang sudah memuncak panasnya, mereka meminumnya lalu terputus-putuslah isi perut mereka, ﴾ وَغَسَّاقٞ ﴿ "dan air yang sangat dingin," ia merupakan minuman yang sangat tidak disukai yang terbuat dari nanah busuk dan darah, pahit rasanya dan sangat busuk baunya.
(58) ﴾ وَءَاخَرُ مِن شَكۡلِهِۦٓ ﴿ "Dan yang lain yang serupa itu," maksud-nya, yang sejenis dengan azab tersebut ﴾ أَزۡوَٰجٌ ﴿ "berbagai macam," artinya, ada berbagai bentuk azab-azab lainnya yang dengannya mereka disiksa dan dihinakan.
(59-60) Di saat mereka memasuki neraka, maka sebagian di antara mereka mencela sebagian yang lain, yang satu berkata kepada yang lainnya, ﴾ هَٰذَا فَوۡجٞ مُّقۡتَحِمٞ مَّعَكُمۡ ﴿ "Ini adalah suatu rombongan yang masuk berdesak-desakan bersama kamu" untuk memasuki neraka. ﴾ لَا مَرۡحَبَۢا بِهِمۡۚ إِنَّهُمۡ صَالُواْ ٱلنَّارِ ﴿ "Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka. " ﴾ قَالُواْ ﴿ "Mereka men-jawab," maksudnya, rombongan yang datang yang saling berdesak-desakan tersebut, ﴾ بَلۡ أَنتُمۡ لَا مَرۡحَبَۢا بِكُمۡۖ أَنتُمۡ قَدَّمۡتُمُوهُ ﴿ "Sebenarnya kamulah yang tiada ucapan selamat datang bagimu, karena kamulah yang mendatang-kannya," yakni azab ini ﴾ لَنَاۖ ﴿ "bagi kami" dengan seruan kalian kepada kami, bujukan dan penyesatan kalian terhadap kami, serta kalianlah yang menjadi sebabnya, ﴾ فَبِئۡسَ ٱلۡقَرَارُ ﴿ "maka amat buruklah ia sebagai tempat menetap." Tempat tinggal mereka semua adalah tempat tinggal yang sangat buruk dan jahat.
(61) Kemudian mereka mendoakan keburukan terhadap orang-orang yang telah menyesatkan mereka, ﴾ قَالُواْ رَبَّنَا مَن قَدَّمَ لَنَا هَٰذَا فَزِدۡهُ عَذَابٗا ضِعۡفٗا فِي ٱلنَّارِ ﴿ "Mereka berkata lagi, 'Ya Rabb kami; barangsiapa yang mendatangkan azab ini bagi kami, maka tambahkanlah azab kepadanya dengan berlipat ganda di dalam neraka'." Dan dikatakan di dalam ayat yang lain sebagai berikut, ﴾ قَالَ لِكُلّٖ ضِعۡفٞ وَلَٰكِن لَّا تَعۡلَمُونَ 38 ﴿ "Allah berfirman, 'Masing-masing mendapat (siksaan), yang ber-lipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui'." (al-A'raf: 38).
(62) ﴾ وَقَالُواْ ﴿ "Dan mereka berkata" sedangkan mereka di dalam neraka, ﴾ مَا لَنَا لَا نَرَىٰ رِجَالٗا كُنَّا نَعُدُّهُم مِّنَ ٱلۡأَشۡرَارِ ﴿ "Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu kami angkat sebagai orang-orang yang jahat," yakni, yang kami dahulu menganggap mereka termasuk orang-orang jahat yang berhak mendapat siksa api neraka, padahal me-reka adalah orang-orang Mukmin. Para penghuni neraka mencari-cari mereka. Semoga Allah menjelekkan para penghuni neraka itu. Apakah mereka bisa melihat (menjumpai) kaum beriman di dalam neraka?
(63) ﴾ أَتَّخَذۡنَٰهُمۡ سِخۡرِيًّا أَمۡ زَاغَتۡ عَنۡهُمُ ٱلۡأَبۡصَٰرُ ﴿ "Apakah kami dahulu menjadi-kan mereka olok-olokan, ataukah karena mata kami tidak melihat mereka?" Maksudnya, kami tidak melihat mereka adalah karena dua kemung-kinan: Pertama, kami keliru dalam menggolongkan mereka termasuk orang-orang jahat, dan ternyata mereka adalah orang-orang yang baik, sedangkan ucapan-ucapan kami tidak lain hanyalah sebagai perolok-olokan dan penghinaan terhadap mereka. Inilah realitanya, sebagaimana difirmankan oleh Allah سبحانه وتعالى kepada para penghuni neraka, ﴾ إِنَّهُۥ كَانَ فَرِيقٞ مِّنۡ عِبَادِي يَقُولُونَ رَبَّنَآ ءَامَنَّا فَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَا وَأَنتَ خَيۡرُ ٱلرَّٰحِمِينَ 109 فَٱتَّخَذۡتُمُوهُمۡ سِخۡرِيًّا حَتَّىٰٓ أَنسَوۡكُمۡ ذِكۡرِي وَكُنتُم مِّنۡهُمۡ تَضۡحَكُونَ 110 ﴿ "Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hambaKu berdoa (di dunia), 'Ya Rabb kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik.' Lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat Aku, dan kamu selalu menertawakan mereka." (Al-Mu'minun: 109-110). Kedua, kemungkinan pandangan mata kami luput dari me-lihat mereka karena sama-sama di dalam azab. Jadi, mereka sama-sama disiksa bersama kami akan tetapi pandangan mata kami luput dari mereka. Kemungkinan inilah yang terbesit di dalam hati mereka. Itu berarti keyakinan-keyakinan yang mereka yakini di dunia dan banyaknya apa yang mereka voniskan terhadap orang-orang beriman bahwa mereka pasti masuk neraka benar-benar telah mengakar di dalam hati mereka dan telah menjadi tabiatnya. Mereka masuk neraka sedangkan mereka seperti itu keadaannya, lalu di sanalah mereka mengatakan apa yang mereka katakan itu. Bisa jadi perkataan mereka ini adalah pengelabuan, sebagai-mana mereka telah sering melakukan pengelabuan di dunia, hingga bahkan sampai di neraka. Maka dari itu para penghuni tempat-tempat tinggi di surga berkata kepada para penghuni neraka, ﴾ أَهَٰٓؤُلَآءِ ٱلَّذِينَ أَقۡسَمۡتُمۡ لَا يَنَالُهُمُ ٱللَّهُ بِرَحۡمَةٍۚ ٱدۡخُلُواْ ٱلۡجَنَّةَ لَا خَوۡفٌ عَلَيۡكُمۡ وَلَآ أَنتُمۡ تَحۡزَنُونَ 49 ﴿ "Itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?" (Kepada orang Mukmin itu dikata-kan, 'Masuklah ke dalam surga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati'." (Al-A'raf: 49).
(64) Allah سبحانه وتعالى berfirman menegaskan apa yang diinformasi-kanNya, dan Dia adalah Yang Mahabenar PerkataanNya, ﴾ إِنَّ ذَٰلِكَ ﴿ "Sesungguhnya yang demikian itu" yang Aku uraikan kepada kalian itu, ﴾ لَحَقّٞ ﴿ "pasti terjadi," tidak ada keraguan padanya, ﴾ تَخَاصُمُ أَهۡلِ ٱلنَّارِ ﴿ "yaitu pertengkaran para penghuni neraka."
Sad 38:56
"Beginilah. Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang dur-haka benar-benar tempat kembali yang buruk, Neraka Jahanam, yang mereka masuk ke dalamnya; maka amat buruklah itu sebagai tempat tinggal. Inilah, biarlah mereka merasakannya, air yang sangat panas dan air yang sangat dingin. Dan azab yang lain yang serupa itu berbagai macam. Ini adalah suatu rombongan yang masuk berdesak-desakan bersama kamu. Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka. Mereka menjawab, 'Sebenarnya kamulah yang tiada ucapan selamat datang bagimu, karena kamulah yang mendatangkan azab ini bagi kami, maka amat buruklah ia sebagai tempat menetap.' Mereka berkata lagi, 'Ya Rabb kami, barangsiapa yang menjeru-muskan kami ke dalam azab ini, maka tambahkanlah azab kepa-danya dengan berlipat ganda di dalam neraka.' Dan mereka ber-kata, 'Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu kami angkat sebagai orang-orang yang jahat. Apakah kami dahulu menjadikan mereka olok-olokan, ataukah karena mata kami tidak melihat mereka?' Sesungguhnya yang demikian itu pasti terjadi, yaitu pertengkaran penghuni neraka." (Shad: 55-64).
(55) ﴾ هَٰذَاۚ ﴿ "Beginilah" balasan bagi orang-orang yang ber-takwa seperti yang telah Kami ungkapkan. ﴾ وَإِنَّ لِلطَّٰغِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang durhaka," yakni, bagi orang-orang yang melampaui batas dalam kekafiran dan berbagai kemaksiatan ﴾ لَشَرَّ مَـَٔابٖ ﴿ "benar-benar tempat kembali yang buruk," maksudnya, tempat kembali dan tempat tinggal yang paling buruk.
(56) Kemudian Allah merincikannya seraya berfirman, ﴾ جَهَنَّمَ ﴿ yaitu "Neraka Jahanam" yang di dalamnya sudah terhimpun berbagai azab, panasnya makin dahsyat dan memuncak, ﴾ يَصۡلَوۡنَهَا ﴿ "yang mereka masuk ke dalamnya," artinya, mereka disiksa di dalam-nya dengan siksa yang meliputi mereka dari segala arah; dari atas mereka diselimuti oleh gumpalan api dan dari bawah mereka pun gumpalan api pula, ﴾ فَبِئۡسَ ٱلۡمِهَادُ ﴿ "maka amat buruklah itu sebagai tempat tinggal," yang telah disediakan untuk mereka sebagai tempat tinggal dan tempat menetap.
(57) ﴾ هَٰذَا ﴿ "Inilah" tempat tinggal tersebut; inilah siksaan yang sangat dahsyat dan kehinaan, dipermalukan dan hukuman, ﴾ فَلۡيَذُوقُوهُ حَمِيمٞ ﴿ "biarlah mereka merasakannya, air yang sangat panas," air panas yang sudah memuncak panasnya, mereka meminumnya lalu terputus-putuslah isi perut mereka, ﴾ وَغَسَّاقٞ ﴿ "dan air yang sangat dingin," ia merupakan minuman yang sangat tidak disukai yang terbuat dari nanah busuk dan darah, pahit rasanya dan sangat busuk baunya.
(58) ﴾ وَءَاخَرُ مِن شَكۡلِهِۦٓ ﴿ "Dan yang lain yang serupa itu," maksud-nya, yang sejenis dengan azab tersebut ﴾ أَزۡوَٰجٌ ﴿ "berbagai macam," artinya, ada berbagai bentuk azab-azab lainnya yang dengannya mereka disiksa dan dihinakan.
(59-60) Di saat mereka memasuki neraka, maka sebagian di antara mereka mencela sebagian yang lain, yang satu berkata kepada yang lainnya, ﴾ هَٰذَا فَوۡجٞ مُّقۡتَحِمٞ مَّعَكُمۡ ﴿ "Ini adalah suatu rombongan yang masuk berdesak-desakan bersama kamu" untuk memasuki neraka. ﴾ لَا مَرۡحَبَۢا بِهِمۡۚ إِنَّهُمۡ صَالُواْ ٱلنَّارِ ﴿ "Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka. " ﴾ قَالُواْ ﴿ "Mereka men-jawab," maksudnya, rombongan yang datang yang saling berdesak-desakan tersebut, ﴾ بَلۡ أَنتُمۡ لَا مَرۡحَبَۢا بِكُمۡۖ أَنتُمۡ قَدَّمۡتُمُوهُ ﴿ "Sebenarnya kamulah yang tiada ucapan selamat datang bagimu, karena kamulah yang mendatang-kannya," yakni azab ini ﴾ لَنَاۖ ﴿ "bagi kami" dengan seruan kalian kepada kami, bujukan dan penyesatan kalian terhadap kami, serta kalianlah yang menjadi sebabnya, ﴾ فَبِئۡسَ ٱلۡقَرَارُ ﴿ "maka amat buruklah ia sebagai tempat menetap." Tempat tinggal mereka semua adalah tempat tinggal yang sangat buruk dan jahat.
(61) Kemudian mereka mendoakan keburukan terhadap orang-orang yang telah menyesatkan mereka, ﴾ قَالُواْ رَبَّنَا مَن قَدَّمَ لَنَا هَٰذَا فَزِدۡهُ عَذَابٗا ضِعۡفٗا فِي ٱلنَّارِ ﴿ "Mereka berkata lagi, 'Ya Rabb kami; barangsiapa yang mendatangkan azab ini bagi kami, maka tambahkanlah azab kepadanya dengan berlipat ganda di dalam neraka'." Dan dikatakan di dalam ayat yang lain sebagai berikut, ﴾ قَالَ لِكُلّٖ ضِعۡفٞ وَلَٰكِن لَّا تَعۡلَمُونَ 38 ﴿ "Allah berfirman, 'Masing-masing mendapat (siksaan), yang ber-lipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui'." (al-A'raf: 38).
(62) ﴾ وَقَالُواْ ﴿ "Dan mereka berkata" sedangkan mereka di dalam neraka, ﴾ مَا لَنَا لَا نَرَىٰ رِجَالٗا كُنَّا نَعُدُّهُم مِّنَ ٱلۡأَشۡرَارِ ﴿ "Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu kami angkat sebagai orang-orang yang jahat," yakni, yang kami dahulu menganggap mereka termasuk orang-orang jahat yang berhak mendapat siksa api neraka, padahal me-reka adalah orang-orang Mukmin. Para penghuni neraka mencari-cari mereka. Semoga Allah menjelekkan para penghuni neraka itu. Apakah mereka bisa melihat (menjumpai) kaum beriman di dalam neraka?
(63) ﴾ أَتَّخَذۡنَٰهُمۡ سِخۡرِيًّا أَمۡ زَاغَتۡ عَنۡهُمُ ٱلۡأَبۡصَٰرُ ﴿ "Apakah kami dahulu menjadi-kan mereka olok-olokan, ataukah karena mata kami tidak melihat mereka?" Maksudnya, kami tidak melihat mereka adalah karena dua kemung-kinan: Pertama, kami keliru dalam menggolongkan mereka termasuk orang-orang jahat, dan ternyata mereka adalah orang-orang yang baik, sedangkan ucapan-ucapan kami tidak lain hanyalah sebagai perolok-olokan dan penghinaan terhadap mereka. Inilah realitanya, sebagaimana difirmankan oleh Allah سبحانه وتعالى kepada para penghuni neraka, ﴾ إِنَّهُۥ كَانَ فَرِيقٞ مِّنۡ عِبَادِي يَقُولُونَ رَبَّنَآ ءَامَنَّا فَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَا وَأَنتَ خَيۡرُ ٱلرَّٰحِمِينَ 109 فَٱتَّخَذۡتُمُوهُمۡ سِخۡرِيًّا حَتَّىٰٓ أَنسَوۡكُمۡ ذِكۡرِي وَكُنتُم مِّنۡهُمۡ تَضۡحَكُونَ 110 ﴿ "Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hambaKu berdoa (di dunia), 'Ya Rabb kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik.' Lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat Aku, dan kamu selalu menertawakan mereka." (Al-Mu'minun: 109-110). Kedua, kemungkinan pandangan mata kami luput dari me-lihat mereka karena sama-sama di dalam azab. Jadi, mereka sama-sama disiksa bersama kami akan tetapi pandangan mata kami luput dari mereka. Kemungkinan inilah yang terbesit di dalam hati mereka. Itu berarti keyakinan-keyakinan yang mereka yakini di dunia dan banyaknya apa yang mereka voniskan terhadap orang-orang beriman bahwa mereka pasti masuk neraka benar-benar telah mengakar di dalam hati mereka dan telah menjadi tabiatnya. Mereka masuk neraka sedangkan mereka seperti itu keadaannya, lalu di sanalah mereka mengatakan apa yang mereka katakan itu. Bisa jadi perkataan mereka ini adalah pengelabuan, sebagai-mana mereka telah sering melakukan pengelabuan di dunia, hingga bahkan sampai di neraka. Maka dari itu para penghuni tempat-tempat tinggi di surga berkata kepada para penghuni neraka, ﴾ أَهَٰٓؤُلَآءِ ٱلَّذِينَ أَقۡسَمۡتُمۡ لَا يَنَالُهُمُ ٱللَّهُ بِرَحۡمَةٍۚ ٱدۡخُلُواْ ٱلۡجَنَّةَ لَا خَوۡفٌ عَلَيۡكُمۡ وَلَآ أَنتُمۡ تَحۡزَنُونَ 49 ﴿ "Itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?" (Kepada orang Mukmin itu dikata-kan, 'Masuklah ke dalam surga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati'." (Al-A'raf: 49).
(64) Allah سبحانه وتعالى berfirman menegaskan apa yang diinformasi-kanNya, dan Dia adalah Yang Mahabenar PerkataanNya, ﴾ إِنَّ ذَٰلِكَ ﴿ "Sesungguhnya yang demikian itu" yang Aku uraikan kepada kalian itu, ﴾ لَحَقّٞ ﴿ "pasti terjadi," tidak ada keraguan padanya, ﴾ تَخَاصُمُ أَهۡلِ ٱلنَّارِ ﴿ "yaitu pertengkaran para penghuni neraka."
Sad 38:57
"Beginilah. Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang dur-haka benar-benar tempat kembali yang buruk, Neraka Jahanam, yang mereka masuk ke dalamnya; maka amat buruklah itu sebagai tempat tinggal. Inilah, biarlah mereka merasakannya, air yang sangat panas dan air yang sangat dingin. Dan azab yang lain yang serupa itu berbagai macam. Ini adalah suatu rombongan yang masuk berdesak-desakan bersama kamu. Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka. Mereka menjawab, 'Sebenarnya kamulah yang tiada ucapan selamat datang bagimu, karena kamulah yang mendatangkan azab ini bagi kami, maka amat buruklah ia sebagai tempat menetap.' Mereka berkata lagi, 'Ya Rabb kami, barangsiapa yang menjeru-muskan kami ke dalam azab ini, maka tambahkanlah azab kepa-danya dengan berlipat ganda di dalam neraka.' Dan mereka ber-kata, 'Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu kami angkat sebagai orang-orang yang jahat. Apakah kami dahulu menjadikan mereka olok-olokan, ataukah karena mata kami tidak melihat mereka?' Sesungguhnya yang demikian itu pasti terjadi, yaitu pertengkaran penghuni neraka." (Shad: 55-64).
(55) ﴾ هَٰذَاۚ ﴿ "Beginilah" balasan bagi orang-orang yang ber-takwa seperti yang telah Kami ungkapkan. ﴾ وَإِنَّ لِلطَّٰغِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang durhaka," yakni, bagi orang-orang yang melampaui batas dalam kekafiran dan berbagai kemaksiatan ﴾ لَشَرَّ مَـَٔابٖ ﴿ "benar-benar tempat kembali yang buruk," maksudnya, tempat kembali dan tempat tinggal yang paling buruk.
(56) Kemudian Allah merincikannya seraya berfirman, ﴾ جَهَنَّمَ ﴿ yaitu "Neraka Jahanam" yang di dalamnya sudah terhimpun berbagai azab, panasnya makin dahsyat dan memuncak, ﴾ يَصۡلَوۡنَهَا ﴿ "yang mereka masuk ke dalamnya," artinya, mereka disiksa di dalam-nya dengan siksa yang meliputi mereka dari segala arah; dari atas mereka diselimuti oleh gumpalan api dan dari bawah mereka pun gumpalan api pula, ﴾ فَبِئۡسَ ٱلۡمِهَادُ ﴿ "maka amat buruklah itu sebagai tempat tinggal," yang telah disediakan untuk mereka sebagai tempat tinggal dan tempat menetap.
(57) ﴾ هَٰذَا ﴿ "Inilah" tempat tinggal tersebut; inilah siksaan yang sangat dahsyat dan kehinaan, dipermalukan dan hukuman, ﴾ فَلۡيَذُوقُوهُ حَمِيمٞ ﴿ "biarlah mereka merasakannya, air yang sangat panas," air panas yang sudah memuncak panasnya, mereka meminumnya lalu terputus-putuslah isi perut mereka, ﴾ وَغَسَّاقٞ ﴿ "dan air yang sangat dingin," ia merupakan minuman yang sangat tidak disukai yang terbuat dari nanah busuk dan darah, pahit rasanya dan sangat busuk baunya.
(58) ﴾ وَءَاخَرُ مِن شَكۡلِهِۦٓ ﴿ "Dan yang lain yang serupa itu," maksud-nya, yang sejenis dengan azab tersebut ﴾ أَزۡوَٰجٌ ﴿ "berbagai macam," artinya, ada berbagai bentuk azab-azab lainnya yang dengannya mereka disiksa dan dihinakan.
(59-60) Di saat mereka memasuki neraka, maka sebagian di antara mereka mencela sebagian yang lain, yang satu berkata kepada yang lainnya, ﴾ هَٰذَا فَوۡجٞ مُّقۡتَحِمٞ مَّعَكُمۡ ﴿ "Ini adalah suatu rombongan yang masuk berdesak-desakan bersama kamu" untuk memasuki neraka. ﴾ لَا مَرۡحَبَۢا بِهِمۡۚ إِنَّهُمۡ صَالُواْ ٱلنَّارِ ﴿ "Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka. " ﴾ قَالُواْ ﴿ "Mereka men-jawab," maksudnya, rombongan yang datang yang saling berdesak-desakan tersebut, ﴾ بَلۡ أَنتُمۡ لَا مَرۡحَبَۢا بِكُمۡۖ أَنتُمۡ قَدَّمۡتُمُوهُ ﴿ "Sebenarnya kamulah yang tiada ucapan selamat datang bagimu, karena kamulah yang mendatang-kannya," yakni azab ini ﴾ لَنَاۖ ﴿ "bagi kami" dengan seruan kalian kepada kami, bujukan dan penyesatan kalian terhadap kami, serta kalianlah yang menjadi sebabnya, ﴾ فَبِئۡسَ ٱلۡقَرَارُ ﴿ "maka amat buruklah ia sebagai tempat menetap." Tempat tinggal mereka semua adalah tempat tinggal yang sangat buruk dan jahat.
(61) Kemudian mereka mendoakan keburukan terhadap orang-orang yang telah menyesatkan mereka, ﴾ قَالُواْ رَبَّنَا مَن قَدَّمَ لَنَا هَٰذَا فَزِدۡهُ عَذَابٗا ضِعۡفٗا فِي ٱلنَّارِ ﴿ "Mereka berkata lagi, 'Ya Rabb kami; barangsiapa yang mendatangkan azab ini bagi kami, maka tambahkanlah azab kepadanya dengan berlipat ganda di dalam neraka'." Dan dikatakan di dalam ayat yang lain sebagai berikut, ﴾ قَالَ لِكُلّٖ ضِعۡفٞ وَلَٰكِن لَّا تَعۡلَمُونَ 38 ﴿ "Allah berfirman, 'Masing-masing mendapat (siksaan), yang ber-lipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui'." (al-A'raf: 38).
(62) ﴾ وَقَالُواْ ﴿ "Dan mereka berkata" sedangkan mereka di dalam neraka, ﴾ مَا لَنَا لَا نَرَىٰ رِجَالٗا كُنَّا نَعُدُّهُم مِّنَ ٱلۡأَشۡرَارِ ﴿ "Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu kami angkat sebagai orang-orang yang jahat," yakni, yang kami dahulu menganggap mereka termasuk orang-orang jahat yang berhak mendapat siksa api neraka, padahal me-reka adalah orang-orang Mukmin. Para penghuni neraka mencari-cari mereka. Semoga Allah menjelekkan para penghuni neraka itu. Apakah mereka bisa melihat (menjumpai) kaum beriman di dalam neraka?
(63) ﴾ أَتَّخَذۡنَٰهُمۡ سِخۡرِيًّا أَمۡ زَاغَتۡ عَنۡهُمُ ٱلۡأَبۡصَٰرُ ﴿ "Apakah kami dahulu menjadi-kan mereka olok-olokan, ataukah karena mata kami tidak melihat mereka?" Maksudnya, kami tidak melihat mereka adalah karena dua kemung-kinan: Pertama, kami keliru dalam menggolongkan mereka termasuk orang-orang jahat, dan ternyata mereka adalah orang-orang yang baik, sedangkan ucapan-ucapan kami tidak lain hanyalah sebagai perolok-olokan dan penghinaan terhadap mereka. Inilah realitanya, sebagaimana difirmankan oleh Allah سبحانه وتعالى kepada para penghuni neraka, ﴾ إِنَّهُۥ كَانَ فَرِيقٞ مِّنۡ عِبَادِي يَقُولُونَ رَبَّنَآ ءَامَنَّا فَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَا وَأَنتَ خَيۡرُ ٱلرَّٰحِمِينَ 109 فَٱتَّخَذۡتُمُوهُمۡ سِخۡرِيًّا حَتَّىٰٓ أَنسَوۡكُمۡ ذِكۡرِي وَكُنتُم مِّنۡهُمۡ تَضۡحَكُونَ 110 ﴿ "Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hambaKu berdoa (di dunia), 'Ya Rabb kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik.' Lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat Aku, dan kamu selalu menertawakan mereka." (Al-Mu'minun: 109-110). Kedua, kemungkinan pandangan mata kami luput dari me-lihat mereka karena sama-sama di dalam azab. Jadi, mereka sama-sama disiksa bersama kami akan tetapi pandangan mata kami luput dari mereka. Kemungkinan inilah yang terbesit di dalam hati mereka. Itu berarti keyakinan-keyakinan yang mereka yakini di dunia dan banyaknya apa yang mereka voniskan terhadap orang-orang beriman bahwa mereka pasti masuk neraka benar-benar telah mengakar di dalam hati mereka dan telah menjadi tabiatnya. Mereka masuk neraka sedangkan mereka seperti itu keadaannya, lalu di sanalah mereka mengatakan apa yang mereka katakan itu. Bisa jadi perkataan mereka ini adalah pengelabuan, sebagai-mana mereka telah sering melakukan pengelabuan di dunia, hingga bahkan sampai di neraka. Maka dari itu para penghuni tempat-tempat tinggi di surga berkata kepada para penghuni neraka, ﴾ أَهَٰٓؤُلَآءِ ٱلَّذِينَ أَقۡسَمۡتُمۡ لَا يَنَالُهُمُ ٱللَّهُ بِرَحۡمَةٍۚ ٱدۡخُلُواْ ٱلۡجَنَّةَ لَا خَوۡفٌ عَلَيۡكُمۡ وَلَآ أَنتُمۡ تَحۡزَنُونَ 49 ﴿ "Itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?" (Kepada orang Mukmin itu dikata-kan, 'Masuklah ke dalam surga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati'." (Al-A'raf: 49).
(64) Allah سبحانه وتعالى berfirman menegaskan apa yang diinformasi-kanNya, dan Dia adalah Yang Mahabenar PerkataanNya, ﴾ إِنَّ ذَٰلِكَ ﴿ "Sesungguhnya yang demikian itu" yang Aku uraikan kepada kalian itu, ﴾ لَحَقّٞ ﴿ "pasti terjadi," tidak ada keraguan padanya, ﴾ تَخَاصُمُ أَهۡلِ ٱلنَّارِ ﴿ "yaitu pertengkaran para penghuni neraka."
Sad 38:58
"Beginilah. Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang dur-haka benar-benar tempat kembali yang buruk, Neraka Jahanam, yang mereka masuk ke dalamnya; maka amat buruklah itu sebagai tempat tinggal. Inilah, biarlah mereka merasakannya, air yang sangat panas dan air yang sangat dingin. Dan azab yang lain yang serupa itu berbagai macam. Ini adalah suatu rombongan yang masuk berdesak-desakan bersama kamu. Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka. Mereka menjawab, 'Sebenarnya kamulah yang tiada ucapan selamat datang bagimu, karena kamulah yang mendatangkan azab ini bagi kami, maka amat buruklah ia sebagai tempat menetap.' Mereka berkata lagi, 'Ya Rabb kami, barangsiapa yang menjeru-muskan kami ke dalam azab ini, maka tambahkanlah azab kepa-danya dengan berlipat ganda di dalam neraka.' Dan mereka ber-kata, 'Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu kami angkat sebagai orang-orang yang jahat. Apakah kami dahulu menjadikan mereka olok-olokan, ataukah karena mata kami tidak melihat mereka?' Sesungguhnya yang demikian itu pasti terjadi, yaitu pertengkaran penghuni neraka." (Shad: 55-64).
(55) ﴾ هَٰذَاۚ ﴿ "Beginilah" balasan bagi orang-orang yang ber-takwa seperti yang telah Kami ungkapkan. ﴾ وَإِنَّ لِلطَّٰغِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang durhaka," yakni, bagi orang-orang yang melampaui batas dalam kekafiran dan berbagai kemaksiatan ﴾ لَشَرَّ مَـَٔابٖ ﴿ "benar-benar tempat kembali yang buruk," maksudnya, tempat kembali dan tempat tinggal yang paling buruk.
(56) Kemudian Allah merincikannya seraya berfirman, ﴾ جَهَنَّمَ ﴿ yaitu "Neraka Jahanam" yang di dalamnya sudah terhimpun berbagai azab, panasnya makin dahsyat dan memuncak, ﴾ يَصۡلَوۡنَهَا ﴿ "yang mereka masuk ke dalamnya," artinya, mereka disiksa di dalam-nya dengan siksa yang meliputi mereka dari segala arah; dari atas mereka diselimuti oleh gumpalan api dan dari bawah mereka pun gumpalan api pula, ﴾ فَبِئۡسَ ٱلۡمِهَادُ ﴿ "maka amat buruklah itu sebagai tempat tinggal," yang telah disediakan untuk mereka sebagai tempat tinggal dan tempat menetap.
(57) ﴾ هَٰذَا ﴿ "Inilah" tempat tinggal tersebut; inilah siksaan yang sangat dahsyat dan kehinaan, dipermalukan dan hukuman, ﴾ فَلۡيَذُوقُوهُ حَمِيمٞ ﴿ "biarlah mereka merasakannya, air yang sangat panas," air panas yang sudah memuncak panasnya, mereka meminumnya lalu terputus-putuslah isi perut mereka, ﴾ وَغَسَّاقٞ ﴿ "dan air yang sangat dingin," ia merupakan minuman yang sangat tidak disukai yang terbuat dari nanah busuk dan darah, pahit rasanya dan sangat busuk baunya.
(58) ﴾ وَءَاخَرُ مِن شَكۡلِهِۦٓ ﴿ "Dan yang lain yang serupa itu," maksud-nya, yang sejenis dengan azab tersebut ﴾ أَزۡوَٰجٌ ﴿ "berbagai macam," artinya, ada berbagai bentuk azab-azab lainnya yang dengannya mereka disiksa dan dihinakan.
(59-60) Di saat mereka memasuki neraka, maka sebagian di antara mereka mencela sebagian yang lain, yang satu berkata kepada yang lainnya, ﴾ هَٰذَا فَوۡجٞ مُّقۡتَحِمٞ مَّعَكُمۡ ﴿ "Ini adalah suatu rombongan yang masuk berdesak-desakan bersama kamu" untuk memasuki neraka. ﴾ لَا مَرۡحَبَۢا بِهِمۡۚ إِنَّهُمۡ صَالُواْ ٱلنَّارِ ﴿ "Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka. " ﴾ قَالُواْ ﴿ "Mereka men-jawab," maksudnya, rombongan yang datang yang saling berdesak-desakan tersebut, ﴾ بَلۡ أَنتُمۡ لَا مَرۡحَبَۢا بِكُمۡۖ أَنتُمۡ قَدَّمۡتُمُوهُ ﴿ "Sebenarnya kamulah yang tiada ucapan selamat datang bagimu, karena kamulah yang mendatang-kannya," yakni azab ini ﴾ لَنَاۖ ﴿ "bagi kami" dengan seruan kalian kepada kami, bujukan dan penyesatan kalian terhadap kami, serta kalianlah yang menjadi sebabnya, ﴾ فَبِئۡسَ ٱلۡقَرَارُ ﴿ "maka amat buruklah ia sebagai tempat menetap." Tempat tinggal mereka semua adalah tempat tinggal yang sangat buruk dan jahat.
(61) Kemudian mereka mendoakan keburukan terhadap orang-orang yang telah menyesatkan mereka, ﴾ قَالُواْ رَبَّنَا مَن قَدَّمَ لَنَا هَٰذَا فَزِدۡهُ عَذَابٗا ضِعۡفٗا فِي ٱلنَّارِ ﴿ "Mereka berkata lagi, 'Ya Rabb kami; barangsiapa yang mendatangkan azab ini bagi kami, maka tambahkanlah azab kepadanya dengan berlipat ganda di dalam neraka'." Dan dikatakan di dalam ayat yang lain sebagai berikut, ﴾ قَالَ لِكُلّٖ ضِعۡفٞ وَلَٰكِن لَّا تَعۡلَمُونَ 38 ﴿ "Allah berfirman, 'Masing-masing mendapat (siksaan), yang ber-lipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui'." (al-A'raf: 38).
(62) ﴾ وَقَالُواْ ﴿ "Dan mereka berkata" sedangkan mereka di dalam neraka, ﴾ مَا لَنَا لَا نَرَىٰ رِجَالٗا كُنَّا نَعُدُّهُم مِّنَ ٱلۡأَشۡرَارِ ﴿ "Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu kami angkat sebagai orang-orang yang jahat," yakni, yang kami dahulu menganggap mereka termasuk orang-orang jahat yang berhak mendapat siksa api neraka, padahal me-reka adalah orang-orang Mukmin. Para penghuni neraka mencari-cari mereka. Semoga Allah menjelekkan para penghuni neraka itu. Apakah mereka bisa melihat (menjumpai) kaum beriman di dalam neraka?
(63) ﴾ أَتَّخَذۡنَٰهُمۡ سِخۡرِيًّا أَمۡ زَاغَتۡ عَنۡهُمُ ٱلۡأَبۡصَٰرُ ﴿ "Apakah kami dahulu menjadi-kan mereka olok-olokan, ataukah karena mata kami tidak melihat mereka?" Maksudnya, kami tidak melihat mereka adalah karena dua kemung-kinan: Pertama, kami keliru dalam menggolongkan mereka termasuk orang-orang jahat, dan ternyata mereka adalah orang-orang yang baik, sedangkan ucapan-ucapan kami tidak lain hanyalah sebagai perolok-olokan dan penghinaan terhadap mereka. Inilah realitanya, sebagaimana difirmankan oleh Allah سبحانه وتعالى kepada para penghuni neraka, ﴾ إِنَّهُۥ كَانَ فَرِيقٞ مِّنۡ عِبَادِي يَقُولُونَ رَبَّنَآ ءَامَنَّا فَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَا وَأَنتَ خَيۡرُ ٱلرَّٰحِمِينَ 109 فَٱتَّخَذۡتُمُوهُمۡ سِخۡرِيًّا حَتَّىٰٓ أَنسَوۡكُمۡ ذِكۡرِي وَكُنتُم مِّنۡهُمۡ تَضۡحَكُونَ 110 ﴿ "Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hambaKu berdoa (di dunia), 'Ya Rabb kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik.' Lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat Aku, dan kamu selalu menertawakan mereka." (Al-Mu'minun: 109-110). Kedua, kemungkinan pandangan mata kami luput dari me-lihat mereka karena sama-sama di dalam azab. Jadi, mereka sama-sama disiksa bersama kami akan tetapi pandangan mata kami luput dari mereka. Kemungkinan inilah yang terbesit di dalam hati mereka. Itu berarti keyakinan-keyakinan yang mereka yakini di dunia dan banyaknya apa yang mereka voniskan terhadap orang-orang beriman bahwa mereka pasti masuk neraka benar-benar telah mengakar di dalam hati mereka dan telah menjadi tabiatnya. Mereka masuk neraka sedangkan mereka seperti itu keadaannya, lalu di sanalah mereka mengatakan apa yang mereka katakan itu. Bisa jadi perkataan mereka ini adalah pengelabuan, sebagai-mana mereka telah sering melakukan pengelabuan di dunia, hingga bahkan sampai di neraka. Maka dari itu para penghuni tempat-tempat tinggi di surga berkata kepada para penghuni neraka, ﴾ أَهَٰٓؤُلَآءِ ٱلَّذِينَ أَقۡسَمۡتُمۡ لَا يَنَالُهُمُ ٱللَّهُ بِرَحۡمَةٍۚ ٱدۡخُلُواْ ٱلۡجَنَّةَ لَا خَوۡفٌ عَلَيۡكُمۡ وَلَآ أَنتُمۡ تَحۡزَنُونَ 49 ﴿ "Itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?" (Kepada orang Mukmin itu dikata-kan, 'Masuklah ke dalam surga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati'." (Al-A'raf: 49).
(64) Allah سبحانه وتعالى berfirman menegaskan apa yang diinformasi-kanNya, dan Dia adalah Yang Mahabenar PerkataanNya, ﴾ إِنَّ ذَٰلِكَ ﴿ "Sesungguhnya yang demikian itu" yang Aku uraikan kepada kalian itu, ﴾ لَحَقّٞ ﴿ "pasti terjadi," tidak ada keraguan padanya, ﴾ تَخَاصُمُ أَهۡلِ ٱلنَّارِ ﴿ "yaitu pertengkaran para penghuni neraka."
Sad 38:59
"Beginilah. Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang dur-haka benar-benar tempat kembali yang buruk, Neraka Jahanam, yang mereka masuk ke dalamnya; maka amat buruklah itu sebagai tempat tinggal. Inilah, biarlah mereka merasakannya, air yang sangat panas dan air yang sangat dingin. Dan azab yang lain yang serupa itu berbagai macam. Ini adalah suatu rombongan yang masuk berdesak-desakan bersama kamu. Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka. Mereka menjawab, 'Sebenarnya kamulah yang tiada ucapan selamat datang bagimu, karena kamulah yang mendatangkan azab ini bagi kami, maka amat buruklah ia sebagai tempat menetap.' Mereka berkata lagi, 'Ya Rabb kami, barangsiapa yang menjeru-muskan kami ke dalam azab ini, maka tambahkanlah azab kepa-danya dengan berlipat ganda di dalam neraka.' Dan mereka ber-kata, 'Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu kami angkat sebagai orang-orang yang jahat. Apakah kami dahulu menjadikan mereka olok-olokan, ataukah karena mata kami tidak melihat mereka?' Sesungguhnya yang demikian itu pasti terjadi, yaitu pertengkaran penghuni neraka." (Shad: 55-64).
(55) ﴾ هَٰذَاۚ ﴿ "Beginilah" balasan bagi orang-orang yang ber-takwa seperti yang telah Kami ungkapkan. ﴾ وَإِنَّ لِلطَّٰغِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang durhaka," yakni, bagi orang-orang yang melampaui batas dalam kekafiran dan berbagai kemaksiatan ﴾ لَشَرَّ مَـَٔابٖ ﴿ "benar-benar tempat kembali yang buruk," maksudnya, tempat kembali dan tempat tinggal yang paling buruk.
(56) Kemudian Allah merincikannya seraya berfirman, ﴾ جَهَنَّمَ ﴿ yaitu "Neraka Jahanam" yang di dalamnya sudah terhimpun berbagai azab, panasnya makin dahsyat dan memuncak, ﴾ يَصۡلَوۡنَهَا ﴿ "yang mereka masuk ke dalamnya," artinya, mereka disiksa di dalam-nya dengan siksa yang meliputi mereka dari segala arah; dari atas mereka diselimuti oleh gumpalan api dan dari bawah mereka pun gumpalan api pula, ﴾ فَبِئۡسَ ٱلۡمِهَادُ ﴿ "maka amat buruklah itu sebagai tempat tinggal," yang telah disediakan untuk mereka sebagai tempat tinggal dan tempat menetap.
(57) ﴾ هَٰذَا ﴿ "Inilah" tempat tinggal tersebut; inilah siksaan yang sangat dahsyat dan kehinaan, dipermalukan dan hukuman, ﴾ فَلۡيَذُوقُوهُ حَمِيمٞ ﴿ "biarlah mereka merasakannya, air yang sangat panas," air panas yang sudah memuncak panasnya, mereka meminumnya lalu terputus-putuslah isi perut mereka, ﴾ وَغَسَّاقٞ ﴿ "dan air yang sangat dingin," ia merupakan minuman yang sangat tidak disukai yang terbuat dari nanah busuk dan darah, pahit rasanya dan sangat busuk baunya.
(58) ﴾ وَءَاخَرُ مِن شَكۡلِهِۦٓ ﴿ "Dan yang lain yang serupa itu," maksud-nya, yang sejenis dengan azab tersebut ﴾ أَزۡوَٰجٌ ﴿ "berbagai macam," artinya, ada berbagai bentuk azab-azab lainnya yang dengannya mereka disiksa dan dihinakan.
(59-60) Di saat mereka memasuki neraka, maka sebagian di antara mereka mencela sebagian yang lain, yang satu berkata kepada yang lainnya, ﴾ هَٰذَا فَوۡجٞ مُّقۡتَحِمٞ مَّعَكُمۡ ﴿ "Ini adalah suatu rombongan yang masuk berdesak-desakan bersama kamu" untuk memasuki neraka. ﴾ لَا مَرۡحَبَۢا بِهِمۡۚ إِنَّهُمۡ صَالُواْ ٱلنَّارِ ﴿ "Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka. " ﴾ قَالُواْ ﴿ "Mereka men-jawab," maksudnya, rombongan yang datang yang saling berdesak-desakan tersebut, ﴾ بَلۡ أَنتُمۡ لَا مَرۡحَبَۢا بِكُمۡۖ أَنتُمۡ قَدَّمۡتُمُوهُ ﴿ "Sebenarnya kamulah yang tiada ucapan selamat datang bagimu, karena kamulah yang mendatang-kannya," yakni azab ini ﴾ لَنَاۖ ﴿ "bagi kami" dengan seruan kalian kepada kami, bujukan dan penyesatan kalian terhadap kami, serta kalianlah yang menjadi sebabnya, ﴾ فَبِئۡسَ ٱلۡقَرَارُ ﴿ "maka amat buruklah ia sebagai tempat menetap." Tempat tinggal mereka semua adalah tempat tinggal yang sangat buruk dan jahat.
(61) Kemudian mereka mendoakan keburukan terhadap orang-orang yang telah menyesatkan mereka, ﴾ قَالُواْ رَبَّنَا مَن قَدَّمَ لَنَا هَٰذَا فَزِدۡهُ عَذَابٗا ضِعۡفٗا فِي ٱلنَّارِ ﴿ "Mereka berkata lagi, 'Ya Rabb kami; barangsiapa yang mendatangkan azab ini bagi kami, maka tambahkanlah azab kepadanya dengan berlipat ganda di dalam neraka'." Dan dikatakan di dalam ayat yang lain sebagai berikut, ﴾ قَالَ لِكُلّٖ ضِعۡفٞ وَلَٰكِن لَّا تَعۡلَمُونَ 38 ﴿ "Allah berfirman, 'Masing-masing mendapat (siksaan), yang ber-lipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui'." (al-A'raf: 38).
(62) ﴾ وَقَالُواْ ﴿ "Dan mereka berkata" sedangkan mereka di dalam neraka, ﴾ مَا لَنَا لَا نَرَىٰ رِجَالٗا كُنَّا نَعُدُّهُم مِّنَ ٱلۡأَشۡرَارِ ﴿ "Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu kami angkat sebagai orang-orang yang jahat," yakni, yang kami dahulu menganggap mereka termasuk orang-orang jahat yang berhak mendapat siksa api neraka, padahal me-reka adalah orang-orang Mukmin. Para penghuni neraka mencari-cari mereka. Semoga Allah menjelekkan para penghuni neraka itu. Apakah mereka bisa melihat (menjumpai) kaum beriman di dalam neraka?
(63) ﴾ أَتَّخَذۡنَٰهُمۡ سِخۡرِيًّا أَمۡ زَاغَتۡ عَنۡهُمُ ٱلۡأَبۡصَٰرُ ﴿ "Apakah kami dahulu menjadi-kan mereka olok-olokan, ataukah karena mata kami tidak melihat mereka?" Maksudnya, kami tidak melihat mereka adalah karena dua kemung-kinan: Pertama, kami keliru dalam menggolongkan mereka termasuk orang-orang jahat, dan ternyata mereka adalah orang-orang yang baik, sedangkan ucapan-ucapan kami tidak lain hanyalah sebagai perolok-olokan dan penghinaan terhadap mereka. Inilah realitanya, sebagaimana difirmankan oleh Allah سبحانه وتعالى kepada para penghuni neraka, ﴾ إِنَّهُۥ كَانَ فَرِيقٞ مِّنۡ عِبَادِي يَقُولُونَ رَبَّنَآ ءَامَنَّا فَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَا وَأَنتَ خَيۡرُ ٱلرَّٰحِمِينَ 109 فَٱتَّخَذۡتُمُوهُمۡ سِخۡرِيًّا حَتَّىٰٓ أَنسَوۡكُمۡ ذِكۡرِي وَكُنتُم مِّنۡهُمۡ تَضۡحَكُونَ 110 ﴿ "Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hambaKu berdoa (di dunia), 'Ya Rabb kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik.' Lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat Aku, dan kamu selalu menertawakan mereka." (Al-Mu'minun: 109-110). Kedua, kemungkinan pandangan mata kami luput dari me-lihat mereka karena sama-sama di dalam azab. Jadi, mereka sama-sama disiksa bersama kami akan tetapi pandangan mata kami luput dari mereka. Kemungkinan inilah yang terbesit di dalam hati mereka. Itu berarti keyakinan-keyakinan yang mereka yakini di dunia dan banyaknya apa yang mereka voniskan terhadap orang-orang beriman bahwa mereka pasti masuk neraka benar-benar telah mengakar di dalam hati mereka dan telah menjadi tabiatnya. Mereka masuk neraka sedangkan mereka seperti itu keadaannya, lalu di sanalah mereka mengatakan apa yang mereka katakan itu. Bisa jadi perkataan mereka ini adalah pengelabuan, sebagai-mana mereka telah sering melakukan pengelabuan di dunia, hingga bahkan sampai di neraka. Maka dari itu para penghuni tempat-tempat tinggi di surga berkata kepada para penghuni neraka, ﴾ أَهَٰٓؤُلَآءِ ٱلَّذِينَ أَقۡسَمۡتُمۡ لَا يَنَالُهُمُ ٱللَّهُ بِرَحۡمَةٍۚ ٱدۡخُلُواْ ٱلۡجَنَّةَ لَا خَوۡفٌ عَلَيۡكُمۡ وَلَآ أَنتُمۡ تَحۡزَنُونَ 49 ﴿ "Itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?" (Kepada orang Mukmin itu dikata-kan, 'Masuklah ke dalam surga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati'." (Al-A'raf: 49).
(64) Allah سبحانه وتعالى berfirman menegaskan apa yang diinformasi-kanNya, dan Dia adalah Yang Mahabenar PerkataanNya, ﴾ إِنَّ ذَٰلِكَ ﴿ "Sesungguhnya yang demikian itu" yang Aku uraikan kepada kalian itu, ﴾ لَحَقّٞ ﴿ "pasti terjadi," tidak ada keraguan padanya, ﴾ تَخَاصُمُ أَهۡلِ ٱلنَّارِ ﴿ "yaitu pertengkaran para penghuni neraka."
Sad 38:60
"Beginilah. Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang dur-haka benar-benar tempat kembali yang buruk, Neraka Jahanam, yang mereka masuk ke dalamnya; maka amat buruklah itu sebagai tempat tinggal. Inilah, biarlah mereka merasakannya, air yang sangat panas dan air yang sangat dingin. Dan azab yang lain yang serupa itu berbagai macam. Ini adalah suatu rombongan yang masuk berdesak-desakan bersama kamu. Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka. Mereka menjawab, 'Sebenarnya kamulah yang tiada ucapan selamat datang bagimu, karena kamulah yang mendatangkan azab ini bagi kami, maka amat buruklah ia sebagai tempat menetap.' Mereka berkata lagi, 'Ya Rabb kami, barangsiapa yang menjeru-muskan kami ke dalam azab ini, maka tambahkanlah azab kepa-danya dengan berlipat ganda di dalam neraka.' Dan mereka ber-kata, 'Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu kami angkat sebagai orang-orang yang jahat. Apakah kami dahulu menjadikan mereka olok-olokan, ataukah karena mata kami tidak melihat mereka?' Sesungguhnya yang demikian itu pasti terjadi, yaitu pertengkaran penghuni neraka." (Shad: 55-64).
(55) ﴾ هَٰذَاۚ ﴿ "Beginilah" balasan bagi orang-orang yang ber-takwa seperti yang telah Kami ungkapkan. ﴾ وَإِنَّ لِلطَّٰغِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang durhaka," yakni, bagi orang-orang yang melampaui batas dalam kekafiran dan berbagai kemaksiatan ﴾ لَشَرَّ مَـَٔابٖ ﴿ "benar-benar tempat kembali yang buruk," maksudnya, tempat kembali dan tempat tinggal yang paling buruk.
(56) Kemudian Allah merincikannya seraya berfirman, ﴾ جَهَنَّمَ ﴿ yaitu "Neraka Jahanam" yang di dalamnya sudah terhimpun berbagai azab, panasnya makin dahsyat dan memuncak, ﴾ يَصۡلَوۡنَهَا ﴿ "yang mereka masuk ke dalamnya," artinya, mereka disiksa di dalam-nya dengan siksa yang meliputi mereka dari segala arah; dari atas mereka diselimuti oleh gumpalan api dan dari bawah mereka pun gumpalan api pula, ﴾ فَبِئۡسَ ٱلۡمِهَادُ ﴿ "maka amat buruklah itu sebagai tempat tinggal," yang telah disediakan untuk mereka sebagai tempat tinggal dan tempat menetap.
(57) ﴾ هَٰذَا ﴿ "Inilah" tempat tinggal tersebut; inilah siksaan yang sangat dahsyat dan kehinaan, dipermalukan dan hukuman, ﴾ فَلۡيَذُوقُوهُ حَمِيمٞ ﴿ "biarlah mereka merasakannya, air yang sangat panas," air panas yang sudah memuncak panasnya, mereka meminumnya lalu terputus-putuslah isi perut mereka, ﴾ وَغَسَّاقٞ ﴿ "dan air yang sangat dingin," ia merupakan minuman yang sangat tidak disukai yang terbuat dari nanah busuk dan darah, pahit rasanya dan sangat busuk baunya.
(58) ﴾ وَءَاخَرُ مِن شَكۡلِهِۦٓ ﴿ "Dan yang lain yang serupa itu," maksud-nya, yang sejenis dengan azab tersebut ﴾ أَزۡوَٰجٌ ﴿ "berbagai macam," artinya, ada berbagai bentuk azab-azab lainnya yang dengannya mereka disiksa dan dihinakan.
(59-60) Di saat mereka memasuki neraka, maka sebagian di antara mereka mencela sebagian yang lain, yang satu berkata kepada yang lainnya, ﴾ هَٰذَا فَوۡجٞ مُّقۡتَحِمٞ مَّعَكُمۡ ﴿ "Ini adalah suatu rombongan yang masuk berdesak-desakan bersama kamu" untuk memasuki neraka. ﴾ لَا مَرۡحَبَۢا بِهِمۡۚ إِنَّهُمۡ صَالُواْ ٱلنَّارِ ﴿ "Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka. " ﴾ قَالُواْ ﴿ "Mereka men-jawab," maksudnya, rombongan yang datang yang saling berdesak-desakan tersebut, ﴾ بَلۡ أَنتُمۡ لَا مَرۡحَبَۢا بِكُمۡۖ أَنتُمۡ قَدَّمۡتُمُوهُ ﴿ "Sebenarnya kamulah yang tiada ucapan selamat datang bagimu, karena kamulah yang mendatang-kannya," yakni azab ini ﴾ لَنَاۖ ﴿ "bagi kami" dengan seruan kalian kepada kami, bujukan dan penyesatan kalian terhadap kami, serta kalianlah yang menjadi sebabnya, ﴾ فَبِئۡسَ ٱلۡقَرَارُ ﴿ "maka amat buruklah ia sebagai tempat menetap." Tempat tinggal mereka semua adalah tempat tinggal yang sangat buruk dan jahat.
(61) Kemudian mereka mendoakan keburukan terhadap orang-orang yang telah menyesatkan mereka, ﴾ قَالُواْ رَبَّنَا مَن قَدَّمَ لَنَا هَٰذَا فَزِدۡهُ عَذَابٗا ضِعۡفٗا فِي ٱلنَّارِ ﴿ "Mereka berkata lagi, 'Ya Rabb kami; barangsiapa yang mendatangkan azab ini bagi kami, maka tambahkanlah azab kepadanya dengan berlipat ganda di dalam neraka'." Dan dikatakan di dalam ayat yang lain sebagai berikut, ﴾ قَالَ لِكُلّٖ ضِعۡفٞ وَلَٰكِن لَّا تَعۡلَمُونَ 38 ﴿ "Allah berfirman, 'Masing-masing mendapat (siksaan), yang ber-lipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui'." (al-A'raf: 38).
(62) ﴾ وَقَالُواْ ﴿ "Dan mereka berkata" sedangkan mereka di dalam neraka, ﴾ مَا لَنَا لَا نَرَىٰ رِجَالٗا كُنَّا نَعُدُّهُم مِّنَ ٱلۡأَشۡرَارِ ﴿ "Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu kami angkat sebagai orang-orang yang jahat," yakni, yang kami dahulu menganggap mereka termasuk orang-orang jahat yang berhak mendapat siksa api neraka, padahal me-reka adalah orang-orang Mukmin. Para penghuni neraka mencari-cari mereka. Semoga Allah menjelekkan para penghuni neraka itu. Apakah mereka bisa melihat (menjumpai) kaum beriman di dalam neraka?
(63) ﴾ أَتَّخَذۡنَٰهُمۡ سِخۡرِيًّا أَمۡ زَاغَتۡ عَنۡهُمُ ٱلۡأَبۡصَٰرُ ﴿ "Apakah kami dahulu menjadi-kan mereka olok-olokan, ataukah karena mata kami tidak melihat mereka?" Maksudnya, kami tidak melihat mereka adalah karena dua kemung-kinan: Pertama, kami keliru dalam menggolongkan mereka termasuk orang-orang jahat, dan ternyata mereka adalah orang-orang yang baik, sedangkan ucapan-ucapan kami tidak lain hanyalah sebagai perolok-olokan dan penghinaan terhadap mereka. Inilah realitanya, sebagaimana difirmankan oleh Allah سبحانه وتعالى kepada para penghuni neraka, ﴾ إِنَّهُۥ كَانَ فَرِيقٞ مِّنۡ عِبَادِي يَقُولُونَ رَبَّنَآ ءَامَنَّا فَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَا وَأَنتَ خَيۡرُ ٱلرَّٰحِمِينَ 109 فَٱتَّخَذۡتُمُوهُمۡ سِخۡرِيًّا حَتَّىٰٓ أَنسَوۡكُمۡ ذِكۡرِي وَكُنتُم مِّنۡهُمۡ تَضۡحَكُونَ 110 ﴿ "Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hambaKu berdoa (di dunia), 'Ya Rabb kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik.' Lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat Aku, dan kamu selalu menertawakan mereka." (Al-Mu'minun: 109-110). Kedua, kemungkinan pandangan mata kami luput dari me-lihat mereka karena sama-sama di dalam azab. Jadi, mereka sama-sama disiksa bersama kami akan tetapi pandangan mata kami luput dari mereka. Kemungkinan inilah yang terbesit di dalam hati mereka. Itu berarti keyakinan-keyakinan yang mereka yakini di dunia dan banyaknya apa yang mereka voniskan terhadap orang-orang beriman bahwa mereka pasti masuk neraka benar-benar telah mengakar di dalam hati mereka dan telah menjadi tabiatnya. Mereka masuk neraka sedangkan mereka seperti itu keadaannya, lalu di sanalah mereka mengatakan apa yang mereka katakan itu. Bisa jadi perkataan mereka ini adalah pengelabuan, sebagai-mana mereka telah sering melakukan pengelabuan di dunia, hingga bahkan sampai di neraka. Maka dari itu para penghuni tempat-tempat tinggi di surga berkata kepada para penghuni neraka, ﴾ أَهَٰٓؤُلَآءِ ٱلَّذِينَ أَقۡسَمۡتُمۡ لَا يَنَالُهُمُ ٱللَّهُ بِرَحۡمَةٍۚ ٱدۡخُلُواْ ٱلۡجَنَّةَ لَا خَوۡفٌ عَلَيۡكُمۡ وَلَآ أَنتُمۡ تَحۡزَنُونَ 49 ﴿ "Itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?" (Kepada orang Mukmin itu dikata-kan, 'Masuklah ke dalam surga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati'." (Al-A'raf: 49).
(64) Allah سبحانه وتعالى berfirman menegaskan apa yang diinformasi-kanNya, dan Dia adalah Yang Mahabenar PerkataanNya, ﴾ إِنَّ ذَٰلِكَ ﴿ "Sesungguhnya yang demikian itu" yang Aku uraikan kepada kalian itu, ﴾ لَحَقّٞ ﴿ "pasti terjadi," tidak ada keraguan padanya, ﴾ تَخَاصُمُ أَهۡلِ ٱلنَّارِ ﴿ "yaitu pertengkaran para penghuni neraka."
Sad 38:61
"Beginilah. Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang dur-haka benar-benar tempat kembali yang buruk, Neraka Jahanam, yang mereka masuk ke dalamnya; maka amat buruklah itu sebagai tempat tinggal. Inilah, biarlah mereka merasakannya, air yang sangat panas dan air yang sangat dingin. Dan azab yang lain yang serupa itu berbagai macam. Ini adalah suatu rombongan yang masuk berdesak-desakan bersama kamu. Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka. Mereka menjawab, 'Sebenarnya kamulah yang tiada ucapan selamat datang bagimu, karena kamulah yang mendatangkan azab ini bagi kami, maka amat buruklah ia sebagai tempat menetap.' Mereka berkata lagi, 'Ya Rabb kami, barangsiapa yang menjeru-muskan kami ke dalam azab ini, maka tambahkanlah azab kepa-danya dengan berlipat ganda di dalam neraka.' Dan mereka ber-kata, 'Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu kami angkat sebagai orang-orang yang jahat. Apakah kami dahulu menjadikan mereka olok-olokan, ataukah karena mata kami tidak melihat mereka?' Sesungguhnya yang demikian itu pasti terjadi, yaitu pertengkaran penghuni neraka." (Shad: 55-64).
(55) ﴾ هَٰذَاۚ ﴿ "Beginilah" balasan bagi orang-orang yang ber-takwa seperti yang telah Kami ungkapkan. ﴾ وَإِنَّ لِلطَّٰغِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang durhaka," yakni, bagi orang-orang yang melampaui batas dalam kekafiran dan berbagai kemaksiatan ﴾ لَشَرَّ مَـَٔابٖ ﴿ "benar-benar tempat kembali yang buruk," maksudnya, tempat kembali dan tempat tinggal yang paling buruk.
(56) Kemudian Allah merincikannya seraya berfirman, ﴾ جَهَنَّمَ ﴿ yaitu "Neraka Jahanam" yang di dalamnya sudah terhimpun berbagai azab, panasnya makin dahsyat dan memuncak, ﴾ يَصۡلَوۡنَهَا ﴿ "yang mereka masuk ke dalamnya," artinya, mereka disiksa di dalam-nya dengan siksa yang meliputi mereka dari segala arah; dari atas mereka diselimuti oleh gumpalan api dan dari bawah mereka pun gumpalan api pula, ﴾ فَبِئۡسَ ٱلۡمِهَادُ ﴿ "maka amat buruklah itu sebagai tempat tinggal," yang telah disediakan untuk mereka sebagai tempat tinggal dan tempat menetap.
(57) ﴾ هَٰذَا ﴿ "Inilah" tempat tinggal tersebut; inilah siksaan yang sangat dahsyat dan kehinaan, dipermalukan dan hukuman, ﴾ فَلۡيَذُوقُوهُ حَمِيمٞ ﴿ "biarlah mereka merasakannya, air yang sangat panas," air panas yang sudah memuncak panasnya, mereka meminumnya lalu terputus-putuslah isi perut mereka, ﴾ وَغَسَّاقٞ ﴿ "dan air yang sangat dingin," ia merupakan minuman yang sangat tidak disukai yang terbuat dari nanah busuk dan darah, pahit rasanya dan sangat busuk baunya.
(58) ﴾ وَءَاخَرُ مِن شَكۡلِهِۦٓ ﴿ "Dan yang lain yang serupa itu," maksud-nya, yang sejenis dengan azab tersebut ﴾ أَزۡوَٰجٌ ﴿ "berbagai macam," artinya, ada berbagai bentuk azab-azab lainnya yang dengannya mereka disiksa dan dihinakan.
(59-60) Di saat mereka memasuki neraka, maka sebagian di antara mereka mencela sebagian yang lain, yang satu berkata kepada yang lainnya, ﴾ هَٰذَا فَوۡجٞ مُّقۡتَحِمٞ مَّعَكُمۡ ﴿ "Ini adalah suatu rombongan yang masuk berdesak-desakan bersama kamu" untuk memasuki neraka. ﴾ لَا مَرۡحَبَۢا بِهِمۡۚ إِنَّهُمۡ صَالُواْ ٱلنَّارِ ﴿ "Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka. " ﴾ قَالُواْ ﴿ "Mereka men-jawab," maksudnya, rombongan yang datang yang saling berdesak-desakan tersebut, ﴾ بَلۡ أَنتُمۡ لَا مَرۡحَبَۢا بِكُمۡۖ أَنتُمۡ قَدَّمۡتُمُوهُ ﴿ "Sebenarnya kamulah yang tiada ucapan selamat datang bagimu, karena kamulah yang mendatang-kannya," yakni azab ini ﴾ لَنَاۖ ﴿ "bagi kami" dengan seruan kalian kepada kami, bujukan dan penyesatan kalian terhadap kami, serta kalianlah yang menjadi sebabnya, ﴾ فَبِئۡسَ ٱلۡقَرَارُ ﴿ "maka amat buruklah ia sebagai tempat menetap." Tempat tinggal mereka semua adalah tempat tinggal yang sangat buruk dan jahat.
(61) Kemudian mereka mendoakan keburukan terhadap orang-orang yang telah menyesatkan mereka, ﴾ قَالُواْ رَبَّنَا مَن قَدَّمَ لَنَا هَٰذَا فَزِدۡهُ عَذَابٗا ضِعۡفٗا فِي ٱلنَّارِ ﴿ "Mereka berkata lagi, 'Ya Rabb kami; barangsiapa yang mendatangkan azab ini bagi kami, maka tambahkanlah azab kepadanya dengan berlipat ganda di dalam neraka'." Dan dikatakan di dalam ayat yang lain sebagai berikut, ﴾ قَالَ لِكُلّٖ ضِعۡفٞ وَلَٰكِن لَّا تَعۡلَمُونَ 38 ﴿ "Allah berfirman, 'Masing-masing mendapat (siksaan), yang ber-lipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui'." (al-A'raf: 38).
(62) ﴾ وَقَالُواْ ﴿ "Dan mereka berkata" sedangkan mereka di dalam neraka, ﴾ مَا لَنَا لَا نَرَىٰ رِجَالٗا كُنَّا نَعُدُّهُم مِّنَ ٱلۡأَشۡرَارِ ﴿ "Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu kami angkat sebagai orang-orang yang jahat," yakni, yang kami dahulu menganggap mereka termasuk orang-orang jahat yang berhak mendapat siksa api neraka, padahal me-reka adalah orang-orang Mukmin. Para penghuni neraka mencari-cari mereka. Semoga Allah menjelekkan para penghuni neraka itu. Apakah mereka bisa melihat (menjumpai) kaum beriman di dalam neraka?
(63) ﴾ أَتَّخَذۡنَٰهُمۡ سِخۡرِيًّا أَمۡ زَاغَتۡ عَنۡهُمُ ٱلۡأَبۡصَٰرُ ﴿ "Apakah kami dahulu menjadi-kan mereka olok-olokan, ataukah karena mata kami tidak melihat mereka?" Maksudnya, kami tidak melihat mereka adalah karena dua kemung-kinan: Pertama, kami keliru dalam menggolongkan mereka termasuk orang-orang jahat, dan ternyata mereka adalah orang-orang yang baik, sedangkan ucapan-ucapan kami tidak lain hanyalah sebagai perolok-olokan dan penghinaan terhadap mereka. Inilah realitanya, sebagaimana difirmankan oleh Allah سبحانه وتعالى kepada para penghuni neraka, ﴾ إِنَّهُۥ كَانَ فَرِيقٞ مِّنۡ عِبَادِي يَقُولُونَ رَبَّنَآ ءَامَنَّا فَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَا وَأَنتَ خَيۡرُ ٱلرَّٰحِمِينَ 109 فَٱتَّخَذۡتُمُوهُمۡ سِخۡرِيًّا حَتَّىٰٓ أَنسَوۡكُمۡ ذِكۡرِي وَكُنتُم مِّنۡهُمۡ تَضۡحَكُونَ 110 ﴿ "Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hambaKu berdoa (di dunia), 'Ya Rabb kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik.' Lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat Aku, dan kamu selalu menertawakan mereka." (Al-Mu'minun: 109-110). Kedua, kemungkinan pandangan mata kami luput dari me-lihat mereka karena sama-sama di dalam azab. Jadi, mereka sama-sama disiksa bersama kami akan tetapi pandangan mata kami luput dari mereka. Kemungkinan inilah yang terbesit di dalam hati mereka. Itu berarti keyakinan-keyakinan yang mereka yakini di dunia dan banyaknya apa yang mereka voniskan terhadap orang-orang beriman bahwa mereka pasti masuk neraka benar-benar telah mengakar di dalam hati mereka dan telah menjadi tabiatnya. Mereka masuk neraka sedangkan mereka seperti itu keadaannya, lalu di sanalah mereka mengatakan apa yang mereka katakan itu. Bisa jadi perkataan mereka ini adalah pengelabuan, sebagai-mana mereka telah sering melakukan pengelabuan di dunia, hingga bahkan sampai di neraka. Maka dari itu para penghuni tempat-tempat tinggi di surga berkata kepada para penghuni neraka, ﴾ أَهَٰٓؤُلَآءِ ٱلَّذِينَ أَقۡسَمۡتُمۡ لَا يَنَالُهُمُ ٱللَّهُ بِرَحۡمَةٍۚ ٱدۡخُلُواْ ٱلۡجَنَّةَ لَا خَوۡفٌ عَلَيۡكُمۡ وَلَآ أَنتُمۡ تَحۡزَنُونَ 49 ﴿ "Itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?" (Kepada orang Mukmin itu dikata-kan, 'Masuklah ke dalam surga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati'." (Al-A'raf: 49).
(64) Allah سبحانه وتعالى berfirman menegaskan apa yang diinformasi-kanNya, dan Dia adalah Yang Mahabenar PerkataanNya, ﴾ إِنَّ ذَٰلِكَ ﴿ "Sesungguhnya yang demikian itu" yang Aku uraikan kepada kalian itu, ﴾ لَحَقّٞ ﴿ "pasti terjadi," tidak ada keraguan padanya, ﴾ تَخَاصُمُ أَهۡلِ ٱلنَّارِ ﴿ "yaitu pertengkaran para penghuni neraka."
Sad 38:62
"Beginilah. Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang dur-haka benar-benar tempat kembali yang buruk, Neraka Jahanam, yang mereka masuk ke dalamnya; maka amat buruklah itu sebagai tempat tinggal. Inilah, biarlah mereka merasakannya, air yang sangat panas dan air yang sangat dingin. Dan azab yang lain yang serupa itu berbagai macam. Ini adalah suatu rombongan yang masuk berdesak-desakan bersama kamu. Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka. Mereka menjawab, 'Sebenarnya kamulah yang tiada ucapan selamat datang bagimu, karena kamulah yang mendatangkan azab ini bagi kami, maka amat buruklah ia sebagai tempat menetap.' Mereka berkata lagi, 'Ya Rabb kami, barangsiapa yang menjeru-muskan kami ke dalam azab ini, maka tambahkanlah azab kepa-danya dengan berlipat ganda di dalam neraka.' Dan mereka ber-kata, 'Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu kami angkat sebagai orang-orang yang jahat. Apakah kami dahulu menjadikan mereka olok-olokan, ataukah karena mata kami tidak melihat mereka?' Sesungguhnya yang demikian itu pasti terjadi, yaitu pertengkaran penghuni neraka." (Shad: 55-64).
(55) ﴾ هَٰذَاۚ ﴿ "Beginilah" balasan bagi orang-orang yang ber-takwa seperti yang telah Kami ungkapkan. ﴾ وَإِنَّ لِلطَّٰغِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang durhaka," yakni, bagi orang-orang yang melampaui batas dalam kekafiran dan berbagai kemaksiatan ﴾ لَشَرَّ مَـَٔابٖ ﴿ "benar-benar tempat kembali yang buruk," maksudnya, tempat kembali dan tempat tinggal yang paling buruk.
(56) Kemudian Allah merincikannya seraya berfirman, ﴾ جَهَنَّمَ ﴿ yaitu "Neraka Jahanam" yang di dalamnya sudah terhimpun berbagai azab, panasnya makin dahsyat dan memuncak, ﴾ يَصۡلَوۡنَهَا ﴿ "yang mereka masuk ke dalamnya," artinya, mereka disiksa di dalam-nya dengan siksa yang meliputi mereka dari segala arah; dari atas mereka diselimuti oleh gumpalan api dan dari bawah mereka pun gumpalan api pula, ﴾ فَبِئۡسَ ٱلۡمِهَادُ ﴿ "maka amat buruklah itu sebagai tempat tinggal," yang telah disediakan untuk mereka sebagai tempat tinggal dan tempat menetap.
(57) ﴾ هَٰذَا ﴿ "Inilah" tempat tinggal tersebut; inilah siksaan yang sangat dahsyat dan kehinaan, dipermalukan dan hukuman, ﴾ فَلۡيَذُوقُوهُ حَمِيمٞ ﴿ "biarlah mereka merasakannya, air yang sangat panas," air panas yang sudah memuncak panasnya, mereka meminumnya lalu terputus-putuslah isi perut mereka, ﴾ وَغَسَّاقٞ ﴿ "dan air yang sangat dingin," ia merupakan minuman yang sangat tidak disukai yang terbuat dari nanah busuk dan darah, pahit rasanya dan sangat busuk baunya.
(58) ﴾ وَءَاخَرُ مِن شَكۡلِهِۦٓ ﴿ "Dan yang lain yang serupa itu," maksud-nya, yang sejenis dengan azab tersebut ﴾ أَزۡوَٰجٌ ﴿ "berbagai macam," artinya, ada berbagai bentuk azab-azab lainnya yang dengannya mereka disiksa dan dihinakan.
(59-60) Di saat mereka memasuki neraka, maka sebagian di antara mereka mencela sebagian yang lain, yang satu berkata kepada yang lainnya, ﴾ هَٰذَا فَوۡجٞ مُّقۡتَحِمٞ مَّعَكُمۡ ﴿ "Ini adalah suatu rombongan yang masuk berdesak-desakan bersama kamu" untuk memasuki neraka. ﴾ لَا مَرۡحَبَۢا بِهِمۡۚ إِنَّهُمۡ صَالُواْ ٱلنَّارِ ﴿ "Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka. " ﴾ قَالُواْ ﴿ "Mereka men-jawab," maksudnya, rombongan yang datang yang saling berdesak-desakan tersebut, ﴾ بَلۡ أَنتُمۡ لَا مَرۡحَبَۢا بِكُمۡۖ أَنتُمۡ قَدَّمۡتُمُوهُ ﴿ "Sebenarnya kamulah yang tiada ucapan selamat datang bagimu, karena kamulah yang mendatang-kannya," yakni azab ini ﴾ لَنَاۖ ﴿ "bagi kami" dengan seruan kalian kepada kami, bujukan dan penyesatan kalian terhadap kami, serta kalianlah yang menjadi sebabnya, ﴾ فَبِئۡسَ ٱلۡقَرَارُ ﴿ "maka amat buruklah ia sebagai tempat menetap." Tempat tinggal mereka semua adalah tempat tinggal yang sangat buruk dan jahat.
(61) Kemudian mereka mendoakan keburukan terhadap orang-orang yang telah menyesatkan mereka, ﴾ قَالُواْ رَبَّنَا مَن قَدَّمَ لَنَا هَٰذَا فَزِدۡهُ عَذَابٗا ضِعۡفٗا فِي ٱلنَّارِ ﴿ "Mereka berkata lagi, 'Ya Rabb kami; barangsiapa yang mendatangkan azab ini bagi kami, maka tambahkanlah azab kepadanya dengan berlipat ganda di dalam neraka'." Dan dikatakan di dalam ayat yang lain sebagai berikut, ﴾ قَالَ لِكُلّٖ ضِعۡفٞ وَلَٰكِن لَّا تَعۡلَمُونَ 38 ﴿ "Allah berfirman, 'Masing-masing mendapat (siksaan), yang ber-lipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui'." (al-A'raf: 38).
(62) ﴾ وَقَالُواْ ﴿ "Dan mereka berkata" sedangkan mereka di dalam neraka, ﴾ مَا لَنَا لَا نَرَىٰ رِجَالٗا كُنَّا نَعُدُّهُم مِّنَ ٱلۡأَشۡرَارِ ﴿ "Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu kami angkat sebagai orang-orang yang jahat," yakni, yang kami dahulu menganggap mereka termasuk orang-orang jahat yang berhak mendapat siksa api neraka, padahal me-reka adalah orang-orang Mukmin. Para penghuni neraka mencari-cari mereka. Semoga Allah menjelekkan para penghuni neraka itu. Apakah mereka bisa melihat (menjumpai) kaum beriman di dalam neraka?
(63) ﴾ أَتَّخَذۡنَٰهُمۡ سِخۡرِيًّا أَمۡ زَاغَتۡ عَنۡهُمُ ٱلۡأَبۡصَٰرُ ﴿ "Apakah kami dahulu menjadi-kan mereka olok-olokan, ataukah karena mata kami tidak melihat mereka?" Maksudnya, kami tidak melihat mereka adalah karena dua kemung-kinan: Pertama, kami keliru dalam menggolongkan mereka termasuk orang-orang jahat, dan ternyata mereka adalah orang-orang yang baik, sedangkan ucapan-ucapan kami tidak lain hanyalah sebagai perolok-olokan dan penghinaan terhadap mereka. Inilah realitanya, sebagaimana difirmankan oleh Allah سبحانه وتعالى kepada para penghuni neraka, ﴾ إِنَّهُۥ كَانَ فَرِيقٞ مِّنۡ عِبَادِي يَقُولُونَ رَبَّنَآ ءَامَنَّا فَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَا وَأَنتَ خَيۡرُ ٱلرَّٰحِمِينَ 109 فَٱتَّخَذۡتُمُوهُمۡ سِخۡرِيًّا حَتَّىٰٓ أَنسَوۡكُمۡ ذِكۡرِي وَكُنتُم مِّنۡهُمۡ تَضۡحَكُونَ 110 ﴿ "Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hambaKu berdoa (di dunia), 'Ya Rabb kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik.' Lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat Aku, dan kamu selalu menertawakan mereka." (Al-Mu'minun: 109-110). Kedua, kemungkinan pandangan mata kami luput dari me-lihat mereka karena sama-sama di dalam azab. Jadi, mereka sama-sama disiksa bersama kami akan tetapi pandangan mata kami luput dari mereka. Kemungkinan inilah yang terbesit di dalam hati mereka. Itu berarti keyakinan-keyakinan yang mereka yakini di dunia dan banyaknya apa yang mereka voniskan terhadap orang-orang beriman bahwa mereka pasti masuk neraka benar-benar telah mengakar di dalam hati mereka dan telah menjadi tabiatnya. Mereka masuk neraka sedangkan mereka seperti itu keadaannya, lalu di sanalah mereka mengatakan apa yang mereka katakan itu. Bisa jadi perkataan mereka ini adalah pengelabuan, sebagai-mana mereka telah sering melakukan pengelabuan di dunia, hingga bahkan sampai di neraka. Maka dari itu para penghuni tempat-tempat tinggi di surga berkata kepada para penghuni neraka, ﴾ أَهَٰٓؤُلَآءِ ٱلَّذِينَ أَقۡسَمۡتُمۡ لَا يَنَالُهُمُ ٱللَّهُ بِرَحۡمَةٍۚ ٱدۡخُلُواْ ٱلۡجَنَّةَ لَا خَوۡفٌ عَلَيۡكُمۡ وَلَآ أَنتُمۡ تَحۡزَنُونَ 49 ﴿ "Itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?" (Kepada orang Mukmin itu dikata-kan, 'Masuklah ke dalam surga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati'." (Al-A'raf: 49).
(64) Allah سبحانه وتعالى berfirman menegaskan apa yang diinformasi-kanNya, dan Dia adalah Yang Mahabenar PerkataanNya, ﴾ إِنَّ ذَٰلِكَ ﴿ "Sesungguhnya yang demikian itu" yang Aku uraikan kepada kalian itu, ﴾ لَحَقّٞ ﴿ "pasti terjadi," tidak ada keraguan padanya, ﴾ تَخَاصُمُ أَهۡلِ ٱلنَّارِ ﴿ "yaitu pertengkaran para penghuni neraka."
Sad 38:63
"Beginilah. Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang dur-haka benar-benar tempat kembali yang buruk, Neraka Jahanam, yang mereka masuk ke dalamnya; maka amat buruklah itu sebagai tempat tinggal. Inilah, biarlah mereka merasakannya, air yang sangat panas dan air yang sangat dingin. Dan azab yang lain yang serupa itu berbagai macam. Ini adalah suatu rombongan yang masuk berdesak-desakan bersama kamu. Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka. Mereka menjawab, 'Sebenarnya kamulah yang tiada ucapan selamat datang bagimu, karena kamulah yang mendatangkan azab ini bagi kami, maka amat buruklah ia sebagai tempat menetap.' Mereka berkata lagi, 'Ya Rabb kami, barangsiapa yang menjeru-muskan kami ke dalam azab ini, maka tambahkanlah azab kepa-danya dengan berlipat ganda di dalam neraka.' Dan mereka ber-kata, 'Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu kami angkat sebagai orang-orang yang jahat. Apakah kami dahulu menjadikan mereka olok-olokan, ataukah karena mata kami tidak melihat mereka?' Sesungguhnya yang demikian itu pasti terjadi, yaitu pertengkaran penghuni neraka." (Shad: 55-64).
(55) ﴾ هَٰذَاۚ ﴿ "Beginilah" balasan bagi orang-orang yang ber-takwa seperti yang telah Kami ungkapkan. ﴾ وَإِنَّ لِلطَّٰغِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang durhaka," yakni, bagi orang-orang yang melampaui batas dalam kekafiran dan berbagai kemaksiatan ﴾ لَشَرَّ مَـَٔابٖ ﴿ "benar-benar tempat kembali yang buruk," maksudnya, tempat kembali dan tempat tinggal yang paling buruk.
(56) Kemudian Allah merincikannya seraya berfirman, ﴾ جَهَنَّمَ ﴿ yaitu "Neraka Jahanam" yang di dalamnya sudah terhimpun berbagai azab, panasnya makin dahsyat dan memuncak, ﴾ يَصۡلَوۡنَهَا ﴿ "yang mereka masuk ke dalamnya," artinya, mereka disiksa di dalam-nya dengan siksa yang meliputi mereka dari segala arah; dari atas mereka diselimuti oleh gumpalan api dan dari bawah mereka pun gumpalan api pula, ﴾ فَبِئۡسَ ٱلۡمِهَادُ ﴿ "maka amat buruklah itu sebagai tempat tinggal," yang telah disediakan untuk mereka sebagai tempat tinggal dan tempat menetap.
(57) ﴾ هَٰذَا ﴿ "Inilah" tempat tinggal tersebut; inilah siksaan yang sangat dahsyat dan kehinaan, dipermalukan dan hukuman, ﴾ فَلۡيَذُوقُوهُ حَمِيمٞ ﴿ "biarlah mereka merasakannya, air yang sangat panas," air panas yang sudah memuncak panasnya, mereka meminumnya lalu terputus-putuslah isi perut mereka, ﴾ وَغَسَّاقٞ ﴿ "dan air yang sangat dingin," ia merupakan minuman yang sangat tidak disukai yang terbuat dari nanah busuk dan darah, pahit rasanya dan sangat busuk baunya.
(58) ﴾ وَءَاخَرُ مِن شَكۡلِهِۦٓ ﴿ "Dan yang lain yang serupa itu," maksud-nya, yang sejenis dengan azab tersebut ﴾ أَزۡوَٰجٌ ﴿ "berbagai macam," artinya, ada berbagai bentuk azab-azab lainnya yang dengannya mereka disiksa dan dihinakan.
(59-60) Di saat mereka memasuki neraka, maka sebagian di antara mereka mencela sebagian yang lain, yang satu berkata kepada yang lainnya, ﴾ هَٰذَا فَوۡجٞ مُّقۡتَحِمٞ مَّعَكُمۡ ﴿ "Ini adalah suatu rombongan yang masuk berdesak-desakan bersama kamu" untuk memasuki neraka. ﴾ لَا مَرۡحَبَۢا بِهِمۡۚ إِنَّهُمۡ صَالُواْ ٱلنَّارِ ﴿ "Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka. " ﴾ قَالُواْ ﴿ "Mereka men-jawab," maksudnya, rombongan yang datang yang saling berdesak-desakan tersebut, ﴾ بَلۡ أَنتُمۡ لَا مَرۡحَبَۢا بِكُمۡۖ أَنتُمۡ قَدَّمۡتُمُوهُ ﴿ "Sebenarnya kamulah yang tiada ucapan selamat datang bagimu, karena kamulah yang mendatang-kannya," yakni azab ini ﴾ لَنَاۖ ﴿ "bagi kami" dengan seruan kalian kepada kami, bujukan dan penyesatan kalian terhadap kami, serta kalianlah yang menjadi sebabnya, ﴾ فَبِئۡسَ ٱلۡقَرَارُ ﴿ "maka amat buruklah ia sebagai tempat menetap." Tempat tinggal mereka semua adalah tempat tinggal yang sangat buruk dan jahat.
(61) Kemudian mereka mendoakan keburukan terhadap orang-orang yang telah menyesatkan mereka, ﴾ قَالُواْ رَبَّنَا مَن قَدَّمَ لَنَا هَٰذَا فَزِدۡهُ عَذَابٗا ضِعۡفٗا فِي ٱلنَّارِ ﴿ "Mereka berkata lagi, 'Ya Rabb kami; barangsiapa yang mendatangkan azab ini bagi kami, maka tambahkanlah azab kepadanya dengan berlipat ganda di dalam neraka'." Dan dikatakan di dalam ayat yang lain sebagai berikut, ﴾ قَالَ لِكُلّٖ ضِعۡفٞ وَلَٰكِن لَّا تَعۡلَمُونَ 38 ﴿ "Allah berfirman, 'Masing-masing mendapat (siksaan), yang ber-lipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui'." (al-A'raf: 38).
(62) ﴾ وَقَالُواْ ﴿ "Dan mereka berkata" sedangkan mereka di dalam neraka, ﴾ مَا لَنَا لَا نَرَىٰ رِجَالٗا كُنَّا نَعُدُّهُم مِّنَ ٱلۡأَشۡرَارِ ﴿ "Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu kami angkat sebagai orang-orang yang jahat," yakni, yang kami dahulu menganggap mereka termasuk orang-orang jahat yang berhak mendapat siksa api neraka, padahal me-reka adalah orang-orang Mukmin. Para penghuni neraka mencari-cari mereka. Semoga Allah menjelekkan para penghuni neraka itu. Apakah mereka bisa melihat (menjumpai) kaum beriman di dalam neraka?
(63) ﴾ أَتَّخَذۡنَٰهُمۡ سِخۡرِيًّا أَمۡ زَاغَتۡ عَنۡهُمُ ٱلۡأَبۡصَٰرُ ﴿ "Apakah kami dahulu menjadi-kan mereka olok-olokan, ataukah karena mata kami tidak melihat mereka?" Maksudnya, kami tidak melihat mereka adalah karena dua kemung-kinan: Pertama, kami keliru dalam menggolongkan mereka termasuk orang-orang jahat, dan ternyata mereka adalah orang-orang yang baik, sedangkan ucapan-ucapan kami tidak lain hanyalah sebagai perolok-olokan dan penghinaan terhadap mereka. Inilah realitanya, sebagaimana difirmankan oleh Allah سبحانه وتعالى kepada para penghuni neraka, ﴾ إِنَّهُۥ كَانَ فَرِيقٞ مِّنۡ عِبَادِي يَقُولُونَ رَبَّنَآ ءَامَنَّا فَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَا وَأَنتَ خَيۡرُ ٱلرَّٰحِمِينَ 109 فَٱتَّخَذۡتُمُوهُمۡ سِخۡرِيًّا حَتَّىٰٓ أَنسَوۡكُمۡ ذِكۡرِي وَكُنتُم مِّنۡهُمۡ تَضۡحَكُونَ 110 ﴿ "Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hambaKu berdoa (di dunia), 'Ya Rabb kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik.' Lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat Aku, dan kamu selalu menertawakan mereka." (Al-Mu'minun: 109-110). Kedua, kemungkinan pandangan mata kami luput dari me-lihat mereka karena sama-sama di dalam azab. Jadi, mereka sama-sama disiksa bersama kami akan tetapi pandangan mata kami luput dari mereka. Kemungkinan inilah yang terbesit di dalam hati mereka. Itu berarti keyakinan-keyakinan yang mereka yakini di dunia dan banyaknya apa yang mereka voniskan terhadap orang-orang beriman bahwa mereka pasti masuk neraka benar-benar telah mengakar di dalam hati mereka dan telah menjadi tabiatnya. Mereka masuk neraka sedangkan mereka seperti itu keadaannya, lalu di sanalah mereka mengatakan apa yang mereka katakan itu. Bisa jadi perkataan mereka ini adalah pengelabuan, sebagai-mana mereka telah sering melakukan pengelabuan di dunia, hingga bahkan sampai di neraka. Maka dari itu para penghuni tempat-tempat tinggi di surga berkata kepada para penghuni neraka, ﴾ أَهَٰٓؤُلَآءِ ٱلَّذِينَ أَقۡسَمۡتُمۡ لَا يَنَالُهُمُ ٱللَّهُ بِرَحۡمَةٍۚ ٱدۡخُلُواْ ٱلۡجَنَّةَ لَا خَوۡفٌ عَلَيۡكُمۡ وَلَآ أَنتُمۡ تَحۡزَنُونَ 49 ﴿ "Itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?" (Kepada orang Mukmin itu dikata-kan, 'Masuklah ke dalam surga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati'." (Al-A'raf: 49).
(64) Allah سبحانه وتعالى berfirman menegaskan apa yang diinformasi-kanNya, dan Dia adalah Yang Mahabenar PerkataanNya, ﴾ إِنَّ ذَٰلِكَ ﴿ "Sesungguhnya yang demikian itu" yang Aku uraikan kepada kalian itu, ﴾ لَحَقّٞ ﴿ "pasti terjadi," tidak ada keraguan padanya, ﴾ تَخَاصُمُ أَهۡلِ ٱلنَّارِ ﴿ "yaitu pertengkaran para penghuni neraka."
Sad 38:64
"Beginilah. Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang dur-haka benar-benar tempat kembali yang buruk, Neraka Jahanam, yang mereka masuk ke dalamnya; maka amat buruklah itu sebagai tempat tinggal. Inilah, biarlah mereka merasakannya, air yang sangat panas dan air yang sangat dingin. Dan azab yang lain yang serupa itu berbagai macam. Ini adalah suatu rombongan yang masuk berdesak-desakan bersama kamu. Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka. Mereka menjawab, 'Sebenarnya kamulah yang tiada ucapan selamat datang bagimu, karena kamulah yang mendatangkan azab ini bagi kami, maka amat buruklah ia sebagai tempat menetap.' Mereka berkata lagi, 'Ya Rabb kami, barangsiapa yang menjeru-muskan kami ke dalam azab ini, maka tambahkanlah azab kepa-danya dengan berlipat ganda di dalam neraka.' Dan mereka ber-kata, 'Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu kami angkat sebagai orang-orang yang jahat. Apakah kami dahulu menjadikan mereka olok-olokan, ataukah karena mata kami tidak melihat mereka?' Sesungguhnya yang demikian itu pasti terjadi, yaitu pertengkaran penghuni neraka." (Shad: 55-64).
(55) ﴾ هَٰذَاۚ ﴿ "Beginilah" balasan bagi orang-orang yang ber-takwa seperti yang telah Kami ungkapkan. ﴾ وَإِنَّ لِلطَّٰغِينَ ﴿ "Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang durhaka," yakni, bagi orang-orang yang melampaui batas dalam kekafiran dan berbagai kemaksiatan ﴾ لَشَرَّ مَـَٔابٖ ﴿ "benar-benar tempat kembali yang buruk," maksudnya, tempat kembali dan tempat tinggal yang paling buruk.
(56) Kemudian Allah merincikannya seraya berfirman, ﴾ جَهَنَّمَ ﴿ yaitu "Neraka Jahanam" yang di dalamnya sudah terhimpun berbagai azab, panasnya makin dahsyat dan memuncak, ﴾ يَصۡلَوۡنَهَا ﴿ "yang mereka masuk ke dalamnya," artinya, mereka disiksa di dalam-nya dengan siksa yang meliputi mereka dari segala arah; dari atas mereka diselimuti oleh gumpalan api dan dari bawah mereka pun gumpalan api pula, ﴾ فَبِئۡسَ ٱلۡمِهَادُ ﴿ "maka amat buruklah itu sebagai tempat tinggal," yang telah disediakan untuk mereka sebagai tempat tinggal dan tempat menetap.
(57) ﴾ هَٰذَا ﴿ "Inilah" tempat tinggal tersebut; inilah siksaan yang sangat dahsyat dan kehinaan, dipermalukan dan hukuman, ﴾ فَلۡيَذُوقُوهُ حَمِيمٞ ﴿ "biarlah mereka merasakannya, air yang sangat panas," air panas yang sudah memuncak panasnya, mereka meminumnya lalu terputus-putuslah isi perut mereka, ﴾ وَغَسَّاقٞ ﴿ "dan air yang sangat dingin," ia merupakan minuman yang sangat tidak disukai yang terbuat dari nanah busuk dan darah, pahit rasanya dan sangat busuk baunya.
(58) ﴾ وَءَاخَرُ مِن شَكۡلِهِۦٓ ﴿ "Dan yang lain yang serupa itu," maksud-nya, yang sejenis dengan azab tersebut ﴾ أَزۡوَٰجٌ ﴿ "berbagai macam," artinya, ada berbagai bentuk azab-azab lainnya yang dengannya mereka disiksa dan dihinakan.
(59-60) Di saat mereka memasuki neraka, maka sebagian di antara mereka mencela sebagian yang lain, yang satu berkata kepada yang lainnya, ﴾ هَٰذَا فَوۡجٞ مُّقۡتَحِمٞ مَّعَكُمۡ ﴿ "Ini adalah suatu rombongan yang masuk berdesak-desakan bersama kamu" untuk memasuki neraka. ﴾ لَا مَرۡحَبَۢا بِهِمۡۚ إِنَّهُمۡ صَالُواْ ٱلنَّارِ ﴿ "Tiadalah ucapan selamat datang kepada mereka karena sesungguhnya mereka akan masuk neraka. " ﴾ قَالُواْ ﴿ "Mereka men-jawab," maksudnya, rombongan yang datang yang saling berdesak-desakan tersebut, ﴾ بَلۡ أَنتُمۡ لَا مَرۡحَبَۢا بِكُمۡۖ أَنتُمۡ قَدَّمۡتُمُوهُ ﴿ "Sebenarnya kamulah yang tiada ucapan selamat datang bagimu, karena kamulah yang mendatang-kannya," yakni azab ini ﴾ لَنَاۖ ﴿ "bagi kami" dengan seruan kalian kepada kami, bujukan dan penyesatan kalian terhadap kami, serta kalianlah yang menjadi sebabnya, ﴾ فَبِئۡسَ ٱلۡقَرَارُ ﴿ "maka amat buruklah ia sebagai tempat menetap." Tempat tinggal mereka semua adalah tempat tinggal yang sangat buruk dan jahat.
(61) Kemudian mereka mendoakan keburukan terhadap orang-orang yang telah menyesatkan mereka, ﴾ قَالُواْ رَبَّنَا مَن قَدَّمَ لَنَا هَٰذَا فَزِدۡهُ عَذَابٗا ضِعۡفٗا فِي ٱلنَّارِ ﴿ "Mereka berkata lagi, 'Ya Rabb kami; barangsiapa yang mendatangkan azab ini bagi kami, maka tambahkanlah azab kepadanya dengan berlipat ganda di dalam neraka'." Dan dikatakan di dalam ayat yang lain sebagai berikut, ﴾ قَالَ لِكُلّٖ ضِعۡفٞ وَلَٰكِن لَّا تَعۡلَمُونَ 38 ﴿ "Allah berfirman, 'Masing-masing mendapat (siksaan), yang ber-lipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui'." (al-A'raf: 38).
(62) ﴾ وَقَالُواْ ﴿ "Dan mereka berkata" sedangkan mereka di dalam neraka, ﴾ مَا لَنَا لَا نَرَىٰ رِجَالٗا كُنَّا نَعُدُّهُم مِّنَ ٱلۡأَشۡرَارِ ﴿ "Mengapa kami tidak melihat orang-orang yang dahulu kami angkat sebagai orang-orang yang jahat," yakni, yang kami dahulu menganggap mereka termasuk orang-orang jahat yang berhak mendapat siksa api neraka, padahal me-reka adalah orang-orang Mukmin. Para penghuni neraka mencari-cari mereka. Semoga Allah menjelekkan para penghuni neraka itu. Apakah mereka bisa melihat (menjumpai) kaum beriman di dalam neraka?
(63) ﴾ أَتَّخَذۡنَٰهُمۡ سِخۡرِيًّا أَمۡ زَاغَتۡ عَنۡهُمُ ٱلۡأَبۡصَٰرُ ﴿ "Apakah kami dahulu menjadi-kan mereka olok-olokan, ataukah karena mata kami tidak melihat mereka?" Maksudnya, kami tidak melihat mereka adalah karena dua kemung-kinan: Pertama, kami keliru dalam menggolongkan mereka termasuk orang-orang jahat, dan ternyata mereka adalah orang-orang yang baik, sedangkan ucapan-ucapan kami tidak lain hanyalah sebagai perolok-olokan dan penghinaan terhadap mereka. Inilah realitanya, sebagaimana difirmankan oleh Allah سبحانه وتعالى kepada para penghuni neraka, ﴾ إِنَّهُۥ كَانَ فَرِيقٞ مِّنۡ عِبَادِي يَقُولُونَ رَبَّنَآ ءَامَنَّا فَٱغۡفِرۡ لَنَا وَٱرۡحَمۡنَا وَأَنتَ خَيۡرُ ٱلرَّٰحِمِينَ 109 فَٱتَّخَذۡتُمُوهُمۡ سِخۡرِيًّا حَتَّىٰٓ أَنسَوۡكُمۡ ذِكۡرِي وَكُنتُم مِّنۡهُمۡ تَضۡحَكُونَ 110 ﴿ "Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hambaKu berdoa (di dunia), 'Ya Rabb kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik.' Lalu kamu menjadikan mereka buah ejekan, sehingga (kesibukan) kamu mengejek mereka, menjadikan kamu lupa mengingat Aku, dan kamu selalu menertawakan mereka." (Al-Mu'minun: 109-110). Kedua, kemungkinan pandangan mata kami luput dari me-lihat mereka karena sama-sama di dalam azab. Jadi, mereka sama-sama disiksa bersama kami akan tetapi pandangan mata kami luput dari mereka. Kemungkinan inilah yang terbesit di dalam hati mereka. Itu berarti keyakinan-keyakinan yang mereka yakini di dunia dan banyaknya apa yang mereka voniskan terhadap orang-orang beriman bahwa mereka pasti masuk neraka benar-benar telah mengakar di dalam hati mereka dan telah menjadi tabiatnya. Mereka masuk neraka sedangkan mereka seperti itu keadaannya, lalu di sanalah mereka mengatakan apa yang mereka katakan itu. Bisa jadi perkataan mereka ini adalah pengelabuan, sebagai-mana mereka telah sering melakukan pengelabuan di dunia, hingga bahkan sampai di neraka. Maka dari itu para penghuni tempat-tempat tinggi di surga berkata kepada para penghuni neraka, ﴾ أَهَٰٓؤُلَآءِ ٱلَّذِينَ أَقۡسَمۡتُمۡ لَا يَنَالُهُمُ ٱللَّهُ بِرَحۡمَةٍۚ ٱدۡخُلُواْ ٱلۡجَنَّةَ لَا خَوۡفٌ عَلَيۡكُمۡ وَلَآ أَنتُمۡ تَحۡزَنُونَ 49 ﴿ "Itukah orang-orang yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?" (Kepada orang Mukmin itu dikata-kan, 'Masuklah ke dalam surga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati'." (Al-A'raf: 49).
(64) Allah سبحانه وتعالى berfirman menegaskan apa yang diinformasi-kanNya, dan Dia adalah Yang Mahabenar PerkataanNya, ﴾ إِنَّ ذَٰلِكَ ﴿ "Sesungguhnya yang demikian itu" yang Aku uraikan kepada kalian itu, ﴾ لَحَقّٞ ﴿ "pasti terjadi," tidak ada keraguan padanya, ﴾ تَخَاصُمُ أَهۡلِ ٱلنَّارِ ﴿ "yaitu pertengkaran para penghuni neraka."
Sad 38:65
"Katakanlah, 'Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq melain-kan Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan. Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaper-kasa lagi Maha Pengampun.' Katakanlah, 'Berita itu adalah berita yang besar, yang kamu berpaling darinya. Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu ketika mereka berbantah-bantahan. Tidak diwahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata.' Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat, 'Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruhKu; maka hendaklah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya.' Lalu seluruh malaikat-malaikat itu sujud semuanya. Kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan dia termasuk orang-orang yang kafir. Allah berfirman, 'Hai iblis, apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu? Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?' Iblis berkata, 'Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau cipta-kan dari tanah.' Allah berfirman, 'Maka keluarlah kamu darinya; sesungguhnya kamu adalah yang diusir. Sesungguhnya kutukanKu tetap atasmu sampai Hari Pembalasan.' Iblis berkata, 'Ya Rabbku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.' Allah ber-firman, 'Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya.' Iblis menjawab, 'Demi KeperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang diberi keikh-lasan di antara mereka.' Allah berfirman, 'Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya.' Katakanlah, 'Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu atas dakwahku; dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang meng-ada-adakan. Al-Qur`an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui berita al-Qur`an setelah beberapa waktu lagi'." (Shad: 65-88).
(65) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah," wahai rasul kepada mereka-mereka yang mendustakan, jika mereka meminta apa yang tidak kamu miliki wewenang padanya dan tidak pada kekuasaanmu,﴾ إِنَّمَآ أَنَا۠ مُنذِرٞۖ ﴿ "Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan." Inilah segala apa yang aku miliki. Adapun semua wewenang urusan adalah milik Allah سبحانه وتعالى, sedangkan saya hanyalah menyuruh kalian, melarang kalian dan menghimbau kalian kepada kebaikan dan mencegah kalian dari segala keburukan. Barangsiapa yang mau mengikutinya, maka keuntungannya kembali kepada dirinya sen-diri, dan siapa saja yang sesat, maka kesesatannya menimpa dirinya sendiri. ﴾ وَمَا مِنۡ إِلَٰهٍ إِلَّا ٱللَّهُ ﴿ "Dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq me-lainkan Allah." Maksudnya, tiada seorang pun yang berhak dipertu-hankan dan disembah dengan haq kecuali Allah ﴾ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ ﴿ "Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan." Ini adalah sebuah penegasan tentang ketuhananNya berdasarkan argumen yang tak terbantah-kan, yaitu keesaanNya dan keperkasaanNya atas segala sesuatu, sebab keperkasaan itu memastikan keesaan. Maka tidak akan ada dua yang tidak terkalahkan yang sama di dalam keperkasaannya selama-lamanya. Maka, yang mengalahkan segala sesuatu itu, Dia-lah Yang Esa, yang tidak ada tandinganNya, dan Dia-lah semata yang berhak disembah sebagaimana halnya hanya Dia yang Maha Mengalahkan.
(66) Dan hal tersebut diperkuat lagi dengan tauhid rububi-yah, seraya berfirman, ﴾ رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا ﴿ "Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya." Artinya, Pencipta keduanya, Pemelihara dan Yang Mengatur keduanya dengan berbagai bentuk pengendalian, ﴾ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Yang Mahaperkasa," yang memiliki kekuatan yang dengannya Dia menciptakan ciptaan-ciptaan agung (luar biasa besarnya), ﴾ ٱلۡغَفَّٰرُ ﴿ "lagi Maha Pengampun" terhadap semua dosa, yang kecil dan yang besar bagi siapa saja yang bertaubat kepada-Nya dan menanggalkan diri dari perbuatan dosa. Inilah yang pantas dan yang berhak diibadahi (disembah), bukan siapa yang tidak mampu menciptakan, tidak mampu mem-beri rizki, tidak bisa menimpakan mudarat, tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula memiliki wewenang sedikitpun, tidak me-miliki power untuk berkuasa dan tidak pula mempunyai kemam-puan memberikan ampunan terhadap dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan.
(67-68) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka, seraya memper-takuti, mewanti-wanti, membangkitkan dan memberikan peringatan kepada mereka, ﴾ هُوَ نَبَؤٌاْ عَظِيمٌ ﴿ "Berita itu adalah berita yang besar." Arti-nya, apa yang saya informasikan kepada kalian ini, seperti kebang-kitan, dihidupkan kembali sesudah mati dan pemberian balasan atas amal-amal adalah merupakan berita yang sangat agung yang pantas diperhatikan dengan serius dan tidak boleh diabaikan. Akan tetapi ﴾ أَنتُمۡ عَنۡهُ مُعۡرِضُونَ ﴿ "kamu berpaling darinya" hingga seakan-akan kalian tidak mempercayai bahwa di hadapan kalian ada hisab (per-hitungan amal perbuatan), hukuman, ataupun pahala.
(69-70) Jika kalian ragu terhadap perkataanku dan kalian meragukan informasi dariku, maka sesungguhnya aku hanya me-nyampaikan informasi-informasi yang aku sendiri tidak mempu-nyai pengetahuannya dan tidak pula aku pelajari dari satu kitab mana pun. Jadi, penyampaian informasi yang aku sampaikan ini sebagaimana adanya, tanpa tambahan ataupun pengurangan, adalah merupakan saksi yang paling besar bagi kejujuranku dan bukti yang paling tepat atas kebenaran apa yang aku bawa kepada kalian ini. Maka dari itu Allah berfirman (memerintahkan RasulNya) ﴾ مَا كَانَ لِيَ مِنۡ عِلۡمِۭ بِٱلۡمَلَإِ ٱلۡأَعۡلَىٰٓ ﴿ "Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu," maksudnya, para malaikat, ﴾ إِذۡ يَخۡتَصِمُونَ ﴿ "ketika mereka berbantah-bantahan," kalau saja bukan karena Allah menginformasikannya dan mewahyukannya kepadaku. Dan karena itu ayat berikutnya mengatakan, ﴾ إِن يُوحَىٰٓ إِلَيَّ إِلَّآ أَنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Tidak di-wahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah se-orang pemberi peringatan yang nyata," artinya, yang jelas lagi nyata peringatannya. Maka tidak ada pemberi peringatan yang lebih jelas daripada perintah yang disampaikan oleh Rasulullah a.
(71-72) Kemudian Allah menjelaskan perbantahan para malaikat tersebut seraya berfirman, ﴾ إِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ﴿ "Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat" sebagai informasi, ﴾ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن طِينٖ ﴿ "Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah." Maksudnya, mate-rinya dari tanah liat, ﴾ فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ ﴿ "Maka apabila telah Ku-sempurnakan," maksudnya, menyempurnakan jasadnya dan telah terbentuk,﴾ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ ﴿ "dan Ku-tiupkan kepadanya ruhKu, maka hendak-lah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya."
(73-74) Maka para malaikat yang mulia itu menundukkan dirinya untuk hal tersebut, ketika penciptaan manusia itu telah sempurna dan telah ditiupkan ruh padanya, sebagai sikap patuh terhadap Rabb mereka dan sebagai sikap hormat kepada Adam عليه السلام. Setelah sempurna penciptaan jasad dan ruhnya dan setelah Allah menguji Adam dan para malaikat dalam ilmu pengetahuan, dan setelah tampak keunggulan Adam atas mereka, maka Allah memerintahkan mereka untuk sujud kepada Adam. Maka mereka pun sujud ﴾ كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ 73 إِلَّآ إِبۡلِيسَ ﴿ "semuanya, kecuali iblis," ia tidak mau sujud, ﴾ ٱسۡتَكۡبَرَ ﴿ "dia menyombongkan diri" terhadap perintah Rabbnya, dan menyombongkan diri terhadap Nabi Adam عليه السلام , ﴾ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "dan dia termasuk orang-orang yang kafir" dalam ilmu Allah سبحانه وتعالى.
(75) Maka Allah سبحانه وتعالى berkata kepadanya sebagai celaan,﴾ مَا مَنَعَكَ أَن تَسۡجُدَ لِمَا خَلَقۡتُ بِيَدَيَّۖ ﴿ "Apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu?" Maksudnya, yang Aku muliakan, Aku hargai dan Aku istimewakan dengan keistimewaan ini; yang dengannya ia menjadi istimewa daripada seluruh makhluk, dan hal itu seharusnya tidak menimbulkan sikap sombong terha-dapnya. ﴾ أَسۡتَكۡبَرۡتَ ﴿ "Apakah kamu menyombongkan diri" dalam keeng-gananmu itu, ﴾ أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡعَالِينَ ﴿ "ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?"
(76) ﴾ قَالَ ﴿ "Berkata" iblis dengan sikap menentang dan melawan Rabbnya, ﴾ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِي مِن نَّارٖ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٖ ﴿ "Aku lebih baik dari-padanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." Menurut anggapannya bahwa unsur api itu lebih baik daripada unsur tanah. Ini termasuk analogi yang rusak, karena sesungguhnya unsur api itu adalah materi kejahatan, keru-sakan, keangkuhan, kesombongan, dan kehinaan, sedangkan unsur tanah adalah materi kematangan, tawadhu' (rendah diri) dan tem-pat tumbuhnya berbagai pohon dan tanaman. Ia bisa mengalahkan api dan memadamkannya. Dan api selalu membutuhkan benda untuk bisa hidup, sedangkan tanah bisa berdiri sendiri. Itulah analogi dedengkot makhluk jahat yang dengannya ia menentang perintah langsung dari Allah سبحانه وتعالى, sudah sangat jelas sekali kebatilan dan kesesatannya. Lalu bagaimana menurut Anda dengan analogi-analogi para murid-muridnya (pengikutnya) yang menentang kebenaran dengan analogi-analogi yang mereka buat? Sesungguhnya analogi-analogi yang mereka gunakan itu adalah lebih batil dan lebih sesat lagi daripada analogi iblis ini.
(77-78) Maka Allah berfirman kepadanya, ﴾ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا ﴿ "Maka keluarlah kamu darinya," maksudnya, dari langit dan tempat yang mulia, ﴾ فَإِنَّكَ رَجِيمٞ ﴿ "sesungguhnya kamu adalah yang diusir," artinya, yang dijauhkan dan disingkirkan. ﴾ وَإِنَّ عَلَيۡكَ لَعۡنَتِيٓ ﴿ "Sesungguhnya ku-tukanKu tetap atasmu," maksudnya, sesungguhnya pengusiran dan pengucilanKu terhadapmu ﴾ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ﴿ "sampai Hari Pembalasan," yakni, selama-lamanya.
(79) ﴾ قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ﴿ "Ia berkata, 'Ya Rabbku, beri tang-guhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan'." Ini disebabkan karena permusuhannya yang sangat berat terhadap Nabi Adam dan anak keturunannya agar ia bisa menyesatkan siapa saja yang telah di-takdirkan Allah untuk disesatkannya.
(80-81) Maka A l l a h ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman" memenuhi permin-taannya sesuai dengan tuntutan hikmah (kebijaksanaan)Nya, ﴾ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ 80 إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ 81 ﴿ "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya," yakni, hingga seluruh anak keturunan Nabi Adam habis dan ujian telah usai.
(82-83) Setelah iblis mengetahui bahwa dirinya diberi tang-guhan waktu, maka ia terang-terangan melawan Rabbnya dengan kebusukannya, dengan permusuhan yang sengit terhadap Rabbnya dan terhadap Adam dan anak-anak keturunannya, seraya berkata, ﴾ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Demi keperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya." Huruf ba' (pada بِعِزَّتِكَ) bermakna sumpah. Ini berarti ia ber-sumpah dengan keperkasaan Allah bahwa iblis benar-benar akan menyesatkan mereka semuanya, ﴾ إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ﴿ "kecuali hamba-hambaMu yang diberi keikhlasan di antara mereka." Iblis menge-tahui bahwa Allah akan melindungi mereka dari tipu dayanya. Dan bisa juga huruf ba' itu bermakna isti'anah (permintaan pertolongan). Artinya, oleh karena iblis mengetahui bahwasanya dia lemah dari segala sisinya dan bahwa ia sama sekali tidak bisa menyesatkan seseorang kecuali dengan kehendak dari Allah سبحانه وتعالى, maka dia mencari pertolongan kepada keperkasaan Allah agar bisa menyesatkan anak keturunan Nabi Adam عليه السلام. Demikianlah, dan dia benar-benar musuh Allah yang sejati. Sedangkan kami, wahai Rabb, lemah tidak berdaya dan lalai, kami mengakui seluruh nikmat dariMu. Kami adalah anak cucu dari manusia yang telah Engkau muliakan dan Engkau hargai itu; maka kami memohon pertolongan dengan keperkasaanMu yang agung dan kekuasaanMu dan dengan rahmatMu yang luas yang meliputi segala sesuatu, rahmatMu yang dengannya Engkau telah mengantarkan kami kepada apa yang telah kami capai, yaitu berupa kenikmatan agama dan dunia, dan dengannya pula Engkau men-jauhkan segala bentuk bencana dari kami; tolonglah kami untuk memeranginya, memusuhinya dan selamat dari kejahatan dan kesyirikannya. Dan kami berbaik sangka, bahwa Engkau pasti mengabulkan doa kami, dan kami beriman kepada janjiMu yang telah Engkau katakan kepada kami, ﴾ وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ ﴿ "Dan Rabbmu berkata, 'Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan untukmu'." (al-Ghafir: 60). Dan inilah kami, telah berdoa kepadaMu sebagaimana telah Engkau perintahkan kepada kami, maka kabulkanlah doa kami sebagaimana yang telah Engkau janjikan. ﴾ إِنَّكَ لَا تُخۡلِفُ ٱلۡمِيعَادَ 194 ﴿ "Sesungguhnya Engkau tidak mengingkari janji." (Ali Imran: 194).
(84-85) Allah تعالى ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman (kepada iblis),"﴾ فَٱلۡحَقُّ وَٱلۡحَقَّ أَقُولُ ﴿ "Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan," artinya, al-Haq (kebenaran) itu adalah sifatKu dan yang benar itu FirmanKu, ﴾ لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya."
(86) Setelah Rasulullah a menjelaskan dalil kepada ma-nusia dan menjelaskan kepada mereka jalan (yang lurus) ini, maka Allah berfirman, ﴾ قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Katakanlah, 'Aku tidak meminta kepadamu atasnya'," maksudnya, atas seruanku kepada kalian ini, ﴾ مِنۡ أَجۡرٖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُتَكَلِّفِينَ ﴿ "upah sedikitpun dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mengada-adakan," di mana aku mengklaim suatu perkara yang bukan milikku dan mengikuti apa yang tidak aku miliki ilmu-nya, dan tidak pula aku mengikuti selain dari apa yang diwahyu-kan kepadaku.
(87) ﴾ إِنۡ هُوَ ﴿ "Ia tidak lain," maksudnya, wahyu dan al-Qur`an ini ﴾ إِلَّا ذِكۡرٞ لِّلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "hanyalah peringatan bagi semesta alam," yang de-ngannya mereka dapat mempelajari apa-apa yang bermanfaat bagi mereka dari berbagai maslahat agama dan dunia mereka. Maka dengan demikian, al-Qur`an menjadi kemuliaan dan pengangkat derajat manusia semuanya dan sebagai penegakan hujjah atas orang-orang yang membangkang. Dengan demikian, surat yang agung ini mengandung pela-jaran yang sangat bijaksana, informasi yang agung, penegakan hujjah dan argumen terhadap orang-orang yang mendustakan al-Qur`an dan menentangnya, mendustakan nabi (Rasul) yang datang dengannya, informasi tentang hamba-hamba Allah yang tulus dan balasan bagi orang-orang yang bertakwa dan orang-orang melam-paui batas. Maka dari itu Allah bersumpah pada awal surat ini bahwa al-Qur`an ini mengandung pelajaran, dan di akhir surat Dia menyatakan bahwa al-Qur`an ini adalah pelajaran (peringatan) bagi semesta alam; dan di dalamnya Allah banyak sekali mengingatkan, seperti pada FirmanNya, ﴾ وَٱذۡكُرۡ عَبۡدَنَآ ﴿ "Dan ingatlah hamba Kami," ﴾ وَٱذۡكُرۡ عِبَٰدَنَآ ﴿ "dan ingatlah hamba-hamba Kami," ﴾ رَحۡمَةٗ مِّنَّا وَذِكۡرَىٰ ﴿ "sebagai rahmat dan peringatan dari Kami," ﴾ هَٰذَا ذِكۡرٞۚ ﴿ "Ini adalah peringatan." Ya Allah, ajarkan kepada kami darinya apa yang belum kami ketahui dan ingatlah kepada kami apa yang kami lupa darinya karena kelalaian, kelupaan, dan pengabaian.
(88) ﴾ وَلَتَعۡلَمُنَّ نَبَأَهُۥ ﴿ "Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui beritanya," maksudnya, informasinya, ﴾ بَعۡدَ حِينِۭ ﴿ "setelah beberapa waktu lagi," yaitu ketika azab terjadi menimpa mereka dan segala bentuk hubungan terputus dari mereka.
Selesailah tafsir surat Shad, dengan karunia dan pertolongan Allah سبحانه وتعالى.
Sad 38:66
"Katakanlah, 'Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq melain-kan Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan. Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaper-kasa lagi Maha Pengampun.' Katakanlah, 'Berita itu adalah berita yang besar, yang kamu berpaling darinya. Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu ketika mereka berbantah-bantahan. Tidak diwahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata.' Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat, 'Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruhKu; maka hendaklah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya.' Lalu seluruh malaikat-malaikat itu sujud semuanya. Kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan dia termasuk orang-orang yang kafir. Allah berfirman, 'Hai iblis, apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu? Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?' Iblis berkata, 'Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau cipta-kan dari tanah.' Allah berfirman, 'Maka keluarlah kamu darinya; sesungguhnya kamu adalah yang diusir. Sesungguhnya kutukanKu tetap atasmu sampai Hari Pembalasan.' Iblis berkata, 'Ya Rabbku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.' Allah ber-firman, 'Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya.' Iblis menjawab, 'Demi KeperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang diberi keikh-lasan di antara mereka.' Allah berfirman, 'Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya.' Katakanlah, 'Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu atas dakwahku; dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang meng-ada-adakan. Al-Qur`an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui berita al-Qur`an setelah beberapa waktu lagi'." (Shad: 65-88).
(65) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah," wahai rasul kepada mereka-mereka yang mendustakan, jika mereka meminta apa yang tidak kamu miliki wewenang padanya dan tidak pada kekuasaanmu,﴾ إِنَّمَآ أَنَا۠ مُنذِرٞۖ ﴿ "Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan." Inilah segala apa yang aku miliki. Adapun semua wewenang urusan adalah milik Allah سبحانه وتعالى, sedangkan saya hanyalah menyuruh kalian, melarang kalian dan menghimbau kalian kepada kebaikan dan mencegah kalian dari segala keburukan. Barangsiapa yang mau mengikutinya, maka keuntungannya kembali kepada dirinya sen-diri, dan siapa saja yang sesat, maka kesesatannya menimpa dirinya sendiri. ﴾ وَمَا مِنۡ إِلَٰهٍ إِلَّا ٱللَّهُ ﴿ "Dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq me-lainkan Allah." Maksudnya, tiada seorang pun yang berhak dipertu-hankan dan disembah dengan haq kecuali Allah ﴾ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ ﴿ "Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan." Ini adalah sebuah penegasan tentang ketuhananNya berdasarkan argumen yang tak terbantah-kan, yaitu keesaanNya dan keperkasaanNya atas segala sesuatu, sebab keperkasaan itu memastikan keesaan. Maka tidak akan ada dua yang tidak terkalahkan yang sama di dalam keperkasaannya selama-lamanya. Maka, yang mengalahkan segala sesuatu itu, Dia-lah Yang Esa, yang tidak ada tandinganNya, dan Dia-lah semata yang berhak disembah sebagaimana halnya hanya Dia yang Maha Mengalahkan.
(66) Dan hal tersebut diperkuat lagi dengan tauhid rububi-yah, seraya berfirman, ﴾ رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا ﴿ "Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya." Artinya, Pencipta keduanya, Pemelihara dan Yang Mengatur keduanya dengan berbagai bentuk pengendalian, ﴾ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Yang Mahaperkasa," yang memiliki kekuatan yang dengannya Dia menciptakan ciptaan-ciptaan agung (luar biasa besarnya), ﴾ ٱلۡغَفَّٰرُ ﴿ "lagi Maha Pengampun" terhadap semua dosa, yang kecil dan yang besar bagi siapa saja yang bertaubat kepada-Nya dan menanggalkan diri dari perbuatan dosa. Inilah yang pantas dan yang berhak diibadahi (disembah), bukan siapa yang tidak mampu menciptakan, tidak mampu mem-beri rizki, tidak bisa menimpakan mudarat, tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula memiliki wewenang sedikitpun, tidak me-miliki power untuk berkuasa dan tidak pula mempunyai kemam-puan memberikan ampunan terhadap dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan.
(67-68) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka, seraya memper-takuti, mewanti-wanti, membangkitkan dan memberikan peringatan kepada mereka, ﴾ هُوَ نَبَؤٌاْ عَظِيمٌ ﴿ "Berita itu adalah berita yang besar." Arti-nya, apa yang saya informasikan kepada kalian ini, seperti kebang-kitan, dihidupkan kembali sesudah mati dan pemberian balasan atas amal-amal adalah merupakan berita yang sangat agung yang pantas diperhatikan dengan serius dan tidak boleh diabaikan. Akan tetapi ﴾ أَنتُمۡ عَنۡهُ مُعۡرِضُونَ ﴿ "kamu berpaling darinya" hingga seakan-akan kalian tidak mempercayai bahwa di hadapan kalian ada hisab (per-hitungan amal perbuatan), hukuman, ataupun pahala.
(69-70) Jika kalian ragu terhadap perkataanku dan kalian meragukan informasi dariku, maka sesungguhnya aku hanya me-nyampaikan informasi-informasi yang aku sendiri tidak mempu-nyai pengetahuannya dan tidak pula aku pelajari dari satu kitab mana pun. Jadi, penyampaian informasi yang aku sampaikan ini sebagaimana adanya, tanpa tambahan ataupun pengurangan, adalah merupakan saksi yang paling besar bagi kejujuranku dan bukti yang paling tepat atas kebenaran apa yang aku bawa kepada kalian ini. Maka dari itu Allah berfirman (memerintahkan RasulNya) ﴾ مَا كَانَ لِيَ مِنۡ عِلۡمِۭ بِٱلۡمَلَإِ ٱلۡأَعۡلَىٰٓ ﴿ "Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu," maksudnya, para malaikat, ﴾ إِذۡ يَخۡتَصِمُونَ ﴿ "ketika mereka berbantah-bantahan," kalau saja bukan karena Allah menginformasikannya dan mewahyukannya kepadaku. Dan karena itu ayat berikutnya mengatakan, ﴾ إِن يُوحَىٰٓ إِلَيَّ إِلَّآ أَنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Tidak di-wahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah se-orang pemberi peringatan yang nyata," artinya, yang jelas lagi nyata peringatannya. Maka tidak ada pemberi peringatan yang lebih jelas daripada perintah yang disampaikan oleh Rasulullah a.
(71-72) Kemudian Allah menjelaskan perbantahan para malaikat tersebut seraya berfirman, ﴾ إِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ﴿ "Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat" sebagai informasi, ﴾ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن طِينٖ ﴿ "Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah." Maksudnya, mate-rinya dari tanah liat, ﴾ فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ ﴿ "Maka apabila telah Ku-sempurnakan," maksudnya, menyempurnakan jasadnya dan telah terbentuk,﴾ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ ﴿ "dan Ku-tiupkan kepadanya ruhKu, maka hendak-lah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya."
(73-74) Maka para malaikat yang mulia itu menundukkan dirinya untuk hal tersebut, ketika penciptaan manusia itu telah sempurna dan telah ditiupkan ruh padanya, sebagai sikap patuh terhadap Rabb mereka dan sebagai sikap hormat kepada Adam عليه السلام. Setelah sempurna penciptaan jasad dan ruhnya dan setelah Allah menguji Adam dan para malaikat dalam ilmu pengetahuan, dan setelah tampak keunggulan Adam atas mereka, maka Allah memerintahkan mereka untuk sujud kepada Adam. Maka mereka pun sujud ﴾ كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ 73 إِلَّآ إِبۡلِيسَ ﴿ "semuanya, kecuali iblis," ia tidak mau sujud, ﴾ ٱسۡتَكۡبَرَ ﴿ "dia menyombongkan diri" terhadap perintah Rabbnya, dan menyombongkan diri terhadap Nabi Adam عليه السلام , ﴾ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "dan dia termasuk orang-orang yang kafir" dalam ilmu Allah سبحانه وتعالى.
(75) Maka Allah سبحانه وتعالى berkata kepadanya sebagai celaan,﴾ مَا مَنَعَكَ أَن تَسۡجُدَ لِمَا خَلَقۡتُ بِيَدَيَّۖ ﴿ "Apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu?" Maksudnya, yang Aku muliakan, Aku hargai dan Aku istimewakan dengan keistimewaan ini; yang dengannya ia menjadi istimewa daripada seluruh makhluk, dan hal itu seharusnya tidak menimbulkan sikap sombong terha-dapnya. ﴾ أَسۡتَكۡبَرۡتَ ﴿ "Apakah kamu menyombongkan diri" dalam keeng-gananmu itu, ﴾ أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡعَالِينَ ﴿ "ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?"
(76) ﴾ قَالَ ﴿ "Berkata" iblis dengan sikap menentang dan melawan Rabbnya, ﴾ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِي مِن نَّارٖ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٖ ﴿ "Aku lebih baik dari-padanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." Menurut anggapannya bahwa unsur api itu lebih baik daripada unsur tanah. Ini termasuk analogi yang rusak, karena sesungguhnya unsur api itu adalah materi kejahatan, keru-sakan, keangkuhan, kesombongan, dan kehinaan, sedangkan unsur tanah adalah materi kematangan, tawadhu' (rendah diri) dan tem-pat tumbuhnya berbagai pohon dan tanaman. Ia bisa mengalahkan api dan memadamkannya. Dan api selalu membutuhkan benda untuk bisa hidup, sedangkan tanah bisa berdiri sendiri. Itulah analogi dedengkot makhluk jahat yang dengannya ia menentang perintah langsung dari Allah سبحانه وتعالى, sudah sangat jelas sekali kebatilan dan kesesatannya. Lalu bagaimana menurut Anda dengan analogi-analogi para murid-muridnya (pengikutnya) yang menentang kebenaran dengan analogi-analogi yang mereka buat? Sesungguhnya analogi-analogi yang mereka gunakan itu adalah lebih batil dan lebih sesat lagi daripada analogi iblis ini.
(77-78) Maka Allah berfirman kepadanya, ﴾ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا ﴿ "Maka keluarlah kamu darinya," maksudnya, dari langit dan tempat yang mulia, ﴾ فَإِنَّكَ رَجِيمٞ ﴿ "sesungguhnya kamu adalah yang diusir," artinya, yang dijauhkan dan disingkirkan. ﴾ وَإِنَّ عَلَيۡكَ لَعۡنَتِيٓ ﴿ "Sesungguhnya ku-tukanKu tetap atasmu," maksudnya, sesungguhnya pengusiran dan pengucilanKu terhadapmu ﴾ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ﴿ "sampai Hari Pembalasan," yakni, selama-lamanya.
(79) ﴾ قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ﴿ "Ia berkata, 'Ya Rabbku, beri tang-guhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan'." Ini disebabkan karena permusuhannya yang sangat berat terhadap Nabi Adam dan anak keturunannya agar ia bisa menyesatkan siapa saja yang telah di-takdirkan Allah untuk disesatkannya.
(80-81) Maka A l l a h ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman" memenuhi permin-taannya sesuai dengan tuntutan hikmah (kebijaksanaan)Nya, ﴾ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ 80 إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ 81 ﴿ "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya," yakni, hingga seluruh anak keturunan Nabi Adam habis dan ujian telah usai.
(82-83) Setelah iblis mengetahui bahwa dirinya diberi tang-guhan waktu, maka ia terang-terangan melawan Rabbnya dengan kebusukannya, dengan permusuhan yang sengit terhadap Rabbnya dan terhadap Adam dan anak-anak keturunannya, seraya berkata, ﴾ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Demi keperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya." Huruf ba' (pada بِعِزَّتِكَ) bermakna sumpah. Ini berarti ia ber-sumpah dengan keperkasaan Allah bahwa iblis benar-benar akan menyesatkan mereka semuanya, ﴾ إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ﴿ "kecuali hamba-hambaMu yang diberi keikhlasan di antara mereka." Iblis menge-tahui bahwa Allah akan melindungi mereka dari tipu dayanya. Dan bisa juga huruf ba' itu bermakna isti'anah (permintaan pertolongan). Artinya, oleh karena iblis mengetahui bahwasanya dia lemah dari segala sisinya dan bahwa ia sama sekali tidak bisa menyesatkan seseorang kecuali dengan kehendak dari Allah سبحانه وتعالى, maka dia mencari pertolongan kepada keperkasaan Allah agar bisa menyesatkan anak keturunan Nabi Adam عليه السلام. Demikianlah, dan dia benar-benar musuh Allah yang sejati. Sedangkan kami, wahai Rabb, lemah tidak berdaya dan lalai, kami mengakui seluruh nikmat dariMu. Kami adalah anak cucu dari manusia yang telah Engkau muliakan dan Engkau hargai itu; maka kami memohon pertolongan dengan keperkasaanMu yang agung dan kekuasaanMu dan dengan rahmatMu yang luas yang meliputi segala sesuatu, rahmatMu yang dengannya Engkau telah mengantarkan kami kepada apa yang telah kami capai, yaitu berupa kenikmatan agama dan dunia, dan dengannya pula Engkau men-jauhkan segala bentuk bencana dari kami; tolonglah kami untuk memeranginya, memusuhinya dan selamat dari kejahatan dan kesyirikannya. Dan kami berbaik sangka, bahwa Engkau pasti mengabulkan doa kami, dan kami beriman kepada janjiMu yang telah Engkau katakan kepada kami, ﴾ وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ ﴿ "Dan Rabbmu berkata, 'Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan untukmu'." (al-Ghafir: 60). Dan inilah kami, telah berdoa kepadaMu sebagaimana telah Engkau perintahkan kepada kami, maka kabulkanlah doa kami sebagaimana yang telah Engkau janjikan. ﴾ إِنَّكَ لَا تُخۡلِفُ ٱلۡمِيعَادَ 194 ﴿ "Sesungguhnya Engkau tidak mengingkari janji." (Ali Imran: 194).
(84-85) Allah تعالى ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman (kepada iblis),"﴾ فَٱلۡحَقُّ وَٱلۡحَقَّ أَقُولُ ﴿ "Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan," artinya, al-Haq (kebenaran) itu adalah sifatKu dan yang benar itu FirmanKu, ﴾ لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya."
(86) Setelah Rasulullah a menjelaskan dalil kepada ma-nusia dan menjelaskan kepada mereka jalan (yang lurus) ini, maka Allah berfirman, ﴾ قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Katakanlah, 'Aku tidak meminta kepadamu atasnya'," maksudnya, atas seruanku kepada kalian ini, ﴾ مِنۡ أَجۡرٖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُتَكَلِّفِينَ ﴿ "upah sedikitpun dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mengada-adakan," di mana aku mengklaim suatu perkara yang bukan milikku dan mengikuti apa yang tidak aku miliki ilmu-nya, dan tidak pula aku mengikuti selain dari apa yang diwahyu-kan kepadaku.
(87) ﴾ إِنۡ هُوَ ﴿ "Ia tidak lain," maksudnya, wahyu dan al-Qur`an ini ﴾ إِلَّا ذِكۡرٞ لِّلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "hanyalah peringatan bagi semesta alam," yang de-ngannya mereka dapat mempelajari apa-apa yang bermanfaat bagi mereka dari berbagai maslahat agama dan dunia mereka. Maka dengan demikian, al-Qur`an menjadi kemuliaan dan pengangkat derajat manusia semuanya dan sebagai penegakan hujjah atas orang-orang yang membangkang. Dengan demikian, surat yang agung ini mengandung pela-jaran yang sangat bijaksana, informasi yang agung, penegakan hujjah dan argumen terhadap orang-orang yang mendustakan al-Qur`an dan menentangnya, mendustakan nabi (Rasul) yang datang dengannya, informasi tentang hamba-hamba Allah yang tulus dan balasan bagi orang-orang yang bertakwa dan orang-orang melam-paui batas. Maka dari itu Allah bersumpah pada awal surat ini bahwa al-Qur`an ini mengandung pelajaran, dan di akhir surat Dia menyatakan bahwa al-Qur`an ini adalah pelajaran (peringatan) bagi semesta alam; dan di dalamnya Allah banyak sekali mengingatkan, seperti pada FirmanNya, ﴾ وَٱذۡكُرۡ عَبۡدَنَآ ﴿ "Dan ingatlah hamba Kami," ﴾ وَٱذۡكُرۡ عِبَٰدَنَآ ﴿ "dan ingatlah hamba-hamba Kami," ﴾ رَحۡمَةٗ مِّنَّا وَذِكۡرَىٰ ﴿ "sebagai rahmat dan peringatan dari Kami," ﴾ هَٰذَا ذِكۡرٞۚ ﴿ "Ini adalah peringatan." Ya Allah, ajarkan kepada kami darinya apa yang belum kami ketahui dan ingatlah kepada kami apa yang kami lupa darinya karena kelalaian, kelupaan, dan pengabaian.
(88) ﴾ وَلَتَعۡلَمُنَّ نَبَأَهُۥ ﴿ "Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui beritanya," maksudnya, informasinya, ﴾ بَعۡدَ حِينِۭ ﴿ "setelah beberapa waktu lagi," yaitu ketika azab terjadi menimpa mereka dan segala bentuk hubungan terputus dari mereka.
Selesailah tafsir surat Shad, dengan karunia dan pertolongan Allah سبحانه وتعالى.
Sad 38:67
"Katakanlah, 'Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq melain-kan Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan. Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaper-kasa lagi Maha Pengampun.' Katakanlah, 'Berita itu adalah berita yang besar, yang kamu berpaling darinya. Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu ketika mereka berbantah-bantahan. Tidak diwahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata.' Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat, 'Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruhKu; maka hendaklah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya.' Lalu seluruh malaikat-malaikat itu sujud semuanya. Kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan dia termasuk orang-orang yang kafir. Allah berfirman, 'Hai iblis, apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu? Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?' Iblis berkata, 'Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau cipta-kan dari tanah.' Allah berfirman, 'Maka keluarlah kamu darinya; sesungguhnya kamu adalah yang diusir. Sesungguhnya kutukanKu tetap atasmu sampai Hari Pembalasan.' Iblis berkata, 'Ya Rabbku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.' Allah ber-firman, 'Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya.' Iblis menjawab, 'Demi KeperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang diberi keikh-lasan di antara mereka.' Allah berfirman, 'Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya.' Katakanlah, 'Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu atas dakwahku; dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang meng-ada-adakan. Al-Qur`an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui berita al-Qur`an setelah beberapa waktu lagi'." (Shad: 65-88).
(65) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah," wahai rasul kepada mereka-mereka yang mendustakan, jika mereka meminta apa yang tidak kamu miliki wewenang padanya dan tidak pada kekuasaanmu,﴾ إِنَّمَآ أَنَا۠ مُنذِرٞۖ ﴿ "Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan." Inilah segala apa yang aku miliki. Adapun semua wewenang urusan adalah milik Allah سبحانه وتعالى, sedangkan saya hanyalah menyuruh kalian, melarang kalian dan menghimbau kalian kepada kebaikan dan mencegah kalian dari segala keburukan. Barangsiapa yang mau mengikutinya, maka keuntungannya kembali kepada dirinya sen-diri, dan siapa saja yang sesat, maka kesesatannya menimpa dirinya sendiri. ﴾ وَمَا مِنۡ إِلَٰهٍ إِلَّا ٱللَّهُ ﴿ "Dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq me-lainkan Allah." Maksudnya, tiada seorang pun yang berhak dipertu-hankan dan disembah dengan haq kecuali Allah ﴾ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ ﴿ "Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan." Ini adalah sebuah penegasan tentang ketuhananNya berdasarkan argumen yang tak terbantah-kan, yaitu keesaanNya dan keperkasaanNya atas segala sesuatu, sebab keperkasaan itu memastikan keesaan. Maka tidak akan ada dua yang tidak terkalahkan yang sama di dalam keperkasaannya selama-lamanya. Maka, yang mengalahkan segala sesuatu itu, Dia-lah Yang Esa, yang tidak ada tandinganNya, dan Dia-lah semata yang berhak disembah sebagaimana halnya hanya Dia yang Maha Mengalahkan.
(66) Dan hal tersebut diperkuat lagi dengan tauhid rububi-yah, seraya berfirman, ﴾ رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا ﴿ "Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya." Artinya, Pencipta keduanya, Pemelihara dan Yang Mengatur keduanya dengan berbagai bentuk pengendalian, ﴾ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Yang Mahaperkasa," yang memiliki kekuatan yang dengannya Dia menciptakan ciptaan-ciptaan agung (luar biasa besarnya), ﴾ ٱلۡغَفَّٰرُ ﴿ "lagi Maha Pengampun" terhadap semua dosa, yang kecil dan yang besar bagi siapa saja yang bertaubat kepada-Nya dan menanggalkan diri dari perbuatan dosa. Inilah yang pantas dan yang berhak diibadahi (disembah), bukan siapa yang tidak mampu menciptakan, tidak mampu mem-beri rizki, tidak bisa menimpakan mudarat, tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula memiliki wewenang sedikitpun, tidak me-miliki power untuk berkuasa dan tidak pula mempunyai kemam-puan memberikan ampunan terhadap dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan.
(67-68) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka, seraya memper-takuti, mewanti-wanti, membangkitkan dan memberikan peringatan kepada mereka, ﴾ هُوَ نَبَؤٌاْ عَظِيمٌ ﴿ "Berita itu adalah berita yang besar." Arti-nya, apa yang saya informasikan kepada kalian ini, seperti kebang-kitan, dihidupkan kembali sesudah mati dan pemberian balasan atas amal-amal adalah merupakan berita yang sangat agung yang pantas diperhatikan dengan serius dan tidak boleh diabaikan. Akan tetapi ﴾ أَنتُمۡ عَنۡهُ مُعۡرِضُونَ ﴿ "kamu berpaling darinya" hingga seakan-akan kalian tidak mempercayai bahwa di hadapan kalian ada hisab (per-hitungan amal perbuatan), hukuman, ataupun pahala.
(69-70) Jika kalian ragu terhadap perkataanku dan kalian meragukan informasi dariku, maka sesungguhnya aku hanya me-nyampaikan informasi-informasi yang aku sendiri tidak mempu-nyai pengetahuannya dan tidak pula aku pelajari dari satu kitab mana pun. Jadi, penyampaian informasi yang aku sampaikan ini sebagaimana adanya, tanpa tambahan ataupun pengurangan, adalah merupakan saksi yang paling besar bagi kejujuranku dan bukti yang paling tepat atas kebenaran apa yang aku bawa kepada kalian ini. Maka dari itu Allah berfirman (memerintahkan RasulNya) ﴾ مَا كَانَ لِيَ مِنۡ عِلۡمِۭ بِٱلۡمَلَإِ ٱلۡأَعۡلَىٰٓ ﴿ "Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu," maksudnya, para malaikat, ﴾ إِذۡ يَخۡتَصِمُونَ ﴿ "ketika mereka berbantah-bantahan," kalau saja bukan karena Allah menginformasikannya dan mewahyukannya kepadaku. Dan karena itu ayat berikutnya mengatakan, ﴾ إِن يُوحَىٰٓ إِلَيَّ إِلَّآ أَنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Tidak di-wahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah se-orang pemberi peringatan yang nyata," artinya, yang jelas lagi nyata peringatannya. Maka tidak ada pemberi peringatan yang lebih jelas daripada perintah yang disampaikan oleh Rasulullah a.
(71-72) Kemudian Allah menjelaskan perbantahan para malaikat tersebut seraya berfirman, ﴾ إِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ﴿ "Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat" sebagai informasi, ﴾ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن طِينٖ ﴿ "Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah." Maksudnya, mate-rinya dari tanah liat, ﴾ فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ ﴿ "Maka apabila telah Ku-sempurnakan," maksudnya, menyempurnakan jasadnya dan telah terbentuk,﴾ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ ﴿ "dan Ku-tiupkan kepadanya ruhKu, maka hendak-lah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya."
(73-74) Maka para malaikat yang mulia itu menundukkan dirinya untuk hal tersebut, ketika penciptaan manusia itu telah sempurna dan telah ditiupkan ruh padanya, sebagai sikap patuh terhadap Rabb mereka dan sebagai sikap hormat kepada Adam عليه السلام. Setelah sempurna penciptaan jasad dan ruhnya dan setelah Allah menguji Adam dan para malaikat dalam ilmu pengetahuan, dan setelah tampak keunggulan Adam atas mereka, maka Allah memerintahkan mereka untuk sujud kepada Adam. Maka mereka pun sujud ﴾ كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ 73 إِلَّآ إِبۡلِيسَ ﴿ "semuanya, kecuali iblis," ia tidak mau sujud, ﴾ ٱسۡتَكۡبَرَ ﴿ "dia menyombongkan diri" terhadap perintah Rabbnya, dan menyombongkan diri terhadap Nabi Adam عليه السلام , ﴾ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "dan dia termasuk orang-orang yang kafir" dalam ilmu Allah سبحانه وتعالى.
(75) Maka Allah سبحانه وتعالى berkata kepadanya sebagai celaan,﴾ مَا مَنَعَكَ أَن تَسۡجُدَ لِمَا خَلَقۡتُ بِيَدَيَّۖ ﴿ "Apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu?" Maksudnya, yang Aku muliakan, Aku hargai dan Aku istimewakan dengan keistimewaan ini; yang dengannya ia menjadi istimewa daripada seluruh makhluk, dan hal itu seharusnya tidak menimbulkan sikap sombong terha-dapnya. ﴾ أَسۡتَكۡبَرۡتَ ﴿ "Apakah kamu menyombongkan diri" dalam keeng-gananmu itu, ﴾ أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡعَالِينَ ﴿ "ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?"
(76) ﴾ قَالَ ﴿ "Berkata" iblis dengan sikap menentang dan melawan Rabbnya, ﴾ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِي مِن نَّارٖ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٖ ﴿ "Aku lebih baik dari-padanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." Menurut anggapannya bahwa unsur api itu lebih baik daripada unsur tanah. Ini termasuk analogi yang rusak, karena sesungguhnya unsur api itu adalah materi kejahatan, keru-sakan, keangkuhan, kesombongan, dan kehinaan, sedangkan unsur tanah adalah materi kematangan, tawadhu' (rendah diri) dan tem-pat tumbuhnya berbagai pohon dan tanaman. Ia bisa mengalahkan api dan memadamkannya. Dan api selalu membutuhkan benda untuk bisa hidup, sedangkan tanah bisa berdiri sendiri. Itulah analogi dedengkot makhluk jahat yang dengannya ia menentang perintah langsung dari Allah سبحانه وتعالى, sudah sangat jelas sekali kebatilan dan kesesatannya. Lalu bagaimana menurut Anda dengan analogi-analogi para murid-muridnya (pengikutnya) yang menentang kebenaran dengan analogi-analogi yang mereka buat? Sesungguhnya analogi-analogi yang mereka gunakan itu adalah lebih batil dan lebih sesat lagi daripada analogi iblis ini.
(77-78) Maka Allah berfirman kepadanya, ﴾ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا ﴿ "Maka keluarlah kamu darinya," maksudnya, dari langit dan tempat yang mulia, ﴾ فَإِنَّكَ رَجِيمٞ ﴿ "sesungguhnya kamu adalah yang diusir," artinya, yang dijauhkan dan disingkirkan. ﴾ وَإِنَّ عَلَيۡكَ لَعۡنَتِيٓ ﴿ "Sesungguhnya ku-tukanKu tetap atasmu," maksudnya, sesungguhnya pengusiran dan pengucilanKu terhadapmu ﴾ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ﴿ "sampai Hari Pembalasan," yakni, selama-lamanya.
(79) ﴾ قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ﴿ "Ia berkata, 'Ya Rabbku, beri tang-guhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan'." Ini disebabkan karena permusuhannya yang sangat berat terhadap Nabi Adam dan anak keturunannya agar ia bisa menyesatkan siapa saja yang telah di-takdirkan Allah untuk disesatkannya.
(80-81) Maka A l l a h ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman" memenuhi permin-taannya sesuai dengan tuntutan hikmah (kebijaksanaan)Nya, ﴾ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ 80 إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ 81 ﴿ "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya," yakni, hingga seluruh anak keturunan Nabi Adam habis dan ujian telah usai.
(82-83) Setelah iblis mengetahui bahwa dirinya diberi tang-guhan waktu, maka ia terang-terangan melawan Rabbnya dengan kebusukannya, dengan permusuhan yang sengit terhadap Rabbnya dan terhadap Adam dan anak-anak keturunannya, seraya berkata, ﴾ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Demi keperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya." Huruf ba' (pada بِعِزَّتِكَ) bermakna sumpah. Ini berarti ia ber-sumpah dengan keperkasaan Allah bahwa iblis benar-benar akan menyesatkan mereka semuanya, ﴾ إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ﴿ "kecuali hamba-hambaMu yang diberi keikhlasan di antara mereka." Iblis menge-tahui bahwa Allah akan melindungi mereka dari tipu dayanya. Dan bisa juga huruf ba' itu bermakna isti'anah (permintaan pertolongan). Artinya, oleh karena iblis mengetahui bahwasanya dia lemah dari segala sisinya dan bahwa ia sama sekali tidak bisa menyesatkan seseorang kecuali dengan kehendak dari Allah سبحانه وتعالى, maka dia mencari pertolongan kepada keperkasaan Allah agar bisa menyesatkan anak keturunan Nabi Adam عليه السلام. Demikianlah, dan dia benar-benar musuh Allah yang sejati. Sedangkan kami, wahai Rabb, lemah tidak berdaya dan lalai, kami mengakui seluruh nikmat dariMu. Kami adalah anak cucu dari manusia yang telah Engkau muliakan dan Engkau hargai itu; maka kami memohon pertolongan dengan keperkasaanMu yang agung dan kekuasaanMu dan dengan rahmatMu yang luas yang meliputi segala sesuatu, rahmatMu yang dengannya Engkau telah mengantarkan kami kepada apa yang telah kami capai, yaitu berupa kenikmatan agama dan dunia, dan dengannya pula Engkau men-jauhkan segala bentuk bencana dari kami; tolonglah kami untuk memeranginya, memusuhinya dan selamat dari kejahatan dan kesyirikannya. Dan kami berbaik sangka, bahwa Engkau pasti mengabulkan doa kami, dan kami beriman kepada janjiMu yang telah Engkau katakan kepada kami, ﴾ وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ ﴿ "Dan Rabbmu berkata, 'Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan untukmu'." (al-Ghafir: 60). Dan inilah kami, telah berdoa kepadaMu sebagaimana telah Engkau perintahkan kepada kami, maka kabulkanlah doa kami sebagaimana yang telah Engkau janjikan. ﴾ إِنَّكَ لَا تُخۡلِفُ ٱلۡمِيعَادَ 194 ﴿ "Sesungguhnya Engkau tidak mengingkari janji." (Ali Imran: 194).
(84-85) Allah تعالى ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman (kepada iblis),"﴾ فَٱلۡحَقُّ وَٱلۡحَقَّ أَقُولُ ﴿ "Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan," artinya, al-Haq (kebenaran) itu adalah sifatKu dan yang benar itu FirmanKu, ﴾ لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya."
(86) Setelah Rasulullah a menjelaskan dalil kepada ma-nusia dan menjelaskan kepada mereka jalan (yang lurus) ini, maka Allah berfirman, ﴾ قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Katakanlah, 'Aku tidak meminta kepadamu atasnya'," maksudnya, atas seruanku kepada kalian ini, ﴾ مِنۡ أَجۡرٖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُتَكَلِّفِينَ ﴿ "upah sedikitpun dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mengada-adakan," di mana aku mengklaim suatu perkara yang bukan milikku dan mengikuti apa yang tidak aku miliki ilmu-nya, dan tidak pula aku mengikuti selain dari apa yang diwahyu-kan kepadaku.
(87) ﴾ إِنۡ هُوَ ﴿ "Ia tidak lain," maksudnya, wahyu dan al-Qur`an ini ﴾ إِلَّا ذِكۡرٞ لِّلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "hanyalah peringatan bagi semesta alam," yang de-ngannya mereka dapat mempelajari apa-apa yang bermanfaat bagi mereka dari berbagai maslahat agama dan dunia mereka. Maka dengan demikian, al-Qur`an menjadi kemuliaan dan pengangkat derajat manusia semuanya dan sebagai penegakan hujjah atas orang-orang yang membangkang. Dengan demikian, surat yang agung ini mengandung pela-jaran yang sangat bijaksana, informasi yang agung, penegakan hujjah dan argumen terhadap orang-orang yang mendustakan al-Qur`an dan menentangnya, mendustakan nabi (Rasul) yang datang dengannya, informasi tentang hamba-hamba Allah yang tulus dan balasan bagi orang-orang yang bertakwa dan orang-orang melam-paui batas. Maka dari itu Allah bersumpah pada awal surat ini bahwa al-Qur`an ini mengandung pelajaran, dan di akhir surat Dia menyatakan bahwa al-Qur`an ini adalah pelajaran (peringatan) bagi semesta alam; dan di dalamnya Allah banyak sekali mengingatkan, seperti pada FirmanNya, ﴾ وَٱذۡكُرۡ عَبۡدَنَآ ﴿ "Dan ingatlah hamba Kami," ﴾ وَٱذۡكُرۡ عِبَٰدَنَآ ﴿ "dan ingatlah hamba-hamba Kami," ﴾ رَحۡمَةٗ مِّنَّا وَذِكۡرَىٰ ﴿ "sebagai rahmat dan peringatan dari Kami," ﴾ هَٰذَا ذِكۡرٞۚ ﴿ "Ini adalah peringatan." Ya Allah, ajarkan kepada kami darinya apa yang belum kami ketahui dan ingatlah kepada kami apa yang kami lupa darinya karena kelalaian, kelupaan, dan pengabaian.
(88) ﴾ وَلَتَعۡلَمُنَّ نَبَأَهُۥ ﴿ "Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui beritanya," maksudnya, informasinya, ﴾ بَعۡدَ حِينِۭ ﴿ "setelah beberapa waktu lagi," yaitu ketika azab terjadi menimpa mereka dan segala bentuk hubungan terputus dari mereka.
Selesailah tafsir surat Shad, dengan karunia dan pertolongan Allah سبحانه وتعالى.
Sad 38:68
"Katakanlah, 'Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq melain-kan Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan. Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaper-kasa lagi Maha Pengampun.' Katakanlah, 'Berita itu adalah berita yang besar, yang kamu berpaling darinya. Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu ketika mereka berbantah-bantahan. Tidak diwahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata.' Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat, 'Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruhKu; maka hendaklah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya.' Lalu seluruh malaikat-malaikat itu sujud semuanya. Kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan dia termasuk orang-orang yang kafir. Allah berfirman, 'Hai iblis, apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu? Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?' Iblis berkata, 'Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau cipta-kan dari tanah.' Allah berfirman, 'Maka keluarlah kamu darinya; sesungguhnya kamu adalah yang diusir. Sesungguhnya kutukanKu tetap atasmu sampai Hari Pembalasan.' Iblis berkata, 'Ya Rabbku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.' Allah ber-firman, 'Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya.' Iblis menjawab, 'Demi KeperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang diberi keikh-lasan di antara mereka.' Allah berfirman, 'Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya.' Katakanlah, 'Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu atas dakwahku; dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang meng-ada-adakan. Al-Qur`an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui berita al-Qur`an setelah beberapa waktu lagi'." (Shad: 65-88).
(65) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah," wahai rasul kepada mereka-mereka yang mendustakan, jika mereka meminta apa yang tidak kamu miliki wewenang padanya dan tidak pada kekuasaanmu,﴾ إِنَّمَآ أَنَا۠ مُنذِرٞۖ ﴿ "Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan." Inilah segala apa yang aku miliki. Adapun semua wewenang urusan adalah milik Allah سبحانه وتعالى, sedangkan saya hanyalah menyuruh kalian, melarang kalian dan menghimbau kalian kepada kebaikan dan mencegah kalian dari segala keburukan. Barangsiapa yang mau mengikutinya, maka keuntungannya kembali kepada dirinya sen-diri, dan siapa saja yang sesat, maka kesesatannya menimpa dirinya sendiri. ﴾ وَمَا مِنۡ إِلَٰهٍ إِلَّا ٱللَّهُ ﴿ "Dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq me-lainkan Allah." Maksudnya, tiada seorang pun yang berhak dipertu-hankan dan disembah dengan haq kecuali Allah ﴾ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ ﴿ "Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan." Ini adalah sebuah penegasan tentang ketuhananNya berdasarkan argumen yang tak terbantah-kan, yaitu keesaanNya dan keperkasaanNya atas segala sesuatu, sebab keperkasaan itu memastikan keesaan. Maka tidak akan ada dua yang tidak terkalahkan yang sama di dalam keperkasaannya selama-lamanya. Maka, yang mengalahkan segala sesuatu itu, Dia-lah Yang Esa, yang tidak ada tandinganNya, dan Dia-lah semata yang berhak disembah sebagaimana halnya hanya Dia yang Maha Mengalahkan.
(66) Dan hal tersebut diperkuat lagi dengan tauhid rububi-yah, seraya berfirman, ﴾ رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا ﴿ "Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya." Artinya, Pencipta keduanya, Pemelihara dan Yang Mengatur keduanya dengan berbagai bentuk pengendalian, ﴾ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Yang Mahaperkasa," yang memiliki kekuatan yang dengannya Dia menciptakan ciptaan-ciptaan agung (luar biasa besarnya), ﴾ ٱلۡغَفَّٰرُ ﴿ "lagi Maha Pengampun" terhadap semua dosa, yang kecil dan yang besar bagi siapa saja yang bertaubat kepada-Nya dan menanggalkan diri dari perbuatan dosa. Inilah yang pantas dan yang berhak diibadahi (disembah), bukan siapa yang tidak mampu menciptakan, tidak mampu mem-beri rizki, tidak bisa menimpakan mudarat, tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula memiliki wewenang sedikitpun, tidak me-miliki power untuk berkuasa dan tidak pula mempunyai kemam-puan memberikan ampunan terhadap dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan.
(67-68) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka, seraya memper-takuti, mewanti-wanti, membangkitkan dan memberikan peringatan kepada mereka, ﴾ هُوَ نَبَؤٌاْ عَظِيمٌ ﴿ "Berita itu adalah berita yang besar." Arti-nya, apa yang saya informasikan kepada kalian ini, seperti kebang-kitan, dihidupkan kembali sesudah mati dan pemberian balasan atas amal-amal adalah merupakan berita yang sangat agung yang pantas diperhatikan dengan serius dan tidak boleh diabaikan. Akan tetapi ﴾ أَنتُمۡ عَنۡهُ مُعۡرِضُونَ ﴿ "kamu berpaling darinya" hingga seakan-akan kalian tidak mempercayai bahwa di hadapan kalian ada hisab (per-hitungan amal perbuatan), hukuman, ataupun pahala.
(69-70) Jika kalian ragu terhadap perkataanku dan kalian meragukan informasi dariku, maka sesungguhnya aku hanya me-nyampaikan informasi-informasi yang aku sendiri tidak mempu-nyai pengetahuannya dan tidak pula aku pelajari dari satu kitab mana pun. Jadi, penyampaian informasi yang aku sampaikan ini sebagaimana adanya, tanpa tambahan ataupun pengurangan, adalah merupakan saksi yang paling besar bagi kejujuranku dan bukti yang paling tepat atas kebenaran apa yang aku bawa kepada kalian ini. Maka dari itu Allah berfirman (memerintahkan RasulNya) ﴾ مَا كَانَ لِيَ مِنۡ عِلۡمِۭ بِٱلۡمَلَإِ ٱلۡأَعۡلَىٰٓ ﴿ "Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu," maksudnya, para malaikat, ﴾ إِذۡ يَخۡتَصِمُونَ ﴿ "ketika mereka berbantah-bantahan," kalau saja bukan karena Allah menginformasikannya dan mewahyukannya kepadaku. Dan karena itu ayat berikutnya mengatakan, ﴾ إِن يُوحَىٰٓ إِلَيَّ إِلَّآ أَنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Tidak di-wahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah se-orang pemberi peringatan yang nyata," artinya, yang jelas lagi nyata peringatannya. Maka tidak ada pemberi peringatan yang lebih jelas daripada perintah yang disampaikan oleh Rasulullah a.
(71-72) Kemudian Allah menjelaskan perbantahan para malaikat tersebut seraya berfirman, ﴾ إِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ﴿ "Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat" sebagai informasi, ﴾ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن طِينٖ ﴿ "Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah." Maksudnya, mate-rinya dari tanah liat, ﴾ فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ ﴿ "Maka apabila telah Ku-sempurnakan," maksudnya, menyempurnakan jasadnya dan telah terbentuk,﴾ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ ﴿ "dan Ku-tiupkan kepadanya ruhKu, maka hendak-lah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya."
(73-74) Maka para malaikat yang mulia itu menundukkan dirinya untuk hal tersebut, ketika penciptaan manusia itu telah sempurna dan telah ditiupkan ruh padanya, sebagai sikap patuh terhadap Rabb mereka dan sebagai sikap hormat kepada Adam عليه السلام. Setelah sempurna penciptaan jasad dan ruhnya dan setelah Allah menguji Adam dan para malaikat dalam ilmu pengetahuan, dan setelah tampak keunggulan Adam atas mereka, maka Allah memerintahkan mereka untuk sujud kepada Adam. Maka mereka pun sujud ﴾ كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ 73 إِلَّآ إِبۡلِيسَ ﴿ "semuanya, kecuali iblis," ia tidak mau sujud, ﴾ ٱسۡتَكۡبَرَ ﴿ "dia menyombongkan diri" terhadap perintah Rabbnya, dan menyombongkan diri terhadap Nabi Adam عليه السلام , ﴾ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "dan dia termasuk orang-orang yang kafir" dalam ilmu Allah سبحانه وتعالى.
(75) Maka Allah سبحانه وتعالى berkata kepadanya sebagai celaan,﴾ مَا مَنَعَكَ أَن تَسۡجُدَ لِمَا خَلَقۡتُ بِيَدَيَّۖ ﴿ "Apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu?" Maksudnya, yang Aku muliakan, Aku hargai dan Aku istimewakan dengan keistimewaan ini; yang dengannya ia menjadi istimewa daripada seluruh makhluk, dan hal itu seharusnya tidak menimbulkan sikap sombong terha-dapnya. ﴾ أَسۡتَكۡبَرۡتَ ﴿ "Apakah kamu menyombongkan diri" dalam keeng-gananmu itu, ﴾ أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡعَالِينَ ﴿ "ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?"
(76) ﴾ قَالَ ﴿ "Berkata" iblis dengan sikap menentang dan melawan Rabbnya, ﴾ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِي مِن نَّارٖ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٖ ﴿ "Aku lebih baik dari-padanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." Menurut anggapannya bahwa unsur api itu lebih baik daripada unsur tanah. Ini termasuk analogi yang rusak, karena sesungguhnya unsur api itu adalah materi kejahatan, keru-sakan, keangkuhan, kesombongan, dan kehinaan, sedangkan unsur tanah adalah materi kematangan, tawadhu' (rendah diri) dan tem-pat tumbuhnya berbagai pohon dan tanaman. Ia bisa mengalahkan api dan memadamkannya. Dan api selalu membutuhkan benda untuk bisa hidup, sedangkan tanah bisa berdiri sendiri. Itulah analogi dedengkot makhluk jahat yang dengannya ia menentang perintah langsung dari Allah سبحانه وتعالى, sudah sangat jelas sekali kebatilan dan kesesatannya. Lalu bagaimana menurut Anda dengan analogi-analogi para murid-muridnya (pengikutnya) yang menentang kebenaran dengan analogi-analogi yang mereka buat? Sesungguhnya analogi-analogi yang mereka gunakan itu adalah lebih batil dan lebih sesat lagi daripada analogi iblis ini.
(77-78) Maka Allah berfirman kepadanya, ﴾ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا ﴿ "Maka keluarlah kamu darinya," maksudnya, dari langit dan tempat yang mulia, ﴾ فَإِنَّكَ رَجِيمٞ ﴿ "sesungguhnya kamu adalah yang diusir," artinya, yang dijauhkan dan disingkirkan. ﴾ وَإِنَّ عَلَيۡكَ لَعۡنَتِيٓ ﴿ "Sesungguhnya ku-tukanKu tetap atasmu," maksudnya, sesungguhnya pengusiran dan pengucilanKu terhadapmu ﴾ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ﴿ "sampai Hari Pembalasan," yakni, selama-lamanya.
(79) ﴾ قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ﴿ "Ia berkata, 'Ya Rabbku, beri tang-guhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan'." Ini disebabkan karena permusuhannya yang sangat berat terhadap Nabi Adam dan anak keturunannya agar ia bisa menyesatkan siapa saja yang telah di-takdirkan Allah untuk disesatkannya.
(80-81) Maka A l l a h ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman" memenuhi permin-taannya sesuai dengan tuntutan hikmah (kebijaksanaan)Nya, ﴾ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ 80 إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ 81 ﴿ "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya," yakni, hingga seluruh anak keturunan Nabi Adam habis dan ujian telah usai.
(82-83) Setelah iblis mengetahui bahwa dirinya diberi tang-guhan waktu, maka ia terang-terangan melawan Rabbnya dengan kebusukannya, dengan permusuhan yang sengit terhadap Rabbnya dan terhadap Adam dan anak-anak keturunannya, seraya berkata, ﴾ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Demi keperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya." Huruf ba' (pada بِعِزَّتِكَ) bermakna sumpah. Ini berarti ia ber-sumpah dengan keperkasaan Allah bahwa iblis benar-benar akan menyesatkan mereka semuanya, ﴾ إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ﴿ "kecuali hamba-hambaMu yang diberi keikhlasan di antara mereka." Iblis menge-tahui bahwa Allah akan melindungi mereka dari tipu dayanya. Dan bisa juga huruf ba' itu bermakna isti'anah (permintaan pertolongan). Artinya, oleh karena iblis mengetahui bahwasanya dia lemah dari segala sisinya dan bahwa ia sama sekali tidak bisa menyesatkan seseorang kecuali dengan kehendak dari Allah سبحانه وتعالى, maka dia mencari pertolongan kepada keperkasaan Allah agar bisa menyesatkan anak keturunan Nabi Adam عليه السلام. Demikianlah, dan dia benar-benar musuh Allah yang sejati. Sedangkan kami, wahai Rabb, lemah tidak berdaya dan lalai, kami mengakui seluruh nikmat dariMu. Kami adalah anak cucu dari manusia yang telah Engkau muliakan dan Engkau hargai itu; maka kami memohon pertolongan dengan keperkasaanMu yang agung dan kekuasaanMu dan dengan rahmatMu yang luas yang meliputi segala sesuatu, rahmatMu yang dengannya Engkau telah mengantarkan kami kepada apa yang telah kami capai, yaitu berupa kenikmatan agama dan dunia, dan dengannya pula Engkau men-jauhkan segala bentuk bencana dari kami; tolonglah kami untuk memeranginya, memusuhinya dan selamat dari kejahatan dan kesyirikannya. Dan kami berbaik sangka, bahwa Engkau pasti mengabulkan doa kami, dan kami beriman kepada janjiMu yang telah Engkau katakan kepada kami, ﴾ وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ ﴿ "Dan Rabbmu berkata, 'Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan untukmu'." (al-Ghafir: 60). Dan inilah kami, telah berdoa kepadaMu sebagaimana telah Engkau perintahkan kepada kami, maka kabulkanlah doa kami sebagaimana yang telah Engkau janjikan. ﴾ إِنَّكَ لَا تُخۡلِفُ ٱلۡمِيعَادَ 194 ﴿ "Sesungguhnya Engkau tidak mengingkari janji." (Ali Imran: 194).
(84-85) Allah تعالى ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman (kepada iblis),"﴾ فَٱلۡحَقُّ وَٱلۡحَقَّ أَقُولُ ﴿ "Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan," artinya, al-Haq (kebenaran) itu adalah sifatKu dan yang benar itu FirmanKu, ﴾ لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya."
(86) Setelah Rasulullah a menjelaskan dalil kepada ma-nusia dan menjelaskan kepada mereka jalan (yang lurus) ini, maka Allah berfirman, ﴾ قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Katakanlah, 'Aku tidak meminta kepadamu atasnya'," maksudnya, atas seruanku kepada kalian ini, ﴾ مِنۡ أَجۡرٖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُتَكَلِّفِينَ ﴿ "upah sedikitpun dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mengada-adakan," di mana aku mengklaim suatu perkara yang bukan milikku dan mengikuti apa yang tidak aku miliki ilmu-nya, dan tidak pula aku mengikuti selain dari apa yang diwahyu-kan kepadaku.
(87) ﴾ إِنۡ هُوَ ﴿ "Ia tidak lain," maksudnya, wahyu dan al-Qur`an ini ﴾ إِلَّا ذِكۡرٞ لِّلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "hanyalah peringatan bagi semesta alam," yang de-ngannya mereka dapat mempelajari apa-apa yang bermanfaat bagi mereka dari berbagai maslahat agama dan dunia mereka. Maka dengan demikian, al-Qur`an menjadi kemuliaan dan pengangkat derajat manusia semuanya dan sebagai penegakan hujjah atas orang-orang yang membangkang. Dengan demikian, surat yang agung ini mengandung pela-jaran yang sangat bijaksana, informasi yang agung, penegakan hujjah dan argumen terhadap orang-orang yang mendustakan al-Qur`an dan menentangnya, mendustakan nabi (Rasul) yang datang dengannya, informasi tentang hamba-hamba Allah yang tulus dan balasan bagi orang-orang yang bertakwa dan orang-orang melam-paui batas. Maka dari itu Allah bersumpah pada awal surat ini bahwa al-Qur`an ini mengandung pelajaran, dan di akhir surat Dia menyatakan bahwa al-Qur`an ini adalah pelajaran (peringatan) bagi semesta alam; dan di dalamnya Allah banyak sekali mengingatkan, seperti pada FirmanNya, ﴾ وَٱذۡكُرۡ عَبۡدَنَآ ﴿ "Dan ingatlah hamba Kami," ﴾ وَٱذۡكُرۡ عِبَٰدَنَآ ﴿ "dan ingatlah hamba-hamba Kami," ﴾ رَحۡمَةٗ مِّنَّا وَذِكۡرَىٰ ﴿ "sebagai rahmat dan peringatan dari Kami," ﴾ هَٰذَا ذِكۡرٞۚ ﴿ "Ini adalah peringatan." Ya Allah, ajarkan kepada kami darinya apa yang belum kami ketahui dan ingatlah kepada kami apa yang kami lupa darinya karena kelalaian, kelupaan, dan pengabaian.
(88) ﴾ وَلَتَعۡلَمُنَّ نَبَأَهُۥ ﴿ "Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui beritanya," maksudnya, informasinya, ﴾ بَعۡدَ حِينِۭ ﴿ "setelah beberapa waktu lagi," yaitu ketika azab terjadi menimpa mereka dan segala bentuk hubungan terputus dari mereka.
Selesailah tafsir surat Shad, dengan karunia dan pertolongan Allah سبحانه وتعالى.
Sad 38:69
"Katakanlah, 'Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq melain-kan Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan. Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaper-kasa lagi Maha Pengampun.' Katakanlah, 'Berita itu adalah berita yang besar, yang kamu berpaling darinya. Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu ketika mereka berbantah-bantahan. Tidak diwahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata.' Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat, 'Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruhKu; maka hendaklah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya.' Lalu seluruh malaikat-malaikat itu sujud semuanya. Kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan dia termasuk orang-orang yang kafir. Allah berfirman, 'Hai iblis, apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu? Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?' Iblis berkata, 'Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau cipta-kan dari tanah.' Allah berfirman, 'Maka keluarlah kamu darinya; sesungguhnya kamu adalah yang diusir. Sesungguhnya kutukanKu tetap atasmu sampai Hari Pembalasan.' Iblis berkata, 'Ya Rabbku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.' Allah ber-firman, 'Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya.' Iblis menjawab, 'Demi KeperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang diberi keikh-lasan di antara mereka.' Allah berfirman, 'Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya.' Katakanlah, 'Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu atas dakwahku; dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang meng-ada-adakan. Al-Qur`an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui berita al-Qur`an setelah beberapa waktu lagi'." (Shad: 65-88).
(65) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah," wahai rasul kepada mereka-mereka yang mendustakan, jika mereka meminta apa yang tidak kamu miliki wewenang padanya dan tidak pada kekuasaanmu,﴾ إِنَّمَآ أَنَا۠ مُنذِرٞۖ ﴿ "Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan." Inilah segala apa yang aku miliki. Adapun semua wewenang urusan adalah milik Allah سبحانه وتعالى, sedangkan saya hanyalah menyuruh kalian, melarang kalian dan menghimbau kalian kepada kebaikan dan mencegah kalian dari segala keburukan. Barangsiapa yang mau mengikutinya, maka keuntungannya kembali kepada dirinya sen-diri, dan siapa saja yang sesat, maka kesesatannya menimpa dirinya sendiri. ﴾ وَمَا مِنۡ إِلَٰهٍ إِلَّا ٱللَّهُ ﴿ "Dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq me-lainkan Allah." Maksudnya, tiada seorang pun yang berhak dipertu-hankan dan disembah dengan haq kecuali Allah ﴾ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ ﴿ "Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan." Ini adalah sebuah penegasan tentang ketuhananNya berdasarkan argumen yang tak terbantah-kan, yaitu keesaanNya dan keperkasaanNya atas segala sesuatu, sebab keperkasaan itu memastikan keesaan. Maka tidak akan ada dua yang tidak terkalahkan yang sama di dalam keperkasaannya selama-lamanya. Maka, yang mengalahkan segala sesuatu itu, Dia-lah Yang Esa, yang tidak ada tandinganNya, dan Dia-lah semata yang berhak disembah sebagaimana halnya hanya Dia yang Maha Mengalahkan.
(66) Dan hal tersebut diperkuat lagi dengan tauhid rububi-yah, seraya berfirman, ﴾ رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا ﴿ "Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya." Artinya, Pencipta keduanya, Pemelihara dan Yang Mengatur keduanya dengan berbagai bentuk pengendalian, ﴾ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Yang Mahaperkasa," yang memiliki kekuatan yang dengannya Dia menciptakan ciptaan-ciptaan agung (luar biasa besarnya), ﴾ ٱلۡغَفَّٰرُ ﴿ "lagi Maha Pengampun" terhadap semua dosa, yang kecil dan yang besar bagi siapa saja yang bertaubat kepada-Nya dan menanggalkan diri dari perbuatan dosa. Inilah yang pantas dan yang berhak diibadahi (disembah), bukan siapa yang tidak mampu menciptakan, tidak mampu mem-beri rizki, tidak bisa menimpakan mudarat, tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula memiliki wewenang sedikitpun, tidak me-miliki power untuk berkuasa dan tidak pula mempunyai kemam-puan memberikan ampunan terhadap dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan.
(67-68) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka, seraya memper-takuti, mewanti-wanti, membangkitkan dan memberikan peringatan kepada mereka, ﴾ هُوَ نَبَؤٌاْ عَظِيمٌ ﴿ "Berita itu adalah berita yang besar." Arti-nya, apa yang saya informasikan kepada kalian ini, seperti kebang-kitan, dihidupkan kembali sesudah mati dan pemberian balasan atas amal-amal adalah merupakan berita yang sangat agung yang pantas diperhatikan dengan serius dan tidak boleh diabaikan. Akan tetapi ﴾ أَنتُمۡ عَنۡهُ مُعۡرِضُونَ ﴿ "kamu berpaling darinya" hingga seakan-akan kalian tidak mempercayai bahwa di hadapan kalian ada hisab (per-hitungan amal perbuatan), hukuman, ataupun pahala.
(69-70) Jika kalian ragu terhadap perkataanku dan kalian meragukan informasi dariku, maka sesungguhnya aku hanya me-nyampaikan informasi-informasi yang aku sendiri tidak mempu-nyai pengetahuannya dan tidak pula aku pelajari dari satu kitab mana pun. Jadi, penyampaian informasi yang aku sampaikan ini sebagaimana adanya, tanpa tambahan ataupun pengurangan, adalah merupakan saksi yang paling besar bagi kejujuranku dan bukti yang paling tepat atas kebenaran apa yang aku bawa kepada kalian ini. Maka dari itu Allah berfirman (memerintahkan RasulNya) ﴾ مَا كَانَ لِيَ مِنۡ عِلۡمِۭ بِٱلۡمَلَإِ ٱلۡأَعۡلَىٰٓ ﴿ "Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu," maksudnya, para malaikat, ﴾ إِذۡ يَخۡتَصِمُونَ ﴿ "ketika mereka berbantah-bantahan," kalau saja bukan karena Allah menginformasikannya dan mewahyukannya kepadaku. Dan karena itu ayat berikutnya mengatakan, ﴾ إِن يُوحَىٰٓ إِلَيَّ إِلَّآ أَنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Tidak di-wahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah se-orang pemberi peringatan yang nyata," artinya, yang jelas lagi nyata peringatannya. Maka tidak ada pemberi peringatan yang lebih jelas daripada perintah yang disampaikan oleh Rasulullah a.
(71-72) Kemudian Allah menjelaskan perbantahan para malaikat tersebut seraya berfirman, ﴾ إِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ﴿ "Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat" sebagai informasi, ﴾ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن طِينٖ ﴿ "Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah." Maksudnya, mate-rinya dari tanah liat, ﴾ فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ ﴿ "Maka apabila telah Ku-sempurnakan," maksudnya, menyempurnakan jasadnya dan telah terbentuk,﴾ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ ﴿ "dan Ku-tiupkan kepadanya ruhKu, maka hendak-lah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya."
(73-74) Maka para malaikat yang mulia itu menundukkan dirinya untuk hal tersebut, ketika penciptaan manusia itu telah sempurna dan telah ditiupkan ruh padanya, sebagai sikap patuh terhadap Rabb mereka dan sebagai sikap hormat kepada Adam عليه السلام. Setelah sempurna penciptaan jasad dan ruhnya dan setelah Allah menguji Adam dan para malaikat dalam ilmu pengetahuan, dan setelah tampak keunggulan Adam atas mereka, maka Allah memerintahkan mereka untuk sujud kepada Adam. Maka mereka pun sujud ﴾ كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ 73 إِلَّآ إِبۡلِيسَ ﴿ "semuanya, kecuali iblis," ia tidak mau sujud, ﴾ ٱسۡتَكۡبَرَ ﴿ "dia menyombongkan diri" terhadap perintah Rabbnya, dan menyombongkan diri terhadap Nabi Adam عليه السلام , ﴾ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "dan dia termasuk orang-orang yang kafir" dalam ilmu Allah سبحانه وتعالى.
(75) Maka Allah سبحانه وتعالى berkata kepadanya sebagai celaan,﴾ مَا مَنَعَكَ أَن تَسۡجُدَ لِمَا خَلَقۡتُ بِيَدَيَّۖ ﴿ "Apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu?" Maksudnya, yang Aku muliakan, Aku hargai dan Aku istimewakan dengan keistimewaan ini; yang dengannya ia menjadi istimewa daripada seluruh makhluk, dan hal itu seharusnya tidak menimbulkan sikap sombong terha-dapnya. ﴾ أَسۡتَكۡبَرۡتَ ﴿ "Apakah kamu menyombongkan diri" dalam keeng-gananmu itu, ﴾ أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡعَالِينَ ﴿ "ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?"
(76) ﴾ قَالَ ﴿ "Berkata" iblis dengan sikap menentang dan melawan Rabbnya, ﴾ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِي مِن نَّارٖ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٖ ﴿ "Aku lebih baik dari-padanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." Menurut anggapannya bahwa unsur api itu lebih baik daripada unsur tanah. Ini termasuk analogi yang rusak, karena sesungguhnya unsur api itu adalah materi kejahatan, keru-sakan, keangkuhan, kesombongan, dan kehinaan, sedangkan unsur tanah adalah materi kematangan, tawadhu' (rendah diri) dan tem-pat tumbuhnya berbagai pohon dan tanaman. Ia bisa mengalahkan api dan memadamkannya. Dan api selalu membutuhkan benda untuk bisa hidup, sedangkan tanah bisa berdiri sendiri. Itulah analogi dedengkot makhluk jahat yang dengannya ia menentang perintah langsung dari Allah سبحانه وتعالى, sudah sangat jelas sekali kebatilan dan kesesatannya. Lalu bagaimana menurut Anda dengan analogi-analogi para murid-muridnya (pengikutnya) yang menentang kebenaran dengan analogi-analogi yang mereka buat? Sesungguhnya analogi-analogi yang mereka gunakan itu adalah lebih batil dan lebih sesat lagi daripada analogi iblis ini.
(77-78) Maka Allah berfirman kepadanya, ﴾ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا ﴿ "Maka keluarlah kamu darinya," maksudnya, dari langit dan tempat yang mulia, ﴾ فَإِنَّكَ رَجِيمٞ ﴿ "sesungguhnya kamu adalah yang diusir," artinya, yang dijauhkan dan disingkirkan. ﴾ وَإِنَّ عَلَيۡكَ لَعۡنَتِيٓ ﴿ "Sesungguhnya ku-tukanKu tetap atasmu," maksudnya, sesungguhnya pengusiran dan pengucilanKu terhadapmu ﴾ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ﴿ "sampai Hari Pembalasan," yakni, selama-lamanya.
(79) ﴾ قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ﴿ "Ia berkata, 'Ya Rabbku, beri tang-guhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan'." Ini disebabkan karena permusuhannya yang sangat berat terhadap Nabi Adam dan anak keturunannya agar ia bisa menyesatkan siapa saja yang telah di-takdirkan Allah untuk disesatkannya.
(80-81) Maka A l l a h ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman" memenuhi permin-taannya sesuai dengan tuntutan hikmah (kebijaksanaan)Nya, ﴾ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ 80 إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ 81 ﴿ "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya," yakni, hingga seluruh anak keturunan Nabi Adam habis dan ujian telah usai.
(82-83) Setelah iblis mengetahui bahwa dirinya diberi tang-guhan waktu, maka ia terang-terangan melawan Rabbnya dengan kebusukannya, dengan permusuhan yang sengit terhadap Rabbnya dan terhadap Adam dan anak-anak keturunannya, seraya berkata, ﴾ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Demi keperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya." Huruf ba' (pada بِعِزَّتِكَ) bermakna sumpah. Ini berarti ia ber-sumpah dengan keperkasaan Allah bahwa iblis benar-benar akan menyesatkan mereka semuanya, ﴾ إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ﴿ "kecuali hamba-hambaMu yang diberi keikhlasan di antara mereka." Iblis menge-tahui bahwa Allah akan melindungi mereka dari tipu dayanya. Dan bisa juga huruf ba' itu bermakna isti'anah (permintaan pertolongan). Artinya, oleh karena iblis mengetahui bahwasanya dia lemah dari segala sisinya dan bahwa ia sama sekali tidak bisa menyesatkan seseorang kecuali dengan kehendak dari Allah سبحانه وتعالى, maka dia mencari pertolongan kepada keperkasaan Allah agar bisa menyesatkan anak keturunan Nabi Adam عليه السلام. Demikianlah, dan dia benar-benar musuh Allah yang sejati. Sedangkan kami, wahai Rabb, lemah tidak berdaya dan lalai, kami mengakui seluruh nikmat dariMu. Kami adalah anak cucu dari manusia yang telah Engkau muliakan dan Engkau hargai itu; maka kami memohon pertolongan dengan keperkasaanMu yang agung dan kekuasaanMu dan dengan rahmatMu yang luas yang meliputi segala sesuatu, rahmatMu yang dengannya Engkau telah mengantarkan kami kepada apa yang telah kami capai, yaitu berupa kenikmatan agama dan dunia, dan dengannya pula Engkau men-jauhkan segala bentuk bencana dari kami; tolonglah kami untuk memeranginya, memusuhinya dan selamat dari kejahatan dan kesyirikannya. Dan kami berbaik sangka, bahwa Engkau pasti mengabulkan doa kami, dan kami beriman kepada janjiMu yang telah Engkau katakan kepada kami, ﴾ وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ ﴿ "Dan Rabbmu berkata, 'Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan untukmu'." (al-Ghafir: 60). Dan inilah kami, telah berdoa kepadaMu sebagaimana telah Engkau perintahkan kepada kami, maka kabulkanlah doa kami sebagaimana yang telah Engkau janjikan. ﴾ إِنَّكَ لَا تُخۡلِفُ ٱلۡمِيعَادَ 194 ﴿ "Sesungguhnya Engkau tidak mengingkari janji." (Ali Imran: 194).
(84-85) Allah تعالى ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman (kepada iblis),"﴾ فَٱلۡحَقُّ وَٱلۡحَقَّ أَقُولُ ﴿ "Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan," artinya, al-Haq (kebenaran) itu adalah sifatKu dan yang benar itu FirmanKu, ﴾ لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya."
(86) Setelah Rasulullah a menjelaskan dalil kepada ma-nusia dan menjelaskan kepada mereka jalan (yang lurus) ini, maka Allah berfirman, ﴾ قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Katakanlah, 'Aku tidak meminta kepadamu atasnya'," maksudnya, atas seruanku kepada kalian ini, ﴾ مِنۡ أَجۡرٖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُتَكَلِّفِينَ ﴿ "upah sedikitpun dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mengada-adakan," di mana aku mengklaim suatu perkara yang bukan milikku dan mengikuti apa yang tidak aku miliki ilmu-nya, dan tidak pula aku mengikuti selain dari apa yang diwahyu-kan kepadaku.
(87) ﴾ إِنۡ هُوَ ﴿ "Ia tidak lain," maksudnya, wahyu dan al-Qur`an ini ﴾ إِلَّا ذِكۡرٞ لِّلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "hanyalah peringatan bagi semesta alam," yang de-ngannya mereka dapat mempelajari apa-apa yang bermanfaat bagi mereka dari berbagai maslahat agama dan dunia mereka. Maka dengan demikian, al-Qur`an menjadi kemuliaan dan pengangkat derajat manusia semuanya dan sebagai penegakan hujjah atas orang-orang yang membangkang. Dengan demikian, surat yang agung ini mengandung pela-jaran yang sangat bijaksana, informasi yang agung, penegakan hujjah dan argumen terhadap orang-orang yang mendustakan al-Qur`an dan menentangnya, mendustakan nabi (Rasul) yang datang dengannya, informasi tentang hamba-hamba Allah yang tulus dan balasan bagi orang-orang yang bertakwa dan orang-orang melam-paui batas. Maka dari itu Allah bersumpah pada awal surat ini bahwa al-Qur`an ini mengandung pelajaran, dan di akhir surat Dia menyatakan bahwa al-Qur`an ini adalah pelajaran (peringatan) bagi semesta alam; dan di dalamnya Allah banyak sekali mengingatkan, seperti pada FirmanNya, ﴾ وَٱذۡكُرۡ عَبۡدَنَآ ﴿ "Dan ingatlah hamba Kami," ﴾ وَٱذۡكُرۡ عِبَٰدَنَآ ﴿ "dan ingatlah hamba-hamba Kami," ﴾ رَحۡمَةٗ مِّنَّا وَذِكۡرَىٰ ﴿ "sebagai rahmat dan peringatan dari Kami," ﴾ هَٰذَا ذِكۡرٞۚ ﴿ "Ini adalah peringatan." Ya Allah, ajarkan kepada kami darinya apa yang belum kami ketahui dan ingatlah kepada kami apa yang kami lupa darinya karena kelalaian, kelupaan, dan pengabaian.
(88) ﴾ وَلَتَعۡلَمُنَّ نَبَأَهُۥ ﴿ "Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui beritanya," maksudnya, informasinya, ﴾ بَعۡدَ حِينِۭ ﴿ "setelah beberapa waktu lagi," yaitu ketika azab terjadi menimpa mereka dan segala bentuk hubungan terputus dari mereka.
Selesailah tafsir surat Shad, dengan karunia dan pertolongan Allah سبحانه وتعالى.
Sad 38:70
"Katakanlah, 'Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq melain-kan Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan. Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaper-kasa lagi Maha Pengampun.' Katakanlah, 'Berita itu adalah berita yang besar, yang kamu berpaling darinya. Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu ketika mereka berbantah-bantahan. Tidak diwahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata.' Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat, 'Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruhKu; maka hendaklah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya.' Lalu seluruh malaikat-malaikat itu sujud semuanya. Kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan dia termasuk orang-orang yang kafir. Allah berfirman, 'Hai iblis, apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu? Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?' Iblis berkata, 'Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau cipta-kan dari tanah.' Allah berfirman, 'Maka keluarlah kamu darinya; sesungguhnya kamu adalah yang diusir. Sesungguhnya kutukanKu tetap atasmu sampai Hari Pembalasan.' Iblis berkata, 'Ya Rabbku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.' Allah ber-firman, 'Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya.' Iblis menjawab, 'Demi KeperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang diberi keikh-lasan di antara mereka.' Allah berfirman, 'Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya.' Katakanlah, 'Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu atas dakwahku; dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang meng-ada-adakan. Al-Qur`an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui berita al-Qur`an setelah beberapa waktu lagi'." (Shad: 65-88).
(65) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah," wahai rasul kepada mereka-mereka yang mendustakan, jika mereka meminta apa yang tidak kamu miliki wewenang padanya dan tidak pada kekuasaanmu,﴾ إِنَّمَآ أَنَا۠ مُنذِرٞۖ ﴿ "Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan." Inilah segala apa yang aku miliki. Adapun semua wewenang urusan adalah milik Allah سبحانه وتعالى, sedangkan saya hanyalah menyuruh kalian, melarang kalian dan menghimbau kalian kepada kebaikan dan mencegah kalian dari segala keburukan. Barangsiapa yang mau mengikutinya, maka keuntungannya kembali kepada dirinya sen-diri, dan siapa saja yang sesat, maka kesesatannya menimpa dirinya sendiri. ﴾ وَمَا مِنۡ إِلَٰهٍ إِلَّا ٱللَّهُ ﴿ "Dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq me-lainkan Allah." Maksudnya, tiada seorang pun yang berhak dipertu-hankan dan disembah dengan haq kecuali Allah ﴾ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ ﴿ "Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan." Ini adalah sebuah penegasan tentang ketuhananNya berdasarkan argumen yang tak terbantah-kan, yaitu keesaanNya dan keperkasaanNya atas segala sesuatu, sebab keperkasaan itu memastikan keesaan. Maka tidak akan ada dua yang tidak terkalahkan yang sama di dalam keperkasaannya selama-lamanya. Maka, yang mengalahkan segala sesuatu itu, Dia-lah Yang Esa, yang tidak ada tandinganNya, dan Dia-lah semata yang berhak disembah sebagaimana halnya hanya Dia yang Maha Mengalahkan.
(66) Dan hal tersebut diperkuat lagi dengan tauhid rububi-yah, seraya berfirman, ﴾ رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا ﴿ "Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya." Artinya, Pencipta keduanya, Pemelihara dan Yang Mengatur keduanya dengan berbagai bentuk pengendalian, ﴾ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Yang Mahaperkasa," yang memiliki kekuatan yang dengannya Dia menciptakan ciptaan-ciptaan agung (luar biasa besarnya), ﴾ ٱلۡغَفَّٰرُ ﴿ "lagi Maha Pengampun" terhadap semua dosa, yang kecil dan yang besar bagi siapa saja yang bertaubat kepada-Nya dan menanggalkan diri dari perbuatan dosa. Inilah yang pantas dan yang berhak diibadahi (disembah), bukan siapa yang tidak mampu menciptakan, tidak mampu mem-beri rizki, tidak bisa menimpakan mudarat, tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula memiliki wewenang sedikitpun, tidak me-miliki power untuk berkuasa dan tidak pula mempunyai kemam-puan memberikan ampunan terhadap dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan.
(67-68) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka, seraya memper-takuti, mewanti-wanti, membangkitkan dan memberikan peringatan kepada mereka, ﴾ هُوَ نَبَؤٌاْ عَظِيمٌ ﴿ "Berita itu adalah berita yang besar." Arti-nya, apa yang saya informasikan kepada kalian ini, seperti kebang-kitan, dihidupkan kembali sesudah mati dan pemberian balasan atas amal-amal adalah merupakan berita yang sangat agung yang pantas diperhatikan dengan serius dan tidak boleh diabaikan. Akan tetapi ﴾ أَنتُمۡ عَنۡهُ مُعۡرِضُونَ ﴿ "kamu berpaling darinya" hingga seakan-akan kalian tidak mempercayai bahwa di hadapan kalian ada hisab (per-hitungan amal perbuatan), hukuman, ataupun pahala.
(69-70) Jika kalian ragu terhadap perkataanku dan kalian meragukan informasi dariku, maka sesungguhnya aku hanya me-nyampaikan informasi-informasi yang aku sendiri tidak mempu-nyai pengetahuannya dan tidak pula aku pelajari dari satu kitab mana pun. Jadi, penyampaian informasi yang aku sampaikan ini sebagaimana adanya, tanpa tambahan ataupun pengurangan, adalah merupakan saksi yang paling besar bagi kejujuranku dan bukti yang paling tepat atas kebenaran apa yang aku bawa kepada kalian ini. Maka dari itu Allah berfirman (memerintahkan RasulNya) ﴾ مَا كَانَ لِيَ مِنۡ عِلۡمِۭ بِٱلۡمَلَإِ ٱلۡأَعۡلَىٰٓ ﴿ "Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu," maksudnya, para malaikat, ﴾ إِذۡ يَخۡتَصِمُونَ ﴿ "ketika mereka berbantah-bantahan," kalau saja bukan karena Allah menginformasikannya dan mewahyukannya kepadaku. Dan karena itu ayat berikutnya mengatakan, ﴾ إِن يُوحَىٰٓ إِلَيَّ إِلَّآ أَنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Tidak di-wahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah se-orang pemberi peringatan yang nyata," artinya, yang jelas lagi nyata peringatannya. Maka tidak ada pemberi peringatan yang lebih jelas daripada perintah yang disampaikan oleh Rasulullah a.
(71-72) Kemudian Allah menjelaskan perbantahan para malaikat tersebut seraya berfirman, ﴾ إِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ﴿ "Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat" sebagai informasi, ﴾ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن طِينٖ ﴿ "Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah." Maksudnya, mate-rinya dari tanah liat, ﴾ فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ ﴿ "Maka apabila telah Ku-sempurnakan," maksudnya, menyempurnakan jasadnya dan telah terbentuk,﴾ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ ﴿ "dan Ku-tiupkan kepadanya ruhKu, maka hendak-lah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya."
(73-74) Maka para malaikat yang mulia itu menundukkan dirinya untuk hal tersebut, ketika penciptaan manusia itu telah sempurna dan telah ditiupkan ruh padanya, sebagai sikap patuh terhadap Rabb mereka dan sebagai sikap hormat kepada Adam عليه السلام. Setelah sempurna penciptaan jasad dan ruhnya dan setelah Allah menguji Adam dan para malaikat dalam ilmu pengetahuan, dan setelah tampak keunggulan Adam atas mereka, maka Allah memerintahkan mereka untuk sujud kepada Adam. Maka mereka pun sujud ﴾ كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ 73 إِلَّآ إِبۡلِيسَ ﴿ "semuanya, kecuali iblis," ia tidak mau sujud, ﴾ ٱسۡتَكۡبَرَ ﴿ "dia menyombongkan diri" terhadap perintah Rabbnya, dan menyombongkan diri terhadap Nabi Adam عليه السلام , ﴾ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "dan dia termasuk orang-orang yang kafir" dalam ilmu Allah سبحانه وتعالى.
(75) Maka Allah سبحانه وتعالى berkata kepadanya sebagai celaan,﴾ مَا مَنَعَكَ أَن تَسۡجُدَ لِمَا خَلَقۡتُ بِيَدَيَّۖ ﴿ "Apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu?" Maksudnya, yang Aku muliakan, Aku hargai dan Aku istimewakan dengan keistimewaan ini; yang dengannya ia menjadi istimewa daripada seluruh makhluk, dan hal itu seharusnya tidak menimbulkan sikap sombong terha-dapnya. ﴾ أَسۡتَكۡبَرۡتَ ﴿ "Apakah kamu menyombongkan diri" dalam keeng-gananmu itu, ﴾ أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡعَالِينَ ﴿ "ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?"
(76) ﴾ قَالَ ﴿ "Berkata" iblis dengan sikap menentang dan melawan Rabbnya, ﴾ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِي مِن نَّارٖ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٖ ﴿ "Aku lebih baik dari-padanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." Menurut anggapannya bahwa unsur api itu lebih baik daripada unsur tanah. Ini termasuk analogi yang rusak, karena sesungguhnya unsur api itu adalah materi kejahatan, keru-sakan, keangkuhan, kesombongan, dan kehinaan, sedangkan unsur tanah adalah materi kematangan, tawadhu' (rendah diri) dan tem-pat tumbuhnya berbagai pohon dan tanaman. Ia bisa mengalahkan api dan memadamkannya. Dan api selalu membutuhkan benda untuk bisa hidup, sedangkan tanah bisa berdiri sendiri. Itulah analogi dedengkot makhluk jahat yang dengannya ia menentang perintah langsung dari Allah سبحانه وتعالى, sudah sangat jelas sekali kebatilan dan kesesatannya. Lalu bagaimana menurut Anda dengan analogi-analogi para murid-muridnya (pengikutnya) yang menentang kebenaran dengan analogi-analogi yang mereka buat? Sesungguhnya analogi-analogi yang mereka gunakan itu adalah lebih batil dan lebih sesat lagi daripada analogi iblis ini.
(77-78) Maka Allah berfirman kepadanya, ﴾ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا ﴿ "Maka keluarlah kamu darinya," maksudnya, dari langit dan tempat yang mulia, ﴾ فَإِنَّكَ رَجِيمٞ ﴿ "sesungguhnya kamu adalah yang diusir," artinya, yang dijauhkan dan disingkirkan. ﴾ وَإِنَّ عَلَيۡكَ لَعۡنَتِيٓ ﴿ "Sesungguhnya ku-tukanKu tetap atasmu," maksudnya, sesungguhnya pengusiran dan pengucilanKu terhadapmu ﴾ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ﴿ "sampai Hari Pembalasan," yakni, selama-lamanya.
(79) ﴾ قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ﴿ "Ia berkata, 'Ya Rabbku, beri tang-guhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan'." Ini disebabkan karena permusuhannya yang sangat berat terhadap Nabi Adam dan anak keturunannya agar ia bisa menyesatkan siapa saja yang telah di-takdirkan Allah untuk disesatkannya.
(80-81) Maka A l l a h ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman" memenuhi permin-taannya sesuai dengan tuntutan hikmah (kebijaksanaan)Nya, ﴾ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ 80 إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ 81 ﴿ "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya," yakni, hingga seluruh anak keturunan Nabi Adam habis dan ujian telah usai.
(82-83) Setelah iblis mengetahui bahwa dirinya diberi tang-guhan waktu, maka ia terang-terangan melawan Rabbnya dengan kebusukannya, dengan permusuhan yang sengit terhadap Rabbnya dan terhadap Adam dan anak-anak keturunannya, seraya berkata, ﴾ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Demi keperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya." Huruf ba' (pada بِعِزَّتِكَ) bermakna sumpah. Ini berarti ia ber-sumpah dengan keperkasaan Allah bahwa iblis benar-benar akan menyesatkan mereka semuanya, ﴾ إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ﴿ "kecuali hamba-hambaMu yang diberi keikhlasan di antara mereka." Iblis menge-tahui bahwa Allah akan melindungi mereka dari tipu dayanya. Dan bisa juga huruf ba' itu bermakna isti'anah (permintaan pertolongan). Artinya, oleh karena iblis mengetahui bahwasanya dia lemah dari segala sisinya dan bahwa ia sama sekali tidak bisa menyesatkan seseorang kecuali dengan kehendak dari Allah سبحانه وتعالى, maka dia mencari pertolongan kepada keperkasaan Allah agar bisa menyesatkan anak keturunan Nabi Adam عليه السلام. Demikianlah, dan dia benar-benar musuh Allah yang sejati. Sedangkan kami, wahai Rabb, lemah tidak berdaya dan lalai, kami mengakui seluruh nikmat dariMu. Kami adalah anak cucu dari manusia yang telah Engkau muliakan dan Engkau hargai itu; maka kami memohon pertolongan dengan keperkasaanMu yang agung dan kekuasaanMu dan dengan rahmatMu yang luas yang meliputi segala sesuatu, rahmatMu yang dengannya Engkau telah mengantarkan kami kepada apa yang telah kami capai, yaitu berupa kenikmatan agama dan dunia, dan dengannya pula Engkau men-jauhkan segala bentuk bencana dari kami; tolonglah kami untuk memeranginya, memusuhinya dan selamat dari kejahatan dan kesyirikannya. Dan kami berbaik sangka, bahwa Engkau pasti mengabulkan doa kami, dan kami beriman kepada janjiMu yang telah Engkau katakan kepada kami, ﴾ وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ ﴿ "Dan Rabbmu berkata, 'Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan untukmu'." (al-Ghafir: 60). Dan inilah kami, telah berdoa kepadaMu sebagaimana telah Engkau perintahkan kepada kami, maka kabulkanlah doa kami sebagaimana yang telah Engkau janjikan. ﴾ إِنَّكَ لَا تُخۡلِفُ ٱلۡمِيعَادَ 194 ﴿ "Sesungguhnya Engkau tidak mengingkari janji." (Ali Imran: 194).
(84-85) Allah تعالى ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman (kepada iblis),"﴾ فَٱلۡحَقُّ وَٱلۡحَقَّ أَقُولُ ﴿ "Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan," artinya, al-Haq (kebenaran) itu adalah sifatKu dan yang benar itu FirmanKu, ﴾ لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya."
(86) Setelah Rasulullah a menjelaskan dalil kepada ma-nusia dan menjelaskan kepada mereka jalan (yang lurus) ini, maka Allah berfirman, ﴾ قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Katakanlah, 'Aku tidak meminta kepadamu atasnya'," maksudnya, atas seruanku kepada kalian ini, ﴾ مِنۡ أَجۡرٖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُتَكَلِّفِينَ ﴿ "upah sedikitpun dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mengada-adakan," di mana aku mengklaim suatu perkara yang bukan milikku dan mengikuti apa yang tidak aku miliki ilmu-nya, dan tidak pula aku mengikuti selain dari apa yang diwahyu-kan kepadaku.
(87) ﴾ إِنۡ هُوَ ﴿ "Ia tidak lain," maksudnya, wahyu dan al-Qur`an ini ﴾ إِلَّا ذِكۡرٞ لِّلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "hanyalah peringatan bagi semesta alam," yang de-ngannya mereka dapat mempelajari apa-apa yang bermanfaat bagi mereka dari berbagai maslahat agama dan dunia mereka. Maka dengan demikian, al-Qur`an menjadi kemuliaan dan pengangkat derajat manusia semuanya dan sebagai penegakan hujjah atas orang-orang yang membangkang. Dengan demikian, surat yang agung ini mengandung pela-jaran yang sangat bijaksana, informasi yang agung, penegakan hujjah dan argumen terhadap orang-orang yang mendustakan al-Qur`an dan menentangnya, mendustakan nabi (Rasul) yang datang dengannya, informasi tentang hamba-hamba Allah yang tulus dan balasan bagi orang-orang yang bertakwa dan orang-orang melam-paui batas. Maka dari itu Allah bersumpah pada awal surat ini bahwa al-Qur`an ini mengandung pelajaran, dan di akhir surat Dia menyatakan bahwa al-Qur`an ini adalah pelajaran (peringatan) bagi semesta alam; dan di dalamnya Allah banyak sekali mengingatkan, seperti pada FirmanNya, ﴾ وَٱذۡكُرۡ عَبۡدَنَآ ﴿ "Dan ingatlah hamba Kami," ﴾ وَٱذۡكُرۡ عِبَٰدَنَآ ﴿ "dan ingatlah hamba-hamba Kami," ﴾ رَحۡمَةٗ مِّنَّا وَذِكۡرَىٰ ﴿ "sebagai rahmat dan peringatan dari Kami," ﴾ هَٰذَا ذِكۡرٞۚ ﴿ "Ini adalah peringatan." Ya Allah, ajarkan kepada kami darinya apa yang belum kami ketahui dan ingatlah kepada kami apa yang kami lupa darinya karena kelalaian, kelupaan, dan pengabaian.
(88) ﴾ وَلَتَعۡلَمُنَّ نَبَأَهُۥ ﴿ "Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui beritanya," maksudnya, informasinya, ﴾ بَعۡدَ حِينِۭ ﴿ "setelah beberapa waktu lagi," yaitu ketika azab terjadi menimpa mereka dan segala bentuk hubungan terputus dari mereka.
Selesailah tafsir surat Shad, dengan karunia dan pertolongan Allah سبحانه وتعالى.
Sad 38:71
"Katakanlah, 'Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq melain-kan Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan. Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaper-kasa lagi Maha Pengampun.' Katakanlah, 'Berita itu adalah berita yang besar, yang kamu berpaling darinya. Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu ketika mereka berbantah-bantahan. Tidak diwahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata.' Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat, 'Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruhKu; maka hendaklah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya.' Lalu seluruh malaikat-malaikat itu sujud semuanya. Kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan dia termasuk orang-orang yang kafir. Allah berfirman, 'Hai iblis, apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu? Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?' Iblis berkata, 'Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau cipta-kan dari tanah.' Allah berfirman, 'Maka keluarlah kamu darinya; sesungguhnya kamu adalah yang diusir. Sesungguhnya kutukanKu tetap atasmu sampai Hari Pembalasan.' Iblis berkata, 'Ya Rabbku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.' Allah ber-firman, 'Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya.' Iblis menjawab, 'Demi KeperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang diberi keikh-lasan di antara mereka.' Allah berfirman, 'Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya.' Katakanlah, 'Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu atas dakwahku; dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang meng-ada-adakan. Al-Qur`an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui berita al-Qur`an setelah beberapa waktu lagi'." (Shad: 65-88).
(65) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah," wahai rasul kepada mereka-mereka yang mendustakan, jika mereka meminta apa yang tidak kamu miliki wewenang padanya dan tidak pada kekuasaanmu,﴾ إِنَّمَآ أَنَا۠ مُنذِرٞۖ ﴿ "Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan." Inilah segala apa yang aku miliki. Adapun semua wewenang urusan adalah milik Allah سبحانه وتعالى, sedangkan saya hanyalah menyuruh kalian, melarang kalian dan menghimbau kalian kepada kebaikan dan mencegah kalian dari segala keburukan. Barangsiapa yang mau mengikutinya, maka keuntungannya kembali kepada dirinya sen-diri, dan siapa saja yang sesat, maka kesesatannya menimpa dirinya sendiri. ﴾ وَمَا مِنۡ إِلَٰهٍ إِلَّا ٱللَّهُ ﴿ "Dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq me-lainkan Allah." Maksudnya, tiada seorang pun yang berhak dipertu-hankan dan disembah dengan haq kecuali Allah ﴾ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ ﴿ "Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan." Ini adalah sebuah penegasan tentang ketuhananNya berdasarkan argumen yang tak terbantah-kan, yaitu keesaanNya dan keperkasaanNya atas segala sesuatu, sebab keperkasaan itu memastikan keesaan. Maka tidak akan ada dua yang tidak terkalahkan yang sama di dalam keperkasaannya selama-lamanya. Maka, yang mengalahkan segala sesuatu itu, Dia-lah Yang Esa, yang tidak ada tandinganNya, dan Dia-lah semata yang berhak disembah sebagaimana halnya hanya Dia yang Maha Mengalahkan.
(66) Dan hal tersebut diperkuat lagi dengan tauhid rububi-yah, seraya berfirman, ﴾ رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا ﴿ "Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya." Artinya, Pencipta keduanya, Pemelihara dan Yang Mengatur keduanya dengan berbagai bentuk pengendalian, ﴾ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Yang Mahaperkasa," yang memiliki kekuatan yang dengannya Dia menciptakan ciptaan-ciptaan agung (luar biasa besarnya), ﴾ ٱلۡغَفَّٰرُ ﴿ "lagi Maha Pengampun" terhadap semua dosa, yang kecil dan yang besar bagi siapa saja yang bertaubat kepada-Nya dan menanggalkan diri dari perbuatan dosa. Inilah yang pantas dan yang berhak diibadahi (disembah), bukan siapa yang tidak mampu menciptakan, tidak mampu mem-beri rizki, tidak bisa menimpakan mudarat, tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula memiliki wewenang sedikitpun, tidak me-miliki power untuk berkuasa dan tidak pula mempunyai kemam-puan memberikan ampunan terhadap dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan.
(67-68) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka, seraya memper-takuti, mewanti-wanti, membangkitkan dan memberikan peringatan kepada mereka, ﴾ هُوَ نَبَؤٌاْ عَظِيمٌ ﴿ "Berita itu adalah berita yang besar." Arti-nya, apa yang saya informasikan kepada kalian ini, seperti kebang-kitan, dihidupkan kembali sesudah mati dan pemberian balasan atas amal-amal adalah merupakan berita yang sangat agung yang pantas diperhatikan dengan serius dan tidak boleh diabaikan. Akan tetapi ﴾ أَنتُمۡ عَنۡهُ مُعۡرِضُونَ ﴿ "kamu berpaling darinya" hingga seakan-akan kalian tidak mempercayai bahwa di hadapan kalian ada hisab (per-hitungan amal perbuatan), hukuman, ataupun pahala.
(69-70) Jika kalian ragu terhadap perkataanku dan kalian meragukan informasi dariku, maka sesungguhnya aku hanya me-nyampaikan informasi-informasi yang aku sendiri tidak mempu-nyai pengetahuannya dan tidak pula aku pelajari dari satu kitab mana pun. Jadi, penyampaian informasi yang aku sampaikan ini sebagaimana adanya, tanpa tambahan ataupun pengurangan, adalah merupakan saksi yang paling besar bagi kejujuranku dan bukti yang paling tepat atas kebenaran apa yang aku bawa kepada kalian ini. Maka dari itu Allah berfirman (memerintahkan RasulNya) ﴾ مَا كَانَ لِيَ مِنۡ عِلۡمِۭ بِٱلۡمَلَإِ ٱلۡأَعۡلَىٰٓ ﴿ "Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu," maksudnya, para malaikat, ﴾ إِذۡ يَخۡتَصِمُونَ ﴿ "ketika mereka berbantah-bantahan," kalau saja bukan karena Allah menginformasikannya dan mewahyukannya kepadaku. Dan karena itu ayat berikutnya mengatakan, ﴾ إِن يُوحَىٰٓ إِلَيَّ إِلَّآ أَنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Tidak di-wahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah se-orang pemberi peringatan yang nyata," artinya, yang jelas lagi nyata peringatannya. Maka tidak ada pemberi peringatan yang lebih jelas daripada perintah yang disampaikan oleh Rasulullah a.
(71-72) Kemudian Allah menjelaskan perbantahan para malaikat tersebut seraya berfirman, ﴾ إِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ﴿ "Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat" sebagai informasi, ﴾ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن طِينٖ ﴿ "Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah." Maksudnya, mate-rinya dari tanah liat, ﴾ فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ ﴿ "Maka apabila telah Ku-sempurnakan," maksudnya, menyempurnakan jasadnya dan telah terbentuk,﴾ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ ﴿ "dan Ku-tiupkan kepadanya ruhKu, maka hendak-lah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya."
(73-74) Maka para malaikat yang mulia itu menundukkan dirinya untuk hal tersebut, ketika penciptaan manusia itu telah sempurna dan telah ditiupkan ruh padanya, sebagai sikap patuh terhadap Rabb mereka dan sebagai sikap hormat kepada Adam عليه السلام. Setelah sempurna penciptaan jasad dan ruhnya dan setelah Allah menguji Adam dan para malaikat dalam ilmu pengetahuan, dan setelah tampak keunggulan Adam atas mereka, maka Allah memerintahkan mereka untuk sujud kepada Adam. Maka mereka pun sujud ﴾ كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ 73 إِلَّآ إِبۡلِيسَ ﴿ "semuanya, kecuali iblis," ia tidak mau sujud, ﴾ ٱسۡتَكۡبَرَ ﴿ "dia menyombongkan diri" terhadap perintah Rabbnya, dan menyombongkan diri terhadap Nabi Adam عليه السلام , ﴾ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "dan dia termasuk orang-orang yang kafir" dalam ilmu Allah سبحانه وتعالى.
(75) Maka Allah سبحانه وتعالى berkata kepadanya sebagai celaan,﴾ مَا مَنَعَكَ أَن تَسۡجُدَ لِمَا خَلَقۡتُ بِيَدَيَّۖ ﴿ "Apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu?" Maksudnya, yang Aku muliakan, Aku hargai dan Aku istimewakan dengan keistimewaan ini; yang dengannya ia menjadi istimewa daripada seluruh makhluk, dan hal itu seharusnya tidak menimbulkan sikap sombong terha-dapnya. ﴾ أَسۡتَكۡبَرۡتَ ﴿ "Apakah kamu menyombongkan diri" dalam keeng-gananmu itu, ﴾ أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡعَالِينَ ﴿ "ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?"
(76) ﴾ قَالَ ﴿ "Berkata" iblis dengan sikap menentang dan melawan Rabbnya, ﴾ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِي مِن نَّارٖ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٖ ﴿ "Aku lebih baik dari-padanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." Menurut anggapannya bahwa unsur api itu lebih baik daripada unsur tanah. Ini termasuk analogi yang rusak, karena sesungguhnya unsur api itu adalah materi kejahatan, keru-sakan, keangkuhan, kesombongan, dan kehinaan, sedangkan unsur tanah adalah materi kematangan, tawadhu' (rendah diri) dan tem-pat tumbuhnya berbagai pohon dan tanaman. Ia bisa mengalahkan api dan memadamkannya. Dan api selalu membutuhkan benda untuk bisa hidup, sedangkan tanah bisa berdiri sendiri. Itulah analogi dedengkot makhluk jahat yang dengannya ia menentang perintah langsung dari Allah سبحانه وتعالى, sudah sangat jelas sekali kebatilan dan kesesatannya. Lalu bagaimana menurut Anda dengan analogi-analogi para murid-muridnya (pengikutnya) yang menentang kebenaran dengan analogi-analogi yang mereka buat? Sesungguhnya analogi-analogi yang mereka gunakan itu adalah lebih batil dan lebih sesat lagi daripada analogi iblis ini.
(77-78) Maka Allah berfirman kepadanya, ﴾ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا ﴿ "Maka keluarlah kamu darinya," maksudnya, dari langit dan tempat yang mulia, ﴾ فَإِنَّكَ رَجِيمٞ ﴿ "sesungguhnya kamu adalah yang diusir," artinya, yang dijauhkan dan disingkirkan. ﴾ وَإِنَّ عَلَيۡكَ لَعۡنَتِيٓ ﴿ "Sesungguhnya ku-tukanKu tetap atasmu," maksudnya, sesungguhnya pengusiran dan pengucilanKu terhadapmu ﴾ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ﴿ "sampai Hari Pembalasan," yakni, selama-lamanya.
(79) ﴾ قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ﴿ "Ia berkata, 'Ya Rabbku, beri tang-guhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan'." Ini disebabkan karena permusuhannya yang sangat berat terhadap Nabi Adam dan anak keturunannya agar ia bisa menyesatkan siapa saja yang telah di-takdirkan Allah untuk disesatkannya.
(80-81) Maka A l l a h ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman" memenuhi permin-taannya sesuai dengan tuntutan hikmah (kebijaksanaan)Nya, ﴾ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ 80 إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ 81 ﴿ "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya," yakni, hingga seluruh anak keturunan Nabi Adam habis dan ujian telah usai.
(82-83) Setelah iblis mengetahui bahwa dirinya diberi tang-guhan waktu, maka ia terang-terangan melawan Rabbnya dengan kebusukannya, dengan permusuhan yang sengit terhadap Rabbnya dan terhadap Adam dan anak-anak keturunannya, seraya berkata, ﴾ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Demi keperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya." Huruf ba' (pada بِعِزَّتِكَ) bermakna sumpah. Ini berarti ia ber-sumpah dengan keperkasaan Allah bahwa iblis benar-benar akan menyesatkan mereka semuanya, ﴾ إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ﴿ "kecuali hamba-hambaMu yang diberi keikhlasan di antara mereka." Iblis menge-tahui bahwa Allah akan melindungi mereka dari tipu dayanya. Dan bisa juga huruf ba' itu bermakna isti'anah (permintaan pertolongan). Artinya, oleh karena iblis mengetahui bahwasanya dia lemah dari segala sisinya dan bahwa ia sama sekali tidak bisa menyesatkan seseorang kecuali dengan kehendak dari Allah سبحانه وتعالى, maka dia mencari pertolongan kepada keperkasaan Allah agar bisa menyesatkan anak keturunan Nabi Adam عليه السلام. Demikianlah, dan dia benar-benar musuh Allah yang sejati. Sedangkan kami, wahai Rabb, lemah tidak berdaya dan lalai, kami mengakui seluruh nikmat dariMu. Kami adalah anak cucu dari manusia yang telah Engkau muliakan dan Engkau hargai itu; maka kami memohon pertolongan dengan keperkasaanMu yang agung dan kekuasaanMu dan dengan rahmatMu yang luas yang meliputi segala sesuatu, rahmatMu yang dengannya Engkau telah mengantarkan kami kepada apa yang telah kami capai, yaitu berupa kenikmatan agama dan dunia, dan dengannya pula Engkau men-jauhkan segala bentuk bencana dari kami; tolonglah kami untuk memeranginya, memusuhinya dan selamat dari kejahatan dan kesyirikannya. Dan kami berbaik sangka, bahwa Engkau pasti mengabulkan doa kami, dan kami beriman kepada janjiMu yang telah Engkau katakan kepada kami, ﴾ وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ ﴿ "Dan Rabbmu berkata, 'Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan untukmu'." (al-Ghafir: 60). Dan inilah kami, telah berdoa kepadaMu sebagaimana telah Engkau perintahkan kepada kami, maka kabulkanlah doa kami sebagaimana yang telah Engkau janjikan. ﴾ إِنَّكَ لَا تُخۡلِفُ ٱلۡمِيعَادَ 194 ﴿ "Sesungguhnya Engkau tidak mengingkari janji." (Ali Imran: 194).
(84-85) Allah تعالى ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman (kepada iblis),"﴾ فَٱلۡحَقُّ وَٱلۡحَقَّ أَقُولُ ﴿ "Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan," artinya, al-Haq (kebenaran) itu adalah sifatKu dan yang benar itu FirmanKu, ﴾ لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya."
(86) Setelah Rasulullah a menjelaskan dalil kepada ma-nusia dan menjelaskan kepada mereka jalan (yang lurus) ini, maka Allah berfirman, ﴾ قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Katakanlah, 'Aku tidak meminta kepadamu atasnya'," maksudnya, atas seruanku kepada kalian ini, ﴾ مِنۡ أَجۡرٖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُتَكَلِّفِينَ ﴿ "upah sedikitpun dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mengada-adakan," di mana aku mengklaim suatu perkara yang bukan milikku dan mengikuti apa yang tidak aku miliki ilmu-nya, dan tidak pula aku mengikuti selain dari apa yang diwahyu-kan kepadaku.
(87) ﴾ إِنۡ هُوَ ﴿ "Ia tidak lain," maksudnya, wahyu dan al-Qur`an ini ﴾ إِلَّا ذِكۡرٞ لِّلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "hanyalah peringatan bagi semesta alam," yang de-ngannya mereka dapat mempelajari apa-apa yang bermanfaat bagi mereka dari berbagai maslahat agama dan dunia mereka. Maka dengan demikian, al-Qur`an menjadi kemuliaan dan pengangkat derajat manusia semuanya dan sebagai penegakan hujjah atas orang-orang yang membangkang. Dengan demikian, surat yang agung ini mengandung pela-jaran yang sangat bijaksana, informasi yang agung, penegakan hujjah dan argumen terhadap orang-orang yang mendustakan al-Qur`an dan menentangnya, mendustakan nabi (Rasul) yang datang dengannya, informasi tentang hamba-hamba Allah yang tulus dan balasan bagi orang-orang yang bertakwa dan orang-orang melam-paui batas. Maka dari itu Allah bersumpah pada awal surat ini bahwa al-Qur`an ini mengandung pelajaran, dan di akhir surat Dia menyatakan bahwa al-Qur`an ini adalah pelajaran (peringatan) bagi semesta alam; dan di dalamnya Allah banyak sekali mengingatkan, seperti pada FirmanNya, ﴾ وَٱذۡكُرۡ عَبۡدَنَآ ﴿ "Dan ingatlah hamba Kami," ﴾ وَٱذۡكُرۡ عِبَٰدَنَآ ﴿ "dan ingatlah hamba-hamba Kami," ﴾ رَحۡمَةٗ مِّنَّا وَذِكۡرَىٰ ﴿ "sebagai rahmat dan peringatan dari Kami," ﴾ هَٰذَا ذِكۡرٞۚ ﴿ "Ini adalah peringatan." Ya Allah, ajarkan kepada kami darinya apa yang belum kami ketahui dan ingatlah kepada kami apa yang kami lupa darinya karena kelalaian, kelupaan, dan pengabaian.
(88) ﴾ وَلَتَعۡلَمُنَّ نَبَأَهُۥ ﴿ "Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui beritanya," maksudnya, informasinya, ﴾ بَعۡدَ حِينِۭ ﴿ "setelah beberapa waktu lagi," yaitu ketika azab terjadi menimpa mereka dan segala bentuk hubungan terputus dari mereka.
Selesailah tafsir surat Shad, dengan karunia dan pertolongan Allah سبحانه وتعالى.
Sad 38:72
"Katakanlah, 'Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq melain-kan Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan. Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaper-kasa lagi Maha Pengampun.' Katakanlah, 'Berita itu adalah berita yang besar, yang kamu berpaling darinya. Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu ketika mereka berbantah-bantahan. Tidak diwahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata.' Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat, 'Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruhKu; maka hendaklah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya.' Lalu seluruh malaikat-malaikat itu sujud semuanya. Kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan dia termasuk orang-orang yang kafir. Allah berfirman, 'Hai iblis, apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu? Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?' Iblis berkata, 'Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau cipta-kan dari tanah.' Allah berfirman, 'Maka keluarlah kamu darinya; sesungguhnya kamu adalah yang diusir. Sesungguhnya kutukanKu tetap atasmu sampai Hari Pembalasan.' Iblis berkata, 'Ya Rabbku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.' Allah ber-firman, 'Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya.' Iblis menjawab, 'Demi KeperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang diberi keikh-lasan di antara mereka.' Allah berfirman, 'Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya.' Katakanlah, 'Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu atas dakwahku; dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang meng-ada-adakan. Al-Qur`an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui berita al-Qur`an setelah beberapa waktu lagi'." (Shad: 65-88).
(65) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah," wahai rasul kepada mereka-mereka yang mendustakan, jika mereka meminta apa yang tidak kamu miliki wewenang padanya dan tidak pada kekuasaanmu,﴾ إِنَّمَآ أَنَا۠ مُنذِرٞۖ ﴿ "Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan." Inilah segala apa yang aku miliki. Adapun semua wewenang urusan adalah milik Allah سبحانه وتعالى, sedangkan saya hanyalah menyuruh kalian, melarang kalian dan menghimbau kalian kepada kebaikan dan mencegah kalian dari segala keburukan. Barangsiapa yang mau mengikutinya, maka keuntungannya kembali kepada dirinya sen-diri, dan siapa saja yang sesat, maka kesesatannya menimpa dirinya sendiri. ﴾ وَمَا مِنۡ إِلَٰهٍ إِلَّا ٱللَّهُ ﴿ "Dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq me-lainkan Allah." Maksudnya, tiada seorang pun yang berhak dipertu-hankan dan disembah dengan haq kecuali Allah ﴾ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ ﴿ "Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan." Ini adalah sebuah penegasan tentang ketuhananNya berdasarkan argumen yang tak terbantah-kan, yaitu keesaanNya dan keperkasaanNya atas segala sesuatu, sebab keperkasaan itu memastikan keesaan. Maka tidak akan ada dua yang tidak terkalahkan yang sama di dalam keperkasaannya selama-lamanya. Maka, yang mengalahkan segala sesuatu itu, Dia-lah Yang Esa, yang tidak ada tandinganNya, dan Dia-lah semata yang berhak disembah sebagaimana halnya hanya Dia yang Maha Mengalahkan.
(66) Dan hal tersebut diperkuat lagi dengan tauhid rububi-yah, seraya berfirman, ﴾ رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا ﴿ "Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya." Artinya, Pencipta keduanya, Pemelihara dan Yang Mengatur keduanya dengan berbagai bentuk pengendalian, ﴾ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Yang Mahaperkasa," yang memiliki kekuatan yang dengannya Dia menciptakan ciptaan-ciptaan agung (luar biasa besarnya), ﴾ ٱلۡغَفَّٰرُ ﴿ "lagi Maha Pengampun" terhadap semua dosa, yang kecil dan yang besar bagi siapa saja yang bertaubat kepada-Nya dan menanggalkan diri dari perbuatan dosa. Inilah yang pantas dan yang berhak diibadahi (disembah), bukan siapa yang tidak mampu menciptakan, tidak mampu mem-beri rizki, tidak bisa menimpakan mudarat, tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula memiliki wewenang sedikitpun, tidak me-miliki power untuk berkuasa dan tidak pula mempunyai kemam-puan memberikan ampunan terhadap dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan.
(67-68) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka, seraya memper-takuti, mewanti-wanti, membangkitkan dan memberikan peringatan kepada mereka, ﴾ هُوَ نَبَؤٌاْ عَظِيمٌ ﴿ "Berita itu adalah berita yang besar." Arti-nya, apa yang saya informasikan kepada kalian ini, seperti kebang-kitan, dihidupkan kembali sesudah mati dan pemberian balasan atas amal-amal adalah merupakan berita yang sangat agung yang pantas diperhatikan dengan serius dan tidak boleh diabaikan. Akan tetapi ﴾ أَنتُمۡ عَنۡهُ مُعۡرِضُونَ ﴿ "kamu berpaling darinya" hingga seakan-akan kalian tidak mempercayai bahwa di hadapan kalian ada hisab (per-hitungan amal perbuatan), hukuman, ataupun pahala.
(69-70) Jika kalian ragu terhadap perkataanku dan kalian meragukan informasi dariku, maka sesungguhnya aku hanya me-nyampaikan informasi-informasi yang aku sendiri tidak mempu-nyai pengetahuannya dan tidak pula aku pelajari dari satu kitab mana pun. Jadi, penyampaian informasi yang aku sampaikan ini sebagaimana adanya, tanpa tambahan ataupun pengurangan, adalah merupakan saksi yang paling besar bagi kejujuranku dan bukti yang paling tepat atas kebenaran apa yang aku bawa kepada kalian ini. Maka dari itu Allah berfirman (memerintahkan RasulNya) ﴾ مَا كَانَ لِيَ مِنۡ عِلۡمِۭ بِٱلۡمَلَإِ ٱلۡأَعۡلَىٰٓ ﴿ "Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu," maksudnya, para malaikat, ﴾ إِذۡ يَخۡتَصِمُونَ ﴿ "ketika mereka berbantah-bantahan," kalau saja bukan karena Allah menginformasikannya dan mewahyukannya kepadaku. Dan karena itu ayat berikutnya mengatakan, ﴾ إِن يُوحَىٰٓ إِلَيَّ إِلَّآ أَنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Tidak di-wahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah se-orang pemberi peringatan yang nyata," artinya, yang jelas lagi nyata peringatannya. Maka tidak ada pemberi peringatan yang lebih jelas daripada perintah yang disampaikan oleh Rasulullah a.
(71-72) Kemudian Allah menjelaskan perbantahan para malaikat tersebut seraya berfirman, ﴾ إِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ﴿ "Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat" sebagai informasi, ﴾ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن طِينٖ ﴿ "Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah." Maksudnya, mate-rinya dari tanah liat, ﴾ فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ ﴿ "Maka apabila telah Ku-sempurnakan," maksudnya, menyempurnakan jasadnya dan telah terbentuk,﴾ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ ﴿ "dan Ku-tiupkan kepadanya ruhKu, maka hendak-lah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya."
(73-74) Maka para malaikat yang mulia itu menundukkan dirinya untuk hal tersebut, ketika penciptaan manusia itu telah sempurna dan telah ditiupkan ruh padanya, sebagai sikap patuh terhadap Rabb mereka dan sebagai sikap hormat kepada Adam عليه السلام. Setelah sempurna penciptaan jasad dan ruhnya dan setelah Allah menguji Adam dan para malaikat dalam ilmu pengetahuan, dan setelah tampak keunggulan Adam atas mereka, maka Allah memerintahkan mereka untuk sujud kepada Adam. Maka mereka pun sujud ﴾ كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ 73 إِلَّآ إِبۡلِيسَ ﴿ "semuanya, kecuali iblis," ia tidak mau sujud, ﴾ ٱسۡتَكۡبَرَ ﴿ "dia menyombongkan diri" terhadap perintah Rabbnya, dan menyombongkan diri terhadap Nabi Adam عليه السلام , ﴾ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "dan dia termasuk orang-orang yang kafir" dalam ilmu Allah سبحانه وتعالى.
(75) Maka Allah سبحانه وتعالى berkata kepadanya sebagai celaan,﴾ مَا مَنَعَكَ أَن تَسۡجُدَ لِمَا خَلَقۡتُ بِيَدَيَّۖ ﴿ "Apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu?" Maksudnya, yang Aku muliakan, Aku hargai dan Aku istimewakan dengan keistimewaan ini; yang dengannya ia menjadi istimewa daripada seluruh makhluk, dan hal itu seharusnya tidak menimbulkan sikap sombong terha-dapnya. ﴾ أَسۡتَكۡبَرۡتَ ﴿ "Apakah kamu menyombongkan diri" dalam keeng-gananmu itu, ﴾ أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡعَالِينَ ﴿ "ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?"
(76) ﴾ قَالَ ﴿ "Berkata" iblis dengan sikap menentang dan melawan Rabbnya, ﴾ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِي مِن نَّارٖ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٖ ﴿ "Aku lebih baik dari-padanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." Menurut anggapannya bahwa unsur api itu lebih baik daripada unsur tanah. Ini termasuk analogi yang rusak, karena sesungguhnya unsur api itu adalah materi kejahatan, keru-sakan, keangkuhan, kesombongan, dan kehinaan, sedangkan unsur tanah adalah materi kematangan, tawadhu' (rendah diri) dan tem-pat tumbuhnya berbagai pohon dan tanaman. Ia bisa mengalahkan api dan memadamkannya. Dan api selalu membutuhkan benda untuk bisa hidup, sedangkan tanah bisa berdiri sendiri. Itulah analogi dedengkot makhluk jahat yang dengannya ia menentang perintah langsung dari Allah سبحانه وتعالى, sudah sangat jelas sekali kebatilan dan kesesatannya. Lalu bagaimana menurut Anda dengan analogi-analogi para murid-muridnya (pengikutnya) yang menentang kebenaran dengan analogi-analogi yang mereka buat? Sesungguhnya analogi-analogi yang mereka gunakan itu adalah lebih batil dan lebih sesat lagi daripada analogi iblis ini.
(77-78) Maka Allah berfirman kepadanya, ﴾ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا ﴿ "Maka keluarlah kamu darinya," maksudnya, dari langit dan tempat yang mulia, ﴾ فَإِنَّكَ رَجِيمٞ ﴿ "sesungguhnya kamu adalah yang diusir," artinya, yang dijauhkan dan disingkirkan. ﴾ وَإِنَّ عَلَيۡكَ لَعۡنَتِيٓ ﴿ "Sesungguhnya ku-tukanKu tetap atasmu," maksudnya, sesungguhnya pengusiran dan pengucilanKu terhadapmu ﴾ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ﴿ "sampai Hari Pembalasan," yakni, selama-lamanya.
(79) ﴾ قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ﴿ "Ia berkata, 'Ya Rabbku, beri tang-guhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan'." Ini disebabkan karena permusuhannya yang sangat berat terhadap Nabi Adam dan anak keturunannya agar ia bisa menyesatkan siapa saja yang telah di-takdirkan Allah untuk disesatkannya.
(80-81) Maka A l l a h ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman" memenuhi permin-taannya sesuai dengan tuntutan hikmah (kebijaksanaan)Nya, ﴾ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ 80 إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ 81 ﴿ "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya," yakni, hingga seluruh anak keturunan Nabi Adam habis dan ujian telah usai.
(82-83) Setelah iblis mengetahui bahwa dirinya diberi tang-guhan waktu, maka ia terang-terangan melawan Rabbnya dengan kebusukannya, dengan permusuhan yang sengit terhadap Rabbnya dan terhadap Adam dan anak-anak keturunannya, seraya berkata, ﴾ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Demi keperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya." Huruf ba' (pada بِعِزَّتِكَ) bermakna sumpah. Ini berarti ia ber-sumpah dengan keperkasaan Allah bahwa iblis benar-benar akan menyesatkan mereka semuanya, ﴾ إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ﴿ "kecuali hamba-hambaMu yang diberi keikhlasan di antara mereka." Iblis menge-tahui bahwa Allah akan melindungi mereka dari tipu dayanya. Dan bisa juga huruf ba' itu bermakna isti'anah (permintaan pertolongan). Artinya, oleh karena iblis mengetahui bahwasanya dia lemah dari segala sisinya dan bahwa ia sama sekali tidak bisa menyesatkan seseorang kecuali dengan kehendak dari Allah سبحانه وتعالى, maka dia mencari pertolongan kepada keperkasaan Allah agar bisa menyesatkan anak keturunan Nabi Adam عليه السلام. Demikianlah, dan dia benar-benar musuh Allah yang sejati. Sedangkan kami, wahai Rabb, lemah tidak berdaya dan lalai, kami mengakui seluruh nikmat dariMu. Kami adalah anak cucu dari manusia yang telah Engkau muliakan dan Engkau hargai itu; maka kami memohon pertolongan dengan keperkasaanMu yang agung dan kekuasaanMu dan dengan rahmatMu yang luas yang meliputi segala sesuatu, rahmatMu yang dengannya Engkau telah mengantarkan kami kepada apa yang telah kami capai, yaitu berupa kenikmatan agama dan dunia, dan dengannya pula Engkau men-jauhkan segala bentuk bencana dari kami; tolonglah kami untuk memeranginya, memusuhinya dan selamat dari kejahatan dan kesyirikannya. Dan kami berbaik sangka, bahwa Engkau pasti mengabulkan doa kami, dan kami beriman kepada janjiMu yang telah Engkau katakan kepada kami, ﴾ وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ ﴿ "Dan Rabbmu berkata, 'Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan untukmu'." (al-Ghafir: 60). Dan inilah kami, telah berdoa kepadaMu sebagaimana telah Engkau perintahkan kepada kami, maka kabulkanlah doa kami sebagaimana yang telah Engkau janjikan. ﴾ إِنَّكَ لَا تُخۡلِفُ ٱلۡمِيعَادَ 194 ﴿ "Sesungguhnya Engkau tidak mengingkari janji." (Ali Imran: 194).
(84-85) Allah تعالى ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman (kepada iblis),"﴾ فَٱلۡحَقُّ وَٱلۡحَقَّ أَقُولُ ﴿ "Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan," artinya, al-Haq (kebenaran) itu adalah sifatKu dan yang benar itu FirmanKu, ﴾ لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya."
(86) Setelah Rasulullah a menjelaskan dalil kepada ma-nusia dan menjelaskan kepada mereka jalan (yang lurus) ini, maka Allah berfirman, ﴾ قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Katakanlah, 'Aku tidak meminta kepadamu atasnya'," maksudnya, atas seruanku kepada kalian ini, ﴾ مِنۡ أَجۡرٖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُتَكَلِّفِينَ ﴿ "upah sedikitpun dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mengada-adakan," di mana aku mengklaim suatu perkara yang bukan milikku dan mengikuti apa yang tidak aku miliki ilmu-nya, dan tidak pula aku mengikuti selain dari apa yang diwahyu-kan kepadaku.
(87) ﴾ إِنۡ هُوَ ﴿ "Ia tidak lain," maksudnya, wahyu dan al-Qur`an ini ﴾ إِلَّا ذِكۡرٞ لِّلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "hanyalah peringatan bagi semesta alam," yang de-ngannya mereka dapat mempelajari apa-apa yang bermanfaat bagi mereka dari berbagai maslahat agama dan dunia mereka. Maka dengan demikian, al-Qur`an menjadi kemuliaan dan pengangkat derajat manusia semuanya dan sebagai penegakan hujjah atas orang-orang yang membangkang. Dengan demikian, surat yang agung ini mengandung pela-jaran yang sangat bijaksana, informasi yang agung, penegakan hujjah dan argumen terhadap orang-orang yang mendustakan al-Qur`an dan menentangnya, mendustakan nabi (Rasul) yang datang dengannya, informasi tentang hamba-hamba Allah yang tulus dan balasan bagi orang-orang yang bertakwa dan orang-orang melam-paui batas. Maka dari itu Allah bersumpah pada awal surat ini bahwa al-Qur`an ini mengandung pelajaran, dan di akhir surat Dia menyatakan bahwa al-Qur`an ini adalah pelajaran (peringatan) bagi semesta alam; dan di dalamnya Allah banyak sekali mengingatkan, seperti pada FirmanNya, ﴾ وَٱذۡكُرۡ عَبۡدَنَآ ﴿ "Dan ingatlah hamba Kami," ﴾ وَٱذۡكُرۡ عِبَٰدَنَآ ﴿ "dan ingatlah hamba-hamba Kami," ﴾ رَحۡمَةٗ مِّنَّا وَذِكۡرَىٰ ﴿ "sebagai rahmat dan peringatan dari Kami," ﴾ هَٰذَا ذِكۡرٞۚ ﴿ "Ini adalah peringatan." Ya Allah, ajarkan kepada kami darinya apa yang belum kami ketahui dan ingatlah kepada kami apa yang kami lupa darinya karena kelalaian, kelupaan, dan pengabaian.
(88) ﴾ وَلَتَعۡلَمُنَّ نَبَأَهُۥ ﴿ "Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui beritanya," maksudnya, informasinya, ﴾ بَعۡدَ حِينِۭ ﴿ "setelah beberapa waktu lagi," yaitu ketika azab terjadi menimpa mereka dan segala bentuk hubungan terputus dari mereka.
Selesailah tafsir surat Shad, dengan karunia dan pertolongan Allah سبحانه وتعالى.
Sad 38:73
"Katakanlah, 'Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq melain-kan Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan. Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaper-kasa lagi Maha Pengampun.' Katakanlah, 'Berita itu adalah berita yang besar, yang kamu berpaling darinya. Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu ketika mereka berbantah-bantahan. Tidak diwahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata.' Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat, 'Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruhKu; maka hendaklah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya.' Lalu seluruh malaikat-malaikat itu sujud semuanya. Kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan dia termasuk orang-orang yang kafir. Allah berfirman, 'Hai iblis, apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu? Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?' Iblis berkata, 'Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau cipta-kan dari tanah.' Allah berfirman, 'Maka keluarlah kamu darinya; sesungguhnya kamu adalah yang diusir. Sesungguhnya kutukanKu tetap atasmu sampai Hari Pembalasan.' Iblis berkata, 'Ya Rabbku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.' Allah ber-firman, 'Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya.' Iblis menjawab, 'Demi KeperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang diberi keikh-lasan di antara mereka.' Allah berfirman, 'Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya.' Katakanlah, 'Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu atas dakwahku; dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang meng-ada-adakan. Al-Qur`an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui berita al-Qur`an setelah beberapa waktu lagi'." (Shad: 65-88).
(65) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah," wahai rasul kepada mereka-mereka yang mendustakan, jika mereka meminta apa yang tidak kamu miliki wewenang padanya dan tidak pada kekuasaanmu,﴾ إِنَّمَآ أَنَا۠ مُنذِرٞۖ ﴿ "Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan." Inilah segala apa yang aku miliki. Adapun semua wewenang urusan adalah milik Allah سبحانه وتعالى, sedangkan saya hanyalah menyuruh kalian, melarang kalian dan menghimbau kalian kepada kebaikan dan mencegah kalian dari segala keburukan. Barangsiapa yang mau mengikutinya, maka keuntungannya kembali kepada dirinya sen-diri, dan siapa saja yang sesat, maka kesesatannya menimpa dirinya sendiri. ﴾ وَمَا مِنۡ إِلَٰهٍ إِلَّا ٱللَّهُ ﴿ "Dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq me-lainkan Allah." Maksudnya, tiada seorang pun yang berhak dipertu-hankan dan disembah dengan haq kecuali Allah ﴾ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ ﴿ "Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan." Ini adalah sebuah penegasan tentang ketuhananNya berdasarkan argumen yang tak terbantah-kan, yaitu keesaanNya dan keperkasaanNya atas segala sesuatu, sebab keperkasaan itu memastikan keesaan. Maka tidak akan ada dua yang tidak terkalahkan yang sama di dalam keperkasaannya selama-lamanya. Maka, yang mengalahkan segala sesuatu itu, Dia-lah Yang Esa, yang tidak ada tandinganNya, dan Dia-lah semata yang berhak disembah sebagaimana halnya hanya Dia yang Maha Mengalahkan.
(66) Dan hal tersebut diperkuat lagi dengan tauhid rububi-yah, seraya berfirman, ﴾ رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا ﴿ "Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya." Artinya, Pencipta keduanya, Pemelihara dan Yang Mengatur keduanya dengan berbagai bentuk pengendalian, ﴾ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Yang Mahaperkasa," yang memiliki kekuatan yang dengannya Dia menciptakan ciptaan-ciptaan agung (luar biasa besarnya), ﴾ ٱلۡغَفَّٰرُ ﴿ "lagi Maha Pengampun" terhadap semua dosa, yang kecil dan yang besar bagi siapa saja yang bertaubat kepada-Nya dan menanggalkan diri dari perbuatan dosa. Inilah yang pantas dan yang berhak diibadahi (disembah), bukan siapa yang tidak mampu menciptakan, tidak mampu mem-beri rizki, tidak bisa menimpakan mudarat, tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula memiliki wewenang sedikitpun, tidak me-miliki power untuk berkuasa dan tidak pula mempunyai kemam-puan memberikan ampunan terhadap dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan.
(67-68) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka, seraya memper-takuti, mewanti-wanti, membangkitkan dan memberikan peringatan kepada mereka, ﴾ هُوَ نَبَؤٌاْ عَظِيمٌ ﴿ "Berita itu adalah berita yang besar." Arti-nya, apa yang saya informasikan kepada kalian ini, seperti kebang-kitan, dihidupkan kembali sesudah mati dan pemberian balasan atas amal-amal adalah merupakan berita yang sangat agung yang pantas diperhatikan dengan serius dan tidak boleh diabaikan. Akan tetapi ﴾ أَنتُمۡ عَنۡهُ مُعۡرِضُونَ ﴿ "kamu berpaling darinya" hingga seakan-akan kalian tidak mempercayai bahwa di hadapan kalian ada hisab (per-hitungan amal perbuatan), hukuman, ataupun pahala.
(69-70) Jika kalian ragu terhadap perkataanku dan kalian meragukan informasi dariku, maka sesungguhnya aku hanya me-nyampaikan informasi-informasi yang aku sendiri tidak mempu-nyai pengetahuannya dan tidak pula aku pelajari dari satu kitab mana pun. Jadi, penyampaian informasi yang aku sampaikan ini sebagaimana adanya, tanpa tambahan ataupun pengurangan, adalah merupakan saksi yang paling besar bagi kejujuranku dan bukti yang paling tepat atas kebenaran apa yang aku bawa kepada kalian ini. Maka dari itu Allah berfirman (memerintahkan RasulNya) ﴾ مَا كَانَ لِيَ مِنۡ عِلۡمِۭ بِٱلۡمَلَإِ ٱلۡأَعۡلَىٰٓ ﴿ "Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu," maksudnya, para malaikat, ﴾ إِذۡ يَخۡتَصِمُونَ ﴿ "ketika mereka berbantah-bantahan," kalau saja bukan karena Allah menginformasikannya dan mewahyukannya kepadaku. Dan karena itu ayat berikutnya mengatakan, ﴾ إِن يُوحَىٰٓ إِلَيَّ إِلَّآ أَنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Tidak di-wahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah se-orang pemberi peringatan yang nyata," artinya, yang jelas lagi nyata peringatannya. Maka tidak ada pemberi peringatan yang lebih jelas daripada perintah yang disampaikan oleh Rasulullah a.
(71-72) Kemudian Allah menjelaskan perbantahan para malaikat tersebut seraya berfirman, ﴾ إِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ﴿ "Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat" sebagai informasi, ﴾ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن طِينٖ ﴿ "Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah." Maksudnya, mate-rinya dari tanah liat, ﴾ فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ ﴿ "Maka apabila telah Ku-sempurnakan," maksudnya, menyempurnakan jasadnya dan telah terbentuk,﴾ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ ﴿ "dan Ku-tiupkan kepadanya ruhKu, maka hendak-lah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya."
(73-74) Maka para malaikat yang mulia itu menundukkan dirinya untuk hal tersebut, ketika penciptaan manusia itu telah sempurna dan telah ditiupkan ruh padanya, sebagai sikap patuh terhadap Rabb mereka dan sebagai sikap hormat kepada Adam عليه السلام. Setelah sempurna penciptaan jasad dan ruhnya dan setelah Allah menguji Adam dan para malaikat dalam ilmu pengetahuan, dan setelah tampak keunggulan Adam atas mereka, maka Allah memerintahkan mereka untuk sujud kepada Adam. Maka mereka pun sujud ﴾ كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ 73 إِلَّآ إِبۡلِيسَ ﴿ "semuanya, kecuali iblis," ia tidak mau sujud, ﴾ ٱسۡتَكۡبَرَ ﴿ "dia menyombongkan diri" terhadap perintah Rabbnya, dan menyombongkan diri terhadap Nabi Adam عليه السلام , ﴾ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "dan dia termasuk orang-orang yang kafir" dalam ilmu Allah سبحانه وتعالى.
(75) Maka Allah سبحانه وتعالى berkata kepadanya sebagai celaan,﴾ مَا مَنَعَكَ أَن تَسۡجُدَ لِمَا خَلَقۡتُ بِيَدَيَّۖ ﴿ "Apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu?" Maksudnya, yang Aku muliakan, Aku hargai dan Aku istimewakan dengan keistimewaan ini; yang dengannya ia menjadi istimewa daripada seluruh makhluk, dan hal itu seharusnya tidak menimbulkan sikap sombong terha-dapnya. ﴾ أَسۡتَكۡبَرۡتَ ﴿ "Apakah kamu menyombongkan diri" dalam keeng-gananmu itu, ﴾ أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡعَالِينَ ﴿ "ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?"
(76) ﴾ قَالَ ﴿ "Berkata" iblis dengan sikap menentang dan melawan Rabbnya, ﴾ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِي مِن نَّارٖ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٖ ﴿ "Aku lebih baik dari-padanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." Menurut anggapannya bahwa unsur api itu lebih baik daripada unsur tanah. Ini termasuk analogi yang rusak, karena sesungguhnya unsur api itu adalah materi kejahatan, keru-sakan, keangkuhan, kesombongan, dan kehinaan, sedangkan unsur tanah adalah materi kematangan, tawadhu' (rendah diri) dan tem-pat tumbuhnya berbagai pohon dan tanaman. Ia bisa mengalahkan api dan memadamkannya. Dan api selalu membutuhkan benda untuk bisa hidup, sedangkan tanah bisa berdiri sendiri. Itulah analogi dedengkot makhluk jahat yang dengannya ia menentang perintah langsung dari Allah سبحانه وتعالى, sudah sangat jelas sekali kebatilan dan kesesatannya. Lalu bagaimana menurut Anda dengan analogi-analogi para murid-muridnya (pengikutnya) yang menentang kebenaran dengan analogi-analogi yang mereka buat? Sesungguhnya analogi-analogi yang mereka gunakan itu adalah lebih batil dan lebih sesat lagi daripada analogi iblis ini.
(77-78) Maka Allah berfirman kepadanya, ﴾ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا ﴿ "Maka keluarlah kamu darinya," maksudnya, dari langit dan tempat yang mulia, ﴾ فَإِنَّكَ رَجِيمٞ ﴿ "sesungguhnya kamu adalah yang diusir," artinya, yang dijauhkan dan disingkirkan. ﴾ وَإِنَّ عَلَيۡكَ لَعۡنَتِيٓ ﴿ "Sesungguhnya ku-tukanKu tetap atasmu," maksudnya, sesungguhnya pengusiran dan pengucilanKu terhadapmu ﴾ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ﴿ "sampai Hari Pembalasan," yakni, selama-lamanya.
(79) ﴾ قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ﴿ "Ia berkata, 'Ya Rabbku, beri tang-guhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan'." Ini disebabkan karena permusuhannya yang sangat berat terhadap Nabi Adam dan anak keturunannya agar ia bisa menyesatkan siapa saja yang telah di-takdirkan Allah untuk disesatkannya.
(80-81) Maka A l l a h ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman" memenuhi permin-taannya sesuai dengan tuntutan hikmah (kebijaksanaan)Nya, ﴾ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ 80 إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ 81 ﴿ "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya," yakni, hingga seluruh anak keturunan Nabi Adam habis dan ujian telah usai.
(82-83) Setelah iblis mengetahui bahwa dirinya diberi tang-guhan waktu, maka ia terang-terangan melawan Rabbnya dengan kebusukannya, dengan permusuhan yang sengit terhadap Rabbnya dan terhadap Adam dan anak-anak keturunannya, seraya berkata, ﴾ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Demi keperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya." Huruf ba' (pada بِعِزَّتِكَ) bermakna sumpah. Ini berarti ia ber-sumpah dengan keperkasaan Allah bahwa iblis benar-benar akan menyesatkan mereka semuanya, ﴾ إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ﴿ "kecuali hamba-hambaMu yang diberi keikhlasan di antara mereka." Iblis menge-tahui bahwa Allah akan melindungi mereka dari tipu dayanya. Dan bisa juga huruf ba' itu bermakna isti'anah (permintaan pertolongan). Artinya, oleh karena iblis mengetahui bahwasanya dia lemah dari segala sisinya dan bahwa ia sama sekali tidak bisa menyesatkan seseorang kecuali dengan kehendak dari Allah سبحانه وتعالى, maka dia mencari pertolongan kepada keperkasaan Allah agar bisa menyesatkan anak keturunan Nabi Adam عليه السلام. Demikianlah, dan dia benar-benar musuh Allah yang sejati. Sedangkan kami, wahai Rabb, lemah tidak berdaya dan lalai, kami mengakui seluruh nikmat dariMu. Kami adalah anak cucu dari manusia yang telah Engkau muliakan dan Engkau hargai itu; maka kami memohon pertolongan dengan keperkasaanMu yang agung dan kekuasaanMu dan dengan rahmatMu yang luas yang meliputi segala sesuatu, rahmatMu yang dengannya Engkau telah mengantarkan kami kepada apa yang telah kami capai, yaitu berupa kenikmatan agama dan dunia, dan dengannya pula Engkau men-jauhkan segala bentuk bencana dari kami; tolonglah kami untuk memeranginya, memusuhinya dan selamat dari kejahatan dan kesyirikannya. Dan kami berbaik sangka, bahwa Engkau pasti mengabulkan doa kami, dan kami beriman kepada janjiMu yang telah Engkau katakan kepada kami, ﴾ وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ ﴿ "Dan Rabbmu berkata, 'Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan untukmu'." (al-Ghafir: 60). Dan inilah kami, telah berdoa kepadaMu sebagaimana telah Engkau perintahkan kepada kami, maka kabulkanlah doa kami sebagaimana yang telah Engkau janjikan. ﴾ إِنَّكَ لَا تُخۡلِفُ ٱلۡمِيعَادَ 194 ﴿ "Sesungguhnya Engkau tidak mengingkari janji." (Ali Imran: 194).
(84-85) Allah تعالى ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman (kepada iblis),"﴾ فَٱلۡحَقُّ وَٱلۡحَقَّ أَقُولُ ﴿ "Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan," artinya, al-Haq (kebenaran) itu adalah sifatKu dan yang benar itu FirmanKu, ﴾ لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya."
(86) Setelah Rasulullah a menjelaskan dalil kepada ma-nusia dan menjelaskan kepada mereka jalan (yang lurus) ini, maka Allah berfirman, ﴾ قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Katakanlah, 'Aku tidak meminta kepadamu atasnya'," maksudnya, atas seruanku kepada kalian ini, ﴾ مِنۡ أَجۡرٖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُتَكَلِّفِينَ ﴿ "upah sedikitpun dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mengada-adakan," di mana aku mengklaim suatu perkara yang bukan milikku dan mengikuti apa yang tidak aku miliki ilmu-nya, dan tidak pula aku mengikuti selain dari apa yang diwahyu-kan kepadaku.
(87) ﴾ إِنۡ هُوَ ﴿ "Ia tidak lain," maksudnya, wahyu dan al-Qur`an ini ﴾ إِلَّا ذِكۡرٞ لِّلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "hanyalah peringatan bagi semesta alam," yang de-ngannya mereka dapat mempelajari apa-apa yang bermanfaat bagi mereka dari berbagai maslahat agama dan dunia mereka. Maka dengan demikian, al-Qur`an menjadi kemuliaan dan pengangkat derajat manusia semuanya dan sebagai penegakan hujjah atas orang-orang yang membangkang. Dengan demikian, surat yang agung ini mengandung pela-jaran yang sangat bijaksana, informasi yang agung, penegakan hujjah dan argumen terhadap orang-orang yang mendustakan al-Qur`an dan menentangnya, mendustakan nabi (Rasul) yang datang dengannya, informasi tentang hamba-hamba Allah yang tulus dan balasan bagi orang-orang yang bertakwa dan orang-orang melam-paui batas. Maka dari itu Allah bersumpah pada awal surat ini bahwa al-Qur`an ini mengandung pelajaran, dan di akhir surat Dia menyatakan bahwa al-Qur`an ini adalah pelajaran (peringatan) bagi semesta alam; dan di dalamnya Allah banyak sekali mengingatkan, seperti pada FirmanNya, ﴾ وَٱذۡكُرۡ عَبۡدَنَآ ﴿ "Dan ingatlah hamba Kami," ﴾ وَٱذۡكُرۡ عِبَٰدَنَآ ﴿ "dan ingatlah hamba-hamba Kami," ﴾ رَحۡمَةٗ مِّنَّا وَذِكۡرَىٰ ﴿ "sebagai rahmat dan peringatan dari Kami," ﴾ هَٰذَا ذِكۡرٞۚ ﴿ "Ini adalah peringatan." Ya Allah, ajarkan kepada kami darinya apa yang belum kami ketahui dan ingatlah kepada kami apa yang kami lupa darinya karena kelalaian, kelupaan, dan pengabaian.
(88) ﴾ وَلَتَعۡلَمُنَّ نَبَأَهُۥ ﴿ "Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui beritanya," maksudnya, informasinya, ﴾ بَعۡدَ حِينِۭ ﴿ "setelah beberapa waktu lagi," yaitu ketika azab terjadi menimpa mereka dan segala bentuk hubungan terputus dari mereka.
Selesailah tafsir surat Shad, dengan karunia dan pertolongan Allah سبحانه وتعالى.
Sad 38:74
"Katakanlah, 'Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq melain-kan Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan. Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaper-kasa lagi Maha Pengampun.' Katakanlah, 'Berita itu adalah berita yang besar, yang kamu berpaling darinya. Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu ketika mereka berbantah-bantahan. Tidak diwahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata.' Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat, 'Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruhKu; maka hendaklah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya.' Lalu seluruh malaikat-malaikat itu sujud semuanya. Kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan dia termasuk orang-orang yang kafir. Allah berfirman, 'Hai iblis, apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu? Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?' Iblis berkata, 'Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau cipta-kan dari tanah.' Allah berfirman, 'Maka keluarlah kamu darinya; sesungguhnya kamu adalah yang diusir. Sesungguhnya kutukanKu tetap atasmu sampai Hari Pembalasan.' Iblis berkata, 'Ya Rabbku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.' Allah ber-firman, 'Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya.' Iblis menjawab, 'Demi KeperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang diberi keikh-lasan di antara mereka.' Allah berfirman, 'Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya.' Katakanlah, 'Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu atas dakwahku; dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang meng-ada-adakan. Al-Qur`an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui berita al-Qur`an setelah beberapa waktu lagi'." (Shad: 65-88).
(65) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah," wahai rasul kepada mereka-mereka yang mendustakan, jika mereka meminta apa yang tidak kamu miliki wewenang padanya dan tidak pada kekuasaanmu,﴾ إِنَّمَآ أَنَا۠ مُنذِرٞۖ ﴿ "Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan." Inilah segala apa yang aku miliki. Adapun semua wewenang urusan adalah milik Allah سبحانه وتعالى, sedangkan saya hanyalah menyuruh kalian, melarang kalian dan menghimbau kalian kepada kebaikan dan mencegah kalian dari segala keburukan. Barangsiapa yang mau mengikutinya, maka keuntungannya kembali kepada dirinya sen-diri, dan siapa saja yang sesat, maka kesesatannya menimpa dirinya sendiri. ﴾ وَمَا مِنۡ إِلَٰهٍ إِلَّا ٱللَّهُ ﴿ "Dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq me-lainkan Allah." Maksudnya, tiada seorang pun yang berhak dipertu-hankan dan disembah dengan haq kecuali Allah ﴾ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ ﴿ "Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan." Ini adalah sebuah penegasan tentang ketuhananNya berdasarkan argumen yang tak terbantah-kan, yaitu keesaanNya dan keperkasaanNya atas segala sesuatu, sebab keperkasaan itu memastikan keesaan. Maka tidak akan ada dua yang tidak terkalahkan yang sama di dalam keperkasaannya selama-lamanya. Maka, yang mengalahkan segala sesuatu itu, Dia-lah Yang Esa, yang tidak ada tandinganNya, dan Dia-lah semata yang berhak disembah sebagaimana halnya hanya Dia yang Maha Mengalahkan.
(66) Dan hal tersebut diperkuat lagi dengan tauhid rububi-yah, seraya berfirman, ﴾ رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا ﴿ "Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya." Artinya, Pencipta keduanya, Pemelihara dan Yang Mengatur keduanya dengan berbagai bentuk pengendalian, ﴾ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Yang Mahaperkasa," yang memiliki kekuatan yang dengannya Dia menciptakan ciptaan-ciptaan agung (luar biasa besarnya), ﴾ ٱلۡغَفَّٰرُ ﴿ "lagi Maha Pengampun" terhadap semua dosa, yang kecil dan yang besar bagi siapa saja yang bertaubat kepada-Nya dan menanggalkan diri dari perbuatan dosa. Inilah yang pantas dan yang berhak diibadahi (disembah), bukan siapa yang tidak mampu menciptakan, tidak mampu mem-beri rizki, tidak bisa menimpakan mudarat, tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula memiliki wewenang sedikitpun, tidak me-miliki power untuk berkuasa dan tidak pula mempunyai kemam-puan memberikan ampunan terhadap dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan.
(67-68) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka, seraya memper-takuti, mewanti-wanti, membangkitkan dan memberikan peringatan kepada mereka, ﴾ هُوَ نَبَؤٌاْ عَظِيمٌ ﴿ "Berita itu adalah berita yang besar." Arti-nya, apa yang saya informasikan kepada kalian ini, seperti kebang-kitan, dihidupkan kembali sesudah mati dan pemberian balasan atas amal-amal adalah merupakan berita yang sangat agung yang pantas diperhatikan dengan serius dan tidak boleh diabaikan. Akan tetapi ﴾ أَنتُمۡ عَنۡهُ مُعۡرِضُونَ ﴿ "kamu berpaling darinya" hingga seakan-akan kalian tidak mempercayai bahwa di hadapan kalian ada hisab (per-hitungan amal perbuatan), hukuman, ataupun pahala.
(69-70) Jika kalian ragu terhadap perkataanku dan kalian meragukan informasi dariku, maka sesungguhnya aku hanya me-nyampaikan informasi-informasi yang aku sendiri tidak mempu-nyai pengetahuannya dan tidak pula aku pelajari dari satu kitab mana pun. Jadi, penyampaian informasi yang aku sampaikan ini sebagaimana adanya, tanpa tambahan ataupun pengurangan, adalah merupakan saksi yang paling besar bagi kejujuranku dan bukti yang paling tepat atas kebenaran apa yang aku bawa kepada kalian ini. Maka dari itu Allah berfirman (memerintahkan RasulNya) ﴾ مَا كَانَ لِيَ مِنۡ عِلۡمِۭ بِٱلۡمَلَإِ ٱلۡأَعۡلَىٰٓ ﴿ "Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu," maksudnya, para malaikat, ﴾ إِذۡ يَخۡتَصِمُونَ ﴿ "ketika mereka berbantah-bantahan," kalau saja bukan karena Allah menginformasikannya dan mewahyukannya kepadaku. Dan karena itu ayat berikutnya mengatakan, ﴾ إِن يُوحَىٰٓ إِلَيَّ إِلَّآ أَنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Tidak di-wahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah se-orang pemberi peringatan yang nyata," artinya, yang jelas lagi nyata peringatannya. Maka tidak ada pemberi peringatan yang lebih jelas daripada perintah yang disampaikan oleh Rasulullah a.
(71-72) Kemudian Allah menjelaskan perbantahan para malaikat tersebut seraya berfirman, ﴾ إِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ﴿ "Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat" sebagai informasi, ﴾ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن طِينٖ ﴿ "Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah." Maksudnya, mate-rinya dari tanah liat, ﴾ فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ ﴿ "Maka apabila telah Ku-sempurnakan," maksudnya, menyempurnakan jasadnya dan telah terbentuk,﴾ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ ﴿ "dan Ku-tiupkan kepadanya ruhKu, maka hendak-lah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya."
(73-74) Maka para malaikat yang mulia itu menundukkan dirinya untuk hal tersebut, ketika penciptaan manusia itu telah sempurna dan telah ditiupkan ruh padanya, sebagai sikap patuh terhadap Rabb mereka dan sebagai sikap hormat kepada Adam عليه السلام. Setelah sempurna penciptaan jasad dan ruhnya dan setelah Allah menguji Adam dan para malaikat dalam ilmu pengetahuan, dan setelah tampak keunggulan Adam atas mereka, maka Allah memerintahkan mereka untuk sujud kepada Adam. Maka mereka pun sujud ﴾ كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ 73 إِلَّآ إِبۡلِيسَ ﴿ "semuanya, kecuali iblis," ia tidak mau sujud, ﴾ ٱسۡتَكۡبَرَ ﴿ "dia menyombongkan diri" terhadap perintah Rabbnya, dan menyombongkan diri terhadap Nabi Adam عليه السلام , ﴾ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "dan dia termasuk orang-orang yang kafir" dalam ilmu Allah سبحانه وتعالى.
(75) Maka Allah سبحانه وتعالى berkata kepadanya sebagai celaan,﴾ مَا مَنَعَكَ أَن تَسۡجُدَ لِمَا خَلَقۡتُ بِيَدَيَّۖ ﴿ "Apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu?" Maksudnya, yang Aku muliakan, Aku hargai dan Aku istimewakan dengan keistimewaan ini; yang dengannya ia menjadi istimewa daripada seluruh makhluk, dan hal itu seharusnya tidak menimbulkan sikap sombong terha-dapnya. ﴾ أَسۡتَكۡبَرۡتَ ﴿ "Apakah kamu menyombongkan diri" dalam keeng-gananmu itu, ﴾ أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡعَالِينَ ﴿ "ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?"
(76) ﴾ قَالَ ﴿ "Berkata" iblis dengan sikap menentang dan melawan Rabbnya, ﴾ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِي مِن نَّارٖ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٖ ﴿ "Aku lebih baik dari-padanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." Menurut anggapannya bahwa unsur api itu lebih baik daripada unsur tanah. Ini termasuk analogi yang rusak, karena sesungguhnya unsur api itu adalah materi kejahatan, keru-sakan, keangkuhan, kesombongan, dan kehinaan, sedangkan unsur tanah adalah materi kematangan, tawadhu' (rendah diri) dan tem-pat tumbuhnya berbagai pohon dan tanaman. Ia bisa mengalahkan api dan memadamkannya. Dan api selalu membutuhkan benda untuk bisa hidup, sedangkan tanah bisa berdiri sendiri. Itulah analogi dedengkot makhluk jahat yang dengannya ia menentang perintah langsung dari Allah سبحانه وتعالى, sudah sangat jelas sekali kebatilan dan kesesatannya. Lalu bagaimana menurut Anda dengan analogi-analogi para murid-muridnya (pengikutnya) yang menentang kebenaran dengan analogi-analogi yang mereka buat? Sesungguhnya analogi-analogi yang mereka gunakan itu adalah lebih batil dan lebih sesat lagi daripada analogi iblis ini.
(77-78) Maka Allah berfirman kepadanya, ﴾ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا ﴿ "Maka keluarlah kamu darinya," maksudnya, dari langit dan tempat yang mulia, ﴾ فَإِنَّكَ رَجِيمٞ ﴿ "sesungguhnya kamu adalah yang diusir," artinya, yang dijauhkan dan disingkirkan. ﴾ وَإِنَّ عَلَيۡكَ لَعۡنَتِيٓ ﴿ "Sesungguhnya ku-tukanKu tetap atasmu," maksudnya, sesungguhnya pengusiran dan pengucilanKu terhadapmu ﴾ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ﴿ "sampai Hari Pembalasan," yakni, selama-lamanya.
(79) ﴾ قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ﴿ "Ia berkata, 'Ya Rabbku, beri tang-guhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan'." Ini disebabkan karena permusuhannya yang sangat berat terhadap Nabi Adam dan anak keturunannya agar ia bisa menyesatkan siapa saja yang telah di-takdirkan Allah untuk disesatkannya.
(80-81) Maka A l l a h ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman" memenuhi permin-taannya sesuai dengan tuntutan hikmah (kebijaksanaan)Nya, ﴾ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ 80 إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ 81 ﴿ "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya," yakni, hingga seluruh anak keturunan Nabi Adam habis dan ujian telah usai.
(82-83) Setelah iblis mengetahui bahwa dirinya diberi tang-guhan waktu, maka ia terang-terangan melawan Rabbnya dengan kebusukannya, dengan permusuhan yang sengit terhadap Rabbnya dan terhadap Adam dan anak-anak keturunannya, seraya berkata, ﴾ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Demi keperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya." Huruf ba' (pada بِعِزَّتِكَ) bermakna sumpah. Ini berarti ia ber-sumpah dengan keperkasaan Allah bahwa iblis benar-benar akan menyesatkan mereka semuanya, ﴾ إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ﴿ "kecuali hamba-hambaMu yang diberi keikhlasan di antara mereka." Iblis menge-tahui bahwa Allah akan melindungi mereka dari tipu dayanya. Dan bisa juga huruf ba' itu bermakna isti'anah (permintaan pertolongan). Artinya, oleh karena iblis mengetahui bahwasanya dia lemah dari segala sisinya dan bahwa ia sama sekali tidak bisa menyesatkan seseorang kecuali dengan kehendak dari Allah سبحانه وتعالى, maka dia mencari pertolongan kepada keperkasaan Allah agar bisa menyesatkan anak keturunan Nabi Adam عليه السلام. Demikianlah, dan dia benar-benar musuh Allah yang sejati. Sedangkan kami, wahai Rabb, lemah tidak berdaya dan lalai, kami mengakui seluruh nikmat dariMu. Kami adalah anak cucu dari manusia yang telah Engkau muliakan dan Engkau hargai itu; maka kami memohon pertolongan dengan keperkasaanMu yang agung dan kekuasaanMu dan dengan rahmatMu yang luas yang meliputi segala sesuatu, rahmatMu yang dengannya Engkau telah mengantarkan kami kepada apa yang telah kami capai, yaitu berupa kenikmatan agama dan dunia, dan dengannya pula Engkau men-jauhkan segala bentuk bencana dari kami; tolonglah kami untuk memeranginya, memusuhinya dan selamat dari kejahatan dan kesyirikannya. Dan kami berbaik sangka, bahwa Engkau pasti mengabulkan doa kami, dan kami beriman kepada janjiMu yang telah Engkau katakan kepada kami, ﴾ وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ ﴿ "Dan Rabbmu berkata, 'Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan untukmu'." (al-Ghafir: 60). Dan inilah kami, telah berdoa kepadaMu sebagaimana telah Engkau perintahkan kepada kami, maka kabulkanlah doa kami sebagaimana yang telah Engkau janjikan. ﴾ إِنَّكَ لَا تُخۡلِفُ ٱلۡمِيعَادَ 194 ﴿ "Sesungguhnya Engkau tidak mengingkari janji." (Ali Imran: 194).
(84-85) Allah تعالى ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman (kepada iblis),"﴾ فَٱلۡحَقُّ وَٱلۡحَقَّ أَقُولُ ﴿ "Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan," artinya, al-Haq (kebenaran) itu adalah sifatKu dan yang benar itu FirmanKu, ﴾ لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya."
(86) Setelah Rasulullah a menjelaskan dalil kepada ma-nusia dan menjelaskan kepada mereka jalan (yang lurus) ini, maka Allah berfirman, ﴾ قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Katakanlah, 'Aku tidak meminta kepadamu atasnya'," maksudnya, atas seruanku kepada kalian ini, ﴾ مِنۡ أَجۡرٖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُتَكَلِّفِينَ ﴿ "upah sedikitpun dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mengada-adakan," di mana aku mengklaim suatu perkara yang bukan milikku dan mengikuti apa yang tidak aku miliki ilmu-nya, dan tidak pula aku mengikuti selain dari apa yang diwahyu-kan kepadaku.
(87) ﴾ إِنۡ هُوَ ﴿ "Ia tidak lain," maksudnya, wahyu dan al-Qur`an ini ﴾ إِلَّا ذِكۡرٞ لِّلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "hanyalah peringatan bagi semesta alam," yang de-ngannya mereka dapat mempelajari apa-apa yang bermanfaat bagi mereka dari berbagai maslahat agama dan dunia mereka. Maka dengan demikian, al-Qur`an menjadi kemuliaan dan pengangkat derajat manusia semuanya dan sebagai penegakan hujjah atas orang-orang yang membangkang. Dengan demikian, surat yang agung ini mengandung pela-jaran yang sangat bijaksana, informasi yang agung, penegakan hujjah dan argumen terhadap orang-orang yang mendustakan al-Qur`an dan menentangnya, mendustakan nabi (Rasul) yang datang dengannya, informasi tentang hamba-hamba Allah yang tulus dan balasan bagi orang-orang yang bertakwa dan orang-orang melam-paui batas. Maka dari itu Allah bersumpah pada awal surat ini bahwa al-Qur`an ini mengandung pelajaran, dan di akhir surat Dia menyatakan bahwa al-Qur`an ini adalah pelajaran (peringatan) bagi semesta alam; dan di dalamnya Allah banyak sekali mengingatkan, seperti pada FirmanNya, ﴾ وَٱذۡكُرۡ عَبۡدَنَآ ﴿ "Dan ingatlah hamba Kami," ﴾ وَٱذۡكُرۡ عِبَٰدَنَآ ﴿ "dan ingatlah hamba-hamba Kami," ﴾ رَحۡمَةٗ مِّنَّا وَذِكۡرَىٰ ﴿ "sebagai rahmat dan peringatan dari Kami," ﴾ هَٰذَا ذِكۡرٞۚ ﴿ "Ini adalah peringatan." Ya Allah, ajarkan kepada kami darinya apa yang belum kami ketahui dan ingatlah kepada kami apa yang kami lupa darinya karena kelalaian, kelupaan, dan pengabaian.
(88) ﴾ وَلَتَعۡلَمُنَّ نَبَأَهُۥ ﴿ "Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui beritanya," maksudnya, informasinya, ﴾ بَعۡدَ حِينِۭ ﴿ "setelah beberapa waktu lagi," yaitu ketika azab terjadi menimpa mereka dan segala bentuk hubungan terputus dari mereka.
Selesailah tafsir surat Shad, dengan karunia dan pertolongan Allah سبحانه وتعالى.
Sad 38:75
"Katakanlah, 'Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq melain-kan Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan. Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaper-kasa lagi Maha Pengampun.' Katakanlah, 'Berita itu adalah berita yang besar, yang kamu berpaling darinya. Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu ketika mereka berbantah-bantahan. Tidak diwahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata.' Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat, 'Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruhKu; maka hendaklah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya.' Lalu seluruh malaikat-malaikat itu sujud semuanya. Kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan dia termasuk orang-orang yang kafir. Allah berfirman, 'Hai iblis, apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu? Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?' Iblis berkata, 'Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau cipta-kan dari tanah.' Allah berfirman, 'Maka keluarlah kamu darinya; sesungguhnya kamu adalah yang diusir. Sesungguhnya kutukanKu tetap atasmu sampai Hari Pembalasan.' Iblis berkata, 'Ya Rabbku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.' Allah ber-firman, 'Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya.' Iblis menjawab, 'Demi KeperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang diberi keikh-lasan di antara mereka.' Allah berfirman, 'Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya.' Katakanlah, 'Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu atas dakwahku; dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang meng-ada-adakan. Al-Qur`an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui berita al-Qur`an setelah beberapa waktu lagi'." (Shad: 65-88).
(65) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah," wahai rasul kepada mereka-mereka yang mendustakan, jika mereka meminta apa yang tidak kamu miliki wewenang padanya dan tidak pada kekuasaanmu,﴾ إِنَّمَآ أَنَا۠ مُنذِرٞۖ ﴿ "Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan." Inilah segala apa yang aku miliki. Adapun semua wewenang urusan adalah milik Allah سبحانه وتعالى, sedangkan saya hanyalah menyuruh kalian, melarang kalian dan menghimbau kalian kepada kebaikan dan mencegah kalian dari segala keburukan. Barangsiapa yang mau mengikutinya, maka keuntungannya kembali kepada dirinya sen-diri, dan siapa saja yang sesat, maka kesesatannya menimpa dirinya sendiri. ﴾ وَمَا مِنۡ إِلَٰهٍ إِلَّا ٱللَّهُ ﴿ "Dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq me-lainkan Allah." Maksudnya, tiada seorang pun yang berhak dipertu-hankan dan disembah dengan haq kecuali Allah ﴾ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ ﴿ "Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan." Ini adalah sebuah penegasan tentang ketuhananNya berdasarkan argumen yang tak terbantah-kan, yaitu keesaanNya dan keperkasaanNya atas segala sesuatu, sebab keperkasaan itu memastikan keesaan. Maka tidak akan ada dua yang tidak terkalahkan yang sama di dalam keperkasaannya selama-lamanya. Maka, yang mengalahkan segala sesuatu itu, Dia-lah Yang Esa, yang tidak ada tandinganNya, dan Dia-lah semata yang berhak disembah sebagaimana halnya hanya Dia yang Maha Mengalahkan.
(66) Dan hal tersebut diperkuat lagi dengan tauhid rububi-yah, seraya berfirman, ﴾ رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا ﴿ "Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya." Artinya, Pencipta keduanya, Pemelihara dan Yang Mengatur keduanya dengan berbagai bentuk pengendalian, ﴾ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Yang Mahaperkasa," yang memiliki kekuatan yang dengannya Dia menciptakan ciptaan-ciptaan agung (luar biasa besarnya), ﴾ ٱلۡغَفَّٰرُ ﴿ "lagi Maha Pengampun" terhadap semua dosa, yang kecil dan yang besar bagi siapa saja yang bertaubat kepada-Nya dan menanggalkan diri dari perbuatan dosa. Inilah yang pantas dan yang berhak diibadahi (disembah), bukan siapa yang tidak mampu menciptakan, tidak mampu mem-beri rizki, tidak bisa menimpakan mudarat, tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula memiliki wewenang sedikitpun, tidak me-miliki power untuk berkuasa dan tidak pula mempunyai kemam-puan memberikan ampunan terhadap dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan.
(67-68) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka, seraya memper-takuti, mewanti-wanti, membangkitkan dan memberikan peringatan kepada mereka, ﴾ هُوَ نَبَؤٌاْ عَظِيمٌ ﴿ "Berita itu adalah berita yang besar." Arti-nya, apa yang saya informasikan kepada kalian ini, seperti kebang-kitan, dihidupkan kembali sesudah mati dan pemberian balasan atas amal-amal adalah merupakan berita yang sangat agung yang pantas diperhatikan dengan serius dan tidak boleh diabaikan. Akan tetapi ﴾ أَنتُمۡ عَنۡهُ مُعۡرِضُونَ ﴿ "kamu berpaling darinya" hingga seakan-akan kalian tidak mempercayai bahwa di hadapan kalian ada hisab (per-hitungan amal perbuatan), hukuman, ataupun pahala.
(69-70) Jika kalian ragu terhadap perkataanku dan kalian meragukan informasi dariku, maka sesungguhnya aku hanya me-nyampaikan informasi-informasi yang aku sendiri tidak mempu-nyai pengetahuannya dan tidak pula aku pelajari dari satu kitab mana pun. Jadi, penyampaian informasi yang aku sampaikan ini sebagaimana adanya, tanpa tambahan ataupun pengurangan, adalah merupakan saksi yang paling besar bagi kejujuranku dan bukti yang paling tepat atas kebenaran apa yang aku bawa kepada kalian ini. Maka dari itu Allah berfirman (memerintahkan RasulNya) ﴾ مَا كَانَ لِيَ مِنۡ عِلۡمِۭ بِٱلۡمَلَإِ ٱلۡأَعۡلَىٰٓ ﴿ "Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu," maksudnya, para malaikat, ﴾ إِذۡ يَخۡتَصِمُونَ ﴿ "ketika mereka berbantah-bantahan," kalau saja bukan karena Allah menginformasikannya dan mewahyukannya kepadaku. Dan karena itu ayat berikutnya mengatakan, ﴾ إِن يُوحَىٰٓ إِلَيَّ إِلَّآ أَنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Tidak di-wahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah se-orang pemberi peringatan yang nyata," artinya, yang jelas lagi nyata peringatannya. Maka tidak ada pemberi peringatan yang lebih jelas daripada perintah yang disampaikan oleh Rasulullah a.
(71-72) Kemudian Allah menjelaskan perbantahan para malaikat tersebut seraya berfirman, ﴾ إِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ﴿ "Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat" sebagai informasi, ﴾ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن طِينٖ ﴿ "Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah." Maksudnya, mate-rinya dari tanah liat, ﴾ فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ ﴿ "Maka apabila telah Ku-sempurnakan," maksudnya, menyempurnakan jasadnya dan telah terbentuk,﴾ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ ﴿ "dan Ku-tiupkan kepadanya ruhKu, maka hendak-lah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya."
(73-74) Maka para malaikat yang mulia itu menundukkan dirinya untuk hal tersebut, ketika penciptaan manusia itu telah sempurna dan telah ditiupkan ruh padanya, sebagai sikap patuh terhadap Rabb mereka dan sebagai sikap hormat kepada Adam عليه السلام. Setelah sempurna penciptaan jasad dan ruhnya dan setelah Allah menguji Adam dan para malaikat dalam ilmu pengetahuan, dan setelah tampak keunggulan Adam atas mereka, maka Allah memerintahkan mereka untuk sujud kepada Adam. Maka mereka pun sujud ﴾ كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ 73 إِلَّآ إِبۡلِيسَ ﴿ "semuanya, kecuali iblis," ia tidak mau sujud, ﴾ ٱسۡتَكۡبَرَ ﴿ "dia menyombongkan diri" terhadap perintah Rabbnya, dan menyombongkan diri terhadap Nabi Adam عليه السلام , ﴾ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "dan dia termasuk orang-orang yang kafir" dalam ilmu Allah سبحانه وتعالى.
(75) Maka Allah سبحانه وتعالى berkata kepadanya sebagai celaan,﴾ مَا مَنَعَكَ أَن تَسۡجُدَ لِمَا خَلَقۡتُ بِيَدَيَّۖ ﴿ "Apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu?" Maksudnya, yang Aku muliakan, Aku hargai dan Aku istimewakan dengan keistimewaan ini; yang dengannya ia menjadi istimewa daripada seluruh makhluk, dan hal itu seharusnya tidak menimbulkan sikap sombong terha-dapnya. ﴾ أَسۡتَكۡبَرۡتَ ﴿ "Apakah kamu menyombongkan diri" dalam keeng-gananmu itu, ﴾ أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡعَالِينَ ﴿ "ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?"
(76) ﴾ قَالَ ﴿ "Berkata" iblis dengan sikap menentang dan melawan Rabbnya, ﴾ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِي مِن نَّارٖ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٖ ﴿ "Aku lebih baik dari-padanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." Menurut anggapannya bahwa unsur api itu lebih baik daripada unsur tanah. Ini termasuk analogi yang rusak, karena sesungguhnya unsur api itu adalah materi kejahatan, keru-sakan, keangkuhan, kesombongan, dan kehinaan, sedangkan unsur tanah adalah materi kematangan, tawadhu' (rendah diri) dan tem-pat tumbuhnya berbagai pohon dan tanaman. Ia bisa mengalahkan api dan memadamkannya. Dan api selalu membutuhkan benda untuk bisa hidup, sedangkan tanah bisa berdiri sendiri. Itulah analogi dedengkot makhluk jahat yang dengannya ia menentang perintah langsung dari Allah سبحانه وتعالى, sudah sangat jelas sekali kebatilan dan kesesatannya. Lalu bagaimana menurut Anda dengan analogi-analogi para murid-muridnya (pengikutnya) yang menentang kebenaran dengan analogi-analogi yang mereka buat? Sesungguhnya analogi-analogi yang mereka gunakan itu adalah lebih batil dan lebih sesat lagi daripada analogi iblis ini.
(77-78) Maka Allah berfirman kepadanya, ﴾ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا ﴿ "Maka keluarlah kamu darinya," maksudnya, dari langit dan tempat yang mulia, ﴾ فَإِنَّكَ رَجِيمٞ ﴿ "sesungguhnya kamu adalah yang diusir," artinya, yang dijauhkan dan disingkirkan. ﴾ وَإِنَّ عَلَيۡكَ لَعۡنَتِيٓ ﴿ "Sesungguhnya ku-tukanKu tetap atasmu," maksudnya, sesungguhnya pengusiran dan pengucilanKu terhadapmu ﴾ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ﴿ "sampai Hari Pembalasan," yakni, selama-lamanya.
(79) ﴾ قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ﴿ "Ia berkata, 'Ya Rabbku, beri tang-guhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan'." Ini disebabkan karena permusuhannya yang sangat berat terhadap Nabi Adam dan anak keturunannya agar ia bisa menyesatkan siapa saja yang telah di-takdirkan Allah untuk disesatkannya.
(80-81) Maka A l l a h ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman" memenuhi permin-taannya sesuai dengan tuntutan hikmah (kebijaksanaan)Nya, ﴾ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ 80 إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ 81 ﴿ "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya," yakni, hingga seluruh anak keturunan Nabi Adam habis dan ujian telah usai.
(82-83) Setelah iblis mengetahui bahwa dirinya diberi tang-guhan waktu, maka ia terang-terangan melawan Rabbnya dengan kebusukannya, dengan permusuhan yang sengit terhadap Rabbnya dan terhadap Adam dan anak-anak keturunannya, seraya berkata, ﴾ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Demi keperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya." Huruf ba' (pada بِعِزَّتِكَ) bermakna sumpah. Ini berarti ia ber-sumpah dengan keperkasaan Allah bahwa iblis benar-benar akan menyesatkan mereka semuanya, ﴾ إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ﴿ "kecuali hamba-hambaMu yang diberi keikhlasan di antara mereka." Iblis menge-tahui bahwa Allah akan melindungi mereka dari tipu dayanya. Dan bisa juga huruf ba' itu bermakna isti'anah (permintaan pertolongan). Artinya, oleh karena iblis mengetahui bahwasanya dia lemah dari segala sisinya dan bahwa ia sama sekali tidak bisa menyesatkan seseorang kecuali dengan kehendak dari Allah سبحانه وتعالى, maka dia mencari pertolongan kepada keperkasaan Allah agar bisa menyesatkan anak keturunan Nabi Adam عليه السلام. Demikianlah, dan dia benar-benar musuh Allah yang sejati. Sedangkan kami, wahai Rabb, lemah tidak berdaya dan lalai, kami mengakui seluruh nikmat dariMu. Kami adalah anak cucu dari manusia yang telah Engkau muliakan dan Engkau hargai itu; maka kami memohon pertolongan dengan keperkasaanMu yang agung dan kekuasaanMu dan dengan rahmatMu yang luas yang meliputi segala sesuatu, rahmatMu yang dengannya Engkau telah mengantarkan kami kepada apa yang telah kami capai, yaitu berupa kenikmatan agama dan dunia, dan dengannya pula Engkau men-jauhkan segala bentuk bencana dari kami; tolonglah kami untuk memeranginya, memusuhinya dan selamat dari kejahatan dan kesyirikannya. Dan kami berbaik sangka, bahwa Engkau pasti mengabulkan doa kami, dan kami beriman kepada janjiMu yang telah Engkau katakan kepada kami, ﴾ وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ ﴿ "Dan Rabbmu berkata, 'Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan untukmu'." (al-Ghafir: 60). Dan inilah kami, telah berdoa kepadaMu sebagaimana telah Engkau perintahkan kepada kami, maka kabulkanlah doa kami sebagaimana yang telah Engkau janjikan. ﴾ إِنَّكَ لَا تُخۡلِفُ ٱلۡمِيعَادَ 194 ﴿ "Sesungguhnya Engkau tidak mengingkari janji." (Ali Imran: 194).
(84-85) Allah تعالى ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman (kepada iblis),"﴾ فَٱلۡحَقُّ وَٱلۡحَقَّ أَقُولُ ﴿ "Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan," artinya, al-Haq (kebenaran) itu adalah sifatKu dan yang benar itu FirmanKu, ﴾ لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya."
(86) Setelah Rasulullah a menjelaskan dalil kepada ma-nusia dan menjelaskan kepada mereka jalan (yang lurus) ini, maka Allah berfirman, ﴾ قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Katakanlah, 'Aku tidak meminta kepadamu atasnya'," maksudnya, atas seruanku kepada kalian ini, ﴾ مِنۡ أَجۡرٖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُتَكَلِّفِينَ ﴿ "upah sedikitpun dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mengada-adakan," di mana aku mengklaim suatu perkara yang bukan milikku dan mengikuti apa yang tidak aku miliki ilmu-nya, dan tidak pula aku mengikuti selain dari apa yang diwahyu-kan kepadaku.
(87) ﴾ إِنۡ هُوَ ﴿ "Ia tidak lain," maksudnya, wahyu dan al-Qur`an ini ﴾ إِلَّا ذِكۡرٞ لِّلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "hanyalah peringatan bagi semesta alam," yang de-ngannya mereka dapat mempelajari apa-apa yang bermanfaat bagi mereka dari berbagai maslahat agama dan dunia mereka. Maka dengan demikian, al-Qur`an menjadi kemuliaan dan pengangkat derajat manusia semuanya dan sebagai penegakan hujjah atas orang-orang yang membangkang. Dengan demikian, surat yang agung ini mengandung pela-jaran yang sangat bijaksana, informasi yang agung, penegakan hujjah dan argumen terhadap orang-orang yang mendustakan al-Qur`an dan menentangnya, mendustakan nabi (Rasul) yang datang dengannya, informasi tentang hamba-hamba Allah yang tulus dan balasan bagi orang-orang yang bertakwa dan orang-orang melam-paui batas. Maka dari itu Allah bersumpah pada awal surat ini bahwa al-Qur`an ini mengandung pelajaran, dan di akhir surat Dia menyatakan bahwa al-Qur`an ini adalah pelajaran (peringatan) bagi semesta alam; dan di dalamnya Allah banyak sekali mengingatkan, seperti pada FirmanNya, ﴾ وَٱذۡكُرۡ عَبۡدَنَآ ﴿ "Dan ingatlah hamba Kami," ﴾ وَٱذۡكُرۡ عِبَٰدَنَآ ﴿ "dan ingatlah hamba-hamba Kami," ﴾ رَحۡمَةٗ مِّنَّا وَذِكۡرَىٰ ﴿ "sebagai rahmat dan peringatan dari Kami," ﴾ هَٰذَا ذِكۡرٞۚ ﴿ "Ini adalah peringatan." Ya Allah, ajarkan kepada kami darinya apa yang belum kami ketahui dan ingatlah kepada kami apa yang kami lupa darinya karena kelalaian, kelupaan, dan pengabaian.
(88) ﴾ وَلَتَعۡلَمُنَّ نَبَأَهُۥ ﴿ "Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui beritanya," maksudnya, informasinya, ﴾ بَعۡدَ حِينِۭ ﴿ "setelah beberapa waktu lagi," yaitu ketika azab terjadi menimpa mereka dan segala bentuk hubungan terputus dari mereka.
Selesailah tafsir surat Shad, dengan karunia dan pertolongan Allah سبحانه وتعالى.
Sad 38:76
"Katakanlah, 'Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq melain-kan Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan. Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaper-kasa lagi Maha Pengampun.' Katakanlah, 'Berita itu adalah berita yang besar, yang kamu berpaling darinya. Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu ketika mereka berbantah-bantahan. Tidak diwahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata.' Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat, 'Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruhKu; maka hendaklah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya.' Lalu seluruh malaikat-malaikat itu sujud semuanya. Kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan dia termasuk orang-orang yang kafir. Allah berfirman, 'Hai iblis, apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu? Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?' Iblis berkata, 'Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau cipta-kan dari tanah.' Allah berfirman, 'Maka keluarlah kamu darinya; sesungguhnya kamu adalah yang diusir. Sesungguhnya kutukanKu tetap atasmu sampai Hari Pembalasan.' Iblis berkata, 'Ya Rabbku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.' Allah ber-firman, 'Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya.' Iblis menjawab, 'Demi KeperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang diberi keikh-lasan di antara mereka.' Allah berfirman, 'Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya.' Katakanlah, 'Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu atas dakwahku; dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang meng-ada-adakan. Al-Qur`an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui berita al-Qur`an setelah beberapa waktu lagi'." (Shad: 65-88).
(65) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah," wahai rasul kepada mereka-mereka yang mendustakan, jika mereka meminta apa yang tidak kamu miliki wewenang padanya dan tidak pada kekuasaanmu,﴾ إِنَّمَآ أَنَا۠ مُنذِرٞۖ ﴿ "Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan." Inilah segala apa yang aku miliki. Adapun semua wewenang urusan adalah milik Allah سبحانه وتعالى, sedangkan saya hanyalah menyuruh kalian, melarang kalian dan menghimbau kalian kepada kebaikan dan mencegah kalian dari segala keburukan. Barangsiapa yang mau mengikutinya, maka keuntungannya kembali kepada dirinya sen-diri, dan siapa saja yang sesat, maka kesesatannya menimpa dirinya sendiri. ﴾ وَمَا مِنۡ إِلَٰهٍ إِلَّا ٱللَّهُ ﴿ "Dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq me-lainkan Allah." Maksudnya, tiada seorang pun yang berhak dipertu-hankan dan disembah dengan haq kecuali Allah ﴾ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ ﴿ "Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan." Ini adalah sebuah penegasan tentang ketuhananNya berdasarkan argumen yang tak terbantah-kan, yaitu keesaanNya dan keperkasaanNya atas segala sesuatu, sebab keperkasaan itu memastikan keesaan. Maka tidak akan ada dua yang tidak terkalahkan yang sama di dalam keperkasaannya selama-lamanya. Maka, yang mengalahkan segala sesuatu itu, Dia-lah Yang Esa, yang tidak ada tandinganNya, dan Dia-lah semata yang berhak disembah sebagaimana halnya hanya Dia yang Maha Mengalahkan.
(66) Dan hal tersebut diperkuat lagi dengan tauhid rububi-yah, seraya berfirman, ﴾ رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا ﴿ "Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya." Artinya, Pencipta keduanya, Pemelihara dan Yang Mengatur keduanya dengan berbagai bentuk pengendalian, ﴾ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Yang Mahaperkasa," yang memiliki kekuatan yang dengannya Dia menciptakan ciptaan-ciptaan agung (luar biasa besarnya), ﴾ ٱلۡغَفَّٰرُ ﴿ "lagi Maha Pengampun" terhadap semua dosa, yang kecil dan yang besar bagi siapa saja yang bertaubat kepada-Nya dan menanggalkan diri dari perbuatan dosa. Inilah yang pantas dan yang berhak diibadahi (disembah), bukan siapa yang tidak mampu menciptakan, tidak mampu mem-beri rizki, tidak bisa menimpakan mudarat, tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula memiliki wewenang sedikitpun, tidak me-miliki power untuk berkuasa dan tidak pula mempunyai kemam-puan memberikan ampunan terhadap dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan.
(67-68) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka, seraya memper-takuti, mewanti-wanti, membangkitkan dan memberikan peringatan kepada mereka, ﴾ هُوَ نَبَؤٌاْ عَظِيمٌ ﴿ "Berita itu adalah berita yang besar." Arti-nya, apa yang saya informasikan kepada kalian ini, seperti kebang-kitan, dihidupkan kembali sesudah mati dan pemberian balasan atas amal-amal adalah merupakan berita yang sangat agung yang pantas diperhatikan dengan serius dan tidak boleh diabaikan. Akan tetapi ﴾ أَنتُمۡ عَنۡهُ مُعۡرِضُونَ ﴿ "kamu berpaling darinya" hingga seakan-akan kalian tidak mempercayai bahwa di hadapan kalian ada hisab (per-hitungan amal perbuatan), hukuman, ataupun pahala.
(69-70) Jika kalian ragu terhadap perkataanku dan kalian meragukan informasi dariku, maka sesungguhnya aku hanya me-nyampaikan informasi-informasi yang aku sendiri tidak mempu-nyai pengetahuannya dan tidak pula aku pelajari dari satu kitab mana pun. Jadi, penyampaian informasi yang aku sampaikan ini sebagaimana adanya, tanpa tambahan ataupun pengurangan, adalah merupakan saksi yang paling besar bagi kejujuranku dan bukti yang paling tepat atas kebenaran apa yang aku bawa kepada kalian ini. Maka dari itu Allah berfirman (memerintahkan RasulNya) ﴾ مَا كَانَ لِيَ مِنۡ عِلۡمِۭ بِٱلۡمَلَإِ ٱلۡأَعۡلَىٰٓ ﴿ "Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu," maksudnya, para malaikat, ﴾ إِذۡ يَخۡتَصِمُونَ ﴿ "ketika mereka berbantah-bantahan," kalau saja bukan karena Allah menginformasikannya dan mewahyukannya kepadaku. Dan karena itu ayat berikutnya mengatakan, ﴾ إِن يُوحَىٰٓ إِلَيَّ إِلَّآ أَنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Tidak di-wahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah se-orang pemberi peringatan yang nyata," artinya, yang jelas lagi nyata peringatannya. Maka tidak ada pemberi peringatan yang lebih jelas daripada perintah yang disampaikan oleh Rasulullah a.
(71-72) Kemudian Allah menjelaskan perbantahan para malaikat tersebut seraya berfirman, ﴾ إِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ﴿ "Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat" sebagai informasi, ﴾ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن طِينٖ ﴿ "Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah." Maksudnya, mate-rinya dari tanah liat, ﴾ فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ ﴿ "Maka apabila telah Ku-sempurnakan," maksudnya, menyempurnakan jasadnya dan telah terbentuk,﴾ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ ﴿ "dan Ku-tiupkan kepadanya ruhKu, maka hendak-lah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya."
(73-74) Maka para malaikat yang mulia itu menundukkan dirinya untuk hal tersebut, ketika penciptaan manusia itu telah sempurna dan telah ditiupkan ruh padanya, sebagai sikap patuh terhadap Rabb mereka dan sebagai sikap hormat kepada Adam عليه السلام. Setelah sempurna penciptaan jasad dan ruhnya dan setelah Allah menguji Adam dan para malaikat dalam ilmu pengetahuan, dan setelah tampak keunggulan Adam atas mereka, maka Allah memerintahkan mereka untuk sujud kepada Adam. Maka mereka pun sujud ﴾ كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ 73 إِلَّآ إِبۡلِيسَ ﴿ "semuanya, kecuali iblis," ia tidak mau sujud, ﴾ ٱسۡتَكۡبَرَ ﴿ "dia menyombongkan diri" terhadap perintah Rabbnya, dan menyombongkan diri terhadap Nabi Adam عليه السلام , ﴾ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "dan dia termasuk orang-orang yang kafir" dalam ilmu Allah سبحانه وتعالى.
(75) Maka Allah سبحانه وتعالى berkata kepadanya sebagai celaan,﴾ مَا مَنَعَكَ أَن تَسۡجُدَ لِمَا خَلَقۡتُ بِيَدَيَّۖ ﴿ "Apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu?" Maksudnya, yang Aku muliakan, Aku hargai dan Aku istimewakan dengan keistimewaan ini; yang dengannya ia menjadi istimewa daripada seluruh makhluk, dan hal itu seharusnya tidak menimbulkan sikap sombong terha-dapnya. ﴾ أَسۡتَكۡبَرۡتَ ﴿ "Apakah kamu menyombongkan diri" dalam keeng-gananmu itu, ﴾ أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡعَالِينَ ﴿ "ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?"
(76) ﴾ قَالَ ﴿ "Berkata" iblis dengan sikap menentang dan melawan Rabbnya, ﴾ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِي مِن نَّارٖ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٖ ﴿ "Aku lebih baik dari-padanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." Menurut anggapannya bahwa unsur api itu lebih baik daripada unsur tanah. Ini termasuk analogi yang rusak, karena sesungguhnya unsur api itu adalah materi kejahatan, keru-sakan, keangkuhan, kesombongan, dan kehinaan, sedangkan unsur tanah adalah materi kematangan, tawadhu' (rendah diri) dan tem-pat tumbuhnya berbagai pohon dan tanaman. Ia bisa mengalahkan api dan memadamkannya. Dan api selalu membutuhkan benda untuk bisa hidup, sedangkan tanah bisa berdiri sendiri. Itulah analogi dedengkot makhluk jahat yang dengannya ia menentang perintah langsung dari Allah سبحانه وتعالى, sudah sangat jelas sekali kebatilan dan kesesatannya. Lalu bagaimana menurut Anda dengan analogi-analogi para murid-muridnya (pengikutnya) yang menentang kebenaran dengan analogi-analogi yang mereka buat? Sesungguhnya analogi-analogi yang mereka gunakan itu adalah lebih batil dan lebih sesat lagi daripada analogi iblis ini.
(77-78) Maka Allah berfirman kepadanya, ﴾ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا ﴿ "Maka keluarlah kamu darinya," maksudnya, dari langit dan tempat yang mulia, ﴾ فَإِنَّكَ رَجِيمٞ ﴿ "sesungguhnya kamu adalah yang diusir," artinya, yang dijauhkan dan disingkirkan. ﴾ وَإِنَّ عَلَيۡكَ لَعۡنَتِيٓ ﴿ "Sesungguhnya ku-tukanKu tetap atasmu," maksudnya, sesungguhnya pengusiran dan pengucilanKu terhadapmu ﴾ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ﴿ "sampai Hari Pembalasan," yakni, selama-lamanya.
(79) ﴾ قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ﴿ "Ia berkata, 'Ya Rabbku, beri tang-guhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan'." Ini disebabkan karena permusuhannya yang sangat berat terhadap Nabi Adam dan anak keturunannya agar ia bisa menyesatkan siapa saja yang telah di-takdirkan Allah untuk disesatkannya.
(80-81) Maka A l l a h ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman" memenuhi permin-taannya sesuai dengan tuntutan hikmah (kebijaksanaan)Nya, ﴾ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ 80 إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ 81 ﴿ "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya," yakni, hingga seluruh anak keturunan Nabi Adam habis dan ujian telah usai.
(82-83) Setelah iblis mengetahui bahwa dirinya diberi tang-guhan waktu, maka ia terang-terangan melawan Rabbnya dengan kebusukannya, dengan permusuhan yang sengit terhadap Rabbnya dan terhadap Adam dan anak-anak keturunannya, seraya berkata, ﴾ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Demi keperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya." Huruf ba' (pada بِعِزَّتِكَ) bermakna sumpah. Ini berarti ia ber-sumpah dengan keperkasaan Allah bahwa iblis benar-benar akan menyesatkan mereka semuanya, ﴾ إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ﴿ "kecuali hamba-hambaMu yang diberi keikhlasan di antara mereka." Iblis menge-tahui bahwa Allah akan melindungi mereka dari tipu dayanya. Dan bisa juga huruf ba' itu bermakna isti'anah (permintaan pertolongan). Artinya, oleh karena iblis mengetahui bahwasanya dia lemah dari segala sisinya dan bahwa ia sama sekali tidak bisa menyesatkan seseorang kecuali dengan kehendak dari Allah سبحانه وتعالى, maka dia mencari pertolongan kepada keperkasaan Allah agar bisa menyesatkan anak keturunan Nabi Adam عليه السلام. Demikianlah, dan dia benar-benar musuh Allah yang sejati. Sedangkan kami, wahai Rabb, lemah tidak berdaya dan lalai, kami mengakui seluruh nikmat dariMu. Kami adalah anak cucu dari manusia yang telah Engkau muliakan dan Engkau hargai itu; maka kami memohon pertolongan dengan keperkasaanMu yang agung dan kekuasaanMu dan dengan rahmatMu yang luas yang meliputi segala sesuatu, rahmatMu yang dengannya Engkau telah mengantarkan kami kepada apa yang telah kami capai, yaitu berupa kenikmatan agama dan dunia, dan dengannya pula Engkau men-jauhkan segala bentuk bencana dari kami; tolonglah kami untuk memeranginya, memusuhinya dan selamat dari kejahatan dan kesyirikannya. Dan kami berbaik sangka, bahwa Engkau pasti mengabulkan doa kami, dan kami beriman kepada janjiMu yang telah Engkau katakan kepada kami, ﴾ وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ ﴿ "Dan Rabbmu berkata, 'Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan untukmu'." (al-Ghafir: 60). Dan inilah kami, telah berdoa kepadaMu sebagaimana telah Engkau perintahkan kepada kami, maka kabulkanlah doa kami sebagaimana yang telah Engkau janjikan. ﴾ إِنَّكَ لَا تُخۡلِفُ ٱلۡمِيعَادَ 194 ﴿ "Sesungguhnya Engkau tidak mengingkari janji." (Ali Imran: 194).
(84-85) Allah تعالى ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman (kepada iblis),"﴾ فَٱلۡحَقُّ وَٱلۡحَقَّ أَقُولُ ﴿ "Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan," artinya, al-Haq (kebenaran) itu adalah sifatKu dan yang benar itu FirmanKu, ﴾ لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya."
(86) Setelah Rasulullah a menjelaskan dalil kepada ma-nusia dan menjelaskan kepada mereka jalan (yang lurus) ini, maka Allah berfirman, ﴾ قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Katakanlah, 'Aku tidak meminta kepadamu atasnya'," maksudnya, atas seruanku kepada kalian ini, ﴾ مِنۡ أَجۡرٖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُتَكَلِّفِينَ ﴿ "upah sedikitpun dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mengada-adakan," di mana aku mengklaim suatu perkara yang bukan milikku dan mengikuti apa yang tidak aku miliki ilmu-nya, dan tidak pula aku mengikuti selain dari apa yang diwahyu-kan kepadaku.
(87) ﴾ إِنۡ هُوَ ﴿ "Ia tidak lain," maksudnya, wahyu dan al-Qur`an ini ﴾ إِلَّا ذِكۡرٞ لِّلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "hanyalah peringatan bagi semesta alam," yang de-ngannya mereka dapat mempelajari apa-apa yang bermanfaat bagi mereka dari berbagai maslahat agama dan dunia mereka. Maka dengan demikian, al-Qur`an menjadi kemuliaan dan pengangkat derajat manusia semuanya dan sebagai penegakan hujjah atas orang-orang yang membangkang. Dengan demikian, surat yang agung ini mengandung pela-jaran yang sangat bijaksana, informasi yang agung, penegakan hujjah dan argumen terhadap orang-orang yang mendustakan al-Qur`an dan menentangnya, mendustakan nabi (Rasul) yang datang dengannya, informasi tentang hamba-hamba Allah yang tulus dan balasan bagi orang-orang yang bertakwa dan orang-orang melam-paui batas. Maka dari itu Allah bersumpah pada awal surat ini bahwa al-Qur`an ini mengandung pelajaran, dan di akhir surat Dia menyatakan bahwa al-Qur`an ini adalah pelajaran (peringatan) bagi semesta alam; dan di dalamnya Allah banyak sekali mengingatkan, seperti pada FirmanNya, ﴾ وَٱذۡكُرۡ عَبۡدَنَآ ﴿ "Dan ingatlah hamba Kami," ﴾ وَٱذۡكُرۡ عِبَٰدَنَآ ﴿ "dan ingatlah hamba-hamba Kami," ﴾ رَحۡمَةٗ مِّنَّا وَذِكۡرَىٰ ﴿ "sebagai rahmat dan peringatan dari Kami," ﴾ هَٰذَا ذِكۡرٞۚ ﴿ "Ini adalah peringatan." Ya Allah, ajarkan kepada kami darinya apa yang belum kami ketahui dan ingatlah kepada kami apa yang kami lupa darinya karena kelalaian, kelupaan, dan pengabaian.
(88) ﴾ وَلَتَعۡلَمُنَّ نَبَأَهُۥ ﴿ "Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui beritanya," maksudnya, informasinya, ﴾ بَعۡدَ حِينِۭ ﴿ "setelah beberapa waktu lagi," yaitu ketika azab terjadi menimpa mereka dan segala bentuk hubungan terputus dari mereka.
Selesailah tafsir surat Shad, dengan karunia dan pertolongan Allah سبحانه وتعالى.
Sad 38:77
"Katakanlah, 'Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq melain-kan Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan. Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaper-kasa lagi Maha Pengampun.' Katakanlah, 'Berita itu adalah berita yang besar, yang kamu berpaling darinya. Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu ketika mereka berbantah-bantahan. Tidak diwahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata.' Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat, 'Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruhKu; maka hendaklah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya.' Lalu seluruh malaikat-malaikat itu sujud semuanya. Kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan dia termasuk orang-orang yang kafir. Allah berfirman, 'Hai iblis, apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu? Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?' Iblis berkata, 'Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau cipta-kan dari tanah.' Allah berfirman, 'Maka keluarlah kamu darinya; sesungguhnya kamu adalah yang diusir. Sesungguhnya kutukanKu tetap atasmu sampai Hari Pembalasan.' Iblis berkata, 'Ya Rabbku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.' Allah ber-firman, 'Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya.' Iblis menjawab, 'Demi KeperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang diberi keikh-lasan di antara mereka.' Allah berfirman, 'Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya.' Katakanlah, 'Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu atas dakwahku; dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang meng-ada-adakan. Al-Qur`an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui berita al-Qur`an setelah beberapa waktu lagi'." (Shad: 65-88).
(65) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah," wahai rasul kepada mereka-mereka yang mendustakan, jika mereka meminta apa yang tidak kamu miliki wewenang padanya dan tidak pada kekuasaanmu,﴾ إِنَّمَآ أَنَا۠ مُنذِرٞۖ ﴿ "Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan." Inilah segala apa yang aku miliki. Adapun semua wewenang urusan adalah milik Allah سبحانه وتعالى, sedangkan saya hanyalah menyuruh kalian, melarang kalian dan menghimbau kalian kepada kebaikan dan mencegah kalian dari segala keburukan. Barangsiapa yang mau mengikutinya, maka keuntungannya kembali kepada dirinya sen-diri, dan siapa saja yang sesat, maka kesesatannya menimpa dirinya sendiri. ﴾ وَمَا مِنۡ إِلَٰهٍ إِلَّا ٱللَّهُ ﴿ "Dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq me-lainkan Allah." Maksudnya, tiada seorang pun yang berhak dipertu-hankan dan disembah dengan haq kecuali Allah ﴾ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ ﴿ "Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan." Ini adalah sebuah penegasan tentang ketuhananNya berdasarkan argumen yang tak terbantah-kan, yaitu keesaanNya dan keperkasaanNya atas segala sesuatu, sebab keperkasaan itu memastikan keesaan. Maka tidak akan ada dua yang tidak terkalahkan yang sama di dalam keperkasaannya selama-lamanya. Maka, yang mengalahkan segala sesuatu itu, Dia-lah Yang Esa, yang tidak ada tandinganNya, dan Dia-lah semata yang berhak disembah sebagaimana halnya hanya Dia yang Maha Mengalahkan.
(66) Dan hal tersebut diperkuat lagi dengan tauhid rububi-yah, seraya berfirman, ﴾ رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا ﴿ "Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya." Artinya, Pencipta keduanya, Pemelihara dan Yang Mengatur keduanya dengan berbagai bentuk pengendalian, ﴾ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Yang Mahaperkasa," yang memiliki kekuatan yang dengannya Dia menciptakan ciptaan-ciptaan agung (luar biasa besarnya), ﴾ ٱلۡغَفَّٰرُ ﴿ "lagi Maha Pengampun" terhadap semua dosa, yang kecil dan yang besar bagi siapa saja yang bertaubat kepada-Nya dan menanggalkan diri dari perbuatan dosa. Inilah yang pantas dan yang berhak diibadahi (disembah), bukan siapa yang tidak mampu menciptakan, tidak mampu mem-beri rizki, tidak bisa menimpakan mudarat, tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula memiliki wewenang sedikitpun, tidak me-miliki power untuk berkuasa dan tidak pula mempunyai kemam-puan memberikan ampunan terhadap dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan.
(67-68) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka, seraya memper-takuti, mewanti-wanti, membangkitkan dan memberikan peringatan kepada mereka, ﴾ هُوَ نَبَؤٌاْ عَظِيمٌ ﴿ "Berita itu adalah berita yang besar." Arti-nya, apa yang saya informasikan kepada kalian ini, seperti kebang-kitan, dihidupkan kembali sesudah mati dan pemberian balasan atas amal-amal adalah merupakan berita yang sangat agung yang pantas diperhatikan dengan serius dan tidak boleh diabaikan. Akan tetapi ﴾ أَنتُمۡ عَنۡهُ مُعۡرِضُونَ ﴿ "kamu berpaling darinya" hingga seakan-akan kalian tidak mempercayai bahwa di hadapan kalian ada hisab (per-hitungan amal perbuatan), hukuman, ataupun pahala.
(69-70) Jika kalian ragu terhadap perkataanku dan kalian meragukan informasi dariku, maka sesungguhnya aku hanya me-nyampaikan informasi-informasi yang aku sendiri tidak mempu-nyai pengetahuannya dan tidak pula aku pelajari dari satu kitab mana pun. Jadi, penyampaian informasi yang aku sampaikan ini sebagaimana adanya, tanpa tambahan ataupun pengurangan, adalah merupakan saksi yang paling besar bagi kejujuranku dan bukti yang paling tepat atas kebenaran apa yang aku bawa kepada kalian ini. Maka dari itu Allah berfirman (memerintahkan RasulNya) ﴾ مَا كَانَ لِيَ مِنۡ عِلۡمِۭ بِٱلۡمَلَإِ ٱلۡأَعۡلَىٰٓ ﴿ "Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu," maksudnya, para malaikat, ﴾ إِذۡ يَخۡتَصِمُونَ ﴿ "ketika mereka berbantah-bantahan," kalau saja bukan karena Allah menginformasikannya dan mewahyukannya kepadaku. Dan karena itu ayat berikutnya mengatakan, ﴾ إِن يُوحَىٰٓ إِلَيَّ إِلَّآ أَنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Tidak di-wahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah se-orang pemberi peringatan yang nyata," artinya, yang jelas lagi nyata peringatannya. Maka tidak ada pemberi peringatan yang lebih jelas daripada perintah yang disampaikan oleh Rasulullah a.
(71-72) Kemudian Allah menjelaskan perbantahan para malaikat tersebut seraya berfirman, ﴾ إِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ﴿ "Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat" sebagai informasi, ﴾ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن طِينٖ ﴿ "Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah." Maksudnya, mate-rinya dari tanah liat, ﴾ فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ ﴿ "Maka apabila telah Ku-sempurnakan," maksudnya, menyempurnakan jasadnya dan telah terbentuk,﴾ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ ﴿ "dan Ku-tiupkan kepadanya ruhKu, maka hendak-lah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya."
(73-74) Maka para malaikat yang mulia itu menundukkan dirinya untuk hal tersebut, ketika penciptaan manusia itu telah sempurna dan telah ditiupkan ruh padanya, sebagai sikap patuh terhadap Rabb mereka dan sebagai sikap hormat kepada Adam عليه السلام. Setelah sempurna penciptaan jasad dan ruhnya dan setelah Allah menguji Adam dan para malaikat dalam ilmu pengetahuan, dan setelah tampak keunggulan Adam atas mereka, maka Allah memerintahkan mereka untuk sujud kepada Adam. Maka mereka pun sujud ﴾ كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ 73 إِلَّآ إِبۡلِيسَ ﴿ "semuanya, kecuali iblis," ia tidak mau sujud, ﴾ ٱسۡتَكۡبَرَ ﴿ "dia menyombongkan diri" terhadap perintah Rabbnya, dan menyombongkan diri terhadap Nabi Adam عليه السلام , ﴾ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "dan dia termasuk orang-orang yang kafir" dalam ilmu Allah سبحانه وتعالى.
(75) Maka Allah سبحانه وتعالى berkata kepadanya sebagai celaan,﴾ مَا مَنَعَكَ أَن تَسۡجُدَ لِمَا خَلَقۡتُ بِيَدَيَّۖ ﴿ "Apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu?" Maksudnya, yang Aku muliakan, Aku hargai dan Aku istimewakan dengan keistimewaan ini; yang dengannya ia menjadi istimewa daripada seluruh makhluk, dan hal itu seharusnya tidak menimbulkan sikap sombong terha-dapnya. ﴾ أَسۡتَكۡبَرۡتَ ﴿ "Apakah kamu menyombongkan diri" dalam keeng-gananmu itu, ﴾ أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡعَالِينَ ﴿ "ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?"
(76) ﴾ قَالَ ﴿ "Berkata" iblis dengan sikap menentang dan melawan Rabbnya, ﴾ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِي مِن نَّارٖ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٖ ﴿ "Aku lebih baik dari-padanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." Menurut anggapannya bahwa unsur api itu lebih baik daripada unsur tanah. Ini termasuk analogi yang rusak, karena sesungguhnya unsur api itu adalah materi kejahatan, keru-sakan, keangkuhan, kesombongan, dan kehinaan, sedangkan unsur tanah adalah materi kematangan, tawadhu' (rendah diri) dan tem-pat tumbuhnya berbagai pohon dan tanaman. Ia bisa mengalahkan api dan memadamkannya. Dan api selalu membutuhkan benda untuk bisa hidup, sedangkan tanah bisa berdiri sendiri. Itulah analogi dedengkot makhluk jahat yang dengannya ia menentang perintah langsung dari Allah سبحانه وتعالى, sudah sangat jelas sekali kebatilan dan kesesatannya. Lalu bagaimana menurut Anda dengan analogi-analogi para murid-muridnya (pengikutnya) yang menentang kebenaran dengan analogi-analogi yang mereka buat? Sesungguhnya analogi-analogi yang mereka gunakan itu adalah lebih batil dan lebih sesat lagi daripada analogi iblis ini.
(77-78) Maka Allah berfirman kepadanya, ﴾ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا ﴿ "Maka keluarlah kamu darinya," maksudnya, dari langit dan tempat yang mulia, ﴾ فَإِنَّكَ رَجِيمٞ ﴿ "sesungguhnya kamu adalah yang diusir," artinya, yang dijauhkan dan disingkirkan. ﴾ وَإِنَّ عَلَيۡكَ لَعۡنَتِيٓ ﴿ "Sesungguhnya ku-tukanKu tetap atasmu," maksudnya, sesungguhnya pengusiran dan pengucilanKu terhadapmu ﴾ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ﴿ "sampai Hari Pembalasan," yakni, selama-lamanya.
(79) ﴾ قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ﴿ "Ia berkata, 'Ya Rabbku, beri tang-guhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan'." Ini disebabkan karena permusuhannya yang sangat berat terhadap Nabi Adam dan anak keturunannya agar ia bisa menyesatkan siapa saja yang telah di-takdirkan Allah untuk disesatkannya.
(80-81) Maka A l l a h ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman" memenuhi permin-taannya sesuai dengan tuntutan hikmah (kebijaksanaan)Nya, ﴾ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ 80 إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ 81 ﴿ "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya," yakni, hingga seluruh anak keturunan Nabi Adam habis dan ujian telah usai.
(82-83) Setelah iblis mengetahui bahwa dirinya diberi tang-guhan waktu, maka ia terang-terangan melawan Rabbnya dengan kebusukannya, dengan permusuhan yang sengit terhadap Rabbnya dan terhadap Adam dan anak-anak keturunannya, seraya berkata, ﴾ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Demi keperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya." Huruf ba' (pada بِعِزَّتِكَ) bermakna sumpah. Ini berarti ia ber-sumpah dengan keperkasaan Allah bahwa iblis benar-benar akan menyesatkan mereka semuanya, ﴾ إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ﴿ "kecuali hamba-hambaMu yang diberi keikhlasan di antara mereka." Iblis menge-tahui bahwa Allah akan melindungi mereka dari tipu dayanya. Dan bisa juga huruf ba' itu bermakna isti'anah (permintaan pertolongan). Artinya, oleh karena iblis mengetahui bahwasanya dia lemah dari segala sisinya dan bahwa ia sama sekali tidak bisa menyesatkan seseorang kecuali dengan kehendak dari Allah سبحانه وتعالى, maka dia mencari pertolongan kepada keperkasaan Allah agar bisa menyesatkan anak keturunan Nabi Adam عليه السلام. Demikianlah, dan dia benar-benar musuh Allah yang sejati. Sedangkan kami, wahai Rabb, lemah tidak berdaya dan lalai, kami mengakui seluruh nikmat dariMu. Kami adalah anak cucu dari manusia yang telah Engkau muliakan dan Engkau hargai itu; maka kami memohon pertolongan dengan keperkasaanMu yang agung dan kekuasaanMu dan dengan rahmatMu yang luas yang meliputi segala sesuatu, rahmatMu yang dengannya Engkau telah mengantarkan kami kepada apa yang telah kami capai, yaitu berupa kenikmatan agama dan dunia, dan dengannya pula Engkau men-jauhkan segala bentuk bencana dari kami; tolonglah kami untuk memeranginya, memusuhinya dan selamat dari kejahatan dan kesyirikannya. Dan kami berbaik sangka, bahwa Engkau pasti mengabulkan doa kami, dan kami beriman kepada janjiMu yang telah Engkau katakan kepada kami, ﴾ وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ ﴿ "Dan Rabbmu berkata, 'Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan untukmu'." (al-Ghafir: 60). Dan inilah kami, telah berdoa kepadaMu sebagaimana telah Engkau perintahkan kepada kami, maka kabulkanlah doa kami sebagaimana yang telah Engkau janjikan. ﴾ إِنَّكَ لَا تُخۡلِفُ ٱلۡمِيعَادَ 194 ﴿ "Sesungguhnya Engkau tidak mengingkari janji." (Ali Imran: 194).
(84-85) Allah تعالى ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman (kepada iblis),"﴾ فَٱلۡحَقُّ وَٱلۡحَقَّ أَقُولُ ﴿ "Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan," artinya, al-Haq (kebenaran) itu adalah sifatKu dan yang benar itu FirmanKu, ﴾ لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya."
(86) Setelah Rasulullah a menjelaskan dalil kepada ma-nusia dan menjelaskan kepada mereka jalan (yang lurus) ini, maka Allah berfirman, ﴾ قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Katakanlah, 'Aku tidak meminta kepadamu atasnya'," maksudnya, atas seruanku kepada kalian ini, ﴾ مِنۡ أَجۡرٖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُتَكَلِّفِينَ ﴿ "upah sedikitpun dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mengada-adakan," di mana aku mengklaim suatu perkara yang bukan milikku dan mengikuti apa yang tidak aku miliki ilmu-nya, dan tidak pula aku mengikuti selain dari apa yang diwahyu-kan kepadaku.
(87) ﴾ إِنۡ هُوَ ﴿ "Ia tidak lain," maksudnya, wahyu dan al-Qur`an ini ﴾ إِلَّا ذِكۡرٞ لِّلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "hanyalah peringatan bagi semesta alam," yang de-ngannya mereka dapat mempelajari apa-apa yang bermanfaat bagi mereka dari berbagai maslahat agama dan dunia mereka. Maka dengan demikian, al-Qur`an menjadi kemuliaan dan pengangkat derajat manusia semuanya dan sebagai penegakan hujjah atas orang-orang yang membangkang. Dengan demikian, surat yang agung ini mengandung pela-jaran yang sangat bijaksana, informasi yang agung, penegakan hujjah dan argumen terhadap orang-orang yang mendustakan al-Qur`an dan menentangnya, mendustakan nabi (Rasul) yang datang dengannya, informasi tentang hamba-hamba Allah yang tulus dan balasan bagi orang-orang yang bertakwa dan orang-orang melam-paui batas. Maka dari itu Allah bersumpah pada awal surat ini bahwa al-Qur`an ini mengandung pelajaran, dan di akhir surat Dia menyatakan bahwa al-Qur`an ini adalah pelajaran (peringatan) bagi semesta alam; dan di dalamnya Allah banyak sekali mengingatkan, seperti pada FirmanNya, ﴾ وَٱذۡكُرۡ عَبۡدَنَآ ﴿ "Dan ingatlah hamba Kami," ﴾ وَٱذۡكُرۡ عِبَٰدَنَآ ﴿ "dan ingatlah hamba-hamba Kami," ﴾ رَحۡمَةٗ مِّنَّا وَذِكۡرَىٰ ﴿ "sebagai rahmat dan peringatan dari Kami," ﴾ هَٰذَا ذِكۡرٞۚ ﴿ "Ini adalah peringatan." Ya Allah, ajarkan kepada kami darinya apa yang belum kami ketahui dan ingatlah kepada kami apa yang kami lupa darinya karena kelalaian, kelupaan, dan pengabaian.
(88) ﴾ وَلَتَعۡلَمُنَّ نَبَأَهُۥ ﴿ "Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui beritanya," maksudnya, informasinya, ﴾ بَعۡدَ حِينِۭ ﴿ "setelah beberapa waktu lagi," yaitu ketika azab terjadi menimpa mereka dan segala bentuk hubungan terputus dari mereka.
Selesailah tafsir surat Shad, dengan karunia dan pertolongan Allah سبحانه وتعالى.
Sad 38:78
"Katakanlah, 'Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq melain-kan Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan. Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaper-kasa lagi Maha Pengampun.' Katakanlah, 'Berita itu adalah berita yang besar, yang kamu berpaling darinya. Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu ketika mereka berbantah-bantahan. Tidak diwahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata.' Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat, 'Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruhKu; maka hendaklah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya.' Lalu seluruh malaikat-malaikat itu sujud semuanya. Kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan dia termasuk orang-orang yang kafir. Allah berfirman, 'Hai iblis, apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu? Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?' Iblis berkata, 'Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau cipta-kan dari tanah.' Allah berfirman, 'Maka keluarlah kamu darinya; sesungguhnya kamu adalah yang diusir. Sesungguhnya kutukanKu tetap atasmu sampai Hari Pembalasan.' Iblis berkata, 'Ya Rabbku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.' Allah ber-firman, 'Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya.' Iblis menjawab, 'Demi KeperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang diberi keikh-lasan di antara mereka.' Allah berfirman, 'Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya.' Katakanlah, 'Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu atas dakwahku; dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang meng-ada-adakan. Al-Qur`an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui berita al-Qur`an setelah beberapa waktu lagi'." (Shad: 65-88).
(65) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah," wahai rasul kepada mereka-mereka yang mendustakan, jika mereka meminta apa yang tidak kamu miliki wewenang padanya dan tidak pada kekuasaanmu,﴾ إِنَّمَآ أَنَا۠ مُنذِرٞۖ ﴿ "Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan." Inilah segala apa yang aku miliki. Adapun semua wewenang urusan adalah milik Allah سبحانه وتعالى, sedangkan saya hanyalah menyuruh kalian, melarang kalian dan menghimbau kalian kepada kebaikan dan mencegah kalian dari segala keburukan. Barangsiapa yang mau mengikutinya, maka keuntungannya kembali kepada dirinya sen-diri, dan siapa saja yang sesat, maka kesesatannya menimpa dirinya sendiri. ﴾ وَمَا مِنۡ إِلَٰهٍ إِلَّا ٱللَّهُ ﴿ "Dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq me-lainkan Allah." Maksudnya, tiada seorang pun yang berhak dipertu-hankan dan disembah dengan haq kecuali Allah ﴾ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ ﴿ "Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan." Ini adalah sebuah penegasan tentang ketuhananNya berdasarkan argumen yang tak terbantah-kan, yaitu keesaanNya dan keperkasaanNya atas segala sesuatu, sebab keperkasaan itu memastikan keesaan. Maka tidak akan ada dua yang tidak terkalahkan yang sama di dalam keperkasaannya selama-lamanya. Maka, yang mengalahkan segala sesuatu itu, Dia-lah Yang Esa, yang tidak ada tandinganNya, dan Dia-lah semata yang berhak disembah sebagaimana halnya hanya Dia yang Maha Mengalahkan.
(66) Dan hal tersebut diperkuat lagi dengan tauhid rububi-yah, seraya berfirman, ﴾ رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا ﴿ "Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya." Artinya, Pencipta keduanya, Pemelihara dan Yang Mengatur keduanya dengan berbagai bentuk pengendalian, ﴾ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Yang Mahaperkasa," yang memiliki kekuatan yang dengannya Dia menciptakan ciptaan-ciptaan agung (luar biasa besarnya), ﴾ ٱلۡغَفَّٰرُ ﴿ "lagi Maha Pengampun" terhadap semua dosa, yang kecil dan yang besar bagi siapa saja yang bertaubat kepada-Nya dan menanggalkan diri dari perbuatan dosa. Inilah yang pantas dan yang berhak diibadahi (disembah), bukan siapa yang tidak mampu menciptakan, tidak mampu mem-beri rizki, tidak bisa menimpakan mudarat, tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula memiliki wewenang sedikitpun, tidak me-miliki power untuk berkuasa dan tidak pula mempunyai kemam-puan memberikan ampunan terhadap dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan.
(67-68) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka, seraya memper-takuti, mewanti-wanti, membangkitkan dan memberikan peringatan kepada mereka, ﴾ هُوَ نَبَؤٌاْ عَظِيمٌ ﴿ "Berita itu adalah berita yang besar." Arti-nya, apa yang saya informasikan kepada kalian ini, seperti kebang-kitan, dihidupkan kembali sesudah mati dan pemberian balasan atas amal-amal adalah merupakan berita yang sangat agung yang pantas diperhatikan dengan serius dan tidak boleh diabaikan. Akan tetapi ﴾ أَنتُمۡ عَنۡهُ مُعۡرِضُونَ ﴿ "kamu berpaling darinya" hingga seakan-akan kalian tidak mempercayai bahwa di hadapan kalian ada hisab (per-hitungan amal perbuatan), hukuman, ataupun pahala.
(69-70) Jika kalian ragu terhadap perkataanku dan kalian meragukan informasi dariku, maka sesungguhnya aku hanya me-nyampaikan informasi-informasi yang aku sendiri tidak mempu-nyai pengetahuannya dan tidak pula aku pelajari dari satu kitab mana pun. Jadi, penyampaian informasi yang aku sampaikan ini sebagaimana adanya, tanpa tambahan ataupun pengurangan, adalah merupakan saksi yang paling besar bagi kejujuranku dan bukti yang paling tepat atas kebenaran apa yang aku bawa kepada kalian ini. Maka dari itu Allah berfirman (memerintahkan RasulNya) ﴾ مَا كَانَ لِيَ مِنۡ عِلۡمِۭ بِٱلۡمَلَإِ ٱلۡأَعۡلَىٰٓ ﴿ "Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu," maksudnya, para malaikat, ﴾ إِذۡ يَخۡتَصِمُونَ ﴿ "ketika mereka berbantah-bantahan," kalau saja bukan karena Allah menginformasikannya dan mewahyukannya kepadaku. Dan karena itu ayat berikutnya mengatakan, ﴾ إِن يُوحَىٰٓ إِلَيَّ إِلَّآ أَنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Tidak di-wahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah se-orang pemberi peringatan yang nyata," artinya, yang jelas lagi nyata peringatannya. Maka tidak ada pemberi peringatan yang lebih jelas daripada perintah yang disampaikan oleh Rasulullah a.
(71-72) Kemudian Allah menjelaskan perbantahan para malaikat tersebut seraya berfirman, ﴾ إِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ﴿ "Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat" sebagai informasi, ﴾ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن طِينٖ ﴿ "Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah." Maksudnya, mate-rinya dari tanah liat, ﴾ فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ ﴿ "Maka apabila telah Ku-sempurnakan," maksudnya, menyempurnakan jasadnya dan telah terbentuk,﴾ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ ﴿ "dan Ku-tiupkan kepadanya ruhKu, maka hendak-lah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya."
(73-74) Maka para malaikat yang mulia itu menundukkan dirinya untuk hal tersebut, ketika penciptaan manusia itu telah sempurna dan telah ditiupkan ruh padanya, sebagai sikap patuh terhadap Rabb mereka dan sebagai sikap hormat kepada Adam عليه السلام. Setelah sempurna penciptaan jasad dan ruhnya dan setelah Allah menguji Adam dan para malaikat dalam ilmu pengetahuan, dan setelah tampak keunggulan Adam atas mereka, maka Allah memerintahkan mereka untuk sujud kepada Adam. Maka mereka pun sujud ﴾ كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ 73 إِلَّآ إِبۡلِيسَ ﴿ "semuanya, kecuali iblis," ia tidak mau sujud, ﴾ ٱسۡتَكۡبَرَ ﴿ "dia menyombongkan diri" terhadap perintah Rabbnya, dan menyombongkan diri terhadap Nabi Adam عليه السلام , ﴾ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "dan dia termasuk orang-orang yang kafir" dalam ilmu Allah سبحانه وتعالى.
(75) Maka Allah سبحانه وتعالى berkata kepadanya sebagai celaan,﴾ مَا مَنَعَكَ أَن تَسۡجُدَ لِمَا خَلَقۡتُ بِيَدَيَّۖ ﴿ "Apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu?" Maksudnya, yang Aku muliakan, Aku hargai dan Aku istimewakan dengan keistimewaan ini; yang dengannya ia menjadi istimewa daripada seluruh makhluk, dan hal itu seharusnya tidak menimbulkan sikap sombong terha-dapnya. ﴾ أَسۡتَكۡبَرۡتَ ﴿ "Apakah kamu menyombongkan diri" dalam keeng-gananmu itu, ﴾ أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡعَالِينَ ﴿ "ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?"
(76) ﴾ قَالَ ﴿ "Berkata" iblis dengan sikap menentang dan melawan Rabbnya, ﴾ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِي مِن نَّارٖ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٖ ﴿ "Aku lebih baik dari-padanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." Menurut anggapannya bahwa unsur api itu lebih baik daripada unsur tanah. Ini termasuk analogi yang rusak, karena sesungguhnya unsur api itu adalah materi kejahatan, keru-sakan, keangkuhan, kesombongan, dan kehinaan, sedangkan unsur tanah adalah materi kematangan, tawadhu' (rendah diri) dan tem-pat tumbuhnya berbagai pohon dan tanaman. Ia bisa mengalahkan api dan memadamkannya. Dan api selalu membutuhkan benda untuk bisa hidup, sedangkan tanah bisa berdiri sendiri. Itulah analogi dedengkot makhluk jahat yang dengannya ia menentang perintah langsung dari Allah سبحانه وتعالى, sudah sangat jelas sekali kebatilan dan kesesatannya. Lalu bagaimana menurut Anda dengan analogi-analogi para murid-muridnya (pengikutnya) yang menentang kebenaran dengan analogi-analogi yang mereka buat? Sesungguhnya analogi-analogi yang mereka gunakan itu adalah lebih batil dan lebih sesat lagi daripada analogi iblis ini.
(77-78) Maka Allah berfirman kepadanya, ﴾ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا ﴿ "Maka keluarlah kamu darinya," maksudnya, dari langit dan tempat yang mulia, ﴾ فَإِنَّكَ رَجِيمٞ ﴿ "sesungguhnya kamu adalah yang diusir," artinya, yang dijauhkan dan disingkirkan. ﴾ وَإِنَّ عَلَيۡكَ لَعۡنَتِيٓ ﴿ "Sesungguhnya ku-tukanKu tetap atasmu," maksudnya, sesungguhnya pengusiran dan pengucilanKu terhadapmu ﴾ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ﴿ "sampai Hari Pembalasan," yakni, selama-lamanya.
(79) ﴾ قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ﴿ "Ia berkata, 'Ya Rabbku, beri tang-guhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan'." Ini disebabkan karena permusuhannya yang sangat berat terhadap Nabi Adam dan anak keturunannya agar ia bisa menyesatkan siapa saja yang telah di-takdirkan Allah untuk disesatkannya.
(80-81) Maka A l l a h ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman" memenuhi permin-taannya sesuai dengan tuntutan hikmah (kebijaksanaan)Nya, ﴾ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ 80 إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ 81 ﴿ "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya," yakni, hingga seluruh anak keturunan Nabi Adam habis dan ujian telah usai.
(82-83) Setelah iblis mengetahui bahwa dirinya diberi tang-guhan waktu, maka ia terang-terangan melawan Rabbnya dengan kebusukannya, dengan permusuhan yang sengit terhadap Rabbnya dan terhadap Adam dan anak-anak keturunannya, seraya berkata, ﴾ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Demi keperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya." Huruf ba' (pada بِعِزَّتِكَ) bermakna sumpah. Ini berarti ia ber-sumpah dengan keperkasaan Allah bahwa iblis benar-benar akan menyesatkan mereka semuanya, ﴾ إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ﴿ "kecuali hamba-hambaMu yang diberi keikhlasan di antara mereka." Iblis menge-tahui bahwa Allah akan melindungi mereka dari tipu dayanya. Dan bisa juga huruf ba' itu bermakna isti'anah (permintaan pertolongan). Artinya, oleh karena iblis mengetahui bahwasanya dia lemah dari segala sisinya dan bahwa ia sama sekali tidak bisa menyesatkan seseorang kecuali dengan kehendak dari Allah سبحانه وتعالى, maka dia mencari pertolongan kepada keperkasaan Allah agar bisa menyesatkan anak keturunan Nabi Adam عليه السلام. Demikianlah, dan dia benar-benar musuh Allah yang sejati. Sedangkan kami, wahai Rabb, lemah tidak berdaya dan lalai, kami mengakui seluruh nikmat dariMu. Kami adalah anak cucu dari manusia yang telah Engkau muliakan dan Engkau hargai itu; maka kami memohon pertolongan dengan keperkasaanMu yang agung dan kekuasaanMu dan dengan rahmatMu yang luas yang meliputi segala sesuatu, rahmatMu yang dengannya Engkau telah mengantarkan kami kepada apa yang telah kami capai, yaitu berupa kenikmatan agama dan dunia, dan dengannya pula Engkau men-jauhkan segala bentuk bencana dari kami; tolonglah kami untuk memeranginya, memusuhinya dan selamat dari kejahatan dan kesyirikannya. Dan kami berbaik sangka, bahwa Engkau pasti mengabulkan doa kami, dan kami beriman kepada janjiMu yang telah Engkau katakan kepada kami, ﴾ وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ ﴿ "Dan Rabbmu berkata, 'Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan untukmu'." (al-Ghafir: 60). Dan inilah kami, telah berdoa kepadaMu sebagaimana telah Engkau perintahkan kepada kami, maka kabulkanlah doa kami sebagaimana yang telah Engkau janjikan. ﴾ إِنَّكَ لَا تُخۡلِفُ ٱلۡمِيعَادَ 194 ﴿ "Sesungguhnya Engkau tidak mengingkari janji." (Ali Imran: 194).
(84-85) Allah تعالى ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman (kepada iblis),"﴾ فَٱلۡحَقُّ وَٱلۡحَقَّ أَقُولُ ﴿ "Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan," artinya, al-Haq (kebenaran) itu adalah sifatKu dan yang benar itu FirmanKu, ﴾ لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya."
(86) Setelah Rasulullah a menjelaskan dalil kepada ma-nusia dan menjelaskan kepada mereka jalan (yang lurus) ini, maka Allah berfirman, ﴾ قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Katakanlah, 'Aku tidak meminta kepadamu atasnya'," maksudnya, atas seruanku kepada kalian ini, ﴾ مِنۡ أَجۡرٖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُتَكَلِّفِينَ ﴿ "upah sedikitpun dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mengada-adakan," di mana aku mengklaim suatu perkara yang bukan milikku dan mengikuti apa yang tidak aku miliki ilmu-nya, dan tidak pula aku mengikuti selain dari apa yang diwahyu-kan kepadaku.
(87) ﴾ إِنۡ هُوَ ﴿ "Ia tidak lain," maksudnya, wahyu dan al-Qur`an ini ﴾ إِلَّا ذِكۡرٞ لِّلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "hanyalah peringatan bagi semesta alam," yang de-ngannya mereka dapat mempelajari apa-apa yang bermanfaat bagi mereka dari berbagai maslahat agama dan dunia mereka. Maka dengan demikian, al-Qur`an menjadi kemuliaan dan pengangkat derajat manusia semuanya dan sebagai penegakan hujjah atas orang-orang yang membangkang. Dengan demikian, surat yang agung ini mengandung pela-jaran yang sangat bijaksana, informasi yang agung, penegakan hujjah dan argumen terhadap orang-orang yang mendustakan al-Qur`an dan menentangnya, mendustakan nabi (Rasul) yang datang dengannya, informasi tentang hamba-hamba Allah yang tulus dan balasan bagi orang-orang yang bertakwa dan orang-orang melam-paui batas. Maka dari itu Allah bersumpah pada awal surat ini bahwa al-Qur`an ini mengandung pelajaran, dan di akhir surat Dia menyatakan bahwa al-Qur`an ini adalah pelajaran (peringatan) bagi semesta alam; dan di dalamnya Allah banyak sekali mengingatkan, seperti pada FirmanNya, ﴾ وَٱذۡكُرۡ عَبۡدَنَآ ﴿ "Dan ingatlah hamba Kami," ﴾ وَٱذۡكُرۡ عِبَٰدَنَآ ﴿ "dan ingatlah hamba-hamba Kami," ﴾ رَحۡمَةٗ مِّنَّا وَذِكۡرَىٰ ﴿ "sebagai rahmat dan peringatan dari Kami," ﴾ هَٰذَا ذِكۡرٞۚ ﴿ "Ini adalah peringatan." Ya Allah, ajarkan kepada kami darinya apa yang belum kami ketahui dan ingatlah kepada kami apa yang kami lupa darinya karena kelalaian, kelupaan, dan pengabaian.
(88) ﴾ وَلَتَعۡلَمُنَّ نَبَأَهُۥ ﴿ "Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui beritanya," maksudnya, informasinya, ﴾ بَعۡدَ حِينِۭ ﴿ "setelah beberapa waktu lagi," yaitu ketika azab terjadi menimpa mereka dan segala bentuk hubungan terputus dari mereka.
Selesailah tafsir surat Shad, dengan karunia dan pertolongan Allah سبحانه وتعالى.
Sad 38:79
"Katakanlah, 'Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq melain-kan Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan. Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaper-kasa lagi Maha Pengampun.' Katakanlah, 'Berita itu adalah berita yang besar, yang kamu berpaling darinya. Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu ketika mereka berbantah-bantahan. Tidak diwahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata.' Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat, 'Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruhKu; maka hendaklah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya.' Lalu seluruh malaikat-malaikat itu sujud semuanya. Kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan dia termasuk orang-orang yang kafir. Allah berfirman, 'Hai iblis, apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu? Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?' Iblis berkata, 'Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau cipta-kan dari tanah.' Allah berfirman, 'Maka keluarlah kamu darinya; sesungguhnya kamu adalah yang diusir. Sesungguhnya kutukanKu tetap atasmu sampai Hari Pembalasan.' Iblis berkata, 'Ya Rabbku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.' Allah ber-firman, 'Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya.' Iblis menjawab, 'Demi KeperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang diberi keikh-lasan di antara mereka.' Allah berfirman, 'Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya.' Katakanlah, 'Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu atas dakwahku; dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang meng-ada-adakan. Al-Qur`an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui berita al-Qur`an setelah beberapa waktu lagi'." (Shad: 65-88).
(65) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah," wahai rasul kepada mereka-mereka yang mendustakan, jika mereka meminta apa yang tidak kamu miliki wewenang padanya dan tidak pada kekuasaanmu,﴾ إِنَّمَآ أَنَا۠ مُنذِرٞۖ ﴿ "Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan." Inilah segala apa yang aku miliki. Adapun semua wewenang urusan adalah milik Allah سبحانه وتعالى, sedangkan saya hanyalah menyuruh kalian, melarang kalian dan menghimbau kalian kepada kebaikan dan mencegah kalian dari segala keburukan. Barangsiapa yang mau mengikutinya, maka keuntungannya kembali kepada dirinya sen-diri, dan siapa saja yang sesat, maka kesesatannya menimpa dirinya sendiri. ﴾ وَمَا مِنۡ إِلَٰهٍ إِلَّا ٱللَّهُ ﴿ "Dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq me-lainkan Allah." Maksudnya, tiada seorang pun yang berhak dipertu-hankan dan disembah dengan haq kecuali Allah ﴾ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ ﴿ "Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan." Ini adalah sebuah penegasan tentang ketuhananNya berdasarkan argumen yang tak terbantah-kan, yaitu keesaanNya dan keperkasaanNya atas segala sesuatu, sebab keperkasaan itu memastikan keesaan. Maka tidak akan ada dua yang tidak terkalahkan yang sama di dalam keperkasaannya selama-lamanya. Maka, yang mengalahkan segala sesuatu itu, Dia-lah Yang Esa, yang tidak ada tandinganNya, dan Dia-lah semata yang berhak disembah sebagaimana halnya hanya Dia yang Maha Mengalahkan.
(66) Dan hal tersebut diperkuat lagi dengan tauhid rububi-yah, seraya berfirman, ﴾ رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا ﴿ "Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya." Artinya, Pencipta keduanya, Pemelihara dan Yang Mengatur keduanya dengan berbagai bentuk pengendalian, ﴾ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Yang Mahaperkasa," yang memiliki kekuatan yang dengannya Dia menciptakan ciptaan-ciptaan agung (luar biasa besarnya), ﴾ ٱلۡغَفَّٰرُ ﴿ "lagi Maha Pengampun" terhadap semua dosa, yang kecil dan yang besar bagi siapa saja yang bertaubat kepada-Nya dan menanggalkan diri dari perbuatan dosa. Inilah yang pantas dan yang berhak diibadahi (disembah), bukan siapa yang tidak mampu menciptakan, tidak mampu mem-beri rizki, tidak bisa menimpakan mudarat, tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula memiliki wewenang sedikitpun, tidak me-miliki power untuk berkuasa dan tidak pula mempunyai kemam-puan memberikan ampunan terhadap dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan.
(67-68) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka, seraya memper-takuti, mewanti-wanti, membangkitkan dan memberikan peringatan kepada mereka, ﴾ هُوَ نَبَؤٌاْ عَظِيمٌ ﴿ "Berita itu adalah berita yang besar." Arti-nya, apa yang saya informasikan kepada kalian ini, seperti kebang-kitan, dihidupkan kembali sesudah mati dan pemberian balasan atas amal-amal adalah merupakan berita yang sangat agung yang pantas diperhatikan dengan serius dan tidak boleh diabaikan. Akan tetapi ﴾ أَنتُمۡ عَنۡهُ مُعۡرِضُونَ ﴿ "kamu berpaling darinya" hingga seakan-akan kalian tidak mempercayai bahwa di hadapan kalian ada hisab (per-hitungan amal perbuatan), hukuman, ataupun pahala.
(69-70) Jika kalian ragu terhadap perkataanku dan kalian meragukan informasi dariku, maka sesungguhnya aku hanya me-nyampaikan informasi-informasi yang aku sendiri tidak mempu-nyai pengetahuannya dan tidak pula aku pelajari dari satu kitab mana pun. Jadi, penyampaian informasi yang aku sampaikan ini sebagaimana adanya, tanpa tambahan ataupun pengurangan, adalah merupakan saksi yang paling besar bagi kejujuranku dan bukti yang paling tepat atas kebenaran apa yang aku bawa kepada kalian ini. Maka dari itu Allah berfirman (memerintahkan RasulNya) ﴾ مَا كَانَ لِيَ مِنۡ عِلۡمِۭ بِٱلۡمَلَإِ ٱلۡأَعۡلَىٰٓ ﴿ "Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu," maksudnya, para malaikat, ﴾ إِذۡ يَخۡتَصِمُونَ ﴿ "ketika mereka berbantah-bantahan," kalau saja bukan karena Allah menginformasikannya dan mewahyukannya kepadaku. Dan karena itu ayat berikutnya mengatakan, ﴾ إِن يُوحَىٰٓ إِلَيَّ إِلَّآ أَنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Tidak di-wahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah se-orang pemberi peringatan yang nyata," artinya, yang jelas lagi nyata peringatannya. Maka tidak ada pemberi peringatan yang lebih jelas daripada perintah yang disampaikan oleh Rasulullah a.
(71-72) Kemudian Allah menjelaskan perbantahan para malaikat tersebut seraya berfirman, ﴾ إِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ﴿ "Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat" sebagai informasi, ﴾ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن طِينٖ ﴿ "Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah." Maksudnya, mate-rinya dari tanah liat, ﴾ فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ ﴿ "Maka apabila telah Ku-sempurnakan," maksudnya, menyempurnakan jasadnya dan telah terbentuk,﴾ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ ﴿ "dan Ku-tiupkan kepadanya ruhKu, maka hendak-lah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya."
(73-74) Maka para malaikat yang mulia itu menundukkan dirinya untuk hal tersebut, ketika penciptaan manusia itu telah sempurna dan telah ditiupkan ruh padanya, sebagai sikap patuh terhadap Rabb mereka dan sebagai sikap hormat kepada Adam عليه السلام. Setelah sempurna penciptaan jasad dan ruhnya dan setelah Allah menguji Adam dan para malaikat dalam ilmu pengetahuan, dan setelah tampak keunggulan Adam atas mereka, maka Allah memerintahkan mereka untuk sujud kepada Adam. Maka mereka pun sujud ﴾ كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ 73 إِلَّآ إِبۡلِيسَ ﴿ "semuanya, kecuali iblis," ia tidak mau sujud, ﴾ ٱسۡتَكۡبَرَ ﴿ "dia menyombongkan diri" terhadap perintah Rabbnya, dan menyombongkan diri terhadap Nabi Adam عليه السلام , ﴾ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "dan dia termasuk orang-orang yang kafir" dalam ilmu Allah سبحانه وتعالى.
(75) Maka Allah سبحانه وتعالى berkata kepadanya sebagai celaan,﴾ مَا مَنَعَكَ أَن تَسۡجُدَ لِمَا خَلَقۡتُ بِيَدَيَّۖ ﴿ "Apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu?" Maksudnya, yang Aku muliakan, Aku hargai dan Aku istimewakan dengan keistimewaan ini; yang dengannya ia menjadi istimewa daripada seluruh makhluk, dan hal itu seharusnya tidak menimbulkan sikap sombong terha-dapnya. ﴾ أَسۡتَكۡبَرۡتَ ﴿ "Apakah kamu menyombongkan diri" dalam keeng-gananmu itu, ﴾ أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡعَالِينَ ﴿ "ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?"
(76) ﴾ قَالَ ﴿ "Berkata" iblis dengan sikap menentang dan melawan Rabbnya, ﴾ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِي مِن نَّارٖ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٖ ﴿ "Aku lebih baik dari-padanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." Menurut anggapannya bahwa unsur api itu lebih baik daripada unsur tanah. Ini termasuk analogi yang rusak, karena sesungguhnya unsur api itu adalah materi kejahatan, keru-sakan, keangkuhan, kesombongan, dan kehinaan, sedangkan unsur tanah adalah materi kematangan, tawadhu' (rendah diri) dan tem-pat tumbuhnya berbagai pohon dan tanaman. Ia bisa mengalahkan api dan memadamkannya. Dan api selalu membutuhkan benda untuk bisa hidup, sedangkan tanah bisa berdiri sendiri. Itulah analogi dedengkot makhluk jahat yang dengannya ia menentang perintah langsung dari Allah سبحانه وتعالى, sudah sangat jelas sekali kebatilan dan kesesatannya. Lalu bagaimana menurut Anda dengan analogi-analogi para murid-muridnya (pengikutnya) yang menentang kebenaran dengan analogi-analogi yang mereka buat? Sesungguhnya analogi-analogi yang mereka gunakan itu adalah lebih batil dan lebih sesat lagi daripada analogi iblis ini.
(77-78) Maka Allah berfirman kepadanya, ﴾ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا ﴿ "Maka keluarlah kamu darinya," maksudnya, dari langit dan tempat yang mulia, ﴾ فَإِنَّكَ رَجِيمٞ ﴿ "sesungguhnya kamu adalah yang diusir," artinya, yang dijauhkan dan disingkirkan. ﴾ وَإِنَّ عَلَيۡكَ لَعۡنَتِيٓ ﴿ "Sesungguhnya ku-tukanKu tetap atasmu," maksudnya, sesungguhnya pengusiran dan pengucilanKu terhadapmu ﴾ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ﴿ "sampai Hari Pembalasan," yakni, selama-lamanya.
(79) ﴾ قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ﴿ "Ia berkata, 'Ya Rabbku, beri tang-guhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan'." Ini disebabkan karena permusuhannya yang sangat berat terhadap Nabi Adam dan anak keturunannya agar ia bisa menyesatkan siapa saja yang telah di-takdirkan Allah untuk disesatkannya.
(80-81) Maka A l l a h ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman" memenuhi permin-taannya sesuai dengan tuntutan hikmah (kebijaksanaan)Nya, ﴾ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ 80 إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ 81 ﴿ "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya," yakni, hingga seluruh anak keturunan Nabi Adam habis dan ujian telah usai.
(82-83) Setelah iblis mengetahui bahwa dirinya diberi tang-guhan waktu, maka ia terang-terangan melawan Rabbnya dengan kebusukannya, dengan permusuhan yang sengit terhadap Rabbnya dan terhadap Adam dan anak-anak keturunannya, seraya berkata, ﴾ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Demi keperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya." Huruf ba' (pada بِعِزَّتِكَ) bermakna sumpah. Ini berarti ia ber-sumpah dengan keperkasaan Allah bahwa iblis benar-benar akan menyesatkan mereka semuanya, ﴾ إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ﴿ "kecuali hamba-hambaMu yang diberi keikhlasan di antara mereka." Iblis menge-tahui bahwa Allah akan melindungi mereka dari tipu dayanya. Dan bisa juga huruf ba' itu bermakna isti'anah (permintaan pertolongan). Artinya, oleh karena iblis mengetahui bahwasanya dia lemah dari segala sisinya dan bahwa ia sama sekali tidak bisa menyesatkan seseorang kecuali dengan kehendak dari Allah سبحانه وتعالى, maka dia mencari pertolongan kepada keperkasaan Allah agar bisa menyesatkan anak keturunan Nabi Adam عليه السلام. Demikianlah, dan dia benar-benar musuh Allah yang sejati. Sedangkan kami, wahai Rabb, lemah tidak berdaya dan lalai, kami mengakui seluruh nikmat dariMu. Kami adalah anak cucu dari manusia yang telah Engkau muliakan dan Engkau hargai itu; maka kami memohon pertolongan dengan keperkasaanMu yang agung dan kekuasaanMu dan dengan rahmatMu yang luas yang meliputi segala sesuatu, rahmatMu yang dengannya Engkau telah mengantarkan kami kepada apa yang telah kami capai, yaitu berupa kenikmatan agama dan dunia, dan dengannya pula Engkau men-jauhkan segala bentuk bencana dari kami; tolonglah kami untuk memeranginya, memusuhinya dan selamat dari kejahatan dan kesyirikannya. Dan kami berbaik sangka, bahwa Engkau pasti mengabulkan doa kami, dan kami beriman kepada janjiMu yang telah Engkau katakan kepada kami, ﴾ وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ ﴿ "Dan Rabbmu berkata, 'Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan untukmu'." (al-Ghafir: 60). Dan inilah kami, telah berdoa kepadaMu sebagaimana telah Engkau perintahkan kepada kami, maka kabulkanlah doa kami sebagaimana yang telah Engkau janjikan. ﴾ إِنَّكَ لَا تُخۡلِفُ ٱلۡمِيعَادَ 194 ﴿ "Sesungguhnya Engkau tidak mengingkari janji." (Ali Imran: 194).
(84-85) Allah تعالى ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman (kepada iblis),"﴾ فَٱلۡحَقُّ وَٱلۡحَقَّ أَقُولُ ﴿ "Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan," artinya, al-Haq (kebenaran) itu adalah sifatKu dan yang benar itu FirmanKu, ﴾ لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya."
(86) Setelah Rasulullah a menjelaskan dalil kepada ma-nusia dan menjelaskan kepada mereka jalan (yang lurus) ini, maka Allah berfirman, ﴾ قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Katakanlah, 'Aku tidak meminta kepadamu atasnya'," maksudnya, atas seruanku kepada kalian ini, ﴾ مِنۡ أَجۡرٖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُتَكَلِّفِينَ ﴿ "upah sedikitpun dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mengada-adakan," di mana aku mengklaim suatu perkara yang bukan milikku dan mengikuti apa yang tidak aku miliki ilmu-nya, dan tidak pula aku mengikuti selain dari apa yang diwahyu-kan kepadaku.
(87) ﴾ إِنۡ هُوَ ﴿ "Ia tidak lain," maksudnya, wahyu dan al-Qur`an ini ﴾ إِلَّا ذِكۡرٞ لِّلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "hanyalah peringatan bagi semesta alam," yang de-ngannya mereka dapat mempelajari apa-apa yang bermanfaat bagi mereka dari berbagai maslahat agama dan dunia mereka. Maka dengan demikian, al-Qur`an menjadi kemuliaan dan pengangkat derajat manusia semuanya dan sebagai penegakan hujjah atas orang-orang yang membangkang. Dengan demikian, surat yang agung ini mengandung pela-jaran yang sangat bijaksana, informasi yang agung, penegakan hujjah dan argumen terhadap orang-orang yang mendustakan al-Qur`an dan menentangnya, mendustakan nabi (Rasul) yang datang dengannya, informasi tentang hamba-hamba Allah yang tulus dan balasan bagi orang-orang yang bertakwa dan orang-orang melam-paui batas. Maka dari itu Allah bersumpah pada awal surat ini bahwa al-Qur`an ini mengandung pelajaran, dan di akhir surat Dia menyatakan bahwa al-Qur`an ini adalah pelajaran (peringatan) bagi semesta alam; dan di dalamnya Allah banyak sekali mengingatkan, seperti pada FirmanNya, ﴾ وَٱذۡكُرۡ عَبۡدَنَآ ﴿ "Dan ingatlah hamba Kami," ﴾ وَٱذۡكُرۡ عِبَٰدَنَآ ﴿ "dan ingatlah hamba-hamba Kami," ﴾ رَحۡمَةٗ مِّنَّا وَذِكۡرَىٰ ﴿ "sebagai rahmat dan peringatan dari Kami," ﴾ هَٰذَا ذِكۡرٞۚ ﴿ "Ini adalah peringatan." Ya Allah, ajarkan kepada kami darinya apa yang belum kami ketahui dan ingatlah kepada kami apa yang kami lupa darinya karena kelalaian, kelupaan, dan pengabaian.
(88) ﴾ وَلَتَعۡلَمُنَّ نَبَأَهُۥ ﴿ "Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui beritanya," maksudnya, informasinya, ﴾ بَعۡدَ حِينِۭ ﴿ "setelah beberapa waktu lagi," yaitu ketika azab terjadi menimpa mereka dan segala bentuk hubungan terputus dari mereka.
Selesailah tafsir surat Shad, dengan karunia dan pertolongan Allah سبحانه وتعالى.
Sad 38:80
"Katakanlah, 'Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq melain-kan Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan. Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaper-kasa lagi Maha Pengampun.' Katakanlah, 'Berita itu adalah berita yang besar, yang kamu berpaling darinya. Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu ketika mereka berbantah-bantahan. Tidak diwahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata.' Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat, 'Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruhKu; maka hendaklah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya.' Lalu seluruh malaikat-malaikat itu sujud semuanya. Kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan dia termasuk orang-orang yang kafir. Allah berfirman, 'Hai iblis, apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu? Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?' Iblis berkata, 'Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau cipta-kan dari tanah.' Allah berfirman, 'Maka keluarlah kamu darinya; sesungguhnya kamu adalah yang diusir. Sesungguhnya kutukanKu tetap atasmu sampai Hari Pembalasan.' Iblis berkata, 'Ya Rabbku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.' Allah ber-firman, 'Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya.' Iblis menjawab, 'Demi KeperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang diberi keikh-lasan di antara mereka.' Allah berfirman, 'Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya.' Katakanlah, 'Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu atas dakwahku; dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang meng-ada-adakan. Al-Qur`an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui berita al-Qur`an setelah beberapa waktu lagi'." (Shad: 65-88).
(65) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah," wahai rasul kepada mereka-mereka yang mendustakan, jika mereka meminta apa yang tidak kamu miliki wewenang padanya dan tidak pada kekuasaanmu,﴾ إِنَّمَآ أَنَا۠ مُنذِرٞۖ ﴿ "Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan." Inilah segala apa yang aku miliki. Adapun semua wewenang urusan adalah milik Allah سبحانه وتعالى, sedangkan saya hanyalah menyuruh kalian, melarang kalian dan menghimbau kalian kepada kebaikan dan mencegah kalian dari segala keburukan. Barangsiapa yang mau mengikutinya, maka keuntungannya kembali kepada dirinya sen-diri, dan siapa saja yang sesat, maka kesesatannya menimpa dirinya sendiri. ﴾ وَمَا مِنۡ إِلَٰهٍ إِلَّا ٱللَّهُ ﴿ "Dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq me-lainkan Allah." Maksudnya, tiada seorang pun yang berhak dipertu-hankan dan disembah dengan haq kecuali Allah ﴾ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ ﴿ "Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan." Ini adalah sebuah penegasan tentang ketuhananNya berdasarkan argumen yang tak terbantah-kan, yaitu keesaanNya dan keperkasaanNya atas segala sesuatu, sebab keperkasaan itu memastikan keesaan. Maka tidak akan ada dua yang tidak terkalahkan yang sama di dalam keperkasaannya selama-lamanya. Maka, yang mengalahkan segala sesuatu itu, Dia-lah Yang Esa, yang tidak ada tandinganNya, dan Dia-lah semata yang berhak disembah sebagaimana halnya hanya Dia yang Maha Mengalahkan.
(66) Dan hal tersebut diperkuat lagi dengan tauhid rububi-yah, seraya berfirman, ﴾ رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا ﴿ "Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya." Artinya, Pencipta keduanya, Pemelihara dan Yang Mengatur keduanya dengan berbagai bentuk pengendalian, ﴾ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Yang Mahaperkasa," yang memiliki kekuatan yang dengannya Dia menciptakan ciptaan-ciptaan agung (luar biasa besarnya), ﴾ ٱلۡغَفَّٰرُ ﴿ "lagi Maha Pengampun" terhadap semua dosa, yang kecil dan yang besar bagi siapa saja yang bertaubat kepada-Nya dan menanggalkan diri dari perbuatan dosa. Inilah yang pantas dan yang berhak diibadahi (disembah), bukan siapa yang tidak mampu menciptakan, tidak mampu mem-beri rizki, tidak bisa menimpakan mudarat, tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula memiliki wewenang sedikitpun, tidak me-miliki power untuk berkuasa dan tidak pula mempunyai kemam-puan memberikan ampunan terhadap dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan.
(67-68) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka, seraya memper-takuti, mewanti-wanti, membangkitkan dan memberikan peringatan kepada mereka, ﴾ هُوَ نَبَؤٌاْ عَظِيمٌ ﴿ "Berita itu adalah berita yang besar." Arti-nya, apa yang saya informasikan kepada kalian ini, seperti kebang-kitan, dihidupkan kembali sesudah mati dan pemberian balasan atas amal-amal adalah merupakan berita yang sangat agung yang pantas diperhatikan dengan serius dan tidak boleh diabaikan. Akan tetapi ﴾ أَنتُمۡ عَنۡهُ مُعۡرِضُونَ ﴿ "kamu berpaling darinya" hingga seakan-akan kalian tidak mempercayai bahwa di hadapan kalian ada hisab (per-hitungan amal perbuatan), hukuman, ataupun pahala.
(69-70) Jika kalian ragu terhadap perkataanku dan kalian meragukan informasi dariku, maka sesungguhnya aku hanya me-nyampaikan informasi-informasi yang aku sendiri tidak mempu-nyai pengetahuannya dan tidak pula aku pelajari dari satu kitab mana pun. Jadi, penyampaian informasi yang aku sampaikan ini sebagaimana adanya, tanpa tambahan ataupun pengurangan, adalah merupakan saksi yang paling besar bagi kejujuranku dan bukti yang paling tepat atas kebenaran apa yang aku bawa kepada kalian ini. Maka dari itu Allah berfirman (memerintahkan RasulNya) ﴾ مَا كَانَ لِيَ مِنۡ عِلۡمِۭ بِٱلۡمَلَإِ ٱلۡأَعۡلَىٰٓ ﴿ "Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu," maksudnya, para malaikat, ﴾ إِذۡ يَخۡتَصِمُونَ ﴿ "ketika mereka berbantah-bantahan," kalau saja bukan karena Allah menginformasikannya dan mewahyukannya kepadaku. Dan karena itu ayat berikutnya mengatakan, ﴾ إِن يُوحَىٰٓ إِلَيَّ إِلَّآ أَنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Tidak di-wahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah se-orang pemberi peringatan yang nyata," artinya, yang jelas lagi nyata peringatannya. Maka tidak ada pemberi peringatan yang lebih jelas daripada perintah yang disampaikan oleh Rasulullah a.
(71-72) Kemudian Allah menjelaskan perbantahan para malaikat tersebut seraya berfirman, ﴾ إِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ﴿ "Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat" sebagai informasi, ﴾ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن طِينٖ ﴿ "Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah." Maksudnya, mate-rinya dari tanah liat, ﴾ فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ ﴿ "Maka apabila telah Ku-sempurnakan," maksudnya, menyempurnakan jasadnya dan telah terbentuk,﴾ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ ﴿ "dan Ku-tiupkan kepadanya ruhKu, maka hendak-lah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya."
(73-74) Maka para malaikat yang mulia itu menundukkan dirinya untuk hal tersebut, ketika penciptaan manusia itu telah sempurna dan telah ditiupkan ruh padanya, sebagai sikap patuh terhadap Rabb mereka dan sebagai sikap hormat kepada Adam عليه السلام. Setelah sempurna penciptaan jasad dan ruhnya dan setelah Allah menguji Adam dan para malaikat dalam ilmu pengetahuan, dan setelah tampak keunggulan Adam atas mereka, maka Allah memerintahkan mereka untuk sujud kepada Adam. Maka mereka pun sujud ﴾ كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ 73 إِلَّآ إِبۡلِيسَ ﴿ "semuanya, kecuali iblis," ia tidak mau sujud, ﴾ ٱسۡتَكۡبَرَ ﴿ "dia menyombongkan diri" terhadap perintah Rabbnya, dan menyombongkan diri terhadap Nabi Adam عليه السلام , ﴾ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "dan dia termasuk orang-orang yang kafir" dalam ilmu Allah سبحانه وتعالى.
(75) Maka Allah سبحانه وتعالى berkata kepadanya sebagai celaan,﴾ مَا مَنَعَكَ أَن تَسۡجُدَ لِمَا خَلَقۡتُ بِيَدَيَّۖ ﴿ "Apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu?" Maksudnya, yang Aku muliakan, Aku hargai dan Aku istimewakan dengan keistimewaan ini; yang dengannya ia menjadi istimewa daripada seluruh makhluk, dan hal itu seharusnya tidak menimbulkan sikap sombong terha-dapnya. ﴾ أَسۡتَكۡبَرۡتَ ﴿ "Apakah kamu menyombongkan diri" dalam keeng-gananmu itu, ﴾ أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡعَالِينَ ﴿ "ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?"
(76) ﴾ قَالَ ﴿ "Berkata" iblis dengan sikap menentang dan melawan Rabbnya, ﴾ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِي مِن نَّارٖ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٖ ﴿ "Aku lebih baik dari-padanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." Menurut anggapannya bahwa unsur api itu lebih baik daripada unsur tanah. Ini termasuk analogi yang rusak, karena sesungguhnya unsur api itu adalah materi kejahatan, keru-sakan, keangkuhan, kesombongan, dan kehinaan, sedangkan unsur tanah adalah materi kematangan, tawadhu' (rendah diri) dan tem-pat tumbuhnya berbagai pohon dan tanaman. Ia bisa mengalahkan api dan memadamkannya. Dan api selalu membutuhkan benda untuk bisa hidup, sedangkan tanah bisa berdiri sendiri. Itulah analogi dedengkot makhluk jahat yang dengannya ia menentang perintah langsung dari Allah سبحانه وتعالى, sudah sangat jelas sekali kebatilan dan kesesatannya. Lalu bagaimana menurut Anda dengan analogi-analogi para murid-muridnya (pengikutnya) yang menentang kebenaran dengan analogi-analogi yang mereka buat? Sesungguhnya analogi-analogi yang mereka gunakan itu adalah lebih batil dan lebih sesat lagi daripada analogi iblis ini.
(77-78) Maka Allah berfirman kepadanya, ﴾ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا ﴿ "Maka keluarlah kamu darinya," maksudnya, dari langit dan tempat yang mulia, ﴾ فَإِنَّكَ رَجِيمٞ ﴿ "sesungguhnya kamu adalah yang diusir," artinya, yang dijauhkan dan disingkirkan. ﴾ وَإِنَّ عَلَيۡكَ لَعۡنَتِيٓ ﴿ "Sesungguhnya ku-tukanKu tetap atasmu," maksudnya, sesungguhnya pengusiran dan pengucilanKu terhadapmu ﴾ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ﴿ "sampai Hari Pembalasan," yakni, selama-lamanya.
(79) ﴾ قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ﴿ "Ia berkata, 'Ya Rabbku, beri tang-guhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan'." Ini disebabkan karena permusuhannya yang sangat berat terhadap Nabi Adam dan anak keturunannya agar ia bisa menyesatkan siapa saja yang telah di-takdirkan Allah untuk disesatkannya.
(80-81) Maka A l l a h ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman" memenuhi permin-taannya sesuai dengan tuntutan hikmah (kebijaksanaan)Nya, ﴾ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ 80 إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ 81 ﴿ "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya," yakni, hingga seluruh anak keturunan Nabi Adam habis dan ujian telah usai.
(82-83) Setelah iblis mengetahui bahwa dirinya diberi tang-guhan waktu, maka ia terang-terangan melawan Rabbnya dengan kebusukannya, dengan permusuhan yang sengit terhadap Rabbnya dan terhadap Adam dan anak-anak keturunannya, seraya berkata, ﴾ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Demi keperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya." Huruf ba' (pada بِعِزَّتِكَ) bermakna sumpah. Ini berarti ia ber-sumpah dengan keperkasaan Allah bahwa iblis benar-benar akan menyesatkan mereka semuanya, ﴾ إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ﴿ "kecuali hamba-hambaMu yang diberi keikhlasan di antara mereka." Iblis menge-tahui bahwa Allah akan melindungi mereka dari tipu dayanya. Dan bisa juga huruf ba' itu bermakna isti'anah (permintaan pertolongan). Artinya, oleh karena iblis mengetahui bahwasanya dia lemah dari segala sisinya dan bahwa ia sama sekali tidak bisa menyesatkan seseorang kecuali dengan kehendak dari Allah سبحانه وتعالى, maka dia mencari pertolongan kepada keperkasaan Allah agar bisa menyesatkan anak keturunan Nabi Adam عليه السلام. Demikianlah, dan dia benar-benar musuh Allah yang sejati. Sedangkan kami, wahai Rabb, lemah tidak berdaya dan lalai, kami mengakui seluruh nikmat dariMu. Kami adalah anak cucu dari manusia yang telah Engkau muliakan dan Engkau hargai itu; maka kami memohon pertolongan dengan keperkasaanMu yang agung dan kekuasaanMu dan dengan rahmatMu yang luas yang meliputi segala sesuatu, rahmatMu yang dengannya Engkau telah mengantarkan kami kepada apa yang telah kami capai, yaitu berupa kenikmatan agama dan dunia, dan dengannya pula Engkau men-jauhkan segala bentuk bencana dari kami; tolonglah kami untuk memeranginya, memusuhinya dan selamat dari kejahatan dan kesyirikannya. Dan kami berbaik sangka, bahwa Engkau pasti mengabulkan doa kami, dan kami beriman kepada janjiMu yang telah Engkau katakan kepada kami, ﴾ وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ ﴿ "Dan Rabbmu berkata, 'Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan untukmu'." (al-Ghafir: 60). Dan inilah kami, telah berdoa kepadaMu sebagaimana telah Engkau perintahkan kepada kami, maka kabulkanlah doa kami sebagaimana yang telah Engkau janjikan. ﴾ إِنَّكَ لَا تُخۡلِفُ ٱلۡمِيعَادَ 194 ﴿ "Sesungguhnya Engkau tidak mengingkari janji." (Ali Imran: 194).
(84-85) Allah تعالى ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman (kepada iblis),"﴾ فَٱلۡحَقُّ وَٱلۡحَقَّ أَقُولُ ﴿ "Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan," artinya, al-Haq (kebenaran) itu adalah sifatKu dan yang benar itu FirmanKu, ﴾ لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya."
(86) Setelah Rasulullah a menjelaskan dalil kepada ma-nusia dan menjelaskan kepada mereka jalan (yang lurus) ini, maka Allah berfirman, ﴾ قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Katakanlah, 'Aku tidak meminta kepadamu atasnya'," maksudnya, atas seruanku kepada kalian ini, ﴾ مِنۡ أَجۡرٖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُتَكَلِّفِينَ ﴿ "upah sedikitpun dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mengada-adakan," di mana aku mengklaim suatu perkara yang bukan milikku dan mengikuti apa yang tidak aku miliki ilmu-nya, dan tidak pula aku mengikuti selain dari apa yang diwahyu-kan kepadaku.
(87) ﴾ إِنۡ هُوَ ﴿ "Ia tidak lain," maksudnya, wahyu dan al-Qur`an ini ﴾ إِلَّا ذِكۡرٞ لِّلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "hanyalah peringatan bagi semesta alam," yang de-ngannya mereka dapat mempelajari apa-apa yang bermanfaat bagi mereka dari berbagai maslahat agama dan dunia mereka. Maka dengan demikian, al-Qur`an menjadi kemuliaan dan pengangkat derajat manusia semuanya dan sebagai penegakan hujjah atas orang-orang yang membangkang. Dengan demikian, surat yang agung ini mengandung pela-jaran yang sangat bijaksana, informasi yang agung, penegakan hujjah dan argumen terhadap orang-orang yang mendustakan al-Qur`an dan menentangnya, mendustakan nabi (Rasul) yang datang dengannya, informasi tentang hamba-hamba Allah yang tulus dan balasan bagi orang-orang yang bertakwa dan orang-orang melam-paui batas. Maka dari itu Allah bersumpah pada awal surat ini bahwa al-Qur`an ini mengandung pelajaran, dan di akhir surat Dia menyatakan bahwa al-Qur`an ini adalah pelajaran (peringatan) bagi semesta alam; dan di dalamnya Allah banyak sekali mengingatkan, seperti pada FirmanNya, ﴾ وَٱذۡكُرۡ عَبۡدَنَآ ﴿ "Dan ingatlah hamba Kami," ﴾ وَٱذۡكُرۡ عِبَٰدَنَآ ﴿ "dan ingatlah hamba-hamba Kami," ﴾ رَحۡمَةٗ مِّنَّا وَذِكۡرَىٰ ﴿ "sebagai rahmat dan peringatan dari Kami," ﴾ هَٰذَا ذِكۡرٞۚ ﴿ "Ini adalah peringatan." Ya Allah, ajarkan kepada kami darinya apa yang belum kami ketahui dan ingatlah kepada kami apa yang kami lupa darinya karena kelalaian, kelupaan, dan pengabaian.
(88) ﴾ وَلَتَعۡلَمُنَّ نَبَأَهُۥ ﴿ "Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui beritanya," maksudnya, informasinya, ﴾ بَعۡدَ حِينِۭ ﴿ "setelah beberapa waktu lagi," yaitu ketika azab terjadi menimpa mereka dan segala bentuk hubungan terputus dari mereka.
Selesailah tafsir surat Shad, dengan karunia dan pertolongan Allah سبحانه وتعالى.
Sad 38:81
"Katakanlah, 'Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq melain-kan Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan. Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaper-kasa lagi Maha Pengampun.' Katakanlah, 'Berita itu adalah berita yang besar, yang kamu berpaling darinya. Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu ketika mereka berbantah-bantahan. Tidak diwahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata.' Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat, 'Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruhKu; maka hendaklah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya.' Lalu seluruh malaikat-malaikat itu sujud semuanya. Kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan dia termasuk orang-orang yang kafir. Allah berfirman, 'Hai iblis, apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu? Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?' Iblis berkata, 'Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau cipta-kan dari tanah.' Allah berfirman, 'Maka keluarlah kamu darinya; sesungguhnya kamu adalah yang diusir. Sesungguhnya kutukanKu tetap atasmu sampai Hari Pembalasan.' Iblis berkata, 'Ya Rabbku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.' Allah ber-firman, 'Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya.' Iblis menjawab, 'Demi KeperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang diberi keikh-lasan di antara mereka.' Allah berfirman, 'Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya.' Katakanlah, 'Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu atas dakwahku; dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang meng-ada-adakan. Al-Qur`an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui berita al-Qur`an setelah beberapa waktu lagi'." (Shad: 65-88).
(65) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah," wahai rasul kepada mereka-mereka yang mendustakan, jika mereka meminta apa yang tidak kamu miliki wewenang padanya dan tidak pada kekuasaanmu,﴾ إِنَّمَآ أَنَا۠ مُنذِرٞۖ ﴿ "Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan." Inilah segala apa yang aku miliki. Adapun semua wewenang urusan adalah milik Allah سبحانه وتعالى, sedangkan saya hanyalah menyuruh kalian, melarang kalian dan menghimbau kalian kepada kebaikan dan mencegah kalian dari segala keburukan. Barangsiapa yang mau mengikutinya, maka keuntungannya kembali kepada dirinya sen-diri, dan siapa saja yang sesat, maka kesesatannya menimpa dirinya sendiri. ﴾ وَمَا مِنۡ إِلَٰهٍ إِلَّا ٱللَّهُ ﴿ "Dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq me-lainkan Allah." Maksudnya, tiada seorang pun yang berhak dipertu-hankan dan disembah dengan haq kecuali Allah ﴾ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ ﴿ "Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan." Ini adalah sebuah penegasan tentang ketuhananNya berdasarkan argumen yang tak terbantah-kan, yaitu keesaanNya dan keperkasaanNya atas segala sesuatu, sebab keperkasaan itu memastikan keesaan. Maka tidak akan ada dua yang tidak terkalahkan yang sama di dalam keperkasaannya selama-lamanya. Maka, yang mengalahkan segala sesuatu itu, Dia-lah Yang Esa, yang tidak ada tandinganNya, dan Dia-lah semata yang berhak disembah sebagaimana halnya hanya Dia yang Maha Mengalahkan.
(66) Dan hal tersebut diperkuat lagi dengan tauhid rububi-yah, seraya berfirman, ﴾ رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا ﴿ "Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya." Artinya, Pencipta keduanya, Pemelihara dan Yang Mengatur keduanya dengan berbagai bentuk pengendalian, ﴾ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Yang Mahaperkasa," yang memiliki kekuatan yang dengannya Dia menciptakan ciptaan-ciptaan agung (luar biasa besarnya), ﴾ ٱلۡغَفَّٰرُ ﴿ "lagi Maha Pengampun" terhadap semua dosa, yang kecil dan yang besar bagi siapa saja yang bertaubat kepada-Nya dan menanggalkan diri dari perbuatan dosa. Inilah yang pantas dan yang berhak diibadahi (disembah), bukan siapa yang tidak mampu menciptakan, tidak mampu mem-beri rizki, tidak bisa menimpakan mudarat, tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula memiliki wewenang sedikitpun, tidak me-miliki power untuk berkuasa dan tidak pula mempunyai kemam-puan memberikan ampunan terhadap dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan.
(67-68) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka, seraya memper-takuti, mewanti-wanti, membangkitkan dan memberikan peringatan kepada mereka, ﴾ هُوَ نَبَؤٌاْ عَظِيمٌ ﴿ "Berita itu adalah berita yang besar." Arti-nya, apa yang saya informasikan kepada kalian ini, seperti kebang-kitan, dihidupkan kembali sesudah mati dan pemberian balasan atas amal-amal adalah merupakan berita yang sangat agung yang pantas diperhatikan dengan serius dan tidak boleh diabaikan. Akan tetapi ﴾ أَنتُمۡ عَنۡهُ مُعۡرِضُونَ ﴿ "kamu berpaling darinya" hingga seakan-akan kalian tidak mempercayai bahwa di hadapan kalian ada hisab (per-hitungan amal perbuatan), hukuman, ataupun pahala.
(69-70) Jika kalian ragu terhadap perkataanku dan kalian meragukan informasi dariku, maka sesungguhnya aku hanya me-nyampaikan informasi-informasi yang aku sendiri tidak mempu-nyai pengetahuannya dan tidak pula aku pelajari dari satu kitab mana pun. Jadi, penyampaian informasi yang aku sampaikan ini sebagaimana adanya, tanpa tambahan ataupun pengurangan, adalah merupakan saksi yang paling besar bagi kejujuranku dan bukti yang paling tepat atas kebenaran apa yang aku bawa kepada kalian ini. Maka dari itu Allah berfirman (memerintahkan RasulNya) ﴾ مَا كَانَ لِيَ مِنۡ عِلۡمِۭ بِٱلۡمَلَإِ ٱلۡأَعۡلَىٰٓ ﴿ "Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu," maksudnya, para malaikat, ﴾ إِذۡ يَخۡتَصِمُونَ ﴿ "ketika mereka berbantah-bantahan," kalau saja bukan karena Allah menginformasikannya dan mewahyukannya kepadaku. Dan karena itu ayat berikutnya mengatakan, ﴾ إِن يُوحَىٰٓ إِلَيَّ إِلَّآ أَنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Tidak di-wahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah se-orang pemberi peringatan yang nyata," artinya, yang jelas lagi nyata peringatannya. Maka tidak ada pemberi peringatan yang lebih jelas daripada perintah yang disampaikan oleh Rasulullah a.
(71-72) Kemudian Allah menjelaskan perbantahan para malaikat tersebut seraya berfirman, ﴾ إِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ﴿ "Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat" sebagai informasi, ﴾ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن طِينٖ ﴿ "Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah." Maksudnya, mate-rinya dari tanah liat, ﴾ فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ ﴿ "Maka apabila telah Ku-sempurnakan," maksudnya, menyempurnakan jasadnya dan telah terbentuk,﴾ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ ﴿ "dan Ku-tiupkan kepadanya ruhKu, maka hendak-lah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya."
(73-74) Maka para malaikat yang mulia itu menundukkan dirinya untuk hal tersebut, ketika penciptaan manusia itu telah sempurna dan telah ditiupkan ruh padanya, sebagai sikap patuh terhadap Rabb mereka dan sebagai sikap hormat kepada Adam عليه السلام. Setelah sempurna penciptaan jasad dan ruhnya dan setelah Allah menguji Adam dan para malaikat dalam ilmu pengetahuan, dan setelah tampak keunggulan Adam atas mereka, maka Allah memerintahkan mereka untuk sujud kepada Adam. Maka mereka pun sujud ﴾ كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ 73 إِلَّآ إِبۡلِيسَ ﴿ "semuanya, kecuali iblis," ia tidak mau sujud, ﴾ ٱسۡتَكۡبَرَ ﴿ "dia menyombongkan diri" terhadap perintah Rabbnya, dan menyombongkan diri terhadap Nabi Adam عليه السلام , ﴾ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "dan dia termasuk orang-orang yang kafir" dalam ilmu Allah سبحانه وتعالى.
(75) Maka Allah سبحانه وتعالى berkata kepadanya sebagai celaan,﴾ مَا مَنَعَكَ أَن تَسۡجُدَ لِمَا خَلَقۡتُ بِيَدَيَّۖ ﴿ "Apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu?" Maksudnya, yang Aku muliakan, Aku hargai dan Aku istimewakan dengan keistimewaan ini; yang dengannya ia menjadi istimewa daripada seluruh makhluk, dan hal itu seharusnya tidak menimbulkan sikap sombong terha-dapnya. ﴾ أَسۡتَكۡبَرۡتَ ﴿ "Apakah kamu menyombongkan diri" dalam keeng-gananmu itu, ﴾ أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡعَالِينَ ﴿ "ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?"
(76) ﴾ قَالَ ﴿ "Berkata" iblis dengan sikap menentang dan melawan Rabbnya, ﴾ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِي مِن نَّارٖ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٖ ﴿ "Aku lebih baik dari-padanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." Menurut anggapannya bahwa unsur api itu lebih baik daripada unsur tanah. Ini termasuk analogi yang rusak, karena sesungguhnya unsur api itu adalah materi kejahatan, keru-sakan, keangkuhan, kesombongan, dan kehinaan, sedangkan unsur tanah adalah materi kematangan, tawadhu' (rendah diri) dan tem-pat tumbuhnya berbagai pohon dan tanaman. Ia bisa mengalahkan api dan memadamkannya. Dan api selalu membutuhkan benda untuk bisa hidup, sedangkan tanah bisa berdiri sendiri. Itulah analogi dedengkot makhluk jahat yang dengannya ia menentang perintah langsung dari Allah سبحانه وتعالى, sudah sangat jelas sekali kebatilan dan kesesatannya. Lalu bagaimana menurut Anda dengan analogi-analogi para murid-muridnya (pengikutnya) yang menentang kebenaran dengan analogi-analogi yang mereka buat? Sesungguhnya analogi-analogi yang mereka gunakan itu adalah lebih batil dan lebih sesat lagi daripada analogi iblis ini.
(77-78) Maka Allah berfirman kepadanya, ﴾ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا ﴿ "Maka keluarlah kamu darinya," maksudnya, dari langit dan tempat yang mulia, ﴾ فَإِنَّكَ رَجِيمٞ ﴿ "sesungguhnya kamu adalah yang diusir," artinya, yang dijauhkan dan disingkirkan. ﴾ وَإِنَّ عَلَيۡكَ لَعۡنَتِيٓ ﴿ "Sesungguhnya ku-tukanKu tetap atasmu," maksudnya, sesungguhnya pengusiran dan pengucilanKu terhadapmu ﴾ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ﴿ "sampai Hari Pembalasan," yakni, selama-lamanya.
(79) ﴾ قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ﴿ "Ia berkata, 'Ya Rabbku, beri tang-guhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan'." Ini disebabkan karena permusuhannya yang sangat berat terhadap Nabi Adam dan anak keturunannya agar ia bisa menyesatkan siapa saja yang telah di-takdirkan Allah untuk disesatkannya.
(80-81) Maka A l l a h ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman" memenuhi permin-taannya sesuai dengan tuntutan hikmah (kebijaksanaan)Nya, ﴾ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ 80 إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ 81 ﴿ "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya," yakni, hingga seluruh anak keturunan Nabi Adam habis dan ujian telah usai.
(82-83) Setelah iblis mengetahui bahwa dirinya diberi tang-guhan waktu, maka ia terang-terangan melawan Rabbnya dengan kebusukannya, dengan permusuhan yang sengit terhadap Rabbnya dan terhadap Adam dan anak-anak keturunannya, seraya berkata, ﴾ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Demi keperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya." Huruf ba' (pada بِعِزَّتِكَ) bermakna sumpah. Ini berarti ia ber-sumpah dengan keperkasaan Allah bahwa iblis benar-benar akan menyesatkan mereka semuanya, ﴾ إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ﴿ "kecuali hamba-hambaMu yang diberi keikhlasan di antara mereka." Iblis menge-tahui bahwa Allah akan melindungi mereka dari tipu dayanya. Dan bisa juga huruf ba' itu bermakna isti'anah (permintaan pertolongan). Artinya, oleh karena iblis mengetahui bahwasanya dia lemah dari segala sisinya dan bahwa ia sama sekali tidak bisa menyesatkan seseorang kecuali dengan kehendak dari Allah سبحانه وتعالى, maka dia mencari pertolongan kepada keperkasaan Allah agar bisa menyesatkan anak keturunan Nabi Adam عليه السلام. Demikianlah, dan dia benar-benar musuh Allah yang sejati. Sedangkan kami, wahai Rabb, lemah tidak berdaya dan lalai, kami mengakui seluruh nikmat dariMu. Kami adalah anak cucu dari manusia yang telah Engkau muliakan dan Engkau hargai itu; maka kami memohon pertolongan dengan keperkasaanMu yang agung dan kekuasaanMu dan dengan rahmatMu yang luas yang meliputi segala sesuatu, rahmatMu yang dengannya Engkau telah mengantarkan kami kepada apa yang telah kami capai, yaitu berupa kenikmatan agama dan dunia, dan dengannya pula Engkau men-jauhkan segala bentuk bencana dari kami; tolonglah kami untuk memeranginya, memusuhinya dan selamat dari kejahatan dan kesyirikannya. Dan kami berbaik sangka, bahwa Engkau pasti mengabulkan doa kami, dan kami beriman kepada janjiMu yang telah Engkau katakan kepada kami, ﴾ وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ ﴿ "Dan Rabbmu berkata, 'Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan untukmu'." (al-Ghafir: 60). Dan inilah kami, telah berdoa kepadaMu sebagaimana telah Engkau perintahkan kepada kami, maka kabulkanlah doa kami sebagaimana yang telah Engkau janjikan. ﴾ إِنَّكَ لَا تُخۡلِفُ ٱلۡمِيعَادَ 194 ﴿ "Sesungguhnya Engkau tidak mengingkari janji." (Ali Imran: 194).
(84-85) Allah تعالى ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman (kepada iblis),"﴾ فَٱلۡحَقُّ وَٱلۡحَقَّ أَقُولُ ﴿ "Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan," artinya, al-Haq (kebenaran) itu adalah sifatKu dan yang benar itu FirmanKu, ﴾ لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya."
(86) Setelah Rasulullah a menjelaskan dalil kepada ma-nusia dan menjelaskan kepada mereka jalan (yang lurus) ini, maka Allah berfirman, ﴾ قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Katakanlah, 'Aku tidak meminta kepadamu atasnya'," maksudnya, atas seruanku kepada kalian ini, ﴾ مِنۡ أَجۡرٖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُتَكَلِّفِينَ ﴿ "upah sedikitpun dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mengada-adakan," di mana aku mengklaim suatu perkara yang bukan milikku dan mengikuti apa yang tidak aku miliki ilmu-nya, dan tidak pula aku mengikuti selain dari apa yang diwahyu-kan kepadaku.
(87) ﴾ إِنۡ هُوَ ﴿ "Ia tidak lain," maksudnya, wahyu dan al-Qur`an ini ﴾ إِلَّا ذِكۡرٞ لِّلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "hanyalah peringatan bagi semesta alam," yang de-ngannya mereka dapat mempelajari apa-apa yang bermanfaat bagi mereka dari berbagai maslahat agama dan dunia mereka. Maka dengan demikian, al-Qur`an menjadi kemuliaan dan pengangkat derajat manusia semuanya dan sebagai penegakan hujjah atas orang-orang yang membangkang. Dengan demikian, surat yang agung ini mengandung pela-jaran yang sangat bijaksana, informasi yang agung, penegakan hujjah dan argumen terhadap orang-orang yang mendustakan al-Qur`an dan menentangnya, mendustakan nabi (Rasul) yang datang dengannya, informasi tentang hamba-hamba Allah yang tulus dan balasan bagi orang-orang yang bertakwa dan orang-orang melam-paui batas. Maka dari itu Allah bersumpah pada awal surat ini bahwa al-Qur`an ini mengandung pelajaran, dan di akhir surat Dia menyatakan bahwa al-Qur`an ini adalah pelajaran (peringatan) bagi semesta alam; dan di dalamnya Allah banyak sekali mengingatkan, seperti pada FirmanNya, ﴾ وَٱذۡكُرۡ عَبۡدَنَآ ﴿ "Dan ingatlah hamba Kami," ﴾ وَٱذۡكُرۡ عِبَٰدَنَآ ﴿ "dan ingatlah hamba-hamba Kami," ﴾ رَحۡمَةٗ مِّنَّا وَذِكۡرَىٰ ﴿ "sebagai rahmat dan peringatan dari Kami," ﴾ هَٰذَا ذِكۡرٞۚ ﴿ "Ini adalah peringatan." Ya Allah, ajarkan kepada kami darinya apa yang belum kami ketahui dan ingatlah kepada kami apa yang kami lupa darinya karena kelalaian, kelupaan, dan pengabaian.
(88) ﴾ وَلَتَعۡلَمُنَّ نَبَأَهُۥ ﴿ "Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui beritanya," maksudnya, informasinya, ﴾ بَعۡدَ حِينِۭ ﴿ "setelah beberapa waktu lagi," yaitu ketika azab terjadi menimpa mereka dan segala bentuk hubungan terputus dari mereka.
Selesailah tafsir surat Shad, dengan karunia dan pertolongan Allah سبحانه وتعالى.
Sad 38:82
"Katakanlah, 'Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq melain-kan Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan. Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaper-kasa lagi Maha Pengampun.' Katakanlah, 'Berita itu adalah berita yang besar, yang kamu berpaling darinya. Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu ketika mereka berbantah-bantahan. Tidak diwahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata.' Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat, 'Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruhKu; maka hendaklah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya.' Lalu seluruh malaikat-malaikat itu sujud semuanya. Kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan dia termasuk orang-orang yang kafir. Allah berfirman, 'Hai iblis, apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu? Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?' Iblis berkata, 'Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau cipta-kan dari tanah.' Allah berfirman, 'Maka keluarlah kamu darinya; sesungguhnya kamu adalah yang diusir. Sesungguhnya kutukanKu tetap atasmu sampai Hari Pembalasan.' Iblis berkata, 'Ya Rabbku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.' Allah ber-firman, 'Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya.' Iblis menjawab, 'Demi KeperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang diberi keikh-lasan di antara mereka.' Allah berfirman, 'Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya.' Katakanlah, 'Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu atas dakwahku; dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang meng-ada-adakan. Al-Qur`an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui berita al-Qur`an setelah beberapa waktu lagi'." (Shad: 65-88).
(65) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah," wahai rasul kepada mereka-mereka yang mendustakan, jika mereka meminta apa yang tidak kamu miliki wewenang padanya dan tidak pada kekuasaanmu,﴾ إِنَّمَآ أَنَا۠ مُنذِرٞۖ ﴿ "Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan." Inilah segala apa yang aku miliki. Adapun semua wewenang urusan adalah milik Allah سبحانه وتعالى, sedangkan saya hanyalah menyuruh kalian, melarang kalian dan menghimbau kalian kepada kebaikan dan mencegah kalian dari segala keburukan. Barangsiapa yang mau mengikutinya, maka keuntungannya kembali kepada dirinya sen-diri, dan siapa saja yang sesat, maka kesesatannya menimpa dirinya sendiri. ﴾ وَمَا مِنۡ إِلَٰهٍ إِلَّا ٱللَّهُ ﴿ "Dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq me-lainkan Allah." Maksudnya, tiada seorang pun yang berhak dipertu-hankan dan disembah dengan haq kecuali Allah ﴾ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ ﴿ "Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan." Ini adalah sebuah penegasan tentang ketuhananNya berdasarkan argumen yang tak terbantah-kan, yaitu keesaanNya dan keperkasaanNya atas segala sesuatu, sebab keperkasaan itu memastikan keesaan. Maka tidak akan ada dua yang tidak terkalahkan yang sama di dalam keperkasaannya selama-lamanya. Maka, yang mengalahkan segala sesuatu itu, Dia-lah Yang Esa, yang tidak ada tandinganNya, dan Dia-lah semata yang berhak disembah sebagaimana halnya hanya Dia yang Maha Mengalahkan.
(66) Dan hal tersebut diperkuat lagi dengan tauhid rububi-yah, seraya berfirman, ﴾ رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا ﴿ "Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya." Artinya, Pencipta keduanya, Pemelihara dan Yang Mengatur keduanya dengan berbagai bentuk pengendalian, ﴾ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Yang Mahaperkasa," yang memiliki kekuatan yang dengannya Dia menciptakan ciptaan-ciptaan agung (luar biasa besarnya), ﴾ ٱلۡغَفَّٰرُ ﴿ "lagi Maha Pengampun" terhadap semua dosa, yang kecil dan yang besar bagi siapa saja yang bertaubat kepada-Nya dan menanggalkan diri dari perbuatan dosa. Inilah yang pantas dan yang berhak diibadahi (disembah), bukan siapa yang tidak mampu menciptakan, tidak mampu mem-beri rizki, tidak bisa menimpakan mudarat, tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula memiliki wewenang sedikitpun, tidak me-miliki power untuk berkuasa dan tidak pula mempunyai kemam-puan memberikan ampunan terhadap dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan.
(67-68) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka, seraya memper-takuti, mewanti-wanti, membangkitkan dan memberikan peringatan kepada mereka, ﴾ هُوَ نَبَؤٌاْ عَظِيمٌ ﴿ "Berita itu adalah berita yang besar." Arti-nya, apa yang saya informasikan kepada kalian ini, seperti kebang-kitan, dihidupkan kembali sesudah mati dan pemberian balasan atas amal-amal adalah merupakan berita yang sangat agung yang pantas diperhatikan dengan serius dan tidak boleh diabaikan. Akan tetapi ﴾ أَنتُمۡ عَنۡهُ مُعۡرِضُونَ ﴿ "kamu berpaling darinya" hingga seakan-akan kalian tidak mempercayai bahwa di hadapan kalian ada hisab (per-hitungan amal perbuatan), hukuman, ataupun pahala.
(69-70) Jika kalian ragu terhadap perkataanku dan kalian meragukan informasi dariku, maka sesungguhnya aku hanya me-nyampaikan informasi-informasi yang aku sendiri tidak mempu-nyai pengetahuannya dan tidak pula aku pelajari dari satu kitab mana pun. Jadi, penyampaian informasi yang aku sampaikan ini sebagaimana adanya, tanpa tambahan ataupun pengurangan, adalah merupakan saksi yang paling besar bagi kejujuranku dan bukti yang paling tepat atas kebenaran apa yang aku bawa kepada kalian ini. Maka dari itu Allah berfirman (memerintahkan RasulNya) ﴾ مَا كَانَ لِيَ مِنۡ عِلۡمِۭ بِٱلۡمَلَإِ ٱلۡأَعۡلَىٰٓ ﴿ "Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu," maksudnya, para malaikat, ﴾ إِذۡ يَخۡتَصِمُونَ ﴿ "ketika mereka berbantah-bantahan," kalau saja bukan karena Allah menginformasikannya dan mewahyukannya kepadaku. Dan karena itu ayat berikutnya mengatakan, ﴾ إِن يُوحَىٰٓ إِلَيَّ إِلَّآ أَنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Tidak di-wahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah se-orang pemberi peringatan yang nyata," artinya, yang jelas lagi nyata peringatannya. Maka tidak ada pemberi peringatan yang lebih jelas daripada perintah yang disampaikan oleh Rasulullah a.
(71-72) Kemudian Allah menjelaskan perbantahan para malaikat tersebut seraya berfirman, ﴾ إِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ﴿ "Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat" sebagai informasi, ﴾ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن طِينٖ ﴿ "Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah." Maksudnya, mate-rinya dari tanah liat, ﴾ فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ ﴿ "Maka apabila telah Ku-sempurnakan," maksudnya, menyempurnakan jasadnya dan telah terbentuk,﴾ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ ﴿ "dan Ku-tiupkan kepadanya ruhKu, maka hendak-lah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya."
(73-74) Maka para malaikat yang mulia itu menundukkan dirinya untuk hal tersebut, ketika penciptaan manusia itu telah sempurna dan telah ditiupkan ruh padanya, sebagai sikap patuh terhadap Rabb mereka dan sebagai sikap hormat kepada Adam عليه السلام. Setelah sempurna penciptaan jasad dan ruhnya dan setelah Allah menguji Adam dan para malaikat dalam ilmu pengetahuan, dan setelah tampak keunggulan Adam atas mereka, maka Allah memerintahkan mereka untuk sujud kepada Adam. Maka mereka pun sujud ﴾ كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ 73 إِلَّآ إِبۡلِيسَ ﴿ "semuanya, kecuali iblis," ia tidak mau sujud, ﴾ ٱسۡتَكۡبَرَ ﴿ "dia menyombongkan diri" terhadap perintah Rabbnya, dan menyombongkan diri terhadap Nabi Adam عليه السلام , ﴾ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "dan dia termasuk orang-orang yang kafir" dalam ilmu Allah سبحانه وتعالى.
(75) Maka Allah سبحانه وتعالى berkata kepadanya sebagai celaan,﴾ مَا مَنَعَكَ أَن تَسۡجُدَ لِمَا خَلَقۡتُ بِيَدَيَّۖ ﴿ "Apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu?" Maksudnya, yang Aku muliakan, Aku hargai dan Aku istimewakan dengan keistimewaan ini; yang dengannya ia menjadi istimewa daripada seluruh makhluk, dan hal itu seharusnya tidak menimbulkan sikap sombong terha-dapnya. ﴾ أَسۡتَكۡبَرۡتَ ﴿ "Apakah kamu menyombongkan diri" dalam keeng-gananmu itu, ﴾ أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡعَالِينَ ﴿ "ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?"
(76) ﴾ قَالَ ﴿ "Berkata" iblis dengan sikap menentang dan melawan Rabbnya, ﴾ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِي مِن نَّارٖ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٖ ﴿ "Aku lebih baik dari-padanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." Menurut anggapannya bahwa unsur api itu lebih baik daripada unsur tanah. Ini termasuk analogi yang rusak, karena sesungguhnya unsur api itu adalah materi kejahatan, keru-sakan, keangkuhan, kesombongan, dan kehinaan, sedangkan unsur tanah adalah materi kematangan, tawadhu' (rendah diri) dan tem-pat tumbuhnya berbagai pohon dan tanaman. Ia bisa mengalahkan api dan memadamkannya. Dan api selalu membutuhkan benda untuk bisa hidup, sedangkan tanah bisa berdiri sendiri. Itulah analogi dedengkot makhluk jahat yang dengannya ia menentang perintah langsung dari Allah سبحانه وتعالى, sudah sangat jelas sekali kebatilan dan kesesatannya. Lalu bagaimana menurut Anda dengan analogi-analogi para murid-muridnya (pengikutnya) yang menentang kebenaran dengan analogi-analogi yang mereka buat? Sesungguhnya analogi-analogi yang mereka gunakan itu adalah lebih batil dan lebih sesat lagi daripada analogi iblis ini.
(77-78) Maka Allah berfirman kepadanya, ﴾ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا ﴿ "Maka keluarlah kamu darinya," maksudnya, dari langit dan tempat yang mulia, ﴾ فَإِنَّكَ رَجِيمٞ ﴿ "sesungguhnya kamu adalah yang diusir," artinya, yang dijauhkan dan disingkirkan. ﴾ وَإِنَّ عَلَيۡكَ لَعۡنَتِيٓ ﴿ "Sesungguhnya ku-tukanKu tetap atasmu," maksudnya, sesungguhnya pengusiran dan pengucilanKu terhadapmu ﴾ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ﴿ "sampai Hari Pembalasan," yakni, selama-lamanya.
(79) ﴾ قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ﴿ "Ia berkata, 'Ya Rabbku, beri tang-guhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan'." Ini disebabkan karena permusuhannya yang sangat berat terhadap Nabi Adam dan anak keturunannya agar ia bisa menyesatkan siapa saja yang telah di-takdirkan Allah untuk disesatkannya.
(80-81) Maka A l l a h ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman" memenuhi permin-taannya sesuai dengan tuntutan hikmah (kebijaksanaan)Nya, ﴾ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ 80 إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ 81 ﴿ "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya," yakni, hingga seluruh anak keturunan Nabi Adam habis dan ujian telah usai.
(82-83) Setelah iblis mengetahui bahwa dirinya diberi tang-guhan waktu, maka ia terang-terangan melawan Rabbnya dengan kebusukannya, dengan permusuhan yang sengit terhadap Rabbnya dan terhadap Adam dan anak-anak keturunannya, seraya berkata, ﴾ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Demi keperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya." Huruf ba' (pada بِعِزَّتِكَ) bermakna sumpah. Ini berarti ia ber-sumpah dengan keperkasaan Allah bahwa iblis benar-benar akan menyesatkan mereka semuanya, ﴾ إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ﴿ "kecuali hamba-hambaMu yang diberi keikhlasan di antara mereka." Iblis menge-tahui bahwa Allah akan melindungi mereka dari tipu dayanya. Dan bisa juga huruf ba' itu bermakna isti'anah (permintaan pertolongan). Artinya, oleh karena iblis mengetahui bahwasanya dia lemah dari segala sisinya dan bahwa ia sama sekali tidak bisa menyesatkan seseorang kecuali dengan kehendak dari Allah سبحانه وتعالى, maka dia mencari pertolongan kepada keperkasaan Allah agar bisa menyesatkan anak keturunan Nabi Adam عليه السلام. Demikianlah, dan dia benar-benar musuh Allah yang sejati. Sedangkan kami, wahai Rabb, lemah tidak berdaya dan lalai, kami mengakui seluruh nikmat dariMu. Kami adalah anak cucu dari manusia yang telah Engkau muliakan dan Engkau hargai itu; maka kami memohon pertolongan dengan keperkasaanMu yang agung dan kekuasaanMu dan dengan rahmatMu yang luas yang meliputi segala sesuatu, rahmatMu yang dengannya Engkau telah mengantarkan kami kepada apa yang telah kami capai, yaitu berupa kenikmatan agama dan dunia, dan dengannya pula Engkau men-jauhkan segala bentuk bencana dari kami; tolonglah kami untuk memeranginya, memusuhinya dan selamat dari kejahatan dan kesyirikannya. Dan kami berbaik sangka, bahwa Engkau pasti mengabulkan doa kami, dan kami beriman kepada janjiMu yang telah Engkau katakan kepada kami, ﴾ وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ ﴿ "Dan Rabbmu berkata, 'Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan untukmu'." (al-Ghafir: 60). Dan inilah kami, telah berdoa kepadaMu sebagaimana telah Engkau perintahkan kepada kami, maka kabulkanlah doa kami sebagaimana yang telah Engkau janjikan. ﴾ إِنَّكَ لَا تُخۡلِفُ ٱلۡمِيعَادَ 194 ﴿ "Sesungguhnya Engkau tidak mengingkari janji." (Ali Imran: 194).
(84-85) Allah تعالى ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman (kepada iblis),"﴾ فَٱلۡحَقُّ وَٱلۡحَقَّ أَقُولُ ﴿ "Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan," artinya, al-Haq (kebenaran) itu adalah sifatKu dan yang benar itu FirmanKu, ﴾ لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya."
(86) Setelah Rasulullah a menjelaskan dalil kepada ma-nusia dan menjelaskan kepada mereka jalan (yang lurus) ini, maka Allah berfirman, ﴾ قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Katakanlah, 'Aku tidak meminta kepadamu atasnya'," maksudnya, atas seruanku kepada kalian ini, ﴾ مِنۡ أَجۡرٖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُتَكَلِّفِينَ ﴿ "upah sedikitpun dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mengada-adakan," di mana aku mengklaim suatu perkara yang bukan milikku dan mengikuti apa yang tidak aku miliki ilmu-nya, dan tidak pula aku mengikuti selain dari apa yang diwahyu-kan kepadaku.
(87) ﴾ إِنۡ هُوَ ﴿ "Ia tidak lain," maksudnya, wahyu dan al-Qur`an ini ﴾ إِلَّا ذِكۡرٞ لِّلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "hanyalah peringatan bagi semesta alam," yang de-ngannya mereka dapat mempelajari apa-apa yang bermanfaat bagi mereka dari berbagai maslahat agama dan dunia mereka. Maka dengan demikian, al-Qur`an menjadi kemuliaan dan pengangkat derajat manusia semuanya dan sebagai penegakan hujjah atas orang-orang yang membangkang. Dengan demikian, surat yang agung ini mengandung pela-jaran yang sangat bijaksana, informasi yang agung, penegakan hujjah dan argumen terhadap orang-orang yang mendustakan al-Qur`an dan menentangnya, mendustakan nabi (Rasul) yang datang dengannya, informasi tentang hamba-hamba Allah yang tulus dan balasan bagi orang-orang yang bertakwa dan orang-orang melam-paui batas. Maka dari itu Allah bersumpah pada awal surat ini bahwa al-Qur`an ini mengandung pelajaran, dan di akhir surat Dia menyatakan bahwa al-Qur`an ini adalah pelajaran (peringatan) bagi semesta alam; dan di dalamnya Allah banyak sekali mengingatkan, seperti pada FirmanNya, ﴾ وَٱذۡكُرۡ عَبۡدَنَآ ﴿ "Dan ingatlah hamba Kami," ﴾ وَٱذۡكُرۡ عِبَٰدَنَآ ﴿ "dan ingatlah hamba-hamba Kami," ﴾ رَحۡمَةٗ مِّنَّا وَذِكۡرَىٰ ﴿ "sebagai rahmat dan peringatan dari Kami," ﴾ هَٰذَا ذِكۡرٞۚ ﴿ "Ini adalah peringatan." Ya Allah, ajarkan kepada kami darinya apa yang belum kami ketahui dan ingatlah kepada kami apa yang kami lupa darinya karena kelalaian, kelupaan, dan pengabaian.
(88) ﴾ وَلَتَعۡلَمُنَّ نَبَأَهُۥ ﴿ "Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui beritanya," maksudnya, informasinya, ﴾ بَعۡدَ حِينِۭ ﴿ "setelah beberapa waktu lagi," yaitu ketika azab terjadi menimpa mereka dan segala bentuk hubungan terputus dari mereka.
Selesailah tafsir surat Shad, dengan karunia dan pertolongan Allah سبحانه وتعالى.
Sad 38:83
"Katakanlah, 'Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq melain-kan Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan. Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaper-kasa lagi Maha Pengampun.' Katakanlah, 'Berita itu adalah berita yang besar, yang kamu berpaling darinya. Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu ketika mereka berbantah-bantahan. Tidak diwahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata.' Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat, 'Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruhKu; maka hendaklah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya.' Lalu seluruh malaikat-malaikat itu sujud semuanya. Kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan dia termasuk orang-orang yang kafir. Allah berfirman, 'Hai iblis, apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu? Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?' Iblis berkata, 'Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau cipta-kan dari tanah.' Allah berfirman, 'Maka keluarlah kamu darinya; sesungguhnya kamu adalah yang diusir. Sesungguhnya kutukanKu tetap atasmu sampai Hari Pembalasan.' Iblis berkata, 'Ya Rabbku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.' Allah ber-firman, 'Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya.' Iblis menjawab, 'Demi KeperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang diberi keikh-lasan di antara mereka.' Allah berfirman, 'Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya.' Katakanlah, 'Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu atas dakwahku; dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang meng-ada-adakan. Al-Qur`an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui berita al-Qur`an setelah beberapa waktu lagi'." (Shad: 65-88).
(65) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah," wahai rasul kepada mereka-mereka yang mendustakan, jika mereka meminta apa yang tidak kamu miliki wewenang padanya dan tidak pada kekuasaanmu,﴾ إِنَّمَآ أَنَا۠ مُنذِرٞۖ ﴿ "Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan." Inilah segala apa yang aku miliki. Adapun semua wewenang urusan adalah milik Allah سبحانه وتعالى, sedangkan saya hanyalah menyuruh kalian, melarang kalian dan menghimbau kalian kepada kebaikan dan mencegah kalian dari segala keburukan. Barangsiapa yang mau mengikutinya, maka keuntungannya kembali kepada dirinya sen-diri, dan siapa saja yang sesat, maka kesesatannya menimpa dirinya sendiri. ﴾ وَمَا مِنۡ إِلَٰهٍ إِلَّا ٱللَّهُ ﴿ "Dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq me-lainkan Allah." Maksudnya, tiada seorang pun yang berhak dipertu-hankan dan disembah dengan haq kecuali Allah ﴾ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ ﴿ "Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan." Ini adalah sebuah penegasan tentang ketuhananNya berdasarkan argumen yang tak terbantah-kan, yaitu keesaanNya dan keperkasaanNya atas segala sesuatu, sebab keperkasaan itu memastikan keesaan. Maka tidak akan ada dua yang tidak terkalahkan yang sama di dalam keperkasaannya selama-lamanya. Maka, yang mengalahkan segala sesuatu itu, Dia-lah Yang Esa, yang tidak ada tandinganNya, dan Dia-lah semata yang berhak disembah sebagaimana halnya hanya Dia yang Maha Mengalahkan.
(66) Dan hal tersebut diperkuat lagi dengan tauhid rububi-yah, seraya berfirman, ﴾ رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا ﴿ "Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya." Artinya, Pencipta keduanya, Pemelihara dan Yang Mengatur keduanya dengan berbagai bentuk pengendalian, ﴾ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Yang Mahaperkasa," yang memiliki kekuatan yang dengannya Dia menciptakan ciptaan-ciptaan agung (luar biasa besarnya), ﴾ ٱلۡغَفَّٰرُ ﴿ "lagi Maha Pengampun" terhadap semua dosa, yang kecil dan yang besar bagi siapa saja yang bertaubat kepada-Nya dan menanggalkan diri dari perbuatan dosa. Inilah yang pantas dan yang berhak diibadahi (disembah), bukan siapa yang tidak mampu menciptakan, tidak mampu mem-beri rizki, tidak bisa menimpakan mudarat, tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula memiliki wewenang sedikitpun, tidak me-miliki power untuk berkuasa dan tidak pula mempunyai kemam-puan memberikan ampunan terhadap dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan.
(67-68) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka, seraya memper-takuti, mewanti-wanti, membangkitkan dan memberikan peringatan kepada mereka, ﴾ هُوَ نَبَؤٌاْ عَظِيمٌ ﴿ "Berita itu adalah berita yang besar." Arti-nya, apa yang saya informasikan kepada kalian ini, seperti kebang-kitan, dihidupkan kembali sesudah mati dan pemberian balasan atas amal-amal adalah merupakan berita yang sangat agung yang pantas diperhatikan dengan serius dan tidak boleh diabaikan. Akan tetapi ﴾ أَنتُمۡ عَنۡهُ مُعۡرِضُونَ ﴿ "kamu berpaling darinya" hingga seakan-akan kalian tidak mempercayai bahwa di hadapan kalian ada hisab (per-hitungan amal perbuatan), hukuman, ataupun pahala.
(69-70) Jika kalian ragu terhadap perkataanku dan kalian meragukan informasi dariku, maka sesungguhnya aku hanya me-nyampaikan informasi-informasi yang aku sendiri tidak mempu-nyai pengetahuannya dan tidak pula aku pelajari dari satu kitab mana pun. Jadi, penyampaian informasi yang aku sampaikan ini sebagaimana adanya, tanpa tambahan ataupun pengurangan, adalah merupakan saksi yang paling besar bagi kejujuranku dan bukti yang paling tepat atas kebenaran apa yang aku bawa kepada kalian ini. Maka dari itu Allah berfirman (memerintahkan RasulNya) ﴾ مَا كَانَ لِيَ مِنۡ عِلۡمِۭ بِٱلۡمَلَإِ ٱلۡأَعۡلَىٰٓ ﴿ "Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu," maksudnya, para malaikat, ﴾ إِذۡ يَخۡتَصِمُونَ ﴿ "ketika mereka berbantah-bantahan," kalau saja bukan karena Allah menginformasikannya dan mewahyukannya kepadaku. Dan karena itu ayat berikutnya mengatakan, ﴾ إِن يُوحَىٰٓ إِلَيَّ إِلَّآ أَنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Tidak di-wahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah se-orang pemberi peringatan yang nyata," artinya, yang jelas lagi nyata peringatannya. Maka tidak ada pemberi peringatan yang lebih jelas daripada perintah yang disampaikan oleh Rasulullah a.
(71-72) Kemudian Allah menjelaskan perbantahan para malaikat tersebut seraya berfirman, ﴾ إِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ﴿ "Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat" sebagai informasi, ﴾ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن طِينٖ ﴿ "Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah." Maksudnya, mate-rinya dari tanah liat, ﴾ فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ ﴿ "Maka apabila telah Ku-sempurnakan," maksudnya, menyempurnakan jasadnya dan telah terbentuk,﴾ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ ﴿ "dan Ku-tiupkan kepadanya ruhKu, maka hendak-lah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya."
(73-74) Maka para malaikat yang mulia itu menundukkan dirinya untuk hal tersebut, ketika penciptaan manusia itu telah sempurna dan telah ditiupkan ruh padanya, sebagai sikap patuh terhadap Rabb mereka dan sebagai sikap hormat kepada Adam عليه السلام. Setelah sempurna penciptaan jasad dan ruhnya dan setelah Allah menguji Adam dan para malaikat dalam ilmu pengetahuan, dan setelah tampak keunggulan Adam atas mereka, maka Allah memerintahkan mereka untuk sujud kepada Adam. Maka mereka pun sujud ﴾ كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ 73 إِلَّآ إِبۡلِيسَ ﴿ "semuanya, kecuali iblis," ia tidak mau sujud, ﴾ ٱسۡتَكۡبَرَ ﴿ "dia menyombongkan diri" terhadap perintah Rabbnya, dan menyombongkan diri terhadap Nabi Adam عليه السلام , ﴾ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "dan dia termasuk orang-orang yang kafir" dalam ilmu Allah سبحانه وتعالى.
(75) Maka Allah سبحانه وتعالى berkata kepadanya sebagai celaan,﴾ مَا مَنَعَكَ أَن تَسۡجُدَ لِمَا خَلَقۡتُ بِيَدَيَّۖ ﴿ "Apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu?" Maksudnya, yang Aku muliakan, Aku hargai dan Aku istimewakan dengan keistimewaan ini; yang dengannya ia menjadi istimewa daripada seluruh makhluk, dan hal itu seharusnya tidak menimbulkan sikap sombong terha-dapnya. ﴾ أَسۡتَكۡبَرۡتَ ﴿ "Apakah kamu menyombongkan diri" dalam keeng-gananmu itu, ﴾ أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡعَالِينَ ﴿ "ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?"
(76) ﴾ قَالَ ﴿ "Berkata" iblis dengan sikap menentang dan melawan Rabbnya, ﴾ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِي مِن نَّارٖ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٖ ﴿ "Aku lebih baik dari-padanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." Menurut anggapannya bahwa unsur api itu lebih baik daripada unsur tanah. Ini termasuk analogi yang rusak, karena sesungguhnya unsur api itu adalah materi kejahatan, keru-sakan, keangkuhan, kesombongan, dan kehinaan, sedangkan unsur tanah adalah materi kematangan, tawadhu' (rendah diri) dan tem-pat tumbuhnya berbagai pohon dan tanaman. Ia bisa mengalahkan api dan memadamkannya. Dan api selalu membutuhkan benda untuk bisa hidup, sedangkan tanah bisa berdiri sendiri. Itulah analogi dedengkot makhluk jahat yang dengannya ia menentang perintah langsung dari Allah سبحانه وتعالى, sudah sangat jelas sekali kebatilan dan kesesatannya. Lalu bagaimana menurut Anda dengan analogi-analogi para murid-muridnya (pengikutnya) yang menentang kebenaran dengan analogi-analogi yang mereka buat? Sesungguhnya analogi-analogi yang mereka gunakan itu adalah lebih batil dan lebih sesat lagi daripada analogi iblis ini.
(77-78) Maka Allah berfirman kepadanya, ﴾ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا ﴿ "Maka keluarlah kamu darinya," maksudnya, dari langit dan tempat yang mulia, ﴾ فَإِنَّكَ رَجِيمٞ ﴿ "sesungguhnya kamu adalah yang diusir," artinya, yang dijauhkan dan disingkirkan. ﴾ وَإِنَّ عَلَيۡكَ لَعۡنَتِيٓ ﴿ "Sesungguhnya ku-tukanKu tetap atasmu," maksudnya, sesungguhnya pengusiran dan pengucilanKu terhadapmu ﴾ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ﴿ "sampai Hari Pembalasan," yakni, selama-lamanya.
(79) ﴾ قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ﴿ "Ia berkata, 'Ya Rabbku, beri tang-guhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan'." Ini disebabkan karena permusuhannya yang sangat berat terhadap Nabi Adam dan anak keturunannya agar ia bisa menyesatkan siapa saja yang telah di-takdirkan Allah untuk disesatkannya.
(80-81) Maka A l l a h ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman" memenuhi permin-taannya sesuai dengan tuntutan hikmah (kebijaksanaan)Nya, ﴾ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ 80 إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ 81 ﴿ "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya," yakni, hingga seluruh anak keturunan Nabi Adam habis dan ujian telah usai.
(82-83) Setelah iblis mengetahui bahwa dirinya diberi tang-guhan waktu, maka ia terang-terangan melawan Rabbnya dengan kebusukannya, dengan permusuhan yang sengit terhadap Rabbnya dan terhadap Adam dan anak-anak keturunannya, seraya berkata, ﴾ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Demi keperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya." Huruf ba' (pada بِعِزَّتِكَ) bermakna sumpah. Ini berarti ia ber-sumpah dengan keperkasaan Allah bahwa iblis benar-benar akan menyesatkan mereka semuanya, ﴾ إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ﴿ "kecuali hamba-hambaMu yang diberi keikhlasan di antara mereka." Iblis menge-tahui bahwa Allah akan melindungi mereka dari tipu dayanya. Dan bisa juga huruf ba' itu bermakna isti'anah (permintaan pertolongan). Artinya, oleh karena iblis mengetahui bahwasanya dia lemah dari segala sisinya dan bahwa ia sama sekali tidak bisa menyesatkan seseorang kecuali dengan kehendak dari Allah سبحانه وتعالى, maka dia mencari pertolongan kepada keperkasaan Allah agar bisa menyesatkan anak keturunan Nabi Adam عليه السلام. Demikianlah, dan dia benar-benar musuh Allah yang sejati. Sedangkan kami, wahai Rabb, lemah tidak berdaya dan lalai, kami mengakui seluruh nikmat dariMu. Kami adalah anak cucu dari manusia yang telah Engkau muliakan dan Engkau hargai itu; maka kami memohon pertolongan dengan keperkasaanMu yang agung dan kekuasaanMu dan dengan rahmatMu yang luas yang meliputi segala sesuatu, rahmatMu yang dengannya Engkau telah mengantarkan kami kepada apa yang telah kami capai, yaitu berupa kenikmatan agama dan dunia, dan dengannya pula Engkau men-jauhkan segala bentuk bencana dari kami; tolonglah kami untuk memeranginya, memusuhinya dan selamat dari kejahatan dan kesyirikannya. Dan kami berbaik sangka, bahwa Engkau pasti mengabulkan doa kami, dan kami beriman kepada janjiMu yang telah Engkau katakan kepada kami, ﴾ وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ ﴿ "Dan Rabbmu berkata, 'Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan untukmu'." (al-Ghafir: 60). Dan inilah kami, telah berdoa kepadaMu sebagaimana telah Engkau perintahkan kepada kami, maka kabulkanlah doa kami sebagaimana yang telah Engkau janjikan. ﴾ إِنَّكَ لَا تُخۡلِفُ ٱلۡمِيعَادَ 194 ﴿ "Sesungguhnya Engkau tidak mengingkari janji." (Ali Imran: 194).
(84-85) Allah تعالى ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman (kepada iblis),"﴾ فَٱلۡحَقُّ وَٱلۡحَقَّ أَقُولُ ﴿ "Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan," artinya, al-Haq (kebenaran) itu adalah sifatKu dan yang benar itu FirmanKu, ﴾ لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya."
(86) Setelah Rasulullah a menjelaskan dalil kepada ma-nusia dan menjelaskan kepada mereka jalan (yang lurus) ini, maka Allah berfirman, ﴾ قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Katakanlah, 'Aku tidak meminta kepadamu atasnya'," maksudnya, atas seruanku kepada kalian ini, ﴾ مِنۡ أَجۡرٖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُتَكَلِّفِينَ ﴿ "upah sedikitpun dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mengada-adakan," di mana aku mengklaim suatu perkara yang bukan milikku dan mengikuti apa yang tidak aku miliki ilmu-nya, dan tidak pula aku mengikuti selain dari apa yang diwahyu-kan kepadaku.
(87) ﴾ إِنۡ هُوَ ﴿ "Ia tidak lain," maksudnya, wahyu dan al-Qur`an ini ﴾ إِلَّا ذِكۡرٞ لِّلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "hanyalah peringatan bagi semesta alam," yang de-ngannya mereka dapat mempelajari apa-apa yang bermanfaat bagi mereka dari berbagai maslahat agama dan dunia mereka. Maka dengan demikian, al-Qur`an menjadi kemuliaan dan pengangkat derajat manusia semuanya dan sebagai penegakan hujjah atas orang-orang yang membangkang. Dengan demikian, surat yang agung ini mengandung pela-jaran yang sangat bijaksana, informasi yang agung, penegakan hujjah dan argumen terhadap orang-orang yang mendustakan al-Qur`an dan menentangnya, mendustakan nabi (Rasul) yang datang dengannya, informasi tentang hamba-hamba Allah yang tulus dan balasan bagi orang-orang yang bertakwa dan orang-orang melam-paui batas. Maka dari itu Allah bersumpah pada awal surat ini bahwa al-Qur`an ini mengandung pelajaran, dan di akhir surat Dia menyatakan bahwa al-Qur`an ini adalah pelajaran (peringatan) bagi semesta alam; dan di dalamnya Allah banyak sekali mengingatkan, seperti pada FirmanNya, ﴾ وَٱذۡكُرۡ عَبۡدَنَآ ﴿ "Dan ingatlah hamba Kami," ﴾ وَٱذۡكُرۡ عِبَٰدَنَآ ﴿ "dan ingatlah hamba-hamba Kami," ﴾ رَحۡمَةٗ مِّنَّا وَذِكۡرَىٰ ﴿ "sebagai rahmat dan peringatan dari Kami," ﴾ هَٰذَا ذِكۡرٞۚ ﴿ "Ini adalah peringatan." Ya Allah, ajarkan kepada kami darinya apa yang belum kami ketahui dan ingatlah kepada kami apa yang kami lupa darinya karena kelalaian, kelupaan, dan pengabaian.
(88) ﴾ وَلَتَعۡلَمُنَّ نَبَأَهُۥ ﴿ "Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui beritanya," maksudnya, informasinya, ﴾ بَعۡدَ حِينِۭ ﴿ "setelah beberapa waktu lagi," yaitu ketika azab terjadi menimpa mereka dan segala bentuk hubungan terputus dari mereka.
Selesailah tafsir surat Shad, dengan karunia dan pertolongan Allah سبحانه وتعالى.
Sad 38:84
"Katakanlah, 'Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq melain-kan Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan. Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaper-kasa lagi Maha Pengampun.' Katakanlah, 'Berita itu adalah berita yang besar, yang kamu berpaling darinya. Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu ketika mereka berbantah-bantahan. Tidak diwahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata.' Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat, 'Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruhKu; maka hendaklah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya.' Lalu seluruh malaikat-malaikat itu sujud semuanya. Kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan dia termasuk orang-orang yang kafir. Allah berfirman, 'Hai iblis, apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu? Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?' Iblis berkata, 'Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau cipta-kan dari tanah.' Allah berfirman, 'Maka keluarlah kamu darinya; sesungguhnya kamu adalah yang diusir. Sesungguhnya kutukanKu tetap atasmu sampai Hari Pembalasan.' Iblis berkata, 'Ya Rabbku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.' Allah ber-firman, 'Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya.' Iblis menjawab, 'Demi KeperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang diberi keikh-lasan di antara mereka.' Allah berfirman, 'Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya.' Katakanlah, 'Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu atas dakwahku; dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang meng-ada-adakan. Al-Qur`an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui berita al-Qur`an setelah beberapa waktu lagi'." (Shad: 65-88).
(65) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah," wahai rasul kepada mereka-mereka yang mendustakan, jika mereka meminta apa yang tidak kamu miliki wewenang padanya dan tidak pada kekuasaanmu,﴾ إِنَّمَآ أَنَا۠ مُنذِرٞۖ ﴿ "Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan." Inilah segala apa yang aku miliki. Adapun semua wewenang urusan adalah milik Allah سبحانه وتعالى, sedangkan saya hanyalah menyuruh kalian, melarang kalian dan menghimbau kalian kepada kebaikan dan mencegah kalian dari segala keburukan. Barangsiapa yang mau mengikutinya, maka keuntungannya kembali kepada dirinya sen-diri, dan siapa saja yang sesat, maka kesesatannya menimpa dirinya sendiri. ﴾ وَمَا مِنۡ إِلَٰهٍ إِلَّا ٱللَّهُ ﴿ "Dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq me-lainkan Allah." Maksudnya, tiada seorang pun yang berhak dipertu-hankan dan disembah dengan haq kecuali Allah ﴾ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ ﴿ "Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan." Ini adalah sebuah penegasan tentang ketuhananNya berdasarkan argumen yang tak terbantah-kan, yaitu keesaanNya dan keperkasaanNya atas segala sesuatu, sebab keperkasaan itu memastikan keesaan. Maka tidak akan ada dua yang tidak terkalahkan yang sama di dalam keperkasaannya selama-lamanya. Maka, yang mengalahkan segala sesuatu itu, Dia-lah Yang Esa, yang tidak ada tandinganNya, dan Dia-lah semata yang berhak disembah sebagaimana halnya hanya Dia yang Maha Mengalahkan.
(66) Dan hal tersebut diperkuat lagi dengan tauhid rububi-yah, seraya berfirman, ﴾ رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا ﴿ "Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya." Artinya, Pencipta keduanya, Pemelihara dan Yang Mengatur keduanya dengan berbagai bentuk pengendalian, ﴾ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Yang Mahaperkasa," yang memiliki kekuatan yang dengannya Dia menciptakan ciptaan-ciptaan agung (luar biasa besarnya), ﴾ ٱلۡغَفَّٰرُ ﴿ "lagi Maha Pengampun" terhadap semua dosa, yang kecil dan yang besar bagi siapa saja yang bertaubat kepada-Nya dan menanggalkan diri dari perbuatan dosa. Inilah yang pantas dan yang berhak diibadahi (disembah), bukan siapa yang tidak mampu menciptakan, tidak mampu mem-beri rizki, tidak bisa menimpakan mudarat, tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula memiliki wewenang sedikitpun, tidak me-miliki power untuk berkuasa dan tidak pula mempunyai kemam-puan memberikan ampunan terhadap dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan.
(67-68) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka, seraya memper-takuti, mewanti-wanti, membangkitkan dan memberikan peringatan kepada mereka, ﴾ هُوَ نَبَؤٌاْ عَظِيمٌ ﴿ "Berita itu adalah berita yang besar." Arti-nya, apa yang saya informasikan kepada kalian ini, seperti kebang-kitan, dihidupkan kembali sesudah mati dan pemberian balasan atas amal-amal adalah merupakan berita yang sangat agung yang pantas diperhatikan dengan serius dan tidak boleh diabaikan. Akan tetapi ﴾ أَنتُمۡ عَنۡهُ مُعۡرِضُونَ ﴿ "kamu berpaling darinya" hingga seakan-akan kalian tidak mempercayai bahwa di hadapan kalian ada hisab (per-hitungan amal perbuatan), hukuman, ataupun pahala.
(69-70) Jika kalian ragu terhadap perkataanku dan kalian meragukan informasi dariku, maka sesungguhnya aku hanya me-nyampaikan informasi-informasi yang aku sendiri tidak mempu-nyai pengetahuannya dan tidak pula aku pelajari dari satu kitab mana pun. Jadi, penyampaian informasi yang aku sampaikan ini sebagaimana adanya, tanpa tambahan ataupun pengurangan, adalah merupakan saksi yang paling besar bagi kejujuranku dan bukti yang paling tepat atas kebenaran apa yang aku bawa kepada kalian ini. Maka dari itu Allah berfirman (memerintahkan RasulNya) ﴾ مَا كَانَ لِيَ مِنۡ عِلۡمِۭ بِٱلۡمَلَإِ ٱلۡأَعۡلَىٰٓ ﴿ "Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu," maksudnya, para malaikat, ﴾ إِذۡ يَخۡتَصِمُونَ ﴿ "ketika mereka berbantah-bantahan," kalau saja bukan karena Allah menginformasikannya dan mewahyukannya kepadaku. Dan karena itu ayat berikutnya mengatakan, ﴾ إِن يُوحَىٰٓ إِلَيَّ إِلَّآ أَنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Tidak di-wahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah se-orang pemberi peringatan yang nyata," artinya, yang jelas lagi nyata peringatannya. Maka tidak ada pemberi peringatan yang lebih jelas daripada perintah yang disampaikan oleh Rasulullah a.
(71-72) Kemudian Allah menjelaskan perbantahan para malaikat tersebut seraya berfirman, ﴾ إِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ﴿ "Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat" sebagai informasi, ﴾ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن طِينٖ ﴿ "Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah." Maksudnya, mate-rinya dari tanah liat, ﴾ فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ ﴿ "Maka apabila telah Ku-sempurnakan," maksudnya, menyempurnakan jasadnya dan telah terbentuk,﴾ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ ﴿ "dan Ku-tiupkan kepadanya ruhKu, maka hendak-lah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya."
(73-74) Maka para malaikat yang mulia itu menundukkan dirinya untuk hal tersebut, ketika penciptaan manusia itu telah sempurna dan telah ditiupkan ruh padanya, sebagai sikap patuh terhadap Rabb mereka dan sebagai sikap hormat kepada Adam عليه السلام. Setelah sempurna penciptaan jasad dan ruhnya dan setelah Allah menguji Adam dan para malaikat dalam ilmu pengetahuan, dan setelah tampak keunggulan Adam atas mereka, maka Allah memerintahkan mereka untuk sujud kepada Adam. Maka mereka pun sujud ﴾ كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ 73 إِلَّآ إِبۡلِيسَ ﴿ "semuanya, kecuali iblis," ia tidak mau sujud, ﴾ ٱسۡتَكۡبَرَ ﴿ "dia menyombongkan diri" terhadap perintah Rabbnya, dan menyombongkan diri terhadap Nabi Adam عليه السلام , ﴾ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "dan dia termasuk orang-orang yang kafir" dalam ilmu Allah سبحانه وتعالى.
(75) Maka Allah سبحانه وتعالى berkata kepadanya sebagai celaan,﴾ مَا مَنَعَكَ أَن تَسۡجُدَ لِمَا خَلَقۡتُ بِيَدَيَّۖ ﴿ "Apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu?" Maksudnya, yang Aku muliakan, Aku hargai dan Aku istimewakan dengan keistimewaan ini; yang dengannya ia menjadi istimewa daripada seluruh makhluk, dan hal itu seharusnya tidak menimbulkan sikap sombong terha-dapnya. ﴾ أَسۡتَكۡبَرۡتَ ﴿ "Apakah kamu menyombongkan diri" dalam keeng-gananmu itu, ﴾ أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡعَالِينَ ﴿ "ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?"
(76) ﴾ قَالَ ﴿ "Berkata" iblis dengan sikap menentang dan melawan Rabbnya, ﴾ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِي مِن نَّارٖ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٖ ﴿ "Aku lebih baik dari-padanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." Menurut anggapannya bahwa unsur api itu lebih baik daripada unsur tanah. Ini termasuk analogi yang rusak, karena sesungguhnya unsur api itu adalah materi kejahatan, keru-sakan, keangkuhan, kesombongan, dan kehinaan, sedangkan unsur tanah adalah materi kematangan, tawadhu' (rendah diri) dan tem-pat tumbuhnya berbagai pohon dan tanaman. Ia bisa mengalahkan api dan memadamkannya. Dan api selalu membutuhkan benda untuk bisa hidup, sedangkan tanah bisa berdiri sendiri. Itulah analogi dedengkot makhluk jahat yang dengannya ia menentang perintah langsung dari Allah سبحانه وتعالى, sudah sangat jelas sekali kebatilan dan kesesatannya. Lalu bagaimana menurut Anda dengan analogi-analogi para murid-muridnya (pengikutnya) yang menentang kebenaran dengan analogi-analogi yang mereka buat? Sesungguhnya analogi-analogi yang mereka gunakan itu adalah lebih batil dan lebih sesat lagi daripada analogi iblis ini.
(77-78) Maka Allah berfirman kepadanya, ﴾ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا ﴿ "Maka keluarlah kamu darinya," maksudnya, dari langit dan tempat yang mulia, ﴾ فَإِنَّكَ رَجِيمٞ ﴿ "sesungguhnya kamu adalah yang diusir," artinya, yang dijauhkan dan disingkirkan. ﴾ وَإِنَّ عَلَيۡكَ لَعۡنَتِيٓ ﴿ "Sesungguhnya ku-tukanKu tetap atasmu," maksudnya, sesungguhnya pengusiran dan pengucilanKu terhadapmu ﴾ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ﴿ "sampai Hari Pembalasan," yakni, selama-lamanya.
(79) ﴾ قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ﴿ "Ia berkata, 'Ya Rabbku, beri tang-guhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan'." Ini disebabkan karena permusuhannya yang sangat berat terhadap Nabi Adam dan anak keturunannya agar ia bisa menyesatkan siapa saja yang telah di-takdirkan Allah untuk disesatkannya.
(80-81) Maka A l l a h ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman" memenuhi permin-taannya sesuai dengan tuntutan hikmah (kebijaksanaan)Nya, ﴾ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ 80 إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ 81 ﴿ "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya," yakni, hingga seluruh anak keturunan Nabi Adam habis dan ujian telah usai.
(82-83) Setelah iblis mengetahui bahwa dirinya diberi tang-guhan waktu, maka ia terang-terangan melawan Rabbnya dengan kebusukannya, dengan permusuhan yang sengit terhadap Rabbnya dan terhadap Adam dan anak-anak keturunannya, seraya berkata, ﴾ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Demi keperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya." Huruf ba' (pada بِعِزَّتِكَ) bermakna sumpah. Ini berarti ia ber-sumpah dengan keperkasaan Allah bahwa iblis benar-benar akan menyesatkan mereka semuanya, ﴾ إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ﴿ "kecuali hamba-hambaMu yang diberi keikhlasan di antara mereka." Iblis menge-tahui bahwa Allah akan melindungi mereka dari tipu dayanya. Dan bisa juga huruf ba' itu bermakna isti'anah (permintaan pertolongan). Artinya, oleh karena iblis mengetahui bahwasanya dia lemah dari segala sisinya dan bahwa ia sama sekali tidak bisa menyesatkan seseorang kecuali dengan kehendak dari Allah سبحانه وتعالى, maka dia mencari pertolongan kepada keperkasaan Allah agar bisa menyesatkan anak keturunan Nabi Adam عليه السلام. Demikianlah, dan dia benar-benar musuh Allah yang sejati. Sedangkan kami, wahai Rabb, lemah tidak berdaya dan lalai, kami mengakui seluruh nikmat dariMu. Kami adalah anak cucu dari manusia yang telah Engkau muliakan dan Engkau hargai itu; maka kami memohon pertolongan dengan keperkasaanMu yang agung dan kekuasaanMu dan dengan rahmatMu yang luas yang meliputi segala sesuatu, rahmatMu yang dengannya Engkau telah mengantarkan kami kepada apa yang telah kami capai, yaitu berupa kenikmatan agama dan dunia, dan dengannya pula Engkau men-jauhkan segala bentuk bencana dari kami; tolonglah kami untuk memeranginya, memusuhinya dan selamat dari kejahatan dan kesyirikannya. Dan kami berbaik sangka, bahwa Engkau pasti mengabulkan doa kami, dan kami beriman kepada janjiMu yang telah Engkau katakan kepada kami, ﴾ وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ ﴿ "Dan Rabbmu berkata, 'Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan untukmu'." (al-Ghafir: 60). Dan inilah kami, telah berdoa kepadaMu sebagaimana telah Engkau perintahkan kepada kami, maka kabulkanlah doa kami sebagaimana yang telah Engkau janjikan. ﴾ إِنَّكَ لَا تُخۡلِفُ ٱلۡمِيعَادَ 194 ﴿ "Sesungguhnya Engkau tidak mengingkari janji." (Ali Imran: 194).
(84-85) Allah تعالى ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman (kepada iblis),"﴾ فَٱلۡحَقُّ وَٱلۡحَقَّ أَقُولُ ﴿ "Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan," artinya, al-Haq (kebenaran) itu adalah sifatKu dan yang benar itu FirmanKu, ﴾ لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya."
(86) Setelah Rasulullah a menjelaskan dalil kepada ma-nusia dan menjelaskan kepada mereka jalan (yang lurus) ini, maka Allah berfirman, ﴾ قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Katakanlah, 'Aku tidak meminta kepadamu atasnya'," maksudnya, atas seruanku kepada kalian ini, ﴾ مِنۡ أَجۡرٖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُتَكَلِّفِينَ ﴿ "upah sedikitpun dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mengada-adakan," di mana aku mengklaim suatu perkara yang bukan milikku dan mengikuti apa yang tidak aku miliki ilmu-nya, dan tidak pula aku mengikuti selain dari apa yang diwahyu-kan kepadaku.
(87) ﴾ إِنۡ هُوَ ﴿ "Ia tidak lain," maksudnya, wahyu dan al-Qur`an ini ﴾ إِلَّا ذِكۡرٞ لِّلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "hanyalah peringatan bagi semesta alam," yang de-ngannya mereka dapat mempelajari apa-apa yang bermanfaat bagi mereka dari berbagai maslahat agama dan dunia mereka. Maka dengan demikian, al-Qur`an menjadi kemuliaan dan pengangkat derajat manusia semuanya dan sebagai penegakan hujjah atas orang-orang yang membangkang. Dengan demikian, surat yang agung ini mengandung pela-jaran yang sangat bijaksana, informasi yang agung, penegakan hujjah dan argumen terhadap orang-orang yang mendustakan al-Qur`an dan menentangnya, mendustakan nabi (Rasul) yang datang dengannya, informasi tentang hamba-hamba Allah yang tulus dan balasan bagi orang-orang yang bertakwa dan orang-orang melam-paui batas. Maka dari itu Allah bersumpah pada awal surat ini bahwa al-Qur`an ini mengandung pelajaran, dan di akhir surat Dia menyatakan bahwa al-Qur`an ini adalah pelajaran (peringatan) bagi semesta alam; dan di dalamnya Allah banyak sekali mengingatkan, seperti pada FirmanNya, ﴾ وَٱذۡكُرۡ عَبۡدَنَآ ﴿ "Dan ingatlah hamba Kami," ﴾ وَٱذۡكُرۡ عِبَٰدَنَآ ﴿ "dan ingatlah hamba-hamba Kami," ﴾ رَحۡمَةٗ مِّنَّا وَذِكۡرَىٰ ﴿ "sebagai rahmat dan peringatan dari Kami," ﴾ هَٰذَا ذِكۡرٞۚ ﴿ "Ini adalah peringatan." Ya Allah, ajarkan kepada kami darinya apa yang belum kami ketahui dan ingatlah kepada kami apa yang kami lupa darinya karena kelalaian, kelupaan, dan pengabaian.
(88) ﴾ وَلَتَعۡلَمُنَّ نَبَأَهُۥ ﴿ "Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui beritanya," maksudnya, informasinya, ﴾ بَعۡدَ حِينِۭ ﴿ "setelah beberapa waktu lagi," yaitu ketika azab terjadi menimpa mereka dan segala bentuk hubungan terputus dari mereka.
Selesailah tafsir surat Shad, dengan karunia dan pertolongan Allah سبحانه وتعالى.
Sad 38:85
"Katakanlah, 'Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq melain-kan Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan. Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaper-kasa lagi Maha Pengampun.' Katakanlah, 'Berita itu adalah berita yang besar, yang kamu berpaling darinya. Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu ketika mereka berbantah-bantahan. Tidak diwahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata.' Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat, 'Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruhKu; maka hendaklah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya.' Lalu seluruh malaikat-malaikat itu sujud semuanya. Kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan dia termasuk orang-orang yang kafir. Allah berfirman, 'Hai iblis, apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu? Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?' Iblis berkata, 'Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau cipta-kan dari tanah.' Allah berfirman, 'Maka keluarlah kamu darinya; sesungguhnya kamu adalah yang diusir. Sesungguhnya kutukanKu tetap atasmu sampai Hari Pembalasan.' Iblis berkata, 'Ya Rabbku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.' Allah ber-firman, 'Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya.' Iblis menjawab, 'Demi KeperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang diberi keikh-lasan di antara mereka.' Allah berfirman, 'Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya.' Katakanlah, 'Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu atas dakwahku; dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang meng-ada-adakan. Al-Qur`an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui berita al-Qur`an setelah beberapa waktu lagi'." (Shad: 65-88).
(65) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah," wahai rasul kepada mereka-mereka yang mendustakan, jika mereka meminta apa yang tidak kamu miliki wewenang padanya dan tidak pada kekuasaanmu,﴾ إِنَّمَآ أَنَا۠ مُنذِرٞۖ ﴿ "Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan." Inilah segala apa yang aku miliki. Adapun semua wewenang urusan adalah milik Allah سبحانه وتعالى, sedangkan saya hanyalah menyuruh kalian, melarang kalian dan menghimbau kalian kepada kebaikan dan mencegah kalian dari segala keburukan. Barangsiapa yang mau mengikutinya, maka keuntungannya kembali kepada dirinya sen-diri, dan siapa saja yang sesat, maka kesesatannya menimpa dirinya sendiri. ﴾ وَمَا مِنۡ إِلَٰهٍ إِلَّا ٱللَّهُ ﴿ "Dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq me-lainkan Allah." Maksudnya, tiada seorang pun yang berhak dipertu-hankan dan disembah dengan haq kecuali Allah ﴾ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ ﴿ "Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan." Ini adalah sebuah penegasan tentang ketuhananNya berdasarkan argumen yang tak terbantah-kan, yaitu keesaanNya dan keperkasaanNya atas segala sesuatu, sebab keperkasaan itu memastikan keesaan. Maka tidak akan ada dua yang tidak terkalahkan yang sama di dalam keperkasaannya selama-lamanya. Maka, yang mengalahkan segala sesuatu itu, Dia-lah Yang Esa, yang tidak ada tandinganNya, dan Dia-lah semata yang berhak disembah sebagaimana halnya hanya Dia yang Maha Mengalahkan.
(66) Dan hal tersebut diperkuat lagi dengan tauhid rububi-yah, seraya berfirman, ﴾ رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا ﴿ "Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya." Artinya, Pencipta keduanya, Pemelihara dan Yang Mengatur keduanya dengan berbagai bentuk pengendalian, ﴾ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Yang Mahaperkasa," yang memiliki kekuatan yang dengannya Dia menciptakan ciptaan-ciptaan agung (luar biasa besarnya), ﴾ ٱلۡغَفَّٰرُ ﴿ "lagi Maha Pengampun" terhadap semua dosa, yang kecil dan yang besar bagi siapa saja yang bertaubat kepada-Nya dan menanggalkan diri dari perbuatan dosa. Inilah yang pantas dan yang berhak diibadahi (disembah), bukan siapa yang tidak mampu menciptakan, tidak mampu mem-beri rizki, tidak bisa menimpakan mudarat, tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula memiliki wewenang sedikitpun, tidak me-miliki power untuk berkuasa dan tidak pula mempunyai kemam-puan memberikan ampunan terhadap dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan.
(67-68) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka, seraya memper-takuti, mewanti-wanti, membangkitkan dan memberikan peringatan kepada mereka, ﴾ هُوَ نَبَؤٌاْ عَظِيمٌ ﴿ "Berita itu adalah berita yang besar." Arti-nya, apa yang saya informasikan kepada kalian ini, seperti kebang-kitan, dihidupkan kembali sesudah mati dan pemberian balasan atas amal-amal adalah merupakan berita yang sangat agung yang pantas diperhatikan dengan serius dan tidak boleh diabaikan. Akan tetapi ﴾ أَنتُمۡ عَنۡهُ مُعۡرِضُونَ ﴿ "kamu berpaling darinya" hingga seakan-akan kalian tidak mempercayai bahwa di hadapan kalian ada hisab (per-hitungan amal perbuatan), hukuman, ataupun pahala.
(69-70) Jika kalian ragu terhadap perkataanku dan kalian meragukan informasi dariku, maka sesungguhnya aku hanya me-nyampaikan informasi-informasi yang aku sendiri tidak mempu-nyai pengetahuannya dan tidak pula aku pelajari dari satu kitab mana pun. Jadi, penyampaian informasi yang aku sampaikan ini sebagaimana adanya, tanpa tambahan ataupun pengurangan, adalah merupakan saksi yang paling besar bagi kejujuranku dan bukti yang paling tepat atas kebenaran apa yang aku bawa kepada kalian ini. Maka dari itu Allah berfirman (memerintahkan RasulNya) ﴾ مَا كَانَ لِيَ مِنۡ عِلۡمِۭ بِٱلۡمَلَإِ ٱلۡأَعۡلَىٰٓ ﴿ "Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu," maksudnya, para malaikat, ﴾ إِذۡ يَخۡتَصِمُونَ ﴿ "ketika mereka berbantah-bantahan," kalau saja bukan karena Allah menginformasikannya dan mewahyukannya kepadaku. Dan karena itu ayat berikutnya mengatakan, ﴾ إِن يُوحَىٰٓ إِلَيَّ إِلَّآ أَنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Tidak di-wahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah se-orang pemberi peringatan yang nyata," artinya, yang jelas lagi nyata peringatannya. Maka tidak ada pemberi peringatan yang lebih jelas daripada perintah yang disampaikan oleh Rasulullah a.
(71-72) Kemudian Allah menjelaskan perbantahan para malaikat tersebut seraya berfirman, ﴾ إِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ﴿ "Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat" sebagai informasi, ﴾ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن طِينٖ ﴿ "Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah." Maksudnya, mate-rinya dari tanah liat, ﴾ فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ ﴿ "Maka apabila telah Ku-sempurnakan," maksudnya, menyempurnakan jasadnya dan telah terbentuk,﴾ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ ﴿ "dan Ku-tiupkan kepadanya ruhKu, maka hendak-lah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya."
(73-74) Maka para malaikat yang mulia itu menundukkan dirinya untuk hal tersebut, ketika penciptaan manusia itu telah sempurna dan telah ditiupkan ruh padanya, sebagai sikap patuh terhadap Rabb mereka dan sebagai sikap hormat kepada Adam عليه السلام. Setelah sempurna penciptaan jasad dan ruhnya dan setelah Allah menguji Adam dan para malaikat dalam ilmu pengetahuan, dan setelah tampak keunggulan Adam atas mereka, maka Allah memerintahkan mereka untuk sujud kepada Adam. Maka mereka pun sujud ﴾ كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ 73 إِلَّآ إِبۡلِيسَ ﴿ "semuanya, kecuali iblis," ia tidak mau sujud, ﴾ ٱسۡتَكۡبَرَ ﴿ "dia menyombongkan diri" terhadap perintah Rabbnya, dan menyombongkan diri terhadap Nabi Adam عليه السلام , ﴾ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "dan dia termasuk orang-orang yang kafir" dalam ilmu Allah سبحانه وتعالى.
(75) Maka Allah سبحانه وتعالى berkata kepadanya sebagai celaan,﴾ مَا مَنَعَكَ أَن تَسۡجُدَ لِمَا خَلَقۡتُ بِيَدَيَّۖ ﴿ "Apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu?" Maksudnya, yang Aku muliakan, Aku hargai dan Aku istimewakan dengan keistimewaan ini; yang dengannya ia menjadi istimewa daripada seluruh makhluk, dan hal itu seharusnya tidak menimbulkan sikap sombong terha-dapnya. ﴾ أَسۡتَكۡبَرۡتَ ﴿ "Apakah kamu menyombongkan diri" dalam keeng-gananmu itu, ﴾ أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡعَالِينَ ﴿ "ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?"
(76) ﴾ قَالَ ﴿ "Berkata" iblis dengan sikap menentang dan melawan Rabbnya, ﴾ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِي مِن نَّارٖ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٖ ﴿ "Aku lebih baik dari-padanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." Menurut anggapannya bahwa unsur api itu lebih baik daripada unsur tanah. Ini termasuk analogi yang rusak, karena sesungguhnya unsur api itu adalah materi kejahatan, keru-sakan, keangkuhan, kesombongan, dan kehinaan, sedangkan unsur tanah adalah materi kematangan, tawadhu' (rendah diri) dan tem-pat tumbuhnya berbagai pohon dan tanaman. Ia bisa mengalahkan api dan memadamkannya. Dan api selalu membutuhkan benda untuk bisa hidup, sedangkan tanah bisa berdiri sendiri. Itulah analogi dedengkot makhluk jahat yang dengannya ia menentang perintah langsung dari Allah سبحانه وتعالى, sudah sangat jelas sekali kebatilan dan kesesatannya. Lalu bagaimana menurut Anda dengan analogi-analogi para murid-muridnya (pengikutnya) yang menentang kebenaran dengan analogi-analogi yang mereka buat? Sesungguhnya analogi-analogi yang mereka gunakan itu adalah lebih batil dan lebih sesat lagi daripada analogi iblis ini.
(77-78) Maka Allah berfirman kepadanya, ﴾ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا ﴿ "Maka keluarlah kamu darinya," maksudnya, dari langit dan tempat yang mulia, ﴾ فَإِنَّكَ رَجِيمٞ ﴿ "sesungguhnya kamu adalah yang diusir," artinya, yang dijauhkan dan disingkirkan. ﴾ وَإِنَّ عَلَيۡكَ لَعۡنَتِيٓ ﴿ "Sesungguhnya ku-tukanKu tetap atasmu," maksudnya, sesungguhnya pengusiran dan pengucilanKu terhadapmu ﴾ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ﴿ "sampai Hari Pembalasan," yakni, selama-lamanya.
(79) ﴾ قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ﴿ "Ia berkata, 'Ya Rabbku, beri tang-guhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan'." Ini disebabkan karena permusuhannya yang sangat berat terhadap Nabi Adam dan anak keturunannya agar ia bisa menyesatkan siapa saja yang telah di-takdirkan Allah untuk disesatkannya.
(80-81) Maka A l l a h ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman" memenuhi permin-taannya sesuai dengan tuntutan hikmah (kebijaksanaan)Nya, ﴾ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ 80 إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ 81 ﴿ "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya," yakni, hingga seluruh anak keturunan Nabi Adam habis dan ujian telah usai.
(82-83) Setelah iblis mengetahui bahwa dirinya diberi tang-guhan waktu, maka ia terang-terangan melawan Rabbnya dengan kebusukannya, dengan permusuhan yang sengit terhadap Rabbnya dan terhadap Adam dan anak-anak keturunannya, seraya berkata, ﴾ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Demi keperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya." Huruf ba' (pada بِعِزَّتِكَ) bermakna sumpah. Ini berarti ia ber-sumpah dengan keperkasaan Allah bahwa iblis benar-benar akan menyesatkan mereka semuanya, ﴾ إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ﴿ "kecuali hamba-hambaMu yang diberi keikhlasan di antara mereka." Iblis menge-tahui bahwa Allah akan melindungi mereka dari tipu dayanya. Dan bisa juga huruf ba' itu bermakna isti'anah (permintaan pertolongan). Artinya, oleh karena iblis mengetahui bahwasanya dia lemah dari segala sisinya dan bahwa ia sama sekali tidak bisa menyesatkan seseorang kecuali dengan kehendak dari Allah سبحانه وتعالى, maka dia mencari pertolongan kepada keperkasaan Allah agar bisa menyesatkan anak keturunan Nabi Adam عليه السلام. Demikianlah, dan dia benar-benar musuh Allah yang sejati. Sedangkan kami, wahai Rabb, lemah tidak berdaya dan lalai, kami mengakui seluruh nikmat dariMu. Kami adalah anak cucu dari manusia yang telah Engkau muliakan dan Engkau hargai itu; maka kami memohon pertolongan dengan keperkasaanMu yang agung dan kekuasaanMu dan dengan rahmatMu yang luas yang meliputi segala sesuatu, rahmatMu yang dengannya Engkau telah mengantarkan kami kepada apa yang telah kami capai, yaitu berupa kenikmatan agama dan dunia, dan dengannya pula Engkau men-jauhkan segala bentuk bencana dari kami; tolonglah kami untuk memeranginya, memusuhinya dan selamat dari kejahatan dan kesyirikannya. Dan kami berbaik sangka, bahwa Engkau pasti mengabulkan doa kami, dan kami beriman kepada janjiMu yang telah Engkau katakan kepada kami, ﴾ وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ ﴿ "Dan Rabbmu berkata, 'Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan untukmu'." (al-Ghafir: 60). Dan inilah kami, telah berdoa kepadaMu sebagaimana telah Engkau perintahkan kepada kami, maka kabulkanlah doa kami sebagaimana yang telah Engkau janjikan. ﴾ إِنَّكَ لَا تُخۡلِفُ ٱلۡمِيعَادَ 194 ﴿ "Sesungguhnya Engkau tidak mengingkari janji." (Ali Imran: 194).
(84-85) Allah تعالى ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman (kepada iblis),"﴾ فَٱلۡحَقُّ وَٱلۡحَقَّ أَقُولُ ﴿ "Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan," artinya, al-Haq (kebenaran) itu adalah sifatKu dan yang benar itu FirmanKu, ﴾ لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya."
(86) Setelah Rasulullah a menjelaskan dalil kepada ma-nusia dan menjelaskan kepada mereka jalan (yang lurus) ini, maka Allah berfirman, ﴾ قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Katakanlah, 'Aku tidak meminta kepadamu atasnya'," maksudnya, atas seruanku kepada kalian ini, ﴾ مِنۡ أَجۡرٖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُتَكَلِّفِينَ ﴿ "upah sedikitpun dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mengada-adakan," di mana aku mengklaim suatu perkara yang bukan milikku dan mengikuti apa yang tidak aku miliki ilmu-nya, dan tidak pula aku mengikuti selain dari apa yang diwahyu-kan kepadaku.
(87) ﴾ إِنۡ هُوَ ﴿ "Ia tidak lain," maksudnya, wahyu dan al-Qur`an ini ﴾ إِلَّا ذِكۡرٞ لِّلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "hanyalah peringatan bagi semesta alam," yang de-ngannya mereka dapat mempelajari apa-apa yang bermanfaat bagi mereka dari berbagai maslahat agama dan dunia mereka. Maka dengan demikian, al-Qur`an menjadi kemuliaan dan pengangkat derajat manusia semuanya dan sebagai penegakan hujjah atas orang-orang yang membangkang. Dengan demikian, surat yang agung ini mengandung pela-jaran yang sangat bijaksana, informasi yang agung, penegakan hujjah dan argumen terhadap orang-orang yang mendustakan al-Qur`an dan menentangnya, mendustakan nabi (Rasul) yang datang dengannya, informasi tentang hamba-hamba Allah yang tulus dan balasan bagi orang-orang yang bertakwa dan orang-orang melam-paui batas. Maka dari itu Allah bersumpah pada awal surat ini bahwa al-Qur`an ini mengandung pelajaran, dan di akhir surat Dia menyatakan bahwa al-Qur`an ini adalah pelajaran (peringatan) bagi semesta alam; dan di dalamnya Allah banyak sekali mengingatkan, seperti pada FirmanNya, ﴾ وَٱذۡكُرۡ عَبۡدَنَآ ﴿ "Dan ingatlah hamba Kami," ﴾ وَٱذۡكُرۡ عِبَٰدَنَآ ﴿ "dan ingatlah hamba-hamba Kami," ﴾ رَحۡمَةٗ مِّنَّا وَذِكۡرَىٰ ﴿ "sebagai rahmat dan peringatan dari Kami," ﴾ هَٰذَا ذِكۡرٞۚ ﴿ "Ini adalah peringatan." Ya Allah, ajarkan kepada kami darinya apa yang belum kami ketahui dan ingatlah kepada kami apa yang kami lupa darinya karena kelalaian, kelupaan, dan pengabaian.
(88) ﴾ وَلَتَعۡلَمُنَّ نَبَأَهُۥ ﴿ "Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui beritanya," maksudnya, informasinya, ﴾ بَعۡدَ حِينِۭ ﴿ "setelah beberapa waktu lagi," yaitu ketika azab terjadi menimpa mereka dan segala bentuk hubungan terputus dari mereka.
Selesailah tafsir surat Shad, dengan karunia dan pertolongan Allah سبحانه وتعالى.
Sad 38:86
"Katakanlah, 'Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq melain-kan Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan. Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaper-kasa lagi Maha Pengampun.' Katakanlah, 'Berita itu adalah berita yang besar, yang kamu berpaling darinya. Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu ketika mereka berbantah-bantahan. Tidak diwahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata.' Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat, 'Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruhKu; maka hendaklah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya.' Lalu seluruh malaikat-malaikat itu sujud semuanya. Kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan dia termasuk orang-orang yang kafir. Allah berfirman, 'Hai iblis, apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu? Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?' Iblis berkata, 'Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau cipta-kan dari tanah.' Allah berfirman, 'Maka keluarlah kamu darinya; sesungguhnya kamu adalah yang diusir. Sesungguhnya kutukanKu tetap atasmu sampai Hari Pembalasan.' Iblis berkata, 'Ya Rabbku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.' Allah ber-firman, 'Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya.' Iblis menjawab, 'Demi KeperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang diberi keikh-lasan di antara mereka.' Allah berfirman, 'Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya.' Katakanlah, 'Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu atas dakwahku; dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang meng-ada-adakan. Al-Qur`an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui berita al-Qur`an setelah beberapa waktu lagi'." (Shad: 65-88).
(65) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah," wahai rasul kepada mereka-mereka yang mendustakan, jika mereka meminta apa yang tidak kamu miliki wewenang padanya dan tidak pada kekuasaanmu,﴾ إِنَّمَآ أَنَا۠ مُنذِرٞۖ ﴿ "Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan." Inilah segala apa yang aku miliki. Adapun semua wewenang urusan adalah milik Allah سبحانه وتعالى, sedangkan saya hanyalah menyuruh kalian, melarang kalian dan menghimbau kalian kepada kebaikan dan mencegah kalian dari segala keburukan. Barangsiapa yang mau mengikutinya, maka keuntungannya kembali kepada dirinya sen-diri, dan siapa saja yang sesat, maka kesesatannya menimpa dirinya sendiri. ﴾ وَمَا مِنۡ إِلَٰهٍ إِلَّا ٱللَّهُ ﴿ "Dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq me-lainkan Allah." Maksudnya, tiada seorang pun yang berhak dipertu-hankan dan disembah dengan haq kecuali Allah ﴾ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ ﴿ "Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan." Ini adalah sebuah penegasan tentang ketuhananNya berdasarkan argumen yang tak terbantah-kan, yaitu keesaanNya dan keperkasaanNya atas segala sesuatu, sebab keperkasaan itu memastikan keesaan. Maka tidak akan ada dua yang tidak terkalahkan yang sama di dalam keperkasaannya selama-lamanya. Maka, yang mengalahkan segala sesuatu itu, Dia-lah Yang Esa, yang tidak ada tandinganNya, dan Dia-lah semata yang berhak disembah sebagaimana halnya hanya Dia yang Maha Mengalahkan.
(66) Dan hal tersebut diperkuat lagi dengan tauhid rububi-yah, seraya berfirman, ﴾ رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا ﴿ "Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya." Artinya, Pencipta keduanya, Pemelihara dan Yang Mengatur keduanya dengan berbagai bentuk pengendalian, ﴾ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Yang Mahaperkasa," yang memiliki kekuatan yang dengannya Dia menciptakan ciptaan-ciptaan agung (luar biasa besarnya), ﴾ ٱلۡغَفَّٰرُ ﴿ "lagi Maha Pengampun" terhadap semua dosa, yang kecil dan yang besar bagi siapa saja yang bertaubat kepada-Nya dan menanggalkan diri dari perbuatan dosa. Inilah yang pantas dan yang berhak diibadahi (disembah), bukan siapa yang tidak mampu menciptakan, tidak mampu mem-beri rizki, tidak bisa menimpakan mudarat, tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula memiliki wewenang sedikitpun, tidak me-miliki power untuk berkuasa dan tidak pula mempunyai kemam-puan memberikan ampunan terhadap dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan.
(67-68) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka, seraya memper-takuti, mewanti-wanti, membangkitkan dan memberikan peringatan kepada mereka, ﴾ هُوَ نَبَؤٌاْ عَظِيمٌ ﴿ "Berita itu adalah berita yang besar." Arti-nya, apa yang saya informasikan kepada kalian ini, seperti kebang-kitan, dihidupkan kembali sesudah mati dan pemberian balasan atas amal-amal adalah merupakan berita yang sangat agung yang pantas diperhatikan dengan serius dan tidak boleh diabaikan. Akan tetapi ﴾ أَنتُمۡ عَنۡهُ مُعۡرِضُونَ ﴿ "kamu berpaling darinya" hingga seakan-akan kalian tidak mempercayai bahwa di hadapan kalian ada hisab (per-hitungan amal perbuatan), hukuman, ataupun pahala.
(69-70) Jika kalian ragu terhadap perkataanku dan kalian meragukan informasi dariku, maka sesungguhnya aku hanya me-nyampaikan informasi-informasi yang aku sendiri tidak mempu-nyai pengetahuannya dan tidak pula aku pelajari dari satu kitab mana pun. Jadi, penyampaian informasi yang aku sampaikan ini sebagaimana adanya, tanpa tambahan ataupun pengurangan, adalah merupakan saksi yang paling besar bagi kejujuranku dan bukti yang paling tepat atas kebenaran apa yang aku bawa kepada kalian ini. Maka dari itu Allah berfirman (memerintahkan RasulNya) ﴾ مَا كَانَ لِيَ مِنۡ عِلۡمِۭ بِٱلۡمَلَإِ ٱلۡأَعۡلَىٰٓ ﴿ "Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu," maksudnya, para malaikat, ﴾ إِذۡ يَخۡتَصِمُونَ ﴿ "ketika mereka berbantah-bantahan," kalau saja bukan karena Allah menginformasikannya dan mewahyukannya kepadaku. Dan karena itu ayat berikutnya mengatakan, ﴾ إِن يُوحَىٰٓ إِلَيَّ إِلَّآ أَنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Tidak di-wahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah se-orang pemberi peringatan yang nyata," artinya, yang jelas lagi nyata peringatannya. Maka tidak ada pemberi peringatan yang lebih jelas daripada perintah yang disampaikan oleh Rasulullah a.
(71-72) Kemudian Allah menjelaskan perbantahan para malaikat tersebut seraya berfirman, ﴾ إِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ﴿ "Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat" sebagai informasi, ﴾ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن طِينٖ ﴿ "Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah." Maksudnya, mate-rinya dari tanah liat, ﴾ فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ ﴿ "Maka apabila telah Ku-sempurnakan," maksudnya, menyempurnakan jasadnya dan telah terbentuk,﴾ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ ﴿ "dan Ku-tiupkan kepadanya ruhKu, maka hendak-lah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya."
(73-74) Maka para malaikat yang mulia itu menundukkan dirinya untuk hal tersebut, ketika penciptaan manusia itu telah sempurna dan telah ditiupkan ruh padanya, sebagai sikap patuh terhadap Rabb mereka dan sebagai sikap hormat kepada Adam عليه السلام. Setelah sempurna penciptaan jasad dan ruhnya dan setelah Allah menguji Adam dan para malaikat dalam ilmu pengetahuan, dan setelah tampak keunggulan Adam atas mereka, maka Allah memerintahkan mereka untuk sujud kepada Adam. Maka mereka pun sujud ﴾ كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ 73 إِلَّآ إِبۡلِيسَ ﴿ "semuanya, kecuali iblis," ia tidak mau sujud, ﴾ ٱسۡتَكۡبَرَ ﴿ "dia menyombongkan diri" terhadap perintah Rabbnya, dan menyombongkan diri terhadap Nabi Adam عليه السلام , ﴾ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "dan dia termasuk orang-orang yang kafir" dalam ilmu Allah سبحانه وتعالى.
(75) Maka Allah سبحانه وتعالى berkata kepadanya sebagai celaan,﴾ مَا مَنَعَكَ أَن تَسۡجُدَ لِمَا خَلَقۡتُ بِيَدَيَّۖ ﴿ "Apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu?" Maksudnya, yang Aku muliakan, Aku hargai dan Aku istimewakan dengan keistimewaan ini; yang dengannya ia menjadi istimewa daripada seluruh makhluk, dan hal itu seharusnya tidak menimbulkan sikap sombong terha-dapnya. ﴾ أَسۡتَكۡبَرۡتَ ﴿ "Apakah kamu menyombongkan diri" dalam keeng-gananmu itu, ﴾ أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡعَالِينَ ﴿ "ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?"
(76) ﴾ قَالَ ﴿ "Berkata" iblis dengan sikap menentang dan melawan Rabbnya, ﴾ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِي مِن نَّارٖ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٖ ﴿ "Aku lebih baik dari-padanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." Menurut anggapannya bahwa unsur api itu lebih baik daripada unsur tanah. Ini termasuk analogi yang rusak, karena sesungguhnya unsur api itu adalah materi kejahatan, keru-sakan, keangkuhan, kesombongan, dan kehinaan, sedangkan unsur tanah adalah materi kematangan, tawadhu' (rendah diri) dan tem-pat tumbuhnya berbagai pohon dan tanaman. Ia bisa mengalahkan api dan memadamkannya. Dan api selalu membutuhkan benda untuk bisa hidup, sedangkan tanah bisa berdiri sendiri. Itulah analogi dedengkot makhluk jahat yang dengannya ia menentang perintah langsung dari Allah سبحانه وتعالى, sudah sangat jelas sekali kebatilan dan kesesatannya. Lalu bagaimana menurut Anda dengan analogi-analogi para murid-muridnya (pengikutnya) yang menentang kebenaran dengan analogi-analogi yang mereka buat? Sesungguhnya analogi-analogi yang mereka gunakan itu adalah lebih batil dan lebih sesat lagi daripada analogi iblis ini.
(77-78) Maka Allah berfirman kepadanya, ﴾ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا ﴿ "Maka keluarlah kamu darinya," maksudnya, dari langit dan tempat yang mulia, ﴾ فَإِنَّكَ رَجِيمٞ ﴿ "sesungguhnya kamu adalah yang diusir," artinya, yang dijauhkan dan disingkirkan. ﴾ وَإِنَّ عَلَيۡكَ لَعۡنَتِيٓ ﴿ "Sesungguhnya ku-tukanKu tetap atasmu," maksudnya, sesungguhnya pengusiran dan pengucilanKu terhadapmu ﴾ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ﴿ "sampai Hari Pembalasan," yakni, selama-lamanya.
(79) ﴾ قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ﴿ "Ia berkata, 'Ya Rabbku, beri tang-guhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan'." Ini disebabkan karena permusuhannya yang sangat berat terhadap Nabi Adam dan anak keturunannya agar ia bisa menyesatkan siapa saja yang telah di-takdirkan Allah untuk disesatkannya.
(80-81) Maka A l l a h ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman" memenuhi permin-taannya sesuai dengan tuntutan hikmah (kebijaksanaan)Nya, ﴾ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ 80 إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ 81 ﴿ "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya," yakni, hingga seluruh anak keturunan Nabi Adam habis dan ujian telah usai.
(82-83) Setelah iblis mengetahui bahwa dirinya diberi tang-guhan waktu, maka ia terang-terangan melawan Rabbnya dengan kebusukannya, dengan permusuhan yang sengit terhadap Rabbnya dan terhadap Adam dan anak-anak keturunannya, seraya berkata, ﴾ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Demi keperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya." Huruf ba' (pada بِعِزَّتِكَ) bermakna sumpah. Ini berarti ia ber-sumpah dengan keperkasaan Allah bahwa iblis benar-benar akan menyesatkan mereka semuanya, ﴾ إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ﴿ "kecuali hamba-hambaMu yang diberi keikhlasan di antara mereka." Iblis menge-tahui bahwa Allah akan melindungi mereka dari tipu dayanya. Dan bisa juga huruf ba' itu bermakna isti'anah (permintaan pertolongan). Artinya, oleh karena iblis mengetahui bahwasanya dia lemah dari segala sisinya dan bahwa ia sama sekali tidak bisa menyesatkan seseorang kecuali dengan kehendak dari Allah سبحانه وتعالى, maka dia mencari pertolongan kepada keperkasaan Allah agar bisa menyesatkan anak keturunan Nabi Adam عليه السلام. Demikianlah, dan dia benar-benar musuh Allah yang sejati. Sedangkan kami, wahai Rabb, lemah tidak berdaya dan lalai, kami mengakui seluruh nikmat dariMu. Kami adalah anak cucu dari manusia yang telah Engkau muliakan dan Engkau hargai itu; maka kami memohon pertolongan dengan keperkasaanMu yang agung dan kekuasaanMu dan dengan rahmatMu yang luas yang meliputi segala sesuatu, rahmatMu yang dengannya Engkau telah mengantarkan kami kepada apa yang telah kami capai, yaitu berupa kenikmatan agama dan dunia, dan dengannya pula Engkau men-jauhkan segala bentuk bencana dari kami; tolonglah kami untuk memeranginya, memusuhinya dan selamat dari kejahatan dan kesyirikannya. Dan kami berbaik sangka, bahwa Engkau pasti mengabulkan doa kami, dan kami beriman kepada janjiMu yang telah Engkau katakan kepada kami, ﴾ وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ ﴿ "Dan Rabbmu berkata, 'Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan untukmu'." (al-Ghafir: 60). Dan inilah kami, telah berdoa kepadaMu sebagaimana telah Engkau perintahkan kepada kami, maka kabulkanlah doa kami sebagaimana yang telah Engkau janjikan. ﴾ إِنَّكَ لَا تُخۡلِفُ ٱلۡمِيعَادَ 194 ﴿ "Sesungguhnya Engkau tidak mengingkari janji." (Ali Imran: 194).
(84-85) Allah تعالى ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman (kepada iblis),"﴾ فَٱلۡحَقُّ وَٱلۡحَقَّ أَقُولُ ﴿ "Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan," artinya, al-Haq (kebenaran) itu adalah sifatKu dan yang benar itu FirmanKu, ﴾ لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya."
(86) Setelah Rasulullah a menjelaskan dalil kepada ma-nusia dan menjelaskan kepada mereka jalan (yang lurus) ini, maka Allah berfirman, ﴾ قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Katakanlah, 'Aku tidak meminta kepadamu atasnya'," maksudnya, atas seruanku kepada kalian ini, ﴾ مِنۡ أَجۡرٖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُتَكَلِّفِينَ ﴿ "upah sedikitpun dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mengada-adakan," di mana aku mengklaim suatu perkara yang bukan milikku dan mengikuti apa yang tidak aku miliki ilmu-nya, dan tidak pula aku mengikuti selain dari apa yang diwahyu-kan kepadaku.
(87) ﴾ إِنۡ هُوَ ﴿ "Ia tidak lain," maksudnya, wahyu dan al-Qur`an ini ﴾ إِلَّا ذِكۡرٞ لِّلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "hanyalah peringatan bagi semesta alam," yang de-ngannya mereka dapat mempelajari apa-apa yang bermanfaat bagi mereka dari berbagai maslahat agama dan dunia mereka. Maka dengan demikian, al-Qur`an menjadi kemuliaan dan pengangkat derajat manusia semuanya dan sebagai penegakan hujjah atas orang-orang yang membangkang. Dengan demikian, surat yang agung ini mengandung pela-jaran yang sangat bijaksana, informasi yang agung, penegakan hujjah dan argumen terhadap orang-orang yang mendustakan al-Qur`an dan menentangnya, mendustakan nabi (Rasul) yang datang dengannya, informasi tentang hamba-hamba Allah yang tulus dan balasan bagi orang-orang yang bertakwa dan orang-orang melam-paui batas. Maka dari itu Allah bersumpah pada awal surat ini bahwa al-Qur`an ini mengandung pelajaran, dan di akhir surat Dia menyatakan bahwa al-Qur`an ini adalah pelajaran (peringatan) bagi semesta alam; dan di dalamnya Allah banyak sekali mengingatkan, seperti pada FirmanNya, ﴾ وَٱذۡكُرۡ عَبۡدَنَآ ﴿ "Dan ingatlah hamba Kami," ﴾ وَٱذۡكُرۡ عِبَٰدَنَآ ﴿ "dan ingatlah hamba-hamba Kami," ﴾ رَحۡمَةٗ مِّنَّا وَذِكۡرَىٰ ﴿ "sebagai rahmat dan peringatan dari Kami," ﴾ هَٰذَا ذِكۡرٞۚ ﴿ "Ini adalah peringatan." Ya Allah, ajarkan kepada kami darinya apa yang belum kami ketahui dan ingatlah kepada kami apa yang kami lupa darinya karena kelalaian, kelupaan, dan pengabaian.
(88) ﴾ وَلَتَعۡلَمُنَّ نَبَأَهُۥ ﴿ "Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui beritanya," maksudnya, informasinya, ﴾ بَعۡدَ حِينِۭ ﴿ "setelah beberapa waktu lagi," yaitu ketika azab terjadi menimpa mereka dan segala bentuk hubungan terputus dari mereka.
Selesailah tafsir surat Shad, dengan karunia dan pertolongan Allah سبحانه وتعالى.
Sad 38:87
"Katakanlah, 'Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq melain-kan Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan. Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaper-kasa lagi Maha Pengampun.' Katakanlah, 'Berita itu adalah berita yang besar, yang kamu berpaling darinya. Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu ketika mereka berbantah-bantahan. Tidak diwahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata.' Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat, 'Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruhKu; maka hendaklah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya.' Lalu seluruh malaikat-malaikat itu sujud semuanya. Kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan dia termasuk orang-orang yang kafir. Allah berfirman, 'Hai iblis, apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu? Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?' Iblis berkata, 'Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau cipta-kan dari tanah.' Allah berfirman, 'Maka keluarlah kamu darinya; sesungguhnya kamu adalah yang diusir. Sesungguhnya kutukanKu tetap atasmu sampai Hari Pembalasan.' Iblis berkata, 'Ya Rabbku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.' Allah ber-firman, 'Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya.' Iblis menjawab, 'Demi KeperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang diberi keikh-lasan di antara mereka.' Allah berfirman, 'Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya.' Katakanlah, 'Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu atas dakwahku; dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang meng-ada-adakan. Al-Qur`an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui berita al-Qur`an setelah beberapa waktu lagi'." (Shad: 65-88).
(65) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah," wahai rasul kepada mereka-mereka yang mendustakan, jika mereka meminta apa yang tidak kamu miliki wewenang padanya dan tidak pada kekuasaanmu,﴾ إِنَّمَآ أَنَا۠ مُنذِرٞۖ ﴿ "Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan." Inilah segala apa yang aku miliki. Adapun semua wewenang urusan adalah milik Allah سبحانه وتعالى, sedangkan saya hanyalah menyuruh kalian, melarang kalian dan menghimbau kalian kepada kebaikan dan mencegah kalian dari segala keburukan. Barangsiapa yang mau mengikutinya, maka keuntungannya kembali kepada dirinya sen-diri, dan siapa saja yang sesat, maka kesesatannya menimpa dirinya sendiri. ﴾ وَمَا مِنۡ إِلَٰهٍ إِلَّا ٱللَّهُ ﴿ "Dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq me-lainkan Allah." Maksudnya, tiada seorang pun yang berhak dipertu-hankan dan disembah dengan haq kecuali Allah ﴾ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ ﴿ "Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan." Ini adalah sebuah penegasan tentang ketuhananNya berdasarkan argumen yang tak terbantah-kan, yaitu keesaanNya dan keperkasaanNya atas segala sesuatu, sebab keperkasaan itu memastikan keesaan. Maka tidak akan ada dua yang tidak terkalahkan yang sama di dalam keperkasaannya selama-lamanya. Maka, yang mengalahkan segala sesuatu itu, Dia-lah Yang Esa, yang tidak ada tandinganNya, dan Dia-lah semata yang berhak disembah sebagaimana halnya hanya Dia yang Maha Mengalahkan.
(66) Dan hal tersebut diperkuat lagi dengan tauhid rububi-yah, seraya berfirman, ﴾ رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا ﴿ "Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya." Artinya, Pencipta keduanya, Pemelihara dan Yang Mengatur keduanya dengan berbagai bentuk pengendalian, ﴾ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Yang Mahaperkasa," yang memiliki kekuatan yang dengannya Dia menciptakan ciptaan-ciptaan agung (luar biasa besarnya), ﴾ ٱلۡغَفَّٰرُ ﴿ "lagi Maha Pengampun" terhadap semua dosa, yang kecil dan yang besar bagi siapa saja yang bertaubat kepada-Nya dan menanggalkan diri dari perbuatan dosa. Inilah yang pantas dan yang berhak diibadahi (disembah), bukan siapa yang tidak mampu menciptakan, tidak mampu mem-beri rizki, tidak bisa menimpakan mudarat, tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula memiliki wewenang sedikitpun, tidak me-miliki power untuk berkuasa dan tidak pula mempunyai kemam-puan memberikan ampunan terhadap dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan.
(67-68) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka, seraya memper-takuti, mewanti-wanti, membangkitkan dan memberikan peringatan kepada mereka, ﴾ هُوَ نَبَؤٌاْ عَظِيمٌ ﴿ "Berita itu adalah berita yang besar." Arti-nya, apa yang saya informasikan kepada kalian ini, seperti kebang-kitan, dihidupkan kembali sesudah mati dan pemberian balasan atas amal-amal adalah merupakan berita yang sangat agung yang pantas diperhatikan dengan serius dan tidak boleh diabaikan. Akan tetapi ﴾ أَنتُمۡ عَنۡهُ مُعۡرِضُونَ ﴿ "kamu berpaling darinya" hingga seakan-akan kalian tidak mempercayai bahwa di hadapan kalian ada hisab (per-hitungan amal perbuatan), hukuman, ataupun pahala.
(69-70) Jika kalian ragu terhadap perkataanku dan kalian meragukan informasi dariku, maka sesungguhnya aku hanya me-nyampaikan informasi-informasi yang aku sendiri tidak mempu-nyai pengetahuannya dan tidak pula aku pelajari dari satu kitab mana pun. Jadi, penyampaian informasi yang aku sampaikan ini sebagaimana adanya, tanpa tambahan ataupun pengurangan, adalah merupakan saksi yang paling besar bagi kejujuranku dan bukti yang paling tepat atas kebenaran apa yang aku bawa kepada kalian ini. Maka dari itu Allah berfirman (memerintahkan RasulNya) ﴾ مَا كَانَ لِيَ مِنۡ عِلۡمِۭ بِٱلۡمَلَإِ ٱلۡأَعۡلَىٰٓ ﴿ "Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu," maksudnya, para malaikat, ﴾ إِذۡ يَخۡتَصِمُونَ ﴿ "ketika mereka berbantah-bantahan," kalau saja bukan karena Allah menginformasikannya dan mewahyukannya kepadaku. Dan karena itu ayat berikutnya mengatakan, ﴾ إِن يُوحَىٰٓ إِلَيَّ إِلَّآ أَنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Tidak di-wahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah se-orang pemberi peringatan yang nyata," artinya, yang jelas lagi nyata peringatannya. Maka tidak ada pemberi peringatan yang lebih jelas daripada perintah yang disampaikan oleh Rasulullah a.
(71-72) Kemudian Allah menjelaskan perbantahan para malaikat tersebut seraya berfirman, ﴾ إِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ﴿ "Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat" sebagai informasi, ﴾ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن طِينٖ ﴿ "Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah." Maksudnya, mate-rinya dari tanah liat, ﴾ فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ ﴿ "Maka apabila telah Ku-sempurnakan," maksudnya, menyempurnakan jasadnya dan telah terbentuk,﴾ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ ﴿ "dan Ku-tiupkan kepadanya ruhKu, maka hendak-lah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya."
(73-74) Maka para malaikat yang mulia itu menundukkan dirinya untuk hal tersebut, ketika penciptaan manusia itu telah sempurna dan telah ditiupkan ruh padanya, sebagai sikap patuh terhadap Rabb mereka dan sebagai sikap hormat kepada Adam عليه السلام. Setelah sempurna penciptaan jasad dan ruhnya dan setelah Allah menguji Adam dan para malaikat dalam ilmu pengetahuan, dan setelah tampak keunggulan Adam atas mereka, maka Allah memerintahkan mereka untuk sujud kepada Adam. Maka mereka pun sujud ﴾ كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ 73 إِلَّآ إِبۡلِيسَ ﴿ "semuanya, kecuali iblis," ia tidak mau sujud, ﴾ ٱسۡتَكۡبَرَ ﴿ "dia menyombongkan diri" terhadap perintah Rabbnya, dan menyombongkan diri terhadap Nabi Adam عليه السلام , ﴾ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "dan dia termasuk orang-orang yang kafir" dalam ilmu Allah سبحانه وتعالى.
(75) Maka Allah سبحانه وتعالى berkata kepadanya sebagai celaan,﴾ مَا مَنَعَكَ أَن تَسۡجُدَ لِمَا خَلَقۡتُ بِيَدَيَّۖ ﴿ "Apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu?" Maksudnya, yang Aku muliakan, Aku hargai dan Aku istimewakan dengan keistimewaan ini; yang dengannya ia menjadi istimewa daripada seluruh makhluk, dan hal itu seharusnya tidak menimbulkan sikap sombong terha-dapnya. ﴾ أَسۡتَكۡبَرۡتَ ﴿ "Apakah kamu menyombongkan diri" dalam keeng-gananmu itu, ﴾ أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡعَالِينَ ﴿ "ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?"
(76) ﴾ قَالَ ﴿ "Berkata" iblis dengan sikap menentang dan melawan Rabbnya, ﴾ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِي مِن نَّارٖ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٖ ﴿ "Aku lebih baik dari-padanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." Menurut anggapannya bahwa unsur api itu lebih baik daripada unsur tanah. Ini termasuk analogi yang rusak, karena sesungguhnya unsur api itu adalah materi kejahatan, keru-sakan, keangkuhan, kesombongan, dan kehinaan, sedangkan unsur tanah adalah materi kematangan, tawadhu' (rendah diri) dan tem-pat tumbuhnya berbagai pohon dan tanaman. Ia bisa mengalahkan api dan memadamkannya. Dan api selalu membutuhkan benda untuk bisa hidup, sedangkan tanah bisa berdiri sendiri. Itulah analogi dedengkot makhluk jahat yang dengannya ia menentang perintah langsung dari Allah سبحانه وتعالى, sudah sangat jelas sekali kebatilan dan kesesatannya. Lalu bagaimana menurut Anda dengan analogi-analogi para murid-muridnya (pengikutnya) yang menentang kebenaran dengan analogi-analogi yang mereka buat? Sesungguhnya analogi-analogi yang mereka gunakan itu adalah lebih batil dan lebih sesat lagi daripada analogi iblis ini.
(77-78) Maka Allah berfirman kepadanya, ﴾ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا ﴿ "Maka keluarlah kamu darinya," maksudnya, dari langit dan tempat yang mulia, ﴾ فَإِنَّكَ رَجِيمٞ ﴿ "sesungguhnya kamu adalah yang diusir," artinya, yang dijauhkan dan disingkirkan. ﴾ وَإِنَّ عَلَيۡكَ لَعۡنَتِيٓ ﴿ "Sesungguhnya ku-tukanKu tetap atasmu," maksudnya, sesungguhnya pengusiran dan pengucilanKu terhadapmu ﴾ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ﴿ "sampai Hari Pembalasan," yakni, selama-lamanya.
(79) ﴾ قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ﴿ "Ia berkata, 'Ya Rabbku, beri tang-guhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan'." Ini disebabkan karena permusuhannya yang sangat berat terhadap Nabi Adam dan anak keturunannya agar ia bisa menyesatkan siapa saja yang telah di-takdirkan Allah untuk disesatkannya.
(80-81) Maka A l l a h ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman" memenuhi permin-taannya sesuai dengan tuntutan hikmah (kebijaksanaan)Nya, ﴾ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ 80 إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ 81 ﴿ "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya," yakni, hingga seluruh anak keturunan Nabi Adam habis dan ujian telah usai.
(82-83) Setelah iblis mengetahui bahwa dirinya diberi tang-guhan waktu, maka ia terang-terangan melawan Rabbnya dengan kebusukannya, dengan permusuhan yang sengit terhadap Rabbnya dan terhadap Adam dan anak-anak keturunannya, seraya berkata, ﴾ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Demi keperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya." Huruf ba' (pada بِعِزَّتِكَ) bermakna sumpah. Ini berarti ia ber-sumpah dengan keperkasaan Allah bahwa iblis benar-benar akan menyesatkan mereka semuanya, ﴾ إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ﴿ "kecuali hamba-hambaMu yang diberi keikhlasan di antara mereka." Iblis menge-tahui bahwa Allah akan melindungi mereka dari tipu dayanya. Dan bisa juga huruf ba' itu bermakna isti'anah (permintaan pertolongan). Artinya, oleh karena iblis mengetahui bahwasanya dia lemah dari segala sisinya dan bahwa ia sama sekali tidak bisa menyesatkan seseorang kecuali dengan kehendak dari Allah سبحانه وتعالى, maka dia mencari pertolongan kepada keperkasaan Allah agar bisa menyesatkan anak keturunan Nabi Adam عليه السلام. Demikianlah, dan dia benar-benar musuh Allah yang sejati. Sedangkan kami, wahai Rabb, lemah tidak berdaya dan lalai, kami mengakui seluruh nikmat dariMu. Kami adalah anak cucu dari manusia yang telah Engkau muliakan dan Engkau hargai itu; maka kami memohon pertolongan dengan keperkasaanMu yang agung dan kekuasaanMu dan dengan rahmatMu yang luas yang meliputi segala sesuatu, rahmatMu yang dengannya Engkau telah mengantarkan kami kepada apa yang telah kami capai, yaitu berupa kenikmatan agama dan dunia, dan dengannya pula Engkau men-jauhkan segala bentuk bencana dari kami; tolonglah kami untuk memeranginya, memusuhinya dan selamat dari kejahatan dan kesyirikannya. Dan kami berbaik sangka, bahwa Engkau pasti mengabulkan doa kami, dan kami beriman kepada janjiMu yang telah Engkau katakan kepada kami, ﴾ وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ ﴿ "Dan Rabbmu berkata, 'Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan untukmu'." (al-Ghafir: 60). Dan inilah kami, telah berdoa kepadaMu sebagaimana telah Engkau perintahkan kepada kami, maka kabulkanlah doa kami sebagaimana yang telah Engkau janjikan. ﴾ إِنَّكَ لَا تُخۡلِفُ ٱلۡمِيعَادَ 194 ﴿ "Sesungguhnya Engkau tidak mengingkari janji." (Ali Imran: 194).
(84-85) Allah تعالى ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman (kepada iblis),"﴾ فَٱلۡحَقُّ وَٱلۡحَقَّ أَقُولُ ﴿ "Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan," artinya, al-Haq (kebenaran) itu adalah sifatKu dan yang benar itu FirmanKu, ﴾ لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya."
(86) Setelah Rasulullah a menjelaskan dalil kepada ma-nusia dan menjelaskan kepada mereka jalan (yang lurus) ini, maka Allah berfirman, ﴾ قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Katakanlah, 'Aku tidak meminta kepadamu atasnya'," maksudnya, atas seruanku kepada kalian ini, ﴾ مِنۡ أَجۡرٖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُتَكَلِّفِينَ ﴿ "upah sedikitpun dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mengada-adakan," di mana aku mengklaim suatu perkara yang bukan milikku dan mengikuti apa yang tidak aku miliki ilmu-nya, dan tidak pula aku mengikuti selain dari apa yang diwahyu-kan kepadaku.
(87) ﴾ إِنۡ هُوَ ﴿ "Ia tidak lain," maksudnya, wahyu dan al-Qur`an ini ﴾ إِلَّا ذِكۡرٞ لِّلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "hanyalah peringatan bagi semesta alam," yang de-ngannya mereka dapat mempelajari apa-apa yang bermanfaat bagi mereka dari berbagai maslahat agama dan dunia mereka. Maka dengan demikian, al-Qur`an menjadi kemuliaan dan pengangkat derajat manusia semuanya dan sebagai penegakan hujjah atas orang-orang yang membangkang. Dengan demikian, surat yang agung ini mengandung pela-jaran yang sangat bijaksana, informasi yang agung, penegakan hujjah dan argumen terhadap orang-orang yang mendustakan al-Qur`an dan menentangnya, mendustakan nabi (Rasul) yang datang dengannya, informasi tentang hamba-hamba Allah yang tulus dan balasan bagi orang-orang yang bertakwa dan orang-orang melam-paui batas. Maka dari itu Allah bersumpah pada awal surat ini bahwa al-Qur`an ini mengandung pelajaran, dan di akhir surat Dia menyatakan bahwa al-Qur`an ini adalah pelajaran (peringatan) bagi semesta alam; dan di dalamnya Allah banyak sekali mengingatkan, seperti pada FirmanNya, ﴾ وَٱذۡكُرۡ عَبۡدَنَآ ﴿ "Dan ingatlah hamba Kami," ﴾ وَٱذۡكُرۡ عِبَٰدَنَآ ﴿ "dan ingatlah hamba-hamba Kami," ﴾ رَحۡمَةٗ مِّنَّا وَذِكۡرَىٰ ﴿ "sebagai rahmat dan peringatan dari Kami," ﴾ هَٰذَا ذِكۡرٞۚ ﴿ "Ini adalah peringatan." Ya Allah, ajarkan kepada kami darinya apa yang belum kami ketahui dan ingatlah kepada kami apa yang kami lupa darinya karena kelalaian, kelupaan, dan pengabaian.
(88) ﴾ وَلَتَعۡلَمُنَّ نَبَأَهُۥ ﴿ "Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui beritanya," maksudnya, informasinya, ﴾ بَعۡدَ حِينِۭ ﴿ "setelah beberapa waktu lagi," yaitu ketika azab terjadi menimpa mereka dan segala bentuk hubungan terputus dari mereka.
Selesailah tafsir surat Shad, dengan karunia dan pertolongan Allah سبحانه وتعالى.
Sad 38:88
"Katakanlah, 'Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq melain-kan Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan. Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, Yang Mahaper-kasa lagi Maha Pengampun.' Katakanlah, 'Berita itu adalah berita yang besar, yang kamu berpaling darinya. Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu ketika mereka berbantah-bantahan. Tidak diwahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah seorang pemberi peringatan yang nyata.' Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat, 'Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah. Apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya ruhKu; maka hendaklah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya.' Lalu seluruh malaikat-malaikat itu sujud semuanya. Kecuali iblis; dia menyombongkan diri dan dia termasuk orang-orang yang kafir. Allah berfirman, 'Hai iblis, apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu? Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?' Iblis berkata, 'Aku lebih baik daripadanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau cipta-kan dari tanah.' Allah berfirman, 'Maka keluarlah kamu darinya; sesungguhnya kamu adalah yang diusir. Sesungguhnya kutukanKu tetap atasmu sampai Hari Pembalasan.' Iblis berkata, 'Ya Rabbku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan.' Allah ber-firman, 'Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya.' Iblis menjawab, 'Demi KeperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang diberi keikh-lasan di antara mereka.' Allah berfirman, 'Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan. Sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya.' Katakanlah, 'Aku tidak meminta upah sedikit pun kepadamu atas dakwahku; dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang meng-ada-adakan. Al-Qur`an ini tidak lain hanyalah peringatan bagi semesta alam. Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui berita al-Qur`an setelah beberapa waktu lagi'." (Shad: 65-88).
(65) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah," wahai rasul kepada mereka-mereka yang mendustakan, jika mereka meminta apa yang tidak kamu miliki wewenang padanya dan tidak pada kekuasaanmu,﴾ إِنَّمَآ أَنَا۠ مُنذِرٞۖ ﴿ "Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan." Inilah segala apa yang aku miliki. Adapun semua wewenang urusan adalah milik Allah سبحانه وتعالى, sedangkan saya hanyalah menyuruh kalian, melarang kalian dan menghimbau kalian kepada kebaikan dan mencegah kalian dari segala keburukan. Barangsiapa yang mau mengikutinya, maka keuntungannya kembali kepada dirinya sen-diri, dan siapa saja yang sesat, maka kesesatannya menimpa dirinya sendiri. ﴾ وَمَا مِنۡ إِلَٰهٍ إِلَّا ٱللَّهُ ﴿ "Dan sekali-kali tidak ada sembahan yang haq me-lainkan Allah." Maksudnya, tiada seorang pun yang berhak dipertu-hankan dan disembah dengan haq kecuali Allah ﴾ ٱلۡوَٰحِدُ ٱلۡقَهَّارُ ﴿ "Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan." Ini adalah sebuah penegasan tentang ketuhananNya berdasarkan argumen yang tak terbantah-kan, yaitu keesaanNya dan keperkasaanNya atas segala sesuatu, sebab keperkasaan itu memastikan keesaan. Maka tidak akan ada dua yang tidak terkalahkan yang sama di dalam keperkasaannya selama-lamanya. Maka, yang mengalahkan segala sesuatu itu, Dia-lah Yang Esa, yang tidak ada tandinganNya, dan Dia-lah semata yang berhak disembah sebagaimana halnya hanya Dia yang Maha Mengalahkan.
(66) Dan hal tersebut diperkuat lagi dengan tauhid rububi-yah, seraya berfirman, ﴾ رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ وَمَا بَيۡنَهُمَا ﴿ "Rabb langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya." Artinya, Pencipta keduanya, Pemelihara dan Yang Mengatur keduanya dengan berbagai bentuk pengendalian, ﴾ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "Yang Mahaperkasa," yang memiliki kekuatan yang dengannya Dia menciptakan ciptaan-ciptaan agung (luar biasa besarnya), ﴾ ٱلۡغَفَّٰرُ ﴿ "lagi Maha Pengampun" terhadap semua dosa, yang kecil dan yang besar bagi siapa saja yang bertaubat kepada-Nya dan menanggalkan diri dari perbuatan dosa. Inilah yang pantas dan yang berhak diibadahi (disembah), bukan siapa yang tidak mampu menciptakan, tidak mampu mem-beri rizki, tidak bisa menimpakan mudarat, tidak dapat memberi manfaat dan tidak pula memiliki wewenang sedikitpun, tidak me-miliki power untuk berkuasa dan tidak pula mempunyai kemam-puan memberikan ampunan terhadap dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan.
(67-68) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah" kepada mereka, seraya memper-takuti, mewanti-wanti, membangkitkan dan memberikan peringatan kepada mereka, ﴾ هُوَ نَبَؤٌاْ عَظِيمٌ ﴿ "Berita itu adalah berita yang besar." Arti-nya, apa yang saya informasikan kepada kalian ini, seperti kebang-kitan, dihidupkan kembali sesudah mati dan pemberian balasan atas amal-amal adalah merupakan berita yang sangat agung yang pantas diperhatikan dengan serius dan tidak boleh diabaikan. Akan tetapi ﴾ أَنتُمۡ عَنۡهُ مُعۡرِضُونَ ﴿ "kamu berpaling darinya" hingga seakan-akan kalian tidak mempercayai bahwa di hadapan kalian ada hisab (per-hitungan amal perbuatan), hukuman, ataupun pahala.
(69-70) Jika kalian ragu terhadap perkataanku dan kalian meragukan informasi dariku, maka sesungguhnya aku hanya me-nyampaikan informasi-informasi yang aku sendiri tidak mempu-nyai pengetahuannya dan tidak pula aku pelajari dari satu kitab mana pun. Jadi, penyampaian informasi yang aku sampaikan ini sebagaimana adanya, tanpa tambahan ataupun pengurangan, adalah merupakan saksi yang paling besar bagi kejujuranku dan bukti yang paling tepat atas kebenaran apa yang aku bawa kepada kalian ini. Maka dari itu Allah berfirman (memerintahkan RasulNya) ﴾ مَا كَانَ لِيَ مِنۡ عِلۡمِۭ بِٱلۡمَلَإِ ٱلۡأَعۡلَىٰٓ ﴿ "Aku tiada mempunyai pengetahuan sedikitpun tentang al-mala`ul a'la itu," maksudnya, para malaikat, ﴾ إِذۡ يَخۡتَصِمُونَ ﴿ "ketika mereka berbantah-bantahan," kalau saja bukan karena Allah menginformasikannya dan mewahyukannya kepadaku. Dan karena itu ayat berikutnya mengatakan, ﴾ إِن يُوحَىٰٓ إِلَيَّ إِلَّآ أَنَّمَآ أَنَا۠ نَذِيرٞ مُّبِينٌ ﴿ "Tidak di-wahyukan kepadaku, melainkan bahwa sesungguhnya aku hanyalah se-orang pemberi peringatan yang nyata," artinya, yang jelas lagi nyata peringatannya. Maka tidak ada pemberi peringatan yang lebih jelas daripada perintah yang disampaikan oleh Rasulullah a.
(71-72) Kemudian Allah menjelaskan perbantahan para malaikat tersebut seraya berfirman, ﴾ إِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ ﴿ "Ketika Rabbmu berfirman kepada malaikat" sebagai informasi, ﴾ إِنِّي خَٰلِقُۢ بَشَرٗا مِّن طِينٖ ﴿ "Sesung-guhnya Aku akan menciptakan manusia dari tanah." Maksudnya, mate-rinya dari tanah liat, ﴾ فَإِذَا سَوَّيۡتُهُۥ ﴿ "Maka apabila telah Ku-sempurnakan," maksudnya, menyempurnakan jasadnya dan telah terbentuk,﴾ وَنَفَخۡتُ فِيهِ مِن رُّوحِي فَقَعُواْ لَهُۥ سَٰجِدِينَ ﴿ "dan Ku-tiupkan kepadanya ruhKu, maka hendak-lah kamu tersungkur dengan sujud kepadanya."
(73-74) Maka para malaikat yang mulia itu menundukkan dirinya untuk hal tersebut, ketika penciptaan manusia itu telah sempurna dan telah ditiupkan ruh padanya, sebagai sikap patuh terhadap Rabb mereka dan sebagai sikap hormat kepada Adam عليه السلام. Setelah sempurna penciptaan jasad dan ruhnya dan setelah Allah menguji Adam dan para malaikat dalam ilmu pengetahuan, dan setelah tampak keunggulan Adam atas mereka, maka Allah memerintahkan mereka untuk sujud kepada Adam. Maka mereka pun sujud ﴾ كُلُّهُمۡ أَجۡمَعُونَ 73 إِلَّآ إِبۡلِيسَ ﴿ "semuanya, kecuali iblis," ia tidak mau sujud, ﴾ ٱسۡتَكۡبَرَ ﴿ "dia menyombongkan diri" terhadap perintah Rabbnya, dan menyombongkan diri terhadap Nabi Adam عليه السلام , ﴾ وَكَانَ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "dan dia termasuk orang-orang yang kafir" dalam ilmu Allah سبحانه وتعالى.
(75) Maka Allah سبحانه وتعالى berkata kepadanya sebagai celaan,﴾ مَا مَنَعَكَ أَن تَسۡجُدَ لِمَا خَلَقۡتُ بِيَدَيَّۖ ﴿ "Apakah yang menghalangimu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua TanganKu?" Maksudnya, yang Aku muliakan, Aku hargai dan Aku istimewakan dengan keistimewaan ini; yang dengannya ia menjadi istimewa daripada seluruh makhluk, dan hal itu seharusnya tidak menimbulkan sikap sombong terha-dapnya. ﴾ أَسۡتَكۡبَرۡتَ ﴿ "Apakah kamu menyombongkan diri" dalam keeng-gananmu itu, ﴾ أَمۡ كُنتَ مِنَ ٱلۡعَالِينَ ﴿ "ataukah kamu termasuk orang-orang yang lebih tinggi?"
(76) ﴾ قَالَ ﴿ "Berkata" iblis dengan sikap menentang dan melawan Rabbnya, ﴾ أَنَا۠ خَيۡرٞ مِّنۡهُ خَلَقۡتَنِي مِن نَّارٖ وَخَلَقۡتَهُۥ مِن طِينٖ ﴿ "Aku lebih baik dari-padanya, karena Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah." Menurut anggapannya bahwa unsur api itu lebih baik daripada unsur tanah. Ini termasuk analogi yang rusak, karena sesungguhnya unsur api itu adalah materi kejahatan, keru-sakan, keangkuhan, kesombongan, dan kehinaan, sedangkan unsur tanah adalah materi kematangan, tawadhu' (rendah diri) dan tem-pat tumbuhnya berbagai pohon dan tanaman. Ia bisa mengalahkan api dan memadamkannya. Dan api selalu membutuhkan benda untuk bisa hidup, sedangkan tanah bisa berdiri sendiri. Itulah analogi dedengkot makhluk jahat yang dengannya ia menentang perintah langsung dari Allah سبحانه وتعالى, sudah sangat jelas sekali kebatilan dan kesesatannya. Lalu bagaimana menurut Anda dengan analogi-analogi para murid-muridnya (pengikutnya) yang menentang kebenaran dengan analogi-analogi yang mereka buat? Sesungguhnya analogi-analogi yang mereka gunakan itu adalah lebih batil dan lebih sesat lagi daripada analogi iblis ini.
(77-78) Maka Allah berfirman kepadanya, ﴾ فَٱخۡرُجۡ مِنۡهَا ﴿ "Maka keluarlah kamu darinya," maksudnya, dari langit dan tempat yang mulia, ﴾ فَإِنَّكَ رَجِيمٞ ﴿ "sesungguhnya kamu adalah yang diusir," artinya, yang dijauhkan dan disingkirkan. ﴾ وَإِنَّ عَلَيۡكَ لَعۡنَتِيٓ ﴿ "Sesungguhnya ku-tukanKu tetap atasmu," maksudnya, sesungguhnya pengusiran dan pengucilanKu terhadapmu ﴾ إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ﴿ "sampai Hari Pembalasan," yakni, selama-lamanya.
(79) ﴾ قَالَ رَبِّ فَأَنظِرۡنِيٓ إِلَىٰ يَوۡمِ يُبۡعَثُونَ ﴿ "Ia berkata, 'Ya Rabbku, beri tang-guhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan'." Ini disebabkan karena permusuhannya yang sangat berat terhadap Nabi Adam dan anak keturunannya agar ia bisa menyesatkan siapa saja yang telah di-takdirkan Allah untuk disesatkannya.
(80-81) Maka A l l a h ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman" memenuhi permin-taannya sesuai dengan tuntutan hikmah (kebijaksanaan)Nya, ﴾ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ 80 إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ 81 ﴿ "Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya," yakni, hingga seluruh anak keturunan Nabi Adam habis dan ujian telah usai.
(82-83) Setelah iblis mengetahui bahwa dirinya diberi tang-guhan waktu, maka ia terang-terangan melawan Rabbnya dengan kebusukannya, dengan permusuhan yang sengit terhadap Rabbnya dan terhadap Adam dan anak-anak keturunannya, seraya berkata, ﴾ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "Demi keperkasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya." Huruf ba' (pada بِعِزَّتِكَ) bermakna sumpah. Ini berarti ia ber-sumpah dengan keperkasaan Allah bahwa iblis benar-benar akan menyesatkan mereka semuanya, ﴾ إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ ﴿ "kecuali hamba-hambaMu yang diberi keikhlasan di antara mereka." Iblis menge-tahui bahwa Allah akan melindungi mereka dari tipu dayanya. Dan bisa juga huruf ba' itu bermakna isti'anah (permintaan pertolongan). Artinya, oleh karena iblis mengetahui bahwasanya dia lemah dari segala sisinya dan bahwa ia sama sekali tidak bisa menyesatkan seseorang kecuali dengan kehendak dari Allah سبحانه وتعالى, maka dia mencari pertolongan kepada keperkasaan Allah agar bisa menyesatkan anak keturunan Nabi Adam عليه السلام. Demikianlah, dan dia benar-benar musuh Allah yang sejati. Sedangkan kami, wahai Rabb, lemah tidak berdaya dan lalai, kami mengakui seluruh nikmat dariMu. Kami adalah anak cucu dari manusia yang telah Engkau muliakan dan Engkau hargai itu; maka kami memohon pertolongan dengan keperkasaanMu yang agung dan kekuasaanMu dan dengan rahmatMu yang luas yang meliputi segala sesuatu, rahmatMu yang dengannya Engkau telah mengantarkan kami kepada apa yang telah kami capai, yaitu berupa kenikmatan agama dan dunia, dan dengannya pula Engkau men-jauhkan segala bentuk bencana dari kami; tolonglah kami untuk memeranginya, memusuhinya dan selamat dari kejahatan dan kesyirikannya. Dan kami berbaik sangka, bahwa Engkau pasti mengabulkan doa kami, dan kami beriman kepada janjiMu yang telah Engkau katakan kepada kami, ﴾ وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ ﴿ "Dan Rabbmu berkata, 'Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan untukmu'." (al-Ghafir: 60). Dan inilah kami, telah berdoa kepadaMu sebagaimana telah Engkau perintahkan kepada kami, maka kabulkanlah doa kami sebagaimana yang telah Engkau janjikan. ﴾ إِنَّكَ لَا تُخۡلِفُ ٱلۡمِيعَادَ 194 ﴿ "Sesungguhnya Engkau tidak mengingkari janji." (Ali Imran: 194).
(84-85) Allah تعالى ﴾ قَالَ ﴿ "berfirman (kepada iblis),"﴾ فَٱلۡحَقُّ وَٱلۡحَقَّ أَقُولُ ﴿ "Maka yang benar dan hanya kebenaran itulah yang Ku-katakan," artinya, al-Haq (kebenaran) itu adalah sifatKu dan yang benar itu FirmanKu, ﴾ لَأَمۡلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكَ وَمِمَّن تَبِعَكَ مِنۡهُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "sesungguhnya Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jenismu dan dengan orang-orang yang mengikutimu di antara mereka kesemuanya."
(86) Setelah Rasulullah a menjelaskan dalil kepada ma-nusia dan menjelaskan kepada mereka jalan (yang lurus) ini, maka Allah berfirman, ﴾ قُلۡ مَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ ﴿ "Katakanlah, 'Aku tidak meminta kepadamu atasnya'," maksudnya, atas seruanku kepada kalian ini, ﴾ مِنۡ أَجۡرٖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُتَكَلِّفِينَ ﴿ "upah sedikitpun dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mengada-adakan," di mana aku mengklaim suatu perkara yang bukan milikku dan mengikuti apa yang tidak aku miliki ilmu-nya, dan tidak pula aku mengikuti selain dari apa yang diwahyu-kan kepadaku.
(87) ﴾ إِنۡ هُوَ ﴿ "Ia tidak lain," maksudnya, wahyu dan al-Qur`an ini ﴾ إِلَّا ذِكۡرٞ لِّلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "hanyalah peringatan bagi semesta alam," yang de-ngannya mereka dapat mempelajari apa-apa yang bermanfaat bagi mereka dari berbagai maslahat agama dan dunia mereka. Maka dengan demikian, al-Qur`an menjadi kemuliaan dan pengangkat derajat manusia semuanya dan sebagai penegakan hujjah atas orang-orang yang membangkang. Dengan demikian, surat yang agung ini mengandung pela-jaran yang sangat bijaksana, informasi yang agung, penegakan hujjah dan argumen terhadap orang-orang yang mendustakan al-Qur`an dan menentangnya, mendustakan nabi (Rasul) yang datang dengannya, informasi tentang hamba-hamba Allah yang tulus dan balasan bagi orang-orang yang bertakwa dan orang-orang melam-paui batas. Maka dari itu Allah bersumpah pada awal surat ini bahwa al-Qur`an ini mengandung pelajaran, dan di akhir surat Dia menyatakan bahwa al-Qur`an ini adalah pelajaran (peringatan) bagi semesta alam; dan di dalamnya Allah banyak sekali mengingatkan, seperti pada FirmanNya, ﴾ وَٱذۡكُرۡ عَبۡدَنَآ ﴿ "Dan ingatlah hamba Kami," ﴾ وَٱذۡكُرۡ عِبَٰدَنَآ ﴿ "dan ingatlah hamba-hamba Kami," ﴾ رَحۡمَةٗ مِّنَّا وَذِكۡرَىٰ ﴿ "sebagai rahmat dan peringatan dari Kami," ﴾ هَٰذَا ذِكۡرٞۚ ﴿ "Ini adalah peringatan." Ya Allah, ajarkan kepada kami darinya apa yang belum kami ketahui dan ingatlah kepada kami apa yang kami lupa darinya karena kelalaian, kelupaan, dan pengabaian.
(88) ﴾ وَلَتَعۡلَمُنَّ نَبَأَهُۥ ﴿ "Dan sesungguhnya kamu akan mengetahui beritanya," maksudnya, informasinya, ﴾ بَعۡدَ حِينِۭ ﴿ "setelah beberapa waktu lagi," yaitu ketika azab terjadi menimpa mereka dan segala bentuk hubungan terputus dari mereka.
Selesailah tafsir surat Shad, dengan karunia dan pertolongan Allah سبحانه وتعالى.