Lafzullah

Tafsir As-Saadi - Indonesian — At-Tariq 86:1 – Al-Gasyiyah 88:26

Penulis / sumber: Tafsir As-Saadi - Indonesian

Daftar isi
  1. At-Tariq 86:1
  2. At-Tariq 86:2
  3. At-Tariq 86:3
  4. At-Tariq 86:4
  5. At-Tariq 86:5
  6. At-Tariq 86:6
  7. At-Tariq 86:7
  8. At-Tariq 86:8
  9. At-Tariq 86:9
  10. At-Tariq 86:10
  11. At-Tariq 86:11
  12. At-Tariq 86:12
  13. At-Tariq 86:13
  14. At-Tariq 86:14
  15. At-Tariq 86:15
  16. At-Tariq 86:16
  17. At-Tariq 86:17
  18. Al-A'la 87:1
  19. Al-A'la 87:2
  20. Al-A'la 87:3
  21. Al-A'la 87:4
  22. Al-A'la 87:5
  23. Al-A'la 87:6
  24. Al-A'la 87:7
  25. Al-A'la 87:8
  26. Al-A'la 87:9
  27. Al-A'la 87:10
  28. Al-A'la 87:11
  29. Al-A'la 87:12
  30. Al-A'la 87:13
  31. Al-A'la 87:14
  32. Al-A'la 87:15
  33. Al-A'la 87:16
  34. Al-A'la 87:17
  35. Al-A'la 87:18
  36. Al-A'la 87:19
  37. Al-Gasyiyah 88:1
  38. Al-Gasyiyah 88:2
  39. Al-Gasyiyah 88:3
  40. Al-Gasyiyah 88:4
  41. Al-Gasyiyah 88:5
  42. Al-Gasyiyah 88:6
  43. Al-Gasyiyah 88:7
  44. Al-Gasyiyah 88:8
  45. Al-Gasyiyah 88:9
  46. Al-Gasyiyah 88:10
  47. Al-Gasyiyah 88:11
  48. Al-Gasyiyah 88:12
  49. Al-Gasyiyah 88:13
  50. Al-Gasyiyah 88:14
  51. Al-Gasyiyah 88:15
  52. Al-Gasyiyah 88:16
  53. Al-Gasyiyah 88:17
  54. Al-Gasyiyah 88:18
  55. Al-Gasyiyah 88:19
  56. Al-Gasyiyah 88:20
  57. Al-Gasyiyah 88:21
  58. Al-Gasyiyah 88:22
  59. Al-Gasyiyah 88:23
  60. Al-Gasyiyah 88:24
  61. Al-Gasyiyah 88:25
  62. Al-Gasyiyah 88:26

At-Tariq 86:1

"Demi langit dan yang datang pada malam hari, tahukah kamu apa yang datang pada malam hari itu? (Yaitu) bintang yang cahayanya menembus, tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya. Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan. Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengem-balikannya (hidup sesudah mati). Pada hari dinampakkan segala rahasia, maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu ke-kuatan pun dan tidak (pula) seorang penolong. Demi langit yang mengandung hujan, dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan, sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar Firman yang memisahkan antara yang haq dan yang batil, dan sekali-kali bukanlah ia senda gurau. Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya. Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar." (Ath-Thariq: 1-17). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1-4) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلسَّمَآءِ وَٱلطَّارِقِ 1 ﴿ "Demi langit dan yang datang pada malam hari," kemudian yang datang di malam hari di-jelaskan dengan FirmanNya, ﴾ ٱلنَّجۡمُ ٱلثَّاقِبُ ﴿ "(Yaitu) bintang yang caha-yanya menembus," yakni yang bercahaya yang cahayanya menembus dan membakar langit hingga tembus dan terlihat dari bumi. Yang benar, bintang yang cahayanya menembus adalah kata umum yang mencakup seluruh bintang yang cahayanya menembus. Ada yang menafsirkannya dengan bintang saturnus yang memecah ketujuh langit dan menembusnya hingga dapat terlihat darinya. Disebut ath-Thariq karena bintang tersebut datang di waktu malam. Obyek sumpahnya adalah Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِن كُلُّ نَفۡسٖ لَّمَّا عَلَيۡهَا حَافِظٞ ﴿ "Tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya," yang menjaga amal perbuat-annya, baik dan buruknya, dan amal yang dijaganya akan dibalas. (5-7) ﴾ فَلۡيَنظُرِ ٱلۡإِنسَٰنُ مِمَّ خُلِقَ ﴿ "Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?" Yakni, hendaklah manusia merenungkan penciptaan dan permulaannya, dia adalah makhluk (yang tercipta) ﴾ مِن مَّآءٖ دَافِقٖ ﴿ "dari air yang terpancar," yaitu air mani yang ﴾ يَخۡرُجُ مِنۢ بَيۡنِ ٱلصُّلۡبِ وَٱلتَّرَآئِبِ ﴿ "keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perem-puan." Kemungkinan yang dimaksud adalah tulang belakang lelaki dan tulang dada perempuan dan kemungkinan yang dimaksud adalah air mani yang memancar, yaitu air mani lelaki, karena air mani keluar di antara tulang punggung dan tulang dada. Dan se-pertinya inilah yang lebih utama, karena sifat air yang memancar yang bisa dilihat dan dirasakan pancarannya adalah air mani lelaki. Di samping itu, kata tara`ib juga dipakai untuk kaum lelaki yang bagi kaum wanita adalah tulang dada. Andai yang dimaksudkan adalah wanita, tentu yang disebutkan adalah tulang sulbi dan tulang dada perempuan. Wallahu a'lam. (8-10) Dzat yang menciptakan manusia dari air yang me-mancar yang keluar dari tempat yang sulit, tentu mampu untuk mengembalikannya ke akhirat dan untuk membangkitkan, me-ngumpulkan, dan memberi balasan. Ada yang menafsirkan bahwa maknanya adalah, sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى kuasa untuk mengem-balikan air mani yang terpancar ke dalam tulang sulbi kembali. Meski secara makna benar, tapi bukan seperti itu maksud ayat ini. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman setelahnya, ﴾ يَوۡمَ تُبۡلَى ٱلسَّرَآئِرُ ﴿ "Pada hari di-nampakkan segala rahasia," yaitu rahasia-rahasia dada ditampakkan dan segala kebaikan dan keburukan yang ada di hati terlihat pada rona muka. Seperti difirmankan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ يَوۡمَ تَبۡيَضُّ وُجُوهٞ وَتَسۡوَدُّ وُجُوهٞۚ ﴿ "Pada hari wajah-wajah memutih dan wajah-wajah menghitam." (Ali Imran: 106). Di dalam dunia, banyak hal yang bisa disembunyikan yang tidak nampak oleh mata manusia, tapi di Hari Kiamat, kebaikan orang-orang baik dan dosa orang-orang yang berdosa pasti nampak. Semua hal menjadi terang dan jelas. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَمَا لَهُۥ مِن قُوَّةٖ ﴿ "Maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatan pun," yakni dari dirinya yang bisa menangkal, ﴾ وَلَا نَاصِرٖ ﴿ "dan tidak (pula) seorang penolong" dari luar yang menolongnya. Ini adalah sumpah terhadap orang-orang yang berbuat pada saat mereka melakukannya dan pada saat mereka diberi balasan. (11-14) Kemudian Allah سبحانه وتعالى membagi golongan selanjut-nya berdasar keabsahan al-Qur`an seraya berfirman, ﴾ وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلرَّجۡعِ 11 وَٱلۡأَرۡضِ ذَاتِ ٱلصَّدۡعِ 12 ﴿ "Demi langit yang mengandung hujan, dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan," yakni langit membawa hujan setiap tahunnya dan bumi mengembalikannya berupa tumbuh-tumbuhan sehingga manusia dan binatang bisa hidup dengannya. Langit juga membawa takdir dan urusan-urusan ilahi di setiap waktu sedang-kan bumi menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. ﴾ إِنَّهُۥ لَقَوۡلٞ فَصۡلٞ ﴿ "Sesung-guhnya al-Qur`an itu benar-benar Firman yang memisahkan antara yang haq dan yang batil," yaitu benar, jujur, jelas, dan terang, ﴾ وَمَا هُوَ بِٱلۡهَزۡلِ ﴿ "dan sekali-kali bukanlah ia senda gurau," yakni serius, bukan senda gurau. Al-Qur`an adalah Firman yang membedakan antara berba-gai golongan dan berbagai perkataan, serta memutuskan berbagai sengketa. (15-17) ﴾ إِنَّهُمۡ ﴿ "Sesungguhnya orang kafir itu," yaitu orang-orang yang mendustakan Rasulullah a dan al-Qur`an, ﴾ يَكِيدُونَ كَيۡدٗا ﴿ "merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya," agar dengan tipu daya mereka dapat menolak kebenaran dan menguat-kan kebatilan. ﴾ وَأَكِيدُ كَيۡدٗا ﴿ "Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya," untuk menampakkan kebenaran meski orang-orang kafir benci dan untuk menangkal kebatilan yang mereka bawa. Dengan demikian akan diketahui siapakah yang menang. Manusia sangatlah lemah dan hina untuk bisa mengalahkan Allah Yang Mahakuat lagi Maha Mengetahui dalam rencana pembalasan terhadap tipu daya. ﴾ فَمَهِّلِ ٱلۡكَٰفِرِينَ أَمۡهِلۡهُمۡ رُوَيۡدَۢا ﴿ "Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar," yakni sementara waktu, dan mereka akan mengetahui resiko sikap mereka pada saat siksaan menimpa. Selesai tafsir Surat ath-Thariq. Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam.

At-Tariq 86:2

"Demi langit dan yang datang pada malam hari, tahukah kamu apa yang datang pada malam hari itu? (Yaitu) bintang yang cahayanya menembus, tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya. Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan. Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengem-balikannya (hidup sesudah mati). Pada hari dinampakkan segala rahasia, maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu ke-kuatan pun dan tidak (pula) seorang penolong. Demi langit yang mengandung hujan, dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan, sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar Firman yang memisahkan antara yang haq dan yang batil, dan sekali-kali bukanlah ia senda gurau. Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya. Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar." (Ath-Thariq: 1-17). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1-4) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلسَّمَآءِ وَٱلطَّارِقِ 1 ﴿ "Demi langit dan yang datang pada malam hari," kemudian yang datang di malam hari di-jelaskan dengan FirmanNya, ﴾ ٱلنَّجۡمُ ٱلثَّاقِبُ ﴿ "(Yaitu) bintang yang caha-yanya menembus," yakni yang bercahaya yang cahayanya menembus dan membakar langit hingga tembus dan terlihat dari bumi. Yang benar, bintang yang cahayanya menembus adalah kata umum yang mencakup seluruh bintang yang cahayanya menembus. Ada yang menafsirkannya dengan bintang saturnus yang memecah ketujuh langit dan menembusnya hingga dapat terlihat darinya. Disebut ath-Thariq karena bintang tersebut datang di waktu malam. Obyek sumpahnya adalah Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِن كُلُّ نَفۡسٖ لَّمَّا عَلَيۡهَا حَافِظٞ ﴿ "Tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya," yang menjaga amal perbuat-annya, baik dan buruknya, dan amal yang dijaganya akan dibalas. (5-7) ﴾ فَلۡيَنظُرِ ٱلۡإِنسَٰنُ مِمَّ خُلِقَ ﴿ "Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?" Yakni, hendaklah manusia merenungkan penciptaan dan permulaannya, dia adalah makhluk (yang tercipta) ﴾ مِن مَّآءٖ دَافِقٖ ﴿ "dari air yang terpancar," yaitu air mani yang ﴾ يَخۡرُجُ مِنۢ بَيۡنِ ٱلصُّلۡبِ وَٱلتَّرَآئِبِ ﴿ "keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perem-puan." Kemungkinan yang dimaksud adalah tulang belakang lelaki dan tulang dada perempuan dan kemungkinan yang dimaksud adalah air mani yang memancar, yaitu air mani lelaki, karena air mani keluar di antara tulang punggung dan tulang dada. Dan se-pertinya inilah yang lebih utama, karena sifat air yang memancar yang bisa dilihat dan dirasakan pancarannya adalah air mani lelaki. Di samping itu, kata tara`ib juga dipakai untuk kaum lelaki yang bagi kaum wanita adalah tulang dada. Andai yang dimaksudkan adalah wanita, tentu yang disebutkan adalah tulang sulbi dan tulang dada perempuan. Wallahu a'lam. (8-10) Dzat yang menciptakan manusia dari air yang me-mancar yang keluar dari tempat yang sulit, tentu mampu untuk mengembalikannya ke akhirat dan untuk membangkitkan, me-ngumpulkan, dan memberi balasan. Ada yang menafsirkan bahwa maknanya adalah, sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى kuasa untuk mengem-balikan air mani yang terpancar ke dalam tulang sulbi kembali. Meski secara makna benar, tapi bukan seperti itu maksud ayat ini. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman setelahnya, ﴾ يَوۡمَ تُبۡلَى ٱلسَّرَآئِرُ ﴿ "Pada hari di-nampakkan segala rahasia," yaitu rahasia-rahasia dada ditampakkan dan segala kebaikan dan keburukan yang ada di hati terlihat pada rona muka. Seperti difirmankan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ يَوۡمَ تَبۡيَضُّ وُجُوهٞ وَتَسۡوَدُّ وُجُوهٞۚ ﴿ "Pada hari wajah-wajah memutih dan wajah-wajah menghitam." (Ali Imran: 106). Di dalam dunia, banyak hal yang bisa disembunyikan yang tidak nampak oleh mata manusia, tapi di Hari Kiamat, kebaikan orang-orang baik dan dosa orang-orang yang berdosa pasti nampak. Semua hal menjadi terang dan jelas. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَمَا لَهُۥ مِن قُوَّةٖ ﴿ "Maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatan pun," yakni dari dirinya yang bisa menangkal, ﴾ وَلَا نَاصِرٖ ﴿ "dan tidak (pula) seorang penolong" dari luar yang menolongnya. Ini adalah sumpah terhadap orang-orang yang berbuat pada saat mereka melakukannya dan pada saat mereka diberi balasan. (11-14) Kemudian Allah سبحانه وتعالى membagi golongan selanjut-nya berdasar keabsahan al-Qur`an seraya berfirman, ﴾ وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلرَّجۡعِ 11 وَٱلۡأَرۡضِ ذَاتِ ٱلصَّدۡعِ 12 ﴿ "Demi langit yang mengandung hujan, dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan," yakni langit membawa hujan setiap tahunnya dan bumi mengembalikannya berupa tumbuh-tumbuhan sehingga manusia dan binatang bisa hidup dengannya. Langit juga membawa takdir dan urusan-urusan ilahi di setiap waktu sedang-kan bumi menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. ﴾ إِنَّهُۥ لَقَوۡلٞ فَصۡلٞ ﴿ "Sesung-guhnya al-Qur`an itu benar-benar Firman yang memisahkan antara yang haq dan yang batil," yaitu benar, jujur, jelas, dan terang, ﴾ وَمَا هُوَ بِٱلۡهَزۡلِ ﴿ "dan sekali-kali bukanlah ia senda gurau," yakni serius, bukan senda gurau. Al-Qur`an adalah Firman yang membedakan antara berba-gai golongan dan berbagai perkataan, serta memutuskan berbagai sengketa. (15-17) ﴾ إِنَّهُمۡ ﴿ "Sesungguhnya orang kafir itu," yaitu orang-orang yang mendustakan Rasulullah a dan al-Qur`an, ﴾ يَكِيدُونَ كَيۡدٗا ﴿ "merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya," agar dengan tipu daya mereka dapat menolak kebenaran dan menguat-kan kebatilan. ﴾ وَأَكِيدُ كَيۡدٗا ﴿ "Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya," untuk menampakkan kebenaran meski orang-orang kafir benci dan untuk menangkal kebatilan yang mereka bawa. Dengan demikian akan diketahui siapakah yang menang. Manusia sangatlah lemah dan hina untuk bisa mengalahkan Allah Yang Mahakuat lagi Maha Mengetahui dalam rencana pembalasan terhadap tipu daya. ﴾ فَمَهِّلِ ٱلۡكَٰفِرِينَ أَمۡهِلۡهُمۡ رُوَيۡدَۢا ﴿ "Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar," yakni sementara waktu, dan mereka akan mengetahui resiko sikap mereka pada saat siksaan menimpa. Selesai tafsir Surat ath-Thariq. Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam.

At-Tariq 86:3

"Demi langit dan yang datang pada malam hari, tahukah kamu apa yang datang pada malam hari itu? (Yaitu) bintang yang cahayanya menembus, tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya. Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan. Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengem-balikannya (hidup sesudah mati). Pada hari dinampakkan segala rahasia, maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu ke-kuatan pun dan tidak (pula) seorang penolong. Demi langit yang mengandung hujan, dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan, sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar Firman yang memisahkan antara yang haq dan yang batil, dan sekali-kali bukanlah ia senda gurau. Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya. Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar." (Ath-Thariq: 1-17). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1-4) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلسَّمَآءِ وَٱلطَّارِقِ 1 ﴿ "Demi langit dan yang datang pada malam hari," kemudian yang datang di malam hari di-jelaskan dengan FirmanNya, ﴾ ٱلنَّجۡمُ ٱلثَّاقِبُ ﴿ "(Yaitu) bintang yang caha-yanya menembus," yakni yang bercahaya yang cahayanya menembus dan membakar langit hingga tembus dan terlihat dari bumi. Yang benar, bintang yang cahayanya menembus adalah kata umum yang mencakup seluruh bintang yang cahayanya menembus. Ada yang menafsirkannya dengan bintang saturnus yang memecah ketujuh langit dan menembusnya hingga dapat terlihat darinya. Disebut ath-Thariq karena bintang tersebut datang di waktu malam. Obyek sumpahnya adalah Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِن كُلُّ نَفۡسٖ لَّمَّا عَلَيۡهَا حَافِظٞ ﴿ "Tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya," yang menjaga amal perbuat-annya, baik dan buruknya, dan amal yang dijaganya akan dibalas. (5-7) ﴾ فَلۡيَنظُرِ ٱلۡإِنسَٰنُ مِمَّ خُلِقَ ﴿ "Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?" Yakni, hendaklah manusia merenungkan penciptaan dan permulaannya, dia adalah makhluk (yang tercipta) ﴾ مِن مَّآءٖ دَافِقٖ ﴿ "dari air yang terpancar," yaitu air mani yang ﴾ يَخۡرُجُ مِنۢ بَيۡنِ ٱلصُّلۡبِ وَٱلتَّرَآئِبِ ﴿ "keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perem-puan." Kemungkinan yang dimaksud adalah tulang belakang lelaki dan tulang dada perempuan dan kemungkinan yang dimaksud adalah air mani yang memancar, yaitu air mani lelaki, karena air mani keluar di antara tulang punggung dan tulang dada. Dan se-pertinya inilah yang lebih utama, karena sifat air yang memancar yang bisa dilihat dan dirasakan pancarannya adalah air mani lelaki. Di samping itu, kata tara`ib juga dipakai untuk kaum lelaki yang bagi kaum wanita adalah tulang dada. Andai yang dimaksudkan adalah wanita, tentu yang disebutkan adalah tulang sulbi dan tulang dada perempuan. Wallahu a'lam. (8-10) Dzat yang menciptakan manusia dari air yang me-mancar yang keluar dari tempat yang sulit, tentu mampu untuk mengembalikannya ke akhirat dan untuk membangkitkan, me-ngumpulkan, dan memberi balasan. Ada yang menafsirkan bahwa maknanya adalah, sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى kuasa untuk mengem-balikan air mani yang terpancar ke dalam tulang sulbi kembali. Meski secara makna benar, tapi bukan seperti itu maksud ayat ini. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman setelahnya, ﴾ يَوۡمَ تُبۡلَى ٱلسَّرَآئِرُ ﴿ "Pada hari di-nampakkan segala rahasia," yaitu rahasia-rahasia dada ditampakkan dan segala kebaikan dan keburukan yang ada di hati terlihat pada rona muka. Seperti difirmankan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ يَوۡمَ تَبۡيَضُّ وُجُوهٞ وَتَسۡوَدُّ وُجُوهٞۚ ﴿ "Pada hari wajah-wajah memutih dan wajah-wajah menghitam." (Ali Imran: 106). Di dalam dunia, banyak hal yang bisa disembunyikan yang tidak nampak oleh mata manusia, tapi di Hari Kiamat, kebaikan orang-orang baik dan dosa orang-orang yang berdosa pasti nampak. Semua hal menjadi terang dan jelas. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَمَا لَهُۥ مِن قُوَّةٖ ﴿ "Maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatan pun," yakni dari dirinya yang bisa menangkal, ﴾ وَلَا نَاصِرٖ ﴿ "dan tidak (pula) seorang penolong" dari luar yang menolongnya. Ini adalah sumpah terhadap orang-orang yang berbuat pada saat mereka melakukannya dan pada saat mereka diberi balasan. (11-14) Kemudian Allah سبحانه وتعالى membagi golongan selanjut-nya berdasar keabsahan al-Qur`an seraya berfirman, ﴾ وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلرَّجۡعِ 11 وَٱلۡأَرۡضِ ذَاتِ ٱلصَّدۡعِ 12 ﴿ "Demi langit yang mengandung hujan, dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan," yakni langit membawa hujan setiap tahunnya dan bumi mengembalikannya berupa tumbuh-tumbuhan sehingga manusia dan binatang bisa hidup dengannya. Langit juga membawa takdir dan urusan-urusan ilahi di setiap waktu sedang-kan bumi menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. ﴾ إِنَّهُۥ لَقَوۡلٞ فَصۡلٞ ﴿ "Sesung-guhnya al-Qur`an itu benar-benar Firman yang memisahkan antara yang haq dan yang batil," yaitu benar, jujur, jelas, dan terang, ﴾ وَمَا هُوَ بِٱلۡهَزۡلِ ﴿ "dan sekali-kali bukanlah ia senda gurau," yakni serius, bukan senda gurau. Al-Qur`an adalah Firman yang membedakan antara berba-gai golongan dan berbagai perkataan, serta memutuskan berbagai sengketa. (15-17) ﴾ إِنَّهُمۡ ﴿ "Sesungguhnya orang kafir itu," yaitu orang-orang yang mendustakan Rasulullah a dan al-Qur`an, ﴾ يَكِيدُونَ كَيۡدٗا ﴿ "merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya," agar dengan tipu daya mereka dapat menolak kebenaran dan menguat-kan kebatilan. ﴾ وَأَكِيدُ كَيۡدٗا ﴿ "Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya," untuk menampakkan kebenaran meski orang-orang kafir benci dan untuk menangkal kebatilan yang mereka bawa. Dengan demikian akan diketahui siapakah yang menang. Manusia sangatlah lemah dan hina untuk bisa mengalahkan Allah Yang Mahakuat lagi Maha Mengetahui dalam rencana pembalasan terhadap tipu daya. ﴾ فَمَهِّلِ ٱلۡكَٰفِرِينَ أَمۡهِلۡهُمۡ رُوَيۡدَۢا ﴿ "Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar," yakni sementara waktu, dan mereka akan mengetahui resiko sikap mereka pada saat siksaan menimpa. Selesai tafsir Surat ath-Thariq. Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam.

At-Tariq 86:4

"Demi langit dan yang datang pada malam hari, tahukah kamu apa yang datang pada malam hari itu? (Yaitu) bintang yang cahayanya menembus, tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya. Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan. Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengem-balikannya (hidup sesudah mati). Pada hari dinampakkan segala rahasia, maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu ke-kuatan pun dan tidak (pula) seorang penolong. Demi langit yang mengandung hujan, dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan, sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar Firman yang memisahkan antara yang haq dan yang batil, dan sekali-kali bukanlah ia senda gurau. Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya. Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar." (Ath-Thariq: 1-17). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1-4) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلسَّمَآءِ وَٱلطَّارِقِ 1 ﴿ "Demi langit dan yang datang pada malam hari," kemudian yang datang di malam hari di-jelaskan dengan FirmanNya, ﴾ ٱلنَّجۡمُ ٱلثَّاقِبُ ﴿ "(Yaitu) bintang yang caha-yanya menembus," yakni yang bercahaya yang cahayanya menembus dan membakar langit hingga tembus dan terlihat dari bumi. Yang benar, bintang yang cahayanya menembus adalah kata umum yang mencakup seluruh bintang yang cahayanya menembus. Ada yang menafsirkannya dengan bintang saturnus yang memecah ketujuh langit dan menembusnya hingga dapat terlihat darinya. Disebut ath-Thariq karena bintang tersebut datang di waktu malam. Obyek sumpahnya adalah Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِن كُلُّ نَفۡسٖ لَّمَّا عَلَيۡهَا حَافِظٞ ﴿ "Tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya," yang menjaga amal perbuat-annya, baik dan buruknya, dan amal yang dijaganya akan dibalas. (5-7) ﴾ فَلۡيَنظُرِ ٱلۡإِنسَٰنُ مِمَّ خُلِقَ ﴿ "Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?" Yakni, hendaklah manusia merenungkan penciptaan dan permulaannya, dia adalah makhluk (yang tercipta) ﴾ مِن مَّآءٖ دَافِقٖ ﴿ "dari air yang terpancar," yaitu air mani yang ﴾ يَخۡرُجُ مِنۢ بَيۡنِ ٱلصُّلۡبِ وَٱلتَّرَآئِبِ ﴿ "keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perem-puan." Kemungkinan yang dimaksud adalah tulang belakang lelaki dan tulang dada perempuan dan kemungkinan yang dimaksud adalah air mani yang memancar, yaitu air mani lelaki, karena air mani keluar di antara tulang punggung dan tulang dada. Dan se-pertinya inilah yang lebih utama, karena sifat air yang memancar yang bisa dilihat dan dirasakan pancarannya adalah air mani lelaki. Di samping itu, kata tara`ib juga dipakai untuk kaum lelaki yang bagi kaum wanita adalah tulang dada. Andai yang dimaksudkan adalah wanita, tentu yang disebutkan adalah tulang sulbi dan tulang dada perempuan. Wallahu a'lam. (8-10) Dzat yang menciptakan manusia dari air yang me-mancar yang keluar dari tempat yang sulit, tentu mampu untuk mengembalikannya ke akhirat dan untuk membangkitkan, me-ngumpulkan, dan memberi balasan. Ada yang menafsirkan bahwa maknanya adalah, sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى kuasa untuk mengem-balikan air mani yang terpancar ke dalam tulang sulbi kembali. Meski secara makna benar, tapi bukan seperti itu maksud ayat ini. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman setelahnya, ﴾ يَوۡمَ تُبۡلَى ٱلسَّرَآئِرُ ﴿ "Pada hari di-nampakkan segala rahasia," yaitu rahasia-rahasia dada ditampakkan dan segala kebaikan dan keburukan yang ada di hati terlihat pada rona muka. Seperti difirmankan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ يَوۡمَ تَبۡيَضُّ وُجُوهٞ وَتَسۡوَدُّ وُجُوهٞۚ ﴿ "Pada hari wajah-wajah memutih dan wajah-wajah menghitam." (Ali Imran: 106). Di dalam dunia, banyak hal yang bisa disembunyikan yang tidak nampak oleh mata manusia, tapi di Hari Kiamat, kebaikan orang-orang baik dan dosa orang-orang yang berdosa pasti nampak. Semua hal menjadi terang dan jelas. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَمَا لَهُۥ مِن قُوَّةٖ ﴿ "Maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatan pun," yakni dari dirinya yang bisa menangkal, ﴾ وَلَا نَاصِرٖ ﴿ "dan tidak (pula) seorang penolong" dari luar yang menolongnya. Ini adalah sumpah terhadap orang-orang yang berbuat pada saat mereka melakukannya dan pada saat mereka diberi balasan. (11-14) Kemudian Allah سبحانه وتعالى membagi golongan selanjut-nya berdasar keabsahan al-Qur`an seraya berfirman, ﴾ وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلرَّجۡعِ 11 وَٱلۡأَرۡضِ ذَاتِ ٱلصَّدۡعِ 12 ﴿ "Demi langit yang mengandung hujan, dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan," yakni langit membawa hujan setiap tahunnya dan bumi mengembalikannya berupa tumbuh-tumbuhan sehingga manusia dan binatang bisa hidup dengannya. Langit juga membawa takdir dan urusan-urusan ilahi di setiap waktu sedang-kan bumi menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. ﴾ إِنَّهُۥ لَقَوۡلٞ فَصۡلٞ ﴿ "Sesung-guhnya al-Qur`an itu benar-benar Firman yang memisahkan antara yang haq dan yang batil," yaitu benar, jujur, jelas, dan terang, ﴾ وَمَا هُوَ بِٱلۡهَزۡلِ ﴿ "dan sekali-kali bukanlah ia senda gurau," yakni serius, bukan senda gurau. Al-Qur`an adalah Firman yang membedakan antara berba-gai golongan dan berbagai perkataan, serta memutuskan berbagai sengketa. (15-17) ﴾ إِنَّهُمۡ ﴿ "Sesungguhnya orang kafir itu," yaitu orang-orang yang mendustakan Rasulullah a dan al-Qur`an, ﴾ يَكِيدُونَ كَيۡدٗا ﴿ "merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya," agar dengan tipu daya mereka dapat menolak kebenaran dan menguat-kan kebatilan. ﴾ وَأَكِيدُ كَيۡدٗا ﴿ "Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya," untuk menampakkan kebenaran meski orang-orang kafir benci dan untuk menangkal kebatilan yang mereka bawa. Dengan demikian akan diketahui siapakah yang menang. Manusia sangatlah lemah dan hina untuk bisa mengalahkan Allah Yang Mahakuat lagi Maha Mengetahui dalam rencana pembalasan terhadap tipu daya. ﴾ فَمَهِّلِ ٱلۡكَٰفِرِينَ أَمۡهِلۡهُمۡ رُوَيۡدَۢا ﴿ "Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar," yakni sementara waktu, dan mereka akan mengetahui resiko sikap mereka pada saat siksaan menimpa. Selesai tafsir Surat ath-Thariq. Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam.

At-Tariq 86:5

"Demi langit dan yang datang pada malam hari, tahukah kamu apa yang datang pada malam hari itu? (Yaitu) bintang yang cahayanya menembus, tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya. Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan. Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengem-balikannya (hidup sesudah mati). Pada hari dinampakkan segala rahasia, maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu ke-kuatan pun dan tidak (pula) seorang penolong. Demi langit yang mengandung hujan, dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan, sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar Firman yang memisahkan antara yang haq dan yang batil, dan sekali-kali bukanlah ia senda gurau. Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya. Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar." (Ath-Thariq: 1-17). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1-4) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلسَّمَآءِ وَٱلطَّارِقِ 1 ﴿ "Demi langit dan yang datang pada malam hari," kemudian yang datang di malam hari di-jelaskan dengan FirmanNya, ﴾ ٱلنَّجۡمُ ٱلثَّاقِبُ ﴿ "(Yaitu) bintang yang caha-yanya menembus," yakni yang bercahaya yang cahayanya menembus dan membakar langit hingga tembus dan terlihat dari bumi. Yang benar, bintang yang cahayanya menembus adalah kata umum yang mencakup seluruh bintang yang cahayanya menembus. Ada yang menafsirkannya dengan bintang saturnus yang memecah ketujuh langit dan menembusnya hingga dapat terlihat darinya. Disebut ath-Thariq karena bintang tersebut datang di waktu malam. Obyek sumpahnya adalah Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِن كُلُّ نَفۡسٖ لَّمَّا عَلَيۡهَا حَافِظٞ ﴿ "Tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya," yang menjaga amal perbuat-annya, baik dan buruknya, dan amal yang dijaganya akan dibalas. (5-7) ﴾ فَلۡيَنظُرِ ٱلۡإِنسَٰنُ مِمَّ خُلِقَ ﴿ "Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?" Yakni, hendaklah manusia merenungkan penciptaan dan permulaannya, dia adalah makhluk (yang tercipta) ﴾ مِن مَّآءٖ دَافِقٖ ﴿ "dari air yang terpancar," yaitu air mani yang ﴾ يَخۡرُجُ مِنۢ بَيۡنِ ٱلصُّلۡبِ وَٱلتَّرَآئِبِ ﴿ "keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perem-puan." Kemungkinan yang dimaksud adalah tulang belakang lelaki dan tulang dada perempuan dan kemungkinan yang dimaksud adalah air mani yang memancar, yaitu air mani lelaki, karena air mani keluar di antara tulang punggung dan tulang dada. Dan se-pertinya inilah yang lebih utama, karena sifat air yang memancar yang bisa dilihat dan dirasakan pancarannya adalah air mani lelaki. Di samping itu, kata tara`ib juga dipakai untuk kaum lelaki yang bagi kaum wanita adalah tulang dada. Andai yang dimaksudkan adalah wanita, tentu yang disebutkan adalah tulang sulbi dan tulang dada perempuan. Wallahu a'lam. (8-10) Dzat yang menciptakan manusia dari air yang me-mancar yang keluar dari tempat yang sulit, tentu mampu untuk mengembalikannya ke akhirat dan untuk membangkitkan, me-ngumpulkan, dan memberi balasan. Ada yang menafsirkan bahwa maknanya adalah, sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى kuasa untuk mengem-balikan air mani yang terpancar ke dalam tulang sulbi kembali. Meski secara makna benar, tapi bukan seperti itu maksud ayat ini. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman setelahnya, ﴾ يَوۡمَ تُبۡلَى ٱلسَّرَآئِرُ ﴿ "Pada hari di-nampakkan segala rahasia," yaitu rahasia-rahasia dada ditampakkan dan segala kebaikan dan keburukan yang ada di hati terlihat pada rona muka. Seperti difirmankan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ يَوۡمَ تَبۡيَضُّ وُجُوهٞ وَتَسۡوَدُّ وُجُوهٞۚ ﴿ "Pada hari wajah-wajah memutih dan wajah-wajah menghitam." (Ali Imran: 106). Di dalam dunia, banyak hal yang bisa disembunyikan yang tidak nampak oleh mata manusia, tapi di Hari Kiamat, kebaikan orang-orang baik dan dosa orang-orang yang berdosa pasti nampak. Semua hal menjadi terang dan jelas. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَمَا لَهُۥ مِن قُوَّةٖ ﴿ "Maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatan pun," yakni dari dirinya yang bisa menangkal, ﴾ وَلَا نَاصِرٖ ﴿ "dan tidak (pula) seorang penolong" dari luar yang menolongnya. Ini adalah sumpah terhadap orang-orang yang berbuat pada saat mereka melakukannya dan pada saat mereka diberi balasan. (11-14) Kemudian Allah سبحانه وتعالى membagi golongan selanjut-nya berdasar keabsahan al-Qur`an seraya berfirman, ﴾ وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلرَّجۡعِ 11 وَٱلۡأَرۡضِ ذَاتِ ٱلصَّدۡعِ 12 ﴿ "Demi langit yang mengandung hujan, dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan," yakni langit membawa hujan setiap tahunnya dan bumi mengembalikannya berupa tumbuh-tumbuhan sehingga manusia dan binatang bisa hidup dengannya. Langit juga membawa takdir dan urusan-urusan ilahi di setiap waktu sedang-kan bumi menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. ﴾ إِنَّهُۥ لَقَوۡلٞ فَصۡلٞ ﴿ "Sesung-guhnya al-Qur`an itu benar-benar Firman yang memisahkan antara yang haq dan yang batil," yaitu benar, jujur, jelas, dan terang, ﴾ وَمَا هُوَ بِٱلۡهَزۡلِ ﴿ "dan sekali-kali bukanlah ia senda gurau," yakni serius, bukan senda gurau. Al-Qur`an adalah Firman yang membedakan antara berba-gai golongan dan berbagai perkataan, serta memutuskan berbagai sengketa. (15-17) ﴾ إِنَّهُمۡ ﴿ "Sesungguhnya orang kafir itu," yaitu orang-orang yang mendustakan Rasulullah a dan al-Qur`an, ﴾ يَكِيدُونَ كَيۡدٗا ﴿ "merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya," agar dengan tipu daya mereka dapat menolak kebenaran dan menguat-kan kebatilan. ﴾ وَأَكِيدُ كَيۡدٗا ﴿ "Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya," untuk menampakkan kebenaran meski orang-orang kafir benci dan untuk menangkal kebatilan yang mereka bawa. Dengan demikian akan diketahui siapakah yang menang. Manusia sangatlah lemah dan hina untuk bisa mengalahkan Allah Yang Mahakuat lagi Maha Mengetahui dalam rencana pembalasan terhadap tipu daya. ﴾ فَمَهِّلِ ٱلۡكَٰفِرِينَ أَمۡهِلۡهُمۡ رُوَيۡدَۢا ﴿ "Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar," yakni sementara waktu, dan mereka akan mengetahui resiko sikap mereka pada saat siksaan menimpa. Selesai tafsir Surat ath-Thariq. Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam.

At-Tariq 86:6

"Demi langit dan yang datang pada malam hari, tahukah kamu apa yang datang pada malam hari itu? (Yaitu) bintang yang cahayanya menembus, tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya. Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan. Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengem-balikannya (hidup sesudah mati). Pada hari dinampakkan segala rahasia, maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu ke-kuatan pun dan tidak (pula) seorang penolong. Demi langit yang mengandung hujan, dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan, sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar Firman yang memisahkan antara yang haq dan yang batil, dan sekali-kali bukanlah ia senda gurau. Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya. Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar." (Ath-Thariq: 1-17). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1-4) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلسَّمَآءِ وَٱلطَّارِقِ 1 ﴿ "Demi langit dan yang datang pada malam hari," kemudian yang datang di malam hari di-jelaskan dengan FirmanNya, ﴾ ٱلنَّجۡمُ ٱلثَّاقِبُ ﴿ "(Yaitu) bintang yang caha-yanya menembus," yakni yang bercahaya yang cahayanya menembus dan membakar langit hingga tembus dan terlihat dari bumi. Yang benar, bintang yang cahayanya menembus adalah kata umum yang mencakup seluruh bintang yang cahayanya menembus. Ada yang menafsirkannya dengan bintang saturnus yang memecah ketujuh langit dan menembusnya hingga dapat terlihat darinya. Disebut ath-Thariq karena bintang tersebut datang di waktu malam. Obyek sumpahnya adalah Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِن كُلُّ نَفۡسٖ لَّمَّا عَلَيۡهَا حَافِظٞ ﴿ "Tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya," yang menjaga amal perbuat-annya, baik dan buruknya, dan amal yang dijaganya akan dibalas. (5-7) ﴾ فَلۡيَنظُرِ ٱلۡإِنسَٰنُ مِمَّ خُلِقَ ﴿ "Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?" Yakni, hendaklah manusia merenungkan penciptaan dan permulaannya, dia adalah makhluk (yang tercipta) ﴾ مِن مَّآءٖ دَافِقٖ ﴿ "dari air yang terpancar," yaitu air mani yang ﴾ يَخۡرُجُ مِنۢ بَيۡنِ ٱلصُّلۡبِ وَٱلتَّرَآئِبِ ﴿ "keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perem-puan." Kemungkinan yang dimaksud adalah tulang belakang lelaki dan tulang dada perempuan dan kemungkinan yang dimaksud adalah air mani yang memancar, yaitu air mani lelaki, karena air mani keluar di antara tulang punggung dan tulang dada. Dan se-pertinya inilah yang lebih utama, karena sifat air yang memancar yang bisa dilihat dan dirasakan pancarannya adalah air mani lelaki. Di samping itu, kata tara`ib juga dipakai untuk kaum lelaki yang bagi kaum wanita adalah tulang dada. Andai yang dimaksudkan adalah wanita, tentu yang disebutkan adalah tulang sulbi dan tulang dada perempuan. Wallahu a'lam. (8-10) Dzat yang menciptakan manusia dari air yang me-mancar yang keluar dari tempat yang sulit, tentu mampu untuk mengembalikannya ke akhirat dan untuk membangkitkan, me-ngumpulkan, dan memberi balasan. Ada yang menafsirkan bahwa maknanya adalah, sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى kuasa untuk mengem-balikan air mani yang terpancar ke dalam tulang sulbi kembali. Meski secara makna benar, tapi bukan seperti itu maksud ayat ini. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman setelahnya, ﴾ يَوۡمَ تُبۡلَى ٱلسَّرَآئِرُ ﴿ "Pada hari di-nampakkan segala rahasia," yaitu rahasia-rahasia dada ditampakkan dan segala kebaikan dan keburukan yang ada di hati terlihat pada rona muka. Seperti difirmankan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ يَوۡمَ تَبۡيَضُّ وُجُوهٞ وَتَسۡوَدُّ وُجُوهٞۚ ﴿ "Pada hari wajah-wajah memutih dan wajah-wajah menghitam." (Ali Imran: 106). Di dalam dunia, banyak hal yang bisa disembunyikan yang tidak nampak oleh mata manusia, tapi di Hari Kiamat, kebaikan orang-orang baik dan dosa orang-orang yang berdosa pasti nampak. Semua hal menjadi terang dan jelas. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَمَا لَهُۥ مِن قُوَّةٖ ﴿ "Maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatan pun," yakni dari dirinya yang bisa menangkal, ﴾ وَلَا نَاصِرٖ ﴿ "dan tidak (pula) seorang penolong" dari luar yang menolongnya. Ini adalah sumpah terhadap orang-orang yang berbuat pada saat mereka melakukannya dan pada saat mereka diberi balasan. (11-14) Kemudian Allah سبحانه وتعالى membagi golongan selanjut-nya berdasar keabsahan al-Qur`an seraya berfirman, ﴾ وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلرَّجۡعِ 11 وَٱلۡأَرۡضِ ذَاتِ ٱلصَّدۡعِ 12 ﴿ "Demi langit yang mengandung hujan, dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan," yakni langit membawa hujan setiap tahunnya dan bumi mengembalikannya berupa tumbuh-tumbuhan sehingga manusia dan binatang bisa hidup dengannya. Langit juga membawa takdir dan urusan-urusan ilahi di setiap waktu sedang-kan bumi menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. ﴾ إِنَّهُۥ لَقَوۡلٞ فَصۡلٞ ﴿ "Sesung-guhnya al-Qur`an itu benar-benar Firman yang memisahkan antara yang haq dan yang batil," yaitu benar, jujur, jelas, dan terang, ﴾ وَمَا هُوَ بِٱلۡهَزۡلِ ﴿ "dan sekali-kali bukanlah ia senda gurau," yakni serius, bukan senda gurau. Al-Qur`an adalah Firman yang membedakan antara berba-gai golongan dan berbagai perkataan, serta memutuskan berbagai sengketa. (15-17) ﴾ إِنَّهُمۡ ﴿ "Sesungguhnya orang kafir itu," yaitu orang-orang yang mendustakan Rasulullah a dan al-Qur`an, ﴾ يَكِيدُونَ كَيۡدٗا ﴿ "merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya," agar dengan tipu daya mereka dapat menolak kebenaran dan menguat-kan kebatilan. ﴾ وَأَكِيدُ كَيۡدٗا ﴿ "Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya," untuk menampakkan kebenaran meski orang-orang kafir benci dan untuk menangkal kebatilan yang mereka bawa. Dengan demikian akan diketahui siapakah yang menang. Manusia sangatlah lemah dan hina untuk bisa mengalahkan Allah Yang Mahakuat lagi Maha Mengetahui dalam rencana pembalasan terhadap tipu daya. ﴾ فَمَهِّلِ ٱلۡكَٰفِرِينَ أَمۡهِلۡهُمۡ رُوَيۡدَۢا ﴿ "Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar," yakni sementara waktu, dan mereka akan mengetahui resiko sikap mereka pada saat siksaan menimpa. Selesai tafsir Surat ath-Thariq. Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam.

At-Tariq 86:7

"Demi langit dan yang datang pada malam hari, tahukah kamu apa yang datang pada malam hari itu? (Yaitu) bintang yang cahayanya menembus, tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya. Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan. Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengem-balikannya (hidup sesudah mati). Pada hari dinampakkan segala rahasia, maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu ke-kuatan pun dan tidak (pula) seorang penolong. Demi langit yang mengandung hujan, dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan, sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar Firman yang memisahkan antara yang haq dan yang batil, dan sekali-kali bukanlah ia senda gurau. Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya. Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar." (Ath-Thariq: 1-17). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1-4) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلسَّمَآءِ وَٱلطَّارِقِ 1 ﴿ "Demi langit dan yang datang pada malam hari," kemudian yang datang di malam hari di-jelaskan dengan FirmanNya, ﴾ ٱلنَّجۡمُ ٱلثَّاقِبُ ﴿ "(Yaitu) bintang yang caha-yanya menembus," yakni yang bercahaya yang cahayanya menembus dan membakar langit hingga tembus dan terlihat dari bumi. Yang benar, bintang yang cahayanya menembus adalah kata umum yang mencakup seluruh bintang yang cahayanya menembus. Ada yang menafsirkannya dengan bintang saturnus yang memecah ketujuh langit dan menembusnya hingga dapat terlihat darinya. Disebut ath-Thariq karena bintang tersebut datang di waktu malam. Obyek sumpahnya adalah Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِن كُلُّ نَفۡسٖ لَّمَّا عَلَيۡهَا حَافِظٞ ﴿ "Tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya," yang menjaga amal perbuat-annya, baik dan buruknya, dan amal yang dijaganya akan dibalas. (5-7) ﴾ فَلۡيَنظُرِ ٱلۡإِنسَٰنُ مِمَّ خُلِقَ ﴿ "Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?" Yakni, hendaklah manusia merenungkan penciptaan dan permulaannya, dia adalah makhluk (yang tercipta) ﴾ مِن مَّآءٖ دَافِقٖ ﴿ "dari air yang terpancar," yaitu air mani yang ﴾ يَخۡرُجُ مِنۢ بَيۡنِ ٱلصُّلۡبِ وَٱلتَّرَآئِبِ ﴿ "keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perem-puan." Kemungkinan yang dimaksud adalah tulang belakang lelaki dan tulang dada perempuan dan kemungkinan yang dimaksud adalah air mani yang memancar, yaitu air mani lelaki, karena air mani keluar di antara tulang punggung dan tulang dada. Dan se-pertinya inilah yang lebih utama, karena sifat air yang memancar yang bisa dilihat dan dirasakan pancarannya adalah air mani lelaki. Di samping itu, kata tara`ib juga dipakai untuk kaum lelaki yang bagi kaum wanita adalah tulang dada. Andai yang dimaksudkan adalah wanita, tentu yang disebutkan adalah tulang sulbi dan tulang dada perempuan. Wallahu a'lam. (8-10) Dzat yang menciptakan manusia dari air yang me-mancar yang keluar dari tempat yang sulit, tentu mampu untuk mengembalikannya ke akhirat dan untuk membangkitkan, me-ngumpulkan, dan memberi balasan. Ada yang menafsirkan bahwa maknanya adalah, sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى kuasa untuk mengem-balikan air mani yang terpancar ke dalam tulang sulbi kembali. Meski secara makna benar, tapi bukan seperti itu maksud ayat ini. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman setelahnya, ﴾ يَوۡمَ تُبۡلَى ٱلسَّرَآئِرُ ﴿ "Pada hari di-nampakkan segala rahasia," yaitu rahasia-rahasia dada ditampakkan dan segala kebaikan dan keburukan yang ada di hati terlihat pada rona muka. Seperti difirmankan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ يَوۡمَ تَبۡيَضُّ وُجُوهٞ وَتَسۡوَدُّ وُجُوهٞۚ ﴿ "Pada hari wajah-wajah memutih dan wajah-wajah menghitam." (Ali Imran: 106). Di dalam dunia, banyak hal yang bisa disembunyikan yang tidak nampak oleh mata manusia, tapi di Hari Kiamat, kebaikan orang-orang baik dan dosa orang-orang yang berdosa pasti nampak. Semua hal menjadi terang dan jelas. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَمَا لَهُۥ مِن قُوَّةٖ ﴿ "Maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatan pun," yakni dari dirinya yang bisa menangkal, ﴾ وَلَا نَاصِرٖ ﴿ "dan tidak (pula) seorang penolong" dari luar yang menolongnya. Ini adalah sumpah terhadap orang-orang yang berbuat pada saat mereka melakukannya dan pada saat mereka diberi balasan. (11-14) Kemudian Allah سبحانه وتعالى membagi golongan selanjut-nya berdasar keabsahan al-Qur`an seraya berfirman, ﴾ وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلرَّجۡعِ 11 وَٱلۡأَرۡضِ ذَاتِ ٱلصَّدۡعِ 12 ﴿ "Demi langit yang mengandung hujan, dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan," yakni langit membawa hujan setiap tahunnya dan bumi mengembalikannya berupa tumbuh-tumbuhan sehingga manusia dan binatang bisa hidup dengannya. Langit juga membawa takdir dan urusan-urusan ilahi di setiap waktu sedang-kan bumi menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. ﴾ إِنَّهُۥ لَقَوۡلٞ فَصۡلٞ ﴿ "Sesung-guhnya al-Qur`an itu benar-benar Firman yang memisahkan antara yang haq dan yang batil," yaitu benar, jujur, jelas, dan terang, ﴾ وَمَا هُوَ بِٱلۡهَزۡلِ ﴿ "dan sekali-kali bukanlah ia senda gurau," yakni serius, bukan senda gurau. Al-Qur`an adalah Firman yang membedakan antara berba-gai golongan dan berbagai perkataan, serta memutuskan berbagai sengketa. (15-17) ﴾ إِنَّهُمۡ ﴿ "Sesungguhnya orang kafir itu," yaitu orang-orang yang mendustakan Rasulullah a dan al-Qur`an, ﴾ يَكِيدُونَ كَيۡدٗا ﴿ "merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya," agar dengan tipu daya mereka dapat menolak kebenaran dan menguat-kan kebatilan. ﴾ وَأَكِيدُ كَيۡدٗا ﴿ "Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya," untuk menampakkan kebenaran meski orang-orang kafir benci dan untuk menangkal kebatilan yang mereka bawa. Dengan demikian akan diketahui siapakah yang menang. Manusia sangatlah lemah dan hina untuk bisa mengalahkan Allah Yang Mahakuat lagi Maha Mengetahui dalam rencana pembalasan terhadap tipu daya. ﴾ فَمَهِّلِ ٱلۡكَٰفِرِينَ أَمۡهِلۡهُمۡ رُوَيۡدَۢا ﴿ "Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar," yakni sementara waktu, dan mereka akan mengetahui resiko sikap mereka pada saat siksaan menimpa. Selesai tafsir Surat ath-Thariq. Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam.

At-Tariq 86:8

"Demi langit dan yang datang pada malam hari, tahukah kamu apa yang datang pada malam hari itu? (Yaitu) bintang yang cahayanya menembus, tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya. Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan. Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengem-balikannya (hidup sesudah mati). Pada hari dinampakkan segala rahasia, maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu ke-kuatan pun dan tidak (pula) seorang penolong. Demi langit yang mengandung hujan, dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan, sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar Firman yang memisahkan antara yang haq dan yang batil, dan sekali-kali bukanlah ia senda gurau. Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya. Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar." (Ath-Thariq: 1-17). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1-4) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلسَّمَآءِ وَٱلطَّارِقِ 1 ﴿ "Demi langit dan yang datang pada malam hari," kemudian yang datang di malam hari di-jelaskan dengan FirmanNya, ﴾ ٱلنَّجۡمُ ٱلثَّاقِبُ ﴿ "(Yaitu) bintang yang caha-yanya menembus," yakni yang bercahaya yang cahayanya menembus dan membakar langit hingga tembus dan terlihat dari bumi. Yang benar, bintang yang cahayanya menembus adalah kata umum yang mencakup seluruh bintang yang cahayanya menembus. Ada yang menafsirkannya dengan bintang saturnus yang memecah ketujuh langit dan menembusnya hingga dapat terlihat darinya. Disebut ath-Thariq karena bintang tersebut datang di waktu malam. Obyek sumpahnya adalah Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِن كُلُّ نَفۡسٖ لَّمَّا عَلَيۡهَا حَافِظٞ ﴿ "Tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya," yang menjaga amal perbuat-annya, baik dan buruknya, dan amal yang dijaganya akan dibalas. (5-7) ﴾ فَلۡيَنظُرِ ٱلۡإِنسَٰنُ مِمَّ خُلِقَ ﴿ "Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?" Yakni, hendaklah manusia merenungkan penciptaan dan permulaannya, dia adalah makhluk (yang tercipta) ﴾ مِن مَّآءٖ دَافِقٖ ﴿ "dari air yang terpancar," yaitu air mani yang ﴾ يَخۡرُجُ مِنۢ بَيۡنِ ٱلصُّلۡبِ وَٱلتَّرَآئِبِ ﴿ "keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perem-puan." Kemungkinan yang dimaksud adalah tulang belakang lelaki dan tulang dada perempuan dan kemungkinan yang dimaksud adalah air mani yang memancar, yaitu air mani lelaki, karena air mani keluar di antara tulang punggung dan tulang dada. Dan se-pertinya inilah yang lebih utama, karena sifat air yang memancar yang bisa dilihat dan dirasakan pancarannya adalah air mani lelaki. Di samping itu, kata tara`ib juga dipakai untuk kaum lelaki yang bagi kaum wanita adalah tulang dada. Andai yang dimaksudkan adalah wanita, tentu yang disebutkan adalah tulang sulbi dan tulang dada perempuan. Wallahu a'lam. (8-10) Dzat yang menciptakan manusia dari air yang me-mancar yang keluar dari tempat yang sulit, tentu mampu untuk mengembalikannya ke akhirat dan untuk membangkitkan, me-ngumpulkan, dan memberi balasan. Ada yang menafsirkan bahwa maknanya adalah, sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى kuasa untuk mengem-balikan air mani yang terpancar ke dalam tulang sulbi kembali. Meski secara makna benar, tapi bukan seperti itu maksud ayat ini. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman setelahnya, ﴾ يَوۡمَ تُبۡلَى ٱلسَّرَآئِرُ ﴿ "Pada hari di-nampakkan segala rahasia," yaitu rahasia-rahasia dada ditampakkan dan segala kebaikan dan keburukan yang ada di hati terlihat pada rona muka. Seperti difirmankan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ يَوۡمَ تَبۡيَضُّ وُجُوهٞ وَتَسۡوَدُّ وُجُوهٞۚ ﴿ "Pada hari wajah-wajah memutih dan wajah-wajah menghitam." (Ali Imran: 106). Di dalam dunia, banyak hal yang bisa disembunyikan yang tidak nampak oleh mata manusia, tapi di Hari Kiamat, kebaikan orang-orang baik dan dosa orang-orang yang berdosa pasti nampak. Semua hal menjadi terang dan jelas. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَمَا لَهُۥ مِن قُوَّةٖ ﴿ "Maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatan pun," yakni dari dirinya yang bisa menangkal, ﴾ وَلَا نَاصِرٖ ﴿ "dan tidak (pula) seorang penolong" dari luar yang menolongnya. Ini adalah sumpah terhadap orang-orang yang berbuat pada saat mereka melakukannya dan pada saat mereka diberi balasan. (11-14) Kemudian Allah سبحانه وتعالى membagi golongan selanjut-nya berdasar keabsahan al-Qur`an seraya berfirman, ﴾ وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلرَّجۡعِ 11 وَٱلۡأَرۡضِ ذَاتِ ٱلصَّدۡعِ 12 ﴿ "Demi langit yang mengandung hujan, dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan," yakni langit membawa hujan setiap tahunnya dan bumi mengembalikannya berupa tumbuh-tumbuhan sehingga manusia dan binatang bisa hidup dengannya. Langit juga membawa takdir dan urusan-urusan ilahi di setiap waktu sedang-kan bumi menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. ﴾ إِنَّهُۥ لَقَوۡلٞ فَصۡلٞ ﴿ "Sesung-guhnya al-Qur`an itu benar-benar Firman yang memisahkan antara yang haq dan yang batil," yaitu benar, jujur, jelas, dan terang, ﴾ وَمَا هُوَ بِٱلۡهَزۡلِ ﴿ "dan sekali-kali bukanlah ia senda gurau," yakni serius, bukan senda gurau. Al-Qur`an adalah Firman yang membedakan antara berba-gai golongan dan berbagai perkataan, serta memutuskan berbagai sengketa. (15-17) ﴾ إِنَّهُمۡ ﴿ "Sesungguhnya orang kafir itu," yaitu orang-orang yang mendustakan Rasulullah a dan al-Qur`an, ﴾ يَكِيدُونَ كَيۡدٗا ﴿ "merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya," agar dengan tipu daya mereka dapat menolak kebenaran dan menguat-kan kebatilan. ﴾ وَأَكِيدُ كَيۡدٗا ﴿ "Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya," untuk menampakkan kebenaran meski orang-orang kafir benci dan untuk menangkal kebatilan yang mereka bawa. Dengan demikian akan diketahui siapakah yang menang. Manusia sangatlah lemah dan hina untuk bisa mengalahkan Allah Yang Mahakuat lagi Maha Mengetahui dalam rencana pembalasan terhadap tipu daya. ﴾ فَمَهِّلِ ٱلۡكَٰفِرِينَ أَمۡهِلۡهُمۡ رُوَيۡدَۢا ﴿ "Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar," yakni sementara waktu, dan mereka akan mengetahui resiko sikap mereka pada saat siksaan menimpa. Selesai tafsir Surat ath-Thariq. Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam.

At-Tariq 86:9

"Demi langit dan yang datang pada malam hari, tahukah kamu apa yang datang pada malam hari itu? (Yaitu) bintang yang cahayanya menembus, tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya. Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan. Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengem-balikannya (hidup sesudah mati). Pada hari dinampakkan segala rahasia, maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu ke-kuatan pun dan tidak (pula) seorang penolong. Demi langit yang mengandung hujan, dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan, sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar Firman yang memisahkan antara yang haq dan yang batil, dan sekali-kali bukanlah ia senda gurau. Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya. Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar." (Ath-Thariq: 1-17). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1-4) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلسَّمَآءِ وَٱلطَّارِقِ 1 ﴿ "Demi langit dan yang datang pada malam hari," kemudian yang datang di malam hari di-jelaskan dengan FirmanNya, ﴾ ٱلنَّجۡمُ ٱلثَّاقِبُ ﴿ "(Yaitu) bintang yang caha-yanya menembus," yakni yang bercahaya yang cahayanya menembus dan membakar langit hingga tembus dan terlihat dari bumi. Yang benar, bintang yang cahayanya menembus adalah kata umum yang mencakup seluruh bintang yang cahayanya menembus. Ada yang menafsirkannya dengan bintang saturnus yang memecah ketujuh langit dan menembusnya hingga dapat terlihat darinya. Disebut ath-Thariq karena bintang tersebut datang di waktu malam. Obyek sumpahnya adalah Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِن كُلُّ نَفۡسٖ لَّمَّا عَلَيۡهَا حَافِظٞ ﴿ "Tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya," yang menjaga amal perbuat-annya, baik dan buruknya, dan amal yang dijaganya akan dibalas. (5-7) ﴾ فَلۡيَنظُرِ ٱلۡإِنسَٰنُ مِمَّ خُلِقَ ﴿ "Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?" Yakni, hendaklah manusia merenungkan penciptaan dan permulaannya, dia adalah makhluk (yang tercipta) ﴾ مِن مَّآءٖ دَافِقٖ ﴿ "dari air yang terpancar," yaitu air mani yang ﴾ يَخۡرُجُ مِنۢ بَيۡنِ ٱلصُّلۡبِ وَٱلتَّرَآئِبِ ﴿ "keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perem-puan." Kemungkinan yang dimaksud adalah tulang belakang lelaki dan tulang dada perempuan dan kemungkinan yang dimaksud adalah air mani yang memancar, yaitu air mani lelaki, karena air mani keluar di antara tulang punggung dan tulang dada. Dan se-pertinya inilah yang lebih utama, karena sifat air yang memancar yang bisa dilihat dan dirasakan pancarannya adalah air mani lelaki. Di samping itu, kata tara`ib juga dipakai untuk kaum lelaki yang bagi kaum wanita adalah tulang dada. Andai yang dimaksudkan adalah wanita, tentu yang disebutkan adalah tulang sulbi dan tulang dada perempuan. Wallahu a'lam. (8-10) Dzat yang menciptakan manusia dari air yang me-mancar yang keluar dari tempat yang sulit, tentu mampu untuk mengembalikannya ke akhirat dan untuk membangkitkan, me-ngumpulkan, dan memberi balasan. Ada yang menafsirkan bahwa maknanya adalah, sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى kuasa untuk mengem-balikan air mani yang terpancar ke dalam tulang sulbi kembali. Meski secara makna benar, tapi bukan seperti itu maksud ayat ini. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman setelahnya, ﴾ يَوۡمَ تُبۡلَى ٱلسَّرَآئِرُ ﴿ "Pada hari di-nampakkan segala rahasia," yaitu rahasia-rahasia dada ditampakkan dan segala kebaikan dan keburukan yang ada di hati terlihat pada rona muka. Seperti difirmankan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ يَوۡمَ تَبۡيَضُّ وُجُوهٞ وَتَسۡوَدُّ وُجُوهٞۚ ﴿ "Pada hari wajah-wajah memutih dan wajah-wajah menghitam." (Ali Imran: 106). Di dalam dunia, banyak hal yang bisa disembunyikan yang tidak nampak oleh mata manusia, tapi di Hari Kiamat, kebaikan orang-orang baik dan dosa orang-orang yang berdosa pasti nampak. Semua hal menjadi terang dan jelas. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَمَا لَهُۥ مِن قُوَّةٖ ﴿ "Maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatan pun," yakni dari dirinya yang bisa menangkal, ﴾ وَلَا نَاصِرٖ ﴿ "dan tidak (pula) seorang penolong" dari luar yang menolongnya. Ini adalah sumpah terhadap orang-orang yang berbuat pada saat mereka melakukannya dan pada saat mereka diberi balasan. (11-14) Kemudian Allah سبحانه وتعالى membagi golongan selanjut-nya berdasar keabsahan al-Qur`an seraya berfirman, ﴾ وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلرَّجۡعِ 11 وَٱلۡأَرۡضِ ذَاتِ ٱلصَّدۡعِ 12 ﴿ "Demi langit yang mengandung hujan, dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan," yakni langit membawa hujan setiap tahunnya dan bumi mengembalikannya berupa tumbuh-tumbuhan sehingga manusia dan binatang bisa hidup dengannya. Langit juga membawa takdir dan urusan-urusan ilahi di setiap waktu sedang-kan bumi menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. ﴾ إِنَّهُۥ لَقَوۡلٞ فَصۡلٞ ﴿ "Sesung-guhnya al-Qur`an itu benar-benar Firman yang memisahkan antara yang haq dan yang batil," yaitu benar, jujur, jelas, dan terang, ﴾ وَمَا هُوَ بِٱلۡهَزۡلِ ﴿ "dan sekali-kali bukanlah ia senda gurau," yakni serius, bukan senda gurau. Al-Qur`an adalah Firman yang membedakan antara berba-gai golongan dan berbagai perkataan, serta memutuskan berbagai sengketa. (15-17) ﴾ إِنَّهُمۡ ﴿ "Sesungguhnya orang kafir itu," yaitu orang-orang yang mendustakan Rasulullah a dan al-Qur`an, ﴾ يَكِيدُونَ كَيۡدٗا ﴿ "merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya," agar dengan tipu daya mereka dapat menolak kebenaran dan menguat-kan kebatilan. ﴾ وَأَكِيدُ كَيۡدٗا ﴿ "Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya," untuk menampakkan kebenaran meski orang-orang kafir benci dan untuk menangkal kebatilan yang mereka bawa. Dengan demikian akan diketahui siapakah yang menang. Manusia sangatlah lemah dan hina untuk bisa mengalahkan Allah Yang Mahakuat lagi Maha Mengetahui dalam rencana pembalasan terhadap tipu daya. ﴾ فَمَهِّلِ ٱلۡكَٰفِرِينَ أَمۡهِلۡهُمۡ رُوَيۡدَۢا ﴿ "Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar," yakni sementara waktu, dan mereka akan mengetahui resiko sikap mereka pada saat siksaan menimpa. Selesai tafsir Surat ath-Thariq. Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam.

At-Tariq 86:10

"Demi langit dan yang datang pada malam hari, tahukah kamu apa yang datang pada malam hari itu? (Yaitu) bintang yang cahayanya menembus, tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya. Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan. Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengem-balikannya (hidup sesudah mati). Pada hari dinampakkan segala rahasia, maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu ke-kuatan pun dan tidak (pula) seorang penolong. Demi langit yang mengandung hujan, dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan, sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar Firman yang memisahkan antara yang haq dan yang batil, dan sekali-kali bukanlah ia senda gurau. Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya. Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar." (Ath-Thariq: 1-17). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1-4) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلسَّمَآءِ وَٱلطَّارِقِ 1 ﴿ "Demi langit dan yang datang pada malam hari," kemudian yang datang di malam hari di-jelaskan dengan FirmanNya, ﴾ ٱلنَّجۡمُ ٱلثَّاقِبُ ﴿ "(Yaitu) bintang yang caha-yanya menembus," yakni yang bercahaya yang cahayanya menembus dan membakar langit hingga tembus dan terlihat dari bumi. Yang benar, bintang yang cahayanya menembus adalah kata umum yang mencakup seluruh bintang yang cahayanya menembus. Ada yang menafsirkannya dengan bintang saturnus yang memecah ketujuh langit dan menembusnya hingga dapat terlihat darinya. Disebut ath-Thariq karena bintang tersebut datang di waktu malam. Obyek sumpahnya adalah Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِن كُلُّ نَفۡسٖ لَّمَّا عَلَيۡهَا حَافِظٞ ﴿ "Tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya," yang menjaga amal perbuat-annya, baik dan buruknya, dan amal yang dijaganya akan dibalas. (5-7) ﴾ فَلۡيَنظُرِ ٱلۡإِنسَٰنُ مِمَّ خُلِقَ ﴿ "Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?" Yakni, hendaklah manusia merenungkan penciptaan dan permulaannya, dia adalah makhluk (yang tercipta) ﴾ مِن مَّآءٖ دَافِقٖ ﴿ "dari air yang terpancar," yaitu air mani yang ﴾ يَخۡرُجُ مِنۢ بَيۡنِ ٱلصُّلۡبِ وَٱلتَّرَآئِبِ ﴿ "keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perem-puan." Kemungkinan yang dimaksud adalah tulang belakang lelaki dan tulang dada perempuan dan kemungkinan yang dimaksud adalah air mani yang memancar, yaitu air mani lelaki, karena air mani keluar di antara tulang punggung dan tulang dada. Dan se-pertinya inilah yang lebih utama, karena sifat air yang memancar yang bisa dilihat dan dirasakan pancarannya adalah air mani lelaki. Di samping itu, kata tara`ib juga dipakai untuk kaum lelaki yang bagi kaum wanita adalah tulang dada. Andai yang dimaksudkan adalah wanita, tentu yang disebutkan adalah tulang sulbi dan tulang dada perempuan. Wallahu a'lam. (8-10) Dzat yang menciptakan manusia dari air yang me-mancar yang keluar dari tempat yang sulit, tentu mampu untuk mengembalikannya ke akhirat dan untuk membangkitkan, me-ngumpulkan, dan memberi balasan. Ada yang menafsirkan bahwa maknanya adalah, sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى kuasa untuk mengem-balikan air mani yang terpancar ke dalam tulang sulbi kembali. Meski secara makna benar, tapi bukan seperti itu maksud ayat ini. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman setelahnya, ﴾ يَوۡمَ تُبۡلَى ٱلسَّرَآئِرُ ﴿ "Pada hari di-nampakkan segala rahasia," yaitu rahasia-rahasia dada ditampakkan dan segala kebaikan dan keburukan yang ada di hati terlihat pada rona muka. Seperti difirmankan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ يَوۡمَ تَبۡيَضُّ وُجُوهٞ وَتَسۡوَدُّ وُجُوهٞۚ ﴿ "Pada hari wajah-wajah memutih dan wajah-wajah menghitam." (Ali Imran: 106). Di dalam dunia, banyak hal yang bisa disembunyikan yang tidak nampak oleh mata manusia, tapi di Hari Kiamat, kebaikan orang-orang baik dan dosa orang-orang yang berdosa pasti nampak. Semua hal menjadi terang dan jelas. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَمَا لَهُۥ مِن قُوَّةٖ ﴿ "Maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatan pun," yakni dari dirinya yang bisa menangkal, ﴾ وَلَا نَاصِرٖ ﴿ "dan tidak (pula) seorang penolong" dari luar yang menolongnya. Ini adalah sumpah terhadap orang-orang yang berbuat pada saat mereka melakukannya dan pada saat mereka diberi balasan. (11-14) Kemudian Allah سبحانه وتعالى membagi golongan selanjut-nya berdasar keabsahan al-Qur`an seraya berfirman, ﴾ وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلرَّجۡعِ 11 وَٱلۡأَرۡضِ ذَاتِ ٱلصَّدۡعِ 12 ﴿ "Demi langit yang mengandung hujan, dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan," yakni langit membawa hujan setiap tahunnya dan bumi mengembalikannya berupa tumbuh-tumbuhan sehingga manusia dan binatang bisa hidup dengannya. Langit juga membawa takdir dan urusan-urusan ilahi di setiap waktu sedang-kan bumi menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. ﴾ إِنَّهُۥ لَقَوۡلٞ فَصۡلٞ ﴿ "Sesung-guhnya al-Qur`an itu benar-benar Firman yang memisahkan antara yang haq dan yang batil," yaitu benar, jujur, jelas, dan terang, ﴾ وَمَا هُوَ بِٱلۡهَزۡلِ ﴿ "dan sekali-kali bukanlah ia senda gurau," yakni serius, bukan senda gurau. Al-Qur`an adalah Firman yang membedakan antara berba-gai golongan dan berbagai perkataan, serta memutuskan berbagai sengketa. (15-17) ﴾ إِنَّهُمۡ ﴿ "Sesungguhnya orang kafir itu," yaitu orang-orang yang mendustakan Rasulullah a dan al-Qur`an, ﴾ يَكِيدُونَ كَيۡدٗا ﴿ "merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya," agar dengan tipu daya mereka dapat menolak kebenaran dan menguat-kan kebatilan. ﴾ وَأَكِيدُ كَيۡدٗا ﴿ "Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya," untuk menampakkan kebenaran meski orang-orang kafir benci dan untuk menangkal kebatilan yang mereka bawa. Dengan demikian akan diketahui siapakah yang menang. Manusia sangatlah lemah dan hina untuk bisa mengalahkan Allah Yang Mahakuat lagi Maha Mengetahui dalam rencana pembalasan terhadap tipu daya. ﴾ فَمَهِّلِ ٱلۡكَٰفِرِينَ أَمۡهِلۡهُمۡ رُوَيۡدَۢا ﴿ "Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar," yakni sementara waktu, dan mereka akan mengetahui resiko sikap mereka pada saat siksaan menimpa. Selesai tafsir Surat ath-Thariq. Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam.

At-Tariq 86:11

"Demi langit dan yang datang pada malam hari, tahukah kamu apa yang datang pada malam hari itu? (Yaitu) bintang yang cahayanya menembus, tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya. Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan. Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengem-balikannya (hidup sesudah mati). Pada hari dinampakkan segala rahasia, maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu ke-kuatan pun dan tidak (pula) seorang penolong. Demi langit yang mengandung hujan, dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan, sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar Firman yang memisahkan antara yang haq dan yang batil, dan sekali-kali bukanlah ia senda gurau. Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya. Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar." (Ath-Thariq: 1-17). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1-4) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلسَّمَآءِ وَٱلطَّارِقِ 1 ﴿ "Demi langit dan yang datang pada malam hari," kemudian yang datang di malam hari di-jelaskan dengan FirmanNya, ﴾ ٱلنَّجۡمُ ٱلثَّاقِبُ ﴿ "(Yaitu) bintang yang caha-yanya menembus," yakni yang bercahaya yang cahayanya menembus dan membakar langit hingga tembus dan terlihat dari bumi. Yang benar, bintang yang cahayanya menembus adalah kata umum yang mencakup seluruh bintang yang cahayanya menembus. Ada yang menafsirkannya dengan bintang saturnus yang memecah ketujuh langit dan menembusnya hingga dapat terlihat darinya. Disebut ath-Thariq karena bintang tersebut datang di waktu malam. Obyek sumpahnya adalah Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِن كُلُّ نَفۡسٖ لَّمَّا عَلَيۡهَا حَافِظٞ ﴿ "Tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya," yang menjaga amal perbuat-annya, baik dan buruknya, dan amal yang dijaganya akan dibalas. (5-7) ﴾ فَلۡيَنظُرِ ٱلۡإِنسَٰنُ مِمَّ خُلِقَ ﴿ "Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?" Yakni, hendaklah manusia merenungkan penciptaan dan permulaannya, dia adalah makhluk (yang tercipta) ﴾ مِن مَّآءٖ دَافِقٖ ﴿ "dari air yang terpancar," yaitu air mani yang ﴾ يَخۡرُجُ مِنۢ بَيۡنِ ٱلصُّلۡبِ وَٱلتَّرَآئِبِ ﴿ "keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perem-puan." Kemungkinan yang dimaksud adalah tulang belakang lelaki dan tulang dada perempuan dan kemungkinan yang dimaksud adalah air mani yang memancar, yaitu air mani lelaki, karena air mani keluar di antara tulang punggung dan tulang dada. Dan se-pertinya inilah yang lebih utama, karena sifat air yang memancar yang bisa dilihat dan dirasakan pancarannya adalah air mani lelaki. Di samping itu, kata tara`ib juga dipakai untuk kaum lelaki yang bagi kaum wanita adalah tulang dada. Andai yang dimaksudkan adalah wanita, tentu yang disebutkan adalah tulang sulbi dan tulang dada perempuan. Wallahu a'lam. (8-10) Dzat yang menciptakan manusia dari air yang me-mancar yang keluar dari tempat yang sulit, tentu mampu untuk mengembalikannya ke akhirat dan untuk membangkitkan, me-ngumpulkan, dan memberi balasan. Ada yang menafsirkan bahwa maknanya adalah, sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى kuasa untuk mengem-balikan air mani yang terpancar ke dalam tulang sulbi kembali. Meski secara makna benar, tapi bukan seperti itu maksud ayat ini. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman setelahnya, ﴾ يَوۡمَ تُبۡلَى ٱلسَّرَآئِرُ ﴿ "Pada hari di-nampakkan segala rahasia," yaitu rahasia-rahasia dada ditampakkan dan segala kebaikan dan keburukan yang ada di hati terlihat pada rona muka. Seperti difirmankan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ يَوۡمَ تَبۡيَضُّ وُجُوهٞ وَتَسۡوَدُّ وُجُوهٞۚ ﴿ "Pada hari wajah-wajah memutih dan wajah-wajah menghitam." (Ali Imran: 106). Di dalam dunia, banyak hal yang bisa disembunyikan yang tidak nampak oleh mata manusia, tapi di Hari Kiamat, kebaikan orang-orang baik dan dosa orang-orang yang berdosa pasti nampak. Semua hal menjadi terang dan jelas. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَمَا لَهُۥ مِن قُوَّةٖ ﴿ "Maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatan pun," yakni dari dirinya yang bisa menangkal, ﴾ وَلَا نَاصِرٖ ﴿ "dan tidak (pula) seorang penolong" dari luar yang menolongnya. Ini adalah sumpah terhadap orang-orang yang berbuat pada saat mereka melakukannya dan pada saat mereka diberi balasan. (11-14) Kemudian Allah سبحانه وتعالى membagi golongan selanjut-nya berdasar keabsahan al-Qur`an seraya berfirman, ﴾ وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلرَّجۡعِ 11 وَٱلۡأَرۡضِ ذَاتِ ٱلصَّدۡعِ 12 ﴿ "Demi langit yang mengandung hujan, dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan," yakni langit membawa hujan setiap tahunnya dan bumi mengembalikannya berupa tumbuh-tumbuhan sehingga manusia dan binatang bisa hidup dengannya. Langit juga membawa takdir dan urusan-urusan ilahi di setiap waktu sedang-kan bumi menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. ﴾ إِنَّهُۥ لَقَوۡلٞ فَصۡلٞ ﴿ "Sesung-guhnya al-Qur`an itu benar-benar Firman yang memisahkan antara yang haq dan yang batil," yaitu benar, jujur, jelas, dan terang, ﴾ وَمَا هُوَ بِٱلۡهَزۡلِ ﴿ "dan sekali-kali bukanlah ia senda gurau," yakni serius, bukan senda gurau. Al-Qur`an adalah Firman yang membedakan antara berba-gai golongan dan berbagai perkataan, serta memutuskan berbagai sengketa. (15-17) ﴾ إِنَّهُمۡ ﴿ "Sesungguhnya orang kafir itu," yaitu orang-orang yang mendustakan Rasulullah a dan al-Qur`an, ﴾ يَكِيدُونَ كَيۡدٗا ﴿ "merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya," agar dengan tipu daya mereka dapat menolak kebenaran dan menguat-kan kebatilan. ﴾ وَأَكِيدُ كَيۡدٗا ﴿ "Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya," untuk menampakkan kebenaran meski orang-orang kafir benci dan untuk menangkal kebatilan yang mereka bawa. Dengan demikian akan diketahui siapakah yang menang. Manusia sangatlah lemah dan hina untuk bisa mengalahkan Allah Yang Mahakuat lagi Maha Mengetahui dalam rencana pembalasan terhadap tipu daya. ﴾ فَمَهِّلِ ٱلۡكَٰفِرِينَ أَمۡهِلۡهُمۡ رُوَيۡدَۢا ﴿ "Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar," yakni sementara waktu, dan mereka akan mengetahui resiko sikap mereka pada saat siksaan menimpa. Selesai tafsir Surat ath-Thariq. Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam.

At-Tariq 86:12

"Demi langit dan yang datang pada malam hari, tahukah kamu apa yang datang pada malam hari itu? (Yaitu) bintang yang cahayanya menembus, tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya. Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan. Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengem-balikannya (hidup sesudah mati). Pada hari dinampakkan segala rahasia, maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu ke-kuatan pun dan tidak (pula) seorang penolong. Demi langit yang mengandung hujan, dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan, sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar Firman yang memisahkan antara yang haq dan yang batil, dan sekali-kali bukanlah ia senda gurau. Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya. Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar." (Ath-Thariq: 1-17). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1-4) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلسَّمَآءِ وَٱلطَّارِقِ 1 ﴿ "Demi langit dan yang datang pada malam hari," kemudian yang datang di malam hari di-jelaskan dengan FirmanNya, ﴾ ٱلنَّجۡمُ ٱلثَّاقِبُ ﴿ "(Yaitu) bintang yang caha-yanya menembus," yakni yang bercahaya yang cahayanya menembus dan membakar langit hingga tembus dan terlihat dari bumi. Yang benar, bintang yang cahayanya menembus adalah kata umum yang mencakup seluruh bintang yang cahayanya menembus. Ada yang menafsirkannya dengan bintang saturnus yang memecah ketujuh langit dan menembusnya hingga dapat terlihat darinya. Disebut ath-Thariq karena bintang tersebut datang di waktu malam. Obyek sumpahnya adalah Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِن كُلُّ نَفۡسٖ لَّمَّا عَلَيۡهَا حَافِظٞ ﴿ "Tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya," yang menjaga amal perbuat-annya, baik dan buruknya, dan amal yang dijaganya akan dibalas. (5-7) ﴾ فَلۡيَنظُرِ ٱلۡإِنسَٰنُ مِمَّ خُلِقَ ﴿ "Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?" Yakni, hendaklah manusia merenungkan penciptaan dan permulaannya, dia adalah makhluk (yang tercipta) ﴾ مِن مَّآءٖ دَافِقٖ ﴿ "dari air yang terpancar," yaitu air mani yang ﴾ يَخۡرُجُ مِنۢ بَيۡنِ ٱلصُّلۡبِ وَٱلتَّرَآئِبِ ﴿ "keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perem-puan." Kemungkinan yang dimaksud adalah tulang belakang lelaki dan tulang dada perempuan dan kemungkinan yang dimaksud adalah air mani yang memancar, yaitu air mani lelaki, karena air mani keluar di antara tulang punggung dan tulang dada. Dan se-pertinya inilah yang lebih utama, karena sifat air yang memancar yang bisa dilihat dan dirasakan pancarannya adalah air mani lelaki. Di samping itu, kata tara`ib juga dipakai untuk kaum lelaki yang bagi kaum wanita adalah tulang dada. Andai yang dimaksudkan adalah wanita, tentu yang disebutkan adalah tulang sulbi dan tulang dada perempuan. Wallahu a'lam. (8-10) Dzat yang menciptakan manusia dari air yang me-mancar yang keluar dari tempat yang sulit, tentu mampu untuk mengembalikannya ke akhirat dan untuk membangkitkan, me-ngumpulkan, dan memberi balasan. Ada yang menafsirkan bahwa maknanya adalah, sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى kuasa untuk mengem-balikan air mani yang terpancar ke dalam tulang sulbi kembali. Meski secara makna benar, tapi bukan seperti itu maksud ayat ini. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman setelahnya, ﴾ يَوۡمَ تُبۡلَى ٱلسَّرَآئِرُ ﴿ "Pada hari di-nampakkan segala rahasia," yaitu rahasia-rahasia dada ditampakkan dan segala kebaikan dan keburukan yang ada di hati terlihat pada rona muka. Seperti difirmankan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ يَوۡمَ تَبۡيَضُّ وُجُوهٞ وَتَسۡوَدُّ وُجُوهٞۚ ﴿ "Pada hari wajah-wajah memutih dan wajah-wajah menghitam." (Ali Imran: 106). Di dalam dunia, banyak hal yang bisa disembunyikan yang tidak nampak oleh mata manusia, tapi di Hari Kiamat, kebaikan orang-orang baik dan dosa orang-orang yang berdosa pasti nampak. Semua hal menjadi terang dan jelas. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَمَا لَهُۥ مِن قُوَّةٖ ﴿ "Maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatan pun," yakni dari dirinya yang bisa menangkal, ﴾ وَلَا نَاصِرٖ ﴿ "dan tidak (pula) seorang penolong" dari luar yang menolongnya. Ini adalah sumpah terhadap orang-orang yang berbuat pada saat mereka melakukannya dan pada saat mereka diberi balasan. (11-14) Kemudian Allah سبحانه وتعالى membagi golongan selanjut-nya berdasar keabsahan al-Qur`an seraya berfirman, ﴾ وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلرَّجۡعِ 11 وَٱلۡأَرۡضِ ذَاتِ ٱلصَّدۡعِ 12 ﴿ "Demi langit yang mengandung hujan, dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan," yakni langit membawa hujan setiap tahunnya dan bumi mengembalikannya berupa tumbuh-tumbuhan sehingga manusia dan binatang bisa hidup dengannya. Langit juga membawa takdir dan urusan-urusan ilahi di setiap waktu sedang-kan bumi menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. ﴾ إِنَّهُۥ لَقَوۡلٞ فَصۡلٞ ﴿ "Sesung-guhnya al-Qur`an itu benar-benar Firman yang memisahkan antara yang haq dan yang batil," yaitu benar, jujur, jelas, dan terang, ﴾ وَمَا هُوَ بِٱلۡهَزۡلِ ﴿ "dan sekali-kali bukanlah ia senda gurau," yakni serius, bukan senda gurau. Al-Qur`an adalah Firman yang membedakan antara berba-gai golongan dan berbagai perkataan, serta memutuskan berbagai sengketa. (15-17) ﴾ إِنَّهُمۡ ﴿ "Sesungguhnya orang kafir itu," yaitu orang-orang yang mendustakan Rasulullah a dan al-Qur`an, ﴾ يَكِيدُونَ كَيۡدٗا ﴿ "merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya," agar dengan tipu daya mereka dapat menolak kebenaran dan menguat-kan kebatilan. ﴾ وَأَكِيدُ كَيۡدٗا ﴿ "Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya," untuk menampakkan kebenaran meski orang-orang kafir benci dan untuk menangkal kebatilan yang mereka bawa. Dengan demikian akan diketahui siapakah yang menang. Manusia sangatlah lemah dan hina untuk bisa mengalahkan Allah Yang Mahakuat lagi Maha Mengetahui dalam rencana pembalasan terhadap tipu daya. ﴾ فَمَهِّلِ ٱلۡكَٰفِرِينَ أَمۡهِلۡهُمۡ رُوَيۡدَۢا ﴿ "Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar," yakni sementara waktu, dan mereka akan mengetahui resiko sikap mereka pada saat siksaan menimpa. Selesai tafsir Surat ath-Thariq. Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam.

At-Tariq 86:13

"Demi langit dan yang datang pada malam hari, tahukah kamu apa yang datang pada malam hari itu? (Yaitu) bintang yang cahayanya menembus, tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya. Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan. Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengem-balikannya (hidup sesudah mati). Pada hari dinampakkan segala rahasia, maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu ke-kuatan pun dan tidak (pula) seorang penolong. Demi langit yang mengandung hujan, dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan, sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar Firman yang memisahkan antara yang haq dan yang batil, dan sekali-kali bukanlah ia senda gurau. Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya. Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar." (Ath-Thariq: 1-17). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1-4) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلسَّمَآءِ وَٱلطَّارِقِ 1 ﴿ "Demi langit dan yang datang pada malam hari," kemudian yang datang di malam hari di-jelaskan dengan FirmanNya, ﴾ ٱلنَّجۡمُ ٱلثَّاقِبُ ﴿ "(Yaitu) bintang yang caha-yanya menembus," yakni yang bercahaya yang cahayanya menembus dan membakar langit hingga tembus dan terlihat dari bumi. Yang benar, bintang yang cahayanya menembus adalah kata umum yang mencakup seluruh bintang yang cahayanya menembus. Ada yang menafsirkannya dengan bintang saturnus yang memecah ketujuh langit dan menembusnya hingga dapat terlihat darinya. Disebut ath-Thariq karena bintang tersebut datang di waktu malam. Obyek sumpahnya adalah Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِن كُلُّ نَفۡسٖ لَّمَّا عَلَيۡهَا حَافِظٞ ﴿ "Tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya," yang menjaga amal perbuat-annya, baik dan buruknya, dan amal yang dijaganya akan dibalas. (5-7) ﴾ فَلۡيَنظُرِ ٱلۡإِنسَٰنُ مِمَّ خُلِقَ ﴿ "Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?" Yakni, hendaklah manusia merenungkan penciptaan dan permulaannya, dia adalah makhluk (yang tercipta) ﴾ مِن مَّآءٖ دَافِقٖ ﴿ "dari air yang terpancar," yaitu air mani yang ﴾ يَخۡرُجُ مِنۢ بَيۡنِ ٱلصُّلۡبِ وَٱلتَّرَآئِبِ ﴿ "keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perem-puan." Kemungkinan yang dimaksud adalah tulang belakang lelaki dan tulang dada perempuan dan kemungkinan yang dimaksud adalah air mani yang memancar, yaitu air mani lelaki, karena air mani keluar di antara tulang punggung dan tulang dada. Dan se-pertinya inilah yang lebih utama, karena sifat air yang memancar yang bisa dilihat dan dirasakan pancarannya adalah air mani lelaki. Di samping itu, kata tara`ib juga dipakai untuk kaum lelaki yang bagi kaum wanita adalah tulang dada. Andai yang dimaksudkan adalah wanita, tentu yang disebutkan adalah tulang sulbi dan tulang dada perempuan. Wallahu a'lam. (8-10) Dzat yang menciptakan manusia dari air yang me-mancar yang keluar dari tempat yang sulit, tentu mampu untuk mengembalikannya ke akhirat dan untuk membangkitkan, me-ngumpulkan, dan memberi balasan. Ada yang menafsirkan bahwa maknanya adalah, sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى kuasa untuk mengem-balikan air mani yang terpancar ke dalam tulang sulbi kembali. Meski secara makna benar, tapi bukan seperti itu maksud ayat ini. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman setelahnya, ﴾ يَوۡمَ تُبۡلَى ٱلسَّرَآئِرُ ﴿ "Pada hari di-nampakkan segala rahasia," yaitu rahasia-rahasia dada ditampakkan dan segala kebaikan dan keburukan yang ada di hati terlihat pada rona muka. Seperti difirmankan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ يَوۡمَ تَبۡيَضُّ وُجُوهٞ وَتَسۡوَدُّ وُجُوهٞۚ ﴿ "Pada hari wajah-wajah memutih dan wajah-wajah menghitam." (Ali Imran: 106). Di dalam dunia, banyak hal yang bisa disembunyikan yang tidak nampak oleh mata manusia, tapi di Hari Kiamat, kebaikan orang-orang baik dan dosa orang-orang yang berdosa pasti nampak. Semua hal menjadi terang dan jelas. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَمَا لَهُۥ مِن قُوَّةٖ ﴿ "Maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatan pun," yakni dari dirinya yang bisa menangkal, ﴾ وَلَا نَاصِرٖ ﴿ "dan tidak (pula) seorang penolong" dari luar yang menolongnya. Ini adalah sumpah terhadap orang-orang yang berbuat pada saat mereka melakukannya dan pada saat mereka diberi balasan. (11-14) Kemudian Allah سبحانه وتعالى membagi golongan selanjut-nya berdasar keabsahan al-Qur`an seraya berfirman, ﴾ وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلرَّجۡعِ 11 وَٱلۡأَرۡضِ ذَاتِ ٱلصَّدۡعِ 12 ﴿ "Demi langit yang mengandung hujan, dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan," yakni langit membawa hujan setiap tahunnya dan bumi mengembalikannya berupa tumbuh-tumbuhan sehingga manusia dan binatang bisa hidup dengannya. Langit juga membawa takdir dan urusan-urusan ilahi di setiap waktu sedang-kan bumi menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. ﴾ إِنَّهُۥ لَقَوۡلٞ فَصۡلٞ ﴿ "Sesung-guhnya al-Qur`an itu benar-benar Firman yang memisahkan antara yang haq dan yang batil," yaitu benar, jujur, jelas, dan terang, ﴾ وَمَا هُوَ بِٱلۡهَزۡلِ ﴿ "dan sekali-kali bukanlah ia senda gurau," yakni serius, bukan senda gurau. Al-Qur`an adalah Firman yang membedakan antara berba-gai golongan dan berbagai perkataan, serta memutuskan berbagai sengketa. (15-17) ﴾ إِنَّهُمۡ ﴿ "Sesungguhnya orang kafir itu," yaitu orang-orang yang mendustakan Rasulullah a dan al-Qur`an, ﴾ يَكِيدُونَ كَيۡدٗا ﴿ "merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya," agar dengan tipu daya mereka dapat menolak kebenaran dan menguat-kan kebatilan. ﴾ وَأَكِيدُ كَيۡدٗا ﴿ "Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya," untuk menampakkan kebenaran meski orang-orang kafir benci dan untuk menangkal kebatilan yang mereka bawa. Dengan demikian akan diketahui siapakah yang menang. Manusia sangatlah lemah dan hina untuk bisa mengalahkan Allah Yang Mahakuat lagi Maha Mengetahui dalam rencana pembalasan terhadap tipu daya. ﴾ فَمَهِّلِ ٱلۡكَٰفِرِينَ أَمۡهِلۡهُمۡ رُوَيۡدَۢا ﴿ "Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar," yakni sementara waktu, dan mereka akan mengetahui resiko sikap mereka pada saat siksaan menimpa. Selesai tafsir Surat ath-Thariq. Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam.

At-Tariq 86:14

"Demi langit dan yang datang pada malam hari, tahukah kamu apa yang datang pada malam hari itu? (Yaitu) bintang yang cahayanya menembus, tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya. Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan. Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengem-balikannya (hidup sesudah mati). Pada hari dinampakkan segala rahasia, maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu ke-kuatan pun dan tidak (pula) seorang penolong. Demi langit yang mengandung hujan, dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan, sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar Firman yang memisahkan antara yang haq dan yang batil, dan sekali-kali bukanlah ia senda gurau. Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya. Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar." (Ath-Thariq: 1-17). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1-4) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلسَّمَآءِ وَٱلطَّارِقِ 1 ﴿ "Demi langit dan yang datang pada malam hari," kemudian yang datang di malam hari di-jelaskan dengan FirmanNya, ﴾ ٱلنَّجۡمُ ٱلثَّاقِبُ ﴿ "(Yaitu) bintang yang caha-yanya menembus," yakni yang bercahaya yang cahayanya menembus dan membakar langit hingga tembus dan terlihat dari bumi. Yang benar, bintang yang cahayanya menembus adalah kata umum yang mencakup seluruh bintang yang cahayanya menembus. Ada yang menafsirkannya dengan bintang saturnus yang memecah ketujuh langit dan menembusnya hingga dapat terlihat darinya. Disebut ath-Thariq karena bintang tersebut datang di waktu malam. Obyek sumpahnya adalah Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِن كُلُّ نَفۡسٖ لَّمَّا عَلَيۡهَا حَافِظٞ ﴿ "Tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya," yang menjaga amal perbuat-annya, baik dan buruknya, dan amal yang dijaganya akan dibalas. (5-7) ﴾ فَلۡيَنظُرِ ٱلۡإِنسَٰنُ مِمَّ خُلِقَ ﴿ "Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?" Yakni, hendaklah manusia merenungkan penciptaan dan permulaannya, dia adalah makhluk (yang tercipta) ﴾ مِن مَّآءٖ دَافِقٖ ﴿ "dari air yang terpancar," yaitu air mani yang ﴾ يَخۡرُجُ مِنۢ بَيۡنِ ٱلصُّلۡبِ وَٱلتَّرَآئِبِ ﴿ "keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perem-puan." Kemungkinan yang dimaksud adalah tulang belakang lelaki dan tulang dada perempuan dan kemungkinan yang dimaksud adalah air mani yang memancar, yaitu air mani lelaki, karena air mani keluar di antara tulang punggung dan tulang dada. Dan se-pertinya inilah yang lebih utama, karena sifat air yang memancar yang bisa dilihat dan dirasakan pancarannya adalah air mani lelaki. Di samping itu, kata tara`ib juga dipakai untuk kaum lelaki yang bagi kaum wanita adalah tulang dada. Andai yang dimaksudkan adalah wanita, tentu yang disebutkan adalah tulang sulbi dan tulang dada perempuan. Wallahu a'lam. (8-10) Dzat yang menciptakan manusia dari air yang me-mancar yang keluar dari tempat yang sulit, tentu mampu untuk mengembalikannya ke akhirat dan untuk membangkitkan, me-ngumpulkan, dan memberi balasan. Ada yang menafsirkan bahwa maknanya adalah, sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى kuasa untuk mengem-balikan air mani yang terpancar ke dalam tulang sulbi kembali. Meski secara makna benar, tapi bukan seperti itu maksud ayat ini. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman setelahnya, ﴾ يَوۡمَ تُبۡلَى ٱلسَّرَآئِرُ ﴿ "Pada hari di-nampakkan segala rahasia," yaitu rahasia-rahasia dada ditampakkan dan segala kebaikan dan keburukan yang ada di hati terlihat pada rona muka. Seperti difirmankan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ يَوۡمَ تَبۡيَضُّ وُجُوهٞ وَتَسۡوَدُّ وُجُوهٞۚ ﴿ "Pada hari wajah-wajah memutih dan wajah-wajah menghitam." (Ali Imran: 106). Di dalam dunia, banyak hal yang bisa disembunyikan yang tidak nampak oleh mata manusia, tapi di Hari Kiamat, kebaikan orang-orang baik dan dosa orang-orang yang berdosa pasti nampak. Semua hal menjadi terang dan jelas. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَمَا لَهُۥ مِن قُوَّةٖ ﴿ "Maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatan pun," yakni dari dirinya yang bisa menangkal, ﴾ وَلَا نَاصِرٖ ﴿ "dan tidak (pula) seorang penolong" dari luar yang menolongnya. Ini adalah sumpah terhadap orang-orang yang berbuat pada saat mereka melakukannya dan pada saat mereka diberi balasan. (11-14) Kemudian Allah سبحانه وتعالى membagi golongan selanjut-nya berdasar keabsahan al-Qur`an seraya berfirman, ﴾ وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلرَّجۡعِ 11 وَٱلۡأَرۡضِ ذَاتِ ٱلصَّدۡعِ 12 ﴿ "Demi langit yang mengandung hujan, dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan," yakni langit membawa hujan setiap tahunnya dan bumi mengembalikannya berupa tumbuh-tumbuhan sehingga manusia dan binatang bisa hidup dengannya. Langit juga membawa takdir dan urusan-urusan ilahi di setiap waktu sedang-kan bumi menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. ﴾ إِنَّهُۥ لَقَوۡلٞ فَصۡلٞ ﴿ "Sesung-guhnya al-Qur`an itu benar-benar Firman yang memisahkan antara yang haq dan yang batil," yaitu benar, jujur, jelas, dan terang, ﴾ وَمَا هُوَ بِٱلۡهَزۡلِ ﴿ "dan sekali-kali bukanlah ia senda gurau," yakni serius, bukan senda gurau. Al-Qur`an adalah Firman yang membedakan antara berba-gai golongan dan berbagai perkataan, serta memutuskan berbagai sengketa. (15-17) ﴾ إِنَّهُمۡ ﴿ "Sesungguhnya orang kafir itu," yaitu orang-orang yang mendustakan Rasulullah a dan al-Qur`an, ﴾ يَكِيدُونَ كَيۡدٗا ﴿ "merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya," agar dengan tipu daya mereka dapat menolak kebenaran dan menguat-kan kebatilan. ﴾ وَأَكِيدُ كَيۡدٗا ﴿ "Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya," untuk menampakkan kebenaran meski orang-orang kafir benci dan untuk menangkal kebatilan yang mereka bawa. Dengan demikian akan diketahui siapakah yang menang. Manusia sangatlah lemah dan hina untuk bisa mengalahkan Allah Yang Mahakuat lagi Maha Mengetahui dalam rencana pembalasan terhadap tipu daya. ﴾ فَمَهِّلِ ٱلۡكَٰفِرِينَ أَمۡهِلۡهُمۡ رُوَيۡدَۢا ﴿ "Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar," yakni sementara waktu, dan mereka akan mengetahui resiko sikap mereka pada saat siksaan menimpa. Selesai tafsir Surat ath-Thariq. Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam.

At-Tariq 86:15

"Demi langit dan yang datang pada malam hari, tahukah kamu apa yang datang pada malam hari itu? (Yaitu) bintang yang cahayanya menembus, tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya. Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan. Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengem-balikannya (hidup sesudah mati). Pada hari dinampakkan segala rahasia, maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu ke-kuatan pun dan tidak (pula) seorang penolong. Demi langit yang mengandung hujan, dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan, sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar Firman yang memisahkan antara yang haq dan yang batil, dan sekali-kali bukanlah ia senda gurau. Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya. Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar." (Ath-Thariq: 1-17). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1-4) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلسَّمَآءِ وَٱلطَّارِقِ 1 ﴿ "Demi langit dan yang datang pada malam hari," kemudian yang datang di malam hari di-jelaskan dengan FirmanNya, ﴾ ٱلنَّجۡمُ ٱلثَّاقِبُ ﴿ "(Yaitu) bintang yang caha-yanya menembus," yakni yang bercahaya yang cahayanya menembus dan membakar langit hingga tembus dan terlihat dari bumi. Yang benar, bintang yang cahayanya menembus adalah kata umum yang mencakup seluruh bintang yang cahayanya menembus. Ada yang menafsirkannya dengan bintang saturnus yang memecah ketujuh langit dan menembusnya hingga dapat terlihat darinya. Disebut ath-Thariq karena bintang tersebut datang di waktu malam. Obyek sumpahnya adalah Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِن كُلُّ نَفۡسٖ لَّمَّا عَلَيۡهَا حَافِظٞ ﴿ "Tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya," yang menjaga amal perbuat-annya, baik dan buruknya, dan amal yang dijaganya akan dibalas. (5-7) ﴾ فَلۡيَنظُرِ ٱلۡإِنسَٰنُ مِمَّ خُلِقَ ﴿ "Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?" Yakni, hendaklah manusia merenungkan penciptaan dan permulaannya, dia adalah makhluk (yang tercipta) ﴾ مِن مَّآءٖ دَافِقٖ ﴿ "dari air yang terpancar," yaitu air mani yang ﴾ يَخۡرُجُ مِنۢ بَيۡنِ ٱلصُّلۡبِ وَٱلتَّرَآئِبِ ﴿ "keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perem-puan." Kemungkinan yang dimaksud adalah tulang belakang lelaki dan tulang dada perempuan dan kemungkinan yang dimaksud adalah air mani yang memancar, yaitu air mani lelaki, karena air mani keluar di antara tulang punggung dan tulang dada. Dan se-pertinya inilah yang lebih utama, karena sifat air yang memancar yang bisa dilihat dan dirasakan pancarannya adalah air mani lelaki. Di samping itu, kata tara`ib juga dipakai untuk kaum lelaki yang bagi kaum wanita adalah tulang dada. Andai yang dimaksudkan adalah wanita, tentu yang disebutkan adalah tulang sulbi dan tulang dada perempuan. Wallahu a'lam. (8-10) Dzat yang menciptakan manusia dari air yang me-mancar yang keluar dari tempat yang sulit, tentu mampu untuk mengembalikannya ke akhirat dan untuk membangkitkan, me-ngumpulkan, dan memberi balasan. Ada yang menafsirkan bahwa maknanya adalah, sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى kuasa untuk mengem-balikan air mani yang terpancar ke dalam tulang sulbi kembali. Meski secara makna benar, tapi bukan seperti itu maksud ayat ini. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman setelahnya, ﴾ يَوۡمَ تُبۡلَى ٱلسَّرَآئِرُ ﴿ "Pada hari di-nampakkan segala rahasia," yaitu rahasia-rahasia dada ditampakkan dan segala kebaikan dan keburukan yang ada di hati terlihat pada rona muka. Seperti difirmankan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ يَوۡمَ تَبۡيَضُّ وُجُوهٞ وَتَسۡوَدُّ وُجُوهٞۚ ﴿ "Pada hari wajah-wajah memutih dan wajah-wajah menghitam." (Ali Imran: 106). Di dalam dunia, banyak hal yang bisa disembunyikan yang tidak nampak oleh mata manusia, tapi di Hari Kiamat, kebaikan orang-orang baik dan dosa orang-orang yang berdosa pasti nampak. Semua hal menjadi terang dan jelas. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَمَا لَهُۥ مِن قُوَّةٖ ﴿ "Maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatan pun," yakni dari dirinya yang bisa menangkal, ﴾ وَلَا نَاصِرٖ ﴿ "dan tidak (pula) seorang penolong" dari luar yang menolongnya. Ini adalah sumpah terhadap orang-orang yang berbuat pada saat mereka melakukannya dan pada saat mereka diberi balasan. (11-14) Kemudian Allah سبحانه وتعالى membagi golongan selanjut-nya berdasar keabsahan al-Qur`an seraya berfirman, ﴾ وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلرَّجۡعِ 11 وَٱلۡأَرۡضِ ذَاتِ ٱلصَّدۡعِ 12 ﴿ "Demi langit yang mengandung hujan, dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan," yakni langit membawa hujan setiap tahunnya dan bumi mengembalikannya berupa tumbuh-tumbuhan sehingga manusia dan binatang bisa hidup dengannya. Langit juga membawa takdir dan urusan-urusan ilahi di setiap waktu sedang-kan bumi menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. ﴾ إِنَّهُۥ لَقَوۡلٞ فَصۡلٞ ﴿ "Sesung-guhnya al-Qur`an itu benar-benar Firman yang memisahkan antara yang haq dan yang batil," yaitu benar, jujur, jelas, dan terang, ﴾ وَمَا هُوَ بِٱلۡهَزۡلِ ﴿ "dan sekali-kali bukanlah ia senda gurau," yakni serius, bukan senda gurau. Al-Qur`an adalah Firman yang membedakan antara berba-gai golongan dan berbagai perkataan, serta memutuskan berbagai sengketa. (15-17) ﴾ إِنَّهُمۡ ﴿ "Sesungguhnya orang kafir itu," yaitu orang-orang yang mendustakan Rasulullah a dan al-Qur`an, ﴾ يَكِيدُونَ كَيۡدٗا ﴿ "merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya," agar dengan tipu daya mereka dapat menolak kebenaran dan menguat-kan kebatilan. ﴾ وَأَكِيدُ كَيۡدٗا ﴿ "Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya," untuk menampakkan kebenaran meski orang-orang kafir benci dan untuk menangkal kebatilan yang mereka bawa. Dengan demikian akan diketahui siapakah yang menang. Manusia sangatlah lemah dan hina untuk bisa mengalahkan Allah Yang Mahakuat lagi Maha Mengetahui dalam rencana pembalasan terhadap tipu daya. ﴾ فَمَهِّلِ ٱلۡكَٰفِرِينَ أَمۡهِلۡهُمۡ رُوَيۡدَۢا ﴿ "Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar," yakni sementara waktu, dan mereka akan mengetahui resiko sikap mereka pada saat siksaan menimpa. Selesai tafsir Surat ath-Thariq. Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam.

At-Tariq 86:16

"Demi langit dan yang datang pada malam hari, tahukah kamu apa yang datang pada malam hari itu? (Yaitu) bintang yang cahayanya menembus, tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya. Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan. Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengem-balikannya (hidup sesudah mati). Pada hari dinampakkan segala rahasia, maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu ke-kuatan pun dan tidak (pula) seorang penolong. Demi langit yang mengandung hujan, dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan, sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar Firman yang memisahkan antara yang haq dan yang batil, dan sekali-kali bukanlah ia senda gurau. Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya. Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar." (Ath-Thariq: 1-17). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1-4) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلسَّمَآءِ وَٱلطَّارِقِ 1 ﴿ "Demi langit dan yang datang pada malam hari," kemudian yang datang di malam hari di-jelaskan dengan FirmanNya, ﴾ ٱلنَّجۡمُ ٱلثَّاقِبُ ﴿ "(Yaitu) bintang yang caha-yanya menembus," yakni yang bercahaya yang cahayanya menembus dan membakar langit hingga tembus dan terlihat dari bumi. Yang benar, bintang yang cahayanya menembus adalah kata umum yang mencakup seluruh bintang yang cahayanya menembus. Ada yang menafsirkannya dengan bintang saturnus yang memecah ketujuh langit dan menembusnya hingga dapat terlihat darinya. Disebut ath-Thariq karena bintang tersebut datang di waktu malam. Obyek sumpahnya adalah Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِن كُلُّ نَفۡسٖ لَّمَّا عَلَيۡهَا حَافِظٞ ﴿ "Tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya," yang menjaga amal perbuat-annya, baik dan buruknya, dan amal yang dijaganya akan dibalas. (5-7) ﴾ فَلۡيَنظُرِ ٱلۡإِنسَٰنُ مِمَّ خُلِقَ ﴿ "Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?" Yakni, hendaklah manusia merenungkan penciptaan dan permulaannya, dia adalah makhluk (yang tercipta) ﴾ مِن مَّآءٖ دَافِقٖ ﴿ "dari air yang terpancar," yaitu air mani yang ﴾ يَخۡرُجُ مِنۢ بَيۡنِ ٱلصُّلۡبِ وَٱلتَّرَآئِبِ ﴿ "keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perem-puan." Kemungkinan yang dimaksud adalah tulang belakang lelaki dan tulang dada perempuan dan kemungkinan yang dimaksud adalah air mani yang memancar, yaitu air mani lelaki, karena air mani keluar di antara tulang punggung dan tulang dada. Dan se-pertinya inilah yang lebih utama, karena sifat air yang memancar yang bisa dilihat dan dirasakan pancarannya adalah air mani lelaki. Di samping itu, kata tara`ib juga dipakai untuk kaum lelaki yang bagi kaum wanita adalah tulang dada. Andai yang dimaksudkan adalah wanita, tentu yang disebutkan adalah tulang sulbi dan tulang dada perempuan. Wallahu a'lam. (8-10) Dzat yang menciptakan manusia dari air yang me-mancar yang keluar dari tempat yang sulit, tentu mampu untuk mengembalikannya ke akhirat dan untuk membangkitkan, me-ngumpulkan, dan memberi balasan. Ada yang menafsirkan bahwa maknanya adalah, sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى kuasa untuk mengem-balikan air mani yang terpancar ke dalam tulang sulbi kembali. Meski secara makna benar, tapi bukan seperti itu maksud ayat ini. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman setelahnya, ﴾ يَوۡمَ تُبۡلَى ٱلسَّرَآئِرُ ﴿ "Pada hari di-nampakkan segala rahasia," yaitu rahasia-rahasia dada ditampakkan dan segala kebaikan dan keburukan yang ada di hati terlihat pada rona muka. Seperti difirmankan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ يَوۡمَ تَبۡيَضُّ وُجُوهٞ وَتَسۡوَدُّ وُجُوهٞۚ ﴿ "Pada hari wajah-wajah memutih dan wajah-wajah menghitam." (Ali Imran: 106). Di dalam dunia, banyak hal yang bisa disembunyikan yang tidak nampak oleh mata manusia, tapi di Hari Kiamat, kebaikan orang-orang baik dan dosa orang-orang yang berdosa pasti nampak. Semua hal menjadi terang dan jelas. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَمَا لَهُۥ مِن قُوَّةٖ ﴿ "Maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatan pun," yakni dari dirinya yang bisa menangkal, ﴾ وَلَا نَاصِرٖ ﴿ "dan tidak (pula) seorang penolong" dari luar yang menolongnya. Ini adalah sumpah terhadap orang-orang yang berbuat pada saat mereka melakukannya dan pada saat mereka diberi balasan. (11-14) Kemudian Allah سبحانه وتعالى membagi golongan selanjut-nya berdasar keabsahan al-Qur`an seraya berfirman, ﴾ وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلرَّجۡعِ 11 وَٱلۡأَرۡضِ ذَاتِ ٱلصَّدۡعِ 12 ﴿ "Demi langit yang mengandung hujan, dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan," yakni langit membawa hujan setiap tahunnya dan bumi mengembalikannya berupa tumbuh-tumbuhan sehingga manusia dan binatang bisa hidup dengannya. Langit juga membawa takdir dan urusan-urusan ilahi di setiap waktu sedang-kan bumi menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. ﴾ إِنَّهُۥ لَقَوۡلٞ فَصۡلٞ ﴿ "Sesung-guhnya al-Qur`an itu benar-benar Firman yang memisahkan antara yang haq dan yang batil," yaitu benar, jujur, jelas, dan terang, ﴾ وَمَا هُوَ بِٱلۡهَزۡلِ ﴿ "dan sekali-kali bukanlah ia senda gurau," yakni serius, bukan senda gurau. Al-Qur`an adalah Firman yang membedakan antara berba-gai golongan dan berbagai perkataan, serta memutuskan berbagai sengketa. (15-17) ﴾ إِنَّهُمۡ ﴿ "Sesungguhnya orang kafir itu," yaitu orang-orang yang mendustakan Rasulullah a dan al-Qur`an, ﴾ يَكِيدُونَ كَيۡدٗا ﴿ "merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya," agar dengan tipu daya mereka dapat menolak kebenaran dan menguat-kan kebatilan. ﴾ وَأَكِيدُ كَيۡدٗا ﴿ "Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya," untuk menampakkan kebenaran meski orang-orang kafir benci dan untuk menangkal kebatilan yang mereka bawa. Dengan demikian akan diketahui siapakah yang menang. Manusia sangatlah lemah dan hina untuk bisa mengalahkan Allah Yang Mahakuat lagi Maha Mengetahui dalam rencana pembalasan terhadap tipu daya. ﴾ فَمَهِّلِ ٱلۡكَٰفِرِينَ أَمۡهِلۡهُمۡ رُوَيۡدَۢا ﴿ "Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar," yakni sementara waktu, dan mereka akan mengetahui resiko sikap mereka pada saat siksaan menimpa. Selesai tafsir Surat ath-Thariq. Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam.

At-Tariq 86:17

"Demi langit dan yang datang pada malam hari, tahukah kamu apa yang datang pada malam hari itu? (Yaitu) bintang yang cahayanya menembus, tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya. Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang terpancar, yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan. Sesungguhnya Allah benar-benar kuasa untuk mengem-balikannya (hidup sesudah mati). Pada hari dinampakkan segala rahasia, maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu ke-kuatan pun dan tidak (pula) seorang penolong. Demi langit yang mengandung hujan, dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan, sesungguhnya al-Qur`an itu benar-benar Firman yang memisahkan antara yang haq dan yang batil, dan sekali-kali bukanlah ia senda gurau. Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya. Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar." (Ath-Thariq: 1-17). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1-4) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلسَّمَآءِ وَٱلطَّارِقِ 1 ﴿ "Demi langit dan yang datang pada malam hari," kemudian yang datang di malam hari di-jelaskan dengan FirmanNya, ﴾ ٱلنَّجۡمُ ٱلثَّاقِبُ ﴿ "(Yaitu) bintang yang caha-yanya menembus," yakni yang bercahaya yang cahayanya menembus dan membakar langit hingga tembus dan terlihat dari bumi. Yang benar, bintang yang cahayanya menembus adalah kata umum yang mencakup seluruh bintang yang cahayanya menembus. Ada yang menafsirkannya dengan bintang saturnus yang memecah ketujuh langit dan menembusnya hingga dapat terlihat darinya. Disebut ath-Thariq karena bintang tersebut datang di waktu malam. Obyek sumpahnya adalah Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِن كُلُّ نَفۡسٖ لَّمَّا عَلَيۡهَا حَافِظٞ ﴿ "Tidak ada suatu jiwa pun (diri) melainkan ada penjaganya," yang menjaga amal perbuat-annya, baik dan buruknya, dan amal yang dijaganya akan dibalas. (5-7) ﴾ فَلۡيَنظُرِ ٱلۡإِنسَٰنُ مِمَّ خُلِقَ ﴿ "Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan?" Yakni, hendaklah manusia merenungkan penciptaan dan permulaannya, dia adalah makhluk (yang tercipta) ﴾ مِن مَّآءٖ دَافِقٖ ﴿ "dari air yang terpancar," yaitu air mani yang ﴾ يَخۡرُجُ مِنۢ بَيۡنِ ٱلصُّلۡبِ وَٱلتَّرَآئِبِ ﴿ "keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perem-puan." Kemungkinan yang dimaksud adalah tulang belakang lelaki dan tulang dada perempuan dan kemungkinan yang dimaksud adalah air mani yang memancar, yaitu air mani lelaki, karena air mani keluar di antara tulang punggung dan tulang dada. Dan se-pertinya inilah yang lebih utama, karena sifat air yang memancar yang bisa dilihat dan dirasakan pancarannya adalah air mani lelaki. Di samping itu, kata tara`ib juga dipakai untuk kaum lelaki yang bagi kaum wanita adalah tulang dada. Andai yang dimaksudkan adalah wanita, tentu yang disebutkan adalah tulang sulbi dan tulang dada perempuan. Wallahu a'lam. (8-10) Dzat yang menciptakan manusia dari air yang me-mancar yang keluar dari tempat yang sulit, tentu mampu untuk mengembalikannya ke akhirat dan untuk membangkitkan, me-ngumpulkan, dan memberi balasan. Ada yang menafsirkan bahwa maknanya adalah, sesungguhnya Allah سبحانه وتعالى kuasa untuk mengem-balikan air mani yang terpancar ke dalam tulang sulbi kembali. Meski secara makna benar, tapi bukan seperti itu maksud ayat ini. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman setelahnya, ﴾ يَوۡمَ تُبۡلَى ٱلسَّرَآئِرُ ﴿ "Pada hari di-nampakkan segala rahasia," yaitu rahasia-rahasia dada ditampakkan dan segala kebaikan dan keburukan yang ada di hati terlihat pada rona muka. Seperti difirmankan Allah سبحانه وتعالى, ﴾ يَوۡمَ تَبۡيَضُّ وُجُوهٞ وَتَسۡوَدُّ وُجُوهٞۚ ﴿ "Pada hari wajah-wajah memutih dan wajah-wajah menghitam." (Ali Imran: 106). Di dalam dunia, banyak hal yang bisa disembunyikan yang tidak nampak oleh mata manusia, tapi di Hari Kiamat, kebaikan orang-orang baik dan dosa orang-orang yang berdosa pasti nampak. Semua hal menjadi terang dan jelas. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ فَمَا لَهُۥ مِن قُوَّةٖ ﴿ "Maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatan pun," yakni dari dirinya yang bisa menangkal, ﴾ وَلَا نَاصِرٖ ﴿ "dan tidak (pula) seorang penolong" dari luar yang menolongnya. Ini adalah sumpah terhadap orang-orang yang berbuat pada saat mereka melakukannya dan pada saat mereka diberi balasan. (11-14) Kemudian Allah سبحانه وتعالى membagi golongan selanjut-nya berdasar keabsahan al-Qur`an seraya berfirman, ﴾ وَٱلسَّمَآءِ ذَاتِ ٱلرَّجۡعِ 11 وَٱلۡأَرۡضِ ذَاتِ ٱلصَّدۡعِ 12 ﴿ "Demi langit yang mengandung hujan, dan bumi yang mempunyai tumbuh-tumbuhan," yakni langit membawa hujan setiap tahunnya dan bumi mengembalikannya berupa tumbuh-tumbuhan sehingga manusia dan binatang bisa hidup dengannya. Langit juga membawa takdir dan urusan-urusan ilahi di setiap waktu sedang-kan bumi menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. ﴾ إِنَّهُۥ لَقَوۡلٞ فَصۡلٞ ﴿ "Sesung-guhnya al-Qur`an itu benar-benar Firman yang memisahkan antara yang haq dan yang batil," yaitu benar, jujur, jelas, dan terang, ﴾ وَمَا هُوَ بِٱلۡهَزۡلِ ﴿ "dan sekali-kali bukanlah ia senda gurau," yakni serius, bukan senda gurau. Al-Qur`an adalah Firman yang membedakan antara berba-gai golongan dan berbagai perkataan, serta memutuskan berbagai sengketa. (15-17) ﴾ إِنَّهُمۡ ﴿ "Sesungguhnya orang kafir itu," yaitu orang-orang yang mendustakan Rasulullah a dan al-Qur`an, ﴾ يَكِيدُونَ كَيۡدٗا ﴿ "merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya," agar dengan tipu daya mereka dapat menolak kebenaran dan menguat-kan kebatilan. ﴾ وَأَكِيدُ كَيۡدٗا ﴿ "Dan Aku pun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya," untuk menampakkan kebenaran meski orang-orang kafir benci dan untuk menangkal kebatilan yang mereka bawa. Dengan demikian akan diketahui siapakah yang menang. Manusia sangatlah lemah dan hina untuk bisa mengalahkan Allah Yang Mahakuat lagi Maha Mengetahui dalam rencana pembalasan terhadap tipu daya. ﴾ فَمَهِّلِ ٱلۡكَٰفِرِينَ أَمۡهِلۡهُمۡ رُوَيۡدَۢا ﴿ "Karena itu beri tangguhlah orang-orang kafir itu, yaitu beri tangguhlah mereka itu barang sebentar," yakni sementara waktu, dan mereka akan mengetahui resiko sikap mereka pada saat siksaan menimpa. Selesai tafsir Surat ath-Thariq. Segala puji hanya milik Allah Rabb semesta alam.

Al-A'la 87:1

"Sucikanlah nama Rabbmu Yang Paling Tinggi. Yang men-ciptakan dan menyempurnakan (penciptaanNya). Dan yang me-nentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk. Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan. Lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman. Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa, kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi. Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah, oleh sebab itu berikanlah peri-ngatan, karena peringatan itu bermanfaat. Orang yang takut (ke-pada Allah) akan mendapat pelajaran, orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka). Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup. Sungguh beruntunglah orang yang membersih-kan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat. Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan dunia-wi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terda-hulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa." (Al-A'la: 1-19). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1-3) Allah سبحانه وتعالى memerintahkan para hamba untuk memaha-sucikanNya (dengan melakukan hal-hal) yang mencakup dzikir, ibadah, tunduk dan patuh terhadap keagungan Allah serta meren-dah karena keagunganNya. Pujian tersebut adalah pujian yang pantas dan sesuai dengan keagungan Allah تعالى, yakni dengan menyebutkan nama-namaNya yang baik lagi tinggi di atas setiap nama dengan maknanya yang agung. Dan menyebutkan perbuatan-perbuatanNya yang di antaranya adalah menciptakan dan menyem-purnakan (penciptaan)Nya, maksudnya Dia سبحانه وتعالى menyempurnakan dan membaguskan penciptaanNya. ﴾ وَٱلَّذِي قَدَّرَ ﴿ "Dan yang menentu-kan," yakni takdir yang diikuti oleh takdir-takdir yang lain, ﴾ فَهَدَىٰ ﴿ "dan memberi petunjuk" kepada semua makhluk ciptaan kepada takdir tersebut. Ini adalah hidayah (petunjuk) secara umum, yang intinya adalah bahwa Dia سبحانه وتعالى menunjuki setiap makhluk kepada apa-apa yang merupakan kemaslahatan baginya. (4-5) Demikian juga dengan menyebutkan nikmat-nikmat-Nya yang bersifat duniawi. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلَّذِيٓ أَخۡرَجَ ٱلۡمَرۡعَىٰ ﴿ "Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan," maksudnya, Allah سبحانه وتعالى menurunkan air dari langit, dan dengan air itu Allah سبحانه وتعالى menumbuhkan berbagai macam tumbuhan dan rerumputan yang dimakan oleh manusia, binatang ternak, serta seluruh binatang lain. Selanjutnya setelah masa remaja yang ditentukan Allah سبحانه وتعالى telah sempurna, Allah سبحانه وتعالى mengeringkan tanaman dan rerumputan tersebut, ﴾ فَجَعَلَهُۥ غُثَآءً أَحۡوَىٰ ﴿ "lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman," yakni hitam. Artinya, Allah سبحانه وتعالى merubahnya men-jadi rerumputan yang lusuh. (6-7) Kemudian dengan menyebut nikmat-nikmat keaga-maan (din). Karena itu Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan dasar dan ma-terinya, yaitu al-Qur`an, kemudian berfirman, ﴾ سَنُقۡرِئُكَ فَلَا تَنسَىٰٓ ﴿ "Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa." Maksudnya, Kami akan menjaga apa yang Kami wahyukan kepadamu berupa al-Qur`an, dan Kami menjaga hatimu agar tetap waspada sehingga kau tidak akan melupakan sesuatu pun darinya. Ini merupakan kabar gembira besar dari Allah سبحانه وتعالى untuk hamba dan RasulNya, Muhammad a, yaitu Allah سبحانه وتعالى akan mengajarkannya ilmu yang tidak akan beliau lupakan, ﴾ إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُۚ ﴿ "kecuali kalau Allah menghendaki," sesuai tuntutan hikmahNya yang membuatmu melupakannya karena suatu kepentingan dan hikmah yang amat besar. ﴾ إِنَّهُۥ يَعۡلَمُ ٱلۡجَهۡرَ وَمَا يَخۡفَىٰ ﴿ "Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi," di antaranya Allah سبحانه وتعالى mengeta-hui apa yang terbaik untuk hambaNya. Artinya, karena itu Allah سبحانه وتعالى mensyariatkan dan menegaskan apa yang Dia inginkan. (8) ﴾ وَنُيَسِّرُكَ لِلۡيُسۡرَىٰ ﴿ "Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah," ini juga berita gembira lainnya. Allah سبحانه وتعالى mempermu-dah RasulNya dalam berbagai urusan dan Allah سبحانه وتعالى mempermudah syariat dan AgamaNya. (9-13) ﴾ فَذَكِّرۡ ﴿ "Oleh sebab itu berikanlah peringatan," akan sya-riat dan tanda-tanda kebesaranNya. ﴾ إِن نَّفَعَتِ ٱلذِّكۡرَىٰ ﴿ "Karena peringatan itu bermanfaat," yakni selama peringatan diterima, dijadikan petuah dan didengar, baik apakah seluruh maksud dari peringatan terca-pai atau sebagiannya saja. Kontekstual ayat, bila peringatan tidak membawa guna, misalnya hanya semakin menambah keburukan atau bisa mengurangi kebaikan, maka peringatan tidak diperintah-kan, bahkan terlarang. Dalam peringatan, manusia terbagi menjadi dua: Orang-orang yang memanfaatkan dan orang-orang yang tidak memanfaatkan. Orang-orang yang memanfaatkan peringatan disinggung oleh Allah سبحانه وتعالى dalam FirmanNya, ﴾ سَيَذَّكَّرُ مَن يَخۡشَىٰ ﴿ "Orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran," karena takut kepada Allah سبحانه وتعالى dan mengetahui balasan-balasan yang akan diberikan Allah سبحانه وتعالى atas berbagai perbuatan akan menghentikan seseorang dari apa yang dibenci Allah سبحانه وتعالى serta mendorongnya untuk melakukan kebajikan. Sedangkan mereka yang tidak memanfaatkan peringatan, Allah سبحانه وتعالى menyinggung mereka dengan FirmanNya,﴾ وَيَتَجَنَّبُهَا ٱلۡأَشۡقَى 11 ٱلَّذِي يَصۡلَى ٱلنَّارَ ٱلۡكُبۡرَىٰ 12 ﴿ "Orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka)," yaitu neraka yang dinyalakan yang merasuk hingga sampai ke hati. ﴾ ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحۡيَىٰ ﴿ "Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup," yakni disiksa dengan siksaan pedih tanpa jeda dan istirahat hingga mereka mengharapkan bisa mati, tapi harapan mereka tidak akan ada gunanya. Hal itu semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَا يُقۡضَىٰ عَلَيۡهِمۡ فَيَمُوتُواْ وَلَا يُخَفَّفُ عَنۡهُم مِّنۡ عَذَابِهَاۚ ﴿ "Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya." (Fathir: 36). (14-15) ﴾ قَدۡ أَفۡلَحَ مَن تَزَكَّىٰ ﴿ "Sungguh beruntunglah orang yang mem-bersihkan diri (dengan beriman)," yakni menang dan beruntunglah orang yang membersihkan diri dari kesyirikan, kezhaliman, dan akhlak-akhlak tercela. ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "Dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," yakni orang yang memiliki sifat selalu ingat kepada Allah سبحانه وتعالى dan hatinya terpatri dengan dzikir sehingga hal itu meng-haruskannya mengerjakan segala sesuatu yang diridhai Allah سبحانه وتعالى khususnya shalat yang merupakan neraca keimanan. Inilah makna ayat di atas. Sedangkan yang menafsirkan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ تَزَكَّىٰ ﴿ "Orang yang membersihkan diri," dengan arti mengeluarkan zakat fitrah dan ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," 'Id, meski penafsiran tersebut termasuk dalam kata-kata shalat dan sebagian dari cabangnya, tapi maknanya bukan hanya sesempit itu saja. (16-17) ﴾ بَلۡ تُؤۡثِرُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا ﴿ "Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan duniawi," artinya, kalian lebih mengedepankan dunia daripada kehidupan akhirat dan kalian lebih memilih ke-nikmatannya yang lusuh dan kotor serta fana melebihi akhirat. ﴾ وَٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ ﴿ "Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik," lebih baik dari dunia dalam segala sifat yang diinginkan, ﴾ وَأَبۡقَىٰٓ ﴿ "dan lebih kekal," karena akhirat adalah negeri keabadian, kekekalan, dan kesucian, sedangkan dunia adalah negeri yang fana. Orang Mukmin yang berakal tidak akan memilih sesuatu yang lebih jelek dari sesuatu yang lebih baik dan tidak menukar kenikmatan sesaat dengan kenikmatan abadi. Karena itu, cinta terhadap dunia dan lebih dikedepankan melebihi akhirat merupakan induk segala kesalahan. (18-19) ﴾ إِنَّ هَٰذَا ﴿ "Sesungguhnya ini," yang disebutkan untuk kalian dalam surat yang penuh berkah ini berupa hal-hal indah dan berita-berita bagus ﴾ لَفِي ٱلصُّحُفِ ٱلۡأُولَىٰ 18 صُحُفِ إِبۡرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ 19 ﴿ "benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terdahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa," keduanya adalah rasul paling mulia setelah Muhammad a. Semua perintah-perintah di atas terdapat dalam seluruh syariat karena berguna untuk dunia dan akhirat. Perintah-perintah terse-but merupakan maslahat di seluruh waktu dan tempat. Selesai. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى.

Al-A'la 87:2

"Sucikanlah nama Rabbmu Yang Paling Tinggi. Yang men-ciptakan dan menyempurnakan (penciptaanNya). Dan yang me-nentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk. Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan. Lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman. Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa, kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi. Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah, oleh sebab itu berikanlah peri-ngatan, karena peringatan itu bermanfaat. Orang yang takut (ke-pada Allah) akan mendapat pelajaran, orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka). Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup. Sungguh beruntunglah orang yang membersih-kan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat. Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan dunia-wi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terda-hulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa." (Al-A'la: 1-19). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1-3) Allah سبحانه وتعالى memerintahkan para hamba untuk memaha-sucikanNya (dengan melakukan hal-hal) yang mencakup dzikir, ibadah, tunduk dan patuh terhadap keagungan Allah serta meren-dah karena keagunganNya. Pujian tersebut adalah pujian yang pantas dan sesuai dengan keagungan Allah تعالى, yakni dengan menyebutkan nama-namaNya yang baik lagi tinggi di atas setiap nama dengan maknanya yang agung. Dan menyebutkan perbuatan-perbuatanNya yang di antaranya adalah menciptakan dan menyem-purnakan (penciptaan)Nya, maksudnya Dia سبحانه وتعالى menyempurnakan dan membaguskan penciptaanNya. ﴾ وَٱلَّذِي قَدَّرَ ﴿ "Dan yang menentu-kan," yakni takdir yang diikuti oleh takdir-takdir yang lain, ﴾ فَهَدَىٰ ﴿ "dan memberi petunjuk" kepada semua makhluk ciptaan kepada takdir tersebut. Ini adalah hidayah (petunjuk) secara umum, yang intinya adalah bahwa Dia سبحانه وتعالى menunjuki setiap makhluk kepada apa-apa yang merupakan kemaslahatan baginya. (4-5) Demikian juga dengan menyebutkan nikmat-nikmat-Nya yang bersifat duniawi. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلَّذِيٓ أَخۡرَجَ ٱلۡمَرۡعَىٰ ﴿ "Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan," maksudnya, Allah سبحانه وتعالى menurunkan air dari langit, dan dengan air itu Allah سبحانه وتعالى menumbuhkan berbagai macam tumbuhan dan rerumputan yang dimakan oleh manusia, binatang ternak, serta seluruh binatang lain. Selanjutnya setelah masa remaja yang ditentukan Allah سبحانه وتعالى telah sempurna, Allah سبحانه وتعالى mengeringkan tanaman dan rerumputan tersebut, ﴾ فَجَعَلَهُۥ غُثَآءً أَحۡوَىٰ ﴿ "lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman," yakni hitam. Artinya, Allah سبحانه وتعالى merubahnya men-jadi rerumputan yang lusuh. (6-7) Kemudian dengan menyebut nikmat-nikmat keaga-maan (din). Karena itu Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan dasar dan ma-terinya, yaitu al-Qur`an, kemudian berfirman, ﴾ سَنُقۡرِئُكَ فَلَا تَنسَىٰٓ ﴿ "Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa." Maksudnya, Kami akan menjaga apa yang Kami wahyukan kepadamu berupa al-Qur`an, dan Kami menjaga hatimu agar tetap waspada sehingga kau tidak akan melupakan sesuatu pun darinya. Ini merupakan kabar gembira besar dari Allah سبحانه وتعالى untuk hamba dan RasulNya, Muhammad a, yaitu Allah سبحانه وتعالى akan mengajarkannya ilmu yang tidak akan beliau lupakan, ﴾ إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُۚ ﴿ "kecuali kalau Allah menghendaki," sesuai tuntutan hikmahNya yang membuatmu melupakannya karena suatu kepentingan dan hikmah yang amat besar. ﴾ إِنَّهُۥ يَعۡلَمُ ٱلۡجَهۡرَ وَمَا يَخۡفَىٰ ﴿ "Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi," di antaranya Allah سبحانه وتعالى mengeta-hui apa yang terbaik untuk hambaNya. Artinya, karena itu Allah سبحانه وتعالى mensyariatkan dan menegaskan apa yang Dia inginkan. (8) ﴾ وَنُيَسِّرُكَ لِلۡيُسۡرَىٰ ﴿ "Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah," ini juga berita gembira lainnya. Allah سبحانه وتعالى mempermu-dah RasulNya dalam berbagai urusan dan Allah سبحانه وتعالى mempermudah syariat dan AgamaNya. (9-13) ﴾ فَذَكِّرۡ ﴿ "Oleh sebab itu berikanlah peringatan," akan sya-riat dan tanda-tanda kebesaranNya. ﴾ إِن نَّفَعَتِ ٱلذِّكۡرَىٰ ﴿ "Karena peringatan itu bermanfaat," yakni selama peringatan diterima, dijadikan petuah dan didengar, baik apakah seluruh maksud dari peringatan terca-pai atau sebagiannya saja. Kontekstual ayat, bila peringatan tidak membawa guna, misalnya hanya semakin menambah keburukan atau bisa mengurangi kebaikan, maka peringatan tidak diperintah-kan, bahkan terlarang. Dalam peringatan, manusia terbagi menjadi dua: Orang-orang yang memanfaatkan dan orang-orang yang tidak memanfaatkan. Orang-orang yang memanfaatkan peringatan disinggung oleh Allah سبحانه وتعالى dalam FirmanNya, ﴾ سَيَذَّكَّرُ مَن يَخۡشَىٰ ﴿ "Orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran," karena takut kepada Allah سبحانه وتعالى dan mengetahui balasan-balasan yang akan diberikan Allah سبحانه وتعالى atas berbagai perbuatan akan menghentikan seseorang dari apa yang dibenci Allah سبحانه وتعالى serta mendorongnya untuk melakukan kebajikan. Sedangkan mereka yang tidak memanfaatkan peringatan, Allah سبحانه وتعالى menyinggung mereka dengan FirmanNya,﴾ وَيَتَجَنَّبُهَا ٱلۡأَشۡقَى 11 ٱلَّذِي يَصۡلَى ٱلنَّارَ ٱلۡكُبۡرَىٰ 12 ﴿ "Orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka)," yaitu neraka yang dinyalakan yang merasuk hingga sampai ke hati. ﴾ ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحۡيَىٰ ﴿ "Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup," yakni disiksa dengan siksaan pedih tanpa jeda dan istirahat hingga mereka mengharapkan bisa mati, tapi harapan mereka tidak akan ada gunanya. Hal itu semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَا يُقۡضَىٰ عَلَيۡهِمۡ فَيَمُوتُواْ وَلَا يُخَفَّفُ عَنۡهُم مِّنۡ عَذَابِهَاۚ ﴿ "Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya." (Fathir: 36). (14-15) ﴾ قَدۡ أَفۡلَحَ مَن تَزَكَّىٰ ﴿ "Sungguh beruntunglah orang yang mem-bersihkan diri (dengan beriman)," yakni menang dan beruntunglah orang yang membersihkan diri dari kesyirikan, kezhaliman, dan akhlak-akhlak tercela. ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "Dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," yakni orang yang memiliki sifat selalu ingat kepada Allah سبحانه وتعالى dan hatinya terpatri dengan dzikir sehingga hal itu meng-haruskannya mengerjakan segala sesuatu yang diridhai Allah سبحانه وتعالى khususnya shalat yang merupakan neraca keimanan. Inilah makna ayat di atas. Sedangkan yang menafsirkan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ تَزَكَّىٰ ﴿ "Orang yang membersihkan diri," dengan arti mengeluarkan zakat fitrah dan ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," 'Id, meski penafsiran tersebut termasuk dalam kata-kata shalat dan sebagian dari cabangnya, tapi maknanya bukan hanya sesempit itu saja. (16-17) ﴾ بَلۡ تُؤۡثِرُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا ﴿ "Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan duniawi," artinya, kalian lebih mengedepankan dunia daripada kehidupan akhirat dan kalian lebih memilih ke-nikmatannya yang lusuh dan kotor serta fana melebihi akhirat. ﴾ وَٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ ﴿ "Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik," lebih baik dari dunia dalam segala sifat yang diinginkan, ﴾ وَأَبۡقَىٰٓ ﴿ "dan lebih kekal," karena akhirat adalah negeri keabadian, kekekalan, dan kesucian, sedangkan dunia adalah negeri yang fana. Orang Mukmin yang berakal tidak akan memilih sesuatu yang lebih jelek dari sesuatu yang lebih baik dan tidak menukar kenikmatan sesaat dengan kenikmatan abadi. Karena itu, cinta terhadap dunia dan lebih dikedepankan melebihi akhirat merupakan induk segala kesalahan. (18-19) ﴾ إِنَّ هَٰذَا ﴿ "Sesungguhnya ini," yang disebutkan untuk kalian dalam surat yang penuh berkah ini berupa hal-hal indah dan berita-berita bagus ﴾ لَفِي ٱلصُّحُفِ ٱلۡأُولَىٰ 18 صُحُفِ إِبۡرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ 19 ﴿ "benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terdahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa," keduanya adalah rasul paling mulia setelah Muhammad a. Semua perintah-perintah di atas terdapat dalam seluruh syariat karena berguna untuk dunia dan akhirat. Perintah-perintah terse-but merupakan maslahat di seluruh waktu dan tempat. Selesai. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى.

Al-A'la 87:3

"Sucikanlah nama Rabbmu Yang Paling Tinggi. Yang men-ciptakan dan menyempurnakan (penciptaanNya). Dan yang me-nentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk. Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan. Lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman. Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa, kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi. Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah, oleh sebab itu berikanlah peri-ngatan, karena peringatan itu bermanfaat. Orang yang takut (ke-pada Allah) akan mendapat pelajaran, orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka). Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup. Sungguh beruntunglah orang yang membersih-kan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat. Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan dunia-wi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terda-hulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa." (Al-A'la: 1-19). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1-3) Allah سبحانه وتعالى memerintahkan para hamba untuk memaha-sucikanNya (dengan melakukan hal-hal) yang mencakup dzikir, ibadah, tunduk dan patuh terhadap keagungan Allah serta meren-dah karena keagunganNya. Pujian tersebut adalah pujian yang pantas dan sesuai dengan keagungan Allah تعالى, yakni dengan menyebutkan nama-namaNya yang baik lagi tinggi di atas setiap nama dengan maknanya yang agung. Dan menyebutkan perbuatan-perbuatanNya yang di antaranya adalah menciptakan dan menyem-purnakan (penciptaan)Nya, maksudnya Dia سبحانه وتعالى menyempurnakan dan membaguskan penciptaanNya. ﴾ وَٱلَّذِي قَدَّرَ ﴿ "Dan yang menentu-kan," yakni takdir yang diikuti oleh takdir-takdir yang lain, ﴾ فَهَدَىٰ ﴿ "dan memberi petunjuk" kepada semua makhluk ciptaan kepada takdir tersebut. Ini adalah hidayah (petunjuk) secara umum, yang intinya adalah bahwa Dia سبحانه وتعالى menunjuki setiap makhluk kepada apa-apa yang merupakan kemaslahatan baginya. (4-5) Demikian juga dengan menyebutkan nikmat-nikmat-Nya yang bersifat duniawi. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلَّذِيٓ أَخۡرَجَ ٱلۡمَرۡعَىٰ ﴿ "Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan," maksudnya, Allah سبحانه وتعالى menurunkan air dari langit, dan dengan air itu Allah سبحانه وتعالى menumbuhkan berbagai macam tumbuhan dan rerumputan yang dimakan oleh manusia, binatang ternak, serta seluruh binatang lain. Selanjutnya setelah masa remaja yang ditentukan Allah سبحانه وتعالى telah sempurna, Allah سبحانه وتعالى mengeringkan tanaman dan rerumputan tersebut, ﴾ فَجَعَلَهُۥ غُثَآءً أَحۡوَىٰ ﴿ "lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman," yakni hitam. Artinya, Allah سبحانه وتعالى merubahnya men-jadi rerumputan yang lusuh. (6-7) Kemudian dengan menyebut nikmat-nikmat keaga-maan (din). Karena itu Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan dasar dan ma-terinya, yaitu al-Qur`an, kemudian berfirman, ﴾ سَنُقۡرِئُكَ فَلَا تَنسَىٰٓ ﴿ "Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa." Maksudnya, Kami akan menjaga apa yang Kami wahyukan kepadamu berupa al-Qur`an, dan Kami menjaga hatimu agar tetap waspada sehingga kau tidak akan melupakan sesuatu pun darinya. Ini merupakan kabar gembira besar dari Allah سبحانه وتعالى untuk hamba dan RasulNya, Muhammad a, yaitu Allah سبحانه وتعالى akan mengajarkannya ilmu yang tidak akan beliau lupakan, ﴾ إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُۚ ﴿ "kecuali kalau Allah menghendaki," sesuai tuntutan hikmahNya yang membuatmu melupakannya karena suatu kepentingan dan hikmah yang amat besar. ﴾ إِنَّهُۥ يَعۡلَمُ ٱلۡجَهۡرَ وَمَا يَخۡفَىٰ ﴿ "Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi," di antaranya Allah سبحانه وتعالى mengeta-hui apa yang terbaik untuk hambaNya. Artinya, karena itu Allah سبحانه وتعالى mensyariatkan dan menegaskan apa yang Dia inginkan. (8) ﴾ وَنُيَسِّرُكَ لِلۡيُسۡرَىٰ ﴿ "Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah," ini juga berita gembira lainnya. Allah سبحانه وتعالى mempermu-dah RasulNya dalam berbagai urusan dan Allah سبحانه وتعالى mempermudah syariat dan AgamaNya. (9-13) ﴾ فَذَكِّرۡ ﴿ "Oleh sebab itu berikanlah peringatan," akan sya-riat dan tanda-tanda kebesaranNya. ﴾ إِن نَّفَعَتِ ٱلذِّكۡرَىٰ ﴿ "Karena peringatan itu bermanfaat," yakni selama peringatan diterima, dijadikan petuah dan didengar, baik apakah seluruh maksud dari peringatan terca-pai atau sebagiannya saja. Kontekstual ayat, bila peringatan tidak membawa guna, misalnya hanya semakin menambah keburukan atau bisa mengurangi kebaikan, maka peringatan tidak diperintah-kan, bahkan terlarang. Dalam peringatan, manusia terbagi menjadi dua: Orang-orang yang memanfaatkan dan orang-orang yang tidak memanfaatkan. Orang-orang yang memanfaatkan peringatan disinggung oleh Allah سبحانه وتعالى dalam FirmanNya, ﴾ سَيَذَّكَّرُ مَن يَخۡشَىٰ ﴿ "Orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran," karena takut kepada Allah سبحانه وتعالى dan mengetahui balasan-balasan yang akan diberikan Allah سبحانه وتعالى atas berbagai perbuatan akan menghentikan seseorang dari apa yang dibenci Allah سبحانه وتعالى serta mendorongnya untuk melakukan kebajikan. Sedangkan mereka yang tidak memanfaatkan peringatan, Allah سبحانه وتعالى menyinggung mereka dengan FirmanNya,﴾ وَيَتَجَنَّبُهَا ٱلۡأَشۡقَى 11 ٱلَّذِي يَصۡلَى ٱلنَّارَ ٱلۡكُبۡرَىٰ 12 ﴿ "Orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka)," yaitu neraka yang dinyalakan yang merasuk hingga sampai ke hati. ﴾ ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحۡيَىٰ ﴿ "Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup," yakni disiksa dengan siksaan pedih tanpa jeda dan istirahat hingga mereka mengharapkan bisa mati, tapi harapan mereka tidak akan ada gunanya. Hal itu semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَا يُقۡضَىٰ عَلَيۡهِمۡ فَيَمُوتُواْ وَلَا يُخَفَّفُ عَنۡهُم مِّنۡ عَذَابِهَاۚ ﴿ "Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya." (Fathir: 36). (14-15) ﴾ قَدۡ أَفۡلَحَ مَن تَزَكَّىٰ ﴿ "Sungguh beruntunglah orang yang mem-bersihkan diri (dengan beriman)," yakni menang dan beruntunglah orang yang membersihkan diri dari kesyirikan, kezhaliman, dan akhlak-akhlak tercela. ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "Dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," yakni orang yang memiliki sifat selalu ingat kepada Allah سبحانه وتعالى dan hatinya terpatri dengan dzikir sehingga hal itu meng-haruskannya mengerjakan segala sesuatu yang diridhai Allah سبحانه وتعالى khususnya shalat yang merupakan neraca keimanan. Inilah makna ayat di atas. Sedangkan yang menafsirkan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ تَزَكَّىٰ ﴿ "Orang yang membersihkan diri," dengan arti mengeluarkan zakat fitrah dan ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," 'Id, meski penafsiran tersebut termasuk dalam kata-kata shalat dan sebagian dari cabangnya, tapi maknanya bukan hanya sesempit itu saja. (16-17) ﴾ بَلۡ تُؤۡثِرُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا ﴿ "Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan duniawi," artinya, kalian lebih mengedepankan dunia daripada kehidupan akhirat dan kalian lebih memilih ke-nikmatannya yang lusuh dan kotor serta fana melebihi akhirat. ﴾ وَٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ ﴿ "Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik," lebih baik dari dunia dalam segala sifat yang diinginkan, ﴾ وَأَبۡقَىٰٓ ﴿ "dan lebih kekal," karena akhirat adalah negeri keabadian, kekekalan, dan kesucian, sedangkan dunia adalah negeri yang fana. Orang Mukmin yang berakal tidak akan memilih sesuatu yang lebih jelek dari sesuatu yang lebih baik dan tidak menukar kenikmatan sesaat dengan kenikmatan abadi. Karena itu, cinta terhadap dunia dan lebih dikedepankan melebihi akhirat merupakan induk segala kesalahan. (18-19) ﴾ إِنَّ هَٰذَا ﴿ "Sesungguhnya ini," yang disebutkan untuk kalian dalam surat yang penuh berkah ini berupa hal-hal indah dan berita-berita bagus ﴾ لَفِي ٱلصُّحُفِ ٱلۡأُولَىٰ 18 صُحُفِ إِبۡرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ 19 ﴿ "benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terdahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa," keduanya adalah rasul paling mulia setelah Muhammad a. Semua perintah-perintah di atas terdapat dalam seluruh syariat karena berguna untuk dunia dan akhirat. Perintah-perintah terse-but merupakan maslahat di seluruh waktu dan tempat. Selesai. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى.

Al-A'la 87:4

"Sucikanlah nama Rabbmu Yang Paling Tinggi. Yang men-ciptakan dan menyempurnakan (penciptaanNya). Dan yang me-nentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk. Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan. Lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman. Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa, kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi. Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah, oleh sebab itu berikanlah peri-ngatan, karena peringatan itu bermanfaat. Orang yang takut (ke-pada Allah) akan mendapat pelajaran, orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka). Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup. Sungguh beruntunglah orang yang membersih-kan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat. Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan dunia-wi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terda-hulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa." (Al-A'la: 1-19). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1-3) Allah سبحانه وتعالى memerintahkan para hamba untuk memaha-sucikanNya (dengan melakukan hal-hal) yang mencakup dzikir, ibadah, tunduk dan patuh terhadap keagungan Allah serta meren-dah karena keagunganNya. Pujian tersebut adalah pujian yang pantas dan sesuai dengan keagungan Allah تعالى, yakni dengan menyebutkan nama-namaNya yang baik lagi tinggi di atas setiap nama dengan maknanya yang agung. Dan menyebutkan perbuatan-perbuatanNya yang di antaranya adalah menciptakan dan menyem-purnakan (penciptaan)Nya, maksudnya Dia سبحانه وتعالى menyempurnakan dan membaguskan penciptaanNya. ﴾ وَٱلَّذِي قَدَّرَ ﴿ "Dan yang menentu-kan," yakni takdir yang diikuti oleh takdir-takdir yang lain, ﴾ فَهَدَىٰ ﴿ "dan memberi petunjuk" kepada semua makhluk ciptaan kepada takdir tersebut. Ini adalah hidayah (petunjuk) secara umum, yang intinya adalah bahwa Dia سبحانه وتعالى menunjuki setiap makhluk kepada apa-apa yang merupakan kemaslahatan baginya. (4-5) Demikian juga dengan menyebutkan nikmat-nikmat-Nya yang bersifat duniawi. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلَّذِيٓ أَخۡرَجَ ٱلۡمَرۡعَىٰ ﴿ "Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan," maksudnya, Allah سبحانه وتعالى menurunkan air dari langit, dan dengan air itu Allah سبحانه وتعالى menumbuhkan berbagai macam tumbuhan dan rerumputan yang dimakan oleh manusia, binatang ternak, serta seluruh binatang lain. Selanjutnya setelah masa remaja yang ditentukan Allah سبحانه وتعالى telah sempurna, Allah سبحانه وتعالى mengeringkan tanaman dan rerumputan tersebut, ﴾ فَجَعَلَهُۥ غُثَآءً أَحۡوَىٰ ﴿ "lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman," yakni hitam. Artinya, Allah سبحانه وتعالى merubahnya men-jadi rerumputan yang lusuh. (6-7) Kemudian dengan menyebut nikmat-nikmat keaga-maan (din). Karena itu Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan dasar dan ma-terinya, yaitu al-Qur`an, kemudian berfirman, ﴾ سَنُقۡرِئُكَ فَلَا تَنسَىٰٓ ﴿ "Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa." Maksudnya, Kami akan menjaga apa yang Kami wahyukan kepadamu berupa al-Qur`an, dan Kami menjaga hatimu agar tetap waspada sehingga kau tidak akan melupakan sesuatu pun darinya. Ini merupakan kabar gembira besar dari Allah سبحانه وتعالى untuk hamba dan RasulNya, Muhammad a, yaitu Allah سبحانه وتعالى akan mengajarkannya ilmu yang tidak akan beliau lupakan, ﴾ إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُۚ ﴿ "kecuali kalau Allah menghendaki," sesuai tuntutan hikmahNya yang membuatmu melupakannya karena suatu kepentingan dan hikmah yang amat besar. ﴾ إِنَّهُۥ يَعۡلَمُ ٱلۡجَهۡرَ وَمَا يَخۡفَىٰ ﴿ "Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi," di antaranya Allah سبحانه وتعالى mengeta-hui apa yang terbaik untuk hambaNya. Artinya, karena itu Allah سبحانه وتعالى mensyariatkan dan menegaskan apa yang Dia inginkan. (8) ﴾ وَنُيَسِّرُكَ لِلۡيُسۡرَىٰ ﴿ "Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah," ini juga berita gembira lainnya. Allah سبحانه وتعالى mempermu-dah RasulNya dalam berbagai urusan dan Allah سبحانه وتعالى mempermudah syariat dan AgamaNya. (9-13) ﴾ فَذَكِّرۡ ﴿ "Oleh sebab itu berikanlah peringatan," akan sya-riat dan tanda-tanda kebesaranNya. ﴾ إِن نَّفَعَتِ ٱلذِّكۡرَىٰ ﴿ "Karena peringatan itu bermanfaat," yakni selama peringatan diterima, dijadikan petuah dan didengar, baik apakah seluruh maksud dari peringatan terca-pai atau sebagiannya saja. Kontekstual ayat, bila peringatan tidak membawa guna, misalnya hanya semakin menambah keburukan atau bisa mengurangi kebaikan, maka peringatan tidak diperintah-kan, bahkan terlarang. Dalam peringatan, manusia terbagi menjadi dua: Orang-orang yang memanfaatkan dan orang-orang yang tidak memanfaatkan. Orang-orang yang memanfaatkan peringatan disinggung oleh Allah سبحانه وتعالى dalam FirmanNya, ﴾ سَيَذَّكَّرُ مَن يَخۡشَىٰ ﴿ "Orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran," karena takut kepada Allah سبحانه وتعالى dan mengetahui balasan-balasan yang akan diberikan Allah سبحانه وتعالى atas berbagai perbuatan akan menghentikan seseorang dari apa yang dibenci Allah سبحانه وتعالى serta mendorongnya untuk melakukan kebajikan. Sedangkan mereka yang tidak memanfaatkan peringatan, Allah سبحانه وتعالى menyinggung mereka dengan FirmanNya,﴾ وَيَتَجَنَّبُهَا ٱلۡأَشۡقَى 11 ٱلَّذِي يَصۡلَى ٱلنَّارَ ٱلۡكُبۡرَىٰ 12 ﴿ "Orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka)," yaitu neraka yang dinyalakan yang merasuk hingga sampai ke hati. ﴾ ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحۡيَىٰ ﴿ "Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup," yakni disiksa dengan siksaan pedih tanpa jeda dan istirahat hingga mereka mengharapkan bisa mati, tapi harapan mereka tidak akan ada gunanya. Hal itu semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَا يُقۡضَىٰ عَلَيۡهِمۡ فَيَمُوتُواْ وَلَا يُخَفَّفُ عَنۡهُم مِّنۡ عَذَابِهَاۚ ﴿ "Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya." (Fathir: 36). (14-15) ﴾ قَدۡ أَفۡلَحَ مَن تَزَكَّىٰ ﴿ "Sungguh beruntunglah orang yang mem-bersihkan diri (dengan beriman)," yakni menang dan beruntunglah orang yang membersihkan diri dari kesyirikan, kezhaliman, dan akhlak-akhlak tercela. ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "Dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," yakni orang yang memiliki sifat selalu ingat kepada Allah سبحانه وتعالى dan hatinya terpatri dengan dzikir sehingga hal itu meng-haruskannya mengerjakan segala sesuatu yang diridhai Allah سبحانه وتعالى khususnya shalat yang merupakan neraca keimanan. Inilah makna ayat di atas. Sedangkan yang menafsirkan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ تَزَكَّىٰ ﴿ "Orang yang membersihkan diri," dengan arti mengeluarkan zakat fitrah dan ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," 'Id, meski penafsiran tersebut termasuk dalam kata-kata shalat dan sebagian dari cabangnya, tapi maknanya bukan hanya sesempit itu saja. (16-17) ﴾ بَلۡ تُؤۡثِرُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا ﴿ "Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan duniawi," artinya, kalian lebih mengedepankan dunia daripada kehidupan akhirat dan kalian lebih memilih ke-nikmatannya yang lusuh dan kotor serta fana melebihi akhirat. ﴾ وَٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ ﴿ "Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik," lebih baik dari dunia dalam segala sifat yang diinginkan, ﴾ وَأَبۡقَىٰٓ ﴿ "dan lebih kekal," karena akhirat adalah negeri keabadian, kekekalan, dan kesucian, sedangkan dunia adalah negeri yang fana. Orang Mukmin yang berakal tidak akan memilih sesuatu yang lebih jelek dari sesuatu yang lebih baik dan tidak menukar kenikmatan sesaat dengan kenikmatan abadi. Karena itu, cinta terhadap dunia dan lebih dikedepankan melebihi akhirat merupakan induk segala kesalahan. (18-19) ﴾ إِنَّ هَٰذَا ﴿ "Sesungguhnya ini," yang disebutkan untuk kalian dalam surat yang penuh berkah ini berupa hal-hal indah dan berita-berita bagus ﴾ لَفِي ٱلصُّحُفِ ٱلۡأُولَىٰ 18 صُحُفِ إِبۡرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ 19 ﴿ "benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terdahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa," keduanya adalah rasul paling mulia setelah Muhammad a. Semua perintah-perintah di atas terdapat dalam seluruh syariat karena berguna untuk dunia dan akhirat. Perintah-perintah terse-but merupakan maslahat di seluruh waktu dan tempat. Selesai. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى.

Al-A'la 87:5

"Sucikanlah nama Rabbmu Yang Paling Tinggi. Yang men-ciptakan dan menyempurnakan (penciptaanNya). Dan yang me-nentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk. Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan. Lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman. Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa, kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi. Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah, oleh sebab itu berikanlah peri-ngatan, karena peringatan itu bermanfaat. Orang yang takut (ke-pada Allah) akan mendapat pelajaran, orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka). Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup. Sungguh beruntunglah orang yang membersih-kan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat. Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan dunia-wi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terda-hulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa." (Al-A'la: 1-19). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1-3) Allah سبحانه وتعالى memerintahkan para hamba untuk memaha-sucikanNya (dengan melakukan hal-hal) yang mencakup dzikir, ibadah, tunduk dan patuh terhadap keagungan Allah serta meren-dah karena keagunganNya. Pujian tersebut adalah pujian yang pantas dan sesuai dengan keagungan Allah تعالى, yakni dengan menyebutkan nama-namaNya yang baik lagi tinggi di atas setiap nama dengan maknanya yang agung. Dan menyebutkan perbuatan-perbuatanNya yang di antaranya adalah menciptakan dan menyem-purnakan (penciptaan)Nya, maksudnya Dia سبحانه وتعالى menyempurnakan dan membaguskan penciptaanNya. ﴾ وَٱلَّذِي قَدَّرَ ﴿ "Dan yang menentu-kan," yakni takdir yang diikuti oleh takdir-takdir yang lain, ﴾ فَهَدَىٰ ﴿ "dan memberi petunjuk" kepada semua makhluk ciptaan kepada takdir tersebut. Ini adalah hidayah (petunjuk) secara umum, yang intinya adalah bahwa Dia سبحانه وتعالى menunjuki setiap makhluk kepada apa-apa yang merupakan kemaslahatan baginya. (4-5) Demikian juga dengan menyebutkan nikmat-nikmat-Nya yang bersifat duniawi. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلَّذِيٓ أَخۡرَجَ ٱلۡمَرۡعَىٰ ﴿ "Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan," maksudnya, Allah سبحانه وتعالى menurunkan air dari langit, dan dengan air itu Allah سبحانه وتعالى menumbuhkan berbagai macam tumbuhan dan rerumputan yang dimakan oleh manusia, binatang ternak, serta seluruh binatang lain. Selanjutnya setelah masa remaja yang ditentukan Allah سبحانه وتعالى telah sempurna, Allah سبحانه وتعالى mengeringkan tanaman dan rerumputan tersebut, ﴾ فَجَعَلَهُۥ غُثَآءً أَحۡوَىٰ ﴿ "lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman," yakni hitam. Artinya, Allah سبحانه وتعالى merubahnya men-jadi rerumputan yang lusuh. (6-7) Kemudian dengan menyebut nikmat-nikmat keaga-maan (din). Karena itu Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan dasar dan ma-terinya, yaitu al-Qur`an, kemudian berfirman, ﴾ سَنُقۡرِئُكَ فَلَا تَنسَىٰٓ ﴿ "Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa." Maksudnya, Kami akan menjaga apa yang Kami wahyukan kepadamu berupa al-Qur`an, dan Kami menjaga hatimu agar tetap waspada sehingga kau tidak akan melupakan sesuatu pun darinya. Ini merupakan kabar gembira besar dari Allah سبحانه وتعالى untuk hamba dan RasulNya, Muhammad a, yaitu Allah سبحانه وتعالى akan mengajarkannya ilmu yang tidak akan beliau lupakan, ﴾ إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُۚ ﴿ "kecuali kalau Allah menghendaki," sesuai tuntutan hikmahNya yang membuatmu melupakannya karena suatu kepentingan dan hikmah yang amat besar. ﴾ إِنَّهُۥ يَعۡلَمُ ٱلۡجَهۡرَ وَمَا يَخۡفَىٰ ﴿ "Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi," di antaranya Allah سبحانه وتعالى mengeta-hui apa yang terbaik untuk hambaNya. Artinya, karena itu Allah سبحانه وتعالى mensyariatkan dan menegaskan apa yang Dia inginkan. (8) ﴾ وَنُيَسِّرُكَ لِلۡيُسۡرَىٰ ﴿ "Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah," ini juga berita gembira lainnya. Allah سبحانه وتعالى mempermu-dah RasulNya dalam berbagai urusan dan Allah سبحانه وتعالى mempermudah syariat dan AgamaNya. (9-13) ﴾ فَذَكِّرۡ ﴿ "Oleh sebab itu berikanlah peringatan," akan sya-riat dan tanda-tanda kebesaranNya. ﴾ إِن نَّفَعَتِ ٱلذِّكۡرَىٰ ﴿ "Karena peringatan itu bermanfaat," yakni selama peringatan diterima, dijadikan petuah dan didengar, baik apakah seluruh maksud dari peringatan terca-pai atau sebagiannya saja. Kontekstual ayat, bila peringatan tidak membawa guna, misalnya hanya semakin menambah keburukan atau bisa mengurangi kebaikan, maka peringatan tidak diperintah-kan, bahkan terlarang. Dalam peringatan, manusia terbagi menjadi dua: Orang-orang yang memanfaatkan dan orang-orang yang tidak memanfaatkan. Orang-orang yang memanfaatkan peringatan disinggung oleh Allah سبحانه وتعالى dalam FirmanNya, ﴾ سَيَذَّكَّرُ مَن يَخۡشَىٰ ﴿ "Orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran," karena takut kepada Allah سبحانه وتعالى dan mengetahui balasan-balasan yang akan diberikan Allah سبحانه وتعالى atas berbagai perbuatan akan menghentikan seseorang dari apa yang dibenci Allah سبحانه وتعالى serta mendorongnya untuk melakukan kebajikan. Sedangkan mereka yang tidak memanfaatkan peringatan, Allah سبحانه وتعالى menyinggung mereka dengan FirmanNya,﴾ وَيَتَجَنَّبُهَا ٱلۡأَشۡقَى 11 ٱلَّذِي يَصۡلَى ٱلنَّارَ ٱلۡكُبۡرَىٰ 12 ﴿ "Orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka)," yaitu neraka yang dinyalakan yang merasuk hingga sampai ke hati. ﴾ ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحۡيَىٰ ﴿ "Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup," yakni disiksa dengan siksaan pedih tanpa jeda dan istirahat hingga mereka mengharapkan bisa mati, tapi harapan mereka tidak akan ada gunanya. Hal itu semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَا يُقۡضَىٰ عَلَيۡهِمۡ فَيَمُوتُواْ وَلَا يُخَفَّفُ عَنۡهُم مِّنۡ عَذَابِهَاۚ ﴿ "Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya." (Fathir: 36). (14-15) ﴾ قَدۡ أَفۡلَحَ مَن تَزَكَّىٰ ﴿ "Sungguh beruntunglah orang yang mem-bersihkan diri (dengan beriman)," yakni menang dan beruntunglah orang yang membersihkan diri dari kesyirikan, kezhaliman, dan akhlak-akhlak tercela. ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "Dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," yakni orang yang memiliki sifat selalu ingat kepada Allah سبحانه وتعالى dan hatinya terpatri dengan dzikir sehingga hal itu meng-haruskannya mengerjakan segala sesuatu yang diridhai Allah سبحانه وتعالى khususnya shalat yang merupakan neraca keimanan. Inilah makna ayat di atas. Sedangkan yang menafsirkan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ تَزَكَّىٰ ﴿ "Orang yang membersihkan diri," dengan arti mengeluarkan zakat fitrah dan ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," 'Id, meski penafsiran tersebut termasuk dalam kata-kata shalat dan sebagian dari cabangnya, tapi maknanya bukan hanya sesempit itu saja. (16-17) ﴾ بَلۡ تُؤۡثِرُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا ﴿ "Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan duniawi," artinya, kalian lebih mengedepankan dunia daripada kehidupan akhirat dan kalian lebih memilih ke-nikmatannya yang lusuh dan kotor serta fana melebihi akhirat. ﴾ وَٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ ﴿ "Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik," lebih baik dari dunia dalam segala sifat yang diinginkan, ﴾ وَأَبۡقَىٰٓ ﴿ "dan lebih kekal," karena akhirat adalah negeri keabadian, kekekalan, dan kesucian, sedangkan dunia adalah negeri yang fana. Orang Mukmin yang berakal tidak akan memilih sesuatu yang lebih jelek dari sesuatu yang lebih baik dan tidak menukar kenikmatan sesaat dengan kenikmatan abadi. Karena itu, cinta terhadap dunia dan lebih dikedepankan melebihi akhirat merupakan induk segala kesalahan. (18-19) ﴾ إِنَّ هَٰذَا ﴿ "Sesungguhnya ini," yang disebutkan untuk kalian dalam surat yang penuh berkah ini berupa hal-hal indah dan berita-berita bagus ﴾ لَفِي ٱلصُّحُفِ ٱلۡأُولَىٰ 18 صُحُفِ إِبۡرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ 19 ﴿ "benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terdahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa," keduanya adalah rasul paling mulia setelah Muhammad a. Semua perintah-perintah di atas terdapat dalam seluruh syariat karena berguna untuk dunia dan akhirat. Perintah-perintah terse-but merupakan maslahat di seluruh waktu dan tempat. Selesai. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى.

Al-A'la 87:6

"Sucikanlah nama Rabbmu Yang Paling Tinggi. Yang men-ciptakan dan menyempurnakan (penciptaanNya). Dan yang me-nentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk. Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan. Lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman. Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa, kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi. Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah, oleh sebab itu berikanlah peri-ngatan, karena peringatan itu bermanfaat. Orang yang takut (ke-pada Allah) akan mendapat pelajaran, orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka). Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup. Sungguh beruntunglah orang yang membersih-kan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat. Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan dunia-wi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terda-hulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa." (Al-A'la: 1-19). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1-3) Allah سبحانه وتعالى memerintahkan para hamba untuk memaha-sucikanNya (dengan melakukan hal-hal) yang mencakup dzikir, ibadah, tunduk dan patuh terhadap keagungan Allah serta meren-dah karena keagunganNya. Pujian tersebut adalah pujian yang pantas dan sesuai dengan keagungan Allah تعالى, yakni dengan menyebutkan nama-namaNya yang baik lagi tinggi di atas setiap nama dengan maknanya yang agung. Dan menyebutkan perbuatan-perbuatanNya yang di antaranya adalah menciptakan dan menyem-purnakan (penciptaan)Nya, maksudnya Dia سبحانه وتعالى menyempurnakan dan membaguskan penciptaanNya. ﴾ وَٱلَّذِي قَدَّرَ ﴿ "Dan yang menentu-kan," yakni takdir yang diikuti oleh takdir-takdir yang lain, ﴾ فَهَدَىٰ ﴿ "dan memberi petunjuk" kepada semua makhluk ciptaan kepada takdir tersebut. Ini adalah hidayah (petunjuk) secara umum, yang intinya adalah bahwa Dia سبحانه وتعالى menunjuki setiap makhluk kepada apa-apa yang merupakan kemaslahatan baginya. (4-5) Demikian juga dengan menyebutkan nikmat-nikmat-Nya yang bersifat duniawi. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلَّذِيٓ أَخۡرَجَ ٱلۡمَرۡعَىٰ ﴿ "Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan," maksudnya, Allah سبحانه وتعالى menurunkan air dari langit, dan dengan air itu Allah سبحانه وتعالى menumbuhkan berbagai macam tumbuhan dan rerumputan yang dimakan oleh manusia, binatang ternak, serta seluruh binatang lain. Selanjutnya setelah masa remaja yang ditentukan Allah سبحانه وتعالى telah sempurna, Allah سبحانه وتعالى mengeringkan tanaman dan rerumputan tersebut, ﴾ فَجَعَلَهُۥ غُثَآءً أَحۡوَىٰ ﴿ "lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman," yakni hitam. Artinya, Allah سبحانه وتعالى merubahnya men-jadi rerumputan yang lusuh. (6-7) Kemudian dengan menyebut nikmat-nikmat keaga-maan (din). Karena itu Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan dasar dan ma-terinya, yaitu al-Qur`an, kemudian berfirman, ﴾ سَنُقۡرِئُكَ فَلَا تَنسَىٰٓ ﴿ "Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa." Maksudnya, Kami akan menjaga apa yang Kami wahyukan kepadamu berupa al-Qur`an, dan Kami menjaga hatimu agar tetap waspada sehingga kau tidak akan melupakan sesuatu pun darinya. Ini merupakan kabar gembira besar dari Allah سبحانه وتعالى untuk hamba dan RasulNya, Muhammad a, yaitu Allah سبحانه وتعالى akan mengajarkannya ilmu yang tidak akan beliau lupakan, ﴾ إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُۚ ﴿ "kecuali kalau Allah menghendaki," sesuai tuntutan hikmahNya yang membuatmu melupakannya karena suatu kepentingan dan hikmah yang amat besar. ﴾ إِنَّهُۥ يَعۡلَمُ ٱلۡجَهۡرَ وَمَا يَخۡفَىٰ ﴿ "Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi," di antaranya Allah سبحانه وتعالى mengeta-hui apa yang terbaik untuk hambaNya. Artinya, karena itu Allah سبحانه وتعالى mensyariatkan dan menegaskan apa yang Dia inginkan. (8) ﴾ وَنُيَسِّرُكَ لِلۡيُسۡرَىٰ ﴿ "Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah," ini juga berita gembira lainnya. Allah سبحانه وتعالى mempermu-dah RasulNya dalam berbagai urusan dan Allah سبحانه وتعالى mempermudah syariat dan AgamaNya. (9-13) ﴾ فَذَكِّرۡ ﴿ "Oleh sebab itu berikanlah peringatan," akan sya-riat dan tanda-tanda kebesaranNya. ﴾ إِن نَّفَعَتِ ٱلذِّكۡرَىٰ ﴿ "Karena peringatan itu bermanfaat," yakni selama peringatan diterima, dijadikan petuah dan didengar, baik apakah seluruh maksud dari peringatan terca-pai atau sebagiannya saja. Kontekstual ayat, bila peringatan tidak membawa guna, misalnya hanya semakin menambah keburukan atau bisa mengurangi kebaikan, maka peringatan tidak diperintah-kan, bahkan terlarang. Dalam peringatan, manusia terbagi menjadi dua: Orang-orang yang memanfaatkan dan orang-orang yang tidak memanfaatkan. Orang-orang yang memanfaatkan peringatan disinggung oleh Allah سبحانه وتعالى dalam FirmanNya, ﴾ سَيَذَّكَّرُ مَن يَخۡشَىٰ ﴿ "Orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran," karena takut kepada Allah سبحانه وتعالى dan mengetahui balasan-balasan yang akan diberikan Allah سبحانه وتعالى atas berbagai perbuatan akan menghentikan seseorang dari apa yang dibenci Allah سبحانه وتعالى serta mendorongnya untuk melakukan kebajikan. Sedangkan mereka yang tidak memanfaatkan peringatan, Allah سبحانه وتعالى menyinggung mereka dengan FirmanNya,﴾ وَيَتَجَنَّبُهَا ٱلۡأَشۡقَى 11 ٱلَّذِي يَصۡلَى ٱلنَّارَ ٱلۡكُبۡرَىٰ 12 ﴿ "Orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka)," yaitu neraka yang dinyalakan yang merasuk hingga sampai ke hati. ﴾ ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحۡيَىٰ ﴿ "Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup," yakni disiksa dengan siksaan pedih tanpa jeda dan istirahat hingga mereka mengharapkan bisa mati, tapi harapan mereka tidak akan ada gunanya. Hal itu semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَا يُقۡضَىٰ عَلَيۡهِمۡ فَيَمُوتُواْ وَلَا يُخَفَّفُ عَنۡهُم مِّنۡ عَذَابِهَاۚ ﴿ "Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya." (Fathir: 36). (14-15) ﴾ قَدۡ أَفۡلَحَ مَن تَزَكَّىٰ ﴿ "Sungguh beruntunglah orang yang mem-bersihkan diri (dengan beriman)," yakni menang dan beruntunglah orang yang membersihkan diri dari kesyirikan, kezhaliman, dan akhlak-akhlak tercela. ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "Dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," yakni orang yang memiliki sifat selalu ingat kepada Allah سبحانه وتعالى dan hatinya terpatri dengan dzikir sehingga hal itu meng-haruskannya mengerjakan segala sesuatu yang diridhai Allah سبحانه وتعالى khususnya shalat yang merupakan neraca keimanan. Inilah makna ayat di atas. Sedangkan yang menafsirkan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ تَزَكَّىٰ ﴿ "Orang yang membersihkan diri," dengan arti mengeluarkan zakat fitrah dan ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," 'Id, meski penafsiran tersebut termasuk dalam kata-kata shalat dan sebagian dari cabangnya, tapi maknanya bukan hanya sesempit itu saja. (16-17) ﴾ بَلۡ تُؤۡثِرُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا ﴿ "Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan duniawi," artinya, kalian lebih mengedepankan dunia daripada kehidupan akhirat dan kalian lebih memilih ke-nikmatannya yang lusuh dan kotor serta fana melebihi akhirat. ﴾ وَٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ ﴿ "Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik," lebih baik dari dunia dalam segala sifat yang diinginkan, ﴾ وَأَبۡقَىٰٓ ﴿ "dan lebih kekal," karena akhirat adalah negeri keabadian, kekekalan, dan kesucian, sedangkan dunia adalah negeri yang fana. Orang Mukmin yang berakal tidak akan memilih sesuatu yang lebih jelek dari sesuatu yang lebih baik dan tidak menukar kenikmatan sesaat dengan kenikmatan abadi. Karena itu, cinta terhadap dunia dan lebih dikedepankan melebihi akhirat merupakan induk segala kesalahan. (18-19) ﴾ إِنَّ هَٰذَا ﴿ "Sesungguhnya ini," yang disebutkan untuk kalian dalam surat yang penuh berkah ini berupa hal-hal indah dan berita-berita bagus ﴾ لَفِي ٱلصُّحُفِ ٱلۡأُولَىٰ 18 صُحُفِ إِبۡرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ 19 ﴿ "benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terdahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa," keduanya adalah rasul paling mulia setelah Muhammad a. Semua perintah-perintah di atas terdapat dalam seluruh syariat karena berguna untuk dunia dan akhirat. Perintah-perintah terse-but merupakan maslahat di seluruh waktu dan tempat. Selesai. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى.

Al-A'la 87:7

"Sucikanlah nama Rabbmu Yang Paling Tinggi. Yang men-ciptakan dan menyempurnakan (penciptaanNya). Dan yang me-nentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk. Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan. Lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman. Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa, kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi. Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah, oleh sebab itu berikanlah peri-ngatan, karena peringatan itu bermanfaat. Orang yang takut (ke-pada Allah) akan mendapat pelajaran, orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka). Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup. Sungguh beruntunglah orang yang membersih-kan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat. Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan dunia-wi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terda-hulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa." (Al-A'la: 1-19). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1-3) Allah سبحانه وتعالى memerintahkan para hamba untuk memaha-sucikanNya (dengan melakukan hal-hal) yang mencakup dzikir, ibadah, tunduk dan patuh terhadap keagungan Allah serta meren-dah karena keagunganNya. Pujian tersebut adalah pujian yang pantas dan sesuai dengan keagungan Allah تعالى, yakni dengan menyebutkan nama-namaNya yang baik lagi tinggi di atas setiap nama dengan maknanya yang agung. Dan menyebutkan perbuatan-perbuatanNya yang di antaranya adalah menciptakan dan menyem-purnakan (penciptaan)Nya, maksudnya Dia سبحانه وتعالى menyempurnakan dan membaguskan penciptaanNya. ﴾ وَٱلَّذِي قَدَّرَ ﴿ "Dan yang menentu-kan," yakni takdir yang diikuti oleh takdir-takdir yang lain, ﴾ فَهَدَىٰ ﴿ "dan memberi petunjuk" kepada semua makhluk ciptaan kepada takdir tersebut. Ini adalah hidayah (petunjuk) secara umum, yang intinya adalah bahwa Dia سبحانه وتعالى menunjuki setiap makhluk kepada apa-apa yang merupakan kemaslahatan baginya. (4-5) Demikian juga dengan menyebutkan nikmat-nikmat-Nya yang bersifat duniawi. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلَّذِيٓ أَخۡرَجَ ٱلۡمَرۡعَىٰ ﴿ "Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan," maksudnya, Allah سبحانه وتعالى menurunkan air dari langit, dan dengan air itu Allah سبحانه وتعالى menumbuhkan berbagai macam tumbuhan dan rerumputan yang dimakan oleh manusia, binatang ternak, serta seluruh binatang lain. Selanjutnya setelah masa remaja yang ditentukan Allah سبحانه وتعالى telah sempurna, Allah سبحانه وتعالى mengeringkan tanaman dan rerumputan tersebut, ﴾ فَجَعَلَهُۥ غُثَآءً أَحۡوَىٰ ﴿ "lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman," yakni hitam. Artinya, Allah سبحانه وتعالى merubahnya men-jadi rerumputan yang lusuh. (6-7) Kemudian dengan menyebut nikmat-nikmat keaga-maan (din). Karena itu Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan dasar dan ma-terinya, yaitu al-Qur`an, kemudian berfirman, ﴾ سَنُقۡرِئُكَ فَلَا تَنسَىٰٓ ﴿ "Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa." Maksudnya, Kami akan menjaga apa yang Kami wahyukan kepadamu berupa al-Qur`an, dan Kami menjaga hatimu agar tetap waspada sehingga kau tidak akan melupakan sesuatu pun darinya. Ini merupakan kabar gembira besar dari Allah سبحانه وتعالى untuk hamba dan RasulNya, Muhammad a, yaitu Allah سبحانه وتعالى akan mengajarkannya ilmu yang tidak akan beliau lupakan, ﴾ إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُۚ ﴿ "kecuali kalau Allah menghendaki," sesuai tuntutan hikmahNya yang membuatmu melupakannya karena suatu kepentingan dan hikmah yang amat besar. ﴾ إِنَّهُۥ يَعۡلَمُ ٱلۡجَهۡرَ وَمَا يَخۡفَىٰ ﴿ "Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi," di antaranya Allah سبحانه وتعالى mengeta-hui apa yang terbaik untuk hambaNya. Artinya, karena itu Allah سبحانه وتعالى mensyariatkan dan menegaskan apa yang Dia inginkan. (8) ﴾ وَنُيَسِّرُكَ لِلۡيُسۡرَىٰ ﴿ "Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah," ini juga berita gembira lainnya. Allah سبحانه وتعالى mempermu-dah RasulNya dalam berbagai urusan dan Allah سبحانه وتعالى mempermudah syariat dan AgamaNya. (9-13) ﴾ فَذَكِّرۡ ﴿ "Oleh sebab itu berikanlah peringatan," akan sya-riat dan tanda-tanda kebesaranNya. ﴾ إِن نَّفَعَتِ ٱلذِّكۡرَىٰ ﴿ "Karena peringatan itu bermanfaat," yakni selama peringatan diterima, dijadikan petuah dan didengar, baik apakah seluruh maksud dari peringatan terca-pai atau sebagiannya saja. Kontekstual ayat, bila peringatan tidak membawa guna, misalnya hanya semakin menambah keburukan atau bisa mengurangi kebaikan, maka peringatan tidak diperintah-kan, bahkan terlarang. Dalam peringatan, manusia terbagi menjadi dua: Orang-orang yang memanfaatkan dan orang-orang yang tidak memanfaatkan. Orang-orang yang memanfaatkan peringatan disinggung oleh Allah سبحانه وتعالى dalam FirmanNya, ﴾ سَيَذَّكَّرُ مَن يَخۡشَىٰ ﴿ "Orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran," karena takut kepada Allah سبحانه وتعالى dan mengetahui balasan-balasan yang akan diberikan Allah سبحانه وتعالى atas berbagai perbuatan akan menghentikan seseorang dari apa yang dibenci Allah سبحانه وتعالى serta mendorongnya untuk melakukan kebajikan. Sedangkan mereka yang tidak memanfaatkan peringatan, Allah سبحانه وتعالى menyinggung mereka dengan FirmanNya,﴾ وَيَتَجَنَّبُهَا ٱلۡأَشۡقَى 11 ٱلَّذِي يَصۡلَى ٱلنَّارَ ٱلۡكُبۡرَىٰ 12 ﴿ "Orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka)," yaitu neraka yang dinyalakan yang merasuk hingga sampai ke hati. ﴾ ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحۡيَىٰ ﴿ "Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup," yakni disiksa dengan siksaan pedih tanpa jeda dan istirahat hingga mereka mengharapkan bisa mati, tapi harapan mereka tidak akan ada gunanya. Hal itu semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَا يُقۡضَىٰ عَلَيۡهِمۡ فَيَمُوتُواْ وَلَا يُخَفَّفُ عَنۡهُم مِّنۡ عَذَابِهَاۚ ﴿ "Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya." (Fathir: 36). (14-15) ﴾ قَدۡ أَفۡلَحَ مَن تَزَكَّىٰ ﴿ "Sungguh beruntunglah orang yang mem-bersihkan diri (dengan beriman)," yakni menang dan beruntunglah orang yang membersihkan diri dari kesyirikan, kezhaliman, dan akhlak-akhlak tercela. ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "Dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," yakni orang yang memiliki sifat selalu ingat kepada Allah سبحانه وتعالى dan hatinya terpatri dengan dzikir sehingga hal itu meng-haruskannya mengerjakan segala sesuatu yang diridhai Allah سبحانه وتعالى khususnya shalat yang merupakan neraca keimanan. Inilah makna ayat di atas. Sedangkan yang menafsirkan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ تَزَكَّىٰ ﴿ "Orang yang membersihkan diri," dengan arti mengeluarkan zakat fitrah dan ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," 'Id, meski penafsiran tersebut termasuk dalam kata-kata shalat dan sebagian dari cabangnya, tapi maknanya bukan hanya sesempit itu saja. (16-17) ﴾ بَلۡ تُؤۡثِرُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا ﴿ "Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan duniawi," artinya, kalian lebih mengedepankan dunia daripada kehidupan akhirat dan kalian lebih memilih ke-nikmatannya yang lusuh dan kotor serta fana melebihi akhirat. ﴾ وَٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ ﴿ "Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik," lebih baik dari dunia dalam segala sifat yang diinginkan, ﴾ وَأَبۡقَىٰٓ ﴿ "dan lebih kekal," karena akhirat adalah negeri keabadian, kekekalan, dan kesucian, sedangkan dunia adalah negeri yang fana. Orang Mukmin yang berakal tidak akan memilih sesuatu yang lebih jelek dari sesuatu yang lebih baik dan tidak menukar kenikmatan sesaat dengan kenikmatan abadi. Karena itu, cinta terhadap dunia dan lebih dikedepankan melebihi akhirat merupakan induk segala kesalahan. (18-19) ﴾ إِنَّ هَٰذَا ﴿ "Sesungguhnya ini," yang disebutkan untuk kalian dalam surat yang penuh berkah ini berupa hal-hal indah dan berita-berita bagus ﴾ لَفِي ٱلصُّحُفِ ٱلۡأُولَىٰ 18 صُحُفِ إِبۡرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ 19 ﴿ "benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terdahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa," keduanya adalah rasul paling mulia setelah Muhammad a. Semua perintah-perintah di atas terdapat dalam seluruh syariat karena berguna untuk dunia dan akhirat. Perintah-perintah terse-but merupakan maslahat di seluruh waktu dan tempat. Selesai. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى.

Al-A'la 87:8

"Sucikanlah nama Rabbmu Yang Paling Tinggi. Yang men-ciptakan dan menyempurnakan (penciptaanNya). Dan yang me-nentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk. Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan. Lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman. Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa, kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi. Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah, oleh sebab itu berikanlah peri-ngatan, karena peringatan itu bermanfaat. Orang yang takut (ke-pada Allah) akan mendapat pelajaran, orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka). Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup. Sungguh beruntunglah orang yang membersih-kan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat. Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan dunia-wi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terda-hulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa." (Al-A'la: 1-19). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1-3) Allah سبحانه وتعالى memerintahkan para hamba untuk memaha-sucikanNya (dengan melakukan hal-hal) yang mencakup dzikir, ibadah, tunduk dan patuh terhadap keagungan Allah serta meren-dah karena keagunganNya. Pujian tersebut adalah pujian yang pantas dan sesuai dengan keagungan Allah تعالى, yakni dengan menyebutkan nama-namaNya yang baik lagi tinggi di atas setiap nama dengan maknanya yang agung. Dan menyebutkan perbuatan-perbuatanNya yang di antaranya adalah menciptakan dan menyem-purnakan (penciptaan)Nya, maksudnya Dia سبحانه وتعالى menyempurnakan dan membaguskan penciptaanNya. ﴾ وَٱلَّذِي قَدَّرَ ﴿ "Dan yang menentu-kan," yakni takdir yang diikuti oleh takdir-takdir yang lain, ﴾ فَهَدَىٰ ﴿ "dan memberi petunjuk" kepada semua makhluk ciptaan kepada takdir tersebut. Ini adalah hidayah (petunjuk) secara umum, yang intinya adalah bahwa Dia سبحانه وتعالى menunjuki setiap makhluk kepada apa-apa yang merupakan kemaslahatan baginya. (4-5) Demikian juga dengan menyebutkan nikmat-nikmat-Nya yang bersifat duniawi. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلَّذِيٓ أَخۡرَجَ ٱلۡمَرۡعَىٰ ﴿ "Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan," maksudnya, Allah سبحانه وتعالى menurunkan air dari langit, dan dengan air itu Allah سبحانه وتعالى menumbuhkan berbagai macam tumbuhan dan rerumputan yang dimakan oleh manusia, binatang ternak, serta seluruh binatang lain. Selanjutnya setelah masa remaja yang ditentukan Allah سبحانه وتعالى telah sempurna, Allah سبحانه وتعالى mengeringkan tanaman dan rerumputan tersebut, ﴾ فَجَعَلَهُۥ غُثَآءً أَحۡوَىٰ ﴿ "lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman," yakni hitam. Artinya, Allah سبحانه وتعالى merubahnya men-jadi rerumputan yang lusuh. (6-7) Kemudian dengan menyebut nikmat-nikmat keaga-maan (din). Karena itu Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan dasar dan ma-terinya, yaitu al-Qur`an, kemudian berfirman, ﴾ سَنُقۡرِئُكَ فَلَا تَنسَىٰٓ ﴿ "Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa." Maksudnya, Kami akan menjaga apa yang Kami wahyukan kepadamu berupa al-Qur`an, dan Kami menjaga hatimu agar tetap waspada sehingga kau tidak akan melupakan sesuatu pun darinya. Ini merupakan kabar gembira besar dari Allah سبحانه وتعالى untuk hamba dan RasulNya, Muhammad a, yaitu Allah سبحانه وتعالى akan mengajarkannya ilmu yang tidak akan beliau lupakan, ﴾ إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُۚ ﴿ "kecuali kalau Allah menghendaki," sesuai tuntutan hikmahNya yang membuatmu melupakannya karena suatu kepentingan dan hikmah yang amat besar. ﴾ إِنَّهُۥ يَعۡلَمُ ٱلۡجَهۡرَ وَمَا يَخۡفَىٰ ﴿ "Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi," di antaranya Allah سبحانه وتعالى mengeta-hui apa yang terbaik untuk hambaNya. Artinya, karena itu Allah سبحانه وتعالى mensyariatkan dan menegaskan apa yang Dia inginkan. (8) ﴾ وَنُيَسِّرُكَ لِلۡيُسۡرَىٰ ﴿ "Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah," ini juga berita gembira lainnya. Allah سبحانه وتعالى mempermu-dah RasulNya dalam berbagai urusan dan Allah سبحانه وتعالى mempermudah syariat dan AgamaNya. (9-13) ﴾ فَذَكِّرۡ ﴿ "Oleh sebab itu berikanlah peringatan," akan sya-riat dan tanda-tanda kebesaranNya. ﴾ إِن نَّفَعَتِ ٱلذِّكۡرَىٰ ﴿ "Karena peringatan itu bermanfaat," yakni selama peringatan diterima, dijadikan petuah dan didengar, baik apakah seluruh maksud dari peringatan terca-pai atau sebagiannya saja. Kontekstual ayat, bila peringatan tidak membawa guna, misalnya hanya semakin menambah keburukan atau bisa mengurangi kebaikan, maka peringatan tidak diperintah-kan, bahkan terlarang. Dalam peringatan, manusia terbagi menjadi dua: Orang-orang yang memanfaatkan dan orang-orang yang tidak memanfaatkan. Orang-orang yang memanfaatkan peringatan disinggung oleh Allah سبحانه وتعالى dalam FirmanNya, ﴾ سَيَذَّكَّرُ مَن يَخۡشَىٰ ﴿ "Orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran," karena takut kepada Allah سبحانه وتعالى dan mengetahui balasan-balasan yang akan diberikan Allah سبحانه وتعالى atas berbagai perbuatan akan menghentikan seseorang dari apa yang dibenci Allah سبحانه وتعالى serta mendorongnya untuk melakukan kebajikan. Sedangkan mereka yang tidak memanfaatkan peringatan, Allah سبحانه وتعالى menyinggung mereka dengan FirmanNya,﴾ وَيَتَجَنَّبُهَا ٱلۡأَشۡقَى 11 ٱلَّذِي يَصۡلَى ٱلنَّارَ ٱلۡكُبۡرَىٰ 12 ﴿ "Orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka)," yaitu neraka yang dinyalakan yang merasuk hingga sampai ke hati. ﴾ ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحۡيَىٰ ﴿ "Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup," yakni disiksa dengan siksaan pedih tanpa jeda dan istirahat hingga mereka mengharapkan bisa mati, tapi harapan mereka tidak akan ada gunanya. Hal itu semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَا يُقۡضَىٰ عَلَيۡهِمۡ فَيَمُوتُواْ وَلَا يُخَفَّفُ عَنۡهُم مِّنۡ عَذَابِهَاۚ ﴿ "Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya." (Fathir: 36). (14-15) ﴾ قَدۡ أَفۡلَحَ مَن تَزَكَّىٰ ﴿ "Sungguh beruntunglah orang yang mem-bersihkan diri (dengan beriman)," yakni menang dan beruntunglah orang yang membersihkan diri dari kesyirikan, kezhaliman, dan akhlak-akhlak tercela. ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "Dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," yakni orang yang memiliki sifat selalu ingat kepada Allah سبحانه وتعالى dan hatinya terpatri dengan dzikir sehingga hal itu meng-haruskannya mengerjakan segala sesuatu yang diridhai Allah سبحانه وتعالى khususnya shalat yang merupakan neraca keimanan. Inilah makna ayat di atas. Sedangkan yang menafsirkan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ تَزَكَّىٰ ﴿ "Orang yang membersihkan diri," dengan arti mengeluarkan zakat fitrah dan ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," 'Id, meski penafsiran tersebut termasuk dalam kata-kata shalat dan sebagian dari cabangnya, tapi maknanya bukan hanya sesempit itu saja. (16-17) ﴾ بَلۡ تُؤۡثِرُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا ﴿ "Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan duniawi," artinya, kalian lebih mengedepankan dunia daripada kehidupan akhirat dan kalian lebih memilih ke-nikmatannya yang lusuh dan kotor serta fana melebihi akhirat. ﴾ وَٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ ﴿ "Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik," lebih baik dari dunia dalam segala sifat yang diinginkan, ﴾ وَأَبۡقَىٰٓ ﴿ "dan lebih kekal," karena akhirat adalah negeri keabadian, kekekalan, dan kesucian, sedangkan dunia adalah negeri yang fana. Orang Mukmin yang berakal tidak akan memilih sesuatu yang lebih jelek dari sesuatu yang lebih baik dan tidak menukar kenikmatan sesaat dengan kenikmatan abadi. Karena itu, cinta terhadap dunia dan lebih dikedepankan melebihi akhirat merupakan induk segala kesalahan. (18-19) ﴾ إِنَّ هَٰذَا ﴿ "Sesungguhnya ini," yang disebutkan untuk kalian dalam surat yang penuh berkah ini berupa hal-hal indah dan berita-berita bagus ﴾ لَفِي ٱلصُّحُفِ ٱلۡأُولَىٰ 18 صُحُفِ إِبۡرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ 19 ﴿ "benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terdahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa," keduanya adalah rasul paling mulia setelah Muhammad a. Semua perintah-perintah di atas terdapat dalam seluruh syariat karena berguna untuk dunia dan akhirat. Perintah-perintah terse-but merupakan maslahat di seluruh waktu dan tempat. Selesai. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى.

Al-A'la 87:9

"Sucikanlah nama Rabbmu Yang Paling Tinggi. Yang men-ciptakan dan menyempurnakan (penciptaanNya). Dan yang me-nentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk. Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan. Lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman. Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa, kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi. Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah, oleh sebab itu berikanlah peri-ngatan, karena peringatan itu bermanfaat. Orang yang takut (ke-pada Allah) akan mendapat pelajaran, orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka). Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup. Sungguh beruntunglah orang yang membersih-kan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat. Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan dunia-wi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terda-hulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa." (Al-A'la: 1-19). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1-3) Allah سبحانه وتعالى memerintahkan para hamba untuk memaha-sucikanNya (dengan melakukan hal-hal) yang mencakup dzikir, ibadah, tunduk dan patuh terhadap keagungan Allah serta meren-dah karena keagunganNya. Pujian tersebut adalah pujian yang pantas dan sesuai dengan keagungan Allah تعالى, yakni dengan menyebutkan nama-namaNya yang baik lagi tinggi di atas setiap nama dengan maknanya yang agung. Dan menyebutkan perbuatan-perbuatanNya yang di antaranya adalah menciptakan dan menyem-purnakan (penciptaan)Nya, maksudnya Dia سبحانه وتعالى menyempurnakan dan membaguskan penciptaanNya. ﴾ وَٱلَّذِي قَدَّرَ ﴿ "Dan yang menentu-kan," yakni takdir yang diikuti oleh takdir-takdir yang lain, ﴾ فَهَدَىٰ ﴿ "dan memberi petunjuk" kepada semua makhluk ciptaan kepada takdir tersebut. Ini adalah hidayah (petunjuk) secara umum, yang intinya adalah bahwa Dia سبحانه وتعالى menunjuki setiap makhluk kepada apa-apa yang merupakan kemaslahatan baginya. (4-5) Demikian juga dengan menyebutkan nikmat-nikmat-Nya yang bersifat duniawi. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلَّذِيٓ أَخۡرَجَ ٱلۡمَرۡعَىٰ ﴿ "Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan," maksudnya, Allah سبحانه وتعالى menurunkan air dari langit, dan dengan air itu Allah سبحانه وتعالى menumbuhkan berbagai macam tumbuhan dan rerumputan yang dimakan oleh manusia, binatang ternak, serta seluruh binatang lain. Selanjutnya setelah masa remaja yang ditentukan Allah سبحانه وتعالى telah sempurna, Allah سبحانه وتعالى mengeringkan tanaman dan rerumputan tersebut, ﴾ فَجَعَلَهُۥ غُثَآءً أَحۡوَىٰ ﴿ "lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman," yakni hitam. Artinya, Allah سبحانه وتعالى merubahnya men-jadi rerumputan yang lusuh. (6-7) Kemudian dengan menyebut nikmat-nikmat keaga-maan (din). Karena itu Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan dasar dan ma-terinya, yaitu al-Qur`an, kemudian berfirman, ﴾ سَنُقۡرِئُكَ فَلَا تَنسَىٰٓ ﴿ "Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa." Maksudnya, Kami akan menjaga apa yang Kami wahyukan kepadamu berupa al-Qur`an, dan Kami menjaga hatimu agar tetap waspada sehingga kau tidak akan melupakan sesuatu pun darinya. Ini merupakan kabar gembira besar dari Allah سبحانه وتعالى untuk hamba dan RasulNya, Muhammad a, yaitu Allah سبحانه وتعالى akan mengajarkannya ilmu yang tidak akan beliau lupakan, ﴾ إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُۚ ﴿ "kecuali kalau Allah menghendaki," sesuai tuntutan hikmahNya yang membuatmu melupakannya karena suatu kepentingan dan hikmah yang amat besar. ﴾ إِنَّهُۥ يَعۡلَمُ ٱلۡجَهۡرَ وَمَا يَخۡفَىٰ ﴿ "Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi," di antaranya Allah سبحانه وتعالى mengeta-hui apa yang terbaik untuk hambaNya. Artinya, karena itu Allah سبحانه وتعالى mensyariatkan dan menegaskan apa yang Dia inginkan. (8) ﴾ وَنُيَسِّرُكَ لِلۡيُسۡرَىٰ ﴿ "Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah," ini juga berita gembira lainnya. Allah سبحانه وتعالى mempermu-dah RasulNya dalam berbagai urusan dan Allah سبحانه وتعالى mempermudah syariat dan AgamaNya. (9-13) ﴾ فَذَكِّرۡ ﴿ "Oleh sebab itu berikanlah peringatan," akan sya-riat dan tanda-tanda kebesaranNya. ﴾ إِن نَّفَعَتِ ٱلذِّكۡرَىٰ ﴿ "Karena peringatan itu bermanfaat," yakni selama peringatan diterima, dijadikan petuah dan didengar, baik apakah seluruh maksud dari peringatan terca-pai atau sebagiannya saja. Kontekstual ayat, bila peringatan tidak membawa guna, misalnya hanya semakin menambah keburukan atau bisa mengurangi kebaikan, maka peringatan tidak diperintah-kan, bahkan terlarang. Dalam peringatan, manusia terbagi menjadi dua: Orang-orang yang memanfaatkan dan orang-orang yang tidak memanfaatkan. Orang-orang yang memanfaatkan peringatan disinggung oleh Allah سبحانه وتعالى dalam FirmanNya, ﴾ سَيَذَّكَّرُ مَن يَخۡشَىٰ ﴿ "Orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran," karena takut kepada Allah سبحانه وتعالى dan mengetahui balasan-balasan yang akan diberikan Allah سبحانه وتعالى atas berbagai perbuatan akan menghentikan seseorang dari apa yang dibenci Allah سبحانه وتعالى serta mendorongnya untuk melakukan kebajikan. Sedangkan mereka yang tidak memanfaatkan peringatan, Allah سبحانه وتعالى menyinggung mereka dengan FirmanNya,﴾ وَيَتَجَنَّبُهَا ٱلۡأَشۡقَى 11 ٱلَّذِي يَصۡلَى ٱلنَّارَ ٱلۡكُبۡرَىٰ 12 ﴿ "Orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka)," yaitu neraka yang dinyalakan yang merasuk hingga sampai ke hati. ﴾ ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحۡيَىٰ ﴿ "Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup," yakni disiksa dengan siksaan pedih tanpa jeda dan istirahat hingga mereka mengharapkan bisa mati, tapi harapan mereka tidak akan ada gunanya. Hal itu semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَا يُقۡضَىٰ عَلَيۡهِمۡ فَيَمُوتُواْ وَلَا يُخَفَّفُ عَنۡهُم مِّنۡ عَذَابِهَاۚ ﴿ "Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya." (Fathir: 36). (14-15) ﴾ قَدۡ أَفۡلَحَ مَن تَزَكَّىٰ ﴿ "Sungguh beruntunglah orang yang mem-bersihkan diri (dengan beriman)," yakni menang dan beruntunglah orang yang membersihkan diri dari kesyirikan, kezhaliman, dan akhlak-akhlak tercela. ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "Dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," yakni orang yang memiliki sifat selalu ingat kepada Allah سبحانه وتعالى dan hatinya terpatri dengan dzikir sehingga hal itu meng-haruskannya mengerjakan segala sesuatu yang diridhai Allah سبحانه وتعالى khususnya shalat yang merupakan neraca keimanan. Inilah makna ayat di atas. Sedangkan yang menafsirkan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ تَزَكَّىٰ ﴿ "Orang yang membersihkan diri," dengan arti mengeluarkan zakat fitrah dan ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," 'Id, meski penafsiran tersebut termasuk dalam kata-kata shalat dan sebagian dari cabangnya, tapi maknanya bukan hanya sesempit itu saja. (16-17) ﴾ بَلۡ تُؤۡثِرُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا ﴿ "Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan duniawi," artinya, kalian lebih mengedepankan dunia daripada kehidupan akhirat dan kalian lebih memilih ke-nikmatannya yang lusuh dan kotor serta fana melebihi akhirat. ﴾ وَٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ ﴿ "Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik," lebih baik dari dunia dalam segala sifat yang diinginkan, ﴾ وَأَبۡقَىٰٓ ﴿ "dan lebih kekal," karena akhirat adalah negeri keabadian, kekekalan, dan kesucian, sedangkan dunia adalah negeri yang fana. Orang Mukmin yang berakal tidak akan memilih sesuatu yang lebih jelek dari sesuatu yang lebih baik dan tidak menukar kenikmatan sesaat dengan kenikmatan abadi. Karena itu, cinta terhadap dunia dan lebih dikedepankan melebihi akhirat merupakan induk segala kesalahan. (18-19) ﴾ إِنَّ هَٰذَا ﴿ "Sesungguhnya ini," yang disebutkan untuk kalian dalam surat yang penuh berkah ini berupa hal-hal indah dan berita-berita bagus ﴾ لَفِي ٱلصُّحُفِ ٱلۡأُولَىٰ 18 صُحُفِ إِبۡرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ 19 ﴿ "benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terdahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa," keduanya adalah rasul paling mulia setelah Muhammad a. Semua perintah-perintah di atas terdapat dalam seluruh syariat karena berguna untuk dunia dan akhirat. Perintah-perintah terse-but merupakan maslahat di seluruh waktu dan tempat. Selesai. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى.

Al-A'la 87:10

"Sucikanlah nama Rabbmu Yang Paling Tinggi. Yang men-ciptakan dan menyempurnakan (penciptaanNya). Dan yang me-nentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk. Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan. Lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman. Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa, kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi. Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah, oleh sebab itu berikanlah peri-ngatan, karena peringatan itu bermanfaat. Orang yang takut (ke-pada Allah) akan mendapat pelajaran, orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka). Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup. Sungguh beruntunglah orang yang membersih-kan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat. Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan dunia-wi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terda-hulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa." (Al-A'la: 1-19). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1-3) Allah سبحانه وتعالى memerintahkan para hamba untuk memaha-sucikanNya (dengan melakukan hal-hal) yang mencakup dzikir, ibadah, tunduk dan patuh terhadap keagungan Allah serta meren-dah karena keagunganNya. Pujian tersebut adalah pujian yang pantas dan sesuai dengan keagungan Allah تعالى, yakni dengan menyebutkan nama-namaNya yang baik lagi tinggi di atas setiap nama dengan maknanya yang agung. Dan menyebutkan perbuatan-perbuatanNya yang di antaranya adalah menciptakan dan menyem-purnakan (penciptaan)Nya, maksudnya Dia سبحانه وتعالى menyempurnakan dan membaguskan penciptaanNya. ﴾ وَٱلَّذِي قَدَّرَ ﴿ "Dan yang menentu-kan," yakni takdir yang diikuti oleh takdir-takdir yang lain, ﴾ فَهَدَىٰ ﴿ "dan memberi petunjuk" kepada semua makhluk ciptaan kepada takdir tersebut. Ini adalah hidayah (petunjuk) secara umum, yang intinya adalah bahwa Dia سبحانه وتعالى menunjuki setiap makhluk kepada apa-apa yang merupakan kemaslahatan baginya. (4-5) Demikian juga dengan menyebutkan nikmat-nikmat-Nya yang bersifat duniawi. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلَّذِيٓ أَخۡرَجَ ٱلۡمَرۡعَىٰ ﴿ "Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan," maksudnya, Allah سبحانه وتعالى menurunkan air dari langit, dan dengan air itu Allah سبحانه وتعالى menumbuhkan berbagai macam tumbuhan dan rerumputan yang dimakan oleh manusia, binatang ternak, serta seluruh binatang lain. Selanjutnya setelah masa remaja yang ditentukan Allah سبحانه وتعالى telah sempurna, Allah سبحانه وتعالى mengeringkan tanaman dan rerumputan tersebut, ﴾ فَجَعَلَهُۥ غُثَآءً أَحۡوَىٰ ﴿ "lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman," yakni hitam. Artinya, Allah سبحانه وتعالى merubahnya men-jadi rerumputan yang lusuh. (6-7) Kemudian dengan menyebut nikmat-nikmat keaga-maan (din). Karena itu Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan dasar dan ma-terinya, yaitu al-Qur`an, kemudian berfirman, ﴾ سَنُقۡرِئُكَ فَلَا تَنسَىٰٓ ﴿ "Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa." Maksudnya, Kami akan menjaga apa yang Kami wahyukan kepadamu berupa al-Qur`an, dan Kami menjaga hatimu agar tetap waspada sehingga kau tidak akan melupakan sesuatu pun darinya. Ini merupakan kabar gembira besar dari Allah سبحانه وتعالى untuk hamba dan RasulNya, Muhammad a, yaitu Allah سبحانه وتعالى akan mengajarkannya ilmu yang tidak akan beliau lupakan, ﴾ إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُۚ ﴿ "kecuali kalau Allah menghendaki," sesuai tuntutan hikmahNya yang membuatmu melupakannya karena suatu kepentingan dan hikmah yang amat besar. ﴾ إِنَّهُۥ يَعۡلَمُ ٱلۡجَهۡرَ وَمَا يَخۡفَىٰ ﴿ "Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi," di antaranya Allah سبحانه وتعالى mengeta-hui apa yang terbaik untuk hambaNya. Artinya, karena itu Allah سبحانه وتعالى mensyariatkan dan menegaskan apa yang Dia inginkan. (8) ﴾ وَنُيَسِّرُكَ لِلۡيُسۡرَىٰ ﴿ "Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah," ini juga berita gembira lainnya. Allah سبحانه وتعالى mempermu-dah RasulNya dalam berbagai urusan dan Allah سبحانه وتعالى mempermudah syariat dan AgamaNya. (9-13) ﴾ فَذَكِّرۡ ﴿ "Oleh sebab itu berikanlah peringatan," akan sya-riat dan tanda-tanda kebesaranNya. ﴾ إِن نَّفَعَتِ ٱلذِّكۡرَىٰ ﴿ "Karena peringatan itu bermanfaat," yakni selama peringatan diterima, dijadikan petuah dan didengar, baik apakah seluruh maksud dari peringatan terca-pai atau sebagiannya saja. Kontekstual ayat, bila peringatan tidak membawa guna, misalnya hanya semakin menambah keburukan atau bisa mengurangi kebaikan, maka peringatan tidak diperintah-kan, bahkan terlarang. Dalam peringatan, manusia terbagi menjadi dua: Orang-orang yang memanfaatkan dan orang-orang yang tidak memanfaatkan. Orang-orang yang memanfaatkan peringatan disinggung oleh Allah سبحانه وتعالى dalam FirmanNya, ﴾ سَيَذَّكَّرُ مَن يَخۡشَىٰ ﴿ "Orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran," karena takut kepada Allah سبحانه وتعالى dan mengetahui balasan-balasan yang akan diberikan Allah سبحانه وتعالى atas berbagai perbuatan akan menghentikan seseorang dari apa yang dibenci Allah سبحانه وتعالى serta mendorongnya untuk melakukan kebajikan. Sedangkan mereka yang tidak memanfaatkan peringatan, Allah سبحانه وتعالى menyinggung mereka dengan FirmanNya,﴾ وَيَتَجَنَّبُهَا ٱلۡأَشۡقَى 11 ٱلَّذِي يَصۡلَى ٱلنَّارَ ٱلۡكُبۡرَىٰ 12 ﴿ "Orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka)," yaitu neraka yang dinyalakan yang merasuk hingga sampai ke hati. ﴾ ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحۡيَىٰ ﴿ "Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup," yakni disiksa dengan siksaan pedih tanpa jeda dan istirahat hingga mereka mengharapkan bisa mati, tapi harapan mereka tidak akan ada gunanya. Hal itu semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَا يُقۡضَىٰ عَلَيۡهِمۡ فَيَمُوتُواْ وَلَا يُخَفَّفُ عَنۡهُم مِّنۡ عَذَابِهَاۚ ﴿ "Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya." (Fathir: 36). (14-15) ﴾ قَدۡ أَفۡلَحَ مَن تَزَكَّىٰ ﴿ "Sungguh beruntunglah orang yang mem-bersihkan diri (dengan beriman)," yakni menang dan beruntunglah orang yang membersihkan diri dari kesyirikan, kezhaliman, dan akhlak-akhlak tercela. ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "Dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," yakni orang yang memiliki sifat selalu ingat kepada Allah سبحانه وتعالى dan hatinya terpatri dengan dzikir sehingga hal itu meng-haruskannya mengerjakan segala sesuatu yang diridhai Allah سبحانه وتعالى khususnya shalat yang merupakan neraca keimanan. Inilah makna ayat di atas. Sedangkan yang menafsirkan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ تَزَكَّىٰ ﴿ "Orang yang membersihkan diri," dengan arti mengeluarkan zakat fitrah dan ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," 'Id, meski penafsiran tersebut termasuk dalam kata-kata shalat dan sebagian dari cabangnya, tapi maknanya bukan hanya sesempit itu saja. (16-17) ﴾ بَلۡ تُؤۡثِرُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا ﴿ "Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan duniawi," artinya, kalian lebih mengedepankan dunia daripada kehidupan akhirat dan kalian lebih memilih ke-nikmatannya yang lusuh dan kotor serta fana melebihi akhirat. ﴾ وَٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ ﴿ "Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik," lebih baik dari dunia dalam segala sifat yang diinginkan, ﴾ وَأَبۡقَىٰٓ ﴿ "dan lebih kekal," karena akhirat adalah negeri keabadian, kekekalan, dan kesucian, sedangkan dunia adalah negeri yang fana. Orang Mukmin yang berakal tidak akan memilih sesuatu yang lebih jelek dari sesuatu yang lebih baik dan tidak menukar kenikmatan sesaat dengan kenikmatan abadi. Karena itu, cinta terhadap dunia dan lebih dikedepankan melebihi akhirat merupakan induk segala kesalahan. (18-19) ﴾ إِنَّ هَٰذَا ﴿ "Sesungguhnya ini," yang disebutkan untuk kalian dalam surat yang penuh berkah ini berupa hal-hal indah dan berita-berita bagus ﴾ لَفِي ٱلصُّحُفِ ٱلۡأُولَىٰ 18 صُحُفِ إِبۡرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ 19 ﴿ "benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terdahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa," keduanya adalah rasul paling mulia setelah Muhammad a. Semua perintah-perintah di atas terdapat dalam seluruh syariat karena berguna untuk dunia dan akhirat. Perintah-perintah terse-but merupakan maslahat di seluruh waktu dan tempat. Selesai. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى.

Al-A'la 87:11

"Sucikanlah nama Rabbmu Yang Paling Tinggi. Yang men-ciptakan dan menyempurnakan (penciptaanNya). Dan yang me-nentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk. Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan. Lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman. Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa, kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi. Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah, oleh sebab itu berikanlah peri-ngatan, karena peringatan itu bermanfaat. Orang yang takut (ke-pada Allah) akan mendapat pelajaran, orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka). Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup. Sungguh beruntunglah orang yang membersih-kan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat. Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan dunia-wi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terda-hulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa." (Al-A'la: 1-19). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1-3) Allah سبحانه وتعالى memerintahkan para hamba untuk memaha-sucikanNya (dengan melakukan hal-hal) yang mencakup dzikir, ibadah, tunduk dan patuh terhadap keagungan Allah serta meren-dah karena keagunganNya. Pujian tersebut adalah pujian yang pantas dan sesuai dengan keagungan Allah تعالى, yakni dengan menyebutkan nama-namaNya yang baik lagi tinggi di atas setiap nama dengan maknanya yang agung. Dan menyebutkan perbuatan-perbuatanNya yang di antaranya adalah menciptakan dan menyem-purnakan (penciptaan)Nya, maksudnya Dia سبحانه وتعالى menyempurnakan dan membaguskan penciptaanNya. ﴾ وَٱلَّذِي قَدَّرَ ﴿ "Dan yang menentu-kan," yakni takdir yang diikuti oleh takdir-takdir yang lain, ﴾ فَهَدَىٰ ﴿ "dan memberi petunjuk" kepada semua makhluk ciptaan kepada takdir tersebut. Ini adalah hidayah (petunjuk) secara umum, yang intinya adalah bahwa Dia سبحانه وتعالى menunjuki setiap makhluk kepada apa-apa yang merupakan kemaslahatan baginya. (4-5) Demikian juga dengan menyebutkan nikmat-nikmat-Nya yang bersifat duniawi. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلَّذِيٓ أَخۡرَجَ ٱلۡمَرۡعَىٰ ﴿ "Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan," maksudnya, Allah سبحانه وتعالى menurunkan air dari langit, dan dengan air itu Allah سبحانه وتعالى menumbuhkan berbagai macam tumbuhan dan rerumputan yang dimakan oleh manusia, binatang ternak, serta seluruh binatang lain. Selanjutnya setelah masa remaja yang ditentukan Allah سبحانه وتعالى telah sempurna, Allah سبحانه وتعالى mengeringkan tanaman dan rerumputan tersebut, ﴾ فَجَعَلَهُۥ غُثَآءً أَحۡوَىٰ ﴿ "lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman," yakni hitam. Artinya, Allah سبحانه وتعالى merubahnya men-jadi rerumputan yang lusuh. (6-7) Kemudian dengan menyebut nikmat-nikmat keaga-maan (din). Karena itu Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan dasar dan ma-terinya, yaitu al-Qur`an, kemudian berfirman, ﴾ سَنُقۡرِئُكَ فَلَا تَنسَىٰٓ ﴿ "Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa." Maksudnya, Kami akan menjaga apa yang Kami wahyukan kepadamu berupa al-Qur`an, dan Kami menjaga hatimu agar tetap waspada sehingga kau tidak akan melupakan sesuatu pun darinya. Ini merupakan kabar gembira besar dari Allah سبحانه وتعالى untuk hamba dan RasulNya, Muhammad a, yaitu Allah سبحانه وتعالى akan mengajarkannya ilmu yang tidak akan beliau lupakan, ﴾ إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُۚ ﴿ "kecuali kalau Allah menghendaki," sesuai tuntutan hikmahNya yang membuatmu melupakannya karena suatu kepentingan dan hikmah yang amat besar. ﴾ إِنَّهُۥ يَعۡلَمُ ٱلۡجَهۡرَ وَمَا يَخۡفَىٰ ﴿ "Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi," di antaranya Allah سبحانه وتعالى mengeta-hui apa yang terbaik untuk hambaNya. Artinya, karena itu Allah سبحانه وتعالى mensyariatkan dan menegaskan apa yang Dia inginkan. (8) ﴾ وَنُيَسِّرُكَ لِلۡيُسۡرَىٰ ﴿ "Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah," ini juga berita gembira lainnya. Allah سبحانه وتعالى mempermu-dah RasulNya dalam berbagai urusan dan Allah سبحانه وتعالى mempermudah syariat dan AgamaNya. (9-13) ﴾ فَذَكِّرۡ ﴿ "Oleh sebab itu berikanlah peringatan," akan sya-riat dan tanda-tanda kebesaranNya. ﴾ إِن نَّفَعَتِ ٱلذِّكۡرَىٰ ﴿ "Karena peringatan itu bermanfaat," yakni selama peringatan diterima, dijadikan petuah dan didengar, baik apakah seluruh maksud dari peringatan terca-pai atau sebagiannya saja. Kontekstual ayat, bila peringatan tidak membawa guna, misalnya hanya semakin menambah keburukan atau bisa mengurangi kebaikan, maka peringatan tidak diperintah-kan, bahkan terlarang. Dalam peringatan, manusia terbagi menjadi dua: Orang-orang yang memanfaatkan dan orang-orang yang tidak memanfaatkan. Orang-orang yang memanfaatkan peringatan disinggung oleh Allah سبحانه وتعالى dalam FirmanNya, ﴾ سَيَذَّكَّرُ مَن يَخۡشَىٰ ﴿ "Orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran," karena takut kepada Allah سبحانه وتعالى dan mengetahui balasan-balasan yang akan diberikan Allah سبحانه وتعالى atas berbagai perbuatan akan menghentikan seseorang dari apa yang dibenci Allah سبحانه وتعالى serta mendorongnya untuk melakukan kebajikan. Sedangkan mereka yang tidak memanfaatkan peringatan, Allah سبحانه وتعالى menyinggung mereka dengan FirmanNya,﴾ وَيَتَجَنَّبُهَا ٱلۡأَشۡقَى 11 ٱلَّذِي يَصۡلَى ٱلنَّارَ ٱلۡكُبۡرَىٰ 12 ﴿ "Orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka)," yaitu neraka yang dinyalakan yang merasuk hingga sampai ke hati. ﴾ ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحۡيَىٰ ﴿ "Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup," yakni disiksa dengan siksaan pedih tanpa jeda dan istirahat hingga mereka mengharapkan bisa mati, tapi harapan mereka tidak akan ada gunanya. Hal itu semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَا يُقۡضَىٰ عَلَيۡهِمۡ فَيَمُوتُواْ وَلَا يُخَفَّفُ عَنۡهُم مِّنۡ عَذَابِهَاۚ ﴿ "Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya." (Fathir: 36). (14-15) ﴾ قَدۡ أَفۡلَحَ مَن تَزَكَّىٰ ﴿ "Sungguh beruntunglah orang yang mem-bersihkan diri (dengan beriman)," yakni menang dan beruntunglah orang yang membersihkan diri dari kesyirikan, kezhaliman, dan akhlak-akhlak tercela. ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "Dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," yakni orang yang memiliki sifat selalu ingat kepada Allah سبحانه وتعالى dan hatinya terpatri dengan dzikir sehingga hal itu meng-haruskannya mengerjakan segala sesuatu yang diridhai Allah سبحانه وتعالى khususnya shalat yang merupakan neraca keimanan. Inilah makna ayat di atas. Sedangkan yang menafsirkan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ تَزَكَّىٰ ﴿ "Orang yang membersihkan diri," dengan arti mengeluarkan zakat fitrah dan ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," 'Id, meski penafsiran tersebut termasuk dalam kata-kata shalat dan sebagian dari cabangnya, tapi maknanya bukan hanya sesempit itu saja. (16-17) ﴾ بَلۡ تُؤۡثِرُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا ﴿ "Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan duniawi," artinya, kalian lebih mengedepankan dunia daripada kehidupan akhirat dan kalian lebih memilih ke-nikmatannya yang lusuh dan kotor serta fana melebihi akhirat. ﴾ وَٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ ﴿ "Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik," lebih baik dari dunia dalam segala sifat yang diinginkan, ﴾ وَأَبۡقَىٰٓ ﴿ "dan lebih kekal," karena akhirat adalah negeri keabadian, kekekalan, dan kesucian, sedangkan dunia adalah negeri yang fana. Orang Mukmin yang berakal tidak akan memilih sesuatu yang lebih jelek dari sesuatu yang lebih baik dan tidak menukar kenikmatan sesaat dengan kenikmatan abadi. Karena itu, cinta terhadap dunia dan lebih dikedepankan melebihi akhirat merupakan induk segala kesalahan. (18-19) ﴾ إِنَّ هَٰذَا ﴿ "Sesungguhnya ini," yang disebutkan untuk kalian dalam surat yang penuh berkah ini berupa hal-hal indah dan berita-berita bagus ﴾ لَفِي ٱلصُّحُفِ ٱلۡأُولَىٰ 18 صُحُفِ إِبۡرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ 19 ﴿ "benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terdahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa," keduanya adalah rasul paling mulia setelah Muhammad a. Semua perintah-perintah di atas terdapat dalam seluruh syariat karena berguna untuk dunia dan akhirat. Perintah-perintah terse-but merupakan maslahat di seluruh waktu dan tempat. Selesai. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى.

Al-A'la 87:12

"Sucikanlah nama Rabbmu Yang Paling Tinggi. Yang men-ciptakan dan menyempurnakan (penciptaanNya). Dan yang me-nentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk. Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan. Lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman. Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa, kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi. Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah, oleh sebab itu berikanlah peri-ngatan, karena peringatan itu bermanfaat. Orang yang takut (ke-pada Allah) akan mendapat pelajaran, orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka). Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup. Sungguh beruntunglah orang yang membersih-kan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat. Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan dunia-wi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terda-hulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa." (Al-A'la: 1-19). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1-3) Allah سبحانه وتعالى memerintahkan para hamba untuk memaha-sucikanNya (dengan melakukan hal-hal) yang mencakup dzikir, ibadah, tunduk dan patuh terhadap keagungan Allah serta meren-dah karena keagunganNya. Pujian tersebut adalah pujian yang pantas dan sesuai dengan keagungan Allah تعالى, yakni dengan menyebutkan nama-namaNya yang baik lagi tinggi di atas setiap nama dengan maknanya yang agung. Dan menyebutkan perbuatan-perbuatanNya yang di antaranya adalah menciptakan dan menyem-purnakan (penciptaan)Nya, maksudnya Dia سبحانه وتعالى menyempurnakan dan membaguskan penciptaanNya. ﴾ وَٱلَّذِي قَدَّرَ ﴿ "Dan yang menentu-kan," yakni takdir yang diikuti oleh takdir-takdir yang lain, ﴾ فَهَدَىٰ ﴿ "dan memberi petunjuk" kepada semua makhluk ciptaan kepada takdir tersebut. Ini adalah hidayah (petunjuk) secara umum, yang intinya adalah bahwa Dia سبحانه وتعالى menunjuki setiap makhluk kepada apa-apa yang merupakan kemaslahatan baginya. (4-5) Demikian juga dengan menyebutkan nikmat-nikmat-Nya yang bersifat duniawi. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلَّذِيٓ أَخۡرَجَ ٱلۡمَرۡعَىٰ ﴿ "Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan," maksudnya, Allah سبحانه وتعالى menurunkan air dari langit, dan dengan air itu Allah سبحانه وتعالى menumbuhkan berbagai macam tumbuhan dan rerumputan yang dimakan oleh manusia, binatang ternak, serta seluruh binatang lain. Selanjutnya setelah masa remaja yang ditentukan Allah سبحانه وتعالى telah sempurna, Allah سبحانه وتعالى mengeringkan tanaman dan rerumputan tersebut, ﴾ فَجَعَلَهُۥ غُثَآءً أَحۡوَىٰ ﴿ "lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman," yakni hitam. Artinya, Allah سبحانه وتعالى merubahnya men-jadi rerumputan yang lusuh. (6-7) Kemudian dengan menyebut nikmat-nikmat keaga-maan (din). Karena itu Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan dasar dan ma-terinya, yaitu al-Qur`an, kemudian berfirman, ﴾ سَنُقۡرِئُكَ فَلَا تَنسَىٰٓ ﴿ "Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa." Maksudnya, Kami akan menjaga apa yang Kami wahyukan kepadamu berupa al-Qur`an, dan Kami menjaga hatimu agar tetap waspada sehingga kau tidak akan melupakan sesuatu pun darinya. Ini merupakan kabar gembira besar dari Allah سبحانه وتعالى untuk hamba dan RasulNya, Muhammad a, yaitu Allah سبحانه وتعالى akan mengajarkannya ilmu yang tidak akan beliau lupakan, ﴾ إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُۚ ﴿ "kecuali kalau Allah menghendaki," sesuai tuntutan hikmahNya yang membuatmu melupakannya karena suatu kepentingan dan hikmah yang amat besar. ﴾ إِنَّهُۥ يَعۡلَمُ ٱلۡجَهۡرَ وَمَا يَخۡفَىٰ ﴿ "Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi," di antaranya Allah سبحانه وتعالى mengeta-hui apa yang terbaik untuk hambaNya. Artinya, karena itu Allah سبحانه وتعالى mensyariatkan dan menegaskan apa yang Dia inginkan. (8) ﴾ وَنُيَسِّرُكَ لِلۡيُسۡرَىٰ ﴿ "Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah," ini juga berita gembira lainnya. Allah سبحانه وتعالى mempermu-dah RasulNya dalam berbagai urusan dan Allah سبحانه وتعالى mempermudah syariat dan AgamaNya. (9-13) ﴾ فَذَكِّرۡ ﴿ "Oleh sebab itu berikanlah peringatan," akan sya-riat dan tanda-tanda kebesaranNya. ﴾ إِن نَّفَعَتِ ٱلذِّكۡرَىٰ ﴿ "Karena peringatan itu bermanfaat," yakni selama peringatan diterima, dijadikan petuah dan didengar, baik apakah seluruh maksud dari peringatan terca-pai atau sebagiannya saja. Kontekstual ayat, bila peringatan tidak membawa guna, misalnya hanya semakin menambah keburukan atau bisa mengurangi kebaikan, maka peringatan tidak diperintah-kan, bahkan terlarang. Dalam peringatan, manusia terbagi menjadi dua: Orang-orang yang memanfaatkan dan orang-orang yang tidak memanfaatkan. Orang-orang yang memanfaatkan peringatan disinggung oleh Allah سبحانه وتعالى dalam FirmanNya, ﴾ سَيَذَّكَّرُ مَن يَخۡشَىٰ ﴿ "Orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran," karena takut kepada Allah سبحانه وتعالى dan mengetahui balasan-balasan yang akan diberikan Allah سبحانه وتعالى atas berbagai perbuatan akan menghentikan seseorang dari apa yang dibenci Allah سبحانه وتعالى serta mendorongnya untuk melakukan kebajikan. Sedangkan mereka yang tidak memanfaatkan peringatan, Allah سبحانه وتعالى menyinggung mereka dengan FirmanNya,﴾ وَيَتَجَنَّبُهَا ٱلۡأَشۡقَى 11 ٱلَّذِي يَصۡلَى ٱلنَّارَ ٱلۡكُبۡرَىٰ 12 ﴿ "Orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka)," yaitu neraka yang dinyalakan yang merasuk hingga sampai ke hati. ﴾ ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحۡيَىٰ ﴿ "Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup," yakni disiksa dengan siksaan pedih tanpa jeda dan istirahat hingga mereka mengharapkan bisa mati, tapi harapan mereka tidak akan ada gunanya. Hal itu semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَا يُقۡضَىٰ عَلَيۡهِمۡ فَيَمُوتُواْ وَلَا يُخَفَّفُ عَنۡهُم مِّنۡ عَذَابِهَاۚ ﴿ "Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya." (Fathir: 36). (14-15) ﴾ قَدۡ أَفۡلَحَ مَن تَزَكَّىٰ ﴿ "Sungguh beruntunglah orang yang mem-bersihkan diri (dengan beriman)," yakni menang dan beruntunglah orang yang membersihkan diri dari kesyirikan, kezhaliman, dan akhlak-akhlak tercela. ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "Dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," yakni orang yang memiliki sifat selalu ingat kepada Allah سبحانه وتعالى dan hatinya terpatri dengan dzikir sehingga hal itu meng-haruskannya mengerjakan segala sesuatu yang diridhai Allah سبحانه وتعالى khususnya shalat yang merupakan neraca keimanan. Inilah makna ayat di atas. Sedangkan yang menafsirkan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ تَزَكَّىٰ ﴿ "Orang yang membersihkan diri," dengan arti mengeluarkan zakat fitrah dan ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," 'Id, meski penafsiran tersebut termasuk dalam kata-kata shalat dan sebagian dari cabangnya, tapi maknanya bukan hanya sesempit itu saja. (16-17) ﴾ بَلۡ تُؤۡثِرُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا ﴿ "Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan duniawi," artinya, kalian lebih mengedepankan dunia daripada kehidupan akhirat dan kalian lebih memilih ke-nikmatannya yang lusuh dan kotor serta fana melebihi akhirat. ﴾ وَٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ ﴿ "Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik," lebih baik dari dunia dalam segala sifat yang diinginkan, ﴾ وَأَبۡقَىٰٓ ﴿ "dan lebih kekal," karena akhirat adalah negeri keabadian, kekekalan, dan kesucian, sedangkan dunia adalah negeri yang fana. Orang Mukmin yang berakal tidak akan memilih sesuatu yang lebih jelek dari sesuatu yang lebih baik dan tidak menukar kenikmatan sesaat dengan kenikmatan abadi. Karena itu, cinta terhadap dunia dan lebih dikedepankan melebihi akhirat merupakan induk segala kesalahan. (18-19) ﴾ إِنَّ هَٰذَا ﴿ "Sesungguhnya ini," yang disebutkan untuk kalian dalam surat yang penuh berkah ini berupa hal-hal indah dan berita-berita bagus ﴾ لَفِي ٱلصُّحُفِ ٱلۡأُولَىٰ 18 صُحُفِ إِبۡرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ 19 ﴿ "benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terdahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa," keduanya adalah rasul paling mulia setelah Muhammad a. Semua perintah-perintah di atas terdapat dalam seluruh syariat karena berguna untuk dunia dan akhirat. Perintah-perintah terse-but merupakan maslahat di seluruh waktu dan tempat. Selesai. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى.

Al-A'la 87:13

"Sucikanlah nama Rabbmu Yang Paling Tinggi. Yang men-ciptakan dan menyempurnakan (penciptaanNya). Dan yang me-nentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk. Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan. Lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman. Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa, kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi. Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah, oleh sebab itu berikanlah peri-ngatan, karena peringatan itu bermanfaat. Orang yang takut (ke-pada Allah) akan mendapat pelajaran, orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka). Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup. Sungguh beruntunglah orang yang membersih-kan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat. Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan dunia-wi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terda-hulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa." (Al-A'la: 1-19). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1-3) Allah سبحانه وتعالى memerintahkan para hamba untuk memaha-sucikanNya (dengan melakukan hal-hal) yang mencakup dzikir, ibadah, tunduk dan patuh terhadap keagungan Allah serta meren-dah karena keagunganNya. Pujian tersebut adalah pujian yang pantas dan sesuai dengan keagungan Allah تعالى, yakni dengan menyebutkan nama-namaNya yang baik lagi tinggi di atas setiap nama dengan maknanya yang agung. Dan menyebutkan perbuatan-perbuatanNya yang di antaranya adalah menciptakan dan menyem-purnakan (penciptaan)Nya, maksudnya Dia سبحانه وتعالى menyempurnakan dan membaguskan penciptaanNya. ﴾ وَٱلَّذِي قَدَّرَ ﴿ "Dan yang menentu-kan," yakni takdir yang diikuti oleh takdir-takdir yang lain, ﴾ فَهَدَىٰ ﴿ "dan memberi petunjuk" kepada semua makhluk ciptaan kepada takdir tersebut. Ini adalah hidayah (petunjuk) secara umum, yang intinya adalah bahwa Dia سبحانه وتعالى menunjuki setiap makhluk kepada apa-apa yang merupakan kemaslahatan baginya. (4-5) Demikian juga dengan menyebutkan nikmat-nikmat-Nya yang bersifat duniawi. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلَّذِيٓ أَخۡرَجَ ٱلۡمَرۡعَىٰ ﴿ "Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan," maksudnya, Allah سبحانه وتعالى menurunkan air dari langit, dan dengan air itu Allah سبحانه وتعالى menumbuhkan berbagai macam tumbuhan dan rerumputan yang dimakan oleh manusia, binatang ternak, serta seluruh binatang lain. Selanjutnya setelah masa remaja yang ditentukan Allah سبحانه وتعالى telah sempurna, Allah سبحانه وتعالى mengeringkan tanaman dan rerumputan tersebut, ﴾ فَجَعَلَهُۥ غُثَآءً أَحۡوَىٰ ﴿ "lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman," yakni hitam. Artinya, Allah سبحانه وتعالى merubahnya men-jadi rerumputan yang lusuh. (6-7) Kemudian dengan menyebut nikmat-nikmat keaga-maan (din). Karena itu Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan dasar dan ma-terinya, yaitu al-Qur`an, kemudian berfirman, ﴾ سَنُقۡرِئُكَ فَلَا تَنسَىٰٓ ﴿ "Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa." Maksudnya, Kami akan menjaga apa yang Kami wahyukan kepadamu berupa al-Qur`an, dan Kami menjaga hatimu agar tetap waspada sehingga kau tidak akan melupakan sesuatu pun darinya. Ini merupakan kabar gembira besar dari Allah سبحانه وتعالى untuk hamba dan RasulNya, Muhammad a, yaitu Allah سبحانه وتعالى akan mengajarkannya ilmu yang tidak akan beliau lupakan, ﴾ إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُۚ ﴿ "kecuali kalau Allah menghendaki," sesuai tuntutan hikmahNya yang membuatmu melupakannya karena suatu kepentingan dan hikmah yang amat besar. ﴾ إِنَّهُۥ يَعۡلَمُ ٱلۡجَهۡرَ وَمَا يَخۡفَىٰ ﴿ "Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi," di antaranya Allah سبحانه وتعالى mengeta-hui apa yang terbaik untuk hambaNya. Artinya, karena itu Allah سبحانه وتعالى mensyariatkan dan menegaskan apa yang Dia inginkan. (8) ﴾ وَنُيَسِّرُكَ لِلۡيُسۡرَىٰ ﴿ "Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah," ini juga berita gembira lainnya. Allah سبحانه وتعالى mempermu-dah RasulNya dalam berbagai urusan dan Allah سبحانه وتعالى mempermudah syariat dan AgamaNya. (9-13) ﴾ فَذَكِّرۡ ﴿ "Oleh sebab itu berikanlah peringatan," akan sya-riat dan tanda-tanda kebesaranNya. ﴾ إِن نَّفَعَتِ ٱلذِّكۡرَىٰ ﴿ "Karena peringatan itu bermanfaat," yakni selama peringatan diterima, dijadikan petuah dan didengar, baik apakah seluruh maksud dari peringatan terca-pai atau sebagiannya saja. Kontekstual ayat, bila peringatan tidak membawa guna, misalnya hanya semakin menambah keburukan atau bisa mengurangi kebaikan, maka peringatan tidak diperintah-kan, bahkan terlarang. Dalam peringatan, manusia terbagi menjadi dua: Orang-orang yang memanfaatkan dan orang-orang yang tidak memanfaatkan. Orang-orang yang memanfaatkan peringatan disinggung oleh Allah سبحانه وتعالى dalam FirmanNya, ﴾ سَيَذَّكَّرُ مَن يَخۡشَىٰ ﴿ "Orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran," karena takut kepada Allah سبحانه وتعالى dan mengetahui balasan-balasan yang akan diberikan Allah سبحانه وتعالى atas berbagai perbuatan akan menghentikan seseorang dari apa yang dibenci Allah سبحانه وتعالى serta mendorongnya untuk melakukan kebajikan. Sedangkan mereka yang tidak memanfaatkan peringatan, Allah سبحانه وتعالى menyinggung mereka dengan FirmanNya,﴾ وَيَتَجَنَّبُهَا ٱلۡأَشۡقَى 11 ٱلَّذِي يَصۡلَى ٱلنَّارَ ٱلۡكُبۡرَىٰ 12 ﴿ "Orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka)," yaitu neraka yang dinyalakan yang merasuk hingga sampai ke hati. ﴾ ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحۡيَىٰ ﴿ "Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup," yakni disiksa dengan siksaan pedih tanpa jeda dan istirahat hingga mereka mengharapkan bisa mati, tapi harapan mereka tidak akan ada gunanya. Hal itu semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَا يُقۡضَىٰ عَلَيۡهِمۡ فَيَمُوتُواْ وَلَا يُخَفَّفُ عَنۡهُم مِّنۡ عَذَابِهَاۚ ﴿ "Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya." (Fathir: 36). (14-15) ﴾ قَدۡ أَفۡلَحَ مَن تَزَكَّىٰ ﴿ "Sungguh beruntunglah orang yang mem-bersihkan diri (dengan beriman)," yakni menang dan beruntunglah orang yang membersihkan diri dari kesyirikan, kezhaliman, dan akhlak-akhlak tercela. ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "Dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," yakni orang yang memiliki sifat selalu ingat kepada Allah سبحانه وتعالى dan hatinya terpatri dengan dzikir sehingga hal itu meng-haruskannya mengerjakan segala sesuatu yang diridhai Allah سبحانه وتعالى khususnya shalat yang merupakan neraca keimanan. Inilah makna ayat di atas. Sedangkan yang menafsirkan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ تَزَكَّىٰ ﴿ "Orang yang membersihkan diri," dengan arti mengeluarkan zakat fitrah dan ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," 'Id, meski penafsiran tersebut termasuk dalam kata-kata shalat dan sebagian dari cabangnya, tapi maknanya bukan hanya sesempit itu saja. (16-17) ﴾ بَلۡ تُؤۡثِرُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا ﴿ "Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan duniawi," artinya, kalian lebih mengedepankan dunia daripada kehidupan akhirat dan kalian lebih memilih ke-nikmatannya yang lusuh dan kotor serta fana melebihi akhirat. ﴾ وَٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ ﴿ "Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik," lebih baik dari dunia dalam segala sifat yang diinginkan, ﴾ وَأَبۡقَىٰٓ ﴿ "dan lebih kekal," karena akhirat adalah negeri keabadian, kekekalan, dan kesucian, sedangkan dunia adalah negeri yang fana. Orang Mukmin yang berakal tidak akan memilih sesuatu yang lebih jelek dari sesuatu yang lebih baik dan tidak menukar kenikmatan sesaat dengan kenikmatan abadi. Karena itu, cinta terhadap dunia dan lebih dikedepankan melebihi akhirat merupakan induk segala kesalahan. (18-19) ﴾ إِنَّ هَٰذَا ﴿ "Sesungguhnya ini," yang disebutkan untuk kalian dalam surat yang penuh berkah ini berupa hal-hal indah dan berita-berita bagus ﴾ لَفِي ٱلصُّحُفِ ٱلۡأُولَىٰ 18 صُحُفِ إِبۡرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ 19 ﴿ "benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terdahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa," keduanya adalah rasul paling mulia setelah Muhammad a. Semua perintah-perintah di atas terdapat dalam seluruh syariat karena berguna untuk dunia dan akhirat. Perintah-perintah terse-but merupakan maslahat di seluruh waktu dan tempat. Selesai. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى.

Al-A'la 87:14

"Sucikanlah nama Rabbmu Yang Paling Tinggi. Yang men-ciptakan dan menyempurnakan (penciptaanNya). Dan yang me-nentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk. Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan. Lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman. Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa, kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi. Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah, oleh sebab itu berikanlah peri-ngatan, karena peringatan itu bermanfaat. Orang yang takut (ke-pada Allah) akan mendapat pelajaran, orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka). Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup. Sungguh beruntunglah orang yang membersih-kan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat. Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan dunia-wi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terda-hulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa." (Al-A'la: 1-19). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1-3) Allah سبحانه وتعالى memerintahkan para hamba untuk memaha-sucikanNya (dengan melakukan hal-hal) yang mencakup dzikir, ibadah, tunduk dan patuh terhadap keagungan Allah serta meren-dah karena keagunganNya. Pujian tersebut adalah pujian yang pantas dan sesuai dengan keagungan Allah تعالى, yakni dengan menyebutkan nama-namaNya yang baik lagi tinggi di atas setiap nama dengan maknanya yang agung. Dan menyebutkan perbuatan-perbuatanNya yang di antaranya adalah menciptakan dan menyem-purnakan (penciptaan)Nya, maksudnya Dia سبحانه وتعالى menyempurnakan dan membaguskan penciptaanNya. ﴾ وَٱلَّذِي قَدَّرَ ﴿ "Dan yang menentu-kan," yakni takdir yang diikuti oleh takdir-takdir yang lain, ﴾ فَهَدَىٰ ﴿ "dan memberi petunjuk" kepada semua makhluk ciptaan kepada takdir tersebut. Ini adalah hidayah (petunjuk) secara umum, yang intinya adalah bahwa Dia سبحانه وتعالى menunjuki setiap makhluk kepada apa-apa yang merupakan kemaslahatan baginya. (4-5) Demikian juga dengan menyebutkan nikmat-nikmat-Nya yang bersifat duniawi. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلَّذِيٓ أَخۡرَجَ ٱلۡمَرۡعَىٰ ﴿ "Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan," maksudnya, Allah سبحانه وتعالى menurunkan air dari langit, dan dengan air itu Allah سبحانه وتعالى menumbuhkan berbagai macam tumbuhan dan rerumputan yang dimakan oleh manusia, binatang ternak, serta seluruh binatang lain. Selanjutnya setelah masa remaja yang ditentukan Allah سبحانه وتعالى telah sempurna, Allah سبحانه وتعالى mengeringkan tanaman dan rerumputan tersebut, ﴾ فَجَعَلَهُۥ غُثَآءً أَحۡوَىٰ ﴿ "lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman," yakni hitam. Artinya, Allah سبحانه وتعالى merubahnya men-jadi rerumputan yang lusuh. (6-7) Kemudian dengan menyebut nikmat-nikmat keaga-maan (din). Karena itu Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan dasar dan ma-terinya, yaitu al-Qur`an, kemudian berfirman, ﴾ سَنُقۡرِئُكَ فَلَا تَنسَىٰٓ ﴿ "Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa." Maksudnya, Kami akan menjaga apa yang Kami wahyukan kepadamu berupa al-Qur`an, dan Kami menjaga hatimu agar tetap waspada sehingga kau tidak akan melupakan sesuatu pun darinya. Ini merupakan kabar gembira besar dari Allah سبحانه وتعالى untuk hamba dan RasulNya, Muhammad a, yaitu Allah سبحانه وتعالى akan mengajarkannya ilmu yang tidak akan beliau lupakan, ﴾ إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُۚ ﴿ "kecuali kalau Allah menghendaki," sesuai tuntutan hikmahNya yang membuatmu melupakannya karena suatu kepentingan dan hikmah yang amat besar. ﴾ إِنَّهُۥ يَعۡلَمُ ٱلۡجَهۡرَ وَمَا يَخۡفَىٰ ﴿ "Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi," di antaranya Allah سبحانه وتعالى mengeta-hui apa yang terbaik untuk hambaNya. Artinya, karena itu Allah سبحانه وتعالى mensyariatkan dan menegaskan apa yang Dia inginkan. (8) ﴾ وَنُيَسِّرُكَ لِلۡيُسۡرَىٰ ﴿ "Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah," ini juga berita gembira lainnya. Allah سبحانه وتعالى mempermu-dah RasulNya dalam berbagai urusan dan Allah سبحانه وتعالى mempermudah syariat dan AgamaNya. (9-13) ﴾ فَذَكِّرۡ ﴿ "Oleh sebab itu berikanlah peringatan," akan sya-riat dan tanda-tanda kebesaranNya. ﴾ إِن نَّفَعَتِ ٱلذِّكۡرَىٰ ﴿ "Karena peringatan itu bermanfaat," yakni selama peringatan diterima, dijadikan petuah dan didengar, baik apakah seluruh maksud dari peringatan terca-pai atau sebagiannya saja. Kontekstual ayat, bila peringatan tidak membawa guna, misalnya hanya semakin menambah keburukan atau bisa mengurangi kebaikan, maka peringatan tidak diperintah-kan, bahkan terlarang. Dalam peringatan, manusia terbagi menjadi dua: Orang-orang yang memanfaatkan dan orang-orang yang tidak memanfaatkan. Orang-orang yang memanfaatkan peringatan disinggung oleh Allah سبحانه وتعالى dalam FirmanNya, ﴾ سَيَذَّكَّرُ مَن يَخۡشَىٰ ﴿ "Orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran," karena takut kepada Allah سبحانه وتعالى dan mengetahui balasan-balasan yang akan diberikan Allah سبحانه وتعالى atas berbagai perbuatan akan menghentikan seseorang dari apa yang dibenci Allah سبحانه وتعالى serta mendorongnya untuk melakukan kebajikan. Sedangkan mereka yang tidak memanfaatkan peringatan, Allah سبحانه وتعالى menyinggung mereka dengan FirmanNya,﴾ وَيَتَجَنَّبُهَا ٱلۡأَشۡقَى 11 ٱلَّذِي يَصۡلَى ٱلنَّارَ ٱلۡكُبۡرَىٰ 12 ﴿ "Orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka)," yaitu neraka yang dinyalakan yang merasuk hingga sampai ke hati. ﴾ ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحۡيَىٰ ﴿ "Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup," yakni disiksa dengan siksaan pedih tanpa jeda dan istirahat hingga mereka mengharapkan bisa mati, tapi harapan mereka tidak akan ada gunanya. Hal itu semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَا يُقۡضَىٰ عَلَيۡهِمۡ فَيَمُوتُواْ وَلَا يُخَفَّفُ عَنۡهُم مِّنۡ عَذَابِهَاۚ ﴿ "Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya." (Fathir: 36). (14-15) ﴾ قَدۡ أَفۡلَحَ مَن تَزَكَّىٰ ﴿ "Sungguh beruntunglah orang yang mem-bersihkan diri (dengan beriman)," yakni menang dan beruntunglah orang yang membersihkan diri dari kesyirikan, kezhaliman, dan akhlak-akhlak tercela. ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "Dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," yakni orang yang memiliki sifat selalu ingat kepada Allah سبحانه وتعالى dan hatinya terpatri dengan dzikir sehingga hal itu meng-haruskannya mengerjakan segala sesuatu yang diridhai Allah سبحانه وتعالى khususnya shalat yang merupakan neraca keimanan. Inilah makna ayat di atas. Sedangkan yang menafsirkan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ تَزَكَّىٰ ﴿ "Orang yang membersihkan diri," dengan arti mengeluarkan zakat fitrah dan ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," 'Id, meski penafsiran tersebut termasuk dalam kata-kata shalat dan sebagian dari cabangnya, tapi maknanya bukan hanya sesempit itu saja. (16-17) ﴾ بَلۡ تُؤۡثِرُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا ﴿ "Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan duniawi," artinya, kalian lebih mengedepankan dunia daripada kehidupan akhirat dan kalian lebih memilih ke-nikmatannya yang lusuh dan kotor serta fana melebihi akhirat. ﴾ وَٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ ﴿ "Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik," lebih baik dari dunia dalam segala sifat yang diinginkan, ﴾ وَأَبۡقَىٰٓ ﴿ "dan lebih kekal," karena akhirat adalah negeri keabadian, kekekalan, dan kesucian, sedangkan dunia adalah negeri yang fana. Orang Mukmin yang berakal tidak akan memilih sesuatu yang lebih jelek dari sesuatu yang lebih baik dan tidak menukar kenikmatan sesaat dengan kenikmatan abadi. Karena itu, cinta terhadap dunia dan lebih dikedepankan melebihi akhirat merupakan induk segala kesalahan. (18-19) ﴾ إِنَّ هَٰذَا ﴿ "Sesungguhnya ini," yang disebutkan untuk kalian dalam surat yang penuh berkah ini berupa hal-hal indah dan berita-berita bagus ﴾ لَفِي ٱلصُّحُفِ ٱلۡأُولَىٰ 18 صُحُفِ إِبۡرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ 19 ﴿ "benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terdahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa," keduanya adalah rasul paling mulia setelah Muhammad a. Semua perintah-perintah di atas terdapat dalam seluruh syariat karena berguna untuk dunia dan akhirat. Perintah-perintah terse-but merupakan maslahat di seluruh waktu dan tempat. Selesai. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى.

Al-A'la 87:15

"Sucikanlah nama Rabbmu Yang Paling Tinggi. Yang men-ciptakan dan menyempurnakan (penciptaanNya). Dan yang me-nentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk. Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan. Lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman. Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa, kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi. Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah, oleh sebab itu berikanlah peri-ngatan, karena peringatan itu bermanfaat. Orang yang takut (ke-pada Allah) akan mendapat pelajaran, orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka). Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup. Sungguh beruntunglah orang yang membersih-kan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat. Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan dunia-wi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terda-hulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa." (Al-A'la: 1-19). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1-3) Allah سبحانه وتعالى memerintahkan para hamba untuk memaha-sucikanNya (dengan melakukan hal-hal) yang mencakup dzikir, ibadah, tunduk dan patuh terhadap keagungan Allah serta meren-dah karena keagunganNya. Pujian tersebut adalah pujian yang pantas dan sesuai dengan keagungan Allah تعالى, yakni dengan menyebutkan nama-namaNya yang baik lagi tinggi di atas setiap nama dengan maknanya yang agung. Dan menyebutkan perbuatan-perbuatanNya yang di antaranya adalah menciptakan dan menyem-purnakan (penciptaan)Nya, maksudnya Dia سبحانه وتعالى menyempurnakan dan membaguskan penciptaanNya. ﴾ وَٱلَّذِي قَدَّرَ ﴿ "Dan yang menentu-kan," yakni takdir yang diikuti oleh takdir-takdir yang lain, ﴾ فَهَدَىٰ ﴿ "dan memberi petunjuk" kepada semua makhluk ciptaan kepada takdir tersebut. Ini adalah hidayah (petunjuk) secara umum, yang intinya adalah bahwa Dia سبحانه وتعالى menunjuki setiap makhluk kepada apa-apa yang merupakan kemaslahatan baginya. (4-5) Demikian juga dengan menyebutkan nikmat-nikmat-Nya yang bersifat duniawi. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلَّذِيٓ أَخۡرَجَ ٱلۡمَرۡعَىٰ ﴿ "Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan," maksudnya, Allah سبحانه وتعالى menurunkan air dari langit, dan dengan air itu Allah سبحانه وتعالى menumbuhkan berbagai macam tumbuhan dan rerumputan yang dimakan oleh manusia, binatang ternak, serta seluruh binatang lain. Selanjutnya setelah masa remaja yang ditentukan Allah سبحانه وتعالى telah sempurna, Allah سبحانه وتعالى mengeringkan tanaman dan rerumputan tersebut, ﴾ فَجَعَلَهُۥ غُثَآءً أَحۡوَىٰ ﴿ "lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman," yakni hitam. Artinya, Allah سبحانه وتعالى merubahnya men-jadi rerumputan yang lusuh. (6-7) Kemudian dengan menyebut nikmat-nikmat keaga-maan (din). Karena itu Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan dasar dan ma-terinya, yaitu al-Qur`an, kemudian berfirman, ﴾ سَنُقۡرِئُكَ فَلَا تَنسَىٰٓ ﴿ "Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa." Maksudnya, Kami akan menjaga apa yang Kami wahyukan kepadamu berupa al-Qur`an, dan Kami menjaga hatimu agar tetap waspada sehingga kau tidak akan melupakan sesuatu pun darinya. Ini merupakan kabar gembira besar dari Allah سبحانه وتعالى untuk hamba dan RasulNya, Muhammad a, yaitu Allah سبحانه وتعالى akan mengajarkannya ilmu yang tidak akan beliau lupakan, ﴾ إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُۚ ﴿ "kecuali kalau Allah menghendaki," sesuai tuntutan hikmahNya yang membuatmu melupakannya karena suatu kepentingan dan hikmah yang amat besar. ﴾ إِنَّهُۥ يَعۡلَمُ ٱلۡجَهۡرَ وَمَا يَخۡفَىٰ ﴿ "Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi," di antaranya Allah سبحانه وتعالى mengeta-hui apa yang terbaik untuk hambaNya. Artinya, karena itu Allah سبحانه وتعالى mensyariatkan dan menegaskan apa yang Dia inginkan. (8) ﴾ وَنُيَسِّرُكَ لِلۡيُسۡرَىٰ ﴿ "Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah," ini juga berita gembira lainnya. Allah سبحانه وتعالى mempermu-dah RasulNya dalam berbagai urusan dan Allah سبحانه وتعالى mempermudah syariat dan AgamaNya. (9-13) ﴾ فَذَكِّرۡ ﴿ "Oleh sebab itu berikanlah peringatan," akan sya-riat dan tanda-tanda kebesaranNya. ﴾ إِن نَّفَعَتِ ٱلذِّكۡرَىٰ ﴿ "Karena peringatan itu bermanfaat," yakni selama peringatan diterima, dijadikan petuah dan didengar, baik apakah seluruh maksud dari peringatan terca-pai atau sebagiannya saja. Kontekstual ayat, bila peringatan tidak membawa guna, misalnya hanya semakin menambah keburukan atau bisa mengurangi kebaikan, maka peringatan tidak diperintah-kan, bahkan terlarang. Dalam peringatan, manusia terbagi menjadi dua: Orang-orang yang memanfaatkan dan orang-orang yang tidak memanfaatkan. Orang-orang yang memanfaatkan peringatan disinggung oleh Allah سبحانه وتعالى dalam FirmanNya, ﴾ سَيَذَّكَّرُ مَن يَخۡشَىٰ ﴿ "Orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran," karena takut kepada Allah سبحانه وتعالى dan mengetahui balasan-balasan yang akan diberikan Allah سبحانه وتعالى atas berbagai perbuatan akan menghentikan seseorang dari apa yang dibenci Allah سبحانه وتعالى serta mendorongnya untuk melakukan kebajikan. Sedangkan mereka yang tidak memanfaatkan peringatan, Allah سبحانه وتعالى menyinggung mereka dengan FirmanNya,﴾ وَيَتَجَنَّبُهَا ٱلۡأَشۡقَى 11 ٱلَّذِي يَصۡلَى ٱلنَّارَ ٱلۡكُبۡرَىٰ 12 ﴿ "Orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka)," yaitu neraka yang dinyalakan yang merasuk hingga sampai ke hati. ﴾ ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحۡيَىٰ ﴿ "Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup," yakni disiksa dengan siksaan pedih tanpa jeda dan istirahat hingga mereka mengharapkan bisa mati, tapi harapan mereka tidak akan ada gunanya. Hal itu semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَا يُقۡضَىٰ عَلَيۡهِمۡ فَيَمُوتُواْ وَلَا يُخَفَّفُ عَنۡهُم مِّنۡ عَذَابِهَاۚ ﴿ "Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya." (Fathir: 36). (14-15) ﴾ قَدۡ أَفۡلَحَ مَن تَزَكَّىٰ ﴿ "Sungguh beruntunglah orang yang mem-bersihkan diri (dengan beriman)," yakni menang dan beruntunglah orang yang membersihkan diri dari kesyirikan, kezhaliman, dan akhlak-akhlak tercela. ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "Dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," yakni orang yang memiliki sifat selalu ingat kepada Allah سبحانه وتعالى dan hatinya terpatri dengan dzikir sehingga hal itu meng-haruskannya mengerjakan segala sesuatu yang diridhai Allah سبحانه وتعالى khususnya shalat yang merupakan neraca keimanan. Inilah makna ayat di atas. Sedangkan yang menafsirkan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ تَزَكَّىٰ ﴿ "Orang yang membersihkan diri," dengan arti mengeluarkan zakat fitrah dan ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," 'Id, meski penafsiran tersebut termasuk dalam kata-kata shalat dan sebagian dari cabangnya, tapi maknanya bukan hanya sesempit itu saja. (16-17) ﴾ بَلۡ تُؤۡثِرُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا ﴿ "Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan duniawi," artinya, kalian lebih mengedepankan dunia daripada kehidupan akhirat dan kalian lebih memilih ke-nikmatannya yang lusuh dan kotor serta fana melebihi akhirat. ﴾ وَٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ ﴿ "Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik," lebih baik dari dunia dalam segala sifat yang diinginkan, ﴾ وَأَبۡقَىٰٓ ﴿ "dan lebih kekal," karena akhirat adalah negeri keabadian, kekekalan, dan kesucian, sedangkan dunia adalah negeri yang fana. Orang Mukmin yang berakal tidak akan memilih sesuatu yang lebih jelek dari sesuatu yang lebih baik dan tidak menukar kenikmatan sesaat dengan kenikmatan abadi. Karena itu, cinta terhadap dunia dan lebih dikedepankan melebihi akhirat merupakan induk segala kesalahan. (18-19) ﴾ إِنَّ هَٰذَا ﴿ "Sesungguhnya ini," yang disebutkan untuk kalian dalam surat yang penuh berkah ini berupa hal-hal indah dan berita-berita bagus ﴾ لَفِي ٱلصُّحُفِ ٱلۡأُولَىٰ 18 صُحُفِ إِبۡرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ 19 ﴿ "benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terdahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa," keduanya adalah rasul paling mulia setelah Muhammad a. Semua perintah-perintah di atas terdapat dalam seluruh syariat karena berguna untuk dunia dan akhirat. Perintah-perintah terse-but merupakan maslahat di seluruh waktu dan tempat. Selesai. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى.

Al-A'la 87:16

"Sucikanlah nama Rabbmu Yang Paling Tinggi. Yang men-ciptakan dan menyempurnakan (penciptaanNya). Dan yang me-nentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk. Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan. Lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman. Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa, kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi. Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah, oleh sebab itu berikanlah peri-ngatan, karena peringatan itu bermanfaat. Orang yang takut (ke-pada Allah) akan mendapat pelajaran, orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka). Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup. Sungguh beruntunglah orang yang membersih-kan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat. Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan dunia-wi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terda-hulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa." (Al-A'la: 1-19). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1-3) Allah سبحانه وتعالى memerintahkan para hamba untuk memaha-sucikanNya (dengan melakukan hal-hal) yang mencakup dzikir, ibadah, tunduk dan patuh terhadap keagungan Allah serta meren-dah karena keagunganNya. Pujian tersebut adalah pujian yang pantas dan sesuai dengan keagungan Allah تعالى, yakni dengan menyebutkan nama-namaNya yang baik lagi tinggi di atas setiap nama dengan maknanya yang agung. Dan menyebutkan perbuatan-perbuatanNya yang di antaranya adalah menciptakan dan menyem-purnakan (penciptaan)Nya, maksudnya Dia سبحانه وتعالى menyempurnakan dan membaguskan penciptaanNya. ﴾ وَٱلَّذِي قَدَّرَ ﴿ "Dan yang menentu-kan," yakni takdir yang diikuti oleh takdir-takdir yang lain, ﴾ فَهَدَىٰ ﴿ "dan memberi petunjuk" kepada semua makhluk ciptaan kepada takdir tersebut. Ini adalah hidayah (petunjuk) secara umum, yang intinya adalah bahwa Dia سبحانه وتعالى menunjuki setiap makhluk kepada apa-apa yang merupakan kemaslahatan baginya. (4-5) Demikian juga dengan menyebutkan nikmat-nikmat-Nya yang bersifat duniawi. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلَّذِيٓ أَخۡرَجَ ٱلۡمَرۡعَىٰ ﴿ "Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan," maksudnya, Allah سبحانه وتعالى menurunkan air dari langit, dan dengan air itu Allah سبحانه وتعالى menumbuhkan berbagai macam tumbuhan dan rerumputan yang dimakan oleh manusia, binatang ternak, serta seluruh binatang lain. Selanjutnya setelah masa remaja yang ditentukan Allah سبحانه وتعالى telah sempurna, Allah سبحانه وتعالى mengeringkan tanaman dan rerumputan tersebut, ﴾ فَجَعَلَهُۥ غُثَآءً أَحۡوَىٰ ﴿ "lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman," yakni hitam. Artinya, Allah سبحانه وتعالى merubahnya men-jadi rerumputan yang lusuh. (6-7) Kemudian dengan menyebut nikmat-nikmat keaga-maan (din). Karena itu Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan dasar dan ma-terinya, yaitu al-Qur`an, kemudian berfirman, ﴾ سَنُقۡرِئُكَ فَلَا تَنسَىٰٓ ﴿ "Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa." Maksudnya, Kami akan menjaga apa yang Kami wahyukan kepadamu berupa al-Qur`an, dan Kami menjaga hatimu agar tetap waspada sehingga kau tidak akan melupakan sesuatu pun darinya. Ini merupakan kabar gembira besar dari Allah سبحانه وتعالى untuk hamba dan RasulNya, Muhammad a, yaitu Allah سبحانه وتعالى akan mengajarkannya ilmu yang tidak akan beliau lupakan, ﴾ إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُۚ ﴿ "kecuali kalau Allah menghendaki," sesuai tuntutan hikmahNya yang membuatmu melupakannya karena suatu kepentingan dan hikmah yang amat besar. ﴾ إِنَّهُۥ يَعۡلَمُ ٱلۡجَهۡرَ وَمَا يَخۡفَىٰ ﴿ "Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi," di antaranya Allah سبحانه وتعالى mengeta-hui apa yang terbaik untuk hambaNya. Artinya, karena itu Allah سبحانه وتعالى mensyariatkan dan menegaskan apa yang Dia inginkan. (8) ﴾ وَنُيَسِّرُكَ لِلۡيُسۡرَىٰ ﴿ "Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah," ini juga berita gembira lainnya. Allah سبحانه وتعالى mempermu-dah RasulNya dalam berbagai urusan dan Allah سبحانه وتعالى mempermudah syariat dan AgamaNya. (9-13) ﴾ فَذَكِّرۡ ﴿ "Oleh sebab itu berikanlah peringatan," akan sya-riat dan tanda-tanda kebesaranNya. ﴾ إِن نَّفَعَتِ ٱلذِّكۡرَىٰ ﴿ "Karena peringatan itu bermanfaat," yakni selama peringatan diterima, dijadikan petuah dan didengar, baik apakah seluruh maksud dari peringatan terca-pai atau sebagiannya saja. Kontekstual ayat, bila peringatan tidak membawa guna, misalnya hanya semakin menambah keburukan atau bisa mengurangi kebaikan, maka peringatan tidak diperintah-kan, bahkan terlarang. Dalam peringatan, manusia terbagi menjadi dua: Orang-orang yang memanfaatkan dan orang-orang yang tidak memanfaatkan. Orang-orang yang memanfaatkan peringatan disinggung oleh Allah سبحانه وتعالى dalam FirmanNya, ﴾ سَيَذَّكَّرُ مَن يَخۡشَىٰ ﴿ "Orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran," karena takut kepada Allah سبحانه وتعالى dan mengetahui balasan-balasan yang akan diberikan Allah سبحانه وتعالى atas berbagai perbuatan akan menghentikan seseorang dari apa yang dibenci Allah سبحانه وتعالى serta mendorongnya untuk melakukan kebajikan. Sedangkan mereka yang tidak memanfaatkan peringatan, Allah سبحانه وتعالى menyinggung mereka dengan FirmanNya,﴾ وَيَتَجَنَّبُهَا ٱلۡأَشۡقَى 11 ٱلَّذِي يَصۡلَى ٱلنَّارَ ٱلۡكُبۡرَىٰ 12 ﴿ "Orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka)," yaitu neraka yang dinyalakan yang merasuk hingga sampai ke hati. ﴾ ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحۡيَىٰ ﴿ "Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup," yakni disiksa dengan siksaan pedih tanpa jeda dan istirahat hingga mereka mengharapkan bisa mati, tapi harapan mereka tidak akan ada gunanya. Hal itu semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَا يُقۡضَىٰ عَلَيۡهِمۡ فَيَمُوتُواْ وَلَا يُخَفَّفُ عَنۡهُم مِّنۡ عَذَابِهَاۚ ﴿ "Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya." (Fathir: 36). (14-15) ﴾ قَدۡ أَفۡلَحَ مَن تَزَكَّىٰ ﴿ "Sungguh beruntunglah orang yang mem-bersihkan diri (dengan beriman)," yakni menang dan beruntunglah orang yang membersihkan diri dari kesyirikan, kezhaliman, dan akhlak-akhlak tercela. ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "Dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," yakni orang yang memiliki sifat selalu ingat kepada Allah سبحانه وتعالى dan hatinya terpatri dengan dzikir sehingga hal itu meng-haruskannya mengerjakan segala sesuatu yang diridhai Allah سبحانه وتعالى khususnya shalat yang merupakan neraca keimanan. Inilah makna ayat di atas. Sedangkan yang menafsirkan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ تَزَكَّىٰ ﴿ "Orang yang membersihkan diri," dengan arti mengeluarkan zakat fitrah dan ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," 'Id, meski penafsiran tersebut termasuk dalam kata-kata shalat dan sebagian dari cabangnya, tapi maknanya bukan hanya sesempit itu saja. (16-17) ﴾ بَلۡ تُؤۡثِرُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا ﴿ "Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan duniawi," artinya, kalian lebih mengedepankan dunia daripada kehidupan akhirat dan kalian lebih memilih ke-nikmatannya yang lusuh dan kotor serta fana melebihi akhirat. ﴾ وَٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ ﴿ "Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik," lebih baik dari dunia dalam segala sifat yang diinginkan, ﴾ وَأَبۡقَىٰٓ ﴿ "dan lebih kekal," karena akhirat adalah negeri keabadian, kekekalan, dan kesucian, sedangkan dunia adalah negeri yang fana. Orang Mukmin yang berakal tidak akan memilih sesuatu yang lebih jelek dari sesuatu yang lebih baik dan tidak menukar kenikmatan sesaat dengan kenikmatan abadi. Karena itu, cinta terhadap dunia dan lebih dikedepankan melebihi akhirat merupakan induk segala kesalahan. (18-19) ﴾ إِنَّ هَٰذَا ﴿ "Sesungguhnya ini," yang disebutkan untuk kalian dalam surat yang penuh berkah ini berupa hal-hal indah dan berita-berita bagus ﴾ لَفِي ٱلصُّحُفِ ٱلۡأُولَىٰ 18 صُحُفِ إِبۡرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ 19 ﴿ "benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terdahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa," keduanya adalah rasul paling mulia setelah Muhammad a. Semua perintah-perintah di atas terdapat dalam seluruh syariat karena berguna untuk dunia dan akhirat. Perintah-perintah terse-but merupakan maslahat di seluruh waktu dan tempat. Selesai. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى.

Al-A'la 87:17

"Sucikanlah nama Rabbmu Yang Paling Tinggi. Yang men-ciptakan dan menyempurnakan (penciptaanNya). Dan yang me-nentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk. Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan. Lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman. Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa, kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi. Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah, oleh sebab itu berikanlah peri-ngatan, karena peringatan itu bermanfaat. Orang yang takut (ke-pada Allah) akan mendapat pelajaran, orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka). Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup. Sungguh beruntunglah orang yang membersih-kan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat. Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan dunia-wi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terda-hulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa." (Al-A'la: 1-19). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1-3) Allah سبحانه وتعالى memerintahkan para hamba untuk memaha-sucikanNya (dengan melakukan hal-hal) yang mencakup dzikir, ibadah, tunduk dan patuh terhadap keagungan Allah serta meren-dah karena keagunganNya. Pujian tersebut adalah pujian yang pantas dan sesuai dengan keagungan Allah تعالى, yakni dengan menyebutkan nama-namaNya yang baik lagi tinggi di atas setiap nama dengan maknanya yang agung. Dan menyebutkan perbuatan-perbuatanNya yang di antaranya adalah menciptakan dan menyem-purnakan (penciptaan)Nya, maksudnya Dia سبحانه وتعالى menyempurnakan dan membaguskan penciptaanNya. ﴾ وَٱلَّذِي قَدَّرَ ﴿ "Dan yang menentu-kan," yakni takdir yang diikuti oleh takdir-takdir yang lain, ﴾ فَهَدَىٰ ﴿ "dan memberi petunjuk" kepada semua makhluk ciptaan kepada takdir tersebut. Ini adalah hidayah (petunjuk) secara umum, yang intinya adalah bahwa Dia سبحانه وتعالى menunjuki setiap makhluk kepada apa-apa yang merupakan kemaslahatan baginya. (4-5) Demikian juga dengan menyebutkan nikmat-nikmat-Nya yang bersifat duniawi. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلَّذِيٓ أَخۡرَجَ ٱلۡمَرۡعَىٰ ﴿ "Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan," maksudnya, Allah سبحانه وتعالى menurunkan air dari langit, dan dengan air itu Allah سبحانه وتعالى menumbuhkan berbagai macam tumbuhan dan rerumputan yang dimakan oleh manusia, binatang ternak, serta seluruh binatang lain. Selanjutnya setelah masa remaja yang ditentukan Allah سبحانه وتعالى telah sempurna, Allah سبحانه وتعالى mengeringkan tanaman dan rerumputan tersebut, ﴾ فَجَعَلَهُۥ غُثَآءً أَحۡوَىٰ ﴿ "lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman," yakni hitam. Artinya, Allah سبحانه وتعالى merubahnya men-jadi rerumputan yang lusuh. (6-7) Kemudian dengan menyebut nikmat-nikmat keaga-maan (din). Karena itu Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan dasar dan ma-terinya, yaitu al-Qur`an, kemudian berfirman, ﴾ سَنُقۡرِئُكَ فَلَا تَنسَىٰٓ ﴿ "Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa." Maksudnya, Kami akan menjaga apa yang Kami wahyukan kepadamu berupa al-Qur`an, dan Kami menjaga hatimu agar tetap waspada sehingga kau tidak akan melupakan sesuatu pun darinya. Ini merupakan kabar gembira besar dari Allah سبحانه وتعالى untuk hamba dan RasulNya, Muhammad a, yaitu Allah سبحانه وتعالى akan mengajarkannya ilmu yang tidak akan beliau lupakan, ﴾ إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُۚ ﴿ "kecuali kalau Allah menghendaki," sesuai tuntutan hikmahNya yang membuatmu melupakannya karena suatu kepentingan dan hikmah yang amat besar. ﴾ إِنَّهُۥ يَعۡلَمُ ٱلۡجَهۡرَ وَمَا يَخۡفَىٰ ﴿ "Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi," di antaranya Allah سبحانه وتعالى mengeta-hui apa yang terbaik untuk hambaNya. Artinya, karena itu Allah سبحانه وتعالى mensyariatkan dan menegaskan apa yang Dia inginkan. (8) ﴾ وَنُيَسِّرُكَ لِلۡيُسۡرَىٰ ﴿ "Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah," ini juga berita gembira lainnya. Allah سبحانه وتعالى mempermu-dah RasulNya dalam berbagai urusan dan Allah سبحانه وتعالى mempermudah syariat dan AgamaNya. (9-13) ﴾ فَذَكِّرۡ ﴿ "Oleh sebab itu berikanlah peringatan," akan sya-riat dan tanda-tanda kebesaranNya. ﴾ إِن نَّفَعَتِ ٱلذِّكۡرَىٰ ﴿ "Karena peringatan itu bermanfaat," yakni selama peringatan diterima, dijadikan petuah dan didengar, baik apakah seluruh maksud dari peringatan terca-pai atau sebagiannya saja. Kontekstual ayat, bila peringatan tidak membawa guna, misalnya hanya semakin menambah keburukan atau bisa mengurangi kebaikan, maka peringatan tidak diperintah-kan, bahkan terlarang. Dalam peringatan, manusia terbagi menjadi dua: Orang-orang yang memanfaatkan dan orang-orang yang tidak memanfaatkan. Orang-orang yang memanfaatkan peringatan disinggung oleh Allah سبحانه وتعالى dalam FirmanNya, ﴾ سَيَذَّكَّرُ مَن يَخۡشَىٰ ﴿ "Orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran," karena takut kepada Allah سبحانه وتعالى dan mengetahui balasan-balasan yang akan diberikan Allah سبحانه وتعالى atas berbagai perbuatan akan menghentikan seseorang dari apa yang dibenci Allah سبحانه وتعالى serta mendorongnya untuk melakukan kebajikan. Sedangkan mereka yang tidak memanfaatkan peringatan, Allah سبحانه وتعالى menyinggung mereka dengan FirmanNya,﴾ وَيَتَجَنَّبُهَا ٱلۡأَشۡقَى 11 ٱلَّذِي يَصۡلَى ٱلنَّارَ ٱلۡكُبۡرَىٰ 12 ﴿ "Orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka)," yaitu neraka yang dinyalakan yang merasuk hingga sampai ke hati. ﴾ ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحۡيَىٰ ﴿ "Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup," yakni disiksa dengan siksaan pedih tanpa jeda dan istirahat hingga mereka mengharapkan bisa mati, tapi harapan mereka tidak akan ada gunanya. Hal itu semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَا يُقۡضَىٰ عَلَيۡهِمۡ فَيَمُوتُواْ وَلَا يُخَفَّفُ عَنۡهُم مِّنۡ عَذَابِهَاۚ ﴿ "Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya." (Fathir: 36). (14-15) ﴾ قَدۡ أَفۡلَحَ مَن تَزَكَّىٰ ﴿ "Sungguh beruntunglah orang yang mem-bersihkan diri (dengan beriman)," yakni menang dan beruntunglah orang yang membersihkan diri dari kesyirikan, kezhaliman, dan akhlak-akhlak tercela. ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "Dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," yakni orang yang memiliki sifat selalu ingat kepada Allah سبحانه وتعالى dan hatinya terpatri dengan dzikir sehingga hal itu meng-haruskannya mengerjakan segala sesuatu yang diridhai Allah سبحانه وتعالى khususnya shalat yang merupakan neraca keimanan. Inilah makna ayat di atas. Sedangkan yang menafsirkan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ تَزَكَّىٰ ﴿ "Orang yang membersihkan diri," dengan arti mengeluarkan zakat fitrah dan ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," 'Id, meski penafsiran tersebut termasuk dalam kata-kata shalat dan sebagian dari cabangnya, tapi maknanya bukan hanya sesempit itu saja. (16-17) ﴾ بَلۡ تُؤۡثِرُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا ﴿ "Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan duniawi," artinya, kalian lebih mengedepankan dunia daripada kehidupan akhirat dan kalian lebih memilih ke-nikmatannya yang lusuh dan kotor serta fana melebihi akhirat. ﴾ وَٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ ﴿ "Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik," lebih baik dari dunia dalam segala sifat yang diinginkan, ﴾ وَأَبۡقَىٰٓ ﴿ "dan lebih kekal," karena akhirat adalah negeri keabadian, kekekalan, dan kesucian, sedangkan dunia adalah negeri yang fana. Orang Mukmin yang berakal tidak akan memilih sesuatu yang lebih jelek dari sesuatu yang lebih baik dan tidak menukar kenikmatan sesaat dengan kenikmatan abadi. Karena itu, cinta terhadap dunia dan lebih dikedepankan melebihi akhirat merupakan induk segala kesalahan. (18-19) ﴾ إِنَّ هَٰذَا ﴿ "Sesungguhnya ini," yang disebutkan untuk kalian dalam surat yang penuh berkah ini berupa hal-hal indah dan berita-berita bagus ﴾ لَفِي ٱلصُّحُفِ ٱلۡأُولَىٰ 18 صُحُفِ إِبۡرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ 19 ﴿ "benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terdahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa," keduanya adalah rasul paling mulia setelah Muhammad a. Semua perintah-perintah di atas terdapat dalam seluruh syariat karena berguna untuk dunia dan akhirat. Perintah-perintah terse-but merupakan maslahat di seluruh waktu dan tempat. Selesai. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى.

Al-A'la 87:18

"Sucikanlah nama Rabbmu Yang Paling Tinggi. Yang men-ciptakan dan menyempurnakan (penciptaanNya). Dan yang me-nentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk. Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan. Lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman. Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa, kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi. Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah, oleh sebab itu berikanlah peri-ngatan, karena peringatan itu bermanfaat. Orang yang takut (ke-pada Allah) akan mendapat pelajaran, orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka). Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup. Sungguh beruntunglah orang yang membersih-kan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat. Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan dunia-wi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terda-hulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa." (Al-A'la: 1-19). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1-3) Allah سبحانه وتعالى memerintahkan para hamba untuk memaha-sucikanNya (dengan melakukan hal-hal) yang mencakup dzikir, ibadah, tunduk dan patuh terhadap keagungan Allah serta meren-dah karena keagunganNya. Pujian tersebut adalah pujian yang pantas dan sesuai dengan keagungan Allah تعالى, yakni dengan menyebutkan nama-namaNya yang baik lagi tinggi di atas setiap nama dengan maknanya yang agung. Dan menyebutkan perbuatan-perbuatanNya yang di antaranya adalah menciptakan dan menyem-purnakan (penciptaan)Nya, maksudnya Dia سبحانه وتعالى menyempurnakan dan membaguskan penciptaanNya. ﴾ وَٱلَّذِي قَدَّرَ ﴿ "Dan yang menentu-kan," yakni takdir yang diikuti oleh takdir-takdir yang lain, ﴾ فَهَدَىٰ ﴿ "dan memberi petunjuk" kepada semua makhluk ciptaan kepada takdir tersebut. Ini adalah hidayah (petunjuk) secara umum, yang intinya adalah bahwa Dia سبحانه وتعالى menunjuki setiap makhluk kepada apa-apa yang merupakan kemaslahatan baginya. (4-5) Demikian juga dengan menyebutkan nikmat-nikmat-Nya yang bersifat duniawi. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلَّذِيٓ أَخۡرَجَ ٱلۡمَرۡعَىٰ ﴿ "Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan," maksudnya, Allah سبحانه وتعالى menurunkan air dari langit, dan dengan air itu Allah سبحانه وتعالى menumbuhkan berbagai macam tumbuhan dan rerumputan yang dimakan oleh manusia, binatang ternak, serta seluruh binatang lain. Selanjutnya setelah masa remaja yang ditentukan Allah سبحانه وتعالى telah sempurna, Allah سبحانه وتعالى mengeringkan tanaman dan rerumputan tersebut, ﴾ فَجَعَلَهُۥ غُثَآءً أَحۡوَىٰ ﴿ "lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman," yakni hitam. Artinya, Allah سبحانه وتعالى merubahnya men-jadi rerumputan yang lusuh. (6-7) Kemudian dengan menyebut nikmat-nikmat keaga-maan (din). Karena itu Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan dasar dan ma-terinya, yaitu al-Qur`an, kemudian berfirman, ﴾ سَنُقۡرِئُكَ فَلَا تَنسَىٰٓ ﴿ "Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa." Maksudnya, Kami akan menjaga apa yang Kami wahyukan kepadamu berupa al-Qur`an, dan Kami menjaga hatimu agar tetap waspada sehingga kau tidak akan melupakan sesuatu pun darinya. Ini merupakan kabar gembira besar dari Allah سبحانه وتعالى untuk hamba dan RasulNya, Muhammad a, yaitu Allah سبحانه وتعالى akan mengajarkannya ilmu yang tidak akan beliau lupakan, ﴾ إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُۚ ﴿ "kecuali kalau Allah menghendaki," sesuai tuntutan hikmahNya yang membuatmu melupakannya karena suatu kepentingan dan hikmah yang amat besar. ﴾ إِنَّهُۥ يَعۡلَمُ ٱلۡجَهۡرَ وَمَا يَخۡفَىٰ ﴿ "Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi," di antaranya Allah سبحانه وتعالى mengeta-hui apa yang terbaik untuk hambaNya. Artinya, karena itu Allah سبحانه وتعالى mensyariatkan dan menegaskan apa yang Dia inginkan. (8) ﴾ وَنُيَسِّرُكَ لِلۡيُسۡرَىٰ ﴿ "Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah," ini juga berita gembira lainnya. Allah سبحانه وتعالى mempermu-dah RasulNya dalam berbagai urusan dan Allah سبحانه وتعالى mempermudah syariat dan AgamaNya. (9-13) ﴾ فَذَكِّرۡ ﴿ "Oleh sebab itu berikanlah peringatan," akan sya-riat dan tanda-tanda kebesaranNya. ﴾ إِن نَّفَعَتِ ٱلذِّكۡرَىٰ ﴿ "Karena peringatan itu bermanfaat," yakni selama peringatan diterima, dijadikan petuah dan didengar, baik apakah seluruh maksud dari peringatan terca-pai atau sebagiannya saja. Kontekstual ayat, bila peringatan tidak membawa guna, misalnya hanya semakin menambah keburukan atau bisa mengurangi kebaikan, maka peringatan tidak diperintah-kan, bahkan terlarang. Dalam peringatan, manusia terbagi menjadi dua: Orang-orang yang memanfaatkan dan orang-orang yang tidak memanfaatkan. Orang-orang yang memanfaatkan peringatan disinggung oleh Allah سبحانه وتعالى dalam FirmanNya, ﴾ سَيَذَّكَّرُ مَن يَخۡشَىٰ ﴿ "Orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran," karena takut kepada Allah سبحانه وتعالى dan mengetahui balasan-balasan yang akan diberikan Allah سبحانه وتعالى atas berbagai perbuatan akan menghentikan seseorang dari apa yang dibenci Allah سبحانه وتعالى serta mendorongnya untuk melakukan kebajikan. Sedangkan mereka yang tidak memanfaatkan peringatan, Allah سبحانه وتعالى menyinggung mereka dengan FirmanNya,﴾ وَيَتَجَنَّبُهَا ٱلۡأَشۡقَى 11 ٱلَّذِي يَصۡلَى ٱلنَّارَ ٱلۡكُبۡرَىٰ 12 ﴿ "Orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka)," yaitu neraka yang dinyalakan yang merasuk hingga sampai ke hati. ﴾ ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحۡيَىٰ ﴿ "Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup," yakni disiksa dengan siksaan pedih tanpa jeda dan istirahat hingga mereka mengharapkan bisa mati, tapi harapan mereka tidak akan ada gunanya. Hal itu semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَا يُقۡضَىٰ عَلَيۡهِمۡ فَيَمُوتُواْ وَلَا يُخَفَّفُ عَنۡهُم مِّنۡ عَذَابِهَاۚ ﴿ "Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya." (Fathir: 36). (14-15) ﴾ قَدۡ أَفۡلَحَ مَن تَزَكَّىٰ ﴿ "Sungguh beruntunglah orang yang mem-bersihkan diri (dengan beriman)," yakni menang dan beruntunglah orang yang membersihkan diri dari kesyirikan, kezhaliman, dan akhlak-akhlak tercela. ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "Dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," yakni orang yang memiliki sifat selalu ingat kepada Allah سبحانه وتعالى dan hatinya terpatri dengan dzikir sehingga hal itu meng-haruskannya mengerjakan segala sesuatu yang diridhai Allah سبحانه وتعالى khususnya shalat yang merupakan neraca keimanan. Inilah makna ayat di atas. Sedangkan yang menafsirkan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ تَزَكَّىٰ ﴿ "Orang yang membersihkan diri," dengan arti mengeluarkan zakat fitrah dan ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," 'Id, meski penafsiran tersebut termasuk dalam kata-kata shalat dan sebagian dari cabangnya, tapi maknanya bukan hanya sesempit itu saja. (16-17) ﴾ بَلۡ تُؤۡثِرُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا ﴿ "Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan duniawi," artinya, kalian lebih mengedepankan dunia daripada kehidupan akhirat dan kalian lebih memilih ke-nikmatannya yang lusuh dan kotor serta fana melebihi akhirat. ﴾ وَٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ ﴿ "Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik," lebih baik dari dunia dalam segala sifat yang diinginkan, ﴾ وَأَبۡقَىٰٓ ﴿ "dan lebih kekal," karena akhirat adalah negeri keabadian, kekekalan, dan kesucian, sedangkan dunia adalah negeri yang fana. Orang Mukmin yang berakal tidak akan memilih sesuatu yang lebih jelek dari sesuatu yang lebih baik dan tidak menukar kenikmatan sesaat dengan kenikmatan abadi. Karena itu, cinta terhadap dunia dan lebih dikedepankan melebihi akhirat merupakan induk segala kesalahan. (18-19) ﴾ إِنَّ هَٰذَا ﴿ "Sesungguhnya ini," yang disebutkan untuk kalian dalam surat yang penuh berkah ini berupa hal-hal indah dan berita-berita bagus ﴾ لَفِي ٱلصُّحُفِ ٱلۡأُولَىٰ 18 صُحُفِ إِبۡرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ 19 ﴿ "benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terdahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa," keduanya adalah rasul paling mulia setelah Muhammad a. Semua perintah-perintah di atas terdapat dalam seluruh syariat karena berguna untuk dunia dan akhirat. Perintah-perintah terse-but merupakan maslahat di seluruh waktu dan tempat. Selesai. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى.

Al-A'la 87:19

"Sucikanlah nama Rabbmu Yang Paling Tinggi. Yang men-ciptakan dan menyempurnakan (penciptaanNya). Dan yang me-nentukan kadar (masing-masing) dan memberi petunjuk. Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan. Lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman. Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa, kecuali kalau Allah menghendaki. Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi. Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah, oleh sebab itu berikanlah peri-ngatan, karena peringatan itu bermanfaat. Orang yang takut (ke-pada Allah) akan mendapat pelajaran, orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka). Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup. Sungguh beruntunglah orang yang membersih-kan diri (dengan beriman), dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat. Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan dunia-wi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terda-hulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa." (Al-A'la: 1-19). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1-3) Allah سبحانه وتعالى memerintahkan para hamba untuk memaha-sucikanNya (dengan melakukan hal-hal) yang mencakup dzikir, ibadah, tunduk dan patuh terhadap keagungan Allah serta meren-dah karena keagunganNya. Pujian tersebut adalah pujian yang pantas dan sesuai dengan keagungan Allah تعالى, yakni dengan menyebutkan nama-namaNya yang baik lagi tinggi di atas setiap nama dengan maknanya yang agung. Dan menyebutkan perbuatan-perbuatanNya yang di antaranya adalah menciptakan dan menyem-purnakan (penciptaan)Nya, maksudnya Dia سبحانه وتعالى menyempurnakan dan membaguskan penciptaanNya. ﴾ وَٱلَّذِي قَدَّرَ ﴿ "Dan yang menentu-kan," yakni takdir yang diikuti oleh takdir-takdir yang lain, ﴾ فَهَدَىٰ ﴿ "dan memberi petunjuk" kepada semua makhluk ciptaan kepada takdir tersebut. Ini adalah hidayah (petunjuk) secara umum, yang intinya adalah bahwa Dia سبحانه وتعالى menunjuki setiap makhluk kepada apa-apa yang merupakan kemaslahatan baginya. (4-5) Demikian juga dengan menyebutkan nikmat-nikmat-Nya yang bersifat duniawi. Karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَٱلَّذِيٓ أَخۡرَجَ ٱلۡمَرۡعَىٰ ﴿ "Dan yang menumbuhkan rumput-rumputan," maksudnya, Allah سبحانه وتعالى menurunkan air dari langit, dan dengan air itu Allah سبحانه وتعالى menumbuhkan berbagai macam tumbuhan dan rerumputan yang dimakan oleh manusia, binatang ternak, serta seluruh binatang lain. Selanjutnya setelah masa remaja yang ditentukan Allah سبحانه وتعالى telah sempurna, Allah سبحانه وتعالى mengeringkan tanaman dan rerumputan tersebut, ﴾ فَجَعَلَهُۥ غُثَآءً أَحۡوَىٰ ﴿ "lalu dijadikanNya rumput-rumputan itu kering kehitam-hitaman," yakni hitam. Artinya, Allah سبحانه وتعالى merubahnya men-jadi rerumputan yang lusuh. (6-7) Kemudian dengan menyebut nikmat-nikmat keaga-maan (din). Karena itu Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan dasar dan ma-terinya, yaitu al-Qur`an, kemudian berfirman, ﴾ سَنُقۡرِئُكَ فَلَا تَنسَىٰٓ ﴿ "Kami akan membacakan (al-Qur`an) kepadamu (Muhammad), maka kamu tidak akan lupa." Maksudnya, Kami akan menjaga apa yang Kami wahyukan kepadamu berupa al-Qur`an, dan Kami menjaga hatimu agar tetap waspada sehingga kau tidak akan melupakan sesuatu pun darinya. Ini merupakan kabar gembira besar dari Allah سبحانه وتعالى untuk hamba dan RasulNya, Muhammad a, yaitu Allah سبحانه وتعالى akan mengajarkannya ilmu yang tidak akan beliau lupakan, ﴾ إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُۚ ﴿ "kecuali kalau Allah menghendaki," sesuai tuntutan hikmahNya yang membuatmu melupakannya karena suatu kepentingan dan hikmah yang amat besar. ﴾ إِنَّهُۥ يَعۡلَمُ ٱلۡجَهۡرَ وَمَا يَخۡفَىٰ ﴿ "Sesungguhnya Dia mengetahui yang terang dan yang tersembunyi," di antaranya Allah سبحانه وتعالى mengeta-hui apa yang terbaik untuk hambaNya. Artinya, karena itu Allah سبحانه وتعالى mensyariatkan dan menegaskan apa yang Dia inginkan. (8) ﴾ وَنُيَسِّرُكَ لِلۡيُسۡرَىٰ ﴿ "Dan Kami akan memberimu taufik kepada jalan yang mudah," ini juga berita gembira lainnya. Allah سبحانه وتعالى mempermu-dah RasulNya dalam berbagai urusan dan Allah سبحانه وتعالى mempermudah syariat dan AgamaNya. (9-13) ﴾ فَذَكِّرۡ ﴿ "Oleh sebab itu berikanlah peringatan," akan sya-riat dan tanda-tanda kebesaranNya. ﴾ إِن نَّفَعَتِ ٱلذِّكۡرَىٰ ﴿ "Karena peringatan itu bermanfaat," yakni selama peringatan diterima, dijadikan petuah dan didengar, baik apakah seluruh maksud dari peringatan terca-pai atau sebagiannya saja. Kontekstual ayat, bila peringatan tidak membawa guna, misalnya hanya semakin menambah keburukan atau bisa mengurangi kebaikan, maka peringatan tidak diperintah-kan, bahkan terlarang. Dalam peringatan, manusia terbagi menjadi dua: Orang-orang yang memanfaatkan dan orang-orang yang tidak memanfaatkan. Orang-orang yang memanfaatkan peringatan disinggung oleh Allah سبحانه وتعالى dalam FirmanNya, ﴾ سَيَذَّكَّرُ مَن يَخۡشَىٰ ﴿ "Orang yang takut (kepada Allah) akan mendapat pelajaran," karena takut kepada Allah سبحانه وتعالى dan mengetahui balasan-balasan yang akan diberikan Allah سبحانه وتعالى atas berbagai perbuatan akan menghentikan seseorang dari apa yang dibenci Allah سبحانه وتعالى serta mendorongnya untuk melakukan kebajikan. Sedangkan mereka yang tidak memanfaatkan peringatan, Allah سبحانه وتعالى menyinggung mereka dengan FirmanNya,﴾ وَيَتَجَنَّبُهَا ٱلۡأَشۡقَى 11 ٱلَّذِي يَصۡلَى ٱلنَّارَ ٱلۡكُبۡرَىٰ 12 ﴿ "Orang-orang yang celaka (kafir) akan menjauhinya. (Yaitu) orang yang akan memasuki api yang besar (neraka)," yaitu neraka yang dinyalakan yang merasuk hingga sampai ke hati. ﴾ ثُمَّ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحۡيَىٰ ﴿ "Kemudian dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup," yakni disiksa dengan siksaan pedih tanpa jeda dan istirahat hingga mereka mengharapkan bisa mati, tapi harapan mereka tidak akan ada gunanya. Hal itu semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لَا يُقۡضَىٰ عَلَيۡهِمۡ فَيَمُوتُواْ وَلَا يُخَفَّفُ عَنۡهُم مِّنۡ عَذَابِهَاۚ ﴿ "Mereka tidak dibinasakan sehingga mereka mati dan tidak (pula) diringankan dari mereka azabnya." (Fathir: 36). (14-15) ﴾ قَدۡ أَفۡلَحَ مَن تَزَكَّىٰ ﴿ "Sungguh beruntunglah orang yang mem-bersihkan diri (dengan beriman)," yakni menang dan beruntunglah orang yang membersihkan diri dari kesyirikan, kezhaliman, dan akhlak-akhlak tercela. ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "Dan dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," yakni orang yang memiliki sifat selalu ingat kepada Allah سبحانه وتعالى dan hatinya terpatri dengan dzikir sehingga hal itu meng-haruskannya mengerjakan segala sesuatu yang diridhai Allah سبحانه وتعالى khususnya shalat yang merupakan neraca keimanan. Inilah makna ayat di atas. Sedangkan yang menafsirkan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ تَزَكَّىٰ ﴿ "Orang yang membersihkan diri," dengan arti mengeluarkan zakat fitrah dan ﴾ وَذَكَرَ ٱسۡمَ رَبِّهِۦ فَصَلَّىٰ ﴿ "dia ingat nama Rabbnya, lalu dia shalat," 'Id, meski penafsiran tersebut termasuk dalam kata-kata shalat dan sebagian dari cabangnya, tapi maknanya bukan hanya sesempit itu saja. (16-17) ﴾ بَلۡ تُؤۡثِرُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا ﴿ "Tetapi kamu (orang-orang) kafir memilih kehidupan duniawi," artinya, kalian lebih mengedepankan dunia daripada kehidupan akhirat dan kalian lebih memilih ke-nikmatannya yang lusuh dan kotor serta fana melebihi akhirat. ﴾ وَٱلۡأٓخِرَةُ خَيۡرٞ ﴿ "Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik," lebih baik dari dunia dalam segala sifat yang diinginkan, ﴾ وَأَبۡقَىٰٓ ﴿ "dan lebih kekal," karena akhirat adalah negeri keabadian, kekekalan, dan kesucian, sedangkan dunia adalah negeri yang fana. Orang Mukmin yang berakal tidak akan memilih sesuatu yang lebih jelek dari sesuatu yang lebih baik dan tidak menukar kenikmatan sesaat dengan kenikmatan abadi. Karena itu, cinta terhadap dunia dan lebih dikedepankan melebihi akhirat merupakan induk segala kesalahan. (18-19) ﴾ إِنَّ هَٰذَا ﴿ "Sesungguhnya ini," yang disebutkan untuk kalian dalam surat yang penuh berkah ini berupa hal-hal indah dan berita-berita bagus ﴾ لَفِي ٱلصُّحُفِ ٱلۡأُولَىٰ 18 صُحُفِ إِبۡرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ 19 ﴿ "benar-benar terdapat dalam kitab-kitab terdahulu, (yaitu) kitab-kitab Ibrahim dan Musa," keduanya adalah rasul paling mulia setelah Muhammad a. Semua perintah-perintah di atas terdapat dalam seluruh syariat karena berguna untuk dunia dan akhirat. Perintah-perintah terse-but merupakan maslahat di seluruh waktu dan tempat. Selesai. Segala puji hanya bagi Allah سبحانه وتعالى.

Al-Gasyiyah 88:1

"Sudah datangkah kepadamu (tentang) Hari Pembalasan? Banyak muka pada hari itu tunduk terhina. Bekerja keras lagi kepayahan. Memasuki api yang sangat panas (neraka). Diberi minum dengan air dari sumber yang sangat panas. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar. Banyak muka pada hari itu berseri-seri. Merasa senang karena usahanya. Dalam surga yang tinggi. Tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna. Di dalamnya ada mata air yang mengalir. Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan, dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya), dan bantal-bantal sandaran yang tersusun, dan permadani-permadani yang terhampar." (Al-Ghasyiah: 1-16). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kondisi-kondisi pada Hari Kiamat serta berbagai huru-hara dahsyat yang akan terjadi pada hari itu. Huru-hara itu akan mengitari seluruh manusia dengan berbagai kedahsyatannya. Manusia diberi balasan atas amal perbuatan mereka dan mereka terbagi menjadi dua golongan; satu golongan berada di surga dan golongan lain berada di neraka. Allah سبحانه وتعالى mem-beritahukan sifat masing-masing kedua golongan tersebut. (2-7) Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang sifat penghuni neraka, ﴾ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ ﴿ "Banyak muka pada hari itu," yakni pada Hari Kiamat, ﴾ خَٰشِعَةٌ ﴿ "tunduk terhina," yakni karena terhina, tercela, dan nista. ﴾ عَامِلَةٞ نَّاصِبَةٞ ﴿ "Bekerja keras lagi kepayahan," yakni lelah dalam siksaan, dan diseret di atas wajahnya, ﴾ وَتَغۡشَىٰ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ 50 ﴿ "Dan muka mereka ditutup oleh api neraka." (Ibrahim: 50). Kemungkinan lain maksud Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ خَٰشِعَةٌ 2 عَامِلَةٞ نَّاصِبَةٞ 3 ﴿ "Banyak muka pada hari itu tunduk terhina. Bekerja keras lagi kepayahan," adalah di dunia, karena mereka adalah ahli ibadah dan amal ketika berada di dunia, tapi karena syaratnya tidak dipe-nuhi, yaitu iman, maka ibadah dan amalan tersebut menjadi debu yang beterbangan (sia-sia). Meski kemungkinan maksud tersebut benar dari segi makna tapi tidak ditunjukkan oleh konteks ayat. Yang benar dan pasti adalah makna pertama karena teks tersebut dibatasi dengan kata keterangan waktu, yaitu Hari Kiamat, karena maksud dari ayat tersebut adalah penjelasan tentang penghuni neraka secara umum dan karena konteks ayat menjelaskan kondisi manusia pada saat diliputi oleh Hari Kiamat sehingga tidak mencakup kondisi mereka ketika berada di dunia. Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ تَصۡلَىٰ نَارًا حَامِيَةٗ ﴿ "Memasuki api yang sangat panas (neraka)," yaitu amat panas dan meliputi mereka dari segala penjuru. ﴾ تُسۡقَىٰ مِنۡ عَيۡنٍ ءَانِيَةٖ ﴿ "Diberi minum dengan air dari sumber yang sangat panas," yakni benar-benar panas. ﴾ وَإِن يَسۡتَغِيثُواْ يُغَاثُواْ بِمَآءٖ كَٱلۡمُهۡلِ يَشۡوِي ٱلۡوُجُوهَۚ ﴿ "Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka." (Al-Kahfi: 29). Itulah minuman mereka. Dan makanan mereka,﴾ لَّيۡسَ لَهُمۡ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِيعٖ 6 لَّا يُسۡمِنُ وَلَا يُغۡنِي مِن جُوعٖ 7 ﴿ "mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar." Hal itu karena tujuan makan adalah satu dari dua hal berikut; menghilangkan lapar dan rasa sakitnya lapar atau menggemukkan badan. Sedangkan makanan neraka tersebut sama sekali tidak memiliki kedua tujuan itu. Lebih dari itu, makanan ini amat sangat pahit, berbau busuk dan menjijikkan. Kita memohon semoga Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan keselamatan bagi kita. (8-16) Sedangkan ahli kebajikan, wajah-wajah mereka pada Hari Kiamat, ﴾ نَّاعِمَةٞ ﴿ "berseri-seri," yakni karena indahnya kenikmat-an yang mereka dapatkan, maka raga mereka berseri dan wajah-wajah mereka berbinar dan amat bergembira ﴾ لِّسَعۡيِهَا ﴿ "karena usaha-nya," yang dilakukan di dunia berupa amal baik dan kebajikan terhadap hamba-hamba Allah سبحانه وتعالى, ﴾ رَاضِيَةٞ ﴿ "Ia merasa senang," karena mendapatkan pahalanya yang disimpan ternyata berlipat ganda, sehingga terpujilah kesudahan amalnya dan tercapailah segala sesuatu yang diharapkan. Hal itu karena balasan amal baiknya berada ﴾ فِي جَنَّةٍ ﴿ "dalam surga," yang mencakup berbagai macam kenikmatan secara keseluruhan, ﴾ عَالِيَةٖ ﴿ "yang tinggi," tempat dan kedudukannya. Kedudukannya berada di tingkatan paling atas dan tempatnya adalah kediaman-kediaman tinggi yang memiliki berbagai kamar. Di atas kamar terdapat kamar lain, dari kamar itu terlihat kemuliaan yang disediakan oleh Allah سبحانه وتعالى untuk mereka. (Dalam ayat lain), ﴾ قُطُوفُهَا دَانِيَةٞ 23 ﴿ "Buah-buahannya dekat." (Al-Haqqah: 23), yakni banyak buah-buahan lezat yang mengeluarkan buah-buahan indah dan mudah dipetik sekira penghuni surga bisa memetiknya dalam berbagai kondisi mereka. Tidak perlu memanjat dan buahnya pun tidak sulit dipetik. ﴾ لَّا تَسۡمَعُ فِيهَا ﴿ "Tidak kamu dengar di dalamnya," yakni, di dalam surga, ﴾ لَٰغِيَةٗ ﴿ "perkataan yang tidak berguna," yakni kata-kata tidak bermanfaat dan batil, apalagi kata-kata yang diharamkan. Perkataan para penghuni surga adalah kata-kata indah dan berguna yang mencakup dzikir mengingat Allah سبحانه وتعالى, menyebut nikmat Allah سبحانه وتعالى yang amat banyak. Menggunakan etika baik di antara sesama penghuni surga yang menggembirakan hati dan melapangkan dada. ﴾ فِيهَا عَيۡنٞ جَارِيَةٞ ﴿ "Di dalamnya ada mata air yang mengalir." Ini ada-lah isim jenis (kata umum). Yaitu di dalam surga terdapat berbagai mata air yang dipancarkan oleh penghuni surga dan mereka guna-kan sebagaimana yang mereka kehendaki dan dialirkan kemana pun yang mereka inginkan. ﴾ فِيهَا سُرُرٞ مَّرۡفُوعَةٞ ﴿ "Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan." اَلسُّرُرُ adalah bentuk jamak dari kata اَلسَّرِيْرُ yaitu tempat-tempat duduk yang tinggi dari segi dzatnya dengan berba-gai permadani halus dan lembut. ﴾ وَأَكۡوَابٞ مَّوۡضُوعَةٞ ﴿ "Dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya)," yakni gelas-gelas yang berisi penuh dengan berbagai jenis minuman lezat diletakkan di hadapan mereka, dise-diakan untuk mereka, dan tunduk di bawah kehendak serta pilihan mereka. Anak-anak kecil yang kekal mengelilingi mereka. ﴾ وَنَمَارِقُ مَصۡفُوفَةٞ ﴿ "Dan bantal-bantal sandaran yang tersusun," yakni bantal-bantal yang terbuat dari sutra tebal dan sutra tipis serta dari bahan lain yang hanya diketahui oleh Allah سبحانه وتعالى. Bantal-bantal itu disusun untuk diduduki dan dijadikan sandaran. Para penghuni surga tidak perlu meletakkan dan menatanya. ﴾ وَزَرَابِيُّ مَبۡثُوثَةٌ ﴿ "Dan permadani-per-madani yang terhampar," زَرَابِيُّ adalah permadani indah yang terham-par. Yaitu, permadani-permadani itu memenuhi tempat duduk mereka dari segala penjuru.

Al-Gasyiyah 88:2

"Sudah datangkah kepadamu (tentang) Hari Pembalasan? Banyak muka pada hari itu tunduk terhina. Bekerja keras lagi kepayahan. Memasuki api yang sangat panas (neraka). Diberi minum dengan air dari sumber yang sangat panas. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar. Banyak muka pada hari itu berseri-seri. Merasa senang karena usahanya. Dalam surga yang tinggi. Tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna. Di dalamnya ada mata air yang mengalir. Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan, dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya), dan bantal-bantal sandaran yang tersusun, dan permadani-permadani yang terhampar." (Al-Ghasyiah: 1-16). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kondisi-kondisi pada Hari Kiamat serta berbagai huru-hara dahsyat yang akan terjadi pada hari itu. Huru-hara itu akan mengitari seluruh manusia dengan berbagai kedahsyatannya. Manusia diberi balasan atas amal perbuatan mereka dan mereka terbagi menjadi dua golongan; satu golongan berada di surga dan golongan lain berada di neraka. Allah سبحانه وتعالى mem-beritahukan sifat masing-masing kedua golongan tersebut. (2-7) Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang sifat penghuni neraka, ﴾ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ ﴿ "Banyak muka pada hari itu," yakni pada Hari Kiamat, ﴾ خَٰشِعَةٌ ﴿ "tunduk terhina," yakni karena terhina, tercela, dan nista. ﴾ عَامِلَةٞ نَّاصِبَةٞ ﴿ "Bekerja keras lagi kepayahan," yakni lelah dalam siksaan, dan diseret di atas wajahnya, ﴾ وَتَغۡشَىٰ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ 50 ﴿ "Dan muka mereka ditutup oleh api neraka." (Ibrahim: 50). Kemungkinan lain maksud Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ خَٰشِعَةٌ 2 عَامِلَةٞ نَّاصِبَةٞ 3 ﴿ "Banyak muka pada hari itu tunduk terhina. Bekerja keras lagi kepayahan," adalah di dunia, karena mereka adalah ahli ibadah dan amal ketika berada di dunia, tapi karena syaratnya tidak dipe-nuhi, yaitu iman, maka ibadah dan amalan tersebut menjadi debu yang beterbangan (sia-sia). Meski kemungkinan maksud tersebut benar dari segi makna tapi tidak ditunjukkan oleh konteks ayat. Yang benar dan pasti adalah makna pertama karena teks tersebut dibatasi dengan kata keterangan waktu, yaitu Hari Kiamat, karena maksud dari ayat tersebut adalah penjelasan tentang penghuni neraka secara umum dan karena konteks ayat menjelaskan kondisi manusia pada saat diliputi oleh Hari Kiamat sehingga tidak mencakup kondisi mereka ketika berada di dunia. Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ تَصۡلَىٰ نَارًا حَامِيَةٗ ﴿ "Memasuki api yang sangat panas (neraka)," yaitu amat panas dan meliputi mereka dari segala penjuru. ﴾ تُسۡقَىٰ مِنۡ عَيۡنٍ ءَانِيَةٖ ﴿ "Diberi minum dengan air dari sumber yang sangat panas," yakni benar-benar panas. ﴾ وَإِن يَسۡتَغِيثُواْ يُغَاثُواْ بِمَآءٖ كَٱلۡمُهۡلِ يَشۡوِي ٱلۡوُجُوهَۚ ﴿ "Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka." (Al-Kahfi: 29). Itulah minuman mereka. Dan makanan mereka,﴾ لَّيۡسَ لَهُمۡ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِيعٖ 6 لَّا يُسۡمِنُ وَلَا يُغۡنِي مِن جُوعٖ 7 ﴿ "mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar." Hal itu karena tujuan makan adalah satu dari dua hal berikut; menghilangkan lapar dan rasa sakitnya lapar atau menggemukkan badan. Sedangkan makanan neraka tersebut sama sekali tidak memiliki kedua tujuan itu. Lebih dari itu, makanan ini amat sangat pahit, berbau busuk dan menjijikkan. Kita memohon semoga Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan keselamatan bagi kita. (8-16) Sedangkan ahli kebajikan, wajah-wajah mereka pada Hari Kiamat, ﴾ نَّاعِمَةٞ ﴿ "berseri-seri," yakni karena indahnya kenikmat-an yang mereka dapatkan, maka raga mereka berseri dan wajah-wajah mereka berbinar dan amat bergembira ﴾ لِّسَعۡيِهَا ﴿ "karena usaha-nya," yang dilakukan di dunia berupa amal baik dan kebajikan terhadap hamba-hamba Allah سبحانه وتعالى, ﴾ رَاضِيَةٞ ﴿ "Ia merasa senang," karena mendapatkan pahalanya yang disimpan ternyata berlipat ganda, sehingga terpujilah kesudahan amalnya dan tercapailah segala sesuatu yang diharapkan. Hal itu karena balasan amal baiknya berada ﴾ فِي جَنَّةٍ ﴿ "dalam surga," yang mencakup berbagai macam kenikmatan secara keseluruhan, ﴾ عَالِيَةٖ ﴿ "yang tinggi," tempat dan kedudukannya. Kedudukannya berada di tingkatan paling atas dan tempatnya adalah kediaman-kediaman tinggi yang memiliki berbagai kamar. Di atas kamar terdapat kamar lain, dari kamar itu terlihat kemuliaan yang disediakan oleh Allah سبحانه وتعالى untuk mereka. (Dalam ayat lain), ﴾ قُطُوفُهَا دَانِيَةٞ 23 ﴿ "Buah-buahannya dekat." (Al-Haqqah: 23), yakni banyak buah-buahan lezat yang mengeluarkan buah-buahan indah dan mudah dipetik sekira penghuni surga bisa memetiknya dalam berbagai kondisi mereka. Tidak perlu memanjat dan buahnya pun tidak sulit dipetik. ﴾ لَّا تَسۡمَعُ فِيهَا ﴿ "Tidak kamu dengar di dalamnya," yakni, di dalam surga, ﴾ لَٰغِيَةٗ ﴿ "perkataan yang tidak berguna," yakni kata-kata tidak bermanfaat dan batil, apalagi kata-kata yang diharamkan. Perkataan para penghuni surga adalah kata-kata indah dan berguna yang mencakup dzikir mengingat Allah سبحانه وتعالى, menyebut nikmat Allah سبحانه وتعالى yang amat banyak. Menggunakan etika baik di antara sesama penghuni surga yang menggembirakan hati dan melapangkan dada. ﴾ فِيهَا عَيۡنٞ جَارِيَةٞ ﴿ "Di dalamnya ada mata air yang mengalir." Ini ada-lah isim jenis (kata umum). Yaitu di dalam surga terdapat berbagai mata air yang dipancarkan oleh penghuni surga dan mereka guna-kan sebagaimana yang mereka kehendaki dan dialirkan kemana pun yang mereka inginkan. ﴾ فِيهَا سُرُرٞ مَّرۡفُوعَةٞ ﴿ "Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan." اَلسُّرُرُ adalah bentuk jamak dari kata اَلسَّرِيْرُ yaitu tempat-tempat duduk yang tinggi dari segi dzatnya dengan berba-gai permadani halus dan lembut. ﴾ وَأَكۡوَابٞ مَّوۡضُوعَةٞ ﴿ "Dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya)," yakni gelas-gelas yang berisi penuh dengan berbagai jenis minuman lezat diletakkan di hadapan mereka, dise-diakan untuk mereka, dan tunduk di bawah kehendak serta pilihan mereka. Anak-anak kecil yang kekal mengelilingi mereka. ﴾ وَنَمَارِقُ مَصۡفُوفَةٞ ﴿ "Dan bantal-bantal sandaran yang tersusun," yakni bantal-bantal yang terbuat dari sutra tebal dan sutra tipis serta dari bahan lain yang hanya diketahui oleh Allah سبحانه وتعالى. Bantal-bantal itu disusun untuk diduduki dan dijadikan sandaran. Para penghuni surga tidak perlu meletakkan dan menatanya. ﴾ وَزَرَابِيُّ مَبۡثُوثَةٌ ﴿ "Dan permadani-per-madani yang terhampar," زَرَابِيُّ adalah permadani indah yang terham-par. Yaitu, permadani-permadani itu memenuhi tempat duduk mereka dari segala penjuru.

Al-Gasyiyah 88:3

"Sudah datangkah kepadamu (tentang) Hari Pembalasan? Banyak muka pada hari itu tunduk terhina. Bekerja keras lagi kepayahan. Memasuki api yang sangat panas (neraka). Diberi minum dengan air dari sumber yang sangat panas. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar. Banyak muka pada hari itu berseri-seri. Merasa senang karena usahanya. Dalam surga yang tinggi. Tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna. Di dalamnya ada mata air yang mengalir. Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan, dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya), dan bantal-bantal sandaran yang tersusun, dan permadani-permadani yang terhampar." (Al-Ghasyiah: 1-16). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kondisi-kondisi pada Hari Kiamat serta berbagai huru-hara dahsyat yang akan terjadi pada hari itu. Huru-hara itu akan mengitari seluruh manusia dengan berbagai kedahsyatannya. Manusia diberi balasan atas amal perbuatan mereka dan mereka terbagi menjadi dua golongan; satu golongan berada di surga dan golongan lain berada di neraka. Allah سبحانه وتعالى mem-beritahukan sifat masing-masing kedua golongan tersebut. (2-7) Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang sifat penghuni neraka, ﴾ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ ﴿ "Banyak muka pada hari itu," yakni pada Hari Kiamat, ﴾ خَٰشِعَةٌ ﴿ "tunduk terhina," yakni karena terhina, tercela, dan nista. ﴾ عَامِلَةٞ نَّاصِبَةٞ ﴿ "Bekerja keras lagi kepayahan," yakni lelah dalam siksaan, dan diseret di atas wajahnya, ﴾ وَتَغۡشَىٰ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ 50 ﴿ "Dan muka mereka ditutup oleh api neraka." (Ibrahim: 50). Kemungkinan lain maksud Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ خَٰشِعَةٌ 2 عَامِلَةٞ نَّاصِبَةٞ 3 ﴿ "Banyak muka pada hari itu tunduk terhina. Bekerja keras lagi kepayahan," adalah di dunia, karena mereka adalah ahli ibadah dan amal ketika berada di dunia, tapi karena syaratnya tidak dipe-nuhi, yaitu iman, maka ibadah dan amalan tersebut menjadi debu yang beterbangan (sia-sia). Meski kemungkinan maksud tersebut benar dari segi makna tapi tidak ditunjukkan oleh konteks ayat. Yang benar dan pasti adalah makna pertama karena teks tersebut dibatasi dengan kata keterangan waktu, yaitu Hari Kiamat, karena maksud dari ayat tersebut adalah penjelasan tentang penghuni neraka secara umum dan karena konteks ayat menjelaskan kondisi manusia pada saat diliputi oleh Hari Kiamat sehingga tidak mencakup kondisi mereka ketika berada di dunia. Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ تَصۡلَىٰ نَارًا حَامِيَةٗ ﴿ "Memasuki api yang sangat panas (neraka)," yaitu amat panas dan meliputi mereka dari segala penjuru. ﴾ تُسۡقَىٰ مِنۡ عَيۡنٍ ءَانِيَةٖ ﴿ "Diberi minum dengan air dari sumber yang sangat panas," yakni benar-benar panas. ﴾ وَإِن يَسۡتَغِيثُواْ يُغَاثُواْ بِمَآءٖ كَٱلۡمُهۡلِ يَشۡوِي ٱلۡوُجُوهَۚ ﴿ "Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka." (Al-Kahfi: 29). Itulah minuman mereka. Dan makanan mereka,﴾ لَّيۡسَ لَهُمۡ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِيعٖ 6 لَّا يُسۡمِنُ وَلَا يُغۡنِي مِن جُوعٖ 7 ﴿ "mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar." Hal itu karena tujuan makan adalah satu dari dua hal berikut; menghilangkan lapar dan rasa sakitnya lapar atau menggemukkan badan. Sedangkan makanan neraka tersebut sama sekali tidak memiliki kedua tujuan itu. Lebih dari itu, makanan ini amat sangat pahit, berbau busuk dan menjijikkan. Kita memohon semoga Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan keselamatan bagi kita. (8-16) Sedangkan ahli kebajikan, wajah-wajah mereka pada Hari Kiamat, ﴾ نَّاعِمَةٞ ﴿ "berseri-seri," yakni karena indahnya kenikmat-an yang mereka dapatkan, maka raga mereka berseri dan wajah-wajah mereka berbinar dan amat bergembira ﴾ لِّسَعۡيِهَا ﴿ "karena usaha-nya," yang dilakukan di dunia berupa amal baik dan kebajikan terhadap hamba-hamba Allah سبحانه وتعالى, ﴾ رَاضِيَةٞ ﴿ "Ia merasa senang," karena mendapatkan pahalanya yang disimpan ternyata berlipat ganda, sehingga terpujilah kesudahan amalnya dan tercapailah segala sesuatu yang diharapkan. Hal itu karena balasan amal baiknya berada ﴾ فِي جَنَّةٍ ﴿ "dalam surga," yang mencakup berbagai macam kenikmatan secara keseluruhan, ﴾ عَالِيَةٖ ﴿ "yang tinggi," tempat dan kedudukannya. Kedudukannya berada di tingkatan paling atas dan tempatnya adalah kediaman-kediaman tinggi yang memiliki berbagai kamar. Di atas kamar terdapat kamar lain, dari kamar itu terlihat kemuliaan yang disediakan oleh Allah سبحانه وتعالى untuk mereka. (Dalam ayat lain), ﴾ قُطُوفُهَا دَانِيَةٞ 23 ﴿ "Buah-buahannya dekat." (Al-Haqqah: 23), yakni banyak buah-buahan lezat yang mengeluarkan buah-buahan indah dan mudah dipetik sekira penghuni surga bisa memetiknya dalam berbagai kondisi mereka. Tidak perlu memanjat dan buahnya pun tidak sulit dipetik. ﴾ لَّا تَسۡمَعُ فِيهَا ﴿ "Tidak kamu dengar di dalamnya," yakni, di dalam surga, ﴾ لَٰغِيَةٗ ﴿ "perkataan yang tidak berguna," yakni kata-kata tidak bermanfaat dan batil, apalagi kata-kata yang diharamkan. Perkataan para penghuni surga adalah kata-kata indah dan berguna yang mencakup dzikir mengingat Allah سبحانه وتعالى, menyebut nikmat Allah سبحانه وتعالى yang amat banyak. Menggunakan etika baik di antara sesama penghuni surga yang menggembirakan hati dan melapangkan dada. ﴾ فِيهَا عَيۡنٞ جَارِيَةٞ ﴿ "Di dalamnya ada mata air yang mengalir." Ini ada-lah isim jenis (kata umum). Yaitu di dalam surga terdapat berbagai mata air yang dipancarkan oleh penghuni surga dan mereka guna-kan sebagaimana yang mereka kehendaki dan dialirkan kemana pun yang mereka inginkan. ﴾ فِيهَا سُرُرٞ مَّرۡفُوعَةٞ ﴿ "Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan." اَلسُّرُرُ adalah bentuk jamak dari kata اَلسَّرِيْرُ yaitu tempat-tempat duduk yang tinggi dari segi dzatnya dengan berba-gai permadani halus dan lembut. ﴾ وَأَكۡوَابٞ مَّوۡضُوعَةٞ ﴿ "Dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya)," yakni gelas-gelas yang berisi penuh dengan berbagai jenis minuman lezat diletakkan di hadapan mereka, dise-diakan untuk mereka, dan tunduk di bawah kehendak serta pilihan mereka. Anak-anak kecil yang kekal mengelilingi mereka. ﴾ وَنَمَارِقُ مَصۡفُوفَةٞ ﴿ "Dan bantal-bantal sandaran yang tersusun," yakni bantal-bantal yang terbuat dari sutra tebal dan sutra tipis serta dari bahan lain yang hanya diketahui oleh Allah سبحانه وتعالى. Bantal-bantal itu disusun untuk diduduki dan dijadikan sandaran. Para penghuni surga tidak perlu meletakkan dan menatanya. ﴾ وَزَرَابِيُّ مَبۡثُوثَةٌ ﴿ "Dan permadani-per-madani yang terhampar," زَرَابِيُّ adalah permadani indah yang terham-par. Yaitu, permadani-permadani itu memenuhi tempat duduk mereka dari segala penjuru.

Al-Gasyiyah 88:4

"Sudah datangkah kepadamu (tentang) Hari Pembalasan? Banyak muka pada hari itu tunduk terhina. Bekerja keras lagi kepayahan. Memasuki api yang sangat panas (neraka). Diberi minum dengan air dari sumber yang sangat panas. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar. Banyak muka pada hari itu berseri-seri. Merasa senang karena usahanya. Dalam surga yang tinggi. Tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna. Di dalamnya ada mata air yang mengalir. Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan, dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya), dan bantal-bantal sandaran yang tersusun, dan permadani-permadani yang terhampar." (Al-Ghasyiah: 1-16). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kondisi-kondisi pada Hari Kiamat serta berbagai huru-hara dahsyat yang akan terjadi pada hari itu. Huru-hara itu akan mengitari seluruh manusia dengan berbagai kedahsyatannya. Manusia diberi balasan atas amal perbuatan mereka dan mereka terbagi menjadi dua golongan; satu golongan berada di surga dan golongan lain berada di neraka. Allah سبحانه وتعالى mem-beritahukan sifat masing-masing kedua golongan tersebut. (2-7) Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang sifat penghuni neraka, ﴾ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ ﴿ "Banyak muka pada hari itu," yakni pada Hari Kiamat, ﴾ خَٰشِعَةٌ ﴿ "tunduk terhina," yakni karena terhina, tercela, dan nista. ﴾ عَامِلَةٞ نَّاصِبَةٞ ﴿ "Bekerja keras lagi kepayahan," yakni lelah dalam siksaan, dan diseret di atas wajahnya, ﴾ وَتَغۡشَىٰ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ 50 ﴿ "Dan muka mereka ditutup oleh api neraka." (Ibrahim: 50). Kemungkinan lain maksud Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ خَٰشِعَةٌ 2 عَامِلَةٞ نَّاصِبَةٞ 3 ﴿ "Banyak muka pada hari itu tunduk terhina. Bekerja keras lagi kepayahan," adalah di dunia, karena mereka adalah ahli ibadah dan amal ketika berada di dunia, tapi karena syaratnya tidak dipe-nuhi, yaitu iman, maka ibadah dan amalan tersebut menjadi debu yang beterbangan (sia-sia). Meski kemungkinan maksud tersebut benar dari segi makna tapi tidak ditunjukkan oleh konteks ayat. Yang benar dan pasti adalah makna pertama karena teks tersebut dibatasi dengan kata keterangan waktu, yaitu Hari Kiamat, karena maksud dari ayat tersebut adalah penjelasan tentang penghuni neraka secara umum dan karena konteks ayat menjelaskan kondisi manusia pada saat diliputi oleh Hari Kiamat sehingga tidak mencakup kondisi mereka ketika berada di dunia. Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ تَصۡلَىٰ نَارًا حَامِيَةٗ ﴿ "Memasuki api yang sangat panas (neraka)," yaitu amat panas dan meliputi mereka dari segala penjuru. ﴾ تُسۡقَىٰ مِنۡ عَيۡنٍ ءَانِيَةٖ ﴿ "Diberi minum dengan air dari sumber yang sangat panas," yakni benar-benar panas. ﴾ وَإِن يَسۡتَغِيثُواْ يُغَاثُواْ بِمَآءٖ كَٱلۡمُهۡلِ يَشۡوِي ٱلۡوُجُوهَۚ ﴿ "Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka." (Al-Kahfi: 29). Itulah minuman mereka. Dan makanan mereka,﴾ لَّيۡسَ لَهُمۡ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِيعٖ 6 لَّا يُسۡمِنُ وَلَا يُغۡنِي مِن جُوعٖ 7 ﴿ "mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar." Hal itu karena tujuan makan adalah satu dari dua hal berikut; menghilangkan lapar dan rasa sakitnya lapar atau menggemukkan badan. Sedangkan makanan neraka tersebut sama sekali tidak memiliki kedua tujuan itu. Lebih dari itu, makanan ini amat sangat pahit, berbau busuk dan menjijikkan. Kita memohon semoga Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan keselamatan bagi kita. (8-16) Sedangkan ahli kebajikan, wajah-wajah mereka pada Hari Kiamat, ﴾ نَّاعِمَةٞ ﴿ "berseri-seri," yakni karena indahnya kenikmat-an yang mereka dapatkan, maka raga mereka berseri dan wajah-wajah mereka berbinar dan amat bergembira ﴾ لِّسَعۡيِهَا ﴿ "karena usaha-nya," yang dilakukan di dunia berupa amal baik dan kebajikan terhadap hamba-hamba Allah سبحانه وتعالى, ﴾ رَاضِيَةٞ ﴿ "Ia merasa senang," karena mendapatkan pahalanya yang disimpan ternyata berlipat ganda, sehingga terpujilah kesudahan amalnya dan tercapailah segala sesuatu yang diharapkan. Hal itu karena balasan amal baiknya berada ﴾ فِي جَنَّةٍ ﴿ "dalam surga," yang mencakup berbagai macam kenikmatan secara keseluruhan, ﴾ عَالِيَةٖ ﴿ "yang tinggi," tempat dan kedudukannya. Kedudukannya berada di tingkatan paling atas dan tempatnya adalah kediaman-kediaman tinggi yang memiliki berbagai kamar. Di atas kamar terdapat kamar lain, dari kamar itu terlihat kemuliaan yang disediakan oleh Allah سبحانه وتعالى untuk mereka. (Dalam ayat lain), ﴾ قُطُوفُهَا دَانِيَةٞ 23 ﴿ "Buah-buahannya dekat." (Al-Haqqah: 23), yakni banyak buah-buahan lezat yang mengeluarkan buah-buahan indah dan mudah dipetik sekira penghuni surga bisa memetiknya dalam berbagai kondisi mereka. Tidak perlu memanjat dan buahnya pun tidak sulit dipetik. ﴾ لَّا تَسۡمَعُ فِيهَا ﴿ "Tidak kamu dengar di dalamnya," yakni, di dalam surga, ﴾ لَٰغِيَةٗ ﴿ "perkataan yang tidak berguna," yakni kata-kata tidak bermanfaat dan batil, apalagi kata-kata yang diharamkan. Perkataan para penghuni surga adalah kata-kata indah dan berguna yang mencakup dzikir mengingat Allah سبحانه وتعالى, menyebut nikmat Allah سبحانه وتعالى yang amat banyak. Menggunakan etika baik di antara sesama penghuni surga yang menggembirakan hati dan melapangkan dada. ﴾ فِيهَا عَيۡنٞ جَارِيَةٞ ﴿ "Di dalamnya ada mata air yang mengalir." Ini ada-lah isim jenis (kata umum). Yaitu di dalam surga terdapat berbagai mata air yang dipancarkan oleh penghuni surga dan mereka guna-kan sebagaimana yang mereka kehendaki dan dialirkan kemana pun yang mereka inginkan. ﴾ فِيهَا سُرُرٞ مَّرۡفُوعَةٞ ﴿ "Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan." اَلسُّرُرُ adalah bentuk jamak dari kata اَلسَّرِيْرُ yaitu tempat-tempat duduk yang tinggi dari segi dzatnya dengan berba-gai permadani halus dan lembut. ﴾ وَأَكۡوَابٞ مَّوۡضُوعَةٞ ﴿ "Dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya)," yakni gelas-gelas yang berisi penuh dengan berbagai jenis minuman lezat diletakkan di hadapan mereka, dise-diakan untuk mereka, dan tunduk di bawah kehendak serta pilihan mereka. Anak-anak kecil yang kekal mengelilingi mereka. ﴾ وَنَمَارِقُ مَصۡفُوفَةٞ ﴿ "Dan bantal-bantal sandaran yang tersusun," yakni bantal-bantal yang terbuat dari sutra tebal dan sutra tipis serta dari bahan lain yang hanya diketahui oleh Allah سبحانه وتعالى. Bantal-bantal itu disusun untuk diduduki dan dijadikan sandaran. Para penghuni surga tidak perlu meletakkan dan menatanya. ﴾ وَزَرَابِيُّ مَبۡثُوثَةٌ ﴿ "Dan permadani-per-madani yang terhampar," زَرَابِيُّ adalah permadani indah yang terham-par. Yaitu, permadani-permadani itu memenuhi tempat duduk mereka dari segala penjuru.

Al-Gasyiyah 88:5

"Sudah datangkah kepadamu (tentang) Hari Pembalasan? Banyak muka pada hari itu tunduk terhina. Bekerja keras lagi kepayahan. Memasuki api yang sangat panas (neraka). Diberi minum dengan air dari sumber yang sangat panas. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar. Banyak muka pada hari itu berseri-seri. Merasa senang karena usahanya. Dalam surga yang tinggi. Tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna. Di dalamnya ada mata air yang mengalir. Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan, dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya), dan bantal-bantal sandaran yang tersusun, dan permadani-permadani yang terhampar." (Al-Ghasyiah: 1-16). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kondisi-kondisi pada Hari Kiamat serta berbagai huru-hara dahsyat yang akan terjadi pada hari itu. Huru-hara itu akan mengitari seluruh manusia dengan berbagai kedahsyatannya. Manusia diberi balasan atas amal perbuatan mereka dan mereka terbagi menjadi dua golongan; satu golongan berada di surga dan golongan lain berada di neraka. Allah سبحانه وتعالى mem-beritahukan sifat masing-masing kedua golongan tersebut. (2-7) Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang sifat penghuni neraka, ﴾ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ ﴿ "Banyak muka pada hari itu," yakni pada Hari Kiamat, ﴾ خَٰشِعَةٌ ﴿ "tunduk terhina," yakni karena terhina, tercela, dan nista. ﴾ عَامِلَةٞ نَّاصِبَةٞ ﴿ "Bekerja keras lagi kepayahan," yakni lelah dalam siksaan, dan diseret di atas wajahnya, ﴾ وَتَغۡشَىٰ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ 50 ﴿ "Dan muka mereka ditutup oleh api neraka." (Ibrahim: 50). Kemungkinan lain maksud Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ خَٰشِعَةٌ 2 عَامِلَةٞ نَّاصِبَةٞ 3 ﴿ "Banyak muka pada hari itu tunduk terhina. Bekerja keras lagi kepayahan," adalah di dunia, karena mereka adalah ahli ibadah dan amal ketika berada di dunia, tapi karena syaratnya tidak dipe-nuhi, yaitu iman, maka ibadah dan amalan tersebut menjadi debu yang beterbangan (sia-sia). Meski kemungkinan maksud tersebut benar dari segi makna tapi tidak ditunjukkan oleh konteks ayat. Yang benar dan pasti adalah makna pertama karena teks tersebut dibatasi dengan kata keterangan waktu, yaitu Hari Kiamat, karena maksud dari ayat tersebut adalah penjelasan tentang penghuni neraka secara umum dan karena konteks ayat menjelaskan kondisi manusia pada saat diliputi oleh Hari Kiamat sehingga tidak mencakup kondisi mereka ketika berada di dunia. Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ تَصۡلَىٰ نَارًا حَامِيَةٗ ﴿ "Memasuki api yang sangat panas (neraka)," yaitu amat panas dan meliputi mereka dari segala penjuru. ﴾ تُسۡقَىٰ مِنۡ عَيۡنٍ ءَانِيَةٖ ﴿ "Diberi minum dengan air dari sumber yang sangat panas," yakni benar-benar panas. ﴾ وَإِن يَسۡتَغِيثُواْ يُغَاثُواْ بِمَآءٖ كَٱلۡمُهۡلِ يَشۡوِي ٱلۡوُجُوهَۚ ﴿ "Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka." (Al-Kahfi: 29). Itulah minuman mereka. Dan makanan mereka,﴾ لَّيۡسَ لَهُمۡ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِيعٖ 6 لَّا يُسۡمِنُ وَلَا يُغۡنِي مِن جُوعٖ 7 ﴿ "mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar." Hal itu karena tujuan makan adalah satu dari dua hal berikut; menghilangkan lapar dan rasa sakitnya lapar atau menggemukkan badan. Sedangkan makanan neraka tersebut sama sekali tidak memiliki kedua tujuan itu. Lebih dari itu, makanan ini amat sangat pahit, berbau busuk dan menjijikkan. Kita memohon semoga Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan keselamatan bagi kita. (8-16) Sedangkan ahli kebajikan, wajah-wajah mereka pada Hari Kiamat, ﴾ نَّاعِمَةٞ ﴿ "berseri-seri," yakni karena indahnya kenikmat-an yang mereka dapatkan, maka raga mereka berseri dan wajah-wajah mereka berbinar dan amat bergembira ﴾ لِّسَعۡيِهَا ﴿ "karena usaha-nya," yang dilakukan di dunia berupa amal baik dan kebajikan terhadap hamba-hamba Allah سبحانه وتعالى, ﴾ رَاضِيَةٞ ﴿ "Ia merasa senang," karena mendapatkan pahalanya yang disimpan ternyata berlipat ganda, sehingga terpujilah kesudahan amalnya dan tercapailah segala sesuatu yang diharapkan. Hal itu karena balasan amal baiknya berada ﴾ فِي جَنَّةٍ ﴿ "dalam surga," yang mencakup berbagai macam kenikmatan secara keseluruhan, ﴾ عَالِيَةٖ ﴿ "yang tinggi," tempat dan kedudukannya. Kedudukannya berada di tingkatan paling atas dan tempatnya adalah kediaman-kediaman tinggi yang memiliki berbagai kamar. Di atas kamar terdapat kamar lain, dari kamar itu terlihat kemuliaan yang disediakan oleh Allah سبحانه وتعالى untuk mereka. (Dalam ayat lain), ﴾ قُطُوفُهَا دَانِيَةٞ 23 ﴿ "Buah-buahannya dekat." (Al-Haqqah: 23), yakni banyak buah-buahan lezat yang mengeluarkan buah-buahan indah dan mudah dipetik sekira penghuni surga bisa memetiknya dalam berbagai kondisi mereka. Tidak perlu memanjat dan buahnya pun tidak sulit dipetik. ﴾ لَّا تَسۡمَعُ فِيهَا ﴿ "Tidak kamu dengar di dalamnya," yakni, di dalam surga, ﴾ لَٰغِيَةٗ ﴿ "perkataan yang tidak berguna," yakni kata-kata tidak bermanfaat dan batil, apalagi kata-kata yang diharamkan. Perkataan para penghuni surga adalah kata-kata indah dan berguna yang mencakup dzikir mengingat Allah سبحانه وتعالى, menyebut nikmat Allah سبحانه وتعالى yang amat banyak. Menggunakan etika baik di antara sesama penghuni surga yang menggembirakan hati dan melapangkan dada. ﴾ فِيهَا عَيۡنٞ جَارِيَةٞ ﴿ "Di dalamnya ada mata air yang mengalir." Ini ada-lah isim jenis (kata umum). Yaitu di dalam surga terdapat berbagai mata air yang dipancarkan oleh penghuni surga dan mereka guna-kan sebagaimana yang mereka kehendaki dan dialirkan kemana pun yang mereka inginkan. ﴾ فِيهَا سُرُرٞ مَّرۡفُوعَةٞ ﴿ "Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan." اَلسُّرُرُ adalah bentuk jamak dari kata اَلسَّرِيْرُ yaitu tempat-tempat duduk yang tinggi dari segi dzatnya dengan berba-gai permadani halus dan lembut. ﴾ وَأَكۡوَابٞ مَّوۡضُوعَةٞ ﴿ "Dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya)," yakni gelas-gelas yang berisi penuh dengan berbagai jenis minuman lezat diletakkan di hadapan mereka, dise-diakan untuk mereka, dan tunduk di bawah kehendak serta pilihan mereka. Anak-anak kecil yang kekal mengelilingi mereka. ﴾ وَنَمَارِقُ مَصۡفُوفَةٞ ﴿ "Dan bantal-bantal sandaran yang tersusun," yakni bantal-bantal yang terbuat dari sutra tebal dan sutra tipis serta dari bahan lain yang hanya diketahui oleh Allah سبحانه وتعالى. Bantal-bantal itu disusun untuk diduduki dan dijadikan sandaran. Para penghuni surga tidak perlu meletakkan dan menatanya. ﴾ وَزَرَابِيُّ مَبۡثُوثَةٌ ﴿ "Dan permadani-per-madani yang terhampar," زَرَابِيُّ adalah permadani indah yang terham-par. Yaitu, permadani-permadani itu memenuhi tempat duduk mereka dari segala penjuru.

Al-Gasyiyah 88:6

"Sudah datangkah kepadamu (tentang) Hari Pembalasan? Banyak muka pada hari itu tunduk terhina. Bekerja keras lagi kepayahan. Memasuki api yang sangat panas (neraka). Diberi minum dengan air dari sumber yang sangat panas. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar. Banyak muka pada hari itu berseri-seri. Merasa senang karena usahanya. Dalam surga yang tinggi. Tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna. Di dalamnya ada mata air yang mengalir. Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan, dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya), dan bantal-bantal sandaran yang tersusun, dan permadani-permadani yang terhampar." (Al-Ghasyiah: 1-16). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kondisi-kondisi pada Hari Kiamat serta berbagai huru-hara dahsyat yang akan terjadi pada hari itu. Huru-hara itu akan mengitari seluruh manusia dengan berbagai kedahsyatannya. Manusia diberi balasan atas amal perbuatan mereka dan mereka terbagi menjadi dua golongan; satu golongan berada di surga dan golongan lain berada di neraka. Allah سبحانه وتعالى mem-beritahukan sifat masing-masing kedua golongan tersebut. (2-7) Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang sifat penghuni neraka, ﴾ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ ﴿ "Banyak muka pada hari itu," yakni pada Hari Kiamat, ﴾ خَٰشِعَةٌ ﴿ "tunduk terhina," yakni karena terhina, tercela, dan nista. ﴾ عَامِلَةٞ نَّاصِبَةٞ ﴿ "Bekerja keras lagi kepayahan," yakni lelah dalam siksaan, dan diseret di atas wajahnya, ﴾ وَتَغۡشَىٰ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ 50 ﴿ "Dan muka mereka ditutup oleh api neraka." (Ibrahim: 50). Kemungkinan lain maksud Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ خَٰشِعَةٌ 2 عَامِلَةٞ نَّاصِبَةٞ 3 ﴿ "Banyak muka pada hari itu tunduk terhina. Bekerja keras lagi kepayahan," adalah di dunia, karena mereka adalah ahli ibadah dan amal ketika berada di dunia, tapi karena syaratnya tidak dipe-nuhi, yaitu iman, maka ibadah dan amalan tersebut menjadi debu yang beterbangan (sia-sia). Meski kemungkinan maksud tersebut benar dari segi makna tapi tidak ditunjukkan oleh konteks ayat. Yang benar dan pasti adalah makna pertama karena teks tersebut dibatasi dengan kata keterangan waktu, yaitu Hari Kiamat, karena maksud dari ayat tersebut adalah penjelasan tentang penghuni neraka secara umum dan karena konteks ayat menjelaskan kondisi manusia pada saat diliputi oleh Hari Kiamat sehingga tidak mencakup kondisi mereka ketika berada di dunia. Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ تَصۡلَىٰ نَارًا حَامِيَةٗ ﴿ "Memasuki api yang sangat panas (neraka)," yaitu amat panas dan meliputi mereka dari segala penjuru. ﴾ تُسۡقَىٰ مِنۡ عَيۡنٍ ءَانِيَةٖ ﴿ "Diberi minum dengan air dari sumber yang sangat panas," yakni benar-benar panas. ﴾ وَإِن يَسۡتَغِيثُواْ يُغَاثُواْ بِمَآءٖ كَٱلۡمُهۡلِ يَشۡوِي ٱلۡوُجُوهَۚ ﴿ "Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka." (Al-Kahfi: 29). Itulah minuman mereka. Dan makanan mereka,﴾ لَّيۡسَ لَهُمۡ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِيعٖ 6 لَّا يُسۡمِنُ وَلَا يُغۡنِي مِن جُوعٖ 7 ﴿ "mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar." Hal itu karena tujuan makan adalah satu dari dua hal berikut; menghilangkan lapar dan rasa sakitnya lapar atau menggemukkan badan. Sedangkan makanan neraka tersebut sama sekali tidak memiliki kedua tujuan itu. Lebih dari itu, makanan ini amat sangat pahit, berbau busuk dan menjijikkan. Kita memohon semoga Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan keselamatan bagi kita. (8-16) Sedangkan ahli kebajikan, wajah-wajah mereka pada Hari Kiamat, ﴾ نَّاعِمَةٞ ﴿ "berseri-seri," yakni karena indahnya kenikmat-an yang mereka dapatkan, maka raga mereka berseri dan wajah-wajah mereka berbinar dan amat bergembira ﴾ لِّسَعۡيِهَا ﴿ "karena usaha-nya," yang dilakukan di dunia berupa amal baik dan kebajikan terhadap hamba-hamba Allah سبحانه وتعالى, ﴾ رَاضِيَةٞ ﴿ "Ia merasa senang," karena mendapatkan pahalanya yang disimpan ternyata berlipat ganda, sehingga terpujilah kesudahan amalnya dan tercapailah segala sesuatu yang diharapkan. Hal itu karena balasan amal baiknya berada ﴾ فِي جَنَّةٍ ﴿ "dalam surga," yang mencakup berbagai macam kenikmatan secara keseluruhan, ﴾ عَالِيَةٖ ﴿ "yang tinggi," tempat dan kedudukannya. Kedudukannya berada di tingkatan paling atas dan tempatnya adalah kediaman-kediaman tinggi yang memiliki berbagai kamar. Di atas kamar terdapat kamar lain, dari kamar itu terlihat kemuliaan yang disediakan oleh Allah سبحانه وتعالى untuk mereka. (Dalam ayat lain), ﴾ قُطُوفُهَا دَانِيَةٞ 23 ﴿ "Buah-buahannya dekat." (Al-Haqqah: 23), yakni banyak buah-buahan lezat yang mengeluarkan buah-buahan indah dan mudah dipetik sekira penghuni surga bisa memetiknya dalam berbagai kondisi mereka. Tidak perlu memanjat dan buahnya pun tidak sulit dipetik. ﴾ لَّا تَسۡمَعُ فِيهَا ﴿ "Tidak kamu dengar di dalamnya," yakni, di dalam surga, ﴾ لَٰغِيَةٗ ﴿ "perkataan yang tidak berguna," yakni kata-kata tidak bermanfaat dan batil, apalagi kata-kata yang diharamkan. Perkataan para penghuni surga adalah kata-kata indah dan berguna yang mencakup dzikir mengingat Allah سبحانه وتعالى, menyebut nikmat Allah سبحانه وتعالى yang amat banyak. Menggunakan etika baik di antara sesama penghuni surga yang menggembirakan hati dan melapangkan dada. ﴾ فِيهَا عَيۡنٞ جَارِيَةٞ ﴿ "Di dalamnya ada mata air yang mengalir." Ini ada-lah isim jenis (kata umum). Yaitu di dalam surga terdapat berbagai mata air yang dipancarkan oleh penghuni surga dan mereka guna-kan sebagaimana yang mereka kehendaki dan dialirkan kemana pun yang mereka inginkan. ﴾ فِيهَا سُرُرٞ مَّرۡفُوعَةٞ ﴿ "Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan." اَلسُّرُرُ adalah bentuk jamak dari kata اَلسَّرِيْرُ yaitu tempat-tempat duduk yang tinggi dari segi dzatnya dengan berba-gai permadani halus dan lembut. ﴾ وَأَكۡوَابٞ مَّوۡضُوعَةٞ ﴿ "Dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya)," yakni gelas-gelas yang berisi penuh dengan berbagai jenis minuman lezat diletakkan di hadapan mereka, dise-diakan untuk mereka, dan tunduk di bawah kehendak serta pilihan mereka. Anak-anak kecil yang kekal mengelilingi mereka. ﴾ وَنَمَارِقُ مَصۡفُوفَةٞ ﴿ "Dan bantal-bantal sandaran yang tersusun," yakni bantal-bantal yang terbuat dari sutra tebal dan sutra tipis serta dari bahan lain yang hanya diketahui oleh Allah سبحانه وتعالى. Bantal-bantal itu disusun untuk diduduki dan dijadikan sandaran. Para penghuni surga tidak perlu meletakkan dan menatanya. ﴾ وَزَرَابِيُّ مَبۡثُوثَةٌ ﴿ "Dan permadani-per-madani yang terhampar," زَرَابِيُّ adalah permadani indah yang terham-par. Yaitu, permadani-permadani itu memenuhi tempat duduk mereka dari segala penjuru.

Al-Gasyiyah 88:7

"Sudah datangkah kepadamu (tentang) Hari Pembalasan? Banyak muka pada hari itu tunduk terhina. Bekerja keras lagi kepayahan. Memasuki api yang sangat panas (neraka). Diberi minum dengan air dari sumber yang sangat panas. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar. Banyak muka pada hari itu berseri-seri. Merasa senang karena usahanya. Dalam surga yang tinggi. Tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna. Di dalamnya ada mata air yang mengalir. Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan, dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya), dan bantal-bantal sandaran yang tersusun, dan permadani-permadani yang terhampar." (Al-Ghasyiah: 1-16). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kondisi-kondisi pada Hari Kiamat serta berbagai huru-hara dahsyat yang akan terjadi pada hari itu. Huru-hara itu akan mengitari seluruh manusia dengan berbagai kedahsyatannya. Manusia diberi balasan atas amal perbuatan mereka dan mereka terbagi menjadi dua golongan; satu golongan berada di surga dan golongan lain berada di neraka. Allah سبحانه وتعالى mem-beritahukan sifat masing-masing kedua golongan tersebut. (2-7) Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang sifat penghuni neraka, ﴾ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ ﴿ "Banyak muka pada hari itu," yakni pada Hari Kiamat, ﴾ خَٰشِعَةٌ ﴿ "tunduk terhina," yakni karena terhina, tercela, dan nista. ﴾ عَامِلَةٞ نَّاصِبَةٞ ﴿ "Bekerja keras lagi kepayahan," yakni lelah dalam siksaan, dan diseret di atas wajahnya, ﴾ وَتَغۡشَىٰ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ 50 ﴿ "Dan muka mereka ditutup oleh api neraka." (Ibrahim: 50). Kemungkinan lain maksud Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ خَٰشِعَةٌ 2 عَامِلَةٞ نَّاصِبَةٞ 3 ﴿ "Banyak muka pada hari itu tunduk terhina. Bekerja keras lagi kepayahan," adalah di dunia, karena mereka adalah ahli ibadah dan amal ketika berada di dunia, tapi karena syaratnya tidak dipe-nuhi, yaitu iman, maka ibadah dan amalan tersebut menjadi debu yang beterbangan (sia-sia). Meski kemungkinan maksud tersebut benar dari segi makna tapi tidak ditunjukkan oleh konteks ayat. Yang benar dan pasti adalah makna pertama karena teks tersebut dibatasi dengan kata keterangan waktu, yaitu Hari Kiamat, karena maksud dari ayat tersebut adalah penjelasan tentang penghuni neraka secara umum dan karena konteks ayat menjelaskan kondisi manusia pada saat diliputi oleh Hari Kiamat sehingga tidak mencakup kondisi mereka ketika berada di dunia. Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ تَصۡلَىٰ نَارًا حَامِيَةٗ ﴿ "Memasuki api yang sangat panas (neraka)," yaitu amat panas dan meliputi mereka dari segala penjuru. ﴾ تُسۡقَىٰ مِنۡ عَيۡنٍ ءَانِيَةٖ ﴿ "Diberi minum dengan air dari sumber yang sangat panas," yakni benar-benar panas. ﴾ وَإِن يَسۡتَغِيثُواْ يُغَاثُواْ بِمَآءٖ كَٱلۡمُهۡلِ يَشۡوِي ٱلۡوُجُوهَۚ ﴿ "Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka." (Al-Kahfi: 29). Itulah minuman mereka. Dan makanan mereka,﴾ لَّيۡسَ لَهُمۡ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِيعٖ 6 لَّا يُسۡمِنُ وَلَا يُغۡنِي مِن جُوعٖ 7 ﴿ "mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar." Hal itu karena tujuan makan adalah satu dari dua hal berikut; menghilangkan lapar dan rasa sakitnya lapar atau menggemukkan badan. Sedangkan makanan neraka tersebut sama sekali tidak memiliki kedua tujuan itu. Lebih dari itu, makanan ini amat sangat pahit, berbau busuk dan menjijikkan. Kita memohon semoga Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan keselamatan bagi kita. (8-16) Sedangkan ahli kebajikan, wajah-wajah mereka pada Hari Kiamat, ﴾ نَّاعِمَةٞ ﴿ "berseri-seri," yakni karena indahnya kenikmat-an yang mereka dapatkan, maka raga mereka berseri dan wajah-wajah mereka berbinar dan amat bergembira ﴾ لِّسَعۡيِهَا ﴿ "karena usaha-nya," yang dilakukan di dunia berupa amal baik dan kebajikan terhadap hamba-hamba Allah سبحانه وتعالى, ﴾ رَاضِيَةٞ ﴿ "Ia merasa senang," karena mendapatkan pahalanya yang disimpan ternyata berlipat ganda, sehingga terpujilah kesudahan amalnya dan tercapailah segala sesuatu yang diharapkan. Hal itu karena balasan amal baiknya berada ﴾ فِي جَنَّةٍ ﴿ "dalam surga," yang mencakup berbagai macam kenikmatan secara keseluruhan, ﴾ عَالِيَةٖ ﴿ "yang tinggi," tempat dan kedudukannya. Kedudukannya berada di tingkatan paling atas dan tempatnya adalah kediaman-kediaman tinggi yang memiliki berbagai kamar. Di atas kamar terdapat kamar lain, dari kamar itu terlihat kemuliaan yang disediakan oleh Allah سبحانه وتعالى untuk mereka. (Dalam ayat lain), ﴾ قُطُوفُهَا دَانِيَةٞ 23 ﴿ "Buah-buahannya dekat." (Al-Haqqah: 23), yakni banyak buah-buahan lezat yang mengeluarkan buah-buahan indah dan mudah dipetik sekira penghuni surga bisa memetiknya dalam berbagai kondisi mereka. Tidak perlu memanjat dan buahnya pun tidak sulit dipetik. ﴾ لَّا تَسۡمَعُ فِيهَا ﴿ "Tidak kamu dengar di dalamnya," yakni, di dalam surga, ﴾ لَٰغِيَةٗ ﴿ "perkataan yang tidak berguna," yakni kata-kata tidak bermanfaat dan batil, apalagi kata-kata yang diharamkan. Perkataan para penghuni surga adalah kata-kata indah dan berguna yang mencakup dzikir mengingat Allah سبحانه وتعالى, menyebut nikmat Allah سبحانه وتعالى yang amat banyak. Menggunakan etika baik di antara sesama penghuni surga yang menggembirakan hati dan melapangkan dada. ﴾ فِيهَا عَيۡنٞ جَارِيَةٞ ﴿ "Di dalamnya ada mata air yang mengalir." Ini ada-lah isim jenis (kata umum). Yaitu di dalam surga terdapat berbagai mata air yang dipancarkan oleh penghuni surga dan mereka guna-kan sebagaimana yang mereka kehendaki dan dialirkan kemana pun yang mereka inginkan. ﴾ فِيهَا سُرُرٞ مَّرۡفُوعَةٞ ﴿ "Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan." اَلسُّرُرُ adalah bentuk jamak dari kata اَلسَّرِيْرُ yaitu tempat-tempat duduk yang tinggi dari segi dzatnya dengan berba-gai permadani halus dan lembut. ﴾ وَأَكۡوَابٞ مَّوۡضُوعَةٞ ﴿ "Dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya)," yakni gelas-gelas yang berisi penuh dengan berbagai jenis minuman lezat diletakkan di hadapan mereka, dise-diakan untuk mereka, dan tunduk di bawah kehendak serta pilihan mereka. Anak-anak kecil yang kekal mengelilingi mereka. ﴾ وَنَمَارِقُ مَصۡفُوفَةٞ ﴿ "Dan bantal-bantal sandaran yang tersusun," yakni bantal-bantal yang terbuat dari sutra tebal dan sutra tipis serta dari bahan lain yang hanya diketahui oleh Allah سبحانه وتعالى. Bantal-bantal itu disusun untuk diduduki dan dijadikan sandaran. Para penghuni surga tidak perlu meletakkan dan menatanya. ﴾ وَزَرَابِيُّ مَبۡثُوثَةٌ ﴿ "Dan permadani-per-madani yang terhampar," زَرَابِيُّ adalah permadani indah yang terham-par. Yaitu, permadani-permadani itu memenuhi tempat duduk mereka dari segala penjuru.

Al-Gasyiyah 88:8

"Sudah datangkah kepadamu (tentang) Hari Pembalasan? Banyak muka pada hari itu tunduk terhina. Bekerja keras lagi kepayahan. Memasuki api yang sangat panas (neraka). Diberi minum dengan air dari sumber yang sangat panas. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar. Banyak muka pada hari itu berseri-seri. Merasa senang karena usahanya. Dalam surga yang tinggi. Tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna. Di dalamnya ada mata air yang mengalir. Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan, dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya), dan bantal-bantal sandaran yang tersusun, dan permadani-permadani yang terhampar." (Al-Ghasyiah: 1-16). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kondisi-kondisi pada Hari Kiamat serta berbagai huru-hara dahsyat yang akan terjadi pada hari itu. Huru-hara itu akan mengitari seluruh manusia dengan berbagai kedahsyatannya. Manusia diberi balasan atas amal perbuatan mereka dan mereka terbagi menjadi dua golongan; satu golongan berada di surga dan golongan lain berada di neraka. Allah سبحانه وتعالى mem-beritahukan sifat masing-masing kedua golongan tersebut. (2-7) Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang sifat penghuni neraka, ﴾ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ ﴿ "Banyak muka pada hari itu," yakni pada Hari Kiamat, ﴾ خَٰشِعَةٌ ﴿ "tunduk terhina," yakni karena terhina, tercela, dan nista. ﴾ عَامِلَةٞ نَّاصِبَةٞ ﴿ "Bekerja keras lagi kepayahan," yakni lelah dalam siksaan, dan diseret di atas wajahnya, ﴾ وَتَغۡشَىٰ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ 50 ﴿ "Dan muka mereka ditutup oleh api neraka." (Ibrahim: 50). Kemungkinan lain maksud Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ خَٰشِعَةٌ 2 عَامِلَةٞ نَّاصِبَةٞ 3 ﴿ "Banyak muka pada hari itu tunduk terhina. Bekerja keras lagi kepayahan," adalah di dunia, karena mereka adalah ahli ibadah dan amal ketika berada di dunia, tapi karena syaratnya tidak dipe-nuhi, yaitu iman, maka ibadah dan amalan tersebut menjadi debu yang beterbangan (sia-sia). Meski kemungkinan maksud tersebut benar dari segi makna tapi tidak ditunjukkan oleh konteks ayat. Yang benar dan pasti adalah makna pertama karena teks tersebut dibatasi dengan kata keterangan waktu, yaitu Hari Kiamat, karena maksud dari ayat tersebut adalah penjelasan tentang penghuni neraka secara umum dan karena konteks ayat menjelaskan kondisi manusia pada saat diliputi oleh Hari Kiamat sehingga tidak mencakup kondisi mereka ketika berada di dunia. Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ تَصۡلَىٰ نَارًا حَامِيَةٗ ﴿ "Memasuki api yang sangat panas (neraka)," yaitu amat panas dan meliputi mereka dari segala penjuru. ﴾ تُسۡقَىٰ مِنۡ عَيۡنٍ ءَانِيَةٖ ﴿ "Diberi minum dengan air dari sumber yang sangat panas," yakni benar-benar panas. ﴾ وَإِن يَسۡتَغِيثُواْ يُغَاثُواْ بِمَآءٖ كَٱلۡمُهۡلِ يَشۡوِي ٱلۡوُجُوهَۚ ﴿ "Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka." (Al-Kahfi: 29). Itulah minuman mereka. Dan makanan mereka,﴾ لَّيۡسَ لَهُمۡ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِيعٖ 6 لَّا يُسۡمِنُ وَلَا يُغۡنِي مِن جُوعٖ 7 ﴿ "mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar." Hal itu karena tujuan makan adalah satu dari dua hal berikut; menghilangkan lapar dan rasa sakitnya lapar atau menggemukkan badan. Sedangkan makanan neraka tersebut sama sekali tidak memiliki kedua tujuan itu. Lebih dari itu, makanan ini amat sangat pahit, berbau busuk dan menjijikkan. Kita memohon semoga Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan keselamatan bagi kita. (8-16) Sedangkan ahli kebajikan, wajah-wajah mereka pada Hari Kiamat, ﴾ نَّاعِمَةٞ ﴿ "berseri-seri," yakni karena indahnya kenikmat-an yang mereka dapatkan, maka raga mereka berseri dan wajah-wajah mereka berbinar dan amat bergembira ﴾ لِّسَعۡيِهَا ﴿ "karena usaha-nya," yang dilakukan di dunia berupa amal baik dan kebajikan terhadap hamba-hamba Allah سبحانه وتعالى, ﴾ رَاضِيَةٞ ﴿ "Ia merasa senang," karena mendapatkan pahalanya yang disimpan ternyata berlipat ganda, sehingga terpujilah kesudahan amalnya dan tercapailah segala sesuatu yang diharapkan. Hal itu karena balasan amal baiknya berada ﴾ فِي جَنَّةٍ ﴿ "dalam surga," yang mencakup berbagai macam kenikmatan secara keseluruhan, ﴾ عَالِيَةٖ ﴿ "yang tinggi," tempat dan kedudukannya. Kedudukannya berada di tingkatan paling atas dan tempatnya adalah kediaman-kediaman tinggi yang memiliki berbagai kamar. Di atas kamar terdapat kamar lain, dari kamar itu terlihat kemuliaan yang disediakan oleh Allah سبحانه وتعالى untuk mereka. (Dalam ayat lain), ﴾ قُطُوفُهَا دَانِيَةٞ 23 ﴿ "Buah-buahannya dekat." (Al-Haqqah: 23), yakni banyak buah-buahan lezat yang mengeluarkan buah-buahan indah dan mudah dipetik sekira penghuni surga bisa memetiknya dalam berbagai kondisi mereka. Tidak perlu memanjat dan buahnya pun tidak sulit dipetik. ﴾ لَّا تَسۡمَعُ فِيهَا ﴿ "Tidak kamu dengar di dalamnya," yakni, di dalam surga, ﴾ لَٰغِيَةٗ ﴿ "perkataan yang tidak berguna," yakni kata-kata tidak bermanfaat dan batil, apalagi kata-kata yang diharamkan. Perkataan para penghuni surga adalah kata-kata indah dan berguna yang mencakup dzikir mengingat Allah سبحانه وتعالى, menyebut nikmat Allah سبحانه وتعالى yang amat banyak. Menggunakan etika baik di antara sesama penghuni surga yang menggembirakan hati dan melapangkan dada. ﴾ فِيهَا عَيۡنٞ جَارِيَةٞ ﴿ "Di dalamnya ada mata air yang mengalir." Ini ada-lah isim jenis (kata umum). Yaitu di dalam surga terdapat berbagai mata air yang dipancarkan oleh penghuni surga dan mereka guna-kan sebagaimana yang mereka kehendaki dan dialirkan kemana pun yang mereka inginkan. ﴾ فِيهَا سُرُرٞ مَّرۡفُوعَةٞ ﴿ "Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan." اَلسُّرُرُ adalah bentuk jamak dari kata اَلسَّرِيْرُ yaitu tempat-tempat duduk yang tinggi dari segi dzatnya dengan berba-gai permadani halus dan lembut. ﴾ وَأَكۡوَابٞ مَّوۡضُوعَةٞ ﴿ "Dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya)," yakni gelas-gelas yang berisi penuh dengan berbagai jenis minuman lezat diletakkan di hadapan mereka, dise-diakan untuk mereka, dan tunduk di bawah kehendak serta pilihan mereka. Anak-anak kecil yang kekal mengelilingi mereka. ﴾ وَنَمَارِقُ مَصۡفُوفَةٞ ﴿ "Dan bantal-bantal sandaran yang tersusun," yakni bantal-bantal yang terbuat dari sutra tebal dan sutra tipis serta dari bahan lain yang hanya diketahui oleh Allah سبحانه وتعالى. Bantal-bantal itu disusun untuk diduduki dan dijadikan sandaran. Para penghuni surga tidak perlu meletakkan dan menatanya. ﴾ وَزَرَابِيُّ مَبۡثُوثَةٌ ﴿ "Dan permadani-per-madani yang terhampar," زَرَابِيُّ adalah permadani indah yang terham-par. Yaitu, permadani-permadani itu memenuhi tempat duduk mereka dari segala penjuru.

Al-Gasyiyah 88:9

"Sudah datangkah kepadamu (tentang) Hari Pembalasan? Banyak muka pada hari itu tunduk terhina. Bekerja keras lagi kepayahan. Memasuki api yang sangat panas (neraka). Diberi minum dengan air dari sumber yang sangat panas. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar. Banyak muka pada hari itu berseri-seri. Merasa senang karena usahanya. Dalam surga yang tinggi. Tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna. Di dalamnya ada mata air yang mengalir. Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan, dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya), dan bantal-bantal sandaran yang tersusun, dan permadani-permadani yang terhampar." (Al-Ghasyiah: 1-16). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kondisi-kondisi pada Hari Kiamat serta berbagai huru-hara dahsyat yang akan terjadi pada hari itu. Huru-hara itu akan mengitari seluruh manusia dengan berbagai kedahsyatannya. Manusia diberi balasan atas amal perbuatan mereka dan mereka terbagi menjadi dua golongan; satu golongan berada di surga dan golongan lain berada di neraka. Allah سبحانه وتعالى mem-beritahukan sifat masing-masing kedua golongan tersebut. (2-7) Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang sifat penghuni neraka, ﴾ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ ﴿ "Banyak muka pada hari itu," yakni pada Hari Kiamat, ﴾ خَٰشِعَةٌ ﴿ "tunduk terhina," yakni karena terhina, tercela, dan nista. ﴾ عَامِلَةٞ نَّاصِبَةٞ ﴿ "Bekerja keras lagi kepayahan," yakni lelah dalam siksaan, dan diseret di atas wajahnya, ﴾ وَتَغۡشَىٰ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ 50 ﴿ "Dan muka mereka ditutup oleh api neraka." (Ibrahim: 50). Kemungkinan lain maksud Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ خَٰشِعَةٌ 2 عَامِلَةٞ نَّاصِبَةٞ 3 ﴿ "Banyak muka pada hari itu tunduk terhina. Bekerja keras lagi kepayahan," adalah di dunia, karena mereka adalah ahli ibadah dan amal ketika berada di dunia, tapi karena syaratnya tidak dipe-nuhi, yaitu iman, maka ibadah dan amalan tersebut menjadi debu yang beterbangan (sia-sia). Meski kemungkinan maksud tersebut benar dari segi makna tapi tidak ditunjukkan oleh konteks ayat. Yang benar dan pasti adalah makna pertama karena teks tersebut dibatasi dengan kata keterangan waktu, yaitu Hari Kiamat, karena maksud dari ayat tersebut adalah penjelasan tentang penghuni neraka secara umum dan karena konteks ayat menjelaskan kondisi manusia pada saat diliputi oleh Hari Kiamat sehingga tidak mencakup kondisi mereka ketika berada di dunia. Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ تَصۡلَىٰ نَارًا حَامِيَةٗ ﴿ "Memasuki api yang sangat panas (neraka)," yaitu amat panas dan meliputi mereka dari segala penjuru. ﴾ تُسۡقَىٰ مِنۡ عَيۡنٍ ءَانِيَةٖ ﴿ "Diberi minum dengan air dari sumber yang sangat panas," yakni benar-benar panas. ﴾ وَإِن يَسۡتَغِيثُواْ يُغَاثُواْ بِمَآءٖ كَٱلۡمُهۡلِ يَشۡوِي ٱلۡوُجُوهَۚ ﴿ "Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka." (Al-Kahfi: 29). Itulah minuman mereka. Dan makanan mereka,﴾ لَّيۡسَ لَهُمۡ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِيعٖ 6 لَّا يُسۡمِنُ وَلَا يُغۡنِي مِن جُوعٖ 7 ﴿ "mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar." Hal itu karena tujuan makan adalah satu dari dua hal berikut; menghilangkan lapar dan rasa sakitnya lapar atau menggemukkan badan. Sedangkan makanan neraka tersebut sama sekali tidak memiliki kedua tujuan itu. Lebih dari itu, makanan ini amat sangat pahit, berbau busuk dan menjijikkan. Kita memohon semoga Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan keselamatan bagi kita. (8-16) Sedangkan ahli kebajikan, wajah-wajah mereka pada Hari Kiamat, ﴾ نَّاعِمَةٞ ﴿ "berseri-seri," yakni karena indahnya kenikmat-an yang mereka dapatkan, maka raga mereka berseri dan wajah-wajah mereka berbinar dan amat bergembira ﴾ لِّسَعۡيِهَا ﴿ "karena usaha-nya," yang dilakukan di dunia berupa amal baik dan kebajikan terhadap hamba-hamba Allah سبحانه وتعالى, ﴾ رَاضِيَةٞ ﴿ "Ia merasa senang," karena mendapatkan pahalanya yang disimpan ternyata berlipat ganda, sehingga terpujilah kesudahan amalnya dan tercapailah segala sesuatu yang diharapkan. Hal itu karena balasan amal baiknya berada ﴾ فِي جَنَّةٍ ﴿ "dalam surga," yang mencakup berbagai macam kenikmatan secara keseluruhan, ﴾ عَالِيَةٖ ﴿ "yang tinggi," tempat dan kedudukannya. Kedudukannya berada di tingkatan paling atas dan tempatnya adalah kediaman-kediaman tinggi yang memiliki berbagai kamar. Di atas kamar terdapat kamar lain, dari kamar itu terlihat kemuliaan yang disediakan oleh Allah سبحانه وتعالى untuk mereka. (Dalam ayat lain), ﴾ قُطُوفُهَا دَانِيَةٞ 23 ﴿ "Buah-buahannya dekat." (Al-Haqqah: 23), yakni banyak buah-buahan lezat yang mengeluarkan buah-buahan indah dan mudah dipetik sekira penghuni surga bisa memetiknya dalam berbagai kondisi mereka. Tidak perlu memanjat dan buahnya pun tidak sulit dipetik. ﴾ لَّا تَسۡمَعُ فِيهَا ﴿ "Tidak kamu dengar di dalamnya," yakni, di dalam surga, ﴾ لَٰغِيَةٗ ﴿ "perkataan yang tidak berguna," yakni kata-kata tidak bermanfaat dan batil, apalagi kata-kata yang diharamkan. Perkataan para penghuni surga adalah kata-kata indah dan berguna yang mencakup dzikir mengingat Allah سبحانه وتعالى, menyebut nikmat Allah سبحانه وتعالى yang amat banyak. Menggunakan etika baik di antara sesama penghuni surga yang menggembirakan hati dan melapangkan dada. ﴾ فِيهَا عَيۡنٞ جَارِيَةٞ ﴿ "Di dalamnya ada mata air yang mengalir." Ini ada-lah isim jenis (kata umum). Yaitu di dalam surga terdapat berbagai mata air yang dipancarkan oleh penghuni surga dan mereka guna-kan sebagaimana yang mereka kehendaki dan dialirkan kemana pun yang mereka inginkan. ﴾ فِيهَا سُرُرٞ مَّرۡفُوعَةٞ ﴿ "Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan." اَلسُّرُرُ adalah bentuk jamak dari kata اَلسَّرِيْرُ yaitu tempat-tempat duduk yang tinggi dari segi dzatnya dengan berba-gai permadani halus dan lembut. ﴾ وَأَكۡوَابٞ مَّوۡضُوعَةٞ ﴿ "Dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya)," yakni gelas-gelas yang berisi penuh dengan berbagai jenis minuman lezat diletakkan di hadapan mereka, dise-diakan untuk mereka, dan tunduk di bawah kehendak serta pilihan mereka. Anak-anak kecil yang kekal mengelilingi mereka. ﴾ وَنَمَارِقُ مَصۡفُوفَةٞ ﴿ "Dan bantal-bantal sandaran yang tersusun," yakni bantal-bantal yang terbuat dari sutra tebal dan sutra tipis serta dari bahan lain yang hanya diketahui oleh Allah سبحانه وتعالى. Bantal-bantal itu disusun untuk diduduki dan dijadikan sandaran. Para penghuni surga tidak perlu meletakkan dan menatanya. ﴾ وَزَرَابِيُّ مَبۡثُوثَةٌ ﴿ "Dan permadani-per-madani yang terhampar," زَرَابِيُّ adalah permadani indah yang terham-par. Yaitu, permadani-permadani itu memenuhi tempat duduk mereka dari segala penjuru.

Al-Gasyiyah 88:10

"Sudah datangkah kepadamu (tentang) Hari Pembalasan? Banyak muka pada hari itu tunduk terhina. Bekerja keras lagi kepayahan. Memasuki api yang sangat panas (neraka). Diberi minum dengan air dari sumber yang sangat panas. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar. Banyak muka pada hari itu berseri-seri. Merasa senang karena usahanya. Dalam surga yang tinggi. Tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna. Di dalamnya ada mata air yang mengalir. Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan, dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya), dan bantal-bantal sandaran yang tersusun, dan permadani-permadani yang terhampar." (Al-Ghasyiah: 1-16). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kondisi-kondisi pada Hari Kiamat serta berbagai huru-hara dahsyat yang akan terjadi pada hari itu. Huru-hara itu akan mengitari seluruh manusia dengan berbagai kedahsyatannya. Manusia diberi balasan atas amal perbuatan mereka dan mereka terbagi menjadi dua golongan; satu golongan berada di surga dan golongan lain berada di neraka. Allah سبحانه وتعالى mem-beritahukan sifat masing-masing kedua golongan tersebut. (2-7) Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang sifat penghuni neraka, ﴾ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ ﴿ "Banyak muka pada hari itu," yakni pada Hari Kiamat, ﴾ خَٰشِعَةٌ ﴿ "tunduk terhina," yakni karena terhina, tercela, dan nista. ﴾ عَامِلَةٞ نَّاصِبَةٞ ﴿ "Bekerja keras lagi kepayahan," yakni lelah dalam siksaan, dan diseret di atas wajahnya, ﴾ وَتَغۡشَىٰ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ 50 ﴿ "Dan muka mereka ditutup oleh api neraka." (Ibrahim: 50). Kemungkinan lain maksud Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ خَٰشِعَةٌ 2 عَامِلَةٞ نَّاصِبَةٞ 3 ﴿ "Banyak muka pada hari itu tunduk terhina. Bekerja keras lagi kepayahan," adalah di dunia, karena mereka adalah ahli ibadah dan amal ketika berada di dunia, tapi karena syaratnya tidak dipe-nuhi, yaitu iman, maka ibadah dan amalan tersebut menjadi debu yang beterbangan (sia-sia). Meski kemungkinan maksud tersebut benar dari segi makna tapi tidak ditunjukkan oleh konteks ayat. Yang benar dan pasti adalah makna pertama karena teks tersebut dibatasi dengan kata keterangan waktu, yaitu Hari Kiamat, karena maksud dari ayat tersebut adalah penjelasan tentang penghuni neraka secara umum dan karena konteks ayat menjelaskan kondisi manusia pada saat diliputi oleh Hari Kiamat sehingga tidak mencakup kondisi mereka ketika berada di dunia. Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ تَصۡلَىٰ نَارًا حَامِيَةٗ ﴿ "Memasuki api yang sangat panas (neraka)," yaitu amat panas dan meliputi mereka dari segala penjuru. ﴾ تُسۡقَىٰ مِنۡ عَيۡنٍ ءَانِيَةٖ ﴿ "Diberi minum dengan air dari sumber yang sangat panas," yakni benar-benar panas. ﴾ وَإِن يَسۡتَغِيثُواْ يُغَاثُواْ بِمَآءٖ كَٱلۡمُهۡلِ يَشۡوِي ٱلۡوُجُوهَۚ ﴿ "Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka." (Al-Kahfi: 29). Itulah minuman mereka. Dan makanan mereka,﴾ لَّيۡسَ لَهُمۡ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِيعٖ 6 لَّا يُسۡمِنُ وَلَا يُغۡنِي مِن جُوعٖ 7 ﴿ "mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar." Hal itu karena tujuan makan adalah satu dari dua hal berikut; menghilangkan lapar dan rasa sakitnya lapar atau menggemukkan badan. Sedangkan makanan neraka tersebut sama sekali tidak memiliki kedua tujuan itu. Lebih dari itu, makanan ini amat sangat pahit, berbau busuk dan menjijikkan. Kita memohon semoga Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan keselamatan bagi kita. (8-16) Sedangkan ahli kebajikan, wajah-wajah mereka pada Hari Kiamat, ﴾ نَّاعِمَةٞ ﴿ "berseri-seri," yakni karena indahnya kenikmat-an yang mereka dapatkan, maka raga mereka berseri dan wajah-wajah mereka berbinar dan amat bergembira ﴾ لِّسَعۡيِهَا ﴿ "karena usaha-nya," yang dilakukan di dunia berupa amal baik dan kebajikan terhadap hamba-hamba Allah سبحانه وتعالى, ﴾ رَاضِيَةٞ ﴿ "Ia merasa senang," karena mendapatkan pahalanya yang disimpan ternyata berlipat ganda, sehingga terpujilah kesudahan amalnya dan tercapailah segala sesuatu yang diharapkan. Hal itu karena balasan amal baiknya berada ﴾ فِي جَنَّةٍ ﴿ "dalam surga," yang mencakup berbagai macam kenikmatan secara keseluruhan, ﴾ عَالِيَةٖ ﴿ "yang tinggi," tempat dan kedudukannya. Kedudukannya berada di tingkatan paling atas dan tempatnya adalah kediaman-kediaman tinggi yang memiliki berbagai kamar. Di atas kamar terdapat kamar lain, dari kamar itu terlihat kemuliaan yang disediakan oleh Allah سبحانه وتعالى untuk mereka. (Dalam ayat lain), ﴾ قُطُوفُهَا دَانِيَةٞ 23 ﴿ "Buah-buahannya dekat." (Al-Haqqah: 23), yakni banyak buah-buahan lezat yang mengeluarkan buah-buahan indah dan mudah dipetik sekira penghuni surga bisa memetiknya dalam berbagai kondisi mereka. Tidak perlu memanjat dan buahnya pun tidak sulit dipetik. ﴾ لَّا تَسۡمَعُ فِيهَا ﴿ "Tidak kamu dengar di dalamnya," yakni, di dalam surga, ﴾ لَٰغِيَةٗ ﴿ "perkataan yang tidak berguna," yakni kata-kata tidak bermanfaat dan batil, apalagi kata-kata yang diharamkan. Perkataan para penghuni surga adalah kata-kata indah dan berguna yang mencakup dzikir mengingat Allah سبحانه وتعالى, menyebut nikmat Allah سبحانه وتعالى yang amat banyak. Menggunakan etika baik di antara sesama penghuni surga yang menggembirakan hati dan melapangkan dada. ﴾ فِيهَا عَيۡنٞ جَارِيَةٞ ﴿ "Di dalamnya ada mata air yang mengalir." Ini ada-lah isim jenis (kata umum). Yaitu di dalam surga terdapat berbagai mata air yang dipancarkan oleh penghuni surga dan mereka guna-kan sebagaimana yang mereka kehendaki dan dialirkan kemana pun yang mereka inginkan. ﴾ فِيهَا سُرُرٞ مَّرۡفُوعَةٞ ﴿ "Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan." اَلسُّرُرُ adalah bentuk jamak dari kata اَلسَّرِيْرُ yaitu tempat-tempat duduk yang tinggi dari segi dzatnya dengan berba-gai permadani halus dan lembut. ﴾ وَأَكۡوَابٞ مَّوۡضُوعَةٞ ﴿ "Dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya)," yakni gelas-gelas yang berisi penuh dengan berbagai jenis minuman lezat diletakkan di hadapan mereka, dise-diakan untuk mereka, dan tunduk di bawah kehendak serta pilihan mereka. Anak-anak kecil yang kekal mengelilingi mereka. ﴾ وَنَمَارِقُ مَصۡفُوفَةٞ ﴿ "Dan bantal-bantal sandaran yang tersusun," yakni bantal-bantal yang terbuat dari sutra tebal dan sutra tipis serta dari bahan lain yang hanya diketahui oleh Allah سبحانه وتعالى. Bantal-bantal itu disusun untuk diduduki dan dijadikan sandaran. Para penghuni surga tidak perlu meletakkan dan menatanya. ﴾ وَزَرَابِيُّ مَبۡثُوثَةٌ ﴿ "Dan permadani-per-madani yang terhampar," زَرَابِيُّ adalah permadani indah yang terham-par. Yaitu, permadani-permadani itu memenuhi tempat duduk mereka dari segala penjuru.

Al-Gasyiyah 88:11

"Sudah datangkah kepadamu (tentang) Hari Pembalasan? Banyak muka pada hari itu tunduk terhina. Bekerja keras lagi kepayahan. Memasuki api yang sangat panas (neraka). Diberi minum dengan air dari sumber yang sangat panas. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar. Banyak muka pada hari itu berseri-seri. Merasa senang karena usahanya. Dalam surga yang tinggi. Tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna. Di dalamnya ada mata air yang mengalir. Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan, dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya), dan bantal-bantal sandaran yang tersusun, dan permadani-permadani yang terhampar." (Al-Ghasyiah: 1-16). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kondisi-kondisi pada Hari Kiamat serta berbagai huru-hara dahsyat yang akan terjadi pada hari itu. Huru-hara itu akan mengitari seluruh manusia dengan berbagai kedahsyatannya. Manusia diberi balasan atas amal perbuatan mereka dan mereka terbagi menjadi dua golongan; satu golongan berada di surga dan golongan lain berada di neraka. Allah سبحانه وتعالى mem-beritahukan sifat masing-masing kedua golongan tersebut. (2-7) Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang sifat penghuni neraka, ﴾ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ ﴿ "Banyak muka pada hari itu," yakni pada Hari Kiamat, ﴾ خَٰشِعَةٌ ﴿ "tunduk terhina," yakni karena terhina, tercela, dan nista. ﴾ عَامِلَةٞ نَّاصِبَةٞ ﴿ "Bekerja keras lagi kepayahan," yakni lelah dalam siksaan, dan diseret di atas wajahnya, ﴾ وَتَغۡشَىٰ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ 50 ﴿ "Dan muka mereka ditutup oleh api neraka." (Ibrahim: 50). Kemungkinan lain maksud Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ خَٰشِعَةٌ 2 عَامِلَةٞ نَّاصِبَةٞ 3 ﴿ "Banyak muka pada hari itu tunduk terhina. Bekerja keras lagi kepayahan," adalah di dunia, karena mereka adalah ahli ibadah dan amal ketika berada di dunia, tapi karena syaratnya tidak dipe-nuhi, yaitu iman, maka ibadah dan amalan tersebut menjadi debu yang beterbangan (sia-sia). Meski kemungkinan maksud tersebut benar dari segi makna tapi tidak ditunjukkan oleh konteks ayat. Yang benar dan pasti adalah makna pertama karena teks tersebut dibatasi dengan kata keterangan waktu, yaitu Hari Kiamat, karena maksud dari ayat tersebut adalah penjelasan tentang penghuni neraka secara umum dan karena konteks ayat menjelaskan kondisi manusia pada saat diliputi oleh Hari Kiamat sehingga tidak mencakup kondisi mereka ketika berada di dunia. Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ تَصۡلَىٰ نَارًا حَامِيَةٗ ﴿ "Memasuki api yang sangat panas (neraka)," yaitu amat panas dan meliputi mereka dari segala penjuru. ﴾ تُسۡقَىٰ مِنۡ عَيۡنٍ ءَانِيَةٖ ﴿ "Diberi minum dengan air dari sumber yang sangat panas," yakni benar-benar panas. ﴾ وَإِن يَسۡتَغِيثُواْ يُغَاثُواْ بِمَآءٖ كَٱلۡمُهۡلِ يَشۡوِي ٱلۡوُجُوهَۚ ﴿ "Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka." (Al-Kahfi: 29). Itulah minuman mereka. Dan makanan mereka,﴾ لَّيۡسَ لَهُمۡ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِيعٖ 6 لَّا يُسۡمِنُ وَلَا يُغۡنِي مِن جُوعٖ 7 ﴿ "mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar." Hal itu karena tujuan makan adalah satu dari dua hal berikut; menghilangkan lapar dan rasa sakitnya lapar atau menggemukkan badan. Sedangkan makanan neraka tersebut sama sekali tidak memiliki kedua tujuan itu. Lebih dari itu, makanan ini amat sangat pahit, berbau busuk dan menjijikkan. Kita memohon semoga Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan keselamatan bagi kita. (8-16) Sedangkan ahli kebajikan, wajah-wajah mereka pada Hari Kiamat, ﴾ نَّاعِمَةٞ ﴿ "berseri-seri," yakni karena indahnya kenikmat-an yang mereka dapatkan, maka raga mereka berseri dan wajah-wajah mereka berbinar dan amat bergembira ﴾ لِّسَعۡيِهَا ﴿ "karena usaha-nya," yang dilakukan di dunia berupa amal baik dan kebajikan terhadap hamba-hamba Allah سبحانه وتعالى, ﴾ رَاضِيَةٞ ﴿ "Ia merasa senang," karena mendapatkan pahalanya yang disimpan ternyata berlipat ganda, sehingga terpujilah kesudahan amalnya dan tercapailah segala sesuatu yang diharapkan. Hal itu karena balasan amal baiknya berada ﴾ فِي جَنَّةٍ ﴿ "dalam surga," yang mencakup berbagai macam kenikmatan secara keseluruhan, ﴾ عَالِيَةٖ ﴿ "yang tinggi," tempat dan kedudukannya. Kedudukannya berada di tingkatan paling atas dan tempatnya adalah kediaman-kediaman tinggi yang memiliki berbagai kamar. Di atas kamar terdapat kamar lain, dari kamar itu terlihat kemuliaan yang disediakan oleh Allah سبحانه وتعالى untuk mereka. (Dalam ayat lain), ﴾ قُطُوفُهَا دَانِيَةٞ 23 ﴿ "Buah-buahannya dekat." (Al-Haqqah: 23), yakni banyak buah-buahan lezat yang mengeluarkan buah-buahan indah dan mudah dipetik sekira penghuni surga bisa memetiknya dalam berbagai kondisi mereka. Tidak perlu memanjat dan buahnya pun tidak sulit dipetik. ﴾ لَّا تَسۡمَعُ فِيهَا ﴿ "Tidak kamu dengar di dalamnya," yakni, di dalam surga, ﴾ لَٰغِيَةٗ ﴿ "perkataan yang tidak berguna," yakni kata-kata tidak bermanfaat dan batil, apalagi kata-kata yang diharamkan. Perkataan para penghuni surga adalah kata-kata indah dan berguna yang mencakup dzikir mengingat Allah سبحانه وتعالى, menyebut nikmat Allah سبحانه وتعالى yang amat banyak. Menggunakan etika baik di antara sesama penghuni surga yang menggembirakan hati dan melapangkan dada. ﴾ فِيهَا عَيۡنٞ جَارِيَةٞ ﴿ "Di dalamnya ada mata air yang mengalir." Ini ada-lah isim jenis (kata umum). Yaitu di dalam surga terdapat berbagai mata air yang dipancarkan oleh penghuni surga dan mereka guna-kan sebagaimana yang mereka kehendaki dan dialirkan kemana pun yang mereka inginkan. ﴾ فِيهَا سُرُرٞ مَّرۡفُوعَةٞ ﴿ "Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan." اَلسُّرُرُ adalah bentuk jamak dari kata اَلسَّرِيْرُ yaitu tempat-tempat duduk yang tinggi dari segi dzatnya dengan berba-gai permadani halus dan lembut. ﴾ وَأَكۡوَابٞ مَّوۡضُوعَةٞ ﴿ "Dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya)," yakni gelas-gelas yang berisi penuh dengan berbagai jenis minuman lezat diletakkan di hadapan mereka, dise-diakan untuk mereka, dan tunduk di bawah kehendak serta pilihan mereka. Anak-anak kecil yang kekal mengelilingi mereka. ﴾ وَنَمَارِقُ مَصۡفُوفَةٞ ﴿ "Dan bantal-bantal sandaran yang tersusun," yakni bantal-bantal yang terbuat dari sutra tebal dan sutra tipis serta dari bahan lain yang hanya diketahui oleh Allah سبحانه وتعالى. Bantal-bantal itu disusun untuk diduduki dan dijadikan sandaran. Para penghuni surga tidak perlu meletakkan dan menatanya. ﴾ وَزَرَابِيُّ مَبۡثُوثَةٌ ﴿ "Dan permadani-per-madani yang terhampar," زَرَابِيُّ adalah permadani indah yang terham-par. Yaitu, permadani-permadani itu memenuhi tempat duduk mereka dari segala penjuru.

Al-Gasyiyah 88:12

"Sudah datangkah kepadamu (tentang) Hari Pembalasan? Banyak muka pada hari itu tunduk terhina. Bekerja keras lagi kepayahan. Memasuki api yang sangat panas (neraka). Diberi minum dengan air dari sumber yang sangat panas. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar. Banyak muka pada hari itu berseri-seri. Merasa senang karena usahanya. Dalam surga yang tinggi. Tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna. Di dalamnya ada mata air yang mengalir. Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan, dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya), dan bantal-bantal sandaran yang tersusun, dan permadani-permadani yang terhampar." (Al-Ghasyiah: 1-16). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kondisi-kondisi pada Hari Kiamat serta berbagai huru-hara dahsyat yang akan terjadi pada hari itu. Huru-hara itu akan mengitari seluruh manusia dengan berbagai kedahsyatannya. Manusia diberi balasan atas amal perbuatan mereka dan mereka terbagi menjadi dua golongan; satu golongan berada di surga dan golongan lain berada di neraka. Allah سبحانه وتعالى mem-beritahukan sifat masing-masing kedua golongan tersebut. (2-7) Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang sifat penghuni neraka, ﴾ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ ﴿ "Banyak muka pada hari itu," yakni pada Hari Kiamat, ﴾ خَٰشِعَةٌ ﴿ "tunduk terhina," yakni karena terhina, tercela, dan nista. ﴾ عَامِلَةٞ نَّاصِبَةٞ ﴿ "Bekerja keras lagi kepayahan," yakni lelah dalam siksaan, dan diseret di atas wajahnya, ﴾ وَتَغۡشَىٰ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ 50 ﴿ "Dan muka mereka ditutup oleh api neraka." (Ibrahim: 50). Kemungkinan lain maksud Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ خَٰشِعَةٌ 2 عَامِلَةٞ نَّاصِبَةٞ 3 ﴿ "Banyak muka pada hari itu tunduk terhina. Bekerja keras lagi kepayahan," adalah di dunia, karena mereka adalah ahli ibadah dan amal ketika berada di dunia, tapi karena syaratnya tidak dipe-nuhi, yaitu iman, maka ibadah dan amalan tersebut menjadi debu yang beterbangan (sia-sia). Meski kemungkinan maksud tersebut benar dari segi makna tapi tidak ditunjukkan oleh konteks ayat. Yang benar dan pasti adalah makna pertama karena teks tersebut dibatasi dengan kata keterangan waktu, yaitu Hari Kiamat, karena maksud dari ayat tersebut adalah penjelasan tentang penghuni neraka secara umum dan karena konteks ayat menjelaskan kondisi manusia pada saat diliputi oleh Hari Kiamat sehingga tidak mencakup kondisi mereka ketika berada di dunia. Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ تَصۡلَىٰ نَارًا حَامِيَةٗ ﴿ "Memasuki api yang sangat panas (neraka)," yaitu amat panas dan meliputi mereka dari segala penjuru. ﴾ تُسۡقَىٰ مِنۡ عَيۡنٍ ءَانِيَةٖ ﴿ "Diberi minum dengan air dari sumber yang sangat panas," yakni benar-benar panas. ﴾ وَإِن يَسۡتَغِيثُواْ يُغَاثُواْ بِمَآءٖ كَٱلۡمُهۡلِ يَشۡوِي ٱلۡوُجُوهَۚ ﴿ "Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka." (Al-Kahfi: 29). Itulah minuman mereka. Dan makanan mereka,﴾ لَّيۡسَ لَهُمۡ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِيعٖ 6 لَّا يُسۡمِنُ وَلَا يُغۡنِي مِن جُوعٖ 7 ﴿ "mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar." Hal itu karena tujuan makan adalah satu dari dua hal berikut; menghilangkan lapar dan rasa sakitnya lapar atau menggemukkan badan. Sedangkan makanan neraka tersebut sama sekali tidak memiliki kedua tujuan itu. Lebih dari itu, makanan ini amat sangat pahit, berbau busuk dan menjijikkan. Kita memohon semoga Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan keselamatan bagi kita. (8-16) Sedangkan ahli kebajikan, wajah-wajah mereka pada Hari Kiamat, ﴾ نَّاعِمَةٞ ﴿ "berseri-seri," yakni karena indahnya kenikmat-an yang mereka dapatkan, maka raga mereka berseri dan wajah-wajah mereka berbinar dan amat bergembira ﴾ لِّسَعۡيِهَا ﴿ "karena usaha-nya," yang dilakukan di dunia berupa amal baik dan kebajikan terhadap hamba-hamba Allah سبحانه وتعالى, ﴾ رَاضِيَةٞ ﴿ "Ia merasa senang," karena mendapatkan pahalanya yang disimpan ternyata berlipat ganda, sehingga terpujilah kesudahan amalnya dan tercapailah segala sesuatu yang diharapkan. Hal itu karena balasan amal baiknya berada ﴾ فِي جَنَّةٍ ﴿ "dalam surga," yang mencakup berbagai macam kenikmatan secara keseluruhan, ﴾ عَالِيَةٖ ﴿ "yang tinggi," tempat dan kedudukannya. Kedudukannya berada di tingkatan paling atas dan tempatnya adalah kediaman-kediaman tinggi yang memiliki berbagai kamar. Di atas kamar terdapat kamar lain, dari kamar itu terlihat kemuliaan yang disediakan oleh Allah سبحانه وتعالى untuk mereka. (Dalam ayat lain), ﴾ قُطُوفُهَا دَانِيَةٞ 23 ﴿ "Buah-buahannya dekat." (Al-Haqqah: 23), yakni banyak buah-buahan lezat yang mengeluarkan buah-buahan indah dan mudah dipetik sekira penghuni surga bisa memetiknya dalam berbagai kondisi mereka. Tidak perlu memanjat dan buahnya pun tidak sulit dipetik. ﴾ لَّا تَسۡمَعُ فِيهَا ﴿ "Tidak kamu dengar di dalamnya," yakni, di dalam surga, ﴾ لَٰغِيَةٗ ﴿ "perkataan yang tidak berguna," yakni kata-kata tidak bermanfaat dan batil, apalagi kata-kata yang diharamkan. Perkataan para penghuni surga adalah kata-kata indah dan berguna yang mencakup dzikir mengingat Allah سبحانه وتعالى, menyebut nikmat Allah سبحانه وتعالى yang amat banyak. Menggunakan etika baik di antara sesama penghuni surga yang menggembirakan hati dan melapangkan dada. ﴾ فِيهَا عَيۡنٞ جَارِيَةٞ ﴿ "Di dalamnya ada mata air yang mengalir." Ini ada-lah isim jenis (kata umum). Yaitu di dalam surga terdapat berbagai mata air yang dipancarkan oleh penghuni surga dan mereka guna-kan sebagaimana yang mereka kehendaki dan dialirkan kemana pun yang mereka inginkan. ﴾ فِيهَا سُرُرٞ مَّرۡفُوعَةٞ ﴿ "Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan." اَلسُّرُرُ adalah bentuk jamak dari kata اَلسَّرِيْرُ yaitu tempat-tempat duduk yang tinggi dari segi dzatnya dengan berba-gai permadani halus dan lembut. ﴾ وَأَكۡوَابٞ مَّوۡضُوعَةٞ ﴿ "Dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya)," yakni gelas-gelas yang berisi penuh dengan berbagai jenis minuman lezat diletakkan di hadapan mereka, dise-diakan untuk mereka, dan tunduk di bawah kehendak serta pilihan mereka. Anak-anak kecil yang kekal mengelilingi mereka. ﴾ وَنَمَارِقُ مَصۡفُوفَةٞ ﴿ "Dan bantal-bantal sandaran yang tersusun," yakni bantal-bantal yang terbuat dari sutra tebal dan sutra tipis serta dari bahan lain yang hanya diketahui oleh Allah سبحانه وتعالى. Bantal-bantal itu disusun untuk diduduki dan dijadikan sandaran. Para penghuni surga tidak perlu meletakkan dan menatanya. ﴾ وَزَرَابِيُّ مَبۡثُوثَةٌ ﴿ "Dan permadani-per-madani yang terhampar," زَرَابِيُّ adalah permadani indah yang terham-par. Yaitu, permadani-permadani itu memenuhi tempat duduk mereka dari segala penjuru.

Al-Gasyiyah 88:13

"Sudah datangkah kepadamu (tentang) Hari Pembalasan? Banyak muka pada hari itu tunduk terhina. Bekerja keras lagi kepayahan. Memasuki api yang sangat panas (neraka). Diberi minum dengan air dari sumber yang sangat panas. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar. Banyak muka pada hari itu berseri-seri. Merasa senang karena usahanya. Dalam surga yang tinggi. Tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna. Di dalamnya ada mata air yang mengalir. Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan, dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya), dan bantal-bantal sandaran yang tersusun, dan permadani-permadani yang terhampar." (Al-Ghasyiah: 1-16). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kondisi-kondisi pada Hari Kiamat serta berbagai huru-hara dahsyat yang akan terjadi pada hari itu. Huru-hara itu akan mengitari seluruh manusia dengan berbagai kedahsyatannya. Manusia diberi balasan atas amal perbuatan mereka dan mereka terbagi menjadi dua golongan; satu golongan berada di surga dan golongan lain berada di neraka. Allah سبحانه وتعالى mem-beritahukan sifat masing-masing kedua golongan tersebut. (2-7) Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang sifat penghuni neraka, ﴾ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ ﴿ "Banyak muka pada hari itu," yakni pada Hari Kiamat, ﴾ خَٰشِعَةٌ ﴿ "tunduk terhina," yakni karena terhina, tercela, dan nista. ﴾ عَامِلَةٞ نَّاصِبَةٞ ﴿ "Bekerja keras lagi kepayahan," yakni lelah dalam siksaan, dan diseret di atas wajahnya, ﴾ وَتَغۡشَىٰ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ 50 ﴿ "Dan muka mereka ditutup oleh api neraka." (Ibrahim: 50). Kemungkinan lain maksud Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ خَٰشِعَةٌ 2 عَامِلَةٞ نَّاصِبَةٞ 3 ﴿ "Banyak muka pada hari itu tunduk terhina. Bekerja keras lagi kepayahan," adalah di dunia, karena mereka adalah ahli ibadah dan amal ketika berada di dunia, tapi karena syaratnya tidak dipe-nuhi, yaitu iman, maka ibadah dan amalan tersebut menjadi debu yang beterbangan (sia-sia). Meski kemungkinan maksud tersebut benar dari segi makna tapi tidak ditunjukkan oleh konteks ayat. Yang benar dan pasti adalah makna pertama karena teks tersebut dibatasi dengan kata keterangan waktu, yaitu Hari Kiamat, karena maksud dari ayat tersebut adalah penjelasan tentang penghuni neraka secara umum dan karena konteks ayat menjelaskan kondisi manusia pada saat diliputi oleh Hari Kiamat sehingga tidak mencakup kondisi mereka ketika berada di dunia. Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ تَصۡلَىٰ نَارًا حَامِيَةٗ ﴿ "Memasuki api yang sangat panas (neraka)," yaitu amat panas dan meliputi mereka dari segala penjuru. ﴾ تُسۡقَىٰ مِنۡ عَيۡنٍ ءَانِيَةٖ ﴿ "Diberi minum dengan air dari sumber yang sangat panas," yakni benar-benar panas. ﴾ وَإِن يَسۡتَغِيثُواْ يُغَاثُواْ بِمَآءٖ كَٱلۡمُهۡلِ يَشۡوِي ٱلۡوُجُوهَۚ ﴿ "Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka." (Al-Kahfi: 29). Itulah minuman mereka. Dan makanan mereka,﴾ لَّيۡسَ لَهُمۡ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِيعٖ 6 لَّا يُسۡمِنُ وَلَا يُغۡنِي مِن جُوعٖ 7 ﴿ "mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar." Hal itu karena tujuan makan adalah satu dari dua hal berikut; menghilangkan lapar dan rasa sakitnya lapar atau menggemukkan badan. Sedangkan makanan neraka tersebut sama sekali tidak memiliki kedua tujuan itu. Lebih dari itu, makanan ini amat sangat pahit, berbau busuk dan menjijikkan. Kita memohon semoga Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan keselamatan bagi kita. (8-16) Sedangkan ahli kebajikan, wajah-wajah mereka pada Hari Kiamat, ﴾ نَّاعِمَةٞ ﴿ "berseri-seri," yakni karena indahnya kenikmat-an yang mereka dapatkan, maka raga mereka berseri dan wajah-wajah mereka berbinar dan amat bergembira ﴾ لِّسَعۡيِهَا ﴿ "karena usaha-nya," yang dilakukan di dunia berupa amal baik dan kebajikan terhadap hamba-hamba Allah سبحانه وتعالى, ﴾ رَاضِيَةٞ ﴿ "Ia merasa senang," karena mendapatkan pahalanya yang disimpan ternyata berlipat ganda, sehingga terpujilah kesudahan amalnya dan tercapailah segala sesuatu yang diharapkan. Hal itu karena balasan amal baiknya berada ﴾ فِي جَنَّةٍ ﴿ "dalam surga," yang mencakup berbagai macam kenikmatan secara keseluruhan, ﴾ عَالِيَةٖ ﴿ "yang tinggi," tempat dan kedudukannya. Kedudukannya berada di tingkatan paling atas dan tempatnya adalah kediaman-kediaman tinggi yang memiliki berbagai kamar. Di atas kamar terdapat kamar lain, dari kamar itu terlihat kemuliaan yang disediakan oleh Allah سبحانه وتعالى untuk mereka. (Dalam ayat lain), ﴾ قُطُوفُهَا دَانِيَةٞ 23 ﴿ "Buah-buahannya dekat." (Al-Haqqah: 23), yakni banyak buah-buahan lezat yang mengeluarkan buah-buahan indah dan mudah dipetik sekira penghuni surga bisa memetiknya dalam berbagai kondisi mereka. Tidak perlu memanjat dan buahnya pun tidak sulit dipetik. ﴾ لَّا تَسۡمَعُ فِيهَا ﴿ "Tidak kamu dengar di dalamnya," yakni, di dalam surga, ﴾ لَٰغِيَةٗ ﴿ "perkataan yang tidak berguna," yakni kata-kata tidak bermanfaat dan batil, apalagi kata-kata yang diharamkan. Perkataan para penghuni surga adalah kata-kata indah dan berguna yang mencakup dzikir mengingat Allah سبحانه وتعالى, menyebut nikmat Allah سبحانه وتعالى yang amat banyak. Menggunakan etika baik di antara sesama penghuni surga yang menggembirakan hati dan melapangkan dada. ﴾ فِيهَا عَيۡنٞ جَارِيَةٞ ﴿ "Di dalamnya ada mata air yang mengalir." Ini ada-lah isim jenis (kata umum). Yaitu di dalam surga terdapat berbagai mata air yang dipancarkan oleh penghuni surga dan mereka guna-kan sebagaimana yang mereka kehendaki dan dialirkan kemana pun yang mereka inginkan. ﴾ فِيهَا سُرُرٞ مَّرۡفُوعَةٞ ﴿ "Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan." اَلسُّرُرُ adalah bentuk jamak dari kata اَلسَّرِيْرُ yaitu tempat-tempat duduk yang tinggi dari segi dzatnya dengan berba-gai permadani halus dan lembut. ﴾ وَأَكۡوَابٞ مَّوۡضُوعَةٞ ﴿ "Dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya)," yakni gelas-gelas yang berisi penuh dengan berbagai jenis minuman lezat diletakkan di hadapan mereka, dise-diakan untuk mereka, dan tunduk di bawah kehendak serta pilihan mereka. Anak-anak kecil yang kekal mengelilingi mereka. ﴾ وَنَمَارِقُ مَصۡفُوفَةٞ ﴿ "Dan bantal-bantal sandaran yang tersusun," yakni bantal-bantal yang terbuat dari sutra tebal dan sutra tipis serta dari bahan lain yang hanya diketahui oleh Allah سبحانه وتعالى. Bantal-bantal itu disusun untuk diduduki dan dijadikan sandaran. Para penghuni surga tidak perlu meletakkan dan menatanya. ﴾ وَزَرَابِيُّ مَبۡثُوثَةٌ ﴿ "Dan permadani-per-madani yang terhampar," زَرَابِيُّ adalah permadani indah yang terham-par. Yaitu, permadani-permadani itu memenuhi tempat duduk mereka dari segala penjuru.

Al-Gasyiyah 88:14

"Sudah datangkah kepadamu (tentang) Hari Pembalasan? Banyak muka pada hari itu tunduk terhina. Bekerja keras lagi kepayahan. Memasuki api yang sangat panas (neraka). Diberi minum dengan air dari sumber yang sangat panas. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar. Banyak muka pada hari itu berseri-seri. Merasa senang karena usahanya. Dalam surga yang tinggi. Tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna. Di dalamnya ada mata air yang mengalir. Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan, dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya), dan bantal-bantal sandaran yang tersusun, dan permadani-permadani yang terhampar." (Al-Ghasyiah: 1-16). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kondisi-kondisi pada Hari Kiamat serta berbagai huru-hara dahsyat yang akan terjadi pada hari itu. Huru-hara itu akan mengitari seluruh manusia dengan berbagai kedahsyatannya. Manusia diberi balasan atas amal perbuatan mereka dan mereka terbagi menjadi dua golongan; satu golongan berada di surga dan golongan lain berada di neraka. Allah سبحانه وتعالى mem-beritahukan sifat masing-masing kedua golongan tersebut. (2-7) Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang sifat penghuni neraka, ﴾ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ ﴿ "Banyak muka pada hari itu," yakni pada Hari Kiamat, ﴾ خَٰشِعَةٌ ﴿ "tunduk terhina," yakni karena terhina, tercela, dan nista. ﴾ عَامِلَةٞ نَّاصِبَةٞ ﴿ "Bekerja keras lagi kepayahan," yakni lelah dalam siksaan, dan diseret di atas wajahnya, ﴾ وَتَغۡشَىٰ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ 50 ﴿ "Dan muka mereka ditutup oleh api neraka." (Ibrahim: 50). Kemungkinan lain maksud Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ خَٰشِعَةٌ 2 عَامِلَةٞ نَّاصِبَةٞ 3 ﴿ "Banyak muka pada hari itu tunduk terhina. Bekerja keras lagi kepayahan," adalah di dunia, karena mereka adalah ahli ibadah dan amal ketika berada di dunia, tapi karena syaratnya tidak dipe-nuhi, yaitu iman, maka ibadah dan amalan tersebut menjadi debu yang beterbangan (sia-sia). Meski kemungkinan maksud tersebut benar dari segi makna tapi tidak ditunjukkan oleh konteks ayat. Yang benar dan pasti adalah makna pertama karena teks tersebut dibatasi dengan kata keterangan waktu, yaitu Hari Kiamat, karena maksud dari ayat tersebut adalah penjelasan tentang penghuni neraka secara umum dan karena konteks ayat menjelaskan kondisi manusia pada saat diliputi oleh Hari Kiamat sehingga tidak mencakup kondisi mereka ketika berada di dunia. Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ تَصۡلَىٰ نَارًا حَامِيَةٗ ﴿ "Memasuki api yang sangat panas (neraka)," yaitu amat panas dan meliputi mereka dari segala penjuru. ﴾ تُسۡقَىٰ مِنۡ عَيۡنٍ ءَانِيَةٖ ﴿ "Diberi minum dengan air dari sumber yang sangat panas," yakni benar-benar panas. ﴾ وَإِن يَسۡتَغِيثُواْ يُغَاثُواْ بِمَآءٖ كَٱلۡمُهۡلِ يَشۡوِي ٱلۡوُجُوهَۚ ﴿ "Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka." (Al-Kahfi: 29). Itulah minuman mereka. Dan makanan mereka,﴾ لَّيۡسَ لَهُمۡ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِيعٖ 6 لَّا يُسۡمِنُ وَلَا يُغۡنِي مِن جُوعٖ 7 ﴿ "mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar." Hal itu karena tujuan makan adalah satu dari dua hal berikut; menghilangkan lapar dan rasa sakitnya lapar atau menggemukkan badan. Sedangkan makanan neraka tersebut sama sekali tidak memiliki kedua tujuan itu. Lebih dari itu, makanan ini amat sangat pahit, berbau busuk dan menjijikkan. Kita memohon semoga Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan keselamatan bagi kita. (8-16) Sedangkan ahli kebajikan, wajah-wajah mereka pada Hari Kiamat, ﴾ نَّاعِمَةٞ ﴿ "berseri-seri," yakni karena indahnya kenikmat-an yang mereka dapatkan, maka raga mereka berseri dan wajah-wajah mereka berbinar dan amat bergembira ﴾ لِّسَعۡيِهَا ﴿ "karena usaha-nya," yang dilakukan di dunia berupa amal baik dan kebajikan terhadap hamba-hamba Allah سبحانه وتعالى, ﴾ رَاضِيَةٞ ﴿ "Ia merasa senang," karena mendapatkan pahalanya yang disimpan ternyata berlipat ganda, sehingga terpujilah kesudahan amalnya dan tercapailah segala sesuatu yang diharapkan. Hal itu karena balasan amal baiknya berada ﴾ فِي جَنَّةٍ ﴿ "dalam surga," yang mencakup berbagai macam kenikmatan secara keseluruhan, ﴾ عَالِيَةٖ ﴿ "yang tinggi," tempat dan kedudukannya. Kedudukannya berada di tingkatan paling atas dan tempatnya adalah kediaman-kediaman tinggi yang memiliki berbagai kamar. Di atas kamar terdapat kamar lain, dari kamar itu terlihat kemuliaan yang disediakan oleh Allah سبحانه وتعالى untuk mereka. (Dalam ayat lain), ﴾ قُطُوفُهَا دَانِيَةٞ 23 ﴿ "Buah-buahannya dekat." (Al-Haqqah: 23), yakni banyak buah-buahan lezat yang mengeluarkan buah-buahan indah dan mudah dipetik sekira penghuni surga bisa memetiknya dalam berbagai kondisi mereka. Tidak perlu memanjat dan buahnya pun tidak sulit dipetik. ﴾ لَّا تَسۡمَعُ فِيهَا ﴿ "Tidak kamu dengar di dalamnya," yakni, di dalam surga, ﴾ لَٰغِيَةٗ ﴿ "perkataan yang tidak berguna," yakni kata-kata tidak bermanfaat dan batil, apalagi kata-kata yang diharamkan. Perkataan para penghuni surga adalah kata-kata indah dan berguna yang mencakup dzikir mengingat Allah سبحانه وتعالى, menyebut nikmat Allah سبحانه وتعالى yang amat banyak. Menggunakan etika baik di antara sesama penghuni surga yang menggembirakan hati dan melapangkan dada. ﴾ فِيهَا عَيۡنٞ جَارِيَةٞ ﴿ "Di dalamnya ada mata air yang mengalir." Ini ada-lah isim jenis (kata umum). Yaitu di dalam surga terdapat berbagai mata air yang dipancarkan oleh penghuni surga dan mereka guna-kan sebagaimana yang mereka kehendaki dan dialirkan kemana pun yang mereka inginkan. ﴾ فِيهَا سُرُرٞ مَّرۡفُوعَةٞ ﴿ "Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan." اَلسُّرُرُ adalah bentuk jamak dari kata اَلسَّرِيْرُ yaitu tempat-tempat duduk yang tinggi dari segi dzatnya dengan berba-gai permadani halus dan lembut. ﴾ وَأَكۡوَابٞ مَّوۡضُوعَةٞ ﴿ "Dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya)," yakni gelas-gelas yang berisi penuh dengan berbagai jenis minuman lezat diletakkan di hadapan mereka, dise-diakan untuk mereka, dan tunduk di bawah kehendak serta pilihan mereka. Anak-anak kecil yang kekal mengelilingi mereka. ﴾ وَنَمَارِقُ مَصۡفُوفَةٞ ﴿ "Dan bantal-bantal sandaran yang tersusun," yakni bantal-bantal yang terbuat dari sutra tebal dan sutra tipis serta dari bahan lain yang hanya diketahui oleh Allah سبحانه وتعالى. Bantal-bantal itu disusun untuk diduduki dan dijadikan sandaran. Para penghuni surga tidak perlu meletakkan dan menatanya. ﴾ وَزَرَابِيُّ مَبۡثُوثَةٌ ﴿ "Dan permadani-per-madani yang terhampar," زَرَابِيُّ adalah permadani indah yang terham-par. Yaitu, permadani-permadani itu memenuhi tempat duduk mereka dari segala penjuru.

Al-Gasyiyah 88:15

"Sudah datangkah kepadamu (tentang) Hari Pembalasan? Banyak muka pada hari itu tunduk terhina. Bekerja keras lagi kepayahan. Memasuki api yang sangat panas (neraka). Diberi minum dengan air dari sumber yang sangat panas. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar. Banyak muka pada hari itu berseri-seri. Merasa senang karena usahanya. Dalam surga yang tinggi. Tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna. Di dalamnya ada mata air yang mengalir. Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan, dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya), dan bantal-bantal sandaran yang tersusun, dan permadani-permadani yang terhampar." (Al-Ghasyiah: 1-16). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kondisi-kondisi pada Hari Kiamat serta berbagai huru-hara dahsyat yang akan terjadi pada hari itu. Huru-hara itu akan mengitari seluruh manusia dengan berbagai kedahsyatannya. Manusia diberi balasan atas amal perbuatan mereka dan mereka terbagi menjadi dua golongan; satu golongan berada di surga dan golongan lain berada di neraka. Allah سبحانه وتعالى mem-beritahukan sifat masing-masing kedua golongan tersebut. (2-7) Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang sifat penghuni neraka, ﴾ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ ﴿ "Banyak muka pada hari itu," yakni pada Hari Kiamat, ﴾ خَٰشِعَةٌ ﴿ "tunduk terhina," yakni karena terhina, tercela, dan nista. ﴾ عَامِلَةٞ نَّاصِبَةٞ ﴿ "Bekerja keras lagi kepayahan," yakni lelah dalam siksaan, dan diseret di atas wajahnya, ﴾ وَتَغۡشَىٰ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ 50 ﴿ "Dan muka mereka ditutup oleh api neraka." (Ibrahim: 50). Kemungkinan lain maksud Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ خَٰشِعَةٌ 2 عَامِلَةٞ نَّاصِبَةٞ 3 ﴿ "Banyak muka pada hari itu tunduk terhina. Bekerja keras lagi kepayahan," adalah di dunia, karena mereka adalah ahli ibadah dan amal ketika berada di dunia, tapi karena syaratnya tidak dipe-nuhi, yaitu iman, maka ibadah dan amalan tersebut menjadi debu yang beterbangan (sia-sia). Meski kemungkinan maksud tersebut benar dari segi makna tapi tidak ditunjukkan oleh konteks ayat. Yang benar dan pasti adalah makna pertama karena teks tersebut dibatasi dengan kata keterangan waktu, yaitu Hari Kiamat, karena maksud dari ayat tersebut adalah penjelasan tentang penghuni neraka secara umum dan karena konteks ayat menjelaskan kondisi manusia pada saat diliputi oleh Hari Kiamat sehingga tidak mencakup kondisi mereka ketika berada di dunia. Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ تَصۡلَىٰ نَارًا حَامِيَةٗ ﴿ "Memasuki api yang sangat panas (neraka)," yaitu amat panas dan meliputi mereka dari segala penjuru. ﴾ تُسۡقَىٰ مِنۡ عَيۡنٍ ءَانِيَةٖ ﴿ "Diberi minum dengan air dari sumber yang sangat panas," yakni benar-benar panas. ﴾ وَإِن يَسۡتَغِيثُواْ يُغَاثُواْ بِمَآءٖ كَٱلۡمُهۡلِ يَشۡوِي ٱلۡوُجُوهَۚ ﴿ "Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka." (Al-Kahfi: 29). Itulah minuman mereka. Dan makanan mereka,﴾ لَّيۡسَ لَهُمۡ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِيعٖ 6 لَّا يُسۡمِنُ وَلَا يُغۡنِي مِن جُوعٖ 7 ﴿ "mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar." Hal itu karena tujuan makan adalah satu dari dua hal berikut; menghilangkan lapar dan rasa sakitnya lapar atau menggemukkan badan. Sedangkan makanan neraka tersebut sama sekali tidak memiliki kedua tujuan itu. Lebih dari itu, makanan ini amat sangat pahit, berbau busuk dan menjijikkan. Kita memohon semoga Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan keselamatan bagi kita. (8-16) Sedangkan ahli kebajikan, wajah-wajah mereka pada Hari Kiamat, ﴾ نَّاعِمَةٞ ﴿ "berseri-seri," yakni karena indahnya kenikmat-an yang mereka dapatkan, maka raga mereka berseri dan wajah-wajah mereka berbinar dan amat bergembira ﴾ لِّسَعۡيِهَا ﴿ "karena usaha-nya," yang dilakukan di dunia berupa amal baik dan kebajikan terhadap hamba-hamba Allah سبحانه وتعالى, ﴾ رَاضِيَةٞ ﴿ "Ia merasa senang," karena mendapatkan pahalanya yang disimpan ternyata berlipat ganda, sehingga terpujilah kesudahan amalnya dan tercapailah segala sesuatu yang diharapkan. Hal itu karena balasan amal baiknya berada ﴾ فِي جَنَّةٍ ﴿ "dalam surga," yang mencakup berbagai macam kenikmatan secara keseluruhan, ﴾ عَالِيَةٖ ﴿ "yang tinggi," tempat dan kedudukannya. Kedudukannya berada di tingkatan paling atas dan tempatnya adalah kediaman-kediaman tinggi yang memiliki berbagai kamar. Di atas kamar terdapat kamar lain, dari kamar itu terlihat kemuliaan yang disediakan oleh Allah سبحانه وتعالى untuk mereka. (Dalam ayat lain), ﴾ قُطُوفُهَا دَانِيَةٞ 23 ﴿ "Buah-buahannya dekat." (Al-Haqqah: 23), yakni banyak buah-buahan lezat yang mengeluarkan buah-buahan indah dan mudah dipetik sekira penghuni surga bisa memetiknya dalam berbagai kondisi mereka. Tidak perlu memanjat dan buahnya pun tidak sulit dipetik. ﴾ لَّا تَسۡمَعُ فِيهَا ﴿ "Tidak kamu dengar di dalamnya," yakni, di dalam surga, ﴾ لَٰغِيَةٗ ﴿ "perkataan yang tidak berguna," yakni kata-kata tidak bermanfaat dan batil, apalagi kata-kata yang diharamkan. Perkataan para penghuni surga adalah kata-kata indah dan berguna yang mencakup dzikir mengingat Allah سبحانه وتعالى, menyebut nikmat Allah سبحانه وتعالى yang amat banyak. Menggunakan etika baik di antara sesama penghuni surga yang menggembirakan hati dan melapangkan dada. ﴾ فِيهَا عَيۡنٞ جَارِيَةٞ ﴿ "Di dalamnya ada mata air yang mengalir." Ini ada-lah isim jenis (kata umum). Yaitu di dalam surga terdapat berbagai mata air yang dipancarkan oleh penghuni surga dan mereka guna-kan sebagaimana yang mereka kehendaki dan dialirkan kemana pun yang mereka inginkan. ﴾ فِيهَا سُرُرٞ مَّرۡفُوعَةٞ ﴿ "Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan." اَلسُّرُرُ adalah bentuk jamak dari kata اَلسَّرِيْرُ yaitu tempat-tempat duduk yang tinggi dari segi dzatnya dengan berba-gai permadani halus dan lembut. ﴾ وَأَكۡوَابٞ مَّوۡضُوعَةٞ ﴿ "Dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya)," yakni gelas-gelas yang berisi penuh dengan berbagai jenis minuman lezat diletakkan di hadapan mereka, dise-diakan untuk mereka, dan tunduk di bawah kehendak serta pilihan mereka. Anak-anak kecil yang kekal mengelilingi mereka. ﴾ وَنَمَارِقُ مَصۡفُوفَةٞ ﴿ "Dan bantal-bantal sandaran yang tersusun," yakni bantal-bantal yang terbuat dari sutra tebal dan sutra tipis serta dari bahan lain yang hanya diketahui oleh Allah سبحانه وتعالى. Bantal-bantal itu disusun untuk diduduki dan dijadikan sandaran. Para penghuni surga tidak perlu meletakkan dan menatanya. ﴾ وَزَرَابِيُّ مَبۡثُوثَةٌ ﴿ "Dan permadani-per-madani yang terhampar," زَرَابِيُّ adalah permadani indah yang terham-par. Yaitu, permadani-permadani itu memenuhi tempat duduk mereka dari segala penjuru.

Al-Gasyiyah 88:16

"Sudah datangkah kepadamu (tentang) Hari Pembalasan? Banyak muka pada hari itu tunduk terhina. Bekerja keras lagi kepayahan. Memasuki api yang sangat panas (neraka). Diberi minum dengan air dari sumber yang sangat panas. Mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar. Banyak muka pada hari itu berseri-seri. Merasa senang karena usahanya. Dalam surga yang tinggi. Tidak kamu dengar di dalamnya perkataan yang tidak berguna. Di dalamnya ada mata air yang mengalir. Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan, dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya), dan bantal-bantal sandaran yang tersusun, dan permadani-permadani yang terhampar." (Al-Ghasyiah: 1-16). Makkiyah "Dengan Menyebut Nama Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang." (1) Allah سبحانه وتعالى menyebutkan kondisi-kondisi pada Hari Kiamat serta berbagai huru-hara dahsyat yang akan terjadi pada hari itu. Huru-hara itu akan mengitari seluruh manusia dengan berbagai kedahsyatannya. Manusia diberi balasan atas amal perbuatan mereka dan mereka terbagi menjadi dua golongan; satu golongan berada di surga dan golongan lain berada di neraka. Allah سبحانه وتعالى mem-beritahukan sifat masing-masing kedua golongan tersebut. (2-7) Allah سبحانه وتعالى berfirman tentang sifat penghuni neraka, ﴾ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ ﴿ "Banyak muka pada hari itu," yakni pada Hari Kiamat, ﴾ خَٰشِعَةٌ ﴿ "tunduk terhina," yakni karena terhina, tercela, dan nista. ﴾ عَامِلَةٞ نَّاصِبَةٞ ﴿ "Bekerja keras lagi kepayahan," yakni lelah dalam siksaan, dan diseret di atas wajahnya, ﴾ وَتَغۡشَىٰ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ 50 ﴿ "Dan muka mereka ditutup oleh api neraka." (Ibrahim: 50). Kemungkinan lain maksud Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وُجُوهٞ يَوۡمَئِذٍ خَٰشِعَةٌ 2 عَامِلَةٞ نَّاصِبَةٞ 3 ﴿ "Banyak muka pada hari itu tunduk terhina. Bekerja keras lagi kepayahan," adalah di dunia, karena mereka adalah ahli ibadah dan amal ketika berada di dunia, tapi karena syaratnya tidak dipe-nuhi, yaitu iman, maka ibadah dan amalan tersebut menjadi debu yang beterbangan (sia-sia). Meski kemungkinan maksud tersebut benar dari segi makna tapi tidak ditunjukkan oleh konteks ayat. Yang benar dan pasti adalah makna pertama karena teks tersebut dibatasi dengan kata keterangan waktu, yaitu Hari Kiamat, karena maksud dari ayat tersebut adalah penjelasan tentang penghuni neraka secara umum dan karena konteks ayat menjelaskan kondisi manusia pada saat diliputi oleh Hari Kiamat sehingga tidak mencakup kondisi mereka ketika berada di dunia. Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ تَصۡلَىٰ نَارًا حَامِيَةٗ ﴿ "Memasuki api yang sangat panas (neraka)," yaitu amat panas dan meliputi mereka dari segala penjuru. ﴾ تُسۡقَىٰ مِنۡ عَيۡنٍ ءَانِيَةٖ ﴿ "Diberi minum dengan air dari sumber yang sangat panas," yakni benar-benar panas. ﴾ وَإِن يَسۡتَغِيثُواْ يُغَاثُواْ بِمَآءٖ كَٱلۡمُهۡلِ يَشۡوِي ٱلۡوُجُوهَۚ ﴿ "Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka." (Al-Kahfi: 29). Itulah minuman mereka. Dan makanan mereka,﴾ لَّيۡسَ لَهُمۡ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِيعٖ 6 لَّا يُسۡمِنُ وَلَا يُغۡنِي مِن جُوعٖ 7 ﴿ "mereka tiada memperoleh makanan selain dari pohon yang berduri, yang tidak menggemukkan dan tidak pula menghilangkan lapar." Hal itu karena tujuan makan adalah satu dari dua hal berikut; menghilangkan lapar dan rasa sakitnya lapar atau menggemukkan badan. Sedangkan makanan neraka tersebut sama sekali tidak memiliki kedua tujuan itu. Lebih dari itu, makanan ini amat sangat pahit, berbau busuk dan menjijikkan. Kita memohon semoga Allah سبحانه وتعالى menganugerahkan keselamatan bagi kita. (8-16) Sedangkan ahli kebajikan, wajah-wajah mereka pada Hari Kiamat, ﴾ نَّاعِمَةٞ ﴿ "berseri-seri," yakni karena indahnya kenikmat-an yang mereka dapatkan, maka raga mereka berseri dan wajah-wajah mereka berbinar dan amat bergembira ﴾ لِّسَعۡيِهَا ﴿ "karena usaha-nya," yang dilakukan di dunia berupa amal baik dan kebajikan terhadap hamba-hamba Allah سبحانه وتعالى, ﴾ رَاضِيَةٞ ﴿ "Ia merasa senang," karena mendapatkan pahalanya yang disimpan ternyata berlipat ganda, sehingga terpujilah kesudahan amalnya dan tercapailah segala sesuatu yang diharapkan. Hal itu karena balasan amal baiknya berada ﴾ فِي جَنَّةٍ ﴿ "dalam surga," yang mencakup berbagai macam kenikmatan secara keseluruhan, ﴾ عَالِيَةٖ ﴿ "yang tinggi," tempat dan kedudukannya. Kedudukannya berada di tingkatan paling atas dan tempatnya adalah kediaman-kediaman tinggi yang memiliki berbagai kamar. Di atas kamar terdapat kamar lain, dari kamar itu terlihat kemuliaan yang disediakan oleh Allah سبحانه وتعالى untuk mereka. (Dalam ayat lain), ﴾ قُطُوفُهَا دَانِيَةٞ 23 ﴿ "Buah-buahannya dekat." (Al-Haqqah: 23), yakni banyak buah-buahan lezat yang mengeluarkan buah-buahan indah dan mudah dipetik sekira penghuni surga bisa memetiknya dalam berbagai kondisi mereka. Tidak perlu memanjat dan buahnya pun tidak sulit dipetik. ﴾ لَّا تَسۡمَعُ فِيهَا ﴿ "Tidak kamu dengar di dalamnya," yakni, di dalam surga, ﴾ لَٰغِيَةٗ ﴿ "perkataan yang tidak berguna," yakni kata-kata tidak bermanfaat dan batil, apalagi kata-kata yang diharamkan. Perkataan para penghuni surga adalah kata-kata indah dan berguna yang mencakup dzikir mengingat Allah سبحانه وتعالى, menyebut nikmat Allah سبحانه وتعالى yang amat banyak. Menggunakan etika baik di antara sesama penghuni surga yang menggembirakan hati dan melapangkan dada. ﴾ فِيهَا عَيۡنٞ جَارِيَةٞ ﴿ "Di dalamnya ada mata air yang mengalir." Ini ada-lah isim jenis (kata umum). Yaitu di dalam surga terdapat berbagai mata air yang dipancarkan oleh penghuni surga dan mereka guna-kan sebagaimana yang mereka kehendaki dan dialirkan kemana pun yang mereka inginkan. ﴾ فِيهَا سُرُرٞ مَّرۡفُوعَةٞ ﴿ "Di dalamnya ada tahta-tahta yang ditinggikan." اَلسُّرُرُ adalah bentuk jamak dari kata اَلسَّرِيْرُ yaitu tempat-tempat duduk yang tinggi dari segi dzatnya dengan berba-gai permadani halus dan lembut. ﴾ وَأَكۡوَابٞ مَّوۡضُوعَةٞ ﴿ "Dan gelas-gelas yang terletak (di dekatnya)," yakni gelas-gelas yang berisi penuh dengan berbagai jenis minuman lezat diletakkan di hadapan mereka, dise-diakan untuk mereka, dan tunduk di bawah kehendak serta pilihan mereka. Anak-anak kecil yang kekal mengelilingi mereka. ﴾ وَنَمَارِقُ مَصۡفُوفَةٞ ﴿ "Dan bantal-bantal sandaran yang tersusun," yakni bantal-bantal yang terbuat dari sutra tebal dan sutra tipis serta dari bahan lain yang hanya diketahui oleh Allah سبحانه وتعالى. Bantal-bantal itu disusun untuk diduduki dan dijadikan sandaran. Para penghuni surga tidak perlu meletakkan dan menatanya. ﴾ وَزَرَابِيُّ مَبۡثُوثَةٌ ﴿ "Dan permadani-per-madani yang terhampar," زَرَابِيُّ adalah permadani indah yang terham-par. Yaitu, permadani-permadani itu memenuhi tempat duduk mereka dari segala penjuru.

Al-Gasyiyah 88:17

"Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagai-mana dia diciptakan. Dan langit, bagaimana ia ditinggikan. Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan. Dan bumi bagaimana ia dihamparkan. Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu adalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mererka, tetapi orang yang berpaling dan kafir, maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar. Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka, kemudian se-sungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka." (Al-Ghasyiah: 17-26). (17-20) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberi dorongan pada orang-orang yang tidak percaya pada Rasulullah a dan untuk orang lain agar merenungkan makhluk-makhluk Allah سبحانه وتعالى yang me-nunjukkan atas keesaanNya, ﴾ أَفَلَا يَنظُرُونَ إِلَى ٱلۡإِبِلِ كَيۡفَ خُلِقَتۡ ﴿ "Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan," artinya, apakah mereka tidak memperhatikan penciptaannya yang sempurna dan bagaimanakah Allah سبحانه وتعالى menundukkannya untuk manusia un-tuk berbagai kepentingan yang mereka perlukan.[141] ﴾ وَإِلَى ٱلۡجِبَالِ كَيۡفَ نُصِبَتۡ ﴿ "Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan," dengan bentuk yang begitu indah yang dengannya bumi bisa tenang dan kokoh tidak berguncang. Di dalamnya Allah سبحانه وتعالى menyimpan begitu banyak manfaat. ﴾ وَإِلَى ٱلۡأَرۡضِ كَيۡفَ سُطِحَتۡ ﴿ "Dan bumi bagaimana ia dihamparkan," yaitu dibentangkan secara luas agar manusia merasa tenang berada di atasnya dan bisa mengolahnya untuk bercocok tanam, membuat bangunan dan menempuh jalan-jalan di atasnya. Perlu diketahui, hamparan bumi tidak menafikan wujudnya yang bulat yang dilingkupi oleh berbagai bintang dari berbagai sisinya sebagaimana ditunjukkan oleh dalil akal, indera dan kesak-sian dan sebagaimana diketahui oleh banyak orang, khususnya di masa sekarang di mana banyak orang mencapai berbagai penjuru jauh dengan alat-alat yang dikaruniakan Allah سبحانه وتعالى pada mereka yang bisa mendekatkan jarak yang jauh. Bentuk hamparan hanya menafikan bulatan sesuatu yang kecil, yang seandainya dibentang-kan tidak lagi berbentuk bulat. Lain halnya dengan bentuk bumi yang amat besar dan luas. Sehingga bentuk bumi ini adalah bulat terhampar. Kedua hal tersebut tidak saling menafikan satu sama lain sebagaimana hal itu diketahui oleh para ahlinya. (21-22) ﴾ فَذَكِّرۡ إِنَّمَآ أَنتَ مُذَكِّرٞ ﴿ "Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu adalah orang yang memberi peringatan," artinya, ingatkan manusia, beri mereka nasihat, sampaikan ancaman dan berita gembira pada mereka, karena engkau diutus untuk menyeru manusia menuju Allah سبحانه وتعالى dan memberi peringatan pada mereka. Engkau tidak diutus untuk berkuasa atas mereka dan mewakili amal perbuatan mereka. Bila engkau telah menunaikan kewa-jibanmu, tidak ada celaan bagimu setelah itu. Ini semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَمَآ أَنتَ عَلَيۡهِم بِجَبَّارٖۖ فَذَكِّرۡ بِٱلۡقُرۡءَانِ مَن يَخَافُ وَعِيدِ 45 ﴿ "Dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka berilah peringatan dengan al-Qur`an orang yang takut kepada ancamanKu." (Qaf: 45). (23-24) Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِلَّا مَن تَوَلَّىٰ وَكَفَرَ ﴿ "Tetapi orang yang berpaling dan kafir," yaitu, tetapi orang yang berpaling dari ketaatan dan kufur terhadap Allah سبحانه وتعالى, ﴾ فَيُعَذِّبُهُ ٱللَّهُ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَكۡبَرَ ﴿ "maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar," yakni yang amat sangat dahsyat dan terus-menerus. (25-26) ﴾ إِنَّ إِلَيۡنَآ إِيَابَهُمۡ ﴿ "Sesungguhnya kepada Kami-lah mereka kembali," yakni kembali dan berkumpulnya manusia pada Hari Kiamat. ﴾ ثُمَّ إِنَّ عَلَيۡنَا حِسَابَهُم ﴿ "Kemudian sesungguhnya kewajiban Kamilah menghisab mereka," atas kebaikan dan keburukan yang mereka laku-kan. Segala puji bagi Allah سبحانه وتعالى semata, Rabb semesta alam.

Al-Gasyiyah 88:18

"Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagai-mana dia diciptakan. Dan langit, bagaimana ia ditinggikan. Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan. Dan bumi bagaimana ia dihamparkan. Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu adalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mererka, tetapi orang yang berpaling dan kafir, maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar. Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka, kemudian se-sungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka." (Al-Ghasyiah: 17-26). (17-20) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberi dorongan pada orang-orang yang tidak percaya pada Rasulullah a dan untuk orang lain agar merenungkan makhluk-makhluk Allah سبحانه وتعالى yang me-nunjukkan atas keesaanNya, ﴾ أَفَلَا يَنظُرُونَ إِلَى ٱلۡإِبِلِ كَيۡفَ خُلِقَتۡ ﴿ "Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan," artinya, apakah mereka tidak memperhatikan penciptaannya yang sempurna dan bagaimanakah Allah سبحانه وتعالى menundukkannya untuk manusia un-tuk berbagai kepentingan yang mereka perlukan.[141] ﴾ وَإِلَى ٱلۡجِبَالِ كَيۡفَ نُصِبَتۡ ﴿ "Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan," dengan bentuk yang begitu indah yang dengannya bumi bisa tenang dan kokoh tidak berguncang. Di dalamnya Allah سبحانه وتعالى menyimpan begitu banyak manfaat. ﴾ وَإِلَى ٱلۡأَرۡضِ كَيۡفَ سُطِحَتۡ ﴿ "Dan bumi bagaimana ia dihamparkan," yaitu dibentangkan secara luas agar manusia merasa tenang berada di atasnya dan bisa mengolahnya untuk bercocok tanam, membuat bangunan dan menempuh jalan-jalan di atasnya. Perlu diketahui, hamparan bumi tidak menafikan wujudnya yang bulat yang dilingkupi oleh berbagai bintang dari berbagai sisinya sebagaimana ditunjukkan oleh dalil akal, indera dan kesak-sian dan sebagaimana diketahui oleh banyak orang, khususnya di masa sekarang di mana banyak orang mencapai berbagai penjuru jauh dengan alat-alat yang dikaruniakan Allah سبحانه وتعالى pada mereka yang bisa mendekatkan jarak yang jauh. Bentuk hamparan hanya menafikan bulatan sesuatu yang kecil, yang seandainya dibentang-kan tidak lagi berbentuk bulat. Lain halnya dengan bentuk bumi yang amat besar dan luas. Sehingga bentuk bumi ini adalah bulat terhampar. Kedua hal tersebut tidak saling menafikan satu sama lain sebagaimana hal itu diketahui oleh para ahlinya. (21-22) ﴾ فَذَكِّرۡ إِنَّمَآ أَنتَ مُذَكِّرٞ ﴿ "Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu adalah orang yang memberi peringatan," artinya, ingatkan manusia, beri mereka nasihat, sampaikan ancaman dan berita gembira pada mereka, karena engkau diutus untuk menyeru manusia menuju Allah سبحانه وتعالى dan memberi peringatan pada mereka. Engkau tidak diutus untuk berkuasa atas mereka dan mewakili amal perbuatan mereka. Bila engkau telah menunaikan kewa-jibanmu, tidak ada celaan bagimu setelah itu. Ini semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَمَآ أَنتَ عَلَيۡهِم بِجَبَّارٖۖ فَذَكِّرۡ بِٱلۡقُرۡءَانِ مَن يَخَافُ وَعِيدِ 45 ﴿ "Dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka berilah peringatan dengan al-Qur`an orang yang takut kepada ancamanKu." (Qaf: 45). (23-24) Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِلَّا مَن تَوَلَّىٰ وَكَفَرَ ﴿ "Tetapi orang yang berpaling dan kafir," yaitu, tetapi orang yang berpaling dari ketaatan dan kufur terhadap Allah سبحانه وتعالى, ﴾ فَيُعَذِّبُهُ ٱللَّهُ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَكۡبَرَ ﴿ "maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar," yakni yang amat sangat dahsyat dan terus-menerus. (25-26) ﴾ إِنَّ إِلَيۡنَآ إِيَابَهُمۡ ﴿ "Sesungguhnya kepada Kami-lah mereka kembali," yakni kembali dan berkumpulnya manusia pada Hari Kiamat. ﴾ ثُمَّ إِنَّ عَلَيۡنَا حِسَابَهُم ﴿ "Kemudian sesungguhnya kewajiban Kamilah menghisab mereka," atas kebaikan dan keburukan yang mereka laku-kan. Segala puji bagi Allah سبحانه وتعالى semata, Rabb semesta alam.

Al-Gasyiyah 88:19

"Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagai-mana dia diciptakan. Dan langit, bagaimana ia ditinggikan. Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan. Dan bumi bagaimana ia dihamparkan. Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu adalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mererka, tetapi orang yang berpaling dan kafir, maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar. Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka, kemudian se-sungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka." (Al-Ghasyiah: 17-26). (17-20) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberi dorongan pada orang-orang yang tidak percaya pada Rasulullah a dan untuk orang lain agar merenungkan makhluk-makhluk Allah سبحانه وتعالى yang me-nunjukkan atas keesaanNya, ﴾ أَفَلَا يَنظُرُونَ إِلَى ٱلۡإِبِلِ كَيۡفَ خُلِقَتۡ ﴿ "Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan," artinya, apakah mereka tidak memperhatikan penciptaannya yang sempurna dan bagaimanakah Allah سبحانه وتعالى menundukkannya untuk manusia un-tuk berbagai kepentingan yang mereka perlukan.[141] ﴾ وَإِلَى ٱلۡجِبَالِ كَيۡفَ نُصِبَتۡ ﴿ "Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan," dengan bentuk yang begitu indah yang dengannya bumi bisa tenang dan kokoh tidak berguncang. Di dalamnya Allah سبحانه وتعالى menyimpan begitu banyak manfaat. ﴾ وَإِلَى ٱلۡأَرۡضِ كَيۡفَ سُطِحَتۡ ﴿ "Dan bumi bagaimana ia dihamparkan," yaitu dibentangkan secara luas agar manusia merasa tenang berada di atasnya dan bisa mengolahnya untuk bercocok tanam, membuat bangunan dan menempuh jalan-jalan di atasnya. Perlu diketahui, hamparan bumi tidak menafikan wujudnya yang bulat yang dilingkupi oleh berbagai bintang dari berbagai sisinya sebagaimana ditunjukkan oleh dalil akal, indera dan kesak-sian dan sebagaimana diketahui oleh banyak orang, khususnya di masa sekarang di mana banyak orang mencapai berbagai penjuru jauh dengan alat-alat yang dikaruniakan Allah سبحانه وتعالى pada mereka yang bisa mendekatkan jarak yang jauh. Bentuk hamparan hanya menafikan bulatan sesuatu yang kecil, yang seandainya dibentang-kan tidak lagi berbentuk bulat. Lain halnya dengan bentuk bumi yang amat besar dan luas. Sehingga bentuk bumi ini adalah bulat terhampar. Kedua hal tersebut tidak saling menafikan satu sama lain sebagaimana hal itu diketahui oleh para ahlinya. (21-22) ﴾ فَذَكِّرۡ إِنَّمَآ أَنتَ مُذَكِّرٞ ﴿ "Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu adalah orang yang memberi peringatan," artinya, ingatkan manusia, beri mereka nasihat, sampaikan ancaman dan berita gembira pada mereka, karena engkau diutus untuk menyeru manusia menuju Allah سبحانه وتعالى dan memberi peringatan pada mereka. Engkau tidak diutus untuk berkuasa atas mereka dan mewakili amal perbuatan mereka. Bila engkau telah menunaikan kewa-jibanmu, tidak ada celaan bagimu setelah itu. Ini semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَمَآ أَنتَ عَلَيۡهِم بِجَبَّارٖۖ فَذَكِّرۡ بِٱلۡقُرۡءَانِ مَن يَخَافُ وَعِيدِ 45 ﴿ "Dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka berilah peringatan dengan al-Qur`an orang yang takut kepada ancamanKu." (Qaf: 45). (23-24) Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِلَّا مَن تَوَلَّىٰ وَكَفَرَ ﴿ "Tetapi orang yang berpaling dan kafir," yaitu, tetapi orang yang berpaling dari ketaatan dan kufur terhadap Allah سبحانه وتعالى, ﴾ فَيُعَذِّبُهُ ٱللَّهُ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَكۡبَرَ ﴿ "maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar," yakni yang amat sangat dahsyat dan terus-menerus. (25-26) ﴾ إِنَّ إِلَيۡنَآ إِيَابَهُمۡ ﴿ "Sesungguhnya kepada Kami-lah mereka kembali," yakni kembali dan berkumpulnya manusia pada Hari Kiamat. ﴾ ثُمَّ إِنَّ عَلَيۡنَا حِسَابَهُم ﴿ "Kemudian sesungguhnya kewajiban Kamilah menghisab mereka," atas kebaikan dan keburukan yang mereka laku-kan. Segala puji bagi Allah سبحانه وتعالى semata, Rabb semesta alam.

Al-Gasyiyah 88:20

"Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagai-mana dia diciptakan. Dan langit, bagaimana ia ditinggikan. Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan. Dan bumi bagaimana ia dihamparkan. Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu adalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mererka, tetapi orang yang berpaling dan kafir, maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar. Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka, kemudian se-sungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka." (Al-Ghasyiah: 17-26). (17-20) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberi dorongan pada orang-orang yang tidak percaya pada Rasulullah a dan untuk orang lain agar merenungkan makhluk-makhluk Allah سبحانه وتعالى yang me-nunjukkan atas keesaanNya, ﴾ أَفَلَا يَنظُرُونَ إِلَى ٱلۡإِبِلِ كَيۡفَ خُلِقَتۡ ﴿ "Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan," artinya, apakah mereka tidak memperhatikan penciptaannya yang sempurna dan bagaimanakah Allah سبحانه وتعالى menundukkannya untuk manusia un-tuk berbagai kepentingan yang mereka perlukan.[141] ﴾ وَإِلَى ٱلۡجِبَالِ كَيۡفَ نُصِبَتۡ ﴿ "Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan," dengan bentuk yang begitu indah yang dengannya bumi bisa tenang dan kokoh tidak berguncang. Di dalamnya Allah سبحانه وتعالى menyimpan begitu banyak manfaat. ﴾ وَإِلَى ٱلۡأَرۡضِ كَيۡفَ سُطِحَتۡ ﴿ "Dan bumi bagaimana ia dihamparkan," yaitu dibentangkan secara luas agar manusia merasa tenang berada di atasnya dan bisa mengolahnya untuk bercocok tanam, membuat bangunan dan menempuh jalan-jalan di atasnya. Perlu diketahui, hamparan bumi tidak menafikan wujudnya yang bulat yang dilingkupi oleh berbagai bintang dari berbagai sisinya sebagaimana ditunjukkan oleh dalil akal, indera dan kesak-sian dan sebagaimana diketahui oleh banyak orang, khususnya di masa sekarang di mana banyak orang mencapai berbagai penjuru jauh dengan alat-alat yang dikaruniakan Allah سبحانه وتعالى pada mereka yang bisa mendekatkan jarak yang jauh. Bentuk hamparan hanya menafikan bulatan sesuatu yang kecil, yang seandainya dibentang-kan tidak lagi berbentuk bulat. Lain halnya dengan bentuk bumi yang amat besar dan luas. Sehingga bentuk bumi ini adalah bulat terhampar. Kedua hal tersebut tidak saling menafikan satu sama lain sebagaimana hal itu diketahui oleh para ahlinya. (21-22) ﴾ فَذَكِّرۡ إِنَّمَآ أَنتَ مُذَكِّرٞ ﴿ "Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu adalah orang yang memberi peringatan," artinya, ingatkan manusia, beri mereka nasihat, sampaikan ancaman dan berita gembira pada mereka, karena engkau diutus untuk menyeru manusia menuju Allah سبحانه وتعالى dan memberi peringatan pada mereka. Engkau tidak diutus untuk berkuasa atas mereka dan mewakili amal perbuatan mereka. Bila engkau telah menunaikan kewa-jibanmu, tidak ada celaan bagimu setelah itu. Ini semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَمَآ أَنتَ عَلَيۡهِم بِجَبَّارٖۖ فَذَكِّرۡ بِٱلۡقُرۡءَانِ مَن يَخَافُ وَعِيدِ 45 ﴿ "Dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka berilah peringatan dengan al-Qur`an orang yang takut kepada ancamanKu." (Qaf: 45). (23-24) Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِلَّا مَن تَوَلَّىٰ وَكَفَرَ ﴿ "Tetapi orang yang berpaling dan kafir," yaitu, tetapi orang yang berpaling dari ketaatan dan kufur terhadap Allah سبحانه وتعالى, ﴾ فَيُعَذِّبُهُ ٱللَّهُ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَكۡبَرَ ﴿ "maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar," yakni yang amat sangat dahsyat dan terus-menerus. (25-26) ﴾ إِنَّ إِلَيۡنَآ إِيَابَهُمۡ ﴿ "Sesungguhnya kepada Kami-lah mereka kembali," yakni kembali dan berkumpulnya manusia pada Hari Kiamat. ﴾ ثُمَّ إِنَّ عَلَيۡنَا حِسَابَهُم ﴿ "Kemudian sesungguhnya kewajiban Kamilah menghisab mereka," atas kebaikan dan keburukan yang mereka laku-kan. Segala puji bagi Allah سبحانه وتعالى semata, Rabb semesta alam.

Al-Gasyiyah 88:21

"Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagai-mana dia diciptakan. Dan langit, bagaimana ia ditinggikan. Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan. Dan bumi bagaimana ia dihamparkan. Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu adalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mererka, tetapi orang yang berpaling dan kafir, maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar. Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka, kemudian se-sungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka." (Al-Ghasyiah: 17-26). (17-20) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberi dorongan pada orang-orang yang tidak percaya pada Rasulullah a dan untuk orang lain agar merenungkan makhluk-makhluk Allah سبحانه وتعالى yang me-nunjukkan atas keesaanNya, ﴾ أَفَلَا يَنظُرُونَ إِلَى ٱلۡإِبِلِ كَيۡفَ خُلِقَتۡ ﴿ "Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan," artinya, apakah mereka tidak memperhatikan penciptaannya yang sempurna dan bagaimanakah Allah سبحانه وتعالى menundukkannya untuk manusia un-tuk berbagai kepentingan yang mereka perlukan.[141] ﴾ وَإِلَى ٱلۡجِبَالِ كَيۡفَ نُصِبَتۡ ﴿ "Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan," dengan bentuk yang begitu indah yang dengannya bumi bisa tenang dan kokoh tidak berguncang. Di dalamnya Allah سبحانه وتعالى menyimpan begitu banyak manfaat. ﴾ وَإِلَى ٱلۡأَرۡضِ كَيۡفَ سُطِحَتۡ ﴿ "Dan bumi bagaimana ia dihamparkan," yaitu dibentangkan secara luas agar manusia merasa tenang berada di atasnya dan bisa mengolahnya untuk bercocok tanam, membuat bangunan dan menempuh jalan-jalan di atasnya. Perlu diketahui, hamparan bumi tidak menafikan wujudnya yang bulat yang dilingkupi oleh berbagai bintang dari berbagai sisinya sebagaimana ditunjukkan oleh dalil akal, indera dan kesak-sian dan sebagaimana diketahui oleh banyak orang, khususnya di masa sekarang di mana banyak orang mencapai berbagai penjuru jauh dengan alat-alat yang dikaruniakan Allah سبحانه وتعالى pada mereka yang bisa mendekatkan jarak yang jauh. Bentuk hamparan hanya menafikan bulatan sesuatu yang kecil, yang seandainya dibentang-kan tidak lagi berbentuk bulat. Lain halnya dengan bentuk bumi yang amat besar dan luas. Sehingga bentuk bumi ini adalah bulat terhampar. Kedua hal tersebut tidak saling menafikan satu sama lain sebagaimana hal itu diketahui oleh para ahlinya. (21-22) ﴾ فَذَكِّرۡ إِنَّمَآ أَنتَ مُذَكِّرٞ ﴿ "Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu adalah orang yang memberi peringatan," artinya, ingatkan manusia, beri mereka nasihat, sampaikan ancaman dan berita gembira pada mereka, karena engkau diutus untuk menyeru manusia menuju Allah سبحانه وتعالى dan memberi peringatan pada mereka. Engkau tidak diutus untuk berkuasa atas mereka dan mewakili amal perbuatan mereka. Bila engkau telah menunaikan kewa-jibanmu, tidak ada celaan bagimu setelah itu. Ini semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَمَآ أَنتَ عَلَيۡهِم بِجَبَّارٖۖ فَذَكِّرۡ بِٱلۡقُرۡءَانِ مَن يَخَافُ وَعِيدِ 45 ﴿ "Dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka berilah peringatan dengan al-Qur`an orang yang takut kepada ancamanKu." (Qaf: 45). (23-24) Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِلَّا مَن تَوَلَّىٰ وَكَفَرَ ﴿ "Tetapi orang yang berpaling dan kafir," yaitu, tetapi orang yang berpaling dari ketaatan dan kufur terhadap Allah سبحانه وتعالى, ﴾ فَيُعَذِّبُهُ ٱللَّهُ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَكۡبَرَ ﴿ "maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar," yakni yang amat sangat dahsyat dan terus-menerus. (25-26) ﴾ إِنَّ إِلَيۡنَآ إِيَابَهُمۡ ﴿ "Sesungguhnya kepada Kami-lah mereka kembali," yakni kembali dan berkumpulnya manusia pada Hari Kiamat. ﴾ ثُمَّ إِنَّ عَلَيۡنَا حِسَابَهُم ﴿ "Kemudian sesungguhnya kewajiban Kamilah menghisab mereka," atas kebaikan dan keburukan yang mereka laku-kan. Segala puji bagi Allah سبحانه وتعالى semata, Rabb semesta alam.

Al-Gasyiyah 88:22

"Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagai-mana dia diciptakan. Dan langit, bagaimana ia ditinggikan. Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan. Dan bumi bagaimana ia dihamparkan. Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu adalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mererka, tetapi orang yang berpaling dan kafir, maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar. Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka, kemudian se-sungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka." (Al-Ghasyiah: 17-26). (17-20) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberi dorongan pada orang-orang yang tidak percaya pada Rasulullah a dan untuk orang lain agar merenungkan makhluk-makhluk Allah سبحانه وتعالى yang me-nunjukkan atas keesaanNya, ﴾ أَفَلَا يَنظُرُونَ إِلَى ٱلۡإِبِلِ كَيۡفَ خُلِقَتۡ ﴿ "Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan," artinya, apakah mereka tidak memperhatikan penciptaannya yang sempurna dan bagaimanakah Allah سبحانه وتعالى menundukkannya untuk manusia un-tuk berbagai kepentingan yang mereka perlukan.[141] ﴾ وَإِلَى ٱلۡجِبَالِ كَيۡفَ نُصِبَتۡ ﴿ "Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan," dengan bentuk yang begitu indah yang dengannya bumi bisa tenang dan kokoh tidak berguncang. Di dalamnya Allah سبحانه وتعالى menyimpan begitu banyak manfaat. ﴾ وَإِلَى ٱلۡأَرۡضِ كَيۡفَ سُطِحَتۡ ﴿ "Dan bumi bagaimana ia dihamparkan," yaitu dibentangkan secara luas agar manusia merasa tenang berada di atasnya dan bisa mengolahnya untuk bercocok tanam, membuat bangunan dan menempuh jalan-jalan di atasnya. Perlu diketahui, hamparan bumi tidak menafikan wujudnya yang bulat yang dilingkupi oleh berbagai bintang dari berbagai sisinya sebagaimana ditunjukkan oleh dalil akal, indera dan kesak-sian dan sebagaimana diketahui oleh banyak orang, khususnya di masa sekarang di mana banyak orang mencapai berbagai penjuru jauh dengan alat-alat yang dikaruniakan Allah سبحانه وتعالى pada mereka yang bisa mendekatkan jarak yang jauh. Bentuk hamparan hanya menafikan bulatan sesuatu yang kecil, yang seandainya dibentang-kan tidak lagi berbentuk bulat. Lain halnya dengan bentuk bumi yang amat besar dan luas. Sehingga bentuk bumi ini adalah bulat terhampar. Kedua hal tersebut tidak saling menafikan satu sama lain sebagaimana hal itu diketahui oleh para ahlinya. (21-22) ﴾ فَذَكِّرۡ إِنَّمَآ أَنتَ مُذَكِّرٞ ﴿ "Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu adalah orang yang memberi peringatan," artinya, ingatkan manusia, beri mereka nasihat, sampaikan ancaman dan berita gembira pada mereka, karena engkau diutus untuk menyeru manusia menuju Allah سبحانه وتعالى dan memberi peringatan pada mereka. Engkau tidak diutus untuk berkuasa atas mereka dan mewakili amal perbuatan mereka. Bila engkau telah menunaikan kewa-jibanmu, tidak ada celaan bagimu setelah itu. Ini semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَمَآ أَنتَ عَلَيۡهِم بِجَبَّارٖۖ فَذَكِّرۡ بِٱلۡقُرۡءَانِ مَن يَخَافُ وَعِيدِ 45 ﴿ "Dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka berilah peringatan dengan al-Qur`an orang yang takut kepada ancamanKu." (Qaf: 45). (23-24) Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِلَّا مَن تَوَلَّىٰ وَكَفَرَ ﴿ "Tetapi orang yang berpaling dan kafir," yaitu, tetapi orang yang berpaling dari ketaatan dan kufur terhadap Allah سبحانه وتعالى, ﴾ فَيُعَذِّبُهُ ٱللَّهُ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَكۡبَرَ ﴿ "maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar," yakni yang amat sangat dahsyat dan terus-menerus. (25-26) ﴾ إِنَّ إِلَيۡنَآ إِيَابَهُمۡ ﴿ "Sesungguhnya kepada Kami-lah mereka kembali," yakni kembali dan berkumpulnya manusia pada Hari Kiamat. ﴾ ثُمَّ إِنَّ عَلَيۡنَا حِسَابَهُم ﴿ "Kemudian sesungguhnya kewajiban Kamilah menghisab mereka," atas kebaikan dan keburukan yang mereka laku-kan. Segala puji bagi Allah سبحانه وتعالى semata, Rabb semesta alam.

Al-Gasyiyah 88:23

"Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagai-mana dia diciptakan. Dan langit, bagaimana ia ditinggikan. Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan. Dan bumi bagaimana ia dihamparkan. Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu adalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mererka, tetapi orang yang berpaling dan kafir, maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar. Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka, kemudian se-sungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka." (Al-Ghasyiah: 17-26). (17-20) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberi dorongan pada orang-orang yang tidak percaya pada Rasulullah a dan untuk orang lain agar merenungkan makhluk-makhluk Allah سبحانه وتعالى yang me-nunjukkan atas keesaanNya, ﴾ أَفَلَا يَنظُرُونَ إِلَى ٱلۡإِبِلِ كَيۡفَ خُلِقَتۡ ﴿ "Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan," artinya, apakah mereka tidak memperhatikan penciptaannya yang sempurna dan bagaimanakah Allah سبحانه وتعالى menundukkannya untuk manusia un-tuk berbagai kepentingan yang mereka perlukan.[141] ﴾ وَإِلَى ٱلۡجِبَالِ كَيۡفَ نُصِبَتۡ ﴿ "Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan," dengan bentuk yang begitu indah yang dengannya bumi bisa tenang dan kokoh tidak berguncang. Di dalamnya Allah سبحانه وتعالى menyimpan begitu banyak manfaat. ﴾ وَإِلَى ٱلۡأَرۡضِ كَيۡفَ سُطِحَتۡ ﴿ "Dan bumi bagaimana ia dihamparkan," yaitu dibentangkan secara luas agar manusia merasa tenang berada di atasnya dan bisa mengolahnya untuk bercocok tanam, membuat bangunan dan menempuh jalan-jalan di atasnya. Perlu diketahui, hamparan bumi tidak menafikan wujudnya yang bulat yang dilingkupi oleh berbagai bintang dari berbagai sisinya sebagaimana ditunjukkan oleh dalil akal, indera dan kesak-sian dan sebagaimana diketahui oleh banyak orang, khususnya di masa sekarang di mana banyak orang mencapai berbagai penjuru jauh dengan alat-alat yang dikaruniakan Allah سبحانه وتعالى pada mereka yang bisa mendekatkan jarak yang jauh. Bentuk hamparan hanya menafikan bulatan sesuatu yang kecil, yang seandainya dibentang-kan tidak lagi berbentuk bulat. Lain halnya dengan bentuk bumi yang amat besar dan luas. Sehingga bentuk bumi ini adalah bulat terhampar. Kedua hal tersebut tidak saling menafikan satu sama lain sebagaimana hal itu diketahui oleh para ahlinya. (21-22) ﴾ فَذَكِّرۡ إِنَّمَآ أَنتَ مُذَكِّرٞ ﴿ "Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu adalah orang yang memberi peringatan," artinya, ingatkan manusia, beri mereka nasihat, sampaikan ancaman dan berita gembira pada mereka, karena engkau diutus untuk menyeru manusia menuju Allah سبحانه وتعالى dan memberi peringatan pada mereka. Engkau tidak diutus untuk berkuasa atas mereka dan mewakili amal perbuatan mereka. Bila engkau telah menunaikan kewa-jibanmu, tidak ada celaan bagimu setelah itu. Ini semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَمَآ أَنتَ عَلَيۡهِم بِجَبَّارٖۖ فَذَكِّرۡ بِٱلۡقُرۡءَانِ مَن يَخَافُ وَعِيدِ 45 ﴿ "Dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka berilah peringatan dengan al-Qur`an orang yang takut kepada ancamanKu." (Qaf: 45). (23-24) Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِلَّا مَن تَوَلَّىٰ وَكَفَرَ ﴿ "Tetapi orang yang berpaling dan kafir," yaitu, tetapi orang yang berpaling dari ketaatan dan kufur terhadap Allah سبحانه وتعالى, ﴾ فَيُعَذِّبُهُ ٱللَّهُ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَكۡبَرَ ﴿ "maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar," yakni yang amat sangat dahsyat dan terus-menerus. (25-26) ﴾ إِنَّ إِلَيۡنَآ إِيَابَهُمۡ ﴿ "Sesungguhnya kepada Kami-lah mereka kembali," yakni kembali dan berkumpulnya manusia pada Hari Kiamat. ﴾ ثُمَّ إِنَّ عَلَيۡنَا حِسَابَهُم ﴿ "Kemudian sesungguhnya kewajiban Kamilah menghisab mereka," atas kebaikan dan keburukan yang mereka laku-kan. Segala puji bagi Allah سبحانه وتعالى semata, Rabb semesta alam.

Al-Gasyiyah 88:24

"Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagai-mana dia diciptakan. Dan langit, bagaimana ia ditinggikan. Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan. Dan bumi bagaimana ia dihamparkan. Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu adalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mererka, tetapi orang yang berpaling dan kafir, maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar. Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka, kemudian se-sungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka." (Al-Ghasyiah: 17-26). (17-20) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberi dorongan pada orang-orang yang tidak percaya pada Rasulullah a dan untuk orang lain agar merenungkan makhluk-makhluk Allah سبحانه وتعالى yang me-nunjukkan atas keesaanNya, ﴾ أَفَلَا يَنظُرُونَ إِلَى ٱلۡإِبِلِ كَيۡفَ خُلِقَتۡ ﴿ "Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan," artinya, apakah mereka tidak memperhatikan penciptaannya yang sempurna dan bagaimanakah Allah سبحانه وتعالى menundukkannya untuk manusia un-tuk berbagai kepentingan yang mereka perlukan.[141] ﴾ وَإِلَى ٱلۡجِبَالِ كَيۡفَ نُصِبَتۡ ﴿ "Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan," dengan bentuk yang begitu indah yang dengannya bumi bisa tenang dan kokoh tidak berguncang. Di dalamnya Allah سبحانه وتعالى menyimpan begitu banyak manfaat. ﴾ وَإِلَى ٱلۡأَرۡضِ كَيۡفَ سُطِحَتۡ ﴿ "Dan bumi bagaimana ia dihamparkan," yaitu dibentangkan secara luas agar manusia merasa tenang berada di atasnya dan bisa mengolahnya untuk bercocok tanam, membuat bangunan dan menempuh jalan-jalan di atasnya. Perlu diketahui, hamparan bumi tidak menafikan wujudnya yang bulat yang dilingkupi oleh berbagai bintang dari berbagai sisinya sebagaimana ditunjukkan oleh dalil akal, indera dan kesak-sian dan sebagaimana diketahui oleh banyak orang, khususnya di masa sekarang di mana banyak orang mencapai berbagai penjuru jauh dengan alat-alat yang dikaruniakan Allah سبحانه وتعالى pada mereka yang bisa mendekatkan jarak yang jauh. Bentuk hamparan hanya menafikan bulatan sesuatu yang kecil, yang seandainya dibentang-kan tidak lagi berbentuk bulat. Lain halnya dengan bentuk bumi yang amat besar dan luas. Sehingga bentuk bumi ini adalah bulat terhampar. Kedua hal tersebut tidak saling menafikan satu sama lain sebagaimana hal itu diketahui oleh para ahlinya. (21-22) ﴾ فَذَكِّرۡ إِنَّمَآ أَنتَ مُذَكِّرٞ ﴿ "Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu adalah orang yang memberi peringatan," artinya, ingatkan manusia, beri mereka nasihat, sampaikan ancaman dan berita gembira pada mereka, karena engkau diutus untuk menyeru manusia menuju Allah سبحانه وتعالى dan memberi peringatan pada mereka. Engkau tidak diutus untuk berkuasa atas mereka dan mewakili amal perbuatan mereka. Bila engkau telah menunaikan kewa-jibanmu, tidak ada celaan bagimu setelah itu. Ini semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَمَآ أَنتَ عَلَيۡهِم بِجَبَّارٖۖ فَذَكِّرۡ بِٱلۡقُرۡءَانِ مَن يَخَافُ وَعِيدِ 45 ﴿ "Dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka berilah peringatan dengan al-Qur`an orang yang takut kepada ancamanKu." (Qaf: 45). (23-24) Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِلَّا مَن تَوَلَّىٰ وَكَفَرَ ﴿ "Tetapi orang yang berpaling dan kafir," yaitu, tetapi orang yang berpaling dari ketaatan dan kufur terhadap Allah سبحانه وتعالى, ﴾ فَيُعَذِّبُهُ ٱللَّهُ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَكۡبَرَ ﴿ "maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar," yakni yang amat sangat dahsyat dan terus-menerus. (25-26) ﴾ إِنَّ إِلَيۡنَآ إِيَابَهُمۡ ﴿ "Sesungguhnya kepada Kami-lah mereka kembali," yakni kembali dan berkumpulnya manusia pada Hari Kiamat. ﴾ ثُمَّ إِنَّ عَلَيۡنَا حِسَابَهُم ﴿ "Kemudian sesungguhnya kewajiban Kamilah menghisab mereka," atas kebaikan dan keburukan yang mereka laku-kan. Segala puji bagi Allah سبحانه وتعالى semata, Rabb semesta alam.

Al-Gasyiyah 88:25

"Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagai-mana dia diciptakan. Dan langit, bagaimana ia ditinggikan. Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan. Dan bumi bagaimana ia dihamparkan. Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu adalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mererka, tetapi orang yang berpaling dan kafir, maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar. Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka, kemudian se-sungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka." (Al-Ghasyiah: 17-26). (17-20) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberi dorongan pada orang-orang yang tidak percaya pada Rasulullah a dan untuk orang lain agar merenungkan makhluk-makhluk Allah سبحانه وتعالى yang me-nunjukkan atas keesaanNya, ﴾ أَفَلَا يَنظُرُونَ إِلَى ٱلۡإِبِلِ كَيۡفَ خُلِقَتۡ ﴿ "Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan," artinya, apakah mereka tidak memperhatikan penciptaannya yang sempurna dan bagaimanakah Allah سبحانه وتعالى menundukkannya untuk manusia un-tuk berbagai kepentingan yang mereka perlukan.[141] ﴾ وَإِلَى ٱلۡجِبَالِ كَيۡفَ نُصِبَتۡ ﴿ "Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan," dengan bentuk yang begitu indah yang dengannya bumi bisa tenang dan kokoh tidak berguncang. Di dalamnya Allah سبحانه وتعالى menyimpan begitu banyak manfaat. ﴾ وَإِلَى ٱلۡأَرۡضِ كَيۡفَ سُطِحَتۡ ﴿ "Dan bumi bagaimana ia dihamparkan," yaitu dibentangkan secara luas agar manusia merasa tenang berada di atasnya dan bisa mengolahnya untuk bercocok tanam, membuat bangunan dan menempuh jalan-jalan di atasnya. Perlu diketahui, hamparan bumi tidak menafikan wujudnya yang bulat yang dilingkupi oleh berbagai bintang dari berbagai sisinya sebagaimana ditunjukkan oleh dalil akal, indera dan kesak-sian dan sebagaimana diketahui oleh banyak orang, khususnya di masa sekarang di mana banyak orang mencapai berbagai penjuru jauh dengan alat-alat yang dikaruniakan Allah سبحانه وتعالى pada mereka yang bisa mendekatkan jarak yang jauh. Bentuk hamparan hanya menafikan bulatan sesuatu yang kecil, yang seandainya dibentang-kan tidak lagi berbentuk bulat. Lain halnya dengan bentuk bumi yang amat besar dan luas. Sehingga bentuk bumi ini adalah bulat terhampar. Kedua hal tersebut tidak saling menafikan satu sama lain sebagaimana hal itu diketahui oleh para ahlinya. (21-22) ﴾ فَذَكِّرۡ إِنَّمَآ أَنتَ مُذَكِّرٞ ﴿ "Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu adalah orang yang memberi peringatan," artinya, ingatkan manusia, beri mereka nasihat, sampaikan ancaman dan berita gembira pada mereka, karena engkau diutus untuk menyeru manusia menuju Allah سبحانه وتعالى dan memberi peringatan pada mereka. Engkau tidak diutus untuk berkuasa atas mereka dan mewakili amal perbuatan mereka. Bila engkau telah menunaikan kewa-jibanmu, tidak ada celaan bagimu setelah itu. Ini semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَمَآ أَنتَ عَلَيۡهِم بِجَبَّارٖۖ فَذَكِّرۡ بِٱلۡقُرۡءَانِ مَن يَخَافُ وَعِيدِ 45 ﴿ "Dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka berilah peringatan dengan al-Qur`an orang yang takut kepada ancamanKu." (Qaf: 45). (23-24) Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِلَّا مَن تَوَلَّىٰ وَكَفَرَ ﴿ "Tetapi orang yang berpaling dan kafir," yaitu, tetapi orang yang berpaling dari ketaatan dan kufur terhadap Allah سبحانه وتعالى, ﴾ فَيُعَذِّبُهُ ٱللَّهُ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَكۡبَرَ ﴿ "maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar," yakni yang amat sangat dahsyat dan terus-menerus. (25-26) ﴾ إِنَّ إِلَيۡنَآ إِيَابَهُمۡ ﴿ "Sesungguhnya kepada Kami-lah mereka kembali," yakni kembali dan berkumpulnya manusia pada Hari Kiamat. ﴾ ثُمَّ إِنَّ عَلَيۡنَا حِسَابَهُم ﴿ "Kemudian sesungguhnya kewajiban Kamilah menghisab mereka," atas kebaikan dan keburukan yang mereka laku-kan. Segala puji bagi Allah سبحانه وتعالى semata, Rabb semesta alam.

Al-Gasyiyah 88:26

"Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagai-mana dia diciptakan. Dan langit, bagaimana ia ditinggikan. Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan. Dan bumi bagaimana ia dihamparkan. Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu adalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mererka, tetapi orang yang berpaling dan kafir, maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar. Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka, kemudian se-sungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka." (Al-Ghasyiah: 17-26). (17-20) Allah سبحانه وتعالى berfirman seraya memberi dorongan pada orang-orang yang tidak percaya pada Rasulullah a dan untuk orang lain agar merenungkan makhluk-makhluk Allah سبحانه وتعالى yang me-nunjukkan atas keesaanNya, ﴾ أَفَلَا يَنظُرُونَ إِلَى ٱلۡإِبِلِ كَيۡفَ خُلِقَتۡ ﴿ "Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan," artinya, apakah mereka tidak memperhatikan penciptaannya yang sempurna dan bagaimanakah Allah سبحانه وتعالى menundukkannya untuk manusia un-tuk berbagai kepentingan yang mereka perlukan.[141] ﴾ وَإِلَى ٱلۡجِبَالِ كَيۡفَ نُصِبَتۡ ﴿ "Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan," dengan bentuk yang begitu indah yang dengannya bumi bisa tenang dan kokoh tidak berguncang. Di dalamnya Allah سبحانه وتعالى menyimpan begitu banyak manfaat. ﴾ وَإِلَى ٱلۡأَرۡضِ كَيۡفَ سُطِحَتۡ ﴿ "Dan bumi bagaimana ia dihamparkan," yaitu dibentangkan secara luas agar manusia merasa tenang berada di atasnya dan bisa mengolahnya untuk bercocok tanam, membuat bangunan dan menempuh jalan-jalan di atasnya. Perlu diketahui, hamparan bumi tidak menafikan wujudnya yang bulat yang dilingkupi oleh berbagai bintang dari berbagai sisinya sebagaimana ditunjukkan oleh dalil akal, indera dan kesak-sian dan sebagaimana diketahui oleh banyak orang, khususnya di masa sekarang di mana banyak orang mencapai berbagai penjuru jauh dengan alat-alat yang dikaruniakan Allah سبحانه وتعالى pada mereka yang bisa mendekatkan jarak yang jauh. Bentuk hamparan hanya menafikan bulatan sesuatu yang kecil, yang seandainya dibentang-kan tidak lagi berbentuk bulat. Lain halnya dengan bentuk bumi yang amat besar dan luas. Sehingga bentuk bumi ini adalah bulat terhampar. Kedua hal tersebut tidak saling menafikan satu sama lain sebagaimana hal itu diketahui oleh para ahlinya. (21-22) ﴾ فَذَكِّرۡ إِنَّمَآ أَنتَ مُذَكِّرٞ ﴿ "Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu adalah orang yang memberi peringatan," artinya, ingatkan manusia, beri mereka nasihat, sampaikan ancaman dan berita gembira pada mereka, karena engkau diutus untuk menyeru manusia menuju Allah سبحانه وتعالى dan memberi peringatan pada mereka. Engkau tidak diutus untuk berkuasa atas mereka dan mewakili amal perbuatan mereka. Bila engkau telah menunaikan kewa-jibanmu, tidak ada celaan bagimu setelah itu. Ini semakna dengan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ وَمَآ أَنتَ عَلَيۡهِم بِجَبَّارٖۖ فَذَكِّرۡ بِٱلۡقُرۡءَانِ مَن يَخَافُ وَعِيدِ 45 ﴿ "Dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka berilah peringatan dengan al-Qur`an orang yang takut kepada ancamanKu." (Qaf: 45). (23-24) Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ إِلَّا مَن تَوَلَّىٰ وَكَفَرَ ﴿ "Tetapi orang yang berpaling dan kafir," yaitu, tetapi orang yang berpaling dari ketaatan dan kufur terhadap Allah سبحانه وتعالى, ﴾ فَيُعَذِّبُهُ ٱللَّهُ ٱلۡعَذَابَ ٱلۡأَكۡبَرَ ﴿ "maka Allah akan mengazabnya dengan azab yang besar," yakni yang amat sangat dahsyat dan terus-menerus. (25-26) ﴾ إِنَّ إِلَيۡنَآ إِيَابَهُمۡ ﴿ "Sesungguhnya kepada Kami-lah mereka kembali," yakni kembali dan berkumpulnya manusia pada Hari Kiamat. ﴾ ثُمَّ إِنَّ عَلَيۡنَا حِسَابَهُم ﴿ "Kemudian sesungguhnya kewajiban Kamilah menghisab mereka," atas kebaikan dan keburukan yang mereka laku-kan. Segala puji bagi Allah سبحانه وتعالى semata, Rabb semesta alam.