Tafsir As-Saadi - Indonesian — An-Najm 53:59 – Al-Qamar 54:55
Daftar isi
- An-Najm 53:59
- An-Najm 53:60
- An-Najm 53:61
- An-Najm 53:62
- Al-Qamar 54:1
- Al-Qamar 54:2
- Al-Qamar 54:3
- Al-Qamar 54:4
- Al-Qamar 54:5
- Al-Qamar 54:6
- Al-Qamar 54:7
- Al-Qamar 54:8
- Al-Qamar 54:9
- Al-Qamar 54:10
- Al-Qamar 54:11
- Al-Qamar 54:12
- Al-Qamar 54:13
- Al-Qamar 54:14
- Al-Qamar 54:15
- Al-Qamar 54:16
- Al-Qamar 54:17
- Al-Qamar 54:18
- Al-Qamar 54:19
- Al-Qamar 54:20
- Al-Qamar 54:21
- Al-Qamar 54:22
- Al-Qamar 54:23
- Al-Qamar 54:24
- Al-Qamar 54:25
- Al-Qamar 54:26
- Al-Qamar 54:27
- Al-Qamar 54:28
- Al-Qamar 54:29
- Al-Qamar 54:30
- Al-Qamar 54:31
- Al-Qamar 54:32
- Al-Qamar 54:33
- Al-Qamar 54:34
- Al-Qamar 54:35
- Al-Qamar 54:36
- Al-Qamar 54:37
- Al-Qamar 54:38
- Al-Qamar 54:39
- Al-Qamar 54:40
- Al-Qamar 54:41
- Al-Qamar 54:42
- Al-Qamar 54:43
- Al-Qamar 54:44
- Al-Qamar 54:45
- Al-Qamar 54:46
- Al-Qamar 54:47
- Al-Qamar 54:48
- Al-Qamar 54:49
- Al-Qamar 54:50
- Al-Qamar 54:51
- Al-Qamar 54:52
- Al-Qamar 54:53
- Al-Qamar 54:54
- Al-Qamar 54:55
An-Najm 53:59
"Maka apakah kamu melihat orang yang berpaling (dari al-Qur`an), serta memberi sedikit dan tidak mau memberi lagi. Apa-kah dia mempunyai pengetahuan tentang yang ghaib sehingga dia mengetahui (apa yang dikatakan). Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa, dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji, (yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, dan bahwasanya seorang manusia tiada mem-peroleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sem-purna, dan bahwasanya kepada Rabbmulah kesudahan (segala sesuatu), dan bahwasanya Dia-lah yang menjadikan orang ter-tawa dan menangis, dan bahwasanya Dia-lah yang mematikan dan menghidupkan, dan bahwasanya Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan dari air mani apa-bila dipancarkan. Dan bahwasanya Dia-lah yang menetapkan kejadian yang lain (kebangkitan sesudah mati), dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan. Dan bahwasanya Dia-lah Rabb (yang memiliki) bintang syi'ra, dan bahwasanya Dia telah membinasakan kaum 'Ad yang pertama, dan kaum Tsamud. Maka tidak seorang pun yang ditinggalkanNya (hidup). Dan kaum Nuh sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang paling zhalim dan paling durhaka, dan negeri-negeri kaum Luth yang telah dihancurkan Allah, lalu Allah menim-pakan atas negeri itu azab besar yang menimpanya. Maka terhadap nikmat Rabbmu yang manakah kamu ragu-ragu? Ini (Muhammad) adalah seorang pemberi peringatan di antara pemberi-pemberi peringatan yang telah terdahulu. Telah dekat terjadinya Hari Kiamat. Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah. Maka apakah kamu merasa heran terhadap pembe-ritaan ini? Dan kamu menertawakan dan tidak menangis. Sedang kamu melengahkan(nya). Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia)." (An-Najm: 33-62).
(33-35) Allah سبحانه وتعالى berfirman bahwa apakah engkau menge-tahui kondisi orang yang diperintah untuk menyembah Rabbnya dan mengesakanNya kemudian berpaling darinya? Meski jiwanya mengizinkan pada sebagian hal kecil, tapi hal itu tidak berlangsung lama, ia akan bersifat bakhil dan menahan hartanya. Kebaikan bukanlah sifat dan wataknya, tapi wataknya adalah berpaling dari ketaatan dan tidak tetap dalam mengerjakan kebaikan. Meski demikian, ia mengatakan bahwa dirinya bersih dan menempatkan dirinya pada posisi yang tidak sesuai dengan yang disebutkan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ أَعِندَهُۥ عِلۡمُ ٱلۡغَيۡبِ فَهُوَ يَرَىٰٓ ﴿ "Apakah dia mempunyai pengetahuan tentang yang ghaib sehingga dia mengetahui (apa yang dikatakan)," apa-kah ia mengetahui hal ghaib sehingga bisa memberitahukannya? Atau apakah itu hanya perkataan yang diada-adakan atas (nama) Allah سبحانه وتعالى dengan sembrono yang merangkum dua hal terlarang, yaitu menjelek-jelekkan diri dan menyuci-sucikan diri sebagaimana yang terjadi, karena ia sendiri mengetahui bahwa ia tidak mempu-nyai pengetahuan tentang hal ghaib. Andai pun ia mampu meng-aku-aku hal itu, maka pemberitahuan ghaib yang berada di tangan Rasulullah a, al-Ma'shum, menunjukkan hal sebaliknya dan itulah bukti atas kebatilan pengakuannya.
(36-37) ﴾ أَمۡ لَمۡ يُنَبَّأۡ ﴿ "Ataukah belum diberitakan" kepada orang yang mengaku itu, ﴾ بِمَا فِي صُحُفِ مُوسَىٰ 36 وَإِبۡرَٰهِيمَ ٱلَّذِي وَفَّىٰٓ 37 ﴿ "apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji," yakni, menunaikan semua ujian yang dibebankan Allah سبحانه وتعالى kepadanya serta perintah-perintah syariat, pokok, dan cabang Agama.
(38-41) Terdapat berbagai hukum dalam lembaran-lem-baran itu, di antara yang terpenting adalah yang disebutkan Allah سبحانه وتعالى dalam FirmanNya, ﴾ أَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰ 38 وَأَن لَّيۡسَ لِلۡإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ ﴿ "(yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya." Artinya, setiap orang akan menanggung akibat amalannya, baik maupun buruk. Setiap orang tidak akan menda-patkan balasan apa pun dari amalan orang lain dan tidak menang-gung dosa siapa pun. ﴾ وَأَنَّ سَعۡيَهُۥ سَوۡفَ يُرَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diper-lihatkan (kepadanya)," yakni, di akhirat, dan kebaikan akan dipisah-kan dari keburukan, ﴾ ثُمَّ يُجۡزَىٰهُ ٱلۡجَزَآءَ ٱلۡأَوۡفَىٰ ﴿ "kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna," yaitu yang menca-kup seluruh amal; amalan baik dibalas baik dan amalan buruk dibalas buruk. Balasan adil yang membuat semua manusia mengakuinya dan memuji Allah سبحانه وتعالى atas keadilanNya bahkan penghuni neraka sekalipun pada saat dimasukkan ke dalam neraka, tapi hatinya penuh pujian terhadap Rabb mereka serta mengakui kesempurna-an hikmah Nya dan marah terhadap diri mereka sendiri. Mereka mengetahui bahwa yang menyebabkan mereka masuk ke dalam tempat kembali yang paling buruk adalah diri mereka sendiri. Ada yang mengambil dalil dari Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَأَن لَّيۡسَ لِلۡإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya," dengan berpendapat bahwa amal kebaikan yang mendekatkan diri kepada Allah سبحانه وتعالى tidak boleh di-hadiahkan kepada orang yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Menurut mereka, karena Allah سبحانه وتعالى berfirman,﴾ وَأَن لَّيۡسَ لِلۡإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya," sampainya usaha orang lain pada seseorang menafikan ayat ini. Cara pengambilan dalil ini perlu dikaji ulang, karena ayat ini menunjukkan, seseorang tidak akan mendapatkan apa pun selain yang telah dikerjakan sendiri, ini memang benar dan tidak perlu diperdebatkan, namun ayat ini tidak menunjukkan bahwa seseorang tidak mendapat manfaat dari hasil usaha orang lain jika yang bersangkutan menghadiahkannya pada yang lain. Sama seperti harta, seseorang tidak memiliki harta selain yang dimiliki, hal itu tidak mengharuskan yang bersangkutan tidak memiliki harta yang diberikan oleh orang lain kepadanya di samping harta yang dimilikinya itu.
(42) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَأَنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ ٱلۡمُنتَهَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya kepada Rabbmu-lah kesudahan (segala sesuatu)," artinya, kepadaNya segala urusan berakhir dan kepadaNya-lah segala sesuatu akan kembali, tidak terkecuali manusia yang akan kembali kepada Allah سبحانه وتعالى dengan cara dibangkitkan. Kepada Allah سبحانه وتعالى lah segala hal berakhir, kepadaNya berakhir ilmu, hikmah, rahmat, dan seluruh kesempurnaan.
(43) ﴾ وَأَنَّهُۥ هُوَ أَضۡحَكَ وَأَبۡكَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya Dia-lah yang menja-dikan orang tertawa dan menangis." Dia-lah yang membuat sebab-sebab tertawa dan sebab-sebab menangis, yaitu kebaikan, kebu-rukan, kesenangan, kebahagiaan, duka, dan kesedihan. Dan Allah سبحانه وتعالى memiliki hikmah yang tinggi dalam hal itu.
(44) ﴾ وَأَنَّهُۥ هُوَ أَمَاتَ وَأَحۡيَا ﴿ "Dan bahwasanya Dia-lah yang mematikan dan menghidupkan," artinya, hanya Dia semata yang mengadakan dan meniadakan, yang menciptakan manusia, yang memerintah dan melarang mereka, dan Allah سبحانه وتعالى akan mengembalikan mereka setelah kematian mereka dan memberi balasan atas amalan yang mereka lakukan di dunia.
(45-46) ﴾ وَأَنَّهُۥ خَلَقَ ٱلزَّوۡجَيۡنِ ﴿ "Dan bahwasanya Dia-lah yang mencip-takan berpasang-pasangan," ditafsirkan oleh FirmanNya, ﴾ ٱلذَّكَرَ وَٱلۡأُنثَىٰ ﴿ "Laki-laki dan perempuan." Ini adalah isim jenis yang mencakup se-luruh makhluk hidup, baik yang bisa berbicara (manusia) maupun binatang, Dia semata yang menciptakannya ﴾ مِن نُّطۡفَةٍ إِذَا تُمۡنَىٰ ﴿ "dari air mani apabila dipancarkan." Ini merupakan dalil paling besar yang menunjukkan KuasaNya, dan hanya Dia semata yang memiliki keperkasaan yang besar yang telah menciptakan makhluk hidup, baik yang besar maupun yang kecil berasal dari air mani lemah dan hina, kemudian Allah سبحانه وتعالى mengembangkan dan menyempur-nakannya hingga mencapai kesempurnaan, kemudian menjadi manusia yang menuju tempat tertinggi di dalam golongan orang-orang atas atau menuju kondisi yang paling rendah dalam golongan orang-orang yang paling rendah.
(47) Atas penjelasan itulah Allah سبحانه وتعالى berdalil atas pengem-balian makhluk dengan permulaan ciptaan seraya berfirman, ﴾ وَأَنَّ عَلَيۡهِ ٱلنَّشۡأَةَ ٱلۡأُخۡرَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya Dia-lah yang menetapkan kejadian yang lain (kebangkitan sesudah mati)," manusia akan dikembalikan dari alam kubur kemudian dikumpulkan pada Hari Akhir untuk diberi balasan atas kebaikan dan keburukan.
(48) ﴾ وَأَنَّهُۥ هُوَ أَغۡنَىٰ وَأَقۡنَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan," artinya, memberi kecukupan pada manusia dengan cara memberi kemudahan dalam penghi-dupan yang bersumber dari perdagangan dan berbagai jenis pe-kerjaan lain, ﴾ وَأَقۡنَىٰ ﴿ "dan memberikan kecukupan," artinya memberi manfaat pada para hambaNya dari berbagai jenis harta sehingga dengan harta itu mereka dapat memiliki berbagai macam benda dan ini merupakan salah satu dari rahmatNya. Allah سبحانه وتعالى memberi-tahukan bahwa seluruh nikmat berasal dariNya dan hal ini meng-haruskan manusia untuk bersyukur padaNya dan menyembahNya semata, yang tidak ada sekutu bagiNya.
(49) ﴾ وَأَنَّهُۥ هُوَ رَبُّ ٱلشِّعۡرَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya Dia-lah Rabb (yang memiliki) bintang syi'ra," bintang yang lazim disebut asy-syu'ra al-'ubur yang diberi nama mirzam. Allah سبحانه وتعالى menyebut bintang itu secara khusus padahal Dia adalah Rabb pemilik segala sesuatu adalah karena bintang tersebut disembah di masa jahiliyah. Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa jenis bintang yang disembah orang-orang musyrik itu dimiliki, diatur, dan diciptakan, lantas bagaimana bisa dijadikan sesembahan bersama Allah سبحانه وتعالى?
(50) ﴾ وَأَنَّهُۥٓ أَهۡلَكَ عَادًا ٱلۡأُولَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya Dia telah membina-sakan kaum 'Ad yang pertama," mereka adalah kaum Nabi Hud عليه السلام yang dibinasakan ketika mendustakan Hud dengan angin ribut dan kencang.
(51) ﴾ وَثَمُودَاْ ﴿ "Dan kaum Tsamud," kaum Nabi Shaleh عليه السلام, di mana beliau diutus Allah سبحانه وتعالى untuk kaum Tsamud kemudian me-reka mendustakan beliau, kemudian Allah سبحانه وتعالى mengirimkan unta pada mereka sebagai tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى, mereka pun me-nyembelihnya dan mendustakannya kemudian Allah سبحانه وتعالى membina-sakan mereka. ﴾ فَمَآ أَبۡقَىٰ ﴿ "Maka tidak seorang pun yang ditinggalkanNya (hidup)," tidak seorang pun yang tersisa, semuanya dibinasakan Allah سبحانه وتعالى.
(52) ﴾ وَقَوۡمَ نُوحٖ مِّن قَبۡلُۖ إِنَّهُمۡ كَانُواْ هُمۡ أَظۡلَمَ وَأَطۡغَىٰ ﴿ "Dan kaum Nuh sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang paling zhalim dan paling durhaka," dari umat-umat itu, tetapi Allah سبحانه وتعالى membinasakan dan menenggelamkan mereka.
(53-54) ﴾ وَٱلۡمُؤۡتَفِكَةَ ﴿ "Dan negeri-negeri kaum Luth," mereka adalah kaum Nabi Luth عليه السلام, ﴾ أَهۡوَىٰ ﴿ "yang telah dihancurkan Allah." Allah سبحانه وتعالى menimpakan azab yang belum pernah ditimpakan pada seorang pun dari seluruh alam, bumi mereka dibalik, yang atas dijadikan bawah dan yang bawah dijadikan atas, mereka dihujani batu dari neraka, karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَغَشَّىٰهَا مَا غَشَّىٰ ﴿ "Lalu Allah menimpakan atas negeri itu azab besar yang menimpanya," yaitu ditimpa azab pedih dan berat, sesuatu yang besar dan tidak mung-kin bisa digambarkan.
(55) ﴾ فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكَ تَتَمَارَىٰ ﴿ "Maka terhadap nikmat Rabbmu yang manakah kamu ragu-ragu," artinya, nikmat dan karunia Allah سبحانه وتعالى yang mana yang kalian ragukan wahai manusia? Nikmat-nikmat Allah سبحانه وتعالى itu nyata dan tidak diragukan dari berbagai sisi. Tidak ada satu nikmat pun yang dimiliki seorang hamba melainkan berasal dari Allah سبحانه وتعالى dan tidak ada yang menolak siksa kecuali Allah سبحانه وتعالى semata.
(56) ﴾ هَٰذَا نَذِيرٞ مِّنَ ٱلنُّذُرِ ٱلۡأُولَىٰٓ ﴿ "Ini (Muhammad) adalah seorang pem-beri peringatan di antara pemberi-pemberi peringatan yang telah terda-hulu." Artinya, rasul dari kaum Quraisy marga Hasyim, Muhammad bin Abdullah ini bukanlah rasul pertama, tapi sebelumnya telah ada para rasul. Mereka sama menyerukan dakwah yang diserukan oleh Muhammad bin Abdullah, lantas mengapa kalian menging-kari risalah yang dibawanya? Bukankah Muhammad bin Abdullah telah datang membawa al-Qur`an yang tidak terdapat kebatilan di depan dan di belakangnya, diturunkan dari Allah Yang Mahabijak-sana dan Terpuji? Bukankah Allah سبحانه وتعالى telah membinasakan orang yang mendustakan rasul-rasul sebelumnya? Lantas apa kiranya yang bisa menghalangi siksaan untuk orang-orang yang mendus-takan Nabi Muhammad, pemimpin para rasul, imam orang-orang yang bertakwa, dan pemimpin penghuni surga yang wajahnya bercahaya.
(57) ﴾ أَزِفَتِ ٱلۡأٓزِفَةُ ﴿ "Telah dekat terjadinya Hari Kiamat," artinya, kiamat telah dekat waktunya dan tanda-tandanya sudah jelas. ﴾ لَيۡسَ لَهَا مِن دُونِ ٱللَّهِ كَاشِفَةٌ ﴿ "Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah," yaitu ketika siksaan yang dijanjikan tiba.
(58) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengancam mereka yang meng-ingkari risalah Nabi Muhammad a dan mendustakan al-Qur`an seraya berfirman,
(59) ﴾ أَفَمِنۡ هَٰذَا ٱلۡحَدِيثِ تَعۡجَبُونَ ﴿ "Maka apakah kamu merasa heran terha-dap pemberitaan ini?" Artinya, apakah kalian merasa heran terhadap berita ini yang merupakan perkataan terbaik dan paling mulia dan kalian menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak lazim dan ber-beda dengan kebenaran-kebenaran yang lazim? Sikap ini bersum-ber dari kebodohan, kesesatan, dan pembangkangan mereka, sebab FirmanNya itu adalah Firman yang jujur, dan bila Allah سبحانه وتعالى berfir-man, maka Firman itu tegas, bukan main-main, itulah al-Qur`an yang agung yang seandainya diturunkan kepada gunung, niscaya engkau melihatnya khusyu' dan berguncang karena takut kepada Allah سبحانه وتعالى, yang akan menambah pandangan, akal, pembenaran, kekuatan, keyakinan dan keimanan bagi orang yang berakal. Seha-rusnya yang perlu diherani adalah akal orang yang menganggap heran al-Qur`an serta kebodohan dan kesesatannya.
(60) ﴾ وَتَضۡحَكُونَ وَلَا تَبۡكُونَ ﴿ "Dan kamu menertawakan dan tidak me-nangis," artinya, kalian langsung tertawa dan mengolok-olok al-Qur`an, padahal al-Qur`an itu seharusnya bisa mempengaruhi jiwa, melunakkan hati dan membuat mata berlinang karena mendengar perintah dan larangan Allah, mendengarkan janji dan ancamanNya dan menengok berita-beritaNya yang benar dan baik.
(61) ﴾ وَأَنتُمۡ سَٰمِدُونَ ﴿ "Sedang kamu melengahkan(nya)," artinya, kalian melalaikannya dan tidak merenungkannya. Ini dikarenakan sedikitnya akal dan agama kalian, sebab andaikan kalian menyem-bah Allah سبحانه وتعالى dan mencari ridhaNya di segala kondisi, tentu kalian tidak seperti ini, sebuah kondisi yang dipandang rendah oleh orang-orang yang berakal.
(62) Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَٱسۡجُدُواْۤ لِلَّهِۤ وَٱعۡبُدُواْ۩ ﴿ "Maka ber-sujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia)," perintah untuk bersujud kepada Allah سبحانه وتعالى secara khusus menunjukkan keutamaan bersujud. Sujud adalah rahasia dan inti dari ibadah. Ruh dari sujud adalah kekhusyu'an terhadap Allah سبحانه وتعالى dan tunduk padaNya. Sujud adalah kondisi terbesar yang menunjukkan ketundukan seorang hamba. Dengan bersujud, hati dan raga seorang hamba akan tunduk, me-letakkan bagian tubuh yang paling mulia ke tanah, tempat berpijak-nya kaki. Kemudian secara umum Allah سبحانه وتعالى memerintahkan untuk beribadah yang mencakup segala hal yang dicintai dan diridhai Allah سبحانه وتعالى berupa perbuatan dan perkataan, baik lahir maupun batin.
Sampai di sini tafsir surat an-Najm. Segala puji hanya untuk Allah سبحانه وتعالى semata, pujian yang tidak terhitung, lebih dari itu Dia adalah seperti yang Dia sanjungkan untuk DiriNya sendiri lebih dari sanjungan para hambaNya. Dan semoga shalawat dan salam tetap terlimpahkan kepada Nabi Muhammad a.
An-Najm 53:60
"Maka apakah kamu melihat orang yang berpaling (dari al-Qur`an), serta memberi sedikit dan tidak mau memberi lagi. Apa-kah dia mempunyai pengetahuan tentang yang ghaib sehingga dia mengetahui (apa yang dikatakan). Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa, dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji, (yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, dan bahwasanya seorang manusia tiada mem-peroleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sem-purna, dan bahwasanya kepada Rabbmulah kesudahan (segala sesuatu), dan bahwasanya Dia-lah yang menjadikan orang ter-tawa dan menangis, dan bahwasanya Dia-lah yang mematikan dan menghidupkan, dan bahwasanya Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan dari air mani apa-bila dipancarkan. Dan bahwasanya Dia-lah yang menetapkan kejadian yang lain (kebangkitan sesudah mati), dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan. Dan bahwasanya Dia-lah Rabb (yang memiliki) bintang syi'ra, dan bahwasanya Dia telah membinasakan kaum 'Ad yang pertama, dan kaum Tsamud. Maka tidak seorang pun yang ditinggalkanNya (hidup). Dan kaum Nuh sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang paling zhalim dan paling durhaka, dan negeri-negeri kaum Luth yang telah dihancurkan Allah, lalu Allah menim-pakan atas negeri itu azab besar yang menimpanya. Maka terhadap nikmat Rabbmu yang manakah kamu ragu-ragu? Ini (Muhammad) adalah seorang pemberi peringatan di antara pemberi-pemberi peringatan yang telah terdahulu. Telah dekat terjadinya Hari Kiamat. Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah. Maka apakah kamu merasa heran terhadap pembe-ritaan ini? Dan kamu menertawakan dan tidak menangis. Sedang kamu melengahkan(nya). Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia)." (An-Najm: 33-62).
(33-35) Allah سبحانه وتعالى berfirman bahwa apakah engkau menge-tahui kondisi orang yang diperintah untuk menyembah Rabbnya dan mengesakanNya kemudian berpaling darinya? Meski jiwanya mengizinkan pada sebagian hal kecil, tapi hal itu tidak berlangsung lama, ia akan bersifat bakhil dan menahan hartanya. Kebaikan bukanlah sifat dan wataknya, tapi wataknya adalah berpaling dari ketaatan dan tidak tetap dalam mengerjakan kebaikan. Meski demikian, ia mengatakan bahwa dirinya bersih dan menempatkan dirinya pada posisi yang tidak sesuai dengan yang disebutkan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ أَعِندَهُۥ عِلۡمُ ٱلۡغَيۡبِ فَهُوَ يَرَىٰٓ ﴿ "Apakah dia mempunyai pengetahuan tentang yang ghaib sehingga dia mengetahui (apa yang dikatakan)," apa-kah ia mengetahui hal ghaib sehingga bisa memberitahukannya? Atau apakah itu hanya perkataan yang diada-adakan atas (nama) Allah سبحانه وتعالى dengan sembrono yang merangkum dua hal terlarang, yaitu menjelek-jelekkan diri dan menyuci-sucikan diri sebagaimana yang terjadi, karena ia sendiri mengetahui bahwa ia tidak mempu-nyai pengetahuan tentang hal ghaib. Andai pun ia mampu meng-aku-aku hal itu, maka pemberitahuan ghaib yang berada di tangan Rasulullah a, al-Ma'shum, menunjukkan hal sebaliknya dan itulah bukti atas kebatilan pengakuannya.
(36-37) ﴾ أَمۡ لَمۡ يُنَبَّأۡ ﴿ "Ataukah belum diberitakan" kepada orang yang mengaku itu, ﴾ بِمَا فِي صُحُفِ مُوسَىٰ 36 وَإِبۡرَٰهِيمَ ٱلَّذِي وَفَّىٰٓ 37 ﴿ "apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji," yakni, menunaikan semua ujian yang dibebankan Allah سبحانه وتعالى kepadanya serta perintah-perintah syariat, pokok, dan cabang Agama.
(38-41) Terdapat berbagai hukum dalam lembaran-lem-baran itu, di antara yang terpenting adalah yang disebutkan Allah سبحانه وتعالى dalam FirmanNya, ﴾ أَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰ 38 وَأَن لَّيۡسَ لِلۡإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ ﴿ "(yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya." Artinya, setiap orang akan menanggung akibat amalannya, baik maupun buruk. Setiap orang tidak akan menda-patkan balasan apa pun dari amalan orang lain dan tidak menang-gung dosa siapa pun. ﴾ وَأَنَّ سَعۡيَهُۥ سَوۡفَ يُرَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diper-lihatkan (kepadanya)," yakni, di akhirat, dan kebaikan akan dipisah-kan dari keburukan, ﴾ ثُمَّ يُجۡزَىٰهُ ٱلۡجَزَآءَ ٱلۡأَوۡفَىٰ ﴿ "kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna," yaitu yang menca-kup seluruh amal; amalan baik dibalas baik dan amalan buruk dibalas buruk. Balasan adil yang membuat semua manusia mengakuinya dan memuji Allah سبحانه وتعالى atas keadilanNya bahkan penghuni neraka sekalipun pada saat dimasukkan ke dalam neraka, tapi hatinya penuh pujian terhadap Rabb mereka serta mengakui kesempurna-an hikmah Nya dan marah terhadap diri mereka sendiri. Mereka mengetahui bahwa yang menyebabkan mereka masuk ke dalam tempat kembali yang paling buruk adalah diri mereka sendiri. Ada yang mengambil dalil dari Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَأَن لَّيۡسَ لِلۡإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya," dengan berpendapat bahwa amal kebaikan yang mendekatkan diri kepada Allah سبحانه وتعالى tidak boleh di-hadiahkan kepada orang yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Menurut mereka, karena Allah سبحانه وتعالى berfirman,﴾ وَأَن لَّيۡسَ لِلۡإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya," sampainya usaha orang lain pada seseorang menafikan ayat ini. Cara pengambilan dalil ini perlu dikaji ulang, karena ayat ini menunjukkan, seseorang tidak akan mendapatkan apa pun selain yang telah dikerjakan sendiri, ini memang benar dan tidak perlu diperdebatkan, namun ayat ini tidak menunjukkan bahwa seseorang tidak mendapat manfaat dari hasil usaha orang lain jika yang bersangkutan menghadiahkannya pada yang lain. Sama seperti harta, seseorang tidak memiliki harta selain yang dimiliki, hal itu tidak mengharuskan yang bersangkutan tidak memiliki harta yang diberikan oleh orang lain kepadanya di samping harta yang dimilikinya itu.
(42) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَأَنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ ٱلۡمُنتَهَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya kepada Rabbmu-lah kesudahan (segala sesuatu)," artinya, kepadaNya segala urusan berakhir dan kepadaNya-lah segala sesuatu akan kembali, tidak terkecuali manusia yang akan kembali kepada Allah سبحانه وتعالى dengan cara dibangkitkan. Kepada Allah سبحانه وتعالى lah segala hal berakhir, kepadaNya berakhir ilmu, hikmah, rahmat, dan seluruh kesempurnaan.
(43) ﴾ وَأَنَّهُۥ هُوَ أَضۡحَكَ وَأَبۡكَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya Dia-lah yang menja-dikan orang tertawa dan menangis." Dia-lah yang membuat sebab-sebab tertawa dan sebab-sebab menangis, yaitu kebaikan, kebu-rukan, kesenangan, kebahagiaan, duka, dan kesedihan. Dan Allah سبحانه وتعالى memiliki hikmah yang tinggi dalam hal itu.
(44) ﴾ وَأَنَّهُۥ هُوَ أَمَاتَ وَأَحۡيَا ﴿ "Dan bahwasanya Dia-lah yang mematikan dan menghidupkan," artinya, hanya Dia semata yang mengadakan dan meniadakan, yang menciptakan manusia, yang memerintah dan melarang mereka, dan Allah سبحانه وتعالى akan mengembalikan mereka setelah kematian mereka dan memberi balasan atas amalan yang mereka lakukan di dunia.
(45-46) ﴾ وَأَنَّهُۥ خَلَقَ ٱلزَّوۡجَيۡنِ ﴿ "Dan bahwasanya Dia-lah yang mencip-takan berpasang-pasangan," ditafsirkan oleh FirmanNya, ﴾ ٱلذَّكَرَ وَٱلۡأُنثَىٰ ﴿ "Laki-laki dan perempuan." Ini adalah isim jenis yang mencakup se-luruh makhluk hidup, baik yang bisa berbicara (manusia) maupun binatang, Dia semata yang menciptakannya ﴾ مِن نُّطۡفَةٍ إِذَا تُمۡنَىٰ ﴿ "dari air mani apabila dipancarkan." Ini merupakan dalil paling besar yang menunjukkan KuasaNya, dan hanya Dia semata yang memiliki keperkasaan yang besar yang telah menciptakan makhluk hidup, baik yang besar maupun yang kecil berasal dari air mani lemah dan hina, kemudian Allah سبحانه وتعالى mengembangkan dan menyempur-nakannya hingga mencapai kesempurnaan, kemudian menjadi manusia yang menuju tempat tertinggi di dalam golongan orang-orang atas atau menuju kondisi yang paling rendah dalam golongan orang-orang yang paling rendah.
(47) Atas penjelasan itulah Allah سبحانه وتعالى berdalil atas pengem-balian makhluk dengan permulaan ciptaan seraya berfirman, ﴾ وَأَنَّ عَلَيۡهِ ٱلنَّشۡأَةَ ٱلۡأُخۡرَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya Dia-lah yang menetapkan kejadian yang lain (kebangkitan sesudah mati)," manusia akan dikembalikan dari alam kubur kemudian dikumpulkan pada Hari Akhir untuk diberi balasan atas kebaikan dan keburukan.
(48) ﴾ وَأَنَّهُۥ هُوَ أَغۡنَىٰ وَأَقۡنَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan," artinya, memberi kecukupan pada manusia dengan cara memberi kemudahan dalam penghi-dupan yang bersumber dari perdagangan dan berbagai jenis pe-kerjaan lain, ﴾ وَأَقۡنَىٰ ﴿ "dan memberikan kecukupan," artinya memberi manfaat pada para hambaNya dari berbagai jenis harta sehingga dengan harta itu mereka dapat memiliki berbagai macam benda dan ini merupakan salah satu dari rahmatNya. Allah سبحانه وتعالى memberi-tahukan bahwa seluruh nikmat berasal dariNya dan hal ini meng-haruskan manusia untuk bersyukur padaNya dan menyembahNya semata, yang tidak ada sekutu bagiNya.
(49) ﴾ وَأَنَّهُۥ هُوَ رَبُّ ٱلشِّعۡرَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya Dia-lah Rabb (yang memiliki) bintang syi'ra," bintang yang lazim disebut asy-syu'ra al-'ubur yang diberi nama mirzam. Allah سبحانه وتعالى menyebut bintang itu secara khusus padahal Dia adalah Rabb pemilik segala sesuatu adalah karena bintang tersebut disembah di masa jahiliyah. Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa jenis bintang yang disembah orang-orang musyrik itu dimiliki, diatur, dan diciptakan, lantas bagaimana bisa dijadikan sesembahan bersama Allah سبحانه وتعالى?
(50) ﴾ وَأَنَّهُۥٓ أَهۡلَكَ عَادًا ٱلۡأُولَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya Dia telah membina-sakan kaum 'Ad yang pertama," mereka adalah kaum Nabi Hud عليه السلام yang dibinasakan ketika mendustakan Hud dengan angin ribut dan kencang.
(51) ﴾ وَثَمُودَاْ ﴿ "Dan kaum Tsamud," kaum Nabi Shaleh عليه السلام, di mana beliau diutus Allah سبحانه وتعالى untuk kaum Tsamud kemudian me-reka mendustakan beliau, kemudian Allah سبحانه وتعالى mengirimkan unta pada mereka sebagai tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى, mereka pun me-nyembelihnya dan mendustakannya kemudian Allah سبحانه وتعالى membina-sakan mereka. ﴾ فَمَآ أَبۡقَىٰ ﴿ "Maka tidak seorang pun yang ditinggalkanNya (hidup)," tidak seorang pun yang tersisa, semuanya dibinasakan Allah سبحانه وتعالى.
(52) ﴾ وَقَوۡمَ نُوحٖ مِّن قَبۡلُۖ إِنَّهُمۡ كَانُواْ هُمۡ أَظۡلَمَ وَأَطۡغَىٰ ﴿ "Dan kaum Nuh sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang paling zhalim dan paling durhaka," dari umat-umat itu, tetapi Allah سبحانه وتعالى membinasakan dan menenggelamkan mereka.
(53-54) ﴾ وَٱلۡمُؤۡتَفِكَةَ ﴿ "Dan negeri-negeri kaum Luth," mereka adalah kaum Nabi Luth عليه السلام, ﴾ أَهۡوَىٰ ﴿ "yang telah dihancurkan Allah." Allah سبحانه وتعالى menimpakan azab yang belum pernah ditimpakan pada seorang pun dari seluruh alam, bumi mereka dibalik, yang atas dijadikan bawah dan yang bawah dijadikan atas, mereka dihujani batu dari neraka, karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَغَشَّىٰهَا مَا غَشَّىٰ ﴿ "Lalu Allah menimpakan atas negeri itu azab besar yang menimpanya," yaitu ditimpa azab pedih dan berat, sesuatu yang besar dan tidak mung-kin bisa digambarkan.
(55) ﴾ فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكَ تَتَمَارَىٰ ﴿ "Maka terhadap nikmat Rabbmu yang manakah kamu ragu-ragu," artinya, nikmat dan karunia Allah سبحانه وتعالى yang mana yang kalian ragukan wahai manusia? Nikmat-nikmat Allah سبحانه وتعالى itu nyata dan tidak diragukan dari berbagai sisi. Tidak ada satu nikmat pun yang dimiliki seorang hamba melainkan berasal dari Allah سبحانه وتعالى dan tidak ada yang menolak siksa kecuali Allah سبحانه وتعالى semata.
(56) ﴾ هَٰذَا نَذِيرٞ مِّنَ ٱلنُّذُرِ ٱلۡأُولَىٰٓ ﴿ "Ini (Muhammad) adalah seorang pem-beri peringatan di antara pemberi-pemberi peringatan yang telah terda-hulu." Artinya, rasul dari kaum Quraisy marga Hasyim, Muhammad bin Abdullah ini bukanlah rasul pertama, tapi sebelumnya telah ada para rasul. Mereka sama menyerukan dakwah yang diserukan oleh Muhammad bin Abdullah, lantas mengapa kalian menging-kari risalah yang dibawanya? Bukankah Muhammad bin Abdullah telah datang membawa al-Qur`an yang tidak terdapat kebatilan di depan dan di belakangnya, diturunkan dari Allah Yang Mahabijak-sana dan Terpuji? Bukankah Allah سبحانه وتعالى telah membinasakan orang yang mendustakan rasul-rasul sebelumnya? Lantas apa kiranya yang bisa menghalangi siksaan untuk orang-orang yang mendus-takan Nabi Muhammad, pemimpin para rasul, imam orang-orang yang bertakwa, dan pemimpin penghuni surga yang wajahnya bercahaya.
(57) ﴾ أَزِفَتِ ٱلۡأٓزِفَةُ ﴿ "Telah dekat terjadinya Hari Kiamat," artinya, kiamat telah dekat waktunya dan tanda-tandanya sudah jelas. ﴾ لَيۡسَ لَهَا مِن دُونِ ٱللَّهِ كَاشِفَةٌ ﴿ "Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah," yaitu ketika siksaan yang dijanjikan tiba.
(58) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengancam mereka yang meng-ingkari risalah Nabi Muhammad a dan mendustakan al-Qur`an seraya berfirman,
(59) ﴾ أَفَمِنۡ هَٰذَا ٱلۡحَدِيثِ تَعۡجَبُونَ ﴿ "Maka apakah kamu merasa heran terha-dap pemberitaan ini?" Artinya, apakah kalian merasa heran terhadap berita ini yang merupakan perkataan terbaik dan paling mulia dan kalian menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak lazim dan ber-beda dengan kebenaran-kebenaran yang lazim? Sikap ini bersum-ber dari kebodohan, kesesatan, dan pembangkangan mereka, sebab FirmanNya itu adalah Firman yang jujur, dan bila Allah سبحانه وتعالى berfir-man, maka Firman itu tegas, bukan main-main, itulah al-Qur`an yang agung yang seandainya diturunkan kepada gunung, niscaya engkau melihatnya khusyu' dan berguncang karena takut kepada Allah سبحانه وتعالى, yang akan menambah pandangan, akal, pembenaran, kekuatan, keyakinan dan keimanan bagi orang yang berakal. Seha-rusnya yang perlu diherani adalah akal orang yang menganggap heran al-Qur`an serta kebodohan dan kesesatannya.
(60) ﴾ وَتَضۡحَكُونَ وَلَا تَبۡكُونَ ﴿ "Dan kamu menertawakan dan tidak me-nangis," artinya, kalian langsung tertawa dan mengolok-olok al-Qur`an, padahal al-Qur`an itu seharusnya bisa mempengaruhi jiwa, melunakkan hati dan membuat mata berlinang karena mendengar perintah dan larangan Allah, mendengarkan janji dan ancamanNya dan menengok berita-beritaNya yang benar dan baik.
(61) ﴾ وَأَنتُمۡ سَٰمِدُونَ ﴿ "Sedang kamu melengahkan(nya)," artinya, kalian melalaikannya dan tidak merenungkannya. Ini dikarenakan sedikitnya akal dan agama kalian, sebab andaikan kalian menyem-bah Allah سبحانه وتعالى dan mencari ridhaNya di segala kondisi, tentu kalian tidak seperti ini, sebuah kondisi yang dipandang rendah oleh orang-orang yang berakal.
(62) Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَٱسۡجُدُواْۤ لِلَّهِۤ وَٱعۡبُدُواْ۩ ﴿ "Maka ber-sujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia)," perintah untuk bersujud kepada Allah سبحانه وتعالى secara khusus menunjukkan keutamaan bersujud. Sujud adalah rahasia dan inti dari ibadah. Ruh dari sujud adalah kekhusyu'an terhadap Allah سبحانه وتعالى dan tunduk padaNya. Sujud adalah kondisi terbesar yang menunjukkan ketundukan seorang hamba. Dengan bersujud, hati dan raga seorang hamba akan tunduk, me-letakkan bagian tubuh yang paling mulia ke tanah, tempat berpijak-nya kaki. Kemudian secara umum Allah سبحانه وتعالى memerintahkan untuk beribadah yang mencakup segala hal yang dicintai dan diridhai Allah سبحانه وتعالى berupa perbuatan dan perkataan, baik lahir maupun batin.
Sampai di sini tafsir surat an-Najm. Segala puji hanya untuk Allah سبحانه وتعالى semata, pujian yang tidak terhitung, lebih dari itu Dia adalah seperti yang Dia sanjungkan untuk DiriNya sendiri lebih dari sanjungan para hambaNya. Dan semoga shalawat dan salam tetap terlimpahkan kepada Nabi Muhammad a.
An-Najm 53:61
"Maka apakah kamu melihat orang yang berpaling (dari al-Qur`an), serta memberi sedikit dan tidak mau memberi lagi. Apa-kah dia mempunyai pengetahuan tentang yang ghaib sehingga dia mengetahui (apa yang dikatakan). Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa, dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji, (yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, dan bahwasanya seorang manusia tiada mem-peroleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sem-purna, dan bahwasanya kepada Rabbmulah kesudahan (segala sesuatu), dan bahwasanya Dia-lah yang menjadikan orang ter-tawa dan menangis, dan bahwasanya Dia-lah yang mematikan dan menghidupkan, dan bahwasanya Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan dari air mani apa-bila dipancarkan. Dan bahwasanya Dia-lah yang menetapkan kejadian yang lain (kebangkitan sesudah mati), dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan. Dan bahwasanya Dia-lah Rabb (yang memiliki) bintang syi'ra, dan bahwasanya Dia telah membinasakan kaum 'Ad yang pertama, dan kaum Tsamud. Maka tidak seorang pun yang ditinggalkanNya (hidup). Dan kaum Nuh sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang paling zhalim dan paling durhaka, dan negeri-negeri kaum Luth yang telah dihancurkan Allah, lalu Allah menim-pakan atas negeri itu azab besar yang menimpanya. Maka terhadap nikmat Rabbmu yang manakah kamu ragu-ragu? Ini (Muhammad) adalah seorang pemberi peringatan di antara pemberi-pemberi peringatan yang telah terdahulu. Telah dekat terjadinya Hari Kiamat. Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah. Maka apakah kamu merasa heran terhadap pembe-ritaan ini? Dan kamu menertawakan dan tidak menangis. Sedang kamu melengahkan(nya). Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia)." (An-Najm: 33-62).
(33-35) Allah سبحانه وتعالى berfirman bahwa apakah engkau menge-tahui kondisi orang yang diperintah untuk menyembah Rabbnya dan mengesakanNya kemudian berpaling darinya? Meski jiwanya mengizinkan pada sebagian hal kecil, tapi hal itu tidak berlangsung lama, ia akan bersifat bakhil dan menahan hartanya. Kebaikan bukanlah sifat dan wataknya, tapi wataknya adalah berpaling dari ketaatan dan tidak tetap dalam mengerjakan kebaikan. Meski demikian, ia mengatakan bahwa dirinya bersih dan menempatkan dirinya pada posisi yang tidak sesuai dengan yang disebutkan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ أَعِندَهُۥ عِلۡمُ ٱلۡغَيۡبِ فَهُوَ يَرَىٰٓ ﴿ "Apakah dia mempunyai pengetahuan tentang yang ghaib sehingga dia mengetahui (apa yang dikatakan)," apa-kah ia mengetahui hal ghaib sehingga bisa memberitahukannya? Atau apakah itu hanya perkataan yang diada-adakan atas (nama) Allah سبحانه وتعالى dengan sembrono yang merangkum dua hal terlarang, yaitu menjelek-jelekkan diri dan menyuci-sucikan diri sebagaimana yang terjadi, karena ia sendiri mengetahui bahwa ia tidak mempu-nyai pengetahuan tentang hal ghaib. Andai pun ia mampu meng-aku-aku hal itu, maka pemberitahuan ghaib yang berada di tangan Rasulullah a, al-Ma'shum, menunjukkan hal sebaliknya dan itulah bukti atas kebatilan pengakuannya.
(36-37) ﴾ أَمۡ لَمۡ يُنَبَّأۡ ﴿ "Ataukah belum diberitakan" kepada orang yang mengaku itu, ﴾ بِمَا فِي صُحُفِ مُوسَىٰ 36 وَإِبۡرَٰهِيمَ ٱلَّذِي وَفَّىٰٓ 37 ﴿ "apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji," yakni, menunaikan semua ujian yang dibebankan Allah سبحانه وتعالى kepadanya serta perintah-perintah syariat, pokok, dan cabang Agama.
(38-41) Terdapat berbagai hukum dalam lembaran-lem-baran itu, di antara yang terpenting adalah yang disebutkan Allah سبحانه وتعالى dalam FirmanNya, ﴾ أَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰ 38 وَأَن لَّيۡسَ لِلۡإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ ﴿ "(yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya." Artinya, setiap orang akan menanggung akibat amalannya, baik maupun buruk. Setiap orang tidak akan menda-patkan balasan apa pun dari amalan orang lain dan tidak menang-gung dosa siapa pun. ﴾ وَأَنَّ سَعۡيَهُۥ سَوۡفَ يُرَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diper-lihatkan (kepadanya)," yakni, di akhirat, dan kebaikan akan dipisah-kan dari keburukan, ﴾ ثُمَّ يُجۡزَىٰهُ ٱلۡجَزَآءَ ٱلۡأَوۡفَىٰ ﴿ "kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna," yaitu yang menca-kup seluruh amal; amalan baik dibalas baik dan amalan buruk dibalas buruk. Balasan adil yang membuat semua manusia mengakuinya dan memuji Allah سبحانه وتعالى atas keadilanNya bahkan penghuni neraka sekalipun pada saat dimasukkan ke dalam neraka, tapi hatinya penuh pujian terhadap Rabb mereka serta mengakui kesempurna-an hikmah Nya dan marah terhadap diri mereka sendiri. Mereka mengetahui bahwa yang menyebabkan mereka masuk ke dalam tempat kembali yang paling buruk adalah diri mereka sendiri. Ada yang mengambil dalil dari Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَأَن لَّيۡسَ لِلۡإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya," dengan berpendapat bahwa amal kebaikan yang mendekatkan diri kepada Allah سبحانه وتعالى tidak boleh di-hadiahkan kepada orang yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Menurut mereka, karena Allah سبحانه وتعالى berfirman,﴾ وَأَن لَّيۡسَ لِلۡإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya," sampainya usaha orang lain pada seseorang menafikan ayat ini. Cara pengambilan dalil ini perlu dikaji ulang, karena ayat ini menunjukkan, seseorang tidak akan mendapatkan apa pun selain yang telah dikerjakan sendiri, ini memang benar dan tidak perlu diperdebatkan, namun ayat ini tidak menunjukkan bahwa seseorang tidak mendapat manfaat dari hasil usaha orang lain jika yang bersangkutan menghadiahkannya pada yang lain. Sama seperti harta, seseorang tidak memiliki harta selain yang dimiliki, hal itu tidak mengharuskan yang bersangkutan tidak memiliki harta yang diberikan oleh orang lain kepadanya di samping harta yang dimilikinya itu.
(42) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَأَنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ ٱلۡمُنتَهَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya kepada Rabbmu-lah kesudahan (segala sesuatu)," artinya, kepadaNya segala urusan berakhir dan kepadaNya-lah segala sesuatu akan kembali, tidak terkecuali manusia yang akan kembali kepada Allah سبحانه وتعالى dengan cara dibangkitkan. Kepada Allah سبحانه وتعالى lah segala hal berakhir, kepadaNya berakhir ilmu, hikmah, rahmat, dan seluruh kesempurnaan.
(43) ﴾ وَأَنَّهُۥ هُوَ أَضۡحَكَ وَأَبۡكَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya Dia-lah yang menja-dikan orang tertawa dan menangis." Dia-lah yang membuat sebab-sebab tertawa dan sebab-sebab menangis, yaitu kebaikan, kebu-rukan, kesenangan, kebahagiaan, duka, dan kesedihan. Dan Allah سبحانه وتعالى memiliki hikmah yang tinggi dalam hal itu.
(44) ﴾ وَأَنَّهُۥ هُوَ أَمَاتَ وَأَحۡيَا ﴿ "Dan bahwasanya Dia-lah yang mematikan dan menghidupkan," artinya, hanya Dia semata yang mengadakan dan meniadakan, yang menciptakan manusia, yang memerintah dan melarang mereka, dan Allah سبحانه وتعالى akan mengembalikan mereka setelah kematian mereka dan memberi balasan atas amalan yang mereka lakukan di dunia.
(45-46) ﴾ وَأَنَّهُۥ خَلَقَ ٱلزَّوۡجَيۡنِ ﴿ "Dan bahwasanya Dia-lah yang mencip-takan berpasang-pasangan," ditafsirkan oleh FirmanNya, ﴾ ٱلذَّكَرَ وَٱلۡأُنثَىٰ ﴿ "Laki-laki dan perempuan." Ini adalah isim jenis yang mencakup se-luruh makhluk hidup, baik yang bisa berbicara (manusia) maupun binatang, Dia semata yang menciptakannya ﴾ مِن نُّطۡفَةٍ إِذَا تُمۡنَىٰ ﴿ "dari air mani apabila dipancarkan." Ini merupakan dalil paling besar yang menunjukkan KuasaNya, dan hanya Dia semata yang memiliki keperkasaan yang besar yang telah menciptakan makhluk hidup, baik yang besar maupun yang kecil berasal dari air mani lemah dan hina, kemudian Allah سبحانه وتعالى mengembangkan dan menyempur-nakannya hingga mencapai kesempurnaan, kemudian menjadi manusia yang menuju tempat tertinggi di dalam golongan orang-orang atas atau menuju kondisi yang paling rendah dalam golongan orang-orang yang paling rendah.
(47) Atas penjelasan itulah Allah سبحانه وتعالى berdalil atas pengem-balian makhluk dengan permulaan ciptaan seraya berfirman, ﴾ وَأَنَّ عَلَيۡهِ ٱلنَّشۡأَةَ ٱلۡأُخۡرَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya Dia-lah yang menetapkan kejadian yang lain (kebangkitan sesudah mati)," manusia akan dikembalikan dari alam kubur kemudian dikumpulkan pada Hari Akhir untuk diberi balasan atas kebaikan dan keburukan.
(48) ﴾ وَأَنَّهُۥ هُوَ أَغۡنَىٰ وَأَقۡنَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan," artinya, memberi kecukupan pada manusia dengan cara memberi kemudahan dalam penghi-dupan yang bersumber dari perdagangan dan berbagai jenis pe-kerjaan lain, ﴾ وَأَقۡنَىٰ ﴿ "dan memberikan kecukupan," artinya memberi manfaat pada para hambaNya dari berbagai jenis harta sehingga dengan harta itu mereka dapat memiliki berbagai macam benda dan ini merupakan salah satu dari rahmatNya. Allah سبحانه وتعالى memberi-tahukan bahwa seluruh nikmat berasal dariNya dan hal ini meng-haruskan manusia untuk bersyukur padaNya dan menyembahNya semata, yang tidak ada sekutu bagiNya.
(49) ﴾ وَأَنَّهُۥ هُوَ رَبُّ ٱلشِّعۡرَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya Dia-lah Rabb (yang memiliki) bintang syi'ra," bintang yang lazim disebut asy-syu'ra al-'ubur yang diberi nama mirzam. Allah سبحانه وتعالى menyebut bintang itu secara khusus padahal Dia adalah Rabb pemilik segala sesuatu adalah karena bintang tersebut disembah di masa jahiliyah. Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa jenis bintang yang disembah orang-orang musyrik itu dimiliki, diatur, dan diciptakan, lantas bagaimana bisa dijadikan sesembahan bersama Allah سبحانه وتعالى?
(50) ﴾ وَأَنَّهُۥٓ أَهۡلَكَ عَادًا ٱلۡأُولَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya Dia telah membina-sakan kaum 'Ad yang pertama," mereka adalah kaum Nabi Hud عليه السلام yang dibinasakan ketika mendustakan Hud dengan angin ribut dan kencang.
(51) ﴾ وَثَمُودَاْ ﴿ "Dan kaum Tsamud," kaum Nabi Shaleh عليه السلام, di mana beliau diutus Allah سبحانه وتعالى untuk kaum Tsamud kemudian me-reka mendustakan beliau, kemudian Allah سبحانه وتعالى mengirimkan unta pada mereka sebagai tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى, mereka pun me-nyembelihnya dan mendustakannya kemudian Allah سبحانه وتعالى membina-sakan mereka. ﴾ فَمَآ أَبۡقَىٰ ﴿ "Maka tidak seorang pun yang ditinggalkanNya (hidup)," tidak seorang pun yang tersisa, semuanya dibinasakan Allah سبحانه وتعالى.
(52) ﴾ وَقَوۡمَ نُوحٖ مِّن قَبۡلُۖ إِنَّهُمۡ كَانُواْ هُمۡ أَظۡلَمَ وَأَطۡغَىٰ ﴿ "Dan kaum Nuh sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang paling zhalim dan paling durhaka," dari umat-umat itu, tetapi Allah سبحانه وتعالى membinasakan dan menenggelamkan mereka.
(53-54) ﴾ وَٱلۡمُؤۡتَفِكَةَ ﴿ "Dan negeri-negeri kaum Luth," mereka adalah kaum Nabi Luth عليه السلام, ﴾ أَهۡوَىٰ ﴿ "yang telah dihancurkan Allah." Allah سبحانه وتعالى menimpakan azab yang belum pernah ditimpakan pada seorang pun dari seluruh alam, bumi mereka dibalik, yang atas dijadikan bawah dan yang bawah dijadikan atas, mereka dihujani batu dari neraka, karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَغَشَّىٰهَا مَا غَشَّىٰ ﴿ "Lalu Allah menimpakan atas negeri itu azab besar yang menimpanya," yaitu ditimpa azab pedih dan berat, sesuatu yang besar dan tidak mung-kin bisa digambarkan.
(55) ﴾ فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكَ تَتَمَارَىٰ ﴿ "Maka terhadap nikmat Rabbmu yang manakah kamu ragu-ragu," artinya, nikmat dan karunia Allah سبحانه وتعالى yang mana yang kalian ragukan wahai manusia? Nikmat-nikmat Allah سبحانه وتعالى itu nyata dan tidak diragukan dari berbagai sisi. Tidak ada satu nikmat pun yang dimiliki seorang hamba melainkan berasal dari Allah سبحانه وتعالى dan tidak ada yang menolak siksa kecuali Allah سبحانه وتعالى semata.
(56) ﴾ هَٰذَا نَذِيرٞ مِّنَ ٱلنُّذُرِ ٱلۡأُولَىٰٓ ﴿ "Ini (Muhammad) adalah seorang pem-beri peringatan di antara pemberi-pemberi peringatan yang telah terda-hulu." Artinya, rasul dari kaum Quraisy marga Hasyim, Muhammad bin Abdullah ini bukanlah rasul pertama, tapi sebelumnya telah ada para rasul. Mereka sama menyerukan dakwah yang diserukan oleh Muhammad bin Abdullah, lantas mengapa kalian menging-kari risalah yang dibawanya? Bukankah Muhammad bin Abdullah telah datang membawa al-Qur`an yang tidak terdapat kebatilan di depan dan di belakangnya, diturunkan dari Allah Yang Mahabijak-sana dan Terpuji? Bukankah Allah سبحانه وتعالى telah membinasakan orang yang mendustakan rasul-rasul sebelumnya? Lantas apa kiranya yang bisa menghalangi siksaan untuk orang-orang yang mendus-takan Nabi Muhammad, pemimpin para rasul, imam orang-orang yang bertakwa, dan pemimpin penghuni surga yang wajahnya bercahaya.
(57) ﴾ أَزِفَتِ ٱلۡأٓزِفَةُ ﴿ "Telah dekat terjadinya Hari Kiamat," artinya, kiamat telah dekat waktunya dan tanda-tandanya sudah jelas. ﴾ لَيۡسَ لَهَا مِن دُونِ ٱللَّهِ كَاشِفَةٌ ﴿ "Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah," yaitu ketika siksaan yang dijanjikan tiba.
(58) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengancam mereka yang meng-ingkari risalah Nabi Muhammad a dan mendustakan al-Qur`an seraya berfirman,
(59) ﴾ أَفَمِنۡ هَٰذَا ٱلۡحَدِيثِ تَعۡجَبُونَ ﴿ "Maka apakah kamu merasa heran terha-dap pemberitaan ini?" Artinya, apakah kalian merasa heran terhadap berita ini yang merupakan perkataan terbaik dan paling mulia dan kalian menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak lazim dan ber-beda dengan kebenaran-kebenaran yang lazim? Sikap ini bersum-ber dari kebodohan, kesesatan, dan pembangkangan mereka, sebab FirmanNya itu adalah Firman yang jujur, dan bila Allah سبحانه وتعالى berfir-man, maka Firman itu tegas, bukan main-main, itulah al-Qur`an yang agung yang seandainya diturunkan kepada gunung, niscaya engkau melihatnya khusyu' dan berguncang karena takut kepada Allah سبحانه وتعالى, yang akan menambah pandangan, akal, pembenaran, kekuatan, keyakinan dan keimanan bagi orang yang berakal. Seha-rusnya yang perlu diherani adalah akal orang yang menganggap heran al-Qur`an serta kebodohan dan kesesatannya.
(60) ﴾ وَتَضۡحَكُونَ وَلَا تَبۡكُونَ ﴿ "Dan kamu menertawakan dan tidak me-nangis," artinya, kalian langsung tertawa dan mengolok-olok al-Qur`an, padahal al-Qur`an itu seharusnya bisa mempengaruhi jiwa, melunakkan hati dan membuat mata berlinang karena mendengar perintah dan larangan Allah, mendengarkan janji dan ancamanNya dan menengok berita-beritaNya yang benar dan baik.
(61) ﴾ وَأَنتُمۡ سَٰمِدُونَ ﴿ "Sedang kamu melengahkan(nya)," artinya, kalian melalaikannya dan tidak merenungkannya. Ini dikarenakan sedikitnya akal dan agama kalian, sebab andaikan kalian menyem-bah Allah سبحانه وتعالى dan mencari ridhaNya di segala kondisi, tentu kalian tidak seperti ini, sebuah kondisi yang dipandang rendah oleh orang-orang yang berakal.
(62) Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَٱسۡجُدُواْۤ لِلَّهِۤ وَٱعۡبُدُواْ۩ ﴿ "Maka ber-sujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia)," perintah untuk bersujud kepada Allah سبحانه وتعالى secara khusus menunjukkan keutamaan bersujud. Sujud adalah rahasia dan inti dari ibadah. Ruh dari sujud adalah kekhusyu'an terhadap Allah سبحانه وتعالى dan tunduk padaNya. Sujud adalah kondisi terbesar yang menunjukkan ketundukan seorang hamba. Dengan bersujud, hati dan raga seorang hamba akan tunduk, me-letakkan bagian tubuh yang paling mulia ke tanah, tempat berpijak-nya kaki. Kemudian secara umum Allah سبحانه وتعالى memerintahkan untuk beribadah yang mencakup segala hal yang dicintai dan diridhai Allah سبحانه وتعالى berupa perbuatan dan perkataan, baik lahir maupun batin.
Sampai di sini tafsir surat an-Najm. Segala puji hanya untuk Allah سبحانه وتعالى semata, pujian yang tidak terhitung, lebih dari itu Dia adalah seperti yang Dia sanjungkan untuk DiriNya sendiri lebih dari sanjungan para hambaNya. Dan semoga shalawat dan salam tetap terlimpahkan kepada Nabi Muhammad a.
An-Najm 53:62
"Maka apakah kamu melihat orang yang berpaling (dari al-Qur`an), serta memberi sedikit dan tidak mau memberi lagi. Apa-kah dia mempunyai pengetahuan tentang yang ghaib sehingga dia mengetahui (apa yang dikatakan). Ataukah belum diberitakan kepadanya apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa, dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji, (yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, dan bahwasanya seorang manusia tiada mem-peroleh selain apa yang telah diusahakannya, dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sem-purna, dan bahwasanya kepada Rabbmulah kesudahan (segala sesuatu), dan bahwasanya Dia-lah yang menjadikan orang ter-tawa dan menangis, dan bahwasanya Dia-lah yang mematikan dan menghidupkan, dan bahwasanya Dia-lah yang menciptakan berpasang-pasangan laki-laki dan perempuan dari air mani apa-bila dipancarkan. Dan bahwasanya Dia-lah yang menetapkan kejadian yang lain (kebangkitan sesudah mati), dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan. Dan bahwasanya Dia-lah Rabb (yang memiliki) bintang syi'ra, dan bahwasanya Dia telah membinasakan kaum 'Ad yang pertama, dan kaum Tsamud. Maka tidak seorang pun yang ditinggalkanNya (hidup). Dan kaum Nuh sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang paling zhalim dan paling durhaka, dan negeri-negeri kaum Luth yang telah dihancurkan Allah, lalu Allah menim-pakan atas negeri itu azab besar yang menimpanya. Maka terhadap nikmat Rabbmu yang manakah kamu ragu-ragu? Ini (Muhammad) adalah seorang pemberi peringatan di antara pemberi-pemberi peringatan yang telah terdahulu. Telah dekat terjadinya Hari Kiamat. Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah. Maka apakah kamu merasa heran terhadap pembe-ritaan ini? Dan kamu menertawakan dan tidak menangis. Sedang kamu melengahkan(nya). Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia)." (An-Najm: 33-62).
(33-35) Allah سبحانه وتعالى berfirman bahwa apakah engkau menge-tahui kondisi orang yang diperintah untuk menyembah Rabbnya dan mengesakanNya kemudian berpaling darinya? Meski jiwanya mengizinkan pada sebagian hal kecil, tapi hal itu tidak berlangsung lama, ia akan bersifat bakhil dan menahan hartanya. Kebaikan bukanlah sifat dan wataknya, tapi wataknya adalah berpaling dari ketaatan dan tidak tetap dalam mengerjakan kebaikan. Meski demikian, ia mengatakan bahwa dirinya bersih dan menempatkan dirinya pada posisi yang tidak sesuai dengan yang disebutkan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ أَعِندَهُۥ عِلۡمُ ٱلۡغَيۡبِ فَهُوَ يَرَىٰٓ ﴿ "Apakah dia mempunyai pengetahuan tentang yang ghaib sehingga dia mengetahui (apa yang dikatakan)," apa-kah ia mengetahui hal ghaib sehingga bisa memberitahukannya? Atau apakah itu hanya perkataan yang diada-adakan atas (nama) Allah سبحانه وتعالى dengan sembrono yang merangkum dua hal terlarang, yaitu menjelek-jelekkan diri dan menyuci-sucikan diri sebagaimana yang terjadi, karena ia sendiri mengetahui bahwa ia tidak mempu-nyai pengetahuan tentang hal ghaib. Andai pun ia mampu meng-aku-aku hal itu, maka pemberitahuan ghaib yang berada di tangan Rasulullah a, al-Ma'shum, menunjukkan hal sebaliknya dan itulah bukti atas kebatilan pengakuannya.
(36-37) ﴾ أَمۡ لَمۡ يُنَبَّأۡ ﴿ "Ataukah belum diberitakan" kepada orang yang mengaku itu, ﴾ بِمَا فِي صُحُفِ مُوسَىٰ 36 وَإِبۡرَٰهِيمَ ٱلَّذِي وَفَّىٰٓ 37 ﴿ "apa yang ada dalam lembaran-lembaran Musa dan lembaran-lembaran Ibrahim yang selalu menyempurnakan janji," yakni, menunaikan semua ujian yang dibebankan Allah سبحانه وتعالى kepadanya serta perintah-perintah syariat, pokok, dan cabang Agama.
(38-41) Terdapat berbagai hukum dalam lembaran-lem-baran itu, di antara yang terpenting adalah yang disebutkan Allah سبحانه وتعالى dalam FirmanNya, ﴾ أَلَّا تَزِرُ وَازِرَةٞ وِزۡرَ أُخۡرَىٰ 38 وَأَن لَّيۡسَ لِلۡإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ ﴿ "(yaitu) bahwasanya seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya." Artinya, setiap orang akan menanggung akibat amalannya, baik maupun buruk. Setiap orang tidak akan menda-patkan balasan apa pun dari amalan orang lain dan tidak menang-gung dosa siapa pun. ﴾ وَأَنَّ سَعۡيَهُۥ سَوۡفَ يُرَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diper-lihatkan (kepadanya)," yakni, di akhirat, dan kebaikan akan dipisah-kan dari keburukan, ﴾ ثُمَّ يُجۡزَىٰهُ ٱلۡجَزَآءَ ٱلۡأَوۡفَىٰ ﴿ "kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna," yaitu yang menca-kup seluruh amal; amalan baik dibalas baik dan amalan buruk dibalas buruk. Balasan adil yang membuat semua manusia mengakuinya dan memuji Allah سبحانه وتعالى atas keadilanNya bahkan penghuni neraka sekalipun pada saat dimasukkan ke dalam neraka, tapi hatinya penuh pujian terhadap Rabb mereka serta mengakui kesempurna-an hikmah Nya dan marah terhadap diri mereka sendiri. Mereka mengetahui bahwa yang menyebabkan mereka masuk ke dalam tempat kembali yang paling buruk adalah diri mereka sendiri. Ada yang mengambil dalil dari Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَأَن لَّيۡسَ لِلۡإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya," dengan berpendapat bahwa amal kebaikan yang mendekatkan diri kepada Allah سبحانه وتعالى tidak boleh di-hadiahkan kepada orang yang masih hidup maupun yang sudah meninggal. Menurut mereka, karena Allah سبحانه وتعالى berfirman,﴾ وَأَن لَّيۡسَ لِلۡإِنسَٰنِ إِلَّا مَا سَعَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya," sampainya usaha orang lain pada seseorang menafikan ayat ini. Cara pengambilan dalil ini perlu dikaji ulang, karena ayat ini menunjukkan, seseorang tidak akan mendapatkan apa pun selain yang telah dikerjakan sendiri, ini memang benar dan tidak perlu diperdebatkan, namun ayat ini tidak menunjukkan bahwa seseorang tidak mendapat manfaat dari hasil usaha orang lain jika yang bersangkutan menghadiahkannya pada yang lain. Sama seperti harta, seseorang tidak memiliki harta selain yang dimiliki, hal itu tidak mengharuskan yang bersangkutan tidak memiliki harta yang diberikan oleh orang lain kepadanya di samping harta yang dimilikinya itu.
(42) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَأَنَّ إِلَىٰ رَبِّكَ ٱلۡمُنتَهَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya kepada Rabbmu-lah kesudahan (segala sesuatu)," artinya, kepadaNya segala urusan berakhir dan kepadaNya-lah segala sesuatu akan kembali, tidak terkecuali manusia yang akan kembali kepada Allah سبحانه وتعالى dengan cara dibangkitkan. Kepada Allah سبحانه وتعالى lah segala hal berakhir, kepadaNya berakhir ilmu, hikmah, rahmat, dan seluruh kesempurnaan.
(43) ﴾ وَأَنَّهُۥ هُوَ أَضۡحَكَ وَأَبۡكَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya Dia-lah yang menja-dikan orang tertawa dan menangis." Dia-lah yang membuat sebab-sebab tertawa dan sebab-sebab menangis, yaitu kebaikan, kebu-rukan, kesenangan, kebahagiaan, duka, dan kesedihan. Dan Allah سبحانه وتعالى memiliki hikmah yang tinggi dalam hal itu.
(44) ﴾ وَأَنَّهُۥ هُوَ أَمَاتَ وَأَحۡيَا ﴿ "Dan bahwasanya Dia-lah yang mematikan dan menghidupkan," artinya, hanya Dia semata yang mengadakan dan meniadakan, yang menciptakan manusia, yang memerintah dan melarang mereka, dan Allah سبحانه وتعالى akan mengembalikan mereka setelah kematian mereka dan memberi balasan atas amalan yang mereka lakukan di dunia.
(45-46) ﴾ وَأَنَّهُۥ خَلَقَ ٱلزَّوۡجَيۡنِ ﴿ "Dan bahwasanya Dia-lah yang mencip-takan berpasang-pasangan," ditafsirkan oleh FirmanNya, ﴾ ٱلذَّكَرَ وَٱلۡأُنثَىٰ ﴿ "Laki-laki dan perempuan." Ini adalah isim jenis yang mencakup se-luruh makhluk hidup, baik yang bisa berbicara (manusia) maupun binatang, Dia semata yang menciptakannya ﴾ مِن نُّطۡفَةٍ إِذَا تُمۡنَىٰ ﴿ "dari air mani apabila dipancarkan." Ini merupakan dalil paling besar yang menunjukkan KuasaNya, dan hanya Dia semata yang memiliki keperkasaan yang besar yang telah menciptakan makhluk hidup, baik yang besar maupun yang kecil berasal dari air mani lemah dan hina, kemudian Allah سبحانه وتعالى mengembangkan dan menyempur-nakannya hingga mencapai kesempurnaan, kemudian menjadi manusia yang menuju tempat tertinggi di dalam golongan orang-orang atas atau menuju kondisi yang paling rendah dalam golongan orang-orang yang paling rendah.
(47) Atas penjelasan itulah Allah سبحانه وتعالى berdalil atas pengem-balian makhluk dengan permulaan ciptaan seraya berfirman, ﴾ وَأَنَّ عَلَيۡهِ ٱلنَّشۡأَةَ ٱلۡأُخۡرَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya Dia-lah yang menetapkan kejadian yang lain (kebangkitan sesudah mati)," manusia akan dikembalikan dari alam kubur kemudian dikumpulkan pada Hari Akhir untuk diberi balasan atas kebaikan dan keburukan.
(48) ﴾ وَأَنَّهُۥ هُوَ أَغۡنَىٰ وَأَقۡنَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya Dia yang memberikan kekayaan dan memberikan kecukupan," artinya, memberi kecukupan pada manusia dengan cara memberi kemudahan dalam penghi-dupan yang bersumber dari perdagangan dan berbagai jenis pe-kerjaan lain, ﴾ وَأَقۡنَىٰ ﴿ "dan memberikan kecukupan," artinya memberi manfaat pada para hambaNya dari berbagai jenis harta sehingga dengan harta itu mereka dapat memiliki berbagai macam benda dan ini merupakan salah satu dari rahmatNya. Allah سبحانه وتعالى memberi-tahukan bahwa seluruh nikmat berasal dariNya dan hal ini meng-haruskan manusia untuk bersyukur padaNya dan menyembahNya semata, yang tidak ada sekutu bagiNya.
(49) ﴾ وَأَنَّهُۥ هُوَ رَبُّ ٱلشِّعۡرَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya Dia-lah Rabb (yang memiliki) bintang syi'ra," bintang yang lazim disebut asy-syu'ra al-'ubur yang diberi nama mirzam. Allah سبحانه وتعالى menyebut bintang itu secara khusus padahal Dia adalah Rabb pemilik segala sesuatu adalah karena bintang tersebut disembah di masa jahiliyah. Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa jenis bintang yang disembah orang-orang musyrik itu dimiliki, diatur, dan diciptakan, lantas bagaimana bisa dijadikan sesembahan bersama Allah سبحانه وتعالى?
(50) ﴾ وَأَنَّهُۥٓ أَهۡلَكَ عَادًا ٱلۡأُولَىٰ ﴿ "Dan bahwasanya Dia telah membina-sakan kaum 'Ad yang pertama," mereka adalah kaum Nabi Hud عليه السلام yang dibinasakan ketika mendustakan Hud dengan angin ribut dan kencang.
(51) ﴾ وَثَمُودَاْ ﴿ "Dan kaum Tsamud," kaum Nabi Shaleh عليه السلام, di mana beliau diutus Allah سبحانه وتعالى untuk kaum Tsamud kemudian me-reka mendustakan beliau, kemudian Allah سبحانه وتعالى mengirimkan unta pada mereka sebagai tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى, mereka pun me-nyembelihnya dan mendustakannya kemudian Allah سبحانه وتعالى membina-sakan mereka. ﴾ فَمَآ أَبۡقَىٰ ﴿ "Maka tidak seorang pun yang ditinggalkanNya (hidup)," tidak seorang pun yang tersisa, semuanya dibinasakan Allah سبحانه وتعالى.
(52) ﴾ وَقَوۡمَ نُوحٖ مِّن قَبۡلُۖ إِنَّهُمۡ كَانُواْ هُمۡ أَظۡلَمَ وَأَطۡغَىٰ ﴿ "Dan kaum Nuh sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang paling zhalim dan paling durhaka," dari umat-umat itu, tetapi Allah سبحانه وتعالى membinasakan dan menenggelamkan mereka.
(53-54) ﴾ وَٱلۡمُؤۡتَفِكَةَ ﴿ "Dan negeri-negeri kaum Luth," mereka adalah kaum Nabi Luth عليه السلام, ﴾ أَهۡوَىٰ ﴿ "yang telah dihancurkan Allah." Allah سبحانه وتعالى menimpakan azab yang belum pernah ditimpakan pada seorang pun dari seluruh alam, bumi mereka dibalik, yang atas dijadikan bawah dan yang bawah dijadikan atas, mereka dihujani batu dari neraka, karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَغَشَّىٰهَا مَا غَشَّىٰ ﴿ "Lalu Allah menimpakan atas negeri itu azab besar yang menimpanya," yaitu ditimpa azab pedih dan berat, sesuatu yang besar dan tidak mung-kin bisa digambarkan.
(55) ﴾ فَبِأَيِّ ءَالَآءِ رَبِّكَ تَتَمَارَىٰ ﴿ "Maka terhadap nikmat Rabbmu yang manakah kamu ragu-ragu," artinya, nikmat dan karunia Allah سبحانه وتعالى yang mana yang kalian ragukan wahai manusia? Nikmat-nikmat Allah سبحانه وتعالى itu nyata dan tidak diragukan dari berbagai sisi. Tidak ada satu nikmat pun yang dimiliki seorang hamba melainkan berasal dari Allah سبحانه وتعالى dan tidak ada yang menolak siksa kecuali Allah سبحانه وتعالى semata.
(56) ﴾ هَٰذَا نَذِيرٞ مِّنَ ٱلنُّذُرِ ٱلۡأُولَىٰٓ ﴿ "Ini (Muhammad) adalah seorang pem-beri peringatan di antara pemberi-pemberi peringatan yang telah terda-hulu." Artinya, rasul dari kaum Quraisy marga Hasyim, Muhammad bin Abdullah ini bukanlah rasul pertama, tapi sebelumnya telah ada para rasul. Mereka sama menyerukan dakwah yang diserukan oleh Muhammad bin Abdullah, lantas mengapa kalian menging-kari risalah yang dibawanya? Bukankah Muhammad bin Abdullah telah datang membawa al-Qur`an yang tidak terdapat kebatilan di depan dan di belakangnya, diturunkan dari Allah Yang Mahabijak-sana dan Terpuji? Bukankah Allah سبحانه وتعالى telah membinasakan orang yang mendustakan rasul-rasul sebelumnya? Lantas apa kiranya yang bisa menghalangi siksaan untuk orang-orang yang mendus-takan Nabi Muhammad, pemimpin para rasul, imam orang-orang yang bertakwa, dan pemimpin penghuni surga yang wajahnya bercahaya.
(57) ﴾ أَزِفَتِ ٱلۡأٓزِفَةُ ﴿ "Telah dekat terjadinya Hari Kiamat," artinya, kiamat telah dekat waktunya dan tanda-tandanya sudah jelas. ﴾ لَيۡسَ لَهَا مِن دُونِ ٱللَّهِ كَاشِفَةٌ ﴿ "Tidak ada yang akan menyatakan terjadinya hari itu selain Allah," yaitu ketika siksaan yang dijanjikan tiba.
(58) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengancam mereka yang meng-ingkari risalah Nabi Muhammad a dan mendustakan al-Qur`an seraya berfirman,
(59) ﴾ أَفَمِنۡ هَٰذَا ٱلۡحَدِيثِ تَعۡجَبُونَ ﴿ "Maka apakah kamu merasa heran terha-dap pemberitaan ini?" Artinya, apakah kalian merasa heran terhadap berita ini yang merupakan perkataan terbaik dan paling mulia dan kalian menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak lazim dan ber-beda dengan kebenaran-kebenaran yang lazim? Sikap ini bersum-ber dari kebodohan, kesesatan, dan pembangkangan mereka, sebab FirmanNya itu adalah Firman yang jujur, dan bila Allah سبحانه وتعالى berfir-man, maka Firman itu tegas, bukan main-main, itulah al-Qur`an yang agung yang seandainya diturunkan kepada gunung, niscaya engkau melihatnya khusyu' dan berguncang karena takut kepada Allah سبحانه وتعالى, yang akan menambah pandangan, akal, pembenaran, kekuatan, keyakinan dan keimanan bagi orang yang berakal. Seha-rusnya yang perlu diherani adalah akal orang yang menganggap heran al-Qur`an serta kebodohan dan kesesatannya.
(60) ﴾ وَتَضۡحَكُونَ وَلَا تَبۡكُونَ ﴿ "Dan kamu menertawakan dan tidak me-nangis," artinya, kalian langsung tertawa dan mengolok-olok al-Qur`an, padahal al-Qur`an itu seharusnya bisa mempengaruhi jiwa, melunakkan hati dan membuat mata berlinang karena mendengar perintah dan larangan Allah, mendengarkan janji dan ancamanNya dan menengok berita-beritaNya yang benar dan baik.
(61) ﴾ وَأَنتُمۡ سَٰمِدُونَ ﴿ "Sedang kamu melengahkan(nya)," artinya, kalian melalaikannya dan tidak merenungkannya. Ini dikarenakan sedikitnya akal dan agama kalian, sebab andaikan kalian menyem-bah Allah سبحانه وتعالى dan mencari ridhaNya di segala kondisi, tentu kalian tidak seperti ini, sebuah kondisi yang dipandang rendah oleh orang-orang yang berakal.
(62) Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَٱسۡجُدُواْۤ لِلَّهِۤ وَٱعۡبُدُواْ۩ ﴿ "Maka ber-sujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia)," perintah untuk bersujud kepada Allah سبحانه وتعالى secara khusus menunjukkan keutamaan bersujud. Sujud adalah rahasia dan inti dari ibadah. Ruh dari sujud adalah kekhusyu'an terhadap Allah سبحانه وتعالى dan tunduk padaNya. Sujud adalah kondisi terbesar yang menunjukkan ketundukan seorang hamba. Dengan bersujud, hati dan raga seorang hamba akan tunduk, me-letakkan bagian tubuh yang paling mulia ke tanah, tempat berpijak-nya kaki. Kemudian secara umum Allah سبحانه وتعالى memerintahkan untuk beribadah yang mencakup segala hal yang dicintai dan diridhai Allah سبحانه وتعالى berupa perbuatan dan perkataan, baik lahir maupun batin.
Sampai di sini tafsir surat an-Najm. Segala puji hanya untuk Allah سبحانه وتعالى semata, pujian yang tidak terhitung, lebih dari itu Dia adalah seperti yang Dia sanjungkan untuk DiriNya sendiri lebih dari sanjungan para hambaNya. Dan semoga shalawat dan salam tetap terlimpahkan kepada Nabi Muhammad a.
Al-Qamar 54:1
"Telah dekat (datangnya) saat itu dan bulan telah terbelah. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, '(Ini adalah) sihir yang terus menerus.' Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapan-nya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka beberapa kisah yang di dalamnya terdapat cegahan (dari kekafiran), itulah suatu hikmat yang sempurna, maka peringatan-peringatan itu tiada berguna (bagi mereka)." (Al-Qamar: 1-5).
Makkiyah
(1) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan bahwa kiamat telah dekat. Tanda-tandanya telah muncul dan waktu kedatangannya telah tiba. Meski demikian, mereka, orang-orang yang mendustakan itu, tetap saja mendustakan kiamat dan tidak mempersiapkan diri menghadapi kedatangannya. Allah سبحانه وتعالى mengabarkan kepada mereka berbagai tanda-tanda kebesaran yang menunjukkan kiamat pasti terjadi, yang tidak dipercayai oleh manusia. Di antara tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى yang paling besar yang menunjukkan kebenaran risalah Muhammad bin Abdullah a adalah, ketika ia diminta oleh orang-orang yang mendustakannya untuk menunjukkan hal-hal luar biasa pada mereka yang menun-jukkan benarnya risalah yang dibawa beliau. Rasulullah a menunjuk ke arah rembulan kemudian atas izin Allah سبحانه وتعالى bulan itu terbelah menjadi dua bagian. Orang-orang musyrik dan lainnya menyaksi-kan tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى yang terdapat di alam atas yang tidak bisa dibayangkan oleh manusia itu. Mereka pun menyaksi-kan sesuatu yang tidak ada tandingannya, lebih dari itu mereka pun tidak pernah mendengar kejadian tersebut pernah dialami oleh salah seorang rasul sebelumnya. Mereka pun terperanjat karena pe-ristiwa itu, namun tetap saja keimanan tidak masuk ke dalam hati mereka dan Allah سبحانه وتعالى tidak menghendaki kebaikan pada mereka. Mereka terperanjat karena kedustaan dan perbuatan melampaui batas mereka sendiri. Mereka mengatakan bahwa Muhammad me-nyihir mereka. Namun kebenaran tanda-tanda dari kejadian besar itu adalah kalian menanyakan orang-orang yang datang pada kalian, andai Muhammad bin Abdullah mampu menyihir kalian, tentu tidak mampu menyihir orang yang tidak menyaksikan peristiwa itu seperti halnya kalian. Mereka bertanya pada setiap kaum yang datang, mereka memberitahukan kejadian besar itu, mereka ber-kata, itu adalah ﴾ سِحۡرٞ مُّسۡتَمِرّٞ ﴿ "sihir yang terus menerus," Muhammad telah menyihir kami dan menyihir yang lainnya. Inilah kedustaan yang tidak akan disebarkan kecuali oleh manusia paling bodoh dan paling sesat dari petunjuk dan akal.
(2) Ini bukanlah satu-satunya pengingkaran mereka terha-dap tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى, semua tanda-tanda kebesaran yang datang pada mereka, mereka selalu siap untuk mendustakan dan menolaknya, karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَإِن يَرَوۡاْ ءَايَةٗ يُعۡرِضُواْ ﴿ "Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (muk-jizat), mereka berpaling," tidak disebutkan dhamir yang kembali pada terbelahnya bulan, karena dalam ayat ini Allah سبحانه وتعالى tidak berfirman, "Jika mereka melihat terbelahnya bulan," namun, ﴾ وَإِن يَرَوۡاْ ءَايَةٗ يُعۡرِضُواْ ﴿ "Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mukjizat), mereka berpaling," karena niat mereka bukanlah untuk mengikuti kebenaran dan petunjuk tapi mengikuti hawa nafsu.
(3) Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَكَذَّبُواْ وَٱتَّبَعُوٓاْ أَهۡوَآءَهُمۡۚ ﴿ "Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka," seperti yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ فَإِن لَّمۡ يَسۡتَجِيبُواْ لَكَ فَٱعۡلَمۡ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهۡوَآءَهُمۡۚ ﴿ "Maka jika mereka tidak menerima (seruan)mu, maka ketahuilah sesungguhnya mereka hanya mengikuti hawa nafsu mereka." (Al-Qashash: 55). Sebab andai saja mereka berniat untuk mengikuti petunjuk, tentu mereka pasti beriman dan mengikuti Nabi Muhammad a, karena Allah سبحانه وتعالى memperlihatkan berbagai bukti nyata dan hujjah tegas melalui tangan beliau a yang menunjukkan seluruh tuntutan ilahiah dan maksud syariat. ﴾ وَكُلُّ أَمۡرٖ مُّسۡتَقِرّٞ ﴿ "Sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya," artinya, hingga kini masalah itu belum sampai pada ambang batasnya dan akan tetap berjalan hingga pada batas akhir. Orang-orang yang membenarkan akan berada di surga yang penuh kenikmatan dan ampunan serta ridha Allah سبحانه وتعالى,, sedangkan orang yang mendustakan akan jungkir balik berada dalam kemurkaan dan azab Allah سبحانه وتعالى kekal selama-lamanya.
(4) Allah سبحانه وتعالى berfirman, menjelaskan bahwa mereka itu tidak memiliki i'tikad baik dan niat untuk mengikuti petunjuk.﴾ وَلَقَدۡ جَآءَهُم مِّنَ ٱلۡأَنۢبَآءِ ﴿ "Dan sungguh telah datang kepada mereka beberapa kisah," yaitu berita-berita sebelumnya dan yang akan datang serta berbagai mukjizat nyata, ﴾ مَا فِيهِ مُزۡدَجَرٌ ﴿ "yang di dalamnya terdapat cegahan (dari kekafiran)," artinya, sesuatu yang dapat mencegah mereka dari ke-sesatan.
(5) Itulah ﴾ حِكۡمَةُۢ ﴿ "suatu hikmah," dari Allah سبحانه وتعالى yang ﴾ بَٰلِغَةٞۖ ﴿ "sempurna," agar hujjah tegak untuk seluruh alam sehingga tidak seorang pun memiliki alasan kepada Allah سبحانه وتعالى setelah diutus-nya para rasul. ﴾ فَمَا تُغۡنِ ٱلنُّذُرُ ﴿ "Maka peringatan-peringatan itu tiada berguna (bagi mereka)." Seperti yang disebut dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَلَوۡ جَآءَتۡهُمۡ كُلُّ ءَايَةٍ حَتَّىٰ يَرَوُاْ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَلِيمَ 97 ﴿ "Dan andai seluruh tanda-tanda kebesaran (Allah) datang pada mereka, tentu mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih." (Yunus: 97).
Al-Qamar 54:2
"Telah dekat (datangnya) saat itu dan bulan telah terbelah. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, '(Ini adalah) sihir yang terus menerus.' Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapan-nya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka beberapa kisah yang di dalamnya terdapat cegahan (dari kekafiran), itulah suatu hikmat yang sempurna, maka peringatan-peringatan itu tiada berguna (bagi mereka)." (Al-Qamar: 1-5).
Makkiyah
(1) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan bahwa kiamat telah dekat. Tanda-tandanya telah muncul dan waktu kedatangannya telah tiba. Meski demikian, mereka, orang-orang yang mendustakan itu, tetap saja mendustakan kiamat dan tidak mempersiapkan diri menghadapi kedatangannya. Allah سبحانه وتعالى mengabarkan kepada mereka berbagai tanda-tanda kebesaran yang menunjukkan kiamat pasti terjadi, yang tidak dipercayai oleh manusia. Di antara tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى yang paling besar yang menunjukkan kebenaran risalah Muhammad bin Abdullah a adalah, ketika ia diminta oleh orang-orang yang mendustakannya untuk menunjukkan hal-hal luar biasa pada mereka yang menun-jukkan benarnya risalah yang dibawa beliau. Rasulullah a menunjuk ke arah rembulan kemudian atas izin Allah سبحانه وتعالى bulan itu terbelah menjadi dua bagian. Orang-orang musyrik dan lainnya menyaksi-kan tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى yang terdapat di alam atas yang tidak bisa dibayangkan oleh manusia itu. Mereka pun menyaksi-kan sesuatu yang tidak ada tandingannya, lebih dari itu mereka pun tidak pernah mendengar kejadian tersebut pernah dialami oleh salah seorang rasul sebelumnya. Mereka pun terperanjat karena pe-ristiwa itu, namun tetap saja keimanan tidak masuk ke dalam hati mereka dan Allah سبحانه وتعالى tidak menghendaki kebaikan pada mereka. Mereka terperanjat karena kedustaan dan perbuatan melampaui batas mereka sendiri. Mereka mengatakan bahwa Muhammad me-nyihir mereka. Namun kebenaran tanda-tanda dari kejadian besar itu adalah kalian menanyakan orang-orang yang datang pada kalian, andai Muhammad bin Abdullah mampu menyihir kalian, tentu tidak mampu menyihir orang yang tidak menyaksikan peristiwa itu seperti halnya kalian. Mereka bertanya pada setiap kaum yang datang, mereka memberitahukan kejadian besar itu, mereka ber-kata, itu adalah ﴾ سِحۡرٞ مُّسۡتَمِرّٞ ﴿ "sihir yang terus menerus," Muhammad telah menyihir kami dan menyihir yang lainnya. Inilah kedustaan yang tidak akan disebarkan kecuali oleh manusia paling bodoh dan paling sesat dari petunjuk dan akal.
(2) Ini bukanlah satu-satunya pengingkaran mereka terha-dap tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى, semua tanda-tanda kebesaran yang datang pada mereka, mereka selalu siap untuk mendustakan dan menolaknya, karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَإِن يَرَوۡاْ ءَايَةٗ يُعۡرِضُواْ ﴿ "Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (muk-jizat), mereka berpaling," tidak disebutkan dhamir yang kembali pada terbelahnya bulan, karena dalam ayat ini Allah سبحانه وتعالى tidak berfirman, "Jika mereka melihat terbelahnya bulan," namun, ﴾ وَإِن يَرَوۡاْ ءَايَةٗ يُعۡرِضُواْ ﴿ "Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mukjizat), mereka berpaling," karena niat mereka bukanlah untuk mengikuti kebenaran dan petunjuk tapi mengikuti hawa nafsu.
(3) Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَكَذَّبُواْ وَٱتَّبَعُوٓاْ أَهۡوَآءَهُمۡۚ ﴿ "Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka," seperti yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ فَإِن لَّمۡ يَسۡتَجِيبُواْ لَكَ فَٱعۡلَمۡ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهۡوَآءَهُمۡۚ ﴿ "Maka jika mereka tidak menerima (seruan)mu, maka ketahuilah sesungguhnya mereka hanya mengikuti hawa nafsu mereka." (Al-Qashash: 55). Sebab andai saja mereka berniat untuk mengikuti petunjuk, tentu mereka pasti beriman dan mengikuti Nabi Muhammad a, karena Allah سبحانه وتعالى memperlihatkan berbagai bukti nyata dan hujjah tegas melalui tangan beliau a yang menunjukkan seluruh tuntutan ilahiah dan maksud syariat. ﴾ وَكُلُّ أَمۡرٖ مُّسۡتَقِرّٞ ﴿ "Sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya," artinya, hingga kini masalah itu belum sampai pada ambang batasnya dan akan tetap berjalan hingga pada batas akhir. Orang-orang yang membenarkan akan berada di surga yang penuh kenikmatan dan ampunan serta ridha Allah سبحانه وتعالى,, sedangkan orang yang mendustakan akan jungkir balik berada dalam kemurkaan dan azab Allah سبحانه وتعالى kekal selama-lamanya.
(4) Allah سبحانه وتعالى berfirman, menjelaskan bahwa mereka itu tidak memiliki i'tikad baik dan niat untuk mengikuti petunjuk.﴾ وَلَقَدۡ جَآءَهُم مِّنَ ٱلۡأَنۢبَآءِ ﴿ "Dan sungguh telah datang kepada mereka beberapa kisah," yaitu berita-berita sebelumnya dan yang akan datang serta berbagai mukjizat nyata, ﴾ مَا فِيهِ مُزۡدَجَرٌ ﴿ "yang di dalamnya terdapat cegahan (dari kekafiran)," artinya, sesuatu yang dapat mencegah mereka dari ke-sesatan.
(5) Itulah ﴾ حِكۡمَةُۢ ﴿ "suatu hikmah," dari Allah سبحانه وتعالى yang ﴾ بَٰلِغَةٞۖ ﴿ "sempurna," agar hujjah tegak untuk seluruh alam sehingga tidak seorang pun memiliki alasan kepada Allah سبحانه وتعالى setelah diutus-nya para rasul. ﴾ فَمَا تُغۡنِ ٱلنُّذُرُ ﴿ "Maka peringatan-peringatan itu tiada berguna (bagi mereka)." Seperti yang disebut dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَلَوۡ جَآءَتۡهُمۡ كُلُّ ءَايَةٍ حَتَّىٰ يَرَوُاْ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَلِيمَ 97 ﴿ "Dan andai seluruh tanda-tanda kebesaran (Allah) datang pada mereka, tentu mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih." (Yunus: 97).
Al-Qamar 54:3
"Telah dekat (datangnya) saat itu dan bulan telah terbelah. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, '(Ini adalah) sihir yang terus menerus.' Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapan-nya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka beberapa kisah yang di dalamnya terdapat cegahan (dari kekafiran), itulah suatu hikmat yang sempurna, maka peringatan-peringatan itu tiada berguna (bagi mereka)." (Al-Qamar: 1-5).
Makkiyah
(1) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan bahwa kiamat telah dekat. Tanda-tandanya telah muncul dan waktu kedatangannya telah tiba. Meski demikian, mereka, orang-orang yang mendustakan itu, tetap saja mendustakan kiamat dan tidak mempersiapkan diri menghadapi kedatangannya. Allah سبحانه وتعالى mengabarkan kepada mereka berbagai tanda-tanda kebesaran yang menunjukkan kiamat pasti terjadi, yang tidak dipercayai oleh manusia. Di antara tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى yang paling besar yang menunjukkan kebenaran risalah Muhammad bin Abdullah a adalah, ketika ia diminta oleh orang-orang yang mendustakannya untuk menunjukkan hal-hal luar biasa pada mereka yang menun-jukkan benarnya risalah yang dibawa beliau. Rasulullah a menunjuk ke arah rembulan kemudian atas izin Allah سبحانه وتعالى bulan itu terbelah menjadi dua bagian. Orang-orang musyrik dan lainnya menyaksi-kan tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى yang terdapat di alam atas yang tidak bisa dibayangkan oleh manusia itu. Mereka pun menyaksi-kan sesuatu yang tidak ada tandingannya, lebih dari itu mereka pun tidak pernah mendengar kejadian tersebut pernah dialami oleh salah seorang rasul sebelumnya. Mereka pun terperanjat karena pe-ristiwa itu, namun tetap saja keimanan tidak masuk ke dalam hati mereka dan Allah سبحانه وتعالى tidak menghendaki kebaikan pada mereka. Mereka terperanjat karena kedustaan dan perbuatan melampaui batas mereka sendiri. Mereka mengatakan bahwa Muhammad me-nyihir mereka. Namun kebenaran tanda-tanda dari kejadian besar itu adalah kalian menanyakan orang-orang yang datang pada kalian, andai Muhammad bin Abdullah mampu menyihir kalian, tentu tidak mampu menyihir orang yang tidak menyaksikan peristiwa itu seperti halnya kalian. Mereka bertanya pada setiap kaum yang datang, mereka memberitahukan kejadian besar itu, mereka ber-kata, itu adalah ﴾ سِحۡرٞ مُّسۡتَمِرّٞ ﴿ "sihir yang terus menerus," Muhammad telah menyihir kami dan menyihir yang lainnya. Inilah kedustaan yang tidak akan disebarkan kecuali oleh manusia paling bodoh dan paling sesat dari petunjuk dan akal.
(2) Ini bukanlah satu-satunya pengingkaran mereka terha-dap tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى, semua tanda-tanda kebesaran yang datang pada mereka, mereka selalu siap untuk mendustakan dan menolaknya, karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَإِن يَرَوۡاْ ءَايَةٗ يُعۡرِضُواْ ﴿ "Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (muk-jizat), mereka berpaling," tidak disebutkan dhamir yang kembali pada terbelahnya bulan, karena dalam ayat ini Allah سبحانه وتعالى tidak berfirman, "Jika mereka melihat terbelahnya bulan," namun, ﴾ وَإِن يَرَوۡاْ ءَايَةٗ يُعۡرِضُواْ ﴿ "Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mukjizat), mereka berpaling," karena niat mereka bukanlah untuk mengikuti kebenaran dan petunjuk tapi mengikuti hawa nafsu.
(3) Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَكَذَّبُواْ وَٱتَّبَعُوٓاْ أَهۡوَآءَهُمۡۚ ﴿ "Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka," seperti yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ فَإِن لَّمۡ يَسۡتَجِيبُواْ لَكَ فَٱعۡلَمۡ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهۡوَآءَهُمۡۚ ﴿ "Maka jika mereka tidak menerima (seruan)mu, maka ketahuilah sesungguhnya mereka hanya mengikuti hawa nafsu mereka." (Al-Qashash: 55). Sebab andai saja mereka berniat untuk mengikuti petunjuk, tentu mereka pasti beriman dan mengikuti Nabi Muhammad a, karena Allah سبحانه وتعالى memperlihatkan berbagai bukti nyata dan hujjah tegas melalui tangan beliau a yang menunjukkan seluruh tuntutan ilahiah dan maksud syariat. ﴾ وَكُلُّ أَمۡرٖ مُّسۡتَقِرّٞ ﴿ "Sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya," artinya, hingga kini masalah itu belum sampai pada ambang batasnya dan akan tetap berjalan hingga pada batas akhir. Orang-orang yang membenarkan akan berada di surga yang penuh kenikmatan dan ampunan serta ridha Allah سبحانه وتعالى,, sedangkan orang yang mendustakan akan jungkir balik berada dalam kemurkaan dan azab Allah سبحانه وتعالى kekal selama-lamanya.
(4) Allah سبحانه وتعالى berfirman, menjelaskan bahwa mereka itu tidak memiliki i'tikad baik dan niat untuk mengikuti petunjuk.﴾ وَلَقَدۡ جَآءَهُم مِّنَ ٱلۡأَنۢبَآءِ ﴿ "Dan sungguh telah datang kepada mereka beberapa kisah," yaitu berita-berita sebelumnya dan yang akan datang serta berbagai mukjizat nyata, ﴾ مَا فِيهِ مُزۡدَجَرٌ ﴿ "yang di dalamnya terdapat cegahan (dari kekafiran)," artinya, sesuatu yang dapat mencegah mereka dari ke-sesatan.
(5) Itulah ﴾ حِكۡمَةُۢ ﴿ "suatu hikmah," dari Allah سبحانه وتعالى yang ﴾ بَٰلِغَةٞۖ ﴿ "sempurna," agar hujjah tegak untuk seluruh alam sehingga tidak seorang pun memiliki alasan kepada Allah سبحانه وتعالى setelah diutus-nya para rasul. ﴾ فَمَا تُغۡنِ ٱلنُّذُرُ ﴿ "Maka peringatan-peringatan itu tiada berguna (bagi mereka)." Seperti yang disebut dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَلَوۡ جَآءَتۡهُمۡ كُلُّ ءَايَةٍ حَتَّىٰ يَرَوُاْ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَلِيمَ 97 ﴿ "Dan andai seluruh tanda-tanda kebesaran (Allah) datang pada mereka, tentu mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih." (Yunus: 97).
Al-Qamar 54:4
"Telah dekat (datangnya) saat itu dan bulan telah terbelah. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, '(Ini adalah) sihir yang terus menerus.' Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapan-nya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka beberapa kisah yang di dalamnya terdapat cegahan (dari kekafiran), itulah suatu hikmat yang sempurna, maka peringatan-peringatan itu tiada berguna (bagi mereka)." (Al-Qamar: 1-5).
Makkiyah
(1) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan bahwa kiamat telah dekat. Tanda-tandanya telah muncul dan waktu kedatangannya telah tiba. Meski demikian, mereka, orang-orang yang mendustakan itu, tetap saja mendustakan kiamat dan tidak mempersiapkan diri menghadapi kedatangannya. Allah سبحانه وتعالى mengabarkan kepada mereka berbagai tanda-tanda kebesaran yang menunjukkan kiamat pasti terjadi, yang tidak dipercayai oleh manusia. Di antara tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى yang paling besar yang menunjukkan kebenaran risalah Muhammad bin Abdullah a adalah, ketika ia diminta oleh orang-orang yang mendustakannya untuk menunjukkan hal-hal luar biasa pada mereka yang menun-jukkan benarnya risalah yang dibawa beliau. Rasulullah a menunjuk ke arah rembulan kemudian atas izin Allah سبحانه وتعالى bulan itu terbelah menjadi dua bagian. Orang-orang musyrik dan lainnya menyaksi-kan tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى yang terdapat di alam atas yang tidak bisa dibayangkan oleh manusia itu. Mereka pun menyaksi-kan sesuatu yang tidak ada tandingannya, lebih dari itu mereka pun tidak pernah mendengar kejadian tersebut pernah dialami oleh salah seorang rasul sebelumnya. Mereka pun terperanjat karena pe-ristiwa itu, namun tetap saja keimanan tidak masuk ke dalam hati mereka dan Allah سبحانه وتعالى tidak menghendaki kebaikan pada mereka. Mereka terperanjat karena kedustaan dan perbuatan melampaui batas mereka sendiri. Mereka mengatakan bahwa Muhammad me-nyihir mereka. Namun kebenaran tanda-tanda dari kejadian besar itu adalah kalian menanyakan orang-orang yang datang pada kalian, andai Muhammad bin Abdullah mampu menyihir kalian, tentu tidak mampu menyihir orang yang tidak menyaksikan peristiwa itu seperti halnya kalian. Mereka bertanya pada setiap kaum yang datang, mereka memberitahukan kejadian besar itu, mereka ber-kata, itu adalah ﴾ سِحۡرٞ مُّسۡتَمِرّٞ ﴿ "sihir yang terus menerus," Muhammad telah menyihir kami dan menyihir yang lainnya. Inilah kedustaan yang tidak akan disebarkan kecuali oleh manusia paling bodoh dan paling sesat dari petunjuk dan akal.
(2) Ini bukanlah satu-satunya pengingkaran mereka terha-dap tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى, semua tanda-tanda kebesaran yang datang pada mereka, mereka selalu siap untuk mendustakan dan menolaknya, karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَإِن يَرَوۡاْ ءَايَةٗ يُعۡرِضُواْ ﴿ "Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (muk-jizat), mereka berpaling," tidak disebutkan dhamir yang kembali pada terbelahnya bulan, karena dalam ayat ini Allah سبحانه وتعالى tidak berfirman, "Jika mereka melihat terbelahnya bulan," namun, ﴾ وَإِن يَرَوۡاْ ءَايَةٗ يُعۡرِضُواْ ﴿ "Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mukjizat), mereka berpaling," karena niat mereka bukanlah untuk mengikuti kebenaran dan petunjuk tapi mengikuti hawa nafsu.
(3) Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَكَذَّبُواْ وَٱتَّبَعُوٓاْ أَهۡوَآءَهُمۡۚ ﴿ "Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka," seperti yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ فَإِن لَّمۡ يَسۡتَجِيبُواْ لَكَ فَٱعۡلَمۡ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهۡوَآءَهُمۡۚ ﴿ "Maka jika mereka tidak menerima (seruan)mu, maka ketahuilah sesungguhnya mereka hanya mengikuti hawa nafsu mereka." (Al-Qashash: 55). Sebab andai saja mereka berniat untuk mengikuti petunjuk, tentu mereka pasti beriman dan mengikuti Nabi Muhammad a, karena Allah سبحانه وتعالى memperlihatkan berbagai bukti nyata dan hujjah tegas melalui tangan beliau a yang menunjukkan seluruh tuntutan ilahiah dan maksud syariat. ﴾ وَكُلُّ أَمۡرٖ مُّسۡتَقِرّٞ ﴿ "Sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya," artinya, hingga kini masalah itu belum sampai pada ambang batasnya dan akan tetap berjalan hingga pada batas akhir. Orang-orang yang membenarkan akan berada di surga yang penuh kenikmatan dan ampunan serta ridha Allah سبحانه وتعالى,, sedangkan orang yang mendustakan akan jungkir balik berada dalam kemurkaan dan azab Allah سبحانه وتعالى kekal selama-lamanya.
(4) Allah سبحانه وتعالى berfirman, menjelaskan bahwa mereka itu tidak memiliki i'tikad baik dan niat untuk mengikuti petunjuk.﴾ وَلَقَدۡ جَآءَهُم مِّنَ ٱلۡأَنۢبَآءِ ﴿ "Dan sungguh telah datang kepada mereka beberapa kisah," yaitu berita-berita sebelumnya dan yang akan datang serta berbagai mukjizat nyata, ﴾ مَا فِيهِ مُزۡدَجَرٌ ﴿ "yang di dalamnya terdapat cegahan (dari kekafiran)," artinya, sesuatu yang dapat mencegah mereka dari ke-sesatan.
(5) Itulah ﴾ حِكۡمَةُۢ ﴿ "suatu hikmah," dari Allah سبحانه وتعالى yang ﴾ بَٰلِغَةٞۖ ﴿ "sempurna," agar hujjah tegak untuk seluruh alam sehingga tidak seorang pun memiliki alasan kepada Allah سبحانه وتعالى setelah diutus-nya para rasul. ﴾ فَمَا تُغۡنِ ٱلنُّذُرُ ﴿ "Maka peringatan-peringatan itu tiada berguna (bagi mereka)." Seperti yang disebut dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَلَوۡ جَآءَتۡهُمۡ كُلُّ ءَايَةٍ حَتَّىٰ يَرَوُاْ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَلِيمَ 97 ﴿ "Dan andai seluruh tanda-tanda kebesaran (Allah) datang pada mereka, tentu mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih." (Yunus: 97).
Al-Qamar 54:5
"Telah dekat (datangnya) saat itu dan bulan telah terbelah. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mukjizat), mereka berpaling dan berkata, '(Ini adalah) sihir yang terus menerus.' Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapan-nya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka beberapa kisah yang di dalamnya terdapat cegahan (dari kekafiran), itulah suatu hikmat yang sempurna, maka peringatan-peringatan itu tiada berguna (bagi mereka)." (Al-Qamar: 1-5).
Makkiyah
(1) Allah سبحانه وتعالى mengabarkan bahwa kiamat telah dekat. Tanda-tandanya telah muncul dan waktu kedatangannya telah tiba. Meski demikian, mereka, orang-orang yang mendustakan itu, tetap saja mendustakan kiamat dan tidak mempersiapkan diri menghadapi kedatangannya. Allah سبحانه وتعالى mengabarkan kepada mereka berbagai tanda-tanda kebesaran yang menunjukkan kiamat pasti terjadi, yang tidak dipercayai oleh manusia. Di antara tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى yang paling besar yang menunjukkan kebenaran risalah Muhammad bin Abdullah a adalah, ketika ia diminta oleh orang-orang yang mendustakannya untuk menunjukkan hal-hal luar biasa pada mereka yang menun-jukkan benarnya risalah yang dibawa beliau. Rasulullah a menunjuk ke arah rembulan kemudian atas izin Allah سبحانه وتعالى bulan itu terbelah menjadi dua bagian. Orang-orang musyrik dan lainnya menyaksi-kan tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى yang terdapat di alam atas yang tidak bisa dibayangkan oleh manusia itu. Mereka pun menyaksi-kan sesuatu yang tidak ada tandingannya, lebih dari itu mereka pun tidak pernah mendengar kejadian tersebut pernah dialami oleh salah seorang rasul sebelumnya. Mereka pun terperanjat karena pe-ristiwa itu, namun tetap saja keimanan tidak masuk ke dalam hati mereka dan Allah سبحانه وتعالى tidak menghendaki kebaikan pada mereka. Mereka terperanjat karena kedustaan dan perbuatan melampaui batas mereka sendiri. Mereka mengatakan bahwa Muhammad me-nyihir mereka. Namun kebenaran tanda-tanda dari kejadian besar itu adalah kalian menanyakan orang-orang yang datang pada kalian, andai Muhammad bin Abdullah mampu menyihir kalian, tentu tidak mampu menyihir orang yang tidak menyaksikan peristiwa itu seperti halnya kalian. Mereka bertanya pada setiap kaum yang datang, mereka memberitahukan kejadian besar itu, mereka ber-kata, itu adalah ﴾ سِحۡرٞ مُّسۡتَمِرّٞ ﴿ "sihir yang terus menerus," Muhammad telah menyihir kami dan menyihir yang lainnya. Inilah kedustaan yang tidak akan disebarkan kecuali oleh manusia paling bodoh dan paling sesat dari petunjuk dan akal.
(2) Ini bukanlah satu-satunya pengingkaran mereka terha-dap tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى, semua tanda-tanda kebesaran yang datang pada mereka, mereka selalu siap untuk mendustakan dan menolaknya, karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَإِن يَرَوۡاْ ءَايَةٗ يُعۡرِضُواْ ﴿ "Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (muk-jizat), mereka berpaling," tidak disebutkan dhamir yang kembali pada terbelahnya bulan, karena dalam ayat ini Allah سبحانه وتعالى tidak berfirman, "Jika mereka melihat terbelahnya bulan," namun, ﴾ وَإِن يَرَوۡاْ ءَايَةٗ يُعۡرِضُواْ ﴿ "Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mukjizat), mereka berpaling," karena niat mereka bukanlah untuk mengikuti kebenaran dan petunjuk tapi mengikuti hawa nafsu.
(3) Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَكَذَّبُواْ وَٱتَّبَعُوٓاْ أَهۡوَآءَهُمۡۚ ﴿ "Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka," seperti yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ فَإِن لَّمۡ يَسۡتَجِيبُواْ لَكَ فَٱعۡلَمۡ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهۡوَآءَهُمۡۚ ﴿ "Maka jika mereka tidak menerima (seruan)mu, maka ketahuilah sesungguhnya mereka hanya mengikuti hawa nafsu mereka." (Al-Qashash: 55). Sebab andai saja mereka berniat untuk mengikuti petunjuk, tentu mereka pasti beriman dan mengikuti Nabi Muhammad a, karena Allah سبحانه وتعالى memperlihatkan berbagai bukti nyata dan hujjah tegas melalui tangan beliau a yang menunjukkan seluruh tuntutan ilahiah dan maksud syariat. ﴾ وَكُلُّ أَمۡرٖ مُّسۡتَقِرّٞ ﴿ "Sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya," artinya, hingga kini masalah itu belum sampai pada ambang batasnya dan akan tetap berjalan hingga pada batas akhir. Orang-orang yang membenarkan akan berada di surga yang penuh kenikmatan dan ampunan serta ridha Allah سبحانه وتعالى,, sedangkan orang yang mendustakan akan jungkir balik berada dalam kemurkaan dan azab Allah سبحانه وتعالى kekal selama-lamanya.
(4) Allah سبحانه وتعالى berfirman, menjelaskan bahwa mereka itu tidak memiliki i'tikad baik dan niat untuk mengikuti petunjuk.﴾ وَلَقَدۡ جَآءَهُم مِّنَ ٱلۡأَنۢبَآءِ ﴿ "Dan sungguh telah datang kepada mereka beberapa kisah," yaitu berita-berita sebelumnya dan yang akan datang serta berbagai mukjizat nyata, ﴾ مَا فِيهِ مُزۡدَجَرٌ ﴿ "yang di dalamnya terdapat cegahan (dari kekafiran)," artinya, sesuatu yang dapat mencegah mereka dari ke-sesatan.
(5) Itulah ﴾ حِكۡمَةُۢ ﴿ "suatu hikmah," dari Allah سبحانه وتعالى yang ﴾ بَٰلِغَةٞۖ ﴿ "sempurna," agar hujjah tegak untuk seluruh alam sehingga tidak seorang pun memiliki alasan kepada Allah سبحانه وتعالى setelah diutus-nya para rasul. ﴾ فَمَا تُغۡنِ ٱلنُّذُرُ ﴿ "Maka peringatan-peringatan itu tiada berguna (bagi mereka)." Seperti yang disebut dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَلَوۡ جَآءَتۡهُمۡ كُلُّ ءَايَةٍ حَتَّىٰ يَرَوُاْ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَلِيمَ 97 ﴿ "Dan andai seluruh tanda-tanda kebesaran (Allah) datang pada mereka, tentu mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih." (Yunus: 97).
Al-Qamar 54:6
"Maka berpalinglah kamu dari mereka. (Ingatlah) hari (ketika) seorang penyeru (malaikat) menyeru kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (Hari Pembalasan), sambil menundukkan pandang-an-pandangan mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan, mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata, 'Ini adalah hari yang berat'." (Al-Qamar: 6-8).
(6) Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada RasulNya bahwa telah jelas tidak ada cara untuk memberi petunjuk kepada orang-orang yang mendustakan, sehingga tidak ada yang bisa dilakukan selain ber-paling dari mereka. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَتَوَلَّ عَنۡهُمۡۘ ﴿ "Maka berpaling-lah kamu dari mereka," dan tunggulah bersama mereka akan datang-nya hari yang besar dan huru hara yang dahsyat, yaitu ketika, ﴾ يَدۡعُ ٱلدَّاعِ ﴿ "seorang penyeru (malaikat) menyeru," yaitu malaikat Israfil عليه السلام, ﴾ إِلَىٰ شَيۡءٖ نُّكُرٍ ﴿ "kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (Hari Pembalasan)," yakni, kepada sesuatu yang mengerikan yang tidak disukai oleh manusia, engkau tidak akan melihat pemandangan yang lebih mengerikan dan menyakitkan selainnya. Israfil meniup sangkakala, dengan tiupan itu manusia yang berada di kubur bangkit untuk menuju tempat pemberhentian pada Hari Kiamat.
(7) ﴾ خُشَّعًا أَبۡصَٰرُهُمۡ ﴿ "Sambil menundukkan pandangan-pandangan mereka," karena huru hara dan rasa takut yang sampai di hati me-reka, pandangan mereka menunduk dan merendah serta penuh khidmat, mereka ﴾ يَخۡرُجُونَ مِنَ ٱلۡأَجۡدَاثِ كَأَنَّهُمۡ ﴿ "keluar dari kuburan seakan-akan mereka," karena banyak dan ramainya, ﴾ جَرَادٞ مُّنتَشِرٞ ﴿ "belalang yang be-terbangan," beterbangan di bumi dengan jumlah yang begitu banyak.
(8) ﴾ مُّهۡطِعِينَ إِلَى ٱلدَّاعِۖ ﴿ "Mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu." Artinya, mereka bersegera menyambut panggilan malaikat Israfil yang menyeru tersebut. Ini menunjukkan bahwa penyeru itu menyeru mereka dan memerintahkan mereka untuk mendatangi tempat pemberhentian Kiamat. Mereka memenuhi panggilannya dan bergegas datang. ﴾ يَقُولُ ٱلۡكَٰفِرُونَ ﴿ "Orang-orang kafir berkata," yakni, orang-orang yang akan tiba siksaannya, ﴾ هَٰذَا يَوۡمٌ عَسِرٞ ﴿ "Ini adalah hari yang berat," seperti yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى yang lain, ﴾ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ غَيۡرُ يَسِيرٖ 10 ﴿ "Atas orang-orang kafir tidak mudah," (Al-Muddatstsir: 10), keba-likannya, hari itu adalah mudah bagi orang-orang yang beriman.
Al-Qamar 54:7
"Maka berpalinglah kamu dari mereka. (Ingatlah) hari (ketika) seorang penyeru (malaikat) menyeru kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (Hari Pembalasan), sambil menundukkan pandang-an-pandangan mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan, mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata, 'Ini adalah hari yang berat'." (Al-Qamar: 6-8).
(6) Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada RasulNya bahwa telah jelas tidak ada cara untuk memberi petunjuk kepada orang-orang yang mendustakan, sehingga tidak ada yang bisa dilakukan selain ber-paling dari mereka. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَتَوَلَّ عَنۡهُمۡۘ ﴿ "Maka berpaling-lah kamu dari mereka," dan tunggulah bersama mereka akan datang-nya hari yang besar dan huru hara yang dahsyat, yaitu ketika, ﴾ يَدۡعُ ٱلدَّاعِ ﴿ "seorang penyeru (malaikat) menyeru," yaitu malaikat Israfil عليه السلام, ﴾ إِلَىٰ شَيۡءٖ نُّكُرٍ ﴿ "kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (Hari Pembalasan)," yakni, kepada sesuatu yang mengerikan yang tidak disukai oleh manusia, engkau tidak akan melihat pemandangan yang lebih mengerikan dan menyakitkan selainnya. Israfil meniup sangkakala, dengan tiupan itu manusia yang berada di kubur bangkit untuk menuju tempat pemberhentian pada Hari Kiamat.
(7) ﴾ خُشَّعًا أَبۡصَٰرُهُمۡ ﴿ "Sambil menundukkan pandangan-pandangan mereka," karena huru hara dan rasa takut yang sampai di hati me-reka, pandangan mereka menunduk dan merendah serta penuh khidmat, mereka ﴾ يَخۡرُجُونَ مِنَ ٱلۡأَجۡدَاثِ كَأَنَّهُمۡ ﴿ "keluar dari kuburan seakan-akan mereka," karena banyak dan ramainya, ﴾ جَرَادٞ مُّنتَشِرٞ ﴿ "belalang yang be-terbangan," beterbangan di bumi dengan jumlah yang begitu banyak.
(8) ﴾ مُّهۡطِعِينَ إِلَى ٱلدَّاعِۖ ﴿ "Mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu." Artinya, mereka bersegera menyambut panggilan malaikat Israfil yang menyeru tersebut. Ini menunjukkan bahwa penyeru itu menyeru mereka dan memerintahkan mereka untuk mendatangi tempat pemberhentian Kiamat. Mereka memenuhi panggilannya dan bergegas datang. ﴾ يَقُولُ ٱلۡكَٰفِرُونَ ﴿ "Orang-orang kafir berkata," yakni, orang-orang yang akan tiba siksaannya, ﴾ هَٰذَا يَوۡمٌ عَسِرٞ ﴿ "Ini adalah hari yang berat," seperti yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى yang lain, ﴾ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ غَيۡرُ يَسِيرٖ 10 ﴿ "Atas orang-orang kafir tidak mudah," (Al-Muddatstsir: 10), keba-likannya, hari itu adalah mudah bagi orang-orang yang beriman.
Al-Qamar 54:8
"Maka berpalinglah kamu dari mereka. (Ingatlah) hari (ketika) seorang penyeru (malaikat) menyeru kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (Hari Pembalasan), sambil menundukkan pandang-an-pandangan mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan, mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu. Orang-orang kafir berkata, 'Ini adalah hari yang berat'." (Al-Qamar: 6-8).
(6) Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada RasulNya bahwa telah jelas tidak ada cara untuk memberi petunjuk kepada orang-orang yang mendustakan, sehingga tidak ada yang bisa dilakukan selain ber-paling dari mereka. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَتَوَلَّ عَنۡهُمۡۘ ﴿ "Maka berpaling-lah kamu dari mereka," dan tunggulah bersama mereka akan datang-nya hari yang besar dan huru hara yang dahsyat, yaitu ketika, ﴾ يَدۡعُ ٱلدَّاعِ ﴿ "seorang penyeru (malaikat) menyeru," yaitu malaikat Israfil عليه السلام, ﴾ إِلَىٰ شَيۡءٖ نُّكُرٍ ﴿ "kepada sesuatu yang tidak menyenangkan (Hari Pembalasan)," yakni, kepada sesuatu yang mengerikan yang tidak disukai oleh manusia, engkau tidak akan melihat pemandangan yang lebih mengerikan dan menyakitkan selainnya. Israfil meniup sangkakala, dengan tiupan itu manusia yang berada di kubur bangkit untuk menuju tempat pemberhentian pada Hari Kiamat.
(7) ﴾ خُشَّعًا أَبۡصَٰرُهُمۡ ﴿ "Sambil menundukkan pandangan-pandangan mereka," karena huru hara dan rasa takut yang sampai di hati me-reka, pandangan mereka menunduk dan merendah serta penuh khidmat, mereka ﴾ يَخۡرُجُونَ مِنَ ٱلۡأَجۡدَاثِ كَأَنَّهُمۡ ﴿ "keluar dari kuburan seakan-akan mereka," karena banyak dan ramainya, ﴾ جَرَادٞ مُّنتَشِرٞ ﴿ "belalang yang be-terbangan," beterbangan di bumi dengan jumlah yang begitu banyak.
(8) ﴾ مُّهۡطِعِينَ إِلَى ٱلدَّاعِۖ ﴿ "Mereka datang dengan cepat kepada penyeru itu." Artinya, mereka bersegera menyambut panggilan malaikat Israfil yang menyeru tersebut. Ini menunjukkan bahwa penyeru itu menyeru mereka dan memerintahkan mereka untuk mendatangi tempat pemberhentian Kiamat. Mereka memenuhi panggilannya dan bergegas datang. ﴾ يَقُولُ ٱلۡكَٰفِرُونَ ﴿ "Orang-orang kafir berkata," yakni, orang-orang yang akan tiba siksaannya, ﴾ هَٰذَا يَوۡمٌ عَسِرٞ ﴿ "Ini adalah hari yang berat," seperti yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى yang lain, ﴾ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ غَيۡرُ يَسِيرٖ 10 ﴿ "Atas orang-orang kafir tidak mudah," (Al-Muddatstsir: 10), keba-likannya, hari itu adalah mudah bagi orang-orang yang beriman.
Al-Qamar 54:9
"Sebelum mereka, telah mendustakan (pula) kaum Nuh, maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, 'Dia seorang gila dan dia sudah pernah diberi ancaman.' Maka dia mengadu kepada Rabbnya, 'Bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu tolonglah (aku).' Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air, maka ber-temulah air-air itu untuk satu urusan yang sungguh telah ditetap-kan. Dan Kami angkut Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku, yang berlayar dengan (pengawasan) Mata Kami sebagai balasan bagi orang-orang yang diingkari (Nuh). Dan sungguh telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? Maka bagaimana-kah siksaan dan ancamanKu. Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?'" (Al-Qamar: 9-17).
(9) Setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kondisi orang-orang yang mendustakan RasulNya dan sesungguhnya tanda-tanda kebesaran tidak berguna bagi mereka sama sekali, Allah سبحانه وتعالى kemudian me-ngancam dan menakutkan mereka dengan berbagai siksaan yang menimpa umat-umat terdahulu yang mendustakan para rasul dan bagaimanakah Allah سبحانه وتعالى membinasakan mereka serta menimpakan azab pada mereka? Allah سبحانه وتعالى menyebut kaum Nuh عليه السلام. Nabi Nuh عليه السلام adalah rasul pertama yang diutus Allah سبحانه وتعالى untuk kaum yang menyembah berhala, Nuh عليه السلام menyerukan mereka untuk meng-esakan Allah سبحانه وتعالى dan menyembahNya semata, yang tidak ada sekutu bagiNya. Mereka enggan meninggalkan kesyirikan dan berkata, ﴾ وَقَالُواْ لَا تَذَرُنَّ ءَالِهَتَكُمۡ وَلَا تَذَرُنَّ وَدّٗا وَلَا سُوَاعٗا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسۡرٗا 23 ﴿ "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyem-bahan) wadd, dan jangan pula suwa,' yaghuts, ya'uq dan nasr." (Nuh: 23). Meski demikian, Nabi Nuh عليه السلام tetap menyeru kepada Allah سبحانه وتعالى siang dan malam, secara rahasia dan terang-terangan. Hal itu ternyata semakin membuat mereka membangkang, melampaui batas dan mencela nabi mereka. Karena itulah dalam surat ini Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَكَذَّبُواْ عَبۡدَنَا وَقَالُواْ مَجۡنُونٞ ﴿ "Maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, 'Dia seorang gila'," karena tuduhan mereka bahwa jalan kesyirikan dan kesesatan yang mereka dan nenek moyang mereka tempuh itu ditunjukkan oleh akal sedang-kan jalan yang ditempuh oleh Nuh عليه السلام adalah kebodohan, kese-satan dan hanya berasal dari orang-orang gila. Mereka dusta dalam tuduhan itu dan memutarbalikkan kebenaran-kebenaran kokoh, baik secara syariat maupun akal. Syariat yang dibawa Nuh عليه السلام adalah benar dan kokoh, yang menunjukkan orang-orang berakal dan lurus menuju petunjuk dan cahaya, sedangkan jalan yang mereka tempuh adalah kebodohan dan kesesatan yang nyata. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱزۡدُجِرَ ﴿ "Dan dia sudah pernah diberi an-caman," artinya diancam dan diperlakukan jahat oleh kaumnya karena seruannya kepada Allah سبحانه وتعالى, belum cukup bagi mereka, semoga Allah سبحانه وتعالى memburukkan mereka, untuk tidak beriman dan mendustakan Nuh عليه السلام saja, mereka bahkan menyakiti Nuh عليه السلام semampu mereka. Memang seperti itulah musuh-musuh para rasul terhadap rasul dan nabi mereka.
(10) Pada saat itu Nabi Nuh عليه السلام berdoa kepada Rabbnya, ﴾ أَنِّي مَغۡلُوبٞ فَٱنتَصِرۡ ﴿ "Bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu tolonglah (aku)," sebab hanya sedikit yang beriman dari kaumnya, mereka tidak memiliki kemampuan untuk melawan kaum mereka, ﴾ فَٱنتَصِرۡ ﴿ "maka tolonglah (aku)," dari mereka. Dalam ayat lain Nuh عليه السلام berkata, ﴾ وَقَالَ نُوحٞ رَّبِّ لَا تَذَرۡ عَلَى ٱلۡأَرۡضِ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ دَيَّارًا 26 ﴿ "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi'." (Nuh: 26).
(11) Allah سبحانه وتعالى mengabulkan doanya dan memberinya perto-longan atas kaumnya seraya berfirman, ﴾ فَفَتَحۡنَآ أَبۡوَٰبَ ٱلسَّمَآءِ بِمَآءٖ مُّنۡهَمِرٖ ﴿ "Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercu-rah," yaitu sangat lebat dan terus-menerus.
(12) ﴾ وَفَجَّرۡنَا ٱلۡأَرۡضَ عُيُونٗا ﴿ "Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air," langit pun menurunkan hujan yang tidak seperti biasanya dan seluruh bagian bumi juga memancarkan air hingga tungku pun memancarkan air yang menurut lazimnya tidak ada airnya lebih-lebih memancarkan air sebab tungku adalah tempat perapian. ﴾ فَٱلۡتَقَى ٱلۡمَآءُ ﴿ "Maka bertemulah air-air itu," air dari langit dan air dari bumi, ﴾ عَلَىٰٓ أَمۡرٖ ﴿ "untuk satu urusan," dari Allah سبحانه وتعالى untuk sesuatu ﴾ قَدۡ قُدِرَ ﴿ "yang sungguh telah ditetapkan," yaitu telah ditulis Allah سبحانه وتعالى sejak zaman azali serta ditakdirkan sebagai hukuman untuk mereka yang zhalim dan melampaui batas.
(13) ﴾ وَحَمَلۡنَٰهُ عَلَىٰ ذَاتِ أَلۡوَٰحٖ وَدُسُرٖ ﴿ "Dan Kami angkut Nuh ke atas (bah-tera) yang terbuat dari papan dan paku," artinya, dan Kami selamatkan hamba Kami, Nuh عليه السلام,, di atas perahu yang memiliki papan dan paku, paku yang dipakai untuk memaku papan dan merekatkannya.
(14) ﴾ تَجۡرِي بِأَعۡيُنِنَا ﴿ "Yang berlayar dengan (pengawasan) Mata Kami," yakni berlayar membawa Nuh عليه السلام dan orang-orang yang beriman bersama beliau serta berbagai jenis hewan yang dibawa dengan pengawasan dan penjagaan dari Allah سبحانه وتعالى agar tidak teng-gelam, serta berada di bawah pengawasan malaikat-malaikat yang ditugaskan oleh Allah سبحانه وتعالى dan Allah سبحانه وتعالى adalah sebaik-baik penjaga dan yang menangani. ﴾ جَزَآءٗ لِّمَن كَانَ كُفِرَ ﴿ "Sebagai balasan bagi orang-orang yang diingkari (Nuh)," artinya, Kami perlakukan Nuh عليه السلام seperti yang Kami lakukan terhadap orang-orang yang selamat dari air bah sebagai balasan baginya karena didustakan dan diingkari oleh kaumnya. Nabi Nuh عليه السلام bersabar dalam menyeru mereka dan tetap berjalan di atas perintah Allah سبحانه وتعالى sehingga tidak ada yang bisa menentang dan menghalanginya dari jalan dakwah, sebagaimana yang difir-mankan Allah سبحانه وتعالى dalam ayat lain, ﴾ قِيلَ يَٰنُوحُ ٱهۡبِطۡ بِسَلَٰمٖ مِّنَّا وَبَرَكَٰتٍ عَلَيۡكَ وَعَلَىٰٓ أُمَمٖ مِّمَّن مَّعَكَۚ وَأُمَمٞ سَنُمَتِّعُهُمۡ ثُمَّ يَمَسُّهُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٞ 48 ﴿ "Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang Mukmin) dari orang-orang yang bersamamu.' Dan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami." (Hud: 48). Kemungkinan maksud ayat ini adalah Kami membinasakan kaum Nabi Nuh عليه السلام dan Kami timpakan azab dan penghinaan kepada mereka sebagai balasan atas kekufuran dan pembangkangan mereka. Penjelasan ini sejalan bacaan orang yang memfathah k a f ﴾ لِّمَن كَانَ ك َ ف َ ر َ ﴿.
(15) ﴾ وَلَقَد تَّرَكۡنَٰهَآ ءَايَةٗ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Dan sungguh telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" Artinya, Kami jadikan kisah Nabi Nuh عليه السلام dan kaum-nya sebagai tanda-tanda kebesaran yang bisa dijadikan pelajaran. Siapa saja yang durhaka serta menentang para rasul pasti akan dibinasakan oleh Allah سبحانه وتعالى dengan siksaan yang keras. Atau kata ganti dalam ayat ini kembali pada perahu dan sejenisnya. Asal mula pembuatannya adalah pengajaran dari Allah سبحانه وتعالى untuk Rasul-Nya Nuh عليه السلام, kemudian Allah سبحانه وتعالى mengabadikan perahu itu tetap ada di antara manusia, agar hal itu menunjukkan rahmat dan per-tolonganNya terhadap makhlukNya serta sempurnanya Kuasa Allah سبحانه وتعالى dan indahnya ciptaanNya. ﴾ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" Artinya adakah orang yang mengambil pelajaran dari tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى dengan menggunakan akal dan pikirannya ketika tanda-tanda kebesaran itu datang padanya di mana tanda-tanda kebesaran itu berada di atas puncak kejelasan dan kemu-dahan?
(16) ﴾ فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ﴿ "Maka betapakah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu?" Artinya, bagaimanakah engkau wahai orang yang menjadi alamat pesan ini melihat azab Allah سبحانه وتعالى yang pedih dan ancamanNya yang tidak memberikan alasan pada seorang pun?
(17) ﴾ وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang meng-ambil pelajaran?" Artinya, Kami memudahkan kata-kata al-Qur`an untuk dihafal dan dijelaskan untuk dipahami dan diketahui, karena al-Qur`an adalah kata-kata terbaik, maknanya paling benar dan penjelasannya paling gamblang. Siapa saja yang mempelajarinya, maka akan diberi kemudahan oleh Allah سبحانه وتعالى untuk mencapai mak-sudnya secara amat mudah. Al-Qur`an adalah peringatan menye-luruh untuk semua hal yang perlu diingat oleh seluruh alam, berupa halal, haram, berbagai hukum, perintah, larangan, hukum balasan, nasihat, pelajaran, akidah yang bermanfaat dan berita-berita benar, serta paling luhur secara mutlak. Al-Qur`an adalah ilmu yang ber-manfaat yang jika dicari oleh seseorang, akan diberi pertolongan. Sebagian ulama as-Salaf mengatakan tentang ayat ini, "Tidaklah orang menuntut ilmu, melainkan pasti ditolong." Karena itu Allah سبحانه وتعالى menyeru hamba-hambaNya untuk mengarah padaNya dan mengingat FirmanNya, ﴾ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Maka adakah yang mau meng-ambil pelajaran?"
Al-Qamar 54:10
"Sebelum mereka, telah mendustakan (pula) kaum Nuh, maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, 'Dia seorang gila dan dia sudah pernah diberi ancaman.' Maka dia mengadu kepada Rabbnya, 'Bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu tolonglah (aku).' Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air, maka ber-temulah air-air itu untuk satu urusan yang sungguh telah ditetap-kan. Dan Kami angkut Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku, yang berlayar dengan (pengawasan) Mata Kami sebagai balasan bagi orang-orang yang diingkari (Nuh). Dan sungguh telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? Maka bagaimana-kah siksaan dan ancamanKu. Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?'" (Al-Qamar: 9-17).
(9) Setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kondisi orang-orang yang mendustakan RasulNya dan sesungguhnya tanda-tanda kebesaran tidak berguna bagi mereka sama sekali, Allah سبحانه وتعالى kemudian me-ngancam dan menakutkan mereka dengan berbagai siksaan yang menimpa umat-umat terdahulu yang mendustakan para rasul dan bagaimanakah Allah سبحانه وتعالى membinasakan mereka serta menimpakan azab pada mereka? Allah سبحانه وتعالى menyebut kaum Nuh عليه السلام. Nabi Nuh عليه السلام adalah rasul pertama yang diutus Allah سبحانه وتعالى untuk kaum yang menyembah berhala, Nuh عليه السلام menyerukan mereka untuk meng-esakan Allah سبحانه وتعالى dan menyembahNya semata, yang tidak ada sekutu bagiNya. Mereka enggan meninggalkan kesyirikan dan berkata, ﴾ وَقَالُواْ لَا تَذَرُنَّ ءَالِهَتَكُمۡ وَلَا تَذَرُنَّ وَدّٗا وَلَا سُوَاعٗا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسۡرٗا 23 ﴿ "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyem-bahan) wadd, dan jangan pula suwa,' yaghuts, ya'uq dan nasr." (Nuh: 23). Meski demikian, Nabi Nuh عليه السلام tetap menyeru kepada Allah سبحانه وتعالى siang dan malam, secara rahasia dan terang-terangan. Hal itu ternyata semakin membuat mereka membangkang, melampaui batas dan mencela nabi mereka. Karena itulah dalam surat ini Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَكَذَّبُواْ عَبۡدَنَا وَقَالُواْ مَجۡنُونٞ ﴿ "Maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, 'Dia seorang gila'," karena tuduhan mereka bahwa jalan kesyirikan dan kesesatan yang mereka dan nenek moyang mereka tempuh itu ditunjukkan oleh akal sedang-kan jalan yang ditempuh oleh Nuh عليه السلام adalah kebodohan, kese-satan dan hanya berasal dari orang-orang gila. Mereka dusta dalam tuduhan itu dan memutarbalikkan kebenaran-kebenaran kokoh, baik secara syariat maupun akal. Syariat yang dibawa Nuh عليه السلام adalah benar dan kokoh, yang menunjukkan orang-orang berakal dan lurus menuju petunjuk dan cahaya, sedangkan jalan yang mereka tempuh adalah kebodohan dan kesesatan yang nyata. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱزۡدُجِرَ ﴿ "Dan dia sudah pernah diberi an-caman," artinya diancam dan diperlakukan jahat oleh kaumnya karena seruannya kepada Allah سبحانه وتعالى, belum cukup bagi mereka, semoga Allah سبحانه وتعالى memburukkan mereka, untuk tidak beriman dan mendustakan Nuh عليه السلام saja, mereka bahkan menyakiti Nuh عليه السلام semampu mereka. Memang seperti itulah musuh-musuh para rasul terhadap rasul dan nabi mereka.
(10) Pada saat itu Nabi Nuh عليه السلام berdoa kepada Rabbnya, ﴾ أَنِّي مَغۡلُوبٞ فَٱنتَصِرۡ ﴿ "Bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu tolonglah (aku)," sebab hanya sedikit yang beriman dari kaumnya, mereka tidak memiliki kemampuan untuk melawan kaum mereka, ﴾ فَٱنتَصِرۡ ﴿ "maka tolonglah (aku)," dari mereka. Dalam ayat lain Nuh عليه السلام berkata, ﴾ وَقَالَ نُوحٞ رَّبِّ لَا تَذَرۡ عَلَى ٱلۡأَرۡضِ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ دَيَّارًا 26 ﴿ "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi'." (Nuh: 26).
(11) Allah سبحانه وتعالى mengabulkan doanya dan memberinya perto-longan atas kaumnya seraya berfirman, ﴾ فَفَتَحۡنَآ أَبۡوَٰبَ ٱلسَّمَآءِ بِمَآءٖ مُّنۡهَمِرٖ ﴿ "Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercu-rah," yaitu sangat lebat dan terus-menerus.
(12) ﴾ وَفَجَّرۡنَا ٱلۡأَرۡضَ عُيُونٗا ﴿ "Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air," langit pun menurunkan hujan yang tidak seperti biasanya dan seluruh bagian bumi juga memancarkan air hingga tungku pun memancarkan air yang menurut lazimnya tidak ada airnya lebih-lebih memancarkan air sebab tungku adalah tempat perapian. ﴾ فَٱلۡتَقَى ٱلۡمَآءُ ﴿ "Maka bertemulah air-air itu," air dari langit dan air dari bumi, ﴾ عَلَىٰٓ أَمۡرٖ ﴿ "untuk satu urusan," dari Allah سبحانه وتعالى untuk sesuatu ﴾ قَدۡ قُدِرَ ﴿ "yang sungguh telah ditetapkan," yaitu telah ditulis Allah سبحانه وتعالى sejak zaman azali serta ditakdirkan sebagai hukuman untuk mereka yang zhalim dan melampaui batas.
(13) ﴾ وَحَمَلۡنَٰهُ عَلَىٰ ذَاتِ أَلۡوَٰحٖ وَدُسُرٖ ﴿ "Dan Kami angkut Nuh ke atas (bah-tera) yang terbuat dari papan dan paku," artinya, dan Kami selamatkan hamba Kami, Nuh عليه السلام,, di atas perahu yang memiliki papan dan paku, paku yang dipakai untuk memaku papan dan merekatkannya.
(14) ﴾ تَجۡرِي بِأَعۡيُنِنَا ﴿ "Yang berlayar dengan (pengawasan) Mata Kami," yakni berlayar membawa Nuh عليه السلام dan orang-orang yang beriman bersama beliau serta berbagai jenis hewan yang dibawa dengan pengawasan dan penjagaan dari Allah سبحانه وتعالى agar tidak teng-gelam, serta berada di bawah pengawasan malaikat-malaikat yang ditugaskan oleh Allah سبحانه وتعالى dan Allah سبحانه وتعالى adalah sebaik-baik penjaga dan yang menangani. ﴾ جَزَآءٗ لِّمَن كَانَ كُفِرَ ﴿ "Sebagai balasan bagi orang-orang yang diingkari (Nuh)," artinya, Kami perlakukan Nuh عليه السلام seperti yang Kami lakukan terhadap orang-orang yang selamat dari air bah sebagai balasan baginya karena didustakan dan diingkari oleh kaumnya. Nabi Nuh عليه السلام bersabar dalam menyeru mereka dan tetap berjalan di atas perintah Allah سبحانه وتعالى sehingga tidak ada yang bisa menentang dan menghalanginya dari jalan dakwah, sebagaimana yang difir-mankan Allah سبحانه وتعالى dalam ayat lain, ﴾ قِيلَ يَٰنُوحُ ٱهۡبِطۡ بِسَلَٰمٖ مِّنَّا وَبَرَكَٰتٍ عَلَيۡكَ وَعَلَىٰٓ أُمَمٖ مِّمَّن مَّعَكَۚ وَأُمَمٞ سَنُمَتِّعُهُمۡ ثُمَّ يَمَسُّهُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٞ 48 ﴿ "Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang Mukmin) dari orang-orang yang bersamamu.' Dan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami." (Hud: 48). Kemungkinan maksud ayat ini adalah Kami membinasakan kaum Nabi Nuh عليه السلام dan Kami timpakan azab dan penghinaan kepada mereka sebagai balasan atas kekufuran dan pembangkangan mereka. Penjelasan ini sejalan bacaan orang yang memfathah k a f ﴾ لِّمَن كَانَ ك َ ف َ ر َ ﴿.
(15) ﴾ وَلَقَد تَّرَكۡنَٰهَآ ءَايَةٗ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Dan sungguh telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" Artinya, Kami jadikan kisah Nabi Nuh عليه السلام dan kaum-nya sebagai tanda-tanda kebesaran yang bisa dijadikan pelajaran. Siapa saja yang durhaka serta menentang para rasul pasti akan dibinasakan oleh Allah سبحانه وتعالى dengan siksaan yang keras. Atau kata ganti dalam ayat ini kembali pada perahu dan sejenisnya. Asal mula pembuatannya adalah pengajaran dari Allah سبحانه وتعالى untuk Rasul-Nya Nuh عليه السلام, kemudian Allah سبحانه وتعالى mengabadikan perahu itu tetap ada di antara manusia, agar hal itu menunjukkan rahmat dan per-tolonganNya terhadap makhlukNya serta sempurnanya Kuasa Allah سبحانه وتعالى dan indahnya ciptaanNya. ﴾ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" Artinya adakah orang yang mengambil pelajaran dari tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى dengan menggunakan akal dan pikirannya ketika tanda-tanda kebesaran itu datang padanya di mana tanda-tanda kebesaran itu berada di atas puncak kejelasan dan kemu-dahan?
(16) ﴾ فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ﴿ "Maka betapakah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu?" Artinya, bagaimanakah engkau wahai orang yang menjadi alamat pesan ini melihat azab Allah سبحانه وتعالى yang pedih dan ancamanNya yang tidak memberikan alasan pada seorang pun?
(17) ﴾ وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang meng-ambil pelajaran?" Artinya, Kami memudahkan kata-kata al-Qur`an untuk dihafal dan dijelaskan untuk dipahami dan diketahui, karena al-Qur`an adalah kata-kata terbaik, maknanya paling benar dan penjelasannya paling gamblang. Siapa saja yang mempelajarinya, maka akan diberi kemudahan oleh Allah سبحانه وتعالى untuk mencapai mak-sudnya secara amat mudah. Al-Qur`an adalah peringatan menye-luruh untuk semua hal yang perlu diingat oleh seluruh alam, berupa halal, haram, berbagai hukum, perintah, larangan, hukum balasan, nasihat, pelajaran, akidah yang bermanfaat dan berita-berita benar, serta paling luhur secara mutlak. Al-Qur`an adalah ilmu yang ber-manfaat yang jika dicari oleh seseorang, akan diberi pertolongan. Sebagian ulama as-Salaf mengatakan tentang ayat ini, "Tidaklah orang menuntut ilmu, melainkan pasti ditolong." Karena itu Allah سبحانه وتعالى menyeru hamba-hambaNya untuk mengarah padaNya dan mengingat FirmanNya, ﴾ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Maka adakah yang mau meng-ambil pelajaran?"
Al-Qamar 54:11
"Sebelum mereka, telah mendustakan (pula) kaum Nuh, maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, 'Dia seorang gila dan dia sudah pernah diberi ancaman.' Maka dia mengadu kepada Rabbnya, 'Bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu tolonglah (aku).' Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air, maka ber-temulah air-air itu untuk satu urusan yang sungguh telah ditetap-kan. Dan Kami angkut Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku, yang berlayar dengan (pengawasan) Mata Kami sebagai balasan bagi orang-orang yang diingkari (Nuh). Dan sungguh telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? Maka bagaimana-kah siksaan dan ancamanKu. Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?'" (Al-Qamar: 9-17).
(9) Setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kondisi orang-orang yang mendustakan RasulNya dan sesungguhnya tanda-tanda kebesaran tidak berguna bagi mereka sama sekali, Allah سبحانه وتعالى kemudian me-ngancam dan menakutkan mereka dengan berbagai siksaan yang menimpa umat-umat terdahulu yang mendustakan para rasul dan bagaimanakah Allah سبحانه وتعالى membinasakan mereka serta menimpakan azab pada mereka? Allah سبحانه وتعالى menyebut kaum Nuh عليه السلام. Nabi Nuh عليه السلام adalah rasul pertama yang diutus Allah سبحانه وتعالى untuk kaum yang menyembah berhala, Nuh عليه السلام menyerukan mereka untuk meng-esakan Allah سبحانه وتعالى dan menyembahNya semata, yang tidak ada sekutu bagiNya. Mereka enggan meninggalkan kesyirikan dan berkata, ﴾ وَقَالُواْ لَا تَذَرُنَّ ءَالِهَتَكُمۡ وَلَا تَذَرُنَّ وَدّٗا وَلَا سُوَاعٗا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسۡرٗا 23 ﴿ "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyem-bahan) wadd, dan jangan pula suwa,' yaghuts, ya'uq dan nasr." (Nuh: 23). Meski demikian, Nabi Nuh عليه السلام tetap menyeru kepada Allah سبحانه وتعالى siang dan malam, secara rahasia dan terang-terangan. Hal itu ternyata semakin membuat mereka membangkang, melampaui batas dan mencela nabi mereka. Karena itulah dalam surat ini Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَكَذَّبُواْ عَبۡدَنَا وَقَالُواْ مَجۡنُونٞ ﴿ "Maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, 'Dia seorang gila'," karena tuduhan mereka bahwa jalan kesyirikan dan kesesatan yang mereka dan nenek moyang mereka tempuh itu ditunjukkan oleh akal sedang-kan jalan yang ditempuh oleh Nuh عليه السلام adalah kebodohan, kese-satan dan hanya berasal dari orang-orang gila. Mereka dusta dalam tuduhan itu dan memutarbalikkan kebenaran-kebenaran kokoh, baik secara syariat maupun akal. Syariat yang dibawa Nuh عليه السلام adalah benar dan kokoh, yang menunjukkan orang-orang berakal dan lurus menuju petunjuk dan cahaya, sedangkan jalan yang mereka tempuh adalah kebodohan dan kesesatan yang nyata. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱزۡدُجِرَ ﴿ "Dan dia sudah pernah diberi an-caman," artinya diancam dan diperlakukan jahat oleh kaumnya karena seruannya kepada Allah سبحانه وتعالى, belum cukup bagi mereka, semoga Allah سبحانه وتعالى memburukkan mereka, untuk tidak beriman dan mendustakan Nuh عليه السلام saja, mereka bahkan menyakiti Nuh عليه السلام semampu mereka. Memang seperti itulah musuh-musuh para rasul terhadap rasul dan nabi mereka.
(10) Pada saat itu Nabi Nuh عليه السلام berdoa kepada Rabbnya, ﴾ أَنِّي مَغۡلُوبٞ فَٱنتَصِرۡ ﴿ "Bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu tolonglah (aku)," sebab hanya sedikit yang beriman dari kaumnya, mereka tidak memiliki kemampuan untuk melawan kaum mereka, ﴾ فَٱنتَصِرۡ ﴿ "maka tolonglah (aku)," dari mereka. Dalam ayat lain Nuh عليه السلام berkata, ﴾ وَقَالَ نُوحٞ رَّبِّ لَا تَذَرۡ عَلَى ٱلۡأَرۡضِ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ دَيَّارًا 26 ﴿ "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi'." (Nuh: 26).
(11) Allah سبحانه وتعالى mengabulkan doanya dan memberinya perto-longan atas kaumnya seraya berfirman, ﴾ فَفَتَحۡنَآ أَبۡوَٰبَ ٱلسَّمَآءِ بِمَآءٖ مُّنۡهَمِرٖ ﴿ "Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercu-rah," yaitu sangat lebat dan terus-menerus.
(12) ﴾ وَفَجَّرۡنَا ٱلۡأَرۡضَ عُيُونٗا ﴿ "Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air," langit pun menurunkan hujan yang tidak seperti biasanya dan seluruh bagian bumi juga memancarkan air hingga tungku pun memancarkan air yang menurut lazimnya tidak ada airnya lebih-lebih memancarkan air sebab tungku adalah tempat perapian. ﴾ فَٱلۡتَقَى ٱلۡمَآءُ ﴿ "Maka bertemulah air-air itu," air dari langit dan air dari bumi, ﴾ عَلَىٰٓ أَمۡرٖ ﴿ "untuk satu urusan," dari Allah سبحانه وتعالى untuk sesuatu ﴾ قَدۡ قُدِرَ ﴿ "yang sungguh telah ditetapkan," yaitu telah ditulis Allah سبحانه وتعالى sejak zaman azali serta ditakdirkan sebagai hukuman untuk mereka yang zhalim dan melampaui batas.
(13) ﴾ وَحَمَلۡنَٰهُ عَلَىٰ ذَاتِ أَلۡوَٰحٖ وَدُسُرٖ ﴿ "Dan Kami angkut Nuh ke atas (bah-tera) yang terbuat dari papan dan paku," artinya, dan Kami selamatkan hamba Kami, Nuh عليه السلام,, di atas perahu yang memiliki papan dan paku, paku yang dipakai untuk memaku papan dan merekatkannya.
(14) ﴾ تَجۡرِي بِأَعۡيُنِنَا ﴿ "Yang berlayar dengan (pengawasan) Mata Kami," yakni berlayar membawa Nuh عليه السلام dan orang-orang yang beriman bersama beliau serta berbagai jenis hewan yang dibawa dengan pengawasan dan penjagaan dari Allah سبحانه وتعالى agar tidak teng-gelam, serta berada di bawah pengawasan malaikat-malaikat yang ditugaskan oleh Allah سبحانه وتعالى dan Allah سبحانه وتعالى adalah sebaik-baik penjaga dan yang menangani. ﴾ جَزَآءٗ لِّمَن كَانَ كُفِرَ ﴿ "Sebagai balasan bagi orang-orang yang diingkari (Nuh)," artinya, Kami perlakukan Nuh عليه السلام seperti yang Kami lakukan terhadap orang-orang yang selamat dari air bah sebagai balasan baginya karena didustakan dan diingkari oleh kaumnya. Nabi Nuh عليه السلام bersabar dalam menyeru mereka dan tetap berjalan di atas perintah Allah سبحانه وتعالى sehingga tidak ada yang bisa menentang dan menghalanginya dari jalan dakwah, sebagaimana yang difir-mankan Allah سبحانه وتعالى dalam ayat lain, ﴾ قِيلَ يَٰنُوحُ ٱهۡبِطۡ بِسَلَٰمٖ مِّنَّا وَبَرَكَٰتٍ عَلَيۡكَ وَعَلَىٰٓ أُمَمٖ مِّمَّن مَّعَكَۚ وَأُمَمٞ سَنُمَتِّعُهُمۡ ثُمَّ يَمَسُّهُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٞ 48 ﴿ "Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang Mukmin) dari orang-orang yang bersamamu.' Dan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami." (Hud: 48). Kemungkinan maksud ayat ini adalah Kami membinasakan kaum Nabi Nuh عليه السلام dan Kami timpakan azab dan penghinaan kepada mereka sebagai balasan atas kekufuran dan pembangkangan mereka. Penjelasan ini sejalan bacaan orang yang memfathah k a f ﴾ لِّمَن كَانَ ك َ ف َ ر َ ﴿.
(15) ﴾ وَلَقَد تَّرَكۡنَٰهَآ ءَايَةٗ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Dan sungguh telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" Artinya, Kami jadikan kisah Nabi Nuh عليه السلام dan kaum-nya sebagai tanda-tanda kebesaran yang bisa dijadikan pelajaran. Siapa saja yang durhaka serta menentang para rasul pasti akan dibinasakan oleh Allah سبحانه وتعالى dengan siksaan yang keras. Atau kata ganti dalam ayat ini kembali pada perahu dan sejenisnya. Asal mula pembuatannya adalah pengajaran dari Allah سبحانه وتعالى untuk Rasul-Nya Nuh عليه السلام, kemudian Allah سبحانه وتعالى mengabadikan perahu itu tetap ada di antara manusia, agar hal itu menunjukkan rahmat dan per-tolonganNya terhadap makhlukNya serta sempurnanya Kuasa Allah سبحانه وتعالى dan indahnya ciptaanNya. ﴾ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" Artinya adakah orang yang mengambil pelajaran dari tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى dengan menggunakan akal dan pikirannya ketika tanda-tanda kebesaran itu datang padanya di mana tanda-tanda kebesaran itu berada di atas puncak kejelasan dan kemu-dahan?
(16) ﴾ فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ﴿ "Maka betapakah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu?" Artinya, bagaimanakah engkau wahai orang yang menjadi alamat pesan ini melihat azab Allah سبحانه وتعالى yang pedih dan ancamanNya yang tidak memberikan alasan pada seorang pun?
(17) ﴾ وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang meng-ambil pelajaran?" Artinya, Kami memudahkan kata-kata al-Qur`an untuk dihafal dan dijelaskan untuk dipahami dan diketahui, karena al-Qur`an adalah kata-kata terbaik, maknanya paling benar dan penjelasannya paling gamblang. Siapa saja yang mempelajarinya, maka akan diberi kemudahan oleh Allah سبحانه وتعالى untuk mencapai mak-sudnya secara amat mudah. Al-Qur`an adalah peringatan menye-luruh untuk semua hal yang perlu diingat oleh seluruh alam, berupa halal, haram, berbagai hukum, perintah, larangan, hukum balasan, nasihat, pelajaran, akidah yang bermanfaat dan berita-berita benar, serta paling luhur secara mutlak. Al-Qur`an adalah ilmu yang ber-manfaat yang jika dicari oleh seseorang, akan diberi pertolongan. Sebagian ulama as-Salaf mengatakan tentang ayat ini, "Tidaklah orang menuntut ilmu, melainkan pasti ditolong." Karena itu Allah سبحانه وتعالى menyeru hamba-hambaNya untuk mengarah padaNya dan mengingat FirmanNya, ﴾ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Maka adakah yang mau meng-ambil pelajaran?"
Al-Qamar 54:12
"Sebelum mereka, telah mendustakan (pula) kaum Nuh, maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, 'Dia seorang gila dan dia sudah pernah diberi ancaman.' Maka dia mengadu kepada Rabbnya, 'Bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu tolonglah (aku).' Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air, maka ber-temulah air-air itu untuk satu urusan yang sungguh telah ditetap-kan. Dan Kami angkut Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku, yang berlayar dengan (pengawasan) Mata Kami sebagai balasan bagi orang-orang yang diingkari (Nuh). Dan sungguh telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? Maka bagaimana-kah siksaan dan ancamanKu. Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?'" (Al-Qamar: 9-17).
(9) Setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kondisi orang-orang yang mendustakan RasulNya dan sesungguhnya tanda-tanda kebesaran tidak berguna bagi mereka sama sekali, Allah سبحانه وتعالى kemudian me-ngancam dan menakutkan mereka dengan berbagai siksaan yang menimpa umat-umat terdahulu yang mendustakan para rasul dan bagaimanakah Allah سبحانه وتعالى membinasakan mereka serta menimpakan azab pada mereka? Allah سبحانه وتعالى menyebut kaum Nuh عليه السلام. Nabi Nuh عليه السلام adalah rasul pertama yang diutus Allah سبحانه وتعالى untuk kaum yang menyembah berhala, Nuh عليه السلام menyerukan mereka untuk meng-esakan Allah سبحانه وتعالى dan menyembahNya semata, yang tidak ada sekutu bagiNya. Mereka enggan meninggalkan kesyirikan dan berkata, ﴾ وَقَالُواْ لَا تَذَرُنَّ ءَالِهَتَكُمۡ وَلَا تَذَرُنَّ وَدّٗا وَلَا سُوَاعٗا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسۡرٗا 23 ﴿ "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyem-bahan) wadd, dan jangan pula suwa,' yaghuts, ya'uq dan nasr." (Nuh: 23). Meski demikian, Nabi Nuh عليه السلام tetap menyeru kepada Allah سبحانه وتعالى siang dan malam, secara rahasia dan terang-terangan. Hal itu ternyata semakin membuat mereka membangkang, melampaui batas dan mencela nabi mereka. Karena itulah dalam surat ini Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَكَذَّبُواْ عَبۡدَنَا وَقَالُواْ مَجۡنُونٞ ﴿ "Maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, 'Dia seorang gila'," karena tuduhan mereka bahwa jalan kesyirikan dan kesesatan yang mereka dan nenek moyang mereka tempuh itu ditunjukkan oleh akal sedang-kan jalan yang ditempuh oleh Nuh عليه السلام adalah kebodohan, kese-satan dan hanya berasal dari orang-orang gila. Mereka dusta dalam tuduhan itu dan memutarbalikkan kebenaran-kebenaran kokoh, baik secara syariat maupun akal. Syariat yang dibawa Nuh عليه السلام adalah benar dan kokoh, yang menunjukkan orang-orang berakal dan lurus menuju petunjuk dan cahaya, sedangkan jalan yang mereka tempuh adalah kebodohan dan kesesatan yang nyata. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱزۡدُجِرَ ﴿ "Dan dia sudah pernah diberi an-caman," artinya diancam dan diperlakukan jahat oleh kaumnya karena seruannya kepada Allah سبحانه وتعالى, belum cukup bagi mereka, semoga Allah سبحانه وتعالى memburukkan mereka, untuk tidak beriman dan mendustakan Nuh عليه السلام saja, mereka bahkan menyakiti Nuh عليه السلام semampu mereka. Memang seperti itulah musuh-musuh para rasul terhadap rasul dan nabi mereka.
(10) Pada saat itu Nabi Nuh عليه السلام berdoa kepada Rabbnya, ﴾ أَنِّي مَغۡلُوبٞ فَٱنتَصِرۡ ﴿ "Bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu tolonglah (aku)," sebab hanya sedikit yang beriman dari kaumnya, mereka tidak memiliki kemampuan untuk melawan kaum mereka, ﴾ فَٱنتَصِرۡ ﴿ "maka tolonglah (aku)," dari mereka. Dalam ayat lain Nuh عليه السلام berkata, ﴾ وَقَالَ نُوحٞ رَّبِّ لَا تَذَرۡ عَلَى ٱلۡأَرۡضِ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ دَيَّارًا 26 ﴿ "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi'." (Nuh: 26).
(11) Allah سبحانه وتعالى mengabulkan doanya dan memberinya perto-longan atas kaumnya seraya berfirman, ﴾ فَفَتَحۡنَآ أَبۡوَٰبَ ٱلسَّمَآءِ بِمَآءٖ مُّنۡهَمِرٖ ﴿ "Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercu-rah," yaitu sangat lebat dan terus-menerus.
(12) ﴾ وَفَجَّرۡنَا ٱلۡأَرۡضَ عُيُونٗا ﴿ "Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air," langit pun menurunkan hujan yang tidak seperti biasanya dan seluruh bagian bumi juga memancarkan air hingga tungku pun memancarkan air yang menurut lazimnya tidak ada airnya lebih-lebih memancarkan air sebab tungku adalah tempat perapian. ﴾ فَٱلۡتَقَى ٱلۡمَآءُ ﴿ "Maka bertemulah air-air itu," air dari langit dan air dari bumi, ﴾ عَلَىٰٓ أَمۡرٖ ﴿ "untuk satu urusan," dari Allah سبحانه وتعالى untuk sesuatu ﴾ قَدۡ قُدِرَ ﴿ "yang sungguh telah ditetapkan," yaitu telah ditulis Allah سبحانه وتعالى sejak zaman azali serta ditakdirkan sebagai hukuman untuk mereka yang zhalim dan melampaui batas.
(13) ﴾ وَحَمَلۡنَٰهُ عَلَىٰ ذَاتِ أَلۡوَٰحٖ وَدُسُرٖ ﴿ "Dan Kami angkut Nuh ke atas (bah-tera) yang terbuat dari papan dan paku," artinya, dan Kami selamatkan hamba Kami, Nuh عليه السلام,, di atas perahu yang memiliki papan dan paku, paku yang dipakai untuk memaku papan dan merekatkannya.
(14) ﴾ تَجۡرِي بِأَعۡيُنِنَا ﴿ "Yang berlayar dengan (pengawasan) Mata Kami," yakni berlayar membawa Nuh عليه السلام dan orang-orang yang beriman bersama beliau serta berbagai jenis hewan yang dibawa dengan pengawasan dan penjagaan dari Allah سبحانه وتعالى agar tidak teng-gelam, serta berada di bawah pengawasan malaikat-malaikat yang ditugaskan oleh Allah سبحانه وتعالى dan Allah سبحانه وتعالى adalah sebaik-baik penjaga dan yang menangani. ﴾ جَزَآءٗ لِّمَن كَانَ كُفِرَ ﴿ "Sebagai balasan bagi orang-orang yang diingkari (Nuh)," artinya, Kami perlakukan Nuh عليه السلام seperti yang Kami lakukan terhadap orang-orang yang selamat dari air bah sebagai balasan baginya karena didustakan dan diingkari oleh kaumnya. Nabi Nuh عليه السلام bersabar dalam menyeru mereka dan tetap berjalan di atas perintah Allah سبحانه وتعالى sehingga tidak ada yang bisa menentang dan menghalanginya dari jalan dakwah, sebagaimana yang difir-mankan Allah سبحانه وتعالى dalam ayat lain, ﴾ قِيلَ يَٰنُوحُ ٱهۡبِطۡ بِسَلَٰمٖ مِّنَّا وَبَرَكَٰتٍ عَلَيۡكَ وَعَلَىٰٓ أُمَمٖ مِّمَّن مَّعَكَۚ وَأُمَمٞ سَنُمَتِّعُهُمۡ ثُمَّ يَمَسُّهُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٞ 48 ﴿ "Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang Mukmin) dari orang-orang yang bersamamu.' Dan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami." (Hud: 48). Kemungkinan maksud ayat ini adalah Kami membinasakan kaum Nabi Nuh عليه السلام dan Kami timpakan azab dan penghinaan kepada mereka sebagai balasan atas kekufuran dan pembangkangan mereka. Penjelasan ini sejalan bacaan orang yang memfathah k a f ﴾ لِّمَن كَانَ ك َ ف َ ر َ ﴿.
(15) ﴾ وَلَقَد تَّرَكۡنَٰهَآ ءَايَةٗ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Dan sungguh telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" Artinya, Kami jadikan kisah Nabi Nuh عليه السلام dan kaum-nya sebagai tanda-tanda kebesaran yang bisa dijadikan pelajaran. Siapa saja yang durhaka serta menentang para rasul pasti akan dibinasakan oleh Allah سبحانه وتعالى dengan siksaan yang keras. Atau kata ganti dalam ayat ini kembali pada perahu dan sejenisnya. Asal mula pembuatannya adalah pengajaran dari Allah سبحانه وتعالى untuk Rasul-Nya Nuh عليه السلام, kemudian Allah سبحانه وتعالى mengabadikan perahu itu tetap ada di antara manusia, agar hal itu menunjukkan rahmat dan per-tolonganNya terhadap makhlukNya serta sempurnanya Kuasa Allah سبحانه وتعالى dan indahnya ciptaanNya. ﴾ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" Artinya adakah orang yang mengambil pelajaran dari tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى dengan menggunakan akal dan pikirannya ketika tanda-tanda kebesaran itu datang padanya di mana tanda-tanda kebesaran itu berada di atas puncak kejelasan dan kemu-dahan?
(16) ﴾ فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ﴿ "Maka betapakah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu?" Artinya, bagaimanakah engkau wahai orang yang menjadi alamat pesan ini melihat azab Allah سبحانه وتعالى yang pedih dan ancamanNya yang tidak memberikan alasan pada seorang pun?
(17) ﴾ وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang meng-ambil pelajaran?" Artinya, Kami memudahkan kata-kata al-Qur`an untuk dihafal dan dijelaskan untuk dipahami dan diketahui, karena al-Qur`an adalah kata-kata terbaik, maknanya paling benar dan penjelasannya paling gamblang. Siapa saja yang mempelajarinya, maka akan diberi kemudahan oleh Allah سبحانه وتعالى untuk mencapai mak-sudnya secara amat mudah. Al-Qur`an adalah peringatan menye-luruh untuk semua hal yang perlu diingat oleh seluruh alam, berupa halal, haram, berbagai hukum, perintah, larangan, hukum balasan, nasihat, pelajaran, akidah yang bermanfaat dan berita-berita benar, serta paling luhur secara mutlak. Al-Qur`an adalah ilmu yang ber-manfaat yang jika dicari oleh seseorang, akan diberi pertolongan. Sebagian ulama as-Salaf mengatakan tentang ayat ini, "Tidaklah orang menuntut ilmu, melainkan pasti ditolong." Karena itu Allah سبحانه وتعالى menyeru hamba-hambaNya untuk mengarah padaNya dan mengingat FirmanNya, ﴾ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Maka adakah yang mau meng-ambil pelajaran?"
Al-Qamar 54:13
"Sebelum mereka, telah mendustakan (pula) kaum Nuh, maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, 'Dia seorang gila dan dia sudah pernah diberi ancaman.' Maka dia mengadu kepada Rabbnya, 'Bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu tolonglah (aku).' Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air, maka ber-temulah air-air itu untuk satu urusan yang sungguh telah ditetap-kan. Dan Kami angkut Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku, yang berlayar dengan (pengawasan) Mata Kami sebagai balasan bagi orang-orang yang diingkari (Nuh). Dan sungguh telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? Maka bagaimana-kah siksaan dan ancamanKu. Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?'" (Al-Qamar: 9-17).
(9) Setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kondisi orang-orang yang mendustakan RasulNya dan sesungguhnya tanda-tanda kebesaran tidak berguna bagi mereka sama sekali, Allah سبحانه وتعالى kemudian me-ngancam dan menakutkan mereka dengan berbagai siksaan yang menimpa umat-umat terdahulu yang mendustakan para rasul dan bagaimanakah Allah سبحانه وتعالى membinasakan mereka serta menimpakan azab pada mereka? Allah سبحانه وتعالى menyebut kaum Nuh عليه السلام. Nabi Nuh عليه السلام adalah rasul pertama yang diutus Allah سبحانه وتعالى untuk kaum yang menyembah berhala, Nuh عليه السلام menyerukan mereka untuk meng-esakan Allah سبحانه وتعالى dan menyembahNya semata, yang tidak ada sekutu bagiNya. Mereka enggan meninggalkan kesyirikan dan berkata, ﴾ وَقَالُواْ لَا تَذَرُنَّ ءَالِهَتَكُمۡ وَلَا تَذَرُنَّ وَدّٗا وَلَا سُوَاعٗا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسۡرٗا 23 ﴿ "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyem-bahan) wadd, dan jangan pula suwa,' yaghuts, ya'uq dan nasr." (Nuh: 23). Meski demikian, Nabi Nuh عليه السلام tetap menyeru kepada Allah سبحانه وتعالى siang dan malam, secara rahasia dan terang-terangan. Hal itu ternyata semakin membuat mereka membangkang, melampaui batas dan mencela nabi mereka. Karena itulah dalam surat ini Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَكَذَّبُواْ عَبۡدَنَا وَقَالُواْ مَجۡنُونٞ ﴿ "Maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, 'Dia seorang gila'," karena tuduhan mereka bahwa jalan kesyirikan dan kesesatan yang mereka dan nenek moyang mereka tempuh itu ditunjukkan oleh akal sedang-kan jalan yang ditempuh oleh Nuh عليه السلام adalah kebodohan, kese-satan dan hanya berasal dari orang-orang gila. Mereka dusta dalam tuduhan itu dan memutarbalikkan kebenaran-kebenaran kokoh, baik secara syariat maupun akal. Syariat yang dibawa Nuh عليه السلام adalah benar dan kokoh, yang menunjukkan orang-orang berakal dan lurus menuju petunjuk dan cahaya, sedangkan jalan yang mereka tempuh adalah kebodohan dan kesesatan yang nyata. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱزۡدُجِرَ ﴿ "Dan dia sudah pernah diberi an-caman," artinya diancam dan diperlakukan jahat oleh kaumnya karena seruannya kepada Allah سبحانه وتعالى, belum cukup bagi mereka, semoga Allah سبحانه وتعالى memburukkan mereka, untuk tidak beriman dan mendustakan Nuh عليه السلام saja, mereka bahkan menyakiti Nuh عليه السلام semampu mereka. Memang seperti itulah musuh-musuh para rasul terhadap rasul dan nabi mereka.
(10) Pada saat itu Nabi Nuh عليه السلام berdoa kepada Rabbnya, ﴾ أَنِّي مَغۡلُوبٞ فَٱنتَصِرۡ ﴿ "Bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu tolonglah (aku)," sebab hanya sedikit yang beriman dari kaumnya, mereka tidak memiliki kemampuan untuk melawan kaum mereka, ﴾ فَٱنتَصِرۡ ﴿ "maka tolonglah (aku)," dari mereka. Dalam ayat lain Nuh عليه السلام berkata, ﴾ وَقَالَ نُوحٞ رَّبِّ لَا تَذَرۡ عَلَى ٱلۡأَرۡضِ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ دَيَّارًا 26 ﴿ "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi'." (Nuh: 26).
(11) Allah سبحانه وتعالى mengabulkan doanya dan memberinya perto-longan atas kaumnya seraya berfirman, ﴾ فَفَتَحۡنَآ أَبۡوَٰبَ ٱلسَّمَآءِ بِمَآءٖ مُّنۡهَمِرٖ ﴿ "Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercu-rah," yaitu sangat lebat dan terus-menerus.
(12) ﴾ وَفَجَّرۡنَا ٱلۡأَرۡضَ عُيُونٗا ﴿ "Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air," langit pun menurunkan hujan yang tidak seperti biasanya dan seluruh bagian bumi juga memancarkan air hingga tungku pun memancarkan air yang menurut lazimnya tidak ada airnya lebih-lebih memancarkan air sebab tungku adalah tempat perapian. ﴾ فَٱلۡتَقَى ٱلۡمَآءُ ﴿ "Maka bertemulah air-air itu," air dari langit dan air dari bumi, ﴾ عَلَىٰٓ أَمۡرٖ ﴿ "untuk satu urusan," dari Allah سبحانه وتعالى untuk sesuatu ﴾ قَدۡ قُدِرَ ﴿ "yang sungguh telah ditetapkan," yaitu telah ditulis Allah سبحانه وتعالى sejak zaman azali serta ditakdirkan sebagai hukuman untuk mereka yang zhalim dan melampaui batas.
(13) ﴾ وَحَمَلۡنَٰهُ عَلَىٰ ذَاتِ أَلۡوَٰحٖ وَدُسُرٖ ﴿ "Dan Kami angkut Nuh ke atas (bah-tera) yang terbuat dari papan dan paku," artinya, dan Kami selamatkan hamba Kami, Nuh عليه السلام,, di atas perahu yang memiliki papan dan paku, paku yang dipakai untuk memaku papan dan merekatkannya.
(14) ﴾ تَجۡرِي بِأَعۡيُنِنَا ﴿ "Yang berlayar dengan (pengawasan) Mata Kami," yakni berlayar membawa Nuh عليه السلام dan orang-orang yang beriman bersama beliau serta berbagai jenis hewan yang dibawa dengan pengawasan dan penjagaan dari Allah سبحانه وتعالى agar tidak teng-gelam, serta berada di bawah pengawasan malaikat-malaikat yang ditugaskan oleh Allah سبحانه وتعالى dan Allah سبحانه وتعالى adalah sebaik-baik penjaga dan yang menangani. ﴾ جَزَآءٗ لِّمَن كَانَ كُفِرَ ﴿ "Sebagai balasan bagi orang-orang yang diingkari (Nuh)," artinya, Kami perlakukan Nuh عليه السلام seperti yang Kami lakukan terhadap orang-orang yang selamat dari air bah sebagai balasan baginya karena didustakan dan diingkari oleh kaumnya. Nabi Nuh عليه السلام bersabar dalam menyeru mereka dan tetap berjalan di atas perintah Allah سبحانه وتعالى sehingga tidak ada yang bisa menentang dan menghalanginya dari jalan dakwah, sebagaimana yang difir-mankan Allah سبحانه وتعالى dalam ayat lain, ﴾ قِيلَ يَٰنُوحُ ٱهۡبِطۡ بِسَلَٰمٖ مِّنَّا وَبَرَكَٰتٍ عَلَيۡكَ وَعَلَىٰٓ أُمَمٖ مِّمَّن مَّعَكَۚ وَأُمَمٞ سَنُمَتِّعُهُمۡ ثُمَّ يَمَسُّهُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٞ 48 ﴿ "Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang Mukmin) dari orang-orang yang bersamamu.' Dan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami." (Hud: 48). Kemungkinan maksud ayat ini adalah Kami membinasakan kaum Nabi Nuh عليه السلام dan Kami timpakan azab dan penghinaan kepada mereka sebagai balasan atas kekufuran dan pembangkangan mereka. Penjelasan ini sejalan bacaan orang yang memfathah k a f ﴾ لِّمَن كَانَ ك َ ف َ ر َ ﴿.
(15) ﴾ وَلَقَد تَّرَكۡنَٰهَآ ءَايَةٗ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Dan sungguh telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" Artinya, Kami jadikan kisah Nabi Nuh عليه السلام dan kaum-nya sebagai tanda-tanda kebesaran yang bisa dijadikan pelajaran. Siapa saja yang durhaka serta menentang para rasul pasti akan dibinasakan oleh Allah سبحانه وتعالى dengan siksaan yang keras. Atau kata ganti dalam ayat ini kembali pada perahu dan sejenisnya. Asal mula pembuatannya adalah pengajaran dari Allah سبحانه وتعالى untuk Rasul-Nya Nuh عليه السلام, kemudian Allah سبحانه وتعالى mengabadikan perahu itu tetap ada di antara manusia, agar hal itu menunjukkan rahmat dan per-tolonganNya terhadap makhlukNya serta sempurnanya Kuasa Allah سبحانه وتعالى dan indahnya ciptaanNya. ﴾ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" Artinya adakah orang yang mengambil pelajaran dari tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى dengan menggunakan akal dan pikirannya ketika tanda-tanda kebesaran itu datang padanya di mana tanda-tanda kebesaran itu berada di atas puncak kejelasan dan kemu-dahan?
(16) ﴾ فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ﴿ "Maka betapakah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu?" Artinya, bagaimanakah engkau wahai orang yang menjadi alamat pesan ini melihat azab Allah سبحانه وتعالى yang pedih dan ancamanNya yang tidak memberikan alasan pada seorang pun?
(17) ﴾ وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang meng-ambil pelajaran?" Artinya, Kami memudahkan kata-kata al-Qur`an untuk dihafal dan dijelaskan untuk dipahami dan diketahui, karena al-Qur`an adalah kata-kata terbaik, maknanya paling benar dan penjelasannya paling gamblang. Siapa saja yang mempelajarinya, maka akan diberi kemudahan oleh Allah سبحانه وتعالى untuk mencapai mak-sudnya secara amat mudah. Al-Qur`an adalah peringatan menye-luruh untuk semua hal yang perlu diingat oleh seluruh alam, berupa halal, haram, berbagai hukum, perintah, larangan, hukum balasan, nasihat, pelajaran, akidah yang bermanfaat dan berita-berita benar, serta paling luhur secara mutlak. Al-Qur`an adalah ilmu yang ber-manfaat yang jika dicari oleh seseorang, akan diberi pertolongan. Sebagian ulama as-Salaf mengatakan tentang ayat ini, "Tidaklah orang menuntut ilmu, melainkan pasti ditolong." Karena itu Allah سبحانه وتعالى menyeru hamba-hambaNya untuk mengarah padaNya dan mengingat FirmanNya, ﴾ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Maka adakah yang mau meng-ambil pelajaran?"
Al-Qamar 54:14
"Sebelum mereka, telah mendustakan (pula) kaum Nuh, maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, 'Dia seorang gila dan dia sudah pernah diberi ancaman.' Maka dia mengadu kepada Rabbnya, 'Bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu tolonglah (aku).' Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air, maka ber-temulah air-air itu untuk satu urusan yang sungguh telah ditetap-kan. Dan Kami angkut Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku, yang berlayar dengan (pengawasan) Mata Kami sebagai balasan bagi orang-orang yang diingkari (Nuh). Dan sungguh telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? Maka bagaimana-kah siksaan dan ancamanKu. Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?'" (Al-Qamar: 9-17).
(9) Setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kondisi orang-orang yang mendustakan RasulNya dan sesungguhnya tanda-tanda kebesaran tidak berguna bagi mereka sama sekali, Allah سبحانه وتعالى kemudian me-ngancam dan menakutkan mereka dengan berbagai siksaan yang menimpa umat-umat terdahulu yang mendustakan para rasul dan bagaimanakah Allah سبحانه وتعالى membinasakan mereka serta menimpakan azab pada mereka? Allah سبحانه وتعالى menyebut kaum Nuh عليه السلام. Nabi Nuh عليه السلام adalah rasul pertama yang diutus Allah سبحانه وتعالى untuk kaum yang menyembah berhala, Nuh عليه السلام menyerukan mereka untuk meng-esakan Allah سبحانه وتعالى dan menyembahNya semata, yang tidak ada sekutu bagiNya. Mereka enggan meninggalkan kesyirikan dan berkata, ﴾ وَقَالُواْ لَا تَذَرُنَّ ءَالِهَتَكُمۡ وَلَا تَذَرُنَّ وَدّٗا وَلَا سُوَاعٗا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسۡرٗا 23 ﴿ "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyem-bahan) wadd, dan jangan pula suwa,' yaghuts, ya'uq dan nasr." (Nuh: 23). Meski demikian, Nabi Nuh عليه السلام tetap menyeru kepada Allah سبحانه وتعالى siang dan malam, secara rahasia dan terang-terangan. Hal itu ternyata semakin membuat mereka membangkang, melampaui batas dan mencela nabi mereka. Karena itulah dalam surat ini Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَكَذَّبُواْ عَبۡدَنَا وَقَالُواْ مَجۡنُونٞ ﴿ "Maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, 'Dia seorang gila'," karena tuduhan mereka bahwa jalan kesyirikan dan kesesatan yang mereka dan nenek moyang mereka tempuh itu ditunjukkan oleh akal sedang-kan jalan yang ditempuh oleh Nuh عليه السلام adalah kebodohan, kese-satan dan hanya berasal dari orang-orang gila. Mereka dusta dalam tuduhan itu dan memutarbalikkan kebenaran-kebenaran kokoh, baik secara syariat maupun akal. Syariat yang dibawa Nuh عليه السلام adalah benar dan kokoh, yang menunjukkan orang-orang berakal dan lurus menuju petunjuk dan cahaya, sedangkan jalan yang mereka tempuh adalah kebodohan dan kesesatan yang nyata. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱزۡدُجِرَ ﴿ "Dan dia sudah pernah diberi an-caman," artinya diancam dan diperlakukan jahat oleh kaumnya karena seruannya kepada Allah سبحانه وتعالى, belum cukup bagi mereka, semoga Allah سبحانه وتعالى memburukkan mereka, untuk tidak beriman dan mendustakan Nuh عليه السلام saja, mereka bahkan menyakiti Nuh عليه السلام semampu mereka. Memang seperti itulah musuh-musuh para rasul terhadap rasul dan nabi mereka.
(10) Pada saat itu Nabi Nuh عليه السلام berdoa kepada Rabbnya, ﴾ أَنِّي مَغۡلُوبٞ فَٱنتَصِرۡ ﴿ "Bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu tolonglah (aku)," sebab hanya sedikit yang beriman dari kaumnya, mereka tidak memiliki kemampuan untuk melawan kaum mereka, ﴾ فَٱنتَصِرۡ ﴿ "maka tolonglah (aku)," dari mereka. Dalam ayat lain Nuh عليه السلام berkata, ﴾ وَقَالَ نُوحٞ رَّبِّ لَا تَذَرۡ عَلَى ٱلۡأَرۡضِ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ دَيَّارًا 26 ﴿ "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi'." (Nuh: 26).
(11) Allah سبحانه وتعالى mengabulkan doanya dan memberinya perto-longan atas kaumnya seraya berfirman, ﴾ فَفَتَحۡنَآ أَبۡوَٰبَ ٱلسَّمَآءِ بِمَآءٖ مُّنۡهَمِرٖ ﴿ "Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercu-rah," yaitu sangat lebat dan terus-menerus.
(12) ﴾ وَفَجَّرۡنَا ٱلۡأَرۡضَ عُيُونٗا ﴿ "Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air," langit pun menurunkan hujan yang tidak seperti biasanya dan seluruh bagian bumi juga memancarkan air hingga tungku pun memancarkan air yang menurut lazimnya tidak ada airnya lebih-lebih memancarkan air sebab tungku adalah tempat perapian. ﴾ فَٱلۡتَقَى ٱلۡمَآءُ ﴿ "Maka bertemulah air-air itu," air dari langit dan air dari bumi, ﴾ عَلَىٰٓ أَمۡرٖ ﴿ "untuk satu urusan," dari Allah سبحانه وتعالى untuk sesuatu ﴾ قَدۡ قُدِرَ ﴿ "yang sungguh telah ditetapkan," yaitu telah ditulis Allah سبحانه وتعالى sejak zaman azali serta ditakdirkan sebagai hukuman untuk mereka yang zhalim dan melampaui batas.
(13) ﴾ وَحَمَلۡنَٰهُ عَلَىٰ ذَاتِ أَلۡوَٰحٖ وَدُسُرٖ ﴿ "Dan Kami angkut Nuh ke atas (bah-tera) yang terbuat dari papan dan paku," artinya, dan Kami selamatkan hamba Kami, Nuh عليه السلام,, di atas perahu yang memiliki papan dan paku, paku yang dipakai untuk memaku papan dan merekatkannya.
(14) ﴾ تَجۡرِي بِأَعۡيُنِنَا ﴿ "Yang berlayar dengan (pengawasan) Mata Kami," yakni berlayar membawa Nuh عليه السلام dan orang-orang yang beriman bersama beliau serta berbagai jenis hewan yang dibawa dengan pengawasan dan penjagaan dari Allah سبحانه وتعالى agar tidak teng-gelam, serta berada di bawah pengawasan malaikat-malaikat yang ditugaskan oleh Allah سبحانه وتعالى dan Allah سبحانه وتعالى adalah sebaik-baik penjaga dan yang menangani. ﴾ جَزَآءٗ لِّمَن كَانَ كُفِرَ ﴿ "Sebagai balasan bagi orang-orang yang diingkari (Nuh)," artinya, Kami perlakukan Nuh عليه السلام seperti yang Kami lakukan terhadap orang-orang yang selamat dari air bah sebagai balasan baginya karena didustakan dan diingkari oleh kaumnya. Nabi Nuh عليه السلام bersabar dalam menyeru mereka dan tetap berjalan di atas perintah Allah سبحانه وتعالى sehingga tidak ada yang bisa menentang dan menghalanginya dari jalan dakwah, sebagaimana yang difir-mankan Allah سبحانه وتعالى dalam ayat lain, ﴾ قِيلَ يَٰنُوحُ ٱهۡبِطۡ بِسَلَٰمٖ مِّنَّا وَبَرَكَٰتٍ عَلَيۡكَ وَعَلَىٰٓ أُمَمٖ مِّمَّن مَّعَكَۚ وَأُمَمٞ سَنُمَتِّعُهُمۡ ثُمَّ يَمَسُّهُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٞ 48 ﴿ "Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang Mukmin) dari orang-orang yang bersamamu.' Dan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami." (Hud: 48). Kemungkinan maksud ayat ini adalah Kami membinasakan kaum Nabi Nuh عليه السلام dan Kami timpakan azab dan penghinaan kepada mereka sebagai balasan atas kekufuran dan pembangkangan mereka. Penjelasan ini sejalan bacaan orang yang memfathah k a f ﴾ لِّمَن كَانَ ك َ ف َ ر َ ﴿.
(15) ﴾ وَلَقَد تَّرَكۡنَٰهَآ ءَايَةٗ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Dan sungguh telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" Artinya, Kami jadikan kisah Nabi Nuh عليه السلام dan kaum-nya sebagai tanda-tanda kebesaran yang bisa dijadikan pelajaran. Siapa saja yang durhaka serta menentang para rasul pasti akan dibinasakan oleh Allah سبحانه وتعالى dengan siksaan yang keras. Atau kata ganti dalam ayat ini kembali pada perahu dan sejenisnya. Asal mula pembuatannya adalah pengajaran dari Allah سبحانه وتعالى untuk Rasul-Nya Nuh عليه السلام, kemudian Allah سبحانه وتعالى mengabadikan perahu itu tetap ada di antara manusia, agar hal itu menunjukkan rahmat dan per-tolonganNya terhadap makhlukNya serta sempurnanya Kuasa Allah سبحانه وتعالى dan indahnya ciptaanNya. ﴾ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" Artinya adakah orang yang mengambil pelajaran dari tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى dengan menggunakan akal dan pikirannya ketika tanda-tanda kebesaran itu datang padanya di mana tanda-tanda kebesaran itu berada di atas puncak kejelasan dan kemu-dahan?
(16) ﴾ فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ﴿ "Maka betapakah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu?" Artinya, bagaimanakah engkau wahai orang yang menjadi alamat pesan ini melihat azab Allah سبحانه وتعالى yang pedih dan ancamanNya yang tidak memberikan alasan pada seorang pun?
(17) ﴾ وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang meng-ambil pelajaran?" Artinya, Kami memudahkan kata-kata al-Qur`an untuk dihafal dan dijelaskan untuk dipahami dan diketahui, karena al-Qur`an adalah kata-kata terbaik, maknanya paling benar dan penjelasannya paling gamblang. Siapa saja yang mempelajarinya, maka akan diberi kemudahan oleh Allah سبحانه وتعالى untuk mencapai mak-sudnya secara amat mudah. Al-Qur`an adalah peringatan menye-luruh untuk semua hal yang perlu diingat oleh seluruh alam, berupa halal, haram, berbagai hukum, perintah, larangan, hukum balasan, nasihat, pelajaran, akidah yang bermanfaat dan berita-berita benar, serta paling luhur secara mutlak. Al-Qur`an adalah ilmu yang ber-manfaat yang jika dicari oleh seseorang, akan diberi pertolongan. Sebagian ulama as-Salaf mengatakan tentang ayat ini, "Tidaklah orang menuntut ilmu, melainkan pasti ditolong." Karena itu Allah سبحانه وتعالى menyeru hamba-hambaNya untuk mengarah padaNya dan mengingat FirmanNya, ﴾ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Maka adakah yang mau meng-ambil pelajaran?"
Al-Qamar 54:15
"Sebelum mereka, telah mendustakan (pula) kaum Nuh, maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, 'Dia seorang gila dan dia sudah pernah diberi ancaman.' Maka dia mengadu kepada Rabbnya, 'Bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu tolonglah (aku).' Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air, maka ber-temulah air-air itu untuk satu urusan yang sungguh telah ditetap-kan. Dan Kami angkut Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku, yang berlayar dengan (pengawasan) Mata Kami sebagai balasan bagi orang-orang yang diingkari (Nuh). Dan sungguh telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? Maka bagaimana-kah siksaan dan ancamanKu. Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?'" (Al-Qamar: 9-17).
(9) Setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kondisi orang-orang yang mendustakan RasulNya dan sesungguhnya tanda-tanda kebesaran tidak berguna bagi mereka sama sekali, Allah سبحانه وتعالى kemudian me-ngancam dan menakutkan mereka dengan berbagai siksaan yang menimpa umat-umat terdahulu yang mendustakan para rasul dan bagaimanakah Allah سبحانه وتعالى membinasakan mereka serta menimpakan azab pada mereka? Allah سبحانه وتعالى menyebut kaum Nuh عليه السلام. Nabi Nuh عليه السلام adalah rasul pertama yang diutus Allah سبحانه وتعالى untuk kaum yang menyembah berhala, Nuh عليه السلام menyerukan mereka untuk meng-esakan Allah سبحانه وتعالى dan menyembahNya semata, yang tidak ada sekutu bagiNya. Mereka enggan meninggalkan kesyirikan dan berkata, ﴾ وَقَالُواْ لَا تَذَرُنَّ ءَالِهَتَكُمۡ وَلَا تَذَرُنَّ وَدّٗا وَلَا سُوَاعٗا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسۡرٗا 23 ﴿ "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyem-bahan) wadd, dan jangan pula suwa,' yaghuts, ya'uq dan nasr." (Nuh: 23). Meski demikian, Nabi Nuh عليه السلام tetap menyeru kepada Allah سبحانه وتعالى siang dan malam, secara rahasia dan terang-terangan. Hal itu ternyata semakin membuat mereka membangkang, melampaui batas dan mencela nabi mereka. Karena itulah dalam surat ini Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَكَذَّبُواْ عَبۡدَنَا وَقَالُواْ مَجۡنُونٞ ﴿ "Maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, 'Dia seorang gila'," karena tuduhan mereka bahwa jalan kesyirikan dan kesesatan yang mereka dan nenek moyang mereka tempuh itu ditunjukkan oleh akal sedang-kan jalan yang ditempuh oleh Nuh عليه السلام adalah kebodohan, kese-satan dan hanya berasal dari orang-orang gila. Mereka dusta dalam tuduhan itu dan memutarbalikkan kebenaran-kebenaran kokoh, baik secara syariat maupun akal. Syariat yang dibawa Nuh عليه السلام adalah benar dan kokoh, yang menunjukkan orang-orang berakal dan lurus menuju petunjuk dan cahaya, sedangkan jalan yang mereka tempuh adalah kebodohan dan kesesatan yang nyata. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱزۡدُجِرَ ﴿ "Dan dia sudah pernah diberi an-caman," artinya diancam dan diperlakukan jahat oleh kaumnya karena seruannya kepada Allah سبحانه وتعالى, belum cukup bagi mereka, semoga Allah سبحانه وتعالى memburukkan mereka, untuk tidak beriman dan mendustakan Nuh عليه السلام saja, mereka bahkan menyakiti Nuh عليه السلام semampu mereka. Memang seperti itulah musuh-musuh para rasul terhadap rasul dan nabi mereka.
(10) Pada saat itu Nabi Nuh عليه السلام berdoa kepada Rabbnya, ﴾ أَنِّي مَغۡلُوبٞ فَٱنتَصِرۡ ﴿ "Bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu tolonglah (aku)," sebab hanya sedikit yang beriman dari kaumnya, mereka tidak memiliki kemampuan untuk melawan kaum mereka, ﴾ فَٱنتَصِرۡ ﴿ "maka tolonglah (aku)," dari mereka. Dalam ayat lain Nuh عليه السلام berkata, ﴾ وَقَالَ نُوحٞ رَّبِّ لَا تَذَرۡ عَلَى ٱلۡأَرۡضِ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ دَيَّارًا 26 ﴿ "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi'." (Nuh: 26).
(11) Allah سبحانه وتعالى mengabulkan doanya dan memberinya perto-longan atas kaumnya seraya berfirman, ﴾ فَفَتَحۡنَآ أَبۡوَٰبَ ٱلسَّمَآءِ بِمَآءٖ مُّنۡهَمِرٖ ﴿ "Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercu-rah," yaitu sangat lebat dan terus-menerus.
(12) ﴾ وَفَجَّرۡنَا ٱلۡأَرۡضَ عُيُونٗا ﴿ "Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air," langit pun menurunkan hujan yang tidak seperti biasanya dan seluruh bagian bumi juga memancarkan air hingga tungku pun memancarkan air yang menurut lazimnya tidak ada airnya lebih-lebih memancarkan air sebab tungku adalah tempat perapian. ﴾ فَٱلۡتَقَى ٱلۡمَآءُ ﴿ "Maka bertemulah air-air itu," air dari langit dan air dari bumi, ﴾ عَلَىٰٓ أَمۡرٖ ﴿ "untuk satu urusan," dari Allah سبحانه وتعالى untuk sesuatu ﴾ قَدۡ قُدِرَ ﴿ "yang sungguh telah ditetapkan," yaitu telah ditulis Allah سبحانه وتعالى sejak zaman azali serta ditakdirkan sebagai hukuman untuk mereka yang zhalim dan melampaui batas.
(13) ﴾ وَحَمَلۡنَٰهُ عَلَىٰ ذَاتِ أَلۡوَٰحٖ وَدُسُرٖ ﴿ "Dan Kami angkut Nuh ke atas (bah-tera) yang terbuat dari papan dan paku," artinya, dan Kami selamatkan hamba Kami, Nuh عليه السلام,, di atas perahu yang memiliki papan dan paku, paku yang dipakai untuk memaku papan dan merekatkannya.
(14) ﴾ تَجۡرِي بِأَعۡيُنِنَا ﴿ "Yang berlayar dengan (pengawasan) Mata Kami," yakni berlayar membawa Nuh عليه السلام dan orang-orang yang beriman bersama beliau serta berbagai jenis hewan yang dibawa dengan pengawasan dan penjagaan dari Allah سبحانه وتعالى agar tidak teng-gelam, serta berada di bawah pengawasan malaikat-malaikat yang ditugaskan oleh Allah سبحانه وتعالى dan Allah سبحانه وتعالى adalah sebaik-baik penjaga dan yang menangani. ﴾ جَزَآءٗ لِّمَن كَانَ كُفِرَ ﴿ "Sebagai balasan bagi orang-orang yang diingkari (Nuh)," artinya, Kami perlakukan Nuh عليه السلام seperti yang Kami lakukan terhadap orang-orang yang selamat dari air bah sebagai balasan baginya karena didustakan dan diingkari oleh kaumnya. Nabi Nuh عليه السلام bersabar dalam menyeru mereka dan tetap berjalan di atas perintah Allah سبحانه وتعالى sehingga tidak ada yang bisa menentang dan menghalanginya dari jalan dakwah, sebagaimana yang difir-mankan Allah سبحانه وتعالى dalam ayat lain, ﴾ قِيلَ يَٰنُوحُ ٱهۡبِطۡ بِسَلَٰمٖ مِّنَّا وَبَرَكَٰتٍ عَلَيۡكَ وَعَلَىٰٓ أُمَمٖ مِّمَّن مَّعَكَۚ وَأُمَمٞ سَنُمَتِّعُهُمۡ ثُمَّ يَمَسُّهُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٞ 48 ﴿ "Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang Mukmin) dari orang-orang yang bersamamu.' Dan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami." (Hud: 48). Kemungkinan maksud ayat ini adalah Kami membinasakan kaum Nabi Nuh عليه السلام dan Kami timpakan azab dan penghinaan kepada mereka sebagai balasan atas kekufuran dan pembangkangan mereka. Penjelasan ini sejalan bacaan orang yang memfathah k a f ﴾ لِّمَن كَانَ ك َ ف َ ر َ ﴿.
(15) ﴾ وَلَقَد تَّرَكۡنَٰهَآ ءَايَةٗ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Dan sungguh telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" Artinya, Kami jadikan kisah Nabi Nuh عليه السلام dan kaum-nya sebagai tanda-tanda kebesaran yang bisa dijadikan pelajaran. Siapa saja yang durhaka serta menentang para rasul pasti akan dibinasakan oleh Allah سبحانه وتعالى dengan siksaan yang keras. Atau kata ganti dalam ayat ini kembali pada perahu dan sejenisnya. Asal mula pembuatannya adalah pengajaran dari Allah سبحانه وتعالى untuk Rasul-Nya Nuh عليه السلام, kemudian Allah سبحانه وتعالى mengabadikan perahu itu tetap ada di antara manusia, agar hal itu menunjukkan rahmat dan per-tolonganNya terhadap makhlukNya serta sempurnanya Kuasa Allah سبحانه وتعالى dan indahnya ciptaanNya. ﴾ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" Artinya adakah orang yang mengambil pelajaran dari tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى dengan menggunakan akal dan pikirannya ketika tanda-tanda kebesaran itu datang padanya di mana tanda-tanda kebesaran itu berada di atas puncak kejelasan dan kemu-dahan?
(16) ﴾ فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ﴿ "Maka betapakah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu?" Artinya, bagaimanakah engkau wahai orang yang menjadi alamat pesan ini melihat azab Allah سبحانه وتعالى yang pedih dan ancamanNya yang tidak memberikan alasan pada seorang pun?
(17) ﴾ وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang meng-ambil pelajaran?" Artinya, Kami memudahkan kata-kata al-Qur`an untuk dihafal dan dijelaskan untuk dipahami dan diketahui, karena al-Qur`an adalah kata-kata terbaik, maknanya paling benar dan penjelasannya paling gamblang. Siapa saja yang mempelajarinya, maka akan diberi kemudahan oleh Allah سبحانه وتعالى untuk mencapai mak-sudnya secara amat mudah. Al-Qur`an adalah peringatan menye-luruh untuk semua hal yang perlu diingat oleh seluruh alam, berupa halal, haram, berbagai hukum, perintah, larangan, hukum balasan, nasihat, pelajaran, akidah yang bermanfaat dan berita-berita benar, serta paling luhur secara mutlak. Al-Qur`an adalah ilmu yang ber-manfaat yang jika dicari oleh seseorang, akan diberi pertolongan. Sebagian ulama as-Salaf mengatakan tentang ayat ini, "Tidaklah orang menuntut ilmu, melainkan pasti ditolong." Karena itu Allah سبحانه وتعالى menyeru hamba-hambaNya untuk mengarah padaNya dan mengingat FirmanNya, ﴾ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Maka adakah yang mau meng-ambil pelajaran?"
Al-Qamar 54:16
"Sebelum mereka, telah mendustakan (pula) kaum Nuh, maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, 'Dia seorang gila dan dia sudah pernah diberi ancaman.' Maka dia mengadu kepada Rabbnya, 'Bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu tolonglah (aku).' Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air, maka ber-temulah air-air itu untuk satu urusan yang sungguh telah ditetap-kan. Dan Kami angkut Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku, yang berlayar dengan (pengawasan) Mata Kami sebagai balasan bagi orang-orang yang diingkari (Nuh). Dan sungguh telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? Maka bagaimana-kah siksaan dan ancamanKu. Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?'" (Al-Qamar: 9-17).
(9) Setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kondisi orang-orang yang mendustakan RasulNya dan sesungguhnya tanda-tanda kebesaran tidak berguna bagi mereka sama sekali, Allah سبحانه وتعالى kemudian me-ngancam dan menakutkan mereka dengan berbagai siksaan yang menimpa umat-umat terdahulu yang mendustakan para rasul dan bagaimanakah Allah سبحانه وتعالى membinasakan mereka serta menimpakan azab pada mereka? Allah سبحانه وتعالى menyebut kaum Nuh عليه السلام. Nabi Nuh عليه السلام adalah rasul pertama yang diutus Allah سبحانه وتعالى untuk kaum yang menyembah berhala, Nuh عليه السلام menyerukan mereka untuk meng-esakan Allah سبحانه وتعالى dan menyembahNya semata, yang tidak ada sekutu bagiNya. Mereka enggan meninggalkan kesyirikan dan berkata, ﴾ وَقَالُواْ لَا تَذَرُنَّ ءَالِهَتَكُمۡ وَلَا تَذَرُنَّ وَدّٗا وَلَا سُوَاعٗا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسۡرٗا 23 ﴿ "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyem-bahan) wadd, dan jangan pula suwa,' yaghuts, ya'uq dan nasr." (Nuh: 23). Meski demikian, Nabi Nuh عليه السلام tetap menyeru kepada Allah سبحانه وتعالى siang dan malam, secara rahasia dan terang-terangan. Hal itu ternyata semakin membuat mereka membangkang, melampaui batas dan mencela nabi mereka. Karena itulah dalam surat ini Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَكَذَّبُواْ عَبۡدَنَا وَقَالُواْ مَجۡنُونٞ ﴿ "Maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, 'Dia seorang gila'," karena tuduhan mereka bahwa jalan kesyirikan dan kesesatan yang mereka dan nenek moyang mereka tempuh itu ditunjukkan oleh akal sedang-kan jalan yang ditempuh oleh Nuh عليه السلام adalah kebodohan, kese-satan dan hanya berasal dari orang-orang gila. Mereka dusta dalam tuduhan itu dan memutarbalikkan kebenaran-kebenaran kokoh, baik secara syariat maupun akal. Syariat yang dibawa Nuh عليه السلام adalah benar dan kokoh, yang menunjukkan orang-orang berakal dan lurus menuju petunjuk dan cahaya, sedangkan jalan yang mereka tempuh adalah kebodohan dan kesesatan yang nyata. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱزۡدُجِرَ ﴿ "Dan dia sudah pernah diberi an-caman," artinya diancam dan diperlakukan jahat oleh kaumnya karena seruannya kepada Allah سبحانه وتعالى, belum cukup bagi mereka, semoga Allah سبحانه وتعالى memburukkan mereka, untuk tidak beriman dan mendustakan Nuh عليه السلام saja, mereka bahkan menyakiti Nuh عليه السلام semampu mereka. Memang seperti itulah musuh-musuh para rasul terhadap rasul dan nabi mereka.
(10) Pada saat itu Nabi Nuh عليه السلام berdoa kepada Rabbnya, ﴾ أَنِّي مَغۡلُوبٞ فَٱنتَصِرۡ ﴿ "Bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu tolonglah (aku)," sebab hanya sedikit yang beriman dari kaumnya, mereka tidak memiliki kemampuan untuk melawan kaum mereka, ﴾ فَٱنتَصِرۡ ﴿ "maka tolonglah (aku)," dari mereka. Dalam ayat lain Nuh عليه السلام berkata, ﴾ وَقَالَ نُوحٞ رَّبِّ لَا تَذَرۡ عَلَى ٱلۡأَرۡضِ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ دَيَّارًا 26 ﴿ "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi'." (Nuh: 26).
(11) Allah سبحانه وتعالى mengabulkan doanya dan memberinya perto-longan atas kaumnya seraya berfirman, ﴾ فَفَتَحۡنَآ أَبۡوَٰبَ ٱلسَّمَآءِ بِمَآءٖ مُّنۡهَمِرٖ ﴿ "Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercu-rah," yaitu sangat lebat dan terus-menerus.
(12) ﴾ وَفَجَّرۡنَا ٱلۡأَرۡضَ عُيُونٗا ﴿ "Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air," langit pun menurunkan hujan yang tidak seperti biasanya dan seluruh bagian bumi juga memancarkan air hingga tungku pun memancarkan air yang menurut lazimnya tidak ada airnya lebih-lebih memancarkan air sebab tungku adalah tempat perapian. ﴾ فَٱلۡتَقَى ٱلۡمَآءُ ﴿ "Maka bertemulah air-air itu," air dari langit dan air dari bumi, ﴾ عَلَىٰٓ أَمۡرٖ ﴿ "untuk satu urusan," dari Allah سبحانه وتعالى untuk sesuatu ﴾ قَدۡ قُدِرَ ﴿ "yang sungguh telah ditetapkan," yaitu telah ditulis Allah سبحانه وتعالى sejak zaman azali serta ditakdirkan sebagai hukuman untuk mereka yang zhalim dan melampaui batas.
(13) ﴾ وَحَمَلۡنَٰهُ عَلَىٰ ذَاتِ أَلۡوَٰحٖ وَدُسُرٖ ﴿ "Dan Kami angkut Nuh ke atas (bah-tera) yang terbuat dari papan dan paku," artinya, dan Kami selamatkan hamba Kami, Nuh عليه السلام,, di atas perahu yang memiliki papan dan paku, paku yang dipakai untuk memaku papan dan merekatkannya.
(14) ﴾ تَجۡرِي بِأَعۡيُنِنَا ﴿ "Yang berlayar dengan (pengawasan) Mata Kami," yakni berlayar membawa Nuh عليه السلام dan orang-orang yang beriman bersama beliau serta berbagai jenis hewan yang dibawa dengan pengawasan dan penjagaan dari Allah سبحانه وتعالى agar tidak teng-gelam, serta berada di bawah pengawasan malaikat-malaikat yang ditugaskan oleh Allah سبحانه وتعالى dan Allah سبحانه وتعالى adalah sebaik-baik penjaga dan yang menangani. ﴾ جَزَآءٗ لِّمَن كَانَ كُفِرَ ﴿ "Sebagai balasan bagi orang-orang yang diingkari (Nuh)," artinya, Kami perlakukan Nuh عليه السلام seperti yang Kami lakukan terhadap orang-orang yang selamat dari air bah sebagai balasan baginya karena didustakan dan diingkari oleh kaumnya. Nabi Nuh عليه السلام bersabar dalam menyeru mereka dan tetap berjalan di atas perintah Allah سبحانه وتعالى sehingga tidak ada yang bisa menentang dan menghalanginya dari jalan dakwah, sebagaimana yang difir-mankan Allah سبحانه وتعالى dalam ayat lain, ﴾ قِيلَ يَٰنُوحُ ٱهۡبِطۡ بِسَلَٰمٖ مِّنَّا وَبَرَكَٰتٍ عَلَيۡكَ وَعَلَىٰٓ أُمَمٖ مِّمَّن مَّعَكَۚ وَأُمَمٞ سَنُمَتِّعُهُمۡ ثُمَّ يَمَسُّهُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٞ 48 ﴿ "Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang Mukmin) dari orang-orang yang bersamamu.' Dan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami." (Hud: 48). Kemungkinan maksud ayat ini adalah Kami membinasakan kaum Nabi Nuh عليه السلام dan Kami timpakan azab dan penghinaan kepada mereka sebagai balasan atas kekufuran dan pembangkangan mereka. Penjelasan ini sejalan bacaan orang yang memfathah k a f ﴾ لِّمَن كَانَ ك َ ف َ ر َ ﴿.
(15) ﴾ وَلَقَد تَّرَكۡنَٰهَآ ءَايَةٗ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Dan sungguh telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" Artinya, Kami jadikan kisah Nabi Nuh عليه السلام dan kaum-nya sebagai tanda-tanda kebesaran yang bisa dijadikan pelajaran. Siapa saja yang durhaka serta menentang para rasul pasti akan dibinasakan oleh Allah سبحانه وتعالى dengan siksaan yang keras. Atau kata ganti dalam ayat ini kembali pada perahu dan sejenisnya. Asal mula pembuatannya adalah pengajaran dari Allah سبحانه وتعالى untuk Rasul-Nya Nuh عليه السلام, kemudian Allah سبحانه وتعالى mengabadikan perahu itu tetap ada di antara manusia, agar hal itu menunjukkan rahmat dan per-tolonganNya terhadap makhlukNya serta sempurnanya Kuasa Allah سبحانه وتعالى dan indahnya ciptaanNya. ﴾ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" Artinya adakah orang yang mengambil pelajaran dari tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى dengan menggunakan akal dan pikirannya ketika tanda-tanda kebesaran itu datang padanya di mana tanda-tanda kebesaran itu berada di atas puncak kejelasan dan kemu-dahan?
(16) ﴾ فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ﴿ "Maka betapakah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu?" Artinya, bagaimanakah engkau wahai orang yang menjadi alamat pesan ini melihat azab Allah سبحانه وتعالى yang pedih dan ancamanNya yang tidak memberikan alasan pada seorang pun?
(17) ﴾ وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang meng-ambil pelajaran?" Artinya, Kami memudahkan kata-kata al-Qur`an untuk dihafal dan dijelaskan untuk dipahami dan diketahui, karena al-Qur`an adalah kata-kata terbaik, maknanya paling benar dan penjelasannya paling gamblang. Siapa saja yang mempelajarinya, maka akan diberi kemudahan oleh Allah سبحانه وتعالى untuk mencapai mak-sudnya secara amat mudah. Al-Qur`an adalah peringatan menye-luruh untuk semua hal yang perlu diingat oleh seluruh alam, berupa halal, haram, berbagai hukum, perintah, larangan, hukum balasan, nasihat, pelajaran, akidah yang bermanfaat dan berita-berita benar, serta paling luhur secara mutlak. Al-Qur`an adalah ilmu yang ber-manfaat yang jika dicari oleh seseorang, akan diberi pertolongan. Sebagian ulama as-Salaf mengatakan tentang ayat ini, "Tidaklah orang menuntut ilmu, melainkan pasti ditolong." Karena itu Allah سبحانه وتعالى menyeru hamba-hambaNya untuk mengarah padaNya dan mengingat FirmanNya, ﴾ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Maka adakah yang mau meng-ambil pelajaran?"
Al-Qamar 54:17
"Sebelum mereka, telah mendustakan (pula) kaum Nuh, maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, 'Dia seorang gila dan dia sudah pernah diberi ancaman.' Maka dia mengadu kepada Rabbnya, 'Bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu tolonglah (aku).' Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air, maka ber-temulah air-air itu untuk satu urusan yang sungguh telah ditetap-kan. Dan Kami angkut Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku, yang berlayar dengan (pengawasan) Mata Kami sebagai balasan bagi orang-orang yang diingkari (Nuh). Dan sungguh telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? Maka bagaimana-kah siksaan dan ancamanKu. Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?'" (Al-Qamar: 9-17).
(9) Setelah Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kondisi orang-orang yang mendustakan RasulNya dan sesungguhnya tanda-tanda kebesaran tidak berguna bagi mereka sama sekali, Allah سبحانه وتعالى kemudian me-ngancam dan menakutkan mereka dengan berbagai siksaan yang menimpa umat-umat terdahulu yang mendustakan para rasul dan bagaimanakah Allah سبحانه وتعالى membinasakan mereka serta menimpakan azab pada mereka? Allah سبحانه وتعالى menyebut kaum Nuh عليه السلام. Nabi Nuh عليه السلام adalah rasul pertama yang diutus Allah سبحانه وتعالى untuk kaum yang menyembah berhala, Nuh عليه السلام menyerukan mereka untuk meng-esakan Allah سبحانه وتعالى dan menyembahNya semata, yang tidak ada sekutu bagiNya. Mereka enggan meninggalkan kesyirikan dan berkata, ﴾ وَقَالُواْ لَا تَذَرُنَّ ءَالِهَتَكُمۡ وَلَا تَذَرُنَّ وَدّٗا وَلَا سُوَاعٗا وَلَا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسۡرٗا 23 ﴿ "Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyem-bahan) wadd, dan jangan pula suwa,' yaghuts, ya'uq dan nasr." (Nuh: 23). Meski demikian, Nabi Nuh عليه السلام tetap menyeru kepada Allah سبحانه وتعالى siang dan malam, secara rahasia dan terang-terangan. Hal itu ternyata semakin membuat mereka membangkang, melampaui batas dan mencela nabi mereka. Karena itulah dalam surat ini Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَكَذَّبُواْ عَبۡدَنَا وَقَالُواْ مَجۡنُونٞ ﴿ "Maka mereka mendustakan hamba Kami (Nuh) dan mengatakan, 'Dia seorang gila'," karena tuduhan mereka bahwa jalan kesyirikan dan kesesatan yang mereka dan nenek moyang mereka tempuh itu ditunjukkan oleh akal sedang-kan jalan yang ditempuh oleh Nuh عليه السلام adalah kebodohan, kese-satan dan hanya berasal dari orang-orang gila. Mereka dusta dalam tuduhan itu dan memutarbalikkan kebenaran-kebenaran kokoh, baik secara syariat maupun akal. Syariat yang dibawa Nuh عليه السلام adalah benar dan kokoh, yang menunjukkan orang-orang berakal dan lurus menuju petunjuk dan cahaya, sedangkan jalan yang mereka tempuh adalah kebodohan dan kesesatan yang nyata. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱزۡدُجِرَ ﴿ "Dan dia sudah pernah diberi an-caman," artinya diancam dan diperlakukan jahat oleh kaumnya karena seruannya kepada Allah سبحانه وتعالى, belum cukup bagi mereka, semoga Allah سبحانه وتعالى memburukkan mereka, untuk tidak beriman dan mendustakan Nuh عليه السلام saja, mereka bahkan menyakiti Nuh عليه السلام semampu mereka. Memang seperti itulah musuh-musuh para rasul terhadap rasul dan nabi mereka.
(10) Pada saat itu Nabi Nuh عليه السلام berdoa kepada Rabbnya, ﴾ أَنِّي مَغۡلُوبٞ فَٱنتَصِرۡ ﴿ "Bahwasanya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu tolonglah (aku)," sebab hanya sedikit yang beriman dari kaumnya, mereka tidak memiliki kemampuan untuk melawan kaum mereka, ﴾ فَٱنتَصِرۡ ﴿ "maka tolonglah (aku)," dari mereka. Dalam ayat lain Nuh عليه السلام berkata, ﴾ وَقَالَ نُوحٞ رَّبِّ لَا تَذَرۡ عَلَى ٱلۡأَرۡضِ مِنَ ٱلۡكَٰفِرِينَ دَيَّارًا 26 ﴿ "Nuh berkata, 'Ya Rabbku, janganlah Engkau biarkan seorang pun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi'." (Nuh: 26).
(11) Allah سبحانه وتعالى mengabulkan doanya dan memberinya perto-longan atas kaumnya seraya berfirman, ﴾ فَفَتَحۡنَآ أَبۡوَٰبَ ٱلسَّمَآءِ بِمَآءٖ مُّنۡهَمِرٖ ﴿ "Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercu-rah," yaitu sangat lebat dan terus-menerus.
(12) ﴾ وَفَجَّرۡنَا ٱلۡأَرۡضَ عُيُونٗا ﴿ "Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air," langit pun menurunkan hujan yang tidak seperti biasanya dan seluruh bagian bumi juga memancarkan air hingga tungku pun memancarkan air yang menurut lazimnya tidak ada airnya lebih-lebih memancarkan air sebab tungku adalah tempat perapian. ﴾ فَٱلۡتَقَى ٱلۡمَآءُ ﴿ "Maka bertemulah air-air itu," air dari langit dan air dari bumi, ﴾ عَلَىٰٓ أَمۡرٖ ﴿ "untuk satu urusan," dari Allah سبحانه وتعالى untuk sesuatu ﴾ قَدۡ قُدِرَ ﴿ "yang sungguh telah ditetapkan," yaitu telah ditulis Allah سبحانه وتعالى sejak zaman azali serta ditakdirkan sebagai hukuman untuk mereka yang zhalim dan melampaui batas.
(13) ﴾ وَحَمَلۡنَٰهُ عَلَىٰ ذَاتِ أَلۡوَٰحٖ وَدُسُرٖ ﴿ "Dan Kami angkut Nuh ke atas (bah-tera) yang terbuat dari papan dan paku," artinya, dan Kami selamatkan hamba Kami, Nuh عليه السلام,, di atas perahu yang memiliki papan dan paku, paku yang dipakai untuk memaku papan dan merekatkannya.
(14) ﴾ تَجۡرِي بِأَعۡيُنِنَا ﴿ "Yang berlayar dengan (pengawasan) Mata Kami," yakni berlayar membawa Nuh عليه السلام dan orang-orang yang beriman bersama beliau serta berbagai jenis hewan yang dibawa dengan pengawasan dan penjagaan dari Allah سبحانه وتعالى agar tidak teng-gelam, serta berada di bawah pengawasan malaikat-malaikat yang ditugaskan oleh Allah سبحانه وتعالى dan Allah سبحانه وتعالى adalah sebaik-baik penjaga dan yang menangani. ﴾ جَزَآءٗ لِّمَن كَانَ كُفِرَ ﴿ "Sebagai balasan bagi orang-orang yang diingkari (Nuh)," artinya, Kami perlakukan Nuh عليه السلام seperti yang Kami lakukan terhadap orang-orang yang selamat dari air bah sebagai balasan baginya karena didustakan dan diingkari oleh kaumnya. Nabi Nuh عليه السلام bersabar dalam menyeru mereka dan tetap berjalan di atas perintah Allah سبحانه وتعالى sehingga tidak ada yang bisa menentang dan menghalanginya dari jalan dakwah, sebagaimana yang difir-mankan Allah سبحانه وتعالى dalam ayat lain, ﴾ قِيلَ يَٰنُوحُ ٱهۡبِطۡ بِسَلَٰمٖ مِّنَّا وَبَرَكَٰتٍ عَلَيۡكَ وَعَلَىٰٓ أُمَمٖ مِّمَّن مَّعَكَۚ وَأُمَمٞ سَنُمَتِّعُهُمۡ ثُمَّ يَمَسُّهُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٞ 48 ﴿ "Difirmankan, 'Hai Nuh, turunlah dengan selamat sejahtera dan penuh keberkatan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang Mukmin) dari orang-orang yang bersamamu.' Dan ada (pula) umat-umat yang Kami beri kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami." (Hud: 48). Kemungkinan maksud ayat ini adalah Kami membinasakan kaum Nabi Nuh عليه السلام dan Kami timpakan azab dan penghinaan kepada mereka sebagai balasan atas kekufuran dan pembangkangan mereka. Penjelasan ini sejalan bacaan orang yang memfathah k a f ﴾ لِّمَن كَانَ ك َ ف َ ر َ ﴿.
(15) ﴾ وَلَقَد تَّرَكۡنَٰهَآ ءَايَةٗ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Dan sungguh telah Kami jadikan kapal itu sebagai pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" Artinya, Kami jadikan kisah Nabi Nuh عليه السلام dan kaum-nya sebagai tanda-tanda kebesaran yang bisa dijadikan pelajaran. Siapa saja yang durhaka serta menentang para rasul pasti akan dibinasakan oleh Allah سبحانه وتعالى dengan siksaan yang keras. Atau kata ganti dalam ayat ini kembali pada perahu dan sejenisnya. Asal mula pembuatannya adalah pengajaran dari Allah سبحانه وتعالى untuk Rasul-Nya Nuh عليه السلام, kemudian Allah سبحانه وتعالى mengabadikan perahu itu tetap ada di antara manusia, agar hal itu menunjukkan rahmat dan per-tolonganNya terhadap makhlukNya serta sempurnanya Kuasa Allah سبحانه وتعالى dan indahnya ciptaanNya. ﴾ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" Artinya adakah orang yang mengambil pelajaran dari tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى dengan menggunakan akal dan pikirannya ketika tanda-tanda kebesaran itu datang padanya di mana tanda-tanda kebesaran itu berada di atas puncak kejelasan dan kemu-dahan?
(16) ﴾ فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ﴿ "Maka betapakah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu?" Artinya, bagaimanakah engkau wahai orang yang menjadi alamat pesan ini melihat azab Allah سبحانه وتعالى yang pedih dan ancamanNya yang tidak memberikan alasan pada seorang pun?
(17) ﴾ وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang meng-ambil pelajaran?" Artinya, Kami memudahkan kata-kata al-Qur`an untuk dihafal dan dijelaskan untuk dipahami dan diketahui, karena al-Qur`an adalah kata-kata terbaik, maknanya paling benar dan penjelasannya paling gamblang. Siapa saja yang mempelajarinya, maka akan diberi kemudahan oleh Allah سبحانه وتعالى untuk mencapai mak-sudnya secara amat mudah. Al-Qur`an adalah peringatan menye-luruh untuk semua hal yang perlu diingat oleh seluruh alam, berupa halal, haram, berbagai hukum, perintah, larangan, hukum balasan, nasihat, pelajaran, akidah yang bermanfaat dan berita-berita benar, serta paling luhur secara mutlak. Al-Qur`an adalah ilmu yang ber-manfaat yang jika dicari oleh seseorang, akan diberi pertolongan. Sebagian ulama as-Salaf mengatakan tentang ayat ini, "Tidaklah orang menuntut ilmu, melainkan pasti ditolong." Karena itu Allah سبحانه وتعالى menyeru hamba-hambaNya untuk mengarah padaNya dan mengingat FirmanNya, ﴾ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Maka adakah yang mau meng-ambil pelajaran?"
Al-Qamar 54:18
"Kaum 'Ad pun telah mendustakan (pula). Maka alangkah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu. Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada hari nahas yang terus-menerus, yang menggelimpangkan manusia seakan-akan mereka batang pokok kurma yang tumbang. Maka betapakah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu. Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?" (Al-Qamar: 18-22).
(18-19) 'Ad adalah kabilah terkenal di Yaman, Allah سبحانه وتعالى mengutus Nabi Hud عليه السلام kepada mereka yang menyerukan mereka untuk mengesakan dan menyembah Allah سبحانه وتعالى, mereka mendusta-kannya, kemudian Allah سبحانه وتعالى mengutus ﴾ رِيحٗا صَرۡصَرٗا ﴿ "angin yang sangat kencang," yaitu sangat kuat, ﴾ فِي يَوۡمِ نَحۡسٖ ﴿ "pada hari nahas," yakni ke-rasnya siksaan dan penderitaan begitu dahsyat menimpa mereka ﴾ مُّسۡتَمِرّٖ ﴿ "yang terus-menerus," selama tujuh malam delapan hari berturut-turut.
(20) ﴾ تَنزِعُ ٱلنَّاسَ ﴿ "Yang menggelimpangkan manusia," karena terlalu kerasnya hingga terpelanting ke atas dan terhempas ke tanah dan membinasakan mereka sehingga mereka menjadi ﴾ كَأَنَّهُمۡ أَعۡجَازُ نَخۡلٖ مُّنقَعِرٖ ﴿ "seakan-akan mereka pokok kurma yang tumbang," artinya, bang-kai mereka setelah binasa seperti pangkal kurma yang tumbang yang tercabut oleh angin kencang dan jatuh ke tanah. Alangkah hinanya makhluk jika mendurhakai perintah Allah سبحانه وتعالى.
(21) ﴾ فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ﴿ "Maka betapakah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu." Demi Allah سبحانه وتعالى, siksaNya amat pedih dan ancamanNya tidak membiarkan seorang pun memiliki alasan.
(22) ﴾ وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Dan sungguh telah Kami mu-dahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?" Allah سبحانه وتعالى mengulang-ulangnya sebagai rahmat bagi para hambaNya yang menyeru mereka menuju kebaikan dunia dan akhirat.
Al-Qamar 54:19
"Kaum 'Ad pun telah mendustakan (pula). Maka alangkah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu. Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada hari nahas yang terus-menerus, yang menggelimpangkan manusia seakan-akan mereka batang pokok kurma yang tumbang. Maka betapakah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu. Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?" (Al-Qamar: 18-22).
(18-19) 'Ad adalah kabilah terkenal di Yaman, Allah سبحانه وتعالى mengutus Nabi Hud عليه السلام kepada mereka yang menyerukan mereka untuk mengesakan dan menyembah Allah سبحانه وتعالى, mereka mendusta-kannya, kemudian Allah سبحانه وتعالى mengutus ﴾ رِيحٗا صَرۡصَرٗا ﴿ "angin yang sangat kencang," yaitu sangat kuat, ﴾ فِي يَوۡمِ نَحۡسٖ ﴿ "pada hari nahas," yakni ke-rasnya siksaan dan penderitaan begitu dahsyat menimpa mereka ﴾ مُّسۡتَمِرّٖ ﴿ "yang terus-menerus," selama tujuh malam delapan hari berturut-turut.
(20) ﴾ تَنزِعُ ٱلنَّاسَ ﴿ "Yang menggelimpangkan manusia," karena terlalu kerasnya hingga terpelanting ke atas dan terhempas ke tanah dan membinasakan mereka sehingga mereka menjadi ﴾ كَأَنَّهُمۡ أَعۡجَازُ نَخۡلٖ مُّنقَعِرٖ ﴿ "seakan-akan mereka pokok kurma yang tumbang," artinya, bang-kai mereka setelah binasa seperti pangkal kurma yang tumbang yang tercabut oleh angin kencang dan jatuh ke tanah. Alangkah hinanya makhluk jika mendurhakai perintah Allah سبحانه وتعالى.
(21) ﴾ فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ﴿ "Maka betapakah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu." Demi Allah سبحانه وتعالى, siksaNya amat pedih dan ancamanNya tidak membiarkan seorang pun memiliki alasan.
(22) ﴾ وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Dan sungguh telah Kami mu-dahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?" Allah سبحانه وتعالى mengulang-ulangnya sebagai rahmat bagi para hambaNya yang menyeru mereka menuju kebaikan dunia dan akhirat.
Al-Qamar 54:20
"Kaum 'Ad pun telah mendustakan (pula). Maka alangkah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu. Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada hari nahas yang terus-menerus, yang menggelimpangkan manusia seakan-akan mereka batang pokok kurma yang tumbang. Maka betapakah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu. Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?" (Al-Qamar: 18-22).
(18-19) 'Ad adalah kabilah terkenal di Yaman, Allah سبحانه وتعالى mengutus Nabi Hud عليه السلام kepada mereka yang menyerukan mereka untuk mengesakan dan menyembah Allah سبحانه وتعالى, mereka mendusta-kannya, kemudian Allah سبحانه وتعالى mengutus ﴾ رِيحٗا صَرۡصَرٗا ﴿ "angin yang sangat kencang," yaitu sangat kuat, ﴾ فِي يَوۡمِ نَحۡسٖ ﴿ "pada hari nahas," yakni ke-rasnya siksaan dan penderitaan begitu dahsyat menimpa mereka ﴾ مُّسۡتَمِرّٖ ﴿ "yang terus-menerus," selama tujuh malam delapan hari berturut-turut.
(20) ﴾ تَنزِعُ ٱلنَّاسَ ﴿ "Yang menggelimpangkan manusia," karena terlalu kerasnya hingga terpelanting ke atas dan terhempas ke tanah dan membinasakan mereka sehingga mereka menjadi ﴾ كَأَنَّهُمۡ أَعۡجَازُ نَخۡلٖ مُّنقَعِرٖ ﴿ "seakan-akan mereka pokok kurma yang tumbang," artinya, bang-kai mereka setelah binasa seperti pangkal kurma yang tumbang yang tercabut oleh angin kencang dan jatuh ke tanah. Alangkah hinanya makhluk jika mendurhakai perintah Allah سبحانه وتعالى.
(21) ﴾ فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ﴿ "Maka betapakah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu." Demi Allah سبحانه وتعالى, siksaNya amat pedih dan ancamanNya tidak membiarkan seorang pun memiliki alasan.
(22) ﴾ وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Dan sungguh telah Kami mu-dahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?" Allah سبحانه وتعالى mengulang-ulangnya sebagai rahmat bagi para hambaNya yang menyeru mereka menuju kebaikan dunia dan akhirat.
Al-Qamar 54:21
"Kaum 'Ad pun telah mendustakan (pula). Maka alangkah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu. Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada hari nahas yang terus-menerus, yang menggelimpangkan manusia seakan-akan mereka batang pokok kurma yang tumbang. Maka betapakah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu. Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?" (Al-Qamar: 18-22).
(18-19) 'Ad adalah kabilah terkenal di Yaman, Allah سبحانه وتعالى mengutus Nabi Hud عليه السلام kepada mereka yang menyerukan mereka untuk mengesakan dan menyembah Allah سبحانه وتعالى, mereka mendusta-kannya, kemudian Allah سبحانه وتعالى mengutus ﴾ رِيحٗا صَرۡصَرٗا ﴿ "angin yang sangat kencang," yaitu sangat kuat, ﴾ فِي يَوۡمِ نَحۡسٖ ﴿ "pada hari nahas," yakni ke-rasnya siksaan dan penderitaan begitu dahsyat menimpa mereka ﴾ مُّسۡتَمِرّٖ ﴿ "yang terus-menerus," selama tujuh malam delapan hari berturut-turut.
(20) ﴾ تَنزِعُ ٱلنَّاسَ ﴿ "Yang menggelimpangkan manusia," karena terlalu kerasnya hingga terpelanting ke atas dan terhempas ke tanah dan membinasakan mereka sehingga mereka menjadi ﴾ كَأَنَّهُمۡ أَعۡجَازُ نَخۡلٖ مُّنقَعِرٖ ﴿ "seakan-akan mereka pokok kurma yang tumbang," artinya, bang-kai mereka setelah binasa seperti pangkal kurma yang tumbang yang tercabut oleh angin kencang dan jatuh ke tanah. Alangkah hinanya makhluk jika mendurhakai perintah Allah سبحانه وتعالى.
(21) ﴾ فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ﴿ "Maka betapakah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu." Demi Allah سبحانه وتعالى, siksaNya amat pedih dan ancamanNya tidak membiarkan seorang pun memiliki alasan.
(22) ﴾ وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Dan sungguh telah Kami mu-dahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?" Allah سبحانه وتعالى mengulang-ulangnya sebagai rahmat bagi para hambaNya yang menyeru mereka menuju kebaikan dunia dan akhirat.
Al-Qamar 54:22
"Kaum 'Ad pun telah mendustakan (pula). Maka alangkah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu. Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang sangat kencang pada hari nahas yang terus-menerus, yang menggelimpangkan manusia seakan-akan mereka batang pokok kurma yang tumbang. Maka betapakah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu. Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?" (Al-Qamar: 18-22).
(18-19) 'Ad adalah kabilah terkenal di Yaman, Allah سبحانه وتعالى mengutus Nabi Hud عليه السلام kepada mereka yang menyerukan mereka untuk mengesakan dan menyembah Allah سبحانه وتعالى, mereka mendusta-kannya, kemudian Allah سبحانه وتعالى mengutus ﴾ رِيحٗا صَرۡصَرٗا ﴿ "angin yang sangat kencang," yaitu sangat kuat, ﴾ فِي يَوۡمِ نَحۡسٖ ﴿ "pada hari nahas," yakni ke-rasnya siksaan dan penderitaan begitu dahsyat menimpa mereka ﴾ مُّسۡتَمِرّٖ ﴿ "yang terus-menerus," selama tujuh malam delapan hari berturut-turut.
(20) ﴾ تَنزِعُ ٱلنَّاسَ ﴿ "Yang menggelimpangkan manusia," karena terlalu kerasnya hingga terpelanting ke atas dan terhempas ke tanah dan membinasakan mereka sehingga mereka menjadi ﴾ كَأَنَّهُمۡ أَعۡجَازُ نَخۡلٖ مُّنقَعِرٖ ﴿ "seakan-akan mereka pokok kurma yang tumbang," artinya, bang-kai mereka setelah binasa seperti pangkal kurma yang tumbang yang tercabut oleh angin kencang dan jatuh ke tanah. Alangkah hinanya makhluk jika mendurhakai perintah Allah سبحانه وتعالى.
(21) ﴾ فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ﴿ "Maka betapakah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu." Demi Allah سبحانه وتعالى, siksaNya amat pedih dan ancamanNya tidak membiarkan seorang pun memiliki alasan.
(22) ﴾ وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Dan sungguh telah Kami mu-dahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?" Allah سبحانه وتعالى mengulang-ulangnya sebagai rahmat bagi para hambaNya yang menyeru mereka menuju kebaikan dunia dan akhirat.
Al-Qamar 54:23
"Kaum Tsamud pun telah mendustakan ancaman-ancaman (itu). Maka mereka berkata, 'Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita? Sesungguhnya kalau kita begitu benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila. Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong.' Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong. Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina se-bagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah. Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguh-nya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu), tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran). Maka me-reka memanggil kawannya, lalu kawannya menangkap (unta itu) dan membunuhnya. Alangkah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu. Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rum-put-rumput kering (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang. Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" (Al-Qamar: 23-32).
(23) ﴾ كَذَّبَتۡ ثَمُودُ ﴿ "Kaum Tsamud pun telah mendustakan." Mereka adalah kabilah terkenal yang berada di dataran al-Hijr, nabi mereka bernama Shaleh عليه السلام. Mereka mendustakan beliau ketika menyeru mereka untuk menyembah Allah سبحانه وتعالى semata, yang tidak ada sekutu bagiNya, dan Nabi Shaleh عليه السلام menyampaikan ancaman dengan siksaan jika mereka membangkang.
(24) Mereka mendustakannya dan bersikap tinggi hati ter-hadap beliau dengan berkata seraya menyombongkan diri dan sesat, ﴾ أَبَشَرٗا مِّنَّا وَٰحِدٗا نَّتَّبِعُهُۥٓ ﴿ "Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita?" Artinya, bagaimana kita bisa meng-ikuti seorang manusia dan bukan malaikat, seorang manusia dari kalangan kita sendiri, bukan dari kalangan orang lain yang paling banyak memiliki karunia di antara sesama, sudah demikian dia juga hanya satu orang saja, ﴾ إِنَّآ إِذٗا ﴿ "Sesungguhnya kalau kita begitu," artinya, jika kita mengikutinya dalam kondisi seperti ini,﴾ لَّفِي ضَلَٰلٖ وَسُعُرٍ ﴿ "benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila." Artinya, tentu kami adalah orang-orang sesat dan sengsara. Ucapan mereka ini dikarenakan kesesatan dan kesengsaraan mereka, mereka enggan mengikuti rasul dari kalangan manusia, namun mereka tidak enggan menjadi pemuja pohon, batu, dan lukisan-lukisan.
(25-26) ﴾ أَءُلۡقِيَ ٱلذِّكۡرُ عَلَيۡهِ مِنۢ بَيۡنِنَا ﴿ "Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita?" Artinya, bagaimana bisa Allah سبحانه وتعالى meng-khususkan dia di antara kita semua dengan diberi peringatan (wahyu)? Apa keistimewaan dia sehingga diberi kekhususan di antara kita sekalian? Ini merupakan bantahan dari orang-orang yang mendustakan Allah سبحانه وتعالى, mereka senantiasa menjadikan per-kataan seperti itu untuk membantah seruan para rasul. Allah سبحانه وتعالى menanggapi syubhat tersebut melalui perkataan para rasul terhadap kaumnya, ﴾ قَالَتۡ لَهُمۡ رُسُلُهُمۡ إِن نَّحۡنُ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ وَمَا كَانَ لَنَآ أَن نَّأۡتِيَكُم بِسُلۡطَٰنٍ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ 11 ﴿ "Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka, 'Kami tidak lain hanya-lah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberikan karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hambaNya. Dan tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang yang Mukmin bertawakal'." (Ibrahim: 11). Para rasul dikaruniai Allah سبحانه وتعالى sifat-sifat dan akhlak yang sem-purna, dengan sifat dan akhlak itu mereka layak menerima risalah Rabb mereka serta mendapatkan wahyu secara khusus. Di antara rahmat dan hikmah Allah سبحانه وتعالى adalah mengutus rasul dari kalangan manusia, andai para rasul berasal dari golongan malaikat, tentu manusia tidak bisa bertemu dengan mereka. Dan seandainya meng-utus para rasul dari kalangan malaikat, tentu Allah akan segera menimpakan azab bagi orang-orang yang mendustakan. Maksud dari perkataan kaum Tsamud kepada nabi mereka, Shaleh عليه السلام adalah sebagai pendustaan, karena itulah mereka diberi hukum seperti itu. Mereka berkata, ﴾ بَلۡ هُوَ كَذَّابٌ أَشِرٞ ﴿ "Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong." Artinya, orang yang banyak berdusta dan sombong. Semoga Allah سبحانه وتعالى memperburuk mereka; alangkah bodohnya pemikiran mereka dan alangkah zhalimnya mereka karena menanggapi orang-orang yang benar dan memberi nasihat dengan perkataan buruk.
(27) Tidak ada salahnya jika mereka disiksa oleh Allah سبحانه وتعالى ketika tindakan mereka yang melampaui batas itu semakin menjadi-jadi. Maka Allah سبحانه وتعالى mengirimkan unta yang merupakan binatang ternak terbesar kepada mereka sebagai salah satu tanda kekuasaan Allah سبحانه وتعالى dan sebagai nikmat untuk mereka, di mana mereka meme-ras susu yang mencukupi mereka semua, ﴾ فِتۡنَةٗ لَّهُمۡ ﴿ "sebagai cobaan bagi mereka." Artinya, sebagai ujian dari Allah سبحانه وتعالى untuk mereka, ﴾ فَٱرۡتَقِبۡهُمۡ وَٱصۡطَبِرۡ ﴿ "maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah," artinya, bersabarlah dalam menyeru mereka dan tunggulah apa yang akan menimpa mereka, atau tunggulah apakah mereka mau beriman atau tetap kufur?
(28) ﴾ وَنَبِّئۡهُمۡ أَنَّ ٱلۡمَآءَ قِسۡمَةُۢ بَيۡنَهُمۡۖ ﴿ "Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu)." Artinya, beritahukanlah kepada mereka bahwa sumber air tempat mereka mendapatkan air adalah milik bersama di antara mereka dan unta betina itu, unta memiliki jatah minum pada hari tertentu dan mereka juga memiliki jatah minum di hari yang berbeda.﴾ كُلُّ شِرۡبٖ مُّحۡتَضَرٞ ﴿ "Tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran)," artinya, didatangi oleh orang yang memiliki gilirannya dan bagi yang bukan gilirannya tidak dibolehkan.
(29) ﴾ فَنَادَوۡاْ صَاحِبَهُمۡ ﴿ "Maka mereka memanggil kawannya," yang menyembelih unta itu, dia adalah orang yang paling celaka di ka-bilah itu, ﴾ فَتَعَاطَىٰ ﴿ "lalu kawannya menangkap (unta itu)," ia mematuhi perintah kawan-kawannya untuk menyembelih unta, ﴾ فَعَقَرَ ﴿ "dan membunuhnya."
(30-31) ﴾ فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ﴿ "Alangkah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu," siksaan itu benar-benar siksaan yang paling dahsyat. Allah سبحانه وتعالى mengirimkan guntur keras dan goncangan yang membinasakan mereka seluruhnya dan Allah سبحانه وتعالى menyelamatkan Nabi Shaleh عليه السلام dan orang-orang yang beriman bersama beliau. ﴾ وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?"
Al-Qamar 54:24
"Kaum Tsamud pun telah mendustakan ancaman-ancaman (itu). Maka mereka berkata, 'Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita? Sesungguhnya kalau kita begitu benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila. Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong.' Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong. Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina se-bagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah. Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguh-nya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu), tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran). Maka me-reka memanggil kawannya, lalu kawannya menangkap (unta itu) dan membunuhnya. Alangkah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu. Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rum-put-rumput kering (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang. Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" (Al-Qamar: 23-32).
(23) ﴾ كَذَّبَتۡ ثَمُودُ ﴿ "Kaum Tsamud pun telah mendustakan." Mereka adalah kabilah terkenal yang berada di dataran al-Hijr, nabi mereka bernama Shaleh عليه السلام. Mereka mendustakan beliau ketika menyeru mereka untuk menyembah Allah سبحانه وتعالى semata, yang tidak ada sekutu bagiNya, dan Nabi Shaleh عليه السلام menyampaikan ancaman dengan siksaan jika mereka membangkang.
(24) Mereka mendustakannya dan bersikap tinggi hati ter-hadap beliau dengan berkata seraya menyombongkan diri dan sesat, ﴾ أَبَشَرٗا مِّنَّا وَٰحِدٗا نَّتَّبِعُهُۥٓ ﴿ "Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita?" Artinya, bagaimana kita bisa meng-ikuti seorang manusia dan bukan malaikat, seorang manusia dari kalangan kita sendiri, bukan dari kalangan orang lain yang paling banyak memiliki karunia di antara sesama, sudah demikian dia juga hanya satu orang saja, ﴾ إِنَّآ إِذٗا ﴿ "Sesungguhnya kalau kita begitu," artinya, jika kita mengikutinya dalam kondisi seperti ini,﴾ لَّفِي ضَلَٰلٖ وَسُعُرٍ ﴿ "benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila." Artinya, tentu kami adalah orang-orang sesat dan sengsara. Ucapan mereka ini dikarenakan kesesatan dan kesengsaraan mereka, mereka enggan mengikuti rasul dari kalangan manusia, namun mereka tidak enggan menjadi pemuja pohon, batu, dan lukisan-lukisan.
(25-26) ﴾ أَءُلۡقِيَ ٱلذِّكۡرُ عَلَيۡهِ مِنۢ بَيۡنِنَا ﴿ "Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita?" Artinya, bagaimana bisa Allah سبحانه وتعالى meng-khususkan dia di antara kita semua dengan diberi peringatan (wahyu)? Apa keistimewaan dia sehingga diberi kekhususan di antara kita sekalian? Ini merupakan bantahan dari orang-orang yang mendustakan Allah سبحانه وتعالى, mereka senantiasa menjadikan per-kataan seperti itu untuk membantah seruan para rasul. Allah سبحانه وتعالى menanggapi syubhat tersebut melalui perkataan para rasul terhadap kaumnya, ﴾ قَالَتۡ لَهُمۡ رُسُلُهُمۡ إِن نَّحۡنُ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ وَمَا كَانَ لَنَآ أَن نَّأۡتِيَكُم بِسُلۡطَٰنٍ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ 11 ﴿ "Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka, 'Kami tidak lain hanya-lah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberikan karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hambaNya. Dan tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang yang Mukmin bertawakal'." (Ibrahim: 11). Para rasul dikaruniai Allah سبحانه وتعالى sifat-sifat dan akhlak yang sem-purna, dengan sifat dan akhlak itu mereka layak menerima risalah Rabb mereka serta mendapatkan wahyu secara khusus. Di antara rahmat dan hikmah Allah سبحانه وتعالى adalah mengutus rasul dari kalangan manusia, andai para rasul berasal dari golongan malaikat, tentu manusia tidak bisa bertemu dengan mereka. Dan seandainya meng-utus para rasul dari kalangan malaikat, tentu Allah akan segera menimpakan azab bagi orang-orang yang mendustakan. Maksud dari perkataan kaum Tsamud kepada nabi mereka, Shaleh عليه السلام adalah sebagai pendustaan, karena itulah mereka diberi hukum seperti itu. Mereka berkata, ﴾ بَلۡ هُوَ كَذَّابٌ أَشِرٞ ﴿ "Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong." Artinya, orang yang banyak berdusta dan sombong. Semoga Allah سبحانه وتعالى memperburuk mereka; alangkah bodohnya pemikiran mereka dan alangkah zhalimnya mereka karena menanggapi orang-orang yang benar dan memberi nasihat dengan perkataan buruk.
(27) Tidak ada salahnya jika mereka disiksa oleh Allah سبحانه وتعالى ketika tindakan mereka yang melampaui batas itu semakin menjadi-jadi. Maka Allah سبحانه وتعالى mengirimkan unta yang merupakan binatang ternak terbesar kepada mereka sebagai salah satu tanda kekuasaan Allah سبحانه وتعالى dan sebagai nikmat untuk mereka, di mana mereka meme-ras susu yang mencukupi mereka semua, ﴾ فِتۡنَةٗ لَّهُمۡ ﴿ "sebagai cobaan bagi mereka." Artinya, sebagai ujian dari Allah سبحانه وتعالى untuk mereka, ﴾ فَٱرۡتَقِبۡهُمۡ وَٱصۡطَبِرۡ ﴿ "maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah," artinya, bersabarlah dalam menyeru mereka dan tunggulah apa yang akan menimpa mereka, atau tunggulah apakah mereka mau beriman atau tetap kufur?
(28) ﴾ وَنَبِّئۡهُمۡ أَنَّ ٱلۡمَآءَ قِسۡمَةُۢ بَيۡنَهُمۡۖ ﴿ "Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu)." Artinya, beritahukanlah kepada mereka bahwa sumber air tempat mereka mendapatkan air adalah milik bersama di antara mereka dan unta betina itu, unta memiliki jatah minum pada hari tertentu dan mereka juga memiliki jatah minum di hari yang berbeda.﴾ كُلُّ شِرۡبٖ مُّحۡتَضَرٞ ﴿ "Tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran)," artinya, didatangi oleh orang yang memiliki gilirannya dan bagi yang bukan gilirannya tidak dibolehkan.
(29) ﴾ فَنَادَوۡاْ صَاحِبَهُمۡ ﴿ "Maka mereka memanggil kawannya," yang menyembelih unta itu, dia adalah orang yang paling celaka di ka-bilah itu, ﴾ فَتَعَاطَىٰ ﴿ "lalu kawannya menangkap (unta itu)," ia mematuhi perintah kawan-kawannya untuk menyembelih unta, ﴾ فَعَقَرَ ﴿ "dan membunuhnya."
(30-31) ﴾ فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ﴿ "Alangkah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu," siksaan itu benar-benar siksaan yang paling dahsyat. Allah سبحانه وتعالى mengirimkan guntur keras dan goncangan yang membinasakan mereka seluruhnya dan Allah سبحانه وتعالى menyelamatkan Nabi Shaleh عليه السلام dan orang-orang yang beriman bersama beliau. ﴾ وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?"
Al-Qamar 54:25
"Kaum Tsamud pun telah mendustakan ancaman-ancaman (itu). Maka mereka berkata, 'Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita? Sesungguhnya kalau kita begitu benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila. Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong.' Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong. Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina se-bagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah. Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguh-nya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu), tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran). Maka me-reka memanggil kawannya, lalu kawannya menangkap (unta itu) dan membunuhnya. Alangkah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu. Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rum-put-rumput kering (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang. Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" (Al-Qamar: 23-32).
(23) ﴾ كَذَّبَتۡ ثَمُودُ ﴿ "Kaum Tsamud pun telah mendustakan." Mereka adalah kabilah terkenal yang berada di dataran al-Hijr, nabi mereka bernama Shaleh عليه السلام. Mereka mendustakan beliau ketika menyeru mereka untuk menyembah Allah سبحانه وتعالى semata, yang tidak ada sekutu bagiNya, dan Nabi Shaleh عليه السلام menyampaikan ancaman dengan siksaan jika mereka membangkang.
(24) Mereka mendustakannya dan bersikap tinggi hati ter-hadap beliau dengan berkata seraya menyombongkan diri dan sesat, ﴾ أَبَشَرٗا مِّنَّا وَٰحِدٗا نَّتَّبِعُهُۥٓ ﴿ "Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita?" Artinya, bagaimana kita bisa meng-ikuti seorang manusia dan bukan malaikat, seorang manusia dari kalangan kita sendiri, bukan dari kalangan orang lain yang paling banyak memiliki karunia di antara sesama, sudah demikian dia juga hanya satu orang saja, ﴾ إِنَّآ إِذٗا ﴿ "Sesungguhnya kalau kita begitu," artinya, jika kita mengikutinya dalam kondisi seperti ini,﴾ لَّفِي ضَلَٰلٖ وَسُعُرٍ ﴿ "benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila." Artinya, tentu kami adalah orang-orang sesat dan sengsara. Ucapan mereka ini dikarenakan kesesatan dan kesengsaraan mereka, mereka enggan mengikuti rasul dari kalangan manusia, namun mereka tidak enggan menjadi pemuja pohon, batu, dan lukisan-lukisan.
(25-26) ﴾ أَءُلۡقِيَ ٱلذِّكۡرُ عَلَيۡهِ مِنۢ بَيۡنِنَا ﴿ "Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita?" Artinya, bagaimana bisa Allah سبحانه وتعالى meng-khususkan dia di antara kita semua dengan diberi peringatan (wahyu)? Apa keistimewaan dia sehingga diberi kekhususan di antara kita sekalian? Ini merupakan bantahan dari orang-orang yang mendustakan Allah سبحانه وتعالى, mereka senantiasa menjadikan per-kataan seperti itu untuk membantah seruan para rasul. Allah سبحانه وتعالى menanggapi syubhat tersebut melalui perkataan para rasul terhadap kaumnya, ﴾ قَالَتۡ لَهُمۡ رُسُلُهُمۡ إِن نَّحۡنُ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ وَمَا كَانَ لَنَآ أَن نَّأۡتِيَكُم بِسُلۡطَٰنٍ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ 11 ﴿ "Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka, 'Kami tidak lain hanya-lah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberikan karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hambaNya. Dan tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang yang Mukmin bertawakal'." (Ibrahim: 11). Para rasul dikaruniai Allah سبحانه وتعالى sifat-sifat dan akhlak yang sem-purna, dengan sifat dan akhlak itu mereka layak menerima risalah Rabb mereka serta mendapatkan wahyu secara khusus. Di antara rahmat dan hikmah Allah سبحانه وتعالى adalah mengutus rasul dari kalangan manusia, andai para rasul berasal dari golongan malaikat, tentu manusia tidak bisa bertemu dengan mereka. Dan seandainya meng-utus para rasul dari kalangan malaikat, tentu Allah akan segera menimpakan azab bagi orang-orang yang mendustakan. Maksud dari perkataan kaum Tsamud kepada nabi mereka, Shaleh عليه السلام adalah sebagai pendustaan, karena itulah mereka diberi hukum seperti itu. Mereka berkata, ﴾ بَلۡ هُوَ كَذَّابٌ أَشِرٞ ﴿ "Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong." Artinya, orang yang banyak berdusta dan sombong. Semoga Allah سبحانه وتعالى memperburuk mereka; alangkah bodohnya pemikiran mereka dan alangkah zhalimnya mereka karena menanggapi orang-orang yang benar dan memberi nasihat dengan perkataan buruk.
(27) Tidak ada salahnya jika mereka disiksa oleh Allah سبحانه وتعالى ketika tindakan mereka yang melampaui batas itu semakin menjadi-jadi. Maka Allah سبحانه وتعالى mengirimkan unta yang merupakan binatang ternak terbesar kepada mereka sebagai salah satu tanda kekuasaan Allah سبحانه وتعالى dan sebagai nikmat untuk mereka, di mana mereka meme-ras susu yang mencukupi mereka semua, ﴾ فِتۡنَةٗ لَّهُمۡ ﴿ "sebagai cobaan bagi mereka." Artinya, sebagai ujian dari Allah سبحانه وتعالى untuk mereka, ﴾ فَٱرۡتَقِبۡهُمۡ وَٱصۡطَبِرۡ ﴿ "maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah," artinya, bersabarlah dalam menyeru mereka dan tunggulah apa yang akan menimpa mereka, atau tunggulah apakah mereka mau beriman atau tetap kufur?
(28) ﴾ وَنَبِّئۡهُمۡ أَنَّ ٱلۡمَآءَ قِسۡمَةُۢ بَيۡنَهُمۡۖ ﴿ "Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu)." Artinya, beritahukanlah kepada mereka bahwa sumber air tempat mereka mendapatkan air adalah milik bersama di antara mereka dan unta betina itu, unta memiliki jatah minum pada hari tertentu dan mereka juga memiliki jatah minum di hari yang berbeda.﴾ كُلُّ شِرۡبٖ مُّحۡتَضَرٞ ﴿ "Tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran)," artinya, didatangi oleh orang yang memiliki gilirannya dan bagi yang bukan gilirannya tidak dibolehkan.
(29) ﴾ فَنَادَوۡاْ صَاحِبَهُمۡ ﴿ "Maka mereka memanggil kawannya," yang menyembelih unta itu, dia adalah orang yang paling celaka di ka-bilah itu, ﴾ فَتَعَاطَىٰ ﴿ "lalu kawannya menangkap (unta itu)," ia mematuhi perintah kawan-kawannya untuk menyembelih unta, ﴾ فَعَقَرَ ﴿ "dan membunuhnya."
(30-31) ﴾ فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ﴿ "Alangkah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu," siksaan itu benar-benar siksaan yang paling dahsyat. Allah سبحانه وتعالى mengirimkan guntur keras dan goncangan yang membinasakan mereka seluruhnya dan Allah سبحانه وتعالى menyelamatkan Nabi Shaleh عليه السلام dan orang-orang yang beriman bersama beliau. ﴾ وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?"
Al-Qamar 54:26
"Kaum Tsamud pun telah mendustakan ancaman-ancaman (itu). Maka mereka berkata, 'Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita? Sesungguhnya kalau kita begitu benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila. Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong.' Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong. Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina se-bagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah. Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguh-nya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu), tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran). Maka me-reka memanggil kawannya, lalu kawannya menangkap (unta itu) dan membunuhnya. Alangkah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu. Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rum-put-rumput kering (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang. Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" (Al-Qamar: 23-32).
(23) ﴾ كَذَّبَتۡ ثَمُودُ ﴿ "Kaum Tsamud pun telah mendustakan." Mereka adalah kabilah terkenal yang berada di dataran al-Hijr, nabi mereka bernama Shaleh عليه السلام. Mereka mendustakan beliau ketika menyeru mereka untuk menyembah Allah سبحانه وتعالى semata, yang tidak ada sekutu bagiNya, dan Nabi Shaleh عليه السلام menyampaikan ancaman dengan siksaan jika mereka membangkang.
(24) Mereka mendustakannya dan bersikap tinggi hati ter-hadap beliau dengan berkata seraya menyombongkan diri dan sesat, ﴾ أَبَشَرٗا مِّنَّا وَٰحِدٗا نَّتَّبِعُهُۥٓ ﴿ "Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita?" Artinya, bagaimana kita bisa meng-ikuti seorang manusia dan bukan malaikat, seorang manusia dari kalangan kita sendiri, bukan dari kalangan orang lain yang paling banyak memiliki karunia di antara sesama, sudah demikian dia juga hanya satu orang saja, ﴾ إِنَّآ إِذٗا ﴿ "Sesungguhnya kalau kita begitu," artinya, jika kita mengikutinya dalam kondisi seperti ini,﴾ لَّفِي ضَلَٰلٖ وَسُعُرٍ ﴿ "benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila." Artinya, tentu kami adalah orang-orang sesat dan sengsara. Ucapan mereka ini dikarenakan kesesatan dan kesengsaraan mereka, mereka enggan mengikuti rasul dari kalangan manusia, namun mereka tidak enggan menjadi pemuja pohon, batu, dan lukisan-lukisan.
(25-26) ﴾ أَءُلۡقِيَ ٱلذِّكۡرُ عَلَيۡهِ مِنۢ بَيۡنِنَا ﴿ "Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita?" Artinya, bagaimana bisa Allah سبحانه وتعالى meng-khususkan dia di antara kita semua dengan diberi peringatan (wahyu)? Apa keistimewaan dia sehingga diberi kekhususan di antara kita sekalian? Ini merupakan bantahan dari orang-orang yang mendustakan Allah سبحانه وتعالى, mereka senantiasa menjadikan per-kataan seperti itu untuk membantah seruan para rasul. Allah سبحانه وتعالى menanggapi syubhat tersebut melalui perkataan para rasul terhadap kaumnya, ﴾ قَالَتۡ لَهُمۡ رُسُلُهُمۡ إِن نَّحۡنُ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ وَمَا كَانَ لَنَآ أَن نَّأۡتِيَكُم بِسُلۡطَٰنٍ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ 11 ﴿ "Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka, 'Kami tidak lain hanya-lah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberikan karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hambaNya. Dan tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang yang Mukmin bertawakal'." (Ibrahim: 11). Para rasul dikaruniai Allah سبحانه وتعالى sifat-sifat dan akhlak yang sem-purna, dengan sifat dan akhlak itu mereka layak menerima risalah Rabb mereka serta mendapatkan wahyu secara khusus. Di antara rahmat dan hikmah Allah سبحانه وتعالى adalah mengutus rasul dari kalangan manusia, andai para rasul berasal dari golongan malaikat, tentu manusia tidak bisa bertemu dengan mereka. Dan seandainya meng-utus para rasul dari kalangan malaikat, tentu Allah akan segera menimpakan azab bagi orang-orang yang mendustakan. Maksud dari perkataan kaum Tsamud kepada nabi mereka, Shaleh عليه السلام adalah sebagai pendustaan, karena itulah mereka diberi hukum seperti itu. Mereka berkata, ﴾ بَلۡ هُوَ كَذَّابٌ أَشِرٞ ﴿ "Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong." Artinya, orang yang banyak berdusta dan sombong. Semoga Allah سبحانه وتعالى memperburuk mereka; alangkah bodohnya pemikiran mereka dan alangkah zhalimnya mereka karena menanggapi orang-orang yang benar dan memberi nasihat dengan perkataan buruk.
(27) Tidak ada salahnya jika mereka disiksa oleh Allah سبحانه وتعالى ketika tindakan mereka yang melampaui batas itu semakin menjadi-jadi. Maka Allah سبحانه وتعالى mengirimkan unta yang merupakan binatang ternak terbesar kepada mereka sebagai salah satu tanda kekuasaan Allah سبحانه وتعالى dan sebagai nikmat untuk mereka, di mana mereka meme-ras susu yang mencukupi mereka semua, ﴾ فِتۡنَةٗ لَّهُمۡ ﴿ "sebagai cobaan bagi mereka." Artinya, sebagai ujian dari Allah سبحانه وتعالى untuk mereka, ﴾ فَٱرۡتَقِبۡهُمۡ وَٱصۡطَبِرۡ ﴿ "maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah," artinya, bersabarlah dalam menyeru mereka dan tunggulah apa yang akan menimpa mereka, atau tunggulah apakah mereka mau beriman atau tetap kufur?
(28) ﴾ وَنَبِّئۡهُمۡ أَنَّ ٱلۡمَآءَ قِسۡمَةُۢ بَيۡنَهُمۡۖ ﴿ "Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu)." Artinya, beritahukanlah kepada mereka bahwa sumber air tempat mereka mendapatkan air adalah milik bersama di antara mereka dan unta betina itu, unta memiliki jatah minum pada hari tertentu dan mereka juga memiliki jatah minum di hari yang berbeda.﴾ كُلُّ شِرۡبٖ مُّحۡتَضَرٞ ﴿ "Tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran)," artinya, didatangi oleh orang yang memiliki gilirannya dan bagi yang bukan gilirannya tidak dibolehkan.
(29) ﴾ فَنَادَوۡاْ صَاحِبَهُمۡ ﴿ "Maka mereka memanggil kawannya," yang menyembelih unta itu, dia adalah orang yang paling celaka di ka-bilah itu, ﴾ فَتَعَاطَىٰ ﴿ "lalu kawannya menangkap (unta itu)," ia mematuhi perintah kawan-kawannya untuk menyembelih unta, ﴾ فَعَقَرَ ﴿ "dan membunuhnya."
(30-31) ﴾ فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ﴿ "Alangkah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu," siksaan itu benar-benar siksaan yang paling dahsyat. Allah سبحانه وتعالى mengirimkan guntur keras dan goncangan yang membinasakan mereka seluruhnya dan Allah سبحانه وتعالى menyelamatkan Nabi Shaleh عليه السلام dan orang-orang yang beriman bersama beliau. ﴾ وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?"
Al-Qamar 54:27
"Kaum Tsamud pun telah mendustakan ancaman-ancaman (itu). Maka mereka berkata, 'Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita? Sesungguhnya kalau kita begitu benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila. Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong.' Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong. Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina se-bagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah. Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguh-nya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu), tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran). Maka me-reka memanggil kawannya, lalu kawannya menangkap (unta itu) dan membunuhnya. Alangkah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu. Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rum-put-rumput kering (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang. Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" (Al-Qamar: 23-32).
(23) ﴾ كَذَّبَتۡ ثَمُودُ ﴿ "Kaum Tsamud pun telah mendustakan." Mereka adalah kabilah terkenal yang berada di dataran al-Hijr, nabi mereka bernama Shaleh عليه السلام. Mereka mendustakan beliau ketika menyeru mereka untuk menyembah Allah سبحانه وتعالى semata, yang tidak ada sekutu bagiNya, dan Nabi Shaleh عليه السلام menyampaikan ancaman dengan siksaan jika mereka membangkang.
(24) Mereka mendustakannya dan bersikap tinggi hati ter-hadap beliau dengan berkata seraya menyombongkan diri dan sesat, ﴾ أَبَشَرٗا مِّنَّا وَٰحِدٗا نَّتَّبِعُهُۥٓ ﴿ "Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita?" Artinya, bagaimana kita bisa meng-ikuti seorang manusia dan bukan malaikat, seorang manusia dari kalangan kita sendiri, bukan dari kalangan orang lain yang paling banyak memiliki karunia di antara sesama, sudah demikian dia juga hanya satu orang saja, ﴾ إِنَّآ إِذٗا ﴿ "Sesungguhnya kalau kita begitu," artinya, jika kita mengikutinya dalam kondisi seperti ini,﴾ لَّفِي ضَلَٰلٖ وَسُعُرٍ ﴿ "benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila." Artinya, tentu kami adalah orang-orang sesat dan sengsara. Ucapan mereka ini dikarenakan kesesatan dan kesengsaraan mereka, mereka enggan mengikuti rasul dari kalangan manusia, namun mereka tidak enggan menjadi pemuja pohon, batu, dan lukisan-lukisan.
(25-26) ﴾ أَءُلۡقِيَ ٱلذِّكۡرُ عَلَيۡهِ مِنۢ بَيۡنِنَا ﴿ "Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita?" Artinya, bagaimana bisa Allah سبحانه وتعالى meng-khususkan dia di antara kita semua dengan diberi peringatan (wahyu)? Apa keistimewaan dia sehingga diberi kekhususan di antara kita sekalian? Ini merupakan bantahan dari orang-orang yang mendustakan Allah سبحانه وتعالى, mereka senantiasa menjadikan per-kataan seperti itu untuk membantah seruan para rasul. Allah سبحانه وتعالى menanggapi syubhat tersebut melalui perkataan para rasul terhadap kaumnya, ﴾ قَالَتۡ لَهُمۡ رُسُلُهُمۡ إِن نَّحۡنُ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ وَمَا كَانَ لَنَآ أَن نَّأۡتِيَكُم بِسُلۡطَٰنٍ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ 11 ﴿ "Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka, 'Kami tidak lain hanya-lah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberikan karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hambaNya. Dan tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang yang Mukmin bertawakal'." (Ibrahim: 11). Para rasul dikaruniai Allah سبحانه وتعالى sifat-sifat dan akhlak yang sem-purna, dengan sifat dan akhlak itu mereka layak menerima risalah Rabb mereka serta mendapatkan wahyu secara khusus. Di antara rahmat dan hikmah Allah سبحانه وتعالى adalah mengutus rasul dari kalangan manusia, andai para rasul berasal dari golongan malaikat, tentu manusia tidak bisa bertemu dengan mereka. Dan seandainya meng-utus para rasul dari kalangan malaikat, tentu Allah akan segera menimpakan azab bagi orang-orang yang mendustakan. Maksud dari perkataan kaum Tsamud kepada nabi mereka, Shaleh عليه السلام adalah sebagai pendustaan, karena itulah mereka diberi hukum seperti itu. Mereka berkata, ﴾ بَلۡ هُوَ كَذَّابٌ أَشِرٞ ﴿ "Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong." Artinya, orang yang banyak berdusta dan sombong. Semoga Allah سبحانه وتعالى memperburuk mereka; alangkah bodohnya pemikiran mereka dan alangkah zhalimnya mereka karena menanggapi orang-orang yang benar dan memberi nasihat dengan perkataan buruk.
(27) Tidak ada salahnya jika mereka disiksa oleh Allah سبحانه وتعالى ketika tindakan mereka yang melampaui batas itu semakin menjadi-jadi. Maka Allah سبحانه وتعالى mengirimkan unta yang merupakan binatang ternak terbesar kepada mereka sebagai salah satu tanda kekuasaan Allah سبحانه وتعالى dan sebagai nikmat untuk mereka, di mana mereka meme-ras susu yang mencukupi mereka semua, ﴾ فِتۡنَةٗ لَّهُمۡ ﴿ "sebagai cobaan bagi mereka." Artinya, sebagai ujian dari Allah سبحانه وتعالى untuk mereka, ﴾ فَٱرۡتَقِبۡهُمۡ وَٱصۡطَبِرۡ ﴿ "maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah," artinya, bersabarlah dalam menyeru mereka dan tunggulah apa yang akan menimpa mereka, atau tunggulah apakah mereka mau beriman atau tetap kufur?
(28) ﴾ وَنَبِّئۡهُمۡ أَنَّ ٱلۡمَآءَ قِسۡمَةُۢ بَيۡنَهُمۡۖ ﴿ "Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu)." Artinya, beritahukanlah kepada mereka bahwa sumber air tempat mereka mendapatkan air adalah milik bersama di antara mereka dan unta betina itu, unta memiliki jatah minum pada hari tertentu dan mereka juga memiliki jatah minum di hari yang berbeda.﴾ كُلُّ شِرۡبٖ مُّحۡتَضَرٞ ﴿ "Tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran)," artinya, didatangi oleh orang yang memiliki gilirannya dan bagi yang bukan gilirannya tidak dibolehkan.
(29) ﴾ فَنَادَوۡاْ صَاحِبَهُمۡ ﴿ "Maka mereka memanggil kawannya," yang menyembelih unta itu, dia adalah orang yang paling celaka di ka-bilah itu, ﴾ فَتَعَاطَىٰ ﴿ "lalu kawannya menangkap (unta itu)," ia mematuhi perintah kawan-kawannya untuk menyembelih unta, ﴾ فَعَقَرَ ﴿ "dan membunuhnya."
(30-31) ﴾ فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ﴿ "Alangkah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu," siksaan itu benar-benar siksaan yang paling dahsyat. Allah سبحانه وتعالى mengirimkan guntur keras dan goncangan yang membinasakan mereka seluruhnya dan Allah سبحانه وتعالى menyelamatkan Nabi Shaleh عليه السلام dan orang-orang yang beriman bersama beliau. ﴾ وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?"
Al-Qamar 54:28
"Kaum Tsamud pun telah mendustakan ancaman-ancaman (itu). Maka mereka berkata, 'Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita? Sesungguhnya kalau kita begitu benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila. Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong.' Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong. Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina se-bagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah. Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguh-nya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu), tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran). Maka me-reka memanggil kawannya, lalu kawannya menangkap (unta itu) dan membunuhnya. Alangkah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu. Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rum-put-rumput kering (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang. Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" (Al-Qamar: 23-32).
(23) ﴾ كَذَّبَتۡ ثَمُودُ ﴿ "Kaum Tsamud pun telah mendustakan." Mereka adalah kabilah terkenal yang berada di dataran al-Hijr, nabi mereka bernama Shaleh عليه السلام. Mereka mendustakan beliau ketika menyeru mereka untuk menyembah Allah سبحانه وتعالى semata, yang tidak ada sekutu bagiNya, dan Nabi Shaleh عليه السلام menyampaikan ancaman dengan siksaan jika mereka membangkang.
(24) Mereka mendustakannya dan bersikap tinggi hati ter-hadap beliau dengan berkata seraya menyombongkan diri dan sesat, ﴾ أَبَشَرٗا مِّنَّا وَٰحِدٗا نَّتَّبِعُهُۥٓ ﴿ "Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita?" Artinya, bagaimana kita bisa meng-ikuti seorang manusia dan bukan malaikat, seorang manusia dari kalangan kita sendiri, bukan dari kalangan orang lain yang paling banyak memiliki karunia di antara sesama, sudah demikian dia juga hanya satu orang saja, ﴾ إِنَّآ إِذٗا ﴿ "Sesungguhnya kalau kita begitu," artinya, jika kita mengikutinya dalam kondisi seperti ini,﴾ لَّفِي ضَلَٰلٖ وَسُعُرٍ ﴿ "benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila." Artinya, tentu kami adalah orang-orang sesat dan sengsara. Ucapan mereka ini dikarenakan kesesatan dan kesengsaraan mereka, mereka enggan mengikuti rasul dari kalangan manusia, namun mereka tidak enggan menjadi pemuja pohon, batu, dan lukisan-lukisan.
(25-26) ﴾ أَءُلۡقِيَ ٱلذِّكۡرُ عَلَيۡهِ مِنۢ بَيۡنِنَا ﴿ "Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita?" Artinya, bagaimana bisa Allah سبحانه وتعالى meng-khususkan dia di antara kita semua dengan diberi peringatan (wahyu)? Apa keistimewaan dia sehingga diberi kekhususan di antara kita sekalian? Ini merupakan bantahan dari orang-orang yang mendustakan Allah سبحانه وتعالى, mereka senantiasa menjadikan per-kataan seperti itu untuk membantah seruan para rasul. Allah سبحانه وتعالى menanggapi syubhat tersebut melalui perkataan para rasul terhadap kaumnya, ﴾ قَالَتۡ لَهُمۡ رُسُلُهُمۡ إِن نَّحۡنُ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ وَمَا كَانَ لَنَآ أَن نَّأۡتِيَكُم بِسُلۡطَٰنٍ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ 11 ﴿ "Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka, 'Kami tidak lain hanya-lah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberikan karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hambaNya. Dan tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang yang Mukmin bertawakal'." (Ibrahim: 11). Para rasul dikaruniai Allah سبحانه وتعالى sifat-sifat dan akhlak yang sem-purna, dengan sifat dan akhlak itu mereka layak menerima risalah Rabb mereka serta mendapatkan wahyu secara khusus. Di antara rahmat dan hikmah Allah سبحانه وتعالى adalah mengutus rasul dari kalangan manusia, andai para rasul berasal dari golongan malaikat, tentu manusia tidak bisa bertemu dengan mereka. Dan seandainya meng-utus para rasul dari kalangan malaikat, tentu Allah akan segera menimpakan azab bagi orang-orang yang mendustakan. Maksud dari perkataan kaum Tsamud kepada nabi mereka, Shaleh عليه السلام adalah sebagai pendustaan, karena itulah mereka diberi hukum seperti itu. Mereka berkata, ﴾ بَلۡ هُوَ كَذَّابٌ أَشِرٞ ﴿ "Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong." Artinya, orang yang banyak berdusta dan sombong. Semoga Allah سبحانه وتعالى memperburuk mereka; alangkah bodohnya pemikiran mereka dan alangkah zhalimnya mereka karena menanggapi orang-orang yang benar dan memberi nasihat dengan perkataan buruk.
(27) Tidak ada salahnya jika mereka disiksa oleh Allah سبحانه وتعالى ketika tindakan mereka yang melampaui batas itu semakin menjadi-jadi. Maka Allah سبحانه وتعالى mengirimkan unta yang merupakan binatang ternak terbesar kepada mereka sebagai salah satu tanda kekuasaan Allah سبحانه وتعالى dan sebagai nikmat untuk mereka, di mana mereka meme-ras susu yang mencukupi mereka semua, ﴾ فِتۡنَةٗ لَّهُمۡ ﴿ "sebagai cobaan bagi mereka." Artinya, sebagai ujian dari Allah سبحانه وتعالى untuk mereka, ﴾ فَٱرۡتَقِبۡهُمۡ وَٱصۡطَبِرۡ ﴿ "maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah," artinya, bersabarlah dalam menyeru mereka dan tunggulah apa yang akan menimpa mereka, atau tunggulah apakah mereka mau beriman atau tetap kufur?
(28) ﴾ وَنَبِّئۡهُمۡ أَنَّ ٱلۡمَآءَ قِسۡمَةُۢ بَيۡنَهُمۡۖ ﴿ "Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu)." Artinya, beritahukanlah kepada mereka bahwa sumber air tempat mereka mendapatkan air adalah milik bersama di antara mereka dan unta betina itu, unta memiliki jatah minum pada hari tertentu dan mereka juga memiliki jatah minum di hari yang berbeda.﴾ كُلُّ شِرۡبٖ مُّحۡتَضَرٞ ﴿ "Tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran)," artinya, didatangi oleh orang yang memiliki gilirannya dan bagi yang bukan gilirannya tidak dibolehkan.
(29) ﴾ فَنَادَوۡاْ صَاحِبَهُمۡ ﴿ "Maka mereka memanggil kawannya," yang menyembelih unta itu, dia adalah orang yang paling celaka di ka-bilah itu, ﴾ فَتَعَاطَىٰ ﴿ "lalu kawannya menangkap (unta itu)," ia mematuhi perintah kawan-kawannya untuk menyembelih unta, ﴾ فَعَقَرَ ﴿ "dan membunuhnya."
(30-31) ﴾ فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ﴿ "Alangkah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu," siksaan itu benar-benar siksaan yang paling dahsyat. Allah سبحانه وتعالى mengirimkan guntur keras dan goncangan yang membinasakan mereka seluruhnya dan Allah سبحانه وتعالى menyelamatkan Nabi Shaleh عليه السلام dan orang-orang yang beriman bersama beliau. ﴾ وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?"
Al-Qamar 54:29
"Kaum Tsamud pun telah mendustakan ancaman-ancaman (itu). Maka mereka berkata, 'Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita? Sesungguhnya kalau kita begitu benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila. Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong.' Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong. Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina se-bagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah. Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguh-nya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu), tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran). Maka me-reka memanggil kawannya, lalu kawannya menangkap (unta itu) dan membunuhnya. Alangkah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu. Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rum-put-rumput kering (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang. Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" (Al-Qamar: 23-32).
(23) ﴾ كَذَّبَتۡ ثَمُودُ ﴿ "Kaum Tsamud pun telah mendustakan." Mereka adalah kabilah terkenal yang berada di dataran al-Hijr, nabi mereka bernama Shaleh عليه السلام. Mereka mendustakan beliau ketika menyeru mereka untuk menyembah Allah سبحانه وتعالى semata, yang tidak ada sekutu bagiNya, dan Nabi Shaleh عليه السلام menyampaikan ancaman dengan siksaan jika mereka membangkang.
(24) Mereka mendustakannya dan bersikap tinggi hati ter-hadap beliau dengan berkata seraya menyombongkan diri dan sesat, ﴾ أَبَشَرٗا مِّنَّا وَٰحِدٗا نَّتَّبِعُهُۥٓ ﴿ "Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita?" Artinya, bagaimana kita bisa meng-ikuti seorang manusia dan bukan malaikat, seorang manusia dari kalangan kita sendiri, bukan dari kalangan orang lain yang paling banyak memiliki karunia di antara sesama, sudah demikian dia juga hanya satu orang saja, ﴾ إِنَّآ إِذٗا ﴿ "Sesungguhnya kalau kita begitu," artinya, jika kita mengikutinya dalam kondisi seperti ini,﴾ لَّفِي ضَلَٰلٖ وَسُعُرٍ ﴿ "benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila." Artinya, tentu kami adalah orang-orang sesat dan sengsara. Ucapan mereka ini dikarenakan kesesatan dan kesengsaraan mereka, mereka enggan mengikuti rasul dari kalangan manusia, namun mereka tidak enggan menjadi pemuja pohon, batu, dan lukisan-lukisan.
(25-26) ﴾ أَءُلۡقِيَ ٱلذِّكۡرُ عَلَيۡهِ مِنۢ بَيۡنِنَا ﴿ "Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita?" Artinya, bagaimana bisa Allah سبحانه وتعالى meng-khususkan dia di antara kita semua dengan diberi peringatan (wahyu)? Apa keistimewaan dia sehingga diberi kekhususan di antara kita sekalian? Ini merupakan bantahan dari orang-orang yang mendustakan Allah سبحانه وتعالى, mereka senantiasa menjadikan per-kataan seperti itu untuk membantah seruan para rasul. Allah سبحانه وتعالى menanggapi syubhat tersebut melalui perkataan para rasul terhadap kaumnya, ﴾ قَالَتۡ لَهُمۡ رُسُلُهُمۡ إِن نَّحۡنُ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ وَمَا كَانَ لَنَآ أَن نَّأۡتِيَكُم بِسُلۡطَٰنٍ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ 11 ﴿ "Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka, 'Kami tidak lain hanya-lah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberikan karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hambaNya. Dan tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang yang Mukmin bertawakal'." (Ibrahim: 11). Para rasul dikaruniai Allah سبحانه وتعالى sifat-sifat dan akhlak yang sem-purna, dengan sifat dan akhlak itu mereka layak menerima risalah Rabb mereka serta mendapatkan wahyu secara khusus. Di antara rahmat dan hikmah Allah سبحانه وتعالى adalah mengutus rasul dari kalangan manusia, andai para rasul berasal dari golongan malaikat, tentu manusia tidak bisa bertemu dengan mereka. Dan seandainya meng-utus para rasul dari kalangan malaikat, tentu Allah akan segera menimpakan azab bagi orang-orang yang mendustakan. Maksud dari perkataan kaum Tsamud kepada nabi mereka, Shaleh عليه السلام adalah sebagai pendustaan, karena itulah mereka diberi hukum seperti itu. Mereka berkata, ﴾ بَلۡ هُوَ كَذَّابٌ أَشِرٞ ﴿ "Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong." Artinya, orang yang banyak berdusta dan sombong. Semoga Allah سبحانه وتعالى memperburuk mereka; alangkah bodohnya pemikiran mereka dan alangkah zhalimnya mereka karena menanggapi orang-orang yang benar dan memberi nasihat dengan perkataan buruk.
(27) Tidak ada salahnya jika mereka disiksa oleh Allah سبحانه وتعالى ketika tindakan mereka yang melampaui batas itu semakin menjadi-jadi. Maka Allah سبحانه وتعالى mengirimkan unta yang merupakan binatang ternak terbesar kepada mereka sebagai salah satu tanda kekuasaan Allah سبحانه وتعالى dan sebagai nikmat untuk mereka, di mana mereka meme-ras susu yang mencukupi mereka semua, ﴾ فِتۡنَةٗ لَّهُمۡ ﴿ "sebagai cobaan bagi mereka." Artinya, sebagai ujian dari Allah سبحانه وتعالى untuk mereka, ﴾ فَٱرۡتَقِبۡهُمۡ وَٱصۡطَبِرۡ ﴿ "maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah," artinya, bersabarlah dalam menyeru mereka dan tunggulah apa yang akan menimpa mereka, atau tunggulah apakah mereka mau beriman atau tetap kufur?
(28) ﴾ وَنَبِّئۡهُمۡ أَنَّ ٱلۡمَآءَ قِسۡمَةُۢ بَيۡنَهُمۡۖ ﴿ "Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu)." Artinya, beritahukanlah kepada mereka bahwa sumber air tempat mereka mendapatkan air adalah milik bersama di antara mereka dan unta betina itu, unta memiliki jatah minum pada hari tertentu dan mereka juga memiliki jatah minum di hari yang berbeda.﴾ كُلُّ شِرۡبٖ مُّحۡتَضَرٞ ﴿ "Tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran)," artinya, didatangi oleh orang yang memiliki gilirannya dan bagi yang bukan gilirannya tidak dibolehkan.
(29) ﴾ فَنَادَوۡاْ صَاحِبَهُمۡ ﴿ "Maka mereka memanggil kawannya," yang menyembelih unta itu, dia adalah orang yang paling celaka di ka-bilah itu, ﴾ فَتَعَاطَىٰ ﴿ "lalu kawannya menangkap (unta itu)," ia mematuhi perintah kawan-kawannya untuk menyembelih unta, ﴾ فَعَقَرَ ﴿ "dan membunuhnya."
(30-31) ﴾ فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ﴿ "Alangkah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu," siksaan itu benar-benar siksaan yang paling dahsyat. Allah سبحانه وتعالى mengirimkan guntur keras dan goncangan yang membinasakan mereka seluruhnya dan Allah سبحانه وتعالى menyelamatkan Nabi Shaleh عليه السلام dan orang-orang yang beriman bersama beliau. ﴾ وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?"
Al-Qamar 54:30
"Kaum Tsamud pun telah mendustakan ancaman-ancaman (itu). Maka mereka berkata, 'Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita? Sesungguhnya kalau kita begitu benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila. Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong.' Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong. Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina se-bagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah. Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguh-nya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu), tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran). Maka me-reka memanggil kawannya, lalu kawannya menangkap (unta itu) dan membunuhnya. Alangkah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu. Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rum-put-rumput kering (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang. Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" (Al-Qamar: 23-32).
(23) ﴾ كَذَّبَتۡ ثَمُودُ ﴿ "Kaum Tsamud pun telah mendustakan." Mereka adalah kabilah terkenal yang berada di dataran al-Hijr, nabi mereka bernama Shaleh عليه السلام. Mereka mendustakan beliau ketika menyeru mereka untuk menyembah Allah سبحانه وتعالى semata, yang tidak ada sekutu bagiNya, dan Nabi Shaleh عليه السلام menyampaikan ancaman dengan siksaan jika mereka membangkang.
(24) Mereka mendustakannya dan bersikap tinggi hati ter-hadap beliau dengan berkata seraya menyombongkan diri dan sesat, ﴾ أَبَشَرٗا مِّنَّا وَٰحِدٗا نَّتَّبِعُهُۥٓ ﴿ "Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita?" Artinya, bagaimana kita bisa meng-ikuti seorang manusia dan bukan malaikat, seorang manusia dari kalangan kita sendiri, bukan dari kalangan orang lain yang paling banyak memiliki karunia di antara sesama, sudah demikian dia juga hanya satu orang saja, ﴾ إِنَّآ إِذٗا ﴿ "Sesungguhnya kalau kita begitu," artinya, jika kita mengikutinya dalam kondisi seperti ini,﴾ لَّفِي ضَلَٰلٖ وَسُعُرٍ ﴿ "benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila." Artinya, tentu kami adalah orang-orang sesat dan sengsara. Ucapan mereka ini dikarenakan kesesatan dan kesengsaraan mereka, mereka enggan mengikuti rasul dari kalangan manusia, namun mereka tidak enggan menjadi pemuja pohon, batu, dan lukisan-lukisan.
(25-26) ﴾ أَءُلۡقِيَ ٱلذِّكۡرُ عَلَيۡهِ مِنۢ بَيۡنِنَا ﴿ "Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita?" Artinya, bagaimana bisa Allah سبحانه وتعالى meng-khususkan dia di antara kita semua dengan diberi peringatan (wahyu)? Apa keistimewaan dia sehingga diberi kekhususan di antara kita sekalian? Ini merupakan bantahan dari orang-orang yang mendustakan Allah سبحانه وتعالى, mereka senantiasa menjadikan per-kataan seperti itu untuk membantah seruan para rasul. Allah سبحانه وتعالى menanggapi syubhat tersebut melalui perkataan para rasul terhadap kaumnya, ﴾ قَالَتۡ لَهُمۡ رُسُلُهُمۡ إِن نَّحۡنُ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ وَمَا كَانَ لَنَآ أَن نَّأۡتِيَكُم بِسُلۡطَٰنٍ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ 11 ﴿ "Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka, 'Kami tidak lain hanya-lah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberikan karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hambaNya. Dan tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang yang Mukmin bertawakal'." (Ibrahim: 11). Para rasul dikaruniai Allah سبحانه وتعالى sifat-sifat dan akhlak yang sem-purna, dengan sifat dan akhlak itu mereka layak menerima risalah Rabb mereka serta mendapatkan wahyu secara khusus. Di antara rahmat dan hikmah Allah سبحانه وتعالى adalah mengutus rasul dari kalangan manusia, andai para rasul berasal dari golongan malaikat, tentu manusia tidak bisa bertemu dengan mereka. Dan seandainya meng-utus para rasul dari kalangan malaikat, tentu Allah akan segera menimpakan azab bagi orang-orang yang mendustakan. Maksud dari perkataan kaum Tsamud kepada nabi mereka, Shaleh عليه السلام adalah sebagai pendustaan, karena itulah mereka diberi hukum seperti itu. Mereka berkata, ﴾ بَلۡ هُوَ كَذَّابٌ أَشِرٞ ﴿ "Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong." Artinya, orang yang banyak berdusta dan sombong. Semoga Allah سبحانه وتعالى memperburuk mereka; alangkah bodohnya pemikiran mereka dan alangkah zhalimnya mereka karena menanggapi orang-orang yang benar dan memberi nasihat dengan perkataan buruk.
(27) Tidak ada salahnya jika mereka disiksa oleh Allah سبحانه وتعالى ketika tindakan mereka yang melampaui batas itu semakin menjadi-jadi. Maka Allah سبحانه وتعالى mengirimkan unta yang merupakan binatang ternak terbesar kepada mereka sebagai salah satu tanda kekuasaan Allah سبحانه وتعالى dan sebagai nikmat untuk mereka, di mana mereka meme-ras susu yang mencukupi mereka semua, ﴾ فِتۡنَةٗ لَّهُمۡ ﴿ "sebagai cobaan bagi mereka." Artinya, sebagai ujian dari Allah سبحانه وتعالى untuk mereka, ﴾ فَٱرۡتَقِبۡهُمۡ وَٱصۡطَبِرۡ ﴿ "maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah," artinya, bersabarlah dalam menyeru mereka dan tunggulah apa yang akan menimpa mereka, atau tunggulah apakah mereka mau beriman atau tetap kufur?
(28) ﴾ وَنَبِّئۡهُمۡ أَنَّ ٱلۡمَآءَ قِسۡمَةُۢ بَيۡنَهُمۡۖ ﴿ "Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu)." Artinya, beritahukanlah kepada mereka bahwa sumber air tempat mereka mendapatkan air adalah milik bersama di antara mereka dan unta betina itu, unta memiliki jatah minum pada hari tertentu dan mereka juga memiliki jatah minum di hari yang berbeda.﴾ كُلُّ شِرۡبٖ مُّحۡتَضَرٞ ﴿ "Tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran)," artinya, didatangi oleh orang yang memiliki gilirannya dan bagi yang bukan gilirannya tidak dibolehkan.
(29) ﴾ فَنَادَوۡاْ صَاحِبَهُمۡ ﴿ "Maka mereka memanggil kawannya," yang menyembelih unta itu, dia adalah orang yang paling celaka di ka-bilah itu, ﴾ فَتَعَاطَىٰ ﴿ "lalu kawannya menangkap (unta itu)," ia mematuhi perintah kawan-kawannya untuk menyembelih unta, ﴾ فَعَقَرَ ﴿ "dan membunuhnya."
(30-31) ﴾ فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ﴿ "Alangkah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu," siksaan itu benar-benar siksaan yang paling dahsyat. Allah سبحانه وتعالى mengirimkan guntur keras dan goncangan yang membinasakan mereka seluruhnya dan Allah سبحانه وتعالى menyelamatkan Nabi Shaleh عليه السلام dan orang-orang yang beriman bersama beliau. ﴾ وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?"
Al-Qamar 54:31
"Kaum Tsamud pun telah mendustakan ancaman-ancaman (itu). Maka mereka berkata, 'Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita? Sesungguhnya kalau kita begitu benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila. Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong.' Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong. Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina se-bagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah. Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguh-nya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu), tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran). Maka me-reka memanggil kawannya, lalu kawannya menangkap (unta itu) dan membunuhnya. Alangkah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu. Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rum-put-rumput kering (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang. Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" (Al-Qamar: 23-32).
(23) ﴾ كَذَّبَتۡ ثَمُودُ ﴿ "Kaum Tsamud pun telah mendustakan." Mereka adalah kabilah terkenal yang berada di dataran al-Hijr, nabi mereka bernama Shaleh عليه السلام. Mereka mendustakan beliau ketika menyeru mereka untuk menyembah Allah سبحانه وتعالى semata, yang tidak ada sekutu bagiNya, dan Nabi Shaleh عليه السلام menyampaikan ancaman dengan siksaan jika mereka membangkang.
(24) Mereka mendustakannya dan bersikap tinggi hati ter-hadap beliau dengan berkata seraya menyombongkan diri dan sesat, ﴾ أَبَشَرٗا مِّنَّا وَٰحِدٗا نَّتَّبِعُهُۥٓ ﴿ "Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita?" Artinya, bagaimana kita bisa meng-ikuti seorang manusia dan bukan malaikat, seorang manusia dari kalangan kita sendiri, bukan dari kalangan orang lain yang paling banyak memiliki karunia di antara sesama, sudah demikian dia juga hanya satu orang saja, ﴾ إِنَّآ إِذٗا ﴿ "Sesungguhnya kalau kita begitu," artinya, jika kita mengikutinya dalam kondisi seperti ini,﴾ لَّفِي ضَلَٰلٖ وَسُعُرٍ ﴿ "benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila." Artinya, tentu kami adalah orang-orang sesat dan sengsara. Ucapan mereka ini dikarenakan kesesatan dan kesengsaraan mereka, mereka enggan mengikuti rasul dari kalangan manusia, namun mereka tidak enggan menjadi pemuja pohon, batu, dan lukisan-lukisan.
(25-26) ﴾ أَءُلۡقِيَ ٱلذِّكۡرُ عَلَيۡهِ مِنۢ بَيۡنِنَا ﴿ "Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita?" Artinya, bagaimana bisa Allah سبحانه وتعالى meng-khususkan dia di antara kita semua dengan diberi peringatan (wahyu)? Apa keistimewaan dia sehingga diberi kekhususan di antara kita sekalian? Ini merupakan bantahan dari orang-orang yang mendustakan Allah سبحانه وتعالى, mereka senantiasa menjadikan per-kataan seperti itu untuk membantah seruan para rasul. Allah سبحانه وتعالى menanggapi syubhat tersebut melalui perkataan para rasul terhadap kaumnya, ﴾ قَالَتۡ لَهُمۡ رُسُلُهُمۡ إِن نَّحۡنُ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ وَمَا كَانَ لَنَآ أَن نَّأۡتِيَكُم بِسُلۡطَٰنٍ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ 11 ﴿ "Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka, 'Kami tidak lain hanya-lah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberikan karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hambaNya. Dan tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang yang Mukmin bertawakal'." (Ibrahim: 11). Para rasul dikaruniai Allah سبحانه وتعالى sifat-sifat dan akhlak yang sem-purna, dengan sifat dan akhlak itu mereka layak menerima risalah Rabb mereka serta mendapatkan wahyu secara khusus. Di antara rahmat dan hikmah Allah سبحانه وتعالى adalah mengutus rasul dari kalangan manusia, andai para rasul berasal dari golongan malaikat, tentu manusia tidak bisa bertemu dengan mereka. Dan seandainya meng-utus para rasul dari kalangan malaikat, tentu Allah akan segera menimpakan azab bagi orang-orang yang mendustakan. Maksud dari perkataan kaum Tsamud kepada nabi mereka, Shaleh عليه السلام adalah sebagai pendustaan, karena itulah mereka diberi hukum seperti itu. Mereka berkata, ﴾ بَلۡ هُوَ كَذَّابٌ أَشِرٞ ﴿ "Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong." Artinya, orang yang banyak berdusta dan sombong. Semoga Allah سبحانه وتعالى memperburuk mereka; alangkah bodohnya pemikiran mereka dan alangkah zhalimnya mereka karena menanggapi orang-orang yang benar dan memberi nasihat dengan perkataan buruk.
(27) Tidak ada salahnya jika mereka disiksa oleh Allah سبحانه وتعالى ketika tindakan mereka yang melampaui batas itu semakin menjadi-jadi. Maka Allah سبحانه وتعالى mengirimkan unta yang merupakan binatang ternak terbesar kepada mereka sebagai salah satu tanda kekuasaan Allah سبحانه وتعالى dan sebagai nikmat untuk mereka, di mana mereka meme-ras susu yang mencukupi mereka semua, ﴾ فِتۡنَةٗ لَّهُمۡ ﴿ "sebagai cobaan bagi mereka." Artinya, sebagai ujian dari Allah سبحانه وتعالى untuk mereka, ﴾ فَٱرۡتَقِبۡهُمۡ وَٱصۡطَبِرۡ ﴿ "maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah," artinya, bersabarlah dalam menyeru mereka dan tunggulah apa yang akan menimpa mereka, atau tunggulah apakah mereka mau beriman atau tetap kufur?
(28) ﴾ وَنَبِّئۡهُمۡ أَنَّ ٱلۡمَآءَ قِسۡمَةُۢ بَيۡنَهُمۡۖ ﴿ "Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu)." Artinya, beritahukanlah kepada mereka bahwa sumber air tempat mereka mendapatkan air adalah milik bersama di antara mereka dan unta betina itu, unta memiliki jatah minum pada hari tertentu dan mereka juga memiliki jatah minum di hari yang berbeda.﴾ كُلُّ شِرۡبٖ مُّحۡتَضَرٞ ﴿ "Tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran)," artinya, didatangi oleh orang yang memiliki gilirannya dan bagi yang bukan gilirannya tidak dibolehkan.
(29) ﴾ فَنَادَوۡاْ صَاحِبَهُمۡ ﴿ "Maka mereka memanggil kawannya," yang menyembelih unta itu, dia adalah orang yang paling celaka di ka-bilah itu, ﴾ فَتَعَاطَىٰ ﴿ "lalu kawannya menangkap (unta itu)," ia mematuhi perintah kawan-kawannya untuk menyembelih unta, ﴾ فَعَقَرَ ﴿ "dan membunuhnya."
(30-31) ﴾ فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ﴿ "Alangkah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu," siksaan itu benar-benar siksaan yang paling dahsyat. Allah سبحانه وتعالى mengirimkan guntur keras dan goncangan yang membinasakan mereka seluruhnya dan Allah سبحانه وتعالى menyelamatkan Nabi Shaleh عليه السلام dan orang-orang yang beriman bersama beliau. ﴾ وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?"
Al-Qamar 54:32
"Kaum Tsamud pun telah mendustakan ancaman-ancaman (itu). Maka mereka berkata, 'Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita? Sesungguhnya kalau kita begitu benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila. Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita? Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong.' Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong. Sesungguhnya Kami akan mengirimkan unta betina se-bagai cobaan bagi mereka, maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah. Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguh-nya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu), tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran). Maka me-reka memanggil kawannya, lalu kawannya menangkap (unta itu) dan membunuhnya. Alangkah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu. Sesungguhnya Kami menimpakan atas mereka satu suara yang keras mengguntur, maka jadilah mereka seperti rum-put-rumput kering (yang dikumpulkan oleh) yang punya kandang binatang. Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" (Al-Qamar: 23-32).
(23) ﴾ كَذَّبَتۡ ثَمُودُ ﴿ "Kaum Tsamud pun telah mendustakan." Mereka adalah kabilah terkenal yang berada di dataran al-Hijr, nabi mereka bernama Shaleh عليه السلام. Mereka mendustakan beliau ketika menyeru mereka untuk menyembah Allah سبحانه وتعالى semata, yang tidak ada sekutu bagiNya, dan Nabi Shaleh عليه السلام menyampaikan ancaman dengan siksaan jika mereka membangkang.
(24) Mereka mendustakannya dan bersikap tinggi hati ter-hadap beliau dengan berkata seraya menyombongkan diri dan sesat, ﴾ أَبَشَرٗا مِّنَّا وَٰحِدٗا نَّتَّبِعُهُۥٓ ﴿ "Bagaimana kita akan mengikuti saja seorang manusia (biasa) di antara kita?" Artinya, bagaimana kita bisa meng-ikuti seorang manusia dan bukan malaikat, seorang manusia dari kalangan kita sendiri, bukan dari kalangan orang lain yang paling banyak memiliki karunia di antara sesama, sudah demikian dia juga hanya satu orang saja, ﴾ إِنَّآ إِذٗا ﴿ "Sesungguhnya kalau kita begitu," artinya, jika kita mengikutinya dalam kondisi seperti ini,﴾ لَّفِي ضَلَٰلٖ وَسُعُرٍ ﴿ "benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila." Artinya, tentu kami adalah orang-orang sesat dan sengsara. Ucapan mereka ini dikarenakan kesesatan dan kesengsaraan mereka, mereka enggan mengikuti rasul dari kalangan manusia, namun mereka tidak enggan menjadi pemuja pohon, batu, dan lukisan-lukisan.
(25-26) ﴾ أَءُلۡقِيَ ٱلذِّكۡرُ عَلَيۡهِ مِنۢ بَيۡنِنَا ﴿ "Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita?" Artinya, bagaimana bisa Allah سبحانه وتعالى meng-khususkan dia di antara kita semua dengan diberi peringatan (wahyu)? Apa keistimewaan dia sehingga diberi kekhususan di antara kita sekalian? Ini merupakan bantahan dari orang-orang yang mendustakan Allah سبحانه وتعالى, mereka senantiasa menjadikan per-kataan seperti itu untuk membantah seruan para rasul. Allah سبحانه وتعالى menanggapi syubhat tersebut melalui perkataan para rasul terhadap kaumnya, ﴾ قَالَتۡ لَهُمۡ رُسُلُهُمۡ إِن نَّحۡنُ إِلَّا بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنۡ عِبَادِهِۦۖ وَمَا كَانَ لَنَآ أَن نَّأۡتِيَكُم بِسُلۡطَٰنٍ إِلَّا بِإِذۡنِ ٱللَّهِۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلۡيَتَوَكَّلِ ٱلۡمُؤۡمِنُونَ 11 ﴿ "Rasul-rasul mereka berkata kepada mereka, 'Kami tidak lain hanya-lah manusia seperti kamu, akan tetapi Allah memberikan karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hambaNya. Dan tidak patut bagi kami mendatangkan suatu bukti kepada kamu melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang yang Mukmin bertawakal'." (Ibrahim: 11). Para rasul dikaruniai Allah سبحانه وتعالى sifat-sifat dan akhlak yang sem-purna, dengan sifat dan akhlak itu mereka layak menerima risalah Rabb mereka serta mendapatkan wahyu secara khusus. Di antara rahmat dan hikmah Allah سبحانه وتعالى adalah mengutus rasul dari kalangan manusia, andai para rasul berasal dari golongan malaikat, tentu manusia tidak bisa bertemu dengan mereka. Dan seandainya meng-utus para rasul dari kalangan malaikat, tentu Allah akan segera menimpakan azab bagi orang-orang yang mendustakan. Maksud dari perkataan kaum Tsamud kepada nabi mereka, Shaleh عليه السلام adalah sebagai pendustaan, karena itulah mereka diberi hukum seperti itu. Mereka berkata, ﴾ بَلۡ هُوَ كَذَّابٌ أَشِرٞ ﴿ "Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong." Artinya, orang yang banyak berdusta dan sombong. Semoga Allah سبحانه وتعالى memperburuk mereka; alangkah bodohnya pemikiran mereka dan alangkah zhalimnya mereka karena menanggapi orang-orang yang benar dan memberi nasihat dengan perkataan buruk.
(27) Tidak ada salahnya jika mereka disiksa oleh Allah سبحانه وتعالى ketika tindakan mereka yang melampaui batas itu semakin menjadi-jadi. Maka Allah سبحانه وتعالى mengirimkan unta yang merupakan binatang ternak terbesar kepada mereka sebagai salah satu tanda kekuasaan Allah سبحانه وتعالى dan sebagai nikmat untuk mereka, di mana mereka meme-ras susu yang mencukupi mereka semua, ﴾ فِتۡنَةٗ لَّهُمۡ ﴿ "sebagai cobaan bagi mereka." Artinya, sebagai ujian dari Allah سبحانه وتعالى untuk mereka, ﴾ فَٱرۡتَقِبۡهُمۡ وَٱصۡطَبِرۡ ﴿ "maka tunggulah (tindakan) mereka dan bersabarlah," artinya, bersabarlah dalam menyeru mereka dan tunggulah apa yang akan menimpa mereka, atau tunggulah apakah mereka mau beriman atau tetap kufur?
(28) ﴾ وَنَبِّئۡهُمۡ أَنَّ ٱلۡمَآءَ قِسۡمَةُۢ بَيۡنَهُمۡۖ ﴿ "Dan beritakanlah kepada mereka bahwa sesungguhnya air itu terbagi antara mereka (dengan unta betina itu)." Artinya, beritahukanlah kepada mereka bahwa sumber air tempat mereka mendapatkan air adalah milik bersama di antara mereka dan unta betina itu, unta memiliki jatah minum pada hari tertentu dan mereka juga memiliki jatah minum di hari yang berbeda.﴾ كُلُّ شِرۡبٖ مُّحۡتَضَرٞ ﴿ "Tiap-tiap giliran minum dihadiri (oleh yang punya giliran)," artinya, didatangi oleh orang yang memiliki gilirannya dan bagi yang bukan gilirannya tidak dibolehkan.
(29) ﴾ فَنَادَوۡاْ صَاحِبَهُمۡ ﴿ "Maka mereka memanggil kawannya," yang menyembelih unta itu, dia adalah orang yang paling celaka di ka-bilah itu, ﴾ فَتَعَاطَىٰ ﴿ "lalu kawannya menangkap (unta itu)," ia mematuhi perintah kawan-kawannya untuk menyembelih unta, ﴾ فَعَقَرَ ﴿ "dan membunuhnya."
(30-31) ﴾ فَكَيۡفَ كَانَ عَذَابِي وَنُذُرِ ﴿ "Alangkah dahsyatnya azab dan ancaman-ancamanKu," siksaan itu benar-benar siksaan yang paling dahsyat. Allah سبحانه وتعالى mengirimkan guntur keras dan goncangan yang membinasakan mereka seluruhnya dan Allah سبحانه وتعالى menyelamatkan Nabi Shaleh عليه السلام dan orang-orang yang beriman bersama beliau. ﴾ وَلَقَدۡ يَسَّرۡنَا ٱلۡقُرۡءَانَ لِلذِّكۡرِ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "Dan sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?"
Al-Qamar 54:33
"Kaum Luth pun telah mendustakan ancaman-ancaman (Na-binya). Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan di waktu sebelum fajar menyingsing, sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami mem-beri balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Dan sesungguh-nya dia (Luth) telah memperingatkan mereka akan azab-azab Kami, maka mereka mendustakan ancaman-ancaman itu. Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab dan ancaman-ancamanKu. Dan sesungguhnya pada esok harinya mereka ditimpa azab yang kekal. Maka rasa-kanlah azab dan ancaman-ancamanKu. Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?" (Al-Qamar: 33-40).
(33-40) ﴾ كَذَّبَتۡ قَوۡمُ لُوطِۭ ﴿ "Kaum Luth pun telah mendustakan," Luth عليه السلام, ketika menyeru mereka untuk menyembah Allah سبحانه وتعالى semata, yang tidak ada sekutu bagiNya, ketika Luth عليه السلام melarang mereka melakukan kesyirikan dan kekejian yang belum pernah dilakukan seorang pun dari seluruh alam, mereka mendustakan Nabi Luth عليه السلام dan tetap berada dalam kesyirikan dan perbuatan keji hingga para malaikat yang datang menemui Luth عليه السلام dalam wujud tamu pun ketika berita itu terdengar oleh kaumnya, mereka segera men-datangi dan ingin melakukan kekejian terhadap mereka, semoga Allah سبحانه وتعالى melaknat dan memperburuk mereka, dan Nabi Luth عليه السلام pun menyembunyikan tamu-tamunya dari kaumnya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى memerintahkan Jibril عليه السلام, kemudian Jibril عليه السلام mencolok mata mereka dengan sayapnya dan Luth عليه السلام juga mengancam mereka akan hantaman dan siksaan Allah سبحانه وتعالى. ﴾ فَتَمَارَوۡاْ بِٱلنُّذُرِ ﴿ "Maka mereka membantah ancaman-ancaman."﴾ وَلَقَدۡ صَبَّحَهُم بُكۡرَةً عَذَابٞ مُّسۡتَقِرّٞ ﴿ "Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka)," Allah سبحانه وتعالى membalik tanah mereka, yang atas dijadikan bawah dan mereka dihujani batu yang berasal dari neraka yang menyala-nyala yang diberi tanda dari sisi Rabbmu bagi orang-orang yang melampaui batas. Allah سبحانه وتعالى menyelamatkan Nabi Luth عليه السلام dan keluarganya dari siksaan besar sebagai balasan bagi mereka dan rasa syukur mereka terhadap Rabb mereka serta ibadah mereka kepada Allah سبحانه وتعالى semata, yang tidak ada sekutu bagiNya.
Al-Qamar 54:34
"Kaum Luth pun telah mendustakan ancaman-ancaman (Na-binya). Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan di waktu sebelum fajar menyingsing, sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami mem-beri balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Dan sesungguh-nya dia (Luth) telah memperingatkan mereka akan azab-azab Kami, maka mereka mendustakan ancaman-ancaman itu. Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab dan ancaman-ancamanKu. Dan sesungguhnya pada esok harinya mereka ditimpa azab yang kekal. Maka rasa-kanlah azab dan ancaman-ancamanKu. Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?" (Al-Qamar: 33-40).
(33-40) ﴾ كَذَّبَتۡ قَوۡمُ لُوطِۭ ﴿ "Kaum Luth pun telah mendustakan," Luth عليه السلام, ketika menyeru mereka untuk menyembah Allah سبحانه وتعالى semata, yang tidak ada sekutu bagiNya, ketika Luth عليه السلام melarang mereka melakukan kesyirikan dan kekejian yang belum pernah dilakukan seorang pun dari seluruh alam, mereka mendustakan Nabi Luth عليه السلام dan tetap berada dalam kesyirikan dan perbuatan keji hingga para malaikat yang datang menemui Luth عليه السلام dalam wujud tamu pun ketika berita itu terdengar oleh kaumnya, mereka segera men-datangi dan ingin melakukan kekejian terhadap mereka, semoga Allah سبحانه وتعالى melaknat dan memperburuk mereka, dan Nabi Luth عليه السلام pun menyembunyikan tamu-tamunya dari kaumnya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى memerintahkan Jibril عليه السلام, kemudian Jibril عليه السلام mencolok mata mereka dengan sayapnya dan Luth عليه السلام juga mengancam mereka akan hantaman dan siksaan Allah سبحانه وتعالى. ﴾ فَتَمَارَوۡاْ بِٱلنُّذُرِ ﴿ "Maka mereka membantah ancaman-ancaman."﴾ وَلَقَدۡ صَبَّحَهُم بُكۡرَةً عَذَابٞ مُّسۡتَقِرّٞ ﴿ "Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka)," Allah سبحانه وتعالى membalik tanah mereka, yang atas dijadikan bawah dan mereka dihujani batu yang berasal dari neraka yang menyala-nyala yang diberi tanda dari sisi Rabbmu bagi orang-orang yang melampaui batas. Allah سبحانه وتعالى menyelamatkan Nabi Luth عليه السلام dan keluarganya dari siksaan besar sebagai balasan bagi mereka dan rasa syukur mereka terhadap Rabb mereka serta ibadah mereka kepada Allah سبحانه وتعالى semata, yang tidak ada sekutu bagiNya.
Al-Qamar 54:35
"Kaum Luth pun telah mendustakan ancaman-ancaman (Na-binya). Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan di waktu sebelum fajar menyingsing, sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami mem-beri balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Dan sesungguh-nya dia (Luth) telah memperingatkan mereka akan azab-azab Kami, maka mereka mendustakan ancaman-ancaman itu. Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab dan ancaman-ancamanKu. Dan sesungguhnya pada esok harinya mereka ditimpa azab yang kekal. Maka rasa-kanlah azab dan ancaman-ancamanKu. Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?" (Al-Qamar: 33-40).
(33-40) ﴾ كَذَّبَتۡ قَوۡمُ لُوطِۭ ﴿ "Kaum Luth pun telah mendustakan," Luth عليه السلام, ketika menyeru mereka untuk menyembah Allah سبحانه وتعالى semata, yang tidak ada sekutu bagiNya, ketika Luth عليه السلام melarang mereka melakukan kesyirikan dan kekejian yang belum pernah dilakukan seorang pun dari seluruh alam, mereka mendustakan Nabi Luth عليه السلام dan tetap berada dalam kesyirikan dan perbuatan keji hingga para malaikat yang datang menemui Luth عليه السلام dalam wujud tamu pun ketika berita itu terdengar oleh kaumnya, mereka segera men-datangi dan ingin melakukan kekejian terhadap mereka, semoga Allah سبحانه وتعالى melaknat dan memperburuk mereka, dan Nabi Luth عليه السلام pun menyembunyikan tamu-tamunya dari kaumnya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى memerintahkan Jibril عليه السلام, kemudian Jibril عليه السلام mencolok mata mereka dengan sayapnya dan Luth عليه السلام juga mengancam mereka akan hantaman dan siksaan Allah سبحانه وتعالى. ﴾ فَتَمَارَوۡاْ بِٱلنُّذُرِ ﴿ "Maka mereka membantah ancaman-ancaman."﴾ وَلَقَدۡ صَبَّحَهُم بُكۡرَةً عَذَابٞ مُّسۡتَقِرّٞ ﴿ "Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka)," Allah سبحانه وتعالى membalik tanah mereka, yang atas dijadikan bawah dan mereka dihujani batu yang berasal dari neraka yang menyala-nyala yang diberi tanda dari sisi Rabbmu bagi orang-orang yang melampaui batas. Allah سبحانه وتعالى menyelamatkan Nabi Luth عليه السلام dan keluarganya dari siksaan besar sebagai balasan bagi mereka dan rasa syukur mereka terhadap Rabb mereka serta ibadah mereka kepada Allah سبحانه وتعالى semata, yang tidak ada sekutu bagiNya.
Al-Qamar 54:36
"Kaum Luth pun telah mendustakan ancaman-ancaman (Na-binya). Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan di waktu sebelum fajar menyingsing, sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami mem-beri balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Dan sesungguh-nya dia (Luth) telah memperingatkan mereka akan azab-azab Kami, maka mereka mendustakan ancaman-ancaman itu. Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab dan ancaman-ancamanKu. Dan sesungguhnya pada esok harinya mereka ditimpa azab yang kekal. Maka rasa-kanlah azab dan ancaman-ancamanKu. Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?" (Al-Qamar: 33-40).
(33-40) ﴾ كَذَّبَتۡ قَوۡمُ لُوطِۭ ﴿ "Kaum Luth pun telah mendustakan," Luth عليه السلام, ketika menyeru mereka untuk menyembah Allah سبحانه وتعالى semata, yang tidak ada sekutu bagiNya, ketika Luth عليه السلام melarang mereka melakukan kesyirikan dan kekejian yang belum pernah dilakukan seorang pun dari seluruh alam, mereka mendustakan Nabi Luth عليه السلام dan tetap berada dalam kesyirikan dan perbuatan keji hingga para malaikat yang datang menemui Luth عليه السلام dalam wujud tamu pun ketika berita itu terdengar oleh kaumnya, mereka segera men-datangi dan ingin melakukan kekejian terhadap mereka, semoga Allah سبحانه وتعالى melaknat dan memperburuk mereka, dan Nabi Luth عليه السلام pun menyembunyikan tamu-tamunya dari kaumnya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى memerintahkan Jibril عليه السلام, kemudian Jibril عليه السلام mencolok mata mereka dengan sayapnya dan Luth عليه السلام juga mengancam mereka akan hantaman dan siksaan Allah سبحانه وتعالى. ﴾ فَتَمَارَوۡاْ بِٱلنُّذُرِ ﴿ "Maka mereka membantah ancaman-ancaman."﴾ وَلَقَدۡ صَبَّحَهُم بُكۡرَةً عَذَابٞ مُّسۡتَقِرّٞ ﴿ "Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka)," Allah سبحانه وتعالى membalik tanah mereka, yang atas dijadikan bawah dan mereka dihujani batu yang berasal dari neraka yang menyala-nyala yang diberi tanda dari sisi Rabbmu bagi orang-orang yang melampaui batas. Allah سبحانه وتعالى menyelamatkan Nabi Luth عليه السلام dan keluarganya dari siksaan besar sebagai balasan bagi mereka dan rasa syukur mereka terhadap Rabb mereka serta ibadah mereka kepada Allah سبحانه وتعالى semata, yang tidak ada sekutu bagiNya.
Al-Qamar 54:37
"Kaum Luth pun telah mendustakan ancaman-ancaman (Na-binya). Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan di waktu sebelum fajar menyingsing, sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami mem-beri balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Dan sesungguh-nya dia (Luth) telah memperingatkan mereka akan azab-azab Kami, maka mereka mendustakan ancaman-ancaman itu. Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab dan ancaman-ancamanKu. Dan sesungguhnya pada esok harinya mereka ditimpa azab yang kekal. Maka rasa-kanlah azab dan ancaman-ancamanKu. Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?" (Al-Qamar: 33-40).
(33-40) ﴾ كَذَّبَتۡ قَوۡمُ لُوطِۭ ﴿ "Kaum Luth pun telah mendustakan," Luth عليه السلام, ketika menyeru mereka untuk menyembah Allah سبحانه وتعالى semata, yang tidak ada sekutu bagiNya, ketika Luth عليه السلام melarang mereka melakukan kesyirikan dan kekejian yang belum pernah dilakukan seorang pun dari seluruh alam, mereka mendustakan Nabi Luth عليه السلام dan tetap berada dalam kesyirikan dan perbuatan keji hingga para malaikat yang datang menemui Luth عليه السلام dalam wujud tamu pun ketika berita itu terdengar oleh kaumnya, mereka segera men-datangi dan ingin melakukan kekejian terhadap mereka, semoga Allah سبحانه وتعالى melaknat dan memperburuk mereka, dan Nabi Luth عليه السلام pun menyembunyikan tamu-tamunya dari kaumnya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى memerintahkan Jibril عليه السلام, kemudian Jibril عليه السلام mencolok mata mereka dengan sayapnya dan Luth عليه السلام juga mengancam mereka akan hantaman dan siksaan Allah سبحانه وتعالى. ﴾ فَتَمَارَوۡاْ بِٱلنُّذُرِ ﴿ "Maka mereka membantah ancaman-ancaman."﴾ وَلَقَدۡ صَبَّحَهُم بُكۡرَةً عَذَابٞ مُّسۡتَقِرّٞ ﴿ "Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka)," Allah سبحانه وتعالى membalik tanah mereka, yang atas dijadikan bawah dan mereka dihujani batu yang berasal dari neraka yang menyala-nyala yang diberi tanda dari sisi Rabbmu bagi orang-orang yang melampaui batas. Allah سبحانه وتعالى menyelamatkan Nabi Luth عليه السلام dan keluarganya dari siksaan besar sebagai balasan bagi mereka dan rasa syukur mereka terhadap Rabb mereka serta ibadah mereka kepada Allah سبحانه وتعالى semata, yang tidak ada sekutu bagiNya.
Al-Qamar 54:38
"Kaum Luth pun telah mendustakan ancaman-ancaman (Na-binya). Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan di waktu sebelum fajar menyingsing, sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami mem-beri balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Dan sesungguh-nya dia (Luth) telah memperingatkan mereka akan azab-azab Kami, maka mereka mendustakan ancaman-ancaman itu. Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab dan ancaman-ancamanKu. Dan sesungguhnya pada esok harinya mereka ditimpa azab yang kekal. Maka rasa-kanlah azab dan ancaman-ancamanKu. Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?" (Al-Qamar: 33-40).
(33-40) ﴾ كَذَّبَتۡ قَوۡمُ لُوطِۭ ﴿ "Kaum Luth pun telah mendustakan," Luth عليه السلام, ketika menyeru mereka untuk menyembah Allah سبحانه وتعالى semata, yang tidak ada sekutu bagiNya, ketika Luth عليه السلام melarang mereka melakukan kesyirikan dan kekejian yang belum pernah dilakukan seorang pun dari seluruh alam, mereka mendustakan Nabi Luth عليه السلام dan tetap berada dalam kesyirikan dan perbuatan keji hingga para malaikat yang datang menemui Luth عليه السلام dalam wujud tamu pun ketika berita itu terdengar oleh kaumnya, mereka segera men-datangi dan ingin melakukan kekejian terhadap mereka, semoga Allah سبحانه وتعالى melaknat dan memperburuk mereka, dan Nabi Luth عليه السلام pun menyembunyikan tamu-tamunya dari kaumnya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى memerintahkan Jibril عليه السلام, kemudian Jibril عليه السلام mencolok mata mereka dengan sayapnya dan Luth عليه السلام juga mengancam mereka akan hantaman dan siksaan Allah سبحانه وتعالى. ﴾ فَتَمَارَوۡاْ بِٱلنُّذُرِ ﴿ "Maka mereka membantah ancaman-ancaman."﴾ وَلَقَدۡ صَبَّحَهُم بُكۡرَةً عَذَابٞ مُّسۡتَقِرّٞ ﴿ "Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka)," Allah سبحانه وتعالى membalik tanah mereka, yang atas dijadikan bawah dan mereka dihujani batu yang berasal dari neraka yang menyala-nyala yang diberi tanda dari sisi Rabbmu bagi orang-orang yang melampaui batas. Allah سبحانه وتعالى menyelamatkan Nabi Luth عليه السلام dan keluarganya dari siksaan besar sebagai balasan bagi mereka dan rasa syukur mereka terhadap Rabb mereka serta ibadah mereka kepada Allah سبحانه وتعالى semata, yang tidak ada sekutu bagiNya.
Al-Qamar 54:39
"Kaum Luth pun telah mendustakan ancaman-ancaman (Na-binya). Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan di waktu sebelum fajar menyingsing, sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami mem-beri balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Dan sesungguh-nya dia (Luth) telah memperingatkan mereka akan azab-azab Kami, maka mereka mendustakan ancaman-ancaman itu. Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab dan ancaman-ancamanKu. Dan sesungguhnya pada esok harinya mereka ditimpa azab yang kekal. Maka rasa-kanlah azab dan ancaman-ancamanKu. Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?" (Al-Qamar: 33-40).
(33-40) ﴾ كَذَّبَتۡ قَوۡمُ لُوطِۭ ﴿ "Kaum Luth pun telah mendustakan," Luth عليه السلام, ketika menyeru mereka untuk menyembah Allah سبحانه وتعالى semata, yang tidak ada sekutu bagiNya, ketika Luth عليه السلام melarang mereka melakukan kesyirikan dan kekejian yang belum pernah dilakukan seorang pun dari seluruh alam, mereka mendustakan Nabi Luth عليه السلام dan tetap berada dalam kesyirikan dan perbuatan keji hingga para malaikat yang datang menemui Luth عليه السلام dalam wujud tamu pun ketika berita itu terdengar oleh kaumnya, mereka segera men-datangi dan ingin melakukan kekejian terhadap mereka, semoga Allah سبحانه وتعالى melaknat dan memperburuk mereka, dan Nabi Luth عليه السلام pun menyembunyikan tamu-tamunya dari kaumnya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى memerintahkan Jibril عليه السلام, kemudian Jibril عليه السلام mencolok mata mereka dengan sayapnya dan Luth عليه السلام juga mengancam mereka akan hantaman dan siksaan Allah سبحانه وتعالى. ﴾ فَتَمَارَوۡاْ بِٱلنُّذُرِ ﴿ "Maka mereka membantah ancaman-ancaman."﴾ وَلَقَدۡ صَبَّحَهُم بُكۡرَةً عَذَابٞ مُّسۡتَقِرّٞ ﴿ "Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka)," Allah سبحانه وتعالى membalik tanah mereka, yang atas dijadikan bawah dan mereka dihujani batu yang berasal dari neraka yang menyala-nyala yang diberi tanda dari sisi Rabbmu bagi orang-orang yang melampaui batas. Allah سبحانه وتعالى menyelamatkan Nabi Luth عليه السلام dan keluarganya dari siksaan besar sebagai balasan bagi mereka dan rasa syukur mereka terhadap Rabb mereka serta ibadah mereka kepada Allah سبحانه وتعالى semata, yang tidak ada sekutu bagiNya.
Al-Qamar 54:40
"Kaum Luth pun telah mendustakan ancaman-ancaman (Na-binya). Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka), kecuali keluarga Luth. Mereka Kami selamatkan di waktu sebelum fajar menyingsing, sebagai nikmat dari Kami. Demikianlah Kami mem-beri balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Dan sesungguh-nya dia (Luth) telah memperingatkan mereka akan azab-azab Kami, maka mereka mendustakan ancaman-ancaman itu. Dan sesungguhnya mereka telah membujuknya (agar menyerahkan) tamunya (kepada mereka), lalu Kami butakan mata mereka, maka rasakanlah azab dan ancaman-ancamanKu. Dan sesungguhnya pada esok harinya mereka ditimpa azab yang kekal. Maka rasa-kanlah azab dan ancaman-ancamanKu. Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?" (Al-Qamar: 33-40).
(33-40) ﴾ كَذَّبَتۡ قَوۡمُ لُوطِۭ ﴿ "Kaum Luth pun telah mendustakan," Luth عليه السلام, ketika menyeru mereka untuk menyembah Allah سبحانه وتعالى semata, yang tidak ada sekutu bagiNya, ketika Luth عليه السلام melarang mereka melakukan kesyirikan dan kekejian yang belum pernah dilakukan seorang pun dari seluruh alam, mereka mendustakan Nabi Luth عليه السلام dan tetap berada dalam kesyirikan dan perbuatan keji hingga para malaikat yang datang menemui Luth عليه السلام dalam wujud tamu pun ketika berita itu terdengar oleh kaumnya, mereka segera men-datangi dan ingin melakukan kekejian terhadap mereka, semoga Allah سبحانه وتعالى melaknat dan memperburuk mereka, dan Nabi Luth عليه السلام pun menyembunyikan tamu-tamunya dari kaumnya. Kemudian Allah سبحانه وتعالى memerintahkan Jibril عليه السلام, kemudian Jibril عليه السلام mencolok mata mereka dengan sayapnya dan Luth عليه السلام juga mengancam mereka akan hantaman dan siksaan Allah سبحانه وتعالى. ﴾ فَتَمَارَوۡاْ بِٱلنُّذُرِ ﴿ "Maka mereka membantah ancaman-ancaman."﴾ وَلَقَدۡ صَبَّحَهُم بُكۡرَةً عَذَابٞ مُّسۡتَقِرّٞ ﴿ "Sesungguhnya Kami telah menghembuskan kepada mereka angin yang membawa batu-batu (yang menimpa mereka)," Allah سبحانه وتعالى membalik tanah mereka, yang atas dijadikan bawah dan mereka dihujani batu yang berasal dari neraka yang menyala-nyala yang diberi tanda dari sisi Rabbmu bagi orang-orang yang melampaui batas. Allah سبحانه وتعالى menyelamatkan Nabi Luth عليه السلام dan keluarganya dari siksaan besar sebagai balasan bagi mereka dan rasa syukur mereka terhadap Rabb mereka serta ibadah mereka kepada Allah سبحانه وتعالى semata, yang tidak ada sekutu bagiNya.
Al-Qamar 54:41
"Dan sungguh telah datang kepada kaum Fir'aun ancaman-ancaman. Mereka mendustakan mukjizat-mukjizat Kami semua-nya, lalu Kami azab mereka sebagai azab dari Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa. Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musy-rikin) lebih baik dari mereka itu, atau apakah kamu telah mem-punyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab yang dahulu? Atau apakah mereka mengatakan, 'Kami adalah satu go-longan yang bersatu yang pasti menang?' Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang. Sebenarnya Hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit. Sesungguhnya orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka. (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka), 'Rasakanlah sentuhan api neraka.' Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata. Dan sungguh telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu. Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan. Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai, di tempat yang disenangi di sisi (Rabb) Yang Maha Berkuasa." (Al-Qamar: 41-55).
(41-42) ﴾ وَلَقَدۡ جَآءَ ءَالَ فِرۡعَوۡنَ ﴿ "Dan sungguh telah datang kepada kaum Fir'aun," yakni Fir'aun dan kaumnya, ﴾ ٱلنُّذُرُ ﴿ "ancaman-ancaman." Allah سبحانه وتعالى mengutus Nabi Musa عليه السلام, kalimullah, kepada mereka dan dikuatkan dengan berbagai tanda-tanda kebesaran, penjelasan-penjelasan, dan berbagai mukjizat nyata. Nabi Musa عليه السلام menun-jukkan berbagai pelajaran yang belum pernah ditunjukkan pada yang lain, namun mereka mendustakan seluruh tanda-tanda kebe-saran Allah سبحانه وتعالى sehingga mereka disiksa dengan siksaan Dzat Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa, Allah سبحانه وتعالى menenggelamkan Fir'aun dan kaumnya di lautan.
(43) Maksud dari pemaparan kisah-kisah ini adalah sebagai peringatan bagi manusia dan orang-orang yang mendustakan Nabi Muhammad a, dan karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَكُفَّارُكُمۡ خَيۡرٞ مِّنۡ أُوْلَٰٓئِكُمۡ ﴿ "Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musyrikin) lebih baik dari mereka itu," artinya, apakah mereka yang mendustakan Rasul terbaik lebih baik dari orang-orang yang mendustakan rasul-rasul sebelumnya yang dibinasakan Allah سبحانه وتعالى dan ditimpa berbagai azab itu? Jika orang-orang kafir Makkah lebih baik dari mereka, maka mereka memiliki kemungkinan untuk bisa selamat dari azab dan tidak akan tertimpa siksaan yang menimpa orang-orang buruk sebelum mereka. Namun tidak demikian halnya, orang-orang kafir Makkah tidak lebih buruk dari mereka dan tidak pula lebih baik dari me-reka. ﴾ أَمۡ لَكُم بَرَآءَةٞ فِي ٱلزُّبُرِ ﴿ "Atau apakah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab yang dahulu?" Artinya, apakah Allah سبحانه وتعالى memberikan kalian janji dalam kitab-kitab yang diturun-kan pada para nabi sebelumnya, kalian pada saat itu mengadakan perjanjian bahwa kalian akan selamat berdasarkan pemberitahuan dan janji Allah سبحانه وتعالى? Tidak demikian halnya, bahkan mustahil secara akal dan syariat jika mereka mendapatkan jaminan bebas azab yang tertulis dalam kitab-kitab samawi yang mencakup keadilan dan hikmah. Bukanlah termasuk hikmah jika orang-orang seperti itu yang menentang dan mendustakan rasul terbaik dan paling mulia di sisi Allah سبحانه وتعالى itu mendapatkan keselamatan.
(44) Tidak tersisa apa pun pada mereka selain kekuatan yang mereka jadikan penolong, maka Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa mereka berkata, ﴾ نَحۡنُ جَمِيعٞ مُّنتَصِرٞ ﴿ "Kami adalah satu golongan yang bersatu yang pasti menang."
(45) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menjelaskan kelemahan mereka dan mereka akan dikalahkan, ﴾ سَيُهۡزَمُ ٱلۡجَمۡعُ وَيُوَلُّونَ ٱلدُّبُرَ ﴿ "Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang," dan terjadilah seperti yang diberitakan Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى mengalahkan golongan mereka yang lebih besar dalam peristiwa Badar. Para centeng dan pembesar mereka terbunuh dan mereka pun takluk. Allah سبحانه وتعالى memberikan kemenangan untuk Agama, Nabi dan go-longanNya yang beriman.
(46) Meski demikian, mereka memiliki janji di mana seluruh manusia dari yang pertama hingga terakhir akan dikumpulkan begitu pula seluruh orang yang mendapat ujian di dunia dan orang yang menikmati kelezatan dunia, karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ بَلِ ٱلسَّاعَةُ مَوۡعِدُهُمۡ ﴿ "Sebenarnya Hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka." Di hari itu mereka akan dibalas dan diperlakukan secara adil. ﴾ وَٱلسَّاعَةُ أَدۡهَىٰ وَأَمَرُّ ﴿ "Dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit," artinya, lebih agung, lebih berat dan lebih besar dari yang diperkirakan atau yang ada dalam bayangan angan-angan.
(47) ﴾ إِنَّ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang berdosa," yaitu orang-orang yang banyak berbuat dosa-dosa besar berupa kesyirikan dan kemaksiatan lain, ﴾ فِي ضَلَٰلٖ وَسُعُرٖ ﴿ "berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka," artinya, mereka tersesat di dunia; sesat dari ilmu dan amal yang bisa menyelamatkan mereka dari azab akhirat. Pada Hari Kiamat mereka berada dalam siksaan yang pedih dan api yang dinyalakan pada tubuh mereka hingga merasuk ke dalam hati mereka.
(48) ﴾ يَوۡمَ يُسۡحَبُونَ فِي ٱلنَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمۡ ﴿ "(Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka," yang merupakan bagian tubuh mereka yang terhormat, kepedihan neraka jauh lebih pedih dari yang lain-nya. Mereka pun bersedih dan berduka karena siksaan itu. ﴾ ذُوقُواْ مَسَّ سَقَرَ ﴿ "(Dikatakan kepada mereka), 'Rasakanlah sentuhan api neraka'," artinya, rasakanlah kepedihan, hamburan, kemurkaan, serta kobaran api neraka.
(49) ﴾ إِنَّا كُلَّ شَيۡءٍ خَلَقۡنَٰهُ بِقَدَرٖ ﴿ "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran," ini mencakup seluruh makhluk dan selu-ruh alam, baik alam atas maupun alam bawah, hanya Allah سبحانه وتعالى yang menciptakannya. Tidak ada pencipta selain Allah سبحانه وتعالى, tidak ada sekutu bagiNya dalam menciptakan semuanya. Allah سبحانه وتعالى mencipta-kan berdasarkan ketentuan yang telah terdahulu berdasarkan ilmu-Nya dan sesuai catatan penaNya berdasar waktu dan ukuran yang ditetapkan dan seluruh sifat yang tercakup dalam segala hal.
(50) Itu mudah bagi Allah سبحانه وتعالى, karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَمَآ أَمۡرُنَآ إِلَّا وَٰحِدَةٞ كَلَمۡحِۭ بِٱلۡبَصَرِ ﴿ "Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata." Jika Allah سبحانه وتعالى menghendaki sesuatu, Allah سبحانه وتعالى berfirman, "Jadilah," maka jadilah sesuatu itu sesuai kehendakNya dalam sekejap mata tanpa letih dan susah.
(51) ﴾ وَلَقَدۡ أَهۡلَكۡنَآ أَشۡيَاعَكُمۡ ﴿ "Dan sungguh telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu," dari kalangan umat-umat sebelum kalian yang mengetahui seperti halnya kalian dan mendustakan seperti halnya kalian, ﴾ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" Orang yang mau mengambil pelajaran yang mengetahui sunnatullah dalam membinasakan orang-orang buruk, karena mereka itu sama, tidak ada perbedaan antara kedua golongan tersebut.
(52) ﴾ وَكُلُّ شَيۡءٖ فَعَلُوهُ فِي ٱلزُّبُرِ ﴿ "Dan segala sesuatu yang telah me-reka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan," artinya, semua yang mereka lakukan, baik dan buruknya telah tertulis untuk mereka dalam kitab takdir.
(53) ﴾ وَكُلُّ صَغِيرٖ وَكَبِيرٖ مُّسۡتَطَرٌ ﴿ "Dan segala (urusan) yang kecil mau-pun yang besar adalah tertulis," artinya telah tercatat dan inilah haki-kat Qadha` dan Qadar, semua hal telah diketahui Allah سبحانه وتعالى dan ditulis di lauhil mahfuzh. Apa pun yang dikehendaki Allah سبحانه وتعالى pasti terjadi dan yang tidak dikehendakiNya tidak akan ada. Apa pun yang akan menimpa manusia tidak akan luput dan yang ditakdir-kan luput tidak akan menimpanya.
(54-55) ﴾ إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa" kepada Allah سبحانه وتعالى dengan mengerjakan perintah-perintahNya dan meninggalkan larangan-laranganNya, mereka yang menjauhi ke-syirikan, dosa-dosa besar dan dosa-dosa kecil ﴾ فِي جَنَّٰتٖ وَنَهَرٖ ﴿ "di dalam taman-taman dan sungai-sungai," yakni, berada di dalam surga penuh kenikmatan, yang di dalamnya terdapat segala sesuatu yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga dan belum pernah terbersit dalam benak manusia, berupa pepohonan dengan buah ranum, sungai-sungai mengalir, istana-istana menjulang tinggi, rumah-rumah indah, makanan dan minuman lezat, bidadari cantik, taman-taman indah di dalam kebun, keridhaan Allah Dzat Penguasa dan Pemberi balasan, serta mendapatkan kemenangan dengan berada di dekatNya. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman,﴾ فِي مَقۡعَدِ صِدۡقٍ عِندَ مَلِيكٖ مُّقۡتَدِرِۭ ﴿ "Di tempat yang disenangi di sisi (Rabb) Yang Maha Berkuasa." Anda jangan bertanya setelah ini apa saja yang diberikan oleh Rabb mereka dari kemuliaanNya dan apa saja yang dianuge-rahkan kepada mereka dari kebaikan dan karuniaNya. Semoga Allah سبحانه وتعالى memasukkan kita dalam golongan mereka dan semoga Allah سبحانه وتعالى tidak menahan kebaikan milikNya untuk kita karena keburukan yang ada pada diri kita.
Sampai di sini tafsir surat ini. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى semata.
Al-Qamar 54:42
"Dan sungguh telah datang kepada kaum Fir'aun ancaman-ancaman. Mereka mendustakan mukjizat-mukjizat Kami semua-nya, lalu Kami azab mereka sebagai azab dari Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa. Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musy-rikin) lebih baik dari mereka itu, atau apakah kamu telah mem-punyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab yang dahulu? Atau apakah mereka mengatakan, 'Kami adalah satu go-longan yang bersatu yang pasti menang?' Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang. Sebenarnya Hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit. Sesungguhnya orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka. (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka), 'Rasakanlah sentuhan api neraka.' Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata. Dan sungguh telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu. Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan. Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai, di tempat yang disenangi di sisi (Rabb) Yang Maha Berkuasa." (Al-Qamar: 41-55).
(41-42) ﴾ وَلَقَدۡ جَآءَ ءَالَ فِرۡعَوۡنَ ﴿ "Dan sungguh telah datang kepada kaum Fir'aun," yakni Fir'aun dan kaumnya, ﴾ ٱلنُّذُرُ ﴿ "ancaman-ancaman." Allah سبحانه وتعالى mengutus Nabi Musa عليه السلام, kalimullah, kepada mereka dan dikuatkan dengan berbagai tanda-tanda kebesaran, penjelasan-penjelasan, dan berbagai mukjizat nyata. Nabi Musa عليه السلام menun-jukkan berbagai pelajaran yang belum pernah ditunjukkan pada yang lain, namun mereka mendustakan seluruh tanda-tanda kebe-saran Allah سبحانه وتعالى sehingga mereka disiksa dengan siksaan Dzat Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa, Allah سبحانه وتعالى menenggelamkan Fir'aun dan kaumnya di lautan.
(43) Maksud dari pemaparan kisah-kisah ini adalah sebagai peringatan bagi manusia dan orang-orang yang mendustakan Nabi Muhammad a, dan karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَكُفَّارُكُمۡ خَيۡرٞ مِّنۡ أُوْلَٰٓئِكُمۡ ﴿ "Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musyrikin) lebih baik dari mereka itu," artinya, apakah mereka yang mendustakan Rasul terbaik lebih baik dari orang-orang yang mendustakan rasul-rasul sebelumnya yang dibinasakan Allah سبحانه وتعالى dan ditimpa berbagai azab itu? Jika orang-orang kafir Makkah lebih baik dari mereka, maka mereka memiliki kemungkinan untuk bisa selamat dari azab dan tidak akan tertimpa siksaan yang menimpa orang-orang buruk sebelum mereka. Namun tidak demikian halnya, orang-orang kafir Makkah tidak lebih buruk dari mereka dan tidak pula lebih baik dari me-reka. ﴾ أَمۡ لَكُم بَرَآءَةٞ فِي ٱلزُّبُرِ ﴿ "Atau apakah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab yang dahulu?" Artinya, apakah Allah سبحانه وتعالى memberikan kalian janji dalam kitab-kitab yang diturun-kan pada para nabi sebelumnya, kalian pada saat itu mengadakan perjanjian bahwa kalian akan selamat berdasarkan pemberitahuan dan janji Allah سبحانه وتعالى? Tidak demikian halnya, bahkan mustahil secara akal dan syariat jika mereka mendapatkan jaminan bebas azab yang tertulis dalam kitab-kitab samawi yang mencakup keadilan dan hikmah. Bukanlah termasuk hikmah jika orang-orang seperti itu yang menentang dan mendustakan rasul terbaik dan paling mulia di sisi Allah سبحانه وتعالى itu mendapatkan keselamatan.
(44) Tidak tersisa apa pun pada mereka selain kekuatan yang mereka jadikan penolong, maka Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa mereka berkata, ﴾ نَحۡنُ جَمِيعٞ مُّنتَصِرٞ ﴿ "Kami adalah satu golongan yang bersatu yang pasti menang."
(45) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menjelaskan kelemahan mereka dan mereka akan dikalahkan, ﴾ سَيُهۡزَمُ ٱلۡجَمۡعُ وَيُوَلُّونَ ٱلدُّبُرَ ﴿ "Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang," dan terjadilah seperti yang diberitakan Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى mengalahkan golongan mereka yang lebih besar dalam peristiwa Badar. Para centeng dan pembesar mereka terbunuh dan mereka pun takluk. Allah سبحانه وتعالى memberikan kemenangan untuk Agama, Nabi dan go-longanNya yang beriman.
(46) Meski demikian, mereka memiliki janji di mana seluruh manusia dari yang pertama hingga terakhir akan dikumpulkan begitu pula seluruh orang yang mendapat ujian di dunia dan orang yang menikmati kelezatan dunia, karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ بَلِ ٱلسَّاعَةُ مَوۡعِدُهُمۡ ﴿ "Sebenarnya Hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka." Di hari itu mereka akan dibalas dan diperlakukan secara adil. ﴾ وَٱلسَّاعَةُ أَدۡهَىٰ وَأَمَرُّ ﴿ "Dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit," artinya, lebih agung, lebih berat dan lebih besar dari yang diperkirakan atau yang ada dalam bayangan angan-angan.
(47) ﴾ إِنَّ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang berdosa," yaitu orang-orang yang banyak berbuat dosa-dosa besar berupa kesyirikan dan kemaksiatan lain, ﴾ فِي ضَلَٰلٖ وَسُعُرٖ ﴿ "berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka," artinya, mereka tersesat di dunia; sesat dari ilmu dan amal yang bisa menyelamatkan mereka dari azab akhirat. Pada Hari Kiamat mereka berada dalam siksaan yang pedih dan api yang dinyalakan pada tubuh mereka hingga merasuk ke dalam hati mereka.
(48) ﴾ يَوۡمَ يُسۡحَبُونَ فِي ٱلنَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمۡ ﴿ "(Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka," yang merupakan bagian tubuh mereka yang terhormat, kepedihan neraka jauh lebih pedih dari yang lain-nya. Mereka pun bersedih dan berduka karena siksaan itu. ﴾ ذُوقُواْ مَسَّ سَقَرَ ﴿ "(Dikatakan kepada mereka), 'Rasakanlah sentuhan api neraka'," artinya, rasakanlah kepedihan, hamburan, kemurkaan, serta kobaran api neraka.
(49) ﴾ إِنَّا كُلَّ شَيۡءٍ خَلَقۡنَٰهُ بِقَدَرٖ ﴿ "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran," ini mencakup seluruh makhluk dan selu-ruh alam, baik alam atas maupun alam bawah, hanya Allah سبحانه وتعالى yang menciptakannya. Tidak ada pencipta selain Allah سبحانه وتعالى, tidak ada sekutu bagiNya dalam menciptakan semuanya. Allah سبحانه وتعالى mencipta-kan berdasarkan ketentuan yang telah terdahulu berdasarkan ilmu-Nya dan sesuai catatan penaNya berdasar waktu dan ukuran yang ditetapkan dan seluruh sifat yang tercakup dalam segala hal.
(50) Itu mudah bagi Allah سبحانه وتعالى, karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَمَآ أَمۡرُنَآ إِلَّا وَٰحِدَةٞ كَلَمۡحِۭ بِٱلۡبَصَرِ ﴿ "Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata." Jika Allah سبحانه وتعالى menghendaki sesuatu, Allah سبحانه وتعالى berfirman, "Jadilah," maka jadilah sesuatu itu sesuai kehendakNya dalam sekejap mata tanpa letih dan susah.
(51) ﴾ وَلَقَدۡ أَهۡلَكۡنَآ أَشۡيَاعَكُمۡ ﴿ "Dan sungguh telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu," dari kalangan umat-umat sebelum kalian yang mengetahui seperti halnya kalian dan mendustakan seperti halnya kalian, ﴾ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" Orang yang mau mengambil pelajaran yang mengetahui sunnatullah dalam membinasakan orang-orang buruk, karena mereka itu sama, tidak ada perbedaan antara kedua golongan tersebut.
(52) ﴾ وَكُلُّ شَيۡءٖ فَعَلُوهُ فِي ٱلزُّبُرِ ﴿ "Dan segala sesuatu yang telah me-reka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan," artinya, semua yang mereka lakukan, baik dan buruknya telah tertulis untuk mereka dalam kitab takdir.
(53) ﴾ وَكُلُّ صَغِيرٖ وَكَبِيرٖ مُّسۡتَطَرٌ ﴿ "Dan segala (urusan) yang kecil mau-pun yang besar adalah tertulis," artinya telah tercatat dan inilah haki-kat Qadha` dan Qadar, semua hal telah diketahui Allah سبحانه وتعالى dan ditulis di lauhil mahfuzh. Apa pun yang dikehendaki Allah سبحانه وتعالى pasti terjadi dan yang tidak dikehendakiNya tidak akan ada. Apa pun yang akan menimpa manusia tidak akan luput dan yang ditakdir-kan luput tidak akan menimpanya.
(54-55) ﴾ إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa" kepada Allah سبحانه وتعالى dengan mengerjakan perintah-perintahNya dan meninggalkan larangan-laranganNya, mereka yang menjauhi ke-syirikan, dosa-dosa besar dan dosa-dosa kecil ﴾ فِي جَنَّٰتٖ وَنَهَرٖ ﴿ "di dalam taman-taman dan sungai-sungai," yakni, berada di dalam surga penuh kenikmatan, yang di dalamnya terdapat segala sesuatu yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga dan belum pernah terbersit dalam benak manusia, berupa pepohonan dengan buah ranum, sungai-sungai mengalir, istana-istana menjulang tinggi, rumah-rumah indah, makanan dan minuman lezat, bidadari cantik, taman-taman indah di dalam kebun, keridhaan Allah Dzat Penguasa dan Pemberi balasan, serta mendapatkan kemenangan dengan berada di dekatNya. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman,﴾ فِي مَقۡعَدِ صِدۡقٍ عِندَ مَلِيكٖ مُّقۡتَدِرِۭ ﴿ "Di tempat yang disenangi di sisi (Rabb) Yang Maha Berkuasa." Anda jangan bertanya setelah ini apa saja yang diberikan oleh Rabb mereka dari kemuliaanNya dan apa saja yang dianuge-rahkan kepada mereka dari kebaikan dan karuniaNya. Semoga Allah سبحانه وتعالى memasukkan kita dalam golongan mereka dan semoga Allah سبحانه وتعالى tidak menahan kebaikan milikNya untuk kita karena keburukan yang ada pada diri kita.
Sampai di sini tafsir surat ini. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى semata.
Al-Qamar 54:43
"Dan sungguh telah datang kepada kaum Fir'aun ancaman-ancaman. Mereka mendustakan mukjizat-mukjizat Kami semua-nya, lalu Kami azab mereka sebagai azab dari Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa. Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musy-rikin) lebih baik dari mereka itu, atau apakah kamu telah mem-punyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab yang dahulu? Atau apakah mereka mengatakan, 'Kami adalah satu go-longan yang bersatu yang pasti menang?' Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang. Sebenarnya Hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit. Sesungguhnya orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka. (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka), 'Rasakanlah sentuhan api neraka.' Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata. Dan sungguh telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu. Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan. Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai, di tempat yang disenangi di sisi (Rabb) Yang Maha Berkuasa." (Al-Qamar: 41-55).
(41-42) ﴾ وَلَقَدۡ جَآءَ ءَالَ فِرۡعَوۡنَ ﴿ "Dan sungguh telah datang kepada kaum Fir'aun," yakni Fir'aun dan kaumnya, ﴾ ٱلنُّذُرُ ﴿ "ancaman-ancaman." Allah سبحانه وتعالى mengutus Nabi Musa عليه السلام, kalimullah, kepada mereka dan dikuatkan dengan berbagai tanda-tanda kebesaran, penjelasan-penjelasan, dan berbagai mukjizat nyata. Nabi Musa عليه السلام menun-jukkan berbagai pelajaran yang belum pernah ditunjukkan pada yang lain, namun mereka mendustakan seluruh tanda-tanda kebe-saran Allah سبحانه وتعالى sehingga mereka disiksa dengan siksaan Dzat Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa, Allah سبحانه وتعالى menenggelamkan Fir'aun dan kaumnya di lautan.
(43) Maksud dari pemaparan kisah-kisah ini adalah sebagai peringatan bagi manusia dan orang-orang yang mendustakan Nabi Muhammad a, dan karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَكُفَّارُكُمۡ خَيۡرٞ مِّنۡ أُوْلَٰٓئِكُمۡ ﴿ "Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musyrikin) lebih baik dari mereka itu," artinya, apakah mereka yang mendustakan Rasul terbaik lebih baik dari orang-orang yang mendustakan rasul-rasul sebelumnya yang dibinasakan Allah سبحانه وتعالى dan ditimpa berbagai azab itu? Jika orang-orang kafir Makkah lebih baik dari mereka, maka mereka memiliki kemungkinan untuk bisa selamat dari azab dan tidak akan tertimpa siksaan yang menimpa orang-orang buruk sebelum mereka. Namun tidak demikian halnya, orang-orang kafir Makkah tidak lebih buruk dari mereka dan tidak pula lebih baik dari me-reka. ﴾ أَمۡ لَكُم بَرَآءَةٞ فِي ٱلزُّبُرِ ﴿ "Atau apakah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab yang dahulu?" Artinya, apakah Allah سبحانه وتعالى memberikan kalian janji dalam kitab-kitab yang diturun-kan pada para nabi sebelumnya, kalian pada saat itu mengadakan perjanjian bahwa kalian akan selamat berdasarkan pemberitahuan dan janji Allah سبحانه وتعالى? Tidak demikian halnya, bahkan mustahil secara akal dan syariat jika mereka mendapatkan jaminan bebas azab yang tertulis dalam kitab-kitab samawi yang mencakup keadilan dan hikmah. Bukanlah termasuk hikmah jika orang-orang seperti itu yang menentang dan mendustakan rasul terbaik dan paling mulia di sisi Allah سبحانه وتعالى itu mendapatkan keselamatan.
(44) Tidak tersisa apa pun pada mereka selain kekuatan yang mereka jadikan penolong, maka Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa mereka berkata, ﴾ نَحۡنُ جَمِيعٞ مُّنتَصِرٞ ﴿ "Kami adalah satu golongan yang bersatu yang pasti menang."
(45) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menjelaskan kelemahan mereka dan mereka akan dikalahkan, ﴾ سَيُهۡزَمُ ٱلۡجَمۡعُ وَيُوَلُّونَ ٱلدُّبُرَ ﴿ "Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang," dan terjadilah seperti yang diberitakan Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى mengalahkan golongan mereka yang lebih besar dalam peristiwa Badar. Para centeng dan pembesar mereka terbunuh dan mereka pun takluk. Allah سبحانه وتعالى memberikan kemenangan untuk Agama, Nabi dan go-longanNya yang beriman.
(46) Meski demikian, mereka memiliki janji di mana seluruh manusia dari yang pertama hingga terakhir akan dikumpulkan begitu pula seluruh orang yang mendapat ujian di dunia dan orang yang menikmati kelezatan dunia, karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ بَلِ ٱلسَّاعَةُ مَوۡعِدُهُمۡ ﴿ "Sebenarnya Hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka." Di hari itu mereka akan dibalas dan diperlakukan secara adil. ﴾ وَٱلسَّاعَةُ أَدۡهَىٰ وَأَمَرُّ ﴿ "Dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit," artinya, lebih agung, lebih berat dan lebih besar dari yang diperkirakan atau yang ada dalam bayangan angan-angan.
(47) ﴾ إِنَّ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang berdosa," yaitu orang-orang yang banyak berbuat dosa-dosa besar berupa kesyirikan dan kemaksiatan lain, ﴾ فِي ضَلَٰلٖ وَسُعُرٖ ﴿ "berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka," artinya, mereka tersesat di dunia; sesat dari ilmu dan amal yang bisa menyelamatkan mereka dari azab akhirat. Pada Hari Kiamat mereka berada dalam siksaan yang pedih dan api yang dinyalakan pada tubuh mereka hingga merasuk ke dalam hati mereka.
(48) ﴾ يَوۡمَ يُسۡحَبُونَ فِي ٱلنَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمۡ ﴿ "(Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka," yang merupakan bagian tubuh mereka yang terhormat, kepedihan neraka jauh lebih pedih dari yang lain-nya. Mereka pun bersedih dan berduka karena siksaan itu. ﴾ ذُوقُواْ مَسَّ سَقَرَ ﴿ "(Dikatakan kepada mereka), 'Rasakanlah sentuhan api neraka'," artinya, rasakanlah kepedihan, hamburan, kemurkaan, serta kobaran api neraka.
(49) ﴾ إِنَّا كُلَّ شَيۡءٍ خَلَقۡنَٰهُ بِقَدَرٖ ﴿ "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran," ini mencakup seluruh makhluk dan selu-ruh alam, baik alam atas maupun alam bawah, hanya Allah سبحانه وتعالى yang menciptakannya. Tidak ada pencipta selain Allah سبحانه وتعالى, tidak ada sekutu bagiNya dalam menciptakan semuanya. Allah سبحانه وتعالى mencipta-kan berdasarkan ketentuan yang telah terdahulu berdasarkan ilmu-Nya dan sesuai catatan penaNya berdasar waktu dan ukuran yang ditetapkan dan seluruh sifat yang tercakup dalam segala hal.
(50) Itu mudah bagi Allah سبحانه وتعالى, karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَمَآ أَمۡرُنَآ إِلَّا وَٰحِدَةٞ كَلَمۡحِۭ بِٱلۡبَصَرِ ﴿ "Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata." Jika Allah سبحانه وتعالى menghendaki sesuatu, Allah سبحانه وتعالى berfirman, "Jadilah," maka jadilah sesuatu itu sesuai kehendakNya dalam sekejap mata tanpa letih dan susah.
(51) ﴾ وَلَقَدۡ أَهۡلَكۡنَآ أَشۡيَاعَكُمۡ ﴿ "Dan sungguh telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu," dari kalangan umat-umat sebelum kalian yang mengetahui seperti halnya kalian dan mendustakan seperti halnya kalian, ﴾ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" Orang yang mau mengambil pelajaran yang mengetahui sunnatullah dalam membinasakan orang-orang buruk, karena mereka itu sama, tidak ada perbedaan antara kedua golongan tersebut.
(52) ﴾ وَكُلُّ شَيۡءٖ فَعَلُوهُ فِي ٱلزُّبُرِ ﴿ "Dan segala sesuatu yang telah me-reka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan," artinya, semua yang mereka lakukan, baik dan buruknya telah tertulis untuk mereka dalam kitab takdir.
(53) ﴾ وَكُلُّ صَغِيرٖ وَكَبِيرٖ مُّسۡتَطَرٌ ﴿ "Dan segala (urusan) yang kecil mau-pun yang besar adalah tertulis," artinya telah tercatat dan inilah haki-kat Qadha` dan Qadar, semua hal telah diketahui Allah سبحانه وتعالى dan ditulis di lauhil mahfuzh. Apa pun yang dikehendaki Allah سبحانه وتعالى pasti terjadi dan yang tidak dikehendakiNya tidak akan ada. Apa pun yang akan menimpa manusia tidak akan luput dan yang ditakdir-kan luput tidak akan menimpanya.
(54-55) ﴾ إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa" kepada Allah سبحانه وتعالى dengan mengerjakan perintah-perintahNya dan meninggalkan larangan-laranganNya, mereka yang menjauhi ke-syirikan, dosa-dosa besar dan dosa-dosa kecil ﴾ فِي جَنَّٰتٖ وَنَهَرٖ ﴿ "di dalam taman-taman dan sungai-sungai," yakni, berada di dalam surga penuh kenikmatan, yang di dalamnya terdapat segala sesuatu yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga dan belum pernah terbersit dalam benak manusia, berupa pepohonan dengan buah ranum, sungai-sungai mengalir, istana-istana menjulang tinggi, rumah-rumah indah, makanan dan minuman lezat, bidadari cantik, taman-taman indah di dalam kebun, keridhaan Allah Dzat Penguasa dan Pemberi balasan, serta mendapatkan kemenangan dengan berada di dekatNya. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman,﴾ فِي مَقۡعَدِ صِدۡقٍ عِندَ مَلِيكٖ مُّقۡتَدِرِۭ ﴿ "Di tempat yang disenangi di sisi (Rabb) Yang Maha Berkuasa." Anda jangan bertanya setelah ini apa saja yang diberikan oleh Rabb mereka dari kemuliaanNya dan apa saja yang dianuge-rahkan kepada mereka dari kebaikan dan karuniaNya. Semoga Allah سبحانه وتعالى memasukkan kita dalam golongan mereka dan semoga Allah سبحانه وتعالى tidak menahan kebaikan milikNya untuk kita karena keburukan yang ada pada diri kita.
Sampai di sini tafsir surat ini. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى semata.
Al-Qamar 54:44
"Dan sungguh telah datang kepada kaum Fir'aun ancaman-ancaman. Mereka mendustakan mukjizat-mukjizat Kami semua-nya, lalu Kami azab mereka sebagai azab dari Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa. Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musy-rikin) lebih baik dari mereka itu, atau apakah kamu telah mem-punyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab yang dahulu? Atau apakah mereka mengatakan, 'Kami adalah satu go-longan yang bersatu yang pasti menang?' Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang. Sebenarnya Hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit. Sesungguhnya orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka. (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka), 'Rasakanlah sentuhan api neraka.' Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata. Dan sungguh telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu. Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan. Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai, di tempat yang disenangi di sisi (Rabb) Yang Maha Berkuasa." (Al-Qamar: 41-55).
(41-42) ﴾ وَلَقَدۡ جَآءَ ءَالَ فِرۡعَوۡنَ ﴿ "Dan sungguh telah datang kepada kaum Fir'aun," yakni Fir'aun dan kaumnya, ﴾ ٱلنُّذُرُ ﴿ "ancaman-ancaman." Allah سبحانه وتعالى mengutus Nabi Musa عليه السلام, kalimullah, kepada mereka dan dikuatkan dengan berbagai tanda-tanda kebesaran, penjelasan-penjelasan, dan berbagai mukjizat nyata. Nabi Musa عليه السلام menun-jukkan berbagai pelajaran yang belum pernah ditunjukkan pada yang lain, namun mereka mendustakan seluruh tanda-tanda kebe-saran Allah سبحانه وتعالى sehingga mereka disiksa dengan siksaan Dzat Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa, Allah سبحانه وتعالى menenggelamkan Fir'aun dan kaumnya di lautan.
(43) Maksud dari pemaparan kisah-kisah ini adalah sebagai peringatan bagi manusia dan orang-orang yang mendustakan Nabi Muhammad a, dan karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَكُفَّارُكُمۡ خَيۡرٞ مِّنۡ أُوْلَٰٓئِكُمۡ ﴿ "Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musyrikin) lebih baik dari mereka itu," artinya, apakah mereka yang mendustakan Rasul terbaik lebih baik dari orang-orang yang mendustakan rasul-rasul sebelumnya yang dibinasakan Allah سبحانه وتعالى dan ditimpa berbagai azab itu? Jika orang-orang kafir Makkah lebih baik dari mereka, maka mereka memiliki kemungkinan untuk bisa selamat dari azab dan tidak akan tertimpa siksaan yang menimpa orang-orang buruk sebelum mereka. Namun tidak demikian halnya, orang-orang kafir Makkah tidak lebih buruk dari mereka dan tidak pula lebih baik dari me-reka. ﴾ أَمۡ لَكُم بَرَآءَةٞ فِي ٱلزُّبُرِ ﴿ "Atau apakah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab yang dahulu?" Artinya, apakah Allah سبحانه وتعالى memberikan kalian janji dalam kitab-kitab yang diturun-kan pada para nabi sebelumnya, kalian pada saat itu mengadakan perjanjian bahwa kalian akan selamat berdasarkan pemberitahuan dan janji Allah سبحانه وتعالى? Tidak demikian halnya, bahkan mustahil secara akal dan syariat jika mereka mendapatkan jaminan bebas azab yang tertulis dalam kitab-kitab samawi yang mencakup keadilan dan hikmah. Bukanlah termasuk hikmah jika orang-orang seperti itu yang menentang dan mendustakan rasul terbaik dan paling mulia di sisi Allah سبحانه وتعالى itu mendapatkan keselamatan.
(44) Tidak tersisa apa pun pada mereka selain kekuatan yang mereka jadikan penolong, maka Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa mereka berkata, ﴾ نَحۡنُ جَمِيعٞ مُّنتَصِرٞ ﴿ "Kami adalah satu golongan yang bersatu yang pasti menang."
(45) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menjelaskan kelemahan mereka dan mereka akan dikalahkan, ﴾ سَيُهۡزَمُ ٱلۡجَمۡعُ وَيُوَلُّونَ ٱلدُّبُرَ ﴿ "Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang," dan terjadilah seperti yang diberitakan Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى mengalahkan golongan mereka yang lebih besar dalam peristiwa Badar. Para centeng dan pembesar mereka terbunuh dan mereka pun takluk. Allah سبحانه وتعالى memberikan kemenangan untuk Agama, Nabi dan go-longanNya yang beriman.
(46) Meski demikian, mereka memiliki janji di mana seluruh manusia dari yang pertama hingga terakhir akan dikumpulkan begitu pula seluruh orang yang mendapat ujian di dunia dan orang yang menikmati kelezatan dunia, karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ بَلِ ٱلسَّاعَةُ مَوۡعِدُهُمۡ ﴿ "Sebenarnya Hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka." Di hari itu mereka akan dibalas dan diperlakukan secara adil. ﴾ وَٱلسَّاعَةُ أَدۡهَىٰ وَأَمَرُّ ﴿ "Dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit," artinya, lebih agung, lebih berat dan lebih besar dari yang diperkirakan atau yang ada dalam bayangan angan-angan.
(47) ﴾ إِنَّ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang berdosa," yaitu orang-orang yang banyak berbuat dosa-dosa besar berupa kesyirikan dan kemaksiatan lain, ﴾ فِي ضَلَٰلٖ وَسُعُرٖ ﴿ "berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka," artinya, mereka tersesat di dunia; sesat dari ilmu dan amal yang bisa menyelamatkan mereka dari azab akhirat. Pada Hari Kiamat mereka berada dalam siksaan yang pedih dan api yang dinyalakan pada tubuh mereka hingga merasuk ke dalam hati mereka.
(48) ﴾ يَوۡمَ يُسۡحَبُونَ فِي ٱلنَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمۡ ﴿ "(Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka," yang merupakan bagian tubuh mereka yang terhormat, kepedihan neraka jauh lebih pedih dari yang lain-nya. Mereka pun bersedih dan berduka karena siksaan itu. ﴾ ذُوقُواْ مَسَّ سَقَرَ ﴿ "(Dikatakan kepada mereka), 'Rasakanlah sentuhan api neraka'," artinya, rasakanlah kepedihan, hamburan, kemurkaan, serta kobaran api neraka.
(49) ﴾ إِنَّا كُلَّ شَيۡءٍ خَلَقۡنَٰهُ بِقَدَرٖ ﴿ "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran," ini mencakup seluruh makhluk dan selu-ruh alam, baik alam atas maupun alam bawah, hanya Allah سبحانه وتعالى yang menciptakannya. Tidak ada pencipta selain Allah سبحانه وتعالى, tidak ada sekutu bagiNya dalam menciptakan semuanya. Allah سبحانه وتعالى mencipta-kan berdasarkan ketentuan yang telah terdahulu berdasarkan ilmu-Nya dan sesuai catatan penaNya berdasar waktu dan ukuran yang ditetapkan dan seluruh sifat yang tercakup dalam segala hal.
(50) Itu mudah bagi Allah سبحانه وتعالى, karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَمَآ أَمۡرُنَآ إِلَّا وَٰحِدَةٞ كَلَمۡحِۭ بِٱلۡبَصَرِ ﴿ "Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata." Jika Allah سبحانه وتعالى menghendaki sesuatu, Allah سبحانه وتعالى berfirman, "Jadilah," maka jadilah sesuatu itu sesuai kehendakNya dalam sekejap mata tanpa letih dan susah.
(51) ﴾ وَلَقَدۡ أَهۡلَكۡنَآ أَشۡيَاعَكُمۡ ﴿ "Dan sungguh telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu," dari kalangan umat-umat sebelum kalian yang mengetahui seperti halnya kalian dan mendustakan seperti halnya kalian, ﴾ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" Orang yang mau mengambil pelajaran yang mengetahui sunnatullah dalam membinasakan orang-orang buruk, karena mereka itu sama, tidak ada perbedaan antara kedua golongan tersebut.
(52) ﴾ وَكُلُّ شَيۡءٖ فَعَلُوهُ فِي ٱلزُّبُرِ ﴿ "Dan segala sesuatu yang telah me-reka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan," artinya, semua yang mereka lakukan, baik dan buruknya telah tertulis untuk mereka dalam kitab takdir.
(53) ﴾ وَكُلُّ صَغِيرٖ وَكَبِيرٖ مُّسۡتَطَرٌ ﴿ "Dan segala (urusan) yang kecil mau-pun yang besar adalah tertulis," artinya telah tercatat dan inilah haki-kat Qadha` dan Qadar, semua hal telah diketahui Allah سبحانه وتعالى dan ditulis di lauhil mahfuzh. Apa pun yang dikehendaki Allah سبحانه وتعالى pasti terjadi dan yang tidak dikehendakiNya tidak akan ada. Apa pun yang akan menimpa manusia tidak akan luput dan yang ditakdir-kan luput tidak akan menimpanya.
(54-55) ﴾ إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa" kepada Allah سبحانه وتعالى dengan mengerjakan perintah-perintahNya dan meninggalkan larangan-laranganNya, mereka yang menjauhi ke-syirikan, dosa-dosa besar dan dosa-dosa kecil ﴾ فِي جَنَّٰتٖ وَنَهَرٖ ﴿ "di dalam taman-taman dan sungai-sungai," yakni, berada di dalam surga penuh kenikmatan, yang di dalamnya terdapat segala sesuatu yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga dan belum pernah terbersit dalam benak manusia, berupa pepohonan dengan buah ranum, sungai-sungai mengalir, istana-istana menjulang tinggi, rumah-rumah indah, makanan dan minuman lezat, bidadari cantik, taman-taman indah di dalam kebun, keridhaan Allah Dzat Penguasa dan Pemberi balasan, serta mendapatkan kemenangan dengan berada di dekatNya. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman,﴾ فِي مَقۡعَدِ صِدۡقٍ عِندَ مَلِيكٖ مُّقۡتَدِرِۭ ﴿ "Di tempat yang disenangi di sisi (Rabb) Yang Maha Berkuasa." Anda jangan bertanya setelah ini apa saja yang diberikan oleh Rabb mereka dari kemuliaanNya dan apa saja yang dianuge-rahkan kepada mereka dari kebaikan dan karuniaNya. Semoga Allah سبحانه وتعالى memasukkan kita dalam golongan mereka dan semoga Allah سبحانه وتعالى tidak menahan kebaikan milikNya untuk kita karena keburukan yang ada pada diri kita.
Sampai di sini tafsir surat ini. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى semata.
Al-Qamar 54:45
"Dan sungguh telah datang kepada kaum Fir'aun ancaman-ancaman. Mereka mendustakan mukjizat-mukjizat Kami semua-nya, lalu Kami azab mereka sebagai azab dari Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa. Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musy-rikin) lebih baik dari mereka itu, atau apakah kamu telah mem-punyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab yang dahulu? Atau apakah mereka mengatakan, 'Kami adalah satu go-longan yang bersatu yang pasti menang?' Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang. Sebenarnya Hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit. Sesungguhnya orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka. (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka), 'Rasakanlah sentuhan api neraka.' Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata. Dan sungguh telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu. Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan. Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai, di tempat yang disenangi di sisi (Rabb) Yang Maha Berkuasa." (Al-Qamar: 41-55).
(41-42) ﴾ وَلَقَدۡ جَآءَ ءَالَ فِرۡعَوۡنَ ﴿ "Dan sungguh telah datang kepada kaum Fir'aun," yakni Fir'aun dan kaumnya, ﴾ ٱلنُّذُرُ ﴿ "ancaman-ancaman." Allah سبحانه وتعالى mengutus Nabi Musa عليه السلام, kalimullah, kepada mereka dan dikuatkan dengan berbagai tanda-tanda kebesaran, penjelasan-penjelasan, dan berbagai mukjizat nyata. Nabi Musa عليه السلام menun-jukkan berbagai pelajaran yang belum pernah ditunjukkan pada yang lain, namun mereka mendustakan seluruh tanda-tanda kebe-saran Allah سبحانه وتعالى sehingga mereka disiksa dengan siksaan Dzat Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa, Allah سبحانه وتعالى menenggelamkan Fir'aun dan kaumnya di lautan.
(43) Maksud dari pemaparan kisah-kisah ini adalah sebagai peringatan bagi manusia dan orang-orang yang mendustakan Nabi Muhammad a, dan karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَكُفَّارُكُمۡ خَيۡرٞ مِّنۡ أُوْلَٰٓئِكُمۡ ﴿ "Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musyrikin) lebih baik dari mereka itu," artinya, apakah mereka yang mendustakan Rasul terbaik lebih baik dari orang-orang yang mendustakan rasul-rasul sebelumnya yang dibinasakan Allah سبحانه وتعالى dan ditimpa berbagai azab itu? Jika orang-orang kafir Makkah lebih baik dari mereka, maka mereka memiliki kemungkinan untuk bisa selamat dari azab dan tidak akan tertimpa siksaan yang menimpa orang-orang buruk sebelum mereka. Namun tidak demikian halnya, orang-orang kafir Makkah tidak lebih buruk dari mereka dan tidak pula lebih baik dari me-reka. ﴾ أَمۡ لَكُم بَرَآءَةٞ فِي ٱلزُّبُرِ ﴿ "Atau apakah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab yang dahulu?" Artinya, apakah Allah سبحانه وتعالى memberikan kalian janji dalam kitab-kitab yang diturun-kan pada para nabi sebelumnya, kalian pada saat itu mengadakan perjanjian bahwa kalian akan selamat berdasarkan pemberitahuan dan janji Allah سبحانه وتعالى? Tidak demikian halnya, bahkan mustahil secara akal dan syariat jika mereka mendapatkan jaminan bebas azab yang tertulis dalam kitab-kitab samawi yang mencakup keadilan dan hikmah. Bukanlah termasuk hikmah jika orang-orang seperti itu yang menentang dan mendustakan rasul terbaik dan paling mulia di sisi Allah سبحانه وتعالى itu mendapatkan keselamatan.
(44) Tidak tersisa apa pun pada mereka selain kekuatan yang mereka jadikan penolong, maka Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa mereka berkata, ﴾ نَحۡنُ جَمِيعٞ مُّنتَصِرٞ ﴿ "Kami adalah satu golongan yang bersatu yang pasti menang."
(45) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menjelaskan kelemahan mereka dan mereka akan dikalahkan, ﴾ سَيُهۡزَمُ ٱلۡجَمۡعُ وَيُوَلُّونَ ٱلدُّبُرَ ﴿ "Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang," dan terjadilah seperti yang diberitakan Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى mengalahkan golongan mereka yang lebih besar dalam peristiwa Badar. Para centeng dan pembesar mereka terbunuh dan mereka pun takluk. Allah سبحانه وتعالى memberikan kemenangan untuk Agama, Nabi dan go-longanNya yang beriman.
(46) Meski demikian, mereka memiliki janji di mana seluruh manusia dari yang pertama hingga terakhir akan dikumpulkan begitu pula seluruh orang yang mendapat ujian di dunia dan orang yang menikmati kelezatan dunia, karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ بَلِ ٱلسَّاعَةُ مَوۡعِدُهُمۡ ﴿ "Sebenarnya Hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka." Di hari itu mereka akan dibalas dan diperlakukan secara adil. ﴾ وَٱلسَّاعَةُ أَدۡهَىٰ وَأَمَرُّ ﴿ "Dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit," artinya, lebih agung, lebih berat dan lebih besar dari yang diperkirakan atau yang ada dalam bayangan angan-angan.
(47) ﴾ إِنَّ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang berdosa," yaitu orang-orang yang banyak berbuat dosa-dosa besar berupa kesyirikan dan kemaksiatan lain, ﴾ فِي ضَلَٰلٖ وَسُعُرٖ ﴿ "berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka," artinya, mereka tersesat di dunia; sesat dari ilmu dan amal yang bisa menyelamatkan mereka dari azab akhirat. Pada Hari Kiamat mereka berada dalam siksaan yang pedih dan api yang dinyalakan pada tubuh mereka hingga merasuk ke dalam hati mereka.
(48) ﴾ يَوۡمَ يُسۡحَبُونَ فِي ٱلنَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمۡ ﴿ "(Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka," yang merupakan bagian tubuh mereka yang terhormat, kepedihan neraka jauh lebih pedih dari yang lain-nya. Mereka pun bersedih dan berduka karena siksaan itu. ﴾ ذُوقُواْ مَسَّ سَقَرَ ﴿ "(Dikatakan kepada mereka), 'Rasakanlah sentuhan api neraka'," artinya, rasakanlah kepedihan, hamburan, kemurkaan, serta kobaran api neraka.
(49) ﴾ إِنَّا كُلَّ شَيۡءٍ خَلَقۡنَٰهُ بِقَدَرٖ ﴿ "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran," ini mencakup seluruh makhluk dan selu-ruh alam, baik alam atas maupun alam bawah, hanya Allah سبحانه وتعالى yang menciptakannya. Tidak ada pencipta selain Allah سبحانه وتعالى, tidak ada sekutu bagiNya dalam menciptakan semuanya. Allah سبحانه وتعالى mencipta-kan berdasarkan ketentuan yang telah terdahulu berdasarkan ilmu-Nya dan sesuai catatan penaNya berdasar waktu dan ukuran yang ditetapkan dan seluruh sifat yang tercakup dalam segala hal.
(50) Itu mudah bagi Allah سبحانه وتعالى, karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَمَآ أَمۡرُنَآ إِلَّا وَٰحِدَةٞ كَلَمۡحِۭ بِٱلۡبَصَرِ ﴿ "Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata." Jika Allah سبحانه وتعالى menghendaki sesuatu, Allah سبحانه وتعالى berfirman, "Jadilah," maka jadilah sesuatu itu sesuai kehendakNya dalam sekejap mata tanpa letih dan susah.
(51) ﴾ وَلَقَدۡ أَهۡلَكۡنَآ أَشۡيَاعَكُمۡ ﴿ "Dan sungguh telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu," dari kalangan umat-umat sebelum kalian yang mengetahui seperti halnya kalian dan mendustakan seperti halnya kalian, ﴾ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" Orang yang mau mengambil pelajaran yang mengetahui sunnatullah dalam membinasakan orang-orang buruk, karena mereka itu sama, tidak ada perbedaan antara kedua golongan tersebut.
(52) ﴾ وَكُلُّ شَيۡءٖ فَعَلُوهُ فِي ٱلزُّبُرِ ﴿ "Dan segala sesuatu yang telah me-reka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan," artinya, semua yang mereka lakukan, baik dan buruknya telah tertulis untuk mereka dalam kitab takdir.
(53) ﴾ وَكُلُّ صَغِيرٖ وَكَبِيرٖ مُّسۡتَطَرٌ ﴿ "Dan segala (urusan) yang kecil mau-pun yang besar adalah tertulis," artinya telah tercatat dan inilah haki-kat Qadha` dan Qadar, semua hal telah diketahui Allah سبحانه وتعالى dan ditulis di lauhil mahfuzh. Apa pun yang dikehendaki Allah سبحانه وتعالى pasti terjadi dan yang tidak dikehendakiNya tidak akan ada. Apa pun yang akan menimpa manusia tidak akan luput dan yang ditakdir-kan luput tidak akan menimpanya.
(54-55) ﴾ إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa" kepada Allah سبحانه وتعالى dengan mengerjakan perintah-perintahNya dan meninggalkan larangan-laranganNya, mereka yang menjauhi ke-syirikan, dosa-dosa besar dan dosa-dosa kecil ﴾ فِي جَنَّٰتٖ وَنَهَرٖ ﴿ "di dalam taman-taman dan sungai-sungai," yakni, berada di dalam surga penuh kenikmatan, yang di dalamnya terdapat segala sesuatu yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga dan belum pernah terbersit dalam benak manusia, berupa pepohonan dengan buah ranum, sungai-sungai mengalir, istana-istana menjulang tinggi, rumah-rumah indah, makanan dan minuman lezat, bidadari cantik, taman-taman indah di dalam kebun, keridhaan Allah Dzat Penguasa dan Pemberi balasan, serta mendapatkan kemenangan dengan berada di dekatNya. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman,﴾ فِي مَقۡعَدِ صِدۡقٍ عِندَ مَلِيكٖ مُّقۡتَدِرِۭ ﴿ "Di tempat yang disenangi di sisi (Rabb) Yang Maha Berkuasa." Anda jangan bertanya setelah ini apa saja yang diberikan oleh Rabb mereka dari kemuliaanNya dan apa saja yang dianuge-rahkan kepada mereka dari kebaikan dan karuniaNya. Semoga Allah سبحانه وتعالى memasukkan kita dalam golongan mereka dan semoga Allah سبحانه وتعالى tidak menahan kebaikan milikNya untuk kita karena keburukan yang ada pada diri kita.
Sampai di sini tafsir surat ini. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى semata.
Al-Qamar 54:46
"Dan sungguh telah datang kepada kaum Fir'aun ancaman-ancaman. Mereka mendustakan mukjizat-mukjizat Kami semua-nya, lalu Kami azab mereka sebagai azab dari Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa. Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musy-rikin) lebih baik dari mereka itu, atau apakah kamu telah mem-punyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab yang dahulu? Atau apakah mereka mengatakan, 'Kami adalah satu go-longan yang bersatu yang pasti menang?' Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang. Sebenarnya Hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit. Sesungguhnya orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka. (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka), 'Rasakanlah sentuhan api neraka.' Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata. Dan sungguh telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu. Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan. Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai, di tempat yang disenangi di sisi (Rabb) Yang Maha Berkuasa." (Al-Qamar: 41-55).
(41-42) ﴾ وَلَقَدۡ جَآءَ ءَالَ فِرۡعَوۡنَ ﴿ "Dan sungguh telah datang kepada kaum Fir'aun," yakni Fir'aun dan kaumnya, ﴾ ٱلنُّذُرُ ﴿ "ancaman-ancaman." Allah سبحانه وتعالى mengutus Nabi Musa عليه السلام, kalimullah, kepada mereka dan dikuatkan dengan berbagai tanda-tanda kebesaran, penjelasan-penjelasan, dan berbagai mukjizat nyata. Nabi Musa عليه السلام menun-jukkan berbagai pelajaran yang belum pernah ditunjukkan pada yang lain, namun mereka mendustakan seluruh tanda-tanda kebe-saran Allah سبحانه وتعالى sehingga mereka disiksa dengan siksaan Dzat Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa, Allah سبحانه وتعالى menenggelamkan Fir'aun dan kaumnya di lautan.
(43) Maksud dari pemaparan kisah-kisah ini adalah sebagai peringatan bagi manusia dan orang-orang yang mendustakan Nabi Muhammad a, dan karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَكُفَّارُكُمۡ خَيۡرٞ مِّنۡ أُوْلَٰٓئِكُمۡ ﴿ "Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musyrikin) lebih baik dari mereka itu," artinya, apakah mereka yang mendustakan Rasul terbaik lebih baik dari orang-orang yang mendustakan rasul-rasul sebelumnya yang dibinasakan Allah سبحانه وتعالى dan ditimpa berbagai azab itu? Jika orang-orang kafir Makkah lebih baik dari mereka, maka mereka memiliki kemungkinan untuk bisa selamat dari azab dan tidak akan tertimpa siksaan yang menimpa orang-orang buruk sebelum mereka. Namun tidak demikian halnya, orang-orang kafir Makkah tidak lebih buruk dari mereka dan tidak pula lebih baik dari me-reka. ﴾ أَمۡ لَكُم بَرَآءَةٞ فِي ٱلزُّبُرِ ﴿ "Atau apakah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab yang dahulu?" Artinya, apakah Allah سبحانه وتعالى memberikan kalian janji dalam kitab-kitab yang diturun-kan pada para nabi sebelumnya, kalian pada saat itu mengadakan perjanjian bahwa kalian akan selamat berdasarkan pemberitahuan dan janji Allah سبحانه وتعالى? Tidak demikian halnya, bahkan mustahil secara akal dan syariat jika mereka mendapatkan jaminan bebas azab yang tertulis dalam kitab-kitab samawi yang mencakup keadilan dan hikmah. Bukanlah termasuk hikmah jika orang-orang seperti itu yang menentang dan mendustakan rasul terbaik dan paling mulia di sisi Allah سبحانه وتعالى itu mendapatkan keselamatan.
(44) Tidak tersisa apa pun pada mereka selain kekuatan yang mereka jadikan penolong, maka Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa mereka berkata, ﴾ نَحۡنُ جَمِيعٞ مُّنتَصِرٞ ﴿ "Kami adalah satu golongan yang bersatu yang pasti menang."
(45) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menjelaskan kelemahan mereka dan mereka akan dikalahkan, ﴾ سَيُهۡزَمُ ٱلۡجَمۡعُ وَيُوَلُّونَ ٱلدُّبُرَ ﴿ "Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang," dan terjadilah seperti yang diberitakan Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى mengalahkan golongan mereka yang lebih besar dalam peristiwa Badar. Para centeng dan pembesar mereka terbunuh dan mereka pun takluk. Allah سبحانه وتعالى memberikan kemenangan untuk Agama, Nabi dan go-longanNya yang beriman.
(46) Meski demikian, mereka memiliki janji di mana seluruh manusia dari yang pertama hingga terakhir akan dikumpulkan begitu pula seluruh orang yang mendapat ujian di dunia dan orang yang menikmati kelezatan dunia, karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ بَلِ ٱلسَّاعَةُ مَوۡعِدُهُمۡ ﴿ "Sebenarnya Hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka." Di hari itu mereka akan dibalas dan diperlakukan secara adil. ﴾ وَٱلسَّاعَةُ أَدۡهَىٰ وَأَمَرُّ ﴿ "Dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit," artinya, lebih agung, lebih berat dan lebih besar dari yang diperkirakan atau yang ada dalam bayangan angan-angan.
(47) ﴾ إِنَّ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang berdosa," yaitu orang-orang yang banyak berbuat dosa-dosa besar berupa kesyirikan dan kemaksiatan lain, ﴾ فِي ضَلَٰلٖ وَسُعُرٖ ﴿ "berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka," artinya, mereka tersesat di dunia; sesat dari ilmu dan amal yang bisa menyelamatkan mereka dari azab akhirat. Pada Hari Kiamat mereka berada dalam siksaan yang pedih dan api yang dinyalakan pada tubuh mereka hingga merasuk ke dalam hati mereka.
(48) ﴾ يَوۡمَ يُسۡحَبُونَ فِي ٱلنَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمۡ ﴿ "(Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka," yang merupakan bagian tubuh mereka yang terhormat, kepedihan neraka jauh lebih pedih dari yang lain-nya. Mereka pun bersedih dan berduka karena siksaan itu. ﴾ ذُوقُواْ مَسَّ سَقَرَ ﴿ "(Dikatakan kepada mereka), 'Rasakanlah sentuhan api neraka'," artinya, rasakanlah kepedihan, hamburan, kemurkaan, serta kobaran api neraka.
(49) ﴾ إِنَّا كُلَّ شَيۡءٍ خَلَقۡنَٰهُ بِقَدَرٖ ﴿ "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran," ini mencakup seluruh makhluk dan selu-ruh alam, baik alam atas maupun alam bawah, hanya Allah سبحانه وتعالى yang menciptakannya. Tidak ada pencipta selain Allah سبحانه وتعالى, tidak ada sekutu bagiNya dalam menciptakan semuanya. Allah سبحانه وتعالى mencipta-kan berdasarkan ketentuan yang telah terdahulu berdasarkan ilmu-Nya dan sesuai catatan penaNya berdasar waktu dan ukuran yang ditetapkan dan seluruh sifat yang tercakup dalam segala hal.
(50) Itu mudah bagi Allah سبحانه وتعالى, karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَمَآ أَمۡرُنَآ إِلَّا وَٰحِدَةٞ كَلَمۡحِۭ بِٱلۡبَصَرِ ﴿ "Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata." Jika Allah سبحانه وتعالى menghendaki sesuatu, Allah سبحانه وتعالى berfirman, "Jadilah," maka jadilah sesuatu itu sesuai kehendakNya dalam sekejap mata tanpa letih dan susah.
(51) ﴾ وَلَقَدۡ أَهۡلَكۡنَآ أَشۡيَاعَكُمۡ ﴿ "Dan sungguh telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu," dari kalangan umat-umat sebelum kalian yang mengetahui seperti halnya kalian dan mendustakan seperti halnya kalian, ﴾ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" Orang yang mau mengambil pelajaran yang mengetahui sunnatullah dalam membinasakan orang-orang buruk, karena mereka itu sama, tidak ada perbedaan antara kedua golongan tersebut.
(52) ﴾ وَكُلُّ شَيۡءٖ فَعَلُوهُ فِي ٱلزُّبُرِ ﴿ "Dan segala sesuatu yang telah me-reka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan," artinya, semua yang mereka lakukan, baik dan buruknya telah tertulis untuk mereka dalam kitab takdir.
(53) ﴾ وَكُلُّ صَغِيرٖ وَكَبِيرٖ مُّسۡتَطَرٌ ﴿ "Dan segala (urusan) yang kecil mau-pun yang besar adalah tertulis," artinya telah tercatat dan inilah haki-kat Qadha` dan Qadar, semua hal telah diketahui Allah سبحانه وتعالى dan ditulis di lauhil mahfuzh. Apa pun yang dikehendaki Allah سبحانه وتعالى pasti terjadi dan yang tidak dikehendakiNya tidak akan ada. Apa pun yang akan menimpa manusia tidak akan luput dan yang ditakdir-kan luput tidak akan menimpanya.
(54-55) ﴾ إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa" kepada Allah سبحانه وتعالى dengan mengerjakan perintah-perintahNya dan meninggalkan larangan-laranganNya, mereka yang menjauhi ke-syirikan, dosa-dosa besar dan dosa-dosa kecil ﴾ فِي جَنَّٰتٖ وَنَهَرٖ ﴿ "di dalam taman-taman dan sungai-sungai," yakni, berada di dalam surga penuh kenikmatan, yang di dalamnya terdapat segala sesuatu yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga dan belum pernah terbersit dalam benak manusia, berupa pepohonan dengan buah ranum, sungai-sungai mengalir, istana-istana menjulang tinggi, rumah-rumah indah, makanan dan minuman lezat, bidadari cantik, taman-taman indah di dalam kebun, keridhaan Allah Dzat Penguasa dan Pemberi balasan, serta mendapatkan kemenangan dengan berada di dekatNya. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman,﴾ فِي مَقۡعَدِ صِدۡقٍ عِندَ مَلِيكٖ مُّقۡتَدِرِۭ ﴿ "Di tempat yang disenangi di sisi (Rabb) Yang Maha Berkuasa." Anda jangan bertanya setelah ini apa saja yang diberikan oleh Rabb mereka dari kemuliaanNya dan apa saja yang dianuge-rahkan kepada mereka dari kebaikan dan karuniaNya. Semoga Allah سبحانه وتعالى memasukkan kita dalam golongan mereka dan semoga Allah سبحانه وتعالى tidak menahan kebaikan milikNya untuk kita karena keburukan yang ada pada diri kita.
Sampai di sini tafsir surat ini. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى semata.
Al-Qamar 54:47
"Dan sungguh telah datang kepada kaum Fir'aun ancaman-ancaman. Mereka mendustakan mukjizat-mukjizat Kami semua-nya, lalu Kami azab mereka sebagai azab dari Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa. Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musy-rikin) lebih baik dari mereka itu, atau apakah kamu telah mem-punyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab yang dahulu? Atau apakah mereka mengatakan, 'Kami adalah satu go-longan yang bersatu yang pasti menang?' Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang. Sebenarnya Hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit. Sesungguhnya orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka. (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka), 'Rasakanlah sentuhan api neraka.' Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata. Dan sungguh telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu. Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan. Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai, di tempat yang disenangi di sisi (Rabb) Yang Maha Berkuasa." (Al-Qamar: 41-55).
(41-42) ﴾ وَلَقَدۡ جَآءَ ءَالَ فِرۡعَوۡنَ ﴿ "Dan sungguh telah datang kepada kaum Fir'aun," yakni Fir'aun dan kaumnya, ﴾ ٱلنُّذُرُ ﴿ "ancaman-ancaman." Allah سبحانه وتعالى mengutus Nabi Musa عليه السلام, kalimullah, kepada mereka dan dikuatkan dengan berbagai tanda-tanda kebesaran, penjelasan-penjelasan, dan berbagai mukjizat nyata. Nabi Musa عليه السلام menun-jukkan berbagai pelajaran yang belum pernah ditunjukkan pada yang lain, namun mereka mendustakan seluruh tanda-tanda kebe-saran Allah سبحانه وتعالى sehingga mereka disiksa dengan siksaan Dzat Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa, Allah سبحانه وتعالى menenggelamkan Fir'aun dan kaumnya di lautan.
(43) Maksud dari pemaparan kisah-kisah ini adalah sebagai peringatan bagi manusia dan orang-orang yang mendustakan Nabi Muhammad a, dan karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَكُفَّارُكُمۡ خَيۡرٞ مِّنۡ أُوْلَٰٓئِكُمۡ ﴿ "Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musyrikin) lebih baik dari mereka itu," artinya, apakah mereka yang mendustakan Rasul terbaik lebih baik dari orang-orang yang mendustakan rasul-rasul sebelumnya yang dibinasakan Allah سبحانه وتعالى dan ditimpa berbagai azab itu? Jika orang-orang kafir Makkah lebih baik dari mereka, maka mereka memiliki kemungkinan untuk bisa selamat dari azab dan tidak akan tertimpa siksaan yang menimpa orang-orang buruk sebelum mereka. Namun tidak demikian halnya, orang-orang kafir Makkah tidak lebih buruk dari mereka dan tidak pula lebih baik dari me-reka. ﴾ أَمۡ لَكُم بَرَآءَةٞ فِي ٱلزُّبُرِ ﴿ "Atau apakah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab yang dahulu?" Artinya, apakah Allah سبحانه وتعالى memberikan kalian janji dalam kitab-kitab yang diturun-kan pada para nabi sebelumnya, kalian pada saat itu mengadakan perjanjian bahwa kalian akan selamat berdasarkan pemberitahuan dan janji Allah سبحانه وتعالى? Tidak demikian halnya, bahkan mustahil secara akal dan syariat jika mereka mendapatkan jaminan bebas azab yang tertulis dalam kitab-kitab samawi yang mencakup keadilan dan hikmah. Bukanlah termasuk hikmah jika orang-orang seperti itu yang menentang dan mendustakan rasul terbaik dan paling mulia di sisi Allah سبحانه وتعالى itu mendapatkan keselamatan.
(44) Tidak tersisa apa pun pada mereka selain kekuatan yang mereka jadikan penolong, maka Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa mereka berkata, ﴾ نَحۡنُ جَمِيعٞ مُّنتَصِرٞ ﴿ "Kami adalah satu golongan yang bersatu yang pasti menang."
(45) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menjelaskan kelemahan mereka dan mereka akan dikalahkan, ﴾ سَيُهۡزَمُ ٱلۡجَمۡعُ وَيُوَلُّونَ ٱلدُّبُرَ ﴿ "Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang," dan terjadilah seperti yang diberitakan Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى mengalahkan golongan mereka yang lebih besar dalam peristiwa Badar. Para centeng dan pembesar mereka terbunuh dan mereka pun takluk. Allah سبحانه وتعالى memberikan kemenangan untuk Agama, Nabi dan go-longanNya yang beriman.
(46) Meski demikian, mereka memiliki janji di mana seluruh manusia dari yang pertama hingga terakhir akan dikumpulkan begitu pula seluruh orang yang mendapat ujian di dunia dan orang yang menikmati kelezatan dunia, karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ بَلِ ٱلسَّاعَةُ مَوۡعِدُهُمۡ ﴿ "Sebenarnya Hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka." Di hari itu mereka akan dibalas dan diperlakukan secara adil. ﴾ وَٱلسَّاعَةُ أَدۡهَىٰ وَأَمَرُّ ﴿ "Dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit," artinya, lebih agung, lebih berat dan lebih besar dari yang diperkirakan atau yang ada dalam bayangan angan-angan.
(47) ﴾ إِنَّ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang berdosa," yaitu orang-orang yang banyak berbuat dosa-dosa besar berupa kesyirikan dan kemaksiatan lain, ﴾ فِي ضَلَٰلٖ وَسُعُرٖ ﴿ "berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka," artinya, mereka tersesat di dunia; sesat dari ilmu dan amal yang bisa menyelamatkan mereka dari azab akhirat. Pada Hari Kiamat mereka berada dalam siksaan yang pedih dan api yang dinyalakan pada tubuh mereka hingga merasuk ke dalam hati mereka.
(48) ﴾ يَوۡمَ يُسۡحَبُونَ فِي ٱلنَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمۡ ﴿ "(Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka," yang merupakan bagian tubuh mereka yang terhormat, kepedihan neraka jauh lebih pedih dari yang lain-nya. Mereka pun bersedih dan berduka karena siksaan itu. ﴾ ذُوقُواْ مَسَّ سَقَرَ ﴿ "(Dikatakan kepada mereka), 'Rasakanlah sentuhan api neraka'," artinya, rasakanlah kepedihan, hamburan, kemurkaan, serta kobaran api neraka.
(49) ﴾ إِنَّا كُلَّ شَيۡءٍ خَلَقۡنَٰهُ بِقَدَرٖ ﴿ "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran," ini mencakup seluruh makhluk dan selu-ruh alam, baik alam atas maupun alam bawah, hanya Allah سبحانه وتعالى yang menciptakannya. Tidak ada pencipta selain Allah سبحانه وتعالى, tidak ada sekutu bagiNya dalam menciptakan semuanya. Allah سبحانه وتعالى mencipta-kan berdasarkan ketentuan yang telah terdahulu berdasarkan ilmu-Nya dan sesuai catatan penaNya berdasar waktu dan ukuran yang ditetapkan dan seluruh sifat yang tercakup dalam segala hal.
(50) Itu mudah bagi Allah سبحانه وتعالى, karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَمَآ أَمۡرُنَآ إِلَّا وَٰحِدَةٞ كَلَمۡحِۭ بِٱلۡبَصَرِ ﴿ "Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata." Jika Allah سبحانه وتعالى menghendaki sesuatu, Allah سبحانه وتعالى berfirman, "Jadilah," maka jadilah sesuatu itu sesuai kehendakNya dalam sekejap mata tanpa letih dan susah.
(51) ﴾ وَلَقَدۡ أَهۡلَكۡنَآ أَشۡيَاعَكُمۡ ﴿ "Dan sungguh telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu," dari kalangan umat-umat sebelum kalian yang mengetahui seperti halnya kalian dan mendustakan seperti halnya kalian, ﴾ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" Orang yang mau mengambil pelajaran yang mengetahui sunnatullah dalam membinasakan orang-orang buruk, karena mereka itu sama, tidak ada perbedaan antara kedua golongan tersebut.
(52) ﴾ وَكُلُّ شَيۡءٖ فَعَلُوهُ فِي ٱلزُّبُرِ ﴿ "Dan segala sesuatu yang telah me-reka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan," artinya, semua yang mereka lakukan, baik dan buruknya telah tertulis untuk mereka dalam kitab takdir.
(53) ﴾ وَكُلُّ صَغِيرٖ وَكَبِيرٖ مُّسۡتَطَرٌ ﴿ "Dan segala (urusan) yang kecil mau-pun yang besar adalah tertulis," artinya telah tercatat dan inilah haki-kat Qadha` dan Qadar, semua hal telah diketahui Allah سبحانه وتعالى dan ditulis di lauhil mahfuzh. Apa pun yang dikehendaki Allah سبحانه وتعالى pasti terjadi dan yang tidak dikehendakiNya tidak akan ada. Apa pun yang akan menimpa manusia tidak akan luput dan yang ditakdir-kan luput tidak akan menimpanya.
(54-55) ﴾ إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa" kepada Allah سبحانه وتعالى dengan mengerjakan perintah-perintahNya dan meninggalkan larangan-laranganNya, mereka yang menjauhi ke-syirikan, dosa-dosa besar dan dosa-dosa kecil ﴾ فِي جَنَّٰتٖ وَنَهَرٖ ﴿ "di dalam taman-taman dan sungai-sungai," yakni, berada di dalam surga penuh kenikmatan, yang di dalamnya terdapat segala sesuatu yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga dan belum pernah terbersit dalam benak manusia, berupa pepohonan dengan buah ranum, sungai-sungai mengalir, istana-istana menjulang tinggi, rumah-rumah indah, makanan dan minuman lezat, bidadari cantik, taman-taman indah di dalam kebun, keridhaan Allah Dzat Penguasa dan Pemberi balasan, serta mendapatkan kemenangan dengan berada di dekatNya. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman,﴾ فِي مَقۡعَدِ صِدۡقٍ عِندَ مَلِيكٖ مُّقۡتَدِرِۭ ﴿ "Di tempat yang disenangi di sisi (Rabb) Yang Maha Berkuasa." Anda jangan bertanya setelah ini apa saja yang diberikan oleh Rabb mereka dari kemuliaanNya dan apa saja yang dianuge-rahkan kepada mereka dari kebaikan dan karuniaNya. Semoga Allah سبحانه وتعالى memasukkan kita dalam golongan mereka dan semoga Allah سبحانه وتعالى tidak menahan kebaikan milikNya untuk kita karena keburukan yang ada pada diri kita.
Sampai di sini tafsir surat ini. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى semata.
Al-Qamar 54:48
"Dan sungguh telah datang kepada kaum Fir'aun ancaman-ancaman. Mereka mendustakan mukjizat-mukjizat Kami semua-nya, lalu Kami azab mereka sebagai azab dari Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa. Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musy-rikin) lebih baik dari mereka itu, atau apakah kamu telah mem-punyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab yang dahulu? Atau apakah mereka mengatakan, 'Kami adalah satu go-longan yang bersatu yang pasti menang?' Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang. Sebenarnya Hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit. Sesungguhnya orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka. (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka), 'Rasakanlah sentuhan api neraka.' Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata. Dan sungguh telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu. Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan. Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai, di tempat yang disenangi di sisi (Rabb) Yang Maha Berkuasa." (Al-Qamar: 41-55).
(41-42) ﴾ وَلَقَدۡ جَآءَ ءَالَ فِرۡعَوۡنَ ﴿ "Dan sungguh telah datang kepada kaum Fir'aun," yakni Fir'aun dan kaumnya, ﴾ ٱلنُّذُرُ ﴿ "ancaman-ancaman." Allah سبحانه وتعالى mengutus Nabi Musa عليه السلام, kalimullah, kepada mereka dan dikuatkan dengan berbagai tanda-tanda kebesaran, penjelasan-penjelasan, dan berbagai mukjizat nyata. Nabi Musa عليه السلام menun-jukkan berbagai pelajaran yang belum pernah ditunjukkan pada yang lain, namun mereka mendustakan seluruh tanda-tanda kebe-saran Allah سبحانه وتعالى sehingga mereka disiksa dengan siksaan Dzat Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa, Allah سبحانه وتعالى menenggelamkan Fir'aun dan kaumnya di lautan.
(43) Maksud dari pemaparan kisah-kisah ini adalah sebagai peringatan bagi manusia dan orang-orang yang mendustakan Nabi Muhammad a, dan karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَكُفَّارُكُمۡ خَيۡرٞ مِّنۡ أُوْلَٰٓئِكُمۡ ﴿ "Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musyrikin) lebih baik dari mereka itu," artinya, apakah mereka yang mendustakan Rasul terbaik lebih baik dari orang-orang yang mendustakan rasul-rasul sebelumnya yang dibinasakan Allah سبحانه وتعالى dan ditimpa berbagai azab itu? Jika orang-orang kafir Makkah lebih baik dari mereka, maka mereka memiliki kemungkinan untuk bisa selamat dari azab dan tidak akan tertimpa siksaan yang menimpa orang-orang buruk sebelum mereka. Namun tidak demikian halnya, orang-orang kafir Makkah tidak lebih buruk dari mereka dan tidak pula lebih baik dari me-reka. ﴾ أَمۡ لَكُم بَرَآءَةٞ فِي ٱلزُّبُرِ ﴿ "Atau apakah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab yang dahulu?" Artinya, apakah Allah سبحانه وتعالى memberikan kalian janji dalam kitab-kitab yang diturun-kan pada para nabi sebelumnya, kalian pada saat itu mengadakan perjanjian bahwa kalian akan selamat berdasarkan pemberitahuan dan janji Allah سبحانه وتعالى? Tidak demikian halnya, bahkan mustahil secara akal dan syariat jika mereka mendapatkan jaminan bebas azab yang tertulis dalam kitab-kitab samawi yang mencakup keadilan dan hikmah. Bukanlah termasuk hikmah jika orang-orang seperti itu yang menentang dan mendustakan rasul terbaik dan paling mulia di sisi Allah سبحانه وتعالى itu mendapatkan keselamatan.
(44) Tidak tersisa apa pun pada mereka selain kekuatan yang mereka jadikan penolong, maka Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa mereka berkata, ﴾ نَحۡنُ جَمِيعٞ مُّنتَصِرٞ ﴿ "Kami adalah satu golongan yang bersatu yang pasti menang."
(45) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menjelaskan kelemahan mereka dan mereka akan dikalahkan, ﴾ سَيُهۡزَمُ ٱلۡجَمۡعُ وَيُوَلُّونَ ٱلدُّبُرَ ﴿ "Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang," dan terjadilah seperti yang diberitakan Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى mengalahkan golongan mereka yang lebih besar dalam peristiwa Badar. Para centeng dan pembesar mereka terbunuh dan mereka pun takluk. Allah سبحانه وتعالى memberikan kemenangan untuk Agama, Nabi dan go-longanNya yang beriman.
(46) Meski demikian, mereka memiliki janji di mana seluruh manusia dari yang pertama hingga terakhir akan dikumpulkan begitu pula seluruh orang yang mendapat ujian di dunia dan orang yang menikmati kelezatan dunia, karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ بَلِ ٱلسَّاعَةُ مَوۡعِدُهُمۡ ﴿ "Sebenarnya Hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka." Di hari itu mereka akan dibalas dan diperlakukan secara adil. ﴾ وَٱلسَّاعَةُ أَدۡهَىٰ وَأَمَرُّ ﴿ "Dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit," artinya, lebih agung, lebih berat dan lebih besar dari yang diperkirakan atau yang ada dalam bayangan angan-angan.
(47) ﴾ إِنَّ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang berdosa," yaitu orang-orang yang banyak berbuat dosa-dosa besar berupa kesyirikan dan kemaksiatan lain, ﴾ فِي ضَلَٰلٖ وَسُعُرٖ ﴿ "berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka," artinya, mereka tersesat di dunia; sesat dari ilmu dan amal yang bisa menyelamatkan mereka dari azab akhirat. Pada Hari Kiamat mereka berada dalam siksaan yang pedih dan api yang dinyalakan pada tubuh mereka hingga merasuk ke dalam hati mereka.
(48) ﴾ يَوۡمَ يُسۡحَبُونَ فِي ٱلنَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمۡ ﴿ "(Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka," yang merupakan bagian tubuh mereka yang terhormat, kepedihan neraka jauh lebih pedih dari yang lain-nya. Mereka pun bersedih dan berduka karena siksaan itu. ﴾ ذُوقُواْ مَسَّ سَقَرَ ﴿ "(Dikatakan kepada mereka), 'Rasakanlah sentuhan api neraka'," artinya, rasakanlah kepedihan, hamburan, kemurkaan, serta kobaran api neraka.
(49) ﴾ إِنَّا كُلَّ شَيۡءٍ خَلَقۡنَٰهُ بِقَدَرٖ ﴿ "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran," ini mencakup seluruh makhluk dan selu-ruh alam, baik alam atas maupun alam bawah, hanya Allah سبحانه وتعالى yang menciptakannya. Tidak ada pencipta selain Allah سبحانه وتعالى, tidak ada sekutu bagiNya dalam menciptakan semuanya. Allah سبحانه وتعالى mencipta-kan berdasarkan ketentuan yang telah terdahulu berdasarkan ilmu-Nya dan sesuai catatan penaNya berdasar waktu dan ukuran yang ditetapkan dan seluruh sifat yang tercakup dalam segala hal.
(50) Itu mudah bagi Allah سبحانه وتعالى, karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَمَآ أَمۡرُنَآ إِلَّا وَٰحِدَةٞ كَلَمۡحِۭ بِٱلۡبَصَرِ ﴿ "Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata." Jika Allah سبحانه وتعالى menghendaki sesuatu, Allah سبحانه وتعالى berfirman, "Jadilah," maka jadilah sesuatu itu sesuai kehendakNya dalam sekejap mata tanpa letih dan susah.
(51) ﴾ وَلَقَدۡ أَهۡلَكۡنَآ أَشۡيَاعَكُمۡ ﴿ "Dan sungguh telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu," dari kalangan umat-umat sebelum kalian yang mengetahui seperti halnya kalian dan mendustakan seperti halnya kalian, ﴾ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" Orang yang mau mengambil pelajaran yang mengetahui sunnatullah dalam membinasakan orang-orang buruk, karena mereka itu sama, tidak ada perbedaan antara kedua golongan tersebut.
(52) ﴾ وَكُلُّ شَيۡءٖ فَعَلُوهُ فِي ٱلزُّبُرِ ﴿ "Dan segala sesuatu yang telah me-reka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan," artinya, semua yang mereka lakukan, baik dan buruknya telah tertulis untuk mereka dalam kitab takdir.
(53) ﴾ وَكُلُّ صَغِيرٖ وَكَبِيرٖ مُّسۡتَطَرٌ ﴿ "Dan segala (urusan) yang kecil mau-pun yang besar adalah tertulis," artinya telah tercatat dan inilah haki-kat Qadha` dan Qadar, semua hal telah diketahui Allah سبحانه وتعالى dan ditulis di lauhil mahfuzh. Apa pun yang dikehendaki Allah سبحانه وتعالى pasti terjadi dan yang tidak dikehendakiNya tidak akan ada. Apa pun yang akan menimpa manusia tidak akan luput dan yang ditakdir-kan luput tidak akan menimpanya.
(54-55) ﴾ إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa" kepada Allah سبحانه وتعالى dengan mengerjakan perintah-perintahNya dan meninggalkan larangan-laranganNya, mereka yang menjauhi ke-syirikan, dosa-dosa besar dan dosa-dosa kecil ﴾ فِي جَنَّٰتٖ وَنَهَرٖ ﴿ "di dalam taman-taman dan sungai-sungai," yakni, berada di dalam surga penuh kenikmatan, yang di dalamnya terdapat segala sesuatu yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga dan belum pernah terbersit dalam benak manusia, berupa pepohonan dengan buah ranum, sungai-sungai mengalir, istana-istana menjulang tinggi, rumah-rumah indah, makanan dan minuman lezat, bidadari cantik, taman-taman indah di dalam kebun, keridhaan Allah Dzat Penguasa dan Pemberi balasan, serta mendapatkan kemenangan dengan berada di dekatNya. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman,﴾ فِي مَقۡعَدِ صِدۡقٍ عِندَ مَلِيكٖ مُّقۡتَدِرِۭ ﴿ "Di tempat yang disenangi di sisi (Rabb) Yang Maha Berkuasa." Anda jangan bertanya setelah ini apa saja yang diberikan oleh Rabb mereka dari kemuliaanNya dan apa saja yang dianuge-rahkan kepada mereka dari kebaikan dan karuniaNya. Semoga Allah سبحانه وتعالى memasukkan kita dalam golongan mereka dan semoga Allah سبحانه وتعالى tidak menahan kebaikan milikNya untuk kita karena keburukan yang ada pada diri kita.
Sampai di sini tafsir surat ini. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى semata.
Al-Qamar 54:49
"Dan sungguh telah datang kepada kaum Fir'aun ancaman-ancaman. Mereka mendustakan mukjizat-mukjizat Kami semua-nya, lalu Kami azab mereka sebagai azab dari Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa. Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musy-rikin) lebih baik dari mereka itu, atau apakah kamu telah mem-punyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab yang dahulu? Atau apakah mereka mengatakan, 'Kami adalah satu go-longan yang bersatu yang pasti menang?' Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang. Sebenarnya Hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit. Sesungguhnya orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka. (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka), 'Rasakanlah sentuhan api neraka.' Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata. Dan sungguh telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu. Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan. Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai, di tempat yang disenangi di sisi (Rabb) Yang Maha Berkuasa." (Al-Qamar: 41-55).
(41-42) ﴾ وَلَقَدۡ جَآءَ ءَالَ فِرۡعَوۡنَ ﴿ "Dan sungguh telah datang kepada kaum Fir'aun," yakni Fir'aun dan kaumnya, ﴾ ٱلنُّذُرُ ﴿ "ancaman-ancaman." Allah سبحانه وتعالى mengutus Nabi Musa عليه السلام, kalimullah, kepada mereka dan dikuatkan dengan berbagai tanda-tanda kebesaran, penjelasan-penjelasan, dan berbagai mukjizat nyata. Nabi Musa عليه السلام menun-jukkan berbagai pelajaran yang belum pernah ditunjukkan pada yang lain, namun mereka mendustakan seluruh tanda-tanda kebe-saran Allah سبحانه وتعالى sehingga mereka disiksa dengan siksaan Dzat Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa, Allah سبحانه وتعالى menenggelamkan Fir'aun dan kaumnya di lautan.
(43) Maksud dari pemaparan kisah-kisah ini adalah sebagai peringatan bagi manusia dan orang-orang yang mendustakan Nabi Muhammad a, dan karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَكُفَّارُكُمۡ خَيۡرٞ مِّنۡ أُوْلَٰٓئِكُمۡ ﴿ "Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musyrikin) lebih baik dari mereka itu," artinya, apakah mereka yang mendustakan Rasul terbaik lebih baik dari orang-orang yang mendustakan rasul-rasul sebelumnya yang dibinasakan Allah سبحانه وتعالى dan ditimpa berbagai azab itu? Jika orang-orang kafir Makkah lebih baik dari mereka, maka mereka memiliki kemungkinan untuk bisa selamat dari azab dan tidak akan tertimpa siksaan yang menimpa orang-orang buruk sebelum mereka. Namun tidak demikian halnya, orang-orang kafir Makkah tidak lebih buruk dari mereka dan tidak pula lebih baik dari me-reka. ﴾ أَمۡ لَكُم بَرَآءَةٞ فِي ٱلزُّبُرِ ﴿ "Atau apakah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab yang dahulu?" Artinya, apakah Allah سبحانه وتعالى memberikan kalian janji dalam kitab-kitab yang diturun-kan pada para nabi sebelumnya, kalian pada saat itu mengadakan perjanjian bahwa kalian akan selamat berdasarkan pemberitahuan dan janji Allah سبحانه وتعالى? Tidak demikian halnya, bahkan mustahil secara akal dan syariat jika mereka mendapatkan jaminan bebas azab yang tertulis dalam kitab-kitab samawi yang mencakup keadilan dan hikmah. Bukanlah termasuk hikmah jika orang-orang seperti itu yang menentang dan mendustakan rasul terbaik dan paling mulia di sisi Allah سبحانه وتعالى itu mendapatkan keselamatan.
(44) Tidak tersisa apa pun pada mereka selain kekuatan yang mereka jadikan penolong, maka Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa mereka berkata, ﴾ نَحۡنُ جَمِيعٞ مُّنتَصِرٞ ﴿ "Kami adalah satu golongan yang bersatu yang pasti menang."
(45) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menjelaskan kelemahan mereka dan mereka akan dikalahkan, ﴾ سَيُهۡزَمُ ٱلۡجَمۡعُ وَيُوَلُّونَ ٱلدُّبُرَ ﴿ "Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang," dan terjadilah seperti yang diberitakan Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى mengalahkan golongan mereka yang lebih besar dalam peristiwa Badar. Para centeng dan pembesar mereka terbunuh dan mereka pun takluk. Allah سبحانه وتعالى memberikan kemenangan untuk Agama, Nabi dan go-longanNya yang beriman.
(46) Meski demikian, mereka memiliki janji di mana seluruh manusia dari yang pertama hingga terakhir akan dikumpulkan begitu pula seluruh orang yang mendapat ujian di dunia dan orang yang menikmati kelezatan dunia, karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ بَلِ ٱلسَّاعَةُ مَوۡعِدُهُمۡ ﴿ "Sebenarnya Hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka." Di hari itu mereka akan dibalas dan diperlakukan secara adil. ﴾ وَٱلسَّاعَةُ أَدۡهَىٰ وَأَمَرُّ ﴿ "Dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit," artinya, lebih agung, lebih berat dan lebih besar dari yang diperkirakan atau yang ada dalam bayangan angan-angan.
(47) ﴾ إِنَّ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang berdosa," yaitu orang-orang yang banyak berbuat dosa-dosa besar berupa kesyirikan dan kemaksiatan lain, ﴾ فِي ضَلَٰلٖ وَسُعُرٖ ﴿ "berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka," artinya, mereka tersesat di dunia; sesat dari ilmu dan amal yang bisa menyelamatkan mereka dari azab akhirat. Pada Hari Kiamat mereka berada dalam siksaan yang pedih dan api yang dinyalakan pada tubuh mereka hingga merasuk ke dalam hati mereka.
(48) ﴾ يَوۡمَ يُسۡحَبُونَ فِي ٱلنَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمۡ ﴿ "(Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka," yang merupakan bagian tubuh mereka yang terhormat, kepedihan neraka jauh lebih pedih dari yang lain-nya. Mereka pun bersedih dan berduka karena siksaan itu. ﴾ ذُوقُواْ مَسَّ سَقَرَ ﴿ "(Dikatakan kepada mereka), 'Rasakanlah sentuhan api neraka'," artinya, rasakanlah kepedihan, hamburan, kemurkaan, serta kobaran api neraka.
(49) ﴾ إِنَّا كُلَّ شَيۡءٍ خَلَقۡنَٰهُ بِقَدَرٖ ﴿ "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran," ini mencakup seluruh makhluk dan selu-ruh alam, baik alam atas maupun alam bawah, hanya Allah سبحانه وتعالى yang menciptakannya. Tidak ada pencipta selain Allah سبحانه وتعالى, tidak ada sekutu bagiNya dalam menciptakan semuanya. Allah سبحانه وتعالى mencipta-kan berdasarkan ketentuan yang telah terdahulu berdasarkan ilmu-Nya dan sesuai catatan penaNya berdasar waktu dan ukuran yang ditetapkan dan seluruh sifat yang tercakup dalam segala hal.
(50) Itu mudah bagi Allah سبحانه وتعالى, karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَمَآ أَمۡرُنَآ إِلَّا وَٰحِدَةٞ كَلَمۡحِۭ بِٱلۡبَصَرِ ﴿ "Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata." Jika Allah سبحانه وتعالى menghendaki sesuatu, Allah سبحانه وتعالى berfirman, "Jadilah," maka jadilah sesuatu itu sesuai kehendakNya dalam sekejap mata tanpa letih dan susah.
(51) ﴾ وَلَقَدۡ أَهۡلَكۡنَآ أَشۡيَاعَكُمۡ ﴿ "Dan sungguh telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu," dari kalangan umat-umat sebelum kalian yang mengetahui seperti halnya kalian dan mendustakan seperti halnya kalian, ﴾ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" Orang yang mau mengambil pelajaran yang mengetahui sunnatullah dalam membinasakan orang-orang buruk, karena mereka itu sama, tidak ada perbedaan antara kedua golongan tersebut.
(52) ﴾ وَكُلُّ شَيۡءٖ فَعَلُوهُ فِي ٱلزُّبُرِ ﴿ "Dan segala sesuatu yang telah me-reka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan," artinya, semua yang mereka lakukan, baik dan buruknya telah tertulis untuk mereka dalam kitab takdir.
(53) ﴾ وَكُلُّ صَغِيرٖ وَكَبِيرٖ مُّسۡتَطَرٌ ﴿ "Dan segala (urusan) yang kecil mau-pun yang besar adalah tertulis," artinya telah tercatat dan inilah haki-kat Qadha` dan Qadar, semua hal telah diketahui Allah سبحانه وتعالى dan ditulis di lauhil mahfuzh. Apa pun yang dikehendaki Allah سبحانه وتعالى pasti terjadi dan yang tidak dikehendakiNya tidak akan ada. Apa pun yang akan menimpa manusia tidak akan luput dan yang ditakdir-kan luput tidak akan menimpanya.
(54-55) ﴾ إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa" kepada Allah سبحانه وتعالى dengan mengerjakan perintah-perintahNya dan meninggalkan larangan-laranganNya, mereka yang menjauhi ke-syirikan, dosa-dosa besar dan dosa-dosa kecil ﴾ فِي جَنَّٰتٖ وَنَهَرٖ ﴿ "di dalam taman-taman dan sungai-sungai," yakni, berada di dalam surga penuh kenikmatan, yang di dalamnya terdapat segala sesuatu yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga dan belum pernah terbersit dalam benak manusia, berupa pepohonan dengan buah ranum, sungai-sungai mengalir, istana-istana menjulang tinggi, rumah-rumah indah, makanan dan minuman lezat, bidadari cantik, taman-taman indah di dalam kebun, keridhaan Allah Dzat Penguasa dan Pemberi balasan, serta mendapatkan kemenangan dengan berada di dekatNya. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman,﴾ فِي مَقۡعَدِ صِدۡقٍ عِندَ مَلِيكٖ مُّقۡتَدِرِۭ ﴿ "Di tempat yang disenangi di sisi (Rabb) Yang Maha Berkuasa." Anda jangan bertanya setelah ini apa saja yang diberikan oleh Rabb mereka dari kemuliaanNya dan apa saja yang dianuge-rahkan kepada mereka dari kebaikan dan karuniaNya. Semoga Allah سبحانه وتعالى memasukkan kita dalam golongan mereka dan semoga Allah سبحانه وتعالى tidak menahan kebaikan milikNya untuk kita karena keburukan yang ada pada diri kita.
Sampai di sini tafsir surat ini. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى semata.
Al-Qamar 54:50
"Dan sungguh telah datang kepada kaum Fir'aun ancaman-ancaman. Mereka mendustakan mukjizat-mukjizat Kami semua-nya, lalu Kami azab mereka sebagai azab dari Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa. Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musy-rikin) lebih baik dari mereka itu, atau apakah kamu telah mem-punyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab yang dahulu? Atau apakah mereka mengatakan, 'Kami adalah satu go-longan yang bersatu yang pasti menang?' Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang. Sebenarnya Hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit. Sesungguhnya orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka. (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka), 'Rasakanlah sentuhan api neraka.' Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata. Dan sungguh telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu. Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan. Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai, di tempat yang disenangi di sisi (Rabb) Yang Maha Berkuasa." (Al-Qamar: 41-55).
(41-42) ﴾ وَلَقَدۡ جَآءَ ءَالَ فِرۡعَوۡنَ ﴿ "Dan sungguh telah datang kepada kaum Fir'aun," yakni Fir'aun dan kaumnya, ﴾ ٱلنُّذُرُ ﴿ "ancaman-ancaman." Allah سبحانه وتعالى mengutus Nabi Musa عليه السلام, kalimullah, kepada mereka dan dikuatkan dengan berbagai tanda-tanda kebesaran, penjelasan-penjelasan, dan berbagai mukjizat nyata. Nabi Musa عليه السلام menun-jukkan berbagai pelajaran yang belum pernah ditunjukkan pada yang lain, namun mereka mendustakan seluruh tanda-tanda kebe-saran Allah سبحانه وتعالى sehingga mereka disiksa dengan siksaan Dzat Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa, Allah سبحانه وتعالى menenggelamkan Fir'aun dan kaumnya di lautan.
(43) Maksud dari pemaparan kisah-kisah ini adalah sebagai peringatan bagi manusia dan orang-orang yang mendustakan Nabi Muhammad a, dan karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَكُفَّارُكُمۡ خَيۡرٞ مِّنۡ أُوْلَٰٓئِكُمۡ ﴿ "Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musyrikin) lebih baik dari mereka itu," artinya, apakah mereka yang mendustakan Rasul terbaik lebih baik dari orang-orang yang mendustakan rasul-rasul sebelumnya yang dibinasakan Allah سبحانه وتعالى dan ditimpa berbagai azab itu? Jika orang-orang kafir Makkah lebih baik dari mereka, maka mereka memiliki kemungkinan untuk bisa selamat dari azab dan tidak akan tertimpa siksaan yang menimpa orang-orang buruk sebelum mereka. Namun tidak demikian halnya, orang-orang kafir Makkah tidak lebih buruk dari mereka dan tidak pula lebih baik dari me-reka. ﴾ أَمۡ لَكُم بَرَآءَةٞ فِي ٱلزُّبُرِ ﴿ "Atau apakah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab yang dahulu?" Artinya, apakah Allah سبحانه وتعالى memberikan kalian janji dalam kitab-kitab yang diturun-kan pada para nabi sebelumnya, kalian pada saat itu mengadakan perjanjian bahwa kalian akan selamat berdasarkan pemberitahuan dan janji Allah سبحانه وتعالى? Tidak demikian halnya, bahkan mustahil secara akal dan syariat jika mereka mendapatkan jaminan bebas azab yang tertulis dalam kitab-kitab samawi yang mencakup keadilan dan hikmah. Bukanlah termasuk hikmah jika orang-orang seperti itu yang menentang dan mendustakan rasul terbaik dan paling mulia di sisi Allah سبحانه وتعالى itu mendapatkan keselamatan.
(44) Tidak tersisa apa pun pada mereka selain kekuatan yang mereka jadikan penolong, maka Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa mereka berkata, ﴾ نَحۡنُ جَمِيعٞ مُّنتَصِرٞ ﴿ "Kami adalah satu golongan yang bersatu yang pasti menang."
(45) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menjelaskan kelemahan mereka dan mereka akan dikalahkan, ﴾ سَيُهۡزَمُ ٱلۡجَمۡعُ وَيُوَلُّونَ ٱلدُّبُرَ ﴿ "Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang," dan terjadilah seperti yang diberitakan Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى mengalahkan golongan mereka yang lebih besar dalam peristiwa Badar. Para centeng dan pembesar mereka terbunuh dan mereka pun takluk. Allah سبحانه وتعالى memberikan kemenangan untuk Agama, Nabi dan go-longanNya yang beriman.
(46) Meski demikian, mereka memiliki janji di mana seluruh manusia dari yang pertama hingga terakhir akan dikumpulkan begitu pula seluruh orang yang mendapat ujian di dunia dan orang yang menikmati kelezatan dunia, karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ بَلِ ٱلسَّاعَةُ مَوۡعِدُهُمۡ ﴿ "Sebenarnya Hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka." Di hari itu mereka akan dibalas dan diperlakukan secara adil. ﴾ وَٱلسَّاعَةُ أَدۡهَىٰ وَأَمَرُّ ﴿ "Dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit," artinya, lebih agung, lebih berat dan lebih besar dari yang diperkirakan atau yang ada dalam bayangan angan-angan.
(47) ﴾ إِنَّ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang berdosa," yaitu orang-orang yang banyak berbuat dosa-dosa besar berupa kesyirikan dan kemaksiatan lain, ﴾ فِي ضَلَٰلٖ وَسُعُرٖ ﴿ "berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka," artinya, mereka tersesat di dunia; sesat dari ilmu dan amal yang bisa menyelamatkan mereka dari azab akhirat. Pada Hari Kiamat mereka berada dalam siksaan yang pedih dan api yang dinyalakan pada tubuh mereka hingga merasuk ke dalam hati mereka.
(48) ﴾ يَوۡمَ يُسۡحَبُونَ فِي ٱلنَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمۡ ﴿ "(Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka," yang merupakan bagian tubuh mereka yang terhormat, kepedihan neraka jauh lebih pedih dari yang lain-nya. Mereka pun bersedih dan berduka karena siksaan itu. ﴾ ذُوقُواْ مَسَّ سَقَرَ ﴿ "(Dikatakan kepada mereka), 'Rasakanlah sentuhan api neraka'," artinya, rasakanlah kepedihan, hamburan, kemurkaan, serta kobaran api neraka.
(49) ﴾ إِنَّا كُلَّ شَيۡءٍ خَلَقۡنَٰهُ بِقَدَرٖ ﴿ "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran," ini mencakup seluruh makhluk dan selu-ruh alam, baik alam atas maupun alam bawah, hanya Allah سبحانه وتعالى yang menciptakannya. Tidak ada pencipta selain Allah سبحانه وتعالى, tidak ada sekutu bagiNya dalam menciptakan semuanya. Allah سبحانه وتعالى mencipta-kan berdasarkan ketentuan yang telah terdahulu berdasarkan ilmu-Nya dan sesuai catatan penaNya berdasar waktu dan ukuran yang ditetapkan dan seluruh sifat yang tercakup dalam segala hal.
(50) Itu mudah bagi Allah سبحانه وتعالى, karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَمَآ أَمۡرُنَآ إِلَّا وَٰحِدَةٞ كَلَمۡحِۭ بِٱلۡبَصَرِ ﴿ "Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata." Jika Allah سبحانه وتعالى menghendaki sesuatu, Allah سبحانه وتعالى berfirman, "Jadilah," maka jadilah sesuatu itu sesuai kehendakNya dalam sekejap mata tanpa letih dan susah.
(51) ﴾ وَلَقَدۡ أَهۡلَكۡنَآ أَشۡيَاعَكُمۡ ﴿ "Dan sungguh telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu," dari kalangan umat-umat sebelum kalian yang mengetahui seperti halnya kalian dan mendustakan seperti halnya kalian, ﴾ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" Orang yang mau mengambil pelajaran yang mengetahui sunnatullah dalam membinasakan orang-orang buruk, karena mereka itu sama, tidak ada perbedaan antara kedua golongan tersebut.
(52) ﴾ وَكُلُّ شَيۡءٖ فَعَلُوهُ فِي ٱلزُّبُرِ ﴿ "Dan segala sesuatu yang telah me-reka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan," artinya, semua yang mereka lakukan, baik dan buruknya telah tertulis untuk mereka dalam kitab takdir.
(53) ﴾ وَكُلُّ صَغِيرٖ وَكَبِيرٖ مُّسۡتَطَرٌ ﴿ "Dan segala (urusan) yang kecil mau-pun yang besar adalah tertulis," artinya telah tercatat dan inilah haki-kat Qadha` dan Qadar, semua hal telah diketahui Allah سبحانه وتعالى dan ditulis di lauhil mahfuzh. Apa pun yang dikehendaki Allah سبحانه وتعالى pasti terjadi dan yang tidak dikehendakiNya tidak akan ada. Apa pun yang akan menimpa manusia tidak akan luput dan yang ditakdir-kan luput tidak akan menimpanya.
(54-55) ﴾ إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa" kepada Allah سبحانه وتعالى dengan mengerjakan perintah-perintahNya dan meninggalkan larangan-laranganNya, mereka yang menjauhi ke-syirikan, dosa-dosa besar dan dosa-dosa kecil ﴾ فِي جَنَّٰتٖ وَنَهَرٖ ﴿ "di dalam taman-taman dan sungai-sungai," yakni, berada di dalam surga penuh kenikmatan, yang di dalamnya terdapat segala sesuatu yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga dan belum pernah terbersit dalam benak manusia, berupa pepohonan dengan buah ranum, sungai-sungai mengalir, istana-istana menjulang tinggi, rumah-rumah indah, makanan dan minuman lezat, bidadari cantik, taman-taman indah di dalam kebun, keridhaan Allah Dzat Penguasa dan Pemberi balasan, serta mendapatkan kemenangan dengan berada di dekatNya. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman,﴾ فِي مَقۡعَدِ صِدۡقٍ عِندَ مَلِيكٖ مُّقۡتَدِرِۭ ﴿ "Di tempat yang disenangi di sisi (Rabb) Yang Maha Berkuasa." Anda jangan bertanya setelah ini apa saja yang diberikan oleh Rabb mereka dari kemuliaanNya dan apa saja yang dianuge-rahkan kepada mereka dari kebaikan dan karuniaNya. Semoga Allah سبحانه وتعالى memasukkan kita dalam golongan mereka dan semoga Allah سبحانه وتعالى tidak menahan kebaikan milikNya untuk kita karena keburukan yang ada pada diri kita.
Sampai di sini tafsir surat ini. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى semata.
Al-Qamar 54:51
"Dan sungguh telah datang kepada kaum Fir'aun ancaman-ancaman. Mereka mendustakan mukjizat-mukjizat Kami semua-nya, lalu Kami azab mereka sebagai azab dari Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa. Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musy-rikin) lebih baik dari mereka itu, atau apakah kamu telah mem-punyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab yang dahulu? Atau apakah mereka mengatakan, 'Kami adalah satu go-longan yang bersatu yang pasti menang?' Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang. Sebenarnya Hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit. Sesungguhnya orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka. (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka), 'Rasakanlah sentuhan api neraka.' Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata. Dan sungguh telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu. Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan. Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai, di tempat yang disenangi di sisi (Rabb) Yang Maha Berkuasa." (Al-Qamar: 41-55).
(41-42) ﴾ وَلَقَدۡ جَآءَ ءَالَ فِرۡعَوۡنَ ﴿ "Dan sungguh telah datang kepada kaum Fir'aun," yakni Fir'aun dan kaumnya, ﴾ ٱلنُّذُرُ ﴿ "ancaman-ancaman." Allah سبحانه وتعالى mengutus Nabi Musa عليه السلام, kalimullah, kepada mereka dan dikuatkan dengan berbagai tanda-tanda kebesaran, penjelasan-penjelasan, dan berbagai mukjizat nyata. Nabi Musa عليه السلام menun-jukkan berbagai pelajaran yang belum pernah ditunjukkan pada yang lain, namun mereka mendustakan seluruh tanda-tanda kebe-saran Allah سبحانه وتعالى sehingga mereka disiksa dengan siksaan Dzat Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa, Allah سبحانه وتعالى menenggelamkan Fir'aun dan kaumnya di lautan.
(43) Maksud dari pemaparan kisah-kisah ini adalah sebagai peringatan bagi manusia dan orang-orang yang mendustakan Nabi Muhammad a, dan karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَكُفَّارُكُمۡ خَيۡرٞ مِّنۡ أُوْلَٰٓئِكُمۡ ﴿ "Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musyrikin) lebih baik dari mereka itu," artinya, apakah mereka yang mendustakan Rasul terbaik lebih baik dari orang-orang yang mendustakan rasul-rasul sebelumnya yang dibinasakan Allah سبحانه وتعالى dan ditimpa berbagai azab itu? Jika orang-orang kafir Makkah lebih baik dari mereka, maka mereka memiliki kemungkinan untuk bisa selamat dari azab dan tidak akan tertimpa siksaan yang menimpa orang-orang buruk sebelum mereka. Namun tidak demikian halnya, orang-orang kafir Makkah tidak lebih buruk dari mereka dan tidak pula lebih baik dari me-reka. ﴾ أَمۡ لَكُم بَرَآءَةٞ فِي ٱلزُّبُرِ ﴿ "Atau apakah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab yang dahulu?" Artinya, apakah Allah سبحانه وتعالى memberikan kalian janji dalam kitab-kitab yang diturun-kan pada para nabi sebelumnya, kalian pada saat itu mengadakan perjanjian bahwa kalian akan selamat berdasarkan pemberitahuan dan janji Allah سبحانه وتعالى? Tidak demikian halnya, bahkan mustahil secara akal dan syariat jika mereka mendapatkan jaminan bebas azab yang tertulis dalam kitab-kitab samawi yang mencakup keadilan dan hikmah. Bukanlah termasuk hikmah jika orang-orang seperti itu yang menentang dan mendustakan rasul terbaik dan paling mulia di sisi Allah سبحانه وتعالى itu mendapatkan keselamatan.
(44) Tidak tersisa apa pun pada mereka selain kekuatan yang mereka jadikan penolong, maka Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa mereka berkata, ﴾ نَحۡنُ جَمِيعٞ مُّنتَصِرٞ ﴿ "Kami adalah satu golongan yang bersatu yang pasti menang."
(45) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menjelaskan kelemahan mereka dan mereka akan dikalahkan, ﴾ سَيُهۡزَمُ ٱلۡجَمۡعُ وَيُوَلُّونَ ٱلدُّبُرَ ﴿ "Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang," dan terjadilah seperti yang diberitakan Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى mengalahkan golongan mereka yang lebih besar dalam peristiwa Badar. Para centeng dan pembesar mereka terbunuh dan mereka pun takluk. Allah سبحانه وتعالى memberikan kemenangan untuk Agama, Nabi dan go-longanNya yang beriman.
(46) Meski demikian, mereka memiliki janji di mana seluruh manusia dari yang pertama hingga terakhir akan dikumpulkan begitu pula seluruh orang yang mendapat ujian di dunia dan orang yang menikmati kelezatan dunia, karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ بَلِ ٱلسَّاعَةُ مَوۡعِدُهُمۡ ﴿ "Sebenarnya Hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka." Di hari itu mereka akan dibalas dan diperlakukan secara adil. ﴾ وَٱلسَّاعَةُ أَدۡهَىٰ وَأَمَرُّ ﴿ "Dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit," artinya, lebih agung, lebih berat dan lebih besar dari yang diperkirakan atau yang ada dalam bayangan angan-angan.
(47) ﴾ إِنَّ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang berdosa," yaitu orang-orang yang banyak berbuat dosa-dosa besar berupa kesyirikan dan kemaksiatan lain, ﴾ فِي ضَلَٰلٖ وَسُعُرٖ ﴿ "berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka," artinya, mereka tersesat di dunia; sesat dari ilmu dan amal yang bisa menyelamatkan mereka dari azab akhirat. Pada Hari Kiamat mereka berada dalam siksaan yang pedih dan api yang dinyalakan pada tubuh mereka hingga merasuk ke dalam hati mereka.
(48) ﴾ يَوۡمَ يُسۡحَبُونَ فِي ٱلنَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمۡ ﴿ "(Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka," yang merupakan bagian tubuh mereka yang terhormat, kepedihan neraka jauh lebih pedih dari yang lain-nya. Mereka pun bersedih dan berduka karena siksaan itu. ﴾ ذُوقُواْ مَسَّ سَقَرَ ﴿ "(Dikatakan kepada mereka), 'Rasakanlah sentuhan api neraka'," artinya, rasakanlah kepedihan, hamburan, kemurkaan, serta kobaran api neraka.
(49) ﴾ إِنَّا كُلَّ شَيۡءٍ خَلَقۡنَٰهُ بِقَدَرٖ ﴿ "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran," ini mencakup seluruh makhluk dan selu-ruh alam, baik alam atas maupun alam bawah, hanya Allah سبحانه وتعالى yang menciptakannya. Tidak ada pencipta selain Allah سبحانه وتعالى, tidak ada sekutu bagiNya dalam menciptakan semuanya. Allah سبحانه وتعالى mencipta-kan berdasarkan ketentuan yang telah terdahulu berdasarkan ilmu-Nya dan sesuai catatan penaNya berdasar waktu dan ukuran yang ditetapkan dan seluruh sifat yang tercakup dalam segala hal.
(50) Itu mudah bagi Allah سبحانه وتعالى, karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَمَآ أَمۡرُنَآ إِلَّا وَٰحِدَةٞ كَلَمۡحِۭ بِٱلۡبَصَرِ ﴿ "Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata." Jika Allah سبحانه وتعالى menghendaki sesuatu, Allah سبحانه وتعالى berfirman, "Jadilah," maka jadilah sesuatu itu sesuai kehendakNya dalam sekejap mata tanpa letih dan susah.
(51) ﴾ وَلَقَدۡ أَهۡلَكۡنَآ أَشۡيَاعَكُمۡ ﴿ "Dan sungguh telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu," dari kalangan umat-umat sebelum kalian yang mengetahui seperti halnya kalian dan mendustakan seperti halnya kalian, ﴾ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" Orang yang mau mengambil pelajaran yang mengetahui sunnatullah dalam membinasakan orang-orang buruk, karena mereka itu sama, tidak ada perbedaan antara kedua golongan tersebut.
(52) ﴾ وَكُلُّ شَيۡءٖ فَعَلُوهُ فِي ٱلزُّبُرِ ﴿ "Dan segala sesuatu yang telah me-reka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan," artinya, semua yang mereka lakukan, baik dan buruknya telah tertulis untuk mereka dalam kitab takdir.
(53) ﴾ وَكُلُّ صَغِيرٖ وَكَبِيرٖ مُّسۡتَطَرٌ ﴿ "Dan segala (urusan) yang kecil mau-pun yang besar adalah tertulis," artinya telah tercatat dan inilah haki-kat Qadha` dan Qadar, semua hal telah diketahui Allah سبحانه وتعالى dan ditulis di lauhil mahfuzh. Apa pun yang dikehendaki Allah سبحانه وتعالى pasti terjadi dan yang tidak dikehendakiNya tidak akan ada. Apa pun yang akan menimpa manusia tidak akan luput dan yang ditakdir-kan luput tidak akan menimpanya.
(54-55) ﴾ إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa" kepada Allah سبحانه وتعالى dengan mengerjakan perintah-perintahNya dan meninggalkan larangan-laranganNya, mereka yang menjauhi ke-syirikan, dosa-dosa besar dan dosa-dosa kecil ﴾ فِي جَنَّٰتٖ وَنَهَرٖ ﴿ "di dalam taman-taman dan sungai-sungai," yakni, berada di dalam surga penuh kenikmatan, yang di dalamnya terdapat segala sesuatu yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga dan belum pernah terbersit dalam benak manusia, berupa pepohonan dengan buah ranum, sungai-sungai mengalir, istana-istana menjulang tinggi, rumah-rumah indah, makanan dan minuman lezat, bidadari cantik, taman-taman indah di dalam kebun, keridhaan Allah Dzat Penguasa dan Pemberi balasan, serta mendapatkan kemenangan dengan berada di dekatNya. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman,﴾ فِي مَقۡعَدِ صِدۡقٍ عِندَ مَلِيكٖ مُّقۡتَدِرِۭ ﴿ "Di tempat yang disenangi di sisi (Rabb) Yang Maha Berkuasa." Anda jangan bertanya setelah ini apa saja yang diberikan oleh Rabb mereka dari kemuliaanNya dan apa saja yang dianuge-rahkan kepada mereka dari kebaikan dan karuniaNya. Semoga Allah سبحانه وتعالى memasukkan kita dalam golongan mereka dan semoga Allah سبحانه وتعالى tidak menahan kebaikan milikNya untuk kita karena keburukan yang ada pada diri kita.
Sampai di sini tafsir surat ini. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى semata.
Al-Qamar 54:52
"Dan sungguh telah datang kepada kaum Fir'aun ancaman-ancaman. Mereka mendustakan mukjizat-mukjizat Kami semua-nya, lalu Kami azab mereka sebagai azab dari Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa. Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musy-rikin) lebih baik dari mereka itu, atau apakah kamu telah mem-punyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab yang dahulu? Atau apakah mereka mengatakan, 'Kami adalah satu go-longan yang bersatu yang pasti menang?' Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang. Sebenarnya Hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit. Sesungguhnya orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka. (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka), 'Rasakanlah sentuhan api neraka.' Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata. Dan sungguh telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu. Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan. Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai, di tempat yang disenangi di sisi (Rabb) Yang Maha Berkuasa." (Al-Qamar: 41-55).
(41-42) ﴾ وَلَقَدۡ جَآءَ ءَالَ فِرۡعَوۡنَ ﴿ "Dan sungguh telah datang kepada kaum Fir'aun," yakni Fir'aun dan kaumnya, ﴾ ٱلنُّذُرُ ﴿ "ancaman-ancaman." Allah سبحانه وتعالى mengutus Nabi Musa عليه السلام, kalimullah, kepada mereka dan dikuatkan dengan berbagai tanda-tanda kebesaran, penjelasan-penjelasan, dan berbagai mukjizat nyata. Nabi Musa عليه السلام menun-jukkan berbagai pelajaran yang belum pernah ditunjukkan pada yang lain, namun mereka mendustakan seluruh tanda-tanda kebe-saran Allah سبحانه وتعالى sehingga mereka disiksa dengan siksaan Dzat Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa, Allah سبحانه وتعالى menenggelamkan Fir'aun dan kaumnya di lautan.
(43) Maksud dari pemaparan kisah-kisah ini adalah sebagai peringatan bagi manusia dan orang-orang yang mendustakan Nabi Muhammad a, dan karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَكُفَّارُكُمۡ خَيۡرٞ مِّنۡ أُوْلَٰٓئِكُمۡ ﴿ "Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musyrikin) lebih baik dari mereka itu," artinya, apakah mereka yang mendustakan Rasul terbaik lebih baik dari orang-orang yang mendustakan rasul-rasul sebelumnya yang dibinasakan Allah سبحانه وتعالى dan ditimpa berbagai azab itu? Jika orang-orang kafir Makkah lebih baik dari mereka, maka mereka memiliki kemungkinan untuk bisa selamat dari azab dan tidak akan tertimpa siksaan yang menimpa orang-orang buruk sebelum mereka. Namun tidak demikian halnya, orang-orang kafir Makkah tidak lebih buruk dari mereka dan tidak pula lebih baik dari me-reka. ﴾ أَمۡ لَكُم بَرَآءَةٞ فِي ٱلزُّبُرِ ﴿ "Atau apakah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab yang dahulu?" Artinya, apakah Allah سبحانه وتعالى memberikan kalian janji dalam kitab-kitab yang diturun-kan pada para nabi sebelumnya, kalian pada saat itu mengadakan perjanjian bahwa kalian akan selamat berdasarkan pemberitahuan dan janji Allah سبحانه وتعالى? Tidak demikian halnya, bahkan mustahil secara akal dan syariat jika mereka mendapatkan jaminan bebas azab yang tertulis dalam kitab-kitab samawi yang mencakup keadilan dan hikmah. Bukanlah termasuk hikmah jika orang-orang seperti itu yang menentang dan mendustakan rasul terbaik dan paling mulia di sisi Allah سبحانه وتعالى itu mendapatkan keselamatan.
(44) Tidak tersisa apa pun pada mereka selain kekuatan yang mereka jadikan penolong, maka Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa mereka berkata, ﴾ نَحۡنُ جَمِيعٞ مُّنتَصِرٞ ﴿ "Kami adalah satu golongan yang bersatu yang pasti menang."
(45) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menjelaskan kelemahan mereka dan mereka akan dikalahkan, ﴾ سَيُهۡزَمُ ٱلۡجَمۡعُ وَيُوَلُّونَ ٱلدُّبُرَ ﴿ "Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang," dan terjadilah seperti yang diberitakan Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى mengalahkan golongan mereka yang lebih besar dalam peristiwa Badar. Para centeng dan pembesar mereka terbunuh dan mereka pun takluk. Allah سبحانه وتعالى memberikan kemenangan untuk Agama, Nabi dan go-longanNya yang beriman.
(46) Meski demikian, mereka memiliki janji di mana seluruh manusia dari yang pertama hingga terakhir akan dikumpulkan begitu pula seluruh orang yang mendapat ujian di dunia dan orang yang menikmati kelezatan dunia, karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ بَلِ ٱلسَّاعَةُ مَوۡعِدُهُمۡ ﴿ "Sebenarnya Hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka." Di hari itu mereka akan dibalas dan diperlakukan secara adil. ﴾ وَٱلسَّاعَةُ أَدۡهَىٰ وَأَمَرُّ ﴿ "Dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit," artinya, lebih agung, lebih berat dan lebih besar dari yang diperkirakan atau yang ada dalam bayangan angan-angan.
(47) ﴾ إِنَّ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang berdosa," yaitu orang-orang yang banyak berbuat dosa-dosa besar berupa kesyirikan dan kemaksiatan lain, ﴾ فِي ضَلَٰلٖ وَسُعُرٖ ﴿ "berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka," artinya, mereka tersesat di dunia; sesat dari ilmu dan amal yang bisa menyelamatkan mereka dari azab akhirat. Pada Hari Kiamat mereka berada dalam siksaan yang pedih dan api yang dinyalakan pada tubuh mereka hingga merasuk ke dalam hati mereka.
(48) ﴾ يَوۡمَ يُسۡحَبُونَ فِي ٱلنَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمۡ ﴿ "(Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka," yang merupakan bagian tubuh mereka yang terhormat, kepedihan neraka jauh lebih pedih dari yang lain-nya. Mereka pun bersedih dan berduka karena siksaan itu. ﴾ ذُوقُواْ مَسَّ سَقَرَ ﴿ "(Dikatakan kepada mereka), 'Rasakanlah sentuhan api neraka'," artinya, rasakanlah kepedihan, hamburan, kemurkaan, serta kobaran api neraka.
(49) ﴾ إِنَّا كُلَّ شَيۡءٍ خَلَقۡنَٰهُ بِقَدَرٖ ﴿ "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran," ini mencakup seluruh makhluk dan selu-ruh alam, baik alam atas maupun alam bawah, hanya Allah سبحانه وتعالى yang menciptakannya. Tidak ada pencipta selain Allah سبحانه وتعالى, tidak ada sekutu bagiNya dalam menciptakan semuanya. Allah سبحانه وتعالى mencipta-kan berdasarkan ketentuan yang telah terdahulu berdasarkan ilmu-Nya dan sesuai catatan penaNya berdasar waktu dan ukuran yang ditetapkan dan seluruh sifat yang tercakup dalam segala hal.
(50) Itu mudah bagi Allah سبحانه وتعالى, karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَمَآ أَمۡرُنَآ إِلَّا وَٰحِدَةٞ كَلَمۡحِۭ بِٱلۡبَصَرِ ﴿ "Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata." Jika Allah سبحانه وتعالى menghendaki sesuatu, Allah سبحانه وتعالى berfirman, "Jadilah," maka jadilah sesuatu itu sesuai kehendakNya dalam sekejap mata tanpa letih dan susah.
(51) ﴾ وَلَقَدۡ أَهۡلَكۡنَآ أَشۡيَاعَكُمۡ ﴿ "Dan sungguh telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu," dari kalangan umat-umat sebelum kalian yang mengetahui seperti halnya kalian dan mendustakan seperti halnya kalian, ﴾ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" Orang yang mau mengambil pelajaran yang mengetahui sunnatullah dalam membinasakan orang-orang buruk, karena mereka itu sama, tidak ada perbedaan antara kedua golongan tersebut.
(52) ﴾ وَكُلُّ شَيۡءٖ فَعَلُوهُ فِي ٱلزُّبُرِ ﴿ "Dan segala sesuatu yang telah me-reka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan," artinya, semua yang mereka lakukan, baik dan buruknya telah tertulis untuk mereka dalam kitab takdir.
(53) ﴾ وَكُلُّ صَغِيرٖ وَكَبِيرٖ مُّسۡتَطَرٌ ﴿ "Dan segala (urusan) yang kecil mau-pun yang besar adalah tertulis," artinya telah tercatat dan inilah haki-kat Qadha` dan Qadar, semua hal telah diketahui Allah سبحانه وتعالى dan ditulis di lauhil mahfuzh. Apa pun yang dikehendaki Allah سبحانه وتعالى pasti terjadi dan yang tidak dikehendakiNya tidak akan ada. Apa pun yang akan menimpa manusia tidak akan luput dan yang ditakdir-kan luput tidak akan menimpanya.
(54-55) ﴾ إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa" kepada Allah سبحانه وتعالى dengan mengerjakan perintah-perintahNya dan meninggalkan larangan-laranganNya, mereka yang menjauhi ke-syirikan, dosa-dosa besar dan dosa-dosa kecil ﴾ فِي جَنَّٰتٖ وَنَهَرٖ ﴿ "di dalam taman-taman dan sungai-sungai," yakni, berada di dalam surga penuh kenikmatan, yang di dalamnya terdapat segala sesuatu yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga dan belum pernah terbersit dalam benak manusia, berupa pepohonan dengan buah ranum, sungai-sungai mengalir, istana-istana menjulang tinggi, rumah-rumah indah, makanan dan minuman lezat, bidadari cantik, taman-taman indah di dalam kebun, keridhaan Allah Dzat Penguasa dan Pemberi balasan, serta mendapatkan kemenangan dengan berada di dekatNya. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman,﴾ فِي مَقۡعَدِ صِدۡقٍ عِندَ مَلِيكٖ مُّقۡتَدِرِۭ ﴿ "Di tempat yang disenangi di sisi (Rabb) Yang Maha Berkuasa." Anda jangan bertanya setelah ini apa saja yang diberikan oleh Rabb mereka dari kemuliaanNya dan apa saja yang dianuge-rahkan kepada mereka dari kebaikan dan karuniaNya. Semoga Allah سبحانه وتعالى memasukkan kita dalam golongan mereka dan semoga Allah سبحانه وتعالى tidak menahan kebaikan milikNya untuk kita karena keburukan yang ada pada diri kita.
Sampai di sini tafsir surat ini. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى semata.
Al-Qamar 54:53
"Dan sungguh telah datang kepada kaum Fir'aun ancaman-ancaman. Mereka mendustakan mukjizat-mukjizat Kami semua-nya, lalu Kami azab mereka sebagai azab dari Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa. Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musy-rikin) lebih baik dari mereka itu, atau apakah kamu telah mem-punyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab yang dahulu? Atau apakah mereka mengatakan, 'Kami adalah satu go-longan yang bersatu yang pasti menang?' Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang. Sebenarnya Hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit. Sesungguhnya orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka. (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka), 'Rasakanlah sentuhan api neraka.' Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata. Dan sungguh telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu. Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan. Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai, di tempat yang disenangi di sisi (Rabb) Yang Maha Berkuasa." (Al-Qamar: 41-55).
(41-42) ﴾ وَلَقَدۡ جَآءَ ءَالَ فِرۡعَوۡنَ ﴿ "Dan sungguh telah datang kepada kaum Fir'aun," yakni Fir'aun dan kaumnya, ﴾ ٱلنُّذُرُ ﴿ "ancaman-ancaman." Allah سبحانه وتعالى mengutus Nabi Musa عليه السلام, kalimullah, kepada mereka dan dikuatkan dengan berbagai tanda-tanda kebesaran, penjelasan-penjelasan, dan berbagai mukjizat nyata. Nabi Musa عليه السلام menun-jukkan berbagai pelajaran yang belum pernah ditunjukkan pada yang lain, namun mereka mendustakan seluruh tanda-tanda kebe-saran Allah سبحانه وتعالى sehingga mereka disiksa dengan siksaan Dzat Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa, Allah سبحانه وتعالى menenggelamkan Fir'aun dan kaumnya di lautan.
(43) Maksud dari pemaparan kisah-kisah ini adalah sebagai peringatan bagi manusia dan orang-orang yang mendustakan Nabi Muhammad a, dan karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَكُفَّارُكُمۡ خَيۡرٞ مِّنۡ أُوْلَٰٓئِكُمۡ ﴿ "Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musyrikin) lebih baik dari mereka itu," artinya, apakah mereka yang mendustakan Rasul terbaik lebih baik dari orang-orang yang mendustakan rasul-rasul sebelumnya yang dibinasakan Allah سبحانه وتعالى dan ditimpa berbagai azab itu? Jika orang-orang kafir Makkah lebih baik dari mereka, maka mereka memiliki kemungkinan untuk bisa selamat dari azab dan tidak akan tertimpa siksaan yang menimpa orang-orang buruk sebelum mereka. Namun tidak demikian halnya, orang-orang kafir Makkah tidak lebih buruk dari mereka dan tidak pula lebih baik dari me-reka. ﴾ أَمۡ لَكُم بَرَآءَةٞ فِي ٱلزُّبُرِ ﴿ "Atau apakah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab yang dahulu?" Artinya, apakah Allah سبحانه وتعالى memberikan kalian janji dalam kitab-kitab yang diturun-kan pada para nabi sebelumnya, kalian pada saat itu mengadakan perjanjian bahwa kalian akan selamat berdasarkan pemberitahuan dan janji Allah سبحانه وتعالى? Tidak demikian halnya, bahkan mustahil secara akal dan syariat jika mereka mendapatkan jaminan bebas azab yang tertulis dalam kitab-kitab samawi yang mencakup keadilan dan hikmah. Bukanlah termasuk hikmah jika orang-orang seperti itu yang menentang dan mendustakan rasul terbaik dan paling mulia di sisi Allah سبحانه وتعالى itu mendapatkan keselamatan.
(44) Tidak tersisa apa pun pada mereka selain kekuatan yang mereka jadikan penolong, maka Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa mereka berkata, ﴾ نَحۡنُ جَمِيعٞ مُّنتَصِرٞ ﴿ "Kami adalah satu golongan yang bersatu yang pasti menang."
(45) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menjelaskan kelemahan mereka dan mereka akan dikalahkan, ﴾ سَيُهۡزَمُ ٱلۡجَمۡعُ وَيُوَلُّونَ ٱلدُّبُرَ ﴿ "Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang," dan terjadilah seperti yang diberitakan Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى mengalahkan golongan mereka yang lebih besar dalam peristiwa Badar. Para centeng dan pembesar mereka terbunuh dan mereka pun takluk. Allah سبحانه وتعالى memberikan kemenangan untuk Agama, Nabi dan go-longanNya yang beriman.
(46) Meski demikian, mereka memiliki janji di mana seluruh manusia dari yang pertama hingga terakhir akan dikumpulkan begitu pula seluruh orang yang mendapat ujian di dunia dan orang yang menikmati kelezatan dunia, karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ بَلِ ٱلسَّاعَةُ مَوۡعِدُهُمۡ ﴿ "Sebenarnya Hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka." Di hari itu mereka akan dibalas dan diperlakukan secara adil. ﴾ وَٱلسَّاعَةُ أَدۡهَىٰ وَأَمَرُّ ﴿ "Dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit," artinya, lebih agung, lebih berat dan lebih besar dari yang diperkirakan atau yang ada dalam bayangan angan-angan.
(47) ﴾ إِنَّ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang berdosa," yaitu orang-orang yang banyak berbuat dosa-dosa besar berupa kesyirikan dan kemaksiatan lain, ﴾ فِي ضَلَٰلٖ وَسُعُرٖ ﴿ "berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka," artinya, mereka tersesat di dunia; sesat dari ilmu dan amal yang bisa menyelamatkan mereka dari azab akhirat. Pada Hari Kiamat mereka berada dalam siksaan yang pedih dan api yang dinyalakan pada tubuh mereka hingga merasuk ke dalam hati mereka.
(48) ﴾ يَوۡمَ يُسۡحَبُونَ فِي ٱلنَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمۡ ﴿ "(Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka," yang merupakan bagian tubuh mereka yang terhormat, kepedihan neraka jauh lebih pedih dari yang lain-nya. Mereka pun bersedih dan berduka karena siksaan itu. ﴾ ذُوقُواْ مَسَّ سَقَرَ ﴿ "(Dikatakan kepada mereka), 'Rasakanlah sentuhan api neraka'," artinya, rasakanlah kepedihan, hamburan, kemurkaan, serta kobaran api neraka.
(49) ﴾ إِنَّا كُلَّ شَيۡءٍ خَلَقۡنَٰهُ بِقَدَرٖ ﴿ "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran," ini mencakup seluruh makhluk dan selu-ruh alam, baik alam atas maupun alam bawah, hanya Allah سبحانه وتعالى yang menciptakannya. Tidak ada pencipta selain Allah سبحانه وتعالى, tidak ada sekutu bagiNya dalam menciptakan semuanya. Allah سبحانه وتعالى mencipta-kan berdasarkan ketentuan yang telah terdahulu berdasarkan ilmu-Nya dan sesuai catatan penaNya berdasar waktu dan ukuran yang ditetapkan dan seluruh sifat yang tercakup dalam segala hal.
(50) Itu mudah bagi Allah سبحانه وتعالى, karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَمَآ أَمۡرُنَآ إِلَّا وَٰحِدَةٞ كَلَمۡحِۭ بِٱلۡبَصَرِ ﴿ "Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata." Jika Allah سبحانه وتعالى menghendaki sesuatu, Allah سبحانه وتعالى berfirman, "Jadilah," maka jadilah sesuatu itu sesuai kehendakNya dalam sekejap mata tanpa letih dan susah.
(51) ﴾ وَلَقَدۡ أَهۡلَكۡنَآ أَشۡيَاعَكُمۡ ﴿ "Dan sungguh telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu," dari kalangan umat-umat sebelum kalian yang mengetahui seperti halnya kalian dan mendustakan seperti halnya kalian, ﴾ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" Orang yang mau mengambil pelajaran yang mengetahui sunnatullah dalam membinasakan orang-orang buruk, karena mereka itu sama, tidak ada perbedaan antara kedua golongan tersebut.
(52) ﴾ وَكُلُّ شَيۡءٖ فَعَلُوهُ فِي ٱلزُّبُرِ ﴿ "Dan segala sesuatu yang telah me-reka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan," artinya, semua yang mereka lakukan, baik dan buruknya telah tertulis untuk mereka dalam kitab takdir.
(53) ﴾ وَكُلُّ صَغِيرٖ وَكَبِيرٖ مُّسۡتَطَرٌ ﴿ "Dan segala (urusan) yang kecil mau-pun yang besar adalah tertulis," artinya telah tercatat dan inilah haki-kat Qadha` dan Qadar, semua hal telah diketahui Allah سبحانه وتعالى dan ditulis di lauhil mahfuzh. Apa pun yang dikehendaki Allah سبحانه وتعالى pasti terjadi dan yang tidak dikehendakiNya tidak akan ada. Apa pun yang akan menimpa manusia tidak akan luput dan yang ditakdir-kan luput tidak akan menimpanya.
(54-55) ﴾ إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa" kepada Allah سبحانه وتعالى dengan mengerjakan perintah-perintahNya dan meninggalkan larangan-laranganNya, mereka yang menjauhi ke-syirikan, dosa-dosa besar dan dosa-dosa kecil ﴾ فِي جَنَّٰتٖ وَنَهَرٖ ﴿ "di dalam taman-taman dan sungai-sungai," yakni, berada di dalam surga penuh kenikmatan, yang di dalamnya terdapat segala sesuatu yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga dan belum pernah terbersit dalam benak manusia, berupa pepohonan dengan buah ranum, sungai-sungai mengalir, istana-istana menjulang tinggi, rumah-rumah indah, makanan dan minuman lezat, bidadari cantik, taman-taman indah di dalam kebun, keridhaan Allah Dzat Penguasa dan Pemberi balasan, serta mendapatkan kemenangan dengan berada di dekatNya. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman,﴾ فِي مَقۡعَدِ صِدۡقٍ عِندَ مَلِيكٖ مُّقۡتَدِرِۭ ﴿ "Di tempat yang disenangi di sisi (Rabb) Yang Maha Berkuasa." Anda jangan bertanya setelah ini apa saja yang diberikan oleh Rabb mereka dari kemuliaanNya dan apa saja yang dianuge-rahkan kepada mereka dari kebaikan dan karuniaNya. Semoga Allah سبحانه وتعالى memasukkan kita dalam golongan mereka dan semoga Allah سبحانه وتعالى tidak menahan kebaikan milikNya untuk kita karena keburukan yang ada pada diri kita.
Sampai di sini tafsir surat ini. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى semata.
Al-Qamar 54:54
"Dan sungguh telah datang kepada kaum Fir'aun ancaman-ancaman. Mereka mendustakan mukjizat-mukjizat Kami semua-nya, lalu Kami azab mereka sebagai azab dari Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa. Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musy-rikin) lebih baik dari mereka itu, atau apakah kamu telah mem-punyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab yang dahulu? Atau apakah mereka mengatakan, 'Kami adalah satu go-longan yang bersatu yang pasti menang?' Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang. Sebenarnya Hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit. Sesungguhnya orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka. (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka), 'Rasakanlah sentuhan api neraka.' Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata. Dan sungguh telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu. Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan. Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai, di tempat yang disenangi di sisi (Rabb) Yang Maha Berkuasa." (Al-Qamar: 41-55).
(41-42) ﴾ وَلَقَدۡ جَآءَ ءَالَ فِرۡعَوۡنَ ﴿ "Dan sungguh telah datang kepada kaum Fir'aun," yakni Fir'aun dan kaumnya, ﴾ ٱلنُّذُرُ ﴿ "ancaman-ancaman." Allah سبحانه وتعالى mengutus Nabi Musa عليه السلام, kalimullah, kepada mereka dan dikuatkan dengan berbagai tanda-tanda kebesaran, penjelasan-penjelasan, dan berbagai mukjizat nyata. Nabi Musa عليه السلام menun-jukkan berbagai pelajaran yang belum pernah ditunjukkan pada yang lain, namun mereka mendustakan seluruh tanda-tanda kebe-saran Allah سبحانه وتعالى sehingga mereka disiksa dengan siksaan Dzat Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa, Allah سبحانه وتعالى menenggelamkan Fir'aun dan kaumnya di lautan.
(43) Maksud dari pemaparan kisah-kisah ini adalah sebagai peringatan bagi manusia dan orang-orang yang mendustakan Nabi Muhammad a, dan karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَكُفَّارُكُمۡ خَيۡرٞ مِّنۡ أُوْلَٰٓئِكُمۡ ﴿ "Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musyrikin) lebih baik dari mereka itu," artinya, apakah mereka yang mendustakan Rasul terbaik lebih baik dari orang-orang yang mendustakan rasul-rasul sebelumnya yang dibinasakan Allah سبحانه وتعالى dan ditimpa berbagai azab itu? Jika orang-orang kafir Makkah lebih baik dari mereka, maka mereka memiliki kemungkinan untuk bisa selamat dari azab dan tidak akan tertimpa siksaan yang menimpa orang-orang buruk sebelum mereka. Namun tidak demikian halnya, orang-orang kafir Makkah tidak lebih buruk dari mereka dan tidak pula lebih baik dari me-reka. ﴾ أَمۡ لَكُم بَرَآءَةٞ فِي ٱلزُّبُرِ ﴿ "Atau apakah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab yang dahulu?" Artinya, apakah Allah سبحانه وتعالى memberikan kalian janji dalam kitab-kitab yang diturun-kan pada para nabi sebelumnya, kalian pada saat itu mengadakan perjanjian bahwa kalian akan selamat berdasarkan pemberitahuan dan janji Allah سبحانه وتعالى? Tidak demikian halnya, bahkan mustahil secara akal dan syariat jika mereka mendapatkan jaminan bebas azab yang tertulis dalam kitab-kitab samawi yang mencakup keadilan dan hikmah. Bukanlah termasuk hikmah jika orang-orang seperti itu yang menentang dan mendustakan rasul terbaik dan paling mulia di sisi Allah سبحانه وتعالى itu mendapatkan keselamatan.
(44) Tidak tersisa apa pun pada mereka selain kekuatan yang mereka jadikan penolong, maka Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa mereka berkata, ﴾ نَحۡنُ جَمِيعٞ مُّنتَصِرٞ ﴿ "Kami adalah satu golongan yang bersatu yang pasti menang."
(45) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menjelaskan kelemahan mereka dan mereka akan dikalahkan, ﴾ سَيُهۡزَمُ ٱلۡجَمۡعُ وَيُوَلُّونَ ٱلدُّبُرَ ﴿ "Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang," dan terjadilah seperti yang diberitakan Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى mengalahkan golongan mereka yang lebih besar dalam peristiwa Badar. Para centeng dan pembesar mereka terbunuh dan mereka pun takluk. Allah سبحانه وتعالى memberikan kemenangan untuk Agama, Nabi dan go-longanNya yang beriman.
(46) Meski demikian, mereka memiliki janji di mana seluruh manusia dari yang pertama hingga terakhir akan dikumpulkan begitu pula seluruh orang yang mendapat ujian di dunia dan orang yang menikmati kelezatan dunia, karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ بَلِ ٱلسَّاعَةُ مَوۡعِدُهُمۡ ﴿ "Sebenarnya Hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka." Di hari itu mereka akan dibalas dan diperlakukan secara adil. ﴾ وَٱلسَّاعَةُ أَدۡهَىٰ وَأَمَرُّ ﴿ "Dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit," artinya, lebih agung, lebih berat dan lebih besar dari yang diperkirakan atau yang ada dalam bayangan angan-angan.
(47) ﴾ إِنَّ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang berdosa," yaitu orang-orang yang banyak berbuat dosa-dosa besar berupa kesyirikan dan kemaksiatan lain, ﴾ فِي ضَلَٰلٖ وَسُعُرٖ ﴿ "berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka," artinya, mereka tersesat di dunia; sesat dari ilmu dan amal yang bisa menyelamatkan mereka dari azab akhirat. Pada Hari Kiamat mereka berada dalam siksaan yang pedih dan api yang dinyalakan pada tubuh mereka hingga merasuk ke dalam hati mereka.
(48) ﴾ يَوۡمَ يُسۡحَبُونَ فِي ٱلنَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمۡ ﴿ "(Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka," yang merupakan bagian tubuh mereka yang terhormat, kepedihan neraka jauh lebih pedih dari yang lain-nya. Mereka pun bersedih dan berduka karena siksaan itu. ﴾ ذُوقُواْ مَسَّ سَقَرَ ﴿ "(Dikatakan kepada mereka), 'Rasakanlah sentuhan api neraka'," artinya, rasakanlah kepedihan, hamburan, kemurkaan, serta kobaran api neraka.
(49) ﴾ إِنَّا كُلَّ شَيۡءٍ خَلَقۡنَٰهُ بِقَدَرٖ ﴿ "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran," ini mencakup seluruh makhluk dan selu-ruh alam, baik alam atas maupun alam bawah, hanya Allah سبحانه وتعالى yang menciptakannya. Tidak ada pencipta selain Allah سبحانه وتعالى, tidak ada sekutu bagiNya dalam menciptakan semuanya. Allah سبحانه وتعالى mencipta-kan berdasarkan ketentuan yang telah terdahulu berdasarkan ilmu-Nya dan sesuai catatan penaNya berdasar waktu dan ukuran yang ditetapkan dan seluruh sifat yang tercakup dalam segala hal.
(50) Itu mudah bagi Allah سبحانه وتعالى, karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَمَآ أَمۡرُنَآ إِلَّا وَٰحِدَةٞ كَلَمۡحِۭ بِٱلۡبَصَرِ ﴿ "Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata." Jika Allah سبحانه وتعالى menghendaki sesuatu, Allah سبحانه وتعالى berfirman, "Jadilah," maka jadilah sesuatu itu sesuai kehendakNya dalam sekejap mata tanpa letih dan susah.
(51) ﴾ وَلَقَدۡ أَهۡلَكۡنَآ أَشۡيَاعَكُمۡ ﴿ "Dan sungguh telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu," dari kalangan umat-umat sebelum kalian yang mengetahui seperti halnya kalian dan mendustakan seperti halnya kalian, ﴾ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" Orang yang mau mengambil pelajaran yang mengetahui sunnatullah dalam membinasakan orang-orang buruk, karena mereka itu sama, tidak ada perbedaan antara kedua golongan tersebut.
(52) ﴾ وَكُلُّ شَيۡءٖ فَعَلُوهُ فِي ٱلزُّبُرِ ﴿ "Dan segala sesuatu yang telah me-reka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan," artinya, semua yang mereka lakukan, baik dan buruknya telah tertulis untuk mereka dalam kitab takdir.
(53) ﴾ وَكُلُّ صَغِيرٖ وَكَبِيرٖ مُّسۡتَطَرٌ ﴿ "Dan segala (urusan) yang kecil mau-pun yang besar adalah tertulis," artinya telah tercatat dan inilah haki-kat Qadha` dan Qadar, semua hal telah diketahui Allah سبحانه وتعالى dan ditulis di lauhil mahfuzh. Apa pun yang dikehendaki Allah سبحانه وتعالى pasti terjadi dan yang tidak dikehendakiNya tidak akan ada. Apa pun yang akan menimpa manusia tidak akan luput dan yang ditakdir-kan luput tidak akan menimpanya.
(54-55) ﴾ إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa" kepada Allah سبحانه وتعالى dengan mengerjakan perintah-perintahNya dan meninggalkan larangan-laranganNya, mereka yang menjauhi ke-syirikan, dosa-dosa besar dan dosa-dosa kecil ﴾ فِي جَنَّٰتٖ وَنَهَرٖ ﴿ "di dalam taman-taman dan sungai-sungai," yakni, berada di dalam surga penuh kenikmatan, yang di dalamnya terdapat segala sesuatu yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga dan belum pernah terbersit dalam benak manusia, berupa pepohonan dengan buah ranum, sungai-sungai mengalir, istana-istana menjulang tinggi, rumah-rumah indah, makanan dan minuman lezat, bidadari cantik, taman-taman indah di dalam kebun, keridhaan Allah Dzat Penguasa dan Pemberi balasan, serta mendapatkan kemenangan dengan berada di dekatNya. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman,﴾ فِي مَقۡعَدِ صِدۡقٍ عِندَ مَلِيكٖ مُّقۡتَدِرِۭ ﴿ "Di tempat yang disenangi di sisi (Rabb) Yang Maha Berkuasa." Anda jangan bertanya setelah ini apa saja yang diberikan oleh Rabb mereka dari kemuliaanNya dan apa saja yang dianuge-rahkan kepada mereka dari kebaikan dan karuniaNya. Semoga Allah سبحانه وتعالى memasukkan kita dalam golongan mereka dan semoga Allah سبحانه وتعالى tidak menahan kebaikan milikNya untuk kita karena keburukan yang ada pada diri kita.
Sampai di sini tafsir surat ini. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى semata.
Al-Qamar 54:55
"Dan sungguh telah datang kepada kaum Fir'aun ancaman-ancaman. Mereka mendustakan mukjizat-mukjizat Kami semua-nya, lalu Kami azab mereka sebagai azab dari Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa. Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musy-rikin) lebih baik dari mereka itu, atau apakah kamu telah mem-punyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab yang dahulu? Atau apakah mereka mengatakan, 'Kami adalah satu go-longan yang bersatu yang pasti menang?' Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang. Sebenarnya Hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit. Sesungguhnya orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka. (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka), 'Rasakanlah sentuhan api neraka.' Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran. Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata. Dan sungguh telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu. Maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran? Dan segala sesuatu yang telah mereka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan. Dan segala (urusan) yang kecil maupun yang besar adalah tertulis. Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu di dalam taman-taman dan sungai-sungai, di tempat yang disenangi di sisi (Rabb) Yang Maha Berkuasa." (Al-Qamar: 41-55).
(41-42) ﴾ وَلَقَدۡ جَآءَ ءَالَ فِرۡعَوۡنَ ﴿ "Dan sungguh telah datang kepada kaum Fir'aun," yakni Fir'aun dan kaumnya, ﴾ ٱلنُّذُرُ ﴿ "ancaman-ancaman." Allah سبحانه وتعالى mengutus Nabi Musa عليه السلام, kalimullah, kepada mereka dan dikuatkan dengan berbagai tanda-tanda kebesaran, penjelasan-penjelasan, dan berbagai mukjizat nyata. Nabi Musa عليه السلام menun-jukkan berbagai pelajaran yang belum pernah ditunjukkan pada yang lain, namun mereka mendustakan seluruh tanda-tanda kebe-saran Allah سبحانه وتعالى sehingga mereka disiksa dengan siksaan Dzat Yang Mahaperkasa lagi Mahakuasa, Allah سبحانه وتعالى menenggelamkan Fir'aun dan kaumnya di lautan.
(43) Maksud dari pemaparan kisah-kisah ini adalah sebagai peringatan bagi manusia dan orang-orang yang mendustakan Nabi Muhammad a, dan karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَكُفَّارُكُمۡ خَيۡرٞ مِّنۡ أُوْلَٰٓئِكُمۡ ﴿ "Apakah orang-orang kafirmu (hai kaum musyrikin) lebih baik dari mereka itu," artinya, apakah mereka yang mendustakan Rasul terbaik lebih baik dari orang-orang yang mendustakan rasul-rasul sebelumnya yang dibinasakan Allah سبحانه وتعالى dan ditimpa berbagai azab itu? Jika orang-orang kafir Makkah lebih baik dari mereka, maka mereka memiliki kemungkinan untuk bisa selamat dari azab dan tidak akan tertimpa siksaan yang menimpa orang-orang buruk sebelum mereka. Namun tidak demikian halnya, orang-orang kafir Makkah tidak lebih buruk dari mereka dan tidak pula lebih baik dari me-reka. ﴾ أَمۡ لَكُم بَرَآءَةٞ فِي ٱلزُّبُرِ ﴿ "Atau apakah kamu telah mempunyai jaminan kebebasan (dari azab) dalam kitab-kitab yang dahulu?" Artinya, apakah Allah سبحانه وتعالى memberikan kalian janji dalam kitab-kitab yang diturun-kan pada para nabi sebelumnya, kalian pada saat itu mengadakan perjanjian bahwa kalian akan selamat berdasarkan pemberitahuan dan janji Allah سبحانه وتعالى? Tidak demikian halnya, bahkan mustahil secara akal dan syariat jika mereka mendapatkan jaminan bebas azab yang tertulis dalam kitab-kitab samawi yang mencakup keadilan dan hikmah. Bukanlah termasuk hikmah jika orang-orang seperti itu yang menentang dan mendustakan rasul terbaik dan paling mulia di sisi Allah سبحانه وتعالى itu mendapatkan keselamatan.
(44) Tidak tersisa apa pun pada mereka selain kekuatan yang mereka jadikan penolong, maka Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa mereka berkata, ﴾ نَحۡنُ جَمِيعٞ مُّنتَصِرٞ ﴿ "Kami adalah satu golongan yang bersatu yang pasti menang."
(45) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya menjelaskan kelemahan mereka dan mereka akan dikalahkan, ﴾ سَيُهۡزَمُ ٱلۡجَمۡعُ وَيُوَلُّونَ ٱلدُّبُرَ ﴿ "Golongan itu pasti akan dikalahkan dan mereka akan mundur ke belakang," dan terjadilah seperti yang diberitakan Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى mengalahkan golongan mereka yang lebih besar dalam peristiwa Badar. Para centeng dan pembesar mereka terbunuh dan mereka pun takluk. Allah سبحانه وتعالى memberikan kemenangan untuk Agama, Nabi dan go-longanNya yang beriman.
(46) Meski demikian, mereka memiliki janji di mana seluruh manusia dari yang pertama hingga terakhir akan dikumpulkan begitu pula seluruh orang yang mendapat ujian di dunia dan orang yang menikmati kelezatan dunia, karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ بَلِ ٱلسَّاعَةُ مَوۡعِدُهُمۡ ﴿ "Sebenarnya Hari Kiamat itulah hari yang dijanjikan kepada mereka." Di hari itu mereka akan dibalas dan diperlakukan secara adil. ﴾ وَٱلسَّاعَةُ أَدۡهَىٰ وَأَمَرُّ ﴿ "Dan kiamat itu lebih dahsyat dan lebih pahit," artinya, lebih agung, lebih berat dan lebih besar dari yang diperkirakan atau yang ada dalam bayangan angan-angan.
(47) ﴾ إِنَّ ٱلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang berdosa," yaitu orang-orang yang banyak berbuat dosa-dosa besar berupa kesyirikan dan kemaksiatan lain, ﴾ فِي ضَلَٰلٖ وَسُعُرٖ ﴿ "berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka," artinya, mereka tersesat di dunia; sesat dari ilmu dan amal yang bisa menyelamatkan mereka dari azab akhirat. Pada Hari Kiamat mereka berada dalam siksaan yang pedih dan api yang dinyalakan pada tubuh mereka hingga merasuk ke dalam hati mereka.
(48) ﴾ يَوۡمَ يُسۡحَبُونَ فِي ٱلنَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمۡ ﴿ "(Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka," yang merupakan bagian tubuh mereka yang terhormat, kepedihan neraka jauh lebih pedih dari yang lain-nya. Mereka pun bersedih dan berduka karena siksaan itu. ﴾ ذُوقُواْ مَسَّ سَقَرَ ﴿ "(Dikatakan kepada mereka), 'Rasakanlah sentuhan api neraka'," artinya, rasakanlah kepedihan, hamburan, kemurkaan, serta kobaran api neraka.
(49) ﴾ إِنَّا كُلَّ شَيۡءٍ خَلَقۡنَٰهُ بِقَدَرٖ ﴿ "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran," ini mencakup seluruh makhluk dan selu-ruh alam, baik alam atas maupun alam bawah, hanya Allah سبحانه وتعالى yang menciptakannya. Tidak ada pencipta selain Allah سبحانه وتعالى, tidak ada sekutu bagiNya dalam menciptakan semuanya. Allah سبحانه وتعالى mencipta-kan berdasarkan ketentuan yang telah terdahulu berdasarkan ilmu-Nya dan sesuai catatan penaNya berdasar waktu dan ukuran yang ditetapkan dan seluruh sifat yang tercakup dalam segala hal.
(50) Itu mudah bagi Allah سبحانه وتعالى, karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَمَآ أَمۡرُنَآ إِلَّا وَٰحِدَةٞ كَلَمۡحِۭ بِٱلۡبَصَرِ ﴿ "Dan perintah Kami hanyalah satu perkataan seperti kejapan mata." Jika Allah سبحانه وتعالى menghendaki sesuatu, Allah سبحانه وتعالى berfirman, "Jadilah," maka jadilah sesuatu itu sesuai kehendakNya dalam sekejap mata tanpa letih dan susah.
(51) ﴾ وَلَقَدۡ أَهۡلَكۡنَآ أَشۡيَاعَكُمۡ ﴿ "Dan sungguh telah Kami binasakan orang yang serupa dengan kamu," dari kalangan umat-umat sebelum kalian yang mengetahui seperti halnya kalian dan mendustakan seperti halnya kalian, ﴾ فَهَلۡ مِن مُّدَّكِرٖ ﴿ "maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?" Orang yang mau mengambil pelajaran yang mengetahui sunnatullah dalam membinasakan orang-orang buruk, karena mereka itu sama, tidak ada perbedaan antara kedua golongan tersebut.
(52) ﴾ وَكُلُّ شَيۡءٖ فَعَلُوهُ فِي ٱلزُّبُرِ ﴿ "Dan segala sesuatu yang telah me-reka perbuat tercatat dalam buku-buku catatan," artinya, semua yang mereka lakukan, baik dan buruknya telah tertulis untuk mereka dalam kitab takdir.
(53) ﴾ وَكُلُّ صَغِيرٖ وَكَبِيرٖ مُّسۡتَطَرٌ ﴿ "Dan segala (urusan) yang kecil mau-pun yang besar adalah tertulis," artinya telah tercatat dan inilah haki-kat Qadha` dan Qadar, semua hal telah diketahui Allah سبحانه وتعالى dan ditulis di lauhil mahfuzh. Apa pun yang dikehendaki Allah سبحانه وتعالى pasti terjadi dan yang tidak dikehendakiNya tidak akan ada. Apa pun yang akan menimpa manusia tidak akan luput dan yang ditakdir-kan luput tidak akan menimpanya.
(54-55) ﴾ إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa" kepada Allah سبحانه وتعالى dengan mengerjakan perintah-perintahNya dan meninggalkan larangan-laranganNya, mereka yang menjauhi ke-syirikan, dosa-dosa besar dan dosa-dosa kecil ﴾ فِي جَنَّٰتٖ وَنَهَرٖ ﴿ "di dalam taman-taman dan sungai-sungai," yakni, berada di dalam surga penuh kenikmatan, yang di dalamnya terdapat segala sesuatu yang belum pernah dilihat mata, belum pernah didengar telinga dan belum pernah terbersit dalam benak manusia, berupa pepohonan dengan buah ranum, sungai-sungai mengalir, istana-istana menjulang tinggi, rumah-rumah indah, makanan dan minuman lezat, bidadari cantik, taman-taman indah di dalam kebun, keridhaan Allah Dzat Penguasa dan Pemberi balasan, serta mendapatkan kemenangan dengan berada di dekatNya. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى berfirman,﴾ فِي مَقۡعَدِ صِدۡقٍ عِندَ مَلِيكٖ مُّقۡتَدِرِۭ ﴿ "Di tempat yang disenangi di sisi (Rabb) Yang Maha Berkuasa." Anda jangan bertanya setelah ini apa saja yang diberikan oleh Rabb mereka dari kemuliaanNya dan apa saja yang dianuge-rahkan kepada mereka dari kebaikan dan karuniaNya. Semoga Allah سبحانه وتعالى memasukkan kita dalam golongan mereka dan semoga Allah سبحانه وتعالى tidak menahan kebaikan milikNya untuk kita karena keburukan yang ada pada diri kita.
Sampai di sini tafsir surat ini. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى semata.