Tafsir As-Saadi - Indonesian — Al-Insan 76:25 – An-Naba' 78:40
Daftar isi
- Al-Insan 76:25
- Al-Insan 76:26
- Al-Insan 76:27
- Al-Insan 76:28
- Al-Insan 76:29
- Al-Insan 76:30
- Al-Insan 76:31
- Al-Mursalat 77:1
- Al-Mursalat 77:2
- Al-Mursalat 77:3
- Al-Mursalat 77:4
- Al-Mursalat 77:5
- Al-Mursalat 77:6
- Al-Mursalat 77:7
- Al-Mursalat 77:8
- Al-Mursalat 77:9
- Al-Mursalat 77:10
- Al-Mursalat 77:11
- Al-Mursalat 77:12
- Al-Mursalat 77:13
- Al-Mursalat 77:14
- Al-Mursalat 77:15
- Al-Mursalat 77:16
- Al-Mursalat 77:17
- Al-Mursalat 77:18
- Al-Mursalat 77:19
- Al-Mursalat 77:20
- Al-Mursalat 77:21
- Al-Mursalat 77:22
- Al-Mursalat 77:23
- Al-Mursalat 77:24
- Al-Mursalat 77:25
- Al-Mursalat 77:26
- Al-Mursalat 77:27
- Al-Mursalat 77:28
- Al-Mursalat 77:29
- Al-Mursalat 77:30
- Al-Mursalat 77:31
- Al-Mursalat 77:32
- Al-Mursalat 77:33
- Al-Mursalat 77:34
- Al-Mursalat 77:35
- Al-Mursalat 77:36
- Al-Mursalat 77:37
- Al-Mursalat 77:38
- Al-Mursalat 77:39
- Al-Mursalat 77:40
- Al-Mursalat 77:41
- Al-Mursalat 77:42
- Al-Mursalat 77:43
- Al-Mursalat 77:44
- Al-Mursalat 77:45
- Al-Mursalat 77:46
- Al-Mursalat 77:47
- Al-Mursalat 77:48
- Al-Mursalat 77:49
- Al-Mursalat 77:50
- An-Naba' 78:1
- An-Naba' 78:2
- An-Naba' 78:3
- An-Naba' 78:4
- An-Naba' 78:5
- An-Naba' 78:6
- An-Naba' 78:7
- An-Naba' 78:8
- An-Naba' 78:9
- An-Naba' 78:10
- An-Naba' 78:11
- An-Naba' 78:12
- An-Naba' 78:13
- An-Naba' 78:14
- An-Naba' 78:15
- An-Naba' 78:16
- An-Naba' 78:17
- An-Naba' 78:18
- An-Naba' 78:19
- An-Naba' 78:20
- An-Naba' 78:21
- An-Naba' 78:22
- An-Naba' 78:23
- An-Naba' 78:24
- An-Naba' 78:25
- An-Naba' 78:26
- An-Naba' 78:27
- An-Naba' 78:28
- An-Naba' 78:29
- An-Naba' 78:30
- An-Naba' 78:31
- An-Naba' 78:32
- An-Naba' 78:33
- An-Naba' 78:34
- An-Naba' 78:35
- An-Naba' 78:36
- An-Naba' 78:37
- An-Naba' 78:38
- An-Naba' 78:39
- An-Naba' 78:40
Al-Insan 76:25
"Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang kafir rantai-rantai, belenggu, dan neraka yang menyala-nyala. Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. (Yaitu) mata air (dalam surga) yang dari padanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya. Me-reka menunaikan nadzar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanya-lah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesung-guhnya kami takut akan (azab) Rabb kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam, penuh kesulitan. Maka Allah memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutra, di dalamnya mereka duduk bertelekan di atas dipan-dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (terik-nya) matahari dan tidak pula dingin yang menyengat. Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimu-dahkan memetiknya semudah-mudahnya. Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak, dan piala-piala yang bening laksana kristal, (yaitu) kristal-kristal (yang terbuat) dari perak yang telah mereka ukur dengan sebaik-baiknya. Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe. (Yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil. Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan. Dan apabila kamu me-lihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar. Mereka memakai pakaian sutra halus yang hijau dan sutra tebal, dan dipakaikan kepada mereka gelang yang terbuat dari perak, dan Rabb memberikan kepada mereka minuman yang bersih. Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan)." (Al-Insan: 4-22). "Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Qur`an kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur. Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Rabbmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa atau orang yang kafir di antara mereka. Dan sebutlah nama Rabbmu pada (waktu) pagi dan pe-tang. Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepadaNya dan bertasbihlah kepadaNya pada bagian yang panjang di malam hari. Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak mempedulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (Hari Akhirat). Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka, apabila Kami meng-hendaki, Kami sungguh-sungguh mengganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka. Sesungguhnya (ayat-ayat) ini adalah suatu peringatan, maka barangsiapa menghendaki (kebaik-an bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Rabbnya. Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dike-hendaki Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha-bijaksana. Dia memasukkan siapa yang dikehendakiNya ke dalam rahmatNya (surga). Dan bagi orang-orang zhalim disediakanNya azab yang pedih." (Al-Insan: 23-31).
(4) Maknanya, Kami persiapkan dan Kami sisakan untuk orang yang kufur terhadap Allah سبحانه وتعالى dan mendustakan para Rasul-Nya, serta berani mendurhakaiNya, ﴾ سَلَٰسِلَاْ ﴿ "rantai-rantai," dalam Neraka Jahanam. Sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى lainnya, ﴾ ثُمَّ فِي سِلۡسِلَةٖ ذَرۡعُهَا سَبۡعُونَ ذِرَاعٗا فَٱسۡلُكُوهُ 32 ﴿ "Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta." (Al-Haqqah: 32), ﴾ وَأَغۡلَٰلٗا ﴿ "dan belenggu," yang membelenggu tangan-tangan mereka hingga ke leher dan dibelitkan, ﴾ وَسَعِيرًا ﴿ "dan neraka yang menyala-nyala," yaitu api yang membuat kulit mereka menyala-nyala dan membakar badan mereka. Setiap kali kulit mereka masak (terbakar), Kami menggantinya dengan kulit lain agar mereka merasakan azab. Ini adalah azab abadi dan selamanya untuk mereka. Mereka kekal di dalamnya.
(5) Sedangkan ﴾ ٱلۡأَبۡرَارَ ﴿ "orang-orang yang berbuat kebajikan," mereka adalah orang-orang berhati baik, karena di dalamnya di-penuhi oleh ma'rifatullah, kecintaan kepada Allah, dan akhlak yang baik, sehingga amal perbuatan mereka baik dan mereka menggu-nakannya dengan amalan-amalan baik. Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa sesungguhnya mereka akan ﴾ يَشۡرَبُونَ مِن كَأۡسٖ ﴿ "minum dari gelas (berisi minuman)," yakni minuman nikmat dari arak yang ﴾ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا ﴿ "campurannya adalah air kafur," yakni dicampurkan agar membuatnya dingin dan menghilangkan kerasnya arak. Kafur ini amat nikmat, terbebas dari berbagai unsur yang memperkeruh dan bau tajam seperti kafur dunia. Petaka dan bencana yang ada di dunia tidak terdapat dalam nama-nama benda yang disebutkan Allah سبحانه وتعالى dalam surga sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى berikut, ﴾ فِي سِدۡرٖ مَّخۡضُودٖ 28 وَطَلۡحٖ مَّنضُودٖ 29 ﴿ "Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya)," (Al-Waqi'ah: 29). ﴾ وَأَزۡوَٰجٞ مُّطَهَّرَةٞ ﴿ "Dan istri-istri yang disucikan," (Ali Imran: 15). ﴾ لَهُمۡ دَارُ ٱلسَّلَٰمِ عِندَ رَبِّهِمۡۖ ﴿ "Bagi mereka (disediakan) Darussalam (surga) pada sisi Rabbnya," (Al-An'am: 127), dan ﴾ وَفِيهَا مَا تَشۡتَهِيهِ ٱلۡأَنفُسُ وَتَلَذُّ ٱلۡأَعۡيُنُۖ ﴿ "Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas dan piala-piala, dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata." (Az-Zukhruf: 71).
(6) ﴾ عَيۡنٗا يَشۡرَبُ بِهَا عِبَادُ ٱللَّهِ ﴿ "(Yaitu) mata air (dalam surga) yang dari padanya hamba-hamba Allah minum," yakni, air nikmat dalam gelas yang mereka minum itu tidak dikhawatirkan habis, tapi air terse-but memiliki bahan dasar yang tidak pernah terputus. Yaitu mata air abadi yang selalu meluap dan mengalir yang dipancarkan oleh hamba-hamba Allah سبحانه وتعالى kapan pun mereka mau dan bagaimana pun yang mereka inginkan. Bila mereka menginginkan, mereka bisa memindahkannya ke kebun penuh bunga atau dipindahkan ke taman-taman hijau ataupun di sisi-sisi istana dan tempat-tempat tinggal yang penuh hiasan, atau bisa dipindahkan ke tempat mana saja yang menurut mereka indah.
(7) Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan sebagian besar amal perbuatan mereka seraya berfirman, ﴾ يُوفُونَ بِٱلنَّذۡرِ ﴿ "Mereka menunaikan nadzar," yaitu apa pun yang mereka wajibkan atas diri mereka sendiri untuk Allah سبحانه وتعالى yang pada asalnya tidak wajib bagi mereka kecuali jika mereka mewajibkannya pada diri mereka sendiri. Per-buatan wajib asli bagi mereka lebih utama dan lebih patut. ﴾ وَيَخَافُونَ يَوۡمٗا كَانَ شَرُّهُۥ مُسۡتَطِيرٗا ﴿ "Dan mereka takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana," yakni, menyebar kemana-mana. Mereka takut men-dapatkan keburukannya sehingga mereka meninggalkan segala sesuatu yang menyebabkannya mendapatkan keburukan itu.
(8-10) ﴾ وَيُطۡعِمُونَ ٱلطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ ﴿ "Dan mereka memberikan makanan yang disukainya," yakni, pada saat mereka menyukai harta dan makanan, tapi mereka lebih mementingkan kecintaan terhadap Allah سبحانه وتعالى daripada kecintaan terhadap diri sendiri, (maka mereka menginfakkannya). Dalam memberi makan, mereka selektif untuk memberikannya pada orang yang paling memerlukan, ﴾ مِسۡكِينٗا وَيَتِيمٗا وَأَسِيرًا ﴿ "kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan," mak-sud mereka memberi makanan dan infak adalah demi mencari ridha Allah سبحانه وتعالى semata. Dengan bahasa kondisi seakan mereka me-nyatakan, ﴾ إِنَّمَا نُطۡعِمُكُمۡ لِوَجۡهِ ٱللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمۡ جَزَآءٗ وَلَا شُكُورًا ﴿ "Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih," yakni, tidak mengharapkan balasan materi atau sanjungan. ﴾ إِنَّا نَخَافُ مِن رَّبِّنَا يَوۡمًا عَبُوسٗا قَمۡطَرِيرٗا ﴿ "Sesungguhnya kami takut akan (azab) Rabb kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam, penuh kesulitan," yakni, sangat menyulitkan, amat buruk, dan sempit.
(11) ﴾ فَوَقَىٰهُمُ ٱللَّهُ شَرَّ ذَٰلِكَ ٱلۡيَوۡمِ ﴿ "Maka Allah memelihara mereka dari kesusahan hari itu," ketakutan dahsyat tidak membuat mereka sedih. Para malaikat menyambut mereka, inilah hari yang dijanjikan pada kalian. ﴾ وَلَقَّىٰهُمۡ نَضۡرَةٗ ﴿ "Dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah)," yakni, memuliakan dan memberikan kejernihan wajah, ﴾ وَسُرُورٗا ﴿ "dan kegembiraan hati," dalam sanubari mereka, sehingga menyatulah untuk mereka kenikmatan lahir dan batin.
(12) ﴾ وَجَزَىٰهُم بِمَا صَبَرُواْ ﴿ "Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka," karena menaatiNya dan mereka melakukan kebaikan. Mereka juga bersabar menahan diri dari kemaksiatan sehingga mereka meninggalkannya serta bersabar atas ketetapan (takdir) pahit, mereka tidak murka atas takdir itu. (Allah membalas mereka) ﴾ جَنَّةٗ ﴿ "(dengan) surga," yang menyatukan segala kenik-matan yang jauh dari berbagai hal yang mengeruhkan dan mengo-tori, ﴾ وَحَرِيرٗا ﴿ "dan (pakaian) sutra," sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَلِبَاسُهُمۡ فِيهَا حَرِيرٞ 33 ﴿ "Dan pakaian mereka di dalam surga (adalah) sutra." (Al-Hajj: 23 dan Fathir: 33). Sepertinya Allah سبحانه وتعالى hanya menyebut sutra secara khusus karena itulah pakaian lahir mereka yang menunjukkan kondisi kemewahan pemakainya.
(13) ﴾ مُّتَّكِـِٔينَ فِيهَا عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِۖ ﴿ "Di dalamnya mereka duduk bertelekan di atas dipan-dipan." Bertelekan adalah duduk nyaman dalam kondisi tenang, nikmat dan sejahtera, dan dipan adalah tempat tidur ber-hampar seprei yang dihiasi. ﴾ لَا يَرَوۡنَ فِيهَا ﴿ "Mereka tidak merasakan di dalamnya," yakni di dalam surga, ﴾ شَمۡسٗا ﴿ "(teriknya) matahari," yang panasnya mengganggu mereka, ﴾ وَلَا زَمۡهَرِيرٗا ﴿ "dan tidak pula dingin yang menyengat," yakni cuaca yang amat dingin, tapi seluruh waktu mereka berada di bawah naungan teduh, tidak panas dan tidak dingin yang membuat raga mereka merasa nikmat, yang tidak merasakan panas dan dingin.
(14) ﴾ وَدَانِيَةً عَلَيۡهِمۡ ظِلَٰلُهَا وَذُلِّلَتۡ قُطُوفُهَا تَذۡلِيلٗا ﴿ "Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya," yaitu buah-buahannya didekatkan bagi orang yang menginginkannya. Ia mendapatkannya dalam keadaan ber-diri, duduk, atau berbaring.
(15-16) ﴾ وَيُطَافُ عَلَيۡهِم ﴿ "Dan diedarkan kepada mereka," maksud-nya anak-anak kecil dan para pelayan surga mengelilingi ahli surga ﴾ بِـَٔانِيَةٖ مِّن فِضَّةٖ وَأَكۡوَابٖ كَانَتۡ قَوَارِيرَا۠ 15 قَوَارِيرَاْ مِن فِضَّةٖ ﴿ "dengan membawa bejana-bejana dari perak, dan piala-piala yang bening laksana kristal, (yaitu) kristal-kristal (yang terbuat) dari perak," yaitu bahannya terbuat dari perak dan bejana-bejana itu amat bening. Ini adalah salah satu dari berbagai hal yang menakjubkan. Perak tebal terbuat dari bahan putih dan baik berada di atas bejana bening. ﴾ قَدَّرُوهَا تَقۡدِيرٗا ﴿ "Yang telah mereka ukur dengan sebaik-baiknya," mereka ukur bejana-bejana itu sesuai ukuran pemiliknya, tidak kurang dan tidak lebih, sebab andai lebih banyak bisa mengurangi kenikmatannya dan andai kurang tidak cukup bagi pemiliknya. Kemungkinan lain yang dimaksud adalah peng-huni surga mengukur dengan ukuran yang sesuai dengan selera mereka. Bejana-bejana hadir sesuai ukuran yang ditentukan oleh benak mereka.
(17-18) ﴾ وَيُسۡقَوۡنَ فِيهَا كَأۡسٗا ﴿ "Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman)," yakni, bejana yang berisi arak dan minuman nikmat, ﴾ كَانَ مِزَاجُهَا زَنجَبِيلًا ﴿ "yang campurannya adalah jahe," agar rasa dan aromanya nikmat, ﴾ عَيۡنٗا فِيهَا تُسَمَّىٰ سَلۡسَبِيلٗا ﴿ "(yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil," disebut demikian karena silih berganti, rasa nikmat dan bagusnya.
(19) ﴾ وَيَطُوفُ ﴿ "Dan mereka dikelilingi," para penghuni surga dengan makanan, minuman, dan para pelayan, ﴾ وِلۡدَٰنٞ مُّخَلَّدُونَ ﴿ "oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda," yaitu mereka diciptakan dari surga untuk tetap ada selamanya. Mereka tidak berubah dan tidak beranjak tua, mereka amat rupawan. ﴾ إِذَا رَأَيۡتَهُمۡ ﴿ "Apabila kamu melihat mereka," yang bertebaran melayani kalian, ﴾ حَسِبۡتَهُمۡ ﴿ "kamu akan mengira mereka," karena kerupawanan mereka, ﴾ لُؤۡلُؤٗا مَّنثُورٗا ﴿ "mu-tiara yang bertaburan." Ini adalah salah satu kesempurnaan nikmat penghuni surga. Para pelayan mereka adalah pemuda yang kekal, yang bila dilihat, membuat senang. Mereka masuk dalam kediaman penghuni surga dengan aman. Mereka datang ketika diinginkan oleh para penghuni surga dan dikehendaki oleh diri-diri mereka.
(20) ﴾ وَإِذَا رَأَيۡتَ ثَمَّ ﴿ "Dan apabila kamu melihat di sana (surga)," yaitu bila kau melihat kenikmatan sempurna penghuni surga, ﴾ رَأَيۡتَ نَعِيمٗا وَمُلۡكٗا كَبِيرًا ﴿ "niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kera-jaan yang besar." Engkau akan melihat masing-masing penghuni surga memiliki istana, kediaman, dan kamar-kamar yang dihiasi, yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata, masing-masing me-miliki kebun penuh bunga, tanaman dekat, buah-buahan nikmat, sungai mengalir, kebun menakjubkan, burung-burung berkicau yang menarik hati dan membahagiakan jiwa. Ia memiliki istri-istri yang amat cantik dan baik dan menyatukan antara kecantikan lahir dan batin. Mereka adalah wanita-wanita cantik dan baik yang memenuhi kebahagiaan dan kenikmatan hati. Di sekelilingnya banyak anak-anak yang kekal dan pelayan abadi, yang dengannya didapatkan kenikmatan dan ketenangan. Kenikmatan hidup men-jadi sempurna. Dan yang paling agung dari semua itu adalah men-dapatkan keridhaan Rabb Yang Maha Penyayang dan mendengar-kan kata-kataNya, nikmatnya berada dekat denganNya serta berbahagia dengan keridhaan dan keabadian selamanya. Semua kenikmatan yang ada di dalam surga kian waktu kian bertambah. Mahasuci Allah Yang Menguasai kerajaan, Yang Mahabenar lagi Nyata, yang simpanan rahmatNya tidak pernah habis dan kebaik-anNya tidak pernah berkurang sebagaimana sifat-sifatNya yang tidak ada akhirnya. Tidak ada kata akhir untuk kebaikan dan dermaNya.
(21) ﴾ عَٰلِيَهُمۡ ثِيَابُ سُندُسٍ خُضۡرٞ ﴿ "Mereka memakai pakaian sutra halus yang hijau," yakni, mereka mengenakan pakaian sutra tebal dan sutra halus berwarna hijau, di mana keduanya adalah jenis sutra paling mewah. Sundus adalah sutra tebal sedangkan istabraq adalah sutra tipis dan halus. ﴾ وَحُلُّوٓاْ أَسَاوِرَ مِن فِضَّةٖ ﴿ "Dan dipakaikan kepada mereka gelang yang terbuat dari perak," di tangan mereka diberi perhiasan gelang perak, baik yang lelaki maupun yang perempuan. Ini adalah janji Allah سبحانه وتعالى, dan janjiNya pasti terlaksana, sebab tidak ada yang lebih benar perkataannya melebihi Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَسَقَىٰهُمۡ رَبُّهُمۡ شَرَابٗا طَهُورًا ﴿ "Dan Rabb mereka memberikan kepada mereka minuman yang bersih," yakni minuman yang tidak ada kotorannya sama sekali sekaligus membersihkan perut mereka dari segala penyakit dan kotoran.
(22) ﴾ إِنَّ هَٰذَا ﴿ "Sesungguhnya ini," yakni, balasan besar dan pemberian indah ini ﴾ كَانَ لَكُمۡ جَزَآءٗ ﴿ "adalah balasan untukmu," atas amal perbuatan baik yang telah kalian lakukan. ﴾ وَكَانَ سَعۡيُكُم مَّشۡكُورًا ﴿ "Dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan)," yakni, amal perbuatan baik meski sedikit akan dibalas oleh Allah سبحانه وتعالى dengan nikmat abadi bagimu yang tidak mungkin bisa dihitung.
(23) Allah سبحانه وتعالى berfirman setelah menyebutkan kenikmatan penghuni surga, ﴾ إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا عَلَيۡكَ ٱلۡقُرۡءَانَ تَنزِيلٗا ﴿ "Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Qur`an kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur," di dalamnya terdapat janji dan ancaman, serta penjelasan segala sesuatu yang diperlukan oleh para hamba. Di dalamnya terdapat perintah untuk menunaikan semua perintah-perintah Allah سبحانه وتعالى, syariat-syariatNya, serta berusaha untuk menunaikannya secara sempurna dan bersabar atas hal itu.
(24) Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَٱصۡبِرۡ لِحُكۡمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعۡ مِنۡهُمۡ ءَاثِمًا أَوۡ كَفُورٗا ﴿ "Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Rabbmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka." Yakni, bersabarlah atas ketetapan takdir Allah سبحانه وتعالى, jangan kau memurkainya dan bersabarlah atas ketetapan Agama-Nya. Tetap laksanakan, jangan sampai ada yang menghalangi. ﴾ وَلَا تُطِعۡ ﴿ "Dan janganlah kamu ikuti," orang-orang yang menentang yang ingin menghalangimu, baik ﴾ ءَاثِمًا ﴿ "orang yang berdosa," yang me-ngerjakan dosa dan kemaksiatan, ﴾ أَوۡ كَفُورٗا ﴿ "atau orang yang kafir," karena menuruti orang-orang kafir, keji, dan fasik pastilah merupa-kan kemaksiatan terhadap Allah سبحانه وتعالى, karena mereka tidak meme-rintah sesuatu kecuali berdasarkan keinginan hawa nafsu mereka.
(25) Karena sabar amat membantu dalam menunaikan ketaatan dan memperbanyak berdzikir (mengingat dan menyebut Allah), Allah سبحانه وتعالى memerintahkan hal itu seraya berfirman, ﴾ وَٱذۡكُرِ ٱسۡمَ رَبِّكَ بُكۡرَةٗ وَأَصِيلٗا ﴿ "Dan sebutlah nama Rabbmu pada (waktu) pagi dan petang," yakni, di permulaan dan di akhir siang, termasuk di dalamnya shalat-shalat wajib dan shalat-shalat pengiring, berupa shalat sunnah, dzikir, tasbih, tahlil, dan takbir di waktu-waktu tersebut.
(26) ﴾ وَمِنَ ٱلَّيۡلِ فَٱسۡجُدۡ لَهُۥ ﴿ "Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepadaNya," yakni, perbanyaklah bersujud padaNya, dan ini mencakup banyaknya shalat, ﴾ وَسَبِّحۡهُ لَيۡلٗا طَوِيلًا ﴿ "dan bertasbihlah kepadaNya pada malam yang panjang." Telah disebutkan sebelumnya pembatasan terhadap kemutlakan ayat ini, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمُزَّمِّلُ 1 قُمِ ٱلَّيۡلَ إِلَّا قَلِيلٗا 2 نِّصۡفَهُۥٓ أَوِ ٱنقُصۡ مِنۡهُ قَلِيلًا 3 أَوۡ زِدۡ عَلَيۡهِ وَرَتِّلِ ٱلۡقُرۡءَانَ تَرۡتِيلًا 4 ﴿ "Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (dari padanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu, dan bacalah al-Qur`an itu dengan perlahan-lahan." (Al-Muzzammil: 1-4).
(27) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ ﴿ "Sesungguhnya mereka (orang kafir)," yakni, orang-orang yang mendustakanmu wahai Rasul setelah tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى jelas bagi mereka dan setelah mereka diberi kabar gembira dan ancaman meski demikian hal itu tidak berguna bagi mereka sama sekali bahkan mereka tetap mengutamakan, ﴾ ٱلۡعَاجِلَةَ ﴿ "kehidupan dunia," dan merasa tenang pa-danya, ﴾ وَيَذَرُونَ ﴿ "dan mereka tidak mempedulikan," yakni tidak beramal dan mengacuhkan, ﴾ وَرَآءَهُمۡ ﴿ "kesudahan mereka," yakni, di hadapan mereka, ﴾ يَوۡمٗا ثَقِيلٗا ﴿ "pada hari yang berat (Hari Akhirat)," yaitu Hari Kiamat yang ukurannya selama lima puluh ribu tahun dari hari-hari yang biasa kalian hitung. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ يَقُولُ ٱلۡكَٰفِرُونَ هَٰذَا يَوۡمٌ عَسِرٞ 8 ﴿ "Orang-orang kafir berkata, 'Ini adalah hari yang sulit'." (Al-Qamar: 8). Seolah-olah mereka hanya diciptakan untuk hidup di dunia dan menetap di atasnya.
(28) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menunjukkan dalil kepada mereka atas kebangkitan mereka dengan dalil aqli, yaitu dalil permulaan penciptaan seraya berfirman, ﴾ نَّحۡنُ خَلَقۡنَٰهُمۡ ﴿ "Kami telah menciptakan mereka," yakni, Kami ciptakan mereka setelah sebelumnya mereka tidak ada, ﴾ وَشَدَدۡنَآ أَسۡرَهُمۡۖ ﴿ "dan menguatkan persendian tubuh mereka," yakni, Kami kokohkan tubuh, urat, otot, nadi, kekuatan lahir dan kekuatan batin hingga tubuh sempurna, supaya mampu untuk melakukan apa saja yang diinginkan. Dzat Yang menciptakan mereka dalam kondisi seperti ini mampu untuk mengembalikan mereka setelah mereka mati untuk mendapatkan balasan atas amal perbuatan yang mereka lakukan. Dzat yang memindahkan mereka di alam ini dalam berbagai fase tentu tidak sepatutnya membiarkan mereka sia-sia, lalu tidak diperintah, tidak dilarang, tidak diberi pahala dan tidak disiksa. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَإِذَا شِئۡنَا بَدَّلۡنَآ أَمۡثَٰلَهُمۡ تَبۡدِيلًا ﴿ "Apabila Kami menghendaki, Kami sungguh-sungguh meng-ganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka," yakni, Kami akan menghidupkan kalian pada Hari Kebangkitan dengan kehidupan lain dan Kami kembalikan kalian dengan diri-diri ka-lian; mereka adalah orang-orang serupa dan memang diri mereka sendiri.
(29) ﴾ إِنَّ هَٰذِهِۦ تَذۡكِرَةٞۖ ﴿ "Sesungguhnya (ayat-ayat) ini adalah suatu peringatan," yang dijadikan peringatan bagi orang yang beriman sehingga bisa memanfaatkan peringatan dan kabar gembira yang ada di dalamnya. ﴾ فَمَن شَآءَ ٱتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ سَبِيلٗا ﴿ "Maka barangsiapa menghen-daki (kebaikan bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Rabbnya," yakni, jalan yang mengantarkan padaNya. Allah سبحانه وتعالى telah menjelas-kan kebenaran dan petunjuk, kemudian memberikan pilihan pada manusia antara menempuh jalan tersebut atau lari darinya; dan itu sebagai penegakan hujjah baginya. Agar orang yang celaka binasa setelah ada penjelasan dan hiduplah orang yang hidup setelah ada penjelasan.
(30) ﴾ وَمَا تَشَآءُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُۚ ﴿ "Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah" karena sesungguhnya kehen-dak Allah سبحانه وتعالى pasti terlaksana. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمٗا ﴿ "Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana," Allah سبحانه وتعالى memiliki kebijaksa-naan dalam memberi petunjuk orang yang mendapatkan hidayah dan menyesatkan orang yang tersesat.
(31) ﴾ يُدۡخِلُ مَن يَشَآءُ فِي رَحۡمَتِهِۦۚ ﴿ "Dia memasukkan siapa yang dikehen-dakiNya ke dalam rahmatNya (surga)," lalu Allah سبحانه وتعالى mengkhususkan pertolongan baginya dan menunjukkannya pada sebab-sebab kebahagiaan serta menunjukkannya pada jalan-jalan Allah سبحانه وتعالى. ﴾ وَٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Dan bagi orang-orang zhalim," yang cenderung memilih kesengsaraan daripada petunjuk, ﴾ أَعَدَّ لَهُمۡ عَذَابًا أَلِيمَۢا ﴿ "disediakanNya azab yang pedih," karena kezhaliman dan permusuhan mereka.
Selesai. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى.[131]
Al-Insan 76:26
"Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang kafir rantai-rantai, belenggu, dan neraka yang menyala-nyala. Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. (Yaitu) mata air (dalam surga) yang dari padanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya. Me-reka menunaikan nadzar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanya-lah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesung-guhnya kami takut akan (azab) Rabb kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam, penuh kesulitan. Maka Allah memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutra, di dalamnya mereka duduk bertelekan di atas dipan-dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (terik-nya) matahari dan tidak pula dingin yang menyengat. Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimu-dahkan memetiknya semudah-mudahnya. Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak, dan piala-piala yang bening laksana kristal, (yaitu) kristal-kristal (yang terbuat) dari perak yang telah mereka ukur dengan sebaik-baiknya. Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe. (Yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil. Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan. Dan apabila kamu me-lihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar. Mereka memakai pakaian sutra halus yang hijau dan sutra tebal, dan dipakaikan kepada mereka gelang yang terbuat dari perak, dan Rabb memberikan kepada mereka minuman yang bersih. Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan)." (Al-Insan: 4-22). "Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Qur`an kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur. Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Rabbmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa atau orang yang kafir di antara mereka. Dan sebutlah nama Rabbmu pada (waktu) pagi dan pe-tang. Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepadaNya dan bertasbihlah kepadaNya pada bagian yang panjang di malam hari. Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak mempedulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (Hari Akhirat). Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka, apabila Kami meng-hendaki, Kami sungguh-sungguh mengganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka. Sesungguhnya (ayat-ayat) ini adalah suatu peringatan, maka barangsiapa menghendaki (kebaik-an bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Rabbnya. Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dike-hendaki Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha-bijaksana. Dia memasukkan siapa yang dikehendakiNya ke dalam rahmatNya (surga). Dan bagi orang-orang zhalim disediakanNya azab yang pedih." (Al-Insan: 23-31).
(4) Maknanya, Kami persiapkan dan Kami sisakan untuk orang yang kufur terhadap Allah سبحانه وتعالى dan mendustakan para Rasul-Nya, serta berani mendurhakaiNya, ﴾ سَلَٰسِلَاْ ﴿ "rantai-rantai," dalam Neraka Jahanam. Sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى lainnya, ﴾ ثُمَّ فِي سِلۡسِلَةٖ ذَرۡعُهَا سَبۡعُونَ ذِرَاعٗا فَٱسۡلُكُوهُ 32 ﴿ "Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta." (Al-Haqqah: 32), ﴾ وَأَغۡلَٰلٗا ﴿ "dan belenggu," yang membelenggu tangan-tangan mereka hingga ke leher dan dibelitkan, ﴾ وَسَعِيرًا ﴿ "dan neraka yang menyala-nyala," yaitu api yang membuat kulit mereka menyala-nyala dan membakar badan mereka. Setiap kali kulit mereka masak (terbakar), Kami menggantinya dengan kulit lain agar mereka merasakan azab. Ini adalah azab abadi dan selamanya untuk mereka. Mereka kekal di dalamnya.
(5) Sedangkan ﴾ ٱلۡأَبۡرَارَ ﴿ "orang-orang yang berbuat kebajikan," mereka adalah orang-orang berhati baik, karena di dalamnya di-penuhi oleh ma'rifatullah, kecintaan kepada Allah, dan akhlak yang baik, sehingga amal perbuatan mereka baik dan mereka menggu-nakannya dengan amalan-amalan baik. Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa sesungguhnya mereka akan ﴾ يَشۡرَبُونَ مِن كَأۡسٖ ﴿ "minum dari gelas (berisi minuman)," yakni minuman nikmat dari arak yang ﴾ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا ﴿ "campurannya adalah air kafur," yakni dicampurkan agar membuatnya dingin dan menghilangkan kerasnya arak. Kafur ini amat nikmat, terbebas dari berbagai unsur yang memperkeruh dan bau tajam seperti kafur dunia. Petaka dan bencana yang ada di dunia tidak terdapat dalam nama-nama benda yang disebutkan Allah سبحانه وتعالى dalam surga sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى berikut, ﴾ فِي سِدۡرٖ مَّخۡضُودٖ 28 وَطَلۡحٖ مَّنضُودٖ 29 ﴿ "Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya)," (Al-Waqi'ah: 29). ﴾ وَأَزۡوَٰجٞ مُّطَهَّرَةٞ ﴿ "Dan istri-istri yang disucikan," (Ali Imran: 15). ﴾ لَهُمۡ دَارُ ٱلسَّلَٰمِ عِندَ رَبِّهِمۡۖ ﴿ "Bagi mereka (disediakan) Darussalam (surga) pada sisi Rabbnya," (Al-An'am: 127), dan ﴾ وَفِيهَا مَا تَشۡتَهِيهِ ٱلۡأَنفُسُ وَتَلَذُّ ٱلۡأَعۡيُنُۖ ﴿ "Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas dan piala-piala, dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata." (Az-Zukhruf: 71).
(6) ﴾ عَيۡنٗا يَشۡرَبُ بِهَا عِبَادُ ٱللَّهِ ﴿ "(Yaitu) mata air (dalam surga) yang dari padanya hamba-hamba Allah minum," yakni, air nikmat dalam gelas yang mereka minum itu tidak dikhawatirkan habis, tapi air terse-but memiliki bahan dasar yang tidak pernah terputus. Yaitu mata air abadi yang selalu meluap dan mengalir yang dipancarkan oleh hamba-hamba Allah سبحانه وتعالى kapan pun mereka mau dan bagaimana pun yang mereka inginkan. Bila mereka menginginkan, mereka bisa memindahkannya ke kebun penuh bunga atau dipindahkan ke taman-taman hijau ataupun di sisi-sisi istana dan tempat-tempat tinggal yang penuh hiasan, atau bisa dipindahkan ke tempat mana saja yang menurut mereka indah.
(7) Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan sebagian besar amal perbuatan mereka seraya berfirman, ﴾ يُوفُونَ بِٱلنَّذۡرِ ﴿ "Mereka menunaikan nadzar," yaitu apa pun yang mereka wajibkan atas diri mereka sendiri untuk Allah سبحانه وتعالى yang pada asalnya tidak wajib bagi mereka kecuali jika mereka mewajibkannya pada diri mereka sendiri. Per-buatan wajib asli bagi mereka lebih utama dan lebih patut. ﴾ وَيَخَافُونَ يَوۡمٗا كَانَ شَرُّهُۥ مُسۡتَطِيرٗا ﴿ "Dan mereka takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana," yakni, menyebar kemana-mana. Mereka takut men-dapatkan keburukannya sehingga mereka meninggalkan segala sesuatu yang menyebabkannya mendapatkan keburukan itu.
(8-10) ﴾ وَيُطۡعِمُونَ ٱلطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ ﴿ "Dan mereka memberikan makanan yang disukainya," yakni, pada saat mereka menyukai harta dan makanan, tapi mereka lebih mementingkan kecintaan terhadap Allah سبحانه وتعالى daripada kecintaan terhadap diri sendiri, (maka mereka menginfakkannya). Dalam memberi makan, mereka selektif untuk memberikannya pada orang yang paling memerlukan, ﴾ مِسۡكِينٗا وَيَتِيمٗا وَأَسِيرًا ﴿ "kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan," mak-sud mereka memberi makanan dan infak adalah demi mencari ridha Allah سبحانه وتعالى semata. Dengan bahasa kondisi seakan mereka me-nyatakan, ﴾ إِنَّمَا نُطۡعِمُكُمۡ لِوَجۡهِ ٱللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمۡ جَزَآءٗ وَلَا شُكُورًا ﴿ "Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih," yakni, tidak mengharapkan balasan materi atau sanjungan. ﴾ إِنَّا نَخَافُ مِن رَّبِّنَا يَوۡمًا عَبُوسٗا قَمۡطَرِيرٗا ﴿ "Sesungguhnya kami takut akan (azab) Rabb kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam, penuh kesulitan," yakni, sangat menyulitkan, amat buruk, dan sempit.
(11) ﴾ فَوَقَىٰهُمُ ٱللَّهُ شَرَّ ذَٰلِكَ ٱلۡيَوۡمِ ﴿ "Maka Allah memelihara mereka dari kesusahan hari itu," ketakutan dahsyat tidak membuat mereka sedih. Para malaikat menyambut mereka, inilah hari yang dijanjikan pada kalian. ﴾ وَلَقَّىٰهُمۡ نَضۡرَةٗ ﴿ "Dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah)," yakni, memuliakan dan memberikan kejernihan wajah, ﴾ وَسُرُورٗا ﴿ "dan kegembiraan hati," dalam sanubari mereka, sehingga menyatulah untuk mereka kenikmatan lahir dan batin.
(12) ﴾ وَجَزَىٰهُم بِمَا صَبَرُواْ ﴿ "Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka," karena menaatiNya dan mereka melakukan kebaikan. Mereka juga bersabar menahan diri dari kemaksiatan sehingga mereka meninggalkannya serta bersabar atas ketetapan (takdir) pahit, mereka tidak murka atas takdir itu. (Allah membalas mereka) ﴾ جَنَّةٗ ﴿ "(dengan) surga," yang menyatukan segala kenik-matan yang jauh dari berbagai hal yang mengeruhkan dan mengo-tori, ﴾ وَحَرِيرٗا ﴿ "dan (pakaian) sutra," sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَلِبَاسُهُمۡ فِيهَا حَرِيرٞ 33 ﴿ "Dan pakaian mereka di dalam surga (adalah) sutra." (Al-Hajj: 23 dan Fathir: 33). Sepertinya Allah سبحانه وتعالى hanya menyebut sutra secara khusus karena itulah pakaian lahir mereka yang menunjukkan kondisi kemewahan pemakainya.
(13) ﴾ مُّتَّكِـِٔينَ فِيهَا عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِۖ ﴿ "Di dalamnya mereka duduk bertelekan di atas dipan-dipan." Bertelekan adalah duduk nyaman dalam kondisi tenang, nikmat dan sejahtera, dan dipan adalah tempat tidur ber-hampar seprei yang dihiasi. ﴾ لَا يَرَوۡنَ فِيهَا ﴿ "Mereka tidak merasakan di dalamnya," yakni di dalam surga, ﴾ شَمۡسٗا ﴿ "(teriknya) matahari," yang panasnya mengganggu mereka, ﴾ وَلَا زَمۡهَرِيرٗا ﴿ "dan tidak pula dingin yang menyengat," yakni cuaca yang amat dingin, tapi seluruh waktu mereka berada di bawah naungan teduh, tidak panas dan tidak dingin yang membuat raga mereka merasa nikmat, yang tidak merasakan panas dan dingin.
(14) ﴾ وَدَانِيَةً عَلَيۡهِمۡ ظِلَٰلُهَا وَذُلِّلَتۡ قُطُوفُهَا تَذۡلِيلٗا ﴿ "Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya," yaitu buah-buahannya didekatkan bagi orang yang menginginkannya. Ia mendapatkannya dalam keadaan ber-diri, duduk, atau berbaring.
(15-16) ﴾ وَيُطَافُ عَلَيۡهِم ﴿ "Dan diedarkan kepada mereka," maksud-nya anak-anak kecil dan para pelayan surga mengelilingi ahli surga ﴾ بِـَٔانِيَةٖ مِّن فِضَّةٖ وَأَكۡوَابٖ كَانَتۡ قَوَارِيرَا۠ 15 قَوَارِيرَاْ مِن فِضَّةٖ ﴿ "dengan membawa bejana-bejana dari perak, dan piala-piala yang bening laksana kristal, (yaitu) kristal-kristal (yang terbuat) dari perak," yaitu bahannya terbuat dari perak dan bejana-bejana itu amat bening. Ini adalah salah satu dari berbagai hal yang menakjubkan. Perak tebal terbuat dari bahan putih dan baik berada di atas bejana bening. ﴾ قَدَّرُوهَا تَقۡدِيرٗا ﴿ "Yang telah mereka ukur dengan sebaik-baiknya," mereka ukur bejana-bejana itu sesuai ukuran pemiliknya, tidak kurang dan tidak lebih, sebab andai lebih banyak bisa mengurangi kenikmatannya dan andai kurang tidak cukup bagi pemiliknya. Kemungkinan lain yang dimaksud adalah peng-huni surga mengukur dengan ukuran yang sesuai dengan selera mereka. Bejana-bejana hadir sesuai ukuran yang ditentukan oleh benak mereka.
(17-18) ﴾ وَيُسۡقَوۡنَ فِيهَا كَأۡسٗا ﴿ "Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman)," yakni, bejana yang berisi arak dan minuman nikmat, ﴾ كَانَ مِزَاجُهَا زَنجَبِيلًا ﴿ "yang campurannya adalah jahe," agar rasa dan aromanya nikmat, ﴾ عَيۡنٗا فِيهَا تُسَمَّىٰ سَلۡسَبِيلٗا ﴿ "(yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil," disebut demikian karena silih berganti, rasa nikmat dan bagusnya.
(19) ﴾ وَيَطُوفُ ﴿ "Dan mereka dikelilingi," para penghuni surga dengan makanan, minuman, dan para pelayan, ﴾ وِلۡدَٰنٞ مُّخَلَّدُونَ ﴿ "oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda," yaitu mereka diciptakan dari surga untuk tetap ada selamanya. Mereka tidak berubah dan tidak beranjak tua, mereka amat rupawan. ﴾ إِذَا رَأَيۡتَهُمۡ ﴿ "Apabila kamu melihat mereka," yang bertebaran melayani kalian, ﴾ حَسِبۡتَهُمۡ ﴿ "kamu akan mengira mereka," karena kerupawanan mereka, ﴾ لُؤۡلُؤٗا مَّنثُورٗا ﴿ "mu-tiara yang bertaburan." Ini adalah salah satu kesempurnaan nikmat penghuni surga. Para pelayan mereka adalah pemuda yang kekal, yang bila dilihat, membuat senang. Mereka masuk dalam kediaman penghuni surga dengan aman. Mereka datang ketika diinginkan oleh para penghuni surga dan dikehendaki oleh diri-diri mereka.
(20) ﴾ وَإِذَا رَأَيۡتَ ثَمَّ ﴿ "Dan apabila kamu melihat di sana (surga)," yaitu bila kau melihat kenikmatan sempurna penghuni surga, ﴾ رَأَيۡتَ نَعِيمٗا وَمُلۡكٗا كَبِيرًا ﴿ "niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kera-jaan yang besar." Engkau akan melihat masing-masing penghuni surga memiliki istana, kediaman, dan kamar-kamar yang dihiasi, yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata, masing-masing me-miliki kebun penuh bunga, tanaman dekat, buah-buahan nikmat, sungai mengalir, kebun menakjubkan, burung-burung berkicau yang menarik hati dan membahagiakan jiwa. Ia memiliki istri-istri yang amat cantik dan baik dan menyatukan antara kecantikan lahir dan batin. Mereka adalah wanita-wanita cantik dan baik yang memenuhi kebahagiaan dan kenikmatan hati. Di sekelilingnya banyak anak-anak yang kekal dan pelayan abadi, yang dengannya didapatkan kenikmatan dan ketenangan. Kenikmatan hidup men-jadi sempurna. Dan yang paling agung dari semua itu adalah men-dapatkan keridhaan Rabb Yang Maha Penyayang dan mendengar-kan kata-kataNya, nikmatnya berada dekat denganNya serta berbahagia dengan keridhaan dan keabadian selamanya. Semua kenikmatan yang ada di dalam surga kian waktu kian bertambah. Mahasuci Allah Yang Menguasai kerajaan, Yang Mahabenar lagi Nyata, yang simpanan rahmatNya tidak pernah habis dan kebaik-anNya tidak pernah berkurang sebagaimana sifat-sifatNya yang tidak ada akhirnya. Tidak ada kata akhir untuk kebaikan dan dermaNya.
(21) ﴾ عَٰلِيَهُمۡ ثِيَابُ سُندُسٍ خُضۡرٞ ﴿ "Mereka memakai pakaian sutra halus yang hijau," yakni, mereka mengenakan pakaian sutra tebal dan sutra halus berwarna hijau, di mana keduanya adalah jenis sutra paling mewah. Sundus adalah sutra tebal sedangkan istabraq adalah sutra tipis dan halus. ﴾ وَحُلُّوٓاْ أَسَاوِرَ مِن فِضَّةٖ ﴿ "Dan dipakaikan kepada mereka gelang yang terbuat dari perak," di tangan mereka diberi perhiasan gelang perak, baik yang lelaki maupun yang perempuan. Ini adalah janji Allah سبحانه وتعالى, dan janjiNya pasti terlaksana, sebab tidak ada yang lebih benar perkataannya melebihi Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَسَقَىٰهُمۡ رَبُّهُمۡ شَرَابٗا طَهُورًا ﴿ "Dan Rabb mereka memberikan kepada mereka minuman yang bersih," yakni minuman yang tidak ada kotorannya sama sekali sekaligus membersihkan perut mereka dari segala penyakit dan kotoran.
(22) ﴾ إِنَّ هَٰذَا ﴿ "Sesungguhnya ini," yakni, balasan besar dan pemberian indah ini ﴾ كَانَ لَكُمۡ جَزَآءٗ ﴿ "adalah balasan untukmu," atas amal perbuatan baik yang telah kalian lakukan. ﴾ وَكَانَ سَعۡيُكُم مَّشۡكُورًا ﴿ "Dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan)," yakni, amal perbuatan baik meski sedikit akan dibalas oleh Allah سبحانه وتعالى dengan nikmat abadi bagimu yang tidak mungkin bisa dihitung.
(23) Allah سبحانه وتعالى berfirman setelah menyebutkan kenikmatan penghuni surga, ﴾ إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا عَلَيۡكَ ٱلۡقُرۡءَانَ تَنزِيلٗا ﴿ "Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Qur`an kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur," di dalamnya terdapat janji dan ancaman, serta penjelasan segala sesuatu yang diperlukan oleh para hamba. Di dalamnya terdapat perintah untuk menunaikan semua perintah-perintah Allah سبحانه وتعالى, syariat-syariatNya, serta berusaha untuk menunaikannya secara sempurna dan bersabar atas hal itu.
(24) Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَٱصۡبِرۡ لِحُكۡمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعۡ مِنۡهُمۡ ءَاثِمًا أَوۡ كَفُورٗا ﴿ "Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Rabbmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka." Yakni, bersabarlah atas ketetapan takdir Allah سبحانه وتعالى, jangan kau memurkainya dan bersabarlah atas ketetapan Agama-Nya. Tetap laksanakan, jangan sampai ada yang menghalangi. ﴾ وَلَا تُطِعۡ ﴿ "Dan janganlah kamu ikuti," orang-orang yang menentang yang ingin menghalangimu, baik ﴾ ءَاثِمًا ﴿ "orang yang berdosa," yang me-ngerjakan dosa dan kemaksiatan, ﴾ أَوۡ كَفُورٗا ﴿ "atau orang yang kafir," karena menuruti orang-orang kafir, keji, dan fasik pastilah merupa-kan kemaksiatan terhadap Allah سبحانه وتعالى, karena mereka tidak meme-rintah sesuatu kecuali berdasarkan keinginan hawa nafsu mereka.
(25) Karena sabar amat membantu dalam menunaikan ketaatan dan memperbanyak berdzikir (mengingat dan menyebut Allah), Allah سبحانه وتعالى memerintahkan hal itu seraya berfirman, ﴾ وَٱذۡكُرِ ٱسۡمَ رَبِّكَ بُكۡرَةٗ وَأَصِيلٗا ﴿ "Dan sebutlah nama Rabbmu pada (waktu) pagi dan petang," yakni, di permulaan dan di akhir siang, termasuk di dalamnya shalat-shalat wajib dan shalat-shalat pengiring, berupa shalat sunnah, dzikir, tasbih, tahlil, dan takbir di waktu-waktu tersebut.
(26) ﴾ وَمِنَ ٱلَّيۡلِ فَٱسۡجُدۡ لَهُۥ ﴿ "Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepadaNya," yakni, perbanyaklah bersujud padaNya, dan ini mencakup banyaknya shalat, ﴾ وَسَبِّحۡهُ لَيۡلٗا طَوِيلًا ﴿ "dan bertasbihlah kepadaNya pada malam yang panjang." Telah disebutkan sebelumnya pembatasan terhadap kemutlakan ayat ini, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمُزَّمِّلُ 1 قُمِ ٱلَّيۡلَ إِلَّا قَلِيلٗا 2 نِّصۡفَهُۥٓ أَوِ ٱنقُصۡ مِنۡهُ قَلِيلًا 3 أَوۡ زِدۡ عَلَيۡهِ وَرَتِّلِ ٱلۡقُرۡءَانَ تَرۡتِيلًا 4 ﴿ "Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (dari padanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu, dan bacalah al-Qur`an itu dengan perlahan-lahan." (Al-Muzzammil: 1-4).
(27) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ ﴿ "Sesungguhnya mereka (orang kafir)," yakni, orang-orang yang mendustakanmu wahai Rasul setelah tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى jelas bagi mereka dan setelah mereka diberi kabar gembira dan ancaman meski demikian hal itu tidak berguna bagi mereka sama sekali bahkan mereka tetap mengutamakan, ﴾ ٱلۡعَاجِلَةَ ﴿ "kehidupan dunia," dan merasa tenang pa-danya, ﴾ وَيَذَرُونَ ﴿ "dan mereka tidak mempedulikan," yakni tidak beramal dan mengacuhkan, ﴾ وَرَآءَهُمۡ ﴿ "kesudahan mereka," yakni, di hadapan mereka, ﴾ يَوۡمٗا ثَقِيلٗا ﴿ "pada hari yang berat (Hari Akhirat)," yaitu Hari Kiamat yang ukurannya selama lima puluh ribu tahun dari hari-hari yang biasa kalian hitung. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ يَقُولُ ٱلۡكَٰفِرُونَ هَٰذَا يَوۡمٌ عَسِرٞ 8 ﴿ "Orang-orang kafir berkata, 'Ini adalah hari yang sulit'." (Al-Qamar: 8). Seolah-olah mereka hanya diciptakan untuk hidup di dunia dan menetap di atasnya.
(28) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menunjukkan dalil kepada mereka atas kebangkitan mereka dengan dalil aqli, yaitu dalil permulaan penciptaan seraya berfirman, ﴾ نَّحۡنُ خَلَقۡنَٰهُمۡ ﴿ "Kami telah menciptakan mereka," yakni, Kami ciptakan mereka setelah sebelumnya mereka tidak ada, ﴾ وَشَدَدۡنَآ أَسۡرَهُمۡۖ ﴿ "dan menguatkan persendian tubuh mereka," yakni, Kami kokohkan tubuh, urat, otot, nadi, kekuatan lahir dan kekuatan batin hingga tubuh sempurna, supaya mampu untuk melakukan apa saja yang diinginkan. Dzat Yang menciptakan mereka dalam kondisi seperti ini mampu untuk mengembalikan mereka setelah mereka mati untuk mendapatkan balasan atas amal perbuatan yang mereka lakukan. Dzat yang memindahkan mereka di alam ini dalam berbagai fase tentu tidak sepatutnya membiarkan mereka sia-sia, lalu tidak diperintah, tidak dilarang, tidak diberi pahala dan tidak disiksa. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَإِذَا شِئۡنَا بَدَّلۡنَآ أَمۡثَٰلَهُمۡ تَبۡدِيلًا ﴿ "Apabila Kami menghendaki, Kami sungguh-sungguh meng-ganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka," yakni, Kami akan menghidupkan kalian pada Hari Kebangkitan dengan kehidupan lain dan Kami kembalikan kalian dengan diri-diri ka-lian; mereka adalah orang-orang serupa dan memang diri mereka sendiri.
(29) ﴾ إِنَّ هَٰذِهِۦ تَذۡكِرَةٞۖ ﴿ "Sesungguhnya (ayat-ayat) ini adalah suatu peringatan," yang dijadikan peringatan bagi orang yang beriman sehingga bisa memanfaatkan peringatan dan kabar gembira yang ada di dalamnya. ﴾ فَمَن شَآءَ ٱتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ سَبِيلٗا ﴿ "Maka barangsiapa menghen-daki (kebaikan bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Rabbnya," yakni, jalan yang mengantarkan padaNya. Allah سبحانه وتعالى telah menjelas-kan kebenaran dan petunjuk, kemudian memberikan pilihan pada manusia antara menempuh jalan tersebut atau lari darinya; dan itu sebagai penegakan hujjah baginya. Agar orang yang celaka binasa setelah ada penjelasan dan hiduplah orang yang hidup setelah ada penjelasan.
(30) ﴾ وَمَا تَشَآءُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُۚ ﴿ "Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah" karena sesungguhnya kehen-dak Allah سبحانه وتعالى pasti terlaksana. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمٗا ﴿ "Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana," Allah سبحانه وتعالى memiliki kebijaksa-naan dalam memberi petunjuk orang yang mendapatkan hidayah dan menyesatkan orang yang tersesat.
(31) ﴾ يُدۡخِلُ مَن يَشَآءُ فِي رَحۡمَتِهِۦۚ ﴿ "Dia memasukkan siapa yang dikehen-dakiNya ke dalam rahmatNya (surga)," lalu Allah سبحانه وتعالى mengkhususkan pertolongan baginya dan menunjukkannya pada sebab-sebab kebahagiaan serta menunjukkannya pada jalan-jalan Allah سبحانه وتعالى. ﴾ وَٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Dan bagi orang-orang zhalim," yang cenderung memilih kesengsaraan daripada petunjuk, ﴾ أَعَدَّ لَهُمۡ عَذَابًا أَلِيمَۢا ﴿ "disediakanNya azab yang pedih," karena kezhaliman dan permusuhan mereka.
Selesai. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى.[131]
Al-Insan 76:27
"Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang kafir rantai-rantai, belenggu, dan neraka yang menyala-nyala. Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. (Yaitu) mata air (dalam surga) yang dari padanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya. Me-reka menunaikan nadzar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanya-lah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesung-guhnya kami takut akan (azab) Rabb kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam, penuh kesulitan. Maka Allah memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutra, di dalamnya mereka duduk bertelekan di atas dipan-dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (terik-nya) matahari dan tidak pula dingin yang menyengat. Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimu-dahkan memetiknya semudah-mudahnya. Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak, dan piala-piala yang bening laksana kristal, (yaitu) kristal-kristal (yang terbuat) dari perak yang telah mereka ukur dengan sebaik-baiknya. Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe. (Yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil. Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan. Dan apabila kamu me-lihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar. Mereka memakai pakaian sutra halus yang hijau dan sutra tebal, dan dipakaikan kepada mereka gelang yang terbuat dari perak, dan Rabb memberikan kepada mereka minuman yang bersih. Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan)." (Al-Insan: 4-22). "Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Qur`an kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur. Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Rabbmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa atau orang yang kafir di antara mereka. Dan sebutlah nama Rabbmu pada (waktu) pagi dan pe-tang. Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepadaNya dan bertasbihlah kepadaNya pada bagian yang panjang di malam hari. Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak mempedulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (Hari Akhirat). Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka, apabila Kami meng-hendaki, Kami sungguh-sungguh mengganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka. Sesungguhnya (ayat-ayat) ini adalah suatu peringatan, maka barangsiapa menghendaki (kebaik-an bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Rabbnya. Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dike-hendaki Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha-bijaksana. Dia memasukkan siapa yang dikehendakiNya ke dalam rahmatNya (surga). Dan bagi orang-orang zhalim disediakanNya azab yang pedih." (Al-Insan: 23-31).
(4) Maknanya, Kami persiapkan dan Kami sisakan untuk orang yang kufur terhadap Allah سبحانه وتعالى dan mendustakan para Rasul-Nya, serta berani mendurhakaiNya, ﴾ سَلَٰسِلَاْ ﴿ "rantai-rantai," dalam Neraka Jahanam. Sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى lainnya, ﴾ ثُمَّ فِي سِلۡسِلَةٖ ذَرۡعُهَا سَبۡعُونَ ذِرَاعٗا فَٱسۡلُكُوهُ 32 ﴿ "Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta." (Al-Haqqah: 32), ﴾ وَأَغۡلَٰلٗا ﴿ "dan belenggu," yang membelenggu tangan-tangan mereka hingga ke leher dan dibelitkan, ﴾ وَسَعِيرًا ﴿ "dan neraka yang menyala-nyala," yaitu api yang membuat kulit mereka menyala-nyala dan membakar badan mereka. Setiap kali kulit mereka masak (terbakar), Kami menggantinya dengan kulit lain agar mereka merasakan azab. Ini adalah azab abadi dan selamanya untuk mereka. Mereka kekal di dalamnya.
(5) Sedangkan ﴾ ٱلۡأَبۡرَارَ ﴿ "orang-orang yang berbuat kebajikan," mereka adalah orang-orang berhati baik, karena di dalamnya di-penuhi oleh ma'rifatullah, kecintaan kepada Allah, dan akhlak yang baik, sehingga amal perbuatan mereka baik dan mereka menggu-nakannya dengan amalan-amalan baik. Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa sesungguhnya mereka akan ﴾ يَشۡرَبُونَ مِن كَأۡسٖ ﴿ "minum dari gelas (berisi minuman)," yakni minuman nikmat dari arak yang ﴾ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا ﴿ "campurannya adalah air kafur," yakni dicampurkan agar membuatnya dingin dan menghilangkan kerasnya arak. Kafur ini amat nikmat, terbebas dari berbagai unsur yang memperkeruh dan bau tajam seperti kafur dunia. Petaka dan bencana yang ada di dunia tidak terdapat dalam nama-nama benda yang disebutkan Allah سبحانه وتعالى dalam surga sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى berikut, ﴾ فِي سِدۡرٖ مَّخۡضُودٖ 28 وَطَلۡحٖ مَّنضُودٖ 29 ﴿ "Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya)," (Al-Waqi'ah: 29). ﴾ وَأَزۡوَٰجٞ مُّطَهَّرَةٞ ﴿ "Dan istri-istri yang disucikan," (Ali Imran: 15). ﴾ لَهُمۡ دَارُ ٱلسَّلَٰمِ عِندَ رَبِّهِمۡۖ ﴿ "Bagi mereka (disediakan) Darussalam (surga) pada sisi Rabbnya," (Al-An'am: 127), dan ﴾ وَفِيهَا مَا تَشۡتَهِيهِ ٱلۡأَنفُسُ وَتَلَذُّ ٱلۡأَعۡيُنُۖ ﴿ "Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas dan piala-piala, dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata." (Az-Zukhruf: 71).
(6) ﴾ عَيۡنٗا يَشۡرَبُ بِهَا عِبَادُ ٱللَّهِ ﴿ "(Yaitu) mata air (dalam surga) yang dari padanya hamba-hamba Allah minum," yakni, air nikmat dalam gelas yang mereka minum itu tidak dikhawatirkan habis, tapi air terse-but memiliki bahan dasar yang tidak pernah terputus. Yaitu mata air abadi yang selalu meluap dan mengalir yang dipancarkan oleh hamba-hamba Allah سبحانه وتعالى kapan pun mereka mau dan bagaimana pun yang mereka inginkan. Bila mereka menginginkan, mereka bisa memindahkannya ke kebun penuh bunga atau dipindahkan ke taman-taman hijau ataupun di sisi-sisi istana dan tempat-tempat tinggal yang penuh hiasan, atau bisa dipindahkan ke tempat mana saja yang menurut mereka indah.
(7) Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan sebagian besar amal perbuatan mereka seraya berfirman, ﴾ يُوفُونَ بِٱلنَّذۡرِ ﴿ "Mereka menunaikan nadzar," yaitu apa pun yang mereka wajibkan atas diri mereka sendiri untuk Allah سبحانه وتعالى yang pada asalnya tidak wajib bagi mereka kecuali jika mereka mewajibkannya pada diri mereka sendiri. Per-buatan wajib asli bagi mereka lebih utama dan lebih patut. ﴾ وَيَخَافُونَ يَوۡمٗا كَانَ شَرُّهُۥ مُسۡتَطِيرٗا ﴿ "Dan mereka takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana," yakni, menyebar kemana-mana. Mereka takut men-dapatkan keburukannya sehingga mereka meninggalkan segala sesuatu yang menyebabkannya mendapatkan keburukan itu.
(8-10) ﴾ وَيُطۡعِمُونَ ٱلطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ ﴿ "Dan mereka memberikan makanan yang disukainya," yakni, pada saat mereka menyukai harta dan makanan, tapi mereka lebih mementingkan kecintaan terhadap Allah سبحانه وتعالى daripada kecintaan terhadap diri sendiri, (maka mereka menginfakkannya). Dalam memberi makan, mereka selektif untuk memberikannya pada orang yang paling memerlukan, ﴾ مِسۡكِينٗا وَيَتِيمٗا وَأَسِيرًا ﴿ "kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan," mak-sud mereka memberi makanan dan infak adalah demi mencari ridha Allah سبحانه وتعالى semata. Dengan bahasa kondisi seakan mereka me-nyatakan, ﴾ إِنَّمَا نُطۡعِمُكُمۡ لِوَجۡهِ ٱللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمۡ جَزَآءٗ وَلَا شُكُورًا ﴿ "Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih," yakni, tidak mengharapkan balasan materi atau sanjungan. ﴾ إِنَّا نَخَافُ مِن رَّبِّنَا يَوۡمًا عَبُوسٗا قَمۡطَرِيرٗا ﴿ "Sesungguhnya kami takut akan (azab) Rabb kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam, penuh kesulitan," yakni, sangat menyulitkan, amat buruk, dan sempit.
(11) ﴾ فَوَقَىٰهُمُ ٱللَّهُ شَرَّ ذَٰلِكَ ٱلۡيَوۡمِ ﴿ "Maka Allah memelihara mereka dari kesusahan hari itu," ketakutan dahsyat tidak membuat mereka sedih. Para malaikat menyambut mereka, inilah hari yang dijanjikan pada kalian. ﴾ وَلَقَّىٰهُمۡ نَضۡرَةٗ ﴿ "Dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah)," yakni, memuliakan dan memberikan kejernihan wajah, ﴾ وَسُرُورٗا ﴿ "dan kegembiraan hati," dalam sanubari mereka, sehingga menyatulah untuk mereka kenikmatan lahir dan batin.
(12) ﴾ وَجَزَىٰهُم بِمَا صَبَرُواْ ﴿ "Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka," karena menaatiNya dan mereka melakukan kebaikan. Mereka juga bersabar menahan diri dari kemaksiatan sehingga mereka meninggalkannya serta bersabar atas ketetapan (takdir) pahit, mereka tidak murka atas takdir itu. (Allah membalas mereka) ﴾ جَنَّةٗ ﴿ "(dengan) surga," yang menyatukan segala kenik-matan yang jauh dari berbagai hal yang mengeruhkan dan mengo-tori, ﴾ وَحَرِيرٗا ﴿ "dan (pakaian) sutra," sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَلِبَاسُهُمۡ فِيهَا حَرِيرٞ 33 ﴿ "Dan pakaian mereka di dalam surga (adalah) sutra." (Al-Hajj: 23 dan Fathir: 33). Sepertinya Allah سبحانه وتعالى hanya menyebut sutra secara khusus karena itulah pakaian lahir mereka yang menunjukkan kondisi kemewahan pemakainya.
(13) ﴾ مُّتَّكِـِٔينَ فِيهَا عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِۖ ﴿ "Di dalamnya mereka duduk bertelekan di atas dipan-dipan." Bertelekan adalah duduk nyaman dalam kondisi tenang, nikmat dan sejahtera, dan dipan adalah tempat tidur ber-hampar seprei yang dihiasi. ﴾ لَا يَرَوۡنَ فِيهَا ﴿ "Mereka tidak merasakan di dalamnya," yakni di dalam surga, ﴾ شَمۡسٗا ﴿ "(teriknya) matahari," yang panasnya mengganggu mereka, ﴾ وَلَا زَمۡهَرِيرٗا ﴿ "dan tidak pula dingin yang menyengat," yakni cuaca yang amat dingin, tapi seluruh waktu mereka berada di bawah naungan teduh, tidak panas dan tidak dingin yang membuat raga mereka merasa nikmat, yang tidak merasakan panas dan dingin.
(14) ﴾ وَدَانِيَةً عَلَيۡهِمۡ ظِلَٰلُهَا وَذُلِّلَتۡ قُطُوفُهَا تَذۡلِيلٗا ﴿ "Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya," yaitu buah-buahannya didekatkan bagi orang yang menginginkannya. Ia mendapatkannya dalam keadaan ber-diri, duduk, atau berbaring.
(15-16) ﴾ وَيُطَافُ عَلَيۡهِم ﴿ "Dan diedarkan kepada mereka," maksud-nya anak-anak kecil dan para pelayan surga mengelilingi ahli surga ﴾ بِـَٔانِيَةٖ مِّن فِضَّةٖ وَأَكۡوَابٖ كَانَتۡ قَوَارِيرَا۠ 15 قَوَارِيرَاْ مِن فِضَّةٖ ﴿ "dengan membawa bejana-bejana dari perak, dan piala-piala yang bening laksana kristal, (yaitu) kristal-kristal (yang terbuat) dari perak," yaitu bahannya terbuat dari perak dan bejana-bejana itu amat bening. Ini adalah salah satu dari berbagai hal yang menakjubkan. Perak tebal terbuat dari bahan putih dan baik berada di atas bejana bening. ﴾ قَدَّرُوهَا تَقۡدِيرٗا ﴿ "Yang telah mereka ukur dengan sebaik-baiknya," mereka ukur bejana-bejana itu sesuai ukuran pemiliknya, tidak kurang dan tidak lebih, sebab andai lebih banyak bisa mengurangi kenikmatannya dan andai kurang tidak cukup bagi pemiliknya. Kemungkinan lain yang dimaksud adalah peng-huni surga mengukur dengan ukuran yang sesuai dengan selera mereka. Bejana-bejana hadir sesuai ukuran yang ditentukan oleh benak mereka.
(17-18) ﴾ وَيُسۡقَوۡنَ فِيهَا كَأۡسٗا ﴿ "Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman)," yakni, bejana yang berisi arak dan minuman nikmat, ﴾ كَانَ مِزَاجُهَا زَنجَبِيلًا ﴿ "yang campurannya adalah jahe," agar rasa dan aromanya nikmat, ﴾ عَيۡنٗا فِيهَا تُسَمَّىٰ سَلۡسَبِيلٗا ﴿ "(yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil," disebut demikian karena silih berganti, rasa nikmat dan bagusnya.
(19) ﴾ وَيَطُوفُ ﴿ "Dan mereka dikelilingi," para penghuni surga dengan makanan, minuman, dan para pelayan, ﴾ وِلۡدَٰنٞ مُّخَلَّدُونَ ﴿ "oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda," yaitu mereka diciptakan dari surga untuk tetap ada selamanya. Mereka tidak berubah dan tidak beranjak tua, mereka amat rupawan. ﴾ إِذَا رَأَيۡتَهُمۡ ﴿ "Apabila kamu melihat mereka," yang bertebaran melayani kalian, ﴾ حَسِبۡتَهُمۡ ﴿ "kamu akan mengira mereka," karena kerupawanan mereka, ﴾ لُؤۡلُؤٗا مَّنثُورٗا ﴿ "mu-tiara yang bertaburan." Ini adalah salah satu kesempurnaan nikmat penghuni surga. Para pelayan mereka adalah pemuda yang kekal, yang bila dilihat, membuat senang. Mereka masuk dalam kediaman penghuni surga dengan aman. Mereka datang ketika diinginkan oleh para penghuni surga dan dikehendaki oleh diri-diri mereka.
(20) ﴾ وَإِذَا رَأَيۡتَ ثَمَّ ﴿ "Dan apabila kamu melihat di sana (surga)," yaitu bila kau melihat kenikmatan sempurna penghuni surga, ﴾ رَأَيۡتَ نَعِيمٗا وَمُلۡكٗا كَبِيرًا ﴿ "niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kera-jaan yang besar." Engkau akan melihat masing-masing penghuni surga memiliki istana, kediaman, dan kamar-kamar yang dihiasi, yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata, masing-masing me-miliki kebun penuh bunga, tanaman dekat, buah-buahan nikmat, sungai mengalir, kebun menakjubkan, burung-burung berkicau yang menarik hati dan membahagiakan jiwa. Ia memiliki istri-istri yang amat cantik dan baik dan menyatukan antara kecantikan lahir dan batin. Mereka adalah wanita-wanita cantik dan baik yang memenuhi kebahagiaan dan kenikmatan hati. Di sekelilingnya banyak anak-anak yang kekal dan pelayan abadi, yang dengannya didapatkan kenikmatan dan ketenangan. Kenikmatan hidup men-jadi sempurna. Dan yang paling agung dari semua itu adalah men-dapatkan keridhaan Rabb Yang Maha Penyayang dan mendengar-kan kata-kataNya, nikmatnya berada dekat denganNya serta berbahagia dengan keridhaan dan keabadian selamanya. Semua kenikmatan yang ada di dalam surga kian waktu kian bertambah. Mahasuci Allah Yang Menguasai kerajaan, Yang Mahabenar lagi Nyata, yang simpanan rahmatNya tidak pernah habis dan kebaik-anNya tidak pernah berkurang sebagaimana sifat-sifatNya yang tidak ada akhirnya. Tidak ada kata akhir untuk kebaikan dan dermaNya.
(21) ﴾ عَٰلِيَهُمۡ ثِيَابُ سُندُسٍ خُضۡرٞ ﴿ "Mereka memakai pakaian sutra halus yang hijau," yakni, mereka mengenakan pakaian sutra tebal dan sutra halus berwarna hijau, di mana keduanya adalah jenis sutra paling mewah. Sundus adalah sutra tebal sedangkan istabraq adalah sutra tipis dan halus. ﴾ وَحُلُّوٓاْ أَسَاوِرَ مِن فِضَّةٖ ﴿ "Dan dipakaikan kepada mereka gelang yang terbuat dari perak," di tangan mereka diberi perhiasan gelang perak, baik yang lelaki maupun yang perempuan. Ini adalah janji Allah سبحانه وتعالى, dan janjiNya pasti terlaksana, sebab tidak ada yang lebih benar perkataannya melebihi Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَسَقَىٰهُمۡ رَبُّهُمۡ شَرَابٗا طَهُورًا ﴿ "Dan Rabb mereka memberikan kepada mereka minuman yang bersih," yakni minuman yang tidak ada kotorannya sama sekali sekaligus membersihkan perut mereka dari segala penyakit dan kotoran.
(22) ﴾ إِنَّ هَٰذَا ﴿ "Sesungguhnya ini," yakni, balasan besar dan pemberian indah ini ﴾ كَانَ لَكُمۡ جَزَآءٗ ﴿ "adalah balasan untukmu," atas amal perbuatan baik yang telah kalian lakukan. ﴾ وَكَانَ سَعۡيُكُم مَّشۡكُورًا ﴿ "Dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan)," yakni, amal perbuatan baik meski sedikit akan dibalas oleh Allah سبحانه وتعالى dengan nikmat abadi bagimu yang tidak mungkin bisa dihitung.
(23) Allah سبحانه وتعالى berfirman setelah menyebutkan kenikmatan penghuni surga, ﴾ إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا عَلَيۡكَ ٱلۡقُرۡءَانَ تَنزِيلٗا ﴿ "Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Qur`an kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur," di dalamnya terdapat janji dan ancaman, serta penjelasan segala sesuatu yang diperlukan oleh para hamba. Di dalamnya terdapat perintah untuk menunaikan semua perintah-perintah Allah سبحانه وتعالى, syariat-syariatNya, serta berusaha untuk menunaikannya secara sempurna dan bersabar atas hal itu.
(24) Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَٱصۡبِرۡ لِحُكۡمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعۡ مِنۡهُمۡ ءَاثِمًا أَوۡ كَفُورٗا ﴿ "Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Rabbmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka." Yakni, bersabarlah atas ketetapan takdir Allah سبحانه وتعالى, jangan kau memurkainya dan bersabarlah atas ketetapan Agama-Nya. Tetap laksanakan, jangan sampai ada yang menghalangi. ﴾ وَلَا تُطِعۡ ﴿ "Dan janganlah kamu ikuti," orang-orang yang menentang yang ingin menghalangimu, baik ﴾ ءَاثِمًا ﴿ "orang yang berdosa," yang me-ngerjakan dosa dan kemaksiatan, ﴾ أَوۡ كَفُورٗا ﴿ "atau orang yang kafir," karena menuruti orang-orang kafir, keji, dan fasik pastilah merupa-kan kemaksiatan terhadap Allah سبحانه وتعالى, karena mereka tidak meme-rintah sesuatu kecuali berdasarkan keinginan hawa nafsu mereka.
(25) Karena sabar amat membantu dalam menunaikan ketaatan dan memperbanyak berdzikir (mengingat dan menyebut Allah), Allah سبحانه وتعالى memerintahkan hal itu seraya berfirman, ﴾ وَٱذۡكُرِ ٱسۡمَ رَبِّكَ بُكۡرَةٗ وَأَصِيلٗا ﴿ "Dan sebutlah nama Rabbmu pada (waktu) pagi dan petang," yakni, di permulaan dan di akhir siang, termasuk di dalamnya shalat-shalat wajib dan shalat-shalat pengiring, berupa shalat sunnah, dzikir, tasbih, tahlil, dan takbir di waktu-waktu tersebut.
(26) ﴾ وَمِنَ ٱلَّيۡلِ فَٱسۡجُدۡ لَهُۥ ﴿ "Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepadaNya," yakni, perbanyaklah bersujud padaNya, dan ini mencakup banyaknya shalat, ﴾ وَسَبِّحۡهُ لَيۡلٗا طَوِيلًا ﴿ "dan bertasbihlah kepadaNya pada malam yang panjang." Telah disebutkan sebelumnya pembatasan terhadap kemutlakan ayat ini, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمُزَّمِّلُ 1 قُمِ ٱلَّيۡلَ إِلَّا قَلِيلٗا 2 نِّصۡفَهُۥٓ أَوِ ٱنقُصۡ مِنۡهُ قَلِيلًا 3 أَوۡ زِدۡ عَلَيۡهِ وَرَتِّلِ ٱلۡقُرۡءَانَ تَرۡتِيلًا 4 ﴿ "Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (dari padanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu, dan bacalah al-Qur`an itu dengan perlahan-lahan." (Al-Muzzammil: 1-4).
(27) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ ﴿ "Sesungguhnya mereka (orang kafir)," yakni, orang-orang yang mendustakanmu wahai Rasul setelah tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى jelas bagi mereka dan setelah mereka diberi kabar gembira dan ancaman meski demikian hal itu tidak berguna bagi mereka sama sekali bahkan mereka tetap mengutamakan, ﴾ ٱلۡعَاجِلَةَ ﴿ "kehidupan dunia," dan merasa tenang pa-danya, ﴾ وَيَذَرُونَ ﴿ "dan mereka tidak mempedulikan," yakni tidak beramal dan mengacuhkan, ﴾ وَرَآءَهُمۡ ﴿ "kesudahan mereka," yakni, di hadapan mereka, ﴾ يَوۡمٗا ثَقِيلٗا ﴿ "pada hari yang berat (Hari Akhirat)," yaitu Hari Kiamat yang ukurannya selama lima puluh ribu tahun dari hari-hari yang biasa kalian hitung. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ يَقُولُ ٱلۡكَٰفِرُونَ هَٰذَا يَوۡمٌ عَسِرٞ 8 ﴿ "Orang-orang kafir berkata, 'Ini adalah hari yang sulit'." (Al-Qamar: 8). Seolah-olah mereka hanya diciptakan untuk hidup di dunia dan menetap di atasnya.
(28) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menunjukkan dalil kepada mereka atas kebangkitan mereka dengan dalil aqli, yaitu dalil permulaan penciptaan seraya berfirman, ﴾ نَّحۡنُ خَلَقۡنَٰهُمۡ ﴿ "Kami telah menciptakan mereka," yakni, Kami ciptakan mereka setelah sebelumnya mereka tidak ada, ﴾ وَشَدَدۡنَآ أَسۡرَهُمۡۖ ﴿ "dan menguatkan persendian tubuh mereka," yakni, Kami kokohkan tubuh, urat, otot, nadi, kekuatan lahir dan kekuatan batin hingga tubuh sempurna, supaya mampu untuk melakukan apa saja yang diinginkan. Dzat Yang menciptakan mereka dalam kondisi seperti ini mampu untuk mengembalikan mereka setelah mereka mati untuk mendapatkan balasan atas amal perbuatan yang mereka lakukan. Dzat yang memindahkan mereka di alam ini dalam berbagai fase tentu tidak sepatutnya membiarkan mereka sia-sia, lalu tidak diperintah, tidak dilarang, tidak diberi pahala dan tidak disiksa. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَإِذَا شِئۡنَا بَدَّلۡنَآ أَمۡثَٰلَهُمۡ تَبۡدِيلًا ﴿ "Apabila Kami menghendaki, Kami sungguh-sungguh meng-ganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka," yakni, Kami akan menghidupkan kalian pada Hari Kebangkitan dengan kehidupan lain dan Kami kembalikan kalian dengan diri-diri ka-lian; mereka adalah orang-orang serupa dan memang diri mereka sendiri.
(29) ﴾ إِنَّ هَٰذِهِۦ تَذۡكِرَةٞۖ ﴿ "Sesungguhnya (ayat-ayat) ini adalah suatu peringatan," yang dijadikan peringatan bagi orang yang beriman sehingga bisa memanfaatkan peringatan dan kabar gembira yang ada di dalamnya. ﴾ فَمَن شَآءَ ٱتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ سَبِيلٗا ﴿ "Maka barangsiapa menghen-daki (kebaikan bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Rabbnya," yakni, jalan yang mengantarkan padaNya. Allah سبحانه وتعالى telah menjelas-kan kebenaran dan petunjuk, kemudian memberikan pilihan pada manusia antara menempuh jalan tersebut atau lari darinya; dan itu sebagai penegakan hujjah baginya. Agar orang yang celaka binasa setelah ada penjelasan dan hiduplah orang yang hidup setelah ada penjelasan.
(30) ﴾ وَمَا تَشَآءُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُۚ ﴿ "Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah" karena sesungguhnya kehen-dak Allah سبحانه وتعالى pasti terlaksana. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمٗا ﴿ "Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana," Allah سبحانه وتعالى memiliki kebijaksa-naan dalam memberi petunjuk orang yang mendapatkan hidayah dan menyesatkan orang yang tersesat.
(31) ﴾ يُدۡخِلُ مَن يَشَآءُ فِي رَحۡمَتِهِۦۚ ﴿ "Dia memasukkan siapa yang dikehen-dakiNya ke dalam rahmatNya (surga)," lalu Allah سبحانه وتعالى mengkhususkan pertolongan baginya dan menunjukkannya pada sebab-sebab kebahagiaan serta menunjukkannya pada jalan-jalan Allah سبحانه وتعالى. ﴾ وَٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Dan bagi orang-orang zhalim," yang cenderung memilih kesengsaraan daripada petunjuk, ﴾ أَعَدَّ لَهُمۡ عَذَابًا أَلِيمَۢا ﴿ "disediakanNya azab yang pedih," karena kezhaliman dan permusuhan mereka.
Selesai. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى.[131]
Al-Insan 76:28
"Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang kafir rantai-rantai, belenggu, dan neraka yang menyala-nyala. Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. (Yaitu) mata air (dalam surga) yang dari padanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya. Me-reka menunaikan nadzar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanya-lah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesung-guhnya kami takut akan (azab) Rabb kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam, penuh kesulitan. Maka Allah memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutra, di dalamnya mereka duduk bertelekan di atas dipan-dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (terik-nya) matahari dan tidak pula dingin yang menyengat. Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimu-dahkan memetiknya semudah-mudahnya. Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak, dan piala-piala yang bening laksana kristal, (yaitu) kristal-kristal (yang terbuat) dari perak yang telah mereka ukur dengan sebaik-baiknya. Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe. (Yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil. Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan. Dan apabila kamu me-lihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar. Mereka memakai pakaian sutra halus yang hijau dan sutra tebal, dan dipakaikan kepada mereka gelang yang terbuat dari perak, dan Rabb memberikan kepada mereka minuman yang bersih. Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan)." (Al-Insan: 4-22). "Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Qur`an kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur. Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Rabbmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa atau orang yang kafir di antara mereka. Dan sebutlah nama Rabbmu pada (waktu) pagi dan pe-tang. Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepadaNya dan bertasbihlah kepadaNya pada bagian yang panjang di malam hari. Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak mempedulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (Hari Akhirat). Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka, apabila Kami meng-hendaki, Kami sungguh-sungguh mengganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka. Sesungguhnya (ayat-ayat) ini adalah suatu peringatan, maka barangsiapa menghendaki (kebaik-an bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Rabbnya. Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dike-hendaki Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha-bijaksana. Dia memasukkan siapa yang dikehendakiNya ke dalam rahmatNya (surga). Dan bagi orang-orang zhalim disediakanNya azab yang pedih." (Al-Insan: 23-31).
(4) Maknanya, Kami persiapkan dan Kami sisakan untuk orang yang kufur terhadap Allah سبحانه وتعالى dan mendustakan para Rasul-Nya, serta berani mendurhakaiNya, ﴾ سَلَٰسِلَاْ ﴿ "rantai-rantai," dalam Neraka Jahanam. Sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى lainnya, ﴾ ثُمَّ فِي سِلۡسِلَةٖ ذَرۡعُهَا سَبۡعُونَ ذِرَاعٗا فَٱسۡلُكُوهُ 32 ﴿ "Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta." (Al-Haqqah: 32), ﴾ وَأَغۡلَٰلٗا ﴿ "dan belenggu," yang membelenggu tangan-tangan mereka hingga ke leher dan dibelitkan, ﴾ وَسَعِيرًا ﴿ "dan neraka yang menyala-nyala," yaitu api yang membuat kulit mereka menyala-nyala dan membakar badan mereka. Setiap kali kulit mereka masak (terbakar), Kami menggantinya dengan kulit lain agar mereka merasakan azab. Ini adalah azab abadi dan selamanya untuk mereka. Mereka kekal di dalamnya.
(5) Sedangkan ﴾ ٱلۡأَبۡرَارَ ﴿ "orang-orang yang berbuat kebajikan," mereka adalah orang-orang berhati baik, karena di dalamnya di-penuhi oleh ma'rifatullah, kecintaan kepada Allah, dan akhlak yang baik, sehingga amal perbuatan mereka baik dan mereka menggu-nakannya dengan amalan-amalan baik. Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa sesungguhnya mereka akan ﴾ يَشۡرَبُونَ مِن كَأۡسٖ ﴿ "minum dari gelas (berisi minuman)," yakni minuman nikmat dari arak yang ﴾ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا ﴿ "campurannya adalah air kafur," yakni dicampurkan agar membuatnya dingin dan menghilangkan kerasnya arak. Kafur ini amat nikmat, terbebas dari berbagai unsur yang memperkeruh dan bau tajam seperti kafur dunia. Petaka dan bencana yang ada di dunia tidak terdapat dalam nama-nama benda yang disebutkan Allah سبحانه وتعالى dalam surga sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى berikut, ﴾ فِي سِدۡرٖ مَّخۡضُودٖ 28 وَطَلۡحٖ مَّنضُودٖ 29 ﴿ "Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya)," (Al-Waqi'ah: 29). ﴾ وَأَزۡوَٰجٞ مُّطَهَّرَةٞ ﴿ "Dan istri-istri yang disucikan," (Ali Imran: 15). ﴾ لَهُمۡ دَارُ ٱلسَّلَٰمِ عِندَ رَبِّهِمۡۖ ﴿ "Bagi mereka (disediakan) Darussalam (surga) pada sisi Rabbnya," (Al-An'am: 127), dan ﴾ وَفِيهَا مَا تَشۡتَهِيهِ ٱلۡأَنفُسُ وَتَلَذُّ ٱلۡأَعۡيُنُۖ ﴿ "Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas dan piala-piala, dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata." (Az-Zukhruf: 71).
(6) ﴾ عَيۡنٗا يَشۡرَبُ بِهَا عِبَادُ ٱللَّهِ ﴿ "(Yaitu) mata air (dalam surga) yang dari padanya hamba-hamba Allah minum," yakni, air nikmat dalam gelas yang mereka minum itu tidak dikhawatirkan habis, tapi air terse-but memiliki bahan dasar yang tidak pernah terputus. Yaitu mata air abadi yang selalu meluap dan mengalir yang dipancarkan oleh hamba-hamba Allah سبحانه وتعالى kapan pun mereka mau dan bagaimana pun yang mereka inginkan. Bila mereka menginginkan, mereka bisa memindahkannya ke kebun penuh bunga atau dipindahkan ke taman-taman hijau ataupun di sisi-sisi istana dan tempat-tempat tinggal yang penuh hiasan, atau bisa dipindahkan ke tempat mana saja yang menurut mereka indah.
(7) Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan sebagian besar amal perbuatan mereka seraya berfirman, ﴾ يُوفُونَ بِٱلنَّذۡرِ ﴿ "Mereka menunaikan nadzar," yaitu apa pun yang mereka wajibkan atas diri mereka sendiri untuk Allah سبحانه وتعالى yang pada asalnya tidak wajib bagi mereka kecuali jika mereka mewajibkannya pada diri mereka sendiri. Per-buatan wajib asli bagi mereka lebih utama dan lebih patut. ﴾ وَيَخَافُونَ يَوۡمٗا كَانَ شَرُّهُۥ مُسۡتَطِيرٗا ﴿ "Dan mereka takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana," yakni, menyebar kemana-mana. Mereka takut men-dapatkan keburukannya sehingga mereka meninggalkan segala sesuatu yang menyebabkannya mendapatkan keburukan itu.
(8-10) ﴾ وَيُطۡعِمُونَ ٱلطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ ﴿ "Dan mereka memberikan makanan yang disukainya," yakni, pada saat mereka menyukai harta dan makanan, tapi mereka lebih mementingkan kecintaan terhadap Allah سبحانه وتعالى daripada kecintaan terhadap diri sendiri, (maka mereka menginfakkannya). Dalam memberi makan, mereka selektif untuk memberikannya pada orang yang paling memerlukan, ﴾ مِسۡكِينٗا وَيَتِيمٗا وَأَسِيرًا ﴿ "kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan," mak-sud mereka memberi makanan dan infak adalah demi mencari ridha Allah سبحانه وتعالى semata. Dengan bahasa kondisi seakan mereka me-nyatakan, ﴾ إِنَّمَا نُطۡعِمُكُمۡ لِوَجۡهِ ٱللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمۡ جَزَآءٗ وَلَا شُكُورًا ﴿ "Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih," yakni, tidak mengharapkan balasan materi atau sanjungan. ﴾ إِنَّا نَخَافُ مِن رَّبِّنَا يَوۡمًا عَبُوسٗا قَمۡطَرِيرٗا ﴿ "Sesungguhnya kami takut akan (azab) Rabb kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam, penuh kesulitan," yakni, sangat menyulitkan, amat buruk, dan sempit.
(11) ﴾ فَوَقَىٰهُمُ ٱللَّهُ شَرَّ ذَٰلِكَ ٱلۡيَوۡمِ ﴿ "Maka Allah memelihara mereka dari kesusahan hari itu," ketakutan dahsyat tidak membuat mereka sedih. Para malaikat menyambut mereka, inilah hari yang dijanjikan pada kalian. ﴾ وَلَقَّىٰهُمۡ نَضۡرَةٗ ﴿ "Dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah)," yakni, memuliakan dan memberikan kejernihan wajah, ﴾ وَسُرُورٗا ﴿ "dan kegembiraan hati," dalam sanubari mereka, sehingga menyatulah untuk mereka kenikmatan lahir dan batin.
(12) ﴾ وَجَزَىٰهُم بِمَا صَبَرُواْ ﴿ "Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka," karena menaatiNya dan mereka melakukan kebaikan. Mereka juga bersabar menahan diri dari kemaksiatan sehingga mereka meninggalkannya serta bersabar atas ketetapan (takdir) pahit, mereka tidak murka atas takdir itu. (Allah membalas mereka) ﴾ جَنَّةٗ ﴿ "(dengan) surga," yang menyatukan segala kenik-matan yang jauh dari berbagai hal yang mengeruhkan dan mengo-tori, ﴾ وَحَرِيرٗا ﴿ "dan (pakaian) sutra," sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَلِبَاسُهُمۡ فِيهَا حَرِيرٞ 33 ﴿ "Dan pakaian mereka di dalam surga (adalah) sutra." (Al-Hajj: 23 dan Fathir: 33). Sepertinya Allah سبحانه وتعالى hanya menyebut sutra secara khusus karena itulah pakaian lahir mereka yang menunjukkan kondisi kemewahan pemakainya.
(13) ﴾ مُّتَّكِـِٔينَ فِيهَا عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِۖ ﴿ "Di dalamnya mereka duduk bertelekan di atas dipan-dipan." Bertelekan adalah duduk nyaman dalam kondisi tenang, nikmat dan sejahtera, dan dipan adalah tempat tidur ber-hampar seprei yang dihiasi. ﴾ لَا يَرَوۡنَ فِيهَا ﴿ "Mereka tidak merasakan di dalamnya," yakni di dalam surga, ﴾ شَمۡسٗا ﴿ "(teriknya) matahari," yang panasnya mengganggu mereka, ﴾ وَلَا زَمۡهَرِيرٗا ﴿ "dan tidak pula dingin yang menyengat," yakni cuaca yang amat dingin, tapi seluruh waktu mereka berada di bawah naungan teduh, tidak panas dan tidak dingin yang membuat raga mereka merasa nikmat, yang tidak merasakan panas dan dingin.
(14) ﴾ وَدَانِيَةً عَلَيۡهِمۡ ظِلَٰلُهَا وَذُلِّلَتۡ قُطُوفُهَا تَذۡلِيلٗا ﴿ "Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya," yaitu buah-buahannya didekatkan bagi orang yang menginginkannya. Ia mendapatkannya dalam keadaan ber-diri, duduk, atau berbaring.
(15-16) ﴾ وَيُطَافُ عَلَيۡهِم ﴿ "Dan diedarkan kepada mereka," maksud-nya anak-anak kecil dan para pelayan surga mengelilingi ahli surga ﴾ بِـَٔانِيَةٖ مِّن فِضَّةٖ وَأَكۡوَابٖ كَانَتۡ قَوَارِيرَا۠ 15 قَوَارِيرَاْ مِن فِضَّةٖ ﴿ "dengan membawa bejana-bejana dari perak, dan piala-piala yang bening laksana kristal, (yaitu) kristal-kristal (yang terbuat) dari perak," yaitu bahannya terbuat dari perak dan bejana-bejana itu amat bening. Ini adalah salah satu dari berbagai hal yang menakjubkan. Perak tebal terbuat dari bahan putih dan baik berada di atas bejana bening. ﴾ قَدَّرُوهَا تَقۡدِيرٗا ﴿ "Yang telah mereka ukur dengan sebaik-baiknya," mereka ukur bejana-bejana itu sesuai ukuran pemiliknya, tidak kurang dan tidak lebih, sebab andai lebih banyak bisa mengurangi kenikmatannya dan andai kurang tidak cukup bagi pemiliknya. Kemungkinan lain yang dimaksud adalah peng-huni surga mengukur dengan ukuran yang sesuai dengan selera mereka. Bejana-bejana hadir sesuai ukuran yang ditentukan oleh benak mereka.
(17-18) ﴾ وَيُسۡقَوۡنَ فِيهَا كَأۡسٗا ﴿ "Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman)," yakni, bejana yang berisi arak dan minuman nikmat, ﴾ كَانَ مِزَاجُهَا زَنجَبِيلًا ﴿ "yang campurannya adalah jahe," agar rasa dan aromanya nikmat, ﴾ عَيۡنٗا فِيهَا تُسَمَّىٰ سَلۡسَبِيلٗا ﴿ "(yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil," disebut demikian karena silih berganti, rasa nikmat dan bagusnya.
(19) ﴾ وَيَطُوفُ ﴿ "Dan mereka dikelilingi," para penghuni surga dengan makanan, minuman, dan para pelayan, ﴾ وِلۡدَٰنٞ مُّخَلَّدُونَ ﴿ "oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda," yaitu mereka diciptakan dari surga untuk tetap ada selamanya. Mereka tidak berubah dan tidak beranjak tua, mereka amat rupawan. ﴾ إِذَا رَأَيۡتَهُمۡ ﴿ "Apabila kamu melihat mereka," yang bertebaran melayani kalian, ﴾ حَسِبۡتَهُمۡ ﴿ "kamu akan mengira mereka," karena kerupawanan mereka, ﴾ لُؤۡلُؤٗا مَّنثُورٗا ﴿ "mu-tiara yang bertaburan." Ini adalah salah satu kesempurnaan nikmat penghuni surga. Para pelayan mereka adalah pemuda yang kekal, yang bila dilihat, membuat senang. Mereka masuk dalam kediaman penghuni surga dengan aman. Mereka datang ketika diinginkan oleh para penghuni surga dan dikehendaki oleh diri-diri mereka.
(20) ﴾ وَإِذَا رَأَيۡتَ ثَمَّ ﴿ "Dan apabila kamu melihat di sana (surga)," yaitu bila kau melihat kenikmatan sempurna penghuni surga, ﴾ رَأَيۡتَ نَعِيمٗا وَمُلۡكٗا كَبِيرًا ﴿ "niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kera-jaan yang besar." Engkau akan melihat masing-masing penghuni surga memiliki istana, kediaman, dan kamar-kamar yang dihiasi, yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata, masing-masing me-miliki kebun penuh bunga, tanaman dekat, buah-buahan nikmat, sungai mengalir, kebun menakjubkan, burung-burung berkicau yang menarik hati dan membahagiakan jiwa. Ia memiliki istri-istri yang amat cantik dan baik dan menyatukan antara kecantikan lahir dan batin. Mereka adalah wanita-wanita cantik dan baik yang memenuhi kebahagiaan dan kenikmatan hati. Di sekelilingnya banyak anak-anak yang kekal dan pelayan abadi, yang dengannya didapatkan kenikmatan dan ketenangan. Kenikmatan hidup men-jadi sempurna. Dan yang paling agung dari semua itu adalah men-dapatkan keridhaan Rabb Yang Maha Penyayang dan mendengar-kan kata-kataNya, nikmatnya berada dekat denganNya serta berbahagia dengan keridhaan dan keabadian selamanya. Semua kenikmatan yang ada di dalam surga kian waktu kian bertambah. Mahasuci Allah Yang Menguasai kerajaan, Yang Mahabenar lagi Nyata, yang simpanan rahmatNya tidak pernah habis dan kebaik-anNya tidak pernah berkurang sebagaimana sifat-sifatNya yang tidak ada akhirnya. Tidak ada kata akhir untuk kebaikan dan dermaNya.
(21) ﴾ عَٰلِيَهُمۡ ثِيَابُ سُندُسٍ خُضۡرٞ ﴿ "Mereka memakai pakaian sutra halus yang hijau," yakni, mereka mengenakan pakaian sutra tebal dan sutra halus berwarna hijau, di mana keduanya adalah jenis sutra paling mewah. Sundus adalah sutra tebal sedangkan istabraq adalah sutra tipis dan halus. ﴾ وَحُلُّوٓاْ أَسَاوِرَ مِن فِضَّةٖ ﴿ "Dan dipakaikan kepada mereka gelang yang terbuat dari perak," di tangan mereka diberi perhiasan gelang perak, baik yang lelaki maupun yang perempuan. Ini adalah janji Allah سبحانه وتعالى, dan janjiNya pasti terlaksana, sebab tidak ada yang lebih benar perkataannya melebihi Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَسَقَىٰهُمۡ رَبُّهُمۡ شَرَابٗا طَهُورًا ﴿ "Dan Rabb mereka memberikan kepada mereka minuman yang bersih," yakni minuman yang tidak ada kotorannya sama sekali sekaligus membersihkan perut mereka dari segala penyakit dan kotoran.
(22) ﴾ إِنَّ هَٰذَا ﴿ "Sesungguhnya ini," yakni, balasan besar dan pemberian indah ini ﴾ كَانَ لَكُمۡ جَزَآءٗ ﴿ "adalah balasan untukmu," atas amal perbuatan baik yang telah kalian lakukan. ﴾ وَكَانَ سَعۡيُكُم مَّشۡكُورًا ﴿ "Dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan)," yakni, amal perbuatan baik meski sedikit akan dibalas oleh Allah سبحانه وتعالى dengan nikmat abadi bagimu yang tidak mungkin bisa dihitung.
(23) Allah سبحانه وتعالى berfirman setelah menyebutkan kenikmatan penghuni surga, ﴾ إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا عَلَيۡكَ ٱلۡقُرۡءَانَ تَنزِيلٗا ﴿ "Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Qur`an kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur," di dalamnya terdapat janji dan ancaman, serta penjelasan segala sesuatu yang diperlukan oleh para hamba. Di dalamnya terdapat perintah untuk menunaikan semua perintah-perintah Allah سبحانه وتعالى, syariat-syariatNya, serta berusaha untuk menunaikannya secara sempurna dan bersabar atas hal itu.
(24) Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَٱصۡبِرۡ لِحُكۡمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعۡ مِنۡهُمۡ ءَاثِمًا أَوۡ كَفُورٗا ﴿ "Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Rabbmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka." Yakni, bersabarlah atas ketetapan takdir Allah سبحانه وتعالى, jangan kau memurkainya dan bersabarlah atas ketetapan Agama-Nya. Tetap laksanakan, jangan sampai ada yang menghalangi. ﴾ وَلَا تُطِعۡ ﴿ "Dan janganlah kamu ikuti," orang-orang yang menentang yang ingin menghalangimu, baik ﴾ ءَاثِمًا ﴿ "orang yang berdosa," yang me-ngerjakan dosa dan kemaksiatan, ﴾ أَوۡ كَفُورٗا ﴿ "atau orang yang kafir," karena menuruti orang-orang kafir, keji, dan fasik pastilah merupa-kan kemaksiatan terhadap Allah سبحانه وتعالى, karena mereka tidak meme-rintah sesuatu kecuali berdasarkan keinginan hawa nafsu mereka.
(25) Karena sabar amat membantu dalam menunaikan ketaatan dan memperbanyak berdzikir (mengingat dan menyebut Allah), Allah سبحانه وتعالى memerintahkan hal itu seraya berfirman, ﴾ وَٱذۡكُرِ ٱسۡمَ رَبِّكَ بُكۡرَةٗ وَأَصِيلٗا ﴿ "Dan sebutlah nama Rabbmu pada (waktu) pagi dan petang," yakni, di permulaan dan di akhir siang, termasuk di dalamnya shalat-shalat wajib dan shalat-shalat pengiring, berupa shalat sunnah, dzikir, tasbih, tahlil, dan takbir di waktu-waktu tersebut.
(26) ﴾ وَمِنَ ٱلَّيۡلِ فَٱسۡجُدۡ لَهُۥ ﴿ "Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepadaNya," yakni, perbanyaklah bersujud padaNya, dan ini mencakup banyaknya shalat, ﴾ وَسَبِّحۡهُ لَيۡلٗا طَوِيلًا ﴿ "dan bertasbihlah kepadaNya pada malam yang panjang." Telah disebutkan sebelumnya pembatasan terhadap kemutlakan ayat ini, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمُزَّمِّلُ 1 قُمِ ٱلَّيۡلَ إِلَّا قَلِيلٗا 2 نِّصۡفَهُۥٓ أَوِ ٱنقُصۡ مِنۡهُ قَلِيلًا 3 أَوۡ زِدۡ عَلَيۡهِ وَرَتِّلِ ٱلۡقُرۡءَانَ تَرۡتِيلًا 4 ﴿ "Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (dari padanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu, dan bacalah al-Qur`an itu dengan perlahan-lahan." (Al-Muzzammil: 1-4).
(27) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ ﴿ "Sesungguhnya mereka (orang kafir)," yakni, orang-orang yang mendustakanmu wahai Rasul setelah tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى jelas bagi mereka dan setelah mereka diberi kabar gembira dan ancaman meski demikian hal itu tidak berguna bagi mereka sama sekali bahkan mereka tetap mengutamakan, ﴾ ٱلۡعَاجِلَةَ ﴿ "kehidupan dunia," dan merasa tenang pa-danya, ﴾ وَيَذَرُونَ ﴿ "dan mereka tidak mempedulikan," yakni tidak beramal dan mengacuhkan, ﴾ وَرَآءَهُمۡ ﴿ "kesudahan mereka," yakni, di hadapan mereka, ﴾ يَوۡمٗا ثَقِيلٗا ﴿ "pada hari yang berat (Hari Akhirat)," yaitu Hari Kiamat yang ukurannya selama lima puluh ribu tahun dari hari-hari yang biasa kalian hitung. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ يَقُولُ ٱلۡكَٰفِرُونَ هَٰذَا يَوۡمٌ عَسِرٞ 8 ﴿ "Orang-orang kafir berkata, 'Ini adalah hari yang sulit'." (Al-Qamar: 8). Seolah-olah mereka hanya diciptakan untuk hidup di dunia dan menetap di atasnya.
(28) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menunjukkan dalil kepada mereka atas kebangkitan mereka dengan dalil aqli, yaitu dalil permulaan penciptaan seraya berfirman, ﴾ نَّحۡنُ خَلَقۡنَٰهُمۡ ﴿ "Kami telah menciptakan mereka," yakni, Kami ciptakan mereka setelah sebelumnya mereka tidak ada, ﴾ وَشَدَدۡنَآ أَسۡرَهُمۡۖ ﴿ "dan menguatkan persendian tubuh mereka," yakni, Kami kokohkan tubuh, urat, otot, nadi, kekuatan lahir dan kekuatan batin hingga tubuh sempurna, supaya mampu untuk melakukan apa saja yang diinginkan. Dzat Yang menciptakan mereka dalam kondisi seperti ini mampu untuk mengembalikan mereka setelah mereka mati untuk mendapatkan balasan atas amal perbuatan yang mereka lakukan. Dzat yang memindahkan mereka di alam ini dalam berbagai fase tentu tidak sepatutnya membiarkan mereka sia-sia, lalu tidak diperintah, tidak dilarang, tidak diberi pahala dan tidak disiksa. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَإِذَا شِئۡنَا بَدَّلۡنَآ أَمۡثَٰلَهُمۡ تَبۡدِيلًا ﴿ "Apabila Kami menghendaki, Kami sungguh-sungguh meng-ganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka," yakni, Kami akan menghidupkan kalian pada Hari Kebangkitan dengan kehidupan lain dan Kami kembalikan kalian dengan diri-diri ka-lian; mereka adalah orang-orang serupa dan memang diri mereka sendiri.
(29) ﴾ إِنَّ هَٰذِهِۦ تَذۡكِرَةٞۖ ﴿ "Sesungguhnya (ayat-ayat) ini adalah suatu peringatan," yang dijadikan peringatan bagi orang yang beriman sehingga bisa memanfaatkan peringatan dan kabar gembira yang ada di dalamnya. ﴾ فَمَن شَآءَ ٱتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ سَبِيلٗا ﴿ "Maka barangsiapa menghen-daki (kebaikan bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Rabbnya," yakni, jalan yang mengantarkan padaNya. Allah سبحانه وتعالى telah menjelas-kan kebenaran dan petunjuk, kemudian memberikan pilihan pada manusia antara menempuh jalan tersebut atau lari darinya; dan itu sebagai penegakan hujjah baginya. Agar orang yang celaka binasa setelah ada penjelasan dan hiduplah orang yang hidup setelah ada penjelasan.
(30) ﴾ وَمَا تَشَآءُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُۚ ﴿ "Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah" karena sesungguhnya kehen-dak Allah سبحانه وتعالى pasti terlaksana. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمٗا ﴿ "Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana," Allah سبحانه وتعالى memiliki kebijaksa-naan dalam memberi petunjuk orang yang mendapatkan hidayah dan menyesatkan orang yang tersesat.
(31) ﴾ يُدۡخِلُ مَن يَشَآءُ فِي رَحۡمَتِهِۦۚ ﴿ "Dia memasukkan siapa yang dikehen-dakiNya ke dalam rahmatNya (surga)," lalu Allah سبحانه وتعالى mengkhususkan pertolongan baginya dan menunjukkannya pada sebab-sebab kebahagiaan serta menunjukkannya pada jalan-jalan Allah سبحانه وتعالى. ﴾ وَٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Dan bagi orang-orang zhalim," yang cenderung memilih kesengsaraan daripada petunjuk, ﴾ أَعَدَّ لَهُمۡ عَذَابًا أَلِيمَۢا ﴿ "disediakanNya azab yang pedih," karena kezhaliman dan permusuhan mereka.
Selesai. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى.[131]
Al-Insan 76:29
"Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang kafir rantai-rantai, belenggu, dan neraka yang menyala-nyala. Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. (Yaitu) mata air (dalam surga) yang dari padanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya. Me-reka menunaikan nadzar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanya-lah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesung-guhnya kami takut akan (azab) Rabb kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam, penuh kesulitan. Maka Allah memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutra, di dalamnya mereka duduk bertelekan di atas dipan-dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (terik-nya) matahari dan tidak pula dingin yang menyengat. Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimu-dahkan memetiknya semudah-mudahnya. Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak, dan piala-piala yang bening laksana kristal, (yaitu) kristal-kristal (yang terbuat) dari perak yang telah mereka ukur dengan sebaik-baiknya. Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe. (Yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil. Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan. Dan apabila kamu me-lihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar. Mereka memakai pakaian sutra halus yang hijau dan sutra tebal, dan dipakaikan kepada mereka gelang yang terbuat dari perak, dan Rabb memberikan kepada mereka minuman yang bersih. Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan)." (Al-Insan: 4-22). "Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Qur`an kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur. Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Rabbmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa atau orang yang kafir di antara mereka. Dan sebutlah nama Rabbmu pada (waktu) pagi dan pe-tang. Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepadaNya dan bertasbihlah kepadaNya pada bagian yang panjang di malam hari. Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak mempedulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (Hari Akhirat). Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka, apabila Kami meng-hendaki, Kami sungguh-sungguh mengganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka. Sesungguhnya (ayat-ayat) ini adalah suatu peringatan, maka barangsiapa menghendaki (kebaik-an bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Rabbnya. Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dike-hendaki Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha-bijaksana. Dia memasukkan siapa yang dikehendakiNya ke dalam rahmatNya (surga). Dan bagi orang-orang zhalim disediakanNya azab yang pedih." (Al-Insan: 23-31).
(4) Maknanya, Kami persiapkan dan Kami sisakan untuk orang yang kufur terhadap Allah سبحانه وتعالى dan mendustakan para Rasul-Nya, serta berani mendurhakaiNya, ﴾ سَلَٰسِلَاْ ﴿ "rantai-rantai," dalam Neraka Jahanam. Sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى lainnya, ﴾ ثُمَّ فِي سِلۡسِلَةٖ ذَرۡعُهَا سَبۡعُونَ ذِرَاعٗا فَٱسۡلُكُوهُ 32 ﴿ "Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta." (Al-Haqqah: 32), ﴾ وَأَغۡلَٰلٗا ﴿ "dan belenggu," yang membelenggu tangan-tangan mereka hingga ke leher dan dibelitkan, ﴾ وَسَعِيرًا ﴿ "dan neraka yang menyala-nyala," yaitu api yang membuat kulit mereka menyala-nyala dan membakar badan mereka. Setiap kali kulit mereka masak (terbakar), Kami menggantinya dengan kulit lain agar mereka merasakan azab. Ini adalah azab abadi dan selamanya untuk mereka. Mereka kekal di dalamnya.
(5) Sedangkan ﴾ ٱلۡأَبۡرَارَ ﴿ "orang-orang yang berbuat kebajikan," mereka adalah orang-orang berhati baik, karena di dalamnya di-penuhi oleh ma'rifatullah, kecintaan kepada Allah, dan akhlak yang baik, sehingga amal perbuatan mereka baik dan mereka menggu-nakannya dengan amalan-amalan baik. Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa sesungguhnya mereka akan ﴾ يَشۡرَبُونَ مِن كَأۡسٖ ﴿ "minum dari gelas (berisi minuman)," yakni minuman nikmat dari arak yang ﴾ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا ﴿ "campurannya adalah air kafur," yakni dicampurkan agar membuatnya dingin dan menghilangkan kerasnya arak. Kafur ini amat nikmat, terbebas dari berbagai unsur yang memperkeruh dan bau tajam seperti kafur dunia. Petaka dan bencana yang ada di dunia tidak terdapat dalam nama-nama benda yang disebutkan Allah سبحانه وتعالى dalam surga sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى berikut, ﴾ فِي سِدۡرٖ مَّخۡضُودٖ 28 وَطَلۡحٖ مَّنضُودٖ 29 ﴿ "Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya)," (Al-Waqi'ah: 29). ﴾ وَأَزۡوَٰجٞ مُّطَهَّرَةٞ ﴿ "Dan istri-istri yang disucikan," (Ali Imran: 15). ﴾ لَهُمۡ دَارُ ٱلسَّلَٰمِ عِندَ رَبِّهِمۡۖ ﴿ "Bagi mereka (disediakan) Darussalam (surga) pada sisi Rabbnya," (Al-An'am: 127), dan ﴾ وَفِيهَا مَا تَشۡتَهِيهِ ٱلۡأَنفُسُ وَتَلَذُّ ٱلۡأَعۡيُنُۖ ﴿ "Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas dan piala-piala, dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata." (Az-Zukhruf: 71).
(6) ﴾ عَيۡنٗا يَشۡرَبُ بِهَا عِبَادُ ٱللَّهِ ﴿ "(Yaitu) mata air (dalam surga) yang dari padanya hamba-hamba Allah minum," yakni, air nikmat dalam gelas yang mereka minum itu tidak dikhawatirkan habis, tapi air terse-but memiliki bahan dasar yang tidak pernah terputus. Yaitu mata air abadi yang selalu meluap dan mengalir yang dipancarkan oleh hamba-hamba Allah سبحانه وتعالى kapan pun mereka mau dan bagaimana pun yang mereka inginkan. Bila mereka menginginkan, mereka bisa memindahkannya ke kebun penuh bunga atau dipindahkan ke taman-taman hijau ataupun di sisi-sisi istana dan tempat-tempat tinggal yang penuh hiasan, atau bisa dipindahkan ke tempat mana saja yang menurut mereka indah.
(7) Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan sebagian besar amal perbuatan mereka seraya berfirman, ﴾ يُوفُونَ بِٱلنَّذۡرِ ﴿ "Mereka menunaikan nadzar," yaitu apa pun yang mereka wajibkan atas diri mereka sendiri untuk Allah سبحانه وتعالى yang pada asalnya tidak wajib bagi mereka kecuali jika mereka mewajibkannya pada diri mereka sendiri. Per-buatan wajib asli bagi mereka lebih utama dan lebih patut. ﴾ وَيَخَافُونَ يَوۡمٗا كَانَ شَرُّهُۥ مُسۡتَطِيرٗا ﴿ "Dan mereka takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana," yakni, menyebar kemana-mana. Mereka takut men-dapatkan keburukannya sehingga mereka meninggalkan segala sesuatu yang menyebabkannya mendapatkan keburukan itu.
(8-10) ﴾ وَيُطۡعِمُونَ ٱلطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ ﴿ "Dan mereka memberikan makanan yang disukainya," yakni, pada saat mereka menyukai harta dan makanan, tapi mereka lebih mementingkan kecintaan terhadap Allah سبحانه وتعالى daripada kecintaan terhadap diri sendiri, (maka mereka menginfakkannya). Dalam memberi makan, mereka selektif untuk memberikannya pada orang yang paling memerlukan, ﴾ مِسۡكِينٗا وَيَتِيمٗا وَأَسِيرًا ﴿ "kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan," mak-sud mereka memberi makanan dan infak adalah demi mencari ridha Allah سبحانه وتعالى semata. Dengan bahasa kondisi seakan mereka me-nyatakan, ﴾ إِنَّمَا نُطۡعِمُكُمۡ لِوَجۡهِ ٱللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمۡ جَزَآءٗ وَلَا شُكُورًا ﴿ "Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih," yakni, tidak mengharapkan balasan materi atau sanjungan. ﴾ إِنَّا نَخَافُ مِن رَّبِّنَا يَوۡمًا عَبُوسٗا قَمۡطَرِيرٗا ﴿ "Sesungguhnya kami takut akan (azab) Rabb kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam, penuh kesulitan," yakni, sangat menyulitkan, amat buruk, dan sempit.
(11) ﴾ فَوَقَىٰهُمُ ٱللَّهُ شَرَّ ذَٰلِكَ ٱلۡيَوۡمِ ﴿ "Maka Allah memelihara mereka dari kesusahan hari itu," ketakutan dahsyat tidak membuat mereka sedih. Para malaikat menyambut mereka, inilah hari yang dijanjikan pada kalian. ﴾ وَلَقَّىٰهُمۡ نَضۡرَةٗ ﴿ "Dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah)," yakni, memuliakan dan memberikan kejernihan wajah, ﴾ وَسُرُورٗا ﴿ "dan kegembiraan hati," dalam sanubari mereka, sehingga menyatulah untuk mereka kenikmatan lahir dan batin.
(12) ﴾ وَجَزَىٰهُم بِمَا صَبَرُواْ ﴿ "Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka," karena menaatiNya dan mereka melakukan kebaikan. Mereka juga bersabar menahan diri dari kemaksiatan sehingga mereka meninggalkannya serta bersabar atas ketetapan (takdir) pahit, mereka tidak murka atas takdir itu. (Allah membalas mereka) ﴾ جَنَّةٗ ﴿ "(dengan) surga," yang menyatukan segala kenik-matan yang jauh dari berbagai hal yang mengeruhkan dan mengo-tori, ﴾ وَحَرِيرٗا ﴿ "dan (pakaian) sutra," sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَلِبَاسُهُمۡ فِيهَا حَرِيرٞ 33 ﴿ "Dan pakaian mereka di dalam surga (adalah) sutra." (Al-Hajj: 23 dan Fathir: 33). Sepertinya Allah سبحانه وتعالى hanya menyebut sutra secara khusus karena itulah pakaian lahir mereka yang menunjukkan kondisi kemewahan pemakainya.
(13) ﴾ مُّتَّكِـِٔينَ فِيهَا عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِۖ ﴿ "Di dalamnya mereka duduk bertelekan di atas dipan-dipan." Bertelekan adalah duduk nyaman dalam kondisi tenang, nikmat dan sejahtera, dan dipan adalah tempat tidur ber-hampar seprei yang dihiasi. ﴾ لَا يَرَوۡنَ فِيهَا ﴿ "Mereka tidak merasakan di dalamnya," yakni di dalam surga, ﴾ شَمۡسٗا ﴿ "(teriknya) matahari," yang panasnya mengganggu mereka, ﴾ وَلَا زَمۡهَرِيرٗا ﴿ "dan tidak pula dingin yang menyengat," yakni cuaca yang amat dingin, tapi seluruh waktu mereka berada di bawah naungan teduh, tidak panas dan tidak dingin yang membuat raga mereka merasa nikmat, yang tidak merasakan panas dan dingin.
(14) ﴾ وَدَانِيَةً عَلَيۡهِمۡ ظِلَٰلُهَا وَذُلِّلَتۡ قُطُوفُهَا تَذۡلِيلٗا ﴿ "Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya," yaitu buah-buahannya didekatkan bagi orang yang menginginkannya. Ia mendapatkannya dalam keadaan ber-diri, duduk, atau berbaring.
(15-16) ﴾ وَيُطَافُ عَلَيۡهِم ﴿ "Dan diedarkan kepada mereka," maksud-nya anak-anak kecil dan para pelayan surga mengelilingi ahli surga ﴾ بِـَٔانِيَةٖ مِّن فِضَّةٖ وَأَكۡوَابٖ كَانَتۡ قَوَارِيرَا۠ 15 قَوَارِيرَاْ مِن فِضَّةٖ ﴿ "dengan membawa bejana-bejana dari perak, dan piala-piala yang bening laksana kristal, (yaitu) kristal-kristal (yang terbuat) dari perak," yaitu bahannya terbuat dari perak dan bejana-bejana itu amat bening. Ini adalah salah satu dari berbagai hal yang menakjubkan. Perak tebal terbuat dari bahan putih dan baik berada di atas bejana bening. ﴾ قَدَّرُوهَا تَقۡدِيرٗا ﴿ "Yang telah mereka ukur dengan sebaik-baiknya," mereka ukur bejana-bejana itu sesuai ukuran pemiliknya, tidak kurang dan tidak lebih, sebab andai lebih banyak bisa mengurangi kenikmatannya dan andai kurang tidak cukup bagi pemiliknya. Kemungkinan lain yang dimaksud adalah peng-huni surga mengukur dengan ukuran yang sesuai dengan selera mereka. Bejana-bejana hadir sesuai ukuran yang ditentukan oleh benak mereka.
(17-18) ﴾ وَيُسۡقَوۡنَ فِيهَا كَأۡسٗا ﴿ "Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman)," yakni, bejana yang berisi arak dan minuman nikmat, ﴾ كَانَ مِزَاجُهَا زَنجَبِيلًا ﴿ "yang campurannya adalah jahe," agar rasa dan aromanya nikmat, ﴾ عَيۡنٗا فِيهَا تُسَمَّىٰ سَلۡسَبِيلٗا ﴿ "(yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil," disebut demikian karena silih berganti, rasa nikmat dan bagusnya.
(19) ﴾ وَيَطُوفُ ﴿ "Dan mereka dikelilingi," para penghuni surga dengan makanan, minuman, dan para pelayan, ﴾ وِلۡدَٰنٞ مُّخَلَّدُونَ ﴿ "oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda," yaitu mereka diciptakan dari surga untuk tetap ada selamanya. Mereka tidak berubah dan tidak beranjak tua, mereka amat rupawan. ﴾ إِذَا رَأَيۡتَهُمۡ ﴿ "Apabila kamu melihat mereka," yang bertebaran melayani kalian, ﴾ حَسِبۡتَهُمۡ ﴿ "kamu akan mengira mereka," karena kerupawanan mereka, ﴾ لُؤۡلُؤٗا مَّنثُورٗا ﴿ "mu-tiara yang bertaburan." Ini adalah salah satu kesempurnaan nikmat penghuni surga. Para pelayan mereka adalah pemuda yang kekal, yang bila dilihat, membuat senang. Mereka masuk dalam kediaman penghuni surga dengan aman. Mereka datang ketika diinginkan oleh para penghuni surga dan dikehendaki oleh diri-diri mereka.
(20) ﴾ وَإِذَا رَأَيۡتَ ثَمَّ ﴿ "Dan apabila kamu melihat di sana (surga)," yaitu bila kau melihat kenikmatan sempurna penghuni surga, ﴾ رَأَيۡتَ نَعِيمٗا وَمُلۡكٗا كَبِيرًا ﴿ "niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kera-jaan yang besar." Engkau akan melihat masing-masing penghuni surga memiliki istana, kediaman, dan kamar-kamar yang dihiasi, yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata, masing-masing me-miliki kebun penuh bunga, tanaman dekat, buah-buahan nikmat, sungai mengalir, kebun menakjubkan, burung-burung berkicau yang menarik hati dan membahagiakan jiwa. Ia memiliki istri-istri yang amat cantik dan baik dan menyatukan antara kecantikan lahir dan batin. Mereka adalah wanita-wanita cantik dan baik yang memenuhi kebahagiaan dan kenikmatan hati. Di sekelilingnya banyak anak-anak yang kekal dan pelayan abadi, yang dengannya didapatkan kenikmatan dan ketenangan. Kenikmatan hidup men-jadi sempurna. Dan yang paling agung dari semua itu adalah men-dapatkan keridhaan Rabb Yang Maha Penyayang dan mendengar-kan kata-kataNya, nikmatnya berada dekat denganNya serta berbahagia dengan keridhaan dan keabadian selamanya. Semua kenikmatan yang ada di dalam surga kian waktu kian bertambah. Mahasuci Allah Yang Menguasai kerajaan, Yang Mahabenar lagi Nyata, yang simpanan rahmatNya tidak pernah habis dan kebaik-anNya tidak pernah berkurang sebagaimana sifat-sifatNya yang tidak ada akhirnya. Tidak ada kata akhir untuk kebaikan dan dermaNya.
(21) ﴾ عَٰلِيَهُمۡ ثِيَابُ سُندُسٍ خُضۡرٞ ﴿ "Mereka memakai pakaian sutra halus yang hijau," yakni, mereka mengenakan pakaian sutra tebal dan sutra halus berwarna hijau, di mana keduanya adalah jenis sutra paling mewah. Sundus adalah sutra tebal sedangkan istabraq adalah sutra tipis dan halus. ﴾ وَحُلُّوٓاْ أَسَاوِرَ مِن فِضَّةٖ ﴿ "Dan dipakaikan kepada mereka gelang yang terbuat dari perak," di tangan mereka diberi perhiasan gelang perak, baik yang lelaki maupun yang perempuan. Ini adalah janji Allah سبحانه وتعالى, dan janjiNya pasti terlaksana, sebab tidak ada yang lebih benar perkataannya melebihi Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَسَقَىٰهُمۡ رَبُّهُمۡ شَرَابٗا طَهُورًا ﴿ "Dan Rabb mereka memberikan kepada mereka minuman yang bersih," yakni minuman yang tidak ada kotorannya sama sekali sekaligus membersihkan perut mereka dari segala penyakit dan kotoran.
(22) ﴾ إِنَّ هَٰذَا ﴿ "Sesungguhnya ini," yakni, balasan besar dan pemberian indah ini ﴾ كَانَ لَكُمۡ جَزَآءٗ ﴿ "adalah balasan untukmu," atas amal perbuatan baik yang telah kalian lakukan. ﴾ وَكَانَ سَعۡيُكُم مَّشۡكُورًا ﴿ "Dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan)," yakni, amal perbuatan baik meski sedikit akan dibalas oleh Allah سبحانه وتعالى dengan nikmat abadi bagimu yang tidak mungkin bisa dihitung.
(23) Allah سبحانه وتعالى berfirman setelah menyebutkan kenikmatan penghuni surga, ﴾ إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا عَلَيۡكَ ٱلۡقُرۡءَانَ تَنزِيلٗا ﴿ "Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Qur`an kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur," di dalamnya terdapat janji dan ancaman, serta penjelasan segala sesuatu yang diperlukan oleh para hamba. Di dalamnya terdapat perintah untuk menunaikan semua perintah-perintah Allah سبحانه وتعالى, syariat-syariatNya, serta berusaha untuk menunaikannya secara sempurna dan bersabar atas hal itu.
(24) Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَٱصۡبِرۡ لِحُكۡمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعۡ مِنۡهُمۡ ءَاثِمًا أَوۡ كَفُورٗا ﴿ "Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Rabbmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka." Yakni, bersabarlah atas ketetapan takdir Allah سبحانه وتعالى, jangan kau memurkainya dan bersabarlah atas ketetapan Agama-Nya. Tetap laksanakan, jangan sampai ada yang menghalangi. ﴾ وَلَا تُطِعۡ ﴿ "Dan janganlah kamu ikuti," orang-orang yang menentang yang ingin menghalangimu, baik ﴾ ءَاثِمًا ﴿ "orang yang berdosa," yang me-ngerjakan dosa dan kemaksiatan, ﴾ أَوۡ كَفُورٗا ﴿ "atau orang yang kafir," karena menuruti orang-orang kafir, keji, dan fasik pastilah merupa-kan kemaksiatan terhadap Allah سبحانه وتعالى, karena mereka tidak meme-rintah sesuatu kecuali berdasarkan keinginan hawa nafsu mereka.
(25) Karena sabar amat membantu dalam menunaikan ketaatan dan memperbanyak berdzikir (mengingat dan menyebut Allah), Allah سبحانه وتعالى memerintahkan hal itu seraya berfirman, ﴾ وَٱذۡكُرِ ٱسۡمَ رَبِّكَ بُكۡرَةٗ وَأَصِيلٗا ﴿ "Dan sebutlah nama Rabbmu pada (waktu) pagi dan petang," yakni, di permulaan dan di akhir siang, termasuk di dalamnya shalat-shalat wajib dan shalat-shalat pengiring, berupa shalat sunnah, dzikir, tasbih, tahlil, dan takbir di waktu-waktu tersebut.
(26) ﴾ وَمِنَ ٱلَّيۡلِ فَٱسۡجُدۡ لَهُۥ ﴿ "Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepadaNya," yakni, perbanyaklah bersujud padaNya, dan ini mencakup banyaknya shalat, ﴾ وَسَبِّحۡهُ لَيۡلٗا طَوِيلًا ﴿ "dan bertasbihlah kepadaNya pada malam yang panjang." Telah disebutkan sebelumnya pembatasan terhadap kemutlakan ayat ini, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمُزَّمِّلُ 1 قُمِ ٱلَّيۡلَ إِلَّا قَلِيلٗا 2 نِّصۡفَهُۥٓ أَوِ ٱنقُصۡ مِنۡهُ قَلِيلًا 3 أَوۡ زِدۡ عَلَيۡهِ وَرَتِّلِ ٱلۡقُرۡءَانَ تَرۡتِيلًا 4 ﴿ "Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (dari padanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu, dan bacalah al-Qur`an itu dengan perlahan-lahan." (Al-Muzzammil: 1-4).
(27) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ ﴿ "Sesungguhnya mereka (orang kafir)," yakni, orang-orang yang mendustakanmu wahai Rasul setelah tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى jelas bagi mereka dan setelah mereka diberi kabar gembira dan ancaman meski demikian hal itu tidak berguna bagi mereka sama sekali bahkan mereka tetap mengutamakan, ﴾ ٱلۡعَاجِلَةَ ﴿ "kehidupan dunia," dan merasa tenang pa-danya, ﴾ وَيَذَرُونَ ﴿ "dan mereka tidak mempedulikan," yakni tidak beramal dan mengacuhkan, ﴾ وَرَآءَهُمۡ ﴿ "kesudahan mereka," yakni, di hadapan mereka, ﴾ يَوۡمٗا ثَقِيلٗا ﴿ "pada hari yang berat (Hari Akhirat)," yaitu Hari Kiamat yang ukurannya selama lima puluh ribu tahun dari hari-hari yang biasa kalian hitung. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ يَقُولُ ٱلۡكَٰفِرُونَ هَٰذَا يَوۡمٌ عَسِرٞ 8 ﴿ "Orang-orang kafir berkata, 'Ini adalah hari yang sulit'." (Al-Qamar: 8). Seolah-olah mereka hanya diciptakan untuk hidup di dunia dan menetap di atasnya.
(28) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menunjukkan dalil kepada mereka atas kebangkitan mereka dengan dalil aqli, yaitu dalil permulaan penciptaan seraya berfirman, ﴾ نَّحۡنُ خَلَقۡنَٰهُمۡ ﴿ "Kami telah menciptakan mereka," yakni, Kami ciptakan mereka setelah sebelumnya mereka tidak ada, ﴾ وَشَدَدۡنَآ أَسۡرَهُمۡۖ ﴿ "dan menguatkan persendian tubuh mereka," yakni, Kami kokohkan tubuh, urat, otot, nadi, kekuatan lahir dan kekuatan batin hingga tubuh sempurna, supaya mampu untuk melakukan apa saja yang diinginkan. Dzat Yang menciptakan mereka dalam kondisi seperti ini mampu untuk mengembalikan mereka setelah mereka mati untuk mendapatkan balasan atas amal perbuatan yang mereka lakukan. Dzat yang memindahkan mereka di alam ini dalam berbagai fase tentu tidak sepatutnya membiarkan mereka sia-sia, lalu tidak diperintah, tidak dilarang, tidak diberi pahala dan tidak disiksa. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَإِذَا شِئۡنَا بَدَّلۡنَآ أَمۡثَٰلَهُمۡ تَبۡدِيلًا ﴿ "Apabila Kami menghendaki, Kami sungguh-sungguh meng-ganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka," yakni, Kami akan menghidupkan kalian pada Hari Kebangkitan dengan kehidupan lain dan Kami kembalikan kalian dengan diri-diri ka-lian; mereka adalah orang-orang serupa dan memang diri mereka sendiri.
(29) ﴾ إِنَّ هَٰذِهِۦ تَذۡكِرَةٞۖ ﴿ "Sesungguhnya (ayat-ayat) ini adalah suatu peringatan," yang dijadikan peringatan bagi orang yang beriman sehingga bisa memanfaatkan peringatan dan kabar gembira yang ada di dalamnya. ﴾ فَمَن شَآءَ ٱتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ سَبِيلٗا ﴿ "Maka barangsiapa menghen-daki (kebaikan bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Rabbnya," yakni, jalan yang mengantarkan padaNya. Allah سبحانه وتعالى telah menjelas-kan kebenaran dan petunjuk, kemudian memberikan pilihan pada manusia antara menempuh jalan tersebut atau lari darinya; dan itu sebagai penegakan hujjah baginya. Agar orang yang celaka binasa setelah ada penjelasan dan hiduplah orang yang hidup setelah ada penjelasan.
(30) ﴾ وَمَا تَشَآءُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُۚ ﴿ "Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah" karena sesungguhnya kehen-dak Allah سبحانه وتعالى pasti terlaksana. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمٗا ﴿ "Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana," Allah سبحانه وتعالى memiliki kebijaksa-naan dalam memberi petunjuk orang yang mendapatkan hidayah dan menyesatkan orang yang tersesat.
(31) ﴾ يُدۡخِلُ مَن يَشَآءُ فِي رَحۡمَتِهِۦۚ ﴿ "Dia memasukkan siapa yang dikehen-dakiNya ke dalam rahmatNya (surga)," lalu Allah سبحانه وتعالى mengkhususkan pertolongan baginya dan menunjukkannya pada sebab-sebab kebahagiaan serta menunjukkannya pada jalan-jalan Allah سبحانه وتعالى. ﴾ وَٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Dan bagi orang-orang zhalim," yang cenderung memilih kesengsaraan daripada petunjuk, ﴾ أَعَدَّ لَهُمۡ عَذَابًا أَلِيمَۢا ﴿ "disediakanNya azab yang pedih," karena kezhaliman dan permusuhan mereka.
Selesai. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى.[131]
Al-Insan 76:30
"Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang kafir rantai-rantai, belenggu, dan neraka yang menyala-nyala. Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. (Yaitu) mata air (dalam surga) yang dari padanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya. Me-reka menunaikan nadzar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanya-lah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesung-guhnya kami takut akan (azab) Rabb kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam, penuh kesulitan. Maka Allah memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutra, di dalamnya mereka duduk bertelekan di atas dipan-dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (terik-nya) matahari dan tidak pula dingin yang menyengat. Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimu-dahkan memetiknya semudah-mudahnya. Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak, dan piala-piala yang bening laksana kristal, (yaitu) kristal-kristal (yang terbuat) dari perak yang telah mereka ukur dengan sebaik-baiknya. Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe. (Yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil. Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan. Dan apabila kamu me-lihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar. Mereka memakai pakaian sutra halus yang hijau dan sutra tebal, dan dipakaikan kepada mereka gelang yang terbuat dari perak, dan Rabb memberikan kepada mereka minuman yang bersih. Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan)." (Al-Insan: 4-22). "Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Qur`an kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur. Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Rabbmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa atau orang yang kafir di antara mereka. Dan sebutlah nama Rabbmu pada (waktu) pagi dan pe-tang. Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepadaNya dan bertasbihlah kepadaNya pada bagian yang panjang di malam hari. Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak mempedulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (Hari Akhirat). Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka, apabila Kami meng-hendaki, Kami sungguh-sungguh mengganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka. Sesungguhnya (ayat-ayat) ini adalah suatu peringatan, maka barangsiapa menghendaki (kebaik-an bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Rabbnya. Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dike-hendaki Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha-bijaksana. Dia memasukkan siapa yang dikehendakiNya ke dalam rahmatNya (surga). Dan bagi orang-orang zhalim disediakanNya azab yang pedih." (Al-Insan: 23-31).
(4) Maknanya, Kami persiapkan dan Kami sisakan untuk orang yang kufur terhadap Allah سبحانه وتعالى dan mendustakan para Rasul-Nya, serta berani mendurhakaiNya, ﴾ سَلَٰسِلَاْ ﴿ "rantai-rantai," dalam Neraka Jahanam. Sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى lainnya, ﴾ ثُمَّ فِي سِلۡسِلَةٖ ذَرۡعُهَا سَبۡعُونَ ذِرَاعٗا فَٱسۡلُكُوهُ 32 ﴿ "Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta." (Al-Haqqah: 32), ﴾ وَأَغۡلَٰلٗا ﴿ "dan belenggu," yang membelenggu tangan-tangan mereka hingga ke leher dan dibelitkan, ﴾ وَسَعِيرًا ﴿ "dan neraka yang menyala-nyala," yaitu api yang membuat kulit mereka menyala-nyala dan membakar badan mereka. Setiap kali kulit mereka masak (terbakar), Kami menggantinya dengan kulit lain agar mereka merasakan azab. Ini adalah azab abadi dan selamanya untuk mereka. Mereka kekal di dalamnya.
(5) Sedangkan ﴾ ٱلۡأَبۡرَارَ ﴿ "orang-orang yang berbuat kebajikan," mereka adalah orang-orang berhati baik, karena di dalamnya di-penuhi oleh ma'rifatullah, kecintaan kepada Allah, dan akhlak yang baik, sehingga amal perbuatan mereka baik dan mereka menggu-nakannya dengan amalan-amalan baik. Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa sesungguhnya mereka akan ﴾ يَشۡرَبُونَ مِن كَأۡسٖ ﴿ "minum dari gelas (berisi minuman)," yakni minuman nikmat dari arak yang ﴾ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا ﴿ "campurannya adalah air kafur," yakni dicampurkan agar membuatnya dingin dan menghilangkan kerasnya arak. Kafur ini amat nikmat, terbebas dari berbagai unsur yang memperkeruh dan bau tajam seperti kafur dunia. Petaka dan bencana yang ada di dunia tidak terdapat dalam nama-nama benda yang disebutkan Allah سبحانه وتعالى dalam surga sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى berikut, ﴾ فِي سِدۡرٖ مَّخۡضُودٖ 28 وَطَلۡحٖ مَّنضُودٖ 29 ﴿ "Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya)," (Al-Waqi'ah: 29). ﴾ وَأَزۡوَٰجٞ مُّطَهَّرَةٞ ﴿ "Dan istri-istri yang disucikan," (Ali Imran: 15). ﴾ لَهُمۡ دَارُ ٱلسَّلَٰمِ عِندَ رَبِّهِمۡۖ ﴿ "Bagi mereka (disediakan) Darussalam (surga) pada sisi Rabbnya," (Al-An'am: 127), dan ﴾ وَفِيهَا مَا تَشۡتَهِيهِ ٱلۡأَنفُسُ وَتَلَذُّ ٱلۡأَعۡيُنُۖ ﴿ "Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas dan piala-piala, dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata." (Az-Zukhruf: 71).
(6) ﴾ عَيۡنٗا يَشۡرَبُ بِهَا عِبَادُ ٱللَّهِ ﴿ "(Yaitu) mata air (dalam surga) yang dari padanya hamba-hamba Allah minum," yakni, air nikmat dalam gelas yang mereka minum itu tidak dikhawatirkan habis, tapi air terse-but memiliki bahan dasar yang tidak pernah terputus. Yaitu mata air abadi yang selalu meluap dan mengalir yang dipancarkan oleh hamba-hamba Allah سبحانه وتعالى kapan pun mereka mau dan bagaimana pun yang mereka inginkan. Bila mereka menginginkan, mereka bisa memindahkannya ke kebun penuh bunga atau dipindahkan ke taman-taman hijau ataupun di sisi-sisi istana dan tempat-tempat tinggal yang penuh hiasan, atau bisa dipindahkan ke tempat mana saja yang menurut mereka indah.
(7) Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan sebagian besar amal perbuatan mereka seraya berfirman, ﴾ يُوفُونَ بِٱلنَّذۡرِ ﴿ "Mereka menunaikan nadzar," yaitu apa pun yang mereka wajibkan atas diri mereka sendiri untuk Allah سبحانه وتعالى yang pada asalnya tidak wajib bagi mereka kecuali jika mereka mewajibkannya pada diri mereka sendiri. Per-buatan wajib asli bagi mereka lebih utama dan lebih patut. ﴾ وَيَخَافُونَ يَوۡمٗا كَانَ شَرُّهُۥ مُسۡتَطِيرٗا ﴿ "Dan mereka takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana," yakni, menyebar kemana-mana. Mereka takut men-dapatkan keburukannya sehingga mereka meninggalkan segala sesuatu yang menyebabkannya mendapatkan keburukan itu.
(8-10) ﴾ وَيُطۡعِمُونَ ٱلطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ ﴿ "Dan mereka memberikan makanan yang disukainya," yakni, pada saat mereka menyukai harta dan makanan, tapi mereka lebih mementingkan kecintaan terhadap Allah سبحانه وتعالى daripada kecintaan terhadap diri sendiri, (maka mereka menginfakkannya). Dalam memberi makan, mereka selektif untuk memberikannya pada orang yang paling memerlukan, ﴾ مِسۡكِينٗا وَيَتِيمٗا وَأَسِيرًا ﴿ "kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan," mak-sud mereka memberi makanan dan infak adalah demi mencari ridha Allah سبحانه وتعالى semata. Dengan bahasa kondisi seakan mereka me-nyatakan, ﴾ إِنَّمَا نُطۡعِمُكُمۡ لِوَجۡهِ ٱللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمۡ جَزَآءٗ وَلَا شُكُورًا ﴿ "Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih," yakni, tidak mengharapkan balasan materi atau sanjungan. ﴾ إِنَّا نَخَافُ مِن رَّبِّنَا يَوۡمًا عَبُوسٗا قَمۡطَرِيرٗا ﴿ "Sesungguhnya kami takut akan (azab) Rabb kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam, penuh kesulitan," yakni, sangat menyulitkan, amat buruk, dan sempit.
(11) ﴾ فَوَقَىٰهُمُ ٱللَّهُ شَرَّ ذَٰلِكَ ٱلۡيَوۡمِ ﴿ "Maka Allah memelihara mereka dari kesusahan hari itu," ketakutan dahsyat tidak membuat mereka sedih. Para malaikat menyambut mereka, inilah hari yang dijanjikan pada kalian. ﴾ وَلَقَّىٰهُمۡ نَضۡرَةٗ ﴿ "Dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah)," yakni, memuliakan dan memberikan kejernihan wajah, ﴾ وَسُرُورٗا ﴿ "dan kegembiraan hati," dalam sanubari mereka, sehingga menyatulah untuk mereka kenikmatan lahir dan batin.
(12) ﴾ وَجَزَىٰهُم بِمَا صَبَرُواْ ﴿ "Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka," karena menaatiNya dan mereka melakukan kebaikan. Mereka juga bersabar menahan diri dari kemaksiatan sehingga mereka meninggalkannya serta bersabar atas ketetapan (takdir) pahit, mereka tidak murka atas takdir itu. (Allah membalas mereka) ﴾ جَنَّةٗ ﴿ "(dengan) surga," yang menyatukan segala kenik-matan yang jauh dari berbagai hal yang mengeruhkan dan mengo-tori, ﴾ وَحَرِيرٗا ﴿ "dan (pakaian) sutra," sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَلِبَاسُهُمۡ فِيهَا حَرِيرٞ 33 ﴿ "Dan pakaian mereka di dalam surga (adalah) sutra." (Al-Hajj: 23 dan Fathir: 33). Sepertinya Allah سبحانه وتعالى hanya menyebut sutra secara khusus karena itulah pakaian lahir mereka yang menunjukkan kondisi kemewahan pemakainya.
(13) ﴾ مُّتَّكِـِٔينَ فِيهَا عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِۖ ﴿ "Di dalamnya mereka duduk bertelekan di atas dipan-dipan." Bertelekan adalah duduk nyaman dalam kondisi tenang, nikmat dan sejahtera, dan dipan adalah tempat tidur ber-hampar seprei yang dihiasi. ﴾ لَا يَرَوۡنَ فِيهَا ﴿ "Mereka tidak merasakan di dalamnya," yakni di dalam surga, ﴾ شَمۡسٗا ﴿ "(teriknya) matahari," yang panasnya mengganggu mereka, ﴾ وَلَا زَمۡهَرِيرٗا ﴿ "dan tidak pula dingin yang menyengat," yakni cuaca yang amat dingin, tapi seluruh waktu mereka berada di bawah naungan teduh, tidak panas dan tidak dingin yang membuat raga mereka merasa nikmat, yang tidak merasakan panas dan dingin.
(14) ﴾ وَدَانِيَةً عَلَيۡهِمۡ ظِلَٰلُهَا وَذُلِّلَتۡ قُطُوفُهَا تَذۡلِيلٗا ﴿ "Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya," yaitu buah-buahannya didekatkan bagi orang yang menginginkannya. Ia mendapatkannya dalam keadaan ber-diri, duduk, atau berbaring.
(15-16) ﴾ وَيُطَافُ عَلَيۡهِم ﴿ "Dan diedarkan kepada mereka," maksud-nya anak-anak kecil dan para pelayan surga mengelilingi ahli surga ﴾ بِـَٔانِيَةٖ مِّن فِضَّةٖ وَأَكۡوَابٖ كَانَتۡ قَوَارِيرَا۠ 15 قَوَارِيرَاْ مِن فِضَّةٖ ﴿ "dengan membawa bejana-bejana dari perak, dan piala-piala yang bening laksana kristal, (yaitu) kristal-kristal (yang terbuat) dari perak," yaitu bahannya terbuat dari perak dan bejana-bejana itu amat bening. Ini adalah salah satu dari berbagai hal yang menakjubkan. Perak tebal terbuat dari bahan putih dan baik berada di atas bejana bening. ﴾ قَدَّرُوهَا تَقۡدِيرٗا ﴿ "Yang telah mereka ukur dengan sebaik-baiknya," mereka ukur bejana-bejana itu sesuai ukuran pemiliknya, tidak kurang dan tidak lebih, sebab andai lebih banyak bisa mengurangi kenikmatannya dan andai kurang tidak cukup bagi pemiliknya. Kemungkinan lain yang dimaksud adalah peng-huni surga mengukur dengan ukuran yang sesuai dengan selera mereka. Bejana-bejana hadir sesuai ukuran yang ditentukan oleh benak mereka.
(17-18) ﴾ وَيُسۡقَوۡنَ فِيهَا كَأۡسٗا ﴿ "Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman)," yakni, bejana yang berisi arak dan minuman nikmat, ﴾ كَانَ مِزَاجُهَا زَنجَبِيلًا ﴿ "yang campurannya adalah jahe," agar rasa dan aromanya nikmat, ﴾ عَيۡنٗا فِيهَا تُسَمَّىٰ سَلۡسَبِيلٗا ﴿ "(yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil," disebut demikian karena silih berganti, rasa nikmat dan bagusnya.
(19) ﴾ وَيَطُوفُ ﴿ "Dan mereka dikelilingi," para penghuni surga dengan makanan, minuman, dan para pelayan, ﴾ وِلۡدَٰنٞ مُّخَلَّدُونَ ﴿ "oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda," yaitu mereka diciptakan dari surga untuk tetap ada selamanya. Mereka tidak berubah dan tidak beranjak tua, mereka amat rupawan. ﴾ إِذَا رَأَيۡتَهُمۡ ﴿ "Apabila kamu melihat mereka," yang bertebaran melayani kalian, ﴾ حَسِبۡتَهُمۡ ﴿ "kamu akan mengira mereka," karena kerupawanan mereka, ﴾ لُؤۡلُؤٗا مَّنثُورٗا ﴿ "mu-tiara yang bertaburan." Ini adalah salah satu kesempurnaan nikmat penghuni surga. Para pelayan mereka adalah pemuda yang kekal, yang bila dilihat, membuat senang. Mereka masuk dalam kediaman penghuni surga dengan aman. Mereka datang ketika diinginkan oleh para penghuni surga dan dikehendaki oleh diri-diri mereka.
(20) ﴾ وَإِذَا رَأَيۡتَ ثَمَّ ﴿ "Dan apabila kamu melihat di sana (surga)," yaitu bila kau melihat kenikmatan sempurna penghuni surga, ﴾ رَأَيۡتَ نَعِيمٗا وَمُلۡكٗا كَبِيرًا ﴿ "niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kera-jaan yang besar." Engkau akan melihat masing-masing penghuni surga memiliki istana, kediaman, dan kamar-kamar yang dihiasi, yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata, masing-masing me-miliki kebun penuh bunga, tanaman dekat, buah-buahan nikmat, sungai mengalir, kebun menakjubkan, burung-burung berkicau yang menarik hati dan membahagiakan jiwa. Ia memiliki istri-istri yang amat cantik dan baik dan menyatukan antara kecantikan lahir dan batin. Mereka adalah wanita-wanita cantik dan baik yang memenuhi kebahagiaan dan kenikmatan hati. Di sekelilingnya banyak anak-anak yang kekal dan pelayan abadi, yang dengannya didapatkan kenikmatan dan ketenangan. Kenikmatan hidup men-jadi sempurna. Dan yang paling agung dari semua itu adalah men-dapatkan keridhaan Rabb Yang Maha Penyayang dan mendengar-kan kata-kataNya, nikmatnya berada dekat denganNya serta berbahagia dengan keridhaan dan keabadian selamanya. Semua kenikmatan yang ada di dalam surga kian waktu kian bertambah. Mahasuci Allah Yang Menguasai kerajaan, Yang Mahabenar lagi Nyata, yang simpanan rahmatNya tidak pernah habis dan kebaik-anNya tidak pernah berkurang sebagaimana sifat-sifatNya yang tidak ada akhirnya. Tidak ada kata akhir untuk kebaikan dan dermaNya.
(21) ﴾ عَٰلِيَهُمۡ ثِيَابُ سُندُسٍ خُضۡرٞ ﴿ "Mereka memakai pakaian sutra halus yang hijau," yakni, mereka mengenakan pakaian sutra tebal dan sutra halus berwarna hijau, di mana keduanya adalah jenis sutra paling mewah. Sundus adalah sutra tebal sedangkan istabraq adalah sutra tipis dan halus. ﴾ وَحُلُّوٓاْ أَسَاوِرَ مِن فِضَّةٖ ﴿ "Dan dipakaikan kepada mereka gelang yang terbuat dari perak," di tangan mereka diberi perhiasan gelang perak, baik yang lelaki maupun yang perempuan. Ini adalah janji Allah سبحانه وتعالى, dan janjiNya pasti terlaksana, sebab tidak ada yang lebih benar perkataannya melebihi Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَسَقَىٰهُمۡ رَبُّهُمۡ شَرَابٗا طَهُورًا ﴿ "Dan Rabb mereka memberikan kepada mereka minuman yang bersih," yakni minuman yang tidak ada kotorannya sama sekali sekaligus membersihkan perut mereka dari segala penyakit dan kotoran.
(22) ﴾ إِنَّ هَٰذَا ﴿ "Sesungguhnya ini," yakni, balasan besar dan pemberian indah ini ﴾ كَانَ لَكُمۡ جَزَآءٗ ﴿ "adalah balasan untukmu," atas amal perbuatan baik yang telah kalian lakukan. ﴾ وَكَانَ سَعۡيُكُم مَّشۡكُورًا ﴿ "Dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan)," yakni, amal perbuatan baik meski sedikit akan dibalas oleh Allah سبحانه وتعالى dengan nikmat abadi bagimu yang tidak mungkin bisa dihitung.
(23) Allah سبحانه وتعالى berfirman setelah menyebutkan kenikmatan penghuni surga, ﴾ إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا عَلَيۡكَ ٱلۡقُرۡءَانَ تَنزِيلٗا ﴿ "Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Qur`an kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur," di dalamnya terdapat janji dan ancaman, serta penjelasan segala sesuatu yang diperlukan oleh para hamba. Di dalamnya terdapat perintah untuk menunaikan semua perintah-perintah Allah سبحانه وتعالى, syariat-syariatNya, serta berusaha untuk menunaikannya secara sempurna dan bersabar atas hal itu.
(24) Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَٱصۡبِرۡ لِحُكۡمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعۡ مِنۡهُمۡ ءَاثِمًا أَوۡ كَفُورٗا ﴿ "Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Rabbmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka." Yakni, bersabarlah atas ketetapan takdir Allah سبحانه وتعالى, jangan kau memurkainya dan bersabarlah atas ketetapan Agama-Nya. Tetap laksanakan, jangan sampai ada yang menghalangi. ﴾ وَلَا تُطِعۡ ﴿ "Dan janganlah kamu ikuti," orang-orang yang menentang yang ingin menghalangimu, baik ﴾ ءَاثِمًا ﴿ "orang yang berdosa," yang me-ngerjakan dosa dan kemaksiatan, ﴾ أَوۡ كَفُورٗا ﴿ "atau orang yang kafir," karena menuruti orang-orang kafir, keji, dan fasik pastilah merupa-kan kemaksiatan terhadap Allah سبحانه وتعالى, karena mereka tidak meme-rintah sesuatu kecuali berdasarkan keinginan hawa nafsu mereka.
(25) Karena sabar amat membantu dalam menunaikan ketaatan dan memperbanyak berdzikir (mengingat dan menyebut Allah), Allah سبحانه وتعالى memerintahkan hal itu seraya berfirman, ﴾ وَٱذۡكُرِ ٱسۡمَ رَبِّكَ بُكۡرَةٗ وَأَصِيلٗا ﴿ "Dan sebutlah nama Rabbmu pada (waktu) pagi dan petang," yakni, di permulaan dan di akhir siang, termasuk di dalamnya shalat-shalat wajib dan shalat-shalat pengiring, berupa shalat sunnah, dzikir, tasbih, tahlil, dan takbir di waktu-waktu tersebut.
(26) ﴾ وَمِنَ ٱلَّيۡلِ فَٱسۡجُدۡ لَهُۥ ﴿ "Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepadaNya," yakni, perbanyaklah bersujud padaNya, dan ini mencakup banyaknya shalat, ﴾ وَسَبِّحۡهُ لَيۡلٗا طَوِيلًا ﴿ "dan bertasbihlah kepadaNya pada malam yang panjang." Telah disebutkan sebelumnya pembatasan terhadap kemutlakan ayat ini, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمُزَّمِّلُ 1 قُمِ ٱلَّيۡلَ إِلَّا قَلِيلٗا 2 نِّصۡفَهُۥٓ أَوِ ٱنقُصۡ مِنۡهُ قَلِيلًا 3 أَوۡ زِدۡ عَلَيۡهِ وَرَتِّلِ ٱلۡقُرۡءَانَ تَرۡتِيلًا 4 ﴿ "Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (dari padanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu, dan bacalah al-Qur`an itu dengan perlahan-lahan." (Al-Muzzammil: 1-4).
(27) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ ﴿ "Sesungguhnya mereka (orang kafir)," yakni, orang-orang yang mendustakanmu wahai Rasul setelah tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى jelas bagi mereka dan setelah mereka diberi kabar gembira dan ancaman meski demikian hal itu tidak berguna bagi mereka sama sekali bahkan mereka tetap mengutamakan, ﴾ ٱلۡعَاجِلَةَ ﴿ "kehidupan dunia," dan merasa tenang pa-danya, ﴾ وَيَذَرُونَ ﴿ "dan mereka tidak mempedulikan," yakni tidak beramal dan mengacuhkan, ﴾ وَرَآءَهُمۡ ﴿ "kesudahan mereka," yakni, di hadapan mereka, ﴾ يَوۡمٗا ثَقِيلٗا ﴿ "pada hari yang berat (Hari Akhirat)," yaitu Hari Kiamat yang ukurannya selama lima puluh ribu tahun dari hari-hari yang biasa kalian hitung. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ يَقُولُ ٱلۡكَٰفِرُونَ هَٰذَا يَوۡمٌ عَسِرٞ 8 ﴿ "Orang-orang kafir berkata, 'Ini adalah hari yang sulit'." (Al-Qamar: 8). Seolah-olah mereka hanya diciptakan untuk hidup di dunia dan menetap di atasnya.
(28) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menunjukkan dalil kepada mereka atas kebangkitan mereka dengan dalil aqli, yaitu dalil permulaan penciptaan seraya berfirman, ﴾ نَّحۡنُ خَلَقۡنَٰهُمۡ ﴿ "Kami telah menciptakan mereka," yakni, Kami ciptakan mereka setelah sebelumnya mereka tidak ada, ﴾ وَشَدَدۡنَآ أَسۡرَهُمۡۖ ﴿ "dan menguatkan persendian tubuh mereka," yakni, Kami kokohkan tubuh, urat, otot, nadi, kekuatan lahir dan kekuatan batin hingga tubuh sempurna, supaya mampu untuk melakukan apa saja yang diinginkan. Dzat Yang menciptakan mereka dalam kondisi seperti ini mampu untuk mengembalikan mereka setelah mereka mati untuk mendapatkan balasan atas amal perbuatan yang mereka lakukan. Dzat yang memindahkan mereka di alam ini dalam berbagai fase tentu tidak sepatutnya membiarkan mereka sia-sia, lalu tidak diperintah, tidak dilarang, tidak diberi pahala dan tidak disiksa. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَإِذَا شِئۡنَا بَدَّلۡنَآ أَمۡثَٰلَهُمۡ تَبۡدِيلًا ﴿ "Apabila Kami menghendaki, Kami sungguh-sungguh meng-ganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka," yakni, Kami akan menghidupkan kalian pada Hari Kebangkitan dengan kehidupan lain dan Kami kembalikan kalian dengan diri-diri ka-lian; mereka adalah orang-orang serupa dan memang diri mereka sendiri.
(29) ﴾ إِنَّ هَٰذِهِۦ تَذۡكِرَةٞۖ ﴿ "Sesungguhnya (ayat-ayat) ini adalah suatu peringatan," yang dijadikan peringatan bagi orang yang beriman sehingga bisa memanfaatkan peringatan dan kabar gembira yang ada di dalamnya. ﴾ فَمَن شَآءَ ٱتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ سَبِيلٗا ﴿ "Maka barangsiapa menghen-daki (kebaikan bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Rabbnya," yakni, jalan yang mengantarkan padaNya. Allah سبحانه وتعالى telah menjelas-kan kebenaran dan petunjuk, kemudian memberikan pilihan pada manusia antara menempuh jalan tersebut atau lari darinya; dan itu sebagai penegakan hujjah baginya. Agar orang yang celaka binasa setelah ada penjelasan dan hiduplah orang yang hidup setelah ada penjelasan.
(30) ﴾ وَمَا تَشَآءُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُۚ ﴿ "Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah" karena sesungguhnya kehen-dak Allah سبحانه وتعالى pasti terlaksana. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمٗا ﴿ "Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana," Allah سبحانه وتعالى memiliki kebijaksa-naan dalam memberi petunjuk orang yang mendapatkan hidayah dan menyesatkan orang yang tersesat.
(31) ﴾ يُدۡخِلُ مَن يَشَآءُ فِي رَحۡمَتِهِۦۚ ﴿ "Dia memasukkan siapa yang dikehen-dakiNya ke dalam rahmatNya (surga)," lalu Allah سبحانه وتعالى mengkhususkan pertolongan baginya dan menunjukkannya pada sebab-sebab kebahagiaan serta menunjukkannya pada jalan-jalan Allah سبحانه وتعالى. ﴾ وَٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Dan bagi orang-orang zhalim," yang cenderung memilih kesengsaraan daripada petunjuk, ﴾ أَعَدَّ لَهُمۡ عَذَابًا أَلِيمَۢا ﴿ "disediakanNya azab yang pedih," karena kezhaliman dan permusuhan mereka.
Selesai. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى.[131]
Al-Insan 76:31
"Sesungguhnya Kami menyediakan bagi orang kafir rantai-rantai, belenggu, dan neraka yang menyala-nyala. Sesungguhnya orang-orang yang berbuat kebajikan minum dari gelas (berisi minuman) yang campurannya adalah air kafur. (Yaitu) mata air (dalam surga) yang dari padanya hamba-hamba Allah minum, yang mereka dapat mengalirkannya dengan sebaik-baiknya. Me-reka menunaikan nadzar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana. Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan. Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanya-lah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih. Sesung-guhnya kami takut akan (azab) Rabb kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam, penuh kesulitan. Maka Allah memelihara mereka dari kesusahan hari itu, dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah) dan kegembiraan hati. Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutra, di dalamnya mereka duduk bertelekan di atas dipan-dipan, mereka tidak merasakan di dalamnya (terik-nya) matahari dan tidak pula dingin yang menyengat. Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimu-dahkan memetiknya semudah-mudahnya. Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak, dan piala-piala yang bening laksana kristal, (yaitu) kristal-kristal (yang terbuat) dari perak yang telah mereka ukur dengan sebaik-baiknya. Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman) yang campurannya adalah jahe. (Yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil. Dan mereka dikelilingi oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda. Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan. Dan apabila kamu me-lihat di sana (surga), niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kerajaan yang besar. Mereka memakai pakaian sutra halus yang hijau dan sutra tebal, dan dipakaikan kepada mereka gelang yang terbuat dari perak, dan Rabb memberikan kepada mereka minuman yang bersih. Sesungguhnya ini adalah balasan untukmu, dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan)." (Al-Insan: 4-22). "Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Qur`an kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur. Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Rabbmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa atau orang yang kafir di antara mereka. Dan sebutlah nama Rabbmu pada (waktu) pagi dan pe-tang. Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepadaNya dan bertasbihlah kepadaNya pada bagian yang panjang di malam hari. Sesungguhnya mereka (orang kafir) menyukai kehidupan dunia dan mereka tidak mempedulikan kesudahan mereka, pada hari yang berat (Hari Akhirat). Kami telah menciptakan mereka dan menguatkan persendian tubuh mereka, apabila Kami meng-hendaki, Kami sungguh-sungguh mengganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka. Sesungguhnya (ayat-ayat) ini adalah suatu peringatan, maka barangsiapa menghendaki (kebaik-an bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Rabbnya. Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dike-hendaki Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha-bijaksana. Dia memasukkan siapa yang dikehendakiNya ke dalam rahmatNya (surga). Dan bagi orang-orang zhalim disediakanNya azab yang pedih." (Al-Insan: 23-31).
(4) Maknanya, Kami persiapkan dan Kami sisakan untuk orang yang kufur terhadap Allah سبحانه وتعالى dan mendustakan para Rasul-Nya, serta berani mendurhakaiNya, ﴾ سَلَٰسِلَاْ ﴿ "rantai-rantai," dalam Neraka Jahanam. Sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى lainnya, ﴾ ثُمَّ فِي سِلۡسِلَةٖ ذَرۡعُهَا سَبۡعُونَ ذِرَاعٗا فَٱسۡلُكُوهُ 32 ﴿ "Kemudian belitlah dia dengan rantai yang panjangnya tujuh puluh hasta." (Al-Haqqah: 32), ﴾ وَأَغۡلَٰلٗا ﴿ "dan belenggu," yang membelenggu tangan-tangan mereka hingga ke leher dan dibelitkan, ﴾ وَسَعِيرًا ﴿ "dan neraka yang menyala-nyala," yaitu api yang membuat kulit mereka menyala-nyala dan membakar badan mereka. Setiap kali kulit mereka masak (terbakar), Kami menggantinya dengan kulit lain agar mereka merasakan azab. Ini adalah azab abadi dan selamanya untuk mereka. Mereka kekal di dalamnya.
(5) Sedangkan ﴾ ٱلۡأَبۡرَارَ ﴿ "orang-orang yang berbuat kebajikan," mereka adalah orang-orang berhati baik, karena di dalamnya di-penuhi oleh ma'rifatullah, kecintaan kepada Allah, dan akhlak yang baik, sehingga amal perbuatan mereka baik dan mereka menggu-nakannya dengan amalan-amalan baik. Allah سبحانه وتعالى memberitahukan bahwa sesungguhnya mereka akan ﴾ يَشۡرَبُونَ مِن كَأۡسٖ ﴿ "minum dari gelas (berisi minuman)," yakni minuman nikmat dari arak yang ﴾ كَانَ مِزَاجُهَا كَافُورًا ﴿ "campurannya adalah air kafur," yakni dicampurkan agar membuatnya dingin dan menghilangkan kerasnya arak. Kafur ini amat nikmat, terbebas dari berbagai unsur yang memperkeruh dan bau tajam seperti kafur dunia. Petaka dan bencana yang ada di dunia tidak terdapat dalam nama-nama benda yang disebutkan Allah سبحانه وتعالى dalam surga sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى berikut, ﴾ فِي سِدۡرٖ مَّخۡضُودٖ 28 وَطَلۡحٖ مَّنضُودٖ 29 ﴿ "Berada di antara pohon bidara yang tidak berduri, dan pohon pisang yang bersusun-susun (buahnya)," (Al-Waqi'ah: 29). ﴾ وَأَزۡوَٰجٞ مُّطَهَّرَةٞ ﴿ "Dan istri-istri yang disucikan," (Ali Imran: 15). ﴾ لَهُمۡ دَارُ ٱلسَّلَٰمِ عِندَ رَبِّهِمۡۖ ﴿ "Bagi mereka (disediakan) Darussalam (surga) pada sisi Rabbnya," (Al-An'am: 127), dan ﴾ وَفِيهَا مَا تَشۡتَهِيهِ ٱلۡأَنفُسُ وَتَلَذُّ ٱلۡأَعۡيُنُۖ ﴿ "Diedarkan kepada mereka piring-piring dari emas dan piala-piala, dan di dalam surga itu terdapat segala apa yang diingini oleh hati dan sedap (dipandang) mata." (Az-Zukhruf: 71).
(6) ﴾ عَيۡنٗا يَشۡرَبُ بِهَا عِبَادُ ٱللَّهِ ﴿ "(Yaitu) mata air (dalam surga) yang dari padanya hamba-hamba Allah minum," yakni, air nikmat dalam gelas yang mereka minum itu tidak dikhawatirkan habis, tapi air terse-but memiliki bahan dasar yang tidak pernah terputus. Yaitu mata air abadi yang selalu meluap dan mengalir yang dipancarkan oleh hamba-hamba Allah سبحانه وتعالى kapan pun mereka mau dan bagaimana pun yang mereka inginkan. Bila mereka menginginkan, mereka bisa memindahkannya ke kebun penuh bunga atau dipindahkan ke taman-taman hijau ataupun di sisi-sisi istana dan tempat-tempat tinggal yang penuh hiasan, atau bisa dipindahkan ke tempat mana saja yang menurut mereka indah.
(7) Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan sebagian besar amal perbuatan mereka seraya berfirman, ﴾ يُوفُونَ بِٱلنَّذۡرِ ﴿ "Mereka menunaikan nadzar," yaitu apa pun yang mereka wajibkan atas diri mereka sendiri untuk Allah سبحانه وتعالى yang pada asalnya tidak wajib bagi mereka kecuali jika mereka mewajibkannya pada diri mereka sendiri. Per-buatan wajib asli bagi mereka lebih utama dan lebih patut. ﴾ وَيَخَافُونَ يَوۡمٗا كَانَ شَرُّهُۥ مُسۡتَطِيرٗا ﴿ "Dan mereka takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana," yakni, menyebar kemana-mana. Mereka takut men-dapatkan keburukannya sehingga mereka meninggalkan segala sesuatu yang menyebabkannya mendapatkan keburukan itu.
(8-10) ﴾ وَيُطۡعِمُونَ ٱلطَّعَامَ عَلَىٰ حُبِّهِۦ ﴿ "Dan mereka memberikan makanan yang disukainya," yakni, pada saat mereka menyukai harta dan makanan, tapi mereka lebih mementingkan kecintaan terhadap Allah سبحانه وتعالى daripada kecintaan terhadap diri sendiri, (maka mereka menginfakkannya). Dalam memberi makan, mereka selektif untuk memberikannya pada orang yang paling memerlukan, ﴾ مِسۡكِينٗا وَيَتِيمٗا وَأَسِيرًا ﴿ "kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang ditawan," mak-sud mereka memberi makanan dan infak adalah demi mencari ridha Allah سبحانه وتعالى semata. Dengan bahasa kondisi seakan mereka me-nyatakan, ﴾ إِنَّمَا نُطۡعِمُكُمۡ لِوَجۡهِ ٱللَّهِ لَا نُرِيدُ مِنكُمۡ جَزَآءٗ وَلَا شُكُورًا ﴿ "Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula (ucapan) terima kasih," yakni, tidak mengharapkan balasan materi atau sanjungan. ﴾ إِنَّا نَخَافُ مِن رَّبِّنَا يَوۡمًا عَبُوسٗا قَمۡطَرِيرٗا ﴿ "Sesungguhnya kami takut akan (azab) Rabb kami pada suatu hari yang (di hari itu) orang-orang bermuka masam, penuh kesulitan," yakni, sangat menyulitkan, amat buruk, dan sempit.
(11) ﴾ فَوَقَىٰهُمُ ٱللَّهُ شَرَّ ذَٰلِكَ ٱلۡيَوۡمِ ﴿ "Maka Allah memelihara mereka dari kesusahan hari itu," ketakutan dahsyat tidak membuat mereka sedih. Para malaikat menyambut mereka, inilah hari yang dijanjikan pada kalian. ﴾ وَلَقَّىٰهُمۡ نَضۡرَةٗ ﴿ "Dan memberikan kepada mereka kejernihan (wajah)," yakni, memuliakan dan memberikan kejernihan wajah, ﴾ وَسُرُورٗا ﴿ "dan kegembiraan hati," dalam sanubari mereka, sehingga menyatulah untuk mereka kenikmatan lahir dan batin.
(12) ﴾ وَجَزَىٰهُم بِمَا صَبَرُواْ ﴿ "Dan Dia memberi balasan kepada mereka karena kesabaran mereka," karena menaatiNya dan mereka melakukan kebaikan. Mereka juga bersabar menahan diri dari kemaksiatan sehingga mereka meninggalkannya serta bersabar atas ketetapan (takdir) pahit, mereka tidak murka atas takdir itu. (Allah membalas mereka) ﴾ جَنَّةٗ ﴿ "(dengan) surga," yang menyatukan segala kenik-matan yang jauh dari berbagai hal yang mengeruhkan dan mengo-tori, ﴾ وَحَرِيرٗا ﴿ "dan (pakaian) sutra," sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَلِبَاسُهُمۡ فِيهَا حَرِيرٞ 33 ﴿ "Dan pakaian mereka di dalam surga (adalah) sutra." (Al-Hajj: 23 dan Fathir: 33). Sepertinya Allah سبحانه وتعالى hanya menyebut sutra secara khusus karena itulah pakaian lahir mereka yang menunjukkan kondisi kemewahan pemakainya.
(13) ﴾ مُّتَّكِـِٔينَ فِيهَا عَلَى ٱلۡأَرَآئِكِۖ ﴿ "Di dalamnya mereka duduk bertelekan di atas dipan-dipan." Bertelekan adalah duduk nyaman dalam kondisi tenang, nikmat dan sejahtera, dan dipan adalah tempat tidur ber-hampar seprei yang dihiasi. ﴾ لَا يَرَوۡنَ فِيهَا ﴿ "Mereka tidak merasakan di dalamnya," yakni di dalam surga, ﴾ شَمۡسٗا ﴿ "(teriknya) matahari," yang panasnya mengganggu mereka, ﴾ وَلَا زَمۡهَرِيرٗا ﴿ "dan tidak pula dingin yang menyengat," yakni cuaca yang amat dingin, tapi seluruh waktu mereka berada di bawah naungan teduh, tidak panas dan tidak dingin yang membuat raga mereka merasa nikmat, yang tidak merasakan panas dan dingin.
(14) ﴾ وَدَانِيَةً عَلَيۡهِمۡ ظِلَٰلُهَا وَذُلِّلَتۡ قُطُوفُهَا تَذۡلِيلٗا ﴿ "Dan naungan (pohon-pohon surga itu) dekat di atas mereka dan buahnya dimudahkan memetiknya semudah-mudahnya," yaitu buah-buahannya didekatkan bagi orang yang menginginkannya. Ia mendapatkannya dalam keadaan ber-diri, duduk, atau berbaring.
(15-16) ﴾ وَيُطَافُ عَلَيۡهِم ﴿ "Dan diedarkan kepada mereka," maksud-nya anak-anak kecil dan para pelayan surga mengelilingi ahli surga ﴾ بِـَٔانِيَةٖ مِّن فِضَّةٖ وَأَكۡوَابٖ كَانَتۡ قَوَارِيرَا۠ 15 قَوَارِيرَاْ مِن فِضَّةٖ ﴿ "dengan membawa bejana-bejana dari perak, dan piala-piala yang bening laksana kristal, (yaitu) kristal-kristal (yang terbuat) dari perak," yaitu bahannya terbuat dari perak dan bejana-bejana itu amat bening. Ini adalah salah satu dari berbagai hal yang menakjubkan. Perak tebal terbuat dari bahan putih dan baik berada di atas bejana bening. ﴾ قَدَّرُوهَا تَقۡدِيرٗا ﴿ "Yang telah mereka ukur dengan sebaik-baiknya," mereka ukur bejana-bejana itu sesuai ukuran pemiliknya, tidak kurang dan tidak lebih, sebab andai lebih banyak bisa mengurangi kenikmatannya dan andai kurang tidak cukup bagi pemiliknya. Kemungkinan lain yang dimaksud adalah peng-huni surga mengukur dengan ukuran yang sesuai dengan selera mereka. Bejana-bejana hadir sesuai ukuran yang ditentukan oleh benak mereka.
(17-18) ﴾ وَيُسۡقَوۡنَ فِيهَا كَأۡسٗا ﴿ "Di dalam surga itu mereka diberi minum segelas (minuman)," yakni, bejana yang berisi arak dan minuman nikmat, ﴾ كَانَ مِزَاجُهَا زَنجَبِيلًا ﴿ "yang campurannya adalah jahe," agar rasa dan aromanya nikmat, ﴾ عَيۡنٗا فِيهَا تُسَمَّىٰ سَلۡسَبِيلٗا ﴿ "(yang didatangkan dari) sebuah mata air surga yang dinamakan salsabil," disebut demikian karena silih berganti, rasa nikmat dan bagusnya.
(19) ﴾ وَيَطُوفُ ﴿ "Dan mereka dikelilingi," para penghuni surga dengan makanan, minuman, dan para pelayan, ﴾ وِلۡدَٰنٞ مُّخَلَّدُونَ ﴿ "oleh pelayan-pelayan muda yang tetap muda," yaitu mereka diciptakan dari surga untuk tetap ada selamanya. Mereka tidak berubah dan tidak beranjak tua, mereka amat rupawan. ﴾ إِذَا رَأَيۡتَهُمۡ ﴿ "Apabila kamu melihat mereka," yang bertebaran melayani kalian, ﴾ حَسِبۡتَهُمۡ ﴿ "kamu akan mengira mereka," karena kerupawanan mereka, ﴾ لُؤۡلُؤٗا مَّنثُورٗا ﴿ "mu-tiara yang bertaburan." Ini adalah salah satu kesempurnaan nikmat penghuni surga. Para pelayan mereka adalah pemuda yang kekal, yang bila dilihat, membuat senang. Mereka masuk dalam kediaman penghuni surga dengan aman. Mereka datang ketika diinginkan oleh para penghuni surga dan dikehendaki oleh diri-diri mereka.
(20) ﴾ وَإِذَا رَأَيۡتَ ثَمَّ ﴿ "Dan apabila kamu melihat di sana (surga)," yaitu bila kau melihat kenikmatan sempurna penghuni surga, ﴾ رَأَيۡتَ نَعِيمٗا وَمُلۡكٗا كَبِيرًا ﴿ "niscaya kamu akan melihat berbagai macam kenikmatan dan kera-jaan yang besar." Engkau akan melihat masing-masing penghuni surga memiliki istana, kediaman, dan kamar-kamar yang dihiasi, yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata, masing-masing me-miliki kebun penuh bunga, tanaman dekat, buah-buahan nikmat, sungai mengalir, kebun menakjubkan, burung-burung berkicau yang menarik hati dan membahagiakan jiwa. Ia memiliki istri-istri yang amat cantik dan baik dan menyatukan antara kecantikan lahir dan batin. Mereka adalah wanita-wanita cantik dan baik yang memenuhi kebahagiaan dan kenikmatan hati. Di sekelilingnya banyak anak-anak yang kekal dan pelayan abadi, yang dengannya didapatkan kenikmatan dan ketenangan. Kenikmatan hidup men-jadi sempurna. Dan yang paling agung dari semua itu adalah men-dapatkan keridhaan Rabb Yang Maha Penyayang dan mendengar-kan kata-kataNya, nikmatnya berada dekat denganNya serta berbahagia dengan keridhaan dan keabadian selamanya. Semua kenikmatan yang ada di dalam surga kian waktu kian bertambah. Mahasuci Allah Yang Menguasai kerajaan, Yang Mahabenar lagi Nyata, yang simpanan rahmatNya tidak pernah habis dan kebaik-anNya tidak pernah berkurang sebagaimana sifat-sifatNya yang tidak ada akhirnya. Tidak ada kata akhir untuk kebaikan dan dermaNya.
(21) ﴾ عَٰلِيَهُمۡ ثِيَابُ سُندُسٍ خُضۡرٞ ﴿ "Mereka memakai pakaian sutra halus yang hijau," yakni, mereka mengenakan pakaian sutra tebal dan sutra halus berwarna hijau, di mana keduanya adalah jenis sutra paling mewah. Sundus adalah sutra tebal sedangkan istabraq adalah sutra tipis dan halus. ﴾ وَحُلُّوٓاْ أَسَاوِرَ مِن فِضَّةٖ ﴿ "Dan dipakaikan kepada mereka gelang yang terbuat dari perak," di tangan mereka diberi perhiasan gelang perak, baik yang lelaki maupun yang perempuan. Ini adalah janji Allah سبحانه وتعالى, dan janjiNya pasti terlaksana, sebab tidak ada yang lebih benar perkataannya melebihi Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَسَقَىٰهُمۡ رَبُّهُمۡ شَرَابٗا طَهُورًا ﴿ "Dan Rabb mereka memberikan kepada mereka minuman yang bersih," yakni minuman yang tidak ada kotorannya sama sekali sekaligus membersihkan perut mereka dari segala penyakit dan kotoran.
(22) ﴾ إِنَّ هَٰذَا ﴿ "Sesungguhnya ini," yakni, balasan besar dan pemberian indah ini ﴾ كَانَ لَكُمۡ جَزَآءٗ ﴿ "adalah balasan untukmu," atas amal perbuatan baik yang telah kalian lakukan. ﴾ وَكَانَ سَعۡيُكُم مَّشۡكُورًا ﴿ "Dan usahamu adalah disyukuri (diberi balasan)," yakni, amal perbuatan baik meski sedikit akan dibalas oleh Allah سبحانه وتعالى dengan nikmat abadi bagimu yang tidak mungkin bisa dihitung.
(23) Allah سبحانه وتعالى berfirman setelah menyebutkan kenikmatan penghuni surga, ﴾ إِنَّا نَحۡنُ نَزَّلۡنَا عَلَيۡكَ ٱلۡقُرۡءَانَ تَنزِيلٗا ﴿ "Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Qur`an kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur," di dalamnya terdapat janji dan ancaman, serta penjelasan segala sesuatu yang diperlukan oleh para hamba. Di dalamnya terdapat perintah untuk menunaikan semua perintah-perintah Allah سبحانه وتعالى, syariat-syariatNya, serta berusaha untuk menunaikannya secara sempurna dan bersabar atas hal itu.
(24) Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَٱصۡبِرۡ لِحُكۡمِ رَبِّكَ وَلَا تُطِعۡ مِنۡهُمۡ ءَاثِمًا أَوۡ كَفُورٗا ﴿ "Maka bersabarlah kamu untuk (melaksanakan) ketetapan Rabbmu, dan janganlah kamu ikuti orang yang berdosa dan orang yang kafir di antara mereka." Yakni, bersabarlah atas ketetapan takdir Allah سبحانه وتعالى, jangan kau memurkainya dan bersabarlah atas ketetapan Agama-Nya. Tetap laksanakan, jangan sampai ada yang menghalangi. ﴾ وَلَا تُطِعۡ ﴿ "Dan janganlah kamu ikuti," orang-orang yang menentang yang ingin menghalangimu, baik ﴾ ءَاثِمًا ﴿ "orang yang berdosa," yang me-ngerjakan dosa dan kemaksiatan, ﴾ أَوۡ كَفُورٗا ﴿ "atau orang yang kafir," karena menuruti orang-orang kafir, keji, dan fasik pastilah merupa-kan kemaksiatan terhadap Allah سبحانه وتعالى, karena mereka tidak meme-rintah sesuatu kecuali berdasarkan keinginan hawa nafsu mereka.
(25) Karena sabar amat membantu dalam menunaikan ketaatan dan memperbanyak berdzikir (mengingat dan menyebut Allah), Allah سبحانه وتعالى memerintahkan hal itu seraya berfirman, ﴾ وَٱذۡكُرِ ٱسۡمَ رَبِّكَ بُكۡرَةٗ وَأَصِيلٗا ﴿ "Dan sebutlah nama Rabbmu pada (waktu) pagi dan petang," yakni, di permulaan dan di akhir siang, termasuk di dalamnya shalat-shalat wajib dan shalat-shalat pengiring, berupa shalat sunnah, dzikir, tasbih, tahlil, dan takbir di waktu-waktu tersebut.
(26) ﴾ وَمِنَ ٱلَّيۡلِ فَٱسۡجُدۡ لَهُۥ ﴿ "Dan pada sebagian dari malam, maka sujudlah kepadaNya," yakni, perbanyaklah bersujud padaNya, dan ini mencakup banyaknya shalat, ﴾ وَسَبِّحۡهُ لَيۡلٗا طَوِيلًا ﴿ "dan bertasbihlah kepadaNya pada malam yang panjang." Telah disebutkan sebelumnya pembatasan terhadap kemutlakan ayat ini, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمُزَّمِّلُ 1 قُمِ ٱلَّيۡلَ إِلَّا قَلِيلٗا 2 نِّصۡفَهُۥٓ أَوِ ٱنقُصۡ مِنۡهُ قَلِيلًا 3 أَوۡ زِدۡ عَلَيۡهِ وَرَتِّلِ ٱلۡقُرۡءَانَ تَرۡتِيلًا 4 ﴿ "Hai orang yang berselimut (Muhammad), bangunlah (untuk shalat) di malam hari, kecuali sedikit (dari padanya), (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit, atau lebih dari seperdua itu, dan bacalah al-Qur`an itu dengan perlahan-lahan." (Al-Muzzammil: 1-4).
(27) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ ﴿ "Sesungguhnya mereka (orang kafir)," yakni, orang-orang yang mendustakanmu wahai Rasul setelah tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى jelas bagi mereka dan setelah mereka diberi kabar gembira dan ancaman meski demikian hal itu tidak berguna bagi mereka sama sekali bahkan mereka tetap mengutamakan, ﴾ ٱلۡعَاجِلَةَ ﴿ "kehidupan dunia," dan merasa tenang pa-danya, ﴾ وَيَذَرُونَ ﴿ "dan mereka tidak mempedulikan," yakni tidak beramal dan mengacuhkan, ﴾ وَرَآءَهُمۡ ﴿ "kesudahan mereka," yakni, di hadapan mereka, ﴾ يَوۡمٗا ثَقِيلٗا ﴿ "pada hari yang berat (Hari Akhirat)," yaitu Hari Kiamat yang ukurannya selama lima puluh ribu tahun dari hari-hari yang biasa kalian hitung. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ يَقُولُ ٱلۡكَٰفِرُونَ هَٰذَا يَوۡمٌ عَسِرٞ 8 ﴿ "Orang-orang kafir berkata, 'Ini adalah hari yang sulit'." (Al-Qamar: 8). Seolah-olah mereka hanya diciptakan untuk hidup di dunia dan menetap di atasnya.
(28) Kemudian Allah سبحانه وتعالى menunjukkan dalil kepada mereka atas kebangkitan mereka dengan dalil aqli, yaitu dalil permulaan penciptaan seraya berfirman, ﴾ نَّحۡنُ خَلَقۡنَٰهُمۡ ﴿ "Kami telah menciptakan mereka," yakni, Kami ciptakan mereka setelah sebelumnya mereka tidak ada, ﴾ وَشَدَدۡنَآ أَسۡرَهُمۡۖ ﴿ "dan menguatkan persendian tubuh mereka," yakni, Kami kokohkan tubuh, urat, otot, nadi, kekuatan lahir dan kekuatan batin hingga tubuh sempurna, supaya mampu untuk melakukan apa saja yang diinginkan. Dzat Yang menciptakan mereka dalam kondisi seperti ini mampu untuk mengembalikan mereka setelah mereka mati untuk mendapatkan balasan atas amal perbuatan yang mereka lakukan. Dzat yang memindahkan mereka di alam ini dalam berbagai fase tentu tidak sepatutnya membiarkan mereka sia-sia, lalu tidak diperintah, tidak dilarang, tidak diberi pahala dan tidak disiksa. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَإِذَا شِئۡنَا بَدَّلۡنَآ أَمۡثَٰلَهُمۡ تَبۡدِيلًا ﴿ "Apabila Kami menghendaki, Kami sungguh-sungguh meng-ganti (mereka) dengan orang-orang yang serupa dengan mereka," yakni, Kami akan menghidupkan kalian pada Hari Kebangkitan dengan kehidupan lain dan Kami kembalikan kalian dengan diri-diri ka-lian; mereka adalah orang-orang serupa dan memang diri mereka sendiri.
(29) ﴾ إِنَّ هَٰذِهِۦ تَذۡكِرَةٞۖ ﴿ "Sesungguhnya (ayat-ayat) ini adalah suatu peringatan," yang dijadikan peringatan bagi orang yang beriman sehingga bisa memanfaatkan peringatan dan kabar gembira yang ada di dalamnya. ﴾ فَمَن شَآءَ ٱتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ سَبِيلٗا ﴿ "Maka barangsiapa menghen-daki (kebaikan bagi dirinya) niscaya dia mengambil jalan kepada Rabbnya," yakni, jalan yang mengantarkan padaNya. Allah سبحانه وتعالى telah menjelas-kan kebenaran dan petunjuk, kemudian memberikan pilihan pada manusia antara menempuh jalan tersebut atau lari darinya; dan itu sebagai penegakan hujjah baginya. Agar orang yang celaka binasa setelah ada penjelasan dan hiduplah orang yang hidup setelah ada penjelasan.
(30) ﴾ وَمَا تَشَآءُونَ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُۚ ﴿ "Dan kamu tidak mampu (menempuh jalan itu), kecuali bila dikehendaki Allah" karena sesungguhnya kehen-dak Allah سبحانه وتعالى pasti terlaksana. ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيمًا حَكِيمٗا ﴿ "Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana," Allah سبحانه وتعالى memiliki kebijaksa-naan dalam memberi petunjuk orang yang mendapatkan hidayah dan menyesatkan orang yang tersesat.
(31) ﴾ يُدۡخِلُ مَن يَشَآءُ فِي رَحۡمَتِهِۦۚ ﴿ "Dia memasukkan siapa yang dikehen-dakiNya ke dalam rahmatNya (surga)," lalu Allah سبحانه وتعالى mengkhususkan pertolongan baginya dan menunjukkannya pada sebab-sebab kebahagiaan serta menunjukkannya pada jalan-jalan Allah سبحانه وتعالى. ﴾ وَٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Dan bagi orang-orang zhalim," yang cenderung memilih kesengsaraan daripada petunjuk, ﴾ أَعَدَّ لَهُمۡ عَذَابًا أَلِيمَۢا ﴿ "disediakanNya azab yang pedih," karena kezhaliman dan permusuhan mereka.
Selesai. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى.[131]
Al-Mursalat 77:1
"Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa ke-baikan, dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Rabbnya) dengan seluas-luasnya, dan (malaikat-malaikat) yang membeda-kan (antara yang haq dan yang batil) dengan sejelas-jelasnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu, untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan, sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu itu pasti terjadi. Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan, dan apabila langit telah dibelah, dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu, dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka), (niscaya dikatakan kepada mereka), 'Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu).' Sampai hari keputusan. Dan tahukah kamu apakah hari keputusan itu? Kecelakaan yang besar-lah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mur-salat: 1-15).
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
(1-6) Allah سبحانه وتعالى bersumpah atas kebangkitan dan pembalasan terhadap amal-amal. ﴾ وَٱلۡمُرۡسَلَٰتِ عُرۡفٗا ﴿ "Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan," mereka adalah para malaikat yang diutus Allah سبحانه وتعالى untuk masalah-masalah takdir dan pengaturan alam serta untuk masalah-masalah syariat dan wahyu kepada para RasulNya, ﴾ عُرۡفٗا ﴿ "yang diutus untuk membawa kebaikan," adalah salah satu kon-disi dari para malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan tadi, yaitu diutus untuk kebaikan, hikmah dan kemaslahatan, bukan diutus untuk kemungkaran dan perbuatan sia-sia. ﴾ فَٱلۡعَٰصِفَٰتِ عَصۡفٗا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya," mereka juga para malaikat yang diutus oleh Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى menyebut-kan sifatnya yang amat cepat melakukan perintahNya dan cepatnya mereka menunaikan perintah-perintah Allah سبحانه وتعالى seperti perintah agar angin beriup kencang. Atau yang dimaksud dengan sangat kencang dalam ayat ini adalah angin yang berhembus dengan ken-cang. ﴾ وَٱلنَّٰشِرَٰتِ نَشۡرٗا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Rabbnya) dengan seluas-luasnya." Kemungkinan yang dimaksud adalah para malaikat yang menyebarkan segala sesuatu yang telah diatur untuk disebarkan. Atau yang dimaksud adalah mendung yang dikirim Allah سبحانه وتعالى untuk menghidupkan bumi setelah sebelum-nya mati. ﴾ فَٱلۡمُلۡقِيَٰتِ ذِكۡرًا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu," mereka adalah para malaikat yang menyampaikan perin-tah-perintah mulia berupa peringatan yang dengannya Allah سبحانه وتعالى merahmati para hambaNya. Allah سبحانه وتعالى mengingatkan manfaat dan kepentingan mereka di dalam peringatan itu yang disampaikan pada para rasulNya, ﴾ عُذۡرًا أَوۡ نُذۡرًا ﴿ "untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan," yakni untuk memberi alasan dan peringatan bagi manusia. Mengingatkan manusia akan berbagai hal mengeri-kan yang ada di hadapan mereka serta untuk menolak alasan-alasan mereka sehingga mereka tidak memiliki hujjah atas Allah سبحانه وتعالى.
(7) ﴾ إِنَّمَا تُوعَدُونَ ﴿ "Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu," berupa Hari Kebangkitan dan pembalasan amal perbuatan, ﴾ لَوَٰقِعٞ ﴿ "itu pasti terjadi," yakni, jelas-jelas akan terjadi tanpa ragu dan bim-bang.
(8-14) Bila sudah terjadi, terjadilah perubahan pada alam dan huru hara hebat yang menakutkan hati dan memperbesar ben-cana. Bintang-bintang lenyap bertaburan dan hilang dari tempat-nya. Gunung beterbangan seperti debu yang ditaburkan. Gunung dan bumi menjadi datar sama sekali, tidak terlihat adanya gun-dukan dan tidak ada bukit. Itulah hari di mana ﴾ ٱلرُّسُلُ أُقِّتَتۡ ﴿ "Rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka)," dan disegerakan putusan antara mereka dan kaum mereka. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ لِأَيِّ يَوۡمٍ أُجِّلَتۡ ﴿ "Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu)?" Kata tanya ini untuk memperbesar, mengagungkan, dan membuat takut. Selanjutnya dijawab dengan FirmanNya, ﴾ لِيَوۡمِ ٱلۡفَصۡلِ ﴿ "Sampai hari keputusan," antara manusia satu sama lain dan perhitungan amal mereka satu persatu.
(15) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengancam orang yang mendusta-kan hari ini seraya berfirman, ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besar-lah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan," yakni, alangkah celakanya mereka, alangkah besar siksaan mereka dan alangkah buruknya tempat kembali mereka. Allah سبحانه وتعالى memberitahu mereka dan bersumpah pada mereka, tapi mereka tidak membenarkannya. Karena itulah mereka berhak mendapatkan siksaan berat.
Al-Mursalat 77:2
"Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa ke-baikan, dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Rabbnya) dengan seluas-luasnya, dan (malaikat-malaikat) yang membeda-kan (antara yang haq dan yang batil) dengan sejelas-jelasnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu, untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan, sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu itu pasti terjadi. Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan, dan apabila langit telah dibelah, dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu, dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka), (niscaya dikatakan kepada mereka), 'Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu).' Sampai hari keputusan. Dan tahukah kamu apakah hari keputusan itu? Kecelakaan yang besar-lah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mur-salat: 1-15).
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
(1-6) Allah سبحانه وتعالى bersumpah atas kebangkitan dan pembalasan terhadap amal-amal. ﴾ وَٱلۡمُرۡسَلَٰتِ عُرۡفٗا ﴿ "Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan," mereka adalah para malaikat yang diutus Allah سبحانه وتعالى untuk masalah-masalah takdir dan pengaturan alam serta untuk masalah-masalah syariat dan wahyu kepada para RasulNya, ﴾ عُرۡفٗا ﴿ "yang diutus untuk membawa kebaikan," adalah salah satu kon-disi dari para malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan tadi, yaitu diutus untuk kebaikan, hikmah dan kemaslahatan, bukan diutus untuk kemungkaran dan perbuatan sia-sia. ﴾ فَٱلۡعَٰصِفَٰتِ عَصۡفٗا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya," mereka juga para malaikat yang diutus oleh Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى menyebut-kan sifatnya yang amat cepat melakukan perintahNya dan cepatnya mereka menunaikan perintah-perintah Allah سبحانه وتعالى seperti perintah agar angin beriup kencang. Atau yang dimaksud dengan sangat kencang dalam ayat ini adalah angin yang berhembus dengan ken-cang. ﴾ وَٱلنَّٰشِرَٰتِ نَشۡرٗا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Rabbnya) dengan seluas-luasnya." Kemungkinan yang dimaksud adalah para malaikat yang menyebarkan segala sesuatu yang telah diatur untuk disebarkan. Atau yang dimaksud adalah mendung yang dikirim Allah سبحانه وتعالى untuk menghidupkan bumi setelah sebelum-nya mati. ﴾ فَٱلۡمُلۡقِيَٰتِ ذِكۡرًا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu," mereka adalah para malaikat yang menyampaikan perin-tah-perintah mulia berupa peringatan yang dengannya Allah سبحانه وتعالى merahmati para hambaNya. Allah سبحانه وتعالى mengingatkan manfaat dan kepentingan mereka di dalam peringatan itu yang disampaikan pada para rasulNya, ﴾ عُذۡرًا أَوۡ نُذۡرًا ﴿ "untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan," yakni untuk memberi alasan dan peringatan bagi manusia. Mengingatkan manusia akan berbagai hal mengeri-kan yang ada di hadapan mereka serta untuk menolak alasan-alasan mereka sehingga mereka tidak memiliki hujjah atas Allah سبحانه وتعالى.
(7) ﴾ إِنَّمَا تُوعَدُونَ ﴿ "Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu," berupa Hari Kebangkitan dan pembalasan amal perbuatan, ﴾ لَوَٰقِعٞ ﴿ "itu pasti terjadi," yakni, jelas-jelas akan terjadi tanpa ragu dan bim-bang.
(8-14) Bila sudah terjadi, terjadilah perubahan pada alam dan huru hara hebat yang menakutkan hati dan memperbesar ben-cana. Bintang-bintang lenyap bertaburan dan hilang dari tempat-nya. Gunung beterbangan seperti debu yang ditaburkan. Gunung dan bumi menjadi datar sama sekali, tidak terlihat adanya gun-dukan dan tidak ada bukit. Itulah hari di mana ﴾ ٱلرُّسُلُ أُقِّتَتۡ ﴿ "Rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka)," dan disegerakan putusan antara mereka dan kaum mereka. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ لِأَيِّ يَوۡمٍ أُجِّلَتۡ ﴿ "Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu)?" Kata tanya ini untuk memperbesar, mengagungkan, dan membuat takut. Selanjutnya dijawab dengan FirmanNya, ﴾ لِيَوۡمِ ٱلۡفَصۡلِ ﴿ "Sampai hari keputusan," antara manusia satu sama lain dan perhitungan amal mereka satu persatu.
(15) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengancam orang yang mendusta-kan hari ini seraya berfirman, ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besar-lah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan," yakni, alangkah celakanya mereka, alangkah besar siksaan mereka dan alangkah buruknya tempat kembali mereka. Allah سبحانه وتعالى memberitahu mereka dan bersumpah pada mereka, tapi mereka tidak membenarkannya. Karena itulah mereka berhak mendapatkan siksaan berat.
Al-Mursalat 77:3
"Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa ke-baikan, dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Rabbnya) dengan seluas-luasnya, dan (malaikat-malaikat) yang membeda-kan (antara yang haq dan yang batil) dengan sejelas-jelasnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu, untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan, sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu itu pasti terjadi. Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan, dan apabila langit telah dibelah, dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu, dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka), (niscaya dikatakan kepada mereka), 'Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu).' Sampai hari keputusan. Dan tahukah kamu apakah hari keputusan itu? Kecelakaan yang besar-lah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mur-salat: 1-15).
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
(1-6) Allah سبحانه وتعالى bersumpah atas kebangkitan dan pembalasan terhadap amal-amal. ﴾ وَٱلۡمُرۡسَلَٰتِ عُرۡفٗا ﴿ "Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan," mereka adalah para malaikat yang diutus Allah سبحانه وتعالى untuk masalah-masalah takdir dan pengaturan alam serta untuk masalah-masalah syariat dan wahyu kepada para RasulNya, ﴾ عُرۡفٗا ﴿ "yang diutus untuk membawa kebaikan," adalah salah satu kon-disi dari para malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan tadi, yaitu diutus untuk kebaikan, hikmah dan kemaslahatan, bukan diutus untuk kemungkaran dan perbuatan sia-sia. ﴾ فَٱلۡعَٰصِفَٰتِ عَصۡفٗا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya," mereka juga para malaikat yang diutus oleh Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى menyebut-kan sifatnya yang amat cepat melakukan perintahNya dan cepatnya mereka menunaikan perintah-perintah Allah سبحانه وتعالى seperti perintah agar angin beriup kencang. Atau yang dimaksud dengan sangat kencang dalam ayat ini adalah angin yang berhembus dengan ken-cang. ﴾ وَٱلنَّٰشِرَٰتِ نَشۡرٗا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Rabbnya) dengan seluas-luasnya." Kemungkinan yang dimaksud adalah para malaikat yang menyebarkan segala sesuatu yang telah diatur untuk disebarkan. Atau yang dimaksud adalah mendung yang dikirim Allah سبحانه وتعالى untuk menghidupkan bumi setelah sebelum-nya mati. ﴾ فَٱلۡمُلۡقِيَٰتِ ذِكۡرًا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu," mereka adalah para malaikat yang menyampaikan perin-tah-perintah mulia berupa peringatan yang dengannya Allah سبحانه وتعالى merahmati para hambaNya. Allah سبحانه وتعالى mengingatkan manfaat dan kepentingan mereka di dalam peringatan itu yang disampaikan pada para rasulNya, ﴾ عُذۡرًا أَوۡ نُذۡرًا ﴿ "untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan," yakni untuk memberi alasan dan peringatan bagi manusia. Mengingatkan manusia akan berbagai hal mengeri-kan yang ada di hadapan mereka serta untuk menolak alasan-alasan mereka sehingga mereka tidak memiliki hujjah atas Allah سبحانه وتعالى.
(7) ﴾ إِنَّمَا تُوعَدُونَ ﴿ "Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu," berupa Hari Kebangkitan dan pembalasan amal perbuatan, ﴾ لَوَٰقِعٞ ﴿ "itu pasti terjadi," yakni, jelas-jelas akan terjadi tanpa ragu dan bim-bang.
(8-14) Bila sudah terjadi, terjadilah perubahan pada alam dan huru hara hebat yang menakutkan hati dan memperbesar ben-cana. Bintang-bintang lenyap bertaburan dan hilang dari tempat-nya. Gunung beterbangan seperti debu yang ditaburkan. Gunung dan bumi menjadi datar sama sekali, tidak terlihat adanya gun-dukan dan tidak ada bukit. Itulah hari di mana ﴾ ٱلرُّسُلُ أُقِّتَتۡ ﴿ "Rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka)," dan disegerakan putusan antara mereka dan kaum mereka. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ لِأَيِّ يَوۡمٍ أُجِّلَتۡ ﴿ "Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu)?" Kata tanya ini untuk memperbesar, mengagungkan, dan membuat takut. Selanjutnya dijawab dengan FirmanNya, ﴾ لِيَوۡمِ ٱلۡفَصۡلِ ﴿ "Sampai hari keputusan," antara manusia satu sama lain dan perhitungan amal mereka satu persatu.
(15) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengancam orang yang mendusta-kan hari ini seraya berfirman, ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besar-lah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan," yakni, alangkah celakanya mereka, alangkah besar siksaan mereka dan alangkah buruknya tempat kembali mereka. Allah سبحانه وتعالى memberitahu mereka dan bersumpah pada mereka, tapi mereka tidak membenarkannya. Karena itulah mereka berhak mendapatkan siksaan berat.
Al-Mursalat 77:4
"Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa ke-baikan, dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Rabbnya) dengan seluas-luasnya, dan (malaikat-malaikat) yang membeda-kan (antara yang haq dan yang batil) dengan sejelas-jelasnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu, untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan, sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu itu pasti terjadi. Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan, dan apabila langit telah dibelah, dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu, dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka), (niscaya dikatakan kepada mereka), 'Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu).' Sampai hari keputusan. Dan tahukah kamu apakah hari keputusan itu? Kecelakaan yang besar-lah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mur-salat: 1-15).
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
(1-6) Allah سبحانه وتعالى bersumpah atas kebangkitan dan pembalasan terhadap amal-amal. ﴾ وَٱلۡمُرۡسَلَٰتِ عُرۡفٗا ﴿ "Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan," mereka adalah para malaikat yang diutus Allah سبحانه وتعالى untuk masalah-masalah takdir dan pengaturan alam serta untuk masalah-masalah syariat dan wahyu kepada para RasulNya, ﴾ عُرۡفٗا ﴿ "yang diutus untuk membawa kebaikan," adalah salah satu kon-disi dari para malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan tadi, yaitu diutus untuk kebaikan, hikmah dan kemaslahatan, bukan diutus untuk kemungkaran dan perbuatan sia-sia. ﴾ فَٱلۡعَٰصِفَٰتِ عَصۡفٗا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya," mereka juga para malaikat yang diutus oleh Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى menyebut-kan sifatnya yang amat cepat melakukan perintahNya dan cepatnya mereka menunaikan perintah-perintah Allah سبحانه وتعالى seperti perintah agar angin beriup kencang. Atau yang dimaksud dengan sangat kencang dalam ayat ini adalah angin yang berhembus dengan ken-cang. ﴾ وَٱلنَّٰشِرَٰتِ نَشۡرٗا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Rabbnya) dengan seluas-luasnya." Kemungkinan yang dimaksud adalah para malaikat yang menyebarkan segala sesuatu yang telah diatur untuk disebarkan. Atau yang dimaksud adalah mendung yang dikirim Allah سبحانه وتعالى untuk menghidupkan bumi setelah sebelum-nya mati. ﴾ فَٱلۡمُلۡقِيَٰتِ ذِكۡرًا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu," mereka adalah para malaikat yang menyampaikan perin-tah-perintah mulia berupa peringatan yang dengannya Allah سبحانه وتعالى merahmati para hambaNya. Allah سبحانه وتعالى mengingatkan manfaat dan kepentingan mereka di dalam peringatan itu yang disampaikan pada para rasulNya, ﴾ عُذۡرًا أَوۡ نُذۡرًا ﴿ "untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan," yakni untuk memberi alasan dan peringatan bagi manusia. Mengingatkan manusia akan berbagai hal mengeri-kan yang ada di hadapan mereka serta untuk menolak alasan-alasan mereka sehingga mereka tidak memiliki hujjah atas Allah سبحانه وتعالى.
(7) ﴾ إِنَّمَا تُوعَدُونَ ﴿ "Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu," berupa Hari Kebangkitan dan pembalasan amal perbuatan, ﴾ لَوَٰقِعٞ ﴿ "itu pasti terjadi," yakni, jelas-jelas akan terjadi tanpa ragu dan bim-bang.
(8-14) Bila sudah terjadi, terjadilah perubahan pada alam dan huru hara hebat yang menakutkan hati dan memperbesar ben-cana. Bintang-bintang lenyap bertaburan dan hilang dari tempat-nya. Gunung beterbangan seperti debu yang ditaburkan. Gunung dan bumi menjadi datar sama sekali, tidak terlihat adanya gun-dukan dan tidak ada bukit. Itulah hari di mana ﴾ ٱلرُّسُلُ أُقِّتَتۡ ﴿ "Rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka)," dan disegerakan putusan antara mereka dan kaum mereka. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ لِأَيِّ يَوۡمٍ أُجِّلَتۡ ﴿ "Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu)?" Kata tanya ini untuk memperbesar, mengagungkan, dan membuat takut. Selanjutnya dijawab dengan FirmanNya, ﴾ لِيَوۡمِ ٱلۡفَصۡلِ ﴿ "Sampai hari keputusan," antara manusia satu sama lain dan perhitungan amal mereka satu persatu.
(15) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengancam orang yang mendusta-kan hari ini seraya berfirman, ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besar-lah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan," yakni, alangkah celakanya mereka, alangkah besar siksaan mereka dan alangkah buruknya tempat kembali mereka. Allah سبحانه وتعالى memberitahu mereka dan bersumpah pada mereka, tapi mereka tidak membenarkannya. Karena itulah mereka berhak mendapatkan siksaan berat.
Al-Mursalat 77:5
"Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa ke-baikan, dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Rabbnya) dengan seluas-luasnya, dan (malaikat-malaikat) yang membeda-kan (antara yang haq dan yang batil) dengan sejelas-jelasnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu, untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan, sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu itu pasti terjadi. Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan, dan apabila langit telah dibelah, dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu, dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka), (niscaya dikatakan kepada mereka), 'Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu).' Sampai hari keputusan. Dan tahukah kamu apakah hari keputusan itu? Kecelakaan yang besar-lah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mur-salat: 1-15).
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
(1-6) Allah سبحانه وتعالى bersumpah atas kebangkitan dan pembalasan terhadap amal-amal. ﴾ وَٱلۡمُرۡسَلَٰتِ عُرۡفٗا ﴿ "Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan," mereka adalah para malaikat yang diutus Allah سبحانه وتعالى untuk masalah-masalah takdir dan pengaturan alam serta untuk masalah-masalah syariat dan wahyu kepada para RasulNya, ﴾ عُرۡفٗا ﴿ "yang diutus untuk membawa kebaikan," adalah salah satu kon-disi dari para malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan tadi, yaitu diutus untuk kebaikan, hikmah dan kemaslahatan, bukan diutus untuk kemungkaran dan perbuatan sia-sia. ﴾ فَٱلۡعَٰصِفَٰتِ عَصۡفٗا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya," mereka juga para malaikat yang diutus oleh Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى menyebut-kan sifatnya yang amat cepat melakukan perintahNya dan cepatnya mereka menunaikan perintah-perintah Allah سبحانه وتعالى seperti perintah agar angin beriup kencang. Atau yang dimaksud dengan sangat kencang dalam ayat ini adalah angin yang berhembus dengan ken-cang. ﴾ وَٱلنَّٰشِرَٰتِ نَشۡرٗا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Rabbnya) dengan seluas-luasnya." Kemungkinan yang dimaksud adalah para malaikat yang menyebarkan segala sesuatu yang telah diatur untuk disebarkan. Atau yang dimaksud adalah mendung yang dikirim Allah سبحانه وتعالى untuk menghidupkan bumi setelah sebelum-nya mati. ﴾ فَٱلۡمُلۡقِيَٰتِ ذِكۡرًا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu," mereka adalah para malaikat yang menyampaikan perin-tah-perintah mulia berupa peringatan yang dengannya Allah سبحانه وتعالى merahmati para hambaNya. Allah سبحانه وتعالى mengingatkan manfaat dan kepentingan mereka di dalam peringatan itu yang disampaikan pada para rasulNya, ﴾ عُذۡرًا أَوۡ نُذۡرًا ﴿ "untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan," yakni untuk memberi alasan dan peringatan bagi manusia. Mengingatkan manusia akan berbagai hal mengeri-kan yang ada di hadapan mereka serta untuk menolak alasan-alasan mereka sehingga mereka tidak memiliki hujjah atas Allah سبحانه وتعالى.
(7) ﴾ إِنَّمَا تُوعَدُونَ ﴿ "Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu," berupa Hari Kebangkitan dan pembalasan amal perbuatan, ﴾ لَوَٰقِعٞ ﴿ "itu pasti terjadi," yakni, jelas-jelas akan terjadi tanpa ragu dan bim-bang.
(8-14) Bila sudah terjadi, terjadilah perubahan pada alam dan huru hara hebat yang menakutkan hati dan memperbesar ben-cana. Bintang-bintang lenyap bertaburan dan hilang dari tempat-nya. Gunung beterbangan seperti debu yang ditaburkan. Gunung dan bumi menjadi datar sama sekali, tidak terlihat adanya gun-dukan dan tidak ada bukit. Itulah hari di mana ﴾ ٱلرُّسُلُ أُقِّتَتۡ ﴿ "Rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka)," dan disegerakan putusan antara mereka dan kaum mereka. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ لِأَيِّ يَوۡمٍ أُجِّلَتۡ ﴿ "Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu)?" Kata tanya ini untuk memperbesar, mengagungkan, dan membuat takut. Selanjutnya dijawab dengan FirmanNya, ﴾ لِيَوۡمِ ٱلۡفَصۡلِ ﴿ "Sampai hari keputusan," antara manusia satu sama lain dan perhitungan amal mereka satu persatu.
(15) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengancam orang yang mendusta-kan hari ini seraya berfirman, ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besar-lah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan," yakni, alangkah celakanya mereka, alangkah besar siksaan mereka dan alangkah buruknya tempat kembali mereka. Allah سبحانه وتعالى memberitahu mereka dan bersumpah pada mereka, tapi mereka tidak membenarkannya. Karena itulah mereka berhak mendapatkan siksaan berat.
Al-Mursalat 77:6
"Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa ke-baikan, dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Rabbnya) dengan seluas-luasnya, dan (malaikat-malaikat) yang membeda-kan (antara yang haq dan yang batil) dengan sejelas-jelasnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu, untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan, sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu itu pasti terjadi. Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan, dan apabila langit telah dibelah, dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu, dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka), (niscaya dikatakan kepada mereka), 'Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu).' Sampai hari keputusan. Dan tahukah kamu apakah hari keputusan itu? Kecelakaan yang besar-lah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mur-salat: 1-15).
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
(1-6) Allah سبحانه وتعالى bersumpah atas kebangkitan dan pembalasan terhadap amal-amal. ﴾ وَٱلۡمُرۡسَلَٰتِ عُرۡفٗا ﴿ "Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan," mereka adalah para malaikat yang diutus Allah سبحانه وتعالى untuk masalah-masalah takdir dan pengaturan alam serta untuk masalah-masalah syariat dan wahyu kepada para RasulNya, ﴾ عُرۡفٗا ﴿ "yang diutus untuk membawa kebaikan," adalah salah satu kon-disi dari para malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan tadi, yaitu diutus untuk kebaikan, hikmah dan kemaslahatan, bukan diutus untuk kemungkaran dan perbuatan sia-sia. ﴾ فَٱلۡعَٰصِفَٰتِ عَصۡفٗا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya," mereka juga para malaikat yang diutus oleh Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى menyebut-kan sifatnya yang amat cepat melakukan perintahNya dan cepatnya mereka menunaikan perintah-perintah Allah سبحانه وتعالى seperti perintah agar angin beriup kencang. Atau yang dimaksud dengan sangat kencang dalam ayat ini adalah angin yang berhembus dengan ken-cang. ﴾ وَٱلنَّٰشِرَٰتِ نَشۡرٗا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Rabbnya) dengan seluas-luasnya." Kemungkinan yang dimaksud adalah para malaikat yang menyebarkan segala sesuatu yang telah diatur untuk disebarkan. Atau yang dimaksud adalah mendung yang dikirim Allah سبحانه وتعالى untuk menghidupkan bumi setelah sebelum-nya mati. ﴾ فَٱلۡمُلۡقِيَٰتِ ذِكۡرًا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu," mereka adalah para malaikat yang menyampaikan perin-tah-perintah mulia berupa peringatan yang dengannya Allah سبحانه وتعالى merahmati para hambaNya. Allah سبحانه وتعالى mengingatkan manfaat dan kepentingan mereka di dalam peringatan itu yang disampaikan pada para rasulNya, ﴾ عُذۡرًا أَوۡ نُذۡرًا ﴿ "untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan," yakni untuk memberi alasan dan peringatan bagi manusia. Mengingatkan manusia akan berbagai hal mengeri-kan yang ada di hadapan mereka serta untuk menolak alasan-alasan mereka sehingga mereka tidak memiliki hujjah atas Allah سبحانه وتعالى.
(7) ﴾ إِنَّمَا تُوعَدُونَ ﴿ "Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu," berupa Hari Kebangkitan dan pembalasan amal perbuatan, ﴾ لَوَٰقِعٞ ﴿ "itu pasti terjadi," yakni, jelas-jelas akan terjadi tanpa ragu dan bim-bang.
(8-14) Bila sudah terjadi, terjadilah perubahan pada alam dan huru hara hebat yang menakutkan hati dan memperbesar ben-cana. Bintang-bintang lenyap bertaburan dan hilang dari tempat-nya. Gunung beterbangan seperti debu yang ditaburkan. Gunung dan bumi menjadi datar sama sekali, tidak terlihat adanya gun-dukan dan tidak ada bukit. Itulah hari di mana ﴾ ٱلرُّسُلُ أُقِّتَتۡ ﴿ "Rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka)," dan disegerakan putusan antara mereka dan kaum mereka. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ لِأَيِّ يَوۡمٍ أُجِّلَتۡ ﴿ "Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu)?" Kata tanya ini untuk memperbesar, mengagungkan, dan membuat takut. Selanjutnya dijawab dengan FirmanNya, ﴾ لِيَوۡمِ ٱلۡفَصۡلِ ﴿ "Sampai hari keputusan," antara manusia satu sama lain dan perhitungan amal mereka satu persatu.
(15) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengancam orang yang mendusta-kan hari ini seraya berfirman, ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besar-lah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan," yakni, alangkah celakanya mereka, alangkah besar siksaan mereka dan alangkah buruknya tempat kembali mereka. Allah سبحانه وتعالى memberitahu mereka dan bersumpah pada mereka, tapi mereka tidak membenarkannya. Karena itulah mereka berhak mendapatkan siksaan berat.
Al-Mursalat 77:7
"Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa ke-baikan, dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Rabbnya) dengan seluas-luasnya, dan (malaikat-malaikat) yang membeda-kan (antara yang haq dan yang batil) dengan sejelas-jelasnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu, untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan, sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu itu pasti terjadi. Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan, dan apabila langit telah dibelah, dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu, dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka), (niscaya dikatakan kepada mereka), 'Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu).' Sampai hari keputusan. Dan tahukah kamu apakah hari keputusan itu? Kecelakaan yang besar-lah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mur-salat: 1-15).
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
(1-6) Allah سبحانه وتعالى bersumpah atas kebangkitan dan pembalasan terhadap amal-amal. ﴾ وَٱلۡمُرۡسَلَٰتِ عُرۡفٗا ﴿ "Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan," mereka adalah para malaikat yang diutus Allah سبحانه وتعالى untuk masalah-masalah takdir dan pengaturan alam serta untuk masalah-masalah syariat dan wahyu kepada para RasulNya, ﴾ عُرۡفٗا ﴿ "yang diutus untuk membawa kebaikan," adalah salah satu kon-disi dari para malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan tadi, yaitu diutus untuk kebaikan, hikmah dan kemaslahatan, bukan diutus untuk kemungkaran dan perbuatan sia-sia. ﴾ فَٱلۡعَٰصِفَٰتِ عَصۡفٗا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya," mereka juga para malaikat yang diutus oleh Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى menyebut-kan sifatnya yang amat cepat melakukan perintahNya dan cepatnya mereka menunaikan perintah-perintah Allah سبحانه وتعالى seperti perintah agar angin beriup kencang. Atau yang dimaksud dengan sangat kencang dalam ayat ini adalah angin yang berhembus dengan ken-cang. ﴾ وَٱلنَّٰشِرَٰتِ نَشۡرٗا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Rabbnya) dengan seluas-luasnya." Kemungkinan yang dimaksud adalah para malaikat yang menyebarkan segala sesuatu yang telah diatur untuk disebarkan. Atau yang dimaksud adalah mendung yang dikirim Allah سبحانه وتعالى untuk menghidupkan bumi setelah sebelum-nya mati. ﴾ فَٱلۡمُلۡقِيَٰتِ ذِكۡرًا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu," mereka adalah para malaikat yang menyampaikan perin-tah-perintah mulia berupa peringatan yang dengannya Allah سبحانه وتعالى merahmati para hambaNya. Allah سبحانه وتعالى mengingatkan manfaat dan kepentingan mereka di dalam peringatan itu yang disampaikan pada para rasulNya, ﴾ عُذۡرًا أَوۡ نُذۡرًا ﴿ "untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan," yakni untuk memberi alasan dan peringatan bagi manusia. Mengingatkan manusia akan berbagai hal mengeri-kan yang ada di hadapan mereka serta untuk menolak alasan-alasan mereka sehingga mereka tidak memiliki hujjah atas Allah سبحانه وتعالى.
(7) ﴾ إِنَّمَا تُوعَدُونَ ﴿ "Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu," berupa Hari Kebangkitan dan pembalasan amal perbuatan, ﴾ لَوَٰقِعٞ ﴿ "itu pasti terjadi," yakni, jelas-jelas akan terjadi tanpa ragu dan bim-bang.
(8-14) Bila sudah terjadi, terjadilah perubahan pada alam dan huru hara hebat yang menakutkan hati dan memperbesar ben-cana. Bintang-bintang lenyap bertaburan dan hilang dari tempat-nya. Gunung beterbangan seperti debu yang ditaburkan. Gunung dan bumi menjadi datar sama sekali, tidak terlihat adanya gun-dukan dan tidak ada bukit. Itulah hari di mana ﴾ ٱلرُّسُلُ أُقِّتَتۡ ﴿ "Rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka)," dan disegerakan putusan antara mereka dan kaum mereka. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ لِأَيِّ يَوۡمٍ أُجِّلَتۡ ﴿ "Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu)?" Kata tanya ini untuk memperbesar, mengagungkan, dan membuat takut. Selanjutnya dijawab dengan FirmanNya, ﴾ لِيَوۡمِ ٱلۡفَصۡلِ ﴿ "Sampai hari keputusan," antara manusia satu sama lain dan perhitungan amal mereka satu persatu.
(15) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengancam orang yang mendusta-kan hari ini seraya berfirman, ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besar-lah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan," yakni, alangkah celakanya mereka, alangkah besar siksaan mereka dan alangkah buruknya tempat kembali mereka. Allah سبحانه وتعالى memberitahu mereka dan bersumpah pada mereka, tapi mereka tidak membenarkannya. Karena itulah mereka berhak mendapatkan siksaan berat.
Al-Mursalat 77:8
"Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa ke-baikan, dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Rabbnya) dengan seluas-luasnya, dan (malaikat-malaikat) yang membeda-kan (antara yang haq dan yang batil) dengan sejelas-jelasnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu, untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan, sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu itu pasti terjadi. Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan, dan apabila langit telah dibelah, dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu, dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka), (niscaya dikatakan kepada mereka), 'Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu).' Sampai hari keputusan. Dan tahukah kamu apakah hari keputusan itu? Kecelakaan yang besar-lah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mur-salat: 1-15).
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
(1-6) Allah سبحانه وتعالى bersumpah atas kebangkitan dan pembalasan terhadap amal-amal. ﴾ وَٱلۡمُرۡسَلَٰتِ عُرۡفٗا ﴿ "Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan," mereka adalah para malaikat yang diutus Allah سبحانه وتعالى untuk masalah-masalah takdir dan pengaturan alam serta untuk masalah-masalah syariat dan wahyu kepada para RasulNya, ﴾ عُرۡفٗا ﴿ "yang diutus untuk membawa kebaikan," adalah salah satu kon-disi dari para malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan tadi, yaitu diutus untuk kebaikan, hikmah dan kemaslahatan, bukan diutus untuk kemungkaran dan perbuatan sia-sia. ﴾ فَٱلۡعَٰصِفَٰتِ عَصۡفٗا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya," mereka juga para malaikat yang diutus oleh Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى menyebut-kan sifatnya yang amat cepat melakukan perintahNya dan cepatnya mereka menunaikan perintah-perintah Allah سبحانه وتعالى seperti perintah agar angin beriup kencang. Atau yang dimaksud dengan sangat kencang dalam ayat ini adalah angin yang berhembus dengan ken-cang. ﴾ وَٱلنَّٰشِرَٰتِ نَشۡرٗا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Rabbnya) dengan seluas-luasnya." Kemungkinan yang dimaksud adalah para malaikat yang menyebarkan segala sesuatu yang telah diatur untuk disebarkan. Atau yang dimaksud adalah mendung yang dikirim Allah سبحانه وتعالى untuk menghidupkan bumi setelah sebelum-nya mati. ﴾ فَٱلۡمُلۡقِيَٰتِ ذِكۡرًا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu," mereka adalah para malaikat yang menyampaikan perin-tah-perintah mulia berupa peringatan yang dengannya Allah سبحانه وتعالى merahmati para hambaNya. Allah سبحانه وتعالى mengingatkan manfaat dan kepentingan mereka di dalam peringatan itu yang disampaikan pada para rasulNya, ﴾ عُذۡرًا أَوۡ نُذۡرًا ﴿ "untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan," yakni untuk memberi alasan dan peringatan bagi manusia. Mengingatkan manusia akan berbagai hal mengeri-kan yang ada di hadapan mereka serta untuk menolak alasan-alasan mereka sehingga mereka tidak memiliki hujjah atas Allah سبحانه وتعالى.
(7) ﴾ إِنَّمَا تُوعَدُونَ ﴿ "Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu," berupa Hari Kebangkitan dan pembalasan amal perbuatan, ﴾ لَوَٰقِعٞ ﴿ "itu pasti terjadi," yakni, jelas-jelas akan terjadi tanpa ragu dan bim-bang.
(8-14) Bila sudah terjadi, terjadilah perubahan pada alam dan huru hara hebat yang menakutkan hati dan memperbesar ben-cana. Bintang-bintang lenyap bertaburan dan hilang dari tempat-nya. Gunung beterbangan seperti debu yang ditaburkan. Gunung dan bumi menjadi datar sama sekali, tidak terlihat adanya gun-dukan dan tidak ada bukit. Itulah hari di mana ﴾ ٱلرُّسُلُ أُقِّتَتۡ ﴿ "Rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka)," dan disegerakan putusan antara mereka dan kaum mereka. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ لِأَيِّ يَوۡمٍ أُجِّلَتۡ ﴿ "Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu)?" Kata tanya ini untuk memperbesar, mengagungkan, dan membuat takut. Selanjutnya dijawab dengan FirmanNya, ﴾ لِيَوۡمِ ٱلۡفَصۡلِ ﴿ "Sampai hari keputusan," antara manusia satu sama lain dan perhitungan amal mereka satu persatu.
(15) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengancam orang yang mendusta-kan hari ini seraya berfirman, ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besar-lah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan," yakni, alangkah celakanya mereka, alangkah besar siksaan mereka dan alangkah buruknya tempat kembali mereka. Allah سبحانه وتعالى memberitahu mereka dan bersumpah pada mereka, tapi mereka tidak membenarkannya. Karena itulah mereka berhak mendapatkan siksaan berat.
Al-Mursalat 77:9
"Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa ke-baikan, dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Rabbnya) dengan seluas-luasnya, dan (malaikat-malaikat) yang membeda-kan (antara yang haq dan yang batil) dengan sejelas-jelasnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu, untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan, sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu itu pasti terjadi. Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan, dan apabila langit telah dibelah, dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu, dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka), (niscaya dikatakan kepada mereka), 'Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu).' Sampai hari keputusan. Dan tahukah kamu apakah hari keputusan itu? Kecelakaan yang besar-lah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mur-salat: 1-15).
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
(1-6) Allah سبحانه وتعالى bersumpah atas kebangkitan dan pembalasan terhadap amal-amal. ﴾ وَٱلۡمُرۡسَلَٰتِ عُرۡفٗا ﴿ "Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan," mereka adalah para malaikat yang diutus Allah سبحانه وتعالى untuk masalah-masalah takdir dan pengaturan alam serta untuk masalah-masalah syariat dan wahyu kepada para RasulNya, ﴾ عُرۡفٗا ﴿ "yang diutus untuk membawa kebaikan," adalah salah satu kon-disi dari para malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan tadi, yaitu diutus untuk kebaikan, hikmah dan kemaslahatan, bukan diutus untuk kemungkaran dan perbuatan sia-sia. ﴾ فَٱلۡعَٰصِفَٰتِ عَصۡفٗا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya," mereka juga para malaikat yang diutus oleh Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى menyebut-kan sifatnya yang amat cepat melakukan perintahNya dan cepatnya mereka menunaikan perintah-perintah Allah سبحانه وتعالى seperti perintah agar angin beriup kencang. Atau yang dimaksud dengan sangat kencang dalam ayat ini adalah angin yang berhembus dengan ken-cang. ﴾ وَٱلنَّٰشِرَٰتِ نَشۡرٗا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Rabbnya) dengan seluas-luasnya." Kemungkinan yang dimaksud adalah para malaikat yang menyebarkan segala sesuatu yang telah diatur untuk disebarkan. Atau yang dimaksud adalah mendung yang dikirim Allah سبحانه وتعالى untuk menghidupkan bumi setelah sebelum-nya mati. ﴾ فَٱلۡمُلۡقِيَٰتِ ذِكۡرًا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu," mereka adalah para malaikat yang menyampaikan perin-tah-perintah mulia berupa peringatan yang dengannya Allah سبحانه وتعالى merahmati para hambaNya. Allah سبحانه وتعالى mengingatkan manfaat dan kepentingan mereka di dalam peringatan itu yang disampaikan pada para rasulNya, ﴾ عُذۡرًا أَوۡ نُذۡرًا ﴿ "untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan," yakni untuk memberi alasan dan peringatan bagi manusia. Mengingatkan manusia akan berbagai hal mengeri-kan yang ada di hadapan mereka serta untuk menolak alasan-alasan mereka sehingga mereka tidak memiliki hujjah atas Allah سبحانه وتعالى.
(7) ﴾ إِنَّمَا تُوعَدُونَ ﴿ "Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu," berupa Hari Kebangkitan dan pembalasan amal perbuatan, ﴾ لَوَٰقِعٞ ﴿ "itu pasti terjadi," yakni, jelas-jelas akan terjadi tanpa ragu dan bim-bang.
(8-14) Bila sudah terjadi, terjadilah perubahan pada alam dan huru hara hebat yang menakutkan hati dan memperbesar ben-cana. Bintang-bintang lenyap bertaburan dan hilang dari tempat-nya. Gunung beterbangan seperti debu yang ditaburkan. Gunung dan bumi menjadi datar sama sekali, tidak terlihat adanya gun-dukan dan tidak ada bukit. Itulah hari di mana ﴾ ٱلرُّسُلُ أُقِّتَتۡ ﴿ "Rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka)," dan disegerakan putusan antara mereka dan kaum mereka. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ لِأَيِّ يَوۡمٍ أُجِّلَتۡ ﴿ "Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu)?" Kata tanya ini untuk memperbesar, mengagungkan, dan membuat takut. Selanjutnya dijawab dengan FirmanNya, ﴾ لِيَوۡمِ ٱلۡفَصۡلِ ﴿ "Sampai hari keputusan," antara manusia satu sama lain dan perhitungan amal mereka satu persatu.
(15) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengancam orang yang mendusta-kan hari ini seraya berfirman, ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besar-lah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan," yakni, alangkah celakanya mereka, alangkah besar siksaan mereka dan alangkah buruknya tempat kembali mereka. Allah سبحانه وتعالى memberitahu mereka dan bersumpah pada mereka, tapi mereka tidak membenarkannya. Karena itulah mereka berhak mendapatkan siksaan berat.
Al-Mursalat 77:10
"Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa ke-baikan, dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Rabbnya) dengan seluas-luasnya, dan (malaikat-malaikat) yang membeda-kan (antara yang haq dan yang batil) dengan sejelas-jelasnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu, untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan, sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu itu pasti terjadi. Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan, dan apabila langit telah dibelah, dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu, dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka), (niscaya dikatakan kepada mereka), 'Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu).' Sampai hari keputusan. Dan tahukah kamu apakah hari keputusan itu? Kecelakaan yang besar-lah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mur-salat: 1-15).
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
(1-6) Allah سبحانه وتعالى bersumpah atas kebangkitan dan pembalasan terhadap amal-amal. ﴾ وَٱلۡمُرۡسَلَٰتِ عُرۡفٗا ﴿ "Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan," mereka adalah para malaikat yang diutus Allah سبحانه وتعالى untuk masalah-masalah takdir dan pengaturan alam serta untuk masalah-masalah syariat dan wahyu kepada para RasulNya, ﴾ عُرۡفٗا ﴿ "yang diutus untuk membawa kebaikan," adalah salah satu kon-disi dari para malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan tadi, yaitu diutus untuk kebaikan, hikmah dan kemaslahatan, bukan diutus untuk kemungkaran dan perbuatan sia-sia. ﴾ فَٱلۡعَٰصِفَٰتِ عَصۡفٗا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya," mereka juga para malaikat yang diutus oleh Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى menyebut-kan sifatnya yang amat cepat melakukan perintahNya dan cepatnya mereka menunaikan perintah-perintah Allah سبحانه وتعالى seperti perintah agar angin beriup kencang. Atau yang dimaksud dengan sangat kencang dalam ayat ini adalah angin yang berhembus dengan ken-cang. ﴾ وَٱلنَّٰشِرَٰتِ نَشۡرٗا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Rabbnya) dengan seluas-luasnya." Kemungkinan yang dimaksud adalah para malaikat yang menyebarkan segala sesuatu yang telah diatur untuk disebarkan. Atau yang dimaksud adalah mendung yang dikirim Allah سبحانه وتعالى untuk menghidupkan bumi setelah sebelum-nya mati. ﴾ فَٱلۡمُلۡقِيَٰتِ ذِكۡرًا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu," mereka adalah para malaikat yang menyampaikan perin-tah-perintah mulia berupa peringatan yang dengannya Allah سبحانه وتعالى merahmati para hambaNya. Allah سبحانه وتعالى mengingatkan manfaat dan kepentingan mereka di dalam peringatan itu yang disampaikan pada para rasulNya, ﴾ عُذۡرًا أَوۡ نُذۡرًا ﴿ "untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan," yakni untuk memberi alasan dan peringatan bagi manusia. Mengingatkan manusia akan berbagai hal mengeri-kan yang ada di hadapan mereka serta untuk menolak alasan-alasan mereka sehingga mereka tidak memiliki hujjah atas Allah سبحانه وتعالى.
(7) ﴾ إِنَّمَا تُوعَدُونَ ﴿ "Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu," berupa Hari Kebangkitan dan pembalasan amal perbuatan, ﴾ لَوَٰقِعٞ ﴿ "itu pasti terjadi," yakni, jelas-jelas akan terjadi tanpa ragu dan bim-bang.
(8-14) Bila sudah terjadi, terjadilah perubahan pada alam dan huru hara hebat yang menakutkan hati dan memperbesar ben-cana. Bintang-bintang lenyap bertaburan dan hilang dari tempat-nya. Gunung beterbangan seperti debu yang ditaburkan. Gunung dan bumi menjadi datar sama sekali, tidak terlihat adanya gun-dukan dan tidak ada bukit. Itulah hari di mana ﴾ ٱلرُّسُلُ أُقِّتَتۡ ﴿ "Rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka)," dan disegerakan putusan antara mereka dan kaum mereka. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ لِأَيِّ يَوۡمٍ أُجِّلَتۡ ﴿ "Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu)?" Kata tanya ini untuk memperbesar, mengagungkan, dan membuat takut. Selanjutnya dijawab dengan FirmanNya, ﴾ لِيَوۡمِ ٱلۡفَصۡلِ ﴿ "Sampai hari keputusan," antara manusia satu sama lain dan perhitungan amal mereka satu persatu.
(15) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengancam orang yang mendusta-kan hari ini seraya berfirman, ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besar-lah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan," yakni, alangkah celakanya mereka, alangkah besar siksaan mereka dan alangkah buruknya tempat kembali mereka. Allah سبحانه وتعالى memberitahu mereka dan bersumpah pada mereka, tapi mereka tidak membenarkannya. Karena itulah mereka berhak mendapatkan siksaan berat.
Al-Mursalat 77:11
"Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa ke-baikan, dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Rabbnya) dengan seluas-luasnya, dan (malaikat-malaikat) yang membeda-kan (antara yang haq dan yang batil) dengan sejelas-jelasnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu, untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan, sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu itu pasti terjadi. Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan, dan apabila langit telah dibelah, dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu, dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka), (niscaya dikatakan kepada mereka), 'Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu).' Sampai hari keputusan. Dan tahukah kamu apakah hari keputusan itu? Kecelakaan yang besar-lah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mur-salat: 1-15).
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
(1-6) Allah سبحانه وتعالى bersumpah atas kebangkitan dan pembalasan terhadap amal-amal. ﴾ وَٱلۡمُرۡسَلَٰتِ عُرۡفٗا ﴿ "Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan," mereka adalah para malaikat yang diutus Allah سبحانه وتعالى untuk masalah-masalah takdir dan pengaturan alam serta untuk masalah-masalah syariat dan wahyu kepada para RasulNya, ﴾ عُرۡفٗا ﴿ "yang diutus untuk membawa kebaikan," adalah salah satu kon-disi dari para malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan tadi, yaitu diutus untuk kebaikan, hikmah dan kemaslahatan, bukan diutus untuk kemungkaran dan perbuatan sia-sia. ﴾ فَٱلۡعَٰصِفَٰتِ عَصۡفٗا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya," mereka juga para malaikat yang diutus oleh Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى menyebut-kan sifatnya yang amat cepat melakukan perintahNya dan cepatnya mereka menunaikan perintah-perintah Allah سبحانه وتعالى seperti perintah agar angin beriup kencang. Atau yang dimaksud dengan sangat kencang dalam ayat ini adalah angin yang berhembus dengan ken-cang. ﴾ وَٱلنَّٰشِرَٰتِ نَشۡرٗا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Rabbnya) dengan seluas-luasnya." Kemungkinan yang dimaksud adalah para malaikat yang menyebarkan segala sesuatu yang telah diatur untuk disebarkan. Atau yang dimaksud adalah mendung yang dikirim Allah سبحانه وتعالى untuk menghidupkan bumi setelah sebelum-nya mati. ﴾ فَٱلۡمُلۡقِيَٰتِ ذِكۡرًا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu," mereka adalah para malaikat yang menyampaikan perin-tah-perintah mulia berupa peringatan yang dengannya Allah سبحانه وتعالى merahmati para hambaNya. Allah سبحانه وتعالى mengingatkan manfaat dan kepentingan mereka di dalam peringatan itu yang disampaikan pada para rasulNya, ﴾ عُذۡرًا أَوۡ نُذۡرًا ﴿ "untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan," yakni untuk memberi alasan dan peringatan bagi manusia. Mengingatkan manusia akan berbagai hal mengeri-kan yang ada di hadapan mereka serta untuk menolak alasan-alasan mereka sehingga mereka tidak memiliki hujjah atas Allah سبحانه وتعالى.
(7) ﴾ إِنَّمَا تُوعَدُونَ ﴿ "Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu," berupa Hari Kebangkitan dan pembalasan amal perbuatan, ﴾ لَوَٰقِعٞ ﴿ "itu pasti terjadi," yakni, jelas-jelas akan terjadi tanpa ragu dan bim-bang.
(8-14) Bila sudah terjadi, terjadilah perubahan pada alam dan huru hara hebat yang menakutkan hati dan memperbesar ben-cana. Bintang-bintang lenyap bertaburan dan hilang dari tempat-nya. Gunung beterbangan seperti debu yang ditaburkan. Gunung dan bumi menjadi datar sama sekali, tidak terlihat adanya gun-dukan dan tidak ada bukit. Itulah hari di mana ﴾ ٱلرُّسُلُ أُقِّتَتۡ ﴿ "Rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka)," dan disegerakan putusan antara mereka dan kaum mereka. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ لِأَيِّ يَوۡمٍ أُجِّلَتۡ ﴿ "Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu)?" Kata tanya ini untuk memperbesar, mengagungkan, dan membuat takut. Selanjutnya dijawab dengan FirmanNya, ﴾ لِيَوۡمِ ٱلۡفَصۡلِ ﴿ "Sampai hari keputusan," antara manusia satu sama lain dan perhitungan amal mereka satu persatu.
(15) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengancam orang yang mendusta-kan hari ini seraya berfirman, ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besar-lah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan," yakni, alangkah celakanya mereka, alangkah besar siksaan mereka dan alangkah buruknya tempat kembali mereka. Allah سبحانه وتعالى memberitahu mereka dan bersumpah pada mereka, tapi mereka tidak membenarkannya. Karena itulah mereka berhak mendapatkan siksaan berat.
Al-Mursalat 77:12
"Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa ke-baikan, dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Rabbnya) dengan seluas-luasnya, dan (malaikat-malaikat) yang membeda-kan (antara yang haq dan yang batil) dengan sejelas-jelasnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu, untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan, sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu itu pasti terjadi. Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan, dan apabila langit telah dibelah, dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu, dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka), (niscaya dikatakan kepada mereka), 'Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu).' Sampai hari keputusan. Dan tahukah kamu apakah hari keputusan itu? Kecelakaan yang besar-lah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mur-salat: 1-15).
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
(1-6) Allah سبحانه وتعالى bersumpah atas kebangkitan dan pembalasan terhadap amal-amal. ﴾ وَٱلۡمُرۡسَلَٰتِ عُرۡفٗا ﴿ "Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan," mereka adalah para malaikat yang diutus Allah سبحانه وتعالى untuk masalah-masalah takdir dan pengaturan alam serta untuk masalah-masalah syariat dan wahyu kepada para RasulNya, ﴾ عُرۡفٗا ﴿ "yang diutus untuk membawa kebaikan," adalah salah satu kon-disi dari para malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan tadi, yaitu diutus untuk kebaikan, hikmah dan kemaslahatan, bukan diutus untuk kemungkaran dan perbuatan sia-sia. ﴾ فَٱلۡعَٰصِفَٰتِ عَصۡفٗا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya," mereka juga para malaikat yang diutus oleh Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى menyebut-kan sifatnya yang amat cepat melakukan perintahNya dan cepatnya mereka menunaikan perintah-perintah Allah سبحانه وتعالى seperti perintah agar angin beriup kencang. Atau yang dimaksud dengan sangat kencang dalam ayat ini adalah angin yang berhembus dengan ken-cang. ﴾ وَٱلنَّٰشِرَٰتِ نَشۡرٗا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Rabbnya) dengan seluas-luasnya." Kemungkinan yang dimaksud adalah para malaikat yang menyebarkan segala sesuatu yang telah diatur untuk disebarkan. Atau yang dimaksud adalah mendung yang dikirim Allah سبحانه وتعالى untuk menghidupkan bumi setelah sebelum-nya mati. ﴾ فَٱلۡمُلۡقِيَٰتِ ذِكۡرًا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu," mereka adalah para malaikat yang menyampaikan perin-tah-perintah mulia berupa peringatan yang dengannya Allah سبحانه وتعالى merahmati para hambaNya. Allah سبحانه وتعالى mengingatkan manfaat dan kepentingan mereka di dalam peringatan itu yang disampaikan pada para rasulNya, ﴾ عُذۡرًا أَوۡ نُذۡرًا ﴿ "untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan," yakni untuk memberi alasan dan peringatan bagi manusia. Mengingatkan manusia akan berbagai hal mengeri-kan yang ada di hadapan mereka serta untuk menolak alasan-alasan mereka sehingga mereka tidak memiliki hujjah atas Allah سبحانه وتعالى.
(7) ﴾ إِنَّمَا تُوعَدُونَ ﴿ "Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu," berupa Hari Kebangkitan dan pembalasan amal perbuatan, ﴾ لَوَٰقِعٞ ﴿ "itu pasti terjadi," yakni, jelas-jelas akan terjadi tanpa ragu dan bim-bang.
(8-14) Bila sudah terjadi, terjadilah perubahan pada alam dan huru hara hebat yang menakutkan hati dan memperbesar ben-cana. Bintang-bintang lenyap bertaburan dan hilang dari tempat-nya. Gunung beterbangan seperti debu yang ditaburkan. Gunung dan bumi menjadi datar sama sekali, tidak terlihat adanya gun-dukan dan tidak ada bukit. Itulah hari di mana ﴾ ٱلرُّسُلُ أُقِّتَتۡ ﴿ "Rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka)," dan disegerakan putusan antara mereka dan kaum mereka. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ لِأَيِّ يَوۡمٍ أُجِّلَتۡ ﴿ "Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu)?" Kata tanya ini untuk memperbesar, mengagungkan, dan membuat takut. Selanjutnya dijawab dengan FirmanNya, ﴾ لِيَوۡمِ ٱلۡفَصۡلِ ﴿ "Sampai hari keputusan," antara manusia satu sama lain dan perhitungan amal mereka satu persatu.
(15) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengancam orang yang mendusta-kan hari ini seraya berfirman, ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besar-lah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan," yakni, alangkah celakanya mereka, alangkah besar siksaan mereka dan alangkah buruknya tempat kembali mereka. Allah سبحانه وتعالى memberitahu mereka dan bersumpah pada mereka, tapi mereka tidak membenarkannya. Karena itulah mereka berhak mendapatkan siksaan berat.
Al-Mursalat 77:13
"Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa ke-baikan, dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Rabbnya) dengan seluas-luasnya, dan (malaikat-malaikat) yang membeda-kan (antara yang haq dan yang batil) dengan sejelas-jelasnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu, untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan, sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu itu pasti terjadi. Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan, dan apabila langit telah dibelah, dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu, dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka), (niscaya dikatakan kepada mereka), 'Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu).' Sampai hari keputusan. Dan tahukah kamu apakah hari keputusan itu? Kecelakaan yang besar-lah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mur-salat: 1-15).
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
(1-6) Allah سبحانه وتعالى bersumpah atas kebangkitan dan pembalasan terhadap amal-amal. ﴾ وَٱلۡمُرۡسَلَٰتِ عُرۡفٗا ﴿ "Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan," mereka adalah para malaikat yang diutus Allah سبحانه وتعالى untuk masalah-masalah takdir dan pengaturan alam serta untuk masalah-masalah syariat dan wahyu kepada para RasulNya, ﴾ عُرۡفٗا ﴿ "yang diutus untuk membawa kebaikan," adalah salah satu kon-disi dari para malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan tadi, yaitu diutus untuk kebaikan, hikmah dan kemaslahatan, bukan diutus untuk kemungkaran dan perbuatan sia-sia. ﴾ فَٱلۡعَٰصِفَٰتِ عَصۡفٗا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya," mereka juga para malaikat yang diutus oleh Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى menyebut-kan sifatnya yang amat cepat melakukan perintahNya dan cepatnya mereka menunaikan perintah-perintah Allah سبحانه وتعالى seperti perintah agar angin beriup kencang. Atau yang dimaksud dengan sangat kencang dalam ayat ini adalah angin yang berhembus dengan ken-cang. ﴾ وَٱلنَّٰشِرَٰتِ نَشۡرٗا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Rabbnya) dengan seluas-luasnya." Kemungkinan yang dimaksud adalah para malaikat yang menyebarkan segala sesuatu yang telah diatur untuk disebarkan. Atau yang dimaksud adalah mendung yang dikirim Allah سبحانه وتعالى untuk menghidupkan bumi setelah sebelum-nya mati. ﴾ فَٱلۡمُلۡقِيَٰتِ ذِكۡرًا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu," mereka adalah para malaikat yang menyampaikan perin-tah-perintah mulia berupa peringatan yang dengannya Allah سبحانه وتعالى merahmati para hambaNya. Allah سبحانه وتعالى mengingatkan manfaat dan kepentingan mereka di dalam peringatan itu yang disampaikan pada para rasulNya, ﴾ عُذۡرًا أَوۡ نُذۡرًا ﴿ "untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan," yakni untuk memberi alasan dan peringatan bagi manusia. Mengingatkan manusia akan berbagai hal mengeri-kan yang ada di hadapan mereka serta untuk menolak alasan-alasan mereka sehingga mereka tidak memiliki hujjah atas Allah سبحانه وتعالى.
(7) ﴾ إِنَّمَا تُوعَدُونَ ﴿ "Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu," berupa Hari Kebangkitan dan pembalasan amal perbuatan, ﴾ لَوَٰقِعٞ ﴿ "itu pasti terjadi," yakni, jelas-jelas akan terjadi tanpa ragu dan bim-bang.
(8-14) Bila sudah terjadi, terjadilah perubahan pada alam dan huru hara hebat yang menakutkan hati dan memperbesar ben-cana. Bintang-bintang lenyap bertaburan dan hilang dari tempat-nya. Gunung beterbangan seperti debu yang ditaburkan. Gunung dan bumi menjadi datar sama sekali, tidak terlihat adanya gun-dukan dan tidak ada bukit. Itulah hari di mana ﴾ ٱلرُّسُلُ أُقِّتَتۡ ﴿ "Rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka)," dan disegerakan putusan antara mereka dan kaum mereka. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ لِأَيِّ يَوۡمٍ أُجِّلَتۡ ﴿ "Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu)?" Kata tanya ini untuk memperbesar, mengagungkan, dan membuat takut. Selanjutnya dijawab dengan FirmanNya, ﴾ لِيَوۡمِ ٱلۡفَصۡلِ ﴿ "Sampai hari keputusan," antara manusia satu sama lain dan perhitungan amal mereka satu persatu.
(15) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengancam orang yang mendusta-kan hari ini seraya berfirman, ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besar-lah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan," yakni, alangkah celakanya mereka, alangkah besar siksaan mereka dan alangkah buruknya tempat kembali mereka. Allah سبحانه وتعالى memberitahu mereka dan bersumpah pada mereka, tapi mereka tidak membenarkannya. Karena itulah mereka berhak mendapatkan siksaan berat.
Al-Mursalat 77:14
"Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa ke-baikan, dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Rabbnya) dengan seluas-luasnya, dan (malaikat-malaikat) yang membeda-kan (antara yang haq dan yang batil) dengan sejelas-jelasnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu, untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan, sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu itu pasti terjadi. Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan, dan apabila langit telah dibelah, dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu, dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka), (niscaya dikatakan kepada mereka), 'Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu).' Sampai hari keputusan. Dan tahukah kamu apakah hari keputusan itu? Kecelakaan yang besar-lah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mur-salat: 1-15).
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
(1-6) Allah سبحانه وتعالى bersumpah atas kebangkitan dan pembalasan terhadap amal-amal. ﴾ وَٱلۡمُرۡسَلَٰتِ عُرۡفٗا ﴿ "Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan," mereka adalah para malaikat yang diutus Allah سبحانه وتعالى untuk masalah-masalah takdir dan pengaturan alam serta untuk masalah-masalah syariat dan wahyu kepada para RasulNya, ﴾ عُرۡفٗا ﴿ "yang diutus untuk membawa kebaikan," adalah salah satu kon-disi dari para malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan tadi, yaitu diutus untuk kebaikan, hikmah dan kemaslahatan, bukan diutus untuk kemungkaran dan perbuatan sia-sia. ﴾ فَٱلۡعَٰصِفَٰتِ عَصۡفٗا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya," mereka juga para malaikat yang diutus oleh Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى menyebut-kan sifatnya yang amat cepat melakukan perintahNya dan cepatnya mereka menunaikan perintah-perintah Allah سبحانه وتعالى seperti perintah agar angin beriup kencang. Atau yang dimaksud dengan sangat kencang dalam ayat ini adalah angin yang berhembus dengan ken-cang. ﴾ وَٱلنَّٰشِرَٰتِ نَشۡرٗا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Rabbnya) dengan seluas-luasnya." Kemungkinan yang dimaksud adalah para malaikat yang menyebarkan segala sesuatu yang telah diatur untuk disebarkan. Atau yang dimaksud adalah mendung yang dikirim Allah سبحانه وتعالى untuk menghidupkan bumi setelah sebelum-nya mati. ﴾ فَٱلۡمُلۡقِيَٰتِ ذِكۡرًا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu," mereka adalah para malaikat yang menyampaikan perin-tah-perintah mulia berupa peringatan yang dengannya Allah سبحانه وتعالى merahmati para hambaNya. Allah سبحانه وتعالى mengingatkan manfaat dan kepentingan mereka di dalam peringatan itu yang disampaikan pada para rasulNya, ﴾ عُذۡرًا أَوۡ نُذۡرًا ﴿ "untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan," yakni untuk memberi alasan dan peringatan bagi manusia. Mengingatkan manusia akan berbagai hal mengeri-kan yang ada di hadapan mereka serta untuk menolak alasan-alasan mereka sehingga mereka tidak memiliki hujjah atas Allah سبحانه وتعالى.
(7) ﴾ إِنَّمَا تُوعَدُونَ ﴿ "Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu," berupa Hari Kebangkitan dan pembalasan amal perbuatan, ﴾ لَوَٰقِعٞ ﴿ "itu pasti terjadi," yakni, jelas-jelas akan terjadi tanpa ragu dan bim-bang.
(8-14) Bila sudah terjadi, terjadilah perubahan pada alam dan huru hara hebat yang menakutkan hati dan memperbesar ben-cana. Bintang-bintang lenyap bertaburan dan hilang dari tempat-nya. Gunung beterbangan seperti debu yang ditaburkan. Gunung dan bumi menjadi datar sama sekali, tidak terlihat adanya gun-dukan dan tidak ada bukit. Itulah hari di mana ﴾ ٱلرُّسُلُ أُقِّتَتۡ ﴿ "Rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka)," dan disegerakan putusan antara mereka dan kaum mereka. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ لِأَيِّ يَوۡمٍ أُجِّلَتۡ ﴿ "Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu)?" Kata tanya ini untuk memperbesar, mengagungkan, dan membuat takut. Selanjutnya dijawab dengan FirmanNya, ﴾ لِيَوۡمِ ٱلۡفَصۡلِ ﴿ "Sampai hari keputusan," antara manusia satu sama lain dan perhitungan amal mereka satu persatu.
(15) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengancam orang yang mendusta-kan hari ini seraya berfirman, ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besar-lah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan," yakni, alangkah celakanya mereka, alangkah besar siksaan mereka dan alangkah buruknya tempat kembali mereka. Allah سبحانه وتعالى memberitahu mereka dan bersumpah pada mereka, tapi mereka tidak membenarkannya. Karena itulah mereka berhak mendapatkan siksaan berat.
Al-Mursalat 77:15
"Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa ke-baikan, dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Rabbnya) dengan seluas-luasnya, dan (malaikat-malaikat) yang membeda-kan (antara yang haq dan yang batil) dengan sejelas-jelasnya, dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu, untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan, sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu itu pasti terjadi. Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan, dan apabila langit telah dibelah, dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan menjadi debu, dan apabila rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka), (niscaya dikatakan kepada mereka), 'Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu).' Sampai hari keputusan. Dan tahukah kamu apakah hari keputusan itu? Kecelakaan yang besar-lah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mur-salat: 1-15).
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
(1-6) Allah سبحانه وتعالى bersumpah atas kebangkitan dan pembalasan terhadap amal-amal. ﴾ وَٱلۡمُرۡسَلَٰتِ عُرۡفٗا ﴿ "Demi malaikat-malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan," mereka adalah para malaikat yang diutus Allah سبحانه وتعالى untuk masalah-masalah takdir dan pengaturan alam serta untuk masalah-masalah syariat dan wahyu kepada para RasulNya, ﴾ عُرۡفٗا ﴿ "yang diutus untuk membawa kebaikan," adalah salah satu kon-disi dari para malaikat yang diutus untuk membawa kebaikan tadi, yaitu diutus untuk kebaikan, hikmah dan kemaslahatan, bukan diutus untuk kemungkaran dan perbuatan sia-sia. ﴾ فَٱلۡعَٰصِفَٰتِ عَصۡفٗا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang terbang dengan kencangnya," mereka juga para malaikat yang diutus oleh Allah سبحانه وتعالى. Allah سبحانه وتعالى menyebut-kan sifatnya yang amat cepat melakukan perintahNya dan cepatnya mereka menunaikan perintah-perintah Allah سبحانه وتعالى seperti perintah agar angin beriup kencang. Atau yang dimaksud dengan sangat kencang dalam ayat ini adalah angin yang berhembus dengan ken-cang. ﴾ وَٱلنَّٰشِرَٰتِ نَشۡرٗا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang menyebarkan (rahmat Rabbnya) dengan seluas-luasnya." Kemungkinan yang dimaksud adalah para malaikat yang menyebarkan segala sesuatu yang telah diatur untuk disebarkan. Atau yang dimaksud adalah mendung yang dikirim Allah سبحانه وتعالى untuk menghidupkan bumi setelah sebelum-nya mati. ﴾ فَٱلۡمُلۡقِيَٰتِ ذِكۡرًا ﴿ "Dan (malaikat-malaikat) yang menyampaikan wahyu," mereka adalah para malaikat yang menyampaikan perin-tah-perintah mulia berupa peringatan yang dengannya Allah سبحانه وتعالى merahmati para hambaNya. Allah سبحانه وتعالى mengingatkan manfaat dan kepentingan mereka di dalam peringatan itu yang disampaikan pada para rasulNya, ﴾ عُذۡرًا أَوۡ نُذۡرًا ﴿ "untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan," yakni untuk memberi alasan dan peringatan bagi manusia. Mengingatkan manusia akan berbagai hal mengeri-kan yang ada di hadapan mereka serta untuk menolak alasan-alasan mereka sehingga mereka tidak memiliki hujjah atas Allah سبحانه وتعالى.
(7) ﴾ إِنَّمَا تُوعَدُونَ ﴿ "Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepadamu," berupa Hari Kebangkitan dan pembalasan amal perbuatan, ﴾ لَوَٰقِعٞ ﴿ "itu pasti terjadi," yakni, jelas-jelas akan terjadi tanpa ragu dan bim-bang.
(8-14) Bila sudah terjadi, terjadilah perubahan pada alam dan huru hara hebat yang menakutkan hati dan memperbesar ben-cana. Bintang-bintang lenyap bertaburan dan hilang dari tempat-nya. Gunung beterbangan seperti debu yang ditaburkan. Gunung dan bumi menjadi datar sama sekali, tidak terlihat adanya gun-dukan dan tidak ada bukit. Itulah hari di mana ﴾ ٱلرُّسُلُ أُقِّتَتۡ ﴿ "Rasul-rasul telah ditetapkan waktu (mereka)," dan disegerakan putusan antara mereka dan kaum mereka. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ لِأَيِّ يَوۡمٍ أُجِّلَتۡ ﴿ "Sampai hari apakah ditangguhkan (mengazab orang-orang kafir itu)?" Kata tanya ini untuk memperbesar, mengagungkan, dan membuat takut. Selanjutnya dijawab dengan FirmanNya, ﴾ لِيَوۡمِ ٱلۡفَصۡلِ ﴿ "Sampai hari keputusan," antara manusia satu sama lain dan perhitungan amal mereka satu persatu.
(15) Kemudian Allah سبحانه وتعالى mengancam orang yang mendusta-kan hari ini seraya berfirman, ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besar-lah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan," yakni, alangkah celakanya mereka, alangkah besar siksaan mereka dan alangkah buruknya tempat kembali mereka. Allah سبحانه وتعالى memberitahu mereka dan bersumpah pada mereka, tapi mereka tidak membenarkannya. Karena itulah mereka berhak mendapatkan siksaan berat.
Al-Mursalat 77:16
"Bukankah Kami telah membinasakan orang-orang yang dahulu? Lalu Kami iringkan (azab Kami terhadap) mereka dengan (mengazab) orang-orang yang datang kemudian. Demikianlah Kami berbuat terhadap orang-orang yang berdosa. Kecelakaan besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mursalat: 16-19).
(16-19) Maknanya, bukankah Kami telah membinasakan para pendusta terdahulu kemudian Kami teruskan dengan mem-binasakan orang yang berdusta selanjutnya? Ini adalah ketetapan Allah سبحانه وتعالى dahulu dan selanjutnya bagi setiap pendosa. Orang berdosa pasti disiksa Allah سبحانه وتعالى, lantas mengapa kalian tidak mengambil pela-jaran dari apa yang kalian lihat dan kalian dengar? ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan," yakni, setelah mereka menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى yang jelas, siksaan-siksaan, dan hukuman.
Al-Mursalat 77:17
"Bukankah Kami telah membinasakan orang-orang yang dahulu? Lalu Kami iringkan (azab Kami terhadap) mereka dengan (mengazab) orang-orang yang datang kemudian. Demikianlah Kami berbuat terhadap orang-orang yang berdosa. Kecelakaan besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mursalat: 16-19).
(16-19) Maknanya, bukankah Kami telah membinasakan para pendusta terdahulu kemudian Kami teruskan dengan mem-binasakan orang yang berdusta selanjutnya? Ini adalah ketetapan Allah سبحانه وتعالى dahulu dan selanjutnya bagi setiap pendosa. Orang berdosa pasti disiksa Allah سبحانه وتعالى, lantas mengapa kalian tidak mengambil pela-jaran dari apa yang kalian lihat dan kalian dengar? ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan," yakni, setelah mereka menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى yang jelas, siksaan-siksaan, dan hukuman.
Al-Mursalat 77:18
"Bukankah Kami telah membinasakan orang-orang yang dahulu? Lalu Kami iringkan (azab Kami terhadap) mereka dengan (mengazab) orang-orang yang datang kemudian. Demikianlah Kami berbuat terhadap orang-orang yang berdosa. Kecelakaan besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mursalat: 16-19).
(16-19) Maknanya, bukankah Kami telah membinasakan para pendusta terdahulu kemudian Kami teruskan dengan mem-binasakan orang yang berdusta selanjutnya? Ini adalah ketetapan Allah سبحانه وتعالى dahulu dan selanjutnya bagi setiap pendosa. Orang berdosa pasti disiksa Allah سبحانه وتعالى, lantas mengapa kalian tidak mengambil pela-jaran dari apa yang kalian lihat dan kalian dengar? ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan," yakni, setelah mereka menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى yang jelas, siksaan-siksaan, dan hukuman.
Al-Mursalat 77:19
"Bukankah Kami telah membinasakan orang-orang yang dahulu? Lalu Kami iringkan (azab Kami terhadap) mereka dengan (mengazab) orang-orang yang datang kemudian. Demikianlah Kami berbuat terhadap orang-orang yang berdosa. Kecelakaan besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mursalat: 16-19).
(16-19) Maknanya, bukankah Kami telah membinasakan para pendusta terdahulu kemudian Kami teruskan dengan mem-binasakan orang yang berdusta selanjutnya? Ini adalah ketetapan Allah سبحانه وتعالى dahulu dan selanjutnya bagi setiap pendosa. Orang berdosa pasti disiksa Allah سبحانه وتعالى, lantas mengapa kalian tidak mengambil pela-jaran dari apa yang kalian lihat dan kalian dengar? ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan," yakni, setelah mereka menyaksikan tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى yang jelas, siksaan-siksaan, dan hukuman.
Al-Mursalat 77:20
"Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina, kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim), sampai waktu yang ditentukan, lalu Kami tentukan (bentuknya), maka Kami-lah sebaik-baik yang menentukan. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mursalat: 20-24).
(20-24) Maksudnya, bukankah Kami telah menciptakan kalian wahai anak cucu Adam, ﴾ مِّن مَّآءٖ مَّهِينٖ ﴿ "dari air yang hina," yaitu amat hina dina yang keluar di antara tulang sulbi dengan tulang rusuk hingga Allah سبحانه وتعالى meletakkannya ﴾ فِي قَرَارٖ مَّكِينٍ ﴿ "dalam tempat yang kokoh (rahim)," yakni di dalam rahim. Di tempat itu air mani menetap dan tumbuh, ﴾ إِلَىٰ قَدَرٖ مَّعۡلُومٖ ﴿ "sampai waktu yang ditentukan," dan saat yang telah ditetapkan, ﴾ فَقَدَرۡنَا ﴿ "lalu Kami tentukan (bentuk-nya)," yakni Kami tentukan dan atur janin itu di dalam kegelapan-kegelapan dan Kami rubah dari nuthfah menjadi segumpal darah kemudian menjadi segumpal daging hingga Allah سبحانه وتعالى menjadikan-nya jasad dan meniupkan ruh padanya. Di antara mereka ada yang meninggal sebelum itu. ﴾ فَنِعۡمَ ٱلۡقَٰدِرُونَ ﴿ "Maka Kami-lah sebaik-baik yang menentukan," yakni, DzatNya yang Suci dengan hal itu karena ke-tentuanNya sejalan dengan kebijaksanaanNya dan sesuai dengan pujian. ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan," setelah jelas bagi mereka tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى dan setelah Allah سبحانه وتعالى memperlihatkan berbagai pelajaran dan penjelasan-penjelasan kepada mereka.
Al-Mursalat 77:21
"Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina, kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim), sampai waktu yang ditentukan, lalu Kami tentukan (bentuknya), maka Kami-lah sebaik-baik yang menentukan. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mursalat: 20-24).
(20-24) Maksudnya, bukankah Kami telah menciptakan kalian wahai anak cucu Adam, ﴾ مِّن مَّآءٖ مَّهِينٖ ﴿ "dari air yang hina," yaitu amat hina dina yang keluar di antara tulang sulbi dengan tulang rusuk hingga Allah سبحانه وتعالى meletakkannya ﴾ فِي قَرَارٖ مَّكِينٍ ﴿ "dalam tempat yang kokoh (rahim)," yakni di dalam rahim. Di tempat itu air mani menetap dan tumbuh, ﴾ إِلَىٰ قَدَرٖ مَّعۡلُومٖ ﴿ "sampai waktu yang ditentukan," dan saat yang telah ditetapkan, ﴾ فَقَدَرۡنَا ﴿ "lalu Kami tentukan (bentuk-nya)," yakni Kami tentukan dan atur janin itu di dalam kegelapan-kegelapan dan Kami rubah dari nuthfah menjadi segumpal darah kemudian menjadi segumpal daging hingga Allah سبحانه وتعالى menjadikan-nya jasad dan meniupkan ruh padanya. Di antara mereka ada yang meninggal sebelum itu. ﴾ فَنِعۡمَ ٱلۡقَٰدِرُونَ ﴿ "Maka Kami-lah sebaik-baik yang menentukan," yakni, DzatNya yang Suci dengan hal itu karena ke-tentuanNya sejalan dengan kebijaksanaanNya dan sesuai dengan pujian. ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan," setelah jelas bagi mereka tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى dan setelah Allah سبحانه وتعالى memperlihatkan berbagai pelajaran dan penjelasan-penjelasan kepada mereka.
Al-Mursalat 77:22
"Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina, kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim), sampai waktu yang ditentukan, lalu Kami tentukan (bentuknya), maka Kami-lah sebaik-baik yang menentukan. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mursalat: 20-24).
(20-24) Maksudnya, bukankah Kami telah menciptakan kalian wahai anak cucu Adam, ﴾ مِّن مَّآءٖ مَّهِينٖ ﴿ "dari air yang hina," yaitu amat hina dina yang keluar di antara tulang sulbi dengan tulang rusuk hingga Allah سبحانه وتعالى meletakkannya ﴾ فِي قَرَارٖ مَّكِينٍ ﴿ "dalam tempat yang kokoh (rahim)," yakni di dalam rahim. Di tempat itu air mani menetap dan tumbuh, ﴾ إِلَىٰ قَدَرٖ مَّعۡلُومٖ ﴿ "sampai waktu yang ditentukan," dan saat yang telah ditetapkan, ﴾ فَقَدَرۡنَا ﴿ "lalu Kami tentukan (bentuk-nya)," yakni Kami tentukan dan atur janin itu di dalam kegelapan-kegelapan dan Kami rubah dari nuthfah menjadi segumpal darah kemudian menjadi segumpal daging hingga Allah سبحانه وتعالى menjadikan-nya jasad dan meniupkan ruh padanya. Di antara mereka ada yang meninggal sebelum itu. ﴾ فَنِعۡمَ ٱلۡقَٰدِرُونَ ﴿ "Maka Kami-lah sebaik-baik yang menentukan," yakni, DzatNya yang Suci dengan hal itu karena ke-tentuanNya sejalan dengan kebijaksanaanNya dan sesuai dengan pujian. ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan," setelah jelas bagi mereka tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى dan setelah Allah سبحانه وتعالى memperlihatkan berbagai pelajaran dan penjelasan-penjelasan kepada mereka.
Al-Mursalat 77:23
"Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina, kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim), sampai waktu yang ditentukan, lalu Kami tentukan (bentuknya), maka Kami-lah sebaik-baik yang menentukan. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mursalat: 20-24).
(20-24) Maksudnya, bukankah Kami telah menciptakan kalian wahai anak cucu Adam, ﴾ مِّن مَّآءٖ مَّهِينٖ ﴿ "dari air yang hina," yaitu amat hina dina yang keluar di antara tulang sulbi dengan tulang rusuk hingga Allah سبحانه وتعالى meletakkannya ﴾ فِي قَرَارٖ مَّكِينٍ ﴿ "dalam tempat yang kokoh (rahim)," yakni di dalam rahim. Di tempat itu air mani menetap dan tumbuh, ﴾ إِلَىٰ قَدَرٖ مَّعۡلُومٖ ﴿ "sampai waktu yang ditentukan," dan saat yang telah ditetapkan, ﴾ فَقَدَرۡنَا ﴿ "lalu Kami tentukan (bentuk-nya)," yakni Kami tentukan dan atur janin itu di dalam kegelapan-kegelapan dan Kami rubah dari nuthfah menjadi segumpal darah kemudian menjadi segumpal daging hingga Allah سبحانه وتعالى menjadikan-nya jasad dan meniupkan ruh padanya. Di antara mereka ada yang meninggal sebelum itu. ﴾ فَنِعۡمَ ٱلۡقَٰدِرُونَ ﴿ "Maka Kami-lah sebaik-baik yang menentukan," yakni, DzatNya yang Suci dengan hal itu karena ke-tentuanNya sejalan dengan kebijaksanaanNya dan sesuai dengan pujian. ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan," setelah jelas bagi mereka tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى dan setelah Allah سبحانه وتعالى memperlihatkan berbagai pelajaran dan penjelasan-penjelasan kepada mereka.
Al-Mursalat 77:24
"Bukankah Kami menciptakan kamu dari air yang hina, kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh (rahim), sampai waktu yang ditentukan, lalu Kami tentukan (bentuknya), maka Kami-lah sebaik-baik yang menentukan. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mursalat: 20-24).
(20-24) Maksudnya, bukankah Kami telah menciptakan kalian wahai anak cucu Adam, ﴾ مِّن مَّآءٖ مَّهِينٖ ﴿ "dari air yang hina," yaitu amat hina dina yang keluar di antara tulang sulbi dengan tulang rusuk hingga Allah سبحانه وتعالى meletakkannya ﴾ فِي قَرَارٖ مَّكِينٍ ﴿ "dalam tempat yang kokoh (rahim)," yakni di dalam rahim. Di tempat itu air mani menetap dan tumbuh, ﴾ إِلَىٰ قَدَرٖ مَّعۡلُومٖ ﴿ "sampai waktu yang ditentukan," dan saat yang telah ditetapkan, ﴾ فَقَدَرۡنَا ﴿ "lalu Kami tentukan (bentuk-nya)," yakni Kami tentukan dan atur janin itu di dalam kegelapan-kegelapan dan Kami rubah dari nuthfah menjadi segumpal darah kemudian menjadi segumpal daging hingga Allah سبحانه وتعالى menjadikan-nya jasad dan meniupkan ruh padanya. Di antara mereka ada yang meninggal sebelum itu. ﴾ فَنِعۡمَ ٱلۡقَٰدِرُونَ ﴿ "Maka Kami-lah sebaik-baik yang menentukan," yakni, DzatNya yang Suci dengan hal itu karena ke-tentuanNya sejalan dengan kebijaksanaanNya dan sesuai dengan pujian. ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan," setelah jelas bagi mereka tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى dan setelah Allah سبحانه وتعالى memperlihatkan berbagai pelajaran dan penjelasan-penjelasan kepada mereka.
Al-Mursalat 77:25
"Bukankah Kami menjadikan bumi (tempat) berkumpul, orang-orang hidup dan orang-orang mati, dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi, dan Kami beri minum kamu dengan air tawar. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mursalat: 25-28).
(25-28) Maknanya, bukankah Kami telah memberi kalian karunia dan nikmat berupa ditundukkannya bumi demi kemasla-hatan kalian lalu Kami menjadikannya, ﴾ كِفَاتًا ﴿ "(tempat) berkumpul," bagi kalian semua, ﴾ أَحۡيَآءٗ ﴿ "orang-orang hidup," di bumi ﴾ وَأَمۡوَٰتٗا ﴿ "dan orang-orang mati," di dalam kubur. Sebagaimana rumah dan istana merupakan salah satu nikmat dan karunia yang diberikan Allah سبحانه وتعالى pada hamba-hambaNya, kuburan juga merupakan rahmat bagi mereka dan sebagai pelindung agar jasad mereka tidak dimakan oleh binatang buas dan lainnya. ﴾ وَجَعَلۡنَا فِيهَا رَوَٰسِيَ ﴿ "Dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi," yakni gunung tinggi melebihi bumi agar tidak goncang bersama penghuninya. Allah سبحانه وتعالى mengo-kohkan bumi dengan gunung-gunung yang tinggi dan memben-tang. ﴾ وَأَسۡقَيۡنَٰكُم مَّآءٗ فُرَاتٗا ﴿ "Dan Kami beri minum kamu dengan air tawar," yaitu air yang enak dikonsumsi (yang tidak asin). Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَفَرَءَيۡتُمُ ٱلۡمَآءَ ٱلَّذِي تَشۡرَبُونَ 68 ءَأَنتُمۡ أَنزَلۡتُمُوهُ مِنَ ٱلۡمُزۡنِ أَمۡ نَحۡنُ ٱلۡمُنزِلُونَ 69 لَوۡ نَشَآءُ جَعَلۡنَٰهُ أُجَاجٗا فَلَوۡلَا تَشۡكُرُونَ 70 ﴿ "Maka terangkanlah kepadaKu tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurun-kan? Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka menga-pakah kamu tidak bersyukur?" (Al-Waqi'ah: 68-70). ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan," padahal Allah سبحانه وتعالى telah memperlihatkan berbagai nikmat pada mereka yang dikhususkan pada mereka, tapi mereka justru membalasnya dengan mendustakan(nya).
Al-Mursalat 77:26
"Bukankah Kami menjadikan bumi (tempat) berkumpul, orang-orang hidup dan orang-orang mati, dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi, dan Kami beri minum kamu dengan air tawar. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mursalat: 25-28).
(25-28) Maknanya, bukankah Kami telah memberi kalian karunia dan nikmat berupa ditundukkannya bumi demi kemasla-hatan kalian lalu Kami menjadikannya, ﴾ كِفَاتًا ﴿ "(tempat) berkumpul," bagi kalian semua, ﴾ أَحۡيَآءٗ ﴿ "orang-orang hidup," di bumi ﴾ وَأَمۡوَٰتٗا ﴿ "dan orang-orang mati," di dalam kubur. Sebagaimana rumah dan istana merupakan salah satu nikmat dan karunia yang diberikan Allah سبحانه وتعالى pada hamba-hambaNya, kuburan juga merupakan rahmat bagi mereka dan sebagai pelindung agar jasad mereka tidak dimakan oleh binatang buas dan lainnya. ﴾ وَجَعَلۡنَا فِيهَا رَوَٰسِيَ ﴿ "Dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi," yakni gunung tinggi melebihi bumi agar tidak goncang bersama penghuninya. Allah سبحانه وتعالى mengo-kohkan bumi dengan gunung-gunung yang tinggi dan memben-tang. ﴾ وَأَسۡقَيۡنَٰكُم مَّآءٗ فُرَاتٗا ﴿ "Dan Kami beri minum kamu dengan air tawar," yaitu air yang enak dikonsumsi (yang tidak asin). Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَفَرَءَيۡتُمُ ٱلۡمَآءَ ٱلَّذِي تَشۡرَبُونَ 68 ءَأَنتُمۡ أَنزَلۡتُمُوهُ مِنَ ٱلۡمُزۡنِ أَمۡ نَحۡنُ ٱلۡمُنزِلُونَ 69 لَوۡ نَشَآءُ جَعَلۡنَٰهُ أُجَاجٗا فَلَوۡلَا تَشۡكُرُونَ 70 ﴿ "Maka terangkanlah kepadaKu tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurun-kan? Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka menga-pakah kamu tidak bersyukur?" (Al-Waqi'ah: 68-70). ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan," padahal Allah سبحانه وتعالى telah memperlihatkan berbagai nikmat pada mereka yang dikhususkan pada mereka, tapi mereka justru membalasnya dengan mendustakan(nya).
Al-Mursalat 77:27
"Bukankah Kami menjadikan bumi (tempat) berkumpul, orang-orang hidup dan orang-orang mati, dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi, dan Kami beri minum kamu dengan air tawar. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mursalat: 25-28).
(25-28) Maknanya, bukankah Kami telah memberi kalian karunia dan nikmat berupa ditundukkannya bumi demi kemasla-hatan kalian lalu Kami menjadikannya, ﴾ كِفَاتًا ﴿ "(tempat) berkumpul," bagi kalian semua, ﴾ أَحۡيَآءٗ ﴿ "orang-orang hidup," di bumi ﴾ وَأَمۡوَٰتٗا ﴿ "dan orang-orang mati," di dalam kubur. Sebagaimana rumah dan istana merupakan salah satu nikmat dan karunia yang diberikan Allah سبحانه وتعالى pada hamba-hambaNya, kuburan juga merupakan rahmat bagi mereka dan sebagai pelindung agar jasad mereka tidak dimakan oleh binatang buas dan lainnya. ﴾ وَجَعَلۡنَا فِيهَا رَوَٰسِيَ ﴿ "Dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi," yakni gunung tinggi melebihi bumi agar tidak goncang bersama penghuninya. Allah سبحانه وتعالى mengo-kohkan bumi dengan gunung-gunung yang tinggi dan memben-tang. ﴾ وَأَسۡقَيۡنَٰكُم مَّآءٗ فُرَاتٗا ﴿ "Dan Kami beri minum kamu dengan air tawar," yaitu air yang enak dikonsumsi (yang tidak asin). Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَفَرَءَيۡتُمُ ٱلۡمَآءَ ٱلَّذِي تَشۡرَبُونَ 68 ءَأَنتُمۡ أَنزَلۡتُمُوهُ مِنَ ٱلۡمُزۡنِ أَمۡ نَحۡنُ ٱلۡمُنزِلُونَ 69 لَوۡ نَشَآءُ جَعَلۡنَٰهُ أُجَاجٗا فَلَوۡلَا تَشۡكُرُونَ 70 ﴿ "Maka terangkanlah kepadaKu tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurun-kan? Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka menga-pakah kamu tidak bersyukur?" (Al-Waqi'ah: 68-70). ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan," padahal Allah سبحانه وتعالى telah memperlihatkan berbagai nikmat pada mereka yang dikhususkan pada mereka, tapi mereka justru membalasnya dengan mendustakan(nya).
Al-Mursalat 77:28
"Bukankah Kami menjadikan bumi (tempat) berkumpul, orang-orang hidup dan orang-orang mati, dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi, dan Kami beri minum kamu dengan air tawar. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mursalat: 25-28).
(25-28) Maknanya, bukankah Kami telah memberi kalian karunia dan nikmat berupa ditundukkannya bumi demi kemasla-hatan kalian lalu Kami menjadikannya, ﴾ كِفَاتًا ﴿ "(tempat) berkumpul," bagi kalian semua, ﴾ أَحۡيَآءٗ ﴿ "orang-orang hidup," di bumi ﴾ وَأَمۡوَٰتٗا ﴿ "dan orang-orang mati," di dalam kubur. Sebagaimana rumah dan istana merupakan salah satu nikmat dan karunia yang diberikan Allah سبحانه وتعالى pada hamba-hambaNya, kuburan juga merupakan rahmat bagi mereka dan sebagai pelindung agar jasad mereka tidak dimakan oleh binatang buas dan lainnya. ﴾ وَجَعَلۡنَا فِيهَا رَوَٰسِيَ ﴿ "Dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi," yakni gunung tinggi melebihi bumi agar tidak goncang bersama penghuninya. Allah سبحانه وتعالى mengo-kohkan bumi dengan gunung-gunung yang tinggi dan memben-tang. ﴾ وَأَسۡقَيۡنَٰكُم مَّآءٗ فُرَاتٗا ﴿ "Dan Kami beri minum kamu dengan air tawar," yaitu air yang enak dikonsumsi (yang tidak asin). Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَفَرَءَيۡتُمُ ٱلۡمَآءَ ٱلَّذِي تَشۡرَبُونَ 68 ءَأَنتُمۡ أَنزَلۡتُمُوهُ مِنَ ٱلۡمُزۡنِ أَمۡ نَحۡنُ ٱلۡمُنزِلُونَ 69 لَوۡ نَشَآءُ جَعَلۡنَٰهُ أُجَاجٗا فَلَوۡلَا تَشۡكُرُونَ 70 ﴿ "Maka terangkanlah kepadaKu tentang air yang kamu minum. Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurun-kan? Kalau Kami kehendaki, niscaya Kami jadikan dia asin, maka menga-pakah kamu tidak bersyukur?" (Al-Waqi'ah: 68-70). ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan," padahal Allah سبحانه وتعالى telah memperlihatkan berbagai nikmat pada mereka yang dikhususkan pada mereka, tapi mereka justru membalasnya dengan mendustakan(nya).
Al-Mursalat 77:29
"(Dikatakan kepada mereka pada Hari Kiamat), 'Pergilah kamu mendapatkan azab yang dahulunya kamu mendustakan-nya. Pergilah kamu mendapatkan naungan yang mempunyai tiga cabang, yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka.' Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana, seolah-olah ia iringan unta yang kuning. Ke-celakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang men-dustakan." (Al-Mursalat: 29-34).
(29-34) Inilah salah satu kecelakaan yang disediakan untuk para pendosa. Pada Hari Kiamat dikatakan pada mereka, ﴾ ٱنطَلِقُوٓاْ إِلَىٰ مَا كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ ﴿ "Pergilah kamu mendapatkan azab yang dahulunya kamu mendustakannya." Hal itu dijelaskan dengan FirmanNya, ﴾ ٱنطَلِقُوٓاْ إِلَىٰ ظِلّٖ ذِي ثَلَٰثِ شُعَبٖ ﴿ "Pergilah kamu mendapatkan naungan yang mempunyai tiga cabang," yakni, ke dalam naungan Neraka Jahanam yang di sela-selanya terkenal adanya tiga cabang, yaitu bagian-bagian dari neraka yang saling mempergilir dan menyatu dengannya. ﴾ لَّا ظَلِيلٖ ﴿ "Yang tidak melindungi," yakni naungan tersebut, artinya pada na-ungan tersebut tidak ada kenyamanan dan tidak ada ketenangan, ﴾ وَلَا يُغۡنِي ﴿ "dan tidak pula menolak," untuk menghindarkan orang yang tinggal di dalamnya, ﴾ مِنَ ٱللَّهَبِ ﴿ "dari nyala api neraka," bahkan nyala api meliputinya dari sisi kiri dan kanan serta dari segala penjuru. Seperti yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَهُم مِّن فَوۡقِهِمۡ ظُلَلٞ مِّنَ ٱلنَّارِ وَمِن تَحۡتِهِمۡ ظُلَلٞۚ ﴿ "Bagi mereka lapisan-lapisan (naungan) dari api di atas mereka dan di bawah mereka pun lapisan-lapisan (dari api)." (Az-Zumar: 16). ﴾ لَهُم مِّن جَهَنَّمَ مِهَادٞ وَمِن فَوۡقِهِمۡ غَوَاشٖۚ وَكَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلظَّٰلِمِينَ 41 ﴿ "Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zhalim." (Al-A'raf: 41). Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan besarnya kobaran api yang menunjukkan besar dan ngerinya api neraka serta buruknya pemandangan seraya berfirman, ﴾ إِنَّهَا تَرۡمِي بِشَرَرٖ كَٱلۡقَصۡرِ 32 كَأَنَّهُۥ جِمَٰلَتٞ صُفۡرٞ 33 ﴿ "Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana, seolah-olah ia iringan unta yang kuning," yakni warna hitam yang berubah menjadi kekuning-kuningan. Hal ini menunjukkan bahwa kobaran, bara, dan bunga api neraka gelap. Api neraka ber-warna hitam, buruk di pandangan mata dan amat panas. Semoga Allah سبحانه وتعالى menyelamatkan kita dari neraka serta dari perbuatan-per-buatan yang mendekatkan ke neraka. ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan."
Al-Mursalat 77:30
"(Dikatakan kepada mereka pada Hari Kiamat), 'Pergilah kamu mendapatkan azab yang dahulunya kamu mendustakan-nya. Pergilah kamu mendapatkan naungan yang mempunyai tiga cabang, yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka.' Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana, seolah-olah ia iringan unta yang kuning. Ke-celakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang men-dustakan." (Al-Mursalat: 29-34).
(29-34) Inilah salah satu kecelakaan yang disediakan untuk para pendosa. Pada Hari Kiamat dikatakan pada mereka, ﴾ ٱنطَلِقُوٓاْ إِلَىٰ مَا كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ ﴿ "Pergilah kamu mendapatkan azab yang dahulunya kamu mendustakannya." Hal itu dijelaskan dengan FirmanNya, ﴾ ٱنطَلِقُوٓاْ إِلَىٰ ظِلّٖ ذِي ثَلَٰثِ شُعَبٖ ﴿ "Pergilah kamu mendapatkan naungan yang mempunyai tiga cabang," yakni, ke dalam naungan Neraka Jahanam yang di sela-selanya terkenal adanya tiga cabang, yaitu bagian-bagian dari neraka yang saling mempergilir dan menyatu dengannya. ﴾ لَّا ظَلِيلٖ ﴿ "Yang tidak melindungi," yakni naungan tersebut, artinya pada na-ungan tersebut tidak ada kenyamanan dan tidak ada ketenangan, ﴾ وَلَا يُغۡنِي ﴿ "dan tidak pula menolak," untuk menghindarkan orang yang tinggal di dalamnya, ﴾ مِنَ ٱللَّهَبِ ﴿ "dari nyala api neraka," bahkan nyala api meliputinya dari sisi kiri dan kanan serta dari segala penjuru. Seperti yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَهُم مِّن فَوۡقِهِمۡ ظُلَلٞ مِّنَ ٱلنَّارِ وَمِن تَحۡتِهِمۡ ظُلَلٞۚ ﴿ "Bagi mereka lapisan-lapisan (naungan) dari api di atas mereka dan di bawah mereka pun lapisan-lapisan (dari api)." (Az-Zumar: 16). ﴾ لَهُم مِّن جَهَنَّمَ مِهَادٞ وَمِن فَوۡقِهِمۡ غَوَاشٖۚ وَكَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلظَّٰلِمِينَ 41 ﴿ "Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zhalim." (Al-A'raf: 41). Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan besarnya kobaran api yang menunjukkan besar dan ngerinya api neraka serta buruknya pemandangan seraya berfirman, ﴾ إِنَّهَا تَرۡمِي بِشَرَرٖ كَٱلۡقَصۡرِ 32 كَأَنَّهُۥ جِمَٰلَتٞ صُفۡرٞ 33 ﴿ "Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana, seolah-olah ia iringan unta yang kuning," yakni warna hitam yang berubah menjadi kekuning-kuningan. Hal ini menunjukkan bahwa kobaran, bara, dan bunga api neraka gelap. Api neraka ber-warna hitam, buruk di pandangan mata dan amat panas. Semoga Allah سبحانه وتعالى menyelamatkan kita dari neraka serta dari perbuatan-per-buatan yang mendekatkan ke neraka. ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan."
Al-Mursalat 77:31
"(Dikatakan kepada mereka pada Hari Kiamat), 'Pergilah kamu mendapatkan azab yang dahulunya kamu mendustakan-nya. Pergilah kamu mendapatkan naungan yang mempunyai tiga cabang, yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka.' Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana, seolah-olah ia iringan unta yang kuning. Ke-celakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang men-dustakan." (Al-Mursalat: 29-34).
(29-34) Inilah salah satu kecelakaan yang disediakan untuk para pendosa. Pada Hari Kiamat dikatakan pada mereka, ﴾ ٱنطَلِقُوٓاْ إِلَىٰ مَا كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ ﴿ "Pergilah kamu mendapatkan azab yang dahulunya kamu mendustakannya." Hal itu dijelaskan dengan FirmanNya, ﴾ ٱنطَلِقُوٓاْ إِلَىٰ ظِلّٖ ذِي ثَلَٰثِ شُعَبٖ ﴿ "Pergilah kamu mendapatkan naungan yang mempunyai tiga cabang," yakni, ke dalam naungan Neraka Jahanam yang di sela-selanya terkenal adanya tiga cabang, yaitu bagian-bagian dari neraka yang saling mempergilir dan menyatu dengannya. ﴾ لَّا ظَلِيلٖ ﴿ "Yang tidak melindungi," yakni naungan tersebut, artinya pada na-ungan tersebut tidak ada kenyamanan dan tidak ada ketenangan, ﴾ وَلَا يُغۡنِي ﴿ "dan tidak pula menolak," untuk menghindarkan orang yang tinggal di dalamnya, ﴾ مِنَ ٱللَّهَبِ ﴿ "dari nyala api neraka," bahkan nyala api meliputinya dari sisi kiri dan kanan serta dari segala penjuru. Seperti yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَهُم مِّن فَوۡقِهِمۡ ظُلَلٞ مِّنَ ٱلنَّارِ وَمِن تَحۡتِهِمۡ ظُلَلٞۚ ﴿ "Bagi mereka lapisan-lapisan (naungan) dari api di atas mereka dan di bawah mereka pun lapisan-lapisan (dari api)." (Az-Zumar: 16). ﴾ لَهُم مِّن جَهَنَّمَ مِهَادٞ وَمِن فَوۡقِهِمۡ غَوَاشٖۚ وَكَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلظَّٰلِمِينَ 41 ﴿ "Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zhalim." (Al-A'raf: 41). Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan besarnya kobaran api yang menunjukkan besar dan ngerinya api neraka serta buruknya pemandangan seraya berfirman, ﴾ إِنَّهَا تَرۡمِي بِشَرَرٖ كَٱلۡقَصۡرِ 32 كَأَنَّهُۥ جِمَٰلَتٞ صُفۡرٞ 33 ﴿ "Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana, seolah-olah ia iringan unta yang kuning," yakni warna hitam yang berubah menjadi kekuning-kuningan. Hal ini menunjukkan bahwa kobaran, bara, dan bunga api neraka gelap. Api neraka ber-warna hitam, buruk di pandangan mata dan amat panas. Semoga Allah سبحانه وتعالى menyelamatkan kita dari neraka serta dari perbuatan-per-buatan yang mendekatkan ke neraka. ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan."
Al-Mursalat 77:32
"(Dikatakan kepada mereka pada Hari Kiamat), 'Pergilah kamu mendapatkan azab yang dahulunya kamu mendustakan-nya. Pergilah kamu mendapatkan naungan yang mempunyai tiga cabang, yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka.' Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana, seolah-olah ia iringan unta yang kuning. Ke-celakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang men-dustakan." (Al-Mursalat: 29-34).
(29-34) Inilah salah satu kecelakaan yang disediakan untuk para pendosa. Pada Hari Kiamat dikatakan pada mereka, ﴾ ٱنطَلِقُوٓاْ إِلَىٰ مَا كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ ﴿ "Pergilah kamu mendapatkan azab yang dahulunya kamu mendustakannya." Hal itu dijelaskan dengan FirmanNya, ﴾ ٱنطَلِقُوٓاْ إِلَىٰ ظِلّٖ ذِي ثَلَٰثِ شُعَبٖ ﴿ "Pergilah kamu mendapatkan naungan yang mempunyai tiga cabang," yakni, ke dalam naungan Neraka Jahanam yang di sela-selanya terkenal adanya tiga cabang, yaitu bagian-bagian dari neraka yang saling mempergilir dan menyatu dengannya. ﴾ لَّا ظَلِيلٖ ﴿ "Yang tidak melindungi," yakni naungan tersebut, artinya pada na-ungan tersebut tidak ada kenyamanan dan tidak ada ketenangan, ﴾ وَلَا يُغۡنِي ﴿ "dan tidak pula menolak," untuk menghindarkan orang yang tinggal di dalamnya, ﴾ مِنَ ٱللَّهَبِ ﴿ "dari nyala api neraka," bahkan nyala api meliputinya dari sisi kiri dan kanan serta dari segala penjuru. Seperti yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَهُم مِّن فَوۡقِهِمۡ ظُلَلٞ مِّنَ ٱلنَّارِ وَمِن تَحۡتِهِمۡ ظُلَلٞۚ ﴿ "Bagi mereka lapisan-lapisan (naungan) dari api di atas mereka dan di bawah mereka pun lapisan-lapisan (dari api)." (Az-Zumar: 16). ﴾ لَهُم مِّن جَهَنَّمَ مِهَادٞ وَمِن فَوۡقِهِمۡ غَوَاشٖۚ وَكَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلظَّٰلِمِينَ 41 ﴿ "Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zhalim." (Al-A'raf: 41). Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan besarnya kobaran api yang menunjukkan besar dan ngerinya api neraka serta buruknya pemandangan seraya berfirman, ﴾ إِنَّهَا تَرۡمِي بِشَرَرٖ كَٱلۡقَصۡرِ 32 كَأَنَّهُۥ جِمَٰلَتٞ صُفۡرٞ 33 ﴿ "Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana, seolah-olah ia iringan unta yang kuning," yakni warna hitam yang berubah menjadi kekuning-kuningan. Hal ini menunjukkan bahwa kobaran, bara, dan bunga api neraka gelap. Api neraka ber-warna hitam, buruk di pandangan mata dan amat panas. Semoga Allah سبحانه وتعالى menyelamatkan kita dari neraka serta dari perbuatan-per-buatan yang mendekatkan ke neraka. ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan."
Al-Mursalat 77:33
"(Dikatakan kepada mereka pada Hari Kiamat), 'Pergilah kamu mendapatkan azab yang dahulunya kamu mendustakan-nya. Pergilah kamu mendapatkan naungan yang mempunyai tiga cabang, yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka.' Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana, seolah-olah ia iringan unta yang kuning. Ke-celakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang men-dustakan." (Al-Mursalat: 29-34).
(29-34) Inilah salah satu kecelakaan yang disediakan untuk para pendosa. Pada Hari Kiamat dikatakan pada mereka, ﴾ ٱنطَلِقُوٓاْ إِلَىٰ مَا كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ ﴿ "Pergilah kamu mendapatkan azab yang dahulunya kamu mendustakannya." Hal itu dijelaskan dengan FirmanNya, ﴾ ٱنطَلِقُوٓاْ إِلَىٰ ظِلّٖ ذِي ثَلَٰثِ شُعَبٖ ﴿ "Pergilah kamu mendapatkan naungan yang mempunyai tiga cabang," yakni, ke dalam naungan Neraka Jahanam yang di sela-selanya terkenal adanya tiga cabang, yaitu bagian-bagian dari neraka yang saling mempergilir dan menyatu dengannya. ﴾ لَّا ظَلِيلٖ ﴿ "Yang tidak melindungi," yakni naungan tersebut, artinya pada na-ungan tersebut tidak ada kenyamanan dan tidak ada ketenangan, ﴾ وَلَا يُغۡنِي ﴿ "dan tidak pula menolak," untuk menghindarkan orang yang tinggal di dalamnya, ﴾ مِنَ ٱللَّهَبِ ﴿ "dari nyala api neraka," bahkan nyala api meliputinya dari sisi kiri dan kanan serta dari segala penjuru. Seperti yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَهُم مِّن فَوۡقِهِمۡ ظُلَلٞ مِّنَ ٱلنَّارِ وَمِن تَحۡتِهِمۡ ظُلَلٞۚ ﴿ "Bagi mereka lapisan-lapisan (naungan) dari api di atas mereka dan di bawah mereka pun lapisan-lapisan (dari api)." (Az-Zumar: 16). ﴾ لَهُم مِّن جَهَنَّمَ مِهَادٞ وَمِن فَوۡقِهِمۡ غَوَاشٖۚ وَكَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلظَّٰلِمِينَ 41 ﴿ "Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zhalim." (Al-A'raf: 41). Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan besarnya kobaran api yang menunjukkan besar dan ngerinya api neraka serta buruknya pemandangan seraya berfirman, ﴾ إِنَّهَا تَرۡمِي بِشَرَرٖ كَٱلۡقَصۡرِ 32 كَأَنَّهُۥ جِمَٰلَتٞ صُفۡرٞ 33 ﴿ "Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana, seolah-olah ia iringan unta yang kuning," yakni warna hitam yang berubah menjadi kekuning-kuningan. Hal ini menunjukkan bahwa kobaran, bara, dan bunga api neraka gelap. Api neraka ber-warna hitam, buruk di pandangan mata dan amat panas. Semoga Allah سبحانه وتعالى menyelamatkan kita dari neraka serta dari perbuatan-per-buatan yang mendekatkan ke neraka. ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan."
Al-Mursalat 77:34
"(Dikatakan kepada mereka pada Hari Kiamat), 'Pergilah kamu mendapatkan azab yang dahulunya kamu mendustakan-nya. Pergilah kamu mendapatkan naungan yang mempunyai tiga cabang, yang tidak melindungi dan tidak pula menolak nyala api neraka.' Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana, seolah-olah ia iringan unta yang kuning. Ke-celakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang men-dustakan." (Al-Mursalat: 29-34).
(29-34) Inilah salah satu kecelakaan yang disediakan untuk para pendosa. Pada Hari Kiamat dikatakan pada mereka, ﴾ ٱنطَلِقُوٓاْ إِلَىٰ مَا كُنتُم بِهِۦ تُكَذِّبُونَ ﴿ "Pergilah kamu mendapatkan azab yang dahulunya kamu mendustakannya." Hal itu dijelaskan dengan FirmanNya, ﴾ ٱنطَلِقُوٓاْ إِلَىٰ ظِلّٖ ذِي ثَلَٰثِ شُعَبٖ ﴿ "Pergilah kamu mendapatkan naungan yang mempunyai tiga cabang," yakni, ke dalam naungan Neraka Jahanam yang di sela-selanya terkenal adanya tiga cabang, yaitu bagian-bagian dari neraka yang saling mempergilir dan menyatu dengannya. ﴾ لَّا ظَلِيلٖ ﴿ "Yang tidak melindungi," yakni naungan tersebut, artinya pada na-ungan tersebut tidak ada kenyamanan dan tidak ada ketenangan, ﴾ وَلَا يُغۡنِي ﴿ "dan tidak pula menolak," untuk menghindarkan orang yang tinggal di dalamnya, ﴾ مِنَ ٱللَّهَبِ ﴿ "dari nyala api neraka," bahkan nyala api meliputinya dari sisi kiri dan kanan serta dari segala penjuru. Seperti yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَهُم مِّن فَوۡقِهِمۡ ظُلَلٞ مِّنَ ٱلنَّارِ وَمِن تَحۡتِهِمۡ ظُلَلٞۚ ﴿ "Bagi mereka lapisan-lapisan (naungan) dari api di atas mereka dan di bawah mereka pun lapisan-lapisan (dari api)." (Az-Zumar: 16). ﴾ لَهُم مِّن جَهَنَّمَ مِهَادٞ وَمِن فَوۡقِهِمۡ غَوَاشٖۚ وَكَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلظَّٰلِمِينَ 41 ﴿ "Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zhalim." (Al-A'raf: 41). Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan besarnya kobaran api yang menunjukkan besar dan ngerinya api neraka serta buruknya pemandangan seraya berfirman, ﴾ إِنَّهَا تَرۡمِي بِشَرَرٖ كَٱلۡقَصۡرِ 32 كَأَنَّهُۥ جِمَٰلَتٞ صُفۡرٞ 33 ﴿ "Sesungguhnya neraka itu melontarkan bunga api sebesar dan setinggi istana, seolah-olah ia iringan unta yang kuning," yakni warna hitam yang berubah menjadi kekuning-kuningan. Hal ini menunjukkan bahwa kobaran, bara, dan bunga api neraka gelap. Api neraka ber-warna hitam, buruk di pandangan mata dan amat panas. Semoga Allah سبحانه وتعالى menyelamatkan kita dari neraka serta dari perbuatan-per-buatan yang mendekatkan ke neraka. ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan."
Al-Mursalat 77:35
"Ini adalah hari yang mereka tidak dapat berbicara (pada hari itu), dan tidak diizinkan kepada mereka meminta udzur sehingga mereka (dapat) minta udzur. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. Ini adalah hari keputusan; (pada hari ini) Kami mengumpulkan kamu dan orang-orang yang terdahulu. Jika kamu mempunyai tipu daya, maka la-kukanlah tipu dayamu itu terhadapKu. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mursalat: 35-40).
(35-37) Maknanya, ini adalah hari besar dan dahsyat bagi orang-orang yang mendustakan. Mereka tidak bisa berkata-kata di dalamnya karena amat takut. ﴾ وَلَا يُؤۡذَنُ لَهُمۡ فَيَعۡتَذِرُونَ ﴿ "Dan tidak diizinkan kepada mereka meminta udzur sehingga mereka (dapat) minta udzur," maksudnya udzur mereka tidak diterima meski mereka mengemu-kakannya. (Dalam ayat lain), ﴾ فَيَوۡمَئِذٖ لَّا يَنفَعُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ مَعۡذِرَتُهُمۡ وَلَا هُمۡ يُسۡتَعۡتَبُونَ 57 ﴿ "Maka pada hari itu tidak bermanfaat (lagi) bagi orang-orang yang zhalim permintaan udzur mereka, dan tidak pula mereka diberi kesempatan bertaubat lagi." (Ar-Rum: 57).
(38-40) ﴾ هَٰذَا يَوۡمُ ٱلۡفَصۡلِۖ جَمَعۡنَٰكُمۡ وَٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Ini adalah hari keputusan; (pada hari ini) Kami mengumpulkan kamu dan orang-orang yang terdahulu," agar Kami memutuskan di antara kalian dan Kami memutuskan antara manusia. ﴾ فَإِن كَانَ لَكُمۡ كَيۡدٞ ﴿ "Jika kamu mempunyai tipu daya," yang membuat kalian mampu keluar dari kekuasaanKu dan selamat dari azabKu, ﴾ فَكِيدُونِ ﴿ "maka lakukanlah tipu dayamu itu terhadapKu," yakni kalian tidak memiliki kemampuan dan kekuasaan, seperti yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ يَٰمَعۡشَرَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِ إِنِ ٱسۡتَطَعۡتُمۡ أَن تَنفُذُواْ مِنۡ أَقۡطَارِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ فَٱنفُذُواْۚ لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلۡطَٰنٖ 33 ﴿ "Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan." (Ar-Rahman: 33). Pada hari itu gugur semua tipu daya orang-orang zhalim. Lenyap semua makar dan tipu daya mereka dan mereka pasrah untuk disiksa, dan pada saat itu Allah سبحانه وتعالى menjelaskan kedustaan mereka, ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan."
Al-Mursalat 77:36
"Ini adalah hari yang mereka tidak dapat berbicara (pada hari itu), dan tidak diizinkan kepada mereka meminta udzur sehingga mereka (dapat) minta udzur. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. Ini adalah hari keputusan; (pada hari ini) Kami mengumpulkan kamu dan orang-orang yang terdahulu. Jika kamu mempunyai tipu daya, maka la-kukanlah tipu dayamu itu terhadapKu. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mursalat: 35-40).
(35-37) Maknanya, ini adalah hari besar dan dahsyat bagi orang-orang yang mendustakan. Mereka tidak bisa berkata-kata di dalamnya karena amat takut. ﴾ وَلَا يُؤۡذَنُ لَهُمۡ فَيَعۡتَذِرُونَ ﴿ "Dan tidak diizinkan kepada mereka meminta udzur sehingga mereka (dapat) minta udzur," maksudnya udzur mereka tidak diterima meski mereka mengemu-kakannya. (Dalam ayat lain), ﴾ فَيَوۡمَئِذٖ لَّا يَنفَعُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ مَعۡذِرَتُهُمۡ وَلَا هُمۡ يُسۡتَعۡتَبُونَ 57 ﴿ "Maka pada hari itu tidak bermanfaat (lagi) bagi orang-orang yang zhalim permintaan udzur mereka, dan tidak pula mereka diberi kesempatan bertaubat lagi." (Ar-Rum: 57).
(38-40) ﴾ هَٰذَا يَوۡمُ ٱلۡفَصۡلِۖ جَمَعۡنَٰكُمۡ وَٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Ini adalah hari keputusan; (pada hari ini) Kami mengumpulkan kamu dan orang-orang yang terdahulu," agar Kami memutuskan di antara kalian dan Kami memutuskan antara manusia. ﴾ فَإِن كَانَ لَكُمۡ كَيۡدٞ ﴿ "Jika kamu mempunyai tipu daya," yang membuat kalian mampu keluar dari kekuasaanKu dan selamat dari azabKu, ﴾ فَكِيدُونِ ﴿ "maka lakukanlah tipu dayamu itu terhadapKu," yakni kalian tidak memiliki kemampuan dan kekuasaan, seperti yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ يَٰمَعۡشَرَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِ إِنِ ٱسۡتَطَعۡتُمۡ أَن تَنفُذُواْ مِنۡ أَقۡطَارِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ فَٱنفُذُواْۚ لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلۡطَٰنٖ 33 ﴿ "Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan." (Ar-Rahman: 33). Pada hari itu gugur semua tipu daya orang-orang zhalim. Lenyap semua makar dan tipu daya mereka dan mereka pasrah untuk disiksa, dan pada saat itu Allah سبحانه وتعالى menjelaskan kedustaan mereka, ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan."
Al-Mursalat 77:37
"Ini adalah hari yang mereka tidak dapat berbicara (pada hari itu), dan tidak diizinkan kepada mereka meminta udzur sehingga mereka (dapat) minta udzur. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. Ini adalah hari keputusan; (pada hari ini) Kami mengumpulkan kamu dan orang-orang yang terdahulu. Jika kamu mempunyai tipu daya, maka la-kukanlah tipu dayamu itu terhadapKu. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mursalat: 35-40).
(35-37) Maknanya, ini adalah hari besar dan dahsyat bagi orang-orang yang mendustakan. Mereka tidak bisa berkata-kata di dalamnya karena amat takut. ﴾ وَلَا يُؤۡذَنُ لَهُمۡ فَيَعۡتَذِرُونَ ﴿ "Dan tidak diizinkan kepada mereka meminta udzur sehingga mereka (dapat) minta udzur," maksudnya udzur mereka tidak diterima meski mereka mengemu-kakannya. (Dalam ayat lain), ﴾ فَيَوۡمَئِذٖ لَّا يَنفَعُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ مَعۡذِرَتُهُمۡ وَلَا هُمۡ يُسۡتَعۡتَبُونَ 57 ﴿ "Maka pada hari itu tidak bermanfaat (lagi) bagi orang-orang yang zhalim permintaan udzur mereka, dan tidak pula mereka diberi kesempatan bertaubat lagi." (Ar-Rum: 57).
(38-40) ﴾ هَٰذَا يَوۡمُ ٱلۡفَصۡلِۖ جَمَعۡنَٰكُمۡ وَٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Ini adalah hari keputusan; (pada hari ini) Kami mengumpulkan kamu dan orang-orang yang terdahulu," agar Kami memutuskan di antara kalian dan Kami memutuskan antara manusia. ﴾ فَإِن كَانَ لَكُمۡ كَيۡدٞ ﴿ "Jika kamu mempunyai tipu daya," yang membuat kalian mampu keluar dari kekuasaanKu dan selamat dari azabKu, ﴾ فَكِيدُونِ ﴿ "maka lakukanlah tipu dayamu itu terhadapKu," yakni kalian tidak memiliki kemampuan dan kekuasaan, seperti yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ يَٰمَعۡشَرَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِ إِنِ ٱسۡتَطَعۡتُمۡ أَن تَنفُذُواْ مِنۡ أَقۡطَارِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ فَٱنفُذُواْۚ لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلۡطَٰنٖ 33 ﴿ "Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan." (Ar-Rahman: 33). Pada hari itu gugur semua tipu daya orang-orang zhalim. Lenyap semua makar dan tipu daya mereka dan mereka pasrah untuk disiksa, dan pada saat itu Allah سبحانه وتعالى menjelaskan kedustaan mereka, ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan."
Al-Mursalat 77:38
"Ini adalah hari yang mereka tidak dapat berbicara (pada hari itu), dan tidak diizinkan kepada mereka meminta udzur sehingga mereka (dapat) minta udzur. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. Ini adalah hari keputusan; (pada hari ini) Kami mengumpulkan kamu dan orang-orang yang terdahulu. Jika kamu mempunyai tipu daya, maka la-kukanlah tipu dayamu itu terhadapKu. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mursalat: 35-40).
(35-37) Maknanya, ini adalah hari besar dan dahsyat bagi orang-orang yang mendustakan. Mereka tidak bisa berkata-kata di dalamnya karena amat takut. ﴾ وَلَا يُؤۡذَنُ لَهُمۡ فَيَعۡتَذِرُونَ ﴿ "Dan tidak diizinkan kepada mereka meminta udzur sehingga mereka (dapat) minta udzur," maksudnya udzur mereka tidak diterima meski mereka mengemu-kakannya. (Dalam ayat lain), ﴾ فَيَوۡمَئِذٖ لَّا يَنفَعُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ مَعۡذِرَتُهُمۡ وَلَا هُمۡ يُسۡتَعۡتَبُونَ 57 ﴿ "Maka pada hari itu tidak bermanfaat (lagi) bagi orang-orang yang zhalim permintaan udzur mereka, dan tidak pula mereka diberi kesempatan bertaubat lagi." (Ar-Rum: 57).
(38-40) ﴾ هَٰذَا يَوۡمُ ٱلۡفَصۡلِۖ جَمَعۡنَٰكُمۡ وَٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Ini adalah hari keputusan; (pada hari ini) Kami mengumpulkan kamu dan orang-orang yang terdahulu," agar Kami memutuskan di antara kalian dan Kami memutuskan antara manusia. ﴾ فَإِن كَانَ لَكُمۡ كَيۡدٞ ﴿ "Jika kamu mempunyai tipu daya," yang membuat kalian mampu keluar dari kekuasaanKu dan selamat dari azabKu, ﴾ فَكِيدُونِ ﴿ "maka lakukanlah tipu dayamu itu terhadapKu," yakni kalian tidak memiliki kemampuan dan kekuasaan, seperti yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ يَٰمَعۡشَرَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِ إِنِ ٱسۡتَطَعۡتُمۡ أَن تَنفُذُواْ مِنۡ أَقۡطَارِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ فَٱنفُذُواْۚ لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلۡطَٰنٖ 33 ﴿ "Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan." (Ar-Rahman: 33). Pada hari itu gugur semua tipu daya orang-orang zhalim. Lenyap semua makar dan tipu daya mereka dan mereka pasrah untuk disiksa, dan pada saat itu Allah سبحانه وتعالى menjelaskan kedustaan mereka, ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan."
Al-Mursalat 77:39
"Ini adalah hari yang mereka tidak dapat berbicara (pada hari itu), dan tidak diizinkan kepada mereka meminta udzur sehingga mereka (dapat) minta udzur. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. Ini adalah hari keputusan; (pada hari ini) Kami mengumpulkan kamu dan orang-orang yang terdahulu. Jika kamu mempunyai tipu daya, maka la-kukanlah tipu dayamu itu terhadapKu. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mursalat: 35-40).
(35-37) Maknanya, ini adalah hari besar dan dahsyat bagi orang-orang yang mendustakan. Mereka tidak bisa berkata-kata di dalamnya karena amat takut. ﴾ وَلَا يُؤۡذَنُ لَهُمۡ فَيَعۡتَذِرُونَ ﴿ "Dan tidak diizinkan kepada mereka meminta udzur sehingga mereka (dapat) minta udzur," maksudnya udzur mereka tidak diterima meski mereka mengemu-kakannya. (Dalam ayat lain), ﴾ فَيَوۡمَئِذٖ لَّا يَنفَعُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ مَعۡذِرَتُهُمۡ وَلَا هُمۡ يُسۡتَعۡتَبُونَ 57 ﴿ "Maka pada hari itu tidak bermanfaat (lagi) bagi orang-orang yang zhalim permintaan udzur mereka, dan tidak pula mereka diberi kesempatan bertaubat lagi." (Ar-Rum: 57).
(38-40) ﴾ هَٰذَا يَوۡمُ ٱلۡفَصۡلِۖ جَمَعۡنَٰكُمۡ وَٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Ini adalah hari keputusan; (pada hari ini) Kami mengumpulkan kamu dan orang-orang yang terdahulu," agar Kami memutuskan di antara kalian dan Kami memutuskan antara manusia. ﴾ فَإِن كَانَ لَكُمۡ كَيۡدٞ ﴿ "Jika kamu mempunyai tipu daya," yang membuat kalian mampu keluar dari kekuasaanKu dan selamat dari azabKu, ﴾ فَكِيدُونِ ﴿ "maka lakukanlah tipu dayamu itu terhadapKu," yakni kalian tidak memiliki kemampuan dan kekuasaan, seperti yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ يَٰمَعۡشَرَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِ إِنِ ٱسۡتَطَعۡتُمۡ أَن تَنفُذُواْ مِنۡ أَقۡطَارِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ فَٱنفُذُواْۚ لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلۡطَٰنٖ 33 ﴿ "Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan." (Ar-Rahman: 33). Pada hari itu gugur semua tipu daya orang-orang zhalim. Lenyap semua makar dan tipu daya mereka dan mereka pasrah untuk disiksa, dan pada saat itu Allah سبحانه وتعالى menjelaskan kedustaan mereka, ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan."
Al-Mursalat 77:40
"Ini adalah hari yang mereka tidak dapat berbicara (pada hari itu), dan tidak diizinkan kepada mereka meminta udzur sehingga mereka (dapat) minta udzur. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. Ini adalah hari keputusan; (pada hari ini) Kami mengumpulkan kamu dan orang-orang yang terdahulu. Jika kamu mempunyai tipu daya, maka la-kukanlah tipu dayamu itu terhadapKu. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mursalat: 35-40).
(35-37) Maknanya, ini adalah hari besar dan dahsyat bagi orang-orang yang mendustakan. Mereka tidak bisa berkata-kata di dalamnya karena amat takut. ﴾ وَلَا يُؤۡذَنُ لَهُمۡ فَيَعۡتَذِرُونَ ﴿ "Dan tidak diizinkan kepada mereka meminta udzur sehingga mereka (dapat) minta udzur," maksudnya udzur mereka tidak diterima meski mereka mengemu-kakannya. (Dalam ayat lain), ﴾ فَيَوۡمَئِذٖ لَّا يَنفَعُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ مَعۡذِرَتُهُمۡ وَلَا هُمۡ يُسۡتَعۡتَبُونَ 57 ﴿ "Maka pada hari itu tidak bermanfaat (lagi) bagi orang-orang yang zhalim permintaan udzur mereka, dan tidak pula mereka diberi kesempatan bertaubat lagi." (Ar-Rum: 57).
(38-40) ﴾ هَٰذَا يَوۡمُ ٱلۡفَصۡلِۖ جَمَعۡنَٰكُمۡ وَٱلۡأَوَّلِينَ ﴿ "Ini adalah hari keputusan; (pada hari ini) Kami mengumpulkan kamu dan orang-orang yang terdahulu," agar Kami memutuskan di antara kalian dan Kami memutuskan antara manusia. ﴾ فَإِن كَانَ لَكُمۡ كَيۡدٞ ﴿ "Jika kamu mempunyai tipu daya," yang membuat kalian mampu keluar dari kekuasaanKu dan selamat dari azabKu, ﴾ فَكِيدُونِ ﴿ "maka lakukanlah tipu dayamu itu terhadapKu," yakni kalian tidak memiliki kemampuan dan kekuasaan, seperti yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ يَٰمَعۡشَرَ ٱلۡجِنِّ وَٱلۡإِنسِ إِنِ ٱسۡتَطَعۡتُمۡ أَن تَنفُذُواْ مِنۡ أَقۡطَارِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ فَٱنفُذُواْۚ لَا تَنفُذُونَ إِلَّا بِسُلۡطَٰنٖ 33 ﴿ "Hai jama'ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan." (Ar-Rahman: 33). Pada hari itu gugur semua tipu daya orang-orang zhalim. Lenyap semua makar dan tipu daya mereka dan mereka pasrah untuk disiksa, dan pada saat itu Allah سبحانه وتعالى menjelaskan kedustaan mereka, ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan."
Al-Mursalat 77:41
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (yang teduh) dan (di sekitar) mata air-mata air. Dan (mendapat) buah-buahan dari (macam-macam) yang mereka ingini. (Dikatakan kepada mereka), 'Makan dan minumlah kamu dengan enak karena apa yang telah kamu kerjakan.' Sesungguhnya demi-kianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mursalat: 41-45).
(41-45) Setelah Allah سبحانه وتعالى menjelaskan hukuman bagi orang-orang yang mendustakan, Allah سبحانه وتعالى menyebutkan pahala orang-orang yang berbuat baik seraya berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa," yakni, menjaga diri agar tidak mendusta-kan dan memiliki sifat membenarkan dalam perkataan, perbuatan dan amal, di mana hal itu tidak berlaku tanpa menunaikan semua kewajiban dan meninggalkan semua yang diharamkan, ﴾ فِي ظِلَٰلٖ ﴿ "berada dalam naungan (yang teduh)," karena banyaknya pohon yang beraneka ragam dan berbunga menawan, ﴾ وَعُيُونٖ ﴿ "dan (di sekitar) mata air-mata air," yang mengalir dari mata air surga dan dari sumber lain, ﴾ وَفَوَٰكِهَ مِمَّا يَشۡتَهُونَ ﴿ "dan (mendapat) buah-buahan dari (macam-macam) yang mereka ingini," yaitu buah-buahan terbaik dan paling enak. Dikatakan pada mereka, ﴾ كُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ ﴿ "Makan dan minumlah kamu," berbagai makanan nikmat dan minuman lezat, ﴾ هَنِيٓـَٔۢا ﴿ "de-ngan enak," yakni tanpa kotoran dan sesuatu yang membuat keruh. Kelezatannya belum sempurna hingga makanan dan minumannya aman dari berbagai mudarat dan kekurangan dan hingga mereka yakin bahwa makanan dan minumannya tidak terputus dan hilang, ﴾ بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ﴿ "karena apa yang telah kamu kerjakan." Amal perbuatan kalian adalah sebab yang mengantarkan kalian ke surga kenik-matan abadi. Dan begitu juga bagi semua orang yang beribadah menyembah Allah سبحانه وتعالى dengan ihsan dan berbuat baik pada hamba-hamba Allah سبحانه وتعالى. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ 44 وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ 45 ﴿ "Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." Meski celaka ini hanya-lah hilangnya kenikmatan tersebut, niscaya hal itu sudah cukup sebagai duka dan terhalang mendapatkannya.
Al-Mursalat 77:42
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (yang teduh) dan (di sekitar) mata air-mata air. Dan (mendapat) buah-buahan dari (macam-macam) yang mereka ingini. (Dikatakan kepada mereka), 'Makan dan minumlah kamu dengan enak karena apa yang telah kamu kerjakan.' Sesungguhnya demi-kianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mursalat: 41-45).
(41-45) Setelah Allah سبحانه وتعالى menjelaskan hukuman bagi orang-orang yang mendustakan, Allah سبحانه وتعالى menyebutkan pahala orang-orang yang berbuat baik seraya berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa," yakni, menjaga diri agar tidak mendusta-kan dan memiliki sifat membenarkan dalam perkataan, perbuatan dan amal, di mana hal itu tidak berlaku tanpa menunaikan semua kewajiban dan meninggalkan semua yang diharamkan, ﴾ فِي ظِلَٰلٖ ﴿ "berada dalam naungan (yang teduh)," karena banyaknya pohon yang beraneka ragam dan berbunga menawan, ﴾ وَعُيُونٖ ﴿ "dan (di sekitar) mata air-mata air," yang mengalir dari mata air surga dan dari sumber lain, ﴾ وَفَوَٰكِهَ مِمَّا يَشۡتَهُونَ ﴿ "dan (mendapat) buah-buahan dari (macam-macam) yang mereka ingini," yaitu buah-buahan terbaik dan paling enak. Dikatakan pada mereka, ﴾ كُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ ﴿ "Makan dan minumlah kamu," berbagai makanan nikmat dan minuman lezat, ﴾ هَنِيٓـَٔۢا ﴿ "de-ngan enak," yakni tanpa kotoran dan sesuatu yang membuat keruh. Kelezatannya belum sempurna hingga makanan dan minumannya aman dari berbagai mudarat dan kekurangan dan hingga mereka yakin bahwa makanan dan minumannya tidak terputus dan hilang, ﴾ بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ﴿ "karena apa yang telah kamu kerjakan." Amal perbuatan kalian adalah sebab yang mengantarkan kalian ke surga kenik-matan abadi. Dan begitu juga bagi semua orang yang beribadah menyembah Allah سبحانه وتعالى dengan ihsan dan berbuat baik pada hamba-hamba Allah سبحانه وتعالى. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ 44 وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ 45 ﴿ "Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." Meski celaka ini hanya-lah hilangnya kenikmatan tersebut, niscaya hal itu sudah cukup sebagai duka dan terhalang mendapatkannya.
Al-Mursalat 77:43
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (yang teduh) dan (di sekitar) mata air-mata air. Dan (mendapat) buah-buahan dari (macam-macam) yang mereka ingini. (Dikatakan kepada mereka), 'Makan dan minumlah kamu dengan enak karena apa yang telah kamu kerjakan.' Sesungguhnya demi-kianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mursalat: 41-45).
(41-45) Setelah Allah سبحانه وتعالى menjelaskan hukuman bagi orang-orang yang mendustakan, Allah سبحانه وتعالى menyebutkan pahala orang-orang yang berbuat baik seraya berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa," yakni, menjaga diri agar tidak mendusta-kan dan memiliki sifat membenarkan dalam perkataan, perbuatan dan amal, di mana hal itu tidak berlaku tanpa menunaikan semua kewajiban dan meninggalkan semua yang diharamkan, ﴾ فِي ظِلَٰلٖ ﴿ "berada dalam naungan (yang teduh)," karena banyaknya pohon yang beraneka ragam dan berbunga menawan, ﴾ وَعُيُونٖ ﴿ "dan (di sekitar) mata air-mata air," yang mengalir dari mata air surga dan dari sumber lain, ﴾ وَفَوَٰكِهَ مِمَّا يَشۡتَهُونَ ﴿ "dan (mendapat) buah-buahan dari (macam-macam) yang mereka ingini," yaitu buah-buahan terbaik dan paling enak. Dikatakan pada mereka, ﴾ كُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ ﴿ "Makan dan minumlah kamu," berbagai makanan nikmat dan minuman lezat, ﴾ هَنِيٓـَٔۢا ﴿ "de-ngan enak," yakni tanpa kotoran dan sesuatu yang membuat keruh. Kelezatannya belum sempurna hingga makanan dan minumannya aman dari berbagai mudarat dan kekurangan dan hingga mereka yakin bahwa makanan dan minumannya tidak terputus dan hilang, ﴾ بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ﴿ "karena apa yang telah kamu kerjakan." Amal perbuatan kalian adalah sebab yang mengantarkan kalian ke surga kenik-matan abadi. Dan begitu juga bagi semua orang yang beribadah menyembah Allah سبحانه وتعالى dengan ihsan dan berbuat baik pada hamba-hamba Allah سبحانه وتعالى. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ 44 وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ 45 ﴿ "Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." Meski celaka ini hanya-lah hilangnya kenikmatan tersebut, niscaya hal itu sudah cukup sebagai duka dan terhalang mendapatkannya.
Al-Mursalat 77:44
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (yang teduh) dan (di sekitar) mata air-mata air. Dan (mendapat) buah-buahan dari (macam-macam) yang mereka ingini. (Dikatakan kepada mereka), 'Makan dan minumlah kamu dengan enak karena apa yang telah kamu kerjakan.' Sesungguhnya demi-kianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mursalat: 41-45).
(41-45) Setelah Allah سبحانه وتعالى menjelaskan hukuman bagi orang-orang yang mendustakan, Allah سبحانه وتعالى menyebutkan pahala orang-orang yang berbuat baik seraya berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa," yakni, menjaga diri agar tidak mendusta-kan dan memiliki sifat membenarkan dalam perkataan, perbuatan dan amal, di mana hal itu tidak berlaku tanpa menunaikan semua kewajiban dan meninggalkan semua yang diharamkan, ﴾ فِي ظِلَٰلٖ ﴿ "berada dalam naungan (yang teduh)," karena banyaknya pohon yang beraneka ragam dan berbunga menawan, ﴾ وَعُيُونٖ ﴿ "dan (di sekitar) mata air-mata air," yang mengalir dari mata air surga dan dari sumber lain, ﴾ وَفَوَٰكِهَ مِمَّا يَشۡتَهُونَ ﴿ "dan (mendapat) buah-buahan dari (macam-macam) yang mereka ingini," yaitu buah-buahan terbaik dan paling enak. Dikatakan pada mereka, ﴾ كُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ ﴿ "Makan dan minumlah kamu," berbagai makanan nikmat dan minuman lezat, ﴾ هَنِيٓـَٔۢا ﴿ "de-ngan enak," yakni tanpa kotoran dan sesuatu yang membuat keruh. Kelezatannya belum sempurna hingga makanan dan minumannya aman dari berbagai mudarat dan kekurangan dan hingga mereka yakin bahwa makanan dan minumannya tidak terputus dan hilang, ﴾ بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ﴿ "karena apa yang telah kamu kerjakan." Amal perbuatan kalian adalah sebab yang mengantarkan kalian ke surga kenik-matan abadi. Dan begitu juga bagi semua orang yang beribadah menyembah Allah سبحانه وتعالى dengan ihsan dan berbuat baik pada hamba-hamba Allah سبحانه وتعالى. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ 44 وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ 45 ﴿ "Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." Meski celaka ini hanya-lah hilangnya kenikmatan tersebut, niscaya hal itu sudah cukup sebagai duka dan terhalang mendapatkannya.
Al-Mursalat 77:45
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan (yang teduh) dan (di sekitar) mata air-mata air. Dan (mendapat) buah-buahan dari (macam-macam) yang mereka ingini. (Dikatakan kepada mereka), 'Makan dan minumlah kamu dengan enak karena apa yang telah kamu kerjakan.' Sesungguhnya demi-kianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." (Al-Mursalat: 41-45).
(41-45) Setelah Allah سبحانه وتعالى menjelaskan hukuman bagi orang-orang yang mendustakan, Allah سبحانه وتعالى menyebutkan pahala orang-orang yang berbuat baik seraya berfirman, ﴾ إِنَّ ٱلۡمُتَّقِينَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa," yakni, menjaga diri agar tidak mendusta-kan dan memiliki sifat membenarkan dalam perkataan, perbuatan dan amal, di mana hal itu tidak berlaku tanpa menunaikan semua kewajiban dan meninggalkan semua yang diharamkan, ﴾ فِي ظِلَٰلٖ ﴿ "berada dalam naungan (yang teduh)," karena banyaknya pohon yang beraneka ragam dan berbunga menawan, ﴾ وَعُيُونٖ ﴿ "dan (di sekitar) mata air-mata air," yang mengalir dari mata air surga dan dari sumber lain, ﴾ وَفَوَٰكِهَ مِمَّا يَشۡتَهُونَ ﴿ "dan (mendapat) buah-buahan dari (macam-macam) yang mereka ingini," yaitu buah-buahan terbaik dan paling enak. Dikatakan pada mereka, ﴾ كُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ ﴿ "Makan dan minumlah kamu," berbagai makanan nikmat dan minuman lezat, ﴾ هَنِيٓـَٔۢا ﴿ "de-ngan enak," yakni tanpa kotoran dan sesuatu yang membuat keruh. Kelezatannya belum sempurna hingga makanan dan minumannya aman dari berbagai mudarat dan kekurangan dan hingga mereka yakin bahwa makanan dan minumannya tidak terputus dan hilang, ﴾ بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ ﴿ "karena apa yang telah kamu kerjakan." Amal perbuatan kalian adalah sebab yang mengantarkan kalian ke surga kenik-matan abadi. Dan begitu juga bagi semua orang yang beribadah menyembah Allah سبحانه وتعالى dengan ihsan dan berbuat baik pada hamba-hamba Allah سبحانه وتعالى. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ 44 وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ 45 ﴿ "Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." Meski celaka ini hanya-lah hilangnya kenikmatan tersebut, niscaya hal itu sudah cukup sebagai duka dan terhalang mendapatkannya.
Al-Mursalat 77:46
"(Dikatakan kepada orang-orang kafir), 'Makanlah dan ber-senang-senanglah kamu (di dunia dalam waktu) yang pendek; se-sungguhnya kamu adalah orang-orang yang berdosa.' Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. Dan apabila dikatakan kepada mereka, 'Rukuklah,' niscaya mere-ka tidak mau rukuk. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. Maka kepada perkataan apakah selain al-Qur`an ini mereka akan beriman?" (Al-Mursalat: 46-50).
(46-50) Ini adalah ancaman bagi orang-orang yang mendusta-kan. Sesungguhnya mereka itu meski makan dan minum di dunia serta mengenyam berbagai kenikmatan dan melalaikan berbagai amalan yang mendekatkan diri mereka kepada Allah سبحانه وتعالى, mereka adalah para pendosa yang berhak mendapatkan sesuatu yang didapatkan oleh orang-orang yang berdosa. Terputuslah semua kelezatan mereka dan yang tersisa hanyalah kecelakaan. Di antara dosa mereka adalah ketika mereka diperintahkan untuk shalat yang merupakan ibadah paling mulia dan ﴾ وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱرۡكَعُواْ ﴿ "apabila dikatakan kepada mereka, 'Rukuklah'," mereka enggan melakukannya. Dosa mana yang lebih besar dari dosa ini dan kedustaan mana yang lebih besar dari kedustaan ini? ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." Di antara celaka mereka adalah tertutupnya pintu-pintu pertolongan dan terhalang dari semua kebaikan. Ketika mereka mendustakan al-Qur`an ini yang merupakan puncak tingkat kebenaran dan keya-kinan secara mutlak, ﴾ فَبِأَيِّ حَدِيثِۭ بَعۡدَهُۥ يُؤۡمِنُونَ ﴿ "maka kepada perkataan apakah selain al-Qur`an ini mereka akan beriman," apakah pada ke-batilan yang sama seperti namanya yang tidak berdasar pada syubhat, lebih-lebih pada dalil? Ataukah pada perkataan orang-orang musyrik dan pendusta yang nyata? Yang ada setelah cahaya terang hanyalah pekatnya kegelapan. Yang ada setelah kebenaran yang dikuatkan oleh berbagai dalil jelas dan bukti-bukti pasti hanyalah kedustaan jelas dan nyata yang hanya layak bagi orang sepertinya. Celakalah mereka dan alangkah butanya mereka. Cela-kalah mereka, alangkah rugi dan menderitanya mereka. Kita memo-hon ampunan dan keselamatan kepada Allah سبحانه وتعالى karena sesung-guhnya Dia Maha Pemurah lagi Mahamulia.
Selesai.
Al-Mursalat 77:47
"(Dikatakan kepada orang-orang kafir), 'Makanlah dan ber-senang-senanglah kamu (di dunia dalam waktu) yang pendek; se-sungguhnya kamu adalah orang-orang yang berdosa.' Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. Dan apabila dikatakan kepada mereka, 'Rukuklah,' niscaya mere-ka tidak mau rukuk. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. Maka kepada perkataan apakah selain al-Qur`an ini mereka akan beriman?" (Al-Mursalat: 46-50).
(46-50) Ini adalah ancaman bagi orang-orang yang mendusta-kan. Sesungguhnya mereka itu meski makan dan minum di dunia serta mengenyam berbagai kenikmatan dan melalaikan berbagai amalan yang mendekatkan diri mereka kepada Allah سبحانه وتعالى, mereka adalah para pendosa yang berhak mendapatkan sesuatu yang didapatkan oleh orang-orang yang berdosa. Terputuslah semua kelezatan mereka dan yang tersisa hanyalah kecelakaan. Di antara dosa mereka adalah ketika mereka diperintahkan untuk shalat yang merupakan ibadah paling mulia dan ﴾ وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱرۡكَعُواْ ﴿ "apabila dikatakan kepada mereka, 'Rukuklah'," mereka enggan melakukannya. Dosa mana yang lebih besar dari dosa ini dan kedustaan mana yang lebih besar dari kedustaan ini? ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." Di antara celaka mereka adalah tertutupnya pintu-pintu pertolongan dan terhalang dari semua kebaikan. Ketika mereka mendustakan al-Qur`an ini yang merupakan puncak tingkat kebenaran dan keya-kinan secara mutlak, ﴾ فَبِأَيِّ حَدِيثِۭ بَعۡدَهُۥ يُؤۡمِنُونَ ﴿ "maka kepada perkataan apakah selain al-Qur`an ini mereka akan beriman," apakah pada ke-batilan yang sama seperti namanya yang tidak berdasar pada syubhat, lebih-lebih pada dalil? Ataukah pada perkataan orang-orang musyrik dan pendusta yang nyata? Yang ada setelah cahaya terang hanyalah pekatnya kegelapan. Yang ada setelah kebenaran yang dikuatkan oleh berbagai dalil jelas dan bukti-bukti pasti hanyalah kedustaan jelas dan nyata yang hanya layak bagi orang sepertinya. Celakalah mereka dan alangkah butanya mereka. Cela-kalah mereka, alangkah rugi dan menderitanya mereka. Kita memo-hon ampunan dan keselamatan kepada Allah سبحانه وتعالى karena sesung-guhnya Dia Maha Pemurah lagi Mahamulia.
Selesai.
Al-Mursalat 77:48
"(Dikatakan kepada orang-orang kafir), 'Makanlah dan ber-senang-senanglah kamu (di dunia dalam waktu) yang pendek; se-sungguhnya kamu adalah orang-orang yang berdosa.' Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. Dan apabila dikatakan kepada mereka, 'Rukuklah,' niscaya mere-ka tidak mau rukuk. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. Maka kepada perkataan apakah selain al-Qur`an ini mereka akan beriman?" (Al-Mursalat: 46-50).
(46-50) Ini adalah ancaman bagi orang-orang yang mendusta-kan. Sesungguhnya mereka itu meski makan dan minum di dunia serta mengenyam berbagai kenikmatan dan melalaikan berbagai amalan yang mendekatkan diri mereka kepada Allah سبحانه وتعالى, mereka adalah para pendosa yang berhak mendapatkan sesuatu yang didapatkan oleh orang-orang yang berdosa. Terputuslah semua kelezatan mereka dan yang tersisa hanyalah kecelakaan. Di antara dosa mereka adalah ketika mereka diperintahkan untuk shalat yang merupakan ibadah paling mulia dan ﴾ وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱرۡكَعُواْ ﴿ "apabila dikatakan kepada mereka, 'Rukuklah'," mereka enggan melakukannya. Dosa mana yang lebih besar dari dosa ini dan kedustaan mana yang lebih besar dari kedustaan ini? ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." Di antara celaka mereka adalah tertutupnya pintu-pintu pertolongan dan terhalang dari semua kebaikan. Ketika mereka mendustakan al-Qur`an ini yang merupakan puncak tingkat kebenaran dan keya-kinan secara mutlak, ﴾ فَبِأَيِّ حَدِيثِۭ بَعۡدَهُۥ يُؤۡمِنُونَ ﴿ "maka kepada perkataan apakah selain al-Qur`an ini mereka akan beriman," apakah pada ke-batilan yang sama seperti namanya yang tidak berdasar pada syubhat, lebih-lebih pada dalil? Ataukah pada perkataan orang-orang musyrik dan pendusta yang nyata? Yang ada setelah cahaya terang hanyalah pekatnya kegelapan. Yang ada setelah kebenaran yang dikuatkan oleh berbagai dalil jelas dan bukti-bukti pasti hanyalah kedustaan jelas dan nyata yang hanya layak bagi orang sepertinya. Celakalah mereka dan alangkah butanya mereka. Cela-kalah mereka, alangkah rugi dan menderitanya mereka. Kita memo-hon ampunan dan keselamatan kepada Allah سبحانه وتعالى karena sesung-guhnya Dia Maha Pemurah lagi Mahamulia.
Selesai.
Al-Mursalat 77:49
"(Dikatakan kepada orang-orang kafir), 'Makanlah dan ber-senang-senanglah kamu (di dunia dalam waktu) yang pendek; se-sungguhnya kamu adalah orang-orang yang berdosa.' Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. Dan apabila dikatakan kepada mereka, 'Rukuklah,' niscaya mere-ka tidak mau rukuk. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. Maka kepada perkataan apakah selain al-Qur`an ini mereka akan beriman?" (Al-Mursalat: 46-50).
(46-50) Ini adalah ancaman bagi orang-orang yang mendusta-kan. Sesungguhnya mereka itu meski makan dan minum di dunia serta mengenyam berbagai kenikmatan dan melalaikan berbagai amalan yang mendekatkan diri mereka kepada Allah سبحانه وتعالى, mereka adalah para pendosa yang berhak mendapatkan sesuatu yang didapatkan oleh orang-orang yang berdosa. Terputuslah semua kelezatan mereka dan yang tersisa hanyalah kecelakaan. Di antara dosa mereka adalah ketika mereka diperintahkan untuk shalat yang merupakan ibadah paling mulia dan ﴾ وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱرۡكَعُواْ ﴿ "apabila dikatakan kepada mereka, 'Rukuklah'," mereka enggan melakukannya. Dosa mana yang lebih besar dari dosa ini dan kedustaan mana yang lebih besar dari kedustaan ini? ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." Di antara celaka mereka adalah tertutupnya pintu-pintu pertolongan dan terhalang dari semua kebaikan. Ketika mereka mendustakan al-Qur`an ini yang merupakan puncak tingkat kebenaran dan keya-kinan secara mutlak, ﴾ فَبِأَيِّ حَدِيثِۭ بَعۡدَهُۥ يُؤۡمِنُونَ ﴿ "maka kepada perkataan apakah selain al-Qur`an ini mereka akan beriman," apakah pada ke-batilan yang sama seperti namanya yang tidak berdasar pada syubhat, lebih-lebih pada dalil? Ataukah pada perkataan orang-orang musyrik dan pendusta yang nyata? Yang ada setelah cahaya terang hanyalah pekatnya kegelapan. Yang ada setelah kebenaran yang dikuatkan oleh berbagai dalil jelas dan bukti-bukti pasti hanyalah kedustaan jelas dan nyata yang hanya layak bagi orang sepertinya. Celakalah mereka dan alangkah butanya mereka. Cela-kalah mereka, alangkah rugi dan menderitanya mereka. Kita memo-hon ampunan dan keselamatan kepada Allah سبحانه وتعالى karena sesung-guhnya Dia Maha Pemurah lagi Mahamulia.
Selesai.
Al-Mursalat 77:50
"(Dikatakan kepada orang-orang kafir), 'Makanlah dan ber-senang-senanglah kamu (di dunia dalam waktu) yang pendek; se-sungguhnya kamu adalah orang-orang yang berdosa.' Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. Dan apabila dikatakan kepada mereka, 'Rukuklah,' niscaya mere-ka tidak mau rukuk. Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan. Maka kepada perkataan apakah selain al-Qur`an ini mereka akan beriman?" (Al-Mursalat: 46-50).
(46-50) Ini adalah ancaman bagi orang-orang yang mendusta-kan. Sesungguhnya mereka itu meski makan dan minum di dunia serta mengenyam berbagai kenikmatan dan melalaikan berbagai amalan yang mendekatkan diri mereka kepada Allah سبحانه وتعالى, mereka adalah para pendosa yang berhak mendapatkan sesuatu yang didapatkan oleh orang-orang yang berdosa. Terputuslah semua kelezatan mereka dan yang tersisa hanyalah kecelakaan. Di antara dosa mereka adalah ketika mereka diperintahkan untuk shalat yang merupakan ibadah paling mulia dan ﴾ وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱرۡكَعُواْ ﴿ "apabila dikatakan kepada mereka, 'Rukuklah'," mereka enggan melakukannya. Dosa mana yang lebih besar dari dosa ini dan kedustaan mana yang lebih besar dari kedustaan ini? ﴾ وَيۡلٞ يَوۡمَئِذٖ لِّلۡمُكَذِّبِينَ ﴿ "Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan." Di antara celaka mereka adalah tertutupnya pintu-pintu pertolongan dan terhalang dari semua kebaikan. Ketika mereka mendustakan al-Qur`an ini yang merupakan puncak tingkat kebenaran dan keya-kinan secara mutlak, ﴾ فَبِأَيِّ حَدِيثِۭ بَعۡدَهُۥ يُؤۡمِنُونَ ﴿ "maka kepada perkataan apakah selain al-Qur`an ini mereka akan beriman," apakah pada ke-batilan yang sama seperti namanya yang tidak berdasar pada syubhat, lebih-lebih pada dalil? Ataukah pada perkataan orang-orang musyrik dan pendusta yang nyata? Yang ada setelah cahaya terang hanyalah pekatnya kegelapan. Yang ada setelah kebenaran yang dikuatkan oleh berbagai dalil jelas dan bukti-bukti pasti hanyalah kedustaan jelas dan nyata yang hanya layak bagi orang sepertinya. Celakalah mereka dan alangkah butanya mereka. Cela-kalah mereka, alangkah rugi dan menderitanya mereka. Kita memo-hon ampunan dan keselamatan kepada Allah سبحانه وتعالى karena sesung-guhnya Dia Maha Pemurah lagi Mahamulia.
Selesai.
An-Naba' 78:1
"Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya? Tentang berita yang besar, yang mereka perselisihkan tentangnya. Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui, kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui." (An-Naba`: 1-5).
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
(1-5) Maknanya, tentang apakah yang ditanyakan oleh orang-orang yang mendustakan tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى itu? Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menjelaskan apa yang mereka pertanyakan tersebut seraya berfirman, ﴾ عَنِ ٱلنَّبَإِ ٱلۡعَظِيمِ 2 ٱلَّذِي هُمۡ فِيهِ مُخۡتَلِفُونَ 3 ﴿ "Tentang berita yang besar, yang mereka perselisihkan tentangnya," yakni, tentang berita besar yang lama mereka perdebatkan dan telah tersebar perselisihan di antara mereka tentangnya untuk mendustakan dan menganggap mustahil. Padahal itulah berita yang tidak perlu dira-gukan dan dibimbangkan. Tapi mereka yang mendustakan tidak percaya akan bertemu dengan Rabb mereka meski seluruh tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى datang pada mereka hingga mereka meli-hat siksaan yang pedih. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ كـَلَّا سَيَعۡلَمُونَ 4 ثُمَّ كـَلَّا سَيَعۡلَمُونَ 5 ﴿ "Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui, kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui," yakni, mereka akan mengetahui bila siksaan menimpa mereka yang dulu mereka dusta-kan pada saat, ﴾ يَوۡمَ يُدَعُّونَ إِلَىٰ نَارِ جَهَنَّمَ دَعًّا 13 ﴿ "mereka didorong ke Neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya," (Ath-Thur: 13), dan dikatakan pada mereka, ﴾ هَٰذِهِ ٱلنَّارُ ٱلَّتِي كُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ 14 ﴿ "Inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya." (Ath-Thur: 14).
Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan berbagai nikmat dan dalil yang menunjukkan kebenaran risalah yang dibawa para rasul, seraya berfirman,
An-Naba' 78:2
"Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya? Tentang berita yang besar, yang mereka perselisihkan tentangnya. Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui, kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui." (An-Naba`: 1-5).
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
(1-5) Maknanya, tentang apakah yang ditanyakan oleh orang-orang yang mendustakan tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى itu? Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menjelaskan apa yang mereka pertanyakan tersebut seraya berfirman, ﴾ عَنِ ٱلنَّبَإِ ٱلۡعَظِيمِ 2 ٱلَّذِي هُمۡ فِيهِ مُخۡتَلِفُونَ 3 ﴿ "Tentang berita yang besar, yang mereka perselisihkan tentangnya," yakni, tentang berita besar yang lama mereka perdebatkan dan telah tersebar perselisihan di antara mereka tentangnya untuk mendustakan dan menganggap mustahil. Padahal itulah berita yang tidak perlu dira-gukan dan dibimbangkan. Tapi mereka yang mendustakan tidak percaya akan bertemu dengan Rabb mereka meski seluruh tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى datang pada mereka hingga mereka meli-hat siksaan yang pedih. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ كـَلَّا سَيَعۡلَمُونَ 4 ثُمَّ كـَلَّا سَيَعۡلَمُونَ 5 ﴿ "Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui, kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui," yakni, mereka akan mengetahui bila siksaan menimpa mereka yang dulu mereka dusta-kan pada saat, ﴾ يَوۡمَ يُدَعُّونَ إِلَىٰ نَارِ جَهَنَّمَ دَعًّا 13 ﴿ "mereka didorong ke Neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya," (Ath-Thur: 13), dan dikatakan pada mereka, ﴾ هَٰذِهِ ٱلنَّارُ ٱلَّتِي كُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ 14 ﴿ "Inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya." (Ath-Thur: 14).
Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan berbagai nikmat dan dalil yang menunjukkan kebenaran risalah yang dibawa para rasul, seraya berfirman,
An-Naba' 78:3
"Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya? Tentang berita yang besar, yang mereka perselisihkan tentangnya. Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui, kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui." (An-Naba`: 1-5).
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
(1-5) Maknanya, tentang apakah yang ditanyakan oleh orang-orang yang mendustakan tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى itu? Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menjelaskan apa yang mereka pertanyakan tersebut seraya berfirman, ﴾ عَنِ ٱلنَّبَإِ ٱلۡعَظِيمِ 2 ٱلَّذِي هُمۡ فِيهِ مُخۡتَلِفُونَ 3 ﴿ "Tentang berita yang besar, yang mereka perselisihkan tentangnya," yakni, tentang berita besar yang lama mereka perdebatkan dan telah tersebar perselisihan di antara mereka tentangnya untuk mendustakan dan menganggap mustahil. Padahal itulah berita yang tidak perlu dira-gukan dan dibimbangkan. Tapi mereka yang mendustakan tidak percaya akan bertemu dengan Rabb mereka meski seluruh tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى datang pada mereka hingga mereka meli-hat siksaan yang pedih. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ كـَلَّا سَيَعۡلَمُونَ 4 ثُمَّ كـَلَّا سَيَعۡلَمُونَ 5 ﴿ "Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui, kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui," yakni, mereka akan mengetahui bila siksaan menimpa mereka yang dulu mereka dusta-kan pada saat, ﴾ يَوۡمَ يُدَعُّونَ إِلَىٰ نَارِ جَهَنَّمَ دَعًّا 13 ﴿ "mereka didorong ke Neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya," (Ath-Thur: 13), dan dikatakan pada mereka, ﴾ هَٰذِهِ ٱلنَّارُ ٱلَّتِي كُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ 14 ﴿ "Inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya." (Ath-Thur: 14).
Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan berbagai nikmat dan dalil yang menunjukkan kebenaran risalah yang dibawa para rasul, seraya berfirman,
An-Naba' 78:4
"Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya? Tentang berita yang besar, yang mereka perselisihkan tentangnya. Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui, kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui." (An-Naba`: 1-5).
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
(1-5) Maknanya, tentang apakah yang ditanyakan oleh orang-orang yang mendustakan tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى itu? Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menjelaskan apa yang mereka pertanyakan tersebut seraya berfirman, ﴾ عَنِ ٱلنَّبَإِ ٱلۡعَظِيمِ 2 ٱلَّذِي هُمۡ فِيهِ مُخۡتَلِفُونَ 3 ﴿ "Tentang berita yang besar, yang mereka perselisihkan tentangnya," yakni, tentang berita besar yang lama mereka perdebatkan dan telah tersebar perselisihan di antara mereka tentangnya untuk mendustakan dan menganggap mustahil. Padahal itulah berita yang tidak perlu dira-gukan dan dibimbangkan. Tapi mereka yang mendustakan tidak percaya akan bertemu dengan Rabb mereka meski seluruh tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى datang pada mereka hingga mereka meli-hat siksaan yang pedih. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ كـَلَّا سَيَعۡلَمُونَ 4 ثُمَّ كـَلَّا سَيَعۡلَمُونَ 5 ﴿ "Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui, kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui," yakni, mereka akan mengetahui bila siksaan menimpa mereka yang dulu mereka dusta-kan pada saat, ﴾ يَوۡمَ يُدَعُّونَ إِلَىٰ نَارِ جَهَنَّمَ دَعًّا 13 ﴿ "mereka didorong ke Neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya," (Ath-Thur: 13), dan dikatakan pada mereka, ﴾ هَٰذِهِ ٱلنَّارُ ٱلَّتِي كُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ 14 ﴿ "Inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya." (Ath-Thur: 14).
Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan berbagai nikmat dan dalil yang menunjukkan kebenaran risalah yang dibawa para rasul, seraya berfirman,
An-Naba' 78:5
"Tentang apakah mereka saling bertanya-tanya? Tentang berita yang besar, yang mereka perselisihkan tentangnya. Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui, kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui." (An-Naba`: 1-5).
Makkiyah
"Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang."
(1-5) Maknanya, tentang apakah yang ditanyakan oleh orang-orang yang mendustakan tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى itu? Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menjelaskan apa yang mereka pertanyakan tersebut seraya berfirman, ﴾ عَنِ ٱلنَّبَإِ ٱلۡعَظِيمِ 2 ٱلَّذِي هُمۡ فِيهِ مُخۡتَلِفُونَ 3 ﴿ "Tentang berita yang besar, yang mereka perselisihkan tentangnya," yakni, tentang berita besar yang lama mereka perdebatkan dan telah tersebar perselisihan di antara mereka tentangnya untuk mendustakan dan menganggap mustahil. Padahal itulah berita yang tidak perlu dira-gukan dan dibimbangkan. Tapi mereka yang mendustakan tidak percaya akan bertemu dengan Rabb mereka meski seluruh tanda-tanda kebesaran Allah سبحانه وتعالى datang pada mereka hingga mereka meli-hat siksaan yang pedih. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ كـَلَّا سَيَعۡلَمُونَ 4 ثُمَّ كـَلَّا سَيَعۡلَمُونَ 5 ﴿ "Sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui, kemudian sekali-kali tidak; kelak mereka akan mengetahui," yakni, mereka akan mengetahui bila siksaan menimpa mereka yang dulu mereka dusta-kan pada saat, ﴾ يَوۡمَ يُدَعُّونَ إِلَىٰ نَارِ جَهَنَّمَ دَعًّا 13 ﴿ "mereka didorong ke Neraka Jahanam dengan sekuat-kuatnya," (Ath-Thur: 13), dan dikatakan pada mereka, ﴾ هَٰذِهِ ٱلنَّارُ ٱلَّتِي كُنتُم بِهَا تُكَذِّبُونَ 14 ﴿ "Inilah neraka yang dahulu kamu selalu mendustakannya." (Ath-Thur: 14).
Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan berbagai nikmat dan dalil yang menunjukkan kebenaran risalah yang dibawa para rasul, seraya berfirman,
An-Naba' 78:6
"Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai ham-paran? Dan gunung-gunung sebagai pasak? Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan, dan Kami jadikan tidurmu untuk isti-rahat, dan Kami jadikan malammu sebagai pakaian, dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan, dan Kami bangun di atas kamu tujuh lapis (langit) yang kokoh, dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari), dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah, supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, dan kebun-kebun yang lebat?" (An-Naba`: 6-16).
(6-16) Maksudnya, bukankah Kami telah memberi kalian berbagai nikmat agung, Kami menjadikan untuk kalian, ﴾ ٱلۡأَرۡضَ مِهَٰدٗا ﴿ "bumi itu sebagai hamparan," yaitu dihamparkan dan ditundukkan bagi kalian dan untuk kepentingan-kepentingan berupa tanah ga-rapan, tempat tinggal, dan jalan. ﴾ وَٱلۡجِبَالَ أَوۡتَادٗا ﴿ "Dan gunung-gunung sebagai pasak," mengokohkan bumi agar tidak berguncang bersama kalian. ﴾ وَخَلَقۡنَٰكُمۡ أَزۡوَٰجٗا ﴿ "Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan," yakni lelaki dan perempuan dari jenis yang sama agar masing-masing dari keduanya merasa tenang pada yang lain dan memben-tuk rasa cinta dan kasih serta membuahkan keturunan dari kedua-nya. Dan termasuk dalam karunia ini adalah nikmatnya wanita yang dinikahi. ﴾ وَجَعَلۡنَا نَوۡمَكُمۡ سُبَاتٗا ﴿ "Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat," yakni sebagai istirahat bagi kalian dan sebagai pemutus pekerjaan yang jika terus dilakukan akan membahayakan badan. Allah سبحانه وتعالى menjadi-kan malam dan tidur sebagai penutup agar gerakan-gerakan mereka yang membahayakan menjadi tenang dan mereka mendapatkan kenyamanan yang bermanfaat. ﴾ وَبَنَيۡنَا فَوۡقَكُمۡ سَبۡعٗا شِدَادٗا ﴿ "Dan Kami ba-ngun di atas kamu tujuh lapis (langit) yang kokoh," yakni tujuh langit yang amat kuat dan kokoh. Allah سبحانه وتعالى menahannya dengan Kuasa-Nya dan menjadikannya sebagai atap bagi bumi. Padanya terdapat berbagai manfaat bagi manusia. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى menyebut-kan di antara manfaat matahari seraya berfirman, ﴾ وَجَعَلۡنَا سِرَاجٗا وَهَّاجٗا ﴿ "Dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari)." Allah سبحانه وتعالى meng-ingatkan manusia pada matahari berupa nikmat cahayanya yang menjadi kebutuhan vital bagi mereka dan pada panasnya, karena padanya terdapat berbagai manfaat, seperti untuk mematangkan (buah-buahan). ﴾ وَأَنزَلۡنَا مِنَ ٱلۡمُعۡصِرَٰتِ مَآءٗ ثَجَّاجٗا ﴿ "Dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah," yakni yang sangat deras, ﴾ لِّنُخۡرِجَ بِهِۦ حَبّٗا ﴿ "supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian," seperti gandum, jagung, beras dan lainnya yang menjadi makanan manusia, ﴾ وَنَبَاتٗا ﴿ "dan tumbuh-tumbuhan," mencakup seluruh tumbuh-tumbuhan yang dijadikan Allah سبحانه وتعالى sebagai makanan untuk binatang ternak mereka, ﴾ وَجَنَّٰتٍ أَلۡفَافًا ﴿ "dan kebun-kebun yang lebat," yaitu kebun-kebun yang lebat, yang di dalamnya terdapat berbagai macam buah-buahan lezat. Untuk itu, Dzat yang memberi kalian berbagai nikmat agung yang tidak terkira dan terhitung jumlahnya ini, bagaimana bisa kalian kufuri dan kalian dustakan berita yang dikabarkan pada kalian tentang Hari Kebangkitan dan pengumpulan nanti? Atau mengapa kalian menggunakan nikmat-nikmat Allah سبحانه وتعالى untuk ber-maksiat dan untuk menentangNya?
An-Naba' 78:7
"Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai ham-paran? Dan gunung-gunung sebagai pasak? Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan, dan Kami jadikan tidurmu untuk isti-rahat, dan Kami jadikan malammu sebagai pakaian, dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan, dan Kami bangun di atas kamu tujuh lapis (langit) yang kokoh, dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari), dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah, supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, dan kebun-kebun yang lebat?" (An-Naba`: 6-16).
(6-16) Maksudnya, bukankah Kami telah memberi kalian berbagai nikmat agung, Kami menjadikan untuk kalian, ﴾ ٱلۡأَرۡضَ مِهَٰدٗا ﴿ "bumi itu sebagai hamparan," yaitu dihamparkan dan ditundukkan bagi kalian dan untuk kepentingan-kepentingan berupa tanah ga-rapan, tempat tinggal, dan jalan. ﴾ وَٱلۡجِبَالَ أَوۡتَادٗا ﴿ "Dan gunung-gunung sebagai pasak," mengokohkan bumi agar tidak berguncang bersama kalian. ﴾ وَخَلَقۡنَٰكُمۡ أَزۡوَٰجٗا ﴿ "Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan," yakni lelaki dan perempuan dari jenis yang sama agar masing-masing dari keduanya merasa tenang pada yang lain dan memben-tuk rasa cinta dan kasih serta membuahkan keturunan dari kedua-nya. Dan termasuk dalam karunia ini adalah nikmatnya wanita yang dinikahi. ﴾ وَجَعَلۡنَا نَوۡمَكُمۡ سُبَاتٗا ﴿ "Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat," yakni sebagai istirahat bagi kalian dan sebagai pemutus pekerjaan yang jika terus dilakukan akan membahayakan badan. Allah سبحانه وتعالى menjadi-kan malam dan tidur sebagai penutup agar gerakan-gerakan mereka yang membahayakan menjadi tenang dan mereka mendapatkan kenyamanan yang bermanfaat. ﴾ وَبَنَيۡنَا فَوۡقَكُمۡ سَبۡعٗا شِدَادٗا ﴿ "Dan Kami ba-ngun di atas kamu tujuh lapis (langit) yang kokoh," yakni tujuh langit yang amat kuat dan kokoh. Allah سبحانه وتعالى menahannya dengan Kuasa-Nya dan menjadikannya sebagai atap bagi bumi. Padanya terdapat berbagai manfaat bagi manusia. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى menyebut-kan di antara manfaat matahari seraya berfirman, ﴾ وَجَعَلۡنَا سِرَاجٗا وَهَّاجٗا ﴿ "Dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari)." Allah سبحانه وتعالى meng-ingatkan manusia pada matahari berupa nikmat cahayanya yang menjadi kebutuhan vital bagi mereka dan pada panasnya, karena padanya terdapat berbagai manfaat, seperti untuk mematangkan (buah-buahan). ﴾ وَأَنزَلۡنَا مِنَ ٱلۡمُعۡصِرَٰتِ مَآءٗ ثَجَّاجٗا ﴿ "Dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah," yakni yang sangat deras, ﴾ لِّنُخۡرِجَ بِهِۦ حَبّٗا ﴿ "supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian," seperti gandum, jagung, beras dan lainnya yang menjadi makanan manusia, ﴾ وَنَبَاتٗا ﴿ "dan tumbuh-tumbuhan," mencakup seluruh tumbuh-tumbuhan yang dijadikan Allah سبحانه وتعالى sebagai makanan untuk binatang ternak mereka, ﴾ وَجَنَّٰتٍ أَلۡفَافًا ﴿ "dan kebun-kebun yang lebat," yaitu kebun-kebun yang lebat, yang di dalamnya terdapat berbagai macam buah-buahan lezat. Untuk itu, Dzat yang memberi kalian berbagai nikmat agung yang tidak terkira dan terhitung jumlahnya ini, bagaimana bisa kalian kufuri dan kalian dustakan berita yang dikabarkan pada kalian tentang Hari Kebangkitan dan pengumpulan nanti? Atau mengapa kalian menggunakan nikmat-nikmat Allah سبحانه وتعالى untuk ber-maksiat dan untuk menentangNya?
An-Naba' 78:8
"Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai ham-paran? Dan gunung-gunung sebagai pasak? Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan, dan Kami jadikan tidurmu untuk isti-rahat, dan Kami jadikan malammu sebagai pakaian, dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan, dan Kami bangun di atas kamu tujuh lapis (langit) yang kokoh, dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari), dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah, supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, dan kebun-kebun yang lebat?" (An-Naba`: 6-16).
(6-16) Maksudnya, bukankah Kami telah memberi kalian berbagai nikmat agung, Kami menjadikan untuk kalian, ﴾ ٱلۡأَرۡضَ مِهَٰدٗا ﴿ "bumi itu sebagai hamparan," yaitu dihamparkan dan ditundukkan bagi kalian dan untuk kepentingan-kepentingan berupa tanah ga-rapan, tempat tinggal, dan jalan. ﴾ وَٱلۡجِبَالَ أَوۡتَادٗا ﴿ "Dan gunung-gunung sebagai pasak," mengokohkan bumi agar tidak berguncang bersama kalian. ﴾ وَخَلَقۡنَٰكُمۡ أَزۡوَٰجٗا ﴿ "Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan," yakni lelaki dan perempuan dari jenis yang sama agar masing-masing dari keduanya merasa tenang pada yang lain dan memben-tuk rasa cinta dan kasih serta membuahkan keturunan dari kedua-nya. Dan termasuk dalam karunia ini adalah nikmatnya wanita yang dinikahi. ﴾ وَجَعَلۡنَا نَوۡمَكُمۡ سُبَاتٗا ﴿ "Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat," yakni sebagai istirahat bagi kalian dan sebagai pemutus pekerjaan yang jika terus dilakukan akan membahayakan badan. Allah سبحانه وتعالى menjadi-kan malam dan tidur sebagai penutup agar gerakan-gerakan mereka yang membahayakan menjadi tenang dan mereka mendapatkan kenyamanan yang bermanfaat. ﴾ وَبَنَيۡنَا فَوۡقَكُمۡ سَبۡعٗا شِدَادٗا ﴿ "Dan Kami ba-ngun di atas kamu tujuh lapis (langit) yang kokoh," yakni tujuh langit yang amat kuat dan kokoh. Allah سبحانه وتعالى menahannya dengan Kuasa-Nya dan menjadikannya sebagai atap bagi bumi. Padanya terdapat berbagai manfaat bagi manusia. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى menyebut-kan di antara manfaat matahari seraya berfirman, ﴾ وَجَعَلۡنَا سِرَاجٗا وَهَّاجٗا ﴿ "Dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari)." Allah سبحانه وتعالى meng-ingatkan manusia pada matahari berupa nikmat cahayanya yang menjadi kebutuhan vital bagi mereka dan pada panasnya, karena padanya terdapat berbagai manfaat, seperti untuk mematangkan (buah-buahan). ﴾ وَأَنزَلۡنَا مِنَ ٱلۡمُعۡصِرَٰتِ مَآءٗ ثَجَّاجٗا ﴿ "Dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah," yakni yang sangat deras, ﴾ لِّنُخۡرِجَ بِهِۦ حَبّٗا ﴿ "supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian," seperti gandum, jagung, beras dan lainnya yang menjadi makanan manusia, ﴾ وَنَبَاتٗا ﴿ "dan tumbuh-tumbuhan," mencakup seluruh tumbuh-tumbuhan yang dijadikan Allah سبحانه وتعالى sebagai makanan untuk binatang ternak mereka, ﴾ وَجَنَّٰتٍ أَلۡفَافًا ﴿ "dan kebun-kebun yang lebat," yaitu kebun-kebun yang lebat, yang di dalamnya terdapat berbagai macam buah-buahan lezat. Untuk itu, Dzat yang memberi kalian berbagai nikmat agung yang tidak terkira dan terhitung jumlahnya ini, bagaimana bisa kalian kufuri dan kalian dustakan berita yang dikabarkan pada kalian tentang Hari Kebangkitan dan pengumpulan nanti? Atau mengapa kalian menggunakan nikmat-nikmat Allah سبحانه وتعالى untuk ber-maksiat dan untuk menentangNya?
An-Naba' 78:9
"Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai ham-paran? Dan gunung-gunung sebagai pasak? Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan, dan Kami jadikan tidurmu untuk isti-rahat, dan Kami jadikan malammu sebagai pakaian, dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan, dan Kami bangun di atas kamu tujuh lapis (langit) yang kokoh, dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari), dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah, supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, dan kebun-kebun yang lebat?" (An-Naba`: 6-16).
(6-16) Maksudnya, bukankah Kami telah memberi kalian berbagai nikmat agung, Kami menjadikan untuk kalian, ﴾ ٱلۡأَرۡضَ مِهَٰدٗا ﴿ "bumi itu sebagai hamparan," yaitu dihamparkan dan ditundukkan bagi kalian dan untuk kepentingan-kepentingan berupa tanah ga-rapan, tempat tinggal, dan jalan. ﴾ وَٱلۡجِبَالَ أَوۡتَادٗا ﴿ "Dan gunung-gunung sebagai pasak," mengokohkan bumi agar tidak berguncang bersama kalian. ﴾ وَخَلَقۡنَٰكُمۡ أَزۡوَٰجٗا ﴿ "Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan," yakni lelaki dan perempuan dari jenis yang sama agar masing-masing dari keduanya merasa tenang pada yang lain dan memben-tuk rasa cinta dan kasih serta membuahkan keturunan dari kedua-nya. Dan termasuk dalam karunia ini adalah nikmatnya wanita yang dinikahi. ﴾ وَجَعَلۡنَا نَوۡمَكُمۡ سُبَاتٗا ﴿ "Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat," yakni sebagai istirahat bagi kalian dan sebagai pemutus pekerjaan yang jika terus dilakukan akan membahayakan badan. Allah سبحانه وتعالى menjadi-kan malam dan tidur sebagai penutup agar gerakan-gerakan mereka yang membahayakan menjadi tenang dan mereka mendapatkan kenyamanan yang bermanfaat. ﴾ وَبَنَيۡنَا فَوۡقَكُمۡ سَبۡعٗا شِدَادٗا ﴿ "Dan Kami ba-ngun di atas kamu tujuh lapis (langit) yang kokoh," yakni tujuh langit yang amat kuat dan kokoh. Allah سبحانه وتعالى menahannya dengan Kuasa-Nya dan menjadikannya sebagai atap bagi bumi. Padanya terdapat berbagai manfaat bagi manusia. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى menyebut-kan di antara manfaat matahari seraya berfirman, ﴾ وَجَعَلۡنَا سِرَاجٗا وَهَّاجٗا ﴿ "Dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari)." Allah سبحانه وتعالى meng-ingatkan manusia pada matahari berupa nikmat cahayanya yang menjadi kebutuhan vital bagi mereka dan pada panasnya, karena padanya terdapat berbagai manfaat, seperti untuk mematangkan (buah-buahan). ﴾ وَأَنزَلۡنَا مِنَ ٱلۡمُعۡصِرَٰتِ مَآءٗ ثَجَّاجٗا ﴿ "Dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah," yakni yang sangat deras, ﴾ لِّنُخۡرِجَ بِهِۦ حَبّٗا ﴿ "supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian," seperti gandum, jagung, beras dan lainnya yang menjadi makanan manusia, ﴾ وَنَبَاتٗا ﴿ "dan tumbuh-tumbuhan," mencakup seluruh tumbuh-tumbuhan yang dijadikan Allah سبحانه وتعالى sebagai makanan untuk binatang ternak mereka, ﴾ وَجَنَّٰتٍ أَلۡفَافًا ﴿ "dan kebun-kebun yang lebat," yaitu kebun-kebun yang lebat, yang di dalamnya terdapat berbagai macam buah-buahan lezat. Untuk itu, Dzat yang memberi kalian berbagai nikmat agung yang tidak terkira dan terhitung jumlahnya ini, bagaimana bisa kalian kufuri dan kalian dustakan berita yang dikabarkan pada kalian tentang Hari Kebangkitan dan pengumpulan nanti? Atau mengapa kalian menggunakan nikmat-nikmat Allah سبحانه وتعالى untuk ber-maksiat dan untuk menentangNya?
An-Naba' 78:10
"Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai ham-paran? Dan gunung-gunung sebagai pasak? Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan, dan Kami jadikan tidurmu untuk isti-rahat, dan Kami jadikan malammu sebagai pakaian, dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan, dan Kami bangun di atas kamu tujuh lapis (langit) yang kokoh, dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari), dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah, supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, dan kebun-kebun yang lebat?" (An-Naba`: 6-16).
(6-16) Maksudnya, bukankah Kami telah memberi kalian berbagai nikmat agung, Kami menjadikan untuk kalian, ﴾ ٱلۡأَرۡضَ مِهَٰدٗا ﴿ "bumi itu sebagai hamparan," yaitu dihamparkan dan ditundukkan bagi kalian dan untuk kepentingan-kepentingan berupa tanah ga-rapan, tempat tinggal, dan jalan. ﴾ وَٱلۡجِبَالَ أَوۡتَادٗا ﴿ "Dan gunung-gunung sebagai pasak," mengokohkan bumi agar tidak berguncang bersama kalian. ﴾ وَخَلَقۡنَٰكُمۡ أَزۡوَٰجٗا ﴿ "Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan," yakni lelaki dan perempuan dari jenis yang sama agar masing-masing dari keduanya merasa tenang pada yang lain dan memben-tuk rasa cinta dan kasih serta membuahkan keturunan dari kedua-nya. Dan termasuk dalam karunia ini adalah nikmatnya wanita yang dinikahi. ﴾ وَجَعَلۡنَا نَوۡمَكُمۡ سُبَاتٗا ﴿ "Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat," yakni sebagai istirahat bagi kalian dan sebagai pemutus pekerjaan yang jika terus dilakukan akan membahayakan badan. Allah سبحانه وتعالى menjadi-kan malam dan tidur sebagai penutup agar gerakan-gerakan mereka yang membahayakan menjadi tenang dan mereka mendapatkan kenyamanan yang bermanfaat. ﴾ وَبَنَيۡنَا فَوۡقَكُمۡ سَبۡعٗا شِدَادٗا ﴿ "Dan Kami ba-ngun di atas kamu tujuh lapis (langit) yang kokoh," yakni tujuh langit yang amat kuat dan kokoh. Allah سبحانه وتعالى menahannya dengan Kuasa-Nya dan menjadikannya sebagai atap bagi bumi. Padanya terdapat berbagai manfaat bagi manusia. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى menyebut-kan di antara manfaat matahari seraya berfirman, ﴾ وَجَعَلۡنَا سِرَاجٗا وَهَّاجٗا ﴿ "Dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari)." Allah سبحانه وتعالى meng-ingatkan manusia pada matahari berupa nikmat cahayanya yang menjadi kebutuhan vital bagi mereka dan pada panasnya, karena padanya terdapat berbagai manfaat, seperti untuk mematangkan (buah-buahan). ﴾ وَأَنزَلۡنَا مِنَ ٱلۡمُعۡصِرَٰتِ مَآءٗ ثَجَّاجٗا ﴿ "Dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah," yakni yang sangat deras, ﴾ لِّنُخۡرِجَ بِهِۦ حَبّٗا ﴿ "supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian," seperti gandum, jagung, beras dan lainnya yang menjadi makanan manusia, ﴾ وَنَبَاتٗا ﴿ "dan tumbuh-tumbuhan," mencakup seluruh tumbuh-tumbuhan yang dijadikan Allah سبحانه وتعالى sebagai makanan untuk binatang ternak mereka, ﴾ وَجَنَّٰتٍ أَلۡفَافًا ﴿ "dan kebun-kebun yang lebat," yaitu kebun-kebun yang lebat, yang di dalamnya terdapat berbagai macam buah-buahan lezat. Untuk itu, Dzat yang memberi kalian berbagai nikmat agung yang tidak terkira dan terhitung jumlahnya ini, bagaimana bisa kalian kufuri dan kalian dustakan berita yang dikabarkan pada kalian tentang Hari Kebangkitan dan pengumpulan nanti? Atau mengapa kalian menggunakan nikmat-nikmat Allah سبحانه وتعالى untuk ber-maksiat dan untuk menentangNya?
An-Naba' 78:11
"Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai ham-paran? Dan gunung-gunung sebagai pasak? Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan, dan Kami jadikan tidurmu untuk isti-rahat, dan Kami jadikan malammu sebagai pakaian, dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan, dan Kami bangun di atas kamu tujuh lapis (langit) yang kokoh, dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari), dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah, supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, dan kebun-kebun yang lebat?" (An-Naba`: 6-16).
(6-16) Maksudnya, bukankah Kami telah memberi kalian berbagai nikmat agung, Kami menjadikan untuk kalian, ﴾ ٱلۡأَرۡضَ مِهَٰدٗا ﴿ "bumi itu sebagai hamparan," yaitu dihamparkan dan ditundukkan bagi kalian dan untuk kepentingan-kepentingan berupa tanah ga-rapan, tempat tinggal, dan jalan. ﴾ وَٱلۡجِبَالَ أَوۡتَادٗا ﴿ "Dan gunung-gunung sebagai pasak," mengokohkan bumi agar tidak berguncang bersama kalian. ﴾ وَخَلَقۡنَٰكُمۡ أَزۡوَٰجٗا ﴿ "Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan," yakni lelaki dan perempuan dari jenis yang sama agar masing-masing dari keduanya merasa tenang pada yang lain dan memben-tuk rasa cinta dan kasih serta membuahkan keturunan dari kedua-nya. Dan termasuk dalam karunia ini adalah nikmatnya wanita yang dinikahi. ﴾ وَجَعَلۡنَا نَوۡمَكُمۡ سُبَاتٗا ﴿ "Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat," yakni sebagai istirahat bagi kalian dan sebagai pemutus pekerjaan yang jika terus dilakukan akan membahayakan badan. Allah سبحانه وتعالى menjadi-kan malam dan tidur sebagai penutup agar gerakan-gerakan mereka yang membahayakan menjadi tenang dan mereka mendapatkan kenyamanan yang bermanfaat. ﴾ وَبَنَيۡنَا فَوۡقَكُمۡ سَبۡعٗا شِدَادٗا ﴿ "Dan Kami ba-ngun di atas kamu tujuh lapis (langit) yang kokoh," yakni tujuh langit yang amat kuat dan kokoh. Allah سبحانه وتعالى menahannya dengan Kuasa-Nya dan menjadikannya sebagai atap bagi bumi. Padanya terdapat berbagai manfaat bagi manusia. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى menyebut-kan di antara manfaat matahari seraya berfirman, ﴾ وَجَعَلۡنَا سِرَاجٗا وَهَّاجٗا ﴿ "Dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari)." Allah سبحانه وتعالى meng-ingatkan manusia pada matahari berupa nikmat cahayanya yang menjadi kebutuhan vital bagi mereka dan pada panasnya, karena padanya terdapat berbagai manfaat, seperti untuk mematangkan (buah-buahan). ﴾ وَأَنزَلۡنَا مِنَ ٱلۡمُعۡصِرَٰتِ مَآءٗ ثَجَّاجٗا ﴿ "Dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah," yakni yang sangat deras, ﴾ لِّنُخۡرِجَ بِهِۦ حَبّٗا ﴿ "supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian," seperti gandum, jagung, beras dan lainnya yang menjadi makanan manusia, ﴾ وَنَبَاتٗا ﴿ "dan tumbuh-tumbuhan," mencakup seluruh tumbuh-tumbuhan yang dijadikan Allah سبحانه وتعالى sebagai makanan untuk binatang ternak mereka, ﴾ وَجَنَّٰتٍ أَلۡفَافًا ﴿ "dan kebun-kebun yang lebat," yaitu kebun-kebun yang lebat, yang di dalamnya terdapat berbagai macam buah-buahan lezat. Untuk itu, Dzat yang memberi kalian berbagai nikmat agung yang tidak terkira dan terhitung jumlahnya ini, bagaimana bisa kalian kufuri dan kalian dustakan berita yang dikabarkan pada kalian tentang Hari Kebangkitan dan pengumpulan nanti? Atau mengapa kalian menggunakan nikmat-nikmat Allah سبحانه وتعالى untuk ber-maksiat dan untuk menentangNya?
An-Naba' 78:12
"Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai ham-paran? Dan gunung-gunung sebagai pasak? Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan, dan Kami jadikan tidurmu untuk isti-rahat, dan Kami jadikan malammu sebagai pakaian, dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan, dan Kami bangun di atas kamu tujuh lapis (langit) yang kokoh, dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari), dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah, supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, dan kebun-kebun yang lebat?" (An-Naba`: 6-16).
(6-16) Maksudnya, bukankah Kami telah memberi kalian berbagai nikmat agung, Kami menjadikan untuk kalian, ﴾ ٱلۡأَرۡضَ مِهَٰدٗا ﴿ "bumi itu sebagai hamparan," yaitu dihamparkan dan ditundukkan bagi kalian dan untuk kepentingan-kepentingan berupa tanah ga-rapan, tempat tinggal, dan jalan. ﴾ وَٱلۡجِبَالَ أَوۡتَادٗا ﴿ "Dan gunung-gunung sebagai pasak," mengokohkan bumi agar tidak berguncang bersama kalian. ﴾ وَخَلَقۡنَٰكُمۡ أَزۡوَٰجٗا ﴿ "Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan," yakni lelaki dan perempuan dari jenis yang sama agar masing-masing dari keduanya merasa tenang pada yang lain dan memben-tuk rasa cinta dan kasih serta membuahkan keturunan dari kedua-nya. Dan termasuk dalam karunia ini adalah nikmatnya wanita yang dinikahi. ﴾ وَجَعَلۡنَا نَوۡمَكُمۡ سُبَاتٗا ﴿ "Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat," yakni sebagai istirahat bagi kalian dan sebagai pemutus pekerjaan yang jika terus dilakukan akan membahayakan badan. Allah سبحانه وتعالى menjadi-kan malam dan tidur sebagai penutup agar gerakan-gerakan mereka yang membahayakan menjadi tenang dan mereka mendapatkan kenyamanan yang bermanfaat. ﴾ وَبَنَيۡنَا فَوۡقَكُمۡ سَبۡعٗا شِدَادٗا ﴿ "Dan Kami ba-ngun di atas kamu tujuh lapis (langit) yang kokoh," yakni tujuh langit yang amat kuat dan kokoh. Allah سبحانه وتعالى menahannya dengan Kuasa-Nya dan menjadikannya sebagai atap bagi bumi. Padanya terdapat berbagai manfaat bagi manusia. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى menyebut-kan di antara manfaat matahari seraya berfirman, ﴾ وَجَعَلۡنَا سِرَاجٗا وَهَّاجٗا ﴿ "Dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari)." Allah سبحانه وتعالى meng-ingatkan manusia pada matahari berupa nikmat cahayanya yang menjadi kebutuhan vital bagi mereka dan pada panasnya, karena padanya terdapat berbagai manfaat, seperti untuk mematangkan (buah-buahan). ﴾ وَأَنزَلۡنَا مِنَ ٱلۡمُعۡصِرَٰتِ مَآءٗ ثَجَّاجٗا ﴿ "Dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah," yakni yang sangat deras, ﴾ لِّنُخۡرِجَ بِهِۦ حَبّٗا ﴿ "supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian," seperti gandum, jagung, beras dan lainnya yang menjadi makanan manusia, ﴾ وَنَبَاتٗا ﴿ "dan tumbuh-tumbuhan," mencakup seluruh tumbuh-tumbuhan yang dijadikan Allah سبحانه وتعالى sebagai makanan untuk binatang ternak mereka, ﴾ وَجَنَّٰتٍ أَلۡفَافًا ﴿ "dan kebun-kebun yang lebat," yaitu kebun-kebun yang lebat, yang di dalamnya terdapat berbagai macam buah-buahan lezat. Untuk itu, Dzat yang memberi kalian berbagai nikmat agung yang tidak terkira dan terhitung jumlahnya ini, bagaimana bisa kalian kufuri dan kalian dustakan berita yang dikabarkan pada kalian tentang Hari Kebangkitan dan pengumpulan nanti? Atau mengapa kalian menggunakan nikmat-nikmat Allah سبحانه وتعالى untuk ber-maksiat dan untuk menentangNya?
An-Naba' 78:13
"Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai ham-paran? Dan gunung-gunung sebagai pasak? Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan, dan Kami jadikan tidurmu untuk isti-rahat, dan Kami jadikan malammu sebagai pakaian, dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan, dan Kami bangun di atas kamu tujuh lapis (langit) yang kokoh, dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari), dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah, supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, dan kebun-kebun yang lebat?" (An-Naba`: 6-16).
(6-16) Maksudnya, bukankah Kami telah memberi kalian berbagai nikmat agung, Kami menjadikan untuk kalian, ﴾ ٱلۡأَرۡضَ مِهَٰدٗا ﴿ "bumi itu sebagai hamparan," yaitu dihamparkan dan ditundukkan bagi kalian dan untuk kepentingan-kepentingan berupa tanah ga-rapan, tempat tinggal, dan jalan. ﴾ وَٱلۡجِبَالَ أَوۡتَادٗا ﴿ "Dan gunung-gunung sebagai pasak," mengokohkan bumi agar tidak berguncang bersama kalian. ﴾ وَخَلَقۡنَٰكُمۡ أَزۡوَٰجٗا ﴿ "Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan," yakni lelaki dan perempuan dari jenis yang sama agar masing-masing dari keduanya merasa tenang pada yang lain dan memben-tuk rasa cinta dan kasih serta membuahkan keturunan dari kedua-nya. Dan termasuk dalam karunia ini adalah nikmatnya wanita yang dinikahi. ﴾ وَجَعَلۡنَا نَوۡمَكُمۡ سُبَاتٗا ﴿ "Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat," yakni sebagai istirahat bagi kalian dan sebagai pemutus pekerjaan yang jika terus dilakukan akan membahayakan badan. Allah سبحانه وتعالى menjadi-kan malam dan tidur sebagai penutup agar gerakan-gerakan mereka yang membahayakan menjadi tenang dan mereka mendapatkan kenyamanan yang bermanfaat. ﴾ وَبَنَيۡنَا فَوۡقَكُمۡ سَبۡعٗا شِدَادٗا ﴿ "Dan Kami ba-ngun di atas kamu tujuh lapis (langit) yang kokoh," yakni tujuh langit yang amat kuat dan kokoh. Allah سبحانه وتعالى menahannya dengan Kuasa-Nya dan menjadikannya sebagai atap bagi bumi. Padanya terdapat berbagai manfaat bagi manusia. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى menyebut-kan di antara manfaat matahari seraya berfirman, ﴾ وَجَعَلۡنَا سِرَاجٗا وَهَّاجٗا ﴿ "Dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari)." Allah سبحانه وتعالى meng-ingatkan manusia pada matahari berupa nikmat cahayanya yang menjadi kebutuhan vital bagi mereka dan pada panasnya, karena padanya terdapat berbagai manfaat, seperti untuk mematangkan (buah-buahan). ﴾ وَأَنزَلۡنَا مِنَ ٱلۡمُعۡصِرَٰتِ مَآءٗ ثَجَّاجٗا ﴿ "Dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah," yakni yang sangat deras, ﴾ لِّنُخۡرِجَ بِهِۦ حَبّٗا ﴿ "supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian," seperti gandum, jagung, beras dan lainnya yang menjadi makanan manusia, ﴾ وَنَبَاتٗا ﴿ "dan tumbuh-tumbuhan," mencakup seluruh tumbuh-tumbuhan yang dijadikan Allah سبحانه وتعالى sebagai makanan untuk binatang ternak mereka, ﴾ وَجَنَّٰتٍ أَلۡفَافًا ﴿ "dan kebun-kebun yang lebat," yaitu kebun-kebun yang lebat, yang di dalamnya terdapat berbagai macam buah-buahan lezat. Untuk itu, Dzat yang memberi kalian berbagai nikmat agung yang tidak terkira dan terhitung jumlahnya ini, bagaimana bisa kalian kufuri dan kalian dustakan berita yang dikabarkan pada kalian tentang Hari Kebangkitan dan pengumpulan nanti? Atau mengapa kalian menggunakan nikmat-nikmat Allah سبحانه وتعالى untuk ber-maksiat dan untuk menentangNya?
An-Naba' 78:14
"Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai ham-paran? Dan gunung-gunung sebagai pasak? Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan, dan Kami jadikan tidurmu untuk isti-rahat, dan Kami jadikan malammu sebagai pakaian, dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan, dan Kami bangun di atas kamu tujuh lapis (langit) yang kokoh, dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari), dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah, supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, dan kebun-kebun yang lebat?" (An-Naba`: 6-16).
(6-16) Maksudnya, bukankah Kami telah memberi kalian berbagai nikmat agung, Kami menjadikan untuk kalian, ﴾ ٱلۡأَرۡضَ مِهَٰدٗا ﴿ "bumi itu sebagai hamparan," yaitu dihamparkan dan ditundukkan bagi kalian dan untuk kepentingan-kepentingan berupa tanah ga-rapan, tempat tinggal, dan jalan. ﴾ وَٱلۡجِبَالَ أَوۡتَادٗا ﴿ "Dan gunung-gunung sebagai pasak," mengokohkan bumi agar tidak berguncang bersama kalian. ﴾ وَخَلَقۡنَٰكُمۡ أَزۡوَٰجٗا ﴿ "Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan," yakni lelaki dan perempuan dari jenis yang sama agar masing-masing dari keduanya merasa tenang pada yang lain dan memben-tuk rasa cinta dan kasih serta membuahkan keturunan dari kedua-nya. Dan termasuk dalam karunia ini adalah nikmatnya wanita yang dinikahi. ﴾ وَجَعَلۡنَا نَوۡمَكُمۡ سُبَاتٗا ﴿ "Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat," yakni sebagai istirahat bagi kalian dan sebagai pemutus pekerjaan yang jika terus dilakukan akan membahayakan badan. Allah سبحانه وتعالى menjadi-kan malam dan tidur sebagai penutup agar gerakan-gerakan mereka yang membahayakan menjadi tenang dan mereka mendapatkan kenyamanan yang bermanfaat. ﴾ وَبَنَيۡنَا فَوۡقَكُمۡ سَبۡعٗا شِدَادٗا ﴿ "Dan Kami ba-ngun di atas kamu tujuh lapis (langit) yang kokoh," yakni tujuh langit yang amat kuat dan kokoh. Allah سبحانه وتعالى menahannya dengan Kuasa-Nya dan menjadikannya sebagai atap bagi bumi. Padanya terdapat berbagai manfaat bagi manusia. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى menyebut-kan di antara manfaat matahari seraya berfirman, ﴾ وَجَعَلۡنَا سِرَاجٗا وَهَّاجٗا ﴿ "Dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari)." Allah سبحانه وتعالى meng-ingatkan manusia pada matahari berupa nikmat cahayanya yang menjadi kebutuhan vital bagi mereka dan pada panasnya, karena padanya terdapat berbagai manfaat, seperti untuk mematangkan (buah-buahan). ﴾ وَأَنزَلۡنَا مِنَ ٱلۡمُعۡصِرَٰتِ مَآءٗ ثَجَّاجٗا ﴿ "Dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah," yakni yang sangat deras, ﴾ لِّنُخۡرِجَ بِهِۦ حَبّٗا ﴿ "supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian," seperti gandum, jagung, beras dan lainnya yang menjadi makanan manusia, ﴾ وَنَبَاتٗا ﴿ "dan tumbuh-tumbuhan," mencakup seluruh tumbuh-tumbuhan yang dijadikan Allah سبحانه وتعالى sebagai makanan untuk binatang ternak mereka, ﴾ وَجَنَّٰتٍ أَلۡفَافًا ﴿ "dan kebun-kebun yang lebat," yaitu kebun-kebun yang lebat, yang di dalamnya terdapat berbagai macam buah-buahan lezat. Untuk itu, Dzat yang memberi kalian berbagai nikmat agung yang tidak terkira dan terhitung jumlahnya ini, bagaimana bisa kalian kufuri dan kalian dustakan berita yang dikabarkan pada kalian tentang Hari Kebangkitan dan pengumpulan nanti? Atau mengapa kalian menggunakan nikmat-nikmat Allah سبحانه وتعالى untuk ber-maksiat dan untuk menentangNya?
An-Naba' 78:15
"Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai ham-paran? Dan gunung-gunung sebagai pasak? Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan, dan Kami jadikan tidurmu untuk isti-rahat, dan Kami jadikan malammu sebagai pakaian, dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan, dan Kami bangun di atas kamu tujuh lapis (langit) yang kokoh, dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari), dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah, supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, dan kebun-kebun yang lebat?" (An-Naba`: 6-16).
(6-16) Maksudnya, bukankah Kami telah memberi kalian berbagai nikmat agung, Kami menjadikan untuk kalian, ﴾ ٱلۡأَرۡضَ مِهَٰدٗا ﴿ "bumi itu sebagai hamparan," yaitu dihamparkan dan ditundukkan bagi kalian dan untuk kepentingan-kepentingan berupa tanah ga-rapan, tempat tinggal, dan jalan. ﴾ وَٱلۡجِبَالَ أَوۡتَادٗا ﴿ "Dan gunung-gunung sebagai pasak," mengokohkan bumi agar tidak berguncang bersama kalian. ﴾ وَخَلَقۡنَٰكُمۡ أَزۡوَٰجٗا ﴿ "Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan," yakni lelaki dan perempuan dari jenis yang sama agar masing-masing dari keduanya merasa tenang pada yang lain dan memben-tuk rasa cinta dan kasih serta membuahkan keturunan dari kedua-nya. Dan termasuk dalam karunia ini adalah nikmatnya wanita yang dinikahi. ﴾ وَجَعَلۡنَا نَوۡمَكُمۡ سُبَاتٗا ﴿ "Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat," yakni sebagai istirahat bagi kalian dan sebagai pemutus pekerjaan yang jika terus dilakukan akan membahayakan badan. Allah سبحانه وتعالى menjadi-kan malam dan tidur sebagai penutup agar gerakan-gerakan mereka yang membahayakan menjadi tenang dan mereka mendapatkan kenyamanan yang bermanfaat. ﴾ وَبَنَيۡنَا فَوۡقَكُمۡ سَبۡعٗا شِدَادٗا ﴿ "Dan Kami ba-ngun di atas kamu tujuh lapis (langit) yang kokoh," yakni tujuh langit yang amat kuat dan kokoh. Allah سبحانه وتعالى menahannya dengan Kuasa-Nya dan menjadikannya sebagai atap bagi bumi. Padanya terdapat berbagai manfaat bagi manusia. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى menyebut-kan di antara manfaat matahari seraya berfirman, ﴾ وَجَعَلۡنَا سِرَاجٗا وَهَّاجٗا ﴿ "Dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari)." Allah سبحانه وتعالى meng-ingatkan manusia pada matahari berupa nikmat cahayanya yang menjadi kebutuhan vital bagi mereka dan pada panasnya, karena padanya terdapat berbagai manfaat, seperti untuk mematangkan (buah-buahan). ﴾ وَأَنزَلۡنَا مِنَ ٱلۡمُعۡصِرَٰتِ مَآءٗ ثَجَّاجٗا ﴿ "Dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah," yakni yang sangat deras, ﴾ لِّنُخۡرِجَ بِهِۦ حَبّٗا ﴿ "supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian," seperti gandum, jagung, beras dan lainnya yang menjadi makanan manusia, ﴾ وَنَبَاتٗا ﴿ "dan tumbuh-tumbuhan," mencakup seluruh tumbuh-tumbuhan yang dijadikan Allah سبحانه وتعالى sebagai makanan untuk binatang ternak mereka, ﴾ وَجَنَّٰتٍ أَلۡفَافًا ﴿ "dan kebun-kebun yang lebat," yaitu kebun-kebun yang lebat, yang di dalamnya terdapat berbagai macam buah-buahan lezat. Untuk itu, Dzat yang memberi kalian berbagai nikmat agung yang tidak terkira dan terhitung jumlahnya ini, bagaimana bisa kalian kufuri dan kalian dustakan berita yang dikabarkan pada kalian tentang Hari Kebangkitan dan pengumpulan nanti? Atau mengapa kalian menggunakan nikmat-nikmat Allah سبحانه وتعالى untuk ber-maksiat dan untuk menentangNya?
An-Naba' 78:16
"Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai ham-paran? Dan gunung-gunung sebagai pasak? Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan, dan Kami jadikan tidurmu untuk isti-rahat, dan Kami jadikan malammu sebagai pakaian, dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan, dan Kami bangun di atas kamu tujuh lapis (langit) yang kokoh, dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari), dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah, supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, dan kebun-kebun yang lebat?" (An-Naba`: 6-16).
(6-16) Maksudnya, bukankah Kami telah memberi kalian berbagai nikmat agung, Kami menjadikan untuk kalian, ﴾ ٱلۡأَرۡضَ مِهَٰدٗا ﴿ "bumi itu sebagai hamparan," yaitu dihamparkan dan ditundukkan bagi kalian dan untuk kepentingan-kepentingan berupa tanah ga-rapan, tempat tinggal, dan jalan. ﴾ وَٱلۡجِبَالَ أَوۡتَادٗا ﴿ "Dan gunung-gunung sebagai pasak," mengokohkan bumi agar tidak berguncang bersama kalian. ﴾ وَخَلَقۡنَٰكُمۡ أَزۡوَٰجٗا ﴿ "Dan Kami jadikan kamu berpasang-pasangan," yakni lelaki dan perempuan dari jenis yang sama agar masing-masing dari keduanya merasa tenang pada yang lain dan memben-tuk rasa cinta dan kasih serta membuahkan keturunan dari kedua-nya. Dan termasuk dalam karunia ini adalah nikmatnya wanita yang dinikahi. ﴾ وَجَعَلۡنَا نَوۡمَكُمۡ سُبَاتٗا ﴿ "Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat," yakni sebagai istirahat bagi kalian dan sebagai pemutus pekerjaan yang jika terus dilakukan akan membahayakan badan. Allah سبحانه وتعالى menjadi-kan malam dan tidur sebagai penutup agar gerakan-gerakan mereka yang membahayakan menjadi tenang dan mereka mendapatkan kenyamanan yang bermanfaat. ﴾ وَبَنَيۡنَا فَوۡقَكُمۡ سَبۡعٗا شِدَادٗا ﴿ "Dan Kami ba-ngun di atas kamu tujuh lapis (langit) yang kokoh," yakni tujuh langit yang amat kuat dan kokoh. Allah سبحانه وتعالى menahannya dengan Kuasa-Nya dan menjadikannya sebagai atap bagi bumi. Padanya terdapat berbagai manfaat bagi manusia. Karena itulah Allah سبحانه وتعالى menyebut-kan di antara manfaat matahari seraya berfirman, ﴾ وَجَعَلۡنَا سِرَاجٗا وَهَّاجٗا ﴿ "Dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari)." Allah سبحانه وتعالى meng-ingatkan manusia pada matahari berupa nikmat cahayanya yang menjadi kebutuhan vital bagi mereka dan pada panasnya, karena padanya terdapat berbagai manfaat, seperti untuk mematangkan (buah-buahan). ﴾ وَأَنزَلۡنَا مِنَ ٱلۡمُعۡصِرَٰتِ مَآءٗ ثَجَّاجٗا ﴿ "Dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah," yakni yang sangat deras, ﴾ لِّنُخۡرِجَ بِهِۦ حَبّٗا ﴿ "supaya Kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian," seperti gandum, jagung, beras dan lainnya yang menjadi makanan manusia, ﴾ وَنَبَاتٗا ﴿ "dan tumbuh-tumbuhan," mencakup seluruh tumbuh-tumbuhan yang dijadikan Allah سبحانه وتعالى sebagai makanan untuk binatang ternak mereka, ﴾ وَجَنَّٰتٍ أَلۡفَافًا ﴿ "dan kebun-kebun yang lebat," yaitu kebun-kebun yang lebat, yang di dalamnya terdapat berbagai macam buah-buahan lezat. Untuk itu, Dzat yang memberi kalian berbagai nikmat agung yang tidak terkira dan terhitung jumlahnya ini, bagaimana bisa kalian kufuri dan kalian dustakan berita yang dikabarkan pada kalian tentang Hari Kebangkitan dan pengumpulan nanti? Atau mengapa kalian menggunakan nikmat-nikmat Allah سبحانه وتعالى untuk ber-maksiat dan untuk menentangNya?
An-Naba' 78:17
"Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan, yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok, dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu, dan dijalankanlah gunung-gunung, maka menjadi fatamorganalah ia. Sesungguhnya Neraka Jahanam itu (padanya) ada tempat pengintai, lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas, mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya, mereka tidak merasakan ke-sejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, kecuali air yang mendidih dan nanah, sebagai pembalasan yang setimpal. Sesungguhya mereka tidak takut kepada hisab, dan mereka men-dustakan ayat-ayat Kami dengan sebenar-benarnya. Dan segala sesuatu sudah Kami catat dalam suatu kitab. Karena itu rasakan-lah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu kecuali azab." (An-Naba`: 17-30).
(17-25) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan apa-apa yang akan terjadi di Hari Kiamat yang dipertanyakan oleh mereka yang mendustakan dan ditentang oleh para pembangkang. Hari Kiamat adalah hari besar dan Allah سبحانه وتعالى menjadikannya sebagai ﴾ مِيقَٰتٗا ﴿ "hari keputusan" untuk manusia, ﴾ يَوۡمَ يُنفَخُ فِي ٱلصُّورِ فَتَأۡتُونَ أَفۡوَاجٗا ﴿ "yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok." Pada hari itu kalian berlarian, karena amat menakutkan dan menggeli-sahkan, yang membuat anak beruban dan membuat hati risau. Gunung-gunung berjalan hingga seperti debu yang dihamburkan, langit terbelah hingga menjadi berpintu-pintu, dan Allah سبحانه وتعالى memu-tuskan perkara antara sesama manusia dengan hukumNya yang tidak lalim. Neraka Jahanam dinyalakan yang telah disediakan Allah سبحانه وتعالى dan diintaikan untuk mereka yang melampaui batas, dan dijadikannya sebagai tempat kembali bagi mereka. Mereka tinggal di dalamnya dalam jangka waktu yang amat lama. Kata اَلْحِقَبُ seba-gaimana dinyatakan oleh banyak ulama tafsir adalah jangka waktu selama delapan puluh tahun (jamaknya adalah أَحْقَابٌ). Ketika me-reka melintasinya, ﴾ لَّا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرۡدٗا وَلَا شَرَابًا ﴿ "mereka tidak merasakan kese-jukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman," yakni tidak ada air yang menyejukkan kulit mereka dan yang bisa menghapus dahaga mereka, ﴾ إِلَّا حَمِيمٗا ﴿ "kecuali air yang mendidih," yakni, air panas yang mematangkan wajah mereka dan memutuskan usus mereka, ﴾ وَغَسَّاقٗا ﴿ "dan nanah," yakni nanah penduduk neraka yang begitu menyengat baunya dan tidak enak rasanya.
(26-30) Mereka mendapatkan azab mengerikan seperti itu adalah sebagai balasan yang sesuai bagi mereka atas perbuatan yang mereka lakukan yang mengantarkan mereka pada siksaan itu, Allah سبحانه وتعالى tidak menzhalimi mereka tapi mereka sendirilah yang menzhalimi diri sendiri. Karena itu Allah سبحانه وتعالى menyebutkan amal perbuatan mereka yang membuat mereka berhak mendapatkan siksaan di atas seraya berfirman, ﴾ إِنَّهُمۡ كَانُواْ لَا يَرۡجُونَ حِسَابٗا ﴿ "Sesungguhnya mereka tidak takut kepada hisab," yakni, tidak beriman pada Hari Kebangkitan dan tidak beriman bahwa Allah سبحانه وتعالى akan membalas manusia, baik dan buruknya. Karena itulah mereka melalaikan amal-amal untuk akhirat. ﴾ وَكَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا كِذَّابٗا ﴿ "Dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sebenar-benarnya," yakni mereka mendusta-kannya secara tegas dan jelas. Penjelasan-penjelasan datang kepada mereka tapi mereka menentangnya. ﴾ وَكُلَّ شَيۡءٍ ﴿ "Dan segala sesuatu," sedikit dan banyak, baik dan buruk, ﴾ أَحۡصَيۡنَٰهُ كِتَٰبٗا ﴿ "sudah Kami catat dalam suatu kitab," yakni sudah Kami tetapkan di Lauhil Mahfuzh. Karena itu, janganlah orang-orang yang berdosa mengira Kami menyiksa mereka karena dosa yang tidak mereka lakukan. Dan janganlah mereka mengira bahwa Allah سبحانه وتعالى akan menyia-nyiakan amal perbuatan mereka atau melalaikannya meskipun sebesar biji atom, sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَوُضِعَ ٱلۡكِتَٰبُ فَتَرَى ٱلۡمُجۡرِمِينَ مُشۡفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَٰوَيۡلَتَنَا مَالِ هَٰذَا ٱلۡكِتَٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةٗ وَلَا كَبِيرَةً إِلَّآ أَحۡصَىٰهَاۚ وَوَجَدُواْ مَا عَمِلُواْ حَاضِرٗاۗ وَلَا يَظۡلِمُ رَبُّكَ أَحَدٗا 49 ﴿ "Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, 'Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya;' dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Rabbmu tidak menganiaya seorang jua pun." (Al-Kahfi: 49). ﴾ فَذُوقُواْ ﴿ "Karena itu rasakanlah," wahai orang-orang yang men-dustakan azab yang pedih dan kehinaan abadi ini, ﴾ فَلَن نَّزِيدَكُمۡ إِلَّا عَذَابًا ﴿ "dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu kecuali azab." Azab mereka semakin bertambah dari waktu ke waktu. Ini adalah ayat paling keras tentang dahsyatnya siksaan penghuni neraka. Semoga Allah سبحانه وتعالى melindungi kita semua darinya.
An-Naba' 78:18
"Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan, yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok, dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu, dan dijalankanlah gunung-gunung, maka menjadi fatamorganalah ia. Sesungguhnya Neraka Jahanam itu (padanya) ada tempat pengintai, lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas, mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya, mereka tidak merasakan ke-sejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, kecuali air yang mendidih dan nanah, sebagai pembalasan yang setimpal. Sesungguhya mereka tidak takut kepada hisab, dan mereka men-dustakan ayat-ayat Kami dengan sebenar-benarnya. Dan segala sesuatu sudah Kami catat dalam suatu kitab. Karena itu rasakan-lah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu kecuali azab." (An-Naba`: 17-30).
(17-25) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan apa-apa yang akan terjadi di Hari Kiamat yang dipertanyakan oleh mereka yang mendustakan dan ditentang oleh para pembangkang. Hari Kiamat adalah hari besar dan Allah سبحانه وتعالى menjadikannya sebagai ﴾ مِيقَٰتٗا ﴿ "hari keputusan" untuk manusia, ﴾ يَوۡمَ يُنفَخُ فِي ٱلصُّورِ فَتَأۡتُونَ أَفۡوَاجٗا ﴿ "yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok." Pada hari itu kalian berlarian, karena amat menakutkan dan menggeli-sahkan, yang membuat anak beruban dan membuat hati risau. Gunung-gunung berjalan hingga seperti debu yang dihamburkan, langit terbelah hingga menjadi berpintu-pintu, dan Allah سبحانه وتعالى memu-tuskan perkara antara sesama manusia dengan hukumNya yang tidak lalim. Neraka Jahanam dinyalakan yang telah disediakan Allah سبحانه وتعالى dan diintaikan untuk mereka yang melampaui batas, dan dijadikannya sebagai tempat kembali bagi mereka. Mereka tinggal di dalamnya dalam jangka waktu yang amat lama. Kata اَلْحِقَبُ seba-gaimana dinyatakan oleh banyak ulama tafsir adalah jangka waktu selama delapan puluh tahun (jamaknya adalah أَحْقَابٌ). Ketika me-reka melintasinya, ﴾ لَّا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرۡدٗا وَلَا شَرَابًا ﴿ "mereka tidak merasakan kese-jukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman," yakni tidak ada air yang menyejukkan kulit mereka dan yang bisa menghapus dahaga mereka, ﴾ إِلَّا حَمِيمٗا ﴿ "kecuali air yang mendidih," yakni, air panas yang mematangkan wajah mereka dan memutuskan usus mereka, ﴾ وَغَسَّاقٗا ﴿ "dan nanah," yakni nanah penduduk neraka yang begitu menyengat baunya dan tidak enak rasanya.
(26-30) Mereka mendapatkan azab mengerikan seperti itu adalah sebagai balasan yang sesuai bagi mereka atas perbuatan yang mereka lakukan yang mengantarkan mereka pada siksaan itu, Allah سبحانه وتعالى tidak menzhalimi mereka tapi mereka sendirilah yang menzhalimi diri sendiri. Karena itu Allah سبحانه وتعالى menyebutkan amal perbuatan mereka yang membuat mereka berhak mendapatkan siksaan di atas seraya berfirman, ﴾ إِنَّهُمۡ كَانُواْ لَا يَرۡجُونَ حِسَابٗا ﴿ "Sesungguhnya mereka tidak takut kepada hisab," yakni, tidak beriman pada Hari Kebangkitan dan tidak beriman bahwa Allah سبحانه وتعالى akan membalas manusia, baik dan buruknya. Karena itulah mereka melalaikan amal-amal untuk akhirat. ﴾ وَكَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا كِذَّابٗا ﴿ "Dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sebenar-benarnya," yakni mereka mendusta-kannya secara tegas dan jelas. Penjelasan-penjelasan datang kepada mereka tapi mereka menentangnya. ﴾ وَكُلَّ شَيۡءٍ ﴿ "Dan segala sesuatu," sedikit dan banyak, baik dan buruk, ﴾ أَحۡصَيۡنَٰهُ كِتَٰبٗا ﴿ "sudah Kami catat dalam suatu kitab," yakni sudah Kami tetapkan di Lauhil Mahfuzh. Karena itu, janganlah orang-orang yang berdosa mengira Kami menyiksa mereka karena dosa yang tidak mereka lakukan. Dan janganlah mereka mengira bahwa Allah سبحانه وتعالى akan menyia-nyiakan amal perbuatan mereka atau melalaikannya meskipun sebesar biji atom, sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَوُضِعَ ٱلۡكِتَٰبُ فَتَرَى ٱلۡمُجۡرِمِينَ مُشۡفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَٰوَيۡلَتَنَا مَالِ هَٰذَا ٱلۡكِتَٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةٗ وَلَا كَبِيرَةً إِلَّآ أَحۡصَىٰهَاۚ وَوَجَدُواْ مَا عَمِلُواْ حَاضِرٗاۗ وَلَا يَظۡلِمُ رَبُّكَ أَحَدٗا 49 ﴿ "Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, 'Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya;' dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Rabbmu tidak menganiaya seorang jua pun." (Al-Kahfi: 49). ﴾ فَذُوقُواْ ﴿ "Karena itu rasakanlah," wahai orang-orang yang men-dustakan azab yang pedih dan kehinaan abadi ini, ﴾ فَلَن نَّزِيدَكُمۡ إِلَّا عَذَابًا ﴿ "dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu kecuali azab." Azab mereka semakin bertambah dari waktu ke waktu. Ini adalah ayat paling keras tentang dahsyatnya siksaan penghuni neraka. Semoga Allah سبحانه وتعالى melindungi kita semua darinya.
An-Naba' 78:19
"Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan, yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok, dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu, dan dijalankanlah gunung-gunung, maka menjadi fatamorganalah ia. Sesungguhnya Neraka Jahanam itu (padanya) ada tempat pengintai, lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas, mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya, mereka tidak merasakan ke-sejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, kecuali air yang mendidih dan nanah, sebagai pembalasan yang setimpal. Sesungguhya mereka tidak takut kepada hisab, dan mereka men-dustakan ayat-ayat Kami dengan sebenar-benarnya. Dan segala sesuatu sudah Kami catat dalam suatu kitab. Karena itu rasakan-lah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu kecuali azab." (An-Naba`: 17-30).
(17-25) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan apa-apa yang akan terjadi di Hari Kiamat yang dipertanyakan oleh mereka yang mendustakan dan ditentang oleh para pembangkang. Hari Kiamat adalah hari besar dan Allah سبحانه وتعالى menjadikannya sebagai ﴾ مِيقَٰتٗا ﴿ "hari keputusan" untuk manusia, ﴾ يَوۡمَ يُنفَخُ فِي ٱلصُّورِ فَتَأۡتُونَ أَفۡوَاجٗا ﴿ "yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok." Pada hari itu kalian berlarian, karena amat menakutkan dan menggeli-sahkan, yang membuat anak beruban dan membuat hati risau. Gunung-gunung berjalan hingga seperti debu yang dihamburkan, langit terbelah hingga menjadi berpintu-pintu, dan Allah سبحانه وتعالى memu-tuskan perkara antara sesama manusia dengan hukumNya yang tidak lalim. Neraka Jahanam dinyalakan yang telah disediakan Allah سبحانه وتعالى dan diintaikan untuk mereka yang melampaui batas, dan dijadikannya sebagai tempat kembali bagi mereka. Mereka tinggal di dalamnya dalam jangka waktu yang amat lama. Kata اَلْحِقَبُ seba-gaimana dinyatakan oleh banyak ulama tafsir adalah jangka waktu selama delapan puluh tahun (jamaknya adalah أَحْقَابٌ). Ketika me-reka melintasinya, ﴾ لَّا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرۡدٗا وَلَا شَرَابًا ﴿ "mereka tidak merasakan kese-jukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman," yakni tidak ada air yang menyejukkan kulit mereka dan yang bisa menghapus dahaga mereka, ﴾ إِلَّا حَمِيمٗا ﴿ "kecuali air yang mendidih," yakni, air panas yang mematangkan wajah mereka dan memutuskan usus mereka, ﴾ وَغَسَّاقٗا ﴿ "dan nanah," yakni nanah penduduk neraka yang begitu menyengat baunya dan tidak enak rasanya.
(26-30) Mereka mendapatkan azab mengerikan seperti itu adalah sebagai balasan yang sesuai bagi mereka atas perbuatan yang mereka lakukan yang mengantarkan mereka pada siksaan itu, Allah سبحانه وتعالى tidak menzhalimi mereka tapi mereka sendirilah yang menzhalimi diri sendiri. Karena itu Allah سبحانه وتعالى menyebutkan amal perbuatan mereka yang membuat mereka berhak mendapatkan siksaan di atas seraya berfirman, ﴾ إِنَّهُمۡ كَانُواْ لَا يَرۡجُونَ حِسَابٗا ﴿ "Sesungguhnya mereka tidak takut kepada hisab," yakni, tidak beriman pada Hari Kebangkitan dan tidak beriman bahwa Allah سبحانه وتعالى akan membalas manusia, baik dan buruknya. Karena itulah mereka melalaikan amal-amal untuk akhirat. ﴾ وَكَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا كِذَّابٗا ﴿ "Dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sebenar-benarnya," yakni mereka mendusta-kannya secara tegas dan jelas. Penjelasan-penjelasan datang kepada mereka tapi mereka menentangnya. ﴾ وَكُلَّ شَيۡءٍ ﴿ "Dan segala sesuatu," sedikit dan banyak, baik dan buruk, ﴾ أَحۡصَيۡنَٰهُ كِتَٰبٗا ﴿ "sudah Kami catat dalam suatu kitab," yakni sudah Kami tetapkan di Lauhil Mahfuzh. Karena itu, janganlah orang-orang yang berdosa mengira Kami menyiksa mereka karena dosa yang tidak mereka lakukan. Dan janganlah mereka mengira bahwa Allah سبحانه وتعالى akan menyia-nyiakan amal perbuatan mereka atau melalaikannya meskipun sebesar biji atom, sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَوُضِعَ ٱلۡكِتَٰبُ فَتَرَى ٱلۡمُجۡرِمِينَ مُشۡفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَٰوَيۡلَتَنَا مَالِ هَٰذَا ٱلۡكِتَٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةٗ وَلَا كَبِيرَةً إِلَّآ أَحۡصَىٰهَاۚ وَوَجَدُواْ مَا عَمِلُواْ حَاضِرٗاۗ وَلَا يَظۡلِمُ رَبُّكَ أَحَدٗا 49 ﴿ "Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, 'Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya;' dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Rabbmu tidak menganiaya seorang jua pun." (Al-Kahfi: 49). ﴾ فَذُوقُواْ ﴿ "Karena itu rasakanlah," wahai orang-orang yang men-dustakan azab yang pedih dan kehinaan abadi ini, ﴾ فَلَن نَّزِيدَكُمۡ إِلَّا عَذَابًا ﴿ "dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu kecuali azab." Azab mereka semakin bertambah dari waktu ke waktu. Ini adalah ayat paling keras tentang dahsyatnya siksaan penghuni neraka. Semoga Allah سبحانه وتعالى melindungi kita semua darinya.
An-Naba' 78:20
"Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan, yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok, dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu, dan dijalankanlah gunung-gunung, maka menjadi fatamorganalah ia. Sesungguhnya Neraka Jahanam itu (padanya) ada tempat pengintai, lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas, mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya, mereka tidak merasakan ke-sejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, kecuali air yang mendidih dan nanah, sebagai pembalasan yang setimpal. Sesungguhya mereka tidak takut kepada hisab, dan mereka men-dustakan ayat-ayat Kami dengan sebenar-benarnya. Dan segala sesuatu sudah Kami catat dalam suatu kitab. Karena itu rasakan-lah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu kecuali azab." (An-Naba`: 17-30).
(17-25) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan apa-apa yang akan terjadi di Hari Kiamat yang dipertanyakan oleh mereka yang mendustakan dan ditentang oleh para pembangkang. Hari Kiamat adalah hari besar dan Allah سبحانه وتعالى menjadikannya sebagai ﴾ مِيقَٰتٗا ﴿ "hari keputusan" untuk manusia, ﴾ يَوۡمَ يُنفَخُ فِي ٱلصُّورِ فَتَأۡتُونَ أَفۡوَاجٗا ﴿ "yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok." Pada hari itu kalian berlarian, karena amat menakutkan dan menggeli-sahkan, yang membuat anak beruban dan membuat hati risau. Gunung-gunung berjalan hingga seperti debu yang dihamburkan, langit terbelah hingga menjadi berpintu-pintu, dan Allah سبحانه وتعالى memu-tuskan perkara antara sesama manusia dengan hukumNya yang tidak lalim. Neraka Jahanam dinyalakan yang telah disediakan Allah سبحانه وتعالى dan diintaikan untuk mereka yang melampaui batas, dan dijadikannya sebagai tempat kembali bagi mereka. Mereka tinggal di dalamnya dalam jangka waktu yang amat lama. Kata اَلْحِقَبُ seba-gaimana dinyatakan oleh banyak ulama tafsir adalah jangka waktu selama delapan puluh tahun (jamaknya adalah أَحْقَابٌ). Ketika me-reka melintasinya, ﴾ لَّا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرۡدٗا وَلَا شَرَابًا ﴿ "mereka tidak merasakan kese-jukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman," yakni tidak ada air yang menyejukkan kulit mereka dan yang bisa menghapus dahaga mereka, ﴾ إِلَّا حَمِيمٗا ﴿ "kecuali air yang mendidih," yakni, air panas yang mematangkan wajah mereka dan memutuskan usus mereka, ﴾ وَغَسَّاقٗا ﴿ "dan nanah," yakni nanah penduduk neraka yang begitu menyengat baunya dan tidak enak rasanya.
(26-30) Mereka mendapatkan azab mengerikan seperti itu adalah sebagai balasan yang sesuai bagi mereka atas perbuatan yang mereka lakukan yang mengantarkan mereka pada siksaan itu, Allah سبحانه وتعالى tidak menzhalimi mereka tapi mereka sendirilah yang menzhalimi diri sendiri. Karena itu Allah سبحانه وتعالى menyebutkan amal perbuatan mereka yang membuat mereka berhak mendapatkan siksaan di atas seraya berfirman, ﴾ إِنَّهُمۡ كَانُواْ لَا يَرۡجُونَ حِسَابٗا ﴿ "Sesungguhnya mereka tidak takut kepada hisab," yakni, tidak beriman pada Hari Kebangkitan dan tidak beriman bahwa Allah سبحانه وتعالى akan membalas manusia, baik dan buruknya. Karena itulah mereka melalaikan amal-amal untuk akhirat. ﴾ وَكَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا كِذَّابٗا ﴿ "Dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sebenar-benarnya," yakni mereka mendusta-kannya secara tegas dan jelas. Penjelasan-penjelasan datang kepada mereka tapi mereka menentangnya. ﴾ وَكُلَّ شَيۡءٍ ﴿ "Dan segala sesuatu," sedikit dan banyak, baik dan buruk, ﴾ أَحۡصَيۡنَٰهُ كِتَٰبٗا ﴿ "sudah Kami catat dalam suatu kitab," yakni sudah Kami tetapkan di Lauhil Mahfuzh. Karena itu, janganlah orang-orang yang berdosa mengira Kami menyiksa mereka karena dosa yang tidak mereka lakukan. Dan janganlah mereka mengira bahwa Allah سبحانه وتعالى akan menyia-nyiakan amal perbuatan mereka atau melalaikannya meskipun sebesar biji atom, sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَوُضِعَ ٱلۡكِتَٰبُ فَتَرَى ٱلۡمُجۡرِمِينَ مُشۡفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَٰوَيۡلَتَنَا مَالِ هَٰذَا ٱلۡكِتَٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةٗ وَلَا كَبِيرَةً إِلَّآ أَحۡصَىٰهَاۚ وَوَجَدُواْ مَا عَمِلُواْ حَاضِرٗاۗ وَلَا يَظۡلِمُ رَبُّكَ أَحَدٗا 49 ﴿ "Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, 'Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya;' dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Rabbmu tidak menganiaya seorang jua pun." (Al-Kahfi: 49). ﴾ فَذُوقُواْ ﴿ "Karena itu rasakanlah," wahai orang-orang yang men-dustakan azab yang pedih dan kehinaan abadi ini, ﴾ فَلَن نَّزِيدَكُمۡ إِلَّا عَذَابًا ﴿ "dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu kecuali azab." Azab mereka semakin bertambah dari waktu ke waktu. Ini adalah ayat paling keras tentang dahsyatnya siksaan penghuni neraka. Semoga Allah سبحانه وتعالى melindungi kita semua darinya.
An-Naba' 78:21
"Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan, yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok, dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu, dan dijalankanlah gunung-gunung, maka menjadi fatamorganalah ia. Sesungguhnya Neraka Jahanam itu (padanya) ada tempat pengintai, lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas, mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya, mereka tidak merasakan ke-sejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, kecuali air yang mendidih dan nanah, sebagai pembalasan yang setimpal. Sesungguhya mereka tidak takut kepada hisab, dan mereka men-dustakan ayat-ayat Kami dengan sebenar-benarnya. Dan segala sesuatu sudah Kami catat dalam suatu kitab. Karena itu rasakan-lah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu kecuali azab." (An-Naba`: 17-30).
(17-25) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan apa-apa yang akan terjadi di Hari Kiamat yang dipertanyakan oleh mereka yang mendustakan dan ditentang oleh para pembangkang. Hari Kiamat adalah hari besar dan Allah سبحانه وتعالى menjadikannya sebagai ﴾ مِيقَٰتٗا ﴿ "hari keputusan" untuk manusia, ﴾ يَوۡمَ يُنفَخُ فِي ٱلصُّورِ فَتَأۡتُونَ أَفۡوَاجٗا ﴿ "yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok." Pada hari itu kalian berlarian, karena amat menakutkan dan menggeli-sahkan, yang membuat anak beruban dan membuat hati risau. Gunung-gunung berjalan hingga seperti debu yang dihamburkan, langit terbelah hingga menjadi berpintu-pintu, dan Allah سبحانه وتعالى memu-tuskan perkara antara sesama manusia dengan hukumNya yang tidak lalim. Neraka Jahanam dinyalakan yang telah disediakan Allah سبحانه وتعالى dan diintaikan untuk mereka yang melampaui batas, dan dijadikannya sebagai tempat kembali bagi mereka. Mereka tinggal di dalamnya dalam jangka waktu yang amat lama. Kata اَلْحِقَبُ seba-gaimana dinyatakan oleh banyak ulama tafsir adalah jangka waktu selama delapan puluh tahun (jamaknya adalah أَحْقَابٌ). Ketika me-reka melintasinya, ﴾ لَّا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرۡدٗا وَلَا شَرَابًا ﴿ "mereka tidak merasakan kese-jukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman," yakni tidak ada air yang menyejukkan kulit mereka dan yang bisa menghapus dahaga mereka, ﴾ إِلَّا حَمِيمٗا ﴿ "kecuali air yang mendidih," yakni, air panas yang mematangkan wajah mereka dan memutuskan usus mereka, ﴾ وَغَسَّاقٗا ﴿ "dan nanah," yakni nanah penduduk neraka yang begitu menyengat baunya dan tidak enak rasanya.
(26-30) Mereka mendapatkan azab mengerikan seperti itu adalah sebagai balasan yang sesuai bagi mereka atas perbuatan yang mereka lakukan yang mengantarkan mereka pada siksaan itu, Allah سبحانه وتعالى tidak menzhalimi mereka tapi mereka sendirilah yang menzhalimi diri sendiri. Karena itu Allah سبحانه وتعالى menyebutkan amal perbuatan mereka yang membuat mereka berhak mendapatkan siksaan di atas seraya berfirman, ﴾ إِنَّهُمۡ كَانُواْ لَا يَرۡجُونَ حِسَابٗا ﴿ "Sesungguhnya mereka tidak takut kepada hisab," yakni, tidak beriman pada Hari Kebangkitan dan tidak beriman bahwa Allah سبحانه وتعالى akan membalas manusia, baik dan buruknya. Karena itulah mereka melalaikan amal-amal untuk akhirat. ﴾ وَكَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا كِذَّابٗا ﴿ "Dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sebenar-benarnya," yakni mereka mendusta-kannya secara tegas dan jelas. Penjelasan-penjelasan datang kepada mereka tapi mereka menentangnya. ﴾ وَكُلَّ شَيۡءٍ ﴿ "Dan segala sesuatu," sedikit dan banyak, baik dan buruk, ﴾ أَحۡصَيۡنَٰهُ كِتَٰبٗا ﴿ "sudah Kami catat dalam suatu kitab," yakni sudah Kami tetapkan di Lauhil Mahfuzh. Karena itu, janganlah orang-orang yang berdosa mengira Kami menyiksa mereka karena dosa yang tidak mereka lakukan. Dan janganlah mereka mengira bahwa Allah سبحانه وتعالى akan menyia-nyiakan amal perbuatan mereka atau melalaikannya meskipun sebesar biji atom, sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَوُضِعَ ٱلۡكِتَٰبُ فَتَرَى ٱلۡمُجۡرِمِينَ مُشۡفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَٰوَيۡلَتَنَا مَالِ هَٰذَا ٱلۡكِتَٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةٗ وَلَا كَبِيرَةً إِلَّآ أَحۡصَىٰهَاۚ وَوَجَدُواْ مَا عَمِلُواْ حَاضِرٗاۗ وَلَا يَظۡلِمُ رَبُّكَ أَحَدٗا 49 ﴿ "Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, 'Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya;' dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Rabbmu tidak menganiaya seorang jua pun." (Al-Kahfi: 49). ﴾ فَذُوقُواْ ﴿ "Karena itu rasakanlah," wahai orang-orang yang men-dustakan azab yang pedih dan kehinaan abadi ini, ﴾ فَلَن نَّزِيدَكُمۡ إِلَّا عَذَابًا ﴿ "dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu kecuali azab." Azab mereka semakin bertambah dari waktu ke waktu. Ini adalah ayat paling keras tentang dahsyatnya siksaan penghuni neraka. Semoga Allah سبحانه وتعالى melindungi kita semua darinya.
An-Naba' 78:22
"Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan, yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok, dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu, dan dijalankanlah gunung-gunung, maka menjadi fatamorganalah ia. Sesungguhnya Neraka Jahanam itu (padanya) ada tempat pengintai, lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas, mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya, mereka tidak merasakan ke-sejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, kecuali air yang mendidih dan nanah, sebagai pembalasan yang setimpal. Sesungguhya mereka tidak takut kepada hisab, dan mereka men-dustakan ayat-ayat Kami dengan sebenar-benarnya. Dan segala sesuatu sudah Kami catat dalam suatu kitab. Karena itu rasakan-lah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu kecuali azab." (An-Naba`: 17-30).
(17-25) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan apa-apa yang akan terjadi di Hari Kiamat yang dipertanyakan oleh mereka yang mendustakan dan ditentang oleh para pembangkang. Hari Kiamat adalah hari besar dan Allah سبحانه وتعالى menjadikannya sebagai ﴾ مِيقَٰتٗا ﴿ "hari keputusan" untuk manusia, ﴾ يَوۡمَ يُنفَخُ فِي ٱلصُّورِ فَتَأۡتُونَ أَفۡوَاجٗا ﴿ "yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok." Pada hari itu kalian berlarian, karena amat menakutkan dan menggeli-sahkan, yang membuat anak beruban dan membuat hati risau. Gunung-gunung berjalan hingga seperti debu yang dihamburkan, langit terbelah hingga menjadi berpintu-pintu, dan Allah سبحانه وتعالى memu-tuskan perkara antara sesama manusia dengan hukumNya yang tidak lalim. Neraka Jahanam dinyalakan yang telah disediakan Allah سبحانه وتعالى dan diintaikan untuk mereka yang melampaui batas, dan dijadikannya sebagai tempat kembali bagi mereka. Mereka tinggal di dalamnya dalam jangka waktu yang amat lama. Kata اَلْحِقَبُ seba-gaimana dinyatakan oleh banyak ulama tafsir adalah jangka waktu selama delapan puluh tahun (jamaknya adalah أَحْقَابٌ). Ketika me-reka melintasinya, ﴾ لَّا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرۡدٗا وَلَا شَرَابًا ﴿ "mereka tidak merasakan kese-jukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman," yakni tidak ada air yang menyejukkan kulit mereka dan yang bisa menghapus dahaga mereka, ﴾ إِلَّا حَمِيمٗا ﴿ "kecuali air yang mendidih," yakni, air panas yang mematangkan wajah mereka dan memutuskan usus mereka, ﴾ وَغَسَّاقٗا ﴿ "dan nanah," yakni nanah penduduk neraka yang begitu menyengat baunya dan tidak enak rasanya.
(26-30) Mereka mendapatkan azab mengerikan seperti itu adalah sebagai balasan yang sesuai bagi mereka atas perbuatan yang mereka lakukan yang mengantarkan mereka pada siksaan itu, Allah سبحانه وتعالى tidak menzhalimi mereka tapi mereka sendirilah yang menzhalimi diri sendiri. Karena itu Allah سبحانه وتعالى menyebutkan amal perbuatan mereka yang membuat mereka berhak mendapatkan siksaan di atas seraya berfirman, ﴾ إِنَّهُمۡ كَانُواْ لَا يَرۡجُونَ حِسَابٗا ﴿ "Sesungguhnya mereka tidak takut kepada hisab," yakni, tidak beriman pada Hari Kebangkitan dan tidak beriman bahwa Allah سبحانه وتعالى akan membalas manusia, baik dan buruknya. Karena itulah mereka melalaikan amal-amal untuk akhirat. ﴾ وَكَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا كِذَّابٗا ﴿ "Dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sebenar-benarnya," yakni mereka mendusta-kannya secara tegas dan jelas. Penjelasan-penjelasan datang kepada mereka tapi mereka menentangnya. ﴾ وَكُلَّ شَيۡءٍ ﴿ "Dan segala sesuatu," sedikit dan banyak, baik dan buruk, ﴾ أَحۡصَيۡنَٰهُ كِتَٰبٗا ﴿ "sudah Kami catat dalam suatu kitab," yakni sudah Kami tetapkan di Lauhil Mahfuzh. Karena itu, janganlah orang-orang yang berdosa mengira Kami menyiksa mereka karena dosa yang tidak mereka lakukan. Dan janganlah mereka mengira bahwa Allah سبحانه وتعالى akan menyia-nyiakan amal perbuatan mereka atau melalaikannya meskipun sebesar biji atom, sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَوُضِعَ ٱلۡكِتَٰبُ فَتَرَى ٱلۡمُجۡرِمِينَ مُشۡفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَٰوَيۡلَتَنَا مَالِ هَٰذَا ٱلۡكِتَٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةٗ وَلَا كَبِيرَةً إِلَّآ أَحۡصَىٰهَاۚ وَوَجَدُواْ مَا عَمِلُواْ حَاضِرٗاۗ وَلَا يَظۡلِمُ رَبُّكَ أَحَدٗا 49 ﴿ "Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, 'Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya;' dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Rabbmu tidak menganiaya seorang jua pun." (Al-Kahfi: 49). ﴾ فَذُوقُواْ ﴿ "Karena itu rasakanlah," wahai orang-orang yang men-dustakan azab yang pedih dan kehinaan abadi ini, ﴾ فَلَن نَّزِيدَكُمۡ إِلَّا عَذَابًا ﴿ "dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu kecuali azab." Azab mereka semakin bertambah dari waktu ke waktu. Ini adalah ayat paling keras tentang dahsyatnya siksaan penghuni neraka. Semoga Allah سبحانه وتعالى melindungi kita semua darinya.
An-Naba' 78:23
"Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan, yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok, dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu, dan dijalankanlah gunung-gunung, maka menjadi fatamorganalah ia. Sesungguhnya Neraka Jahanam itu (padanya) ada tempat pengintai, lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas, mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya, mereka tidak merasakan ke-sejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, kecuali air yang mendidih dan nanah, sebagai pembalasan yang setimpal. Sesungguhya mereka tidak takut kepada hisab, dan mereka men-dustakan ayat-ayat Kami dengan sebenar-benarnya. Dan segala sesuatu sudah Kami catat dalam suatu kitab. Karena itu rasakan-lah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu kecuali azab." (An-Naba`: 17-30).
(17-25) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan apa-apa yang akan terjadi di Hari Kiamat yang dipertanyakan oleh mereka yang mendustakan dan ditentang oleh para pembangkang. Hari Kiamat adalah hari besar dan Allah سبحانه وتعالى menjadikannya sebagai ﴾ مِيقَٰتٗا ﴿ "hari keputusan" untuk manusia, ﴾ يَوۡمَ يُنفَخُ فِي ٱلصُّورِ فَتَأۡتُونَ أَفۡوَاجٗا ﴿ "yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok." Pada hari itu kalian berlarian, karena amat menakutkan dan menggeli-sahkan, yang membuat anak beruban dan membuat hati risau. Gunung-gunung berjalan hingga seperti debu yang dihamburkan, langit terbelah hingga menjadi berpintu-pintu, dan Allah سبحانه وتعالى memu-tuskan perkara antara sesama manusia dengan hukumNya yang tidak lalim. Neraka Jahanam dinyalakan yang telah disediakan Allah سبحانه وتعالى dan diintaikan untuk mereka yang melampaui batas, dan dijadikannya sebagai tempat kembali bagi mereka. Mereka tinggal di dalamnya dalam jangka waktu yang amat lama. Kata اَلْحِقَبُ seba-gaimana dinyatakan oleh banyak ulama tafsir adalah jangka waktu selama delapan puluh tahun (jamaknya adalah أَحْقَابٌ). Ketika me-reka melintasinya, ﴾ لَّا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرۡدٗا وَلَا شَرَابًا ﴿ "mereka tidak merasakan kese-jukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman," yakni tidak ada air yang menyejukkan kulit mereka dan yang bisa menghapus dahaga mereka, ﴾ إِلَّا حَمِيمٗا ﴿ "kecuali air yang mendidih," yakni, air panas yang mematangkan wajah mereka dan memutuskan usus mereka, ﴾ وَغَسَّاقٗا ﴿ "dan nanah," yakni nanah penduduk neraka yang begitu menyengat baunya dan tidak enak rasanya.
(26-30) Mereka mendapatkan azab mengerikan seperti itu adalah sebagai balasan yang sesuai bagi mereka atas perbuatan yang mereka lakukan yang mengantarkan mereka pada siksaan itu, Allah سبحانه وتعالى tidak menzhalimi mereka tapi mereka sendirilah yang menzhalimi diri sendiri. Karena itu Allah سبحانه وتعالى menyebutkan amal perbuatan mereka yang membuat mereka berhak mendapatkan siksaan di atas seraya berfirman, ﴾ إِنَّهُمۡ كَانُواْ لَا يَرۡجُونَ حِسَابٗا ﴿ "Sesungguhnya mereka tidak takut kepada hisab," yakni, tidak beriman pada Hari Kebangkitan dan tidak beriman bahwa Allah سبحانه وتعالى akan membalas manusia, baik dan buruknya. Karena itulah mereka melalaikan amal-amal untuk akhirat. ﴾ وَكَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا كِذَّابٗا ﴿ "Dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sebenar-benarnya," yakni mereka mendusta-kannya secara tegas dan jelas. Penjelasan-penjelasan datang kepada mereka tapi mereka menentangnya. ﴾ وَكُلَّ شَيۡءٍ ﴿ "Dan segala sesuatu," sedikit dan banyak, baik dan buruk, ﴾ أَحۡصَيۡنَٰهُ كِتَٰبٗا ﴿ "sudah Kami catat dalam suatu kitab," yakni sudah Kami tetapkan di Lauhil Mahfuzh. Karena itu, janganlah orang-orang yang berdosa mengira Kami menyiksa mereka karena dosa yang tidak mereka lakukan. Dan janganlah mereka mengira bahwa Allah سبحانه وتعالى akan menyia-nyiakan amal perbuatan mereka atau melalaikannya meskipun sebesar biji atom, sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَوُضِعَ ٱلۡكِتَٰبُ فَتَرَى ٱلۡمُجۡرِمِينَ مُشۡفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَٰوَيۡلَتَنَا مَالِ هَٰذَا ٱلۡكِتَٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةٗ وَلَا كَبِيرَةً إِلَّآ أَحۡصَىٰهَاۚ وَوَجَدُواْ مَا عَمِلُواْ حَاضِرٗاۗ وَلَا يَظۡلِمُ رَبُّكَ أَحَدٗا 49 ﴿ "Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, 'Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya;' dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Rabbmu tidak menganiaya seorang jua pun." (Al-Kahfi: 49). ﴾ فَذُوقُواْ ﴿ "Karena itu rasakanlah," wahai orang-orang yang men-dustakan azab yang pedih dan kehinaan abadi ini, ﴾ فَلَن نَّزِيدَكُمۡ إِلَّا عَذَابًا ﴿ "dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu kecuali azab." Azab mereka semakin bertambah dari waktu ke waktu. Ini adalah ayat paling keras tentang dahsyatnya siksaan penghuni neraka. Semoga Allah سبحانه وتعالى melindungi kita semua darinya.
An-Naba' 78:24
"Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan, yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok, dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu, dan dijalankanlah gunung-gunung, maka menjadi fatamorganalah ia. Sesungguhnya Neraka Jahanam itu (padanya) ada tempat pengintai, lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas, mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya, mereka tidak merasakan ke-sejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, kecuali air yang mendidih dan nanah, sebagai pembalasan yang setimpal. Sesungguhya mereka tidak takut kepada hisab, dan mereka men-dustakan ayat-ayat Kami dengan sebenar-benarnya. Dan segala sesuatu sudah Kami catat dalam suatu kitab. Karena itu rasakan-lah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu kecuali azab." (An-Naba`: 17-30).
(17-25) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan apa-apa yang akan terjadi di Hari Kiamat yang dipertanyakan oleh mereka yang mendustakan dan ditentang oleh para pembangkang. Hari Kiamat adalah hari besar dan Allah سبحانه وتعالى menjadikannya sebagai ﴾ مِيقَٰتٗا ﴿ "hari keputusan" untuk manusia, ﴾ يَوۡمَ يُنفَخُ فِي ٱلصُّورِ فَتَأۡتُونَ أَفۡوَاجٗا ﴿ "yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok." Pada hari itu kalian berlarian, karena amat menakutkan dan menggeli-sahkan, yang membuat anak beruban dan membuat hati risau. Gunung-gunung berjalan hingga seperti debu yang dihamburkan, langit terbelah hingga menjadi berpintu-pintu, dan Allah سبحانه وتعالى memu-tuskan perkara antara sesama manusia dengan hukumNya yang tidak lalim. Neraka Jahanam dinyalakan yang telah disediakan Allah سبحانه وتعالى dan diintaikan untuk mereka yang melampaui batas, dan dijadikannya sebagai tempat kembali bagi mereka. Mereka tinggal di dalamnya dalam jangka waktu yang amat lama. Kata اَلْحِقَبُ seba-gaimana dinyatakan oleh banyak ulama tafsir adalah jangka waktu selama delapan puluh tahun (jamaknya adalah أَحْقَابٌ). Ketika me-reka melintasinya, ﴾ لَّا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرۡدٗا وَلَا شَرَابًا ﴿ "mereka tidak merasakan kese-jukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman," yakni tidak ada air yang menyejukkan kulit mereka dan yang bisa menghapus dahaga mereka, ﴾ إِلَّا حَمِيمٗا ﴿ "kecuali air yang mendidih," yakni, air panas yang mematangkan wajah mereka dan memutuskan usus mereka, ﴾ وَغَسَّاقٗا ﴿ "dan nanah," yakni nanah penduduk neraka yang begitu menyengat baunya dan tidak enak rasanya.
(26-30) Mereka mendapatkan azab mengerikan seperti itu adalah sebagai balasan yang sesuai bagi mereka atas perbuatan yang mereka lakukan yang mengantarkan mereka pada siksaan itu, Allah سبحانه وتعالى tidak menzhalimi mereka tapi mereka sendirilah yang menzhalimi diri sendiri. Karena itu Allah سبحانه وتعالى menyebutkan amal perbuatan mereka yang membuat mereka berhak mendapatkan siksaan di atas seraya berfirman, ﴾ إِنَّهُمۡ كَانُواْ لَا يَرۡجُونَ حِسَابٗا ﴿ "Sesungguhnya mereka tidak takut kepada hisab," yakni, tidak beriman pada Hari Kebangkitan dan tidak beriman bahwa Allah سبحانه وتعالى akan membalas manusia, baik dan buruknya. Karena itulah mereka melalaikan amal-amal untuk akhirat. ﴾ وَكَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا كِذَّابٗا ﴿ "Dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sebenar-benarnya," yakni mereka mendusta-kannya secara tegas dan jelas. Penjelasan-penjelasan datang kepada mereka tapi mereka menentangnya. ﴾ وَكُلَّ شَيۡءٍ ﴿ "Dan segala sesuatu," sedikit dan banyak, baik dan buruk, ﴾ أَحۡصَيۡنَٰهُ كِتَٰبٗا ﴿ "sudah Kami catat dalam suatu kitab," yakni sudah Kami tetapkan di Lauhil Mahfuzh. Karena itu, janganlah orang-orang yang berdosa mengira Kami menyiksa mereka karena dosa yang tidak mereka lakukan. Dan janganlah mereka mengira bahwa Allah سبحانه وتعالى akan menyia-nyiakan amal perbuatan mereka atau melalaikannya meskipun sebesar biji atom, sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَوُضِعَ ٱلۡكِتَٰبُ فَتَرَى ٱلۡمُجۡرِمِينَ مُشۡفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَٰوَيۡلَتَنَا مَالِ هَٰذَا ٱلۡكِتَٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةٗ وَلَا كَبِيرَةً إِلَّآ أَحۡصَىٰهَاۚ وَوَجَدُواْ مَا عَمِلُواْ حَاضِرٗاۗ وَلَا يَظۡلِمُ رَبُّكَ أَحَدٗا 49 ﴿ "Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, 'Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya;' dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Rabbmu tidak menganiaya seorang jua pun." (Al-Kahfi: 49). ﴾ فَذُوقُواْ ﴿ "Karena itu rasakanlah," wahai orang-orang yang men-dustakan azab yang pedih dan kehinaan abadi ini, ﴾ فَلَن نَّزِيدَكُمۡ إِلَّا عَذَابًا ﴿ "dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu kecuali azab." Azab mereka semakin bertambah dari waktu ke waktu. Ini adalah ayat paling keras tentang dahsyatnya siksaan penghuni neraka. Semoga Allah سبحانه وتعالى melindungi kita semua darinya.
An-Naba' 78:25
"Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan, yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok, dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu, dan dijalankanlah gunung-gunung, maka menjadi fatamorganalah ia. Sesungguhnya Neraka Jahanam itu (padanya) ada tempat pengintai, lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas, mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya, mereka tidak merasakan ke-sejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, kecuali air yang mendidih dan nanah, sebagai pembalasan yang setimpal. Sesungguhya mereka tidak takut kepada hisab, dan mereka men-dustakan ayat-ayat Kami dengan sebenar-benarnya. Dan segala sesuatu sudah Kami catat dalam suatu kitab. Karena itu rasakan-lah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu kecuali azab." (An-Naba`: 17-30).
(17-25) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan apa-apa yang akan terjadi di Hari Kiamat yang dipertanyakan oleh mereka yang mendustakan dan ditentang oleh para pembangkang. Hari Kiamat adalah hari besar dan Allah سبحانه وتعالى menjadikannya sebagai ﴾ مِيقَٰتٗا ﴿ "hari keputusan" untuk manusia, ﴾ يَوۡمَ يُنفَخُ فِي ٱلصُّورِ فَتَأۡتُونَ أَفۡوَاجٗا ﴿ "yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok." Pada hari itu kalian berlarian, karena amat menakutkan dan menggeli-sahkan, yang membuat anak beruban dan membuat hati risau. Gunung-gunung berjalan hingga seperti debu yang dihamburkan, langit terbelah hingga menjadi berpintu-pintu, dan Allah سبحانه وتعالى memu-tuskan perkara antara sesama manusia dengan hukumNya yang tidak lalim. Neraka Jahanam dinyalakan yang telah disediakan Allah سبحانه وتعالى dan diintaikan untuk mereka yang melampaui batas, dan dijadikannya sebagai tempat kembali bagi mereka. Mereka tinggal di dalamnya dalam jangka waktu yang amat lama. Kata اَلْحِقَبُ seba-gaimana dinyatakan oleh banyak ulama tafsir adalah jangka waktu selama delapan puluh tahun (jamaknya adalah أَحْقَابٌ). Ketika me-reka melintasinya, ﴾ لَّا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرۡدٗا وَلَا شَرَابًا ﴿ "mereka tidak merasakan kese-jukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman," yakni tidak ada air yang menyejukkan kulit mereka dan yang bisa menghapus dahaga mereka, ﴾ إِلَّا حَمِيمٗا ﴿ "kecuali air yang mendidih," yakni, air panas yang mematangkan wajah mereka dan memutuskan usus mereka, ﴾ وَغَسَّاقٗا ﴿ "dan nanah," yakni nanah penduduk neraka yang begitu menyengat baunya dan tidak enak rasanya.
(26-30) Mereka mendapatkan azab mengerikan seperti itu adalah sebagai balasan yang sesuai bagi mereka atas perbuatan yang mereka lakukan yang mengantarkan mereka pada siksaan itu, Allah سبحانه وتعالى tidak menzhalimi mereka tapi mereka sendirilah yang menzhalimi diri sendiri. Karena itu Allah سبحانه وتعالى menyebutkan amal perbuatan mereka yang membuat mereka berhak mendapatkan siksaan di atas seraya berfirman, ﴾ إِنَّهُمۡ كَانُواْ لَا يَرۡجُونَ حِسَابٗا ﴿ "Sesungguhnya mereka tidak takut kepada hisab," yakni, tidak beriman pada Hari Kebangkitan dan tidak beriman bahwa Allah سبحانه وتعالى akan membalas manusia, baik dan buruknya. Karena itulah mereka melalaikan amal-amal untuk akhirat. ﴾ وَكَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا كِذَّابٗا ﴿ "Dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sebenar-benarnya," yakni mereka mendusta-kannya secara tegas dan jelas. Penjelasan-penjelasan datang kepada mereka tapi mereka menentangnya. ﴾ وَكُلَّ شَيۡءٍ ﴿ "Dan segala sesuatu," sedikit dan banyak, baik dan buruk, ﴾ أَحۡصَيۡنَٰهُ كِتَٰبٗا ﴿ "sudah Kami catat dalam suatu kitab," yakni sudah Kami tetapkan di Lauhil Mahfuzh. Karena itu, janganlah orang-orang yang berdosa mengira Kami menyiksa mereka karena dosa yang tidak mereka lakukan. Dan janganlah mereka mengira bahwa Allah سبحانه وتعالى akan menyia-nyiakan amal perbuatan mereka atau melalaikannya meskipun sebesar biji atom, sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَوُضِعَ ٱلۡكِتَٰبُ فَتَرَى ٱلۡمُجۡرِمِينَ مُشۡفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَٰوَيۡلَتَنَا مَالِ هَٰذَا ٱلۡكِتَٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةٗ وَلَا كَبِيرَةً إِلَّآ أَحۡصَىٰهَاۚ وَوَجَدُواْ مَا عَمِلُواْ حَاضِرٗاۗ وَلَا يَظۡلِمُ رَبُّكَ أَحَدٗا 49 ﴿ "Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, 'Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya;' dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Rabbmu tidak menganiaya seorang jua pun." (Al-Kahfi: 49). ﴾ فَذُوقُواْ ﴿ "Karena itu rasakanlah," wahai orang-orang yang men-dustakan azab yang pedih dan kehinaan abadi ini, ﴾ فَلَن نَّزِيدَكُمۡ إِلَّا عَذَابًا ﴿ "dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu kecuali azab." Azab mereka semakin bertambah dari waktu ke waktu. Ini adalah ayat paling keras tentang dahsyatnya siksaan penghuni neraka. Semoga Allah سبحانه وتعالى melindungi kita semua darinya.
An-Naba' 78:26
"Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan, yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok, dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu, dan dijalankanlah gunung-gunung, maka menjadi fatamorganalah ia. Sesungguhnya Neraka Jahanam itu (padanya) ada tempat pengintai, lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas, mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya, mereka tidak merasakan ke-sejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, kecuali air yang mendidih dan nanah, sebagai pembalasan yang setimpal. Sesungguhya mereka tidak takut kepada hisab, dan mereka men-dustakan ayat-ayat Kami dengan sebenar-benarnya. Dan segala sesuatu sudah Kami catat dalam suatu kitab. Karena itu rasakan-lah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu kecuali azab." (An-Naba`: 17-30).
(17-25) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan apa-apa yang akan terjadi di Hari Kiamat yang dipertanyakan oleh mereka yang mendustakan dan ditentang oleh para pembangkang. Hari Kiamat adalah hari besar dan Allah سبحانه وتعالى menjadikannya sebagai ﴾ مِيقَٰتٗا ﴿ "hari keputusan" untuk manusia, ﴾ يَوۡمَ يُنفَخُ فِي ٱلصُّورِ فَتَأۡتُونَ أَفۡوَاجٗا ﴿ "yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok." Pada hari itu kalian berlarian, karena amat menakutkan dan menggeli-sahkan, yang membuat anak beruban dan membuat hati risau. Gunung-gunung berjalan hingga seperti debu yang dihamburkan, langit terbelah hingga menjadi berpintu-pintu, dan Allah سبحانه وتعالى memu-tuskan perkara antara sesama manusia dengan hukumNya yang tidak lalim. Neraka Jahanam dinyalakan yang telah disediakan Allah سبحانه وتعالى dan diintaikan untuk mereka yang melampaui batas, dan dijadikannya sebagai tempat kembali bagi mereka. Mereka tinggal di dalamnya dalam jangka waktu yang amat lama. Kata اَلْحِقَبُ seba-gaimana dinyatakan oleh banyak ulama tafsir adalah jangka waktu selama delapan puluh tahun (jamaknya adalah أَحْقَابٌ). Ketika me-reka melintasinya, ﴾ لَّا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرۡدٗا وَلَا شَرَابًا ﴿ "mereka tidak merasakan kese-jukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman," yakni tidak ada air yang menyejukkan kulit mereka dan yang bisa menghapus dahaga mereka, ﴾ إِلَّا حَمِيمٗا ﴿ "kecuali air yang mendidih," yakni, air panas yang mematangkan wajah mereka dan memutuskan usus mereka, ﴾ وَغَسَّاقٗا ﴿ "dan nanah," yakni nanah penduduk neraka yang begitu menyengat baunya dan tidak enak rasanya.
(26-30) Mereka mendapatkan azab mengerikan seperti itu adalah sebagai balasan yang sesuai bagi mereka atas perbuatan yang mereka lakukan yang mengantarkan mereka pada siksaan itu, Allah سبحانه وتعالى tidak menzhalimi mereka tapi mereka sendirilah yang menzhalimi diri sendiri. Karena itu Allah سبحانه وتعالى menyebutkan amal perbuatan mereka yang membuat mereka berhak mendapatkan siksaan di atas seraya berfirman, ﴾ إِنَّهُمۡ كَانُواْ لَا يَرۡجُونَ حِسَابٗا ﴿ "Sesungguhnya mereka tidak takut kepada hisab," yakni, tidak beriman pada Hari Kebangkitan dan tidak beriman bahwa Allah سبحانه وتعالى akan membalas manusia, baik dan buruknya. Karena itulah mereka melalaikan amal-amal untuk akhirat. ﴾ وَكَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا كِذَّابٗا ﴿ "Dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sebenar-benarnya," yakni mereka mendusta-kannya secara tegas dan jelas. Penjelasan-penjelasan datang kepada mereka tapi mereka menentangnya. ﴾ وَكُلَّ شَيۡءٍ ﴿ "Dan segala sesuatu," sedikit dan banyak, baik dan buruk, ﴾ أَحۡصَيۡنَٰهُ كِتَٰبٗا ﴿ "sudah Kami catat dalam suatu kitab," yakni sudah Kami tetapkan di Lauhil Mahfuzh. Karena itu, janganlah orang-orang yang berdosa mengira Kami menyiksa mereka karena dosa yang tidak mereka lakukan. Dan janganlah mereka mengira bahwa Allah سبحانه وتعالى akan menyia-nyiakan amal perbuatan mereka atau melalaikannya meskipun sebesar biji atom, sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَوُضِعَ ٱلۡكِتَٰبُ فَتَرَى ٱلۡمُجۡرِمِينَ مُشۡفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَٰوَيۡلَتَنَا مَالِ هَٰذَا ٱلۡكِتَٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةٗ وَلَا كَبِيرَةً إِلَّآ أَحۡصَىٰهَاۚ وَوَجَدُواْ مَا عَمِلُواْ حَاضِرٗاۗ وَلَا يَظۡلِمُ رَبُّكَ أَحَدٗا 49 ﴿ "Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, 'Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya;' dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Rabbmu tidak menganiaya seorang jua pun." (Al-Kahfi: 49). ﴾ فَذُوقُواْ ﴿ "Karena itu rasakanlah," wahai orang-orang yang men-dustakan azab yang pedih dan kehinaan abadi ini, ﴾ فَلَن نَّزِيدَكُمۡ إِلَّا عَذَابًا ﴿ "dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu kecuali azab." Azab mereka semakin bertambah dari waktu ke waktu. Ini adalah ayat paling keras tentang dahsyatnya siksaan penghuni neraka. Semoga Allah سبحانه وتعالى melindungi kita semua darinya.
An-Naba' 78:27
"Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan, yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok, dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu, dan dijalankanlah gunung-gunung, maka menjadi fatamorganalah ia. Sesungguhnya Neraka Jahanam itu (padanya) ada tempat pengintai, lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas, mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya, mereka tidak merasakan ke-sejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, kecuali air yang mendidih dan nanah, sebagai pembalasan yang setimpal. Sesungguhya mereka tidak takut kepada hisab, dan mereka men-dustakan ayat-ayat Kami dengan sebenar-benarnya. Dan segala sesuatu sudah Kami catat dalam suatu kitab. Karena itu rasakan-lah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu kecuali azab." (An-Naba`: 17-30).
(17-25) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan apa-apa yang akan terjadi di Hari Kiamat yang dipertanyakan oleh mereka yang mendustakan dan ditentang oleh para pembangkang. Hari Kiamat adalah hari besar dan Allah سبحانه وتعالى menjadikannya sebagai ﴾ مِيقَٰتٗا ﴿ "hari keputusan" untuk manusia, ﴾ يَوۡمَ يُنفَخُ فِي ٱلصُّورِ فَتَأۡتُونَ أَفۡوَاجٗا ﴿ "yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok." Pada hari itu kalian berlarian, karena amat menakutkan dan menggeli-sahkan, yang membuat anak beruban dan membuat hati risau. Gunung-gunung berjalan hingga seperti debu yang dihamburkan, langit terbelah hingga menjadi berpintu-pintu, dan Allah سبحانه وتعالى memu-tuskan perkara antara sesama manusia dengan hukumNya yang tidak lalim. Neraka Jahanam dinyalakan yang telah disediakan Allah سبحانه وتعالى dan diintaikan untuk mereka yang melampaui batas, dan dijadikannya sebagai tempat kembali bagi mereka. Mereka tinggal di dalamnya dalam jangka waktu yang amat lama. Kata اَلْحِقَبُ seba-gaimana dinyatakan oleh banyak ulama tafsir adalah jangka waktu selama delapan puluh tahun (jamaknya adalah أَحْقَابٌ). Ketika me-reka melintasinya, ﴾ لَّا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرۡدٗا وَلَا شَرَابًا ﴿ "mereka tidak merasakan kese-jukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman," yakni tidak ada air yang menyejukkan kulit mereka dan yang bisa menghapus dahaga mereka, ﴾ إِلَّا حَمِيمٗا ﴿ "kecuali air yang mendidih," yakni, air panas yang mematangkan wajah mereka dan memutuskan usus mereka, ﴾ وَغَسَّاقٗا ﴿ "dan nanah," yakni nanah penduduk neraka yang begitu menyengat baunya dan tidak enak rasanya.
(26-30) Mereka mendapatkan azab mengerikan seperti itu adalah sebagai balasan yang sesuai bagi mereka atas perbuatan yang mereka lakukan yang mengantarkan mereka pada siksaan itu, Allah سبحانه وتعالى tidak menzhalimi mereka tapi mereka sendirilah yang menzhalimi diri sendiri. Karena itu Allah سبحانه وتعالى menyebutkan amal perbuatan mereka yang membuat mereka berhak mendapatkan siksaan di atas seraya berfirman, ﴾ إِنَّهُمۡ كَانُواْ لَا يَرۡجُونَ حِسَابٗا ﴿ "Sesungguhnya mereka tidak takut kepada hisab," yakni, tidak beriman pada Hari Kebangkitan dan tidak beriman bahwa Allah سبحانه وتعالى akan membalas manusia, baik dan buruknya. Karena itulah mereka melalaikan amal-amal untuk akhirat. ﴾ وَكَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا كِذَّابٗا ﴿ "Dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sebenar-benarnya," yakni mereka mendusta-kannya secara tegas dan jelas. Penjelasan-penjelasan datang kepada mereka tapi mereka menentangnya. ﴾ وَكُلَّ شَيۡءٍ ﴿ "Dan segala sesuatu," sedikit dan banyak, baik dan buruk, ﴾ أَحۡصَيۡنَٰهُ كِتَٰبٗا ﴿ "sudah Kami catat dalam suatu kitab," yakni sudah Kami tetapkan di Lauhil Mahfuzh. Karena itu, janganlah orang-orang yang berdosa mengira Kami menyiksa mereka karena dosa yang tidak mereka lakukan. Dan janganlah mereka mengira bahwa Allah سبحانه وتعالى akan menyia-nyiakan amal perbuatan mereka atau melalaikannya meskipun sebesar biji atom, sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَوُضِعَ ٱلۡكِتَٰبُ فَتَرَى ٱلۡمُجۡرِمِينَ مُشۡفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَٰوَيۡلَتَنَا مَالِ هَٰذَا ٱلۡكِتَٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةٗ وَلَا كَبِيرَةً إِلَّآ أَحۡصَىٰهَاۚ وَوَجَدُواْ مَا عَمِلُواْ حَاضِرٗاۗ وَلَا يَظۡلِمُ رَبُّكَ أَحَدٗا 49 ﴿ "Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, 'Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya;' dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Rabbmu tidak menganiaya seorang jua pun." (Al-Kahfi: 49). ﴾ فَذُوقُواْ ﴿ "Karena itu rasakanlah," wahai orang-orang yang men-dustakan azab yang pedih dan kehinaan abadi ini, ﴾ فَلَن نَّزِيدَكُمۡ إِلَّا عَذَابًا ﴿ "dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu kecuali azab." Azab mereka semakin bertambah dari waktu ke waktu. Ini adalah ayat paling keras tentang dahsyatnya siksaan penghuni neraka. Semoga Allah سبحانه وتعالى melindungi kita semua darinya.
An-Naba' 78:28
"Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan, yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok, dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu, dan dijalankanlah gunung-gunung, maka menjadi fatamorganalah ia. Sesungguhnya Neraka Jahanam itu (padanya) ada tempat pengintai, lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas, mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya, mereka tidak merasakan ke-sejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, kecuali air yang mendidih dan nanah, sebagai pembalasan yang setimpal. Sesungguhya mereka tidak takut kepada hisab, dan mereka men-dustakan ayat-ayat Kami dengan sebenar-benarnya. Dan segala sesuatu sudah Kami catat dalam suatu kitab. Karena itu rasakan-lah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu kecuali azab." (An-Naba`: 17-30).
(17-25) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan apa-apa yang akan terjadi di Hari Kiamat yang dipertanyakan oleh mereka yang mendustakan dan ditentang oleh para pembangkang. Hari Kiamat adalah hari besar dan Allah سبحانه وتعالى menjadikannya sebagai ﴾ مِيقَٰتٗا ﴿ "hari keputusan" untuk manusia, ﴾ يَوۡمَ يُنفَخُ فِي ٱلصُّورِ فَتَأۡتُونَ أَفۡوَاجٗا ﴿ "yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok." Pada hari itu kalian berlarian, karena amat menakutkan dan menggeli-sahkan, yang membuat anak beruban dan membuat hati risau. Gunung-gunung berjalan hingga seperti debu yang dihamburkan, langit terbelah hingga menjadi berpintu-pintu, dan Allah سبحانه وتعالى memu-tuskan perkara antara sesama manusia dengan hukumNya yang tidak lalim. Neraka Jahanam dinyalakan yang telah disediakan Allah سبحانه وتعالى dan diintaikan untuk mereka yang melampaui batas, dan dijadikannya sebagai tempat kembali bagi mereka. Mereka tinggal di dalamnya dalam jangka waktu yang amat lama. Kata اَلْحِقَبُ seba-gaimana dinyatakan oleh banyak ulama tafsir adalah jangka waktu selama delapan puluh tahun (jamaknya adalah أَحْقَابٌ). Ketika me-reka melintasinya, ﴾ لَّا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرۡدٗا وَلَا شَرَابًا ﴿ "mereka tidak merasakan kese-jukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman," yakni tidak ada air yang menyejukkan kulit mereka dan yang bisa menghapus dahaga mereka, ﴾ إِلَّا حَمِيمٗا ﴿ "kecuali air yang mendidih," yakni, air panas yang mematangkan wajah mereka dan memutuskan usus mereka, ﴾ وَغَسَّاقٗا ﴿ "dan nanah," yakni nanah penduduk neraka yang begitu menyengat baunya dan tidak enak rasanya.
(26-30) Mereka mendapatkan azab mengerikan seperti itu adalah sebagai balasan yang sesuai bagi mereka atas perbuatan yang mereka lakukan yang mengantarkan mereka pada siksaan itu, Allah سبحانه وتعالى tidak menzhalimi mereka tapi mereka sendirilah yang menzhalimi diri sendiri. Karena itu Allah سبحانه وتعالى menyebutkan amal perbuatan mereka yang membuat mereka berhak mendapatkan siksaan di atas seraya berfirman, ﴾ إِنَّهُمۡ كَانُواْ لَا يَرۡجُونَ حِسَابٗا ﴿ "Sesungguhnya mereka tidak takut kepada hisab," yakni, tidak beriman pada Hari Kebangkitan dan tidak beriman bahwa Allah سبحانه وتعالى akan membalas manusia, baik dan buruknya. Karena itulah mereka melalaikan amal-amal untuk akhirat. ﴾ وَكَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا كِذَّابٗا ﴿ "Dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sebenar-benarnya," yakni mereka mendusta-kannya secara tegas dan jelas. Penjelasan-penjelasan datang kepada mereka tapi mereka menentangnya. ﴾ وَكُلَّ شَيۡءٍ ﴿ "Dan segala sesuatu," sedikit dan banyak, baik dan buruk, ﴾ أَحۡصَيۡنَٰهُ كِتَٰبٗا ﴿ "sudah Kami catat dalam suatu kitab," yakni sudah Kami tetapkan di Lauhil Mahfuzh. Karena itu, janganlah orang-orang yang berdosa mengira Kami menyiksa mereka karena dosa yang tidak mereka lakukan. Dan janganlah mereka mengira bahwa Allah سبحانه وتعالى akan menyia-nyiakan amal perbuatan mereka atau melalaikannya meskipun sebesar biji atom, sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَوُضِعَ ٱلۡكِتَٰبُ فَتَرَى ٱلۡمُجۡرِمِينَ مُشۡفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَٰوَيۡلَتَنَا مَالِ هَٰذَا ٱلۡكِتَٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةٗ وَلَا كَبِيرَةً إِلَّآ أَحۡصَىٰهَاۚ وَوَجَدُواْ مَا عَمِلُواْ حَاضِرٗاۗ وَلَا يَظۡلِمُ رَبُّكَ أَحَدٗا 49 ﴿ "Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, 'Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya;' dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Rabbmu tidak menganiaya seorang jua pun." (Al-Kahfi: 49). ﴾ فَذُوقُواْ ﴿ "Karena itu rasakanlah," wahai orang-orang yang men-dustakan azab yang pedih dan kehinaan abadi ini, ﴾ فَلَن نَّزِيدَكُمۡ إِلَّا عَذَابًا ﴿ "dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu kecuali azab." Azab mereka semakin bertambah dari waktu ke waktu. Ini adalah ayat paling keras tentang dahsyatnya siksaan penghuni neraka. Semoga Allah سبحانه وتعالى melindungi kita semua darinya.
An-Naba' 78:29
"Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan, yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok, dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu, dan dijalankanlah gunung-gunung, maka menjadi fatamorganalah ia. Sesungguhnya Neraka Jahanam itu (padanya) ada tempat pengintai, lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas, mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya, mereka tidak merasakan ke-sejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, kecuali air yang mendidih dan nanah, sebagai pembalasan yang setimpal. Sesungguhya mereka tidak takut kepada hisab, dan mereka men-dustakan ayat-ayat Kami dengan sebenar-benarnya. Dan segala sesuatu sudah Kami catat dalam suatu kitab. Karena itu rasakan-lah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu kecuali azab." (An-Naba`: 17-30).
(17-25) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan apa-apa yang akan terjadi di Hari Kiamat yang dipertanyakan oleh mereka yang mendustakan dan ditentang oleh para pembangkang. Hari Kiamat adalah hari besar dan Allah سبحانه وتعالى menjadikannya sebagai ﴾ مِيقَٰتٗا ﴿ "hari keputusan" untuk manusia, ﴾ يَوۡمَ يُنفَخُ فِي ٱلصُّورِ فَتَأۡتُونَ أَفۡوَاجٗا ﴿ "yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok." Pada hari itu kalian berlarian, karena amat menakutkan dan menggeli-sahkan, yang membuat anak beruban dan membuat hati risau. Gunung-gunung berjalan hingga seperti debu yang dihamburkan, langit terbelah hingga menjadi berpintu-pintu, dan Allah سبحانه وتعالى memu-tuskan perkara antara sesama manusia dengan hukumNya yang tidak lalim. Neraka Jahanam dinyalakan yang telah disediakan Allah سبحانه وتعالى dan diintaikan untuk mereka yang melampaui batas, dan dijadikannya sebagai tempat kembali bagi mereka. Mereka tinggal di dalamnya dalam jangka waktu yang amat lama. Kata اَلْحِقَبُ seba-gaimana dinyatakan oleh banyak ulama tafsir adalah jangka waktu selama delapan puluh tahun (jamaknya adalah أَحْقَابٌ). Ketika me-reka melintasinya, ﴾ لَّا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرۡدٗا وَلَا شَرَابًا ﴿ "mereka tidak merasakan kese-jukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman," yakni tidak ada air yang menyejukkan kulit mereka dan yang bisa menghapus dahaga mereka, ﴾ إِلَّا حَمِيمٗا ﴿ "kecuali air yang mendidih," yakni, air panas yang mematangkan wajah mereka dan memutuskan usus mereka, ﴾ وَغَسَّاقٗا ﴿ "dan nanah," yakni nanah penduduk neraka yang begitu menyengat baunya dan tidak enak rasanya.
(26-30) Mereka mendapatkan azab mengerikan seperti itu adalah sebagai balasan yang sesuai bagi mereka atas perbuatan yang mereka lakukan yang mengantarkan mereka pada siksaan itu, Allah سبحانه وتعالى tidak menzhalimi mereka tapi mereka sendirilah yang menzhalimi diri sendiri. Karena itu Allah سبحانه وتعالى menyebutkan amal perbuatan mereka yang membuat mereka berhak mendapatkan siksaan di atas seraya berfirman, ﴾ إِنَّهُمۡ كَانُواْ لَا يَرۡجُونَ حِسَابٗا ﴿ "Sesungguhnya mereka tidak takut kepada hisab," yakni, tidak beriman pada Hari Kebangkitan dan tidak beriman bahwa Allah سبحانه وتعالى akan membalas manusia, baik dan buruknya. Karena itulah mereka melalaikan amal-amal untuk akhirat. ﴾ وَكَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا كِذَّابٗا ﴿ "Dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sebenar-benarnya," yakni mereka mendusta-kannya secara tegas dan jelas. Penjelasan-penjelasan datang kepada mereka tapi mereka menentangnya. ﴾ وَكُلَّ شَيۡءٍ ﴿ "Dan segala sesuatu," sedikit dan banyak, baik dan buruk, ﴾ أَحۡصَيۡنَٰهُ كِتَٰبٗا ﴿ "sudah Kami catat dalam suatu kitab," yakni sudah Kami tetapkan di Lauhil Mahfuzh. Karena itu, janganlah orang-orang yang berdosa mengira Kami menyiksa mereka karena dosa yang tidak mereka lakukan. Dan janganlah mereka mengira bahwa Allah سبحانه وتعالى akan menyia-nyiakan amal perbuatan mereka atau melalaikannya meskipun sebesar biji atom, sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَوُضِعَ ٱلۡكِتَٰبُ فَتَرَى ٱلۡمُجۡرِمِينَ مُشۡفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَٰوَيۡلَتَنَا مَالِ هَٰذَا ٱلۡكِتَٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةٗ وَلَا كَبِيرَةً إِلَّآ أَحۡصَىٰهَاۚ وَوَجَدُواْ مَا عَمِلُواْ حَاضِرٗاۗ وَلَا يَظۡلِمُ رَبُّكَ أَحَدٗا 49 ﴿ "Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, 'Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya;' dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Rabbmu tidak menganiaya seorang jua pun." (Al-Kahfi: 49). ﴾ فَذُوقُواْ ﴿ "Karena itu rasakanlah," wahai orang-orang yang men-dustakan azab yang pedih dan kehinaan abadi ini, ﴾ فَلَن نَّزِيدَكُمۡ إِلَّا عَذَابًا ﴿ "dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu kecuali azab." Azab mereka semakin bertambah dari waktu ke waktu. Ini adalah ayat paling keras tentang dahsyatnya siksaan penghuni neraka. Semoga Allah سبحانه وتعالى melindungi kita semua darinya.
An-Naba' 78:30
"Sesungguhnya Hari Keputusan adalah suatu waktu yang ditetapkan, yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok, dan dibukalah langit, maka terdapatlah beberapa pintu, dan dijalankanlah gunung-gunung, maka menjadi fatamorganalah ia. Sesungguhnya Neraka Jahanam itu (padanya) ada tempat pengintai, lagi menjadi tempat kembali bagi orang-orang yang melampaui batas, mereka tinggal di dalamnya berabad-abad lamanya, mereka tidak merasakan ke-sejukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman, kecuali air yang mendidih dan nanah, sebagai pembalasan yang setimpal. Sesungguhya mereka tidak takut kepada hisab, dan mereka men-dustakan ayat-ayat Kami dengan sebenar-benarnya. Dan segala sesuatu sudah Kami catat dalam suatu kitab. Karena itu rasakan-lah. Dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu kecuali azab." (An-Naba`: 17-30).
(17-25) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan apa-apa yang akan terjadi di Hari Kiamat yang dipertanyakan oleh mereka yang mendustakan dan ditentang oleh para pembangkang. Hari Kiamat adalah hari besar dan Allah سبحانه وتعالى menjadikannya sebagai ﴾ مِيقَٰتٗا ﴿ "hari keputusan" untuk manusia, ﴾ يَوۡمَ يُنفَخُ فِي ٱلصُّورِ فَتَأۡتُونَ أَفۡوَاجٗا ﴿ "yaitu hari (yang pada waktu itu) ditiup sangkakala lalu kamu datang berkelompok-kelompok." Pada hari itu kalian berlarian, karena amat menakutkan dan menggeli-sahkan, yang membuat anak beruban dan membuat hati risau. Gunung-gunung berjalan hingga seperti debu yang dihamburkan, langit terbelah hingga menjadi berpintu-pintu, dan Allah سبحانه وتعالى memu-tuskan perkara antara sesama manusia dengan hukumNya yang tidak lalim. Neraka Jahanam dinyalakan yang telah disediakan Allah سبحانه وتعالى dan diintaikan untuk mereka yang melampaui batas, dan dijadikannya sebagai tempat kembali bagi mereka. Mereka tinggal di dalamnya dalam jangka waktu yang amat lama. Kata اَلْحِقَبُ seba-gaimana dinyatakan oleh banyak ulama tafsir adalah jangka waktu selama delapan puluh tahun (jamaknya adalah أَحْقَابٌ). Ketika me-reka melintasinya, ﴾ لَّا يَذُوقُونَ فِيهَا بَرۡدٗا وَلَا شَرَابًا ﴿ "mereka tidak merasakan kese-jukan di dalamnya dan tidak (pula mendapat) minuman," yakni tidak ada air yang menyejukkan kulit mereka dan yang bisa menghapus dahaga mereka, ﴾ إِلَّا حَمِيمٗا ﴿ "kecuali air yang mendidih," yakni, air panas yang mematangkan wajah mereka dan memutuskan usus mereka, ﴾ وَغَسَّاقٗا ﴿ "dan nanah," yakni nanah penduduk neraka yang begitu menyengat baunya dan tidak enak rasanya.
(26-30) Mereka mendapatkan azab mengerikan seperti itu adalah sebagai balasan yang sesuai bagi mereka atas perbuatan yang mereka lakukan yang mengantarkan mereka pada siksaan itu, Allah سبحانه وتعالى tidak menzhalimi mereka tapi mereka sendirilah yang menzhalimi diri sendiri. Karena itu Allah سبحانه وتعالى menyebutkan amal perbuatan mereka yang membuat mereka berhak mendapatkan siksaan di atas seraya berfirman, ﴾ إِنَّهُمۡ كَانُواْ لَا يَرۡجُونَ حِسَابٗا ﴿ "Sesungguhnya mereka tidak takut kepada hisab," yakni, tidak beriman pada Hari Kebangkitan dan tidak beriman bahwa Allah سبحانه وتعالى akan membalas manusia, baik dan buruknya. Karena itulah mereka melalaikan amal-amal untuk akhirat. ﴾ وَكَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا كِذَّابٗا ﴿ "Dan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dengan sebenar-benarnya," yakni mereka mendusta-kannya secara tegas dan jelas. Penjelasan-penjelasan datang kepada mereka tapi mereka menentangnya. ﴾ وَكُلَّ شَيۡءٍ ﴿ "Dan segala sesuatu," sedikit dan banyak, baik dan buruk, ﴾ أَحۡصَيۡنَٰهُ كِتَٰبٗا ﴿ "sudah Kami catat dalam suatu kitab," yakni sudah Kami tetapkan di Lauhil Mahfuzh. Karena itu, janganlah orang-orang yang berdosa mengira Kami menyiksa mereka karena dosa yang tidak mereka lakukan. Dan janganlah mereka mengira bahwa Allah سبحانه وتعالى akan menyia-nyiakan amal perbuatan mereka atau melalaikannya meskipun sebesar biji atom, sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَوُضِعَ ٱلۡكِتَٰبُ فَتَرَى ٱلۡمُجۡرِمِينَ مُشۡفِقِينَ مِمَّا فِيهِ وَيَقُولُونَ يَٰوَيۡلَتَنَا مَالِ هَٰذَا ٱلۡكِتَٰبِ لَا يُغَادِرُ صَغِيرَةٗ وَلَا كَبِيرَةً إِلَّآ أَحۡصَىٰهَاۚ وَوَجَدُواْ مَا عَمِلُواْ حَاضِرٗاۗ وَلَا يَظۡلِمُ رَبُّكَ أَحَدٗا 49 ﴿ "Dan diletakkanlah kitab, lalu kamu akan melihat orang-orang yang bersalah ketakutan terhadap apa yang (tertulis) di dalamnya, dan mereka berkata, 'Aduhai celaka kami, kitab apakah ini yang tidak meninggalkan yang kecil dan tidak (pula) yang besar, melainkan ia mencatat semuanya;' dan mereka dapati apa yang telah mereka kerjakan ada (tertulis). Dan Rabbmu tidak menganiaya seorang jua pun." (Al-Kahfi: 49). ﴾ فَذُوقُواْ ﴿ "Karena itu rasakanlah," wahai orang-orang yang men-dustakan azab yang pedih dan kehinaan abadi ini, ﴾ فَلَن نَّزِيدَكُمۡ إِلَّا عَذَابًا ﴿ "dan Kami sekali-kali tidak akan menambah kepada kamu kecuali azab." Azab mereka semakin bertambah dari waktu ke waktu. Ini adalah ayat paling keras tentang dahsyatnya siksaan penghuni neraka. Semoga Allah سبحانه وتعالى melindungi kita semua darinya.
An-Naba' 78:31
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat ke-menangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya, dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman). Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula perkataan) dusta. Sebagai balasan dari Rabbmu dan pemberian yang cukup banyak." (An-Naba`: 31-36).
(31-36) Setelah Allah سبحانه وتعالى menjelaskan kondisi orang-orang yang berdosa, selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menjelaskan tempat kembali orang-orang yang bertakwa seraya berfirman, ﴾ إِنَّ لِلۡمُتَّقِينَ مَفَازًا ﴿ "Sesung-guhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan," yakni orang-orang yang menjaga diri dari murka Rabb mereka dengan berpegang teguh pada ketaatan kepadaNya dan menjaga diri dari kemaksiatan. Mereka mendapatkan kemenangan, keselamatan, dan jauh dari neraka. Dalam kemenangan ini mereka mendapatkan, ﴾ حَدَآئِقَ ﴿ "kebun-kebun," yaitu kebun-kebun yang mengumpulkan berbagai jenis pohon rindang dengan buah yang di sela-selanya terpancar sungai. Allah سبحانه وتعالى menyebutkan anggur secara khusus karena sangat diinginkan hati dan banyak di kebun itu. Mereka mendapatkan istri-istri sesuai keinginan diri mereka, ﴾ وَكَوَاعِبَ ﴿ "dan gadis-gadis remaja," yaitu gadis-gadis remaja yang buah dada me-reka belum menurun lantaran mereka masih remaja, kuat, dan elok, ﴾ أَتۡرَابٗا ﴿ "yang sebaya," yakni usia mereka hampir sama. Di antara ke-biasaan gadis remaja sebaya adalah saling bergaul dan berteman. Itulah kala mereka berusia tiga puluh tiga tahun yang merupakan usia wanita paling sempurna, ﴾ وَكَأۡسٗا دِهَاقٗا ﴿ "dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman)," yakni, penuh berisi minuman yang lezat untuk para peminumnya, ﴾ لَّا يَسۡمَعُونَ فِيهَا لَغۡوٗا ﴿ "di dalamnya mereka tidak mende-ngar perkataan yang sia-sia," yakni perkataan yang tidak berguna, ﴾ وَلَا كِذَّٰبٗا ﴿ "dan tidak (pula perkataan) dusta," yaitu dosa sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَا يَسۡمَعُونَ فِيهَا لَغۡوٗا وَلَا تَأۡثِيمًا 25 إِلَّا قِيلٗا سَلَٰمٗا سَلَٰمٗا 26 ﴿ "Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa, akan tetapi mereka mende-ngar ucapan salam." (Al-Waqi'ah: 25-26). Allah سبحانه وتعالى memberi pahala besar bagi mereka ini adalah murni karena karunia dan kebaikanNya, ﴾ جَزَآءٗ مِّن رَّبِّكَ عَطَآءً حِسَابٗا ﴿ "sebagai balasan dari Rabbmu dan pemberian yang cukup banyak," karena amal perbuatan yang dituntunkan Allah سبحانه وتعالى pada mereka dan dijadikannya sebagai sebab menggapai kemuliaanNya.
An-Naba' 78:32
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat ke-menangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya, dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman). Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula perkataan) dusta. Sebagai balasan dari Rabbmu dan pemberian yang cukup banyak." (An-Naba`: 31-36).
(31-36) Setelah Allah سبحانه وتعالى menjelaskan kondisi orang-orang yang berdosa, selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menjelaskan tempat kembali orang-orang yang bertakwa seraya berfirman, ﴾ إِنَّ لِلۡمُتَّقِينَ مَفَازًا ﴿ "Sesung-guhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan," yakni orang-orang yang menjaga diri dari murka Rabb mereka dengan berpegang teguh pada ketaatan kepadaNya dan menjaga diri dari kemaksiatan. Mereka mendapatkan kemenangan, keselamatan, dan jauh dari neraka. Dalam kemenangan ini mereka mendapatkan, ﴾ حَدَآئِقَ ﴿ "kebun-kebun," yaitu kebun-kebun yang mengumpulkan berbagai jenis pohon rindang dengan buah yang di sela-selanya terpancar sungai. Allah سبحانه وتعالى menyebutkan anggur secara khusus karena sangat diinginkan hati dan banyak di kebun itu. Mereka mendapatkan istri-istri sesuai keinginan diri mereka, ﴾ وَكَوَاعِبَ ﴿ "dan gadis-gadis remaja," yaitu gadis-gadis remaja yang buah dada me-reka belum menurun lantaran mereka masih remaja, kuat, dan elok, ﴾ أَتۡرَابٗا ﴿ "yang sebaya," yakni usia mereka hampir sama. Di antara ke-biasaan gadis remaja sebaya adalah saling bergaul dan berteman. Itulah kala mereka berusia tiga puluh tiga tahun yang merupakan usia wanita paling sempurna, ﴾ وَكَأۡسٗا دِهَاقٗا ﴿ "dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman)," yakni, penuh berisi minuman yang lezat untuk para peminumnya, ﴾ لَّا يَسۡمَعُونَ فِيهَا لَغۡوٗا ﴿ "di dalamnya mereka tidak mende-ngar perkataan yang sia-sia," yakni perkataan yang tidak berguna, ﴾ وَلَا كِذَّٰبٗا ﴿ "dan tidak (pula perkataan) dusta," yaitu dosa sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَا يَسۡمَعُونَ فِيهَا لَغۡوٗا وَلَا تَأۡثِيمًا 25 إِلَّا قِيلٗا سَلَٰمٗا سَلَٰمٗا 26 ﴿ "Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa, akan tetapi mereka mende-ngar ucapan salam." (Al-Waqi'ah: 25-26). Allah سبحانه وتعالى memberi pahala besar bagi mereka ini adalah murni karena karunia dan kebaikanNya, ﴾ جَزَآءٗ مِّن رَّبِّكَ عَطَآءً حِسَابٗا ﴿ "sebagai balasan dari Rabbmu dan pemberian yang cukup banyak," karena amal perbuatan yang dituntunkan Allah سبحانه وتعالى pada mereka dan dijadikannya sebagai sebab menggapai kemuliaanNya.
An-Naba' 78:33
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat ke-menangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya, dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman). Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula perkataan) dusta. Sebagai balasan dari Rabbmu dan pemberian yang cukup banyak." (An-Naba`: 31-36).
(31-36) Setelah Allah سبحانه وتعالى menjelaskan kondisi orang-orang yang berdosa, selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menjelaskan tempat kembali orang-orang yang bertakwa seraya berfirman, ﴾ إِنَّ لِلۡمُتَّقِينَ مَفَازًا ﴿ "Sesung-guhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan," yakni orang-orang yang menjaga diri dari murka Rabb mereka dengan berpegang teguh pada ketaatan kepadaNya dan menjaga diri dari kemaksiatan. Mereka mendapatkan kemenangan, keselamatan, dan jauh dari neraka. Dalam kemenangan ini mereka mendapatkan, ﴾ حَدَآئِقَ ﴿ "kebun-kebun," yaitu kebun-kebun yang mengumpulkan berbagai jenis pohon rindang dengan buah yang di sela-selanya terpancar sungai. Allah سبحانه وتعالى menyebutkan anggur secara khusus karena sangat diinginkan hati dan banyak di kebun itu. Mereka mendapatkan istri-istri sesuai keinginan diri mereka, ﴾ وَكَوَاعِبَ ﴿ "dan gadis-gadis remaja," yaitu gadis-gadis remaja yang buah dada me-reka belum menurun lantaran mereka masih remaja, kuat, dan elok, ﴾ أَتۡرَابٗا ﴿ "yang sebaya," yakni usia mereka hampir sama. Di antara ke-biasaan gadis remaja sebaya adalah saling bergaul dan berteman. Itulah kala mereka berusia tiga puluh tiga tahun yang merupakan usia wanita paling sempurna, ﴾ وَكَأۡسٗا دِهَاقٗا ﴿ "dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman)," yakni, penuh berisi minuman yang lezat untuk para peminumnya, ﴾ لَّا يَسۡمَعُونَ فِيهَا لَغۡوٗا ﴿ "di dalamnya mereka tidak mende-ngar perkataan yang sia-sia," yakni perkataan yang tidak berguna, ﴾ وَلَا كِذَّٰبٗا ﴿ "dan tidak (pula perkataan) dusta," yaitu dosa sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَا يَسۡمَعُونَ فِيهَا لَغۡوٗا وَلَا تَأۡثِيمًا 25 إِلَّا قِيلٗا سَلَٰمٗا سَلَٰمٗا 26 ﴿ "Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa, akan tetapi mereka mende-ngar ucapan salam." (Al-Waqi'ah: 25-26). Allah سبحانه وتعالى memberi pahala besar bagi mereka ini adalah murni karena karunia dan kebaikanNya, ﴾ جَزَآءٗ مِّن رَّبِّكَ عَطَآءً حِسَابٗا ﴿ "sebagai balasan dari Rabbmu dan pemberian yang cukup banyak," karena amal perbuatan yang dituntunkan Allah سبحانه وتعالى pada mereka dan dijadikannya sebagai sebab menggapai kemuliaanNya.
An-Naba' 78:34
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat ke-menangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya, dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman). Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula perkataan) dusta. Sebagai balasan dari Rabbmu dan pemberian yang cukup banyak." (An-Naba`: 31-36).
(31-36) Setelah Allah سبحانه وتعالى menjelaskan kondisi orang-orang yang berdosa, selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menjelaskan tempat kembali orang-orang yang bertakwa seraya berfirman, ﴾ إِنَّ لِلۡمُتَّقِينَ مَفَازًا ﴿ "Sesung-guhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan," yakni orang-orang yang menjaga diri dari murka Rabb mereka dengan berpegang teguh pada ketaatan kepadaNya dan menjaga diri dari kemaksiatan. Mereka mendapatkan kemenangan, keselamatan, dan jauh dari neraka. Dalam kemenangan ini mereka mendapatkan, ﴾ حَدَآئِقَ ﴿ "kebun-kebun," yaitu kebun-kebun yang mengumpulkan berbagai jenis pohon rindang dengan buah yang di sela-selanya terpancar sungai. Allah سبحانه وتعالى menyebutkan anggur secara khusus karena sangat diinginkan hati dan banyak di kebun itu. Mereka mendapatkan istri-istri sesuai keinginan diri mereka, ﴾ وَكَوَاعِبَ ﴿ "dan gadis-gadis remaja," yaitu gadis-gadis remaja yang buah dada me-reka belum menurun lantaran mereka masih remaja, kuat, dan elok, ﴾ أَتۡرَابٗا ﴿ "yang sebaya," yakni usia mereka hampir sama. Di antara ke-biasaan gadis remaja sebaya adalah saling bergaul dan berteman. Itulah kala mereka berusia tiga puluh tiga tahun yang merupakan usia wanita paling sempurna, ﴾ وَكَأۡسٗا دِهَاقٗا ﴿ "dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman)," yakni, penuh berisi minuman yang lezat untuk para peminumnya, ﴾ لَّا يَسۡمَعُونَ فِيهَا لَغۡوٗا ﴿ "di dalamnya mereka tidak mende-ngar perkataan yang sia-sia," yakni perkataan yang tidak berguna, ﴾ وَلَا كِذَّٰبٗا ﴿ "dan tidak (pula perkataan) dusta," yaitu dosa sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَا يَسۡمَعُونَ فِيهَا لَغۡوٗا وَلَا تَأۡثِيمًا 25 إِلَّا قِيلٗا سَلَٰمٗا سَلَٰمٗا 26 ﴿ "Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa, akan tetapi mereka mende-ngar ucapan salam." (Al-Waqi'ah: 25-26). Allah سبحانه وتعالى memberi pahala besar bagi mereka ini adalah murni karena karunia dan kebaikanNya, ﴾ جَزَآءٗ مِّن رَّبِّكَ عَطَآءً حِسَابٗا ﴿ "sebagai balasan dari Rabbmu dan pemberian yang cukup banyak," karena amal perbuatan yang dituntunkan Allah سبحانه وتعالى pada mereka dan dijadikannya sebagai sebab menggapai kemuliaanNya.
An-Naba' 78:35
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat ke-menangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya, dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman). Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula perkataan) dusta. Sebagai balasan dari Rabbmu dan pemberian yang cukup banyak." (An-Naba`: 31-36).
(31-36) Setelah Allah سبحانه وتعالى menjelaskan kondisi orang-orang yang berdosa, selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menjelaskan tempat kembali orang-orang yang bertakwa seraya berfirman, ﴾ إِنَّ لِلۡمُتَّقِينَ مَفَازًا ﴿ "Sesung-guhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan," yakni orang-orang yang menjaga diri dari murka Rabb mereka dengan berpegang teguh pada ketaatan kepadaNya dan menjaga diri dari kemaksiatan. Mereka mendapatkan kemenangan, keselamatan, dan jauh dari neraka. Dalam kemenangan ini mereka mendapatkan, ﴾ حَدَآئِقَ ﴿ "kebun-kebun," yaitu kebun-kebun yang mengumpulkan berbagai jenis pohon rindang dengan buah yang di sela-selanya terpancar sungai. Allah سبحانه وتعالى menyebutkan anggur secara khusus karena sangat diinginkan hati dan banyak di kebun itu. Mereka mendapatkan istri-istri sesuai keinginan diri mereka, ﴾ وَكَوَاعِبَ ﴿ "dan gadis-gadis remaja," yaitu gadis-gadis remaja yang buah dada me-reka belum menurun lantaran mereka masih remaja, kuat, dan elok, ﴾ أَتۡرَابٗا ﴿ "yang sebaya," yakni usia mereka hampir sama. Di antara ke-biasaan gadis remaja sebaya adalah saling bergaul dan berteman. Itulah kala mereka berusia tiga puluh tiga tahun yang merupakan usia wanita paling sempurna, ﴾ وَكَأۡسٗا دِهَاقٗا ﴿ "dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman)," yakni, penuh berisi minuman yang lezat untuk para peminumnya, ﴾ لَّا يَسۡمَعُونَ فِيهَا لَغۡوٗا ﴿ "di dalamnya mereka tidak mende-ngar perkataan yang sia-sia," yakni perkataan yang tidak berguna, ﴾ وَلَا كِذَّٰبٗا ﴿ "dan tidak (pula perkataan) dusta," yaitu dosa sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَا يَسۡمَعُونَ فِيهَا لَغۡوٗا وَلَا تَأۡثِيمًا 25 إِلَّا قِيلٗا سَلَٰمٗا سَلَٰمٗا 26 ﴿ "Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa, akan tetapi mereka mende-ngar ucapan salam." (Al-Waqi'ah: 25-26). Allah سبحانه وتعالى memberi pahala besar bagi mereka ini adalah murni karena karunia dan kebaikanNya, ﴾ جَزَآءٗ مِّن رَّبِّكَ عَطَآءً حِسَابٗا ﴿ "sebagai balasan dari Rabbmu dan pemberian yang cukup banyak," karena amal perbuatan yang dituntunkan Allah سبحانه وتعالى pada mereka dan dijadikannya sebagai sebab menggapai kemuliaanNya.
An-Naba' 78:36
"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa mendapat ke-menangan, (yaitu) kebun-kebun dan buah anggur, dan gadis-gadis remaja yang sebaya, dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman). Di dalamnya mereka tidak mendengar perkataan yang sia-sia dan tidak (pula perkataan) dusta. Sebagai balasan dari Rabbmu dan pemberian yang cukup banyak." (An-Naba`: 31-36).
(31-36) Setelah Allah سبحانه وتعالى menjelaskan kondisi orang-orang yang berdosa, selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menjelaskan tempat kembali orang-orang yang bertakwa seraya berfirman, ﴾ إِنَّ لِلۡمُتَّقِينَ مَفَازًا ﴿ "Sesung-guhnya orang-orang yang bertakwa mendapat kemenangan," yakni orang-orang yang menjaga diri dari murka Rabb mereka dengan berpegang teguh pada ketaatan kepadaNya dan menjaga diri dari kemaksiatan. Mereka mendapatkan kemenangan, keselamatan, dan jauh dari neraka. Dalam kemenangan ini mereka mendapatkan, ﴾ حَدَآئِقَ ﴿ "kebun-kebun," yaitu kebun-kebun yang mengumpulkan berbagai jenis pohon rindang dengan buah yang di sela-selanya terpancar sungai. Allah سبحانه وتعالى menyebutkan anggur secara khusus karena sangat diinginkan hati dan banyak di kebun itu. Mereka mendapatkan istri-istri sesuai keinginan diri mereka, ﴾ وَكَوَاعِبَ ﴿ "dan gadis-gadis remaja," yaitu gadis-gadis remaja yang buah dada me-reka belum menurun lantaran mereka masih remaja, kuat, dan elok, ﴾ أَتۡرَابٗا ﴿ "yang sebaya," yakni usia mereka hampir sama. Di antara ke-biasaan gadis remaja sebaya adalah saling bergaul dan berteman. Itulah kala mereka berusia tiga puluh tiga tahun yang merupakan usia wanita paling sempurna, ﴾ وَكَأۡسٗا دِهَاقٗا ﴿ "dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman)," yakni, penuh berisi minuman yang lezat untuk para peminumnya, ﴾ لَّا يَسۡمَعُونَ فِيهَا لَغۡوٗا ﴿ "di dalamnya mereka tidak mende-ngar perkataan yang sia-sia," yakni perkataan yang tidak berguna, ﴾ وَلَا كِذَّٰبٗا ﴿ "dan tidak (pula perkataan) dusta," yaitu dosa sebagaimana disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَا يَسۡمَعُونَ فِيهَا لَغۡوٗا وَلَا تَأۡثِيمًا 25 إِلَّا قِيلٗا سَلَٰمٗا سَلَٰمٗا 26 ﴿ "Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia dan tidak pula perkataan yang menimbulkan dosa, akan tetapi mereka mende-ngar ucapan salam." (Al-Waqi'ah: 25-26). Allah سبحانه وتعالى memberi pahala besar bagi mereka ini adalah murni karena karunia dan kebaikanNya, ﴾ جَزَآءٗ مِّن رَّبِّكَ عَطَآءً حِسَابٗا ﴿ "sebagai balasan dari Rabbmu dan pemberian yang cukup banyak," karena amal perbuatan yang dituntunkan Allah سبحانه وتعالى pada mereka dan dijadikannya sebagai sebab menggapai kemuliaanNya.
An-Naba' 78:37
"Rabb yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pemurah. Mereka tidak dapat berbicara dengan Dia. Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang diberi izin kepadanya oleh Rabb Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar. Itulah hari yang pasti terjadi, Maka barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Rabbnya. Sesungguhnya Kami telah memperi-ngatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya dan orang kafir berkata, 'Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah'." (An-Naba`: 37-40).
(37-39) Maksudnya, yang melimpahkan pemberian ini pada mereka adalah Rabb mereka, ﴾ رَّبِّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Rabb yang memelihara langit dan bumi," Yang menciptakan dan mengaturnya, ﴾ ٱلرَّحۡمَٰنِۖ ﴿ "Yang Maha Pemurah," Yang rahmatNya meliputi segala sesuatu. Allah سبحانه وتعالى memelihara dan merahmati mereka serta bersikap lembah lembut pada mereka hingga mereka mendapatkan apa yang mereka dapatkan. Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan keagunganNya dan kera-jaanNya yang besar pada Hari Kiamat dan bahwa seluruh manusia terdiam pada hari itu dan tidak berbicara dan ﴾ لَا يَمۡلِكُونَ مِنۡهُ خِطَابٗا 37 يَوۡمَ يَقُومُ ٱلرُّوحُ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ صَفّٗاۖ لَّا يَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَنۡ أَذِنَ لَهُ ٱلرَّحۡمَٰنُ وَقَالَ صَوَابٗا 38 ﴿ "mereka tidak dapat berbicara dengan Dia, kecuali siapa yang diberi izin kepadanya oleh Rabb Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar," tidak ada seorang pun yang berbicara kecuali dengan dua syarat berikut; diizinkan Allah سبحانه وتعالى untuk berbicara dan perkataannya benar, sebab ﴾ ذَٰلِكَ ٱلۡيَوۡمُ ٱلۡحَقُّۖ ﴿ "itulah hari yang pasti terjadi," yang tidak terdapat ke-batilan padanya dan kebohongan tidak lagi berguna. Pada hari itu, ﴾ يَقُومُ ٱلرُّوحُ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ صَفّٗاۖ ﴿ "ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf," yaitu Jibril yang merupakan malaikat paling mulia serta seluruh malaikat berdiri bershaf-shaf seraya tunduk pada Allah سبحانه وتعالى, mereka tidak berbicara kecuali atas izin Allah سبحانه وتعالى. Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى ber-firman seraya memberi kabar gembira dan ancaman, ﴾ فَمَن شَآءَ ٱتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ مَـَٔابًا ﴿ "Maka barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Rabbnya," yakni amal baik yang akan kembali padanya pada Hari Kiamat.
(40) ﴾ إِنَّآ أَنذَرۡنَٰكُمۡ عَذَابٗا قَرِيبٗا ﴿ "Sesungguhnya Kami telah memperingat-kan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat," karena siksaan itu telah mendekat dan semua yang akan datang itu dekat, ﴾ يَوۡمَ يَنظُرُ ٱلۡمَرۡءُ مَا قَدَّمَتۡ يَدَاهُ ﴿ "pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya." Inilah yang menjadi perhatiannya dan yang membuat-nya takut. Maka hendaklah ia memperhatikan apa yang telah di-perbuat untuk negeri keabadian nanti. ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسٞ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدٖۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ 18 ﴿ "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al-Hasyr: 18). Dan selanjutnya, bila kebaikan yang didapatkan, maka hen-daklah memuji Allah سبحانه وتعالى, dan bila tidak demikian, maka janganlah mencela siapa pun selain diri sendiri. Karena itulah orang-orang kafir kelak akan berharap agar mati saja, karena amat merugi dan menyesal. Semoga Allah سبحانه وتعالى menyelamatkan kita semua dari keku-furan dan seluruh keburukan, sesungguhnya Allah Maha Pemurah lagi Mahamulia.
Selesai.[132]
An-Naba' 78:38
"Rabb yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pemurah. Mereka tidak dapat berbicara dengan Dia. Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang diberi izin kepadanya oleh Rabb Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar. Itulah hari yang pasti terjadi, Maka barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Rabbnya. Sesungguhnya Kami telah memperi-ngatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya dan orang kafir berkata, 'Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah'." (An-Naba`: 37-40).
(37-39) Maksudnya, yang melimpahkan pemberian ini pada mereka adalah Rabb mereka, ﴾ رَّبِّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Rabb yang memelihara langit dan bumi," Yang menciptakan dan mengaturnya, ﴾ ٱلرَّحۡمَٰنِۖ ﴿ "Yang Maha Pemurah," Yang rahmatNya meliputi segala sesuatu. Allah سبحانه وتعالى memelihara dan merahmati mereka serta bersikap lembah lembut pada mereka hingga mereka mendapatkan apa yang mereka dapatkan. Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan keagunganNya dan kera-jaanNya yang besar pada Hari Kiamat dan bahwa seluruh manusia terdiam pada hari itu dan tidak berbicara dan ﴾ لَا يَمۡلِكُونَ مِنۡهُ خِطَابٗا 37 يَوۡمَ يَقُومُ ٱلرُّوحُ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ صَفّٗاۖ لَّا يَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَنۡ أَذِنَ لَهُ ٱلرَّحۡمَٰنُ وَقَالَ صَوَابٗا 38 ﴿ "mereka tidak dapat berbicara dengan Dia, kecuali siapa yang diberi izin kepadanya oleh Rabb Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar," tidak ada seorang pun yang berbicara kecuali dengan dua syarat berikut; diizinkan Allah سبحانه وتعالى untuk berbicara dan perkataannya benar, sebab ﴾ ذَٰلِكَ ٱلۡيَوۡمُ ٱلۡحَقُّۖ ﴿ "itulah hari yang pasti terjadi," yang tidak terdapat ke-batilan padanya dan kebohongan tidak lagi berguna. Pada hari itu, ﴾ يَقُومُ ٱلرُّوحُ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ صَفّٗاۖ ﴿ "ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf," yaitu Jibril yang merupakan malaikat paling mulia serta seluruh malaikat berdiri bershaf-shaf seraya tunduk pada Allah سبحانه وتعالى, mereka tidak berbicara kecuali atas izin Allah سبحانه وتعالى. Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى ber-firman seraya memberi kabar gembira dan ancaman, ﴾ فَمَن شَآءَ ٱتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ مَـَٔابًا ﴿ "Maka barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Rabbnya," yakni amal baik yang akan kembali padanya pada Hari Kiamat.
(40) ﴾ إِنَّآ أَنذَرۡنَٰكُمۡ عَذَابٗا قَرِيبٗا ﴿ "Sesungguhnya Kami telah memperingat-kan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat," karena siksaan itu telah mendekat dan semua yang akan datang itu dekat, ﴾ يَوۡمَ يَنظُرُ ٱلۡمَرۡءُ مَا قَدَّمَتۡ يَدَاهُ ﴿ "pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya." Inilah yang menjadi perhatiannya dan yang membuat-nya takut. Maka hendaklah ia memperhatikan apa yang telah di-perbuat untuk negeri keabadian nanti. ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسٞ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدٖۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ 18 ﴿ "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al-Hasyr: 18). Dan selanjutnya, bila kebaikan yang didapatkan, maka hen-daklah memuji Allah سبحانه وتعالى, dan bila tidak demikian, maka janganlah mencela siapa pun selain diri sendiri. Karena itulah orang-orang kafir kelak akan berharap agar mati saja, karena amat merugi dan menyesal. Semoga Allah سبحانه وتعالى menyelamatkan kita semua dari keku-furan dan seluruh keburukan, sesungguhnya Allah Maha Pemurah lagi Mahamulia.
Selesai.[132]
An-Naba' 78:39
"Rabb yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pemurah. Mereka tidak dapat berbicara dengan Dia. Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang diberi izin kepadanya oleh Rabb Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar. Itulah hari yang pasti terjadi, Maka barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Rabbnya. Sesungguhnya Kami telah memperi-ngatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya dan orang kafir berkata, 'Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah'." (An-Naba`: 37-40).
(37-39) Maksudnya, yang melimpahkan pemberian ini pada mereka adalah Rabb mereka, ﴾ رَّبِّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Rabb yang memelihara langit dan bumi," Yang menciptakan dan mengaturnya, ﴾ ٱلرَّحۡمَٰنِۖ ﴿ "Yang Maha Pemurah," Yang rahmatNya meliputi segala sesuatu. Allah سبحانه وتعالى memelihara dan merahmati mereka serta bersikap lembah lembut pada mereka hingga mereka mendapatkan apa yang mereka dapatkan. Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan keagunganNya dan kera-jaanNya yang besar pada Hari Kiamat dan bahwa seluruh manusia terdiam pada hari itu dan tidak berbicara dan ﴾ لَا يَمۡلِكُونَ مِنۡهُ خِطَابٗا 37 يَوۡمَ يَقُومُ ٱلرُّوحُ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ صَفّٗاۖ لَّا يَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَنۡ أَذِنَ لَهُ ٱلرَّحۡمَٰنُ وَقَالَ صَوَابٗا 38 ﴿ "mereka tidak dapat berbicara dengan Dia, kecuali siapa yang diberi izin kepadanya oleh Rabb Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar," tidak ada seorang pun yang berbicara kecuali dengan dua syarat berikut; diizinkan Allah سبحانه وتعالى untuk berbicara dan perkataannya benar, sebab ﴾ ذَٰلِكَ ٱلۡيَوۡمُ ٱلۡحَقُّۖ ﴿ "itulah hari yang pasti terjadi," yang tidak terdapat ke-batilan padanya dan kebohongan tidak lagi berguna. Pada hari itu, ﴾ يَقُومُ ٱلرُّوحُ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ صَفّٗاۖ ﴿ "ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf," yaitu Jibril yang merupakan malaikat paling mulia serta seluruh malaikat berdiri bershaf-shaf seraya tunduk pada Allah سبحانه وتعالى, mereka tidak berbicara kecuali atas izin Allah سبحانه وتعالى. Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى ber-firman seraya memberi kabar gembira dan ancaman, ﴾ فَمَن شَآءَ ٱتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ مَـَٔابًا ﴿ "Maka barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Rabbnya," yakni amal baik yang akan kembali padanya pada Hari Kiamat.
(40) ﴾ إِنَّآ أَنذَرۡنَٰكُمۡ عَذَابٗا قَرِيبٗا ﴿ "Sesungguhnya Kami telah memperingat-kan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat," karena siksaan itu telah mendekat dan semua yang akan datang itu dekat, ﴾ يَوۡمَ يَنظُرُ ٱلۡمَرۡءُ مَا قَدَّمَتۡ يَدَاهُ ﴿ "pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya." Inilah yang menjadi perhatiannya dan yang membuat-nya takut. Maka hendaklah ia memperhatikan apa yang telah di-perbuat untuk negeri keabadian nanti. ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسٞ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدٖۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ 18 ﴿ "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al-Hasyr: 18). Dan selanjutnya, bila kebaikan yang didapatkan, maka hen-daklah memuji Allah سبحانه وتعالى, dan bila tidak demikian, maka janganlah mencela siapa pun selain diri sendiri. Karena itulah orang-orang kafir kelak akan berharap agar mati saja, karena amat merugi dan menyesal. Semoga Allah سبحانه وتعالى menyelamatkan kita semua dari keku-furan dan seluruh keburukan, sesungguhnya Allah Maha Pemurah lagi Mahamulia.
Selesai.[132]
An-Naba' 78:40
"Rabb yang memelihara langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya; Yang Maha Pemurah. Mereka tidak dapat berbicara dengan Dia. Pada hari, ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf, mereka tidak berkata-kata, kecuali siapa yang diberi izin kepadanya oleh Rabb Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar. Itulah hari yang pasti terjadi, Maka barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Rabbnya. Sesungguhnya Kami telah memperi-ngatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya dan orang kafir berkata, 'Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah'." (An-Naba`: 37-40).
(37-39) Maksudnya, yang melimpahkan pemberian ini pada mereka adalah Rabb mereka, ﴾ رَّبِّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضِ ﴿ "Rabb yang memelihara langit dan bumi," Yang menciptakan dan mengaturnya, ﴾ ٱلرَّحۡمَٰنِۖ ﴿ "Yang Maha Pemurah," Yang rahmatNya meliputi segala sesuatu. Allah سبحانه وتعالى memelihara dan merahmati mereka serta bersikap lembah lembut pada mereka hingga mereka mendapatkan apa yang mereka dapatkan. Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى menyebutkan keagunganNya dan kera-jaanNya yang besar pada Hari Kiamat dan bahwa seluruh manusia terdiam pada hari itu dan tidak berbicara dan ﴾ لَا يَمۡلِكُونَ مِنۡهُ خِطَابٗا 37 يَوۡمَ يَقُومُ ٱلرُّوحُ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ صَفّٗاۖ لَّا يَتَكَلَّمُونَ إِلَّا مَنۡ أَذِنَ لَهُ ٱلرَّحۡمَٰنُ وَقَالَ صَوَابٗا 38 ﴿ "mereka tidak dapat berbicara dengan Dia, kecuali siapa yang diberi izin kepadanya oleh Rabb Yang Maha Pemurah; dan ia mengucapkan kata yang benar," tidak ada seorang pun yang berbicara kecuali dengan dua syarat berikut; diizinkan Allah سبحانه وتعالى untuk berbicara dan perkataannya benar, sebab ﴾ ذَٰلِكَ ٱلۡيَوۡمُ ٱلۡحَقُّۖ ﴿ "itulah hari yang pasti terjadi," yang tidak terdapat ke-batilan padanya dan kebohongan tidak lagi berguna. Pada hari itu, ﴾ يَقُومُ ٱلرُّوحُ وَٱلۡمَلَٰٓئِكَةُ صَفّٗاۖ ﴿ "ketika ruh dan para malaikat berdiri bershaf-shaf," yaitu Jibril yang merupakan malaikat paling mulia serta seluruh malaikat berdiri bershaf-shaf seraya tunduk pada Allah سبحانه وتعالى, mereka tidak berbicara kecuali atas izin Allah سبحانه وتعالى. Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى ber-firman seraya memberi kabar gembira dan ancaman, ﴾ فَمَن شَآءَ ٱتَّخَذَ إِلَىٰ رَبِّهِۦ مَـَٔابًا ﴿ "Maka barangsiapa yang menghendaki, niscaya ia menempuh jalan kembali kepada Rabbnya," yakni amal baik yang akan kembali padanya pada Hari Kiamat.
(40) ﴾ إِنَّآ أَنذَرۡنَٰكُمۡ عَذَابٗا قَرِيبٗا ﴿ "Sesungguhnya Kami telah memperingat-kan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat," karena siksaan itu telah mendekat dan semua yang akan datang itu dekat, ﴾ يَوۡمَ يَنظُرُ ٱلۡمَرۡءُ مَا قَدَّمَتۡ يَدَاهُ ﴿ "pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya." Inilah yang menjadi perhatiannya dan yang membuat-nya takut. Maka hendaklah ia memperhatikan apa yang telah di-perbuat untuk negeri keabadian nanti. ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلۡتَنظُرۡ نَفۡسٞ مَّا قَدَّمَتۡ لِغَدٖۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرُۢ بِمَا تَعۡمَلُونَ 18 ﴿ "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (Al-Hasyr: 18). Dan selanjutnya, bila kebaikan yang didapatkan, maka hen-daklah memuji Allah سبحانه وتعالى, dan bila tidak demikian, maka janganlah mencela siapa pun selain diri sendiri. Karena itulah orang-orang kafir kelak akan berharap agar mati saja, karena amat merugi dan menyesal. Semoga Allah سبحانه وتعالى menyelamatkan kita semua dari keku-furan dan seluruh keburukan, sesungguhnya Allah Maha Pemurah lagi Mahamulia.
Selesai.[132]